Last updated 31/5/2007
By: Farid Atmadiwirya
Mei 2007

Rektor Yogi Sugito: Mandiri dengan Entrepreneurial University
31 Mei 2007
Dalam perkembangannya, perguruan tinggi melalui tiga tahapan. Tahapan pertama yaitu teaching university, yang berorientasi pada proses belajar mengajar. Tahap kedua, research university, yang berfokus kepada pendidikan dan penelitian. Sedangkan tahap ketiga, entrepreneurial university, dicapai bila perguruan tinggi telah mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi yang diembannya, yaitu menyelenggarakan pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat. Entrepreneurial university mengandung misi sejauh mana perguruan tinggi, telah menyentuh unit usaha masyarakat dengan turut menyumbangkan hasil penelitian yang dilakukan pihak universitas. Demikian ungkap rektor Universitas Brawijaya Malang Prof Dr Ir Yogi Sugito ditemui di ruang kerjanya dalam rangka Pencanangan Universitas Brawijaya menjadi Entrepreneurial University.
Lebih lanjut rektor mengungkapkan, para sarjana yang dihasilkan oleh perguruan tinggi yang menerapkan entrepreneurial university, tidak hanya akan menjadi incaran para pencari pekerja, tetapi mereka juga mampu menciptakan lapangan kerja. Universitas Brawijaya mencanangkan diri menjadi entrepreneurial university tak lain karena kepercayaan yang telah diberikan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional, untuk membuat sebuah model inkubator bisnis perguruan tinggi.  Selain itu sejak 2006, Universitas Brawijaya dipilih oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan Waseda University Japan menjadi pilot project entrepreneurship education. Rektor menambahkan, hasil penelitian yang dilakukan di Universitas Brawijaya akan menjadi bagian dari penyelenggaraan unit bisnis. Terlebih ketika Universitas Brawijaya telah bertransformasi menjadi BHPMN yang sangat membutuhkan kemandirian dari pengelolaan manajemen, utamanya pengelolaan dana, maka entrepreneurial university merupakan salah satu solusi yang tepat untuk menunjang kemandirian.
Komitmen Universitas Brawijaya Malang sebagai entrepreneurial university terlihat sejak diberlakukannya kurikulum entrepreneurship yang terangkum dalam mata kuliah capita selecta, tiga tahun lalu. Dalam mata kuliah itu para mahasiswa mendapatkan tiga bahasan meliputi kepemimpinan, komunikasi serta kewirausahaan. Untuk menunjang penyelenggaraan entrepreneurial university, para dosen dan mahasiswa Universitas Brawijaya dibekali dengan pendidikan kewirausahaan. Salah satu bab dalam buku ajar yang dibuat para dosen juga harus memuat tentang kewirausahaan dan ketika mahasiswa membuat tugas akhir, maka tugas akhir itu harus bisa memenuhi aspek kewirausahaan. Rektor menegaskan, agar Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas maka pemerintah harus merubah paradigmanya di bidang pendidikan tinggi dengan memfokuskan diri pada entrepreneurial university. [nik]

Hasil PSB Non Akademik
31 Mei 2007
Sebanyak 35 orang calon mahasiswa baru dinyatakan lolos melalui seleksi Penjaringan Siswa Berprestasi (PSB) non akademik Universitas Brawijaya. Seleksi PSB non akademik yang meliputi bidang olahraga dan seni ini diikuti oleh 37 orang.
Para calon tersebut telah melaksanakan tes pembuktian bakat dan keterampilan, Senin (28/6) di dalam dan di luar kampus Universitas Brawijaya. Dari keseluruhan peserta yang mengikuti seleksi, dua orang dinyatakan gugur karena tidak hadir dan satu orang dinyatakan tidak memenuhi kualifikasi.
Berikut adalah para calon mahasiswa yang lolos seleksi, terkelompok menurut cabang olahraga atau seni yang ditekuninya. Bola voli:  Anita Sari Triananda (Teknik Sipil), Bramas Firmandi (Teknik Industri), Nico Rizky Andi (Manajemen); Bola basket: Machya Odetha (Hukum), Samudra Ana Aprilia (Hukum), Andika Candra (Manajemen), Andrie Ramadhan (Hukum), Fridolin Johan Mahardika (Teknik Mesin), Gunawan Adi Mulyo (Manajemen), Fazella Mardypa (Sastra Inggris); Sepakbola: Sybhastian Adhi Prakoso (Sosiologi); Futsal: Ivan Aryanto (Teknik Mesin); Bulutangkis: Ruliyana Hidayati (Administrasi Bisnis), Pudjo Adhi Susilo (PWK); Tenis meja: Frita Aulia Rahmi (Hukum), Priskila Christy Damayanti (Akuntansi); Tenis lapangan: Fajar Agung Nugroho (Komputer); Karate: Angger Baskoro (Teknik Elektro), Ika Yuliati (Akuntansi); Kempo: Adi Zulhadi (Teknik Sipil); Pencak silat: Retno W Sekarsari (Administrasi Publik); Tae Kwondo: Ahmad Septian Hardianto (Manajemen); Renang: Fitria Puspitasari (Akuntansi), I Gusti Bagus Wira (Teknik Elektro); Vokal/piano: Arum Kusuma Dewi (Teknologi Industri); Penyanyi pop:  Amelia Anisahaq (Agrobisnis), Hellen Aulia Putri (Biologi); Paduan suara: Ayunda Kristinwasti (Komunikasi), Sepwindita Ayuwana (Manajemen), Dalias Lisdiarum (Komunikasi); Tari: Elok Brilianti Puspita (PWK), Galih Puji Mulyono (Hukum); Modeling: Friska Mutiara (Hukum); Teater: A Faisol Habibie (Agronomi). [nik]

Demo Robot Menjelang Kompetisi
31 Mei 2007
Menjelang kompetisi pada awal Juni mendatang, tim robot Fakultas Teknik Universitas Brawijaya mengadakan demonstrasi di gedung Arsitektur pada Kamis (31/5). Arief Rakhmad Yasin (mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2003) menjelaskan, setelah visitasi yang diselenggarakan beberapa waktu silam, pihaknya melakukan berbagai penyempurnaan meliputi penyempurnaan mekanis, hardware maupun elektronika. “Selama kurun waktu terakhir ini tim kami telah banyak melakukan berbagai trial error dan mencari kesalahan-kesalahan untuk tiga robot kami, satu KRCI dan dua  KRI”, jelasnya. Lebih lanjut, ia memaparkan kelemahan dan kendala utama robotnya terutama pada baterai dan aki. “Hal ini bisa fatal, karena kalau tegangannya berubah tentu akan mempengaruhi software-nya”, kata Arief. Dalam demontrasi kali ini, Arief dan teman-teman sempat mengadu kedua robot KRI untuk adu cepat dan tepat mencapai Bingo. Demonstrasi kali ini disaksikan oleh teman-temannya di Fakultas Teknik yang meluangkan waktu. Dalam kontes Robot mendatang, Universitas Brawijaya akan mengirimkan empat robotnya, tiga dari Fakultas Teknik dan satu dari FMIPA. [nok]

Donor Darah dan Seminar AIDS oleh Mahasiswa Mesin
31 Mei 2007
Sebagai agenda rutin tahunan Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Universitas Brawijaya, untuk kesekian kalinya “Arek-arek Biru Abang” ini menggelar kegiatan donor darah untuk kemanusiaan. Yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun ini mereka melaksanakan kegiatan ini berbarengan dengan seminar kesehatan bertema “Stop HIV Sekarang Juga”. Acara yang diselenggarakan di gedung studio gambar Jurusan Teknik Mesin pada Kamis (31/5) ini mengambil tema “Mesin Save The Souls”. Dijelaskan Muhammad Fauzi Ramdani (mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2003), kegiatan ini merupakan upaya untuk mengenalkan mahasiswa Mesin pada aktivitas sosial. “Agar mereka memiliki jiwa sosial yang tinggi dan tidak melulu hanya mengenal mesin”, jelasnya. Dalam kesempatan ini, PMI memberikan jatah 70 kantung darah untuk dosen, karyawan dan mahasiswa. Yang menarik, banyak mahasiswa mesin yang bermaksud mendonor siang hari itu, ternyata ditolak oleh PMI dikarenakan tensi darah tidak memenuhi standar. Ketika dikonfirmasi, ternyata beberapa mahasiswa tersebut terlalu banyak begadang malam harinya. “Akhir-akhir ini mahasiswa sedang disibukkan tugas-tugas menjelang ujian akhir sehingga banyak diantara mereka yang begadang bahkan tidak sempat ke kampus untuk ikut donor darah ini, jadilah sepi seperti ini”, ujar Fauzi.
Seminar HIV AIDS
Berbarengan dengan donor darah, HMM juga menyelenggarakan seminar “Stop HIV Sekarang Juga!” dengan menghadirkan beberapa aktivis HIV/AIDS yang tergabung dalam LSM Muda Berdaya. Dalam kesempatan tersebut, aktivis Muda Berdaya yang diwakili Dini Andriani, menyampaikan materi “HIV Dasar” serta Krisna yang menyampaikan “Stigmatisasi dan Diskriminasi ODHA”. Dalam paparannya, Dini menyampaikan beberapa permasalahan mendasar terkait HIV/AIDS mulai dari cara-cara penularan, syarat-syarat penularan, gejala, cara pencegahan sampai pada kelompok-kelompok yang beresiko tinggi HIV/AIDS. Dikatakannya, HIV ditularkan melalui virus yang menyerang fungsi kekebalan tubuh. “Sebagai syarat penularannya, harus ada proses tukar cairan seperti melalui ASI, hubungan kelamin ataupun darah”, ujar Dini. Disebutkan, ada beberapa kelompok masyarakat yang paling beresiko tinggi HIV/AIDS diantaranya pengguna narkoba suntik serta kebiasaan melakukan seks secara tidak aman. Untuk ini, Dini menyarankan agar mengimplementasikan prinsip ABCDE dalam pencegahan HIV/AIDS meliputi abstinance (puasa seks), be faithfull (saling setia), use condom (menggunakan kondom), don’t use drugs (jangan menggunakan narkoba) serta education (pendidikan). Sampai Desember 2006, menurut Dini yang menyitir data dari Departemen Kesehatan, setidaknya telah terdapat 506 kasus HIV/AIDS di wilayah Malang dengan 80% diantaranya adalah pengguna obat suntik.
Menanggapi maraknya isu penyuntikan HIV di kawasan pertokoan yang juga dikhawatirkan mahasiswa Mesin, Dini sempat memberikan komentarnya. “Isu memang ada tetapi kebenarannya dipertanyakan”, ujarnya. Beberapa dari isu yang beredar mengatakan setelah disuntik, korban merasakan demam yang berkepanjangan padahal dipaparkan Dini, untuk mengetahui seseorang terjangkit HIV/AIDS harus dilakukan tes darah. “Masa inkubasi virus tersebut pun lama, sehingga rasanya janggal kalau baru disuntik kemudian merasakan demam dan dinyatakan sebagai HIV”, jelasnya. “Lagipula, jika isu yang marak berkembang kejadiannya ada di gedung bioskop, rasanya susah dipercaya. Sebuah gedung bioskop sebelum dan setelah dipakai pasti dibersihkan”, tegasnya. Lebih lanjut, Dini menjelaskan berbagai gejala HIV/AIDS seperti demam dan diare berkepanjangan, batuk menetap, berat badan turun drastis, serta sariawan di seluruh rongga mulut.
Sementara itu, dalam penjelasannya mengenai stigma dan diskriminasi, Krisna mengatakan bahwa seringkali ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) di judge negatif karena masa lalunya. Padahal, dijelakannya, pada saat ini telah banyak orang yang notabene tidak beresiko tetap terkena seperti ibu rumah tangga, dokter yang kurang hati-hati serta anak-anak. “Pada intinya, ODHA itu tidak mau dibedakan, tidak mau dikasihani dan tidak mau diistimewakan, disamakan saja dengan yang lain”, tandasnya. (nok).

Djanalis Djanaid: Entrepreneurial University Harus Punya Spesifikasi
31 Mei 2007
Mencanangkan Universitas Brawijaya sebagai entrepreneurial university adalah pemikiran yang sangat tepat. Tapi jangan hanya sekedar dicanangkan. Harus ada spesifikasi dan tercermin pada kemauan politik birokrasi dan bangsa. Demikian pendapat Drs Djanalis Djanaid, pakar wirausaha Universitas Brawijaya.
Spesifikasi yang dimaksud, adalah memiliki roh nasionalisme. Spesifikasi nasionalisme ini penting, karena saat ini banyak produk-produk yang beredar di masyarakat merupakan barang impor. "Saat ini kita masih impor biji kentang, biji jagung, biji padi dari luar negeri. Belum lagi gandum, bahkan apel Washington sudah sampai ke desa-desa", tuturnya memberi contoh.
"Padahal dari kacamata dunia bisnis, kalau komoditas ada pasarnya maka membuatnya mudah. Semua produk tadi ada pasarnya, mestinya kita mampu memproduksi sendiri tanpa harus impor. Kentang, beras, gandum, dan apel, semua ada pasarnya. Mestinya tak perlu ada komponen yang diimpor", lanjutnya.
Bagi perguruan tinggi, masalahnya adalah bagaimana agar tersedia anggaran penelitian yang memadai. Sedangkan bagi dunia usaha, bagaimana memproduksi dan memasarkannya, dan rakyat tidak enggan mengkonsumsinya.
Misalnya, kalau dari hasil penelitian yang dibiayai besar-besaran kita mampu menghasilkan bibit gandum sendiri, maka harus ada pengusaha yang berani menanam gandum, harus ada pabrik yang mampu mengolah gandum menjadi tepung, dan pengusaha yang mau mengolah tepung menjadi roti serta memasarkan produknya. Masyarakat tentu mau mengkonsumsi jika mutu produk itu tak kalah dengan yang dihasilkan oleh gandum impor, dan pengusaha roti mau menggunakannya.
Ini semua memerlukan jiwa nasionalisme, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, pengusaha, sampai masyarakat.
Menurut Djanalis Djanaid yang telah 15 tahun bergelut dalam bidang pelatihan entrepreneur bagi staf dan karyawan perusahaan swasta maupun BUMN hingga perusahaan multinasional ini, ada 4 kebijaksanaan penting yang harus diaplikasikan dalam mewujudkan entrepreneurial unversity. Pertama, tercermin pada kurikulum entrepreneur yang aplikatif bukan hanya teori. Kedua, strategi penelitian diarahkan pada produk-produk yang ada pasarnya, misalnya biji apel, gandum, jagung, dll. Ketiga, strategi pemerintah yang berani memberi fasilitas pengadaan lahan pertanian. Keempat, strategi pengusaha yang berani menggunakan bahan baku dalam negeri dan membuat jaringan distribusi dalam negeri. Kalau ini tidak dilakukan, maka sinyalemen Ginandjar  Kertasasmita akan terbukti, bahwa bangsa ini tetap menjadi bangsa kuli. Dan tentunya, ini tidak boleh terjadi.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kemampuan bernegosiasi. Para pakar mengatakan, negosiasi adalah jantung dari entrepreneur. Secara bergurau Djanalis mengatakan, "Kita tak boleh marah kalau Singapura menguasai sebagian besar saham Indosat, karena kita kalah dalam negosiasi. Sehingga sambil tidur saja, tanpa bekerja, kekayaan itu akan dapat dimakan orang Singapura sampai tujuh turunan, karena melalui Indosat kita mengirim uang ke Singapura setiap detik".
"Demikian juga hasil laut kita yang dikuras kapal-kapal Filipina dan Thailand. Selama 20 tahun kita dirugikan 30 trilyun. Ini berarti mereka hebat dalam berbisnis. Yang perlu dilakukan, kita amati mereka, kita tiru, dan kita modifikasi. Inilah tugas enterpreneurial university", tukasnya. [DD]

Terbentuk: Way Band FH Unibraw
31 Mei 2007
Sebuah grup band telah terbentuk di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Grup band yang terdiri dari personel dosen dan karyawan ini tampil perdana dalam acara wisuda sarjana, 12 Mei 2007. Grup yang menamakan dirinya Way Band ini beranggotakan: Arifien (keyboard), Munif (melody), H Lutfi Effendi SH MHum (rythm), Sri Agus (bass), Yulianto (drum), serta vokalis Sudi P, dan Bambang Suhermanto.
Menurut pembinanya, H Lutfi Effendi SH MHum, band ini tidak fanatik pada jenis lagu tertentu. "Sembarang lagu, yang penting dapat menghibur, dapat menjadi sarana penyaluran hobi, dan sebagai obat stress", tutur Lutfi.
Dalam penampilan perdana, yang dihadiri oleh salah satu lulusan program doktor ilmu hukum Dr Imam Kabul MSi, grup band ini memainkan lagu-lagu antara lain "Sepanjang Jalan Kenangan", "Boullevart", "Karmila", "Rindu", "Tiada Guna", dan "Ayah". Grup ini berlatih secara rutin setiap hari Sabtu pagi. [lef]

Pelatihan Emotional Quotient dan Team Work Program Bastra
30 Mei 2007
Guna memperkenalkan kondisi dunia kerja kepada calon lulusannya, Program Bahasa dan Sastra (Bastra) Universitas Brawijaya menggelar pelatihan Emotional Quotient dan Team Work. Acara digelar di gedung PPI Universitas Brawijaya, Rabu (30/5), menghadirkan dua orang pemateri dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ciptadi PhD dan Sri Wahyuni MPsi.
Ketua Program Bastra, Dra Sri Endah Tabiati MEd mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu pelaksanaan proyek TPSDP (technological and professional skills development sector project) Program Bastra Universitas Brawijaya. Dikemukakan, kualitas lulusan dan kualitas institusi merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Untuk itu, Program Bastra memfokuskan diri pada pembekalan soft skill terutama bagi mahasiswa semester akhir, untuk membentuk pribadi yang matang, tangguh dan memiliki kecerdasan emosi yang tinggi. Pelatihan emotional quotient untuk pengembangan emosi, ditekankan pada beberapa aspek penting seperti penyadaran diri, pengelolaan emosi, pengendalian emosi, empati, serta ketrampilan sosial.
Membangun Team Work
Narasumber Ciptadi PhD, seorang staf Departemen Kimia ITB yang juga Deputi Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Mahasiswa dan Alumni ITB, menyampaikan materi dengan metode aktif partisipatif Pendidikan Orang Dewasa (POD). Bersama rekannya, Sri Wahyuni MPsi yang juga staf Kemahasiswaan ITB, diajarkan berbagai permainan menarik dan memiliki filosofi tersendiri. Dengan antusias, 150 peserta pelatihan ini asyik terlibat dalam berbagai permainan tersebut.
Selain itu, Ciptadi yang aktivis pramuka ini juga menyampaikan beberapa teori tentang pembentukan team work. Doktor lulusan Monash University ini memberikan beberapa tips sukses untuk membentuk team work yang efektif, di antaranya komitmen, kompetensi, komunikasi serta koordinasi.
Sehari sebelumnya (29/5), kegiatan serupa juga diikuti oleh seluruh dosen Program Bastra Unibraw. Menurut rencana, pada bulan Agustus mendatang Program Bastra juga akan menyelenggarakan kegiatan serupa untuk para alumninya. [nok]

Workshop of Information Internet Working II
30 Mei 2007
Sumber informasi ilmiah perlu disebarluaskan agar dapat dimanfaatkan oleh semua pihak baik sivitas akademika maupun masyarakat. Sebuah katalog induk karya ilmiah lokal Universitas Brawijaya yang mampu mengakses ke Dikti merupakan salah satu cara untuk menyebarluaskan informasi ilmiah yang dibutuhkan.
Untuk mengembangkan jangkauan wilayah kerjasama berbagi informasi antar perpustakaan perguruan tinggi negeri di Jawa, diselenggarakan Workshop of Information Internet Working II selama 2 hari, mulai Rabu (30/5). Dibuka oleh Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, workshop diikuti puluhan peserta yang tergabung dalam Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari proyek TPSDP (technological and professional skills development sector project) Perpustakaan Universitas Brawijaya.
Dalam sambutannya, Prof Bambang Suharto mengungkapkan, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sejalan dengan kebijakan pengembangan pendidikan tinggi yang tertuang dalam dokumen Higher Education Long Term Strategy 2003-2010, yang merupakan peluang untuk meluncurkan program pengembangan sistem dan jaringan informasi pendidikan tinggi. Universitas Brawijaya merupakan salah satu perguruan tinggi yang ikut memberikan kontribusi terhadap perkembangan dan penyebaran sains dan teknologi (misi) kontribusi itu berupa karya ilmiah lokal yang dihasilkan oleh para dosen, peneliti dan mahasiswa. Sumber informasi ilmiah yang ada mulai dibangun dan dikembangkan serta dikemas dalam Virtual Library System (VLS).
Hadir sebagai pembicara dalam acara workshop Dr Ing Setiawan P Sakti dari TIK Universitas Brawijaya, Drs Harmawan MLib dari Perpustakaan Universitas Negeri Surakarta, Drs Salehuddin MSI MAPs dari FIA Universitas Brawijaya, serta Agus Wahyu Widodo ST dari Perpustakaan Universitas Brawijaya. Materi yang disampaikan meliputi ”Kebijakan Dikti dalam penyediaan infrastruktur jaringan untuk pemanfaatan bersama bagi pengembangan Iptek”, ”Fungsi Katalog Induk Nasional Karya Ilmiah Lokal DIKTI bagi kebutuhan informasi stakeholder”, ”Tanggung Jawab Perguruan Tinggi dalam Penyebaran dan Pemanfaatan bersama sumber informasi ilmiah lokal”, serta ”Brawijaya Knowledge Garden sebagai basis data full text karya ilmiah Universitas Brawijaya”.
Brawijaya Knowledge Garden
Brawijaya Knowledge Garden (BKG) merupakan perpustakaan digital yang memuat tentang seluruh karya dan tulisan ilmiah di sivitas akademika Universitas Brawijaya. BKG mampu menyediakan literatur berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi serta sumber informasi kewirausahaan, guna terwujudnya mutu lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional. Fasilitas yang terdapat di dalam BKG meliputi fasilitas non logged in user dengan menu seperti advanced search, dan search; logged in user dengan menu add top community, add sub community, add collection, my collection, my groups, my submission, item need to be edited, item need to be reviewed, collection group, add faculty, add department, view faculty, view department, manage user, status item, reject item dan move item. [nik]

Donor Darah Dies Natalis ke-50 Fakultas Hukum
30 Mei 2007
Awal Juli mendatang Fakultas Hukum genap berusia setengah abad. Menjelang peringatan Dies Natalis ke-50 itu, digelar acara bakti sosial. Satu di antaranya adalah donor darah. Acara diselenggarakan Rabu (30/5), di lantai dasar gedung kuliah Fakultas Hukum, diikuti seluruh sivitas akademika.
Untuk melayani ini dikerahkan 6 orang tenaga transfusi dari Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Malang. Dari 100 kantung darah yang disiapkan, hingga siang hari itu telah terpakai separuhnya.
Salah seorang panitia pelaksana, MZ Firmansyah (mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2003) mengatakan, melalui bakti sosial bertema “Donor Darah untuk Kemanusiaan” ini diharapkan sivitas akademika FH Unibraw, khususnya mahasiswa, tergugah untuk membantu sesamanya. Menurut rencana, selain donor darah juga telah dipersiapkan berbagai acara lain, seperti pemberian bantuan untuk panti-panti asuhan, serta khitanan massal. [nok]

Kuliah Tamu Haryono Suyono
29 Mei 2007
Transisi demografi dan sosial budaya di Indonesia berlangsung lebih cepat dibandingkan negara lain, misalnya Inggris yang mencapai 100 sampai 150 tahun. Berbagai perubahan drastis pun tengah melanda Indonesia, di antaranya demokratisasi serta tingginya keinginan untuk maju tapi disisi lain kemiskinan masih membelenggu.
Demikian Ketua Yayasan Damandiri, Prof Dr Haryono Suyono, pada kuliah umum di depan sivitas akademika Universitas Brawijaya yang berlangsung di gedung Widyaloka, Rabu (30/5).  Membawakan kuliah bertajuk “Sarjana Pembangunan”,
mantan Menko Kesra ini menyatakan, penduduk merupakan titik sentral dalam pembangunan. Diramalkannya, tahun 2025 nanti penduduk usia produktif (15-64 tahun) meningkat drastis, mencapai 188 juta. Sedangkan usia 0-14 tahun mencapai 62 juta. Sementara usia di atas 65 tahun mencapai 23 juta. Melihat hal tersebut, menurut pakar kependudukan ini strategi pembangunan penduduk seharusnya memberikan perhatian pada penduduk muda yang relatif melimpah.
Lebih lanjut, Prof Haryono Suyono menyatakan bahwa era pembangunan saat ini dituntut menggunakan parameter internasional di antaranya Millenium Development Goals (MDGs) dengan perhatian pada Human Development Index (HDI). Pembangunan manusia sesuai MDGs dijelaskannya mensyaratkan berbagai kriteria di antaranya bertaqwa, sehat, umur panjang, cerdas, terampil, setara gender dan bekerja.
Pilihan utama MDGs disebut Haryono adalah kesehatan dengan ukuran keberhasilannya usia panjang serta pendidikan dengan ukuran keberhasilannya partisipasi anak usia sekolah dan bebas buta aksara. “Indonesia memiliki angka harapan hidup 70 tahun, lebih rendah dibanding negara maju yang mencapai 85 tahun”, kata dia. “Pembangunan kesehatan bukan hanya rumah sakit yang megah dan dokter yang terampil, tetapi meningkatnya akses masyarakat terhadap kesehatan.
Demikian juga bidang pendidikan, harus mampu meningkatkan akses masyarakat untuk meraihnya”, tambah Haryono. Mewujudkan hal tersebut, Haryono mengusulkan dibentuknya sebuah Pos Daya yang merupakan lembaga pelayanan dan pemberdayaan yang peduli pada seluruh anak bangsa. Pos ini melingkupi berbagai program sederhana agar mudah diikuti oleh penduduk yang tingkat pendidikan dan kemampuannya terbatas.
Mendukung pembangunan yang berorientasi pada penduduk, dijelaskan Haryono Suyono, kepercayaan merupakan sebuah tuntutan bagi pemimpin. Tiga dimensi utama dalam kepercayaan dijelaskannya meliputi kemampuan melihat paradigma, kemampuan berbicara tentang perubahan paradigma, serta kemampuan bertingkah laku sesuai dengan paradigma baru. Lebih lanjut, Haryono membagi penduduk menjadi tiga kategori yang meliputi kelompok berhasil, kelompok berjuang serta kelompok terpuruk. Dengan paradigma baru pelayanan publik di bidang pendidikan yang berorientasi pada desentralisasi, kelompok terpuruk menurutnya merupakan sasaran utama pemberdayaan.
Semanggi Show
Seusai kuliah tamu, Prof Dr Haryono Suyono melanjutkan dengan acara Semanggi Show. Didampingi Asta Dewanti, Haryono Suyono memandu langsung acara tersebut.
Semanggi (Semangat Membangun Inspirasi) Show kali ini menampilkan pembicara yaitu Prof Dr Yogi Sugito (Rektor Universitas Brawijaya), Sujud Pribadi (Bupati Malang), Ir Syakur Kullu MM (Kepala Dinas Perindustrian, perdagangan dan Koperasi Kabupaten Malang) serta Sonny Feriyadi (branch manager Bank Bukopin). Diikuti seluruh elemen masyarakat baik akademisi, mahasiswa birokrat serta praktisi, acara kali ini mengambil tema “Peran Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Makanan Olahan dan Minuman Tradisional”.
Acara Semanggi Show yang rutin di tayangkan TVRI Surabaya tiap dua minggu sekali ini, menurut Haryono Suyono semakin meningkat rating-nya. Di TVRI Surabaya, acara ini digelar tiap Senin pukul 17.30 WIB. Menurut rencana, Semanggi Show ini akan ditayangkan pada 11 Juni mendatang.
Rektor Prof Yogi Sugito dalam kesempatan tersebut menguraikan secara panjang lebar berbagai inovasi Universitas Brawijaya sebagai embrio menuju entrepreneurial university. Berbagai upaya melalui tri dharma perguruan tinggi yang dilakukan harus bermanfaat bagi masyarakat. “Riset perguruan tinggi misalnya, harus mampu menghasilkan teknologi tepat guna yang bisa dimanfaatkan masyarakat”, jelas Rektor.
Visi seperti ini disambut positif oleh elemen perbankan. Sonny Feriyadi yang diwakili oleh Bank Bukopin mengatakan, pihaknya saat ini tengah giat menjalin kerjasama dengan usaha kecil menengah (UKM). Di antaranya berupa program bantuan penguatan modal.
Dukungan senada juga disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Malang. Ir Syakur Kullu MM menyampaikan, saat ini Dinas tengah mendorong pertumbuhan lebih kurang 52 sentra industri di wilayah Kabupaten Malang. Lebih dari itu, ia juga memaparkan berbagai kontribusi yang diberikan UKM di antaranya kemampuan menyerap lebih dari 4000 tenaga kerja serta pendapatannya yang mencapai 60 Milyar tiap tahun. Kontribusi lain yang dipapar Syakur Kullu yang juga alumni Fapet Unibraw terkait dengan konstribusi UKM adalah kemampuannya dalam membantu mengentaskan kemiskinan. “Tercatat lebih dari 191.000 orang miskin ada di wilayah Kabupaten Malang. Kerjasama dengan Unibraw yang kedepan akan mengembangkan inkubator bisnis, harapannya dapat membantu mengentaskan kemiskinan secara bersama-sama”, kata dia.
Sementara itu Bupati Malang, Sujud Pribadi mengemukakan sisi lain kontribusi UKM. Menurut Sujud, UKM memberikan sumbangan yang cukup dalam upaya menciptakan lapangan pekerjaan baru. Lebih jauh, ia mengakomodasi semua elemen di wilayahnya guna mendukung kemajuan terutama dalam pembangunan UKM dan wilayah. Menjawab pertanyaan salah seorang mahasiswa terkait Kuliah Kerja Nyata (KKN), Bupati Malang bahkan menyambut positif gerakan mahasiswa masuk desa untuk mendukung pembangunan berbagai sektor.
Pentas Seni
Turut memeriahkan acara semanggi show kali ini adalah aksi pentas seni yang ditampilkan oleh beberapa mahasiswa Universitas Brawijaya yang tergabung dalam Unit Kegiatan Karawitan dan Tari (Unitantri). Selain itu, salah seorang penyandang Tuna Netra, Gagah Tri Handoko yang merupakan salah seorang siswa Sekolah Dasar Umum di wilayah Lawang, turut pula menampilkan suara emasnya melalui tembang “Tanah Airku”. Gagah yang saat itu didampingi orang tua dan gurunya juga mendapat kejutan berharga dengan mendapatkan santunan tunai sebesar lima juta rupiah langsung dari Yayasan Damandiri. Membuka acara tersebut, Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Yogi Sugito juga berkesempatan mempersembahkan sebuah lagu Suroboyo-an. [nok]

Adat Basandi Syarak sebagai Dasar Pelayan Publik
28 Mei 2007
Pelayanan publik sebuah dimensi yang sangat diperlukan sebagai indikator dalam melihat kapasitas birokrat yang dapat diandalkan dan diberdayakan. Indikasi ini dapat dicermati dari meningkatnya tuntutan pelayanan publik yang berperspektif otonomi daerah. Pelayanan di sektor izin mendirikan bangunan (IMB) sering dikeluhkan oleh masyarakat. Di Provinsi Sumatera Barat, keluhan mengenai hal ini sangat tinggi (sekitar 52,6 persen).
Maiyulnita SH MSi (45 tahun) menyatakan ini dalam ujian terbuka disertasi yang digelar Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Barwijaya, Senin (28/5). Kandidat doktor ilmu administrasi minat administrasi publik ini mempertahankan disertasi berjudul “Sikap dan Perilaku Pelayan Publik (Suatu Kajian Perwujudan Filosofi Adat Basandi Syarak pada Sika dan Perilaku Aparatur dalam Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan di Kota Padang, Kota Bukittinggi, dan Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat)”.
Konteks pelayanan IMB semakin memprihatinkan dan cenderung kurang responsif di Kota Padang, Kabupaten Solok dan Kota Bukittinggi. Padahal Provinsi Sumatera Barat memiliki adat lokal dalam ranah bisnis yang sebetulnya sangat filosofif. Proses pelaksanaan pelayanan IMB diwujudkan melalui adat lokal (adat basandi syarak) telah mampu memberikan inspirasi tertentu dalam konteks birokrasi lokal di Kota Padang. Adapun sifat yang ideal menurut karakteristik adat minang ada 11 hal. Di antaranya hiduik baraka, baukue jo bajangko yang berarti menjalani hidup dan kehidupan orang Minang dituntut untuk selalu memakai akal, berukur dan berjangka. Artinya mempunyai rencana jelas dan perkiraan yang tepat dengan menggunakan tiga alat vital yaitu otak, otot, dan hati. Kedua, baso-basi - malu jo sopan. Adat Minang mengutamakan sopan santun dalam pergaulan. Budi pekerti yang tinggi menjadi salah satu ukuran martabat seseorang. Etika menjadi salah satu sifat yang harus dimiliki oleh setiap individu Minang. Yang ketiga, setia. Selanjutnya, adil, hemat cermat, waspada, berani karena benar, arif bijaksana tanggap dan sabar, rajin serta iman dan taqwa.
Maiyulnita menggunakan metode penelitian studi kualitatif. Pendekatan yang digunakan lebih menekankan kepada upaya untuk menjelaskan perilaku orang yang berkenaan. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan. Tiga daerah yang menjadi tempat penelitian yaitu Kota Bukittinggi, Kota Padang dan Kabupaten Solok menghasilkan pelayanan belum dapat dirasakan memuaskan masyarakat. Masih ada beberapa hal faktor yang menjadi hambatan dalam proses pelayanan tersebut. Beberapa faktor yang melatarbelakangi ada dimensi yang terhitung masih njilmet. Hal ini menjadikan masyarakat menjadi malas untuk berurusan dengan urusan tersebut. Dampak secara langsung pelaksanaan Adat Basandi Syarak dalam proses pelayanan IMB secara langsung terhadap kesadaran birokrat dalam upaya mereka untuk meningkatkan kinerja dalam proses pelayanan publik.
Ia kemudian menyarankan beberapa hal untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi. Maiyulnita mengatakan untuk memberikan pelayanan publik di Kota Padang diperlukan kinerja optimal aparatur. Kinerja aparatur tinggi apabila unsur-unsur dalam variabel organisasi telah dibenahi secara komprehensif dan konsisten dengan tidak meninggalkan komunitas masyarakat. Pelayanan IMB perlu memperhatikan aturan IMB agar tidak terkesan mengejar PAD. “Lebih bijak jika dipautkan pada aspek penataan”, ujarnya.
Lebih dari 60% bangunan di Kota Padang tidak memiliki IMB. Hal ini menurut Maiyulnita perlu dicari solusinya karena berkaitan dengan penataan kota. Proses pelayanan IMB memiliki spesifikasi tersendiri. “Banyak peluang negoisasi di sini”, jelasnya. Kondisi ini, menurut Maiyulnita, perlu ada upaya pembenahan.
Pemerintah Bukittinggi telah mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas sejak otonomi daerah. Menurut Maiyulnita merupakan kebijakan yang lebih maju dibandingkan dengan dua kota tempat penelitian yang lain. Hanya saja menurutnya institusi pengelolaan pelayanan IMB agar membangun sistem dan mekanisme pelayan yang terstruktur dengan prosedur dan alur pertanggungjawaban yang terukur.
Pada Kabupaten Solok pola pelayanan satu pintu plus telah memberikan kepuasan kepada masyarakat. Pembenahan organisasi secara menyeluruh telah dapat memberdayakan aparatur untuk meningkatkan kinerjanya. Diharapkan pengejawantahan nilai adat basandi syarak tidak hanya sampai pada sikap, tapi dapat dalam bentuk informal sikap sebagai perilaku aparatur dalam melayani masyarakat.
Dalam yudisium, Maiyulnita dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu administrasi dengan minat administrasi publik, dengan predikat memuaskan (IPK 3,38, lama studi 3 tahun 9 bulan).
Dr Maiyulnita SH MSi lahir di Padang 8/5/1962, sarjana hukum keperdataan (1989) dan magister studi pembangunan eilayah pedesaan (1999) dari Universitas Andalas Padang. Meniti karir sejak 1987, sejak masih berstatus mahasiswa, sebagai Kaur Administrasi Kantor amat Lubuk Begalung, staf pada Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kota Padang (1999), Kepala Sub Bagian Umum pada Bagian Kepegawaian Sekretariat Daerah Kota Padang (2000), Kepala Sub Bidang Diklat Pegawai pada Bagian Kepegawaian Kota Padang (2001-2003). Diklat struktural yang pernah diikuti: Sekolah Pimpinan Administrasi Dasar (1994), Administrasi Umum Lanjutan (1999), dan Diklat Kepemimpinan Tingkat III Spama (2002). [vty]

Seleksi PSB Non Akademik
28 Mei 2007
Sebanyak 37 orang calon mahasiswa baru Universitas Brawijaya pada awal April silam (4/4) telah lolos seleksi berkas bukti penunjang prestasi non akademik dalam bidang olahraga atau seni. Pagi hari Senin (28/5), mereka diundang mengikuti tes untuk membuktikan bakat dan ketrampilannya itu sebagai salah satu syarat seleksi PSB non akademik.
Secara resmi mereka diterima oleh Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Bambang Suharto MS di lantai VIII gedung Rektorat.
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito yang berkesempatan membuka pelaksanaan seleksi mengungkapkan, seleksi PSB non akademik dilakukan untuk menghindari usaha penipuan terhadap prestasi non akademik yang diajukan calon mahasiswa pada saat pendaftaran. Seleksi non akademik merupakan upaya Universitas Brawijaya untuk menyaring calon mahasiswanya yang memiliki prestasi di bidang olahraga dan kesenian serta salah satu usaha untuk menerapkan prinsip keadilan.
”Biasanya, para siswa yang memiliki prestasi akademik tidak selalu memiliki prestasi di bidang olahraga dan kesenian. Begitu pula sebaliknya”, tandasnya.
Rektor mengharapkan agar para calon mahasiswa menunjukkan kemampuannya sesuai dengan prestasi yang diraih. Pada akhir sambutannya Rektor berharap agar apabila diterima, mereka memberikan sumbangsihnya secara nyata ke Universitas Brawijaya dalam berbagai ajang minat bakat baik di tingkat regional, nasional maupun internasional, dan aktif bergabung dengan unit aktivitas mahasiswa (UKM) yang ada.
Seleksi non akademik ini meliputi bidang olahraga dan kesenian, yakni: bola voli (3 peserta), bola basket (7 peserta), sepakbola (1 peserta), futsal (1 peserta), bulu tangkis (2 peserta), tenis meja (2 peserta), tenis lapangan (2 peserta), karate (3 peserta), kempo (1 peserta), pencak silat (1 peserta), tae kwon do (1 peserta0, renang (3 peserta), vokal/piano (1 peserta), pop singer (2 peserta), paduan suara (3 peserta), tari (2 peserta), modeling (1 peserta) dan teater (1 peserta).
Para peserta merupakan calon mahasiswa yang berkesempatan mendaftar di seluruh program studi yang ada di Universitas Brawijaya kecuali Pendidikan Dokter. Tim penilai merupakan gabungan dari para dosen dan anggota UKM Universitas Brawijaya. [nik]

Studi Banding Universitas Udayana
28 Mei 2007
Pembantu Rektor II Warkum Sumitro SH MH menerima kunjungan tamu dari Universitas Udayana di Gedung Widyaloka, Senin (28/5). Rombongan tamu terdiri dari staf edukatif dan staf administrasi, dipimpin oleh Prof dr DP Sutjana MEng. Mereka datang dengan maksud mengadakan studi banding khususnya untuk mengetahui bagaimana proses pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Universitas Brawijaya.
Dalam penjelasannya, PR-II Warkum Sumitro mengatakan, selama ini Universitas Brawijaya selalu meraih predikat terbaik dalam hal pelaporan keuangan PNBP untuk tingkat institusi dalam lingkungan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Dalam menyambut rombongan tamu, PR-II didampingi oleh Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Goerid Hardjito SE MM dan Kepala Bagian Keuangan Imam Safii SE MM. [nik]

Lumpur Lapindo: Insersi Bola Beton atau Batuan Beku?
Senin, 28 Mei 2007
Kalangan ilmuwan di Jawa Timur dirambati kecemasan perihal masa depan penanganan semburan lumpur panas di Sidoarjo. Mereka bertanya-tanya sampai kapan pemerintah, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo, dan Lapindo Brantas Inc tahan menghadapi lumpur panas yang terus meluber tak terkendali?
Bencana yang sudah-sudah selama ini umumnya berlangsung cepat, tidak lambat seperti lumpur Sidoarjo. Pada bencana yang cepat, perbedaan antara bencana dan dampak teramati dengan jelas. Oleh karena itu, fase rehabilitasi bisa dimulai segera setelah fase bencana berlalu.
Akan tetapi, tidak dengan peristiwa lumpur panas Lapindo di Sidoarjo. Setahun setelah semburan pertama terjadi di Desa Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo, lumpur terus menyembur dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti. Dampak dan kerusakannya pun semakin meluas.
Dr Adi Soesilo, staf pengajar di Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Brawijaya (Unibraw), Malang, Jawa Timur, mengutarakan, peristiwa ini telah mencapai over limit, melampaui batas kemampuan manusia dan masyarakat yang menghadapinya.
"Bahkan, boleh dibilang melampaui batas ilmu pengetahuan," katanya mengungkap hasil diskusi Kelompok Kajian Kebumian dan Mitigasi Bencana (K3MB) Unibra.
Mengambil contoh gunung lumpur (mud volcano) yang terekam di Azerbaijan, fenomena itu berlangsung bertahun-tahun dan membentuk gunung lumpur hingga ketinggian sekitar 500 meter.
Dikhawatirkan, jika batas daya tahan itu terlampaui akan membuat semua pihak yang seharusnya bertanggung jawab untuk menanggulangi semburan lumpur atau pemulihan sosial akan putus asa.
Akhir-akhir ini gejalanya sudah tampak, tutur Adi Soesilo. Misalnya, dari percakapan nonformal dalam pertemuan-pertemuan geolog di Jakarta, sudah tidak lagi yang membicarakan semburan lumpur. Percakapan tentang lumpur tidak menarik lagi, bahkan terhenti.
"Lalu siapa lagi yang mesti memikirkan menanggulangi luberan ini jika berlangsung bertahun-tahun?" katanya. Bagaimana jika BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo) karena alasan kekurangan anggaran menghentikan upaya penanggulangan. Bagaimana jika pers sudah kehilangan minat memberitakannya?
Metode penanggulangan
Itulah sebabnya, ketika K3MB Unibraw menyodorkan gagasan terbaru menanggulangi semburan lumpur dalam diskusi Rabu (23/5), disebutkan tidak adanya motivasi untuk mendapatkan proyek dari eksekusi gagasan yang mereka sodorkan.
"Silakan ide dan gagasan kami ini dieksekusi oleh kontraktor tunjukan pemerintah mana pun, dan kami tetap akan siap membantu," ujar Arif Rahmansyah, pakar geologi sipil anggota K3MB Unibraw.
Dr Nurhuda, geofisikawan Jurusan Fisika MIPA Unibraw, menyodorkan gagasan yang merupakan kombinasi antara metode insersi bola beton dan gagasan pakar Jepang counter weight. Caranya disebut metode insersi batuan beku.
Metode insersi bola beton dilakukan dengan memasukkan untaian bola beton ke dalam lubang semburan, menurut Arif Rahmansyah, kini sudah terhenti. Selain karena ketiadaan biaya untuk produksi bola beton di pabrik, juga karena nyaris tidak ada efek yang ditimbulkan. Tercatat sudah 400 untai bola beton sudah dimasukkan dari 2.000 yang dipersiapkan.
Metode counter weight yang disodorkan Takashi Okumura, Direktur Katahira Engineering, yang sempat dipresentasikan di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menimbulkan kecemasan K3MB. Biaya yang harus dikeluarkan untuk membendung lumpur dalam metode ini senilai Rp 600 miliar, bakal menjadi beban besar bagi rakyat.
"Meski ada jaminan bahwa bantuan pembiayaan berasal dari Jepang, metode ini juga dapat disebut berstatus coba-coba. Teramat banyak koreksi yang harus disodorkan, padahal waktu untuk melakukan perhitungan lebih cermat demikian sempit," ungkap Arief.
Selain itu, secara teknis apakah metode membangun pelindung dam dari baja dengan radius 60 meter dan tinggi 40 meter bisa dilaksanakan dan cukup aman bagi pekerjanya? "Masih tanda tanya," ujar Nurhuda.
Dana Rp 600 miliar, jika benar berbentuk bantuan, lebih tepat digunakan untuk memberi ganti rugi rumah dan tanah warga sekitar Rp 400 miliar, seperti tuntutan mereka selama ini. Dana sebesar itu lebih bermanfaat untuk melakukan relokasi, pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, menjamin kesehatan penduduk, dan memulihkan kehidupan.
Insersi batuan beku
Metode insersi batuan beku, demikian Nurhuda, dilakukan dengan menyumbat lubang semburan dengan batuan beku. Batu beku, atau batuan andesit, kata Soedarto, pakar Ilmu Tanah dan Peta Udara Fakultas Pertanian Unibraw yang juga anggota Tim K3MB, selama ini dikenal sebagai batu hitam yang dimanfaatkan untuk pembuatan jalan (pasir dan batu/sirtu).
Warnanya hitam, sering disebut batu hitam. Batuan beku andesit tersedia dalam jumlah melimpah di seluruh Pulau Jawa, sebagai berkah pulau yang dikaruniai kekayaan alam gunung berapi. Disebut batuan beku karena batu ini terbentuk lewat pembekuan magma yang menerobos dari perut bumi sebagai lava sampai membeku dalam perjalanan menuju permukaan bumi.
Batuan beku bisa ditambang murah di gunung dan bukit di daerah Pacet, Mojokerto, dan tersedia melimpah dengan harga murah. Bahkan, bisa gratis jika ditambang di bukit batuan berstatus tanah negara. Biaya yang diperlukan diyakini hanya beberapa miliar rupiah. Biaya yang dibutuhkan untuk tenaga kerja penambangan batuan beku, serta transportasi dari lokasi penambangan ke pusat semburan di Porong, Sidoarjo, tidak begitu besar.
Menurut Nurhuda, biaya penambangan dan pengangkutan batuan beku dari lokasi penambangan (misalnya di sungai) mencapai Rp 400.000 satu truk. Katakanlah dihitung dengan biaya sortir, biayanya mencapai Rp 1 juta setiap truk. Jika dibutuhkan 500 truk, kebutuhan biayanya "hanya" mencapai Rp 500 juta.
Batuan beku dipilih karena berbeda dengan bola beton. Batuan beku yang terbentuk pada suhu 700 derajat Celsius, diyakini lebih tahan terhadap suhu dalam perut bumi di lokasi semburan yang diperkirakan sebesar 200 derajat Celsius. Batuan beku juga lebih tahan terhadap salinitas (kadar garam) yang ekstrem tinggi. Kadar garam ini yang diyakini membuat semen bola beton rapuh.
Selain itu, permukaan geometri batuan beku yang berbongkah-bongkah lancip bisa menimbulkan efek ikatan atau gigitan di antara bebatuan. "Di dalam saluran semburan lumpur nantinya, batuan beku yang lancip itu saling menggigit karena bentuk batuan yang kristalin.
Ini bisa mencegah batuan terlempar kembali ke atas jika terkena tekanan semburan ke atas permukaan kembali," papar Soedarto.
Sementara itu, timbunan batuan beku itu juga akan memberi efek counter weight di lubang semburan, seperti halnya sumpalan batu di lubang semburan. Lumpur yang menerobos akan tertahan oleh batu dan memberikan efek tekanan oposisi ke bawah, dan diharapkan akan muncul kesetimbangan tekanan baru. [Dody Wisnu Pribadi] http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/28/teropong/3557213.htm

Sarasehan dan Pameran Burung Kenari
28 Mei 2007
Ingin mengulang sukses penyelenggaraan Sarasehan dan Pameran Burung Kenari pada awal tahun 2007, Himpunan Mahasiswa Produksi Ternak (HMPT) Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, kembali menggelar kegiatan yang sama selama satu hari, Senin (28/5). Diadakan di Sasana Samanta Krida dengan tema "Peranan Mahasiswa dalam Mengembangkan Potensi Peternakan di Malang Raya", acara itu dikemas dengan nama "Animal Husbandry Expo 2007".
Bentuk kegiatan meliputi pameran burung kenari, pameran produk peternakan, lomba burung kenari, dan sarasehan dengan topik "Mengangkat citra kenari sebagai salah satu prospek peternakan masa depan". Peserta terdiri dari para mahasiswa peternakan se Malang Raya, wakil instansi peternakan pemerintah, pegusaha ternak, dan peternak rakyat.
Sementara itu lomba (body contest) burung kenari terdiri atas 4 kelas, yakni kelas impor besar, kelas impor kecil, kelas lokal, dan kelas persilangan. Untuk kelas impor besar tersedia hadiah berupa uang tunai masing-masing Rp 200 ribu (Juara I), Rp 150 ribu (Juara II), Rp 100 ribu (Juara III), dan sejumlah uang pembinaan untuk Juara IV hinga Juara X. Hadiah untuk kelas impor kecil, Juara I Rp 100 ribu, Juara II Rp 75 ribu, Juara III Rp 50 ribu, Juara IV-Juara X sejumlah uang pembinaan. Hadiah yang sama diberikan untuk kelas lokal. Sementara untuk kelas persilangan hadiah yang diberikan berupa uang tunai Rp 150 ribu (Juara I), Rp 100 ribu (Juara II), Rp 75 ribu (Juara III), dan sejumlah uang pembinaan untuk Juara IV-Juara X. Selain itu, panitia juga menyediakan door prize bagi peserta sarasehan dan pameran. [Far]

Mahasiswa Unibraw Juara Lomba Pidato Bahasa Jepang
27 Mei 2007
Candy dan Fenny Violenty, dua mahasiswa Program Diploma III Bahasa Jepang Universitas Brawijaya, menjadi juara dalam Lomba Pidato Bahasa Jepang. Lomba diadakan atas kerjasama Japan Foundation dengan Konsulat Jepang di Surabaya, East Java Japan Club, dan Persada. Digelar di Hotel Novotel Surabaya, Minggu (2/5), lomba ini adalah yang ke-28 kalinya diselenggarakan. Dalam lomba tersebut, Candy meraih juara II, dan Fenny meraih juara III. Sementara Juara I diraih oleh Sasanti Mahayuningtyas dari Unitomo Surabaya. Juara I dan Juara II lomba ini berhak mewakili Jawa Timur dalam Lomba Pidato Bahasa Jepang Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta, 14 Juli 2007.
Pada lomba itu, Candy mengambil tema "Belajar dari Penyesalan", sedangkan Fenny Violenty dengan tema "Bersinar dengan Caramu Sendiri".
Prestasi serupa pernah dicapai mahasiswa Unibraw dalam ajang yang sama tahun 2005 lalu. Ketika itu wakil Unibraw juga berhasil meraih Juara II dan Juara III. [Efr]

Aqua Fair 2007: Diklat Broadcasting
27 Mei 2007
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) AQUA Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya menyelenggarakan Diklat Broadcasting 2007 di Gedung Student Center, selama 2 hari, Sabtu-Minggu (26/5-27/5). Diklat bertema ”Menguak Seluk Beluk Broadcasting” ini merupakan rangkaian acara terakhir dari AQUA Fair yang telah dilaksanakan sejak 7/5 silam. Beberapa acara yang dihelat sebelumnya antara lain bursa buku, bedah buku, serta orasi seni yang menampilkan pagelaran seni berupa teater, monolog, baca puisi, musik akustik, dan lain-lain. Diklat broadcasting sendiri menghadirkan beberapa pemateri seperti produser Seputar Indonesia RCTI, Victor Djarot; pengajar School Broadcast Media-UNDP Jakarta, Timotius S; Programmer JTV Surabaya, Eko; serta periset dan pengembang program Kick Andy Metro TV, Dedy Rachmadi.
Menurut Ketua Pelaksana, Pradina Sintaning Elfandanis, mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Perikanan angkatan 2005, tujuan acara ini adalah untuk memperkenalkan dunia broadcasting kepada LPM yang terbiasa berkutat dengan dunia tulis-menulis. Selain itu, juga menambah pengetahuan tentang manajemen keredaksian dalam pemberitaan elektronik, teknik handling kamera, serta pembuatan program-program TV. ”Pokoknya seluk-beluk dunia broadcasting akan dikupas dan dijabarkan lebih jauh, ” ungkapnya.
Pada kesempatan pertama, Victor Djarot menelisik teknik keredaksian, termasuk manajemen redaksi berita elektronik, penulisan naskah media, serta teknik jurnalisme pemberitaan televisi. Dijelaskan Victor, keunggulan televisi dibandingkan dengan media lainnya adalah pemirsa dapat melihat peristiwa yang terjadi karena berita yang dibacakan oleh penyiar didampingi dengan gambar sehingga lebih jelas. Keberadaan gambar sangat ditentukan oleh kapabilitas reporter serta kameraman dalam melakukan reportase dan koordinasi yang baik.
Sementara itu Timotius menyampaikan tentang teknik handling kamera, termasuk bagaimana melakukan shot-shot yang bagus, penentuan angle, zooming dan pergerakan kamera, serta melakukan editing sehingga mempermudah pemirsa dalam memahami alur berita yang disajikan.
Beberapa hambatan yang dialami panitia, menurut Pradina yakni kurangnya persiapan yang dilakukan, khususnya publikasi sehingga audience yang hadir tidak sesuai target. ”Awalnya, kami menginginkan acara ini disebarluaskan untuk LPM se-Jawa Bali, SMU-SMK se-Malang Raya, dan umum. Sayang, terkendala oleh publikasi yang kurang”, ungkap Pradina lagi. Harapannya, diklat ini bisa diselenggarakan lagi tahun mendatang dengan melakukan perbaikan pada kinerja kepanitiaan. [bhm]

Program Ilmu Sosial: Broadcasting Training
27 Mei 2007
Berdiri sejak tahun 2005, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya sangat bersemangat untuk mengembangkan diri. Ini salah satu alasan mengapa digelar acara broadcasting training oleh mahasiswa program studi ini. Jimmy, ketua pelaksana, mengatakan training ini diadakan dengan tujuan untuk menambah kemampuan (ability) bagi mahasiswa Program Ilmu Sosial, khususnya PS Ilmu Komunikasi, dalam bidang broadcasting. Acara digelar selama dua hari, 26/5-27/5 di gedung RKB. Unibraw. Peserta acara ini seluruhnya mahasiswa ilmu komunikasi Unibraw. “Ini memang target kita,” ujar Jimmy.
Materi yang disajikan dalam training ini lebih difokuskan pada bidang penyiaran. Untuk itu, "kami mengundang praktisi dalam bidang penyiaran, seperti Mbak Yolinda Sigit dari MAS FM”, tutur Jimmy. Penyajian lebih ditekankan pada hal-hal teknis yang harus dikuasai seseorang untuk menjadi penyiar radio.
Pada awal pertemuan, peserta diajak untuk melakukan senam, sebagai persiapan sebeleum siaran. Ada 15 jurus senam pernafasan yang diajarkannya, di antaranya "muka singa", "urut rahang", melipat lidah ke atas, melipat lidah ke bawah, lidah menyapu bibir, "motor boat", dan sebagainya. Menurut Yolinda, latihan ini harus dilakukan setiap hari. Tujuannya untuk melemaskan otot-otot di sekitar mulut, sehingga ketika penyiar berbicara menjadi lebih rileks dan nyaman.
Selain itu, masih ada beberapa hal yang harus dilakukan jika ingin menghasilkan suara yang enak didengar saat siaran. Latihan yang dimaksud adalah "humming" (bergumam). Latihan ini, menurut Yolinda, mempengaruhi pembentukan suara diafragma.
Yolinda juga memberikan beberapa trik agar seseorang dapat diterima untuk siaran di radio, atau yang diistilahkan "menembus radio". Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika seseorang mau bekerja di bidang radio, menurut Yolinda, di antaranya: mencari referensi, memperbanyak informasi dan wawasan baru, memperkuat pengetahuan tentang musik, menyiapkan sampel suara dan kemampuan unik, melakukan penelitian di stasiun radio dengan cara PKL misalnya, siap bekerja 25 jam sehari, dan masih banyak lagi.
Pada hari kedua, peserta training diajak berkunjung ke Redaksi Radio MAS FM. Kunjungan ini dimaksudkan agar peserta dapat melihat langsung proses produksi di sebuah radio. [vty]

Invitasi Bulutangkis Mahasiswa: Unibraw Raih Juara Umum
26 Mei 2007
Invitasi Bulutangkis Mahasiswa Brawijaya Cup V telah berakhir, Sabtu (26/5). Universitas Brawijaya selaku tuan rumah berhasil keluar sebagai juara umum. Dari tujuh partai yang dipertandingkan Unibraw mendapatkan tiga juara satu, satu juara dua dan enam juara tiga. Total perolehan juara Unibraw adalah sebanyak sepuluh kejuaraan.
Pertandingan terakhir yang memperebutkan posisi pertama pada partai ganda putra antara Verdy Corry dan Adhi Harmidika dari Unibraw melawan Sandi Dwi P dan Desi Kusuma dari Unesa melengkapi kemenangan Unibraw meraih juara umum di Invitasi Bulutangkis Mahasiswa Brawijaya Cup tahun ini. Pasangan Verdy dan Dika berhasil memukul telak lawannya dua set langsung dengan skor 23–21 dan 21-17. Kemenangan ini disambut sorak sorai dari suporter Unibraw.
Perolehan juara terbanyak pada posisi kedua diraih oleh Universitas Negeri Jakarta. Total perolehannya sebanyak enam juara. Dua juara satu, satu juara dua dan tiga juara tiga.
Juara umum yang diraih oleh Unibraw ini baru pertama kalinya dirasakan olehnya. Pasalnya selama lima kali mengadakan pertandingan ini mereka baru kali ini merasakan menjadi juara umum. Pada dua tahun lalu yaitu pada pertandingan Brawijaya Cup IV juara umum diraih oleh Universitas Gajahmada Yogyakarta. UGM pada tahun ternyata kurang beruntung karena hanya berhasil membawa pulang satu piala saja dari partai ganda campuran.
Peraih juara umum dalam pertandingan ini berhak mendapatkan piala bergilir dari Menpora. Penyerahan piala ini dilakukan oleh Rektor Unibraw. Sedangkan para pemenang perorangan mendapatkan piala, sertifikat dan raket dari sponsor. Total hadiah yang dikeluarkan sebesar Rp 10 juta. Pertandingan semacam ini diadakan lagi pada dua tahun yang akan datang pada tahun 2009. [vty]

Seminar Nasional Agribisnis dalam Era Digital
26 Mei 2007
Sektor pertanian di Indonesia masih dianggap strategis karena mampu menyediakan lapangan kerja serta menyumbang devisa nasional. Namun sektor ini mengalami ketertinggalan, karena kurangnya implementasi teknologi informasi yang saat ini kian urgen. Sejalan dengan perkembangan teknologi di era global, proses adopsi-inovasi dalam pemanfaatan teknologi, khususnya ICT (information and communication technology), juga semakin cepat. Aktor mana yang paling progresif dalam adopsi-inovasi ICT akan memperoleh keuntungan dari aplikasi ICT di bidang pertanian. Akibatnya, terjadi gap penguasaan informasi atau ICT. Gap inilah yang disebut dengan ”digital divide”.
Problematika ini terungkap dalam Seminar Nasional ”Agribisnis di Indonesia dalam Era Digital Divide” di Gedung Widyaloka, Sabtu (26/5). Kegiatan yang diselenggarakan PERMASETA (Perhimpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian) Universitas Brawijaya ini menghadirkan pemateri Prof Ir Soekartawi MS PhD, wakil dari Departemen Pertanian Dr Ir Tahlim Sudaryanto MS, Walikota Batu Dr H Imam Kabul SH MHum, pejabat dari Dinas Pertanian Kota Batu, serta perwakilan petani.
Dalam makalahnya, Soekartawi mengungkap tentang pemanfaatan ICT dalam kegiatan pertanian yang relatif tertinggal jika dibandingkan dengan kegiatan non-pertanian. Keterlambatan pemanfaatan ICT dalam bidang pertanian terjadi karena sifat-sifat yang dimiliki produk pertanian yang berbeda standarisasinya. Oleh sebab itu, peran ICT masih terbatas hanya pada intensifikasi tukar menukar informasi untuk transaksi perdagangan produk pertanian. Kesenjangan akan terjadi (digital divide) pada pihak yang memanfaatkan ICT dan tidak. Cara meminimalisasi gap ini dengan membangun berbagai jejaring (network), telecenters, dan lain-lain.
Menurut salah satu panitia, Eko Prasetyo, event ini terselenggara atas kerjasama PERMASETA dengan POPMASEPI (Perhimpunan Organisasi Profesi Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara yang ditujukan bagi delegasi mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian di seluruh Indonesia, LKMM (Latihan Kepemimpinan dan Manajerial Mahasiswa) PADMA KSATRIA II. ”Kebetulan, tahun ini Unibraw ditunjuk sebagai tuan rumah. Sementara tahun lalu penyelenggaranya IPB”, tutur Eko. Sementara tujuan seminar ini adalah agar mahasiswa mengerti dan memahami kondisi sektor pertanian yang relatif tertinggal dalam penguasaan ICT. Dengan demikian perlu dilakukan sosialisasi yang terintegrasi dalam hal pemahaman ICT sehingga lebih mampu bersaing di era global. [bhm]

Prof Soekartawi: Nilai Tambah Agribisnis Perlu Sentuhan ICT
26 Mei 2007
Prof Dr Soekartawi, guru besar ekonomi pertanian Universitas Brawijaya berkeyakinan, pertumbuhan nilai tambah sektor pertanian dan agribisnis yang sekarang ini berjalan lambat, masih dapat ditingkatkan. Peningkatan ini adalah dengan memanfaatkan keunggulan teknologi informasi dan komunikasi atau ICT (information and communication technology). Demikian salah satu kesimpulan makalah Soekartawi yang disampaikan pada seminar nasional sosial ekonomi pertanian yang diselenggarakan oleh POPMASEPI bekerjasama dengan PERMASETA di Gedung Widyaloka, Sabtu (26/5).
 Dalam makalahnya, yang berjudul ‘Agribisnis di Indonesia dalam Era Digital Devide’, Soekartawi menjelaskan panjang-lebar posisi strategis sektor pertanian/agribisnis dan kendala-kendala yang dihadapi oleh sektor tsb sekarang ini. Kemudian sector agribisnis itu ternyata mempunyai perbedaan yang signifikan kalau dikaitkan dengan senjang penguasaan teknologi, informasi, dan teknologi atau senjang penguasaan ICT. Kemudian ia menawarkan solusi bagaimana kalau kesenjangan penguasaan ICT ini diatasi dengan ‘menguranginya’ dengan menempatkan peran ICT yang lebih komprehensif. Sektor agribisnis ini harus disentuh dengan pemanfaatan ICT, demikian Soekartawi. Ia mencontohkan keberhasilan China, Vietnam, Thailand, India yang memanfaatkan ICT untuk meningkatkan nilai tambah agribisnis.
Selanjutnya ia juga mencontohkan hasil suatu seminar internasional di China, 17-19 Oktober 2204 yang bertemakan Transforming the Digital Divide into Digital Opportunity for Rural Populations’, tampak bahwa kesenjangan informasi berpengaruh besar terhadap penampilan agribisnis. Mereka yang tertinggal dalam penguasaan ICT, tertinggal pula kesempatan memanfaatkan keunggulan ICT tsb untuk meningkatkan nilai tambah agribisnisnya. Akibatnya mereka merugi.
Soekartawi juga menguatkan pendapatnya itu dengan menunjukkan hasil disertasi mahasiswa bimbingannya, program Doktor di University of Ballarat, Australia. Bimbingan mahasiswa S3 yang mengambil penelitian yang berjudul SMEs on ICT adoption and their value creation activities: A model for innovation in the agribusiness in Indonesia, mendukung pernyataan yang disebutkan di atas.
Dalam akhir paparannya, Prof Soekartawi yang kini diperbantukan di DEPDIKNAS Jakarta, menyarankan kepada semua mahasiswa agar lebih banyak membaca, berdiskusi tentang perkembangan agribisnis dan juga yang penting adalah tidak ‘gatek’ (gagap teknologi). Mengapa? Sebab dengan penguasaan ICT, mahasiswa juga dapat meningkatkan nilai tambah prestasinya. [skw]

Tiga Dosen Fakultas Hukum Berperan dalam Konferensi Internasioal
25 Mei 2007
Konferensi Asian Law Institute (ASLI) keempat diselenggarakan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tanggal 24-25 Mei 2007. Tema yang diangkat kali ini adalah “Voices from Asia for a Just and Equitable World”.
Pada konferensi yang dihadiri oleh perwakilan dari negara-negara di Asia dan Australia ini, tiga orang dosen Fakultas Hukum Unibraw menghadiri konferensi dengan peran yang berbeda. Dekan Fakultas Hukum, Herman Suryokumoro SH MS menjadi peserta, Syamsul Ma’arif SH LLM DCL sebagai moderator dalam Komisi Legal Pluralisme, dan Dr I Nyoman Nurjaya SH MH.
menjadi salah satu pembicara. Fakultas Hukum Unibraw termasuk institusi yang mengirimkan peserta terbanyak.
Yang menarik, makalah Dr I Nyoman Nurjaya dengan judul “State Law in Multicultural Country of Indonesia: Toward a Just and Equitable State Law”, lolos bersama puluhan makalah lainnya yang berasal dari seluruh wilayah Asia. Penilaian dilakukan oleh steering committee dari Faculty of Law National University of Singapore.
Dalam makalahanya Dr I Nyoman Nurjaya menyatakan, dalam perspektif hukum antropologi, hukum secara natural salah satu aspek budaya manusia, melekat bersama dengan aspek lainnya seperti ekonomi, politik, struktur sosial, ideologi, agama dan sebagainya. Sehingga bila kita menghendaki untuk dapat lebih memahami secara mendalam tentang hukum dan fungsinya, dalam usaha menjadi kontrol sosial serta mengatur masyarakat, kita harus menghargai hukum fakta sebagai bagian dari budaya secara keseluruhan. Dr I Nyoman Nurjaya merekomendasikan dalam makalahnya agar pemerintah harus meninjau kembali penggunaan paradigma hukum sentralistik dalam pembangunan hukum nasional. Di samping itu, produk hukum negara harus ditinjau ulang dan direformasi secara lebih komprehensif dalam rangka mengakomodasi dan merespon substansi yang relevan dan prinsip hukum adat yang terintegrasi, memenuhi asas keadilan serta kewajaran dalam hukum negara Indonesia. [fh]

Sumbat Lumpur dengan Masukkan Batu Hitam
Kamis, 24 Mei 2007
Satu lagi ide untuk menyumbat semburan lumpur Lapindo. Yakni, menggunakan insersi ascending size atau menaikkan skala bongkahan batuan beku.
Ide yang mirip insersi bola beton itu dikemukakan tim Kebumian dan Mitigasi Bencana Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang.
Tim yang beranggota tujuh dosen tersebut membeberkan idenya di Gedung Rektorat Unibraw kemarin. Salah satu anggota tim, Dr M. Nurhuda, menjelaskan, ide tersebut terilhami kurang suksesnya -atau kegagalan- metode insersi untaian bola beton. Selain itu, dipicu sinyal bakal diterimanya proposal counter weight dari Takashi Okumura, direktur Katahira Engineering, Jepang.
Dalam proposal Takashi itu disebutkan, setidaknya pemerintah membutuhkan dana Rp 600 miliar. "Kalau masih ada yang murah, kenapa tidak dicoba? Ide ini misalnya, bahan baku batuan beku, selain mudah didapat, harganya murah," katanya.
Batuan beku atau yang selama ini lebih dikenal sebagai batu hitam tersebut merupakan batuan yang terbentuk dari lava membeku.
Batuan itu, jelas Nurhuda, punya pori-pori sangat rapat, bersifat keras tapi elastis, dan tahan terhadap zat-zat korosif. Dengan begitu, sangat mungkin batuan tersebut tidak meleleh atau hancur ketika dimasukkan dalam lubang semburan. "Batuan beku itu bisa dijumpai di sepanjang kawasan Mojokerto. Di sana, selain sangat banyak penambang sirtu (pasir dan batu, Red), potensi alamnya padat dengan batuan beku," jelas peneliti dan dosen fisika FMIPA tersebut.
Hanya, tidak sembarang batuan bisa digunakan menyumbat lumpur. Tapi, harus dipilih bongkahan atau pecahan yang berbentuk geometris. Bentuk itu akan memberikan efek turbulensi dan gesekan lebih besar terhadap aliran lumpur.
Sementara itu, massa batuan yang besar memastikan bahwa batuan tersebut akan tetap tenggelam, meski mendapat tekanan besar dari lumpur. Selain itu, batuan beku lebih mudah tersangkut dinding lubang semburan daripada bola beton. "Itu lebih efektif dibandingkan menggelindingkan bola beton. Bahkan, eksekusi dengan metode tersebut bisa segera dilakukan karena bahannya mudah didapatkan dan murah," ujarnya.
Bagaimana dengan kemungkinan terjadinya blow out? Menurut Nurhuda, penyumbatan dengan batuan beku sembarang bentuk itu akan menyisakan ruang yang memungkinkan lumpur masih mengalir. "Nah, dengan adanya celah-celah itu, sangat kecil kemungkinan terjadinya blow out," tegasnya.
Problem utama metode tersebut adalah tidak adanya informasi luas lubang semburan. Akibatnya, sangat sulit menentukan berapa seharusnya ukuran batuan yang dimasukkan.
Namun, tidak berarti hal itu tak bisa diatasi. Tim mitigasi Unibraw telah merancang teknis insersi.
Ahli geofisis (sifat-sifat bumi) Adi Sisilop PhD yang juga bergabung dalam tim tersebut menyatakan, teknis insersi batuan beku itu akan dilakukan menggunakan metode ascending size atau skala menaik.
Insersi awal bisa dilakukan dengan bongkahan berukuran 40 cm. Pilihan itu didasarkan pada fakta bahwa bola beton dengan diameter yang sama, ketika dimasukkan dalam pusat semburan, meluncur terus ke bawah tanpa hambatan. "Jika benar, luas lubang semburan setidaknya berdiameter lebih besar dari 40 cm," katanya.
Secara perlahan, ukuran bongkahan dinaikkan sambil tetap mengamati apakah terjadi penurunan debit semburan atau tidak. Jika tidak terjadi penurunan, berarti batuan yang dimasukkan hilang dan masuk ke bawah lumpur.
Tapi, jika terjadi penurunan, berarti bongkahan batuan tersangkut dalam lubang semburan. "Ketika tahap awal selesai, bisa dilakukan insersi tahap kedua dengan ukuran diameter 50 cm, tahap ketiga berdiameter 60 cm, dan seterusnya. Kemungkinan ukuran bongkahan batuan tersebut bisa mencapai satu meter," jelas Kaprodi Fisika FMIPA Unibraw itu. (nen/jpnn)
http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=286691

Mirip Metode Bolton, Biayanya Cuma Rp 500 Juta
Rabu, 23/05/2007 16:14 WIB
Luapan lumpur panas di Porong Sidoarjo menggugat sejumlah akademisi dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang untuk melakukan upaya penghentian luapan lumpur.
Akademisi yang tergabung dalam Tim Kebumian dan Mitigasi Bencana Unibraw ini menawarkan metode penyumbatan dengan memasukkan bongkahan batuan beku atau batuan hitam (andhesit) ke lubang semburan.
"Sistem ini murah dan peluang keberhasilannya sekitar 60 persen," kata anggota Tim Kebumian dan Mitigasi Bencana Unibraw Nurhuda di Kantornya, Jl Veteran Kota Malang, Rabu (23/5/2007).
Dia menjelaskan batuan beku yang akan dijadikan penyumbat adalah batuan yang terbentuk dari lava. Dengan ciri-ciri keras, elastis, mempunyai struktur pori-pori yang sangat rapat dan memiliki titik didih tinggi.
Sehingga, karakter bebatuan beku ini tahan terhadap tekanan dan suhu tinggi yang ada di[usat semburan lumpur panas. Bentuk batuan beku yang tidak beraturan akan memberikan gaya gesek besar terhadap dinding lubang semburan, sehingga batuan ini tidak akan mudah mengapung.
Nurhuda menjelaskan bentuk batuan beku yang tak teratur juga akan memastikan bahwa semburan lumpur tidak akan langsung terhenti jika disumbat, tetapi mengalir melalui celah-celah yang masih terbuka. "Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya blow-out akibat tekanan berlebih karena penyumbatan." ujarnya.
Namun, mereka memiliki beberapa kendala diantaranya tidak adanya informasi mengenai luas lubang semburan. Akibatnya mereka kesulitan menentukan ukuran batuan yang akan dimasukkan.
Kini, mereka hanya menentukan ukuran batu sesuai kajian yang dilakukannya yakni berdimeameter sekitar 40 cm. Ukuran ini di dasarkan atas diameter bola beton yang sebelumnya pernah dimasukkan ke dalam lubang semburan. Biayanya relatif murah yakni sekitar Rp 500 juta. [eko/gus]
BERITAJATIM.COM Rabu, 23/05/2007 16:14 WIB
http://www.beritajatim.com/print.php?url=http://www.beritajatim.com/index.php/tahun/2007/bulan/05/tgl/23/idnews/731fbb4956c9fc22237f0a599496d326&bag=NEWS&newsid=19329

Invitasi Bulutangkis Brawijaya Cup V: Unibraw Juara Beregu Putra
24 Mei 2007
Tim Unibraw A keluar sebagai juara pada nomor beregu putra Invitasi Bulutangkis Brawijaya Cup V. Dalam babak final yang berlangsung Rabu (23/5) di Sasana Samanta Krida, tim Unibraw A  menang atas tim Unesa dengan skor 0-3. Dengan demikian tim yang beranggotakan Andi, Verdy dan Dika serta Raharjo itu berhasil meraih medali emas pertama untuk Unibraw. Pada partai tunggal pertama, Andi dari Unibraw mengalahkan Andi dari Unesa dalam tiga set: 21-14, 15-21 dan 21-14. Sementara itu pada partai ganda, pasangan Unibraw Verdy dan Dika berhasil mengalahkan pasangan dari Unesa Tikno dan Andi dalam dua set langsung: 21-16 dan 21-14. Dan pada partai tunggal terakhir Raharjo melengkapi kemenangan Unibraw dengan angka 14-21, 21-10 dan 21-17 mengalahkan lawannya Desi.
Keberhasilan regu putra Unibraw ternyata tidak diikuti oleh regu putrinya. Di babak semi final, saat melawan Ubaya, regu putri Unibraw mengalami kekalahan 0-3. Juara untuk nomor beregu putri diraih oleh tim UNJ, setelah di babak final mengalahkan tim Ubaya dengan skor 0-3. Walhasil, Unibraw hanya berhak atas medali perunggu dalam grup ini.
Sampai saat ini masih berlangsung pertandingan untuk nomor-nomor perseorangan, yaitu tunggal putra, ganda putra, ganda campuran, tunggal putri dan ganda putri.
Nomor perseorangan tunggal putra saat ini telah memasuki babak III. Lolos ke babak ini peserta dari Unibraw, Unesa, Undip, UNJ, UNS, Unmer, dan Ubaya. Tiga pemain dari Unibraw yang mencapai babak III, yaitu Andy S, Bagus S dan Dika. Sementara itu nomor ganda putra perseorangan juga telah memasuki babak III, meloloskan 2 pasangan dari Unibraw yaitu Bagus dan Raharjo, serta Nuris dan Dimas.
Saat ini sedang berlangsung babak kedua (perdelapan final) nomor ganda campuran perseorangan. Lima pasangan Unibraw yang sedang berlaga adalah Dimas dan Rahma melawan Novi dan Eni dari UNJ, Bagus dan Rully melawan Wendy dan Utami dari Unesa, Sabatino dan Kanthi melawan Haris dan Holli dari Ubaya, Verdy dan Risa melawan Yanuar dan Nurul dari Undip, serta Andi dan Ruring melawan Andri dan Ria dari UM. Sedangkan partai ganda putri dan tunggal putri juga sedang berlangsung hingga malam nanti. Keseluruhan pertandingan dalam invitasi ini akan berakhir Sabtu (26/5). [vty]

Workshop of Information Internet Working
23 Mei 2007
Iptek merupakan salah satu bagian terpenting bagi kemajuan peradaban manusia. Semakin hari kebutuhan manusia akan iptek semakin meningkat. Sebagai salah satu tempat mencari informasi, perpustakaan dan pustakawan memerlukan sebuah sarana guna mengakomodasi kebutuhan teknologi informasi yang sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan operasional perpustakaan sehari-hari.
Dengan tujuan memberikan pengetahuan kepada para pustakawan tentang pentingnya internet, Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya menyelenggarakan Workshop of Information Internet Working, Rabu (23/5). Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, hingga Kamis (24/5) itu dibuka oleh Kepala Perpustakaan Dra Welmin Sunyi Ariningsih MLib. Para peserta berasal dari kalangan pustakawan yang bertugas di ruang baca perpustakaan se-wilayah Malang Raya.
Hadir sebagai pembicara Drs Syaifuddin MHum, H Muslech MSi, serta tim teknologi informasi Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya. Materi yang disampaikan meliputi kebijakan Perpustakaan Universitas Brawijaya dalam membangun bersama local content antar jurusan melalui katalog induk Universitas Brawijaya, serta materi tentang katalog induk karya ilmiah lokal Unibraw berbasis web sebagai sarana temu kembali informasi. Para peserta diberi kesempatan untuk praktik memanfaatkan sistem LENTERA berbasis web.
Melalui workshop ini peserta pustakawan akan mengetahui, informasi di internet sangat banyak, luas dan beragam. Sehingga, terkadang pengguna internet kesulitan menemukan informasi yang sesuai dengan kebutuhan. Berbagai masalah yang ditemukan dari penggunaan internet di antaranya adalah kurangnya peraturan tentang materi yang dapat diakses melalui jaringan, kurangnya standar entri data, kurangnya pengawasan akan ketepatan dan kesahihan, ketidakjelasan otoritas, tidak adanya keterangan waktu informasi yang dihasilkan, ataupun tidak adanya kejelasan mengenai isi informasi.
Sebagai negosiator, fasilitator, pendidik, perantara serta perawat basis data, pustakawan memiliki tantangan untuk memberikan akses yang seluas-luasnya kepada pengguna perpustakaan untuk mengakes informasi dan menggunakan informasi. Namun demikian, seringkali tidak disadari oleh pustakawan dan perpustakaan bahwa koleksi sumber digital berpotensi menjadi sumber informasi bermanfaat. Dan informasi, betapapun besar nilai intrinsiknya, baru akan benar-benar bermanfaat bila ia dapat ditemukan dengan cepat pada saat yang tepat oleh dan untuk orang yang tepat. [nik]

Gebyar Unitas
23 Mei 2007
Unit aktivitas mahasiswa Unibraw menggelar acara Gebyar Unitas. Acara yang dimotori oleh rukun warga (RW) Unitas diadakan selama dua pekan, 22/5 sampai 9/6.
Ada sepuluh acara pertandingan dan lomba yang dijadwalkan. Di antaranya futsal, lomba kebersihan, lomba panjat dinding, lari sprint, tarik tambang, panco, badminton, tenis meja, catur, band, dan balap karung.
Tidak seperti lazimnya, pembukaan acara ini akan diadakan di tengah-tengah kegiatan, Senin (28/5). “Opening ceremony-nya memang agak di belakang. Ini dimaksudkan agar pertandingan futsal dapat selesai tepat pada waktunya”, terang ketua pelaksana, Andik Abdul Ghoni. Maklum saja pertandingan futsal memang memakan banyak waktu.
Gebyar Unitas memang satu kegiatan yang rutin diadakan oleh RW Unitas setiap tahunnya. Pada tahun ini tema yang diambil adalah “Bersatu untuk Maju.” Tujuannya, menurut Andik, adalah untuk meningkatkan persamaan dan persaudaraan menuju terciptanya suasana kekeluargaan dan persahabatan di lingkungan Unitas. Selain itu untuk meningkatkan tali silaturahmi antar anggota Unitas dan meningkatkan kualitas minat dan bakat mahasiswa khususnya anggota Unitas.
26 unitas turut serta dalam Gebyar Unitas. Di antaranya PSHT, KSR, PSM, Pers, Unikahida, PTM, Unitantri, Formasi, UAKI, Homeband, UAKK, UABT, Fordi Mapelar, Kempo, Pramuka, Taekwondo, Inkai, Impala, Tegazs, UABB, Menwa, Kopma, UATL, IAAS, Tapak Suci dan Sepakbola. Beberapa unitas tidak berpartisipasi dalam kegiatan ini, seperti Unit Kerohanian Budhis, UKM Teater, UKM Bola Voli, dan UAKKAT. Menurut Andik, sebagian unitas tersebut memang telah lama tidak aktif lagi, karena tidak ada anggotanya. "Tetapi ada juga unitas yang kebetulan sedang mempunyai acara sendiri, seperti Unit Kerohanian Budhis,” jelasnya lagi.
Para pemenang lomba yang digelar oleh RW Unitas ini akan memperoleh hadiah berupa piala bergilir PR-III dan sejumlah dana pembinaan. Di akhir acara nanti Gebyar Unitas akan dimeriahkan dengan lomba band. [vty]

Juara LKTM IPA Wilayah C: Kecoa sebagai Detektor Bom
23 Mei 2007
Maraknya isu terorisme akhir-akhir ini menginspirasi sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya untuk menjadikannya bahan penelitian. Mereka adalah Iman Dwi Cahyo (mahasiswa Jurusan Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian angkatan 2004), Ermah Fachriyani (mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian angkatan 2005) serta Marcellinus ASA (mahasiswa Jurusan Hama dan Penyakit Tanaman angkatan 2003). Mengangkat judul “Potensi Kecoa (Blatta orientalis L) sebagai Detektor Bom”, sekelompok mahasiswa ini berhasil menjuarai Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) kelompok IPA wilayah C.
Lomba berlangsung di Universitas Mataram, Jumat (18/5), diikuti oleh PTN/PTS di wilayah C, di antaranya Universitas Jember (Unej), Universitas Airlangga (Unair), ITS, Universitas Udayana, Universitas Widya Mandala serta Universitas Surabaya (Ubaya).
Final LKTM bidang IPA wilayah C ini merupakan rangkaian kegiatan persiapan menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) tahun 2007.
“Perjuangan kami belum selesai, karena masih harus mempersiapkan diri menuju Pimnas yang pasti lebih berat”, ujar Iman yang juga aktivis KSR ini. Dengan kemenangan ini, ia bersama rekannya memperoleh hadiah berupa uang tunai sebesar 1,5 juta rupiah ditambah piagam. Lebih lanjut, Iman yang telah berkali-kali mengikuti ajang Pimnas mengakui, saingan terberat dalam Pimnas nanti adalah IPB, UGM, dan ITB.
Menjelaskan latar belakang tulisannya, Marcellinus berkisah, studi literatur mengenai pemanfaatan potensi kecoa sebagai detektor bom ini diilhami oleh maraknya isu terorisme dan bom yang terjadi beberapa waktu silam. Lebih lanjut, aktivis klinik tumbuhan ini melihat kecenderungan selama ini petugas keamanan menggunakan alat detektor yang menurutnya tergolong mahal. Oleh karena itu, bersama rekan sekelompoknya ia mencoba mengangkat dalam karya tulisnya kemungkinan penggunaan sensor biologis pada kecoa sebagai detektor alternatif. “Teknologi ini relatif lebih murah, alami dan memiliki efektivitas yang patut diandalkan” ujar Marcel. [nok]

Hery Nirwanto: Ketahanan Bawang Merah terhadap Penyakit Bercak Ungu
23 Mei 2007
Dalam usaha meningkatkan produksi tanaman bawang merah, ternyata banyak sekali kendala yang harus dihadapi. Salah satunya adalah serangan patogen yang menyebabkan penyakit bercak ungu. Hal ini menginspirasi Ir Hery Nirwanto MP dalam penyusunan disertasi berjudul “Ketahanan Populasi Varietas Bawang Merah terhadap Perkembangan Penyakit Bercak Ungu (Alternaria porri) di Daerah Batu Malang".
Sidang ujian terbuka disertasi doktor ini digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Rabu (23/5), dipimpin oleh Dekan Prof Dr Ir Sumeru Ashari MAgrSc. Bertindak selaku promotor Prof Dr Ir Ika Rochdjatun S, dan ko-promotor Prof Dr Ir A Latief Abadi MS serta Prof Dr Saubari M Mimbar MAgr. Sedangkan tim penguji terdiri dari Prof Dr Ir Siti Rasminah Sy, Prof Dr Ir Tutung Hadiastono MS, Dr Ir Syamsudin Djauhari MS, serta Prof (Ris) Dr Ir Nasir Saleh.
Berbagai upaya untuk mengendalikan penyakit tersebut, menurut Hery, telah dilakukan oleh petani. Di antaranya melalui penggunaan fungisida, pengendalian secara biologi, serta pengendalian cara budidaya. Akan tetapi, berbagai cara tersebut belum memberikan hasil optimal dalam menekan penyakit bercak ungu. Untuk itu, Hery menawarkan jalan keluar untuk tetap mempertahankan produksi tinggi dengan tingkat serangan rendah. Salah satunya dengan menanam varietas yang berbeda pada lahan yang sama sehingga akan diperoleh hamparan populasi tanaman campuran.
Penelitian Hery menggunakan campuran 2 varietas tanaman bawang merah yaitu Philipine dan Bauji. Secara epidemiologis, cara budidaya seperti ini akan memunculkan resistensi atau ketahanan baru dari tanaman yang rentan dalam populasi yang disebut ketahanan populasi. Tujuan penelitian disertasi ini adalah untuk mengkaji pengaruh pencampuran varietas tanaman bawang merah terhadap tingkat serangan jamur Alternaria porri, penyebab penyakit bercak ungu.
Pada akhir disertasi disimpulkan, pengendalian A porri dengan pencampuran komposisi 50% varietas Bauji hasilnya sama dengan penggunaan fungisida dengan dosis 0,9 liter/ha dan penyemprotan setiap tiga hari sekali.
Pada yudisium, Hery Nirwanto dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor dalam budang ilmu pertanian dengan predikat sangat memuaskan setelah menempuh studi selama 3 tahun 9 bulan.
Dr Ir Hery Nirwanto MP dilahirkan di Surabaya 45 tahun silam, sarjana pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (1988), magister ilmu tanaman (perlindungan tanaman) dari Universitas Brawijaya (2001), adalah staf pengajar pada Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur. [nok]

Pertemuan Mahasiswa FISIP se-Indonesia
22 Mei 2007
Selama dua hari (22/5-23/5), berlangsung Pertemuan Mahasiswa FISIP Seluruh Indonesia (Permafisa), di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. Dalam pertemuan itu mereka mengadakan seminar nasional dan diskusi umum serta mengeluarkan rekomendasi.
Hadir sebagai pemateri dalam seminar nasional tersebut, Prof (Ris) Hermawan Sulistyo MA PhD (pengamat LIPI) dengan materi “Merancang Kepemimpinan di Masa Depan”, Taufiq BT ST MMT (staf ahli PR III Unibraw) dan M Mas’ud Said (Wakil Ketua DPP Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia) dengan materi “Kepemimpinan Indonesia dari Masa ke Masa) serta Ahmad Erani Yustika SE PhD (dosen FE Unibraw) dengan materi “Visi Kepemimpinan Daerah dalam Optimalisasi Potensi Sumber Daya Daerah”.
Membawakan tema “Sekitar Pemilihan Gubernur Jatim 2008”, Mas’ud Said menganalisis psikologi politik Jawa Timuran. Dalam hal ini, ia mengurai sejarah dan tradisi Jawa Timur mulai dari tradisi kerajaan hingga tradisi kemasyarakatan bernuansa Islam. Dari analisis berbagai elemen terkuat sejarah tokoh masyarakat di Jawa Timur, Mas’ud menjelaskan bahwa identitas yang ada adalah identitas komunal, keyakinan agama, kepahlawanan ditambah keberanian. “Jadi bukanlah sesuatu yang secara kesejarahan menyimpang apabila penampilan pemerintahan di 38 kabupaten dan kota di wilayah ini ada yang tampil seperti Gajah Mada, ksatria tanpa baju yang melambangkan kekuatan atau ada Bupati/walikota yang sedikit banyak mewakili profil para wali bahkan ada juga pejabat pemerintah yang mencapai kekuasaannya dengan bergaya Joko Tingkir”, ujarnya. “Bukan pula sebuah kebetulan kalau nanti dalam skenario pergantian kepemimpinan termasuk pemilihan Gubernur di Jawa Timur ini sedikit berbau Ken Arok”, tambahnya. Masih berhubungan dengan Pemilihan Gubernur 2008, Mas’ud Said menganalisis kondisi pemilih yang ada di Jawa Timur yang dilanjutkan penguraian berbagai pekerjaan rumah calon gubernur terpilih mendatang.
Sementara itu Ahmad Erani Yustika, dengan makalah berjudul “Desentralisasi, SDA dan Format Baru Pembangunan” menyatakan, dalam implementasi terdapat kesenjangan antara cita-cita desentralisasi dengan realitas di lapangan. Desentralisasi yang diharapkan mampu memperbaiki tata kelola pemerintahan, ternyata menurut Erani masih menimbulkan banyak persoalan termasuk dibidang ekonomi. “Fakta yang mengemuka, desentralisasi justru memberi insentif bagi pemimpin daerah untuk menyedot kekayaan SDA sebagai pilar terpenting sumber pendapatan dan pertumbuhan ekonomi daerah”, tandasnya. “Di luar itu, praktik tata kelola pemerintahan masih sangat jauh dari asas keterbukaan, partisipasi, dan akuntabilitas sehingga penyimpangan-penyimpangan seperti korupsi masih terus saja terjadi, bahkan kian intensif”, tambahnya. Akibat dari hal itu, menurut Erani menyebabkan target peningkatan kualitas pelayanan publik masih jauh panggang dari api. Lebih gawat lagi, pemihakan pemerintah daerah terhadap kepentingan publik juga kian diragukan, karena instrumen-instrumen kesejahteraan negara tidak berorientasi pada kepentingan publik.
Rekomendasi Silaturrahmi BEM FISIP Seluruh Indonesia dalam kesempatan diskusi yang digelar keesokan harinya, beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Silaturrahmi BEM FISIP seluruh Indonesia menyampaikan rekomendasinya kepada seluruh elemen, masyarakat dan pemerintah. Beberapa perwakilan mahasiswa menandatangani rekomendasi tersebut, yakni perwakilan FISIP Universitas Sebelas Maret, perwakilan FISIP Universitas Atmajaya Yogyakarta, perwakilan FISIP Universitas Lambung Mangkurat, Perwakilan FISIP Universitas Muhammadiyah Malang, perwakilan FISIP Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, perwakilan FISIP Universitas Negeri Semarang, perwakilan FISIP UGM, perwakilan FISIP Universitas Mulawarman, perwakilan FISIP Universitas Tadulako dan perwakilan PIS Universitas Brawijaya.
Mereka merekomendasikan agar direalisasikan 20% dana APBN untuk pendidikan sesuai dengan amanat Undang-Undang dan menolak komersialisasi pendidikan, mendukung nasionalisasi industri dan pembangunan ekonomi yang berbasis pada ekonomi kerakyatan. DI samping itu, mereka menyeru agar menghentikan kekerasan dalam dunia pendidikan, menegakkan supremasi hukum, memenuhi kompensasi korban lumpur Lapindo, membangun dan melestarikan budaya lokal sebagai filterisasi terhadap globalisasi, menghapuskan hutang luar negeri dan menolak intervensi asing, menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya bagi rakyat Indonesia, serta mewujudkan sistem birokrasi yang efektif dan efisien serta berpihak pada rakyat. [nok]

Disperindag Batu Gelar Operasi Beras Berpemutih
Selasa, 22/05/2007 15:33 WIB
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batu mengelar operasi beras berchlorine (diberi pemutih) yang saat merupakan isu panas di masyarakat luas.
Operasi di Kota Batu ini dipimpin langsung oleh Kepala Disperindag Batu Syafiudin. Dalam tersebut, Disperindag mendatangi empat toko besar dan empat selep (penggilingan padi) yang ada di Kota Batu.
Dari empat toko besar yang ada di Batu, Disperindag mengambil 13 sampel yang akan diujikan di Badan Pemeriksa Obat dan Makanan dan Universitas Brawijaya Malang.
Untuk yang dari selep tidak diambil sampel sebab Disperindag telah menyaksikan proses penggilingan secara langsung. Dari data sementara di Kota Batu masih belum ditemukan adanya beras berchlorine, sebab secara kasat mata masih belum terlihat.
"Kita akan mengujikan sampel ini pada BPOM dan Universitas Brawijaya. Sebab kami tidak mau kecolongan jika di Batu sampai ada beras berchlorine," terang Syafiudin, Selasa (22/5/2007).
Diterangkannya, jika sampai ditemukan ada beras tersebut Disperindag Kota Batu akan bekerja sama dengan kepolisian negara untuk mengusut tuntas kasus ini. Karena ini merupakan tindak pidana.
"Para pelaku ini hanya memikirkan dan memperkaya diri sendiri, namun tidak melihat dampaknya. Sebab jika manusia mengkonsumsi beras berchlorite maka akan berakibat pada kangker hati," terang Syaiudin.
Ketika ditanya, kapan akan bisa diketahui hasil uji lab? Syafiudin menyatakan, seminggu lagi kemungkinan besar sudah diketahui. "Sebab kita memakai di BPOM Surabaya dan Lab Unibraw Malang," katanya.[mad/zaq]
BERITAJATIM.COM Selasa, 22/05/2007 15:33 WIB Reporter: Panca Rakhmad P

Dari Workshop Ing Griya: Media Kehumasan Perlu Dikelola Secara Profesional
22 Mei 2007
Peran PR (public relations) adalah sebagai mediator antara institusi dengan karyawan dan antara institusi dengan publik eksternalnya, sehingga tercipta komunikasi harmonis. Agar tercipta komunikasi harmonis diperlukan wadah komunikasi antara perusahaa dengan publik internalnya dan eksternal. Dalam hal ini PR memiliki tugas untuk menciptakan media komunikasi yang antara lain membuat in house magazine seperti intranet, atau majalah, newsletter, annual report, company profile maupun poster. Media komunikasi di samping untuk sosialisasi manajemen juga diperlukan untuk membentuk reputasi citra organisasi, penciptaan sense of belonging dan pembinaan corporate culture.
Dalam konteks inilah diperlukan seorang praktisi hubungan masyarakat (public relations officer) yang piawai dalam berkomunikasi dengan media tulisan/printed media ataupun melalui cyber PR. Berangkat dengan tujuan untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia Universitas Brawijaya, salah seorang staf humas Pranatalia Pratami Nugraheni, SAB mengikuti workshop Ing Griya pada 14-15 Mei 2007 di Gedung Bidakara, Jakarta. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) dibuka oleh Dra Henny S Widyaningsih MSi menggantikan ketua umum BPP PERHUMAS yang berhalangan hadir.
Workshop diikuti sekitar 25 peserta dari lembaga profit maupun non profit, seperti kalangan bank, BUMN, departemen, maupun kalangan pendidikan. Materi yang diberikan meliputi “Strategi mengelola reputasi organisasi” oleh Kepala Kantor Humas dan Protokoler Universitas Indonesia Dra Henny S Widyaningsih MSi, “Strategi mengelola media PR kategoriprinted (in house magazine, company profile dan annual report) oleh Gunawan Alif dari majalah CAKRAM, “Strategi mengelola foto dan dokumentasi public relations” oleh Wisnu Tri Rahardjo fotografer majalah SWA, “Strategi mengelola media PR kategori non printed (corporate website dan audio visual) oleh koordinator kreatif dan multimedia Kompas Cyber Magazine Riki Kurniadi, serta “Strategi mendesain corporate website dalam perspektif komunikasi visual” oleh Ani Budiman dari Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia (AINAKI). Workshop berlangsung secara interaktif dan peserta diberi kesempatan untuk melihat simulasi pembuatan majalah, annual report dan poster.
Reputasi Organisasi Adalah Nama Baik
Dalam workshop terungkap bahwa sasaran akhir dari reputasi organisasi adalah nama baik. Nama baik itu merupakan cara kelompok inti stakeholder atau pihak luar dalam menilai sebuah organisasi. Reputasi organisasi merupakan kombinasi dari tanda khas (identity), kesan (image), wibawa (prestige), kemauan baik (good will), penghargaan (esteem) serta kedudukan (positioning). Seluruh unsur mulai dari satpam, tukang kebun, mahasiswa hingga unsur pimpinan menyumbang kontribusi yang besar bagi sebuah reputasi organisasi.
Sebuah organisasi terlibat secara langsung maupun tidak langsung dengan para publik internal maupun eksternal. Publik internal maupun eksternal sebuah organisasi meliputi komunitas lokal, publik umum, media masa, calon konsumen, konsumen saat ini, lembaga swadaya masyarakat, anggota keluarga staf, unsur pimpinan dan karyawan, komisaris, pesaing, suplier, komunitas bisnis hingga unsur pemerintah. Lima kegiatan besar PR terdiri dari menyelenggarakan hubungan antar karyawan seperti menerbitkan buletin, komunikasi internal maupun mengadakan family gathering; hubungan dengan komunitas seperti memberikan beasiswa, menyelenggarakan sunatan massal, malam dana; hubungan dengan media seperti mengeluarkan siaran berita, konferensi pers, press tour, press rooms, road show; hubungan dengan pemerintah seperti negosiasi, menerbitkan newsletter; hingga membina hubungan dengan konsumen seperti melakukan promosi, atau memberikan pelayanan yang baik. Keseluruh kegiatan kehumasan itu terangkum dalam sebuah komunikasi yang efektif dan dimulai dari unsur internal. Komunikasi internal dapat berjalan efektif apabila ada keterbukaan dari pihak manajemen, kesadaran dan pengakuan pihak manajemen akan nilai dan arti penting komunikasi dengan para pegawai serta keberadaaan seorang manajer komunikasi yang tidak hanyak ahli dan berpengalaman, tetapi juga didukung oleh sumber-sumber daya teknis yang modern. Dan agar tercipta reputasi organisasi yang baik, media kehumasan dituntut untuk dikelola secara profesional. [nik]

Invitasi Nasional Bulutangkis Brawijaya Cup V
21 Mei 2007
Unit Aktivitas Bulutangkis Universitas Brawijaya mengadakan Invitasi Bulutangkis Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi, bertempat di gedung Samanta Krida Universitas Brawijaya. Diselenggarakan dua tahun sekali sejak tahun 1999, invitasi nasional bulutangkis “Brawijaya Cup” tahun 2007 ini adalah yang kelima kalinya.
Panitia penyelenggara, Wahyu Kurniawan mengatakan, invitasi bulutangkis Brawijaya Cup V ini berlangsung selama lima hari, mulai Senin 21/5 hingga Sabtu 26/5, dengan tema “Olahraga Bulutangkis sebagai Wahana untuk Meningkatkan Prestasi dan Sportivitas antar Mahasiswa Perguruan Tinggi se-Indonesia".
Salah satu tujuan invitasi ini adalah sebagai sarana penyaluran minat dan bakat, khususnya olahraga bulutangkis, di lingkungan perguruan tinggi. Wahyu menambahkan, invitasi ini diharapkan dapat menciptakan hubungan dan komunikasi yang lebih harmonis antar mahasiswa perguruan tinggi. Selain itu juga untuk memupuk kerjasama dan sportivitas di kalangan insan perguruan tinggi.
Sistem pertandingan ini menggunakan sistem gugur. Dalam invitasi ini dipertandingkan tujuh partai, yaitu: beregu putri, beregu putra, tunggal putri, tunggal putra, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Peserta berasal dari 25 perguruan tinggi di Indonesia. Unibraw selaku tuan rumah yang menurunkan 35 orang atlet. Sementara itu peserta lain adalah Universitas Negeri Jakarta (29 atlet), Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (16 atlet), Universitas Negeri Surabaya (13 atlet), ITN Malang (11 atlet), Institut Pertanian Bogor (10 atlet), Universitas Surabaya (10 atlet), Universitas Muhammadiyah Malang (10 atlet), ITS Surabaya (9 atlet), STIE Perbanas Surabaya (9 atlet), Universitas Negeri Yogyakarta (9 atlet), Universitas 17 Agustus Surabaya (8 atlet), Universitas Diponegoro Semarang (6 atlet), Universitas Bhayangkara Surabaya (6 atlet), Universitas Kanjuruhan Malang (4 atlet), Universitas Airlangga Surabaya (4 atlet), Universitas Wisnuwardhana Malang (3 atlet), Universitas Negeri Malang (3 atlet), STPP Malang (2 atlet), Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang (2 atlet), Universitas Gajayana Malang (1 atlet), STIMATA Malang (1 atlet), Universitas Sebelas Maret Surakarta (1 atlet), Politeknik Bandung (1 atlet), dan Universitas Merdeka Malang (1 atlet).
Invitasi ini memperebutkan piala bergilir “Brawijaya Cup” dan Piala Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora). Selain itu juga memperebutkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 10 juta. Menurut Wahyu, Unibraw pada Invitasi Brawijaya Cup V ini mempunyai target menjadi juara umum. [vty]

Seminar Sembilan Tahun Reformasi
21 Mei 2007
Memperingati sembilan tahun reformasi di Indonesia, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Brawijaya menyelenggarakan seminar dengan tema "Sembilan Tahun Reformasi: Pemilu 2009 Terancam Gagal, Tinjauan Kritis Politik Hukum Ketatanegaraan”. Kegiatan dalam rangka peringatan dies natalis Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ke-50 ini diselenggarakan gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Senin (21/5).
Ketua pelaksana, Hendra Kurnia Putra (mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2005), mengatakan, kegiatan ini merupakan perwujudan peringatan sembilan tahun reformasi di Indonesia, dengan menekankan pada pelaksaan Pemilu selama era tersebut meliputi Pemilu 1999, Pemilu 2004 dan Pemilu 2007. Selain itu, Menteri Bidang Kewirausahaan BEM Universitas Brawijaya ini berharap bahwa melalui kegiatan ini dapat terjaring aspirasi dalam reformasi UU Paket Politik yang belum juga disahkan oleh DPR RI. Selaku perwakilan mahasiswa, Hendra mengaku ingin mengawal proses pengesahan RUU ini sehingga menjadi Undang-Undang yang harapannya benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat dan bukan menjadi ajang kepentingan politik semata. “Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada mahasiswa untuk mengaktualisasikan perannya dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah sehingga proses pengesahan RUU paket politik untuk menjadi Undang-Undang benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat”, ujarnya.
Seminar dibuka oleh Pembantu Rektor II Universitas Brawijaya, Warkum Sumitro SH MH, diikuti oleh delegasi Forum Komunikasi BEM FH Jawa Timur, aparat birokrat dari Pemkot dan Pemprov, aktivis LSM, perwakilan partai politik serta masyarakat umum. Dalam sambutannya, PR II mengharapkan gagasan yang hadir melalui kegiatan ini bukan semata euphoria reformasi dari mahasiswa melainkan komitmen tinggi untuk turut serta berpikir secara konstruktif dan mewujudkannya dalam langkah nyata. Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan seminar tersebut adalah Drs H Saifullah Ma’shum (Ketua Pansus RUU Bidang Politik DPR RI), Prof Dr Satya Arinanto (Guru Besar Fakultas Hukum UI), Ray Rangkuti (aktivis LSM LIMA), Prof Ramlan Surbakti MA PhD dan Dr Jazim Hamidi SH MH.
Mengawali paparannya, Ray Rangkuti, sarjana filsafat teologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, langsung menyinggung permasalahan Pemilu. Menurutnya, permasalahan Pemilu bukanlah pada permasalahan substansi melainkan lebih pada permasalahan teknis. “Pemilu langsung bagi eksekutif dan legislatif di semua tingkatan sudah final, yang harus lebih dikaji adalah pemilihan langsung tersebut bersifat distrik ataukah proporsional?”, ujarnya. Ray Rangkuti yang juga pernah terlibat di KIPP tahun 1999 silam, mengevaluasi beberapa Pemilu yang pernah berlangsung selama masa reformasi. Ada beberapa hal yang dikritisi anggota Dewan Pakar ICMI tahun 2006-2009 ini diantaranya model sistem Pemilu yang masih ragu-ragu, penyelenggara Pemilu (KPU) yang sangat berkuasa, penyelesaian kasus pemilu yang selalu tidak tuntas serta penanganan sanksi atas pelanggar peraturan Pemilu yang tidak memberi efek jera dan tidak efektif untuk mencegah pelanggaran selanjutnya.
Secara panjang lebar, dalam kesempatan tersebut pemateri yang berasal dari akademisi, politisi anggota DPR RI dan aktivis LSM menyoroti sistem pemilu, kemandirian parpol serta partisipasi masyarakat. Terkait kemandirian parpol, beberapa pembicara seperti Satya Arinanta bahkan sempat menyinggung permasalahan dana kampanye. “Skandal DKP Rokhmin Dahuri dapat menjadi satu celah untuk membuka tidak terdeteksinya dana partai politik selama ini”, kata dia.
Reformasi UU Paket Politik
Dalam kesempatan tersebut, secara khusus Drs. H. Saifullah Ma’shum selaku ketua Pansus RUU Bidang Politik DPR RI membedah RUU Paket politik yang meliputi RUU Pemilu, RUU Susduk (MPR, DPR dan DPRD), RUU Partai Politik, dan RUU Organisasi Kemasyarakatan. Salah satu pembicara yang juga staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Dr Jazim Hamidi SH MH mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi itikad baik berbagai elemen masyarakat untuk memperbaiki sistem perpolitikan di Indonesia. Lebih lanjut, Jazim tidak menafikkan berbagai muatan politis yang bisa saja terjadi dalam proses pembuatan dan pengesahan RUU Paket Politik tersebut menjadi UU Politik. “Saya tetap husnudzon, dalam hal ini wakil rakyat kita dapat berpikir lebih jernih sehingga mereka benar benar berpikir bagi masyarakat, bangsa dan negara bukannya tunduk pada partai”, kata dia. Dipaparkan dalam seminar kali ini, pengesahan RUU Paket Politik menjadi UU ditargetkan akan selesai pertengahan tahun 2008. [nok]

Majelis Taklim Adz-Dzakirin: Wisata Religi Walisongo
20 Mei 2007
Memanfaatkan 4 hari liburan panjang Kamis-Minggu (17/5-20/5), Majelis Taklim Adz-Dzakirin Universitas Brawijaya mengadakan wisata religi ke pusat-pusat dakwah Walisongo. Wisata ini diikuti 55 orang anggota Adz-Dzakirin dan keluarganya. Mereka mengunjungi beberapa tempat ziarah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat serta tempat-tempat rekreasi di Jakarta.
Di Jawa Timur obyek yang dikunjungi adalah makam Sunan Ampel, makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, makam Sunan Giri, makam Sunan Dradjad, makam Syeikh Maulana Malik Ibrahim Asmorokondi, makam Sunan Bonang. Sedangkan di Jawa Tengah mereka menziarahi makam Sunan Kudus, makam Sunan Muria, makam Sunan Kalijaga. Dan di Jawa Barat makam Sunan Gunung Jati. Wisata kemudian dilanjutkan ke Gua Pamujaan/Panjalu (Cirebon, Jawa Barat), Monumen Nasional, Taman Mini Indonesia Indah dan Ancol di Jakarta.
Menurut H Slamet Winarko ST, Kaur Pemeliharaan Gedung dan Taman Universitas Brawijaya yang juga ketua majelis taklim ini, "Kegiatan spiritual seperti ini sangat bermanfaat bagi para anggota, yang kebanyakan adalah pegawai Kantor Pusat Unibraw, dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dengan meneladani perjuangan para Wali”.
Adz-Dzakirin
Majelis Taklim Adz-Dzakirin didirikan pada tahun 2000, dan sampai saat ini anggotanya berjumlah 73 orang, terdiri dari pegawai Rektorat, Laboratorium Bahasa, Pusat Pembinaan Agama, UPT Mata Kuliah Umum, UPT Pusat Komputer serta Lembaga Penelitian di lingkungan Universitas Brawijaya.
H Slamet Winarko mengatakan, para anggota mendapat banyak manfaat untuk bersilaturrahim antar sesama pegawai Universitas Brawijaya beserta keluarganya. “Melalui berbagai kegiatan yang difasilitasi oleh Majelis Ta’lim Adz-Dzakirin, kita dapat beranjangsana langsung ke rumah pegawai, sehingga komunikasi antar pegawai bukan hanya di kantor saja”, tambahnya. Berbagai kegiatan diselenggarakan secara rutin setiap bulan, seperti istighotsah, jamaah tahlil dan bacaan Yasin, kajian Islam, serta arisan. Selain itu, majelis taklim ini juga mengadakan kegiatan seperti kursus tartil Qur'an setiap hari Kamis di mushalla  lantai IX Rektorat, dan menyelenggarakan paket wisata religi ke tempat-tempat lain seperti Madura. “Menurut rencana, kami juga akan mengembangkan kegiatan sosial, seperti bakti sosial ke panti asuhan serta memberikan bantuan materiil ke masjid Sumberbening di Bantur”, tambahnya. Beberapa pejabat dan tokoh di lingkungan Universitas Brawijaya seperti Goerid Hardjito SE MM, H Ali Farid SH, Ir Suhardiyono, dan Drs H Chamid Syarbini MPd aktif membina majelis taklim ini. [nok]

Meneg PPDT Lukman Edi di Unibraw
19 Mei 2007
Tanpa pengawalan mencolok, Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT), Ir HM Lukman Edi MSi, menghadiri Reuni Akbar Alumni Teknik Sipil, Sabtu (19/5), di Aula Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.
Aula ini, menurut pengakuan sang menteri yang alumni Teknik Sipil Unibraw tahun 1996, merupakan tempat yang paling mengesankan. Karena di sinilah di tahun 1989, dia ditempa dalam ajang Ospek sebagai mahasiswa baru Fakultas Teknik Unibraw. Kini, 18 tahun kemudian dia kembali dan bertemu dengan para dosen dan teman-temannya, tapi dalam kedudukan sebagai menteri. Dia masih ingat mantan dosennya, seperti Pak Adipa (Ir IGN Adipa) yang sebagai Sekretaris Jurusan waktu itu, mendorongnya agar cepat menyelesaikan studi. Dia mengaku pula banyak menerapkan teori-teori yang dipelajarinya di Teknik Sipil khususnya dalam mata kuliah mekanika teknik, seperti teori kesimbangan, dan teori konsolidasi. Bahkan dalam berpolitik pun Lukman mengaku banyak belajar dari para dosennya dulu, termasuk Pak Azis (Ir Azis Hoesein MEngSc DiplHE). Dalam urusan ini dia mengaku menerapkan teori keseimbangan. Oleh karena itu dia dapat diterima oleh pihak manapun, baik kubu Muhaimin Iskandar maupun Choirul Anam dalam perseteruan internal PKB.
Lukman Edi (36 tahun), diangkat sebagai Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggantikan Saifullah Yusuf dari unsur PKB.
Namun dia mengaku ketika dipanggil ke Puri Cikeas (kediaman pribadi Presiden SBY), ada beberapa pertanyaan yang diajukan Sekkab Sudi Silalahi. "Apakah Anda pernah menjadi Ketua Gapensi?", lalu "Apakah pernah menjadi Ketua Kadin?" Semuanya dijawab "Ya". Pertanyaan selanjutnya, "Apakah Anda alumni Teknik Sipil Universitas Brawijaya?" Tentu saja, Lukman menjawab "Ya". Oleh karena itu dia berkesimpulan, dirinya dipercaya menjabat sebagai menteri, bukan hanya karena dia politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa, tetapi juga karena pengalamannya dalam berbagai bidang, termasuk pula karena dia adalah alumni Teknik Sipil. Inilah yang membedakan dirinya dengan politisi-politisi PKB yang pada umumnya lulusan IAIN atau Sosial Politik.
Dia terjun sebagai politisi selepas dia lulus dari Teknik Sipil, menjadi anggota termuda (28 tahun) DPRD Riau mewakili PKB selama dua periode. Kemudian ditarik ke pusat oleh Muhaimin Iskandar, menjadi Sekretaris Jenderal PKB. Dia satu-satunya sekjen partai termuda yang pernah ada.
Dia berharap, alumni Teknik Sipil Universitas Brawijaya berbuat banyak untuk negara dan bangsa, baik melalui jalur akademik maupun jalur-jalur lainnya. [Far]

Kerjasama Unibraw - Undiknas Denpasar
16 Mei 2007
Rektor Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Yogi Sugito, Rabu (16/5), menerima kunjungan Rektor Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar, Prof Dr Gede Sri Darma ST MM bersama staf. Rektor Unibraw dalam kesempatan itu didampingi seluruh pembantu rektor serta Pembantu Dekan II Fakultas Hukum dan Pembantu Dekan II Fakultas Ekonomi.
Dalam sambutannya, Rektor Undiknas Prof Dr Gede Sri Darma ST MM menyatakan maksudnya untuk meneruskan kerja sama yang pernah terjalin selama kurun waktu antara tahun 1989-1996 oleh para pendiri Undiknas. “Untuk sementara ini kami memfokuskan pada kerja sama dengan Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi. Ke depan tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan kerjasama dengan Fakultas Teknik, Program Ilmu Sosial dan yang lainnya”, ungkap Rektor Undiknas.
Menurut dia, ada alasan tersendiri memilih Universitas Brawijaya sebagai rekan kerja sama. “Sejak saya kuliah dulu, saya melihat Universitas Brawijaya sudah sebagai universitas bintang lima”, guraunya.
Dalam naskah kerjasama disebutkan, kedua belah pihak saling sepakat dalam hal penyediaan sumberdaya manusia (SDM) dan fasilitas, pemanfaatan pendidikan yang dimiliki serta saling membantu untuk merencanakan dan melaksanakan proyek-proyek dan kegiatan Iptek serta pengabdian masyarakat. “Di antara implementasi kerjasama tersebut adalah pendidikan jenjang Magister Akuntansi, Magister Ilmu Hukum serta Doktor Ilmu Ekonomi bagi dosen-dosen Undiknas di Universitas Brawijaya”, ujar Rektor Undiknas.
Dalam sambutannya, Rektor Unibraw Prof Yogi Sugito mengatakan, pada awal mula berdirinya, Universitas Brawijaya juga menjalin kerjasama dengan pihak lain sehingga menjadi seperti sekarang ini. “Dengan kerjasama ini harapannya dapat menjadikan Universitas Pendidikan Nasional lebih maju dan mandiri”, ungkap Rektor. [nok]

Pemenang Lelang Pembangunan Gedung di Unibraw
15 Mei 2007
Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Universitas Brawijaya, Senin (14/5), mengumumkan pemenang lelang pembangunan tiga gedung di Universitas Brawijaya. Tiga gedung yang dibangun meliputi gedung perpustakaan (pembangunan tahap III), gedung bisnis, dan gedung kuliah Fakultas Ekonomi tahap I. (Silakan baca: Penjelasan Pembangunan Gedung di Unibraw, 25 April 2007).
Penyerahan dokumen penawaran telah dilaksanakan di Student Center Unibraw, Rabu (2/5). Setelah dievaluasi oleh panitia pelelangan, Rektor Universitas Brawijaya menetapkan perusahaan pemenang lelang. Berdasarkan surat penetapan pemenang pelelangan tanggal 11 Mei 2007 telah ditetapkan pemenang masing-masing proyek pembangunan dan pemenang cadangan. “Pemenang cadangan perlu juga ditetapkan, karena apabila pemenang utama mengundurkan diri atau tidak sanggup melaksanakan proyek, maka penggantinya adalah pemenang cadangan”, terang H Abdul Slamet, ketua panitia pelelangan.
Pembangunan gedung perpustakaan tahap III dimenangkan oleh PT Sasmito dengan harga penawaran Rp 2.137.005.000. Pagu anggaran pembangunan gedung ini berasal dari dana DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) sub anggaran APBN senilai Rp 3 milyar. Sebagai pemenang cadangan ditetapkan PT Surya Jaya Laksa.
Sementara itu pemenang untuk pembangunan gedung bisnis adalah PT Anugerah Citra Abadi. Gedung ini rencananya akan dibangun di Jalan Veteran bersebelahan dengan Matos. Harga penawarannya sebesar Rp 5.582.190.000 dengan pagu sub anggaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) sebesar Rp 7,5 milyar. Pemenang cadangan yaitu PT Ekaargo Kencana Perkasa.
Sedangkan pembangunan gedung kuliah Fakultas Ekonomi tahap I dimenangkan oleh PT Reka Yakti Sadhana. Harga yang ditawarkan sebesar Rp 5.357.000.000 dengan pagu anggaran dari PNBP sebesar Rp 8 milyar, dan pemenang cadangan adalah PT Widya Satria. [vty]

Prof Soekartawi: Karya dan Ide Ilmiah, Publish or Parish
15 Mei 2007
"Publish or parish (dipublikasikan atau disimpan jadi sampah". Itulah pendapat Prof Dr Soekartawi, guru besar ekonomi pertanian Universitas Brawijaya, tentang karya atau ide-ide ilmiah. Karya ilmiah itu, kalau disimpan saja, betapapun bagusnya tidak ada orang tahu. Karya/ide seperti ini akan jadi parish (sampah). Menurut Soekartawi, sebaiknya karya/ide-ide itu dipublikasikan (publish) sehingga bermanfaat untuk orang lain. Karena itu, ia tidak pernah bosan menulis. "Walaupun kepangkatan saya sudah mentok", katanya. "Yah, ilmu pengetahuan kan harus diamalkan. Salah satunya melalui publikasi/menulis, syukur kalau di forum internasional. Sebab hanya dengan demikian kualifikasinya/lembaganya, akan diakui dan disegani di level internasional", tutur Soekartawi.
Dalam makalah berjudul "Strategic Directions For Education Collaboration Among ASEAN Member Countries" yang dipresentasikan di depan konferensi internasional negara-negara ASEAN, Senin (14/5), Soekartawi menegaskan lima strategi untuk menggalang kerja sama pendidikan di kawasan ASEAN. Pertama, mempromosikan kesadaran ASEAN di antara warga masing-masing negara ASEAN, terutama kalangan anak muda. Kemudian, memperkuat jati diri ASEAN melalui pendidikan. Selanjutnya, membangun sumberdaya manusia ASEAN dalam bidang pendidikan. Lalu penguatan lebih lanjut jaringan universitas di ASEAN, dan bersinergi dengan SEAMEO.
Konferensi yang diikuti oleh wakil dari semua negara ASEAN dan undangan, sekitar 150 orang, dibuka oleh Sekretaris Jenderal ASEAN Dr Ong Keng Yong. Konferensi berlangsung selama dua hari, 14-15 Mei 2007, di gedung Sekretariat ASEAN.
Sebuah diskusi penting yang menyita waktu terjadi ketika beberapa peserta mencoba menempatkan sektor pendidikan ke dalam Piagam ASEAN. Selama ini, pendidikan yang dianggap penting oleh semua anggota, belum secara implisit tercantum dalam piagam tersebut. [skw]

Bedah Buku Hukum Kepailitan
14 Mei 2007
Kepailitan merupakan lembaga hukum yang mempunyai fungsi sebagai realisasi dari tanggungjawab debitur terhadap kreditur atas perikatan-perikatan, atau lebih dikenal dengan asas tanggung jawab debitur terhadap kreditur, tanpa membedakan kedudukan debitur ataupun subyek termohon pailit tersebut, apakah debitur tersebut merupakan badan usaha Indonesia atau badan usaha asing baik perorangan maupun badan hukum. Demikian salah satu ulasan yang terdapat dalam buku berjudul “Hukum Kepailitan, Kepailitan terhadap Badan Usaha Asing oleh Pengadilan Niaga Indonesia”. Buku terbitan Pustaka Sutra ini dibedah langsung oleh penulisnya, Daniel Suryana dalam acara Peluncuran dan bedah buku yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang, bekerjasama dengan Penerbit Pustaka Sutra Bandung pada Senin (14/5). Acara yang diselenggarakan di gedung sidang utama Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Magister Kenotariatan FH Unibraw, dengan pembanding Dr Sihabuddin SH MH staf pengajar yang juga Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.
Lebih lanjut, dalam kesempatan tersebut Daniel Suryana menjelaskan bahwa badan usaha asing baik badan hukum maupun perorangan yang menjalankan kegiatan usaha di Indonesia dapat dimohonkan sebagai Termohon Pailit dan dinyatakan Pailit oleh Pengadilan Indonesia, khususnya Pengadilan Niaga Indonesia. Pengajuan ini menurut pria kelahiran Pangkalpinang 36 tahun silam ini didasarkan adanya permohonan pernyataan pailit yang diajukan krediturnya dengan memenuhi persyaratan formal maupun materiil yang diatur dan ditentukan dalam Hukum Kepailitan Indonesia. Kendala terkait hal ini menurut Daniel yang menyelesaikan gelar magisternya di UI, ada dalam pelaksanaan eksekusi putusan kepailitan yang telah berkekuatan hukum tetap, manakala asset debitur pailit tersebut sebagian besar berada di luar wilayah Kedaulatan RI atau di Negara lain yang belum terikat dalam suatu perjanjian bilateral dalam bidang pengakuan dan penerimaan putusan kepailitan antara Indonesia dengan Negara lain. [nok]

Seminar Pembangunan Perikanan
Senin 14 Mei 2007
Pembangunan perikanan di Indonesia perlu sebuah usaha berkelanjutan. Pembangunan sektor perikanan memerlukan berbagai upaya terobosan dan kebijakan yang berpihak kepada industri dalam negeri serta perencanaan strategi yang tepat dengan bertumpu kepada tiga pilar pembangunan nasional. Pertama, pro growth strategy (pertumbuhan ekonomi), pro job strategy (penyerapan tenaga kerja) dan pro poor strategy (pengentasan kemiskinan). Pencapaian ketiga aspek tersebut dapat diwujudkan dengan pengembangan industrilisasi perikanan nasional dari tingkat hulu sampai hilir dan dari skala kecil (rumah tangga) sampai ke skala produksi massal (industri), melalui peningkatan akselerasi pembangunan perikanan, peningkatan intensitas produksi dan peningkatan nilai tambah produk-produk perikanan.
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan bersama dengan Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Perikanan mengadakan seminar nasional bertema “Pembangunan Perikanan Berkelanjutan (Sustainable Development) Era Liberalisasi Perdagangan.”  Seminar ini dilaksanakan di gedung PPI Unibraw, Senin (14/5). Kholidul Azhar, ketua panitia mengatakan tujuan dari acara ini adalah sebagai titik awal untuk membangun perikanan. Sehingga muatannya dapat lebih baik sesuai dengan tema yaitu pembangunan perikanan berkelanjutan. “Kita harus mulai memikirkan generasi selanjutnya dengan kata lain sustainable development,” ujarnya.
Hadir sebagai keynote speaker dalam seminar nasional ini Prof Dr Ir Sahala Hutabarat MSc (mewakili Menteri Perikanan dan Kelautan), Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Eriyanto, Wakil dari DKP Jatim dan Dewan Maritim Jawa Timur H Ukin Lukito.
Prof Dr Ir Sahala Hutabarat MSc, staf ahli Menteri Perikanan dan Kelautan bidang Kebijakan Publik mengatakan, visi pembangunan perikanan adalah pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang lestari dan bertanggung jawab dengan kesatuan suatu kesejahteraan anak bangsa. Menurutnya sumberdaya perikanan merupakan salah satu tumpuan dari menciptakan sumber pertumbungan ekonomi yang baik. Sumberdaya perikanan pun mempunyai keunggulan kompetitif atas dasar keunggulan komparatif. Pembangunan perikanan nasional harus mampu mengintegrasikan kaidah-kaidah pembangunan berkelanjutan yang turut melibatkan masyarakat dalam menjaga kelestarian (CCRF).
Pembangunan perikanan nasional, menurut Sahala Hutabarat, mengacu pada prinsip pembangunan berkelanjutan. Pembangunan yang dimaksud yaitu untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan genarasi mendatang. “Tantangan saat ini adalah liberalisasi perdagangan,” ungkapnya. Peluang dari liberalisasi perdagangan diantaranya adalah penurunan hambatan tarif dan non tarif serta meningkatkan akses produk domestik pasar internasional. Sedangkan ancaman dari liberalisasi perdagangan adalah penghapusan subsidi dan proteksi sehingga meningkatkan akses produk asing ke dalam negeri. “Hal lain yang perlu diperhatikan adalah adanya kriteria liberalisasi perdagangan,” kata Sahala Hutabarat. Misalnya ketersediaan produk secara teratur dan seimbang, dapat disediakan massal dan mempunyai kualitas yang baik dan seragam. [vty]

Pelepasan Dokter Spesialis I FK Unibraw
14 Mei 2007
Sebelas orang dokter spesialis satu mengikuti upacara pelepasan yang berlangsung di gedung Graha Medika Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Senin (14/5). Upacara dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran Dr dr Samsul Islam SpMK MKes.
Para dokter spesialis ini adalah produk dari Program Pendidikan Spesialis I bidang Ilmu Penyakit Dalam, Patologi Klinik, Ilmu Penyakit Paru, Obstetri Ginekologi dan Ilmu Penyakit Mata.
Berikut adalah nama dan judul tesis dokter spesialis yang dilepas dalam upacara tersebut: dr Indiyah Suryani SpPD dengan tesis “Pengaruh Diet Tinggi Karbohidrat, Diet Tinggi Lemak Dibandingkan Diet Normal terhadap Ekspresi VCAM-1 (Vascular Adhesion Moleculi-1) dan Pembentukan Sel Busa pada Aorta Tikus Rattus novergicus Strain Wistar”; dr Dedi Ismiranto SpPD dengan tesis “Pembentukan Sel Busa dan Ekspresi CD 4 T Helper pada Intima Aorta Rattus novergieus pada Diet Tinggi Karbohidrat dan Diet Tinggi Lemak”; dr Juliani Dewi SpPK dengan tesis “Hubungan Persentase Agregasi Trombosit dengan Lamanya Konsumsi Aspirin pada Penderita Aterosklerosis di Poli Penyakit Jantung RS Dr Saiful Anwar Malang”; dr David Ridarwan Liunanda SpP dengan tesis “Pengaruh Vitamin C pada Faal Paru Penderita Asma Intermiten”; dr Akhmad Suaidi SpOG dengan tesis “Pengaruh Ekstrak Isoflavon Genestein Deidzein terhadap Ekspresi VEGF pada Sel Endotel Tikus Hipoestrogen”; dr Ananingati SpOG dengan tesis “Pengaruh Ekstrak Isoflavon Genestein Deidzein terhadap Ekspresi Reseptur ß Estrogen pada Sel Endotel Tikus Hipoestrogen”; dr Hermawan W SpOG dengan tesis “Pengaruh Ekstrak Isoflavon Genestein Deidzein Bithok (Pueraria Lobata) terhadap Ekspresi Endothelium Nitric Oxide Synthase pada Endothel Arteri Tikus Hipoestrogen”; dr Nany Nita Noviana SpOG dengan tesis “Pengaruh Ekstrak Isoflavon Genestein Deidzein Bithok (Pueraria Lobata) terhadap Kadar MDA Plasma”; dr Rahmad Djaja SpOG dengan tesis “Pengaruh Dosis Ekstrak Isoflavone Genestein Deidzein Bithok (Pueraria Lobata) terhadap Indeks Adoptosis Endotel Aorta Tikus (Rattus novergitus) Terkondisi Hipoestrogen"; dr Nanda Wahyu A SpM dengan tesis “Efek Pemberian L-Carnitin + Ubiquinone dan Ginko Biloba terhadap Ekspresi Inducible Nitric Oxide Synthase (iNOS) pada Sel Ganglion Retina Model Tikus Hipertensi Okuli Akut”, dan dr M Iwan Kurniawan SpM dengan tesis “Efek Pemberian Kombinasi L-Carnitin + Ubiquinone dan Ekstrak Ginko Biloba terhadap Ekspresi Tumor Necrosis Faktor Alpha (TNFÞ) pada Sel Ganglion Retina Model Tikus Tikus Hipertensi Okuli Akut”. [vty]

Workshop Ing Griya Guna Meningkatkan Kualitas SDM Humas
14 Mei 2007
Humas merupakan mediator antara organisasi dengan stakeholdernya. Untuk memenuhi perannya itu, seorang petugas kehumasan (Public Relations Officer) harus piawai dalam berkomunikasi melalui media tulisan maupun multi media.
Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Universitas Brawijaya, salah seorang staf Humas yaitu Pranatalia Pratami Nugraheni SAB mengikuti workshop Ing Griya yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) pada 14-15 Mei 2007 di Jakarta.
Ing Griya merupakan produk kehumasan yang terdiri dari company profile, poster, corporate website, newsletter, dan annual report. Dalam workshop itu para peserta akan mendapatkan pengetahuan tentang strategi pengelolaan media kehumasan, mapping stakeholder dan media kehumasan hingga materi pengelolaan foto dan dokumentasi kehumasan. Hadir sebagai pembicara di antaranya praktisi kehumasan dari Universitas Indonesia, wartawan cetak, dan fotografer majalah nasional. [nik]

Wisuda Periode IV 2006/2007
12 Mei 2007
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, Sabtu (12/5), di Sasana Samanta Krida, mewisuda 1137 orang lulusan Universitas Brawijaya. Para wisudawan itu berasal dari program diploma (82 orang), sarjana (913 orang), serta pascasarjana (142 orang). Wisuda periode IV tahun akademik 2006/2007 ini terasa istimewa. Orang nomor satu di Kota Batu, Walikota Dr Imam Kabul SH MH MSi, turut diwisuda.
Perubahan budaya
Dalam pidato sambutannya, Rektor menyatakan, krisis ekonomi dan moneter yang melanda negara kita beberapa tahun lalu sampai sekatang belum juga teratasi. Dalam kondisi seperti ini, seorang lulusan perguruan tinggi benar-benar akan diuji kemampuannya di tengah-tengah masyarakat. Sebagai pelopor dan penggerak pembangunan lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya pandai mencari kerja, tetapi juga yang lebih pebnting justru dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain.
Rektor menandaskan, untuk mempersiapkan diri menjadi perguruan tinggi yang mampu mencetak sarjana pelopor pembangunan tidaklah mudah. Perguruan tinggi harus melakukan berbagai perubahan mendasar, mulai dari kurikulum dan proses belajar-mengajar, sarana dan prasarana, serta yang tidak kalah penting adalah perubahan budaya yang melekat pada perguruan tinggi tersebut menuju ke arah "entrepreneurial university".
Lulusan terbaik
Pada kesempatan itu Rektor memberikan penghargaan kepada para lulusan terbaik dari seluruh strata dan fakultas/program. Penerima penghargaan itu masing-masing adalah: Henny Rosyidah P SH (S1 Ilmu Hukum, IPK 3.66), Aria Distriawan AMd (D-III Manajemen Koperasi dan Kewirausahaan), Citra Dini P SE (S1 Ekonomi Pembangunan, IPK 3.78), Mila Mayarisa AMd (D-III Pariwisata, IPK 3.58), Desi Umiati Kulsum SAP (S1 Administrasi Negara, IPK 3.73), Yuli Tamalia AMd (D-III Arsitektur Pertamanan), Retno Palupi SP (S1 Hortikultura, IPK 3.63), Dr drh Widjiati MSi (S3 Ilmu Pertanian, IPK 3.93), Anelia Ardian SPt (S1 Nutrisi dan Makanan Ternak, IPK 3.55), Satria Wahyu Oetomo ST (S1 Teknik Pengairan, IPK 3.69), Dina Setiawati SGz (S1 Gizi Kesehatan, IPK 3.75), Ika Sri Wardhani SPi (S1 Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, IPK 3,59), Sigid Bunga Nathania AMd (D-III Analis Kimia, IPK 3.75), Raditya Indrastiana SSi (S1 Statistika, IPK 3.77),  Ismar Fataya STP (S1 Teknik Pertanian, IPK 3.68), Lilik Maysaroh AMd (D-III Bahasa Perancis, IPK 3.85), Pricilla Chrisanty SS (S1 Sastra Inggris, IPK 3.61), Triana Lindriati ST MP (Program Magister Teknologi Hasil Pertanian), dan Dr Ir I Made Sudharta MS (Program Doktor Ilmu Pertanian). [Far/nik]

Silaturrahmi Meneg PPDT dan Ika Unibraw
Jumat 11 Mei 2007
"Akhirnya ada pula alumnus Universitas Brawijaya yang menjadi menteri ..." Demikian komentar Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Unibraw,  Muslich Ramelan, saat memberikan sambutan dalam acara silaturrahmi Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Meneg PPDT) dan Pengurus Pusat IKA-Unibraw di Hotel Hilton/Sultan, Senayan, Jakarta, Jumat (11/5).
Acara silaturrahmi yang dihadiri sekitar 20 orang Pengurus Pusat IKA-Unibraw itu berlangsung sangat akrab. Pengurus yang kini tinggal di Jakarta itu, berasal dari berbagai instansi. Ada yang pengusaha, peneliti di LIPI, anggota DPR, pegawai di suatu departemen, eksekutif di perusahaan-perusahaan besar, dan sebagainya. Hadir pula dosen senior Unibraw yang kini berdomisiili di Jakarta, yaitu Prof Dr Ir Soekartawi MS dan Ir Abdul Azis Husein Dipl HE MEngSc.
Peran menko, anggaran kabupaten
Dalam kesempatan tersebut Meneg PPDT, Ir H Muhamad Lukman Edy MSi, yang juga alumni Teknik Sipil Unibraw (1989), dalam sambutannya, meminta dukungan dan saran dari para alumni agar tugasnya sukses. Ia menyatakan bahwa tugasnya memang sangat berat, mengingat ia masuk jajaran kabinet di pertengahan perjalaman. Dia ingin sekurang-kurangnya mempertahankan prestasi yang dicapai oleh menteri pendahulunya, bahkan ingin sekali lebih meningkat perannya dalam mengentaskan daerah tertinggal. HM Lukman Edy juga menyampaikan, kementerian yang dipimpinnya mempunyai peran seperti Menko, namun dengan anggaran yang tidak lebih dari anggaran sebuah kabupaten.
Sementara itu Muslich Ramelan, Ketua IKA-Unibraw yang juga pemilik PT One System Solution yang bergerak di bidang ICT, menyambut gembira ajakan Meneg PPDT. Dikatakannya, “IKA-Unibraw siap mendukung, dan akan menggalang kekuatan dengan mengajak Unibraw, apakah itu sebagai think-tank, atau memberikan bantuan dalam bentuk lain yang berbasis edukasional dan profesional”.
Lebih baik action daripada berwacana
Diminta bicara secara khusus dalam acara tersebut, Prof Soekartawi memberikan masukan penting. Bisa dimaklumi, karena apa yang disampaikannya didasarkan atas pengalaman sebagai pelatih nasional Program IDT (Inpres Desa Tertinggal) sekitar tahun 1990-an, peneliti pertanian/pedesaan berjangka panjang SDP (Studi Dinamika Pedesaan), dan pengalaman 9 tahun mengurusi pendidikan di negara-negara ASEAN sebagai vice director SEARCA-SEAMEO di Filipina.
Soekartawi berpendapat, waktu 2,5 tahun sampai akhir Kabinet SBY-JK, adalah amat singkat. Karena itu disarankan agar Kementerian PPDT harus segera mempelajari portofolio yang ada sekarang, dievaluasi dan disesuaikan dengan Rencana Strategis (Renstra) 2005-2009, kemudian diambil kebijakan dan program yang jitu untuk mencapai tujuan seperti yang ada di dalam Renstra tersebut.
Soekartawi, yang kini mendapatkan tugas di Depdiknas Jakarta itu, juga menyarankan Meneg PPDT lebih banyak melakukan ’action’ (kerja nyata) daripada berwacana terus. Sebab rakyat kini akan dan ingin melihat dan menilai kerja Menteri termuda di Kabinet Indonesia Bersatu ini.
Begitu pula dengan para pengurus yang lain, banyak memberikan masukkan yang bersifat praktis dalam percontohan-percontohan riil seperti membangun daerah-daerah tertinggal dalam wujud pilot project yang menekankan pada bidang-bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur yang memperkuat terwujudnya UKM pada desa-desa tertinggal seperti pada pembentukan puskesmas pedesaan yang dimotori oleh dokter-dokter praktek alumni Unibraw dan sejenis itu pula peternakan kambing, sapi yang dimotori oleh alumni Peternakan Unibraw.
Acara yang berlangsung sekitar 2 jam itu diakhiri sekitar pukul 20.00 karena Menteri ada kesibukan lain, mendampingi Presiden SBY dalam suatu acara. [ika]

Disertasi Rony Yakub: Representasi Etnis dalam Rekrutmen Birokrasi Daerah
11 Mei 2007
Konsensus etnis telah mempengaruhi keputusan pemerintah daerah agar senantiasa mempertimbangkan untuk merepresentasikan etnis dalam rekrutmen pengangkatan pejabat di lingkungan pemerintah daerah yang multietnis. Implementasi kebijakan rekrutmen pengangkatan pejabat yang merepresentasikan etnis, telah mengakibatkan tumbuhnya semangat nasionalisme, ethnocentrisme, dan primordialisme etnis dalam rekrutmen pengangkatan pejabat di birokrasi pemerintahan sehingga terjadi deviasi birokrasi dalam implementasi kebijakan rekrutmen pengangkatan pejabat eselon I dan II di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Konsensus etnis menjadi dasar pertimbangan karena lahir berdasarkan ikatan moral dan kepercayaan masyarakat yang diikat dalam kepercayaan dan kearifan budaya lokal yang berada di lingkungan pemerintahan daerah yang multietnis.
Permasalahan ini dijabarkan oleh Rony Yakub dalam ujian akhir disertasinya yang berjudul “Representasi Etnis dalam Implementasi Kebijakan Rekrutmen Pengangkatan Pejabat Eselon I dan II di Birokrasi Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara” yang berlangsung di Gedung Fakultas Ilmu Administrasi Unibraw, Jumat, (11/5). Lebih lanjut diungkapkannya, kesepakatan yang melahirkan konsensus etnis ini telah menggambarkan adanya wujud pemerintahan daerah yang berada di tengah-tengah masyarakat multietnis sehingga pemerintah mengambil langkah strategis dengan merepresentasikan etnis dalam pengangkatan pejabat di birokrasi pemerintahan daerah. Hal ini bertujuan agar pemerintahan daerah mendapat dukungan legitimasi dari masyarakat lokal terhadap kekuasaannya.
Dijelaskan Rony, birokrasi representasi lebih fokus untuk melegitimasi kekuasaan politik birokrasi yang sesuai dengan konteks nilai-nilai demokrasi. Prinsip utama dari birokrasi representasi adalah birokrasi pemerintahan daerah yang mencerminkan keanekaragaman komunitas dalam merespon kepentingan-kepentingan semua kelompok dalam pengambilan keputusan-keputusan politik. Menurut Rony, artinya birokrasi representasi lebih mengembangkan keseimbangan dan semangat demokrasi dengan merepresentasikan masyarakat lokal dalam kekuasaannya. Kekuasaan yang dilaksanakan berdasarkan kekuatan representasi etnis lokal dengan mengakomodasikan etnis, gender, demografis, dan geografis ke dalam birokrasi pemerintah dengan penuh kearifan.
Birokrasi representasi telah memperlihatkan bahwa lembaga publik yang dikenal memiliki dimensi politik telah melahirkan kebijakan publik yang sesuai dengan sistem pemerintahan yang berada di tengah-tengah masyarakat yang multietnis. Sehingga tergambarkan bahwa praktik birokrasi representasi telah melahirkan politisasi dalam birkorasi pemerintahan (The Politics of Bureaucracy).
Penelitian ini menetapkan permasalahan sebagai berikut. Pertama, mengapa konsensus etnis menjadi dasar pertimbangan dalam implementasi kebijakan rekrutmen pengangkatan pejabat dan bagaimana sehingga etnis lokal terepresentasi dalam pengangkatan jabatan eselon I dan II di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara? Kedua, bagaimana implementasi kebijakan dalam rekrutmen pengangkatan pejabat eselon I dan II di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara? Ketiga, faktor-faktor apa yang mempengaruhi implementasi kebijakan dalam rekrutmen pengangkatan pejabat eselon I dan II di lingkungan pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tenggara? Rony Yakub berusaha mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasikan rumusan masalah pertama, kedua, dan ketiga dengan menggunakan metodologi postpositivisme phenomenologik-naturalistic, yakni metodologi yang bersifat kualitatif melalui pendekatan fenomenologi alamiah yang menggunakan teori representative bureaucracy sebagai grand teorinya.
Dalam penelitian ini ditemukan bahwa teori representative bureaucracy didominasi oleh adanya representasi ideologi politik partai dalam rekrutmen pengangkatan pejabat eselon I sehingga secara teoritis representative bureaucracy yang merepresentasikan etnis, gender, dan geografis telah berkembang menjadi adanya representasi partai politik dalam birokrasi pemerintah daerah sedangkan untuk eselon II peran etnis lebih dominan dalam pengangkatan pejabat di lingkungan pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tenggara sehingga tetap mendukung terhadap representative bureaucracy yang merepresentasikan etnis dalam birokrasi pemerintah daerah. Peran etnis tersebut diakibatkan olah adanya konflik dalam birokrasi yang mengakibatkan lahirnya konsensus etnis lokal. Dimana rekrutmen pengangkatan pejabat harus merepresentasikan etnis lokal dalam jabatan di pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Selain itu, dalam penelitian ini ditemukan bahwa birokrasi representasi yang ada di daerah Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara berkembang lebih rasional karena lebih cenderung mengarah kepada kualitas dan aturan dalam mengimplementasikan kebijakan rekrutmen pengangkatan pejabat eselon I dan II di lingkungan Pemerintahan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Drs Rony Yakub MSi adalah sarjana lulusan Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta (1995), dan meraih magister sains adminitrasi dari Universitas Gadjah Mada (2001). Pria kelahiran 40 tahun silam yang beristrikan Hamrillah SP ini memiliki dua orang putra. Ujian disertasi Rony Yakub dipromotori oleh Prof Dr M Irfan Islamy MPA dengan kopromotor Prof Dr Sjamsiar Sjamsuddin dan Prof Dr Sumartono MS. Dosen penguji terdiri dari Prof Dr Soesilo Zauhar MS, Prof Dr Jacob Warella MPA, dan Prof Dr Salladien. Selain itu, dihadirkan pula penguji tamu dari Universitas Jember, Prof Dr Kabul Santoso MS.
Dalam yudisium Rony Yakub dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu administrasi dengan predikat sangat memuaskan. [bhm]

LKTM Mahasiswa Baru 2006/2007
11 Mei 2007
Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) bagi mahasiswa baru angkatan 2006/2007 digelar selama dua hari, 11-12 Mei 2007, di gedung PPI. Lomba diikuti oleh 89 karya tulis mahasiswa dari 10 fakultas dan 2 program di lingkungan Universitas Brawijaya.
Naskah karya tulis yang masuk, dari Fakultas Hukum 4 judul, dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Teknik, dan Fakultas Kedokteran masing-masing 9 judul, dari Fakultas Peternakan 1 judul, dari Fakultas Perikanan 6 judul, dari Fakultas MIPA 8 judul, dari Program Bahasa dan Sastra 7 judul, dari Program Ilmu Sosial 3 judul. Jumlah naskah terbanyak (12 judul) masing-masing dikirim oleh Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pertanian. Demikian penjelasan Kasubag Minat dan Penalaran pada Bagian Kemahasiswaan Drs Rudjito, Kamis (10/5).
Empat bidang yang diperlombakan adalah ilmu pengetahuan alam (IPA), ilmu pengetahuan sosial (IPS), pendidikan, dan seni. Bertindak sebagai dewan juri Prof Dr Ir Siti Chuzaemi MS, dr Retty Ratnawati MSc dan Ir Bambang Susilo MS untuk bidang IPA, David Kaluge SE MED Dev PhD, Rachmad Syafa’at SH MSi dan Ir Edi Susilo MS untuk bidang IPS, Sugeng Pinando SE MPd, Drs Imam Suyadi MS dan Ir Anik M Hariati MSc untuk bidang pendidikan, serta Drs Riyanto MHum, Dr Ir Salyo Sutrisno MS dan Dr Ir Antariksa MEng untuk bidang seni.
Berbeda dari penyelenggaraan tahun sebelumnya, untuk tahun ini waktu presentasi karya tulis peserta ditentukan melalui undian. Menurut Rudjito, peraturan baru ini mengacu pada peraturan yang biasa dilakukan pada tingkat nasional.
Panitia akan memilih Juara I, II, III, Harapan I dan Harapan II untuk masing-masing bidang. Pemenang akan mendapatkan piagam dan hadiah masing-masing sebesar Rp 750 ribu dan bebas SPP satu semester untuk juara I, Rp 600 ribu untuk juara II, Rp 500 ribu untuk juara III, serta masing-masing Rp 300 ribu untuk juara harapan I dan harapan II.
Naskah terbanyak adalah bidang IPS sejumlah 30 judul, disusul pendidikan 27 judul, IPA 17 judul, dan seni 15 judul. Berikut beberapa judul yang akan dipresentasikan: “Pemanfaatan kotoran ayam dalam pembuatan briket organik sebagai bahan bakar alternatif” karya Nuke Yunika, Rakhmad Gusta dan Bima Sakty dari Fakultas Teknik untuk bidang IPA, “Mengungkap kehidupan ganda seorang pelaku kawin kontrak di Lowokwaru Malang (suatu studi kasus tentang kehidupan pria pelaku kawin kontrak di Lowokwaru Malang)” karya Vega Novembrawati dan Yuyun Kristianingsih dari Program Studi Bahasa Sastra, “Permainan Sudoku warna sebagai salah satu upaya pengembangan sumber belajar pada anak Autisme” oleh Intan Maulidiyani, Lussia Mariesti dan Nurul Azizah dari Fakultas Ekonomi”, serta “Enkulturasi permainan rakyat congklak dalam kehidupan sosial” karya Nurul Azizah Widyanastuti, Gusik Lumiar dan Dina Wulandari dari Fakultas Teknologi Pertanian. [nik]

Brawijaya Education Fair 2007
10 Mei 2007
Serangkaian kegiatan yang tergabung dalam Brawijaya Education Fair 2007 diselenggarakan oleh Eksekutif Mahasiswa (EM) Universitas Brawijaya. Berbagai kegiatan tersebut meliputi lokakarya yang diselenggarakan selama tiga hari (5, 12, 26/5) di Aula Diploma FIA Unibraw, Bedah buku “Orang Miskin Dilarang Sekolah” di Gedung PPI Unibraw (9/5) serta Seminar Nasional Pendidikan (10/5). Ketiga kegiatan tersebut mengambil tema pokok “Pendidikan Indonesia Riwayatmu Kini”. Dijelaskan Rachmat Irfansyam (mahasiswa FIA Bisnis angkatan 2005), kegiatan ini dilatarbelakangi rasa keprihatinan terhadap sistem pendidikan di Indonesia. “Sesuai amanah konstitusi, anggaran pendidikan di Indonesia sekurang-kurangnya 20% tapi sampai sekarang belum pernah diwujudkan”, ujar Staf Kebijakan Publik EM ini. Lebih dari itu, ia juga mengkritisi kebijakan otonomi kampus oleh pemerintah yang menurutnya harus dikaji lebih lanjut agar jika jadi dilaksanakan, dalam otonomi kampus tidak ada tebang pilih yang menjadikan orang miskin susah sekolah.
Dalam kegiatan bedah buku yang secara khusus mengkaji pendidikan dan kemiskinan, hadir sebagai pembedahnya adalah Santoso dari Resist Book. Buku berjudul “Orang Miskin Dilarang Sekolah” terbitan Resist Book ini dalam acara tersebut menjadi sajian menarik bagi mahasiswa dan pemerhati pendidikan di wilayah Malang. Puluhan peserta menghadiri acara yang menampilkan Hasan dari DPM dan Rachmad Syafaat SH MHum (staf pengajar Fakultas Hukum) sebagai pembanding ini.
Anggaran Pendidikan Belum Maksimal
Sementara itu, dalam seminar nasional tiga pemateri dari disiplin keilmuannya masing-masing membahas sistem pendidikan Indonesia. Mereka adalah Dr Eggi Sudjana, SH MSi (aktivis dan pengamat hukum di Indonesia), Dr MR Khairul Muluk MS (staf pengajar Ilmu Admisnistrasi Negara) serta Dr Ir M Sasmito Djati MS (Tim Kelompok Kerja Otonomi Unibraw). Dimoderatori Ngesti Dwi Prasetyo SH MHum, mereka bertiga mengupas “Otonomi Kampus antara Prestige dan Prestasi”. Dalam sessi selanjutnya, tema “Kesejahteraan dan Peran Mahasiswa dalam Otonomi Kampus” dikupas oleh Dede Suparjo (Presiden EM Universitas Brawijaya), mahasiswa anggota Majelis Wali Amanat UGM dan IPB serta Ir Ainurrasjid MS (Pembantu Rektor III Unibraw bidang Kemahasiswaan). Dalam presentasinya, ketiga pemateri pertama mengupas sistem pendidikan Indonesia dan  otonomi kampus dari berbagai sudut pandang. Selaku anggota Tim Kelompok Kerja BHPMN Universitas Brawijaya, Sasmito Djati mengatakan bahwa otonomi merupakan kebutuhan institusi pendidikan di Indonesia. Menurutnya, posisi lembaga pendidikan tinggi Indonesia saat ini “terjerat” sehingga menjadikan dirinya tidak leluasa dalam mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki. Lebih dari itu, ia menyatakan bahwa otonomi sangat mendukung independensi sehingga lebih optimal dalam menyokong perjuangan masyarakat, bangsa dan negara. “Kondisi Indonesia saat ini identik dengan mental PNS yang justru menjadi hambatan menuju progresivitas terutama karena tidak adanya independensi, karakter birokratis serta pola pikir yang tidak mengarah pada efisiensi dan efektivitas. “BHPMN mensyaratkan akuntabilitas dan layanan prima, bukan komersialisasi yang selama ini menjadi kontroversi”, ujar peneliti biologi molekuler ini.
Sementara itu, MR Khairul Muluk yang juga staf pengajar Ilmu Administrasi Negara Universitas Brawijaya mengkaji otonomi kampus dari perspektif keilmuannya. Menurutnya, respon publik terhadap wacana dan keberlangsungan otonomi kampus sangat beragam, ada yang mendukung, menolak dan biasa-biasa saja. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa otonomi merupakan salah satu instrumen menuju tujuan yang sebenarnya yaitu pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan. “Apakah otonomi memang satu-satunya instrument menuju kedua tujuan tersebut? Kalau tidak mampu mencapai kedua tujuan tersebut untuk apa dilakukan?”, ujar Khairul. Dengan analogi otonomi yang saat ini dilangsungkan di pemerintahan daerah yang mensyaratkan desentralisasi, Khairul mengatakan bahwa implementasi desentralisasi merupakan pilihan antara devolusi, dekonsentrasi dan privatisasi (swastanisasi). “Privatisasi merupakan salah satu bentuk yang paling dikhawatirkan oleh insan PTN dan ini mungkin saja terjadi”, ujarnya. Selanjutnya, Khairul mengatakan bahwa melalui bentuk Badan Hukum Pendidikan Milik Negara (BHPMN) perguruan tinggi harus diberi kewenangan otonomi secara finansial, SDM maupun organisasi dan kelembagaan. “Hal ini tentu saja tidak boleh dilakukan secara radikal, karena akan menciptakan hal-hal ekstrim seperti terbentuknya kedaulatan lokal, dominasi elite lokal serta kurangnya kontrol penyeimbang”, ujar Khairul. Lebih lanjut, Khairul menyarankan perlunya pembenahan internal PTN terlebih dahulu menyangkut struktural, fungsi, institusi serta behavioral. “Yang jelas harus ada yang berubah dari model PTN saat ini, BHMN merupakan salah satu bentuk yang seharusnya masih sangat terbuka untuk diperdebatkan. Jika pemerataan kesempatan dan peningkatan kualitas pendidikan tidak tercapai untuk apa dilakukan”, tegasnya.
Pembicara selanjutnya, Dr Eggi Sudjana SH MSi menyoroti komitmen pemerintah terhadap dunia pendidikan dari perpektif hukum. Pemilik Law Firm Eggi Sudjana & Partners Jakarta ini mengkritisi anggaran pendidikan yang dialokasikan pemerintah untuk saat ini yang masih sebesar 9.1% dan sangat jauh dari amanah konstitusi yang mencapai 20%. “Dari segi implementasi hukum jelas sekali pemerintah kurang peduli untuk mendidik rakyatnya”, ujar mantan Ketua Umum PBHMI-MPO tahun 1986-1988 ini. Dengan nada provokasi, Eggi menyatakan bahwa dengan kenyataan ini institusi pendidikan dan mahasiswa khususnya layak untuk melakukan impeachment kepada Presiden atau apapun bentuknya untuk mengekspresikan kekecewaan atas kekurangpedulian pemerintah terhadap dunia pendidikan. Di sisi lain, Dr M Sasmito Djati justru mengkhawatirkan jika anggaran pendidikan 20% dari APBN tergesa-gesa dan emosional dikucurkan tanpa pembenahan secara komprehensif terlebih dahulu. “Tidak sederhana untuk meloloskan anggaran pendidikan 20% dari APBN tanpa penataan, jangan-jangan malah dimakan dan masuk kantong pribadi dengan dalih proyek”, ujar dosen Biologi FMIPA ini. [nok]

Hasil SPKS 2007: 402 Calon Maba, SPKIns 2007: 159 Calon Maba
10 Mei 2007
Melalui pengumuman nomor 009/Peng/2007 tanggal 9 Mei 2007, diumumkan daftar nama 402 orang calon mahasiswa baru Universitas Brawijaya sebagai hasil Seleksi Program Kemitraan Sekolah (SPKS) Ujian Tulis tahun akademik 2007/2008. Ujian tulis itu sendiri dilaksanakan 29 April 2007 silam di 10 kota: Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Probolinggo, Lumajang, Blitar, Tulungagung, Madiun, Malang, dan Bontang. Mereka ini diseleksi dari 942 orang pendaftar, terinci 532 dari kelompok IPA dan 410 dari kelompok IPS. Selengkapnya daftar ini dapat dikilik di sini.
SPKIns
Pada hari yang sana, dengan pengumuman nomor 010/Peng/2007, diumumkan pula hasil seleksi program kemitraan instansi (SPKIns). Melalui SPKIns tahun akademik 2007/2008, diterima 159 calon mahasiswa baru. Mereka diseleksi dari 238 orang pendaftar (141 dari kelompok IPA. dan 97 dari kelompok IPS) yang mengikuti ujian tulis pada hari MInggu 29 April 2007, di 7 lokasi perusahaan/instansi, yakni: LNG Badak, YPK Bontang, Krakatau Steel, PLN Jatim, Petrokimia Gresik, Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh, dan Chevron Riau. Selengkapnya daftar nama calon yang diterima melalui SPKIns tahun 2007/2008 dapat dikilik di sini.
Daftar Ulang
Bagi calon yang diterima diwajibkan hadir (tidak boleh diwakilkan) pada hari Senin-Rabu (18-20 Juni 2007), pukul  08.00-13.00 WIB, di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya, Jalan Veteran, Malang, untuk melakukan daftar ulang.
Ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi calon. (1) Siswa yang diterima SPKS/SPKIns harus lulus ujian nasional 2007. Jika tidak, maka hasil seleksi SPKS/SPKIns dianggap gugur. (2) Menunjukkan rapor, STTB, surat tanda kelulusan (SKHU), dan akte kelahiran asli serta menyerahkan fotokopinya masing-masing 1 lembar. (3) Menyerahkan 4 lembar pasfoto hitam-putih ukuran 3x4 cm. (4) Menyerahkan kartu peserta tes SPKS/SPKIns 2007. (5) Menyerahkan slip gaji/bukti rincian penghasilan orang tua. (6) Menyerahkan fotokopi kartu susunan keluarga (KSK) 1 lembar. (7) Menyerahkan bukti pembayaran rekening listrik, PDAM, PBB, dan telpon rumah bulan terakhir (Mei/Juni) atas nama orang tua. (8) Membawa meterai Rp 6000 (satu lembar), (9) Membawa pensil 2 B. (10) Membayar biaya pendidikan sesuai ketentuan.
Catatan: Besarnya biaya pendidikan untuk semester pertama masing-masing program studi, untuk calon yang diterima melalui SPKS dapat diklik di sini. Sedangkan bagi calon yang diterima melalui SPKIns, dikenakan tambahan institution fee (sebesar 15% dari biaya SPP, SPFP, dan SPIP). Besarnya biaya pendidikan semester pertama masing-masing program studi, untuk calon yang diterima melalui SPKIns dapat diklik di sini.
(11) Pembayaran biaya pendidikan dilakukan di Bank BTN seluruh Indonesia secara on-line dengan menyebutkan nomor tes calon, mulai tanggal 4-15 Juni 2007. (12) Menyerahkan bukti pembayaran biaya pendidikan dari Bank BTN dan fotokopinya sebanyak 4 lembar. (13) Biaya pendidikan yang telah disetor tidak dapat ditarik kembali kecuali jika calon diterima di Universitas Brawijaya melalui SPMB. Khusus untuk ini, biaya pendidikan dapat dialihkan dengan ketentuan dikenai potongan biaya administrasi sebesar 25%. dengan syarat menunjukkan serta menyerahkan fotokopi kartu tes SPMB 2007, dan bukti pembayaran biaya pendidikan dari Bank BTN.
Apabila yang bersangkutan tidak hadir atau terlambat dengan alasan apapun, maka siswa tersebut dianggap mengundurkan diri sebagai calon mahasiswa Universitas Brawijaya. [Far]

Ujian Disertasi Waskito
9 Mei 2007
Sepsis adalah sebuah sindroma respon inflamasi sistemik (systemic inflammatory response syndrome/SIRS) disertai dnegan adanya bukti infeksi mikroorganisme. Sepsis terjadi selama periode infeksi dan ditandai dengan minimal dua kriteria atau lebih, dari pasien yang mengalami febris atau hipotermi, tahipnea, tahikardi dan lekositosis atau lekopenia. Kejadian sepsis cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Demikian ungkap Waskito dalam disertasinya yang berjudul ”Pemaparan ACTH4-7PRO8-GLY9-PRO10 pada kultur HUVECs mencegah Apoptosis Endotel Akibat Pemberian Lipopolisakarida”. Ujian disertasi Waskito berlangsung di Gedung E Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu 9 Mei 2007.
Lebih lanjut Waskito memaparkan bahwa usaha para ahli dalam menanggulangi sepsis yang berkembang menjadi syok septik dan kompilasi sindroma kegagalan multiorgan masih belum berhasil baik. Angka kematian masih tinggi sekalipun telah ada serangkaian protap manajemen terbaru sesuai konsensus yang terdapat dalam guideline terapi sepsis, baik berupa terapi resusitasi, antibiotik, maupun organ support. Penelitian Waskito diharapkan dapat mengungkap sebagian mata rantai patomekanisme sepsis, utamanya yang menyangkut disfungsi endotel.
Penelitian Waskito melalui tiga tahap dan dilakukan di laboratorium sentral biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Pertama melakukan eksplorasi berbagai dosis Lipopolisakarida (LPS) pada kultur HUVECs. Kedua melakukan eksperimen untuk melihat pengaruh pemberian ACTH4-7 P8G9P10 dengan beberapa dosis yang berbeda pada kulter HUVECs yang mendapatkan paparan LPS dosis apoptotik. Ketiga melakukan eksperimen untuk melihat pengaruh pemberian ACTH4-7 P8G9P10 dengan beberapa dosis yang berbeda pada kultur HUVECs yang mendapatkan paparan LPS dosis apoptotik yang diperoleh melalui tahap pertama.
Hasil penelitian Waskito menunjukkan, ACTH4-7 P8G9P10 pada dosis sitoprotektif mampu menurunkan Ca2+ sitosol, indeks apoptosis, mRNA dan protein iNOS serta meningkatkan ekspresi reseptor melanocortin-1 pada kultur HUVECs yang dipapar LPS dosis sitotoksik. Itu berarti ACTH4-7 P8G9P10 dapat memperbaiki disfungsi endotil dan mencegah apoptosis, sehingga diduga dapat dipakai untuk tambahan terapi pada sepsis.
Dr dr Waskito SpAnK IC adalah doktor ilmu kedokteran dengan minat biomedik. Pria kelahiran Bandung 56 tahun silam itu memiliki dua orang putra dan satu orang putri. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Bandung. Meraih gelar sarjana kedokteran dari Universitas Indonesia (1979) dan menyelesaikan pendidikan spesialis anestesiologi di universitas yang sama (1988). Pendidikan informal lain yang pernah ditempuh yaitu Pediatric Course Anesthesia di Singapore General Hospital (1993). Waskito pernah menjabat sebagai kepala puskesmas Semongkat/Kerato Kabupaten Sumbawa (1979-1983), kepala bagian anestesiologi RSU Undata Palu (1989-1990), dan sejak 2004 hingga sekarang menjabat sebagai kepala instalasi anestesiologi dan rawat intensif RSSA. Selain melakukan bidang pekerjaan medis, Waskito juga menjadi dosen luar biasa di Universitas Brawijaya. Ujian disertasi Waskito dipromotori oleh Prof dr M Aris Widodo MS SpFK PhD dengan ko promoter Prof dr Ahmad Hidajat SpOG (K) FER, dan Dr dr Edi Widjajanto SpPK (K). Dosen penguji terdiri dari Prof dr siti Chasnak SpAnK NA, Prof Drs Sutiman Bambang Sumitro SU DSc, Dr dr H Hari Bagianto SpAnK IC serta Dr drg Nur Permatasari MS. Waskito lulus dengan predikat sangat memuaskan. [nik]

Pembukaan Dokumen Penawaran Pembangunan Lanjutan Gedung FK
9 Mei 2007
Pembangunan gedung Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya akan dilanjutkan lagi pada bulan Juni mendatang. Pembukaan pendaftaran lelang telah dibuka semenjak 19 April sampai 1 Mei 2007. Pelelangan ini ditujukan untuk pembangunan tahap penyelesaian bangunan atau finishing gedung. Dr dr Samsul Islam SpMK MKes, Dekan Fakultas Kedokteran mengatakan gedung ini akan digunakan untuk membangun kegiatan mahasiswa. Dari proses belajar-mengajar sampai kegiatan kemahasiswaan. “Sebagai tempat kegiatan mahasiswa, gedung ini nantinya akan dilengkapi dengan kantor BEM, kantin, dan toko, serta masih banyak lagi yang lain,” ujarnya. Selain itu, bangunan ini juga dilengkapi dengan 8 ruang kuliah, masing-masing berkapasitas 60 orang. Selain itu akan dilengkapi pula dengan 30 ruang diskusi. “Ruang diskusi ini sangat diperlukan oleh kami mengingat proses belajar-mengajar kami sudah menggunakan metode base learning”, kata Dekan. Proses ini menurutnya membutuhkan banyak ruang diskusi kecil.
Pada pembukaan dokumen penawaran, Rabu (9/5) tercatat sebanyak 18 rekanan yang mengikuti proses ini. H Abdul Slamet, ketua panitia pelelangan mengatakan, ada 23 rekanan yang mendaftar kali ini, hanya saja dua di antaranya mengundurkan diri, dan tiga lainnya tidak hadir. Pagu anggaran yang ditawarkan untuk biaya finishing gedung ini sebesar Rp 11 milyar.
Dengan pagu anggaran tersebut, ada yang berani menawar sebesar Rp 8,25 milyar yaitu dari PT Ferdis Jaya. “Tapi ini belum tentu yang kita pilih,” kata H Abdul Slamet. Menurutnya masih ada beberapa tahap yang harus dilewati. Dilakukan evaluasi dari segi administrasi maupun aritmatika. Syarat administrasi yang harus dipenuhi di antaranya surat penawaran, rekapitulasi biaya, rencana anggaran biaya, daftar harga bahan dan upah, jumlah penawaran (copy), surat referensi bank, metode pelaksanaan pekerjaan, daftar peralatan, dan lain-lain. Setelah itu semua penawaran yang memenuhi syarat tersebut diajukan kepada Dekan Fakultas Kedokteran untuk kemudian ditetapkan dan diumumkan pemenangnya sekitar tanggal 15 Mei 2007.
Proses penyelesaian bangunan gedung FK tersebut termasuk di antaranya pekerjaan pemasangan tembok, pengecatan, pemasangan lantai, partisi, serta instalasi listrik dan air. Menurut H Abdul Slamet, pelelangan ini masih belum termasuk pengadaan furnitur gedung. “Nanti akan ada lelang tahap selanjutnya untuk mengisi ruangan seperti pengadaan dan pemasangan AC, pengadaan bangku kuliah, dan lain-lain", ujarnya. [vty]

Ulang Tahun LPM Aqua
9 Mei 2007
Dies natalis ke-24 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Aqua Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya diperingati. Serangkaian kegiatan peringatan disiapkan. Selama lima hari, 7-11 Mei 2007, LPM Aqua mengadakan bursa buku yang bertempat di koridor A Fakultas Perikanan. Ada beberapa jenis buku yang disediakan. Menurut Anam, salah satu panitia mengatakan ada enam penerbit yang turut andil dalam perhelatan ini. Di antaranya Agromedia, LKIS, Dioma, Penebar Swadaya, CV Sibukman dan toko buku Sarikat.
Mereka juga mengadakan acara yang bedah buku, Rabu (9/5). Buku berjudul “Strategi Hidup Nelayan” karangan Kusnadi menjadi pilihan mereka. Buku ini menceritakan mengenai kehidupan nelayan di Jember, Paseban. Hadir sebagai pembedah pengarangnya sendiri yaitu Kusnadi. Ia banyak menceritakan potensi di Jember dan penanganan nelayannya yang menggunakan metode pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir (PEMP). “Sayangnya metode ini tidak ditindaklanjuti secara berkelanjutan sehingga permasalahan yang dihadapi tidak selesai sampai tuntas”, terang Kusnadi.
Menurut Aviv, ketua umum LPM Aqua tidak hanya dua acara tersebut. Tapi masih ada dua acara lainnya yaitu pentas seni pada tanggal 24 Mei 2007 dan Diklat Broadcasting pada 26 Mei 2007. [vty]

Sukses Berwirausaha di Era Global
9 Mei 2007
Selama dua hari, Selasa-Rabu (8-9/5) Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (Himatitan) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Lomba Rancang Bangun Agroindustri 2007 dan Seminar Nasional Sukses Berwirausaha dalam Menghadapi Persaingan Global. Lomba Rancang Bangun Agroindustri diikuti oleh pelajar SMA dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Fajar Riadi, Ketua Himatitan, mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk menggalang ide-ide segar dan inovatif baik dari pelajar maupun mahasiswa untuk memajukan usaha kecil dan menengah (UKM) dalam era persaingan global. “Dengan turut mengembangkan UKM, berarti turut pula mengembangkan ekonomi kerakyatan nasional”, ujar Fajar. Hadir sebagai pembicara dalam kesempatan seminar nasional adalah pengusaha agrobisnis terkemuka di Indonesia, Bob Sadino serta pengusaha waralaba terkemuka di Indonesia, Drs Chu Chu Suhendar SSos.
Kebutuhan dan Kompetisi Sektor Agribisnis
Dalam paparannya, Bob Sadino mengajak mahasiswa untuk berpikir "out of the box". Secara panjang lebar, ia bahkan mengkritik dunia akademis yang menurutnya tidak menerapkan dengan tepat ilmu yang dikembangkan di dalam kampus untuk masyarakat. “Banyak hal sepele di masyarakat, khususnya dunia pertanian yang tidak tersentuh oleh kampus”, papar dia. Hal ini menurutnya menjadikan sektor agribisnis Indonesia jauh terpuruk dibandingkan negara lain seperti Thailand. Lebih lanjut ia membandingkan perkembangan di negeri Gajah Putih itu yang telah berhasil mengembangkan dan memasarkan produk-produk yang dipandang sebelah mata. “Di Thailand, daun singkong diolah dan dikemas dengan cantik didalam botol untuk dipasarkan di beberapa supermarket di dunia”, ujar laki-laki yang mengawali bisnisnya sejak usia 35 tahun ini. Beberapa produk lain yang berhasil dinaikkan nilai tambahnya oleh Thailand juga dipaparkan Bob Sadino, diantaranya mangga muda, jeruk nipis, dan daun jeruk. “Dengan inovasi ini, nilai daun singkong, mangga muda, jeruk nipis dan daun jeruk bisa naik hingga 100 kali lipat sehingga mampu mensejahterakan petani”, kata dia. Dengan semakin pesatnya perkembangan dunia agribisnis di beberapa negara tetangga, Bob merasa prihatin dengan kondisi yang ada di Indonesia. Secara khusus ia mencontohkan kasus bawang merah yang dihasilkan oleh petani dari Kota Brebes yang harganya sangat fluktuatif. “Ketika bawang merah langka, harga akan tinggi sekali tetapi barang nyaris tidak ada tetapi ketika panen melimpah harga turun drastis dan bawang merah dibuang kemana-mana”, tuturnya. Bukan hanya dunia pertanian saja yang dikritik Om Bob, demikian ia biasa dipanggil, tetapi juga dunia peternakan. Seperti contoh dalam Agribisnis sektor peternakan, ia berharap terdapat pemetaan baku bagi daging sapi di Indonesia yang dikenal oleh masyarakat luas. “Kita mengenal thenderloin sebagai bagian daging sapi yang enak, tetapi hal ini tidak dikenal oleh masyarakat awam terutama di pasar-pasar tradisional”, kata dia dalam menjelaskan kebutuhan riil masyarakat. Dengan pemetaan ini misalnya, ketika seorang pembeli mendapatkan satu bagian daging yang enak suatu hari, ia akan mendapat nama yang tepat dan dapat dipahami oleh si penjual ketika kembali pada hari berikutnya. “Pemetaan daging sapi hanya dikenal di supermarket, tetapi tidak di pasar-pasar tradisional atau bahkan untuk daging sapi produksi lokal”, ujar pemilik salah satu pabrik daging olah ini.
Peran Kampus dan Mahasiswa
Bob Sadino yang mengaku tamatan SMA dan tidak pernah mengenyam bangku kuliah,  dalam kesempatan wawancara, merasa prihatin dengan kalangan akademisi yang lebih banyak memposisikan dirinya sebagai kaum elit dan menjauh dari masyarakat. Terkait hal ini, ia sempat bercerita perjalanannya ke sebuah kebun bibit di Jepang. “Ketika masuk kebun bibit itu kita akan melihat ratusan orang sibuk dengan pekerjaan masing-masing mulai dari mengurusi tanah yang kotor, menata bibit dsb tanpa menonjolkan identitas mereka. Tetapi begitu kita berkomunikasi, kita baru tahu bahwa mereka itu PhD semua, ratusan dari mereka bergelar PhD dari perguruan tinggi ternama di Jepang”, paparnya dengan penuh kekaguman. Berpijak dari hal ini, Bob Sadino memandang perlunya ditanamkan jiwa dan semangat kerja keras “dari nol” kepada mahasiswa dengan balutan karakter rendah hati. “Kalau ada mahasiswa yang kerja praktek di tempat saya, saya tidak akan membutuhkan teori mereka, saya akan suruh mereka mengepel lantai dan cuci piring”, kata dia. Dengan penekanan ini, Bob Sadino mengharapkan ketika di kampus, mahasiswa dapat mengeksplorasi dirinya secara optimal. “Ketika di kampus, mahasiswa harus belajar tahu dan belajar bisa walaupun sedikit, dengan proporsi belajar bisa yang lebih banyak”, kata dia. “Kita harus menghasilkan sarjana yang efektif bagi masyarakat karena mereka juga dibiayai oleh masyarakat sehingga mahasiswa adalah dari masyarakat dan untuk masyarakat”, tambah laki-laki kelahiran tahun 1933 yang masih tampil enerjik ini. Terkait peranan kampus dan mahasiswa, Bob Sadino sangat menekankan perlunya keterkaitan dunia kampus dengan dunia praktis sehingga terjadi link and match dengan menerapkan ilmu di kampus untuk masyarakat dan sebaliknya. “Sekolah melulu kapan kayanya?”, gurau laki-laki yang mengaku telah empat kali berkunjung ke Unibraw ini. Bob Sadino yang mengaku tidak banyak mengemban ilmu dari bangku sekolah ini, mengkritik dunia pendidikan formal dengan mengatakan bahwa justru orang-orang yang belajar di dunia non formal, melalui pembelajaran langsung dari kehidupan, telah menerapkan semangat belajar sepanjang hayat. Justru pendidikan formal saat ini hanya melahirkan konsep pendidikan instant, dimana para peserta didiknya hanya berpikir belajar 5 tahun saja di perguruan tinggi untuk mendapatkan ijazah. “secarik kertas ijazah itu, jika dijual pun tidak akan laku”, sindirnya.
Konsep Berwirausaha ala Bob Sadino
Bob Sadino, sosok sukses yang kerap membuat pernyataan nyleneh itu selalu membuat peserta geleng-geleng kepala mendengarnya. Dia memiliki logika terbalik dalam pemikirannya, seperti contoh, tujuan berbisnis adalah mencari rugi dan bukan mencari untukng. Dia tidak pernah memiliki tujuan dan target, dia anti manajemen dan tidak peduli dengan manajemen, dia tidak suka bekerja keras dan tidak pernah bekerja keras. Dan yang paling kontroversosial adalah dia tidak pernah berdoa untuk masuk surga malah dia ingin masuk neraka. Bob berbicara seperti itu dengan alasannya sendiri. Misalnya berbisnis adalah untuk rugi, ia mengilustrasikannya kepada para peserta yang hadir dengan mengambil sebuah gelas yang setengah berisi air. kemudian Dia memberikan 3 pilihan yaitu gelas itu setengah penuh, setengah kosong atau sama saja? Menjawab hal ini, gelas yang setengah penuh atau setengah kosong menurut Bob adalah sama saja. Jadi, berbisnis mencari rugi tidak selalu berakhir dengan kerugian. “Kadang kadang rugi dan kadang-kadang untung. Kalau kita mencari untung pun tidak akan selalu untung, pasti kadang-kadang rugi”, jelasnya kepada peserta yang memenuhi hall widyaloka. Lebih lanjut, Bob memaparkan bahwa uang bukanlah faktor yang terpenting, “uang itu nomor kesekian, yang paling penting adalah kemauan, komitmen tinggi, dan berani mengambil peluang”, kata dia. Terkait modal, Bob Sadino mengatakan bahwa rata-rata kalau orang berbicara modal maka otaknya langsung bilang duit. Orang yang lebih canggih lagi menurut Bob menilai modal dengan benda-benda tangible seperti cangkul, becak atau pikulan. Tapi ada lagi modal yang tidak bisa dipegang, dilihat, dll yaitu keberanian, kemauan dan tekad. “Modal saya yang tidak kelihatan itu”, kata dia.
Dalam menjalankan bisnisnya Bob mengaku “mengalir saja”, tanpa rencana dan tanpa tujuan. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa rencana tidak harus selalu baku dan kaku karena saat melakukan sesuatu pikiran kita berkembang sehingga apa yang ada pada diri kita adalah pengembangan dari apa yang kita lakukan. Menurutnya, dunia ini terlampau indah untuk dirusak hanya karena kekecewaan karena seseorang tidak mencapai sesuatu yang sudah direncanakan. Terkait hal ini, Bob sendiri mengaku kesulitan ketika ditanya mengenai definisi leadership. “Kalau ditanya hasilnya, maka saya katakan ada 1600 anak-anak yang mengikuti saya dan saya bapaknya, nggak pakai resep, mereka itu mengikuti saya kok”, kata dia. Bagi Bob Sadino, alam adalah guru yang terbaik. “Saya melihat anak-anak, saya melihat pohon, matahari, jalanan, batu dan semua yang ada di sekeliling saya”, kata dia.  “Apa orang itu tidak bisa belajar dari batu?, sayang sekali banyak orang tua yang tidak rela anaknya tidak sekolah”, tambahnya.
Konsep Berwirausaha Chu Chu Suhendar
Dalam pemaparannya, Chu Chu Suhendar merangkai pengalamannya dalam mengembangkan berbagai bisnisnya yang bergerak dalam bidang restorasi, diantaranya adalah Bakmi Tebet. Secara khusus, ia memaparkan 17 langkah dalam memulai usaha, diantaranya adalah menentukan goal setting, dengan memulai dari hal yang terkecil dan paling mudah untuk dilakukan. Mental dan keberanian menurut Chu Chu sangat dibutuhkan terutama dalam memulai bisnis, berubah dan bersaing dalam bisnis. “Jika terlalu susah untuk memulai dari awal, maka kembangkan konsep ATM yaitu, Amati, Tiru dan Modifikasi”, paparnya. Dalam mengembangkan usahanya, Chu Chu mengatakan bahwa mempertahankan dan terus mengembangkan bisnis bukanlah hal yang mudah. “Hal yang penting adalah membuat manajemen SDM yang matang dan memperhatikan pegawai dengan melalui tahapan yang telah ditetapkan mulaid ari cuci piring, asisten dapur, asisten masak dan kasir”, kata dia.
Lomba Rancang Bangun Agroindsutri 2007
Tampil sebagai finalis dalam Lomba Rancang Bangun Agroindustri adalah SMA Negeri 3 Jombang, SMA Negeri 2 Jombang (4 kelompok), SMA Negeri 1 Batu, SMA Unggulan BPPT Al-Fattah Lamongan, SMA Negeri 1 Pamekasan, SMA Negeri 1 Tanjung Selor, Bulungan  dan SMA Negeri 1 Samarinda. Sementara untuk finalis dari kelompok Perguruan Tinggi adalah Universitas Jenderal Sudirman (2 kelompok), Universitas Pattimura, Universitas Negeri Surakarta dan Unika Santo Thomas Sumatera Utara Medan. Setelah melalui kompetisi, akhirnya SMAN 2 Jombang atas nama Andini Elnusawati, Dwi Rosiana Sari dan Firda Rahmania tampil sebagai Juara I untuk kelompok SMA. Kemudian disusul Juara II yaitu SMAN 1 Batu atas nama Endah Wijayanti, Fitri Linda Sari dan Dinesh Basti Fanani dan Juara III, SMAN 3 Jombang atas nama Aulia Ardiani, Epiza A.W, dan Uzifatul J. Pemenang dengan presentasi terbaik berhasil diraih oleh SMAN 1 Samarinda atas nama Malta Nur Doa dan Roni Sanjaya.
Sementara untuk kelompok Perguruan Tinggi, tampil sebagai juara I adalah Program Studi Teknik Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman atas nama Tonisah, Dian Putri Utami dan Slamet Sukoco. Juara II: Fakultas Pertanian UNS Surakarta atas nama Riny Ambarwati dan Norbertus Citra Irawan, Juara III: Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon atas nama Elsina Dugananta dan June Pattipeilany. [nok]

Kunjungan Siswa SMAN 5 Surabaya ke FH Unibraw
08/05/2007 07:22:16 (fh)
Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Senin (7/5), menerima kunjungan rombongan siswa SMAN 5 Surabaya. Kunjungan ini dilakukan dalam rangkaian kegiatan Student Day, sekaligus dimaksudkan untuk meningkatkan leadership, human relation, self confidence, bravery discipline, creativity dan integrity di kalangan siswa.
Rombongan yang beranggota 10 orang siswa Kelas 2 IPA ini diterima secara langsung oleh Pembantu Dekan II, Abdul Madjid SH MHum dan Kabag Tata Usaha Fakultas Hukum Unibraw Eko Kuswanto SH. Dibuka dialog antara siswa dan kedua pejabat. Kesempatan itu mereka manfaatkan untuk menggali segala informasi tentang pengelolaan, serta tentang profil Fakultas Hukum, yang meliputi: kondisi obyektif, visi-misi, bentuk layanan, juga hambatan-hambatan yang dialami serta solusi yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. [ch]

Pemenang Lomba Menulis Surat untuk Pak Rektor
8 Mei 2007
Rully Agustinna, mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Peternakan Unibraw angkatan 2006, memenangkan lomba penulisan surat untuk Pak Rektor. Lomba diselenggarakan oleh Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa Universitas Brawijaya (UAPKM-UB) dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-24 UAPKM-UB. Rully Agustinna memenangkan lomba dengan suratnya yang berjudul ”Bagaimana Rasanya jadi Rektor yang Harus Bersosialisasi di Lingkungan Orang Awam”.
Dalam suratnya, Rully menulis beberapa hal tentang diri Pak Rektor. Awalnya ia bercerita tentang rasa gembira karena dapat diterima di Unibraw. Tapi sayangnya, menurut beberapa teman banyak yang menganggap sebelah mata atas jurusan yang telah dipilihnya. ”Mereka menganggap orang pintar dan berhasil apabila ia diterima di Fakultas Kedokteran, Ekonomi Manajemen, Akuntansi, segala Teknik dan Hukum. Uch Pak Rektor, aku jadi sedih banget...” curhat Rully dalam suratnya.
Bahasa yang digunakan tidak baku. Rully sengaja menulis dengan menggunakan bahasa pergaulan dengan maksud untuk lebih merasa akrab dengan Pak Rektor. Mahasiswa baru ini juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Prof. Yogi Sugito menjadi rektor yang baru. ”Pak gimana sih rasanya menjabat jadi Rektor??... Apa mungkin ampir mirip ketika bapak jatuh cinta pertama kali,” tanyanya.
Akhir surat cukup menggelitik. Rully bertanya mengenai bagaimana sikap Pak Rektor jika berada dalam lingkungan yang pendidikannya rendah. Rully juga meminta tanggapan, bagaimana jika ada tetangga Pak Rektor yang mengatakan, ”Udahlah dia hanya seorang Rektor yang koruptor.”
Eka Nugraha Putra, panitia penyelenggara mengatakan ada dua tema dalam lomba penulisan surat untuk Pak Rektor ini. Pertama, mengenai ”Good Management With BHP”, dan yang kedua mengenai ”Pak Rektor Seperti Apakah Anda?”
Mahasiswa Fakultas Hukum ini mengatakan, penilaian lomba didasarkan pada segi komunikatif isi dan unik.
Dari hasil penjurian yang dilakukan langsung oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, Rully mendapatkan nilai tertinggi. ”Ia berhak mendapatkan trofi, sertifikat, uang tunai, dan surat balasan langsung dari Pak Rektor,” terangnya. Surat balasan Rektor akan dimuat pada MIMBAR Koran Kampus edisi mendatang. [vty]

Dephan Jajaki Kerjasama dengan Unibraw
8 Mei 2007
Rektor Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Yogi Sugito, Selasa (8/5), di ruang sidang lantai VII gedung Rektorat, menerima utusan dari Markas Besar TNI dan Lembaga Pengkajian Teknologi (Lemjiantek) Departemen Pertahanan Republik Indonesia. Utusan itu terdiri dari Kol (Inf) H Tato Setiawan SE MM, LetKol (CAJ) Drs Sugeng Berantas, LetKol (CPU) Ir Pudji Chairuddin dan Mayor (ARH) Ir Nur Rachman MT. Dari pihak Unibraw hadir pada kesempatan itu Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, Dekan Fakultas Teknik Ir Imam Zaky MT, Dekan Fakultas MIPA Ir Adam Wiryawan MS, Pembantu Dekan I Fakultas Teknik Ir Achmad Wicaksono MEng PhD, Ketua Jurusan Teknik Mesin Ir Bambang Indrayadi MT, Ketua Jurusan Teknik Elektro Ir Purwanto MS, dosen senior Jurusan Teknik Sipil Ir Agus Suharyanto MEng PhD, Kepala Pusat Penelitian Biokonversi Lemlit Prof Dr Ir Chandrawati Cahyani MS, dan Kepala BAPSI Dra Siti Romlah MM.
Dalam pertemuan itu dibahas kemungkinan menjalin kerjasama antara Departemen Pertahanan dengan Universitas Brawijaya. Kerjasama yang dimaksud adalah dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat. Rektor mengharapkan agar kerjasama kedua belah pihak dapat segera direalisasi. Pada kesempatan itu juga utusan dari Dephan mengungkapkan beberapa catatan yang perlu dipertimbangkan. Di antaranya, mengenai harapan agar tidak memberikan target pemenuhan jumlah peserta didik yang akan melanjutkan ke Universitas Brawijaya, maupun pemenuhan standar kemampuan berbahasa Inggris bagi calon peserta didik. Bidang ilmu yang ditawarkan adalah teknologi pertahanan. [nik]

Demo Soal Masjid Kampus
7 Mei 2007
Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) siang hari Senin (7/5) berdemonstrasi di depan gedung Rektorat Universitas Brawijaya. Aksi demonstrasi ini dimaksudkan untuk menyikapi adanya indikasi pemanfaatan masjid kampus sebagai tempat penyebaran radikalisme agama yang mengarah pada dihalalkannya kekerasan dengan mengatasnamakan agama. Terkait hal ini, para aktivis tersebut mengajukan lima tuntutan di antaranya mengutuk keras tindakan pelarangan oleh Takmir terhadap komunitas Aswaja (salah satu organ di bawah PMII) untuk menggunakan Masjid Kampus Raden Patah sebagai tempat berdakwah, serta menuntut pimpinan kampus untuk membuka akses yang luas kepada seluruh umat Islam, khususnya mahasiswa setempat untuk menggunakan masjid sebagai tempat berdakwah.
Ahmad Nur Kholis (mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2002), salah seorang Takmir Masjid Raden Patah mengatakan, demo ini dipicu oleh kesalahan persepsi yang diawali beberapa waktu silam ketika para aktivis Aswaja mengajukan permohonan menggunakan Masjid Raden Patah untuk aktivitasnya.
Sesuai dengan peraturan, karena bukan termasuk organisasi intra kampus di lingkungan Universitas Brawijaya, maka Aswaja diharuskan untuk bekerja sama dengan salah satu lembaga internal kampus. Mereka menolak, sehingga mereka disarankan untuk langsung menemui pimpinan PPA (Pusat Pembinaan Agama) Unibraw. Oleh pimpinan PPA,  komunitas ini diberi ijin untuk memanfaatkan masjid, dan disetujui oleh Takmir Masjid. “Tetapi setelah ditunggu-tunggu sampai tanggal pelaksanaannya, ternyata kegiatan tersebut tidak kunjung dilaksanakan”, ujar Nur Kholis.
“Kita tidak tahu mengapa kegiatan tidak jadi dilaksanakan”, tandasnya. Selang beberapa hari kemudian, muncul SMS-SMS yang menyatakan bahwa Takmir Masjid Raden Patah melarang pemanfaatan Masjid Raden Patah untuk kegiatan ke-Islaman dan mengusir salah seorang ustadz pimpinan sebuah ormas Islam di wilayah Malang.
“SMS tersebut beredar di kalangan aktivis UAKI, tetapi justru takmir masjid tidak menerimanya”, jelas Nur Kholis. Malam hari sebelum pelaksanaan demonstrasi, dijelaskan Nur Kholis pihaknya kedatangan 2 orang tamu aktivis PMII yang meminta klarifikasi tentang kejadian yang sebenarnya, dan berjanji akan bersilaturrahmi keesokan harinya. “Sepulang kuliah, kami sempat menunggu mereka. Setelah kami telepon, mereka bilang masih mengumpulkan teman”, paparnya. Beberapa saat setelah menelepon, Nur Kholis mendengar ada demonstrasi soal Masjid Raden Patah di Rektorat.
Terkait demonstrasi tersebut, ketua PPA, Prof. Dr. Thohir Luth MA menyatakan menyambut baik aspirasinya dan berjanji akan memperbaiki manajerial pemanfaatan masjid kampus. “Masjid dibangun untuk kepentingan umat, sehingga setiap muslim berkewajiban untuk memakmurkan masjid”, ujarnya. [nok]

Subsidi Biaya Haji bagi 10 Pegawai Administrasi
7 Mei 2007
Pusat Pembinaan Agama (PPA) Universitas Brawijaya, Senin (7/5), mengadakan undian guna menentukan 10 orang penerima subsidi (bantuan) biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) untuk musim haji tahun 2009-2010 (1430 H). Di hadapan para pendaftar, pengundian dilaksanakan di lantai VII gedung Rektorat dipimpin oleh Pembantu Rektor II Warkum Sumitro SH MH, disaksikan Ketua PPA Prof Dr Thohir Luth MA, Koordinator KBIH (kelompok bimbingan ibadah haji) Universitas Brawijaya dr H Soebarkah Basoeki SpPA, dan Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Goerid Hardjito SE MM. Proses pengundian sengaja dilakukan lebih awal dari jadwal biasa guna memberi kesempatan calon haji untuk lebih leluasa mempersiapkan segala sesuatu termasuk tabungannya. Di samping juga agar jamaah dari KBIH Unibraw tidak sampai kehabisan porsi sebagaimana pernah terjadi beberapa musim yang lalu.
Untuk musim haji 1430 H, tercatat 15 orang pegawai administratif yang berminat mengikuti undian itu. Secara rinci, 3 orang dari golongan II, 11 orang dari golongan III, dan 1 orang dari golongan IV. Bantuan diberikan sebesar 75% BPIH bagi pegawai golongan II, 50% BPIH bagi pegawai golongan III, dan 25% BPIH bagi pegawai golongan IV.
Bantuan BPIH berlaku untuk pegawai administrasi yang mempunyai masa kerja minimal 15 tahun, berakhlak baik/tak tercela, telah memiliki tabungan haji masing-masing Rp 5,25 juta untuk golongan II, Rp 10,5 juta untuk golongan III, dan Rp 15,75 juta untuk golongan IV, yang dibuktikan dengan fotokopi buku tabungan haji BNI. Selain itu, calon penerima subsidi harus terdaftar sebagai anggota Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Universitas Brawijaya.
Dari hasil pengundian, ditetapkan 10 nama penerima bantuan BPIH, yaitu: Golongan II, Yulia Chasana (Perpustakaan), Mochamad Kohar (KP); Golongan III, Wiwit Siti Ngaisah (Faperik), Dra Ida Kirana (Lemlit), Indrayani SPsi (FK), Moh Gafur (FH), Drs Syaifuddin MHum (Perpustakaan), Sri Ernawati (Perpustakaan), Ir Pudji Usmanto (FTP); Golongan IV, Dra Pranaswita Novi Wardani MSi (FTP).
Sebelum ini, awal Februari silam, Universitas Brawijaya telah melaksanakan undian untuk menentukan 10 orang penerima bantuan biaya perjalanan haji (BPIH) musim haji tahun 2008-2009 (1429 H) dari 25 orang pegawai administrasi yang mendaftar.
Selama 7 musim haji, Unversitas Brawijaya telah memberikan bantuan biaya perjalanan haji kepada 50 orang pegawai administrasi, dengan rincian: 2 orang pada tahun 2002/2003 (1423 H), 4 orang pada tahun 2003/2004 (1424 H), 4 orang pada tahun 2004/2005 (1425 H), 10 orang pada tahun 2005/2006 (1426 H), 10 orang pada tahun 2006/2007 (1427 H), 10 orang pada tahun 2007/2008 (1428 H), dan 10 orang pada tahun 2008/2009 (1429 H). [Far]

Makalah Nyoman Nurjaya Lolos Masuk Asian Law Institute
7 Mei 2007
Makalah salah seorang dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Dr I Nyoman Nurjaya SH MH lolos mengikuti sebuah konferensi internasional bidang hukum yang akan berlangsung 24-25 Mei 2007 di Universitas Indonesia. Makalah Nyoman dengan judul “State Law in Multicultural Country of Indonesia: Toward a Just and Equitable State Law”, lolos bersama puluhan makalah lainnya yang berasal dari seluruh wilayah Asia. Penilaian dilakukan oleh steering committee dari Faculty of Law National University of Singapore. Konferensi Asian Law Institute (ASLI) keempat kali ini bertema “Voices from Asia for a Just and Equitable World”.
Dalam perspektif hukum antropologi, demikian Nyoman menyatakan, hukum secara natural salah satu aspek budaya manusia, melekat bersama dengan aspek lainnya seperti ekonomi, politik, struktur sosial, ideologi, agama dan sebagainya. Sehingga bila kita menghendaki untuk dapat lebih memahami secara mendalam tentang hukum dan fungsinya, dalam usaha menjadi kontrol sosial serta mengatur masyarakat, kita harus menghargai hukum fakta sebagai bagian dari budaya secara keseluruhan. Nyoman merekomendasikan dalam makalahnya agar pemerintah harus meninjau kembali penggunaan paradigma hukum sentralistik dalam pembangunan hukum nasional. Bahwa produk hukum negara harus ditinjau ulang dan direformasi secara lebih komprehensif dalam rangka untuk mengakomodasi dan merespon substansi yang relevan dan prinsip hukum adat yang terintegrasi, memenuhi asas keadilan serta kewajaran dalam hukum negara Indonesia. [nik]

Wayang Orang Unibraw di Festival Malang Kembali
4 Mei 2007
Tak ketinggalan Universitas Brawijaya ikut memeriahkan Festival Malang Kembali (FMK) yang berlangsung di sepanjang Jalan Besar Ijen, Kota Malang, 2-6 Mei 2007. Festival yang berlangsung untuk kedua kalinya itu diselenggarakan dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Kota Malang. Kali ini Universitas Brawijaya turut serta dalam pergelaran wayang orang yang berlangsung di panggung utama festival. Lakon yang diperankan adalah Lampahan Hambuka Wararaning Amerta Tekaping Ulah Dharmastuti dan menarik minat ratusan penonton untuk mengikuti alur ceritanya.
Lakon ini bercerita tentang riwayat berdirinya negara Amarta oleh Pandawa Lima yaitu Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Cerita ini berawal dari sengketa antara Kurawa, Putra Adipati Destarata yang merupakan "pakde" dari Pandawa atas kerajaan Astina, yang seharusnya menjadi hak Pandawa.
Kurawa kemudian menjalankan tipu muslihatnya dengan memberikan ganti rugi sebuah hutan belantara ”Wanamarta” untuk dibangun sebuah negara baru. Bima sebagai sosok yang keras kepala, menerima tawaran Kurawa.
Wanamarta sendiri adalah sebuah hutan angker. Setiap orang yang masuk ke hutan itu pasti akan menemui ajal. Setelah melalui serangkaian kejadian, bahkan hingga menimbulkan perang antar saudara, Pandawa melawan Kurawa, akhirnya berdirilah kerajaan Amarta. Filosofi yang dapat ditarik dari pertunjukkan wayang orang ini yaitu bahwa kejahatan tidak akan pernah menang melawan kebaikan dan tidak ada yang lebih utama selain takdir yang telah ditetapkan Tuhan kepada umatnya. [nik]

Mudjiono, Pelatih Sekolah Sepakbola Unibraw 82, Meninggal Dunia
4 Mei 2007
Sesaat seusai bermain dalam pertandingan persahabatan tim Brawijaya Old Crack melawan karyawan PG Kebon Agung, Jumat (4/5), Mudjiono (44 tahun) tiba-tiba terjatuh. Teman-temannya sesama pemain old crack berusaha menolong, dan segera membawanya ke RST Supraun, Sukun. Tetapi malang, nyawanya tak tertolong lagi. Staf Laboratorium Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Unibraw ini menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan ke rumah sakit sekitar pukul 17.00.
Mantan pemain yang bergabung dengan PS Unibraw 82 sejak 1984 ini menekuni bidang kepelatihan dan dikenal sebagai pelatih sepakbola bertangan dingin, baik ketika menangani tim Sekolah Sepakbola Unibraw 82 maupun klub Unibraw 82.
Mudjiono mengantungi sertifikat pelatih Youth Football Academy tahun 2002. Dalam karir kepelatihannya, Mudjiono antara lain berhasil membawa tim U-12 SSUB 82 keluar sebagai Juara I Kompetisi Assmara (Asosiasi Sekolah Sepakbola Malang Raya) tahun 2002-2003. Selain itu Mudjiono yang akrab dipanggil "Ableh" juga pernah menangani tim Persema Junior.
Jenazah almarhum dimakamkan di pemakaman keluarganya di Kediri, diberangkatkan malam itu juga dari rumahnya di kawasan perumahan Ngijo Karangploso, Kabupaten Malang, diantar karib kerabat dan rekan-rekannya sesama pegawai dan pemain sepakbola.
Mudjiono dilahirkan di Magelang, 30/11/1962, lulusan STM tahun 1982, pangkat terakhir Penata Muda Golongan III/a. Mantan suami Hartini ini meninggalkan 3 orang anak yang masih anak-anak dan remaja. [Far]
 
 

Seminar Nasional: Bencana Alam dalam Perspektif Islam dan Science
4 Mei 2007
Pemanasan global merupakan fenomena yang teramati dalam beberapa dekade berupa kenaikan temperature rerata atmosfir bumi dan laut yang diperkirakan akan terus berlanjut. Akibat yang ditimbulkan pemanasan global meliputi perubahan iklim global serta perubahan yang mengikuti perubahan iklim global. Demikian ungkap Dr Ir Andang Widi Harto MT dalam seminar nasional bertajuk ”Bencana Alam dalam Perspektif Islam dan Science”, yang berlangsung di Widyaloka Universitas Brawijaya dan dibuka oleh PD III FMIPA Drs Warsito MS  Kegiatan ini diselenggarakan disela-sela perhelatan Muktamar Jaringan Rohani Islam MIPA tingkat nasional yang berlangsung pada 4-6 Mei 2007.
Lebih lanjut alumnus teknik nuklir Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu mengungkapkan, perubahan iklim global yang terjadi seperi kenaikan permukaan laut, pelelehan lapisan es, serta perubahan pola penguapan dan jatuhan air. Sementara perubahanyang mengikuti perubahan iklim global meliputi kepunahan beberapa spesies tumbuhan dan binatang, peningkatan penyakit dan vektor-vektor penyakit, serta perubahan pola pertanian.
Penyebab Pemanasan Global
Dalam makalahnya yang berjudul “Global Warming, Bencana Global Ideologis” Andang mengungkapkan, penyebab fisik pemanasan global adalah peningkatan CO2 sebagai factor utama, serta peningkatan gas rumah kaca selain di atmosfir seperti CH4 di atmosfir. Gas itu ungkap Andang, menimbulkan efek alami yang disebut efek rumah kaca. Namun demikian Andang menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan penyebab utama pemanasan global. Pertumbuhan ekonomi lanjut Andang, membawa konsekuensi yang dapat meningkatkan emisi CO2 diantaranya peningkatan kebutuhan bahan baku industri, peningkatan kebutuhan energi, peningkatan produksi limbah serta perubahan gaya hidup.
Solusi Mengatasi Pemanasan Global
Berbagai solusi telah ditawarkan oleh para peneliti pemanasan global. Salah satunya dan sebagian besar solusi ditawarkan dari aspek teknologi. Diantaranya adalah melakukan penghematan energi (penggunaan bahan bakar fosil), sequestrasi CO2 dengan media pelesap alami, penangkapan dan penyimpanan CO2, serta penggantian bahan bakar, misalnya dengan penggunaan bahan bakar biomassa limbah. Namun berbagai solusi teknologi itu menurut Andang, tidak akan dapat diterapkan bilamana terdapat pandangan baru dalam memandang kedudukan manusia dan alam dalam peradaban. Dan Islam merupakan satu-satunya ideologi alternatif yang mampu untuk menyelesaikan problema peradaban manusia. Konsep dalam Islam meliputi konsep tauhid, dimana memandang bahwa manusia, alam dan kehidupan adalah ciptaan Allah SWT dan diciptakan dengan tujuan yang telah ditentukan. Konsep kedua yaitu konsep ibadah, dimana memandang bahwa tujuan hidup manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT.
Konsep Ekonomi Islam sebagai Solusi Penyelesaian Kerusakan Alam
Aspek Ekonomi Islam dikenal dengan istilah ekonomi syariah. Segala perbuatan manusia dalam aspek ekonomi pun tanpa terkecuali, harus tunduk pada hukum syariat Islam. Secara makro maupun mikro menurut Andang, konsep ekonomi Islam mengarah pada empat hal yaitu memperlambat pertumbuhan ekonomi dengan salah satu tujuan utamanya penghematan sumber daya alam dengan mengurangi eksploitasinya. Kedua, mengutamakan produksi kebutuhan pokok manusia pada taraf yang layak untuk kehidupan normal. Ketiga, menciptakan keadilan ekonomi dengan cara melakukan pemberdayaan serta penciptaan sistem distribusi ekonomi yang adil. Terakhir, mendudukan ekonomi sebagai salah satu komponen peradaban. [nik]

Sosialisasi Soft Skils di Lingkungan Unibraw
4 Mei 2007
Berangkat dengan tujuan untuk berbagi pengalaman kepada para praktisi pendidikan tentang upaya pengembangan program soft skills dalam sebuah institusi, diselenggarakan sosialisasi soft skills di lingkungan Universitas Brawijaya, Jumat (4/5). Kegiatan itu dibuka oleh Pembantu Rektor III bidang kemahasiswaan Ir Ainurrasjid MS. Diundang sebagai pembicara Dr Ir G Suprayitno MM seorang konsultan soft skills.
Dalam materinya yang berjudul ”Pengembangan Program Soft Skills dalam Peradaban’, Suprayitno mengungkapkan, pendidikan harus mampu membuat masyarakat jujur dan cerdas. Dengan masyarakat yang jujur dan tegas niscaya akan membawa sebuah negara menjadi bangsa yang bermakna bagi umat manusia. Masyarakat yang jujur adalah masyarakat yang berani menyampaikan sesuatu sesuai dengan kenyataan. Masyarakat cerdas menurut pria kelahiran Malang 51 tahun silam itu, hanya dapat dibentuk melalui pendidikan yang benar. Dan pendidikan yang benar adalah pendidikan yang mampu membuat seseorang menjadi dapat lebih berkreasi maupun berinovasi secara maksimal sesuai dengan potensinya.
Lebilh lanjut Suprayitno menjelaskan tentang empat prinsip soft skills sebagaimana yang telah ditetapkan oleh UNESCO pada 1994. Prinsip itu meliputi belajar untuk mengetahui, belajar untuk melakukan, belajar untuk hidup bersama serta belajar untuk menjadi diri sendiri. Pengembangan hard skills dan soft skills menurut Suprayitno, diawali dengan pengumpulan kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik dan pengajar serta lulusan sesuai dengan penjabaran visi, misi dan tata nilai.
Pada akhir paparannya Suprayitno menandaskanbahwa program pengembangan soft skill mahasiswa merupakan wahana dalam membentuk sikap mental mahasiswa agar lebih mampu memperluas cakrawala berfikirnya. Selain itu program ini dibentuk dengan tujuan untuk menguasai kemampuan berfikir, bersikap rasional dan dinamis serta berperan luas sebagai manusi yang jujur dan cerdas. [nik]

Kunjungan Mahasiswa IDIA
3 Mei 2007
Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa Universitas Brawijaya (UAPKM-UB), Kamis (3/5), menerima kedatangan rombongan dari Institut Dirusat Islamiyah Al Amien (IDIA), Preduan, Madura. Sebanyak 30 orang mahasiswa anggota rombongan dari Madura ini mengadakan studi komparatif dengan mengunjungi dan berdiskusi di sekretariat UAPKM-UB. Kesempatan ini mereka manfaatkan untuk bertukar informasi mengenai masalah pengelolaan lembaga pers di kampus masing-masing.
Dari forum itu peroleh informasi tentang adanya perbedaan kedudukan lembaga pers mahasiswa di IDIA dengan di Unibraw. Menurut Aswin, pengurus UAPKM-UB, sistem open recruitment yang diterapkan UAPKM-UB sangat berbeda dengan yang dilaksanakan di IDIA. ”Kami membuka lowongan sendiri untuk mencari calon anggota baru,” kata Aswin. Sementara lembaga pers mahasiswa di IDIA masih di bawah eksekutif mahasiswa. ”Rekrutmen anggota pers mahasiswa mengikuti rekrutmen EM. Dan hanya mereka yang mempunyai minat di bidang pers saja yang kemudian aktif dalam penerbitan majalah”, ungkap salah seorang pengelola majalah IQRO dari IDIA.
Selain Unibraw, di Malang mahasiswa IDIA juga mengunjungi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, dengan tujuan yang sama. [vty]

Perpustakaan: Workshop Developing Information Resource Sharing
3 Mei 2007
Tak dapat dipungkiri Indonesia memiliki banyak potensi sumber informasi ilmiah lokal yang dapat dikembangkan oleh perpustakaan perguruan tinggi. Sumber informasi itu tersebar di berbagai tempat dan perlu diintegrasikan satu sama lain agar pengguna dapat secara maksimal memanfaatkan informasi yang ada.
Berangkat dari tujuan memahami konsep dasar tentang silang layanan, sekaligus melihat bagaimana sebuah sistem layanan di perpustakaan Indonesia, dan luar negeri serta silang layan dengan menggunakan open source yang telah dikembangkan Perpustakaan Unibraw, selama dua hari diadakan workshop dengan topik Workshop Developing Information Resource Sharing.
Dibuka oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, Kamis (3/5), kegiatan ini diikuti oleh para pustakawan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pustakawan Perguruan Tinggi (FKP2T), serta pustakawan dari beberapa perguruan tinggi di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Workshop ini merupakan bagian dari program TPSDP Perpustakaan Universitas Brawijaya, berlangsung selama dua hari hingga 4 Mei 2007. Hal utama yang dibahas dalam workshop adalah bagaimana membangun content yang dimiliki perpustakaan dengan cara memanfaatkan sumber daya yang ada. Hadir sebagai pembicara Drs Mahfut Aslan Dipl Lib MLib pustakawan Universitas Negeri Jember, Prof Dr Sulistyo Basuki dari Universitas Indonesia, serta Drs M Arif Rahman MKom, Agus Wahyu Widodo ST, Dra Welmin SA MLib, dan Ibnu Daqiqil ID dari Universitas Brawijaya. Materi yang disampaikan meliputi “Ragam silang layan antar perpustakaan berbasis web-pengalaman dan studi kasus di Australia”, “Peluang dan strategi rekomendasi penerapan silang layan antar perpustakaan berbasis web di Indonesia”, “Data Interoperability antar institusi dengan menggunakan XML”, “Konsep dan penerapan kostomisasi PKP Harvester dalam layanan Inter Library Loan (ILL)”, dan “Sistem XML yang digunakan dalam ILL Pergurutan Tinggi Negeri: sebuah pengantar”. Para peserta workshop diberi kesempatan untuk melihat demo dan melakukan praktek cara penggunaan dan instalasi inter library loan.
Dalam sambutannya rektor mengungkapkan, perpustakaan dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas layanan para pengguna. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat perlu segera diadaptasi dan dikembangkan oleh perpustakaan. Public University Link System of East Java (PULSE) sebuah jaringan antar perpustakaan negeri di Jawa Timur, yang telah terbangun sejak empat tahun lalu, merupakan salah satu aplikasi teknologi informasi yang bertujuan untuk berbagi informasi antar perpustakaan. Dengan PULSE, mahasiswa di Universitas Brawijaya dapat melihat koleksi di perpustakaan Universitas Airlangga, ITS, maupun Universitas Jember. Begitu pula sebaliknya.
Rektor berharap Perpustakaan Universitas Brawijaya segera merintis untuk meraih sertifikat ISO 9001-2000. Selain itu diharapkan agar perpustakaan fakultas yang belum terkoneksi dengan perpustakaan pusat segera direalisasikan. Teknologi informasi yang melaju dengan pesat dari tahun ke tahun menurut rektor memiliki dua kata kunci meningkatkan kualitas dan efisiensi layanan. Meningkatkan kualitas layanan menurut rektor bisa berarti perpustakaan memiliki koleksi lengkap jurnal, buku text, dan CD Rom serta memanfaatkan teknologi informasi untuk efisiensi dengan cara mendigitalisasi koleksi. Kedepan rektor berharap pengguna perpustakaan Universitas Brawijaya tidak lagi melihat rak buku tetapi melihat komputer untuk mencari informasi.
Silang Layan Perpustakaan
Silang layan perpustakaan menurut Sulistiyo Basuki bermakna pemberian jasa antara dua perpustakaan atau lebih. Jasa ini dapat berupa membantu penelusuran, pencarian materi perpustakaan, menyediakan fasilitas untuk anggota perpustakaan lain, dan pinjam antar perpustakaan. Secara singkat, silang layan diartikan sebagai kerjasama pemberian jasa perpustakaan dan informasi antara dua perpustakaan atau lebih. Jasa silang layan menurut guru besar Pascasarjana Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia ini, terinci dalam bentuk pinjam antar perpustakaan khususnya koleksi digital, akses pengguna dari berbagai lembaga, pengunduhan (download) materi digital, penghantaran artikel dari majalah elektronik maupun pemberian jasa perpustakaan dan informasi kepada perpustakaan lain. [nik]

Hardiknas di Unibraw: Pendidikan Bermutu untuk Semua
2 Mei 2007
Peringatan Hari Pendidikan Nasional berlangsung khidmat di lapangan Kantor Pusat Universitas Brawijaya, Rabu (2/5). Dipimpin langsung Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito selaku inspektur, upacara bendera itu diikuti segenap sivitas akademika, pegawai dan anggota Dharma Wanita Persatuan.
Bertema “Dengan semangat Hardiknas, kita sukseskan pendidikan bermutu untuk semua”, dalam kesempatan itu Rektor menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya bagi 24 orang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Universitas Brawijaya, tali asih bagi 18 orang dosen yang telah menyelesaikan program doktor, serta penghargaan bagi 8 orang mahasiswa berprestasi.
Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, dalam sambutan yang dibacakan Rektor, mengatakan, pemerintah berupaya mendorong kualitas pendidikan tinggi Indonesia mampu bersaing untuk masuk dalam ranking pendidikan kelas dunia (World Class University-WCU). Menurut Menteri, pada 2006 baru 4 perguruan tinggi Indonesia yang masuk ranking itu. Diharapkan pada 2009 terdapat 10 perguruan tinggi Indonesia yang masuk ranking WCU. Selain itu juga ditargetkan 70 persen unit kerja di jajaran Depdiknas yang meraih sertifikat ISO 9001-2001 pada 2009. Menteri meminta semua pihak berupaya mengembangkan pendidikan nasional dengan memberikan layanan pendidikan sebaik-baiknya kepada semua peserta didik serta membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan dan keahlian agar mereka mampu menjawab berbagai tantangan jaman, memajukan serta mengangkat harkat dan martabat bangsa.
Satyalancana
Anugerah Satyalancana Karya Satya diberikan sebagai penghargaan atas pengabdian, kesetiaan, kejujuran, kecakapan dan kedisiplinan dalam melaksanakan tugas sebagai pegawai negeri sipil selama sepuluh tahun, dua puluh tahun dan tiga puluh tahun. Berdasarkan SK Presiden No 011/TK/Tahun 2007 tanggal 24 April 2007 ditetapkan 24 orang pegawai Universitas Brawijaya yang memperoleh penghargaan yang dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lain itu. Berikut adalah nama-nama pegawai yang menerima penghargaan. Satyalancana sepuluh tahun diberikan kepada: Ir Nurul Isnaini MP (Fapet), Ir Wahyu Adi Priyono MT dan Noer Songko (FT) serta Drs Adi Susilo MSi (FMIPA). Sedangkan Satyalancana dua puluh tahun diberikan kepada: Prof Dr Ir Darsono Wisadirana MS, Dr Ir Budi Hartono MS, Ir Retno Dewi Sosrondoyo dan Drs Sutarman (Fapet), Ir Edi Susilo MS (Faperik), Ir Hari Santoso MS, Ir Sri Utami MT, Ir Ussy Andawayanti MS, Armiyati, Rupiadi dan Dra Haryati Usbandiyah (FT), Dra Ristika MM, dr Samodrijanti Wibowati MS, Umy Kulsum, Prahesti Mawarti, R Alexius Harianto SPsi, dan Wahyu Susilo Asri SPsi (FK), Darwin (FMIPA), dan Dra Siti Ngaisah (KP). Sementara itu Satyalancana tiga puluh tahun diberikan kepada dr Hariadi DSPD dari Fakultas Kedokteran.
Doktor baru
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito juga memberikan tali asih kepada 18 dosen yang telah menyelesaikan studi program doktor (S3) baik di dalam maupun luar negeri. Mereka adalah: Dr Mohammad Ridwan SH MS (FH, Unibraw, 2007), Dr Rosidi SE Ak MM (FE, Unair, 2007), Drs Dwi Budi Santoso MS PhD (FE, University of New England Australia, 2007), Dr Sasongko SE MS (FE, Unair, 2007), Dr Abdul Hakim MSi (FIA, Unpad, 2006), Dr Bambang Supriyono MS (FIA, UI, 2007), Dr Suharyono MA (FIA, Unair, 2007), Dr Zainul Arifin MS (FIA, Unibraw, 2007), Dr Ir Sri Karindah MS (FP, Unibraw, 2006), Dr Ir Sucik Maylinda MS (FPt, IPB, 2007), Dr Ir Purwadi MS (FPt, Unibraw 2007), Dr Lisa Dwi Wulandari ST MT (FT, ITS, 2007),  Dr dr H Samsul Islam SpMK MKes (FK, Unair, 2006), Drs Arinto Yudi Ponco Wardoyo MSc PhD (FMIPA, Queensland University of Technology Australia, 2007), Drs Akhmad Sabarudin DrSc (FMIPA, Okayama University Jepang, 2007), Agus Naba SSi MT DEng (FMIPA, University of Tsukuba Jepang, 2007), Dr Agustin Trisnawardani STP MSi (FTP, Osaka Perfecture University Jepang, 2007), dan Dr Ir Aji Sutrisno MSc (FTP, Osaka Perfecture University Jepang, 2003).
Mahasiswa berprestasi
Selain itu Rektor juga memberikan penghargaan bagi mahasiswa yang berprestasi di tingkat regional maupun nasional. Mereka mendapatkan penghargaan berupa bebas SPP, yakni: Johan Tri Mahardi, Dian Prima Safitri dan Siti Asmaul Chusna dari Fakultas Ilmu Administrasi yang keluar sebagai juara dua nasional pada ajang kompetisi Penulisan Pemikiran Kritis Mahasiswa (PPKM) bidang Politik dan Hankam di Universitas Mahasaraswati Bali, Aditya Vebi Himawan dari Fakultas Hukum yang mendapatkan medali emas dan perak dalam kejurnas panahan indoor di Institut Pertanian Bogor, dan Muh Zaenal Muttaqin dari Fakultas Teknik dengan medali perak pada ajang yang sama, Ismail dari Fakultas Teknologi Pertanian yang mendapatkan medali perak jurus tunggal putra pada kejurnas pencak silat antar mahasiswa II di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, serta Aulia Akbar dari Fakultas Teknik dan Citra Anindhita dari Fakultas Pertanian yang meraih juara II pada kontes debat Bahasa Inggris tingkat perguruan tinggi tingkat wilayah C di Universitas Negeri Surabaya. [nik]

Wafat, Prof Koentjoko
1 Mei 2007
Prof Dr drh Koentjoko MScAgr (69 tahun), guru besar nutrisi unggas pada Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Senin (30/4), pukul 19.30 WIB meninggal dunia di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, setelah beberapa hari dirawat di sana karena sirosis hati.
Selasa (1/5), dari rumah duka di Jalan Cimacam 1 Malang, jenazah almarhum dibawa guna disemayamkan sejenak di lobi gedung Rektorat Unibraw untuk menerima penghormatan terakhir dari kolega dan segenap sivitas akademika. Di sini jenazah Prof Koentjoko dilepas secara resmi oleh Rektor Prof Yogi Sugito untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Samaan, Malang.
Pria kelahiran Lumajang 2/8/1937 ini adalah sarjana kedokteran hewan lulusan dari FKH Universitas Gadjah Mada (1964), master dari University of Sydney Australia (1976), dan doktor dari University of New England, Armidale Australia (1987), dikukuhkan sebagai guru besar ilmu makanan ternak tahun 1997.
Prof Koentjoko mengawali karier sebagai dosen pada Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP, sekarang Fakultas Peternakan) Universitas Brawijaya sejak 1964, dengan jabatan akademik terakhir Guru Besar Madya (golongan IV/d). Almarhum termasuk salah seorang perintis FKHP, pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan III FKHP Unbra (1964-1966), Sekretaris FKHP (1970-1971), Pembantu Dekan Khusus Jurusan Kedokteran Hewan Unbra di Surabaya (1972-1974), Dekan Fakultas Peternakan dan Perikanan Unibraw (1982-1983), dan Dekan Fakultas Peternakan Unibraw (1983-1986).
Prof Koentjoko meninggalkan seorang isteri Sri Soenarsi, serta dua putra: Kun Rahadian Mudiaswanto dan Kun Aussienita Mudiaswanti. Sebagai tenaga pengajar almarhum telah mengabdikan diri selama 43 tahun, dan menerima tanda penghargaan Satya Lancana Karya Satya 30 Tahun pada 1995. [bhm]

Peluang Kerja di Jepang bagi Lulusan Unibraw
1 Mei 2007
Peluang kerja di Jepang bagi lulusan Universitas Brawijaya terbuka lebar. Hal itu disampaikan oleh Rektor Universitas Brawijaya di sela-sela kunjungan kerja Mr Nobuo Shudou, presiden direktur sebuah perusahan pemrograman komputer Jepang Shudou Kousan serta Mr Katsunomi Takahashi, presiden direktur Cyber Wave. Kedua tamu dari Jepang itu hadir didampingi oleh Walikota Malang Drs Peni Suparto MAP, Selasa 1 Mei 2007. Selain berkunjung ke Rektor, mereka menyempatkan diri berdialog dengan Dekan FMIPA Ir Adam Wiryawan MS serta mengunjungi Laboratorium Bahasa di Program Bahasa dan Sastra, serta Laboratorium Komputer di Fakultas MIPA Universitas Brawijaya
Dalam kunjungan kerja itu, mereka menginformasikan, Jepang dalam waktu beberapa tahun ke depan, akan mengalami krisis tenaga kerja. Sebagian besar tenaga kerja yang ada saat ini akan pensiun, terutama di bidang teknologi informasi. Universitas Brawijaya mendapat kesempatan mengirimkan alumninya untuk bekerja di Jepang. Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan tidak terbatas.
Bidang pekerjaan yang membutuhkan tenaga kerja sementara hanya bagi para lulusan ilmu komputer. Tenaga kerja yang menguasai ilmu komputer terutama dengan spesialisasi pemrograman sangat dibutuhkan, mengingat Jepang memiliki sumber daya alam yang terbatas. Karenanya, Jepang hanya dapat mengandalkan diri di bidang teknologi informasi. Diungkap pula, selain menguasai teknologi informasi yang terbarukan, para tenaga kerja juga dituntut untuk menguasai bahasa Jepang secara pasif maupun aktif. Syarat ini mutlak diperlukan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, utamanya ketika berkomunikasi dengan mitra kerja maupun konsumen Jepang.
Jepang berkeinginan untuk menarik lulusan Universitas Brawijaya mengingat prestasi membanggakan yang telah dicapai oleh Universitas Brawijaya baik di bidang teknologi informasi maupun bidang bahasa Jepang. Menyambut tawaran itu, Rektor berjanji akan  meningkatkan peluang bagi para mahasiswa ilmu komputer FMIPA untuk menguasai bahasa Jepang dengan bersinergi bersama program studi bahasa Jepang. [nik]

Meningkat, Peserta Ujian Tulis SPKS dan SPKInst
1 Mei 2007
Unibraw menggelar ujian tulis SPKS (Seleksi Program Kemitraan Sekolah) dan SPKIns (Seleksi Program Kemitraan Instansi),  Minggu (29/4). Ujian tulis SPKS diadakan di 10 daerah di Jawa Timur, dengan satu SMA sebagai koordinator pelaksana untuk masing-masing daerah. Sepuluh SMA yang ditunjuk sebagai koordinator adalah SMAN 1 Malang, SMAN 1 Probolinggo, SMAN 1 Blitar, SMAN 1 Sidoarjo, SMAN 1 Gresik, SMAN 1 Lumajang, SMAN 1 Tulungagung, SMAN 1 Kediri, SMAN 1 Madiun, dan SMA Al Falah Surabaya. "Peserta ujian dapat berasal dari banyak SMA yang ada di daerah itu",  jelas Ir. Hesti Indratin Rahayu MSi, Kepala Bagian Pendidikan Universitas Brawijaya selaku pelaksana seleksi.
Sedangkan SPKIns dilaksanakan di 7 instansi yang telah menjalin kerjasama dengan Unibraw. Keenam instansi tersebut adalah Petrokimia Gresik, PLN Jawa Timur, PT Krakatau Steel Cilegon, Pupuk Iskandar Muda Aceh, PT Chevron Riau, Pupuk Kaltim Bontang, dan LNG Badak Bontang. ”Untuk PLN, pesertanya tidak hanya berasal dari Jawa Timur saja tapi juga dari PLN beberapa daerah lain, seperti Banten, Kalimantan Timur, dan lain-lain", tutur Hesti. Pelaksanaan ujian untuk SPKIns diadakan di lokasi instansi terkait.
Tahun ini sebenarnya Unibraw juga membuka program SPKD (Seleksi Program Kemitraan Daerah). Tapi rupanya daerah belum merespon tawaran kerjasama ini. Hesti menjelaskan, ada tiga daerah yang telah menjalin kerjasama dalam hal ini, yaitu Sumatera Barat, Lampung, dan Gorontalo. Diharapkan tahun depan seleksi program kemitraan daerah ini dapat diberjalan.
Materi ujiannya sama dengan materi untuk SPMB, yaknii IPA, IPA terpadu, Matematika IPA, dan Bahasa Inggris untuk kelompok IPA. Sedangkan untuk kelompok IPS meliputi IPS, IPS terpadu, Matematika IPS, dan Bahasa Inggris. Pengawas ujian untuk SPKIns berasal dari Unibraw, sedangkan untuk SPKS pengawas berasal dari sekolah terkait.
SPKS merupakan konsep baru yang dilaksanakan pada tahun ini. Jumlah peserta yang mendaftar menurut Hesti sebanyak 932 orang, sedangkan yang mengikuti ujian sebanyak 928 siswa. Jumlah peserta SPKIns termasuk meningkat dari tahun kemarin. Hal ini disebabkan bertambahnya jumlah instansi yang menjalin kerjasama. Pada tahun lalu hanya tiga instansi yaitu PT Krakatau Steel Cilegon, Pupuk Kaltim Bontang dan LNG Badak Bontang. ”Tahun lalu, total yang mengikuti SPKIns hanya 35 peserta,” terangnya. Sedangkan pada tahun ini jumlah pendaftar meningkat tajam menjadi 237 orang, dan yang mengikuti ujian sebanyak 235 orang.
Hesti mengatakan, hasil ujian paling lambat diumumkan pada tanggal 16 Mei 2007. ”Hasil ujian itu juga dapat dilihat pada website www.brawijaya.ac.id", katanya. [vty]