Last updated
29/5/2008
By: Farid Atmadiwirya
Mei 2008

Ujian Disertasi Husnul Khuluq
31 Mei 2008
Pelayanan publik yang dilakukan pemerintah tidak terlepas dari kendala birokratis dan berkembang menjadi budaya pelayanan pemerintahan Indonesia pada umumnya. Dalam otonomi daerah, pelayanan publik yang diberikan haruslah berkualitas dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Demikian pernyataan Husnul Khuluq dalam ujian terbuka disertasi yang berlangsung Sabtu (31/5) di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB). Bertindak sebagai promotor, Prof Dr M Irfan Islamy MPA, kopromotor Prof Dr Sumartono MS dan Prof Dr Soesilo Zauhar MS. Sementara tim dosen penguji terdiri dari Prof Dr Umar Nimran MA, Prof Dr Armanu Thoyib MSc, Dr Bambang Supriyono dan Prof Dr dr H Soedijono.
Dalam disertasinya yang berjudul “Membangun Budaya Pelayanan dalam Birokrasi Pemerintahan Daerah (Suatu kajian pelayanan unit Hemodialisa pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Gresik)”, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik ini menuturkan, RSUD Kabupaten Gresik terutama unit Hemodialisa menunjukkan pelayanan yang berkualitas. Nilai-nilai yang berkembang di unit pelayanan ini mencakup nilai professional seperti diberlakukannya persyaratan bahwa tenaga medis
(perawat) harus mahir ginjal, nilai sosial seperti adanya sikap empati dan memberikan dukungan finansial bagi pasien yang kurang mampu, berkembangnya citra positif dari masyarakat kepada Unit Hemodialisa RSUD Kab. Gresik dan dianutnya nilai spiritual serta nilai kekeluargaan kepada pasien dan keluarga pasien.
Husnul Khuluq selanjutnya  mengusulkan agar pelayanan publik harus mencakup nilai-nilai kecintaan kepada bangsa (loyality), tanggungjawab terhadap amanat yang diemban (duty), rasa ikut memiliki (citizenship), keinginan untuk menghilangkan ketimpangan dalam masyarakat (equity), keinginan untuk memberi ruang partisipasi seluas-luasnya bagi semua pihak (opportunity), dan keinginan untuk menegakkan keadilan atau kejujuran dalam masyarakat (fairness). Dikatakan pula bahwa alokasi anggaran seyogyanya difokuskan pada peningkatan kualitas dan jangkauan layanan publik terutama pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, transportasi publik, dan perumahan.
Dr Drs Husnul Khuluq MM lahir di Gresik 48 tahun silam. Menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di tempat kelahirannya, meraih gelar sarjana dari IKIP Malang (1982) dan gelar magister manajemen dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (1997). Pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan kabupaten Gresik (2004), dan sejak 2005 menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik. [nik]

Workshop Manajemen Sistem Akademik
29 Mei 2008
IMHERE Universitas Brawijaya kembali menyelenggarakan workshop sistem manajemen akademik periode kedua untuk menghasilkan kualitas kegiatan akademik universitas yang lebih baik. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis (29/5) di gedung Rektorat Universitas Brawijaya dengan diikuti seluruh Ketua Jurusan, Ketua Program Studi serta Pembantu Dekan I. Pemateri yang dihadirkan adalah Dr Soebiantoro Apt MSc (IMHERE UB), Prof Dr Ir Siti Chuzaemi MS (Lembaga Penelitian UB), Dr Endang Arisoesilaningsih (PJM), dan Dr Ir Mohammad Bisri MS (IMHERE UB).
Beberapa hal yang menjadi sorotan khusus dalam kesempatan tersebut di antaranya adalah Manual Prosedur Kegiatan Penelitian dan Manual Procedure Tracer Study Lulusan Sarjana UB yang telah berhasil disusun. Terkait aktivitas penelitian, Universitas Brawijaya saat ini telah memiliki payung penelitian yang membawahi empat klaster yaitu klaster sains dan teknologi (membidangi smart materials dan energi), cluster live sciences (membidangi biomedical engineering dan biodiversity), klaster agrokompleks (membidangi ketahanan pangan dan revolusi biru) dan klaster sosial-hukum (membidangi capacity building dan social welfare).
Kepada PRASETYA Online, Prof Chuzaemi menjelaskan, saat ini Universitas Brawijaya aktif dalam berbagai kegiatan penelitian di antaranya dibiayai oleh Kementerian Ristek meliputi Riset Dasar, Riset Terapan serta Riset Difusi sebanyak 32 judul untuk tahun 2008 dengan perolehan dana Rp 5,5 M. “Perolehan ini terhitung sebagai nomor dua yang terbesar setelah ITB”, ujar Prof. Chuzaemi. Sementara dari Dikti dengan model desentralisasi, UB dipercaya menjadi reviewer, dan telah berhasil diloloskan 40 judul selama periode 2008 dengan perolehan dana sebesar Rp 2 M untuk hibah bersaing, riset fundamental, hibah pekerti dan RAPID.
Sementara itu, dalam pembahasan tracer study, diketahui bahwa secara kuantitas, jumlah mahasiswa yang berhasil di-trace baru sekitar 20%, di bawah standar akreditasi institusi yang mencapai 30%. Dari penelitian tracer study tersebut diketahui pula bahwa aktivis mahasiswa lebih cepat mendapatkan pekerjaan dibandingkan mahasiswa dengan IPK bagus dan mahasiswa non-aktivis. Selain itu, diperoleh juga data bahwa wanita lebih rendah perolehan kerjanya dibanding laki-laki. [nok]

Pendidikan Dokter FK-UB Raih Akreditasi A
29 Mei 2008
Setelah menempuh proses visitasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) beberapa waktu silam (12-15 Maret 2008), pada bulan ini Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB) mendapatkan hasil akreditasi untuk kedua program studinya. Program Studi Pendidikan Dokter meraih akreditasi A, sedangkan Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) terakreditasi B.
Kepastian ini tercantum dalam surat keputusan nomor 002/BAN-PT/Ak-XI/S1/IV/2008 untuk Ilmu Keperawatan, dan 003/BAN-PT/Ak-XI/S1/V/2008 untuk Pendidikan Dokter. “PSIK masih memperoleh akreditasi B karena relatif masih baru didirikan”, kata Dr dr Samsul Islam SpMK MARS, Dekan FK-UB. Akreditasi untuk kedua program studi di lingkungan FK UB tersebut berlaku dari tahun 2008-2013. Menurut Dr Samsul, dengan mendapatkan akreditasi A untuk Pendidikan Dokter maka FK masih diperbolehkan membuka program spesialisasi kedokteran. Apabila akreditasi belum A, konsekuensinya FK-UB tidak diperbolehkan membuka program spesialisasi. “Kalau mengurusi S1 saja belum bisa, tentu tidak diperbolehkan membuka program spesialisasi. Intinya, kinerja harus terus ditingkatkan”, katanya. Dr Samsul juga mengungkapkan bahwa setelah memperoleh akreditasi terbaru itu, FK-UB menargetkan untuk meraih ISO 9002 pada tahun depan.
Rencana Kedokteran Gigi
Sementara itu, pada tahun ajaran 2008/2009 rencananya akan membuka Program Studi Kedokteran Gigi (PSKG). PSKG akan menjadi lembaga pendidikan tinggi untuk mendidik calon dokter gigi yang akan dididik selama 5 tahun. Dari studi visitasi yang dilaksanakan oleh Tim Asesor Konsil Kedokteran Indonesia pada tanggal 15 Mei 2008, FK UB dinyatakan siap untuk membuka PSKG. Bahkan tim assessor menyatakan bahwa dari 5 perguruan tinggi di Indonesia yang akan membuka program kedokteran gigi, FK UB dinyatakan paling siap. Sebagai rencana awal, daya tampung mahasiswa baru unuk tahun ajaran 2008/2009 ditetapkan hanya 50 mahasiswa. Jumlah tersebut rencananya diperoleh dari jalur SNMPTN dan SPMK.
Saat ini FK-UB telah memiliki 3 program studi S1, yakni Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, dan Ilmu Gizi. Selain itu juga mengelola program magister (S2) Biomedik dengan 7 minat (Farmakologi, Toksikologi, Imunologi, Mikrobiologi, Parasitologi, Anatomi, dan Kedokteran Pencegahan); Program Pendidikan Dokter Spesialis I (PPDS) untuk 12 bidang ilmu (Bedah, Penyakit Dalam, Penyakit Paru, Patologi Klinik, Kebidanan dan Penyakit Kandungan, Penyakit Telinga Hidung dan Tenggorokan, Penyakit Mata, Emergensi, Radiologi, Kesehatan Anak, Penyakit Saraf, serta Penyakit Kulit dan Kelamin); dan program doktor (S3) dengan 3 minat (Biomedik, Teknologi Kedokteran, dan Bioreproduksi). [fjr]

Pelatihan Bagi PNS Pra-Purnatugas
29 Mei 2008
Unit Korpri Universitas Brawijaya menyelenggarakan pelatihan bagi PNS yang akan menjalani pensiun (pra-purnatugas). Kegiatan ini digelar bulan depan, di Hotel Kartika Wijaya, Batu. Demikian keterangan Ketua Unit Korpri UB Drs Djanalis Djanaid kepada PRASETYA Online, Kamis (29/5).
Tujuan pelatihan adalah untuk mempersiapkan PNS yang akan memasuki masa pensiun agar mampu menyesuaikan diri dan menerima perubahan lingkungan, mempunyai alternatif dan berani mengambil keputusan untuk melakukan aktivitas yang positif, mempersiapkan PNS yang akan pensiun agar mempunyai jiwa wirausaha dan mampu mengelola keuangan secara efektif dan efisien.
Beberapa instruktur akan mengisi kegiatan tersebut, di antaranya Drs Djanalis Djanaid, Prof Dr dr Achdiat Agus SpS, Dr Yudi MS, Juniardi SH, Drs Alex Soemadji Nitisemito dan Drs Faka Muin MBA. Sedangkan materi yang diberikan meliputi "Sehat Bugar di Masa Tua", "Psikologi di Usia Lanjut", "Teknik Memilih Kegiatan yang Tepat di Masa Pensiun", "Manajemen Stress, Konflik dan Hati Nurani", "Orientasi Kewirausahaan", "Memilih Bidang Usaha", "Bisnis Game", "Membangun Daya Saing", "Jurus-jurus Wirausaha", "Rambu-rambu Wirausaha", "Motivasi Bisnis", dan "Manajemen Keuangan Praktis".
Djanalis memaparkan, pegawai negeri sipil (PNS) merupakan aparatur negara yang strategis sebagai penyelenggara pemerintahan dan pembangunan, sekaligus sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Mengingat penting dan strategisnya PNS, pemerintah selalu berupaya setiap tahun untuk meningkatkan kesejahteraan mereka melalui kenaikan gaji sesuai dengan kemampuan keuangan negara. Pemerintah menyadari, kenaikan gaji PNS setiap tahunnya belum memenuhi harapan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan kebutuhan hidup yang semakin kompleks, namun pemerintah tetap mempunyai perhatian yang khusus dalam hal kesejahteraannya.
Sementara itu, cepat atau lambat, semua PNS akan memasuki masa pensiun (purnabakti). Ini berarti, mereka akan dihadapkan pada permasalahan sosial yang sangat kompleks, karena secara psikologis para pensiunan harus menyesuaikan dengan lingkungan hidup yang baru. Oleh karena itu, demikian Djanalis, PNS yang akan menjalani pensiun perlu dipersiapkan mental, kemampuan dan ketrampilan lain yang dapat dipakai sebagai modal dalam hidup di lingkungan yang baru. [nok]

Seminar Nasional Teknik Elektro
29 Mei 2008
Sebagai rangkaian kegiatan peringatan ulang tahun ke-45 Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB), Jurusan Teknik Elektro FT-UB akan menggelar ”Electrical Power, Electronics, Communications, Controls, and Informatics Seminar (EECCIS) 2008”, Selasa, 3 Juni 2008.
Seminar nasional teknik elektro ini akan menghadirkan Prof Dr Ir Muhammad Nuh DEA  (Menteri Informasi dan Komunikasi) sebagai keynote speaker, di samping pembicara lain seperti Dr Muhammad Aziz Muslim (UB), dan Muhammad Ary Murti  (IEEE ComSoc Indonesia Chapter). Pembukaan diadakan di Gedung Widyaloka UB mulai pukul 08.00, sementara presentasi tiap makalah dilakukan di gedung Teknik Elektro UB, mulai pukul 13.00. Hingga saat ini, telah terdaftar 85 makalah bidang teknik elektro dan informatika dari berbagai lembaga penelitian dan perguruan tinggi di Indonesia.
Panitia menetapkan kontribusi peserta mahasiswa UB sebesar Rp 30 ribu, mahasiswa non UB Rp 50 ribu, umum Rp 100 ribu. Sementara untuk pemakalah, Rp 350 ribu - Rp 400 ribu, namun pendaftaran pemakalah saat ini sudah ditutup. Contact person yang dapat dihubungi adalah Moch Rusli (081333193363), Adharul Muttaqin (081321304218), dan Gloria Rakhmawati (085646435552). Alamat email penyelenggara: eeccis@brawijaya.ac.id atau eeccis08@gmail.com, dengan website http://eeccis.brawijaya.ac.id. [am]

Ujian Penyesuaian Ijazah 36 PNS UB
28 Mei 2008
Universitas Brawijaya menyelenggarakan ujian penyesuaian ijazah bagi pegawai negeri sipil (PNS) tenaga administrasi, dan tenaga dosen, Selasa (28/5) di Gedung PPI. Ujian diikuti oleh 36 peserta meliputi 9 orang tenaga administrasi dan 27 orang tenaga dosen yang berasal dari 8 fakultas dan kantor pusat. Terdiri dari Fakultas Ekonomi (3 orang), Fakultas Ilmu Administrasi (9 orang), Fakultas Pertanian (7 orang), Fakultas Teknik (1 orang), Fakultas Teknologi Pertanian (3 orang), Fakultas Perikanan (5 orang), Fakultas MIPA (3 orang), Fakultas Ilmu Sosial (4 orang) dan Kantor Pusat (1 orang).
Menurut Kepala Bagian Kepegawaian Dra Sukowinarti, selain melakukan ujian tulis para peserta juga harus membuat dan mempresentasikan makalah dihadapan tim penilai. Tim tersebut beranggotakan Prof Dr Armanu Thayib MSc, Dr Agus Suman SE DEA, Dr Ir Kliwon Hidayat MS, Dr Sarwono MSi, Dr Ir Happy Nursyam MS, Dr Ir Diana Arfiati, dan Dr Dra Indah Winarni MA. Para peserta harus menyelesaikan soal-soal seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris/Perancis, dan Kebijaksanaan Pemerintah. Tim pembuat soal terdiri dari Drs Bustanul Arifin SH MHum dari Universitas Negeri Malang serta Prof Dr Sumartono MS dan Dra Sri Endah Tabiati MEd dari Universitas Brawijaya. Setelah pelaksanaan ujian tulis, para peserta akan mempresentasikan makalah yang mereka buat pada 24 Juni 2008.
Para peserta ujian adalah mereka yang memenuhi berbagai persyaratan meliputi PNS yang memperoleh Ijazah Non Kependidikan program sarjana S1 dan Pascasarjana S2 minimal satu tahun sejak ijazah diterbitkan; minimal telah satu tahun menduduki pangkat pengatur golongan II/c terhitung mulai tanggal 1 April 2008; minimal memiliki masa kerja 6 tahun terhitung mulai tanggal Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas; PNS tersebut akan diberi tugas baru sesuai dengan ijazah yang dimiliki; DP3 tahun 2007 setiap unsur bernilai minimal baik; serta tidak sedang dalam keadaan diberhentikan sementara, menerima uang tunggu, cuti diluar tanggungan negara, dan tidak sedang menjalani hukuman disiplin berat, bagi tenaga administrasi. Sementara bagi tenaga dosen, syarat yang harus dipenuhi meliputi: PNS yang memiliki ijazah S2 atau S3 yang diperoleh sebelum diangkat menjadi CPNS; PNS yang memiliki ijazah S2 atau S3 sewaktu diangkat sebagai CPNS tidak sedang melaksanakan studi lanjut; minimal telah satu tahun dalam jabatan fungsional Asisten Ahli; DP3 tahun 2007 setiap unsur bernilai minimal baik; serta tidak sedang dalam keadaan diberhentikan sementara, menerima uang tunggu, cuti di luar tanggungan negara, dan tidak sedang menjalani hukuman disiplin berat. [nik]

IMHERE: Workshop II Manajemen Strategi SDM
28 Mei 2008
Setelah workshop pertama dua bulan silam (14/3), Indonesia-Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (IMHERE) Universitas Brawijaya, menyelenggarakan workshop yang kedua, Rabu (28/5), di lantai VIII Gedung Rektorat. Workshop dengan topik “Perancangan Ulang Manajemen Strategi Sumber Daya Manusia” ini diikuti 80 orang peserta dari seluruh unit kerja meliputi dekan, pembantu dekan I, pembantu dekan II, dan kepala bagian.
Membuka workshop, Pembantu Rektor II Warkum Sumitro SH MH dalam sambutannya mengatakan, Universitas Brawijaya memiliki modal potensial. Modal itu berupa rendahnya jumlah tenaga administrasi dan tingginya jumlah tenaga dosen yang dimiliki, dibandingkan dengan universitas lain, seperti Universitas Airlangga misalnya. Hal ini, tuturnya, akan sangat membantu upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Narasumber Prof Dr Fendy Suhariadi MT Psi (Direktur Sumber Daya Universitas Airlangga Surabaya), dalam materi berjudul “Penataan Organisasi dan Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi pada Era Perubahan” menyatakan, transformasi dari status PTN menuju BHPMN memiliki banyak kendala. Kendala terbesar datang dari perubahan budaya yang telah tertanam dan mendarah daging sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu.
Prof Fendy juga mengungkapkan beberapa perbedaan antara status PTN dengan BHPMN, di antaranya yaitu pada BHPMN rektor bukanlah penguasa tunggal. Rektor bertindak sebagai eksekutif sementara senat adalah lembaga legislatif.
Karenanya agar institusi berjalan dengan baik, antara eksekutif dengan legislatif harus memiliki satu visi. Selain itu dalam BHPMN tidak dikenal sistem eselonisasi. Nepotisme yang juga kerap ditemui di PTN, ternyata memberi dampak yang cukup signifikan dalam perubahan yang terjadi. Dirinya memberi contoh dalam hal penegakan kedisiplinan. Pernah suatu kali ia hendak menindak salah seorang karyawan yang tidak disiplin. Malangnya, ada salah seorang pimpinan atau bahkan anggota senat yang berusaha melindungi agar yang bersangkutan tidak ditindak sebagaimana peraturan yang berlaku. Untuk itu Prof Fendy menegaskan, diperlukan komitmen yang sangat tinggi dari semua pihak apabila sebuah PTN ingin berubah menjadi BHPMN agar mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
Acara itu juga diisi dengan presentasi dan diskusi mengenai SOP (standard operating procedure) dalam sistem manajemen sumber daya manusia di Universitas Brawijaya oleh tim HRD Policy Studies dengan narasumber Prof Drs Achmad Fauzi Dh MA, Prof Dr Moch Munir SH. [nik]

Albumin Ikan Gabus untuk Kesehatan
27 Mei 2008
Albumin merupakan salah satu protein plasma darah yang disintesa di hati. Ia sangat berperan penting menjaga tekanan osmotik plasma, mengangkut molekul-molekul kecil melewati plasma maupun cairan ekstrasel serta mengikat obat-obatan. Demikian di antara peran penting albumin yang disampaikan oleh Prof Dr Ir Eddy Suprayitno MS dalam seminar nasional bertajuk ”Pemanfaatan Albumin Ikan Gabus dalam Dunia Kesehatan”.
Acara ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan (Himatrik), Selasa (27/5), di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. Dalam presentasinya, Prof Eddy menyampaikan ”Tinjauan Aspek Biokimia Albumin Ikan Gabus sebagai Sumber Pangan Kesehatan”. Menurut gurubesar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB ini, albumin dapat juga digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit terutama yang disebabkan berkurangnya jumlah protein darah, seperti luka bakar, patah tulang, pascaoperasi dan infeksi paru-paru. Albumin yang berperan sedemikian besar, sampai saat ini merupakan komoditas impor dalam bentuk human serum albumin (HSA) yang harganya sangat mahal.
Albumin Ikan Gabus
Mahalnya albumin, meningkatkan kreativitas beberapa peneliti hingga praktisi untuk memperlebar perolehan albumin, di antaranya dari ikan gabus, yang biasa disebut ikan kutuk dalam bahasa Jawa dan ikan haruan di Kalimantan. Dari hasil kajiannya, para peneliti perikanan dan ilmu kelautan berhasil menemukan data dan fakta, albumin ikan gabus memiliki kualitas jauh lebih baik dari albumin telur yang biasa digunakan dalam penyembuhan pasien pascabedah. Ikan gabus sendiri, mengandung 6,2% albumin dan 0,001741% Zn dengan asam amino esensial yaitu treonin, valin, metionin, isoleusin, leusin, fenilalanin, lisin, histidin, dan arginin, serta asam amino non-esensial seperti asam aspartat, serin, asam glutamat, glisin, alanin, sistein, tiroksin, hidroksilisin, amonia, hidroksiprolin dan prolin. Terkait kandungan albumin di ikan gabus, diperoleh data bahwa kandungan albumin ikan gabus air payau lebih tinggi 4,76% dibanding albumin ikan gabus air danau yaitu 0,8%. Selain itu, ikan gabus jantan diketahui memiliki kadar albumin yang lebih rendah sekitar 6,7% dibanding ikan gabus betina yang mencapai 8.2%. Dijelaskan Prof Eddy, untuk memperoleh crude albumin, dapat dilakukan dengan pengukusan ataupun ekstraktor vakum untuk memperoleh rendemen dan kualitas yang lebih baik. Selain untuk kesehatan, albumin ikan gabus dapat juga digunakan untuk fortifikasi sebagai produk pangan kesehatan seperti ice cream, puding, bubur, fish nugget, bakso dan permen jelly.
Albumin untuk Kesehatan
Pemanfaatan albumin untuk kesehatan dan KEP-Gizi buruk lebih rinci dijelaskan oleh Dr dr Sri Adiningsih MS MCN yang juga akademisi dari Departemen Nutrisi, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga. Dijelaskan bahwa, albumin merupakan protein penting yang terdapat dalam plasma darah yang produksinya hanya dilakukan di hati dan dikeluarkan langsung ke dalam sirkulasi darah. Konsentrasi albumin yang rendah dalam tubuh dapat disebabkan karena beberapa hal di antaranya malnutrisi, penyakit hati kronis (sirosis), malabsorbsi, luka bakar hebat, saat menjalani operasi, dll. Efek plasma albumin yang rendah, menurutnya akan berhubungan dengan fungsi mempertahankan sel dalam sirkulasi darah dan jika kondisinya ekstrem akan berpengaruh pada fungsi pengantaran zat gizi kedalam jaringan dengan membentuk odema lokal, low serum kalsium walaupun tidak terdapat tanda adanya gangguan metabolisme kalsium.
Wirausaha Sari Ikan Kutuk
Produksi sari ikan kutuk skala rumah tangga dipaparkan langsung oleh Endang Uriati Arief, pemilik bisnis Sari Ikan Kutuk ”Alkuten”. Secara rinci, Endang, yang memiliki latar belakang sebagai paramedis ini memaparkan pengalamannya dalam menjalankan bisnisnya mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, pemasaran hingga penanganan limbahnya. Disebutkan, dalam penanganan bisnis tersebut, Endang menggunakan teknologi sederhana melalui pengukusan untuk memperoleh ekstrak albumin. Guna menghilangkan bau amis yang mendominasi ikan kutuk, ibu 62 tahun ini memanfaatkan aroma tradisional di antaranya kunyit, pandanwangi dan jahe. Untuk menjaga kualitas produksinya, Endang mengaku selalu meminta para pemasoknya untuk mendapatkan ikan kutuk liar dari langsung dari sungai atau payau yang masih liar dengan pakan alami. Pemanfaatan ikan kutuk ini dijelaskannya tidak menghasilkan limbah karena semuanya bermanfaat, termasuk kepala dan tulangnya yang digunakan sebagai pakan ikan lele. Produk Sari Ikan Kutuk Alkuten buatan Endang ini telah tersedia di apotek, rumah bersalin, dan klinik gizi. Bagi yang membutuhkan dapat langsung menghubungi Bu Endang pada nomor telepon (0341) 805305 atau Mbak Intan pada nomor (0341) 717725.
Testimoni Dahlan Iskan
Turut hadir dalam acara tersebut, Dahlan Iskan, CEO Jawa Pos Groups yang memberikan testimoni penyakit yang dideritanya. Dalam paparannya, ia mengaku diancam kematian melalui tiga perkara yaitu muntah darah, limpa rusak, dan kanker hati. Albumin, menurut Dahlan yang datang ke Universitas Brawijaya menggunakan helikopter pribadinya, merupakan salah satu obat yang berjasa ”menunda kematian” baginya. ”Saya tahu albumin tidak akan menyembuhkan saya, saya hanya membutuhkannya untuk menolong saya sembari menunggu donor hati”, kata dia. Kala itu, ia mengaku mendapatkan informasi dari internet tentang albumin, ikan gabus dan pakar yang mendalaminya, Prof Dr Ir Eddy Suprayitno MS. Ikan gabus tersebut, menurutnya biasa menjadi santapan kesehariannya ketika masih tinggal di Kalimantan dengan harga yang sangat murah. ”Menu sarapan keseharian saya di Kalimantan adalah nasi kuning yang ditemani ikan haruan”, kata dia. Ketika ia tahu bahwa ikan gabus mengandung Albumin yang dapat membantu sirkulasi darahnya, istrinya yang bertugas setiap hari mencarikan ikan tersebut sehingga tahu betul karakteristik fisik ikan gabus. Ketika dirawat di China, Dahlan mengaku kesulitan mendapatkan jenis ikan tersebut. ”Ketika seorang sahabat di Cina memberikan dua ember ikan, istrinya yang memang sudah tahu betul karakteristik fisik ikan gabus langsung menolak. ”Ini bukan ikan gabus. Kalau di Kalimantan ini disebut ikan tomang”, ujarnya sambil menirukan perkataan istrinya.
Berpengalaman menghadapi hepatitis B, ia teringat seniornya, Nurcholish Madjid, yang meninggal karena penyakit yang sama. ”Orang yang meninggal dengan mengidap hepatitis B biasanya warna mukanya menghitam. Saya sangat tidak terima jika sebagian orang menghakimi kematian seseorang dengan muka menghitam karena hepatitis B merupakan indikasi azab dari Yang Maha Kuasa”, ujarnya. ”Kita tidak bisa menghakimi jika tidak mengerti riwayatnya. Mao Tse Tung itu meninggal dengan raut muka putih bersih walaupun ia pemimpin partai komunis”, ujarnya.
Pameran Produk Perikanan
Serangkaian dengan acara Fisheries Technology Fair 2008, pada saat yang sama juga diselenggarakan Pameran Produk Perikanan di lantai dasar gedung Widyaloka. Dalam acara tersebut, beberapa produk perikanan diperjualbelikan, di antaranya rambak ikan, bakso ikan, manisan dan minuman rumput laut, sari ikan kutuk “Alkuten”, dll.
Salah seorang peserta, Karnadi, yang telah lebih dari 10 tahun menggeluti bisnis pengolahan hasil perikanan juga turut ambil bagian dalam kesempatan tersebut. Produk berbasis ikan tuna dipasarkan dengan merk “Mina Sari”. Di antara produk yang diminati para pembeli adalah abon ikan tuna, ikan tuna bakar, bakso dan nugget ikan tuna, dendeng dan sambal goreng ikan tuna. [nok]

Prof Soekartawi dalam Forum Internasional Biofuel
27 Mei 2008
Prof Soekartawi guru besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya diundang dalam diskusi "Trade-off Bio-energi dan Ketahanan Pangan", di Hotel Century Atlit, Jakarta. Acara dihadiri mantan Menteri Pertanian Syarifudin Baharsyah, pejabat Departemen Pertanian dan ahli-ahli Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), anggota DPR, dan pejabat terkait.
Ia diundang karena baru-baru ini ia pulang dari Filipina setelah mengikuti pertemuan International Executive Forum on Biofuels di Manila mendiskusikan masalah yang sama.
Forum tersebut digelar di Hotel Dusit Thani, Manila, membahas berbagai isu yang berkaitan dengan pembangunan bio-fuels (bahan bakar nabati) yang dikemas dengan tema "Unravelling the Policy Issues and Development Challenges on Biofuels: An Executive Forum". Forum ini dihadiri oleh berbagai lembaga internasional dan perwakilan dari negara-negara ASEAN dan negara-negara lainnya. Pertemuan itu sendiri diprakarsai oleh IFFRI (International Food Policy Research Institute) yang bermarkas di Washington DC, USA, Pemerintah Filipina, dan SEARCA.
Dalam forum itu, Soekartawi menjumbangkan makalah berjudul "Four Critical Issues to Be Taken Account in Bio-fuels Development: Lessons from Indonesia". Ditekankan, ada empat faktor kritris yang perlu terus diperhatikan manakala bio-fuels dipakai sebagai instrumen pembangunan. Pertama, pembangunan bio-fuels tidak boleh mengganggu kebijakan keamanan pangan, karena  bagaimanapun program keamanan pangan (food security) harus dikedepankan. Kedua, pembangunan bio-fuels harus cost-effective dalam pengertian mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketiga, pembangunan bio-fuels harus memperhatikan issue soal proteksi lingkungan dalam pengertian pembangunan bio-fuels di Indonesia atau di negara lain tidak boleh merusak lingkungan. Dan keempat, pembangunan bio-fuels harus pula memperhatikan masalah-masalah sosial yang diakibatkannya.
Lembaga-lembaga Internasional seperti IFFRI, USAID, FAO, IFAD, SEARCA dan International Bio-fuels Board menyediakan dana riset soal bio-fuels ini secara kompetitif. "Bila teman-teman di UB menginginkan, saya besedia membantu memfasilitasinya", tutur Soekartawi melalui PRASETYA Online. [skw[
---
Foto: Prof Soekartawi (UB-Indonesia), Dr A Balisacan (SEARCA-Filipina) dan Dr MW Rosegrant (IFFRI-USA).

Workshop Kebijakan dan Hukum Persaingan di Vietnam
27 Mei 2008
Rika Kurniaty SH, dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, mengikuti “Regional Workshop on Competition Policy and Laws - Charting Future Cooperation in ASEAN” yang digelar selama 2 hari (27/5-28/5), di Ho Chi Minh City, Vietnam.
Workshop diadakan oleh Sekretariat ASEAN bekerja sama dengan Australia Development Cooperation Programme (AADCP), yang diikuti oleh negara-negara ASEAN: Indonesia, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Dalam workshop tersebut, para peserta akan mendapatkan wawasan yang mendalam mengenai penerapkan hukum dan kebijakan persaingan di negara-negara ASEAN dan negara lainnya. Para peserta juga akan mendapatkan pengetahuan dan mendiskusikan bagaimana praktek terbaik hukum persaingan baik pada tataran kebijakan maupun tataran operasional, apa manfaat dari pendekatan alternatif untuk rencana kerjasama di bidang persaingan usaha, selain itu juga technical assistant dan capacity building yang dibutuhkan oleh negara-negara ASEAN untuk mencapai pengantar, implementasi dan koordinasi dari penetapan suatu hukum dan kebijakan persaingan usaha yang efektif. [rik]

Fisheries Technology Fair 2008
27 Mei 2008
Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan (Himathrik) Universitas Brawijaya menyelenggarakan Fisheries Technology Fair 2008. Acara utama berupa Seminar Nasional “Pemanfaatan Albumin Ikan Gabus dalam Dunia Kesehatan”, bertempat di Widyaloka Convention Hall, hari Selasa (27/5). Menghadirkan pembicara Dahlan Iskan (CEO Jawa Pos), Prof Dr Ir Eddy Suprayitno MS (Guru Besar UB), Dr dr Sri Adiningsih MS MCN (FKM Departemen Nutrisi Unair), serta Endang Uriati A (Praktisi Industri Albumin). HTM yang dibayar untuk kategori pelajar dan mahasiswa sebesar Rp 30.000, sedangkan peserta umum sebesar Rp 40.000. Fasilitas yang diberikan antara lain sertifikat, block note, stiker, coffee break, lunch, doorprize berupa voucher menginap di Pondok Jatim Park, serta gratis perdana kartu “3”. Tiket boks disediakan di Sekretariat Himathrik dan Koridor Timur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 9-24 Mei.
Selain seminar nasional, juga digelar pameran produk perikanan dan pangan (tradisional dan modern) bekerjasama dengan perusahaan industri perikanan dan pangan (di lantai dasar gedung Widyaloka, tanggal 27 Mei 2008), serta lomba mewarnai dan menggambar (di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB, tanggal 18 Mei 2008). [bhm]

RUU Peternakan dan Kesehatan Hewan
26 Mei 2008
Dinamika dunia peternakan dan kesehatan hewan mengimbas pada payung hukumnya yang dituntut pula untuk menyesuaikan dengan berbagai perkembangan dan kemajuan yang ada. Di Indonesia, payung hukum peternakan dan kesehatan hewan sampai saat ini masih merujuk pada UU Nomor 6/1967 yang merupakan warisan Belanda dan hanya memuat ketentuan-ketentuan pokok. Gagasan untuk memperbaharui Undang-undang ini telah digulirkan pemerintah dalam bentuk RUU Peternakan dan Kesehatan Hewan (RUU P&KH).
Membahas hal ini, Eksekutif Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya menggelar Seminar Nasional RUU Peternakan dan Kesehatan Hewan 2008, dalam rangka peringatan 100 tahun kebangkitan nasional. Hadir dalam kesempatan tersebut, Suprahtomo SH MH MSi (Departemen Hukum dan Humas Departemen Pertanian RI), Drh Deddy Fachruddin Kurniawan (Wakil Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia Jatim II), dan Dr Ir Sucik Maylinda MS (Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia Cabang Jawa Timur II).
Konsepsi
Menurut Suprahtomo, ada berbagai argumentasi perlunya perubahan RUU P&KH, terutama yang berdimensi waktu dan substansi. Dalam dimensi waktu, UU No 6/1967 ini menurutnya merupakan warisan belanda dan  tidak memuat perkembangan. Sementara itu, dari dimensi substansi diketahui juga ada beberapa kelemahan. Di antaranya, dari sisi mandat hanya berorientasi pada produksi, dan belum adanya asas sebagai pijakan utama di samping tidak memuat sanksi pidana atau denda dalam hal kepastian hukum. Selain itu, disebutkan juga bahwa jaminan berusaha dalam UU ini sangat lemah di samping belum kuatnya penekanan aktivitas penelitian sebagai implementasi budaya kualitas dan inovatif. Berbagai hal tersebut, dalam RUU P&KH menurut Suprahtomo telah diperbaharui. UU P&KH tersebut dijelaskannya memuat berbagai asas hukum yaitu asas manfaat dan lestari, keamanan dan kesehatan, kerakyatan dan keadilan, keterbukaan, keterpaduan, kemandirian, dan profesionalisme. RUU P&KH ini memuat 14 bab dengan 92 pasal, terinci sebagai berikut: Bab I Ketentuan Umum (3 pasal), Bab II Sumberdaya (8 pasal), Bab III Peternakan (27 pasal), Bab IV Pengendalian Penyakit Hewan, Obat Hewan, Peralatan Kesehatan Hewan (17 pasal), Bab V Kesmavet dan Kesrawan (12 pasal), Bab VI Otoritas Veteriner (8 pasal), Bab VII Pemberdayaan Peternak, Perusahaan Peternakan, dan Usaha di Bidang Kesehatan Hewan (2 pasal), Bab IX Penelitian dan Pengembangan (5 pasal), Bab X Penyidikan (1 pasal), Bab XI Sanksi administrasi (1 pasal), Bab XII Sanksi pidana (2 pasal), Bab XIII Ketentuan Peralihan (2 pasal), Bab XIV Ketentuan Penutup (2 pasal) serta penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal. Sampai saat ini, tutur Suprahtomo, RUU ini mengundang banyak perdebatan antara lain dalam hal pendefinisian dan pengkajian ternak transgenik.
New Zealand
Deddy F Kurniawan, sebagai wakil ketua PDHI Jawa Timur II, memulai presentasi dengan definisi veteriner sebagai kesehatan hewan dan segala keterkaitannya dalam mensejahterakan dan membahagiakan manusia. Pekerjaan sebagai veterinarian juga menurutnya merupakan satu bentuk profesi medis. Dengan pengalamannya selama empat tahun di New Zealand, Deddy menganalisis berbagai kesenjangan dan fakta ironi yang ada dalam dunia peternakan dan kesehatan hewan yang digelutinya di Indonesia. Laki-laki yang aktif di Klinik Hewan “Suropati” Batu ini menyatakan, Indonesia memiliki banyak ketertinggalan. Dalam hal konsumsi susu misalnya, dalam dalam kurun waktu 30 tahun hanya sedikit meningkat yaitu 4,68 liter/kapita/tahun pada 1970 menjadi 6,5 liter/kapita/tahun pada tahun 2000. “Butuh waktu 600 tahun untuk setara dengan Amerika Serikat yang saat ini konsumsi susu masyarakatnya telah mencapai 100 liter/kapita/tahun”, ujarnya. Beberapa poin analisa disparitas yang ia tekankan untuk Indonesia adalah pengembangan genetika, konsumsi pakan, strategi reproduksi, teknologi pemuliaan ternak, perbaikan koalitas susu, peningkatan produksi, serta pengembangan kapasitas peternakan dan relajar di bidang tersebut. Memberikan gambaran keadaan di New Zealand, untuk menangani berbagai hal tersebut dijelaskannya terdapat beberapa lembaga khusus yang menangani, yaitu IRD1 untuk hardware, FONTERA untuk industri susu, DEXCEL untuk software dan Massey University untuk pengembangan iptek-nya.
Sementara itu, Dr Sucik Maylinda dari perwakilan ISPI mencoba meluruskan berbagai pendefinisian, permasalahan teknik dan sistem terkait implementasi RUU P&KH. Harapannya, dapat menjadi pelindung peternakan nasional di masa depan. Dimoderatori oleh Prof Dr Ir Hendrawan Soetanto MRurSc, acara ini diikuti oleh mahasiswa, peneliti, praktisi dan akademisi bidang peternakan dan kesehatan hewan se-Jawa Timur. Dalam diskusi, dibahas juga elastisitas kurikulum dunia peternakan dengan diundangkannya RUU P&KH ini nantinya. [nok]

Prof Soekartawi Diundang Universitas Ballarat, Australia
25 Mei 2008
Prof Soekartawi, gurubesar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya mendapatkan kesempatan sebagai visiting professor di Universitas Ballarat, Melbourne, Australia. Kunjungannya ke sana selama sepekan (19-25 Mei 2008) dikarenakan beberapa alasan. Pertama, ia mempunyai bimbingan mahasiswa program doktor (Sudaryanto dari Universitas Jember 2008) yang judul disertasinya "Model of ICT Adoption: A Framework for Value Creation in East Java Small Medium Enterprise Agribusiness (EJ-SMAEs)". Kedua, Prof Soekartawi memberikan seminar dengan judul "Harnessing the Potential Use of ICT in Agribusiness Development in Indonesia: The State of the Art". Dan ketiga, ia juga menjadi Resource Person dalam Workshop on ICT in Agribusiness yang diselenggarakan oleh Center for e-Commerce and Communications (CeCC).
Dalam makalahnya, Soekartawi menjelaskan panjang lebar soal perkembangan ICT di Indonesia, mulai dari awal munculnya printed technology, diikuti dengan audio, video, komputer, internet dan e-business/e-commerce, serta aplikasinya di berbagai sektor khususnya di bidang agribisnis.
Setelah mengadakan pertemuan dengan pimpinan universitas maupun School of Business, Prof Soekartawi berkomentar, universitas ini sangat terbuka untuk melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Brawijaya. Ini merupakan kesempatan yang kedua kalinya bagi Prof Soekartawi untuk membimbing mahasiswa S3 yang belajar di Australia. Tahun lalu, yang kini sudah lulus S3, adalah Dr Sri Hartoyo, dosen UNS Sebelas Maret yang mengambil program S3 di University of New Castle. [skw]
---
Foto (kiri ke kanan): Prof Jane Farhal (ICT & Tourism), Prof Garry Carnegie (Accounting), Prof Ian Clark (Head of School), Prof Soekartawi (UB-Malang), Prof Helen Thomson dan Prof Jerry Courvisanos (Innovation & Entrepreneurship).

Ujian Disertasi Robbach Ma’sum
24 Mei 2008
Keberhasilan pembangunan di wilayah pedesaan tidak terlepas dari peran atau kepemimpinan seorang kepala desa. Sebagai pemimpin formal dan pemimpin informal, kepala desa dapat memimpin secara efektif apabila dia menerapkan gaya kepemimpinan yang menyesuaikan terhadap kesiapan pengikut. Demikian ungkap Drs KH Robbach Ma’sum MM dalam disertasi berjudul “Gaya Kepemimpinan Kepala Desa dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat di Desa Hulaan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik”. Ujian terbuka Bupati Gresik itu berlangsung di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Sabtu (24/5).
Lebih lanjut Ma’sum mengungkapkan, keterampilan dan kemampuan administratif seorang kepala desa sangat diperlukan mengingat kompleksitas tuntutan tugas dalam otonomi pembangunan desa. Ini berarti, untuk keberhasilan pembangunan desa, seorang kepala desa idealnya harus dibekali dengan kemampuan manajerial yang baik, disamping kemampuan memimpin masyarakat. Kemampuan ini dapat diwujudkan dalam bentuk kemampuan mengumpulkan dan mengolah data, kemampuan mengabstraksi data, kemampuan mengambil keplutusan berdasarkan data, kemampuan perencanaan, dan kemampuan mengevaluasi kebijakan.
Gaya kepemimpinan kepala desa pada era otonomi daerah menurut Ma’sum, berkembang secara lebih variatif. Mulai dari gaya superleadership yang memiliki strategi membangun dan mengembangkan jiwa kepemimpina pada diri pengikut, visionary herodengan strategi menciptakan visi yang mampu menggugah, mengilhami serta membangkitkan semangat, transactor dengan strategi menyediakan berbagai bentuk imbalan dan demokratis dengan strategi mengutamakan kerjasama serta teamwork dari pengikut. Pada akhir disertasinya Ma’sum menyarankan, kepemimpinan kepala desa seyogyanya mendukung kepada tumbuhnya sebuah civil society yang kuat, terutama bila desa akan dikembangkan sebagai komunitas Local Self Government. Juga diperlukan penguatan fungsi dan peran Badan Perwakilan Desa (BPD) serta peningkatan sumber daya manusia perangkat desa dalam menunjang kepemimpinan seorang kepala desa.
Ujian disertasi Robbach Ma’sum dipromotori oleh Prof Dr M Irfan Islamy MPA, dengan kopromotor Prof Dr Sumartono MS dan Prof Dr Soesilo Zauhar MS. Tim dosen penguji terdiri dari Prof Dr Umar Nimran MA, Prof Dr Armanu Thoyib MSc, Prof Dr Syamsiar Syamsuddin, Prof Dr Andi Yuli Gani MS dan penguji dari Universitas Airlangga Prof Dr Setyaningsih SE.
Dalam ujian terbuka itu Robbach Ma’sum (61 tahun) dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang Ilmu Administrasi dengan kekhususan Administrasi Publik. Gelar magister manajemen diperoleh dari Universitas Islam Kadiri, dan Robbach menjabat sebagai Bupati Gresik sejak tahun 2000.[nik]

Workshop dan Expo Technopreneurship
24 Mei 2008
Young Entrepreneur Society (YES), sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) baru Universitas Brawijaya berencana untuk menyelenggarakan kegiatan One Day Workshop and Expo on Technopreneurship. Acara ini akan diselenggarakan di gedung PPI Universitas Brawijaya pada Sabtu (24/5). Program Technopreneurship Mahasiswa merupakan upaya yang dilaksanakan untuk mendukung mahasiswa dalam menciptakan invensi/inovasi agar memberikan dampak kepada masyarakat yang ditujukan untuk mempercepat proses menciptakan ide/gagasan inovatif atau solusi teknologi menjadi aplikasi/terapan. Dari kegiatan sehari ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap technopreneurship disamping sebagai upaya untuk mendiseminasikan program technopreneurship mahasiswa serta menjaring mahasiswa-mahasiswa potensial untuk mengikuti program tersebut. Acara ini gratis bagi mahasiswa dengan prioritas mahasiswa UB disamping delegasi perguruan tinggi di wilayah Malang Raya dengan target peserta 20 orang. Turut mendukung acara ini adalah RAMP Indonesia dan The Limelson Foundation. Beberapa pemateri yang akan dihadirkan dalam acara tersebut adalah Ir Rifda Ammarina (Direktur Utama PT Puteri Cahaya Kharisma), Ir Liliek Setyobudi MSc PhD (Ketua Inkubator Bisnis UB), Ir Junaedi (wirausahawan), dan Direktur PT Bank Mandiri Malang. [nok]

Rakerpim UB
23 Mei 2008
Universitas Brawijaya, selama dua hari, 22-23 Mei 2008 mengadakan rapat kerja pimpinan (Rakerpim) di Hotel Kusuma Agro Wisata, Batu. Rakerpim diikuti oleh 176 orang pejabat, mulai dari rektor, pembantu rektor, kepala biro, ketua lembaga, kepala UPT, dekan dan pembantu dekan, ketua jurusan, ketua progran studi S1, S2, dan S3, direktur Laboratorium Sentral Ilmu Hayati, staf ahli rektor dan pembantu rektor, hingga kepala tatausaha di fakultas-fakultas. Selain itu dihadiri pula oleh pejabat-pejabat dan anggota tim-tim yang dibentuk rektor seperti Tim BLU, Tim IMHERE, Tim Inbis, Tim Blue Book, Tim Double Degree, dan Tim BHP. Tema rakerpim tahun ini adalah "Pemantapan pengembangan kebijakan Universitas Brawijaya menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional pada masa transisi otonomi menuju entrepreneurial university". Tujuannya, untuk meningkatkan pemahaman konseptual rencana kebijakan berdasarkan program kerja rektor tahun 2007-2011. Di samping itu juga merumuskan program kerja tahunan 2009, mengevaluasi program kerja rektor tahun 2007, dan meningkatan persepsi produktivitas budaya kerja dengan kebijakan yang ditentukan. Hasil yang diharapkan, masing-masing pimpinan yang membidangi akademik, organisasi dan manajemen, serta kemahasiswaan dapat menyelaraskan persepsi dan secara psikologis dapat mengubah perilaku, skill, atribut, kultur organisasi dan sumber daya manusia menjadi inovatif, kreatif, efisien, serta peningkatan produktivitas sesuai dengan mindset entrepreneurial university.
Banyak hal penting dibahas dalam rakerpim, di antaranya roadmap (peta keadaan) UB, pendidikan entrepreneurship, inkubator bisnis, unit-unit bisnis, keuangan berbasis kinerja, kewirausahaan dan pengembangan soft skill mahasiswa, kelas internasional, dan world class university. Khusus mengenai kebijakan dan implementasi pengelolaan keuangan badan layanan umum sengaja didatangkan pembicara dari Direktorat Pembinaan PK BLU Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan Drs E Berland Suhermawan MSocSc.

Khil_G Juara II KRI Regional Timur
23 Mei 2008
Universitas Brawijaya berhasil meraih juara II Kontes Robot Indonesia (KRI) di regional timur dan berhak maju ke ajang yang sama di tingkat nasional pada 14 Juni mendatang. Khil_G, demikian nama robot tersebut, menduduki jawara II pada kompetisi yang diselenggarakan di Graha ITS pada Sabtu-Minggu (17-18/5) silam di bawah PENS ITS yang berturut-turut menjuarai KRI tingkat nasional.
KRI merupakan tahapan awal menuju kontes Robocon 2008 yang akan diselenggarakan di India. Khil_G adalah hasil karya tiga orang mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2004 yaitu Wiwied Putra Perdana, Dhanie Anugrah Dewanta dan Asep Devi H. Kepada PRASETYA Online, Jumat (23/5), Wiwied menjelaskan dalam kompetisi ini robot ditantang untuk mengambil sebuah kubus berwarna kuning yang dinamai keju dan pot dalam sebuah lintasan bergaris. Agar berhasil mengambilnya, masing-masing tim didukung 3 robot otomatis dan 1 robot manual yang memiliki 3 kombinasi kecerdasan yaitu kecerdasan sistem mekanis, elektrik dan software.
”Kemenangan dalam kompetisi ini ditentukan oleh kecepatan robot untuk mengambil keju dan pot”, ujar Wiwied. Untuk mengkombinasi berbagai kecerdasan tersebut, Khil_G telah menelan dana Rp 30 juta dengan spare part lokal. Faktor spare part ini, menurut wakil manajer non teknis Andhika PY, yang menjadi salah satu kendala melawan rival terberatnya, PENS ITS yang menggunakan spare part impor langsung dari Jepang. ”Kami memiliki keterbatasan dana dan jaringan sehingga tidak mampu mengimpor langsung dari Jepang”, ujarnya. Meskipun begitu, tim asuhan Adharul Muttaqin ST MT ini mengaku siap maju ke tingkat nasional. [nok]

FKUB Peringati 100 Tahun Kebangkitan Nasional
21 Mei 2008
Memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB) menyelenggarakan tasyakuran. Acara digelar Rabu (21/5) di Graha Medika FKUB. Dalam acara ini diisi dengan Renungan 100 tahun Kebangkitan Nasional dan 10 tahun Reformasi, sekaligus sebagai ungkapan syukur seluruh sivitas akademika FKUB atas hasil akreditasi yang diperoleh dalam visitasi yang diselenggarakan pada bulan Maret 2008 yang lalu. Program Studi Pendidikan Dokter memperoleh Akreditasi A dan Program Studi Ilmu Keperawatan memperoleh Akreditasi B untuk tahun 2008-2013.
Renungan
Dalam renungan yang disampaikan oleh Drs Khusnul Fathoni MAg diharapkan prestasi yang telah diraih FKUB dapat dijadikan motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi dalam memajukan pendidikan kedokteran di UB sekalitus sebagai perana aktif FKUB terhadap pembangunan pendidikan bangsa, terlebih disaat bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi krisis multi dimensi. Disampaikan pula bahwa dalam menghadapi krisis dewasa ini, terutama yang terkait dengan semakin merosotnya jati diri bangsa, kita tidak bisa berharap kepada politisi, birokrat dan para konglomerat yang terlalu sibuk untuk berebut kedudukan, sibuk menjabat untuk mengembalikan modal dan kerakusan dalam menumpuk harta untuk disimpan di luar negeri. Maka yang bisa diharapkan dalam “Nation and Character Building” hanyalah lembaga pendidikan, karena lembaga pendidikan lebih mengedepankan moralitas.
Apabila dicermati sesungguhnya sumber dari segala krisis yang melanda negeri ini adalah krisis moralitas, yang kemudian memunculkan dua krisis besar yaitu: Krisis Ideologi (semakin menipisnya komitmen terhada ideologi bangsa, menipisnya rasa kebangsaan, runtuhnya jati diri bangsa, pelanggaran HAM, demokrasi cenderung liberal, ekonomi amburadul, KKN merajalela, kesenjangan sosial yang semakin parah, maraknya mafia peradilan, dll) dan Krisis Teologis (menipisnya keimanan, maraknya kemusyrikan, rendahnya komitmen terhadap kebenaran agama, agama sebagas sebagai pemasok kepentingan, internalisasi nilai agama jauh dari harapan, ajaran agama lebih ditonjolkan aspek ritual dari pada spiritual, lebih mementingkan aspek syari’at dari pada hakekat dan substansi ajaran, sehinggan agama seharusnya menjadi sumber kedamaian justru berubah menjadi sumber konflik horisontal.
Padahal jika nilai ajaran agama dapat diinternalisasikan dalam perilaku, maka agama membimbing manusia menjadi baik, seperti untuk mengatasi krisis komunikasi di era reformasi yang semakin tidak bermoral, seperti memanggil nama tokok dengan tidak sopan, langsung menyebut nama tanpa diawali kata bapak atu mantan. Sebenarnya sikap seperti ini dapat diperbaiki dengan merujuk teori komunikasi yang diajarkan Allah dalam Al-Qur’an, agar kita menjadi baik dalam berkomunikasi dengan siapapun, karena komunikasi yang baik merupakan barometer kebaikan seseorang.  Apapun terori didalam Al-Qur’an tersebut adalah Qaulan Ma’ruufan (perkataan yang baik, sepatutnya, sesuai dengan situasi dan kondisi, seperti tertera dalam Q.s. An-Nisa’:5), Qaulan Kariiman (perkataan yang mulia, seperti tertera dalam Q.s. Al-Isro’:23), Qaulan Sadiidan (perkataan yang benar, seperti tertera dalam Q.s. An-Nisa’:9 dan Q.s. Al-Ahzab:70), Qaulan Masyuuraan (perkataan yang pantas, memberikan solusi, seperti tertera dalam Q.s. Al-Isro’:28), Qaulan Layyinan (perkataan yang lembut, santun, rendah hati, seperti tertera dalam Q.s. Thaha:44) dan Qaulan Baligha (perkataan yang sampai, menyentuh, berbekas, seperti tertera dalam Q.s. An-Nisa’:63).
Di akhir renungan, Khusnul Fathoni menyampaikan, jika seluruh komponen bangsa Indonesia membangun komunikasi dan dialog kebangsaan menggunakan teori komunikasi berdasarkan Al-Qur’an di atas, maka jati diri bangsa yang terkenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi adat ketimuran, bangsa yang agamis dan bermoral akan menjadi kenyataan. Sedangkan untuk mengatasi krisis ideologi adalah dengan merujuk konsep bangsa Saba’ dalam membangun negerinya, sehingga menjadi negeri yang “Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafuur”, dengan tiga modal dasar yaitu Iman, Syukur dan Etos Kerja (Q.s. Saba’:15-17) dan menurut Prof Dr. Husen Ali Alatas untuk mengatasi krisis ideologis adalah “Bangsa Indonesia akan dapat bebas dari krisis multi dimensi, terutama KKN, kalau memiliki sepuluh tokoh sekualitas Mahatma Ghandi, dan seorang tokoh sekualitas Lenin”. Maksud dari sepuluh tokok sekualitas Mahatma Ghandi adalah tokoh yang bersih, bermoral tinggi, jujur, tidak berlumuran keringat dan darah orang lain. Sedangkan seorang tokoh sekualitas Lenin adalah tokoh yang menggunakan tangan besi dalam menegakkan supremasi hukum.
Tali asih
Dalam rangkaian acara yang dihadiri oleh 300 undangan tersebut, diserahkan tali asih bagi staf purnatugas oleh Dekan FKUB kepada staf edukatif dr Supardan SpBK, dr Dasril Chatib SpKJ, dr Hanafi Abbas SpR, dr R Soehardjito SpOG, dr Widodo MKes, dr Abdoerrochman Basoeki SpPA,. dan staf administrasi Djono, Dra Soemarmi Oktawiyanti, Triyatmoko, dan Rubijanto.

Rangkaian Acara E-Learning
21 Mei 2008
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kamis 22 Mei 2008, menerima kunjungan delegasi pimpinan dan akademisi beberapa perguruan tinggi Irlandia untuk menjajaki kemungkinan kerja sama akademik antar kedua negara. Sehubungan dengan itu, Pusat Pengembangan E-learning Universitas Brawijaya (PPE-UB) akan menyelenggarakan widya telewicara dengan perguruan tinggi di Indonesia agar bisa berdialog langsung dan mengeksplorasi kemungkinan kerja sama tersebut. Acara ini digelar pada Kamis (22/5), pukul 11:00-12:00 WIB, di ruang Distance Learning, gedung Rektorat Lama Lantai III.
Selain itu, PPE-UB juga mempersiapkan beberapa acara telewicara. Pada sesi ke-6 widya telewicara dengan topik membangun sinergi riset dan resource sharing, akan dibahas tentang peningkatan kapasitas perolehan HaKI (hak atas kekayaan intelektual) dari perguruan tinggi dan lembaga-lembaga riset. Acara widya telewicara tersebut diselenggarakan pada Senin (26/5), pukul 09:00-11:00 WIB, di ruang Distance Learning PPE-UB, gedung Rektorat Lama Lantai III.
Dr Ir Harry S Dachlan MSc, Direktur PPE-UB bertutur kepada PRASETYA Online, jumlah paten per kapita di Indonesia masih yang terendah di Asia Tenggara, yakni 0,8 paten/juta penduduk. "Bagaimana kita meningkatkan jumlah HAKI kita merupakan pekerjaan rumah besar kita yang mendesak untuk kita lakukan dalam memasuki persaingan dunia yang kian keras", ujar Harry. "Kekayaan dan keragaman seni dan budaya nusantara merupakan bagian yang sangat berpotensi membangun vitalitas berbangsa dan bernegara kita. Sementara rasanya masih sangat kecil upaya kita untuk memanfaatkan modal seni budaya tersebut. Ketika reog muncul dalam website pariwisata Malaysia, banyak orang kebakaran jenggot, sementara itu pernahkan kita terpikir mengenalkan seni reog pada anak-anak kita?", tukasnya.
Sementara itu dalam rangka peringatan seabad Kebangkitan Nasional, PPE-UB mengangkat topik seni dan budaya nasional dalam acara dialog di tempat yang sama. Acara tersebut akan digelar Selasa (27/5), pukul 09:00-11:00 WIB, dengan topik bahasan: "Menggali jati diri Indonesia melalui seni dan budaya bangsa". Narasumber dalam acara itu antara lain: Dirjen Dikti, Prof Sardono W Kusumo, Prof Dr Sapardi Djoko Damono, FX Widaryanto SST MA, dan Prof Dr Waridi. Target audiens acara ini adalah mereka yang peduli budaya bangsa. [hsd]

Kajian Ekonom UB: Pertimbangkan Kembali Kenaikan Harga BBM
20 Mei 2008
Bertepatan dengan momentum peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional, Indonesia masih diwarnai berbagai warna keterpurukan di atas melimpahnya potensi ekonomi, politik dan sosial yang dimilikinya. Dari aspek ekonomi misalnya, Indonesia yang dulu dikenal sebagai eksportir pangan dan energi (minyak) kini telah berubah drastis menjadi importir.
Kondisi ini menjadikan Indonesia memiliki ketergantungan yang sangat tinggi kepada negara lain. Akibatnya, ketika harga pangan dan energi (minyak) terus melambung karena ulah spekulan luar negeri, Indonesia menjadi ikut-ikutan panik dan kebingungan.
Hal ini menjadi latar belakang dan bahan diskusi serius beberapa ekonom Universitas Brawijaya untuk mempresentasikan pemikiran dan pandangan mereka terhadap rencana pemerintah untuk menaikkanan harga bahan bakar minyak (BBM).
Acara digelar di ruang sidang utama Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Selasa (20/5), dibuka oleh Pembantu Dekan I FE-UB, Dr Gugus Irianto. Akademisi yang hadir di antaranya Dr Ahmad Erani Yustika, Dr Khusnul Azhar, Dr Chandra Fajri Ananda, Dr Agus Suman, Dr Unti Ludigdo, dan Dr Margono, masing-masing mewakili dislipin ilmu-ilmu ekonomi seperti manajemen, akuntansi, dan studi pembangunan.
Kepanikan pemerintah
Dr Ahmad Erani Yustika menyatakan, kepanikan pemerintah Indonesia di antaranya nampak pada kegamangan pemerintah ketika beberapa kali mengubah RAPBN 2008, serta tarik ulur kebijakan ketika menyikapi kenaikan harga minyak. Hal ini banyak menimbulkan ketidakpastian di masyarakat, yang akhirnya menimbulkan permasalahan ekonomi sosial seperti kelangkaan minyak, antrean pembelian minyak, kenaikan harga barang/jasa, dan lain-lain.
Menurut kajian para ekonom UB, pilihan opsi pemerintah menaikkan harga BBM, menimbulkan banyak persoalan terkait beberapa permasalahan yang belum dijelaskan kepada publik. Di antaranya, transparansi pengelolaan migas, review struktur perpajakan, serta review formulasi kebijakan ekonomi, yang selama ini hanya menguntungkan pemodal kelas kakap (baik domestik maupun internasional).
Sembilan alasan
Terhadap rencana kenaikan harga BBM tersebut, para ekonom UB meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali dengan sembilan poin alasan. Kesembilan alasan tersebut: Pertama, kenaikan harga BBM merupakan langkah reaktif tanpa disertai rencana jangka panjang yang matang, sehingga di masa depan kebijakan semacam ini dipastikan akan berulang karena tidak mencoba menyelesaikan akar persoalan; Kedua, keputusan kenaikan harga minyak dipastikan akan semakin menyulitkan kehidupan masyarakat kelas menengah ke bawah karena harga-harga komoditas lain akan ikut naik, seperti produk pangan dan transportasi; Ketiga, pemerintah harus memperkuat daya beli masyarakat terlebih dulu dan mendesain kemandirian ekonomi secara komprehensif sehingga ketika terjadi lonjakan harga minyak atau fluktuasi ekonomi yang lain tidak akan menenggelamkan kehidupan ekonomi masyarakat; Keempat, pemerintah harus terlebih dulu mengaudit seluruh kontrak karya SDA (minyak, gas, pertambangan, hutan, dll) untuk mengetahui kerugian ekonomi yang ditimbulkan; Kelima, pemerintah harus menghitung kerugian akibat praktek mark up  atau cost recovery dari proyek-proyek pertambangan minyak dan gas yang telah berjalan sangat lama; Keenam, pemerintah harus melakukan negosiasi ulang dengan seluruh pemegang kontrak karya eksplorasi minyak, gas, emas, dan lain sebagainya untuk memastikan sebagian besar keuntungan masuk ke negara; Ketujuh, dalam jangka menengah pemerintah harus mengurangi dominasi asing dalam pengelolaan/eksplorasi SDA di Indonesia karena dari sisi modal dan teknologi sudah banyak pelaku domestik yang menguasainya; Kedelapan, pemerintah mencari alternatif lain di luar SDA untuk menambah pendapatan tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat, khususnya dari desain perpajakan progresif; Kesembilan, pemerintah secara sistematis menyusun kerangka penyelesaian kelangkaan energi dengan mendesain penemuan energi alternatif, misalnya biofuel dan energi panas bumi, sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan untuk konsumsi energi.
Tunda Kenaikan BBM
Meminta penundaan harga BBM, para ekonom UB mengajukan beberapa alternatif langkah. Untuk jangka pendek misalnya, Dr Agus Suman menyarankan agar melakukan efisiensi anggaran departemen, dan skema pemotongan utang. Sementara untuk jangka menengah, menurutnya perlu dilakukan audit anggaran dan penegakan hukum di samping upaya membangun perekonomian yang berpihak kepada masyakat kecil pada jangka panjang. Model kepemimpinan yang pro rakyat dan mampu menjadi negosiator ulung menurutnya merupakan salah satu wujud pola kepemimpinan yang kuat serta memiliki karakter dan keberanian. [nok]

Korpri UB Berikan Pelatihan Pelayanan Prima di Riau
19 Mei 2008
Ketua Umum Unit Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Universitas Brawijaya, Drs Djanalis Djanaid, pertengahan Mei memberikan ceramah di hadapan anggota Korpri, khususnya dari Badan Promosi dan Investasi Provinsi Riau, dalam rangka peningkatan kualitas SDM badan tersebut.
Diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, ceramah berjudul "Mengendalikan Public Opinion Melalui Pelayanan Prima",  diikuti oleh 200 peserta. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara LPA-FIA UB, PT Indogement, John Robert Power, serta Badan Promosi dan Investasi Riau. Pelatihan ini juga diisi ceramah Siti Nawangwulan dari John Robert Power Medan dengan topik "Optimalisasi Customer Relation and Service", dan Indayati Utomo dari John Robert Power Pusat Jakarta dengan topik "Personal Growth".
Menurut Djanalis Djanaid, Riau mempunyai potensi yang luar biasa dalam investasi, terutama potensi pertanian/perkebunan, perikanan, tambang, dan industri untuk ekspor, akan tetapi masih sedikit yang bisa diperoleh. Sebab pertama, menurut Djanalis, karena investor yang datang bukan orang yang profesional. Mereka hanya datang untuk meninjau dan piknik. Kedua, kita kurang gesit menemukan investor yang profesional. Ketiga, pelayanan kita kepada investor kurang menarik. Misalnya, aturan yang yang terlalu banyak, dan prosedur yang berbelit-.belit. Untuk itulah perIu setiap pejabat di Badan Promosi dan Investasi di Riau dibekali konsep pelayanan prima. Yang dimaksud pelayanan prima di sini, bukan hanya melayani investor, namun juga melayani intern organisasi. Misalnya, atasan melayani bawahan, bawahan melayani bawahan, dan sesama unit melayani secara prima juga, karena pelayanan itu merupakan suatu bentuk kerjasama tim. [dd]

Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2007/2008
17 Mei 2008
Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Yogi Sugito, Sabtu (17/5), mewisuda 1125 orang lulusan Universitas Brawijaya pada periode IV tahun akademik 2007/2008. Lulusan itu terdiri dari lulusan program diploma, S1, S2, dan S3.
Upacara berlangsung khidmat di depan Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya, di Sasana Samanta Krida.
Secara rinci, jumlah wisudawan masing-masing fakultas adalah sebagai berikut: FH 78 orang (S1 72 orang, S2 6 orang), FE 153 orang (D-III 14 orang, S1 109 orang, S2 27 orang, S3 3 orang), FIA 142 orang (D-III 18 orang, S1 120 orang, S3 4 orang), FP 82 orang (D-III 9 orang, S1 73 orang), FPt 63 orang (D-III 7 orang, S1 52 orang, S2 4 orang), FT 244 orang (S1 244 orang), FK 5 orang (S1 4 orang, Sp1 1 orang), FPi 50 orang (S1 4 orang, S2 3 orang), FMIPA 119 orang (D-III 68 orang, S1 51 orang), FTP 96 orang (D-III 6 orang, S1 84 orang, S2 6 orang), Prodi Bastra 49 orang (D-III 25 orang, S1 24 orang), PascaSarjana 44 orang (S2 41 orang, S3 3 orang).
Pada kesempatan itu pula, Rektor memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik dari masing-masing strata pendidikan. Penghargaan diberikan kepada Dr Hasniati SSos MSi (Ilmu Administrasi, IPK 3,9), Amin Mujianto MP (Ilmu Ternak, IPK 3,96) mewakili 9 orang wisudawan S2 terbaik, Catrine Ana Prastyari SS (Sastra Inggris, IPK 3,61), Fendy Wiyono SE (Akuntansi, IPK 3,85), Hikmatul Laila SH (Ilmu Hukum, IPK 3,73), Dewi Citra Larasati SAP (Ilmu Administrasi Publik, IPK 3,73), Umi Andarini SSi (Kimia, IPK 3,73), Titik Wijayanti SPi (Teknologi Hasil Perikanan, IPK 3,70), Mufidah Afiyanti SP (Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, IPK 3,74), Aulia Puspita AY SPt (Produksi Ternak, IPK 3,70), Puji Arman ST (Teknik Elektro, IPK 3,83), Dwi Bhekti Wulandari STP (Teknologi Industri Pertanian, IPK 3,66) mewakili 103 wisudawan S1 terbaik, serta  kepada Ana Mujilathusiam AMd (Bahasa Jepang, IPK 3,89) yang mewakili 9 wisudawan D-III terbaik. [bhm]

Ujian Disertasi Ria Ariany
16 Mei 2008
Masyarakat sehat merupakan salah satu bentuk modal manusia yang sangat penting dalam pembangunan bangsa. Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam pembangunan di bidang kesehatan, pemerintah berusaha mewujudkan visi "Menuju Indonesia Sehat 2010" dengan memfungsikan RSUD sebagai wakil pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Masalah umum yang terjadi dalam memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah meningkatnya permintaan akan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Dan salah satu penentu kualitas pelayanan kesehatan tak lain adalah peran tenaga medis.
Demikian Ria Ariany dalam disertasi berjudul “Peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit umum Mataram (Studi tentang perilaku kerja dan faktor-faktor pembentuk perilaku kerja tenaga medis)”. Ujian disertasi Ria berlangsung pada 16 Mei 2008 di Gedung Fakultas Ilmu Administrasi. Bertindak sebagai promotor oleh Prof Dr M Irfan Islamy MPA dengan ko promotor Prof Dr Salladien. Tim penguji meliputi Prof Dr Soesilo Zauhar MS, Prof Dr Taher Alhabsyi, Prof Dr Sumartono MS, Prof Dr Yuli Andi Gani MS, Dr Bambang Supriyono MS, serta penguji tamu Prof Dr Azhar Kasim MPA dan Prof Dr Setyaningsih.
Dalam penelitian yang dilakukan di Poliklinik RSU Mataram, Ria menemukan delapan dimensi kualitas yang merupakan perilaku kerja tenaga medis yang menjadi penghambat dalam peningkatan kualitas pelayanan yaitu keramahan, kelayakan, efisiensi, kepedulian, keadilan, komunikasi, emosional dan keberagaman keahlian tenaga medis. Ditemukan pula bahwa faktor yang berperan dalam membentuk kesenjangan perilaku kerja tenaga medis dalam proses pemberian pelayanan kesehatan di Poliklinik RSU Mataram yaitu faktor gaji dan insentif, sarana kerja, peraturan organisasi, iklim kerja, sistem penghargaan dan hukuman, hubungan personal, pengembangan diri serta karir.
Ria selanjutnya merekomendasikan pembenahan yang perlu dilakukan. Di antaranya, meningkatkan faktor keramahan dalam melayani pasien dan keluarga pasien. Ini perlu dilakukan karena secara tidak langsung akan membantu proses penyembuhan penyakit pasien. Hal yang juga perlu dilakukan yaitu tenaga medis harus membangun komunikasi dengan pasien dan keluarganya, meningkatkan kesabaran dan mengendalikan emosi saat memberikan pelayanan kesehatan pada pasien, serta perlu dilakukannya kesesuaian antara latar belakang keahlian tenaga medis terutama dokter, dengan bidang tugasnya.
Pembenahan juga perlu dilakukan dalam hal pembentukan perilaku kerja tenaga medis. Ria merekomendasikan agar dilakukan perbaikan imbalan yang sesuai dengan beban kerja tenaga medis, perlunya pembaharuan pada peralatan medis yang telah usang, ketegasan dari pihak manajemen rumah sakit dalam menerapkan peraturan internal organisasi, mengimplementasikan pemberian reward and punishement yang proporsional, memberikan kesempatan bagi tenaga medis untuk mengembangkan potensi dirinya serta perlu disusunnya Standar Persyaratan Minimal. [nik]

Mahasiswa Malaya University Kunjungi FP-UB
16 Mei 2008
Rombongan sekitar 30 mahasiswa didampingi 3 orang dosen dari Malaya University, Malaysia dengan bus kecil melaju memasuki kampus Universitas Brawijaya, Jumat pagi (16/5). Pembantu Dekan II Ir Respatiarti MS didampingi Kepala Tatausaha Arien Suprastiwi SH menyambut rombongan itu di ruang kuliah Jurusan Tanah. Pimpinan rombongan, Dr Rusmadi, mengatakan, kedatangan mereka adalah dalam rangka field trip sebagai kegiatan intrakurikuler untuk mempelajari “Bentang alam di dataran tinggi pegunungan: Permasalahan dan pemanfaatan lahan serta perencanaan tataguna lahannya”.
Untuk memberi wawasan kepada rombongan tamu mahasiswa, pihak tuan rumah menampilkan beberapa narasumber.
Ir Sudarto MS, pakar Geographical Information System (GIS) dari Jurusan Tanah FP-UB, menjelaskan pengalaman kerja FP-UB menata bentang alam di Jawa Timur dengan tool GIS. Dijelaskan tentang permasalahan, kondisi saat ini, dan teknik penataan bentang alam dengan mengambil studi kasus di Sub DAS Sumber Brantas, Batu, dan Sub DAS Trenggalek.
Sementara itu Dr Nurul Aini, pakar hortikultura, menjelaskan prospek pengembangan hortikultura khususnya apel, jeruk, tanaman hias, wortel, dan kentang di dataran tinggi. Di samping itu Dr Nurul juga menjelaskan, laboratorium lapangan UB di Cangar saat ini telah rutin melakukan pengembangan teknologi dan agribisnis pertanian sayur organik yang mampu melayani kebutuhan masyarakat baik melalui supermarket di Malang dan Surabaya. Sedangkan Cahyo Prayogo SP MP memaparkan pengalaman dalam kajian perdagangan karbon di skala petani dan DAS untuk mengantisipasi pemanasan global (act locally think globally).
Dalam diskusi yang digelar, muncul berbagai pertanyaan seperti bagaimana pengalaman UB dalam menangani permasalahan krisis air dan pemanasan global. Bagaimana FP-UB menglola tanah masam di perkebunan kelapa sawit. Dan bagaiamana kondisi impor-ekspor komoditi pertanian di Indonesia.
Sebagai pemandu diskusi, Pembantu Dekan I Dr Didik Suprayogo antara lain menjelaskan, untuk menangani permasalahan krisis air dan pemanasan global, FP-UB telah aktif baik secara lokal, nasional, dan global. Secara lokal dan regional, FP-UB aktif melakukan kegiatan dengan masyarakat dan pemerintah baik di Jawa Timur dan Lampung Barat untuk melakukan pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Secara nasional aktif dalam kegiatan INAFE dan MKTI. Sedangkan secara global saat ini melakukan pengujian management tool untuk penelitian secara cepat hidrologi DAS, karbon, dan biodiversitas bentang alam bersama-sama 6 negara, yaitu Cina, Thailand, Kamboja, Filipina, Vietnam, dan Indonesia di bawah koordinasi World Agroforestry Centre”.  Sedangkan untuk pengelolaan tanah masam, FP-UB telah melakukan penelitian jangka panjang sejak 1983 di Lampung. Penelitian ini telah dilakukan dengan kerjasama dengan Belanda, Inggris, dan terakhir mendapatkan dana dari Masyarakat Ekonomi Eropa melalui proyek SAFODS. Adapun ekspor-impor pertanian, menurut Didik, kondisi saat ini masih mengembirakan. Total transaksi ekspor masih lebih tinggi daripada impor. Namun sebagian besar masih dari sektor perkebunan, sementara dari sektor tanaman pangan dan peternakan masih banyak impor dibanding ekspor. Untuk itu FP-UB melalui kurikulum baru dengan dua program studi, yaitu Agroekoteknologi dan Agribisnis, sedang menggarap proses pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, tidak hanya di sektor perkebunan, namun bagaimana upaya kemandirian pangan bangsa ini dapat terus dikembangkan. [DSY]
---
Foto: PD-II FP-UB Ir Respatiarti MS memberikan cenderamata kepada pimpinan rombongan mahasiswa Malaya Unversity Dr Rusmadi.

Yang Muda Yang Mewarnai Dunia
16 Januari 2008
Memperingati 100 tahun kebangkitan nasional, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) menyelenggarakan diskusi nasional bertajuk “Yang Muda Yang Mewarnai Dunia”. Digelar di gedung baru FIA, Jumat (16/5), acara ini menghadirkan pembicara terkemuka, yaitu Anies Baswedan PhD, Yasraf Amir Piliang, dan Fajrul Rahman. Berbagai topik dibahas dalam diskusi yang dihadiri puluhan mahasiswa tersebut. Bahkan beberapa aktivis mahasiswa baik intra maupun ekstra kampus aktif bertanya dan kritis merespon acara diskusi ini.
Anies Baswedan dalam kesempatan itu menyatakan, bangsa yang mengisolasi diri pada akhirnya akan mengalami keterkejutan luar biasa. Bahkan jika hal ini gagal ditangani, akan mengarah pada kekacauan (chaos). Globalisasi dan era keterbukaan yang melanda dunia saat ini, tidak usah ditakuti secara berlebihan.
Merespon pertanyaan seorang mahasiswa yang menyatakan bahwa para pelajar Indonesia yang sedang belajar di luar negeri sebagai personel yang rentan terdegradasi nasionalisme dan nilai-nilai budayanya, Anies membantah keras. Dinyatakan, para pelajar Indonesia yang saat ini sedang menempuh studi ataupun bekerja di luar negeri juga melakukan aktivitas yang sama, berdiskusi dan memikirkan kondisi bangsa dan negaranya. Ia mencontohkan Jepang yang dalam awal kebangkitan mengirim tenaga mudanya untuk belajar teknologi perang di negara maju. Dua puluh tahun setelah kembali ke tanah air, para tenaga muda tersebut telah berhasil membawa Jepang mengalahkan Rusia. “Lebih dari itu, mereka justru menjadi motor ekonomi dan teknologi bagi Jepang. Meskipun begitu, mereka masih memiliki budaya harakiri yang sangat khas Jepang”, ujarnya. Dalam presentasinya, secara khusus Rektor Universitas Paramadina ini berpesan agar para mahasiswa selalu kritis terhadap pemerintah serta selalu menanamkan nilai-nilai optimisme dan bukan pesimisme yang pada akhirnya hanya membuahkan frustasi nasional. Terkait hal ini, media menurut Anies lebih banyak memberikan gambaran pesimisme yang luar biasa dahsyat karena menyampaikan permasalahan menumpuk yang akhirnya hanya menumbuhkan mental-mental pesimis.
Sementara itu, dalam paparannya, Yasraf menyatakan bahwa kesalahan terbesar Indonesia saat ini adalah ketidakmampuan untuk melihat kedepan dan menjadi pelopor daam pembuatan isu dan skenario. Jika hal ini diteruskan maka momentum 20 Mei hanya akan menjadi peringatan hari Kebangkrutan Nasional.
Sedangkan Fajrul Rahman, lebih menekankan perlunya kampanye peran serta pemuda, terutama di area politik. ”Sudah saatnya yang muda mengambil alih karena berbagai kegagalan reformasi”, ujarnya. Lebih rinci ia menyebutkan berbagai kegagalan mendasar tersebut di antaranya kegagalan penegakan hukum atas berbagai kasus KKN, HAM dan utang luar negeri. Secara khusus ia membandingkan penanganan kasus korupsi Cendana, yang memiliki total aset antara 150-350 trilyun dan sama sekali belum tersentuh negara dengan penanganan korupsi di Filipina yang menyeret Presiden Marcos. ”Marcos memiliki total aset 100 triliun, dan 30 triliun sudah kembali ke negara”, ujarnya. [nok]

Dekan FMIPA Ikuti Workshop Forum Komunikasi Pendidikan Akselerasi
15 Mei 2008
Dekan FMIPA Ir Adam Wiryawan MS selama 4 hari (12/5-15/5) mengikuti Workshop Forum Komunikasi Pendidikan Akselerasi di Pontianak, Kalimantan Barat. Workshop diadakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas, di Hotel Grand Mahkota, diikuti oleh para koordinator akseleasi sekolah mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA, pimpinan Fakultas MIPA, dan Fakultas Psikologi seluruh Indonesia.
Workshop diadakan untuk menyusun kebijakan dan pedoman penyelenggaraan pendidikan akselerasi di Indonesia.
Selain acara tersebut, dilakukan pula penandatanganan MoU antara Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa, Depdiknas dengan Fakultas MIPA dan Fakultas Psikologi dari seluruh Indonesia. Dengan MoU ini disepakati Fakultas MIPA dan Fakultas Psikologi bertangung jawab dalam mendampingi penyelenggaraan sekolah akselerasi di kota atau daerah masing-masing.
Di sela-sela workshop, Dekan Adam Wiryawan berkesempatan mengunjungi kampus FMIPA Universitas Tanjungpura, Pontianak, untuk menjajaki kemungkinan kerja sama kedua fakultas. [aw]

Seminar Himanika FIS
14 Mei 2008
Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Brawijaya menyelenggarakan seminar tentang kehumasan, Rabu (14/5). Seminar ini merupakan bagian dari penyelenggaraan Communication in Action, sebuah kegiatan bertema “Menyentuh Sisi Lain PR”. Acara ini menghadirkan pembicara Ketua Ikatan Waria Malang Merlyn Sopjan.
Dalam seminar itu Merlyn menilai, humas tidak hanya berorientasi pada pencitraan organisasi tetapi juga harus bisa mencitrakan dirinya dihadapan publik. Diungkapkan pula bahwa prestasi seseorang merupakan esensi kehidupan yang tidak hanya dinilai dari gender. Hal itulah yang membuat sisi lain humas lebih menarik dan menepis anggapan negatif masyarakat tentang kehidupan waria. [nik]

Training Auditor Internal untuk Penjaminan Mutu Akademik
14 Mei 2008
Pusat Jaminan Mutu Universitas Brawijaya (PJM-UB) selama 3 hari (12/5-14/5) menyelenggarakan training auditor untuk Audit Internal Mutu Akademik (AIMA) Angkatan II. Kegiatan dilaksanakan siang hari di kantor PJM-UB di lantai VI Gedung Rektorat dan ruang pertemuan (Lt-1) Perpustakaan UB. Peserta sebanyak 58 orang terdiri dari para PD I, Gugus Jaminan Mutu (GJM), Ketua Jurusan/Program Studi di lingkungan UB. Pemateri dan fasilitator adalah Tim PJM-UB yang memiliki sertifikat auditor baik dari KJM-UGM maupun dari PJM-UB.
Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Bambang Suharto MS yang membuka acara ini, dalam pengarahannya menyatakan, tim auditor, reviewer, dan asesor internal PJM hendaknya mengupayakan pencapaian standar penyelenggaraan kegiatan akademik UB yang lebih sehat dan berdaya saing sesuai target Rencana Strategis (Renstra) UB 2006-2011 dan Program Kerja Rektor 2007-2011. Selain itu, pencapaian harus mengarah pada pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (PP 19/2005), maupun standar 12 Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) pada BAN-PT, dan menjadi world class entrepreneurial university.
Sementara itu Ketua PJM-UB Prof Dr Ir Soebarinoto melaporkan, jumlah auditor internal UB saat ini baru 37 orang, padahial jumlah idealnya adalah 10% dari jumlah dosen, atau sekitar 150 orang. Selain bertujuan menambah jumlah auditor internal, training ini juga untuk menyamakan persepsi, sehingga pada saat diterjunkan untuk kegiatan audit sistem (Juni 2008) dan audit kepatuhan (Oktober 2008) akan menghasilkan kinerja audit internal yang baku.
Untuk mengakselerasi peningkatan mutu akademik di UB, pada tahun 2008 ini Rektor menyediakan  20 laptop bagi GJM dan Unit Jaminan Mutu (UJM) yang menunjukkan kinerja bagus. Untuk tahun yang akan datang, diusulkan penghargaan berupa sebuah mobil Toyota Avanza bagi peserta terbaik ("The Best One").
Materi training meliputi teori dan praktek, antara lain: kebijakan pemerintah dan UB dalam penjaminan mutu, implementasi Sistem Penjaminan Mutu Akademik (SPMA): organisasi, dokumen akademik, dokumen mutu, audit, praktek audit melalui visitasi ke Jurusan/PS dilanjutkan dengan presentasi masing-masing kelompok.
Penilaian kelulusan peserta didasarkan pada parameter dan pembobotan  nilai: pre test (10%), presensi (20%), keaktifan (10%), praktek implementasi AIMA-visitasi ke Jurusan/PS (30%), diskusi hasil AIMA (10%) dan post test (20%). Kisaran penilaian 1-100. Sertifikat diberikan apabila nilai yang diperoleh peserta di atas 80. [pjm]

Widyawicara Riset Ilmu-Ilmu Hayati LIPI
15 Mei 2008
Melalui jaringan INHERENT (Indonesia Higher Education Network) yang diikuti perguruan tinggi di seluruh Indonesia, termasuk Universitas Brawijaya, LIPI kembali menggelar widyawicara, Kamis (15/5). Acara ini dipandu langsung oleh Prof Dr Endang Sukara, Deputi LIPI bidang Ilmu-Ilmu Hayati. Selain itu, turut hadir pula Kepala Pusat Penelitian Biologi, Bioteknologi, Kepala Pusat Konservasi, Direktur Kebun Raya Bogor dan Direktur Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2M) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof Dr Ir Moch Munir MS. Untuk sivitas akademika Universitas Brawijaya, acara ini digelar Pusat Pengembangan E-Learning (PPE) di ruang Distance Learning gedung Kantor Pusat Lama lantai III.
Dalam kesempatan tersebut, Endang Sukara membahas tentang keanekaragaman hayati (biodiversity) Indonesia dan perkembangan penelitian di LIPI yang telah mengeksplorasi biodiversity tersebut. Beberapa tempat konservasi yang dimiliki Indonesia, yaitu Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, dan Kebun Raya Bedugul, menurut Sukara, sejauh ini masih hanya mengkonservasi tumbuhan, dan belum mengarah pada tanaman.
Untuk mengubah tumbuhan menjadi tanaman (plantation), dijelaskannya membutuhkan penelitian yang mendalam sehingga (sebagai tanaman) dapat lebih bermanfaat secara ekonomis. Terkait hal ini, berbagai tempat konservasi yang telah disebutkan diatas menurut Endang terbuka untuk dimanfaatkan sebagai tempat penelitian. Selain tempat konservasi tersebut, saat ini LIPI juga tengah mengembangkan Cibinong Science Centre, sebuah pusat kegiatan ilmiah (world class biodiversity and microorganism centre) dengan peralatan yang mutakhir dan terbuka diakses peneliti baik dosen maupun non dosen. Lebih lanjut, Endang menyatakan bahwa konservasi penting, tetapi penelitian lebih penting.
Hal ini penting, menurut Endang karena kekayaan alam Indonesia yang sangat kritis, bahkan banyak yang telah punah sebelum penelitian ditambah juga dengan hutan yang sudah rusak. ”Konservasi dan riset harus diakselerasi meskipun harus bekerjasama dengan negara-negara adidaya”, ujarnya. Dalam hal bargaining potensi biodiversitydan teknologi berbagai negara di dunia, Endang membaginya menjadi empat kuadran. Kuadran 1: negara yang kaya teknologi dan miskin biodiversity yaitu Amerika Serikat, Jepang, Prancis, Jerman, dan Inggris; kuadran 2: negara miskin teknologi dan miskin biodiversity yaitu negara-negara di kawasan sahara dan padang pasir; kuadran 3: negara-negara yang miskin teknologi dan kaya biodiversity meliputi India, China, Brazil, Indonesia, Mexico dan Malaysia; dan kuadran 4: negara-negara yang kaya teknologi dan kaya biodiversity dengan isinya no country. Kuadran empat yang saat ini kosong, menurut Endang diperkirakan akan diisi oleh India dan Cina yang saat ini tengah berkembang pesat iptek dan risetnya. [nok]

Launching Tim Emergensi dan Disaster UB
15 Mei 2008
Selama ini sivitas akademika Universitas Brawijaya, baik secara individu maupun kelompok, telah banyak terlibat langsung dalam penanganan bencana alam, sesuai dengan kompetensi masing-masing. Namun seringkali nampak kurang efektif dan tidak terasa dampaknya. Ditengarai, hal ini dikarenakan kurangnya koordinasi antar unit yang terlibat, baik itu unit kegiatan mahasiswa maupun tim pengabdian masyarakat fakultas.
Melihat kondisi tersebut, Rektor memandang perlu membentuk suatu wadah organisasi di tingkat universitas yang berperan dalam pengorganisasian dan pendayagunaan potensi yang ada dalam upaya penanggulangan bencana yang terjadi di Indonesia. Organisasi ini selanjutnya disebut Tim Emergensi dan Disaster Universitas Brawijaya (TED-UB).
Tim ini beranggotakan para dosen dan mahasiswa Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Ilmu Gizi, Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Emergency Medicine, PPDS Bedah; Badan Eksekutif Mahasiswa dan Lembaga Kesehatan Mahasiswa (Lakesma) Fakultas Kedokteran UB, unit-unit kegiatan mahasiswa UB (KSR, Pramuka, Elang Biru, Impala), Ikatan Alumni UB, ORARI (IARES: Indonesian Amateur Radio Emergency Service), dan Malang Willys Club (MWC).
Deret atas dari kiri: Penangangan bencana diBojonegoro, TED di Aceh, penanganan korban letusan Gunung Kelud, dr Djoko Santoso DAHK MKes Penanggung jawab operasional TED UB. Deret tengah: Mendirikan tenda dapur umum dalam waktu 10 menit, penanganan korban luka/cedera, ambulans 118 RSSA siap mengevakuasi. Deret bawah: Penanganan korban di RS darurat, tim IARES berperan dalam menunjang komunikasi kegiatan, Rektor UB meninjau stan pameran mengamati penanak nasi tenaga surya.
Upacara launching TED-UB berlangsung di lapangan depan Rektorat UB, Kamis (15/5). Selain pelantikan oleh Rektor, dalam kesempatan itu digelar simulasi kegiatan penanggulangan emergensi dan disaster oleh TED-UB. Disimulasikan terjadi bencana alam. Tim Mitigasi Bencana UB mendapatkan informasi langsung dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) mengenai hal itu. Tim mitigasi segera melaporkan keadaan itu kepada Rektor. Selaku pemegang wewenang untuk memerintah, Rektor UB menugaskan TED-UB untuk bergerak. Atas dasar itu, TED-UB berkoordinasi dengan segenap unsur penunjangnya: tim medis, KSR, Pramuka, Impala, Elang Biru, ORARI, Willys Club dan lain-lain, untuk secepat mungkin bergerak menuju lokasi bencana. Di lokasi itu, dengan mengerahkan segenap kemampuannya, tim melakukan evakuasi korban melalui darat, air maupun udara, dan melakukan tindakan medis pada para korban yang memerlukan. Sementara itu unit-unit lain mendirikan rumah sakit darurat, kemah penampungan, menyiapkan dapur umum, membangun fasilitas sanitasi, mendirikan stasiun komunikasi, dan sebagainya. Demikian seterusnya, hingga prasarana dan sarana penunjang kehidupan sosial para korban bencana dapat ditangani sepenuhnya, dan kondisi korban berangsur-angsur membaik. Beberapa korban dalam kondisi kritis terpaksa dirujuk ke RS Saiful Anwar Malang menggunakan ambulans 118. Selesai melaksanakan tugas, tim kembali ke pangkalan dan melaporkan semua kegiatan dan usahanya kepada Rektor.
Seusai simulasi, acara dilanjutkan dengan peninjauan lokasi pameran oleh Rektor disertai para tamu, untuk melihat alat-alat kelengkapan TED dan Tim Mitigasi UB, serta foto-foto dokumentasi kegiatan TED-UB dalam penanganan bencana alam tsunami di Aceh, banjir Bojonegoro dan Ngawi, gempa bumi di Situbondo, Klaten dan Yogyakarta, serta letusan Gunung Kelud. Di samping itu juga foto-foto kegiatan latihan SAR darat, air maupun udara.
Organisasi
Struktur organisasi TED-UD berdasarkan SK Rektor nomor 118/SK/2008 tanggal 9 Mei 2008 adalah sebagai berikut. Penanggung Jawab Umum: Pembantu Rektor III, Penanggung Jawab Operasional: dr Djoko Santoso DAHK MKes, Wakil Penanggung Jawab Operasional: Ir M Rasyid Fadhol MS; Sekretaris: Alfrina Hany SKp MKes; Bendahara: Imam Safii SE MM; Pengembang Organisasi dan Perencanaan: Kuswantoro R Putra SKp MKep; Seksi Diklat dan Penelitian: Dr Agung Pramana Warih Mahendra MSi, Dr Sarwono MSi, Ir Sukindar MS; Seksi SDM: Drs Khoirul Saleh MSi, Dr Bagyo Yanuwiadi, Tibyani ST MT; Seksi Informasi dan Komunikasi: Aris Zainudin SH MH; Seksi Perencanaan Sarana-Prasarana: Wasis, Ir Hary Nugroho MS; Penanggung Jawab Lapangan: dr Ali Imam, Sofy Permana MSc PhD; Perwakilan Unit Kegiatan: Ketua KSR-UB, Ketua Dewan Racana 283-284 UB, Dan Sat Menwa 803 Mahasurya, Ketua IMPALA UB, dan Ketua EM-UB.
Masih terkait dengan bencana, Rektor melalui keputusan nomor 119/SK/2008 membentuk Pusat Studi Kebumian dan MItigasi Bencana sebagai bagian dari Lembaga Penelitian UB. Pusat studi ini diketuai oleh Prof Dr Ir Bambang Guritno, dengan wakil ketua Dr Agung Pramana Warih Mahendra, sekretaris M Chasienul Ulum SSos, bendahara Nunun Barunawati SP MP. Pusat Studi ini mempunyai 4 kelompok pakar. Kelompok Pakar bidang Gempa, Tsunami, Gunung Api dan Longsor dikoordinasi oleh Adi Susilo PhD, dengan anggota Dr M Nurhuda, Dr Agus Suryanto MSc, M Alamsyah Yuwono MSc, Dr Sunaryo, dan Dr Ir Arif Rachmansyah; Kelompok Kekeringan, Banjir dan Kebakaran dikkordinasi oleh Ir Sudarto MS dengan anggota Nia Kurniawan SSi MSi; Pakar Ekonomi, Politik dan Sosial dikoordinasi oleh Drs Riyanto MHum, dengan anggota Romy Hermawan SSos MAP, I Wayan S SP MSos, M Nuh SIP SSi, Arik P SSos MSi, Setyo Arisdyanto SSos, dan Kasyfil Amron ST; dan Pakar Kesehatan dikoordinasi oleh dr Jack Rubiyoso MSc. [Far]

Mensinergikan Penelitian LIPI dan Pendidikan Tinggi
13 Mei 2008
Difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Lembaga Penelitian Indonesia (LIPI) mengadakan teleconference dengan lembaga perguruan tinggi seluruh Indonesia, baik negeri maupun swasta. Acara ini digelar di ruang teleconference PPE Universitas Brawijaya pada Selasa (13/2).
Mengambil tema “Membangun Sinergi Riset dan Resource Sharing”, teleconference tersebut dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan, Dewi Fortuna Anwar. LIPI, ujar Dewi, saat ini tengah menjadi Pusat Asian Public Intelectual (API), bekerjasama dengan Nippon Foundation, untuk menseleksi peneliti non dosen guna melaksanakan penelitian di luar negeri. Dalam kesempatan presentasi, dipaparkan beberapa indikator Iptek PT yang merupakan upaya awal untuk merancang kebijakan yang tepat pada suatu masalah disamping mengkaji efektivitas kebijakan tersebut. Secara khusus dipaparkan hasil-hasil survey tersebut diantaranya terkait dana. Dari survey dapat diketahui bahwa selama ini dana fakultas lebih besar daripada dana lembaga penelitian bahkan lembaga pengabdian masyarakat. Lebih lanjut disampaikan, bahwa belanja litbang pendidikan tinggi Indonesia mencapai 31% dari total anggaran, lebih rendah dari Korea Selatan yang mencapai 35% walaupun nominalnya sangat jauh. Dari total belanja litbang tersebut, komposisi peruntukan penelitian terapan menduduki rating teratas hingga 57% disamping penelitian eksperimental (34%) dan penelitian dasar (9%). Sementara itu, untuk keilmuan yang lebih spesifik, anggaran dana untuk kepentingan ilmu-ilmu sosial dan humaniora termasuk paling rendah, mencapai 2.5% dibanding ilmu hayati (20%), pertanian dan lingkungan (20%), kedokteran (15%) dan keteknikan (16%). Selain masalah dana, dibahas pula masalah publikasi, yang memiliki kecenderuangan untuk naik walaupun 80% diantaranya masih publikasi nasional, dengan keluaran tertinggi dicapai keilmuan pertanian yang telah mencapai 1500 publikasi. Data-data yang disampaikan staf LIPI ini, menurut Dewi telah memberikan sedikit gambaran walaupun banyak kendala teknis dalam survey dan analisa datanya. ”Saat saya menghadiri sebuah acara di UNESCO, Indikator IPTEK Indonesia tidak ada sehingga Indonesia seolah-olah tidak exist dan kalah dengan negara yang lain. Hal ini harus lebih diperhatikan oleh Dirjen Dikti”, ujar Dewi. Dalam kesempatan diskusi, dipertegas kembali komitmen LIPI untuk mensinergikan diri dengan perguruan tinggi yang difasilitasi oleh Dikti. Diakhir presentasinya, Dewi Fortuna Anwar menggagas untuk menjalin kerjasama berupa event-event ilmiah lebih tematik antara kedua pihak dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki kedua lembaga. [nok]

Kampanye Calon Presiden EM dan Calon Anggota DPM UB
12 Mei 2008
Terik matahari Senin (12/5) tidak menghalangi para calon Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) maupun calon anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) untuk berorasi di lapangan depan Rektorat Universitas Brawijaya. Disaksikan ratusan mahasiswa di sisi utara dan selatan lapangan, para calon menyampaikan visi-misi dan menawarkan program kerjanya masing-masing guna memikat dan mendulang suara pada hari pencoblosan yang akan diselenggarakan pada Kamis (15/5) di tempat pemungutan suara (TPS) di tiap fakultas.
Sebelum acara debat terbuka diawali, masing-masing berkeliling kampus untuk menyebar pamflet dan brosur masing-masing. Aksi mereka pun bermacam-macam. Ada yang hanya berkeliling jalan kaki bersama-sama para pendukungnya, ada yang membawa bendera bergambar foto calon, bahkan ada calon presiden yang menunggang kuda. Yang terakhir ini banyak mendapat perhatian dari mahasiswa di lingkungan UB.
Dalam acara debat terbuka, tujuh calon Presiden EM semuanya hadir sementara dari dua puluh dua calon anggota DPM, hanya dua puluh calon yang hadir. Sesi orasi diawali oleh para calon anggota DPM dan disusul kemudian dengan orasi para calon presiden. Dalam tiap-tiap sesi, diadakan tanya-jawab oleh para peserta debat kepada para calon.
Rata-rata calon anggota DPM mengungkapkan visi untuk mengakomodasi aspirasi dari mahasiswa dan menciptakan fungsi legislatif yang lebih baik dari periode-periode sebelumnya. Sedangkan dari para calon presiden lebih banyak menyinggung mengenai isu-isu SPP Proporsional, UB BHPMN, dan kebijakan-kebijakan rektorat lainnya yang dirasa tidak pro terhadap mahasiswa. Setelah prosesi orasi dan tanya jawab selesai, masing-masing calon menandatangani kontrak politik pra pemilwa.
Pemilwa Raya tahun ini tergolong istimewa, karena bergabungnya kembali Dewan Teknik (DT) untuk mengikuti prosesi pemilihan lembaga eksekutif dan legislatif di lingkungan kemahasiswaan UB. Dengan bergabungnya kembali DT, maka bisa dipastikan konstituen pada pemilwa kali ini akan semakin banyak dan pesta demokrasi mahasiswa UB ini semakin meriah.
Nama-nama calon Presiden EM UB 2008/2009 adalah sebagai berikut: Much Anam Rifa'I (FH), Nana A Aziz (FIA), Wike Dwi Utomo (FPi), Akhmad Rokhani (FPi), Andira Reo Putra (FT), Ahmad Hadi (FT), dan Much Mutohar Sama'un Hasan (FPt). Sedangkan para calon anggota DPM UB 2008/2009 adalah: Willy Fajrul Islam (FT), Sampe Gunawan Sihotang (FE), Moh Taufiq Wibisono (FIA), Ika Susanti (FTP), Ratri Istiqomah (FK), Manuel Simbolon (FH), Hikmawan Wahyu Sulistomo (FK), Wiku Adi Wirawan (FIS), Anda Ardian Kumoro (FE), Sindhu Buana (FK), Roby Purnawirawan (FE), Ajeng Shinta Kumala (FE), Rangga Agung Wibowo (FPi), Bahrul Ulum Annafi' (FH), Mayang Ambika (FMIPA), Fajar Rahmady (FT), Irwan Sugiarto (FIA), Muhammad Amir (FT), Rizky Firmansayah TP (Bastra), Dimas Erwin Nugroho (FPt), Aswah Ridhowi (FPt), dan Arief Rahman Hakim (FH). [fjr]

Lelang Jasa Konstruksi dan Pengadaan
12 Mei 2008
Universitas Brawijaya, akan melaksanakan pelelangan umum dengan pascakualifikasi, yang dibiayai dari Dana DIPA tahun anggaran 2008. Demikian antara lain isi pengumuman yang ditandatangani oleh Ketua Unit Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa Universitas Brawijaya, Abdul Slamet. Dalam pengumuman itu ditawarkan 9 paket pekerjaan dengan nilai total Rp 122,9 miliar.
Pelelangan ini ditujukan kepada perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan jasa pengadaan yang tergolong pengusaha non kecil dan kecil dan masih aktif menjalankan kegiatannya.
Syarat-syarat pendaftaran peserta meliputi: menyerahkan fotokopi SIUJK dan SBU asli dan fotokopi yang masih berlaku untuk Jasa Pemborongan pada paket 1 s/d 5; menyerahkan fotokopi SIUP yang masih berlaku untuk paket 6 s/d 9; pendaftar harus pimpinan perusahaan/badan usaha, jika diwakilkan harus membawa surat kuasa di atas kertas kop perusahaan serta bermaterai Rp 6000 serta masuk dalam akte pendirian perusahaan; menandatangani pakta integritas pada saat mendaftar.
Paket Pekerjaan dan Pagu Anggaran
Sembilan paket pekerjaan dan pagu anggarannya, adalah sebagai berikut. Paket 1: Jenis pekerjaan pembangunan gedung Fakultas Ilmu Sosial tahap I dengan pagu anggaran Rp 5,5 miliar, kualifikasi non kecil min grade 6, untuk bidang pekerjaan Jasa Konstruksi dengan dana dari PNBP; Paket 2: Jenis pekerjaan pembangunan gedung Fakultas Ekonomi Tahap II dengan pagu anggaran Rp. 6,29 miliar, kualifikasi non kecil min grade 6 untuk bidang pekerjaan jasa konstruksi dengan dana dari PNBP; Paket 3: Jenis pekerjaan pembuatan bangunan penghubung tahap II dengan pagu anggaran Rp 3 miliar, kualifikasi non kecil min. grade 5, untuk bidang pekerjaan jasa konstruksi dengan dana dari PNBP; Paket 4: Jenis pekerjaan pembangunan gedung Fakultas Ilmu Administrasi tahap I dengan pagu anggaran Rp 8,2 miliar, kualifikasi non kecil min. grade 6 untuk bidang pekerjaan jasa konstruksi dengan dana dari PNBP; Paket 5: Jenis pekerjaan pembangunan gedung perpustakaan tahap IV dengan pagu anggaran Rp 2,75 miliar, kualifikasi non kecil min. grade 5 untuk bidang pekerjaan jasa konstruksi dengan dana dari APBN; Paket 6: Jenis pekerjaan pengadaan buku perpustakaan dengan pagu anggaran Rp 1,2 miliar, kualifikasi non kecil untuk bidang pekerjaan pengadaan barang dengan dana dari APBN; Paket 7: Jenis pekerjaan pengadaan jurnal ilmiah dengan pagu anggaran Rp 525 juta, kualifikasi kecil untuk bidang pekerjaan pengadaan barang dengan dana dari APBN; Paket 8: Jenis pekerjaan pengadaan alat laboratorium sentral dengan pagu anggaran Rp 400 juta, kualifikasi kecil untuk bidang pekerjaan pengadaan barang dengan dana dari APBN; Paket 9. Jenis pekerjaan pengadaan lift gedung perpustakaan dengan pagu anggaran Rp 633,2 juta, kualifikasi kecil untuk bidang pekerjaan pengadaan barang dengan dana dari APBN.
Dari total anggaran sebesar Rp 123 miliar, sebanyak Rp 28,5 miliar berasal dari dana PNBP, sedang sisanya dari dana APBN.
Jadwal Lelang
Abdul Slamet mengatakan, jadwal kegiatan pelelangan tersebut adalah sebagai berikut: Senin (12/5): pengumuman lelang, senin-jum’at (12-23/5): pendaftaran peserta, Jum’at (16/5): pemberian penjelasan, senin (19/5): pengambilan BA penjelasan, Senin (26/5):  Pembukaan penawaran, Selasa (27/5): Evaluasi penawaran, Rabu (28/5): klarifikasi/laporan panitia, Kamis (29/5): usulan calon pemenang, Jum’at (30/5): Penetapan pemenang, Selasa-Senin (3-9/5): masa sanggah, Selasa (10/6): SPPJ, Jum’at (13/6): kontrak dan Senin (16/6): SPMK.
Lebih lanjut, Abdul Slamet juga menjelaskan bahwa dari hasil pembahasan telah diperoleh kesepakatan tentang waktu pelaksanaan masing-masing jenis pekerjaan meliputi: pembangunan gedung Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Ekonomi dan FIA: 150 hari, Pembangunan gedung penghubung dan gedung perpustakaan: 120 hari, pengadaan buku perpustakaan dan jurnal ilmiah: 180 hari, pengadaan alat laboratorium sentral: 4 bulan, dan yang paling lama adalah pengadaan lift gedung perpustakaan: 5 bulan.
Kepada PRASETYA Online, secara khusus Abdul Slamet menyatakan khawatiran akan rencana pemerintah menaikkan harga BBM, ataupun harga minyak tingkat internasional yang akan mengimbas pada perubahan pagu anggaran. ”Pada lelang kali ini kami masih menggunakan harga lama. Dengan adanya rencana kenaikan harga BBM, sebisa mungkin kami tetap mempertahankan kualifikasi masing-masing jenis pekerjaan. Konsekuensi yang paling jelas adalah adanya perubahan elastisitas pagu anggaran”, ujar Abdul Slamet. [nok]

Widya Telewicara Penelitian
12 Mei 2008
Pusat Pengembangan E-Learning Universitas Brawijaya (PPE-UB), minggu ini menggelar dua widya telewicara di ruang Distance Learning PPE-UB Gedung Rektorat Lama Lantai III.
Widya telewicara pertama, digelar besok pagi, Selasa (13/5), mulai pukul 09.00 WIB. Bertajuk "Membangun Sinergi Riset dan Resource Sharing", telewicara akan dibahas riset dalam bidang ilmu-ilmu sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Narasumber dari LIPI yang akan tampil adalah Prof Dr Dewi Fortuna Anwar (Deputi bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan) dan beberapa kepala pusat-pusat penelitian yang terkait.
Sedangkan widya telewicara kedua, Kamis (15/5), pukul 09.00-11.00 WIB. Bertindak sebagai narasumber Prof Dr Endang Sukara (Deputi Ilmu Hayati) dan Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi, Kepala Pusat Penelitian Biologi, dan Kepala Pusat Konservasi Tanaman, dengan tajuk yang sama, untuk penelitian ilmu-ilmu hayati. Yang dibahas meliputi masalah-masalah pangan, kesehatan, serta konservasi dan lingkungan.
"Rekan-rekan dalam disiplin ilmu-ilmu tersebut, kami undang untuk berpartisipasi dalam acara widya telewicara ini", Dr Ir Harry S Dachlan MSc Kepala PPE-UB berpesan melalui PRASETYA Online. [hsd]

Olimpiade Matematika Tingkat Jawa Timur
12 Mei 2008
Sebagai rangkaian Olimpiade Matematika Internasional, di gedung PPI Universitas Brawijaya diselenggarakan seleksi tingkat wilayah Jawa Timur selama 2 hari, Senin (12/5) hingga Selasa (13/5). Seleksi ini merupakan tahap kedua setelah seleksi di tingkat perguruan tinggi. Tercatat sebanyak 36 orang peserta dari wilayah Jawa Timur dan sekitarnya, masing-masing Universitas Brawijaya (6 orang), Universitas Negeri Malang (5), Universitas Muhammadiyah Malang (5), Universitas Jember (4), Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (5), Universitas Airlangga (5), Universitas Negeri Surabaya (5), dan STKIP PGRI Pasuruan (1).
Koordinator Penyelenggara Olimpiade Matematika Wilayah VII, Dr Marjono MPhil menjelaskan, selain di Jawa Timur kegiatan seperti inijuga diselenggarakan secara serentak di 9 wilayah lain di Indonesia, dengan total peserta sebanyak 260 orang. Dari jumlah itu akan diseleksi 20 orang untuk mengikuti tahap pembinaan awal, dan seleksi akhir pada awal bulan Juni (1/6).
Materi yang diujikan meliputi: Analisis Riil, Aljabar Linier, Kombinatorika, Riset Operasi, Analisis Kompleks, Struktur Aljabar dan Analisis Numerik dalam dua bagian, yaitu berupa isian singkat dan uraian. Dalam seleksi tahap akhir nanti, akan diambil sembilan orang untuk mengikuti pembinaan akhir pada pertengahan bulan Juli (13/7-22/7), hingga akhirnya diterjunkan untuk mengikuti Olimpiade Matematika Internasional di Bulgaria pada 25 Juli 2008 mendatang.
Delegasi UB
Dalam ajang kali ini, UB mengirimkan enam peserta yaitu Zuraidah Fitriah (Matematika 05), Yopi Hamengku (Matematika 05), M Riskiyadi (Matematika 06), M Fakih (Matematika 06), Sugeng Riyadi, (FT 07), dan Darmadjid (Matematika 04). Kepada PRASETYA Online, Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Drs Warsito MS mengatakan, tahun ini adalah tahun keempat keikutsertaan Universitas Brawijaya dalam Olimpiade Matematika Internasional. Dalam seleksi tingkat universitas, ia telah berupaya mengembangkan agar tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Matematika FMIPA saja. Upaya Warsito direspon baik oleh fakultas lain, yaitu Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Kedokteran (FK), walaupun akhirnya dalam seleksi hanya menyisakan FT dan FMIPA. Sebelum bertanding, enam orang mahasiswa UB itu menjalani pembinaan dari 7 orang dosen yang berkompeten dalam 7 materi yang diperlombakan. Dengan demikian diiharapkan, peserta dari UB bisa masuk 20 besar nasional. Berdasar pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Warsito menggambarkan, saingan terberat berasal dari UGM dan ITB. [nok]

Aceh: Pengusaha Kecil, Guru dan Ustad Dilatih Wirausaha
10 Mei 2008
Bekerja sama dengan Indopurel, Lembaga Pengembangan Administrasi Fakultas lImu Administrasi (LPA-FIA) Universitas Brawijaya awal Mei silam mengadakan pelatihan kewirausahaan. Pelatihan di Lhokseumawe NAD, ini selain diikuti pengusaha besar dan kecil, juga diikuti oleh calon pengusaha dari generasi muda, serta guru dan ustad dari seluruh pelosok daerah itu.
Drs Djanalis Djanaid dari LPA-FIA UB selaku ketua tim instruktur mengatakan, tujuan pelatihan ini adalah agar para peserta mampu mengelola usaha mereka masing-masing menjadi besar dan profesional.
Umumnya mereka adalah pengusaha toko, industri kecil, petani, petemak, dan pedagang kecil. Bagi generasi muda diharapkan mereka tertarik memilih wirsausaha sebagai altematif yang bisa digeluti sebagai profesi. Bagi guru dan ustad, diharapkan pengetahuan yang didapat dapat diajarkan bagi santri dan guru di sekolah. Materi yang diberikan meliputi: bagaimana memilih. bidang usaha yang menguntungkan tanpa modal atau modal kecil; Bagaimana mengelola usaha yang memiliki daya saing, teknik negoisasi, dan bisnis game. Dalam hal ini mereka disediakan dana dalam bentuk pinjaman tanpa agunan dan tanpa bunga melalui BPR yang ditunjuk.
Kegiatan. ini disponsori oleh PT Arun LNG yang merupakan bagian dari kegiatan Humas dalam bentuk community development. Instruktur yang memberikan pelatihan adalah Djanalis Djanaid, Fadqa Muin, Sulthoni Aritin, Iswahyudi, dan Yulia dari LPA-FIA UB. [dd]

Seminar: Dari Kampus untuk Keutuhan Bangsa
10 Mei 2008
Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, tepatnya pasca bergaungnya reformasi di Indonesia, arus pemikiran-pemikiran maupun paham dari luar yang masuk ke Indonesia dirasakan begitu deras. Begitu derasnya hingga tidak semua paham-paham tersebut yang tersaring dengan baik sehingga terdapat paham pemikiran yang tidak sesuai dengan khasanah kebudayaan bangsa. Bahkan dari beberapa yang masuk adalah mazhab-mazhab Islam yang semula asing bagi warga masyarakat Indonesia dan patut untuk diwaspadai karena  bisa jadi bukan memperkaya khasanah keislaman, tetapi justru turut memecah belah bangsa.
Hal ini mengemuka dalam seminar keagamaan yang menghadirkan KH Hasyim Muzadi di Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya pada hari Sabtu (3/5). Seminar yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa  Fakultas Ilmu Administrasi (BEM FIA) tersebut mengambil tema “Dari Kampus untuk Keutuhan Bangsa” dan disaksikan oleh ratusan mahasiswa, mahasiswi, dan para santri.
Menurut Hasyim, pemikiran-pemikiran Islam yang datang ke Indonesia diyakini ada dua motif. Pertama, murni karena ingin menyebarluaskan pemikiran mazhab masing-masing di Indonesia. Kedua, motif pertama sekaligus ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan politik global. Bila hal tersebut tidak mendapat perhatian lebih dari pemerintah maupun agamawan Indonesia, tentu bisa memecah belah persatuan Indonesia umumnya dan umat Islam khususnya. “Karena tidak sedikit dari pengikut-pengikut paham tersebut secara mudah mengkafirkan umat muslim lainnya”. Ia juga mengingatkan, Umat Islam intelektual yang ada di kampus harus mampu memilah-milah dari pemikiran-pemikiran tersebut mana yang baik dan sesuai dengan kepribadian bangsa dan sebaliknya. Selain itu, umat Islam yang ada di kampus harus bisa menampakkan sisi Islam yang ramah dan santun dalam dakwah.
Seminar keagamaan ini adalah bagian dari kegiatan kerohanian BEM FIA. Kegaitan lainnya adalah kajian kitab klasik Islam setiap ba’da Ashar hari Jumat di rusang tengah Masjid Raden Patah UB. [fjr]

PJM-UB: Persiapan Sertifikasi ISO 9001:2000
9 Mei 2008
Dalam rangka persiapan sertifikasi ISO untuk Pusat Jaminan Mutu Universitas Brawijaya (PJM-UB) oleh badan sertifikasi Lloyd’s Register Quality Assurance Indonesia, selama dua hari (8/5-9/5) diselenggarakan Training ISO Internal Auditor. Pesertanya adalah seluruh anggota tim PJM-UB, terdiri atas 14 orang dan 3 orang staf pendukung PJM-UB.
Dalam sambutan pembukaan, Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, meminta PJM-UB berjuang keras sebagai pioner dalam perolehan ISO, karena  Departemen Pendidikan Tinggi setiap tahun selalu menanyakan jumlah sertifikat ISO yang telah diperoleh unit-unit di UB. Perolehan ISO merupakan nilai tambah dalam manajemen mutu pengelolaan akademik dan penilaian akreditasi institusi. Lebih jauh Prof Bambang Suharto mengatakan, perolehan ISO akan meningkatkan Global Competitiveness Index (GCI) Indonesia yang saat ini ada pada peringkat ke-54 menurut GCI. Dengan memperoleh ISO, perguruan tinggi Indonesia mempunyai peran memperbaiki kinerja dan daya saing bangsa melalui pilar efficiency and enhancer. [pjm]

Hasil SPKS Ujian Tulis dan SPKIns
9 Mei 2008
Melalui pengumuman nomor 009/Peng/2008 tanggal 9 Mei 2008, diumumkan 511 nama yang lolos ujian tulis seleksi program kemitraan sekolah (SPKS) tahun akademik 2008/2009. Sedangkan dengan pengumuman nomor 010/Peng/2008, tanggal 9 Mei 2008, diumumkan pula 156 nama yang lolos seleksi program kemitraan instansi (SPKINs).
Kedua jenis seleksi ini dilaksanakan serentak, hari Minggu 30 Maret 2008 silam. Selain digelar 10 kota di Jawa Timur (Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Madiun, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Probolinggo, dan Jember), SPKS juga diadakan 3 kota di luar Jawa yakni: Pekanbaru (Riau), Balikpapan, dan Bontang (Kalimantan Timur). Sedangkan SPKIns digelar di 10 lokasi perusahaan, yakni PT Semen Gresik, PT Petrokimia Gresik, PT Samator Gas Industri, PT PLN Surabaya,  PT Pupuk Kaltim, PT LNG Badak, PT Pupuk Iskandar Muda Lhokseumawe, PT Chevron, PT Krakatau Steel, dan PT Jamsostek.
Para calon yang diterima melalui kedua jalur ini diwajibkan hadir (tidak boleh diwakilkan) pada hari Selasa-Kamis, 16-10 Juni 2008), pukul 08.00-14.00 WIB di gedung Widyaloka lantai I untuk melakukan daftar ulang. Adapun persyaratannya, calon harus lulus ujian nasional tahun 2008. Jika tidak, maka hasil seleksi dibatalkan. Selain itu ada pula persyaratan harus membayar biaya pendidikan yang besarnya telah ditentukan. Pembayaran biaya pendidikan dilakukan mulai 2 Juni sampai 13 Juni 2008, di Bank Mandiri seluruh Indonesia secara on-line, dengan menyebutkan nomor tes. Data pembayaran otomatis tercatat dalam database Universitas Brawijaya. Calon juga dapat melakukan registrasi secara on-line melalui situs http://siakad.brawijaya.ac.id/siam/ dengan menggunakan nomor tes untuk log-in. Setelah mengisi biodata, calon diminta mencetak bukti registrasi tersebut dan menyerahkannya kepada panitia pada waktu pendaftaran ulang, disertai berkas kelengkapan daftar ulang lainnya. Calon belum melengkapi biodata dianggap belum melakukan registrasi.
Biaya pendidikan yang sudah disetor tidak dapat ditarik kembali, kecuali yang bersangkutan diterima di Universitas Brawijaya melalui seleksi SNM-PTN. Untuk hal ini biaya dapat dialihkan dengan dikenai potongan biaya administrasi sebesar 25%, dengan menyerahkan fotokopi kartu tes SNM-PTN 2008 dan bukti pembayara biaya pendidikan dari Bank Mandiri.
Sebagai kelengkapan daftar ulang, calon diwajibkan menunjukkan rapor, STTB, Surat Tanda Kelulusan (SKHU) dan akte kelahiran asli serta menyerahkan fotokopinya masing-masing 1 lembar. Juga diwajibkan menyerahkan 4 lembar pasfoto hitam putih ukuran 3x4, menyerahkan kartu test SPKS 2008, menyerahkan slip gaji/bukti rincian penghasilan ayah dan ibu masing-masing 1 lembar, menyerahkan fotokopi kartu susunan keluarga (KSK) 1 lembar, menyerahkan bukti pembayaran rekening listrik PDAM, PBB, dan telepon rumah bulan terakhir (Mei/Juni) atas nama orang tua. Dan tak ketinggalan, menyerahkan bukti pembayaran biaya pendidikan dari BAnk Mandiri dan fotokopinya 4 lembar.
Untuk calon yang orang tuanya wiraswasta, atau tidak berlangganan PDAM dan lain-lain, dapat menyerahkan surat keterangan yang diketahui ketua RT setempat.
Selengkapnya, daftar mereka yang diterima melalui SPKS Ujian Tulis tahun 2008, dapat diklik di sini. Sedangkan hasil SPKIns dapat diklik di sini.

Hasil Seleksi SPKS Non Ujian Tulis
9 Mei 2008
Rektor Universitas Brawijaya melalui pengumuman nomor 008/Peng/2008 tanggal 9 Mei 2008 mengumumkan daftar nama 404 orang calon mahasiswa baru yang lolos seleksi program kemitraan sekolah (SPKS) non ujian tulis tahun akademik 2008/2009.
Mereka terpilih dari 1195 peminat yang berasal dari 325 sekolah di seluruh Indonesia.
Daftar ulang
Calon yang diterima wajib hadir (tidak boleh diwakilkan), pada hari Senin-Kamis (16 Juni - 19 Juni 2008) di gedung Widyaloka lantai I untuk melakukan daftar ulang.
Beberapa persyaratan harus dipenuhi, seperti harus lulus ujian nasional tahun 2008, membayar biaya pendidikan sejumlah yang telah ditentukan sesuai program studi masing-masing melalui Bank Mandiri di seluruh Indonesia secara on-line dengan menyebutkan nomor pendaftaran seperti yang tercantum pada surat pemberitahuan. Data pembayaran secara otomatis akan tersimpan di database Universitas Brawijaya. Kemudian, calon dapat melakukan registrasi secara on-line melalui situs http://siakad.brawijaya.ac.id/siam/ dengan menggunakan nomor pendaftaran masing-masing untuk log-in. Setelah mengisi biodata (secara on-line), calon diharuskan mencetak data bukti registrasi dan menyerahkannya pada waktu pendaftaran ulang pertengahan Juni mendatang. Selain itu, calon diharuskan melengkapi persyaratan registrasi seperti yang tercantum pada surat pemberitahuan baik kepada kepala sekolah maupun kepada masing-masing siswa.
Pengumuman itu menegaskan, calon yang belum melengkapi biodata dianggap belum melakukan registrasi. Di samping itu, biaya pendidikan yang telah disetorkan tidak dapat ditarik kembali, kecuali jika yang bersangkutan diterima di Universitas Brawijaya melalui SNM-PTN. Untuk kasus ini, biaya pendidikan dapat dialihkan dengan potongan biaya administrasi 25%. Syaratnya, calon harus menunjukkan serta menyerahkan fotokopi kartu tes SNM-PTN 2008 dan bukti pembayaran biaya pendidikan dari Bank Mandiri.
Calon yang tidak hadir pada waktu registrasi yang telah ditetapkan, atau terlambat dengan alasan apapun, dianggap mengundurkan diri.
Selengkapnya, daftar mereka yang diterima melalui SPKS Non Ujian Tulis tahun 2008, dapat diklik di sini.

Program Coop UB dan PT Telkom
8 Mei 2008
Menggandeng PT Telkom, Universitas Brawijaya menyelenggarakan Program Cooperative Education, yang lebih dikenal dengan Coop. Kali ini, program tersebut telah berjalan untuk angkatan kedua. Coop merupakan sebuah program dalam rangka penempatan mahasiswa di sebuah institusi/lembaga/perusahaan untuk belajar bekerja.
Dr Drs Abdul Hakim MSi, staf ahli Pembantu Rektor III bidang Kemahasiswaan menjelaskan, program ini bertujuan untuk melihat sejauh mana ilmu yang telah diperoleh mahasiswa dapat diimplementasikan dalam bidang pekerjaannya. Dalam program Coop dengan PT Telkom, mahasiswa akan mendapat gaji sebagaimana karyawan PT Telkom lainnya dan kepada mereka berlaku pula ketentuan/peraturan sebagaimana karyawan yang lain. Tahun ini, dijelaskan Abdul Hakim, PT Telkom membutuhkan tiga orang dari tiga program studi yaitu Akuntansi, Manajemen dan Teknik Elektro. Ujian seleksi program ini diselenggarakan di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, pada Kamis (8/5) dan diikuti 36 mahasiswa, masing-masing Akuntansi (5 orang), Manajemen (5 orang) dan Teknik Elektro (26 orang). Jumlah peserta ini membengkak dari permintaan PT Telkom yang ingin menseleksi 15 orang saja, sehingga peluangnya hanya 1:3. Beberapa syarat khusus untuk mengikuti program ini, dijelaskan staf ahli PR III adalah kemampuan berbahasa Inggris dan memiliki bidang sesuai dengan yang diminta PT Telkom. Lebih lanjut dikatakan, program ini sangat menguntungkan bagi mahasiswa terutama setelah kembali ke kampus karena akan mendapatkan sertifikat pengalaman kerja disamping kemungkinan untuk diangkat menjadi pegawai jika prestasinya bagus. Terkait pengembangan program ini, Dr Abdul Hakim menyatakan keinginannya untuk tetap mempertahankan hubungan baik dengan PT Telkom yang telah dua kali menyelenggarakan program Coop di samping akan mengembangkan ke institusi/lembaga/perusahaan lainnya.
Sementara itu, Suryanto, Officer I PT Telkom yang berada di tempat ujian, kepada PRASETYA Online menyatakan, perusahannya merasakan manfaat program ini sebagai identifikasi awal program rekrutmen, di samping sebagai sarana corporate social responsibility (CSR). Mengenai proses seleksi ini, dijelaskan ada dua tahap, yaitu tes tertulis untuk mendapatkan enam orang dan tes wawancara untuk mendapatkan tiga orang. Dalam tes tertulis, diujikan materi pengetahuan umum terutama wawasan tentang telkom, di samping bahasa Inggris. Ketiga mahasiswa tersebut akan ditempatkan di PT Telkom Malang dan sekitarnya. “Program ini telah kami jalankan sejak tahun 2001 untuk PTN dan PTS seluruh Indonesia dengan prinsip penempatan tidak jauh dari lokasi rekrutmen”, ujarnya.
Keuntungan khusus program Coop untuk mahasiswa, menurut Suryanto, setiap PT Telkom mengadakan rekrutmen mereka akan ditawari. “Selama ini presentasi kelulusan mereka dalam rekrutmen PT Telkom tersebut cukup tinggi. Proses kelulusannya sama dengan umum, tetapi mereka punya kelebihan dalam pengalaman”, tambahnya.
Secara khusus Suryanto berharap agar program Coop mampu memberikan gambaran pengetahuan lapang untuk kemudian dilanjutkan dengan link and match antara materi perkuliahan dan fenomena lapangan yang pada akhirnya akan menjadi pertimbangan dalam pembahasan kurikulum. [nok]

FP-UB: Pelatihan Penulisan Buku Ajar Berbasis Karya Ilmiah
7 Mei 2008
Masyarakat non-kampus memandang dunia pendidikan tinggi layaknya sebuah mercusuar, yang terlihat di kejauhan namun tidak semua masyarakat bisa merasakan manfaat secara langsung. Pendapat ini mungkin benar. Sangat banyak karya ilmiah yang ditulis baik oleh lulusan S1, S2, maupun S3, namun belum banyak diketahui oleh masyarakat, baik masyarakat petani maupun masyarakat yang peduli terhadap pertanian. Seharusnya, masyarakat juga memperoleh hak pengetahuan atas hasil riset yang sudah dilakukan oleh perguruan tinggi.
Demikian dikemukakan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD, pada pembukaan pelatihan penulisan buku ajar berbasis karya ilmiah, Rabu (7/5). Terkandung 3 pesan dalam kegiatan tersebut, pertama misi akademis: dosen akan mendapatkan credit point serta semakin meningkatkan nilai akreditasi institusi baik profram studi maupun universitas. Pesan agamis sebagaimana sabda rasul Muhammad SAW bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi kaum muslimin, tapi yang tidak kalah penting adalah kewajiban menyebarluaskan dan mengamalkam ilmu ke masyarakat. Dengan begitu keselarasan, atau take and give, akan seimbang. Sementara juga terdapat pesan ekonomis bahwa fakultas, universitas, maupun Dirjen Dikti menyediakan reward yang cukup memadai atas karya tulis tersebut. Di samping itu, setiap semester penulis buku ajar juga akan memperoleh insentif berupa royalti dari penerbit.
Dengan tema "From academic to popular version", pelatihan yang dilaksanakan bekerjasama dengan Penerbit Andi Offset, Yogyakarta ini, menghadirkan 2 orang narasumber dari penerbit tersebut, yaitu Edy S Mulyanta MSi MT, dan Drs Budi Panuwun MSi sebagai narasumber.
Menurut ketua penyelenggara Dr Ir Bambang Tri Rahardjo, peserta pelatihan adalah dosen yang sudah bergelar doktor dan gurubesar, sehingga diharapkan para peserta sudah mempunyai bahan buku ajar yang siap diproses oleh Penerbit Andi.
Sementara itu dari pihak Andi Offset, Edy S Mulyatna MSi MT mengemukakan bahwa penulisan buku ajar dengan buku popular ada sedikit  perbedaan, terutama masalah kebahasaan yang harus mudah dimengerti lugas dan tidak rigid, sehinggga masyarakat luas bisa memahami isi buku sebagaimana dimaksudkan oleh penulis. Edi melanjutkan, besarnya royalti yang dibayarkan oleh setiap penerbit berbeda. Penerbit Andi menawarkan 10% yang diberikan setiap semester, atau 2 kali setiap tahunnya. Untuk itu, karena penerbitan buku sangat terkait dengan pangsa pasarnya, maka kepada peserta dia menekankan agar buku yang akan ditulis memenuhi setidaknya 2 aspek, yaitu penyajian dan pemasaran. Aspek penyajian mencakup masalah sistematika, kebahasaan, kelengkapan gambar tabel yang bagus. Aspek pemasaran yaitu mencakup tujuan pasar, potensi jual, dan adakah buku sejenis yang akan diterbitkan. Seandainya sudah ada buku sejenis, maka  penulis harus dapat menampilkan perbedaan serta kelebihan buku yang ditulisnya.
Sesudah pelatihan ini, maka sebagai tindak lanjut, peserta berkewajiban untuk menyelesaikan naskah buku ajar mereka dan menyeerahkan kepada Andi Offset untuk dievaluasi dan diproses penerbitannya. [sas]

Tes Psikologi bagi Calon Pejabat Eselon IV dan III
7 Mei 2008
Universitas Brawijaya mengadakan tes psikologi bagi para pegawai yang diproyeksikan menduduki jabatan struktural eselon 3 dan 4. Tes berlangsung Rabu (7/5) di Universitas Negeri Malang, diikuti oleh 60 peserta.
Secara rinci, terdiri dari 24 orang pembantu pimpinan di 6 unit kerja: Fakultas Hukum (6 orang), Fakultas Ekonomi (2 orang), Fakultas Ilmu Administrasi (2 orang), Fakultas Peternakan (2 orang), Fakultas Perikanan (1 orang), Fakultas MIPA (1 orang) dan kantor pusat (10 orang); serta 36 orang kasubbag dari 9 unit kerja: Fakultas Ilmu Administrasi (2 orang), Fakultas Peternakan (2 orang), Fakultas Teknik (1 orang), Fakultas Hukum (3 orang), Fakultas Pertanian (2 orang), Fakultas Kedokteran (2 orang), Fakultas Teknologi Pertanian (3 orang), Fakultas Perikanan (2 orang), Fakultas MIPA (2 orang), kantor pusat (16 orang) dan UPT perpustakaan (1 orang). [nik]

Mulyaningwati SSos Mengikuti Diklatpim III
6 Mei 2008
Setelah selalui seleksi yang diikuti oleh 54 orang peserta pada 26 Maret 2008, salah seorang pegawai yaitu Mulyaningwati SSos, dinyatakan lolos untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) tingkat III gelombang pertama.
Mulyaningwati (Penata Tk I, golingan III/d) adalah Kasubbag Pelayanan Informasi pada Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi. Diklatpim untuk jabatan struktural eselon III (dahulu Spama) itu berlangsung selama 7 minggu, mulai 6 Mei hingga Juni 2008 di Pusdiklat Depdiknas, Sawangan, Depok.
Diklatpim diberikan bagi PNS untuk mencapai persyaratan kompetensi pimpinan aparatur pemerintah, sesuai dengan jenjang jabatan struktural. Dengan mengikuti Diklat diharapkan PNS dapat meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, serta sikap untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi; menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharuan dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa; memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman, dan pemberdayaan masyarakat; serta menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik. [nik]

Ujian Penyesuaian Ijazah PNS di UB
7 Mei 2008
Universitas Brawijaya dalam waktu dekat akan menyelenggarakan Ujian Penyesuaian Ijazah bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tenaga administrasi dan tenaga dosen. Berdasarkan surat nomor 1523/J10/KP/2008 disampaikan syarat-syarat peserta dan kelengkapan berkas yang harus dipenuhi. Bagi tenaga administrasi syarat yang harus dipenuhi meliputi: PNS yang memperoleh Ijazah Non Kependidikan program sarjana S1 dan Pascasarjana S2 minimal satu tahun sejak ijazah diterbitkan; minimal telah satu tahun menduduki pangkat pengatur golongan II/c terhitung mulai tanggal 1 April 2008; minimal memiliki masa kerja 6 tahun terhitung mulai tanggal Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas; PNS tersebut akan diberi tugas baru sesuai dengan ijazah yang dimiliki; DP3 tahun 2007 setiap unsur bernilai minimal baik; serta tidak sedang dalam keadaan diberhentikan sementara, menerima uang tunggu, cuti diluar tanggungan negara, dan tidak sedang menjalani hukuman disiplin berat. Sementara bagi tenaga dosen, syarat yang harus dipenuhi meliputi: PNS yang memiliki ijazah Pascasarjana S2 atau Doktor S3 yang diperoleh sebelum diangkat menjadi CPNS; PNS yang memiliki ijazah S2 atau S3 sewaktu diangkat sebagai CPNS tidak sedang melaksanakan studi lanjut; minimal telah satu tahun dalam jabatan fungsional Asisten Ahli; DP3 tahun 2007 setiap unsur bernilai minimal baik; serta tidak sedang dalam keadaan diberhentikan sementara, menerima uang tunggu, cuti diluar tanggungan negara, dan tidak sedang menjalani hukuman disiplin berat. [nik]

Silaturahmi Forum Keluarga Alumni Jepang
7 Mei 2008
Forum Keluarga Alumni Jepang menyelenggarakan silaturahmi di Purisavira, Kota Batu, Sabtu (3/5). Forum Keluarga Alumni Jepang adalah sebuah wadah bagi alumnus universitas-universitas negeri Jepang asal Indonesia khusus Malang Raya. Saat ini, sebagian besar anggotanya berasal dari Universitas Brawijaya.
Menurut Ir Sukoso PhD, salah satu alumni Jepang yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Perikanan UB, dari 35 orang yang hadir sebagian besar berasal dari UB. “Alumni asal UB sangat dominan. Sekitar 30 dari seluruh yang hadir berasal dari UB”, ujarnya. Menurutnya, pertemuan-pertemuan yang dilaksanakan selama ini berfungsi sebagai media untuk share ide untuk pengembangan forum tersebut. “Selain itu, pertemuan ini juga menjadi wadah bagi kami dalam bekerjasama, meningkatkan kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat”, tuturnya. Diharapkan, nantinya forum ini juga mampu menjadi fasilitator dalam komunikasi antara pemerintah Jepang dengan Indonesia dalam hal investasi, kegiatan akademik, maupun kegiatan-kegiatan kerjasama terutama bila mereka datang ke Malang Raya. “Bila ada kunjungan-kunjungan dari Jepang, sedangkan di sini yang menyambut adalah orang yang sudah mengenal karakter budaya, rasanya pasti feeling at home”, katanya.
Dari pertemuan tersebut, lahir beberapa rekomendasi di antaranya meningkatkan intensitas pertemuan minimal tiga bulan sekali, pembuatan website alumni, penghimpunan data base alumni, pelaporan kegiatan kepada Konsulat Jenderal Jepang dan juga Tim Pembina Kerjasama Indonesia-Jepang. Di samping berkonsentrasi untuk semua kegitan tersebut, forum ini juga intens mengadakan komunikasi dengan mahasiswa Indonesia, terutama yang berasal dari Malang Raya, yang saat ini belajar di Negeri Sakura itu. [fjr]

Pengurus Yayasan Universitas Brawijaya
6 Mei 2008
Universitas Brawijaya melebur tiga yayasannya menjadi satu dalam wadah, Yayasan Universitas Brawijaya. Sebelumnya, ketiga yayasan tersebut masing-masing menaungi percetakan Danar Wijaya, Guest House, serta SD dan SMP Dharma Wanita. Demikian disampaikan pembantu Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan, Warkum Sumitro SH MH kepada PRASETYA Online sehubungan dengan terbitnya SK Rektor Nomor 105/SK/2008.
Surat keputusan tentang susunan pengurus Yayasan Universitas Brawijaya ini merupakan perubahan terhadap SK Rektor Nomor 422/SK/2007 tanggal 27 Desember 2007 yang terdapat kesalahan tulis dalam lampiran, di mana mencantumkan Rektor Universitas Brawijaya sebagai Pembina Yayasan. Hal ini menurut PR II menyalahi tata cara kepengurusan sebuah yayasan. Lebih lanjut, PR II menjelaskan bahwa peleburan tiga unit yayasan tersebut bersifat sementara. Kelak ketika UB menjadi otonom, maka ketiganya menurut rencana akan segera diubah menjadi unit usaha. PR II menegaskan adanya aturan bahwa institusi negeri tidak diperkenankan memiliki unit usaha.
Sebagaimana tertulis dalam SK tersebut, susunan pengurus Yayasan Universitas Brawijaya adalah sebagai berikut. Pembina: Prof Dr Ir Bambang Guritno, Prof Drs ZA Achmady MPA, Prof Dra OS Hastoeti Harsono, Prof Dr Ir Suhardjono MPd DiplHE, dan Prof Drs Achmad Fauzi Dh MA. Ketua: Dr Drs HM Sofwan Chudorie MSi. Wakil Ketua I: HA Latief Sjafradji SH. Wakil Ketua II: dr Muhammad Hanafi MPH. Sekretaris: Ir Sarwiyono MAgrSt. Wakil Sekretaris: Kotok Gurito SE. Bendahara: Warkum Sumitro, SH MH. Wakil Bendahara: Imam Syafi’i SE MM. Pengawas: Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, Ir HRB. Ainurrasjid MS, Prof Masruchin Ruba’i SH MS, dan Ny Eny Suhartini. Keputusan ini berlaku sejak 25 April 2008. [nok]

TEP Fair
6 Mei 2008
Himpunan Mahasiswa Teknik Pertanian (Himateta) Universitas Brawijaya menyelenggarakan Teknik Pertanian (TEP) Fair, yaitu pameran alat dan produk teknik pertanian. Dijelaskan Ketua Panitia, Ahfadin, kegiatan ini merupakan serangkaian acara Agricultural Engineering Event 2008, yang merupakan ajang tahun Himateta. Selain TEP Fair, kemarin (5/5) diselenggarakan pula Seminar Nasional Mekanisasi Pertanian serta Talk show Penerapan Teknologi Pertanian dalam Meningkatkan Produksi Pangan yang akan diselenggarakan besok (7/5). Menurut rencana, dalam ajang talk show tersebut akan dihadirkan ketua HKTI Malang, Ir HRB Ainurrasjid MS serta ketua BPTP, Dr Ir Sudarmadi MS.
Dalam ajang TEP Fair, turut dipamerkan beberapa alat dan mesin pertanian serta produk-produk olahan teknik pertanian seperti vacuum frying dari PT Lastrindo, traktor tangan, traktor roda empat dan briket milik laboratorium daya dan mesin pertanian, serta beberapa produk UKM seperti sari apel, kripik papaya, dan marning jagung. [nok]

Seminar Nasional Mekanisasi Pertanian
5 Mei 2008
Entrepreneur bisa dimulai dari bidang ilmu mana saja. Tidak terkecuali ilmu teknik atau mekanisasi pertanian, mampu mendukung setiap orang yang ingin beraktualisasi sebagai entrepreneur. Bahkan keilmuan teknik pertanian memiliki peluang cukup besar di dalam mendukung paradigma entrepreneurship, technopreneurship, engineering entrepreneurship atau enginopreneurship.
Demikian penggalan isi seminar nasional mekanisasi pertanian “Peluang dan Peran Serta Mekanisasi Pertanian dalam Dunia Entrepreneurship”, di gedung Widyaloka, Senin (5/5). Dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Pertanian (HIMATETA), Fakultas Teknologi Pertanian, seminar ini dibuka Pembantu Rektor I, Prof Dr Ir Bambang Suharto MS.
Dalam sambutannya, Prof Bambang Suharto mengungkapkan, misi entrepreneurial university yang digaungkan oleh UB bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan. Oleh sebab itu, upaya yang dilakukan oleh mahasiswa untuk mengadakan acara-acara bertema entrepreneurship seperti ini sangat positif.
Dalam acara ini diundang dua pemateri, Prof Dr Ir Hadi K Purwadaria dari Institut Pertanian Bogor, dan Dr Ir Suhardjo MS dari BPTP Jawa Timur.
Dalam makalahnya, Hadi mengungkapkan bahwa enginopreneurship dapat berarti kewirausahaan yang menggunakan inovasi engineering, baik dalam pengumpulan bahan baku, pemakaian proses produksi, gudang bahan baku dan produk, maupun selama distribusi produk. Pengembangan desain pada alat dan mesin pertanian, penerapan desain untuk manufacturing, desain penggoreng vakum, dan berbagai alat penunjang untuk budidaya tanaman adalah contoh-contoh technopreneurship dan kewirausahaan teknik dalam mekanisasi pertanian. Menurutnya, entrepreneurship dalam wacana teknik pertanian tidak harus dilakukan dalam industri skala besar. “Industri kecil asalkan memiliki kreativitas yang inovatif juga bisa menjadi entrepreneurship yang unggul”, ujarnya. Usaha-usaha kecil harus jeli dalam mencari informasi untuk meningkatkan kualitas usahanya. “Sebenarnya, usaha-usaha semacam ini sudah dapat dicoba oleh mahasiswa dalam media PKM Kewirausahaan (Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan). Dana bantuannya cukup besar untuk membantu mahasiswa mengembangkan produk dan bila layak, cobalah untuk terus dikembangkan”, ujarnya.
Sementara itu Dr Suhardjo mengatakan, sebenarnya mekanisasi pertanian dapat mendukung pengembangan pertanian baik on farm maupun off farm. Peran alsintan (alat mesin pertanian) cukup besar dalam mendorong ke arah produktivitas dan efisiensi usaha tani dari pertanian tradisional ke pertanian modern. Oleh sebab itu, tidak ada alasan bahwa mekanisasi pertanian tidak bisa mendukung entrepreneurship. Namun, kondisi di Indonesia saat ini masih sangat kurang dalam meningkatkan peran mesin pertanian. Menurutnya pengembangan mekanisasi pertanian adalah hanya terfokus pada komoditi pangan dan lebih terfokus lagi pada padi. Itu pun hanya pada traktor, pompa air, perontok dan penggilingan padi.
Seminar nasional mekanisasi pertanian ini adalah salah satu rangkaian dari Agricultural Engineering Event 2008 yang berlangsung 5-7 Mei 2008. Selain seminar, acara lainnya adalah lomba desain teknologi tepat guna bidang agrokompleks, pameran penerapan teknologi pangan, dan talk show penerapan teknologi pertanian dalam meningkatkan produksi pangan. [fjr]

Pemilihan Mahasiswa Breprestasi
5 Mei 2008
Universitas Brawijaya kembali menyelenggarakan Seleksi Mahasiswa Berprestasi 2008. Kegiatan tahunan ini merupakan rangkaian seleksi mahasiswa tingkat nasional yang puncaknya akan berlangsung pada bulan Agustus mendatang.
Sosialisasi kegiatan ini dilangsungkan Senin (5/5) di gedung Rektorat, dihadiri perwakilan mahasiswa dari seluruh lembaga kemahasiswaan. Pengarahan diberikan langsung oleh Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) UB, Prof Dr Ir Hendrawan Soetanto MRurSc.
Membuka acara ini, Pembantu Rektor III bidang Kemahasiswaan, Ir RB Ainurrasjid MS, berharap agar perwakilan UB mampu menembus seleksi tingkat nasional.
Tidak tanggung-tanggung, penghargaan yang diberikan bagi yang lolos seleksi tingkat nasional adalah uang tunai Rp. 25 juta bagi juara 1 tingkat nasional, Rp. 10 juta bagi yang lolos 15 besar tingkat nasional dan uang tunai Rp 1,5 juta bagi juara 1 tingkat universitas di samping bebas pembayaran SPP. Di tingkat universitas sendiri, seleksi akan diselenggarakan pada awal bulan Juni sehingga mulai akhir Bulan Mei diharapkan tiap-tiap fakultas telah mengirimkan kandidatnya.
Pedoman umum mengenai pemilihan mahasiswa berprestasi dapat diakses pada situs www.brawijaya.ac.id, pada kolom announcement. [nok]

Hasil Brawijaya Parliamentary Debate
4 Mei 2008
Brawijaya Parliamentary Debate berlangsung selama dua hari, 3-4 Mei 2008, di Gedung PPI. Kegiatan ini merupakan seleksi tingkat universitas guna menjaring mahasiswa yang akan mewakili Universitas Brawijaya di kontes debat Bahasa Inggris Perguruan Tinggi (National University English Debating Contest).
Sebagai hasil putaran grand final, posisi pertama ditempati oleh Formasi B, posisi kedua Formasi A, posisi ketiga Fakultas Teknik, dan posisi keempat Program Bastra. Sedangkan untuk kategori Top Best Speaker, posisi pertama ditempati oleh Yulida Safitri (Formasi A), posisi kedua Adiwira Al (FT), posisi ketiga Imam Afandi (Formasi A), posisi keempat Ranidya M (Formasi B), dan posisi kelima Mustika Tara (Formasi B).
Hasil akhir untuk Brawijaya Parliamentary Debate 2008, sebagai pemenang I FT, pemenang II Formasi A, dan pemenang III Formasi B. Sementara itu yang lolos untuk seleksi regional PIMNas mewakili Universitas Brawijaya, masing-masing adalah  Yulida Safitri dari Formasi A, dan Adiwira Al Fatah dari Fakultas Teknik. [fjr]

Fakultas Teknik Juara MTQ Mahasiswa UB 2008
4 Mei 2008
Fakultas Teknik keluar sebagai juara umum MTQ Mahasiswa Universitas Brawijaya tahun 2008. Kepastian ini diperoleh setelah Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Mahasiswa tingkat Universitas Brawijaya mengadakan penilaian terhadap hasil 10 cabang lomba dalam MTQ ini. Kesepuluh cabang itu adalah: Tilawatil Qur'an (putra dan putri), Tartil Qur'an (putra dan putri), Hifzhil Qor'qn (putra dan putri), Syarhil Qur'an, Fahmil Qur'an, Khathil Qur'an (putra dan putri).
Selengkapnya, hasil MTQ Mahasiswa UB tahun 2008 adalah sebagai berikut. Cabang Tilawah Putra: terbaik I M Furqon (FMIPA), terbaik II Andrian (FK), terbaik III Rosidi Azis (Fapet), harapan Moh Syauqi (Bastra). Cabang Tilawah Putri: terbaik I Lepisa Saharani (FT), terbaik II Dina Mahsunah (FPi), terbaik III Ayu Denis Christinawati (FH), harapan: Sumiyati Andriani (FPi).
Cabang Tartil Qur’an Putra: terbaik I Nur Ibnu Hasan (FTP), terbaik II Rahmad Ridwan (FPt), terbaik III Ridho Maulanan (FT), harapan: M Khobir (Bastra). Cabang Tartil Qur’an Putri: terbaik I Ita Roihana (FT), terbaik II Wildaniati Assilmi (FMIPA), terbaik III Nuraini (FH), harapan: Iir Maghfiroh (FK). Cabang Hifzhil Qur’an Putra: terbaik I Ridho Maulana (FT), terbaik II Aliyul Himam (Bastra), terbaik III Puji Rahman (FK), Harapan: Ahmad Ali Yafie (FTP). Cabang Hifzhil Qur’an Putri: terbaik I Lepisa Saharani (FT), terbaik II Iljamha (FTP), terbaik III Maureen Aulia (FK), harapan: Fauziah (Bastra). Cabang Syarhil Qur’an: terbaik I  Jannatuliani, M Furqon, Ayu Raisa (FMIPA), terbaik II Khusnul Khotimah, Nur Qomariah Qoro, Eka Diah Ayu (Bastra), terbaik III Dara Puspitasari, Ayu Denis C, Angga Kurniawan (FH), harapan Chilyatul Mustafidah, Iljamha Khadijah, Hannat Suaidah (FTP).
Cabang Fahmil Qur’an: terbaik I Islahul Mukmin, Hardiani Putra, Rizal Faizin Rahman (FMIPA), terbaik II Armahedi, Edi Prianto, Fardhan Ghozali (FIA), terbaik III Ria Casmi Arrsa, Imam Sukadi, Nuraini (FH), harapan Hafidulloh Hanif, M Kamal Hadi, Annisatur Roifah (FK). Cabang Khathil Qur’an Putra: terbaik I Abdul Aziz Jaziri (FPi), terbaik II Rendi Satria (Bastra), terbaik III Andi Hakim (FPt), harapan: Aris Andul Muis (FT). Cabang Khathil Qur’an Putra: terbaik I Qurrotul A’yun (FT), terbaik II Rahmawati K (FP), terbaik III Nurjannatus Sholihah (FPt), harapan Rosalia Herlian T (FK). [fjr]

Brawijaya Parliamentary Debate
3 Mei 2008
Dalam rangka meningkatkan penalaran mahasiswa dalam kemampuan berbahasa Inggris secara lisan, Universitas Brawijaya menyelenggarakan "Brawijaya Parliamentary Debate". Acara yang digelar 3-4 Mei 2008 di Gedung PPI ini adalah kegiatan bersama Bagian Kemahasiswaan dan Prodi Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya.
Peserta debat adalah perwakilan mahasiswa setiap fakultas di lingkungan Universitas Brawijaya. Kompetisi ini akan menggunakan sistem British Parliamentary yang berlaku secara internasional. Setiap peserta harus melalui tiga putaran, meliputi babak pendahuluan (preliminary round), babak eliminasi (elimination round), dan babak final. Babak pendahuluan terdiri dari empat sesi, dan babak eliminasi terdiri dari dua sesi.
Kegiatan ini merupakan seleksi tingkat universitas guna menjaring mahasiswa yang akan mewakili Universitas Brawijaya di kontes debat Bahasa Inggris Perguruan Tinggi (National University English Debating Contest). Kontes nasional itu sendiri berlangsung di 8 wilayah, yaitu A1 meliputi NAD, Sumut, Riau, Sumbar dan Jambi; A2 meliputi Sumsel, Bangka-Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, dan DKI; B1 meliputi Jabar, Kalbar dan Kalteng; B2 meliputi Jateng dan DIY; C1 meliputi Jatim, Kalsel dan Kaltim, C2 meliputi Bali, NTB, dan NTT; D1 meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggarra, Papua, dan Maluku; serta D2 meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara dan Sulawesi Tengah.
Universitas Brawijaya akan bersaing dengan universitas lain di Jawa Timur dalam debat serupa yang diselenggarakan di Universitas Airlangga pertengahan bulan ini (14-16 Mei 2008). [nik]

Aksi Mahasiswa Memperingati Hardiknas
2 Mei 2008
Puluhan mahasiswa yang menamakan dirinya Kelompok Peduli Sekolah Rakyat melakukan aksi damai dengan berjalan keliling kampus Universitas Brawijaya. Mereka kemudian memusatkan aksinya di tugu bundaran depan gedung Rektorat, dengan penjagaan Satpam UB. Aksi yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional ini menyuarakan kepedulian mahasiswa yang merasa bahwa kampus semakin eksklusif bagi rakyat yang makin tidak mampu menjangkau tingginya biaya pendidikan. Dalam orasinya, mereka mendengungkan sikap yang menolak perubahan kampus menuju Badan Hukum Pendidikan (BHP) maupun Badan Layanan Umum (BLU) karena menganggap hal itu hanya sebagai dalih menaikkan biaya pendidikan yang dirasakan sudah sedemikian tinggi. Membentangkan poster-poster berukuran besar, mereka juga menyuarakan perihal pembangunan fisik yang gencar dilakukan selama ini sia-sia belaka, karena tidak tepat sasaran, jauh dari visi kampus rakyat, dan sama sekali tidak menyentuh kesejahteraan mahasiswa.
Di tempat terpisah, sejumlah mahasiswa lain yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Brawijaya Peduli Pendidikan melakukan aksi damai. Memusatkan aksi di depan Gedung Rektorat, dalam orasinya, perwakilan aliansi tersebut menyampaikan refleksi pendidikan di Universitas Brawijaya. Pesan inti yang ingin disampaikan, kondisi pendidikan yang ada saat ini belum sesuai dengan harapan yang diusung oleh cita-cita besar Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara. Mereka juga menuntut Rektor UB untuk melakukan evaluasi pengenaan biaya pendidikan sesuai UU Sisdiknas yang berdasarkan prinsip keadilan, kecukupan, dan keberlanjutan; melibatkan lembaga mahasiswa dalam setiap pengambilan kebijakan mahasiswa; memperbaiki operan utama institusi pendidikan negara sebagai public service; dan memperbaiki pola tatanan kehidupan kampus secara luas dan simultan terhadap pemberlakuan jam malam, serta tidak membatasi ruang aktualisasi mahasiswa.
Setelah sekian lama berorasi, akhirnya mereka diterima Rektor Prof Yogi Sugito dan Pembantu Rektor III bidang kemahasiswaan Ir HRB Ainurrasjid MS di ruang sidang lantai VIII Gedung Rektorat. Dalam acara dengar pendapat, mereka mengeluarkan uneg-uneg masalah perbaikan sistem layanan akademik dan perpustakaan, evaluasi SPP proporsional, pemberlakuan jam malam, sampai masalah sistem perparkiran yang dirasakan membuat kampus semakin menutup diri.
Menanggapi uneg-uneg mahasiswa, Rektor Yogi Sugito mengatakan, segala kebijakan yang dilaksanakan tidak ada maksud untuk membatasi aktivitas mahasiswa dalam bentuk apapun. Ia juga menjelaskan, setiap kebijakan yang dibuat, baik di bidang akademik maupun kemahasiswaan,  selalu dikomunikasikan dengan perwakilan mahasiswa. Ia juga memberikan akses yang luas kepada semua mahasiswa untuk selalu berkomunikasi dengannya. “Silakan hubungi saya, kapan saja. Silakan SMS saja, karena saya tidak mungkin menerima seluruh telepon setiap hari, sementara saya harus rapat dan menerima tamu. SMS kalian akan saya balas”, ujarnya setelah memberikan nomor HP-nya kepada seluruh mahasiswa yang ada. [fjr]

MTQ Mahasiswa
2 Mei 2008
Tahun ini Universitas Brawijaya kembali menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) mahasiswa antarfakultas. Acara yang diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan Agama (PPA) tersebut rencananya dilaksanakan selama 3 hari, 2-4 Mei 2008, di Student Center dan Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya.
Dengan tema “Mari Ukir Prestasi, Ukhuwah dan Akhlaq Karimah dengan Al-Qur’an”, MTQ ini melombakan beberapa cabang, di antaranya Tilawatil Qur’an (Qiro’ah), Tartil Al-Qur’an (Tadarus/Murottal), Tahfizh Al-Qur’an 1 juz’ (Hafalan Juz 1-30), Syarh Al-Qur’an (Pidato/Ceramah), Fahm Al-Qur’an (Cerdas Cermat), Khath Al-Qur’an (Kaligrafi), dan Karya Tulis Al-Qur’an (yang akan dilombakan di KKTM Maba).
Seluruh mahasiswa UB yang memiliki minat dan bakat dalam bidang seni dan ilmu Al-Qur’an dapat mengikuti kegiatan ini dengan jalan mendaftarkan diri ke fakultas masing-masing untuk diseleksi, karena peserta MTQ adalah delegasi fakultas.
Kepada PRASETYA Online, Ketua Pusat Pembinaan Agama Prof Dr Thohir Luth MA mengatakan, ada 3 tujuan yang hendak dicapai melalui MTQ ini. Pertama, mengenalkan mahasiswa tentang Al-Qur’an dengan berbagai isinya sehingga mereka mencintainya dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, diharapkan akan terbentuk forum antarfakultas di UB dalam bingkai silaturahmi. Ketiga, munculnya bibit-bibit unggul calon delegasi UB dalam MTQ tingkat nasional tahun 2009 di Makassar yang akan dibina oleh PPA pascalomba tingkat universitas ini. Dan yang tak kalah pentingnya, digelarnya acara ini sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa UB memiliki bakat-bakat seni dan pengetahuan Al-Qur’an yang tidak kalah dengan universitas berbasis agama. “Bayangkan, ternyata di UB ada mahasiswa yang hifzhil Qur’an 30 juz”, tegas Thohir. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Rektor dalam sambutannya cukup baik, yaitu dengan acara ini diharapkan akan tumbuh kecintaan mahasiswa terhadap Al-Qur’an sehingga mampu melaksanakan peran-peran manusia yang cerdas, berakhlaq mulia, religius, dan humanis.
MTQ kali ini tidak hanya memperebutkan trofi masing-masing kategori lomba, akan tetapi juga piala bergilir sehingga prestise lomba semakin meningkat. Dengan adanya piala bergilir, diharapkan lomba tersebut bisa rutin diadakan setiap tahun. [fjr]

Peringatan Hardiknas di UB
2 Mei 2008
Dengan tema “Hari Pendidikan Nasional 2008 sebagai bagian dari peringatan 100 tahun kebangkitan bangsa”, Universitas Brawijaya menyelenggarakan upacara bendera di lapangan depan gedung Rektorat, Jumat (2/5). Upacara dihadiri oleh segenap sivitas akademika meliputi dosen, tenaga administrasi, mahasiswa dan anggota Dharma Wanita. Bertindak selaku inspektur upacara Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito.
Pada kesempatan itu Rektor membacakan sambutan Menteri Pendidikan Nasional Prof Dr Bambang Sudibyo. Dikatakan, tema peringatan Hardiknas ini perlu dijadikan spirit dalam membangun peradaban bangsa sejalan dengan pendidikan nasional, yaitu terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa, untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia. Perkembangan dunia pendidikan Indonesia mengalami dinamika seiring dengan perjalanan bangsa. Meski telah banyak mengalami kemajuan, masih banyak persoalan pendidikan yang harus diselesaikan sejalan dengan perkembangan jaman dan tuntutan era global. Guna menjawab berbagai tantangan dan kendala itu, pemerintah telah menetapkan Renstra Pendidikan 2005-2009 dalam tiga pilar kebijakan. Pilar tersebut yaitu pemerataan dan perluasan akses pendidikan; peningkatan mutu, relevansi dan daya saing; serta penguatan tata kelola, akuntabilitas dan citra publik.
Rektor juga berkesempatan memberikan tali asih kepada 48 orang dosen yang telah menyelesaikan program doktor di dalam maupun luar negeri dalam periode tahun 2007-2008. Berikut adalah dosen yang menerima tali asih. Fakultas Hukum (5): Dr A Rachmad Budiono SH MHum, Dr Kusno Adi SH MS, Dr Suhariningsih SH MS, Dr Ibnu Tricahyo SH MS, dan Dr A Latief Fariqun SH MH; Fakultas Ekonomi (4): Dr Dra Andarwati ME, Dr Multifiah MS, Dr Djasly By SE MS, dan Dr Drs Sjamsoel Hadi MM; Fakultas Ilmu Administrasi (10): Dr Dra Siti Ragil Handajani MSi, Dr Srikandi Kumadji MS, Dr Siti Rochmah MSi, Dr Hamidah Nayati Utami SSos MSi, Dr Ratih Nur Pratiwi MSi, Dr Hermawan SIP MSi, Dr Drs Djamhur Hamid MSi, Dr Drs Suryadi MSi, Dr Drs Imam Suyadi MSi, Dr Sarwono MSi; Fakultas Pertanian (2): Dr Ir Andy Soegianto CESA, Dr Ir Nurul Aini MS; Fakultas Peternakan (2): Dr Ir Marjuki MSc dan Dr Ir Sri Minarti MP; Fakultas Teknik (7): Dr Ir A As’ad Sonief MT, Dr Ir Pratikto MMT, Dr Agung Darmawansyah ST MT, Dr Agung Murti Nugroho ST MT, Ir Surjono MTP PhD, Dian Sisinggih ST MT PhD, Muhammad Aziz Muslim ST MT PhD; Fakultas Kedokteran (4): Dr dr  Retty Ratnawati MSc, Dr dr Tinni Endang Hernowati SpPK, Dr dr Karyono Mintaroem Sp PA, Dr dr Siti Candra Windu Baktiyani SpOG (K); Fakultas Perikanan (4): Dr Ir Diana Arfiati MS, Ir Aida Sartimbul MSc PhD, Dr Ir Arief Prajitno MS, dan Dr Ir Nuddin Harahap MP; FMIPA (7): Barlah Rumhayati SSi MSi PhD, Dr Sunaryo SSi MSi, Dr Rer Nat Abdurrouf SSi MSi, Dr Masruroh SSi MSi, Sukir Maryanto SSi MSc PhD, Dr Sugeng Rianto SSi MSi, Dr Widodo SSi MSi; Fakultas Teknologi Pertanian (3): Dr Ir Sudarminto Setyo Yuwono MAppSc, Dr Ir Elok Zubaidah MP dan Dr Ir Joni Kusnadi MSi. [nik]

UB Masuk 10 Terbaik Nasional Pelatih Senam Kesegaran Jasmani
2 Mei 2008
Endang Susiloningsih SSos dari Universitas Brawijaya termasuk 10 terbaik nasional pelatih Senam Kesegaran Jasmani (SKJ). Prestasi ini diraih pada acara Pelatihan Pelatih Senam Kebugaran Jasmani  2008 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga, di lokasi Wisata Agro Gunung Mas, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, 28-30 April 2008.
Pada hari terakhir diadakan evaluasi terhadap seluruh peserta, dan pada saat itulah Kasubbag Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Hukum UB ini mendapatkan penghargaan sebagai 10 pelatih senam terbaik nasional tahun ini
Endang Susiloningsih bersama Dra Widia Permana SSos berangkat mewakili UB dalam pelathan itu. Seluruhnya 123 peserta dari 37 instansi mengikuti pelatihan ini, berasal dari BAPOR, BUMN, lembaga non-departemen, TNI dan Polri, serta lembaga swadaya.
Kepada PRASETYA Online Widia Permana bertutur, acara yang harus mereka ikuti sangat padat. “Acaranya mirip latihan militer”, ungkap pelatih SKJ yang sekaligus Ketua Sub Koordinator Layanan Multimedia dan Referensi Perpustakaan UB ini menggambarkan kegiatan sehari-hari di sana. Selain senam pagi, setiap hari peserta harus menempuh perjalanan sekitar tiga kilometer antara tempat penginapan ke tempat praktik, bolak-balik sampai 5 lima kali sehari. Di sana, peserta mendapatkan materi mengenai bagaimana menjadi pelatih senam yang baik dan juga materi tentang cedera olahraga.
Menurut Widia, sebenarnya sejak 2004 prestasi UB tidak pernah lepas dari 10 besar. “Namun karena tidak pernah diekspos, jadi tidak pernah diketahui”, ungkapnya. Dengan adanya ekspos di media, diharapkan setiap orang tergugah untuk mencintai olahraga, terutama senam kesegaran jasmani.
Meskipun telah mengharumkan nama UB, mereka bertekad tidak berhenti sampai di situ. Keduanya mengaku masih mengemban tugas yaitu melakukan sosialisasi mengenai SKJ 2008 sebagai SKJ terbaru Indonesia kepada semua pihak. “Rencananya akan dilakukan sosialisasi untuk seluruh Malang Raya, tetapi untuk pertama-tama akan kami perkenalkan kepada tiap-tiap fakultas di UB”, ujarnya. Menurutnya, SKJ 2008 akan diusulkan untuk menjadi materi perlombaan dies natalis UB pada tahun 2009 setelah absen tahun ini. [fjr]
---
Foto: Endang Susiloningsih (atas) dan Widia Permana (bawah)

Dekan FP Kunjungi PT Asian Agri
2 Mei 2008
Dekan Fakultas Pertanian  Universitas Brawijaya (FPUB) Prof Sumeru Ashari dan Ketua Jurusan Budidaya Pertanian Dr Agus Suryanto, selama 4 hari (28/4-1/5), berkunjung ke PT Asian Agri Tbk, Medan. Kunjungan ini merupakan realisasi kerjasama kedua institusi di bidang perkebunan kelapa sawit. Salah satu program kerjasama, dalam bentuk penyediaan fasilitas untuk magang kerja bagi dosen dan mahasiswa FPUB yang mengambil kompetensi di bidang tanaman industri perkebunan.
Saat ini ada sebanyak 4 orang mahasiswa FPUB sedang mengadakan penelitian ilmiah di kelapa sawit untuk diwujudkan sebagai karya tulis dalam tugas akhir mereka. Keempat mahasiswa tersebut menekuni penelitian di bidang sumberdaya hayati perkebunan, hama dan penyakit, plasma nutfah, serta agronomi komoditas nilai tinggi tersebut.
Dalam waktu dekat ini FPUB juga akan memberangkatkan 2 orang staf akademisnya yang berkompetensi di bidang agroekoteknologi untuk magang di tanaman kelapa sawit dan kakao yang juga dikelola oleh PT Asian Agri. Selain penyediaan fasilitas untuk penelitian dan praktik, PT Asian Agri juga memberikan bantuan  beasiswa bagi seorang staf FPUB (Afifuddin Latif Adirejo SP) untuk menempuh program master di Prancis.
Menurut Manager Training PT Asian Agri (Ir Agus Sutrisno) di masa mendatang kerjasama akan lebih ditingkatkan, terutama jumlah mahasiswa  dan dosen yang akan mengadakan kerja lapang, penelitian, magang, maupun perekrutan tenaga kerja lulusan FPUB. Setiap tahun, perusahaan sawit terkenal tersebut mengadakan rekrutmen tenaga kerja di FPUB. Dan, berdasarkan informasi, jumlah tenaga kerja lulusan FPUB yang bekerja di perusahaan sawit tersebut menempati urutan ketiga sesudah Universitas Sumatera Utara (USU) dan Institut Pertanian Bogor (IPB). [sas]