Diterbitkan oleh Hubungan Masyarakat Universitas Brawijaya
Last updated 31/03/2010
Maret 2010

Pelatihan Inseminasi Buatan Pada Kambing
31 Maret 2010
Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (FPt-UB), rabu (31/3) menerima tamu dari kanada yaitu Gretchen Bozak (Counselor and regional Agri-Food Trade Commissioner Southest Asia. Agriculture, Food and Agbiotech Government of Canada). Dalam kunjungannya ia di dampingin oleh Hermawan (Commercial Officer Kedutaan Besar Kanada). Kehadiran mereka disambut oleh Prof. Dr.Ir. Kusmartono, Dr.Ir VM Ani Nurgiantingsih, MSc, Ir. Suprih Bambang S, MS, Prof. Dr.Ir.Trinil Susilawati, MS serta Ir. Rahma, MS (Mahasiswa S3 Ilmu ternak). Kunjungan kali ini dimaksudkan untuk menjalin kerjasama dengan FPt-UB terkait perbaikan mutu genetik sapi perah, sapi potong dan kambing.
Pada kesempatan tersebut dibahas pula tentang penurunan populasi dan produktifitas sapi potong di Indonesia, penurunan genetik sapi perah, serta penurunan populasi dan genetik kambing di Jawa Timur disebabkan oleh besarnya kebutuhan kambing dalam negeri dan juga luar negeri.
Menurut rencana pada bulan Juni mendatang akan diadakan lokakarya yang dihadiri perwakilan dari Kanada, Dinas Peternakan, serta penyusaha/peternak sapi dan kambing di Jawa Timur dengan dikoordinir FPt-UB. Melalui kegiatan ini, harapannya akan dihasilkan formulasi bentuk kerjasama yang bertujuan memperbaiki mutu genetik sapi dan kambing di Indonesia. [tsw/nok]

Raker Tahunan 2010
30 Maret 2010
Rektor Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Yogi Sugito, Selasa (30/3) menutup secara resmi Rapat Kerja (Raker) yang berlangsung sejak 29 Maret 2010. Raker Tahunan UB 2010 menghasilkan beberapa rumusan yang akan dijadikan masukkan bagi Rektor untuk lebih memantapkan program kerja 2011 dan Rencana Strategis UB 2011 - 2015 yang telah disusun.
Beberapa rumusan itu antara lain perlunya penetapan target rangking UB di level dunia. Hal itu, sebagaimana diungkapkan Koordinator Tim Perumus Prof Dr Ir Bambang Guritno, sangat penting, agar diketahui langkah apa saja yang perlu dilakukan guna mewujudkan posisi UB di tingkat dunia.
Komisi Menetapkan Berbagai Program Strategis
Selain itu para anggota komisi yang telah melakukan diskusi telah menetapkan beberapa program kerja. Komisi A yang membahas tentang Kualitas Pembelajaran menetapkan 10 program antara lain, perbaikan nisbah mahasiswa/dosen untuk mencapai rasio ideal, implementasi KBK secara utuh, penjaminan mutu proses PBM secara berkelanjutan, peningkatan kompetensi dosen dan staf  serta peningkatan kompetensi lulusan menuju standart internasional secara bertahap.
Bidang Kualitas Penelitian yang dibahas oleh Komisi B menetapkan 12 program kerja. Antara lain, pengembangan pusat-pusat penelitian bertaraf Internasional berbasis kearifan lokal baik di tingkat universitas, revitalisasi peran Badan Pertimbangan Penelitian dan pusat-pusat penelitian tingkat fakultas, serta peningkatan kualitas penelitian berorientasi bisnis/industri.
Komisi C dengan bahasan bidang Ketenaga Kerjaan Lulusan merumuskan 10 program. Diantaranya yaitu peningkatan sarana/prasarana kemahasiswaan berstandar internasional, pencitraan aktivitas mahasiswa di internasional, pengembangan kualitas lulusan berdaya saing global dan peningkatan partisipasi mahasiswa dalam asosiasi profesi internasional.
Bidang Entrepreneurial University dibahas oleh Komisi D. Dalam diskusinya Komisi D menetapkan 9 program meliputi antara lain, revitalisasi laboratorium dan UPT Fakultas Untuk Pengembangan Usaha Komersial, penataan organisasi dan manajemen usaha komersial, serta pengembangan kapasitas SDM administrasi.
Sebelas program telah ditetapkan oleh Komisi E yang membahas tentang Pencitraan Internasional. Program tersebut diantaranya, pengembangan program studi unggulan/pusat rujukan, peningkatan jumlah dosen sebagai visiting lecturer di luar negeri, peningkatan promosi di kancah internasional dan peningkatan kapasitas infrastruktur ICT.
Komisi F membahas tentang Roadmap World Class Entrepreneurial University menghasilkan 21 program. Program tersebut terdiri dari enam program tentang good governance, tujuh program tentang entrepreneurial dan delapan program tentang internazionalization. Program yang ditetapkan antara lain penguatan lembaga bidang kerjasama dalam dan luar negeri, penataan lembaga entrepreneur tingkat pusat sampai fakultas, pengembangan sarana dan prasarana untuk mendukung  entrepreneurial university dan peningkatan paten dan copyright.[nun]
 

Perpustakaan, Koridor Peradaban Bangsa
30 Maret 2010
Perpustakaan merupakan koridor peradaban dengan perannya sebagai wahana untuk mencerdaskan bangsa agar tercapai masyarakat yang terdidik. Perkembangan dunia elektronik saat ini telah pula merambah perpustakaan sehingga merupakan tantangan baru di abad ini, dimana penyaluran informasi menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer yang cepat, tepat dan global. Agus Suprapto, SP, MP mengemukakan hal ini dalam diskusi terbatas "Peran Perpustakaan Dalam Mendukung Terciptanya Masyarakat Akademik".
Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Perpustakaan Universitas Brawijaya (UB) dengan Sampoerna Corner ini dipusatkan di ruang pertemuan Perpustakaan UB, Selasa (30/3) dan diikuti sekitar 60 orang mahasiswa. Lebih lanjut Agus menyampaikan, perpustakaan mempunyai peran vital sebagai sumber informasi, pendidikan, penelitian, preservasi khasanah budaya bangsa serta tempat rekreasi yang sehat, murah dan bermanfaat. Selain itu, menurutnya perpustakaan juga dapat menjadi lembaga untuk mengembangkan minat dan budaya baca disamping sebagai barometer kemajuan sebuah bangsa.
Terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia perpustakaan, mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian ini membagi perpustakaan menjadi dua yaitu perpustakaan konvensional dan perpustakaan digital. Terkait hal ini ia memberikan ilustrasi tentang kemegahan perpustakaan sebuah perguruan tinggi di Jerman yaitu University of Goettingen. "Meskipun teknologi informasi telah masuk di perpustakaan Uni Goettingen, mereka masih memelihara koleksi fisik buku-bukunya yang telah ada sejak abad ke-17", ungkap Agus yang biasa menghabiskan waktu berjam-jam di perpustakaan untuk mennyelesaikan disertasinya.
Terkait pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ini, Agus pun memaparkan hasil survey yang diselenggarakan di University of Southern California Amerika Serikat. Dari hasil survey tersebut diketahui bahwa 73 persen mahasiswa sudah tidak lagi ke perpustakaan karena mereka sudah terhubung oleh internet dan perpustakaan online. Selain itu, diketahui juga bahwa 61 persen pengunjung perpustakaan datang untuk menggunakan komputer yang disediakan sementara hanya 12 persen saja yang datang ke perpustakaan mengakses jurnal cetakan.
Dalam hal otomasi perpustakaan, Agus menekankan pentingnya implementasi business process secara terintegrasi mulai dari sistem pengadaan bahan pustaka, pengolahan, pencarian kembali, sistem sirkulasi, keanggotaan, pengaturan denda keterlambatan pengembalian hingga sistem pelaporan aktivitas perpustakaan dengan berbagai parameter pilihan.
Untuk lebih menarik pengunjung, Agus memiliki konsep tersendiri dalam memberdayakan perpustakaan diantaranya dengan membuat gedung yang lebih menarik dan mudah dijangkau, peningkatan sarana dan prasarana pendukung layanan, adanya fasilitas digital dan internet, penyediaan koleksi dalam multi format serta waktu layanan perpustakaan yang lebih berorientasi masyarakat. Hal ini menurut Agus yang juga dosen Universitas Tidar Magelang, sangat penting dalam meningkatkan aktivitas membaca masyarakat. Karena berdasar survey Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2006, diketahui bahwa masyarakat Indonesia melakukan kegiatan membaca hanya berkisar 23.5 persen saja jauh dibawah aktivitas menonton televisi (85.9 persen) dan mendengarkan radio (40.3 persen).
RBC
Pengalaman mengelola perpustakaan secara swadaya disampaikan oleh Dr. Nazaruddin Malik yang mengelola "Rumah Baca Cerdas (RBC)". Lembaga yang didirikan ayahnya yang juga mantan Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Abdul Malik Fadjar pada 2005 tersebut, kini telah memiliki koleksi sekitar 11000 buku. "Saya ini tangan ketiga, adik saya yang sebelumnya mengelola RBC ini. Kini dia telah menyerah", ungkap Nazar yang mengambil alih pengelolaan sejak awal 2009 ini. Sejak dipercaya mengelola, ia mencoba berbagai hal guna mengatasi masalah krusial yang tengah dihadapi yaitu rendahnya minat masyarakat untuk membaca buku serta masalah finansial. Untuk mengatasi masalah pertama, ia mensiasati dengan membentuk komunitas intelektual yang melibatkan mahasiswa aktivis dan dosen untuk berdiskusi mengangkat isu dan fenomena aktual yang berkembang di masyarakat. "Melalui kelompok diskusi terbatas ini kami berupaya membangun generasi yang berfikiran brilliant untuk memajukan bangsa. Hasilnya banyak diantara anggota yang menjadi penulis buku, penulis naskah populer di media, dll", katanya. Sementara itu, terkait dengan pendanaan, ia pun membuka kedai kopi. "Layanan inti kami tetap di RBC dan kedai kopi hanya stimulan saja. Diskon akan diberikan kepada pelanggan kedai kopi asal mereka anggota RBC", ungkap pria yang juga dosen Fakultas Ekonomi UB ini. Terkait keberadaan buku-buku tersebut, satu prinsip yang Nazaruddin pegang ialah tidak akan membuangnya. Karena menurutnya, "Buku akan memiliki nilai historis di masa mendatang, terutama untuk melakukan retrospeksi isu dan politik yang berkembang dimasanya". [nok]

Angkat Penyadapan, Mahasiswa FH-UB Juara III Legislative Drafting
29 Maret 2010
Lima orang mahasiswa Fakultas Hukum Univerrsitas Brawijaya (FH-UB) meraih prestasi dalam ajang "Padjadjaran Love fair Tribute to Prof. Sri Soemantri", yang diselenggarakan salama tiga hari (20-22/3) di Universitas Padjadjaran Bandung. Mereka adalah Asrul Ibrahim Nur (FH 2006), Miraj Yusuf Al-farisy (FH 2007), Rizki Emil Birham (FH 2006), Tangga Primananda Afath (FH 2007) serta Mohamad Nico Diemoz Priastomo De May (FH 2008).
Kegiatan yang didedikasikan pada pengabdian Prof. Sri Soemantri, pakar Hukum Tata Negara yang memiliki jasa besar dalam amandemen UUD 1945 selama kurun waktu 1999-2002 ini diikuti sekitar 15 FH PTN/PTS seluruh Indonesia. Kelima orang mahasiswa ini merupakan satu kelompok yang mewakili FH-UB dalam kegiatan legislative drafting dengan tema "penyadapan". Selain UB, dua perguruan tinggi lain yaitu Universitas Katolik Parahyangan dan Universitas Diponegoro juga menjadi finalis dan berturut-turut menduduki juara pertama dan kedua. Selain legislative drafting, kompetisi lainnya yang juga diselenggarakan adalah debat, yang mengantarkan UGM dan Universitas Pelita Harapan pada gelaran final.
Untuk ikut serta dalam ajang tersebut, lima orang mahasiswa ini terlebih dahulu mengikuti seleksi proposal di tingkat fakultas. Mereka yang juga merupakan aktivis dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Eksekutif Mahasiswa dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) ini dinyatakan lolos dan mengaku langsung bekerja selama dua minggu dengan bimbingan Aan Eko Widiarto, SH, MHum dan Dr. Muhammad Ali Syafa'at. UUD 1945 serta UU yang memuat masalah terkait seperti UU Telekomunikasi dan UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) menjadi referensi mereka dalam menyusun proposal ini, disamping buku teks yang membahas masalah Hak Asasi Manusia (HAM), korupsi serta penegakan hukum.
Dalam proposalnya, mereka menuangkan gagasan mengenai Undang-Undang Penyadapan yang memuat 11 Bab. "Penekanan gagasan kami terletak di kelembagaan negara dan mekanisme pertanggungjawaban penyadapan", ungkap Emil memaparkan keunggulan proposalnya. Beberapa hal yang termuat dalam konsep Undang-Undang tersebut adalah pihak yang diberi ijin melakukan penyadapan, kasus yang boleh disadap, jangka waktu penyadapan serta lembaga pengawas penyadapan. Aparat penegak hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan, serta KPK pada tingkat penyidik menurut Tangga diperkenankan melakukan penyadapan sesuai kompetensinya dalam kurun waktu sekitar enam bulan dengan perpanjangan dua kali enam bulan melalui ijin pengadilan.
"Hanya jenis tindak pidana dengan hukuman minimal lima tahun penjara, seumur hidup dan mati saja diijinkan untuk menyadap seperti kasus narkoba, terorisme, korupsi dan perdagangan manusia", ungkap Emil. Untuk lembaga pengawasan, dalam konsep UU tersebut, mereka letakkan di tingkatan pusat dengan memuat elemen masyarakat, aparat penegak hukum, serta penyelenggara sistem elektronik. Dengan penilaian yang meliputi naskah dan presentasi dengan bobot masing-masing 50 persen, Tangga mengaku memiliki kelemahan dalam sinkronisasi, yang juga diperkuat dengan pernyataan juri.
"Dari segi substansi kami tidak memiliki kritik. Hanya saja dalam naskah akademik dan Rancangan Undang-Undang konsep kami kurang sinkron", terang Ade. Tiga orang juri yang dilibatkan dalam ajang kompetisi ini adalah Aqil Mochtar (Hakim Mahkamah Konstitusi), Indra Perwira (Pakar Hukum Tata Negara Universitas Padjadjaran) serta Sigit Suseno (Pakar Hukum Pidana). Berminat mengikuti ajang yang sama pada tahun-tahun yang akan datang, Tangga menyampaikan beberapa hal yang patut diperbaiki yaitu originalitas pembuatan UU serta sinkronisasi naskah akademik dan rancangan undang-undang yang perlu dibuat lebih harmonis agar tidak terjadi tumpang tindih satu dan yang lainnya. [nok]

Pembukaan MTQ Mahasiswa UB VI
29 Maret 2010
Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) VI hari pertama dibuka oleh Ketua Pusat Pembinaan Agama UB, Prof . Dr. Thohir Luth. Pembukaan yang berlangsung di gedung Student Centre UB, Senin (29/03), berlangsung unik karena dipandu oleh tiga master of ceremony yang menggunakan tiga bahasa yang berbeda yaitu bahasa Indonesia, Inggris dan Arab. Pembukaan ini dihadiri bukan hanya oleh peserta tapi juga dewan hakim MTQ dari beberapa elemen yaitu Departemen Agama Kota Malang, Lembaga Pendidikan Taruna Al qur'an (LPTQ) Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Dosen PAI UB.
Mewakili Rektor UB, Thohir Luth mengharapkan peserta tidak sekedar berniat menang tapi juga memiliki komitmen untuk menerapkan Al qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi Al qur'an bisa dilakukan bila mahasiswa memilki kecintaan belajar Al qur'an dan ilmu-ilmu yang menyertainya yang beberapa cabangnya dilombakan di MTQ Mahasiswa. Seperti diberitakan sebelumnya, MTQ Mhasiswa VI UB  mengkompetisikan 11 cabang lomba dan sebagai pembuka adalah lomba Syahril Qur'an. Kafilah dari Fakultas Pertanian yang terdiri dari Ellis Siti Toyyibah, Ayu Nurfauziyah, Anisa Nurfitriyah tampil sebagai pembuka.
Penonton mulai riuh ketika penampilan kafilah keempat dari FMIPA. Salah satu anggota yang mendapatkan tugas menerangkan kandungan Al qur'an membawakan ceramahnya dengan dialek dan gaya KH. Zainuddin MZ. Judul syahril FMIPA yaitu Karakteristik Intelektual Muslim menyitir dari QS. Ali Imran 190-191 mengenai karakteristik ulul albab. Dikatakan bahwa ulul albab, yang populer dengan cendekiawan muslim memiliki konektifitas antara hablumminallah (hubungan dengan Allah) dan hablumminannas (hubungan dengan manusia).
Sebelumnya acara diawali dengan pembacaan Al Qur'an oleh Drs. Hamid Abdullah, Qori' terbaik Internasional di Maroko dan Bangkok, Thailand. Hamid Abdullah sengaja diundang untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa yang akan berlomba, demikian disampaikan Thohir Luth dihadapan wartawan.
MTQ Mahasiswa VI UB diikuti oleh 195 peserta dari 13 fakultas. Drs. Muhammad Subky, ketua panitia mengatakan jumlah peserta ini adalah yang terbanyak selama enam tahun pelaksanaan MTQ Mahasiswa di UB. Musabaqah akan dihelat selama tiga hari, Senin-Rabu (29-31/03), yang sebagian besar bertempat di gedung Student Centre UB.[ai]

Raker Tahunan UB: Pemantapan UB Sebagai World Class Entrepreneurial University
29 Maret 2010
Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof Dr Ir Yogi Sugito secara resmi membuka pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Tahunan UB, Senin (29/3) di Hotel Royal Orchids Garden Batu. Kegiatan yang berlangsung hingga esok itu diikuti ratusan peserta yang terdiri dari jajaran pimpinan di tingkat universitas, fakultas, direktur, lembaga, UPT, jurusan, program studi, unit pelaksana serta biro di UB. Ketua Pelaksana Raker adalah Pembantu rektor I Prof Dr Ir Bambang Suharto. Raker kali ini difokuskan pada penyusunan program kerja tahun 2011 dan pemantapan Rencana Strategis 2011-2015 UB. Penetapan UB sebagai salah satu universitas dari delapan universitas di Indonesia yang dipersiapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional menjadi World Class Entrepreneurial University, menjadikan raker kali ini sebagai momentum pemantapan langkah berikutnya dalam pengembangan UB.
Empat tujuan diselenggarakannya raker yaitu guna merumuskan program kerja tahunan Rektor UB Tahun 2011 – 2015, memantapkan draft rencana strategis UB tahun 2011 – 2015, melakukan perumusan rencana Induk dan Roadmap World Class Entrepreneurial University serta perencanaan potensi karya ilmiah perguruan tinggi UB. Setelah berlangsungnya raker diharapkan program kerja yang telah disusun Rektor UB dapat diimplementasikan di setiap unit kerja dengan mengedepankan spirit akuntabilitas.
Sesi pertama disampaikan paparan tentang Program Kerja Rektor tahun 2011 oleh Prof Dr Ir Yogi Sugito. Rektor menuturkan, permasalahan yang dialami UB antara lain di bidang dosen dan tenaga administrasi. Di bidang dosen, tiga masalah yang terjadi meliputi kualifikasi dosen (minimnya jumlah Prof dan Doktor), integritas (loyalitas dan dedikasi) dan produktivitas terutama karya ilmiah. Sementara di bidang Staf Administrasi kendala utama yang dihadapi yaitu lemahnya kemampuan IT dan integritas.
Program kerja yang disusun meliputi pemerataan dan perluasan akses seperti SPP-Proporsional (UB Pelopor) dan beasiswa bagi yang tidak mampu. Program meningkatkan mutu, relevansi dan daya saing seperti peningkatan bidang akademik, kemahasiswaan, pendanaan, kepegawaian, serta sarana dan prasarana, juga menjadi program kerja rektor 2011. Program berikutnya yang disusun oleh Rektor UB yaitu peningkatan tata kelola. Dalam program ini peningkatan kualitas kelembagaan (Organisasi dan Manajemen) serta pencitraan internasional menjadi fokus utama.
Renstra 2010-2014 dibuat pada saat Renstra 2006-2011 masih berlaku dan belum berakhir. Dalam sesi pemaparan tentang Draf Renstra 2010-2014 terungkap, penyusunan Renstra 2010-2014 didasari kenyataan bahwa sebagian besar target Renstra 2006-2011 sudah tercapai. Renstra UB merefleksikan penampilan UB yang bersahaja tapi selalu bekerja keras.
Saat ini UB tengah mengarahkan perhatiannya pada World Class, Entrepreneurial University dengan pengertian luas. Didalamnya mencakup lulusan dan produk penelitian yang diakui pada tingkat internasional dengan harapan dapat dicapai dengan mengembangkan Entrepreneurial University dan tidak hanya dibatasi pada World Class University. Harapannya, UB akan berkembang menjadi A Leading World Class, Entrepreneurial University di Asia, dengan keberhasilan dalam program akselerasi pada Renstra 2010-2014.
Selain dikemas dalam bentuk paparan, para peserta juga akan melakukan diskusi yang terbagi ke dalam enam kelompok komisi. Komisi A membahas materi bidang kualitas pembelajaran dengan narasumber Prof Dr Agus Suman SE DEA dan Dr Drs Soebiantoro Apt MSc. Komisi B membahas tentang kualitas penelitian dengan narasumber Prof Dr Ir Siti Chuzaemi MS dan Dr Ir Budi Setyawan MS. Komisi C membahas materi ketenagakerjaan lulusan dengan narasumber Prof Dr Ir Arief Prajitno MS, Prof Dr Ir Woro Busono MS, Prof Dr Drs Abdul Hakim MSi, dan Taufiq Basjry Tuhepaly ST MT. Bidang Entrepreneurial University akan dibahas di Komisi D dengan narasumber Prof Dr Abdul Juli Andi Gani MS, Dr Ir Achmad As'ad Sonif MT dan Prof Masruchin Ruba'i SH MS. Bidang Pencitraan Internasional merupakan materi yang dibahas di Komisi E. Bertindak sebagai narasumber dalam Komisi E, Ir Sarwiyono MAgr St dan Prof Dr Ir Ifar Subagiyo MAgr St. Sementara Komisi F akan membahas materi Road Map World Class Entrepreneur dengan narasumber Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS.[nun]

Pelatihan Manajerial Lembaga Dakwah Kampus
29 Maret 2010
Unit Aktivitas Kerohanian Islam (UAKI) Universitas Brawijaya (UB) bekerjasama dengan Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Wilayah Jawa Timur menyelenggarakan Pelatihan Manajerial Lembaga Dakwah Kampus (PMLDK). Mengambil tema "Membangun Pilar Peradaban Madani Melalui Pengelolaan Dakwah Kampus", kegiatan ini menurut rencana akan diselenggarakan di gedung widyaloka, selama tiga hari, Jum'at-Ahad (2-4/4). Disampaikan ketua UAKI, Agung Setyabudi, pelatihan tersebut akan dikemas dalam konsep seminar dan simulasi dengan mengundang pemateri LDK dari UI, ITB, dan Unair serta lembaga Insist. "Mengundang LDK di lingkungan UB dan Jawa Timur, pengelolaan lembaga secara profesional akan diperkenalkan kepada seluruh peserta seperti pengelolaan keuangan, administrasi serta keuangan", ungkap mahasiswa Jurusan Teknik Mesin angkatan 2006 ini. Beberapa materi yang akan dipresentasikan adalah "Paradigma Dakwah Kampus dan Strategi Pengembangan Lembaga Dakwah Kampus (Aplikasi Manajemen Mutu)", "Manajemen Kaderisasi", "Manajemen LDK Berbasis Data", "Penggalangan Dana LDK", serta "Manajemen Syiar dan Pelayanan Umat yang Tepat Guna". Salah satu hal yang memotivasi kegiatan ini adalah tulisan Henry Nurdi dalam buku "The Secret of Heaven” yang menyampaikan bahwa Pemimpin besar tak hanya dilahirkan tetapi juga dibentuk dan diciptakan. Selain itu, motivasi lainnya adalah kisah Shalahuddin Al Ayubi yang memiliki peranan besar dalam sejarah kebangkitan Islam. [nok]

Pertajam Ide Bisnis Dengan "ShellLivewire Bright Ideas"
27 Maret 2010
Mempromosikan salah satu programnya yaitu Business Start-Up Award (BSA), PT. Shell Indonesia menggandeng Young Entrepreneur Society Universitas Brawijaya (YES-UB) untuk menyelenggarakan workshop kewirausahaan. Kegiatan yang dikemas dalam "ShellLivewire Bright Ideas" ini dipusatkan di Meeting Room Gedung Inbis UB dan diikuti sekitar 110 peserta. Tidak seperti workshop pada umumnya, peserta kegiatan ini mengikuti seleksi formulir yang dilakukan panitia.
"Seleksi ini dimaksudkan untuk memilih mahasiswa yang memang serius pengen ikut serta dan tidak asal-asalan aja. Sebanyak 200 mahasiswa tercatat mendaftar kegiatan ini", ungkap Direktur YES UB, Ahmad Rizal Jamhari. Melalui workshop tersebut, mahasiswa Teknik Pertanian angkatan 2007 ini menyampaikan, pihaknya bermaksud meningkatkan kemauan mahasiswa dalam berwirausaha dan memberi tambahan pengetahuan bagi mereka yang telah memiliki wirausaha.
"Kegiatan ini dikemas dalam talk show dan diskusi dengan format yang tidak membosankan peserta", ungkap Fathy Bahanan, ketua panitia kegiatan. Mahasiswa Teknik Pertanian 2007 ini menambahkan, para pemenang BSA tahun sebelumnya pun turut diundang. Mereka adalah Azis Setyabudi (pemenang BSA tahun 2004) dan Malariantika Yulianti (pemenang BSA 2009 yang juga mahasiswi FTP-UB). Selain itu, dihadirkan juga pengusaha lokal malang, Ridwan Abadi, pemilik usaha batagor Jepang "Takashimura". PT. Shell Indonesia, dalam ajang ini diwakili oleh Adi Waskito, Manajer ShellLivewire. Dalam paparannya, Adi Waskito menyampaikan berbagai tips dan trik untuk mengembangkan bisnis. Beberapa yang disebutkannya adalah pemasaran yang bagus melalui pemasangan iklan.
Sementara itu, Azis Setyabudi, kepada peserta lebih banyak menceritakan pengalamannya mengembangkan bisnis videografi. Bisnis ini, menurutnya berangkat dari hobby-nya fotografi. Dengan hobby tersebut, ia kemudian memfokuskan diri pada pembuatan buku tahunan untuk sekolah, perguruan tinggi dan perusahaan yang tidak banyak dibidik oleh usaha sejenis lainnya. Mengawali bisnis dengan kamera digital biasa pada 2007, Azis mengaku kini telah menggunakan kamera digital jenis LSR yang berharga puluhan juta. Pengalaman menjalankan bisnis juga disampaikan Malariantika yang telah dua tahun mengembangkan produk Soyupia.
"Melalui kegiatan ini peserta diharapkan mampu mengembangkan ide bisnisnya untuk kemudian dikompetisikan di ajang BSA yang pendaftarannya akan ditutup April mendatang", ungkap Fathy saat diwawancarai PRASETYA Online. Informasi lebih lanjut mengenai ajang BSA dapat diperoleh di sini.
Tahun ini, YES UB menurutnya dipercaya untuk mengakomodir semua proposal yang masuk untuk kemudian dikirimkan ke PT. Shell Indonesia. Fathy yang juga menekuni bisnis makanan ini pun mengaku tertarik mengikuti kegiatan yang telah terselenggara di Indonesia sejak 2003. Bisnis kripik jamur tiga rasa yang telah dirintisnya dua tahun silam ini akan diajukannya dalam kompetisi tersebut. "Produk saya ini menggunakan jamur organik dan bumbunya pun organik", ujar Fathy yang mengaku telah merambah pasar di Malang dan Surabaya. Senada dengan partnernya, Ahmad Rizal pun mengaku tertarik berkompetisi pada ajang yang sama dengan melombakan perusahaan yang dikelolanya, CV. Agrysentosa. Perusahaan yang didirikan sejak 2007 ini, menurutnya bergerak dibidang agroindustri. [nok]

Kajian Ekonomi Lingkungan Perlu Dikembangkan
26 Maret 2010
Kerusakan lingkungan tidak hanya merusak kekayaan keanekaragaman hayati. Lebih dari itu, setiap upaya eksplorasi lingkungan hidup yang tidak bertanggung jawab menimbulkan kerugian biaya yang tidak sedikit. Instrumen ekonomi lingkungan untuk menjalankan perlingdungan dan pengelolaan hidup perlu diterapkan selain melakukan kampanye melalui berbagai lini stakeholder.
Hal tersebut terangkum dalam Seminar Nasional bertema "Kontekstualusasi Instrumen Ekonomi Lingkungan untuk Melaksansakan UU 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup". Seminar dilangsungkan di aula Guest House UB, kamis (25/2010).
Dr. Ir. Aceng Hidayat, MT dari Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) yang hadir sebagai pembicara dalam kesempatan itu mengatakan pembahasan global mengenai ekonomi dan lingkungan hidup sebagai system saat ini masih terpisah. "Seolah-olah ekonomi berdiri sendiri, begitu juga dengan sektor lingkungan", ujarnya. Sebagai contoh, upaya meningkatkan kekuatan perekonomian yang memang digalakkan oleh swasta tentu tidak ada salahnya. Namun demikian, eksplorasi perusahaan terhadap lingkungan secara besar-besaran juga menimbulkan kerusakan lingkungan. Di sini terlihat bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan sah-sah saja dilaksanakan dan terbebas dari upaya bijak melindungi lingkungan dari kerusakan.
Upaya untuk meminimalisir kerusakan lingkungan oleh perusahaan sebenarnya telah banyak dilakukan. Salah satunya adalah dengan hanya memproduksi barang-barang yang telah memenuhi standar green product atau produk ramah lingkungan.
Menurut Deputi Asisten Pemberdayaan Lingkungan, Kementrian Lingkungan Hidup Laksmi Dhewanthi, kampanye perlindungan lingkungan hidup perlu digalakkan kepada stakeholder terutama kepada para swasta. "Pemahaman terkait amdal kepada industri tampaknya sulit diwujudkan kalau para pemerhati tidak banyak melakukan kampanye," ujarnya. Ia berharap banyak kepada para pemerhati lingkungan baik akademisi maupun LSM untuk terus melakukan advokasi.
Ekonomi Lingkungan
Dalam seminar tersebut juga terungkap saat ini kajian ekonomi lingkungan belum banyak dijadikan pijakan untuk melakukan upaya perbaikan kualitas lingkungan. Menurut Aceng, jika saja perusahaan tahu seberapa besar biaya yang mesti ditanggung akibat kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh eksplorasi yang tidak bertanggungjawab, maka akan timbul lebih banyak perhatian.
Sebagai contoh, seberapa besar biaya kerugian yang diakibatkan oleh adanya kerusakan hutan. Kerusakan bisa dihitung dari seberapa banyak produksi kayu yang bisa diproduksi, keanekaragaman hayati yang seharusnya bisa tetap hidup, daya resap air yang mestinya dilakukan, dan aspek-aspek lainnya. Semua pihak bisa melakukan penghitungan sendiri-sendiri tergantung pendekatan macam apa yang ia terapkan. [fjr]

Dorce Hibur Ribuan Penonton Malam Seni UB
26 Maret 2010
Dorce Gamalama bak magnet dalam Malam Senin peringatan Dies Natalis UB ke-47 di gedung Samanta Kridha, Jumat malam (25/03). Menampilkan sejumlah tembang-tembang baru ciptaannya sendiri, ia mampu menarik perhatian ribuan penonton yang memenuhi gedung Samanta Krida UB.
Dorce yang sengaja diundang oleh panitia peringatan dies natalis membuka penampilannya lewat tembang Aku Makin Cinta yang pernah dipopulerkan Vina Panduwinata. Seketika tepuk tangan penonton bergemuruh menyambut kemunculannya itu. Belum habis lagu itu dibawakan, penyanyi serba bisa tanah air ini turun dari panggung dan mengajak beberapa penonton menyanyikan lagu Halo-Halo Bandung.
Rektor UB Yogi Sugito tak luput dari keisengan Dorce yang mengajaknya berduet ke atas panggung. Tembang Campur Sari "Sri Minggat" yang dibawakan rektor dengan alunan musik keroncong semakin menghibur kala Dorce bertingkah genit. Rektor yang dibikin malu-malu membuat penonton semakin terpingkal-pingkal. Seusai berduet, ia menggoda istri rektor, " Bu, kalau sudah bosan sama Pak Yogi, buat saya saja boleh?". Bukannya menjawab, sang istri rektor justru terpingkal-pingkal. Usai mengajak duet rektor, Dorce mengajak naik pembantu rektor III Ainurrasjid yang juga pandai menyanyi. Tembang kerocong Pujaanku yang dibawakan Ainurrasjid semakin mengibur lagi-lagi dengan tingkah centil Dorce.
Di tengah-tengah penampilannya, sejumlah penonton diajak Dorce ke atas panggung berlomba joget. Lomba ini mirip salah satu sesi dari Kuis Dangdut yang pernah populer tahun 90-an. Setiap kali musik dangdut mengalun, seluruh peserta harus berjoget sebagus mungkin, Namun ketika musik berhenti, peserta wajib diam. Setiap kali musik berhenti, Dorce lantas menggoda para peserta lomba. Mereka yang tak tahan godaannya akan gugur. "Ini mahasiswa kok goyangnya sudah mirip Inul", godannya ke salah satu peserta yang akhirnya tak bisa melanjutkan lomba.
Tampaknya Dorce belum puas mengerjai rektor. Usai lomba, untuk memberi hadiah para pemenang ia menghampiri rektor seolah-olah ingin memalak. Rektor yang tak bisa mengelak dari tingkah Dorce malam itu hanya bisa pasrah dan mengulurkan sejumlah uang untuk diberikan kepada para pemenang lomba joget. Rp. 300 ribu, Rp. 200 ribu, dan Rp. 100 ribu untuk pemenang 1, 2, dan 3.
Tembang Anyar
Dua buah lagu anyar baru dilantunkan oleh penyanyi kelahiran Solok, Sumatera Barat ini. Sebuah tembang bergenre keroncong yang ia beri judul Pak Gesang. "Tembang ini khusus saya dedikasikan untuk idola saya, legenda keroncong Indonesia, Gesang," tuturnya. Dalam liriknya, ia memuja Gesang yang telah menciptakan "Bengawan Solo" sebagai mahakarya keroncong Indonesia.
Penyanyi yang kini memiliki nama belakang Halimatussadiyah juga melantunkan tembang campursari karyanya sendiri. Tembang yang kesannya genit namun apik ini ia beri judul "Romo".
Malam Seni UB menandai berakhirnya rangkaian acara Dies Natalis UB ke-47 yang telah dimulai sejak bulan Januari yang lalu. Selain menghadirkan Dorce sebagai bintang tamu, acara ini juga menampilkan para pemenang rangkaian lomba seni seperti juara menyanyi keroncong, pop, dan campursari. Tidak ketinggalan para perwakilan dosen dan karyawan juga menampilkan kebolehannya beradu peran dalam sebuah sandiwara.[fjr]

Kunjungan Walikota Malang ke UB
26 Maret 2010
Walikota Malang, Drs. Peni Suparto, MAP, Jum'at (26/3) melakukan kunjungan ke Universitas Brawijaya (UB). Dalam kunjungan ini ia didampingi Ketua Badan Perencana Pembangunan Kota (Bappekot) yang juga menjadi ketua panitia lokal Kongres Sepakbola Nasional (KSN), Ir. Bachtiar Ismail, MM. Di gedung rektorat lantai enam, keduanya diterima oleh Rektor, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito dan Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ir. HRB. Ainurrasjid, MS.
Kunjungan Peni Suparto kali ini terkait dengan rencana kedatangan Presiden Republik Indonesia, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono untuk membuka Kongres Sepakbola Nasional (KSN) yang akan diselenggarakan pada Selasa-Rabu (30-31/3) di Malang.
Berbagai agenda Presiden RI menurut rencana akan menyertai kegiatan ini, diantaranya menonton laga sepakbola antara Arema Indonesia dengan Persitara, Selasa (30/3). Terkait kunjungan ini, UB secara khusus berkeinginan untuk mengundang Presiden RI pada pertemuan Forum Rektor yang menurut rencana akan diselenggarakan di kampus UB, Selasa (30/3) pukul 11.00-16.00 WIB. [nok]

MTQ Mahasiswa IV UB Segera Digelar
25 Maret 2010
Pusat Pembinaan Agama Universitas Brawijaya (PPA-UB) pada 29-31 Maret 2010 akan mengadakan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Mahasiswa VI antar fakultas di lingkungan UB. MTQ yang mengambil tema "Jadikan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Mahasiswa Sebagai Salah Satu Sarana Motivasi Untuk Berprestasi Dalam Bidang Ilmu Pengetahuan dan Seni Al qur'an Untuk Menjadi Intelektual yang Berakhla Qulkarimah" akan digelar di dua tempat yaitu, Masjid Raden Patah dan gedung Student Center UB. MTQ mahasiswa diadakan dengan tujuan menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat dengan syiar Islam serta menyediakan wadah guna memperoleh bibit calon peserta MTQ Mahasiswa tingkat Nasional.
Sebelas cabang lomba akan dikompetisikan yaitu tilawatil qur'an (qiro'ah), tartil al qur'an (tadarus/murottal), qira'at sab'ah, syarh al qur'an, fahm al qur'an, khath al qur'an, hifzhil qur'an 1 juz, hifzhil qur'an 2 juz, debat al qur'an dalam bahasa Inggris, debat al qur'an dalam bahasa arab, lomba karya tulis ilmiah al qur'an. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh mahasiswa UB yang memiliki minat dan bakat dalam bidang seni dan ilmu Al Qur'an. Pendaftaran bisa dilakukan di fakultas masing-masing atau menghubungi sekretariat di Kantor PPA-UB, Kantor Gedung Rektorat Lt.5, Telp (0341) 551611 psw.129. [ai]

Kewajiban Internasional Indonesia di Bidang HAM
25 Maret 2010
Sebagai bagian dunia internasional, Indonesia berkewajiban untuk memenuhi kewajiban internasional dalam bidang Hak Asasi Manusia (HAM). The Universal Declaration of Human Rights (UDHR) merupakan salah satu standar pencapaian bagi rakyat dan negara dalam pemenuhan HAM ini. Pencapaian tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan dan pengajaran serta langkah-langkah progresif lainnya baik dalam skala nasional maupun internasional guna membangun pengakuan dan kepatuhan yang bersifat internasional. Dr. Muchamad Ali Safa'at, dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH-UB) mengemukakan hal ini dalam seminar "Kewajiban Internasional Indonesia di Bidang HAM". Kegiatan yang dipusatkan di gedung rektorat lantai delapan, Kamis (25/3) ini diselenggarakan dalam rangka memperingati dies natalies Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB ke-6. Pembicara lain yang turut hadir pula dalam kesempatan tersebut adalah Muktiono, SH, MPhil (dosen FH-UB) serta Arzaf F. Firman dari Direktorat HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri RI.
Dalam paparannya, Muktiono yang pernah mengenyam pendidikan HAM di Jenewa, Swiss ini menyampaikan bahwa HAM memuat beberapa prinsip diantaranya universal, tidak dapat dicabut dengan cara apapun, integral, kesetaraan serta tanpa diskriminasi. Indonesia, menurutnya memiliki pengalaman buruk terkait HAM seperti kasus Talangsari, kasus tanjung priok, pembredelan media, tragedi 27 Juli serta tragedi 98. Pengalaman buruk ini, menurutnya seringkali menjadi momok bagi Indonesia dalam proses diplomasi internasional.
Namun sejak 10 tahun silam, tepatnya ketika era reformasi dimulai, berbagai kemajuan luar biasa dialami Indonesia dalam menangani HAM. Dari segi hukum misalnya, Indonesia secara khusus memuat HAM dalam TAP MPR XVII/MPR/1998. Selain itu, melalui amandemen, HAM juga telah diatur dalam UUD 1945 Bab X Pasal 28a-j.
"Sebagai bagian dari dunia internasional, Indonesia juga telah meratifikasi beberapa konvensi internasional seperti anti diskriminasi hak-hak perempuan, anti diskriminasi ras, hak anak, hak ekonomi dan sosial budaya serta hak sosial dan politik", tandasnya. Hanya saja, menurut Muktiono, Indonesia merupakan penganut ajaran dualis yang memisahkan antara hukum internasional dengan hukum nasional sehingga apabila sebuah konvensi internasional belum diratifikasi, maka tidak bersifat mengikat bagi hukum nasional.
Sementara untuk konvensi internasional yang telah diratifikasi, maka Indonesia memiliki dua jenis kewajiban yaitu kewajiban tindakan dan kewajiban proses. "Kewajiban tindakan meliputi tindakan menghormati, melindungi dan memenuhi sementara untuk kewajiban proses terdiri atas anti diskriminasi, peran serta masyarakat dan kemajuan yang memadai", terangnya.
Terkait kewajiban ini, pada akhir paparannya, Muktiono mengkritisi trend penurunan penegakan HAM. "Trend hubungan internasional saat ini lebih cenderung memilih hal-hal yang bersifat realism daripada liberalism. Kunjungan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama ke China misalnya, lebih banyak membahas masalah politik dan ekonomi padahal di negara tirai bambu tersebut dunia internasional mencatat banyak sekali pelanggaran HAM", pungkasnya.
Sementara itu, Arzaf F. Firman dari Kementerian Luar Negeri, dalam paparannya menyampaikan mekanisme baru pertanggungjawaban yang harus dilakukan negara tanpa kecuali. Mekanisme yang disebut dengan Universal Periodic Review (UPR) ini adalah mengedepankan dialog sejati dan kerjasama, mengedepankan peningkatan kapasitas suatu negara dalam melaksanakan komitmen pemajuan dan perlindungan HAM mereka, tidak boleh memberatkan negara yang dikaji serta tidak tumpang tindih dan duplikasi dengan mekanisme yang lain. "Indonesia telah mengirimkan laporan melalui mekanisme UPR ini pada April 2008", ujar Arzaf. Secara mendetail, Ia pun menyebut berbagai konvensi internasional yang telah diratifikasi diantaranya International Convenant on Ecosoc Rights (ICESCR) dalam UU Nomor 11 tahun 2005 serta International Convenant on Civil and Political Rights (ICCPR) dalam UU Nomor 12 tahun 2005.
Kewajiban pelaporan treaty bodies dan UPR yang telah dilakukan Indonesia menurutnya memunculkan kewajiban untuk terus meningkatkan upaya kemajuan dan perlindungan HAM setiap Warga Negara Indonesia (WNI). "Dalam prosesnya upaya dan komitmen nasional merupakan keterpaduan seluruh upaya dan komitmen di tingkat propinsi, kabupaten dan kota sehingga mekanisme HAM daerah juga memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk memberikan kontribusinya", terang Arzaf.
Kendala serius yang dihadapi terkait hal ini adalah upaya komunikasi dan koordinasi dengan daerah dan lintas sektor yang seringkali mengalami hambatan. "Kementerian Luar Negeri kan tidak memiliki kantor di daerah sehingga untuk memonitor di lapangan seringkali mengalami hambatan", tandasnya.
Seusai kegiatan seminar ini, Arzaf F. Firman mewakili Kementerian Luar Negeri memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang ingin magang ataupun mencari referensi mengenai HAM untuk berhubungan langsung dengan institusinya. Selain itu, dalam kesempatan tersebut Kementerian Luar Negeri juga menyumbang beberapa buah buku bagi FISIP-UB. [nok]

UB Gagas Laboratorium Bayi Tabung
25 Maret 2010
Kehadiran pakar biologi reproduksi Monash University, Prof. Peter Temple Smith, tampaknya tidak disia-siakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB). Di ruang senat FK-UB, Kamis (25/3), Dekan dr. Samsul Islam, SPMK, MKes beserta Guru Besar bidang Reproduksi ternak, Prof. Dr.Sc.Agr Suyadi, MS membahas kerjasama antara kedua institusi dengan disaksikan beberapa dosen Obsetri dan Ginekologi, parasitologi, biologi, serta farmasi. Mereka membahas kemungkinan kerjasama antara UB dan Monash University dalam bidang pendidikan, penelitian serta pendirian laboratorium bayi tabung atau biasa disebut In Vitro Fertilization (IVF). IVF ini menurut rencana akan ditempatkan di Rumah Sakit Akademik Universitas Brawijaya (RSA-UB) yang saat ini tengah dibangun di bilangan Soekarno Hatta Malang.
Menuju upaya tersebut, UB mulai melakukan persiapan diantaranya dalam hal infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM). "Saat ini jumlah pakar embriologi di UB masih sangat terbatas. Oleh karena itu, pada tahapan awal ini kami berupaya menggandeng salah satu alumni embriologi Monash University, seorang dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang", ungkap Prof. Suyadi ketika diwawancarai PRASETYA Online.
Di Jawa Timur, menurut salah seorang dosen obsetri dan ginekologi FK-UB, dr. Sutrisno, penelitian mengenai hal ini baru dilakukan di Surabaya. "Selama ini kegiatan tersebut selalu melibatkan Surabaya pada tahapan embriologi, yang merupakan 20 persen tahapan terakhir", ujarnya. Tahapan proses bayi tabung itu sendiri, meliputi counseling, diagnosa, pemeriksaan serta treatment yang didalamnya termasuk pengambilan oozid dan sperma. "Hasil pengambilan oozid dan sperma ini kemudian akan dikirim ke Surabaya. Hal ini karena di Malang belum ada pakar yang menguasai embriologi", kata dia. Laboratorium IVF di RSA-UB sendiri nantinya akan melingkupi pelayanan medis dan penelitian. [nok]

Raker Tahunan UB
25 Maret 2010
Dalam rangka evaluasi Program Kerja Rektor Universitas Brawijaya (UB) tahun 2009 dan sosialisasi Program Kerja Rektor Tahun 2011 - 2015, Rektor UB menyelenggarakan Rapat Kerja Tahunan Universitas Brawijaya Tahun 2010. Raker yang berlangsung di Hotel Royal Orchids Garden Batu pada 29 - 30 Maret 2010 itu akan mengetengahkan lima materi yang meliputi, arahan Rektor, evaluasi program kerja Rektor tahun 2009, draft rencana strategis UB tahun 2011 - 2015, rencana induk World Class, Entrepreneurial University, dan potensi karya ilmiah perguruan tinggi. Para pemateri dalam sesi pemaparan yaitu Prof Dr Ir Bambang Guritno, Prof Dr Ir SM Sitompul, Prof Prof.Dr.Ir. Siti Chuzaemi, MS.
Tercatat lebih kurang 250 orang peserta yang terdiri dari antara lain para pembantu rektor, dekan, pembantu dekan, direktur, ketua program, ketua dan sekretaris lembaga, ketua UPT, Ketua PPA, para staf ahli, senat, ketua jurusan, dan ketua program studi. Selain dikemas dalam bentuk paparan, para peserta juga akan melakukan diskusi yang terbagi ke dalam enam kelompok komisi.
Komisi A membahas materi bidang kualitas pembelajaran dengan narasumber Prof Dr Agus Suman SE DEA dan Dr Drs Soebiantoro Apt MSc. Komisi B membahas tentang kualitas penelitian dengan narasumber Prof Dr Ir Siti Chuzaemi MS dan Dr Ir Budi Setyawan MS. Komisi C membahas materi ketenagakerjaan lulusan dengan narasumber Prof Dr Ir Arief Prajitno MS, Prof Dr Ir Woro Busono MS, Prof Dr Drs Abdul Hakim MSi, dan Taufiq Basjry Tuhepaly ST MT. Bidang Entrepreneurial University akan dibahas di Komisi D dengan narasumber Prof Dr Abdul Juli Andi Gani MS, Dr Ir Achmad As’ad Sonif MT dan Prof Masruchin Ruba’i SH MS. Bidang Pencitraan Internasional merupakan materi yang dibahas di Komisi E. Bertindak sebagai narasumber dalam Komisi E, Ir Sarwiyono MAgr St dan Prof Dr Ir Ifar Subagiyo MAgr St. Sementara Komisi F akan membahas materi Road Map World Class Entrepreneur dengan narasumber Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS.[nun]

Mahasiswa FPIK UB Presentasi di Hadapan DPR RI
25 Maret 2010
Pemuda Indonesia bukan hanya harus bangga dengan NKRI tapi juga memiliki mindset maritim. Dulunya pada era Soekarno, Indonesia dipandang sebagai negara yang memiliki kekuatan angkatan laut di Asia Tenggara. Namun seiring bergantinya tampuk kekuasaan bergeser pula pola kebijakan pemerintah. Itulah sebagian presentasi yang disampaikan oleh Slamet Budi Cahyono, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) yang saat ini menjabat Koordinator Kapal Pemuda Nusantara (KPN) dihadapan komisi IV dan X DPR-RI, Kamis (28/01) dalam rangka pengajuan anggaran KPN 2010.
KPN merupakan salah satu program unggulan Kementrian Pemuda dan Olahraga khususnya Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda. Kegiatan ini merupakan upaya memberikan pencerahan bagi para pemuda Indonesia tentang betapa potensialnya nilai-nilai dunia bahari jika diberdayakan lebih optimal dan serius.
Untuk KPN 2010 Budi menyampaikan, peserta akan mengikuti program mulai 22 Juli hingga 8 Agustus 2010 dengan rute Jakarta - Semarang - Wakatobi. Selama di Jakarta peserta akan mendapatkan materi penguatan wawasan nusantara yang pematerinya diambil dari Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional) dan TNI-AL. Menuju ke Semarang, bertempat di kampus Universitas Diponegoro, peserta diberi fasilitas untuk mengkaji beberapa karya tulis yang terpilih bersama akademisi. Terakhir perjalanan ke Wakatobi merupakan kesempatan peserta untuk mengaplikasikan salah satu karya tulis yang terpilih. Karena mengambil tempat di Wakatobi kegiatan yang akan dilakukan mengusung tema ecotourism.  Wakatobi dipilih karena dikenal sebagai tempat wisata dunia bawah laut terbaik sedunia. Selebihnya peserta akan tinggal di Banda Naira. Banda Naira dipilih karena program KPN bertepatan dengan kegiatan Sail Banda 2010 yang akan diselenggarakan 27 Juli sampai dengan 8 Agustus 2010.
Beragam kegiatan Sail Banda 2010 diantaranya kejurnas olahraga perairan, lomba memancing, turnamen selam internasional, seminar internasional tentang pulau kecil, konferensi kerjasama Indonesia - Australia, seminar internasional tentang sagu dan bumbu-bumbu masakan bagi kesehatan, ekspo makanan laut, dan masih banyak lagi.
Pendaftaran
Budi menuturkan, selama dua tahun yaitu 2008 dan 2009 mahasiswa UB mewakili propinsi Jawa Timur sebagai peserta KPN. Menurut Budi, kesempatan ini merupakan peluang bagi mahasiswa UB mendapatkan pengalaman terutama dunia bahari. Oleh karena itu dalam kunjungannya ke Humas UB, Senin (22/03), Budi mengundang secara khusus mahasiswa UB untuk bergabung dengan program KPN 2010.
Persyaratan peserta KPN 2010 Warga Negara Indonesia berusia 20 s/d 27 Tahun, sehat jasmani rohani dibuktikan dengan surat keterangan dokter, minimal lulus SLTA, bagi mahasiswa dan pegawai harus dibuktikan dengan surat izin cuti, belum menikah, tidak merokok, bisa berenang, tinggi dan berat badan minimal: Putri 155 cm/45 kg, Putra 160 cm/50 kg, belum pernah mengikuti kegiatan KPN yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga atau Kementerian Pendidikan Nasional, berminat dalam bidang kelautan ditunjukan dengan membuat proposal usaha mengenai potensi kelautan di daerahnya, memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik dibuktikan melalui tes lari 2400 meter dengan durasi untuk Putri 13,81 - 15,5 menit, Putra 10,46 - 12 menit yang akan dilaksanakan oleh panitia pusat. Persyaratan administratif berupa fotokopi KTP yang masih berlaku, fotokopi ijasah, izin tertulis dari orangtua/instansi tempat bekerja, proposal kegiatan mengenai potensi kelautan di daerah masing-masing, dan pas foto 3 X 4 sebanyak 4 lembar. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Dinas Pemuda dan Olahraga atau Dinas/ Badan/Biro yang menangani kepemudaan tingkat propinsi masing-masing di seluruh Indonesia. Persyaratan diserahkan paling lambat 10 Mei 2010.[ai]

Festival Jazz Berakhir Semalam
25 Maret 2010
Diawali oleh penampilan homeband Fakultas MIPA "The Scientic" yang membawakan lagu Fariz RM "Barcelona", Festival KHARISMA XV "Brawijaya Jazzy Going" dimulai Rabu (24/03) di Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB). Festival tahunan yang diselenggarakan Unitas Aktifitas Band (UAB) UB ini padat didatangi pengunjung. Sejumlah 300 kursi yang disediakan panitia penuh, bahkan tak sedikit penonton yang harus rela berdiri ataupun duduk bersila. Namun begitu, para penonton tetap tampak menikmati alunan jazz yang dibawakan homeband perwakilan setiap fakultas.
Festival menjadi semakin meriah karena panitia juga mengkompetisikan supporter terbaik. Seperti ketika homeband FISIP "Socialize" tampil menghentak dengan lagu "Conga" Gloria Estefan. Supporter FISIP pun turut melambaikan tangannya dan bergoyang mengikuti irama. Namun, tampaknya bermain dengan tempo cepat menjadi kelemahan hampir seluruh peserta. Hal ini dikomentari oleh Mukhtar Effendi, ketua juri yang berpendapat bahwa hampir setiap peserta semakin lama bermain dengan tempo yang semakin cepat. Namun, ia yakin hal ini bisa diminimalisir dengan latihan yang intensif dan memperbanyak jam terbang.
Sesuai janji panitia yang akan menampilkan venue yang eksklusif, sejak memasuki lobi penonton disambut oleh grand piano sebagai simbol KHARISMA XV. Kemudian di sepanjang lobi berjejer foto-foto musisi jazz kawakan dari dalam dan luar negeri seperti Alfa Secioria, Belawan, Benny Goodman, Luis Armstrong, Oscar Emmanuel Peterson, dan Charlie Parker. Memasuki hall, seluruh dinding didominasi warna merah marun dan putih tulang. Selain itu di pintu masuk ada panggung kecil yang disediakan panitia untuk klinik musik.
Setelah seharian Festival KHARISMA XV digelar akhirnya pada Big Show yang menampilkan "Orange Band" diumumkan pemenang tahun ini dari FTP, pemenang kedua FT, dan FISIP di tempat ketiga. Sedangkan the best performance terdiri dari the best vocalist Fenty D. & Ade Yanuar (Fakultas Teknologi Pertanian), the best guitarist : Wendy Dwi Putranto (Fakultas Teknologi Pertanian), the best bassist : Rendra Wahyudi (Fakultas Ekonomi), the best keyboardist : Anggakara Y. P (Fakultas Teknik), the best drummer: Haney Theodore (Fakultas Teknologi Pertanian). Untuk penampilan supporter terbaik diraih oleh FIA. [ai]

APIS 2010: Mengembangkan Peternakan Berkelanjutan
24 Maret 2010
Merayakan dies natalies Universitas Brawijaya (UB) ke-47, Fakultas Peternakan menyelenggarakan Animal Production International Seminar (APIS) 2010. Dipusatkan di gedung widyaloka (23-24/3), kegiatan ini mengambil tema Prospects and Challenges of Animal Production in Developing Countries in The 21st Century". Kegiatan ini diikuti berbagai elemen yang berkecimpung di dunia peternakan seperti akademisi, mahasiswa program sarjana dan pascasarjana, peneliti, birokrat serta praktisi dari seluruh Indonesia. Pembicara yang berkompeten pun didatangkan dari berbagai negara. Mereka adalah Prof. Dr. E.R. Orskov (The University of Aberdeen Scotlandia), Prof. Dr. Zaenal Bahrudin, PhD (Direktorat Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian Kementerian Pertanian RI), Prof. Zainal Jelan dan Prof. Abdul razak Alimon (Universiti Putra Malaysia), Prof. Dr. Peter Temple Smith (Monash University Australia), Cynthia D.K. Bottema, PhD (University of Adelaide, Australia).
Bermacam kegiatan, menurut Ketua panitia, Prof. Dr. Sc. Agr. Ir. Suyadi, MS menyertai seminar internasional ini diantaranya adalah diskusi panel yang terbagi dalam beberapa kelompok isu yaitu bioteknologi reproduksi, nutrisi dan pakan ternak, produksi ternak serta pengolahan hasil peternakan. Selain itu, panitia juga menyediakan technical tour ke beberapa kawasan seperti Balai Benih dan Inseminasi Buatan (BBIB Singosari), Laboratorium lapang Fakultas Peternakan Sumber Sekar Malang serta Unit Pengolahan Susu Koperasi Setia Kawan Pasuruan.
Perlu Kolaborasi ABG
"Kolaborasi antara Academician-Businessmen-Government (ABG) merupakan salah satu strategi untuk memperkuat pengembangan dan pemasaran produk hasil pertanian", ungkap Prof. Zaenal dalam Paparannya. Ketua Dirjen P2HP yang juga dosen UGM ini mengemukakan, dengan semangat "Unity in target, Diversity in Budget", masing-masing komponen dalam kolaborasi tersebut memiliki peran yang signifikan. Pemerintah misalnya, berperan dalam penguatan kelembagaan, infrastruktur, ekonomi makro serta penyediaan pendidikan dan kesehatan primer. Sementara itu, akademisi bergerak dalam pendidikan tinggi dan pelatihan, penyiapan inovasi teknologi serta pengusaha pada efisiensi pasar. Kolaborasi ini juga, menurut Zaenal akan menjadi alat untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia yang saat ini berada di posisi 51 dari 127 negara dimana untuk posisi teratas diduduki oleh negara-negara dari Benua Eropa yaitu Switzerland, Finlandia, Swedia dan Denmark.
Menuju negara yang berbasis pada agroindustri, Zaenal memiliki harapan besar terhadap peran perguruan tinggi. "Melalui penelitian dan inovasi teknologi, perguruan tinggi diharapkan dapat mengelola keanekaragaman hayati Indonesia menjadi produk agroindustri yang memiliki nilai dan daya saing tinggi", kata dia. Diantara teknologi yang perlu digenjot terkait hal ini, menurutnya adalah teknologi paca panen, pengolahan hasil, pengemasan serta peningkatan kualitas. Dengan pola "Integrated Rural Agroindustry", pembangunan pertanian Indonesia menurutnya tidak lagi berbasis komoditas melainkan produk. Beberapa produk pertanian Indonesia yang memiliki daya saing adalah padi, jagung, kedelai, gula dan daging sapi untuk kelompok pangan. Sementara untuk produk yang berorientasi ekspor adalah coklat, kopi, karet, rempah-rempah, teh, kelapa sawit, telur, daging ayam, biofarmasi, sayur dan buah-buahan tropis, telur. Diakhir presentasinya, Zaenal pun memaparkan keberhasilan kolaborasi ABG di Indonesia, diantaranya pada unit pengolahan dan pemasaran susu terpadu di Sukabumi, pemasaran dan agroindustri coklat serta pengembangan dan pemasaran produk Modified Cassava Flour (Mocaf) di Jawa Timur.
Berkelanjutan
Dikotomi antara negara maju (developed countries) dan negara berkembang (developing countries) memunculkan kesenjangan di berbagai belahan dunia. Karena kesenjangan tersebut, negara berkembang pun kemudian berkeinginan untuk tumbuh dan berkembang persis sama dengan negara maju. "Padahal tidak semua model yang ada pada negara maju itu benar sehingga patut ditiru secara total", ungkap Prof. Orskov dalam presentasinya. Secara khusus ia pun kemudian menyampaikan autokritik terhadap beberapa pola pertanian dan peternakan modern yang menurutnya jauh dari terminologi keberlanjutan. Beberapa hal yang ia kritik adalah pemanfaatan pestisida, herbisida, ketergantugan yang tinggi terhadap minyak bumi, serta pola pertanian monokultur yang banyak dikembangkan di banyak negara maju. "Dengan pola yang tidak sustainable tersebut, seharusnya negara berkembang bertindak kritis dan bukan hanya meniru saja", ungkap Orskov. Dengan tingginya mata pencaharian masyarakat negara berkembang di bidang pertanian, Asia dan Afrika misalnya yang mencapai 40-60 persen, ia mengajak untuk mengembangkan pola-pola pertanian berkelanjutan yang disebutnya "Total Resource Management". Prinsip pengembangan pertanian model ini adalah melibatkan kolaborasi peternakan dan pertanian seperti menanam rumput diantara perkebunan sawit dan membiarkan sapi mencari pakan disana. "Indonesia memiliki sekitar 5 juta hektar perkebunan sawit. Jika dua ekor sapi saja dilepaskan pada satu hektar perkebunan, maka seharusnya Indonesia tidak impor daging", ungkap Orskov menjawab keprihatinan yang ada di Indonesia.
Hal yang sama juga disampaikan Prof. ZA Jelan yang mengangkat peternakan domba dan kambing. "Sepuluh tahun terakhir ini, beberapa negara di Asia Tenggara seperti Malaysia banyak mengimpor kambing dan domba untuk meningkatkan potensi industri dagingnya. Kambing dan domba ini telah dikembangkan sifat-sifat genetisnya untuk kepentingan ekonomi seperti jumlah dan kualitas daging", ungkap Jelan. Untuk kepentingan ekonomi ini, pengembangan ternak tersebut di Malaysia dikelola secara intensif dengan pakan dan model pemberian pakan yang berbeda dengan negara asalnya, dimana mereka hanya dilepaskan begitu saja. "Dengan model penanganan intensif ini, biaya pakan pun melambung tinggi", terangnya. Berkaitan dengan hal tersebut, ia pun mengembangkan pakan lokal serta tanaman tropis yang dapat dimanfaatkan untuk kambing dan domba seperti mulberry, jerami padi, daun tebu dan kelapa sawit, serta beberapa limbah industri pengolahan sawit.
Pemateri lainnya, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo dalam paparannya membahas pangan hewani fungsional yang saat ini tengah marak dikembangkan menggunakan teknologi modern seperti susu probiotic, dll. [nok]

Kuliah Tamu Kesehatan Masyarakat Veteriner PKH-UB
24 Maret 2010
Program Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (PKH-UB), Rabu (24/3) menyelenggarakan kuliah tamu Kesehatan Masyarakat Veteriner. Kegiatan yang dipusatkan di Ruang B8 Program Pasca Sarjana (PPS) UB ini menghadirkan dosen dari Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH-Unair), Dr. Hario Puntodewo Siswanto, drh. MAppSc. Dalam paparannya, ia mengangkat tema "Peran Dokter Hewan dalam Kesehatan". Menurutnya, konsep "One World One Health" melingkupi 12 prinsip utama yakni 1). Mengetahui bahwa ada hubungan yang sangat penting antara manusia dan hewan yang dapat menimbulkan zoonosis, 2). mengetahui penggunaan tanah dan air apabila terdapat pergeseran yang dapat menyebabkan penyakit, 3). menjaga kelangsungan/kesehatan hewan liar, 4). mengetahui program kesehatan manusia yang nantinya dapat menjadikan pendorong bagi kesehatan manusia dan hewan, 5). Pendekatan secara holistik dan kedepan secara menyeluruh tidak boleh terputus, 6). Mencari peluang untuk bisa mempersatukan semua biodiversity (keanekaragaman hayati) untuk kelangsungan manusia dan hewan, kelestarian hutan sebagai penyedia tanaman obat bagi kesehatan manusia dan hewan, 7). Mengurangi keinginan dan membuat peraturan perundang-undangan yang lebih baik untuk melindungi satwa liar menjaga populasi, mencegah/mengurangi penularan penyakit satwa liar. 8). Membatasi perburuan yang dilakukan secara liar, 9). Sarana dan prasarana yang memadai untuk memperluas cakrawala/ cagar alam dalam hal ini pemikiran manusia sangatlah penting, 10). Pendekatan secara sosial akan dapat lebih meningkatkan hubungan manusia dan hewan, 11). Pendekatan yang dapat memperkuat/mendukung berbagai perbedaan tempat saling bertukar informasi dalam suatu sistem OWOH (One World One Health), 12). Pendidikan yang baik mampu menjelaskan pentingnya hubungan antara kesehatan manusia dengan kesehatan hewan.
Pada akhirnya sangat penting bagi dokter hewan untuk mampu menganalisa penyebab terjadinya penyakit baik penyakit yang bersumber dari makanan hewan maupun virus, parasit, infeksi, intiksikasi makanan (pangan asal hewan yang disebabkan oleh toksin bakteri yang memiliki dampak yang fatal bagi manusia) maupun secara analisa kimia. Turut hadir dalam kuliah tersebut, dosen pengampu PKH-UB. [@nd/nok]

Kompor UB 16 S Dipercaya Menunjang Desa Mandiri Energi
24 Maret 2010
Kompor UB 16 S kembali dipercaya oleh Ditjenbun Kementrian Pertanian pada tahun anggaran 2010 sebagai kompor berbahan bakar nabati dalam rangka menunjang Desa Mandiri Energi berbasis jarak pagar. Dosen Universitas Brawijaya yang menciptakan kompor jenis ini, Dr. Ir. Eko Widaryanto, MS diundang sebagai pembicara pada acara Workshop  Pengembangan Jarak Pagar dan Jambu Mete yang dilaksanakan oleh Direktorat Jen-deral Perkebunan Kementrian Per-tanian di Cipayung Bogor pada tanggal 18-20 Maret 2010. Dalam acara ini  Dr. Ir. Eko Widaryanto, MS membawakan makalah berju-dul "Upaya Peningkatan Hasil dan Pemanfaatan Tanaman Jarak Pa-gar".
Dalam acara tersebut disosiali-sasikan pula tentang pemanfaatan biji jarak sebagai bahan bakar kompor UB 16 S dan kompor UB 16 BE yang berbahan bakar bio-ethanol. Kompor berbahan bakar bioethanol tersebut pada masa mendatang dimungkinkan akan dipakai sebagai kompor bioethanol yang berbasis jambu mete.
Kompor yang akan digunakan adalah generasi kedua dari kompor biji jarak UB 16, yaitu tipe UB 16 S. Kompor UB-16 S merupakan kompor yang dapat menggunakan bahan bakar nabati seperti jarak pagar, kopra kelapa, nyamplung, biji karet, kelapa sawit gelondong , biji kapok randu dan briketnya. Kelebihan dari kompor generasi kedua ini adalah pengguna tidak perlu lagi mengangkat alat memasak dan cukup mengambil bagian bawah dari kompor untuk mengisi bahan bakarnya, kelebihan lain dari kompor ini adalah bahan bakar seukuran glondong kelapa sawitpun bukan menjadi kendala.
UB 16 S mempunyai kualitas nyala api yang jauh lebih bagus disbanding UB 16, sebagai contoh : bahan bakar  biji jarak kupasan/kernel (biru 100%), biji jarak tanpa kupas (biru 80-90%), briket biji jarak bentuk kapsul (biru 100%), kelapa sawit glondong (biru 100%), biji karet kupasan (biru 90%). [eko/fjr]

Malam Kesenian Dies 47 UB
24 Maret 2010
Sebagai puncak peringatan Dies Natalis Universitas Brawijaya ke 47, Jum'at malam (26/3) akan diselenggarakan Malam Kesenian di Gedung Widyaloka UB. Kegiatan ini akan dimeriahkan oleh penampilan para juara tari, lawak serta keroncong baik di tingkat UB maupun SLTA, penampilan campursari PERTAMINA, home band serta tak ketinggalan penampilan spesial dari Dorce, seorang artis multitalenta yang diundang langsung oleh pihak Panitia Dies Natalis UB ke 47.
Direncanakan, Home Band UB akan tampil sebagai pembuka Malam Kesenian dengan lagu-lagu populer. Tari akan dipertunjukkan oleh penari dari Fakultas Ilmu Administrasi. Tim lawak dari Fakultas Peternakan yang keluar sebagai juara pertama Lomba Lawak Antar Fakultas, akan mengetengahkan komedi dengan judul Ande-ande Lumut. Sementara pertunjukan keroncong akan dibawakan oleh Osca Febrian Bayu Vinada dari SMA Negeri 9 Malang dan Rezi Redianita Pratomo dari SMUN 4 Malang sebagai juara pertama kategori putra dan putri Festival Keroncong tingkat SLTA.
Pada kesempatan itu juga akan diumumkan pemenang beragam lomba yang telah diselenggarakan oleh Panitia Dies Natalis UB ke 47 dan akan diundi doorprize dengan hadiah diantaranya netbook, televisi, kulkas, telepon seluler dan hadiah utama sepeda motor.[nun]

Recruitment PT. LG Electronics Indonesia di UB
23 Maret 2010
Salah satu perusahaan elektronik terkemuka yang berpusat di Korea Selatan, PT. LG Electronics Indonesia, selama dua hari, Senin-Selasa (22-23/3) mengadakan recruitment tenaga baru di Universitas Brawijaya (UB). Melalui recruitment kali ini, pengusung brand LG tersebut membutuhkan tenaga untuk ditempatkan dalam posisi Research and Development (R & D) Supervisor. Kualifikasi yang ditetapkan diantaranya laki-laki dengan umur tidak lebih dari 28 tahun, lulusan sarjana teknik mesin, teknik elektro dan teknik industri, menguasai pemrograman 3D terutama AUTOCAD dan Uni Graphics, mempunyai pengetahuan tentang sistem pendinginan, lancar berbahasa Inggris serta bersedia ditempatkan di Tangerang.
Pada kesempatan yang sama, LG juga me-recruit tenaga kerja melalui beasiswa ikatan dinas kepada mahasiswa jurusan Akuntansi dan Teknik Mesin. Bagi mahasiswa jurusan akuntansi, begitu lulus mereka akan langsung bekerja di posisi internal audit, akuntansi ataupun sales administration, sementara untuk jurusan teknik mesin, mereka akan ditempatkan pada posisi R & D supervisor. Untuk program beasiswa ikatan dinas ini, persyaratan yang ditetapkan adalah mahasiswa laki-laki semester VII/VIII dengan IPK minimal 3.00, lancar berbahasa Inggris, siap dilatih selama satu tahun, tidak sedang bekerja atau menerima beasiswa dari institusi lain, serta bersedia ditempatkan di Tangerang. Menguasai komputer terutama pemrograman 3D seperti AUTOCAD atau Uni Graphics merupakan persyaratan khusus yang ditetapkan bagi mahasiswa teknik mesin. Selain itu, kepada para pelamar ditekankan juga kemampuan untuk bekerja secara teamwork, memiliki dedikasi dan tanggungjawab, serta mampu bekerja dengan pengawasan minimal. Bantuan dan beasiswa yang diberikan LG meliputi uang saku bulanan Rp. 1 juta, bantuan skripsi sebesar Rp. 3 juta, bimbingan karir serta jaminan bekerja di LG setelah lulus.
Melalui Job Placement Centre (JPC), sebanyak 44 pelamar dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti tahapan recruitment yang meliputi psikotes, interview dalam Bahasa Inggris dengan Human Resource Development (HRD), serta interview dengan user.
Diwawancarai PRASETYA Online, HR Director PT. LG, Chairul Hamdani, mengungkapkan bahwa  pihaknya telah menyelenggarakan program beasiswa ikatan dinas sejak tahun 2004. "Kami memilih model ini sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) disamping untuk memilih kandidat yang terbaik sejak dini. Kami sangat menyadari tingginya persaingan antar institusi dalam memilih Sumber Daya Manusia (SDM) yang berbakat, sehingga melalui beasiswa ikatan dinas ini kami berupaya agar tidak terlewatkan dalam persaingan tersebut", ujar Chairul yang menyelesaikan program magister SDM di South Eastern Louisiana University, Amerika Serikat. Dari model seperti ini, menurut Chairul, pihaknya mengaku mememiliki beberapa keuntungan diantaranya mendapatkan kandidat berbakat jauh sebelum persaingan dimulai.
"Mereka yang lolos dalam program ini tentu akan merasa bangga karena telah diterima bekerja sebelum lulus", tambah alumni Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran ini.
Dalam keterangannya, Chairul menyampaikan bahwa selain di UB recruitment ini juga diselenggarakan di UGM, Undip dan ITS untuk memenuhi sekitar 100 lowongan. Dari pengalamannya menjalankan recruitment dibeberapa tempat tersebut, kepada PRASETYA Online ia pun menjelaskan bahwa mahasiswa UB memiliki kemampuan berbahasa Inggris lebih baik daripada mahasiswa UGM. Selain itu, ia juga menyanjung pengalaman organisasi para pelamar yang menurutnya sangat positif. "Kepada para pelamar saya selalu menekankan pentingnya pengalaman organisasi dan tidak cukup hanya Indeks Prestasi Kumulative (IPK) saja", tambahnya. Karena menurutnya, dalam dunia kerja dibutuhkan SDM yang kreatif, pro aktif dan mampu bekerjasama dalam tim, dimana semua itu diperoleh dalam berbagai organisasi yang diikuti sewaktu mahasiswa. Selain pengalaman organisasi, hal yang selalu ditekankan Chairul adalah kesediaan untuk selalu meningkatkan pengetahuan melalui berbagai media. "Jika mahasiswa hanya belajar dari buku teks saja, maka itu sangat kurang karena buku teks itu sifatnya off solid, tanpa pengembangan sejak ia diterbitkan. Selebihnya mereka dapat meng-up grade dari internet ataupun film", ujarnya. "Melalui film kita juga dapat belajar banyak lho. Dalam Apollo 13th misalnya, penonton diajak untuk belajar leadership", tambah pria yang bekerja di PT. LG sejak 2 tahun silam ini.
Hal lain yang unik dari recruitment PT. LG ini, mereka menggunakan tahapan yang sangat ringkas yaitu psiko tes dan interview saja. Ditanya mengenai hal ini, ia pun berujar, "Pada tahapan recruitment kita tidak akan dapat menggali banyak hal dari pelamar selain emotional quotient dan intelligent quotient saja. Dan itu sudah terlihat dari psiko tes serta interview". [nok]

Batas Penerimaan Proposal Hibah Kompetitif Strategis Nasional Diundur
23 Maret 2010
Sehubungan dnegan suratdari DP2M-Ditjen Dikti-Kementrian Pendidikan Nasional No:405/D3/PL/2010, maka batas penerimaan proposal hibah kompetitif strategi nasional diundur sampai dengan tanggal 16 April 2010.
Ketentuan-ketentuan tema penelitian adalah sebagai berikut: 1).Pengentasan Kemiskinan; 2). Perubahan Iklim dan keregaman hayati; 3).Energi baru dan terbarukan; 4). Ketahanan dan keamanan pangan; 5). Kesehatan, penyakit tropis, gizi & obat-obatan; 6). Pengelolaan dan mitigasi bencana; 7). Integrasi nasional, dan harmoni sosial; 8). Otonomi daerah dan Desentralisasi; 9). Seni dan Budaya/industri kreatif; 10). Infrastruktur, transportasi dan teknologi pertahanan; 11). Teknologi Informasi dan Komunikasi; 12). Pembangunan manusia dan daya saing bangsa.
Maksimum biaya untuk 1 (satu) judul usulan sebesar Rp 100 juta pertahun (max. 2 tahun). Format Usulan mengacu pada Panduan Hibah Kompetitif Penelitian Strategis Nasional dan begitu juga Lembar pengesahan proposal yang merupakan kelengkapan dari proposal HARUS DIISI dan DICETAK dari program Ditjen Dikti - DP2M 2010 dapat dilihat pada www.dp2m-dikti.net. atau mengcopy di Subbag Program LPPM-UB.
Diinformasikan kepada para dosen yang mengirimkan proposal sesuai dengan 12 tema tersebut, dengan catatan dosen yang bersangkutan bukan penerima Hibah Strategis Nasional di Perguruan Tinggi dan penerima Hibah Penelitian DP2M lainnya serta Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat di tahun 2010.
Perlu kami ingatkan kembali bahwa seorang peneliti hanya diperbolehkan sebagai ketua dan sebagai anggota di dua kegiatan penelitian ataupun Pengabdian Kepada Masyarakat pada skim yang berbeda dan berasal dari skim penelitian DP2M. Proposal dicover warna kuning janur, sebanyak 5 (lima) eksemplar dan softcopy data base pengusul dikirimkan ke Subbag Program LPPM-UB.[fjr]

YES UB adakan Shell Livewire Bright Ideas
23 Maret 2010
Young Entreprenur Society (YES UB) akan menyelenggarakan acara ShellLivewire Bright Ideas Workshop. Acara akan dilaksanakan pada Sabtu, 27 Maret 2010 di Meeting Room Gedung Inbis UB.
Acara ini akan dikemas dalam bentuk talkshow dan dynamic discussion group yang diawali dengan pemberian materi soal berpikir kreatif. Rencananya, acara ini akan menghadirkan Social Investment Manager PT. Shell Indonesia Sri Endah, trainer inspirasi Ridwan Abadi, dan para pemenang Shell Livewire tahun sebelumnya.
Livewire adalah program investasi sosial / corporate social responsibility dari Shell International yang bertujuan untuk memacu semangat kewirausahaan dan memacu perkembangan usaha yang telah dimulai oleh anak muda di negara-negaratempat Shell beroperasi. Program ini dirintis oleh Shell International sejak 1982 dan kini telah dilaksanakan di lebih dari 25 negara. Di Indonesia sendiri sudah dilaksanakan sejak 2003. [fjr]

Bimbingan Teknis Penyusunan Anggaran
22 Maret 2010
Universitas Brawijaya (UB)  menyelenggarakan "Bimbingan Teknis Penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja Tahun Anggaran 2011". Acara ini bertempat di Guest House UB pada Sabtu (20/03). Warkum Sumitro, SH., MH selaku Pembantu Rektor II membuka acara ini yang diikuti oleh sekitar 100 orang peserta terdiri dari Pembantu Dekan II, Kepala Tata Usaha , Kasubbag. Keuangan, PUMK Fakultas, Direktur FIKH, Sekretaris Fokasi dan Kepala Bagian di lingkungan Kantor Pusat (UB).
Materi disampaikan oleh Hendra Setiawan, SE., MM dan Santori, SE.,MM yang keduanya dari Dirjen Anggaran Direktorat Anggaran II Departemen Keuangan (Depkeu). Materi yang disampaikan yaitu Kebijakan Penganggaran Tim Dirjen Anggaran (Memantapkan Reformasi Penganggaran), Kebijakan Alokasi Anggaran Tim Dirjen Anggaran dan Penyusunan RKA-KL, serta Teknik Penyusunan Kerangka Tim Dirjen Anggaran Acuan Kerja (TOR) dan Rincian Anggaran Biaya (RAB).[wid]

Geliat KHARISMA XV
22 Maret 2010
Siang itu suasana halaman parkir Student Center Universitas Brawijaya (UB) tidak seperti biasanya. Dentuman musik terdengar dari pukul 10.00 WIB dibarengi kerumunan mahasiswa yang datang bergantian. Hari itu, Senin (22/03), Unit Aktivitas Band UB (UAB-UB) menggelar Road to KHARISMA (RTK) kedua yang menampilkan enam fakultas yaitu FT, Fisip, FTP, Fapet, FE, FIA. Setiap homeband fakultas menyanyikan dua lagu sebagai contoh, FT yang tampil dengan empat vokalisnya menyanyikan lagu "Semangat Baru" dan "Jomblowati". Para penonton yang mendengar ikut menggoyang-goyangkan kepala mengikuti rentak irama jazz yang dimainkan.
Destiana Ayu mahasiswa FTP 2008 yang saat itu datang bersama teman-temannya mengapresiasi positif terselenggaranya RTK. " Saya sih biasa aja dengan jazz yang penting enak didengerin tapi acara ini cukup menghibur " ujarnya diamini oleh teman-temannya.
Jazzy Going
KHARISMA XV yang akan digelar di Samantha Krida Rabu, 24 Maret 2010, dan dimulai dari pukul 10.00 WIB ini akan menampilkan performa dari Homeband UB, Homeband family, BUSC (Brawijaya University Student Choir), Unitantri UB dan pada acara pamungkas, Big Show yang diselenggarakan pada malam harinya penonton akan disuguhi kolaborasi keempatnya. Demikian disampaikan Rendi Suseno Ketua Pelaksana KHARISMA XV " Brawijaya Jazzy Going". Selain itu festival kali ini akan diramaikan lomba fotografi, music clinic, atraksi Jimbe Community dan Orange Band. Rendi mengatakan lomba fotografi dilakukan dengan bentuk rally photo. "Peserta akan mengambil objek gambar pada saat acara berlangsung denga tema KHARISMA XV dan pemenangnya langsung akan diumumkan pada saat Big Show, " ungkapnya. Pendaftaran untuk lomba fotografi dibuka hingga hari  pelaksanaan KHARISMA XV. Sedangkan music clinic akan menampilkan tiga alat musik yaitu gitar, bass dan drum. Music clinic merupakan ajang musisi berbagi teknik bermain musik yang dimilikinya serta menunjukkan kebolehannya bermain alat music tertentu, sesi ini juga akan memberikan kesempatan kepada penonton untuk berdiskusi dengan musisi. Music clinic KHARISMA XV akan menghadirkan musisi Malang yaitu Norman (C4) bermain gitar, Ryan (Bass Community) bermain bass dan Deni (Arema Voice) bermain drum. "Di akhir music clinic, ketiga musisi ini akan berkolaborasi," tandas Rendi.
Selain music clinic, penonton juga akan disuguhi penampilan Jimbe Community dari Malang. Komunitas yang menjadikan Stasiun Kota Baru Malang sebagai tempat berkumpulnya ini akan menyajikan beberapa repertoar dengan alat tradisional yang berasal dari Afrika, Jimbe. Selain itu akan ditampilkan juga band yang beraliran acid jazz yaitu Orange Band (Surabaya).[ai]

Bahas Kurikulum, Perwakilan UKy Berkunjung Ke UB
22 Maret 2010
Dua orang perwakilan University of Kentucky (UKy), Lexington Amerika Serikat yaitu Susan Carvalho (Associate Provost for International Programs) serta Nancy Brown Johnson (Undergraduate Resources Center, Gatton College of Business and Economic UKy) berkunjung ke Universitas Brawijaya (UB). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut kerjasama antara kedua institusi yang akhirnya sepakat untuk diperpanjang hingga tahun 2014 mendatang. Di ruang kerjanya, Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito menerima keduanya dengan didampingi Prof. Dr. Ir. Liliek Sulistyowati (Ketua Program Double Degree), Agus Suharyanto, PhD (koordinator kerjasama wilayah Amerika Serikat) serta Eko Ganis Sukoharsono, SE, M.Com (Hons), PhD (Fakultas Ekonomi UB).
Diwawancarai PRASETYA Online, Susan Carvalho menyampaikan bahwa kunjungannya kali ini untuk membahas penyesuaian kurikulum antara kedua institusi. Dalam pertemuan sebelumnya yang diwakili oleh Prof. Michael Reed, telah tercetus gagasan untuk menyelenggarakan program double degree yang dikemas dalam konsep 2+2 dan 3+1+1.
Dalam program 2+2, yang diperuntukkan bagi program sarjana, mahasiswa akan menempuh pendidikan selama dua tahun di UB dan 2 tahun di UKy sehingga ia akan memperoleh gelar sarjana dari dua perguruan tinggi ini. Sementara untuk program 3+1+1, mahasiswa akan menempuh program sarjana selama 3 tahun di UB, dilanjutkan 1 tahun program sarjana di UKy. Jika yang bersangkutan memenuhi kualifikasi, maka akan langsung mendapat kesempatan untuk menempuh program Master selama satu tahun, terutama pada program Master in Business Administration (MBA) dan Master of Accounting yang masing-masing programnya memang berjalan selama 11 bulan dan 12 bulan.
"Untuk mengawali program ini, kami ingin memfokuskan diri pada Fakultas Ekonomi dulu yang memang tidak memiliki perbedaan signifikan dalam kurikulum. Hanya saja antara keduanya memang berbeda dalam nama", ungkap Susan. Selain itu, kedua institusi juga telah terakreditasi oleh Associate to Advanced Collegiate School of Business (AACSB) sebuah lembaga akreditasi tertua untuk Sekolah Bisnis dan Ekonomi milik Amerika Serikat. Untuk selanjutnya, mereka menginginkan program yang sama juga dijalankan di Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas MIPA, dll. Selain UB, perguruan tinggi lainnya yang juga mendapat kesempatan semacam ini adalah Universitas Syiah Kuala Banda Aceh serta Universitas Lampung.
Penyesuaian kurikulum ini, menurut Susan, dimaksudkan untuk memudahkan mahasiswa yang mengikuti program double degree tersebut, sehingga kesenjangan antara kedua institusi semakin kecil.
Hal lain yang juga diperkenalkan adalah sebuah program yang diberi nama General Education, yaitu semacam program mata kuliah dasar yang diwajibkan bagi mahasiswa program sarjana. Program ini meliputi 10 mata kuliah diantaranya komunikasi, quantitative reasoning serta US-Citizenship. Bagi mahasiswa asing, program ini merupakan modal dasar yang bisa diistilahkan sebagai matrikulasi. Kepada para Dekan dan perwakilan fakultas, Susan Carvalho secara mendetail memperkenalkan program tersebut, yang lebih lengkapnya dapat diperoleh di sini.
Selain itu, kepada para audiens ia juga mensosialisasikan berbagai program yang ditawarkan oleh University of Kentucky serta kesempatan untuk mengakses kerjasama.
Selasa (23/3) esok, keduanya dijadwalkan akan mengisi kuliah tamu di gedung PPA fakultas Ekonomi mulai pukul 13.00 WIB dengan materi "Human Resources" serta "International Programs for Students". [nok]

Peluang dan Tantangan Produksi Ternak di Negara Berkembang
22 Maret 2010
Dalam rangka Dies Natalies Universitas Brawijaya (UB) ke-47, Fakultas Peternakan menyelenggarakan seminar internasional dengan tema "Prospect And Challenges of Animal Production in Developing Countries in The 21st Century". Selama dua hari, Selasa-Rabu (23-24/3), kegiatan tersebut akan dipusatkan di gedung widyaloka. Beberapa pakar yang berkompeten dibidangnya baik lokal maupun dari luar negeri akan hadir dalam kesempatan tersebut. Mereka adalah Prof. Bob Orskav (The University of Aberdeen Scotlandia) dengan materi: "Prospect of Feed Nutrition in Animal Production", Prof. Alimond (Universiti Putra Malaya): "Agriculture Waste for Supporting Animal Production", Prof. Temple Smith (Monash University): "Stem Cell" dan Dr. Cynthia Botema (University of Adelaide): "Molecular Genetic". Sementara itu, pembicara lokal yang direncanakan hadir adalah Prof. Dr. Hari Purnomo: "Progress and Advance of Animal Product Technology" serta Prof. Dr. Hendrawan Soetanto, MRurSc: "Local Feedstaff Resources for Animal Production". [nok]

Prof. Temple Smith: Laki-Laki Berkontribusi Besar Dalam Pembuahan
22 Maret 2010
Mengangkat tema "Infertility in Male", pakar Embriologi dan Konservasi Genetik Monash University, Prof. Temple Smith, Senin (22/3) mengadakan kuliah tamu di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (fapet-UB). Kuliah tamu ini merupakan serangkaian acara dari kunjungannya sebagai keynote speaker dalam seminar internasional "Prospect and Challenges of Animal Production in Developing Countries in The 21st Century", Selasa-Rabu (23-24/3) di UB. Kegiatan ini diikuti sekitar 22 mahasiswa program Doktor Ilmu Ternak.
Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa laki-laki memiliki kontribusi sangat besar dalam proses pembuahan dengan proporsi hingga 50 persen. "Selama ini masyarakat menilai bahwa keberhasilan proses pembuahan antara sel sperma dan sel telur ditentukan oleh si wanitanya", kata dia. Pada pria, penyebab hal ini menurutnya adalah jumlah spermatozoa yang memang rendah (disebut oligospermea) ataupun proses ejakulasi yang tidak mengandung spermatozoa (disebut azospermea).
Masalah ini, tambah Prof. Smith dapat ditanggulangi dengan teknologi yang disebut In Vitro Fertilization (IVF). "Jika masalah yang dihadapi adalah oligospermea, maka IVF harus didukung dengan teknologi Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI), yaitu proses mentransfer satu sel spermatozoa dengan alat micro manipulator ke dalam cytoplasma sel telur kemudian di kultur secara in vitro. Pemindahan ke uterus si wanita akan dilakukan ketika embrio mulai berkembang", jelasnya.
Tetapi jika yang dialami adalah azospermea yaitu ejakulasi tanpa sperma, maka harus dilakukan Testicular Sperm Aspiration (TESA) yang dilakukan melalui bedah mikro dari saluran spermatozoa atau dari testis. "Jika sperma belum matang maka proses maturasi (pematangan) akan dilakukan dengan teknologi ICSI", tambahnya.
Diwawancarai PRASETYA Online, Prof.Dr.Sc.Agr.Ir. Suyadi, MS mengungkapkan bahwa baru beberapa institusi saja yang mengembangkan teknologi semacam ini di Indonesia yaitu Rumah Sakit Harapan Kita, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada.
Sejalan dengan pendirian Rumah Sakit Akademik Universitas Brawijaya (RSA-UB), dua institusi yaitu Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedokteran UB menggagas kerjasama dengan Education Programme Reproduction Development (EPRD) Monash University. Kerjasama tersebut memuat beberapa hal yaitu pendirian unit bayi tabung RSA-UB, pengembangan laboratorium genetika molekuler di bidang kedokteran serta pendirian International Master Programme of Clinical Embriology.
"Sambil menunggu RSA-UB berdiri, UB akan bekerjasama dengan EPRD Monash University untuk melakukan penelitian bersama tentang konservasi genetik satwa langka di Indonesia, diantaranya Rusa Bawean", ujar Prof. Suyadi yang juga didaulat menjadi koordinator. Gagasan kerjasama ini, menurutnya dimulai sejak dirinya mengikuti Programme Academic Recharging (PAR) di Monash University. Terkait dengan peneiltian bersama tersebut, Prof. Suyadi yang menyelesaikan program doktoral di Jerman ini mengajak Prof. Temple Smith untuk berkunjung ke Pusat Konservasi Rusa Bawean (Axis Kuhlii) di kawasan Grati, Jawa Timur. "Dalam penelitian bersama ini UB ditugasi menyediakan material sementara pihak Monash University akan mencari pendanaan dari Australia yang dilanjutkan dengan publikasi bersama", pungkas Prof. Suyadi. [nok]

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Kembali Digelar
22 Maret 2010
Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Universitas Brawijaya (UB) periode 2010 kembali digelar. Program rutin tahunan ini diselenggarakan untuk memilih kandidat yang dipersiapkan mewakili UB dalam ajang yang sama di tingkat nasional. "Mawapres merupakan mahasiswa paripurna yang memiliki standar kualitas tinggi dalam bidang akademik dan non akademik. Indeks Prestasi Kumulative (IPK) tinggi saja tidak memenuhi standar kualifikasinya. Mereka yang memang berkeinginan menjadi mawapres, sejak semester 1-8 harus sudah aktif di organisasi baik intra maupun ekstra kampus", ujar Staf Ahli Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Abdul Hakim yang diwawancarai PRASETYA Online usai sosialisasi program ini kepada para Pembantu Dekan I dan III serta Ketua Jurusan, Jum'at (19/3).
Beberapa persyaratan umum yang ditetapkan untuk mawapres ini adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan terdaftar sebagai mahasiswa yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), usia tidak lebih dari 24 tahun, maksimal semester VIII untuk program sarjana dan semester VI untuk program diploma serta IPK minimal 2.75.
Sementara itu, beberapa persyaratan khusus yang ditetapkan adalah memiliki kemampuan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang baik dan benar, memiliki karya tulis ilmiah dengan tema sesuai yang ditetapkan, serta aktif di kegiatan ekstra dan ko-kurikuler.
Seleksi program ini, menurut Prof. Abdul Hakim, akan mulai dilaksanakan di tiap-tiap fakultas pada tanggal 12 April 2010. "Tiap-tiap fakultas kemudian akan mengirimkan juara pertama ke tingkat universitas yang seleksinya dilaksanakan pada akhir April mendatang", kata dia. "Kemudian pada bulan Mei, hasilnya akan dikirim ke Jakarta untuk seleksi Mawapres tingkat nasional", tambah Guru Besar Ilmu Administrasi Negara ini.
Berbeda dari tahun sebelumnya, diterangkannya, pada tahun 2010 ini program Mawapres menyertakan beberapa persyaratan normatif seperti berjiwa Pancasila, yang pada tahun sebelumnya tidak pernah disertakan. Perbedaan lainnya adalah tema karya tulis yang memang selalu berubah setiap tahunnya. Tahun ini, tema yang diangkat adalah "Peningkatan Daya Saing Bangsa Berbasis Keunggulan Lokal", yang alternative topiknya dibagi dalam tiga kelompok yaitu IPA, IPS dan Pendidikan.
Prof. Abdul Hakim menambahkan, karya tulis ini memiliki kontribusi terbesar dalam pemilihan Mawapres tingkat nasional dengan proporsi 40 persen disusul kegiatan ekstra dan ko-kurikuler (30 persen) serta kemampuan Bahasa Inggris (30 persen).
"Di tingkat nasional, panitia pusat secara terpisah juga akan menyelenggarakan psikotes untuk menilai kepribadian mereka", ujarnya. Pada akhir keterangannya, dirinya mengharap agar pembinaan kemahasiswaan dapat dilakukan secara paripurna, tidak hanya dibidang akademik saja tapi juga non akademik. "Tujuannya untuk menumbuhkan potensi dan kreativitas mahasiswa sehingga disamping memiliki kemampuan akademis, mereka juga memiliki kecakapan dan ketrampilan", pungkasnya. [nok]

UB Bikin Listrik Mikro Hidro untuk Rakyat
22 Maret 2010
Universitas Brawijaya meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang dibuatnya di Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. PLTMH ini berpotensi memenuhi kebutuhan tenaga listrik untuk penerangan lokal dan mampu menggerakkan pompa air listrik guna menambah persediaan air bersih bagi warga sekitar khususnya di Desa Dadapan.
Dalam acara peresmian yang dilaksanakan di balai Desa Bendosari, Sabtu (20/03), rektor UB Prof. Yogi Sugito mengatakan PLTMH ini wujud nyata pengabdian UB kepada masyarakat di Kabupaten malang. "Pembangunan masyarakat pasti melibatkan dunia pendidikan, dan salah satunya berasal dari perguruan tinggi. UB mewujudkannya kali ini dengan PLTMH," tutur Yogi.
Menurut penggagas PLTMH, Ir. Hari Santoso,MS, proyek ini telah dikerjakannya sejak akhir Desember 2009. Sejatinya proyek ini dikerjakan dalam rangka Kegiatan Pengabdian Masyarakat FT UB serta untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat atas kerjasama Kementrian Diknas Dirjen DIkti Program Penerapan Iptek tahun 2009 serta Pemkab Malang. PLTMH ini juga direncanakan sebagai daerah binaan dalam rangka peningkatan kegiatan pendidikan dan penelitian universitas.
Hari mengatakan, kapasitas kincir ini bisa menghasilkan daya listrik sebesar 5000 watt dengan generator terpasang 5000 watt. "Medan yang terjal, tingkat kemiringan tanah yang tinggi serta kurangnya jaringan listrik di desa sekitar cukup menjadi penghambat," tutur Hary. Ia berharap segera ada bantuan untuk memaksimalkan fasilitas jaringan listrik sehingga suplai tenaga listrik dari PLTMH bisa lebih merata di rumah-rumah warga yang membutuhkan.
Di Dusun Dadapan, kini telah disediakan tandon untuk menampung air hasil pasokan dari PLTMH. Meskipun berlokasi di sekitar sumber mata air, namun karena jaringan pipa pengairan belum diusahakan dan air belum bisa disuplai secara otomatis, warga belum bisa mendapatkan akses pengairan secara maksimal. Beruntung fasilitas perpipaan kini telah ada sehingga PLTMH juga bisa berfungsi membantu warga Dadapan mendapatkan kemudahan memperoleh air bersih.
Seusai acara peresmian di Balai Desa Bendosari, Prof. Yogi bersama-sama warga mengunjungi lokasi PLTMH. PLTMH ini berlokasi bersebelahan dengan air terjun Coban Sewu yang selama ini banyak dikunjungi warga sebagai lokasi wisata. Di sana rektor melakukan prosesi pembukaan saluran air yang menggerakkan turbin pembangkit.
Prinsip
Pembangkit listrik ini memang digerakkan oleh tenaga mikro hidro. Mengapa dinamakan karena daya yang dihasilkan memang tidak terlalu besar. Pada prinsipnya PLTMH ini memanfaatkan ketinggian aliran air dan debit air. Asal tenaga air ini bisa dari saluran sungai, saluran irigasi, maupun air terjun alam. Prinsip kerjanya adalah memanfaatkan tinggi terjunnya dan jumlah debit air.
Teknik dari pembangkit listrik ini sangat sederhana, yaitu menggerakkan turbin dengan memanfaatkan tenaga air. Untuk bisa menggerakkan turbin ini, harus ada air yang mengalir deras karena perbedaan ketinggian. Jika di suatu daerah tidak ada air yang mengalir deras, maka dibuat jalur air buatan misalnya bendungan kecil yang berfungsi sebagai pembelok aliran air. Air yang mengalir deras akan sanggup menggerakkan turbin yang disambungkan ke generator. Perputaran generator inilah yang kemudian mampu menghasilkan energi listrik.
PLTMH ini bisa dikatakan sebagai teknologi ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah atau sisa buangan yang berbahaya. Selain itu, bila diterapkan pada desa-desa terpencil, mereka akan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil yang tidak bisa diperbaharui seperti minyak tanah atau pemakaian dari hasil hutan seperti kayu bakar. [fjr]

Dies Natalies, UB Beri Pengobatan Gratis di Pujon
20 Maret 2010
Merayakan dies natalies ke-47, Universitas Brawijaya (UB) lakukan pengobatan gratis di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Kegiatan yang dipusatkan di balai desa penghasil susu terbesar di Malang Raya ini diikuti sekitar 330 warga masyarakat. Sambil mengajak keluarga, seluruh lapisan masyarakat, tua, muda, anak-anak dan balita berbondong-bondong mendatangi kegiatan ini. Mulai pukul 09.00 WIB mereka tertib mengantre semua prosedur yang ditetapkan petugas. Dari pendataan, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan dokter hingga pengambilan obat. Sejumlah dokter serta mahasiswa yang aktif dalam Lembaga Kesehatan Mahasiswa (Lakesma) dilibatkan dalam kegiatan ini. Selain itu, beberapa dosen juga turut serta sebagai pemateri dalam penyuluhan kesehatan gizi dan lingkungan.
Koordinator kegiatan, dr. Joko Santoso, mengungkapkan bahwa pengobatan gratis merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat UB dalam memperingati dies natalies. Kegiatan semacam ini menurutnya telah sering dilakukan FK dengan menggandeng Lakesma di beberapa daerah seperti Malang Raya dan Situbondo.
Terkait pengabdian masyarakat, pada dies natalies kali ini Fakultas Peternakan UB juga berencana memberikan bantuan demplot biogas ke peternakan sapi warga untuk membantu diversifikasi energi skala rumah tangga. Pembangunan demplot biogas ini akan dipusatkan di Desa Tulungrejo Kecamatan Pujon.
Dari rekam medis yang berhasil dihimpun seusai kegiatan, diketahui bahwa keluhan warga desa Pandesari adalah infeksi saluran pernafasan (25 persen), hipertensi dan jantung (25 persen), otot dan persendian (20 persen), serta masalah pencernaan (17 persen).
Diwawancarai PRASETYA Online, Kepala Desa Pandesari, Lukman Hakim, mengungkapkan bahwa pihaknya merasa terbantu dengan pengobatan gratis ini. "Pelayanan kesehatan warga setiap bulannya dilakukan oleh Unit Pos Layanan Terpadu (Posyandu), terutama bagi balita dan orang lanjut usia", kata dia. Kepada UB, Lukman Hakim secara khusus mengharapkan agar bantuan ke desa Pandesari tidak hanya berupa layanan kesehatan saja. Dengan potensi pertanian dan peternakan yang dimiliki desa berpenduduk 11000 jiwa ini, pihaknya yakin Pandesari dapat digali lebih jauh.
Penyuluhan Kesehatan
Diikuti warga yang sebagian besar ibu rumah tangga, penyuluhan kesehatan yang dipandu dosen FK-UB ini membawakan "Pola Kehidupan Bersih dan Sehat (PKBS)" serta "Diet Untuk Asam Urat". Kepada warga, tiga orang dosen muda, diantaranya dr. Fitri, menyampaikan mengenai perilaku hidup sehat yang harus dijalani, diantaranya mandi dua kali sehari, buang air besar di WC, potong kuku tiap minggu, serta mengganti pakaian setiap hari. Hal ini menurutnya untuk mencegah beberapa penyakit yang disebabkan perilaku hidup sebaliknya yaitu penyakit mata dan kulit, penyakit perut, batuk/pilek, serta penyakit yang ditularkan nyamuk seperti demam berdarah dan malaria.
Dalam paparan mengenai diet asam urat, dijelaskan bahwa penyakit asam urat dengan gejala nyeri pada persendian banyak diderita oleh orang tua dan wanita monopause. Guna menghindari penyakit ini, beberapa makanan dengan kandungan purin tinggi harus dihindari seperti jerohan, alkohol/ragi, serta kerang. [nok]

Peresmian Gedung Baru FH UB
20 Maret 2010
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, Sabtu (20/3), meresmikan gedung baru Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH-UB). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh rektor dan Dekan FH UB Herman Suryokumoro SH, MS. Hadir pada kesempatan itu para pembantu rektor, dekan dan pembantu dekan, sesepuh, alumni, dosen, karyawan dan mahasiswa FH UB. Para alumni yang hadir diantaranya Hakim Agung Samsul Ma'arif dan Mohammad Imron, Ketua Komisi III DPR RI Benny K. Harman, anggota KPPU Sukarmi, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr H Ahmad Sodiki dan mantan anggota MK Prof HA Mukthie Fadjar SH MS.
Gedung baru FH UB dibangun enam lantai dengan menggunakan konsep desain lembaga peradilan. Sekilas gedung FH UB tampak seperti timbangan yang mencerminkan hukum yang berkeadilan. Bagian lobi tampak pilar-pilar yang melambangkan penegakan hukum. Gedung baru FH UB juga menerapkan konsep hijau karena dalam pembangunannya tidak mengurangi ruang terbuka hijau (RTH) yang ada. Dengan menerapkan desain lembaga peradilan, diharapkan para mahasiswa dan dosen terobsesi dengan visi penegakan hukum yang berkeadilan. Demikian ungkap Dekan FH dalam sambutannya.
Pembangunan gedung dimulai pada 2008 dengan luas bangunan sebesar 4900 meter persegi dan menghabiskan biaya lebih kurang 14,9 milyar rupiah yang diperoleh dari APBN dan PNBP. Lantai satu dimanfaatkan untuk lobi, ruang kepegawaian, keuangan, ruang pendidikan, pengajaran, umum, perlengkapan, kemahasiswaan, alumni dan tata usaha. Lantai dua untuk ruang sekretariat dan ruang kelas. Lantai tiga untuk ruang kepala PDIH, staf PDIH, ruang kepala laboratorium hukum, ruang peradilan, laboratorium komputer dan ruang keterampilan hukum. Lantai empat dimanfaatkan untuk ruang kepala bagian dan sekretaris bagian hukum perdata, ruang dosen, ruang istirahat dan mushalla. Lantai lima merupakan ruang dekan, para pembantu dekan, ruang dosen, ruang istirahat, ruang BPPK dan resepsionis. Sementara lantai enam dimanfaatkan untuk ruang sidang dan ruang transit.
Gedung baru FH UB merupakan harapan yang terwujud bagi sivitas akademika dan alumni FH UB. Karena pada awal pendiriannya, FH UB belum memiliki gedung representatif guna menampung para dosen dan mahasiswa yang jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun, hingga saat ini.
Talkshow
Selain peresmian gedung baru, di hari yang sama diselenggarakan orasi ilmiah dan talkshow tentang "Peran Pendidikan Tinggi Hukum Terhadap Penegakan Hukum di Indonesia. Hadir sebagai pembicara yaitu Prof  HA Mukthie Fadjar SH MS, Dr Benny A Harman SH MH, Samsul Maarif SH LLM Dcl, Abdul Wahid Mashru SH MH, H Mayjen (Purn) M Imron SH MH dan Mustokoweni SH MH.
Pada kesempatan itu Mukthie Fadjar yang berkesempatan memberikan orasi ilmiah dengan judul "Mahkamah Konsitusi dan Perkembangan Hukum di Indonesia" menuturkan, kehadiran MK selama lebih dari enam tahun dalam sistem ketatanegaraan Indonesia telah mampu menumbuhkan dinamika perkembangan hukum dan pendidikan tinggi hukum yang lebih positif. Kekuatan MK tutur Mukthie, terletak pada kualitas putusan-putusannya yang merupakan cerminan kualitas para hakim konstitusi yang mampu menjaga independensi, imparsialitas dan integritasnya sebagai negarawan yang menguasai konstitusi dan ketatanegaraan.
Lebih lanjut disampaikan, kemitraan yang terjalin antara MK dengan FH yang ada di Indonesia dapat meningkatkan diantaranya kualitas kurikulum dan kompetensi lulusan FH. Selain itu segala perubahan yang terjadi berkenaan dengan pelaksanaan hukum juga dapat diantisipasi. Usai memberikan orasi ilmiah Mukthie mendapatkan anugrah tertinggi dari Asosiasi Pengajar Hukum.[nun]

UB Lolos Ke Kejurnas Libama 2010
19 Maret 2010
Universitas Brawijaya berhasil meloloskan dua timnya, tim putra dan putri,  menuju ajang Kejuaraan Nasional Liga Basket Mahasiswa (Kejurnas-Libama) April 2010 yang rencananya akan dilaksanakan di Yogyakarta. Perhelatan yang berlangsung selama seminggu (10-16/03) di Gedung Pertamina-Universitas Brawijaya  (UB) menjadi momen pecah telor bagi tim basket UB setelah terakhir hanya tim putri yang lolos ke Kejurnas Libama pada perhelatan Libama Regional tahun 2007 di Universitas Airlangga Surabaya.
UB memang tidak menjadi juara pada perhelatan kali ini, tapi Pengurus Provinsi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Pengprov-Perbasi) Jawa Timur mengirimkan tiga besar pemenang Libama untuk mengikuti Kejurnas. UB yang kedua timnya berhasil menduduki posisi ketiga secara otomatis melaju ke Kejurnas Libama. Mengomentari kemenangan ini, Ade Nopriansyah mahasiswa Fapet yang juga Ketua Unit Aktivitas Bola Basket UB mengatakan, " Sebenarnya kami tidak menargetkan kemenangan ini karena pemain yang ada sekarang relatif baru, kebanyakan maba (mahasiswa baru). Awalnya ajang ini hanya digunakan untuk uji mental, " ungkapnya kepada PRASETYA Online saat berkunjung ke ruangan HUMAS UB, Kamis (18/03). Ade menambahkan, " Jadi tuan rumah saja sudah menjadi prestasi yang bagus buat kami. Tapi PR III, pak Ainurrasyid memang memotivasi kami, setidaknya bisa lolos Kejurnas, " ujarnya. Terakhir Libama Jawa Timur dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2008.
Dalam rangka keberangkatan tim basket UB ke Kejurnas Libama, Ade mengungkapkan akan lebih memfokuskan latihan. "Karena belum tentu semua pemain yang bermain di Libama kali ini akan dikirimkan juga ke Kejurnas. Jadi semua anggota Unitas Basket masih mempunyai kesempatan yang sama, " ungkapnya. Disinggung mengenai terbukanya peluang untuk mahasiswa UB di luar Unitas Bola Basket, Ade mengungkapkan, "  Tentu saja kami tetap memperhitungkan faktor keaktifannya di Unitas, " tandasnya.
Libama Jawa Timur untuk tim putra dimenangkan oleh Univeritas Negeri Jember, disusul Universitas Kristen Petra Surabaya. Sedangkan untuk tim putri, juara pertama diperoleh Universitas Negeri Malang, disusul Universitas Kristen Petra Surabaya. [ai]

Aspartame = Pembunuhan yang manis
19 Maret 2010
Malang - Jika beberapa jenis minuman yang diduga mengandung aspartame itu bukan sekedar isu, masyarakat harus benar-benar tidak mengkonsumsinya. Betapa tidak aspartame atau pemanis buatan untuk minuman ringan adalah zat kimia yang berbahaya untuk tubuh. Aspartame sebenarnya adalah pembunuhan yang manis. Menurut Dokter Ilmu Biomedik Kedokteran Universitas Brawijaya (UB), Dr Ir Chanif Mahdi MS, Aspartame merupakan sruktur ikatan antara asam amino bebas dan metil. Bila masuk dalam pencernaan akan menjadi amino dan metanol yang bersifat racun toxin. "Hasil penelitian menunjukan bahwa konsumsi aspartame bisa menghasilkan formalin dalam tubuh", ungkapnya. Jika formalin ini sudah masuk dalam tubuh, menurut staf Lab Biokimia UB ini, akan menimbulkan keracunan. Dalam jumlah besar akan menimbulkan penyakit seperti gangguan retina mata, migren, dan depresi.
Mekanismenya, bila aspartame atau pemanis dikonsumsi, maka metanolnya secara cepat diubah menjadi formalin. Secara berlahan dapat menyebabkan gangguan pada syaraf, system imun, kekebalan tubuh, dan gangguan genetic.
Hasil penelitian di Amerika menunjukkan konsumsi aspartame bisa menyebabkan akumulasi formalin yang membentuk ikatan dengan protein, hepar, ginjal, dan otak. "Perlu dilakukan uji Lab mengenai kandungan aspartame pada minuman yang disebutkan dalam SMS itu. Karena jika benar ada dalam minuman, maka bahayanya memang bisa menyerang otak," tegasnya.
Disamping metil-nya yang sangat berbahaya, kandungan asam amino bebas yang ada dalam aspartame juga sama berbahayanya. Karena dapat meningkatkan kerusakan seperti formalin. Aspartame telah dipasarkan ke seluruh dunia. Sebagai pengganti gula dan dapat dijumpai pada semua produk pemanis buatan.  Aspartame bukan tebu gula tapi merupakan pemanis sintetis. Karena itu menurut Sekretaris Program Vokasi UB ini, perlu dilakukan uji lab untuk menguji kebenaran sms berantai tersebut.
Seperti diketahui SMS berantai ini menyebutkan beberapa produk minuman energi, kesehatan, sari buah dan produk minuman lain memiliki kandungan aspartame. Kandungan ini tak lain adalah sebuah pemanis buatan pengganti gula. Dalam sms berantai tersebut dijelaskan, jika aspartame mengandung racun yabg menyebabkan diabetes, kanker otak, dan bisa mematikan sumsum tulang belakang seseorang.
"Bahaya aspartame memang seperti yang disebut dalam sms itu perlu diuji di lab," imbuhnya. Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Enny Sekar Rengganingati mangatakan, pihaknya hingga saat ini belum melakukan tindakan apapun terkait sms berantai yang belakangan ini beredar di ponsel masyarakat Malang.
"Yang berwenang untuk menarik peredaran sebuah produk makanan dan minuman kan BPOM, jadi kita tidak akan berbuat apa-apa. Hanya saja, kita kadang bersiaga jika ada kabar terbaru dari BPOM," ucap Enny. Ditambahkan, secara logika, jika sebuah produk beredar tentu disertai dengan izin dari dinas kesehatan. Sehingga jika dinilai membahayakan bagi konsumen, tidak mungkin ijin edar akan diterbitkan.
"Karena ada banyak kemungkinan dari sms berantai yang tidak bertanggungjawab itu. Bisa saja kan itu ada persaingan dagang. Jadi untuk saat ini kami dari pihak dinkes mengambil sikap waspada saja," urai dia.
Enny mengaku, dirinya belum mengetahui secara pasti isi dari sms berantai tersebut, namun ia menegaskan bahwa apapun jenis zat kimia jika kandungannya dalam sebuah produk melebihi ambang batas maka akan menyebabkan kerusakan pada organ tubuh manusia. Karena sifat zat-zat tersebut adalah meninggalkan residu dalam tubuh. "Dikonsumsi secara berlebihan juga memberikan efek negatif, jadi ya memang sebaiknya sesuai dengan kebutuhan saja," Imbuh Enny. [Malang Post]

Penelitian Untuk Pendanaan 2010
19 Maret 2010
Dosen Universitas Brawijaya (UB) kembali mendapat undangan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2M) Ditjen Dikti Kemendiknas untuk mengajukan proposal penelitian. Berbagai program yang ditawarkan meliputi penelitian hibah kompetensi, penelitian disertasi doktor, peneiltian kerjasama luar negeri dan publikasi internasional, serta pengembangan pendidikan berbasis Education for Sustainable Development (ESD). Prosedur dan persyaratan pengajuan proposal untuk masing-masing program ini dapat dilihat pada buku panduan yang bisa diakses di sini.
Berbagai persyaratan teknis yang ditetapkan untuk penelitian hibah kompetensi, disertasi doktor serta kerjasama luar negeri dan publikasi internasional ini diantaranya, berturut-turut menggunakan cover warna putih, coklat dan hijau muda. Selain itu, untuk ketiga jenis penelitian ini, lembar pengesahan proposal merupakan kelengkapan dari proposal yang harus diisi dan dicetak dari program yang dapat diperoleh di sini. Persyaratan lain untuk ketiga jenis penelitian ini adalah, dibuat rangkap lima dan dikirimkan ke Subbag Program LPPM-UB paling lambat tanggal 9 April 2010 jam 16.00 WIB.
Khusus untuk program pengembangan pendidikan berbasis ESD, proposal dibuat rangkap tiga tanpa cover karena akan diseleksi lebih dulu oleh LPPM-UB. Proposal program ini kemudian dikirim ke Subbag Program LPPM-UB paling lambat tanggal 26 Maret 2010 jam 16.00 WIB. Pengiriman proposal ke tim penilai akan dilakukan tanggal 29 Maret 2010 dan dikembalikan ke pengusul untuk direvisi pada tanggal 1 April 2010. Selanjutnya, proposal yang telah direvisi dikirimkan kembali ke Subbag program LPPM-UB paling lambat tanggal 9 April 2010 jam 16.00 WIB. Informasi lebih lanjut tentang program ini dapat menghubungi LPPM UB, telp. (0341) 584394 psw 304 (Sudjari, S.Sos; Imam Prajitno, ST; Alimuddin, SH dan Hari Santoso). [era/nok]
----
Leaflet penelitian untuk pendanaan 2010

Penelitian Hibah Strategis Nasional Multi Tahun
19 Maret 2010
Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2M) Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun anggaran 2010 ini menawarkan lagi program kompetitif. Program tersebut diberi nama "Penelitian Hibah Strategis Nasional Multi Tahun". Sebanyak 12 tema penelitian dapat diajukan para dosen dalam program ini yaitu pengentasan kemiskinan; perubahan iklim dan pelestarian lingkungan  (biodiversity); energi terbarukan; ketahanan pangan; gizi dan penyakit tropis; mitigasi dan manajemen bencana; integrasi dan harmonisasi sosial termasuk penelitian bidang kebudayaan; otonomi daerah dan desentralisasi; seni dan sastra dalam mendukung industri kreatif (creative industry); infrastruktur, transportasi dan industri pertahanan; teknologi informasi dan komunikasi serta pembangunan manusia dan daya bangsa.
Dana maksimum yang bisa diajukan pada program ini per tiap judul usulan adalah Rp. 100 juta. Format usulan pada program hibah kompetitif ini mengacu pada Prioritas Nasional (Hibah Strategis Nasional) Ditjen Dikti-DP2M yang dapat dicopy di Subbag Program LPPM-UB atau dilihat di sini. Mereka yang dapat mengirimkan proposal pada 12 klaster tersebut adalah bukan penerima hibah strategis nasional di perguruan tinggi atau penerima hibah penelitian DP2M lainnya di tahun 2010.
Proposal dapat dikirim ke Subbag Program LPPM-UB paling lambat tanggal 25 Maret 2010 dengan cover warna kuning janur. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi LPPM-UB telp. (0341) 584394 psw 304 (Sudjari, S.Sos; Imam Prajitno, ST dan Alimuddin, SH). [era/nok]

Rekapitulasi Data Karya Ilmiah UB Perlu Digiatkan
19 Maret 2010
Dalam rangka menerbitkan buku "Menakar Potensi Karya Ilmiah Perguruan Tinggi 2005-2009", Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Ditjen Dikti Kemendiknas) meminta seluruh Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia untuk membuat Laporan Kinerja dalam Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.
"Melalui laporan tersebut, tiap-tiap PT diminta mendata karya ilmiah yang dikeluarkan dosen selama periode 2005-2009", ungkap Prof.Dr.Ir. Abdul Latief Abadi, MS kepada PRASETYA Online di ruang jamuan gedung rektorat lantai enam. "Mengingat tenggat waktu yang ditetapkan Dikti mendesak hingga Jumat (19/3), ruang jamuan ini pun disulap menjadi ruang kerja tim yang dibentuk khusus oleh Rektor dalam rangka menyusun laporan tersebut", tambah Prof. Abdul Latief Abadi.
Beberapa unit kerja terlibat dalam tim ini, utamanya adalah Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI) serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Mereka berkoordinasi satu sama lain untuk merekapitulasi data karya  ilmiah yang diterbitkan dosen UB. "Data ini merupakan tolok ukur Dikti dalam menganalisis kinerja PT selama ini", ungkap Prof. Latief. Dari data itu pula, Dikti akan mengukur kelayakan PT menuju World Class University (WCU).
Beberapa unsur yang dinilai dari hasil penelitian dan pengabdian masyarakat untuk laporan ini adalah paten/varietas/desain industri, publikasi ilmiah, teknologi tepat guna, buku, prototipe/model pembelajaran/karya seni, pertemuan ilmiah serta laporan penelitian lainnya. Data yang diserahkan ke Dikti Sebelumnya, menurut Prof. Latief, memposisikan UB dalam peringkat ke-10 dalam hal jumlah berbagai unsur yang ditetapkan tersebut. Posisi UB ini berada dibawah UI, ITB, Unair, UGM, Unpad, Polman Bandung, ITS, UNS, serta UK Petra Surabaya. "Padahal jumlah yang diserahkan kemarin baru sekitar 30 persen saja dari seluruh unsur yang ditetapkan Dikti tersebut", ungkap Guru Besar Fakultas Pertanian ini.
Kurang maksimalnya rekapitulasi data, menurutnya mengakibatkan kekeliruan jumlah unsur yang ditetapkan tersebut pada seluruh perguruan tinggi di Indonesia. "Karena kurang maksimalnya upaya pendataan tersebut, Dikti kemudian memberikan kesempatan pada seluruh perguruan tinggi untuk merevisi rekapitulasi data jumlah berbagai unsur itu", ujar Prof. Latief. "Upaya pendataan ulang itulah yang sedang dilakukan tim ini sekarang. Meskipun telah direvisi, kemungkinan hanya sekitar 80 persen saja yang bisa disampaikan nantinya, karena ada beberapa karya ilmiah tidak memenuhi standar pengisian borang yang ditetapkan Dikti seperti tahun penerbitan, dll", tambahnya.
Di UB sendiri, menurut Prof. Latief, rekapitulasi ini didasarkan pada curriculum vitae yang diajukan oleh Dosen. Dengan diberikannya kesempatan untuk merevisi, maka menurutnya jumlah unsur yang ditetapkan tersebut akan berubah pada tiap-tiap PT sehingga akan merubah pula peringkat yang ada saat ini. [nok]

UB Susun Proposal Menuju World Class University
19 Maret 2010
Universitas Brawijaya (UB) terpilih menjadi salah satu perguruan tinggi yang didukung Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) menuju World Class University (WCU). Selain UB, masih terdapat tujuh perguruan tinggi lain dalam program ini yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS), dan Universitas Airlangga (Unair). Demikian disampaikan Koordinator tim penyusunan proposal WCU ini, Prof. Syukur Makmur Sitompul kepada PRASETYA Online saat diwawancarai disela-sela kerjanya di ruang jamuan gedung rektorat lantai enam. Untuk menyelesaikan proposal ini, menurut Prof. Sitompul, UB diberi tenggat waktu hingga Senin (22/3). Lima orang dosen yang juga tergabung dalam tim inti yaitu Dr. Ir. Nuhfil Hanani, MS, Gati Windiastika, SP, MP, Raden Arief Setyawan, ST, MT, Rosihan Asmara, SE, MP dan Dr. Setyono Yudo Tyasmoro, ME.
Tim ini bekerja untuk menyusun proposal sesuai format yang ditentukan Dikti yang memuat berbagai kegiatan dalam rangka peningkatan reputasi UB menuju WCU. Dalam proposal tersebut, menurut Prof. Sitompul, utamanya memuat tujuh indikator yang meliputi jumlah publikasi di jurnal internasional yang bonafide, jumlah dana hibah penelitian luar negeri, jumlah sitasi (versi scopus, site-seer atau google scholar), jumlah pendaftaran paten, jumlah program studi yang terakreditasi internasional serta jumlah mahasiswa asing yang terdaftar. "Selain tujuh indikator yang ditetapkan Dikti ini, perguruan tinggi juga memiliki hak untuk mengajukan tambahan indikator misalnya jumlah dosen asing yang mengajar", ungkap Prof. Sitompul menyampaikan inisiatif UB terkait indikator tambahan ini.
Mengurai Kondisi UB menyangkut berbagai indikator tersebut, Guru Besar Fakultas Pertanian ini lebih lanjut memberikan contoh mengenai indikator jumlah mahasiswa asing yang saat ini terdaftar. "Banyak mahasiswa asing telah terdaftar di UB. Mereka diantaranya berasal dari Malaysia, Libya, Myanmar, Timor Timur, dan India", katanya. Mereka kebanyakan belajar di Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) serta program double degree.
Selain jumlah mahasiswa asing, indikator lainnya yang dipaparkan Prof. Sitompul adalah upaya peningkatan jumlah sitasi. "Salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah sitasi adalah dengan memperluas akses publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa secara online melalui website", ujarnya. Berkaitan dengan hal tersebut, langkah utama yang ditempuh UB adalah dengan meningkatkan jumlah bandwith hingga 100 MBps. "Saat ini jumlah bandwith yang dimiliki UB hanya sekitar 20 MBps. Ini sangat jauh jika dibandingkan dengan Universitas Indonesia yang telah mencapai 155 MBps dan ITB sekitar 165 MBps", ujarnya. Untuk mensukseskan seluruh kegiatan ini, Dikti mendukung dengan anggaran dana sekitar Rp. 11 Miliar yang realisasi programnya akan dievaluasi akhir tahun ini. [nok]

Sosialisasi Beasiswa Online Tahun ke-3
19 Maret 2010
Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan membuka sosialisasi beasiswa Online tahun 2010. Ia berharap pelaksanaan beasiswa online yang tahun ini telah mencapai tahun ke-3 bisa lebih baik lagi, tepat sasaran, dan transparan.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi memang memberikan beasiswa bantuan belajar (BBM) dan beasiswa peningkatan prestasi akademik dan non akademik (PPA) seperti tahun-tahun sebelumnya. Kedua beasiswa tersebut pengelolaanya diserahkan kepada Perguruan Tinggi Negeri dan Kopertis. Beasiswa PPA akan diberikan dengan jangka waktu 1 tahun (Januari s/d Desember 2010) dengan besar beasiswa Rp 250.000/bulan. Sedangkan beasiswa BBM juga diberikan dalam jangka waktu 1 tahun (Januari s/d Desember 2010) sebesar Rp 250.000/ bulan. Adapun persyaratan untuk mendapatkan kedua beasiswa di atas, di antaranya adalah: mahasiswa program sarjana Strata I dan program diploma, dari keluarga ekonomi lemah, aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler, tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain, dan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2.00 untuk beasiswa BBM, indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2.50 untuk beasiswa PPA Non Akademik serta IPK 3,00 untuk beasiswa PPA Akademik.
Mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa harus disetujui oleh Pembantu Dekan III masing-masing fakultas. Untuk mahasiswa-mahasiswa UB, proses pengajuan beasiswa di atas dilakukan pada bulan tanggal 19 Maret – 17 April 2010, mahasiswa yang berminat dan ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut dapat mengakses situs http://www.beasiswa.ub.ac.id.
Menurut Pembantu rektor UB, demi menjaga akuntabilitas penyaluran beasiswa, ia menghimbau agar mahasiswa yang mengajukan lamaran tidak melakukan manipulasi data. “Kami di rektorat sudah memutuskan, bagi siapa saja yang melakukan manipulasi data untuk mendaftarakan beasiswa akan dikeluarkan dari UB," tuturnya.[fjr]

Rektor UB: "Lestarikan Musik Keroncong, Kembangkan di Kampus"
18 Maret 2010
Bunga tanjung wangi
Harum semerbak menghiasi bumi menawan
Merayu dalam hati
Di dalam asmara murni
Lihatlah purnama seakan-akan turut menyaksikan padamu yang sedang mekar.
Sebait lagu berirama keroncong dengan judul "Tanjung Mekar di Waktu Malam", dengan indahnya dilantunkan Rektor UB, Prof Dr. Ir. Yogi Sugito berduet dengan Ny Enny Yogi Sugito. Alunan musik keroncong ini disiarkan secara live di TVRI Surabaya, Rabu malam (17/3). Diiringi Orkes Keroncong "Gita Brawijaya" yang dipandegani Prof Dr. Ir. Arief Prajitno, MS, Rektor UB bak penyanyi profesional membuka acara "Musik Keroncong" yang di saksikan segenap sivitas akademika UB.
Tidak kalah menariknya, ketika Pembantu Rektor III UB, Ir. HRB Ainur Rasyid, MS, dengan apiknya mengumandangkan "Stambul Baju Biru". Dengan cengkok keroncong yang khas, pejabat yang asli Madura tersebut mampu menghibur penonton yang memadati studio TVRI Jawa Timur.
Masih dalam acara yang sama, kembali Ny. Enny Yogi Sugito melantunkan langgam keroncong "Loro Bronto". Istri Rektor ynag bersuara merdu ini, merasa "grogi" saat didaulat untuk membawakannya. "Ya..gimana ya.., takut aja, kan lagu ini artinya sakit hati”, ujar Enny saat ditanya Linda, presenter TVRI.
Orkes Keroncong (OK) "Gita Brawijaya", yang sudah beberapa kali mengisi acara "Musik Keroncong" di TVRI Jawa Timur ini, disamping menampilkan Prof.Dr.Ir. Hendrawan Susanto,M.Rur dengan lagunya "Senandung Bidari", juga menampilkan beberapa mehasiswa UB, antara lain Helen yang membawakan lagu keroncong "Pahlawan Sejati", Amelia dengan lagunya "Sampai Menutup Mata", dan diakhiri dengan penampilan Delina dengan lagu "Fatwa Pujangga". [mur]

Lembaga Mahasiswa dan Rektorat Harus Lebih Harmonis
18 Maret 2010
Lembaga Mahasiswa harus berkoordinasi dengan pimpinan universitas maupun fakultas. "Saya beranggapan, seringkali masalah terjadi karena kurangnya komunikasi antara dua pihak, " demikian disampaikan Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr Ir Yogi Sugito di hadapan pengurus baru Konggres Mahasiswa, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Ekskutif Mahasiswa (EM) UB 2010-2011.
Selain itu dalam sambutan pada acara Pengukuhan Ketua Konggres, Ketua/Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa dan Ketua Ekskutif Mahasiswa di Samantha Krida, Kamis (18/03), Yogi Sugito mengungkapkan indikator keberhasilan Lembaga Mahasiswa bisa dilihat dari empat bidang yaitu kegiatan bidang penalaran, bidang minat dan bakat, bidang organisasi, serta bidang kesejahteraan. Yogi Sugito mengharapkan kegiatan-kegiatan yang diadakan bisa mencakup seluruh elemen mahasiswa di UB. "UB ini ibaratnya miniatur dari Indonesia, mahasiswa yang belajar disini ada yang dari Padang sampai Papua dengan berbagai macam kondisi ekonomi. Saya harap Lembaga Mahasiswa bisa jadi representasi dari keberagaman tersebut," paparnya.
Acara pengukuhan kali ini melantik Iden Robert Ulum (FT/Elektro) sebagai Ketua Konggres Mahasiswa berdasarkan SK Rektor 055/SK/2010, Asrul Ibrahim (FH/Ilmu Hukum) sebagai Ketua DPM berdasarkan SK Rektor 056/SK/2010, Wahyu Dani Woro (FIA/ Administrasi Publik) sebagai Ketua EM berdasarkan SK Rektor 057/SK/2010.
Community Development
Ketua EM UB 2010-2011 Wahyu Dani Woro mengungkapkan setahun kedepan EM UB akan melakukan revitalisasi gerakan. " Saat ini gerakan mahasiswa terkesan elitis padahal gerakan mahasiswa itu sebenarnya gerakan rakyat. Mahasiswa harus kembali ke desa membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat, istilahnya community development, bentuknya berupa desa binaan" ungkapnya kepada PRASETYA Online. Sedangkan untuk agenda nasional, UB yang menjadi koordinator reformasi birokrasi BEM Seluruh Indonesia (BEM-SI) sedang melakukan pengumpulan data sebelum mengusung isu terkait bidang tersebut. "Kita tidak mengambil dari media tapi melakukan penelitian mandiri walaupun relatif lebih sulit terkait birokrasi. Kalau kita bicara konteks, bisa bertingkat mulai dari UB, Malang, bahkan sampai nasional. " ujarnya mengakhiri perbincangan. [ai]

Sumpah Dokter FK UB
18 Maret 2010
Fakultas Kedokteran UB menggelar prosesi pengucapan Sumpah Dokter hasil yudisium tanggal 11 Maret 2010. Acara yang digelar pada tanggal 18 Maret 2010 ini dilaksanakan di gedung Graha Medika.
Sebanyak 28 dokter baru diambil sumpahnya pada kesempatan itu. Mereka adalah dr. Endah Hastariningsih, dr. ryan Akhmad Adhi Saputra, dr. Adikusuma Pratama, dr. Agus Mustika Bimanata, dr. Dimas Aulia Wibowo, dr. Fajar Triwibawa, dr. Muhammad Hatta Syaifullah, dr. Farid Eka Wahyu Endarto, dr. Fritzky Indradata, dr. Arktika Ekaristi, dr. Budi Relly Ideawan, dr. Canggih Sakina Hans, dr. Fida Rahmayanti, dr. Ike Ivanalie, dr. Ita Ellyana, dr. Kurrotul Aini, dr. Lisda Ulya Khairlika, dr. Lusiana Permatasari, dr. Mirza Metita, dr. M. Hanas Arif, dr. Muhammad Wahyu S., dr. Riyati Chandiyantari, dr. Wahyu Febriansyah, dr. Haryogi Pramuditya, dr. Lengkung Kusumo, dr. Medianto, dr. Rizqi Wahyu H., dr. Nurshida Bt Mokhtar.[fjr]

Disertasi Dorta Simamora: Efek NAC terhadap Kadar ROS dan Antioksidan Selama Infeksi Malaria
18 Maret 2010
Malaria masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia terutama di wilayah negara-negara berkembang. Sebagai gambaran, setiap 30 detik dilaporkan ada kasus kematian di daerah endemik malaria pada tahun 2006. Salah satu sebab tingginya angka kematian adalah patomekanisme terjadinya malaria di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia masih belum banyak diungkap.
Dorta Simamora mengungkapkan hal itu dalam disertasinya yang berjudul Efek N-Acetyl Cysteine (NAC) terhadap Kadar Reaktif Oksigen Spesies (ROS) dan Antioksidan Selama Infeksi Malaria (Studi In Vivo pada Mencit Terinfeksi Plasmodium berghei dan In Vitro pada Kultur HUVECs Dipapar Serum Penderita Malaria falciparum). Ujian terbuka yang digelar di aula siding Fakultas Kedokteran UB dilaksanakan Rabu (17/03). Promotor disertasi adalah Prof.Dr.dr. Sumarno, DMM., Sp.MK; Dr.dr. Loeki Enggar FItri, M.Kes, SpPar.K; Dr.dr. Setyawati Karyono, M.Kes; dan Prof.Dr.dr.Teguh WS. DTM&H., M.Sc, SpPar.K. Sedangkan tim penguji terdiri Dr.Nur Permata Sari,drg.,MS; Prof.Dr.dr.Yoes Prijatna Dachlan,MSc,SpPar.K; dan Prof.Dr.dr. Djoni Djunaedi SpPD (KPTI).
Menurut Dorta, terbukti dari hasil penelitiannya bahwa kombinasi NAC dengan artemisinin dapat menurunkan kadar reaktif oksigen spesies dan meningkatkan kadar antioksidan pada hospes dan kultur HUVECs yang dipapar serum penderita malaria. Dibuktikan pula secara in vivo dan in vitro pemberian antioksidan NAC dapat menurunkan ROS serta dapat meningkatkan status antioksidan pada eritrosit mencit Balb/C terinfeksi Plasmodium berghei dan sel endotel HUVECs yang dipapar dengan serum penderita malaria falciparum. Pemberian artemisinin monoterapi menurunkan derajat parasitemia lebih cepat disbanding dengan pemberian NAC dosis konstan maupun dengan dosis tapering.
Dorta menyarankan perlu adanya penelitian terhadap dosis NAC yang tepat sehingga berfungsi sebagai antioksidan dan imunostimulator. Perlu juga dilakukan penelitian tentang penggunaan NAC sebagai adjuvan pendamping obat anti malaria bagi manusia dan mengeksplorasi pemberian dosis yang tepat. NAC yang merupakan antioksidan yang mengandung senyawa yang cepat diserap dalam sel maupun jaringan. Oleh karena itu penggunaannya perlu hati-hati, karena jika dosisnya tinggi menjadi toksik kepada sel.
Dra.Dorta Simamora, M.Si, perempuan kelahiran Balige, Tobasa, Sumatera Utara. Ia mengajar pada Universitas Satya Wyata Mandala Nabire-Papua. Setelah berhasil mempertahankan disertasinya di depan majelis penguji, ia kini berhak menyandang gelar doctor ilmu kedokteran untuk minat biomedik.[fjr]

Leadpreneurship Untuk Pengembangan Entrepreneurship
17 Maret 2010
Kewirausahaan (entrepreneurship) sejatinya tidak dijadikan konsumsi elitis. Potensi entrepreneur  akan berkembang lebih cepat bila dikoordinasikan dengan faktor kepemimpinan (leadership) yang kuat. Sehingga perlu dikembangkan kepemimpinan yang dilandasi jiwa kewirausahaan yang istilahnya leadpreneurship. Leadpreneurship berpotensi untuk ngembangkan kewirausahaan lebih luas, tidak hanya terpaku pada dirinya sendiri tetapi memberikan pengaruh pada orang lain yang sifatnya memberdayakan dan mengembangkan potensi lingkungan sekitar. Demikianlah ide yang disampaikan Ahmad Rizal Jamhari mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB) angkatan 2007 dalam aplikasinya untuk seleksi country manager  2010 dari National University of Singapore ( NUS )  Entreprenurship Society untuk Indonesia. Ide tersebut mengantarkan Rizal menjadi country manager untuk Indonesia bersama dengan dua mahasiswa lain yang masing-masing dari Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung." Mestinya setiap negara satu perwakilannya tapi karena Indonesia luas makanya dipilih tiga country manager. Saya mengampu bagian timur," ungkapnya kepada PRASETYA Online, Senin (15/03) di HUMAS UB.
Selain mengajukan tulisan dalam bentuk essay, dalam seleksi yang menggunakan sistem online ini Rizal juga menyertakan pengalaman memenangkan lomba dan kesertaan training seperti juara 1 small medium enterprise competition, ASEANpreneurs Leader Exchange dan  Intensive - Student Technopreneurship Program tahun 2008, ditambah pengalaman memimpin organisasi Young Entrepreneur Society University of Brawijaya (YES-UB). Sebelumnya pada ASEANpreneurs Youth Leaders Exchange (AYLE) 2009, Rizal memperkenalkan YES-UB sebagai lembaga kewirausahaan mahasiswa yang ternyata belum dimiliki oleh perguruan tinggi yang lain. "Awalnya mau mempromosikan aja ternyata di kampus lain belum ada lembaga serupa," paparnya. Menurut Rizal, selain aplikasi yang dikirim via online, hasil diskusi di AYLE 2009 menjadi salah satu nilai posistif baginya sehingga terpilih menjadi country manager.
Penugasannya sebagai country manager yang secara resmi diberikan, Rabu (24/02), di Universitas Bina Nusantara Jakarta ini menuntutnya untuk berkeliling ke universitas-universitas di Indonesia bagian timur untuk memperkenalkan program dan aktifitas ASEANpreneurs Singapore di Indonesia. Salah satu program yang akan di launching adalah ASEANpreneurs Idea Canvas yaitu kompetisi dengan menggunakan media digital yang menceritakan bisnis kreatif yang dijalankan. Poin penilainnya seperti lingkup nasional/international dan apakah memberikan inspirasi bagi tiap orang yang melihatnya. Disamping itu, beberapa program yang akan di kerjakan seperti ASEANpreneurs Youth Leader Network (AYLN), ASEANpreneurs Youth Leaders Exchange (AYLE), Bussines Plan Competition, ASEANpreneurs Week dan beberapa format program pengembangan entreprenurship lainnya, dimana sasaran utama adalah para mahasiswa di Indonesia.[ai]
.
Jazz, icon musik UB
17 Maret 2010
Jazz baru menjadi tema utama KHARISMA sejak gelarannya ke- XIII. Namun genre musik ini diharapkan menjadi icon musik Universitas Brawijaya (UB). Salah satu upaya yang dilakukan Unit Aktivitas Band UB (UAKB-UB) adalah dengan mengadakan KHARISMA XV pada 24 Maret 2010 mendatang di Samantha Krida UB. Menyongsong kegiatan ini, sebelumnya akan dilakukan dua kali Road to Kharisma (RTK) dimana hari pertama telah digelar di Gazebo UB, Rabu (17/3) sedangkan RTK kedua akan diadakan di halaman parkir Student Center pada Senin, 22 Maret 2010. "Kami ingin menjadikan jazz sebagai icon musik UB. Karena jazz itu all round, kalau kita belajar jazz, akan mudah belajar musik yang lain. Makanya sejak KHARISMA XIII, jazz menjadi tema utama," ungkap Rendi Suseno, Ketua Pelaksana KHARISMA XV  "Brawijaya Jazzy Going" kepada PRASETYA Online di sela-sela acara RTK.
Acara ini dimeriahkan oleh tujuh fakultas yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran, Fakultas MIPA, Program Kedokteran Hewan, Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan serta Fakultas Ilmu Budaya. Enam fakultas yang lain direncanakan tampil pada RTK kedua. Pada acara ini masing-masing fakultas berkesempatan untuk menyanyikan dua lagu. Fakultas Pertanian misalnya, pada RTK pertama memilih lagu "Sunday Morning" (Maroon 5) dan "Sepanjang Usia" (Kerispatih).
Acara yang disponsori oleh "LA Lights" ini berlangsung mulai pukul 10.00 WIB sampai 14.30 WIB dengan diakhiri penampilan Homeband "Family" dengan salah satu lagu yang dinyanyikan adalah "Prahara Cinta". Lagu yang pertama kali dipopulerkan oleh Lydia dan Imaniar, duo dari band "The Big Kids", di tahun 1987 ini dibawakan dengan nuansa yang lebih jazzy.
Menikmati Jazz
Berkesempatan ditemui di Mocha Café, di bilangan Soekarno Hatta Malang, Rabu (10/33), Batik Band, salah satu grup band indie Malang yang seluruh anggotanya berasal dari UAKB-UB berbagi cerita tentang Jazz. Faisal Ahmadi, mahasiswa FIA UB, yang biasa dipanggil Ichonx (bassist) mengungkapkan "Kalau saya dulu pertama kenal ya nggak suka, kenalan dulu lah, kalau aku awalnya ndengerin jazz yang easy listening seperti Tompi atau Glenn Fredly, kalau udah nggak asing lama-lama jadi asyik," ungkapnya. Selama ini jazz dianggap sulit didengarkan karena stereotype masyarakat menganggap musik jazz adalah musik orang tua. "Memang musik jazz selama ini dipandang mahal, musiknya orang tua, segmented, tapi itu hanya anggapan masyarakat yang mendiskreditkan jazz," ungkap Yuadhis, manajer Batik Band, alumni FE UB.
Menurut Ichonx, saat ini genre jazz sudah mulai marak kembali di Indonesia. hal ini dibuktikan dengan munculnya band-band jazz yang dinaungi major "label" seperti Maliq D'Essentials, atau solois semacam Tompi. Selain itu festival jazz sudah semakin marak dengan diselenggarakannya Solo Jazz Festival, Jazz on The Street, Jazz on Campus, The Jakarta Jazz Festival. "Seperti roda yang berputar, era musik pun mulai berubah dan saat ini jazz menjadi semakin dinikmati," ungkap Yuadhis.
Selama ini Batik Band telah bermain di sejumlah even seperti Opening Act Reborn (Indra Lesmana) in concert, Guest Star Attribute To Jak Jazz, Opening Act Emerald Band in Concert. Selain itu Batik Band juga bermain reguler di "Classic Corner Café" setiap hari Jum'at. [ai]

Kunjungan Kochi University ke UB
17 Maret 2010
Salah satu realisasi dari Economic Partnership Agreement (EPA) antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Jepang adalah pengiriman tenaga perawat ke negeri sakura ini. Hal ini telah dipenuhi Indonesia dengan mengirim sekitar 300 perawat beberapa waktu silam. Dalam perkembangannya, dari monitoring yang dilakukan Pemerintah Jepang ternyata ditemukan beberapa permasalahan yang harus segera di tangani. Demikian disampaikan Prof. Okumura Kuniyo dari Kochi University Jepang saat berkunjung ke Universitas Brawijaya (UB). Dua program studi menjadi tujuan kunjungan mereka yaitu Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) dan Program Studi Bahasa Jepang. Turut serta dalam kunjungan ini adalah dosen Fakultas Kedokteran Kochi University, Prof. Yumiko Toda dan Prof. Masayo Sakamoto serta Kepala Program Hubungan Internasional, Eva Garcia Del Saz. Dalam paparannya di PSIK, Prof. Sakamoto menceritakan bahwa perawat yang berasal dari Indonesia memiliki etos kerja dan ketrampilan yang kurang memenuhi standar Jepang. Selain itu, diketahui pula mereka mengalami kendala serius dalam bahasa dan pemahaman budaya Jepang. "Kebanyakan dari perawat tersebut tidak memahami budaya Jepang. Misalnya, ketika beraktivitas di rumah sakit mereka banyak bicara dan bertanya dengan pasien yang notabene sedang sakit. Hal ini berbeda dengan budaya masyarakat Jepang yang dikenal tidak banyak bicara saat bekerja. Harapannya mereka telah memahami prosedur kerja dan mengerti body language saja ketika menangani pasien", kata dia.
Berkaitan dengan hal tersebut, PSIK pun memaparkan sistem pendidikan dan kurikulum ilmu keperawatan di UB yang telah terstandarisasi di tingkat nasional. Guna mengatasi permasalahan, Kochi University menginginkan peminatan Bahasa Jepang dimasukkan dalam kurikulum sehingga akan membantu mahasiswa yang berkeinginan untuk bekerja di Jepang.
Diantara program yang ditawarkan Kochi University untuk mengenalkan Bahasa Jepang adalah melalui penggunaan Bahasa Jepang untuk kepentingan akademis (Japanese for Academic Purposes). Salah satunya adalah penerjemahan buku-buku Ilmu Keperawatan ke dalam Bahasa Jepang, yang dalam pelaksanaannya akan menggandeng Program Studi Bahasa Jepang UB. Tidak hanya itu saja, di Program Studi Bahasa Jepang mereka juga menanyakan secara mendetail sistem pendidikan dan kurikulum yang ditawarkan kepada mahasiswa. Diantara hal yang menjadi perhatian Kochi University adalah perbedaan program diploma dengan program sarjana Bahasa Jepang. Menariknya, ternyata bagi pekerja Indonesia yang memegang ijazah diploma dan memenuhi kualifikasi di Jepang, dapat melanjutkan studi langsung ke program magister. [nok]

Mewujudkan Revolusi Biru Pola Pikir Kontinental Jadi Penghambat
17 Maret 2010
Sungguh fantastis. Rakornas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan Indonesia harus menjadi penghasil produk perikanan terbesar di dunia pada 2015. Pertumbuhan produksi perikanan ditargetkan 353 persen dalam 5 tahun mendatang (Bisnis Indonesia, 18/02/10).
Program ini sangat monumental. Adakah tantangannya pada masa depan? Bagaimana nasib nelayan kita? Seolah-olah kita terlena, kalau Indonesia berbasis kepulauan (archipelagic oriented). Ini lebih disadari leluhur kita sebelum Indonesia berdiri. Nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut. Sriwijaya dan Majapahit merupakan kerajaan yang disegani di laut pada masanya. Namun, saat penjajahan Belanda negeri ini berubah orientasi menuju darat (continental oriented). Pola penjajah ini yang kita ikuti hingga kini. Selain itu, kita tak perlu malu belajar dari negara lain, asal disesuaikan dengan kondisi Indonesia.
Norwegia, Skandinavia, dan Cile, serta beberapa negara Amerika Latin tertolong dari krisis setelah mengembangkan sektor kelautan. Bahkan pendapatan negara ini naik hingga 30 persen. Pengalaman di atas menunjukkan, revolusi biru bagi Indonesia merupakan sebuah keniscayaan.
Secara geografis Indonesia negeri kepulauan. Hal ini dikokohkan dengan pengakuan dunia terhadap Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Garis pantai 81.000 km, 14 persen panjang pesisir dunia. Ada sekitar 1.700 pulau dan luas lautan sekitar 5,8 juta km persegi. Terumbu karang dan biota laut memperbesar potensi perikanan.
Menurut Riset Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim, potensi perikanan Laut Aru 771.000 ton per tahun, baru tergarap 34,14 persen. Jika harga ikan 5.000 dolar AS per ton, potensi ikan laut Aru senilai 3,85 miliar dolar Amerika atau Rp 38 triliun per tahun. Potensi perikanan Laut China Selatan 1,06 juta ton per tahun baru tergarap 35,4 persen saja.
Pesona bawah laut sesuai untuk wisata bahari. Keragaman ikan laut, potensi mineral, kerang mutiara, dan budi daya rumput laut, serta 125.000 spesies flora dan fauna laut belum teroptimalkan. Ini adalah modal dasar potensial dan strategis untuk dikembangkan.
Lima persoalan
Untuk mengembalikan kejayaan negeri ini di laut, tak cukup mengandalkan modal dasar. Banyak tantangan yang mesti dihadapi, yaitu: Pertama, melekatnya pola pikir kontinental masyarakat dan penyelenggara negara. Mengubah pola pikir continental oriented menuju archipelagic oriented bukan perkara mudah. Pemekaran pemerintahan daerah berbasis darat telah dilakukan. Namun, perlu terobosan berani terkait dengan pemekaran potensi kelautan. Faktanya dominasi pola pikir kontinental ini masih melekat pada UU No. 32/2004 tentang Otonomi Daerah. Bahkan belum selaras dengan UU No. 31/2002 tentang Kelautan. Tentu pekerjaan rumah ini mutlak diselesaikan. Kedua, minimnya tingkat pendidikan dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) nelayan. Sebagai ilustrasi, SDM pembudi daya rumput laut 79,05 persen tidak tamat SD, 17,59 persen tamat SD, dan hanya 0,03 persen sarjana.
Ketertarikan generasi muda menjadi nelayan dan pelaut sangat kecil. Mereka tak dapat disalahkan, karena faktanya nelayan jauh dari sejahtera. Karena itu, perlu upaya sistemik agar generasi muda tergerak berusaha di sektor kelautan dan perikanan (KP). Lembaga pendidikan perlu dilibatkan untuk mendorong generasi muda memilih profesi sektor KP yang dapat menjanjikan kesejahteraan.
Ketiga, terbatasnya modal dan peralatan nelayan dan pengusaha nasional. Nelayan kita banyak hanya berbekal perahu motor kecil tanpa pendingin. Teknologi budi daya juga belum terkuasai oleh nelayan. Jika tidak diatasi, ini menjadi faktor penghambat pencapaian target produksi. Karena itu, keterlibatan pemerintah dalam memberikan akses modal mutlak dilakukan. Demikian juga pengadaan kapal penangkap ikan berukuran 30 sampai 60 GT yang mampu menangkap di perairan dalam pada ZEE.
Keempat, minimnya industri hilir pengolahan produk primer, sekunder, dan tersier hasil laut. Saat ini kita baru menjadi eksportir bahan baku hasil laut. Itu pun masih mendapat komplain mutu dari pasar tujuan. Sangat perlu membangun industri hilir yang memberikan added value lebih besar. Peningkatan mutu sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar Internasional mengacu tuntutan pasar global mutlak dilakukan. Kecerdikan tim negosiator mutu dalam perdagangan internasional perlu terus diasah.
Kelima, kebijakan pengembangan KP sering mengutamakan swasta lokal dan asing, tetapi memarginalkan nelayan kecil. Sistem klaster dalam Peraturan Menteri No 5 Tahun 2008 tentang Usaha Perikanan Tangkap masih kontroversi. Kebijakan ini berpotensi menyulut konflik antara pengelola klaster, nelayan setempat, dan nelayan yang punya surat izin penangkapan ikan di areal tangkapan tertentu.
Peraturan Pemerintah No. 13 Tahun 2010 tentang Pembiayaan melalui Public Private Partnership (PPP) memuluskan pembangunan pelabuhan dan infrastruktur perikanan oleh pengusaha lokal dan asing. Belum lagi insentif yang dijanjikan.
Meski ini membuka kesempatan ekspor langsung ke negara lain, dampak negatifnya harus dikendalikan. Kalau pengusaha diberi insentif, mestinya nelayan kecil lebih berhak diperhatikan lagi.
Meski banyak tantangan, potensi laut kita perlu digarap lebih serius. Apa pun yang ingin diraih dalam program ini, hendaknya tidak sebatas mengejar target produksi. Apalagi jika implementasinya banyak diserahkan swasta. Selayaknya keterlibatan dan kesejahteraan nelayan menjadi parameter keberhasilan program. Jangan sampai nelayan hanya menjadi kuli di negeri sendiri. Pola revolusi biru yang menyejahterakan nelayan perlu terus dikembangkan. [nok[
----
Opini Sucipto (Dosen Teknologi Industri Pertanian FTP Universitas Brawijaya) di  Bisnis Indonesia 15 Maret 2010

Masyarakat Antusias Mononton "Rajasuya Indraprasta"
15 Maret 2010
Lebih dari seribu orang hadir menonton pagelaran wayang kulit di gedung Samanta Krida UB. Mereka antusias menikmati lakon Rajasuya Indraprasta yang didalangi oleh Ki Anom Suroto dan putranya Bayu Aji Pamungkas. Marwoto dan Topan yang hadir melawak juga turut membuat para penonton tert awa.
Sebelum pementasan wayang dimulai, Rektor UB Prof. Yogi Sugito secara simbolis menyerahkan wayang kepada Ki Anom Suroto. Tokoh wayang yang dimaksud adalah Puntadewa. Rektor mengatakan, dengan menggelar pementasan wayang kulit untuk peringatan dies natalis ke-47 ini, UB ingin tetap berkomitmen nguri-nguri budayaning bangsa atau melestarikan budaya bangsa.
Dalang muda Bayu Aji tampil mengesankan ketika menggantikan peran ayahnya dalam adegan peperangan. Keterampilannya dalam memainkan perangan mengundang tepuk tangan penonton. Begitu juga dengan sinden cilik Mega Laras yang masih duduk di kelas 3 SD membuat penonton berdecak kagum karena suaranya yang indah ketika membawakan tembang-tembang.
Rajasuya Indraprasta
Lakon Rajasuya Indraprasta mengetengahkan cerita tentang diangkatnya Puntadewa atau Yudhistira menjadi Rajasuya, gelar Raja Agung. Cerita berawal ketika Jarasanda, seorang raja tamak ingin menjadi raja dari segala raja. Sesembahan Jarasanda adalah Batharakala, perlambang dari segala macam keburukan dalam lakon wayang. Jika ingin menjadi raja dari segala raja, Batharakala memberi syarat kepada Jarasanda dengan membuat sesaji pengorbanan sebanyak 100 raja sebagai tumbal.
Setelah waktu berlalu, Jarasanda berhasil menawan 97 raja yang siap untuk dikorbankan di kemudian hari. Mengetahui hal itu, Puntadewa mulai resah. Bukan saja ia menjadi salah satu raja yang terancam, tetapi apa yang telah dilakukan oleh Jarasanda telah mengesampingkan rasa kemanusiaan. Untuk tujuan-tujuan kemuliaan pribadi, Jarasanda telah mengorbankan kehidupan manusia lainnya.
Puntadewa kemudian mengutus Kresna bersama Arjuna dan Bima mendatangi Jarasanda  dengan maksud untukmengingatkan akan perilakunya tersebut. Kresna diutus karena ia seorang ahli diplomasi. Namun demikian diplomasi tersebut gagal. Mau tidak mau, Jarasanda bersama kerajaannya harus diperangi.
Bima yang terlibat pertarungan seru akhirnya berhasil membunuh Jarasanda. Jasad Jarasanda akhirnya dibawa ke Indraprasta, kerajaan Puntadewa sebagai bukti bahwa angkara murka telah berhasil ditumpas. Semua raja yang ditawan kemudian dibebaskan. Seluruh raja-raja dan para brahmana akhirnya mendaulat Puntadewa sebagai Rajasuya sebagai ungkapan terima kasih.
Doorprize
Selain mendapatkan hiburan gratis, para penonton wayang juga berkesempatan mendapatkan beraneka macam doorprize. Panitia menyiapkan kupon-kupon yang dibagikan kepada penonton untuk diundi di akhir acara. Hadiahnya bermacam-macam: magic com, setrika, kipas angin, dan televisi. Sebagian besar penonton yang meraih hadiah adalah masyarakat dari luar kampus UB.[fjr]

Senat Unmul Berkunjung
12 Maret 2010
Jajaran Senat Universitas Mulawarman  (Unmul), Jum’at (12/03), melakukan kunjungan ke Senat Universitas Brawijaya (UB). Kunjungan yang dipimpin oleh Prof  Zamrudin Hasid SE SU ini bermaksud mempelajari konsep BLU (Badan Layanan Umum) yang telah diterapkan UB sejak tahun 2009. Waktu yang terbatas membuat pertemuan langsung diisi dengan sesi tanya jawab.
Mengawali sesi tanya jawab, Drs Sudrajat SU, dekan Fakultas MIPA Unmul menanyakan tentang adaptasi struktur organisasi UB dengan konsep BLU serta penerapan tarif untuk mahasiswa reguler. Prof Dr Ir Simon B Widjanarko sekretaris Senat UB memaparkan bahwa UB telah melakukan pemekaran biro. " Pemekaran mencapai 40% dan diharapkan semua organisasi menyiapkan menuju BHP (Badan Hukum Pemerintah)," ungkapnya di lantai 8 gedung Rektorat. Dr Ir Agus Tjahyono MS Pembantu Dekan 1 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan menambahkan dengan pemberlakuan BLU, biro-biro ini menjadi tanggung-jawab Perguruan Tinggi termasuk dekan mendapatkan income dari fakultas.
Dr Ir Abdul Latief Abadi MS Staf Ahli Pembantu Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama menjelaskan BAUK (Biro Administrasi Umum dan Keuangan) dipecah menjadi BAK (Biro Administrasi Keuangan) dan BAU (Biro Administrasi Umum), karena BLU menuntut pengelolaan keuangan yang lebih mandiri maka bagian keuangan dipisah sendiri. Pemberlakuan tarif proporsional juga dipaparkan Latif, " Kami memberlakukan SPP proporsional, yang kaya mensubsidi yang miskin agar bisa sekolah," ujarnya.
Pada kesempatan ini, Simon juga menjelaskan UB akan beralih ke BHP. "Dikti telah memberi deadline Agustus tahun ini proposal BHP UB diajukan ke Jakarta. Untuk proses ini disediakan pendamping dari Dikti. Tidak seperti proposal BLU, untuk BHP yang perlu diserahkan cukup AD/ART, AD sudah disusun sedangkan ART kami deadline Maret," paparnya. [ai]

UB Cabang Kediri, Pemkot Respon Positif
12 Maret 2010
Pemerintah Kota Kediri agaknya menyambut positif rencana Universitas Brawijaya (UB) untuk membuka cabang di kota tahu ini. Berkaitan dengan hal tersebut, Rektor Universitas Kadiri (Unik), Ir. Heru Marwanto, MM pada Jum'at (12/3) berkunjung ke UB. Turut serta dalam kunjungan ini adalah perwakilan Badan Perencana Pembangunan Kota (Bappekot), Bagian Hukum dan Pemerintahan serta Ikatan Alumni (IKA) UB di Kediri. Kunjungan yang diterima oleh Rektor UB, Prof. Dr. Yogi Sugito beserta tim teknis Pembentukan UB Cabang Kediri ini dimaksudkan untuk meminta kejelasan rencana pembukaan cabang UB. Diwawancarai PRASETYA Online, Heru Marwanto menyampaikan bahwa Unik telah sepakat untuk menyerahkan asetnya kepada UB baik berupa lahan, bangunan maupun Sumber Daya Manusia (SDM). Mengenai kebutuhan lahan 30 hektar yang dipersyaratkan Dikti untuk membuka cabang, Heru menjelaskan, "Total lahan yang dimiliki Unik ada 3 hektar, ditambah pembebasan dari warga sekitar 3 hektar. Sisanya akan ditambahkan dari pemerintah kota". Lahan 24 hektar tersebut menurutnya ada di Kawasan Mrican. Terkait peraturan daerah yang ada, terdapat empat mekanisme pelepasan tanah Pemkot tersebut yaitu ruislag, penjualan, hibah dan pernyertaan modal, dimana kesemuanya membutuhkan waktu dan harus menyertakan ijin Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Lepas dari itu, Pihak Unik menginginkan pembukaan program studi dimulai tahun ajaran ini tanpa menunggu permasalahan lahan. Tindak lanjut pertemuan kali ini adalah pihak UB diminta menyusun draft teknis pendirian cabang yang akan disusul dengan penandatanganan kerjasama antara UB dengan Pemerintah Kota Kediri. [nok]

Talk Show Kewirausahaan di Sampoerna Corner
12 Maret 2010
Perpustakaan Universitas Brawijaya (UB) bekerjasama dengan PT Sampoerna Tbk, Kamis (11/3) menggelar talk show "Membangun Generasi Millenial Dengan Jiwa Kewirausahaan". Kegiatan yang diikuti mahasiswa UB ini menghadirkan dua orang pembicara yaitu Ir. Retno Soentari, MS dan pengusaha jamur binaan PT. Sampoerna, Kaiman.
Diwawancarai PRASETYA Online, Kepala Perpustakaan UB, Musleh, MSi menyatakan bahwa kegiatan semacam ini baru pertama kali diselenggarakan. "Untungnya kami memiliki Sampoerna Corner sehingga kegiatan semacam ini dapat diselenggarakan disini", tutur Musleh. Melalui kegiatan ini pihaknya berupaya memfasilitasi mahasiswa yang berminat menggeluti kewirausahaan untuk mendapatkan berbagai ilmu praktis dari akademisi maupun pelaku usaha.
Perlu Sikap Mental
"Percaya diri dan mau bekerja keras merupakan komponen utama dalam berwirausaha. Selain itu, target juga harus ditetapkan agar bisnis berjalan terencana", ungkap Retno Suntari dalam paparannya. Menceritakan pengalamannya dalam berbisnis pakaian jadi, Retno menekankan perlunya menghilangkan gengsi dan mental priyayi. "Waktu memasarkan pakaian, sebisa mungkin saya melupakan identitas sebagai seorang dosen dan fokus melayani pelanggan", ungkapnya menggambarkan mental seorang wirausahawan. Hal ini menurutnya penting karena dalam berwirausaha sikap mental sangat menentukan keberhasilan dengan proporsi hingga 70 persen, seperti ulet, percaya diri, bekerja keras dan tidak mudah menyerah. "Baru sisanya adalah pengetahuan sekitar 15 persen dan ketrampilan 15 persen", terangnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam memulai bisnis sebaiknya tidak langsung berorientasi pada perolehan untung yang sebesar-besarnya. "Belajar dari masyarakat Tionghoa yang dikenal lihai berbisnis, dalam memulainya mereka tidak langsung meraup untung sebesar-besarnya. Tetapi berfokus pada omset dan upaya peningkatannya", tutur Retno. Tak lupa ia juga mengingatkan pentingnya melakukan tertib administrasi ketika menjalankan usaha agar aktivitas terdokumentasi dengan baik. .
Jamur Organik Binaan PT Sampoerna Tbk
Salah seorang pengusaha binaan PT Sampoerna Tbk, Kaiman, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pengalamannya menjalankan budidaya jamur kuping dan tiram putih. Diwawancarai PRASETYA Online, Kaiman mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pendampingan PT Sampoerna Tbk yang diperolehnya sejak 2005. Pendampingan tersebut menurutnya berupa pelatihan, akses pasar serta permodalan. Usaha yang mulai dikembangkannya sejak tahun 2004 silam itu, kini telah berkembang pesat dengan omset sekitar 100 juta per bulan. Dengan mempekerjakan 30 karyawan, Kaiman yang selama 20 tahun sebelumnya adalah kernet dan sopir truk Surabaya-Bali, kini telah menguasai pasar di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi.
Konsisten berbudidaya jamur, Kaiman menyampaikan beberapa keunggulan yang dimiliki bisnis jenis ini. Diantara keunggulan tersebut adalah kebutuhan tanah yang relatif tidak luas, hanya sekitar 10 x 5 m saja untuk memulainya. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan juga mudah diperoleh diantaranya serbuk kayu, bekatul, tepung jagung (ampok), serta agar-agar kertas. Dalam kurun waktu 37 hari, menurutnya jamur telah tumbuh dengan sempurna. "Jamur yang saya hasilkan ini jamur organik, tanpa bahan kimia dalam semua prosesnya", kata dia. Untuk proses pencampuran dan fermentasi pun, ia mengaku hanya memanfaatkan air bersih saja.
Diwawancarai usai acara, perwakilan Departemen CSR dan Kontribusi PT Sampoerna Tbk, Widowati, mengungkapkan bahwa pihaknya telah lama berupaya mendampingi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini kemudian diperkuat dengan didirikannya Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna (PPKS) di Dusun Betiting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan pada tahun 2007. Melalui PPKS, PT Sampoerna Tbk memberdayakan UMKM dengan diseminasi usaha, pendampingan, serta akses permodalan melalui lembaga keuangan mikro. Khusus untuk pemasaran, PT Sampoerna Tbk membantu dengan membuka unit UKM Centre yang berada di Taman Dayu, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. "Keseluruhan program ini kami selenggarakan untuk menumbuhkembangkan usaha baru di masyarakat sesuai potensi lokal masing-masing wilayah", kata dia. [nok]

UB Persiapkan Juara Peksiminal ke Lomba Tingkat Propinsi
12 Maret 2010
Para juara seluruh kategori dalam rangkaian acara Pekan Seni Mahasiswa Regional (Peksiminal) UB akan digembleng sebelum mengikuti kejuaraa di tingkat propinsi Jawa Timur. UB diharapkan bisa meraih prestasi dalam bidang seni seperti yang telah diraih dalam bidang ilmiah.
Demikian disampaikan oleh Pembantu Rektor III Ir. Ainurrasjid dalam acara penyerahan penghargaan juara peksiminal yang  rangkaian acaranya telah digelar beberapa waktu yang lalu, Kamis (11/03). Beberapa rangkaian acara Peksiminal sendiri adalah lomba menyanyi (keroncong, pop, dangdut), lomba karya puisi, dan monolog. Setiap juara pada setiap kategori lomba Peksiminal mendapatkan hadiah beruap uang dan trophy masing-masing Rp. 750.000 untuk juara I, Rp. 500.000 untuk juara II, dan Rp. 350.000 untuk juara III.
Menurut Ir. Ainurrasjid, meskipun beberapa lomba bidang seni kalah gaungnya dengan lomba ilmiah semacam Pimnas, namun UB akan tetap melakukan pembinaan kepada mahasiswa yang telah berprestasi. Meskipun yang akan maju untuk lomba pada fase selanjutnya adalah mereka yang menjadi juara pertama, namun untuk para juara II dan III juga diperbolehkan mengikuti pembinaan. "Setiap juara juga akan diupayakan untuk mendapatkan beasiswa", tuturnya. [fjr]

Recruitment PT Pamapersada Nusantara
12 Maret 2010
Salah satu perusahaan kontraktor jasa pertambangan terkemuka di Indonesia, PT. Pamapersada Nusantara, selama tiga hari (10-12/3) me-recruit tenaga baru di Universitas Brawijaya (UB). Salah satu anak perusahaan Astra yang tergabung dalam Astra Heavy Equipment ini mengajak para individu yang mau dan mampu bekerja, siap berkembang, senang bekerjasama, dan selalu terpacu ingin berprestasi untuk menduduki beberapa posisi. Berikut adalah posisi serta tingkat pendidikan yang dibutuhkan: Plant Group Leader (D3 Teknik Mesin/Elektro/Listrik), Engineering Group Leader (D3/S1 Teknik Tambang/Geologi/Geodesi/Sipil/Industri), General Service Group Leader (D3 Teknik Listrik (Arus Kuat)/Sipil), Safety and Health Environment (D3 Teknik Mesin/Elektro/Sipil/Hyperkes/Lingkungan/Kesma),Production Group Leader (S1 Teknik Sipil/Tambang/Geologi/Geodesi/Industri/D3 Teknik Kimia, Supply Management Trainee (D3 Mesin/Elektro, S1 Statistik), Human Resources Group (S1 Psikologi/Manajemen/Industri/Hukum), Accounting Officer (D3/S1 Akuntansi/Manajemen/Keuangan/Perpajakan), Internal Audit Trainee (S1/S2 Akuntansi), Management Development Officer (S1 Teknik Industri/Mesin), IT Representative (D3 Teknik/Manajemen Informatika/Elektro/Telkom), serta Human Capital Services Officer (D3 Manajemen/Akuntansi/Manajemen Informatika/Industri).
Persyaratan umum terkait recruitment ini adalah sudah lulus atau akan wisuda di Bulan Maret 2010, menguasai komputer, menguasai Bahasa Inggris (lisan dan tulisan), bersedia ditempatkan di seluruh operasional site PT Pama serta IPK minimal 2.75.
Melalui Job Placement Centre (JPC) UB, sebanyak 416 pelamar tercatat mengikuti recruitment kali ini. Mereka kemudian diharuskan mengikuti berbagai tahapan seleksi yaitu administrasi, psychotest, interview, Leaderless Group Discussion (LGD), dan medical check up.
Seleksi ini dibedakan menjadi dua yaitu jalur D3 dan S1. Untuk jalur D3, setelah psychotest mereka langsung interview dengan user, dilanjutkan medical check up. Sementara untuk jalur S1, mereka harus mengikuti LGD dan dua tahapan interview pun harus dilalui yaitu interview dengan user dan direksi sebelum akhirnya melakukan medical check up.
Disampaikan M. Ni'mal Fata, psikolog konsultan PT. Pama, recruitment kali ini dilakukan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia diantaranya Politeknik Negeri Bandung dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Untuk tingkat pendidikan Sekolah Menengah Atas, recruitment menurutnya dilakukan di dua daerah yaitu Blitar dan Solo.
"Mereka yang terseleksi nantinya akan ditempatkan di berbagai job site yang tersebar di Indonesia terutama wilayah Kalimantan dan Sumatera", ujar Ni'mal Fata. Ditanya mengenai pelamar yang ada di UB, ia berujar, "sepertinya kegiatan organisasi di UB lebih kondusif daripada yang lain, sehingga mayoritas pelamar yang aktifis terlihat lebih matang. Tetapi jika dibandingkan dengan Politeknik Negeri Bandung, penguasaan dan pemahaman keilmuan mereka relatif kurang". Dari recruitment tersebut, ia juga menyimpulkan bahwa ternyata Indeks Prestasi Kumulative (IPK) tinggi tidak menjamin kualitas pelamar. [nok]

Sosialisasi Beasiswa Fulbright
12 Maret 2010
Amerika Serikat memiliki 400 perguruan tinggi yang telah terakreditasi dengan standar kualitas tinggi. Sekitar 13 menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dan 7 duta besar Indonesia di berbagai negara adalah alumni Amerika Serikat. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa perguruan tinggi kami memang diakui dunia internasional. Direktur Eksekutif American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF), Michael E. McCoy mengemukakan hal ini dalam sosialisasi beasiswa Fulbright di Universitas Brawijaya (UB), Kamis (11/3). Diwawancarai PRASETYA Online, McCoy menyatakan bahwa sosialisasi ini merupakan salah satu upaya pihaknya untuk bertemu langsung dengan mereka yang berminat sekolah ke negeri Paman Sam tersebut. "Untuk menemukan kandidat yang berkualitas kami lebih memilih bertatap muka daripada memasang iklan. Dengan begitu ada proses dialogis dan tanya jawab langsung", ungkap pria yang telah berada di Indonesia sejak 2003 ini. Berkaitan dengan hal tersebut, AMINEF akan mensosialisasikan beasiswa Fulbright 2011/2012 pada 100 perguruan tinggi Indonesia yang berada di 36 kota.
Di UB, sosialisasi beasiswa ini dihadiri oleh dosen, perwakilan fakultas dan program pasca sarjana serta beberapa Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Malang. Hal ini sesuai dengan harapan AMINEF karena sebanyak 250 beasiswa Fulbright menurut rencana akan digelontorkan kepada masyarakat Indonesia. Mulai dari tamatan SMA, mahasiswa, guru, professional, dosen muda hingga dosen senior mempunyai kesempatan untuk berkompetisi mendapatkannya.
Program yang ditawarkan diantaranya Hubert H. Humprey Fellowship Program, Community College Initiative Program, International Leadership in Education Program (ILEP) serta Global Undergraduate Exchange Program.
Pengiriman formulir pendaftaran dan berkas lainnya pada sebagian besar beasiswa yang ditawarkan akan ditutup pada 30 April 2010 ini. "Untuk itu kami menyarankan agar kandidat mengumpulkan berkas mulai dari sekarang. Jangan ditunda-tunda sampai batas akhir waktu pendaftaran", ungkap McCoy menyemangati kandidat. Selain itu, untuk sukses dalam kompetisi tersebut pihaknya juga menekankan pentingnya mempelajari beberapa tes seperti TOEFL/IELTS serta GRE/GMAT mulai dari sekarang. "Nilai hasil tes yang rendah memaksa kandidat untuk menunda keikutsertaan di tahun berikutnya", kata dia. Untuk tes bahasa Inggris seperti IELTS dan TOEFL misalnya, McCoy sering mendapatkan pertanyaan mengapa standar yang ditetapkan sangat tinggi. Menjawab hal tersebut, ia pun menyatakan, "standar tersebut bukan saya yang menetapkan tetapi memang kebutuhan perguruan tinggi Amerika Serikat. Semakin tinggi standar yang ditentukan biasanya kualitas yang ditawarkan pun semakin bagus". Selain hasil tes, poin penting yang selalu menjadi perhatian khusus pada setiap seleksi adalah study objectives dan rencana penelitian. "Saya pribadi selalu memprioritaskan untuk membaca study objectives bahkan berulang hingga dua sampai tiga kali", ujar McCoy. Untuk itu, ia menekankan agar kandidat menulis study objectives dan research plan dengan baik mulai dari sekarang. Informasi lebih lengkap mengenai beasiswa Fulbright dapat diakses di sini. [nok]

Workshop Soft Skill Entrepreneur
11 maret 2010
Sinergi antara aspek produksi, pemasaran dan sumber pendanaan di dalam kewirausahaan sangat penting artinya. Ketiganya saling mendukung dalam merintis usaha. Oleh sebab itu, akses usaha kecil kepada 3 unsur tersebut harus selalu dikembangkan.
Demikian yang tersirat dari hasil workshop Soft Skill dalam rangka dies natalis UB ke-47 di gedung pasca sarjana UB, Rabu (10/03), yang mengambil tema Menjembatani dan Mensinergikan Antar Unsur-Unsur Wirausaha dalam rangka Mengimplementasikan Kemampuan Kewirausahaan. Tiga unsur kewirausahaan (produksi, pemasaran, dan pendanaan) disampaikan dalam format seminar menarik perhatian peserta yang terdiri dari para lulusan program wirausaha mahasiswa (PMW) dan  perwakilan unit kegiatan mahasiswa di UB.
Direktur CV. Herba Bagoes dr. Zaenal Gani mengatakan, pola produksi dalam kewirausahaan dipengaruhi oleh pergeseran seismik global yang merupakan tantangan serta peluang baru. Di antara pergeseran tersebut adalah globalisasi pasar dan teknologi, munculnya hubungan universal, demokratisasi informasi/harapan, peningkatan kompetisi secara eksponensial, modal intelektual dan sosial, tenaga kerja bebas, dan perubahan yang terus menerus terjadi.
Sementara itu Direktur Utama PT. One System Solution Riska Ariesnawan Putranto, strategi pemasaran sebuah usaha saat ini banyak dipengaruhi oleh keingintahuan pelanggan, kepuasannya, dan kesan pelanggan akan produk yang ia nikmati. Selain itu, pemilik usaha saat ini juga harus mau menjadi pemimpin pemasaran itu sendiri.
Dariaspek pendanaan, Direktur Utama Bank Jatim muljanto mengungkapkan bahwa perbankan memang menyadari potensi usaha mikro, kecil, dan menengah. Namun demikian, untuk mendukung pendanaan, perbankan tentunya tetap mengukur visibilitas usaha tersebut. Bank Jatim, menurutnya, sampai sejauh ini masih konsisten untuk mendukung pertumbuhan kemampuan UMKM menjadi usaha yang tangguh dan mandiri. Menurut Ketua Pelaksana workshop, Dr.Ir.Moch. Junus, MS, hasil dari workshop akan disampaikan sebagai bahan masukan kepada tim Program Mahasiswa Wirausaha. [fjr]

Unmas Belajar PIMNAS Ke UB
10 Maret 2010
Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar melakukakan lawatan ke Universitas Brawijaya (UB), Rabu (10/03). Lawatan ini sebagai rangkaian persiapan Unmas menjadi tuan rumah Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) XXIII bulan Juli mendatang. Alasan Unmas memilih UB, karena pengakuannya sebagai pelaksana PIMNAS terbaik pada tahun sebelumnya. "Sepengalaman kami mengikuti PIMNAS, kami mengakui kalau di UB memang yang paling sempurna. Kedatangan kami disini anggaplah sebagai anak kecil yang ingin meniru prestasi UB, " ucap I Made Suryawan SH, Wakil Rektor III sekaligus pimpinan rombongan lawatan ini. Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito beserta jajaran Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan menerima rombongan ini di gedung Rektorat lantai 6.
Dalam sambutannya Pembantu Rektor III UB, Ir H R B Ainurrasyid, MS memaparkan, pendaftaran dengan sistem online sangat membantu kelancaran pelaksanaan PIMNAS. "Jangan sampai seperti pengalaman PIMNAS kami. Mahasiswa UB sudah datang jam tujuh baru dilayani jam dua siang, suguhan air pun nggak ada," ucapnya memberi contoh. Pernyataan ini dikuatkan oleh Prof Dr Drs Abdul Hakim MSi Staff Ahli Pembantu Rektor III Bidang Penalaran bahwa sesi pendaftaran sangat mempengaruhi citra pelaksanaan PIMNAS secara keseluruhan. "Pengalaman hari pertama sangat menentukan penilaian peserta PIMNAS," ujarnya. Abdul Hakim juga menjelaskan pelaksanaan teknis PIMNAS XXII di UB mulai tupoksi kepanitiaan hingga permasalahan parkir dan keamanan. "Jangan sampai Unmas jadi berita di koran gara-gara ada mahasiswa peserta PIMNAS yang kehilangan laptop," ungkapnya berkelakar.
Sesi tanya jawab berlangsung lebih lama dari yang direncanakan. Diskusi perihal kebijakan dan pelaksanaan teknis terkait PIMNAS ditanyakan oleh pihak Unmas. Wakil Rektor IV Unmas Dr.Ir.Nyoman Utari Vipriyanti, M.Si salah satunya, menyatakan ketertarikannya pada sistem registrasi online untuk PIMNAS yang dipaparkan Pembantu Dekan III MIPA Dr. Agung Pramana W M MSi. "Kalau boleh kami ingin belajar tentang sistem registrasi online sekaligus software yang digunakan UB," katanya.
Mengakhiri sesi tanya jawab Abdul Hakim berucap, "Kalau ditanya apa kendala yang kami hadapi selama pelaksanaan PIMNAS, satu-satunya adalah ketika Pak SBY gak jadi datang membuka. Tapi acara tetap berlangsung lancar. Selain itu, tantangan yang harus kami hadapi adalah harus sering berkoordinasi dengan Direktorat Penelitian dan Pengabdian masyarakat (DP2M), bahkan untuk warna panggung pun harus mendapatkan validasi dari DP2M," ujarnya. Abdul Hakim selaku sekretaris panitia PIMNAS XXII UB berpesan, koordinasi dengan DP2M selaku panitia pusat PIMNAS harus menjadi catatan penting bagi panitia lokal. "Koordinasi bukan hanya sebelum pelaksanaan PIMNAS tapi juga pada saat pelaksanaan yang berimplikasi pada posisi kamar hotel panitia pusat dan panitia lokal yang memang dikondisikan berdekatan, " tandasnya.  [ai]

Libama Regional Jatim di UB
10 Maret 2010
Liga Basket Mahasiswa (Libama) regional Jawa Timur yang merupakan ajang tahunan Pengurus Provinsi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Pengprov Perbasi) kembali digelar. Tahun ini, Universitas Brawijaya (UB) menjadi tuan rumah laga yang diikuti 18 kontingen dari berbagai perguruan tinggi di JawaTimur ini. Dipusatkan di Gedung Olahraga (GOR) Pertamina-UB, acara ini diselenggarakan selama seminggu (10-16/3). "Ke-18 kontingen ini terdiri dari 13 kontingen putra dan 5 kontingen putri. Mereka berkompetisi untuk maju di kejurnas Libama", ungkap Ketua Panitia, Billy Satria Negara. Pemenang kompetisi ini, menurutnya akan mendapatkan hadiah berupa tropi Pengprov Perbasi dan uang pembinaan. Disampaikan Billy, tahun ini UB mengirimkan 2 kontingen, putra dan putri.
Pada ajang yang sama, kontingen putra UB pernah meraih juara pertama regional dan maju ke kejurnas pada 2004. Sementara untuk putri, pada 2005 dan 2007 berturut-turut pernah menjadi juara pertama dan ketiga Libama regional Jatim. Upacara pembukaan kompetisi ini dihadiri oleh Budianto dari Pengprov Perbasi Jatim serta Prof. Dr. Ir. Woro Busono (staf ahli PR III Bidang Kemahasiswaan) dan Drs. Suharyo (Kepala Bagian Bidang Kemahasiswaa).
Laga antara kontingen putri Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Brawijaya (UB) mengawali kompetisi ini, dan berhasil dimenangkan UB dengan skor 18-56. [nok]

Telekonferensi Dirjen Dikti
9 Maret 2010
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional, melakukan telekonferensi dengan PTN dan Kopertis se-Indonesia. Telekonferensi tentang Sosialisasi Akademisi Berprestasi 2010 itu berlangsung di ruang e-learning Pusat Komputer Universitas Brawijaya pada Selasa (9/3). Hadir pada kesempatan itu diantaranya Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, Dekan Fakultas MIPA Prof Dr Marjono MPhil, Dekan FTP Prof Dr Ir Harijono MAppSc, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Prof Dra Francien Herlen Tomasowa PhD, dan Pembantu Dekan II Fakultas Hukum Dr Sihabuddin SH MH. Selain UB yang juga melakukan telekonferensi yaitu PENS ITS, Universitas Nusa Cendana, Politeknik Negeri Sriwijaya, Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Lambungmangkurat, Kopertis Wilayah 9 dan Kopertis Wilayah 5.
Dalam sosialisasi itu disampaikan mengenai pemilihan akademisi berprestasi yang meliputi bidang mahasiswa, dosen, ketua program studi, laboran, pustakawan, tenaga administrasi dan tenaga pengelola keuangan berprestasi. Pada kesempatan itu Dirjen mengharapkan partisipasi dari semua perguruan tinggi untuk mengirimkan kandidat yang telah melalui proses seleksi di tingkat universitas.[nun]

Farid A. Moeloek: Sistem Kesehatan Masyarakat Perlu Diperbarui
9 Maret 2010
Aturan kesehatan masyarakat yang diterapkan di Indonesia masih mencerminkan sistem yang dipakai awal abad 20 yang disusun oleh pemerintah kolonial Belanda. Setidaknya hal itu tercermin pada "harga" apresiasi kepada seorang pelayan kesehatan yang diukur berdasarkan berapa orang sakit yang ia layani. Aturan ini sebenarnya kurang menghargai profesi seorang dokter. Akibatnya banyak dokter tidak terspesialisasi karena terorientasi kepada profit.
Demikian salah satu poin yang diungkapkan oleh Prof.Dr.dr. Faried Anfasa Moeloek dalam seminar regional Jawa Timur bertema "Upaya Mewujudkan Jaminan Kesehatan yang Berkualitas bagi Masyarakat Jatim" di auditorium FK UB, Selasa (09/03). Ia mengungkapkan untuk menentukan arah pembangunan kesehatan masyarakat, langkah awal yang mesti ditempuh adalah memperbaiki sistem dimana para dokter bisa bekerja pada kondisi nyaman. "Mereka (dokter) boleh jadi telah menikmati pendidikan dengan baik, standardnya juga tinggi. Tapi kalau di lapangan saat bekerja tidak dalam sistem yang baik, tidak diapresiasi, sama saja akan tidak maksimal kerjanya," tuturnya dalam acara untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional dan Dies Natalis FK UB ke-46.
Menurut Faried A. Moeloek, konsep pembangunan kesehatan yang ideal harus mengintegrasikan kendali mutu, kendali biaya, dan keterjangkauan (pemerataan, keadilan). "Selain itu harus harus terstruktur serta aman," ungkapnya.
Lebih lanjut Farid mengkritisi sistem spesialisasi kerja dokter yang tidak sesuai dalam dunia pendidikan dengan di masyarakat. Misalnya saja saat ini banyak dokter spesialis yang menangani kasus-kasus yang tidak sesuai dengan kompetensi mereka. "Di saat kuliah khan sudah dipelajari, kondisi A hanya bisa ditangani oleh dokter spesialis. Kalau memang kondisinya tidak mensyaratkan spesialis yang handle, ya tidak perlu," ujarnya.
Jika dirunut lebih lanjut, sebenarnya kondisi ini tidak saja terjadi di rumah sakit-rumah sakit. Masalah kompetensi ini juga terjadi di lingkup pelayanan kesehatan yang lebih mikro, misalnya di puskesmas. Farid mengkritisi bagaimana urusan spesialisasi ini bisa merusak sistem pembangunan kesehatan yang benar. Jika di daerah-daerah telah diterapkan sistem dokter keluarga, puskesmas bisa kembali pada peran sebenarnya sebagai public goods. "Bayangkan bila setiap keluarga punya dokter keluarga yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah, maka puskesmas bisa kembali kepada perannya sebagai public goods. Sekarang ini khan memang salah kaprah, mestinya puskesmas memang mengurusi sanitasi masyarakat, ketersediaan jamban, dan lain-lain," ujar mantan Menteri Kesehatan RI ini.
Meskipun demikian ia menyadari tidak mudah untuk mengubah pola pembangunan kesehatan yang ada saat ini. Hanya saja pemerintah perlu memperbarui system ini."Seyogyanya dokter memang tidak dibayar berdasarkan jumlah pasien yang ia rawat," ulangnya.
Manajemen Kesehatan
Sementara itu Kepala Dinkes Jatim dr.Pawik Supriyadi dan Dr.dr. Jack Roebijoso menyampaikan gagasan-gagasannya mengenai manajemen pembangunan kesehatan wilayah. Menurut Dr.dr. Jack Roebijoso, aplikasi model pengembangan manajemen pelayanan kesehatan dokter keluarga dapat didorong dilakukan pada institusi yang telah memiliki beberapa potensi untuk menjalankan model manajemen ini. "Mereka itu seperti yang telah memiliki akses Askes, Astek, Asabri, Jamkesnas atau Jamkesda bagi keluarga miskin, perusahaan-perusahaan besar serta BUMN", tuturnya.
Lebih lanjut ia menyarankan kepada pemerintah pusat maupun daerah untuk mengkaji kebijakan yang telah diberikan danj sedang dipersiapkan untuk pengembangan pelayanan kesehatan oleh dokter keluarga seperti evaluasi pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan, standar praktek keluarga dan perijinannya, pengembangan pendidikan, dan juga pembiayaan. [fjr]

Best Design Pre Mentoring RAMP-Indonesia Milik UB
9 Maret 2010
Samsul Anam mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijata (FTP-UB) memenangkan desain prototype terbaik di ajang Pre Mentoring Program (PMP) yang diadakan selama 1 bulan, mulai 7 Pebruari - 6 Maret 2010. Selain memenangkan desain terbaik Samsul Anam juga menerima dana sebesar 15 juta yang digunakan untuk menyelesaikan prototype. Prototype hasil ini akan dievaluasi lebih lanjut oleh Recognition and Mentoring Program (RAMP) IPB dan apabila memenuhi kriteria akan direkomendasikan untuk mengikuti seleksi program mentoring/inkubasi menuju proses industrialisasi dari RAMP INDONESIA. Inovasi yang lolos ke program mentoring akan mengikuti pameran bersama produk RAMP lainnya. Namun khusus untuk prototype Samsul Anam yang memenangkan Desain Terbaik dan prototype Purwanto Eko Nugroho (Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas  Muhammadiyah Surakarta) dengan judul inovasi "Rancang Bangun Turbin Angin Mikro Wind Energy sebagai Energi Alternatif Pengganti Listrik PLN Skala Rumah Tangga" yang memenangkan progress kemajuan terbaik secara otomatis akan mengikuti pameran produk RAMP 2010.
Samsul Anam pada event kali ini mengangkat judul R-GITAK : Alat Pencetak Untuk Mempercepat Produksi Rengginang (studi kasus di Sentra Industri Rengginang Desa Sambigede Kabupaten Malang). Sebelumnya inovasi yang diajukan Samsul Anam ini juga memenangkan beberapa ajang tingkat nasional seperti PIMNAS 2009, Youth National Science and Technology Award 2009 Kementrian Pemuda dan Olahraga, Intensive Student Technopreneurship Program (i-STEP) 2009.
Awal mula Samsul Anam mendapatkan ide alat pencetak rengginang saat dia mengurus syarat administrasi untuk beasiswa di desanya Sambigede. Budiman, Kepala Desa Sambigede yang saat itu ditemuai Samsul, memintanya untuk membuat alat yang membantu produksi rengginang di Desa Sambigede. "Setelah menanyakan kepada saya dari jurusan mana, pak kades meminta untuk dibuatkan alat yang memudahkan warga memproduksi rengginang," ceritanya kepada PRASETYA Online saat diwawancarai di Humas UB, Selasa(9/02).
Saat ini dengan cara produksi rengginang yang tradisional setidaknya ditemui tiga permasalahan yaitu proses produksi lambat, tangan dan jari terluka, cara produksi masih manual. Cara produksi yang masih manual ini memperlambat proses produksi, sehingga seringkali permintaan pasar tidak bisa dipenuhi oleh Desa Sambigede. Samsul berharap dengan adanya R-GITAK ini, warga lebih terbantu.
PMP sendiri merupakan program pra-fasilitasi inkubasi yang masih dalam satu bagian program RAMP IPB yang merupakan hasil kerjasama nternasional The Lemelson Foundation (TLF) bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Yayasan Inovasi Teknologi (INOTEK). Pemilihan finalis Pre Mentoring dilakukan oleh RAMP-Indonesia yang dilaksanakan RAMP-IPB. Awal seleksi finalis Pre-mentoring, RAMP memberikan surat informasi pada Perguruan-perguruan Tinggi di Seluruh Indonesia. Calon pemenang diminta mengirimkan proposal Inovasi teknologi yang ditujukan ke RAMP-IPB Baranangsiang. Untuk tahun 2010 proposal yang masuk ke RAMP sebanyak 200 proposal. Proposal tersebut diperoleh dari calon yang mengirimkan proposal dari perguruan tinggi, dan juga berasal dari kegiatan i-STEP 2008 dan i-STEP 2009. Dari 200 proposal tersebut diseleksi dan diambil 10 proposal dengan nilai tertinggi dan prospektif. Kesepuluh proposal inilah yang berhak mengikuti Pre Mentoring Program. [ ai]

Mewaspadai Jajanan Anak
9 Maret 2010
Ketika pemerintah berusaha mengarahkan jajanan sekolah agar aman, ditemukan roti wafer kedaluwarsa yang dicampur cokelat di Sidoarjo. Bahkan ditemukan bahan roti kedaluwarsa 5 ton (Surya, 04/03/2010). Mayoritas dijual kepada anak-anak.  Dengan omzet sedikitnya Rp 27 juta per minggu, pasarnya pun luas. Meliputi Situbondo, Probolinggo, Banyuwangi, Madura, dan daerah lain, terutama di pedesaan. Bagaimana kita menyikapinya?
Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia (UU Nomor Tahun 1996 tentang Pangan). Singkatnya, pangan yang aman tidak mengandung bahaya biologi atau mikrobiologi, kimia, dan fisik. Kontaminasi ini dapat berasal dari bahan mentah sampai siap dikonsumsi.
Rendahnya keamanan jajanan anak bukan hal baru. Hasil survei Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada jajanan anak sekolah di 4.500 sekolah dasar di Indonesia menunjukkan, 3-20 persen mengandung bahan kimia berbahaya. Bahan kimia tersebut adalah boraks, formalin, dan pewarna tekstil.
Boraks atau asam borat bersifat antiseptik untuk detergen. Jika tertelan mengakibatkan gangguan pencernaan, kerusakan ginjal dan kegagalan sistem sirkulasi. Bahan ini sering digunakan membuat bakso, mi basah, dan kerupuk.
Formalin, sebagai desinfektan, sering disalahgunakan untuk mengawetkan tahu dan mi basah. Bahan ini mengakibatkan diare, sakit kepala, serta kerusakan hati, jantung, dan otak. Pewarna sintetis untuk tekstil Rhodamin B (merah) dan Methanil Yellow (kuning) sering digunakan pembuatan saus, krupuk dan kue, mengganggu saluran cerna dan fungsi hati.
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram juga menemukan sebagian jajanan di kantin sekolah tidak memenuhi syarat mutu. Pada 2009, hasil sampling 16 SD di Kota Mataram dengan 101 sampel jajanan berupa minuman berwarna, es krim, mi, bakso, gorengan, dan makanan ringan, 57 sampel memenuhi syarat dan 44 lainnya tidak.
Ada 32 sampel tidak memenuhi syarat mutu karena melebihi batas maksimal kadar pemanis buatan (siklamat) dan jumlah mikroba, serta mengandung boraks. 12 sampel tidak memenuhi syarat label.
Secara nasional kejadian luar biasa (KLB) di sekolah tahun 2006, ada 34 kasus keracunan siswa atau 21,79 persen dari 156 kasus KLB di 25 provinsi. Inilah wujud minimnya keamanan pangan yang belum memerhatikan sanitasinya. Ibarat gunung es, tentu banyak kasus yang tak terlaporkan.
Cerdas Memilih Jajanan
Salah satu penyebab masalah kesehatan adalah perilaku. Karena itu, pemerintah mengembangkan program perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS) untuk mencapai Indonesia sehat 2010. Di antara indikator PHBS di institusi pendidikan secara nasional ialah mengonsumsi jajanan sehat dari kantin sekolah.
Mengarahkan anak untuk memilih jajanan sehat tidak gampang. Namun, ini mutlak dilakukan orangtua dan pihak sekolah. Hal ini dapat dimulai dengan mengenalkan jenis zat berbahaya yang biasa ada pada jajanan di sekitar sekolah.
Tips menanamkan anak memilih jajanan yang aman di antaranya berikut ini. Pertama, katakan pada si kecil untuk memilih makanan yang tidak berwarna ngejreng atau mencolok. Sangat mungkin ini bukan pewarna makanan, tetapi pewarna tekstil. Biasanya digunakan untuk kerupuk dan saus sambal.
Kedua, biasakan anak bertanya pada pedagang. Ini akan meningkatkan kepedulian anak dan pedagang pada keamanan pangan. Mungkin dengan cara ini memotivasi pedagang meninggalkan kebiasaan buruk yang mereka lakukan.
Ketiga, ajarkan anak memerhatikan kemasan dan labelnya. Jika kemasan plastik kempes, kaleng cembung ke luar atau cekung ke dalam diduga isinya rusak. Produk diduga aman jika terdapat nama produk, komposisi bahan, berat bersih, nama dan alamat produsen atau importir, masa kedaluwarsa, dan nomor pendaftaran (MD, ML, ST, atau P-IRT). Keempat, kalau mungkin bujuk anak agar tidak jajan di sekolah jika tidak terpaksa. Sarapan pagi perlu dibiasakan pada anak. Meski sedikit merepotkan orangtua, lebih aman dibawakan bekal dari rumah untuk dibawa ke sekolah.
Kelima, pilih makanan bersih dengan melihat tempat sekitarnya. Bila tempat kotor, banyak serangga atau lalat beterbangan, serta menempel di makanan maka berbahaya bagi kesehatan karena membawa mikroba jahat penyebab penyakit.
Perlu Upaya Sistemik
Meski sangat berguna, tentu tidak cukup mengajarkan anak tips memilih jajanan yang aman. Secara sistemik dan terintegrasi kita harus membenahi keamanan jajanan anak dan pangan di masyarakat. Hal ini perlu sinergi antara orangtua, anak didik, sekolah, dan pihak-pihak terkait, termasuk penjual jajanan anak.
Orangtua dan pendidik dapat memberi contoh dengan tindakan riil. Tentu kesadaran keduanya akan pentingnya keamanan pangan perlu selalu ditingkatkan. Anak didik diarahkan dan didorong untuk mengonsumsi produk yang aman.
Sementara itu, sekolah dan kementerian pendidikan bekerja sama dengan kesehatan dan BPOM perlu mengintensifkan program inspeksi pada jajanan sekolah. Demikian juga Program Piagam Bintang Satu Keamanan Pangan di kantin sekolah untuk meningkatkan pengetahuan pengelola kantin sekolah dalam bidang keamanan pangan perlu secara konsisten didorong.
Produsen dan penjual jajanan anak berupa industri kecil dan rumah tangga mutlak terus-menerus dibina agar turut bertanggung jawab menyediakan pangan yang memenuhi syarat keamanan. Demikian juga industri menengah dan besar.
Jika mereka masih melanggar juga, maka upaya hukum mutlak dilakukan. Dari sini harapan menyehatkan dan mencerdaskan generasi bangsa akan berjalan seiring. Semoga.
Sumber : Opini Sucipto, STP. MP. (Dosen Jurusan Teknologi Industri Pertanian FTP UB) di Harian Surya, 8 Maret 2010

Perlu domestic regulation untuk bentengi ACFTA
9 Maret 2010
MALANG: Pemerintah harus menyiapkan domestic regulation dalam membentengi serbuan tenaga medis profesional maupun rumah sakit asing untuk ekspansi ke Indonesia dan membuka cabang di kota-kota besar yang cukup strategis. Prof. Farid Anfasa Moeloek, mantan Menteri Kesehatan (Menkes) yang juga guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), mengatakan berlakunya Asean China Free Trade Agreement (ACFTA) sangat memungkinkan rumah sakit dan tenaga asing masuk ke Indonesia. "Karena mereka punya kapital dan kompetensi tinggi. Sehingga dalam hal ini pemerintah perlu membentenginya dengan regulasi domestik," kata Moeloek di Universitas Brawijaya (UB) Malang, kemarin. Lewat regulasi itu, maka keberadaan tenaga medis maupun rumah sakit asing bisa diatur dan dibatasi. Dia memberi contoh, misalkan di Kota Malang jumlah penduduknya sekitar satu juta orang. Maka, setiap 2.500 kepala keluarga (KK) dibutuhkan satu dokter.
Dengan begitu, maka Kota Malang membutuhkan sedikitnya 400 dokter. Kalau kuota dokter tersebut memenuhi atau di Kota Malang ada 400 dokter, maka tidak diperkenankan lagi ada dokter asing masuk dan membuka praktek di Kota Malang.
"Sehingga dokter asing tersebut bisa mencari tempat lain di luar Malang. Sehingga dalam hal ini keberadaan ACFTA kendati merupakan ancaman sekaligus bisa menjadi peluang dan tantangan bagi kota-kota lain utamanya di Ternate, Kalimantan, Maluku, dalam mendapatkan layanan kesehatan." Pasalnya, lanjut dia, tenaga medis maupun rumah sakit asing, jelas akan mengincar kota-kota besar yang strategis seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan lainnya. Kalau ada regulasi domestik maka daerah bisa membentengi kemungkinan ke arah itu. Kalau kemudian rumah sakit sekelas Mount Elisabeth dari Singapura membuka cabang di Surabaya, hal itu, ujar Moeloek, merupakan kesalahan regulasi pemerintah daerah setempat.
"Harusnya spirit otonomi daerah bisa dijadikan wahana untuk membuat regulasi domestik. Dalam hal ini bagaimana mengatur dengan pemerintah pusat saja," jelasnya. Menyinggung siapa yang harus membuat regulasi domestik tersebut, menurut dia, tidak hanya berada di pundak menteri kesehatan saja, melainkan juga jajaran menteri lainnya seperti menteri tenaga kerja (Menaker), menteri dalam negeri (Mendagri), hingga menteri luar negeri (Menlu). "Yang jelas regulasi ini harus segera dibuat dan diterapkan. Karena ACFTA sudah berlangsung," jelas dia. Keberadaan regulasi tersebut, menurutnya, selain akan membentengi serbuan tenaga medis dan rumah sakit asing, juga akan meningkatkan azas kemaslahatan di masyarakat, keadilan, dan pemerataan. [ovi/nok]

Disertasi Jack Roebijoso: "Manajemen Strategi dan Operasional Dokter Keluarga"
8 Maret 2010
Sejak Indonesia merdeka, pelayanan kesehatan belum mempunyai sistem yang baku atau jelas. Namun sejak tahun 80-an, muncul sistem kesehatan nasional yang mengatur pelayanan kesehatan di Indonesia. Yaitu pelayanan kesehatan strata I, yang merupakan upaya penanganan pertama kali dan mengupayakan agar masyarakat tidak jatuh sakit serta strata II, yang melayani penderita untuk dirujuk ke rumah sakit. Pelayanan kesehatan strata I tidak pernah menyusun konsep dengan baik/baku. Untuk publik, pelayanan tersebut dilakukan oleh pemerintah sementara bagi perorangan dilakukan oleh swasta sehingga bermunculan praktek dokter, klinik, pengobatan alternatif, dll. Selama empat dekade terakhir, konsep tersebut tidak pernah diperbaiki. Akibatnya banyak penyakit yang tidak bisa teratasi seperti TBC, Malaria, Demam Berdarah, dan Thyphus. Selain itu, muncul juga banyak penyakit baru baik yang disebabkan oleh virus seperti AIDS, Flu Burung, dan SARS serta penyakit degenerasi seperti diabetes mellitus, jantung dan kolesterol.
dr. Jack Roebijoso mengemukakan hal ini dalam disertasinya yang berjudul "Model Manajemen Strategik dan Operasional Pelayanan Kesehatan Dokter Keluarga yang Berwawasan Mutu Pada Suatu Komunitas Karyawan dan Keluarga (Studi Kasus Intervensi Model Manajemen Baru di PT. PLN (Persero) Malang 1997-1999). Ujian disertasi mahasiswa program doktor ilmu manajemen program pasca sarjana fakultas ekonomi ini dilangsungkan Senin (8/3), di fakultas ekonomi Universitas Brawijaya.
Kegagalan dari Sistem Kesehatan Masyarakat (SKM) ini, menurut dr. Jack telah diperbaiki sejak 2004 dengan dikeluarkannya sistem kesehatan yang baru, yang menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan strata I dibagi menjadi dua yaitu publik dan individu (keluarga) melalui klinik dokter keluarga sebagai pengganti praktek pelayanan pribadi yang disebut dengan pelayanan kesehatan dokter keluarga.
Pelayanan dokter keluarga ini, menurutnya merupakan sintesa terhadap dua sistem lama yaitu sistem liberal dan sistem sosialis. "Pelayanan kesehatan dengan sistem liberal memiliki karakteristik biaya tinggi, peralatan canggih serta eksploitasi pasien yang mengakibatkan over diagnosis dan over treatment. Sementara sistem sosialis memiliki karakteristik murah, tetapi fasilitas tidak memadai dan pasien tidak diperdayakan", katanya. Berbeda dengan kedua sistem tersebut, dokter keluarga menurutnya tidak bersifat liberal maupun sosialis, tetapi memberikan pelayanan kepada perorangan dan keluarga dengan pendekatan holistik, mengutamakan pencegahan, pelayanan berkelanjutan, advokatif serta menggunakan pengobatan dan intervensi kesehatan yang rasional (aman, efektif, murah dan dapat diterima).
"Dokter keluarga ini lebih murah, pelayanan lebih tinggi serta memberdayakan masyarakat", terangnya. Di Indonesia, menurut dr. Jack, konsep dokter keluarga telah diperkenalkan sejak 1980 namun tidak berhasil. Berkaitan dengan hal tersebut, ia memberikan beberapa masukan untuk mengelolanya yaitu dengan menggandeng asuransi, disertai pelatihan bagi tenaga kesehatan yang dilengkapi dengan manajemen strategi dan operasional pelayanan dokter keluarga yang berwawasan mutu.
Dalam implikasinya, manajemen dokter keluarga ini menurut dr. Jack harus dibakukan oleh orang, profesi maupun organisasi profesi. Selain itu, ia juga menekankan pelayanan yang terstruktur mulai dari tingkat lokal, regional hingga nasional melalui pembiayaan pra bayar dan pemberian insentif kepada tenaga kesehatan berbasis aktivitas. Aktivitas ini menurutnya berupa 10 macam produk pekerjaan kesehatan diantaranya diagnosa dan intervensi holistik, edukasi dan advokasi perorangan dan keluarga serta tindakan medis khusus. Aneka pekerjaan kesehatan tersebut dapat dilakukan di lima tempat pelayanan yaitu klinik, rumah, rumah sakit (mendampingi saat rawat inap), tempat kerja (mencari faktor resiko kesehatan akibat kerja) dan tempat umum.
Dalam penyusunan disertasi ini, dr. Jack dibimbing oleh Prof. Dr. Djumilah Zain, SE (promotor), Prof. M. S. Idrus, SE., M.Ec., PhD (ko-promotor) serta Prof. Dr. Aurachman, SE., M.SIE (ko-promotor). Sementara itu, tim penguji yang terlibat adalah Prof. Armanu Thoyib, SE., M.Sc., PhD; Dr. Djumahir, SE., MM; Dr. dr. Samsul Islam, SpMK, MKes; Prof. Dr. dr. Farid Anfasa Moeloek, SpOG serta Prof. Dr. Ali Gufron Mukti, M.Sc., PhD.
Usai mempertahankan disertasinya, dr. Jack Roebijoso dinyatakan layak menyandang gelar doktor ilmu manajemen dengan predikat sangat memuaskan setelah menempuh studi selama 5 tahun  [nok]

Olimpiade MIPA se-Jatim Bali
8 Maret 2010
Berangkat dengan tujuan menarik calon mahasiswa berprestasi di bidang sains dan dalam rangka meningkatkan minat calon mahasiswa di bidang sains, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Fakultas Ilmu Matematika, Fisika dan Biologi FMIPA Universitas Brawijaya, menyelenggarakan Olimpiade Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Puluhan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Jawa Timur Bali bersama para pendukung mereka, Minggu (7/3) memeriahkan grand final di Gedung Pertemuan Fakultas Ilmu Budaya UB.
Setelah melalui beberapa tahap penyisihan, terpilih lima belas pemenang untuk kategori Matematika, Fisika dan Biologi, yang masing-masing untuk gelar juara pertama, juara kedua, juara ketiga, juara harapan pertama dan juara harapan kedua. Para juara berhak atas hadiah berupa uang pembinaan Rp 1.500.000, tropi Gubernur, sertifikat, dan diterima di FMIPA UB tanpa tes untuk juara pertama, juara kedua berhak atas Rp 1.250.000, tropi Diknas dan sertifikat, juara ketiga Rp 1.000.000, tropi Rektor Universitas Brawijaya, dan sertifikat, juara harapan pertama Rp 750.000, tropi Dekan Fakultas MIPA dan sertifikat, serta juara harapan kedua meraih Rp 500.000, tropi Dekan Fakultas MIPA dan sertifikat. Pemberian hadiah dilakukan langsung oleh Dekan FMIPA Prof Dr Marjono MPhil kepada para pemenang.
Para juri terdiri dari Drs Johan AE Noor MSc PhD, Dr rer nat M. Nurhuda serta Drs Dr Eng Didik R. Santoso MSi untuk bidang Fisika. Bidang Biologi dengan juri Dr Endang Arisoesilaningsih MS, Dr Ir M. Sasmito Djati MS serta Rodliyati Azrianingsih MSc PhD. Sementara untuk bidang matematika dengan juri Dr Wuryansari Muharini K MSi, Dr Agus Suryanto serta Dra Endang Wahyu MS.
Dalam bidang Fisika materi yang diperlombakan meliputi perhitungan vektor, GLBB, gerak proyektil, gerak relatif, percepatan koriolis, sistem katrol, Hukum Newton, pusat massa, kesetimbangan dinamik, massa reduksi, kekekalan momentum, gaya konservatif, kekekalan energi, elastisitas, gerak harmonik teredam, translasi dan rotasi, momentum angular, rotasi benda tegar, gas ideal, teori kinetik gas, hukum termodinamika, siklus carnot, optik geometri, optik fisis, Hukum Coloumb, Hukum Ohm, induksi magnetik, Gaya Lorentz, transformator, Hukum Kirchoff dan fluks magnetik.  Bidang biologi, materi yang diperlombakan terdiri dari biologi sel, anatomi, fisiologi hewan dan tumbuhan, ekologi dan perilaku hewan, genetika, bioteknologi, mikrobiologi, evolusi, biosistemati. Sementara untuk bidang matematika, materi lomba mengacu pada olimpiade nasional.
Berbeda dengan tahap penyisihan, di final para peserta harus melakukan presentasi hasil praktikum reproduksi, sistem koordinasi, sistem transportasi, genetika, fisiologi dan anatomi, serta hewan dan tumbuhan untuk bidang Biologi. Presentasi ekperimen tentang Gerak Jatuh Bebas, Jembatan Wheastone, sistem lensa dan tumbukan untuk bidang Fisika. Sedangkan untuk Matematika para peserta mendapatkan soal undian serta soal cepat tepat.
Berikut adalah para pemenang lomba: 1) Bidang Matematika: juara pertama Ronald Kurniawan SMA Kristen Petra 2 Surabaya, juara kedua Erwin Eko Wahyudi SMAN Sragen BBS, juara ketiga Amiril Pratomo SMAN 1 Kepanjen,  harapan pertama Cynthia Candradewi SMA Kristen Petra 2 Surabaya, dan harapan kedua Arif Nurwahid dari UPTD SMAN 2 Nganjuk. 2) Bidang Fisika: juara pertama I Gede Arjana dari SMAN 1 Seririt, juara kedua Farhan Nur Kholid dari SMAN Sragen BBS, juara ketiga Satrio Muhammad Abdillah dari SMAN 1 Jember, harapan pertama Yafi Rushan dari SMAN 1 Blitar, dan harapan kedua Ivan Dwi Sandra dari SMAN 1 Seririt. 3) Bidang Biologi: juara pertama Lova Kharisma dari SMAN 2 Ngawi, juara kedua Andrew Adhytia Putra dari SMAK St Albertus Malang, juara ketiga Shalahuddin Suryo dari SMAN 2 Ngawi, harapan pertama Erico Himawan dari SMAK St Albertus Malang, dan juara harapan kedua Diah Ayu Madalika dari SMAN 2 Ngawi.[nun]

FIB UB Susun Kurikulum Baru
8 Maret 2010
Pembentukan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) yang sebelumnya adalah program studi bahasa dan sastra membawa konsekuensi dalam bidang akademik. Salah satunya adalah pembentukan kurikulum baru yang mengacu pada Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Untuk itu, FIB UB menggelar Seminar dan Lokakarya untuk merancang kurikulum yang akan diterapkan dalam waktu mendatang.
Acara ini menghadirkan Prof.Dr.Rahayu Surtiati Hidayat dan Melani Budianta yang keduanya dari FIB UI. Menurut Pembantu Dekan I FIB UB Ratya Anindita, kurikulum di institusinya memang sudah wajib dikembangkan. "Sesuai standar akademik atau universitas, kurikulum diganti empat tahun sekali. Kita juga perlu menyesuaikan dengan kondisi sosial bagaimana lulusan bisa memenuhi keinginan stake holder," tuturnya.
Prof.Rahayu Hidayat, FIB semestinya menetapkan kurikulum pendidikan sarjana sekaligus kurikulum pembentuk kepribadian yang terintegrasi membentuk kualifikasi lulusan yang unggul. Untuk itu, dalam program bahasa misalnya, perlu direncanakan secara matang mengenai kurikulum bahasa sekaligus kurikulum linguistik.
Sedangkan Prof.Melani Budianta, untuk membentuk kurikulum perlu mencari konteks dan kekhasan masing-masing universitas. Hal ini sangat tergantung dengan local wisdom yang terdapat di lingkungan sosial universitas tersebut berada. "UI atau FIB UI misalnya, lebih menekankan pada konteks urban da kebutuhan masyarakat urban. UGM lebih kea rah rural agraris dan kebutuhan masyarakat pedesaan. UB harus mencari itu," ungkapnya.
Aspek lain menurut Prof. Melani yang tetap tidak bisa dikesampingkan adalah menghitung keunggulan dan kekuatan dari segi sumber daya manusia dan sumber daya local (masyarakat, alam dan lingkungan budaya). Lokasi dan posisi strategis serta kebutuhan khusus dari lingkungan sosial bisa menjadi pertimbangan di dalam merencanakan kapasitas kurikulum yang akan disusun.
Ia berharap, untuk menyusun kurikulum di FIB diperhatikan pula keserasian antara jenjang S1 dengan tuntutan kuliah disamping memperhatikan pula kompetensi lulusan dalam lingkup kebutuhan kerja di masa kini dan masa mendatang.[fjr]

Dikukuhkan, Ketua Ikatan Alumni FH UB
8 Maret 2010
Ikatan Alumni FH UB memiliki ketua umum baru. Hero Samudra, 1 Maret lalu dikukuhkan Dekan FH UB Herman Suryokumoro SH MH untuk memimpin organisasi tersebut.
Acara pengukuhan dilaksanakan dalam momen deklarasi revitalisasi IKA FH UB di Hotel Century, Senayan, Jakarta yang diawali dengan sarasehan sekitar 60 alumni.
Hero, alumni FH UB angkatan 1981, saat ini tengah menjabat dirut PT Asuransi Jiwa Nusantara. Dalam kesempatan itu, Hero mengungkapkan optimismenya untuk memajukan almamaternya. Dia beralasan alumni-alumni FH UB saat ini banyak yang menduduki posisi-posisi strategis di birokrasi, peradilan, maupun swasta.
Ia juga akan melakukan program pendataan kepada alumni-alumni tersebut dan akan dilanjutkan dengan pengembangan jejaring baik untuk tujuan informasi lowongan kerja maupun kerjasama antar alumni. Dalam acara tersebut juga dilaksanakan prosesi penyerahan desain penyerahan desain interior FH UB dari Hero ke Herman. [fjr]

Food Estate dan Kesejahteraan Petani
8 Maret 2010
Pro kontra food estate itu wajar. Program ini dianggap melemahkan kedaulatan pangan sebagian kalangan. Di sisi lain, petani kecil yang merupakan bagian besar rakyat Indonesia, bertani dengan sejumlah keterbatasan. Lahannya sempit, jaminan pupuk terabaikan, kredit pun susah diperoleh.
Janji peningkatan kesejahteraan petani bagai hembusan angin. Faktanya, sekitar 70 persen warga miskin adalah petani. Karena sempitnya lahan, kesejahteraan petani teranaikan. Perbandingan 2 sensus terakhir, tahun 1995 dan 1999, menunjukkan bahwa  petani tunalahan di Jawa meningkat dari 48,6 persen menjadi 49,5 persen. Di luar Jawa meningkat dari 12,7 persen menjadi 18,7 persen. Sebaliknya, sebanyak 10 persen penduduk di Jawa tanahnya bertambah luas. Konflik pertanahan pun sering terjadi.  Badan Pertanahan Nasioanl (BPN) telah menangani 7.138 kasus tanah (BPN, 2009).
Janji  penyediaan tanah dalam revitalisasi pertanian tak kunjung datang. Padahal ada tanah terlantar 12.41 juta hektare (ha) (Departemen Pertanian, 2007).  Ini sangat bermanfaat jika terdistribusi pada petani tunatanah, buruh tani, dan petani kecil berlahan kurang dari 0,5 ha. Jika satu keluarga tani mendapat 2 ha lahan, maka  6.2 juta keluarga memperoleh akses hidup layak. Ini sesuai dengan Pasal 8 Perppu No.56/1960. Selain itu, akan menunjang ketahanan pangan nasional. Namun, hal ini baru menjadi wacana.
Kontradiksi dengan kemudahan yang akan diberikan pada investor food estate. Program MIFEE (Merauke Integrated Food and Energy Estate) mencadangkan  2,49 juta ha lahan.  Sekitar 1,937 juta ha lahan basah dan 554,5 ribu ha  lahan kering  yang cocok untuk agribisnis komersial. Saat ini, telah siap 500 ribu ha lahan dari potensi seluas 1,6 juta ha. Ini berasal dari lahan bukan hutan dan lahan hutan yang dapat dikonversi.
Belum lagi janji insentif, keringanan pajak, dana stimulan, dan bantuan modal yang diusulkan pemerintah. Banyaknya minat investor lokal dan asing diduga karena tergiur peluang besarnya rente yang akan diperoleh. Karena itu, kekawatiran ketimpangan penguasaan lahan dan aset ekonomi dengan adanya food estate tak berlebihan. Kita patut bertanya, kepada siapa negeri ini berpihak?.
Pemberdayaan petani
Kita tak mempertentangkan petani kecil dan pengusaha besar. Asalkan "petani kecil tak dilarang hidup sejahtera". Itu sudah cukup. Akan lebih adil jika petani diberdayakan lebih dahulu. Pemberdayaan petani dapat dilakukan pemerintah. Pertama, meningkatkan lahan petani menjadi sekitar 2 ha agar petani dapat hidup layak. Terutama di Jawa dan sebagian di luar Jawa, termasuk di daerah pengembangan food estate. Tanah ini untuk digarap dan tak boleh dijual. Dengan political will pemerintah dan tetap memperhatikan kelestarian hutan, mestinya sebagian tanah perusahaan perkebunan dan kehutanan dapat didistribusikan kepada rakyat.
Kedua, memperkuat kemampuan dan ketrampilan petani dengan penyuluhan sistematis didukung teknologi terkini dan model pertanian berkelanjutan. Petani didorong menghasilkan produk hilir yang bernilai tambah lebih besar.
Ketiga, menghargai petani penggarap lahan sendiri dengan kemudahan akses modal, pupuk, dan input lainnya.
Keempat, membenahi infrastruktur pertanian, misalnya perbaikan saluran irigasi, ketersediaan air, akses jalan ke pasar, dan lain-lain. Hal ini dapat dilakukan melalui program revitalisasi infrastruktur.
Kelima, penguatan kelembagaan antarpetani. Konsep cooperative farming perlu dikembangkan dan dijabarkan lebih lanjut. Kelompok petani didampingi untuk mampu bersaing dalam realitas bisnis terkini. Cara ini diharapkan menunjang kesejahteraan petani.
Jika kebijakan di atas secara konsisten dijalankan, ketahanan pangan dan kesejahteraan petani akan lebih mudah diwujudkan. Jika hal ini disinergikan dengan pengembangan food estate yang “taat asas” tentu tidak akan menimbulkan gejolak sosial.
Karena itu, rencana food estate perlu dikawal ketat seluruh komponen masyarakat. Jangan sampai jaminan kepastian usaha, regulasi tata niaga produk, batas waktu penguasaan dan luas lahan, serta penyertaan modal asing kontraproduktif dengan upaya mengangkat kesejahteraan petani. Pola food estate yang meningkatkan ketahanan pangan nasional dan pendapatan masyarakat, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi regional, tentunya itu yang sangat kita harapkan.[fjr]
Sumber : Opini Sucipto, STP. MP. (Dosen Jurusan Teknologi Industri Pertanian FTP UB) di Harian Kontan, 4 Maret 2010

Rayakan Dies ke-12, FTP Gelar Jalan Sehat
7 Maret 2010
Rayakan dies natalies ke-12, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB) gelar jalan sehat. Dekan Prof. Dr. Ir. Harijono, MappSc dalam kesempatan tersebut melepas 750 peserta yang terdiri atas dosen, karyawan, mahasiswa dan anggota Kerukunan Orangtua Mahasiswa (KOM) di depan kampus FTP, Minggu (7/3). Kegiatan yang mengambil rute seputaran kampus UB ini dimeriahkan dengan penganugerahan CIVA Award dan talk show Aspirasi Mahasiswa (ASMARA) oleh badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTP. Disampaikan Dekan, penganugerahan ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada sivitas agar lebih dapat meningkatkan kinerja dan prestasi. Dalam sambutannya, ia juga mengemukakan, sebagai salah satu fakultas termuda di UB, FTP telah mampu bersanding dengan fakultas lain dan bahkan dosen dan mahasiswanya banyak menyumbang prestasi nyata sebagai juara di berbagai ajang nasional. "Hal ini menandakan bahwa dosen dan mahasiswa FTP memang bermental juara", kata dia.
Pada Civa Award tahun 2010 ini BEM FTP memberikan penghargaan dosen terdisiplin kepada Prof. Dr. Ir H. Simon Bambang Wijanarko M.App.Sc (THP), Ir. Mustofa Luthfi MP (TEP), Ir. E.F. Sri Maryani Santoso MS (TIP).
Adapun penghargaan dosen teraktual diraih oleh Prof. Dr. Ir H. Simon Bambang Wijanarko M.App.Sc  (THP), Dr.Ir. Bambang Susilo MSc.Agr (TEP), Ir. E.F. Sri Maryani Santoso MS (TIP). Dosen paling komunikatif dianugerahkan kepada Dr.Ir. Elok Zubaidah MP (THP), Dr. Ir. Bambang Susilo MSc.Agr (TEP), Wike Agustin Prima Dania STP, MEng (TIP) dan dosen terfavorit yaitu Dr.Ir. Elok Zubaidah MP (THP), Dr.Ir. Bambang Susilo MSc.Agr (TEP), Wike Agustin Prima Dania STP, MEng (TIP). Ketiga nominasi penghargaan untuk karyawan yaitu teramah, terdisiplin, dan pelayanan terbaik diraih oleh Sanawi. Pemenang penghargaan mahasiswa terideal adalah Nur Cholis (THP), Hadi Apriliawan (TEP), Amir Gunawan (TIP). Mahasiswa terinovatif diraih oleh Nur Cholis (THP), Fathih Bahanan (TEP), Malariantika Yulianggi (TIP). Mahasiswa aktivis yaitu Supriyadi (THP), Abdul Wahid Santoso (TEP), Amir Gunawan (TIP). Mahasiswa dengan IPK terbaik per-angkatan diraih oleh Aisha (THP’06), Irene Marcella (THP’07), Luqman Agung (THP’08), Dina Wahyu (TEP’06), Aulia Nur Mustakiman (TEP’07), Devi Dwi Siskawardani (TEP’08), Taufiq Hidayat (TIP’06), Lia Ristiayana (TIP’07), Ardaneswari (TIP’08). Sedangkan penyelenggara Student Day terbaik diraih oleh FORKITA.
Berbagai kegiatan lain yang turut memeriahkan jalan sehat adalah bazaar dari mahasiswa peserta Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), foto gratis dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) "Seni Tustel" serta band dengan MC Agyl Bagus Herlambang,  juara III Model Indonesia Tahun 2009. Door prize berupa kulkas, sepeda gunung, TV serta aneka hadiah hiburan lainnya memeriahkan kegiatan jalan sehat ini. Sebelumnya, berbagai kegiatan olah raga diselenggarakan dalam perayaan dies ini, diantaranya adalah bulu tangkis, teni meja dan permainan tradisional. [spy/nok]

Mendiknas: "Intelectual Curiosity Untuk Bangun Knowledge Based Society"
6 Maret 2010
Tatanan sosial masyarakat sangat dipengaruhi oleh paradigma yang dianut. Untuk membangun knowledge based society (masyarakat berbasis ilmu pengetahuan), maka ideologi, falsafah dan pandangan hidup yang dianut akan berbasis pada knowledge (ilmu pengetahuan). "Seseorang bisa membangun pengetahuan jika ia mempunyai knowledge curiousity (rasa ingin tahu terhadap pengetahuan), karena semua ilmu dibangun dari rasa ingin tahu", ujar Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA dalam kuliah tamunya dihadapan ratusan mahasiswa Program Pasca Sarjana Universitas Brawijaya (PPS-UB), Sabtu (6/3).
Tidak hanya itu saja, menurutnya intelectual curiousity perlu dilengkapi etika sebagai bingkai tatanan rasa ingin tahu. Dalam agama Islam misalnya, Thalabul 'Ilmi yang terdiri dari kata thalaba dan 'ilmi, mempunyai arti "ngluru" (mencari) dan ilmu. "Ngluru itu dalam bahasa Jawa maknanya adalah mencari-cari di bawah sehingga harus membungkuk", terangnya. Memaknai hal ini, Mendiknas menegaskan bahwa para pencari ilmu pada hakekatnya harus memiliki kepribadian utama tawadhu' (rendah hati) dan menghormati sesama. Pendekatan yang bisa digunakan dalam menumbuhkan intelectual curiousity ini, menurut Mendiknas ada dua yaitu habituasi (pembiasaan) dan intervensi (paksaan).
Dalam konteks belajar mengajar, M. Nuh kemudian mengibaratkan dosen sebagai pohon yang berbuah. Buah tersebut menurutnya adalah ilmu yang bisa dipetik oleh para siswa ataupun jatuh ke tanah ketika telah matang. "Oleh karena itu, setiap dosen tidak boleh berhenti belajar sehingga buah tersebut tidak ada habisnya dan ketika telah matang dapat jatuh dan langsung dinikmati", tandasnya.
Salah satu hasil yang dapat dijadikan parameter hasil kerja dosen adalah jurnal. Sayangnya, jurnal tersebut hingga saat ini jumlahnya pun masih sangat terbatas dimana untuk jurnal nasional masih hanya sekitar 6 persen sementara untuk jurnal internasional hanya sekitar 0.2 persen saja. Terkait hal tersebut, ia menggarisbawahi maraknya fenomena plagiat yang merupakan kejahatan intelektual. Untuk memberantas fenomena ini, Mendiknas menekankan pentingnya penanaman dua budaya yaitu budaya appresiatif konstruktif serta budaya obyektif. "Obyektifitas ini mengandung tiga unsur yaitu esensi dari materi yang memang benar, comprehesiveness serta dikaitkan dengan kondisionalitas", ungkapnya.
Masalah Century
Menyinggung kasus century, M. Nuh mengkritisi maraknya demontrasi dan protes berbagai kalangan masyarakat yang menurutnya tanpa disertai pemahaman terhadap masalah yang sebenarnya. Oleh Mendiknas, hal tersebut dikaitkan dengan tiga golongan dalam masyarakat. Tiga golongan tersebut adalah acknowledge society yaitu orang yang tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu. "Kelompok masyarakat ini terjebak pandangan terhadap dirinya sendiri yang seolah-olah tahu semuanya padahal tidak tahu apa-apa", tutur Menteri. Oleh karena itu, tugas perguruan tinggi menurutnya adalah melakukan transformasi menuju tingkat kedua, awareness society yaitu masyarakat yang tahu bahwa dirinya tidak tahu. Keberhasilan transformasi ini, menurutnya akan membawa pada masyarakat di tingkat ketiga, proficiency society yaitu masyarakat yang tahu bahwa dirinya tahu. [nok]

Menjelang KHARISMA XV, Festival Jazz se-UB
5 Maret 2010
KHARISMA XV "BRAWIJAYA JAZZ FESTIVAL", festival band antar fakultas di Universitas Brawijaya akan diselenggarakan Rabu, 24 Maret 2010, di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB). Acara ini diadakan sebagai media eksistensi UKM Home Band UB di lingkungan internal UB maupun eksternal baik di tingkat lokal Kota Malang maupun nasional. Lebih khususnya lagi KHARISMA diadakan sebagai festival yang memiliki karakter dan image musik jazz untuk mensosialisasikan jenis musik ini sebagai karakter UKM Home Band UB. Demikian disampaikan Irma Al Azmi Ketua UKM Home Band UB kepada PRASETYA Online.
Seperti tahun-tahun sebelumnya KHARISMA akan menghadirkan festival dengan nuansa jazzy. "Festival ini dilengkapi dengan konsep panggung dan lighting serta dekorasi venue yang menunjukan sisi elegan. Selain itu, event ini juga didukung dengan konsep animasi yang semakin mendukung performa  tiap peserta ataupun talent," kata Irma memaparkan.
KHARISMA XV yang mengambil tema "Brawijaya Jazzy Going" bukan hanya akan menggelar indoor show, untuk meramaikan acara ini panitia juga akan mengadakan pre event  bertajuk Road to KHARISMA di tiga titik di lingkungan UB yaitu, SC, parkiran peternakan, D3 FIA. Road to KHARISMA secara berurutan diadakan pada tanggal 17, 19, dan 23 Maret 2010.
Sebagai acara pamungkas KHARISMA XV "BRAWIJAYA JAZZ FESTIVAL" akan ditutup dengan Big Show yang akan digelar pada malam hari setelah festival band. Big Show adalah acara puncak dari festival KHARISMA XV dengan menghadirkan musisi-musisi jazz ternama di Malang. Juga menampilkan persembahan kreatifitas mahasiswa UB di bidang seni yang dihadirkan oleh Paduan Suara Mahasiswa UB, Unit Aktivitas Karawitan dan Tari UB dan tentu saja Homeband UB. [ai]

Kunjungan SMA Tunas Harapan Paiton
4 Maret 2010
Salah satu sekolah ternama di Probolinggo, Sekolah Menengah Atas (SMA) Tunas Harapan Paiton, Kamis (4/3) berkunjung ke Universitas Brawijaya (UB). Di gedung rektorat lantai delapan, rombongan 60 siswa dan 12 guru ini diterima oleh Kepala Bagian Akademik, Drs. Agus Yuliawan dan jajarannya. Kepada para siswa kelas XI ini, Agus memperkenalkan seluruh informasi mengenai UB termasuk program studi, jalur seleksi serta beasiswa yang ditawarkan. Dengan serius dan antusias, para siswa memperhatikan dan bahkan mencatat setiap informasi yang diberikan. Salah seorang siswa bahkan menanyakan mengenai informasi tertulis baik berupa brosur, leaflet maupun booklet yang sayangnya belum dapat disediakan karena kehabisan. Selain itu, seorang siswa juga menanyakan peluang menjadi mahasiswa UB dari prestasi kegiatan ekstrakurikuler teater yang diperolehnya. Diterangkan Agus, prestasi teater ini dapat menjadi alat masuk ke UB melalui jalur Penerimaan Siswa Berprestasi (PSB) non akademik, dengan sertifikat minimal di tingkat propinsi.
Diwawancarai PRASETYA Online, salah seorang guru pembimbing, Sudarsono, SS menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan program sekolahnya yang diberi nama "field trip". Selain UB, hari ini rombongan direncanakan juga akan mengunjungi Universitas Negeri Malang dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim. "Melalui kunjungan ini kami berharap siswa dapat mendapatkan informasi dan wawasan mengenai pendidikan tinggi terutama karena mereka akan naik ke kelas XII". Ujar Guru Bahasa Inggris ini. Lebih lanjut ia mengungkapkan, pada tahun sebelumnya tercatat lima orang mahasiswa diterima sebagai mahasiswa UB diantaranya di Jurusan Teknik Mesin, Ekonomi Pembangunan dan Biologi.
Salah seorang peserta, Nasrul Haq Al Masbi, ketika diwawancarai disela-sela acara mengungkapkan keinginannya untuk kuliah di UB. "Kunjungan ini menjadikan saya tertarik untuk kuliah di UB karena kampusnya rapi, bersih dan fasilitasnya juga lengkap", kata dia. Kepada PRASETYA Online, Nasrul mengaku ingin kuliah di jurusan Fisika karena bercita-cita menjadi seorang ilmuwan. Berbeda dengan Nasrul, Rosa Pravita Sari Prayitno, siswi kelas 11 IPS, menginginkan kuliah akuntansi di UB. "Saya menyukai ilmu-ilmu sosial seperti politik dan ekonomi, karena itu saya ingin kuliah akuntansi", ujar Rosa yang bercita-cita menjadi pengusaha ini. Ketertarikan ini, diterangkannya berasal dari informasi kakak kelas yang saat ini menempuh pendidikan di UB. Menurutnya, para kakak kelas tersebut menceritakan bahwa kualitas UB sangat bagus dan alumninya pun dijamin laku di pasaran. [nok]

Tawaran Beasiswa Pemerintah Turki
4 Maret 2010
Pemerintah Republik Turki melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk bersekolah disana. Bahkan pada tahun ajaran 2010/2011 ini, salah satu negara anggota Uni Eropa tersebut menyediakan beasiswa untuk belajar di berbagai perguruan tinggi negerinya. Demikian disampaikan Nurlenny Agustiany Hafel kepada PRASETYA Online melalui email, Rabu (3/3). Komposisi beasiswa yang ditawarkan meliputi 10 paket kursus Bahasa Turki (batas penyerahan lamaran tanggal 26 Maret 2010), 30 paket program sarjana (batas penyerahan lamaran tanggal 28 Mei 2010) serta 10 paket program Master dan Doktoral (batas penyerahan lamaran tanggal 28 mei 2010). Adapun paket beasiswa yang ditawarkan ini terdiri atas biaya pendidikan, akomodasi (tempat tinggal/asrama), biaya kesehatan serta uang saku bulanan. Khusus untuk uang saku, besarannya adalah Turkish Lira 220 (USD 200) pada summer course serta Turkish Lira 195 (USD 190) untuk program S1, S2 dan S3. Selain berbagai biaya tersebut, penerima beasiswa diwajibkan menanggungnya sendiri termasuk biaya perjalanan (tiket pulang-pergi).
Bagi yang meminati program ini, lamaran dapat diajukan dengan mengisi formulir yang disediakan dilengkapi semua fotokopi dokumen pendukung seperti ijazah, sertifikat, transkrip nilai, Surat Keterangan Berbadan Sehat dari dokter beserta terjemahannya dalam Bahasa Inggris. Semua dokumen tersebut dikirimkan ke Kedutaan Besar Republik Turki, Jl. HR Rasuna Said Kav. 1 Kuningan Jakarta 12950. Lamaran ditujukan kepada Mr. Ali Kilicarslan Topuz (Second Secretary) pada jam kerja (Senin-Jum'at/09.00-15.00 WIB).
Lenny Hafel mengungkapkan, pilihan perguruan tinggi dapat dilakukan melalui pencarian di Google dengan kata kunci "List of State Universities in Turkey". Untuk perguruan tinggi swasta, menurutnya tidak diberikan beasiswa.
Bagi pelamar kursus Bahasa Turki, pilihan universitas negeri hanya berada di kota Ankara, Izmir, Bursa, Kayseri, Antalya dan Instanbul. Sementara bagi pelamar program S1, S2, dan S3, pilihan bebas pada semua jurusan kecuali Kedokteran. Berbagai universitas negeri dapat dipilih di semua kota di Turki (Contoh: Faculty of International Relations, University of Ankara ) ditambah dua pilihan lain sesuai keinginan.
Informasi lebih lanjut dapat menghubung Mr. Ali Kilicarslan Topuz (email: aktopuz@mfa.gov.tr) atau Ms. Lenny Hafel (email: Nurlenny.Hafel@mfa.gov.tr) , dimana pertanyaan bisa dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. [nok]
----
formulir beasiswa Turki 2010
persyaratan umum beasiswa Turki

Prof. Heiko Faust: "Perubahan dan Keberlanjutan Lingkungan"
3 Maret 2010
Selama dua hari berturut-turut, Guru Besar bidang Human Geography Georg-August Goettingen Jerman, Prof. Dr. Heiko Faust, MA menyampaikan kuliah tamu di Program Pasca Sarjana Universitas Brawijaya (PPS-UB). Usai menyampaikan materi "Future Prospect of Globalization In The Changing World", Selasa (2/3), keesokan harinya ia memaparkan "Environmental Changes and Sustainability". Dalam paparannya mengenai lingkungan, Faust membahas masalah perubahan iklim, dampaknya serta emisi di Indonesia. Selain itu ia juga memberikan studi kasus dari hasil penelitiannya tentang sistem agroforestri di Sulawesi.
"Perubahan iklim yang semakin marak dibahas akhir-akhir ini telah membawa dampak nyata diantaranya perubahan politik dan ekonomi global, disamping maraknya bencana", ujar Faust. Terhadap kondisi ini, pembahasan dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok optimis dan kelompok pesimis. "Kelompok yang optimis terhadap kondisi perubahan iklim cenderung memilih mitigasi sedang kelompok pesimis cenderung memilih adaptasi", kata dia. Berdasar pada konferensi Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) di Copenhagen Denmark, ia menggarisbawahi pentingnya hutan sebagai stabilisator iklim. "IPCC Denmark tidak menghasilkan rekomendasi untuk memulai langkah konkrit seperti pajak untuk emisi karbon", tandasnya. Padahal disisi lain pengaruh perubahan iklim telah sangat mengkhawatirkan, yaitu meningkatnya es yang mencair di kawasan kutub, naiknya permukaan air laut, banjir dimana-mana serta bencana alam yang semakin meningkat.
Indonesia, yang menurutnya sebagai penyumbang emisi terbesar ketiga di dunia, telah menunjukkan data bahwa 72 persen hutan hujannya telah rusak. Emisi karbon secara langsung di Indonesia diperoleh dari alih fungsi hutan. Pengaruh signifikan dari emisi ini adalah kekeringan, naiknya permukaan air laut serta tanah longsor.
Berkaitan dengan alih fungsi hutan ini, ia memberikan studi kasus penanaman kakao di Sulawesi. Disana lahan bekas pembukaan hutan berhasil meningkatkan pendapatan warga untuk intensifikasi tanaman kakao disamping mencegah kekeringan dari pola tanam sebelumnya di kawasan yang sama. Implikasinya adalah dukungan manajemen sistem agroforestri kakao berkelanjutan dengan menyisakan kerapatan pohon dan ekosistem hutan sebagai naungan. Hal ini menurut Faust dapat menjadi dukungan menuju industri yang berbasis pada pertanian. [nok]

Peminat UB Jalur PSB Melonjak Drastis
3 Maret 2010
Peminat Universitas Brawijaya (UB) melalui jalur Penerimaan Siswa Berprestasi (PSB) tahun ini melonjak drastis. Tercatat 11988 peminat telah mengajukan lamarannya saat ditutup, Sabtu (20/2) silam. Demikian disampaikan Kasubbag Registrasi dan Statistik, Imron Rosidi, kepada PRASETYA Online melalui email. Dari jumlah tersebut, Fakultas Kedokteran menduduki posisi teratas dengan angka 4183 (34.89 persen). Posisi kedua dan ketiga masing-masing diduduki Fakultas Teknik: 2213 (18.46 persen) dan FISIP: 1034 (8.63 persen). Berikut jumlah selanjutnya dari masing-masing fakultas, FIA: 784 (6.54 persen), FP: 663 (5.53 persen), FMIPA: 612 (5.11 persen), FH: 566 (4.72 persen), FPIK: 506 (4.22 persen), FE: 447 (3.73), FTP: 380 (3.17 persen), FIB: 293 (2.44 persen) dan FPt: 138 (1.15 persen).
Jumlah peminat tahun ini melonjak hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya sebesar 7583. Hampir semua peminat program kelas berbahasa Inggris pada tahun ini juga mengalami peningkatan, dimana jumlah tertinggi terdapat pada program studi hubungan internasional: 59 dan ilmu komunikasi: 38. [nok]

Kepala BAAK: "Balikpapan Patut Jadi Contoh"
3 Maret 2010
Universitas Brawijaya (UB) sukses menyelenggarakan ujian tulis Seleksi Penerimaan Kemitraan Sekolah (SPKS), Seleksi Penerimaan Kemitraan Institusi (SPKIns), serta Seleksi Penerimaan kemitraan Daerah (SPKD). Secara serentak, ujian ini diselenggarakan di berbagai daerah, Minggu (28/2). Diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (1/3), Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), Dra. Welmin Soenyi Ariningsih, M.Lib mengungkapkan bahwa ujian tulis kali ini berlangsung sukses tanpa kendala serius. Welmin yang dalam ujian tersebut bertugas di Balikpapan menerangkan, sebanyak 401 formulir telah terjual di Balikpapan dari sekitar 500 yang ditawarkan. "Ujian tulis di Balikpapan berlangsung lancar tanpa kendala apapun. Panitia lokal di sana sangat membantu sekali. Administrasinya rapi sehingga semua dokumen yang diperlukan lengkap tersedia", terangnya ketika diwawancarai setibanya dari Balikpapan, Senin sore. Menurutnya para peserta ujian di Balikpapan sangat antusias. "Mereka datang dari berbagai daerah seperti Bontang, Berau, dan Tanjung Selor dengan naik pesawat. Padahal biaya pesawat itu jauh lebih mahal jika dibanding pergi ke Surabaya. Dari sini kita bisa menilai bahwa mereka memang serius ingin bersekolah", kata Welmin. Fakultas Kedokteran, menurutnya masih menjadi favorit para peminat walaupun telah terpecah pada berbagai bidang studi seperti kedokteran gigi, kebidanan, keperawatan serta Ilmu gizi.
Meskipun belum merekapitulasi jumlah peserta ujian di seluruh daerah, Welmin memperkirakan jumlah peminat UB tahun ini meningkat drastis. Dari jalur Penerimaan Siswa Berprestasi (PSB) saja, tercatat sekitar 12000 siswa mendaftar. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 7000. "Peminat UB mengalami peningkatan dari berbagai jalur seleksi. Mungkin hal ini merupakan buah dari akreditasi A yang diraih UB, disamping kerja keras dalam promosi", ujarnya.
Di akhir wawancara, Welmin menegaskan bahwa UB membuka berbagai jalur seleksi untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi siswa SMA yang ingin melanjutkan studinya. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), masih menjadi prioritas dengan jumlah kuota 40-50 persen. Sementara sisanya, UB akan menutupi dari jalur PSB, SPKS (Utul dan Non Utul), SPKIns, SPKD, dan SPMK. [nok]

Prof. Heiko Faust: "Masa Depan Globalisasi"
2 Maret 2010
Globalisasi berdampak pada liberalisasi, deregulasi dan kompetisi. Dalam tatanan sosial, ia juga memunculkan fragmentasi dan perubahan gaya hidup yang semakin memperlebar tumbuhnya kesenjangan di berbagai belahan dunia. Demikian tesis yang disampaikan Prof. Dr. Heiko Faust, MA dalam seminar internasional yang diselenggarakan Program Pasca Sarjana Universitas Brawijaya (PPS-UB), Selasa (2/3). Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar bidang Human Geography dari Georg-August Universitaet Goettingen, Jerman ini menyampaikan materi bertajuk "Future Prospect of Globalization In The Changing World". Lebih lanjut, Faust menyebutkan bahwa globalisasi yang menyentuh hingga level lokal menimbulkan berbagai reaksi. "Bukannya polarisasi global sebagai dampak dari interpenetrasi, globalisasi malah memunculkan reaksi glokalisasi", terang Fraust.
Glokalisasi ini, kemudian ia bagi menjadi dua, yang pertama adalah kearifan lokal yang diperhitungkan dan diekspresikan secara global yang biasanya diimplementasikan dalam pemasaran, internet, perdagangan, gaya hidup, dll. Kedua, globalisasi yang melokal, yaitu globalisasi yang dipilih secara selektif diantaranya dalam hal makanan, gaya hidup, serta desain infrastruktur yang biasanya berada di kawasan urban.
"Perkembangan aneka budaya secara global merupakan dampak dari meningkatnya komunikasi dan interaksi antar berbagai budaya lokal dan bukan karena homogenisasi dari budaya yang beraneka ragam", terangnya. Dalam tesis tersebut, ia membantah pakar sosiologi asal Stanford University, Amerika Serikat, John W.Meyer tentang neoinstitusionalisme yang banyak mengungkap homogenisasi, westernisasi dan rasionalisasi. Dalam teori tersebut, menurut Faust, Meyer beranggapan bahwa pusat geografi adalah "barat", yang merupakan pusat penyebaran kemajuan dan keadilan dalam dimensi global.
"Homogenisasi ini menurut Meyer melanda hampir semua sektor diantaranya ekonomi, politik dan budaya. Contohnya adalah standarisasi yang ditetapkan dalam sistem pendidikan", tutur Faust. Aktor homogenisasi ini bisa dari organisasi pemerintah maupun non pemerintah, individu, daerah (negara bagian) serta "yang lainnya". "yang lainnya ini bisa diartikan institusi dan masyarakat yang mendukung, menyumbang pemikiran serta melegitimasi sang aktor", ujarnya.
Teori yang diungkapkan Meyer, menurut Faust mirip dengan terminologi "Mcdonaldization" yang disampaikan George Ritzer pada 1993. McDonaldisasi merupakan ilustrasi Ritzer terhadap perubahan karakter kehidupan sosial masyarakat saat ini melalui penyatuan berbagai aksi tradisional dalam proses yang sederhana dan logis. Dimensi McDonaldisasi ini meliputi efisiensi, penghitungan, prediksi dan kontrol.
Teori lain yang dipaparkan Faust tentang globalisasi adalah "Sistem Dunia Modern", sebuah teori perubahan sosial yang dipaparkan Immanuel Wallerstein, seorang ilmuwan dari New York, Amerika Serikat. Teori ini banyak dipengaruhi oleh teori ketergantungan, Marxist, dan sejarah dari French Annales School dengan pembahasan utama pada aspek ekonomi.
"Sejak abad ke-16 kapitalisme telah menguasai dunia ekonomi dan menentukan sistem sosial. Perubahan sosial banyak dipengaruhi ekspansi dan perubahan ekonomi global yang tanpa batas. Oleh karena itu dapat digarisbawawi bahwa ekonomi dunia berkaitan dengan sistem sosial", ujar Faust. "Analisis ekonomi dunia yang kapitalistik berbasis pada tiga pembagian wilayah kerja yaitu centre, semi-periphery dan periphery dimana peningkatan ekonomi secara tidak proporsional hanya terjadi di centre saja", tuturnya. Berkaitan dengan hal tersebut, ia pun memaparkan bahwa 80 persen perdagangan internasional dikendalikan oleh 25 negara saja dari total 186 yang ada, diantaranya Amerika Serikat (12.25 persen), Jerman (8.6 persen) dan China (6.2 persen).
Kritik Faust terhadap teori Wallerstein ini adalah titik beratnya yang hanya difokuskan pada aspek ekonomi saja dan mengabaikan aspek lainnya dalam menganalisis ekonomi dunia. Padahal, menurut Faust, struktur sosial serta aktivitas politik sangat menentukan aktivitas ekonomi yang diistilahkan dengan "class processes". Dua aspek yaitu budaya dan agama, ditambahkan oleh teori yang dipaparkan Roland Robertson, yang memusatkan perhatian pada glokalisasi dan relativitas. Dalam teori ini, aspek psikologi sosial lebih dikedepankan, dan tidak terlalu materialistik dibanding Wallerstein. Empat aktor yaitu  individu, komunitas, masyarakat dan dunia internasional saling berkaitan satu sama lain dalam globalisasi sosial. [nok]

Mahasiswa UB Menangkan Lomba Karya Tulis di FKSIMPTI
1 Maret 2010
Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) menangkan lomba karya tulis yang merupakan salah satu rangkaian dalam kegiatan Forum Komunikasi dan Seminar Ilmiah Mahasiswa Perlindungan Tanaman Indonesia (FKSIMPTI). Mereka adalah Randite, Amim dan Cokorda Javandira. Dalam karya tulisnya ketiga mahasiswa ini mengangkat judul "Tricoboshi: Solusi Inovatif Pemanfaatan Limbah Air Tahu Untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah, Ketahanan Tanaman terhadap Pathogen Tular Tanah dan Produktivitas Tanaman". Dalam tulisan ini, mereka mencoba untuk memanfaatkan limbah air tahu.
FKSIMPTI merupakan kegiatan tahunan yang diikuti mahasiswa dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Perlindungan Tanaman Indonesia (HMPTI). Pada kali ke-13 tahun ini, kegiatan tersebut dilangsungkan di Universitas Bengkulu selama empat hari (25-28/2). Atas prestasinya meraih juara pertama, ketiga mahasiswa yang dibimbing Dr. Ir. Syamsuddin Djauhari, MS ini mendapatkan hadiah berupa tropi, sertifikat dan uang tunai. [nok]

ARSC UB akan Gelar Scientific Great Moment
2 Maret 2010
Agritech Research Study Club Universitas Brawijaya (ARSC UB) akan menggelar acara bertajuk Scientific Great Moment. Acara ini akan diisi dengan seminar nasional, talk show, dan expo yang bertema "Touch The World with Science".
Acara ini akan dilaksanakan di gedung Widyaloka UB pada tanggal 13 Maret 2010. Rangkaian acara yang termasuk dalam Scientific Great Moment (SGM) adalah Seminar Nasional, Talk Show, dan Expo produk. Seminar nasional dengan tema "Mencetak Generasi Penulis Muda Indonesia yang Peduli Hak Kekayaan Intelektual Anak Bangsa" rencananya menghadirkan Redaktur Pelaksana Food Review Andang Setiadi, praktisi dari Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Dr.Ir. Purwadi, dan penulis novel best seller Pipiet Senja.
ARSC yang merupakan lembaga pengembangan penalaran dan penulisan mahasiswa Fakultas teknologi Pertanian juga menggelar expo untuk bazaar pangan dan teknologi pangan. Beberapa partisipan expo di antaranya Uqi & Bie Pisang Ijo, Tahu Organik, Jamur Crunchy, dan produk-produk dari Program Mahasiswa Wirausaha dan Program Kreativitas Mahasiswa.
Harga tiket untuk seminar dan talk show bagi pelajar dan mahasiswa sebesar Rp. 25.000,00 sedangkan untuk umum Rp. 30.000,00. 3 orang pendaftar kolektif gratis majalah food review per peserta senilai Rp. 20.000,00 untuk pendaftar kolektif pertama. Ticket dapat dibeli di ticket box yaitu di sekretariat ARSC di gedung D lantai 3 FTP UB, loby FTP, dan Perpustakaan Pusat UB. Keterangan lebih lanjut bisa menghubungi Nisa’ (085649862917) atau Iffah (081252300208). [fjr]

Surabaya Raih Juara Umum Kejurda Senior Taekwondo Jatim
1 Maret 2010
Kejuaraan Daerah (Kejurda) Taekwondo se-Jawa Timur yang digelar Pengurus Daerah Taekwondo Indonesia (Pengda TI) Malang bekerjasama dengan UKM Taekwondo Universitas Brawijaya (UB), Minggu (28/02), berakhir dengan keluarnya kontingen Surabaya sebagai Juara Umum. Kemenangan Surabaya ini menurut Ananda Dharma, Ketua UKM Taekwondo UB karena kontingen Kediri yang mendapatkan lima emas di cabang Kyorugi tidak mengeluarkan atletnya untuk cabang Poomsae. Sedangkan Surabaya dengan perolehan medali emas yang sama untuk Kyorugi, mendapatkan dua emas untuk Poomsae. "Cabang ini memang baru diperlombakan, makanya wajar kalau ada beberapa daerah yang tidak mendaftar," ujarnya kepada PRASETYA Online.
Perolehan lima medali emas Surabaya di cabang Kyorugi diperoleh Abet Nego (under 80 k putra), Sarah (over 73 k putri), Dennis (under 58 k putri), Permadi (over 87 k putra), Novia A (under 46 k putri). Sedangkan dua medali emas cabang Poomsae diperoleh M Aris (putra) dan Ida Novita (putri).
Kejurda yang digelar di GOR Pertamina-UB ini dibuka Rektor, Prof Dr Ir Yogi Sugito. Dalam sambutannya ia mengungkapkan, UB siap menjadi tuan rumah untuk Kejurnas yang rencananya diadakan bulan Juli. Pernyataan Yogi ini menanggapi sambutan yang disampaikan Veronica Lilik MA, Ketua Harian Pengurus Provinsi TI (Pengprov TI) Jawa Timur bahwa PBTI berencana melaksanakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Jawa Timur. "Pengurus PBTI meminta pelaksanaan tahun ini di Jawa Timur dan lebih spesifik lagi di tempat yang dingin. Saya kira tidak ada pilihan lain selain Malang," ucapnya.
Kejurda yang diikuti 139 atlet dari 19 wilayah di Jawa Timur ini memberikan penghargaan untuk atlet terbaik putra kepada Bagus (Ponorogo) yang bermain di kelas 63 k dan putri M Uke (Kediri) yang bermain di kelas under 53 k, masing-masing mendapat uang pembinaan Rp 500 ribu. Setiap atlet yang mendapatkan emas di masing-masing kelas secara otomatis masuk dalam pembinaan Pelatda Jawa Timur guna mengikuti Kejurnas Juli nanti.
Kejurda ini juga diikuti mahasiswa UB yang mewakili daerahnya masing-masing. Mahasiswa UB yang mendapatkan medali antara lain, M Firman R (FT/Kota Malang) mendapatkan perunggu di kelas under 63 kg putra, Emyr Reisha (FK/Kota Malang) mendapatkan emas di kelas under 62 k putri, Emy Miftahul Jannah (FT/Kota Malang) mendapatkan emas di kelas under 49 k putri, R Dyo Widyo (FH/Kota Malang) mendapatkan perunggu di under 87 k putra, Brilian Adam (FH/Kediri) mendapatkan emas di under 68 k putra, Dimas Puja (FE/Kota Malang) mendapatkan perunggu di kelas under 68 k putra.[ai]

Olimpiade MIPA se-Jatim dan Bali
1 Maret 2010
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA Universitas Brawijaya (UB) bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Matematika, Fisika dan Biologi menyelenggarakan Olimpiade Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Kegiatan ini dibagi dalam tiga babak yaitu penyisihan yang diselenggarakan Minggu (28/2) serta semi final (6/3) dan final (7/3). Sebanyak 1527 siswa SMA dari Jawa Timur, Bali, Sragen dan Mataram mengikuti kegiatan ini.
Disampaikan Ketua Panitia, Muhammad Yazid, dari 1527 peserta ini akan diambil 150 pada semi final dan 15 untuk babak final yang meliputi Juara I, II, III, Harapan I dan Harapan II. "Tahun-tahun sebelumnya kegiatan ini dilakukan oleh himpunan mahasiswa jurusan. Baru tahun ini olimpiadenya dihimpun di tingkat fakultas", terang mahasiswa Fisika angkatan 2008 ini. Melalui olimpiade, pihaknya berupaya menarik mahasiswa yang berprestasi di bidang sains untuk kemudian meningkatkan minat mereka di bidang tersebut. "Mereka para juara I akan langsung mendapatkan tiket masuk ke UB tanpa tes", ujar Yazid. Menggandeng dosen serta mahasiswa UB yang berprestasi dalam olimpiade sebagai juri, pihak panitia menyediakan tropi Gubernur, Kepala Departemen Pendidikan Nasional, Rektor UB dan Dekan FMIPA. Materi yang diperlombakan dalam olimpiade Fisika diantaranya adalah termodinamika, optik, mekanika serta listrik dan magnet dengan juri Drs. Johan AE Noor, MSc PhD, Dr.rer.nat. M. Nurhuda serta Drs. Dr. Eng. Didik R. Santoso, MSi. Sementara pada olimpiade biologi, materi yang diperlombakan diantaranya Anatomi hewan, fisiologi tumbuhan serta ekologi dengan jurinya Dr. Endang Arisoesilaningsih, MS, Dr. Ir. M. Sasmito Djati, MS serta Rodliyati Azrianingsih, MSc, PhD. Untuk olimpiade matematika, juri yang dilibatkan adalah Dr. Wuryansari Muharini K, MSi, Dr. Agus Suryanto serta Dra. Endang Wahyu, MS dengan materi yang mengacu pada olimpiade nasional.
Berbeda dengan olimpiade Matematika dan Fisika, khusus untuk Biologi, panitia menyertakan eksperimen laboratorium pada semi final dan final nanti. "Tingkat kesulitan soal masing-masing babak dibedakan. Semakin mendekati final soal akan semakin sulit", terang Yazid.
Pada babak penyisihan kemarin, kegiatan ini dilangsungkan secara serentak di 12 rayon yaitu Malang, Surabaya, Madura, Lamongan, Madiun, Kediri, Jember, Tabanan, Jembrana, Sragen, Mataram, dan Jombang. Pengumuman pemenang dapat dilihat di www.olmip.ub.ac.id pada tanggal 2 Maret 2010 mulai pukul 23.59 WIB. [nok]

Seminar Regional Dokter Keluarga se-Jawa Timur
1 Maret 2010
Sistem Kesehatan Nasional (SKN) 2004 telah mengamanatkan pelayanan kesehatan strata I bagi perorangan (UKP) diserahkan terutama kepada pelayanan dokter keluarga. Bahkan SKN telah menggulirkan program pelayanan kesehatan dokter keluarga dalam berbagai regulasi dan upaya percepatannya. Organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) misalnya, telah juga mensosialisasikan pengertian dan praktek dokter keluarga sejak 20 tahun yang lalu. Namun, pelayanan kesehatan strata I bagi perorangan atau pelayanan kesehatan primer masih belum mendapat perhatian yang optimal dari pembangunan kesehatan saat ini. Hal tersebut melatarbelakangi Laboratorium Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB) untuk menyelenggarakan seminar regional Jawa Timur dengan tema "Upaya Mewujudkan Jaminan Kesehatan Semesta dan Pelayanan Kesehatan yang Berkualitas Bagi Masyarakat Jawa Timur". Kegiatan ini menurut rencana akan diselenggarakan pada Selasa (9/3) di ruang auditorium GPP lantai enam FK-UB. Beberapa pembicara ternama akan dihadirkan dalam kesempatan tersebut, diantaranya DR. dr. Fahmi Idris, MKes (DJSN); Prof. DR. dr. Faried A. Moeloek (IDI Pusat), Direksi PT. Askes, dr. Gatot Soetono, MPH (IDI Pusat) dan dr. Jack Roebijoso, M.Sc OM (PKK) (FK-UB). Melalui kegiatan ini diharapkan akan dapat terselaraskan kebijakan pusat dan daerah mengenai struktur organisasi, manajemen pelayanan dan pembiayaan kesehatan perorangan serta pelayanan kesehatan publik yang lebih terintegrasi untuk mencapai efisiensi dan efektivitas upaya kesehatan. Selain itu, diharapkan pula akan terselaraskan model operasional pelayanan kesehatan primer/dokter keluarga dan pembiayaannya di masa transisi hingga tahun 2014 sebagai masukan bagi pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi dan organisasi profesi dalam menyiapkan berbagai kajian dan upaya guna mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan. Sasaran kegiatan ini adalah Dinas Kesehatan Kotamadya dan Kabupaten se-Jawa Timur, Forum Dokter Keluarga se-Malang Raya, Fakultas Kedokteran di Jawa Timur, Bappeda dan DPRD II se-Jawa Timur, BUMN, IDI Jatim serta perusahaan asuransi se-Jawa Timur. Dengan biaya pendaftaran Rp. 400 ribu, mereka yang berminat dapat menghubungi dr. Nanik Setijowati, MKes (081 7960 1364) atau Lilik Zuhriyah, SKM, MKes (081 5946 6164). [nok]

UB-16 BE, Kompor Berbahan Bakar Bioethanol
1 Maret 2010
Kelebihan bioethanol berbasis ubikayu sebagai bahan bakar terbarukan adalah dapat diproduksi pada tingkat industri kecil skala kelompok tani dengan ketersediaan sepanjang waktu. Selain sangat bermanfaat dalam program Desa Mandiri Energi (DME), petani dapat memperoleh keuntungan dari nilai tambah produksi bioethanol yang berbasis ubikayu tersebut. Demikian disampaikan Dr. Ir. Eko Widaryanto, MS melalui email kepada PRASETYA Online. Untuk mendapatkan 1 liter bioetanol dengan kadar 60 pesen menurutnya dibutuhkan 5 kg ubi kayu, sedangkan untuk kadar 90 persen dibutuhkan 8 kg. "Namun jumlah kebutuhan ubikayu untuk menghasilkan 1 liter bioetanol juga masih dipengaruhi kandungan patinya", kata dia.
Dalam analisanya, Eko memaparkan bahwa dengan harga ubikayu berkisar antara Rp. 300,00/kg dengan prakiraan biaya proses pembuatan bioethanol Rp. 1.500,00/liter, maka biaya produksi per liter bioetanol berkisar antara Rp.3000 - Rp 4.500 masing-masing dengan kadar 60 dan 90 persen.
Selain itu, akan diperoleh pula produk samping sebanyak 1,5 kg ampas yang dapat digunakan untuk pakan ternak dengan harga berkisar Rp. 500,00/kg.
Untuk bahan bakar kompor UB-16 BE, Eko menerangkan, per liter bioethanol mampu menyala 3 - 4 jam, masing-masing untuk kadar 60 dan 90 persen. Dari hasil uji coba yang dilakukannya, untuk mendidihkan air 500 cc hanya dibutuhkan waktu 7 menit. Kelebihan lain pemakaian bioethanol sebagai bahan bakar kompor ini menurutnya adalah tidak menimbulkan jelaga pada alat masak dan polusi udara.
Kompor UB-16 BE merupakan modifikasi dari kompor nabati/kompor biji jarak UB-16 yang selama tahun 2008 dan 2009 telah diproduksi sejumlah 12000 unit dan tersebar di seluruh Indonesia. Pengadaan kompor ini mendapat dukungan dana dari DIPA APBN, APBD I dan APBD II, yang mana selama ini pengembangannya telah dibiayai oleh Proyek UJI DP2M Dikti Kementerian Pendidikan Nasional selama 2 tahun anggaran yaitu 2008 dan 2009.
Kompor UB-16 BE diharapkan dapat menunjang Program Pemerintah dalam rangka menuju Desa Mandiri Energi (DME) yang berbasis ubikayu, di samping kompor UB 16 yang selama ini telah dipakai sebagai kompor nabati yang menunjang Desa Mandiri Energi (DME) berbasis jarak pagar
Spesifikasi kompor berbahan bakar bioetanol (UB-16 BE) adalah sebagai berikut; (1) plat untuk meja atas, meja bawah dan kaki dengan ketebalan 0.4 - 0.5 mm dari bahan galvanis, (2) sarangan luar, tengah dan dalam dengan plat ketebalan 0.3 mm (3) kompor dicat warna silver. (4) berat minimum per kompor 2 kg (5) ukuran 27 x 27 x 27 cm dan (6) kapasitas tanki bioetanol 1 liter yang dapat diisi ulang pada saat kompor masih aktif.
Kompor UB-16 BE ini telah diproduksi secara massal oleh komunitas pengrajin kompor binaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Adapun proses pembuatan bioethanol yang berbasis ubikayu dapat dilakukan secara sederhana menggunakan prinsip destilasi dengan sistem Batch dan Continuous Flow menggunakan teknik evaporator Reflux Column skala kecil.
Saat ini, menurut Eko, telah tersedia peralatan pembuatan bioethanol berkapasitas 25 liter/3 jam dengan hasil kadar etanol > 90 persen dengan investasi alat per unit produksi Rp. 5 - 10 juta, yang meliputi destilator, pemarut ubikayu, serta alat press dan fermentasi. [ew/nok]
----
Foto: Kompor Bioethanol UB-16 BE (kiri) dan Dr. Ir. Eko Widaryanto, email: eko.widar@brawijaya.ac.id (kanan)

AIESEC Selenggarakan AIDSPARE
1 Maret 2010
Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales atau AIESEC Local Committee Universitas Brawijaya menggelar PboX AIDSPARE di gedung Fakultas Ekonomi UB, Sabtu (27/2). AIDSPARE merupakan sebuah proyek berbasis edukasi yang diselenggarakan berdasarkan isu-isu sosial terkait HIV/AIDS.
Acara ini mengambil tema "AIESEC is Loving, Living, and Learning Together People with HIV/AIDS". Hadir pada kesempatan ini adalah perwakilan anggota AIESEC dari beberapa universitas yang ada di Malang. Menurut Presiden AIESEC LC UB Rizky Febrianto, proyek ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru pada masalah-masalah yang berkaitan dengan upaya membangkitkan kesadaran dan kepedulian terhadap HIV/AIDS terutama di wilayah Kota Malang. Kegiatan ini diisi dengan pemaparan program kerja, sosialisasi visi proyek, dan peresmian kegiatan  Menurut Rizky, acara di hari tersebut akan ditindaklanjuti dengan beberapa kegaiatan yang akan dimulai beberapa bulan ke depan. "Acara-acara tersebut adalah learning activity, roadshow, dan seminar ke beberapa sekolah di Kota Malang. Nanti juga ada charity night di akhir rangkaian acara", tuturnya.
AIESEC adalah sebuah organisasi internasional para pemuda terbesar di dunia. Saat ini telah tersebar di 110 negara dan 1000 universitas. Organisasi ini dijalankan oleh oleh mahasiswa maupun lulusan baru dari institusi pendidikan tinggi dengan visi "Peace and Fulfillment of Humankind's Potential" (Perdamaian dan Pengembangan Potensi Manusia). [fjr]

DPD RI Adakan Diskusi dengan UB
1 Maret 2010
Peran dan fungsi DPD RI yang selama ini masih minim menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan sejumlah akademisi dari UB. Muncul anggapan DPD hanya lembaga yang menghambur-hamburkan uang sementara aktivitasnya nihil.
Enam anggota DPD RI yang hadir dalam kesempatan diskusi tersebut yaitu Supartono (Jatim), Nurmawati (Sulteng), Amang Syarifudin (Jabar), Habib (Kalsel), Rosman (Babel), dan Lalu Muhyi Abidin (NTB). Mereka meminta masukan konstruktif terkait upaya peningkatan peran yang tengah mereka usahakan.
Kepada para akademisi UB, yang kesemuanya dari Fakultas Hukum, mereka mengaku telah terbatasi kinerjanya oleh undang-undang. Oleh karena itu, mereka meminta masukan untuk mengubah peraturan-peraturan yang selama ini masih dipakai.
Aturan-aturan yang dianggap telah membatasi peran DPD RI antara lain adalah UUD pasal 22 ayat 2D dan pasal 27. Tertuang dalam aturan tersebut bahwa anggota DPD hanya memiliki hak bicara saja, namun tidak memiliki hak suara. Mereka diikutsertakan dalam pembahasan aturan dalam siding, namun tidak ikut di dalam memutuskannya. Hal ini dikarenakan fungsi DPD yang bersifat pengawasan saja, tidak termasuk dalam fungsi legislative.
Dosen FH UB A’an Eko Widiarto mengungkapkan bahwa DPD mestinya memang memiliki peran yang sama dengan DPR. Namun di dalam UU 10/2009 tentang MPR, DPR, dan DPD, peran DPD memang sedikit banyak terminimalisir.
ANggota-anggota DPD tidak hanya mengunjungi UB saja untuk melakukan diskusi. Mereka juga ke universitas-universitas lain seperti Unhas Makassar, Universitas Indonesia Jakarta, dan UGM Jogjakarta. [fjr]