Diterbitkan oleh Hubungan Masyarakat Universitas Brawijaya
Last updated 30/06/2010
Juni 2010


Wirausaha Berbasis Pengetahuan
30 Juni 2010
Dana kewirausahaan mahasiswa yang dikucurkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) bertujuan menstimulus mahasiswa untuk berbisnis bukan sekedar "usaha" nasi kucing. Selaras dengan maksud tersebut, Dikti juga mengucurkan dana untuk dosen berupa hibah Ipteks bagi Kewirausahaan (IbK).
Demikian disampaikan Dra Desmelita, MSi, perwakilan Dikti, dalam sambutannya di pembukaan  Workshop Kewirausahaan Mahasiswa, Bisnis Fair dan TOT (Training of Trainers) Dosen, Rabu (30/6), bertempat di Widyaloka Hall Center Universitas Brawijaya (UB).
Mahasiswa dan dosen diberikan kesempatan mendapatkan dana kewirausahaan agar pola pikirnya tentang bisnis sejalan. "Mau dibawa kemana mahasiswa kita, kalau dosennya tidak punya jiwa entrepreneur," tambah Desmelita.
Dikti berharap dengan program kewirausahaan mahasiswa, kedepannya tidak ada lagi pengangguran intelektual. Bahkan, pengangguran intelektual ini diharapkan bertransformasi menjadi pencipta lapangan kerja, seperti yang disampaikan Rektor UB Prof Dr Ir Yogi Sugito.
Yogi Sugito mengungkapkan semestinya sarjanalah yang memberikan peluang kerja kepada tamatan SD, SMP, atau SMA. "Sarjanalah yang memanajemen dan tamatan SD sampai SMA yang bekerja," ungkapnya. Untuk mendukung semangat wirausaha ini, Rektor yakin pentingnya pendidikan kewirausahaan. "Saya termasuk yang percaya bahwa wirausaha itu bisa dilatih, dididik bukan dilahirkan," tambahnya.
Sarjana yang dididik menjadi wirausaha juga semestinya memiliki nilai tambah karena terbiasa dengan riset. Setiap langkah yang dilakukan oleh seorang wirausahawan yang sarjana didasarkan pada kalkulasi dan perencanaan yang matang. "Sehingga lebih efesien, harga produksi bisa minimal," ungkap Rektor.
Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan Workshop yang menghadirkan empat pengusaha muda yaitu Hendy Setiono (PT Babarafi Indonesia), Nadhirotul Laily (Mahesa Institute), Andrie Trisaksono (PT Tricahya Inti Cipta), dan Nancy Margried (People Pixel Project).[ai]

Pengarahan dan Penerimaan Mahasiswa Baru PPDS I
30 Juni 2010
Program Pendidikan Dokter Spesialis I Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (PPDS I FK-UB) hari ini (30/6) resmi menerima 61 mahasiswa baru. Pengarahan dan penerimaan mahasiswa baru ini dilangsungkan di gedung rektorat lantai delapan dengan dipimpin langsung Rektor Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito dan dihadiri Dekan Dr. Samsul Islam, dr. SPMK, MKes beserta pimpinan di lingkungan FK-UB.
Ke-61 mahasiswa baru tersebut merupakan mahasiswa baru untuk Program Studi Obsetri dan Ginekologi (16), Ilmu Kesehatan Anak (9), Ilmu Penyakit Dalam (15), Bedah (6), Mata (3), Paru (9), THT (5), Patologi Klinik (6), Emergency Medicine (6), Radiologi (6), Orthopedi (21), Neurologi (11), Kardiologi (10), Anestesi (6), serta Kulit dan Kelamin (7).
Kepada PRASETYA Online, Dekan menyampaikan bahwa mereka terseleksi dari 125 peserta yang mengikuti tes Juli 2010 dan tambahan peserta periode Januari 2010 yang diterima untuk periode Juli 2010 sebanyak 11 orang. Tes tersebut meliputi tes keahlian dan tes kesehatan disamping kualifikasi lainnya seperti TOEFL 500 dan psychometric. Mereka terdiri atas mahasiswa dengan biaya sendiri, utusan daerah (Nangroe Aceh Darussalam, Maluku, Lamongan, Sika, Pacitan, dll), utusan instansi (Kementerian Pertahanan dan Keamanan) serta pemegang beasiswa Berbasis Kompetensi (BK) dari Kementerian Kesehatan dan pemegang beasiswa Kementerian Pendidikan Nasional.
Dalam sambutan, Dekan mengungkap bahwa pendidikan Dokter Spesialis di UB memakai standar nasional sesuai dengan penetapan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Lebih jauh pihaknya juga selalu berupaya meningkatkan kualitas secara berkelanjutan diantaranya dengan menjaga intensitas hubungan dosen dan mahasiswa.
Peningkatan kualitas rupanya juga menjadi prioritas Rektor Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito sebagaimana disebut dalam sambutannya. "Paradigma pendidikan nasional Indonesia adalah peningkatan kualitas dan pemerataan akses pendidikan", tuturnya. Peningkatan kualitas ini, menurut Prof. Yogi harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari input mahasiswa yang mendaftar, sarana prasarana hingga proses belajar mengajar. "Karena memiliki prioritas pada kualitas, maka seleksi yang dilakukan sangat ketat karena harus mampu menjamin hal tersebut", terangnya. Walaupun menurut Rektor, angka keketatan mahasiswa masuk PPDS jauh lebih rendah dari penerimaan program sarjana. "Angka keketatan PPDS yang 1:2 lebih rendah jika dibanding program sarjana yang mencapai 1:8 dan bahkan pada SNMPTN kali ini mencapai 1:10", ungkap Guru Besar Fakultas Pertanian ini.
Terkait pemerataan akses, Rektor menghubungkan dengan tingginya permintaan instansi ataupun pemerintah daerah akan Dokter Spesialis. "Seringkali ada perwakilan pemerintah daerah datang ke saya dan meminta pemenuhan kebutuhan dokter spesialis. Namun belum bisa terpenuhi walaupun mereka telah bersedia memberikan tunjangan, rumah dinas, mobil dinas, maupun insentif", tambahnya. Karena itu, secara khusus pihaknya menghimbau agar FK-UB bersedia meningkatkan daya tampung mahasiswa apalagi dengan dikucurkannya 1000 beasiswa PPDS dari Kementerian Pendidikan Nasional.
Dalam sambutan, Rektor juga sempat menyinggung pembangunan Rumah Sakit Akademik Universitas Brawijaya (RSA-UB) yang akan dilanjutkan pembangunannya dalam waktu dekat. "Dengan kucuran dana sekitar Rp 95 Milyar maka pembangunan fisik RSA-UB dapat segera dilanjutkan kembali", katanya. Pada tahun berikutnya, pembangunan fisik akan dilanjutkan dengan pengisian peralatan kedokteran modern sehingga diharapkan RSA-UB akan mulai dapat beroperasional pada 2012 mendatang. Usai mengikuti prosesi penerimaan, ke-61 mahasiswa kemudian mengikuti "Pengambilan Janji Mahasiswa Baru PPDS I".[nok]

9 Tenaga Administratif dan Dosen Menangkan Undian Haji Tahun Anggaran 2012
30 Juni 2010
Sebanyak 9 orang tenaga administrasi dan dosen di lingkungan UB mendapatkan undian haji untuk tahun anggaran 2012. Mereka seluruhnya tercatat berasal dari golongan III dan akan mendapat bantuan sebesar 50% dari total biaya haji.
Nama-nama yang beruntung akan menjadi tamu Allah tersebut adalah: Drs. Adi Joni dari Fakultas Ilmu Budaya (tahun berangkat 2014), Ratna Eny Zuriah dari Fakultas Ekonomi (tahun berangkat 2016), Drs. Rudjita dari kantor pusat (tahun berangkat 2016), Sri Juniarsih dari akultas Kedokteran (berangkat tahun 2017), Dra.Endang Susiloningsih dari Fakultas Hukum (berangkat tahun 2017), Sudjari S.Sos dari LPPM (berangkat tahun 2017), Ir. Siti Nurul Kamaliyah MP dari Fakultas Peternakan (berangkat tahun 2016), Dr.Ir. Sri Winarsih, MP dari Fakultas Peternakan (berangkat tahun 2015), Dr.Ir. Aminudin Affandi, MS dari Fakultas Pertanian (berangkat tahun 2012).[fjr]

Pelatihan Penulisan Jurnal Internasional untuk Dosen UB
29 Juni 2010
Keberadaan artikel ilmiah pada jurnal internasional penting artinya dalam menunjang internasionalisasi universitas. Semakin tinggi jumlah publikasinya, angka kredit dalam indikator penilaian pemeringkatan perguruan tinggi juga semakin meningkat. Oleh karena itu, perlu peningkatan kemampuan penulisan artikel dan jurnal bagi dosen-dosen UB.
Jumlah publikasi ilmiah di UB yang belum optimal menjadi latar belakang diselenggarakannya acara "Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Publikasi Artikel Ilmiah pada Jurnal Internasional Bagi Dosen Universitas Brawijaya", Selasa (29/06) di gedung Pascasarjana UB. Prof.Wani Hadi Utomo, Ph.D dan Dr.Ir.Marjuki,M.Sc. menyampaikan materi tentang "Procedure of Publishing Article in Online or E-Journal". Beberapa tim pendamping pelatihan membimbing para peserta untuk proses konsultasi artikel.
Para peserta pelatihan juga diajak untuk mengenali standar mutu penulisan ilmiah yang layak dipublikasikan dalam jurnal internasional. Hal ini menjadi penting karena banyak dosen yang memiliki penelitian berkualitas namun tidak memiliki kemampuan menulis artikel ilmiah dengan mutu yang bagus. Akhirnya produk artikelnya tidak layak untuk dimuat di dalam halaman-halaman jurnal bergengsi. Kalaupun memiliki produk artikel, biasanya mereka tidak mengetahui prosedur dasar pengiriman karya ilmiahnya tersebut.
Selama ini publikasi artikel ilmiah menjadi salah satu dasar penilaian pemeringkatan universitas dunia. Misalnya Webometrics yang menilai bobot scholar atau jumlah publikasi elektronik semisal jurnal ilmiah diindeks oleh situs-situs jurnal internasional tertentu. [fjr]

Program Internasional IMPPAAS-UB, Kelas Dimulai Agustus 2010
29 Juni 2010
Salah satu program magister internasional yang dimiliki Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB), International Master Program in Public Administration Faculty of Administrative Science (IMPPAAS) siap memulai kelasnya pada Agustus 2010 mendatang. Tercatat 23 mahasiswa telah terdaftar untuk mengikuti program ini. Mereka berasal dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas/20 orang), Kementerian Keuangan Republik Indonesia (3 orang) dan Kementerian Pendidikan Nasional (3 orang).
"Kapasitas kelas sebenarnya mencapai 30 orang mahasiswa setiap tahunnya", ungkap Ketua Program Magister Administrasi Publik, Andy Fefta Wijaya, MDA, PhD kepada PRASETYA Online. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini belum ada mahasiswa asing yang mendaftar. Pada tahun akademik 2009, Andy merinci, pihaknya menerima beberapa mahasiswa asing dari Libya dan Timor Leste. Keberadaan mahasiswa asing ini, tambah Andy, merupakan salah satu parameter internasionalisasi program tersebut, selain pemakaian bahasa asing (Inggris) dan kurikulum yang terstandarisasi.
Dirintis sejak 2006, IMPPAAS juga menawarkan program double degree dengan beberapa perguruan tinggi di Jepang seperti Tohoku University, GRIPS, Keio University, Takushoku University, Ritsumeikan University, Ritsumeikan APU University, serta Prince of Songkhla University di Thailand.
Khusus bagi mahasiswa asing, Andy mengungkapkan, beasiswa juga ditawarkan melalui Ditjen Dikti Kemdiknas dengan standar hidup lokal. Beberapa persyaratan untuk turut serta dalam program ini adalah lulus program sarjana (FIA atau lainnya yang relevan), TOEFL 550/IELTS 6.0, kemampuan menulis tesis dalam Bahasa Inggris serta persyaratan khusus lain bagi peserta program double degree sesuai standar perguruan tinggi partner. Selama menempuh kuliah sekitar dua tahun, peserta diwajibkan mengambil 37 kredit transfer yang meliputi 27 kredit transfer mata kuliah dan 10 kredit transfer untuk tesis serta 4 kredit transfer matrikulasi. Mata kuliah yang ditawarkan meliputi Theory of Public Administration, Philosophy of Science and Research Methodology, Public Policy Analysis, Political Economy of Development, Cross Cultural Management, Development Theories, Globalization Regionalism and Social Welfare, Environmental Management serta Seminar on Good Governance. Sementara dua materi matrikulasi yang harus diambil adalah Introduction of Public Administration serta Introduction of Scientific Writing and Research Method. Diantara staf pengajar yang dilibatkan adalah Prof. Ginandjar Kartasasmita; Prof. ZA Achmady, MPA; Prof. Dr. M. Irfan Islamy, MPA; Prof. Umar Nimran, MA; Prof. Dr. Suhadak, M.Ec; Prof. Solichin AW, MA, PhD; Prof. Loekito Adisoehono, M.Agr, PhD; Dr. Mardiono, MPA; Dr. Lukman Hakim, MA; Dr. Kusdi R, DEA; Deddy S. Bratakusumah, MSc, PhD serta dosen tamu dari berbegai perguruan tinggi terkemuka di Jepang, Amerika Serikat, Australia, dll.
Di akhir wawancara, Andy mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menerima pendaftaran mahasiswa baru. Bagi yang berminat dapat menghubungi Kampus IMPPAAS UB Jalan MT Haryono 163 Malang 65145 No Telp/Fax (0341) 562005 atau Ketua Program IMPPAAS-UB Andy Fefta Wijaya, PhD (HP. 0816556556). [nok]

Pemkab Banyuwangi Gandeng DRC UB Kembangkan Durian Merah
29 Juni 2010
Senin (21/6), Tim Durian Research Center Universitas Brawijaya (DRC UB) diundang oleh Forum Pemerhati Hortikultura kabupaten Banyuwangi untuk mengadakan pelatihan perbanyakan dan pengembangan durian lokal di kelurahan Gombengsari, kecamatan Kalipuro, kabupaten Banyuwangi.
Tim DRC UB mengadakan pelatihan sistem perbanyakan durian usia dini yang dikenal dengan minigrafting, yaitu penyambungan bibit durian pada saat batang bawah berumur 1-2 bulan. Dengan metode tersebut bibit durian umur 5-6 bulan sudah bisa ditanam atau bahkan dipasarkan. Selain itu metode ini  menghemat waktu, meningkatkan keberhasilan grafting serta mempercepat pengadaan bibit secara besar-besaran. Pelatihan tersebut dihadiri oleh 9 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di kabupaten Banyuwangi dengan jumlah peserta yang hadir  90 orang. Tim DRC UB diwakili oleh Prof. Sumeru Ashari, Ir. Lutfi Bansir, MS dan Syaiful.
Salah satu jenis durian yang akan dijadikan ikon kabupaten Banyuwangi adalah durian merah yang selama ini dipercaya oleh masyarakat bisa meningkatkan vitalitas. Durian merah tersebut ada 2 pohon, yang satu tumbuh di kecamatan Songgon dan lainya di kecamatan Kalipuro. Kandungan antonin yang tinggi yang dipancarkan dari warna daging buahnya sangat besar kemungkinan untuk dimanfaaatkan sebagai durian obat. Daging buah durian sangat kaya dengan protein, pytosterols, phytohormones dan asam amino (trypthopan) dan kesemua unsur tersebut sangat berpotensi untuk pencegahan stress ataupun hipertensi. Berdasarkan kerjasama tersebut durian merah akan diperbanyak secara besar-besaran yang nantinya mampu untuk mensuplai bahan baku pabrik obat berbasis durian.
Bupati Banyuwangi DR. Ratna  Any Lestari sangat tertarik program pengembangan durian lokal, dan menawarkan sekitar 20 hektar tanah untuk digunakan oleh DRC UB sebagai sarana percontohan budidaya durian dari berbagai  aspek baik produksi, pengolahan, pemasaran, distribusi dan kelembagaan. Sebelumnya rabu-Jumat ( 2-4/6) Tim DRC UB juga telah mengadakan acara yang sama di Semarang, Jawa Tengah. Sementara itu Pemerintah Daerah yang sedang dan akan mengadakan kerjasama pengembangan durian lokal antara lain, kabupaten Malang, Magetan, Trenggalek, Tulungagung, Lingga (Riau), Blitar dan Pasuruan.
Banyuwangi selama ini dikenal sebagai sentra produksi buah durian yang memiliki cukup banyak plasma nutfah karena ditanam dari biji. Tanaman durian yang tumbuh di kabupaten tersebut sudah dikenal masyarakat sejak zaman penjajahan Belanda dulu. Karenanya, umurnya sudah mencapai ratusan tahun. Menurut beberapa tokoh masyarakat tanaman durian ini sudah diwariskan sampai 4 generasi lebih.  Sesuai dengan program pengembangan durian multi-varietas oleh Kementrian Pertanian maka Tim DRC UB telah bekerjasama dengan masyarakat Pemerhati Hortikultura untuk pengembangan komoditas buah yang prospektif  tersebut. Masalah yang dihadapi oleh petani durian disana adalah perbanyakan tanaman atau pembibitan.
Melestarikan dan mengembangkan durian lokal merupakan visi DRC UB. Tekad tersebut dilaksanakan sehubungan dengan semakin merajalelanya durian impor dipasar lokal, baik yang diperdagangkan di tingkat pedagang kaki lima hingga pasar modern (swa layan). Padahal, mutu durian lokal kita (durian unggul lokal nusantara atau d'kaltara) tidak kalah mutunya dengan durian impor tersebut.[sah/ai]

Workshop Penyusunan Panduan Internasionalisasi Jurnal Agrivita
29 Juni 2010
Jurnal Agrivita Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) akan menyelenggarakan workshop "Penyusunan Panduan Dalam Rangka Internasionalisasi Jurnal Agrivita". Kepada PRASETYA Online, sekretaris kegiatan Dr. Anton Muhibuddin, melaporkan bahwa workshop ini akan diselenggarakan pada Rabu (30/6) di Hotel UB mulai pukul 08.30 WIB.
"Workshop ini merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan mempersiapkan Jurnal Agrivita sebagai jurnal internasional", kata dia. Menurut rencana, kegiatan ini akan diikuti oleh pengelola Jurnal Agrivita, Guru Besar serta pengelola jurnal di lingkungan UB. "Jurnal Agrivita merupakan salah satu jurnal di lingkungan UB yang telah terakreditasi nasional dan ditunjuk Dikti sebagai jurnal internasional", katanya. Melalui workshop ini, pihaknya mengharap, dapat lebih dipersiapkan upaya menuju publikasi internasional pertamanya mulai edisi Oktober 2010 mendatang. "Dengan demikian, mulai edisi Oktober 2010 nanti, seluruh artikel yang dipublikasikan di Jurnal Agrivita sudah menggunakan bahasa internasional, diantaranya Bahasa Inggris", terangnya.
Diantara pakar yang akan berbicara dalam workshop ini adalah Dr. drg. Darmawan Setijanto (Ketua Redaksi "Dental Journal"), Prof. Dr. Ir. Wani Hadi Utomo (UB) dan Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno (UB).
Lebih jauh, Ketua Dewan Redaksi Agrivita, Prof. Dr. Ir. Kuswanto menyampaikan, selain artikel yang berbahasa Inggris, Jurnal Agrivita juga harus memperbaiki dan mempersiapkan banyak hal diantaranya mitra bestari/reviewer yang berkualitas dan berkompeten dari seluruh dunia. Selain itu, harus dipersiapkan pula sistem administrasi serta sarana prasarana yang lebih mendukung disamping peningkatan kualitas artikel. "Internasionalisasi Jurnal Agrivita akan sangat mendukung keberadaan UB sebagai World Class University", pungkas Prof. Kuswanto. [am/nok]

Dosen UB Ikuti Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Internasional 2010
29 Juni 2010
Sembilan dosen/peneliti Universitas Brawijaya (UB) diundang mengikuti Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Internasional Tahun Anggaran 2010. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DP2M) Ditjen Dikti Kemdiknas tersebut akan dilangsungkan di Singgasana Hotel Surabaya, Kamis-Sabtu (1-4/7).
Kepada PRASETYA Online, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya (LPPM-UB) menyatakan, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para dosen/peneliti perguruan tinggi dalam melakukan penelitian artikel ilmiah yang memenuhi standar baku.
Sembilan proposal ini, menurutnya terpilih diantara 28 proposal yang dikirimkan UB. Mereka yang dinyatakan lolos adalah Achmad Wicaksono, Ir. M.Eng. PhD (Fakultas Teknik), Masdiana C. Padaga, drh., M.App.Sc (Fakultas Peternakan), Rahmi Nurdiani, Spi., M.App.Sc (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Siti Candra Windu B., dr., Dr., SpOG (K) (Fakultas Kedokteran), Sri Andayani, Dr. , Ir., MS (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Sri Rahayu, Dr., MS (FMIPA), Titik Nurhidayah, STP., Msi (Fakultas Teknologi Pertanian), Titin Andri Wihastuti, SKP., M.Kes (Fakultas Kedokteran) dan Tri Yudani Mardining Raras, Dr.rer.nat., M.App.Sc (Fakultas Kedokteran).
Pada pelatihan tersebut, peserta diwajibkan membawa draft naskah/artikel yang akan dikirim ke jurnal. Persyaratan lain untuk program ini, dapat di download di website Dikti atau melihat langsung di Subbag Program LPPM-UB. [sc/nok]

Delapan Proposal UB Lolos Penelitian Strategis 2010
29 Juni 2010
Sebanyak delapan judul proposal baru Penelitian Strategis Tahun Anggaran 2010 dari Universitas Brawijaya dinyatakan lolos seleksi tahap pertama untuk dilanjutkan ke tahap kedua yaitu presentasi proposal. Hal ini merujuk pada Surat Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Ditjen Dikti Kemdiknas Nomor 1210/D3/PL/2010 tanggal 21 Juni 2010 yang dikirim ke Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM).
Kepada PRASETYA Online, Ketua LPPM-UB, Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaemi, MS mengabarkan bahwa sebanyak 180 judul dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia diterima pada program ini. Nama kedelapan pengusul dari UB yang dinyatakan lolos desk evaluation tahap pertama adalah Agustin Krisna Wardani, STP, Msi, PhD (Fakultas Teknologi Pertanian), Dra. Catur Retnaningdyah, Msi (FMIPA), Prof. Dr. Ir. Rudy Soenoko, M.Eng.Sc (Fakultas Teknik), Prof. Dr. Ir. Sahri Muhammad, MS (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Dr. Dra. Siti Ragil Handayani, Msi (Fakultas Ilmu Administrasi), Dr. Teti Estiasih, STP, MP (Fakultas Teknologi Pertanian), Dr.Eng Alfawi Pujiraharjo, ST, MT (Fakultas Teknik), Serta Dr. Ing. Setyawan Purnomo sakti, M.Eng (FMIPA).
Untuk selanjutnya mereka diminta hadir pada tahap presentasi yang akan diselenggarakan pada Kamis-Jum'at (1-2/7) di Hotel Sahid Surabaya. Bagi para pengusul yang namanya tercantum diatas, diharap membawa bahan presentasi dalam bentuk softcopy. Persyaratan lainnya dapat di download di website Dikti atau melihat langsung di Subbag Program LPPM-UB. [sc/nok]
PENDIDIKAN KEAHLIAN PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN ANGKATAN I TAHUN 2010

FH dan Kemenhumkam Gelar Diklat Perundang-Undangan
27 - 28 Juni 2010
Program  Pendidikan Keahlian Perancangan Peraturan Perundang-undangan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementrian Hukum dan HAM RI melaksanakan  Pendidikan Keahlian Perancangan Peraturan Perundang-undangan pada 27-28 Juni 2010. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Orchid Garden Kota Batu ini bertujuan mengantarkan para peserta untuk  mampu melakukan perancangan peraturan perundang-undangan dengan baik, tepat, aspiratif, dan responsif.
Peserta berasal dari Sekretrariat Jenderal DPD RI, pemerintah Kabupaten Tulungagung, kota Surabaya, mahasiswa S2 FH UB, pemerintah Kabupaten Kutai Kertanegara, dosen Universitas Tadulako Palu, dan doesen Fakultas Hukum UB.
Pendidikan dibuka oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementrian Hukum dan HAM RI. Bertindak sebagai narasumber Dr Waidudin Adams SH (Direktur Fasilitasi Perda Kemkumham RI), Aan Eko Widiarto SH MHum, Herlin Wijayati SH MS, Abdul Madjid SH MS, Dr Jazim Jamidi SH MH, M Fadli SH MH, dan M Dahlan.
Sebagai sebuah pendidikan keahlian, pendidikan ini dikelolah secara professional dengan metode pembelajaran yang berbasis andragogi. Dalam konteks pendidikan semacam ini proses pembelajaran yang dilakukan mengedepankan Student Centered Learning (SCL) dan Case Based Learning (CBL) sebagai pilihan metode pembelajaran yang dinilai paling efektif dan sesuai dengan arah kompetensi peserta.[cil/nun]

Workshop dan Temu Bisnis Agribisnis Peternakan Kambing dan Domba
28 Juni 2010
Sabtu (26/6) dilaksanakan Workshop dan Temu Bisnis Agribisnis Peternakan Kambing dan Domba di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) di gedung 1 lantai 3. Salah satu rekomendasi penting yang dihasilkan adalah membangun sistem komunikasi diantara peternak kambing agar usaha peternakan kambing lebih berkembang dan peneliti di Fapet dapat menghasilkan teknologi sesuai kebutuhan usaha peternakan kambing dan domba.
Tujuan kegiatan ini  adalah menjalin silaturahmi (net working) antara Perguruan Tinggi ,Peternak ,Instansi terkait. Kedua, menggali permasalahan agribisnis peternakan kambing dan domba serta mencari alternatif solusinya. Demikian disampaikan Ketua Panitia Prof. Dr.Ir.Trinil Susilawati,MS dalam sambutannya.
Acara yang dibuka oleh dekan Fapet Prof. Dr. Hartutik,MP ini dihadiri oleh oleh perwakilan Dosen peternakan se-Malang Raya, Peternak domba dan kambing  dari  kota /kabupaten se-Jawa Timur yang tergabung dalam Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI), instansi terkait yaitu Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Balai Latihan Pegawai Pertanian (BLPP), Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), UPT Peternakan, Dinas Peternakan, Dompet Dhuafa, UKM Kewirausahaan Mahasiswa dan mahasiswa sejumlah 114 orang.
Kegiatan dilanjutkan dengan temu bisnis dengan narasumber Prof. Dr.Ir. Luqman Hakim,MS, Ir.Hermanto,MP, Dr.Ir.Liliek Eka Radiati,MS, Dr.Ir. Bambang Ali,MS  dan  Drh Oon Furqon (Ketua HPDKI) dan moderator Dr.Ir. Sucik Maylinda,MS.
Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan selama 3 tahun yang dimulai tahun 2009  yaitu Program Iptek Bagi Produk Impor dengan judul "Penguatan Agrinisnis Pembibitan Kambing Menggunakan Sistem Inseminasi Buatan, Pemanfaatan Pakan Lokal, Pengemasan Susu Kambing dan Perbaikan Sistem Pemasaran".
Setelah acara ditutup dilanjutkan dengan kongres HPDKI untuk memilihan pengurus cabang Jawa Timur dan penyusunan program kegiatan selama 5 tahun.[tri/ai]

Penelitian KKP3T 2009 Diklarifikasi
28 Juni 2010
Pelaksanaan Kerjasama Kemitraan Penelitian Pertanian dengan Perguruan Tinggi (KKP3T) Tahun Anggaran 2009 diklarifikasi oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan-RI). Berkaitan dengan hal tersebut, pada Rabu (23/6), Inspektorat Jenderal Kementan-RI, Ir. Noor Effendi, MM beserta staf berkunjung ke Universitas Brawijaya (UB). Di UB, mereka melakukan klarifikasi kepada penerima program penelitian KKP3T Tahun 2009 yakni Prof. Dr. Ir. Ika Rochdjatun Sastrahidayat; Dra. Nunung Harijati, PhD; Prof. Dr.Sc.Agr Ir. Suyadi, MS; Dr. Ir. Rini Dwiastutik, MS serta Prof. Dr. Ir. Nur Basuki.
Kepada PRASETYA Online, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaemi, MS menuturkan bahwa hasil klarifikasi tersebut dinyatakan baik, sesuai dengan proposal dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diajukan walaupun masih ada beberapa perbaikan. [sc/nok]

Pembangunan Manajemen IKM Di Pasuruan
28 Juni 2010
Konsep kemitraan perlu diterapkan dalam pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Tiga entitas yang terlibat dalam kemitraan tersebut adalah pemerintah, masyarakat serta IKM itu sendiri. "Mereka tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri-sendiri", ungkap Andy Fefta Wijaya, MDA, PhD dalam seminar "Peningkatan Kemampuan Manajemen Usaha IKM". Melalui pola kemitraan, Pakar Kebijakan dan Manajemen Publik Fakultas Ilmu Administrasi Univesitas Brawijaya (FIA-UB) ini meyakinkan, akan tercipta peningkatan value chain (rantai nilai) antara ketiga pihak tersebut.
Demikian poin penting yang disampaikannya dalam seminar yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kota Pasuruan di Hotel Montana, Jum'at-Minggu (25-27/6) kemarin. Pembicara lain yang juga terlibat dalam kesempatan tersebut adalah Ahmad Erani Yustika, MSc, PhD (pakar Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Kelembagaan UB), Dr. Kuncoro, MSi (Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Pemkot Pasuruan), serta Dr. Harmono, SE, M.Si (Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang).
Diwawancarai PRASETYA Online di ruang kerjanya, Senin (28/6), Andy Fefta menuturkan, sinergi antara tiga entitas tersebut harus dilaksanakan secara maksimal dan berkelanjutan melalui perannya masing-masing. Pemerintah Daerah (Pemda) misalnya, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dimiliki, dapat membantu IKM dalam hal promosi, pameran ataupun pelatihan untuk menambah pengetahuan dan skill mereka. "Pada umumnya IKM memiliki keterbatasan modal sehingga kurang mampu melaksanakan pameran dan menciptakan peluang pasar dengan baik", katanya. Selain modal, ia juga menggarisbawahi problematika lain seperti inefisiensi dan nilai jual tinggi yang menempatkan IKM pada posisi sulit berkompetisi. "Tapi hal ini tidak selalu mutlak karena situasi bisnis itu sangat fluktuatif", tandasnya.
Pengamatan Andy Fefta pada dua tahun terakhir ini, pembinaan IKM di Kota Pasuruan telah berjalan dengan baik melalui pelatihan, pameran ataupun peningkatan kapasitas/skill. Sementara untuk modal, ia menegarai bahwa bantuan yang diberikan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Perusahaan Listrik Negara (PLN) ataupun PT.Telkom melalui Corporate Social Responsibility (CSR) lumayan berhasil. Tapi sayangnya, program ini tidak banyak diketahui oleh IKM "Melalui seminar ini, mereka jadi tahu bahwa ada kesempatan untuk mengakses dana dari BUMN, sehingga seminar dapat menjadi media untuk sharing informasi", terangnya. Terkait hal ini, ia mencontohkan salah satu usaha roti yang mampu berkembang melalui bantuan modal "Mitra PLN", yang sebelumnya menggunakan modal sendiri dan sangat terbatas.
Kemitraan di Jepang
Andy Fefta sendiri, mengaku telah melihat langsung keberhasilan penerapan pola kemitraan ini saat melakukan kunjungan ke Beppu, Jepang. Karena terletak di kawasan pantai, Beppu yang ada di Kyushu Island ini, memiliki keunggulan pada hasil laut. "Di kawasan ini kemitraan berjalan dengan baik, dimana pemerintah memposisikan diri sebagai fasilitator dalam pengelolaan dan pengembangan usaha-usaha disana", ujar pria yang menamatkan program doktor di Flinders University Australia ini.
Kepada PRASETYA Online, ia kemudian menggambarkan bahwa di kawasan tersebut pemerintah adalah pelayan publik yang membantu IKM hingga ke hal teknis seperti membuat katalog, mengadakan pelatihan hingga membantu kegiatan ekonomi saat akhir pekan. "Dengan model desa wisata, mereka bahkan telah memperhatikan keberlanjutan lingkungan dengan memanfaatkan energi baru dan terbarukan. Pengunjung bisa menikmati langsung keindahan alam ataupun wisata kuliner yang disajikan disana", ungkap Andy Fefta yang juga Ketua Magister Administrasi Publik FIA-UB.
Dalam presentasinya, kepada Pemerintah Kota Pasuruan ia menyarankan beberapa hal dalam rangka penerapan pola kemitraan disana. Dua potensi utama IKM yang dimiliki kota ini, menurutnya adalah logam dan meubel. Diantara saran yang dikemukakannya adalah perlunya mempelajari ketrampilan teknis seni ukir meubel kepada para pengrajin yang ada di Kota Jepara, yang dinilainya telah cukup berhasil. [nok]

Bantuan ONH/BPIH Bagi Karyawan UB
28 Juni 2010
Universitas Brawijaya (UB) telah mengeluarkan kebijakan terbaru tentang pemberian bantuan Ongkos Naik Haji (ONH) atau Biaya Pemberangkatan Ibadah Haji (BPIH) tahun anggaran 2012. Apabila pada anggaran sebelumnya ONH/BPIH hanya diberikan kepada tenaga administrasi, bantuan ONH/BPIH kali ini juga diberikan kepada tenaga dosen UB. Demikian sebagaimana tertulis dalam Surat Edaran nomor 2577/H10/LL/2010 yang ditandatangani oleh Pembantu Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan Warkum Sumitro SH MH.
Sebagaimana aturan sebelumnya, pemberian bantuan ONH/BPIH merupakan kegiatan undian bergilir menunaikan ibadah haji. Mereka yang berhak mengikuti undian diantaranya: 1) mereka yang telah memiliki tabungan ONH sebesar 25 juta rupiah yang dibuktikan dengan menyerahkan fotokopi buku tabungan atau nomor porsi haji bagi yang sudah memiliki porsi haji. 2) Memiliki masa kerja minimal 15 tahun yang dilengkapi dengan menunjukkan fotokopi SK Capeg dan SK pangkat terakhir. 3) Peserta undian adalah seluruh PNS baik tenaga administrasi dan tenaga dosen dan belum pernah menunaikan ibadah haji. 4) Terdaftar sebagai peserta calon jamaah haji KBIH UB. 5) Pada tahun keberangkatan yang bersangkutan belum pensiun.
Dalam pemberian bantuan ONH/BPIH UB baru akan membayarkan dana ONH/BPIH apabila PNS berhasil memperoleh Undian Giliran menunaikan ibadah haji.  Untuk anggaran 2012, jumlah PNS yang akan dibantu ONH/BPIH UB sebanyak 14 orang dengan rincian pegawai tenaga administrasi golongan I (1 orang), golongan II (2 orang) dan golongan III (5 orang) serta pegawai tenaga dosen golongan 3 (5 orang) dan pembimbing haji KBIH UB (1 orang).
Besarnya bantuan meliputi 80 persen dari ONH/BPIH untuk golongan I, 75 persen untuk golongan II dan 50 persen untuk golongan III. Bagi peserta undian yang belum beruntung memperoleh undian giliran menunaikan ibadah haji, namun pada tahun tersebut yang bersangkutan akan menunaikan ibadah haji, maka peserta tersebut berhak mendapatkan uang saku sebesar 1,5 juta rupiah dalam bentuk pendaftaran gratis mengikuti Bimbingan Manasik Haji KBIH UB.
Pendaftaran mengikuti undian akan ditutup pada 29 Juni 2010 dan pelaksanaan undian haji akan dilakukan pada 30 Juni 2010. Keterangan lebih lanjut mengenai bantuan ONH/BPIH bagi karyawan UB dapat menghubungi Pusat Pembinaan Agama (PPA) UB di Gedung Rektorat Lantai 5.[nun]

Workshop Pengembangan Blitar Sebagai Pusat Rujukan Usaha Atsiri
28 Juni 2010
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya (LPPM-UB), Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaemi, MS, beserta tim Program Hibah Kompetisi Institusi (PHKI) Tema C, Selasa (26/6) menghadiri "Workshop Pengembangan Kabupaten Blitar Sebagai Pusat Rujukan Entrepreneurship Atsiri di Wilayah Indonesia Timur".
Kegiatan yang diselenggarakan di Kantor Bupati Blitar ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Blitar, Universitas Brawijaya serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Acara ini merupakan tindak lanjut dari pengembangan produk unggulan Kabupaten Blitar yaitu "Program Putri Kencana" (Produk Unggulan Industri Kecamatan). Diantara tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengentaskan kemiskinan serta mengurangi pengangguran.
"Selain itu juga menjadi sarana sosialisasi Program PHKI Tema C kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Blitar, DPRD Kabupaten Blitar serta Perum Perhutani Unit II Jawa Timur", ungkap Prof. Siti Chuzaemi kepada PRASETYA Online melalui email. .
Hadir sebagai keynote speaker dalam kesempatan tersebut, perwakilan Ditjen DIKTI Kementerian Pendidikan Nasional yang dilanjutkan paparan materi dari Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan IPTEK Kementerian Riset dan Teknologi serta Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT. [sc/nok]

Inbis Siapkan Generasi Trainer Kewirausahaan
25 Juni 2010
Selama 5 hari, sebanyak 30 dosen yang berasal dari seluruh fakultas mengikuti Training of Trainer UKM Spesialis dalam Bidang Sumber Daya Inovasi, Proses Inkubasi dan Jejaring Bisnis bagi Dosen Muda di Lingkup UB. Acara yang digelar oleh Inkubator Bisnis UB ini dilaksanakan sejak tanggal 21-24 Juni 2010.
Menurut Ketua Pelaksana Ir. Edi Susilo,MS acara ini dilaksanakan sebagai persiapan regenerasi bagi para trainer kewirausahaan dari akademisi di UB. "Saat ini sudah waktunya yang muda-muda mengambil bagian memberikan pelatihan-pelatihan kewirausahaan bagi UKM. Untuk itu acara ini dibuat", tuturnya.
Dosen-dosen muda tersebut selama training mendapatkan materi-materi dasar kewirausahaan, melakukan focus discussion group, dan melakukan kunjungan ke UKM di lingkungan Malang raya. "Dosen-dosen itu sekalian kami pertemukan dengan pelaku UKM secara langsung supaya ada interaksi dan belajar langsung kepada pemilik usaha", tutur Susilo.
Beberapa narasumber acara training adalah Dr.Ir.Nuhfil Hanani, MS., Dr. Lilik Setyobudi, Mohammad Fatchi, SE. MS. dan lain-lain. "Ke depan peserta training ini akan diproyeksikan untuk melakukan pelatihan-pelatihan kepada pemilik UKM untuk pengembangan usahanya", ungkapnya. [fjr]

Pagelaran Produk Kewirausahaan Mahasiswa FIA UB
25 Juni 2010
Produk wirausaha hasil ide kreatif mahasiswa kelas Kewirausahaan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) dipamerkan dalam Pagelaran Hasil Karya dan Promosi Wirausaha Mandiri Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik (AP). Pagelaran ini digelar di pelataran parkir selatan FIA UB, Jumat (25/6) dan diikuti oleh tiga kelas.
Pagelaran ini diselenggarakan sebagai Ujian Akhir Semester (UAS) kuliah Kewirausahaan jurusan AP dengan koordinator pembimbing Dr H Imam Karjanto MBA MAP DipSp. Imam Karjanto menyampaikan kepada PRASETYA Online bahwa mata kuliah ini bisa memberikan bekal bagi mahasiswa pada saat kuliah terlebih setelah lulus. Mata kuliah ini bukan hanya diberikan secara teoritis tapi juga praktik. "Saya prihatin dengan banyaknya pengangguran setelah bergelar sarjana. Dengan berwirausaha mereka bisa lebih mandiri," ungkapnya di sela berlangsungnya acara.
Produk yang dipamerkan seperti Face Paper Craft, UD Mantap Jaya-Ternak Lele, Lele Crackers, Soto Jamur Crispy "Mantap", Es Tebu Gembira "Tebu Evolution", Nasi Goreng "Mambo", Sate Goda, Cn'L Accessories, Funny Assesories. Kesemua produk yang ditampilkan sudah memiliki bussines plan, walaupun belum semua memasarkan produknya.
Salah satu mahasiswa yang telah memasarkan produknya adalah Fandi Wadiansah mahasiswa AP angkatan 2007. Ia mengungkapkan sudah mengeluarkan dana sebesar 12 juta rupiah untuk mendirikan bisnisnya, "Borneo Tahu Crispy" dan Kedai Kopi lesehan, yang baru 3 hari dijalankannya. Uang yang didapatkannya dari menggadaikan BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) dan pinjaman dari orang tuanya itu digunakan untuk membiayai pembuatan gerobak dan perlengkapan lesehan. Namun bisnis yang bertempat di The British Institute (TBI) di bilangan Soekarno Hatta, terpaksa vakum karena terkendala ijin tempat."Pertama kali berdiri, saya sudah mendapatkan ijin lisan dari pemilik Ruko tapi setelah tiga hari jualan ada yang mendatangi, meminta ijin tertulis. Itu yang sedang saya urus," paparnya. Namun tampaknya Fandi tidak patah arang, "Saya serius menjalani bisnis ini. Saya tetap akan melanjutkannya," tambahnya.
Lain lagi yang diceritakan Indro Budi Prayogi. Mahasiswa yang memilih berbisnis ternak lele ini sudah meraup untung dari panen pertamanya di daerah Terong Dowo, Prigen. Bisnis yang dijalankannya selama tiga bulan ini sudah satu kali panen sebanyak 200 kilo lele yang langsung diambil penadah. Setiap kilo lele dijual dengan harga 9250 rupiah, sedangkan total perawatan lele berkisar 7000 rupiah sehingga  keuntungan yang didapat 450 ribu rupiah. "Tapi sementara labanya untuk menutupi pembuatan kolam saja, gak papa diawal-awal," ungkapnya. Indro lebih jauh memaparkan dalam waktu dekat ia berencana menambah jumlah kolamnya menjadi tiga karena permintaan yang semakin banyak.[ai]

Workshop Kewirausahaan Dikti-Kadin untuk Mahasiswa
25 Juni 2010
Direktorat Jenderal Pendidikan Tingggi (Dirjen Dikti), Kamar Dagang Indonesia (Kadin), bersama Universitas Brawijaya (UB) akan mengadakan Workshop Kewirausahaan Mahasiswa secara gratis. Peserta diutamakan dari mahasiswa penerima dana hibah Program Mahasiswa Wirausaha 2010.
Tema yang diambil adalah "Knowledge Based Entrepreneur" dengan narasumber pelaku usaha muda di berbagai bidang. Narasumber-narasumber yang dijadwalkan hadir adalah Gigih Budi Abadi (Pixecute-World Class Graphic Designer), Hendy Setiono (Baba Rafi Indonesia-Culinary Franchise Industry), Singgih S. Kartono (Piranti Works-World Class Product Inovator), Juliana Pangestu (Teknindo-Bel Otomatis Sekolah), Nadhirotul Laily (Mahesa Institut-English Course), Nancy Margrid (Pixel People Project-Fractal Batik Inovator), Andrie Trisaksono (Tricahya Inti Cipta-ATM Design & Manufacture), A Noor Arief (Aseli Dagadu Djokdja), Denni Delyandri (Media Kreasi Bangsa-Kek Pisang Villa, Batam), Andi Sufariyanto (Pourvous-Produk Kosmetika Alami). Workshop ini akan diselenggarakan di Gedung Widyaloka UB pada hari Rabu, 30 Juni 2010.
Selain workshop, hari itu juga akan digelar Bisnis Fair yang diramaikan dengan Gelaran Produk Inovasi Bisnis Kewirausahaan, Konsultasi Bisnis, dan Dialog Interaktif dengan Pelaku Usaha. Mahasiswa yang ingin berpartisipasi bisa mendaftarkan diri ke Bagian Kemahasiswaan UB di gedung Rektorat lantai dua.
Satu hari berikutnya, Kamis 1 Juli 2010, akan dilaksanakan Training of Trainers (TOT) untuk Dosen Kewirausahaan di Guest House UB. Training ini akan menghadirkan konsultan training di bidang "Knowledge Based Entrepreneur" yang akan membahas ide-ide kreatif untuk memulai dan mengmbangkan usaha berbasis pengetahuan.
Kegiatan serupa sebelumnya sudah dilaksanakan di Universitas Internasional Batam (Rabu-Kamis,23-24/6) dan akan disusul oleh Universitas Diponegoro Semarang (7-8 Juli 2010), Universitas Udayana Denpasar (21-22 September 2010).[ai]

PD I FT Mengikuti International Deanís Course
14 Ė 24 Juni 2010
Pembantu Dekan bidang Akademik Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Ir Ludfi Djakfar MSCE PhD, telah mengikuti the International Deanís Course  (IDC) South East Asia, di Jerman, pada 14 - 24 Juni 2010. Kursus diselenggarakan oleh DAAD bekerjasama dengan Forum Rektor Universitas di Jerman (HRK) dan University of Applied Sciences Osnabrueck Berlin. Demikian ungkap Djakfar kepada Prasetya Online, Sabtu (10/7).
Lebih lanjut Djakfar mengutarakan, kursus ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan pencerahan tentang manajemen pengelolaan fakultas di tengah perubahan-perubahan yang terjadi. Seperti globalisasi, desentralisasi dan otonomi yang saat ini menjadi tren bukan hanya di Indonesia, tapi hampir di seluruh dunia. Kursus diikuti oleh 29 peserta yang merupakan para dekan, pembantu dekan atau ketua jurusan dan berasal dari perguruant tinggi di Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Kamboja. Selain UB, perguruan tinggi dari Indonesia yang juga hadir sebagai peserta berasal dari UI, ITB, UGM, dan ITS.
Materi kursus terdiri dari Higher Education Systems in Germany and South East Asia, Changing Nature in University Governance, Strategic Faculty Management, Financial Management, Soft Skill Workshop, Leadership dan Quality Management. Menurut Djakfar, kursus dirasakan sangat bermanfaat karena memberikan bekal yang sangat baik bagaimana seharusnya pengelolaan fakultas. Kursus semacam ini ungkap Djakfar selayaknya diikuti oleh dekan, pembantu dekan, dan ketua jurusan segera setelah dilantik pada jabatannya. Sebuah hal yang belum menjadi tradisi di Universitas Brawijaya.[ldf/nun]

Dosen FP-UB Dampingi Aparat Kota Batu ke New Zealand
24 Juni 2010
Pembangunan Kota Batu sebagai kawasan agropolitan seharusnya mampu meningkatkan taraf ekonomi warga masyarakatnya. Beberapa potensi utama seperti pertanian, peternakan dan pariwisata di Kota Apel ini layak dikembangkan secara maksimal sehingga mampu memicu peningkatan kesejahteraan. Pengembangan agropolitan di beberapa negara telah mampu membuktikan hal tersebut diantaranya New Zealand. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Batu berinisiatif untuk mengirimkan aparat dan perwakilan petani ke negeri kiwi ini dalam konsep study tour.
"Melalui study tour ke New Zealand, harapannya mereka dapat menyaksikan sendiri pengelolaan pertanian, peternakan dan pariwisata disana", ungkap Ir. Liliek Setyobudi, PhD yang juga akan turut serta dalam kegiatan ini. Dosen Fakultas Pertanian Univeristas Brawijaya (FP-UB) tersebut adalah staf ahli Local Economy Resource Development (LERD) Kota Batu, yang diangkat khusus dengan Surat Keputusan Walikota sebagai satu upaya untuk meningkatkan peran perguruan tinggi kepada masyarakat sekitar.
Diwawancarai di Gedung Inkubator Bisnis kemarin (23/6), Liliek menuturkan, dirinya akan memimpin rombongan Kota Batu yang terdiri atas Kepala Dinas Pertanian beserta staf dan dua orang petani. Selama seminggu (27/6-4/7) di New Zealand, mereka akan melihat langsung beberapa kawasan seperti Palmerston North,  Hawke's Bay, Massey Farm dan windmills. "Di Hawke's Bay mereka akan melihat budidaya hortikultura seperti sayuran, anggur, apel, dan buah kiwi. Sementara di windmills, mereka akan melihat langsung pemanfaatan angin sebagai sumber energi", terang Liliek. Selain itu, mereka juga diagendakan akan mempelajari pemanfaatan lahan, manajemen agrowisata, kehutanan serta peternakan sapi dan domba.
Dalam menjalankan berbagai aktivitas ini, mereka akan didampingi orang-orang yang berkompeten diantaranya Prof. Ian Warrington (Massey University), Bryan Taylor (Director of Agriculture Services) serta Dr. James Millner (Institute of Natural Resources). "Dalam hal manajemen produksi pertanian, rombongan akan diajak langsung melihat produksi di lahan, industri proses dan pasar", ujar Liliek. Dengan begitu, Liliek berharap mampu menegaskan nasehat yang berkali-kali disampaikan kepada para petani untuk tidak menjual komoditas dengan kualitas rendah. "Jangan menjual grade C ke bawah. Komoditas yang dijual ke pasar hanya untuk grade A dan B agar harga tidak gampang merosot, karena umumnya konsumen tidak percaya dengan kualitas rendah walaupun harganya murah", terangnya mengulangi nasehat yang berkali-kali disampaikan kepada petani.Untuk Grade C ke bawah, kepada PRASETYA Online ia menjelaskan, dirinya selalu menekankan untuk memproses menjadi produk olahan sehingga nilai tambahnya bisa meningkat. [nok]

UB Ikuti Pekan Produk Kreatif Indonesia 2010
24 Juni 2010
UB ikut berpartisipasi dalam kegiatan Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) tahun 2010 yang berlangsung di Jakarta Convention Center. Acara berlangsung sejak 23 - 27 Juni 2010 yang dibuka oleh Wapres RI Budiono.
Dalam pameran diselenggarakan secara bersama-sama oleh 14 kementrian/Lembaga, UB mengambil tema "Creativepreneur di Universitas Brawijaya Menuju World Class Entrepreneurial University". Dalam acara tersebut, UB memamerkan beberapa produk karya mahasiswa-mahasiswi UB yaitu: WM Box (Wind Mill Box) Pengkreasi Melon & Semangka Kotak; Pengukur Curah Hujan Menggunakan Sensor Kapasitif; Pipiaky Bahan Baku Ubi Jalar; Upaya Pengembangan Obat Herbal Kulit Kayu Durian dan Kit Deteksi Penyakit Sendi; Es Krim Jamur; Alat pengolah susu menggunakan cara kejut listrik tegangan tinggi; R-Gitak Mesin Pembuat Rengginang; Gazella Florist; La-Craft Tas Bahan Baku Eceng Gondok; Alternatif BioDiesel 20 Rendah Emisi dari Mikroalga; Braillevoice sebagai alat bantu baca untuk penderita tuna netra. beberapa produk dari Inkubator Bisnis (Inbis) juga turut dipamerkan.
PPKI 2010 merupakan penyelenggaraan ke-4 dari ajang yang telah diselenggarakan sejak tahun 2007. Digelarnya acara ini merupakan wujud pencanangan Tahun Indonesia Kreatif yang dicetuskan oleh Presiden SBY. PPKI 2010 sendiri dilaksanakan berbasis pada Teknologi Informasi dan Produk Ramah Lingkungan dengan tujuan: membangun kesadaran seluruh komponen bangsa untuk menyelamatkan, memelihara, melindungi dan mengembangkan warisan budaya bangsa melalui inovasi teknologi dan kreatifitas; memberikan kontribusi signifikan bagi proses pengembangan produk warisan budaya menjadi ekonomi kreatif berbasis Teknologi Informasi dan produk ramah lingkungan; mendorong penciptaan lapangan kerja luas dan menghasilkan devisa; ajang pertukaran pengetahuan, pengalaman, informasi, konsultasi, edukasi, promosi, dan transaksi; serta membangun citra positif bangsa Indonesia yang berbudaya, bermartabat dan berjati diri. [fjr]

Dosen FIA-UB, Rapporteur Kongres IIAS-IASIA
24 Juni 2010
Dalam sebuah pertemuan internasional, rapporteur memiliki tugas khusus diantaranya menyeleksi paper yang layak dipresentasikan. Untuk menjadi rapporteur, seseorang diharuskan memiliki kompetensi khusus diantaranya menguasai permasalahan yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Penilaian atas kompetensi inilah yang salah satunya menjadi pertimbangan Presiden IIAS (International Institute of Administrative Sciences), Franz Strehl untuk memilih Andy Fefta Wijaya, MDA, PhD menjadi rapporteur dalam kongres internasional ke-28 yang akan diselenggarakan di Nusa Dua Bali, 12-17 Juli 2010 mendatang.
Kongres yang menurut rencana akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, nantinya juga akan melibatkan organisasi besar lainnya yakni International Association of Schools and Institutes of Administration (IASIA). Dua tema besar yang akan dibahas adalah "Public Administration Facing New Dynamics: Constraints, Innovation and Sustainability" untuk kongres IIAS dan "Public Sector Strategies for Overcoming Growing Global Inequality" untuk kongres IASIA.
Diwawancarai PRASETYA Online di ruang kerjanya kemarin (23/6), Andy Fefta menuturkan pengalamannya menjadi rapporteur pada pertemuan internasional yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) di Korea beberapa waktu silam. Ia juga mensinyalir, pemilihan tersebut didasarkan pada perannya sebagai editor jurnal internasional serta pengalamannya menjadi pembicara pada sejumlah pertemuan internasional. Beberapa karyanya yang dikeluarkan penerbit ternama internasional seperti Macmillan juga disinyalir menjadi pertimbangan khusus.
"Rapporteur untuk kongres internasional IIAS-IASIA biasanya berasal dari negara maju. Baru tahun ini dipilih dari Indonesia melalui pengusulan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara", kata dia.
Dengan beberapa standar penilaian seperti konseptual, teknik referensi, serta relevansi, dari 2000 naskah yang terkirim, sejauh ini Andy Fefta telah meloloskan 50 diantaranya yang dinyatakan layak untuk dipresentasikan. Untuk melancarkan tugas ini, ia dibantu tiga orang asisten yaitu Sir Prabhas Kumar Jha (Department of Administrative Reforms and Public Grievances, India), Dr. Muhammad Taufiq (alumni lep Bordeaux University Prancis dan dosen School of Public Administration, Indonesia) serta Luis Garcia Cardenas (Head of International Relations, National Institute of Public Administration, Mexico).
Tiga sub-tema yang juga akan dibahas dalam kongres internasional IIAS adalah "Re-asserting Public Action: Roles and Responsibilities", "Renewing State Protection for Citizens and Society: Values and Responses", dan "Handling the Legacy: Conditions, Constraints and Opportunities".
Perwakilan Indonesia yang diagendakan sebagai pembicara yang diundang untuk kongres ini diantaranya Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Armida S. Alisjahbana, MA, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara EE Mangindaan, Ketua Persatuan Sarjana Administrasi Ginandjar Kartasasmita. "Sejauh ini tercatat delegasi 70 negara telah mendaftar, dengan jumlah terbesar berasal dari China dan Afrika Selatan", tutur Andy. Ia sendiri, diagendakan akan menyampaikan pidato dalam opening ceremony. Beberapa hal yang akan diangkatnya adalah problematika dan inovasi dalam administrasi publik serta reformasi sistem (institusi dan sumber daya manusia). "Inovasi yang akan saya sampaikan berupa pembaharuan sistem dari birokrasi sebagai model old public administration menuju New Public Management (NPM) and New Public Service (NPS)-Governance", terangnya. Paradigma yang digunakan dalam konsep baru ini adalah keseimbangan antara rasionalitas dan kemanusiaan dalam administrasi publik dengan mengutamakan nilai-nilai keadilan, keberlanjutan serta pemberdayaan terhadap kaum terpinggirkan. [nok]

Disertasi Rauf A. Hatu: Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian
23 Juni 2010
Proses alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan perkebunan tebu untuk kepentingan pabrik gula di Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo menyisakan berbagai macam persoalan. Kondisi masyarakat petani setelah lahan pertaniannya beralih menjadi lahan perkebunan tebu pabrik gula mengalami pergeseran sebab lahan pertanian sudah berkurang sehingga kesempatan untuk mengembangkan usaha dalam bidang pertanian semakin terbatas. Keterbatasan pengembangan usaha dalam bidang pertanian sangat mempengaruhi penurunan pendapatan petani serta berbagai hal yang sangat bersentuhan dengan pola kehidupan masyarakat petani sehari-hari.
Demikian disampaikan Rauf A. Hatu dalam disertasinya yang berjudul "Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Perkebunan Tebu dan Dampaknya terhadap Masyarakat Pedesaan (Studi Kasus Perubahan Sosial Petani di Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo)".  Ujian terbuka disertasi dilaksanakan pada hari Rabu (22/06) di gedung pasca sarjana UB. Disertasi dipromotori oleh Prof.Dr.Ir.Sugiyanto,MS; Prof.Dr.Ir.Sanggar Kanto,MS; Prof.Dr.Ir.Keppi Sukesi,MS; Prof.Dr.Ir.Kliwon Hidayat,MS. Tim majelis penguji terdiri dari Dr.Ir.Djoko Kustiono,MS; Dr.Ir.Yayuk Yuliati,MS; dan Dr.Ir.H.Gusnar Ismail,MM (Gubernur Gorontalo).
Menurut Hatu, alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan perkebunan tebu telah berdampak kepada kondisi kehidupan petani itu sendiri. Ia berdampak pada kondisi ekonomi, peran sosial, orientasi nilai budaya, stratifikasi sosial, dan kesempatan kerja serta kesempatan berusaha. Beberapa perubahan yang tercermin adalah terjadinya peningkatan tenaga kerja yang bergerak di luar sektor pertanian. Meskipun seharusnya dapat meningkatkan tingkat ekonomi maupun pendapatan petani, namun realitasnya tidak demikian. Terbukti terjadi peningkatan pekerja buruh musiman pada masa tebang tebu.
Perubahan terbesar terjadi pada komponen status dalam masyrakat yang menimbulkan perubahan status antara orang yang memiliki lahan dengan orang yang tidak memiliki lahan atau buruh tani. Pemilik lahan tetap memiliki posisi stratifikasi sosial yang lebih tinggi bila dibandingkan dengfan petani yang tidak memiliki lahan. Bahkan orang yang tidak memiliki lahan semakin memiliki peluang yang semakin sempit dalam memperbaiki nasibnya, karena hanya tetap bertahan pada buruh tani.
Menurut Hatu, pemerintah perlu menerapkan regulasi terhadap proses alih fungsi lahan terutama lahan pertanian yang subur dan produktif, sebab fenomena yang terjadi sekarang ini masalah lahan pertanian setiap tahun mulai menyempit atau berkurang. Pemerintah juga perlu meningkatkan berbagai program-program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat pedesaan. Diperlukan pula sosialisasi, musyawarah atau kesepakatan bersama dengan masyarakat terutama para pemilik lahan untuk menghindari permasalahan atau konflik. Pihak perusahaan diharapkan memiliki tanggung jawab sosial (corporate sosial responsibility) misalnya dengan memberdayakan masyarakat sekitar pabrik. Adapun bentuk pemberdayaan adalah dengan memberikan bantuan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat petani dan lebih utamanya adalah tenaga kerja generasi muda. Tanggung jawab sosial ini dimaksudkan untuk menghindari kesenjangan sosial masyarakat yang pada akhirnya bermuara pada konflik sosial di masyarakat pedesaan.
Rauf A. Hatu saat ini menjadi dosen tetap pada Fakultas Imu Sosial Universitas Negeri Gorontalo dan pernah menjabat  sebagai Pembantu Dekan III pada sejak tahun 2001 sampai 2005. Pendidikan sarjana ia selesaikan pada tahun 1987 di IKIP Manado dan S2 di Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 1999. Setelah menempuh pendidikan S3 selama 2 tahun 10 bulan dan berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan majelis penguji ia berhak menyandang gelar doktor ilmu pertanian minat sosiologi pedesaan dengan predikat sangat memuaskan dan IPK 3.85.[fjr]

Dosen-dosen UB Menjadi Narasumber di IKIP Mataram
23 Juni 2010
Dosen-dosen Universitas Brawijaya (UB), yaitu Dr  Jazim Hamidi SH MH, Dr Imam Hanafi SSos, Dr rer Nat Abdurrouf, dan Muhammad Hamidi Masykur  SH  MKn,  Sabtu (19/6) mengunjungi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram untuk menjadi narasumber dan fasilitator pada Diklat Nasional Penulisan dan Publikasi Jurnal Terakreditasi dan Gagasan Pendirian Penerbitan Berbasis Kampus. Ketiganya diundang sebagai perwakilan UB Press.
Dr. Jazim Hamidi menyampaikan bahwa penerbitan merupakan sarana strategis untuk menunjukkan eksistensi perguruan tinggi kepada masyarakat luas melalui produk cipta karsa dan karya yang berkualitas. Sedangkan Dr. Imam Hanafi lebih menekankan pada arti penting melakukan strategi pengembangan budaya tutur melalui budaya menulis. Indikator kualitas keilmuan seseorang dapat ditakar dengan memperhatikan kesesuaian pemikiran dan tulisannya dengan amaliah keseharian. Pemateri lain adalah Donny Yudhia Hersanjaya, ST. yang menyampaikan kiat mengkaji pustaka dan publikasi melalui media online. Secara teknis para peserta diklat juga dikenalkan pada penggunaan dan pemanfaatan Information Communication Technology (ICT) untuk menunjang tugas Tri Dharma perguruan tingginya masing-masing.
Acara diklat ini dibuka oleh  Rektor IKIP Mataram HL Said Ruhpina SH MS. Acara diikuti oleh 100 peserta dari sivitas akademika IKIP Mataram dan beberapa perguruan tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Acara yang dipandu oleh moderator Muhammad Dahlan SH MH dan Fachrizal Affandi SH MH ini memperoleh sambutan yang sangat baik dari peserta.
Acara yang berlangsung meriah ini diorganisir oleh sub divisi UB Press yang akan dikembangkan sebagai Universitas Brawijaya Conference Company (UBCC). Menurut Rektor IKIP Mataram, acara semacam ini harus terus dilanjutkan. Penulisan buku teks dan buku ajar di kalangan dosen menjadi kemampuan penting bagi dosen dan sivitas akademika.(ubp/ai)

Ibunda Prof. Bambang Guritno Tutup Usia
23 Juni 2010
Telah meninggal dunia, Ny. Soetini Moenadjat, Ibunda Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) yang juga mantan Rektor, Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno. Ny. Soetini meninggal pada Rabu (23/6) jam 00.30 WIB dan akan dikebumikan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Waru Sidoarjo. Jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka, Jl. Delta Sari Indah Blok A/292 Waru Sidoarjo jam 11. 00 WIB. [nok]

Disertasi Bahari: Contract Farming dan Peningkatan Pendapatan Peternak
22 Juni 2010
Usaha peternakan ayam broiler memiliki peranan penting karena dapat mensubstitusi kebutuhan daging nasional dengan kontribusi 68,1% terhadap total produksi daging. Akan tetapi peranannya terancam karena usaha tersebut memiliki resiko tinggi, terutama pemasaran dan harga input sangat fluktuatif, sehingga pendapatan peternak tidak stabil. Contract farming sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan peternak belum mampu turut menjaga stabilitas produksi.
Demikian disampaikan oleh Ir. Bahari, MS dalam ujian terbuka disertasinya yang berjudul "Contract Farming dan Upaya Peningkatan Pendapatan Usaha Ternak Ayam Potong (Broiler); Studi Kasus di Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang". Ujian dilaksanakan di gedung E Pascasarjana UB, Senin (21/6) , dengan promotor Prof.Dr.Ir.Moch.Muslich Mustadjab,M.Sc.; Dr.Ir.Nuhfil Hanani A.R., MS.; dan Dr.Ir.Bambang Ali Nugroho,MS,DAA. Sedangkan tim dosen penguji terdiri dari Dr.Ir. Djoko Koestiono,MS; Ir. Ratya Aninditas,MS.,Ph.D; Dr.Ir.Syafrial,MS.; dan Dr.Ir.F.Kasijadi,MS.
Menurut Bahari, mekanisme contract farming memungkinkan dapat berfungsi sebagai alat manajemen resiko oleh karena terjadi sharing antara pelaku yakni perusahaan (inti) dan peternak. Manajemen resiko dalam contract farming usaha ternak ayam broiler sangat penting karena dapat menimbulkan ekses negatif dalam pelaksanaannya.
Di lokasi penelitiannya, Bahari menemukan bahwa dengan contract farming besarnya benefit (manfaat) yang diperoleh peternak kontrak lebih tinggi dibandingkan dengan peternak non-kontrak. Jika dibandingkan dalam prosentase, skor peternak kontrak rata-rata mencapai 85,35% dan peternak non-kontrak sebesar 43,42%. Akesibilitas modal sosial (social capital) peserta contract farming lebih tinggi dibanding peternak non-kontrak. Artinya, peternak kontrak memiliki modal sosial yang kuat karena adanya saling percaya antara peternak dengan perusahaan, sehingga peternak kontrak memperoleh implementasi kontrak yang tinggi. Penguasaan benefit yang lebih besar menjadikan peternak kontrak lebih berdaya menjalankan usaha ternak ayam broiler secara sustainability.
Dari hasil penelitiannya, Bahari menemukan beberapa alternatif kebijakan contract farming usaha ternak ayam broiler. Bahari melakukan simulasi tunggal dan simulasi ganda dalam penelitiannya terhadap usaha peternakan yang menjadi studi kasusnya. Dalam simulasi tunggal, menurutnya, perlu dilakukan prioritas peningkatan produksi, alternatif kebijakan terbaik adalah peningkatan implementasi kontrak secara keseluruhan yang didesain dalam kontrak terutama kontrak produksi, kontrak proses produksi, kontrak kredit, dan kontrak harga meningkatkan performansi ayam yang menyebabkan peningkatan produksi ayam 17,88%, produksi daging 18,20%.
Prioritas peningkatan pendapatan alternatif kebijakan terbaik adalah peningkatan harga jual ayam sebesar 25% diikuti dengan pengaturan frekuensi panen, hal ini akan berdampak positif terhadap penerimaan 25%, sehingga menyebabkan peningkatan pendapatan 27,77%.
Dari hasil simulasi ganda, Bahari menemukan beberapa alternatif kebijakan contract farming. Menurutnya, kombinasi peningkatan peserta contract farming dengan cara peningkatan implementasi kontrak dan harga jual ayam sebesar 25% berdampak positif terhadap pendapatan sebesar 73,96%. Sedangkan dengan proritas peningkatan produksi daging, alternatif kebijakan terbaik adalah kombinasi peningkatan jumlah day old chicken (DOC) atau bibit ayam 25%, peningkatan contract farming, dan peningkatan implementasi kontrak, berdampak positif terhadap produksi daging sebesar 34,26%.
Bahari adalah dosen tetap pada Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara. Setelah mempertahankan disertasinya di hadapan majelis penguji, ia berhak menyandang gelar doktor ilmu pertanian minat ekonomi pertanian dengan predikat sangat memuaskan, IPK 3.58.[fjr]

el-Hawa Juara III KRSI
22 Juni 2010
el-Hawa, robot perempuan pertama yang ada di Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya (TE-UB), berhasil merebut juara III dalam ajang Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI). KRSI merupakan salah satu kategori yang diperlombakan dalam Kontes Robot Nasional 2010 disamping Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI).
Diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, kontes robot ini dipusatkan di Dome Universitas Muhammadiyah Malang selama dua hari (19-20/6). Berbeda dengan dua kategori lainnya, seleksi KRSI dilakukan pada tingkat nasional saja. Mengambil tema "Robot Penari Pendet", sebanyak 16 tim turut serta dalam perhelatan yang mengambil empat kriteria penilaian ini. Keempat kriteria penilaian tersebut adalah rancangan mekanik robot, sistem kontrol robot dan algoritma, strategi mendeteksi dan mensinkronkan gerakan dengan musik, serta sensor dan rangkaian interface.
Di Universitas Brawijaya, el-Hawa dirangkai selama 11 bulan oleh tim yang beranggotakan Rosyam Al Farisi, Rizal Maulana, Reza Sugandi, Irfan Habiburrahim, serta Arif Dwi Jayanto dengan dosen pembimbing Gugus Dwi Nusantara, ST, MT. "Hampir seluruh komponen el-Hawa menggunakan barang-barang bekas sehingga dia disebut robot kanibal", ungkap Ketua tim, Rosyam Al Farisi. Bahkan beberapa komponen utama seperti motor servo yang memiliki peran penting dalam persendian serta motor DC untuk pergerakan maju mundur dibeli dari penjual loak "Kaji Sam" yang ada di kawasan Dupak Surabaya.
Komponen lainnya seperti baterai, mikrofon, rangka dan gear juga merupakan barang rongsokan yang dipreteli dari beberapa perangkat seperti mesin fotokopi, motor wheeper ataupun atap rumah. "Menyusun robot dari barang bekas relatif lebih sulit karena harus menyesuaikan parameter yang ditetapkan dan memilih sendiri bahan diantara tumpukan rongsokan", ungkap Rosyam. Karena pemakaian barang-barang loak ini, el-Hawa memiliki kelemahan utama yaitu kurang lentur. "Karena motor yang digunakan el-Hawa berdimensi besar, maka pergerakannya menjadi kaku dan kurang fleksibel", kata dia. Inilah yang membedakan el-Hawa dengan robot lainnya yang menggunakan komponen baru. "Mereka memiliki kelenturan lebih tinggi karena motornya kecil-kecil", tambahnya. Dari segi performa, Rosyam juga mengakui keunggulan sang juara, "Putu Ayu" dari PENS (juara I) dan "Dewi" dari Universitas Surabaya (juara II). Atas prestasi ini, Rosyam dan kawan-kawan mendapat hadiah berupa uang tunai senilai Rp. 1 Juta serta tropi. Selain itu, mereka juga mendapatkan uang pengganti robot senilai Rp. 10 juta dan uang transportasi. [nok]

Rektor UB: Struktur Organisasi Cukup Efektif Menuju BLU
21 Juni 2010
Universitas Brawijaya (UB) kian optimis mengukuhkan dirinya menjadi World Class Entrepreneurial University (WCEU) dengan visi utama menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional yang bermanfaat bagi pembangunan bangsa. Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, yang baru dilantik Sabtu (19/6) kemarin, menyampaikan hal ini kepada PRASETYA Online di ruang kerjanya, Senin (21/6).
Dengan berpijak pada beberapa indikator penilaian standarisasi internasional serta pemeringkatan ternama di dunia, Rektor UB memastikan langkahnya pada dua hal untuk menuju WCEU yaitu perbaikan rasio dosen dan mahasiswa yang saat ini masih berkisar antara 1:30 serta peningkatan publikasi ilmiah dosen. "Langkah taktis untuk tahun pertama ini adalah dengan memanfaatkan dukungan dana yang diberikan Dirjen Dikti senilai Rp. 11 Milyar menuju WCEU untuk fokus pada penulisan karya ilmiah dosen", ujar Prof. Yogi.
Ditanya tentang efektivitas struktur organisasi selama empat tahun ini, ia menyatakan telah cukup efektif untuk diarahkan menuju organisasi yang otonom. "Hanya saja untuk jangka panjang masih perlu dibenahi organisasi yang lebih memiliki daya dukung terhadap otonomi dengan penekanan utama pada unit-unit usaha baik itu akademik maupun non akademik", tambahnya.
Hal ini menurutnya penting, karena dengan status BLU, yang artinya perguruan tinggi memiliki otonomi keuangan, akan dituntut  mampu meningkatkan pendapatannya diluar pemerintah dan orang tua (mahasiswa). Dengan status BLU yang diperlengkapi PP Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, Rektor juga mengisyaratkan telah terakomodasinya kepentingan otonomi akademik dan otonomi kepegawaian. [nok]

Mendiknas : Pemerintah Tidak Mungkin Mengeluarkan UU yang Sama dengan UU BHP
21 Juni 2010
Mendiknas memastikan pembatalan Undang-Undang No. 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) tidak akan diganti dengan membuat produk hukum yang sama. "Tidak mungkin pemerintah mengeluarkan peraturan yang sebelumnya sudah dianulir Mahkamah Konstitusi (MK)," ungkap Mendiknas Prof Dr Ir Muhammad Nuh DEA selepas melantik Rektor UB masa jabatan 2010-2014, Prof Dr Ir Yogi Sugito, Sabtu (19/6), dihadapan perwakilan mahasiswa UB dan wartawan di Gedung Samantha Krida UB.
Mendiknas mengungkapkan pasca dianulirnya UU BHP ada dua konsekuensi yang jadi pilihan yaitu dibuat Peraturan Pemerintah (PP) baru atau perubahan PP. Peraturan baru ini tidak boleh menyalahi empat prinsip pengelolaan dana pendidikan yaitu keadilan, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas publik. Selain itu Mediknas meyakinkan bahwa peraturan yang baru ini tidak akan bertujuan mengomersilkan Perguruan Tinggi (PT).
Walaupun demikian, salah satu perwakilan mahasiswa dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Haru Permadi masih menyangsikan pernyataan Mendiknas ini. Haru mengkhawatirkan peraturan baru ini hanya "bungkus" dari UU BHP yang identik dengan pendidikan mahal. Menanggapi hal tersebut Mendiknas mengungkapkan biaya pendidikan menjadi mahal dikarenakan sebagian besar anggaran pendidikan yang disediakan APBN digunakan untuk menggaji guru dan dosen, sehingga perlu dilakukan intervensi dengan pembedaan biaya pendidikan. Salah satunya, penerapan sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP) proporsional. "SPP proporsional memungkinkan adanya subsidi silang. Faktanya memang seperti itu," ungkap Mendiknas. Untuk membiayai siswa yang kurang mampu agar bisa mengeyam pendidikan di Perguruan Tinggi (PT), Pemerintah mengeluarkan beasiswa BIDIK MISI, tambah Mendiknas.[ai]

Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito Dilantik Sebagai Rektor UB 2010-2014
21 Juni 2010
Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA melantik Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito sebagai Rektor Universitas Brawijaya (UB) periode 2010-2014. Dihadapan Senat, Pejabat di lingkungan UB serta Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah), upacara pelantikan dilangsungkan pada Sabtu (19/6) di gedung Student Centre. Dalam sambutannya, secara khusus Mendiknas menyampaikan beberapa catatan kepada Rektor yang baru dilantik. Beberapa catatan tersebut adalah peningkatan kualifikasi dan kompetensi dosen serta memperkuat keberadaan pusat kajian unggulan. "Dari 1500 dosen yang dimiliki UB, baru 25 persen diantaranya yang bergelar doktor dan 12 persen saja yang sudah Guru Besar", ungkap Menteri. Karena itu, Mendiknas secara khusus menekankan perlunya dorongan dan kesempatan bagi dosen untuk menunaikan tugas belajar. "Kualitas perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas dosen, sementara kualitas dosen sangat ditentukan oleh track record akademiknya selama kuliah sehingga studi lanjut perlu menjadi prioritas", tambahnya.
Penguatan keberadaan pusat kajian di perguruan tinggi merupakan pesan khusus Presiden Republik Indonesia kepada Mendiknas. Hal ini, menurutnya dilatarbelakangi sedikitnya jumlah pemikir yang independen dan tidak terkooptasi politik praktis, yang mampu memberikan pandangan besar kepada bangsa. "Hampir seluruh pusat studi non-perguruan tinggi merupakan sayap partai politik sehingga mereka lebih banyak memuat kepentingan partai politik", ujar Menteri. Mensitir pernyataan Presiden Yudhoyono, ia pun berucap "Tolong dikembangkan pusat-pusat kajian di perguruan tinggi, karena pada umumnya perguruan tinggi memiliki umur lebih panjang dan lebih istiqomah daripada partai politik". Catatan lain yang juga disampaikan Menteri kepada Rektor terlantik adalah perlunya memberi kesempatan lebih besar kepada putera/puteri terbaik bangsa untuk masuk ke UB, terutama bagi mereka yang kemampuan akademiknya bagus tetapi tidak diimbangi kemampuan ekonomi. Pesan ini, diyakini Mendiknas akan ditunaikan oleh UB yang masih memegang erat nilai-nilai kerakyatan dan kebangsaan.
Catatan terakhir yang juga disampaikan Mendiknas adalah perlunya integrasi antara perguruan tinggi dengan jenjang pendidikan sebelumnya seperti SMU/SMK. "Hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang menilai adanya separasi, keterputusan dan disparitas antar jenjang pendidikan", tandas Menteri.
Rekor MURI
Disela-sela acara tasyakuran yang digelar di gedung Samantha Krida usai pelantikan, Rektor UB Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito menerima anugerah pemecahan rekor oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Perwakilan MURI yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah Paulus Pangka. Penghargaan yang disampaikan langsung oleh Mendiknas tersebut merupakan pemecahan rekor atas perstasi Rektor Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito yang Menjabat Terus Menerus Secara Berjenjang Mulai Ketua Program Diploma Hingga Rektor Melalui Pemilihan di Perguruan Tinggi Negeri. Secara berturut-turut mulai tahun 1984-2014, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito tercatat selalu menjabat selama dua periode untuk jabatan Ketua Program Diploma Perkebunan Fakultas Pertanian, Pembantu Dekan I Fakultas Pertanian, Dekan Fakultas Pertanian, Pembantu Rektor I Bidang Akademik serta Rektor UB. [nok]

Prof. Archbold Berbagi Pertanian Hortikultura di Amerika Serikat
19 Juni 2010
Sabtu (19/6), Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) menyelenggarakan kuliah tamu dengan pembicara tunggal dari University of Kentucky Amerika Serikat, Dr. Douglas D. Archbold. Kegiatan ini diikuti mahasiswa program sarjana yang memenuhi gedung widyaloka. Pada kesempatan pertama, Guru Besar bidang Biokimia dan Fisiologi Hortikultura ini menyampaikan makalah tentang "Fruit and Vegetable Production: An Overview".
Diawal presentasinya, ia memaparkan berbagai tren terkini mengenai industri hortikultura di Amerika Serikat. Pada salah satu supermarket ternama di negeri Paman Sam ini, Archbold mencontohkan, telah mulai dirintis integrasi vertikal melalui penandatanganan kontrak kerjasama antara penaman dengan Walmart (diantaranya) selaku pemasar. Selain itu, ia juga menggarisbawahi maraknya pertanian organik, peningkatan fresh cut market (salad in bag), serta maraknya kebun-kebun kecil yang dipasarkan secara lokal. Dihadapan para mahasiswa ini, ia kemudian menyampaikan berbagai hal yang umum dilakukan pada praktek budidaya hortikultura di Amerika Serikat.
Penyiapan lahan di Amerika pada umumnya dimulai Bulan Oktober atau November dalam bentuk gundukan tanah berbanjar untuk jenis sayuran. Praktek lainnya adalah pemanfaatan irigasi tetes, pemupukan dengan kompos yang ditutupi plastik, pemanfaatan limbah kotoran ternak, serta pengendalian gulma melalui rotasi panen dan pembakaran. Diatas tanah seluas 1.9 juta hektar yang tersebar di berbagai Negara Bagian di Amerika Serikat, Archbold menyampaikan, industri sayuran di sana menyumbang pendapatan hingga 16 Milyar Dollar dan sisanya sekitar 5 Milyar Dollar diperoleh melalui impor. Beberapa komoditas sayuran unggulannya adalah melon, paprika, bawang putih, daun sla (sayuran segar); asparagus, kentang, buncis, jagung, tomat (segar dan terproses), serta buncis berbiji besar, kacang polong dan bit (terproses).
Untuk budidaya buah-buahan, Dr. Archbold memperkenalkan beberapa teknik khusus yaitu penanaman dengan kerapatan tinggi, pemanfaatan terali serta penggemukan. Berbagai komoditas unggulan yang dipaparkannya adalah anggur, strawberry, blueberry, blackberry dan raspberry. [nok]

FT UB Gelar Workshop Pelayanan Prima
19 Juni 2010
Seiring dengan perkembangan jaman yang mengarah pada era keterbukaan dan demokratisasi, paradigma lama penyelenggaraan pemerintahan yang selama ini lebih mengandalkan kewenangan dan cenderung mengabaikan kualitas dan kuantitas pelayanan, sudah selayaknya ditinggalkan. Kondisi tersebut melatarbelakangi Fakultas Teknik (FT UB) yang tengah  berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada publik dengan menyelenggarakan "Workshop Pelayanan Prima" pada Selasa, 15 Juni 2010 dan Jum'at 18 Juni 2010 di Gedung Capita Selekta FT UB.
Kegiatan selama dua angkatan ini menghadirkan pemateri Akhmad Muwafik Saleh SSos MSi dari Lembaga Pelatihan Manajemen Kepemimpinan dan Komunikasi Insan Dinami Indonesia. Muwafik juga merupakan dosen Ilmu Komunikasi pada Program Ilmu Sosial Universitas Brawijaya serta anggota Tim Evaluasi Monitoring dan Pembinaan Pelaksanaan Pelayanan Publik Bakorwil III Malang.
Dekan Fakultas Teknik Prof Ir Harnen Sulistio MSc PhD ketika membuka kegiatanan mengemukakan, abad sekarang merupakan "Abad Pelanggan". Abad dimana para pengguna jasa diposisikan pada tempat yang terhormat. Untuk itu, paradigma baru yang lebih memberikan kepuasan pada pelanggan (customer satisfaction) sudah saatnya dikembangkan di Fakultas Teknik. Paradigma inilah yang harusnya menjadi dasar bagi setiap unit kerja di lingkungan FT.
Peserta workshop sebanya 114 peserta yang diikuti oleh Kepala Tata Usaha, Kasubag, Kaur dan staf yang meliputi, staf kebersihan, penjaga gedung, petugas administrasi dan keuangan. Adapun materi yang disampaikan adalah Breaking Paradigm for Public Service Excellent, Konsep Diri dan Pelanggan (customer), Prinsip Dasar Dalam Pelayanan Prima (Melayani Dengan Hati Nurani), Public Service Communications/Communication By Heart, Complaint Handling (penanganan keluhan yang efektif), Spiritual Worker (bekerja dengan Hati Nurani), dan Experiental Learning for Service Excellent. "Evaluasi dari implementasi kegiatan workshop ini akan dilakukan 3 bulan ke depan", pungkas Arief Andy Soebroto ST MKom selaku Pembantu Dekan Bidang Administrasi umum dan Keuangan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, pada penutupan kegiatan workshop.[ft/fjr/nun]

Kunjungan Kemenristek ke LPPM UB
18 Juni 2010
LPPM Universitas Brawijaya mendapat kunjungan kerja dari Kementerian Riset dan Teknologi Deputi Bidang Perkembangan Riset, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kamis (3/6). Kunjungan kerja tersebut diisi dengan diskusi untuk mendapatkan
masukan data-data jaringan lembaga penyedia IPTEK dengan lembaga regulator. Hadir dalam diskusi tersebut Bappeda dan dinas-dinas se-Kota dan Kabupaten Malang, antara lain: Bappeda, Balitbang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, dan Dinas Koperasi. Institusi perguruan tinggi diluar UB yang hadir adalah LPPM Universitas Negeri Malang, UNMER, Universitas Widyagama, UMM. Sedangkan dari Universitas Brawijaya adalah Pimpinan Fakultas-Fakultas di lingkungan UB, Kepala Pusat-pusat Penelitian dan Pusat-pusat Pelayanan di LPPM UB. Dari Kementerian Riset dan Teknologi yang hadir adalah Asisten Deputi Urusan Perkembangan IIPSK Dra. Vemmie D. Koswara, MA, Kabid Ilmu Sastra, Budaya, Filsafat dan Agama Dra. Tati H. Manurung, MA, dan Kabid Ilmu Sosial, Politik dan Kemasyarakatan Drs. Suyatno, MM. Hasil diskusi tersebut adalah agar perguruan tinggi melalui LPPM sebagai lembaga penyedia IPTEK membuat jaringan kerjasama dalam bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan lembaga regulator di daerah baik di Kota dan Kabupaten.[lppm/fjr]

Tingkatkan Kualitas, FP Kerjasama Dengan University of Kentucky Amerika Serikat
17 Juni 2010
Kamis (17/6), Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) menerima kunjungan dosen University of Kentucky (UKy) Amerika Serikat, Prof. Douglas D. Archbold. Salah satu tujuan kunjungan kali ini adalah melakukan evaluasi kelayakan laboratorium di FP-UB. "Beberapa tahun terakhir ini, peminat FP-UB sangat rendah. Berbagai upaya telah dilakukan diantaranya sosialisasi kepada pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA)", ungkap Dekan FP-UB, Prof. Dr. Sumeru Ashari, M.Agr.Sc dalam sambutannya pada rapat dekanat. Kinerja tersebut, menurutnya membuahkan hasil berupa peningkatan jumlah mahasiswa FP-UB pada dua tahun terakhir.
Untuk menindaklanjuti peningkatan jumlah mahasiswa, FP-UB kemudian terus berupaya meningkatkan kualitas dan sarana prasarana perkuliahan. "Salah satu langkah kongkrit yang dilakukan adalah menjalin kerjasama dengan UKy guna perbaikan laboratorium", ungkap Dekan.
Hingga 20 Juni mendatang, Prof. Archbold akan menunaikan bermacam kegiatan meliputi kunjungan ke Kantor Dekanat FP-UB (17/6), "Workshop on Laboratory Management" (18/6), seminar tentang "Fruit and Vegetable Production" (19/6) serta kunjungan ke lahan percobaan FP-UB (20/6). [riv/nok]

SNMPTN Hari Kedua, Banyak Peserta Kehilangan Kartu Identitas
17 Juni 2010
Hari kedua (17/6), pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010 di Universitas Brawijaya (UB) berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Sebanyak 7523 peserta mengikuti tes mata ujian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dimana 500 diantaranya tidak hadir. "Secara keseluruhan kegiatan SNMPTN hari kedua lancar, tapi ada beberapa peserta yang kartu identitasnya hilang atau tidak sama. Mereka semua diperbolehkan masuk tetapi akan dimasukkan ke berita acara. Selain itu, pengawas ujian juga akan melakukan verifikasi di dalam ruangan", ujar Pembantu Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Bambang Suharto, MS. Pada pelaksanaan SNMPTN ini, tambah PR I, panitia memiliki prinsip untuk tidak menghambat calon mahasiswa. Selain kartu, hal lain yang juga banyak diajukan peserta kepada Crisis Center adalah masalah absen, naskah soal kurang serta Lembar Jawaban Ujian (LJU) yang rusak.
Pengaturan Ruang
Hampir seluruh gedung di kampus UB digunakan untuk event akbar nasional ini. Penomoran ruangan tersebut menurut PR I menggunakan database yang dimiliki UB untuk kemudian diserahkan kepada panitia pusat. Sebanyak 192 ruangan dipergunakan pada ujian tahun ini. Kendala utama terkait pengaturan ruang, menurut PR I, adalah database yang dikirim kepada panitia pusat menggunakan database lama. "Pengiriman database lama ini menjadi masalah karena maraknya pembangunan gedung di UB yang juga merubah konsep ruang dan peruntukannya", ujar PR I. Karena itu, nomor ruangan peserta yang turun dari panitia pusat berbeda dengan peruntukan dan kondisi ruangan saat ini. "Misal karena pemasangan sekat pada sebuah ruangan, kapasitas yang semula 60 menjadi 40. Hal ini menyulitkan pengawasan", ujar PR I. Perubahan ini menurutnya tidak bisa direvisi lagi karena nomor peserta diumumkan secara online dan telah diberikan saat mereka mendaftar. "Akibatnya kenyamanan dan ergonomi peserta berkurang. Pelajaran dari kasus ini, diperlukan sebuah database ruangan yang bagus dan up to date dengan dilengkapi manajemen aset", ujar Prof. Bambang Suharto.
Ir. Pudji Usmanto, Koordinator Sub Seksi Tempat dalam kepanitian SNMPTN 2010 di UB, menjelaskan bahwa karena hal tersebut, terjadi pemindahan ruang peserta. "Jika peserta tidak mengikuti anjuran panitia untuk memeriksa ruangan sehari sebelum hari H, maka mereka akan repot sendiri. Seperti harus mencari ruangan pada hari H sehingga akan memakan waktu", kata dia. "Pihak panitia telah mengantisipasi hal ini dengan menyediakan sepeda motor. Sehingga mereka yang mengalami hal tersebut langsung diantar satu per satu ke lokasi ujian", tambahnya. Beberapa pemindahan ruangan terjadi di Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknologi Pertanian dan Fakultas Kedokteran. Namun dijelaskan Pudji Usmanto, pemindahan besar-besaran terjadi untuk peserta yang ada di Fakultas Kedokteran. "Sekitar 760 peserta dari 20 ruangan mengikuti ujian disana", ujar Pudji.
Pembacaan Tatib Makan Waktu
Usai pelaksanaan ujian, PRASETYA Online sempat menemui peserta yang tengah duduk-duduk beristirahat di depan gedung rektorat. Jaka Pratama Dana dan Angga Alensius misalnya, dua calon mahasiswa ini merupakan jebolan SMK Telkom Sandiputra Malang tahun 2008. Mengaku telah bersahabat sejak SMP, keduanya pun memilih bidang studi yang sama yaitu Ilmu Komputer UB dan Pendidikan Informatika UM. "Kami optimis bisa diterima", ungkap keduanya yang telah malang melintang bekerja di dunia telematika.
Ditanya tentang kesannya mengikuti SNMPTN di UB, mereka menggarisbawahi dua hal yaitu informasi ruangan dan pembacaan tata tertib. "Pada hari pertama kemarin, pengawas membacakan tata tertib secara detail antara 10-15 menit. Ini memakan waktu kami untuk mengerjakan soal. Mereka seharusnya hanya perlu menyampaikan yang penting-penting saja, karena sebagian besar tata tertib itu pun kami telah memahaminya", kata Angga yang mengaku tidak punya persiapan khusus untuk ikut SNMPTN ini. Sementara terkait informasi ruangan, Jaka dan Angga yang sehari sebelumnya sempat datang ke UB untuk mencarinya, mengaku masih kesulitan. "Meskipun kami pernah datang ke kampus UB, tapi tetap saja bingung waktu pertama kali mencari ruangan karena informasi tempatnya kurang jelas", ujar Angga.
Hal tersebut ternyata tidak dikeluhkan peserta lainnya, Estin Wahyu Erlita Putri. Jebolan SMA 1 Purwoharjo Banyuwangi tahun 2010 ini menyatakan merasa nyaman mengikuti SNMPTN di UB. "Ruangannya bersih, pengawasannya enak, dan tingkat ketenangannya pun cukup", ungkap Estin yang ujian di ruang 105 Jurusan Teknik Elektro.
Untuk SNMPTN kali ini, Estin secara khusus mengikuti bimbingan belajar di salah satu bimbingan belajar ternama di Malang. "Saya mengambil Kebidanan dan Ilmu Keperawatan", katanya. Pemilihan dua program studi ini, menurut Estin mengikuti cita-citanya sejak kecil untuk menjadi tenaga kesehatan. "Kalau memilih Kedokteran kan harus bener-bener pinter dan dari segi biaya pun kami kurang mampu", ujar Estin yang mengaku optimis diterima. Jika tidak lolos SNMPTN pun, dirinya mengaku tetap akan mengambil bidang yang sama pada ujian yang akan diselenggarakan oleh Universitas Negeri Jember pada 8 Juli mendatang serta SPMK UB pada 22 Juli.
Untuk melihat pengumuman hasil SNMPTN ini, peserta dapat melihatnya secara online pada situs yang secara resmi dikeluarkan panitia pada 17 Juli mendatang di situs www.snmptn.ac.id. [nok]

Sertifikasi Auditor Internal Mutu PT
17 Juni 2010
Selama lima hari mulai Rabu s/d Minggu (9-13/6), Pusat Jaminan Mutu (PJM) Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan Pelatihan Perancangan Sistem Penjaminan Mutu dan Audit Internal di Perguruan Tinggi (PT). Pelatihan angkatan ke-5 kali ini diikuti oleh 20 orang peserta yang berasal dari sembilan PT meliputi STMIK Sinar Nusantara Surakarta (2 orang), Universitas Haluoleo Kendari (5 orang), Universitas Muhammadiyah Jember (3 orang), Universitas Pembangunan Panca Budi Medan (3 orang), Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (1 orang), Universitas Negeri Gorontalo (2 orang), Universitas Islam Makassar (1 orang), Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Palu (1 orang) dan Universitas Brawijaya (2 orang).
Para pemateri merupakan tim PJM UB yang telah memiliki sertifikat sebagai auditor. Mereka terdiri dari Prof Dr Ir Soebarinoto, Dr Endang Arisoesilaningsih, Dr Ir Mohammad Bisri MS, Dr Ir Alexander Tunggul Sutan Haji MT, Prof Dr Ir Jody Moenandir DipAgr, Prof Ir Marsoedi PhD, Prof Dr Surachman MSiE, Dr Ir Sri Rahayu Utami MSc, Dr dr Loeki Enggar Fitri MKes SpPark dan Ir Achmad Wicaksono MEng PhD.
Acara dibuka oleh Ketua PJM UB Prof Dr Ir Soebarinoto. Dalam sambutannya Soebarinoto menyatakan, layanan pelatihan ini diberikan guna menguatkan pemahaman dan keterampilan serta memotivasi peserta dalam perancangan kelembagaan dan Sistem Penjaminan Mutu (SPM) di PT masing-masing. Materi lain yang juga diberikan SPM eksternal serta audit mutu PT. Pelatihan kali ini menekankan pada aplikasi sehingga dirancang sebagai pelatihan interaktif dengan memperbanyak praktek, simulasi dan diskusi.
Menanggapi pelatihan yang diselenggarakan, para peserta merasakan peningkatan pemahaman dan keterampilannya dalam perancangan dan pengembangan SPM. Berdasarkan evaluasi input, proses dan output, semua peserta dinyatakan lulus dengan nilai 76-90 (dalam skor pemahaman 0-100) dan memperoleh sertifikat auditor internal. Di akhir acara ketua PJM mengharapkan peserta yang lolos sertifikasi dapat menerapkan kemampuan untuk melatih auditor internal bagi kebutuhan institusinya. Selain itu, mereka juga diharuskan siap menggerakkan SPM yang telah ada. [pjm/ai/nun]

LPPM UB Tandatangani Perjanjian Pelaksanaan Hibah
17 Juni 2010
Pada 11 Juni 2010 Ketua LPPM-UB menandatangani surat Perjanjian Pelaksanaan Hibah Penelitian Tahun 2010. Perjanjian tersebut meliputi Penelitian Hibah Kompetisi Bath III dan Penelitian Kerjasama antar Lembaga dan Perguruan Tinggi.
Untuk penelitian Hibah Kompetisi Batch III yang proposalnya diterima untuk didanai, diberikan kepada Prof Dr Ir Harijono MAppSc (FTP), Prof Dr Kuswanto MP (FP) dan Sukir Maryanto SSi MSi PhD (FMIPA).
Total dana penelitian hibah kompetisi yang diterima ketiganya sebesar Rp 230.750.000. Sedangkan untuk penelitian Kerjasama Antar Lembaga dan Perguruan Tinggi yang proposalnya diterima untuk didanai, diberikan kepada Dra Asfi Manzilati ME dengan dana sebesar Rp 82.500.000.
LPPM juga telah melaksanakan monitoring dan evaluasi eksternal kegiatan penerapan dan pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah (IPTEKDA) LIPI Tahun Anggaran 2010 dengan narasumber Drs Badji Rudjianto MM, Erna Martini SE, dan Piffi Fortuna H SE dari LIPI. Monev yang dilaksanakan pada 11-13 Juni 2010 ditujukan kepada penerima bantuan yaitu Dr Bambang Dwi Argo MSc DEA., Siti Asmaul Mustaniroh STP MP dan La Choviya Hawa STP MP serta melakukan kunjungan ke lokasi IPTEKDA di UKM Yuan Kartika Malang, UKM Rasa Prima Batu, dan UMKM "R. Rovit" Batu. Kegiatan monev eksternal didahului dengan monev internal LPPM UB dengan melakukan kunjungan ke lokasi IPTEKDA yang dilaksanakan pada 8 Juni 2010.[lppm/fjr]

Rektor: SNMPTN 2010 di UB Lancar
16 Juni 2010
Pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) hari pertama (16/6) di Universitas Brawijaya (UB) berlangsung lancar. Sebanyak 7523 peserta mengikuti SNMPTN ini untuk program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Selain UB, dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lain yang dilibatkan adalah Universitas Negeri Malang (IPS/7731 peserta) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (IPC/4420 peserta). Jumlah total yang mencapai 19674 orang, dilaporkan Pembantu Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Bambang Suharto, MS, turun dari tahun sebelumnya sebesar 19950 orang untuk PUML (Panitia Ujian Masuk Lokal) Malang saja. Penurunan terutama terjadi untuk peserta program IPS dan IPC, yang pada tahun sebelumnya mencapai 8380 orang dan 4563 orang. Justru IPA, menurut PR I, yang pesertanya melonjak dari tahun sebelumnya yaitu 7007 orang. Selain itu, PR I juga menambahkan bahwa peminat yang memilih UB meningkat hingga 30475 dimana 13361 diantaranya sebagai  pilihan pertama.
Peningkatan jumlah peminat ini, menurut Rektor Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, merupakan salah satu bukti peningkatan popularitas UB. Padahal, tambah Rektor, saat ini UB telah menampung sekitar 4000 mahasiswa melalui jalur Penjaringan Siswa Berprestasi (PSB), Seleksi Program Kemitraan Sekolah (SPKS), Seleksi Program Kemitraan Institusi (SPKIns), dan Seleksi Program Kemitraan Daerah (SPKD). "Pagu PTN masih tetap tinggi. Kenaikan jumlah peminat ini mendukung penambahan daya tampung UB yang juga akan meningkat karena penambahan program studi", ungkap Rektor. Berkaitan dengan hal tersebut, Rektor mencontohkan penambahan empat program studi baru di FIA yang semuanya favorit yaitu Bisnis Internasional, Administrasi Perpajakan, Perencanaan Pembangunan serta Ilmu Administrasi Pemerintahan.
Selain itu, Rektor juga menengarai faktor lain penyebab kenaikan peminat tersebut yaitu keberadaan UB di Kota Malang yang dikenal sebagai kota yang aman dan nyaman dengan biaya hidup relatif lebih murah.
Disinggung masalah perjokian, PR I menyatakan bahwa sempat mendengar informasi tersebut dan segera mengantisipasinya. "Beruntung informasi tersebut datang lebih awal sehingga kita berhasil mengantisipasi. Dan hasilnya, tidak diketemukan adanya joki pada SNMPTN hari ini", ujar PR I. Secara umum, menurutnya, pelaksanaan SNMPTN tahun ini relatif sama dengan tahun sebelumnya. Yang membedakan adalah pendaftarannya dilakukan secara online. Selain itu, pada penomoran peserta juga digunakan sistem baru dimana pada setiap ruang dimulai dengan nomor satu. "Sistem penomoran ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang menggunakan nomor kumulatif sehingga lebih mudah merekapitulasinya. Padahal di UB saja ada 192 ruangan dan setiap ruangan diawali dengan nomor satu", ujar Kepala Bagian Akademik, Drs. Agus Yuliawan yang juga seksi kesekretariatan dalam kepanitiaan SNMPTN. Agus juga menambahkan, pada hari pertama sebanyak 479 peserta tidak hadir saat Tes Potensi Akademik (TPA) dan pada siang harinya, 476 peserta tidak hadir saat tes bidang studi dasar yang meliputi matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. [nok]

PPA UB Gulirkan Dana untuk UKM Berbasis Syariah
15 Juni 2010
Pusat pendidikan Agama Universitas Brawijaya (PPA UB) akan menggulirkan dana bantuan berbasis syari'ah kepada pelaku UKM. Dana yang berasal dari BAZIS ini dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan warga UB yang ingin mengoptimalkan produktivitas usahanya.
Menurut Dr. HM. Ismail dalam penyampaian materi di acara Pelatihan Peningkatan UKM Berbasis Syari'ah bagi Warga UB, Senin (14/6), dana sejumlah Rp. 3 juta akan disalurkan kepada masing-masing UKM yang telah mengajukan permohonan. Saat ini terdapat 161 UKM yang mengajukan permohonan dan siap diproses untuk diberikan bantuan.
Dana yang disalurkan bersifat dana pinjaman dengan bunga nol persen (0 %). Ketika disalurkan dengan metode dana bergulir ke tiap-tiap keluarga, diharapakan dana pengembalian dapat dimanfaatkan oleh keluarga lain yang juga ingin mengembangkan usahanya.Model ini juga diharapkan mampu secara simultan mengembangkan etika bisnis yang islami dalam melakukan kegiatan wisausahanya dapat diterapkan oleh warga UB khususnya anggota penerima bantuan.[fjr]

Dosen PWK-UB Ikuti Simposium di Swedia
15 Juni 2010
Dosen Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Dimas Wisnu Adrianto mengikuti "10th Urban Environment Symposium". Kegiatan yang merupakan hasil kerjasama antara Alliance for Global Sustainability (AGS) dengan Chalmers University of Technology, Swedia ini diselenggarakan selama tiga hari di Gothenburg, Swedia.
Dalam kesempatan tersebut, Dimas mempresentasikan paper-nya yang bertajuk "The Local Food System as a Strategy for The Rural-Urban Fringe Planning - A Pathway Towards Sustainable City". Kepada PRASETYA Online, melalui email ia menyampaikan bahwa sebanyak 51 author dari 23 negara turut serta mempresentasikan karyanya pada ajang ini.
Proceeding seminar ini, menurutnya juga akan dipublikasikan oleh penerbit kenamaan asal Eropa, Springer, dalam bentuk independent volume. [dwa/nok]
----
Foto: Dimas Wisnu Adrianto (kiri) bersama Prof. Greg Morrison (Conference coordinator, Chalmers University of Technology/tengah) dan Dr. Ronald Wyzga (EPRI USA/kanan)

Boim Lebon: Belum Mau Menulis karena Belum Tau Manfaatnya
14 Juni 2010
Peserta Seminar "Menulis Produktif, Menulis Konstruktif" yang diadakan Forum Komunikasi dan Studi Islam Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FOKSI-FPIK) berkali-kali dibuat terpingkal-pingkal oleh Boim Lebon, salah satu penulis serial Lupus selain  Hilman Hariwijaya. Salah satunya dengan mengatakan singkatan namanya yaitu Boim sebagai "Bocah Impian" atau "Bocah Item", Item sendiri artinya "Item Mutlak". Sontak guyonan ini disambut tawa hadirin yang memenuhi Widyaloka Hall Center Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (12/6).
Boim Lebon yang sudah mengeluarkan ratusan ratusan karya lucu seperti "Lupus Kecil: Pingsan Together", "Lupus ABG: My Grandma's Dream", "Badman:Bidin" mengatakan seseorang yang tidak mau menulis berarti belum tahu manfaatnya. "Menulis membuat kita lebih eksis, bisa tersampaikan apa yang ada di dalam pikiran kita, sebuah prestasi, dan dapat materi," ungkapnya. Boim mencotohkan satu script untuk sinetron "Cinta Fitri" bisa terjual 5 juta per episode. Sedangkan menulis cerpen di Jakarta bisa mendapatkan tarif 150 ribu sampai 250 ribu per naskah dengan panjang empat halaman. "Kalau produktif menulis empat cerpen selama satu bulan bisa dapat satu juta," ungkapnya mengkalkulasi.
Bagi Boim menulis membutuhkan pengenalan diri sendiri bukan hanya bakat. Walaupun pada awalnya menulis dengan mencontoh orang lain, karakter personalnya tetap akan tampak. "Seperti saya, nulis apapun jadinya lucu," tambahnya.
Boim juga memotivasi kepada peserta agar tidak takut untuk menulis dan mempublikasikannya."Orang yang berbakat menulis, akan memanfaatkan media apapun untuk menulis entah itu surat izin atau buku harian," ungkapnya. Setelah membuat tulisan jangan takut untuk mempublikasikannya. "Biasanya saya minta tolong teman untuk mengomentari," katanya. Meminta pendapat pun harus kepada orang yang tepat yaitu orang yang akan memotivasi kita untuk menjadi lebih baik bukan orang yang punya pandangan negatif terhadap kita.
Seminar kepenulisan ini bukan hanya menghadirkan Boim Lebon, tapi juga Dr Ir Edi Susilo MS, dosen FPIK, dan Slamet Budi Cahyono, mahasiswa FPIK dan salah satu pemenang PIMNAS 2006. Edi Susilo yang sempat aktif menulis di kolom Forum Kompas Jawa Timur mengungkapkan, menulis identik dengan memasak sayur. Wortel, jagung, maupun tomat yang akan dimasak tidak langsung dimasukkan panci. "Sayurnya dicuci dulu, dikupas, dipotong-potong, baru dimasak," ungkapnya. Edi juga memberikan tips Hukoka Sasiru (Hunting-Koleksi-Kaji-Sarikan-Simpan-Rumuskan) dalam merangkai sebuah tulisan. "Ide itu bertebaran, tugas kita merangkainya menjadi tulisan," ungkapnya.
Sedangkan Slamet Budi Cahyono mengungkapkan statusnya menjadi mahasiswa FPIK, memotivasi dirinya untuk mengikuti berbagai macam lomba ilmiah. "Mahasiswa perikanan jarang terdengar mendapatkan prestasi," ungkapnya. Makanya, saat semester V, ia mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2006/2007  dan memasukkan empat judul proposal yang semuanya lolos untuk dibiayai. Bahkan salah satu proposalnya mengantarkan Budi mendapatkan juara 1. Belum lama ini, pada bulan Pebruari tahun ini, Budi bersama kedua temannya memenangi "Out of The Box Axioo Intel Marketing Award (AIMA) 2009" dalam kategori Best of The Best. Prestasi-prestasi yang diraihnya ini, menurut Budi, mengandalkan empat hal yaitu, berpikir positif, terstruktur, out of the box, dan kuantitas sehingga target yang dicapai mudah diukur. Sesuai dengan prinsip SMART (Strength, Measurable, Adaptable, Realistic, Target) yang dipeganganya.
Terlepas dari prestasi-prestasi yang didapatkannya, Budi juga memikirkan regenerasinya di UB. Posisinya sebagai "aktor" PIMNAS bertransformasi menjadi "sutradara" ataupun "penulis skenario" juga telah berhasil mengantarkan adik-adik kelasnya mendapatkan prestasi.[ai]

Diskusi Semenit Melacak Sumber Informasi Elektronik di Perpusatakaan UB
14 Juni 2010
Jum'at (11/6) diadakan diskusi dengan tema "Semenit Melacak Sumber Informasi Elektronik" oleh Perpustakaan Universitas Brawijaya di Perpustakaan UB. Diskusi yang menghadirkan Vinnie Sulistia S Kom, account excutive iGroup (Asia Pacific) Limited ini diikuti oleh 70 peserta dari mahasiswa S1, S2, dan S3 beserta karyawan ruang baca fakultas se-UB. Selama ini iGroup (Asia Pacific) Ltd telah bekerjasama dengan Sampoerna melanggan dua penerbit untuk Perpustakaan UB yaitu AMA eBooks  American Management Association dan Global Professional Book (588 Subjek).
Dua penerbit yang dilanggan Sampoerna untuk UB hanya menyediakan e-book bukan e-journal. Dua penerbit ini memberikan layanan transtool untuk penggunanya dengan layanan tujuh bahasa seperti bahasa Portugal, Arab, dan Cina. "Namun validitas transalasinya hanya 80 persen berbeda dengan human translation," ungkap Vinnie.
Melanggan e-book melalui penerbit tentu beda dengan fasilitas yang diberikan search engine semacam Google. Google hanya berfungsi sebagai reference linking yang kebanyakan mendapat data dari Wikipedia atau teks yang diupload oleh pengguna. "Yang paling sering muncul hanya abstraknya saja," ujarnya.
Sampai saat ini, e-book yang dilanggan untuk UB hanya bisa diakses di wilayah UB saja. "Karena ini sifatnya selamanya," tukas Vinnie. Hal ini juga sebagai antisipasi terjadinya pelanggaran copyright. Karena kerjasama ini sifatnya selamanya, bila terjadi kebangkrutan pada penerbit, file yang dilanggan akan disimpan di e-file dan akan diberikan kepada pelanggan. File ini boleh dibagi kepada pengguna yang lain tapi tidak untuk dikomersilkan. "Jangan dijual ke temennya atau ditaruh di kaskus," tuturnya.
Sedangkan untuk legalitas sitasi, Vinnie menyampaikan kalapun ingin mengutip abstrak saja dibolehkan walaupun didapatkan dari search engine seperti Google. "Sebenarnya lebih tergantung kebijakan universitas, kalau penerbit melegalkan hal tersebut," ungkapnya.
Dalam sambutannya Ketua Perpustakaan, Muslech Dip.Lib MSi, mengungapakan DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) tahun kemarin mengalokasikan dana yang banyak untuk perpustakaan digital tapi berkurang tahun ini karena pemanfaatannya yang tidak maksimal oleh Perguruan Tinggi. "Oleh karena itu kami mengharapkan fasilitas perpustakaan digital seperti ini dimanfaatkan. Kalaupun ada bahan yang diinginkan namun tidak disediakan, bisa diusulkan kepada perpustakaan," ungkapnya.
Fasilitas e-book gratis yang disediakan Perpustakaan UB memang sangat disayangkan kalau tidak dimanfaatkan. Menurut penjelasan Vinnie, melanggan e-book untuk Indonesia baik perorangan, lembaga maupun pemerintah hanya dikenakan biaya 10 persen dari tarif internasional.[ai]

Kerjasama UB dan UKy Diaudit
11 Juni 2010
Kerjasama Universitas Brawijaya (UB) dengan University of Kentucky (UKy) Amerika Serikat diaudit. Asesor untuk pelaksanaan audit ini adalah Dr. Allan Lines, seorang pensiunan dosen Fakultas Pertanian asal Ohio State University Amerika Serikat. Jum'at (11/6), ia berkunjung ke UB dan diterima oleh Ketua Kerjasama Luar Negeri (KSLN), Prof. Dr. Ir. Ifar Subagiyo serta Koordinator Kerjasama Komisi Amerika Serikat, Dr. Agus Suharyanto.
Kepada PRASETYA Online, Dr. Agus menjelaskan bahwa kerjasama antara UB dengan UKy telah dilaksanakan sejak 2007 dan telah disepakati untuk diperpanjang hingga tiga tahun mendatang. Karena itu, berbagai kegiatan yang telah diselenggarakan antara kedua institusi perlu diaudit agar pelaksanaannya di masa mendatang menjadi lebih baik. Berbagai kegiatan yang telah terselenggara antara lain short course penulisan jurnal internasional dan manajemen perguruan tinggi di UKy, workshop DNA science di UB serta workshop GIS di Universitas Lampung.
Masing-masing peserta kegiatan ini, pada Jum'at (11/6) dikumpulkan di gedung rektorat lantai delapan untuk diminta kesan serta saran dan masukan mengenai pelaksanaan kegiatan. Selain itu, Allan Lines juga melibatkan mahasiswa dalam audisi ini. "Saya sudah membaca laporan evaluasi dari UKy yang diberikan kepada saya. Semuanya bagus dan tidak ada jeleknya sama sekali. Menurut saya ini luar biasa. Sebagai auditor independen, saya berharap ada masukan yang disampaikan dengan jujur dan benar, sekalipun jelek agar dapat menjadi masukan dimasa mendatang", ujar Allan Lines.
Dengan antusias, satu per satu peserta menyampaikan kesan dan saran berbagai kegiatan yang diikutinya. Salah satu peserta short course penulisan jurnal ilmiah misalnya, mengeluhkan rendahnya komitmen pembimbing yang ditunjuk untuk mendampingi kegiatannya selama di UKy. Selain itu, salah satu peserta juga menduga adanya missed-communication antara pihak UKy dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat sehingga menyebabkan jadwal pemberangkatan beberapa peserta menjadi tertunda. Terhadap seluruh saran dan masukan peserta tersebut, secara khusus Allan Lines menyampaikan terima kasihnya dan berjanji untuk meneruskan kepada pihak yang berkompeten seperti UKy serta United States Agency for International Development (USAID). Kepada PRASETYA Online ia menyampaikan, akan melakukan kegiatan yang sama di Universitas Lampung dan Universitas Syiah Kuala Aceh sebelum akhirnya akan beraudiensi di kantor USAID Jakarta.
Dua rekomendasi utama yang akan diajukannya adalah perlunya memperdalam kajian program yang telah terlaksana selama ini sehingga akan dihasilkan outcome yang lebih baik. Selain itu, pihaknya juga menganggap perlunya mengirimkan pakar-pakar dari UKy untuk melakukan berbagai aktivitas di UB seperti kuliah tamu, penelitian bersama serta penulisan publikasi ilmiah bersama dengan jangka waktu yang lebih lama. [nok]

Kompor Biomassa Unibraw Sirnakan Asap
11 Juni 2010
Asap menyesakkan tak jarang dikeluhkan oleh pengguna kompor biomassa. Muhammad Nurhuda, peneliti dari Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, menemukan dua metode untuk menyirnakan asap agar sepenuhnya berubah menjadi energi panas yang menyatu dengan lidah-lidah api.
"Saya menangkap panas dari hasil pembakaran biomassa yang terbuang percuma ke samping. Ini metode yang pertama kali untuk memperoleh gasifikasi terpanaskan sampai 200 derajat celsius," kata Nurhuda di Malang, saat dihubungi, Kamis (10/6).
Metode kedua, lanjut Nurhuda, yaitu mengupayakan aliran udara sekunder pada lapis tabung ketiga. Ini dialirkan ke bagian atas menuju nyala api, kemudian diarahkan ke bawah sehingga berlawanan dengan panas vertikal dari tungku pembakaran biomassa.
Dengan mengandalkan dua metode itulah diperoleh nyala api yang bersih dari asap.
Dengan briket jerami seharga Rp 1.500 per kilogram, kompor itu bisa bernyala sampai dua jam dengan warna api biru seperti nyala api dari elpiji. "Berbeda dengan tabung-tabung elpiji kecil seperti sekarang, kompor biomassa ini tidak bisa meledak," ujar Nurhuda.
Energi bersih
Nurhuda menyebut kompor biomassa dengan sistem gasifikasi terpanaskan dan pembakaran secara turbulen itu sebagai Kompor UB-03. Kompor UB-03 merupakan penyempurnaan dua generasi sebelumnya. "Kompor UB-03 menjawab tantangan energi bersih dengan teknologi tepat guna," kata Nurhuda.
Dia menguji coba Kompor UB-03 mampu mendidihkan 12 liter air dalam waktu 40-50 menit hanya dengan 600 gram potongan ranting-ranting kecil. Jika dibandingkan dengan tungku-tungku tradisional, penggunaan bahan bakar biomassa dengan Kompor UB-03 mampu menghemat sampai 80 persen.
Kompor UB-03 juga direkomendasikan untuk pengurangan emisi dari penggunaan briket batu bara. Caranya, dengan mencampurkan biomassa sampah-sampah organik dengan batu bara yang dihancurkan menjadi butiran kecil.
Menurut Nurhuda, briket jerami yang pernah diperoleh dari Bali seharga Rp 1.500 per kilogram. Briket sampah organik dipadukan dengan batu bara diperkirakan bisa menurunkan ongkos produksi menjadi Rp 1.000 per kilogram.
Nurhuda memperoleh kesempatan mengembangkan riset teknologi tepat guna untuk energi bersih dari biomassa ini atas dukungan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia. Yayasan ini menginduk pada Recognition and Mentoring Program (RAMP).
RAMP adalah sebuah program filantropis dari Amerika Serikat. Aktivitasnya menunjang kesejahteraan masyarakat melalui inovasi-inovasi teknologi.
Nurhuda bersama tim sejak 2003 berhasil mengembangkan teknologi energi bersih lainnya, meliputi alat pemanas dengan sumber energi matahari, kompor matahari, dan pemanas air menggunakan sinar matahari. Selanjutnya, Kompor UB-01, Kompor UB-02, dan terakhir kalinya Kompor UB-03.
"Untuk diimplementasi bagi masyarakat banyak, biaya produksi Kompor UB-03 cukup terjangkau," kata Nurhuda.
Hak paten
Nurhuda mengatakan, Kompor UB-03 paling berpotensi untuk dikembangkan. Guna menunjang kompetisi yang sehat dan inovasi berikutnya, Kompor UB-03 pun dipatenkan. "Ada tujuh klaim yang didaftarkan untuk mendapatkan paten," kata Nurhuda.
Ketujuh klaim itu meliputi susunan komponen kompor, ciri lubang pembakar asap (burner) pada sisi miring untuk menciptakan pembakaran turbulen, ciri aliran udara dari burner yang menyongsong arah gerak asap dari bahan bakar biomassa.
Kemudian klaim terhadap ciri lubang burner tambahan pada sisi tegak bagian atas tabung pembakaran, keberadaan tabung pre-heating (untuk pemanasan gasifikasi) yang melingkupi tabung pembakaran biomassa, sekat pemisah udara di dalam tabung pre-heating, dan klaim terhadap keberadaan panel pengontrol debit aliran udara yang masuk ke tabung pre-heating.
Menurut Nurhuda, kunci inovasi yang ditemukannya itu terletak pada gerak turbulen. Gerak turbulen itu yang menyebabkan pembakaran menjadi sempurna. Gerak turbulen seperti gerakan mengaduk.
Gerakan turbulen itu ditimbulkan aliran gasifikasi terpanaskan dan aliran udara sekunder. Tetapi, alirannya mengarah ke bawah, bertolak belakang dengan nyala api yang ke atas dari sumber pembakaran biomassa.
"Ini sebagai prinsip counter flow burning mechanism, yaitu mekanisme aliran udara melawan arah api ke atas. Itu menyebabkan pembakaran yang lebih efisien," kata Nurhuda.
Dengan mekanisme itu, diperoleh keuntungan selain asap bahan bakar lebih sempurna terbakar, juga sebagian lidah api yang menjulur ke bawah menyebabkan suhu ruang bawah makin tinggi.
Kenaikan suhu ruang bawah mempermudah proses gasifikasi terpanaskan. Pemanfaatan suhu gasifikasi yang mencapai 200 derajat celsius merupakan efisiensi pemanfaatan panas dari pembakaran sumber biomassa.
Nurhuda juga merancang ukuran tabung biomassa tidak berupa silinder lurus. Pada bagian bawah dibuat makin besar volumenya.
"Dengan volume bahan bakar makin besar, biomassa yang digunakan bisa lebih banyak. Penggunaan kompor pun bisa terus-menerus tanpa harus mengisi ulang saat digunakan," kata Nurhuda.
Inovasi Kompor UB-03 menghadirkan kepraktisan penggunaan bahan bakar biomassa. Nurhuda, bahkan, ingin merancang Kompor UB-03 berukuran mini yang bisa diaplikasikan di militer.
Bagi masyarakat di pelosok yang mengalami kesulitan mendapat bahan bakar konvensional seperti minyak tanah atau elpiji seperti sekarang, Kompor UB-03 menawarkan solusinya. [Kompas]

Surveillance 1 BAAK
11 Juni 2010
Setelah Humas Universitas Brawijaya (UB) berhasil mempertahankan sertifikasi ISO 9001:2008, Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) UB juga berhasil mempertahankan sertifikat ISO. Hal itu disampaikan oleh Auditor Llyod's Registered Quality Assurance (LRQA) Limited Rusli Ananda pada Kamis-Jum'at (10-11/6). Hadir pada kesempatan itu Kepala BAAK Dra Welmin Sunyi Ariningsih MLib serta jajaran kepala sub bagian dan kepala bagian di lingkungan BAAK.
Dalam pertemuan itu Rusli Ananda menuturkan, masih ada anggapan bahwa ISO merupakan pekerjaan tambahan. Hal ini menurut Rusli merupakan anggapan yang keliru karena pada dasarnya ISO merupakan bagian dari penerapan manajemen sebuah organisasi. Untuk itu Rusli menyarankan agar unsur pimpinan mengetahui dengan pasti indikator kinerja bagian dibawahnya dan perlu komitmen bersama untuk benar-benar menjalankan SMM sesuai standar ISO 9001:2008.
Rusli menambahkan, intervensi dari luar akan merusak sistem yang telah diatur dengan baik. Meski demikian, ISO didesain agar tim internal tidak terkena dampak dari external baik secara langsung maupun tidak. Untuk itu setiap personil dalam tim menurut Rusli, harus benar-benar memahami tugas dan fungsinya. Tim, ujar Rusli, harus mensolidkan dinamika internal yang terjadi sehingga efek external tidak mempengaruhi internal organisasi. Tolak ukur dari solid tidaknya sebuah organisasi dapat dilihat salah satunya dari seberapa cepat organisasi menanggapi berbagai pertanyaan yang diajukan oleh pihak external.
Menanggapi temuan assesment BAAK pada September 2009, dari 18 temuan minor yang ada masih terdapat 12 dengan status terbuka (open) dan 6 dengan status tuntas (closed). Status dengan kondisi terbuka atau belum dibenahi antara lain dalam hal prosedur yang terdokumentasi (documented procedure), kebijakan mutu (quality policy), sasaran mutu (quality plan), tinjauan manajemen (management review), audit internal, monitoring kepuasan pelanggan, sumber daya manusia dan keluhan pelanggan. Menanggapi keluhan pelanggan yang dilakukan BAAK, Rusli menyarankan agar setiap keluhan tidak sekedar normatif tetapi juga harus menerapkan unsur empati. Untuk kedua belas temuan dengan status terbuka LRQA memberikan toleransi perbaikan selama enam bulan kedepan. Apabila dalam kurun waktu enam bulan kedepan status minor masih belum terselesaikan maka sertifikat ISO 9001:2008 dapat ditarik kembali oleh LRQA.[nun]

Dosen FK-UB Ikuti Kongres Penyakit Tropis di Singapura
11 Juni 2010
Tiga orang dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB) mengikuti The 4th ASEAN Congress of Tropical Medicine and Parasitology yang diselenggarakan di Raffles Town Club Singapura, 2-4 Juni 2010 silam.
Mereka adalah Dr. dr. Loeki Enggar Fitri, MKes., SpPark, Prof. Dr. dr. Teguh Wahju Sardjono, DTMH., MSc., SpPark dan Prof. Dr. dr. Sumarno, DMM., SpMK. Turut serta pula sebagai delegasi, seorang alumni program Pascasarjana FK-UB, Dr. Dorta Simamora, MS.
Kongres yang mengangkat tema "Tropical Infectious Diseases and Vectors in a Vibrant and Ever-changing Environment" ini dihadiri 330 ilmuwan dari berbagai bidang seperti mikrobiologi, parasitologi serta dokter spesialis penyakit dalam dari 23 negara diantaranya Albania, Australia, Bangladesh, Belgia, Brazil, Iran, Libya, Saudi Arabia, Turki serta Inggris.
Pada kesempatan itu, Dr. dr. Loeki Enggar Fitri, MKes, SpParK menyampaikan presentasi makalah dengan judul High Dose of N-Acetyl Cysteine  Increase H2O2 and MDA  Level and Decrease GSH Level of HUVECs Exposed with Malaria Serum. Sementara itu, Prof.Dr.dr.Teguh Wahju Sardjono,DTMH.MSc.SpParK dalam kongres ini mempublikasikan hasil penelitiannya dengan judul Pregnancy Failure in Toxoplasmosis is More Caused by Immuno-biochemical Factors rather than the Parasite Factor. Demikian juga Prof.Dr.dr. Sumarno DMM.SpMK, menyampaikan makalah dengan judul Combination of Protein Sub Unit Pili 37,8 kDA V.cholera with Cholera Toxin Sub Unit B can Protect Come out of The Solution in the Intestinal Mice.
Kongres tersebut dilaksanakan setiap dua tahun sekali dan pada tahun 2012 mendatang, menurut rencana akan dilaksanakan di Philippina. [les/nok]

Sabtu untuk Student Day
11 Juni 2010
Surat Keputusan Rektor yang menetapkan lima hari aktif untuk kuliah ditetapkan untuk meluangkan hari sabtu bagi mahasiswa melatih soft skill bukan sebagai hari libur. Soft skill dibutuhkan bagi mahasiswa agar mereka tidak hanya unggul di bidang akademis tapi juga kemapuan yang lain.  "Itu penting untuk character building mereka," demikian disampaikan Pembantu Rektor III, Ir HRB Ainurrasyid MS kepada PRASETYA Online di tengah acara Workshop konsep Krida Mahasiswa (KRIMA) di lantai 6, Kamis (10/6), yang diikuti jajaran Pembantu Dekan III beserta pengurus Ekskutif Mahasiswa (EM), perwakilan Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Fakultas dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UB.Workshop  ini diisi dengan presentasi masing-masing BEM fakultas tentang konsep KRIMA yang akan mereka laksanakan.
KRIMA merupakan kegiatan mahasiswa yang dikordinir oleh Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) di masing-masing fakultas setiap hari Sabtu selama satu semester pasca Perkenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa (PK2M) 2010/2011 untuk mahasiswa baru (maba). KRIMA diadakan dengan kegiatan-kegiatan yang mencakup unsur kerohanian, seni, intelektualitas, olahraga, entrepreneurship, leadership, nasionalisme. Salah satu kegiatan kesenian yang diusulkan oleh BEM Fakulatas Ekonomi adalah lomba menulis puisi juga teater. Mereka beralasan kegiatan ini bermanfaat melatih otak kanan mahasiswa, menyeimbangkan dengan kegiatan akademis yang banyak melatih otak kiri.
KRIMA rencananya akan dilaksanakan dua minggu setelah PK2M yang digelar awal agustus mulai tanggal 4 sampai 7. PK2M ini akan dilaksanakan satu hari untuk tingkat universitas dan tiga hari untuk fakultas.Tiga hari yang diberikan untuk fakultas ini menjadi kesempatan bagi fakultas untuk memperkenalkan kekhasan fakulatas masing-masing. Masalah lokalitas ini pula yang menjadi alasan pelaksanaan KRIMA di setiap fakultas tidak diseragamkan. Nina Andriyani, salah satu anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UB mengungkapkan, setiap fakultas tidak disamakan konsepnya karena masing-masing memiliki kebijakan lokal yang berbeda. Seperti BEM Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) yang bervisi KRIMA sebagai student day yang akan memberikan open space kepada mahasiswa dengan basis intelektualitas, mentalitas, moralitas, dan menumbuhkan great respect terhadap FIA sebagai almamater. Visi ini akan mengejawantah dalam bentuk pengenalan jurusan maupun LSO (Lembaga Semi Otonom) selain itu juga mahasiswa akan diperkenalkan terkait beasiswa, perpustakan sampai KRS Online. [ai]

Widodo, PhD.Med.Sc: Konservasi Lingkungan Melalui Biologi Molekuler
11 Juni 2010
Konservasi lingkungan kini telah memasuki generasi kedua melalui pendekatan biologi molekuler yang dinilai lebih teliti. Melalui pendekatan genetik, kerusakan lingkungan baik yang disebabkan manusia maupun ekosistem dapat dideteksi lebih dini dengan solusi yang lebih komprehensif. Konsep ini merupakan perbaikan dari generasi pertama yaitu morfometri, yang hanya melakukan pendekatan secara morfologi. Widodo, PhD.Med.Sc menyampaikan hal ini saat diwawancarai PRASETYA Online mengenai rencana pelaksanaan kegiatan International Conference Global Resource Conservation (ICGRC).
ICGRC yang merupakan kolaborasi antara Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Brawijaya (FMIPA-UB) dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Caretakers of The Environment International (CEI) ini akan diselenggarakan di gedung PPI, Kamis (8/7). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kongres internasional CEI yang diselenggarakan di Malang selama satu minggu (4-10/7).
Mengangkat isu "Biodiversity and Culture", kongres juga meliputi "Cultural Night" dan "Field Trip". "Melalui kegiatan ini, kami berupaya untuk mengajak anak muda dari berbagai negara di Asia, Eropa, Amerika, Kanada dan Australia untuk menginventarisir kekayaan alam dan budaya yang ada di Indonesia. Selain itu, mereka juga diminta membuat rumusan pelestarian lingkungan dan budaya tersebut", ujar Widodo yang menamatkan Program Doktor Molecular Biology di Tsukuba University Jepang.
Dalam rangka inventarisasi tersebut, tambah Widodo, para delegasi akan disebar ke tiga ekosistem yang berbeda yaitu gunung, hutan dan pantai di wilayah Jawa Timur terutama kawasan Alas Purwo, Baluran dan BTS (Bromo, Tengger dan Semeru). Selain itu, mereka juga akan diperkenalkan kepada masyarakat dari suku dan etnik yang berada di sekitar lokasi.
Pembicara berkompeten diperkirakan akan hadir pada ICGRC yang mengambil tema "Strengthening Environmental Education Toward Sustainable Development: Lesson Learned From World Wide" ini. Mereka adalah Dr. Brigitta Norden (Presiden CEI, Malmoe University Swedia), F.M. Almeida (Presiden ALPEA, Portugal), D.J. Hoynacki (Oregon State University Amerika Serikat), T. Nadeson (WWF-Malaysia), Majid Bashir (CEI Pakistan), Luchman Hakim, PhD (Universitas Brawijaya), Akira Kikuchi (Hiroshima University Jepang), dan Prof. Sutiman Bambang Sumitro (Universitas Brawijaya).
"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat Universitas Brawijaya. Sedikit sekali lembaga ataupun perusahaan di Indonesia yang peduli lingkungan, sehingga tidak heran jika kami mengalami kesulitan pendanaan. Hanya mereka yang concern kepada lingkungan yang akan mendukung kegiatan ini", ujar Widodo. Melalui perbaikan pola pendidikan lingkungan kepada masyarakat, secara khusus pihaknya berharap agar generasi mendatang lebih mampu menjaga lingkungan terutama alam pedesaan, kawasan pantai serta daerah sekitar hutan. [nok]

GASKM Perlu Didukung Semua Pihak
11 Juni 2010
Universitas Brawijaya (UB) menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Pertemuan Forum Komunikasi Humas Perguruan Tinggi se-Malang raya pada Kamis (10/6) di Gedung Rektorat. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan staf yang menangani kehumasan di perguruan tinggi tersebut dibuka oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Data (PPID) UB Dr Tjahjanulin Domai MS. Bertindak sebagai narasumber yaitu Drs. Djanalis Djanaid dari Indopurels yang mengulas tentang "Prospek Gerakan Ayo Sekolah ke Malang (GASKM)" dan Manajer Umum dan Pemasaran Radar Malang M Usman Syahadat dengan materi "Peranan Media dalam Mewujudkan Malang sebagai Kota Pendidikan".
Pada kesempatan itu Djanalis Djanaid mengajak semua pihak baik dari kalangan pemerintah daerah maupun penyelenggara pendidikan untuk bersinergi membangun opini Malang sebagai kota Pendidikan bagi masyarakat di luar Jawa Timur. Malang menurut Djanalis, memiliki potensi yang besar sebagai tempat belajar selain Yogyakarta. Potensi itu antara lain, tingkat keamanan yang kondunsif, cuaca yang sejuk, lengkapnya fasilitas seperti transportasi, rumah kos, dan rumah makan serta kemudahan akses melalui jalur darat dan udara.
Sementara itu Usman Syahadat mengungkapkan, media perlu diperhitungkan dalam mensukseskan keberhasilan penyelenggara pendidikan dalam menjaring calon siswa untuk studi di institusinya. Media, tambah Usman, memuat informasi yang dibutuhkan masyarakat dan sebagai saluran penyampaian pesan komersial kepada pasar yang dituju. Berbagai promosi dapat dilakukan diantaranya melalui pemasangan iklan, presentasi, telemarketing ataupun mengikuti pameran.
Lebih lanjut disampaikan Usman, strategi promosi yang ideal untuk lembaga pendidikan terletak pada kekuatan peranan humas melalui kegiatan press relations, product publicity, corporate communication dan lobbying. Selain itu sebuah institusi harus cerdas dan jeli dalam memilih media promo yang seperti apa yang mampu meningkatkan image dan menerapkan prinsip AIDA (attention, interest, desire dan action) secara rutin sesuai bulan promosi.[nun]

Mahasiswa Prestatif dan Mandiri
11 Juni 2010
Ratusan siswa Brawijaya Student Club (BSC), sebuah bimbingan belajar (bimbel) yang bertempat di pendidikan vokasi Universitas Brawijaya, memenuhi Widyaloka Hall Center, Kamis (10/6). Seluruh siswa ini berkumpul untuk mengikuti seminar Smartpreneurship yang diadakan di sela jadwal bimbel mereka di BSC. "Siswa-siswa ini selama satu bulan mengikuti bimbel di BSC dan ini adalah momen untuk mengistirahatkan mereka dari pelajaran" ungkap Ketua Khamim Thohari, Kepala BSC. Khamim, alumni Politeknik UB jurusan Teknik Mesin, yang juga seorang pengusaha café pujasera di Universitas  Negeri Malang ini memilih materi entrepreneur dengan alasan ingin melihat anak didiknya bukan hanya berhasil menjadi mahasiswa tapi juga memiliki tekad mandiri ketika mahasiswa kelak.
"Sekarang bukan lagi zamannya para sarjana lulus, antri melamar ke perusahaan. Semestinya merekalah yang membuka peluang usaha," tuturnya.
Untuk memotivasi mereka, BSC mendatangkan motivator-motivator yang selama menjadi mahasiswa juga seorang pengusaha. Motivator yang berbagai testimoni mereka anatara lain Joko Pambudianto, mahasiswa Teknik Mesin Intitut Teknologi Sepuluh November (ITS) angkatan 2007 yang juga Direktur Utama Cicak Corporation yang bergerak di bidang marchandise dan konveksi. Dalam waktu dekat Mas Jo, demikian panggilan akrabnya, akan membuka Warung Bebek Setan Gila di kota kelahirannya, Lamongan. Mas Jo menceritakan latar belakangnya yang dari keluarga petani membuatnya bertekad untuk mandiri pada saat kuliah. Ia juga menceritakan di awal usahanya ada sebuah capaian yang sengaja ia buat yang dinamainya change in 60 days (berubah dalam 60 hari). Dalam 60 hari ia mencanangkan memiliki kontrakan sendiri, dan terpenting bisa mandiri, tidak tergantung kiriman orang tua. "Alhamdulillah dari situ saya punya usaha sendiri," ungkapnya.
Usaha yang dilakukan mahasiswa-mahasiswa ini tak selamanya berhasil. Salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Arif Rahman misalnya. Dua usaha yang dirintisnya gagal, dibidang marchandise dan travel. "Itu artinya saya diberi dua kali pelajaran berharga untuk sukses," ujarnya. Saat ini saya merintis usaha rujak es krim yang dinamainya House of Ice (HOI) dengan 3 cabang di Surabaya. Kehadirannya di seminar ini juga ingin meyakinkan kepada para calon mahasiswa di BSC kalau menjadi pengusaha bukan berarti tidak berprestasi dan melupakan dunia kampus. "Alhamdulillah IP (indeks prestasi) saya masih cum laude, 3,6. saya juga sempat jadi ketua himpunan mahasiswa pemasaran," bebernya.
Kesamaan mahasiswa-mahasiswa pengusaha ini yaitu terinspirasi dari seorang pengusaha rumah makan fast food di lima kota di Jawa Timur yang juga pemilik minimarket bahan bangunan Depo Bintang, Muhamad Ali Cipto Roso yang akrab disapa Pak Ali. Pak Ali mengungkapkan bahwa orang yang jenius sadar atau tidak telah melakukan cara-cara orang sukses, seperti kedisiplinan dan bermimpi besar. "Bermimpi besar ibaratnya kepala kita ada di langit tapi tetap harus realistis, kaki harus di bumi. Allah telah memberi apapun kebutuhan kita di dunia ini maka kita harus menjadi manusia yang terbaik," baginya kepada peserta.[ai]

El-Hawa, Robot Kanibal Yang Lolos KRSI
10 Juni 2010
Salah satu robot rancangan mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya (TE-UB), "El-Hawa", dinyatakan lolos untuk maju ke Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI). Kontes ini merupakan bagian dari Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) yang akan diselenggarakan di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pada 18-20 Juni mendatang. Selama satu tahun, El-Hawa dirancang oleh tim yang terdiri atas Rosyam Al Farisi (Teknik Elektro 2007), Rizal Maulana (Teknik Elektro 2007), Reza Sugandi ( Teknik Elektro 2007), Arif DJ (Teknik Elektro 2008) dan Irfan H (Teknik Elektro 2008). "Karena keterbatasan anggaran, El-Hawa dibuat dari barang-barang bekas seperti rangka atap rumah, dll. Karena itulah robot ini termasuk robot kanibal", ungkap Ketua Jurusan TE-UB, Rudi Yuwono, ST, MT kepada PRASETYA Online pada acara demo robot di Dekanat FT, Rabu (9/6).
El Hawa, yang berarti wanita pertama yang terbuat secara elektronik, hampir seluruh komponennya menggunakan barang bekas seperti motor, baterai, dan rangka. "Dengan keadaan seperti ini, maka tidak heran jika performance, estetika dan kualitas motor El-Hawa tidak maksimal", terang ketua tim, Rosyam Al Farisi.
Dengan keterbatasan yang ada, tim yang dipimpinnya mencoba menuangkan ide kreatif berupa tari pendet yang dipersembahkan El-Hawa bagi juri dan penonton kontes robot nantinya. Tari pendet itu sendiri terbagi dalam beberapa zona yang telah ditetapkan penitia yaitu start zone, tanjek zone, ngagem zone, nyeledet zone dan end zone. Pada masing-masing zona ini, El-Hawa akan menunjukkan kemampuannya untuk menari pendet yang meliputi mata melirik, berjalan, kepala menoleh ke kanan dan ke kiri, mengayunkan tangan, menggerakkan kaki, merentangkan tangan, duduk, serta menabur bunga. Dengan sensor suara, El-Hawa hanya akan bergerak ketika mendengar lantunan gamelan tari pendet.
Tradisi Juara
"Untuk melanjutkan tradisi juara, dibutuhkan dukungan dari semua stakeholders", ungkap Rosyam dalam presentasinya. Dengan keterbatasan yang ada, kepada PRASETYA Online, Rosyam mengaku bangga berhasil menuntaskan pengerjaan robot ini. Total anggaran Rp. 18 juta, menurutnya dihabiskan pada semua jenis robot KRI, KRCI dan KRSI.
Hal ini jauh berbeda dengan perguruan tinggi lain seperti PENS-ITS, langganan juara pertama tiap tahun, yang menghabiskan dana hingga Rp. 50 juta untuk satu jenis robot. Hal yang sama juga dilakukan Universitas Trunojoyo, yang menghabiskan sekitar Rp. 98 juta untuk robotnya walaupun kalah.
"Untuk menghasilkan performa yang bagus, harus membeli peralatan dengan harga yang lumayan mahal. Sementara komponen robot kami ini dibeli di toko loak milik Haji Sam", ungkapnya prihatin. Pada baterai misalnya, Rosyam mengungkap, satu baterai hanya bisa dipergunakan untuk satu kali trial dan untuk trial berikut, timnya harus menunggu baterai di charge hingga 2.5 jam. "Dari segi elektrik dan program, sebenarnya tim UB sudah diakui. Sayangnya pendanaan menjadi kendala untuk membeli komponen yang lebih bagus", kata Rosyam. Untuk tampil maksimal, tambahnya, dibutuhkan dana hingga Rp. 80 juta.
Kreativitas
Selain El-Hawa, robot lain yang dinyatakan lolos maju di tingkat nasional adalah "Amru" pada KRI. Amru terdiri atas empat robot yakni satu robot manual dan tiga robot otomatis yang dikerjakan secara marathon oleh 12 anggota tim. "Pada KRI nantinya, Amru ditugasi untuk membangun Candi Prambanan", ungkap Bobby Wahyu (mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2006) yang didaulat menjadi anggota tim. KRI, tambah Bobby, merupakan ajang awal menuju Abu Robocon yang akan diselenggarakan di Mesir pada akhir Bulan Agustus tahun ini.
Pembangunan candi merupakan analogi piramida yang menjadi persyaratan pada ajang rutin tahunan tingkat dunia ini. "Nantinya robot diminta mengambil balok yang kemudian akan disusun secara rapi menjadi candi", katanya.
Pada ajang tingkat regional, salah satu robot KRCI milik TE-UB, telah kalah pada per-delapan final sehingga tidak berhak maju ke tingkat nasional. "Pada ajang tersebut, robot diminta untuk memadamkan lilin", ungkap Indrawan Riza (mahasiswa TE-UB angkatan 2006) yang mengomandoi delapan anggota tim.
Kendala utama yang dihadapi timnya, menurut Riza adalah kondisi lapangan yang berbeda saat trial dan lomba. Untuk itu, ia sangat berharap pihak dekanat maupun universitas bersedia membantu pengadaan lapangan robot sehingga sesuai dengan kondisi lomba. Hal lain yang juga dimintanya adalah peningkatan performa robot terutama kestabilan agar bisa menyelesaikan tugas pada semua kondisi.
Berbagai permintaan tersebut diamini Dekan Fakultas Teknik UB, Prof. Dr. Ir. Harnen Sulistio, yang akan membawanya pada rapat pimpinan. "Pimpinan selayaknya memiliki skala prioritas dalam mendukung kegiatan kemahasiswaan", ungkap Harnen. Kegiatan mahasiswa yang mengedepankan kreativitas tinggi seperti kontes robot ini, disayangkannya tidak menjadi prioritas stakeholders baik di tingkat fakultas maupun universitas.
Padahal, menurut Harnen, hasil kreativitas mahasiswa merupakan bukti tingginya kualitas sistem pendidikan. Kepada El-Hawa, Dekan juga memberikan masukan khusus seperti penambahan kostum yang lebih gemerlap, memberikan kipas serta mata yang kurang bulat. [nok]

Peduli Anak, UB Dirikan Children Centre
10 Juni 2010
Sebagai wujud kepedulian kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, Universitas Brawijaya (UB) mendirikan unit baru yang diberi nama Children Centre (CC). Lembaga yang berdiri pada Januari 2010 ini terdiri atas unit Penitipan Anak (PA), Playgroup (PG), serta Taman Kanak-kanak (TK). CC-UB merupakan salah satu lembaga dibawah Unit Pelaksana Teknis Brawijaya Smart School (UPT-BSS) yang juga mengelola Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). "CC-UB semula didirikan untuk menampung putera/puteri dosen dan karyawan UB agar mereka tenang dalam bekerja dan tidak menjadikan aktivitas menjemput anak sebagai alasan untuk keluar kantor", terang Ketua UPT-BSS, Prof. Dr. Sc. Agr Suyadi, MS. "Namun dalam perkembangannya, ternyata masyarakat juga tertarik untuk mempercayakan putera/puterinya di sini sehingga kami berinisiatif untuk membuka bagi masyarakat umum", tambahnya.
Dibuka sejak Bulan April silam, saat ini CC-UB telah menampung 50 pendaftar yang akan mengisi TK (24 anak), PG (16 anak) dan PA (4 anak). Kepada PRASETYA Online, Prof. Suyadi menjelaskan, PA akan menampung anak usia 6 bulan-2 tahun, sementara PG (2-3 tahun) dan TK (4-5 tahun). "Mereka akan diasuh Pembina yang merupakan alumni tenaga pendidikan (Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak/PGTK) dan tata boga dari perguruan tinggi dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Selain itu, disediakan juga psikologi dan dokter anak untuk memeriksa psikologi dan kesehatan secara berkala", ujar Prof. Suyadi. Dengan begitu, menurutnya,  kesehatan, pola makan dan pola asuh anak akan diatur secara khusus sesuai standar yang berlaku.
Pola pengasuhan di CC-UB, menurutnya juga akan dikelola secara fleksibel dengan prinsip "melayani konsumen" sehingga mempermudah dan memberi ketenangan orang tua agar lebih leluasa bekerja.
Pada penitipan anak misalnya, disediakan satu pengasuh untuk dua anak dengan waktu bervariasi, yang dapat dinegosiasikan antara orang tua dan pengelola. "Sebagai uji coba kami membuka waktu pukul 07.00-15.00 WIB tapi dapat dinegosiasikan. Untuk PA, kami sediakan satu pengasuh untuk dua anak dan akan diajari bahasa bagi anak-anak yang belum bisa ngomong. Sementara untuk playgroup, akan dibuka kelas pagi dan sore dengan satu pengasuh untuk delapan anak", tutur Prof. Suyadi.
CC-UB, tambah Guru Besar Fakultas Peternakan tersebut, akan menempati gedung eks-Kantor Pos yang pembangunannya telah mencapai 95 persen. Pada gedung satu lantai ini, dilengkapi pula sarana prasarana sesuai standar yang meliputi Ruang Pembina, Ruang Guru, Ruang Tata Usaha dan Ruang Multimedia. Selain itu, juga akan dilengkapi dengan permainan in-door seperti pojok kota, pojok balok dan imajinasi air serta permainan out-door sesuai standar termasuk kolam renang, rumah pintar dan mobil pintar.
Kurikulum yang ditetapkan pada CC-UB, menurut Prof. Suyadi akan mengedepankan tiga keunggulan yang meliputi imtaq, imajinasi serta intelektual. "Kurikulum pengembangan imajinasi ini diadopsi dari Jerman untuk memacu perkembangan otak anak seperti menyanyi dan melukis. Selain itu, anak-anak juga akan diajari untuk bersosialisasi". Terangnya. Pada tahun-tahun awal ini, CC-UB akan memprioritaskan penataan sistem dan organisasi sehingga tercapai pola administrasi, kurikulum dan rotasi guru yang stabil dan selanjutnya akan dilanjutkan program bilingual. Bagi yang berminat, pendaftaran dapat dilakukan di Rumah Pintar Universitas Brawijaya, Jln. Veteran Malang (0341) 551611 psw 370 atau HP. 081 399 521 882. Sebagai pengenalan dan ajang promosi, selama empat hari (9-12/6) CC-UB menyelenggarakan trial education. Bagi masyarakat yang berminat, dapat mengikuti kegiatan ini di rumah pintar. [nok]

Dialog  Menuju World Class University
10 Juni 2010
Dialog interaktif yang diprakarsai oleh pihak Dekanat Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) berjudul Menuju World Class University (WCU), Rabu (9/6) dilaksanakan di Gedung E lantai 3 Pasca Sarjana UB. Dialog interaktif tersebut menghadirkan sebagian besar Profesor, Dosen, serta karyawan Fakultas Pertanian.
Diantara peserta diskusi sempat terjadi silang pendapat ketika pembahasan mengenai langkah dan strategi taktis yang harus segera dilakukan. Terjadi silang pendapat mengenai peningkatan standar mutu, sebagian menyatakan peningkatan standar mutu dapat dilakukan dengan kerja keras, kerja tim yang kompak, sedang sebagian menyatakan peningkatan standar mutu tidak bisa terwujud tanpa dukungan dana.
Menurut Prof  Wani  Hadi Utomo salah satu jalan meningkatkan peringkat UB ditaraf internasional adalah dengan menerbitkan jurnal penelitian kedalam GOOGLE SCHOLAR. Bagi dosen yang produktif menulis jurnal disediakan insentif khusus, insentif tersebut bertujuan sebagai motifator untuk menulis jurnal ilmiah. Sedangkan Prof Dr Syukur Makmur Sitompul lebih menitik beratkan kepada sistem kerja kelompok yang disiplin, jujur, dan bertanggungjawab. Menurut beliau tujuan untuk meningkatkan standar mutu dapat tercapai lebih mudah dengan jalan kerja sama semua elemen institusi, mulai dari staf dosen, karyawan, dan juga mahasiswa. "Untuk mencapai peringkat tinggi ditaraf Internasional kita harus bekerja sama, gotong-royong, saling bahu membahu", ungkap Prof SM Sitompul. Sedangkan bagi dosen harus membiasakan menulis jurnal ilmiah, walau dalam bahasa Indonesia. begitupula mahasiswa juga harus diperhatikan, asisten harus dikontrak honorer per semester.
Professor Bambang Guritno menyajikan materi yang menitik beratkan pada akreditasi program studi. Beliau menyampaikan betapa pentingnya akreditasi, karena beberapa perusahaan besar menyantumkan syarat akreditasi "A" sebagai syarat mutlak menjadi karyawan. Bahkan pihak perusahaan bisa mempermasalahkan ijazah tanpa akreditasi "A" menjadi masalah pidana.[riy/ai]

Mahasiswa PKH UB akan Adakan Pengabdian Masyarakat
9 Juni 2010
Mahasiswa PKH UB menyelenggarakan Program  Pengabdian Masyarakat (PENGMAS) dalam bentuk kegiatan vaksinasi avian influenza (AI), Sanitasi Lingkungan dan Penyuluhan Kesehatan (PETAN). Acara ini akan diselenggarakan di Dusun Krajan dan Princi, Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau Malang pada tanggal  bulan Juli mendatang.
Sebelum acara digelar, PKH-UB telah mengadakan kuliah tamu untuk sebagai pembekalan pada tanggal 5 Juni.
Salah satu materi pembekalan disampaikan oleh drh.Wirjono dengan tema penerapan biosecurity (keamanan biologik). Dalam pemaparannya, ia menyampaikan  penerapan biosecurity merupakan salah satu faktor yang berperan mencegah terjadinya penyakit pada peternakan hewan. Tiga hal yang mendasar dari biosecurity adalah isolasi, disinfeksi, dan pembatasan lalu lintas.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan upaya pengendalian penyebaran penyakit dengan menerapkan Biosecurity di tempat penampungan unggas dan tempat penyembelihan hewan.
antangan terbesar yang dihadapi pemerintah adalah mengajak masyarakat khususnya pelaku usaha peternakan (penampungan dan TPA) untuk membiasakan diri menjalankan biosecurity di tempat kerja masing-masing. Para pedagang unggas yang enggan "berubah" rata-rata beralasan karena mereka sudah terbiasa dengan aktivitas yang mereka kerjakan selama ini dan tidak ada "complain" pelanggan. Kesadaran untuk menjamin higiene produk masih kurang menjadi pertimbangan para pedagang. Hal ini terbukti dengan masih dijalankannya proses penyembelihan hingga pendistribusian daging hewan konsumsi yang sangat tidak higienis.
Pemateri selanjutnya, Dr. C. A. Nidhom, drh., MS dari Tropical Diseases Institute (TDI), Universitas Airlangga Surabaya yang memberikan pemaparan tentang avian influenza. Dalam memberikan materi Dr. Nidhom selain banyak berbagi pengalaman mengenai tindakan-tindakan yang dilakukan saat wabah AI melanda Indonesia, bagaimana jenis virus menginfeksi maupun penanganannya, ia juga menceritakan berbagai penelitian mengenai AI di TDI-Unair dan yang paling penting adalah sekali lagi tugas serta peran sesorang yang menggeluti profesi sebagai dokter hewan untuk menyelamatkan kesehatan manusia melalui aspek kesehatan hewan yang paling dekat dengan Kementerian Kesehatan.
Kuliah Akhir Semester
Menutup rangkaian perkuliahan tamu di Semester Genap 2009/2010, PKH UB juga mendatangkan Prof. Dr. Ismudiono, drh., MS dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Surabaya untuk memberikan kuliah tamu. Dalam perkuliahan yang diselenggarakan untuk mahasiswa semester 2 tersebut, Prof Ismu, begitu ia akrab disapa, memberikan perkuliahan untuk mata kuliah Endokrinologi dengan topik bahasan mengenai Kelenjar Thyroid, para thyroid, kelenjar ovarium serta mammae sebagai penghasil hormon, jenis-jenis hormon yang dihasilkan serta fungsinya.  Selain memberikan materi kuliah beliau juga banyak memceritakan pengalaman-pengalaman dalam kasus klinik hewan serta memotivasi mahasiswa untuk bangga dan sadar dengan profesi dokter hewan yang akan diembannya nanti [@nd/fjr]

Penelitian Dosen UB Didanai Dikti
9 Juni 2010
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Prof. Dr.Ir. Siti Chuzaemi, MS, Jum'at (4/6), menandatangani Surat Perjanjian Pelaksanaan Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) tahun 2010 untuk pengembangan Penelitian Pendidikan Berbasis Education for Sustainable Development (ESD) di Direktorat Penelitian dan Pengabdian  kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DP2M DIKTI) Jakarta. Proposal dari Universitas Brawijaya (UB) yang diterima untuk di danai berjudul  "Implementasi Teknologi/Produksi Bersih Pada UMKM Anodisasi Raket Bulutangkis Dalam Upaya Menuju Industri Berwawasan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan" dengan ketua pelaksana Ir. Bambang Ismuyanto, MS dari FMIPA. Dana hibah yang  didapatkan sebesar 150 juta rupiah. Masing-masing perguruan tinggi hanya mendapatkan jatah satu proposal untuk didanai. Dari 85 perguruan tinggi se-Indonesia hanya 16 perguruan tinggi yang berhasil lolos untuk didanai, termasuk UB.
Selain itu berdasarkan surat dari DP2M DIKTI No. 192/P3/DP2M/2010, hibah Penulisan Buku Ajar Tahun 2010 yang disetujui untuk didanai oleh DP2M DIKTI berjudul "Hidrologi Praktis" dengan penulis Dr. Ir. Lily Montarcih L, M.Sc. dari Fakultas Teknik. Dana Hibah yang didapatkan sebesar 20 juta rupiah. Surat Perjanjian Hibah Penulisan Buku Ajar tahun 2010 ini telah ditandatangani oleh Ketua LPPM UB, Rabu (2/6). Pada tanggal yang sama Ketua LPPM juga menandatangani Surat Perjanjian Penugasan Dalam Rangka Pelaksanaan Bantuan Penyempurnaan Dokumen Perolehan Paten (UBER HAKI) TA. 2010 a.n. Rahmi Nurdian, S.Pi. MAppSc dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dengan judul "Cara Pencegahan Pembentukan Senyawa Akrilamida Pada Abon Ikan". Dana bantuan kegiatan tahap pertama untuk biaya bantuan penyelesaian penelitian berpotensi paten ini sebesar 7,5 juta rupiah.[chz/ai]

Presentasi Beasiswa DAAD 2011/2012
8 Juni 2010
Perwakilan Deutscher Akademischer Austausch Dienst (DAAD) Malang, Astrid Raabe, MA, Senin (7/6) melakukan presentasi di Universitas Brawijaya (UB). Di gedung rektorat lantai delapan, kegiatan ini diikuti Dekan serta dosen muda seluruh fakultas. Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ir. Bambang Suharto, MS (Pembantu Rektor I Bidang Akademik), Prof. Dr. Ir. Ifar Subagiyo (Ketua KSLN) serta Dr. Chandra Fajri Ananda (Ketua Kerjasama Komisi Eropa).
Raabe yang akhir bulan Juni ini mengakhiri masa tugasnya di Indonesia, dalam presentasi tersebut secara khusus menyampaikan beasiswa program doktor yang ditawarkan Pemerintah Republik Federasi Jerman (RFJ). Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, diperkirakan pada 2011/2012 mendatang, akan dianggarkan beasiswa program doktor untuk 20 orang penerima di Indonesia. Diantara 383 pendidikan tinggi di Jerman yang tergabung dalam DAAD, program doktor tersebut ditawarkan dalam dua model yaitu model terstruktur dan model tradisional. "Pada model tradisional, mahasiswa akan melakukan penelitian dibawah supervisi Doktorvater/Doktormuter. Mereka melakukan segala sesuatu dengan bebas dan mandiri. Sementara untuk program terstruktur, mahasiswa menempuh pendidikan yang telah terprogram bersama dengan mahasiswa lainnya", kata dia.
Dengan waktu tempuh selama dua hingga lima tahun, biaya pendidikan tersebut dapat ditanggung sendiri ataupun melalui beasiswa Dikti, DAAD dan yang lainnya.Untuk melamar program ini, kandidat diminta memenuhi beberapa persyaratan diantaranya ijazah program master, TOEFL/IELTS, serta proposal penelitian. Selain itu, ketrampilan berbahasa Jerman juga sangat disarankan sebagai nilai lebih dan alat sosialisasi di sana.
Salah satu strategi yang ditekankan Raabe agar lolos kuliah di Jerman adalah menjalin kontak dengan Profesor yang ada di Jerman, walaupun hal ini sangat sulit dilakukan karena pada umumnya mereka sangatlah sibuk. "Untuk mengatasi kesulitan menjalin komunikasi ini, silahkan menghubungi alumni ataupun individu yang memiliki hubungan akademis dengan Jerman". Katanya. Alternative lain adalah dengan melakukan pencarian di google melalui kata kunci penelitian yang diminati atau mengakses langsung website perguruan tingginya.
Hal lain yang juga ditekankan Raabe untuk menarik perhatian Profesor adalah menulis proposal penelitian sebagus dan sedetail mungkin dengan mengangkat isu-isu orisinil. "Kalau mereka tertarik, maka akan bersedia menjadi pembimbing. Atau kandidat akan diajak serta dalam project mereka", terangnya.
Pada program internasionalisasi yang dilakukan pendidikan tinggi Jerman, Raabe menyampaikan, sejauh ini berhasil menarik mahasiswa internasional dengan porsi tertinggi berasal dari Eropa (51 persen), disusul Asia (31 persen) dan Afrika (11 persen). "Jerman merupakan tujuan utama para mahasiswa asing yang tertarik belajar di Eropa", tandasnya. Untuk mahasiswa Indonesia sendiri, pada umumnya mereka di Jerman belajar keilmuan teknik (37 persen), matematika, sains dan ekonomi (23 persen) dan Ilmu-Ilmu sosial (19 persen). Dengan model pendidikan Made in Germany, beberapa alumni yang telah eksis di Indonesia diantaranya Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie (mantan Presiden Republik Indonesia), Prof. Dr. Wardiman Djojodiningrat (mantan Menteri Pendidikan Republik Indonesia) serta Dr. Fauzi Bowo (Gubernur DKI Jakarta).
Selain beasiswa program doktor, dalam kesempatan tersebut Raabe juga mempresentasikan skema kerjasama dengan perguruan tinggi di Jerman. Diawali Fact Finding Mission, kerjasama antar perguruan tinggi dengan subject yang sama dapat dilakukan secara mandiri. Untuk mendapat partner yang tepat, Raabe menyarankan untuk mengakses situs ini. "Ketika telah tercapai kesepakatan, Profesor atau perguruan tinggi di Jerman bisa melamar dukungan finansial ke DAAD", kata dia. [nok]

KBIH UB Laksanakan Manasik Haji
8 Juni 2010
Ibadah haji yang menjadi rukun islam kelima memiliki tiga hikmah menurut Pembantu Rektor (PR)  II Universitas Brawijaya, Warkum Sumitro SH MH seperti disampaikan di acara pembukaan Manasik Haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) UB, Senin (7/6), bertempat di gedung Widyaloka UB. Menurutnya haji mempunyai hikmah spiritual, fisik, dan sosial yang menyatu dalam kesatuan ritual ibadah.
Hikmah spiritual didapatkan karena momen haji memberikan kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt. Salah satunya dengan sering berdzikir dimanapun dan kapanpun pada saat berhaji. "Harapannya saat tiba di tanah air kebiasaan ini tidak hilang," ungkap PR II. Hikmah spiritual pada saat haji bisa dilihat dari palaksanaan thawaf. Thawaf tidak dilakukan sepanjang pelaksanaan ritual haji, wukuf di arafah menjadi akhir dari ritual thawaf untuk haji. "Begitu pula dengan kehidupan, tak selamanya kita berada di dunia ini. Setiap orang akan selalu dihadapkan dengan kematian yang menjadi akhir perjalanannya," tambahnya.
Hikmah fisik dicontohkan PR II dengan mengambil dari pengalaman pribadinya saat menunaikan haji tahun 2003. "Dua bulan sebelum haji, saya latihan jalan jauh untuk mengantisipasi agar kuat saat sa'i atau thawaf. Ternyata saya salah, yang penting kita ikhlas, insyaallah akan diberi kemudahan dan kekuatan," ungkapnya.
Terakhir hikmah sosial, seseorang yang melakukan ibadah haji akan menemui masyarakat internasional dari berbagai suku dan ras dengan keragaman fisik, warna kulit dan karakter. Ibadah haji mengajarkan kita untuk saling bertoleransi dan merasa membutuhkan orang lain."Jangan samapai ada kesombongan merasa bisa melakukan sesuatu sendiri. Ini juga menjadi pelajaran dalam kehidupan sehari-hari kalau setiap aktivitas tak bisa terlepas dari bantuan orang lain," pesan PR II.
Manasik Haji UB
Sampai saat ini, KBIH UB berencana akan memberangkatkan 23 (dua puluh tiga) calon jamaah haji untuk tahun 2010. "Jumlah peserta ini bisa saja mengalami perubahan tergantung kuota yang diberikan Kementrian Agama," ungkap Drs. Samsul Arifin MAg, salah satu pembina manasik haji KBIH UB.
Manasik haji akan dilakukan selama dua bulan mulai 7 Juni sampai 7 Agustus 2010. Hari ini (7/6) menurut jadwal akan diisi dengan materi Kebijakan Pemerintah RI dalam Tata Laksana Ibadah Haji yang akan, dilanjutkan dengan materi hari Sabtu (12 Juni), Filosofi dan Hikmah Ibadah Haji (gedung Widyaloka). Materi lainnya yang akan didapatkan peserta manasik haji yaitu Syari'at Haji Tamattu' (19 Juni/Masjid Fatahillah lantai 5 Rektorat), Makna dan Pesan Moral Ibadah Haji (26 Juni/Masjid Fatahillah lantai 5 Rektorat), Upaya  Sehat dalam Berhaji dan Fiqh Wanita & Pengalaman Berhaji untuk peserta putri (3 Juli/ Masjid Fatahillah lantai 5 Rektorat), Ibadah-Ibadah Selama Haji (17  Juli/ Masjid Fatahillah lantai 5 Rektorat), Etika Berziarah dan Sejarah Singkat Tempat-tempat Bersejarah di Jeddah, Mekkah, dan Madinah (24 Juli/ Masjid Fatahillah lantai 5 Rektorat), Praktek Manasik Haji (31 Juli/ Lapangan Rektorat), Praktek Manasik Haji (7 Agustus/Asrama Haji Sukolilo, Surabaya)
Samsul menjelaskan untuk pemberangkatan tahun ini setidaknya satu calon jamaah haji harus menyediakan biaya sebesar 35 juta rupiah. "Itu jumlah minimalnya, di luar biaya kemitraan maupun kesehatan," tandasnya. Sedangkan untuk maktab, ring 1 bagi jamaah haji Indonesia di luar ONH Plus saat ini berjarak setidaknya 2 kilometer dari Masjidil Haram."Indonesia belum mampu membuat maktab permanen untuk jamaahnya, selama ini kita selalu kontrak maktab. Belum seperti Malaysia yang punya maktab permanen," ungkap Samsul.[ai]

Dosen UB Ikuti The 2nd International Symposium on  Gastrointestinal Microbial Ecology and Functionality di China
8 Juni 2010
Selama tiga hari sejak tanggal 23 hingga 26 Mei 2010, Dosen Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya Prof.Ir.Hendrawan Soetanto M.Rur.Sc.,Ph.D. mengikuti The 2nd International Symposium on  Gastrointestinal Microbial Ecology and Functionality di Nanjing, China. Acara simposium dihadiri oleh berbagai ilmuwan ahli mikrobiologi saluran pencernaan dari Asia, Amerika, Eropa dan Australia.
Pada kesempatan itu, hadir pakar mikrobiologi rumen dari University of Illinois, Amerika Serikat Prof.Rodney MacKay, Dr. Christ McSweeney dari Australia yang saat ini menjadi ilmuwan top di bidang mikrobiologi molekuler khususnya mereka meneliti tentang keragaman mikroba yang terdapat di saluran pencernaan berbagai species hewan dan manusia. Dari Eropa diwakili oleh peneliti dari Inggris dan Belanda. Sementara itu para ilmuwan Asia yang hadir dari Indonesia, Jepang, Korea dan China yang berasal dari berbagai perguruan tinggi terkemuka.
Dalam kesempatan tersebut, Prof.Ir.Hendrawan Soetanto berkesempatan menyampaikan presentasi makalah dengan judul Adaptability Of Lactic Acid Bacteria Isolated From Small Intestine Of Dairy Cows Under Rumen Conditions.
Simposium tersebut dilaksanakan setiap dua tahun sekali dan merupakan ajang yang sangat bagus untuk memperbaharui pengetahuan mutakhir di bidang mikrobiologi molekuler yang saat ini menjadi tumpuan banyak ilmuwan untuk dapat membantu mengungkap rahasia alam dalam kaitannya dengan peran jazad renik penghuni tubuh mahluk hidup, khususnya di sepanjang saluran pencernaan.[hs/fjr]

Laptop Untuk Rumah Pintar UB
7 Juni 2010
Rumah Pintar (Rumpin) Universitas Brawijaya (UB) mendapatkan hibah satu unit laptop dari Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB). Hibah itu diberikan langsung oleh Ibu Laili Muhammad Nuh kepada Ibu Eny Yogi Sugito pada Senin (7/6) di Rumpin UB. Hadir pada kesempatan itu para anggota Dharma Wanita Persatuan Universitas Brawijaya, perwakilan dari Kemendiknas Malang, serta siswa siswi SD Brawijaya Smart School (BSS). Dengan pemberian hibah tersebut berarti saat ini sudah ada 6 buah laptop di Rumpin UB.
Selain memberikan laptop, Ibu Laili Muhammad Nuh dari SIKIB juga melakukan evaluasi sejauh mana Rumpin UB merealisasikan program yang telah disusun. Rumpin UB diresmikan oleh Ibu Ani Yudhoyono pada 27 Januari 2009. Di UB, Rumah Pintar merupakan salah satu fasilitas yang terdapat di Children Center UPT BSS Universitas Brawijaya. Berbagai keterampilan diberikan di Rumpin UB yang khusus ditujukan bagi ibu dan anak. Terdapat empat sentra diantaranya Sentra Kriya, Sentra Komputer, dan Sentra Perpustakaan. Unggulan Rumah Pintar UB adalah Sentra Kriya yang memfokuskan pada pengenalan teknologi pertanian untuk mengolah dan menghasilkan makanan sehat dan desa binaan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar serta sentra tanaman obat tradisional yang mengenalkan jenis dan cara menanam tanaman obat tradisional.
Program Rumpin sendiri merupakan program layanan pendidikan non formal yang dilakukan melalui penyediaan sarana pembelajaran pada suatu daerah. Dirancang dengan strategi pembelajaran yang penuh makna dan menyenangkan bagi peserta didik khususnya anak usia 4-15 tahun.[nun]

Mahasiswa UB Ukir Prestasi dalam Program Young Leaders for Indonesia McKinsey Indonesia 2010
7 Juni 2010
Empat Mahasiswa Universitas Brawijaya terpilih untuk mengikuti Young Leaders for Indonesia (YLI) McKinsey 2010 di Jakarta. Annisak Laila R. (FT 2006), Martin Johannes H.P (FE 2006), R.Ahmad Anggi Hakim (FE 2006), dan Retnayu Prasetyanti (FIA 2008) berhasil membawa nama harum Universitas Brawijaya di kancah nasional. Mereka berhasil mengalahkan ratusan mahasiswa lainnya yang juga mendaftar pada program Young Leaders for Indonesia Kampus 2010 ini.
Program Young Leaders for Indonesia Kampus 2010 yang diadakan oleh konsultan manajemen dunia McKinsey merupakan tahun kedua program ini dilaksanakan, setelah sebelumnya sukses diadakan dengan hanya diikuti mahasiswa ITB dan UI saja, tahun ini Young Leaders for Indonesia diikuti oleh 60 mahasiswa dari 15 universitas negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Mereka dipilih dengan cara seleksi berkas dengan poin penilian akademis, pengalaman organisasi dan prestasi, rasa cinta terhadap Indonesia, serta diwajibkan untuk membuat letter of motivation tentang visi pribadi, seluruh seleksi ini diadakan online.
Program Young Leaders for Indonesia ini diadakan dengan keseluruhan 6 bulan pelaksanaan dengan berbagai macam kegiatan, seperti workshop kepemimpinan, personal project, team project dan supervisi dari coach Mckinsey Indonesia. Forum 1 yang dilaksanakan 6-7 Februari 2010, dilaksanakan di Hotel Borobudur Jakarta. Dalam kesempatan ini McKinsey menghadirkan pemateri antara lain Dino Patti Djalal (Juru bicara Kepresidenan), Sandiago Uno (Pengusaha Muda), Butet Manurung (Aktivis Pendidikan bagi anak pedalaman), dan Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina) . Para pemateri ini memberikan materi terkait kepemimpinan dan bagaimana memberikan dampak positif kepemimpinan pribadi pada lingkungan. Pada Forum 1 ini para peserta diwajibkan membuat Personal Leadership Project (PLP) sesuai minatnya masing-masing dan seluruh peserta diberikan personal coach dari Mckinsey. Untuk hasil dari PLP ini dipresentasikan pada Forum 2 yang diadakan 17-18 April 2010 di Hotel Sultan Jakarta,
Berbeda dengan Forum 1, Forum 2 lebih menggerakkan peserta akan project team, dengan kerjasama Mckinsey dengan beberapa strategic partner, seperti Holcim, Indonesia Mengajar, Kalbe Farma, Modernisator dan beberapa lainnya, para peserta dibagi sesuai dengan strategic partner dan mengerjakan project dengan partner tersebut, terlihat dari program-programnya  Young Leaders for Indonesia ini memang dipersiapkan secara matang untuk melatih mahasiswa Indonesia untuk menjadi pemimpin di bidangnya masing masing.
Dalam Forum 2, bertempat di Hotel Sultan Jakarta, Mc Kinsey Indonesia  fokus untuk melatih bagaimana menjadi pemimpin tim yang efektif dalam situasi dinamis. Dalam kesempatan ini, Mc Kinsey menghadirkan pemateri antara lain Eamon J. Ginley (Holcim Indonesia), Gita Wirjawan (Chairman of Indonesia's Investment Coordinating Board), dan Victor Hartono (PT. Djarum Indonesia).  Di Forum 2 ini, para peserta berkesempatan mempresentasikan hasil Personal Project Leadershipnya. Para peserta juga dibekali ilmu memberikan dan menerima tanggapan dari pihak lain, bagaimana membentuk tim yang berkinerja tinggi, dan pemecahan masalah di dalam tim.
Yang menarik ialah Forum 2 khusus mengadakan beberapa kompetisi antara lain pemilihan Personal Project Leadership terbaik dan kompetisi inovasi produk. Universitas Brawijaya mengukir prestasi dalam kompetisi ini. Annisak Laila R. (FT 2006) dinobatkan sebagai Personal Project Leadership terbaik dengan usahanya mengajak ibu-ibu rumah tangga di lingkungannya membuat pupuk kompos dari sampah organik. Dalam kompetisi inovasi produk, Martin Johannes H.P (FE 2006) beserta tim terpilih sebagai Best Team Spirit dan Retnayu Prasetyanti (FIA 2008) beserta tim terpilih sebagai High Performing Team Winner.
"Personal Project Leadership yang kami lakukan memang bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar kami. Saya bersyukur ibu-ibu rumah tangga di daerah perumahan saya sudah bisa memanfaatkan sampah organic untuk menjadi pupuk kompos", terang Annisak Laila R, mahasiswi Teknik Pengairan FT UB 2006.
"Kami sebagai pemimpin Indonesia di masa depan merasa bersyukur mendapat kesempatan belajar kepemimpinan di program ini. Di tangan pemudalah bangsa Indonesia ini akan diperjuangkan," tutur Martin Johannes H.P, mahasiswa Akuntansi FE UB 2006.
"Dalam training ini, saya belajar berpikir strategis dan memecahkan masalah secara efektif dan di saat yang bersamaan mampu untuk memimpin diri sendiri dan bekerjasama dengan orang lain," tutur Retnayu Prasetyanti, mahasiswi Administrasi Publik FIA UB 2008.
Oktober ini, Young Leaders for Indonesia 2011 akan dibuka kembali untuk mengumpulkan mahasiswa terbaik dari seluruh Indonesia. "Harapan kami, lebih banyak mahasiswa Universitas Brawijaya yang mendapat kesempatan mengikuti program ini. Maka persiapkanlah diri teman-teman!", kata R. Ahmad Anggi Hakim, mahasiswa Manajemen FE UB 2006 yang juga merupakan Mahasiswa Berprestasi UB 2009.[ws/fjr]

Semangat Keterbukaan Dalam UU KIP
4 Juni 2010
Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mulai efektif diberlakukan pada 1 Mei 2010. Penerbitan UU ini membawa perubahan dalam tata kelola institusi terutama dalam hal mengelola informasi menuju semangat keterbukaan. Dengan begitu maka akan diperoleh tata pemerintahan yang baik dan bersih, peningkatan fungsi, kualitas dan kinerja badan publik, citra dan reputasi positif, partisipasi masyarakat dalam menciptakan tata pemerintahan yang baik serta meningkatnya kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat. Wakil Ketua Komisi Informasi, Henny S. Widyaningsih, MSi menyatakan hal ini dalam sosialisasi UU KIP yang diselenggarakan oleh Hubungan Masyarakat dan Protokoler UB, Jum'at (4/6). Menurutnya, pengguna informasi publik dan badan publik memiliki dua hak berbeda yakni right to know dan right to tell. Kedua jenis hak ini menurut Henny menyebabkan rentannya hubungan antara badan publik yang bertanggung jawab menyediakan informasi publik dengan pengguna informasi publik. "Dengan diberlakukannya UU ini, masyarakat memiliki legalitas formal untuk menulis informasi publik", ujarnya. Karena itu, kepada badan publik ia menyarankan untuk melakukan beberapa hal meliputi pengkajian tentang kebutuhan informasi prioritas kepada stakeholders, menetapkan struktur Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), mendaftar informasi yang dikecualikan, menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan informasi, menyiapkan personel (pengetahuan dan skill) serta memanfaatkan dan mengembangkan infrastruktur yang telah ada.
Workshop Kehumasan
Sebagai tindak lanjut sosialisasi ini, keesokan harinya Humas dan Protokoler UB menyelenggarakan workshop kehumasan untuk kalangan internal. Perwakilan humas dari masing-masing lembaga dan fakultas mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Guest House ini. Pembicara yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah Djanalis Djanaid (Indopurels), Dody Wisnu Pribadi (Kompas) dan Kotok Gurito, SE (Kasubbag Keprotokoleran UB). Dengan materi "Mengendalikan Opini Publik", dalam paparannya, Djanalis menerangkan bahwa opini merupakan hasil dari interaksi antar manusia mengenai masalah yang menarik perhatian. Beberapa karakteristik opini publik, diantaranya adalah mudah berubah, ditentukan oleh kepentingan pribadi, serta mementingkan tujuan daripada cara. Karena itu, kepada peserta secara khusus ia menyampaikan tahapan untuk mengendalikan opini tersebut. Yakni menemukan masalah, menemukan opini, menganalisa opini, membuat strategi, merumuskan program, merumuskan pesan dan menciptakan opini baru yang positif.
Pembicara lainnya, Doddy Wisnu Pribadi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi "Membuat Press Release" sementara Kotok Gurito  menyampaikan "Teknik Keprotokoleran". [nok]

PR I: SNMPTN, Jangan Terkecoh Bocoran Jawaban
4 Juni 2010
Pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tinggal sebentar lagi, yakni 16-17 Juni 2010 mendatang. Pada kesempatan tersebut UB akan menjadi tuan rumah untuk program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan peserta sekitar 8500 orang. Dua PTN lain di Malang yang menjadi tuan rumah adalah Universitas Negeri Malang (UM) untuk program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim untuk program Ilmu Pengetahun Campuran. "SNMPTN tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, melalui pendaftaran online", ungkap Pembantu Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Bambang Suharto, MS.
Melalui pendaftaran online tersebut, menurutnya identitas pendaftar akan langsung masuk ke panitia Surabaya dan langsung mendapat nomer peserta serta nomer ruang tempat ujian. "Model seperti ini menurut saya lebih lengah dari tahun sebelumnya sehingga memudahkan joki untuk melancarkan aksi", ujar PR I.  Untuk mengantisipasi hal tersebut, jajaran PR I tengah menyiapkan pengawas sekitar 850 orang dari unsur dosen dan karyawan, dengan penempatan 2 orang pada setiap ruangan. "Saat masuk ruangan setiap peserta diminta menunjukkan kartu identitas seperti KTP, SIM dan kartu pelajar", tambahnya. Di akhir wawancara, kepada peserta ia menghimbau agar tidak terkecoh dengan bocoran jawaban yang dikirimkan pihak tidak bertanggung jawab. "Jangan lagi terkecoh bocoran jawaban yang dikirim orang tidak bertanggung jawab baik melalui SMS ataupun sarana lainnya seperti kasus UAN kemarin", pungkas PR I. [nok]

Sosialisasi UU KIP dan Workshop Intern Kehumasan
3 Juni 2010
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dapat menjadi katalis guna memisahkan antara informasi yang berhak diakses masyarakat dan informasi yang bersifat rahasia. Sebelum Undang-Undang ini diimplementasikan, tidak dapat diketahui banyaknya kasus yang berkaitan dengan sengketa informasi publik, sejalan dengan era demokrasi yang menuntut transparansi serta keterbukaan.
Universitas Brawijaya (UB) sebagai salah satu institusi publik tak urung merasa perlu mendapat pengetahuan tentang Undang-Undang tersebut dan implementasinya di tengah-tengah masyarakat. Karena itu, Jum'at (4/6) esok, Humas dan Keprotokoleran UB akan menyelenggarakan sosialisasi UU Nomor 14 Tahun 2008 ini kepada pimpinan di lingkungan UB. Bertempat di Ruang Oryza Guest House, acara akan dimulai pukul 08.00 WIB dengan menghadirkan pembicara Dra. Henny S. Widyaningsih, Wakil Ketua KIP Pusat sekaligus dosen Ilmu Komunikasi dan mantan Kepala Humas Universitas Indonesia.  Rektor UB Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito direncanakan akan membuka kegiatan ini.
Keesokan harinya, Sabtu (5/6) pukul 08.00 WIB, di tempat yang sama akan dilanjutkan dengan workshop intern kehumasan yang diikuti oleh sivitas akademika UB yang meliputi dosen, karyawan dan mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mereka dengan ketrampilan humas dan keprotokoleran, yang pada akhirnya diharapkan mampu membangun komunikasi efektif guna mendorong UB mewujudkan visi dan misi organisasi. Materi yang akan disampaikan dalam workshop ini meliputi Teknik Komunikasi dan Mengendalikan Opini Publik (Djanalis Djanaid/Indopurels), Teknik Berhubungan dengan Pers dan Membuat Press Release (Dody Wisnu Pribadi/KOMPAS) serta Teknik Keprotokoleran (Kotok Gurito, SE). [nok]

Lagi, Unit TIK-UB Gabung dengan Komunitas Internasional
3 Juni 2010
Unit Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Brawijaya (TIK-UB) kembali dipercaya untuk bergabung dengan komunitas internasional. Sebelumnya, Unit TIK-UB telah bergabung dengan School On The Internet Asia (SOI-Asia) sejak 2001 dan Asian Internet Interconnection Initiatives (AI3) pada 2004. Tahun 2010 ini, Ketua Unit TIK-UB, Dr. Harry Soekotjo Dachlan, telah diundang oleh UNESCO Jakarta Office, Regional Science Bureau for Asia Pacific untuk menghadiri 3rd Collaboration for Network-Enabled Education, Culture, Technology and Science (CONNECT) meeting dan sekaligus dikukuhkan menjadi anggota komunitas tersebut.
Pertemuan dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan Nasional Prof. Fasli Jalal dan dihadiri delegasi-delegasi dari Malaysia (USM dan MyREN), Filipina (ASTI dan Preginet), Jepang (Keio University, SOI Asia dan AI3), Nepal, Myanmar,Thailand, Timor Leste, Sekretariat ASEAN, serta Indonesia ( ITB, Inherent, Dikti dan UB).
"Tujuan pertemuan ini pada dasarnya untuk membicarakan rencana penyelenggaraan kegiatan pengembangan dalam bidang pendidikan, kebudayaan, sains dan teknologi diantara negara-negara anggota Unesco di kawasan Asia dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi", ungkap Harry kepada Prasetya Online melalui email.
Lebih lanjut ia menyampaikan, peranan UB dalam rangka persiapan program ini cukup berarti, yakni diminta terlibat dalam survei dan perancangan infrastruktur distance learning di Timor Leste. "Dari hasil pertemuan telah diputuskan bahwa Tim Unit TIK UB akan diberangkatkan ke Timor Leste pada 12 Juni 2010 untuk melaksanakan instalasi infrastruktur distance learning di Universitas Timor Leste", kata dia. Tim UB tersebut akan dipimpin R. Arief Setyawan, ST.,MT. serta dibantu seorang staf yaitu Mahendra Datta. [hsd/nok]

Sosialisasi PP Nomor 17 Tahun 2010
3 Juni 2010
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 mengenai Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan menjadi bahan sosialisasi Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito hari ini (3/6). Dipusatkan di gedung widyaloka, sosialisasi ini diikuti pimpinan di lingkungan UB. Mengawali paparannya, Rektor menyampaikan bahwa PP ini memuat beberapa kebijakan baru. "Jika sebelumnya program studi diartikan sebagai sekumpulan kurikulum, maka pada PP ini didefinisikan sebagai pelaksana akademik/proses belajar mengajar", ungkap Rektor. Sementara jurusan, tambahnya, merupakan himpunan sumber daya sehingga tugas Ketua Jurusan adalah mengelola sumber daya.
Dari 18 bab yang ada, secara khusus Rektor mengupas mengenai Bab II Pengelolaan Pendidikan dan Bab III Penyelenggaraan Pendidikan Formal. Termasuk dalam pembahasan adalah mengenai masalah penjaminan mutu pendidikan serta world class university. "UB merupakan salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang mendapat kucuran dana dari Dikti sekitar Rp. 11 M untuk menuju world class university", ungkap Rektor.
Dari berbagai indikator yang ditetapkan, peningkatan rasio dosen dan mahasiswa menurutnya merupakan strategi yang paling realistis untuk dilakukan pada jangka pendek. "Rasio dosen dan mahasiswa UB saat ini sekitar 1:25 sementara di luar negeri 1:10", ujarnya. Karenanya, Rektor kemudian berinisiatif untuk meningkatkan jumlah dosen kontrak dan asisten dosen.
Selain itu, dibahas pula perlunya Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) perguruan tinggi 20 tahun yang saat ini masih belum ada. Selanjutnya, pada Bab III dibahas mengenai fungsi dan tujuan pendidikan tinggi, sistem kredit semester, pengelolaan PT di luar domisili, kerjasama, penelitian, pengabdian masyarakat serta kurikulum. [nok]
----
PP Nomor 17 tahun 2010

Prof. Harnen Sulistio: Sepeda Motor, Masalah Atau Solusi?
2 Juni 2010
Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB), Prof. Dr. Ir. Harnen Sulistio, MSc menjadi pembicara dalam "7th Asia Pacific Conference on Transportation and The Environment (7th APTE 2010)". Diselenggarakan oleh Magister Teknik Sipil Universitas Diponegoro, kegiatan tersebut akan dipusatkan di Hotel Patra Jasa Semarang, Kamis-Sabtu (3-5/6). Pakar transportasi dan lingkungan dari berbagai negara seperti Jepang, Singapura, China, Thailand, dll akan hadir pada kegiatan rutin tahunan di kawasan Asia Pasifik ini. Kepada PRASETYA Online, Prof. Harnen menyampaikan bahwa dalam kesempatan tersebut dirinya akan mempresentasikan hasil penelitian program Hibah Dikti mengenai "Pemodelan Kecelakaan Sepeda Motor".
"Sepeda motor menjadi fenomena luar biasa di Indonesia dengan jumlah hingga 60 juta pada 2010 ini", ungkap Harnen mengawali wawancara melalui telepon. Jumlah tersebut menurutnya menduduki posisi tertinggi di dunia, walaupun proporsinya lebih rendah, sekitar 70% dari seluruh moda kendaraan, dibanding Vietnam (95 persen).
Dengan angka tersebut, tidak mengherankan jika sepeda motor menyumbang angka kecelakaan tertinggi, sekitar 80 persen.
Melihat kondisi demikian, secara khusus Harnen menyampaikan keprihatinannya bahwa pemerintah belum banyak melakukan tindakan dan program aksi untuk menurunkan angka kecelakaan dan jumlah korban. Dari rekomendasi otoritas bidang keselamatan jalan seperti Kepolisian dan Dinas Bina Marga, dalam penelitiannya dipaparkan beberapa alternatif solusi. Diantara solusi tersebut adalah melalui pembatasan kecepatan. "Teknisnya, dengan memberikan batas kecepatan pada setiap pengendara yang kemudian dimonitor melalui kamera yang dipasang di jalan raya", terangnya. Bagi mereka yang melanggar, katanya perlu ditindaklanjuti secara hukum. "Kecepatan menjadi perhatian utama karena berkontribusi signifikan", tandasnya.
Selain kecepatan, Harnen juga menyoroti masalah prasarana jalan. Beberapa fasilitas seperti median jalan, bahu jalan serta lajur khusus bagi kendaraan bermotor menurutnya menjadi poin penting yang perlu diperhatikan pada setiap pembangunan jalan di Indonesia. "Pembatasan proporsi sepeda motor yang melewati ruas jalan tertentu juga perlu dilakukan. Mereka selayaknya tidak diperkenankan untuk melewati jalan arteri", tambahnya.
Di beberapa negara maju seperti Eropa, diterangkan Harnen, telah juga membuat regulasi sepeda motor. Beberapa diantaranya adalah pembatasan zona, jarak tempuh serta kendaraan tidak boleh lebih dari 60 cc.
Di akhir wawancara, Harnen mengemukakan bahwa bagaimanapun sepeda motor adalah moda kendaraan bermotor yang efektif dan terjangkau terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Karena itu, melalui 7th APTE 2010 ini, pihaknya mencoba melontarkan kepada audiens, apakah sepeda motor itu masalah atau solusi? [nok]

Tetap Sehat Walau Sering Begadang
2 Juni 2010
Banyaknya tugas perkuliahan ataupun aktivitas lainnya seringkali memaksa mahasiswa untuk begadang. Bahkan kerap kali begadang juga menjadi kebiasaan mereka yang menyukai kehidupan malam. Terlebih bagi mahasiswa Teknik, seabreg tugas dan laporan praktikum sering menghabiskan waktu-waktu malam mereka. Ingin tetap tampil sehat dan bugar walau sering begadang, memotivasi Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) menyelenggarakan ceramah ilmiah populer "The Night Life: Stay Up, Stay Healthy". Kegiatan ini dikemas dalam program "Mahasiswa Peduli" yang merupakan agenda tahunan HMM.
Mengambil tema "Care Inside Care Outside", ceramah ilmiah populer ini dipusatkan di gedung widyaloka, Selasa (1/6). "Selain ceramah ilmiah populer, kami juga menyelenggarakan bakti sosial. Hasil penjualan tiket kegiatan ini akan kami serahkan ke Panti Asuhan Sunan Ampel di kawasan Sumber Sari", ujar Rahayu Wijayanti, ketua pelaksana kegiatan.
Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh bidang kesejahteraan mahasiswa HMM, Ayuk demikian ia biasa dipanggil, berupaya memperkenalkan cara hidup sehat bagi mahasiswa yang juga menjadi bagian dari kesejahteraan. "Kami juga sekaligus berupaya membantu kesejahteraan masyarakat lainnya", ujar mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2008 ini.
Pembicara yang hadir dalam kesempatan ini adalah dr. Djoko Santoso, M.Kes, DAHK (dosen FK-UB) serta Etty Sulistyowati, M.Kes (dosen Poltekkes Gizi).
Stamina Ekstra Saat Begadang
Kondisi umum orang begadang adalah kurang tidur, kelelahan, tegang/stress serta lapar dan haus. "Bagi sebagian besar kaum adam, begadang biasanya disertai kebiasaan merokok dan minum kopi", ungkap dr. Joko dalam paparannya. Padahal, menurutnya keduanya mengandung radikal bebas dan berbahaya bagi kesehatan tubuh. Pada rokok misalnya, terkandung 4000 atau lebih komponen membahayakan pada asapnya seperti nikotin, tar, fenol, asam asetat, dll. "Jika berlebihan dan berlarut-larut, radikal bebas ini akan menjadi ganas dan merusak seluruh sel tubuh manusia", ujar dokter yang juga piawai mendalang ini. Pada kondisi ringan, radikal bebas menurutnya dapat dijinakkan dengan zat antioksidan yang banyak terdapat pada buah-buahan, sayuran, umbi-umbian dengan kandungan vitamin C, vitamin E, Flavonit dan Likopen.
Sementara untuk kopi, dr. Joko menuturkan, pada dosis ringan masih ada beberapa manfaat yang bisa diambil. Menurut beberapa penelitian, kopi dapat mencegah kardiovaskuler serta menghambat pembentukan mutagenik. Kandungan asam klorogenik-nya juga dapat menurunkan hipertensi dan meningkatkan fungsi endotel secara spontan.
"Tapi jika kebanyakan, kopi dapat menyebabkan kondisi caffeinism yang meliputi rasa gugup, iritabilitas, cemas, hiperrefleksi otot, insomnia, rasa gembira, kemerahan pada wajah, palpitasi jantung, peningkatan urine, gangguan gastrointestinal serta peningkatan asam lambung", urainya.
Di akhir paparan, dr. Joko menegaskan bahwa mereka yang sering begadang membutuhkan kondisi stamina ekstra. "Ibarat mobil, mereka yang sering begadang itu seperti mobil balap. Ia membutuhkan komponen khusus seperti special engine, ban balap serta servis setelah balap", kata dia. Karena itu, ia pun kembali mengingatkan triangle of fitness yang meliputi keseimbangan ritme hidup, gizi serta kebugaran fisik. Bagi yang sering begadang, ia menekankan pentingnya meminimalisir lingkungan/ikutan yang merugikan seperti rokok, kopi dan udara dingin. Selain itu, dirinya juga menyarankan pentingnya pengendalian stress dengan membuat interval untuk membuat suasana santai/musik/guyonan. "Perhatikan tanda-tanda dini dalam tubuh kita sendiri", tandasnya. [nok]

Seleksi Diklatpim III dan IV di UB
1 Juni 2010
Ujian Seleksi Pendidikan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) III dan IV Kemendiknas dilaksanaksan di Rektorat lantai 8 Universitas Brawijaya, Selasa (1/6). Sebanyak 43 peserta yang terdiri dari 16 peserta diklatpim III dan 27 peserta diklatpim IV mengikuti dua tahap ujian yaitu Tes Potensi Kinerja (TPK) dan Tes Pengetahuan Manajemen Pemerintahan (TPMP).
Tes Potensi Kinerja (TPK) terdiri dari tes verbal, tes orientasi, tes kuantitatif, tes bahasa inggris yang dikerjakan dengan waktu dua jam. Begitu pula dengan TPMP yang terdiri dari 120 soal dikerjakan selama dua jam.
Tes ini bukan hanya diikuti oleh pegawai di lingkungan UB saja, namun juga pegawai dari Poltek Malang dan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK). Diklatpim ini merupakan salah satu persyaratan untuk kenaikan jabatan sebagaimana diatur dalam PP No 101 tahun 2000 tentang Pendidikan dan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Diklatpim III untuk untuk diklat pimpinan eselon III sedangkan Diklatpim IV untuk eselon IV.
Diklatpim seperti disampaikan Kepala Biro Kepegawaian Kemendiknas Drs. Mashuri Maschab SU dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Biro Administrasi Umum UB Dra Ernani Kusdiantina MM menjadi bagian dari manajemen pengangkatan pegawai yang profesional.[ai]

Indonesia Familier Konsumsi Susu Bubuk
1 Juni 2010
Masyarakat Indonesia lebih familier mengkonsumsi susu bubuk daripada susu segar. Dari tingkat konsumsi sekitar 10 liter/kapita/tahun, 43.3 persen diantaranya adalah susu bubuk. Padahal dibanding susu segar, harganya lebih mahal serta kandungan gizinya pun lebih rendah. Direktur Jenderal Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengemukakan hal tersebut dalam sambutan seminar regional memperingati Hari Susu Nusantara yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (FPt-UB), Selasa (1/6) di Gedung Widyaloka.
Guna mengenalkan susu segar, dalam sambutan yang dibacakan Kasubdit Pengolahan Hasil Perkebunan, Ir. Akhmad Suhardiyanto MSc tersebut disampaikan bahwa Pemerintah Republik Indonesia (RI) mulai menggalakkan Gerakan Minum Susu Segar. 11 propinsi menjadi pionir untuk gerakan ini diantaranya Jawa Tengah, Bengkulu, Jawa Timur dan Jawa Barat.
Sejak tahun 2005, Pemerintah RI juga telah mencanangkan Hari Susu Nusantara yang jatuh setiap tanggal 1 Juni, sama dengan peringatan Hari Susu Internasional yang ditetapkan oleh Food And Agriculture Organisation (FAO) Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2000.
Mengkonsumsi susu segar, menurut Ikhwan, lebih menguntungkan karena harga yang terjangkau serta dapat diproduksi oleh industri kecil di pedesaan. "Dengan mengkonsumsi susu segar maka akan diperoleh efek ganda yaitu menggerakkan ekonomi perdesaan", ujar Akhmad.
Meskipun begitu, dalam gerakan ini pihaknya mengaku masih menghadapi masalah krusial yaitu rendahnya populasi sapi perah di Indonesia serta produktivitas dan kualitas susu sapi yang masih rendah. Dari catatan Kementerian Pertanian RI, populasi sapi perah di Indonesia hanya sekitar 486.894 ekor dengan pertumbuhan 2.5 persen. "Dari jumlah tersebut, sekitar 98 persen terkonsentrasi di Pulau Jawa. Ini berkaitan erat dengan industri pengolahan susu yang juga masih terpusat di Pulau Jawa", kata dia. Untuk menutup produksi, 74 persen kebutuhan industri susu Indonesia diperoleh melalui impor dari total produksi dalam negeri sekitar 679.331 ton/tahun.
Posisi Indonesia sebagai net importer susu juga diamini oleh pemateri berikut, Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto, M.Rur.Sc. Dengan teknologi budidaya sapi perah secara tradisional, dirinya mencatat bahwa produksi susu per liter relatif tinggi dibanding dengan harga jual susu. Khusus untuk Jawa Timur, Kabupaten Malang memiliki jumlah populasi sapi laktasi (sapi induk) tertinggi sekitar 38000 ekor, disusul Pasuruan (35000 ekor) dan Tulungagung (8000 ekor). Di tingkat dunia, Amerika Serikat merupakan produsen susu terbesar hingga 80 metric ton disusul India (38 metric ton) dan Rusia (28 metric ton).
Jawa Timur sendiri, menurut Ketua GKSI Ir. H. Sulistiyanto, MM, sangat potensial menjadi penyedia ternak sapi hingga 5.5 juta satuan ternak, dimana saat ini baru produktif sekitar separuh diantaranya.
Jumlah peternak sapi perah di Jawa Timur, menurutnya mencapai 32.157 orang dengan populasi sekitar 140.980 ekor. Dari jumlah tersebut, Sulistiyanto mencatat, rataan produksi susu mencapai 11 liter/ekor/hari yang ditampung pada 5 Industri Pengolahan Susu (IPS)  dengan total produksi sekitar 800 ton/hari. Pemateri lain yang juga turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah Dr. LIlik Eka Radiati, MS (Dosen FPt-UB) serta Kiki Citra Ayu, STP (UPTD Sekar Tanjung). [nok]