Last updated 31/5/2006
By: Farid Atmadiwirya
Mei 2006

Tim Robot Unibraw Siap Tarung
31 Mei 2006
Robot Mahameru I, karya mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya siap bertarung di ajang Kontes Robot Indonesia. Kontes itu akan berlangsung di Balairung Universitas Indonesia pada 3-4 Juni 2006.
Tim mahasiswa ini telah mempersiapkan diri selama setengah tahun. Menurut penuturan ketua tim Muhammad Akbar Basuki kepada Prasetya Online, dalam kontes itu robot Mahameru I harus bisa membawa builder blok untuk ditaruh di tower setinggi 2,5 meter dan 1 meter, disesuaikan dengan tema pada ABU Robocon se-Asia Pasific di Malaysia beberapa waktu mendatang.
Lebih lanjut diungkapkan, Universitas Brawijaya sendiri sudah tiga kali mengikuti KRI yang diselenggarakan setiap tahun oleh Dikti sejak 1999 ini. Pada tahun 2002 tim Unibraw mendapatkan gelar the best mobile, pada 2004 mampu masuk seperempat final, dan pada 2005 masuk ke semi final.
Mahameru I sendiri dibuat oleh tim yang terdiri dari 20 orang dengan menghabiskan dana hingga 15 juta rupiah. Dana itu mereka peroleh dari Dikti, fakultas, universitas serta pihak sponsor. Bertindak selaku dosen pembimbing yaitu Ir. Nanang Sulistiyanto MSc. Berdasarkan peraturan yang dikeluarkan dewan juri, setiap tim boleh mengirimkan robot sebanyak-banyaknya, namun robot tersebut tidak boleh memiliki beban lebih dari lima puluh kilogram. “Target tim robot Unibraw adalah masuk final dan bisa meraih gelar juara. Kalaupun tidak, kami berharap ada peluang untuk menjadi juara favorit karena Mahameru I memiliki rancangan yang menarik dengan menggunakan sistem wireless”, tandas Basuki. [nik]

Disertasi Mochammad Junus: Upaya Meningkatkan Produktivitas Koloni Lebah
31 Mei 2006
Program Pascasarjana (PPS) Universitas Brawijaya, Rabu 31/5, menggelar ujian terbuka disertasi bagi kandidat doktor ilmu pertanian Ir. Mochammad Junus MS. Dalam ujian tersebut, Mochammad Junus membawakan disertasi berjudul "Peranan Umur Lebah Ratu, Jumlah Sisiran Eram, dan Pemakaian Penyekat Ratu pada Saat Musim Bunga dalam Meningkatkan Produktivitas Koloni Lebah Apis mellifera".
Bertindak selaku promotor dalam ujian tersebut Prof Dr Ir Achmanu Zakaria, dan kopromotor Dr Susilowati Hadisoesilo serta Dr Bagyo Yanuwiadi. Para penguji terdiri dari Prof Dr drh Pratiwi Trisunuwati MS, Dr Ir Gatot Mudjiono, Dr Ir Moch Sasmito Djati MS, dan Prof Dr Ir Adji Sastrosupadi (dari Balittas Malang).
Dalam disertasinya, Mochammad Junus menyatakan untuk meningkatkan produksi koloni lebah madu saat musim bunga, peternak perlu memperhatikan umur lebah ratu, jumlah sisiran eram dan pemakaian penyekat ratu, serta memperhatikan sistem pemeliharaan lebah madu seperti hasil percobaan baik untuk meningkatkan produksi anakan dan madu.
Lebih jauh diungkapkan bahwa nektar dan polen merupakan produk tanaman yang digunakan sebagai pakan utama bagi lebah madu. Sebagai negara tropis Indonesia memiliki ketersediaan pakan untuk lebah madu sepanjang tahun dari berbagai jenis tanaman yang mampu memproduksi nektar dan polen dalam waktu yang tidak bersamaan. Satu di antaranya adalah tanaman kapuk di mana koloni lebah selama musim bunga kapuk, berkembang dengan pesat serta produksi koloni dapat mencapai nilai optimal apabila dibandingkan dengan hasil dari bunga tanaman lain.
Penelitian disertasi Mochammad Junus bertujuan untuk mengembangkan sistem pemeliharaan dan mempersiapkan koloni lebah madu dalam menghadapi panen raya atau saat musim bunga. Hal ini dilakukan agar dapat memanen nektar dan polen bunga secara optimal. Penelitian dilakukan selama periode Juli 2003 hingga Juli 2004 di Desa Kayoman, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan terhadap lebah ratu buatan umur tiga bulan, enam bulan dan satu tahun serta tiga puluh enam koloni lebah madu Apis mellifera. Dari penelitian yang dilakukan Junus di antaranya ditemukan bahwa luas sisiran sarang anakan tergantung pada jumlah sisiran eram dan pemakaian penyekat ratu, sedangkan madu dan polen tergantung pada umur lebah ratu, jumlah sisiran eram dan pemakaian penyekat ratu. Kualitas sisiran sarang anakan tergantung pada umur lebah ratu dan jumlah sisiran eram, bobot koloni tergantung pada umur lebah ratu, jumlah sisiran eram, dan pemakaian penyekat ratu.
Dalam yudisium, Mochammad Junus dinyatakan luus dan berhak menyandang gelar doktor ilmu pertanian dengan predikat sangat memuaskan, indeks prestasi kumulatif 3,83.
Dr. Ir. Mochammad Junus MS (51 tahun) adalah dosen (lektor kepala) pada Jurusan Produksi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, dengan pangkat Pembina Tingkat I, golongan IV/b. Sarjana peternakan Unibraw (1979) dan magister sains ilmu ternak dari  IPB (1984) ini mengawali karir sebagai dosen sejak 1981.
Pernah menjabat dalam berbagai posisi, di antaranya sebagai sekretaris Jurusan Produksi Ternak (1989) dan ketua Jurusan Produksi Ternak (1999) pada Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Di luar itu, Junus adalah Ketua III Asosiasi Perlebahan Indonesia cabang Jawa Timur (2004-sekarang).
Hingga saat ini sudah ratusan karya ilmiah yang telah dihasilkannya, baik dalam bentuk laporan penelitian, makalah, diktat, buku, dan jurnal. Terdapat tiga penemuannya yang mendapatkan paten yaitu: proses dan produk ratu lebah, proses dan produk madu sisir, serta proses dan produk pakan ternak dan pupuk organik komersial dari lumpur sludge. Penghargaan yang pernah diterima adalah Satyalancana Karya Satya sepuluh tahun (1997), dan dua puluh tahun (2004). [nik]

Tim Medis dan Sumbangan Korban Bencana Alam Yogyakarta
30 Mei 2006
Bencana alam di Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah Sabtu (27/5) pekan silam telah menggugah rasa kemanusiaan warga masyarakat, termasuk pula para warga Universitas Brawijaya.
Dalam rapat koordinasi dengan para pembantu rektor, dekan, direktur program pascasarjana, ketua lembaga, dan kepala biro hari Senin (29/5), Rektor menetapkan penarikan sumbangan untuk menghimpun dana guna membantu para korban bencana tersebut.
Rp 200 juta
Melalui surat edaran nomor 1357/J10/LL/2006, Rektor menetapkan pengaturan penghimpunan dana. Pihak universitas menyediakan dana sebesar Rp 30 juta. Sementara itu Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Teknik, dan Fakultas Kedokteran masing-masing menyanggupi dana sebesar Rp 10 juta.
Sedangkan Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Perikanan, Fakultas MIPA, Fakultas Teknologi Pertanian, Program Ilmu Sosial, dan Program Pascasarjana, masing-masing sebesar Rp 7,5 juta; lembaga-lembaga Lemlit, LPM dan LP3 masing-masing Rp 5 juta, pimpinan universitas: rektor Rp 1 juta, pembantu rektor masing-masing Rp 500 ribu, kepala biro masing-masing Rp 250 ribu, pimpinan fakultas: dekan masing-masing Rp 500 ribu, pembantu dekan masing-masing Rp 250 ribu, ketua jurusan masing-masing Rp 100 ribu.
Di samping itu, dana juga dihimpun dari dosen dan karyawan. Besarnya ditetapkan (minimal) Rp 2500 untuk golongan I, Rp 5000 untuk golongan II, Rp 10000 untuk golongan III, dan Rp 25000 untuk golongan IV. Dana juga diharapkan dapat dihimpun dari mahasiswa, masing-masing Rp 1000, yang dipungut pada saat pendaftaran ulang pada bulan Agustus 2006.
Dengan demikian, paling tidak Universitas Brawijaya mampu menghimpun dana sebanyak Rp 200 juta untuk disumbangkan kepada korban bencana alam Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Tim medis
Selain itu, Universitas Brawijaya juga mengirimkan tim medis ke lokasi bencana, yang dikoordinasi Pembantu Rektor III Drs. Tjahjanulin Domai MS. Tiga orang dokter sebagai tim perintis, yakni dr. Ali Imam, dr. Agus, dan dr. Taufiq, Selasa malam (30/5) berangkat ke Klaten, untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan PMI setempat. Sudah ditetapkan sebagai base camp, sebuah rumah yang disewa dari penduduk di Klaten. Sementara esok harinya (31/5) akan berangkat sebuah tim lain beranggotakan 19 orang, terdiri dari mahasiswa dan paramedis untuk membantu petugas setempat dalam hal evakuasi korban, bantuan komunikasi, dapur umum, distribusi makanan serta obat-obatan kepada korban bencana di lokasi tersebut. [Far]

Workshop Sistem Akuntansi Barang di Unibraw
30 Mei 2006
Workshop Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN), Senin 30/5, digelar di Lantai 8 Rektorat Universitas Brawijaya. Kepala Bagian Umum Hukum Tatalaksana dan Perlengkapan (UHTLP), Ir. Suhardiyono, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk merespon tuntutan pemerintah pusat dalam mekanisme pelaporan barang milik negara.
Narasumber workshop tersebut terdiri dari personel Bagian UHTLP Universitas Brawijaya yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan pada tingkat nasional. Mereka adalah Ir. Suhardiyono, Drs. Sutikno, Drs. Suharyo, dan Drs. Murtadho Ak. Dalam workshop yang diikuti 38 orang peserta dari seluruh fakultas dan program studi yang ada di Universitas Brawijaya ini, dipresentasikan penjelasan dan manfaat pelaporan serta beberapa teknik input data. [nok]

Perlu Kejelasan dalam Pemutusan Hubungan Dua Universitas Australia
29 Mei 2006
Kasus pemberian visa kepada 42 orang Papua yang menyebe-rang ke Australia beberapa waktu lalu, berbuntut dengan pemutusan hubungan dengan dua universitas ternama di Australia, yaitu Deakin dan RMIT University. Keduanya berkedudukan di Melbourne, Australia. Walaupun pemutusan hubungan itu sifatnya sementara, namun perlu ada kejelasan lebih lanjut dari pemerintah, agar tidak merugikan mahasiswa yang sedang dan yang akan belajar di Universitas tersebut. Demikian pendapat Prof. Soekartawi, guru besar dan pengamat pendidikan Univer-sitas Brawijaya yang disampaikan kepada PRASETYA, Senin 29/5.
Dijelaskan, kasus tersebut mencuat setelah Channel 9 dan koran nasional berpengaruh “The Australian” memberitakannya 8 Mei 2006 lalu, dan sempat membuat bingung banyak pihak, khususnya mahasiswa Indonesia yang belajar di sana. Sejawat Soekar-tawi yang kuliah di sana mengirim e-mail, menanyakan duduk perkara itu kepadanya.
Di Indonesia sendiri berita itu tidak tercium oleh kalangan media Indonesia. Media massa Jakarta juga baru meributkan kasus itu 24 Mei 2006. Prof. Soekartawi selanjutnya menjelas-kan, pemutusan hubungan tersebut dilakukan pemerintah (Dikti-Depdiknas) karena kedua universitas itu dianggap tidak menun-jukkan kerja sama yang baik. Secara terbuka keduanya mendu-kung gerakan Papua Merdeka.
Dijelaskan pula, agar pemutusan tersebut tidak  membingungkan mahasiswa Indonesia yang sedang dan akan studi di sana, perlu ada penjelasan lebih lanjut. Penjelasan ini hendaknya terbuka, baik ditujukan kepada kedua universitas tersebut, mereka yang sedang belajar di sana (baik mahasiswa beasiswa maupun nonsponsor/nonbeasiswa). Ini penting agar pertanyaan-pertanyaan seperti misalnya apakah mereka harus pindah kuliah, apakah kalau lulus ijazahnya diakreditasi oleh Depdiknas, apakah bea-siswa yang diberikan oleh pemerintah masih bisa diterima atau tidak, bagaimana mahasiswa yang sedang belajar di sana dengan biaya sendiri, bagaimana mahasiswa yang akan berangkat belajar ke sana, dan sebagainya.
Universitas Ternama
Menurut Prof. Soekartawi yang gelar doktornya diperoleh dari universitas di Australia (1989), baik Universitas Deakin maupun RMIT tergolong universitas yang besar dan ternama. Bahkan mempunyai perwakilan di Jakarta manakala pendaftaran mahasiswa baru. Bahkan foundation class (kelas pendahuluan sebelum betul-betul menjadi mahasiswa resmi tercatat sebagai mahasiswa di Australia) juga kadang-kadang bisa dilaksanakan di Jakarta. Karena itu wajar kalau jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di sana cukup banyak.
Menurut Prof. Soekartawi, Universitas Deakin mempunyai 6 kampus yaitu kampus Geelong, Geelong Waterfront, Melbour-ne, Toorak dan Warrnambool. Sementara itu Universitas Deakin mempunyai sekitar 29 ribu mahasiswa dan sekitar 2,5 ribu adalah mahasiswa asing. Deakin mempunyai 29 program studi. Sementara itu, RMIT yang juga berlokasi di Melbourne, mempunyai lebih dari 33 ribu mahasiswa. Dari jumlah itu, sekitar  8,5 ribu adalah mahasiswa asing. Mereka tersebar di beberapa kampus RMIT di Brunswick, Bundoora, City, Fishermens Bend, dan Hamilton.
Prof. Dr. Soekartawi yang mantan Director of the Southeast Asia Ministers of Education Organiazation (SEAMEO) Regional Open Learning Center dan DD-SEAMEO Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture yang berbasis di Los Banos, Filipina selama 9 tahun, menyadari kejadian pemutusan hubungan terhadap dua universitas Australia itu. Ia menjelaskan, kadang-kadang pimpinan universitas di Australia juga tidak bisa berbuat apa-apa kalau dosen dan mahasiswanya mendukung separatis Papua (dan bahkan mengibarkan bendera di kampus), karena kemerdekaan dan kebebasan berpendapat dan berserikat di sana memang begitu tinggi.
Ia berharap dengan pemutusan hubungan sementara ini bisa melokalisir permasalahan, sehingga tidak merembes ke lain-lain universitas. Kebijakan pemerintah Indonesia ini diharapkan juga bisa memberikan pelajaran kepada semua universitas di Australia, kalau ada universitas berbuat serupa dengan Deakin dan RMIT, maka tidak menutup kemungkinan juga kena pemutusan yang serupa. [skw]

Gebyar Unitas UB 2006
29 Mei 2006
Unit Aktivitas (Unitas) Unibraw yang terdiri dari 30 lebih setiap tahunnya mempunyai sebuah agenda yang dirancang untuk mengakrabkan antar mereka. Pada tahun ini Unitas menggelar beberapa pertandingan dan lomba. Seluruh Unitas UB wajib mengirimkan delegasi untuk mewakilinya.
Lukman, ketua pelaksana acara Gebyar Unitas UB 2006 mengatakan bahwa acara ini akan digelar mulai tanggal 29 Mei sampai dengan 10 Juni 2006. Pada sambutan pembukaannya mantan ketua Impala ini mengharapkan bahwa dengan kegiatan ini maka rasa persaudaraan antar Unitas menjadi lebih akrab. Pelaksanaan acara selama 2 minggu ini dihandle oleh panitia yang berasal dari utusan tiap-tiap Unitas.
Gebyar Unitas 2006 diawali dengan pertandingan futsal antara Unit Pers “Kavling 10” vs Persatuan Tenis Meja (PTM) yang dimenangkan oleh PTM dengan skor akhir 2-5.
Berikutnya diadakan beberapa pertandingan seperti tarik tambang, panco, serta lomba panjat dinding, karaoke, lari sprint, balap karung, ambil coin, memindahkan belut, dan balap klompen.
Pada akhir acara yang rencanakan dilaksanakan pada tanggal 10 Juni akan ditutup dengan lomba karaoke. Berbeda dengan tahun lalu, Unitas yang berhasil meraih juara umum akan mendapatkan hadiah seekor kambing. Pada tahun 2005 silam hadiah hanya berupa ayam. [vty]

Mahasiswa Unibraw Juara Lomba Inovasi dan Kreasi Teknologi Dirjen HaKI
29 Mei 2006
Setelah melalui proses seleksi yang diikuti oleh puluhan peserta tingkat perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, Candra Prima Satriya, Afril Ardi Widodo dan Eri Wibowo mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya, berhasil keluar sebagai juara tiga Lomba Inovasi dan Kreasi Teknologi bidang elektro.
Lomba diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal HaKI dalam rangka Hari HKI se-dunia 2006 yang berlangsung pada Februari-April 2006.
Tiga bidang yang diperlombakan yaitu bidang mekanik, bidang elektro dan bidang kimia. Selain Universitas Brawijaya, para peserta juga berasal dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Sahid Jakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Surabaya, Universitas Indonesia, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Sriwijaya Palembang, Universitas Andalas Padang, Universitas Borobudur Jakarta, dan STIE Muhammadiyah Tangerang.
Candra Prima dan timnya mempresentasikan tentang ”Antena Televisi dengan Motor Penggerak untuk Mencari Sinyal Secara Otomatis”. Proses seleksi administratif dan substantif yang dilakukan pihak penyelenggara, berhasil memilih 10 besar karya terbaik untuk dipresentasikan dihadapan dewan juri pada Rabu 19 April 2006 di ruang rapat ditjen HaKi Jakarta. Selain tim Candra, dua tim dari Universitas Brawijaya yang juga lolos sepuluh besar lainnya adalah tim dengan anggota Galih Candra Setiawan dan Lia Kusuma Dewi dengan judul karya ” Metode Penyampaian Informasi Kemacetan Lalu Lintas dengan Menggunakan Traffic Light” dan tim dengan anggota Abdul Azis, Fajar Nugraha dan Dhanie Anugrah Dewanta dengan judul karya ”Remote Control Pengendali Peralatan Rumah Tangga”.
Dalam lomba ini juara pertama berhasil diraih oleh tim dari IPB dengan judul karya ”Ekstraksi Buah Panili Setengah Kering”, juara kedua juga dari IPB dengan judul ”Inovasi Baru Disain Alat Sterilisasi (Sterilbak) dan Tempat Pertumbuhan (Jamurbox) yang Efisien untuk Usaha Budidaya Jamur Tiram”, sementara juara harapan diraih oleh Universitas Indonesia dengan judul ”Bensin - Bio dan Prosedur Pembuatannya dari Kelapa Sawit Melalui Reaksi Perengkahan Katalitik Menggunakan Katalis Zeolit pada Fasa Cair”.
Tiga aspek yang dinilai meliputi aspek kebaruan dimana hasil inovasi dan kreasi bidang teknologi bagi mahasiswa harus berbeda dari yang pernah ada sebelumnya, aspek inventif di mana harus memiliki langkah penemuan yang berarti solusi atau penyelesaian masalah yang ditawarkan tidak terduga sebelum-nya oleh orang yang memiliki keahlian biasa di bidang tersebut dan aspek terakhir yaitu aspek yang diterapkan dalam industri atau diproduksi secara industri serta dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Pemenang pertama berhak atas trophi, sertifikat dan uang tunai sebesar Rp 15 juta, pemenang kedua trophi, sertifikat dan uang sebesar Rp 12,5 juta,  juara ketiga berhak atas trofi, sertifikat dan uang tunai sebesar Rp 10 juta, sementara pemenang harapan satu berhak atas trofi, sertifikat dan uang sebesar Rp 7,5 juta. [nik]

Curah Pendapat Inkubator Bisnis
27 Mei 2006
Di masa mendatang, keseluruhan perguruan tinggi negeri akan beralih menjadi badan hukum pendidikan milik negara (BHPMN) sesuai dengan kebijakan otonomi dan desentralisasi pendidikan yang dicanangkan. Hal ini menjadikan perguruan tinggi dituntut untuk bertindak mandiri dalam pengelolaan dana penyelenggaraan pendidikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah
dengan mengembangkan suatu inkubator bisnis (INBIS). Berangkat dengan tema ”Pengembangan Inkubator Bisnis dan Unit Bisnis dalam Menyongsong Otonomi Perguruan Tinggi”, Universitas Brawijaya bekerjasama dengan Balitbang Departemen Pendidikan Nasional menyelenggarakan Curah Pendapat mengenai Pedoman Umum dan Pedoman Operasional INBIS serta Alternatif Model Bisnis Perguruan Tinggi, Sabtu 27/5.
INBIS merupakan lembaga fungsional di perguruan tinggi yang berfungsi menginkubasi potensi bisnis perguruan tinggi dan dunia usaha menuju perguruan tinggi berbasis research university sekaligus entrepreneurial university. Karakteristik yang dimiliki INBIS perguruan tinggi meliputi (1) bersifat non struktural dan berada dalam sistem organisasi kampus, 2) berorientasi menginkubasi potensi bisnis dan dunia usaha serta mengembangkan bisnis di perguruan tinggi, serta 3) melakukan kegiatan inkubasi melalui
pembinaan, bimbingan serta fasilitasi manajemen, teknologi, permodalan dan pemasaran terhadap potensi bisnis perguruan tinggi maupun dunia usaha sehingga menjadi unit bisnis yang mandiri. Di ASEAN, baru tiga negara yang telah mengadopsi konsep INBIS dalam mengembangkan perekonomiannya yaitu Thailand, Malaysia dan Singapura. Diharapkan dengan berkembangnya INBIS perguruan tinggi di Indonesia, mampu mengembangkan perekonomian bangsa pada umumnya dan menunjang pendapatan perguruan tinggi pada khususnya.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini dibuka oleh Pembantu Rektor I Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito dan diikuti oleh puluhan peserta. Materi yang disampaikan meliputi Pedoman Umum Inbis, Pedoman Operasional Inbis serta Alternatif Model I Bisnis Perguruan Tinggi. Bertindak sebagai pemateri Dr Ir Bambang Ali Nugroho DEA., Dr Ir Nuhfil Hanani MS, Dr Ir Agus Tjahjono MS, dan Prof Dr Ir Abdul Latief Abadi MS. [nik]

Disertasi Isrok SH MS
27 Mei 2006
Semu, Wewenang DPRD terhadap Visi, Misi dan Program Calon Kepala Daerah Visi, misi dan program pasangan calon kepala daerah (KDH) adalah dokumen resmi daerah. Sebagai dokumen resmi daerah, visi, misi dan program pasangan calon KDH dalam pilkada langsung sangat penting karena menjadi hukum tertinggi dimana kinerja pemerintah daerah nantinya terdiri dari kepala daerah dan DPRD. Karenanya visi, misi dan program pasangan calon KDH harus dinyatakan legitimate terlebih dahulu oleh DPRD dengan mengandung beberapa segi yaitu segi Pancasila, segi filosofis, segi yuridis dan segi non yuridis.
Demikian ungkap Isrok SH MS dalam ujian disertasi yang digelar Program Pascasarjana  (PPS) Universitas Brawijaya, Sabtu 27/5. Dalam kesempatan itu Isrok membawakan disertasi berjudul ”Wewenang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam Pemilihan Kepala Daerah Berkaitan dengan Pemilihan Langsung”.
Lebih lanjut diungkapkan, meski visi, misi dan program calon pasangan kepala daerah menjadi dokumen resmi daerah, tetapi tugas dan wewenang DPRD terhadap dokumen tersebut nantinya hanya sebatas sebagai penyelenggara rapat paripurna yang tidak perlu kuorum, dihadiri wakil masyarakat, terbuka untuk umum, mendengarkan visi, misi dan program pasangan calon KDH pada hari pertama kampanye, tanpa dilakukan dialog. Hal ini berarti bahwa wewenang DPRD terhadap visi, misi dan program calon pasangan KDH tidak berarti dengan kata lain terjadi pembodohan terhadap DPRD.
Beberapa hal yang disarankan Isrok dalam disertasinya. Di antaranya, UU pemerintahan daerah sebagai UU organik dari UUD 1945, yang mengatur wewenang DPRD dalam pemilihan KDH berkaitan dengan pemilihan langsung, hendaknya dibuat secara sistematis dan tetap, sehingga dapat dijadikan pedoman pelaksanaan dan harus dilepaskan dari kepentingan politik dari yang sedang berkuasa.
Solusi berikutnya yang ditawarkan adalah diperlukannya konsistensi antara UU yang ada dengan peraturan pemerintah yang mengaturnya, dan perlu diletakkan pada tempatnya. DPRD sebagai lembaga legislatif daerah dan mewakili rakyat daerah hendaknya mewujudkan kewenangan terhadap visi, misi dan program yang dimiliki agar sebagai wakil rakyat daerah keberadaannya nampak ada dan kedaulatan demokrasi nampak dijunjung tinggi sesuai dengan pemerintahan yang berdaulat.
Ujian disertasi Isrok SH MS dipromotori oleh Prof. Dr. I Dewa Gede Atmadja SH MS dengan kopromotor Prof. Dr. Moch. Munir SH dan Prof. A Mukthie Fadjar SH MS. Tim penguji terdiri dari Prof. A. Masyhur Effendi SH MS, Prof. Dr. Hj. Made Sadhi Astuti SH, Prof. Harjono SH MCL, dan Dr. I Nyoman Nurjaya SH MH.
Dalam yudisium, Isrok dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor ilmu hukum dengan kekhususan Hukum Tata Negara, dengan predikat sangat memuaskan, indeks prestasi kumulatif 3,59.
Dr. Isrok SH MS (59 tahun, lahir di Malang 18/10/46) adalah sarjana hukum lulusan Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat Universitas Brawijaya (1974), magister sains ilmu hukum dari Universitas Airlangga (1987). Menjadi tenaga pengajar pada Jurusan Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya sejak 1976, kini mempunyai jabatan fungsional akademik Lektor Kepala, berpangkat Pembina Tingkat I, golongan IV/b. Saat ini pula menjadi anggota Senat Universitas Brawijaya mewakili Fakultas Hukum. Sebelumnya, Isrok pernah menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Hukum Tata Negara, Ketua Jurusan Hukum Tata Negara, dan Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Unibraw untuk beberapa periode.
Semenjak lulus, Isrok aktif dalam Biro Bantuan Hukum (di kemudian hari berubah nama menjadi Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum) Fakultas Hukum Unibraw, bahkan sempat menjadi ketuanya.
Pada masa mudanya, Isrok dikenal sebagai aktivis mahasiswa, baik untuk level Senat Mahasiswa maupun Dewan Mahasiswa dan Unit Aktivitas. Isrok menjabat Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Hukum tahun 1971-1972, menjadi salah seorang Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Brawijaya 1972-1973, aktif dalam Liga Film Mahasiswa 1973-1974, dan sebentar menjadi legislator pada Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (1974-1975). Saat ini Isrok menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Brawijaya. [nik]

Kuliah Tamu: Pestisida dalam Usaha Pertanian Berkelanjutan
27 Mei 2006
Himpunan Mahasiswa Perlindungan Tanaman Universitas Brawijaya, Sabtu (27/5), menyelenggarakan kuliah tamu dengan tajuk ”Peranan Pestisida dalam Usaha Pertanian Berkelanjutan”.
Dicky Hartono, staf sebuah perusahaan agribisnis milik Amerika Serikat, Syngenta, yang diundang sebagai pembicara tamu, dalam makalah bertajuk “Peranan Pestisida dalam Pertanian Berkelanjutan” mengatakan, insektisida dan pestisida merupa-kan permasalahan dilematis. “Di satu sisi penting guna membas-mi serangga dan hama, di sisi lain risikonya sangat tinggi”, ungkap Dicky, “karena itu, dibutuhkan pemakaian pestisida dan insektisida secara bijaksana dengan mengurangi risiko bagi konsumen, pengguna dan lingkungan”.  Secara rinci, dianjurkan “lima tepat dalam aplikasi pestisida”, yang meliputi tepat sasaran aplikasi, tepat pemilihan pestisida, tepat waktu aplikasi, tepat takaran aplikasi dan tepat cara/aplikasi melalui penyemprotan, pengkabutan, penghem-busan, fogging dan perawatan benih.
Dalam kesempatan itu Dicky mensosialisasikan pakaian pengaman bagi petani pengguna pestisida, serta “kertas sensitif” yang digunakan sebagai indikator jumlah pemakaian dalam takaran kiloliter. “Dengan memakai kertas ini akan bisa diperkirakan berapa jumlah pemakaian pestisida per hektarnya”, ungkap Dicky. Lebih lanjut disampaikan, dengan pemakaian dalam jumlah tertentu kertas kuning ini akan berwarna biru.  ”Tetapi mayoritas petani Indonesia bukan hanya berwarna biru, tetapi air tersebut sampai menetes dari kertas, ini jelas berbahaya bagi tanah yang ada di bawah tanaman dan organismenya”, tukas Dicky dalam menggambarkan fakta.
Sementara itu, Dr. Ir. Toto Himawan MS, dosen senior Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian, dalam presentasi berjudul ”Peranan Pestisida dalam Pengelolaan Hama dan Penyakit Terpadu” mengatakan, pestisida digunakan dalam program PHT (Pengelolaan Hama dan Penyakit Terpadu) ketika cara lain yang tersedia tidak cukup kuat untuk mempertahankan populasi OPT (organisme pengganggu tanaman) telah mencapai ambang kerusakan ekonomis.
Secara rinci, Toto mengurai berbagai permasalahan dalam penggunaan pestisida yang berlebihan di antaranya resistensi terhadap pestisida, peracunan terhadap musuh alami dan organisme bukan sasaran serta kesehatan masyarakat dan lingkungan. ”Untuk itu, penekanannya adalah untuk memaksi-malkan keuntungan dan kelebihan pestisida sementara berbagai potensi yang berisiko diminimalkan”, ungkap Toto. Lebih lanjut diungkapkan, ketika diperlukan perlakuan pestisida, pemilihan bahan hendaknya konsisten dengan label pestisida yang resmi sesuai peraturan dan hukum. [nok]

Dr. Ir. Soepanto Soemokaryo MM Gurubesar Fakultas Perikanan
27 Mei 2006
Senat Universitas Brawijaya, dalam rapat terbuka yang digelar Sabtu 27/5, mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Soepanto Soemokaryo MM sebagai gurubesar luar biasa dalam ilmu manajemen industri perikanan dari Fakultas Perikanan. Dihadapkan Senat, Soepanto membawakan orasi ilmiah berjudul "Manajemen Industri Perikanan Indonesia dalam Era Liberalisasi Perdagangan dan Otonomi Daerah".
Prof. Soepanto, selama ini dikenal sebagai Presiden Direktur PT (Persero) Usaha Mina (1977-2005), dan aktif sebagai pengajar Program Pascasarjana Magister Manajemen Agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB), di samping beberapa perguruan tinggi lain seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Wijayakusuma, Sekolah Tinggi Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan, dan Akademi Usaha Perikanan Jakarta. Di Universitas Brawijaya, tokoh ini dikenal sebagai salah satu perintis Fakultas Perikanan sejak di fakultas berstatus swasta dikelola sebuah yayasan yang berkedudukan di Probolinggo dan tercatat sebagai dosen luar biasa Faperik Unibraw sejak 1964 hingga kini.
Perlu change maker
Di dalam orasinya, Prof. Soepanto mengatakan dunia perikanan menghadapi berbagai tantangan, yaitu: ketimpangan yang merupakan dampak negatif pembangunan, liberalisasi perdagangan dan otonomi daerah. Oleh karena itu ia berharap tampil change maker, seorang leader yang dapat menjadi panutan, perintis jalan, penyelaras dan pemberdaya yang serentak dalam suatu sistem, mulai dari level mikro (tingkat firm) ke level meso (agro based industry cluster), sampai level makro (regulator pemerintah pusat dan otonomi daerah). Operasionalnya, melalui penerapan lima tahapan secara simultan. Lima tahapan itu, pertama, perumusan visi dan misi yang menjawab tantangan otonomi daerah dan liberalisme perdagangan serta dapat menjawab permasalahan pengembangan pembangunan yang telah berlangsung. Kedua, perumusan prioritas sektor industri yang dapat menjawab permasalahan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Prioritas jangka pendek yaitu sektor industri yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan khususnya semkin meningkatkan pendapatan masyarakat. Sedangkan prioritas jangka panjang yaitu sektor industri yang berdampak terhadap pertumbuhan sektor lainnya yang relatif merata dan stabil. Tahapan ketiga, memilih komoditi unggulan dalam satu wilayah dari sektor prioritas di dalam Departemen Kelautan dan Perikanan. Keempat, menentukan instrumen kebijakan yang akan dioperasionalkan untuk masing-masing komoditi unggulan dalam suatu wilayah pengembangan. Dan kelima, menerapkan manajemen perubahan bagi para pelaku industri perikanan mulai dari tingkat perusahaan, industri dan regulator. Khusus tahap kelima, menurut Prof Soepanto, akan sangat bagus apabila dapat diperankan sedini mungkin.
Karya ilmiah
Selama puluhan tahun berkecimpung dalam bidang perikanan, Soepanto menghasilkan banyak karya ilmiah yang dipublikasikan. Di antaranya, "Pengembangan Ekspor Tuna dan Cakalang dengan PIR Sistem Rumpon" topik hasil laut/agro pada sidang pleno ISEI di Bukittinggi, 29 Juni-1 Juli 1989, "Tinjauan terhadap Kebijakan dan Regulasi Pemerintah yang Menunjang dan Menghambat Proses Integrasi Agroindustri serta Antisipasi Menghadapi Pasar Bebas Dunia" makalah pada Simposium Nasional Agroindustri III di Bogor, 4-5 September 1997,  "Fishing and Resource Management Partnerships Undertaken by PT Usaha Mina, Indonesia", laporan Workshop on Smart Partnership for Sustainability in the Fishing Industry (FAO Corporate Document Repository), Penang. Malaysia 26-28 November 1997, "Resource-based Collaborative Commercial Fisheries Management in Eastern Indonesia", tulisan dalam Jurnal Pesisir dan Lautan vol. 2, no. 2, 1999, "Pengembangan Industri Kelautan dan Perikanan" makalah Seminar Nasional dan Talk Show "Marine Techno 'n Fisheries 2000" dengan tema "Peluang dan Tantangan di Era Baru Kelautan Indonesia", di Jakarta, 9 Agustus 2000, "Pilihan Investasi Subsektor Perikanan Laut Berdasarkan Ketersediaan dan Kelestarian Sumberdaya" makalah pada seminar dan lokakarya "Pendugaan Stok Ikan sebagai Landasan Pengendalian Penangkapan Ikan dalam rangka Otonomi Daerah", di Universitas Brawijaya, 28 April 2001, dan "Pemanfaatan Sumberdaya Pesisir dan Pengelolaan Kelautan di Jawa Timur", makalah dalam Seminar Nasional Pengelolaan Pesisir dan Laut yang diselenggarakan Fakultas Perikanan Unibraw 29 September 2005.
Prof Dr Ir Soepanto Soemokaryo MM (65 tahun), gurubesar Unibraw yang ke-122, atau gurubesar ke-4 Fakultas Perikanan,  adalah pria kelahiran Wonogiri, sarjana perikanan lulusan IPB (1964), master business administration (MBA) dari LPPM Jakarta (1993), magister manajemen dari Sekolah TInggi Manajemen PPM Jakarta (1995), doktor lulusan IPB (1999) dengan disertasi berjudul "Model Ekonometrika Perikanan Indonesia: Analisis Simulasi Kebijakan pada Era Liberalisasi Perdagangan". [Far]

Ujian Disertasi Dra Nur Fitriyah MS
24 Mei 2006
“Pengelola Rumah Sakit Harus Perhatikan Strategi Bersaing” Strategi bersaing dalam lingkungan yang dinamis adalah strategi yang mampu mendekatkan sebuah organisasi pada tujuannya atau dapat memberikan kinerja terbaik bagi organisasi. Sebagai institusi, rumah sakit berfungsi memberikan pelayanan preventif, kuratif, dan reliabilitatif kepada pengguna jasanya, merupakan instansi yang strategis bagi organisasi bisnis. Hal ini tak lain karena fungsi yang dijalankan rumah sakit lambat laun mengalami perubahan fungsi menjadi promotif. Keadaan ini memerlukan pemahaman pihak manajemen rumah sakit dalam menggunakan strategi bersaing, yaitu strategi kepemimpinan biaya, strategi diferiensiasi dan strategi fokus.
Demikian Dra Nur Fitriyah MS dalam disertasi berjudul "Pengaruh Lingkungan Internal dan Eksternal serta Penggunaan Strategi Bersaing terhadap Kinerja Rumah Sakit di Kalimantan Timur”. Ujian disertasi kandidat dari program doktor ilmu ekonomi dengan minat manajemen ini digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu 24/5.
Penelitian Nur Fitriah dilakukan di tiga belas rumah sakit dengan melibatkan 99 manajer rumah sakit sebagai responden. Nur Fitriyah mengungkapkan bahwa manajemen rumah sakit telah menggunakan dua strategi yaitu strategi diferiansi dan strategi kepemimpinan biaya. Namun, manajer rumah sakit lebih menekankan strategi diferensiasi daripada strategi kepemimpinan biaya. Strategi diferensiasi berpengaruh terhadap mutu pelayanan yang dilakukan rumah sakit. Semakin baik mutu pelayanan rumah sakit, maka rumah sakit semakin berusaha memberikan pelayanan yang berbeda. Sementara itu strategi kepemimpinan biaya berpengaruh terhadap efisiensi yang dilakukan rumah sakit. Semakin tinggi efisiensi operasional yang dilakukan rumah sakit, rumah sakit semakin berusaha memberikan pelayanan murah.
Lebih lanjut diungkapkan, lingkungan eksternal yang berpengaruh terhadap strategi bersaing rumah sakit yaitu pesaing, asuransi, kemitraan, produk pengganti serta peraturan pemerintah. Lingkungan internal yang terdiri dari sumber daya manusia, teknologi, prosedur dan kapabilitas juga berpengaruh terhadap strategi bersaing. Untuk itu Nur Fitriyah menyarankan kepada pihak manajemen rumah sakit untuk memahami implikasi lingkungan agar penggunaan strategi bersaing dapat dilakukan dengan tepat. Pengelola juga harus memperhatikan kemitraan, produk pengganti rumah sakit, sumber daya manusia, prosedur rumah sakit, serta meningkatkan diversifikasi pelayanan agar tercapai kinerja rumah sakit yang optimal.
Dalam ujian terbuka itu, bertindak selaku promotor Prof Dr Eka Afnan Troena SE, dengan kopromotor Prof Dr Djumilah Zain SE dan Prof Dr Moeljadi Pudjosoemarto SU. Sedangkan tim penguji terdiri dari Prof Dr M Syafiie Idrus MEc, Dr Agus Suman DEA, Armanu Thoyib SE MSc PhD, serta Prof Dr Suharno SE MM dari Universitas Mulawarman. Dalam yudisium, kandidat dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu ekonomi.
Dr. Dra. Nur Fitriyah MS lahir di Gresik 46 tahun silam, ibu seorang putri, mendapatkan gelar sarjana sosiologi dari Universitas Airlangga, Surabaya (1984), dan menyelesaikan magister sosiologi antropologi di Universitas Padjadjaran, Bandung (1991).
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, pernah menjabat sebagai sekretaris jurusan sosiologi pada FISIP Universitas Mulawarman (1994), Kapuslit Studi Wanita Universitas Mulawarman (2000), dan kepala program ilmu sosiatri jurusan sosiologi FISIP Universitas Mulawarman (2002). [nik]

Tim Unibraw Lolos ke Pimnas XIX
23 Mei 2006
Tim Universitas Brawijaya dipastikan lolos mengikuti ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa tingkat Nasional (Pimnas) XIX, yang akan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang 26-29 Juli 2006. Kepastian ini diperoleh setelah Universitas Brawijaya keluar sebagai pemenang kedua pada ajang Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) tingkat wilayah C untuk bidang IPA yang digelar 21-23 Mei 2006 di Hotel Grand Palem, Batu.
Judul makalah ”Pemanfaatan Lintah (Hirudo medicinalis) dalam Mencegah dan Mengobati Stroke Iskemik” karya tulis mahasiswa Fakultas Kedokteran Unibraw ini akan maju ke Pimnas bersama pemenang pertama tim dari Universitas Udayana Bali, dengan judul ”Pemanfaatan Ekstrak Benalu Teh (Scurrula atropurpurea Danser) sebagai Antiretroviral dan Imumostrimulator pada Penatalaksanaan HIV/AIDS".
Selain berhak maju ke Pimnas, pemenang pertama dan kedua berhak atas tabanas masing-masing sebesar satu juta rupiah dan delapan ratus ribu rupiah. Sedangkan juara ketiga berhasil diraih oleh tim dari Universitas Jember dengan makalah berjudul ”Pemanfaatan Senyawa Aktif Propolis sebagai Alternatif Pencegahan Osteoporosis pada Wanita Pascamenopause” dan berhak atas tabanas sebesar enam ratus ribu rupiah. [nik]

Mursalim Umar Gani S: Perlakukan Karyawan secara Manusiawi
22 Mei 2006
Sumber daya manusia merupakan unsur yang sangat menentukan keberhasilan suatu organisasi. Sebagai mahluk sosial, karyawan memiliki perasaan, kebutuhan dan harapan-harapan tertentu. Adalah sangat penting, meningkatkan efisiensi dan produktivitas karyawan sebagai aset organisasi, dengan cara memotivasi mereka untuk melakukan tindakan tertentu demi tercapainya tujuan organisasi.
Mursalim Umar Gani S SE MSi, kandidat dari Program Doktor Ilmu Ekonomi, mengemukakan hal ini ketika mempertahankan disertasi berjudul "Pengaruh Karakteristik Individu, Karakteristik Pekerjaan, Karakteristik Organisasi, Motivasi Kerja, Kinerja, dan Imbalan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Studi pada Kawasan Industri Makassar, Sulawesi Selatan), dalam ujian akhir terbuka disertasi yang diselenggarakan Program Pascasarjana (PPS) Universitas Brawijaya, Senin 22/5.
Penelitian disertasi Mursalim dilakukan terhadap 36 perusahaan di kawasan industri Makassar, yang terbagi dalam 7 kelompok usaha, yaitu perusahaan industri makanan dan minuman, industri furnitur, industri kayu olahan, industri beton, industri cold storage, industri pakan ternak, dan industri plastik. Populasi penelitian adalah 6820 orang karyawan pada ketujuh kelompok industri itu, dan sampel yang digunakan sebanyak 405 orang responden. Analisis statistik yang digunakan, adalah analisis jalur (path analysis) dengan tingkat signifikansi 95%.
Hasil penelitian Mursalim menunjukkan ada 7 variabel mempunyai hubungan langsung yang signifikan, dan satu pola hubungan yang tidak signifikan. Variabel yang mempunyai pengaruh langsung dan signifikan adalah: pengaruh karakteristik individu, karakteristik pekerjaan terhadap motivasi kerja. Sementara itu motivasi kerja mempunyai pengaruh langsung terhadap kinerja dan kepuasan kerja. Selanjutnya, kinerja karyawan mempunyai pengaruh langsung terhadap imbalan dan kepuasan kerja. Sedangkan karakteristik individu dan karakteristik pekerjaan tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja dan kepuasan kerja dimediasi oleh variabel motivasi kerja. Sementara motivasi kerja tidak mempunyai pengaruh terhadap imbalan dan kepuasan kerja dimediasi variabel kinerja. Sedangkan kinerja karyawan berpengaruh tidak langsung terhadap kepuasan kerja dimediasi oleh pemberian imbalan.
Menurut Mursalim, apabila karyawan diberi motivasi secara benar, maka karyawan tersebut akan memotivasi dirinya untuk bekerja secara benar dan sungguh-sungguh. Besar kecilnya imbalan merupakan faktor penentu dalam menciptakan kepuasan. Oleh karena itu, sistem pemberian imbalan, khususnya imbalan ekstrinsik (gaji atau upah), perlu dibuat sedemikian rupa dan transparan, dengan memenuhi syarat tertentu yaitu di antaranya memenuhi rasa keadilan, memiliki potensi untuk mendorong semangat serta produktivitas kerja, dan didasarkan pada upah standar.
Mursalim menyarankan, untuk mencegah timbulnya ekses perilaku negatif bagi yang karyawan yang tidak dapat dikendalikan, pemilik perusahaan hendaknya memperlakukan karyawan secara manusiawi dan mengangkat martabatnya sebagai mahluk sosial yang berperasaan, menghargai ide dan hasil karyanya secara proposional. Para pimpinan perusahaan hendaknya menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, dengan memelihara hubungan baik antar personal.
Sidang penguji terdiri dari promotor Prof Dr Eka Afnan Troena SE, ko-promotor Dr. Armanu Thoyib MSc, dan Dr Agus Suman DEA. Sedangkan penguji terdiri dari Prof Dr Umar Nimran MA, Prof Dr Djumilah Zain SE, dan Prof Dr M Syafiie Idrus MEc dari Unibraw, serta Prof Dr Muh Natsir Hamzah SE MSi dari Universitas Muslim Indonesia Makassar. Pada akhir ujian, sidang penguji menyatakan Mursalim Umar Gani S lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu ekonomi dengan minat manajemen sumber daya manusia, dengan predikat memuaskan (IPK 3,34 dan lama studi 4 tahun 10 bulan).
Dr. Mursalim Umar Gani S SE MSi, putra kelahiran Pinrang, Sulawesi Selatan, hampir 54 tahun silam. Ayah tujuh orang anak ini menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar (1983), dan mendapatkan gelar magister di bidang ilmu manajemen dari Universitas Airlangga, Surabaya (1995). Sehari-hari, Mursalim Umar Gani adalah dosen Kopertis diperbantukan pada pada Fakultas Ekonomi, UMI Makassar sejak 1985 hingga sekarang. Pernah menjabat sebagai staf Biro Administrasi dan Keuangan UMI (1979-1985), dosen Yayasan Fakultas Ekonomi UMI (1983-1985), Pembantu Dekan III Fakultas Ekonomi UMI (1985-1989), Kepala Bagian Kemahasiswaan UMI (1989-1991), Ketua Program Diploma Fakultas Ekonomi UMI (1991-1992), Kepala SMU LPP-UMI (1995-1996), Ketua Program Studi Magister Manajemen PPS UMI (1999-2001), dan Ketua Pusat Kajian dan Dakwah PPS UMI (2001-2002). [nik]

Unibraw Tuan Rumah LKTM Bidang IPA Wilayah C
21 Mei 2006
Universitas Brawijaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Bidang IPA untuk wilayah C. Lomba berlangsung tanggal 21-23 Mei 2006, dilaksanakan di Hotel Grand Palem, Batu. Sebanyak lima belas tim dari wilayah PTN/PTS di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur turut ambil bagian. Pembukaan LKTM dilakukan oleh Rektor Prof Dr Ir Bambang Guritno, dan presentasi peserta akan dilakukan mulai Senin 22 Mei 2006.
Menurut Kasubbag Minat dan Penalaran Kantor Pusat Unibraw, Drs. Rudjita, agar penjurian berjalan adil dan obyektif, dua orang dewan juri yang menjadi kewenangan tuan rumah, diambil dari luar wilayah C. Mereka adalah Dr.Ir. Endy Suwondo dari UGM, dan Ir. Ari Handono Ramelan MSc PhD dari Universitas Sebelas Maret Solo dari wilayah B. Sementara dari Dikti bertindak sebagai dewan juri Prof. Dr. Ir. Tirza Hanum. Panitia akan memilih tiga tim terbaik. Terbaik pertama akan mendapatkan piagam dan tabanas sebesar satu juta rupiah, terbaik kedua mendapatkan piagam dan tabanas sebesar delapan ratus ribu rupiah, dan terbaik ketiga mendapatkan piagam serta tabanas sebesar enam ratus ribu rupiah. Khusus juara satu dan dua, akan mewakili wilayah C untuk bidang IPA di ajang Pimnas ke-19, yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang 26-29 Juli 2006.
Sementara itu, LKTM bidang pendidikan di wilayah C akan diselenggarakan di Universitas Trunojoyo pada 26-28 Mei 2006 dan bidang IPS diselenggarakan di Universitas Pendidikan Nasional Denpasar pada 31 Mei-2 Juni 2006.
Makalah peserta
Berikut adalah perguruan tinggi peserta LKTM bidang IPA wilayah C: Universitas Brawijaya dengan judul makalah ”Pemanfaatan Lintah (Hirudo medicinalis) dalam Mencegah dan Mengobati Stroke Iskemik”, Universitas Negeri Surabaya dengan judul ”Pemanfaatan Limbah Cangkang Kepiting Bakau (Scylla sp) untuk Menghasilkan Kitosin sebagai Pengawet Makanan Pengganti Formalin”, Universitas Udayana dengan judul ”Pemanfaatan Ekstrak Benalu Teh (Scurrula Atropurpurea Danser) sebagai Antiretroviral dan Imunostimulator pada Penatalaksanaan HIV/AIDS, Universitas Jember judul makalah ”Pemanfaatan Senyawa Aktif Propolis sebagai Alternatif Pencegahan Osteoporosis pada Wanita Pascamenopause”, IKIP Negeri Singaraja dengan judul ”Pemanfaatan Sekam Padi sebagai Absorben untuk Menurunkan Konsentrasi Ion Fe3+ pada Air”, Universitas Trunojoyo dengan judul ”Pengembangan Metode Pakar dalam Aplikasi Pembelajaran Tajwid”, Universitas Negeri Malang dengan makalah ”Pemanfaatan Wedusan (Ageratum conyzoides L) sebagai Insektisida Botani”, Universitas Airlangga dengan makalah ”Pemanfaatan Limbah Tandan Kelapa Sawit dalam Produksi Etanol sebagai Sumber Energi Alternatif”, Universitas Surabaya dengan makalah ”Pemanfaatan Integratet Medical Network (IMN) untuk Meningkatkan Mutu Layanan Kesehatan di Surabaya”, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dengan judul makalah ”Peranan Beberaoka Bakteri Asam Laktat pada Sourdogh untuk Memperpanjang Umur Simpan Roti”, Universitas Muhammadiyah Malang dengan makalah berjudul ”Penerapan Trigonometri pada Metode Ephemeris Hisab Rukyat sebagai Salah Satu Upaya Penentuan Gerhana Matahari dan Bulan", Universitas Mahasaraswati Bali dengan makalah berjudul ”Keanekaragaman Tanamah Hias yang Dijual oleh Penjual Tanaman Hias di Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung”, ITS Surabaya dengan judul makalah ”Limbah Plastik sebagai Suplemen Bahan Bakar Diesel dengan Memanfaatkan Larutan Bioetanol Molasses”, Universitas Mataram dengan judul ”Antisipasi Flu Burung pada Unggas dengan Tanaman Herbal Berkasiat (Curcuma domestica dan Aloevera) serta Penerapan Peternakan yang Higienis”, dan Universitas Nusa Cendana Kupang dengan makalah berjudul ”Budidaya Rumput Laut dalam Sumbangannya bagi Masyarakat di Pulau Timor”. [nik]

Seminar Regional Food Additive dalam Kajian Keamanan Pangan
20 Mei 2006
Himpunan Mahasiswa Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya, Sabtu (20/5), di gedung Widyaloka, menyelenggarakan seminar regional "Penggunaan Food Additive Kimia dalam Kajian Keamanan Pangan".
Diundang sebagai pembicara dalam seminar tersebut Ir. Endang Widowati (Badan POM Jawa Timur), Ir. Fakhtur Rozaq MS (Balai Laboratorium Pengujian Mutu Hasil Perikanan), dan Ir. Yahya MP (akademisi sekaligus praktisi wirausaha).
Ir. Endang Widowati, dalam paparannya, mengurai berbagai bahan tambahan pangan di antaranya pewarna, pemanis buatan, pengawet, antioksidan, penyedap rasa dan aroma, pemutih dan pematang tepung serta pengeras. Secara khusus, ia juga menyoroti formalin yang sempat menjadi isu yang terutama banyak dimanfaatkan di dunia perikanan. Menurutnya, nelayan banyak menggunakan formalin dikarenakan beberapa alasan, di antaranya biaya operasional yang lebih murah, daya awet ikan yang lebih lama, kerusakan ikan yang rendah serta kenampakan yang kurang baik setelah beberapa hari.
Mencoba mengurai benang kusut dalam peredaran bahan tambahan pangan (BTP), Endang Widowati menyatakan, hukum permintaan dan penawaran berlaku dalam pemanfaatan BTP. ”Jika konsumen sadar akan bahaya BTP dan berusaha menghindarinya, maka produsen akan mengikuti selera pasar”, ungkapnya. Diberikan contoh, pemanfaatan pewarna merah rhodamin-B dalam 'krupuk upil'. ”Jika masyarakat telah tahu bahaya pewarna sintetik dalam 'krupuk upil' dan mengurangi pembelian krupuk berwarna merah dengan memperbanyak pembelian krupuk berwarna putih. Maka penjual secara otomatis akan memperbanyak penjualan 'krupuk upil' warna putih (yang diasumsikan tanpa pewarna) dan mengurangi penjualan 'krupuk upil' warna merah”, tuturnya.
Sementara itu Ir. Fakhtur Rozaq MS dalam uraian mengenai beberapa pengujian praktis yang bisa dilakukan oleh konsumen, mengatakan, guna menyelamatkan konsumen yang tak dapat terhindar dari berbagai bahan tambahan pangan aditif tersebut, dapat dilakukan di antaranya uji RQflex-reflextometer, pengujian formalin dengan sulfat, serta pemanasan dengan water bath, maupun api bunsen. [nok]

Temu Alumni Teknik Pertanian Unibraw
20 Mei 2006
Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya, Sabtu (20/5), menyelenggarakan temu alumni bertempat di gedung TEP-2 (Laboratorium Daya). Dalam acara tersebut, hadir beberapa alumni dari berbagai angkatan mulai angkatan 82 sampai angkatan 99. Di antaranya adalah Muhammad Zaenal Fatah (angkatan 84) yang sekarang bekerja di Bappenas, dan Suwarno (angkatan 84) yang sekarang berkerja di Dupont International.
Diawali dengan acara ramah tamah, para alumni saling bernostalgia dengan para pengajar maupun teman seangkatannya. Selanjutnya mereka berdiskusi membahas berbagai permasalahan yang berkontribusi positif bagi pengembangan jurusan Teknik Pertanian. Mengemuka dalam dialog yang berlangsung serius namun santai tersebut, gagasan model atau konsep jejaring antara mahasiswa (calon alumni) dengan alumni. Para alumni memberikan gambaran, berbagai proses yang telah mereka jalani sampai akhirnya pada kondisi saat ini. Informasi tersebut secara khusus bertujuan untuk memberikan semangat kepada mahasiswa yang dalam kesempatan tersebut juga turut dilibatkan dalam dialog, bahwa ilmu keteknikan pertanian memiliki peran dan posisi strategis di tengah masyarakat.
Seiring dengan berakhirnya kegiatan temu alumni, Dekan FTP Prof. Dr. Ir. Simon Bambang Widjanarko MAppSc menutup berbagai kegiatan yang terkemas dalam Agricultural Engineering Event. Dalam sambutannya Prof. Simon menyatakan, banyak hal yang dapat menjadi kajian bidang Teknik Pertanian, dan ke depan ilmu ini memiliki prospek yang sangat positif. Mengenai keberadaan ikatan alumni (IKA), Prof. Simon terus terang menyatakan kekecewaan atas kurang produktifnya lembaga IKA FTP yang telah terbentuk selama ini. Ia sangat berharap peran alumni ke depan, walaupun pada saat ini belum ada konsepsi rigid mengenai pemberdayaan alumni. “Kondisi lembaga IKA saat ini cenderung mati suri tanpa produktivitas yang berarti, hal ini dikarenakan awak yang ada di dalamnya bekerja secara sukarela”, ungkapnya. “Ke depan diperlukan pengelolaan profesional terhadap lembaga ini dengan mempekerjakan orang-orang profesional atau setidaknya memiliki harapan yang strategis terhadap keberadaan alumni Universitas Brawijaya”, tambah guru besar FTP ini. [nok]

Bantuan ONH
18 Mei 2006
Universitas Brawijaya untuk musim haji 1428H (2008M) tetap akan memberikan bantuan ongkos naik haji (ONH)/biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) bagi tenaga administrasi. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, besarnya bantuan itu mengalami kenaikan. Kenaikan ini dimungkinkan karena saat ini sudah tidak ada lagi pegawai golongan I di Unibraw, sehingga bantuan dapat dialihkan untuk pegawai golongan IV. Besarnya bantuan, 75% ONH untuk pegawai golongan II, 50% ONH untuk golongan III, dan 25% ONH untuk golongan IV. Ketetapan ini tertuang dalam surat Pembantu Rektor II Prof. Dr. Moch. Munir SH bernomor 1304/J.10/KP/2006 tanggal 18 Mei 2006, perihal pemberitahuan persyaratan bagi PNS (tenaga administrasi) golongan II, III, dan IV yang menerima bantuan ONH. Surat ini sekaligus merevisi surat sebelumnya bernomor 1172/J.10/KP/2006 tanggal 3 Mei 2006 tentang bantuan ONH yang menyebutkan pemberian bantuan ONH untuk pegawai golongan I, II, dan III, serta mengubah batas pendaftaran dari 15 Mei 2006 menjadi tanggal 1 Juni 2006.
Sementara itu persyaratan untuk mendapatkan bantuan ONH meliputi: memiliki masa kerja minimal 15 tahun, berakhlak baik/tak tercela, taat melaksanakan ibadah shalat lima waktu, dan telah memiliki ONH (25% untuk pegawai golongan II, 50% untuk pegawai golongan III, dan 75% untuk pegawai golongan IV). Bantuan ini hanya berlaku untuk PNS yang bersangkutan (tidak termasuk anggota keluarganya). Yang bersangkutan harus terdaftar sebagai anggota KBIH (kelompok bimbingan ibadah haji) Universitas Brawijaya. Pendaftaran dilakukan di PPA (Pusat Pengembangan Agama) Universitas Brawijaya selambat-lambatnya 1 Juni 2006. Untuk menetapkan penerima bantuan ONH, akan dilakukan undian. Mereka yang sudah pernah mendaftarkan diri, tidak perlu mendaftar kembali karena namanya otomatis akan diikutkan undian. [Far]

Lokakarya Penerapan Layanan Database Berbasis TI
18 Mei 2006
Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi, Kamis 18/5, menyelenggarakan Lokakarya Penerapan Layanan Database Berbasis Teknologi Informasi. Lokakarya dalam rangka pembakuan sistem informasi di Universitas Brawijaya, diadakan dengan dana Program Cakupan Perguruan Tinggi (PCPT). Dalam kesempatan itu diperkenalkan prototipe sistem informasi manajemen perguruan tinggi (SIM-PT) Universitas Brawijaya dan dilanjutkan dengan diskusi tentang integrasi layanan sistem informasi pelaporan dengan SIM-PT.
Lokakarya dibuka Pembantu Rektor IV Prof. Dr. Umar Nimran MA, berlangsung di lantai VIII gedung Rektorat, diikuti oleh segenap unit kerja: fakultas, program, lembaga, biro, dan unit pelaksana teknis. Untuk itu, setiap peserta diharuskan membawa sendiri laptop dengan fitur wireless.
Menurut Prof. Umar Nimran, dengan database berbasis teknologi informasi ini diharapkan layanan informasi menjadi lebih mudah dan akurat, serta mempercepat pengambilan keputusan dan tukar menukar informasi. Ditegaskan pula, Unibraw memang memerlukan perencanaan database. Untuk itulah lokakarya ini diadakan.
Sementara itu Direktur UPPTI (Unit Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi), Prof Dr Ir Abdul Latief Abadi MS, kepada peserta lokakarya menginformasikan bahwa saat ini kapasitas bandwidth jaringan di Unibraw sudah ditambah menjadi 1-2 MBps (megabyte per second). Namun demikian berdasarkan survei terakhir, peralatan yang ada saat ini seperti halnya antena hot spot untuk keperluan lokakarya ini, umumnya dengan tahun pengadaan 2001, sehingga tidak memadai lagi untuk menunjang aktivitas jaringan. [Far]

Timpang, Kebijakan Desentralisasi Fiskal Pemerintah
18 Mei 2006
Desentralisasi fiskal yang sedang dijalankan pemerintah saat ini, yaitu dengan menggunakan formula sesuai petunjuk UU No. 25/1999 menimbulkan pemerataan fiskal vertikal dan horisontal, yang masing-masing berada pada posisi yang timpang. Pemerataan fiskal vertikal bergerak menuju ke arah pemerataan, sementara pemerataan fiskal horisontal bergerak menuju arah ketimpangan. Padahal, desentralisasi fiskal bertujuan mencapai kemakmuran masyarakat dengan cara mendorong peningkatan kebutuhan fiskal, tetapi menekan atau mempertahankan kapasitas fiskal dan juga pajak daerah pada tingkat yang konstan.
Demikian Thomas Ola Langoday, dalam disertasi berjudul ”Pengaruh Desentralisasi dan Pemerataan Fiskal terhadap Kapasitas dan Kebutuhan Fiskal serta Pajak Daerah di Propinsi Nusa Tenggara Timur”. Penelitian disertasi Thomas ditujukan untuk mengetahui bagaimana pemerataan fiskal berkenaan dengan pelaksanaan desentralisasi fiskal di Indonesia, dan dilaksanakan di 14 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur.
Ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana (PPS) Universitas Brawijaya, Kamis 18/5, itu dipromotori oleh Prof Dr M. Harry Susanto SU, serta kopromotor Dr Maryunani SE MS, David Kaluge SE MS MEcDev PhD, dan Agus Suman SE DEA PhD. Bertindak sebagai penguji, Prof. Dra SM Kiptiyah MSc, Dr. Umar Burhan SE MS, dan Prof Dr Soedjono Abipraja SE dari Universitas Airlangga.
Hasil penelitian Thomas juga menunjukkan dampak lain, seperti terjadinya distribusi pendapatan yang semakin timpang antar daerah otonom di Propinsi NTT. Dari tiga model yang digunakan sebagai analisis yaitu model Jun Ma, model UU No. 25/1999, serta model kewenangan pemerintah daerah, Thomas menyatakan, model kewenangan pemerintah daerah yang otonom memiliki kesenjangan fiskal yang relatif kecil. Tiga belas daerah yaitu Sumba Barat, Sumba Timur, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Alor, Lembata, Flotim, Sikka, Ende, Ngada dan Kota Kupang, kecuali Kabupaten Manggarai, memperoleh dana alokasi umum (DAU) tahun 2003 yang lebih besar dari kesenjangan fiskalnya. Kesenjangan fiskal yang kecil disebabkan karena ada bidang-bidang pelayanan publik yang menyentuh kepentingan masyarakat banyak, tidak termasuk dalam kategori kewenangan pemerintah daerah otonom, seperti yang diamanatkan UU. Kewenangan tersebut adalah bidang administrasi umum pemerintahan, kesejahteraan sosial dan perlindungan kepada masyarakat.
Ujian tertutup sudah dilaksanakankan 8/4 silam, dan dalam ujian terbuka Kamis 18/5 itu Thomas Ola Langoday dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan, indeks prestasi kumulatif 3,69, dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu ekonomi dengan minat studi pembangunan.
Dr. Thomas Ola Langoday SE MSi, adalah putra NTT kelahiran Holoziang Lembata, 43 tahun silam. Dosen pada Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang, ini menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (1990), dan memperoleh gelar magister sains dari Universitas Hasanuddin, Makassar (1994). [nik]

Pertemuan Forkom Humas Perti Malang
18 Mei 2006
Forum Komunikasi Humas Perguruan Tinggi Malang Raya, Kamis 18/5, menyelenggarakan dialog interaktif di Kampus Institut Teknologi Nasional, Malang. Dialog dengan tema "Visi dan Misi Media Massa Cetak di Malang terhadap Informasi Pendidikan (Khususnya Perguruan Tinggi)" ini mengisi pertemuan kelima Forkom sejak dideklarasikan Februari 2005 silam di Kampus Universitas Negeri Malang.
Dalam dialog itu dihadirkan 3 pembicara, yaitu Sri Widji Wahyuning Utami (Redaktur Pelaksana Radar Malang), Drs. Zulkarnain Nasution MPd (Kepala Humas Universitas Negeri Malang), dan Antoni SSos MSi (dosen Program Ilmu Sosial Universitas Brawijaya). Dialog ini dimoderatori oleh Maulina Pia Wulandari SSos MCom dari Program Ilmu Sosial Unibraw.
Kabur
Dengan tajuk "Media Massa, Berita Pendidikan, dan Fungsi Pendidikan Media", pembicara pertama Antoni mengatakan, dewasa ini muncul pandangan kritis terkait mengaburnya batasan antara jurnalisme dan periklanan. ”Terdapat tarik-menarik kepentingan dari dunia yang awalnya memiliki orientasi berbeda tersebut”, ungkapnya. Dari fenomena ini lebih lanjut dipertanyakannya dalam sebuah perdebatan etik, apakah pers masih berorientasi pada peran bagi kepentingan publik ataukah kemudian menjadi instrumen bagi kepentingan privat tertentu? Dalam upaya mengkaji fenomena tersebut, Antoni melihatnya dari kerangka berfikir ”peran pendidikan media massa” yang menuntut tampilan realitas tentang komponen-komponen dunia pendidikan baik dimensi positif maupun negatifnya. Dalam mensinergikan hubungan antara praktisi kehumasan dan media massa, Antoni menyampaikan potensi gesekan antara humas dengan media massa di mana pada satu sisi, secara normative media massa memiliki fungsi ideal dalam mendidik masyarakat walau tidak jarang muncul pandangan skeptis akan peran edukasi media massa ketika muncul media massa industri dengan segala problematikanya, sementara disisi lain, Humas yang secara normative memiliki tugas membangun citra lembaga, dalam dinamikanya tidak jarang menimbulkan gesekan-gesekan yang membutuhkan upaya kerjasama simbiosis mutualisme dengan pemahaman dua arah”, ujar Antoni.
Proaktif
Sementara itu, Zulkarnain Nasution, dalam kesempatan berbicara menyampaikan tajuk ”Peran Media Massa Cetak di
Malang Terhadap Informasi Pendidikan: Perspektif Humas Perguruan Tinggi”. Dalam paparannya, dijelaskan berbagai strategi bagi praktisi kehumasan dalam peningkatan kualitas informasi berita pendidikan di Malang, di antaranya dengan proaktif dalam memberikan informasi pendidikan kepada pers dengan visi ”memahami dan melayani media”, sementara di sisi lain, diperlukan upaya untuk tetap mempertahankan konsistensi porsi rubrik pendidikan di media massa cetak di Malang sebagaimana fungsi pers sebagai media pendidikan.
Sebagai perwakilan dari media massa cetak yang ada di Malang, Sri Widji Wahyuning Utami menegaskan komitmennya dalam upaya mewujudkan salah satu visi media, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan berusaha mengakomodir berbagai elemen secara proporsional.
Dalam acara tersebut Hubungan Masyarakat (Humas) Universitas Brawijaya mengirimkan dua stafnya, Pranatalia Pratami Nugraheny SAB dan Denok Setianingrum STP. [Far/nok]

Dharma Wanita Gelar Diklat Membuat Kecap
17 Mei 2006
Bidang Pendidikan Dharma Wanita Universitas Brawijaya, Rabu 17/5, menyelenggarakan diklat membuat kecap, di gedung Widyaloka. Diklat dimaksudkan untuk memberi pengetahuan serta menggugah jiwa kewirausahaan para anggota Dharma Wanita. Dengan narasumber Ir. Elok Zubaidah MP dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, acara ini diikuti oleh puluhan peserta.
Dijelaskan, kecap adalah cairan kental yang mengandung protein, yang diperoleh dari perebusan kedelai yang telah diragikan dengan ditambah gula, garam dan rempah-rempah. Kecap dapat dibuat dari berbagai jenis bahan antara lain dari ikan, air kelapa, dan kedelai. Pembuatan kecap tradisional menurut Elok, melalui dua tahap fermentasi yaitu tahap penjamuran dan tahap perendaman dalam larutan garam. Penjamuran kedelai berlangsung selama tiga hari pada suhu 20-30 derajat Celcius dan proses perendaman membutuhkan waktu selama tiga hingga sembilan bulan. ”Semakin lama proses perendaman dalam air garam, semakin enak rasa kecapnya,” tambah Elok. [nik]

Seminar Internasional EECCIS
16-17 Mei 2006
Perkembangan teknologi informasi yang sangat melangit di era ini, menjadi ancaman tersendiri bagi Indonesia, khususnya dlaam bidang pertahanan negara. Semua ancaman yang bersifat non militer, justru secara umum semakin sulit teridentifikasi, sementara disisi lain, sebagian masyarakat kita sedang bergulat untuk mengatasi ancaman yang paling nyata, paling dekat dan paling terasa yaitu ancaman dan himpitan ekonomi. Demikian Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Ir. Imam Zaky MT dalam pidato pembukaan Seminar Internasional Bidang Teknik Energi Listrik, Elektronika, Telekomunikasi, Kendali dan Sistem Informasi (Electrical Power, Electronics, Communication, Control and Information System, EECCIS) yang berlangsung di gedung Widyaloka, Selasa 16 Mei 2006.
Lebih lanjut Imam Zaky mengungkapkan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mau tidak mau tetap harus berjalan meskipun kondisi negara sedang mengalami ketidakseimbangan di berbagai sektor, utamanya bidang ekonomi. Upaya-upaya penataan diri dari masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat elektro Indonesia dalam penemuan paradigma baru serta guna menentukan reorientasi penerapan, diharapkan dapat memulihkan kondisi perekonomian secara umum. Beragamnya kondisi geografis Indonesia, keanekaragaman kultur, dan tingkat pengetahuan masyarakat, menurut Imam Zaky menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat elektro Indonesia.
Posisi Strategis
Hadir sebagai pembicara kunci dalam seminar yang berlangsung selama dua hari itu, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Budi Susilo Soepandji, mewakili Menteri Pertahanan Republik Indonesia. Dalam materi berjudul ”Pengembangan Potensi Bidang Teknik Elektrik, Elektronika, Komunikasi, Kendali serta Sistem Informasi dalam Mendukung Pertahanan dan Keamanan Negara”, Soepanji mengungkapkan, secara geopolitik Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah 80 persen laut dan 20 persen darat, serta berada di empat Sea Line of Communication (SLOC) menjadikan Indonesia sebagai negara strategis yang dapat mendukung analisis masa depan ekonomi dunia di wilayah Asia. Kekuatan dan status Indonesia secara geopolitik, hanya dapat diperoleh di laut. Dengan demikian maka kekuatan laut yang handal bersinergi dengan kekuatan udara dan darat, yang dikonsepsikan sebagai tri matra menjadi deterence factor mengefektifkan pertahanan negara dalam menghadapi ancaman militer. Lebih lanjut dikatakan Soepandji bahwa di era globalisasi ancaman yang dihadapi sistem pertahanan negara tidak hanya ancaman militer, namun juga ancaman non militer. ”Pesatnya kemajuan teknologi mendorong kesadaran hubungan antar bangsa dalam strategi beradab, membentuk ancaman menjadi semakin canggih, halus dan melekat dalam dinamika kehidupan nasional,” ujarnya.
Pada akhir presentasi Soepandji menuturkan, sistem pertahanan negara adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta, dengan melibatkan seluruh sumber daya nasional, yang terdiri dari sumber daya manusia, sumber daya alam dan buatan, serta nilai dan teknologi. Era globalisasi yang dijejaki oleh teknologi dan informasi, menjadikan sistem pertahanan negara semesta harus memberikan aksentuasi pada pengembangan teknologi untuk dapat diproyeksikan menjadi kekuatan dan kemampuan pertahanan negara. ”Dimensi ancaman di era globalisasi telah bergeser dari ancaman militer ke ancaman non militer, yang apabila disandingkan dengan geopolitik dan geostrategi Indonesia dengan menghadapinya secara konvensional adalah kemustahilan. Untuk itu, potensi teknologi dan informasi yang pada kecenderungannya didorong oleh teknologi energi elektrik, elektronika, komunikasi, kendali serta sistem informasi, dikembangkan guna kepentingan pertahanan negara,” tandasnya. [nik]

Dr. Rini Dwi Astuti, Ketua Program Studi Agribisnis
15 Mei 2006
Dr. Ir. Rini Dwi Astuti MS (46 tahun), diangkat sebagai Ketua Program Studi Agribisnis pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Dr. Rini Dwi Astuti diangkat untuk menggantikan pejabat lama, Ir. Imam Syafii MS (65 tahun), yang telah memasuki masa pensiun. Pergantian ini adalah pergantian antar waktu untuk 2006-2007.
Pengangkatan ini tertuang dalam Keputusan Rektor nomor 065/SK/2006 tanggal 15 Mei 2006. Dr. Ir. Rini Dwi Astuti MS, adalah perempuan kelahiran Bojonegoro 3 Oktober 1959, dengan jabatan fungsional lektor berpangkat penata tingkat I golongan III/d. Doktor lulusan Pascasarjana IPB (2005) ini mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar Fakultas Pertanian sejak 1986. [Far]

Pameran Alat dan Mesin Pertanian
15 Mei 2006
Sebagai rangkaian dari Agricultural Engineering Event, Himpunan Mahasiswa Teknik Pertanian (Himateta) menyelenggarakan kegiatan Pameran Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Kegiatan ini diselenggarakan di lapangan Rektorat Universitas Brawijaya pada Senin-Rabu (15-17/5). Dalam pameran ini ikut berpartisipasi  beberapa produsen dan lembaga pemerintah yang berkompeten dalam alat dan mesin pertanian, seperti Yanmar, BPTP Jawa Timur, Technical Supporting System Unit (TSSU) Universitas Brawijaya, dan Lastrindo Engineering.
Ketua Pelaksana, Dedy Hariyanto (mahasiswa Teknik Pertanian angkatan 2002) mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menginformasikan dan mensosialisasikan alat dan mesin pertanian serta perkembangannya bagi petani, UKM agroindustri serta masyarakat luas. “Melalui kegiatan semacam ini, kita dapat merespon secara teliti perkembangan alat dan mesin pertanian sehingga dapat menjadi objek pengembangan lebih lanjut”, ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Teknik Pertanian, Dr. Ir. Ruslan Wirosoedarmo MS mengatakan, pameran yang terkemas dalam rangkaian Agricultural Engineering ini sangat mendukung upaya sosialisasi mekanisasi/teknik pertanian yang pada saat sekarang sedang minim dukungan dari pemerintah. Ketiga rangkaian acara tersebut, yaitu seminar, pameran alsintan dan temu alumni memiliki peran dan targetan sosialisasi yang spesifik. “Melalui ketiganya kami mengharap agar mendapat acuan pembenahan dari semua bidang khususnya kurikulum”, ungkap Dr. Ruslan.
Dalam kesempatan pameran alsintan tersebut, masing-masing pihak memamerkan produk. Beberapa di antaranya disertai dengan peragaan alat. Untuk Yanmar, alat dan mesin pertanian yang dipamerkan adalah traktor tangan dan kultivator. Sementara itu, produsen alat dan mesin Teknologi Tepat Guna (TTG) Universitas Brawijaya yang diketuai oleh staf pengajar Jurusan Teknik Pertanian, Dr. Ir. Bambang Dwi Argo DEA,  alat dan mesin yang dipamerkan adalah sentrifuse, vacuum sealer, blender mesin bensin. sentrifuse minyak ikan, hand press serta perajang. Dua unit mesin penggoreng hampa sistem ”water jet” yang diproduksi oleh Lastrindo Engineering juga dipamerkan dalam pameran tersebut, dilengkapi dengan produknya yaitu keripik nangka, kacang jepang, abon sapi dan keripik bakso.
Badan Pengembangan Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, sebagai elemen pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam hal sosialisasi teknologi bidang teknologi pertanian, dalam kesempatan tersebut memamerkan beberapa produk andalannya. Disampaikan oleh Djumadi, pegawai BPTP yang bertanggungjawab dalam kegiatan tersebut, pihaknya selama ini telah melakukan sosialisasi teknologi tepat guna khususnya di wilayah Jawa Timur seperti mesin pengolah pisang di daerah Lumajang, mesin pengolah kripik jagung (tortilla) di daerah sentra jagung Jawa Timur, yaitu Kediri, Bojonegoro, serta Malang Selatan. Beberapa alsintan dari BPTP yang dipamerkan dalam kegiatan ini adalah seri mesin pengolahan kasava yaitu mesin penyawut, slicer/pengiris kasava dan beberapa mesin lainnya seperti blender listrik kapasitas industri dan mesin produksi tortilla. Lebih lanjut diungkapkan Djumadi, pihak BPTP pada saat ini sedang intens dalam sosialisasi TTG khususnya pengolahan tepung kasava terutama didaerah sentra kasava yaitu di Kromengan dan Pagak, Malang Selatan. ”Tepung jenis ini sangat prospektif sebagai alternatif berbagai tepung yang telah ada, selain sebagai bahan baku kue, tepung ini juga bagus untuk krupuk, bahan baku mie, serta tiwul instan”, ungkapnya dalam menjelaskan tepung kasava.
Agenda kegiatan dari Agricultural Engineering Event yang terakhir adalah temu alumni yang menurut rencana akan diselenggarakan di gedung TEP 2 (laboratorium daya) pada Sabtu (20/5). ”Kegiatan ini akan diikuti oleh alumni Teknik Pertanian dari angkatan 82 sampai angkatan 99 dengan penggagasan untuk membentuk Ikatan Alumni TEP”, ungkap Dedy. Dengan kontribusi Rp 50 ribu peserta dapat bernostalgia dengan teman-teman dan almamaternya, di samping menikmari berbagai hiburan dari UKM Seni Fakultas Teknologi Pertanian, dan berbagai acara lain. [nok]

Seminar Nasional Mekanisasi Pertanian
15 Mei 2006
Himpunan Mahasiswa Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Senin 15 Mei 2006, menyelenggarakan seminar nasional mekanisasi pertanian bertempat di gedung Widyaloka. Dengan tema "Implementasi Mekanisasi Pertanian dalam Mendukung Dunia Agroindustri", seminar ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Agricultultural Engineering Event 2006. Kegiatan itu sendiri terdiri dari pameran alat dan mesin pertanian, temu alumni, dan seminar.
Menurut Ketua Pelaksana, Dedy Hariyanto, seminar nasional ini bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa Teknik Pertanian khususnya dan seluruh mahasiswa pada umumnya terhadap permasalahan-permasalahan kekinian di bidang pertanian sehingga mahasiswa lebih peka terhadap permasalahan tersebut. “Targetan dari seminar adalah adanya solusi yang dilatarbelakangi permasalahan Indonesia yang belum berswasembada pangan sehingga ada upaya untuk memecahkannnya terutama dari komponen-komponen agroindustri terkait yaitu Departemen Pertanian, HKTI sebagai perwakilan petani, produsen, dan akademisi”, tutur Dedy.
Revitalisasi
Pada sesi pertama, mewakili Menteri Pertanian, pembicara Dr. Ir. Iskandar Andiluhung S menyampaikan beberapa kebijakan revitalisasi pengembangan agroindustri perdesaan. Menurut Iskandar, saat ini masalah pertanian tidak bisa diselesaikan secara parsial karena semua sektor akan terkait dengan pertanian, terutama di daerah pedesaan yang mayoritas pendudukan bekerja sebagai petani. Ditambahkannya bahwa nilai tambah industri pertanian yang ada pada industri hilir, kegiatan pasca panen, dan industri secara umum harus menyentuh masyarakat pedesaan. ”Langkah strategis yang perlu dilakukan adalah mengembangkan industri pengolahan di pedesaan”, ungkapnya. Ia menambahkan bahwa output agroindustri yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun harus direspon baik dengan political will maupun political action. Akan tetapi, hal itu bukannya tanpa hambatan. Sebab, beberapa permasalahan masih menghalangi upaya-upaya yang mendukung langkah strategis tersebut di anataranya investasi bidang pertanian yang relatif kecil (kurang dari 10% dari total investasi), kredit yang kecil dengan mekanisme yang sulit, infrastruktur pertanian yang masih kurang, infrastruktur ekonimi yang birokratis, serta faktor-faktor teknis seperti pendidikan petani yang masih rendah. Ide yang ingin direalisasikannya adalah akselerasi pengembangan agroindustri terpadu dan berkelanjutan yang dikemas dalam Gerakan Industrialisasi Pedesaan (Gerinda 2020) yang merupakan perwujudan terbentuknya agrobisnis modern yang berkerakyatan dengan bertumpu pada high technology, SDM tinggi, usaha padat modal, unit bisnis yang tangguh dan derajat kompatibilitas antar subsistem agrobisnis yang tinggi.
Sistem kepemilikan
Sementara itu Ketua DPN-HKTI, Ir. Achsanul Qosasi MDA, yang menjadi pembicara pada kesempatan kedua, mengemukakan konsep pengentasan kemiskinan dengan pengembangan sistem kepemilikan alat dan mesin pertanian secara mandiri. Menurut Achsanul, saat ini banyak orang memandang bahwa pertanian bukanlah suatu sektor yang menjanjikan di dalam mencapai kesejahteraan, sebab yang tampak sekarang ini petani tidak bisa mengambil keuntungan dari apa yang telah diusahakannya. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan adanya program kepemilikan alat dan mesin pertanian oleh koperasi-koperasi yang dimiliki oleh petani, sehingga akan dicapai suatu keuntungan seperti kemudahan bagi petani dalam memiliki alat mesin pertanian, membantu program peningkatan hasil pertanian, meningkatkan pendapatan petani, serta mendahulukan kepentingan bersama melalui program kerja berkelompok. Ditambahkannya program ini harus diterapkan berdasarkan penelitian lapangan sehingga penyebab terjadinya kendala dan tidak optimalnya hasil pertanian dapat diketahui langsung.
Pembicara ketiga, Dr. Ir. Wayan Budiastra dari IPB, mencoba membahas pengembangan mekanisasi pertanian dalam mendukung dunia agroindustri dari segi sumber daya manusia. Menurut Wayan, rendahnya kualitas SDM pertanian yang tercermin dari masih banyaknya petani dan pelaku agrobisnis dan agroindustri yang berpendidikan SD merupakan masalah utama. Gambaran tersebut juga terjadi pada kualitas SDM mekanisasi pertanian yang sangat beragam di samping jumlahnya yang sangat terbatas. Ceramahnya lebih banyak mengulas mengenai perkembangan pendidikan mekanisasi pertanian, permaslahan yang dihadapi, serta srategi pengembangan pendidikan dan SDM meknisasi pertanian untuk mendukung agroindustri. Pada sesi terakhir itu dihadirkan pula pembicara Ir. Suyitno MIM dari PT Pabrik Gula Jatiroto. [faj]

Wisata Nusantara 2006
13-15 Mei 2006

Dengan tujuan mempererat hubungan antar pegawai, memberikan kesempatan untuk penyegaran fisik dan pikiran dari rutinitas pekerjaan, selama 4 hari, 12-15 Mei 2006, pegawai di lingkungan Biro Administrasi Umum dan Keuangan Kantor Pusat Universitas Brawijaya mengadakan wisata nusantara ke Pulau Dewata, Bali. Kegiatan ini dimaksudkan pula sebagai acara perpisahan dengan Pembantu Rektor II yang segera mengakhiri masa jabatannya.
Rencananya, kegiatan seperti ini akan diselenggarakan bertahap secara periodik, sehingga seluruh pegawai mendapatkan kesempatan untuk berwisata.
Kali ini, tempat wisata yang dikunjungi di antaranya Tanjung Benoa, Pulau Penyu, Kintamani, Danau Beratan Bedugul, dan kota Denpasar. Rombongan dipimpin oleh Pembantu Rektor II Prof. Dr. Moch. Munir SH, didampingi Kepala BAUK Drs. Goerid Hardjito MM, Kabag UHTLP Ir. Suhardiyono, Kabag Keuangan Imam Syafi'ie SE MM, dan Kabag Kepegawaian Dra. Sukowinarti. Ikut dalam rombongan itu para kasubag dalam lingkup BAUK Ninik Chairani SH, Rustiningrum SSos, Drs. Suharyo, Drs. Richard Purwoko, Drs. Hadi Mulyono, Drs. Lukisan Edy Kuncoro, Ir. Lies Edhie Yuliani, Dra. Isnaini, serta staf dari bagian keuangan, kepegawaian, UHTLP, Humas, dan Proyek P2T. [nik]

Meninggal Dunia: Badaruddin, Mantan Ketua Umum DM Unibraw
12 Mei 2006
Ir. H. Badaruddin, mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa Universitas Brawijaya (DM Unibraw), Kamis dini hari 11/5 meninggal dunia, di Muarateweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah. Almarhum, terakhir menjabat sebagai Bupati Barito Utara, meninggal dunia karena sakit liver, sepekan setelah memperingati ulangtahunnya yang ke-62. Badaruddin lahir di Purukcahu, Kalimantan Tengah, 3 Mei 1944, menjadi mahasiswa tugas belajar dari Propinsi Kalimantan Tengah, pada Fakultas Pertanian, Jurusan Teknik Pertanian sekitar tahun 1965-1966. Semasa mahasiswa, Badaruddin cukup aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Pernah menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa FP Unbra (1970-1971), dan pada masa kepemimpinannya terbentuk Ikatan Mahasiswa Pertanian Indonesia (IMPI) dalam kongres yang digelar di kampus Universitas Brawijaya (1971). Berikutnya, Badaruddin terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Mahasiswa Universitas Brawijaya (1972-1973) dalam Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Brawijaya. Dalam kepemimpinannya di Dewan Mahasiswa, Badaruddin merintis tradisi Porsaf (Pekan Olahraga dan Seni Antar Fakultas) di lingkungan Universitas Brawijaya. Gebrakan Badaruddin ini ternyata mampu menghapus citra bahwa setiap pertandingan yang diselenggarakan mahasiswa selalu berakhir ricuh. Dengan Porsaf ini mahasiswa Unibraw mampu berkompetisi secara sehat, baik dalam bidang olahraga maupun seni. Pada masa Badaruddin pula, pada tahun 1973, ratusan mahasiswa Unibraw dapat dikoordinir untuk kunjungan persahabatan ke Yogyakarta, mengadakan pertunjukan seni bersama mahasiswa UGM, dan mengadakan pertandingan olaharaga dengan mahasiswa UGM maupun Taruna Akabri Udara. Ikut bersama rombongan itu, antara lain Bambang Guritno (Ketua Umum Senat Mahasiswa FP Unibraw, sekarang gurubesar agronomi, Rektor Unibraw), Umar Nimran (Sekretaris Umum DM Unibraw, sekarang guru besar administrasi, PR-IV Unibraw), Lukito Adi Soehono (sekarang guru besar FMIPA), dan Hendrawan Soetanto (sekarang gurubesar Fakultas Peternakan).
Badaruddin dikenal sebagai pribadi yang cerdas dan sangat teliti. Menurut pendapatnya, hal-hal besar selalu berawal dari hal-hal kecil. Oleh karena itu tidak heran kalau dia selalu memperhatikan segala sesuatu secara detail, terutama konsep dan rencana yang akan dijalankannya. Kegemaran berorganisasi tetap mendarah daging dalam diri Badaruddin yang berperawakan tinggi langsing, dengan pandangan mata yang tajam ini. Selulus dari Fakultas Pertanian, Badaruddin kembali ke daerahnya, mengabdikan diri sebagai pegawai Dinas Pertanian Rakyat, di samping aktif dalam berbagai organisasi seperti KNPI, MKGR, Korpri, Golkar, Muhammadiyah, ICMI, dan Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani).
Dari perkawinannya dengan Dra Hj Siti Katijah (asal Banyuwangi), Badaruddin dikaruniai seorang putra Wawan Wiraatmaja, dan 2 putri Tia Rahmania dan Nia Rahimia. [Far]

16 PTN Penuhi Syarat Menjadi PT BHP
11 Mei 2006
Enam belas perguruan tinggi negeri (PTN), berdasarkan pemantauan dan evaluasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, dinilai telah mempunyai kapasitas yang baik dalam hal pengelolaan akademik dan penjaminan mutu, serta pengelolaan sumber daya perguruan tinggi -- dua persyaratan utama yang diperlukan untuk menjadi perguruan tinggi badan hukum pendidikan (PT BHP).
Penegasan ini disampaikan Dirjen Pendidikan Tinggi Prof Dr Satryo Soemantri Brodjonegoro dalam surat bernomor 1703/D/T/06 tanggal 11 Mei 2006, perihal perubahan status PTN menjadi PT BHP.
Sehubungan dengan itu, sejalan dengan kerangka pengembangan pendidikan nasional dan pendidikan tinggi khususnya, demikian Dirjen, diharapkan 16 perguruan tinggi tersebut mengajukan -- atau menindaklanjuti bagi yang pernah mengajukan -- proposal perubahan status PTN menjadi PT BHP dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Bersama surat tersebut, Dirjen melampirkan 3 naskah, yaitu (1) Kerangka Pemikiran Pembentukan Perguruan Tinggi Badan Hukum Pendidikan (PT BHP), (2) Guidelines for Development of A University as A Legal Entity, dan (3) Butir-butir Penting Penyusunan Proposal Perubahan Status Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Menjadi PT BHP. Ketiga naskah itu diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penyusunan proposal, melengkapi ketentuan dan peraturan lainnya.
Dirjen juga menyanggupi, seandainya diperlukan, Komisi Khusus Dewan Pendidikan Tinggi (DPT) untuk Evaluasi dan Monitoring Pelaksanaan serta Penetapan Perguruan Tinggi sebagai BHMN dapat memberikan presentasi dan diskusi mengenai pertimbangan dan langkah-langkah penyusunan proposal.
Ke-16 PTN yang dimaksud adalah: STSI Solo, Unibraw Malang, Unib Bengkulu, Undip Semarang, Unhas Makassar, Unsoed Purwokerto, Unpad Bandung, UNJ Jakarta, UM Malang, UNY Yogyakarta, Unri Riau, Unsrat Manado, UNS Surakarta, Unsri Palembang, ITS Surabaya, dan Unud Denpasar. [Far]

Seminar & Workshop: Futures Exchange and Derivatives Product 2006
11-15 Mei 2006
Menjembatani disparitas dunia akademis dan praktis, Himpunan Mahasiswa Akuntansi Universitas Brawijaya mengadakan seminar dan workshop dengan tema “Futures Exchange And Derivatives Product 2006”. Diselenggarakan di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya selama 5 hari, 11-15 Mei 2006, menurut salah seorang panitia, Murihiwono, kegiatan ini berlangsung berkat kerjasama dengan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Millenium Penata Futures Malang. Tujuannya adalah transfer pengetahuan serta eksplorasi bibit unggul dengan jiwa investasi terutama dalam bidang futures exchange dan derivatives product. Seminar diikuti oleh 200 peserta yang mayoritas mahasiswa program sarjana.
Narasumber yang diundang Hasan Zein Mahmud (Direktur Utama BBJ) dengan materi “Bursa Berjangka Secara Umum”, Djoko (Branch Manager Millenium) dengan materi “Analisis fundamental” dan Ardiyanto (Technical Analysis Millenium) dengan materi “Technical Analysis”. Sementara untuk kegiatan workshop yang diselenggarakan selama 2 hari setelahnya, pemateri dihadirkan dari Millenium Penata Futures sebanyak 15 orang dengan keahlian financial advisor, trader dan broker.
Dalam workshop tersebut, disimulasikan aplikasi software meta trader yang menganalisis pergerakan pasar uang dan indeks saham khususnya luar negeri, terutama yang berbasis blue chip.
Disampaikan oleh Dicky Irwansyah, salah seorang Financial Advisor Millenium, bisnis dalam bidang future exchange dan derivatives product ini memiliki prospek sangat positif pada saat ini dan masa depan. “Dalam iklim globalisasi dengan konsekuensinya bisnis internasional, insan bisnis Indonesia belum berpikir khusus pada orientasi bisnis dari aspek derivatives”, ungkapnya. Lebih jauh ia memaparkan permasalahan mendasar terkait hal ini di Indonesia yaitu kurangnya sosialisasi. ”Pengetahuan mengenai analisis ekonomi internasional teutama menyangkut indeks, foreign exchange (saham luar negeri, pasar uang dan komoditi) pada saat ini hanya dimiliki oleh kalangan terbatas sehingga menjadi bumerang bagi Indonesia”, ungkapnya. Melalui kegiatan seperti ini, ia berharap banyak pada kalangan akademisi khususnya mahasiswa dapat memiliki gambaran utuh terkait bisnis internasional secara praktis. ”Mereka dapat pula langsung mengaplikasikan ilmu yang telah diperolehnya dibangku kuliah melalui magang, karena di Millenium telah diaplikasikan sistematika trading dengan basis online”, ungkapnya menjelaskan salah satu kelebihan teknologi yang telah diterapkan di Millenium Penata Futures.
Sementara itu, Hasan Zein Mahmud, pemateri dari BBJ, dalam materinya mengurai fokus 2006 dan sesudahnya dalam dunia perdagangan berjangka meliputi pengawalan SPA (Sistem Perdagangan Alternatif), pengembangan produk non keuangan (emas, minyak, dll), serta pemberdayaan investor atau derivative club. Lebih lanjut disampaikan, dalam transformasi paradigma bisnis SPA diselenggarakan beberapa hal secara khusus bagi para commision houses yang meliputi pemisahan fungsi pialang dan pedagang, transparansi harga, proteksi pada nasabah, serta edukasi investor dalam keputusan investasi. [nok]

Bomb: Bondan dan Fade2 Black
11 Mei 2006
Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya, Kamis (11/05),  dipenuhi fans-fans musik beraliran hip-hop dan RnB. Maklum ada sebuah pagelaran musik yang diadakan oleh BEM Bastra (Bahasa dan Sastra) Unibraw yang menghadirkan Bondan Prakoso dan Fade2 Black sebagai bintang tamunya. Bondan dan bandnya Fade 2 Black mempunyai album baru berjudul "Respect" yang mempunyai warna musik hip-hop dan RnB. Tidak heran jika penonton yang hadir pun berasal dari komunitas hip-hop dan RnB Malang. Ada sekitar 1000 penonton memadati Sasana Samanta Krida, malam hari itu.
Bomb sebagai nama acara merupakan kepanjangan dari Bastra Awesome Music Blast, berarti ledakan musik yang sangat extravaganza. Acara ini menurut Iskandar Zulkarnain, ketua pelaksana, sebagai bukti bahwa Bastra pun bisa mengadakan sebuah acara yang cukup menghebohkan. “Kami menargetkan ada lebih dari 2000 penonton yang akan menghadiri acara ini,” kata Zul, panggilan akrab Zulkarnain.
Ia juga mengatakan bahwa acara ini merupakan rangkaian acara yang diadakan oleh BEM Bastra dari bulan April yang lalu yaitu lomba debat, pekan budaya dan yang terakhir BOMB sebagai acara penutupnya. Demi menyukseskan acara ini mereka mengerahkan 75 orang panitia. Event organizer (EO) acara ini pun hanya dikerjakan oleh mahasiswa Bastra saja tanpa bantuan dari  EO luar.
Acara dibuka dengan penampilan 6 band yang mempunyai warna musik yang berbeda, antara lain: Antharasi Band, Floor Band, Seven Vibes Band, Nikisae, CCCC Band dan Poster Band. Selain 6 band tersebut juga ada penampilan Breaker dan Skater. Bondan dan Fade 2 Black pada malam itu membawakan sekitar 8 lagu dari album baru yang berjudul Respect. Bondan yang tampil prima dengan baju hitamnya sangat atraktif dengan para penonton. “Respect,” teriak mereka di akhir acara. [vty]

Pelantikan Kabag dan Kasubbag di Lingkungan Unibraw
11 Mei 2006
Amanah memiliki arti kredibel, layak mendapat kepercayaan, selalu mawas diri, dan memiliki inisiatif untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Kata amanah sebenarnya memiliki beberapa pengertian antara lain, selalu menjalankan perintah atau kewajiban dengan sebaik-baiknya, memiliki moral yang dapat dijadikan panutan dan pengayom, memiliki hati yang hidup,
sempurna dalam pekerjaan, tidak mengeksploitasi jabatan, dan mengangkat yang terbaik.
Demikian sambutan Rektor Prof Dr Ir Bambang Guritno pada pelantikan kepala bagian dan kepala sub bagian di lingkungan Universitas Brawijaya, Kamis 11 Mei 2006 di gedung PPI.
Lebih lanjut diungkapkan, seorang pemimpin juga dituntut untuk dapat menghargai karya dan ikut memecahkan persoalan yang dihadapi bagian yang dipimpinnya. Seorang pemimpin harus memiliki hati yang hidup, yaitu hati yang menjaga perbuatan dari dorongan keekstreman dan bertindak di atas semua golongan tanpa memandang asal usul yang dipimpinnya. Sebagai manusia, seorang pemimpin harus melakukan kewajiban yang dibebankan kepadanya dengan sempurna, serta mengerahkan segala kekuatannya untuk mencapai kesempurnaan, sehingga seorang pemimpin dituntut untuk selalu memiliki kreativitas sesuai
dengan petunjuk Nabi Muhammad SAW, bahwa sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang mengerjakan pekerjaannya dengan sempurna. Rektor menambahkan seorang pemimpin tidak boleh memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau untuk menghalangi atau menghilangkan kepentingan masyarakat. "Seorang pemimpin adalah orang terbaik yang dipilih. Oleh karena itu, para pejabat yang dilantik hari ini adalah berdasarkan penilaian obyektif atas pertimbangan Baperjakat Universitas Brawijaya, serta tes psikologi yang dilakukan, dan bukan didasarkan pada unsur senioritas," tandasnya.
Pengangkatan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat struktural karir eselon III-a dan IV-a ini dihadiri para anggota senat, pembantu rektor, dekan, pembantu dekan, kabiro, serta kabag dan kasubbag di lingkungan Univeristas Brawijaya.
Ir. Hj. Retno Dewi Sosrondoyo yang semula menjabat sebagai Kasubbag Kemahasiswaan Fakultas Peternakan menjadi kepala bagian tata usaha pada fakultas yang sama, menggantikan Ir. Hj. Titik Pudjiastuti yang pensiun. Posisi Ir. Retno Dewi Sosrondoyo digantikan oleh Gatot Agus Sugiarto SH yang semula adalah staf pada Fakultas Teknologi Pertanian. Sementara itu Dra. Endang Budha Mahadyawati, semula staf pada Fakultas Kedokteran, diangkat sebagai Kasubbag Umum dan Perlengkapan pada Bagian Tata Usaha Fakultas Ilmu Administrasi, menggantikan Drs. Imam Syafii yang pensiun, dan Ir. Kun Budiyanto semula staf pada Fakultas Pertanian diangkat menjadi Kasubbag Pendidikan pada Bagian Tata Usaha Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. [nik]

Ujian Disertasi Ade Octavia
11 Mei 2006
Rumah sakit sebagai pemberi jasa terdekat dengan konsumen dituntut bertindak profesional. Untuk itu rumah sakit perlu meningkatkan kemampuan karyawan agar lebih ahli dan handal, terutama dalam melayani pasien. Namun, sebagian besar pelayanan rumah sakit, belum dapat memenuhi harapan pasien. Baik dari segi mutu pelayanan, maupun tindakan medis yang dilakukan. Jika sumberdaya rumah sakit tidak mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan memberikan nilai tertinggi kepada pasien, maka orientasi pasar tidak dapat diimplementasikan. Sehingga secara tidak langsung perbaikan kinerja rumah sakit tidak akan tercapai.
Demikian antara lain pernyataan Ade Octavia SE MM dalam disertasi berjudul ”Analisis Variabel Anteseden dan Konsekuensi Orientasi Pasar Rumah Sakit di Propinsi Jambi”, di depan ujian terbuka Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Kamis 11/5. Ade Octavia adalah kandidat doktor dalam bidang studi ilmu ekonomi dengan kekhususan manajemen. Bertindak sebagai promotor Prof Dr Djumilah Zain SE, serta kopromotor Prof Dra SM Kiptiyah MSc, Dr. Agus Suman SE DEA, dan Dr Ir Solimun MS. Sementara dosen penguji terdiri dari Prof Dr M Syafiie Idrus SE MEc, Armanu Thoyib SE MSc PhD, Dr. Ubud Salim MA dan penguji luar dari Universitas Padjadjaran Bandung, Prof. Dr. Sucherly SE MSi.
Penelitian disertasi Ade dilakukan terhadap 23 rumah sakit kategori umum, swasta, dan khusus di Propinsi Jambi, dengan jumlah responden sebanyak 117 orang. Hasil penelitiannya menunjukkan, terdapat beberapa variabel yang dapat membentuk orientasi pasar dalam rumah sakit, yaitu: sumberdaya manusia strategik, komitmen manajemen,  sistem koordinasi, kewirausahaan organisasi dan sistem organisasi. Selain itu, berdasarkan pengujian terhadap seluruh variabel ditemukan bahwa variabel dominan antesenden orientasi pasar adalah sumberdaya manusia strategik, dan pengawasan secara periodik menjadi indikator terkuat. Di samping itu, orientasi pasar memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja rumah sakit. Temuan ini semakin memperkuat pandangan positif terhadap hubungan orientasi pasar dan kinerja bisnis.
Dikatakannya, bukti empirik menunjukkan orientasi pasar berpengaruh positif signifikan dalam meningkatkan kinerja bisnis. Oleh karena itu orientasi pasar perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan rencana strategis rumah sakit. Diakuinya, menjadi organisasi berkinerja tinggi bukanlah hal yang mudah. Apalagi porsi terbesar usaha rumah sakit berwawasan sosial. Namun perubahan lingkungan seperti peningkatan persaingan dan mekanisme pasar menuntut rumah sakit untuk berbenah diri serta serta menemukan strategi terbaik guna tercapainya tujuan organisasi.
Ade menyarankan bahwa perubahan lingkungan seperti tingginya persaingan dan mekanisme pasar, menuntut rumah sakit untuk berbenah diri serta menemukan strategi terbaik guna mencapai tujuan organisasi. Kebijakan strategis yang berorientasi pasar merupakan konsep yang dapat dijalankan.
Dengan terlebih dahulu mempersiapkan lima variabel yaitu sumberdaya strategik, komitmen manajemen, sistem koordinasi, kewirausahaan organisasi dan sistem organisasi. Kebijakan yang dilakukan, harus diikuti dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dengan pengawasan ketat, melalui pelatihan, pendidikan, prediksi terhadap kebutuhan SDM, menentukan kualifikasi personel tiap jabatan dan menjalin kerjasama dengan pihak lain.
Pada ujian terbuka disertasi tersebut Ade dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dengan predikat cumlaude,  indeks prestasi kumulatif 3,74.
Dr Ade Octavia SE MM adalah dosen pada Fakultas Ekonomi Universitas Jambi sejak 1999 hingga sekarang, menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Jambi (1996), dan magister manajemen di Universitas Brawijaya (1999). Mengikuti Program Doktor Ilmu Ekonomi (S3) Unibraw sejak 2002. Dalam perkawinannya dengan Qamaruz Zaman SE, Ade dikaruniai 2 orang putra. [nik]

Beasiswa Medco untuk 4 Mahasiswa Unibraw
10 Mei 2006
Empat orang mahasiswa Universitas Brawijaya menerima beasiswa dari PT Medco E&P Indonesia. Mereka itu adalah Ana Ngesti dari Teknik Sipil, Irwan Nur Afifi dari Teknik Mesin, Ahmad Zulfi Ardian dari Teknik Elektro dan Dewi Pratama Bakti dari Fakultas Hukum.
Upacara penyerahan secara simbolis berlangsung di lantai VIII gedung Rektorat, Rabu 10 Mei 2006, disaksikan oleh Pembantu Rektor III Drs Tjahjanulin Domai MS dan para pejabat di lingkungan Universitas Brawijaya. Pihak Medco dalam hal ini diwakili oleh Kusnio Malibari, Senior Manager of Relations PT Medco, memberikan bantuan untuk periode tahun ajaran 2006-2007 kepada 4 mahasiswa tersebut.
Keempat mahasiswa penerima beasiswa itu lolos aptitude test yang dilakukan oleh pihak Medco bulan Maret yang lalu dan dinilai memenuhi syarat, dari sekitar 71 orang calon yang mendaftar. Menurut penuturan Kasubbag Kesejahteraan Mahasiswa Unibraw Imron Rosidi, penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan dana pendidikan sebesar Rp 300 ribu per bulan selama satu tahun, yang diberikan setiap tiga bulan sekali dan dapat diperpanjang apabila memenuhi kriteria yang ditetapkan. [nik]

Hasil Seleksi SPMK Gelombang I dan SPKIns
10 Mei 2006
Hasil seleksi mahasiswa baru Universitas Brawijaya melalui jalur SPMK (seleksi program minat dan kemampuan) gelombang pertama, dan SPKIns (seleksi program kemitraan instansi) hari ini (10/5) diumumkan. Dalam pengumuman bernomor 010/Peng/2006 yang ditandatangani Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno tersebut, terdapat 772 nama calon yang diterima pada 39 program studi yang ditawarkan melalui jalur SPMK gelombang pertama. Sedangkan melalui pengumuman nomor 011/Peng/2006 diumumkan 35 nama calon yang diterima melalui jalur SPKIns. Mereka ini semua dijaring melalui ujian tulis yang diadakan hari Minggu 7/5 silam, baik di Kampus Unibraw (Malang), maupun di luar Malang (Surabaya, Madiun, Cilegon, dan Bontang).
Daftar Ulang
Kepada calon mahasiswa baru yang diterima melalui jalur SPMK, diwajibkan datang melakukan daftar ulang di gedung Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya pada tanggal 7- 8 Juli 2006 pukul 08.00-13.00 WIB (sementara untuk calon yang diterima melalui jalur SPKIns, waktu daftar ulang menunggu ketentuan lebih lanjut). Mereka yang terlambat atau tidak melapor, dianggap mengundurkan diri sebagai calon mahasiswa Universitas Brawijaya. Mereka diwajibkan membawa kartu tanda peserta SPMK. Selain itu calon diwajibkan menunjukkan STTB, rapor dan nilai ujian akhir nasional (UAN) atau surat tanda kelulusan asli serta menyerahkan fotokopinya 1 lembar, melakukan pembayaran SPFP (sumbangan pengembangan fasilitas pendidikan) dan SPIP (sumbangan pengembangan institusi pendidikan, khusus Fakultas Kedokteran) sesuai ketentuan (rincian biaya sumbangan untuk masing program studi dapat diklik di sini), dan menyerahkan duplikat tanda lunas pembayaran sumbangan tersebut. Pembayaran SPFP (dan SPIP khusus Fakultas Kedokteran) dapat melalui penyetoran langsung atau transfer ke rekening Rektor Unibraw pada Bank BNI Cabang Universitas Brawijaya Malang dengan nomor rekening 0039650692.
Bagi yang mengundurkan diri, biaya SPFP yang sudah disetorkan tidak dapat ditarik kembali, kecuali jika diterima di SPMB tahun 2006 akan dikembalikan dengan dikenakan potongan biaya administrasi sebesar 25%, dengan syarat menunjukkan serta menyerahkan fotokopi kartu peserta SPMB 2006 dan kwitansi pembayaran SPFP asli. Penarikan SPFP hanya akan dilayani pada tanggal 7-8 Agustus 2006, pukul 08.00-14.00 WIB, di lantai II Kantor Pusat.
Selengkapnya, hasil seleksi SPMK Gelombang I, dapat diklik di sini. Sedangkan hasil seleksi SPKIns, dapat diklik di sini. [Far]

Bedah Buku: Islam Agama Perlawanan
10 Mei 2006
Eko Prasetyo, penulis buku “Assalamuallaikum: Islam Itu Agama Perlawanan”, dalam bukunya menceritakan dari awal gerakan Islam yang dibangun oleh mahasiswa, dan kondisi empiris yang terjadi saat ini. Banyaknya gerakan Islam yang berdiri semenjak lengsernya Soeharto memberi warna tersendiri dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Gerakan Islam dalam banyak forum mencoba untuk mengangkat kembali keyakinan bahwa Islam bisa dijalankan kalau dibantu oleh undang-undang.
Faisol Fatawi, pembanding dalam acara bedah buku yang diadakan oleh LPM AQUA Fakultas Perikanan Unibraw, Rabu (10/5), mengatakan visi agama Islam yang lebih menekankan persaudaraan sejati dan solidaritas mulai luntur. “Agama telah dijadikan alat penguasa,” katanya menegaskan. Eko Prasetyo yang  berhalangan hadir sebagai pembicara pada acara ini, dalam bukunya juga menuliskan agama bukan sesuatu yang final. Spirit keagamaan menolak manusia berhamba pada penindasan membuat Nabi selalu berada dalam risiko. Ia juga menyebutkan dalam sejarah Islam menyatakan protes pada tiga gejala dominan yaitu islam membebaskan ummat dari belenggu penghambaan, pembebasan para budak dan kesejajaran manusia.
Hal tersebut juga digarisbawahi oleh Eko P Dharmawan bahwa menurutnya agama bukanlah sebuah tradisi sehingga tidak menjadikannya candu semata. Penulis buku “Agama adalah Candu” ini mengatakan bahwa pengenalan agama harusnya dimulai dari apa yang dilakukan untuk kondisi yang ada saat ini. Gerakan harusnya dapat belajar dari realitas yang ada. Sistem kerja sosial harusnya bisa menjadi dasar dalam pemikiran keagamaan. Dengan berkaca pada realitas maka agama dapat berjalan dengan prinsip persamaan, pembebasan dan keberpihakan pada yang termiskinkan. [vty]

Disertasi M Ali Nur: Program Rekapitalisasi Perbankan Relatif Berhasil
10 Mei 2006
Program rekapitalisasi perbankan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai usaha penyehatan perbankan nasional melalui struktur permodalannya, relatif berhasil. Ini ditunjukkan oleh adanya perubahan yang menggembirakan, bahwa 12 Bank Pembangunan Daerah (BPD) mengalami peningkatan predikat tingkat kesehatannya menjadi 98,81 persen sehat dan 1,19 persen kurang sehat.  Demikian ungkap Drs. Ec. Muhamad Ali Nur, dalam disertasi berjudul “Pengaruh Faktor Internal dan Faktor Eksternal terhadap Tingkat Kesehatan Perbankan Peserta Program Rekapitalisasi Perbankan di Indonesia (Studi pada Bank Pembangunan Daerah Peserta Program Rekapitulasi Perbankan), dalam ujian terbuka di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu 10 Mei 2006.
Lebih lanjut Muhamad Ali Nur mengatakan, sebelum mengikuti program rekapilitasi perbankan, kedua belas BPD, yaitu BPD Nangroe Aceh Darussalam, BPD Sumatera Utara, BPD Bengkulu, BPD Lampung, BPD DKI Jakarta, BPD Jawa Tengah, BPD Jawa Timur, BPD Kalimantan Barat, BPD Sulawesi Utara, BPD Maluku, BPD Nusa Tenggara Barat dan BPD Nusa Tenggara Timur, predikat kesehatannya adalah 56,25% sehat, 20,83% cukup sehat, 16,67% kurang sehat, dan 6,25% tidak sehat. Oleh karena itu Ali Nur menyarankan, agar program rekapilitasi perbankan yang dilakukan pemerintah menjadi lebih efektif, seharusnya kebijakan itu dibarengi oleh kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan manajemen inflasi, suku bunga, nilai tukar rupiah, dan pajak. Namun demikian, Ali Nur mengungkapkan bahwa program rekapitalisasi yang dilakukan pemerintah tidak tepat waktunya. Hal ini dikarenakan: pertama, bank-bank pada saat itu banyak yang sedang mengalami negatif spread yang cukup besar; kedua, penambahan modal kepada bank-bank yang mengalami negatif spread dalam rangka kebijakan rekapitalisasi akan sia-sia karena penambahan modal tersebut akan habis untuk menutupi kerugian bank akibat negatif spread; dan ketiga, pada akhir Juli 1997 total modal seluruh bank umum dibandingkan posisi akhir September 1998 mengalami penurunan yang sangat drastis. Hal ini menunjukkan kerugian bank berlangsung berkepanjangan seagai akibat menurunnya pendapatan bank dari kredit karena banyak yang mengalami kemacetan sebagai akibat negatif spread telah mengambil sebagian besar modal bank.
Sementara untuk sektor perbankan daerah, Ali Nur menyarankan agar berusaha tetap mempertahankan setoran dari pemerintah daerah propinsi dan kabupaten kota sebesar lima persen dari penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB), diperlukan kebijakan stock deviden setiap tahun yang dilakukan melalui agenda RUPS, dan setiap tahun disarankan untuk melakukan koordinasi bersama pemerintah propinsi dan kebupaten kota serta DPRD untuk menyisihkan sebagian dana untuk setoran modal masing-masing pemerintah daerah kepada BPD melalui ploting APBD masing-masing.
Bertindak sebagai promotor adalah Prof.Dr. Moch. Ichsan (Alm), serta kopromotor Prof.Dr. M. Syafiie Idrus SE MEc, dan Dr. Eko Ganis SE MCom (Hons). Tim penguji terdiri dari Prof.Dr.Ir. Soemarno MS, Armanu Thoyib SE MSc PhD, Prof.Dr. Setyaningsih SE, dan Prof. Dr. H. Imam Syakir SE. Dalam yudisium, Muhamad Ali Nur dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dengan predikat memuaskan, indeks prestasi kumulatif 3,45. Dr. Muhamad Ali Nur, adalah doktor ilmu administrasi kekhususan administrasi bisnis, lahir di Banyuwangi 55 tahun silam, menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (1977), sehari-hari bekerja sebagai pegawai staf Bank Jatim di Surabaya. [nik]

Monev Program Kreativitas Mahasiswa Unibraw
10 Mei 2006
Untuk mengetahui perkembangan dan memantau hasil kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun anggaran 2006, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, melakukan monitoring dan evaluasi PKM pada Rabu 10 Mei 2006 di Gedung PPI. Selain melakukan diskusi pleno antara mahasiswa penerima dana PKM dari Dikti dengan tim monev Dikti yaitu Dr.Drg. R. Darmawan Setijanto, MKes., juga dilakukan kunjungan ke daerah diselenggarakannya PKM.
Universitas Brawijaya untuk tahun anggaran 2006, menerima dana penelitian PKM dengan total nilai 194 juta rupiah, bagi 36 judul PKM yang diterima dan dinyatakan layak diberikan bantuan oleh Dikti. Ketiga puluh enam judul tersebut terdiri dari PKM kewirausahaan (5 judul), PKM pengabdian masyarakat (4 judul), PKM penelitian (20 judul) dan PKM teknologi (5 judul). Selain melakukan monev di Universitas Brawijaya, Dikti juga melakukan monev di empat perguruan tinggi lain di kota Malang, yaitu ITN, Politeknik Negeri Malang, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Widyagama.[nik]

Struktur dan Personalia PJM Unibraw
10 Mei 2006
Untuk menjamin mutu akademik secara berkelanjutan, termasuk monitoring dan evaluasi program-program hibah kompetisi (PHK) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di lingkungan Universitas Brawijaya, dipandang perlu membentuk Pusat Jaminan Mutu.
Rektor Prof.Dr.Ir. Bambang Guritno melalui keputusan nomor 023A/SK/2006 tanggal 13 Februari 2006, menetapkan membentuk Pusat Jaminan Mutu Universitas Brawijaya dengan struktur dan personalia sebagai berikut. Ketua: Prof Dr Ir Soebarinoto, Sekretaris: Dr. Endang Arisoesiloningsih, Koordinator Akreditasi Program Studi/Institusi: Prof.Dr.Ir. Jody Moenandir, Koordinator Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kegiatan Akademik): Dr. Surachman MSIE,  Koordinator Monev Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat: Dr. M. Nurhuda, Koordinator Pengembangan Sistem Jaminan Mutu Akademik: Dr. Ir. M. Bisri MS, Koordinator Pengembangan Audit Akademik: Dr. Unti Ludigdo Ak, dan staf pendukung: Drs. Djaelani dan Yulie Wiro Eko S SSi.
Masa tugas tahap kedua PJM adalah selama 2 tahun sejak ditetapkannya keputusan ini. Tugas PJM adalah sebagai berikut. Pertama, pengembangan prosedur baku (standard operating procedure) meliputi menjamin kualitas dan seleksi internal proposal PHK dari Dikti, seperti TPSDP, SP4, A, B, dan IMHERE dll., menjamin kualitas pelaksanaan PHK Dikti melalui monev, melakukan pendampingan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dan menjamin kualitas usulan akreditasi program studi/institusi melalui pendampingan. Kedua, monitoring dan evaluasi uji coba serta implementasi manual untuk kegiatan akademik. Ketiga, pengembangan sistem jaminan mutu akademik di Universitas Brawijaya. Keempat, penyebarluasan praktek baik (good practise) dari suatu unit penerima PHK ke unit yang lain. [nik]

Akuntansi dan Pendidikan Dokter Favorit sebagai Pilihan Pertama
9 Mei 2006
Program Studi Akuntansi dari Fakultas Ekonomi merupakan pilihan favorit calon mahasiswa Universitas Brawijaya melalui jalur Seleksi Program Minat dan Kemampuan (SPMK) gelombang pertama. Program studi ini diminati oleh 356 calon sebagai pilihan pertama. Peringkat berikutnya adalah Program Studi Pendidikan Dokter dari Fakultas Kedokteran, diminati oleh 318 calon sebagai pilihan pertama. Disusul kemudian oleh Program Studi Manajemen dari Fakultas Ekonomi (260 calon). Berikutnya, Program Studi Ilmu Hukum dari Fakultas Hukum (215 calon), Ilmu Komunikasi dari Program Ilmu Sosial (198 calon), Teknik Elektro dari Fakultas Teknik (161 calon), Ilmu Komputer dari Fakultas MIPA (123 calon), Ilmu Keperawatan dari Fakultas Kedokteran (119 calon) dan Teknik Sipil dari Fakultas Teknik (108 calon).
Demikian hasil pengolahan data pendaftar program seleksi SPMK yang dikeluarkan Pusat Komputer (Puskom) Unibraw, Senin 8 Mei 2006, dengan data jumlah pendaftar sebanyak 2572 (laki-laki 1280, perempuan 1292)..
Jumlah peminat yang menempatkan program studi lain sebagai pilihan pertama, berada pada tingkatan di bawah 100 calon. Bahkan untuk program studi kelompok IPA jumlah peminat sangat minim nampak pada Program Studi Ilmu Tanah (tak ada peminat), Sosial Ekonomi Peternakan (tak ada peminat), Sosial Ekonomi Perikanan (1), Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (2), Teknologi Hasil Ternak (3), Manajemen Sumberdaya Perairan (3). Pada program studi selebihnya untuk kelompok IPA, jumlah peminat berkisar antara 4 calon hingga 87 calon.
Sementara itu untuk kelompok IPS, jumlah peminat terkecil nampak pada Program Studi Sosiologi pada Program Ilmu Sosial (6 calon). Program studi selebihnya, masih diminati sebagai pilihan pertama oleh 27 calon hingga 90 calon.
Untuk SPMK gelombang pertama ini, Unibraw direncanakan menerima sebanyak 897 calon, dengan rincian 498 dari kelompok IPS, dan 399 dari kelompok IPA. Sementara, untuk program favorit, Akuntansi menyediakan 75, Pendidikan Dokter 15, Manajemen 50, Ilmu Hukum 88, Ilmu Komunikasi 63, Teknik Elektro 25, Ilmu Komputer 20, Ilmu Keperawatan 3, Teknik Sipil 15.
Membandingkan tempat yang disediakan dan jumlah peminat, diperoleh gambaran tingkat persaingan di dalam masing-masing program studi. Pada program-program favorit, persaingan paling ketat nampak pada program studi Ilmu Keperawatan (1:39,66). Disusul kemudian Pendidikan Dokter (1:21,2), Teknik Sipil (1:7,2), Teknik Elektro (1:6,44), Ilmu Komputer (1:6,15), Manajemen (1:5,2), Akuntansi (1:4,74),  Ilmu Komunikasi (1:3,14), dan Ilmu Hukum (1:2,44). [nik/Far]

Buku Baru Prof. Soekartawi 'Komunikasi Pertanian' Diterbitkan UI-Press
9 Mei 2006
Pada saat pemerintah giat melaksanakan program revitalisasi pertanian dengan menghidupkan kembali para penyuluh pertanian serta membekalinya dengan teknik berkomunikasi yang modern, Prof. Dr. Ir. Soekartawi meluncurkan buku karyanya. Buku karya gurubesar Fakultas Pertanian ini diterbitkan kembali oleh penerbit UI-Press, Jakarta. Buku dengan tahun terbit 2005 (akhir) ini mulai beredar tahun 2006.
Buku berjudul 'Prinsip Dasar Komunikasi Pertanian' tersebut ditulis dan disiapkan bukan saja untuk mahasiswa yang belajar ilmu-ilmu pertanian, tetapi juga bisa digunakan oleh para penyuluh pertanian. "Ini berita yang menggembirakan, mengingat buku saya ini justru diterbitkan kembali ketika jumlah peminat buku-buku seri pertanian umumnya sedang menurun. Artinya buku saya ini tergolong laris". Demikian keterangan Soekartawi kepada PRASETYA.
Selanjutnya Soekartawi menjelaskan, buku ini terdiri dari 6 bab, yaitu (1) Pendahuluan, (2) Komunikasi Pertanian: Komunikator, Komunikan dan Pesan, (3) Proses Komunikasi Pertanian, (4) Proses Adopsi-Inovasi dalam Bidang Pertanian, (5) Proses Difusi-novasi dalam Bidang Pertanian, dan (6) Penelitian Adopsi-Inovasi dalam Bidang Pertanian.
Dijelaskan pula, buku ini dirancang untuk mahasiswa strata satu (S-1) dan para praktisi. Walaupun demikian, dalam kenyataannya banyak juga pemakai dari kalangan mahasiswa pascasarjana. Buku ini tergolong laris, karena penyajiannya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, ada contoh-contoh aplikasi teori yang dibahas, dan bahkan ada contoh bagaimana melakukan penelitian yang berkaitan dengan komunikasi pertanian. Misalnya, penelitian adopsi-inovasi atau difusi-inovasi suatu teknologi baru.
Buku Prof. Soekartawi ini bisa didapatkan di toko-toko buku. Namun kalau sulit dicari, maka peminat atau pembaca bisa menghubungi penerbitnya langsung, yaitu: UI-Press, Jalan. Salemba 4, Jakarta 10430, Jakarta. Atau dapat dipesan melalui telepon 021-31935373, atau faks 021-31930172, atau melalui email, info@penerbit-ui.com. [skw]

Tampil di Semanggi Show: Rektor Unibraw dan Rektor UM
8 Mei 2006
Setelah tampil di acara Semanggi Show TVRI bulan Februari silam, Senin 8 Mei 2006, Rektor Universitas Brawijaya Prof.Dr.Ir. Bambang Guritno, kembali tampil dalam acara yang sama. Kali ini Rektor Unibraw didampingi Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof.Dr.H.Imam Syafi'ie dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jimbaran Bali I Putu Yasa. Acara ini dialog interaktif yang disiarkan stasiun televisi publik TVRI Jawa Timur ini, digelar secara rutin oleh Yayasan Damandiri dengan Prof, Dr. Haryono Suyono selaku host. Acara ini membahas tentang pendidikan nasional, dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei. Dialog berdurasi satu setengah jam ini mendapatkan respon yang sangat baik dari pemirsa di dalam studio maupun pemirsa televisi di rumah.
Pada kesempatan itu rektor menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang cukup berarti, meski demikian ada sisi-sisi lain yang harus dibenahi seperti misalnya infrastruktur. Rektor juga mengharapkan kemudahan pencarian dana bagi terselenggaranya tri dharma perguruan tinggi, baik dalam bentuk pemberian beasiswa atau pinjaman lunak. Selain itu rektor menyampaikan kepada para orang tua untuk bertindak arif dan bijaksana dalam memberikan arahan mengenai bidang ilmu yang disukai dan dikehendaki oleh putra-putrinya. Bagi mereka yang memiliki kesulitan finansial, rektor menandaskan bahwa tidak perlu risau, karena pihak Universitas Brawijaya memberikan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa bagi mereka yang berprestasi namun tidak memiliki kemampuan finansial yang memadai.
Turut hadir dalam acara tersebut, para pejabat teras di lingkungan Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, serta siswa-siswa dari dua sekolah menengah atas di kota Surabaya. Selain dialog interaktif, Universitas Brawijaya diberi kesempatan untuk memvisualisasikan kegiatan perkuliahan terutama di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan.[nik]

Ujian Disertasi Lily Montarcih Limantara
8 Mei 2006
Kurang tersedianya data hidrograf merupakan kendala bagi perencanaan bangunan air. Kendala ini menjadikan model-model HSS (hidrograf satuan sintetis) akan memberikan manfaat yang cukup besar. HSS dapat memberikan informasi penting untuk keperluan evaluasi keamanan bangunan air (hydraulic structures). Di kalangan praktisi, penerapan model tersebut dimaksudkan untuk menganalisis banjir rancangan (design flood) dengan masukan data hujan. Namun demikian, sejauh ini mereka masih sangat "fanatik" menggunakan HSS Nakayashu, karena dipandang paling praktis, padahal penerapan model tersebut untuk Pulau Jawa masih memerlukan kalibrasi beberapa parameter. Mereka juga hampir tidak pernah menggunakan HSS Gama-1, karena model tersebut memerlukan 10 jenis data fisik DAS dan tidak dapat diterapkan untuk DAS yang hanya mempunyai satu sungai.
Demikian antara lain pernyataan Ir. Lily Montarcih LImantara MSc dalam disertasi berjudul "Model Hidrograf Satuan Sintetis untuk DAS-DAS di Sebagian Indonesia", yang dipresentasikan dalam ujian terbuka di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Senin 8/5.
Mengingat model-model HSS diteliti dan dibentuk di daerah yang karakteristik DAS-nya jauh berbeda dengan DAS terapan,  maka seringkali memberikan hasil analisis yang kurang akurat. Akibat lebih jauh, akan menimbulkan dampak ketidakefisienan dalam penentuan dimensi bangunan air.
Idealnya, menurut Lily Montarcih, setiap DAS memiliki hidrograf satuan tertentu. Jika kondisi fisik dan hidrologi secara umum dapat dikatakan homogen, maka sangat dimungkinkan membuat suatu model HSS baru yang serupa dengan model-model yang sudah dihasilkan peneliti-peneliti terdahulu. Model HSS tersebut, antara lain, dimaksudkan untuk mengetahui sifat tanggapan DAS terhadap masukan data hujan, sehingga dapat dipakai sebagai pendukung warning system di lokasi-lokasi rawan banjir. Dui samping itu juga untuk mengisi kekosongan data hidrograg akibat kerusakan padala alat AWLR (automatic water level recorder), sebagai sarana menghitung banjir rancangan.
Mengambil lokasi di Jawa (6 DAS, 67 sub-DAS), Bali (2 DAS, 13 sub-DAS), Lombok (1 DAS, 5 sub-DAS) dan Kalimantan Timur (1 DAS, 9 sub-DAS), dengan luas DAS kurang dari 5000 km2 dan masing-masing dilengkapi dengan ARR (automatic rainfall recorder) dan AWRL, penelitian disertasi Lily Montarcih ditujukan untuk mendapatkan HSS Limantara, yaitu HSS yang  khas Indoensia,dengan persamaan model matematika sederhana dan tanpa kalibrasi parameter dalam penerapannya.
Dari hasil penelitian itu, disimpulkan bahwa: sifat horodgraf pengamatan mencirikan bentuk DAS tang relatif memanjang, yaitu mempunyai karakteristik naiknya lebih cepat dari turunnya (wakyu naik lebih kecil daripada waktu turun). Selain itu, parameter DAS yang berpengaruh pada debit puncak ada 5 dengan faktor yang paling dominan adalah panjang sungai utama (L), kemudian berturut-turut luas DAS (A), panjang sungai diukur sampai titik terdekat dengan titik berat DAS (Lc), koefisien kekasaran (n), dan kemiringan sungai (S). Model yang didapat dibandingkan dengan hidrograf pengamatan sebagai kontrol model dengan koefisien diterminasi (R2) dan tingkat kepercayaan (level of significance) 5% untuk masing-masing persamaan.
Dalam ujian yang dipromotori oleh Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, dan kopromotor Prof Dr Ir Suhardjono MPd Dipl HE serta Ir Widyawati B DiplHE PhD, dan dosen penguji yang terdiri dari Prof Dr Ir Soemarno MS, Prof Dr. Ir. Chandrawati Cahyani MS, Dr Ir
Agus Suharyanto MEng, Dr Ir Haryo Sulistyarso, serta penguji luar Dr.Ing Ir. Teguh Harijanto MSc, kandidat dari program studi S3 Ilmu Pertanian dengan minat Teknik Sumber Daya Air ini dinyatakan lulus dengan IPK 3,7 dan predikat sangat memuaskan.
Dr. Ir. Lily Montarcih Limantara MSc, kelahiran Malang 17 September 1962, menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Malang, lulusan sarjana teknik pengairan Unibraw 1981, dan magister teknik sumber air ITB (1989), mengabdikan diri sebagai dosen Fakultas Teknik Unibraw sejak 1987. Dari pernikahannya dengan Judotomo Chia BSc, Lily Montarcih dikarunia seorang putra dan seorang putri. [Far]

2.643 Siswa Ikuti Ujian SPMK dan SPKIns
Minggu, 07 Mei 2006
MALANG- Sekitar 2.643 calon mahasiswa baru Unibraw dari jalur SPMK (Seleksi Program Minat dan Kemampuan) dan SPKIns (Seleksi Program Kemitraan Instansi) hari ini akan mengikuti ujian gelombang I. Bedanya, 2.387 pendaftar SPMK mengikuti ujian di kampus setempat, sedang pendaftar SPKIns mengikuti ujian di daerah atau pada instansi masing-masing.
Kahumas Unibraw Farid Atmadiwirya mengatakan, khusus untuk SPMK, masing-masing ada sekitar 1.190 peserta IPA dan 1.197 peserta IPS. Untuk IPA ujian akan dilangsungkan di ruang-ruang kuliah fakultas Teknik (FT) dan fakultas Ilmu Administrasi (FIA). Dengan materi ujian IPA dan IPA terpadu, matematika IPA, dan Bahasa Inggris. Sedang ujian kelompok IPS menempati gedung ruang kuliah bersama (RKB), fakultas hukum, dan fakultas ekonomi. "Untuk IPS, materi yang diujikan seputar IPS dan IPS terpadu, matematika IPS, serta bahasa Inggris," ucapnya.
Bagaimana dengan pendaftar jalur SPKIns? Meskipun dihelat di luar Malang, namun panitia telah menyiapkan segala sesuatu. Termasuk, materi soal yang tidak jauh beda dengan peserta SPMK. Untuk SPKIns tersebut tercatat enam instansi yang mengikuti program seleksi ini dan mendaftar secara kolektif. Masing-masing, PT Pupuk Kaltim 22 peserta, PT LNG Badak, Bontang Kaltim (26 peserta), gabungan SMA Madiun yang dikoordinir oleh SMAN 5 Madiun (142 peserta), gabungan SMA Surabaya yang dikoordinir oleh SMA Al Falah (52 peserta), dan PT Krakatau Steel Cilegon, Banten (14 peserta). "Sebenarnya masih ada dua instansi lagi, yakni PT Semen Gresik dan PT Kertas Leces. Hanya saja, sampai penutupan kemarin tidak memberikan konfirmasi. Sehingga, total ada 256 pendaftar," tandas Farid. Lebih lanjut, pengumuman ujian SPMK dan SPKIns itu akan diumumkan secara serentak pula. Sementara, untuk SPMK gelombang II waktunya belum ditentukan. [nen] http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=125256&c=88

Seminar Nasional Statistika
6 Mei 2006
Seminar bertajuk “Problematika BBM dan Peningkatan Kinerja Dunia Usaha” diselenggarakan oleh Fakultas MIPA Universitas Brawijaya bekerjasama dengan Universitas Gajayana, dan Ikatan Himpunan Mahasiswa Statistika Indonesia (IHMSI) di Gedung Widyaloka, Sabtu, 6 Mei 2006. Kegiatan yang dibuka oleh Dekan FMIPA Ir. Adam Wiryawan MS dan diikuti oleh ratusan peserta dari Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Gajayana, Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya, Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia (UII) Surabaya, Politeknik ITS dan Politeknik Negeri Malang.
Hadir sebagai pemateri yaitu general manager PT Batamindo H. Soeharto SEMBA MM dengan materi ”Respon dunia kerja terhadap kenaikan BBM secara spesifik”, ”Strategi Perusahaan terhadap Kenaikan BBM”, dan ”Solusi yang Ditawarkan dalam Peningkatan Kinerja Dunia Usaha”. Pemateri berikutnya adalah Drs. Kresnayana Yahya MSc. Dosen ITS ini memberikan materi yaitu “Kenaikan BBM Ditinjau dari Sudut Pandang statistika”, ”Kinerja Dunia Usaha Ditinjau dari Pendekatan Statistika”, dan materi ”Peningkatan Kinerja Dunia Usaha Akibat Kenaikan BBM Menggunakan Pendekatan Statistika”. Dosen FMIPA Universitas Brawijaya Dr. Ir. Solimun MS, yang pakar Structural Equation Modelling (SEM), memberikan materi yaitu “Pengantar SEM”, ”Penerapan SEM”, dan “Peran statistika (SEM) dalam Peningkatan Kinerja Dunia Usaha dengan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya”. Pembicara terakhir yaitu Ir. Umi Kultsum, Kepala Divisi Pencatatan PT Bursa Efek Surabaya. Materi yang dibawakan terdiri dari “Respon Pasar Saham Akibat Kenaikan BBM”, “Strategi dan Solusi Pasar Saham dalam Peningkatan Kinerja Dunia Usaha”, serta “Peran Statistika dalam Pasar Modal”. [nik]

Training IT Rutin di ITCC Teknik Elektro Unibraw
6 Mei 2006
Guna menjawab kebutuhan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang teknologi informasi, ITCC (Information Technology and Computer Centre) Teknik Elektro Unibraw menyelenggarakan training IT. Ika Erawati, Academic Counselor ITCC, mengatakan kegiatan ini rencananya diselenggarakan secara rutin setiap hari Sabtu. Dengan kontribusi sebesar Rp 22,5 ribu peserta mendapatkan sertifikat, makan siang, snack dan CD installer. Adapun materi akan disampaikan secara bergiliran setiap hari Sabtu meliputi: Linux, Web Design dan Open Office. “Secara berturut-turut selama 2 minggu telah dilangsungkan training Linux, pada Sabtu (20/5) akan diselenggarakan training Web Design tetapi pesertanya telah memenuhi kuota 15 orang”, ungkap Ika. Disampaikan lebih lanjut, beberapa pemateri yang dilibatkan pada training tersebut mayoritas adalah dosen di lingkungan Teknik Elektro Universitas Brawijaya seperti Ir. Heru Nurwarsito MT (Center Head ITCC FT Unibraw), Ir. Primantara HT MSc, Herman Tolle ST MT, R. Arif Setyawan ST MT, dan Tri Astoto Kurniawan ST MT. Peminat dapat menghubungi kantor ITCC di Gedung 2 Teknik Elektro FT Unibraw, Jalan Mayjen Haryono 167 Malang, telepon/fax (0341) 559500. [nok]

Penutupan LKTM Unibraw: Suasana Akademis Sudah Tercipta
5 Mei 2006
Meningkatnya jumlah karya ilmiah dalam ajang Lomba Karya Tulis Mahasiswa untuk mahasiswa baru dari tahun lalu sebesar 74 makalah, menjadi 81 makalah, menandakan bahwa suasana akademik di kampus sudah tercipta. Demikian ungkap Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno ketika menutup kegiatan LKTM mahasiswa baru di gedung PPI Universitas Brawijaya, Jum’at malam 5 Mei 2006. Lebih lanjut diungkapkan oleh rektor bahwa dengan diselenggarakan kegiatan penalaran diharapkan agar kualitas belajar mahasiswa terutama tulis menulis karya ilmiah semakin meningkat. Disamping itu, ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Bagian Minat dan Penalaran ini dapat dijadikan sebagai langkah awal pembelajaran bagi mahasiswa yang baru menginjak semester dua, dalam membuat karya ilmiah seperti skripsi.
LKTM bagi mahasiswa baru Universitas Brawijaya berlangsung selama dua hari berturut-turut 4-5 Mei 2006. Kegiatan ini memperlombakan empat bidang yaitu IPA, IPS, Pendidikan dan Seni dengan 81 judul yang dikompetisikan. Para peserta berasal dari sepuluh fakultas yaitu Fakultas Hukum (4 judul), Fakultas Ekonomi (7 judul), Fakultas Ilmu Administrasi (9 judul), Fakultas Pertanian (10 judul), Fakultas Peternakan (5 judul), Fakultas Teknik (8 judul), Fakultas Kedokteran (5 judul), Fakultas Perikanan (7 judul), FMIPA (6 judul), dan Fakultas Teknologi Pertanian (11 judul), serta dua program studi yaitu program Bahasa dan Sastra (7 judul) dan Program Ilmu Sosial (2 judul).
Sementara itu dalam sambutannya, dewan juri yang diketuai oleh Dr. Ir. Imam Santoso MP menyatakan, meskipun sebagian peserta adalah mahasiswa baru, kemampuan mereka dalam membuat karya ilmiah patut diacungi jempol. Hal ini terlihat dari beragamnya judul karya ilmiah yang mereka buat dan kreativitas mereka dalam mempresentasikannya di hadapan audiens.
Berikut adalah nama pemenang LKTM mahasiswa baru.
Bidang IPA: Juara pertama diraih oleh Fakultas Kedokteran dengan judul “Coklat Hitam (Dark Chocholate) sebagai Pencegah Faktor-faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner”. Tim yang beranggotakan Dina Arieska, Dody Wahyu dan Elysia ini memperoleh nilai 23.025. Juara kedua diraih oleh Fakultas Teknologi Pertanian dengan anggota Adib Firman, Nyoman Oka, dan Ratna Putri. Judul yang dipresentasikan adalah ”Pemanfaatan Air Kelapa Sebagai Bahan Baku Alternatif Produksi Tekstil” dengan total nilai 22.800. Juara ketiga diraih oleh Fakultas Teknik dengan judul ”Penataan Taman Kota Berbasis Eko-Arsitektur sebagai Upaya Mengurangi Tingkat Kebisingan di Daerah Perkotaan” dengan total nilai 21.825. Tim ini beranggotakan Indra Waluyohadi dan Eko Surono. Sementara itu, juara harapan satu berhasil direbut oleh Fakultas Perikanan. Tim yang beranggotakan Rangga Agung, Wirastika dan Yetti Octavianingsih ini mempresentasikan judul ”Pengukuran Tingkat Keberhasilan Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang dengan Metode Line Intercept Trasect (LIT) Studi pada Zona Inti III Taman Nasional Kepulauan Seribu” dan total nilai 21.500. Harapan dua berhasil direbut oleh Fakultas  harapan dua diraih oleh Fakultas MIPA dengan anggota Ahmad Faruk, M. Hilman dan Tomi Irmayanto. Judul yang dipresentasikan adalah ”Bioproduksi Poli-B Hidroksi Butirat (PHB) sebagai Kandidat Pengganti Plastik konven-sional” dengan total nilai 21.470.
Bidang IPS: Program Bahasa berhasil meraih juara pertama dengan judul ”Analisis Pola Singkatan Bahasa Inggis dalam SMS Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Brawijaya Angkatan 2005”. Tim yang beranggotakan Anang Tri Yulianto, Fardetya Aridilla, dan Jangkung Setiawan ini meraih nilai 23.700. Juara kedua diraih oleh Fakultas Teknik dengan judul ”Local Genius dalam Mitigasi Bencana Alam di Indonesia Studi Kasus Gempa Flores”. Total nilai yang diperoleh sebesar 23.400 dengan anggota tim yaitu Didik Syaifudin Riza, Dindar Rahajeng, serta Mauliandini Nur. Posisi ketiga dengan total nilai 22.825 berhasil direbut oleh Fakultas Teknik. Tim yang beranggotakan Bangkit Khrisnanta, Deswinda dan Ratih Wahyu Dyah ini mempresentasikan judul ”Identifikasi Dampak Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) terhadap Lalu Lintas Studi Kasus PKL di Jalang Samanhudi Kecamatan Kaliwates Jember”. Sementara harapan pertama diraih oleh Fakultas Pertanian dengan total nilai 22.625 untuk judul ”Detektif Conan: Karakteristik Untuk Menumbuhkan Sikap Ilmiah (Scientific Attitude) pada Mahasiswa Melalui Komik”. Tim ini beranggotakan Muhammad Akhid, dan Ahmad Musnaeni. Harapan kedua berhasil diraih oleh tim yang beranggotakan Barqah Prantama, Oscar Radyan Danar dan Panji Pamekas. Judul yang dipresentasikan yaitu ”Redesign Pola Perencanaan Pembangunan Partisipatif dalam Rangka Pemerataan Pembangunan di Tingkat Kelurahan/Desa” dengan total nilai 22.600.
Bidang Pendidikan: Fakultas Kedokteran berhasil meraih juara pertama dengan total nilai 21.025. Tim yang beranggotakan Anang Basuki, Andre Aditya dan Andrew Halim ini mempresentasikan judul karya ilmiah ”Pendayagunaan Imajinasi untuk Konsulidasi Daya Ingat”. Juara kedua diraih oleh Fakultas Ilmu Administrasi dengan anggota Mio Fitrananto, Fida Shihab Azzuhri, dan Hamdan Fauzi. Tim ini memperoleh nilai 20.790 untuk judul karya ilmiah ”Life Skill Education pada Pusat Rehabilitasi sebagai Upaya Pembekalan Bagi Korban Napza”. Posisi ketiga berhasil direbut oleh tim yang beranggotakan Happy, Hans P. Herewila dan Gita Ayu dari Fakultas Kedokteran. Judul yang dipresentasikan yaitu ”Peranan Single Sex Education dalam Meningkatkan Prestasi Akademis” dengan total nilai 20.450. Sementara itu juara harapan pertama berhasil direbut oleh Fakultas Ekonomi dengan judul ”Optimalisasi Penerapan Metode Games dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Siswa SD”. Tim yang beranggotakan Kristi Yuristiana, Luthfiana Yuniati dan Milwanda Wira ini meraih nilai 20.330. Harapan kedua diraih oleh tim dari Fakultas MIPA dengan total nilai 20.330. Tim yang mempresentasikan judul ”Peranan Imunokontrasepsi Berbasis Anti-Sperm Antibody (ASA) dalam Menyukseskan Program KB” ini beranggotakan Antonius Chistianto, Dedy Kurniawan, dan Dewi Nur Majidah dengan total nilai 20.080.
Bidang Seni: Judul makalah ”Makna Simbolis yang Terkandung dalam Cerita ”Bimasuci” sebagai Ajaran Moral” dari Fakultas Ilmu Administrasi keluar sebagai juara pertama. Tim ini beranggotakan Rizka Maghfur dan Fatchur Rahman dengan total nilai perolehan 23.045. Juara kedua juga diraih oleh Fakultas Ilmu Administrasi dengan total nilai 22.770. Tim yang beranggotakan Milla Mayasari dan Meilissa Ike Dien  ini mempresentasikan judul karya ilmiah ”Eksistensi Upacara Distrikan di Tengah Perubahan Budaya Masyarakat (Studi di Ranu Grati desa Ranu Klidungan Kecamatan Grati Pasuruan)”. Juara ketiga direbut oleh Fakultas Teknologi Pertanian dengan judul karya ”Analisis Komparatif Antara Permainan Tradisional ”Jamuran” dan Permainan Modern ”Play Station” bagi Perkembangan Pribadi Anak”. Tim dengan anggota Saiful Rizal, Ristiany Kurniawati dan Mimin Wanasari ini meraih total nilai 22.750. Harapan pertama berhasil diraih oleh Program Bahasa dan Sastra dengan total nilai 22.600. Tim yang beranggotakan Sonia Margarettha, Vina Verawati dan Surya Wildandika ini mempresentasikan karya ilmiah berjudul ”Kajian Historis Perkembangan Seni Wayang dan Eksistensinya di Era Globalisasi”. Sementara itu juara harapan kedua berhasil diraih oleh Fakultas Ekonomi dengan judul ”Pergeseran Nilai-nilai Estetis dalam Pertunjukan Wayang Krucil sebagai Bentuk Resistensi terhadap Arus Modernisasi”. Tim ini beranggotakan Rizky Sekar Afrisia, Yessi Agus dan Arillia Pitaloka.
Para juara pertama berhak atas tabanas sebesar 750 ribu rupiah, dan piagam penghargaan, juara kedua berhak atas uang sebesar 600 ribu rupiah dan piagam, juara ketiga 500 ribu dan piagam, sementara juara harapan satu dan kedua masing-masing memperoleh uang sebesar 300 ribu rupiah. Khusus juara pertama mendapatkan hadiah berupa pembebasan SPP selama satu semester. [nik]

Digelar Serentak, SPMK dan SPKIns Diikuti 2643 Pendaftar
5 Mei 2006
Sampai hari terakhir (5/5), telah terjual 2387 formulir pendaftaran peserta SPMK (seleksi program minat dan kemampuan) Universitas Brawijaya. Jumlah itu terinci, 1190 formulir IPA dan 1197 formulir IPS.
Pendaftaran SPMK gelombang pertama telah dibuka sejak 10 April yang lalu. Sedangkan ujian tulis akan dilaksanakan hari Minggu 7 Mei 2006 mulai pukul 10.00 WIB, di kampus Universitas Brawijaya. Untuk kelompok IPA berlangsung di ruang-ruang kuliah Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Administrasi. Sedangkan untuk kelompok IPS disediakan tempat di ruang-ruang kuliah gedung kuliah bersama (RKB), Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi.
SPKIns
Selain di Kampus Unibraw, secara serentak panitia juga akan menggelar ujian di luar Malang, yaitu bagi pendaftar melalui jalur SPKins (seleksi program kemitraan instansi). Jalur SPKIns, proses pendaftaran berlangsung bersamaan dengan SPMK gelombang I, hanya dilakukan secara kolektif oleh instansi yang telah menjalin kerjasama dengan pihak Unibraw.
Lokasi ujian pun di tempat yang telah ditentukan bersama sesuai kesepakatan.
Sampai saat ini, tercatat 6 instansi telah menyatakan mengikuti program seleksi ini telah membeli formulir secara kolektif. Dari keenam instansi itu tercatat sebanyak 256 pendaftar, dengan rincian PT Pupuk Kaltim, Bontang, Kaltim (22 formulir), PT LNG Badak, Bontang, Kaltim (26 formulir), gabungan SMA Madiun yang dikoordinasi oleh SMAN 5 (142 formulir), gabungan SMA Surabaya yang dikooedinasi oleh Al Falah Surabaya (52 formulir), dan PT Krakatau Steel Cilegon, Banten (14 formulir dan kemungkinan masih bertambah). Dua instansi lain, yaitu PT Semen Gresik, dan PT Kertas Leces, ternyata sampai saat terakhir tidak memberikan konfirmasi.
Hasil ujian kedua jalur seleksi ini (SPMK dan SPKIns) akan diumumkan hari Rabu, 10 Mei 2006. [Far]

Bedah Buku: Filosofi Kopi
5 Mei 2006
Sebuah karya baru Dewi Lestari terbit lagi berjudul Filosofi Kopi. Karya yang baru diterbitkan ini merupakan kumpulan cerita pendek yang ditulis dalam kurun waktu 1995-2005. Dee (panggilan akrab Dewi Lestari) yang telah dikenal dengan novelnya yang berjudul Supernova dalam buku barunya mencoba untuk menampilkan sesuatu yang berbeda.
Dalam bedah buku Filosofi Kopi yang diadakan oleh LPM Dianns pada Jumat (05/05) di Gedung Widyaloka Unibraw ini Dee mengatakan bahwa ia terinspirasi dengan Anna Kastillo untuk dapat menerbitkan buku Filosofi Kopi ini. Menurutnya sebuah karya harus bebas tanpa tuntutan format akan tetapi harus dilihat dari substansinya. Dee kemudian menyebut bahwa bukunya ini merupakan sebuah simbol perlawanan dan berbagi.
Judul Filosofi Kopi sendiri ia ambil dari sebuah karya dari 18 kumpulan cerita yang ada di dalam bukunya tersebut. Kata kopi menurutnya ketika kita mendengar kata tersebut maka yang terbayang adalah sebuah moment santai dan akrab. Sedangkan filosofi menurutnya bukanlah sesuatu hal yang berat. “Filosofi tapi dapat berupa sebuah pembicaraan biasa yang tapi bisa bertukar pikiran hidup dengan teman kita”, kata penulis yang juga penyanyi ini.
Dee mengatakan bahwa setiap karya yang ia tulis merupakan sebuah usahanya untuk mencari jati diri. “Pada awalnya saya menuliskan rasa cinta dengan alamiah akan tetapi setelah lama dalam perenungan cinta saya tuliskan berupa sebuah rasa gambaran cinta yang ilahiah,” ujarnya.
Pada buku Filosofi Kopi, ia mencoba untuk lebih memfokuskan tentang eksistensi. Ia menceritakan bagaimana seekor hewan pun butuh eksistensi diri. Cerita Filosofi Kopi sendiri menokohkan Barista (istilah untuk peramu kopi) yang sangat handal. Di dalam ceritanya  ia menggambarkan Barista mempunyai pemaknaan sendiri dalam mengartikan kopi. Sebagai seorang Barista ia sangat handal untuk meracik kopi yang sangat enak dan halus. Sampai pada suatu saat ia menemukan sebuah racikan kopi “Tiwus” sebuah racikan kopi yang pahit dan benar-benar biasa tanpa campuran. Si Barista kemudian sadar bahwa ada satu hal yang tidak dapat dihilangkan pada kopi yaitu rasa pahit tersebut. Penyadaran Barista ini menurut Dee hanya sebagai sebuah contoh karyanya untuk mensosialisasikan cara pandangnya. [vty]

Terjangkit Gaya Metropolis
5 Mei 2006
Fenomena kelas menengah ke atas mengonsumsi narkoba atau malahan turun langsung sebagai pengedar, pengepul, atau bandar sekalipun, bukan tren baru dalam kehidupan sosial. Di Kota Malang, gejala itu sudah mampu diteropong satu dekade belakangan ini.
Menurut Drs Amir Hasan Ramli Psi MSi, pakar psikologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (Unibraw), problem kelas berduit tak lepas dari problem seperti itu, mulai narkoba, minuman keras, sampai perilaku menyimpang lain. "Itu hal lumrah, sebab mereka mempunyai uang berlebih. Kalau tidak dikontrol, ya, jadinya terjerumus ke dunia narkoba," urainya, Kamis (4/5).
Dari kacamata psikolog, keterlibatan kaum berduit dengan problem narkoba diartikan sebagai gejala trial and error. Kaum elite punya gejala berkumpul dengan kaum sekelas, yang akhimya memunculkan persamaan gaya hidup. Misal, selalu pergi ke cafe berkelas, mal supermewah, dan mengonsumsi narkoba yang notabene juga tidak murah.
Meski Amir tidak bisa menggeneralisasi, tetapi dia percaya kalau kelas menengah di Kota Malang sudah terjangkit gaya hidup orang metropolis, sekelas Jakarta dan Surabaya. Sebagai bukti, katanya, para kawula remaja di kota ini lebih suka jalan-jalan menggunakan mobil mewah atau pergi ke cafe berkelas yang menguras kocek banyak. "Mereka sudah tidak suka jalan-jalan pakai sepeda onthel," ungkap dia.
Amir mengartikan, fenomena narkoba di kalangan kelas menengah ke atas sudah menjadi prestige yang bisa menaikkan kelas sosial. Artinya, lanjut dia, narkoba tidak bisa dipisahkan dari gaya hidup kaum the haves. "Baru dikatakan hebat dan wah, ketika dia pakai SS, ganja, atau barang lain. Ini kan mengkhawatirkan," tandasnya.
Maraknya kasus narkoba yang melibatkan pengusaha, anak pejabat, dan sekelasnya, menurut Amir harus ada perbaikan pendekatan dalam menyikapi gejala ini. Upaya hukuman atau punishment yang selama ini cenderung dipakai aparat, agar dilengkapi dengan pendekatan lain, misal dengan melibatkan pakar psikologi. [iut] SURYA Jumat 5 Mei 2006

SPMK Gelombang I, Terjual 2194
4 Mei 2006
Sehari menjelang penutupan (4/5), telah terjual 2194 formulir pendaftaran peserta SPMK (seleksi program minat dan kemampuan) Universitas Brawijaya. Jumlah itu terinci, 1083 formulir IPA dan 1111 formulir IPS.
Pendaftaran SPMK gelombang pertama, diawali 10 April dan akan berakhir 5 Mei besok. Sedangkan ujian tulis akan dilaksanakan hari Minggu 7 Mei 2006 mulai pukul 10.00 WIB, di kampus Universitas Brawijaya. Untuk kelompok IPA berlangsung di ruang-ruang kuliah Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Administrasi. Sedangkan untuk kelompok IPS disediakan tempat di ruang-ruang kuliah gedung kuliah bersama (RKB), Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi.
SPKIns
Selain di Kampus Unibraw, secara serentak panitia juga akan menggelar ujian di luar Malang, yaitu bagi pendaftar melalui jalur SPKins (seleksi program kemitraan instansi). Jalur SPKIns, proses pendaftaran berlangsung bersamaan dengan SPMK gelombang I, hanya dilakukan secara kolektif oleh instansi yang telah menjalin kerjasama dengan pihak Unibraw. Lokasi ujian pun di tempat yang telah ditentukan bersama sesuai kesepakatan. Sampai saat ini, dua instansi yang telah menyatakan mengikuti program seleksi ini, bahkan telah membeli formulir secara kolektif, yakni PT Pupuk Kaltim, Bontang (22 formulir) dan PT LNG Badak, Kaltim (24 formulir). Sementara itu beberapa instansi lain telah menyatakan kesediaan mengikuti program ini, di antaranya SMA Madiun dan SMA Al Falah Surabaya.
Beberapa instansi lain masih ditunggu konfirmasinya, yakni PT Krakatau Steel Cilegon, PT Semen Gresik, dan PT Kertas Leces.
Hasil ujian kedua jalur seleksi ini (SPMK dan SPKIns) akan diumumkan hari Rabu, 10 Mei 2006. [Far]

LKTM Maba Unibraw 2005/2006
4-5 Mei 2006
Universitas Brawijaya, selama 2 hari berturut-turut 4-5 Mei 2006 menyelenggarakan kegiatan Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) untuk mahasiswa baru tahun 2005/2006, bertempat di gedung PPI. Kegiatan ini memperlombakan 4 bidang yaitu IPA, IPS, Pendidikan dan Seni dengan 81 judul yang dikompetisikan meliputi 20 judul IPA, 30 judul IPS, 22 judul Pendidikan dan 9 judul Seni. Pendelegasian dari masing-masing fakultas secara rinci adalah sebagai berikut, Fakultas Hukum: 4 judul, Fakultas Ekonomi: 7 judul, Fakultas Ilmu Administrasi: 9 judul, Fakultas Pertanian: 10 judul, Fakultas Peternakan: 5 judul, Fakultas Teknik: 8 judul, Fakultas Kedokteran: 5 judul, Fakultas Perikanan: 7 judul, FMIPA: 6 judul, Fakultas Teknologi Pertanian: 11 judul, program Bahasa: 7 judul dan PIS: 2 judul.
Dalam LKTM kali ini, tim juri diketuai oleh Dr. Ir. Imam Santoso MP, dengan anggota juri untuk bidang IPA: dr. Retty Ratnawati MSc; Dr. Ir. Imam Santoso MP dan Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaemi MS, untuk bidang IPS: Rachmad Syafa’at SH MSi; Dr. Ir. Salyo Sutrisno MS dan Ir. Edi Susilo MS, untuk bidang pendidikan: Dr. Indah Winarni MA; Drs. Imam Suyadi MSi dan Ir. Anik M. Hariati MSc, sedangkan juri untuk bidang seni adalah David Kaluge SE MEcDev PhD; Yusri Fajar SS dan Dr. Ir. Antariksa MEng.
Kasubbag Minat dan Penalaran Drs. Rudjito menjeleaskan, LKTM kali ini akan menetapkan juara 1, 2, 3, harapan I dan harapan II. Masing-masing pemenang akan mendapatkan hadiah berupa tabanas dan piagam, dan khusus untuk juara 1 masing-masing bidang akan mendapatkan bantuan pembebasan SPP selama 1 semester. [nok]

Pranita Miss Matos 2006
Kamis, 04 Mei 2006
MALANG - Setelah melalui proses seleksi ketat hingga malam grand final kemarin, akhirnya Pranita Ramadhani, 20 terpilih sebagai Miss (Malang Town Square (Matos). Mahasiswi D3 Sekretaris Unibraw itu mampu menyisihkan sekitar 118 peserta lainnya. Selain Pranita, ajang pemilihan yang digelar di atrium Matos tersebut juga menobatkan Olivia Valentine, 21 sebagai runner up I dan Rizky Sulistyowati, 19 sebagai runner II Miss Matos. Sementara Mandalika Sari terpilih sebagai juara favorit.
Sebelumnya, tim juri yang terdiri dari lima unsur ini telah menyeleksi peserta Pemilihan Miss Matos dalam babak penyisihan. Hasilnya, tim juri menjaring peserta dan menetapkan 20 peserta finalis. Mereka pun harus bertempur lagi di ajang malam grand final di hadapan lima dewan juri. Proses pemilihan tersebut berlangsung menegangkan karena peserta harus langsung menjawab pertanyaan yang tak diketahuinya sebelumnya. Apalagi mereka harus menjawab di hadapan ratusan pengunjung Matos. Praktis, ada di antara finalis yang gugup saat menjawab pertanyaan. Bahkan ada yang terpaksa berhenti meski jawabannya belum tuntas.
Sementara, Pranita Ramadhani yang malam itu mengenakan gaun cocktail warna pastel dianggap cukup representatif sebagai Miss Matos. Selain performance-nya, Pranita juga mampu menjawab pertanyaan juri yang diajukan kepadanya dengan lancar, padat, dan realistis. Ia pun dianilai memiliki kemampuan komunikasi yang bagus.
Di hadapan juri, ia mengaku memiliki motivasi ingin turut serta mengembangkan potensi ekonomi masyarakat dan sumber pendapatan daerah melalui pemilihan duta Matos. Saat ditanya MC apa kelebihan yang ada pada dirinya, Pranita menjawab, "Saya menyukai persahabatan. Saya juga senang mengerjakan dan memberikan yang terbaik kepada lingkungan saya,".
Selain pertanyaan seputar kepribadian, para finalis juga ditanya mengenai persoalan gender, keamanan, soal parkir liar, hingga fenomena kenaikan BBM yang berdampak bagi ekonomi masyarakat di daerah.
Menurut General Manager Matos Ny Fifi Trisjanti, duta Matos adalah jembatan komunikasi antara mamajemen Matos dengan masyarakat.
"Setiap tiga bulan akan kami adakan, lalu di akhir tahun kita ambil yang terbaik," tegasnya. (yak) http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=124973&c=88

Seminar Nasional dan Lomba Software Geoteknik
3-4 Mei 2006
Guna mengantisipasi berbagai fenomena bencana alam secara dini, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya menyelenggarakan Seminar Nasional dan Lomba Software Geoteknik dengan tema “Problematika dan Teknologi Penanggulangan Longsor di Indonesia”. Kegiatan ini diselenggarakan di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya selama 2 hari, 3-4 Mei 2006.
Lomba Software Geoteknik
Kegiatan lomba software kali ini dikhususkan pada bidang geoteknik dengan tema ”Perancangan Pondasi”. Peserta dalam perlombaan ini sebanyak 5 tim dari wilayah Jawa yang terseleksi dari 9 software yang terkirim di panitia.
Kelima tim tersebut adalah Universitas Parahyangan (2 tim) yang mengirim software berjudul Shell found dan Basca-Pro I, Universitas Brawijaya dengan judul "Software Daya Dukung Tanah (DDT)", Universitas Jember dengan judul "Software E Found" dan Universitas Islam Indonesia dengan judul "Daya Dukung Tanah dan Settlement". Juri dalam kompetisi ini adalah Ir. As’ad Munawir MT (Universitas Brawijaya), Ir. Daniel Oranova Siahaan PDEng (ITS) dan Dr. Ir. Andreas Tri Wiyono DES Ing (UGM) dengan aktivitas penjurian ditekankan pada pemahaman tentang materi geoteknik, pemahaman tentang teknik pembuatan software dan applicability. Disampaikan oleh penanggungjawab kegiatan ini, Sonhadji (mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2002), kegiatan seperti ini rutin diagendakan setiap tahun dalam bidang ke-tekniksipil-an dengan perbedaan tema setiap tahunnya. Tampil sebagai juara I dan II dalam kompetisi ini, keduanya berasal dari Universitas Parahyangan dengan mendapatkan hadiah berupa uang tunai 3 juta dan 2 juta.
Seminar Nasional Geoteknik
Hadir sebagai pemateri dalam kesempatan ini adalah Dr. Ir. Basuki Hadi M, M.Sc yang mewakili Menteri Pekerjaan Umum Dr. Ir. Djoko Kirmanto Dipl HE yang berhalangan hadir, Ir. Mahsyur Irsyam MSE PhD (ITB), Prof. Dwikorita karnawati MSc PhD (UGM) dan Ir. Agus Suharyanto MEng PhD (Unibraw).
Melalui makalahnya, Djoko Kirmanto menyebut bahwa tercatat tidak kurang dari sepertiga kabupaten dan kota di Indonesia secara potensial terancam bahaya longsor dan secara langsung mengancam keselamatan sekitar satu juta penduduk. Disampaikan pula, sekitar 400 longsor terjadi dalam berbagai skala yang mengganggu fungsi infrastruktur jalan dan pengairan di seluruh Indonesia. Menurut Djoko, kejadian longsoran secara tidak langsung diakibatkan oleh tidak terkendalinya aktivitas kegiatan masyarakat, tidak bijaksananya penggunaan lahan, buruknya perencanaan dan implementasi tata ruang serta miskinnya pemahaman akan perilaku alam dan penguasaan teknologi yang berkaitan dengan longsor. Terhadap hal ini, Djoko mengingatkan dan menekankan bahwa mitigasi bencana alam banjir, kekeringan dan tanah longsor tidak akan dapat ditanggulangi hanya dengan pembangunan infrastruktur seperti tanggul dan waduk namun lebih penting harus diikuti dan bahkan didahului dengan perbaikan lingkungan.
Sementara itu, ketiga akademisi dari ITB, Unibraw dan UGM, masing-masing memberikan ulasan sesuai dengan kepakarannya. Ir. Masyhur Irsyam MSE PhD yang aktif terlibat sebagai kontraktor di dalam maupun luar negeri, sebagai geotechnical and foundation expert, menyampaikan makalah berjudul ”Konsep Faktor Keamanan dan Aplikasi Metode Elemen dalam Analisis Stabilitas Lereng”.
Judul ”Sistem Informasi Geografis dalam Kaitannya dengan Mitigasi Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor” disampaikan oleh Ir. Agus Suharyanto MEng PhD pakar di bidang SIG dan teknik drainase kota. Dalam presentasinya, Agus menguraikan tentang pencegahan bahaya erosi dari perspektif teknik sipil dengan melalui perbaikan kondisi lahan, rehabilitasi hutan, dan konservasi tanah. Sementara itu staf pengajar Teknik Geologi UGM, Prof. Dwikorita Karnawati MSc PhD membawakan makalah ”Kajian Aspek Geologi Sebagai Faktor Resiko Bencana Gerakan Tanah (Longsor) Potensi Longsor di Pulau Jawa”. Secara rinci, Ketua Jurusan Teknik Geologi UGM ini memaparkan berbagai daerah di Jawa yang berpotensi Longsor. Untuk Malang, Prof. Dwikorita menyebut beberapa daerah, seperti Pau untuk tingkat kelongsoran tinggi, serta Poncokusumo, Pujon, Batu dan Sumbermancing untuk kerentanan longsor menengah. [nok]

Semiloka Standardisasi Penyusunan Proposal dan Monev PHK
3 Mei 2006
Pusat Jaminan Mutu (PJM) Universitas Brawijaya baru-baru ini menyelenggarakan Semiloka Standardisasi Penyusunan Proposal dan Monitoring Evaluasi Program Hibah Kompetisi (PHK), di ruang sidang Lantai 8 Gedung Rektorat Universitas Brawijaya. Semiloka yang diadakan Rabu 3 Mei 2006 ini diikuti oleh 76 orang dosen dan staf dari beberapa program cakupan perguruan tinggi (PCPT) dan program studi yang belum mendapatkan program hibah kompetisi (PHK) TPSDP, PHK A2, A3 atau Program B. Semiloka ini merupakan bagian dari program fungsionalisasi jaminan mutu pendidikan dengan dana SP4 kompetisi tahun 2006. Kegiatan yang melibatkan 14 fasilitator, yang berasal dari Reviewer Dikti maupun tim reviewer internal Universitas Brawijaya ini bertujuan meningkatkan kemampuan para pengusul hibah kompetisi (jurusan/program studi) dalam pemahaman mengenai keuntungan berkompetisi dalam proposal PHK, HELTS 2006-2010, isu strategis L-RAISE, proses penyusunan evaluasi diri, penetapan prioritas dan penyusunan rencana kegiatan.
Berbasis Kompetisi
Rektor Prof Dr Ir Bambang Guritno dalam pengarahan kepada peserta seminar menyatakan dana pengembangan pendidikan tinggi sekarang ini diterimakan langsung ke jurusan atau program studi, melalui mekanisme kompetisi.
Sementara itu Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Yogi Sugito menyampaikan mekanisme pendanaan berbasis kompetisi perguruan tinggi. Untuk tahun 200 dana yang dikompetisikan sebesar dua puluh persen dan akan terus meningkat dari tahun ke tahun, yang pada tahun 2010 mencapai delapan puluh persen. Dengan demikian suatu jurusan atau program studi akan sulit berkembang jika tidak bisa mendapatkan dana yang berupa hibah kompetisi.
Untuk kompetisi PHK 2007, tim koordinasi PHK sedang melakukan review internal untuk dua proposal Program B, empat proposal PHK A3 dan tujuh proposal PHK A2. Tim fasilitator akan mendampingi jurusan/fakultas pengusul untuk meningkatkan daya saing proposal PHK. Seleksi internal akan dilakukan untuk menjamin mutu proposal yang dikirim ke Dikti. Jurusan/program studi atau PCPT di Universitas Brawijaya yang telah atau sedang menjalankan Program Hibah Kompetisi sebanyak 38 program dengan perincian Due-like empat program, TPSDP lima program, PHK A2 delapan program, dan SP4 delapan buah.
Pada semiloka tersebut juga dilakukan penyebaran kuisioner untuk brainstroming program studi/PCPT guna pengembangan Prosedur Standar Pendampingan, penyusunan proposal dan monev PHK. Outcomes dari diselenggarakannya semiloka adalah peningkatan daya saing proposal PHK, keberhasilan implementasi PHK dan kesehatan organisasi di Universitas Brawijaya. [sbn/nik]

Hasil Seleksi Program Kemitraan Sekolah (SPKS)
3 Mei 2006
Serangkaian dengan pengumuman hasil seleksi PSB 2006, Universitas Brawijaya melalui pengumuman nomor 009/Peng/2006 tanggal 3 Mei 2006, juga menerima 261 orang calon mahasiswa baru tanpa tes. Mereka berasal dari 114 sekolah se Indonesia, diseleksi dari peserta PSB yang bersedia mengikuti seleksi program kemitraan sekolah (SPKS) apabila tidak lolos seleksi PSB 2006. Kepada calon mahasiswa baru ini dikenakan aturan pembayaran biaya pendidikan sebagaimana calon mahasiswa yang diterima melalui Seleksi Program Minat dan Kemampuan (SPMK), dengan kewajiban pembayaran tahun pertama, berkisar antara Rp 6,425 juta (Fakultas Perikanan) hingga Rp 132,415 juta (Fakultas Kedokteran). Mereka yang diterima melalui SPKS diwajibkan mendaftar ulang pada hari Sabtu 8 Juli 2006 pukul 08.00 wib di Sasana Samanta Krida.
Khusus yang diterima di Fakultas Kedokteran (Program Studi Pendidikan Dokter), calon diharuskan datang bersama orang tua (tidak boleh diwakilkan) ke Ruang Biomedik untuk melakukan psikotes dan wawancara pada hari Sabtu, 6 Mei 2006. Apabila calon dan orangtuanya sangat terpaksa tidak dapat hadir pada hari itu, panitia seleksi masih memberi kesempatan untuk hadir pada hari Sabtu, 20 Mei 2006 di tempat yang sama dengan acara yang sama.
Calon yang tidak hadir atau terlambat datang, dianggap mengundurkan diri sebagai calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Hasil SPKS 2006 selengkapnya dapat diklik di sini. [Far]

Redaksi Jurnal Kedokteran Brawijaya
2 Mei 2006
Untuk penyempurnaan pengelolaan Jurnal Kedokteran Brawijaya, Dekan FK Unibraw memandang perlu mengubah struktur organisasi dan personalia redaksi jurnal ilmiah resmi fakultas itu. Melalui keputusan nomor 20/SK/J10.1.17/KP/2006 yang ditandatanganinya, Dekan dr. Harijanto MSPH, memberhentikan dengan hormat seluruh tim redaksi yang dibentuk dengan keputusan nomor 013/SK/J10.1.17/KP/2004, dan mengangkat personalia yang baru.
Personalia yang baru ini bertamggung jawab atas penerbitan Jurnal Kedokteran Brawijaya untuk tahun 2005-2006. Susunan personalia redaksi Jurnal Kedokteran Brawijaya yang baru adalah sebagai berikut. Penanggung jawab Dekan, pemimpin umum dr. Samsul Islam SpMK MKes, wakil pemimpin umum/redaksi pelaksana Dr. dr. Noorhamdani AS DMM SpMK, sekretaris/redaksi pelaksana Dr. dr. Setyawati Soeharto MKes, bendahara/redkasi pelaksana Dr. dr. Loeki Enggar Fitri MKes, dan administrasi Ari Indriani AMd. Sedangkan dewan redaksi terdiri dari: Prof. Dr. dr. M. Mulyohadi Ali, Prof. dr. M. Aris Widodo MS SpFK PhD, Prof. dr. Achmad Hidajat SpOG (KFER), Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro SU DSc (FMIPA UB), Dr. Ir. Mohammda Sasmito Djati MS (FMIPA UB), Dr. dr. Edi Widjajanto MS SpPK (K), Prof. Dr. dr. Sumarno DMM SpMK, Dr. dr. Respati Suryanto Drajat SpBO, dr. Subagyo Yoyopranoto DAP&E (FK Unair), Drh. Wayan T Artama PhD (FK UGM), Prof. Dr. dr. Ali Gufron MSc (FK UGM), Prof. Dr. dr. Idrus A Paturusi (FK Unhas), Prof. dr. Chairudin Rasyad PhD SpB SpOT (FK Unhas), dan Dr. dr. Teguh Wahyu Sardjono DTM&H MSc SpParK. Personalia ini dilengkapi pula dengan 3 orang edaksi pelaksana, yakni dr. Muhammad Hanafi MPH, Dr. dr. Basuki Bambang Purnomo SpU, dan dr. Viera Wardhani MKes. [Far]

Demo Mahasiswa Usai Upacara Hardiknas di Unibraw
2 Mei 2006
Beberapa elemen organisasi kemahasiswaan yang meliputi HMI Komisariat Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Serikat Mahasiswa Malang (SMM) Komisariat Unibraw dan ITN, Selasa (2/5) siang menggelar demonstrasi di depan gedung rektorat Universitas Brawijaya. Puluhan mahasiswa dalam aksi tersebut mengenakan berbagai seragam sekolah, mulai SD, SMP, SMA hingga toga wisuda. Beberapa tuntutan para demonstran, di antaranya adalah pendidikan murah, demokratis, ilmiah, dan bervisi kerakyatan.
Setelah beberapa lama, akhirnya Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Brawijaya, Drs. Tjahjanulin Domai MS mengajak para demonstran mahasiswa untuk berdialog. Dalam dialog tersebut, berkali-kali mahasiswa hanya mengkritik melalui yel-yelnya bahwa ”BHPMN, solusi menyesatkan...” tanpa memberikan solusi intelek dan rasional.
Kesempatan dialog tersebut akhirnya digunakan oleh PR III untuk menjelaskan kembali isu BHPMN yang telah menjadi santapan publik. Massa akhirnya membubarkan diri setelah jedah sejenak pada saat adzan dhuhur berkumandang dari dalam gedung Rektorat. [nok]

Upacara Hardiknas di Unibraw
2 Mei 2006
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) hari ini, Selasa 2/5, diperingati Universitas Brawijaya dengan upacara bendera di lapangan Rektorat. Tema peringatan Hardiknas tahun ini adalah “Pendidikan Bermutu untuk Mewujudkan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif”.
Dalam upacara yang dihadiri segenap warga Universitas Brawijaya itu, diumumkan kenaikan pangkat 79 tenaga administrasi dan 65 tenaga edukatif per Oktober 2005, penerima satyalancana karya satya, pemberian tali asih kepada 10 dosen yang menyelesaikan S3 di dalam maupun luar negeri, pemberian penghargaan kepada 16 program studi yang berhasil mendapatkan akreditasi A, dan penghargaan bagi mahasiswa berprestasi.
Akreditasi
Pada kesempatan itu rektor Prof.Dr.Ir. Bambang Guritno memberikan penghargaan kepada Jurusan/Program Studi yang memperoleh akreditasi A berdasarkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Delapan jurusan/program studi tersebut adalah Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi PS Ekonomi Pembangunan, Manajemen, dan Akuntansi, Fakultas Ilmu Administrasi PS Administrasi Negara dan Administrasi Niaga, Fakultas Pertanian PS Hortikultura, Ilmu Tanah dan Sosek Pertanian, Fakultas Peternakan PS Produksi Ternak, serta Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Teknik PS Teknik Pengairan, Fakultas Perikanan PS Manajemen Sumberdaya Perairan, Teknologi Hasil Perikanan dan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, serta Fakultas MIPA PS Biologi. Penghargaan ini diserahterimakan oleh rektor kepada masing-masing ketua jurusan.
Kenaikan Pangkat
Rektor juga berkesempatan memberikan tanda kenaikan pangkat bagi 79 tenaga administrasi dan 65 tenaga edukatif di lingkungan Universitas Brawijaya.
Tenaga Administratif, dari I/c ke I/d: Sutrisno (KP), I/d ke II/a: Moestadi (FK) dan Purwadi (KP),  II/a ke II/b: Isnaini Pantjawardani BA, Karmuji, Eko Suwantoro, Sri Padmiwulandari, dan Samuel Gunarso SKom (FP), Yudi Aresta Sanjaya, Beny Gunawan, Mochammad Bahrudin, dan Sumali (FPT), Usman Hadiwiyono, Tri Ari Supraptiningsih, Ema Diana dan Budiono (FT), Suyanto (FK), Muhammad Sueb, Hedi Kiswanto dan Bambang Sutoto (FPI), Udi Setiono, Suniasih, Ely Andajani, dan Sukim Prayitno (FTP), Sudarto, Akhmad Rosid, Indriati Farida, Hartoyo, Suparto dan Bambang Siswanto (KP),  II/b ke II/c: Mariono (FE), Suwito Surani (FK), Sjaiful Rachman, Poniri, Hadi Sucipto, Mas’ud (KP), d) II/c-II/d: Endang Titik Setyowati, Imam Sujoko (FIA), Suciati (FT), Slamet Riyanto AMd (FK), Titin Yuniastutik, dan Reni Astuti AMd (FPI), Luluk Mamluhah AMd, (FTP) dan CH Poniyem (KP), II/d ke III/a: Susilo (FH) dan Abung Makbul (FPI), III/a ke III/b: Bambang Triwahyu Utomo dan Sukamdi SH (FH), Kasijono (FE), Artini (FP), Suprayogo, Ketut Sugiharto ST, Suhartatik dan Armijati (FT), Warno (FK), Ahmad Singgih Wiyono dan Sutadji Bambang Sukotjo (FPI), Neny Amelia Rustiana, Mardiantono, Endro Soebiharto SE, Tomo, Juma’in, Ir. H. Ali Mustohar, Benny Bernardus Widodo RS SH, Drs. Wiyata, Bambang Haryanto SE, Tarmin, Supriadi, Agus Machpudin, dan Lilik Tri Setyanti PU (KP), III/b ke III/c: Mien Yantono SE dan Drs. Imam Wahyuanto (FH), Sjamsul Arifin (FIA), Sri Juniarsih SSos (FK), Mimiek Rachmawati (FPI), Nur Abijad SH (FIA), Dian Lukito Pambudi SIP (FK), Henny Hamidah AMd (FPI), Dra. Sulistyaningsih (KP).
Tenaga Edukatif: dari III/a ke III/b Lucky Endrawati SH MH (FH), Tri Wulida Afrianty SSos MSi dan Devi Farah Azizah SSos MAB (FIA), Ir. Sunaryo SU (FP), Agung Sugeng Widodo ST MT, Mochammad Rifa’an ST MT, Eko Siswanto ST, Christia Meidiana ST MEng, Triandriani Mustikawati ST MT, dan Ali Mutofa ST MT, dan Achmad Nadhir SSi MT (MIPA), III/b ke III/c: Wildan Syafitri, SE ME, Arif Hoetoro SE MT, dan Wuryan Andayani SE Ak MSi (FE), Dra. Lely Indah Mindarti MSi, Mujibur Rahman Khairul Muluk SSos MSi, Dra. Maria Goretti Wi Endang Nirowati Pamungkas MSi, dan Hamidah Nayati Utami SSos MSi (FIA), Siti Azizah SPt MSos (FPT), Wara Indira Rukmi ST MT (FT), Ir. Titik Dwi Sulistiyati MP (FPI), Elvina Dhiaul Iftitah SSi MSi dan Wayan Fidaus Mahmudy SSi (MIP), III/c ke III/d: Eny Harjati SH MHum (FH), Drs. Zaki Baridwan Ak MSi dan Dra. Asfi Manzilati ME (FE), Drs. Wilopo dan Drs. Siswidiyanto MS (FIA), Ir. Bambang Indrayadi MT dan Ir. Djarot B. Darmadi MT (FT), serta dr. Tri Wahju Astuti MKes (FK), III/d ke IV/a: Wahdiyat Moko SE (FE), Prof. Dr.Sc.Agr. Ir. Suyadi MS (FPT), Dra. Indah Winarni MA, Ir. Endah Budi Punomowati dan Ir. Harimurti MS (FT), Ir. Maheno Sri Widodo MS (FPI), Dr.Drs. Marjono M.Phil dan Drs. Mohamad Muslikh MSi (MIPA), IV/a ke IV/b Drs. Bambang Santoso Haryono MS (FIA), Prof. Dr.Ir. Abdul Latief Abadi, MS dan Dr.Ir. Bambang Tri Rahardjo SU (FP), Prof. Dr. Ir. Darsono Wisadirana MS (FPT), Ir.Wahyono Suprapto MTMet (FT), dan Ir. Mimit Primyastanto MS (FPI), IV/b ke IV/c: Drs. Supartono SU (FE), Prof. Dr. Ir. Keppi Sukesi MS dan Ir. Eko Widaryanto MS (FP), serta Ir. Endang Yuli Herawati MS (FPI), IV/c ke IV/d: Prof. Dr. Bambang Subroto SE Ak MM (FE), Prof. Dr. R. Riyadi Soeprapto MS (FIA), Prof. Dr. Ir. Mohamad Iksan Semaoen MSc, Prof. Dr. Ir. Ariffin MS, Prof. Dr. Ir. Tutung Hadi Astono MS (FP), Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto MRurSc, Prof. Dr. Ir. Hari Poernomo MAppSc, Prof. Dr. Ir. Luqman Hakim MS dan Prof. Dr. drh. Pratiwi Trisunuwati MS (FPT), Prof. Dr. Ir. Loekito Adi Soehono MAgr, dan Prof. Dr. Sutiman Bambang Sumitro MS (MIPA), serta  IV/d ke IV/e: Prof. Masruchin Ruba’i SH MS (FH), Prof. Drs. Achmad Fauzi Dh MA dan Prof. Dr. Muhammad Irfan Islamy MPA (FIA) dan Prof. Dr. Ir. Sri Kumalaningsih MApp.Sc (FTP).
Satyalancana
Selain itu berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia Nomor 020/TK/2006 tertanggal 22 April 2006, Rektor menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya 10 tahun, 20 tahun dan 3 tahun. Berikut adalah penerima penghargaan tersebut: Satyalancana 10 Tahun: Rudito dan Sutarto (FP), Masruchin (FPT), Ir. Bambang Budi Sasmito MS, Pudji Purwanti, Dwi Setiyowati, dan Poniran (FPi), Alimudin dan R. Sukarno Moektiadi (KP); Satyalancana 20 Tahun: Prof.Dr.Ir. Edy Suprayitno, MS., Ir. Purwohadijanto, Ir.Darius, Syaiful Alam SSos, Sri Aminin SIP PAP, Sangaji, Daryati (FPi), serta Dra. Budi Prihatminingtyas, MAB., Dra. Sulistyaningsih, Thys Affianti A.Latief BSc, Hadi Sucipto dan Sutadi (KP); dan Satyalancana 30 tahun: Ir. Imam Syafii MS (FP).
Doktor Baru
Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno pada upacara Hardiknas menyerahkan tali asih kepada 10 tenaga akademik yang telah menyelesaikan program doktor di dalam maupun luar negeri. Kesepuluh penerima tali asih tersebut adalah: Dr.Ir. Setyono Yudo Tyasmoro, MS (FP), Dr. Slamet Wahyudi, ST., MT., Dr. Ir. Agoes Soehardjono MD., MT., Dr.Ir. Harry Soekotjo Dachlan, MSc., Dr. Dra. Indah Winarni, MA (FT), Dr.dr. Adelein Nanerl Witrya Pakasi, Sp.M (FK), Dr.Ir. Djalal Rosyidi, MS dan Dr.Ir. Gatot Ciptadi, DESS., (FPT), serta Dra. Fatchiyah, MKes.,PhD dan Dr.Ir. Estri Laras Arumingtyas, MSc.,St (FMIPA).
Mahasiswa Terbaik
Selain memberikan penghargaan kepada tenaga administrasi dan tenaga edukatif, rektor juga memberikan penghargaan kepada para mahasiswa yang mengharumkan nama Universitas Brawijaya di berbagai ajang tingkat nasional. Para mahasiswa berprestasi yang memperoleh penghargaan berupa piagam dan bebas SPP selama satu semester adalah: Eka Susiani SA dari FIA yang memperoleh gelar prestasi pesilat terbaik putri dan juara pertama klas tanding perorangan dalam Kejuaraan Nasional Tapak Suci antar perguruan tinggi di Universitas Achmad Dahlan Yogyakarta bersama Ulfatun Nafiah dari FMIPA, Asyrofi Ainul Huda, Bayu Kristanto, dan Ika Diyah Candra A yang memperoleh juara III tingkat nasional bidang perekonomian pada ajang Presentasi Pemikiran Kritis Mahasiswa (PPKM) di Universitas Tanjungpura Pontianak, serta Abdul Hakim, Mohammad Shofie, dan Widayadi yang memperoleh juara III tingkat nasional bidang polkam pada ajang yang sama. [nik]

Presentasi DAAD dan British Council di Unibraw
2 Mei 2006
Dalam rangka Brawijaya Education Fair 2006, diselenggarakan presentasi beberapa organisasi penyalur beasiswa ke luar negeri. Beberapa di antaranya adalah EduFrance, JASSO, NEC, DAAD dan British Council.
Untuk  DAAD dan British Council, presentasi diselenggarakan pada Selasa (2/5) di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. Dari pihak British Council, materi presentasi beasiswa disampaikan oleh Andrias Soesilo (English Language And Education UK Marketing Manager). Sedangkan untuk materi presentasi DAAD disampaikan oleh Dr. Conny Bast. Conny Bast adalah dosen
pertukaran dari Jerman yang telah 3 tahun menetap di Malang dan mengajar di Universitas Negeri Malang Jurusan Sastra Jerman. Salah satu kelemahan mahasiswa Indonesia, disampaikan oleh Dr. Conny Bast adalah ketidakberaniannya dalam bertanya atau kurang komunikatif. Hal ini menurutnya, dapat menghambat prestasi belajar mahasiswa. ”Apalagi sistem belajar di Jerman sangat berbeda dengan di Indonesia”, ungkapnya. Walaupun kelemahan tersebut bukan pada kalangan mayoritas, namun secara khusus ia menghimbau kepada mahasiswa Indonesia untuk lebih komunikastif dan aktif berdiskusi dengan profesornya. [nok]

MOU Unibraw – Yayasan Pupuk Kaltim
2 Mei 2006
Pembantu Rektor I Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Selasa, 2 Mei 2006, menandatangani nota kesepahaman antara Universitas Brawijaya dan Yayasan Pupuk Kaltim Bontang. Dalam hal ini Yayasan Pupuk Kaltim, diwakili oleh ketua umum yayasan Ir. Zulkifli Arman MM. Kerjasama ini terutama dalam hal penyelenggaraan Seleksi Program Kemitraan Instansi (SPKIns) bagi putra-putri karyawan-karyawati PT Pupuk Kalimantan Timur Bontang.
Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, dalam sambutannya mengharapkan agar kerjasama ini dapat segera direalisasikan dengan baik oleh kedua belah pihak, mengingat program seleksi mahasiswa baru melalui SPKIns ini akan segera dilaksanakan di Bontang dalam waktu dekat.
Penandatanganan di lantai VII gedung Rektorat ini disaksikan oleh Rektor Pembantu Rektor II Prof. Dr. Moch. Munir SH, dan Pembantu Rektor III Drs. Tjahjanulin Domai MS serta kabiro dan kabag di lingkungan Universitas Brawijaya. [nik]

Workshop Kiat Penyusunan Proposal Riset Kompetitif
2 Mei 2006
Ketua BPP Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Ika Rochdjatun S, telah melakukan action pada hari pendidikan nasional, 2 Mei 2006, dengan menggelar workshop sehari tentang kiat penyusunan proposal riset kompetitif. Hadir sebagai pembicara Prof. Dr. Ir. Roedhy Poerwanto MSc dari Dewan Riset Nasional (DRN). Selain kiat juga disampaikan langkah-langkah menyusun proposal dan agenda riset nasional.
Menurut Prof. Roedhy Poerwanto, untuk Fakultas Pertanian, masih banyak peluang dalam penyusunan proposal, yakni untuk masalah ketahanan pangan, antara lain fokus mutu ketersediaan, konservasi lahan, produksi, maupun teknologi budidaya.
Program riset insentif dasar maupun riset terapan dari KMNRT (Kementerian Negara Riset dan Teknologi), akan mendanai proposal penelitian yang disetujui sejumlah Rp 750 juta per tahun per penelitian.
Oleh karena itu banyak hal yang perlu diketahui agar SDM potensial di Fakultas Pertanian agar dapat menjawab tantangan kebutuhan masyarakat. Perlu digarisbawahi bahwa dipersyaratkan penelitian mencakup prospek ekonomis dalam waktu kurang dari 10 tahun, mengimplementasikan gagasan peningkatan lingkungan hidup, dan menunjukkan secara riil keterkaitan hasil penelitian dengan jenis industri yang dapat atau akan menggunakannya. [Ret]

Hasil PSB 2006
1 Mei 2006
Melalui Penjaringan Siswa Berprestasi, Universitas Brawijaya untuk tahun akademik 2006/2007 menerima 745 calon mahasiswa baru. Mereka terkelompok berdasarkan jalur akademis (701 orang), dan jalur non akademis (44 orang). Mereka ini diseleksi dari 7298 pendaftar yang berasal dari 668 sekolah se Indonesia.
Diumumkan melalui pengumuman nomor 008/Peng/2006 tanggal 1 Mei 2006, para calon yang diterima diwajibkan hadir (tidak boleh diwakilkan pada hari Rabu, 5 Juli 2006 pukul 08.00 WIB di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya. Pada hari itu para calon mahasiswa baru tersebut melakukan daftar ulang dan bertatp mula dengan pimpinan universitas dan fakultas.
Persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain: siswa yang diterima PSB harus lulus ujuan nasional tahun 2006. Jika tidak, maka hasil seleksi PSB dianggap gugur.
Sementara itu siswa yang diterima melalui jalur non akademik, diharuskan datang pada Bagian Pendidikan Kamtor pusat Unibraw untuk melakukan tes bakat, pada tanggal 26 Juni 2006 pukul 8.00 WIB dengan membawa perlengkapan olahraga.
Hasil PSB 2006 selengkapnya dapat diklik di sini. [Far]

Bedah Buku: Toto Chan ”Gadis Cilik di Jendela”
1 Mei 2006
Sebagai serangkaian kegiatan Brawijaya Education Fair 2006, Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya menyelenggarakan bedah buku bertajuk Toto Chan ”Gadis Cilik di Jendela”. Kegiatan ini diselenggarakan di gedung widyaloka Universitas Brawijaya, pada Senin (1/5). Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai pembedah adalah Baby Sensei (Dosen Jepang Program
Bahasa dan Sastra) sedangkan sebagai pembanding adalah Nanang Indrayanto MSc (staf pengajar Program Bahasa dan Sastra). Selain itu, acara tersebut dihadiri pula oleh Yukiko Morishita, peserta pertukaran pelajar program American Field Service (AFS) dari Jepang.
Buku Toto Chan ”Gadis Cilik di Jendela” dengan tebal 271 halaman ini diterbitkan oleh Gramedia. Pengarang buku ini adalah Kuroyanagi Tetsuko dan diterjemahkan oleh Kirana. Disampaikan oleh Baby Sensei, buku ini menggambarkan aktivitas belajar mengajar di sekolah Tamoe Gakuen (setingkat SD) yang terletak di Tokyo, di bukit Jiyuugaoka. Disampaikan pula, setting
waktu dalam cerita buku tersebut menggambarkan aktivitas PBM sebelum Perang Dunia II. Toto Chan adalah gadis cilik nakal yang karena kenakalannya ia dikeluarkan dari sekolah yang sebelumnya. Toto Chan memasuki Tamoe Gakuen tetapi kenakalannya tidak berubah. Dia hobi duduk di jendela, jika tengah jengkel dan berkeinginan melihat pemusik jalanan yang sangat digemarinya ketika PBM sedang berlangsung. Tetapi dengan duduk di jendela, yang diinterpretasikan sebagai menuruti kehendak/kesukaannya, ia telah berhasil menemukan arti hidupnya. Nilai-nilai yang ditanamkan oleh sang kepala
sekolah, Kobayashi, dinilai oleh sang penulis Kuroyanagi Tetsuko yang juga siswa di sekolah Tamoe Gakuen sangat tepat. Terutama tentang demokratisasi dan komitmennya guna menolong yang lemah. Secara eksplisit ia mengungkap jika aktivitas PBM di Jepang masih menggunakan model pendidikan seperti diberlakukan di Tamoe Gakuen pasti tidak ada kekerasan, bunuh diri, dan mampu menurunkan tekanan mental yang saat ini sangat tinggi di Jepang.
Sementara itu, Nanang Indrayanto, dalam bandingannya menyatakan bahwa model pendidikan di Tamoe Gakuen sangat cocok sebagai alternatif untuk dikembangkan di Indonesia yang pada saat ini sedang mencari model design pendidikan. ”Nilai-nilai euritmic yang menyelaraskan pelajaran untuk serasi dengan alam serta memuat nilai-nilai dasar kehidupan manusia menjadikan
pendidikan lebih humanis”, ungkapnya. Menurutnya, esensi yang tersirat dari model pendidikan di Tamoe Gakuen adalah pengembangan potensi seluruh siswa secara optimal. Selain itu, nilai-nilai mendasar lain yang dapat ditarik dengan membaca buku ini adalah bahwa harmonisasi dalam setiap kehidupan seseorang tidak harus dengan diam. Selain itu, menghayati arti kehidupan tidak harus dengan nilai-nilai yang sulit dipahami. ”Seperti Toto Chan, ia telah menemukan makna hidupnya dengan hanya duduk di jendela”, tambahnya.
Siswi Jepang di SMA 8 Malang
Yukiko Morishita, puteri ke-2 dari 4 bersaudara pasangan Shigeru Morishita dan Setsuko Morishita adalah peserta pertukaran pelajar untuk misi kebudayaan dari program American Field Service (AFS). Dengan kefasihannya dalam berbahasa Inggris dan Indonesia, ia bercerita tentang kondisi yang pada saat ini sedang berkembang di Jepang. Dengan gayanya yang menarik dan
lucu, ia menceritakan perihal kehidupan dan kebudayaan di Jepang, dari mulai nilai kedisiplinan sampai cerita neneknya ketika zaman perang dunia II. ”Melalui program pertukaran pelajar seperti ini semoga tidak ada lagi perang antara Indonesia dengan Jepang seperti dulu”, ungkapnya dengan polos. Gadis cantik yang memiliki hobi Kempo dan telah bersabuk hitam ini telah 8 bulan tinggal di Malang dan bersekolah di SMAN 8 Malang dari 10 bulan yang direncanakan guna mempelajari budaya dan pendidikan di wilayah Jawa Timur. Sampai saat ini, ia mengaku telah berjalan-jalan ke Bali, Blitar, Madiun, Semarang, Pare, Probolinggo guna meninjau aktivitas PBM di berbagai SMU di daerah tersebut. ”Orang-orang Indonesia memiliki budaya yang kuat dan ramah, tetapi di bandingkan dengan Jepang, mereka lebih malas dan lebih tidak tepat waktu”, ungkapnya dalam menilai tentang masyarakat Indonesia. Yukiko yang mengaku mengonthel sepeda dan berangkat ke sekolah mengendarai kereta api
ketika di Jepang merasa sangat dimanja ketika di Indonesia, dengan dijemput menggunakan mobil ketika bersekolah. [nok]

Studi Banding Universitas Negeri Yogyakarta ke Unibraw
1 Mei 2006
Jajaran bidang umum dan kepegawaian Universitas Brawijaya, dipimpin langsung oleh Pembantu Rektor II Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Moch. Munir SH, menerima rombongan tamu dari Universitas Negeri Yogayakarta, di ruang sidang Lantai VIII Rektorat Universitas Brawijaya. Rombongan UNY dipimpin oleh Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Negeri Yogyakarta, Sutrisno. Rombongan ini terdiri dari Hj. Sri Sudjawardi (Kasubbag HTL), Sri Mulyani,  SH (Kabag Kepegawaian), Sri Suwardiningsih, M.Si (Kepala Lemlit), Dr. Gunawan (Staf Ahli Pembantu Rektor II yang menekuni ICT), Drs. Agus Darsono (Pembantu Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi), dan Sutedjo MPd (Kasubbag Dana Masyarakat).
Menurut Sutrisno, kunjungan ini bertujuan untuk melakukan studi banding tentang keadaan dan kemajuan yang telah ada di Unibraw guna pengembangan di UNY, khususnya dalam bidang sarana dan prasarana, ICT, kepegawaian, dan administrasi.  Universitas Brawijaya yang satu tahun lebih muda daripada UNY, menurut Sutrisno mengalami akselerasi yang cukup bagus. “Sehingga pihak UNY selalu tertarik untuk memilih studi banding di Unibraw, bahkan di tengah kegentingan akan meletusnya Merapi kami tetap berkunjung ke sini”, guraunya.
Mengawali pertemuan tersebut,  Sutrisno memberikan selayang pandang tentang keadaan UNY yang telah menjadi universitas sejak tahun 1999. Universitas yang memiliki kampus induk di daerah Karang Malang Yogyakarta ini memiliki jumlah mahasiswa 21.000 orang, dengan komposisi terbesar pada mahasiswa non reguler, dengan 1001 dosen, 700 tenaga administrasi yang 200 di antaranya adalah honorer. Lebih lanjut dipaparkannya, UNY kini telah memiliki 6 fakultas yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), FMIPA, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) serta Fakultas Teknik dengan 36 jurusan dan 40 program studi. Setelah saling bertukar cindera mata, pertemuan dilanjutkan dengan dialog dan sharing di antara kedua universitas. [nok]

Ujian Disertasi Ir Evita Soliha Hani MP
1 Mei 2006
Fenomena migrasi internasional di Indonesia sudah ada sejak jaman kolonial, hanya saja pelaksanaannya baru ditangani oleh pemerintah sebagai kebijakan nasional sejak Pelita II. Tujuannya adalah mengurangi pengangguran di dalam negeri dan meningkatkan devisa negara. Demikian ungkap Ir. Evita Soliha Hani MP dalam disertasi berjudul "Implementasi Kebijakan Ekspor Jasa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Jawa Timur".
Program Pascasarjana (PPS) Universitas Brawijaya, Senin 1/5 menggelar ujian disertasi bagi kandidat dari Program Doktor Ilmu Pertanian ini. Tim penguji terdiri dari Prof. Dra SM Kiptiyah MSc (promotor), Prof. Ir. M. Iksan Semaoen MSc PhD (kopromotor), Prof. Dr. Djumilah Zaih SE (kopromotor), Prof. Dr. Ir. Keppy Sukesi MS (penguji), Dr. Ir. Sanggar Kanto MS (penguji), Dr. Ir. Nuhfil Hanani MS (penguji), dan Prof. Dr. Ir. Idha Haryanto (penguji dari Universitas Jember).
Lebih lanjut Evita mengatakan, umumnya penduduk yang melakukan migrasi internasional adalah tenaga kerja dari pedesaan. Mereka bermigrasi internasional karena lahan pertanian yang mereka usahakan semakin sempit, kesempatan kerja yang bersifat musiman, dan upah yang rendah, sehingga pendapatan rumah tangga menjadi rendah. Migrasi internasional di Indonesia, menurut Evita belakangan menjadi perhatian publik terutama di saat banyak TKI mengalami berbagai kekerasan atau ketidakadilan oleh berbagai pihak dan meningkatnya jumlah TKI yang pulang dengan terpaksa.
Dalam disertasi tersebut Evita menyatakan, implementasi kebijakan ekspor jasa TKI, khusus di Jawa Timur sebagai daerah penelitian, kurang efektif dari sisi tingkat kebijakan yang dipatuhi oleh semua pihak yang terlibat dalam ekspor jasa TKI. Peraturan yang sangat kurang dipatuhi, menurut Evita adalah perlindungan terhadap TKI seperti pembelaan atas hak-hak TKI, pengawasan TKI di luar negeri, pengawasan TKI di bandara Indonesia, penentuan pendidikan minimal TKI, pelatihan, tidak dilakukannya sosialisasi ekspor jasa TKI, tes kesehatan, tidak adanya surat ijin dari keluarga, tidak dimilikinya visa kerja, dan pola penempatan yang melalui jalur legal.
Untuk itu Evita menawarkan enam rekomendasi yang dapat dilakukan yaitu 1) keberpihakan perlindungan terhadap TKI dan persiapan dalam bentuk pemenuhan pendidikan TKI minimal SLTP, memberikan pelatihan, sosialisasi, penempatan TKI melalui jalur legal, surat ijin keluarga TKI dan visa kerja perlu mendapat prioritas dari semua pihak terkait dalam pelaksanaan ekspor jasa TKI. Kepatuhan pelaksana ekspor jasa TKI menurut Evita dapat ditingkatkan bilamana pemerintah Indonesia dapat melaksanakan fungsinya sebagai regulator, motivator dan fasilitator dengan benar. 2) Kebijakan ekspor jasa TKI menurut Evita harus peka terhadap ketidakadilan jender, 3) pemerintah dan PJTKI dapat memfasilitasi pembentukan serikat buruh bagi TKI, 4) pemerintah harus menindak tegas kepada pelaksana ekspor jasa TKI yang tidak mematuhi kebijakan dan 5) pemerintah dapat meminimumkan TKI ilegal dengan cara memberi bantuan uang (dalam bentuk hibah atau pinjaman tanpa bunga) dan melakukan pengawasan serta pengketatan administrasi di dermaga-dermaga yang menjadi jalur penyeberangan TKI. Rekomendasi terakhir adalah TKI dapat meningkatkan remitan agar pendapatan usaha produktif rumah tangganya meningkat.
Dalam yudisium, Evita dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu pertanian (minat ekonomi pertanian) dengan indeks prestasi kumulatif 3,60.
Dr. Ir. Evita Soliha Hani MP (42 tahun) adalah staf pengajar pada Fakultas Pertanian Universitas Jember sejak 1990, menyelesaikan program sarjana pertanian dari Universitas Jember (1988), dan magister pertanian di Universitas Brawijaya (1996).  [nik]

Kuliah Tamu Geofisika di Unibraw
1 Mei 2006
Program Studi Geofisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Brawijaya kembali mengadakan kuliah tamu tentang perminyakan. Kali ini, Senin 1/5, kuliah tamu diselenggarakan di ruang pertemuan FMIPA dengan tajuk ”Fundamental Reservoir Geophysics And Reservoir Characterization Using Seismic” yang disampaikan oleh Ir. Muharram Jaya Panguriseng (Geoscientist/Engineer in
Charge for PNA-Jakarta Software Technologies from Schlumberger). Disampaikan oleh Adi Susilo PhD (staf pengajar geofisika Unibraw), kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan pengajar terutama tentang geofisika dan perminyakan. ”Di samping itu, kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan keilmuan bagi para mahasiswa dalam mengenal potensi migas yang ada di Jawa Timur, setelah ditemukannya spot Banyuurip, sebagai cadangan nomor dua terbesar setelah Riau”, ungkapnya. Ditambahkannya pula, dalam rangka mengimplementasikan kerjasama antara Geofisika dan komunitas
perminyakan, dalam hal ini AAPG (American Association of Petroleum Geologists) dan IPA (Indonesian Petroleum Association) prodi Geofisika lebih intensif dalam sharing ilmu dengan para praktisi melalui kegiatan kuliah tamu.
Seismic yang didefinisikan sebagai pemanfaatan metode fisika, gelombang suara untuk mencari atau mengetahui kondisi di bawah permukaan dimana reservoir minyak berada merupakan teknologi utama yang dikenal dalam aktivitas geofisika,. Uraian tersebut dijelaskan oleh Muharram Jaya Panguriseng di sela-sela kegiatan presentasi kuliah tamunya. Lebih lanjut
dijelaskannya, seismic sampai saat ini mutlak dibutuhkan dalam kegiatan identifitasi reservoir minyak dan teknologi pengeborannya. ”Untuk sementara, teknologi alternatifnya hanya metode gravity”, ungkap Muharram yang menyelesaikan studi sarjananya di Teknik Geofisika ITB dan program magister di Geofisika Reservoir UI.
Dalam paparannya, Muharram menyampaikan bahwa pemanfaatan seismic dalam identifikasi reservoir digunakan dalam 2 metode, yaitu metode tidak langsung yang mengimplementasikan prinsip-prinsip geofisika untuk mengetahui keadaan
bawah tanah dengan parameter utamanya porositas serta metode langsung guna mengetahui singkapan dan rembesan diatas permukaan tanah. Untuk daerah Jawa Timur,  Seismic telah diimplementasikan dalam identifikasi karakteristik batu gamping untuk formasi Tuban dan karakteristik batupasir untuk formasi Ngrayong dan Wonocolo. Disampaikan Muharram, teknologi seismic telah lama diiplementasikan di Indonesia, terutama oleh Belanda dalam aktivitas pemetaan geologi permukaan pada kegiatan pengeboran I Indonesia di Telaga Said Sumatera Utara pada 1929. Dalam simulasi seismic, Muharram yang
beraktivitas di Schlumberger, sebagai pemasok teknologi perminyakan untuk Exxon dan Pertamina menggunakan software aplikasi geoframe, petrel, paradime dan Humpson Russel guna karakterisasi reservoir yang juga dipresentasikan
dalam kegiatan kuliah tamu tersebut. [nok]

Dua Tim PPKM Unibraw Raih Juara III
1 Mei 2006
Universitas Brawijaya, akhir bulan April silam (29/4) mengirimkan 4 tim ke arena PPKM (Presentasi Pemikiran Kritis Mahasiswa) tingkat Nasional di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. Dua dari bidang ekonomi, serta masing-masing satu bidang Polkam dan Kesra.
Dari keempat tim yang dikirim, akhirnya 2 tim dari Universitas Brawijaya berhasil meraih juara ketiga PPKM, yakni dari Fakultas Ekonomi untuk bidang ekonomi dengan judul "Telaah Kritis Rancangan Undang-undang Perpajakan Tahun 2005 Ditinjau dari Praktek Perpajakan Perusahaan (Tinjauan atas RUU PPh, PPn dan Ketentuan Umum Perpajakan tahun 2005)", beranggotakan Asyrofi Ainul Huda, Bayu Kristanto, dan Ika Diyah Candra; dan dari Fakultas MIPA untuk bidang Polkam dengan judul "Penerapan Konsep Imunologi sebagai Solusi Alternatif dalam Memberantas Korupsi di Indonesia (Pendekatan Teoritis Mekanisme Sistem Imun dalam Melawan Kanker)" beranggotakan Abdul Khaqim, Mohammad Shofie, dan Widayadi. [nik]

Juara Lomba Penulisan Inovasi Produk Agroindustri Skala UKM
1 Mei 2006
Dari hasil penilaian dalam presentasi Lomba Penulisan Inovasi Produk Agroindustri Skala UKM bagi siswa SMA se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Sabtu 29/4, di gedung PPI, akhirnya terpilih tiga tim pemenang.
Karya tulis berjudul “Peluang Investasi Komoditi Jambu Air (Syzigium aqueum) sebagai Produk Unggulan di Kabupaten Jombang” oleh tim SMAN 2 Jombang dengan anggota Dita Aci Pandi Aski, Humaira, dan M. Zunaidi Ma’ruf, berhasil meraih juara pertama dan berhak atas tropi dan hadiah uang tunai sebesar Rp 1,5 juta. Karya tulis “Pemanfaatan Buah Wani sebagai Wine dalam Meningkatkan Nilai Jual Komoditi Lokal Bali” oleh tim SMAN 4 Denpasar dengan anggota I Ketut Adi Suryono, Eka Kusuma Artha, dan Putu Prabowo meraih posisi kedua dan berhak atas tropi dan hadiah uang tunai sebesar Rp 1 juta. Sedangkan makalah dengan judul “Pemanfaatan Buah Dengen sebagai Bahan Home Industri Minuman Asli Soroako" karya tim SMA YPS Soroako, Sulawesi Selatan, dengan anggota Florezia, Mitha Astari, dan Ramlah, berhasil meraih juara ketiga serta berhak tropi dan hadiah uang tunai sebesar Rp 500 ribu. Selain itu masing-masing peserta dari juara I, II dan III akan diterima di Jurusan Teknologi Industri Pertanian program non-reguler Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya tanpa tes dan bebas biaya pendaftaran.
Presentasi lomba ini diikuti oleh 17 tim yang masing-masing mengulas tentang tema “Pengembangan produk agroindustri untuk meningkatkan daya saing komoditas lokal”. Dengan sub tema yang diambil meliputi inovasi produk baru agroindustri skala UKM; pengembangan produk yang telah ada; pemanfaatan by product, sisa proses pengolahan dan limbah hasil proses pengolahan pangan, serta desain kemasan produk agroindustri skala UKM. [nik]

Pemenang Lomba Rancang Bangun Agroindustri Skala UKM
1 Mei 2006
Setelah melakukan presentasi pada Lomba Rancang Bangun Agroindustri Skala UKM tingkat perguruan tinggi se-Jawa Bali bagi perguruan tinggi, akhirnya terpilih tiga pemenang yang memperebutkan hadiah uang tunai dengan jumlah total empat juta lima ratus ribu rupiah. Presentasi lomba diikuti oleh tujuh tim yang masing-masing mengulas tentang tema “Pengembangan Rancang Bangun Agroindustri Skala UKM untuk Meningkatkan Investasi pada Industri Lokal”.
Dengan sub tema, rancang bangun agroindustri skala UKM, inovasi produk baru agroindustri skala UKM dan desain kemasan produk agroindustri skala UKM.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, pada Sabtu 29 April 2006 di Gedung PPI.
Berikut adalah para pemenang lomba: juara pertama dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan judul karya "Pengembangan Produk Tradisional Blondo Menjadi "Enting-enting" sebagai Usaha Peningkatan Nilai". Tim yang
beranggotakan Dwi Windarti dan Aishia Wulan Ch ini berhak atas hadiah sebesar Rp 2 juta dan tropi. Juara kedua diraih oleh tim dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dengan judul karya "Alat Pengering Surya Efek Ruang Kaca Sistem Rotasi". Tim yang beranggotakan Furqon, Imam Muslim dan Vimala Puspitarini ini berhak atas tropi dan tabanas sebesar Rp
1,5 juta. Juara ketiga berhasil diraih oleh tim yang beranggotakan Erna Rahmawati dan Nur Aini dari Universitas Trunojoyo. Judul karya mereka yaitu "Pemanfaatan Limbah Industri Rajungan pada Pembuatan Chitosa Melalui Proses Eksraksi untuk Pelapisan Mie Basah". Juara ketiga berhak atas tropy dan dana sebesar Rp 1 juta. [nik]