Last updated
30/6/2008
By: Farid Atmadiwirya
Juni 2008

Ujian Disertasi Mirni Lamid
30 Juni 2008
Jerami padi sebagai limbah tanaman tua, dinding selnya telah mengalami lignifikasi lanjut membentuk ikatan kompleks, termasuk selulosa dan hemiselulosa. Ikatan ini mengelilingi dinding sel yang sulit didegradasi mikroba rumen sehingga membatasi kecernaan selulosa dan hemiselulosa. Degradasi fraksi hemiselulosa secara optimal sangat diperlukan melalui isolasi enzim xilanase dari bakteri rumen di samping sebagai upaya untuk meningkatkan nilai nutrisi jerami padi. Di sisi lain, keberadaan enzim xilanase yang terbatas tidak menunjang ketersediaan bahan pakan berserat termasuk jerami padi yang ketersediaannya melimpah untuk ternak ruminansia. Sehingga pemanfaatan cairan rumen dari Rumah Potong Hewan (RPH) untuk kepentingan upaya peternakan maupun industri perlu dioptimalkan. Ini melatarbelakangi penelitian disertasi drh Mirni Lamid MP yang berjudul “Optimasi Potensi Enzim Xilanase Produksi Mikroba Rumen dalam Biodegradasi Hemiselulosa pada Jerami padi sebagai Strategi Pemberian Pakan Ruminansia”. Digelar di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya, Senin (30/6), Mirni Lamid mempertahankan disertasinya di hadapan majelis penguji yang meliputi Prof Dr Ir Siti Chuzaemi MS (promotor), Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi dan Prof Dr Ir Kusmartono (Ko-promotor), Prof Dr Ir Hartutik MP, Prof Romziah Sidik B PhD drh, Dr Ir Osfar Sjofjan MSc dan Prof Dr Ir Kusriningrum Rochiman MS.
Hasil Penelitian
Penelitian Mirni Lamid memiliki beberapa tujuan, yaitu memperoleh bakteri rumen sapi potong yang memiliki karakteristik sebagai bakteri xilanolitik, menentukan karakter (sifat fisika) enzim xilanase produksi mikroba xilanolitik rumen sapi potong dan memperoleh optimasi penggunaan enzim xilanase sebagai bahan pendegradasi fraksi hemiselulosa yang mampu meningkatkan nilai nutrisi jerami padi secara in vitro produksi gas. Dari penelitian yang dilaksanakan di laboratorium kimia organik dan biokimia FMIPA Unair ini dirumuskan tiga hal pokok. Ketiga hal tersebut menjawab tujuan penelitian Mirni, yaitu bahwa hasil isolasi dan seleksi diperoleh 5 isolat yang mempunyai karakteristik bakteri xilanolotik dan hasil sekuensing DNA Genom dari bakteri XR – 03 menggunakan analisis 16S rRNA diperoleh bakteri Bacillus pumilus dan diberi nama Bacillus pumilus ML – 08. Hasil penelitian kedua, diketahui bahwa enzim xilanase isolat bakteri XR – 03 mempunyai presentase optimum ammonium sulfat 65%, Ph dan suhu optimum masing-masing 6 dan 45 derajat Celcius dan stabil pada suhu 45 derajat celcius selama 12 jam dengan rentang pH 6 – 8. Hasil penelitiannya yang ketiga adalah penambahan enzim xilanase pada jerami padi yang optimum sebesar 3.92 U/ml dapat menurunkan kandungan serat kasar dan meningkatkan kandungan protein kasar, meningkatkan kecernaan residu BK, BO, NDF dan ADF produksi gas in vitro, meningkatkan produksi gas, laju produksi gas dan fraksi potensial dari bahan pakan terdegradasi serta meningkatkan produksi VFA dan NH3. Dari hasil ini, kemudian ia menyarankan beberapa hal terkait keberadaan enzim xilanase. Menurutnya, enzim ini dapat digunakan sebagai bahan biokatalis untuk mendegradasi pakan berserat kaya hemiselulosa. Selain itu, enzim xilanase yang dihasilkan oleh isolate bakteri XR-03 menurutnya juga memiliki potensi untuk diproduksi dalam skala industri. Yang paling aktual, menurut Mirni, Ezim ini dapat dimanfaatkan dalam pakan ternak ruminansia untuk mengantisipasi global warming.
Mirni Lamid dilahirkan di Surabaya, 46 tahun silam. Ia menyelesaikan program sarjananya di Jurusan Kedokteran Hewan Unair pada 1988 dan menyelesaikan magister ilmu peternakan di UGM. Saat ini ia beraktivitas sebagai dosen di Departemen Peternakan Fakultas Kedokteran Hewan Unair. Pada ujian terbuka itu, Mirni Lamid dinyatakan layak menyandang gelar doktor dengan predikat cumlaude (IPK 3,89) setelah menyelesaikan studi program Doktor Ilmu Pertanian minat Ilmu Ternak selama 3 tahun 10 bulan. [nok]

Lebih Jauh tentang Pangeran Al Waleed
30 Juni 2008
HRH Prince Al Waleed Bin Thalal Bin Abdulaziz Al Saud adalah anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi yang juga merupakan entrepreneur dan investor internasional yang berkecimpung dalam dunia bisnis sejak tahun 1979. Saat ini Pangeran Al Waleed memimpin Kingdom Holding Company (KHC) yang memiliki investasi dalam berbagai bidang seperti perbankan, telekomunikasi, pertanian, perhotelan, serta komputer dan elektronika. Hal ini menjadi salah satu alasan kelayakan bagi Universitas Brawijaya untuk menganugerahkan gelar doctor honoris causa dalam bidang Management Science in International Investment and Entrepreneurship kepada Pangeran Al Waleed. Pemberian gelar itu dilaksanakan di Riyadh, 2 Juni 2008.
Demikian disampaikan Prof Dr Armanu Thoyib SE MSc, promotor dalam penganugerahan gelar tersebut dalam jumpa pers yang diselenggarakan di gedung Rektorat, Jumat (27/6). Selain Prof. Armanu, Prof Dr Ubud Salim MA juga bertindak sebagai promotor bagi putera mahkota ke-21 keturunan Raja Abdul Azis ini. Pangeran Al Waleed dilahirkan di Riyadh 53 tahun silam, menyelesaikan program sarjana dalam bidang administrasi bisnis dengan predikat magna cumlaude dari Menlo College, California, USA tahun 1979. Setelah itu menyelesaikan program master dalam bidang ilmu sosial dengan predikat Honors dari Syracuse University, USA pada tahun 1985.
Bagi Pangeran Al Waleed, gelar doctor honoris causa (hc) dari UB adalah gelar doktor yang ke-14. Beberapa perguruan tinggi lain di dunia telah menganugerahkan gelar yang sama. Di antaranya, adalah Dr Hc of Humane Letters dari University of New Haven (1992), Dr Hc of Letters dari University for Development Studies in Ghana (2004), dan Honorary Doctorate of Commercial Sciences dari The St John’s University, New York (2008).
Prof Armanu juga merinci investasi KHC, antara lain pada Kingdom Agriculture and Development Co (KADCO) dengan kepemilikan 100%, Four Seasons Hotels and Resorts dengan kepemilikan 45%, dan Kingdom Zephyr Africa Management Company (KZAM) dengan kepemilikan 75%.
Di depan wartawan, Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito mengatakan, pemberian gelar Dr. Hc kepada pangeran Al Waleed ini sesuai dengan visi UB untuk menjadi entrepreneurial university yang bertaraf internasional. “Pemberian gelar Dr Hc merupakan kepedulian perguruan tinggi terhadap tokoh-tokoh internasional dalam bidang apapun yang belum sempat mengenyam pendidikan doktor tetapi ilmu dan pengalamannya lebih dari doktor”, ungkap Rektor. [nok]

Hari Terakhir SNMPTN: Keluar 18944, Kembali 18622 Formulir
28 Juni 2008
Pendaftaran SNMPTN lokal Malang di gedung Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya hari ini, Sabtu (28/6), ditutup. Sampai akhir pendaftaran, pukul 16.00 wib, telah keluar 18944 lembar formulir. Terdiri dari 6724 IPA, 7938 IPS, dan 4282 IPC. Angka ini adalah berdasarkan jumlah lembar formulir yang telah dikeluarkan panitia. Sementara angka 18550 yang dirilis kemarin (27/6) adalah berdasarkan banyaknya bukti pembayaran yang masuk bank. Padahal pihak bank tidak dapat seketika itu juga mengeluarkan data transaksi pembayaran formulir. Jumlah ini masih di bawah penjualan formulir tahun 2007 silam yang mencapai 19327 lembar. Dari jumlah 18944 itu, telah dikembalikan ke panitia 18622 lembar isian formulir, terdiri dari IPA 6604, IPS 7803, dan IPC 4215.  Tersisa 322 lembar formulir yang tidak dikembalikan, terinci IPA 120, IPS 135, dan IPC 67 lembar.
Ujian tulis akan dilaksanakan selama dua hari, hari Rabu (2/7) dan hari Kamis (3/7). Ujian hari pertama, 07.30-08.00 wib berupa  pengisian identitas peserta, dan 08.00-10.30 wib ujian kemampuan kuantitatif dan bahasa. Sementara itu hari kedua, 07.30-10.00 wib ujian kemampuan IPA, 10.00-11.00 wib peserta IPC istirahat, peserta IPA pulang, 11.00-12.30 wib ujian kemampuan IPS untuk peserta IPS dan peserta IPC.
Lokasi ujian untuk kelompok IPA di Kampus UIN Jalan Gajayana, dan beberapa tempat lain seperti, SMKN2 dan SMAN8 Jalan Veteran, MAN3 dan MTSN1 Jalan Bandung, SMAN9 di Jalan Puncak Borobudur, MAN1 dan Kampus STIA di Jalan Baiduri Bulan Tlogomas, Kampus ITN Sigura-gura, dan SMPN4 Jalan Veteran. Sementara kelompok IPS dilaksanakan di kampus UB, dan kelompok IPC di kampus UM. Pihak panitia telah menyiapkan sejumlah tenaga pengawas yang diambilkan dari tenaga dosen, tenaga administrasi dan mahasiswa tingkat-tingkat akhir dari ketiga perguruan tinggi negeri di Malang, dengan ratio 1 pengawas untuk 20 peserta ujian. Di samping itu masih ditambah dengan sejumlah tenaga koordinator pengawas, dan distributor naskah serta pengamanan untuk masing-masing lokasi ujian.
Menjelang hari ujian, khususnya sehari sebelum ujian, dianjurkan peserta seleksi untuk melihat dan memastikan lokasi ujian sesuai nomor peserta sampai ke ruangan ujian. "Jangan sampai nanti peserta terlambat gara-gara tidak tahu tempat ujian atau kesasar", kata salah seorang panitia.
Ketiga PTN di Malang itu melalui SNMPTN akan menyerap 5679 orang mahasiswa baru, secara rinci: UB 3254, UM 1725, dan UIN 700 orang. Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada http://www.snmptn.ac.id. [Far]

Kegiatan Internasional Prof Nyoman Nurjaya
28 Juni 2008
Prof Dr I Nyoman Nurjaya SH MH, gurubesar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH-UB), baru-baru kembali dari lawatan ke Kanada selama 12 hari untuk menghadiri 2 seminar internasional, di Montreal dan Ottawa. Pada tanggal 28-30 Mei silam Prof Nyoman mempresentasikan paper berjudul “Effective Techniques for Teaching about Other Culture and Legal Systems” pada International Association of Law Schools (IALS) General Assembly and Educational Program yang diselenggarakan di Hotel Le Centre Sheraton Montreal, Kanada.
Sejak tahun 2007, FH-UB telah terdaftar sebagai anggota  IALS yang bermarkas di Washington DC, USA. Selama di Montreal, Prof Nyoman juga memanfaatkan waktu untuk studi banding ke Faculty of Law, McGill Centre for Human Rights and Legal Pluralism, dan Law Library MacGill University.
Kemudian, pada tanggal 2-5 Juni 2008  Prof Nyoman menghadiri International Workshop on Protected Areas Law and Policy yang diselenggarakan the UNCN Academy of Environmental Law pada Faculty of Law Ottawa University.
Di sana, Prof Nyoman membicarakan kemungkinan rintisan kerja sama dengan FH-UB. Hasilnya, the UNCN Academy of Environmental Law akan menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan Training Program untuk dosen-dosen pengajar Hukum Lingkungan PTN/PTS se-Indonesia secara bertahap mulai bulan Februari 2009. Traning Program adalah dalam rangka meningkatkan kapasitas dosen, kurikulum, dan metode pengajaran mata kuliah hukum lingkungan di FH PTN/PTS di Indonesia. Kerja sama ini akan disupervisi dan difasilitasi oleh Prof Dr Ben Boer dan Prof Dr Rob Fowler dari the UNCN Academy of Environmental Law Faculty of  Law Ottawa University. [inn]

Pelantikan Pengurus EM-UB 2008/2009
30 Juni 2008
Di gedung Student Centre, Jumat (27/6), Rektor Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Yogi Sugito melantik jajaran pengurus Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (EM-UB) periode 2008/2009. Pelantikan presiden dan kabinetnya yang diberi nama Kabinet Bersahabat dan Berkontribusi ini dihadiri pula oleh Pembantu Rektor III bidang Kemahasiswaan beserta staf ahlinya, serta para Dekan dan PD III seluruh fakultas.
Presiden untuk periode ini adalah Nana Abdul Aziz (mahasiswa FIA 2004) dengan wakil presidennya, Hendra Kurnia Putra (mahasiswa FH 2005). Beberapa unit departemen fungsional yang ada dalam cabinet adalah Departemen PSDM dipimpin M. Andik (mahasiswa FE 2005), Departemen Humas dipimpin oleh Fardan Ghazaly Wijaya (mahasiswa FIA 2005), Departemen Sosial dipimpin oleh Nugroho Tejo Mukti (mahasiswa FPi 2004), Departemen Riset dan Teknologi dipimpin Walid Fajar Antariksa (mahasiswa FE 2004), Departemen Informasi dan Komunikasi yang dipimpin oleh M. Noor Amrullah (mahasiswa FE 2004) serta Departemen Kebijakan Publik yang dipimpin oleh Anggry Solihin (mahasiswa FP 2004). [nok]

SNMPTN: Sampai Hari Ini, Terjual 18550, Kembali 17416 Formulir
27 Juni 2008
Sampai hari Jumat (27/6) terjual 18550 lembar formulir SNMPTN untuk lokal Malang. Terdiri dari 6664 IPA, 7734 IPS, dan 4152 IPC. Jumlah ini masih di bawah penjualan formulir tahun 2007 silam yang mencapai 19327 lembar. Dari jumlah 18550 itu, telah dikembalikan 17416 lembar isian formulir, terdiri dari IPA 6261, IPS 7168, dan IPC 3987. Sementara besok (Sabtu, 28/6) panitia pendaftaran di gedung Sasana Samanta Krida Universitas Bariwijaya hanya melayani pengembalian formulir. Saat ini masih ada 1134 lembar formulir yang belum dikembalikan, terinci IPA 403, IPS 566, dan IPC 165 lembar.
Ujian tulis akan dilaksanakan hari Rabu (2/7) dan hari Kamis (3/7). Menjelang hari ujian, khususnya sehari sebelum ujian, dianjurkan peserta seleksi untuk melihat dan memastikan lokasi ujian sesuai nomor peserta sampai ke ruangan ujian. "Jangan sampai nanti peserta terlambat gara-gara tidak tahu tempat ujian atau kesasar", kata salah seorang panitia.
Ketiga PTN di Malang itu melalui SNMPTN akan menyerap 5679 orang mahasiswa baru, secara rinci: UB 3254, UM 1725, dan UIN 700 orang. Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada http://www.snmptn.ac.id. [Far]

Formulir SNMPTN Lokal Malang Tinggal 3885 Lembar
26 Juni 2008
Sehari menjelang akhir penjualan (besok, Jumat 27/6), masih tersisa formulir SNMPTN sebanyak 3855 lembar untuk Lokal Malang, terinci atas IPA 470, IPS 2449, dan IPC 919 lembar. Sementara proses pengembalian formulir masih akan dilayani hingga Sabtu 28 Juni 2008.
Hingga hari ini, Kamis (26/5), telah terjual 18145 lembar formulir. Secara rinci terdiri dari IPA 6521, IPS 7550, dan IPC 4074 lembar formulir.
Penjualan secara kolektif hari ini hanya 6 lembar. Dominasi kini pada penjualan melalui loket, yakni total 10025 formulir, sementara kolektif total 8120 lembar. Untuk hari ini saja tercatat 719 formulir terjual melalui loket, terdiri dari IPA 228, IPS 344, dan IPC 147 lembar.
Sementara itu pengembalian isian formulir yang telah mencapai total sebanyak 15264 lembar. Terdiri dari IPA 5533, IPS 6270, dan IPC 3461. Pada hari ini saja telah dikembalikan sebanyak 3394 lembar formulir, terdiri dari IPA 1128 formulir, IPS 1486, dan IPC 780.
Ujian tulis akan dilaksanakan hari Rabu (2/7) dan hari Kamis (3/7). Menjelang hari ujian, khususnya sehari sebelum ujian, dianjurkan peserta seleksi untuk melihat dan memastikan lokasi ujian sesuai nomor peserta sampai ke ruangan ujian. "Jangan sampai nanti peserta terlambat gara-gara tidak tahu tempat ujian atau kesasar", kata salah seorang panitia.
Ketiga PTN di Malang itu melalui SNMPTN akan menyerap 5679 orang mahasiswa baru, secara rinci: UB 3254, UM 1725, dan UIN 700 orang. Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada http://www.snmptn.ac.id. [Far]

LPM UB: Pelatihan Teknologi Tepat Guna
26 Juni 2008
Bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas), Lembaga Pengabdian MasyarakatUniversitas Brawijaya  (LPM UB) menyelenggarakan Pelatihan Teknologi Tepat Guna.
Kegiatan dilangsungkan dua hari, Rabu-Kamis (25-26/6), diikuti oleh perwakilan kelompok masyarakat dari beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur yaitu Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Jombang, Jember, Pasuruan dan Lamongan. Penanggung jawab Ir Agus Tumulyadi MS mengatakan, pelatihan ini diselenggarakan guna memberikan wawasan dan pengetahuan dasar bagi masyarakat/kelompok masyarakat tentang Teknologi Tepat Guna (TTG). Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan beberapa materi meliputi penggorengan vakum, pembuatan kripik, pembuatan aneka minuman, serta manajemen dan kewirausahaan dengan bahan utamanya hortikultura (buah-buahan). Pemateri dalam pelatihan ini antara lain Dr Ir Bambang Dwi Argo DEA, Dr Susinggih Widjana, Prof Dr Ir Siti Chuzaemi MS, dan Sucipto.
Metodologi yang digunakan berupa kuliah dan praktikum dengan berbagai alat dan mesin TTG yang ada di UPT TSSU, di antaranya mesin perajang dan mesin penggoreng vakum. Setelah pelatihan, kelompok masyarakat ini akan mendapatkan kucuran bantuan alat dan mesin TTG dari Bapemas yang kemudian akan didampingi dengan pelatihan alat dan mesin TTG. [nok].

LP3 UB: Pelatihan Multimedia
26 Juni 2008
Guna memberikan wawasan dan melatih proses pembelajaran berbasis multimedia, Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Universitas Brawijaya (LP3 UB) menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Bahan Pembelajaran Berbasis Multimedia. Kegiatan diikuti oleh 24 dosen dari seluruh fakultas dan program studi di Universitas Brawijaya, diselenggarakan selama empat hari, Senin-Kamis (23-26/6) di gedung LP3 UB. Beberapa pemateri terlibat dalam kegiatan ini, di antaranya Prof Dr Ir Hendrawan Soetanto MRurSc, Prof Dr Ir Abdul Latief Abadi MS, Drs Nanang Riyadi MSi, P Widhi Atmoko SSi, dan Rudy Kurniawan SPd.
Materi disampaikan dalam bentuk kuliah dan praktek, peserta diwajibkan untuk membawa laptop. Beberapa materi tersebut di antaranya Pembuatan slide presentasi efektif, Perancangan bahan ajar berbasis multimedia dan pengantar bahan ajar berbasis web. Diantara hasil dari kegiatan ini, diharapkan dapat ditingkatkan jumlah dan kualitas digitalisasi bahan ajar di samping meningkatnya jumlah dosen yang memberikan kuliah dengan bantuan multimedia. [nok]

Tersisa 4574 Formulir SNMPTN
25 Juni 2008
Sampai hari kesembilan, Rabu (25/6), masih tersisa sebanyak 4575 lembar formulir SNMPTN untuk Lokal Malang, terinci atas IPA 698, IPS 2793, dan IPC 1066. Sementara proses penjualan formulir masih akan berlangsung di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya hingga Jumat 27 Juni 2008, dan pengembalian formulir akan dilayani hingga Sabtu 28 Juni 2008.
Hingga hari ini telah terjual 17426 lembar formulir. Secara rinci terdiri dari IPA 6293, IPS 7206, dan IPC 3927 lembar formulir.
Nampak penjualan secara kolektif mulai menyurut, hanya dalam jumlah puluhan saja. Kini dominasi pada penjualan melalui loket, yakni total 9312 formulir, sementara kolektif total 8114 lembar. Untuk hari ini saja tercatat hanya 80 lembar formulir terjual secara kolektif, sementara melalui loket 787 lembar, dengan total sebanyak 867 lembar. Terdiri dari IPA 259, IPS 399, dan IPC 209 lembar.
Sementara itu pengembalian isian formulir yang telah mencapai total sebanyak 11870 lembar formulir. Terdiri dari IPA 4405, IPS 4784, dan IPC 2681. Pada hari ini saja telah dikembalikan sebanyak 3258 lembar formulir, terdiri dari IPA 1250 formulir, IPS 1308, dan IPC 702.
Ujian tulis akan dilaksanakan hari Rabu (2/7) dan hari Kamis (3/7). Menjelang hari ujian, khususnya sehari sebelum ujian, dianjurkan peserta seleksi untuk melihat dan memastikan lokasi ujian sesuai nomor peserta sampai ke ruangan ujian. "Jangan sampai nanti peserta terlambat gara-gara tidak tahu tempat ujian atau kesasar", kata salah seorang panitia.
Ketiga PTN di Malang itu melalui SNMPTN akan menyerap 5679 orang mahasiswa baru, secara rinci: UB 3254, UM 1725, dan UIN 700 orang. Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada http://www.snmptn.ac.id. [Far]

Pertemuan SOI di Tokyo
25 Juni 2008
Sejak Ahad (22/6) Dr Harry S Dachlan bersama R Arief Setyawan ST MT dari Pusat Pengembangan E-Learning Universitas Brawijaya (PPE-UB) berada di Tokyo, menghadiri Bi-annual Meeting School On the Internet (SOI)-Asia and Asian Internet Interconnection Initiatives (AI3) yang berlangsung 23-25 Juni 2008. Acara kemudian dilanjutkan dengan Summit Conference, 26-27 Juni 2008 dalam rangka dies natalis ke-150 Keio University. Dalam acara ini Rektor UB diwakili Staf Ahli Rektor Ir Sarwiyono MAgrSt yang akan memberikan presentasi dengan tema entrepreneurship. Rabu pagi (25/6) Ir Sarwiyono MAgrSt sudah datang di Tokyo, sementara kedua personel PPE-UB masih mengikuti pertemuan di Keio University, Shonan Fujisawa Campus.
Dr Harry S Dachlan melaporkan, hasil meeting yang cukup penting pada hari kedua kemarin antara lain: fasilitas SOI akan ditingkatkan kemanfaatannya untuk mendukung kegiatan-kegiatan mahasiswa, seperti diskusi, kontes atau yang lain yg terkait berbagai hal, mulai dari sains, teknologi, seni dan budaya, khususnya antar mahasiswa dari universitas anggota SOI.
Masalah bahasa untuk komunikasi sempat mengemuka karena tidak semua mahasiswa menguasainya. UB mengusulkan bagaimana kalau dimulai dari anggota organisasi/asosiasi internasional, seperti AIESEC, atau student English club yang ada di universitas-universitas untuk melakukan diskusi di bidangnya masing-masing.
UB juga mengusulkan diadakannya English speech contest. Usulan-usulan ini ditanggapi positif, dan akan diagendakan dalam kegiatan-kegiatan SOI ke depan.
Tentang pelaksanaan distance learning, sebagian besar masih meneruskan program lama, seperti bio-science (termasuk bio-informatics), fishery and marine science, internet technology, dan disaster management. UB mengusulkan tambahan social science yang difokuskan pada social security (FIA, FIS), food safety (FTP, FP) dan surgery demonstration (FK), yang ditanggapi positif oleh sidang, dan diagendakan. Dalam meeting SOI kali ini masalah entrepreneurship mendapat perhatian cukup mendalam bahkan paling lama didiskusikan. Hasilnya, distance learning tentang entrepreneurship akan ditingkatkan, jadi nanti akan ada rangkaian perkuliahan tentang entrepreneurship oleh profesor dari Keio University. Di samping itu juga akan dilakukan peningkatan riset-riset tentang berbagai macam teknologi, tidak terbatas pada ICT saja, yang hasilnya bermanfat untuk masyarakat. Meeting di AI3 memang terkait erat dengan ICT, mulai dari riset, instalasi, pengembangan, sampai maintenance. [hsd]

UB Job Fair 2008 Menarik Ribuan Pengunjung
24 Juni 2008
UB Job Fair 2008 yang digelar di gedung Student Center Universitas Brawijaya selama 3 hari, 21-23 Juni 2008, telah berakhir.
Acara ini merupakan kegiatan gabungan antara Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA-UB) dan JPC Fakultas Ekonomi UB. Baik Dr Ir Maftuch MSi Sekretaris IKA UB maupun Wahdiyatmoko SE MM yang Ketua JPC FEUB, menyatakan gembira melihat acara ini mendapatkan apresiasi yang cukup baik dari semua pihak.
Menurut catatan panitia, kegiatan ini berhasil menarik minat ribuan pengunjung, terdiri dari pengunjung umum dan alumni. Acara ini diikuti 17 perusahaan besar nasional, sebuah perusahaan internasional berkantor pusat di Singapura, dan Badan Pengawas Penanaman Modal (Bapepam).
"Perusahaan-perusahaan itu sedang membutuhkan tenaga kerja", tutur Maftuch, "Mereka membuka pendaftaran langsung dengan menerima aplikasi lamaran, melakukan tes, dan mengadakan wawancara". Beberapa perusahaan melakukan tes PT Bentoel, PT BFI Finance Indonesia Tbk dan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Gedung IKA UB dan Gedung D Fakultas Ekonomi UB.
Bergabungnya Bapepam dalam acara ini merupakan sinergi dengan program “Bapepam Goes To The Campus” dan komitmen yang tinggi untuk melakukan job awareness di bidang kerjanya. Acara ini digelar di gedung IKA UB lantai 2, serta di Media Partner Makobu FM dan MAS FM dalam serial talk show. Dalam acara ini tim Bapepam mengingatkan untuk segera mengunjungi situs: bapepam.go.id atau menghubungi nomor telpon 0213509117, sesegera mungkin ada penerimaan staf yang tergabung langsung di Departemen Keuangan.
Hadir dalam acara ini Direktur Binapenta Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) Cece Ansyary, yang didampingi oleh Direktur Pengembangan Pasar Kerja Reyna Usman Ahmadi, Direktur Pengembangan Kesempatan Kerja M Silalahi, dan Kepala Disnaker Propinsi Jawa Timur Muh Bahrudin. Tampak pula hadir Ketua IKA UB Drs Muslich Ramelan.  .
Dirjen Binapenta Cece Ansyary berharap acara Job Fair tidak hanya dilaksanakan saat ini saja, namun terus berlanjut di masa mendatang karena merupakan bagian dari amal baik, membantu job seeker mendapatkan pekerjaan.
Menurut Maftuch, kegiatan ini merupakan komitmen UB dalam implementasi akreditasi institusi standar 13, yaitu terserapnya lulusan di pasar kerja dalam waktu yang lebih singkat. Selain itu dalam kegiatan ini dapat dilakukan pemetaan terhadap kebutuhan pengguna lulusan dan kompetensi lulusan UB.
Umpan balik yang diterima panitia dari dari pihak perusahaan peserta, pada umumnya menyatakan puas bergabung dalam acara ini, sembari menuangkan harapan pada pelaksanaan yang akan datang sebaiknya diadakan di gedung yang lebih besar, seperti Sasana Samanta Krida UB.
Acara ini didukung oleh beberapa perusahaan mitra Shrimp Club Indonesia, dan Media Partner: Kompas, MAS FM, Makobu FM, Andalus FM, Kalimaya Bhaskara FM, Puspita FM.
Ke depan, agenda yang akan dilaksanakan oleh JPC Fakultas Ekonomi, IKA UB, dan JPC UB adalah penyelenggaraan kegiatan serupa sekitar bulan Oktober 2008. [mft]
***
Foto (bawah): Rektor UB Prof Yogi Sugito (tengah) bersama para pejabat Depnakertrans dan Ketua PP IKA UB.
Dirjen Binapenta Cece Anshary (ke-6 dari kiri), Direktur Pengembangan Pasar Kerja Reyna Usman Ahmadi (kedua dari kiri), dan Ketua IKA UB Drs Muslich Ramelan (ke-4 dari kanan).

SNMPTN: Pengembalian Formulir Meningkat
24 Juni 2008
Sampai hari kedelapan, Selasa (24/6), pendaftaran SNMPTN Lokal Malang yang berlangsung di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya, telah terjual 16559 lembar formulir. Secara rinci terdiri dari IPA 6034, IPS 6807, dan IPC 3718 lembar formulir. Penjualan secara kolektif masih mendominasi yakni sebanyak 8034 formulir, sedang melalui loket 7797 lembar.
Namun demikian dibandingkan dengan kemarin, penjualan secara kolektif hari ini merosot drastis. Tercatat hanya sebanyak 258 lembar, sementara melalui loket 660 lembar, dengan total sebanyak 1238 lembar. Terdiri dari IPA 453, IPS 504, dan IPC 281 lembar.
Sedangkan isian formulir yang telah dikembalikan ke panitia mengalami kenaikan dibandingkan kemarin. Tercatat total sebanyak 8612 lembar formulir telah dikembalikan. Terdiri dari IPA 3155, IPS 3478, dan IPC 1979. Pada hari ini saja telah dikembalikan sebanyak 3241 lembar formulir, terdiri dari IPA 1178 formulir, IPS 1264, dan IPC 799.
Sementara itu, tercatat sebanyak 170 orang telah mengambil BMU (beasiswa mengikuti ujian) yang disediakan oleh panitia. BMU adalah dana dari pemerintah bagi para calon mahasiswa yang tidak mampu. Dana ini diberikan untuk biaya pembelian formulir, tranportasi, uang makan selama mengikuti ujian. Besarnya masing-masing Rp 400 ribu, dan hanya boleh digunakan untuk membeli formulir IPA atau IPS seharga Rp 150 ribu. Sisanya, Rp 250 ribu dapat digunakan untuk keperluan lain-lain. Untuk seluruh Indonesia BMU disediakan bagi 4000 calon.
Proses penjualan formulir masih akan terus berlangsung hingga tanggal 27 Juni 2008, sedangkan pengembalian formulir hingga tanggal 28 Juni 2008. Masih tersedia sebanyak 5441 lembar formulir pendaftaran, terinci atas IPA 957, IPS 3192, dan IPC 1275.
Ketiga PTN di Malang itu melalui SNMPTN akan menyerap 5679 orang mahasiswa baru, secara rinci: UB 3254, UM 1725, dan UIN 700 orang. Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada http://www.snmptn.ac.id. [Far]

UB Empat Besar Olimpiade Matematika Nasional
24 Juni 2008
Darmajid, mahasiswa FMIPA Universitas Brawijaya masuk peringkat empat besar nasional seleksi untuk International Mathematic Competition (IMC) di Bulgaria. Menurut rencana, IMC ini akan diselenggarakan 25-31 Juli mendatang dan diikuti mahasiswa yang meminati matematika dari seluruh dunia. Darmajid menduduki peringkat keempat dari sembilan orang yang mengikuti seleksi tahap akhir.
Berikut adalah nama-nama kesembilan orang tersebut, mulai dari peringkat pertama: Albert Gunawan (UGM/skor 39.1), Bong Novi Herawati (UI/skor 20.1), Ajat Adriansyah (UI/skor 28.0), Darmajid (UB/skor 26.0), Andy Octavian Latief (UI/skor 24.9), Muhammad Arzaki (ITB/skor 22.8), Evan (ITB/skor 22.2), Ricky Aditya (UGM/skor 20.8), Hadrian Andradi (UGM/skor 14.6). Seleksi ini menurut Dr Marjono MPhil, dosen pembimbing Darmajid, dibagi menjadi dua, yaitu IMC di Bulgaria dan International Scientific Olympiad on Mathematics (ISOM) di Iran. Seleksi ini memilih 5 orang dari 16 finalis tingkat nasional yang akan berlaga pada 10-16 Juli mendatang.
Mengapa memilih IMC? Darmajid mengaku merasa lebih tertantang dengan ujian problem solving yang lebih tinggi dan bervariasi karena materi IMC tidak hanya melulu text book dibandingkan dengan ISOM di Iran yang menurutnya hanya mengetengahkan soal-soal rutin dan berkutat pada text book.
Dua tahun lalu Darmajid sempat juga mengikuti kompetisi ISOM di Iran dan berhasil menyandang gelar, walaupun bukan juara. “Kompetisi ISOM di Iran telah memperkaya khasanah problem solving saya sebagai bekal menuju ke IMC Bulgaria nantinya”, kata dia. Dalam rangka kompetisi tersebut, pihak panitia di Indonesia juga mempersiapkan pembekalan pada 12-22 Juli mendatang di Bogor dengan beberapa materi di antaranya: Analisis Riil, Aljabar linier, Kombinatorika, Fungsi kompleks, dan struktur aljabar. Darmajid menambahkan, di Bulgaria nanti masing-masing individu akan memperebutkan tiga medali, emas, perak dan perunggu serta gelar Honorary Abbelmention bagi peserta yang berhasil menyelesaikan satu soal dengan nilai sempurna.
Selain Darmajid, pada seleksi tahap II tingkat nasional UB berhasil meloloskan enam dari 271 peserta tingkat nasional, masing-masing adalah Darmajid (peringkat 3), M. Faqih (peringkat 37), M. Rizkiyadi (peringkat 40), Yoppy Hamengku (peringkat 44), Zuraidah Fitriah (peringkat 50) dan Sugeng Riyadi (peringkat 58). [nok]
---
Foto: Darmajid (kanan) didampingi pembimbingnya Dr Marjono MPhil

Sosialisasi Sertifikasi Dosen dari Ditnaga Dikti
24 Juni 2008
Universitas Brawijaya, menyelenggarakan sosialisasi sertifikasi dosen, bertempat di gedung Widyaloka, Selasa (24/6). Kegiatan ini merupakan agenda dari Direktorat Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Sebagai pembicara hadir Prof Dr Ir Joko Kustono guru besar Fakultas Teknik UM dan Prof Dr Ir Bambang Guritno guru besar Fakultas Pertanian UB.
Dalam presentasinya, Prof Joko Kustono menjelaskan berbagai hal terkait sertifikasi dosen dengan landasan hukumnya di antaranya adalah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2008. Sertifikasi dosen merupakan tantangan peningkatan kualitas bagi seluruh tenaga akademik di Indonesia dengan penilaian yang menyeluruh dan melibatkan personel yang menjunjung tinggi obyektivitas.
UB sebagai PTP-Serdos Pembina
Sementara itu Prof Bambang Guritno mengatakan, Universitas Brawijaya telah ditetapkan menjadi perguruan tinggi pembina sertifikasi dosen dengan perguruan tinggi binaannya, yaitu Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Jember. Selaku perguruan tinggi penyelenggara-sertifikasi dosen (PTP-Serdos) pembina, maka UB memiliki tugas untuk mensertifikasi dosen yang diusulkan, membina dan mengawasi sertifikasi dosen di samping tugas tambahan lain yaitu memberikan pembinaan dan pengawasan pada kedua PTP binaannya.
Menurut Prof Bambang Guritno, setidaknya terdapat 16 perguruan tinggi se-Indonesia yang dinyatakan layak untuk menjadi PTP-Serdos pembina, di antaranya USU, UI, ITB, IPB, UGM, dan Undip.
Dijelaskan pula, untuk tahun ini UB berhak mengajukan 134 dosen untuk disertifikasi dengan gelar akademik minimal doktor dan/atau jabatan akademik minimal Lektor Kepala. Pada hari itu juga, diselenggarakan pelatihan pemberian penilaian dan pedoman penyelenggaraan penyamaan persepsi terhadap 46 anggota asesor dari UB yang kesemuanya adalah guru besar dalam rumpun ilmu masing-masing. [nok]

Kunjungan Mae Fah Luang Foundation Thailand
23 Juni 2008
Pengalaman Thailand dalam mengkonversi lahan yang ditanami ganja dan opium menjadi lahan pertanian produktif telah menarik perhatian pemerintah Republik Indonesia. Lebih dari 20 hektar lahan ganja di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) yang konon telah dibabat habis kini didesain dengan proyek serupa pengalaman Pemerintah Thailand. Berkaitan hal tersebut, Universitas Brawijaya menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Mae Fah Luang Foundation Thailand, Disnadda Diskul. Turut serta pula dalam rombongan tersebut adalah perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan beberapa perwakilan dari NAD, di antaranya Suhaili, Project Officer Mae Fah Luang Foundation di NAD.
Suhaili menjelaskan, menurut rencana lahan seluas 20 hektar bekas ditanami ganja tersebut akan dikonversi menjadi lahan pertanian produktif yang terintegrasi meliputi pertanian jagung dan kacang kedelai, perikanan dengan model bank ikan seluas 1.8 hektar, serta agroforestri. Selain itu, pihaknya juga berencana membuka peternakan kambing boer di tanah seluas 2500 meter persegi.
Sementara itu Disnadda Diskul dalam sambutannya menyatakan, hal ini merupakan salah satu upaya untuk membebaskan umat manusia dari ketergantungan terhadap obat-obatan diantaranya opium dan marijuana. ”Pola pertanian ini akan menjadi solusi alternatif pengganti tanaman opium dan marijuana yang ditanam masyarakat secara ilegal dengan nilai ekonomi yang kompetitif. Selain itu, pola ini diharapkan pula akan memberi nilai tambah dengan sistem yang berkelanjutan”, ujar Diskul.
Kambing Boer
Setelah diterima Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, Disnadda Diskul dan rombongan didampingi Dekan Fakultas Peternakan Prof Dr Ir Hartutik MP, dan Dr Ir Ifar Subagiyo menuju ke Laboratorium Lapang Peternakan di Sumber Sekar. Secara khusus, dalam kunjungan kali ini, Diskul mendalami peternakan kambing Boer yang akan dijadikan benchmarking bagi upaya pengembangan peternakan yang sama nantinya di Aceh.
Dijelaskan Prof Dr Ir Kusmartono (PD-I Fapet UB), di laboratorium tersebut Universitas Brawijaya memiliki satu-satunya kambing boer galur murni di Indonesia yang didatangkan langsung dari Australia pada tahun 2004. Enam kambing galur murni tersebut menurutnya disilangkan dengan varietas PE untuk kemudian dijadikan ternak kambing potong. Persilangan ini, dijelaskannya menghasilkan keturunan unggul dengan pertumbuhan berat badan yang tinggi, dimana dalam lima bulan telah mencapai 40 kg dan dua tahun mencapai 70 kg. Hal ini, menurut Kusmartono, mampu meningkatkan nilai ekonomi keturunan F1-F3 dari persilangan kambing boer dengan kambing varietas PE tersebut. ”Untuk penjualan kambing hasil persilangan tersebut, harga kambing betina mencapai Rp. 60.000/kg sedangkan untuk kambing jantan mencapai Rp. 35.000/kg”, ujar Kusmartono.
Sumber Sekar
Dekan Prof Hartutik mengatakan, Laboratorium Sumber Sekar adalah laboratorium lapang Fakultas Peternakan UB yang dimanfaatkan sebagai fasilitas penelitian dan pendidikan. Selain peternakan kambing boer, disana juga terdapat peternakan sapi perah, sapi potong dan unggas. Beberapa fasilitas khusus didalamnya adalah unit pengembangan pakan ternak, unit pengembangan pasca panen, unit kesehatan ternak, dan instalasi biogas. Dalam hal peternakan kambing boer, laboratorium Sumber Sekar melakukan berbagai upaya meliputi produksi semen beku dari enam galur, mempertahankan potensi genetik enam galur kambing boer, mengembangkan kambing boer melalui back-cross, mengadakan pelatihan inseminasi buatan kambing pada masyarakat dan melayani inseminasi buatan kambing pada masyarakat. Setelah mengunjungi berbagai fasilitas yang ada di Sumber Sekar, Disnadda Diskul menyempatkan diri untuk mengikuti demo inseminasi buatan didampingi staf laboratorium. Selain itu, ditinjau pula instalasi biogas yang diproduksi dari limbah kotoran sapi yang ada di laboratorium tersebut. [nok]

Pendaftaran SNMPTN: Sudah Terjual 15321 Formulir
23 Juni 2008
Sampai hari ketujuh, Senin (23/6), pendaftaran SNMPTN Lokal Malang yang berlangsung di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya, telah terjual 15321 lembar formulir. Dari jumlah ini, masih tetap didominasi oleh penjualan secara kolektif yakni 7776 lembar, sementara melalui loket tercatat 7137 lembar formulir. Secara rinci, IPA 5581 lembar, IPS 6303, dan IPC 3437. Untuk hari ini saja, jumlah penjualan formulir meningkat lagi menjadi 2167 lembar, terdiri dari IPA 775, IPS 918, dan IPC 474 lembar.
Sedangkan total isian formulir yang telah dikembalikan ke panitia tercatat sebanyak 5371 lembar, IPA 1977, IPS 2214, dan IPC 1180. Kalau pada hari-hari sebelumnya, pengembalian formulir masih sepi, maka lonjakan pengembalian formulir mulai terjadi pada hari ini. Tercatat sebanyak 2294 lembar yang dikembalikan pada hari ini, terdiri dari IPA 912 formulir, IPS 892, dan IPC 488. Proses penjualan formulir masih akan terus berlangsung hingga tanggal 27 Juni 2008, sedangkan pengembalian formulir hingga tanggal 28 Juni 2008. Masih tersedia sebanyak 6679 lembar formulir pendaftaran, terinci atas IPA 1410, IPS 2696, dan IPC 1556.
Ujian tulis akan dilaksanakan hari Rabu (2/7) dan hari Kamis (3/7). Ketiga PTN di Malang itu melalui SNMPTN akan menyerap 5679 orang mahasiswa baru, secara rinci: UB 3254, UM 1725, dan UIN 700 orang. Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada http://www.snmptn.ac.id. [Far]

Kunjungan Tamu Kentucky University
23 Juni 2008
Universitas Brawijaya menerima kunjungan tamu dari Kentucky University, Amerika Serikat, Michael R Reed, Senin siang (23/6). Profesor Agricultural Economics dan Director of International Programs for Agriculture University of Kentucky ini diterima oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, beserta jajarannya.
Kepada PRASETYA Online, Reed menyatakan bahwa kunjungan kali ini merupakan realisasi kerjasama antara kedua belah pihak, University of Kentucky dengan Universitas Brawijaya, terutama dalam kegiatan pertukaran staf akademik fakultas.
Dalam kerjasama tersebut, pihaknya akan mengirimkan tenaga akademik terutama dalam bidang pertanian, ekonomi, teknik, administrasi, dan pendidikan.
Kerjasama tersebut, akan berlangsung selama empat tahun dengan beberapa kali kunjungan. ”Kunjungan saya kali ini merupakan kunjungan kedua, dengan mengadakan short course ekonometrika. Bulan lalu telah dilakukan kunjungan juga dengan pembahasan khusus pada masalah akuntansi”, ujarnya. ”Dua topik mendatang yang akan kami angkat adalah manajemen perairan dan energi biomassa”, tambahnya.
Selain Universitas Brawijaya, University of Kentucky juga menjalin kerja sama serupa dengan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, dan Universitas Lampung. [nok]

Dosen Teknik Elektro Training di Cina
23 Juni 2008
Ir Heru Nurwarsito MKom, dosen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, mengikuti training Solar Energy Application di Lanzhou, Cina, selama 2 bulan. Dimulai sejak 3 Juni 2008 dan berlangsung sampai 2 Agustus 2008. Peserta training sebanyak 40 orang, berasal dari 20 negara berkembang, masing-masing negara mengirimkan 2 orang, dari Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Materi Training meliputi: Kebijakan Cina terhadap Renewable Energy, Solar Radiation, Available Solar Radiation, Solar Collector, Solar Water Heater System, Solar Cooker, Passive Solar Building Design Concept, Solar Drying, Photovoltaic Application, Charging, Inverter, Heat Pump, Solar Hydrogen, Fuel Cells, dan lain-lain.
"Alhamdulillah, sudah hampir 2 minggu ini saya mengikuti training di Cina dalam keadaan sehat wal afiat. Kondisi alam di sini cukup gersang, dengan topografi pegunungan berbukit yang gersang, tapi lembah-lembahnya cukup subur dengan lahan pertanian jagung, sayuran, gandum, dan lain-lain. Suhu mirip di Malang saat mbediding, dingin pada malam hari dan siang hari udara sangat menyengat, 11 hingga 40 derajat Celcius. Masih sering turun hujan rintik-rintik", tutur Heru kepada PRASETYA Online melalui e-mail.
Lokasi training berada jauh di luar kota, di kompleks Pusat Riset Solar Energy Application yang terletak sebuah desa terpencil. Pusat riset ini merupakan lembaga kerjasama antara Gansu Natural Energy Research Institute of Gas (GNERI), UNIDO (United Nation Industrial Development Organitation), dan International Solar Energy Center for Technology Promotion and Transfer (ISEC), yang disponsori oleh Kementerian Perdagangan RRC. Lembaga ini juga bekerja sama dengan Universitas Lanzhou, yang merupakan universitas terbesar di Lanzhou (propinsi Gansu, China) dan didukung oleh UNDP (United Nations Development Programme) dari PBB. [hnw]

Lima Staf MIPA Presentasi pada Konferensi Kimia Internasional di Malaysia
21 Juni 2008
Lima orang staf pengajar Kimia Fakultas MIPA Universitas Brawijaya, selama 3 hari, 18-20 Juni 2008,  mengikuti konferensi internasional di Universiti Sains Malaysia (USM), Penang, Malaysia. Dalam International Conference for Young Chemists (ICYC) itu mereka mempresentasikan makalah masing-masing. Ir Adam Wiryawan MS dkk menyajikan makalah berjudul "Gas Diffusion Continuous Flow (GDCF) – Spectrophotometry for Determination of Nitrogen In Fertilizer Sample"; Dr. Akhmad Sabarudin, dkk menyajikan "Synthesis of Trace-Element-Capturing Resins Using Chitosan as a Base Material and Their Application to Analytical Chemistry"; Dr Ani Mulyasuryani dkk membawakan judul "The Development of Potentiometric Biosensor for Uric Acid Based on Uricase Immobilized on Chitosan Membrane"; Dr Barlah Rumhayati dkk dengan judul "Vertical Distribution of Phosphates Compounds in the Sediment Pore Water of The Lake Ornamental, Botanic Gardens, Melbourne"; dan
Dr Rurini Retnowati dkk dengan judul "The Influence of Acid Catalyst  and Various Solvents on Dehydration of Patchouli Alcohol in Patchouli Oil to The Patchoulene Contain".
Konferensi diikuti 490 orang utusan berasal dari ndonesia, Thailand, Filipina, Singapura, Jepang, India, Pakistan, Iran, negara-negara Timur Tengah, Cina, Jepang, Taiwan, Mongolia, Canada, Australia, Libya, Sudan, negara-negara Eropa, dan tuan rumah Malaysia dengan jumlah peserta terbanyak. [aw]
---
Foto: Kelima staf FMIPA UB bersama Prof Baharudin Saad dari School of Chemical Science, Universiti Sains Malaysia (ketiga dari kanan)

Prof Soekartawi: Menjanjikan, Peran HP dalam Bisnis Sayuran
21 Juni 2008
Kemajuan teknologi dan informasi komunikasi (ICT) yang semakin maju dan terjangkau, ternyata lebih banyak dimanfaatkan dalam kegiatan sektor industri dan jasa, dan amat kurang pemanfaatannya untuk kegiatan di bidang pertanian. Padahal peran ICT ini sangat menjanjikan untuk mendukung pembangunan sektor pertanian.
Demikian pendapat Prof Soekartawi (FPUB) dalam makalah yang disampaikan di Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi di Yogyakarta 21 Juni 2008 lalu. Pendapat ini dituangkan dalam makalahnya yang berjudul "Peran Penggunaan Telepon Selular (HP) dalam Bisnis Sayur Mayur" yang ditulis bersama AD Viranti dan R Anindita.
Dengan mengambil 80 responden di Pasar Besar Malang dan Pasar Induk Gadang serta menggunakan alat analisis Factor Analysis, ditemukan bahwa HP berperan dalam meningkatkan portfolio bisnis pedagang sayuran.
Ini merupakan pengalaman kedua bagi Soekartawi dalam meneliti peran HP dalam kegiatan bidang pertanian. Sebelumnya, Soekartawi bersama Sudaryanto (kandidat doktor) dan Prof J Courvisanos guru besar Universitas Ballarat, Australia, menyampaikan makalah dengan topik "The Use of ICT - Mobile Phone in East Java Small Medium Agribusness Enterprises: A Preliminary Study of ICT Adoption for Value Creation" di seminar internasional di Filandia hapir setahun silam (25-27 September 2007).
Dalam makalah ini, Soekartawi dkk. menemukan betapa besar peran positif HP dalam bisnis pertanian di Jawa Timur.
Peran HP ternyata bukan saja mampu meningkatkan portfolio bisnis, tetapi juga mampu mengurangi biaya pemasaran, mempercepat proses bisnis, meningkatkan network, meningkatkan akses informasi dan pasar, dan meningkatkan market intelligent dan perencanaan bisnis.
Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa ICT (bukan saja yang  teknologi audio, seperti telepon, tetapi juga teknologi video, komputer dan internet) mempunyai peran besar dalam mensukseskan kegiatan pertanian.Oleh karena itu, kegiatan pertanian perlu memanfaatkan ICT ini. Implikasi lebih lanjut di bidang pendidikan adalah perlunya sentuhan ketrampilan ICT bagi mahasiswa pertanian. Dengan cara seperti ini,maka pelaku bisnis pertanian maupun pendidikan pertanian akan  mempunyai value added (nilai tambah). [skw]

Hari Keenam, Jumlah Pendaftar Merosot
21 Juni 2008
Memasuki hari keenam (Sabtu 21/6) jumlah pendaftaran SNMPTN Lokal Malang yang berlangsung di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya mengalami penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Tercatat total sebanyak 1045 formulir yang terjual pada hari itu, terinci atas IPA 385, IPS 451, dan IPC 209. Namun demikian, secara kumulatif lebih dari separuh jumlah formulir yang disediakan telah terjual, yaitu 13093 lembar formulir, terdiri dari IPA 4783, IPS 5353, dan IPC 2957.
Menurut panitia pendaftaran, kemungkinan karena hari ini banyak SMTA yang melaksanakan acara perpisahan sehingga para siswa tidak sempat untuk datang mendaftarkan diri.
Panitia SNMPTN Lokal Malang menyediakan sebanyak 22000 lembar formulir, terdiri atas IPA 7000, IPS 10000, dan IPC 5000. Proses penjualan formulir masih akan terus berlangsung hingga tanggal 27 Juni 2008, sedangkan pengembalian formulir hingga tanggal 28 Juni 2008.
Sementara itu angka pengembalian formulir isian hingga hari kelima kemarin (20/6) baru mencapai 2364 lembar, terdiri atas IPA 800, IPS 1047, dan IPC 517.
Ujian tulis akan dilaksanakan hari Rabu (2/7) dan hari Kamis (3/7). Ketiga PTN di Malang itu melalui SNMPTN akan menyerap 5679 orang mahasiswa baru, secara rinci: UB 3254, UM 1725, dan UIN 700 orang. Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada http://www.snmptn.ac.id. [Far]

Semiloknas Perspektif Entrepreneurial University dalam GNPP
20 Juni 2008
Bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Universitas Brawijaya dalam hal ini Pusat Inkubator Bisnis dan Layanan Masyarakat (PIBLAM UB) menyelenggarakan semiloka nasional “Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran”, Sabtu 21 Juni 2008, di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya.
Pokok-pokok pikiran yang mendasari semiloknas ini, di antaranya, kemampuan perguruan tinggi untuk mengikuti berbagai perubahan dan mengejar banyak ketertinggalan sudah menjadi tuntutan yang sangat mendesak untuk dipenuhi. Komitmen Universitas Brawijaya untuk menjadi salah satu pusat Asosiasi Entrepreneur Indonesia  yang diawali dengan pencanangan Entrepreneurial University pada 2007, diharapkan dapat memenuhi standar tenaga kerja yang dibutuhkan stakeholder, dan pada akhirnya akan dapat meningkatkan Human Development Index Indonesia yang saat ini masih tertinggal jauh bahkan oleh negara di kawasan ASEAN lainnya.
Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mempertegas peran dan fungsi perguruan tinggi, pemerintah, perbankan dan pengusaha dalam membangun dan mewujudkan penanggulangan pengangguran. Selain itu juga bertujuan untuk sarana media komunikasi, pertukaran informasi dan gagasan serta mengidentifikasi kendala dan merumuskan langkah operasional antara keempat komponen di atas dalam membangun jejaring dan kerjasama. Beberapa materi yang akan disampaikan di antaranya, “Peran PKBL Pertamina dalam GNPP”, “Peran Sektor Perbankan dalam GNPP”, “Peran Strategis Sektor Swasta, PT dan Pemerintah dalam GNPP” serta “Peran UKM dalam GNPP”.
Menteri Tenaga Kerja Ir Erman Suparno MBA yang rsedianya hadir sebagai pembicara kunci, diwakili oleh Direktur Jenderal. Pembicara lain di antaranya Ir Ciputra, Direktur Keuangan Pertamina Pusat Frederick ST Siahaan, Ketua IKA UB Drs Muslich Ramelan, Pimpinan Bank Indonesia Malang Ridho Hakim, Dr Chandra Fajri Ananda, Dr Agus Tjahjono MS, dan Jatmiko SH dari praktisi UKM.
Semiloknas juga dirangkai dengan kegiatan pencanangan Kios Three in One, ekspo produk UMKM, business meeting yang mempertemukan UMKM, koperasi, industri dan pihak perbankan, display produk unggulan UB serta job fair yang berlangsung pada 22-23 Juni 2008 di gedung PIBLAM UB dan Student Center.
Kios Three in One merupakan upaya mediasi pembentukan jejaring antara UB sebagai perguruan tinggi penghasil Ipteks dan SDM, pelaku UMKM dan stakeholders. Upaya ini diharapkan mampu mensinergikan kesinambungan gerak antara pemerintah sebagai pengambil kebijakan, perguruan tinggi sebagai penghasil SDM, pengusaha sebagai pengguna dan perbankan sebagai sumber pendanaan. [nik]

Hari Kelima, Terjual 12048 Formulir SNMPTN Lokal Malang
20 Juni 2008
Sampai hari kelima Jumat (20/6), telah terjual 12.048 lembar formulir pendaftaran SNMPTN Lokal Malang yang berlangsung di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya. Terinci atas IPA 4398, IPS 4902, dan IPC 2748 formulir. Untuk hari kelima ini saja terjual sebanyak 1535 lembar, terdiri dari 619 IPA, 560 IPS, dan 356 IPC. Jumlah itu, masih didominasi penjualan secara kolektif, yakni 798 lembar.
Pembelian secara kolektif banyak dilakukan oleh sekolah-sekolah atau bimbingan tes dari luar Malang. Di antaranya dari Pasuruan, Tulungagung, Kediri, Madiun, Jombang, Blitar, dan Mojokerto. Perkembangan per hari pembelian secara kolektif adalah sebagai berikut. Hari pertama, total 869, IPA 496, IPS 186, IPC 187. Hari kedua, total 1728, IPA 694, IPS 545, IPC 489. Hari ketiga, total 1097, IPA 418, IPS 463, IPC 216. Hari keempat, total 1690, IPA 659, IPS 631, IPC 400. Hari kelima, total 798, IPA 364, IPS 275, IPC 159.
Masih tersedia, formulir IPA sebanyak 2602 lembar, IPS 5098 lembar, dan IPC 2252 lembar, karena untuk tahun 2008 ini disediakan formulir total 22000, terinci: IPA sebanyak 7000 lembar, IPS 10.000 lembar, dan IPC 5000 lembar.
Sementara itu jumlah pengembalian formulir belum menunjukkan angka yang signifikan. Baru sekitar 2000 lembar isian fomrulir yang sudah dikembalikan untuk ketiga kelompok ujian.
Proses penjualan formulir masih akan terus berlangsung hingga tanggal 27 Juni 2008, sedangkan pengembalian formulir hingga tanggal 28 Juni 2008.
Ujian tulis akan dilaksanakan hari Rabu (2/7) dan hari Kamis (3/7). Ketiga PTN di Malang itu melalui SNMPTN akan menyerap 5679 orang mahasiswa baru, secara rinci: UB 3254, UM 1725, dan UIN 700 orang. Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada http://www.snmptn.ac.id. [Far]

UB Job Fair 2008
20 Juni 2008
Bekerja sama dengan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Dinas Tenaga Kerja Propinsi Jawa Timur, Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) menyelenggarakan UB Job Fair 2008. Acara bursa kerja ini merupakan wujud kepedulian Universitas Brawijaya, terutama IKA UB, terhadap meningkatnya jumlah pengangguran, dan keinginan terserapnya lulusan di pasar kerja dengan masa tunggu yang lebih singkat.
Di dalamnya terdapat tes dan interview langsung bagi para pencari kerja (job seeker). Diharapkan, acara ini mampu mengurangi jumlah pengangguran. Acara dilangsungkan di Student Center selama 3 hari, 21-23 Juni 2008, pukul 09.00-16.00 WIB.
Ketua panitia Dr Ir Maftuch MSi (Sekretaris IKA UB) mengatakan, beberapa perusahaan besar telah menyatakan kesanggupannya untuk berpartisipasi, seperti: PT One System Solution, AIG Life, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, BFI Finance, PT Guetner Indonesia, Sun Life, Francisco International Hospitality Education Center (IHEC), PT Bentoel Prima, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam), PT Citra Gading (Tirtasani Estate), PT Ekamasfortuna, Bursa Efek Indonesia, Apjati, PT MSM (Murfa Surya Mahardika), Bank BRI Cabang Surabaya, Hero Property, dan PT Binamandiri Mulyaraharja.
"Bagi mahasiswa dan alumni UB yang ingin mendapatkan kesempatan kerja di perusahaan besar dan ternama silakan mengikuti acara ini", ajak Maftuch. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, peminat dapat menghubungi Gedung Sekretariat IKA UB Jalan Veteran 16A Malang, telepon 0341 561945, 575803. [mft]

Disertasi Djumali: Produksi dan Mutu Tembakau Temanggung
19 Juni 2008
Temanggung dikenal sebagai daerah tradisional penghasil tembakau lokal yang berkadar nikotin tinggi, sekitar 3-8%, sehingga dikenal sebagai “lauk” dalam pembuatan rokok. Perbedaan komposisi nikotin dan kadar gula dalam rokok menghasilkan cita rasa yang khas pada setiap produksinya, dimana pembakaran nikotin menghasilkan asap yang bersifat basa sedangkan pembakaran gula menghasilkan asap yang bersifat asam. Demikian disampaikan Djumali, seorang peneliti pada Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas) dalam disertasi berjudul "Produksi dan Mutu Tembakau Temanggung (Nicotiana tabacum L) Di Daerah Tradisional serta Faktor-faktor yang Mempengaruhinya". Disertasi ini ia pertahankan pada Kamis (19/6) di hadapan komisi pembimbing yang terdiri atas Prof Ir SM. Sitompul PhD (promotor), Ir Didik Suprayogo MSc PhD dan Dr Ir Suwarso MS (ko-promotor) dengan tim penguji Prof Dr Ir Sumarno MS, Dr Ir Kuswanto MS, Dr Ir Abdul Rachman MS dan Prof Dr Ir Adji Sastrosupadi MS.
Untuk menunjang industri rokok kretek di Indonesia, dikatakannya membutuhkan tembakau temanggung sekitar 31.200 ton/tahun, padahal Kabupaten Temanggung hanya mampu menyediakan 10.500 ton/tahun saja, dan sisanya dipasok oleh daerah lain seperti Magelang, Kendal dan Wonosobo. Disamping produktivitas di daerah tradisional yang hanya 500 kg/ha, permasalahan yang muncul adalah rendahnya mutu tembakau yang dipasok daerah lain dibanding daerah tradisional. Untuk itu, Djumali merasakan perlunya mengatasi permasalahan tersebut dengan mengetahui terlebih dahulu faktor yang mempengaruhi produksi dan mutu tembakau Temanggung beserta bentuk pengaruhnya. Penelitian ini ia lakukan di Kabupaten Temanggung dan Kebun Percobaan Karangploso, Malang dimana analisis kadar gula dan kadar nikotin dilakukan di Laboratorium Teknologi Pasca Panen Balittas, Malang dan Analisis sifat tanah dilakukannya di Laboratorium Jurusan Tanah Fakultas Pertanian UB. Sementara itu, pembuatan peta menggunakan software aplikasi Archview versi 3.2 dilakukan di Laboratorium Modelling dan Sistem Informasi Geografi, Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UB.
Karakter Tanaman serta Faktor Pengaruh Mutu dan Produksi
Dari hasil penelitian diketahui terdapat tiga belas faktor yang mempengaruhi produksi dan sembilan faktor yang mempengaruhi mutu tembakau Temanggung. Ketiga belas faktor tersebut adalah kandungan P tersedia, kerikil, populasi tanaman, genetik tanaman, frekuensi panen, dosis pupuk kandang, curah hujan, kandungan N-total, C-organik, kapasitas pegang air, kandungan Na, dosis pupuk N, dan elevasi tempat. Sementara itu, sembilan faktor yang mempengaruhi mutu adalah dosis pupuk kandang, genetik tanaman, kapasitas pegang air, kandungan C organik, dosis pupuk P, kandungan Ca, curah hujan, frekuensi pengendalian hama penyakit dan frekuensi panen. Untuk karakter tanaman yang mempengaruhi produksi adalah laju respirasi sebelum fase pembuangan dan umur berbunga, sedangkan yang mempengaruhi mutu adalah laju fotosintesis setelah fase pembungaan dan lama fase berbunga-panen.
Saran peningkatan mutu dan produksi
Dari penelitiannya ini, pria kelahiran Lamongan 46 tahun silam ini menyarankan agar peningkatan produksi di daerah tradisional dapat dilakukan pada wilayah-wilayah yang berproduksi rendah dengan tanpa menurunkan mutu yang diperoleh. Perbaikan yang dapat dilakukan, menurutnya adalah dengan menggunakan genetik tanaman Genjah ulir yang ditanam dengan jarak 80 cm x 50 cm dengan diberi pupuk dasar > 45 kg P2O5/ha , > 17.5 ton pupuk kandang/ha dan dipupuk 90 kg N/ha yang bersumber dari Natrium Nitrat dengan dipanen > 6 kali/musim. Sementara itu, untuk peningkatan mutu rajangan kering di daerah pengembangan lain menurutnya dapat dilakukan dengan memilih wilayah yang memenuhi syarat-syarat yaitu bercurah hujan 320 – 550 mm/musim, berelevasi tempat > 760 m dpl, berindeks tekstur < 3.81 (lempung berpasir sampai yang lebih kasar), berkandungan P-tersedia > 4.70 mg/kg, berkandungan Ca< 3.60 me/100 g dan berkandungan C-organik 1.46-2.56 %.
Setelah mempertahankan disertasinya, Djumali dinyatakan layak menyandang gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan dalam masa studi 4 tahun 10 bulan, IPK 3.86. Djumali adalah mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian UB dengan minat Fisiologi Tanaman. Ia menyelesaikan program sarjana dan magisternya juga di Fakultas Pertanian UB. Pada 1986-1992, ia beraktivitas sebagai peneliti pada proyek penelitian Penyelamatan Hutan, Tanah dan Air pada Balitbang Pertanian. Sejak 1992 hingga sekarang, ia adalah Peneliti Madya di Balittas Malang. [nok]

Hari Keempat SNMPTN Malang, Terjual 10513 Formulir
19 Juni 2008
Pendaftaran SNMPTN Lokal Malang yang berlangsung di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya, sampai hari keempat Kamis (19/6), telah terjual 10.513 lembar formulir. Terinci atas IPA 3779, IPS 4342, dan IPC 2392 formulir. Untuk hari keempat ini saja terjual sebanyak 2920 lembar, terdiri dari 1056 IPA, 1201 IPS, dan 663 IPC. Jumlah itu, masih didominasi penjualan secara kolektif, yakni 1690 lembar.
Pembelian secara kolektif banyak dilakukan oleh sekolah-sekolah atau bimbingan tes dari luar Malang. Di antaranya dari Pasuruan, Tulungagung, Kediri, Madiun, Jombang, Blitar, dan Mojokerto. Perkembangan per hari pembelian secara kolektif adalah sebagai berikut. Hari pertama, total 869, IPA 496, IPS 186, IPC 187. Hari kedua, total 1728, IPA 694, IPS 545, IPC 489. Hari ketiga, total 1097, IPA 418, IPS 463, IPC 216. Hari keempat, total 1690, IPA 659, IPS 631, IPC 400.
Masih tersedia, formulir IPA sebanyak 3221 lembar, IPS 5658 lembar, dan IPC 2608 lembar, karena untuk tahun 2008 ini disediakan formulir IPA sebanyak 7000 lembar, IPS 10.000 lembar, dan IPC 5000 lembar.
Proses penjualan formulir masih akan berlangsung hingga tanggal 27 Juni 2008, sedangkan pengembalian formulir hingga tanggal 28 Juni 2008.
Ujian tulis akan dilaksanakan hari Rabu (2/7) dan hari Kamis (3/7). Ketiga PTN di Malang itu melalui SNMPTN akan menyerap 5679 orang mahasiswa baru, secara rinci: UB 3254, UM 1725, dan UIN 700 orang. Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada http://www.snmptn.ac.id. [Far]

Disertasi Suyono: Tanaman Kedelai sebagai Pupuk Hijau
19 Juni 2008
Terdapat tanda-tanda degradasi inceptisol di lahan sawah Kabupaten Jember dengan segala akibat negatif yang ditimbulkannya, yaitu tingkat hasil tanaman padi levelling off  pada ± 5 Mg/ha, kedelai di sekitar 1.2 Mg/ha dan semakin bergantungnya sistem pertanian terhadap asupan pupuk organik terutama area. Degradasi tanah tersebut disebabkan praktek bercocok tanam yang kurang tepat, seperti pengolahan tanah sawah dengan pelumpuran, pemupukan N berlebihan dan tidak seimbang, dan terangkutnya sisa-sisa hasil panen keluar lahan. Hal ini menjadi latar belakang penelitian disertasi Suyono, yang mengangkat judul Penggunaan Tanaman Kedelai Sebagai Pupuk Hijau: Pengaruhnya terhadap Sifat Inceptisol, Hasil Tanaman Padi dan Kedelai Pasca Padi. Suyono mempertahankan disertasinya di hadapan komisi pembimbing dan tim penguji, yang terdiri dari Prof Ir Wani Hadi Utomo PhD (promotor), Prof Ir Eko Handayanto MSc PhD dan Prof Dr Ir M. Luthfi Rayes MSc (ko promotor), serta para penguji Prof Ir T Adisarwanto PhD, Dr Ir Sugeng Prijono MS, Ir John Bako Baon MSc PhD dan Prof Dr Ir Bambang Sugiharto MSc.
Suyono menduga bahwa beberapa sifat fisik, kimia, dan biologi tanah menjadi penyebab rendahnya hasil tanaman padi dan kedelai pasca padi. Hal ini menurutnya menjadikan Indonesia selalu mengimpor komoditas tersebut setiap tahun dan telah mencapai 1.3 juta Mg pada tahun 2005.
Pelaksanaan penelitian
Penelitian Suyono memiliki beberapa tujuan yaitu mempelajari sifat inceptisol yang disawahkan di Kabupaten Jember dan hubungannya dengan hasil tanaman padi dan kedelai pascapadi, mengembangkan kemungkinan adanya pupuk hijau serta mempelajari pengaruhnya terhadap hasil tanaman padi dan kedelai pascapadi sawah. Dari penelitian tersebut, diketahui bahwa sebagian inceptisol Jember telah mengalami degradasi baik dari sifat fisik, kimia maupun biologinya yang berpengaruh kurang baik terhadap hasil tanaman padi dan kedelai pascapadi. Sementara itu, penggunaan tanaman kedelai sebagai pupuk hijau ternyata mampu memperbaiki hasil tanaman padi dari 6 menjadi 7 Mg/ha. Selain itu, pupuk hijau ini menurutnya juga dapat menekan penggunaan urea lebih rendah sekitar 30% dengan efisiensi serapan N relatif antara 45.1% hingga 54.1% dengan mengaktifasi perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Disamping adanya perbaikan sifat-sifat tanah, ditemukan pula bahwa perbaikan sifat tanaman kedelai juga disebabkan kemampuan akar untuk menembus lapisan tanah yang menjadi lebih dalam sehingga meningkatkan fiksasi nitrogen dan perbaikan serapan N dan P tanaman kedelai.
Suyono dilahirkan di Jember 59 tahun lalu. Ia menyelesaikan program sarjananya di Universitas Brawijaya dan kemudian melanjutkan gelar magíster di UGM. Suyono adalah staf pengajar di Fakultas Pertanian Universitas Jember sejak 1984 hingga sekarang. Setelah mempertahankan disertasinya, Suyono yang sejak tahun 2002 hingga Sekarang menjadi pemulia tanaman kedelai varietas Baluran dan Merubetiri ini dinyatakan layak menyandang gelar doktor untuk minat ilmu tanah dan nutrisi tanaman pada program Ilmu-ilmu Pertanian dengan predikat cumlaude (IPK 3.82) dengan masa studi 2 tahun 10 bulan. [nok]

Diskusi di FIA UB: Apa yang Salah dengan UUD 45?
18 Juni 2008
Undang-Undang Dasar 1945 sebagai hasil kesepakatan nasional (national agreement) merupakan landasan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia yang diakui sebagai hukum tertulis dan sumber hukum tertinggi di Indonesia. Sayangnya, undang-undang ini sejak era reformasi sepuluh tahun yang lalu (1998) telah diusik keberadaannya dengan munculnya 4 kali amandemen perubahan UUD1945.
Masalahnya, adalah sampai saat ini implementasi dari perubahan itu nampaknya belum memberikan makna yang berarti dalam pembangunan nasional Indonesia karena hanya menyentuh kulitnya saja. Bahkan reformasi berjalan tanpa konsep dan nyaris tanpa arah. Pembenahan hanya dilakukan di sektor hukum dan politiknya saja, sementara sisi manajerialnya tidak tergarap. Bukan itu saja, reformasi dianggap telah berjalan liar karena tidak ada blue print yang jelas. Apabila hal ini terus dibiarkan dan tidak segera dicarikan solusinya, maka Indonesia akan mengalami situasi yang semakin runyam dan chaos.
Hal ini terungkap dalam Focus Group Discussion berjudul “Kajian tentang Penyusunan Kebijakan Pembangunan dan Pengembangan Sistem Administrasi Negara berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya bekerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN), Rabu (18/6).
Diskusi dihadiri oleh 50 orang peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, birokrat (Bappeda), dan perwakilan LAN Jakarta. Sebagai narasumber, dua guru besar FIA-UB yakni Prof Dr Agus Suryono SU dan Prof Dr M Irfan Islamy MPA. Diskusi ini bertujuan menyusun sebuah naskah akademis (academic paper) mengenai arah kebijakan dan strategi pembangunan serta pengembangan administrasi negara yang sesuai dengan kebutuhan reformasi berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
Menurut Prof Agus Suryono, untuk mencapai tujuan ini perlu adanya kajian khusus mengenai Ketahanan Nasional Indonesia sebagai isu lama yang dapat dikemas sebagai isu baru dalam desain perencanaan pembangunan nasional Indonesia yang sekarang disebut dengan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). Ada 5 domain utama yang disebutkan Prof. Agus untuk dipertimbangkan dalam merumuskan perencanaan pembangunan nasional kedepan, yaitu: konsensus nilai, integrasi nasional, kepercayaan diri (self reliance), ketergantungan antar sub-sistem, dan keseimbangan ekosistem (sistem ekologi). Hal ini, menurut Agus, harus dilakukan secara integral komprehensif (simultan).
Sedangkan Prof Irfan Islamy menyoroti persoalan-persoalan pembangunan dan pengembangan sistem administrasi negara di Indonesia tidak hanya ditekankan pada pendekatan komprehensif saja, tetapi juga harus inkremental, struktural, fungsional dengan berbasis pada software dan hardware. Ini semua dimaksudkan selain untuk melaksanakan administrasi pembangunan di Indonesia (yaitu reformasi administrasi), tetapi sekaligus juga untuk memperkuat capacity building dengan melakukan proses democratic governance (kepemerintahan yang demokratis).
Diakui, diskusi ini masih memerlukan tindak lanjut, dengan mempertanyakan: Apakah UUD 1945 nantinya akan menyesuaikan dengan democratic governance ataukah democratic governance menyesuaikan dengan UUD 1945? [ags]

SNMPTN Malang: Terjual 7572 Formulir sampai Hari Ketiga
18 Juni 2008
Pendaftaran SNMPTN Lokal Malang yang berlangsung di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya, sampai hari ketiga Rabu (18/6), telah terjual 7572 lembar formulir. Terinci atas IPA 2723, IPS 3127, dan IPC 1722 formulir. Untuk hari ketiga ini saja terjual sebanyak 2484 lembar, terdiri dari 830 IPA, 1151 IPS, dan 503 IPC. Jumlah itu, masih didominasi penjualan secara kolektif, yakni 1097 lembar.
Pembelian secara kolektif banyak dilakukan oleh sekolah-sekolah atau bimbingan tes dari luar Malang. Di antaranya dari Pasuruan, Tulungagung, Kediri, Madiun, Jombang, Blitar, dan Mojokerto. Perkembangan per hari pembelian secara kolektif adalah sebagai berikut. Hari pertama, total 869, IPA 496, IPS 186, IPC 187. Hari kedua, total 1728, IPA 694, IPS 545, IPC 489. Hari ketiga, total 1097, IPA 418, IPS 463, IPC 216.
Proses penjualan formulir masih akan berlangsung hingga tanggal 27 Juni 2008, sedangkan pengembalian formulir hingga tanggal 28 Juni 2008.
Ujian tulis akan dilaksanakan hari Rabu (2/7) dan hari Kamis (3/7). Ketiga PTN di Malang itu melalui SNMPTN akan menyerap 5679 orang mahasiswa baru, secara rinci: UB 3254, UM 1725, dan UIN 700 orang. Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada http://www.snmptn.ac.id. [Far]

Pelatihan Karir Lanjutan bagi PNS Menjelang Pensiun
18 Juni 2008
Unit Korpri Universitas Brawijaya, mengadakan pelatihan karir lanjutan bagi pegawai negeri sipil yang akan menjalani pensiun (pra-purnatugas). Pelatihan di Hotel Kartika Wijaya, Batu, ini diikuti 50 orang pegawai termasuk isteri atau suami masing-masing. Program pelatihan semacam ini adalah yang pertama kali diadakan oleh Unit Korpri UB.
Menurut Ketua Unit Korpri UB Drs Djanalis Djanaid, kegiatan ini merupakan program kerja sama antara Korpri dengan Bagian Kepegawaian UB. Ini didasari oleh hasil Rapat Pimpinan Korpri Jawa Timur, beberapa tahun silam, yang memandang perlu untuk mempersiapkan pegawai yang akan memasuki masa pensiun. Dikatakannya, hal ini sudah biasa dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan asing. Bahkan 5 tahun sebelum memasuki masa pensiun, karyawan mendapatkan pelatihan seperti ini.
Ada 4 hal yang perlu dipersiapkan oleh para pegawai melalui pelatihan ini. Pertama, kesehatan baik fisik maupun mental. Akan diberikan trik-trik tentang kesehatan. "Penyakit pasti datang, tapi adalah hak kita untuk berupaya mencegahnya", kata Djanalis. Di samping itu diberikan pula trik-trik untuk menghadapi "post power syndrome". Kedua, diberikan trik-trik agar pegawai nantinya dapat memilih dan memulai usaha bisnis sesuai dengan kemampuannya. Ketiga, juga diberikan trik-trik untuk menghadapi lingkungan baru pada masa pensiun nanti, yang sangat berbeda dengan keadaan sekarang yaitu pada saat pegawai masih aktif di kantor masing-masing. Dan keempat, diberikan trik-trik untuk dapat mengelola dana pensiun yang sangat minim agar dapat bermanfaat bagi diri dan keluarganya.
Yang tak kalah penting, demikian Djanalis, kegiatan ini merupakan ungkapan rasa terima kasih Universitas Brawijaya kepada para pensiunan/calon pensiunan yang telah mengabdikan diri selama sekian puluh tahun. "Tanpa jasa Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, Universitas Brawijaya tidak akan dapat sebesar sekarang ini", tegas Djanalis yang mewakili Rektor untuk membuka acara pelatihan ini.
Instruktur dalam pelatihan selama 2 hari (18-19 Juni 2008) ini terdiri dari Drs Djanalis Djanaid, Prof Dr dr Achdiat Agus SpS, Dr Yudi MS, Juniardi SH, Drs Alex Soemadji Nitisemito dan Drs Faka Muin MBA. Sedangkan materi yang disampaikan meliputi: Sehat Bugar di Masa Tua, Psikologis di Usia Lanjut, Teknik Memilih Kegiatan yang Tepat di Masa Pensiun, Manajemen Stress, Konflik dan Hati Nurani, Orientasi Kewirausahaan, Memilih Bidang Usaha, Business Game, Membangun Daya Saing, Jurus-jurus Wirausaha, Rambu-rambu Wirausaha, Motivasi Bisnis, dan Manajemen Keuangan Praktis. [Far]

Energi Sampah: Kompor Biomas Ramah Lingkungan
17 Juni 2008

Semakin terjepitnya masyarakat menengah ke bawah karena mahalnya bahan bakar minyak dari hari ke hari menjadikan Dr Muhammad Nurhuda (44) tergerak mencari solusi pemanfaatan energi yang mudah dan murah bagi masyarakat. Setelah melakukan uji coba selama sebulan, dosen Jurusan Fisika Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, tersebut berhasil menemukan kompor biomas ramah lingkungan.
Kompor biomas ramah-lingkungan ini tidak berbahan bakar minyak, namun berbahan bakar kayu, plastik, atau sampah dan dedaunan kering lainnya. Bahan-bahan ini dibakar dalam kompor biomas tersebut dan nyaris tidak menimbulkan asap yang berarti.
Dari 1 kilogram bahan bakar, kompor biomas ini bisa menyalakan api selama lebih kurang 1 jam. Nyalanya bisa diperbesar dengan pemakaian blower listrik.
"Dalam kompor biomas ini, pembakaran berlangsung dua kaIi. Pertama adalah pembakaran bahan bakar dan menghasilkan asap yang dibakar kembali menjadi api yang jernih dan tanpa asap. Hal itu merupakan bagian Teori Gasifikasi, teori yang mendasari kompor biomas ini," tutur Nurhuda, Minggu (15/6) di Malang.
Dua kali pembakaran itu akan terlihat dari nyala api yang dihasilkan. Pada pembakaran pertama, api menyala dari bahan yang dibakar. Namun pada pembakaran berikutnya, api keluar dari lubang-Iubang yang berada di sisi dinding kompor.
Kompor biomas ini antara lain terdiri dari komponen tabung luar (penghasil udara panas) serta tabung dalam (pengaturan udara dan penghasil asap), penampung abu, ruang bahan bakar, blower (bisa memakai blower atau tidak) untuk memperbesar nyala api, dan sebagainya.
“Kompor ini sangat cocok bagi masyarakat. Selain bahan bakarnya murah dan mudah didapat, kompor ini juga bisa membantu menjaga kebersihan lingkungan karena membantu mengurangi sampah.di sekitar kita. Tentu sedikit banyak ini akan turut mengurangi dampak pemanasan global," ujarnya.
Dosen yang tergabung dalam Kajian Sumber Energi Baru dan Terbarukan Universitas Brawijaya tersebut menambahkan, jika diproduksi massal, sebuah kompor biomas tanpa blower bisa dijual dengan harga Rp 60.000 per buah. Jika memakai blower, kompor tersebut bisa dipasarkan dengan harga Rp 100.000 per buah.
"Saat ini saya masih mengurus hak patennya dan melakukan sejumlah penyempurnaan fisik. Nanti pemasarannya bisa melalui Universitas Brawijaya bekerja sarna dengan perusahaan kompor. Hal yang terpenting, masyarakat bisa menggunakannya," ujarnya. [DIA]
KOMPAS Selasa, 17 Juni 2008
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/17/01291830/kompor.biomas.ramah.lingkungan

Pengusaha Jepang ke UB
17 Juni 2008
Universitas Brawijaya menerima serombongan tamu pengusaha dari Jepang, Selasa (17/2) di gedung Rektorat Universitas Brawijaya. Delapan perusahaan yang bergerak di dunia teknologi informasi dan kesehatan (rumah sakit) tersebut diterima langsung oleh Pembantu Rektor I Bidang Akademik, Prof Dr Ir Bambang Suharto MS. Ikut dalam rombongan tersebut adalah Shudo Nobuo, Presiden Komisaris PT Nikisae Japan yang juga memimpin rombongan. Dijelaskan Shudo Nobuo, kunjungannya kali ini merupakan realisasi penandatangan kerjasama antara PT Nikisae Jepang dengan Universitas Brawijaya setahun lalu. Salah satu isi perjanjian kerjasama tersebut adalah kedelapan perusahaan atau lembaga tersebut bersedia untuk menampung lulusan Universitas Brawijaya, terutama dari bidang keperawatan, teknologi informasi, dan bahasa/sastra Jepang. “Untuk tenaga kerja asing, Pemerintah Jepang hanya membuka dua bidang tersebut, yaitu keperawatan dan teknologi informasi yang akan diposisikan sebagai tenaga ahli, dan tidak membuka peluang di luar bidang tersebut”, ujar Shudo Nobuo. Lebih rinci ia pun menjelaskan, kerjasama ini merupakan bagian dari kerjasama Pemerintah Jepang dengan Pemerintah RI beberapa tahun lalu untuk pengiriman tenaga ahli perawat dan teknologi informasi, di antaranya, dalam waktu dua tahun akan dilakukan pengiriman sebanyak 1000 perawat. Untuk tahun ini, menurutnya, akan dilakukan pengiriman sebanyak 500 perawat, terdiri atas 200 perawat medik dan 300 perawat lanjut usia (lansia). Untuk mengikuti program ini, dijelaskan Nobuo dapat mendaftar secara pribadi ataupun institusi. Untuk itu, ia sangat menekankan kepada institusi ilmu keperawatan UB untuk segera mendaftar secara resmi kepada Pemerintah RI. Menurut Izuka, native speaker Bahasa Jepang di UB, realisasi tahap pertama tahun ini akan diberangkatkan bulan Oktober mendatang
Kunjungan Lapang untuk Penjajagan
Setelah diterima jajaran Pembantu Rektor I, rombongan pengusaha tersebut langsung mengunjungi laboratorium komputer milik UB dan kampus ilmu keperawatan untuk melihat kondisi lapang. Di Laboratorium komputer langsung dilakukan tes dan wawancara terhadap 30 calon tenaga TI, programmer ataupun system engineer yang siap dikirim ke Jepang. Sementara itu, di Hall FK UB, kurang lebih 50 mahasiswa ilmu keperawatan tingkat akhir menyaksikan presentasi Shudo Nobuo dan pengusaha kesehatan (rumah sakit). Dalam kesempatan tersebut, dijelaskan bahwa kebutuhan perawat medik untuk tahun ini telah melebihi kuota sementara perawat lansia masih tersisa separuh kuota. Beberapa syarat yang disampaikan diantaranya adalah memegang sertifikat nasional profesi perawat dan berpengalaman kerja 2 tahun. Setelah dinyatakan diterima, mereka diperkenankan untuk memilih 20 rumah sakit di Jepang dengan gaji 200-220 ribu Yen untuk perawat medik dan 180-200 ribu Yen untuk perawat Lansia dengan masa tiga tahun pertama sebagai asisten perawat dan dapat mendapatkan lisensi perawat setelah melewati tiga tahun. Gaji tersebut, menurut Shudo Nobuo setara dengan gaji perawat Jepang. Hanya saja, disampaikannya, Pemerintah Jepang melarang perempuan Muslimah untuk memakai hijab/jilbab ketika bekerja. “Di Jepang tidak dibenarkan meninggalkan tempat kerja untuk alasan keagamaan. Sehingga tidak boleh beribadah ketika bekerja”, ujarnya. “Tetapi jilbab boleh digunakan pada waktu libur ataupun istirahat”, tambahnya. Selain ke Jepang, disampaikan ketua program Ilmu Keparawatan, tawaran kerja di luar negeri sebagai tenaga perawat datang dari Arab Saudi, Singapura, dll. [nok]

SNMPTN Lokal Malang: Sampai Hari Kedua, Terjual 5088 Formulir
17 Juni 2008
Sampai hari kedua pendaftaran SNMPTN Lokal Malang yang berlangsung di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya, Selasa (17/6), telah terjual 5088 formulir pendaftaran. Terdiri dari, 1893 formulir IPA, 1976 IPS, dan 1219 IPC. Untuk hari ini saja, total terjual 3066 formulir, terdiri dari 1041 IPA, 1236 formulir IPS, dan 789 IPC.
Hari ini pula banyak terjadi pembelian formulir secara kolektif, baik oleh sekolah-sekolah maupun lembaga-lembaga bimbingan tes dari luar kota. Sementara itu untuk pengembalian formulir masih belum banyak. "Hanya ratusan saja", tutur salah seorang panitia bagian penerimaan formulir.
Proses penjualan formulir masih akan berlangsung hingga tanggal 27 Juni 2008, sedangkan pengembalian formulir hingga tanggal 28 Juni 2008.
Rupanya, kesibukan transaksi pembayaran formulir hari ini sempat merepotkan jaringan internet Bank Mandiri yang melayani proses pembayaran SNMPTN 2008. Beberapa cabang menyatakan "off line", tidak dapat melayani transaksi elektronik untuk pembayaran, misalnya biaya pendaftaran ulang calon mahasiswa baru Universitas Brawijaya melalui SPKS dan SPKIns yang berjalan bersamaan waktunya dengan pendaftaran SNMPTN. Akhirnya pihak Bank Mandiri menempuh kebijakan, menerima pembayaran tersebut dengan tanda terima secara manual. [Far]

UB Raih Juara II KRI Tingkat Nasional
16 Juni 2008
Robot Khil_G dari tim Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya berhasil meraih juara II dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) yang diadakan baru-baru ini di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Kedatangan tim ini, Senin (16/6) diterima langsung oleh pimpinan universitas di gedung Rektorat Universitas Brawijaya.
Mereka yang berada di pit stop lomba adalah Wiwied Putra Perdana, Asep Devi Himawan, Dhanie Anugerah Dewanta, Rizal Rachmad dan Prasetyo Bakti Sihombing. Hadir dalam kesempatan tersebut, seluruh rombongan yang terdiri atas 17 orang anggota tim KRI, 12 orang anggota tim KRCI dan 11 orang supporter. Menyampaikan laporannya, manajer non teknis tim KRI, Mohamad Subhan Efendy,  menyatakan bahagia dapat meraih juara II walaupun masih berada di bawah PENS-ITS. Lebih lanjut ia mengatakan, harus melakukan penyesuaian teknis di lapangan karena kondisi yang berbeda. Kendala teknis lapangan yang sangat mendasar, antara lain lintasan yang bergelombang, lantai yang lebih licin, dan intensitas cahaya yang lebih tinggi. ”Kondisi ini jelas mengganggu tracer robot”, ujarnya. Untuk menampilkan performa terbaiknya, Fendi menyatakan bahwa pihaknya harus menguras energi dan strategi lebih keras dari tahun sebelumnya karena iklim kompetisi yang lebih tinggi di tahun ini. ”Tahun lalu masih banyak robot yang tidak bisa jalan tapi tahun ini hampir semuanya bisa jalan. Hal ini tentu menantang energi dan strategi yang lebih tinggi juga”, kata dia. Di akhir laporannya, Fendi menyatakan bahwa UB memiliki kesempatan untuk menjadi juara dengan segenap potensi baik resource, skill dan SDM serta dukungan dari semua pihak. Bahkan saat ini, pihaknya juga telah mempersiapkan tim untuk berlaga pada tahun depan.
Untuk industri
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik, Ir Imam Zaky MT dalam sambutannya menyatakan bangga bahwa tim Khil_G berhasil membawa trofi dari kepulangannya berkompetisi tahun ini. ”Walaupun terhitung tertinggal untuk masuk kompetisi dunia robot ini, menjadi juara II sudah membanggakan kami. Saya selalu memantau kompetisi kemarin. Ketika saya tahu kalian melawan PENS ITS, saya sempat berpikir bahwa, mungkin hanya keberuntungan yang akan membawa kalian menjadi juara”, ujar Dekan FT disambut gelak tawa hadirin. Lebih lanjut, pihaknya sangat mengharapkan karya cipta dari kompetisi robot yang telah diikuti oleh UB sebanyak enam kali ini dapat dikembangkan untuk aplikasi praktis di dunia industri dan manufaktur. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga tengah mempersiapkan ajang kompetisi lain yang akan diselenggarakan bulan Agustus mendatang, yaitu Lomba Konstruksi Jembatan di Politeknik Jakarta (9-10 Agustus), dan water rocket contest (23-24 Agustus)..
Empat pilar
Menerima rombongan ini, Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan UB, Ir H RB Ainurrasjid MS menyatakan dalam sambutannya bahwa KRI sejalan dengan salah satu pilar pembinaan mahasiswa UB yaitu pengembangan pemikiran, penalaran dan keilmuan. Selain itu, disebutkannya pula tiga pilar yang lain yaitu pengembangan minat dan bakat, pengembangan seni dan budaya serta pembinaan kerohanian. Hal ini menurutnya akan menjadi faktor penentu terciptanya kualitas insan yang dicita-citakan. Terkait penghargaan bagi para mahasiswa berprestasi tingkat nasional, pihaknya tengah menggodok sistem penghargaan yang disetarakan dengan tugas akhir. [nok]
Foto: Tim Khil_G bersama Pembantu Rektor III (tengah), dan Dekan FTUB (kiri)

Pendaftaran SNMPTN 2008 Dibuka Hari Ini
16 Juni 2008
Pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) tahun 2008, hari ini Senin (16/6) dibuka serentak di seluruh Indonesia. Seleksi masuk 57 PTN ini terbagi dalam 3 wilayah. Wilayah barat 21 PTN, wilayah tengah 11 PTN, dan wilayah timur 25 PTN. Pendaftaran ini akan berlangsung hingga 28 Juni mendatang. SNMPTN tetap memungkinkan pendaftaran lintas wilayah.
Di lokal Malang, yang merupakan gabungan 3 PTN, Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, dan Universitas Brawijaya (UB), pada hari pertama ini terjual sebanyak 2022 lembar formulir. Terdiri dari formulir IPA 852, IPS 740, dam IPC 420.
Proses penjualan formulir masih akan berlangsung hingga tanggal 27 Juni 2008, sedangkan pengembalian formulir hingga tanggal 28 Juni 2008.
Ujian tulis akan dilaksanakan hari Rabu (2/7) dan hari Kamis (3/7). Ketiga PTN di Malang itu melalui SNMPTN akan menyerap 5679 orang mahasiswa baru, secara rinci: UB 3254, UM 1725, dan UIN 700 orang. Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada http://www.snmptn.ac.id. [Far]

Launching AIMA UB Batch-1 2008
13 Juni 2008
Dalam pelaksanaan Audit Internal Mutu Akademik (AIMA) Batch-1, Rektor Universitas Brawijaya bertindak sebagai client menugaskan Pusat Jaminan Mutu (PJM) untuk menyusun Tim Auditor. Audit sistem melalui desk evaluation dan Audit Kepatuhan dengan visit evaluation akan diselenggarakan 20-27 Juni 2008. Lingkup AIMA Batch-1 adalah Kelembagaan dan Dokumentasi SPMA. Audit kali ini melibatkan 77 auditor internal yang telah menyatakan kesediaan.
Menjamin mutu, efisiensi dan eksistensi
Dalam pengarahannya Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito menyampaikan pentingnya audit internal bagi penyelenggaraan akademik di UB. Dikatakannya, saat ini  adalah era mutu, dan perguruan tinggi di Indonesia masih berupaya memenuhi standar nasional. Di UB, sistem audit internal bidang akademik dilakukan melalui AIMA. Sedangkan untuk bidang non-akademik seperti aset, keuangan, dan pengadaan barang dilakukan oleh Satuan Pengendalian Internal (SPI).
Keuntungan kalau perguruan tinggi mengembangkan sistem audit internal, menurut Rektor, ada jaminan pengelolaan akan lebih baik, dan mampu mengantisipasi jika terjadi penyimpangan dan kekurangan kecil. Kekurangan dan penyimpangan itu akan terdeteksi lebih dini, sehingga early warning system berfungsi baik.
Dikatakannya, kegiatan Tridharma UB harus bermutu. Jika tidak bermutu, maka eksistensi perguruan tinggi tidak berlangsung lama, dan tidak akan mampu menarik minat mahasiswa bermutu. "Hal ini telah terjadi di Malang. Beberapa PTS kekurangan mahasiswa atau diminati oleh mahasiswa bermutu rendah", kata Rektor. Dengan adanya audit, maka proses penyelenggaraan kegiatan akademik akan bermutu dengan proses yang efisien. Sebagai contoh, kurikulum dirancang selain menghasilkan lulusan yang dibutuhkan pasar kerja juga harus memiliki proses yang efisien. "UB hanya akan dapat bersaing jika produktif dan efisien", ujar Rektor.
Proses AIMA Batch-1
Sebagai penanggung jawab implementasi pengembangan SPMA, 12 pimpinan Fakultas/Program dan 33 ketua jurusan/program studi S-1 akan bertindak sebagai teraudit (auditee). Agar terlibat dalam AIMA, teraudit diminta menyusun laporan dan mengisi dokumen Evaluasi Sistem Penjaminan Mutu Akademik (SPMA) dengan menyertakan lampirannya. Dua eksemplar laporan tersebut dikirimkan ke PJM tanggal 20 Juni 2008. Daftar teraudit, jadwal dan dokumen Evaluasi SPMA dapat didownload. Desk evaluation dari laporan teraudit akan dilakukan pada Audit Sistem tanggal 24 Juni 2008 oleh dua orang audit internal. Selanjutnya, setiap Tim Audit akan melakukan kunjungan dan pemeriksaan lapangan melalui Audit Kepatuhan (Compliance Audit). Kepatuhan pengembangan kelembagaan dan dokumentasi SPMA setiap teraudit akan dilaporkan dalam Laporan AIMA dapat didownload.
Laporan AIMA UB Batch-1 akan disusun berdasarkan laporan setiap Tim Audit oleh Ketua Pelaksana Dr Ir Maftuch dan disampaikan ke Rektor melalui Ketua PJM. Prosedur selengkapnya prosedur AIMA termasuk Kode Etik Auditor telah disampaikan dalam AIMA (MP-PJM-UB.02) yang dapat didownload. Audit harus memberikan nilai tambah bagi perbaikan pengembangan SPMA di tiap unit kerja. Kinerja Auditor ditentukan dari mutu temuannya. Oleh karena itu, maka fokus AIMA adalah pada substansi lingkup audit.
Tindak lanjut hasil AIMA
Hasil Audit Pengembangan SPMA Batch-1 bulan Juni 2008 dan Audit Kinerja pasca-implementasi SPMA Batch-2 bulan Oktober 2008, akan menjadi dasar bagi penetapan 5 fakultas/program maupun 12 jurusan/program studi dengan kinerja terbaik di UB. Program UB Annual Quality Award (UBAQA) ini akan mengakselerasi peningkatan mutu akademik di UB sebelum program sertifikasi ISO 9001:2008 untuk Sistem Manajemen Mutu (SMM) tahun 2009. [pjm]

Download:
Borang [file pdf] [file doc]
Daftar Teraudit [file xls]
Jadwal [file xls]
Evaluasi SPMA Fakultas [file pdf] [file doc]
Evaluasi SPMA Jurusan/Program Studi [file pdf] [file doc]
MP-PJM-UB.02 [file pdf] [file doc]

STOP PRESS
13 Juni 2008
Proses pendaftaran ulang (herregistrasi) calon mahasiswa baru Universitas Brawijaya yang diterima melalui program SPKS dan SPKIns yang semestinya berakhir hari ini (Jumat, 13 Juni 2008) diperpanjang hingga hari Kamis, 19 Juni 2008.
Demikian untuk dimaklumi, dan diharapkan kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para calon.
Informasi ini dikeluarkan oleh Imam Syafii SE MM, Kepala Bagian Keuangan Universitas Brawijaya, selaku bendahara panitia penerimaan mahasiswa baru Universitas Brawijaya. [Far]

Sertifikasi Dosen UB
13 Juni 2008
Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang sistem pendidikan nasional menyebutkan, tenaga dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan yang tugas utamanya mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Untuk menilai profesionalisme dosen guna meningkatkan mutu pendidikan dalam sistem pendidikan tinggi, pemerintah mengeluarkan ketentuan sertifikasi dosen yang juga difungsikan untuk melindungi profesi dosen dan penjaminan kesejahteraannya.
Di Universitas Brawijaya, sosialisasi tentang sertifikasi dosen diadakan di gedung Rektorat, Kamis (12/6), diikuti segenap pimpinan fakultas. Membuka acara ini, Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito menyatakan, sertifikasi merupakan upaya pemerintah dalam mengakui profesionalisme dosen. Ketentuan itu sangat menjunjung tinggi prinsip keadilan, karena penilaian dilakukan secara proporsional, dan menghindari segala bentuk manipulasi.
Mengantisipasi ini, Universitas Brawijaya bulan Desember 2007 lalu mengirimkan 7 orang gurubesar sebagai peserta pelatihan pelatih (TOT) asesor sertifikasi dosen, yaitu Prof Dr Eka Afnan Troena SE, Prof Dr Ir Iksan Semaoen MSc, Prof Dr Ir Bambang Guritno, Prof Dr Moch Munir SH, Prof Dr Ir Simon Bambang Widjanarko MAppSc, Prof Dr Sumartono MS dan Prof Ir Harnen Sulistio MSc PhD.
Dalam acara sosialisasi itu, Prof Bambang Guritno menyampaikan beberapa persyaratan untuk mengajukan sertifikasi dosen. Di antaranya, kualifikasi akademik minimal S2, berpengalaman mengajar sekurang-kurangnya dua tahun, dan telah memiliki jabatan akademik sekurang-kurangnya asisten ahli. Selain itu, beberapa jenis kompetensi pun harus dipenuhi, meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian.
Universitas Brawijaya sendiri, untuk tahun 2008, berhak mengajukan sebanyak 134 sertifikasi dosen ditambah 177 guru besar yang telah tersertifikasi. [nok]

Dr Budi Prasetya Penyaji Terbaik Program Penerapan Iptek
13 Juni 2008
Dr Ir Budi Prasetya MP, dosen Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, beberapa waktu yang lalu mengadakan penelitian mengenai pemanfaatan pelet mikoriza arbuscular (MA) sebagai bioregulator penyerapan unsur fosfor (P) dalam upaya peningkatan hasil tanaman jagung. Penelitian ini dirasa penting untuk mengatasi masalah aktual yang sering dialami masyarakat tani.
Penelitian ini pula telah mengantarkan Dr Budi Prasetya meraih penghargaan sebagai penyaji makalah terbaik pada Seminar Hasil Program Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) kepada Masyarakat dan Industri Rumah Tangga di Perguruan Tinggi tahun 2007.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 23 Mei 2008 silam. Seluruhnya 70 orang peserta yang diundang, terdiri dari pelaksana Program Penerapan Iptek dan Program Voucher mewakili 31 PTN dan PTS se-Indonesia. Dari jumlah itu, UB diwakili 9 orang dosen yang terseleksi.
"Keberhasilan ini sangat membanggakan. Diharapkan penghargaan ini dapat memacu kreativitas dan produktivitas dosen UB dalam meneliti serta meningkatkan kerjasama dengan masyarakat", kata Dekan FP-UB Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD berkomentar. [RTS]

Keterbatasan Dana Jangan Membuat Kehilangan Kreativitas
12 Juni 2008
Visi Universitas Brawijaya untuk menjadi entrepreneurial university direspon oleh mahasiswa Fakultas Hukum. Salah satunya melalui seminar nasional entrepreneurial university oleh Badan Pemerintahan Mahasiswa (BDM) Republik Demokrasi Mahasiswa (RDM) Fakultas Hukum UB yang diselenggarakan Kamis (12/6), di Widyaloka UB.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Musfihin Dahlan (anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Golkar) dan Dr Ir Liliek Setyobudi MS (Ketua UBEEC). Membuka acara ini, Dekan Fakultas Hukum, Herman Suryokumoro SH MH menyatakan dukungannya terhadap komitmen UB untuk mencetak sarjana-sarjana yang siap membuka lapangan kerja dan bukan sarjana-sarjana yang siap mencari kerja.
Technopreneurship
Setahun silam UB telah dicanangkan untuk menjadi entrepreneurial university. Berbagai hal mendasarinya. Dr Liliek Setyobudi dalam paparannya menyebutkan, antara lain keprihatinan semakin sempitnya lapangan pekerjaan dibanding peminatnya. Sebagai gambaran, untuk rekrutmen PNS pada 2006 saja, tercatat 39.662 pelamar dari 980 lowongan yang tersedia. Selain itu disebutkan pula data dari Migrant Care tahun 2007, bahwa 6.9 juta orang Indonesia memutuskan untuk menjadi TKI walaupun 121 di antaranya meninggal karena disiksa dan 400-an di antaranya ditahan di Jepang. Hal ini menurut Dr Liliek kontradiktif dengan berbagai potensi yang dimiliki Indonesia. Sumber statistik FAO tahun 2008 menyatakan, Indonesia menduduki ranking 1-10 tingkat dunia untuk 42 jenis komoditas pangan dan pertanian. Di samping itu, masih terdapat juga komoditas tambang kompetitif di Indonesia di antaranya timah (rangking satu dunia), karet (ranking tiga dunia), nikel (ranking lima dunia) serta batubara dan emas (ranking tujuh dunia). Technopreneurship, yang merupakan pengembangan entrepreneurship berbasis teknologi, disebutkan Dr Liliek merupakan instrumen yang tepat untuk mengembangkan berbagai potensi tersebut. Lebih jauh, konsep technopreneurship ini dijelaskannya membutuhkan interaksi keilmuan lintas disiplin. Untuk technopreneurshipindustri mobil misalnya, membutuhkan integrasi lintas disiplin mulai dari keilmuan teknik mesin, teknik industri, ekonomi, hukum, pemasaran, dan lain-lain.
Pengangguran Intelektual
Selama ini masyarakat percaya bahwa perguruan tinggi merupakan instrumen paling efektif untuk melakukan transformasi dari kebodohan menjadi tercerahkan, dari terbelakang menjadi maju dan dari miskin menjadi sejahtera. Dalam strata sosial, lulusan perguruan tinggi dipandang sangat bergengsi karena menempati puncak piramida terkecil dari keseluruhan masyarakat yang mengenyam pendidikan.
Demikian disampaikan pembicara Musfihin Dahlan. Lebih jauh, ia mengungkap fakta terkait survei angkatan kerja nasional yang mencatat 740.206 atau 7,02 % pengangguran Indonesia yang diisi kaum intelektual. “Ironis sekali kelompok elit yang mestinya dapat melakukan perubahan besar dan menjadi sumber daya paling potensial ternyata menjadi beban sosial karena mengganggur”, ujarnya. Pengangguran intelektual sendiri, menurutnya disebabkan karena tiga hal, yaitu kondisi perekonomian nasional, mismatch perguruan tinggi dengan dunia kerja, serta kesenjangan kualifikasi yang dibutuhkan dunia kerja dengan mutu lulusan perguruan tinggi. Terkait hal ini, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar ini menyatakan bahwa dibutuhkan kebijakan pendidikan tinggi yang tepat untuk mengatasi hal ini, di antaranya pemetaan kebutuhan dunia kerja dan lulusan perguruan tinggi, memperbaiki sistem pengajaran serta memperkuat kewirausahaan.
Dukungan
Kemandirian dan kreativitas adalah syarat utama bagi seseorang untuk menjadi wirausaha. Hal ini menurutnya tidak didukung oleh sistem pengajaran dunia pendidikan tinggi yang masih berorientasi pada hafalan dan jauh dari upaya untuk memunculkan kreativitas. Sistem ini menurutnya, pernah dikritik oleh Bob Sadino, pelaku agrobisnis terkemuka di Indonesia, yang secara terbuka menyatakan pesimismenya dengan dunia pendidikan. Selain dua hal tersebut, anggaran pemerintah bagi dunia pendidikan yang masih sangat terbatas juga menjadi kendala. “Anggaran Universitas Indonesia yang konon terbesar se Indonesia sangat tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan universitas lain di dunia yang bertaraf internasional”, ujarnya. Lebih lanjut, ia pun memaparkan data anggaran pendidikan beberapa PT Ternaza dunia di antaranya Harvard University yang mencapai  28961 juta US dollar, NUS Singapura yang mencapai 774 juta US dollar sementara Universitas Indonesia hanya 84 juta US dollar. Anggaran perguruan tinggi ini menurutnya lebih banyak disumbang dari hasil kerjasama dengan swasta dan unit usaha lainnya.
Di akhir paparan Musfihin Dahlan berpesan agar keterbatasan dana tidak menyebabkan perguruan tinggi menyerah kepada keadaan dan kehilangan kreativitas. “Penekanan pada cara berfikir yang kreatif dan inovatif jauh lebih penting daripada memberikan dana agar mahasiswa berwirausaha tetapi tanpa dibarengi dengan perubahan pola fikir bahwa berwirausaha dari kecil lebih terhormat daripada tergantung kepada orang lain”, kata dia. Pemotongan anggaran dana pada beberapa instansi termasuk dunia pendidikan, menjadi penekanan khususnya pula. Menurutnya, perguruan tinggi harus menggeser hal-hal yang kurang menjadi prioritas seperti pembangunan fisik yang berlebihan kepada inkubator-inkubator bisnis. [nok]

Beasiswa IMHERE
12 Juni 2008
Dalam rangka menjaga kelangsungan dan kelancaran studi mahasiswa yang orangtuanya kurang mampu secara ekonomi, Universitas Brawijaya memberikan bantuan berupa beasiswa dari program IMHERE (Indonesia Managing Higher Education for Relevance dan Efficiency). Beasiswa ini diberikan kepada 50 orang mahasiswa yang terseleksi dari mereka yang mengajukan permohonan.
Berlaku selama 48 bulan, terhitung 1 September 2007 hingga 31 Agustus 2011, beasiswa IMHERE diberikan dengan besaran Rp 300 ribu per bulan untuk setiap mahasiswa. Penerima beasiswa, dari Fakultas Hukum 5 orang, Fakultas Ekonomi 8 orang, Fakultas Ilmu Sosial 4 orang, Program Bastra 1 orang, Fakultas Pertanian 4 orang, Fakultas Peternakan 3 orang, Fakultas Teknik 9 orang, Fakultas Kedokteran 6 orang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 3 orang, Fakultas MIPA 5 orang, dan Fakultas Teknologi Pertanian 2 orang. Daftar nama ini ditetapkan dengan Keputusan Rektor nomor 129A/SK/2008 tanggal 19 Mei 2008. [Far]

Bergabung: 57 Auditor Baru dalam Audit Pengembangan SPMA UB
12 Juni 2008
Bulan lalu (20/5), Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito menandatangani sertifikat untuk 57 orang auditor baru. Auditor baru itu dihasilkan Pelatihan Angkatan II yang diadakan oleh Pusat Jaminan Mutu Universitas Brawijaya (PJM-UB), tanggal 12-14 Mei 2008. Hal ini adalah dalam rangka pelaksanaan audit internal mutu akademik (AIMA).
Secara rinci, auditor baru tersebut saat ini 7 orang menjabat pembantu dekan I, 7 orang ketua atau anggota tim GJM (gugus jaminan mutu), 29 ketua atau sekretaris jurusan/kepala bagian/ketua program studi, 10 ketua UJM (unit jaminan mutu) dan 4 orang anggota PJM.
Memenuhi tugas Rektor, auditor baru ini akan bergabung dengan 37 auditor lama untuk melaksanakan audit sistem dan audit kepatuhan yang berlangsung bulan Juni ini, dengan lingkup kelembagaan dan dokumentasi Sistem Penjaminan Mutu Akademik (SPMA). Sebagai penanggung jawab pengembangan SPMA, pimpinan fakultas/program dan jurusan/program studi akan bertindak sebagai teraudit (auditee). Ditetapkan, Jurusan Akuntansi, Jurusan Arsitektur, dan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, serta Fakultas Ilmu Administrasi dan Fakultas Kedokteran sebagai auditee dalam acara simulasi ini.
Rektor akan mengadakan koordinasi pelaksanaan audit, besok Jumat (13/6) siang, di ruang sidang lantai 8 Gedung Rektorat.
Pelaksanaan audit ini, menurut Ketua PJM-UB Prof Dr Ir Soebarinoto, menunjukkan komitmen Rektor dalam pencapaian standar pengembangan SPMA berkelanjutan. Dengan audit ini, diharapkan penyelenggaraan kegiatan akademik di fakultas/program maupun jurusan/program studi akan lebih jelas, sesuai standar PT yang sehat, berdaya saing, dan akuntabel. Selain itu, kegiatan ini sangat relevan dengan pemenuhan standar nasional pendidikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No19 Tahun 2005, 14 standar akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT) yang dikeluarkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sertifikasi dosen sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 42 Tahun 2007, dan upaya meningkatkan persiapan UB menjadi world class entrepreneurial university.
Selanjutnya, hasil audit pengembangan SPMA bulan Juni 2008, dan audit kinerja pasca-implementasi SPMA bulan Oktober 2008, akan dijadikan dasar untuk penetapan 5 fakultas/program maupun 12 jurusan/program studi di UB dengan kinerja terbaik. Program yang diberi nama UB Annual Quality Award (UBAQA) ini, diharapkan dapat mengakselerasi peningkatan mutu akademik di UB sebelum program sertifikasi ISO 9001:2008 untuk Sistem Manajemen Mutu (SMM) tahun 2009. [pjm]

SNMPTN 2008: UB Tawarkan 45 Program Studi S1
11 Juni 2008
Universitas Brawijaya untuk tahun akademik 2008/2009 membuka pendaftaran calon mahasiswa baru program strata 1 (S1) melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi (SNM-PTN). Seleksi dengan pola ujian tulis ini diselenggarakan serentak dan terpadu di seluruh PTN di Indonesia, 2-3 Juli 2008. Melalui seleksi ini UB menawarkan 45 program studi, termasuk beberapa program studi baru seperti: Ilmu Politik, Sastra Jepang, Bahasa dan Sastra Prancis, Teknik Perangkat Lunak, Kedokteran Gigi, Ilmu Kelautan, dan Kedokteran Hewan.
Pendaftaran
Tempat pendaftaran di Sasana Samanta Krida UB, 16-28 Juni 2008, pukul 08.00-15.00 WIB. Tempat ini merupakan tempat pendaftaran SNM-PTN untuk Lokal Malang, yang meliputi Universitas Brawijaya (UB), Universitas Islam Negeri Malang (UIN), dan Universitas Negeri Malang (UM).
Pembayaran dapat dilakukan melalui kantor cabang, ATM, ataupun internet banking Bank Mandiri di seluruh Indonesia, 16-27 Juni 2008. Biaya pendaftaran Rp 150 ribu untuk kelompok IPA atau IPS saja, atau Rp 175 ribu untuk kelompok IPC.
Penukaran dan pengembalian formulir dilayani di tempat pendaftaran. Untuk itu calon harus melakukan sendiri (tidak boleh diwakilkan).
Jadwal ujian dan pengumuman
Hari pertama ujian tulis (2/7), meliputi pengisian data pribadi peserta, diteruskan dengan tes kemampuan kuantitatif dan bahasa. Sementara hari kedua (3/7) pagi untuk tes kemampuan IPA, diselingi istirahat selama 1 jam (khusus bagi peserta IPC), dan dilanjutkan dengan tes kemampuan IPS. Hasil ujian akan diumumkan tanggal 1 Agustus 2008 melalui situs www.snmptn.ac.id.
Program studi UB
Selengkapnya, program studi yang ditawarkan UB dan daya tampung masing-masing adalah sebagai berikut. Kelompok IPS: Ilmu Hukum (135), Ekonomi Pembangunan (80), Manajemen (140), Akuntansi (110), Ilmu Administrasi Publik (215), Ilmu Administrasi Bisnis (235), Sosiologi (44), Ilmu Komunikasi (90), Psikologi (40), Hubungan Internasional (40), Ilmu Politik (50), Sastra Inggris (60), Sastra Jepang (35), Bahasa dan Sastra Prancis (30). Sedangkan kelompok IPA meliputi: Agribisnis (127), Agroekoteknologi (110), Peternakan (170), Teknik Sipil (75), Teknik Mesin (80), Teknik Elektro (80), Teknik Pengairan (62), Arsitektur (70), Perencanaan Wilayah dan Kota (55), Teknik Industri (35), Teknik Perangkat Lunak/Teknik Informatika (40), Pendidikan Dokter (85), Ilmu Keperawatan (64), Gizi Kesehatan/Ilmu Gizi (56), Kedokteran Gigi (50), Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (40), Teknologi Hasil Perikanan (40), Sosial Ekonomi Perikanan (40), Budidaya Perairan (40), Manajemen Sumberdaya Perairan (40), Ilmu Kelautan (40), Biologi (50), Fisika (50), Kimia (50), Matematika (30), Statistika (50), Ilmu Komputer (40), Teknologi Hasil Pertanian (70), Teknik Pertanian (80), Teknologi Industri Pertanian (70), dan Kedokteran Hewan (40). [Far]

Tim Robot UB Berangkat
11 Juni 2008
Tim Robot Universitas Brawijaya, sejumlah 29 mahasiswa, Rabu pagi (11/6), diberangkatkan. Mereka berangkat untuk mengikuti Kontes Robot Indonesia 2008 yang akan berlangsung 14-15 Juni 2008 di Balairung Universitas Indonesia, Depok. Upacara pemberangkatan berlangsung secara sederhana di teras Gedung Rektorat.
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito dalam sambutannya berharap agar Tim Robot UB dapat meraih prestasi dalam even tingkat nasional ini. “Setelah menjadi juara kedua pada kejuaraan tingkat wilayah, semoga Anda sekalian bisa lebih baik lagi di tingkat nasional”, ucapnya.
Tim yang diberangkatkan ke UI adalah tim yang sama diberangkatkan ke Kontes Robot Indonesia dan Kontes Robot Cerdas Indonesia di PENS ITS, Surabaya, beberapa waktu yang lalu. Waktu itu, terdapat tiga tim yang diberangkatkan yaitu dua dari FT-UB dan satu tim lagi dari FMIPA-UB. Sayangnya, yang mampu meraih juara hanya tim dari Jurusan Teknik Elektro.
Saat itu, robot Khil-G yang direkayasa oleh Tim Elektro UB meraih juara kedua, sehingga hanya satu tim saja yang layak diberangkatkan ke kontes tingkat nasional karena hanya juara pertama sampai ketiga saja yang diperbolehkan mengikuti tahap perlombaan selanjutnya.
Mohammad Subhan Efendi, manajer non teknis Tim Robot UB, menyatakan tekadnya untuk bisa menjuarai kontes robot tingkat nasional ini sehingga bisa melaju sampai kompetisi tingkat Asia Pasifik di India. “Dulu ada penakluk India namanya adalah Khil Gee. Oleh sebab itu, robot kami namanya Khil-G, harapannya bisa menaklukkan India”, ujarnya bersemangat. [fjr]

Persiapan Pemilihan Dekan FMIPA 2008-2012
11 Juni 2008
Masa jabatan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA-UB) periode 2004-2008 segera berakhir Agustus 2008. Sebagai persiapan proses penggantiannya, Rabu (11/6), dilaksanakan sosialisasi pemilihan Dekan FMIPA di hadapan seluruh dosen dan karyawan FMIPA. Yang disosialisasikan meliputi tata cara, aturan, persyaratan dan jadwal pemilihan dekan.
Jadwal pemilihan Dekan FMIPA disusun sebagai berikut. Sosialisasi pemilihan Dekan FMIPA kepada para dosen dan karyawan, 11 Juni 2008; Rapat Senat Fakultas membahas tentang Tata Cara Pertimbangan Pemilihan Calon Dekan FMIPA, 24 Juni 2008; Pengiriman surat panitia kepada dosen yang memenuhi syarat sebagai calon dekan, 30 Juni 2008;
Batas akhir penyerahan surat pernyataan kesediaan calon dekan, 7 Juli 2008 (pukul 12.00 WIB); Pengumuman daftar nama calon dekan yang telah membuat pernyataan kesediaan kepada seluruh dosen, perwakilan pegawai administrasi, dan perwakilan mahasiswa, 9 Juli 2008; Rapat Fakultas untuk mendengarkan rencana, visi dan program kerja calon dekan, 16 Juli 2008; Rapat Senat Fakultas memberikan pertimbangan calon dekan, 21 Juli 2008 (bila tidak memenuhi korum, diadakan rapat senat kedua, 24 Juli 2008); Pengiriman berkas calon dekan kepada Rektor, 25 Juli 2008. [aw]

Peresmian Gedung Pusat Inbis dan Layanan Masyarakat
10 Juni 2008
Gedung Pusat Inkubator Bisnis dan Layanan Masyarakat Universitas Brawijaya Selasa pagi (10/6) diresmikan Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito. Penandatanganan prasasti menandai peresmian gedung baru di Jalan Veteran tersebut. Sebelum itu dilaksanakan pula pemotongan pita oleh Ny Eni Yogi Sugito yang menandai dibukanya gedung itu untuk umum. Hadir dalam acara itu, segenap anggota Senat UB, pejabat, dosen, dan karyawan, perwakilan mahasiswa, dan perwakilan dari warga sekitar.
Setelah penandatanganan prasasti, Rektor diikuti hadirin menilik ruangan-ruangan yang ada, diawali dengan lantai dasar. Di basement ini telah rombongan mengunjungi stan-stan produk yang dihasilkan oleh mahasiswa, Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM), dan juga Usaha Kecil Menengah (UKM) binaan yang menggelar ekspo produk. Beberapa produk yang dipamerkan oleh mahasiswa rata-rata adalah produk pangan yang diikutsertakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Beberapa alat mekanisasi pertanian juga dipajang di sana. Dalam kunjungan di lantai dasar ini Rektor tampak antusias dengan turut mencicipi makanan dan minuman hasil kreativitas mahasiswa.
Sementara itu, di lantai 1 terdapat sebuah bookstore yang memajang beraneka macam buku, alat tulis, pakaian, batik, dan suvenir. Sebuah ruangan lain di lantai ini dipergunakan untuk Poliklinik. Di lantai 2 tersedia ruangan fitness center dan aerobik. Ruangan ini berisi beraneka ragam peralatan olahraga untuk kebugaran. Beberapa pengunjung termasuk dosen-dosen tampak antusias mencoba beberapa alat fitness yang ada. Di lantai 3 terdapat ruang-ruang sekretariat UBBIC, UBBEC, dan UBBUC. Di lantai ini pula dipamerkan berbagai macam produk andalan-andalan tiap-tiap fakultas dan lembaga-lembaga di UB. Berbeda dengan pameran di lantai dasar, pameran di lantai 3 didominasi oleh produk-produk non-pangan. Misalnya saja Fakultas Kedokteran memamerkan alat pengukur kesehatan, Fakultas MIPA memamerkan electronic door, Digilib UB memamerkan berbagai macam koleksi literatur baik elektronik maupun non-elektronik, dan Fakultas Teknik memamerkan koleksi robotnya.
Terakhir, rombongan diajak menengok meeting room yang terdapat di lantai teratas (lantai 4). Di situ, Pembantu Rektor II, Warkum Sumitro SH MH kepada hadirin melaporkan, pembangunan gedung yang terdiri dari 5 lantai seluas 5000 meter persegi ini menghabiskan dana kurang lebih 6 miliar rupiah, yang berasal dari pos PNBP (penerimaan negara bukan pajak).
Sementara itu Rektor dalam sambutannya menegaskan, inkubator bisnis ini masih dalam bentuk gedung atau sekretariat, sedangkan kegiatan nyatanya masih belum terwujud. Oleh karena itu, ia meminta seluruh elemen sivitas akademika UB turut serta di dalam memajukan kegiatan inkubator bisnis. [fjr]

Demokrasi Berdasar Konstitusi
10 Juni 2008
Negara-negara Barat modern menganut filsafat teori hukum alam yang kemudian dikenal sebagai ideologi kapitalisme-liberalisme. Teori ini mengakui bahwa hak-hak fundamental dan kodrati manusia berupa hak hidup, kemerdekaan dan hak milik (life, liberty dan property) adalah anugerah alam bagi manusia sebagai individu. Pandangan ini melahirkan teori demokrasi dimana kedaulatan negara berasal dari individu warganegara. Mereka melalui demokrasi (memilih dan dipilih) menetapkan pemimpin sebagai pengelola pemerintahan negara. Demikian disampaikan Ketua Laboratorium Pancasila Universitas Negeri Malang, Prof Dr Mohammad Noor Syam dalam Seminar Kebangsaan: Demokratisasi di Pemilihan Umum 2009. Acara ini terselenggara berkat kerjasama Badan Pemerintahan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dan Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum se-Jawa Timur dengan Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia. Lebih lanjut, Prof. Noor Syam juga menyampaikan berbagai teori HAM diantaranya teori Hegel yang kemudian berkembang menjadi teori kedaulatan negara yang dikembangkan oleh ajaran Marxisme-komunisme-atheisme. Selain itu dipaparkan pula teori kedaulatan Tuhan (theokratisme) dan teori kedaulatan rakyat (demokrasi). ”Dalam demokrasi dikenal makna yang umum berlaku yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat”, jelasnya. Dalam sistem ini dikenal sebuah thesis yang cukup menjamin tegaknya HAM yaitu Majority Ruler,  Minority Rights yang bermakna bahwa kedaulatan mayoritas bukan untuk menindas hak-hak kaum minoritas melainkan berkewajiban mengayominya.
 Jalan Kebebasan Atas Nama Demokrasi
Ditegaskan Prof Noor Syam, Demokrasi di Indonesia adalah berdasar Pancasila, dan bukan demokrasi liberal sebagaimana yang ditegakkan dalam era reformasi.  Pancasila menurutnya merupakan filsafat hidup, dasar negara dan asas kerohanian bangsa sehingga ajaran Hak Asasi Manusia dan Kewajiban Manusia didasarkan pada Pancasila dengan dijiwai dan dilandasi asas normatif-theisme-religious. Dunia postmodernisme yang makin menggoda dan melanda dunia melalui politik supremasi ideologi, menurutnya tengah membawa semua elemen bangsa baik rakyat maupun elite untuk menikmati kebebasan dan keterbukaan atas nama demokrasi dan HAM tanpa menyadari ancaman yang melanda dengan terdegradasinya wawasan nasional. Khusus untuk demokrasi liberal dalam praktek Pemilu langsung misalnya, ia mengangkat berbagai fenomena anomali. Diantaranya adalah pilkada sebagai wujud budaya politik federalisme dengan biaya dan social cost yang mahal, praktek otonomi daerah yang lebih cenderung untuk kepentingan elite daerah, kontroversi pusat yang mengimbas pada kontroversi daerah diantaranya keberadaan DPD dan DPR, MA dan MK serta kabinet presidential dan budaya parlementer.
Demokrasi di Pemilu 2009
Lebih lanjut, Substansi UU Pemilu dan UU Partai Politik dalam Demokratisasi pemilu 2009 disampaikan oleh Mustokoweni Murdi SH, anggota Komisi II DPR RI dari FPG. Mustokoweni yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Bidang Polkam FPG DPR RI ini memaparkan secara rinci berbagai hal terkait substansi pokok UU Pemilu dan UU Partai Politik, perbedaan mendasar serta ancaman dan prinsip demokrasi. Disebutkan, perbedaan mendasar dari UU Partai politik adalah keterwakilan 30% perempuan dalam pendiri dan kepengurusan partai tingkat pusat yang sebelumnya di dalam naskah RUU pemerintah hanya memperhatikan keterwakilan gender. Lebih lanjut, alumni FH UB ini juga menyebutkan berbagai hal baru dalam UU Pemilu legislatif diantaranya pemilih memberikan suara dengan pemberian satu kali tanda, penyelesaian seketika terhadap kesalahan/kekeliruan, jumlah pemilih tetap TPS maksimal 500 serta suara dari TPS langsung ke PPK.
Sementara itu, menyongsong pelaksanaan pemilu 2009 yang demokratis, kesiapan KPU dipresentasikan langsung oleh salah seorang anggotanya, prof. Dr. Ir. Syamsul Bahri. Dijelaskan, sampai saat ini pihaknya tengah melaksanakan berbagai tahapan menuju Pemilu, dengan tahapan yang sudah dijalaninya yaitu penyusunan program dan anggaran pemilu 2009 serta penyusunan 15 peraturan KPU. Adapun saat ini, pihaknya tengah menjalankan seleksi calon anggota KPU Kabupaten/Kota serta verifikasi parpol peserta pemilu yang meliputi verifikasi administrasi dan verifikasi faktual yang terdiri atas verifikasi faktual kebenaran keberadaan kantor tetap parpol, kepengurusan parpol dan keanggotaan parpol yang dilaksanakan oleh KPU Kabupaten/Kota. [nok]

Seminar Kebangsaan UU Pemilu

9 Juni 2008
Seminar Kebangsaan Sosialisasi Undang-Undang No 10 Tahun 2008, digelar di gedung Student Center Universitas Brawijaya, besok pagi Selasa (10/6), mulai 08.00 WIB. Acara ini merupakan kerja sama Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia dengan Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum se-Jawa Timur, dan Badan Pemerintahan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.
Keynote speech, menurut rencana akan disampaikan oleh Mangala Sihite SH MH (Direktur Lembaga Perwakilan dan Partisipasi Politik Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan politik Departemen Dalam Negeri). Beberapa pembicara yang menurut rencana akan hadir dalam diskusi panel bertema "Demokratisasi di Pemilihan Umum 2009" itu di antaranya Hj Mustokoweni Murdi SH (Anggota Komisi II DPR RI), KH A Mujib Imron SH (Anggota DPD RI), Prof Dr Ir Syamsulbahri MS (Anggota KPU) dan Prof Dr Mohammad Noor Syam (Ketua Lab Pancasila UM).
Dalam kesempatan tersebut, secara tuntas akan diulas UU No 10 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan perwakilan Rakyat Daerah. [nok]

UB Buka PS Kedokteran Hewan
6 Juni 2008
Mulai tahun ajaran 2008/2009, Universitas Brawijaya membuka Program Studi Kedokteran Hewan (PSKH), yang merupakan lembaga pendidikan kedokteran hewan ke-6 di Indonesia. Strategi pembelajaran pada program studi baru tersebut menggunakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dengan strategi problem based learning (PBL). Hal ini dipilih untuk mencapai kompetensi lulusan dengan standar Konsorsium Kedokteran Hewan, unggul dalam standar kompetitif nasional dan internasional dan tanggap terhadap emerging, re-emerging diseases terutama dalam hubungannya dengan kesehatan masyarakat.
Infrastruktur yang mendukung program ini berupa laboratorium tingkat molekuler, peralatan di Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) di samping peran serta lembaga penunjang seperti BBIB, KUD dan berbagai instansi lain di wilayah sekitar Malang Raya. Teridentifikasinya banyak wabah yaitu avian influeza (flu burung), anthrax, rabies, ND, Jembrana, BVD, SE, IBR, IBD, salmonellosis, tripanosomiasis dan hog cholera di samping berbagai ancaman keamanan pangan (mad cows, penyakit mulut dan kuku) yang memerlukan penguatan Sistem Kesehatan Hewan Nasional (Siskeswannas) antara lain dengan menambah jumlah dan mutu dokter hewan. Kenyataan ini mendasari dibukanya PSKH-UB untuk mencukupi kebutuhan dokter hewan yang didukung oleh Surat Deptan 132/KP320/M/6/2007, tanggal 18 Juni 2007 tentang Pengangkatan PNS Dokter Hewan.
Visi dan misi
Menurut ketua program studi ini, Prof Dr drh Pratiwi Trisunuwati MS, visi PSKH-UB adalah untuk menjadikan pendidikan kedokteran hewan yang mampu menghasilkan dokter hewan yang profesional, tangguh dan mampu bersaing melalui kemampuan sebagai klinikus berwawasan molekuler, peneliti dan technopreneur yang diakui di tingkat nasional dan internasional. Untuk mencapai visi yang telah dicanangkan, maka PSKH-UB menetapkan empat hal sebagai misinya yaitu menyelenggarakan pembelajaran profesional medik yang senantiasa mengembangkan diri sesuai dengan Iptek secara tepat guna melalui life skill dan keilmuan berbasis kemutakhiran, membangkitkan kepekaan terhadap perubahan dan perkembangan masyarakat melalui aspek kesehatan masyarakat veteriner, mengembangkan kemampuan meneliti yang mendukung pendidikan dan tindakan implementasi yang berbasis technopreneurship, dan menjalin kerjasama dengan lembaga di dalam dan luar negeri untuk meningkatkan tridharma perguruan tinggi.
Keunggulan dan prospek karir
Profil lulusan PSKH-UB adalah dokter hewan klinikus, akademisi, peneliti dan technopreneur yang mempunyai kompetensi kompetitif di tingkat nasional dan internasional. Keunggulan dokter hewan lulusan PSKH-UB adalah mampu melakukan pencegahan dan penanganan penyakit hewan dan/atau penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau manusia ke hewan (zoonosis) dengan penekanan aspek molekuler sebagai penerapan dan pengembangan Iptek serta ketrampilan yang diperoleh selama pendidikan. Lulusan PSKH-UB mempunyai prospek pekerjaan di bidang veteriner maupun non-veteriner, baik di jajaran pemerintah (antara lain perguruan tinggi, Departemen Pertanian, Departemen Kesehatan, Karantina Hewan dan Kepolisian) atau sektor swasta (antara lain farmasi, breeding, pangan dan pakan) sebagai manajer, peneliti, akademisi, serta mampu bekerja secara mandiri sebagai praktisi klinik dan wirausahawan.
Kurikulum dan pengajar
Pendidikan Program S1 Sarjana Kedokteran Hewan UB terdiri dari 146 sks yang dirancang untuk ditempuh dalam waktu delapan semester, terbagi atas perkuliahan dan praktikum baik laboratorium maupun praktek lapang, yang diselenggarakan in campus dan off campus. Diasuh oleh tenaga pengajar berkualitas, terdiri dari 10 orang gurubesar, 11 orang doktor (S3) dan 5 orang master/magister (S2).
Setelah menyelesaikan Sarjana Kedokteran Hewan (SKH), dilanjutkan dengan program profesi (PPDH) untuk mencapai kewenangan Profesi Dokter Hewan, terdiri atas program internship(magang) baik wajib maupun pilihan sejumlah 38 SKS. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh di Panitia Pendaftaran Mahasiswa Baru UB (Gedung Rektorat Lt 2). [nok]

Pengucapan Sumpah Dokter
6 Juni 2008
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB) menyelenggarakan prosesi pengucapan sumpah dokter bagi dokter baru. Sejumlah 41 dokter hasil yudisium tanggal 8 Mei 2008 mengikrarkan sumpah yang menjadi kewajiban bagi mereka sebelum menjalani profesinya sekaligus menandai telah selesainya serangkaian kegiatan pendidikan mulai tahap akademik sampai tahap profesi. Pada hari ini  juga secara resmi para lulusan berhak menyandang gelar “dokter”.
Ketua Jurusan Kedokteran Dr dr Basuki B Purnomo dalam laporanya menyatakan, hingga saat ini FK-UB telah meluluskan sebanyak 3448 dokter. “Mereka telah tersebar di seluruh pelosok tanah air, bahkan ada yang bekerja di luar negeri, namun para lulusan tersebut masih peduli dengan FK-UB yang tercinta ini, sehingga saat ini telah dapat dibentuk suatu jaringan informasi antara fakultas dengan para alumni”, kata Dr Basuki.
Dalam kesempatan tersebut juga hadir pimpinan RSU Dr Saiful Anwar yang berpesan, setelah menjalani proses belajar di FK-UB dan melaksanakan pengalaman menjadi asisten di RSU Dr Saiful Anwar, para dokter baru hendaknya senantiasa mengembangkan kemampuan, seiring dengan kebutuhan masyarakat yang harus dilayani juga semakin tinggi. Pelatihan-pelatihan Iptekdok juga harus diikuti untuk meng-up grade skill tiap-tiap dokter. Diinformasikan pula prioritas pembangunan kesehatan tahun 2005-2009 yang diutamakan pada upaya-upaya kesehatan ibu dan anak, pelayanan kesehatan masyarakat miskin, pendayagunaan tenaga kesehatan, penanggulangan penyakit menular, gizi buruk dan krisis kesehatan akibat bencana, serta peningkatan pelayanan kesehatan di daerah terpencil, tertinggal, dan daerah perbatasan serta pulau-pulau terluar. “Program-program tersebut tentunya akan Saudara laksanakan sebagai dokter baru, di manapun Anda bekerja menjalankan tugas sebagai pelaksana pelayanan kesehatan”, ujarnya.
Dekan FK-UB, Dr dr Samsul Islam SpMK MKes dalam sambutannya menekankan, lulusan FK-UB dianjurkan untuk berani mengabdi di seluruh wilayah Indonesia mengingat kebutuhan dokter belum mencukupi. “Ditinjau dari kebutuhan bangsa untuk pemerataan penyebaran tenaga dokter, maka jumlah yang telah diluluskan FK-UB masih jauh dari kebutuhan”, kata Samsul. Ia juga berpesan agar kolegialitas antar sesama alumni perlu ditingkatkan supaya di manapun bekerja dapat saling membantu untuk meningkatkan kinerja seorang dokter. “Dalam kondisi keterbatasan di negara kita, maka dengan kolegialitas dapat mengurangi kesenjangan dalam bekerja”, tegasnya.
Dalam acara ini diumumkan juga lulusan dokter terbaik, yaitu dr Zoraida Dwi Wahyuni SKed (IPK 3,59), dr Nicholas Benedictus SKed (IPK 3,56), dr Pittara Pansawira SKed (IPK 3,56), dr Cahyawati Arisusilo SKed (IPK 3,53), dan dr Novi Agung Rahmawati SKed (IPK 3,51 ). Dokter baru selebihnya adalah dr Wahyu Catur Setiorini SKed, dr Maulfi Rachmani SKed, dr Andi Wijayanto SKed, dr Arviansyah SKed, dr Bintang Warastuti SKed, dr Camelia Nucifera SKed, dr Candra Ferdian Handriyanto SKed, dr Deasy Alda Kusaldi SKed, dr Dian Dinarin Mandasari SKed, dr Edlin Hajar Alhamdani SKed, dr Fitri Layungsari SKed, dr. Husnul Khotimah SKed, dr Khusnul Imam SKed, dr Khuznita Dasa Novita SKed, dr Kiki Ulfaningtyas SKed, dr. Kun Imam Suharto SKed, dr Kurnia Widyaningrum SKed, dr Mirza Failasufi SKed, dr Muh Rozi SKed, dr Nailil Izzah SKed, dr Nurul Umarok SKed, dr Saiful Rijal SKed, dr Sinung Wikanandi SKed, dr Teddy Ferdinand SKed, dr Tomy Nugroho SKed, dr Tri Wijayanti SKed, dr Yoram Yudhatama SKed, dr Andrew William SKed, dr Arianto Prabowo SKed, dr Aulia Rahman SKed, dr Dianingrum Anggraeni SKed, dr Hedy Wahyu R SKed, dr Maya Pramudita SKed, dr Niken Nuringsih SKed, dr Nuke Eelina M SKed, dan dr Rohmatulillah SKed. [fjr]

LPM-UB: Diklat Aplikasi Statistika Mutakhir
6 Juni 2008
Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya (LPM-UB) menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) Aplikasi Statistika Mutakhir Multivariate Analysis. Acara ini diselenggarakan di ruang pertemuan LPM dan laboratorium perpustakaan UB pada Jumat-Sabtu (6-7/6).
Ketua LPM-UB, Prof Dr Ir Siti Chuzaemi MS menjelaskan, kegiatan ini dilatarbelakangi kebutuhan akan statistika mutakhir multivariate analysis pada banyak penelitian terutama di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, psikologi, bahkan kedokteran yang sering menggunakan multivariabel. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta mampu menyelesaikan permasalahan penelitian yang bersifat multivaribel dengan menerapkan analisis faktor, analisis cluster dan biplot dan aplikasi software komputer. Beberapa materi yaitu Pengantar Multivariate Analysis, Analisis Faktor Eksploratori dan Konfirmatori, Analisis Cluster, Analisis Biplot dan analisis dengan software SPSS disampaikan langsung oleh Dr Ir Solimun MS, dosen statistika FMIPA-UB. Diklat ini diikuti oleh peserta baik mahasiswa maupun akademisi dari ITN Malang, Poltek Malang, FIA-UB, Universitas Kanjuruhan Malang, dan Universitas Negeri Malang. “Kami sudah mensosialiasikan di internal UB tetapi tidak ada yang merespon sehingga kegiatan ini lebih banyak diikuti oleh peserta dari luar UB”, ujar Prof Chuzaemi. Secara khusus, melalui pelatihan yang rencananya akan dibuat sebagai agenda tahunan dan berkelanjutan ini, Prof Chuzaemi berharap agar dapat diminimalisir pengerjaan statistika pada tugas akhir ataupun penelitian menggunakan jasa swasta dengan analisis yang kurang mengena. Menurut rencana, LPM juga akan menyelenggarakan Diklat Pelayanan Prima dalam Organisasi yang diisi oleh pemateri dari Indopurels dan FIA-UB 19 Juli mendatang. Bagi yang berminat dapat menghubungi Ibu Susi atau Suroto di Gedung LPM-UB lantai 2, telp. (0341) 584394. [nok]

Mengembangkan Budidaya untuk Peningkatan Produksi Perikanan
5 Juni 2008
Lembaga Kajian dan Pengembangan Produksi (LKP2) Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya menyelenggarakan seminar nasional bertajuk ”Strategi Pengembangan Budidaya Perikanan dan Kelautan Guna Mencapai Produksi Perikanan Nasional”. Acara diselenggarakan di Gedung Widyaloka, Kamis (5/6), diikuti oleh akademisi, peneliti, mahasiswa dan praktisi perikanan yang ada di Jawa Timur. Hadir sebagai pemateri Dr Ir Made L Nurdjana (Dirjen Perikanan Budidaya, Departemen Kelautan dan Perikanan), Ir Iwan Sutanto dari Shrimp Club Indonesia (SCI), Nonot Tri Waluyo dari PT CP Prima dan Prof Dr Ir Marsoedi (dosen FPIK). Dijelaskan Direktur LKP2, Fatwa Nasution, seminar kali ini terselenggara karena semakin tingginya peluang dunia budidaya perikanan disatu sisi tetapi disisi lain dunia penangkapan ikan semakin melemah karena dampak kenaikan BBM. Melalui seminar kali ini, pihaknya berupaya untuk mempertemukan berbagai pihak yang berkepentingan dalam dunia budidaya perairan untuk mengkaji berbagai permasalahan dan solusi budidaya perikanan dan kelautan guna mencapai produksi nasional yang berkelanjutan.
Meningkatkan Ekspor Perikanan
Meningkatnya trend perikanan dunia semakin memotivasi dunia perikanan Indonesia. Disampaikan Made L Nurdjana, negara-negara di Asia Timur yaitu Jepang dan Korea masih tercatat sebagai konsumen ikan tertinggi di Asia diatas negara-negara Asia Tenggara dimana Indonesia menduduki ranking keenam sebesar 10,5 kg/kapita/tahun di tahun 1991. Belajar dari negara tetangga, Vietnam saat ini telah menjadi eksportir udang terbesar ke Jepang dan eksportir catfish terbesar ke AS dan Uni Eropa. Sementara itu, Filipina dikabarkan telah menjadi eksportir terbesar karaginan, sedang Thailand adalah eksportir udang terbesar ke AS dan Uni Eropa. ”Indonesia masih sebatas memiliki potensi saja yang besar di dunia tetapi belum ada upaya riil”, ujarnya. Lebih lanjut, ia pun menyampaikan bahwa dunia akuakultur mampu menciptakan peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.
Indonesia sendiri, menurutnya memiliki keunggulan akuakultur dalam hal keanekaragaman hayati, luas lahan, fisiografi dan SDM. ”SDM kita banyak diminati kapal penangkapan asing karena cenderung manut”, kata dia.
Komoditas unggulan Indonesia yang saat ini tengah dikembangkan pemerintah meliputi crustacea (udang), rumput laut, fin fish (ikan patin, lele, gurame, nila, kakap, bandeng, dll), ikan hias, serta mollusca (abalone, mutiara, dll). Berbagai program Ditjen budidaya yang telah dikembangkan, dijelaskan Made meliputi Propekan (Program Percepatan Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya untuk Ekspor), Proksimas (Program Percepatan Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya untuk Konsumsi Ikan Masyarakat), dan Prolinda (Program Perlindungan dan Rehabilitasi Sumberdaya Perikanan Budidaya).
Potensi Produksi Udang
Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dengan panjang garis pantai mencapai 54.720 km, akan tetapi hingga saat ini produksi udang Indonesia masih kalah dengan China, Thailand dan Vietnam yang memiliki panjang garis pantai lebih kecil daripada Indonesia. Demikian disampaikan Iwan Sutanto, Ketua Umum Shrimp Club Indonesia. Hal ini, menurutnya didukung juga dengan berbagai potensi yang ada diantaranya tenaga kerja yang relatif murah, teknologi budidaya serta iklim yang lebih baik dan menunjang. Secara khusus disampaikan, untuk saat ini pihaknya tengah mengembangkan teknologi dengan sistem Biofloc yang merupakan teknologi terbaru yang sudah dikuasai petambak intensif (SCI) dengan produktivitas 30-60 ton per ha. Produktivitas ini menurutnya, berlipat ganda dibandingkan teknologi sederhana yang dimanfaatkan petambak tradisional dengan produktivitas 500 kg/ha/musim. [nok]

Karya Mahasiswa UB: Navigator untuk Jamaah Haji Tersesat
5 Juni 2008
Jamaah haji di tanah suci Makkah sangat rentan tersesat. Berbagai suku dan etnis dari seluruh dunia dengan keragaman bahasa menjadi hambatan komunikasi ketika seseorang jamaah tersesat atau terpisah dari rombongan. Kondisi ini diperparah dengan minimnya jumlah petugas penyelamat yang tidak sebanding dengan banyaknya jumlah jamaah, sehingga tidak memungkinkan untuk menangani secara keseluruhan.
Hal ini menginspirasi dua orang mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) Akhmad Zainuri dan Henda Maulana Yusuf untuk menciptakan ”Alat Pemandu Jamaah Haji yang Tersesat Via GPS”.
Karya cipta kedua mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2006 ini telah berhasil menyabet Juara II Lomba Cipta Elektroteknik Nasional 2008. Acara yang digelar di Graha ITS pertengahan Mei silam (18/5-20/5), merupakan agenda tahunan Jurusan Teknik Elektro ITS, dan UB selalu berhasil meraih prestasi di sana.
Kepada PRASETYA Online mereka menjelaskan, dalam ajang tersebut diperlombakan lima kategori yaitu telematika, elektronika medis dan elektronika industri yang diperuntukkan bagi mahasiswa. Sementara dua yang lain yaitu elektronika dasar non-mikrokontroler, dan elektronika dasar dengan mikrokontroler yang diperuntukkan bagi pelajar. Dalam kesempatan tersebut, kedua mahasiswa yang mewakili UB ini mengikuti lomba dalam kategori telematika.
Prinsip kerja alat tersebut, tutur mereka, sistem navigator dirangkai dalam sebuah kotak hitam yang dipasang pada satu bagian tubuh jamaah haji. Alat yang dinamai Muhajji Navigator ini, memancarkan koordinat posisi yang kemudian dipancarkan lagi menuju server pusat, dalam hal ini kepala daerah kerja/pembimbing haji pusat. Sinyal dari jamaah tersesat, melalui Google Earth akan dapat diketahui posisi tepatnya, dan dikirimkan kepada tim penyelamat. Menelan dana Rp 2,6 juta, berbagai komponen terpasang dalam alat tersebut, seperti GPS (global positioning system), handy talky (HT), sistem pengontrol mikrokontroler (AVR AT8535) dan interface ke Google Earth.
Setelah melalui presentasi di depan dewan juri para dosen ITS dan praktisi industri, kedua mahasiswa teknik elektro ini berhasil menyabet juara II. Juara I untuk kategori telematika diraih Universitas Widya Mandala (Surabaya) dengan karya peng-copy flash disk portable. Sedangkan posisi ketiga ditempati oleh Universitas Surabaya (Ubaya) dengan karya game multimedia. Atas keberhasilan ini, masing-masing mendapatkan tropi dan uang tunai, juara I Rp 5 juta, juara II Rp 3 juta, dan juara III Rp 2 juta.
Selain lomba, panitia juga menyelenggarakan pameran dan seminar pada hari berikutnya. Dalam pameran, peserta mendapatkan stan dan kesempatan untuk mempromosikan produknya kepada pengunjung, masyarakat luas. Akhmad Zainuri mengaku, sasaran pembeli hasil karyanya ini adalah Departemen Agama dan badan-badan penyelenggara haji. Untuk pengembangan lebih lanjut, pihaknya sedang merencanakan memodifikasi alat tersebut menjadi lebih kecil sehingga mudah dibawa dan praktis. [nok]

E-Government: Kerjasama UB - Pemkot Surabaya - Delapan Pemda
5 Juni 2008
Sebanyak delapan pemerintah daerah di Indonesia menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya terkait implementasi sistem e-government, khususnya e-procurement. Kedelapan daerah tersebut meliputi Pemkot Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, Pemerintah Kabupaten Bangka (Bangka Belitung), Pemkot Kutai Timur (Kalimantan Timur), Pernkab Bogor (Jawa Barat), Pernkab Darmasraya (Sumatera Barat), Pernkab Gresik, dan Pernkot Malang.
Menurut Wali Kota Surabaya Barnbang DH, pengembangan sistern e-government di Pernkot Surabaya selarna lima tahun menunjukkan keberhasilan. Hasilnya cukup menggembirakan sekaligus mendapat apresiasi dari banyak pihak," kata Barnbang saat penandatanganan kesepakatan bersama tentang pengembangan dan implementasi sistem e-government antara Pernkot Surabaya serta delapan pemda, Rabu (4/6) di Surabaya.
Satu-satunya unsur perguruan tinggi yang ikut menandatangani adalah Universitas Brawijaya (UB) Malang. Rektor dalam hal ini diwakili oleh staf ahli Rektor Ir Sarwiyono MAgrSt.
Barnbang mengemukakan, mewujudkan sistem tersebut bukan hal mudah. Salah satu kendala utarna selama ini adalah payung hukum yang mengatur e-government. "Syukurlah, undang-undangnya keluar beberapa bulan lalu," katanya.
Kendala lain berupa tingkat keamanan transaksi elektronik yang dipertanyakan banyak pihak. Namun, keraguan tersebut dipatahkan setelah Pernkot Surabaya mendapat sertifikat ISO 2700:2005 untuk sistem manajemen keamanan informasi. Di Indonesia, hanya Pemkot Surabaya dan Bank Mandiri yang memegang sertifikat ISO 2700:2005.
Barnbang menyebutkan, dengan penerapan sistem e-government, anggaran Pemkot Surabaya hemat hingga 25 persen. [Antara]
Kompas, Kamis, 5 Juni 2008

Dua Dosen UB Dapat Hibah Penulisan Buku Teks
4 Juni 2008
Dua orang dosen Universitas Brawijaya, terpilih untuk mendapatkan hibah penulisan buku teks dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) tahun 2008. Kedua dosen itu masing-masing adalah Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc dari Fakultas Pertanian, dan Prof Dr Agus Suryono MS dari Fakultas Ilmu Administrasi.
Dengan keberhasilan itu, mereka diundang untuk mengikuti Lokakarya Pendampingan Penulisan Buku Teks yang berlangsung di Jakarta, 10-11 Juni 2008. Dalam kesempatan itu mereka akan dipertemukan dengan pendamping masing-masing. Sebagai pendamping Prof Sumeru yang menulis judul buku teks "Kelompok Buah-buah Tropis Salak (Salacca zalacca (Gaetner) Voss)", ditunjuk Prof Sri Setiati Haryadi dari IPB. Sedangkan pendamping Prof Agus Suryono yang menulis buku teks berjudul "Dimensi-dimensi Prima Teori Pembangunan" adalah Prof Dr Mohtar Mas'oed dari UGM.
Seluruhnya 19 orang terpilih mendapatkan hibah penulisan buku teks ini. Mereka berasal dari 14 universitas, yakni Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Semarang, Poltek Negeri Jakarta, UMM, Universitas Sahid Jakarta, IPB, UGM Yogyakarta, Universitas Pasundan Bandung, Universitas Palangkaraya, UNS Sebelas Maret, IKIP PGRI Semarang, Universitas Nasional Jakarta, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Widya Mataram Yogyakarta. [nik]
Prof Sumeru Ashari
Prof Agus Suryono

Videoconference TKI
4 Juni 2008
Selama ini TKI (tenaga kerja Indonesia) seakan identik dengan buruh tanpa skill yang bekerja di luar negeri dengan perlindungan hukum yang minim. Sebetulnya peluang kerja di luar negeri untuk tenaga terampil dan sarjana sangat luas.
Pada kesempatan ini Pusat Pengembangan E-Learning Universitas Brawijaya (PPE-UB) bersama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia mengadakan video conference yang akan mengupas peluang tersebut, kompetensi yang dibutuhkan, serta program penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri.
Program yang direncanakan di antaranya penempatan 2600 TKI lulusan diploma dan sarjana di luar negeri. Khalayak perguruan tinggi, terutama unit career development mahasiswa, dapat bergabung dalam acara widya telewicara yang digelar Kamis, 12 Juni 2008, 09:00-11:00 WIB, di Ruang Distance Learning Gedung Rektorat lama lantai 3, untuk berbagi informasi dan mengetahui program-program BNPP-TKI dengan topik "Informasi peluang kerja di luar negeri bagi lulusan diploma dan sarjana", narasumber Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Moh Jumhur Hidayat.
"Target audiences acara ini adalah pimpinan perguruan tinggi, direktur career development center, dosen dan mahasiswa", kata Dr Ir Harry S Dachlan MSc Ketua PPE-UB kepada PRASETYA Online. [hsd]

Menkominfo Dialog Soal BBM dengan Mahasiswa
3 Juni 2008
Dalam kunjungannya ke Universitas Brawijaya, Menteri Komunikasi dan Informatika Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA menyempatkan diri berdialog dengan mahasiswa. Acara ini digelar di Studio Gambar Jurusan Teknik Mesin UB, Selasa (2/6). Sekitar 350 mahasiswa menyimak serius paparan Menkominfo tentang kenaikan harga BBM oleh pemerintah yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.
Tidak populis
Menkominfo menyatakan, kebijakan pemerintah untuk menaikkan BBM merupakan kebijakan yang tidak populis sehingga tidak menguntungkan secara politis. Hal ini mengundang kontroversi serius, terutama dari berbagai pihak yang berkepentingan politis untuk mengambil momentum kenaikan BBM sebagai upaya untuk menjatuhkan pemerintahan saat ini. Disebutkan, harga BBM (premium) Indonesia yang Rp 4500 tergolong yang terendah di ASEAN dengan harga tertingginya adalah Singapura yang mencapai kisaran Rp 14 ribu. Kenaikan ini menurut Prof Nuh, salah satunya dikarenakan harga minyak dunia yang meningkat terus sehingga perbedaan harga dalam dan luar negeri semakin melebar.
”Jika pemerintah terus mensubsidi BBM dengan harga BBM luar negeri saat ini, maka dikhawatirkan pemerintah akan pailit karena subsidi telah mencapai sepertiga total APBN”, ujarnya. ”Pemerintah telah melakukan segala upaya untuk menghadapi gejolak krisis BBM”, tambahnya. Berbagai upaya ini meliputi penghematan belanja hingga 10%, optimasi penerimaan negara non-migas hingga Rp 20 trilyun, optimasi penerimaan migas, dll. Selain upaya tersebut, langkah penghematan BBM dan listrik juga menurutnya telah dilakukan melalui konversi minyak tanah ke gas, pembatasan konsumsi BBM melalui pelaksanaan smart card dan kartu kendali, mempercepat pembangunan pembangkit listrik PLN, penghematan konsumsi listrik dan biaya PLN, dll.
Sumber energi alternatif
”Walaupun telah dilaksanakan serangkaian kebijakan fiskal, kenaikan harga minyak, volume BBM dan perubahan indikator makro menyebabkan subsidi BBM dalam APBN 2008 membengkak dan tidak dapat dibiayai, serta menambah beban di tahun 2009”, kata Menkominfo. Dengan asumsi harga pada 110 dolar/barel, lebih lanjut ia merinci berbagai indikator ekonomi dengan perbandingan dengan dan tanpa kebijakan kenaikan BBM. Untuk subsidi BBM misalnya, jika harga BBM tidak dinaikkan maka pada 2009 akan mencapai Rp 204,1 trilyun dengan nilai defisit APBN Rp 158,9 trilyun dan jika BBM dinaikkan, maka subsidi hanya sebesar Rp 105,5 trilyun dengan defisit APBN sebesar Rp 81,3 trilyun.
”Dengan stabilisasi ekonomi di tahun 2008 pascakenaikan harga BBM, maka dalam tahun transisi menjelang pemilu perekonomian dapat memperbaiki iklim investasi setara dengan negara-negara tetangga”, ujar menteri.
Di akhir paparannya, Menkominfo mengajak seluruh mahasiswa dan dosen yang hadir dalam kesempatan tersebut untuk mencari sumber energi alternatif di samping energi fosil. Disampaikannya, Presiden telah mengumpulkan 61 pakar energi dan empat rektor PTN yaitu UI, UGM, ITB, dan ITS untuk menerima tantangan menemukan sumber energi terbarukan. ”Jika memungkinkan, kami akan mengajak serta UB untuk masuk dalam tim tersebut dan mengajak Menteri ESDM untuk menjadi pembicara di UB suatu waktu nanti”, ujarnya.
Tidak logis
Dalam acara diskusi, mahasiswa aktif memanfaatkan momentum tersebut untuk memprotes kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Di antara mereka, ada yang menyebutkan statemen pemerintah yang menyatakan bahwa subsidi BBM hanya merusak APBN adalah bohong besar karena faktanya pendapatan BBM sangat besar, sehingga tidak logis dan keluar dari fakta jika Pemerintah membodohi rakyat dengan statemen tersebut. ”Dalam hal ini pemerintah kurang berkomunikasi secara aktif kepada masyarakat terkait kenaikan BBM”, ujar salah seorang mahasiswa Teknik Mesin ini.
Menjawab hal ini, Menkominfo menyatakan, pemerintah telah membantu masyarakat melalui tiga program yang masing-masing dimetaforakan sebagai ikan, jala, dan perahu. Program yang dimetaforakan sebagai ikan adalah BLT, raskin dan BOS. Sementara yang dimetaforakan sebagai jala adalah kebijakan pemerintah melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mandiri senilai Rp 4 milyar per kecamatan dan Kredit Tanpa Agunan (KTA) untuk usaha rakyat yang dimetaforakan sebagai perahu bagi masyarakat. [nok]

Menkominfo: Nilai-nilai ICT untuk Transformasi Sosial
3 Juni 2008
Dunia Information and Communication Technology (ICT) memiliki nilai-nilai yang mewujud dalam pola pikir pemakainya untuk menjadi sarana transformasi sosial. Jika nilai-nilai tersebut dipahami dan dilaksanakan dengan baik, maka ICT dapat menjadi pemungkin (enabler) dan pendukung, bukan hanya alat dalam proses transformasi sosial tersebut.
Demikian disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika, Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA selaku keynote speaker dalam  Electrical Power, Electronics, Communications, Controls, and Informatics Seminar (EECCIS) 2008. Acara ini diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB), Selasa (3/6), di gedung Widyaloka.
Nilai-nilai tersebut disebutkannya terdapat dalam Hukum Moore, Hukum Metcalfe dan Hukum Coase. Dalam Hukum Metcalfe misalnya, yang menjelaskan tentang jaringan informasi global, disebutkan bahwa nilai suatu barang ditentukan oleh seberapa banyak ia bisa dibagikan. ”Informasi adalah barang yang intangible, sehingga jika dibagikan dia tidak akan berkurang. Semakin banyak ia bisa dibagikan, semakin tinggi nilai kemanfaatannya”, kata dia.
Dengan nilai-nilai ini, mantan rektor ITS ini pun kemudian menghubungkannya dengan proses transformasi sosial melalui pembagian empat kuadran dalam hubungan antara kompetensi dengan kesadaran. Kelompok pertama dari kuadran tersebut adalah kelompok ignorance yaitu mereka yang tidak tahu bahwa dirinya memang tidak tahu. ”kelompok masyarakat ini biasanya reaksioner dan cenderung ke arah destruktif”, ujarnya. Kuadran kedua, memuat kelompok yang disebutnya sebagai kelompok awareness yaitu kelompok masyarakat yang tahu bahwa dirinya memang tidak tahu. ”Kelompok masyarakat ini cenderung memiliki kesadaran dan tidak bersifat destruktif”, katanya. Sementara itu, pada kuadran ketiga, ia memasukkan kelompok proficiency yaitu masyarakat yang tahu bahwa dirinya tahu, yang didalamnya memuat para profesional. Kuadran keempat dan merupakan tingkatan tertinggi memuat kelompok mastery yaitu sekelompok masyarakat yang bukan hanya profesional tetapi transrasional dengan nilai-nilai kebijaksanaan yang dimilikinya. Untuk menuju tingkatan tertinggi tersebut, menurutnya perlu dibekali beberapa pola pikir yang juga memiliki hirarki, mulai dari discipline mind, sensitizing mind, creative mind, respective mind, hingga tingkatan yang tertinggi yaitu ethical mind. Creative mind menurutnya melatih seseorang untuk berpikir out of the box sehingga konsekuensinya akan melahirkan keanekaragaman. Kenekaragaman inilah menurut Prof Nuh yang membutuhkan kebesaran hati untuk menghormati satu sama lain (respective mind) yang pada akhirnya dipertegas dengan pola pikir yang berbasis pada etika (ethical mind).
Agenda tahunan
EECCIS adalah agenda tahunan Jurusan Teknik Elektro FT-UB yang kali ini merupakan tahun keempat. Dalam kesempatan tersebut berkumpul beberapa pakar, akademisi dan peneliti dari berbagai PTN/PTS se-Indonesia dan LIPI. Membuka acara ini, Pembantu Rektor I Universitas Brawijaya, Prof. Dr Ir Bambang Suharto MS menyatakan dukungannya dalam upaya pengembangan ICT di tanah air dengan mengkolaborasikan berbagai sumberdaya yang telah tersedia. 95 abstraksi telah terkumpul dalam seminar tersebut dari ITB, ITS, UB, Undip, ITT Telkom, LIPI, dll.
EECCIS merupakan ajang komunikasi lintas disiplin antara lima bidang, yaitu kelistrikan, elektronika, komunikasi, teknik kontrol dan informatika. [nok]

Prof Soekartawi, SC-Seminar Nasional ICT di Yogyakarta
3 Juni 2008
Prof Dr Soekartawi (guru besar FPUB) dipercaya sebagai anggota steering committee (SC) dalam suatu seminar nasional mengenai Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) yang akan digelar di Yogyakarta 21-22 Juni 2008 nanti. Bersama Prof Soekartawi, dalam committee terdapat pula nama-nama pakar seperti Dr Bobby Nazief (UI), Dr Kridanto Surendro dan Dr Rila Mandala (ITB), Prof Adhi Susanto (UGM), dan Prof Mauridhi H Purnomo (ITS).
Seminar mengambil tema Increasing Relevance in ICT Research and Its Application. Diharapkan seminar ini menjadi forum diseminasi dan pertukaran ilmu pengetahuan soal aplikasi ICT, khususnya dalam e-Learning. Forum ini dimaksudkan pula untuk memberikan kesempatan kepada para praktisi dan akademisi untuk saling berbagi ide dan gagasan baru tentang disiplin ilmu yang bergerak di bidang ICT. Interaksi antar perspektif yang berbeda ini diharapkan dapat menjamin relevansi penelitian di bidang teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Seminar ini juga didukung oleh Dikti dan UNESCO. Demikian penjelasan Soekartawi kepada PRASETYA Online setelah rapat SC di Jakarta Jumat lalu.
Soekartawi memang banyak menulis tentang ICT, khususnya ICT in Education dan ICT in Agribusiness. Perlu diketahui, Soekartawi juga perintis pendidikan jarak jauh (distance learning) yang menggunakan teknologi e-Learning, ia juga banyak menulis artikel ICT, penulis buku e-Learning serta mantan Direktur Southeast Asia Ministers of Education Organization Open Learning Center (SEAMOLEC) yang berpusat di Bangkok, Thailand.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa seminar nasional bergengsi ini akan menarik karena isu yang akan didiskusikan adalah terkait dengan aplikasi teknologi informasi terkini dalam berbagai bidang yang ditinjau dari beragam perspektif. Lebih dari 100 makalah telah masuk.
Bagi mereka yang berkeinginan untuk mengikuti seminar nasional ini, disarankan menghubungi Panitia Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008, FTI Jl. Kaliurang Km. 14, Yogyakarta 55501, Telp (0274) 895287, Faks.: (0274) 895007,   E-mail snati@informatika.web.id atau informatika@fti.uii.ac.id URL: http://snati.informatika.web.id/ atau http://www.klasiber.net/.

Gelar Doktor Honoris Causa UB untuk Pangeran Al Waleed
3 Juni 2008
Universitas Brawijaya memberikan gelar doktor honoris causa atau doktor kehormatan kepada Pangeran Al Waleed bin Talal bin Abdul Azis Al-Saud dari Kerajaan Arab Saudi. Pemberian gelar ini berdasarkan Keputusan Rektor nomor 140/SK/2008 tanggal 30 Mei 2008. Pelaksanaannya dilakukan oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito dalam sebuah upacara pengukuhan yang berlangsung di Riyadh, Arab Saudi, Senin 2 Juni 2008. Pangeran Al Waleed mendapatkan gelar doktor kehormatan dalam bidang International Investment and Entrepreneur dari Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB).
Pertimbangan dalam SK Rektor itu menyebutkan, pemberian gelar doktor kehormatan ini sebagai pelaksanaan visi UB menjadi universitas yang berstandar internasional dan mampu berperan dalam pembangunan bangsa melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam upacara itu, Rektor selaku Ketua Senat didampingi oleh Sekretaris Senat Prof Dr Ir Simon Bambang Widjanarko MAppSc, Dekan FE-UB Prof Dr Bambang Subroto SE Ak MM, promotor Prof Dr Ubud Salim SE MA, kopromotor Prof Dr Armanu Thoyib SE MSc, serta para anggota senat yang lain dan Prof Dr Eka Afnan Troena SE, Warkum Sumitro SH MH (PR-II), Ir HRB Ainurrrasjid MS (PR-III). Ikut serta dalam rombongan Ir Abdul Cholil, Koordinator Kerjasama Luar Negeri UB.
Pangeran Al Waleed, saat ini menjabat sebagai CEO dari Kingdom Holding Company.
Sehari sebelumnya (1/6) Rektor dan rombongan mempresentasikan ringkasan proposal mengenai rencana research center yang akan didirikan UB bersama sebuah yayasan milik Kerajaan Arab Saudi, Kingdom Holding Company. Malam harinya, rombongan mengadakan kunjungan ke King Saud University, sebuah universitas besar yang berdiri sejak tahun 1957 seluas 7 km persegi. Demikian Sekretaris Senat Prof Simon melaporkan melalui blogger http://simonbwidjanarko.wordpress.com. [nik]

Empat Staf LSIH-UB Pembicara Seminar Internasional
3 Juni 2008
Empat orang staf Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya (LSIH-UB) diundang sebagai pembicara pada seminar internasional di Surabaya. Seminar bertajuk “Management Strategy on Animal Health and Production Control in the Anticipation of Global Warming for the Achievement of Millennium Developmental Goals” ini berlangsung di Hotel ELMI, selama dua hari, 3-4 Juni 2008, sebagai kerja sama internasional Indonesia-Malaysia, yang diorganisir FKH Universitas Airlangga Surabaya dan Faculty of Veterinary Medicine Putra Malaysia University.
Dra Fatchiyah MKes PhD, Direktur LSIH-UB, yang juga dosen Jurusan Biologi FMIPA-UB, dalam kesempatan itu mempresentasikan makalah berjudul “Transgenic and Knockout Mice in Human Disease Research: Novel Insights into Pathophysiology and Perspectives”. Selain Fatchiyah, Dr drh Aulanni’am DES (Asdir I LSIH UB) dan Dr Ir Gatot Ciptadi DESS (Asdir II LSIH UB) juga akan membawakan makalah, masing-masing berjudul “Antibody againts to Bovine Zona Pellucida-3 Deglycosylated (anti-Bzp3dG) on Molecular Mechanism of Sperm-egg interction”, dan “The Potential of in vitro growth (IVG) Culture System as a new reourches of oocyte matured in vitro of local cattle”. Dan satu lagi staf LSIH UB, yang dosen Fakultas  Perikanan dan Ilmu Kelautan UB Dr Uun Yanuhar SPi MSi menyampaikan makalah dari hasil penelitiannya tentang ikan Kerapu. [fat]
Fatchiyah PhD
Dr Aulani'am
Dr Gatot Ciptadi
Dr Uun Yanuhar
Nama Baru: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
3 Juni 2008
Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya (Faperik UB) kini telah berganti nama menjadi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK-UB). Keputusan perubahan nama tersebut didasarkan pada surat keputusan Mendiknas No 226/D/0/2008 tanggal 19 Februari 2008.
Menurut Ir Sukoso MSc PhD, dekan FPIK, perubahan nama tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa hal. Secara nasional sebenarnya nama Fakultas Perikanan di universitas-universitas lain telah banyak yang diganti menjadi FPIK, dan Faperik UB termasuk yang terlambat mengganti namanya. Hal itu juga sesuai dengan kesepakatan dari dekan-dekan Fakultas Perikanan se-Indonesia. Senat Fakultas Perikanan UB juga telah membahas perubahan nama ini pada rapat tanggal 3 Desember 2007 lalu. “Perubahan nama ini juga selaras dengan program kerja rektor yang memberikan peluang bagi tiap-tiap fakultas untuk berganti nama”, kata Sukoso.
Seiring dengan pergantian nama tersebut, FPIK juga akan membuka jurusan baru, yaitu Ilmu Kelautan pada penerimaan mahasiswa baru mendatang. Rencananya, jurusan baru ini akan mampu menampung mahasiswa baru sejumlah 60 orang. “Sekarang kami memiliki 5 jurusan, ditambah ilmu kelautan nanti akan menjadi 6. Kalau dirata-rata ada 60 mahasiswa tiap jurusan, berarti tahun depan kita paling tidak memiliki 360 mahasiswa baru”, ungkap Sukoso menjelaskan rencana jumlah pagu FPIK pada penerimaan mahasiswa baru periode 2008-2009.
Menurut Sukoso, FPIK telah cukup siap menyongsong tahun ajaran baru terkait pembukaan jurusan baru tersebut.  “Kurikulum sudah disiapkan selama setahun. Proposal mengenai kurikulum ini juga sudah diperbaiki”, lanjutnya. Faktor-faktor lain seperti staff pengajar juga sudah disiapkan meskipun masih mendatangkan dari alumni universitas lain yaitu ITS, UNHAS, UNDIP, UNRI, dan IPB. “Ilmu kelautan banyak sekali cabangnya baik pelayaran, perikanan laut, dan lain-lain. Karena belum memiliki tenaga yang kompeten, maka kami mendatangkan orang yang bisa melakukan tugas tersebut”, katanya.
Sukoso juga mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan kegiatan perkuliahan juga akan dilaksanakan di kampus Probolinggo. Ia mengatakan bahwa FPIK UB memiliki gedung untuk digunakan sebagai kegiatan perkuliahan di sana, dan rencana itu disambut baik oleh Pemkot Probolinggo. [fjr]

Training Reviewer Monev Internal Program Hibah Kompetisi
3 Juni 2008
Pusat Jamnan Mutu Universitas Brawijaya (PJM-UB) selama 2 hari (30/5 dan 3/6), mengadakan Training Reviewer Monitoring dan Evaluasi Internal (Monevin) Program HIbah Kompetisi (PHK) Angkatan II. Training dilaksanakan di Ruang Pertemuan  Perpustakaan Pusat UB dengan 30 peserta, 24 orang dari lingkungan UB, dan 6 orang dari PTS: Unmer, STIE Malangkucecwara, dan UMM. Wakil dari UB, mereka adalah para pelaksana PHK A2, A3, TPSDP, IMHERE B.2a dan IMHERE B.1.
Sebagai pemateri dan fasilitator sebanyak 9 orang Reviewer Dewan Pendidikan Tinggi (DPT) yang berasal dari UB dan 7 orang fasilitator dari Reviewer Monevin UB yang bersertifkat dari Training Reviewer Monevin Angkatan I tahun 2006.
Dalam sambutannya Ketua PJM-U, Prof Dr Ir Soebarinoto, menyatakan bahwa sampai saat ini UB mempunyai 10 orang Reviewer DPT dan 27 orang Reviewer internal UB. Jumlah Reviewer yang banyak dan bermutu akan dapat meningkatkan kemampuan , efisiensi, dan efektivitas PHK yang diperoleh (on going). Bagi institusi yang telah melaksanakan monevin secara terstruktur dan sistematis dapat meningkatkan target pengembangan institusi dan siap menghadapi visitasi Reviewer dari DPT. Hal ini diharapkan juga dapat berdampak pada peningkatan daya saing proposal PHK yang diusulkan. DIKTI mempunyai kebijakan untuk terus meningkatkan budaya kompetisi. Perolehan PHK di UB sangat membanggakan dan masih perlu ditingkatkan dalam kurun waktu 9 tahun (1999-2008), jumlah dana PHK yang telah terkumpul di UB sebanyak Rp 92 milyar atau rataan dalam tiga tahun terakhir  Rp 16 milyar per tahun.
Materi training berupa teori dan praktek monevin PHK, meliputi roadmap dan dampak PHK di UB, sistem monevin, PHK on going dan pasca PHK, kode etik, teknik penyusunan  laporan Monevin PHK, praktek melakukan monevin dan menyusun laporan, psikotes untuk kesiapan psikologi reviewer oleh psikolog Drs Amir Hasan Ramli MSi Psi dari FIS.
Keaktifan peserta dalam diskusi, penilaian komentar dan kemampuan peserta dalam menilai, serta kesiapan psikologis akan menjadi dasar kelulusan peserta sebagai reviewer monevin PHK. [pjm]

FK-UB: Visitasi Obstetri Ginekologi dan Ilmu Kesehatan Anak
2 Juni 2008
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB) menerima kunjungan tim visitasi Obstetri dan Ginekologi (Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan) serta tim visitasi Ilmu Kesehatan Anak. Kepada PRASETYA Online Dekan Dr dr Samsul Islam SpMK MARS, visitasi untuk obstetri dan ginekologi dilaksanakan oleh tim dari Kolegium Obstetri dan Ginekologi yaitu Prof dr Lila Dewata SpOG(K) dari Unair Surabaya dan Prof Dr dr Arifuddin Djuana SpOG(K) dari Universitas Hasanudin.
“Tujuan dari visitasi ini adalah untuk melihat kepatuhan dan ketaatan pelaksanaan pendidikan spesialis obstetri dan ginekologi sesuai dengan standard dan kurikulum nasional”, ungkap Samsul. Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini institusi obstetri dan ginekologi di Malang, yaitu di UB dianggap cukup bagus dan tidak pernah tidak lolos dalam visitasi. Itu artinya, obstetri dan ginekologi yang ada di UB cukup bermutu. “Kita lihat saja nanti pengumumannya akan disampaikan pada kongres obgin di Samarinda pada bulan agustus mendatang”, kata Samsul.
Untuk visitasi yang dilaksanakan pada Program Studi Ilmu Kesehatan Anak, tujuannya adalah untuk menilai apakah FK UB bisa mendidik program studi tersebut secara mandiri. “Itu karena sejak tiga tahun yang lalu PS IKA UB masih dibina oleh tim dari FK Unair sebagai tahap persiapan”, ungkap Samsul. Ia juga mengungkapkan bahwa visitasi tersebut diinisiasi oleh Unair sendiri yang merasa bahwa FK UB sudah layak untuk mengelola PS IKA sendiri. Tim yang melakukan visitasi adalah Prof dr Arwin AP Akip, SpA(K) (Ketua Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia); Prof Dr dr Rusdi Ismail (Ka Sub Komisi Pengembangan IPDSp Baru); Prof Dr dr Subijanto MS SpA(K); Prof dr M Sjaifullah Noer SpA (K); Prof dr Bambang Permono SpA(K); Prof dr Parwati SB SpA(K), ketiganya dari FK Unair. Hasil dari visitasi yang dilaksanakan tersebut akan diumumkan pada Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak (KONIKA) di Surabaya, Juli nanti. Apabila nanti kolegium telah meloloskan PS IKA, maka Dikti akan membuat keputusan agar PS IKA FK UB bisa mandiri dalam melaksanakan aktivitas belajar mengajarnya tanpa meminta pendampingan dari tim Unair. [fjr]

Magister Ilmu Hukum minat Kenotariatan menjadi Magister Kenotariatan
2 Juni 2008
Status Magister Ilmu Hukum minat Kenotariatan kini telah meningkat menjadi Program Magister Kenotariatan (MKn). Peningkatan status tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas Nomer 1614/D/T/2008 tanggal 15 Mei 2008. Dengan adanya peningkatan status tersebut, MKn akan memiliki keunggulan di antaranya adalah adanya programkan kurikulum baru yang disusun dan diorientasikan pada penguasaan pengetahuan dan ketrampilan secara proporsional. Lulusannya MKn juga dapat melanjutkan studi pada jenjang S3 (Program Doktor) atau mengikuti pendidikan teknis calon notaries yang diselenggarakan oleh Dephuk-HAM.RI sebagai prasyarat ntuk menjadi notaries atau PPAT melalui seleksi yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan RI (BPN-RI).
Menurut Dr Jazim Hamidi SH MH, Ketua Program MKn UB, visinya adalah menjadi institusi terkemuka dan menguasai aspek ketrampilan (skill) di bidang hukum kenotariatan, mempunyai wawasan internasional, serta unggul di bidang penelitian, advokasi, dan pelayanan hukum prima. Untuk mencapainya, Program MKn harus menyelenggarakan pendidikan magister kenotariatan secara professional serta menciptkan suasana pendidikan dan ketrampilan yang kondusif, serta berkinerja tinggi selain mengebangkan ilmu hukum pada umumnya dan hukum kenotariatan pada khususnya.
Tenaga pengajar andalan Program MKn di antaranya adalah Warkum Sumitro SH MS, Herman Suryokumoro SH MS, Sucipto SH MH, Prof Dr I Nyoman Nurjaya SH MH, Dr Shihabudin SH MH, Bambang Sugiri SH MH, Dr Sukarmi SH MH, Nur Rosyida Rachmawati SH MH CN, dan Dr Jazim Hamidi SH MH. Saat ini MKn sedang membuka pendaftaran mahasiswa baru sampai dengan tanggal 5 Juni 2008. Tes kelayakan akademik akan dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 2008 dan hasilnya akan diumumkan pada tanggal 13 Juni 2008. Persyaratan bagi yang ingin mendaftar ialah nilai IPK minimal 2,75; berlatar belakang sarjana hukum; spesialis notariat; memiliki sertifikat TOEFL min 450; memiliki sertifikat tes potensi akademik (TPA) OTO Bapenas minimal 400. [fjr]

Raker TED UB
2 Juni 2008
Akhir bulan Mei lalu, telah diselenggarakan rapat kerja Team Emergency and Disaster UB (TED UB). Rapat yang dihadiri oleh seluruh pengurus TED UB dilaksanakan di ruang siding rektorat tersebut membahas rencana strategis dan program kerja untuk periode masa kepengurusan 2008-2011.
Menurut dr Djoko Santoso DAHK MKes, Penanggung Jawab Operasional TED UB kepada PRASETYA Online mengatakan, selain menyusun program kerja kepengurusan, raker juga membahas penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) tim ketika ada maupun tidak ada bencana, serta membahas status waspada menjadi siaga Gunung Semeru. “Rapat kemarin juga mendatangkan perwakilan dari Satkorlak Kabupaten Malang sebagai narasumber, Pak Bagyo yang banyak menjelaskan mengenai kondisi terkini dari Gunung Semeru. Gunung itu sudah dialihkan statusnya dari waspada menjadi siaga oleh sebab itu sekalian kami bahas dalam raker”, ujar Djoko.
Raker itu sendiri belum memutuskan secara final program kerja. “Baru berupa usulan-usulan dari empat bidang yang kita punya dan kemudian akan kita kompilasikan nantinya”, kata Djoko. Beberapa usulan-usulan program kerja yang ada adalah sosialisasi TED UB kepada masyarakat, penyusunan data base sumber daya manusia TED UB, penjalinan kerjasama dengan stake holder, pendataan data base bencana, pelatihan standarisasi pencarian dan pertolongan bencana darat dan air serta usulan-usulan program lainnya.
Mengenai kesiapan TED UB dalam menghadapi setiap bencana saat ini, Djoko mengatakan bahwa pasukannya selalu siap sedia ketika memang dibutuhkan. “Raker kemarin juga membahas mekanisme komando dan koordinasi bencana. Jadi bila sewaktu-waktu ada info bencana, maka saya akan segera koordinasikan tim, dan segera akan saya SMS kepada tim yang isinya TED-0”, jelasnya. Maksud dari TED-0 adalah sandi untuk memerintahkan kepada seluruh tim bersiap-siap di rumah untuk berangkat bertugas. Sandi lainnya adalah TED-1 dan TED-3. TED-1 digunakan untuk memerintahkan tim dalam 1 jam harus sudah sampai di Posko, sedangkan TED-3 adalah memberangkatkan tim menuju lokasi bencana.
TED UB saat ini memiliki sekretariat di kantor Pembantu Rektor III, sedangkan Posko berada di Fakultas Kedokteran. TED UB memiliki beberapa divisi di antaranya Divisi Diklat dan Pelatihan, Divisi Informasi dan Komunikasi, Divisi Sumber Daya Manusia dan Unit Kegiatan Mahasiswa. Jejaring luar yang telah bekerja sama dengan TED UB adalah Orari dan Elang biru dan Malang Willys Club. [fjr]

Pelatihan Bagi PNS Pra Purnatugas
2 Juni 2008
Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan aparatur negara yang strategis sebagai penyelenggara pemerintahan dan pembangunan sekaligus sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Mengingat penting dan strategisnya PNS, pemerintah selalu berupaya setiap tahun untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui kenaikan gaji PNS yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara. Pemerintah menyadari bahwa kenaikan gaji PNS setiap tahunnya belum memenuhi harapan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan kebutuhan hidup yang semakin kompleks, namun pemerintah tetap mempunyai perhatian yang khusus dalam hal kesejahteraannya.
Di samping itu, cepat atau lambat semua PNS akan mengalami pensiun (purnabakti), yang berarti setelah pensiun akan dihadapkan pada permasalahan sosial yang sangat kompleks karena secara psikologis para pensiunan PNS akan menyesuaikan dengan lingkungan hidup yang baru.
Sehubungan dengan hal tersebut, PNS yang akan menjalani pensiun perlu dipersiapkan mental dan kemampuan ketrampilan lain yang dapat dipakai sebagai modal dalam hidup di lingkungan yang baru.
Unit Korpri Universitas Brawijaya menyelenggarakan pelatihan bagi PNS yang akan menjalani pensiun (pra purna tugas). Kegiatan ini akan diselenggarakan pada Kamis-Jum’at (19-20/6) di Hotel Kartika Wijaya Batu.
Tujuan pelatihan ini adalah untuk mempersiapkan PNS yang akan pensiun agar mampu menyesuaikan dan menerima perubahan lingkungan, mempunyai alternatif dan berani mengambil keputusan untuk melakukan aktivitas yang positif, mempersiapkan PNS yang akan pensiun agar mempunyai jiwa wirausaha dan mampu mengelola keuangan secara efektif dan efisien. Beberapa instruktur yang akan mengisi kegiatan tersebut adalah Drs Djanalis Djanaid, Prof Dr dr Achdiat Agus SpS, Dr Yudi MS, Juniardi SH, Drs Alex Soemadji Nitisemito dan Drs Faka Muin MBA ,dengan materinya meliputi sehat bugar di masa tua, psikologis di usia lanjut, teknik memilih kegiatan yang tepat di masa pensiun, manajemen stress, konflik dan hati nurani, orientasi kewirausahaan, memilih bidang usaha, bisnis game, membangun daya saing, jurus-jurus wirausaha, rambu-rambu wirausaha, motivasi bisnis, dan manajemen keuangan praktis. [nok]

Seminar Nasional Teknik Elektro
2 Juni 2008
Sebagai rangkaian kegiatan peringatan ulang tahun ke-45 Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB), Jurusan Teknik Elektro FT-UB akan menggelar ”Electrical Power, Electronics, Communications, Controls, and Informatics Seminar (EECCIS) 2008”, Selasa, 3 Juni 2008.
Seminar nasional teknik elektro ini akan menghadirkan Prof Dr Ir Muhammad Nuh DEA  (Menteri Informasi dan Komunikasi) sebagai keynote speaker, di samping pembicara lain seperti Dr Muhammad Aziz Muslim (UB), dan Muhammad Ary Murti  (IEEE ComSoc Indonesia Chapter). Pembukaan diadakan di Gedung Widyaloka UB mulai pukul 08.00, sementara presentasi tiap makalah dilakukan di gedung Teknik Elektro UB, mulai pukul 13.00. Hingga saat ini, telah terdaftar 85 makalah bidang teknik elektro dan informatika dari berbagai lembaga penelitian dan perguruan tinggi di Indonesia. [far]