Last updated 30/11/2005
By: Farid Atmadiwirya
November 2005

Unibraw Paling Responsif dalam Kegiatan Penalaran Mahasiswa.
30 November 2005
Universitas Brawijaya, dinyatakan sebagai perguruan tinggi paling responsif dalam kegiatan penalaran mahasiswa untuk dua tahun terkahir ini. Pernyataan ini dikeluarkan oleh Direktur Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan, Ditjen Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Ir. Supeno Djanali di depan para peserta rapat kerja para pembantu rektor bidang kemahasiswaan yang berlangsung di Yogyakarta 28-30 November 2005.
Penilaian ini didasarkan pada banyaknya makalah yang dikirimkan mahasiswa dalam kompetisi PPKM (Pemikiran Kritis Mahasiswa), LKTM (Lomba Karya Tulis Mahasiswa) bidang Seni, LKTM Lingkungan Hidup, LKTM Indonesia Timur, serta usulan dosen berprestasi dan mahasiswa berprestasi. Unibraw untuk tahun 2005 mengirimkan 34 makalah PPKM, 29 LKTM Seni, 23 LKTM LH, 1 dosen berprestasi, dan 1 mahasiswa berprestasi, dengan total 88. Di belakang Unibraw tercatat antara lain Unair Surabaya (42), UNS Sebelas Maret (38), ITS Surabaya (37), UGM Yogyakarta (35), ITB Bandung (30), UN Semarang (28), IKIP Singaraja (26), IPB Bogor (22), dan 79 perguruan tinggi lainnya.
Prestasi ini sebenarnya telah dicapai Unibraw sejak tahun 2004 yang lalu. Ketika itu Unibraw mengirimkan 74 makalah, sementara UGM 39, IPB 34, ITB 34, Unair 32, UM 23, UN Padang 23, Unesa 22, IKIP Singaraja 20, UN Semarang 18, dan masih ada 112 perguruan tinggi lainnya.
Responsivitas Unibraw dalam mengirmkan makalah ini juga diikuti dengan prestasinya sebagai juara dalam kegiatan penalaran mahasiswa. Untuk tahun 2005 ini, Unibraw menduduki posisi teratas, disusul kemudian oleh Unair, IPB, Unlam, UGM, Unud, ITS, Unmul, Untan, UN Padang, UN Yogyakarta, UI, dan Undip, serta beberapa perguruan tinggi lainnya. [Far]

Mahasiswa FH Masuk Final PPRI-LIPI
29 November 2005
Dua mahasiswa Fakultas Hukum, Ika Arlina Prabowo dan Wyka Aricahyanti, Selasa 29/11 ini berangkat ke Jakarta untuk mempresentasikan hasil penelitiannya. Presentasi tersebut berlangsung Kamis 1/12 di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Kedua mahasiswa angkatan 2002 ini berhasil masuk babak final (5 besar) Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) tahun 2005 untuk bidang sosial yang diselenggarakan oleh LIPI. Mereka membawakan makalah hasil penelitian berjudul "Efektivitas Penggunaan Merek Dagang Terdaftar sebagai Implementasi Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek dalam Upaya meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat di Sentra Usaha Kecil Menengah Tas dan Koper di Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Studi Kasus di CV Citra Mulia Perkasa", didampingi oleh dosen pembimbing, Abdul Madjid SH MHum. [Far/nik]

Lokal Kalah dengan Impor, Deptan Prihatin Keterpurukan Holtikultura
Selasa, 29 Nov 2005
Departemen Pertanian (Deptan) RI menyatakan keprihatinannya atas keterpurukan hortikultura di Indonesia. Keprihatinan itu disampaikan Dirjen Hortikultura Departemen Pertanian (Deptan) Dr Ir Ahmad Dimyati di sela-sela seminar hortikultura yang diselenggarakan Perhorti (Perhimpunan Hortikultura Indonesia) di Gedung Widyaloka Unibraw kemarin.
Apa buktinya? Dimyati mencontohkan, keterpurukan itu bisa dilihat dari konsumsi buah lokal dengan buah impor. Masyarakat kini lebih banyak yang menyukai buah impor dibandingkan dengan buah dalam negeri. "Ini karena kualitas produk yang belum memenuhi standar. Jumlah dan kontinuitas tanam juga masih belum bisa stabil memenuhi kebutuhan pasar. Di sisi lain harga di tingkat petani sangat rendah hingga mereka enggan menanam buah," jelas Dimyati.
Di pihak lain, sambung dia, kurangnya penguasaan teknologi di tingkat petani juga menjadi factor keterpurukan ini. Ditambah lagi kurang interesnya pengusaha berinvestasi di bidang ini.
Lantas solusinya? Dimyati mengatakan, kondisi itu dapat teratasi dengan peningkatan kualitas tanaman hortikultura. "Pendidikan bagi petani perlu ditingkatkan agar dapat meningkatkan mutu tanaman," ungkapnya.
Yang tak kalah penting adalah perbaikan rantai pemasaran. "Kita tidak dapat memisahkan masalah budidaya tanaman dengan pemasaran, justru pemasaran sangat menentukan dalam hal ini," sambungnya.
Dikatakan, rantai pemasaran yang ada saat ini hanya menguntungkan satu pihak, yakni pemborong. Sementara petani hanya menerima sedikit keuntungan.
Itu semua bisa diatasi dengan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat. Dengan keselarasan ini, maka pemerintah bersama masyarakat dapat mengetahui permasalahan yang tengah dihadapi. "Jika perlu kita membuat suatu dewan yang terdiri dari pemerintah, pengimpor, dan petani. Dengan demikian dapat menemukan jalan keluarnya bersama-sama," ujarnya.
Sementara, Ketua Panitia Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD mengatakan, kegiatan ini diadakan untuk menghimpun pemikiran dalam upaya mengembangkan bidang hortikultura. "Perhimpunan ini sengaja didirikan untuk menghimpun pemikiran para hortikulturis se-Indonesia," ungkapnya.
Selain seminar, acara yang diadakan selama dua hari ini juga diisi dengan presentasi makalah dari berbagai daerah. Makalah tersebut disampaikan sedikitnya 80 peserta dengan klasifikasi kelompok buah, sayuran, bunga, dan tanaman obat. [skm] http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=108620&c=88

Perlu Gerakan “Aku Cinta Buah, Sayur dan Bunga Produksi Indonesia”
28 November 2005
Perlu dipikirkan gerakan masyarakat “Aku Cinta Buah, Sayur dan Bunga Produksi Indonesia”. Jika gerakan ini sukses, maka serbuan produk hortikultura dari negara lain dapat dieliminasi karena rakyat Indonesia lebih menyukai produk hortikultura dalam negeri. Hal tersebut diungkapkan Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno ketika membuka seminar nasional hortikultura, Senin 28/11, di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. Selain seminar, kegiatan yang juga diselenggarakan adalah temu tahunan, temu bisnis, field trip dan pameran selama dua hari, 28-29 November 2005..
Lebih lanjut dikatakan bahwa beberapa komoditas unggulan di subsektor hortikultura yang layak dikembangkan di Indonesia adalah nenas, pisang, sayur segar maupun olahan dan jamur. Dikatakan kebutuhan sayuran beku di Jepang seperti terung, sawi, okra, melon putih, mentimun, dan paprika cenderung meningkat. Jenis sayuran tersebut umumnya bisa dikembangkan dan dibudidayakan di Indonesia.
Berbagai upaya yang perlu dilakukan menurut rektor meliputi (1) selalu memperhatikan keunggulan komparatif; (2) meningkatkan keterampilan masyarakat setempat dalam memantapkan jenis indusirti pengolahan hsl pertanian yang telah dikenal; (3) penyediaan fasilitas kredit dan fasilitas pelayanan yang memadai. Produk hortikultura yang dikenal sebagai ‘exotic fruits’ seperti nenas, manggis, dan rambutan, menurut Rektor masih sangat terbatas. “Perlu diupayakan produk hortikultura yang lebih berkualitas agar devisa negara dari ekspor buah meningkat, dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan petani hortikultur,” tambahnya.
Menurut ketua pelaksana Prof. Ir. Sumeru Ashari MAgrSc PhD tema kegiatan yang pertama kalinya diselenggarakan ini adalah “Revitalisasi Hortikultura dengan Pengembangan Agribisnis dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan di Pedesaan”. Sebanyak 80 makalah dari bidang pembibitan, budidaya, pasca panen serta pemasaran komoditas buah, sayur, bunga, tanaman hias, tanaman obat dan tanaman penyegar didiskusikan oleh para peserta. Para peserta kegiatan sebanyak 150 orang yang berasal dari Sumatra Barat, Riau, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTT, Papua, Maluku, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Sulawesi.
Hadir sebagai pembicara utama di antaranya Dr. Manuel C. Palada (AVRDC) dengan materi “Global Needs in Vegetable Production and Technological Developments at AVRDC – The World Vegetable Center”, Letjen (Purn) Soejono dari PPSN Jakarta dengan materi “Peranan Strategis Sub Sektor Hortikulkura dalam Mendukung Sistem Keamanan Nasional Indonesia di Era Global” dan Prof. Dr. Ir. Tatik Wardiyati dengan materi “Pendidikan Hortikultura di Era Global”. [nik]

PP Otoda Bentuk Pilrek Watch, Siap Kawal Pemilihan Rektor Unibraw
Minggu, 27 Nov 2005
Ditabuhnya genderang pilrek (pemilihan rektor) Unibraw periode 2006-2010 yang ditandai dengan penyerahan borang pada 170 profesor dan doktor yang memenuhi syarat Sabtu kemarin, secara tidak langsung juga menandai dimulainya perang antar kandidat calon rektor. Bisa diprediksi, dalam satu minggu ke depan, situasi akan semakin memanas karena para calon akan semakin gencar menyosialisasikan visi dan misinya.
Proses yang akan berlangsung hingga pertengahan Desember tersebut mendapat tempat tersendiri bagi civitas Unibraw. Salah satunya bagi anggota PP Otoda Unibraw Ngesti D. Prasetyo. Bahkan, Ngesti menilai, proses pemilihan rektor ini sangat elitis mengingat akan digelar dalam dua tahap besar. Yakni tahap penjaringan 17 Desember mendatang yang akan melibatkan perwakilan dosen, pegawai administratif, dan mahasiswa, serta tahap pematangan oleh senat Unibraw.
Meski langkah itu sebuah awal pembelajaran demokrasi, namun langkah itu tetap sangat rentan. "Karena itulah, kami sepakat membentuk pilrek watch, sebuah organisasi independen yang akan mengawasi penuh jalannya pilrek ini. Sehingga, pilrek benar-benar berlangsung demokrastis, transparan, akuntabel, dan partisipatif," ucapnya.
Disinggung soal kerentanan yang bisa timbul dalam pilrek kali ini, dia mengungkapkan, dengan dua tahapan besar itu bukan hanya akan terjadi pencideraan terhadap demokrasi. Apalagi, enam calon yang dihasilkan melalui penjaringan masih akan digodok di tingkat senat dan diteruskan pada Mendiknas. Bisa jadi, tahapan ini tidak sesuai dengan yang diharapkan, yakni berbedanya hasil penjaringan dan pertimbangan di dalam senat. "Kami juga tidak seratus persen percaya kepada panitia. Apalagi, dalam proses demokrasi di Indonesia, panitia sangat rentan untuk berpihak dan membuat regulasi yang menguntungkan pada calon tertentu. Ini yang tidak kami inginkan," ungkap dia.
Selain itu, meski tidak bisa dipastikan, setiap bacarek (bakal calon rektor) tentu akan membuat manuver untuk mendapatkan simpati dengan berbagai cara. Situasi seperti itu secara tidak langsung juga akan mempengaruhi jalannya proses akademik. Bahkan, bisa jadi mengganggu iklim akademik yang berakibat cideranya pendidikan dan peserta didik. "Setuju atau tidak dengan pilrek watch ini, kami akan tetap melangkah. Terlebih, organisasi ini sangat egaliter dan terbuka bagi siapa saja. Jadi, siapa pun yang ingin bergabung demi amannya dan demokratisnya pilrek silahkan," kata dia.
Sebagai langkah aksi, lanjut dia, pilrek wacth akan memantau langsung jalannya pemilihan. Terutama, mengadakan pengkritisan, baik itu tentang aturan dan tata tertib yang dikeluarkan olehy panitia sampai tahapan pilrek. Mulai pendafataran, kampanye, penjaringan, pemilihan di fakultas, sampai pemilihan di senat. Bukan itu saja, karena jabatan rektor ini bukan jabatan politik, pihaknya juga akan memfasilitasi kontrak program antara civitas Unibraw dengan bacarek. "Kisi-kisi kontrak tersebut di antaranya tolak BHMN, antikorupsi, dan harus pro rakyat," tegasnya.
Selain itu, agar visi dan misi bacarek benar-benar berorientasi memajukan Unibraw, pihaknya juga akan melakukan telah visiografi. Hasilnya, akan disosialisikan kepada seluruh civitas Unibraw. "Kami juga akan mengadakan poling profil rektor seperti apa yang diinginkan warga Unibraw," tambahnya. [nen] http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=108379&c=88

Prof Soekartawi Instruktur Workshop e-Learning di UII
26 November 2005
Gurubesar Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Soekartawi, Sabtu 26/11, diundang sebagai instruktur/narasumber pada workshop tentang e-learning yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Workshop yang diikuti oleh sekitar 50 peserta dari berbagai perguruan tinggi ini, diselenggarakan dengan tujuan untuk merintis program e-learning di kampus para peserta.
Dr. Yudi dari Jurusan Informatika, Fakultas Teknik Industri UII selaku ketua panitia, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian UII dalam memanfaatkan teknologi baru Ie-learning dalam pembelajaran. Selanjutnya, Yudi menjelaskan bahwa UII memang berencana untuk mempraktekkan e-learning untuk pembelajaran, termasuk perintisan program double degree program pasca sarjana di UII dengan lembaga pendidikan tinggi luar negeri. “Kini eranya digital device, IT/ICT. Jadi mau tidak mau, lambat atau cepat, kita harus meresponnya. Sebab kalau tidak, maka kita akan ketinggalan jaman”, ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Prof. Soekartawi yang berapa tahun terakhir menekuni e-learning, bahkan pernah menjadi direktur SEAMOLEC (SEAMEO Regional Open Learning Center), membawakan makalah dengan tiga subtopik, yaitu Exploring e-Leaming; Implementing e-Leaming; dan Lessons Learned from the Best Practices in e-Leaming Initiatives.
Teknik workshop yang dilaksanakan adalah campuran antara teknik kuliah, diskusi, kerja kelompok, serta aplikasinya. Bahan kuliah Prof. Soekartawi dalam mata kuliah 'Data Management for Rural Development  (DMRD)' yang menggunakan learning platform WebCT digunakan sebagai kasus dalam workshop tersebut.
Prof. Dr. Soekartawi, menambahkan bahwa e-Learning atau on-line learning akan efektif dan berhasil baik, kalau sejak awal disiapkan dan dilaksanakan secara benar. Dosen harus berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran dan mahasiswa berperan sebagai partisipan yang aktif.
la juga berpendapat bahwa pemanfaatan IT/ICT untuk pembe-lajaran itu bukan saja infrastrukturnya yang  harus canggih, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mengintegrasikan IT/ICT dalam pembelajaran. Menurutnya, kini banyak orang melupakan pedagogical aspects dalam menerapkan IT/ICT dalam pembelajaran.
Banyak orang mengira, kalau IT/ICT bagus, otomatis kualitas pembelajaran juga bagus. “Ini pandangan yang tidak betul. IT/ICT yang bagus harus pula diperhatikan aspek pedagoginya, sampai seberapa besar ia mempengaruhi ranah afektif, kognitif dan psikomotorik”, tandas Prof. Soekartawi. [SKW]

Rektor UPN Veteran Surabaya Ketua Sidang Paripurna V LKPKB
26 November 2005
Pada akhir seminar nasional “Jati Diri Bangsa Menghadapi Peluang dan Tantangan Post Modernisme”, Sabtu 26/11, di gedung PPI Universitas Brawijaya, Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno menyerahkan jabatannya selaku Ketua Sidang Paripurna IV LKPKB (Lembaga Kerjasama Penumbuhan Karkater Bangsa) kepada penggantinya, Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya, Mayjen TNI (Purn) Drs. H. Warsito SH MM.
Prof. Bambang Guritno menjabat ketua sidang paripurna untuk periode 2003-2005, sedangkan penggantinya selaku Ketua Sidang Paripurna V LKPKB, Drs. H. Warsito SH MM menjabat untuk periode 2005-2007.
LKPKB adalah perhimpunan para tokoh perguruan tinggi, politisi, pengamat politik, sosial, kebudayaan, dan mereka yang menaruh perhatian pada pentingnya mempertahankan jatidiri bangsa. Lembaga yang berdiri sejak 20 Mei 2000 ini dipimpin secara bergantian oleh para pihak, yang umumnya adalah rektor perguruan tinggi, dengan sebutan “Ketua Sidang Paripurna”. Ketua Sidang Paripurna I (2000-2001) dijabat oleh Prof. Dardji Darmodihardjo (Rektor Universitas Krisna Dwipayana Jakarta), Ketua Sidang Paripurna II (2001-2002) dijabat oleh Prof. Dr. Subroto (Rektor Universitas Pancasila Jakarta), Ketua Sidang Paripurna III (2002-2003) dijabat oleh Prof. Dr. Imam Syafi’ie (Rektor Universitas Negeri Malang), Ketua Sidang Paripurna IV (2003-2005) dijabat oleh Prof. Dr. Bambang Guritno (Rektor Universitas Brawijaya), dan Ketua Sidang Paripurna V (2005-2007) dijabat oleh Drs. H. Warsito SH MM (Rektor UPN Veteran Surabaya).
Perguruan tinggi pembentuk lembaga ini adalah Universitas Krisnadwipayana Jakarta, Universitas Pancasila Jakarta, Universitas Jayabaya Jakarta, Universitas 17 Agustus Surabaya, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya, Universitas Merdeka Malang, Universitas Islam Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Wisnuwardhana Malang, Universitas Islam Negeri Malang, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Brawijaya. Ikut berperan pula dalam lembaga kerjasama itu Paguyuban Manggala Jakarta. [Far]

Kuliah Umum Prof. Anwar Nasution di Unibraw
26 November 2005
Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Sabtu (26/11), menggelar kuliah umum dengan mengundang tokoh nasional, Prof. Dr. Anwar Nasution, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Kuliah umum bertajuk “Peranan BPK dalam Mewujudkan Transparansi Fiskal dan Pembangunan Sistem Sosial Indonesia” ini dibawakan di gedung Widyaloka Unibraw.
Tantangan berat
Dalam kesempatan itu, Anwar Nasution mengungkapkan, sejak delapan tahun terakhir bangsa Indonesia menghadapi lima bentuk tantangan berat yang sangat mengganggu kehidupan sosial. Yang pertama, membangun kembali fundamental perekonomian nasional yang telah mengalami krisis sejak 8 tahun silam yang dampaknya masih terasa sampai sekarang.
Menurut penilaiannya, hal tersebut terutama disebabkan kurang baiknya sistem hukum dan sistem akuntansi Indonesia. “Akibatnya laporan keuangan negara maupun badan usaha kita tidak dapat dijadikan pegangan untuk mengetahui dan mengantisipasi keadaan dan menjadi dasar bagi pengambilan keputusan”, ungkapnya. Keadaan yang demikian menurutnya menyebabkan terjadinya distorsi informasi sehingga meningkatkan biaya transaksi dan mengurangi efisiensi pasar dalam perekonomian.
Tantangan kedua, adalah menyiapkan perekonomian nasional serta badan usaha maupun para pelaku ekonomi lainnya agar dapat memanfaatkan globalisasi bagi kepentingan nasional dan mencegah dampaknya. Konsekuensi hal tersebut, menurutnya, baik atas prakarsa kita sendiri maupun untuk memenuhi komitmen internasional dalam pergaulan dunia, adalah semua aspek perekonomian nasional semakin terbuka dan berintegrasi dengan pasar global. Salah satu contoh, “Pemuda dan pemudi dari daerah pedesaan Indonesia telah banyak yang merantau dan mencari pekerjaan ke seluruh pelosok dunia”, ungkapnya.
Perubahan sistem politik, pemerintahan, dan konflik bersenjata
Tantangan ketiga, perubahan sistem politik dari sistem otoriter ke sistem politik yang lebih demokratis. Menurut Anwar Nasution, demokrasi bukan hanya berkutat pada penyampaian aspirasi maupun pemilu, namun lebih kepada demokrasi ekonomi yang mengarah pada transparansi dan akuntabilitas pada pengelolaan aset negara, maupun pada kedua sisi neraca keuangan negara, yaitu sisi penerimaan maupun sisi pengeluarannya, dan stok utang maupun piutangnya.
Tantangan keempat, peralihan dari sistem pemerintahan sentralistis ke sistem otonomi daerah. Menurut Prof. Anwar Nasution, tujuan utama otonomi daerah adalah meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Dengan demikian pemerintah daerah diharapkan lebih bisa mengetahui preferensi, selera dan kebutuhan masyarakat Indonesia yang heterogen, majemuk atau “bhinneka”, baik dari segi suku, bahasa, agama, adat istiadat, budaya, perilaku, maupun temperamennya. Melalui otonomi Pemda diharapkan dapat mengeksploitir potensi daerah yang dipimpinya bagi kemakmuran ekonomi rakyat didaerah itu sendiri maupun kemakmuran rakyat seluruh nusantara. Dengan berjalannya otonomi selama ini, Prof. Anwar nasution mengajak untuk mengevaluasi perjalanannya, apakah membuat rakyat lebih makmur ataukah semakin melarat?
Tantangan kelima, adalah mengatasi rangkaian konflik bersenjata yang melanda berbagai daerah guna memelihara ketertiban dan keamanan nasional. Dengan semakin besarnya porsi pengeluaran negara yang diperlukan bagi keperluan pemeliharaan ketertiban dan keamanan maka akan semakin kecil porsi anggaran yang tersedia bagi peningkatan kemakmuran ekonomi rakyat yang menurutnya hanya bisa ditingkatkan melalui pemeliharaan dan pembangunan infrastruktur perekonomian dan peningkatan SDM.
Reformasi BPK
Dengan berbagai tantangan yang kemungkinan akan dihadapi tersebut, Prof. Anwar Nasution lebih lanjut memaparkan peranan BPK sebagai lembaga tinggi negara dengan cara memperbaiki kelemahan sistem akuntansi sektor negara termasuk BUMN dan BUMD yang sekaligus juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi perekonomian.
“Laporan keuangan yang transparan dan akuntabel yang disajikan tepat waktu dapat memberikan banyak manfaat, di antaranya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, meningkatkan kepercayaan lembaga donor, dan menambah kepercayaan pemodal untuk membeli obligasi negara maupun obligasi Pemda”, jelasnya.
Dengan tugas yang semakin dinamis, BPK sebagai lembaga pemeriksa eksternal dituntut mengadakan reformasi guna mendukung efektivitas kinerjanya. Reformasi yang dimaksud adalah dalam hal independensi dan kemandirian.
Berbagai aspek yang membutuhkan independensi, menurut Anwar Nasution meliputi: pemilihan, pengangkatan, pemberhentian dan penetapan masa jabatan pimpinan dan anggota BPK. Selain itu, independensi dalam mengatur struktur organisasi, independensi dalam mengatur kode etik, menetapkan jumlah karyawan, menetapkan kualifikasinya, membina,  mengatur jenjang kepangkatan, menetapkan gaji, maupun menyediakan perlindungan hukum. Di samping itu juga dibutuhkan independensi dalam pemeriksaan yang bebas dari intervensi cabang pemerintahan, baik eksekutif, yudikatif, maupun legislatif. Tak ketinggalan, independensi dalam hal anggaran serta independensi dalam hal legislasi.
Dalam kesempatan tanya jawab, sempat muncul beberapa pertanyaan tentang masalah PHK beberapa auditor BPK seperti kasus Thahari dan Khairiansyah yang sempat menimbulkan kontroversi. Setelah kuliah umum di Unibraw, agenda Prof. Dr. Anwar Nasution selanjutnya adalah membuka acara diskusi dalam pertemuan anggota ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) malam hari nanti di Batu. [nok]

Tawaran Magang Kerja ke Singapura
26 November 2005
Fransisco Group of Companies Singapura (FSC Singapura) saat ini membuka kesempatan bagi lulusan atau mahasiswa semester akhir jurusan D-III Pariwisata, D-III Akuntansi, atau D-III Manajemen untuk mengikuti program magang ke Singapura (khususnya dalam bidang manajemen hotel dan restoran).
Syarat pendaftaran meliputi: mengisi formulir CV, pasfoto 4x6 sebanyak 4 lembar, foto full body 3R sebanyak 1 lembar, dengan background biru (jas dan dasi), fotokopi KTP, fotokopi sertifikat PKL (jika ada), surat keterangan dari universitas, surat ijin dari orang tua, dan membayar uang pendaftaran senilai Rp. 100.000,00.
Pendaftaran dibuka sampai tanggal 25 November 2005 dengan contanct person Drs. Topowiyono (Ketua Program D-III Pariwisata Unibraw) dan Drs. Kotok Gurito (Sekretaris Rektor Unibraw) pada telepon (0341) 575814.
Interview untuk magang kerja ke Singapura tahap I akan dilaksanakan pada Sabtu 3 Desember 2005 jam 08.00-12.00 bertempat di kampus D3 Pariwisata FIA Unibraw.
Dengan sistem SWIS (Study: kuliah singkat dengan sertifikat dalam dan luar negeri; Work: penempatan kerja dengan lama kontrak sampai dengan 2 tahun atau sesuai ketentuan negara tujuan; Internship: magang kerja di luar negeri  6 bulan sampai dengan 2 tahun; Sightsee: sambil tamasya ke obyek wisata dan pusat bisnis di negara tujuan).
FSC group memiliki jaringan internasional yang mampu memberikan jaminan bagi para lulusannya untuk bersaing di pasar kerja internasional. Mereka bukan hanya akan mendapatkan ilmu, pengalaman, sertifikat ari dalam dan luar negeri tapi juga akan mendapatkan uang saku tiap bulannya. [nok]

Ujian Terbuka Disertasi Dr. Josi Ali Arifandi
26 November 2005
Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Sabtu 26/11, menggelar ujian terbuka disertasi Ir. Josi Ali Arifando MS. Dalam ujian tersebut, kandidat dari Program Doktor Ilmu Pertanian ini membawakan disertasi berjudul "Studi Karakteristik Lahan Tembakau Cerutu Besuki dalam Hubungannya dengan Produksi Kuantitas dan Kualitas".
Bertindak selaku promotor Prof. Dr. Ir. Soemarno MS, dan ko-promotor masing-masing Prof. Dr. Syekhfani MS dan Dr. Ir. M. Luthfi Rayes MSc. Sementara itu penguji terdiri dari Prof. Ir. Wani Hadi Utomo PhD, Prof. Dr. Ir. Syamsulbahri MS, Dr. Ir. I Hartana, dan penguji dari UPN Surabaya Prof. Dr. Ir. Marsadi Pawirosemadi.
Menurut Josi Ali Arifando, karakteristik lahan berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas cerutu Besuki yang dihasilkan di Jember Jawa Timur. Berdasarkan hasil penelitiannya di empat wilayah di Jember, Mei 2002-Februari 2003, direkomendasikan empat metode perbaikan lahan yang dapat dilakukan, yaitu (1) amiliorasi berupa pemberian zat KNO3, Ca(NO3)2, Urea, (NH4)2SO4, kapur, dolomite dan abu bekas pembakaran sisa tanaman sebelumnya, (2) perbaikan kondisi fisik tanah seperti penyinaran sinar matahari (solarisasi), (3) pengaturan saluran drainase, dan (4) pemberian air tanaman yang disesuaikan dengan usia tanaman.
Dalam ujian tersebut, kandidat Josi Ali Arifandi dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu pertanian, dengan predikat memuaskan (IPK 3,42, lama studi 5 tahun 3 bulan).
Dr. Ir. Josi Ali Arifandi MS, pria kelahiran Jember, 50 tahun, sarjana pertanian Universitas Jember (1981), magister dalam ilmu tanah dari IPB Bogor (1989), adalah staf pengajar pada Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jember sejak 1983. [nik]

Indonesia Miliki Sumber Plasma Nutfah Ternak Terbaik di Dunia
26 November 2005
Indonesia memiliki sumber plasma nutfah ternak terbaik seperti sapi bali dan sapi madura, yang berkualitas bagus, yaitu sedikit lemak dan kenyal. Selain itu keunggulan sapi lokal adalah mampu beradaptasi dengan lingkungan iklim tropis dengan baik, yang menunjukkan performans pertumbuhan yang bagus dengan cekaman pakan kualitas rendah, ukuran tubuh relatif kecil sehingga sesuai dengan daya dukung lingkungan serta menunjukkan laju reproduksi yang sangat tinggi.
Demikian antara lain dikemukakan Prof. Dr. Sc. Ir. Suyadi MS, dalam pidato pengukuhan sebagai gurubesar dalam bidang bioteknologi Reproduksi Ternak pada Fakultas Peternakan, pada Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya di gedung Widyaloka, Sabtu (26/11). Pada kesempatan itu, gurubesar ke-12 Fakultas Peternakan yang sekaligus gurubesar ke-115 Universitas Brawijaya ini membawakan orasi ilmiah berjudul “Bioteknologi Reproduksi Serta Peranannya dalam Perbaikan Mutu Genetik dan Produktivitas Ternak”.
Oleh karenanya dua hal yang harus dilakukan secara serius, menurut Prof. Suyadi, adalah melindungi plasma nutfah lokal yang mengalir secara berlebihan ke luar negeri dan melakukan program breeding (pemuliaan) untuk menghasilkan ternak unggul secara fenotipik dan genotipik.
Untuk melakukan proses peningkatkan nilai tambah bioproduk peternakan, dua peran strategis yang harus dilakukan dalam membentuk bibit unggul ternak, yaitu  perbaikan mutu genetik dan perbaikan manajemen budaya peternakan.
Kedua hal itu akan meningkatkan kemampuan produksi generasi mendatang, serta efisiensi usaha peternakan yang akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Meskipun pemerintah telah mengambil peran yang cukup signifikan bagi pengembangan dan aplikasi peternakan seperti membangun stasiun inseminasi buatan pada tahun 50-an, namun baru pada awal 90an pemerintah Indonesia memberikan respon lebih intensif lagi pada bidang peternakan, khususnya dalam bidang bioteknologi.
Prof. Dr. Sc.Agr. Ir. Suyadi MS kelahiran Banyuwangi 43 tahun silam, gurubesar termuda Unibraw pada saat ini, menyelesaikan pendidikan sarjana peternakan di Universitas Brawijaya (1986), magister di Universitas Airlangga (1992), doktor bidang teknologi reproduksi ternak di Institute for Animal Breeding and Genetics, Georg-August University, Goettingen Jerman (1999), post doktoral bidang bioteknologi reproduksi ternak di Martin Luther University Halle Jerman (2002) dan post doktoral bidang bioteknologi reproduksi dan genetika molekuler peternakan di universitas yang sama (2003).
Karir Suyadi diawali sebagai dosen pada Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya pada 1987. Suyadi juga banyak mengikuti pendidikan dan latihan baik sebagai instruktur maupun peserta seperti Embryo Transfer Training in Dairy Cows Unibraw-Lousiana State University Amerika Serikat (2000), dan Micromanipulation and Nuclear Transfer for Cloning di Halle Jerman (2002). Sebanyak 95 karya ilmiah telah dihasilkan oleh ayah tiga orang putri dan satu orang putra ini. Baik dalam bentuk penelitian, publikasi ilmiah, makalah seminar, dan buku ilmiah. [nik]

Pengendalian Hama Terpadu Koreksi Kebijakan Pengendalian Konvensional
26 November 2005
Penyakit tumbuhan dapat menyebabkan kerugian besar, baik untuk tanaman pangan, tanaman hortikultura maupun tanaman perkebunan. Sebagai contoh, pada tahun 2004 luas serangan penyakit blast dan tungro pada tanaman padi di Indonesia mencapai 12.370 Ha dengan puso mencapai 322 Ha.
Untuk mengendalikan penyakit pada tumbuhan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu sistem perundang-undangan, fisik, mekanik, kultur teknis, biologi dan kimia. Dari keenam cara itu, pestisida yang paling sering digunakan, bahkan diaplikasikan secara berjadwal tanpa mempertimbangkan tingkat kerusakan pada tanaman.
Demikian, antara lain orasi ilmiah yang dibawakan Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Abadi MS dalam upacara pengukuhan sebagai guru besar bidang ilmu penyakit tumbuhan pada Fakultas Pertanian  Unibraw. Orasi berjudul ”Permasalahan dalam Penerapan Sistem Pengendalian Hama Terpadu untuk Pengelolaan Penyakit Tumbuhan di Indonesia” itu dibawakan dalam Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya yang dipimpin Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, di gedung Widyaloka, Sabtu 26/11.
Dalam orasi tersebut, Prof. Abdul Latief Abadi menyatakan penggunaan pestisida hampir menjadi satu-satunya cara pengendalian, karena pestisida sangat efektif, praktis serta cepat membunuh patogen. Hal ini dikarenakan pestisida mudah ditemukan di pasaran dengan pilihan yang banyak dan harga yang relatif terjangkau.  Hingga ada anggapan bahwa pestisida adalah dewa penolong untuk meningkatkan produksi tanaman.
Namun, menurut gurubesar keenam dalam bidang ilmu penyakit tumbuhan di Unibraw ini, penggunaan pestisida tanpa didasari oleh kepedulian akan dampaknya terhadap kelestarian lingkungan, telah membawa bencana di mana-mana. Dampak tersebut antara lain terjadinya resistensi pada patogen, adanya resurjensi hama (hama meningkat setelah aplikasi pestisida), ledakan hama sekunder (hama yang awalnya dianggap tidak penting), resistensi pada hama, dan yang lebih penting lagi adalah dampak negatifnya terhadap kesehatan manusia dan pelestarian lingkungan.
Pengendalian terpadu
Konsep ‘Integrated Pest Management’ atau Pengendalian Hama Terpadu (PHT) di Indonesia, adalah koreksi terhadap kebijakan pengendalian hama secara konvensional yang lebih mengutama-kan penggunaan pestisida dan mengakibatkan penggunaan pestisida oleh petani yang tidak tepat dan berlebihan. Beberapa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah di antaranya Inpres 3/1986, dan pencabutan subsidi pestisida. Sebagai upaya penyebaran PHT di tingkat petugas lapang dan petani, dipilih pola Sekolah Lapang PHT (SLPHT), di mana para petani belajar dari pengalamannya sendiri, menganalisis apa yang terjadi di lahannya, dan memutuskan apa yang perlu dilakukan.
Ditambahkan bahwa empat prinsip yang digunakan dalam PHT adalah yaitu: budidaya tanaman sehat; pelestarian dan pendaya-gunaan musuh alami; pengamatan mingguan secara teratur; dan  petani sebagai ahli PHT.
Pada prinsipnya, untuk mengelola penyakit tumbuhan ada strategi dan ada taktik yang dapat digunakan. Taktik dipakai untuk mencapai tujuan berdasar strategi yang dicanangkan. Secara umum, ada tiga strategi yang dapat dilakukan untuk pengendalian penyakit tumbuhan yaitu: strategi untuk mengurangi inokulum (bibit penyakit) awal; strategi untuk mengurangi laju infeksi; dan strategi untuk  mengurangi lamanya epidemi (wabah).  Sedangkan taktik pada prinsipnya ada enam, yaitu avoidan, ekslusi, eradikasi, proteksi, resistensi, dan terapi.
Pada akhir pidatonya Prof. Latief Abadi menyatakan banyak aspek yang perlu dikembangkan untuk menyempurnakan PHT agar dapat diterapkan petani. ”Sistem PHT bagaimanapun telah berdampak pada pengurangan penggunaan pestisida dan peningkatan produksi, sehingga perlu disempurnakan agar dapat diterapkan oleh petani dari berbagai komoditas”, ungkapnya.  Dari sisi pengelolaan penyakit tumbuhan, sistem PHT perlu penyempurnaan dengan dikembangkannya aspek-aspek: Informasi ketahanan berbagai macam komoditas pertanian, terutama tanaman hortikultura dan tanaman perkebunan; Deteksi dini dan peramalan penyakit; Perlu lebih banyak ahli penyakit yang menekuni bidang PHT dan terjun ke lapang bersama petani untuk lebih tahu permasalahan yang dihadapi petani, baik masalah diagnosis penyakit, masalah  teknologi pengendalian penyakit sampai masalah musuh alami patogen; Diperlukan pemahaman menyeluruh tentang tanaman dan lingkungan sehat seperti layaknya seorang dokter.
Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Abadi MS, pria kelahiran Probolinggo, 50 tahun silam, adalah gurubesar Universitas Brawijaya yang ke-116, atau gurubesar ke-34 Fakultas Pertanian. Ayah dua orang putra dan satu orang putri ini lulus sarjana pertanian Universitas Brawijaya (1979), magister (1983) dan doktor dari Institut Pertanian Bogor (1987). Selama karirnya, mengikuti banyak pelatihan di dalam maupun luar negeri. Prof. Latief Abadi pernah menjabat sebagai Ketua Laboratorium Bakteriologi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (1993-1995), Ketua Program Diploma III Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (1991-1999), Ketua Pelaksana Distance Learning on Data Management for Rural Development (DMRD) dalam rangka kerja sama Fakultas Pertanian Unibraw dengan SEAMEO-SEARCA (ASEAN) dan SEAMEO-SEAMOLEC (1999-2002), serta Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian Unibraw (1999-2003). Sejak 2003 ia menjabat sebagai Direktur Unit Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi (UPPTI) Universitas Brawijaya.
Penghargaan yang pernah peroleh antara lain dari Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua BAPPENAS sebagai Peneliti Pendukung Program Nasional PHT Tahun 1991-1993 dan 1994-1996, Satya Lencana Karya Satya 10 tahun (1997) serta Satya Lencana Karya Satya 20 tahun (2002). Terdapat lebih kurang 31 karya ilmiah yang dihasilkan baik dalam bentuk buku, jurnal ilmiah dan laporan penelitian. [nik]

Rektor: Reformasi Tuntut Perubahan Sikap Mental dan Perilaku Bangsa
25 November 2005
Reformasi untuk mewujudkan masyarakat Indonesia baru, haruslah tetap didasari oleh nilai-nilai yang bersumber pada kepribadian dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Karena itu, pada dasarnya reformasi tetap menuntut adanya perubahan sikap mental dan perilaku seluruh warganegara. Demikian Rektor Prof. Dr. Bambang Guritno, dalam pidato pembukaan Seminar Nasional “Jati Diri Bangsa Menghadapi Peluang dan Tantangan Post Modernisme”, di gedung PPI Universitas Brawijaya, Jumat 25/11.
Menurut Rektor, perubahan itu meliputi perubahan dalam melaksanakan peran, kewajiban, tanggung jawab, dan haknya, ke arah penegakan hak asasi manusia, nilai-nilai moral, demokrasi, hukum, budi pekerti luhur, serta sikap profesional dalam pemecahan berbagai masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia.
Mengingat bersarnya tanggung jawab untuk merealisasikan agenda reformasi dengan pengertian seperti itu, menurut Prof. Bambang Guritno, sebagai wadah penghimpun berbagai pemikiran berkenaan dengan penumbuhan karakter bangsa LKPKB melaksanakan kegiatan-kegiatan yang relevan dengan visi dan misinya, antara lain menyelenggarakan seminar se-macam ini.
Selain itu, Rektor Unibraw selaku Ketua Sidang Paripurna IV LKPKB (Lembaga Kerjasama Penumbuhan Karakter Bangsa) menyatakan bahwa sejak berdiri pada tahun 2000, LKPKB senantiasa berupaya agar setiap warganegara, warga masyarakat, penyelenggara negara dan pemimpin bangsa memiliki sikap dan pola watak memahami makna demokrasi dan mampu melaksanakannya dalam seluruh aspek kehidupan secara tepat dan benar. Selain itu juga memahami makna hak asasi manusia, mampu menerapkan dan memperjuangkannya secara tepat dan benar; memahami hukum, baik tertulis maupun tidak tertulis, dan berkesadaran hukum serta mampu menerapkan dan menegakkannya secara tepat dan benar; memahami pentingnya etika dan moral dalam kehidupan serta mau dan mampu menerapkannya dalam seluruh aspek kehidupan (politik, ekonomi, hukum, sosial budaya, pertahanan keamanan dan hak asasi manusia); serta memahami pentingnya wawasan kebangsaan dan mampu membina serta menjaganya demi keutuhan dan kesatuan bangsa.
Meskipun belum menampakkan hasil yang signifikan, menurut Prof. Bambang Guritno, sepanjang usianya LKPKB telah menyelenggarakan berbagai kajian ilmiah, seminar, simposium, dan lokakrya. Begitu pula penyampaian gagasan kepada lembaga penyelenggara negara mengenai beberapa hal berkaitan dengan upaya penumbuhan karakter bangsa.
Bukan utopia
Diharapkan, kegiatan serupa itu akan berlanjut di masa datang dengan tema-tema yang sesuai dengan kebutuhan bangsa dan negara untuk menjawab tantangan jaman yang senantiasa berubah. Cita-cita yang sangat ideal itu, menurut Prof. Bambang Guritno bukan merupakan utopia. “Kami berkeyakinan, selama masih tertanam semangat juang pada diri kita sebagai bangsa yang bermartabat, kehidupan bernegara dan berbangsa seperti itu suatu saat akan terwujud”, tegasnya.
Seminar ini berlangsung selama 2 hari, 25-26 November 2005, menampilkan beberapa narasumber. Pada hari pertama, tampil Direktur Nilai-nilai Kebangsaan Ditjen Kesbang Poldagri Soeprapto, Rektor Undip Semarang Prof. Ir. Eko Budihardjo MSc, Prof. Ir. Eko Budihardjo MSc, Prof. Ir. Eko Budihardjo MSc Dr. Arif Rachman MPd, Guru Besar Unibraw/Rektor IKIP Budi Utomo Prof. Drs. H. Sofyan Aman SH, dan Ketua Lapasila UM Prof. Dr. M. Noor Syam. Sedangkan pada hari kedua, Sabtu 26/11, tampil anggota Pokja Ekonomi Lemhanas Dr. Wijaya Adi APU. Ketua LKPKB Soeprapto Med, Rektor UGM Prof. Dr. Sofian Effendy, Ketua PP Muhammadiyah Prof. Drs. HA Malik Fadjar MSc. [nok]

Seminar Nasional Jati Diri Bangsa
25 November 2005
Universitas Brawijaya, selaku Ketua Sidang Paripurna IV Lembaga Kerjasama Penumbuhan Karakter Bangsa (LKPKB), menyelenggarakan seminar nasional di kampus Unibraw, 25-26 November 2005. Seminar bertema “Jatidiri Bangsa Menghadapi Peluang dan Tantangan Post-Mordernisme” ini dimaksudkan untuk memperingati dua momentum sejarah bangsa Indonesia, yaitu Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober) dan Hari Pahlawan (10 November).
Diharapkan hadir sebagai narasumber dalam seminar itu, antara lain: Prof. Eko Budihardjo (pengamat budaya/Rektor Undip), Prof. Sri-Edi Swasono (pengamat ekonomi kerakyatan), Prof. Sofian Effendi (Rektor UGM), Dr. Arief Rachman (pengamat pendidikan, Executive Chairperson, UNESCO National Commission), Prof. Drs. A. Malik Fadjar MSc (PP Muhammadiyah), Soeprapto MEd (Paguyuban Manggala), di samping dua narasumber dari Malang, Prof. Dr. M. Nursyam (Lapasila UM), dan Prof. Drs. Sofyan Aman SH (IKIP Budi Utomo).
Seminar juga mengundang dua orang direktur jenderal, yaitu Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro, dan Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Depdagri.
LKPKB adalah perhimpunan para tokoh perguruan tinggi, politisi, pengamat politik, sosial, kebudayaan, dan mereka yang menaruh perhatian pada pentingnya mempertahankan jatidiri bangsa. Lembaga yang berdiri sejak 20 Mei 2000 ini dipimpin secara bergantian oleh para pihak, yang umumnya adalah rektor perguruan tinggi, dengan sebutan “Ketua Sidang Paripurna”. Ketua Sidang Paripurna I (2000-2001) dijabat oleh Prof. Dardji Darmodihardjo (Rektor Universitas Krisna Dwipayana Jakarta), Ketua Sidang Paripurna II (2001-2002) dijabat oleh Prof. Dr. Subroto (Rektor Universitas Pancasila Jakarta), Ketua Sidang Paripurna III (2002-2003) dijabat oleh Prof. Dr. Imam Syafi’ie (Rektor Universitas Negeri Malang), dan Ketua Sidang Paripurna IV (2003-sekarang) dijabat oleh Prof. Dr. Bambang Guritno (Rektor Universitas Brawijaya).
Sedangkan perguruan tinggi pembentuk lembaga ini adalah Universitas Krisnadwipayana Jakarta, Universitas Pancasila Jakarta, Universitas Jayabaya Jakarta, Universitas 17 Agustus Surabaya, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya, Universitas Merdeka Malang, Universitas Islam Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Wisnuwardhana Malang, Universitas Islam Negeri Malang, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Brawijaya. Ikut berperan pula dalam lembaga kerjasama itu Paguyuban Manggala Jakarta. [Far]

Lokakarya Peningkatan Manajemen Sistem Informasi
23 November 2005
Dalam rangka membangun persepsi yang sama tentang peranan BAPSI, dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen sistem informasi, Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI) mengadakan lokakarya untuk tingkat pimpinan unit kerja di lingkungan Universitas Brawijaya. Lokakarya yang diselenggarakan di Lantai VIII Rektorat, Rabu 23/11, menurut Pembantu Rektor IV Prof. Umar Nimran yang mewakili Rektor membuka acara ini, dimaksudkan untuk menjawab keluhan yang dilontarkan banyak kalangan terhadap permintaan data dari Kantor Pusat/BAPSI. Diakuinya pula, “selama ini kita inkonsisten terhadap persoalan ini”.
Lokakarya diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri dari pimpinan unit kerja, seperti fakultas, jurusan, lembaga, unit pelaksana teknis, dan biro.
Selain Prof. Umar Nimran, berbicara juga sebagai narasumber Dr. Ing. Setiawan P. Sakti MEng yang membawakan makalah berjudul “Sistem dan Prosedur Layanan Informasi”.
Dalam sesi tanya-jawab, diperoleh beberapa masukan/saran dari berbagai kalangan. Dekan FK dr. Tatong Harijanto MSPH misalnya, menyoroti kemungkinan frustrasi para designer, pelaksana data entry, ataupun pembuat laporan (output) karena  tidak adanya umpan balik dari pihak pusat. Disarankan pula untuk menyelenggarakan pelatihan untuk berbagai level pimpinan sampai dengan kasubag.
Sementara itu, Pembantu Dekan I Fapet Dr. Ir. Kusmartono mendukung perlunya updating data-data penting, namun ia mengeluhkan pihak pusat selalu mengirimkan form yang sama. Padahal semestinya pihaknya cukup mengisikan data yang perlu diupdate saja.
Sedangkan Pembantu Dekan I FP Dr. Ir. Nuhfil Hanani memuji kerja UPPTI (Unit Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi) Unibraw yang telah meningkatkan bandwidth jaringan yang ada, sehingga Fakultas Pertanian sukses menerapkan SIAKAD (sistem informasi akademik) dan SIAM (sistem informasi akademik mahasiswa). Namun sayang, belum disinggung mengenai SIADO (sistem informasi akademik dosen). Bahkan dengan fasilitas yang ada, FP telah mampu melaksanakan e-learning internal dosen dan mahasiswa. Namun Nuhfil juga mengeluhkan lambannya akses website Unibraw.
Sekretaris LP3 (Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan) Dr. Ir. Marsudi, mengemukakan pentingnya data alumni, yang sampai saat ini masih susah dikumpulkan.
Pembantu Dekan I FTP Prof. Dr. Hariono MAppSc, menyoroti beberapa hal, seperti perlunya identifikasi pengguna, sehingga diketahui data apa saja yang diperlukan. Dia mengambil contoh untuk akreditasi misalnya, selalu memerlukan data. Selain itu dia juga menyarankan agar setelah data terkumpul, fakultas diberi informasi data hasil pengolahan yang dilakukan BAPSI.
Pada akhir lokakarya, Prof Umar Nimran menyimpulkan adanya perhatian (awareness) semua pihak terhadap persoalan sistem informasi ini. Awareness dikatakan perlu untuk membangun sistem informasi yang baik, yaitu yang cepat dan akurat. [Far]

Judicium Program Pascasarjana
22 November 2005
Direktur Program Pascasarjana Universitas Brawijaya (PPS Unibraw) Prof. Dr. Djanggan Sargowo, Selasa 22/11, memutuskan kelulusan 76 mahasiswa PPS Unibraw. Para lulusan yang diumumkan dalam judicium itu berhak menyandang gelar doktor (S3) ataupun magister (S2). Untuk periode ketiga tahun 2004/2005 ini, PPS Unibraw meluluskan 6 orang doktor, dan 70 orang magister.
Daftar nama lulusan PPS Unibraw yang dijudicium pada periode November 2005 ini, masing-masing adalah sebagai berikut. Program Doktor, Ilmu Ekonomi (4): Dr. Hidayat MM, Dr. Dra. Soenarmi SE MM, Dr. Djumahir SE MM, Dr. Bambang Sugeng MA MM; Ilmu Kedokteran (1): Dr. Sri Winarsih Apt. MSi; dan Ilmu Hukum (1): Dr Johannes Hendy Tedjonegoro SH. Program Magister,Ekonomi Pertanian (1): Ana Arifatus Sa'diyah SP MP; Ilmu Tanaman (4): Kristin Catur Setyaningtyas SP MP, Aviv Andriani SP MP, Ir. Endah Sri Redjeki MP, Muhammad Syafii SP MP; Pengelolaan Tanah dan Air (1): Rinto Manurung SP MP; Teknologi Hasil Pertanian (1): Ir. Syarifah Rohaya MP; Ilmu Ternak (4): Ir. Firsoni MP, Helly Nurul Karima SPt MP, Hurhayati SPt MP, Sad Likah SPt MP; Manajemen (29): Ahmad Fahrudin Alamsyah SE MM, Ade Setiawan SE MM, Alvi Dhamayanti SE MM, Fahmi Sukartika SE MM, Gatot Sugiarto SE MM, Drs Imam Muhtar MM, Indah Purnamasari SE MM, Indra Pramudya ST MM, Rina Rahmawati SE MM, Abdurrahman Sadikin SE MM, Ayik Pusakaningwati ST MM, Cahyanto Setiawan ST MM, Dwi Retnaningdiyah SP MM, Erlyn Nurba SE MM, Maria Verawati SE MM, Martini Widyastuti SE MM, Meldona SE Ak MM, Ir Noor Akhlan MM, Taharuddin SSos MM, Dra Usup Riassy Christa MM, Warter Agustim SE MM, Yayuk Sriwahyuni ST MM, Yunaiha SPsi MM, Haryo Hadi Prabowo ST MM, Janita Sunarsasi SE Ak MM, Drs Shajar Widyanta Apt MM, Mohammad Syafriek SE MM, Drs Asrifin SE MM, dan Tri Yulistyawati Evelina SE MM; Biologi Reproduksi (1): Drh I Gede Putu Kasthama S MSi; Teknik Sipil (4): Ir. Bachrudin MT, Leon de Resty ST MT, Syamsudi ST MT, dan Yasintha Elviani Maria Ngewi Mbake ST MT; Ilmu Administrasi Publik (5): Hasan Abadi SAg MAP, Romy Hermawan SSos MAP, Susilo Trimulyanto SSos MAP, Dian Wijaya SSos MAP, dan Didik Widiyanto SSos MAP; Ilmu Hukum (3): Dra Adeng Mardiana MM MHum, Mohammad Haris SH MHum, dan Rossa Ilma Silfiah SAg SH MHum; Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (4): Asis Riat Winanto SE ME, Hertoto Dwiyoso SE ME, Nurul Rahmawati SE ME, dan Saur Bungaran Sinaga ST ME; Sains Akuntansi (9): Drs Ahmad Dahlan Ak MSA, Akie Rusaktiva Rustam SE Ak MSA, Rahmat Zuhdi SE Ak MSA, Saiful SE MSA, Fanny Eli Safitri SE MSA, Drs Sumidaji Ak MSA, Suryo Budi Santoso SE MSA, Khasanah Sahara SE MSA, dan Pebe Yani Anggraini SE Ak MSA; Teknik Mesin (1):  Mokhamad Munir Fahmi ST MT; Budidaya Perairan (3): Ida Bagus Nyoman Suryana STP MP, Absalom Luturmas SPi MP, dan Novya Maharanie SPi MP. [Far]

Dua Mahasiswa Unibraw Magang di Singapura
22 November 2005
Dua mahasiswa Unibraw, Fajar Amin (kanan) dan Dwi Lusia Irawati (kedua dari kanan) bersama peserta magang lainnya ketika mengikuti training di Bali
Dua orang mahasiswa Universitas Brawijaya, akhir Oktober silam (31/10), berangkat ke Singapura sebagai peserta Internship Singapore Program. Selama 6 bulan kedua mahasiswa itu, Fajar Amin (Fakultas Ekonomi) dan Dwi Lusia Irawati (D-III Pariwisata-FIA), mendapatkan pembinaan dan bimbingan dalam program On Job Training (OJT) di bawah pembinaan dan pengawasan FSC Search Pte. Ltd Singapura dan FSC IHEC Denpasar Bali.
Program ini mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja, khususnya bidang manajemen dan kepariwisataan. Pembinaan yang dilakukan meliputi pembentukan mental dan kemampuan beradaptasi serta kemandirian.
Kedua mahasiswa tersebut mengikuti program ini bersama mahasiswa lain dari Philipina, Korea dan China.
Pihak FSC International, melalui e-mail salah seorang pejabatnya, Wita Adnyana, menyatakan Universitas Brawijaya telah resmi tercatat pada Ministry of Man Power Singapore sebagai lembaga peserta internship.
Selain kedua mahasiswa itu, dua mahasiswa lain terpilih untuk diwawancarai melalui telepon, yaitu Irien Dianingrum (Politeknik) dan Wina Ekasari (D-III Pertanian). Jika lolos seleksi, mereka akan ditempatkan pada departemen retail dari perusahaan Veeko Fashion, Singapura. [nok]

Panitia Janjikan Pilrek Demokratis
Senin, 21 Nov 2005
Kritikan direktur PP Otoda Ibnu Tricahyo soal mekanisme pemilihan rektor Unibraw yang masih berpijak pada paradigma lama diakui ketua panitia penjaringan calon rektor Dr Sihabudin SH MH. Alasannya aturan menteri tentang pemilihan rektor di PTN sampai saat ini belum berubah. Karena itu Senat Unibraw sendiri juga tetap menganut aturan tersebut.
Meski begitu, pihaknya akan bertindak sedemokratis mungkin walaupun bukan demokratis total. Salah satunya dengan melemparkan para calon pada kalangan sivitas Unibraw. Yakni, lewat penjaringan secara langsung dan bebas pada 17 Desember mendatang. Bahkan, sebelum itu, para calon diberikan kesempatan untuk melontarkan visi misi serta berkampanye langsung selama sepekan penuh. "Untuk menggelar demokrasi secara utuh, saat ini memang belum bisa. Karena semua PTN masih harus mengikuti peraturan dari pusat. Mungkin lain halnya jika kampus ini sudah berstatus otonomi dan tidak tergantung lagi kepada pemerintah," ucapnya.
Selain berusaha mengusung demokrasi dengan mengubah format pemilihan tersebut, Sihabudin juga memastikan enam calon yang akan digodok di dalam senat diusahakan tidak akan cacat. Artinya, calon dengan suara terbanyaklah yang akan tetap terpilih. "Berdasarkan pengalaman, penggodokan enam calon yang akan diranking Senat menjadi tiga calon ini biasanya selalu didasarkan perolehan suara terbanyak. Mudah-mudahan saja Senat tetap mendengarkan aspirasi dan tidak lagi melakukan pemilihan ulang," tutur Sihabudin.
Sekadar diketahui, sebelum dilemparkan ke seluruh sivitas akademika Unibraw, pemilihan rektor biasanya langsung di-handle Senat. Bukan hanya tahap penjaringan yang dilakukan internal senat, pemilihan pun juga langsung oleh Senat. Tak heran, saat itu suara senat sangat mempengaruhi terpilihnya calon tertentu. Baru, setelah negara ini memasuki era demokrasi, tepatnya setelah rezim orde baru tumbang, Senat membentuk panitia terbuka untuk melakukan penjaringan di tingkat bawah. Dan, mekanisme ini mulai diterapkan pada periode 2002-2006 dengan terpilihnya Prof Dr Ir Bambang Guritno sebagai rektor. Mekanisme itu juga yang saat ini diterapkan oleh panitia untuk memilih rektor Unibraw periode 2006-2010.
Sementara, disinggung soal usulan Unibraw harus sudah memunculkan alumninya untuk memimpin kampus ini, anggota tim inkubator bisnis Unibraw tersebut berpendapat hal itu malah akan membawa kemunduran. Bahkan, semakin menghilangkan esensi demokrasi yang berusaha diusungnya. Selain itu, jika bersikukuh harus alumni yang menjadi rektor, Unibraw ke depannya tidak akan semakin maju, tapi akan semakin terpuruk. "Kalau seperti itu, namanya tidak berkembang. Siapa saja bisa menjadi orang nomor satu di kampus ini. Yang penting, sesuai dengan harapan warga Unibraw dan atas dasar kemauan bersama," tandasnya. [nen] http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=107709&c=88

Prof. Umar Nimran Ikuti Pertemuan Rektor Indonesia-Malaysia di Penang
21 November 2005
Mewakili Rektor Universitas Brawijaya, Pembantu Rektor IV Prof. Dr. Umar Nimran MA, mengikuti pertemuan tahunan ketiga Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) dan para Naib Canselor (Rektor) Perguruan Tinggi Malaysia. Pertemuan diselenggarakan di Universiti Sains Malaysia, Penang, Malaysia, 7-9 November 2005.
Sebagai kelanjutan dari forum serupa di Bogor tahun lalu, dalam pertemuan itu dibicarakan berbagai isu aktual yang dihadapi dan menjadi tantangan perguruan tinggi di kedua negara dewasa ini. Sejumlah topik penting dibahas dalam pertemuan itu, antara lain: quality assurance, pertukaran dan kerjasama akademik, otonomi, dan usaha-usaha penggalian dana bagi pembiayaan perguruan tinggi.
Perusahaan milik kampus
Dalam kesempatan tersebut Prof. Umar Nimran bersama-sama para peserta lain dari Indonesia juga mengunjungi USAINS,  sebuah perusahaan (group of companies) yang dimiliki dan berada di kawasan kampus USM. Perusahaan ini merupakan perusahaan pertama yang dimiliki oleh sebuah universitas, dan menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di Malaysia. "Tentunya hal seperti ini juga bisa menjadi rujukan yang baik bagi perguruan tinggi Indonesia, khususnya Unibraw ke depan", Prof. Umar Nimran menuturkan. [UN]

Dr. Nyoman Nurjaya Presentasi dalam Workshop di Kinabalu
19 November 2005
Dosen senior Fakultas Hukum dan Ketua Program Magister Hukum Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Dr. I Nyoman Nurjaya SH MH, akhir bulan ini diundang untuk menghadiri workshop internasional di Malaysia. Dalam The 4th Asian Public Intellectuals (API) International Workshop yang akan diselenggarakan di Kota Kinabalu, Malaysia, 29/11-4/12, ini Dr. Nurjaya akan mempresentasikan makalah berjudul "Policy and Legislation in Community Forestry: Study on Indogenous Rights and Its Capacity within Community Forestry Development in Southeast Asia".
Workshop yang digelar di Hotel Shangrila, Kinabalu, ini merupakan rangkaian dari kegiatan yang harus diikuti para penerima beasiswa untuk penelitian di negara-negara ASEAN.
Dr. Nurjaya adalah satu dari 6 orang intelekual publik Asia asal Indonesia yang proposal penelitiannya lolos seleksi untuk menerima beasiswa dari The Nippon Foundation melalui API Fellowship Program untuk tahun 2004-2005.
Makalah yang dipresentasikan Dr. Nurjaya merupakan hasil penelitian yang dilakukan bulan Juli-Oktober 2004 di 3 negara ASEAN, yaitu Thailand, Malaysia, dan Filipina. [INN]

Pengembangan Model Inkubator Bisnis Perguruan Tinggi se-Indonesia
17 November 2005
Di Hotel Regent Park Malang, Kamis (17/11), diselenggarakan Focused Group Discussion dengan tema "Pengembangan Model Inkubator Bisnis Perguruan Tinggi se-Indonesia". Acara diikuti oleh 42 peserta yang berasal dari 5 PTN di luar Jawa yaitu Universitas Riau, Universitas Mataram, Universitas Udayana, Universitas Sumatera Utara; 2 PTN di Jawa, UGM dan ITB, serta seluruh PTN dan PTS di Jawa Timur.
Hadir dalam pembukaan acara tersebut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly. Dalam sambutannya berharap agar PT mampu mengembangkan model pendekatan bisnis terlebih bagi PTN yang memasuki BHPMN. Hal ini menurutnya merupakan solusi dari dilematika yang dihadapi PT yang di satu sisi dituntut untuk meningkatkan kualitas, dan di sisi lain dituntut untuk mampu berkreativitas secara produktif. Sementara budaya yang ada selama ini PTN masih “sungkan” untuk ber”profit oriented”. “Paradigma ini yang harus dirombak, untuk mengatasi dilematika yang dihadapi salah satunya PT harus mampu memiliki kemampuan entrepreneurship, intrapreneurship serta ultrapreneurship yang salah satunya melalui Inkubator bisnis”, ungkap Mansyur Ramly. Ditambahkan pula bahwa PT memiliki kemampuan untuk lebih dinamis dengan segala potensi yang dimilikinya di antaranya SDM yang berkualitas serta kelebihannya dalam memprediksi dan menganalisis arah dan orientasi pembangunan ke depan.
Pembantu Rektor I Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, yang juga berkesempatan membuka acara tersebut, menjelaskan bahwa inkubator bisnis adalah wadah yang memfasilitasi segala potensi yang ada di perguruan tinggi sebagai unit bisnis untuk kepentingan kegiatan akademis maupun non akademis. Dalam kesempatan tersebut Yogi Sugito yang juga Ketua Tim Inkubator Bisnis Unibraw yang kini beranggotakan 21 orang ini mengurai berbagai potensi yang ada di Unibraw yang mampu manjadi unit bisnis diantaranya dari sektor akademis meliputi penelitian, pendidikan dan pengabdian masyarakat dan dari sektor non akademis adalah asrama mahasiswa, guest house, poliklinik, serta rumah sakit pendidikan yang pada saat ini masih dalam wacana.
Focused Group Discussion
Sementara itu Ketua Panitia Dr. Ir. Abdul Mukti Prabowo MSi menyatakan bahwa kegiatan ini  bertujuan mencari dan merumuskan model dan mekanisme pengelolaan inkubator bisnis perguruan tinggi. Acara ini merupakan serangkaian kegiatan yang telah diawali dengan seminar nasional, uji coba, FGD yang dilaksanakan kali ini dan nantinya akan diikuti dengan lokakarya. Diharapkan dari kegiatan ini nantinya akan dihasilkan buku pedoman sebagai upaya untuk menyamakan persepsi serta sebagai acuan bagi unit bisnis nantinya dalam upaya untuk memberdayakan segala potensi yang ada di PT. Sebagai perwakilan tim Inkubator bisnis Unibraw, Dr. Ir. Nuhfil Hanani MS dan Dr.Ir.  Bambang Ali Nugroho, mempresentasikan draft pedoman pengembangan model dan mekanisme Inbis PT. Selanjutnya dilakukan pembahasan draft tersebut oleh perwakilan dari ITB, Sigit Purwanto ST dan perwakilan dari Universitas Udayana, Prof. Dr. I Made Mastika.
Pengembangan Inkubator Bisnis PT
Dari pemaparan materi, mengemuka harapan dengan terbentuknya inkubator bisnis PT, tersedia sarana untuk mengembangkan sumber daya dan iptek menuju perguruan tinggi yang mandiri (research university) dengan menghasilkan produk iptek yang layak jual, menghasilkan pusat-pusat bisnis di PT berbasis iptek dari sumberdaya akademik maupun non akademik, menghasilkan alumni berjiwa kewirausahaan, mengembangkan bisnis bagi masyarakat serta menyediakan jasa/konsultan/advokasi/sertifikasi. Inbis itu sendiri terbagi dalam 2 kelompok sasaran meliputi inbis orientasi internal PT serta inbis untuk masyarakat luas.
Deklarasi
Dalam kesempatan tersebut dideklarasikan pula pembentukan Forum Komunikasi Inkubator Bisnis Perguruan Tinggi Indonesia (FKIBI). Perwakilan perguruan tinggi yang turut serta dalam deklarasi tersebut adalah Unibraw, ITB, Universitas Udayana, Universitas Mataram, Universitas Hasanuddin, Universitas Riau, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Negeri Malang, Universitas Merdeka Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Unisma, UIN Malang, dan Universitas Gajayana. Pembentukan forum ini dilatarbelakangi adanya keterpurukan perekonomian Indonesia disebabkan oleh tidak optimalnya sistem bisnis nasional yang berujung pada ketidakadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Perbaikan perekonomian secara berkelanjutan, dalam naskah deklarasi tersebut disampaikan hanya dapat terjadi bila terdapat kemampuan untuk menumbuhkembangkan etika dan pola pikir bisnis serta sense of business sejak proses pembelajaran di sekolah, di kampus, maupun di lingkungan masyarakat. Memahami akar permasalahan tersebut maka terbentuk dan bertumbuhkembangnya inkubator bisnis di perguruan tinggi di seluruh Indonesia merupakan sumbangan nyata masyarakat kampus terhadap perbaikan perekonomian lokal, regional dan akan berujung pada perbaikan perekonomian nasional. [nok]

Dr. Soesilo Zauhar MS KPS S3 Ilmu Administrasi
17 November 2005
Sehubungan dengan telah berakhirnya masa jabatan Ketua Program Studi S3 Ilmu Administrasi, Rektor memberhentikan pejabat lama Prof. Dr. M. Irfan Islamy MPA, dan mengangkat penggantinya Dr. Soesilo Zauhar MS.
Hal ini berdasarkan usulan Direktur Program Pascasarjana (PPS) Universitas Brawijaya, dan sesuai dengan hasil rapat Senat Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Penetapan ini dituangkan dalam Keputusan Rektor nomor 177/SK/2005 tanggal 17 November 2005. [Far]

Pergantian Kepala Lab di FT dan FMIPA
17 November 2005
Dengan meninggalnya Drs. Pariadi MSi beberapa waktu yang lalu, jabatan Kepala Laboratorium Kimia Fisik pada Jurusan Kima Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mengalami kekosongan. Untuk penggantinya, Rektor melalui Keputusan nomor 176/SK/2005 tanggal 17 November 2005 mengangkat Dr. Diah Mardiana MSi, staf pengajar FMIPA berpangkat Penata, golongan III/d, sebagai Kepala Laboratorium Kimia Fisik pada Jurusan Kimia FMIPA.
Sementara itu, Rektor juga mengadakan penggantian Kepala Laboratorium Air dan Tanah pada Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik. Keputusan Rektor nomor 175/SK/2005 tanggal 17 November 2005 menetapkan pemberhentian pejabat yang lama, Ir. Moh. Sholichin MT karena yang bersangkutan mendapatkan tugas belajar (studi lanjut), dan mengangkat penggantinya, yaitu Ir. Endang Purwati MP. [Far]

Tiga Dosen Biologi Diundang Presentasi Seminar Internasional di India
17 November 2005
Tiga dosen biologi Universitas Brawijaya diundang untuk presentasi oral pada forum seminar internasional di India. Mereka itu, Dr. Rodliati Asrianingsih, Dra. Catur Retnaningdyah MSc, dan Ir. Estrilaras Arumningtyas MSc, secara hampir bersamaan diundang untuk berbicara di forum seminar internasional di India. Dr. Rodliati dan Dra. Catur Retnaningdyah di forum International Conference of Plant and Environtmental Pollution, di Raipur, 18-22 November 2005, masing-masing dengan judul: "Invasion Biology of Cyperus brevifolius", dan  "Benthic Microinvertebrate for Bioindicator of Detergent Polluted Rivers". Sedangkan Ir. Estrilaras Arumningtyas berbicara di forum International Conference on Plant Genomic and Biotechnology, di Mumbai, 24-27 Oktober 2005, dengan judul "RAPD Analysis of Genetic Mutation of Kenaf mutants induced by OMS".
Kedua seminar tersebut merupakan forum seminar international yang diselenggarakan oleh asosiasi masing-masing setiap empat tahun sekali.
Dosen-dosen tersebut mendapatkan sponsor dari organisasi internasional karena papernya dinilai sangat menarik. Selain itu juga memperoleh pendanaan dari proyek TPSDP (technical and professional skills development sector project). [SBS]

Studi Banding STT-Telkom
16 November 2005
Universitas Brawijaya, Rabu (16/11), menerima kunjungan tamu dari Sekolah Tinggi Teknologi  (STT) Telkom, Bandung. Rombongan tamu studi banding ini terdiri dari Pembantu Ketua III STT Telkom Ir. Imam Harjono MBAT, Ketua Jurusan Teknologi Informasi Tri Broto Harsono ST, serta Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni Drs. Mahmud Imrona MSi. Di Unibraw, rombongan diterima oleh Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Dra. Ratnawati, didampingi Kabag Kemahasiswaan Ali Farid SH, Kepala Sub Bagian Minat dan Penalaran Drs. Rudjita, dan Staf Ahli Pembantu Rektor III Ir. Arief Prayitno MS.
Dalam kunjungan tersebut dilakukan tukar-menukar informasi mengenai pengelolaan beasiswa, kegiatan penalaran kemahasiswaan dan pembinaan robotika. [nik]

Sudah Dikirim: Proposal Otonomi Unibraw
14 November 2005
Proposal mengenai otonomi Universitas Brawijaya, akhir bulan lalu (27/10), telah dikirimkan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan TInggi (Ditjen Dikti). Proposal hasil kerja Tim Evaluasi Diri untuk Pengembangan Otonomi dan Akuntabilitas Organisasi Universitas Brawijaya yang dibentuk berdasarkan SK Rektor nomor 147/SK/2003 tanggal 5 Juli 2005 ini telah mendapat persetujuan Senat Universitas Brawijaya dalam rapat pleno 15 Oktober 2005 silam. Persetujuan tersebut merupakan realisasi keputusan Senat mengenai Otonomi Kampus yang telah dikeluarkan setahun silam (14 Desember 2004).
Proposal yang dikirim berjudul "Developing Brawijaya University To Be A Legal Entity", terdiri dari 2 volume. Volume 1 berisi tentang transitional plan, dan volume 2 tentang self evaluation report.
Berdasarkan pengalaman, proses penilaian oleh Ditjen Dikti memakan waktu sekitar 1 tahun.
Perubahan fundamental
Pada dasarnya, usulan yang disampaikan adalah perubahan fundamental keorganisasian yang memungkinkan Universitas Brawijaya memiliki dasar hukum positif untuk akuntabel dan memiliki potensi lebih untuk membangun layanan pendidikan tinggi yang berkualitas, dan menjadi institusi yang lebih berdaya sebagai kekuatan pembangunan moral bangsa.
Diakui bahwa selama ini upaya pengelolaan Universitas Brawijaya untuk mewujudkan visinya "menjadi universitas terkemuka yang mampu membelajarkan diri dan bersaing melewati batas wilayah nasional" banyak menjumpai faktor-faktor penghambat, yang akhirnya mempengaruhi, langsung maupun tak langsung, kapasitas Universitas Brawijaya dalam mencapai tujuannya.
Tuntutan untuk menjadi institusi penyelenggara pendidikan tinggi yang bermutu, serta berperan sebagai agen perubahan masyarakat dan pusat pengembangan sains dan teknologi serta budaya menuntut evaluasi organisasi yang mendalam dan menyeluruh untuk menetapkan langkah-langkah perbaikan ke depan.
Evaluasi diri
Hasil evaluasi diri terhadap semua subsistem Universitas Brawijaya atas dasar isu-isu strategis manajemen yang meliputi: kapasitas manajemen, kualitas penyelenggaraan layanan, keberlanjutan, akuntabilitas, efisiensi, dan tanggung jawab sosial, memberikan kesimpulan tentang perlunya transformasi organisasi yang memberikan peluang besar bagi Universitas Brawijaya untuk membangun organisasi yang lebih sehat. [Far]

Ujian Disertasi Budi Siswanto
12 November 2005
Respon tubuh manusia sebagai makhluk hidup tingkat tinggi dalam menghadapi kerusakan sel atau hilangnya sel, akibatnya jelas berbeda dengan proses pada spesies hewan multiseluler. Sebagai contoh,  amfibi dapat mengembalikan sel yang telah terdifferensiasi yang mengalami kerusakan, menjadi ke keadaan primitif untuk memulihkan jaringan yang hilang. Hal ini tidak terjadi pada manusia atau filum tingkat tinggi dalam metazoa lainnya. Namun demikian, untuk mengatasi kerusakan sel pada manusia dan mamalia lainnya masih ada cadangan populasi sel (stem cell) untuk membuat sel jenis tertentu dalam satu jaringan apabila dibutuhkan.
Dalam rangka mengembangkan teknik produksi stem cell yang singeneik untuk keperluan terapi pergantian sel, Budi Siswanto membawakan disertasi yang berjudul “Pengaruh Subpasase dan Starvasi Serum Fibroblas sebagai Donor Nukleus pada Keberhasilan Perkembangan Sel Rekonstruksi (Suatu Upaya Peningkatan Efisiensi Transfer Nucleus Sel Somatik dengan Teknik IDNI)”, pada ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Sabtu (12/11) .
Budi Siswanto adalah kandidat dari Program Studi Kedokteran dengan kekhususan Biomedik. Ujian disertasi ayah empat orang putri ini dipromotori oleh Prof. dr. R. Prajitno Prabowo SpOG KFER, dengan ko promotor Prof. Drs. Sutiman B. Sumitro SU DSc, dan Dr. dr. Edi Widjajanto MS SpPK (K). Dengan dosen penguji yang terdiri dari Prof. dr. M. Aris Widodo SpFK PhD, Dr. Ir. Juliani Djuniarti MS, Dr. Ir. M. Sasmito Djati MS, dan Dr. dr. M. Rasjad Indra MS.
Lebih lanjut diungkapkan bahwa, teknologi yang digunakan untuk memproduksi stem cell sebagai bahan graft untuk terapi pergantian sel adalah transfer nukleus sel somatik (TNS). Salah satu faktor keberhasilan TNS adalah kondisi sel donor nukleus. Dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa, pada proses kultur, terjadi proses apoptosis yang menyebabkan penurunan kualitas nucleus donor. Berbagai macam tekanan kondisional selama kultur seperti subpasase dan starvasi serum, ternyata tidak menghilangkan kemampuan nukleus dari sel donor untuk TNS. Subpasase yang lebih banyak cenderung menurunkan jumlah sel hidup dan meningkatkan jumlah sel abnormal. Sementara sel donor starvasi memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan dengan sel donor dengan ukuran kecil (kurang atau sama dengan mm).
Dr. dr. Budi Siswanto SpOG adalah pria kelahiran Blitar 50 tahun silam. Menyelesaikan pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya (1982), pendidikan spesialis kebidanan dan ilmu penyakit kandungan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (1996). Pernah menjabat sebagai kepala puskesmas di tiga kecamatan di Pacitan (1983-1989). Mulai 1998 hingga sekarang sebagai SMF Obstetri Ginekologi pada Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Dalam ujian terbuka disertasi, pria kelahiran Blitar 50 tahun silam ini mendapatkan predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,78. [nik]

Empat Dosen Unibraw Mengikuti Konferensi Internasional ARD di Filipina
10 November 2005
Empat dosen senior dari Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Soekartawi, Prof. Dr. Sugiyanto, Dr. R. Anindita (Sosek) dan Prof. Dr. Syukur Makmur Sitompul (Budidaya Pertanian), 10-11 November 2005, mengikuti konferensi intemasional  “AgriculturaI and Rural Development in Asia: Ideas, Paradigms. and Policies Three Decades After” di Hotel Mandarin Oriental, Manila (Filipina),
Konferensi yang disponsori oIeh berbagai lembaga intemasional tersebut diikuti lebih dari 250 peserta dari seluruh dunia. Tujuan konferensi adalah berbagi pendapat tentang kebijakan pembangunan pertanian dan pedesaan di Asia yang pernah diterapkan selama 30 tahun terakhir. Hasil evaluasi kebijakan seIama 30 tahun ini akan dipakai sebagai masukan untuk perbaikan pembangunan pertanian dan pedesaan di Asia pada masa mendatang.
Makalah Prof. Soekartawi dan Dr. R. Anindita yang berjudul 'Enhancing Agticultural Development through Trade Liberalization: The Case of Coconut Industries in Indonesia dalam kesempatan itu terpiih untuk dipresentasikan dalam poster session. Ini merupakan satu-satunya makalah peserta dari Indonesia.
Konferensi yang bergengsi ini sangat komprehensif, diikuti berbagai kalangan dari seluruh dunia. Pesertanya berasal dari berbagai kalangan, seperti para pembuat kebijakan (kalangan pemerintahan), peneliti, ahli dari universitas, kalangan perbankan, donor, pengamat, dan NGO. Hadir di sini tokoh-tokoh kaliber dunia tentang pembangunan pertanian dan pedesaan, seperti Yujiro Hayami, Keijiro Otsuka, Nabuhiko Fuwa (Jepang). James Roumasset, Scott Rozelle, Ian Coxhead, Radolph Baker, Thomas Reardon (USA). Jock Anderson, Gershon Feder (World Bank), MG Qulbria (ADB), M. Ahmed (Worfdfish), T. Bottema (UN) , MW Rosegrant (IFPRI), RD Dar (lCRISAT), S.Pandey. M. Hussein (IRRI) tampak hadir di forum tsb.
Menurut salah seorang delegasi Unibraw, Prof. Dr. Soekartawi, pada intinya konferensi berpendapat bahwa pembangunan pertanian dan pedesaan kini semakin kompleks dan semakin interdependen. Sehingga, untuk soIusinya diperlukan kerjasama yang baik antara pelaku (players), baik dalam satu negara tertentu, maupun antarnegara. Konferensi juga menyarankan agar pembangunan pertanian dan pedesaan di masa mendatang lebih memfokus pada kepentingan orang (people center approach) dibanding dengan kepentingan-kepentingan yang lain. [SKW]

Halal Bihalal dan Silaturrahim Keluarga Besar Unibraw
10 November 2005
Bertempat di Sasana Samanta Krida, Kamis (10/11) Universitas Brawijaya menyelenggarakan halal bihalal dan silaturrahim.
Dalam sambutannya, Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, selain menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan, juga menyampaikan mengenai akan berakhirnya masa jabatannya sebagai rektor. Dikatakan, paling tidak pada akhir bulan Desember 2005 sudah ada tiga nama calon terpilih yang akan dikirim ke Mendiknas. Jadwal yang sudah tersusun adalah mulai 28 November – 3 Desember 2005 masa pendaftaran calon, 17 Desember 2005 penjaringan, dan 31 Desember 2005 pemilihan/pertimbangan Senat. Prof. Bambang Guritno berharap agar proses pemilihan calon rektor dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Selain itu diharapkan agar masing-masing calon dapat bersikap ksatria. "Jangan hanya berambisi menjadi pemimpin, tetapi berambisilah memajukan kampus kita tercinta", tegasnya. Lebih lanjut dikatakan, "Hakekatnya rektor adalah bukan penguasa, melainkan seorang pengabdi. Sehingga, jabatan sebetulnya merupakan beban, dan bukan kebanggaan".
Acara ini diikuti oleh seluruh sivitas akademika dan berlangsung tertib dalam suasana penuh kekeluargaan. Mereka rela mengantri untuk bersalaman dengan para pejabat teras Unibraw, dan setelah itu mereka pun saling bersalaman satu sama lain di antara para rekan sejawat. Turut memeriahkan acara ini para mahasiswa Universitas Brawijaya yang tergabung dalam UAKI dan Unitantri yang berkolaborasi mempersembahkan lagu-lagu rohani yang mampu menambah keakraban dan suasana yang religius. Setelah saling bersalaman para pengunjung menikmati hidangan yang telah dipersiapkan oleh panitia yang tidak lain adalah para karyawan di lingkungan Universitas Brawijaya dan kelompok mahasiswa Unisma. Acara ini berlangsung hingga pukul 11.00 wib. [nok/nik]

Bursa Rektor Unibraw Menghangat, Senat Buat Tata Cara Pilrek
Selasa, 08 Nov 2005
Meski jabatan Rektor Unibraw Prof Dr Ir Bambang Guritno baru berakhir awal Februari 2006 mendatang, namun sejak awal Oktober lalu secara maraton senat Unibraw telah mengadakan rapat koordinasi untuk menyusun tata cara pemilihan. Hasilnya, tepat 15 Oktober tata cara penjaringan dan pertimbangan calon rektor telah terbentuk dan dituangkan dalam SK nomor 166/SK/2005.
Dalam SK tersebut diterangkan bahwa nantinya ada dua tahapan yang akan dilalui untuk memilih rektor Unibraw periode 2006-2010. Yakni, tahap penjaringan dan tahap pertimbangan senat Unibraw. Dalam tahap penjaringan, semua unsur akan dilibatkan. Mulai unsur mahasiswa, dosen, dan perwakilan pegawai administratif. "Untuk tahap penilaian senat nanti, selain tetap didasarkan pada asas demokrasi, terbuka, jujur,dan adil, juga akan dipertimbangkan rekam-jejak (track-record) calon terpilih," ungkap Kahumas Unibraw Farid Atmadiwirya.
Sedang, khusus untuk penjaringan yang akan memilih sebanyak-banyaknya enam calon rektor akan dilakukan oleh panitia penjaringan independent. Panitia ini terdiri dari ketua penjaringan Dr Sihabudin SH MH, Dr Setyawan Purnama Sakti MSc (wakil ketua), Ir Sudarminto Setyo Yuwono MSc (sekretaris), Dr Chandra Fadjri Ananda SE (wakil sekretaris), serta para anggota dari wakil-wakil fakultas.
Prosesnya diawali dengan penyampaian borang (formulir) kesediaan menjadi calon rektor kepada dosen yang memenuhi persyaratan. Antara lain, usia tidak lebih dari 61 tahun pada saat diangkat nanti, memiliki jabatan fungsional guru besar atau lektor kepala bergelar akademik doktor, dan bersedia memaparkan visi, misi, dan program kerja secara tertulis. "Kesediaan calon rektor harus disampaikan kepada panitia penjaringan selambat-lambatnya 6 hari setelah dikirimkan," ucap dia.
Setelah itu, panitia penjaringan menyusun daftar nama bakal calon rektor dan mengumumkannya secara luas dan terbuka kepada seluruh warga Universitas Brawijaya. Dan, baru akan digelar pemungutan suara secara serentak, paling lambat 1 minggu setelah pengumuman daftar nama bakal calon rektor. Penjaringan melalui pemungutan suara dilaksanakan di fakultas-fakultas dan kantor pusat Universitas Brawijaya. Pemilih, yang terdiri dari para dosen, perwakilan mahasiswa, dan perwakilan pegawai administratif, memberikan suaranya dengan prinsip setiap orang hanya dapat memilih satu calon. "Dari tahap ini, panitia mengirimkan sebanyak-banyaknya 6 nama calon yang memperoleh suara terbanyak kepada ketua senat guna mendapatkan pertimbanga," tambah Farid.
Sementara, pemberian pertimbangan dilakukan oleh senat dalam rapat senat yang diselenggarakan secara khusus. Rapat dianggap sah bila dihadiri sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah anggota Senat. Sebelum anggota senat memberikan pertimbangan, para calon rektor diwajibkan mempresentasikan visi, misi, dan program kerja, serta melakukan dialog di hadapan rapat pleno senat. Pemberian pertimbangan dilakukan secara musyawarah untuk mufakat. Apabila tidak tercapai mufakat, pertimbangan dilakukan melalui pemungutan suara dengan prinsip satu orang satu suara (one man one vote). Senat menetapkan 3 nama calon rektor, sesuai dengan peringkat perolehan suara, untuk diserahkan kepada Menteri, dan Presiden menetapkan serta mengangkat salah seorang di antaranya sebagai rektor Universitas Brawijaya periode 2006-2010. (nen)
http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=106384&c=88

Khutbah Idulfitri di Unibraw
3 November 2005
Indonesia yang mayoritas muslim, menempati peringkat ke-20 negara terkorup di dunia. Hal yang sangat ironis dan menyedihkan ini tak lain karena negara kita agaknya sedang mengalami krisis akhlakul karimah. Untuk itu setelah selama satu bulan umat manusia melalui penggemblengan mental dan spritual menahan syahwat atau hawa nafsu, diharapkan menjadi hari raya kemenangan bagi kaum beriman. Demikian antara lain ungkap Drs. H. Heru Harsono MSc dalam khutbah Idul Fitri 1 Syawal 1426 H/3 November 2005 di Lapangan Rektorat Universitas Brawijaya Malang yang berjudul "Mengendalikan Syahwat Kekuasaan di Era Globalisasi".
Lebih lanjut staf pengajar Fakultas MIPA Unibraw ini men menyatakan bahwa kekuasaan pada era globalisasi sudah lepas kendali. Salah satu sebab mengapa manusia menyukai kekuasaan karena kekuasaan memberikan janji kenikmatan. Sesungguhnya jabatan adalah amanah Allah SWT melalui rakyat dan Allah SWT akan menagih pertanggungjawaban di akherat kelak. Sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasullah SAW mengingatkan secara tegas mengenai kekuasaan yaitu “Janganlah kamu meminta suatu jabatan karena sesungguhnya jika kamu diberi suatu jabatan tanpa memintannya, maka kamu akan mendapat pertolongan Allah dalam menjalankan jabatan itu. Tetapi kalau kamu diberi jabatan karena meminta maka (beban) jabatan itu diserahkan sepenuhnya kepadamu”.
Menyikapi musibah yang terjadi di beberapa belahan dunia, seperti bencana tsunami, badai Katrina, dan gempa di Pakistan, kandidat doktor fisika superkonduktor Universitas Airlangga ini menyampaikan tiga hal mengapa musibah terjadi. Yaitu, akibat kebrutalan dan kekeliruan umat manusia dalam menata alam, manusi senang hidup bermewah-mewah, serta akibat dosa dan perbuatan maksiat. Untuk itu secara praktis Allah SWT menuntun hamba-Nya menghadapi setiap musibah. Allah SWT bersabda bahwa orang yang biasa bersabar dalam menghadapi musibah diuji kualitas kesabarannya, dan orang yang belum bersabar diberi peluang untuk mendapatkan kesabaran.
Shalat Idulfitri di Unibraw dipimpin oleh imam Drs. HM Sam'un Makmur, dan diikuti segenap warga Unibraw maupun masyarakat sekitar kampus. Hadir dalam kesempatan itu antara lain Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, Pembantu Rektor II Prof. Dr. Moch. Munir SH, serta para mantan rektor seperti Prof. Hasyim Baisoeni, dan Prof  ZA Achmady MPA.
Sementara itu BAZIS Unibraw untuk tahun ini berhasil mengumpulkan zakat, infaq dan shadaqah sebesar Rp 29 juta yang kemudian didistribusikan kepada pegawai yang tidak mampu baik dari golongan I maupun II. [nik]

Kehadiran Wali Kota Menentukan, Hari Ini Takmir dan Ulama Ajak Dialog
Selasa, 01 Nov 2005
Tim kelompok kerja (pokja) Anti-AAJ yang dibentuk Takmir Masjid Agung Jamik Kota Malang terpaksa menjadwal ulang pertemuan dengan Wali Kota Peni Suparto. Alasannya, wali kota kemarin tidak berada di balai kota, sedangkan tim pokja harus konsolidasi lebih lanjut untuk mematangkan poin-poin yang nanti bakal disampaikan.
Dari hasil penjadwalan ulang itu, rencananya, hari ini mulai pukul 15.30, pokja akan mengundang wali kota bersama tim teknisnya untuk berdialog dan duduk bersama. Lokasi dialog ditetapkan di Masjid Agung Jamik. Tim pokja juga akan mengambil tim teknis dari beberapa universitas yang terdiri dari pakar hukum, pakar ekonomi, planologi, arsitek, sejarahwan, lingkungan, agraria, dan unsur agama dalam hal ini adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Kami akan mencoba menuangkan uneg-uneg jamaah dalam dialog nanti. Kami juga akan mengemukakan alasan-alasan logis yang mendasari penolakan kami," kata Dr Suhadak, sekretaris Takmir Masjid Agung Jamik, kemarin.
Sebelumnya diberitakan, para kiai dan ulama se-Kota Malang akhirnya secara bulat menyatakan menolak pembangunan Alun-Alun Junction (AAJ). Secara tegas mereka mendesak agar wali kota menghentikan rencana pembangunan pusat bisnis bawah tanah tersebut. Rencananya, pernyataan sikap penolakan itu akan disampaikan pada wali kota kemarin. Namun karena kondisi tidak memungkinkan, akhirnya batal.
Sebelumnya, gelombang penolakan juga datang dari kalangan akademisi, LSM, dan tokoh masyarakat. Empat rektor perguruan tinggi di Kota Malang yakni Unibraw, ITN, UIN, dan UM juga sepakat untuk minta dikaji ulang.
Menurut Suhadak, forum dialog yang digelar hari ini merupakan momen penting untuk tetap menciptakan kondisi kondusif di Kota Malang. Kehadiran wali kota beserta tim teknisnya sangat diharapkan oleh para jamaah, kiai dan ulama. Sebab, wali kota bisa lebih detail menyosialisasikan rencana AAJ.
Di pihak lain, dalam dialog tersebut juga diharapkan pihak jamaah masjid dan takmir bisa lebih detail mengemukakan alasan-alasan penolakan. "Dalam hal ini, kami ingin menempuh cara-cara positif. Harapannya, pemerintah juga menjawab dengan cara-cara yang positif pula," kata Suhadak.
Tentang kesimpulan yang diharapkan dalam dialog tersebut, Suhadak mengatakan semua pihak minta wali kota cool down (tidak menggebu-gebu) dengan rencana itu dan membatalkan proses pembangunan AAJ. Kalau hal itu dilakukan, maka jamaah dan Takmir Masjid Agung Jamik akan memberikan apresiasi positif dan tidak lagi melakukan perlawanan.
Sebaliknya, ketika wali kota masih bersikukuh, jamaah dan takmir juga tidak akan mundur. Gerakan-gerakan yang sudah disusun matang akan digulirkan dengan target menghentikan pembangunan dan operasional AAJ.
"Kami tetap menolak. Mudaratnya (sisi negatifnya) lebih banyak dari manfaatnya (sisi positifnya). Maka dari itu, gerakan ulama dan jamaah akan menjadi sebuah kekuatan untuk menghentikan pembangunan AAJ," kata dekan FIA Unibraw itu.
Di tempat berbeda, Ketua Tanfidziah Nahdlatul Ulama (NU) Kota Malang Muhammad Anwar menegaskan, NU menolak pembangunan AAJ di alun-alun. Tetapi, NU tidak menolak ketika pemerintah dan investor membangun di tempat lain misalnya lapangan luar stadion Gajayana.
Menurut Anwar, alasan yang mendasari penolakan itu adalah bakal muncul persaingan tidak sehat antara pemilik modal kecil dengan pemilik modal besar, AAJ menyalahi konsep awal pembangunan yang merata, dan menimbulkan kemacetan yang luar biasa.
Selain itu, gangguan yang bakal muncul kepada kondisi peribadatan, kebudayaan, serta sosial menjadi pertimbangan NU untuk menyatakan sikap menolak.
"Untuk saat ini kami menolak. Dengan beberapa alasan itu tadi," kata Anwar.
Sementara, M. Fatich, Wakil Ketua Tanfidziah NU menegaskan, keputusan penolakan NU merupakan hasil rapat harian Minggu lalu. Dan ketika pemkot bersikeras, maka NU akan menghadapi dengan gerakan moral yang semakin gencar. (yos)
http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=105880&c=88

Idulfitri di Unibraw
1 November 2005
Dalam rangka meyambut Idulfitri 1 Syawal 1426H, melalui surat edaran nomor 2287/J10/KP2005 yang ditandatangani Pembantu Rektor III Prof Dr Moch Munir SH, diumumkan bahwa libur Idulfitri ditetapkan tanggal 3 dan 4 November 2005. Sementara itu cuti bersama, tanggal 2 dan 5 November 2005, dan cuti fakultatif tanggal 7 dan 8 November 2005.
Sehubungan dengan itu, kegiatan kantor dimulai kembali tanggal 9 November 2005, dengan pengaturan jam kerja seperti semula. Hari Senin-Kamis pukul 07.00-14.00 WIB, Jumat pukul 07.00-11.00 WIB, dan Sabtu pukul 07.00-12.30 WIB. Begitu pula kegiatan senam kesegaran jasmani kembali diadakan setiap Jumat, mulai pukul 07.00 WIB.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, keluarga besar Universitas Brawijaya juga menyelenggarakan acara silaturahim dan halal bihalal, di gedung Sasana Samanta Krida, hari Kamis (10/11), mulai pukul 09.00 WIB.
Shalat Ied
Sementara itu Pusat Pembinaan Agama (PPA) Unibraw, Kamis 3 November 2005, menyelenggarakan shalat Idulfitri di lapangan depan Kantor Pusat Unibraw. Shalat dimulai pukul 06.00 WIB. Bertindak sebagai imam dalam shalat itu Drs. HM Sam'un Makmur, sedangkan sebagai khatib Drs. Heru Harsono MSi dari Fakultas MIPA Unibraw. [Far]