Last updated
31/3/2008
By: Farid Atmadiwirya
Maret 2008

Economic Healthy “Menggapai Kehidupan yang Lebih Baik tanpa Narkoba”
31 Maret 2007
Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya menggelar seminar Economic Healthy dengan tajuk “Menggapai Kehidupan yang Lebih Baik tanpa Narkoba”, Senin (31/3), di Gedung PPI. Hadir sebagai pembicara Ketua Badan Narkotika Kota Malang Drs Bambang Priyo Utomo BSc, Kasatserse Bagian Narkoba Polresta Malang AKP Sunaryo, praktisi medis bidang narkoba dr Iwan, serta pendiri Arema Ir Lucky Acub Zainal.
AKP Sunaryo memaparkan, peredaran narkoba di Indonesia sebenarnya sudah sangat luas, jaringannya terintegrasi dengan pusat narkoba dunia, mulai dari Kuba, Cina, Thailand, hingga masuk di gerbang utama negeri ini, Aceh. Selanjutnya, baru beredar di kota-kota besar di Indonesia, antara lain Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Peredaran yang meluas ini dikhawatirkan akan merusak serta mendegradasi moral bangsa Indonesia secara turun-temurun. Pasalnya, jaringan narkoba sendiri seperti fenomena gunung es dimana beberapa kasus yang terungkap masih belum mengungkapkan peredaran narkoba yang sesungguhnya. Begitu pula, dengan penggerebekan pabrik ekstasi di Kabupaten Serang pada tahun 2006 yang ditengarai terbesar di Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan jangan-jangan masih ada lagi pabrik narkoba lainnya yang berada di daerah Indonesia.
Sedangkan, Lucky Acub Zainal yang menderita tunanetra gara-gara mengkonsumsi narkoba menghimbau para peserta agar jangan mengikuti jejaknya. “Saya menderita seperti ini karena mengkonsumsi narkoba. Hampir setiap hari saya jadi konsumen barang-barang terlarang itu. Oleh karena itu, tubuh saya rusak, kondisi badan tidak karuan. Bahkan, mata saya jadi rabun,” ungkapnya. Kini, selaku mantan drugers (pengguna), ia aktif berkegiatan sebagai pembicara dalam seminar narkoba dengan tujuan agar para peserta tidak mengikuti jejaknya. “Dan, jangan pernah mencoba-coba sekalipun,” katanya lagi. Ia berpesan kepada generasi muda agar tidak perlu lagi menunggu waktu untuk berperan aktif dalam penanggulangan bahaya narkoba. Paparnya, “Tidak perlu masuk dalam organisasi seperti GRANAT, GERMAN, atau yang lainnya kalau hanya untuk ikut berpartisipasi melawan peredaran narkoba. Kita harus aktif secara individu.”
Ditemui terpisah, Ketua Panitia, Alif Susanto, mahasiswa Jurusan IESP angkatan 2007 mengungkapkan penyelenggaraan acara ini dimaksudkan untuk memberikan penyuluhan kepada para mahasiswa agar menyadari sepenuhnya terhadap peredaran narkoba. Dengan demikian, mampu mengenali dan menyadari secara dini bahaya pengkonsumsian narkoba. [bhm]

Seminar Nasional Pemanasan Global IAAS
30 Maret 2008
International Association of Student in Agricultural and Related Science (IAAS) local committee Universitas Brawijaya kembali menyelenggarakan National Scientific Paper Competition in Agriculture (NCSPA). Kompetisi ini merupakan agenda rutin IAAS Indonesia, yang sebelumnya pernah diselenggarakan di IPB, Unpad, dan Undip.
Diselenggarakan Kamis (27/3) hingga Sabtu (29/3), NCSPA mengambil tema “Global Warming All Over The World. How Does It Impact to Indonesia’s Food Security?”.
Selain NCSPA, diselenggarakan pula seminar nasional dengan topik yang sama. Hadir sebagai pembicara Sekretaris Badan Bimas Ketahanan Pangan (BKP) Departemen Pertanian Dr Ir Tjuk Eko Hari Basuki, dosen Budidaya Pertanian FP UB Dr Ir Lily Agustina MS, dan aktivis Green Peace Asia Tenggara-Indonesia Songki Prasetya MSc.
Kepada PRASETYA Online, ketua panitia Dwi Retno Wati (mahasiswa Budidaya Pertanian Faperta angkatan 2005), menyatakan kegiatan ini diikuti oleh berbagai LC IAAS di Indonesia yaitu IPB, Unpad dan Undip dan pelajar SMA se-Jawa Timur. Di luar itu, utusan dari ITB dan UNS juga mengikuti NCSPA. Kegiatan seminar sendiri, diikuti oleh berbagai elemen masyarakat di antaranya LSM, pelajar, mahasiswa, akademisi, dan peneliti.
Pemanasan Global dan Keamanan Pangan
Dalam paparannya, Tjuk mengangkat kondisi kekinian pangan Indonesia, meliputi ketersediaan pangan, distribusi dan akses, konsumsi serta kerawanan pangan dan kemiskinan. Dari data Departemen Pertanian, disbutkan bahwa beberapa komoditas pangan Indonesia mengalami kenaikan pertumbuhan diantaranya beras, jagung, kedelai, kacang tanah dan ubi kayu. Namun, dari seluruh produksi komoditas tersebut, dikatakannya sebagian besar terdapat di Jawa dan Sumatera. Pemanasan global sendiri, dengan berbagai dampaknya, diprediksi Tjuk akan sangat mempengaruhi pertanian Indonesia. Berbagai pengaruh tersebut diantaranya meningkatnya fluktuasi air pada beberapa tanaman seperti kedelai, kacang dan kentang, meningkatnya jumlah karbon yang hilang dari tanaman karena meningkatnya respirasi pada malam hari, perubahan ketersediaan air karena intensifikasi daur air pada temperatur yang tinggi serta hilangnya kadar karbon pada tanah gambut dan bahan-bahan organik karena menurunnya kapasitas penyimpanan kelembaban tanah dan keanekaragaman hayati. Adaptasi strategi dari permasalahan tersebut menurutnya adalah dengan menjaga stabilitas produksi pangan, diversifikasi pangan, bioenergi dan keamanan pangan, pemberdayaan serta pendampingan pemerintah lokal.
Sementara itu, Dr Lily Agustina mengutip data dari Butt and McCarl, 2005. Dalam data tersebut dinyatakan estimasi penurunan panen beberapa produk pertanian di beberapa negara yaitu Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat dan Brazil untuk komoditas padi, kedelai dan jagung. Produk jagung Indonesia, diprediksi akan turun hingga 40% sementara kedelai turun 2.3%. Data FAO menyebutkan, pada abad ke-21 lebih dari 30% populasi dunia mengalami kekurangan nutrisi dan lebih kurang 800 juta orang mengalami penurunan kebutuhan energi dasar 200-400 Kcal. Dari seluruh jumlah itu, 90% di antaranya terdapat di Asia Selatan, Asia Timur, Asia Tenggara dan Sub-Sahara Afrika.
Menghadapi pemanasan global, Dr Lily Agustina menawarkan pertanian organik sebagai solusi, termasuk peran bahan organik tanah untuk mengurangi bahan-bahan emisi gas rumah kaca diantaranya CO2, CH4 dan N2O. Lebih jauh, dalam konsep pertanian organik tersebut ia menekankan pentingnya pemanfaatan pupuk organik dalam sistem pertanian terpadu. Dalam pola pertanian terpadu tersebut menurutnya terdapat peternakan sapi, dengan pemanfaatan kotoran sapi sebagai biogas dan kompos, budidaya tanaman obat dan hortikultura serta peternakan bebek dan bekicot. Terkait pembudidayaan berbagai produk pertanian dalam model pertanian tersebut, peneliti pertanian untuk interdisciplinary approach ini mengusulkan agar pemerintah lebih cermat mengatur tata guna lahan yang masih menjadi kendala utama.
Kampanye Iklim dan Energi oleh Greenpeace
Songki Prasetya, aktivis Greenpeace Asia Tenggara-Indonesia dalam presentasinya secara khusus mengangkat permasalahan hutan, iklim dan energi. Alumni Aachen University of Applied Science Bidang Energy System ini menyatakan, untuk sementara pihaknya masih berkonsentrasi pada bidang tersebut dan belum mengarah pada pangan. Ancaman serius pada pemasanan global ini, menurut Songki, adalah mencairnya lapisan kutub, naiknya permukaan air laut, serta meningkatnya wabah penyakit dan ketahanan pangan. Terkait pemanasan global dan isu krisis energi, Songki mendukung pemanfaatan energi alternatif di antaranya panas bumi, air, angin  dan bioenergi. Khusus bioenergi, pihaknya mengecam keras model pengalihan lahan hutan menjadi perkebunan melalui pembakaran. “Jika tetap dengan model ini pemanfaatan bioenergi tidak banyak membantu lingkungan, justru jika dihitung lebih cermat tidak berperan signifikan”, ujarnya. “Bioenergi memiliki peluang sebagai energi alternatif, masalahnya hanya pada ketersediaan lahan untuk berbagai tanaman potensi bioenergi ini”, tambahnya. Dalam presentasinya, Songki menampilkan film-film yang berisi testimoni dan aktivitas Greenpeace. Melalui testimoni tersebut, nampak para petani mengeluhkan cuaca yang tidak menentu, sehingga petani tidak bisa lagi berharap kepada alam. Hal ini disampaikan para petani mengakibatkan penurunan produktivitas serta benyaknya petani yang menganggur dan beralih menjadi buruh bangunan.
NSPCA
Mengambil tema “Global Warming All Over The World. How Does It Impact to Indonesia’s Food Security?”, NSPCA diikuti oleh lima perguruan tinggi, yaitu IPB, Undip, Unpad, ITB dan UNS serta pelajar SMA se-Jawa Timur. Dijelaskan Ketua panitia, Dwi Retnowati, kompetisi ini telah dimulai sejak Desember silam dengan tahapan penerimaan dan seleksi karya tulis. Tahapan presentasi diselenggarakan pada Kamis(27/3)-Jumat (28/3) di gedung Biomedik.
Dari tahapan presentasi ini, jelas Dwi, juri mengambil 70% penilaian dan sisanya dari penulisan. Juri untuk kategori mahasiswa adalah Ir Sukoso MSc PhD, Prof Sutiman Bambang Sumitro SU DSc, serta Prof Ir Syukur Makmur Sitompul PhD. Sedangkan juri untuk kategori SMA adalah Wenny Bekti Sunarharum STP MFoodSt dan Agustin Krisna Wardhani STP MSi PhD.
Tampil sebagai pemenang untuk kategori perguruan tinggi, Juara I: IPB (Tetuko Dito Widharso, Ayupry Diptasari, Kamalita Pertiwi) dengan hadiah uang tunai Rp 1,5 juta dan perjalanan ke Lombok selama tiga hari, juara II: UB (Esti Nur Inayah) dengan hadiah uang tunai Rp 1,5 juta, juara III: IPB (Ari Tri Purbayanto, Galih Nugroho, Fahmi Nasrullah) dengan hadiah uang tunai Rp 1 juta. Untuk kategori SMU, tampil sebagai juara I: SMA Ngoro Jombang (Febriana, Nining, Yuli), Juara II: SMAN 5 Surabaya (Dewi Fathin R, Nastiti Puspitasari, Nydya Paranita), Juara III: SMAN 1 Talun (Rio Antani dan Agustina Ayu) dengan hadiah berturut-turut uang tunai Rp 1,5 juta, Rp 1 juta dan Rp. 750 ribu.
Membuka acara yang disponsori oleh Sosro, Jawa Pos dan Kimia Farma ini adalah penampilan tari Jejer Jaran Dhawuk oleh Elis Agus Cahyanti dari PS Seni Tari Universitas Negeri Malang. Di akhir acara peserta mendapatkan bibit durian gratis untuk ditanam di rumah dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Oro-Oro Ombo, Batu, serta Es Krim Vlito, yang juga produk kota Batu. [nok]

FK, FIA dan FE Wakili UB dalam KKTM Wilayah C
29 Maret 2008
Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr Ir Yogi Sugito menutup Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) 2008, Sabtu malam, 29 Maret 2008 di Gedung PPI. Pada kesempatan itu Rektor memberikan penghargaan kepada para pemenang KKTM dari tiga bidang yang diperlombakan. Para juara pertama dari masing-masing bidang untuk selanjutnya akan mewakili UB di  ajang yang sama tingkat Wilayah C di bulan Mei. Mereka yang mewakili UB adalah tim dari Fakultas Kedokteran untuk bidang IPA, Fakultas Ilmu Administrasi untuk bidang IPS dan Fakultas Ekonomi untuk bidang Pendidikan. Berikut adalah para pemenang KKTM 2008.
Bidang IPA, juara pertama diraih oleh Fakultas Kedokteran dengan judul “Potensi Ekstrak Ageratum Conyzoides L sebagai Inhibitor Pembentukan Advance Glycation End Productcs (AGEs) pada Komplikasi Mikrovaskuler Diabetes Mellitus” karya Andika Agus Setiawan, Arsyna Anathesia dan Arif Sudarsono. Juara kedua direbut oleh Azizi Rafika Rahmania, Faiza Yusria dan Shinta Marina Puspita dari Fakultas MIPA, dengan judul “Transformasi Gen “PNA” Penghasil Cyanovirin pada Lactobacillus bulgaricus untuk Produksi Yogurt sebagai Agen Bioterapi HIV/AIDS”. Sementara juara ketiga ditempati oleh Fakultas Teknik yang beranggotakan Anes Wedaring, Endra Y Arifianto dan Gery Hardiarto, dengan judul “Peranan GIS (Geographic Information System) dalam Menentukan Alternatif Angkutan Kota yang Akurat di Kota Malang”.
Bidang IPS, juara pertama diraih oleh Fakultas Ilmu Administrasi dengan anggota Dewi Purboningsih, Premi Wahyu dan Siti Asmaul Chusna dan judul makalah “Dilema Ketahanan Pangan Indonesia Saat Krisis Bencana (Pengembangan Skenario Model Distribusi Pangan Nasional”. Juara kedua diperoleh tim yang beranggotakan Ferry Abdul Choliq, Durrotul Ain dan Muh Akhid Syib’li dari Fakultas Pertanian dengan makalah berjudul “Modifikasi Dana Corporate Social Responsibility sebagai Pinjaman Berbasis Syariah”. Sementara juara ketiga juga diraih oleh Fakultas Ilmu Adminstrasi dengan tim yang beranggotakan Oscar Radyan Danar, Trias Pratiwi dan Yustianing Hikma R dan judul makalah “Analisis Model Pemberdayaan Wanita Nelayan dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga Nelayan”.
Bidang Pendidikan, juara pertama diraih oleh Fakultas Ekonomi dengan judul karya “Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pengembangan Metode Pembelajaran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Malang”. Tim ini beranggotakan Intan Maulidiyani dan Nurul Azizah W. Juara kedua diraih oleh tim dengan anggota Rizki Emil Birham, Wyka Ari Cahyanti dan Ika Prabowo dari Fakultas Hukum dengan judul makalah “Solusi Aplikatif Mengefektifkan Sertifikasi Guru Guna Meningkatkan Mutu Pendidikan”. Juara ketiga direbut oleh tim Fakultas Pertanian dengan anggota Nicko Dwi Nurali, Oki Wijaya dan Lukman Purba Wahyudi dan judul karya “Pemanfaatan Nilai Moral pada Lagu Karya Ibu Sud dan AT Mahmud sebagai Media Edukasi dalam Menanamkan Moralitas pada Anak”.
Selain menentukan juara pertama hingga juara ketiga, panitia juga menetapkan juara harapan satu hingga tiga. Juara pertama berhak atas tabanas senilai satu juta rupiah, juara kedua menerima Rp 750 ribu, juara ketiga Rp 500 ribu, dan juara harapan masing-masing menerima Rp 400 ribu untuk setiap bidang. Pemberian dalam bentuk natura dan piagam penghargaan merupakan salah satu bentuk kepedulian pihak universitas untuk menumbuhkembangkan kreativitas mahasiswa dalam berkreasi dan meningkatkan kemampuan kritis analisis mahasiswa. [nik]

Bedah Buku “Membonsai Islam”
28 Maret 2008
Bertempat di Masjid Raden Patah Kampus Universitas Brawijaya, Jumat (28/3), digelar bedah buku Agus Musthofa yang bertajuk “Membonsai Islam”. Selama ini, Agus Musthofa dikenal sebagai penulis buku-buku agama yang berjudul kontroversial dan laris di pasaran, antara lain “Ternyata Akhirat Tidak Kekal”, “Bersatu dengan Tuhan”, serta “Ternyata Adam Dilahirkan”. Acara yang diselenggarakan atas kerjasama antara Masjid Raden Patah Unibraw bersama dengan Forum Studi Islam (FOSI), ini bertema umum tentang “Kemunduran Umat Islam”. Menjadi pembanding, antara lain hadir perwakilan dari Nahdatul Ulama (NU), KH Isroqunnajah MAg; perwakilan dari Muhammadiyah, Muh Kurdi; perwakilan dari HTI, Sya’roni; serta perwakilan FOSI, Askan Setyabudi ST.
Dalam paparannya, Agus Musthofa yang lulusan Teknik Nuklir UGM ini menjelaskan tentang stagnannya kondisi umat Islam masa kini yang tidak mampu lagi bersaing dengan bangsa asing. Padahal, pada abad 7 lampau, umat Islam menjadi pusat peradaban dunia yang menghasilkan banyak ilmuwan dan orang hebat. Seperti, Ibnu Sina dalam bidang kedokteran, Al Khawarizmi dalam bidang kedokteran, Ar Rozi dalam bidang Kimia, serta Ibnu Al Syafir dalam bidang astronomi. “Bangsa Eropa malah yang belajar kepada umat Islam,” kata mantan wartawan Jawa Pos itu menambahkan.
Usai belajar dari umat Islam, bangsa Eropa malah membangun peradaban sendiri yang nantinya akan menghancurkan kebesaran umat Islam, bahkan hingga saat ini. Sungguh suatu ironi mengingat umat Islam tidak mampu belajar dari kondisi yang berujung pada perpecahan antara sesamanya. Agus Musthofa lalu mencontohkan, mulai dari bangsa Timur Tengah yang gampang diadu domba hingga bangsa Indonesia sebagai pemilik umat Islam terbesar juga bernasib tidak berbeda. Ia bertanya-tanya sendiri dan mencari jawabnya dalam kegelisahan, berupaya membangunkan tidur umat Islam melalui buku-bukunya. Bahwa umat Islam sudah waktunya bangkit dari tidur panjang.
Dipaparkannya, ada lima hal yang membuat umat Islam mundur. Pertama, jauh dari Al Quran. Kedua, hampir mengharamkan akal. Ketiga, memisahkan agama dari ilmu pengetahuan. Keempat, terjebak pada ritual ibadah. Serta, tidak bertuhan kepada Allah saja. Hal-hal itulah yang menurutnya menjadi penyebab mundurnya umat Islam sehingga tidak lagi mampu bersaing dengan bangsa asing. “Padahal Allah SWT telah menurunkan Al Quran sebagai pedoman hidup umat Islam. Nilai-nilai dalam Al Quran, sayangnya, tidak pernah diterapkan secara nyata,” papar penulis buku produktif ini.
Kembali pada Al Quran
Agus Musthofa juga menyinggung banyak kebiasaan umat Islam yang tidak bersumber pada kitab suci Al Quran. Seperti, mengabaikan nilai-nilai yang terkandung dalam Al Quran, menyepelekan sholat, maupun tidak menerapkan apa yang diperintahkan dalam Al Quran. Ia lalu mencontohkan pada salah satu poin penyebab kemunduran umat Islam yakni memisahkan agama dari ilmu pengetahuan.
“Banyak orang yang masih berpikiran sempit, menganggap belajar agama berbeda sekali dengan ilmu pengetahuan. Ketika saya tanya sama orang, apakah belajar Biologi itu sama dengan belajar agama? Mereka semua pasti jawab bukan.
Padahal itu jawaban yang keliru,” tandasnya mantap. Harusnya, kedua bidang studi tersebut terintegrasi dan saling mendukung. “Melalui ilmu Biologi, kita akan lebih mengenali kebesaran Allah SWT sehingga lebih bersyukur atas karuniaNya,” papar pria kelahiran Malang, 45 tahun silam ini.
Disebutnya bahwa Allah SWT telah menganugerahkan kemampuan fisik yang luar biasa terhadap hewan padang pasir, unta. Beberapa keistimewaan itu, antara lain kukunya yang didesain khusus untuk berjalan di padang pasir, bagian kulit lutut yang tebal sehingga mudah ditekuk dan bersentuhan langsung dengan panasnya pasir, bulu mata khusus sehingga mata tidak gampang kemasukan debu, hingga punuk unta sebagai cadangan makanan beserta kantong air. Segala keistimewaan ini harusnya membuat manusia berpikir betapa maha kuasanya Allah SWT menciptakan masing-masing makhluk dengan desain yang unik dan sesuai karakter.
Dipaparkannya lagi, sinkronisasi antara Al Quran dengan ilmu pengetahuan, yakni pada kasus ledakan besar alias big bang. Dalam surat Al Anbiya ayat 30 tersurat jelas bahwa pada mulanya antara bumi dan langit bersatu padu yang kemudian dipisahkan oleh Allah SWT. Hingga kini, jarak antara bumi dan langit semakin menjauh dan meluas. Singkatnya, alam semesta mengembang ibarat balon yang ditiup. Kondisi ini, dikatakannya juga telah tertulis pada salah satu surat dalam Al Quran. “Oleh sebab itu, sudah saatnya umat Islam kembali berpegang dalam nilai-nilai Al Quran agar bisa meraih kejayaannya seperti dulu lagi, “ tutupnya. [bhm]

Siap Bentuk Jaringan dengan Industri
Jumat, 28 Mar 2008
Silatnas Ika Unibraw Cabang Surabaya.
Semangat entrepreneurship harus masuk kampus. Itulah tekad Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (Ika Unibraw) Cabang Surabaya yang dicanangkan dalam silaturahmi nasional di Hotel Hyatt Surabaya kemarin (27/3).
Untuk meneguhkan tekad tersebut, Ika Unibraw mengundang bos Maspion Alim Markus guna berbagi semangat entrepreneurship kepada civitas akademika dan masyarakat. Dalam kesempatan itu, dilakukan pula pelantikan pengurus Ika Unibraw Cabang Surabaya periode 2008-2013. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Jatim Soenyono dipercaya menjadi ketuanya.
"Kami ingin menjembatani antara dunia kampus dengan dunia usaha. Agar mahasiswa memiliki jiwa berwirausaha yang tinggi, mereka harus memiliki jaringan," kata Soenyono.
Dalam dialog dengan Alim Markus, para alumnus mempertanyakan kesiapan lulusan perguruan tinggi memasuki dunia kerja. Misalnya, yang diungkapkan mantan Rektor Unibraw Bambang Guritno, "Teori yang diberikan di kampus ternyata jauh berbeda dari di lapangan. Karena itu, tak jarang apa yang telah dipelajari di kampus hanya tinggal teori."
"Apa yang Anda lakukan terhadap para lulusan perguruan tinggi di perusahaan Anda?" ujar Bambang.
Alim Markus menyatakan, lulusan yang baik adalah yang memiliki jiwa entrepreneur. "Bagaimana seseorang bisa mengontrol situasi dan mengambil risiko. Kita juga harus serius dan fokus dalam pekerjaan apa pun," tegasnya.
Markus mengaku tak banyak campur tangan dengan karyawan barunya. "Biar mereka berpikir dan mandiri," katanya.
Rektor Unibraw Yogi Sugito setuju dengan pernyataan Markus. Soft skill para mahasiswa memang harus digembleng agar memiliki keterampilan komplet. Bukan hanya kemampuan akademik semata yang harus dikuasai. "Kami menarget 20 persen lulusan kami menjadi entrepreneur," ujarnya.
Setiap tahun, Unibraw mewisuda sekitar 5.000 lulusan. Alumninya tersebar di berbagai pelosok tanah air.
Yogi menyambut positif keinginan Ika Unibraw Surabaya yang bertekad membantu menguatkan jaringan kampus dengan dunia industri tersebut. "Kami terus mengidentifikasi anggota, alumnus Unibraw yang ada di Surabaya," ungkap Soenyono. Dia menambahkan, sekretariat Ika Unibraw Surabaya beralamat di Jalan A Yani 152, Jalan Jemursari III No 7, dan Jalan Ketintang Permai BA/04. (ara/ari)
JAWA POS Jumat, 28 Mar 2008 http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=333110
Dialog "Semangat Menjadi Entrepreneur Sejati"
27 Maret 2008
Menindaklajuti pencanangan Universitas Brawijaya sebagai entrepreneurial university, Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) mengadakan Silatnas (silaturrahmi nasional). Silatnas diadakan di Hotel Hyatt Surabaya, Kamis (27/3), bekerja sama dengan Pengurus IKA Cabang Surabaya.
Dalam acara itu digelar dialog interaktif bersama kelompok usaha Maspion dengan tema ‘Semangat Menjadi Entrepreneur Sejati’. Kelompok Maspion diwakili oleh langsung oleh owner Alim Markus sebagai narasumber.
Alim Markus dalam acara itu memaparkan bagaimana cara menjadi entrepreneur sejati, disertai tips dan trik supaya sukses menjadi entrepreneur. Juga dipaparkan bagaimana memotivasi dan mengelola bisnis, cara mencari modal dan keharusan untuk tetap terus belajar serta mentaati hukum yang ada. Untuk mengembangkan suatu bisnis, bisa dengan bantuan tenaga profesional dan dengan cara manajemen yang bermacam-macam.
Selain dialog, dalam kesempatan itu juga diadakan pelantikan pengurus IKA Cabang Surabaya periode 2008-2012, dan dilanjutkan dengan diskusi antara pengurus pusat, pengurus cabang, dan pengurus komisariat serta alumni dalam rangka  mendukung implementasi pencanangan sebagai entrepreneurial university.
Dari pertemuan itu diperoleh kesimpulan, ke depan diharapkan peranan pengurus alumni tidak hanya sebagai ajang temu kangen saja, tetapi juga menghasilkan suatu kegiatan yang produktif yang dapat membantu alumni-alumni baru, selain itu dukungan serta koordinasi dan sinergi dari pihak universitas dan fakultas untuk mendukung peranan alumni juga dibutuhkan guna mewujudkan entrepreneurial university. [mft]
Foto: Alim Markus (kiri) menerima cindermata dari Rektor Prof Yogi Sugito, didampingi Ketua Umum IKA UB Muskich Ramelan seusai dialog.

Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) 2008
28 Maret 2008
Dalam rangka mengembangkan wawasan dan kemampuan akademik mahasiswa, Universitas Brawijaya menyelenggarakan Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) 2008. KKTM adalah nama baru dari Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM). Kegiatan tahunan kali ini mengambil tema “Peningkatan Daya Saing Bangsa Berbasis Keunggulan Lokal”, berlangsung pada 28-29 Maret 2008 di Gedung PPI Universitas Brawijaya. Tiga bidang yang dikompetisikan bagi mahasiswa lama dari seluruh Fakultas dan Program Studi meliputi bidang IPA , IPS dan Pendidikan. Bidang IPA diikuti oleh 21 tim, bidang IPS 26 tim dan bidang Pendidikan 18 tim.  Kasubag Minat Bagian Kemahasiswaan Universitas Brawijaya Drs Rudjita mengungkapkan, KKTM merupakan rangkaian dari kegiatan PIMNAS XXI yang akan berlangsung di Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Juli 2008.
Lebih lanjut disampaikan oleh Rudjita, dari Fakultas/Program Studi yang mengirimkan makalah, terbanyak dikirimkan oleh Fakultas Teknik dengan 9 makalah, terbanyak kedua oleh Fakultas Teknologi Pertanian, dan terbanyak ketiga dikirimkan oleh Fakultas Ilmu Administrasi, dan Fakultas MIPA masing-masing sebanyak 7 makalah. Dewan juri terdiri dari Dr dr Retty Ratnawati MSc, Prof Dr Ir Antariksa MEng, dan Ir Bambang Susilo MS untuk bidang IPA, Dr Imam Suyadi MSi, Drs Iswan Noor ME, dan Ir Edi Susilo MS untuk bidang IPS, serta Drs Sugeng Susilo Adi MHum, Sugeng Pinando SE MPd dan Ir Aniek M Hariati MSc sekaligus bertindak sebagai ketua dewan juri dalam kompetisi ini, untuk bidang Pendidikan. Bobot penilaian KKTM meliputi tulisan (nilai 60) dengan kriteria penilaian terdiri atas format makalah, kreativitas gagasan, topik yang dikemukakan, data dan sumber informasi, serta analisis, sintesis dan simpulan. Sementara untuk presentasi (nilai 40) dengan kriteria penilaian terdiri atas penyajian dan tanya jawab.
Para pemenang menurut Rudjita, akan mendapatkan hadiah berupa tabanas dan piagam. Jumlah total tabanas yang disediakan untuk pemenang oleh pihak universitas sebesar 10.350 ribu rupiah. Panitia akan memilih juara I, II, III, Harapan I, II, dan III untuk masing-masing bidang. Juara pertama akan mewakili Universitas Brawijaya dalam KKTM tingkat wilayah C. Berikut adalah beberapa judul yang dipresentasikan: “Penurunan Kolesterol Darah dengan Penambahan Mahkota Dewa pada Bakso Kelinci” oleh mahasiswa Fakultas Peternakan dan “Penggunaan Gel Daun Lidah Buaya (Aloe Vera) sebagai Alternatif Penyembuhan Luka Bakar Derajat II” oleh Fakultas Kedokteran untuk bidang IPA, “PR: Puskesman Revolution Penerapan Fungsi Public Relations dalam Memaksimalkan Pelayanan Publik Puskesmas untuk Memberikan High Quality Service” oleh mahasiswa PIS dan “Pengaruh Kesetaraan Gender dan Nilai-nilai Budaya Suku Minangkabau terhadap Pola Tata Ruang di dalam Rumah Gadang” oleh Fakultas Teknik untuk bidang IPS, serta “Potensi Gerakan Pramuka dalam Memberikan Life Skill Education kepada Anak Jalanan Melalui Gugus Depan Teritorial” oleh mahasiswa Ilmu Administrasi dan “Aplikasi Mitigasi Pendidikan Keselamatan Diri untuk Antisipasi Bencana Alam Longsor bagi Siswa Sekolah Dasar” oleh mahasiswa Fakultas Pertanian untuk bidang Pendidikan. [nik]

Kuliah Tamu Prof I Ketut Seken MA
28 Maret 2008
Untuk mempersiapkan kualitas lulusan yang siap bersaing di dunia global, Program Studi Sastra Inggris berusaha mengembangkan kompetensi akademik dosen dan mahasiswa dalam bidang keilmuan bahasa dan sastra Inggris. Upaya ini dilaksanakan dalam bentuk pengajaran, pelatihan, maupun mengundang ahli untuk memberikan wawasan dan arahan kepada dosen maupun mahasiswa. Dengan latar belakang itu diselenggarakan kuliah tamu bertema “Linguistik dan Pragmatik sebagai Penunjang Pembelajaran Bahasa Asing”, Jumat (28/3), di Gedung PPI. Hadir dalam acara ini pembicara dari Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja Bali, Prof Dr I Ketut Seken MA.
Dalam judul “Language and Linguistics: An Overview”, I Ketut Seken memaparkan bagaimana peran bahasa dalam menembus perbedaan interaksi manusia, kebudayaan, kebiasaan, serta pikiran. Inilah yang membuat kemungkinan menjadi nyata pada suatu komunitas dalam berkomunikasi, berinteraksi, serta berkooperasi melalui beragam cara.
Menggunakan bahasa, masyarakat berbicara tentang segala hal dalam kehidupan mereka, berdiskusi tentang pelbagai topik, menjalin bisnis, menunjukkan perhatian, mempresentasikan opini serta ide-ide, mengekspresikan perasaan, serta menghasilkan pelbagai macam tulisan. Intinya, bahasa berkaitan erat dengan seseorang yang ingin menjalin hubungan dengan orang lainnya.
Materi kedua berjudul “Some Notes on Linguistics Politeness and Its Relation to Second Language Teaching”, disampaikan khusus bagi seluruh staf pengajar Program Studi Sastra Inggris, Perancis, dan Jepang. Dijelaskan bagaimana seseorang berkomunikasi pada situasi yang berbeda tergantung situasi dan kondisi di mana ia berada. Ada banyak faktor yang berpengaruh, seperti sosiokultural, pragmatis, dan situasi. Semua itu akan menentukan seseorang dalam berinteraksi, berkomunikasi, serta menyampaikan gagasannya kepada orang lain.
Kepada PRASETYA Online, Ketua Panitia, Isti Purwaningtyas MPd mengatakan, “Banyak mahasiswa Sastra Inggris yang lebih memilih konsentrasi linguistik, daripada sastra. Oleh sebab itu, agar para mahasiswa lebih memahami hal ini, kami adakan kuliah tamu.” Perlu diketahui, mahasiswa yang mengikuti kuliah tamu ini yang sudah menempuh kuliah semester IV dan VI dengan tujuan sebagai gambaran untuk mengambil konsentrasi sebelum skripsi. [bhm]

Seminar Nasional dan Lomba Rancang Bangun Agroindustri 2008
28 Maret 2008
Berbagai hasil pertanian berpotensi dimanfaatkan menjadi bahan pangan, farmasi, energi, tanaman hias, kerajinan, dan lain-lain berpeluang memberikan lapangan pekerjaan berbasis Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang agroindustri. Hal ini melatarbelakangi penyelenggaraan kegiatan Rancang Bangun Agroindustri 2008 yang bertema umum “Mengembangkan Jiwa dan Kemampuan Diri untuk Beraktualisasi di Dunia Kewirausahaan”.
Kegiatan Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (Himatitan) ini meliputi seminar nasional entrepreneur dan lomba rancang bangun agroindustri 2008. Peserta acara ini terutama para pelajar SMU/SMK/MA serta mahasiswa, dan umum. Tema untuk peserta dari SMU/SMK/MA, adalah “Perencanaan Unit Usaha Agroindustri Skala Kecil Menengah”, sedangkan untuk mahasiswa (termasuk Foragrin se-Indonesia) temanya adalah “Memulai Langkah Menjadi Entrepreneur”.
Menurut rencana, kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, Sabtu-Minggu (5/4-6/4) di Widyaloka Universitas Brawijaya. Sebagai pemateri diundang Safir Senduk (Perencana Keuangan, pengisi acara Money Talk di Metro TV), Hendy Setiono (Terbaik I Wirausaha Muda Mandiri 2007, Pemilik Kebab Turki, PT Babarafi Indonesia), dan Saptuari Sugiharto (Terbaik II Wirausaha Muda Mandiri 2007, pemilik Kedai Digital Yogyakarta). Secara khusus, kegiatan ini berupaya untuk memberikan alternatif usaha produktif, strategi serta tahapan berwirausaha kepada masyarakat dan mahasiswa untuk beraktualisasi di kewirausahaan khususnya dibidang agroindustri. Bagi yang berminat dapat menghubungi Ksatria Estética (085736026064) atau Anendya Mala (03416365609). [nok]

Menyongsong KRI dan KRCI 2008
27 Maret 2008
Menjelang ajang tahunan Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2008, Universitas Brawijaya mempersiapkan seluruh timnya. Tahun ini UB mengirim 5 tim robot, 4 tim untuk KRCI dari tim mahasiswa Teknik Mesin, Teknik Elektro dan FMIPA serta 1 Tim KRI dari tim mahasiswa Teknik Elektro. Seluruh tim tersebut memenuhi seluruh kategori yang diperlombakan meliputi 1 kategori KRI, dan 4 kategori KRCI, yaitu senior beroda, expert single, expert swarm serta senior berkaki.
Mohammad Subhan Efendi, manajer non teknis untuk kelompok Tim Teknik Elektro, menjelaskan, tahun ini pihaknya mentargetkan juara dua besar untuk KRI dan juara pertama untuk KRCI. Kategori yang diikutinya, yaitu KRCI Senior (Beroda), memberikan tantangan kepada robot untuk memadamkan lilin dalam ruangan satu lantai.
Sedangkan untuk KRCI expert (single) memberikan tantangan untuk mencari lilin dan bayi dalam ruangan dua lantai. Lebih jauh, dijelaskan Efendi, kriteria penilaian untuk KRCI adalah waktu tercepat sedangkan untuk KRI adalah jumlah obyek yang bisa diambil dengan tim juri dari Dikti. Proses seleksi untuk kompetisi ini, dikatakannya, telah dimulai sejak Januari silam, yang dilanjutkan dengan seleksi video dan laporan perkembangan. ”Saat ini kami sedang mempersiapkan tahap selanjutnya, yaitu seleksi regional pada 17 Mei mendatang di PENS-ITS dan seleksi nasional pada 14 Juni di Balairung UI”, ujar Efendi. Lebih rinci, mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2004 ini menjelaskan bahwa pada seleksi regional nanti, akan diambil sebanyak 3 besar dari sejumlah 4 regional yaitu Surabaya, Yogyakarta, Jakarta dan Riau. ”Jika dari peserta yang tidak masuk 3 besar dinilai layak, maka akan ditambah 3 sehingga menjadi 6 tim robot yang masuk seleksi nasional”, ujarnya.
Persiapan Teknis
Persiapan menuju ajang ini, dijelaskan Efendi, telah dilakukannya 2 minggu setelah ajang kompetisi KRI dan KRCI setahun silam. ”Jadi persiapan kami sudah hampir satu tahun dengan melakukan berbagai riset dan pengembangan dari robot sebelumnya”, kata dia. Efendi yang juga aktif di workshop robot dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ini menyatakan bahwa pihaknya melakukan ”kanibal” untuk robot tahun ini, yaitu memanfaatkan ”rongsokan” dari robot tahun sebelumnya. Beberapa sensor yang digunakan pada robotnya untuk KRCI adalah sensor ultrasonik, jarak, suhu, dan kecepatan sedangkan untuk KRI, sensor yang digunakan adalah ultrasonik, kecepatan dan posisi.
Dihitungnya, biaya teknis pembuatan robot tersebut mencapai Rp 49 juta. Beruntung mereka mendapatkan dukungan dana dari Ikatan Orangtua Mahasiswa (IOM), Fakultas maupun Rektorat. Dalam proses pembuatan, mereka mendapatkan bimbingan dari dosennya, yakni Adarul Muttaqin ST MT untuk KRI, Ir Primantara HT MCom untuk KRCI Senior (Beroda) serta Ir Nanang Sulistiyo untuk KRCI Expert (single). [nok]

Kunjungan PR-I dan Staf ke Vietnam
27 Maret 2008
Pembantu Rektor I Bidang Akademik Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Bambang Suharto MS selama tiga hari, Selasa-Kamis (18-20/3) berkunjung ke Vietnam. Dalam kunjungan ini PR-I didampingi dua orang staf, Dr Ir Ifar Subagiyo MAgrSt (staf ahli PR-I bidang Kerjasama) dan Ir Abdul Cholil (Koordiantor Kerjasama Luar Negeri).
Kunjungan ini merupakan upaya awal dalam rangka memperkenalkan Universitas Brawijaya kepada masyarakat dan pemerintah Vietnam. Lebih jauh, melalui kunjungan ini diharapkan dapat menarik minat mahasiswa Vietnam untuk belajar ke Universitas Brawijaya. Selain Vietnam, mereka juga mengunjungi Malaysia dan Thailand. Beberapa tempat yang dikunjungi di Vietnam di antaranya adalah Kementerian Pendidikan Nasional Vietnam dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Di kedua tempat tersebut, mereka di terima oleh Tran Ba Viet Doung (Director General International Cooperation Department) dan Sofiana M Raharjo (Duta Besar RI untuk Vietnam).
Dr Ifar Subagiyo menjelaskan, dari perbincangan dengan Duta Besar, diketahui bahwa KBRI sering menerima undangan pemerintah Vietnam untuk mengadakan pameran pendidikan tetapi selama ini tidak pernah dipenuhi. Acara ini rutin diselenggarakan di sana 4 kali dalam setahun. Merespon hal tersebut, mulai tahun ini Universitas Brawijaya akan mengirimkan materi guna mendukung pelaksanaan pameran pendidikan tersebut.
Sampai saat ini, tercatat tiga orang mahasiswa dari Vietnam sedang belajar di UB dengan beasiswa dari Islamic Development Bank (IDB). Mereka berada di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Fakultas Peternakan (Fapet) dan Ilmu Komputer FMIPA. Sebanyak tiga orang mahasiswa juga telah terdaftar untuk tahun ajaran 2008/2009 di Fakultas Peternakan.
Kerjasama dengan Vietnam
Guna menjajagi kerjasama yang lebih spesifik antara Universitas Brawijaya dengan salah satu perguruan tinggi di Vietnam, Kementerian Pendidikan Vietnam mengarahkan rombongan untuk mengunjungi Vietnam National University di Hanoi, sebuah perguruan tinggi terkemuka di sana. PR-I dan staf diterima oleh Associate Professor Dr Nguyen Van NHA (Director Academic Affairs Department). Dari kunjungan tersebut tercetus keinginan untuk kerjasama dalam hal penelitian serta pertukaran staf dan pelajar. ”Peluang kerjasama sekarang sudah terbuka, sekarang tinggal masing-masing fakultas mengisi peluang ini dengan mengeksplorasi seluruh potensi yang ada”, ujar Dr Ifar menjelaskan tindak lanjut dari kunjungannya kali ini. Lebih lanjut, Dr Ifar yang menyelesaikan program doktor di Wageningen University Belanda ini menjelaskan bahwa pihaknya memilih Vietnam karena negara ini sedang gencar membangun.
”Sesampai di sana kita diberitahu pihak kementerian bahwa mereka lemah dalam bidang manajerial”, ujar lulusan program master dari Melbourne University Australia ini. ”Kebanyakan SDM Vietnam pandai, tetapi tidak bisa mengatur sebuah kegiatan”, ujar Dr Ifar menirukan ucapan pihak Kementerian Vietnam.
Semangat Membangun
Dalam kunjungan ke Vietnam ini, rombongan menyempatkan diri untuk mengunjungi salah satu kawasan wisata terkenal disana yaitu Ha Long Bay. Diceritakan Dr Ifar, pengunjung tempat wisata tersebut sangat membludak, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Selama perjalanan di Vietnam, ia menggambarkan semangat dan gencarnya pembangunan negara tersebut. Menurut penilaiannya, industri pariwisata dan produksi pertanian tumbuh pesat disana dan berhasil menempatkan Vietnam sebagai negara produsen beras nomor dua terbesar di dunia setelah Thailand. Hal ini menurutnya, mengimbas pula pada semangat warga negaranya untuk menempuh pendidikan.
”Masyarakat Vietnam sangat bersemangat dalam menempuh pendidikan, dan hampir di setiap lembaga pendidikan, termasuk kampus selalu dipenuhi dengan sepeda onthel”, ujarnya menggambarkan semangat dan kesederhanaan orang Vietnam. Yang paling mengesankan menurutnya, pembangunan berbasis pertanian telah berhasil mengangkat negara tersebut dari keterpurukan. ”Di sana sumber daya pertanian sangat diproteksi, jika sebuah lahan pertanian dikonversi menjadi industri, maka lahan pertanian tersebut akan dipindahkan oleh Pemerintah Vietnam”, ujarnya menggambarkan komitmen Pemerintah Vietnam terhadap petani dan pertanian. Berbeda dengan Indonesia, jenis tanah di Vietnam sangat berdebu yang menyebabkan udara di wilayah tersebut  sangat berdebu. Guna mengurangi debu di daerah pemukiman, pemerintah Vietnam menyirami tanahnya dengan air setiap malam. ”Karena udara yang berdebu, banyak warga Vietnam terjangkit penyakit paru-paru dan hepatitis”, ujar Dr Ifar. Dengan berbagai kondisi tersebut, perguruan tinggi Vietnam menurutnya berhasil menarik minat mahasiswa dari dua negara tetangganya yaitu Laos dan Kamboja. ”Untuk itu, kami berupaya pula membidik mahasiswa dari kedua negara tersebut”, pungkas Dr Ifar.[ nok]

Empat Makalah Prof Nyoman Nurjaya Lolos Seminar Internasional
27 Maret 2008
Prof Dr I Nyoman Nurjaya SH MH, akan mempresentasikan 4 makalah dalam forum internasional. Empat makalah guru besar Fakultas Hukum itu lolos di tiga forum, The 5th Asian Law Institute (ASLI) Conference, 22 Mei 2008, di National University of Singapore dengan judul makalah “Indonesian Environmental Law Development and Reform: Environmental Justice System and Enforcement”. Satu makalah untuk dipresentasikan pada The 1st General Assembly Meeting International Association of Law Schools (IALS), Canada (29-30 Mei 2008) dengan judul “Effective Techniques for Teaching about Other Cultures and Legal Systems”.
Sementara dua makalah lain yaitu “Adat Community Rights as Defined within State Natural Resources Law of Indonesia: Is It a Genuine or Pseudo-Recognition?”, dan “Law Development and Governance in the Multicultural Country of Indonesia: Towards a Just and Equitable State Law”, akan dipresentasikan dalam The 16th World Congress of International Union of Anthropological and Ethnological Sciences (IUAES) – Commission on Folk Law and Legal Pluralism di Cina, 15 Juli 2008. [nik]

Prof Agus Suryono: Demokrasi Tak Mampu Kembalikan Kepercayaan Publik
27 Maret 2008
Kepercayaan publik, masalah penting dalam demokrasi modern. Pada institusi pemerintah kepercayaan publik merupakan indikator dominan untuk menjaga “perasaan” publik tentang pemerintahannya. Kepercayaan publik pada pemerintah (impersonal) berbeda dengan kepercayaan antar individu (interpersonal).
Kepercayaan publik yang bersifat individu tidak menjanjikan catatan penting untuk menciptakan kepercayaan kepada pemerintah, karena warga negara seringkali tidak memiliki informasi lengkap yang diperlukan untuk menentukan tingkat kepercayaan publik. Sementara pada sisi lain, kepercayaan pada lembaga pemerintah memerlukan secara jelas karakter-karakter informatif dan normatif di mana warga negara memiliki kerelaan untuk mengikuti dan patuh terhadap keputusan dan kebijakan pemerintah sebagai sesuatu yang dianggap sah.
Demikian Prof Dr Agus Suryono SU, guru besar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, dalam sebuah seminar di fakultas itu awal Maret lalu. Menurut Agus, kendatipun Indonesia sejak jatuhnya rezim Orde Baru (1998) sudah menyatakan diri sebagai bangsa dan negara yang memasuki era reformasi dan demokrasi, namun justru ketidakpastian dan kecurigaan (distrust) di antara para warga negara semakin meningkat, dan menjadi ciri sangat kuat dalam membentuk gambaran sistem sosial kemasyarakatan di Indonesia masa kini. Proses-proses dekonstruksi kekuatan negara (strong state) berlangsung semakin kuat dan meluas, sehingga melumpuhkan sendi-sendi pokok kehidupan kenegaraan secara sistematis. Muncullah apa yang disebut dengan distrust society atau the poverty of trust yang terus mendorong masyarakat Indonesia ke arah perpecahan dan disintegrasi sosial yang berkelanjutan. Bahkan dalam era otonomi daerah seperti saat ini, rasa ketidakpercayaan itu bukan hanya terjadi pada dan di antara masyarakat dengan pemerintahan, tetapi juga berkembang antara pemerintahan daerah dengan pemerintahan pusat, atau sebaliknya.
Agus berkesimpulan, karakteristik kepercayaan publik pada saat ini merupakan sesuatu yang sangat rentan dengan perubahan. Selain itu, karakteristik kepercayaan publik adalah risiko, karena tidak mudah diprediksikan, penuh ketidakpastian dan penuh ketidakjelasan (abstrak). Karakteristik kepercayaan publik juga sekaligus merupakan harapan, yakni harapan-harapan yang positif, bisa mensejahterakan dan bisa membahagiakan masyarakat.
Ada beberapa pertanyaan penting yang belum terjawab secara tuntas dalam diskusi, antara lain: Apa yang salah dengan demokrasi di Indonesia? Demokrasi Indonesia sebagai tujuan, ataukah hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan? Apakah demokrasi di Indonesia sudah gagal sehingga muncul tindakan-tindakan anarkhis dan mobokratis? Bagaimana caranya membangun kembali kepercayaan publik yang semakin terpuruk ini? "Diskusi ini menarik untuk dilanjutkan", tutur Prof Agus Suryono kepada PRASETYA Online. [Ags]
 

Seleksi Peserta Diklatpim III dan IV di UB
26 Maret 2008
Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia, Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional menggelar seleksi peserta Pendidikan Latihan Kepemimpinan (Diklatpim) tingkat III dan tingkat IV di Universitas Brawijaya. Seleksi diselenggarakan Rabu (26/3) di Lantai VIII Gedung Rektorat. "Diklatpim diberikan bagi PNS untuk mencapai persyaratan kompetensi pimpinan aparatur pemerintah, sesuai dengan jenjang jabatan struktural", kata Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Brawijaya Drs Goerid Hardjito MM kepada PRASETYA Online. Peserta yang lolos seleksi, akan mengikuti diklat yang berlangsung di Kampus Pusdiklat Departemen Pendidikan Nasional, Sawangan, Depok, Jawa Barat.
Seleksi diikuti 54 orang peserta dari seluruh unit kerja yang ada di Universitas Brawijaya. Peserta seleksi Diklatpim III (untuk jabatan struktural eselon III), dari Kantor Pusat 10 orang, Fakultas Ekonomi, Fakultas MIPA, dan Fakultas Hukum masing-masing 3 orang, Fakultas Kedokteran, Fakultas Peternakan, dan Fakultas Perikanan masing-masing 2 orang, serta Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Administrasi masing-masing 1 orang. Sedangkan seleksi Diklatpim IV (untuk jabatan struktural eselon IV) diikuti 12 orang dari Kantor Pusat, 6 orang dari Fakultas Hukum, masing-masing 2 orang dari Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Peternakan, serta masing-masing 1 orang dari Fakultas MIPA dan Fakultas Perikanan.
Peserta Diklatpim adalah mereka yang memenuhi persyaratan umum maupun persyaratan khusus. Persyaratan umum meliputi: sikap, perilaku, dan potensi, seperti moral yang baik, berdedikasi dan loyal terhadap tugas dan organisasi, sehat jasmani dan rohani, motivasi yang tinggi untuk meningkatkan kompetensi, dan prestasi yang baik dalam melaksanakan tugas. Sedangkan persyaratan khusus untuk Diklatpim IV meliputi: usia maksimal 52 tahun untuk eselon IV dan 50 tahun untuk pembantu pimpinan; Pangkat minimal Penata Muda (III/a); pendidikan serendah-rendahnya sekolah menengah bagi pejabat eselon IV dan sarjana muda (S0 atau Diploma III) untuk pembantu pimpinan, atau yang memiliki kompetensi setara yang penyetaraannya ditetapkan oleh Baperjakat instansi yang bersangkutan; menguasai bahasa Inggris minimal pasif dan memiliki skor TOEFL minimal 300 atau yang setara.
Adapun persyaratan khusus untuk peserta Diklatpim III adalah usia maksimal 54 tahun untuk eselon III dan 50 tahun untuk eselon IV; pangkat minimal Penata (III/c); pendidikan serendah-rendahnya sarjana muda (S0 atau Diploma III) bagi pejabat eselon III dan S1 bagi pejabat eselon IV, atau yang memiliki kompetensi setara yang penyetaraannya ditetapkan oleh Baperjakat instansi yang bersangkutan; dan menguasai bahasa Inggris minimal pasif dan memiliki skor TOEFL minimal 350 atau yang setara. [nik]

Prof Kusmartono: Rekayasa Teknologi Pakan Ternak Sapi Potong
26 Maret 2008
Banyak hambatan dan tantangan yang perlu dihadapi, tetapi masih ada beberapa peluang dalam pencapaian produktivitas dan efisiensi usaha peternakan sapi potong di Indonesia. Misalnya, potensi agroklimat yang sangat mendukung perkembangan sapi potong baik lokal maupun impor, tersedianya lahan yang masih cukup luas dengan pengembangan pola integrasi tanaman-ternak (crop-livestock systems), potensi sumberdaya genetik sapi potong (sapi bali, sapi madura, ongole, peranakan ongole) mudah dikembangkan karena mudah beradaptasi, permintaan daging sapi terus meningkat terkait dengan meningkatnya jumlah penduduk, dan Indonesia bebas dari penyakit menular berbahaya sehingga memberikan iklim investasi yang lebih baik dan memiliki kesempatan dan kemapuan untuk ekspor produk peternakan.
Demikian Prof Dr Ir Kusmartono dalam pidato pengukuhan berjudul "Kontribusi Rekayasa Teknologi Pakan dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Sapi Potong di Indonesia", Rabu (26/3) di Widyaloka Universitas Brawijaya.
Selanjutnya, gurubesar Ilmu Nutrisi Ruminansia pada Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya itu menyatakan, permasalahan pakan ternak yang paling sering diungkap oleh pelaku peternakan adalah tingginya tingkat persaingan penggunaan bahan baku pakan ternak. Pengurangan luasan lahan produktif akibat konservasi penggunaannya untuk kepentingan non-pertanian, dan belum berkembangnya proses pengolahan atau pengawetan pakan ternak merupakan faktor yang mengakibatkan tidak tersedianya pakan ternak secara cukup sepanjang tahun. Jika tidak dilakukan intervensi teknologi untuk pengaturan manajemen produksi dan pengolahan/pengawetan pakan, maka kelangkaan pakan ternak akan selalu dialami, terutama pada musim kemarau.
Rekayasa teknologi dalam konteks penyediaan pakan ternak diartikan sebagai strategi atau teknik yang diterapkan untuk menjaga kontinuitas pasokan pakan ternak baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Penerapan teknologi sangat tergantung kondisi dan daya dukung masing-masing daerah, karena tinggi-rendahnya tingkat adopsi teknologi oleh peternak sangat ditentukan oleh kesesuaian, kemudahan, dan dampak positif teknologi yang diterapkan. Tujuan rekayasa ini antara lain: meningkatkan akses peternakan terhadap pakan dan meningkatkan jumlah biomassa (hijauan dan konsentrat) yang bisa disediakan untuk ternak, meningkatkan kualitas, dan menurunkan sifat toksik bahan pakan yang mengandung anti-nutrisi.
Rekayasa teknologi pakan ternak, di antaranya adalah crop-livestock system (CLS) yaitu sistem manajemen produksi peternakan yang dilakukan dengan cara integrasi antara tanaman dengan ternak untuk meningkatkan akses dan jumlah bio-massa hijauan dan konsentrat untuk ternak.
Rekayasa lain, perlakuan kimia (amoniasi) dan biologis (rekayasa mikroba) merupakan upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan nilai kecernaan, voluntary feed intake (konsumsi sukarela), dan efisiensi penggunaan pakan. Proses amoniasi dengan urea membantu merenggangkan ikatan kuat antara lignin dan selulosa/hemiselulosa, sekaligus memperbaiki lingkungan di rumen sehingga mikroba rumen bisa tumbuh dan bekerja secara maksimal. Telah berkembang pula penggunaan enzim yang bertujuan meningkatkan kualitas pakan dengan kandungan serat kasar tinggi. Penambahan enzim selulase kompleks dilaporkan tidak berpengaruh terhadap proses pencernaan serat kasar pada sapi-sapi yang baru disapih ketika populasi mikroba rumen berkembang sempurna. Penambahan enzim xylanase dan selulase dapat meningkatkan kecernaan jerami padi secara in vitro dari 45% menjadi 63%. Sedangkan penambahan enzim fibrolitik meningkatkan kecernaan NDF (23%) dan protein (5%). meningkatnya nilai kecernaan meningkatkan konsumsi bahan kering (18%), dan nilai pertambahan bobot badan (23%).
Rekayasa juga dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan protein pakan melalui proteksi dengan senyawa tannin. Diketahui bahwa penggunaan konsentrat dalam ransum sapi potong telah umum dilakukan, karena bahan pakan tersebut merupakan sumber protein dan energi yang baik untuk produksi ternak. Namun dilaporkan, karakter protein konsentrat mudah dirusak di dalam rumen sapi, sehingga bila tidak diproteksi banyak protein yang terbuang dalam bentuk urea di dalam urine, dan pada akhirnya menurunkan efisiensi pemanfaatan protein. Di antara teknik-teknik untuk proteksi protein bahan pakan, penggunaan senyawa tannin dinilai paling aman dan mudah diterapkan, karena senyawa ini banyak dijumpai dalam tanaman terutama leguminosa dan semak.
Secara umum dikatakan, rekayasa teknologi pakan ternak perlu dikembangkan terus-menerus, karena secara nyata telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap produktivitas ternak sapi potong, baik dari segi teknis, efektivitas dan dampaknya  terhadap ternak. Sangat diperlukan ekspansi penanaman hijauan pakan ternak yang bisa beradaptasi di bawah kanopi pepohonan, mengingat ketersediaan dan akses ternak pada rumput unggul sepanjang tahun semakin menurun dengan terbatasnya lahan yang tersedia secara khusus untuk penanaman hijauan pakan ternak. Selain itu, penerapan crop-livestock system (CLS) untuk produksi sapi potong perlu diikuti oleh regulasi yang jelas dan perencanaan matang, sehingga risiko kerugian baik dari sisi pertanian maupun produksi ternak bisa dihindari.
Dalam kondisi suatu wilayah mempunyai potensi tinggi dalam hal ketersediaan limbah pertanian berupa jerami (padi, jagung, dll), maka diperlukan strategi yang baik untuk proses difusi teknologi tepat guna, sehingga program upgrading untuk meningkatkan nilai nutrisi bahan pakan yang tersedia secara mudah dapat diadopsi oleh peternak, dan dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap produksi ternak sapi potong. Penggunaan proteksi protein bahan pakan menggunakan senyawa tannin (terutama condensed tannin) merupakan cara yang sangat menjanjikan dalam upaya meningkatkan efisiensi penggunaan protein dan produksi ternak, karena senyawa itu banyak terdapat di dalam daun-daun semak, leguminosa, dan pepohonan yang tumbuh di sekitar peternak.
Ke depan, kebijakan pemerintah dalam menjamin kontinuitas ketersediaan bahan pakan ternak (terutama konsentrat) perlu berpihak pada peternak kecil yang menguasai ternak sapi potong dalamproporsi besar, walaupun skala pemilikannya relatif kecil. Dengan demikian diskrepansi efisiensi proses produksi akibat perbedaan akses terhadap bahan pakan tidak terjadi. [Far]

Prof Marsoedi: Upaya Pengembangan Budidaya Perikanan Indonesia
26 Maret 2008
Potensi alam bahari berupa garis pantai serta hamparan terumbu karang dan mangrove sangat mendukung pengembangan budidaya laut. Selain itu, komoditas ikan, udang, moluska di laut mempunyai nilai strategis untuk dikembangkan karena nilai ekonomis yang tinggi sebagai komoditi ekspor, dan sebagai produk bahan pangan bergizi bagi masyarakat. Dengan memahami kendala dan permasalahan dalam praktek budidaya, dapat disusun strategi pengembangan budidaya laut yang ramah lingkungan sehingga laut dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan yang lestari. Demikian Prof Ir Marsoedi PhD dalam pidato ilmiahnya berjudul “Potensi dan Nilai Strategis Pengembangan Budidaya Laut di Indonesia”. Prof Marsoedi dikukuhkan sebagai guru besar bidang budidaya perikanan pada Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya, Rabu (26/3).
Lebih lanjut pakar budidaya perairan ini mengungkapkan, air laut yang menempati wilayah seluas 5,8 juta kilometer persegi itu seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal. Perikanan budidaya mempunyai nilai strategis dalam perekonomian nasional karena di smaping kontribusinya dalam mendukung usaha pemenuhan gizi protein hewani, penyedia lapangan kerja dan meningkatkan sumber pendapatan masyarakat, perikanan budidaya juga sebagai sumber devisa negara. Perikanan budidaya dapat dilakukan dengan pemanfaatan pengembangan melalui kegiatan pembenihan, penyiapan prasarana, pembesaran, pembuatan pakan buatan dan industrinya, pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan, industri pengolahan dan pemasaran hasil budidaya. Potensi komoditas yang dapat dibudidayakan di laut meliputi ikan kakap, kerapu, kuda laut, tiram, kerang, teripang, mutiara, abalone dan rumput laut.
Budidaya ikan di laut menurut Marsoedi, umumnya menggunakan jaring tancap dan karamba jaring apung. Dan dalam perkembangannya, budidaya ikan di laut dilakukan dengan sistem sea ranching dan offshore mariculture. Keberhasilan budidaya laut banyak tergantung pada pemilihan lahan yang tepat. Kendala yang dihadapi dalam budidaya laut meliputi: (1) kendala lingkungan diantaranya terbatasnya sumberdaya lahan mengingat tidak semua areal yang terdapat di laut sesuai untuk budidaya perikanan, kualitas dan kuantitas air yang lebih banyak disebabkan karena  pencemaran lingkungan  serta bencana alam tsunami; (2) kendala sosial ekonomi diantaranya terbatasnya sarana prasarana produksi, fluktuasi harga produk pertanian, dan rendahnya kualitas sumberdaya perikanan yang disebabkan oleh penyakit, hama maupun parasit; dan (3) kendala teknologi dan kelembagaan.
Pada akhir pidatonya ayah tiga orang anak ini mengungkapkanupaya pengembangan budidaya laut di Indonesia, dapat dilakukan dengan strategi melakukan inventarisasi lahan perairan yang sesuai untuk budidaya laut, memantau kualitas air laut secara berkelanjutan, menata kawasan perairan budidaya laut dengan penggunaan kepentingan lainnya, meningkatkan sosialiasi tentang budidaya laut, serta mengembangkan budidaya laut dengan memperhatikan potensi dan kesesuaian lahan, komoditas unggulan, serta teknologi yang diterapkan secara terpadu dan efisien. Dalam rangka mengembangkan usaha budidaya laut Marsoedi menyarankan agar memanfaatkan teluk-teluk dan daerah laut semi tertutup serta pulau-pulau kecil yang dikelilingi mangrove dan terumbu karang, memperkenalkan teknologi sea ranching, mengekspor komoditi perikanan dalam bentuk olahan untuk memberi nilai tambah, dan pemerintah lebih meningkatkan perannya dalam membantu perkembangan penelitian dasar serta aplikatif untuk menemukan sistem budidaya laut. [nik]

Prof Sudarsono: Pilihan Hukum dalam Penyelesaian Sengketa TUN
26 Maret 2008
Penyalahgunaan kekuasaan termasuk kewenangan (detournement de pouvoir) dan tindak sewenang-wenang (abus de pouvoir) merupakan gejala yang sudah lama ada. Hal ini tersurat jelas dalam pernyataan Baron de Montesquieu, ahli politik dan hukum dari Prancis sekitar 250 tahun lampau. Untuk itulah, arti pentingnya kontrol terhadap penggunaan wewenang (authority) itu sendiri, terlebih dengan adanya asas praduga keabsahan (vermoeden van rechtmatigheid) yang mewajibkan kita untuk menganggap sah terlebih dahulu suatu tindak pemerintahan sebelum adanya keputusan atau peraturan yang menyatakan sebaliknya. Asas ini dapat mendorong seseorang untuk menyalahgunakan wewenangnya atau bertindak sewenang-wenang manakala kontrol terhadap penggunaan wewenang itu sendiri melemah atau berkurang.
Demikian diungkapkan Prof Dr Sudarsono SH MS dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Pilihan Hukum dalam Penyelesaian Sengketa Tata Usaha Negara di Peradilan Tata Usaha Negara”, hari Rabu (26/3), di Widyaloka Universitas Brawijaya. Guru besar bidang Ilmu Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum itu lebih jauh memaparkan bahwa di negara kita kontrol terhadap penggunaan wewenang pemerintah ini sudah ada bahkan sudah lama adanya, baik itu kontrol intern (built-in kontrol) atau kontrol ekstern; preventif kontrol (a-priori kontrol) atau represif kontrol (a-posteriori kontrol); yuridis kontrol, politik kontrol, sosial kontrol, maupun kontrol yang lain. Salah satu wujud di antaranya adalah Peradilan Tata Usaha Negara, yaitu salah satu pelaku kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan terhadap sengketa Tata Usaha Negara.
Sengketa Tata Usaha Negara adalah sengketa yang timbul dalam bidang Tata Usaha Negara antara orang atau badan hukum perdata dengan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara, baik di pusat maupun di daerah sebagai akibat dikeluarkannya Keputusan Tata Usaha Negara, termasuk sengketa kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan yang dimaksud Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat konkret, individual, dan final yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata.
Sosok dan fungsi Peradilan Tata Usaha Negara, yang tidak lain adalah sebuah pengadilan yang dibentuk untuk mengontrol penggunaan wewenang pemerintah (Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara), yang sekaligus berarti juga untuk memberikan perlindungan hukum kepada rakyat dari kemungkinan terjadinya penyalahgunaan wewenang atau tindak sewenang-wenang Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Sosok dan fungsi yang demikian ini semakin dipertegas lagi di dalam pertimbangan dan ketentuan Pasal 1 angka 6 UU No 5 tahun 1986 jo No 9 tahun 2004. Sayangnya, seiring dengan keberadaannya itu, Peradilan Tata Usaha Negara masih memiliki keterbatasan-keterbatasan tertentu di bidang kompetensi absolutnya. Keterbatasan ini selain disebabkan karena substansi ketentuan sendiri, juga adanya perbedaan persepsi tentang pilihan hukum di kalangan para ahli hukum dan praktisi hukum.
Ternyata tidak semua tindak pemerintahan dapat dijadikan objek sengketa di Peradilan Tata Usaha Negara, hanya tindak pemerintahan tertentu yang berupa Keputusan Tata Usaha Negara yang memenuhi syarat-syarat sebagaimana ditentukan dalam UU Nomor 5 tahun 1986 jo UU Nomor 9 tahun 2004 saja yang dapat dijadikan objek sengketa di Peradilan Tata Usaha Negara. Kompetensi absolut Peradilan Tata Usaha Negara, selain mengalami penyempitan karena faktor intern seperti yang ditentukan dalam undang-undang, juga disebabkan faktor ekstern, antara lain UU No 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme; UU No 14 tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak; UU No 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial; UU No 5 tahun 2004 tentang Mahkamah Agung RI; UU No 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; serta Surat Edaran Mahkamah Agung RI (SEMARI) No 8 tahun 2005. Dalam praktiknya, pilihan hukum yang digunakan sebagai dasar penyelesaian sengketa tata usaha negara di peradilan tata usaha negara adalah peleburan hukum yang mengarah kepada hukum privat. Untuk itulah, pilihan hukum yang didasarkan pada peleburan hukum ke arah hukum publik. [bhm]

Pengukuhan 3 Gurubesar
26 Maret 2008
Universitas Brawijaya, Rabu (26/3), mengukuhkan 3 orang gurubesar baru. Upacara pengukuhan berlangsung di depan Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya yang dipimpin Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, di Widyaloka. Tiga orang gurubesar itu masing-masing Prof Dr Ir Kusmartono (Fakultas Peternakan), Prof Ir Marsoedi PhD (Fakultas Perikanan), dan Prof Dr Sudarsono SH MS (Fakultas Hukum). Dengan pengukuhan itu, maka kini tercatat 156 orang guru besar yang pernah dimiliki Universitas Brawijaya.
Pada kesempatan itu, ketiga gurubesar menyampaikan orasi pengukuhan secara bergantian. Prof Kusmartono dengan judul "Kontribusi Rekayasa Teknologi Pakan dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Sapi Potong di Indonesia", disusul Prof Marsoedi dengan judul "Potensi dan Nilai Strategis Pengembangan Budidaya Laut di Indonesia", dan terakhir Prof Sudarsono dengan judul "Pilihan Hukum dalam penyelesaian Sengketa Tata Usaha Negara di Peradilan Tata Usaha Negara".
Prof Kusmartono (48 tahun), lelaki kelahiran Bangkalan, 6 April 1959, sarjana peternakan Universitas Brawijaya (1984), Post-Graduate Diploma in Tropical Pasture Science, Queensland University, Australia (1990), dan doktor dari Department of Animal Science, Massey University, Palmerston North, New Zealand (1996). Tenaga pengajar Fakultas Peternakan yeng mengabdikan diri sejak 1985 ini diangkat dalam jabatan gurubesar dalam Ilmu Nutrisi Ruminansia terhitung 1 September 2007, dengan pangkat Pembina Golongan IV/a, saat ini jabatan strukturalnya adalah Pembantu Dekan I Fakultas Peternakan. Prof Kusmartono adalah guru besar Universitas Brawijaya yang ke-154 atau yang ke-18 dari Fakultas Peternakan. Dalam kurun waktu 23 tahun terakhir, Prof Kusmartono menghasilkan 7 karya penelitian, 7 publikasi ilmiah nasional, 9 publikasi ilmiah internasional, 14 judul karya pengabdian masyarakat, dan 2 buku ajar/diktat.
Prof Marsoedi (62 tahun), lelaki kelahiran Pacitan, 20 Maret 1946, sarjana perikanan Universitas Brawijaya (1978), dan doktor dalam bidang Marine Biology dari Queensland University, Australia (1995). Mengawali karir sebagai tenaga pengajar dari jenjang paling rendah, Asisten Muda, Golongan II/b sejak 1974, dan diangkat dalam jabatan gurubesar dalam bidang Budidaya Perikanan, dengan pangkat Pembina golongan IV/b, saat ini menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Universitas Brawijaya, pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan I Fakultas Perikanan selama 2 periode (1990-1995), Ketua Badan Perencana Pendidikan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Perikanan (1995-2000), Ketua Tim Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Brawijaya (1996-1999), Kepala Pusat Pengembangan Wilayah dan pemberdayaan Masyarakat Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya (1999-2004). Pernah mendapatkan penghargaan sebagai Dosen Teladan baik tingkat fakultas maupun tingkat universitas. Dalam bidang penelitian, selama 22 tahun terakhir menghasilkan 27 judul, sementara dalam bidang pengabdian kepada masyarakat menghasilkan 28 judul karya. Selama 9 tahun terakhir menulis 10 judul artikel yang dimuat pada jurnal ilmiah tingkat nasional, dan 6 judul buku ajar. Prof Marsoedi adalah guru besar Universitas Brawijaya yang ke-155 atau yang ke-6 dari Fakultas Perikanan.
Prof Sudarsono (57 tahun), lelaki kelahiran Lumajang 1951, sarjana hukum Universitas Brawijaya (1977), magister sains Universitas Airlangga (1985), dan doktor ilmu hukum lulusan Universitas Brawijaya (2005), dosen tetap sejak 1979, diangkat sebagai gurubesar dalam bidang Ilmu Hukum Administrasi Negara (2007) pada Fakultas Hukum dengan pangkat pembina utama muda golongan IV/c, pernah menjabat sebagai Sekretaris Bagian Hukum Tatanegara, Ketua Badan Pertimbangan Penelitian, dan Pembantu Dekan II Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Prof Sudarsono adalah guru besar Universitas Brawijaya yang ke-156 atau yang ke-13 dari Fakultas Hukum. Dalam 2 tahun terakhir menghasilkan 6 judul karya ilmiah, 2 judul penelitian, dan 3 judul karya pengabdian masyarakat. Pernah mendapatkan penghargaan sebagai dosen teladan tingkat fakultas. [Far]

Pengunduran Batas Penerimaan Proposal Hibah Penelitian
25 Maret 2008
Sehubungan dengan surat Direktur Pembinaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (DP2M) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 127/D3/TU/2008, Lembaga Penelitian (Lemlit) Universitas Brawijaya mengumumkan pengunduran batas waktu penerimaan proposal hibah penelitian.
Untuk Penelitian Fundamental (PF), Penelitian Hibah Bersaing (PHB), Hibah Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi (Hibah Pekerti), serta Riset Andalan Perguruan Tinggi dan Industri (RAPID), proposal dan softcopy data peneliti dapat diserahkan ke Lemlit paling lambat tanggal 23 Mei 2008. Sedangkan untuk Penelitian Hibah Tim Pascasarjana (HPTP), proposal dan softcopy data peneliti diserahkan ke Lemlit paling lambat tanggal 25 September 2008.
Melalui pengumuman itu diberitahukan pula, format lembar isian usulan penelitian multitahun bagi peneliti (terbaru) tahun usulan 2008 (bukan program simpati) serta format dan sistematika penulisan proposal mengacu pada Buku Panduan Pengelolaan Program Hibah (DP2M) Edisi VII tahun 2006. Buku panduan itu dapat di-download pada website: www.dp2m-dikti.net atau menyalinnya di Lemlit. Bagi peneliti yang sudah menyerahkan proposal dan softcopy ke Lemlit diminta memperbaikinya guna disesuaikan dengan format terbaru (bukan program simpati) dan menyerahkan kembali ke Lemlit. Untuk informasi lebih lengkap dapat menghubungi Lemlit (Dra Susantinah Rahayu dan Alimudin SH) melalui telepon 0341-575824 (pesawat 301). [bhm]

Kunjungan Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor
25 Maret 2008
Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Yogi Sugito didampingi segenap pimpinan Universitas Brawijaya, Selasa (25/3) menerima kunjungan pimpinan dan staf Pondok Modern (PM) Darussalam Gontor. Tampak hadir dalam acara di Lantai VIII Gedung Rektorat itu, KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA, KH Hasan Abdullah Sahal, dan KH Syamsul Hadi Abdan SAg. Selain para pimpinan, turut pula beberapa staf pengajar dari Institut Studi Islam Darussalam (ISID), Ketua dan Pengurus Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Wakaf Pondok Modern (YPPWPM) serta beberapa staf pengajar lembaga pendidikan menengah milik Pondok Modern Darussalam Gontor.
Dalam sambutannya, KH Hasan Abdullah Sahal menyatakan maksud kunjungannya ke Universitas Brawijaya adalah untuk menjalin kerjasama, khususnya pendidikan lanjutan bagi staf maupun alumni Pondok Modern Darussalam Gontor. Dijelaskan KH Hasan Abdullah Sahal yang juga putera pendiri PM Gontor, alumni pondoknya banyak diterima di beberapa perguruan tinggi terkemuka di Pakistan, India, Mesir, Saudi Arabia, Libya, Syria dan Yordania. ”Sampai saat ini jumlah mahasiswa ISID masih sangat terbatas, karena melalui seleksi bahasa Arab yang cukup ketat”, ujarnya. Dijelaskan, saat ini ISID memiliki tiga fakultas, yaitu Fakultas Ushuluddin, Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Syari’ah. Kunjungan kali ini, ditegaskannya untuk mengembangkan kemampuan para staf dalam bidang keilmuan umum yang ada di lingkungan Universitas Brawijaya.
Dalam sambutannya, Rektor menyatakan bahwa beberapa alumni dan staf PM Gontor yang saat ini menimba ilmu di Universitas Brawijaya memiliki prestasi yang bagus. Sebagian besar, dijelaskan Rektor, berada di FMIPA. Lebih jauh, Rektor menyampaikan rencananya untuk go international dengan membuka kelas internasional berbahasa Inggris yang telah lebih dahulu dirintis oleh PM Gontor.
Dalam kesempatan diskusi, ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Hendrawan Soetanto MRurSc melontarkan gagasan untuk membuka distance learning antara UB dengan PM Gontor dengan memanfaatkan teknologi informasi agar sumber daya dan keilmuan yang ada di PM Gontor maupun Universitas Brawijaya dapat lebih mudah diakses oleh kedua belah pihak. ”Untuk UB hal ini sangat penting dalam rangka meningkatkan kemampuan spiritual quotient (SQ) mahasiswa ataupun sivitas”, kata Prof. Hendrawan. [nok]

Hadapi Isu Krisis Air dan Pemanasan Global
24 Maret 2008
Isu krisis air dan pemanasan global menjadi komitmen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Bekerjasama dengan World Agroforestry Centre (ICRAF SE Asia) diselenggarakan pelatihan Kaji Cepat Hidrologi dan Cadangan Karbon (Rapid Hydrological Appraisal, RHA) dan Rapid Carbon Stock Assessment (RaCSA), di Guest House UB, selama sepekan, 24/3-29/3.
Pelatihan dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian, Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD. Dalam sambutannya Prof Sumeru menandaskan, sektor pertanian saat ini sangat terganggu akibat kerusakan lingkungan. Salah satunya, karena para pihak dalam mencari solusi masih belum ada kesamaan pandang. Oleh karena itu sangat tepat, jika pelatihan ini menawarkan program sebagai pegangan bagi masyarakat atau pengelola lokal dalam suatu bentanglahan untuk memfasilitasi proses pengelolaan sumberdaya alam secara terpadu (INRM). Menurut Prof Sumeru, prinsip program ini adalah "dari, oleh, dan untuk semua pihak", berdasarkan analisis fakta yang ada di lapangan.
Sementara itu Dr Meine Van Noordwijk, Direktur World Agroforestry Centre (ICRAF SE Asia) menjelaskan, RHA adalah instrumen pelingkupan untuk menilai fungsi/kondisi hidrologi suatu daerah aliran sungai (DAS). RHA akan berguna sebagai pendukung negosiasi terkait hubungan hulu-hilir dalam DAS untuk penerapan jasa lingkungan, dan (2) terkait adanya perbedaan pandangan terhadap fungsi DAS di antara masyarakat setempat, pengambil kebijakan, dan pengetahuan pakar. Hasil RHA diharapkan dapat menjadi  bahan negosiasi saling menguntungkan antara hulu-hilir, sehingga dapat menghasilkan mekanisme aturan main dan insentif dalam mempertahankan fungsi hidrologi berdasarkan fakta di lapangan.
Sedangkan guru besar Ilmu Tanah FPUB, Prof Kurniatun Hairiah menerangkan, RaCSA adalah instrumen untuk menginventarisasi dan memonitor cadangan dan sekuestrasi karbon pada berbagai penggunaan lahan dan pengelolaannya di masa lampau, saat ini dan masa yang akan datang. Hasil RaCSA dapat digunakan untuk menduga cadangan karbon dalam skala bentang lahan dengan memperhitungkan perbaikan peri kehidupan masyarakat lokal.
Dalam laporannya, ketua panitia Ir Widianto MSc menyebutkan, jumlah peserta pelatihan ini 31 orang, terdiri dari unsur perguruan tinggi, lembaga internasional, instansi dan lembaga teknis pemerintah, lembaga-lembaga penelitian, dan LSM. Dari perguruan tinggi tercatat, Universitas Lampung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, dan Institut Pertanian Malang. Sedangkan dari lembaga internasional hadi wakil dari GTz, WWF, dan ESP-USAID Jawa Timur. Dari instansi dan lembaga teknis pemerintah daerah hadir utusan dari Dinas LH dan ESDM Kabupaten Malang, Perum Perhutani KPH Malang, BP DAS Brantas Surabaya, Balai Diklat Kehutanan. Lembaga Penelitian Puslitbang Perhutani Cepu, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember,  Pusat Penelitian Kelapa Sawit, dan LSM yang hadir dari Yayasan Paramitra Jatim Malang, Yayasan Pengembangan Pedesaan Malang, WARSI Jambi, YANI Gorontalo, FFI, TNC, dan SEKALA.
Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari workshop yang dihadiri Dr Didik Suprayogo, staf Jurusan Tanah, FPUB “Trees in multi-Use Landscapes in Southeast Asia (TUL-SEA)” di kota Baoshan, Propinsi Yunnan, Cina, beberapa bulan lalu (September 2007). [dsp]

Peringatan Maulid Nabi
24 Maret 2008
Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1429 H, Pusat Pembinaan Agama (PPA) Universitas Brawijaya menyelenggarakan ceramah dan dialog interaktif di gedung PPI, Selasa (24/3). Acara rutin yang digelar setiap tahun ini diikuti segenap sivitas akademika Universitas Brawijaya. Sebagai penceramah, diundang Dr H Turhan Badri MSi, Ketua Majelis Dakwah Muhammadiyah Wilayah Jawa Timur, yang membawakan judul ”Keteladanan Rasul dalam Pembinaan Insan Kampus yang Sholeh”.
Mengantar acara, Ketua PPA Prof Dr H Thohir Luth MA mengatakan, di tengah degradasi moral yang semakin parah, kegiatan semacam ini menjadi penting untuk memperkuat moral di era yang serba tidak menentu sekarang ini.
Dalam sambutannya, Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito menyatakan, walaupun kelahiran Rasulullah SAW lebih dari 1400 tahun yang lalu namun masih relevan untuk memperingatinya di era globalisasi seperti saat ini. Kelahiran Rasulullah, menurut Rektor, memberikan perubahan hidup manusia dari era jahiliyah (kebodohan) menuju pencerahan. ”Akhlak dan kepribadian Rasulullah patut kita teladani dalam rangka menjalankan aktivitas di kampus ini", kata Rektor, sebagaimana termaktub dalam QS. Al Ahzab: 21 "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah".
Dalam ceramahnya, Dr Turhan Badri MSi mengawali dengan pemaparan kitab dari Dr.Ali Sa’id bin Da’jam bertajuk ”Misteri 60 Tahun”. Buku ini berisi beberapa peringatan terhadap orang-orang yang usianya mendekati 60 tahun, di antaranya untuk selalu mengingat bahwa segala materi yang dimiliki tidak akan berguna ketika nyawa telah diambil. Lebih lanjut, ia pun menyatakan bahwa umat Muhammad sebagaimana sabda Rasulullah berumur rata-rata 60-70 tahun dan sangat sedikit yang lebih dari itu. Oleh karena itu, ia berpesan agar tidak menyia-nyiakan waktu, walaupun hanya satu menit.
Secara detail, Dr Turhan Badri juga membahas berbagai keteladanan Rasulullah bagi umat manusia. Di antaranya, sifat Nabi yang Al Amin (amanah/dapat dipercaya). Menjawab pertanyaan tentang signifikansi peran Nabi, menurutnya Nabi sangat berarti bagi kehidupan manusia dalam mengajari kehidupan serta menetapkan akhlak yang baik dan buruk. [nok]

Keputusan Senat: Singkatan UB Gantikan Unibraw
24 Maret 2008
Senat Universitas Brawijaya, dalam rapat pleno Senin (17/3) mengambil tiga keputusan penting. Dalam rapat yang dipimpin Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito selaku Ketua Senat itu, diambil keputusan untuk menggantikan singkatan (akronim) "Unibraw" yang selama ini dipakai dengan singkatan "UB". Salah satu alasan, seperti dikemukakan Rektor, singkatan "Unibraw" sudah tidak banyak digunakan orang. Keputusan mengenai penggantian singkatan nama ini segera diterbitkan.
Selain itu, Senat juga memutuskan Universitas Brawijaya keluar dari Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), karena alasan prosedur keuangan yang menyalahi aturan. Sebagai gantinya, Universitas Brawijaya bergabung bersama 41 perguruan tinggi yang sepakat untuk melaksanakan UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Nasional) secara mandiri mulai tahun 2008 ini, lepas dari SPMB.
Senat juga menyepakati, sementara menunggu pengesahan UU-BHPMN (Badan Hukum Pendidikan Milik Negara) oleh DPR, sekalipun telah mendapat persetujuan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi untuk menjadi perguruan tinggi otonom (BHPMN) sejak 29 November 2007, sebagai target antara, Universitas Brawijaya berupaya mendapatkan status BLU (Badan Layanan Umum). Untuk itu telah dibentuk tim penyusun proposal BLU yang diketuai oleh Prof Dr Sutiman B Sumitro. (Berita tentang Tim BLU selengkapnya, silakan klik http://old-prasetya.ub.ac.id/mar08.html#blu). Demikian Rektor dalam penjelasan singkatnya kepada PRASETYA Online pagi ini Senin (24/3). [Far]

Prof Soekartawi: Entrepreneurial University Memang Menjanjikan
23 Maret 2008
Konsep entrepreneurial university (EU) sebenarnya menjanjikan kalau dilaksanakan sesuai dengan konsepnya. Sayang, dalam  kenyataan EU sering disalahgunakan. Maka tidak heran kalau banyak kalangan yang menolaknya. Hal ini karena orang mencampuradukkan antara EU dan entrepreneur university. Di Jakarta banyak lembaga pendidikan mendirikan entrepreneur university. Lembaga seperti ini tidak harus berbentuk universitas sebagaimana lazimnya, walaupun ia menamakan entrepreneur university. Aktivitas yang dilakukan terbatas sebagai franchise saja atau sebagai lembaga kursus. Misalnya grup kursus Primagama. Tujuannya, seperti dalam brosur, adalah menciptakan lulusan/pengusaha baru yang mandiri, kreatif dan inovatif. Kegiatan seperti ini dimungkinkan, karena Indonesia menyepakati The General Agreement on Trade in Services (GATS). Di dalam trade in services itu termasuk pula sektor pendidikan.
Demikian pendapat Prof Dr Ir Soekartawi MS, guru besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, dalam ceramahnya di Program Pascasarjana Universitas Prof Dr Moestopo (UPDM), Jakarta, Sabtu (22/3) kemarin.
Soekartawi membenarkan sinyalemen, banyak universitas di Indonesia salah kaprah menerapkan konsep EU. Karena itu, baik di dalam Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional (Renstra Depdilnas) maupun Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU-Sisdiknas) tahun 2003, sudah tidak lagi digunakan istilah EU. Mengapa? Menurut Soekartawi, karena dikhawatirkan masyarakat akan keliru menerapkan konsep EU tersebut. "Masyarakat khawatir kalau terjadi komersialisasi pendidikan", tegasnya.
Terlepas EU masuk atau tidak dalam Renstra Depdiknas maupun UU-SISDIKNAS, demikian Soekartawi, kenyataan menunjukkan sudah banyak universitas yang menarik biaya masuk dan biaya SPP yang sangat mahal. Masyarakat khawatir kalau pendidikan ini hanya dimiliki orang kaya, sehingga pada masa depan akan semakin besar kesenjangan (gap) antara mereka yang kaya -- dicirikan pendidikan yang tinggi, dan mereka yang lemah -- dicirikan pendidikan yang rendah.
Dalam makalah berjudul "Entreprenurial University: Konsep dan Implementasinya dalam Meningkatkan Manajemen Produktivitas Universitas", Soekartawi berpendapat, EU itu bermanfaat sekali kalau dilaksanakan dengan benar. Karena itu ia menyarankan hendaknya pembuat kebijakan terlebih dahulu mempelajari the state of the art konsep EU, dan mempelajari apakah EU tidak menabrak perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di Indonesia.
Soekartawi yang kini staf ahli di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, pernah berpengalaman 9 tahun menjabat di Southeast Asia Ministers of Education (SEAMEO) yang beranggotakan 10 negara ASEAN dan 9 negara associate members seperti Australia, New Zealand, Belanda, Jerman, Perancis, Spanyol, Kanada, Timor Leste, dan Norwegia. [Skw]

MoU FT Unibraw-Bupati Ketapang
22 Maret 2008
Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Ir Imam Zaky MT, kemarin Jumat (21/3), menandatangani naskah kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Penandatanganan dilakukan oleh Dekan FT bersama Bupati Ketapang H Morkes Effendi SPd MH di ruang pertemuan Hotel Grand Hyatt, Jakarta.
Kerjasama itu dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi, pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat, berlaku selama 5 tahun, dan apabila diperlukan perubahan akan diatur kemudian dengan kesepakatan kedua belah pihak.
Selain dengan FT Unibraw, pada saat yang sama juga ditandatangi MoU antara Pemerintah Kabupaten Ketapang dengan dua politeknik, yakni Politeknik Negeri Bandung dan Politeknik Negeri Jember. Demikian informasi langsung dari Dekan FT yang disampaikan melalui layanan pesan singkat (sms). [Far]

Unibraw dalam Educulture Expo di Malaysia
21 Maret 2008
Dalam rangka promosi untuk meningkatkan jumlah mahasiswa asing, Universitas Brawijaya ikut serta dalam Educulture Expo di Malaysia. Pameran ini yang keempat kalinya digelar oleh Indonesian Educulture Center (IEC) atas nama Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia. Dilaksanakan di mega-mall Mid Valley, Kuala Lumpur, selama dua hari (15/3-16/3), pameran dilanjutkan kemudian di Kota Bahru (22/3-23/3), dan diakhiri di Kinabalu, Sabah (29/3-30/3).
Demikian penjelasan Dr Ir Ifar Subagiyo MAgrSt, staf ahli PR-I Universitas Brawijaya bidang kerjasama kepada PRASETYA Online melalui e-mail. Dr Ifar Subagiyo bersama Koordinator Kerjasama Luar Negeri Ir Abdul Cholil sejak beberapa hari silam ada di Malaysia mendampingi Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Bambang Suharto MS.
Dalam pameran yang banyak dikunjungi masyarakat setempat itu, menurut Dr Ifar, diupayakan semua fakultas diperkenalkan melalui brosur dan booklet maupun penjelasan langsung. Hal ini sejalan dengan kebijakan Universitas Brawijaya maupun Atase Dikbud Kedubes RI di Malaysia.
Dari pengamatan di lapangan, demikian Dr Ifar, teridentifikasi bahwa bidang yang paling diminati masyarakat Malaysia adalah kedokteran, kedokteran gigi, dan farmasi. Hal itu terkait dengan kebijakan pemerintah Malaysia untuk meningkatkan pelayanan medis hingga tahun 2020. Pada tahun itu diharapkan satu tenaga medis dapat melayani sekitar seribu orang. Kebijakan itu diikuti pula dengan pemberian beasiswa kepada mereka yang akan mengambil pendidikan di luar negeri untuk tiga bidang tersebut . Tetapi Atase Dikbud dan IEC pun telah mengidentifikasi bahwa kebutuhan pendidikan dalam bidang agro-kompleks, khususnya peternakan, ternyata cukup menonjol di negara bagian Sabah. Dr Ifar yang mantan Dekan Fakultas Peternakan, mengatakan, terkait hal ini Fakultas Peternakan berencana membuka pameran di Sabah akhir bulan ini. [is/abc]

KKN: Perpustakaan Wujud Kepedulian Mahasiswa pada Dunia Pendidikan
20 Maret 2008
Kegiatan KKN tidak hanya perlu dilakukan di desa-desa tertinggal. Di daerah perkotaan pun banyak yang memerlukan sumbangsih pemikiran dari kalangan akademisi kampus. Demikian pemikiran sembilan orang mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Brawijaya, setelah mengobservasi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Huda di kawasan Bandulan, Malang. Mereka adalah Adinda Galuh C, Endri Putra, Ratna Asriningrum, Rika Ahyat DP, Rohma Arnitasari, Sugeng Ayu Dana W, Vitaria Narosidah, Erika Wahyu W, serta Ari Agus T.
Fasilitas perpustakaan madrasah yang total siswanya 141 orang ini masih belum memadai untuk mendukung proses pendidikan mereka. Koleksi yang minim serta tidak adanya pembaharuan menjadikan kurang optimalnya siswa MI menggali ilmu pengetahuan dari buku-buku. Dikhawatirkan hal ini akan berakibat rendahnya daya saing siswa-siswi madrasah itu terhadap sekolah dasar lain mempunyai fasilitas lebih lengkap.
Kondisi inilah yang mendasari para mahasiswa FIS melaksanakan KKN (kuliah kerja nyata) di madrasah tersebut dengan melengkapi perpustakaan yang ada. Melalui berbagai upaya, dilakukan penambahan koleksi buku-buku. Selain itu  juga diadakan pelatihan/workshop tentang kepustakaan.
Dalam workshop itu para mahasiswa menjelaskan tentang manajemen perpusatakaan, terutama dikaitkan dengan ilmu yang mereka peroleh selama kuliah. Mereka menyampaikan teknik-teknik bagaimana menarik minat siswa untuk membaca di perpustakaan. Pelatihan ini ternyata tidak hanya diikuti oleh para siswa, tapi juga kalangan guru MI tersebut.
Bertepatan dengan Maulid Nabi, Kamis (20/3), kegiatan KKN yang bertajuk “Pengembangan Perpustakaan Wujud Kepedulian Mahasiswa Komunikasi kepada Dunia Pendidikan” itu resmi diakhiri. Sebagai persembahan terakhir, mahasiswa komunikasi telah mempersiapkan siswa-siswi peserta workshop untuk menampilkan beberapa atraksi hiburan, seperti pembacaan puisi, pantun dan operet. Output kegiatan tersebut adalah diterbitkannya buku pedoman pelaksanaan perpustakaan, dan terbentuknya ekstrakulikuler baru di lingkungan sekolah. "Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi kegiatan pendidikan di lingkungan MI Miftahul Huda", kata Antoni SSos, salah seorang dosen pembimbing KKN yang hadir dalam acara penutupan itu. [fis]

Talk Show: Mengarang Itu Gampang
19 Maret 2008
Universitas Brawijaya berkerja sama Sampoerna untuk Indonesia menghelat talk show dengan narasumber penulis best seller Andrea Hirata, Arswendo Atmowiloto, serta Ratna Indraswari Ibrahim. Yang disebut terakhir ini sebagai penulis pembanding dari kota Malang yang juga dikenal sebagai cerpenis dan budayawan.
Bertajuk “Mengarang Itu Gampang”, acara digelar Rabu (19/3), di Gedung PPI, dipadati oleh banyak pengunjung, khususnya mahasiswa dan siswa SMA. Bahkan hingga menjelang separuh acara bincang-bincang dimulai, masih banyak pengunjung yang tidak mendapatkan tempat di ruang utama.. Alhasil, para pengunjung tersebut ditampung di ruang sebelah dengan tampilan layar CCTV.
Arswendo Atmowiloto mengupas masalah "Penulisan Kreatif". Diungkapkannya, kreatif merupakan sebuah proses menciptakan sesuatu yang baru serta memperbarui ciptaan yang ada. Daya kreatif dan kreativitas ini merupakan proses yang selalu berkesinambungan dimana bisa dilatih, dikenali, serta disiasati. Baik dalam penulisan fiksi maupun nonfiksi dengan mengenali unsur-unsur penulisan. Antara lain, tentang penokohan, lokasi tempat, lokasi waktu, tema utama, penceritaan atau plot. “Beberapa dasar yang bisa diterapkan untuk mempelajari hal ini, yakni rajin membaca, mengamati kehidupan, serta berlatih menuliskan,” papar pria yang sempat menjadi sutradara serial drama televisi “Keluarga Cemara” ini.
Sedangkan, Ratna Indraswari Ibrahim menekankan pada "Penuangan Ide dalam Tulisan". Dijabarkannya, ide atau ilham sebetulnya sering muncul dalam pikiran kita. “Masalahnya, kadang-kadang kita tidak terlampau tanggap untuk memunculkan ide tersebut. Memang tidak semua ide dan ilham bisa dituangkan begitu saja. Perlu ditampung dulu,” paparnya. Oleh sebab itu, dibutuhkan semacam Bank Ide yang berfungsi untuk menampung segala ide sehingga bisa diambil sewaktu-waktu jika diperlukan. Pikiran tidak boleh dipasung sebab akan terjadi stagnasi dalam berpikir sehingga bisa menghambat kreativitas.
Cerpenis yang sempat berkuliah di FIA Unibraw ini memaparkan lebih jauh, ”Ketika proses mengarang berjalan, saya sepertinya bermonolog dan berdialog dengan diri sendiri atau orang lain. Ini saya lakukan dengan intens dan penuh penghayatan akan tema yang akan dijadikan intisari dari alur cerita. Sebab, tema muncul begitu saja ke permukaan sebelum terjadi proses.” Terjadinya hasil pengamatan mata batin terhadap sekeliling, melalui membaca beragam buku serta aneka hubungan komunikasi yang terjadi antar manusia. Di sini, ada titik persamaan yang bisa ditelaah dengan jurnalis dalam mencari berita, yakni mencari berita actual, investigasi, mengumpulkan data, da menulis. Seorang penulis, harus ditambah dengan mengkristalisasi semua bahan sehingga terbentuk menjadi karya sastra.
Dinamis dan Penuh Kemungkinan
Andrea Hirata mengaku, ia sebenarnya bukan seorang penulis. Ia mengisahkan novelnya yang sekarang laku keras, Laskar Pelangi berawal dari keinginannya untuk mempersembahkan suatu karya sastra kepada ibu gurunya, Bu Muslimah yang sangat dikaguminya. Sebelum diberikan, salah satu temannya mengambil novelnya tanpa izin, kemudian mempublikasikannya kepada penerbit. Dari sini, timbul ide darinya untuk membuat empat seri novelnya berupa tetralogi, yakni Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov yang direncanakan akan segera rilis Agustus 2008 mendatang.
Disinggungnya, “Sebenarnya saya tidak ahli dalam menulis. Karena memang bukan bidang saya.” Maklum, Andrea mengecap pendidikannya dalam bidang ekonomi sains dan sehari-harinya berprofesi sebagai karyawan di PT Telkom Bandung. Namun, diuraikannya, ia selalu berusaha belajar dan belajar kepada sastrawan ternama, salah satunya Sapardi Djoko Damono. Ia selalu mencari model tulisan yang bagus. Mulai dari In Cold Blood-nya Truma Capote, Einstein’s Dream-nya Alan Lightman hingga karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Semuanya kurang bisa memuaskan dirinya. Maka, ketika ia ditanya tulisan yang bagus, Andrea memiliki jawabannya sendiri. “Tulisan yang bagus adalah tulisan yang di setiap paragrafnya terkandung makna possibility alias kemungkinan-kemungkinan. Sebab, pembaca akan merasa tertarik dengan tulisan yang sifatnya dinamis. Selalu bergerak sehingga membuat pembaca penasaran,” tuturnya.
Boleh jadi dengan anggapan seperti itu, Andrea Hirata menulis tanpa pretensi apapun. Hanya sekadar menulis dan ia sangat menikmati setiap proses yang dilalui. Termasuk mengisahkan tentang dirinya, lingkungannya, riset, serta memfokuskan pada penceritaan satu hal tertentu. Ia tidak berpijak pada situasi yang menuntutnya untuk menjatuhkan satu keputusan tertentu terhadap satu tokohnya. Namun, masih mencari kemungkinan dari satu sosok yang perlu digali lebih jauh. Dipandangnya, seorang penulis yang ahli hanya akan memikirkan masalah substansial, bukan lagi diksi. Dan, ia mengaku salut dengan penulis yang sudah mencapai taraf seperti itu.
Road Show Sampoerna
Acara Mengarang Itu Gampang sebelumnya telah dilaksanakan di empat kampus, selain Universitas Brawijaya, yakni Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Airlangga Surabaya, serta Universitas Trisakti Jakarta. Felly Murwito selaku kordinator acara memaparkan, “Melalui kegiatan dialog interaktif di lima perguruan tinggi ini diharapkan akan dapat membangkitkan minat menulis dari mahasiswa-mahsiswa dimana mereka secara langsung berdialog, bertukar pengalaman dan mendapatkan arahan dari para pengarang ternama dalam dunia sastra modern tanah air.”
Niken Rachmad selaku Direktur Komunikasi PT HM Sampoerna TBK mengomentari dukungan pihak Sampoerna Untuk Indonesia terhadap kegiatan talk show merupakan alternatif yang menarik bagi Sampoerna untuk mewujudkan kepedulian dalam peningkatan kualitas pendidikan di luar pendidikan formal. Dikatakannya, “Mengarang merupakan suatu kreativitas yang dapat dikembangkan oleh semua kalangan, termasuk para mahasiswa dalam negeri dan hendaknya mereka bisa menambah keanekaragaman karya sastra di Indonesia kedepannya,” papar Niken lagi. [bhm]

Ujian Tulis SPKS dan SPKIns
18 Maret 2008
Universitas Brawijaya saat ini sedang mempersiapkan pelaksanaan 2 jenis seleksi melalui ujian tulis, yakni SPKS dan SPKIns. Seleksi Program Kemitraan Sekolah (SPKS), akan diselenggarakan bebarengan waktunya dengan Seleksi Program Kemitraan Instansi (SPKIns), yakni hari Minggu 30 Maret 2008. Selain digelar 10 kota di Jawa Timur (Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Madiun, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Probolinggo, dan Jember), SPKS juga diadakan 3 kota di luar Jawa yakni: Pekanbaru (Riau), Balikpapan, dan Bontang (Kalimantan Timur). Sedangkan SPKIns digelar di 10 lokasi perusahaan, yakni PT Semen Gresik, PT Petrokimia Gresik, PT Samator Gas Industri, PT PLN Surabaya,  PT Pupuk Kaltim, PT LNG Badak, PT Pupuk Iskandar Muda Lhokseumawe, PT Chevron, PT Krakatau Steel, dan PT Jamsostek. [Far]

Bob: Belajarlah untuk Pengalaman
17 Maret 2008
Uang bukan poin utama untuk memulai usaha. Persoalan uang jangan sampai menjebak calon entrepreneur muda untuk memulai usaha. Modal utama adalah kemauan dan tekad untuk meraih kesuksesan, sekalipun harus mengalami kegagalan.
Begitu pesan yang disampaikan bos KemChick Bob Sadino di depan ratusan peserta seminar entrepreneur bertema "Melirik Peluang Usaha di Tahun 2008". Dalam acara yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (Himabis) FIA Unibraw ini, Om Bob -- begitu dia biasa disapa -- menggugah semangat para mahasiswa agar tidak takut memulai usaha. "Saya ini tidak sekolah, tapi saya belajar. ltu yang membedakan saya dengan Anda. Belajar adalah suatu proses untuk mendapatkan pengalaman. Kalau sekolah hanya memperdalam teori," ungkap dia.
Bagi dia, masa prakondisi sebelum memulai usaha wajib diperhatikan. Yakni, harus menghilangkan takut gagal, tidak perlu berharap terlalu banyak dengan usaha yang ditekuni, tahan banting, dan tidak cengeng. "Yang perlu dipahami, tidak ada kesuksesan tanpa kegagalan. Kalau gagal, ya harus bangkit," ungkap Om Bob yang disambut tepuk tangan peserta.
Om Bob juga bercerita tentang awal kesuksesannya. Kisahnya, sekitar 1970 lalu, dia memulai dengan menjual telur 5 kilogram kepada para tetangga yang kebetulan banyak orang asing. Dari situ berkemhang menjadi usaha pengolahan daging sampai akhimya mendirikan pabrik. "Bagaimana mengupayakan sesuatu yang tidak jalan bisa dijalankan," ucapnya.
Selain Om Bob, pembicara lain adalah Aldy Menzhu dari Income dan staf BRI Cabang Kawi, Frisco Dwiariyanto serta Iwan Supriyanto. [hap/ziz] RADAR MALANG. Selasa 18 Maret 2008

Economic Education Fair 2008
17 Maret 2008
Menandai berakhirnya serangkaian acara inaugurasi mahasiswa baru, Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (EM FE) Universitas Brawijaya mengadakan Economic Education Fair 2008. Acara digelar selama dua hari, Senin-Selasa (17/3-18/3), di Gedung Widyaloka. Sebelum itu, telah terselenggara Seminar Nasional Inaugurasi bertajuk “Outlook Kinerja Pemerintah dalam Upaya Penuntasan Kemiskinan” (5/3), serta Bakti Sosial berupa Donor Darah dan Khitanan Massal (6/3-8/3).
Economic Education Fair 2008 terdiri atas pelbagai acara, antara lain Education Fair, Anime Fair, Information Technology Fair, serta Talk Show dengan Konsulat Jenderal Australia dan Belanda. Acara-acara tersebut digelar pada hari pertama. Sedangkan hari kedua dihelat acara Training Speed Reading yang dipandu oleh trainer dari Trustco serta menonton film bareng berjudul “Pursuit of Happyness”.
Ketua Pelaksana, M Ichwan, mahasiswa Jurusan Akuntansi angkatan 2007 mengungkapkan pada Prasetya Online, acara ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk memberikan info tentang sekolah serta beasiswa ke luar negeri kepada para mahasiswa. Begitu juga pengadaan IT Fair dirasa juga sangat diperlukan sebagai pemberian informasi kepada mahasiswa yang berkaitan dengan produk-produk teknologi informasi. Sementara, Anime Fair hanya sebagai value added saja. Dipaparkan M Ichwan lagi, “Target kami sedikit belum terpenuhi. Mungkin terkendala karena hujan deras.” Diperkirakan sekitar 80 orang pengunjung hadir di pameran pendidikan ini.
Harapan Ketua Pelaksana, acara ini dapat digunakan oleh panitia sebagai ajang untuk belajar serta bermanfaat bagi para pengunjung yang membutuhkan informasi, baik tentang pendidikan maupun produk serta aneka pengetahuan. [bhm]

Seminar Nasional “Let Your Food be Your Medicine”
16 Maret 2008
Sebuah seminar nasional digelar Organisasi Mahasiswa Gizi dan Kesehatan (Ormagika) di Widyaloka Universitas Brawijaya, Ahad (16/3). Seminar Ormagika Unibraw ini mengambil tema ”Let Your Food be Your Medicine”, menghadirkan dua pembicara serta satu orang bintang tamu. Kedua pembicara itu adalah Edith H Sumedi SKM MSc (Sekjen Persagi Pusat) dan Prof Dr dr H M Soemarko SpB KBD (Kepala Seksi Bedah Digestif FK Unibraw/Rumah Sakit Saiful Anwar Malang). Sedangkan, bintang tamu yang hadir, artis film dan sinetron, Adrian Maulana.
Dalam paparan berjudul "Diet Sehat dan Ideal sesuai PUGS", Edith H Sumedi mengatakan, diet merupakan jumlah makanan dan minuman yang diperhitungkan untuk tujuan tertentu. Diet juga disebut sebagai pengaturan pola makan untuk kesehatan setelah sakit, mencegah kambuhnya penyakit tertentu serta mengatur berat badan. ”Oleh sebab itu, penerapan pola diet ini harus sesuai dengan prinsip-prinsip gizi seimbang, di antaranya makan aneka ragam makanan, mempertahankan berat badan ideal, dan menyeimbangkan apa yang kita makan sesuai kebutuhan dengan kegiatan fisik sehari-hari,” ujarnya. Ia berpesan bahwa menjalani pola hidup sehat adalah menyeimbangkan asupan makanan dengan kebutuhan dan mengkonsumsi makanan secara bervariasi, melakukan aktivitas fisik secara teratur. Selain itu, istirahat yang cukup dan menghindari stres.
Sedangkan, Prof Soemarko menjabarkan materi bertajuk "Nutrigenomik sebagai Salah Satu Upaya Memperbaiki Generasi yang Akan Datang". Dijelaskannya, kandungan kimia yang banyak terdapat pada bahan pangan harus diwaspadai dengan hati-hati sebab bisa mempengaruhi komposisi gen sehingga menimbulkan penyakit degeneratif. Ia mencontohkan, beberapa bahan pangan beracun, seperti jamur champignon yang mengandung hidrozin, kentang yang mengandung solanin dan chacomin, ikan asap yang mengandung zat karsinogenik benzo [A] pyrene. Selain itu, ada pula food additive yang tak kalah berbahaya. Semisal nitrit dan nitrat yang banyak terdapat pada kornet, sosis, dan ham. Sedangkan, sakarin dan siklamat sebagai pemanis buatan juga tidak sedikit mudah ditemui di aneka produk pangan, khususnya buat anak-anak.
Sehat Melalui Fitness
Adrian Maulana yang sehari-hari berprofesi sebagai artis film dan sinetron sadar betul dengan aset terpentingnya dalam dunia showbiz, yakni kebugaran tubuh. Ia memandang perlunya menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya melalui pelbagai kegiatan yang menunjang profesinya. Maka, ia rajin mengatur pola makan penuh gizi, fitness teratur, olahraga cukup, dan mengusahakan tidak banyak pikiran. Diungkapkannya, ”Banyak sekali manfaat yang bisa dipetik melalui hidup sehat ini, di antaranya meningkatkan kekuatan jantung serta pembuluh darah dalam memompa darah, menurunkan resiko diabetes dan kanker, meredakan stress, serta memperlambat penuaan.”
Sebelum tampil, penonton disuguhi dengan slide sekilas yang menandai perubahan gaya hidup Adrian Maulana. Dari awalnya yang bobot tubuhnya mencapai 90 kg dan wajah penuh jerawat, kini tampil percaya diri sebagai public figure yang banyak dipuja masyarakat. Pada slide juga ditunjukkan aneka gaya Adrian dalam mempertontonkan otot tubuhnya yang bertonjolan di sana sini. Namun, ditekankannya, ”Saya bukannya pamer, tapi saya hanya ingin menunjukkan dulu saya juga pernah merasa tidak percaya diri dengan tubuh saya sendiri. Dari situ, saya bertekad untuk menjaga kesehatan dengan fitness teratur dan menjaga asupan pola makan.”
Juara Favorit Abang Jakarta tahun 1997 ini juga memberikan tips bagaimana meraih bentuk tubuh idaman. Di antaranya dengan membuat komitmen serta mulai menjalankan gaya hidup sehat. ”Selanjutnya, mulai menentukan tujuan spesifik, apakah ingin sekadar mencapai bodi yang bagus atau benar-benar ingin menjaga kesehatan untuk seterusnya, ” papar pria yang sempat bermain bareng Tamara Blezsinsky dalam film Issue ini. Usai menentukan tujuan, proses yang dilalui harus bisa dinikmati dengan sebaik-baiknya agar tidak mudah merasa bosan. Tetapkan impian, maka segala kesulitan akan bisa dipupus. [bhm]

Inkai UB Cup 2008
16 Maret 2008
Unit Aktivitas Inkai Universitas Brawijaya menggelar kompetisi Inkai UB Cup 2008. Diadakan Minggu (16/3), di Gedung Student Center, kompetisi diikuti total 61 peserta, terbagi lima kelas, baik untuk putra maupun putri. Yakni, kelas pemula I (10-12 tahun), pemula II (12-15 tahun), kadet (15-18 tahun), junior (18-20 tahun), serta kelas senior (20 tahun ke atas). Untuk putra, ada tujuh jenis kategori yang diikuti, yaitu pemula I -35 kg, pemula II +45 kg, pemula II -40 kg, junior -48 kg, junior -55 kg, junior -60 kg, senior -55 kg, senior -60 kg, serta senior -65 kg. Untuk putri, ada lima jenis kategori, yakni pemula I +40 kg, pemula II -40 kg, pemula II +40 kg, junior -48 kg, junior -53 kg, junior -55 kg, serta senior -48 kg.
Menurut Ketua Pelaksana, Aldy Jati Nugraha, mahasiswa Fakultas Peternakan, acara ini dilatarbelakangi dari program kerja tahunan Unitas INKAI serta kehendak untuk mencari bibit-bibit baru melalui penyelenggaraan try out ini.
”Diharapkan juga hasil dari kompetisi ini akan dikirimkan untuk mengikuti Malang Open yang diselenggarakan pada bulan April pertengahan besok, ” papar Aldy menambahkan.
Dewan juri dari Unitas Inkai Unibraw dan Universitas Negeri Malang serta Ranking, antara lain Yudha, Angger, Stella, Puja, David, Galih, Saiful, dan lain-lain.
Keluar sebagai pemenang pada kejuaraan tersebut, untuk kelas kumite putri senior juara pertama Ika dari Universitas Negeri Malang (UM), juara kedua Rivtian (Unibraw), juara ketiga Anara (Unibraw); untuk kelas kumite putra -65 kg keluar sebagai juara pertama Kholiq (STIE Malang Kucecwara), kedua Andika (Unibraw), dan ketiga Ardan (Unibraw). Untuk kata junior putri peringkat pertama sampai ketiga diraih karateka dari Unibraw masing-masing Rika, Novita, dan Rahayu. Para pemenang lomba mendapatkan piagam penghargaan, serta sejumlah uang pembinaan. [bhm]

Isshoni Tanoshimimashou
15 Maret 2008
Program Studi Bahasa Jepang Universitas Brawijaya menggelar "Isshoni Tanoshimimashou". Serangkaian lomba berkaitan dengan bahasa dan budaya Jepang ini diadakan untuk ketiga kalinya, Sabtu (15/3) hingga Minggu (16/3), di Gedung PPI. Bertajuk ”Berpikir Kritis dan Kreatif dalam Berkreasi”, acara ini mengusung pelbagai jenis lomba, di antaranya berpidato, cerdas cermat, shodou alias kaligrafi Jepang, karakter manga, serta desain baju. Lomba-lomba ini diikuti oleh siswa SMU/SMK se-Jawa Timur dan Bali. Ada lagi, lomba cosplay (kostum) serta karaoke lagu Jepang boleh diikuti oleh peserta umum, selain siswa SMU/SMK sendiri.
Bukan hanya lomba saja, di luar ruangan tampak pelbagai stan yang menampilkan pernak-pernik ornamen Jepang. Salah satu stan diisi oleh Jasmin (Japanese Studies On Multi Cultural Society in Indonesia), perkumpulan yang menjembatani hubungan antara pihak Jepang dengan Indonesia, bekerjasama dalam bidang seni, kebudayaan, dan lain-lain. Ada pula, stan yang memajang makanan khas Jepang yang ramai dikunjungi oleh penonton.
Ditemui PRASETYA Online di sela-sela kesibukan mengatur acara, Ketua Pelaksana, Adi Arif Junaidi mengungkapkan latar belakang diselenggarakannya acara ini adalah untuk menampung kreativitas serta bakat siswa-siswa SMA/SMK dalam bidang kebudayaan Jepang. Selain itu, juga untuk meningkatkan kualitas siswa-siswa tersebut. Ketika ditanyai keikutsertaan lomba, Arif mengungkapkan antusiasme peserta yang di luar dugaan panitia. ”Sebanyak sekitar 55 peserta telah diseleksi panitia dari lebih 200-an peserta yang mendaftar,” ungkapnya.
Setelah melalui serangkaian penilaian oleh juri, keluar para pemenang sebagai berikut.
Untuk lomba cerdas cermat, juara pertama tim dari SMAK Santa Maria Malang (Viny Octavia, Christine Kurniawati, Nanda Budiono) memperoleh trofi Walikota Malang, sedangkan juara kedua tim SMAN 5 Malang (Chevi Cahya Antika, Lady Yurika Rizky, Siti Indah Nurvianti).
Untuk lomba pidato, juara pertama Jovinta Desinta Djakaria (SMAK St Albertus Malang) mendapatkan piala bergilir dari Konsulat Jenderal Jepang, juara kedua diraih oleh Aulia Alfarabi Anestya (SMAN 5 Malang). Untuk lomba Shodo, juara pertama diraih oleh Nathasya Evelyne (SMAK Diponegoro Blitar) sementara juara kedua dimenangkan oleh Armada (SMAK Santa Maria Malang).
Untuk lomba menggambar karakter manga, juara pertama jatuh pada Setiawan (SMAN 1 Ponorogo) sedangkan juara kedua direbut oleh Gadis Febriani (SMAN 1 Gresik).
Untuk lomba mendesain baju Jepang, juara pertama diraih oleh Timothy Istianto (SMAK Santa Maria Malang), dan juara kedua diraih oleh Gaby Karina (SMAK Kolose Santo Yusuf Malang).
Untuk lomba karaoke diraih oleh Rezi (SMAN 4 Malang). Untuk lomba cosplay, juara pertama perorangan direbut oleh Bayu Pramodana (Cosuki Malang), sementara juara pertama kelompok dimenangkan oleh Kyou (Cosura Surabaya).
Juara umum dalam "Isshoni Tanoshimimashou" mendapatkan piala bergilir dari Gubernur Jatim. Penilaian untuk gelar juara umum dengan sistem poin terbanyak dari setiap peserta dalam perlombaan yang diikuti. Total uang tunai Rp 3 juta akan diperebutkan beserta pelbagai merchandise, trofi serta piagam penghargaan. [bhm]

Dokter Baru FK Unibraw
15 Maret 2008
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya melepas 56 orang dokter baru lulusan periode yudisium 19 Desember 2007. Upacara pelepasan berlangsung di Graha Medika, Sabtu (15/3). Upacara dipimpin oleh Dekan FK Unibraw Dr dr Samsul Islam SpMK MKes, didampingi oleh Direktur RSUD Saiful Anwar dr Pawik Supriadi SpPD. Dalam upacara itu Dekan menyerahkan lafal sumpah dokter dan mengalungkan gordon kepada para dokter baru. Pengucapan sumpah dokter oleh para dokter baru sudah dilaksanakan sebelumnya, yaitu pada saat yudisium 19 Desember 2007.
Memberikan sambutan dalam upacara itu, wakil dokter baru, Direktur RSUD Saiful Anwar, Dekan FK Unibraw dan Ketua Ikatan Alumni FK Unibraw.
Dalam upacara itu, Ketua Jurusan Kedokteran Dr dr Basuki B Purnomo SpU melaporkan 3 orang lulusan terbaik, yakni dr Serina Citra ISwari (IPK 3,58), dr Diana Hasnevi (IPK 3,53), dan dr Louisa Tjahjani Sugiono (3,50). Hingga saat ini FK Unibraw telah melulusankan sebanyak 3365 dokter yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, bahkan ada yang bekerja di luar negeri.
Sementara itu Dekan Dr Samsul Islam dalam sambutannya mengatakan, ditinjau dari kebutuhan bangsa untuk pemerataan penyebaran tenaga dokter, maka jumlah yang diluluskan FK Unibraw masih jauh dari kebutuhan. Mengenai uji kompetensi secara nasional yang wajib bagi setiap lulusan dokter, Dekan yakin para dokter lulusan FK Unibraw mampu mengikutinya, karena proses pendidikan dan try out internal telah mereka jalani dengan baik. "Belum ada institusi pendidikan kedokteran selain FK Unibraw yang melaksanakan try out itu", tegas Dekan.
Sedangkan Direktur RSSA dr Pawik Supriadi spPD mengingatkan UU tentang praktik kedokteran yang menyatakan, landasan utama bagi dokter dan dokter gigi untuk dapat melakukan tindakan medis terhadap orang lain adalah ilmu pengetahuan, teknologi, dan kompetensi yang dimiliki, yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan. Oleh karenanya, pengetahuan yang dimiliki harus terus menerus dipertahankan dan ditingkatkan, sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi itu sendiri. Di samping itu, praktik kedokteran yang merupakan inti dari penyelenggaraan upaya kesehatan, harus dilakukan oleh dokter yang memiliki etik dan moral yang tinggi, keahlian dan kewenangan yang terus menerus harus ditingkatkan mutunya.
Para dokter baru tersebut adalah: dr Oki Handriawan Rinanto, dr Surain Ganesan, dr Daendy Nova Setia AS, dr Estriningsih, dr Feily Sari Moelyono, dr Stefani Ranni Ardian, dr Tatiana Lestarianti Ardhiputri, dr Achmad Bayhaqi Nasir Aslam, dr Adi Santosa Soetrisno, dr Afiat Aji Wijaya, dr Agusmawati, dr Andi Yuliana Agnetha, dr Andrie Rhomdhon Kurniawan, dr Bagus Hermansyah, dr Catur Kurnia Wardhani, dr Dedy Setiawan, dr Devi Ike Yuanita, dr Diana Hasnevi, dr Dinda Aini Soraya, dr Dini Agustina, dr Emy Rosyidah, dr Eny Purwoningsih, dr Ira Dwi Maya, dr Irma Suryani, dr Iva Novita Angkawijaya, dr Joko Hermawan, dr Lenny Tandya, dr Louisa Tjahjani Sugiono, dr Luluk Salmah, dr Muchamad Abusari, dr Muhammad Rodli, dr Nanda Agus Prasetya, dr Ni Made Rika Trismayanti, dr Nuniek Ayu Setya Ditha, dr Nur Lailaturriza, dr Pungkidwitunggal Pangestuti, dr Revita Widya Prasanti, dr Rindang Rihadini, dr Runinda Pradnyamita, dr Serina Citra Iswari, dr Tresna Angga Basunanda, dr Yudi Hadinata, dr Zuhria Novianty, dr Akhmad Fariz Nurdiansyah, dr Eric Rahadi, dr Feri Nugroho, dr Ferryzal Okvianda Mundrajat, dr Kanya Ayu Paramastri, dr Melisa Anggraeni, dr Merry Giovedi Eclipsia Yuniar, dr Raynaldo Witjaksono, dr Retno Ayu Adhisti, dr Ricky Agave Ompusunggu, dr Rudy Dewantara Limanto, dr Suherman Hadi Saputro, dan dr Parimaladevi AP Arumugam.
Dua dari dokter baru itu berasal dari Malaysia, yakni dr Surain Ganesan, dan dr Parimaladevi AP Arumugam. [Far]

Wisuda Periode III Tahun Akademik 2007/2008
15 Maret 2008
Rektor Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Yogi Sugito, Sabtu pagi (15/3), mewisuda 1184 orang lulusan program diploma, S1, S2 dan S3 yang dihasilkan pada periode III tahun akademik 2007/2008. Upacara berlangsung di depan rapat terbuka Senat Universitas Brawijaya, di Sasana Samanta Krida.
Secara rinci, jumlah wisudawan masing-masing fakultas adalah sebagai berikut: FH 64 orang (S1 47 orang, S2 13 orang, S3 4 orang), FE 163 (D-III 12, S1 115, S2 25, S3 11), FIA 130 (D-III 23, S1 89, S2 12, S3 6), FP 117 (D-III 5, S1 95, S2 7, S3 10), FPt 60 (D-III 3, S1 57), FT 168 (S1 168), FK 219 (S1 207, Sp1 12), FPi 106 (D-III 2, S1 100, S2 4), FMIPA 110 (D-III 28, S1 80, S2 2), FTP 47 (D-III 4, S1 40, S2 3).
Pada kesempatan itu Rektor memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik dari masing-masing strata pendidikan. Penghargaan diberikan kepada Dr Darwis SE Ak MSA (Ilmu Akuntansi, IPK 4,00) mewakili 9 orang wisudawan S3 terbaik, Rahaditya Yunianto SE MM (Manajemen, IPK 4,00) mewakili 4 orang wisudawan S2 terbaik, Agnes Eko Wulandari SH (Ilmu Hukum, IPK 3,78), Hendra Wiryawan SE (Manajemen, IPK 3,78), Nur Cholis SSi (Statistika, IPK 3,73), Efitri Rahmayani SAB (Ilmu Administrasi Bisnis, IPK 3,71), Riza Wahyu S ST (Teknik Elektro, IPK 3,66), Marta Akhiruddin SP (Agrobisnis, IPK 3,64), Ratnasari Wihardini SPi (Manajemen Sumberdaya Perairan, IPK 3,82), dr Ardhi Bustami (pendidikan dokter, IPK 3,60), dan Mahendra DEPV SPt (Teknologi Hasil Ternak, IPK 3,52) mewakili 54 wisudawan S1 terbaik, serta kepada Eka Aprillia AP AMd (Pariwisata, IPK 3,63), mewakili 3 wisudawan D-III terbaik.

Di antara para wisudawan terdapat Dra Heri Pudji Utami MAP, isteri Walikota Malang Drs Peni Suparto MAP sebagai wisudawan dari Program S2 Administrasi Publik FIA. Selain itu terdapat pula seorang wisudawan, Hendarmawan SKom dari Program Studi Ilmu Komputer FMIPA, mahasiswa dengan "seabrek" prestasi yang mengesankan. Di antaranya, mendapatkan beasiswa The Indonesia English Language Study Program (IELSP) Batch III dari Pemerintah Federal Amerika Serikat. Selain itu ia juga nominator dalam Festival Pemuda Berprestasi tahun 2007 yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora), nominator Indonesian Sampoerna Best Student 2007, lolos seleksi mendapatkan dana dari Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) untuk penelitian dengan judul "Desain, Implementasi dan Analisa Perfomasi XEN Hipervisor Virtual Machine Monitor berbasis Linux untuk solusi Teknologi Server di Indonesia", peraih medali emas untuk bidang lomba PKM-M, PIMNAS XX di Unila Bandarlampung, peraih juara II dalam Lomba Hasil Penelitian Unggulan Terpadu yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Puslitbang Postel Departemen Komunikasi dan Informatika, beberapa waktu silam. [Far]

Pelepasan Lulusan Ners dan Sarjana Gizi
14 Maret 2008
Fakultas Kedokteran melepas 42 lulusan Profesi Perawat (Ners) baru lulusan 6 Februari 2008 dan 49 lulusan Sarjana Gizi (SGz) baru lulusan 11 Februari 2008. Upacara pelepasan berlangsung di Gedung Graha Medika, Jumat siang (14/3). Dalam kesempatan tersebut, hadir Ketua Jurusan Keperawatan, dr Subandi MKes DAHK; Ketua Jurusan Gizi Kesehatan, Dr dr Endang Sriwahyuni MS; Pembantu Dekan I Fakultas Kedokteran, Prof Dr dr Edi Widjajanto MS SpPK(K); serta Direktur RSU Saiful Anwar, Dr Pawik Supriadi SpJp(K).
Pada sambutannya, dr Subandi MKes, Ketua Jurusan Keperawatan, mengungkapkan kebahagiannya melepas 42 Ners baru. Hingga kini, sebanyak 518 Ners telah diluluskan oleh Fakultas Kedokteran Unibraw yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Untuk saat ini, jumlah mahasiswa yang mengikuti studi di PSIK sebanyak 587 mahasiswa yang terdiri dari program regular dan alih program. Sedangkan, Dr dr Endang Sriwahyuni MS, Ketua Jurusan Gizi Kesehatan, mengucapkan rasa syukurnya atas prestasi yang telah diraih lulusan periode ini, yaitu perolehan IPK tertinggi. Kedua ketua jurusan ini mengucapkan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut mendukung kelulusan Profesi Perawat maupun Sarjana Gizi ini.
Sementara itu, Pembantu Dekan I Fakultas Kedokteran Prof Dr Edi Widjajanto mengungkapkan harapannya terhadap para lulusan terhadap penanganan penderita di rumah sakit serta pusat pelayanan kesehatan agar menjadi lebih baik. Melalui kemampuan menegakkan diagnosa keperawatan dan gizi, maka penanganan penderita yang telah ditegakkan diagnosa medisnya akan terlaksana seoptimal mungkin. “Saya tekankan bahwa dengan masing-masing tenaga yang kompeten tersebut, haruslah bekerja di bawah koordinasi seorang klinisi. Kerjasama tim sangat diperlukan untuk dapat diberikannya pelayanan holistik, jadi semuanya bahu membahu dalam menangani penderita,” paparnya. Pada kesempatan tersebut, juga turut memberikan sambutan wakil lulusan Ners dan SGz, Ns Budiono SKep yang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyelenggaraan Ilmu Keperawatan dan Ilmu Gizi.
Perawat
Empat puluh dua (42) lulusan Profesi Perawat (Ners) baru Fakultas Kedokteran Unibraw, adalah sebagai berikut. Ns Dian Rosita Dewi SKep, Ns Khairul Umam SKep, Ns Mariana Indah Hamastuti SKep, Ns Sasmito Hermawan SKep, Ns Triana Jumarianti SKep, Ns Ucik Indrawati SKep, Ns Agus Ferry Gunawan SKep, Ns Asti Benedictus CDa Silva SKep, Ns Budiono SKep, Ns Dadang Ratno Atmojo SKep, Ns Daniel Dian Indra Bakti SKep, Ns Dewa Kadek Adi Surya A SKep, Ns Eko Ratnaningsih SKep, Ns Eko Suratman SKep, Ns Emy Mufidah SKep, Ns Erik Kusuma SKep, Ns Fida Retno Susanti SKep, Ns Hendra Kurniawan SKep, Ns Hengky Irawan SKep, Ns Heny Ekawati SKep, Ns Ida Sukesi SKep, Ns Ida Zuhroidah SKep, Ns Made Martini SKep, Ns Mahfud Surya Adi Praja SKep, Ns Mohammad Ali Hamid SKep, Ns Muneazarah SKep, Ns Ning Arti Wulandari SKep, Ns Nurlailatul Masruroh SKep, Ns Petrus Bere Mauk SKep, Ns Petrus Bere Mauk SKep, Ns Rio Dwi Hendra Purnomo SKep, Ns Ririn Harini SKep, Ns Rosi Granada SKep, Ns Samsul Ma’arif SKep, Ns Santi Rizkani Noor SKep, Ns Setiyono SKep, Ns Sih Ageng Lumadi SKep, Ns Sitti Asma Kurniyati Laitupa SKep, Ns Tri Nur Hudi Sasono SKep, Ns Yuni Asri SKep, Ns Yuyun Bella Revina SKep, serta Ns Zahrotul Wardah SKep.
Sarjana Gizi
Empat puluh sembilan (49) lulusan Sarjana Gizi (SGz) baru Fakultas Kedokteran Unibraw adalah sebagai berikut. Anis Faizah SGz, Anwar Habibi SGz, Astuti Rahmayanti SGz, Ayu Zahra Baedori SGz, Baik Lilik Setawati SGz, Bandawati SGz, Devi Errika Fitriayuana SGz, I Dewa Ayu Putu Trisnayanti SGz, Dian Agnesia SGz, Dian Kusumawardani SGz, Dian Sekar Anggraini SGz, Dian Nurvitasari SGz, Eka Afianti Wulandari SGz, Erni Ernawati SGz, Fisqiyah SGz, Gusti Ayu Putu Utami M SGz, Galuh Ardianti SGz, Grina Tri Purnatasari SGz, Indah Sulistyorini SGz, Indah Wahyuni SGz, Ismawati Zuhrufillah SGz, Juliyana Margaretha A SGz, Lailatul Wakhidah SGz, Lili Haryati SGz, Mauludin SGz, Mayasari Kurnia Akbar SGz, Ni Made Christina SGz, Ni Putu Arik Diantari SGz, Ni Wayan Rastiti Antari SGz, Ni Luh Sri Niteri SGz, Nindita Diah Rahmawati SGz, Ninna Rohmawati SGz, Nono Tri Nugroho SGz, Novida Kritina Andriani SGz, Purwaningsih SGz, Reny Wahyu Pramesti SGz, Retno Dwi Haryanti SGz, Ria Abdi Negari SGz, Rikhaanatul Humaidah SGz, Rikha Mufidha SGz, Rodhiyati Beta Ridhi SGz, Rodlia SGz, Rosita Hadi SGz, Sari Farida SGz, Syabilila Indraswari SGz, Syarkiah SGz, Yayuk Estuningsih SGz, Yunita Ike Wulandari SGz, serta Zulqha Yurina Radityawati SGz. [bhm]

Akreditasi Fakultas Kedokteran
14 Maret 2008
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, pekan ini mendapatkan visitasi dua orang asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Mereka adalah Prof dr MK Tadjuddin dari UI, dan dr Paramasari D PhD dari UNS Sebelas Maret Surakarta. Selama dua hari, 12/3-13/3, asesor melakukan penilaian terhadap Program Studi Pendidikan Dokter. Sedangkan dua hari berikutnya, 14/3-15/3, penilaian dilakukan terhadap Program Studi Ilmu Keperawatan, oleh dua asesor masing-masing Prof Elly Nurrachman DNSc dari FIK UI, dan Dr Suharyati Samba dari FIK Unpad Bandung..
Acara asesor dalam rangka akreditasi ini adalah mengadakan pertemuan dengan Rektor, serta pimpinan dan sivitas akademika FK Unibraw, mengadakan wawancara dengan dosen, alumni, dan mahasiswa, dan mengadakan kunjungan lapang ke seluruh infrastruktur FK, di antaranya Laboratorium Faal, Laboratorium Biomedik, dan lain-lain. Selain itu juga dilakukan verifikasi  dokumen, dan pertemuan asesor dengan tim borang. Hari ini, Jumat (14/3), menurut rencana dilakukan pembacaan berita acara akreditasi untuk Program Studi Pendidikan Dokter oleh asesor. [nok]

Workshop Strategi Sumber Daya Manusia
14 Maret 2008
Saat ini Universitas Brawijaya sedang menghadapi permasalahan belum efektifnya sistem manajemen sumber daya manusia (SDM). Staf belum sepenuhnya dikelola secara tepat, terutama dalam pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah kebijakan zero growth staff recruitment pemerintah yang sangat berpengaruh terhadap regenerasi staf, baik akademik maupun non akademik. Oleh karena itu, perencanaan SDM berbasis kinerja yang berorientasi pada hasil dan stakeholders merupakan pilihan yang bisa diambil guna merealisasikan visi dan misi Universitas Brawijaya menjadi universitas terkemuka.
Menjawab sinyalemen itu, dalam rangka mengembangkan sistem manajemen SDM, mendesain kebijakan sistem SDM, serta mengembangkan sistem yang merit dan adil dalam pengembangan staf, diselenggarakan Workshop Studi Kebijakan dalam Pengembangan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia (Policy Studies Development of Human Resource Management Systems), Jumat (14/3) di Lantai VIII Gedung Rektorat.
Kegiatan ini adalah program keempat yang diselenggarakan oleh IMHERE (Indonesia-Managing Higher Education for Relevance and Efficiency) Universitas Brawijaya. Sebelumnya, IMHERE Unibraw telah melaksanakan studi kebijakan untuk aktivitas perbaikan Good Governance (GOV), Procurement (PRM), dan Academic Management System (AMS).
Workshop diikuti para dekan, pembantu dekan bidang administrasi dan keuangan, kepala bagian dan kepala sub bagian yang menangani bidang sumber daya manusia di lingkungan Unibraw. Bertindak sebagai pembicara, Wakil Rektor Senior Bidang Sumber Daya ITB Prof Dr Ir Carmadi Machbub, serta Prof Drs Achmad Fauzi Dh MA, Prof Dr Moch. Munir SH, dan Prof Dr Sutiman Bambang Sumitro MS dari Unibraw. Pada workshop akan disampaikan hasil studi kebijakan dalam sistem manajemen SDM di Universitas Brawijaya.
Kebijakan studi dilakukan terhadap 181 orang narasumber yang terdiri dari staf administrasi dan tenaga pengajar dengan berbagai karakteristik jabatan, gelar pendidikan, kepangkatan, lama pengabdian serta status kepegawaian.
Berdasarkan hasil penggalian informasi, diketahui bahwa sebagian besar responden (62%) mengatakan perencanaan pegawai yang ada di Universitas Brawijaya sudah baik. Dalam hal pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, 86% responden menjawab sudah sesuai dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi organisasi). Sebagian besar responden (54%) menyatakan diperlukan sebuah analisis jabatan dan rekrutmen pegawai. Sedangkan bila Unibraw kelak sudah berstatus BHPMN, 76% responden menyatakan setuju untuk diberlakukan sistem kontrak bagi pegawai baru. [nik]

Pelepasan Dokter Spesialis
14 Maret 2008
Dalam sebuah upacara, Pembantu Dekan I Fakultas Kedokteran Prof Dr dr Edi Widjajanto MS SpPK(K), mewakili Dekan melepas 10 orang dokter spesialis, yang telah menyelesaikan pendididikan pada Program Pendidikan Dokter Spesialis I (PPDS-I). Berlangsung di Hall Lantai VI Gedung Pusat Pendidikan FK Unibraw, Jumat (14/3), upacara ini dihadiri oleh Sekretaris TKP PPDS-I dr Lukmantya SpTHT-KL(K), Wakil Direktur II RSU dr Saiful Anwar Drs Lukman Hakim MSi, dan keluarga para lulusan.
Dalam sambutannya, Pembantu Dekan I FK Unibraw Prof Edi Widjajanto mengungkapkan rasa syukur dan ucapan selamat atas kelulusan program spesialis. Hingga saat ini, total lulusan program pendidikan spesialis sebanyak 177 orang. Jumlah ini, masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan tenaga spesialis di seluruh wilayah Indonesia.
Sementara itu perwakilan lulusan, dr Zaenal Alim SpOG, merasa bangga menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis I FK Unibraw. Tak lupa ia menyampaikan rasa terima kasih atas segala bimbingan serta dukungan yang telah  diberikan oleh pelbagai pihak sehingga berhasil lulus dengan hasil memuaskan.
Kesepuluh dokter spesialis itu terdiri dari 1 spesialis Patologi Klinik, 1 spesialis Penyakit Dalam, 1 spesialis Obstetri Ginekologi, 1 spesialis Emergency Medicine, 3 spesialis Paru, dan 3 spesialis Telinga Hidung Tenggorokan. Daftar selengkapnya adalah sebagai berikut: dr Ari Putriani SpPK, dr Yudi Agung Wibisono SpPD, dr Zainal Alim SpOG, dr Munsifah Zaiyanah SpEM, dr Paul Agus Dwiyanu SpP, dr Triwahyu Astuti MKes SpP, dr Jokobet Dwikoriana Dian Ariani SpP, dr Dinarviani Dwi Lukitasari SpTHT-KL, dr Erik SpTHT-KL, dan dr Johnny Harijanto SpTHT-KL. [bhm]

School on Internet Asia Biotechnology
13 Maret 2008
School on Internet (SOI) Asia Biotechnology akan mengadakan perkuliahan khusus tentang pemanasan global (global warming) bertema "Kyoto Protocol and Animal Science”. Acara digelar mulai hari ini, Kamis (13/3), dan diadakan setiap hari Kamis dan Jumat selama 3 pekan pada bulan ini, di Ruang Teleconference Pusat Pengembangan E-learning (PPE) Universitas Brawijaya, Gedung Rektorat Lama lantai 3. Masing-masing perkuliahan berlangsung selama 90 menit, pada pukul 13.30-15.00 WIB.
Koordinator perkuliahan ini adalah Prof Eimei Sato dari Graduate School of Agricultural Science, Tohoku University, dan Dr Fuminori Terada dari National Institute of Livestock and Grassland Science, Jepang. Tujuan perkuliahan, mengenalkan teknologi Jepang dalam mereduksi metana dari proses produksi peternakan/ternak dan kontribusinya untuk mencegah pemanasan global. Mahasiswa program sarjana ataupun pascasarjana (S2/S3), ataupun para dosen/peneliti yang tertarik, dapat mengikuti acara ini.
Jadwal perkuliahan selengkapnya adalah sebagai berikut: Kuliah 1, Kamis (13/3) bertajuk “Overview of global warming and animal industries” oleh Hisao Itabashi, dari Faculty of Applied Life Science, Nippon Veterinary and Life Science University; Kuliah 2, Jumat (14/3) bertajuk “Methane emission caused from Animal production in Japan” oleh Enishi Osamu, dari Livestock Research Team on Global Warming, National Institute of Livestock and Grassland Science. Kuliah 3, Kamis (20/3) bertajuk “The properties of rumen microorganism and their contribution to methane production” oleh Akio Takenaka, dari Molecular Nutrition Research Team, National Institute of Livestock and Grassland Science. Kuliah 4, Jumat (21/3) bertajuk “Greenhouse gas emissions produced by livestock manure Treatment” oleh Takashi OSADA Ph.D dari Hokkaido Research Subteam for Waste Recycling System, National Agricultural Research Center for Hokkaido Region. Kuliah 5, Kamis (27/3) bertajuk “Important role of Grassland in the Environment” oleh Masayuki Hojito, dari Integrated Grassland Fertility Management Research Subteam, National Institute of Livestock and Grassland Science; Kuliah 6, Jumat (28/3) bertajuk “Animal production based on resource recycling - The use of co-products as animal feed” oleh Tomoyuki Kawashima, Functional Feed Research Team, National Institute of Livestock and Grassland Science. [fat]

Produk Halal untuk Pasar Global
13 Maret 2008
Forum Kajian Islam Fakultas Teknologi Pertanian (Forkita) Universitas Brawijaya, Kamis (13/4), menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Halal Food For The Global Market”. Tujuan yang ingin dicapai di antaranya, memberikan wacana kehalalan pangan kepada mahasiswa dan masyarakat umum, memberikan motivasi kewirausahaan pangan halal, memperkenalkan produk dan potensi atau keunggulan produk halal dalam perdagangan bebas, serta mewujudkan sinergisitas antara MUI, pemerintah dan pengusaha pangan halal dalam menghadapi perdagangan bebas.
Selain seminar nasional, di gedung Widyaloka itu digelar pula pameran produk/bazar dan lomba poster pangan halal. Sasarannya adalah pelajar SMA/sederajat, mahasiswa, pengusaha, dan masyarakat umum. Diundang sebagai sebagai pembicara utama dalam seminar itu Prof Dr Ir Djoko Said Damardjati MS (Dirjen PPHP) dengan topik “Peran Pemerintah dalam Upaya Penegakan Regulasi Pangan Halal di Era Perdagangan Bebas”, Dr Tauhid Nur Azhar (Perwakilan MQ) dengan materi “Profil dan Etika Bisnis Pengusaha Pangan Halal” dan Prof Dr H Sugijanto Apt MS (Ketua LPPOM) Jawa Timur.
Pengertian Halal
Halal adalah sesuatu (makanan, minuman ataupun produk) yang memakan, meminum ataupun menggunakannya diperbolehkan menurut ajaran Islam. Demikian disampaikan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Departemen Pertanian Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. Djoko Said Damardjati MS, dalam seminar nasional yang bertajuk “Halal Food For The Global Market”. Lebih jauh, ia merinci berbagai regulasi yang memuat kehalalan suatu produk, yaitu UU No. 7/1996 tentang Pangan, UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dan UU No. 28/2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan.  Dalam kesempatan tersebut, Prof. Damardjati memaparkan materi bertajuk “Peran Pemerintah dalam Upaya Penegakan Regulasi Pangan Halal di Era Perdagangan Bebas”. Selain halalan thayyiban berdasar ajaran Islam, Prof. Damardjati juga menyampaikan berbagai regulasi internasional menyangkut pangan diantaranya World Declaration Nutrition (WDN) 1982 dan Codex Alimentarius Commision. Dalam WDN 1982 diantaranya, disebutkan bahwa “memperoleh makanan yang cukup, bergizi dan aman adalah hak setiap manusia”, sedangkan Codex menyatakan kriteria Aman “Safe dan layak “Suitable for Human Consumption”. Halalan Thayyiban sendiri, menurut Prof. Damardjati mensyaratkan agar pangan/produk untuk memenuhi berbagai kriteria yaitu aman dari bahaya biologi, aman dari residu bahan kimia dan fisik berbahaya, aman dalam komposisi gizi dan bahaya pemalsuan serta aman dalam kaidah agama/halal.
Kajian Halal di Berbagai Negara
“Sertifikat halal adalah fatwa tertulis MUI yang menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syariat islam dan merupakan syarat untuk mencantumkan label halal”, ujar Prof. Damardjati. “Kehalalan harus dinyatakan oleh lembaga yang berwenang dalam penetapan syariat Islam, dan sesuai kesepakatan yaitu MUI”, tambahnya. Terkait hal ini, secara khusus ia menyarankan kepada seluruh produsen untuk mempersiapkan suatu sistem penjaminan halal. Selain MUI di Indonesia, beberapa lembaga di negara lain yang mengkaji masalah kehalalan adalah Halal Science Center Thailand, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia, Majelis Agama Islam Singapura, New Zealand Islamic Meat Management/New Zealand Islamic Processed Food Management di New Zealand dan LPPOM MUI di Indonesia.
Urgensi Pangan Halal
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua LPPOM MUI Jawa Timur, Prof Dr H Sugijanto Apt MS. Ia menyampaikan “Urgensi Pangan Halal dalam Kehidupan Sehari-hari”. Menurutnya, halal merupakan masalah fundamental bagi konsumen Muslim. Sebagai lawan dari halal, ia menyebutkan term haram yaitu segala yang tidak diperbolehkan oleh syari’at islam. Lebih lanjut, ia mengurai berbagai bahan yang diharamkan Al Qur’an yaitu bangkai, darah, daging babi, sembelihan atas nama selain Allah serta sembelihan untuk berhala (QS Al. Baqarah: 173 dan QS Al Ma’idah: 3), khomr/minuman keras (QS Al Ma’idah: 90), sesuatu yang membahayakan serta segala yang menjijikkan dan kotor. Sementara segala yang diharamkan berdasar hadits adalah bagian yang dipotong dari binatang yang hidup, binatang buas yang bertaring, burung buas yang bercakar, jallalah, yang diperintah membunuh dan yang dilarang membunuh. Sementara berbagai hal yang diharamkan karena faktor eksternal adalah hasil kejahatan, konsumsi berlebihan, dan segala yang bercampur dengan bahan haram dan najis. LPPOM MUI sendiri menetapkan SAUH (Sehat, Aman, Utuh dan Halal) untuk makanan yang beredar di Indonesia yang mayoritas Muslim.
Membuka acara ini, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian, Prof Dr Ir Harijono MAppSc, menyatakan bahwa melalui acara ini diharapkan dapat disebarluaskan berbagai seluk beluk produk halal kepada mahasiswa dan pengusaha kecil. “Terkadang kaum Muslim itu tidak kritis dengan berbagai produk yang dikonsumsinya dan mengasumsikan semua produk yang beredar di sekitar kita itu halal”, ujarnya menangkap fenomena di masyarakat. Melalui acara ini pula, ia membidik komunitas masyarakat yang belum tahu benar tentang halal sehingga menjadi terinformasi dan benar-benar tahu. “Dari sisi keilmuan, kajian sertifikasi halal penting untuk memperkenalkan produk-produk halal ke komunitas global”, tambahnya. Sebagai tindak lanjut dari acara ini, Forum Kajian Islam Fakultas Teknologi Pertanian (Forkita), seperti disampaikan ketuanya, Ahmad Zaky Syarif (mahasiswa Teknik Pertanian angkatan 2004), akan mengupayakan pembinaan khusus kepada PKL melalui pelatihan auditor bagi siapapun yang berminat, dosen maupun mahasiswa. Selain seminar nasional, berbagai rangkaian acara yang mengiringi kegiatan ini diantaranya lomba poster produk halal, pameran produk (Susu Anlene sebagai sponsor) serta presentasi Lagzis.(nok).

Syamsulbahri Divonis Bebas
13/03/2008 14:35 WIB
Pengadilan Negeri (PN) Malang memutuskan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) terpilih, Syamsulbahri, tidak bersalah atas dakwaan kasus korupsi Kawasan Industri Gula Milik masyarakat (Kigumas).
Ketua majelis hakim Hanifah Hidayat Noor dalam persidangan menyatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak bisa membuktikan adanya kerugian negara yang ditimbulkan atas perkara ini.
"Pengerjaan pembangunan  Kigumas terbukti adanya dengan kata lain tidak ada pekerjaan fiktif," kata Hanifah, Kamis (13/3/2008).
Dia menyebutkan perjanjian kerjasama antara  Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Unibraw yang diketuai Syamsulbahri sah. Sehingga, pembayaran atas jasa konsultan merupakan haknya dan tidak ditemukan adanya perbuatan yang menguntungkan diri sendiri atau korporasi.
Dengan keputusan PN Malang ini, Syamsulbahri dinyatakan bebas atas segala dakwaannya termasuk status Syamsulbahri sebagai tahanan kota.
Hanifah juga menyebutkan atas keputusan ini maka nama baik Syamsulbahri harus direhabilitasi. "Memerintahkan terdakwa dibebaskan dari tahanan kota serta memulihkan kedudukan dan hak terdakwa," jelasnya.
Syamsulbahri langsung sujud syukur setelah mendengar keputusan majelis hakim membebaskannya dari segala dakwaan. Guru besar Unibraw ini  langsung mendapatkan pelukan dan ciuman dari rekan sejawatnya di Unibraw.
Tangis haru keluarga Syamsulbahri langsung memecah keheningan ruang sidang. Syamsulbahri hadir di ruang sidang dengan pakaian batik warna hijau serta mengenakan peci hitam.
Mengenai statusnya di KPU menyusul keputusan bebasnya, Syamsulbahri menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden dan DPR sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
"Alhamdulillah puji syukur berkat dukungan dan doa teman-teman semuanya, terimakasih. Saya menyerahkan sepenuhnya kepada yang berwenang dan saya akan menjalankan amanah tugas-tugas negara yang diserahkan kepada saya," tutur Syamsulbahri.
Sedangkan  ketua JPU Abdul Qohar menyatakan pikir-pikir atas keputusan majelis hakim yang membebaskan Syamsulbahri. "Pokoknya pikir-pikir dululah, kita punya kesempatan 14 hari untuk banding," tegasnya.
Sebelumnya, JPU dalam tuntutannya menuntut Syamsulbahri hukuman penjara 2 tahun potong masa penahanan, denda Rp 50 juta dan uang pengganti Rp 489 juta. Syamsul tengah menjalani penahanan selama 40 hari dalam perkara ini. [bdh/nrl]
Eko Widianto - detikcom
http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/13/time/143517/idnews/907943/idkanal/10

Mahasiswa FP Meneliti Konversi Hutan di Medan
13 Maret 2008
Empat orang mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, selama sebulan ke depan (13/3 hingga 15/4) melakukan penelitian di Kebun Kelapa Sawit Gunung Melayu, Medan, Sumatera Utara. Penelitian mereka -- Marcellinus, Dosman, Andhika, dan Slamet Sihotang, masing-masing 3 orang dari Jurusan Budidaya Pertanian, dan seorang dari Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan -- bertujuan untuk mengetahui pengaruh konversi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit terhadap keragaman hayati, seperti gulma vegetasi tanaman hutan dan serangga yang ada.
Kepada PRASETYA Online, Ketua Badan Penelitian Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama (BPPK) FP Unibraw, Dr Ir Sudiarso MS menginformasikan, keberangkatan mereka seluruhnya dibiayai ASIAN AGRI. Ditandaskan, penelitian ini merupakan perwujudan kerjasama tahap kedua. Sebelumnya, ASIAN AGRI telah memberikan beasiswa kepada Ir Affifudin Latief staf pengajar FP Unibraw untuk studi lanjut di Prancis selama 3 tahun, mendalami bidang agroekologi. Yang bersangkutan telah berangkat awal Februari 2008 silam. [sas]

Talk Show: Get Ready To Work
13 Maret 2008
Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (EM FE) Universitas Brawijaya menggelar Talk Show bertajuk “Get Ready To Work”, di Gedung PPI, hari Kamis (13/3). Diikuti oleh sebagian besar mahasiswa Fakultas Ekonomi, acara ini menampilkan beberapa pemateri, antara lain Bagus SDF SPsi dari Human Resources Department PT Coca Cola Bottling Indonesia, Tromol Sihotong dari HR Representative Head Bank Danamon Jatim, serta Ketua Ikatan Alumni, Muslich Ramelan. Selain itu, ada pula trainer dari John Robert Powers Indonesia, Christiana Sahertian.
Menurut Wakil Ketua Pelaksana, Aulia Kurniadewi, mahasiswa Jurusan Akuntansi angkatan 2006, acara ini dilatarbelakangi oleh keinginan agar mahasiswa memahami tata cara kerja serta pelbagai kemampuan yang diperlukan oleh perusahaan. Bukan hanya kemampuan akademik semata, melainkan juga soft skill tak kalah penting untuk diperhatikan. Banyak persiapan yang diperlukan dalam menyongsong dunia kerja, di antaranya tes sewaktu wawancara, menyusun lamaran kerja, serta pelbagai kemampuan lainnya. Melalui talk show ini, akan dipaparkan bagaimana persiapan yang perlu dilakukan dalam menyongsong dunia kerja.
Nara sumber ini membawakan materi, antara lain tentang Membangun Sikap Profesional dalam Menjawab Dunia Kerja, Persiapan Wawancara dan Cara Menulis Surat Lamaran Kerja, serta Menyongsong Dunia Kerja. Sedangkan, trainer dari Joh Robert Powers membawakan materi tentang Communicative Effective yang berhubungan dengan pelbagai bentuk komunikasi yang diperlukan dalam menjalin relasi dengan orang banyak. Komunikasi seperti ini tentunya juga akan sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti materi hingga acara berakhir. [bhm]

Demo Front Mahasiswa Nasional
13 Maret 2008
Tugu di bundaran depan Rektorat Universitas Brawijaya, memang belum diresmikan. Kamis pagi (13/3), tugu itu menjadi tempat berunjuk rasa beberapa orang mahasiswa. Mereka menamakan diri Front Mahasiswa Nasional (FMN), melakukan aksi mengkritisi kebijakan Rektor. Diawali dari tugu, mereka berkeliling kampus menyuarakan aspirasinya di hadapan para mahasiswa. Aksi mereka akhiri di teras Rektorat dalam suasana hujan lebat.
Ada beberapa hal yang mereka sampaikan. Semuanya berupa penolakan. Penolakan terhadap entrepreneurial university, penolakan terhadap SPP proporsional, penolakan terhadap penghapusan program diploma, penolakan terhadap penerapan sistem parkir berlangganan, dan penolakan Rancangan Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP).
Koordinator FMN, Triana Kusumasari, mahasiswa Jurusan Agronomi angkatan 2004, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan Rektor yang dinilai tidak memihak mahasiswa. Pelbagai kebijakan kontroversial yang timbul menyebabkan nasib mahasiswa makin terombang-ambing. Mahasiswa dihadapkan dengan berbagai ancaman akademis melalui sistem perkuliahan dan presensi yang sangat ketat, kenaikan SPP yang semakin melambung tinggi tiap tahunnya, rencana penutupan program diploma, pungutan uang parkir berlangganan sebagai bagian biaya herregistrasi tiap semester, serta masalah SPP Proporsional. Kebijakan tentang Entrepreneurial University, mereka anggap sebagai bentuk komersialisasi pendidikan. Banyak aset-aset yang nantinya akan dijual demi hal tersebut. “Dampaknya juga akan mengarah pada mahasiswa. Lagi-lagi mahasiswa yang diberatkan. Biaya tinggi dibebankan pada mahasiswa”, katanya keras. Ia juga menilai kebijakan Rektor terlampau sepihak, karena mahasiswa tidak dilibatkan sama sekali. Ia menginginkan transparansi terkait kebijakan yang diberlakukan. “Peran FMN di sini ialah sebagai penyalur aspirasi mahasiswa,” paparnya lagi. Seharusnya Rektor sekarang memikirkan juga soal biaya murah serta pendidikan gratis. Selain itu, ia memberikan ilustrasi mengenai anggaran negara untuk pendidikan yang awalnya 20%, kemudian mengerucut menjadi 12,1%, bahkan hanya 9,7%. “Melalui pengesahan Unibraw menjadi BHPMN, maka akan menjadi pengesahan biaya mahal untuk mahasiswa. Oleh sebab itu, kebijakan Rektor tidak relevan bagi mahasiswa.”
Sayang, tak satupun pejabat Rektorat yang datang menemui para pengunjuk rasa. Bahkan, di tengah aksi itu Rektor Prof Yogi Sugito dengan santai lewat di samping mereka tanpa mereka ketahui. [bhm]

Lokasi Hotspot Internet di Unibraw
12 Maret 2008
Unit Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi (UPPTI) Universitas Brawijaya, Rabu (12/3), mengumumkan daftar lokasi hotspot di dalam Kampus Universitas Brawijaya. Fasilitas hotspot memungkinkan pengguna dapat mengakses internet tanpa melalui kabel (wireless). Dalam daftar itu tercantum paling tidak 9 lokasi di seputar gedung Rektorat yang menyediakan fasilitas tersebut hingga saat ini.
Lokasi-lokasi tersebut adalah: Gedung Rektorat (kecuali Lantai I dan III), Gedung Rektorat Lama, Gedung Kuliah Fakultas Hukum (Lantai I dan II), Gedung Widyaloka (Lantai II), Gedung PPI, Gedung Perpustakaan Pusat, Gedung Kuliah Bersama, Lobi Gedung PPI, dan Lobi Perpustakaan Pusat. Untuk dua lokasi terakhir (Lobi PPI dan Lobi Perpustakaan Pusat) fasilitas disediakan atas bantuan PT Telkom dengan menggunakan koneksi Speedy.
"Ini adalah lokasi tambahan dari fasilitas yang sudah disediakan UPPTI Unibraw sebelum ini, dan belum terhitung fasilitas serupa yang disediakan oleh fakultas-fakultas yang tersebar di seluruh pelosok kampus", tutur Prof Dr Ir Abdul Latief Abadi MS, Direktur UPPTI Unibraw kepada PRASETYA Online. [Far]

Lomba Penerjemahan Bahasa Perancis
12 Maret 2008
Program Diploma III Bahasa Perancis dari Program Bahasa dan Sastra (Bastra) Universitas Brawijaya menyelenggarakan Lomba Penerjemahan Teks Bahasa Perancis Nasional bagi siswa-siswi SMU. Kesempatan itu diisi pula dengan presentasi tentang Program Bastra Unibraw dan “Kiat-kiat Belajar Bahasa Perancis yang Baik”. Dengan tujuan mempromosikan D-III Bahasa Perancis, acara ini dibuka oleh Ketua Program Bastra Dra Sri Endah Tabiati MEd, Rabu (12/3).
Dalam lomba itu, para peserta diwajibkan menerjemahkan teks singkat bahasa Perancis ke dalam bahasa Indonesia. Pada proses seleksi, mereka menerjemahkan topik tentang kesehatan yang dikirimkan oleh panitia ke sekolah-sekolah pada 4 Februari 2008. Setiap sekolah hanya boleh mengirimkan tiga orang wakilnya sebagai peserta. Dari 21 SMU yang dikirimi teks lomba, hanya 11 sekolah saja yang berpartisipasi, yakni SMAN 1 Malang, SMAN 4 Malang, SMAN 5 Malang, SMAN 6 Malang, SMAN 1 Pandaan, SMA Shalahuddin, MAN Temanggung, SMAN 1 Temanggung, SMA 1 Bae Kudus, SMA 2 Semarang, dan SMA 9 Manado. Dari sebelas sekolah selanjutnya dipilih delapan finalis yang harus mengikuti tahap penentuan di Prodi Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya.
Pada tahap ini para finalis diwajibkan menerjemahkan kartu liburan berbahasa Perancis ke dalam bahasa Indonesia secara langsung di hadapan para dewan juri.
Berdasarkan penilaian yang dilakukan dewan juri yang terdiri dari Ika Nurhayani MHum dan Eni Sugiharyanti MHum, M Soufie Ukhtary dari SMAN 1 Malang berhak keluar sebagai juara pertama. Sementara juara kedua dan ketiga berhasil diraih oleh masing-masing Indah Lestari dari SMAN 6 Malang dan Athiun Nasihatun dari MAN Temanggung. Penilaian didasarkan atas pemilihan kata (diksi), sampainya informasi dari teks asli ke teks terjemahan, serta penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. [nik]

Mahasiswa FMIPA Ikut Global Exchange AIESEC di Norwegia
12 Maret 2008
Mahasiswa Ilmu Komputer FMIPA Universitas Brawijaya angkatan 2003, Anissa Nurina Putri, mengikuti program Global Exchange yang diadakan oleh AIESEC (Association internationale des étudiants en sciences économiques et commerciales). Pertukaran global kali ini dalam bentuk magang di perusahaan piranti lunak (software) terkemuka, Opera, yang berlokasi di Oslo, Norwegia.
Dengan total periode 12 bulan, mulai 10 Maret 2008, Annisa Nurina Putri mengikuti program magang sebagai tim pemasaran (marketing team) Opera, dan bertanggung jawab terhadap proses penelitian dan pemasaran Opera di berbagai channel yang ada di Indonesia. Selama mengikuti kegiatan tersebut, seluruh kebutuhan konsumsi, akomodasi dan transportasi perempuan kelahiran Malang, 23 tahun silam ini ditanggung oleh perusahaan tempatnya magang senilai 21.000 Norwegian krone (NOK) per bulan sebelum kena pajak. Selama melaksanakan program tersebut, Putri dilarang bekerja di tempat lain, dan harus menjalankan kewajiban sepenuhnya di tempat ia magang. [nok]

Bedah Film Mahasiswa PIS
11 Maret 2008
Himpunan Mahasiswa Komunikasi (Himanika) Program Ilmu Sosial (PIS) Universitas Brawijaya, Selasa (11/3), menggelar acara Bedah Film Dokumenter di Gedung Kuliah Bersama. Acara yang bertajuk "Membudayakan Akademik" ini merupakan rangkaian peringatan Dies Natalis ke-4 PIS Unibraw. Diikuti oleh mahasiswa PIS sendiri, acara ini dihadiri juga para praktisi broadcasting. Film dokumenter yang ditayangkan bertajuk "Gubuk Reot di Atas Minyak Internasional", karya Tedika Puri Amanda dan Kukuh Martha Afni. Film ini sempat menjadi nominator Eagle Award 2007 dari Metro TV. Sebagai pemateri adalah Kine Club Universitas Muhammadiyah Malang. Sedangkan sebagai pembanding tampil Bambang Semedi SE staf pengajar PIS Unibraw.
Film ini sendiri bercerita tentang kehidupan masyarakat Desa Wonocolo, Cepu, Jawa Tengah. Meskipun terdapat pengelelolaan sumber daya alam di desa tersebut, namun eksploitasi gagal memberikan nilai tambah bagi kehidupan warga. Adalah Paneman, guru sukarela pada sebuah Sekolah Dasar Wonocolo II. Selain sebagai guru, ia juga terlibat dalam pengolahan dan distribusi pertambangan minyak tradisional. Paneman mengajak wali murid yang juga penambang untuk ikut terlibat dalam peningkatan pendidikan di Sekolah Dasar Wonocolo II.
Kepada PRASETYA Online, Ketua Panitia Dies Natalis PIS, Ahmad Imron SE MSi menjelaskan tujuan acara bedah film dokumenter ini. Selain memberikan pemahaman kepada mahasiswa dalam belajar membidik melalui kamera, juga untuk menginspirasi mereka agar menghasilkan suatu karya. Acara ini juga lebih menekankan pada aspek peningkatan soft skill, bukan hanya melulu aspek akademik. "Diharapkan para mahasiswa juga lebih peka dalam mengenal pelbagai fenomena lingkungan yang terjadi," tuturnya.
Selain acara sore itu, dalam rangka peringatan Dies Natalis PIS Unibraw, juga digelar acara sarasehan dan talk show internal, Bedah Kreasi Hasil Karya Ilmiah, Rabu (5/3), serta unjuk kesenian yang menampilkan pelbagai acara hiburan, seperti dance serta band yang diselenggarakan Sabtu (15/3). [bhm]

Penyerahan Beasiswa PT Taspen
11 Maret 2008
Sebanyak 37 orang mahasiswa Universitas Brawijaya menerima beasiswa dari PT Taspen Persero. Secara simbolik penterahan dilakukan di Lantai VIII Gedung Rektorat, Selasa (11/3), dengan penandatanganan berita acara. Pihak PT Taspen diwakili oleh Kepala Cabang Malang Drs Indra, sedangkan Universitas Brawijaya oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito.
Dalam sambutannya, Rektor mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan PT Taspen berupa beasiswa, yang diharapkan mampu mendukung kelangsungan proses belajar mengajar (PBM). Sementara itu, Drs Indra menyatakan penyerahan beasiswa ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara Direksi PT Taspen dengan Universitas Brawijaya setahun silam. Program beasiswa, menurut Indra, merupakan salah satu wujud kepedulian korporasi terhadap dunia pendidikan. Selain Unibraw,  perguruan tinggi lain yang mendapatkan program ini adalah Universitas Indonesia dan Universitas Diponegoro Semarang. "Program beasiswa merupakan pengembangan program bina lingkungan kami, untuk membantu proses PBM", ujar Indra. Pria alumni Universitas Airlangga ini pun menjelaskan program bina lingkungan yang lain. Di antaranya, pemberian pinjaman murah kepada pengusaha kecil. "Kami telah memberikan pinjaman murah senilai Rp 2 milyar kepada 190 pengusaha kecil di sekitar Malang", kata dia. Seperti halnya program beasiswa yang diberikan hanya kepada putera/puteri PNS, bantuan ini diberikan pula kepada pensiunan yang berminat menjadi pengusaha, ataupun PNS yang masih aktif.
Beasiswa yang diberikan masing-masing sebesar Rp 200 ribu per bulan selama 1 tahun, dan akan dilakukan evaluasi setiap semester. Salah seorang penerima beasiswa, Andri Winarko, mengaku telah mengajukan beasiswa ini satu setengah tahun yang lalu. Mahasiswa Fakultas Peternakan angkatan 2004 ini mengatakan, beasiswa itu akan dimanfaatkan untuk penelitiannya yang berjudul "Induksi Kebuntingan Anak Kembar Ngurah Metode Flushing pada Sapi PO". Putera PNS di lingkungan Bulog Malang ini menyarankan, agar pada periode berikutnya beasiswa dapat diperluas bagi putera/puteri non PNS juga. Dalam program beasiswa kali ini, jumlah mahasiswa Fakultas Peternakan peraih beasiswa ini tertinggi se-Universitas Brawijaya, yaitu mencapai 10 orang. [nok].

Seminar dan Pelatihan HACCP
10 Maret 2008
Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himalogista) Universitas Brawijaya menggelar Seminar dan Pelatihan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point). Seminar dan pelatihan bagi mahasiswa maupun praktisi industri ini diadakan selama 3 hari, Senin (10/3) hingga Rabu (12/3), di Gedung Widyaloka. Narasumber yang hadir, yakni Suratmono, Kasubdit Survelian dan Penanggulangan Keamanan Pangan Badan POM; Pratiwi Juniarsih, Plan Director PT Amerta Indah Otsuka; Ahmad Wahyudi, Factory Hygienist PT Nestle Kejayan Indonesia, serta Tri Wahono, akademisi Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Unibraw. Bertajuk “Meningkatkan Standar Keamanan Produk Pangan di Indonesia Melalui Pelatihan HACCP yang Mengadopsi Pola Standar Codex Alimentarius”, acara ini mengulas tentang seluk beluk pengendalian titik kritis pada industri pangan sekaligus juga diadakan pelatihan bagaimana mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh melalui pengembangan studi kasus tertentu.
Hari pertama, diagendakan hadir dua pemateri, yakni Suratmono dari Badan POM, serta Ir Tri Wahono staf pengajar THP Unibraw. Sementara itu, dua pemateri lain menyusul pada hari berikutnya.
Hari terakhir, baru diadakan pelatihan mengenai studi kasus yang harus dipecahkan oleh peserta secara berkelompok. Dalam kesempatan tersebut, Suratmono membahas tentang standar keamanan pangan beserta dengan problema utamanya. Beberapa masalah yang ada, antara lain pencemaran mikroba karena rendahnya kondisi higienitas dan sanitasi, pencemaran kimia karena kondisi lingkungan yang kotor, penyalahgunaan bahan berbahaya yang dilarang untuk pangan, penggunaan Bahan Tambahan Pangan melebihi batas maksimal yang diijinkan, serta produk pangan dalam kemasan eceran yang tidak terdaftar.
Sedangkan Tri Wahono menguraikan tentang pentingnya HACCP diaplikasikan dalam industri pangan. Dijelaskannya, HACCP merupakan suatu metode untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, serta mengendalikan bahaya yang penting bagi keamanan pangan. Alasan diterapkannya HACCP ini, antara lain masih lemahnya metode yang digunakan selama ini, yakni teknik sampling, tidak mungkin dilakukan inspeksi seratus persen tanpa merusak bahan, lamanya waktu tunggu inspeksi, serta meminimalisir kecacatan pada produk akhir.
Menurut koordinator acara, Yongki Kastanya, mahasiswa THP angkatan 2005, acara ini dilatarbelakangi keinginan untuk memberikan pemahaman pada mahasiswa maupun praktisi industri akan pentingnya HACCP diterapkan dalam suatu industri. Melalui pelatihan ini, diharapkan mereka akan lebih memahami titik-titik kritis yang perlu dikendalikan dalam pengolahan produk pangan pada suatu industri. [bhm]

Unibraw 4 Besar Perolehan Dana PKM 2008
10 Maret 2008
Untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2008, Universitas Brawijaya memperoleh dana sebesar Rp 726 juta. Dana dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) itu lebih banyak bila dibandingkan dengan yang diterima tahun lalu (Rp 425 juta). Dari 30 perguruan tinggi yang mengirimkan proposal PKM, Universitas Brawijaya menempati peringkat keempat (135 judul), setelah Institut Pertanian Bogor (257 judul), Universitas Negeri Semarang (228 judul) dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (187 judul).
Sementara untuk wilayah Jawa Timur, Universitas Brawijaya menduduki peringkat pertama. Menyusul kemudian Universitas Negeri Malang (107 judul), ITS (92 judul), dan Universitas Muhammadiyah Malang (69 judul). Demikian ungkap Drs Rudjito, Kepala Sub Bagian Minat dan Penalaran, Bagian Kemahasiswaan, Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Brawijaya kepada PRASETYA Online belum lama ini.
Tahun ini, Universitas Brawijaya mengajukan 300 judul PKM. Terdiri dari 129 judul bidang PKMP, 46 judul bidang PKMT, 60 judul bidang PKMK dan 65 judul bidang PKMM. Dari 135 judul yang disetujui Dikti, 32 judul  berasal dari PKMP, 32 judul untuk PKMT, 38 judul untuk PKMK dan 33 judul untuk PKMM. Proposal itu berasal dari semua fakultas dan program studi yang ada, kecuali Program Bahasa dan Sastra.
Judul PKM terbanyak dikirimkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian sejumlah 66 judul, terbesar kedua oleh Fakultas MIPA sebanyak 48 judul dan terbesar ketiga dikirimkan oleh Fakultas Teknik sebanyak 41 judul. Sementara judul PKM yang diterima terbanyak berasal dari Fakultas Teknologi Pertanian (34 judul), terbanyak kedua dari Fakultas Teknik (22 judul) dan terbanyak ketiga dari Fakultas Pertanian (20 judul).
Empat jenis kegiatan dalam Program Kreativitas Mahasiswa, yaitu: PKM Penelitian (PKMP) yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk berkreasi atau berinovasi melalui penelitian sesuai dengan bidang ilmu masing-masing, baik dalam bentuk mono maupun multi disiplin. PKM Penerapan Teknologi (PKMT) bagi mahasiswa yang ingin berkreasi atau berinovasi melalui penciptaan jasa seperti pembukuan, pemasaran, penataan ruang produksi dan sebagainya atau karya teknologi seperti peralatan, prototipe, model, proses dan sebagainya yang diperlukan oleh kelompok masyarakat produktif, kelom-pok usaha tani, industri kecil, maupun pedagang kecil sesui dengan bidang ilmu masing-masing baik dalam bentuk mono-maupun multi disiplin. PKM Kewirausahaan (PKMK) bagi mahasiswa yang mau berkreasi atau berinovasi melalui penciptaan ketrampilan berwirausaha dan berorientasi pada profit. Serta PKM Pengabdian pada Masyarakat (PKMM) bagi mahasiswa yang ingin berkreasi melalui kegiatan peningkatan kecerdasan, keterampilan, pengetahuan masyarakat, peningkatan kualitas lingkungan hidup, maupun pengembangan kelembagaan masyarakat. Ajang PKM memberi peluang mahasiswa untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap tanggung jawab, membangun kerjasama tim, maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu masing-masing.
Berikut adalah beberapa dari judul PKM yang diterima: “Potensi Usaha Roti Bakar Ampas Tahu Aneka Rasa” karya Zahlatul Malihah, Dewi Puspitasari danMuhimmatul Ulya dari Fakultas Pertanian untuk PKMK. “Peningkatan Gizi Masyarakat Melalui Media L-Men (Ludruk Mentoring) dan Optimalisasi Lahan Pekarangan di Desa Kalipare Kabupaten Malang” oleh Wahyudi Prasetyo, Rifki Hermawan, dan M Hanafi Eka dri Fakultas Hukum oleh PKMM. “Sensor Formiat untuk Mendeteksi Formalin dalam Makanan” oleh Kurnia Kumala Dewi, Anang Romi Mutakin dan Dadan Sutrisno dari Fakultas MIPA untuk PKMP, dan “Kalkulator untuk Tuna Netra” karya Daniel Daulat, Mohammad Farianto dan IG Jarot SW dari Fakultas Teknik untuk PKMT. [nik]

Ujian Disertasi Ir Pratikto MMT
10 Maret 2008
Program Doktor Teknologi Kedokteran Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Senin (10/3), menggelar ujian akhir disertasi Ir Pratikto MMT, dosen Fakultas Teknik Unibraw. Dalam ujian terbuka tersebut, Pratikto membawakan disertasi berjudul "Pengaruh Perubahan Hemodinamik akibat Perlakuan Ex-Vivo terhadap Karakteristik Tekanan Sistole maupun Tekanan Diastole". Dalam ujian ini, Prof dr M Aris Widodo MS SpFK PhD bertindak sebagai promotor, Prof Dr Djanggan Sargowo dr SpPD SpJK(K) FIHA FACC dan Prof Ir ING Wardhana Meng PhD bertindak sebagai kopromotor. Sedangkan penguji terdiri dari Dr Ir Rudy Soenoko MEngSc, Prof Dr dr Edi Widjajanto MS SpPK, Ir Nursubyakto MASc PhD, dan dan Dr-Ing Ir I Made Londen Batan MEng (ITS). Sidang ujian dipimpin oleh Direktur Program Pascasarjana.
Dalam disertasinya, Pratikto sengaja menyoroti perubahan hemodinamika yang mempengaruhi kondisi pembuluh darah. Hemodinamika dapat mengakibatkan terjadinya kontriksi atau dilatasi otot polos pembuluh darah. Akibatnya, akan terjadi perubahan tekanan darah, meningkat atau menurun. Perubahan hemodinamik selain oleh faktor endogen, diduga juga dipengaruhi oleh perubahan eksogen pada pembuluh darah, misal pembuntuan, penekanan ataupun mengubah aliran darah sementara seperti pada massage. Timbul pertanyaan, apakah akibat perlakuan eksogen pada pembuluh darah dengan melakukan penekanan untuk mempengaruhi pola aliran darah akan menyebabkan perubahan tekanan darah? Untuk menjawab pertanyaan itu, perlu direncanakan peralatan yang dapat menekan dan mengubah pola aliran darah serta menentukan kedalaman tekanan yang diatur secara mekanik dan pemutaran yang dikontrol secara elektris. Penekanan dengan alat tersebut dilakukan pada berbagai tempat di otot lengan bawah kanan dan kiri, betis kanan dan paha kanan belakang.
Perubahan tekanan darah dan denyut nadi dicatat dengan peralatan gold standard yang lazim digunakan, tetapi dalam penelitian ini digunakan Blood Pressure Monitor Digital yang sudah dikalibrasi dengan sphygmomanometer air raksa.
Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental nyata, untuk mengetahui pengaruh perlakuan ex-vivo terhadap manusia, berkaitan dengan perubahan tekanan darah baik systole maupun diastole. Perlakuan yang diterapkan pada permukaan kulit diharapkan dapat mengubah pola aliran darah. Masalah tekanan darah tidak lepas dari pengaruh kondisi pembuluh darah, di mana NO (Nitric Oxide) mempunyai pengaruh sangat besar untuk membuat pembuluh darah bisa melakukan dilatasi. Nitric Oxide diproduksi di dalam endotel pembuluh oleh L-arginine synthase. Perlakuan yang dilakukan diharapkan dapat mengubah pola aliran darah yang dapat berakibat pula pada proses mekanisme terjadinya nitric oxide dalam plasma darah.
Untuk melakukan perlakuan secara ex-vivo pada manusia yang berkaitan dengan hemodinamika, maka dirancang suatu peralatan yang dapat digunakan untuk mempengaruhi hemodinamika (aliran darah) sehingga akan terjadi perubahan aliran darah di dalam pembuluh darah. Volume darah merupakan faktor penting pada sistem pengendalian tekanan darah dimana volume darah sangat berkaitan dengan aliran darah (hemodinamik) yang berada di dalam pembuluh darah (vaskular). Jadi, didalam pelaksanaan perlakuan disesuaikan dengan denyut jantung normal adalah 71 kali per menit, dalam hal ini diambil 70 kali per menit. Jadi di samping peralatan pengayuh, diperlukan juga peralatan yang berfungsi untuk mengatur putaran serta alat pencatat jumlah putaran per menit dalam hal ini digital tachometer.
Disertasi Pratikto menyimpulkan beberapa hal. Perlakuan ex-vivo yang dilakukan pada lengan kiri pada daerah luasan yang sempit ternyata dapat menurunkan tekanan darah systole dan diastole. Penurunan kadar NO di dalam plasma darah juga menunjukkan bahwa perlakuan ex-vivo mengubah perilaku hemodinamik. Ada dua kemungkinan mekanisme “mechano transduction” yang menghubungkan antara perlakuan ex-vivo dan perubahan tekanan systole dan diastole, yakni perlakuan ex-vivo direspon oleh baroreseptor diteruskan ke pusat saraf sehingga mempengaruhi denyut jantung (walaupun ini tidak signifikan secara statistik) dan mengubah perilaku hemodinamik yang mengendalikan systole dan diastole.
Dalam yudisium, Pratikto dinyatakan lulus, sehingga berhak menyandang gelar doktor dalam teknologi kedokteran dengan predikat memuaskan, dengan masa studi 5 tahun 7 bulan.
Dr Ir Pratikto MMT (61 tahun), lelaki kelahiran Malang 10/11/1946, sarjana teknik mesin Unibraw, magister manajemen teknologi dari Pascasarjana ITS (2001), lektor kepala pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unibraw dengan pangkat Pembina Utama Muda, golongan IV/c, pernah ikut dalam Proyek Bengawan Solo (1978-1980), Pendidikan tambahan atau kursus yang [ernah diikutinya, antara lain training peralatan laboratorium di UGM, kursus Pump Technology di ITB, Training Hydraulic and Pneumatic di Training Center H&P Singapura, lokakarya Finite Elemen di UGM, serta Teaching Improvement Workshop di Unibraw (Dikti). [bhm]

Tim Penyusun Proposal Badan Layanan Umum (BLU) Unibraw
10 Maret 2008
Sambil menunggu disahkannya UU BHPMN (badan hukum pendidikan milik negara), Universitas Brawijaya membidik BLU (badan layanan umum) sebagai sasaran antara. Untuk itu Rektor membentuk tim penyusun proposal Badan Layanan Umum (BLU). Dengan keputusan nomor 059/SK/2008 tanggal 4 Maret 2008, ditetapkan sebagai ketua tim penyusun, Prof Dr Sutiman Bambang Sumitro SU. Sedangkan sebagai sekretaris Prof Dr Ir Abdul Latief Abadi MS, dan anggota terdiri dari Dr Ir Agus Tjahyono MS, Abdul Ghofar SE Ak MSi, serta Dr Bambang Purnomosidi SE MM Ak.
Pemilihan status BLU ini dimaksudkan agar pengelolaan keuangan Universitas Brawijaya dapat dilakukan secara fleksibel, efektif, efisien, dan akuntabel. Selain membentuk tim, keputusan ini juga menugaskan para anggota tim untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai bidangnya dan melaporkan hasil pelaksanaannya kepada Rektor. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya. [bhm]

Pengukuhan Pengurus Takmir Masjid Kampus Raden Patah
10 Maret 2008
Rektor Prof Yogi Sugito dengan Keputusan nomor 060/SK/2008 tanggal 4 Maret 2008 mengukuhkan Kepengurusan Takmir Masjid Kampus Raden Patah Universitas Brawijaya periode 2008-2013. Keputusan tersebut, mencabut Keputusan nomor 037/SK/2002 tanggal 9 April 2002 tentang kepengurusan takmir sebelumnya. Selain mengukuhkan pengurus baru, keputusan itu sekaligus menetapkan uraian tugas Takmir periode 2008-2013.
Dalam surat keputusan Rektor itu ditetapkan Drs Sam’un Makmur (PPA) sebagai ketua umum. Sementara ketua I dijabat oleh Prof Dr Ir Suyadi (Fakultas Peternakan), ketua II oleh Dr Mujibur Rahman Khoirul Muluk (Fakultas Ilmu Administrasi). Sedangkan, posisi Sekretaris Umum dijabat oleh Dr Unti Ludigdo MS (Fakultas Ekonomi), Sekretaris I M Subky Hasby MAg (PPA) dan Sekretaris II Drs Syarif Utomo MM (FMIPA); Bendahara Ir Ali Mustohar MM (KP), Pembantu Bendahara Drs Kastolani MM (FE) dan Suhadi (PPA).
Dalam kepengurusan ini ada dua bidang, yakni Bidang Pelayanan Umat, dan Bidang Kerumahtanggaan. Untuk Bidang Pelayanan Umat, Koordinator Peribadatan Anggota dijabat oleh Drs Khusnul Fatony MAg (FK), dengan anggota Drs Misbah Khunur MSi (FMIPA), Dosen PAI (PPA), Lutfi Effendi SH MH (FH), Rifa’i (Fapet), Lukman Eko (FT), Sucipto STP MP (FTP); Koordinator Pendidikan Anggota dijabat oleh Dr Ir Purwadi MS (Fapet) dengan anggota Dwi Fadilah Kurniawan ST MT (FT), Mas’ud Effendi (FTP), Dody Suryanto (FT), dan Taufiqurahman (PIS); Koordinator Bidang Perpustakaan Anggota dijabat oleh Ir Rusdi Tjahyono MSA (FT) dengan anggota Sutan Rahman WHS SE (PIS), Achmad Andi Ri’fan (FT), serta Kurniawan Arizona (FMIPA). Koordinator Bidang KerumahTanggaan terbagi menjadi tiga, antara lain Bidang Perlengkapan dengan anggota Slamet Winarko ST (KP) dan Nursyan Miadi (FAPERIK); Bidang Kebersihan dengan anggota Sukirman (KP), Mukhlis (KP), Suwarno (KP); Bidang Keamanan dengan anggota Puji Pristiyanto (KP) dan Gunawan (KP).
Adapun susunan Personalia Dewan Pakar Masjid Kampus Universitas Brawijaya periode 2008-2013 sebagai berikut. Penasehat yakni Rektor Unibraw, Ketua I dijabat Prof Dr Umar Burhan MA (FE), Ketua II dijabat Drs Djanalis Djanaid (FIA), Sekretaris oleh Drs Khusnul Fatoni MAg (FK), Wakil Sekretaris oleh M Subky Hasby MAg (PPA). Untuk anggota, antara lain Pembantu Rektor, seluruh Dekan Fakultas serta Ketua Program, berikut Ketua Lembaga maupun Direktur Unit, Kabiro Adm Umum dan Keuangan, Kabiro Adm Akademik dan Kemahasiswaan, Kabiro Adm Perencanaan dan Informasi, serta dosen PAI Unibraw. [bhm]

Kerjasama Unibraw-RRI
8 Maret 2008
Radio Republik Indonesia dikenal memiliki jaringan luas di seluruh wilayah tanah air dan siarannya bahkan mampu menembus mancanegara. Sesuai dengan visinya, menjadi universitas unggul yang berstandar internasional, Universitas Brawijaya menjalin kerjasama dengan lembaga penyiaran publik tersebut. Naskah kerjasama ditandatangani Sabtu (8/3) di gedung RRI Malang, oleh kedua belah pihak. Direktur Utama Parni Hadi mewakili Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI dan Staf Ahli Pembantu Rektor I Bidang Kerjasama Dr Ir Ifar Subagiyo MAgrSt mewakili Rektor Unibraw yang berhalangan hadir.
Upacara ini dilaksanakan berbarengan dengan peresmian rehabilitasi gedung RRI Malang. Hadir pada kesempatan itu, para dekan, pembantu dekan, dan Kepala BAPSI dari pihak  Unibraw, serta para pejabat teras di lingkungan RRI Korwil 5 Jawa Timur yang meliputi wilayah Surabaya, Sumenep, Malang, Madiun, dan Jember.
Dalam sambutannya, Dr Ifar Subagiyo mengatakan, kerjasama ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi usaha diseminasi informasi bidang pendidikan ke masyarakat. Selain itu, jaringan RRI yang luas dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa dan dosen Universitas Brawijaya untuk melakukan magang di bidang broadcast, penyebarluasan hasil penelitian, pemberian layanan publik berupa konsultasi bidang hukum, hingga transfer teknologi tepat guna di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan.
Sementara itu Dirut RRI Parni Hadi menyatakan, MoU yang telah ditandatangani, diharapkan tidak hanya sekedar perjanjian di atas kertas saja tetapi harus diimplementasikan. RRI dan Universitas Brawijaya menurutnya, memiliki persamaan misi yaitu memberikan pelayanan informasi di bidang pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa, melakukan pengembangan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan, teknologi, humaniora dan seni, serta meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Parni Hadi juga mengungkapkan, hasil penelitian sudah selayaknya dipublikasikan ke masyarakat dan tidak hanya tersimpan di laci meja ataupun di komputer saja. “We have to popularize the science through radio”, pungkasnya.
Selama ini Universitas Brawijaya telah memiliki program rutin yaitu konsultasi hukum, konsultasi kesehatan dan siaran pedesaan untuk bidang pertanian di RRI, khususnya RRI Malang. [nik]

Seminar Kurikulum Pendidikan Entrepreneurship
6 Maret 2008
Pencanangan Universitas Brawijaya sebagai entrepreneurial university hampir setahun silam mulai bergaung. Muncul berbagai keinginan untuk meninjau ulang kurikulum berkaitan dengan kewirausahaan. Selama ini memang sudah ada upaya untuk mengemas kewirausahaan dalam kurikulum, namun belum sepenuhnya mampu menggugah jiwa wirausaha mahasiswa, apalagi mencetak lulusan berjiwa wirausaha seperti yang diharapkan. Oleh sebab itu, perlu dicari upaya agar para lulusan agar mampu berkompetisi dalam dunia kerja.
Hal ini mengemuka dalam seminar “Kurikulum Pendidikan Entrepreneurship di Universitas Brawijaya” yang digelar di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Kamis (6/3). Diikuti terbatas oleh beberapa puluh dosen dan mahasiswa, acara ini menghadirkan pemateri Ketua UBEEC (University of Brawijaya Entrepreneurship Education Center) Ir Lilik Setiabudi MS PhD, praktisi pelatihan kepemimpinan Drs Djanalis Djanaid, serta praktisi bisnis pemilik Toko Bandung Sport Aulhaq, dan Ir Maulud pengusaha di bidang agrobisnis. Seminar dibuka oleh Dekan FIA Prof Dr Suhadak MEc, dan dipandu oleh Prof Dr Agus Suryono MS sebagai moderator.
Dalam paparannya, Dr Lilik Setyobudi menjelaskan tentang strategi pengembangan entrepreneurial university. Diharapkannya, semua mata kuliah memiliki basis entrepreneurship sehingga perlu diadakan pelatihan ToT (training of trainer). Sementara itu kedua praktisi bisnis Ir Maulud dan Aulhaq memberikan masukan positif, bahwa sarjana yang dicetak harus memiliki keberanian, terutama dalam aspek menjual. Pengalaman selama ini, menurut mereka, banyak sarjana yang ilmunya lengkap dan luas, tetapi di lapangan tidak mampu menjawab tantangan. Mereka menyarankan mahasiswa untuk magang di perusahaan. "Jangan melulu bekerja yang bersifat rutin. Tetapi harus diberikan tantangan, seperti menjual produk", tegasnya, “Menjadi pengusaha tidak bisa langsung besar. Harus dimulai dari kecil dulu”.
Sedangkan Drs Djanalis Djanaid lebih menekankan pada materi yang harus diberikan pada mahasiswa agar bisa menjadi seorang entrepreneur yang profesional. Materi-materi tersebut di antaranya, wawasan dan ketrampilan bisnis. Yang perlu diperhatikan, dalam materi tersebut adalah bagaimana metode dan model pembelajarannya. Dosen FIA yang juga Ketua Unit Korpri Unibraw itu memberi contoh, “Seorang mahasiswa harus kreatif. Untuk menjadi kreatif, harus mampu menciptakan sesuatu yang orisinil dan sensitif.” Masalahnya, bagaimana mendidik, melatih orang agar mampu menciptakan sesuatu yang orisinil dan sensitif. Untuk itu, perlu diadakan workshop yang lebih aplikatif sehingga mahasiswa yang dihasilkan memiliki ketrampilan yang profesional. Demikian Djanalis.
Menurut rencana, hasil seminar ini dijadikan bahan dalam penyusunan kurikulum baru yang berbasis entrepreneurship. [bhm]

Dosen FP Ikuti Seminar Agroforestri di UNS
5 Maret 2008
Lima orang dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, masing-masing Prof Dr Ir Kurniatun Hairiah, Dr Ir Didik Suprayogo, Ir Widianto MSc, Syahrul K MP dan Fitri MP, mengikuti Seminar Nasional Agroforestri di UNS Sebelas Maret. Seminar ini bertema "Pendidikan Agroforestri sebagai Strategi menghadapi Perubahan Iklim Global” sebagai kerjasama UNS dengan INATE (Indonesia Network for Agroforestry Education).
Prof Kurniatun Hairiah dalam kesempatan itu selaku keynote speaker membawakan judul “Melalui Pendidikan Agroforestri sebagai Solusi Mitigasi dan Adaptasi Pemanasan Global”. Ditandaskan, dengan adanya pemanasan global, perguruan tinggi dan stakeholder akan menghadapi perubahan sumberdaya alam (SDA), dan masalah/tantangan dalam hal lingkungan maupun pangan. Tingginya temperatur akan menimbulkan kejadian ekstrim seperti hujan yang lebih lebat atau kekeringan yang berkepanjangan, sehingga bencana alam lebih banyak terjadi. Bencana yang dulu tidak pernah terjadi, menjadi lebih sering. Untuk itu, menurut Prof Kurniatun, penanganan melalui pendidikan Agroforestry harus dilakukan secara terpadu.
Ditambahkan, melalui pendidikan agroforestri, perguruan tinggi dapat menyiapkan lulusan yang lebih memahami adanya kesenjangan antara kebijaksanaan dan pelaksanaan di lapangan, mempunyai ketrampilan dalam mendiagnosa SDA. Di samping itu, mahasiswa diharapkan bisa menjembatani sebagai penghubung antara berbagai pemangku kepentingan, dan mampu mencari solusi dari masalah degradasi lahan secara efektif dan efisien.
Selain para staf pengajar fakultas pertanian dan fakultas kehutanan dari seluruh Indonesia, seperti IPB, UGM, USU, dan Unhas, seminar ini juga dihadiri oleh utusan dari perguruan tinggi swasta dan dinas-dinas pertanian maupun kehutanan. [sas]

Seminar Inaugurasi 2008
5 Maret 2008
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi menggelarkan Seminar Inaugurasi bertajuk “Outlook Kinerja Pemerintah dalam Upaya Penuntasan Kemiskinan”, Rabu (5/3). Acara yang berlangsung di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya itu dibuka oleh Pembantu Rektor III Ir H RB Ainurrasjid MS dan diikuti ratusan peserta. Acara ini dihadiri oleh Dekan Prof Dr Bambang Subroto SE MM Ak serta para pembantu dekan FE Unibraw.
Sebagai pembicara, Prof Dr Mudrajad Kuncoro MEd dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Prof Munawar SE DEA PhD dan Prof Dr Djumilah Zein SE dari Universitas Brawijaya, Bupati Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah H Ujang Iskandar ST MSi, dan Deputi Menko Kesra Komet Mangiri. Sekjen PDIP yang juga anggota DPR RI Ir Pramono Anung Wibowo MM dan Sekretaris Propinsi Jawa Timur Dr H Soekarwo SH MHum yang juga diundang sebagai pembicara ternyata berhalangan hadir.
Dalam sambutannya, Ainurrasjid mengatakan, kebijakan politik di negara ini sangat dominan dalam menentukan tingkat kemiskinan. Karenanya, sudah selayaknya segenap kekayaan alam harus dikuasai oleh negara sebagaimana tertuang dalam UUD 1945, dan tidak dikuasai oleh pelaku bisnis sebagaimana yang saat ini tengah terjadi.
Sementara itu Bambang Subroto menyatakan, seminar inaugurasi merupakan salah satu upaya meningkatkan softskill mahasiswa. Diharapkan setelah menyelesaikan studi di perguruan tinggi, para mahasiswa mampu mandiri dan menjadi salah satu pelaku pengentas kemiskinan, dan bukan justru menambah jumlah kemiskinan.
Pada kesempatan itu Mudrajad yang juga pemimpin redaksi Jurnal Ekonomi & Bisnis Indonesia menyatakan, pada 2004 lokasi penduduk miskin tersebar hampir di semua propinsi. Propinsi Sumsel, Lampung, Bengkulu, Jateng, Jatim, Sulteng dan Sultra memiliki 20 hingga 24 persen penduduk miskin dari jumlah penduduk yang dimiliki. Sebanyak 25 hingga 29 persen penduduk miskin terdapat di Daerah Istimewa Aceh, NTB, NTT dan Gorontalo. Sementara 30 hingga 34 persen berada di Maluku dan sisanya yaitu lebih dari 35 persen penduduk miskin terdapat di Papua. Ayah tiga orang ini menyatakan bahwa guna mengentaskan kemiskinan dibutuhkan strategi pemberdayaan rakyat miskin.
Salah satunya adalah dengan memberikan berbagai keterampilan agar mampu mandiri dan bukan bantuan berupa bantuan tunai langsung. “Ajarkanlah seseorang cara menangkap ikan, maka ia akan mampu memberi makan dirinya sendiri. Dan ajarkanlah ia cara menjual ikan itu, sehingga ia mampu memakmurkan dirinya”, pungkasnya. [nik]

Dibuka: Pendaftaran SPKS Ujian Tulis
4 Maret 2008
Universitas Brawijaya mulai pertengahan bulan ini membuka pendaftaran seleksi program kemitraan sekolah (SPKS) ujian tulis. Berbeda dengan SPKS non ujian tulis yang sedang berjalan, SPKS ujian tulis ini adalah program seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui ujian tulis dengan pelaksanaan di daerah sesuai dengan kesepakatan bersama antara Universitas Brawijaya dengan pihak sekolah.
Untuk tahun 2008 ini, pendaftaran dan ujian tulis akan dilaksanakan di 10 kota di Jawa Timur, yakni: Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Madiun, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Probolinggo, dan Jember. Di Malang, proses pendaftaran dan ujian dilaksanakan di SMAN 1, Jalan Tugu Malang. Sementara itu di Blitar dilaksanakan oleh SMAN 1 Blitar, Jalan A Yani 94 Blitar; di Tulungagung oleh SMAN 1 Kedungwaru, Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo 12 Kedungwaru, Tulungagung; di Kediri oleh SMAN 1 Kediri, Jalan Veleran 1 Kediri; di Madiun oleh SMAN 1 Madiun, Jalan Mastrip, Madiun; di Mojokerto oleh SMAN 1 Mojosari, Jalan Pemuda 55 Mojosari, Mojokerto; di Surabaya oleh SMAN 2 Surabaya, Jalan Wijaya Kusuma 48 Surabaya, di Sidoarjo oleh SMAN 1 Sidoarjo, Jalan Jenggolo 1 Sidoarjo; di Probolinggo oleh SMAN 1 Probolingo Jalan Soekarno Hatta 137 Probolinggo; dan di Jember oleh SMAN 4 Jember, Jalan Hayam Wuruk 145 Kaliwates, Jember.
Calon mahasiswa baru S1 melalui SPKS harus memenuhi persyaratan umum antara lain: tidak mempunyai cacat tubuh yang dapat mengganggu kelancaran program studinya, dan persyaratan akademik: lulusan SMA, SMK, MA negeri maupun swasta tahun 2008, 2007, dan 2006.
Pendaflaran peserta dibuka mulai tanggal 17 Maret hingga 26 Maret 2008, pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Setiap peserta ujian dapat memilih 2 program studi pada fakultas yang sama, urutan pilihan menunjukkan prioritas, program studi yang ditawarkan bisa dilihat pada tabel 1 atau tabel 2 di website http://www.brawijaya.ac.id/id/3_admission/maba.terima3b.php.
Uang pendaftaran sebesar Rp 300 ribu, dibayarkan secara kolektif oleh sekolah koordinator daerah melalui Bank BNI Cabang Universitas Brawijaya dengan nomor rekening 0039649439.
Formulir pendaftaran akan dikirimkan oleh Universitas Brawijaya ke sekolah yang ditunjuk sebagai koordinator dengan menyerahkan bukti pembayaran asli dari Bank BNI Cabang Universitas Brawijaya. Formulir yang telah diisi diserahkan kepada Bagian Pendaftaran, dengan datang sendiri dan tidak boleh diwakilkan, dengan membawa kelengkapan: 3 lembar pasfoto ukuran 4x6 cm yang dibuat paling lama 6 bulan sebelum pendaftaran, menyerahkan fotokopi rapor kelas XII semester 1 yang sudah dilegalisir kepala sekolah sebanyak 1 lembar atau fotokopi ijazah yang dilegalisir.
Sementara itu ujian tulis diselenggarakan selama 1 hari, Minggu 30 Maret 2008, pukul 10.00-13.00 WIB. Materi ujian untuk
kelompok IPA meliputi: IPA dan IPA terpadu, Matematika IPA, dan Bahasa Inggris. Sedangkan untuk kelompok IPS terdiri dari: IPS dan IPS terpadu, Matematika IPS, dan Bahasa Inggris. Tempat ujian di daerah masing-masing di bawah pengawasan petugas dari Universitas Brawijaya.
Hasil ujian diumumkan pada tanggal 16 Mei 2008, yang dapat dilihat melalui papan pengumuman di Universitas Brawijaya, di website www.brawijaya.ac.id, atau di sekolah-sekolah yang ditunjuk sebagai koordinator daerah.
Peserta yang diterima atau lulus seleksi, diwajibkan melakukan daftar ulang di Universitas Brawijaya untuk melengkapi persyaratan administrasi yang waktunya akan ditentukan kemudian. Biaya pendidikan untuk semester pertama, berkisar antara Rp 9,16 juta hingga Rp 132,9 juta tergantung program studi yang dipilih. Sementara untuk semester kedua dan seterusnya berlaku ketentuan SPP proposional yang besarnya berkisar antara Rp 1,4 juta hingga Rp 3 juta per semester, plus dana bantuan praktikum yang bervariasi antara Rp 200 ribu hingga Rp 1,5 juta (daftar selengkapnya dapat dilihat pada website http://www.brawijaya.ac.id/id/3_admission/maba.terima3b.php). Biaya pendidikan yang telah disetorkan, tidak dapat ditarik kembali, kecuali jika yang bersangkutan diterima melalui SPMB di Universilas Brawijaya biaya tersebut dapat dialihkan.
Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan kepada Kepala Bagian Pendidikan di Lantai II gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Jalan Veteran Malang 65145, Telepon (0341) 551611, 575777, pesawat 117 dan 118; faksimili (0341)565420 dan 575813; website: http://www.brawijaya.ac.id; e-mail: baak@brawijaya.ac.id. [Far]

BAN PT: Visitasi S1 Sastra Inggris Unibraw
4 Maret 2008
Program Studi S-1 Sastra Inggris Universitas Brawijaya divisitasi oleh tim BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi), hari Senin dan Selasa (3/3-4/3). Pertemuan dilakukan di Gedung PPI Ruang Pekerti. Dua orang asesor yang melakukan penilaian akreditasi, masing-masing adalah Siti Wahidah MA PhD dari Universitas Negeri Jakarta, dan Dr Mashadi Said dari Universitas Gunadarma Jakarta.
Pada hari pertama, kegiatan visitasi yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB ini berupa kunjungan lapang yang meliputi kunjungan ke ruang-ruang kelas, laboratorium bahasa, laboratorium multimedia, SAC reading zone, serta wifi zone yang berupa ruang bebas akses internet. Kegiatan berikutnya adalah pertemuan dengan mahasiswa, berlangsung sekitar satu jam. Pada sesi ini, para asesor berdialog dengan mahasiswa seputar belajar mengajar, perkuliahan, kegiatan akademis, serta mata kuliah yang ditempuh.
Setelah itu, dilanjutkan agenda berupa pertemuan dengan pengelola program studi terkait tatakelola Program Studi S-1 Sastra Inggris yang diakhiri dengan sesi tatap muka dengan para staf pengajar. Agenda yang dibahas kali ini terkait verifikasi terhadap data boring dan portofolio dengan realitas di lapangan.
Pada hari kedua, dilakukan verifikasi data dukung serta isian borang dan data dukung portofolio. Selanjutnya, dilaksanakan penandatanganan berita acara visitasi akreditasi dengan Ketua Program Studi S-1 Sastra Inggris.
Secara umum, asesor menilai baik dalam hal pengelolaan serta sistem belajar mengajar Program Studi S-1 Sastra Inggris.
Kepada PRASETYA Online, Ketua Program Studi S-1 Sastra Inggris, Fatimah MAppLing mengungkapkan persiapan Sastra Inggris untuk penilaian akreditasi sudah cukup lama. Beberapa data dukung yang diperlukan, seperti kurikulum, kemahasiswaan, dan lain-lain juga telah dipersiapkan sematang mungkin.
Pengiriman awal ke BAN Dikti telah dilaksanakan bersamaan dengan akreditasi institusi pada November 2007 silam. Dokumen yang dikirimkan, antara lain portofolio yang berisi program dari Prodi Bastra, data evaluasi diri, serta borang. Selanjutnya, dilakukan evaluasi bersama dengan tim asesor internal dari PJM (Pusat Jaminan Mutu) yang memberikan masukan dan pembenahan terhadap data-data yang digunakan.
Agenda hari Rabu (5/3) berupa evaluasi dan revisi dari saran-saran yang telah diberikan tim asesor. “Beberapa masukan sangat positif, antara lain tentang kurikulum serta mata kuliah tambahan yang diperlukan. Bahkan, juga diberikan saran mengenai standar kompetensi dari lulusan Sastra Inggris.
Semuanya sangat berguna bagi kami,” ungkap Fatimah MAppLing di sela-sela kesibukan membenahi berita acara yang telah ditelurkan. Dijadwalkan, hari Kamis besok, seluruh hasil revisi dan data pendukung yang telah disusun akan dikirimkan ke BAN Dikti untuk dilakukan penilaian kembali. Diharapkan, hasil penilaian akreditasi akan telah diberikan satu bulan setelah visitasi, yakni sekitar akhir Maret hingga awal bulan April 2008. [bhm]

KKN PIS: Kampanye Penanggulangan HIV/AIDS
4 Maret 2008
Melaksanakan program KKN (kuliah kerja nyata), beberapa mahasiswa Program Ilmu Sosial (PIS) Universitas Brawijaya melakukan kampanye penanggulangan HIV/AIDS. Mereka mengadakan aksi penyebaran angket, leaflet, stiker masupun pemasangan poster peringatan tentang bahaya HIV/AIDS di lokasi-lokasi yang menjadi tempat tongkrongan muda-mudi di Kota Malang, awal Februari silam. Di antaranya adalah di kawasan Pulosari dan Institut Teknologi Nasional (ITN).
Angket disebar dengan mendatangi setiap pengunjung cafe, warung kopi, warung makan serta distro dan studio musik di kawasan itu. Respon muda-mudi terhadap aksi ini cukup bagus. Mereka sangat antusias mengisi angket dan bertanya kepada para anggota tim.
Tim KKN beranggotakan 10 orang mahasiswa PIS ini mengusung program sosialisasi dan publikasi klinik VCT RSU dr Saiful Anwar Malang sekaligus kampanye penanggulangan HIV/AIDS. Program KKN ini dilaksanakan selama dua bulan penuh, yaitu mulai dari awal bulan Januari sampai akhir Februari.
Kegiatan lain yang dilakukan yaitu: publikasi dengan mengadakan kerjasama bersama media, baik cetak maupun elektronika. Tim ini telah berhasil menjalin kerjasama dengan Malang Pos untuk pemuatan feature tentang perjuangan seorang ibu melawan penyakit AIDS yang dideritanya. Feature ini dimuat secara bersambung dalam dua edisi, yaitu pada tanggal 19 dan 20 Februari 2008. Untuk media elektronika khususnya radio, bersama Kalimaya Bhaskara FM menghadirkan dokter dan psikolog dari klinik VCT RSU dr Saiful Anwar dalam talkshow interaktif Morning Drive yang disiarkan pada tanggal 31 Januari 2008. Tema yang diangkat dalam talkshow ini adalah ”Konseling dan Testing HIV/AIDS Sukarela”.
Lokasi-lokasi strategis lain yang banyak dikunjungi oleh kalangan muda dan mahasiswa di Kota Malang seperti distro dan studio musik juga menjadi target tim KKN ini untuk melakukanaksi selanjutnya, yaitu penempelan poster. Berbagai aksi sosialisasi dan kampanye penanggulangan HIV/AIDS yang dilakukan oleh tim ini memang ditujukan khususnya bagi kalangan anak muda (pelajar dan mahasiswa) di Malang, yang rawan bersinggungan dengan faktor-faktor penyebab HIV/AIDS seperti narkoba dan free sex.
Masalah HIV/AIDS saat ini bukan hanya masalah kesehatan dari penyakit menular semata, tetapi sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sangat luas. Oleh karena itu penanganan tidak hanya dari segi medis tetapi juga dari psikososial dengan berdasarkan pendekatan kesehatan masyarakat melalui upaya pencegahan primer, sekunder dan tersier. Salah satu upaya tersebut adalah deteksi dini untuk mengetahui status seseorang sudah terinfeksi HIV atau belum melalui konseling dan testing HIV/AIDS sukarela, bukan dipaksa atau diwajibkan. Mengetahui status HIV lebih dini memungkinkan pemanfaatan layanan-layanan terkait dengan pencegahan, perawatan, dukungan dan pengobatan sehingga konseling dan testing HIV/AIDS secara sukarela merupakan pintu masuk semua layanan tersebut diatas.
Disinilah peran penting dari klinik VCT ini. Walaupun pada kenyatannya, mayoritas masyarakat Malang sendiri masih awam dengan keberadaan klinik VCT yang kurang lebih dua tahun terakhir ini seudah beroperasi di RSU dr. Saiful Anwar Malang. Untuk itulah tim KKN Ilmu Komunikasi PIS UB melaksanakan program-program sosialisasi dan publikasi untuk mengenalkan keberadaan klinik ini serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan, perawatan, dukungan dan pengobatan terkait dengan HIV/AIDS. [pis]

Sosialisasi Bahaya Narkoba di Sekolah Dasar
4 Maret 2008
Lingkungan sekolah rawan bagi peredaran narkotika dan obat-obatan (narkoba), terutama di wilayah perkotaan. Kondisi ini menginspirasi mahasiswa Sosiologi Program Ilmu Sosial (PIS) Universitas Brawijaya untuk berbuat sesuatu, melindungi generasi ini dari bahaya penggunaannya. Mereka realisasikan gagasannya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertajuk “Sosialiasi Bahaya Narkoba” di SDN Merjosari I dan II, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Mahasiswa angkatan 2004 yang tergabung dalam Kelompok VII KKN 2008 ini diketuai oleh Samsul Hadi Mustofa, dengan dosen pembimbing Siti Kholifah SSos MSi. Kelompok ini beranggotakan Yogi Eka Halim, Ratih Kusula Dewi dan Maria Magdalena. Kepada PRASETYA Online, Selasa (4/3),  Yogi menjelaskan, SDN Merjosari I dan II yang berada di lingkungan kos-kosan menurutnya sangat rawan peredaran narkoba. Diperlukan pemberian pemahaman bahaya narkoba kepada para siswa SD sejak dini. “Jika selama ini sosialisasi narkoba memiliki sasaran anak-anak remaja, maka siswa SD yang kami pilih kali ini lebih memiliki tantangan dengan penanganan khusus”, kata Yogi. “Justru tantangan komunikasinya ada disini, membahasakan bahaya narkoba agar mudah dimengerti dan dipahami siswa sekolah dasar”, tambahnya.
Melalui berbagai teknik dan pendekatan, kelompok KKN ini mensosialisasikan jenis-jenis narkoba. bahaya penyalahgunaan narkoba dan penanggulangannya selama tiga minggu dimulai awal Februari (4/2) silam. Berbagai hal yang pun dilakukannya, diantaranya pembuatan visualisasi, permainan dan yel-yel untuk menarik perhatian para siswa. Secara keseluruhan, kelompok sasaran siswa SD dibagi menjadi dua kelompok yaitu siswa kelas I-III dikonsentrasikan untuk sosialisasi dampak serta modus pengedar dan pengguna narkoba. Sementara untuk siswa kelas IV-VI dikhususkan pada jenis-jenis narkoba dan efek pemakaiannya. Selain penyuluhan, dilaksanakan pula berbagai lomba pengembangan kreativitas seni. Dalam lomba ini, siswa kelas I-III mengikuti lomba mewarnai sedangkan kelas IV-VI membuat moto/slogan bahaya narkoba.
Kegiatan yang terselenggara berkat kerjasama dengan Badan Narkotika Kota (BNK) Malang ini merupakan salah satu bentuk baru KKN di PIS Unibraw, yaitu memfokuskan pada pelayanan publik sesuai kompetensi dengan lingkup yang lebih kecil dan diharapkan tepat sasaran. Ratih Kusula Dewi menggambarkan antusiasme dan suasana riuh rendah ala anak-anak Sekolah Dasar. ”Walaupun mereka berekspresi dengan berbagai respon khas mereka, tapi kami sangat mengerti bahwa mereka menyimak penuh antusias dan memahami dengan gaya mereka sendiri”, ujarnya. Antusiasme tersebut menurutnya mereka salurkan melalui slogan dan yel-yel yang dibuat yaitu ”Narkoba No, Prestasi Yes” dan ”Katakan pada Dunia Aku Cerdas Tanpa Narkoba”. [nok]

Kuliah Tamu Prof ER Ørskov di Fapet
3 Maret 2008
Pakar peternakan dari Skotlandia, Prof ER Ørskov, Senin (3/3) memberikan kuliah tamu di depan para dosen, mahasiswa S1 dan Pascasarjana Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Brawijaya. Kuliah itu bertajuk "Future Food Production Taking into Account Use of Arable Land for Biofuel Limititation of Fossil Fuel".
Dalam kuliahnya diikatakan, penggunaan beberapa bahan baku utama pakan ternak sebagai bahan baku biofuel yang berdampak pada berkurangnya ketersediaan, meningkatnya harga pakan, dan dapat mengancam sektor peternakan menjadi latar belakang kuliah tersebut. Salah satu cara guna mengantisipasi kondisi tersebut adalah dengan mengoperasikan usaha peternakan secara terintegrasi dalam suatu multicropping atau mixed farming systems dengan memanfaatkan semua sumberdaya yang ada secara optimal dan terintegrasi. Sistem tersebut diketahui sangat potensi diterapkan terutama di negara sedang berkembang termasuk Indonesia, antara lain karena lahan tersedia luas dan tenaga kerja cukup banyak dan relatif murah.
Di beberapa negara sistem tersebut terbukti lebih menguntungkan bagi produktivitas usaha, lingkungan, dan manusia, serta lebih sustainable dibanding monoculture systems. Lahan perkebunan dan hutan yang sangat luas di Indonesia cukup untuk memelihara sedikitnya 10 juta ekor sapi. Jika hal tersebut dilaksanakan, maka Indonesia akan bebas dari ketergantungan impor sapi dan daging.
Di samping presentasi dan diskusi, dalam acara itu juga diputar video siaran televisi BBC tentang mixed farming yang dipraktekkan petani di Vietnam dengan mengoptimalkan pemanfaatan secara total sumberdaya yang ada termasuk limbah yang dihasilkan dalam suatu sistem yang sustainable (total resources management).
Dalam dua hari kunjungan ke Malang Prof Orskov memanfaatkannya untuk mengadakan diskusi dengan beberapa staf Fapet khususnya untuk pengajuan proposal proyek kerjasama dana luar negeri. Di samping itu juga untuk mengunjungi laboratorium lapang Fapet, peternakan sapi perah, dan instalasi biogas yang dikelola kelompok peternak sapi perah di Desa Tlekung, Junrejo, Batu.
Saat ini Prof ER Ørskov adalah Ketua International Feed Resources Unit (IFRU), salah satu unit di Macaulay Land Use Research Institute (MLURI), Aberdeen, Scotland. Selain peternak ia sekaligus juga ilmuwan, dengan gelar lengkap Prof OBE BSc Phd DSc FPAS FRSE. Sebagian besar hidupnya digunakan untuk mengadakan perjalanan ke banyak negara sedang berkembang. [mjk]

Malam Kesenian Dies Natalis ke-45
2 Maret 2008
Rangkaian acara peringatan Dies Natalis ke-45 (Lustrum IX) Universitas Brawijaya berakhir sudah. Sebagai penutup, digelar Malam Kesenian di Sasana Samanta Krida, Minggu (2/3) malam. Dihadiri lebih dari seribu undangan, terdiri dari karyawan, dosen, serta mahasiswa, acara sempat tertunda dari jadwal, karena cuaca yang kurang bersahabat.
Mengawali acara, Ketua Panitia Prof Dr Suhadak MEc mengungkapkan rasa syukurnya, karena acara demi acara yang dihelat selama berbulan-bulan sejak November 2007, dapat berlangsung dengan lancar dan sukses. Mulai dari acara seminar, olah raga, maupun pelbagai bentuk kesenian. Sementara itu Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito menyatakan dukungan serta terima kasih yang sebesar-besarnya pada seluruh pihak yang turut terlibat atas penyelenggaraan acara ini. Diharapkan, tahun mendatang acara serupa dapat berlangsung lebih baik lagi.
Malam kesenian itu dimeriahkan oleh penampilan pemenang lomba tari. Dimulai dengan penampilan mahasiswa Fakultas Pertanian (Juara II Tari) dengan tarian “Nyareh Nasek” (Mencari Nasi), diteruskan dengan tarian “Murka” (Alam Marah)" oleh mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (Juara I Tari), serta pelbagai suguhan vokal yang dibawakan oleh UB Band serta penyanyi dari TVRI Jakarta, Tuti Maryati. Pada kesempatan tersebut, Rektor Unibraw juga turut menyumbang lagu bernuansa keroncong. Tak ketinggalan pula, malam kesenian dimeriahkan oleh penampilan juara festival Pop Singer yang membawakan total empat buah lagu, serta pemenang festival band dari Fakultas Teknik.
Hadiah dan door prize
Di sela-sela acara hiburan, diserahkan hadiah-hadiah bagi para pemenang lomba, antara lain juara festival pop singer, festival band, festival tari, paduan suara piala rektor, dance competition, dan lain-lain. Piala diberikan langsung oleh Koordinator Kesenian, M Furqon kepada para pemenang. Hadiah berupa trofi berikut uang tunai dan piagam penghargaan.
Selain pemberian hadiah kepada para pemenang lomba, dibagikan pula door prize yang berhadiah aneka produk elektronik serta kendaraan bermotor. Setelah melalui undian secara langsung, diperoleh para penerima hadiah yang beruntung tersebut. Untuk hasil undian door prize hadiah utama, hadiah TV 21 inci diperoleh M Jamal, Endang Budha, serta Dhendra. Hadiah lemari es diraih oleh Dedy Trisna (finalis Pop Singer) serta Indri. Hadiah sepeda gunung dimenangkan oleh Ach Zainudin sementara hadiah sepeda motor “Honda Revo” disabet Sugianto. Bukan hanya hadiah utama, hadiah hiburan juga dibagikan kepada para undangan yang beruntung. Total dua belas orang memperoleh produk-produk elektronik, antara lain kompor gas, kipas angina, radio tape, magic com, dispenser, serta rice cooker. [bhm]

Menwa: Penyambutan Peserta Diksar ke-59 dan Suskalak ke-24
3 Maret 2008
Pembantu Rektor III Universitas Brawijaya, Ir Ainurrasjid MS, menerima peserta Pendidikan Dasar (Diksar) ke-59 dan Kursus Kader Pelaksana (Suskalak) ke-24 Resimen Mahasiswa Korwil 2 Malang, dalam upacara di lapangan Rektorat, Senin (3/3). Sebanyak 74 orang mahasiswa baru dari 9 perguruan tinggi di Malang mengikuti upacara tersebut, yakni Universitas Brawijaya, Universitas Gajayana, Politeknik Negeri Malang, Yayasan Ken Dedes, Universitas Islam Negeri, Universitas Negeri Malang, IKIP Budi Utomo, Universitas Kanjuruhan, serta Universitas Muhammadiyah Malang.
Dalam sambutannya, Ir Ainurrasjid MS mengungkapkan pesan terhadap anggota baru satuan Resimen Mahasiswa, antara lain untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh untuk memajukan satuan organisasi, menerapkan kekompakan dan kebersamaan, serta menyeimbangkan antara pelatihan jasmani dan rohani.
Diksar dan Suskalak merupakan agenda rutin pelatihan yang diselenggarakan oleh Resimen Mahasiswa Mahasurya Jawa Timur setiap tahun yang diikuti oleh anggota baru Resimen Mahasiswa di seluruh perguruan tinggi di Jawa Timur. Acara ini digelar selama tiga minggu, mulai dari tanggal 11 Februari hingga 3 Maret 2008. Upacara pembukaan dulu dihelat di Universitas Negeri Malang. Bertempat di Depo Pendidikan Kejuruan Rindam 5 Brawijaya Malang, acara pelatihan ini bertujuan sebagai dasar-dasar sebagai anggota Resimen Mahasiswa serta melatih kemampuan masing-masing anggota. Beberapa materi yang dilatihkan mencakup PBB (Pelajaran Baris Berbaris), PPM (Pelajaran Pengaturan Militer), PUDD (Pelajaran Urusan Dinas Dalam), menembak, outbond, latihan ganda, bela diri militer, dan sebagainya.
Menurut Ketua Resimen Mahasiswa, Siti Zainab, usai menjalani pelatihan ini, anggota baru akan mendapatkan sertifikat serta KTA (Kartu Tanda Anggota) yang menandakan resmi sebagai anggota Resimen Mahasiswa Indonesia. “Namun, setelah ini masih ada lagi diklat yang akan diadakan oleh masing-masing satuan Menwa. Itu sudah tradisi,” ungkap wanita berjilbab ini lagi kepada Prasetya Online. Bentuk pelatihan seperti ini melatih mental pula, bukan hanya sekadar fisik. “Jadi, tidak heran sehabis pelatihan ini, para anggota tidak akan merasa sakit jika dipukul. Karena sudah tahan dengan materi pelatihan yang cukup keras,” paparnya menambahkan.
Tidak heran, awal-awalnya memang ada anggota yang mengeluh sakit, bahkan pingsan hanya setelah 5 menit berolahraga. Setelah diberi trik dan strategi untuk meningkatkan kemampuan fisik, para peserta pelatihan ini pada akhirnya sudah cukup kebal dengan segala bentuk kekerasan fisik. “Lihat saja mereka, kulitnya kusam-kusam dan hitam. Saya dulu juga begitu. Bahkan, kulit tangan jadi melepuh, berkerak, lalu mengelupas. Dua bulan baru pulih,” curhat Siti Zainab lagi. Buru-buru ditambahkannya, semua itu berguna sekali sebagai bentuk latihan dasar fisik dan mental untuk organisasi nanti. Bukannya menyiksa diri. “Resimen Mahasiswa memang penuh tantangan, saya bersyukur bisa terlibat di dalamnya,” katanya. [bhm]

Hasil Final Seleksi Guru dan Karyawan SMA BSS
3 Maret 2008
Berdasarkan penilaian atas hasil seleksi tahap kedua, akhirnya ditetapkan 15 nama calon guru dan 4 calon karyawan SMA BSS (Brawijaya Smart School). Ketetapan diumumkan Senin (3/3) melalui Pengumuman Nomor 04/104.BSS/SMA/MLG/08, ditandatangani Ketua panitia seleksi Drs Suprijanto MPd dan diketahui oleh Pembantu Rektor II Warkum Sumitro SH MH. Tes terakhir yang telah dilaksanakan selama dua hari (Senin 25/2, dan Selasa 26/2) itu untuk calon guru berupa tes kemampuan bahasa Inggris, tes kemampuan komputer, wawancara, dan tes kemampuan/ketrampilan mengajar. Sedangkan untuk calon karyawan, berupa tes kemampuan bahasa Inggris, tes kemampuan komputer, dan wawancara.
Selengkapnya daftar nama calon guru dan karyawan yang diterima adalah sebagai berikut (nomor tes, nama). Untuk tenaga guru: 81210108 AGUS DWI KADPODO ST, 82960254 ANGGIA PRAJNAPARAMITA A SHum, 82880246 ANI HERMAWATI SPdI, 80280027 APSARI MURLINAWATI STP, 80480046 ERNA TRI WAHYUNI SSi, 81440127 ERYUNPAS SETYA N SPd, 80050004 FEBRIAN IKA LESTARI SPd, 82750235 NADUNG INTIRTAMA SPd, 80860078 NINIS HERAWATI SKom, 82290195 NUR AINI ROSYIDAH SPd, 82900248 SERLI SIP, 82850243 SUSANTI PURWANINGTYAS K SSi, 82670227 TUTUT MEIRAWATI SSos, 80960087 ZAIMAH RATNANINGRUM SAB, dan 82210190 ZUQNIA RONA FAHMA SPd. Sedangkan untuk tenaga karyawan: 00260025 DIAN NOVIE ALFIANTI SSi, 04210413 GALIH MARGANINGRAT, 03790371 RINDANG AINANY, dan 00760073 YUDHI DWI HADI PUTRANTO AMd. [Far]

Mahasiswa Unibraw Ikuti Program Global Xchange
3 Maret 2008
Mahasiswa Sastra Inggris ikuti program Global Xchange (GX) yang diselenggarakan oleh British Council (BC) dan Voluntary Service Overseas (VSO). Uswatun Hasanah, putera pasangan Sunyoto dan Siti Maslikah ini, berkesempatan mengikuti kegiatan voluntary tersebut bersama sembilan peserta dari Indonesia lainnya yang dinyatakan lolos seleksi. Ke-sembilan orang tersebut memiliki beragam profesi, mulai dari mahasiswa, aktivis LSM, wartawan, pekerja professional, dll dimana kesamaan mereka adalah pada komitmennya dalam aktivitas sosial. Disamping Uswatun Hasanah, mereka yang berhasil lolos dari seleksi ketat oleh BC ini adalah Fauzan Gusti Wardhana, Hendriets Mayos Manlohy, Imelda Hartono, Isaac Samuel Sikoway, Karina Primadhita, Lidya Karlin Ndoen, Nova Ulhasanah, dan Yudhita Vebiola Rutumalessy.
Kepada PRASETYA Online, puteri bungsu dari enam bersaudara ini menceritakan proses seleksi tersebut. Uswatun sendiri, mengaku mendapatkan informasi tentang kegiatan ini dari sang kakak yang juga merupakan anggota library British Council. Setelah itu, ia pun mengikuti assessment day yang diselenggarakan di Padang, Rabu-Jumat (20-22/2). Diceritakannya, dalam momentum tersebut seluruh peserta bahkan tidak merasa sedang dinilai karena dikondisikan se-rileks mungkin untuk mengetahui karakter dan kepribadian mereka sebenar-benarnya. Dalam kesempatan tersebut, 18 kandidat dari seluruh Indonesia dibagi menjadi dua group untuk berdiskusi tentang global issue, masalah-masalah sosial serta simulasi budaya. Setelah itu, pada hari berikutnya dilangsungkan interview untuk mengetahui pengalaman peserta sebagai relawan, mengetahui motivasi dan tujuan mengikuti GX serta mengetahui harapan-harapan mereka melalui tree of hopes. Perempuan kelahiran Trenggalek 21 tahun silam ini mengaku memiliki pengalaman dalam mengajar Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) disebuah pondok pesantren di daerah asalnya, Darut Taubah. “Menurut saya mempelajari Al Qur’an itu sangat penting, sedangkan di lingkungan saya yang bisa membaca Al Qur’an sangat sedikit, sehingga harus ada yang bergerak mengajari ilmu Al Qur’an”, ujarnya. Selain itu, disela-sela kegiatan perkuliahan, Uswatun juga aktif mengajari kegiatan kursus bahasa di sebuah lembaga kursus.
Menjalankan program di Stansted dan Padang
Dijelaskan Uswatun, menurut rencana program ini akan dijalankan di dua kota, yaitu Stansted di Inggris dan Padang di Indonesia, masing-masing tiga bulan. Program yang menurut rencana akan dilangsungkan mulai bulan Maret-Nopember 2008 ini, diakhiri dengan return volunteer atau reuni untuk membahas capaian dan hasil yang telah diaplikasikan ke masyarakat. Menurut rencana, rangkaian kegiatan terakhir ini akan diselenggarakan pada bulan Nopember mendatang di Kalimantan. Sembilan peserta dari Indonesia nantinya akan dipertemukan dengan sembilan peserta lainnya dari Inggris yang juga diseleksi dengan prosedur yang sama. Dua orang supervisor program ini adalah Ilsa Meidina (staff BC Indonesia yang berpengalaman sebagai social worker) dan Phil Hanks dari Inggris. GX merupakan program rutin BC yang di Indonesia sendiri, menurut Uswatun, pernah dilakukan di berbagai daerah termasuk Makassar, Nusa Tenggara Timur dan Bandung.
Dikatakan Uswatun, yang memiliki cita-cita sebagai guru ini, selama di Stansted nantinya, dirinya akan bekerja menjalankan aktivitas sosial dan dilarang keras untuk mendapatkan gaji. ”Kami mendapatkan insentive untuk menjalankan program disamping untuk bersosialisasi dengan akomodasi telah diserahkan sepenuhnya kepada counter part/host home”, ujarnya. ”Jika kami ketahuan mendapatkan gaji, maka kami akan langsung dipulangkan”, ujarnya penuh semangat. Mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini, Uswatun mengaku sangat bahagia. ”Saya merasa tidak percaya dan seperti mimpi, beberapa hari lagi saya akan ke Inggris”, ujarnya. ”Pergi ke Inggris adalah cita-cita saya sejak kecil dan alhamdulillah sekarang tercapai”, tambahnya. Sesuai dengan cita-cita dan kompetensinya, menurut rencana ia akan memilih pendidikan dalam aktivitas sosialnya nanti. Dirincinya, berbagai program akan ia susun di berbagai tempat-tempat sosial seperti panti asuhan, panti jompo, sekolah dan LSM yang kemudian hasilnya akan diserahkan kepada yayasan setempat untuk direalisasikan. Di akhir wawancara, Uswatun mengaku memiliki keinginan khusus untuk menonton langsung sepak bola di Inggris disamping berbagai misi lain diantaranya, melatih ketrampilannya dalam berbahasa Inggris yang merupakan keahlian akademiknya, selain mengamati kegiatan pendidikan disana. [nok]

Bursa Buku Kencana Ilmu Bookstore-IKA Unibraw
3 Maret 2008
Bursa buku kembali digelar. Kali ini giliran Ikatan Alumni Universitas Brawijaya menggandeng Kencana Ilmu Bookstore sebagai penyelenggara acaranya. Bertempat di Basement Gedung E Fakultas Ekonomi Unibraw Malang, mulai Senin (3/3), bursa buku dihelat mulai dari pukul 9.00 hingga 17.00 sore. Beberapa jenis buku yang dipajang berasal dari disiplin ilmu yang terentang dari ekonomi dan bisnis, pertanian, hobi, hukum, komputer, manajemen, politik, filsafat, agama, motivasi, musik, kuliner, wirausaha, fotografi, pemerintahan, film, pengetahuan popular, dan lain-lain.
Perwakilan Administrasi dari Kencana Ilmu Bookstore, Gute Mahendra SS mengungkapkan awal mula dia menjalin kerjasama dengan pihak Ikatan Alumni Universitas Brawijaya dengan mengirimkan proposal kerja. Usai disepakati, bursa buku direncanakan digelar di Basement Gedung Fakultas Ekonomi. “Jadi, pihak alumni berperan sebagai fasilitator kami,” paparnya. Kencana Ilmu sendiri bersama Penerbit Dian Ilmu berkolaborasi menggelar bursa buku tersebut. Dijadwalkan, bursa buku ini digelar selama sepuluh hari hingga Kamis (10/3), dengan sasaran mahasiswa. [bhm]

Ormagika: Nutritional Festival
2 Maret 2008
Lebih dari empat ratus peserta turut memeriahkan acara jalan sehat yang digelar oleh Organisasi Mahasiswa Gizi Fakultas Kedokteran (Ormagika) Universitas Brawijaya, Minggu pagi (2/3). Mengawali acara, Dekan Fakultas Kedokteran, Dr dr Samsul Islam SpMK MKes, dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar acara ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Selain itu, dijadikan momentum untuk penyelenggaraan selanjutnya secara lebih baik. Berawal dari lapangan rektorat, para peserta berjalan menuju gerbang selatan Unibraw, kemudian ke arah timur melalui Jalan Veteran. Di depan stasiun pompa bensin di Jalan Bandung, para peserta memutar dan kembali lagi menyusuri Jalan Veteran dengan arah yang berbeda. Kembali menuju Unibraw, dan berakhir di lapangan rektorat.
Jalan sehat merupakan salah satu acara dari Nutritional Festival, sebuah acara terpadu yang seluruhnya mengemas tentang gizi serta kesehatan, kata Ketua Panitia, Putranto Widodo, mahasiswa Jurusan Gizi angkatan 2005. Acara ini, menurutnya, dimaksudkan untuk menyadarkan masyarakat akan arti pentingnya gizi, di sampinf untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka peroleh selama ini di bangku kuliah. ”Pemerintah juga mencanangkan gerakan sehat bagi seluruh masyarakat Indonesia pada tahun 2010. Kami ingin mereka mulai sadar dari sekarang,” ungkapnya ketika ditemui di sela-sela kesibukannya mengatur acara.
Bukan hanya jalan sehat saja rupanya. Ada pula pembagian susu gratis, Café Diet, Konsultasi Gizi gratis, pemeriksaan mata gratis serta talk show yang menampilkan pembicara Ibu Peni Suparto, Andriyanto SH Mkes (Ketua DPP Persagi Jawa Timur), dan perwakilan BP POM. Pada stand Cafe Diet disediakan produk-produk tradisional yang berbahan dasar organik, seperti contohnya donut, kripik organik, dan lain-lain. Para pengunjung tampak antusias melihat-lihat produk yang ditampilkan, bahkan ada pula yang langsung membelinya.
Pada stand konsultasi gizi gratis, para pengunjung dilakukan pengukuran tubuh (antropometri), mulai dari berat badan, tinggi badan, serta lingkar perut. Hal ini berguna untuk mengetahui berat badan ideal serta tingkat kalori yang diperlukan setiap harinya yang bisa dikonversikan melalui asupan makanan. Dari sini dapat diketahui pola makan yang sangat berkaitan dengan gizi dan kesehatan tubuh manusia. Selain itu, juga dilakukan pengukuran tekanan darah serta pengujian gula darah. Usai konsultasi, para pengunjung mendapatkan bingkisan susu kandungan energi tinggi.
Di acara talk show, dibahas segala hal yang berkaitan dengan makanan serta minuman instan dan kemasannya. Bertajuk ”LetYour Food be Your Medicine”, para pengunjung mendapatkan pengetahuan tentang kandungan makanan yang selama ini memang dipenuhi dengan bahan-bahan kimia berbahaya serta BTM (Bahan Tambahan Makanan). Perlunya kewaspadaan dan sikap ketelitian yang tinggi diperlukan untuk meminimalisir dampak berbahaya dari produk pangan yang dikonsumsi. Oleh sebab itu, harus dilihat komposisi bahan-bahan di dalamnya secara seksama. Di akhir acara, para pengunjung yang beruntung juga mendapatkan door prize berupa hadiah menarik antara lain televisi, handphone, serta dispenser. [bhm]

Dance Competition Dies Natalis
1 Maret 2008
Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-45 (Lustrum IX), Universitas Brawijaya menyelenggarakan Dance Competition, Sabtu (1/3) di Gedung Student Center. Dance competition merupakan lomba yang diselenggarakan pihak panitia Lustrum menggantikan lomba Cheerleader yang gagal diselenggarakan. Kegiatan yang berlangsung hingga tengah hari itu dibuka oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito. Pada kesempatan itu rektor mengungkapkan bahwa tari moderen merupakan perpaduan antara olahraga (senam) dan seni yang ternyata mampu menguras tenaga.
Lomba ini memperebutkan hadiah berupa tropi, piagam dan uang tunai dengan nilai total 3,25 juta rupiah. Peserta merupakan tim yang terdiri dari 6 sampai 8 orang. Dalam durasi 15 menit, para peserta harus mampu menyuguhkan pertunjukkan yang atraktif, menarik dan kreatif. Tim juri terdiri dari Agustin Tri Wulandari SPd dari KONI Malang, Nur Habibi dari Perwosi Batu dan Drs Moh. Zainal dari Dispora Propinsi Jawa Timur yang bertindak sebagai ketua dewan juri. Adapun kriteria penilaian meliputi ekspresi, tingkat kesulitan, speed dan transisi, performance, kekompakan, koreografi dan power.
Kegiatan yang diikuti oleh sebelas tim dari kalangan pelajar SMP, SMA dan Umum itu berlangsung meriah. Para peserta berasal dari SMAK Yos Sudarso Batu, SMAN 8 Malang, SMAK St. Maria Malang, SMAN 4 Malang, SMAK St. Yusuf, SMPN 6 Malang, sanggar tari X Blue serta tiga tim masing-masing dari Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi.
Berdasarkan penilaian, dewan juri memutuskan SMPN 6 Malang sebagai juara ketiga dengan total perolehan 686 dan berhak atas uang pembinaan sebesar 750 ribu rupiah. Juara kedua diraih oleh tim dari Fakultas Hukum dengan total penilaian 719 dan berhak atas hadiah berupa uang pembinaan sebesar satu juta rupiah. Sementara juara pertama berhasil direbut oleh sanggar tari X Blue Malang dan berhak atas hadiah uang pembinaan sebesar 1,5 juta rupiah. Masing-masing pemenang juga mendapatkan hadiah berupa piagam dan tropi. Pemenang pertama mendapat kesempatan tampil di Malam Kesenian, sebagai penutup rangkaian kegiatan Dies Natalis Universitas Brawijaya pada Minggu, 2 Maret 2008 di Gedung Samantha Krida. [Far]