Diterbitkan oleh Hubungan Masyarakat Universitas Brawijaya
Last updated 30/11/2009
November 2009

Peringatan HUT Korpri di UB
30 November 2009
Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang jatuh pada 29 November 2009 diperingati di Universitas Brawijaya (UB). Berbagai acara diselenggarakan untuk memeriahkan ulang tahun abdi negara yang ke-38 ini. Kegiatan tersebut  diantaranya kompetisi tenis lapangan, cerdas cermat, seminar serta upacara. Sebagai puncak acara, upacara yang diikuti oleh seluruh anggota sivitas dilangsungkan pada Senin (30/11) di lapangan Rektorat UB.
Tidak seperti biasa, upacara yang dipimpin oleh Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito ini melibatkan pimpinan dari berbagai fakultas sebagai petugas. Mereka adalah Herman Suryokumoro, SH, MH (Dekan FH/Komandan Upacara); Prof. Dr. Marjono, M.Phil (Dekan FMIPA/Pengibar Bendera Merah Putih); Prof. Dr. Ir. Edy Suprayitno (Dekan FPIK/Pengibar Bendera Merah Putih); Prof. Ir. Harnen Sulistyo, M.Sc, PhD (Dekan FT/Pengibar Bendera Merah Putih); Prof. Dr. Ir. Hartutik, MP (Dekan FPt/Pembaca Teks Pembukaan UUD 1945); Prof. Dr. Sumartono, MS (PD I FPt/Pembaca Teks Panca Prasetya Korpri); Prof. Francien Herlen Tomasowa, PhD (Dekan FIB/Dirigen Lagu Mars Korpri) dan Prof. Ir. Sumeru Ashari, M.Agr.Sc., PhD (Dekan FP/Pembaca Do'a).Dalam pidatonya, Rektor UB menyampaikan sambutan tertulis Presiden Republik Indonesia, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono selaku Penasihat Nasional Korpri.
Melalui sambutan tersebut Presiden RI menyampaikan lima ajakan kepada anggota Korpri yaitu melakukan reformasi birokrasi, meningkatkan kapasitas pengetahuan, kerja keras dan cerdas, meningkatkan kualitas penyelenggaraan birokrasi serta memberikan pelayanan publik yang makin murah, makin cepat dan makin baik. [nok]

Pengumuman Kelulusan CPNS Formasi 2009
30 November 2009
Melalui Surat Pengumuman Nomor: 8020/PENG/2009, Minggu (29/11) Universitas Brawijaya (UB) mempublikasikan kelulusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2009. Sebanyak 45 orang CPNS diterima yang terdiri atas 2 (dua) tenaga teknisi dan 43 orang dosen, bertambah 6 (enam) orang dari rencana penerimaan semula sekitar 39 orang. Disampaikan Kepala Bagian Kepegawaian, Drs. Imam Safi'i, MM, penambahan tenaga dosen terdapat pada kualifikasi akademik Dokter Umum dan Kenotariatan. "Kebutuhan dokter umum semula hanya 10 orang kemudian bertambah menjadi 16 dan kenotariatan menjadi 2 (dua) orang", ujar Imam.
Mereka yang telah dinyatakan lulus untuk selanjutnya diharap hadir pada Rabu (2/12) di Ruang Sidang Gedung Rektorat Lantai delapan untuk mengikuti acara "Pengarahan Pemberkasan".
Berbagai berkas yang harus dipersiapkan untuk mengajukan usul penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) diantaranya lamaran, fotokopi ijasah dan transkrip, daftar riwayat hidup, surat pernyataan serta Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Penyerahan berkas ini dilaksanakan pada Rabu-Jum'at (2-11/12) pukul 08.00-15.00 WIB di Bagian Kepegawaian Gedung Rektorat Koridor lantai IV. [nok]

Shalat Idul Adha 1430 H dan Penyembelihan Hewan Kurban
27 November 2009
Memperingati Hari Raya Idul Adha 1430 Hijriah, Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan Sholat Idul Adha di Lapangan Rektorat UB pada 27 November 2009. Bertindak sebagai imam pada shalat itu Dr. HM Ismail, MH., MSi dari Pusat Pembinaan Agama (PPA) UB dan khatib Rektor UB Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito. Rektor membawakan khutbah Idul Adha dengan judul "Meneladani Ibrahim AS dengan Keluarganya".
Didalam khutbah tersebut disampaikan bahwa Idul Adha yang dirayakan bersamaan dengan prosesi ibadah haji yang sedang dilakukan saudara muslim di tanah suci. Hal itu mengingatkan kita betapa besar jasa dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar dan Nabi Isma'il AS. Ketiganya ungkap Yogi, merupakan figur teladan yang harus kita ikuti dari sosok seorang Bapak, Ibu dan Anak dalam berumahtangga dan bermasyarakat.
Enam Tauladan Nabi Ibrahim AS dan Keluarganya
Selanjutnya Yogi menyampaikan, umat muslim perlu meneladani sedikitnya enam karakteristik yang dimiliki oleh Nabi Ibrahim AS. Keenam tauladan itu meliputi pertama, Ibrahim AS adalah seorang Nabi yang berpikir kritis dan rasional dalam mencari dan menerima kebenaran. Kedua, memegang teguh kepada kebenaran dan petunjuk Allah serta bertekad melepaskan diri dari segala bentuk kemaksiatan dan kekufuran. Ketiga, memasrahkan diri kepada Allah SWT dan bangga sebagai seorang muslim. Keempat, gemar mencari dan mengamalkan ilmu. Kelima, kesanggupan menghadapi resiko dalam perjuangan menegakkan kebenaran. Keenam, kesanggupan untuk berkorban di jalan Allah bahkan dengan mengorbankan jiwa raga.
Penyembelihan Hewan Kurban
Seperti tahun sebelumnya, PPA pada Idul Adha kali ini juga melakukan penyembelihan hewan kurban yang berasal dari para dosen/karyawan di lingkungan UB. Hewan kurban yang berupa lima ekor sapi dan 13 ekor kambing itu kemudian didistribusikan kepada panti asuhan, pondok pesantren, SMP, mushala dan masjid. Masing-masing satu ekor kambing didistribusikan dalam keadaan hidup ke pondok pesantren Al Falah di Bantur Kabupaten Malang dan Masjid Griyashanta.[nun]

Cerdas Cermat Cinta Almamater
26 November 2009
Dengan sangat antusias perwakilan dari sepuluh fakultas di lingkungan Universitas Brawijaya (UB) mengikuti "Cerdas Cermat Cinta Almamater" yang diselenggarakan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Universitas Brawijaya (UB). Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri ke-38 yang jatuh setiap tanggal 29 November.
Kesepuluh fakultas tersebut adalah Fakultas kedokteran (FK), Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Fakultas Peternakan (FPt), Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Hukum (FH). Berbagai pertanyaan seputar UB dilontarkan kepada peserta, seperti sejarah, nama-nama pimpinan, prestasi yang telah diraih, dll. Seluruh pertanyaan tersebut tampak bisa terjawab kecuali pertanyaan seputar sejarah dan nama pimpinan yang terkesan sulit bagi peserta. Meskipun begitu, akhirnya tim dari Fakultas Kedokteran yang terdiri atas dr. Nanik Setiawati, MKes, Ahsan SKP, MKes dan Dian Lukito Pambudi, S.IP berhasil menyabet juara dan berhak atas hadiah uang tunai senilai Rp. 750 ribu. Juara kedua berhasil diraih tim dari Fakultas Pertanian atas nama Rurin, SP, Riyanti Isaskar, SP, MSi dan Fahriyah, Sp, MSi dengan hadiah uang tunai Rp. 600 ribu dan juara ketiga direbut tim dari FTP yang beranggotakan Luluk Mamluhah, AMd, Sukim Prayitno dan Sumiasih yang berhak atas uang tunai senilai Rp. 450 ribu. [nok]

Dua Guru Besar Dikukuhkan
26 Nopember 2009
Rapat Senat Terbuka UB mengukuhkan dua guru besar yang berasal dari Fakultas Ilmu Administrasi, Kamis (26/11).  Kedua guru besar tersebut adalah Prof.Dr.Abdul Hakim, MSi dan Prof.Dr.Suharyono,MA. Dengan demikian, jumlah guru besar yang ada di UB saat ini berjumlah 179 orang.
Prof.Dr.Abdul Hakim, MSi yang menjadi guru besar ke-178 mengetengahkan orasi berjudul "Korupsi dan Reformasi Birokrasi". Ia menyoroti korupsi darui beberapa perspektif di masyarakat baik dari segi ekonomi, hukum, budaya, etika atau moral, dan hukum. Menurutnya, pandangan dari tiap-tiap perspektif tersebut menimbulkan konsekuensi pencegahan tindak korupsi berbeda-beda. "Misalnya dari segi ekonomi, bisa jadi karena para pegawai kita belum sejahtera, maka korupsi tumbuh. Program remunerasi pas kalau diterapkan", tuturnya.
Menurutnya, pemberantasan korupsi harus dilakukan secara sistemik dan komprehensif. Sistemik artinya tidak dilakukan secara parsial, sepotong-potong, tetapi harus menyertakan seluruh bagian dari system yang ada. Komprehensif, artinya melibatkan semua stakeholders dalam upaya pemberantasannya dan menyangkut semua bentuk tindakan koruptif yang dilakukan oleh semua pejabat dalam berbagai tingkatan, baik mereka yang ada di eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.
Konsekuensi Diversifikasi
Sedangkan guru besar ke-179 Prof.Dr.Suharyono,MA yang menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Strategi Diversifikasi dan Konsekuensinya terhadap Kinerja Perusahaan" menyoroti efektivitas dan efisiensi perusahaan-perusahaan yang melakukan perluasan bidang usaha. Menurut beberapa penelitiannya yang meliputi beberapa perusahaan besar, strategi perluasan bidang usaha tidak selamanya positif. "Semakin banyak bidang usaha yang ditangani, konsentrasi terbelah. Akibatnya kinerja juga kurang fokus", tuturnya.
Merujuk pada kondisi tersebut, ia menyebut strategi diferensiasi produk mestinya menjadi solusi. Memperbanyak produk dengan aneka ragam keunggulan lebih strategis daripada memperbanyak bisang usaha sebuah perusahaan.[fjr]

Mahasiswa UB Raih Penghargaan Pemuda Berprestasi Nasional
25 November 2009
Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) kembali menorehkan prestasi di ajang nasional. Lima orang mahasiswa yaitu Cahyono S.B (FPIK),  Samsul Anam (FTP), Hadi Apriliawan (FTP), Zulvikar Syam Bani Ulhaq (FK)  dan Elsa Rosyidah (FTP) meraih penghargaan Pemuda Berprestasi Nasional 2009. Mereka turut ambil bagian dalam Festival Pemuda Berprestasi Berbasis Iptek dan Imtak yang diselenggarakan oleh Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan salah satu majalah terkemuka di Indonesia.
Beberapa tahapan penilaian telah dilalui para pemenang. Diawali dari seleksi administratif dengan mengumpulkan hasil karya inovasi para mahasiswa kepada panitia pada Oktober 2009 dan tahap seleksi oleh dewan juri. Terdapat sebanyak 85 judul dari seluruh Indonesia masuk ke panitia. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh beragam profesi seperti pelajar, peneliti, dosen, mahasiswa, guru, pengusaha, aktivis LSM. Makalah yang dikirim ke panitia harus memiliki syarat belum pernah dipublikasikan. Dewan juri terdiri dari Dr. Ir. Tatang A Taufik, MSc dari Badan Pengembangan dan Penerapan Teknologi (BPPT), Dr Warsito dari Masyarakat Ilimu Pengetahuan dan Teknologi Indonesia, dan Dr. M. Budi setiawan, M.Eng dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI.
Lomba Festival Pemuda Berprestasi Bidang Iptek berbasis Imtaq tidak hanya menyeleksi berdasarkan aspek teknik hasil karya inovasinya, namun ada beberapa pertimbangan lain yang mempengaruhi penilaian. Adapun beberapa aspek non-teknis yang dipertimbangkan antara lain keaktifan pemuda dalam berbagai kelembagaan, prestasi yang pernah diraih baik secara individu maupun kelompok atau bersama organisasinya, serta aspek tingkat keimanan dan ketaqwaan dalam kehidupan keseharian yang diketahui dalam menjawab beberapa pertanyaan dan sikap selama di karantina.
Berikut para mahasiswa UB yang meraih penghargaan: 1) Elsa Rosyidah (FTP) dengan judul "Be Box Solusi Pembuat Melon Kotak", 2) Samsul Anam (FTP) dengan judul "R-Gitak", 3) Cahyono S.B (FPIK) dengan judul "Kupang Noodle", 4) Hadi Apriliawan (FTP) dengan judul "Laban Elektrik", dan 5) Zulvikar Syam Bani Ulhaq (FK) dengan judul "Arthritis Detection Kit”. [nun]

FH-UB Kirim Delegasi ke Lomba Persidangan Semu Internasional
25 November 2009
Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH-UB) mengirim tiga orang mahasiswa untuk menjadi delegasi dalam ajang Red Cross International Humanitarian Law Mooting Court Competition. Mereka adalah Chandra Meiliya, Mohamad Gilang N dan Tito Yustian. Ketiganya merupakan mahasiswa FH-UB angkatan 2006. Red Cross International Humanitarian Law Mooting Court Competition merupakan suatu kompetisi sidang semu di bidang hukum humaniter internasional tingkat dunia. Kegiatan ini diadakan oleh International Committee of Red Cross (ICRC) yang bermarkas di Jenewa Swiss. Di Asia Pasifik, kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini merupakan kerjasama antara Palang Merah Asia Pasifik dengan National University of Hongkong (NUH).
Kompetisi semifinal dan final tingkat nasional di Indonesia menurut rencana akan dilangsungkan selama dua hari (5-6/12) di Hotel Lumire Jakarta. Tahapan yang dilalui peserta untuk menuju ke ajang ini adalah seleksi berkas dan seleksi oral. Dalam kedua tahapan ini, tim UB dinyatakan lolos dan masuk dalam 10 besar.
Kepada PRASETYA Online, manajer tim, Hera Pratitia Madyasti menyatakan bahwa timnya telah melakukan berbagai persiapan yang meliputi penelitian, latihan pembelaan (pleading) oral, pelatihan dan penyusunan berkas. Khusus untuk penyusunan berkas memorial tuntutan (memorial of presecutor) dan memorial pembelaan (memorial of dependent), mahasiswa FH angkatan 2006 ini menyatakan bahwa pihaknya menghabiskan waktu selama empat bulan. Sementara dalam pelatihan, delegasi FH-UB ini menggandeng law firm SYM (Syahrir Yudhaningrum Miranti) dimana didalamnya juga melibatkan mantan Duta Besar Vatikan, Bambang Prayitno.
"Keseluruhan lomba ini menggunakan Bahasa Inggris dengan sistem peradilan Anglo Saxon yang sangat berbeda dengan hukum positif yang berlaku di Indonesia", ujar Hera. Mengangkat isu Unlawful Confinement (penangkapan tidak sah) dan extermination (pemusnahan/genocide), di Indonesia lomba ini nantinya akan memilih satu tim juara untuk dikirim ke Hong Kong dengan tiga orang juri yang ditentukan oleh ICRC. Universitas Indonesia, pada tahun sebelumnya berhasil mewakili Indonesia ke Hong Kong dan menjadi juara Umum disamping menggondol best oral dan best memorial. Dalam berkasnya, tim FH UB, diterangkan Hera mengangkat isu masalah pemberontakan.
Dengan bimbingan tiga orang dosen yaitu Setyo Widagdo, SH, MHum; Sutjipto, SH, MHum dan Afifah Kusuma Dara, SH, LLM SJD, Hera mengaku timnya siap berkompetisi. "Materi kuliah yang kami peroleh selama ini khususnya hukum humaniter dan hukum internasional hanya berkonstribusi 50 persen. Sisanya banyak kami peroleh dari penelitian dan pelatihan serta masukan dosen pembimbing", ujarnya. Dalam delegasi ini, tim FH UB dibagi dalam tiga fungsionaris yaitu agents (mereka yang berlomba), editor dan manajer. Tiga orang editor yang juga terlibat adalah Dewa Ayu Putu S D, Tika Ullyatifa dan Aulia Rahmawati, ketiganya mahasiswa FH-UB angkatan 2006. Di fakultas, tim ini berada dalam bimbingan sebuah organisasi yang bernama BILSTUF (Brawijaya International Law Student Forum). Lembaga ini sebelumya pernah sukses mengantarkan delegasi FH-UB dalam ajang Jessup International Law Moot Court Competition. [nok]

Kuliah Tamu FE UB: Manajemen Strategi Kompetisi Global
25 November 2009
Merayakan dies natalies-nya ke-48, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB) menyelenggarakan serangkaian kuliah tamu. Rabu (25/11), kegiatan yang telah terselenggara untuk ketiga kalinya ini mengambil tema "How To Win In A Global Competition-Best Practice: Marriott International Ltd dan JW Marriott Surabaya". Pembicara yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah Hendry Sumaryono, SE.Ak., MM, Managing Director JW Marriott. Dalam paparannya, Hendry menyatakan bahwa globalisasi merupakan filosofi bisnis yang berlandaskan keberadaan dunia yang semakin homogen dimana perbedaan antar negara menjadi semakin tipis dan bahkan menghilang dengan meningkatnya saling ketergantungan serta keterhubungan. Menghadapi hal ini, menurutnya perusahaan harus siap untuk mulai berfikir global dan menstandarkan strategi melintasi batas nasional. Dalam menjalankan bisnis global, sebuah perusahaan menurut Hendry dapat melakukan beberapa strategi yang meliputi inovasi produk dan proses, mencari peluang pasar baru, mengadopsi teknologi baru dalam investasi serta memindah usaha ke lokasi dimana harga tenaga kerja lebih murah.
Pengalaman Marriott
Memaparkan pengalaman Marriott International Ltd dalam menjalankan bisnis global, Hendry menekankan pentingnya berpegang pada nilai-nilai dasar. Nilai-nilai dasar yang hingga kini dipegang teguh oleh industri yang banyak bergerak di perhotelan dan pariwisata ini adalah "Spirit Untuk Melayani Kolega, Tamu dan Masyarakat". Dengan pengalamannya sejak 1927, Marriott tetap komitmen pula pada budayanya. Budaya yang juga dipegang teguh adalah melakukan apapun untuk menjaga pelanggan serta kreativitas untuk menemukan cara baru dalam melayani pelanggan. Nilai dan budaya ini kemudian diterapkan pada bisnis utamanya dalam pelayanan hotel dan restoran dengan harga terjangkau. [nok]

UB Akan Gelar Shalat Idul Adha
23 November 2009
Memperingati Hari Raya Idul Adha 1430 Hijriah, Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan Sholat Idul Adha di Lapangan Rektorat UB. Bertindak sebagai imam pada shalat itu Dr. HM Ismail, MH., MSi dari Pusat Pembinaan Agama (PPA) UB dan khatib Rektor UB Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito. Rektor direncanakan akan membawakan khutbah Idul Adha dengan judul Meneladani Ibrahim AS dengan Keluarganya. Didalam khutbah tersebut disampaikan bahwa umat muslim perlu meneladani sedikitnya enam karakteristik yang dimiliki oleh Nabi Ibrahim AS.
Seperti tahun sebelumnya, PPA direncanakan akan melakukan penyembelihan hewan kurban yang berasal dari sumbangan para dermawan di lingkungan UB. Hewan kurban itu kemudian akan didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan.[nun]

Peduli Keamanan Daging Kurban
23 November 2009
Penyembelihan hewan kurban merupakan ibadah yang penuh makna. Dimensi ketuhanan dan kemanusiaan sangat diharapkan bisa muncul dari ibadah tersebut. Namun, selama ini masih sedikit yang peduli aspek kesejahteraan hewan, keamanan daging, dan distribusinya. Pra penyembelihan, kesehatan hewan kurban sering tak diperiksa, ditampung di ruang terbuka, panas dan hujan langsung. Saat penyembelihan, hewan dijatuhkan beramai-ramai tanpa perike¬hewanan. Pasca penyembelihan, daging diletakkan dan dikemas ala kadarnya. Belum lagi keamanan bagi penerimanya. Sesuaikah itu dengan ajaran Tuhan?
Keamanan Daging
Daging dikatakan aman jika tak ada penyakit atau residu yang berpotensi mengakibatkan penyakit atau mengganggu kesehatan manusia. Tiga potensi cemaran daging adalah pertama, cemaran fisik akibat minimnya sanitasi. Tempat ternak becek dan tak terawat. Badan ternak tak dibersihkan sebelum disembelih. Daging dipotong beralas kayu, diletakkan di karung kotor. Akibatnya, daging kurban tercemar potongan kayu, kerikil, dan pasir. Kondisi itu berulang di kampung-kampung. Tiada rasa bersalah.
Kedua, cemaran kimia. Pemberian hormon pertumbuhan dan antibiotik berlebih saat pemeliharaan hewan. Pakan tercemar pestisida, herbisida, dan fungisida. Selain itu, bahan pencuci pisau, tangan penyembelih, dan pemotong daging ikut tercemar. Demikian juga kemasan plastik kresek non food grade selama distribusi.
Ketiga, cemaran biologi akibat ternak atau daging terinfeksi mikroba penyebab penyakit. Di antaranya, Salmonella sp., Bacillus anthracis, Coliform, Escherichia coli. Toksin jamur  Clostridium botulinum, Staphylococcus aureus, Mycotoxin juga berbahaya bagi kesehatan. Penyakit ternak cysticercosis berupa larva cacing pita berbentuk gelembung cairan, distomatosis atau cacing hati saluran empedu, pneumonia atau radang parenkim paru-paru, paramphistomiasis atau cacing perut besar berwarna merah seperti biji mentimun dan demodecosis (parasit pada kulit) masih dijumpai saat penyembelihan.
Tahun lalu sidak Dinas Pertanian Kota Probolinggo menemukan sebagian besar hewan kurban yang dijual berpenyakit pink eyes. Terdapat belek di dua matanya (Radar Bromo, 05/12/08). Di Bantul, Jogja, ditemukan 3 di antara 26 kambing memiliki paru-paru rusak dan tak layak konsumsi.
Persiapan Hewan Kurban
Pemeliharaan hewan memengaruhi kualitas daging. Nabi SAW menentukan hewan kurban. "Empat macam ternak yang tidak diperbolehkan untuk kurban, yaitu memiliki mata buta, sakit, pincang, atau cacat dan tua (HR Bara' bin Azib)"
Seharusnya, ajaran itu mendorong kesungguhan kita memelihara hewan kurban. Kesejahteraan hewan mutlak diperhatikan. Kita kenal traceability untuk menelusuri asal bahan pangan agar diperoleh produk berkualitas. Bibit ternak, kandang, pakan, dan obat perlu dikontrol. Penyakit seperti antraks, cemaran pestisida di pakan, hormon pertumbuhan, dan antibiotik berlebih terkendalikan.
Kita perlu dukung model ternak berkelompok seperti "Kampoeng Ternak" yang melibatkan lebih dari 1.564 petani dan peternak miskin di 18 propinsi. Kontrol kesehatan hewan akan lebih baik, meski perlu ditingkatkan. Selain itu, pemeriksaan ternak di tempat penjualan oleh dinas terkait terus diperluas. Dari sini diperoleh hewan yang sehat.
Penanganan dan Distribusi
Keamanan daging kurban juga ditentukan oleh penanganan dan distribusinya. Saat ini, sering dijumpai tempat penyembelihan kurang layak. Itulah titik kritis keamanan yang perlu alternatif penanganan.
Secara literal Islam membatasi pemotongan kurban pada Hari Raya Idul Adha dan hari Tasyrik (10, 11, 12, 13 Zulhijah), namun tak membatasi pembagiannya. Riwayat Aisyah r.a.: "Dahulu kami biasa mengasinkan (mengawetkan) daging kurban sehingga kami bawa ke Madinah, tiba-tiba Nabi SAW bersabda, 'Janganlah kalian menghabiskan daging kurban hanya dalam waktu tiga hari'," (HR Bukhari-Muslim). Itu menguatkan bolehnya mengolah hasil kurban.
Berdasar kecintaan kita pada si miskin, mestinya kebiasaan kurang baik di atas diubah. Misalnya, melibatkan rumah potong hewan (RPH) dan industri pengolahan daging. Penyembelihan di RPH bersertifikat menjamin higienitas. Tempat penampungan hewan, pemotongan, dan penanganan daging terpisah. Penyembelihnya terlatih. Pemeriksaan pra dan pasca pemotongan terkontrol.
Industri pengalengan dapat dikontrak mengalengkan daging kurban. Makkah dan Eropa biasa melakukannya. Di Indonesia pada 2005, Yayasan Dana Sosial AL-Falah (YDSF) Surabaya bekerja sama RPH dan industri berpengalaman mengalengkan daging kurban. Dari 250 ekor kambing dan 5 ekor sapi, dihasilkan 18.500 kaleng kornet berbagai rasa berdaya simpan sekitar tiga tahun untuk korban bencana Aceh. Demikian pula Rumah Zakat Indonesia (RZI) dan Tebar Hewan Kurban-Dompet Duafa (THK-DD). Usaha kecil menengah (UKM) juga dapat dilibatkan. Misalnya, membuat dendeng atau olahan daging sesuai kesukaan masyarakat sasaran berdaya simpan lama.
Langkah itu tak hanya menjamin keamanan daging, tetapi juga memperluas distribusi ke daerah rawan gizi dan memberdayakan UKM. Penumpukan daging kurban di kota besar, seperti Jabodetabek dan Surabaya, tersalurkan ke daerah lain. Rintisan YDSF, RZI, dan THK-DD perlu diperluas.
Upaya meningkatkan kemanan daging kurban perlu kerja keras. Integritas semua pihak sepanjang rantai pasok kurban sangat dibutuhkan. Jejaring kerja sama antarpihak berkompeten perlu segera dijalin. Petunjuk teknis pemeliharaan hewan, pemilihan, penyembelihan, penanganan, dan distribusi kurban harus dimasyarakatkan. Tanpa menafikan kebersamaan penyembelihan kurban, lebih baik melibatkan RPH dan industri pengolahan daging. Ormas Islam, lembaga sosial, dan pemuka masyarakat perlu memeloporinya. Dari sini pengorbanan kita akan lebih bermakna.[cip/nun]

KORPRI UB Gelar Cerdas Cermat
23 November 2009
Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun ke 38, Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), KORPRI Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan Cerdas Cermat Cinta UB pada Kamis (26/11) di Lantai 6 Gedung Rektorat UB. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan rasa kesetiakawanan sesame anggota dan untuk meningkatkan eksistensi serta profesionalisme anggota KORPRI di tengah masyarakat. Peserta cerdas cermat adalah para dosen dan karyawan UB dari fakultas, Kantor Pusat UB dan KPRI UB.
Kepada Prasetya Online Ketua Pelaksana Ir Retno Suntari MS menuturkan, cerdas cermat ini merupakan kuis yang menggali kemampuan serta pengetahuan dosen dan karyawan UB tentang UB. Setiap peserta melalui babak penyisihan dan setiap tim terdiri dari tiga orang peserta. Dalam setiap babak penyisihan akan diikuti oleh sembilan orang peserta dan peserta dengan nilai tertinggi di setiap babaknya, akan masuk ke tahap berikutnya.[nun]

Kebijakan dan Arah Pembangunan Pertanian 2010-2014
21 November 2009
Enam komoditas utama yaitu padi, jagung, kedelai, gula, daging sapi dan susu ditargetkan akan meningkat capaian produksinya hingga 2014 mendatang. Target capaian tertinggi adalah padi yang mencapai 75.7 juta ton disusul jagung dan kedelai berturut-turut 29 juta ton dan 2.7 juta ton. Hal ini disampaikan Dr. Syukur Iswantoro (Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Pemberdayaan Masyarakat) dalam seminar nasional "Membangun Entrepreneurship di Bidang Agribisnis" yang diselenggarakan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB), Sabtu (21/11). Disampaikan pula, untuk beberapa indikator makro seperti investasi dalam negeri, sampai 2014 mendatang pemerintah mentargetkan hingga 9 Milyar rupiah sementara dari pihak asing sebesar 3.1 milyar dollar. Indikator makro lain yaitu pertumbuhan PDB pertanian sempit ditargetkan mencapai 3.69%. Secara rerata penyerapan tenaga kerja dunia pertanian hingga 2014 ditargetkan mencapai 43.5 juta orang dengan penambahan sekitar satu juta lapangan pekerjaan. Pada kurun waktu lima tahun mendatang, Departemen Pertanian dipaparkannya memiliki 12 program utama diantaranya peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman pangan untuk mencapai swasembada dan swasembada berkelanjutan disamping peningkatan produksi tanaman hortikultura dan perkebunan secara berkelanjutan. Guna mewujudkannya, permasalahan utama yang kini sedang dihadapi dunia pertanian disampaikan Syukur adalah meningkatnya kerusakan lingkungan dan perubahan iklim global disamping ketersediaan infrastruktur, sarana prasarana, lahan dan air. Untuk itu pihaknya memiliki target empat sukses pertanian yang meliputi swasembada berkelanjutan, diversifikasi pangan, nilai tambah, daya saing dan ekspor serta peningkatan kesejahteraan petani. Strategi yang digunakan Departemen Pertanian untuk mewujudkannya dikenal dengan tujuh gema revitalisasi yang meliputi revitalisasi lahan, perbenihan dan perbibitan, infrastruktur dan sarana, SDM, pembiayaan petani, kelembagaan petani serta teknologi dan industri hilir.
Keynote speech lainnya yang berjudul "Sinergitas Litbang Pertanian dengan Pendidikan Pertanian dalam Pembangunan Pertanian Nasional" disampaikan oleh Kepala Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Prof. Dr. Ir. Tahlim Sudaryanto. Dalam seminar nasional ini, peserta dibagi dalam dua komisi yaitu "Kebijakan dan Program Pengembangan Pertanian" serta "Implementasi dan Pengembangan Agribisnis".
Temu Alumni
Seminar nasional ini kemudian dilanjutkan dengan temu alumni di Gazebo FP-UB yang merupakan rangkaian dies natalies FP-UB ke-49. Para alumni kemudian membentuk sebuah forum guna mempererat tali silaturrahim diantara mereka. [nok]

Constitutional Question di Indonesia
21 November 2009
Mahkamah Konstitusi (MK) didirikan untuk membangun supremasi konstitusi. Beberapa kewenangan yang dimiliki adalah uji material Undang-Undang (UU) terhadap Undang-Undang Dasar Republik Indonesia (UUD RI) 1945, memutus sengketa kewenangan lembaga Negara, memutus pembubaran partai politik serta memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. Demikian disampaikan Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD dalam seminar nasional yang diselenggarakan Fakultas Hukum, Sabtu (21/11). Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dalam menjalankan kewenangan tersebut, pihaknya telah membuat berbagai terobosan. Diantaranya dengan mengadili konflik UU terhadap UUD seperti dalam kasus calon Kepala Daerah Independen, tidak diperkenankan untuk membuat ultrapetita seperti dalam kasus UU Komisi Yudisial serta tidak diperkenankan membuat keputusan yang mengatur.
Membahas kasus pimpinan KPK yang banyak menarik perhatian audiens, ia kembali mengangkat usul abolisi (peniadaan atau penghapusan) yang pernah dilontarkannya beberapa waktu silam di Universitas Lampung. Dihadapan wartawan, ia menegaskan bahwa secara akademik tindakan tersebut dibenarkan, hanya saja mengenai keputusan diserahkan sepenuhnya kepada Presiden. "Sesuai dengan Pasal 14 UUD 1945, pihak yang berhak memberikan abolisi adalah Presiden dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)", ujarnya. Hanya saja, menurut Mahfud, dalam hal tersebut DPR sekedar memberikan pertimbangan sehingga keputusan tetap ditangan Presiden.
Constitutional Question
Constitutional question dalam arti khusus merujuk pada suatu mekanisme pengujian konstitusionalitas UU dimana seorang hakim (dari pengadilan umum) yang sedang mengadili suatu perkara menilai atau ragu-ragu akan konstitusionalitas UU yang berlaku untuk perkara itu, maka ia mengajukan "pertanyaan konstitusional" ke MK (mengenai konstitusional-tidaknya undang-undang ini). Kemudian MK hanya memutus persoalan konstitusionalitas undang-undang itu dan bukan memutus kasus.
Selama MK belum menyatakan putusannya, pemeriksaan terhadap kasus tersebut dihentikan. Demikian disampaikan salah seorang hakim MK, I Dewa Gede Palguna, SH, MH dalam presentasinya yang berjudul "Constitutional Question: Latar Belakang dan Praktik di Negara Lain Serta Kemungkinan Penerapannya di Indonesia". Menurutnya, bagi Indonesia yang hendak mewujudkan kehidupan bernegara yang demokratis dan sekaligus negara hukum, mempertimbangkan untuk mengadopsi constitutional question bukanlah sesuatu yang mengada-ada bahkan secara logis justru sebuah kebutuhan. Beberapa negara lain yang juga menerapkannya adalah Jerman, Austria, Belgia, Italia, Luxemburg dan Spanyol. Jerman, menurut Gede Palguna memiliki sistem pelaksanaan MK yang paling menonjol dan berpengaruh bukan saja di kawasan benua Eropa namun juga Asia, Amerika Latin dan Afrika. Kewenangan MK Jerman untuk mengadili perkara constitutional question diatur dalam konstitusi Federal Jerman (Grundgesetz) dan Undang-Undang tentang Mahkamah Konstitusi Federal Jerman (Bundesverfassungsgerichtsgesetz). Bahkan, MK Jerman menurutnya memiliki kewenangan yang luas, mencakup pelaksanaan dan penafsiran Grungesetz dan kewenangan eksklusif terhadap semua proses peradilan yang secara langsung tercakup dalam ketaatan terhadap konstitusi (Grungesetz). Di negeri ini, persoalan Constitutional Question akan muncul dalam tiga kondisi. Yang pertama, jika suatu pengadilan menganggap bahwa suatu UU tidak konstitusional dengan konstitusi Negara bagian (Land) ataupun konstitusi Federal (Bundesgesetz). Yang kedua, jika suatu pengadilan menganggap bahwa suatu UU Negara bagian tidak sesuai dengan UU Federal dan yang ketiga, suatu pengadilan selama berlangsungnya persidangan dalam suatu kasus merasa ragu apakah suatu ketentuan hukum internasional merupakan bagian dari UU Federal dan apakah ketentuan hukum internasional itu secara langsung melahirkan hak dan kewajiban pada individu.
Penerapan di Indonesia
Meskipun bentuknya berupa pertanyaan, menurut Gede Palguna, konstruksi pemikiran dan substansi yang ada dalam constitutional question di Jerman adalah pengujian UU. Mekanisme ini ditandaskannya sangat memungkinkan untuk diadopsi di Indonesia tanpa perlu perubahan terhadap UUD 1945, melainkan hanya merubah ketentuan dalam UU MK. Ada tiga keuntungan yang menurutnya akan diperoleh jika menerapkan constitutional question di Indonesia yaitu memaksimalkan penghormatan, perlindungan dan perlindungan hak konstitusi warga Negara, hakim tidak dipaksa menerapkan UU yang berlaku terhadap suatu perkara yang menurut keyakinannya bertentangan dengan konstitusi serta bagi Indonesia yang secara formal maupun tradisi hukum tidak menganut prinsip preseden, hal ini akan membantu terbentuknya kesatuan pandangan di kalangan para hakim diluar hakim konstitusi mengenai pentingnya menegakkan prinsip konstitusionalisme hukum bukan hanya dalam proses pembentukannya tapi juga dalam penerapannya. Pembicara lain yang juga turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah Hamdan Zoelfa, Satya Arinanto dan Muchamad Ali Safa'at. [nok]

Agus Suryono:
Pelaporan Korupsi Masuk dalam Indikator Pelayanan Publik
20 November 2009
Salah seorang guru besar Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) Prof.Dr.Agus Suryono,SU menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Hasil Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah (EKPD) 2009 di salah satu hotel terkemuka di Jakarta pada 18-20 November 2009.
Dalam seminar itu Prof.Dr.Agus Suryono, SU mengungkapkan, ada lima indikator utama yang ditentukan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam EKPD 2009 yakni tingkat pelayanan publik dan demokrasi, tingkat kualitas sumberdaya manusia, tingkat pembangunan ekonomi, kualitas pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup, dan tingkat kesejahteraan sosial. Yang menarik dalam hal ini menurut Agus,  persentase jumlah kasus korupsi yang tertangani dibandingkan dengan yang dilaporkan, masuk dalam indikator pelayanan publik disamping indikator lain seperti persentase aparat yang berijazah minimal S1 dan persentase jumlah kabupaten/kota yang memiliki peraturan daerah pelayanan satu atap (one stop shop).
Meski demikian menurut Agus, kendatipun pelaporan tentang korupsi masuk dalam indikator pelayanan publik, data pendukung tentang hal itu dari 33 propinsi peserta seminar di seluruh Indonesia, hampir tidak ada. Hal itu sangat disayangkan. Diungkapkan pula, data lain yang masih dianggap lemah adalah tentang indeks pembangunan manusia (IPM) dan lingkungan hidup.
Dalam forum selama dua hari itu berkembang berbagai pertanyaan diantaranya, bagaimana dan mengapa permasalahan itu bisa terjadi dan bagaimana seharusnya tindakan yang bisa dilakukan pemerintahan daerah. Direncanakan, hasil seminar akan ditindaklanjuti dalam pertemuan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan perguruan tinggi seluruh Indonesia sebagai dasar dalam penyusunan Rencana Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 sebagai produk presiden terpilih.[sur/nun]

Pembinaan Masyarakat Jurusan THP
20 November 2009
Bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (THP-FTP-UB) melalui Food Production Training Center (FPTC) melakukan pembinaan Usaha Kecil Menengah (UKM). Mengangkat tema "Peningkatan Ketrampilan Masyarakat di Lingkungan Industri Hasil Tembakau pada Pengrajin Kerupuk Kedelai di Kabupaten Mojokerto", pelatihan ini mengangkat produk berbasis kedelai yang diharapkan nantinya dapat menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jum'at (20/11) di Hotel Padepokan Cahaya PUtra (PCP) Trawas Mojokerto. Menjadi narasumber dalam kesempatan tersebut adalah Dian Widya Ningtyas, STP. MP.; Wenny B. Sunarharum, STP., M.Food.St.; dan Dwi Winarno. Selain memberikan alternatif diversifikasi produk kedelai berupa keripik aneka rasa, bakpia dan ote-ote kedelai, penyuluhan ini juga memberikan salah satu solusi reformulasi produk guna peningkatan keamanan keripik dan kerupuk yang telah diproduksi para pengrajin. Boraks/garam bleng/ 'kethek' yang selain dapat digunakan pada bakso juga biasa ditambahkan pada kerupuk dan keripik agar produk mengembang, empuk, renyah dan memiliki tekstur yang bagus telah dilarang penggunaannya karena memberikan efek negatifnya terhadap kesehatan.
Pelatihan SCM
Sebelumnya, pada Senin (16/11), staf Jurusan THP, Wenny B. Sunarharum, STP.,M.Food.St. juga menjadi salah satu narasumber dalam acara "Pengembangan dan Penerapan Supply Chain Management (SCM) Hortikultura" yang diselenggarakan Dinas Pertanian Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Hotel Montana, Malang. Acara ini dihadiri oleh pejabat/petugas di bidang hortikultura dan ketua/pengurus kelompok tani serta kampiun buah-buahan dari Kabupaten/Sentra buah dan sayur. Adapun materi yang diberikan adalah "Indikasi Kemasakan dan Teknik Panen Hortikultura". [wen/nok]

Seminar Nasional dan Launching Buku Kenotariatan
20 November 2009
Bertempat di gedung INBIS Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (21/11) mulai pukul 09.00 WIB Fakultas Hukum (FH) akan menyelenggarakan Seminar Nasional. Tema yang diangkat adalah "Menjadi Notaris Yang Sukses" (Membentuk Notaris yang Kompeten, Profesional dan Scientist). Selain seminar nasional, menurut rencana akan dilangsungkan juga launching 6 (enam) buah buku yaitu "Tanah Terlantar" karya Dr. Suhariningsih, "Hukum Perburuhan" karya Dr. A. Rachmad Budiono, SH, MH, "Teori dan Praktek Hukum Tata Negara" karya Dr. Jazim Hamidi, SH, MH, "Reformasi Pemilu" karya Dr. Ibnu Tri Cahyo, SH, MH, "Pemberian Hak Milik Atas Tanah Untuk Rumah Tinggal" karya Jarot W. Muliawan, dan "Hukum Rumah Susun Suatu Bekal Pengantar Pemahaman" karya Imam Koeswahyono, SH, MH. Pembicara yang rencananya akan hadir dalam seminar adalah Dr. Abd. Rachmad Budiono, SH, MH (Ketua Program Magister Kenotariatan dan Dosen FH-UB/tema: "Menciptakan Lulusan Kenotariatan yang Kompeten, Profesional dan Scientist"), Nur Harjantie, SH, M.Kn (PT. Bursa Efek Indonesia Surabaya/tema: "Tantangan Notaris Pasar Modal di Era Global"), Dr. Habib Adjie, SH, M.Hum (Notaris Surabaya/tema: "Quo Vadis Notaris Menjadi Saksi dan Terdakwa di Pengadilan"), Jusuf Patrianto, SH (Koordinator Bidang Informasi dan Teknologi Pengwil INI Jatim/tema: "Problematika Notaris Masa Kini, Peluang dan Tantangan"), Erna Anggraeni, SH, M.Si (Ketua Ikatan Notaris Jawa Timur/tema: "Peran Notaris Sebagai Pejabat Publik") dan Mei Sugiarso, SH (Kepala Bagian Hukum Pertamina/tema: "Peluang Alumni Kenotariatan di BUMN"). [nok]

Sosialisasi Pengalihan Pengelolaan Administrasi Belanja PNS ke Satuan Kerja
20 November 2009
Bertempat di hall Oryza Sativa Guest House Universitas Brawijaya (UB) pada Jum'at (20/11) dilakukan sosialisasi Pengalihan Pengelolaan Administrasi Belanja Pegawai Negeri Sipil (PNS) kepada Satuan Kerja (Satker) Kementerian Negara/Lembaga. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran keuangan baik di tingkat lembaga, fakultas maupun universitas. Membuka acara ini, Pembantu Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan, Warkum Sumitro, SH, MH menyatakan bahwa dengan status sebagai Badan Layanan Umum (BLU) sejak akhir Desember 2006, maka UB memiliki otoritas mengatur keuangan secara mandiri. Berkaitan dengan ini pula, menurut PR II, saat ini UB tengah gencar melakukan penataan di berbagai bidang termasuk didalamnya organisasi dan sistem layanan keuangan.
Pengalihan ini, menurut PR II menjadikan UB mengalami dilematika karena upaya peningkatan kualitas yang saat ini tengah dilaksanakan di berbagai sektor organisasi dan layanan keuangan. "Kami mendengar saat ini Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) tengah menerapkan sistem layanan prima.Jangan sampai ketika ada pengalihan seperti sekarang menjadi tidak prima lagi. Sementara disisi lain UB juga tengah memperbarui sistem karena status BLU. Pengalihan ini tentu saja tidak mudah, sehingga harus dilakukan bersama-sama", ujar Warkum.
Standarisasi
Pengalihan ini, tambah Warkum, juga akan membutuhkan standarisasi melalui pembuatan manual prosedur untuk memperlancar proses audit. "Standar administrasi keuangan ini nantinya akan dikreasikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing satuan kerja baik organisasi maupun layanannya", tambah dosen Fakultas Hukum ini. Standarisasi ini, menurutnya juga diharapkan mampu mengatasi stagnasi/kemandhegan yang seringkali mengakibatkan kesalahpahaman. Diwawancarai seusai acara, Kasubbag Akuntansi dan Manajemen, Lulut Endi Sutrisno, menyampaikan bahwa dalam sosialisasi ini peserta diberikan simulasi sekaligus kesempatan untuk bertanya tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan layanan keuangan terutama terkait pengelolaan gaji sehubungan dengan pengalihan ini. Di UB sendiri, menurutnya pengalihan administrasi belanja PNS akan di mulai sekitar Bulan Desember mendatang. Dua orang pemateri dari KPPN Malang hadir dalam sosialisasi ini yaitu Sapto Baruno dan Lies Sari untuk menyampaikan "Aplikasi GPP 2009" dan "Perdirjen Perbendaharaan Nomor: PER-37/PB/2009 Tanggal 12 Agustus 2009". [nok]

Dosen FISIP UB Hadiri Workshop PIEN
20 November 2009
Dua orang dosen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosisal dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) Wawan Sobari, SIP., MA., dan M. Faishal Aminuddin, MSi mewakili UB dalam kegiatan Public Integrity Education Network (PIEN) National Coordination Workshop di Universitas Paramadina Jakarta. Kegiatan yang berlangsung 17-18 Nopember itu, merupakan hasil kerjasama antara TIRI dan Universitas Paramadina. TIRI adalah sebuah organisasi independen dan non-profit yang bekerjasama dengan pemerintah, kalangan bisnis, universitas dan masyarakat sipil untuk menemukan solusi praktis agar integritas berjalan.
Dalam kegiatan itu hadir beberapa pembicara yang merupakan pakar dibidang integritas dan antikorupsi seperti, Amien Sunaryadi (mantan wakil kepala KPK), Prof. Robert Klitgaard PhD seorang guru besar kebijakan publik dari Harvard’s John Kennedy School of Government yang juga dikenal sebagai ahli dan peneliti praktik-praktik korupsi dan konsultan antikorupsi di beberapa lembaga internasional seperti World Bank dan ADB. Pembicara lainnya adalah I Ketut Putra Erawan, PhD peneliti masalah-masalah integritas dan dosen FISIPOL UGM, Kuntoro Mangkusubroto, PhD Ketua Unit Kerja Pelaksana Pengawasan Pembangunan, Bambang Wijoyanto, SH seorang aktivis dan pengacara, Prof. Willy Carada dari University of Philippines, serta Eiji Oyamada dari TIRI. Semua pembicara menekankan pentingnya peran universitas sebagai penjaga dan penyubur integritas bangsa, bukan saja sebagai bagian dari gerakan antikorupsi. Pada saat yang sama universitas merupakan figur pembangun akuntabilitas dan transparansi. Universitas bisa menjadi motor integritas karena mampu berperan penting memberhentikan supply koruptor mulai dari sekolah. Saat ini ada 45 juta orang Indonesia yang sedang bersekolah, sehingga perlu kampanye besar-besaran di sekolah, demikian pesan yang disampaikan Anies Baswedan, Ph.D, Rektor Universitas Paramadina dalam pembukaan workshop.
Sementara Amien Sunaryadi mengungkap pemberantasan korupsi di tanah air yang sudah memasuki masa hingga 54 tahun. Ironisnya, menurut Amien tidak ada strategi nasional pemberantasan korupsi. Amien menambahkan, universitas bisa berperan sesuai kekuatan yang dimilikinya, yaitu melalui riset dan jaringan antikorupsi.
Tindak Lanjut
Wakil dari 23 universitas yang hadir dalam kegiatan tersebut, memaparkan program dan pencapaian kegiatan-kegiatan terkait upaya membangun integritas publik. Presentasi dilakukan oleh wakil dari masing-masing wilayah yaitu Jawa-Bali, Sumatra, Jabar-DKI, dan Sulawesi.
Hal terpenting dari kegiatan ini adalah upaya tindak lanjut dalam membangun jaringan nasional integritas publik. Setiap univeritas dan wilayah memiliki pekerjaan rumah untuk mendesain program kerja guna membangun integritas publik. Sejumlah desain program muncul dari masing-masing wilayah.
Program sebagai tindak lanjut berupa pembuatan kurikulum integritas, riset, pembuatan modul, dan agenda-agenda riset integritas. Tidak kalah pentingnya adalah strategi advokasi untuk mendorong integritas publik pada tingkat nasional dan lokal.
Berdasarkan hasil pertemuan nasional tersebut, disepakati dalam waktu dekat akan dilakukan pertemuan nasional berikutnya. Tujuannya untuk mematangkan desain program tindak lanjut masing-masing wilayah dan universitas dalam membangun integritas. Setidaknya untuk tiga tahun ke depan.[wan/nun]

MoU UB dengan Kajati Jatim
20 November 2009
Universitas Brawijaya (UB) dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kajati Jatim) sepakat melakukan kerjasama. Naskah kerjasama itu ditandatangani kedua belah pihak di Gedung Rektorat lantai 8 UB pada Jum'at (20/11). Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito dengan Kajati Jatim Muhammad Farela. Turut hadir pada kesempatan itu, para pembantu rektor, dekan, pembantu dekan, Kajari Malang, Kajari Batu, Kajari Kabupaten Malang, Kajari Lumajang, Kajari Probolinggo, Kajari Bangil, Kajari Kraksaan dan Kajari Pasuruan.
Dalam sambutannya Rektor UB menyatakan harapannya agar kerjasama ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh kedua belah pihak. Sementara Kajati Jatim menyatakan, kerjasama yang dilakukan kali ini merupakan tindak lanjut dari surat Jamdatun tentang peran Kejaksaan sebagai institusi yang dapat memberikan bantuan hukum kepada masyarakat. Kajati Jatim berharap agar kerjasama yang dilakukan kali ini dapat diikuti oleh Kejaksaan Tinggi lain sehingga Kejaksaan dapat mendapat tempat di tengah-tengah masyarakat Indonesia.
Perjanjian yang dilakukan selama dua tahun itu merupakan kerjasama di bidang Tri Dharma, Hukum Perdata dan Hukum Tata Usaha Negara yang meliputi kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan bantuan hukum, pertimbangan hukum serta tindakan hukum lainnya. Dalam salah satu kerjasama itu disebutkan bahwa dalam menghadapi permasalahan di bidang hukum perdata dan tata usaha negara, pihak pertama dalam hal ini UB dapat meminta bantuan hukum, pertimbangan hukum dan tindakan hukum lainnya kepada pihak kedua yaitu Kajati Jatim.
Ditemui diakhir acara, Pembantu Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan Warkum Sumitro SH., MH kepada Prasetya Online menuturkan, kerjasama ini merupakan upaya mendekatkan kedua institusi dalam bidang pendidikan dimana UB akan melakukan sharing tentang profesi bidang hukum. Ini merupakan salah satu cara UB untuk melakukan perbaikan kurikulum di bidang hukum. Kerjasama ini juga merupakan upaya UB untuk dapat berperan mengembangkan profesionalisme staf kejaksaan dan aktif dalam memberikan masukan positif kepada kehidupan berbangsa dan bernegara. Khususnya dalam rangka penegakan hukum di Indonesia.[nun]

Seminar Sehari Mahkamah Konstitusi
20 November 2009
Sabtu (21/11), Pusat Pengkajian Konstitusi (PPK) Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH-UB) akan menyelenggarakan seminar nasional "Mekanisme Constitutional Question Sebagai Sarana Menjamin Supremasi Konstitusi".
Kegiatan yang akan diselenggarakan di Guest House UB (Oryza Sativa Hall lantai tiga) mulai pukul 08.00 WIB ini merupakan hasil kerjasama FH-UB dengan Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (Setjen MK RI). Ketua Mahkamah Konstitusi RI, Prof. Dr. Mahfud MD direncanakan akan menyampaikan keynote speech dalam kesempatan tersebut. Berbagai pemateri lain yang juga direncanakan hadir adalah Dr. Ni'matul Huda SH, MHum dan Hamdan Zoelva, SH, MH dengan materi "Perkembangan Peran Mahkamah Konstitusi Dalam Upaya menegakkan Hukum dan Keadilan", I Dewa Gede Palguna, SH, MH dan Dr. Muhammad Ali Safa'at, SH, MH dengan materi "Constitutional Question: Latar Belakang dan Praktik di Negara Lain, serta kemungkinan Penerapan di Indonesia", serta Prof. Dr. Satya Arinanto, SH, MH dan Dr. Jazim Hamidi, SH, MH dengan materi "Constitutional Question Sebagai mekanisme Untuk Menjamin Supremasi Konstitusi". [nok]

Sulam Pita Dharma Wanita UB
20 November 2009
Jum'at (20/11) tampak ibu-ibu serius menjahit garis tepi pita dari bahan organdi. Puluhan ibu tersebut sedang mengikuti pelatihan sulam pita yang diajarkan oleh Ninik Chairani, SH di ruang Dharma Wanita Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya (UB),
Mereka tekun dengan jarum dan pita aneka warna kemudian merangkaikannya tahap demi tahap. Dalam pelatihan tersebut, Ninik memulainya dengan memperkenalkan berbagai jenis pita yang dirangkai berikut semua alat yang akan dipakai dalam menyulam. Pita menurut Ninik, dapat di sulam di jilbab, baju, mukena ataupun bantal kursi.
Ketua Dharma Wanita Persatuan UB Enny Yogi Sugito dalam sambutan pembukaannya mengharapkan agar melalui pelatihan sulam pita, ibu-ibu Dharma Wanita UB dapat lebih terampil mengkreasikan berbagai bentuk kerajinan tangan yang sangat berguna untuk mempercantik penampilan.  Lebih jauh ia menyatakan, dengan ketrampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi para anggota Dharma Wanita UB untuk berwirausaha sulam pita sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Menurut rencana, sulam pita ini nantinya akan dilombakan pada perayaan Hari Ibu yang diperingati pada 22 Desember 2009.[tet]

Workshop dan Expo PMW
19 November 2009
Dengan menggelar hasil karya para pesertanya, Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan expo yang dipusatkan di Gedung Samantha Krida, Rabu-Kamis (18-19/11). Bersamaan kegiatan ini, dilangsungkan pula workshop kewirausahaan yang diikuti oleh mahasiswa. Melalui workshop dan expo ini, ketua panitia, Prof. Dr. Trinil Susilowati, berniat mengekspose berbagai jenis usaha yang dimiliki mahasiswa UB untuk kemudian diperkenalkan kepada khalayak. Disamping itu, pihaknya juga menjadikan kegiatan ini sebagai informasi dan percontohan bagi pelaksanaan PMW tahun 2010 mendatang.
Dalam laporannya, pelaksana PMW 2009, Helmi Adam, SE., Ak, MM menyatakan bahwa tahun ini peserta PMW berjumlah 65 tim yang terbagi dalam 4 (empat) cluster yaitu jasa, souvenir, makanan dan agroproduksi, yang merupakan hasil seleksi dari sekitar 232 proposal yang masuk ke meja panitia. Dengan dana Rp. 703 juta, dari 65 tim tersebut, sebanyak 30 usaha berjalan baik dan terjamin keberlangsungannya, 21 belum terjamin tapi berjalan baik, 5 usaha belum berjalan baik tetapi diberi kesempatan untuk perbaikan dan sisanya tidak berjalan dan tidak disarankan untuk melanjutkan. Pelaksanaan PMW ini, lanjut Adam, membutuhkan pendampingan teknis untuk menjaga keberlanjutan disamping pengkajian mekanisme pendanaan yang lebih baik.
Mewakili rekan-rekannya, Elfa Rosyidah, salah satu peserta mempresentasikan jenis usaha yang kini digelutinya yaitu Toko Pupuk Online, CV. uSayHay Purnomo. Dalam bisnis ini Elfa menyediakan aneka pupuk khususnya NPK dan SP-36 dengan model transaksi memanfaatkan teknologi internet. "Melalui bisnis ini kami berniat memotong rantai mafia pupuk yang menyengsarakan petani dengan kemudahan transaksi", ujar Elfa. Dalam paparannya, Elfa mengaku mengalami banyak hambatan termasuk penipuan dengan nilai ratusan juta melalui pemesanan fiktif.
Workshop
Berbagai pemateri yang berkompeten dan berpengalaman didatangkan dalam workshop guna memberikan pencerahan dan semangat kepada audiens yang mayoritas mahasiswa untuk memulai bisnis baru. Salah satu pemateri yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah Sri Bawono dari PT Bosowa Group. Dengan materi "Belajar dari Pengalaman Untuk Membangun Jiwa Entrepreneurship", ia memaparkan bahwa entrepreneurship bermuara pada pembentukan sikap entrepreneur diantaranya disiplin, berani mengambil resiko, inovatif, bervisi serta memiliki karakter ketekunan. Seseorang dengan sikap seperti ini, menurut Sri Bawono akan berpotensi untuk menjadi orang yang lebih baik dan sukses dimasa mendatang. Jika mengalami kegagalan pun, ditambahkan Prof. Lilik Setyobudi (Inbis UB) yang juga pembicara dalam materi ini, menyarankan untuk tidak menyerah dan tetap terus bekerja keras. Karena menurutnya, bisnis dipenuhi perjuangan untuk terus berkarya dengan entry point pada customer orientation.
Materi lain yang juga disampaikan dalam workshop ini adalah "Kiat Sukses Mahasiswa Wirausaha" oleh perwakilan PMW: Amarta Faza (Spectrum Desain), Amalia Nur Hafidah (Ngalam Ker), Argo Winoto (perwakilan YES); "Kiat Sukses UMKM Mendapatkan Pendanaan dari Perbankan" dan "Lebih Dekat, Lebih Nyata" oleh Aryes Kuncoro, SE. Ak, MM (Supervisor Program Kemitraan Bank Mandiri), Dr. Imam Hanafi dan Ahmad Rizal; "Membangun Mental Entrepreneurship" oleh Dr. Ir. Sasmito Djati, MS dan "Kiat Sukses Mahasiswa Wirausaha" oleh perwakilan PMW: Zaky Mubarok (Indie Ice Cream), Pito (Budidaya Ikan Bawal), Rizka Magfur (Maida Brownies), Pery (UB Toys), dan Faizal Zulkarnain (Take It Fun). [nok]

Seminar dan Temu Alumni FP-UB
19 November 2009
Guna memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan yang berorientasi agribisnis dan membangun enterpreneurship bagi masyarakat, mahasiswa dan alumni, serta pelaku agribisnis, Sabtu (21/11) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) akan mengadakan seminar nasional "Membangun Entrepreneurship di bidang Agribisnis" dan temu alumni dari berbagai angkatan. Seminar sehari yang akan diselenggarakan di gedung widyaloka mulai pukul 09.00 WIB ini rencananya akan menghadirkan pemakalah kunci (keynote speaker), Menteri Pertanian RI Kabinet SBY-Budiono.dengan topik "Kebijakan dan Arah Pembangunan Pertanian 2010-2014". Pembicara lain yang juga turut hadir adalah Dr. Gatot Irianto (Kelapa Badan Litbang Pertanian) dengan topik "Sinergitas Litbang Pertanian dengan Pendidikan Pertanian dalam Pembangunan Pertanian Nasional", dan Bob Sadino dengan topik "Membangun Enterpreneurship di Bidang Agribisnis"
Dalam seminar ini rencananya juga hadir beberapa pemakalah utama antara lain: Prof. Ir. Sumeru Ashari, M.Agr.Sc. Ph.D (Dekan Fakultas Pertanian UB) dengan topik "Program Pengembangan Fakultas Pertanian UB", Ir. Eko, MS (Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jatim) dengan topik "Posisi Strategis Sektor Pertanian dalam Pembangunan Daerah", Prof. Dr. Ir. Syamsul Bahri, MSc. (Anggota KPU): dengan topik "Success Story Alumnus Fakultas Pertanian di Sektor Pemerintahan", Ir. Tatag Hadi Widodo, MM (Pengusaha Tanaman Hortikultura), dan Ir. Andy Gumala, MSc (ASEAN Business Manager PT DuPont Indonesia).
Karena bertepatan dengan Ulang Tahun FP-UB ke-49, maka dalam seminar ini juga diadakan tasyakuran yang rencananya dihadiri segenap pimpinan, dosen dan karyawan di lingkungan FP-UB. Seusai seminar nasional, malam harinya pukul 19.00-21.00 WIB acara dilanjutkan dengan pembentukan forum alumni FP-UB mulai angkatan 1960 hingga 2000-an. Diharapkan hasil rumusan seminar nasional dan temu alumni FP-UB ini dapat menjadi bahan masukan bagi pengembangan FP-UB di masa yang akan datang.
Peserta seminar nasional ini diharapkan tidak hanya berasal dari alumni dan mahasiswa S1, S2, S3 FP-UB saja, namun juga peneliti dari berbagai lembaga penelitian (berbasis pertanian dan serumpunnya), Bappenas, Bappeda, Dinas-dinas Pertanian Propinsi/Kabupaten/Kota, perbankan, masyarakat umum, SMU/SMK terdekat, LSM, BUMN, swasta (agribisnis, dll). Bagi para peminat seminar dimohon mendaftarkan diri dengan mendaftar melalui email ke: seminar_FPUB@yahoo.com, itaw_atis@yahoo.com, rejekiningrum@yahoo.com atau menghubungi Sdr. Popi R. (Hp. 081 280 276 23) dan Sitawati (HP. 081 235 801 09). [ila/nok]

Dies Natalies FE ke-48
19 November 2009
Mengusung tema "2gether Preparing 4 The Next Generation", Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya merayakan dies nataliesnya yang ke-48. Aneka kegiatan terangkum didalamnya yang dikelompokkan dalam 6 (enam) bidang yaitu akademis, pengabdian masyarakat, religius, seni budaya dan olahraga serta silaturrahim alumni. Menjelaskan tema yang diangkat, Ketua Panitia, MT. Sabirin, SE.Ak, MBA mengatakan bahwa dalam dies kali ini pihaknya ingin menumbuhkan rasa kebersamaan diantara karyawan, dosen dan mahasiswa. Untuk itu, sengaja dimunculkan para dosen baru dalam pengelolaannya. Lebih lanjut, Sabirin menyampaikan bahwa tahun ini panitia berupaya agar perayaan dies lebih menarik dan lebih banyak acara sehingga tiada hari tanpa perayaan dies natalies. Tidak tanggung-tanggung, dalam guest lecture series misalnya, pembicara berkompeten didatangkan dari berbagai institusi seperti Universiti of Sains Malaysia, Bank Indonesia, PTPN X, Hotel JW Marriott, Bank Jatim, dll. Sementara dalam bidang olahraga, dengan tropi Dekan Cup, panitia menyelenggarakan kompetisi futsal, bola basket dan gerak jalan. Artis ibukota pun berencana akan didatangkan untuk memeriahkan music coaching yang akan segera diselenggarakan. Sebagai puncak acara, dalam bulan Desember mendatang menurut rencana akan dilangsungkan Seminar Economic Outlook 2010. [nok]

Disertasi Madrikan: Profesionalisme Guru SD di Pedesaan
19 November 2009
Fenomena rendahnya profesionalisme guru merupakan kajian yang menarik bagi dunia pendidikan, apalagi dikaitkan dengan guru sekolah dasar di pedesaan. Terdapat beberapa hal yang harus dijawab terkait dengan deskripsi profesionalisme, faktor penghambat profesionalisme, disfungsi indikator profesionalisme, dan usaha-usaha meningkatkan profesionalisme guru sekolah dasar di pedesaan.
Demikian disampaikan Madrikan dalam ujian terbuka disertasinya yang berjudul "Profesionalisme Guru Sekolah Dasar di Pedesaan, Studi Kasus di Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik", Kamis (19/11). Acara digelar di gedung pasca sarjana UB dengan promotor Prof.Dr.Ir.Sanggar Kanto,MS; Prof.Dr.Ir.Suhardjono,M.Pd.,Dipl.,HE.; dan Prof.Dr.Ir.Kliwon Hidayat,MS. Sedangkan tim penguji terdiri dari Prof.Dr.Ir.Keppi Sukesi,MS; Prof.Dr.Ir.Elizer Ginting,MS; Prof.Dr.Ir.Darsono Wisadirana,MS; dan Sumarna Surapranata,Ph.D.
Setelah melakukan penelitiannya di Kecamatan Menganti, Gresik, Madrikan menemukan bahwa profesionalisme guru sekolah dasar merupakan kegiatan guru dalam melaksanakan peran dan tugas atas dasar keahlian, kecakapan berstandar mutu, maupun mendasarkan pada perilaku aktif, kreatif, penafsiran, pemahaman, pilihan tindakan, serta motivasi berprestasi dan pemenuhan kebutuhan guru itu sendiri.
Temuan penelitian penghambat profesionalisme guru sekolah dasar di pedesaan terkait dengan gaji belum mampu memenuhi kebutuhan, kerja sambilan di luar tugas profesi, rendahnya tingkat perubahan dan sulitnya penyesuaian guru terhadap tuntutan paradigma pendidikan. Rencana kerja dan rencana anggaran sekolah kurang mendukung pengembangan potensi, kreativitas, inovasi guru, dan rendahnya dukungan terhadap pengembangan sumber daya guru di sekolah. Pelaksanaan supervisi kelas dan klinis oleh sekolah dan pengawasan sekolah kurang terencana dengan baik, keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, kurangnya media dan alat peraga pembelajaran serta rendahnya komitmen guru terhadap perubahan.
Disfungsi terkait dengan kualifikasi akademik juga mempengaruhi proses belajar mengajar. Buku siswa menjadi satu-satunya sumber belajar, refleksi jarang dilakukan, demikian juga dengan penggunaan strategi pembelajaran. Guru kurang memahami sistem penilaian berbasis kelas. Serangkaian kegiatan usaha peningkatan profesionalisme dilakukan dengan tindak lanjut pendidikan, diklat-diklat, seminar, workshop, semiloka dan forum ilmiah lainnya.
Madrikan menyampaikan perlunya skenario usaha peningkatan profesionalisme guru sekolah dasar di pedesaan meliputi skenario on the job training dan off the job training. Dengan skenario tersebut, diharapkan guru memiliki pemahaman konsep dasar TGT, inquiry yang baik, pemilihan guru sebagai model yang melaksanakan real teaching.
Selain itu ada juga model the learning organization, model peningkatan profesionalisme guru sekolah dasar dilakukan dengan cara guru terus menerus meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya, mengembangkan pola pikir kritis dengan melihat dampak jangka panjang, serta memiliki disiplin diri, kesadaran dan kemampuan membangun asumsi, gambaran tentang masa depan, dan membangun kerjasama untuk mencapai tujuan.
Model training dengan skenario in service-out service, guru menerima serangkaian konsep dan ketrampilan selama proses diklat, selanjutnya guru melaksanakan hasil in service di lapangan. Keseluruhan pelaksanaan uji coba model dan skenario menunjukkan adanya tingkat kemajuan kinerja terutama terkait dengan proses pembelajaran di kelas. Hal ini menunjukkan model skenario di atas efektif dalam meningkatkjan  profesionalisme guiru sekolah dasar di pedesaan.
Madrikan, pria kelahiran Gresik, 22 Februari 1958 adalah widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur, Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependdikan Deopartemen Poendidikan Nasional, serta sebagai dosen STKIP PGRI Pasuruan, Jatim. Setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan majelis penguji, ia berhak menyandang gelar doktor ilmu pertanian minat sosiologi pertanian dengan nilai A dan predikat sangat memuaskan.[fjr]

FIB UB Menyelenggarakan Konferensi Internasional
18 November 2009
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) akan menyelenggarakan sebuah konferensi internasional dengan tema The Language Of Space, Light And Shadow: Language and architecture systemically entwined pada 5-7 Desember 2009. Kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama yaitu untuk melakukan kajian terkini tentang perspektif sistemik manusia tentang bahasa dan arsitektur; memperoleh pemahaman mendalam tentang bagaimana realisasi makna/ nilai dalam bahasa dan arsitektur; serta guna mendapatkan pengertian sistemik yang sama tentang perwujudan makna/ nilai menurut bahasa dan arsitektur dalam upaya membina kerjasama untuk kegunaan optimalisasi kinerja bagi masyarakat luas di masa depan. Demikian ungkap Ketua Penyelenggara Syariful Muttaqin MA kepada Prasetya Online belum lama ini.
Konferensi akan membahas topik mengenai Context and the representation of space, Linguistic representations of space, The discourse of space in architecture, Multimodality and the management of space, dan The representation of space in EFL teaching and learning. Dengan menghadirkan pembicara-pembicara utama yaitu Prof. M.A.K. Halliday dari Halliday Centre for Intelligent Applications of Language Studies Hongkong dengan topik "Mountains of the Word: construing the architecture of nature into meaning", Prof. Ruqaiya Hasan dari Macquarie University Sydney Australia dengan topik "Reflections on Space: homonymy, homophony, metaphor, or …?" , Prof. Christian Matthiessen dari The Hong Kong Polytechnic University dengan topik "The construal of our experience of space in language and other semiotic systems", Assoc. Prof. David G. Butt dari Macquarie University Sydney Australia dengan topik "Architecture, Light, and Space in Medical Contexts: from linguistic analogy to realizational system", Prof. Francien Herlen Tomasowa dari Universitas Brawijaya dengan topik "Systemic Functional Meaning of EFL: Indonesian Landscape Architectural Context", Prof. I Gusti Made Sutjaja dari Universitas Udayana Denpasar dengan topik "Systemics & Developing Lexical Corpus in Architecture" dan Rochayah Machali, Ph.D dari University of New South Wales Sydney Australia dengan topik "Text and context in Translation". Batas akhir pengumpulan makalah yaitu 25 November 2009.
Keterangan lebih lanjut mengenai konferensi dapat menghubungi Panitia Konferensi Internasional Indonesian Systemics Society Conference (INASYSCON) International 2009 di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Malang Indonesia, Jl. Veteran Malang East Java Indonesia, Phone: +62341575875, Fax: +62341575822, Email: inasystemics@brawijaya.ac.id;  enquiry@inasyscon.com dan Official Website disini. [nun]

Kuliah Tamu Saitama University Jepang
18 November 2009
Prof. Hisashi Kubota dari Graduate School Science and Engineering Saitama University Jepang, Rabu (18/11) memberikan kuliah tamu di Gedung Capita Selekta Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB). Kegiatan yang berlangsung selama satu hari itu dibuka oleh Pembantu Dekan I Bidang Akademik FT UB Ir. Ludfi Djakfar MSCE., PhD dan diikuti oleh puluhan peserta. Materi perkuliahan yang diberikan yaitu Recent Development on Safety Strategies in Residential Areas. Perkuliahan ini merupakan sinergi antara jurusan Arsitek, Teknik Sipil serta Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK).[nun]

Rektor UB Tandatangani MoU dengan Universitas Miyazaki
18 November 2009
Rektor UB Prof.Yogi Sugito menandatangani naskah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Rektor Universitas Miyazaki Prof Tatsuo Suganuma, Rabu (18/11). UB dan Universitas Miyazaki akan melanjutkan program kerjasama bidang akademik khususnya untuk Fakultas Teknik di kedua institusi.
Hadir pada kesempatan tersebut jajaran pimpinan universitas dan fakultas yang ada di UB. Sedangkan dari Universitas Miyazaki hadir Dekan Fakultas Teknik Prof Chikashi Deguchi dan beberapa stafnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kerjasama antara kedua institusi perguruan tinggi ini melipui pengiriman dosen FT untuk kuliah program Doktor di Universitas Miyazaki baik dengan biaya pemerintah Jepang maupun Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, pengiriman dosen untuk mengikuti pelatihan, program pertukaran mahasiswa, dosen, serta riset bersama antara Fakultas Teknik UB dengan Fakultas Teknik Universitas Miyazaki
Rektor UB dalam sambutannya memperkenalkan profil singkat UB sekaligus berharap kerjasama yang dibangun dengan Universitas miyazaki bisa terus berlanjut. Sedangkan Prof. Tatsuo menyampaikan program pertukaran pelajar yang disepakati dalam MoU ini bisa memperkuat kualitas akademik di kedua institusi.
Kantor Perwakilan di UB
Pertemuan di lantai 8 gedung rektorat UB dilanjutkan dengan meninjau Kantor Perwakilan Miyazaki di lantai 6 rektorat UB. Kantor tersebut nantinya akan dijadikan sebagai pusat publikasi segala hal yang berkaitan dengan Universitas miyazaki. "Dengan adanya kantor itu kami berharap sosialisasi universitas Miyazaki bisa berlebih lancar kepada masyarakat Indonesia", tutur Prof. Tatsuo.[fjr]

Karya Mahasiswa UB Finalis Pemuda Berprestasi Nasional
18 November 2009
Karya tulis mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menjadi finalis Festival Pemuda Berprestasi Berbasis Iptek dan Imtak yang diselenggarakan oleh Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan salah satu majalah terkemuka di Indonesia. Prestasi ini semakin mengharumkan nama UB di tingkat nasional karena dari dua puluh karya yang masuk finalis, sembilan diantaranya dari UB. Para mahasiswa tersebut terdiri dari tiga orang mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, dua orang mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, satu orang mahasiswa Fakultas Pertanian, satu orang mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan satu orang mahasiswa Fakultas Teknik.
Beberapa tahapan penilaian telah dilalui para finalis. Diawali dari seleksi administratif dengan mengumpulkan hasil karya inovasi para mahasiswa kepada panitia pada Oktober 2009 dan tahap seleksi oleh dewan juri. Terdapat sebanyak 85 judul dari seluruh Indonesia masuk ke panitia. Lomba ini tidak hanya diikuti oleh beragam profesi seperti pelajar, peneliti, dosen, mahasiswa, guru, pengusaha, aktivis LSM. Makalah yang dikirim ke panitia harus memiliki syarat belum pernah dipublikasikan. Dewan juri terdiri dari Dr. Ir. Tatang A Taufik, MSc dari Badan Pengembangan dan Penerapan Teknologi (BPPT), Dr Warsito dari Masyarakat Ilimu Pengetahuan dan Teknologi Indonesia, dan Dr. M. Budi setiawan, M.Eng dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI.
Lomba Festival Pemuda Berprestasi Bidang Iptek berbasis Imtaq tidak hanya menyeleksi berdasarkan aspek teknik hasil karya inovasinya, namun ada beberapa pertimbangan lain yang mempengaruhi penilaian. Adapun beberapa aspek non-teknis yang dipertimbangkan antara lain keaktifan pemuda dalam berbagai kelembagaan, prestasi yang pernah diraih baik secara individu maupun kelompok atau bersama organisasinya, serta aspek tingkat keimanan dan ketaqwaan dalam kehidupan keseharian yang diketahui dalam menjawab beberapa pertanyaan dan sikap selama di karantina.
Berikut adalah para nama mahasiswa UB yang menjadi finalis Festival Pemuda Berprestasi Berbasis Iptek dan Imtaq: 1) Cokorda Javandira (FP) dan Cahyono (FPIK) dengan judul makalah "Efferventuna", 2)  Elsa R dan Rizal J (FTP) serta Agung P (FP) dengan judul "Be Box Solusi Pembuat Melon Kotak", 3) Samsul Anam (FTP) dengan judul "R-Gitak", 4) Cahyono S.B (FPIK) dengan judul "Kupang Noodle", 5) Hadi Apriliawan (FTP) dengan judul "Laban Elektrik", 6) Ahmad Z (FT) dan Siti Maimunah (FMIPA) dengan judul "Detektor Kereta Api", 7) Zulvikar Syam Bani Ulhaq dan Tenta Hartian (FK) dengan judul "Arthritis Detection Kit", 8) Muhlasin (FMIPA) dengan judul "Software Aksara Jawa", dan 9) Sesotya Raka Pambuka (FPT) dengan judul "Peluang Usaha Pemanfaatan Limbah Produksi Keju (Whey)". Mereka selanjutnya akan mempresentasikan hasil karyanya dan mengikuti pameran yang diselenggarakan pada 22-25 November 2009 di Bumi wisata Cibubur Jakarta Timur. [nun]

Kompetisi PSM di ITB
17 November 2009
Kelompok Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Brawijaya, selama empat hari (19-22/11) berkompetisi di Institut Teknologi Bandung (ITB). Bersama 20 kelompok PSM lain se-Indonesia, mereka berkompetisi agar terpilih untuk dikirim ke Shanghai China guna mengikuti kompetisi tingkat internasional tahun depan. Di halaman gedung rektorat, anggota kontingen sebanyak 38 ditambah 2 orang pelatih dilepas oleh Pembantu Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Bambang Suharto. Dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Direktorat Kelembagaan Dirjen Dikti Depdiknas ini, PSM Universitas Padjadjaran Bandung tampil sebagai juara dan berhak mendapatkan tropi serta uang pembinaan senilai Rp. 20 juta. Juara kedua dan ketiga, berturut-turut adalah Universitas Indonesia dan Institut Pertanian Bogor. Untuk itu, yang berhak mewakili Indonesia dalam ajang kompetisi PSM internasional adalah Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia.
UB Kalah
Disampaikan Kepala bagian Kemahasiswaan, Suharyo, dalam kompetisi ini UB belum mendulang prestasi. Sempat menyaksikan final ajang ini, kepada PRASETYA Online, Suharyo menyatakan ketakjubannya pada performance baik vokal, musikalitas maupun kostum para finalis. Melihat hal tersebut, ia pun semakin termotivasi untuk meningkatkan dukungan dan pembinaan terhadap PSM UB agar mampu bersaing di tingkat internasional. Dalam waktu dekat, PSM UB juga akan mengikuti kejuaraan nasional dan internasional yang akan diselenggarakan di ITB sekitar bulan April 2010. [nok]

Perancis Masuk Kampus
17 November 2009
Kedutaan Besar Perancis melalui CampusFrance Indonesia, Selasa (17/11) melakukan sosialisasi beasiswa dan studi Perancis di Universitas Brawijaya (UB). Berlangsung di gedung PPI, kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa. Sebelumnya, sosialisasi yang sama juga dilangsungkan di perpustakaan Kota Malang. Hadir dalam kesempatan tersebut, Manajer CampusFrance Indonesia, Emilie Cezard yang didampingi Humas Centre Culturelef De Corporatalon Linguistigue (CCCL/Pusat Kebudayaan Perancis), Wisnu.
Dalam paparannya, Emilie menyampaikan berbagai model pendidikan tinggi di Perancis mulai dari program sarjana, master maupun doktoral. Menurutnya, Perancis memiliki banyak model perguruan tinggi termasuk didalamnya Universities, The Grandes Ecoles, schools of art, schools of architecture serta Schools of Engineering. Berbagai jenis perguruan tinggi ini menurutnya memiliki karakteristiknya masing-masing dimana perguruan tinggi negeri yang pada umumnya berbentuk universitas memiliki kualitas lebih baik daripada perguruan tinggi swasta. Untuk itu, secara khusus Emilie menekankan agar para calon mahasiswa selektif dalam memilih perguruan tinggi yang akan menjadi tempat menempuh pendidikan. Khusus untuk sekolah bisnis, Emilie menyampaikan bahwa hampir semuanya dikelola oleh swasta dengan kualitas yang juga tidak kalah bagus. Dengan berbagai model pendidikan yang dimilikinya, sejauh ini Perancis berhasil menarik perhatian mahasiswa internasional dimana jumlahnya berada pada posisi keempat dunia dibawah Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman. Mayoritas mahasiswa internasional ini menurutnya menggunakan biaya sendiri karena banyak perguruan tinggi khususnya yang berbahasa Perancis masih digratiskan. Mereka yang berminat untuk sekolah gratis ini, Emilie menekankan agar lebih mendalami Bahasa Perancis untuk kemudian disertifikasi melalui ujian DELF (Diplôme Approfondi de Langue Française) minimal tingkatan B2. Tempat ujian DELF saat ini juga telah tersedia di berbagai wilayah di Jawa termasuk di CCCL Surabaya. Dengan belajar Bahasa Perancis, menurutnya juga akan banyak manfaat yang diperoleh seperti untuk bersosialisasi dengan penduduk lokal ataupun melakukan aktivitas lain diluar akademik. "Banyak masyarakat Perancis yang menguasai berbagai Bahasa internasional termasuk Bahasa Inggris, tetapi pada umumnya mereka enggan untuk berbahasa selain Bahasa Perancis di negaranya sendiri", ujar Emilie.
Beasiswa
Meskipun masih banyak pendidikan tinggi yang digratiskan, beasiswa yang diperuntukkan baik bagi mahasiswa Perancis maupun mahasiswa internasional pun tetap berlimpah. Beasiswa ini, menurut Emilie disediakan baik oleh Pemerintah Perancis, pihak swasta maupun komisi Uni Eropa diantaranya BGF, Erasmus Mundus dan Eiffel. [nok]

University Of Miyazaki di UB
17 November 2009
Universitas Brawijaya (UB) akan menandatangani naskah kerjasama dengan University of Miyazaki Jepang pada 18 November 2009. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rektorat Lantai 8 itu akan dihadiri langsung oleh Rektor University of Miyazaki Japan Prof Tatsuo Suganuma, Rektor UB Prof Dr Ir Yogi Sugito, Dekan Fakultas Teknik University of Miyazaki Prof Chikashi Deguchi, Dekan Fakultas Teknik Prof. Ir. Harnen Sulistyo, MSc.,PhD serta para pejabat di lingkungan UB.
Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama yang telah dirintis oleh Jurusan Sipil Fakultas Teknik UB sejak 2002. Berbagai bentuk kerjasama yang telah dilakukan yaitu pengiriman dosen FT untuk kuliah program Doktor di Universitas Miyazaki baik dengan biaya pemerintah Jepang maupun Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, pengiriman dosen untuk mengikuti pelatihan, program pertukaran mahasiswa, dosen, serta riset bersama antara Fakultas Teknik UB dengan Fakultas Teknik Universitas Miyazaki.
Dalam kerjasama yang berlangsung selama lima tahun tersebut Universitas Miyazaki akan mendirikan kantor perwakilan mereka di Gedung Rektorat Lantai 6. Kantor perwakilan tersebut dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa pada khususnya atau masyarakat pada umumnya untuk mengetahui secara menyeluruh tentang apa dan bagaimana Universitas Miyazaki.[nun]

UB Buka Program studi S2 Wasantanas
17 November 2009
Program Pasca Sarjana UB akan membuka Program Studi Magister baru yang bernama Kajian Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional (Wasantanas). Rencananya, pendaftaran mahasiswa baru akan dibuka pada tahun ajaran baru 2010/2011 mendatang. Saat ini program serupa hanya dibuka di UI dan UGM.
Menurut Direktur Pasca Sarjana UB Prof. Soemarno, pendirian program studi ini dilatarbelakangi oleh adanya kondisi berbangsa dan bernegara yang terus menerus mengalami dinamisasi pasca reformasi. "Sejak reformasi bergulir, tumbuh subur yang namanya gagasan-gagasan nation building, ide masyarakat madani, atau yang lainnya", tuturnya. "Padahal kita punya konsep wawasan nusantara dan ketahanan nasional yang sedikit banyak terlupakan", lanjutnya. Oleh karena itu, menurutnya perlu ada institusi akademik yang secara intensif mengkaji dua hal penting tersebut.
Promosi ke Parpol
Prof. Soemarno mengatakan saat ini kurikulum program studi ini telah siap. Ijin dari Dikti juga sudah didapat. "Kita sedang gencar melakukan sosialisasi dan promosi", ungkapnya.  Sosialisasi program studi ini telah dilakukan ke beberapa institusi pemerintahan seperti pemerintah kabupaten/kota, Dewan Perwakilan Rakyat, bahkan ke pengurus partai politik. "Mereka yang sedang bertugas di institusi pemerintahan memang menjadi sasaran, agar wawasan mereka juga luas", katanya.
Upaya menggalang kerjasama juga dilakukan dengan Lemhanas, Dewan Ketahanan Nasional, Mahkamah Konstitusi, Polri, dan institusi-institusi lainnya. Dari institusi tersebut diharapkan ada yang bisa berbagi ilmu sebagai staf pengajar.
Untuk menempuh pendidikan Program studi Wasantanas, mahasiswa diwajibkan menepuh beban studi sebanyak 40-42 sks yang terdiri dari kuliah wajib (18 sks); mata kuliah pilihan (10-12 sks); dan tesis 12 sks dengan masa studi kurang dari 4 semester. Ada dua minat yang ditawarkan yaitu minat Wawasan Nusantara dan minat Katahanan Nasional. Lulusan Program Kajian Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional (Wasantanas) akan bergelar Magister Sains Wasantanas (MSWK).
Sebagian nama yang tercantum sebagai staf pengajar pada program studi ini yaitu Jendral Agum Gumelar (Purn.); Prof.Dr.Ir.Yogi Sugito; Prof.Dr.Ir. Bambang Guritno; Prof.Dr.Juwono Sudarsono; Prof.Drs. Malik Fadjar, MS; Prof.Dr.Muladi,SH.; Prof.Mukti Fajar, SH.MS.;  Prof.Dr.Ir.Sjamsul Bahri,MS.; Prof.Dr.Ir.Soemarno,MS.; Mayjen Setya Purwoko.SIP.,M.M., (Purn.), dan lain-lainnya.[fjr]

Pelatihan Perancangan SPM dan Audit Internal PT
17 November 2009
Selama 5 (lima) hari (14-18/11), Pusat Jaminan Mutu (PJM) Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan Pelatihan Perancangan Sistem Penjaminan Mutu dan Audit Internal di Perguruan Tinggi (PT). Kegiatan ini diikuti oleh 6 (enam) orang peserta dari Universitas Jambi dan Universitas Tri Sakti Jakarta. Seluruh anggota PJM yang bersertifikat auditor atau asesor internal UB menjadi pemateri dalam kesempatan tersebut. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Soebarinoto; Dr. Endang Arisoesilaningsih; Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS; Dr. Ir. Alexander Tunggul Sutan Haji, MT; Prof. Dr. Ir. H. Jody Moenandir; Prof. Dr. Ir. Sanggar Kanto, MS; Prof. Dr. Surachman, M.SiE; Dr. Unti Ludigdo, SE, MS., Ak; Dr. Muhammad Nurhuda; Dr. dr. Loeki Enggar Fitri, M.Kes., Sp.Park dan Dr. Imam Hanafi, S.Sos, Msi. Membuka acara ini, Ketua PJM UB, Prof. Dr. Ir. Soebarinoto menyatakan bahwa layanan pelatihan ini diberikan guna menguatkan pemahaman dan ketrampilan serta memotivasi peserta dalam perancangan kelembagaan dan Sistem Penjaminan Mutu (SPM) di PT. SPM eksternal serta audit mutu. Auditor yang lolos sertifikasi, menurut Guru Besar Fakultas Peternakan ini diharapkan akan mempunyai kemampuan untuk melatih auditor internal bagi kebutuhan institusinya. Selain itu, mereka juga diharuskan untuuk siap menggerakkan SPM akademik yang telah ada.
Memberikan sambutan pula, Koordinator SPM PJM UB, Dr. Muhammad Bisri menyatakan bahwa SPM kedua PT ini telah lama dibentuk namun belum dapat berjalan dan hanya berhenti di pembentukan perangkat organisasi serta penyusunan dokumen. Dengan pelatihan pembuatan konsep SPM sesuai karakter PT dan instrumen audit, peserta diharapkan dapat menjalankan SPMA lebih cepat dan lebih baik.
Kompetensi dan Etika Auditor
Kepada seluruh peserta, salah seorang pemateri, Dr. dr. Loeki Enggar Fitri, M.Kes memaparkan mengenai Kompetensi dan Etika Auditor. Dosen Fakultas Kedokteran yang berpengalaman menjadi auditor AIMA UB batch I dan II tahun 2008/2009 ini menjelaskan bahwa auditor adalah seseorang yang memiliki kualifikasi (kompetensi) untuk menjalankan audit mutu. Untuk itu, menurutnya auditor harus mampu memberi pelayanan lebih baik dari yang diharapkan auditee disamping kontribusi untuk menigkatkan mutu hasil kerjanya. Beberapa prinsip untuk melakukan audit disebutkannya meliputi kompetensi, sesuai dengan kode etik, independen/mandiri, bardasar bukti, laporan yang jujur dan akurat, bijaksana dan tenang serta tuntutan ketelitian yang bersifat profesional. [nok]

Expo Mahasiswa Wirausaha UB (UBEST-2009)
18-19 November 2009
Universitas Brawijaya pada 18-19 November 2009 akan mengadakan expo Mahasiswa Wirausaha Universitas Brawijaya (UB) - University of Brawijaya Entrepreneur Student Expo 2009 (UBEST-2009) dengan kegiatan workshop mahasiswa wirausaha dan Pameran Hasil Wirausaha Mahasiswa. Kegiatan ini melibatkan ratusan peserta dan puluhan usaha yang dikembangkan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Young Entrepreneurship Student (Yess). Demikian ungkap Prof. Dr. Ir. Trinil Susilawati, MS kepada Prasetya Online belum lama ini.
Pameran Hasil Wirausaha Mahasiwa merupakan ajang unjuk diri bagi mahasiswa yang telah mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2009. Terdapat sedikitnya 65 usaha dengan 202 mahasiswa ambil bagian dalam ajang ini. Sementara itu, workshop akan menghadirkan pembicara seorang pengusaha muda nasional dan lokal, seorang motivator dan perwakilan dari mahasiswa wirausaha yang telah berhasil mengembangkan usahanya.
Tujuan dari kegiatan ini tak lain guna menarik minat mahasiswa untuk menjadi wirausaha muda yang potensial dan mampu menciptakan usaha secara mandiri, memperkenalkan produk mahasiswa wirausaha, menjalin jaringan kerjasama antara mahasiswa wirausaha dengan pengusaha maupun penyandang dana untuk mengambangkan usaha serta sebagai salah satu upaya UB dalam kegiatan Global Entrepreneurial Week yang diselenggarakan serempak di seluruh dunia pada 16 -23 November 2009.
Kegiatan UBEST 2009 rencananya akan dibuka oleh Rektor UB sekaligus meresmikan Unit Kerja Mahasiswa Wirausaha Mahasiswa dan dihadiri oleh Direktur Kelembagaan Dikti, sivitas akademika UB, PTN/PTS, SMU kota Malang dan instansi terkait. UBEST 2009 terbuka untuk umum dan dibuka mulai 8.00 s/d 20.00 WIB. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penjaringan awal mahasiswa yang berminat mengikuti kegiatan program wirausaha mahasiswa periode 2010.
Tentang PMW
PMW dilaksanakan UB sejak Januari 2009 yaitu proses seleksi dilanjutkan dengan kegiatan start up bisnis pada April 2009. Di UB pelaksanaan PMW didukung penuh oleh jajaran pimpinan dan dengan melibatkan LP3, Inkubator Bisnis, Inkubator Bisnis yang dikelola LPPM serta Job Placement Center.[nun]

Kenapa Gempa Bumi Merusak Properti dan Infrastruktur
17 November 2009
Gempa bumi beruntun sedang melanda Indonesia. Gempa bumi dengan skala di atas 5 SR sepertinya berlompatan di bumi Indonesia, bagaikan diacak. Mulai dari Jawa, Sumatra, Sulawesi, Papua dan disepanjang daerah yang dilewati jalur penunjaman, seakan-akan berjanji untuk muncul satu demi satu.
Daerah zone satu, yaitu Selatan Sumatera dan selatan Jawa bagian Barat dan Tengah dalam waktu 3 bulan terakhir ini sepertinya sudah berjanji untuk bergantian muncul gempabumi. Tercatat pada bulan September awal terjadi gempa di Jawa Barat, September akhir dan Oktober awal di Sumatra dan pertengahan Oktober, muncul juga gempabumi di sekitar selat Sunda. Kenapa ada suatu gempa bumi yang merusak dan ada pula yang tidak? Dan kenapa juga suatu gempa bumi walaupun skala energinya sama, namun tingkat merusaknya berbeda? Untuk mengetahui hal ini, maka perlu diketahui sejak awal, bahwa tingkat merusak tidaknya gempabumi tergantung dari posisi hypocenter (letak sumber gempa). Hypocencer merupakan posisi dari kedalaman dan lintang, bujur dari sumber gempa. Sedangkan ketika sumber gempa itu diproyeksikan ke permukaan, maka disebut Epicenter. Hal yang lebih penting lagi adalah jenis gelombang gempa yang melanda suatu daerah.
Kalau dirunut kebelakang, saat terjadi gempabumi Jogyakarta (27 Mei 2006 yang lalu), kerusakan terparah terjadi kearah Timur Laut dari sumber gempa, yaitu Bantul, Klaten dan terusannya. Memang bidang patahan yang tergeser ada pada daerah ini. Pergeseran hanyalah sekitar maksimum 10 cm saja. Gempa Tasikmalaya, Padang, jambi dan yang terakhir adalah Ujung Kulon juga terjadi kerusakan properti dan infrastruktur yang tidak sedikit. Namun, biasanya yang rusak adalah daerah dalam satu garis tertentu saja. Sehingga perlu diketahui, apa penyebab daerah yang mengalami rusak parah ketika gempa bumi terjadi?
Gelombang mekanik
Pada saat terjadi gempa bumi, maka titik atau daerah dimana menjadi sumber gempa akan melepaskan energi. Energi dari sumber gempa ini akan menjadi gelombang mekanik. Gelombang mekanik adalah gelombang yang menjalar karena adanya medium yang mempunyai sifat kekenyalan/elastisitas walupun tidak sempurna, seperti bumi itu sendiri. Gelombang mekanik dibagi menjadi dua macam, yaitu gelombang badan dan gelombang permukaan.
Gelombang badan sendiri juga masih dibagi menjadi dua, yaitu gelombang tekanan dan gelombang geser. Gelombang tekanan prinsip menjalarnya adalah karena adanya merenggang dan merapatnya material di bumi, sedangkan gelombang geser sifat menjalarnya seperti menjalarnya gelombang tali yang digoyangkan. Kedua macam gelombang inilah yang digunakan untuk menentukan posisi sumber gempa (hypocenter). Juga hanya kedua macam gelombang ini yang bisa menembus dalam bumi, sehingga gempabumi yang terjadi di Indonesia bisa terekam oleh seismometer di Amerika, padahal posisi Amerika adalah disebalik Indonesia, dimana kalau Indonesia pagi jam 5, maka di Amerika sore jam 5. Gelombang ini menjalar ke segala arah dengan jangkauan yang hampir sama.
Gelombang yang selanjutnya adalah gelombang permukaan. Gelombang ini hanya bisa menjalar di permukaan bumi dan jangkauannya hanyalah kecil. Gelombang permukaan ada dua, yaitu gelombang Rayleigh dan gelombang Love, sesuai dengan nama orang yang meneliti dan menemukannya. Gelombang ini dalam penjalarannya bersifat menggulung daerah yang dilewati dan merusak serta dalam bentuk suatu garis tertentu.
Ketika orang merasakan adanya gempa, cerita masing-masing orang akan berbeda. Ada yang merasa dilontarkan ke atas, digoyang kiri kanan, dan diputar-putar seperti petani didesa membersihkan padi dengan tampah. Juga kondisi properti dan infrastruktur yang rusakpun berbeda. Semestinya, kalau penjalaran gelombang itu menyebar kesegala arah dengan kecepatan yang sama, maka radius kerusakan haruslah sesuai dengan jarak dari pusat gempa. Ternyata ini tidaklah sama. Daerah tertentu mengalami kerusakan parah, sedangkan daerah lain walaupun letaknya lebih dekat dengan sumber gempa, kerusakannya tidaklah separah dari daerah tertentu di atas. Sebagai contoh, pernah terjadi gempabumi di luar Peru. Ada satu blok hunian yang rusak parah, sedangkan blok didekatnya, dengan jarak hanya puluhan meter, tidak rusak, dan bahkan hunian tersebut utuh.
Dalam hal ini, gelombang permukaanlah yang paling berperan dalam merusak suatu properti dan infrastruktur jika terjadi gempa. Karena sifatnya yang menggulung, dan menjalar dipermukaan bumi, maka sangat dimungkinkan hanya daerah tertentu saja biasanya yang mengalami kerusakan parah, sedangkan daerah lainnya walupun dekat dengan sumber gempa, tingkat kerusakannya tidak terlalu parah, mengingat bahwa perambatan gelombang permukaan (gelombang Rayleigh) bersifat garis. Gelombang Rayleigh ini kecepatan menjalarnya relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan gelombang badan, bisa sampai setengahnya. Jika gelombang badan menjalar dengan maksimum kecepatan 6 km/detik, maka gelombang permukaan hanyalah sekitar 3 km/detik. Namun kecepatan inipun masih sangat jauh lebih cepat dari kesadaran manusia. Kalau demikian apa selanjutnya yang perlu dipersiapkan, khususnya pada daerah yang potensi terjadi gempa, seperti juga daerah jawa Timur?
Pemerintah hendaknya sudah mulai mensosialisasikan model banguanan yang sesuai dengan bangunan di daerah gempa. Bangunan yang mampu meredam getaran dan gelombang dari tanah adalah yang paling baik. Tingkat kekeyalan/elastisitas dari bangunan tersebut didesain sedemikian rupa sehingga ketika ada goncangan dan ayunan akibat khususnya gelombang Rayleigh, bisa mengikuti ayunan yang dalam waktu hitungan detik sampai menit masih bisa menahan goyangan tersebut. Dengan telah disosialisasikannya model bangunan tersebut, maka diharapkan tingkat kerusakan properti dan infrastruktur bisa diperkecil. [as/malangpost]
----
Oleh Adi Susilo (Koordinator Pusat Penelitian Kebumian dan Mitigasi Bencana Universitas Brawijaya dan Pengurus Pusat Himpunan Ahli Geofisika Indonesia); dimuat di Malang Post

Kunjungan Pimpinan Unit Teknologi Informasi Dan Komunikasi UB ke Jepang
17 November 2009
Ketua Unit TIK UB, Dr.Ir.Harry Soekotjo Dachlan, MSc. telah mendapat undangan dari Keio University Jepang untuk mengikuti  SOI ASIA Workshop On Technology Entrepreneurship Initiatives, 6 Nopember 2006 di Mita Campus, Tokyo. Ia hadir bersama dengan Kepala Sub-Unit Pengkajian dan Pengembanngan TIK, R. Arief Setyawan, ST., MT.
Dalam acara tersebut telah hadir wakil-wakil dari 14 universitas di Asia, yakni dari Philipina 3 institusi, Malaysia 1, Myanmar 1, Laos 1, Cambodia 2,, Bangladesh 1, Indonesia  4 (Unsrat, Unsyiah, ITB dan UB), serta tuan rumah Jepang 1 institusi yakni Keio University. Dalam forum tersebut, dibahas tentang pengembangan kewirausahaan teknologi di perguruan tinggi yang meliputi hak atas kekayaan intelektual (Intelectual Property), integrasi PT dan industri dan Pendidikan Kewirausahaan. Dalam kesempatan itu Ketua Unit TIK UB menyampaikan materi dengan judul Entrepreneurship Education In Engineering Faculty of Brawijaya University, dengan mengetengahkan isue tentang masalah perubahan mindset mahasiswa dari "pencari kerja" menjadi "pencipta lapangan kerja", yang menjadi bahan diskusi cukup menarik. Diskusi lain yang menarik adalah bagaimana mengukur keberhasilan program kewirausahaan di suatu universitas.
Pada tanggal 9 Nopember 2009 tim TIK UB mengunjungi Keio University Shonan Fujisawa Campus untuk melakukan bechmarking dan diskusi dengan pengelola TIK di kampus tersebut khususnya mengenai pengelolaan TIK secara profesional dan pengembangan infrastruktur dengan standar internasional di mana Unit TIK UB akan segera menerapkannya yang kini sudah memasuki tahap perancangan rinci (detailed design) dan penyusunan prosedur pengoperasian baku (Standard Operation Procedure). (hsd/fjr)

Kunjungan Ketua PBDHI ke PKH-UB
16 November 2009
Ketua Umum Perhimpunan Besar Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PBDHI), drh. R. D. Wiwiek Bagja, selama tiga hari (16-18/11) berkunjung ke Program Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (PKH-UB). Serangkaian kegiatan pun ia lakukan dalam kunjungan kali ini, termasuk memberikan kuliah tamu untuk mahasiswa dan dosen pengajar PKH-UB. Hari kedua (17/11), ia memberikan kuliah tamu bertajuk "Animal Welfare (Kesejahteraan Hewan) Sebagai Profesi yang Disyaratkan Memiliki Etika dan Kode Etik", sementara pada hari ketiga (18/11), ia memberikan materi bertema "Implementasi Profesi Dokter Hewan".
Dalam paparannya mengenai kesejahteraan hewan, ia menyampaikan bahwa kesejahteraan hewan membahas tentang bagaimana Undang-Undang yang berlaku mengenai tata cara kepemilikan manusia atas hewan serta penggunaan hewan untuk keperluan penelitian yang nantinya dipublikasikan untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
Disela-sela kegiatannya  drh.R.D. Wiwiek Bagja bersama Ketua Program PKH-UB Prof. Dr. Pratiwi Trisunuwati,drh.MS. menyempatkan diri untuk bertemu langsung dengan Rektor UB Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito untuk berdiskusi tentang Pendidikan Profesi Dokter Hewan. [@nd/nok]

Sosialisasi Naskah Akademik RUU Penyusunan Peraturan Perundangan
16 November 2009
Bekerjasama dengan Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH-UB) menyelenggarakan Sosialisasi Naskah Akademik RUU Perubahan Atas Undang-Undang No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Negara. Kegiatan yang diselenggarakan di Guest House UB pada Senin (16/11) ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dari berbagai kalangan meliputi akademisi, legislatif, pemerintahan dan kelompok masyarakat sipil. Menjadi pemateri dalam kesempatan tersebut, ketua tim perumus naskah akademik, Prof. Safri Nugraha, SH., L.LM., PhD serta Dr. Jazim Hamidi, SH, MH (dosen FH-UB).
Titik Kelemahan
Dengan materi "Problematika Sumber dan Tertib Hukum Indonesia", Dr. Jazim Hamidi memaparkan bahwa pembaruan hukum dalam Undang-undang ini masih dilakukan secara tambal sulam baik mengenai materi muatan, bentuk maupun teknik penyusunannya. Selain itu, ia juga menggarisbawahi penyusunan yang tidak didasari pengetahuan dan hasil riset yang komprehensif, kurang aspiratif, bentuk dan substansi pengaturan yang tumpang tindih antara ketentuan pasal yang satu dengan pasal lainnya serta dasar pemikiran dalam konsideran yang kurang mendalam.  Beberapa hal yang menurutnya menjadi titik kelemahan Undang-Undang ini adalah bagian konsideran, batang tubuh, penutup, hirarki yang tidak mencantumkan ketetapan MPR, ketentuan mengenai Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum yang dinilainya "berlebihan", serta dasar hukum yang menjadi sumber rujukan dalam teknik penyusunan perundangan.
Perlu Revisi
Sementara itu, dalam paparannya, Safri Nugraha menyampaikan beberapa materi muatan dalam Undang-Undang tersebut yang memerlukan revisi. Beberapa hal tersebut diantaranya masalah hirarki, ratifikasi/pengesahan konvensi/perjanjian internasional, Pengundangan UUD NRI Tahun 1945, perlunya naskah akademik serta prosedur ralat.
Dalam kesempatan tanya jawab, dengan dinamis peserta mengkritisi berbagai hal yang telah disampaikan kedua pemateri. Diantara pokok bahasan yang hangat diperbincangkan adalah perlu tidaknya peraturan desa dimasukkan dalam hirarki perundangan. [muk/nok]

Pemilwa Raya UB
16 November 2009
Pemilihan Wakil Rakyat (Pemilwa Raya) Universitas Brawijaya (UB) untuk memilih Presiden dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) periode 2010 kembali digelar. Sesuai jadwal, berbagai agenda akan diselenggarakan selama lebih kurang 2 (dua) bulan, 12 Oktober - 5 Desember 2009. Berikut adalah jadwal agenda Pemilwa Raya UB 2009: Sosialisasi Tahap I Pemilwa Raya ke Lembaga di  tingkat fakultas dan seluruh mahasiswa UB (12/10-6/11), Sosialisasi Tahap II Pemilwa Raya ke lembaga di tingkat fakultas dan seluruh mahasiswa UB  (7/11-14/11), pengambilan formulir calon Presiden dan calon anggota DPM (15-16/11), pengembalian formulir calon Presiden dan calon anggota DPM  (17-19/11), Daftar Calon Sementara/DCS dan Briefing Fit and Proper Test calon Presiden dan calon anggota DPM (21-22/11), Daftar Calon tetap/DCT dan pengunduran diri calon Presiden dan calon anggota DPM serta briefing fit and proper test (23/11), kampanye (24-30/11), debat tertutup (25/11), pawai bersama dan debat terbuka (30/11), hari tenang (1/12), pelaksanaan pemungutan suara Pemilwa Raya (2/12) dan penghitungan suara hasil Pemilawa Raya (2-5/12).
Persyaratan
Mereka yang dapat mencalonkan diri sebagai Presiden dan anggota DPM harus terdaftar sebagai mahasiswa UB yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dengan minimal telah menempuh pendidikan selama satu setengah tahun. Dibuktikan dengan transkrip asli atau Kartu Hasil Studi (KHS) mereka juga diharuskan memiliki nilai IPK minimal 2.7 baik bagi mahasiswa program eksakta maupun sosial. Dalam hal dukungan, calon anggota DPM minimal harus mendapatkan 75 orang mahasiswa dari minimal empat fakultas yang berbeda dibuktikan dengan KTM, sementara untuk calon presiden adalah 150 pendukung dengan ketentuan 2/3 dari fakultas yang bersangkutan dan sisanya dari fakultas yang lain. [nok]

PKH-UB Peringati World of Rabies Day di UGM
14 November 2009
Delegasi mahasiswa Program Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (PKH-UB), Sabtu (14/11) peringati "World of Rabies Day 2009" yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.Tema peringatan tahun ini adalah "Perangi Rabies Untuk Kesejahteraan Manusia: Hewan Sehat, Manusia pun Sehat". Berbagai kegiatan terangkum dalam peringatan kali ini yang meliputi pemeriksaan hewan gratis, pembagian selebaran yang berisi artikel mengenai zoonosis, berbagai perlombaan yang melibatkan anjing dan pemiliknya serta public hearing. Dalam public hearing di RRI Gejayan Yogyakarta, masyarakat mendengarkan langsung pencerahan mengenai penyakit rabies dari dokter hewan praktisi maupun dinas kesehatan. Berbagai kegiatan yang diselenggarakan ini bertujuan untuk menjadi sarana silaturrahim antara seluruh mahasiswa Kedokteran Hewan dengan praktisi dokter hewan, masyarakat pencinta hewan, pemerintah serta masyarakat umum.
Secara khusus, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai zoonosis maupun dampaknya terhadap ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat nasional. Disamping itu juga untuk mewacanakan peranan dokter hewan dalam menangani kasus zoonosis serta mengetahui peran pemerintah dalam penanggulangan zoonosis di Indonesia.
Peringatan ini merupakan hasil kerjasama IMAKAHI cabang UGM dengan Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang tergabung dalam ZOZOFI Project (The Zoonosis Zone Fighters Project). Kegiatan serupa menurut rencana juga akan diselenggarakan sendiri oleh PKH-UB pada Bulan Desember nanti.
Rabies
Rabies atau lebih sering dikenal dengan penyakit anjing gila sudah tidak asing lagi di dunia. Di masyarakat penyakit ini dikenal berasal dari gigitan anjing gila. Fakta yang mendukung adalah korban rabies yang melambung di dunia dan mereka harus meninggal dalam keadaan yang mengenaskan. Bagi dunia kesehatan, rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rabies yang terdapat pada air liur hewan seperti anjing, kera, dan kucing, meskipun lebih banyak terjadi pada anjing.
Virus ini ada pada air liur hewan yang terinfeksi dan akan menularkannya ke hewan lain atau manusia melalui gigitannya. Masalah ini sangat meresahkan dan mengancam kehidupan masyarakat mengingat rabies belum ada obatnya, hanya pencegahan dari vaksin atau penyuntikan pada korban yang virusnya belum sampai ke saraf pusat. Dalam dunia kedokteran hewan, rabies termasuk salah satu penyakit zoonotik karena penularannya dari hewan ke hewan dan bisa juga ditularkan dari hewan ke manusia. Kasus ini sering dijumpai di beberapa wilayah seperti Bali dan Nusa Tenggara Timur. [@nd/rosy/nok]

Pagelaran Seni dan Budaya Dies Natalies FE-UB
14 November 2009
Rangkaian Semarak Dies Natalis FE UB masih berlangsung hingga kini. Sabtu (14/11), mulai pukul 16.00-22.00 WIB, dilaksanakan Pagelaran Seni dan Budaya yang menampilkan berbagai kesenian daerah, permainan serta jajanan daerah.
Siapa bilang anak muda hanya suka pada sesuatu yang bersifat modern? Pagelaran Seni dan Budaya di Halaman Parkir FE-UB ini justru terselenggara atas inisiatif dan keinginan kuat mahasiswa untuk melestarikan budaya daerah. Sebut saja penampilan Jlegur (kesenian khas Malang) yang turut meramaikan kegiatan malam itu, mampu menarik perhatian pengunjung. Kesenian bantengan asuhan Ki Iswandi ini menyuguhkan permainan bantengan dengan iringan jleguran. Menariknya, pemain jleguran ini didominasi oleh anak-anak.
Selain penampilan Jlegur, Pagelaran Seni dan Budaya juga diramaikan penampilan Homeband FE UB, Economic Dance Club, Economic Goes to Opera, Brawijaya Economic Choir, Midel Percussion, Seni Angklung dan Jlegur, Padepokan Gunung Ukir Ki Iswandi, Pencak Silat UKM UB, Homeband Universitas Brawijaya, dan Topeng Monyet.
Tidak hanya itu, dalam kegiatan ini disediakan juga aneka jajanan (serabi, angsle, tahu "thek" dll) dan permainan (engklek, sepeda ontel, delman dll) yang semua dikemas dalam nuansa "Indonesia Tempo Doeloe" dan gratis. Untuk hadir dalam Pagelaran Seni dan Budaya ini pun, pengunjung wajib mengenakan pakaian bertema "Indonesia Tempo Doeloe". Penampilan Lembaga kemahasiswaan (BEM, AIESEC, INDIKATOR, HMJM, HMJA, HMJEP, I-Cosh, BEC dll) dalam puisi, drama teatrikal, serta lantunan lagu makin menambah semarak peringatan Hari Jadi FE UB Ke-48 ini. Beberapa kategori dikompetesikan dalam acara itu, diantaranya dresscode terbaik dan supporter terbaik.
Selain dihadiri mahasiswa, dosen dan karyawan FE UB, Pagelaran Seni dan Budaya malam itu juga dihadiri mahasiswi asal Polandia, Katarzyna Dziekanska. Perempuan yang akrab dipanggil Kasia ini adalah mahasiswa yang sedang mengikuti program internship AIESEC. Dihadapan pengunjung, Kasia menyampaikan kekaguman dan apresiasinya atas pertunjukan yang ditampilkan malam itu, khususnya Midel Percussion. Dan yang lebih menarik, dibantu oleh MC, Kasia dituntun untuk mengucapkan "satu, dua, tiga" dalam bahasa Jawa "siji, loro, telu". Meski sempat keliru mengucapkan "telu" menjadi "kelu", pada akhirnya ia pun berhasil mengucapkannya dengan sempurna. [ris/nok]

Sosialisasi Beasiswa USAID dan Dikti
13 November 2009
Bertempat di gedung Rektorat lantai delapan, Jum'at (13/11) dilakukan sosialisasi beasiswa United States Agency for International Develompment (USAID). Hadir dalam kesempatan tersebut, Development Programme Specialist, Hanif M. Saleh dengan didampingi Prof. Dr. Ir. Loekito Adi Soehono, M.Agr., dosen statistika FMIPA UB yang juga pimpinan International Development Programme (IDP) Malang. Dalam paparannyaa, Hanif menyampaikan bahwa untuk program tahun 2010 mendatang, USAID menawarkan beasiswa kepada 58 warga Indonesia, dimana 12 diantaranya untuk menempuh studi di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), dan sisanya di berbagai perguruan tinggi Amerika Serikat. Berbagai bidang yang ditawarkan meliputi kesehatan masyarakat, kedokteran hewan, pendidikan, ekonomi, energi dan lingkungan serta perikanan dan ilmu kelautan. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh di www.aed.or.id
Beasiswa Dikti
Selain beasiswa USAID, dalam kesempatan yang sama juga dipresentasikan beasiswa Dikti tahun 2010 oleh Prof. Loekito. Sebanyak 450 beasiswa akan digelontorkaan kepada dosen tetap baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 50 diantaranya diperuntukkan bagi beasiswa program master, 100 untuk double degree dan sisanya adalah beasiswa doktor. Disampaikan Prof. Loekito, penawaran beasiswa ini akan ditutup pada 4 Desember 2009. Untuk itu pihaknya menghimbau kepada seluruh dosen UB agar segera mengirimkan berkas paling lambat pada 2 Desember 2009. Untuk beasiswa Dikti, pada dua periode sebelumnya UB mendapatkan perolehan beasiswa terbanyak yaitu 62 orang di 2008 dan 40 orang pada 2009. [nok]

Prof Ir H Soekartawi MS Phd (Agr.Econ.) Berpulang
13 November 2009
Salah seorang putra terbaik Universitas Brawijaya (UB) Prof Ir H Soekartawi MS PhD telah berpulang pada Kamis (12/11) karena sakit. Almarhum lahir di Sidoarjo pada 1 Agustus 1947 dan meninggalkan seorang istri dan tiga orang putra. Almarhum akan dikebumikan di Tanah Kusir Jakarta dan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka jalan Mandar 3 Blod DC 1 No. 6 Bintaro Jaya Sektor 3A Tangerang Selatan.
Tentang Almarhum
Soekartawi merupakan dosen pada Fakultas Pertanian (FP) UB sejak 1976 dan guru besar bidang Sosial Ekonomi Pertanian. Meraih gelar sarjana pada FP UB (1974), magister sains ilmu pertanian pada Institut Pertanian Bogor (1977) dan gelar doktor pada University of New England Australia (1989).
Ia merupakan salah seorang penulis aktif yang gencar menyebarluaskan e-learning di Indonesia. Tercatat lebih kurang 619 judul karya ilmiah baik dalam bentuk buku teks, artikel, jurnal ilmiah, modul dan laporan penelitian telah dihasilkan. Ia bahkan membuat situs pribadi tentang digital learning di alamat situs http://www.prof-soekartawi.net. Soekartawi pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan Bidang Penelitian pada FP UB (1977-1978), Ketua Jurusan Sosial Ekonomi FP UB (1992-1995), Ketua Program Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka (UT) Malang (1984-1988), Kepala UPBJJ UT Malang (1989-1995), Deputy Director SEAMEO Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture Filipina (1996-2002), Direktur SEAMEO Regional Open Learning Center (SEAMOLEC) Indonesia (2003). Tanda penghargaan yang pernah diperoleh yaitu Penghargaan Menteri Dalam Negeri dalam lomba karya penulisan LKMD (1994), Satya Lancana Karya Satya 20 tahun (1996), Outstanding Alumni UB (1998), dan Plaque of Appreciation on HRD dari UFA Vietnam (1999).[nun]

UB Dalam Hibah Kompetitif Publikasi Internasional
13 November 2009
Penelitian dosen Universitas Brawijaya (UB) dinyatakan lolos dalam Program Hibah Kompetitif Penelitian untuk Publikasi Internasional Batch III Tahun Anggaran 2009. Dengan total dana Rp.1.188 M dari DIPA, sebanyak 9 (sembilan) proposal dosen UB mendapatkan penugasan pelaksanaan program ini. Mereka yang dinyatakan lolos adalah Abu Bakar Sambah: "Pemetaan Potensi Ekologi Laut Tropis (Terumbu Karang, Mangrove dan Lamun) di Pantai Selatan Malang", Agus Suharyanto: "Mitigasi Bencana Alam Tsunami Didasarkan Pada Analisa Dengan Sistem Informasi Geografis", Aida Sartimbul: "Dinamika Suhu Habitat Akibat Perubahan Iklim dan Pengaruhnya Terhadap Pola Reproduksi Kerang-Kerangan di Sepanjang Pantai Malang Selatan", Bambang Siswanto: "Pengaruh Soil Amendments Terhadap Proses Pelapukan Overburden Bekas Tambang Emas", Budi Prasetya: "Detoksifikasi Fe, Zn, Cd dan Al Pada Tailing Tambang Emas Oleh Perakaran Tanaman Bermikoriza Arbuskula Indigen", Hermin Sulistiyarti: "Pengembangan Detektor On-Line Berbasis Sensor Kationik dan Anionik Baru Untuk Monitoring Polutan Lingkungan Secara Otomatis", Nurdin: "Perbandingan Pola Pengaturan dan Revitalisasi Konservasi Sumberdaya Hayati dan Pengelolaan Perikanan di Laut Bebas Antara Indonesia-Australia", Suyadi: "Rekayasa Molekuler Untuk Produksi Monoklonal Antibodi Bovine-Progesteron Terkonjugasi Alkalin Fosfatase (MabbProgest-AP) Upaya Pengembangan Metode Deteksi Dini Kebuntingan pada Sapi". [nok]

Pertanian Lokal Go Internasional
12 November 2009
Untuk mewujudkan sasaran pembangunan pertanian 2010-2014, pemerintah melalui Departemen Pertanian telah menyusun rencana strategis pembangunan pertanian lima tahun ke depan dengan visi "Mewujudkan Pertanian Industrial Unggul Berkelanjutan yang Berbasis Sumber Daya Lokal Untuk Meningkatkan Kemandirian Pangan, Nilai Tambah, Ekspor dan Kesejahteraan Petani". Demikian disampaikan staf ahli Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. Iskandar Adi Nuhung dalam seminar nasional "Local Agriculture Goes to International Agriculture"yang diselenggarakan Fakultas Pertanian, Kamis (12/11). Sasaran yang sekaligus menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan pertanian adalah swasembada pangan berkelanjutan, peningkatan diversifikasi pangan, peningkatan kesejahteraan petani serta peningkatan nilai tambah daya saing dan ekspor. Untuk mewujudkan sasaran tersebut pemerintah melalui Departemen Pertanian menggalakkan revitalisasi pembangunan pertanian yang meliputi revitalisasi lahan pertanian, revitalisasi perbenihan/pembibitan, revitalisasi infrastruktur dan sarana, revitalisasi sumber daya manusia terutama petani serta revitalisasi pembiayaan.
Potensi Lokal
Dalam menggali potensi lokal di setiap daerah yang bervariasi baik dalam jenis lahan, iklim maupun komoditasnya, Departemen Pertanian membentuk Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Balai ini menurut Iskandar berfungsi untuk menggali, menemukan serta mengembangkan potensi dan komoditas unggulan masing-masing daerah. Mengurai potensi tiap daerah, lebih lanjut ia merinci bahwa secara nasional Pulau Jawa lebih cocok untuk pangan terutama padi, Sumatera potensial untuk perkebunan karet dan sawit sementara kawasan Indonesia Timur terutama Sulawesi dan Maluku sangat berpotensi untuk tanaman coklat dan rempah-rempah.
Melalui paparannya bertajuk "Kondisi Lapang dan Upaya Pengembangan Komoditas Unggulan Lokal", Lutfi Bansir mengupas penelitiannya mengenai pengembangan durian lokal. Penelitian mahasiswa program Doktor Ilmu Pertanian yang juga pegawai Departemen Pertanian Kalimantan Timur ini dilatarbelakangi keberadaan buah impor yang menguasai pasar domestik dikarenakan tingkat produksi dan konsumsi yang tidak seimbang. Khusus buah durian, ia memaparkan bahwa pada tahun 2007 produksi dalam negeri hanya sekitar 594.842 ton sementara impor tahun 2008 mencapai 24.679 ton. Kepada audiens yang mayoritas mahasiswa, Lutfi secara khusus menyatakan keprihatinan atas fenomena membanjirnya buah impor di pasar domestik. Salah satu penyebabnya, menurut Lutfi karena masyarakat masih bangga membeli produk impor disamping keberadaannya yang memang mudah didapatkan.
Untuk mengembangkan potensi lokal khususnya durian, ia pun menyarankan perlunya sinergisitas antara 3 (tiga) elemen yaitu perguruan tinggi dalam penyebaran informasi dan teknologi, pemerintah serta petani sebagai pelaku usaha tani. Mulai 2010 mendatang, pengembangan durian multi varietas pada setiap daerah dengan spesifik lokasi akan dilangsungkan. Hal ini, menurut Lutfi telah dirintis pemerintah sejak 1984 dengan merilis 67 varietas unggul lokal meski tak satupun dikenal masyarakat. "Karena enak rasanya, durian varietas lokal ini tidak dijual di toko atau pasar tapi sudah terjual di pohon", ujarnya. Pembicara lain yang juga turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah Prof. Iksan Semaoen, PhD yang memaparkan materi bertajuk "Stylized Facts: Agricultural Macroeconomics of Indonesia".
Pertemuan IBEMPI
Selain seminar, dalam kesempatan tersebut dilangsungkan pula pertemuan Ikatan Badan Eksekutif Mahasiswa Pertanian Indonesia). Pertemuan ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yaitu IPB, UB, Universitas Padjadjaran, Universitas Riau, Universitas Jenderal Soedirman, UNS, Universitas Tanjungpura, UMM, dll. Tujuh Gugatan Pertanian yang kemudian dikenal dengan "Tugu Tani" dideklarasikan dalam pertemuan ini yang meliputi mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia, restrukturisasi pertanian secara menyeluruh, merealisasikan spesialisasi komoditi pada masing-masing daerah, peningkatan SDM pertanian, optimalisasi pertanian organik, pengembangan sumber energi terbarukan serta berantas mafia pertanian. [nok]

Perumusan Kerjasama Tripartit FH-UB, UNJ dan University of Leipzig
12 November 2009
Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Herman Suryokumoro, SH.MS didampingi Koordinator Kerjasama, Muktiono, SH. MPhil., merumuskan kerjasama tiga-pihak (tripartit) dengan Universitas Negeri Jakarta dan University of Leipzig, Jerman. Perumusan kerjasama dalam bidang Ilmu Hukum dan Studi Islam ini dilakukan pada Kamis (12/11) di Hotel FM7 Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Universitas Negeri Jakarta diwakili oleh Pembantu Rektor Bidang Kerjasama, Dr. Soeprijanto, sedangkan University of Leipzig diwakili Bhrem Wolfgang.
Sebagai langkah awal, dari pertemuan ini telah disusun draft MoU kerjasama untuk dimatangkan dan ditandangani setelah adanya kunjungan fact finding mission oleh 3 (tiga) orang Professor dari University of Leipzig selama satu minggu di Indonesia. Rencananya, kunjungan tersebut akan dilaksanakan pada bulan Februari 2010. Fact Finding Mission ini meliputi beberapa kegiatan di Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Jakarta, Kantor Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Mahkamah Konstitusi, Kantor Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama, serta institusi lain yang terkait. [nok]

Proposal Dosen UB Lolos Program Insentif KNRT 2010
12 November 2009
Sebanyak 9 (sembilan) proposal dosen Universitas Brawijaya (UB) dinyatakan lolos untuk dibiayai oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia (KNRT RI). Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi RI Nomor: 110/M/Kp/X/2009 tentang Penetapan Proposal Program Insentif Kementerian Negara Riset dan Teknologi Untuk Dibiayai Oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun Anggaran 2010. Program ini dinamai program insentif Riset Dasar, Riset Terapan, Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi dan Percepatan Difusi dan Pemanfaatan Iptek Tahun Anggaran 2010. Mereka yang dinyatakan lolos adalah: Manik Eirry Sawitri, Ir., MS (FPt/program Percepatan Difusi dan Pemanfaatan Iptek): "Penerapan Metode Batch Pasteurisation dan Kristalisasi Freezing Untuk Diversifikasi Produk Olahan Susu Guna Menciptakan Unit Usaha Percontohan Terpadu"; Luqman Hakim, Prof. Dr. Ir. MS (FPt/program Percepatan Difusi dan Pemanfaatan Iptek): "Pengembangan dan Penerapan Teknologi Breeding Untuk Menghasilkan Bibit Unggul Sapi Bali di Indonesia"; Aji Sutrisno, Ir. MSc. PhD (FTP/program Percepatan Difusi dan Pemanfaatan Iptek): "Penerapan Teknologi Produksi Chip (Kapasitas 5 Ton/Hari) dan Tepung Iles-Iles (Kapasitas 250 kg/hari) Untuk Mendorong Tumbuhnya Klaster Industri Kecil Desa Hutan di Kabupaten Madiun"; Achdiat Agoes, Dr. dr. Sp.S (FK/program Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi): "Penentuan NFKB (Nuclear Kappa Beta) Sebagai Biomarker Atherosklerosis dalam Kajian Nutrigenomik (Upaya Mendapatkan Diagnostic Kit Untuk Deteksi Dini Penyakit Vaskuler)"; Suyadi, Prof. Dr. Ir. MS (FPt/Program Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi): "Pengembangan dan penerapan Piranti Ukur Circular Pressure Transducer (cpt) untuk Peningkatan Efisiensi Deteksi Berahi dan Kebuntingan Dini pada Sapi Bali"; Retty Ratnawati, Dr. (FK/Riset Dasar): "Pemanfaatan Isolat egcg Teh Hijau Klon gmb4 pada Adiposit: Studi In Vitro dan In Vivo"; Uun Yanuhar, Dr. Spi., Msi (FPIK/Riset Dasar): "Pengembangan Vaksin Berbasis Peptida yang Terekspresi pada Resptor Ikan Kerapu Tikus yang Mengenali Antigen Sebagai Transgenik Antibodi dalam Upaya Penyiapan Bibit Unggul"; Tatik Wardiyati, Prof. Dr. Ir. MS (FP/Riset Terapan): "Uji Multilokasi dan SOP Budidaya Tanaman Temulawak Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Obat Tradisional"; dan Sri Winarsih, Dr. Dra., Apt., Msi (FK/Riset Terapan): "Kloning dan Ekspresi gen Adhesin AdhO36 Salmonella Typhi Untuk Memperoleh Kandidat Vaksin Oral Demam Tifoid". Total dana yang diperoleh dari Program Insentif KNRT 2010 ini senilai Rp. 2.487 M. [nok]

Dosen UB Narasumber Bimbingan Usaha Sapi Perah
12 November 2009
Dosen Fakultas Peternakan Univesitas Brawijaya (FPt UB), Prof. Dr. Siti Chuzaemi, MS dan Prof. Dr. Trinil Susilowati, MS menjadi narasumber dalam pertemuan "Bimbingan Usaha Agribisnis Sapi Perah 2009" yang diadakan oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini diselenggarakan di Batu selama 2 (dua) hari, Rabu-Kamis (11-12/11). Kegiatan yang diselenggaraakan berdasar program peningkatan kesejahteraan petani dalam pengembangan kemitraan, peningkatan gizi masyarakat serta peningkatan kualitas hasil peternakan dan kesehatan hewan ini diikuti oleh petugas koperasi persusuan, staf dinas teknis yang menangani usaha sapi perah serta kelompok peternak sapi perah. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Siti Chuzaemi menyampaikan materi "Manajemen Pakan Sapi Perah", sementara Prof. Trinil Susilowati menyampaikan "Reproduksi dan Breeding Sapi Perah". Pembicara lain yang juga turut hadir dalam acara ini diantaranya dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Wijaya Kusuma, FKH Universitas Airlangga, serta Kantor Peternakan Kabupaten Lumajang. [nok]

Otoman UB Juara Kontes Roket Air 2009
12 Nopember 2009
Tim Roket Otoman dari Jurusan Teknik Mesin UB menjuarai ajang Kontes Roket Air Indonesia 2009. Ajang tahunan ini digelar di Universitas Brawijaya dan diikuti 17 universitas.
Pengumuman gelar juara dilaksanakan di halaman rektorat UB setelah sebelumnya seluruh kontestan unjuk kemampuan roketnya masing-masing. Tim Roket ARC dari Universitas Indonesia merebut posisi kedua, sedangkan Tim Roket Nakula dari UGM menyabet tempat ketiga.
Tim Roket Otoman juga merebut juara pada kategori Vertikal. Sedangkan juara pada kategori Best Launcher dan Tembak Sasaran disabet oleh Tim Roket Nakula.
Dengan kemenangan tersebut, Tim Roket Otoman berhak membawa pulang piala bergilir dan uang pembinaan sejumlah Rp. 4.500.000,00. Untuk juara kedua dan ketiga masing-masing mendapat uang pembinaan sebesar Rp.2.500.000,00 dan Rp.1.500.000,00. Juara pada tiap-tiap kategori mendapatkan hadiah masing-masing sebesar Rp.500.000,00.[fjr]

Prof Sitompul Hadiri Ajang IULC
7-11 November 2009
Dalam upaya meningkatkan pengenalan Universitas Brawijaya (UB) pada forum internasional, UB mengirim utusan Prof. Dr. S.M. Sitompul ke ajang International University Leadership Colloquium di Penang Malaysia pada 7-11 November 2009. Pengiriman utusan ini sesuai dengan hasil RAKERPIM 2009 dengan judul "Akselerasi Langkah UB Menuju World Class, Entrepreneurial University". Pada ajang itu Prof Sitompul memaparkan kondisi UB dengan penekanan pada Entreprenurial University dan mendapatkan sambutan baik dari peserta yang terdiri dari pimpinan Universitas dari berbagai negara. Demikian ungkap Prof Sitompul kepada PRASETYA Online.
Salah satu topik menarik untuk disimak oleh komunitas UB, khususnya yang berkecimpung dalam manajemen adalah Blue Ocean Strategy.  Ini menurut Prof Sitompul penting. Khususnya dalam penerapan BLU (Badan Layanan Umum) dan pengembangan Entrepreneurial Education dalam kerangka UB sebagai A Leading Entreprenurial UniversityBlue Ocean Strategy tambah Prof Sitompul, sangat baik dikembangkan sebagai bahan dari Entrepreneurial Education dalam pengembangan usaha.[nun]

Kuliah Tamu FE: CSR di BUMN
11 November 2009
Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan usaha bisnis yang terbuka dan transparan dengan landasan etika dan tanggung jawab kepada masyarakat, karyawan, lingkungan, pemegang saham dan stakeholders lainnya. Kegiatan CSR telah lama dilakukan melalui kerja sosial untuk membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan. Demikian disampaikan Prof. Dr. Ismail Baba (Dean School of Social Sciences, Universiti Sains Malaysia/USM) dalam kuliah tamu yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi di guest house UB, Rabu (11/11). Di Malaysia, menurutnya CSR lebih gencar dilaksanakan mulai tahun 2006 ketika Perdana Menteri Abdullah Badawi mendorong berbagai perusahaan untuk lebih meningkatkan tanggung jawab sosial.
Meskipun begitu, tidak ada standar khusus yang ditetapkan pemerintah Malaysia dalam implementasi CSR tersebut. Melalui program stimulus berupa pemberian penghargaan bergengsi, Prime Minister's award oleh Kementerian Wanita, Keluarga dan Pengembangan Masyarakat, Pemerintah Malaysia telah berhasil mendorong perusahaan baik swasta maupun milik Kerajaan untuk melakukan CSR. Sejauh ini terdapat 7 (tujuh) bidang dalam CSR di Malaysia yaitu kesejahteraan sosial, budaya, pemberdayaan perempuan, pendidikan, lingkungan, pembinaan Usaha Kecil serta penempatan tenaga kerja. Efektivitas program CSR di Malaysia diukur dengan kriteria yang meliputi pengaruh positif yang diberikan kepada masyarakat, keberlanjutan program serta komitmen dan keterlibatan perusahaan dalam CSR.
Menggambarkan pelaksanaan CSR di Indonesia, Direktur PTPN X, Ir. Subiyono mempresentasikan kegiatan yang dilakukan di institusinya. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang pergulaan, tembakau dan coklat ini melakukan CSR melalui program kemitraan dengan memberikan pinjaman modal kerja dan usaha. Selain itu, pihaknya juga melakukan bina lingkungan dengan memberikan bantuan pendidikan, kesehatan, bencana alam, dll. Kedua program ini di PTPN X dikenal dengan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), yang memanfaatkan 4 persen laba bersih perusahaan yang ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Sebelum menyampaikan kuliah tamu, Prof. Ismail Baba yang dalam kunjungan ini didampingi oleh koleganya, Dr. Azlina Azman, menyempatkan diri untuk menemui Pembantu Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Bambang Suharto, MS.
Disertai Dekan FE, Gugus Irianto, SE.,MSA.,PhD.,Ak dan Kepala Double Degree, Prof. Ir. Lilik Ulistyowati, PhD, kedua institusi memulai kerjasama untuk membuka program double degree. [nok]

Seminar Nasional BEM FP-UB : Local Agriculture Goes to International Agriculture
11 November 2009
Mengusung tema "Local Agriculture Goes to International Agriculture", Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (BEM FP-UB) bekerjasama dengan IBEMPI (Ikatan Badan Eksekutif Mahasiswa Persatuan Indonesia) pada Kamis (12/11) akan mengadakan Seminar Nasional di Gedung PPI UB. Hadir sebagai pembicara dalam kesempatan tersebut,  Dr.Ir. Iskandar Andi Nuhung (staff ahli Menteri Pertanian RI); Prof. Ir. Moch. Iksan Semaoen, M.Sc., Ph.D. (Guru Besar Universitas Brawijaya bidang Ekonomi Pertanian); Dr.Ir. Hardiyanto, M.Sc. (Kepala Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Sub Tropik); serta Lutfi Bansir, SP.MP. (pengusaha bibit dan tanaman hortikultura).
Menurut salah seorang panitia, Seminar Nasional yang rencananya akan dihadiri oleh seluruh BEM FP se-Indonesia ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Ulang Tahun FP-UB ke-49. Seminar Nasional ini juga terbuka untuk umum, dimana untuk mahasiswa dikenakan kontribusi Rp 15.000,- dan umum Rp 30.000,- dengan fasilitas seminar kit, snack, dan sertifikat. Bagi yang berminat bisa segera mendaftar di sekretariat BEM FP-UB atau menghubungi Oki Wijaya di nomor handphone 081 359 522 000. [ila/nok]

Semarak Acara Peringatan HUT FP ke-49
11 November 2009
Dalam rangka memperingati ulang tahunnya ke-49 yang jatuh tepat pada Selasa (10/11), Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) menyelenggarakan serangkaian acara. Kali ini tema yang diusung adalah "Pertanian Berlanjut Berbasis Komoditi Unggul Lokal Untuk Menunjang Perkembangan Ekonomi Nasional". Rangkaian acara ini telah dimulai dengan kegiatan Pekan Anggrek Malang Raya 2009 pada tanggal 6-12 November 2009 di Taman Gazebo UB. Kemudian pada hari Kamis (12/11) akan diselenggarakan Seminar BEM FP se-Indonesia yang berlanjut dengan Kongres pada hari Jumat-Sabtu (13-14/11) di Gedung PPI UB. Agenda lainnya yang juga akan dilaksanakan adalah Penanaman Bibit Durian Unggul Lokal di Kasembon/Ngantang pada Sabtu (14/11) dan Seminar ICRAF (International Centre for Reseach in Agroforestry) di Gedung FP-UB lantai tiga pada Rabu (18/11). Sedangkan acara tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur atas ulang tahun ini menurut rencana diadakan pada Sabtu (21/11) di Gedung Samantha Krida UB, bersamaan dengan Seminar Nasional dan temu Alumni Fakultas Pertanian UB dari berbagai angkatan. Rangkaian acara memperingati HUT FP-UB ke-49 ini akan ditutup dengan kegiatan penghijauan tanaman keras di Kebun Percobaan Jatikerto pada Rabu (25/11). [ila/nok]

Pengelolaan Mata Air Secara Partisipatif
11 November 2009
Menggandeng Environmental Services Program (ESP) United States Agency for International Development (USAID), Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan lokakarya "Penyusunan Perencanaan Pengelolaan Mata Air (PPPMA) yang Partisipatif". Kegiatan ini diselengarakan di gedung E Program Pasca Sarjana (PPS) UB pada Rabu (11/11).
Disampaikan Kepala PPLH, Ir. Suwasono Heddy, MS, kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan ini dilatarbelakangi keprihatinan semakin menurunnya sumber daya air. Hal ini, menurut Heddy, dikarenakan daya dukung lahan dan daerah resapan air terutama di kawasan Malang Raya yang juga semakin berkurang. "Pembangunan yang tidak memperhatikan faktor lingkungan disamping penggundulan hutan menyebabkan banyak mata air yang hilang bahkan mati", ujar dosen Fakultas Pertanian ini. Sementara disisi lain, tambah Heddy, permintaan kebutuhan air bersih/baku semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. "Oleh karena itu, pemerintah bersama USAID berupaya membuat model pemanfaatan air secara partisipatif dengan menggandeng semua pemangku kepentingan seperti pemerintah, swasta serta masyarakat", ujar Heddy.
Kegiatan ini diikuti oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu serta instansi yang memanfaatkan mata air seperti Kostrad Singosari, Arhanud Karangploso, Lanud Abdurrahman Saleh serta masyarakat pengguna air bersih.
Pemateri yang hadir dalam lokakarya ini adalah perwakilan dari ESP regional Jawa Tmur, tim PPLH UB, perwakilan PDAM dan Dinas Kehutanan serta Pemerintah Kabupaten/Kota se-Malang Raya.
PPPMA
Dalam paparannya, Sri Sudaryanti dari PPLH UB menyampaikan bahwa PPPMA berorientasi pada tujuan penggunaan air yang berkelanjutan dengan melibatkan pengguna dan stakeholders mata air secara aktif guna mendorong pengambilan keputusan bersama untuk mendukung pelaksanaan pengelolaan mata air. Berbagai pihak yang terlibat dalam PPPMA adalah pengguna dan dinas terkait yang difasilitasi oleh perguruan tinggi. Program ini, diterangkan Sri Sudaryanti akan lebih bermanfaat untuk menghimpun komitmen dukungan dan keterlibatan mereka terhadap pengelolaan mata air secara efektif dan efisien dengan menghindari konflik karena pembagian tugas yang jelas.
Seusai lokakarya, peserta kemudian diajak mengikuti pelatihan open source software Geography Information System (GIS) ILWIS 3.6 yang dilanjutkan dengan pembentukan forum komunikasi bersama. [nok]

Dosen UB Ikuti Autumn School di Jerman
11 Nopember 2009
Dr. Ir. Bambang Susilo, M.Sc.Agr. dari Fakultas Teknologi Pertanian ikuti International Autumn School dengan tajuk "Post Harvest Technology and Renewable Energy" di Goettingen Jerman. Acara ini diselenggarakan di Universitas George-August Goettingen Jerman, selama kurang lebih 2 (dua) minggu (1-12/11). Penyandang dana kegiatan tersebut adalah Deutscher Akademischer Austausch Dienst (DAAD) Jerman. Vice President Universitas George-August Goettingen membuka acara ini dengan mengundang seluruh peserta pada acara resepsi untuk Scientist dan Scholar Internasional Programme Post-Doctor.
Berbagai acara terangkum dalam kegiatan International Autumn School ini diantaranya seminar serta kunjungan ke berbagai tempat terkemuka di Jerman. Kepada PRASETYA Online, Bambang Susilo menyampaikan bahwa dalam kegiatan seminar setiap peserta diwajibkan mempresentasikan karya ilmiah tentang Teknologi Pasca Panen atau Energi Terbarukan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan makalah dengan judul "Kinetic Model of Palm Oil Transesterification to Biodiesel with Ultrasound".
Seminar ini diikuti sekitar 23 orang yang berasal dari Indonesia, Nigeria, Sudan, Nicaragua, Ethiopia, Brazilia, Chili dan Jerman.
Kunjungan
Dalam kunjunga, peserta diajak untuk melihat langsung aktivitas di Desa Mandiri Energi Juehnde, serta beberapa Perusahaan dan Balai Penelitian Pasca Panen dan Energi Terbarukan. Selain itu, kunjungan juga dilakukan di perusahaan Agroindustri,  Proyek Percontohan energi  terbarukan, Pembangkit Listrik Tenaga Biogas, serta Laboratorium di lingkungan Departemen Keteknikan Pertanian dan Departemen Kualitas Produk Pertanian Universitas George-August Goettingen.
Selain di kota Goettingen, acara juga dilaksanakan di kota Clausthal dan Hannover. Di Clausthal peserta diberi kesempatan untuk berdiskusi tentang Teknik Lingkungan dan Energi bersama Presiden Universitas Clausthal serta mengunjungi laboratorium Teknik Sensor. Sementara di kota Hannover, kunjungan dipusatkan di pameran "Agritechnika", sebuah pameran terbesar di dunia tentang mesin agrokomplek yang meliputi mesin pra panen dan mesin pengolahan bidang pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan.[bs/fjr]

Workshop Perkuliahan Interdisipliner
10 Nopember 2009
Universitas Brawijaya menyelenggarakan "Workshop Perkuliahan Interdisipliner" yang melibatkan beberapa institusi perguruan tinggi. Acara yang diselenggarakan di gedung rektorat UB, (9/11) dihadiri oleh perwakilan dari UGM dan IPB.
Pembantu Rektor I, Prof. Bambang Suharto yang membuka acara tersebut menyampaikan pentingnya ajang ini guna pengembangan rancangan akademik setiap institusi perguruan tinggi. "Dengan mendengar ide dan pengalaman penyelenggaraan perkuliahan interdisipliner dari berbagai institusi, kita berharap bisa berbagi masukan dan saran. Apalagi, metode perkuliahan seperti ini menjadi sangat penting bagi kompetensi mahasiswa sekarang ini", tuturnya.
Dalam kesempatan ini, hadir pula Ir.Darmanto,Dipl.,HE.,M.Sc dari UGM Yogyakarta yang menyampaikan materi "Penyelenggaraan Kuliah Interdispliner: Rancangan dan Implementasinya di Universitas Gadjah Mada". Ada pula Prof.Dr.Ir.H.Dedi Fardiaz,M.Sc. dai IPB  yang menyajikan presentasi berjudul "Penyelenggaraan Kuliah Intyerdispliner: Rancangan dan Implementasinya pada Keamanan Pangan".
Bambang berharap, perumusan hasil workshop nantinya dapat dimanfaatkan oleh semua institusi untuk memperbaiki aktivitas akademik, terutama dalam kerjasama pengembangan perkuliahan interdisipliner.[fjr]

Gerak Jalan Sehat Dies Natalis FT dan Fpt UB
10 Nopember 2009
Segenap civitas akademika Fakultas Teknik dan Fakultas Peternakan UB mengadakan gerak jalan sehat, Minggu (8/11). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Dies Natalis fakultasnya masing-masing.
Fakultas teknik tahun ini genap berusia 48 tahun, sama dengan usia Fakultas Peternakan. Usai acara jalan sehat yang diikuti pimpinan universitas dan fakultas, acara dipusatkan di jalan halaman laboratorium Teknik Pengairan. Acara diisi dengan pertunjukan grup band mahasiswa dan juga pengundian hadiah dari panitia untuk peserta jalan sehat.
Tidak jauh berbeda dengan Fakultas Teknik, acara hampir serupa juga dilakukan oleh Fakultas Peternakan di halaman fakultasnya.
Menurut rencana, kedua fakultas tersebut akan menyelenggarakan berbagai macam rangkaian acara baik acara kemahasiswaan, seminar, maupun pengabdian masyarakat untuk memperingati dies natalisnya masing-masing.[fjr]

Dies Natalies FE ke-48
10 November 2009
Selama tiga bulan berturut-turut, Oktober, November dan Desember, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE UB) menggelar berbagai kegiatan dalam rangka merayakan ulang tahunnya ke-48. Berbagai kegiatan tersebut meliputi kegiatan religi, akademik, sosial dan pagelaran seni budaya serta olahraga.
Khusus bulan November ini, FE akan menggelar guest lecture series dengan mengundang pemateri yang berkompeten dibidangnya. Guest Lecture Series I menurut rencana akan dilaksanakan pada Rabu (11/11) dengan menghadirkan Ir. Subiyono, MMA (Direktur Utama PTPN X) dan Prof. Dr. Ismail Baba (Dean School of Social Sciences, Universiti Sains Malaysia). Tema yang akan diangkat adalah "Best Practise of Corporate Social Responsibility in Government Corporation".
Selanjutnya, Guest Lecture Series II, menurut rencana akan diadakan seminggu kemudian, Rabu (18/11) dengan tema "Kebijakan Moneter dan Perbankan di Indonesia (Economic Outlook 2010)". Pembicara yang akan hadir adalah Dr. Juda Agung, Staf Ahli Dewan Kebijakan Moneter Bank Indonesia.
Diskusi dengan tema "How to Win in A Global Competition (Strategic Management)" menurut rencana akan menjadi agenda dalam Guest Lecture Series III pada Rabu (25/11). Pembicara hadir adalah Hendri Sumaryono, SE.Ak, MM (Managing Director of J.W. Marriot). Puncak acara akan diselenggarakan pada bulan Desember dengan menggelar seminar nasional. [nok]

Kontes Roket Air 2009
10 November 2009
Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Universitas Brawijaya (UB) kembali menyelenggarakan Kontes Roket Air Indonesia (KRAI) 2009. Agenda tahunan yang ke-8 (delapan) kalinya ini diselenggarakan selama 2 (hari), Selasa-Rabu (10-11/11). Diikuti 24 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sessi presentasi pada hari pertama dilangsungkan di gedung Student Centre. Ajang ini melibatkan 5 (lima) orang juri yaitu Drs. Mohammad Dahsyat, MM (BPPT), Dr. Ir. I Nyoman Jujur, M.Eng (BPPT), Ir. Atik Bintoro, MT (LAPAN), Dr. Eng. Yudy Surya Irawan, ST, M.Eng (FT UB) dan Prof. Ir. Antariksa, M.Eng, PhD (FT UB).
Ketua panitia, Abdullah Ahmad Shahab, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan serangkaian dari acara Kreativitas Mesin Brawijaya (KMB) yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Yang membedakan dari tahun-tahun sebelumnya, tambah mahasiswa Teknik Mesin 2006 ini terletak di regulasi dan kelas yang dilombakan. "Jika tahun sebelumnya kelas yang dilombakan adalah vertikal dan horisontal, maka tahun ini kelas horisontal diganti menjadi tembak sasaran", ujarnya.
Kriteria penilaian untuk presentasi, diterangkan Shahab meliputi teknik presentasi, kerapihan, team work, serta launcher sementara kriteria penilaian untuk peluncuran adalah lama terbang dan zona tempat jatuhnya roket. Dengan menggandeng Pertamina sebagai sponsor utama, pemenang nantinya akan mendapatkan tropi dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KMNRT) untuk juara I, II dan III. Selain itu akan ditetapkan pula beberapa kategori lain yaitu best vertikal, best tembak sasaran dan best launcher.
Kontingen UB
Dalam ajang ini, UB mengirimkan 2 (dua) tim yaitu "Otoman" dan "Fluida". Kepada PRASETYA Online, salah seorang perwakilan tim Otoman, Tri Adi Widodo (Teknik Mesin 2005), menjelaskan bahwa roketnya kali ini merupakan modifikasi dari roket yang menang tahun lalu. Bersama 2 (orang) rekannya, Ana Sri Rejeki (Teknik Mesin 2005) dan Dannis Sutarjo (Teknik Mesin 2007), Widodo mengaku menyelesaikan roketnya dalam waktu 2 (dua) bulan. Komponen utama roket air ini meliputi roket, launcher dan kompresor. Bagian utama dari roket adalah fin (sirip), nose, selonsong dan ruang kompresor. Untuk roketnya ini, modifikasi dilakukan dalam mekanisme peluncuran, dimana untuk perputaran 360 derajat sebelum meluncur, sesuai ketetapan regulasi, pihaknya menggunakan roda gigi dengan motor penggerak ikut berputar bersama base/landasan atas. Landasan ini terbuat dari besi pejal dengan berat sekitar 20 kg, sementara launcher memiliki berat sekitar 4 (empat) kg. Untuk posisi vertikal dengan pergerakan 90 derajat, Widodo menggunakan mekanisme ulir cacing yang digerakkan oleh motor yang terhubung pada setang pengarah. Tim perguruan tinggi lain yang juga unjuk kebolehan adalah "Caci Maki Choki" dari ITB dan "Sadewa" dari UGM. [nok]

Grand Design Pengembangan Ternak di Madura
9 November 2009
Dekan beserta Pembantu Dekan Fapet UB menyampaikan paparan tentang Grand Design Pengembangan Ternak di Kepulauan Madura pada 9 November 2009 di Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya. Hadir pada kesempatan itu Gubernur Jawa Timur Drs Soekarwo, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Drs. Chusnul Arifien Damuri, MM, MSi., dan Kepala Dinas Peternakan Pemerintah Propinsi (Pemprov) Jawa Timur beserta staf.
Dalam paparannya Dekan Prof. Dr. Ir. Hartutik, MP dan tim menuturkan, prioritas pengembangan ternak di kepulauan Madura adalah Sapi Madura yang diarahkan untuk menjadi sapi potong, sapi sonok dan sapi karapan. Disamping itu juga perlu dikembangkan ternak lain yang masih cocok dengan kondisi lingkungan di Pulau Madura yaitu kambing lokal. Kambing lokal ini kemudian akan disilangkan dengan kambing Boer atau Etawah.
Sedangkan bagi ternak unggas, pengembangan difokuskan pada ayam bekisar yang saat ini sudah dikembangkan di Pulau Kangean Kabupaten Sumenep. Ayam bekisar memiliki prospek yang menjanjikan karena mempunyai nilai jual tinggi. Untuk mendukung pengembangan ternak tersebut menurut tim Fapet UB, perlu memperhatikan aspek pakan, reproduksi dan pemuliaan, manajemen pemeliharaan, teknologi pasca panen, dan pemasaran.
Gubernur Soekarwo sangat antusias menanggapi Grand Design Pengembangan Ternak di Kepulauan Madura yang disampaikan tim Fapet UB. Gubernur selanjutnya meminta Tim Fapet UB beserta jajaran Balitbang dan Dinas Peternakan Pemprov Jawa Timur segera berkoordinasi untuk menindaklanjuti program itu. Dalam kesempatan itu Gubernur mengharapkan, melalui pengembangan bidang peternakan yang berbasis sumberdaya ternak lokal ini, dapat meningkatkan nilai tambah sehingga membantu percepatan ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat Madura.
Dalam rangka sosialisasi grand design, pada Selasa (10/11) dilaksanakan dialog interaktif di salah satu televisi lokal Jawa Timur. Bertindak sebagai narasumber dalam siaran langsung itu Dekan Fapet UB, Kepala Balitbang Pemprov Jawa Timur dan Dr. Ir. Abdul Hamid dari Balitbang Pemprov Jawa Timur.[fpt/nun]

Rapat Koordinasi Mobil Pintar se-Malang Raya
9 November 2009
Beberapa satuan kerja yang mendapatkan bantuan mobil pintar dari Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Senin (9/11) melakukan rapat koordinasi di Rumah Pintar Universitas Brawijaya (UB). Rapat ini dipimpin oleh Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) UB, Dra. Welmin Soenyi Ariningsih, M.Lib. beberapa perwakilan insititusi yang turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah Komando Resort Militer 083 Bhaladika Jaya Malang, Lanud Abdurrahman Saleh Malang serta Pemerintah Kota Malang (Perpustakaan Kota). Rapat ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan SIKIB belum lama ini di Jakarta, yang dihadiri oleh Enny Yogi Sugito dan Welmin Soenyi Ariningsih.
Dalam rapat koordinasi ini, dibahas berbagai hal tentang pengelolaan mobil pintar di wilayah Malang Raya. Sebanyak 6 (enam) unit mobil pintar saat ini dimiliki oleh berbagai satuan kerja di wilayah Malang Raya selain rumah pintar di UB dan motor pintar di Pemerintah Kota. Hal krusial yang menjadi pembahasan dalam kesempatan tersebut adalah masalah sumber dana untuk tenaga pengemudi dan perawatan mobil pintar pemberian SIKIB ini. Dari pengalaman selama ini, diketahui pula bahwa para pengemudi mobil pintar ini merangkap pula menjadi tutor dan maintenance karena keterbatasan yang ada. Karena itu, rapat koordinasi ini dimaksudkan untuk mempermudah pengelolaan dengan mengharapkan tindak lanjut langsung dari SIKIB.
Selain masalah pendanaan, dalam kesempatan tersebut dibahas pula upaya menjalankan program bersama guna memperkaya khasanah tutorial kepada masyarakat baik pelajar maupun masyarakat umum.
Di UB sendiri, seperti disampaikan pengelola, Arien Suprastiwi, SH, selama ini berbagai entitas masyarakat telah banyak memanfaatkan mobil pintar ini. Diantara mereka adalah para mahasiswa yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Selain itu, juga beberapa sekolah yang ada di daerah terpencil di wilayah Malang Raya. [nok]

Internship Fair AIESEC UB
9 November 2009
Bertempat di gedung PPI, selama 2 (dua) hari (7-8/11) AIESEC Local Committee Universitas Brawijaya ( LC UB) menyelenggarakan internship fair 2009. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 mahasiswa dan alumni dari berbagai perguruan tinggi di Malang yang tertarik mengikuti magang ke luar negeri. Disampaikan ketua pelaksana, Faradebi Septiwi Ajeng, melalui kegiatan ini pihaknya mengajak para peserta untuk menjadi global citizen. "Saat ini globalisasi telah melanda semua bidang. Dengan memahami kondisi ini, harapannya peserta dapat lebih mempersiapkan diri sehingga menjadi nilai tambah tersendiri bagi dirinya", ujar mahasiswa akuntansi angkatan 2008 ini. Hadir sebagai pemateri dalam kesempatan tersebut adalah Aris Munandar (senior HRD Sampoerna), Andrea De Arment (Public Affairs Officer Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya) serta Djanalis Djanaid (trainer Indopurels).
Dalam paparannya, ketiga pembicara saling menguatkan satu sama lain mengenai pentingnya perspektif global saat ini. Dengan pengalamannya tinggal di berbagai negara yaitu China, Kenya, dan Polandia, Andrea misalnya, menyampaikan banyaknya manfaat yang bisa diperoleh dari tinggal di negeri orang. Beberapa hal tersebut diantaranya bertemu dengan orang-orang baru, kebudayaan baru, menambah pengalaman serta belajar banyak hal baru. Meskipun begitu, ia juga memaparkan konsekuensi yang harus ditanggung diantaranya jauh dari keluarga. Andrea yang baru 4 (empat) bulan berada di Indonesia ini, secara khusus juga memaparkan peluang beasiswa pendidikan ke Amerika Serikat. Saat ini, menurutnya pemerintah negeri Paman Sam ini tengah gencar meningkatkan jumlah beasiswa untuk warga Indonesia dan Amerika Serikat. "Beasiswa untuk warga Indonesia yang ingin studi ke Amerika Serikat saat ini dinaikkan 2 (dua) kali lipat sementara beasiswa untuk warga Amerika Serikat yang ingin studi di Indonesia ditingkatkan 3 (tiga) kali lipat", ujar Andy, demikian ia biasa dipanggil.
Soft Skill Lemah
Dengan terbatasnya peluang untuk magang di perusahaan multinasional yang ada di Indonesia, Aris Munandar juga mendukung peserta untuk mencari pengalaman global di luar negeri. Dengan materi "Goes to Global Experience", ia mengatakan bahwa dari pengalamannya melakukan recruitment selama ini, kelemahan mayoritas mahasiswa Indonesia terletak di soft skill. Padahal menurutnya, sukses di dunia pekerjaan justru ditentukan oleh 80 persen soft skill dan sisanya academic skill.
Melalui insternship fair kali ini, pihak panitia memberikan informasi dan formulir pendaftaran gratis kepada seluruh peserta yang hadir mengenai kesempatan internship di berbagai negara seperti Polandia, Ukraina China, Jepang, Taiwan, Malaysia, Turki, Filipina, dll. Saat ini, di AIESEC LC UB juga tengah menerima sejumlah mahasiswa asing yang ikut magang dengan tema "sustainable development". Mereka berasal dari Brazil, Jepang, Polandia, dan Belanda. [nok]

Pekan Anggrek Malang Raya 2009 di Gazebo UB
7 Nopember 2009
Acara Pekan Anggrek Malang Raya 2009 digelar di Gazebo UB, 6-12 Nopember 2009. Sebanyak 35 stan menawarkan beranekaragam anggrek unggulan.
Rektor UB, Prof. Yogi Sugito membuka secara langsung acara ini. Hadir pula President Orchid Society wilayah ASEAN selain para pemilik nursery anggrek di Malang Raya.
Menurut Prof.Tatik Wardijati yang menjadi salah seorang panitia, acara ini juga dalam rangka meramaikan dies natalis Fakultas Pertanian. Ia mengatakan, kegiatan Pekan Anggrek Malang Raya kali ini juga akan diisi dengan pelatihan anggrek, field trip, dan seminar.
Dalam seminar nantinya akan dibahas mengenai industrialisasi dan komersialisasi anggrek Indonesia. "Kita akan banyak membahas bagaimana anggrek Indonesia bisa menjadi komoditas yang tidak hanya indah, tetapi juga layak jual dengan nilai tinggi", tuturnya.
Tatik yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Pembibitan Anggrek Malang Raya  juga mengatakan, Indonesia memiliki keanekaragaman anggrek yang tidak bisa disamai oleh negara lain. Akan tetapi dari segi komersialisasi, Indonesia masih kalah jauh dengan negara-negara tetangga.[fjr]

Foto: Rektor UB bersama pemenang lomba anggrek (kiri), salah satu jenis anggrek yang dipamerkan (kiri)

Mahasiswa UB Ikuti Business Plan Competition di ITB
6 November 2009
Dengan judul "Aplikasi Software Manajemen Berbasis Visual Basic pada Student Ojek Stasiun 12", 3 (tiga) orang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) ikuti Business Plan Competition yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka adalah Mukarom Salasa (Mahasiswa Jurusan Fisika angkatan 2005), Dimas Tunggul Panuju (Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian/THP angkatan 2003) dan Rahmita P. Astari (Mahasiswa THP angkatan 2006). Kegiatan ini menurut rencana akan diselenggarakan pada Kamis-Minggu (12-15/11) mendatang di Auditorium Campus Centre ITB. Selain kegiatan ini, akan dilangsungkan pula seminar entrepreneurship dengan tema "How to Start a Business".
Bisnis Ojek
Dengan nama kelompok ST-12, Dimas Tunggul Panuju akan mempresentasikan bisnis ojek yang telah dirintis bersama 2 (dua) orang temannya mulai pertengahan tahun ini. Bisnis ojek tersebut, menurutnya memiliki prinsip utama mengedepankan kepercayaan dan kenyamanan pelanggan. Dengan 4 (empat) buah armada motor, ia melayani berbagai jenis konsumen, dengan komposisi tertinggi, umum (50 persen), mahasiswa (30 persen) dan pelajar (20 persen).
Konsep ini pernah juga diikutkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pimnas tahun 2009, namun tidak lolos. Dari ajang tersebut, ia mengetahui bahwa konsepnya memiliki kelemahan dalam sistem manajemen. Bersama teman-teman, Dimas kemudian memperbaikinya, bahkan saat ini ia telah mengurus pembentukan badan hukum serta surat ijin pendirian usaha (cv). Melihat peluang yang besar dari bisnis jenis ini, ia pun terus menjalankannya sampai sekarang dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan kepada pelanggan. Berbagai fasilitas tersebut adalah siaga antar jemput 24 jam, kecepatan dan ketepatan, jaket pelindung, helm standard, pengemudi yang berpengalaman, snack dan kenyamanan. Dengan modal awal dibawah Rp. 1 juta, Dimas yakin bisnis yang baru pertama ada di Malang ini akan terus berkembang. Apalagi dengan tenaga kerja yang hampir semuanya mahasiswa dan dapat diandalkan. "Kami memiliki pekerja yang semuanya mahasiswa sehingga lebih terpelajar dan dapat dipercaya. Tantangannya adalah bisnis ini harus tetap berjalan tanpa mengganggu perkuliahan", ujarnya. Untuk itu, pengemudi kami, harus mendaftarkan jam kosong yang dimiliki setiap hari untuk ditunjuk ketika ada order hari itu. "Kalau dalam sehari mereka tidak menerima order sama sekali maka akan dikenai denda Rp. 5 ribu", tambah Dimas. Order terpadat dalam seminggu menurutnya adalah hari Senin-Rabu. "Kami sering kewalahan karena tingginya order dan berbenturan dengan jadwal kuliah pengemudi", kata dia.
Menjalankan bisnis ini, Dimas mengaku mendapatkan banyak manfaat diantaranya menambah uang saku, bekerja dengan manajemen yang sebenarnya serta melatih jiwa entrepreneurship. Bagi yang membutuhkan ojek Dimas, dkk ini, dapat menghubungi nomor Hp TransST12 di 0856 4988 1107 atau datang langsung ke markasnya di Jl. Dewandaru Dalam no 12 dan Jl. Sumber sari No. 88 (pondok pesantren Luhur). [nok]
----
Foto: Dimas Tunggul Panuju (kiri) dan Rahma P. Astari (kanan)

Dosen FPUB Narasumber di Universitas Sam Ratulangi Manado
5 November 2009
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB), Dr. Anton Muhibuddin, menjadi narasumber dalam seminar dan workshop penulisan jurnal ilmiah yang diselenggarakan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, 3-5 Nopember 2009. Acara tersebut diselenggarakan dalam upaya meningkatkan kualitas tulisan ilmiah dosen dan peneliti di Unsrat.
Pada hari pertama dan kedua, Dr. Anton memberikan materi ceramah mengenai teknik penulisan hasil penelitian baik berupa skripsi, tesis, disertasi, dan lainnya hingga menjadi tulisan yang baik dan layak diterbitkan di jurnal ilmiah baik tingkat nasional maupun internasional. Menurut Anton, sebuah Universitas sekelas Unsrat seharusnya mampu menghasilkan tulisan ilmiah berkualitas sebanyak 1000-1200 artikel per tahun yang berasal dari hasil penelitian dana hibah, penelitian mandiri, penelitian kerjasama dengan pemerintah daerah, skripsi, tesis, maupun disertasi. Namun, faktanya jumlah tulisan ilmiah berkualitas yang dihasilkan jauh dari jumlah tersebut.
Anton menjelaskan, rendahnya jumlah tulisan ilmiah pada dasarnya disebabkan beberapa faktor yang meliputi rendahnya kemampuan menulis, rendahnya kemauan dan motivasi menulis serta kurangnya dukungan dari lembaga. Dukungan dari lembaga dapat dicontohkan berupa penyediaan fasilitas multimedia dan internet, perpustakaan, serta reward bagi penulis.
Pada hari ketiga, ia memberikan materi pelatihan penulisan artikel ilmiah dan aplikasi sarana multimedia dalam mendukung penulisan artikel berkualitas. yang menarik, pelatihan dilaksanakan di obyek wisata "Pantai Bunaken" yang berjarak kurang lebih 11 km dari kampus Unsrat. Sebagai obyek wisata Internasional dan lebih cepatnya akses internet dibandingkan di kampus Unsrat, menjadi alasan utama pelaksanaan pelatihan disana. Pada sesi pelatihan itu sendiri, peserta dilatih untuk dapat mengakses jurnal-jurnal internasional melalui internet, merangkum isinya, dan memasukkannya dalam bagian tulisan ilmiah. [am/nok]

Dosen Kimia UB Ikuti Simposium di Korea
5 November 2009
Dosen Jurusan Kimia FMIPA Universitas Brawijaya (UB), Adam Wiryawan, MS ikuti "The 7th UNU (United Nations University) and GIST Joint programme Symposium on Science and Technology  for Sustainability". Kegiatan yang dilangsungkan di Gwangju Institute of Sciences and technology (GIST) Gwangju, Korea, 4-6 November 2009 ini bertujuan untuk mendiskusikan isu perubahan lingkungan dan cuaca di negara berkembang dan negara maju dengan fokus pada kecenderungan penelitian baru dalam sains dan teknologi untuk sustainability.
Terdapat 3 (tiga) topik utama yang dibahas yaitu Monitoring and Risk Assessment of Hazardous Chemicals in the Environment (Pemantauan dan Pengkajian Resiko Bahan Kimia Berbahaya di Lingkungan) Environmental Applications of Advanced Biotechnology (Aplikasi Biooteknologi Tingkat Lanjut dalam Masalah Lingkungan) dan Climate change and Adaptation (Perubahan Iklim dan Adaptasi).
Simposium ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dimana 2 (dua) hari untuk presentasi makalah oral dan poster, 1 (satu) hari terakhir digunakan untuk field trip di sekitar Gwangju yaitu "Bamboo Forest" di Damyang dan "Korean Temple" di Bakyangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Adam Wiryawan menyampaikan makalahnya yang berjudul "Monitoring of Hot Mud Flow and River Water Quality at Porong Area, East Java, Indonesia: Possibility Using the Flow Injection Analysis (FIA) Method" dalam sessi "Environmental Quality Management". Pemakalah lain yang juga hadir berasal dari berbagai negara seperti China, India, Korea, Bangladesh, Libya, Amerika Serikat, Thailand, Vietnam, Jerman dan Taiwan. [aw/nok]

Dosen UB Hadiri Workshop FPALI
4 November 2009
Direktorat Akademik, Ditjen DIKTI telah memfasilitasi pelaksanaan workshop Forum Pendidikan Arsitektur Lanskap Indonesia (FPALI), yang diselenggarakan pada 2-4 November 2009 di Hotel Ambhara, Jakarta. Acara workshop yang diikuti 24 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang menjadi anggota FPALI ini, dibuka oleh Dr. Illah Sailah (Direktur Akademik, Ditjen DIKTI).
Makalah kunci yang disampaikan dalam workshop ini adalah mengenai Penelitian di Bidang Arsitektur Lanskap yang disampaikan oleh Direktur Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (DP2M, Ditjen DIKTI), Prof. Suryo Hapsoro Tri Utomo.  Dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB), Medha Baskara, SP, MT (Dosen Fakultas Pertanian) dalam kesempatan tersebut menjadi wakil UB yang juga merupakan anggota FPALI. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Ketua berbagai organisasi profesi yaitu Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI), Badan Sertifikasi Arsitektur Lanskap (BSA), Asosiasi Kontraktor Lanskap Indonesia (AKLANI), serta Asosiasi Pengusaha Arsitektur Pertamanan Nasional (ASPERTANAS).
Pengkodean dan Pemantapan Kurikulum
Salah satu agenda yang terangkum didalam workshop FPALI, yaitu workshop Pengkodean Bidang Arsitektur Lanskap dan Pemantapan Kurikulum serta Keprofesiannya, mengusung tema "Peningkatan Tata Kelola Pendidikan Dalam Mendukung Profesionalisme Bidang Arsitektur Lanskap Memenuhi Kebutuhan Pasar Global".
Workshop ini merupakan respon terhadap SK Dirjen DIKTI No. 163/DIKTI/Kep/2007 di mana bidang Arsitektur Lanskap hanya muncul di program Diploma (D-3) pada rumpun ilmu Pertanian, seperti yang sudah diselenggarakan di Universitas Brawijaya dengan Diploma III Arsitektur Pertamanan.  Sedangkan untuk program sarjana dan pascasarjana tidak nampak, tetapi di merger pada Prodi Agroteknologi. Hal ini kemudian dirasakan sulit oleh beberapa perguruan tinggi yang telah menyelenggarakan keilmuan Arsitektur Lanskap dalam rumpun Teknik Arsitektur (ITB, ITS,) dan Teknik Lingkungan (Universitas Trisakti).
Dalam sambutan pembukaan dan pengarahannya, Dr. Illah Sailah menyampaikan bahwa SK No. 163/DIKTI/Kep/2007 bukanlah sesuatu yang mutlak dan tidak bisa diutak-atik. Artinya, bila mana ada suatu ilmu yang diperlukan oleh masyarakat, memiliki pasar yang luas baik di dalam negeri dan luar negeri, memiliki berbagai profesi seperti dalam Arsitektur Lanskap (ada FPALI, IALI, AKLANI, ASPERTANAS, dan pada skala international ada IFLA dan AEFLA) maka pengkodean ini perlu dibuat untuk melaksanakan kegiatan akademiknya dan menghasilkan lulusan yang berkompeten.
Ia juga menekankan bahwa dalam kegiatan ini perlu dihasilkan rumusan daftar kompetensi lulusan pada berbagai jenjang pendidikan Diploma, Sarjana dan Pascasarjana. Bidang arsitektur lanskap ini, menurutnya juga memungkinkan dilaksanakan baik pada pendidikan akademik yang mengutamakan proporsi keilmuan maupun program vokasi yang mengutamakan skill dan berorientasi menjadi professional.
Dalam paparannya, Prof. Hapsoro (Direktur DP2M, Ditjen DIKTI) menyampaikan tentang bidang arsitektur lanskap dan kaitannya dengan penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Ia menyatakan bahwa berkembangnya suatu pendidikan harus diimbangi dengan kegiatan penelitian. "Hasil penelitian inilah yang juga akhirnya dipakai sebagai bahan yang diimplementasikan dalam bidang pendidikan juga didiseminasikan ke masyarakat melalui kegiatan pengabdian pada masayarakat", ujarnya. Untuk memacu minat penelitian, Direktur DP2M ini menjanjikan akan memberikan scheme penelitian di bidang arsitektur lanskap. Untuk itu ia menyampaikan 9 topik strategis di bidang arsitektur lanskap yang ditawarkan pada 2010 dengan topik sebagai berikut: 1. Pembangunan yang berkelanjutan pada lanskap permukiman; 2. Rancangan ruang terbuka untuk kesehatan dan kota/kampus/kawasan yang berkelanjutan; 3. Cultural landscape - lanskap budaya; 4. Kearifan-kearifan lokal terhadap perkembangan dan pelestarian lanskap; 5. Pengaruh perubahan flora terhadap struktur lanskap; 6. Klasifikasi/pengelompokan karakter lanskap (karakterisasi lanskap); 7. Manajamen  lanskap budaya; 8. Kajian perancangan lanskap; dan 9. Pengaruh urbanisasi (kotanisasi) terhadap perubahan lanskap.
Konggres FPALI I
Bersamaan kegiatan workshop, diselenggarakan juga Kongres I FPALI, yang telah menghasilkan beberapa keputusan diantaranya penetapan AD ART organisasi FPALI dan memilih kepengurusan baru periode 2009-2012. Dalam kesempatan ini, Prof. Ir. Hadi Susulo Arifin, MS, PhD dari IPB terpilih kembali sebagai ketua umum. Wakil UB, Medha Baskara SP, MT ditunjuk sebagai Koordinator Penelitian dan Pengembangan dalam kepengurusan baru tersebut. Sampai saat ini, tercatat baru 24 PTN/PTS yang memiliki bidang Arsitektur Lanskap dalam unit Departemen/Jurusan, Prodi, Peminatan, maupun hanya pelayanan beberapa mata kuliah serta ruang lingkup penelitian. Mereka yang telah menjadi anggota FPALI diantaranya adalah IPB, Universitas Trisakti, ITB, Universitas Brawijaya, Universitas. Bandung Raya, Universitas Pakuan, UMJ Jakarta, ITS, UNILA, UNITRI Malang, UNSRI, UPN Surabaya, UMY, ISTN, UNHAS, UNUD, Universitas.Mercubuana, UNMUL, UNTAN, UNRI, UI, UGM, dan UNIKA Soegiyapranata Semarang. (hsa/mb/nok)

Dekan FH: "Perlu Dibuka Pendidikan Profesi Hukum"
4 November 2009
Bertempat di gedung Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, selama 3 (tiga) hari (4-6/10) dilangsungkan pelatihan Penyelenggaraan Pekerti-AA Bagi Dosen Fakultas Hukum UB. Membuka acara ini, Dekan Fakultas Hukum UB, Herman Suryo Kumoro, SH, MHum menyampaikan berbagai arah kebijakan institusinya di masa datang. Yang meliputi kerjasama internasional dan internasionalisasi; pencitraan dengan peningkatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat; efektivitas, efisiensi dan sinkronisasi kurikulum; sarana dan prasarana serta peningkatan kuantitas dan kualitas SDM (dosen, karyawan dan mahasiswa). Hal mendasar yang juga dibahas Dekan adalah rancunya pendidikan keilmuan dan profesi hukum yang ada di Indonesia. Menurutnya, tujuan pendidikan hukum di Indonesia berakar pada tradisi pendidikan hukum di Belanda yang meluluskan meester in de rechten (mr) atau yang secara umum dikenal sebagai yuris/ahli hukum yang memiliki pengetahuan ilmu hukum dan kompetensi untuk menerapkan hukum dalam dunia praktek hukum.
Mengatasi kerancuan yang ada, pihaknya bermaksud menggagas konsep pendidikan profesi bagi mereka yang telah menyelesaikan pendidikan sebelum membuka praktek hukum di masyarakat. Model pendidikan ini terutama untuk memenuhi tantangan yang dihadapi pendidikan hukum saat ini diantaranya globalisasi, carut marutnya dunia peradilan, perkembangan dunia teknologi pendidikan serta meningkatnya peminat untuk berkuliah di fakultas hukum.
Beberapa pemateri dari Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) UB yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah Prof. Dr. Agus Suman, DEA; dr. Andi Ansharullah, DAAK; Prof. Umar Nimran, MA, PhD; Dr. Kertahadi, MCom; Prof. Dr. dr. Djanggan Sargowo, SpPD, SpJP (K); Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Abadi, MS; Ir. Heru Nurwarsito, MKom dan Prof. Dr. drh. Pratiwi Trisunuwati, MS. [nok]

Komentar FH UB Terhadap Kasus KPK
4 November 2009
Menanggapi peristiwa penahanan Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah yang menjadi topik pembicaraan masyarakat Indonesia akhir-akhir ini, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB), dalam hal ini para staf pengajar Hukum Pidana dan Hukum Administrasi Negara turut angkat bicara. Demikian ungkap Ketua Bagian Hukum Pidana FH UB Setiawan Nurdayasakti SH., MH., dan Ketua Bagian Hukum Administrasi Negara Agus Yulianto, SH., MH., kepada PRASETYA Online belum lama ini.
Berdasarkan pertemuan yang diselenggarakan pada Senin (2/11) para dosen itu berpendapat bahwa pernyataan Kabareskrim POLRI Kombes Susno Duadji yang mempersepsikan POLRI sebagai "Buaya" dan KPK sebagai "Cicak" merupakan pernyataan emosional. Menurut mereka, hal itu menimbulkan kesan bahwa POLRI berusaha untuk membidik orang-orang KPK. Kesan ini menjadi semakin menguat ketika POLRI melakukan penahanan terhadap Bibit dan Chandra.
Lebih lanjut para dosen mengungkapkan, apabila dikaji secara yuridis normatif, berdasarkan Pasal 21 ayat (1) KUHAP, penahanan bukan merupakan suatu keharusan karena dalam rumusan pasal tersebut hanya disebutkan syarat/batasan untuk dapat dilakukan penahanan.
Syarat yang dimaksud adalah 1) syarat obyektif, yaitu apabila tindak pidana yang disangkakan diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih atau tindak pidana tertentu yang disebut dalam Pasal 21 Ayat (4) huruf b KUHAP. 2) Syarat Subyektif, yaitu adanya kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri; menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidana. Syarat subjektif tersebut bukan semata-mata didasarkan atas keyakinan penyidik, melainkan harus ada indikator-indikator yang mendukung kekhawatiran tersebut. Indikator-indikator pendukung tersebut menurut FH UB, harus dicantumkan dalam Surat Perintah Penahanan dan Surat Penahanan.
Seringnya Bibit dan Chandra mengeluarkan pernyataan kepada pers menurut FH UB, bukan merupakan indikator adanya kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri; menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidana, sebagai syarat penahanan. Karena berdasarkan Pasal 20 Ayat (1) KUHAP jo. Pasal 7 Ayat (1), penahanan merupakan wewenang penyidik, bukan merupakan "hak".
Secara sosiologis FH UB berpendapat, penahanan Bibit dan Chandra tidak menimbulkan manfaat yang signifikan, bahkan sebaliknya hal ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Sementara secara filosofis, penahanan ini, tidak dilandaskan pada bukti-bukti yang cukup. Itu terlihat dari adanya pengembalian berkas perkara dari Penuntut Umum kepada penyidik.
Selain itu orang-orang yang dapat diindikasikan sebagai tersangka, yang terkait dengan peristiwa ini menurut FH UB belum jelas statusnya. Hal demikian inilah yang menimbulkan rasa ketidakadilan.
Ditinjau dari segi psikologi massa, saat ini masyarakat Indonesia sedang gigih memerangi korupsi. KPK disimbolkan/dilambangkan sebagai "pahlawan" dalam perang terhadap korupsi, sehingga setiap upaya "pengkerdilan" terhadap KPK menimbulkan kemarahan besar dari masyarakat.
Tindakan penahanan yang dilakukan oleh penyidik POLRI terhadap Bibit dan Chandra menurut FH UB menimbulkan kesan "pengkerdilan" terhadap KPK. Sehingga berdasarkan kajian-kajian yang telah dikemukakan tersebut, FH UB berpendapat bahwa penahanan terhadap mereka merupakan sesuatu tindakan yang tidak tepat, kontraproduktif dan dipaksakan.
Telekonferensi
Sementara itu pada Selasa (3/11) Fakultas Hukum melakukan video conference dengan Mahkamah Konstitusi. Kegiatan yang dilakukan serempak di 34 Fakultas Hukum seluruh Indonesia itu menayangkan sidang pengujian UU No. 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, khususnya Pasal 32 Ayat 1 butir c.[nun]

Diklat Manajemen Usaha UKM dan Koperasi se-Jatim
3 November 2009
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya (LPPM UB) bekerjasama dengan PT. Danareksa (Persero) Jakarta, selama dua hari, (29-30/10) menyelenggarakan pelatihan "Manajemen Usaha bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Koperasi se Jawa Timur". Kegiatan ini merupakan rangkaian pelaksanaan program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) bagi UKM dan koperasi di Jawa Timur. Berbagai materi yang disampaikan dalam kegiatan yang diikuti oleh 25 peserta dari berbagai daerah di jawa Timur ini adalah manajemen koperasi, kewirausahaan, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, perijinan serta perjanjian bisnis. Wakil Ketua LPPM UB, Prof. Dr. Agus Suryono, SU dalam paparannya menyampaikan bahwa kerjasama dengan PT. Danareksa ini telah dirintis sejak tahun 1998. Sampai saat ini, jumlah UKM yang dibina mencapai sekitar 400 anggota di seluruh Jawa Timur. Atas keberhasilan inilah, tambah Agus, PT. Danareksa terus mempercayakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan bagi UKM dan Koperasi di Jawa Timur ke LPPM UB. Pemateri yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah Dr. Sihabudin. SH, MH; Dr. Drs. Helmy Djawahir; Ir. Agus Tumulyadi, MP;  Drs. M. Fatchi, MS; serta Dra. Sumiati,MS.
Selain pelatihan ini, pada hari yang sama juga dilakukan penandatanganan MoU antara para peserta Diklat dengan PT. Danareksa, dengan kucuran dana senilai Rp. 415 juta. [klis/nok]

Sosialisasi Instrumen Akreditasi BAN-PT
3 November 2009
Pusat Jaminan Mutu (PJM) Universitas Brawijaya (UB), Rabu (03/11) di Gedung Widyaloka melangsungkan kegiatan "Penjelasan Instrument Akreditasi Baru PS Diploma, Magister dan Doktor". Ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi yang dilakukan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) mengenai Instrumen Akreditasi Baru Program Diploma, Magister dan Doktor di Surabaya, Rabu (21/10) silam.
Acara yang dibuka oleh Ketua Pusat Jaminan Mutu (PJM), Prof. Dr. Ir. Soebarinoto ini diikuti 120 peserta yang merupakan Kepala Jurusan/program studi dan Dekan di lingkungan UB. Hadir sebagai pemateri dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ir. Bambang Suharto, MS (Pembantu Rektor I) dan Dr. Moch. Sasmito Djati (Sekretaris Program Pascasarjana). Dalam paparannya, PR I menyatakan bahwa sesuai Pasal 60 UU Sisdiknas No. 20/2003, akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan non formal setiap jenjang dan jenis pendidikan. Dengan kriteria yang bersifat terbuka, kegiatan ini dapat dilakukan oleh pemerintah maupun lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk akuntabilitas publik. Pada 2009 ini, menurutnya sebanyak 20 Program Studi Diploma, Magister dan Doktor harus mengajukan akreditasi. Pendampingan selama ini, tambahnya, telah menunjukkan dampak yang baik pada program sarjana.
Lebih lanjut, Guru Besar FTP ini mengingatkan kembali beberapa standar tentang program studi yang tertuang dalam AIPT 2008 BAN PT. Standar tersebut meliputi PT harus memiliki lebih dari 70% program studi yang terakreditasi A, PT harus mempunyai data dan informasi tertulis tentang akreditasi semua PS yang kemudian didokumentasikan dan dipublikasikan serta PT harus memiliki data dan informasi tentang peringkat serta masa berlaku akreditasi nasional/internasional dari semua program studi. Sampai saat ini, UB telah memiliki 11 Program Diploma, 32 Program Magister serta 11 Program Doktor. [nok]

Disertasi Frans Lumoindong: Kajian Ekosistem Pesisir Wilayah Intertidal
2 November 2009
Untuk keperluan perluasan lahan, di kawasan pesisir biasanya dilakukan reklamasi pantai. Namun sebenarnya, reklamasi pantai memberikan beberapa dampak, yaitu merubah bentang alamiah pantai, mengubah pola iklim, seperti temperatur air, arus dan gelombang, serta mengurangi potensi sumber daya hayati pesisir, seperti ikan udang dan moluska.
Demikian disampaikan Frans Lumoindong dalam disertasinya yang berjudul "Kajian Ekosistem Pesisir dalam Wilayah Intertidal: Respons dan Adaptasi Moluska di Sepanjang Pantai Reklamasi Teluk Manado Sulawesi Utara". Ujian terbuka disertasi dilaksanakan hari Selasa (2/11) di gedung pasca sarjana UB. Ujian dipromotori oleh Prof.Dr.Ir.Marsoedi,M.Sc; Prof.Dr.Ir.Soemarno,MS; dan Prof.Dr.Yenny Risjani,DEA. Sedangkan Tim penguji terdiri dari Prof.Dr.AD.Cory Bima; Dr.Bagyo Y.; Prof.Dr.Ir.Diana Arfiati,MS; dan Dr.Amin Setyo Leksono, Ssi,Msi.
Frans menyampaikan, penelitiannya bertujuan untuk memahami seberapa jauh efek perubahan struktur pantai dan variasi substrat terhadap populasi moluska, keanekaragaman spesies dan aktivitasnya di daerah reklamasi teluk Manado sebagai lokasi penelitiannya.
Proyek reklamasi pantai di teluk Manado akan dilakukan dengan menempati sepertiga garis pantai, sehingga untuk mengetahui akibat dari perubahan struktur pentai tersebut terhadap organisme dan lingkungannya perlu dilakukan kajian mengenai respons dan adaptasi keberadaan biota laut khususnya moluska yang secara langsung terkena pengaruh dari proyek reklamasi. Penentuan parameter fisika kimia di setiap stasiun menggunakan suatu pendekatan analisis multivariabel yang didasarkan pada analisis komponen utama (Principa Component Analysis, PCA) dan juga dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata dan deviasi standar untuk mendapatkan kisaran faktor, sedangkan struktur substrat ditentukan berdasarkan pengamatan langsung secara visual.
Moluska yang ditemukan dalam pada tahun kedua pada bulan purnama dan bulan mati berjumlah 29 dan 34 spesies. Jumlah ini lebih tinggi daripada tahun pertama sebelum reklamasi. Namun demikian, spesies ini hadir dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan gastropoda yang ditemukan setelah aktivitas reklamasi pada daerah kerikil pasir, batuan dan lumut, yakni 63 spesies dan 36 spesies pada daerah berbatu dan berpasir alamiah.
Tinggi rendahnya jumlah dan keanekaragaman spesies moluska dicirikan oleh letak (posisi) struktur pantai dalam penerimaan kekuatan hamparan arus maupun gelombang laut. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya keanekaragaman moluska pada daerah pantai yang menerima hamparan gelombang atau arus yang lebih kuat. Artinya benar bahwa reklamasi pantai telah mempengaruhi tinggi rendahnya  keanekaraman serta jumlah organisme laut.[fjr]

Lokakarya Kompetensi Lulusan UB
03 November 2009
Berdasar tracer study yang pernah dilakukan Universitas Brawijaya (UB) 3 (tiga) tahun silam, Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) UB, Selasa (03/11) menyelenggarakan lokakarya kompetensi lulusan. Tracer study tersebut dilakukan selama 2 (dua) tahun (2006-2008) kepada 30% alumni program sarjana (non alih jenjang) dari 41 jurusan/program studi di UB. Sebagai tindak lanjut, lokakarya ini dimaksudkan untuk merumuskan upaya peningkatan kompetensi lulusan dengan menghimpun saran dan masukan secara bottom up dari masing-masing program studi/jurusan. Disampaikan ketua pelaksana, Prof. Dr. Agus Suman, DEA, kegiatan ini diikuti oleh 60 kepala jurusan/program studi di wilayah UB, dengan harapan agar terbina koordinasi untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya dalam rangka meningkatkan kompetensi lulusan. Membuka acara ini, Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito menyampaikan bahwa persaingan ketat dalam dunia kerja menuntut upaya antisipasi, diantaranya dengan meningkatkan kualitas lulusan. Beberapa kriteria tersebut, menurut Rektor merupakan parameter dalam tracer study yaitu IPK, lama studi, masa tunggu bekerja, gaji pertama,  dan kesesuaian pekerjaan dengan ilmu yang dipelajarinya.
Hasil dan Masukan
Disampaikan Agus Suharyanto, PhD, salah seorang anggota tim tindak lanjut, tracer study alumni dikelompokkan dalam 3 (tiga) cluster yaitu Ilmu Sosial, Agrokompleks dan Eksakta. Dengan metode Stratified Random Sampling, para alumni kemudian diberi kuisioner yang berkaitan dengan 5 (lima) parameter tersebut. Secara rata-rata diperoleh hasil bahwa IPK mahasiswa UB adalah 3.07 dengan lama studi 61.8 bulan. Dari sampel tracer study diketahui bahwa 52.3% diantaranya memiliki masa tunggu bekerja lebih dari 3 (tiga) bulan dimana 32.9% diantaranya memperoleh gaji pertama senilai Rp. 1 juta hingga Rp. 2.25 juta. Lebih lanjut, diketahui pula bahwa sebagian besar alumni bekerja di sektor swasta dengan 39.1% diantaranya diluar daerah asal dan 24.9% di daerah asalnya. Selebihnya mereka bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), tenaga honorer, perusahaan keluarga, wirausaha dan studi lanjut.
Selanjutnya, Agus menyebut bahwa upaya awal dalam rangka pengembangan kompetensi lulusan UB dilakukan dengan menghimpun masukan secara bottom up dari tiap program studi. Temuan yang berhasil dihimpun pada tiap program studi diantaranya adalah lulusan UB memiliki kelemahan dalam bahasa asing, komputer, teknologi, komunikasi dan public speaking, organisasi, networking dan kepercayaan diri. Untuk memperbaikinya, beberapa peserta pun memberikan masukan diantaranya adalah perlunya evaluasi kurikulum dengan menggandeng stakeholders, adaptasi sistem pengajaran, optimalisasi Job Placement Centre (JPC) dengan memasukkan kegiatan career development serta koordinasi dari level universitas, fakultas dan jurusan/program studi. [nok]

Peringati HUT ke 64, Fakultas Pertanian UB Gelar Pekan Anggrek
2 November 2009
Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke 64, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) bekerjasama dengan Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Cabang Malang, menyelenggarakan serangkaian acara diantaranya seminar pada 7 November 2009 di Gedung Inbis UB dan Pekan Anggrek pada 5 – 12 November 2009 di Gazebo UB. Demikian ungkap Ketua Pelaksana kegiatan Prof. Dr. Ir. Tatik Wardiyati, MS., kepada PRASETYA Online belum lama ini.
Seminar Nasional
Seminar dengan mengusung tema "Industrialisasi dan Komersialisasi Anggrek" akan menghadirkan pembicara yaitu Dirjen Hortikultura Departemen Pertanian Dr. Ir. Ahmad Dimyati, Direktur Tanaman Hias Dr. Agus Wedianto, Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias Dr. Ir. Muchdar Soedarjo, President of Commercial Orchid Grower Association of Malaysia Wong Kiang Ho, Former President of Orchids Society of South East Asia Singapore Syed Yusof Alsagoff, dan Kepala Divisi Unit Bisnis Inkubator Bisnis UB Dr. Ir. Nuhfil Hanani.
Peserta diharapkan datang dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, mahasiswa, pengusaha hingga pencinta anggrek. Dalam kegiatan ini panitia menerima publikasi ilmiah yang akan diterbitkan dalam bentuk prosiding dan disajikan dalam bentuk poster. Makalah dapat dikirimkan melalui e-mail pai.ub2009@gmail.com, sebelum 4 November 2009.
Pekan Anggrek
Dalam rangkaian pekan anggrek yang berlangsung di Taman Gazebo Universitas Brawijaya, akan digelar serangkaian acara Lomba Anggrek (5/11), Lomba Foto Anggrek Spesies (5/11), bursa anggrek (6-12/11), pelatihan anggrek (8/11) dan wisata anggrek (9/11) ke beberapa nursery yang ada di Malang, Batu dan Prigen. Kegiatan akan dikemas secara apik dan akan menghadirkan para pecinta/petani/pengusaha anggrek dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan daerah lain di Indonesia.[nun]

Jejaring Penelitian di University of Kassel
2 November 2009
Peluang membentuk jejaring riset dengan perguruan tinggi di Jerman ternyata terbuka lebar. Jika para dosen di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB) khususnya, mengalami kesulitan untuk fokus dalam penelitian tentang pemuliaan dengan metode konvensional karena membutuhkan waktu yang lama, maka membuat jejaring riset bisa sangat bermanfaat. Demikian ungkap Prof Dr Ir Hendrawan Soetanto MRur kepada PRASETYA Online, Minggu (1/11).  Meskipun tengah sibuk melakukan aktivitas menulis buku ajar dan menyiapkan publikasi ilmiah untuk dikirim ke jurnal internasional, guru besar bidang nutrisi dan makanan ternak Fakultas Peternakan UB itu mencari peluang membentuk jejaring dengan dosen di University of Kassel, Jerman.
Lebih lanjut Hendrawan menuturkan, salah seorang dosen ahli genetik di University of Kassel Jerman yaitu Prof Wolfgang Nellen, tengah membuat jejaring penelitian di bidang ilmu dasar dengan Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gajah Mada (UGM), dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Jejaring ini terfokus pada upaya pencarian marker gen berbagai macam organisme, yang memungkinkan untuk melakukan seleksi sifat-sifat unggul (tertentu) ternak yang dikehendaki dan dapat diselesaikan dalam waktu yang jauh lebih singkat.
"Meskipun kelompok peneliti Prof Nellen tidak ada yang bekerja dengan hewan ternak, namun salah seorang anggota kelompok yaitu Dr Trina Tallei dari Universitas Sam Ratulangi Manado, tengah mencari marker gen yang dapat ditransfer ke ternak sapi perah, agar dapat menghasilkan susu sapi yang rendah kandungan laktosanya. Penelitian ini dilakukan mengingat di Indonesia banyak masyarakat yang tidak dapat mengkonsumsi susu karena menderita lactose intolerance. Sehingga alih-alih menginginkan tubuh yang sehat setelah minum susu sapi, tapi malah menjadi kurus akibat diare,” tuturnya. Karenanya Hendrawan memberikan penawaran bantuan kepada para dosen pemulia, baik tanaman maupun ternak, untuk membangun hubungan dengan Prof Nellen, dengan mengirimkan e-mail ke alamat e-mail hendrawan07@brawijaya.ac.id.[hen/nun]

Medical Expo 2009
1 November 2009
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), Minggu (01/11) di Gedung Graha Medika menggelar kegiatan bertajuk "Medical Expo 2009". Kegiatan yang diikuti Mahasiswa Kedokteran dan tenaga kesehatan se-Jawa Timur ini bertujuan untuk mengenalkan kepada mahasiswa mengenai globalisasi dan pasar bebas. Ketua Pelaksana, Yusup, menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini pihaknya ingin membuka wawasan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan tenaga kesehatan lainnya, bahwa dalam perdagangan bebas dan globalisasi, dokter dan tenaga kesehatan asing akan bebas masuk ke Indonesia sehingga menjadikan iklim kompetisi semakin berat. Untuk itu, ia pun menekankan kepada para mahasiswa agar lebih siap dan banyak membekali diri dengan pengetahuan dan ketrampilan.
Guna mengakomodir hal tersebut, Medical Expo 2009 secara serentak melangsungkan beberapa kegiatan yang meliputi talk show, expo rumah sakit, info beasiswa, dan bilik katarsis. Salah satu tema yang diangkat dalam talk show kali ini adalah NCP (Nutrition for Clinical Practice). Pemateri yang dihadirkan dalam kesempatan tersebut, Miranti Gutawa Sumapradja, MSc dari Instalasi Gizi RS Hasan Sadikin Bandung. Melalui talk show ini, peserta dikenalkan tentang NCP, sebuah metode baru dalam penanganan pasien. Metode ini telah lama berkembang di luar negeri, namun di Indonesia baru 1 (satu) rumah sakit saja yang mengaplikasikannya yaitu Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Metode ini secara komprehensif melibatkan dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya dimana didalamnya dilakukan pula diagnosa gizi dan terapi.
Sementara itu, beberapa rumah sakit ternama seperti RS. Lavalette dan RS. Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat mengikuti expo yang juga digelar dalam kegiatan ini. Melalui expo, mahasiswa secara langsung dapat menanyakan kualifikasi dokter dan tenaga kesehatan yang dibutuhkan oleh RS tersebut. [nok]