Diterbitkan oleh Hubungan Masyarakat Universitas Brawijaya
Last updated 23/07/2010
Juli 2010

MSDP FPIK Ikuti Pameran Lingkungan Hidup 2010
23 Juli 2010
Perwakilan dari Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (MSDP FPIK) akan turut serta dalam pameran peringatan Hari Lingkungan Hidup 2010. Pameran akan diadakan pada tanggal 25-26 Juli di bendungan Selorejo, Ngantang, Kabupaten Malang.
Selain diikuti perwakilan universitas-universitas di Jawa Timur, pameran juga diikuti oleh lembaga-lembaga lingkungan hidup, BUMN, perusahaan-perusahaan swasta, dan LSM. Dalam pameran tersebut, MSDP akan menampilkan hasil-hasil penelitian yang telah banyak dilakukan baik mengenai potensi sumber daya perairan, flora, fauna, dan faktor lingkungannya maupun dari segi tujuan manajemen sumber daya perairan, misanya aspek konservasi sumber daya perairan. Keluaran hasil-hasil tersebut perlu dipublikasikan, salah satunya melalui pameran, karena sangat berguna sebagai masukan bagi stakeholders untuk penyusunan perencanaan pengelolaan sumber daya perairan secara terpadu atau pengelolaan lingkungan hidup secara umum. Keikutsertaan ini juga penting dalam upaya sosialisasi program studi MSDP kepada masyarakat, terutama komitmen dunia perguruan tinggi terhadap pelestarian lingkungan.
Beberapa materi yang akan ditampilkan ooleh tim MSDP adalah: profil sumber daya ikan tawar di waduk-waduk dan sungai DAS; profil vegetasi mangrove di pantai utara Jawa Timur; profil makrozoobentos di perairan Kelurahan Temas, Brantas Hulu, Batu; profil sumber daya plankton di Waduk Karang Kates, Selorejo, dan Wonorejo; dan pemutaran video. [fjr]

Monev Penelitian Program Insentif KMNRT
23 Juli 2010
Selasa (20/7) kemarin, Tim Pemantau Dewan Riset Nasional (DRN) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) eksternal kegiatan Penelitian Program Insentif Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KMNRT) Tahun Anggaran 2010. Mereka adalah Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Dr. Iding Chaidir serta M. Athar Ismail Muzakir, S.Si., MA. Pemantauan ini dipusatkan di gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya (LPPM-UB).
Kepada PRASETYA Online, ketua LPPM-UB menerangkan bahwa monev tersebut dilakukan terhadap sembilan orang peneliti meliputi Dr. dr. Retty Ratnawati, MSc; Prof. Dr. Ir. Tatik Wardiyati, MS; Dr. Uun Yanuhar, S.Pi., MSi; Ir. Manik Eirry Sawitri, MS; Ir. Aji Sutrisno, M.Sc., PhD; Dr. dr. Achdiat Agoes, Sp.S; Dr. Dra. Sri Winarsih H., Apt., MSi; Prof. Dr.Sc.Agr.Ir. Suyadi, MS serta Prof. Dr. Ir. Luqman Hakim, MS.
Monev eksternal ini, Senin (12/7) sebelumnya didahului dengan monev internal yang dilakukan oleh tim pemantau yang dibentuk LPPM-UB. Mereka terdiri atas staf pengajar UB dengan jabatan/pangkat Guru Besar dan/atau Doktor yang berjumlah dua orang untuk masing-masing peneliti/penelitian.
Kegiatan monev dilakukan melalui presentasi yang bertujuan untuk memantau kemajuan pelaksanaan program yang meliputi kesesuaian antara kegiatan yang telah dilakukan dengan rencana yang dibuat pengusul, permasalahan yang dihadapi di lapangan dan kemungkinan memberikan akternatif solusi, kemajuan kegiatan yang telah didanai oleh program PPM yang bersangkutan, penggunaan dana dan administrasi keuangan PPM serta log book (catatan penelitian) kemajuan kegiatan.
Kegiatan monev dilanjutkan dengan pemantauan di laboratorium dan di lapangan.
Menurut Prof. Siti Chuzaemi, hasil monev cukup baik dan perlu lebih tekun dalam melaksanakan penelitian agar dapat selesai sesuai jadwal yang ditetapkan oleh penyandang dana. [sc/nok]

Dosen FPIK-UB Ikuti Seminar Perikanan dan Kelautan di UGM
23 Juli 2010
Sejumlah dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK-UB) akan mengikuti Seminar Nasional Tahunan VII Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan. Kegiatan ini rutin diselenggarakan setiap tahun oleh Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), besok (24/7).
Seminar tersebut direncanakan akan mengundang Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Fadel Muhammad sebagai pembicara kunci. Tema yang akan dibawakannya adalah "Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kelautan dan Perikanan Indonesia".
Di antara dosen FPIK yang akan berangkat nantinya, terdapat empat dosen dari Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan (Agrobisnis Perikanan), Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan yang akan menyampaikan makalah.
Mereka adalah Dr.Ir. Agus Tjahjono, MS (“Pemberdayaan Masyarakat Melalui Adaptor Sosial Lembaga Permodalan di Pesisir Prigi Kabupaten Trenggalek”), Dr.Ir. Pudji Purwanti, MP (“Dampak Peningkatan Biaya Operasi Melaut dan Harga Bahan Pokok Terhadap Ekonomi dan Ketahanan Pangan Rumahtangga Nelayan Skala Kecil di Jawa Timur”), Dr.Ir. Edi Susilo, MS (”Teorisasi Adaptasi Manusia: Konstruksi Ulang Tiga Proposisi Utama”), dan Zaenal Abidin, SPi , yang akan menyampaikan makalah poster berjudul "Analisis Profitabilitas Usaha Budidaya Ikan Bandeng (Chanos-chanos) di Tambak, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jatim". [eds/nok].

Atasi Malnutrisi, Mahasiswa FTP Juara III Kompetisi Pangan di Amerika Serikat
22 Juli 2010
Tiga orang Mahasiwa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB) berhasil meraih juara III dalam ajang kompetisi pangan internasional yang diselenggarakan oleh Institute of Food Technologists (IFT). Mereka adalah Anugerah Dany P (Jurusan Teknologi Hasil Pertanian angkatan 2008), Fathy F. Bahanan (Jurusan Teknik Pertanian angkatan 2007) dan Danial Fatchur R (Jurusan Teknik Pertanian angkatan 2007)
Kompetisi yang dikemas dalam "Developing Solutions for Developing Countries" ini secara khusus diselenggarakan oleh IFT Student Association, yang merupakan rangkaian kegiatan "Annual Meeting and Food Expo". Pada Juli 2010, kegiatan yang diikuti kalangan industri, akademisi dan pemerintahan tersebut dipusatkan di McCormick Convention Center, Chicago, Illinois, Amerika Serikat.
Dalam kompetisi yang mengambil tema "Provide Sustainable, Nutritional and Affordable Food for Family with Small Children" ini, mereka mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul "Fighting For Malnutrition in Indonesia By Production of Artificial Rice Based on Arrow Root and Cassava With Addition of Cowpea". Dengan bimbingan Wenny Bekti Sunarharum, STP, MFoodSt, dalam penelitiannya mereka membuat beras tiruan dari umbi-umbian dan kacang-kacangan.
"Tidak semua umbi-umbian dan kacang-kacangan bisa dimanfaatkan dalam pembuatan beras tiruan ini. Karena itu untuk kacang-kacangan kami hanya menggunakan kacang tunggak sementara untuk umbi kami memakai garut dan singkong", ungkap Anugerah Dany.
Dalam memilih ketiga bahan ini, mereka memiliki alasan tersendiri. Untuk singkong dan kacang tunggak misalnya, karena kedua bahan ini berturut-turut memiliki kandungan karbohidrat dan protein yang tinggi. Sementara untuk garut, pemilihan ini didasarkan pada indeks glicemic yang rendah sehingga bagus untuk penderita diabetes mellitus. "Ketiga bahan ini kemudian kami campur", tambahnya. Untuk beras tiruan ini, Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang dimanfaatkan adalah karagenan yang berfungsi sebagai pengikat serta sorbitol, sebagai pemanis yang mampu menyerap energi.
Untuk memproduksinya, mereka melakukan beberapa proses fisik yakni penepungan, pencampuran, granulasi dan pengeringan. "Untuk mengkonsumsi produk ini, konsumen perlu melakukan rehidrasi/menuangkan air", ujar Danial Fatchur.
Keunggulan produk tersebut dibanding beras, menurut Danial adalah memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi, lebih mudah dicerna karena serat lebih halus serta proses fermentasi yang lebih cepat.
Karena keunggulan tersebut, mereka bertiga kemudian berinisiatif untuk menjadikannya sebagai alternatif solusi mengatasi malnutrisi di Indonesia. "Orang Indonesia itu kalau tidak makan nasi merasa belum makan, makanya kami membuat beras artifisial ini", ungkap Fathy. Untuk kejadian malnutrisi di Indonesia, ia menyebut beberapa kawasan diantaranya Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT), dimana sebagian besar penderitanya adalah anak-anak dan ibu hamil.
"Penelitian kami ini masih skala laboratorium dengan penonjolan isu pada keamanan pangan", ungkap Anugerah Dany.
Di Amerika Serikat, ketiga mahasiswa ini berkompetisi dengan lima orang kandidat dimana tiga diantaranya berasal Amerika Serikat sementara sisanya dari berbagai negara di luar negeri Paman Sam ini. Untuk tingkat internasional, juara I dan II diraih oleh Institut Pertanian Bogor sementara tingkat nasional Amerika Serikat, Juara I: Penn State University, Juara II: North Carolina State University dan Juara III: University of Minnesota. [nok]

SSB UB-82 Perebutkan Piala Dispora
22 Juli 2010
Sekolah Sepak Bola Universitas Brawijaya 82 (SSB UB-82) siap ikuti Kompetisi Perebutan Piala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur U-15 (usia 15 tahun). Selama tiga hari (23-25/7), kegiatan ini akan diselenggarakan di Kediri dan Tulungagung.
Skuad asuhan H. Totok Mudjiarto dan Hadi Prayitno ini akan memberangkatkan 16 pemain, pelatih serta manajer tim pada kompetisi yang diikuti 24 pengcab (pengurus cabang) se-Jawa Timur tersebut. Manajer SSB, Handono, mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan diri dengan latihan teknik dan fisik menuju perebutan piala Dispora ini.
"Sebetulnya target kami hanya mengikuti kompetisi internal Tirta Dharma yang skalanya lebih kecil tetapi ternyata justru dipanggil untuk ikut kompetisi ini", ujar Handono. Pihaknya sendiri mengaku bangga skuad asuhannya diundang ikut perebutan piala Dispora. Pasalnya, kompetisi ini hanya diikuti pengcab besar di Jawa Timur, sementara SSB UB-82 hanya sekedar sekolah sepak bola biasa. Handono menduga, undangan ini didasarkan pada prestasi dan reputasi SSB UB-82 yang akhirnya dianggap mampu bertanding menghadapi pengcab-pengcab tersebut.
Piala Dispora ini merupakan seleksi awal menuju Piala Medco U-15  yang akan diselenggarakan di Jakarta awal Agustus nanti. Tim yang lolos di Piala Medco, tambah Handono, akan dikirim menuju kejuaraan U-16 di Uzbekistan. "Ajang bergengsi di Uzbekistan biasanya menjadi seleksi awal pemain tim nasional yang akan diikutsertakan dalam pelatihan sepak bola di Uruguay", kata dia. "Banyak pemain berbakat di SSB UB-82 sehingga peluang pemain untuk ikut pelatihan di Uruguay pun terbuka lebar", terangnya. Karena itu, kepada sivitas akademika UB, pihaknya meminta dukungan baik materi maupun immateri demi keberhasilan tim SSB UB-82 pada setiap kompetisi yang diikuti. [nok]

Mahasiswa Palestina Belajar di FK-UB
22 Juli 2010
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB) pada tahun 2010 ini menerima seorang mahasiswa asal Palestina. Sebanyak sepuluh orang dokter asal negeri tersebut memilih untuk studi pasca sarjana di Indonesia. Selain UB, tiga perguruan tinggi lain yang juga menjadi pilihan adalah Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Airlangga (Unair). Disampaikan Dekan FK-UB, Dr. dr. Samsul Islam, SPMK, MKes, satu orang mahasiswa Palestina tersebut mengambil program Sertifikasi (Spesialis) Emergency Medicine.
"Di perguruan tinggi lainnya, mereka ada yang mengambil spesialis bedah toraks, spesialis bedah saraf, dll", ujar Samsul Islam. Terpilihnya FK-UB ini, menurut Dekan tanpa promosi sama sekali. "Sepertinya mereka telah tahu bahwa Program Sertifikasi Emergency Medicine di FK-UB memang lebih berkembang daripada yang lainnya", kata dia.
Dengan empat tahun masa studi di FK-UB nantinya, mahasiswa Palestina ini akan bertugas sebagai dokter jaga di unit gawat darurat rumah sakit. Untuk itu, menurutnya mereka diwajibkan melakukan adaptasi terlebih dahulu dan memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR) Sementara dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Sebelum dinyatakan diterima di Indonesia, kesepuluh mahasiswa tersebut terlebih dulu mengikuti ujian di KKI atas permintaan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Di akhir wawancara Dekan mengharapkan program ini akan mampu meringankan beban Palestina karena menurutnya penanganan gawat darurat sangat menentukan kondisi pasien selanjutnya.
Dengan penambahan tersebut maka sejauh ini FK-UB telah menerima mahasiswa internasional dari empat negara yakni Libya, Palestina, Myanmar dan Malaysia. [nok]

Membentuk Jejaring PSL se Jawa Timur
22 Juli 2010
Banyak masalah lingkungan yang terjadi di Jawa Timur, kita tidak bisa mengatasi kalau bekerja sendiri-sendiri. Lembaga apapun namanya PLH (Pusat Lingkungan Hidup) atau PSL (Pusat Studi Lingkungan) dapat bergabung di jejaring BKPSL (Badan Koordinasi Pusat Studi Lingkungan).
Demikian diterangkan Prof Dr Siti Chuzaemi MS saat membuka Seminar Jejaring BKPSL Korwil Jawa III di Anthurium Hall Hotel Agrokusuma Kota Batu, Senin (19/7).
Ketua Lembaga Pemberdayaan dan penelitian Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya (UB), Prof Siti Chuzaemi mengharapkan pembentukan jejaring ini terwujud bukan hanya diatas kertas. Jejaring ini juga diharapkan bisa meningkatkan kinerja PSL ataupun PLH.
Seminar yang dihadiri oleh 20 PTN/PTS se Jawa Timur ini merupakan langkah awal membentuk university network Perguruan Tinggi KLHS untuk Jawa Timur, sebelumnya Jawa Timur masuk Regional II bersama Jawa Tengah dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta). UB ditunjuk sebagai koordinator oleh KLHS Indonesia untuk mengkoordinir wilayah Jawa III yaitu Ir Suwasono Heddy MS.
Seminar ini dilanjutkan dengan workshop Implementasi COP (Conference of the Parties) 15 dalam Program Hemat dan Efisien untuk Pelaksanaan di Indonesia, Selasa-Rabu (20-21/7). Workshop yang dihadiri oleh 45 PTN/PTS se Jawa ini mendatangkan Ir Arief Yuwono MS, sekeretaris Menteri Kementrian Lingkungan Hidup (KLH). Arief Yuwono mensosialiasikan implementasi hasil COP 15 dalam program hemat dan efisien di Indonesia.
Ketua Penyelenggara Ir Suwasono Heddy MS menyampaikan kepada PRASETYA Online saat acara ramah-tamah, Senin (19/7), bahwa workshop ini sebagai wahana kritisasi kalangan akademisi terhadap COP 15 yang ditetapkan di Kopenhagen, Belanda. Kritisasi dari kalangan akademisi ini dalam rangka impelementasi konsep COP 15 di Indonesia. "Indonesia memiliki posisi yang penting dalam program penanggulangan masalah lingkungan di dunia," ungkapnya.[ai]

Workshop Kurikulum Administrasi Bisnis FIA-UB
22 Juli 2010
Aktivitas bisnis internasional yang merupakan salah satu dampak globalisasi, menuntut dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten. Saat ini tidak ada negara yang tidak melakukan bisnis internasional, apalagi dengan semakin maraknya kawasan kerjasama ekonomi seperti AFTA, CAFTA, dll. Atas dasar hal tersebut, Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB) membuka program studi baru yakni Bisnis Internasional.
Guna memberikan bekal kepada mahasiswa dalam menyongsong hal tersebut, Kamis (15/7) di gedung baru FIA-UB lantai empat diselenggarakan workshop kurikulum. Kegiatan ini diikuti oleh stakeholders utamanya akademisi dan praktisi termasuk perwakilan dari PT. Berlian Laju Tanker, Tbk, PT. Terminal Peti Kemas, Bank Central Asia (BCA), serta Kanwil Bea dan Cukai. Ketua Jurusan Administrasi Bisnis FIA-UB, Dr. Kusdi Rahardjo, DEA menyampaikan, kurikulum yang akan dibangun memiliki karakteristik utama yakni memberikan kemampuan komunikasi internasional, mempunyai ketrampilan yang berkaitan dengan bisnis internasional seperti bagaimana menangani kepabeaan, pembayaran internasional serta pembiayaan internasional. "Kurikulum PS Bisnis Internasional akan diarahkan pada pengembangan skill dan bukan hanya kemampuan intelektual saja", ujar Kusdi. Hal lain yang juga menjadi perhatian khusus adalah kemampuan bahasa asing yang menurutnya akan mendapat porsi signifikan. Kusdi juga menambahkan, pada penyusunan kurikulum ini pihaknya melakukan benchmarking pada beberapa perguruan tinggi di luar negeri diantaranya EENI-The Global Business School dan INSEAD.
Pada Senin (12/7), diselenggarakan pula workshop kurikulum untuk program studi baru lainnya yakni Perpajakan. Narasumber yang dihadirkan dalam kesempatan tersebut adalah Kanwil Pajak Jawa Timur, Kanwil Bea Cukai serta Biro Pajak BCA. "Stakeholders yang diundang ini diantaranya mewakili para pengguna lulusan", kata Kusdi. Ia juga menambahkan, kurikulum yang dibangun juga meliputi pengembangan etika dan moral disamping pengetahuan dan ketrampilan dibidang perpajakan. Benchmarking pada perguruan tinggi di luar negeri juga dilakukan, diantaranya The University of Nice Sophia Perancis. [nok]

Restorasi Bentang Alam dalam Perencanaan Tata Ruang
21 Juli 2010
Program restorasi seringkali gagal bukan ketika berhadapan dengan faktor alam, melainkan ketika berhadapan dengan masyarakat. Berinteraksi dengan masyarakat melibatkan rasa, nilai, dan kultur. Demikian disampaikan Prof Dr Ir Sugiyanto MS saat menjadi salah satu narasumber pada workshop yang diadakan Universitas Brawijaya (UB) bekerjasama dengan Tropenbos Internasional Indonesia, Rabu (21/7).
Prof Sugiyanto mengungkapkan, seringkali program restorsi yang dilakukan gagal karena tidak disampaikan ke masyarakat terlebih dahulu. Masyarakat yang tidak diberikan pemahaman tentang program yang akan dilakukan di daerah mereka seringkali malah menjadi penghambat."Lebih baik lagi kalau masyarakat dilibatkan dalam sebuah program," ungkap Ketua Jurusan pascasarjana Sosiologi Fakultas Pertanian UB ini.
Pembicara lain, Ir Didik Suprayogo MSc PhD dalam presentasinya yang berjudul "DAS sebagai Satu Batasan Pengelolaan Bentang Alam" mengungkapkan, pentingnya perubahan perilaku untuk mengelola ekosistem. Menurut Didik perubahan perilaku terutama harus terjadi di level masyarakat. "Tidak sebentar mengubah perilaku, saya membutuhkan waktu dua tahun untuk mengubahnya," ungkapnya.
Acara yang diadakan di Hotel UB ini merupakan langkah awal kerjasama UB dengan Tropenbos yang berkantor pusat di Belanda. Pasca kegiatan ini kedua belah pihak akan menandatangani Letter of Intens (LoI) yang menandakan kerjasama keduanya. Ketua Penyelenggara Rita Parmawati SP ME menyampaikan, kerjasama ini bukan dalam bentuk kuliah tambahan tapi kerjasama yang menyentuh langsung ke masyarakat. "Bentuknya bisa melalui kuliah kerja nyata atau untuk pasca sarjana melalui program field trip," ungkapnya.
Workshop yang diadakan selama dua hari ini dibagi dalam dua tema dikusi yaitu Restorasi Benteng Alam dan Integrasi Bentang Alam dalam Tata Ruang. Narasumber-narasumber yang akan berbagi dengan peserta workshop antara lain Dr Bagyo Yanuwadi (Pemberdayaan dan Pelibatan Masyarakat Dalam Pengelolaan Bentang Alam), Dr Rer Nat Ir Arief Rachmansyah (Pemetaan Geomorgfologi untuk Penilaian Kerawanan Bencana Longsor di Bentang Alam  Gunung Api Muda), Dr Ir Sudarto MS (Geomorfologi sebagai Bahan Pertimbangan Menata Ruang), Ir Tunjung W Suharso M SP (Pelibatan Masyarakat dalam revisi Tata Ruang Berbasis Benteng Alam), Ir Adi Pandang Yudono MT (Perencanaan Kawasan Lindung pada Wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan penerapan Model Perencanaan Pengelolaan Sumber Mata Air yang Partisipatif), Agus Wiyono (Saatnya Rakyat Mengasuh Hutan: Pelibatan Masyarakat dalam revisi Tata Ruang Berbasis Bentang Alam). Pada akhir workshop peserta akan mengikuti field trip ke Area Collaboratif Kaliandra yaitu hutan asuh yang melibatkan peran masyarakat. [ai]

Besok, Ujian SPMK di UB
21 Juli 2010
Kamis (22/7) esok pukul 09.00-12.00 WIB, ujian Seleksi Program Minat dan Kemampuan (SPMK) digelar di kampus Universitas Brawijaya (UB). Sebanyak 4053 peserta akan mengikuti ujian ini, yang meliputi 2331 program IPA dan 1722 program IPS. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yakni 3479 (1989 IPA dan 1490 IPS).
Saat ujian nanti mereka akan menempati berbagai gedung di kampus UB dengan diawasi dosen dan karyawan. Untuk kelompok IPA, mata ujiannya adalah IPA Terpadu, matematika dan Bahasa Inggris sementara kelompok IPS, mata ujiannya meliputi  IPS Terpadu, matematika dan Bahasa Inggris.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini sistem SPMK mengadopsi pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) diantaranya menggunakan pendaftaran secara online. Kepala Bagian Akademik Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan UB, Drs. Agus Yuliawan menyampaikan, sebanyak 99 pendaftar yang telah membeli formulir di Bank Nasional Indonesia (BNI) tercatat tidak melakukan pendaftaran kembali. Ia juga menambahkan, jalur mandiri UB yang meliputi SPKIns (Seleksi Program Kemitraan Institusi), SPKD (Seleksi Program Kemitraan Daerah), SPKS (Seleksi Program Kemitraan Sekolah) dan SPMK  akan mengisi 40 persen kuota sedangkan sisanya berasal dari SNMPTN dan PSB (Penjaringan Siswa Berprestasi).
Kepada seluruh peserta, Agus berpesan agar tidak lupa membawa kartu identitas yang diperoleh saat pendaftaran, foto copy ijazah, pensil 2B serta alat penghapus. [nok]

IAAS World Peduli Lingkungan di Tahura
21 Juli 2010
Hutan  merupakan sumber kehidupan dan penentu kestabilan ekosistem Planet Bumi. Oleh  karena itu, kelestrian hutan harus mendapat perhatian lebih demi kelangsungan hidup umat manusia. Peningkatan pertumbuhan populasi manusia menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan hidup yang menuntut alih fungsi lahan hutan menjadi pemukiman maupun lahan pertanian. Hal ini akan berdampak pada kestabilan ekosistem di bumi sehingga dapat mengancam kelangsungan hidup umat manusia jika tidak diimbangi dengan kegiatan yang bersifat konservatif.
Mahasiswa dunia yang tergabung di dalam International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) melakukan penanaman pohon cemara gunung di daerah Taman Hutan Raya R. Soerdjo (Tahura) Cangar, Batu, Selasa (20/07). Penanaman pohon secara simbolis di lakukan oleh Emma Flemig (Presiden IAAS World) yang berkewarganegaraan Amerika Serikat dengan didampingi oleh kepala seksi TAHURA Gatot Sundoro, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Batu Bambang Parianom dan Direktur Lokal IAAS Universitas Brawijaya M. Rizky Affandi.
Menurut Emma, penyelamatan hutan tropis di Indonesia sangatlah penting, hal ini dikarenakan Indonesia merupakan salah satu paru-paru dunia yang tentunya berperan aktif dalam mennjaga kestabilan ekosistem dunia.  Bibit pohon yang di tanam di beri label nama para delegasi serta asal negara di sepanjang pinggiran jalan kantor dan pendopo Tahura R. Soerjo. Penaman ini dilakukan oleh mahasiswa yang berasal dari beberapa negara, seperti Belgia, Spanyol. Rusia, Meksiko, Amerika, Uganda, Indonesia, Swis, Rusia, Slovenia, Portugal, Polandia, dan Jerman. Mereka sangat antusias selama penaman pohon hutan tropis, karena penyelamatan hutan berarti menyelamatkan seluruh umat manusia.
Ditemui di sela-sela kegiatan, Direktur Lokal IAAS Universitas Brawijaya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari kepedulian kepada lingkungan dari mahasiswa pertanian seluruh dunia yang sedang melakukan kongres dunia di Kota Malang dan Batu. "Selain dapat memberikan kenangan bagi para delegasi, aktivitas peduli lingkungan yang bertemakan save our forest to save our self ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dan upaya awal untuk mengatasi permasalahan iklim serta lingkungan secara global yang terjadi di bumi"  ungkap mahasiswa Jurusan Tanah Fakultas Pertanian angkatan 2006 ini.
 Setelah kegiatan penanaman berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan mengajak para delegasi IAAS World Conggress untuk mengenal beberapa objek wisata yang berada di kawasan Tahura R.Soerjo seperti Obyek wisata Air Terjun Coban Kembar Watu ondo serta menyusuri jogging track di kawasan hutan alami. "Pengalaman yang luar biasa, kita dapat melihat satwa liar berupa kera hitam bergelantungan di pepohonan di alam bebas secara langsung," ungkap Tina, Direktur lokal IAAS Ghent University, Belgia. David Nsibo, yang merupakan satu-satunya delegasi dari benua afrika dari Universitas Kampala Uganda, juga sangat terpesona dengan objek wisata air terjun coban kembar watu ondo, bahkan ia sangat ingin untuk melakukan exchange program untuk dapat kembali ke Indonesia dan melihat potensi wisata alam lainnya di Indonesia.[iaas/fjr]

Dua Tradisi Dalam Administrasi Publik
21 Juli 2010
Dalam dunia administrasi publik, selama ini terdapat dua tradisi yang berbeda signifikan. Kedua tradisi tersebut berasal dari Amerika Serikat dan Asia Timur. Salah seorang pembicara asal Jepang, Prof. Akira NAKAMURA menyampaikan hal ini saat Braibant's Lecture yang merupakan bagian dari kongres IIAS-IASIA yang diselenggarakan di Bali (12-17/7).
Ketua Jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB) sempat pula mengikuti kuliah bergengsi yang diadakan satu tahun sekali tersebut. Menyitir pernyataan Prof. Nakamura, Muluk menyebut tiga karakteristik utama administrasi publik ala Amerika Serikat yakni memisahkan administrasi dan politik, ada hubungan horisontal antara sektor publik dan swasta serta menggunakan metode induktif dalam alur pikirnya.
Tradisi selanjutnya, berasal dari kawasan Asia Timur (Jepang, China, Korea, Taiwan) yang juga memiliki tiga karakterstik utama. Ketiganya meliputi hubungan politik dan administrasi yang kuat dan bahkan saling mempengaruhi, hubungan vertikal antara pemerintah dengan sektor swasta yang seringkali berupa kuatnya dominasi pemerintah serta penggunaan alur berfikir deduktif. "Karena banyak digunakan berbagai kalangan, kedua tradisi ini seringkali dianggap sebagai kebenaran, walaupun sebenarnya belum tentu cocok untuk daerah tertentu", ujar Muluk. Dalam presentasinya, Prof. Nakamura juga menyebut bahwa pada masa-masa mendatang, administrasi publik akan lebih mendekat pada sektor politik. Karena itu ia menekankan pentingnya penguasaan teori dan konsep dalam menjawab persoalan administrasi publik. Menurutnya, para praktisi administrasi publik perlu diberi kebebasan dalam berkreasi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya studi yang memberi solusi praktis terhadap dua permasalahan dasar administrasi publik yakni pengentasan kemiskinan dan korupsi.
Ditanya tentang signifikansi kongres IIAS-IASIA, Muluk mengungkapkan bahwa perkembangan administrasi publik yang banyak dieksplorasi pada kesempatan tersebut akan sangat berpengaruh pada pengembangan bahan studi dan kurikulum administrasi publik kedepan. Apalagi menurutnya, saat ini pihaknya tengah membuka dua program studi baru yaitu Perencanaan Pembangunan dan Administrasi Pemerintahan. [nok]

Concluding Remarks dari Kongres IIAS-IASIA di Bali
21 Juli 2010
Sebagai rapporteur general dalam kongres International Institutes of Administrative Sciences - International Association for Schools and Institutes of Administration (IIAS-IASIA), Andy Fefta Wijaya, MDA, PhD mempunyai tugas diantaranya menyimpulkan hasil konferensi. Dalam menjalankan tugas tersebut, ia dibantu tiga orang fellow rapporteur yang meliputi Sir Prabhas Kumar Jha (Department of Administrative Reforms and Public Grievances, India), Dr. Muhammad Taufiq (alumni lep Bordeaux University Prancis dan dosen School of Public Administration, Indonesia) serta Luis Garcia Cardenas (Head of International Relations, National Institute of Public Administration, Mexico).
Kepada PRASETYA Online, Andy Fefta menerangkan, banyak pemateri ternama hadir dalam kesempatan tersebut. Diantara mereka adalah Qian Haiyan (Director Division for Public Administration and Development Management, The United Nations Department of Economic and Social Affairs DPADM/UNDESA), John-Mary Kauzya (Chief of the Public Administration Capacity Building Branch PACB /DPADM/UNDESA), Allan Rosenbaum (Presiden IASIA), Meredith A. Newman (Presiden American Society of Public Administration/ASPA), Prof. Ginandjar Kartasasmita (Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia) serta akademisi dan praktisi administrasi publik dari sekitar 70 negara di dunia.
Tema yang diangkat dalam konferensi IIAS-IASIA yang juga memperingati 80 tahun berdirinya organisasi ini adalah "Public Administration Facing New Dynamics: Balancing and Harmonizing Our Value, Policy, Governanace, Administration and Management". Dalam paparan concluding remarks yang merupakan intisari dari berbagai presentasi sebelumnya, Andy Fefta menyebut empat poin utama.
Poin pertama menyangkut nilai, Ketua Program Magister Administrasi Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB) ini menyatakan bahwa harmonisasi nilai-nilai universal dengan nilai-nilai lokal merupakan perekat yang mampu meredam konflik yang mungkin timbul di tengah era dinamika baru yang sarat keanekaragaman budaya dan kompleksitas.
Sementara itu, pada poin kedua yang menyangkut kebijakan, Andy menggarisbawahi bahwa partisipasi publik dalam proses kebijakan sangat esensial untuk menghasilkan kebijakan publik yang transparan dan akuntabel sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan warga negara. Hal ini terutama mensitir paparan Allan Rosenbaum, yang diantaranya menyampaikan bahwa kebijakan publik dapat menjadi masalah ketika diimplementasikan sehingga diperlukan kebijakan yang realistis dan memberikan outcome serta impact besar bagi warga negara ketika diimplementasikan.
"Warga negara yang dimaksudkan disini, utamanya adalah kaum terpinggirkan diantaranya penduduk lokal, kaum miskin, masyarakat daerah perbatasan serta mereka yang memiliki keterbatasan fisik dan mental", katanya. "Kadangkala saya berpikir bahwa mempolitisir kebijakan publik untuk kepentingan pribadi merupakan tindakan kriminal. Ini mungkin berlebihan, tetapi ketika dievaluasi implikasi negatifnya kepada masyarakat, kita mungkin akan setuju", tambahnya.
Pada poin ketiga menyangkut tata kelola pemerintahan dan administrasi, Andy menyatakan bahwa pentingnya reformasi birokrasi bertumpu pada keselarasan antara struktur pemerintahan, pasar dan jaringannya. Menuju hal ini, ia menekankan perlunya faktor kepemimpinan yang kuat dan transformasional yang merupakan kombinasi antara tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan kepemimpinan yang baik. Hal ini terutama mensitir pada pernyataan Meredith A. Newman yang menegaskan pentingnya emotive skills bagi pegiat administrasi publik dalam melakukan pelayanan terutama disaat krisis.
Terkait poin ketiga ini, Andy Fefta juga mensitir paparan Prof. Ginandjar Kartasasmita mengenai keberadaan uncheck and invisible power di era globalisasi yang seringkali berpengaruh pada pembuatan kebijakan. "Selama ini terkesan struktur pemerintahan kita yang memegang kendali pemerintahan, tetapi fakta sebenarnya adalah pasar dan jaringan pemilik modal", ungkap Andy. "Tidak masalah jika memang untuk kebaikan, tetapi karakteristik alami mereka, diantaranya sektor swasta adalah profit oriented yang biasanya terwujud dalam bentuk uncheck and invisible power", tambahnya.
Terkait peran serta sektor swasta ini, secara khusus Andy mengangkatnya pada poin keempat mengenai manajemen. Menurutnya, kerjasama dengan sektor swasta dan masyarakat memiliki peran penting dengan terlebih dahulu terkonsep dalam perencanaan dan manajemen strategi yang matang. "Pengamatan secara sistemik tentang apa yang persis dibutuhkan keduanya sangat penting", kata dia.
Diwawancarai di ruang kerjanya, Andy Fefta menyatakan bahwa hasil konferensi ini akan diterbitkan dalam bentuk buku proceeding oleh penerbit di Belgia, yang akan mulai beredar pada dua bulan mendatang. "Tulisan yang bagus akan dimasukkan ke dalam jurnal International Review of Administrative Science", ujarnya. Pada tahun 2011 nanti, kongres IIAS menurut rencana akan diselenggarakan di Kota Louisiana Switzerland, sementara untuk IASIA akan diselenggarakan di Roma, Italia. [nok]

Program Ilmu Politik FISIP UB Rilis Hasil Survei Pilkada Kabupaten Malang 2010
21 Juli 2010
Calon petahana (incumbent) diperkirakan akan memenangi Pilkada Kabupaten Malang 2010. Tidak tanggung-tanggung, pasangan nonmor 1 Rendra Kresna - Achmad Subhan diperkirakan menang dengan perolehan suara cukup tinggi yakni antara 50 persen - 70,75 persen.
Hal tersebut terungkap dari hasil survei tahap dua mengenai kecenderungan perilaku memilih pemilih pasangan calon bupati dan wakil bupati Malang 2010-2015 yang dikeluarkan oleh laboratorium Ilmu Politik dan Rekayasa Kebijakan, Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UB, Senin (19/7). Adapun pasangan M. Geng Wahyudi - H. Abdul Rahman akan meraih 25,53 persen - 41,54 persen suara. Sedangkan calon pasangan dengan nomor urut tiga, Agus Wahyu Arifin - H. Abdul Mujib Sadjili diperkirakan meraup 3,72 persen - 8,46 persen suara. Tingkat kesalahan sebesar 5 persen.
Ketua jurusan Ilmu Politik FISIP UB Wawan Sobari mengatakan, survei dilakukan pada 33 desa dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang melalui sistem cluster random sampling. Dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.881.86 , tim surveyor mengambil sampel sejumlah 411 responden pada tanggal 10 - 15 April 2010.
Menurut Sobari, pendekatan calon incumbent secara intensif ke masyarakat cukup efektif dalam mendorong preferensi pemilih. "Belum lagi kalau melihat jumlah spanduk yang jumlahnya banyak dan cukup dominan dibanding calon lainnya", tuturnya. Preferensi pemilih juga merata di antara responden dengan perpedaan latar belakang jender, tingkat pendapatan, golongan pekerjaan, maupun lokasi tempat tinggal di daerah pedesaan maupun perkotaan.
Loyalitas calon pemilih terkait dengan pilihan partai dari masing-masing responden juga menunjukkan preferensi terhadap calon incumbent. Hasil survei secara kualitatif menunjukkan para responden pendukung Partai Golkar dan Partai Demokrat sangat loyal kepada pasangan Rendra Kresna - Achmad Subhan. Sedangkan beberapa responden pendukung partai PDIP, justru ada yang mengalihkan dukungan kepada calon lain karena ada kekecewaan ketika bakal calon Tyas Sujud gagal bersaing.
Tiga Faktor
Sobari mengatakan, kurang lebih ada tiga faktor di dalam teori incumbency yang mempengaruhi kemenangan pasangan calon dalam pilkada yakni aspek selectorate, winning coalition, dan affinity. Selectorate ditunjukkan dengan upaya-upaya memenangkan hati konstituen melalui kunjungan, terjun langsung mengawal program pemerintah, maupun hanya ikut serta dalam pengajian. Sedangkan winning coalition dilakukan dengan memenangkan elit-elit yang berpengaruh di dalam masyarakat misalkan tokoh-tokoh yang tampil menjadi tim pendukung. Sementara affinity lebih kepada upaya pencitraan atau peningkatan daya tarik melalui berbagai macam media.
Masyarakat juga mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti kemampuan memimpin, religiusitas beragama, dan rencana program kerja yang diusung. "Calon incumbent, tentu tahu seluk beluk rencana pembangunan daerah. Program-program yang diusung biasanya lebih sesuai dengan kondisi terkini," tutur Sobari.[fjr]

Regulasi BUMN Telekomunikasi Mengatur Penguasaan Saham Asing
20 Juli 2010
Privatisasi BUMN di Indonesia dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi dan demokratisasi modal agar mampu bersaing di era global dan dapat eksis dengan kekuatannya sendiri. Demokratisasi modal sendiri, dimaksudkan agar penguasaan dan kepemilikan modal dapat menyebar ke seluruh pelaku ekonomi secara adil dan merata. Hal ini berbeda dengan liberalisasi yang menghendaki pengurangan intervensi dan peran negara sebesar-besarnya yang justru menimbulkan beberapa kekhawatiran.
Diantara kekhawatiran tersebut adalah berkurangnya peran negara sebagai regulator, masuknya kekuatan ekonomi asing ke dalam perekonomian Indonesia serta terciptanya kesenjangan antara pelaku ekonomi kuat dan ekonomi rakyat. Mufarrijul Ikhwan mengemukakan hal ini dalam disertasinya yang berjudul "Regulasi Badan Usaha Milik Negara Dalam Mengatur Penguasaan Saham Investor Asing di Sektor Telekomunikasi Indonesia". Dihadapan majelis penguji, ia mempertahankan disertasi ini pada Selasa (20/7) di gedung FH lantai enam. Majelis penguji tersebut meliputi Prof. Dr. Moch. Munir, SH (promotor), Dr. Sihabbuddin, SH, MH (ko-promotor), Dr. Suhartiningsih, SH, SU (ko-promotor), Prof. Dr. I. Nyoman Nurjaya, SH (penguji), Prof. Iwan Triyuwono, SE.,Ak., M.Ec., PhD (penguji), Prof. Dr. Dewi Astuti, SH (penguji), Prof. Dr. Sudarsono, SH, MS (penguji) serta Dr. Bambang Winarno, SH, SU (penguji).
Dalam disertasinya, Mufarrijul mencoba untuk menganalisis konsistensi regulasi BUMN terkait saham asing serta implikasi yuridisnya terhadap keberadaan investasi asing di Indonesia. Selain itu, ia juga berusaha menemukan kejelasan model regulasi BUMN agar dapat membantu perbaikan investasi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Inkonsistensi
Menurut Mufariijul, ada beberapa regulasi yang tidak konsisten (inkonsisten) terutama yang mengatur tentang batas maksimal saham yang boleh dikuasai asing. Diantaranya batas maksimal 65 persen yang diatur oleh Perpres No. 36 Tahun 2010 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup Dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan Di Bidang Penanaman Modal dengan batas maksimal 49 persen yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan usaha Milik Negara.
Menyoal hal tersebut, ia pun mengungkapkan bahwa sesuai dengan teori jenjang norma dan asas hukum yang berlaku di Indonesia, maka yang lebih diutamakan adalah UU BUMN dengan alasan jenjang norma yang lebih tinggi (lex superior derogat legi inferiori).
Inkonsistensi selanjutnya adalah antara UU BUMN yang membolehkan BUMN Indonesia, termasuk sektor telekomunikasi, di privatisasi ke investor asing dengan UU Telekomunikasi yang mengkategorikan BUMN telekomunikasi termasuk pada cabang produksi yang strategis dan penting bagi negara dan rakyat banyak, sehingga dikuasai penuh negara tanpa privatisasi. Terkait hal ini, ia menyatakan untuk lebih mengutamakan dan memberlakukan UU Telekomunikasi dengan alasan jenjang norma yang lebih memuat materi khusus (lex specialis derogate legi generalis).
"Inkonsistensi yang terjadi dalam regulasi tersebut berimplikasi yuridis terutama pada keberadaan investor asing di Indonesia", kata dia. Diantara implikasi tersebut adalah regulasi terkait investor asing yang tidak dapat diaplikasikan secara normal dan efektif, menciptakan ketidakpastian hukum bagi investor asing serta menimbulkan kebijakan yang berlainan diantara institusi pemerintahan terkait investasi.
Mengatasi permasalahan tersebut, dalam solusinya Mufarrijul menekankan pentingnya penataan ulang beberapa regulasi BUMN khususnya UU BUMN, UU Telekomunikasi, UU PT, UU Penanaman Modal, serta Perpres Nomor 36 Tahun 2010 tentang penguasaan saham bagi investor asing di BUMN sektor telekomunikasi Indonesia. Ia juga menambahkan, perbaikan regulasi tersebut sebaiknya diarahkan pada model regulasi public interest regulatory, yang lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat secara umum.
Selain itu, Mufarrijul juga menekankan perlunya peninjauan ulang privatisasi BUMN. Untuk BUMN strategis dan menguasai hajat hidup orang banyak, ia hanya memperbolehkan 10 persen saham yang bisa dikuasai asing. "Perlu ada keseimbangan untuk menerapkan fungsi privatisasi seperti fungsi regulasi, kompetisi, budgeter dan korporasi agar tidak tercipta kesan di masyarakat bahwa privatisasi BUMN dilakukan hanya untuk menjalankan fungsi budgeter semata", tandasnya.
Setelah berhasil mempertahankan disertasi tersebut, Mufarrijatul Ikhwan dinyatakan layak menyandang gelar Doktor dengan predikat Cumlaude, IPK 3.77 dan masa studi 3 tahun 11 bulan.
Mufarrijatul Ichwan dilahirkan di Bangkalan pada 26 Mei 1976. Ia menamatkan program sarjana di Fakultas Hukum Universitas Darul Ulum pada 1998. Pada 2001, pria yang kesehariannya beraktivitas sebagai dosen di Universitas Trunojoyo ini berhasil menamatkan program magister di Universitas Diponegoro. [nok]

Prof. Hari Purnomo: Rempah-rempah Lokal Untuk Keamanan Pangan
20 Juli 2010
Kesehatan seseorang sangat berkaitan dengan apa yang dikonsumsi, karena itu keamanan pangan patut menjadi perhatian. Semakin maju teknologi dan kesadaran masyarakat akan kesehatan, maka pemilihan makanan tidak hanya berdasar harga, kelezatan dan keindahan bentuk melainkan telah juga memikirkan dampaknya terhadap kesehatan. Pakar Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Prof. Ir. Hari Purnomo, M.App.Sc, PhD menyampaikan hal ini saat dirinya menjadi pembicara pada lecture session yang diselenggarakan oleh International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS). Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel UB, Rabu (14/7) ini diikuti sekitar 100 delegasi dari 20 negara di dunia.
"Kesadaran akan pentingnya faktor kesehatan ini telah pula tumbuh di sebagian masyarakat Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dll. Tetapi tidak demikian halnya dengan masyarakat pedesaan", tambah Prof. Hari.
Rempah-rempah
Sejak abad ke-13 tepatnya jaman VOC dulu, Indonesia telah dikenal sebagai penghasil rempah-rempah terutama di Kepulauan Maluku. "Karena itu, Belanda dan Portugis tertarik dan akhirnya datang sebagai penjajah", kata dia. "Ternyata rempah-rempah ini sebenarnya mempunyai daya anti mikroba sehingga bisa digunakan sebagai pengawet”, tambahnya. Terkait hal tersebut, Prof. Hari pun mencontohkan salah satu makanan khas Kota Padang, rendang, yang menurutnya bisa tahan lama berkat kerja sinergi antara bumbu-bumbu dan proses pengolahannya. Disamping itu, ia menambahkan, rempah-rempah juga banyak dipakai untuk obat tradisional termasuk kosmetik.
Menyitir berbagai penelitian pakar pangan di Indonesia, Hari mencontohkan, bumbu sachet yang banyak dijual di pasaran ternyata mampu menekan pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit (bakteri patogen). "Hanya saja, penggunaan konsentrasi yang dapat digunakan sebagai antimikroba menimbulkan rasa yang kurang disukai konsumen", katanya. Karena itu, ia pun menekankan perlunya penelitian tentang jumlah rempah-rempah yang mampu menghentikan pertumbuhan mikroorganisme pathogen tampa mengorbankan cita rasa. Diantara penelitian tersebut adalah pengamatan kombinasi antara tahapan pengolahan makanan dengan jenis dan jumlah rempah-rempah yang dipakai.
Dalam sessi Tanya jawab, seorang mahasiswa mempertanyakan kelayakan rempah-rempah asal Indonesia untuk masuk ke pasar ekspor. Terhadap pertanyaan ini, Prof. Hari menerangkan bahwa telah ada standar untuk rempah-rempah yang diekspor. "Mulai saat panen sampai siap diekspor ada standar dan tahapan yang harus dipatuhi", terangnya. Diantaranya adalah ambang toleransi untuk jumlah mikroorganisme, jumlah logam berat serta jumlah toksin jamur. [nok]

Disertasi I Made Jiwa Astika: Kapuk Bahan Baku Propelan
20 Juli 2010
Propelan amunisi merupakan bagian penting dari sistem senjata yang berfungsi untuk meluncurkan timah panas atau bahan peledak ke sasaran sehingga sasara menjadi hancur. Industri dalam negeri saat ini belum mampu membuat atau memproduksi propelan amunisi. Kebutuhan adanya bahan propelan amunisi masih dipenuhi dari impor padahal bahan propelan amunisi merupakan salah satu material yang strategis untuk kemandirian di bidang amunisi.
I Made Jiwa Astika menyampaikan hal itu dalam ujian terbuka disertasinya di gedung pasca sarjana UB, Selasa (20/07). Judul disertasi "Eksplorasi Alfa Selulosa Buah Kapuk sebagai Bahan Baku Pembuatan Propelan", dipromotori oleh Prof.Dr.Ir.Chandrawati Cahyani,MS; Prof.Ir.Lilik Hendrajaya,MSc.,PhD.;dan Prof.Dr.Ir.Soemarno,MS. Sedangkan majelis penguji terdiri dari Dr.Rurini Retnowati,MS; Dr.Ir.Ni Ketut Sari,MT.; Dr.Ir.Moch. Sahid,MS.; dan Dr.Ir.Timbul Siahaan,MM.
Bahan baku propelan amunisi, menurut Astika, sebagian tersusun dari senyawa kimia alfa selulosa. Senyawa kimia ini dapat diperoleh dari berbagai tanaman dan hewan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, tetapi kuantitas kandungan alfa selulosa berbeda-beda. Buah kapuk adalah salah satu sumber senyawa kimia alfa selulosa.
Penelitian Astika mengeksplorasi alfa selulosa dari buah kapuk sehingga diperoleh alfa selulosa dengan tingkat kemurnian di atas 90% yang memenuhi kualifikasi sebagai bahan propelan amunisi.
Alfa selulosa dalam buah kapuk yang meliputi serat, hati dan kulit diperoleh melalui ekstraksi, digesting, dan pemurnian. Hasil proses ini kemudian dianalisis menggunakan difraktometer sinar-x, metode SII (Standar Industri Indonesia), viscometer dan penentuan derajat polimerisasi untuk mengetahui alfa selulosa dan kuantitas alfa selulosa.
Ia menemukan, selain serat kapuk, bagian hati dan kulit buah kapuk potensial sebagai sumber alfa selulosa dengan derajat polimerisasai dan kemurnian yang berbeda yaitu serta 96,51%, hati buah 93,90%, dan kulit buah 94,04%.
Mineral-mineral yang terdapat di dalam sampel serat, hati dan kulit buah kapuk setelah proses ekstraksi, pemasakan, dan pemurnian mengalami pengurangan.
Proses pemasakan sampel hati dan kulit untuk mengeliminasi lignin memerlukan efektif NaOH lebih tinggi dan ratio yang lebih kecil dibandingkan dengan sampel serat buah kapuk.
Kondisi optimal diperoleh serat buah kapuk ketika NaOH 17,38%, waktu 2.73 jam, temperatur 168,820C, derajat polimerisasi 1104, rendemen 37,78%, kemurnian alfa selulosa 96,51%. Untuk hati buah kapuk ketika NaOH 39,24%, waktu 2.88 jam, temperatur 1700C, derajat polimerisasi 1099, rendemen 26,28%, kemurnian alfa selulosa 93,67%. Sedangkan kulit buah kapuk ketika NaOH 37,77%, waktu 2.67 jam, temperatur 166,630C, derajat polimerisasi 1101, rendemen 30,69%, kemurnian alfa selulosa 94,04%. Proses isolasi alfa selulosa serat kapuk perlu dipisah dengan sampel hati dan kulit kapuk karena batasan variabel dan ratio dalam pemasakan berbeda.
Astika menyarankan adanya kerjasama dengan instansi yang terkait meliputi industri, departemen pertahanan dan perguruan tinggi dalam pengembangan sumber bahan baku propelan selain dari buah kapuk. Perlu juga adanya penelitian lebih lanjut khususnya sampel serat buah kapuk dengan adanya coating yang memungkinkan adanya muatan positif berpengaruh efektif pada NaOH, temperatur, waktu pemasakan dan derajat polimerisasi selulosa.
I Made Jiwa Astika, pria kelahiran Tabanan, Bali, 2 Februari 1966. Anggota TNI AL ini sekarang berpangkat Mayor Laut (KH) . jabatan terakhirnya adalah Kepala Seksi Amunisi dan Bahan Peledak di Dislitbang TNI-AL pada tahun 2008. Setelah berhasil mempertahankan disertasinya, ia berhak menyandang gelar doktor ilmu pertanian minat sumber daya alam program khusus bahan peledak dengan predikat sangat memuaskan. [fjr]

Disertasi Jimmy H.S.: Eksistensi Masyarakat Gemeinschaft pada Guru Pedesaan
19 Juli 2010
Kehidupan bersama dalam sebuah masyarakat dapat terjadi pada masyarakat tradisional maupun masyarakat modern. Dengankarakteristik yang berbeda, kehidupan bersama tersebut dapat terjadi pada masyarakat perkotaan, dan dapat pula terjadi di masyarakat pedesaan. Guru desa yang memperoleh pengaruh motivasi, kemampuan dan persepsi perannya, dengan sarana dan prasarana sekolah yang masih menghadapi berbagai kelemahan, yang kemudian diberi kesempatan untuk mendapatkan benefit yang lebih besar dalam bentuk finansial melalui program sertifikasi, perlu diteliti apakah masih menunjukkan masyarakat gemeinschaft ataukah gesellschaft.
Demikian disampaikan oleh Jimmy HS dalam disertasinya yang berjudul "Eksistensi Masyarakat Gemeinschaft dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi: Studi Kasus Masyarakat Guru Pedesaan di Kabupaten Bogor". Ujian terbuka disertasi dilaksanakan di pasca sarjana UB, Senin (19/07). Promotor disertasi adalah Prof.Dr.Ir.Sugiyanto,MS; Prof.Dr.Ir.Keppi Sukesi,MS; Prof.Dr.Ir.Sanggar Kanto, MS. Sedangkan majelis penguji terdiri dari Dr.Ir.Yayuk Yuliati,MS; Dr.Ir.Salyo Sutrisno,MS; Dr.Ir.Mardiyanto,MPA; dan Prof.Dr.Salldien.
Menurut Jimmy, terdapat hubungan yang erat antara motivasi, kemampuan, dan persepsi peran guru pedesaan. Karakteristik individu berupa nilai, kepribadian, persepsi, emosi-sikap, dan stress berpengaruh positif terhadap motivasi guru pedesaan. Artinya semakin baik karakteristik individu berupa nilai, kepribadian, persepsi, emosi-sikap, dan stress akan semakin baik pula motivasi, kemampuan, persepsi-peran, dan situasi guru pedesaan.
Berdasarakan penelitiannya, Jimmy menyimpulkan bahwa masyarakat guru pedesaan masih mnunjukkan kepribadiaannya sebagai masyarakat gemeinchaft dengan mengambil 4 tipikal pattern variabel Parsons, yaitu affective, collective orientation, particularism, dan diffuseness. Dalam hal tipikal pattern variables masyarakat guru pedesaan yang ascription, masyarakat guru pedesaan telah melampauinya, karena mereka telah berorientasi pada achievement.
Ia merekomendasaikan kepada para pengambil kebijakan, dalam hal ini kementrian Pendidikan Nasional sebagai lembaga tertinggi pada tingkat nasional yang paling bertanggungjawab atas penyelenggaraan pendidikan nasional, perlu membuat kebijakan bahwa dalam rekrutmen guru, perlu seleksi yang mencakup aspek motivasi dan kemampuan, serta persepsi-peran. Tidak hanya aspek akademis, tetapi juga aspek sosial dan personal, yang dapat mendukung upaya pencapaian tujuan pendidikan Indonesia, yang utamanya meningkatkan iman dan taqwa serta berakhlak mulia.
Dalam membuat kebijakan sebagai national guidance, menurut Jimmy, seluruh aparat di lingkungan Kemendiknas untuk tidak mempertentangkan aspek modernisasi pendidikan terhadap aspek positif masyarakat gemeinschaft sebagai suatu trade off, tetapi justru harus dapat dikelola sebagai aspek-aspek yang sinergis dalam kehidupan berbangsa.
Jimmy Herman S., adalah pria kelahiran Desa Rurukan Sulawesi Utara. Ia pernah berkarir di lingkungan TNI AD. Ia menjadi dosen di antaranya di Universitas Padjajaran Bandung dan Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan majelis penguji, ia berhak menyandang gelar doctor ilmu pertanian minat studi sosiologi pedesaan dengan predikat cumlaude. [fjr]

Delapan Proposal UB Lolos Penelitian Strategis Nasional
19 Juli 2010
Pada Tahun Anggaran (TA) 2010 ini, delapan dari 131 proposal yang diajukan Universitas Brawijaya (UB) mendapatkan dana Penelitian Strategis Nasional. Jumlah tersebut merupakan bagian dari 477 proposal di seluruh Indonesia yang dinyatakan lolos mendapat bantuan dana.
Nama pengusul yang dinyatakan lolos evaluasi adalah Agustin Krisna Wardani, STP., MSi., PhD (Fakultas Teknologi Pertanian), Dra. Catur Retnaningdyah, MSi (FMIPA), Prof. Dr. Ir. Rudy Soenoko, M.Eng.Sc (Fakultas Teknik), Prof. Dr. Ir. Sahri Muhammad, MS (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Dr. Dra. Siti Ragil Handayani, MSi (Fakultas Ilmu Administrasi), Dr. Teti Estiasih, STP., MP (Fakultas Teknologi Pertanian), Dr.Eng Alwafi Pujiraharjo, ST., MT (Fakultas Teknik) serta Dr. Ing. Setyawan Purnomo Sakti, M.Eng (FMIPA).
Melalui PRASETYA Online, Ketua LPPM UB, Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaemi, MS berpesan kepada seluruh peneliti agar segera mempersiapkan penelitiannya sambil menunggu turunnya dana. Selain itu, pihaknya juga kembali mengingatkan bahwa seorang peneliti hanya diperbolehkan sebagai ketua dan sebagai anggota di judul penelitian lain.
Peneliti juga diperbolehkan sebagai anggota di dua kegiatan penelitian pada skim yang berbeda dan berasal dari skim penelitian DP2M. "Apabila pada tahun 2010 ini terdapat ketua peneliti yang kedua proposalnya diterima, diharap segera membuat surat pergantian ketua penelitian kepada LPPM-UB", imbau Siti Chuzaemi. Keterangan lebih lanjut dapat diakses di sini atau dilihat di Subbag Program LPPM UB. [sc/nok]

Pengumuman SNMPTN 2010 di UB
19 Juli 2010
Pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010 telah dikeluarkan pada Sabtu (17/7) pukul 00.00 WIB, baik melalui online ataupun berbagai media massa di Indonesia. Secara keseluruhan, dari total 447.201 peserta SNMPTN, sebanyak 88.401 (19.76 persen) diantaranya dinyatakan lolos seleksi. Jumlah ini lebih kecil dari daya tampung PTN di Indonesia yang mencapai 89.355.
Universitas Brawijaya (UB) sendiri, pada SNMPTN 2010 ini menerima 4526 mahasiswa yang terdiri atas 1728 kelompok IPS dan 2798 kelompok IPA. Angka penerimaan tertinggi diraih Program Studi Agroekoteknologi yang mencapai 301 mahasiswa disusul Peternakan (300) serta Ilmu Administrasi Publik (170) dan Ilmu Administrasi Bisnis (170). Informasi penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN 2010 di UB dapat diakses di sini.
Seperti disampaikan Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) UB, Dra. Welmin Soenyi Ariningsih, M.Lib, penerimaan melalui SNMPTN 2010 ini telah menambah jumlah mahasiswa baru yang diterima pada tahun ini sebesar 9651. Sebelumnya UB telah menerima mahasiswa melalui jalur Penerimaan Siswa Berprestasi (PSB/3465), Seleksi Program Kemitraan Sekolah Non Ujian Tulis (SPKS Non Utul/615), Seleksi Program Kemitraan Sekolah dengan Ujian Tulis (SPKS Utul/630), Seleksi Program Kemitraan Institusi (SPKIns/287) dan Seleksi Program Kemitraan Daerah (SPKD/128).
Selanjutnya, UB masih menerima mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Program Minat dan Kemampuan (SPMK) serta Vokasi. Untuk SPMK pendaftaran dilakukan mulai Rabu-Selasa (1/7-20/7) dengan pelaksanaan ujian pada Kamis (22/7) sementara program vokasi pendaftaran dapat lakukan selama dua minggu (14-28/7) dengan pelaksanaan ujian pada Jum'at (30/7). Informasi lebih lanjut dapat diakses di sini. [nok]

Bikin Kondang Merak Binaan Mahasiswa Dunia
17 Juli 2010
Lowokwaru - Surya - Sebentar lagi, Pantai Kondang Merak di Bantur, Kabupaten Malang, akan menjadi desa binaan bagi IAAS (International Association of Students in Agricultural and Related Sciences). IAAS sendiri merupakan perhimpunan para mahasiswa agrikultur (pertanian, peternakan, dan perikanan) dunia.
Dalam kongres IAAS di Universitas Brawijaya, sejak 13 Juli lalu, pantai yang namanya bahkan belum sepopuler Balekambang atau Ngliyep ini, coba diajukan kepada delegasi se-dunia menjadi village concept project (VCP), atau desa binaan bersama. "Kami sangat berharap pantai ini bisa menjadi VCP, sehingga nanti kami bisa memberikan sesuatu buat masyarakat di sana," ujar Hafiz Iqbal Maulana, Direktur IAAS untuk Indonesia yang juga mahasiswa Fakultas Pertanian UB.
Hafiz mengatakan, pihaknya tak sembarangan memilih pantai ini sebagai lokasi penelitian. Sejak 2005, delegasi IAAS UB sudah banyak melakukan kegiatan untuk menstimulasi dinamika di Kondang Merak.
Dalam beberapa observasi dan uji lokasi yang sudah dilakukan, kawasan ini akhirnya disepakati sangat layak menjadi desa binaan. Salah satu pertimbangannya, potensi perikanannya yang luar biasa. "Namun, diluar potensi itu, kawasan ini juga punya banyak hambatan, di antaranya belum tersedia infrastruktur vital seperti listrik, atau pendidikan bagi warga sekitar. Intinya, kawasan ini punya SDA hebat, tapi SDM-nya masih lemah," kata Hafiz.
Bila benar Kondang Merak disetujui menjadi VCP, maka menurut Hafiz, akan menjadi keuntungan bagi Kabupaten Malang. Ia membayangkan, sejumlah ide dan pemikiran akan datang dari mahasiswa berbagai negara. "Semua itu bakal membuat Kondang Merak menjadi salah satu pantai perikanan terbesar, bahkan tidak mungkin sebuah pelabuhan sebagai mimpi jangka panjang," ucap Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian angkatan 2006 ini.
Pengajuan Kondang Merak sebagai desa binaan IAAS ini sebenarnya sudah dimulai sejak Kongres IAAS diadakan di Belarusia, 2008 lalu. Namun saat itu, pengajuan ini gagal. [Surya Online]

Do'a Bersama untuk PIMNAS
16 Juli 2010
Do'a bersama dengan anak yatim piatu dihelat di Masjid Fatahillah gedung rektorat lantai 5 Universitas Brawijaya (UB). Do'a bersama ini dilakukan dalam rangka keberangkatan tim PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) UB ke Universitas Mahasaraswati, Denpasar. UB mengundang lima panti asuhan yakni, Panti Asuhan (PA) Asshidiqiyah, Al Khafil, Ulil Aqsa, Salman, dan Cahya Nabawi.
Dalam sambutannya, Jumat (16/7), Pembantu Rektor III UB Ir H RB Ainurrasyid MS menyampaikan permohonan do’a agar tim PIMNAS UB yang terdiri dari mahasiswa, dosen pendamping dan karyawan diberikan keselamatan hingga sampai di tujuan. PR III juga menyampaikan harapan agar UB dapat kembali menjadi juara umum. Setelah sambutan acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan dan do’a dari pengurus PA Salman.
PIMNAS XXIII akan berlangsung di Universitas Mahasaraswati Denpasar selama 4 hari, 20-23 Juli 2010. UB direncanakan mengirim 14 kelompok PIMNAS. PIMNAS ke-23 yang akan diikuti UB ini dilaksanakan di Universitas Mahasarwati, Denpasar. Sejauh ini UB berada di peringkat empat untuk pengumpulan proposal sejajar dengan Universitas Airlangga, Surabaya.[rid/ai]

Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair di FE
16 Juli 2010
Ribuan pencari kerja padati Job Fair yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB) bekerjasama dengan JobStreet.com. Selama tiga hari (13-15/7) kegiatan yang bertajuk "UB Career Expo" ini dipusatkan di basement Gedung Baru FE-UB.
Seperti disampaikan marketing JobStreet.Com, Ruri, sekitar 1000 pelamar mendatangi bursa kerja tersebut tiap harinya. "Kami mengadakan kegiatan ini diberbagai daerah dengan rata-rata pengunjung 3000 sampai 4000 pencari kerja pada tiap kali job fair", kata dia. Dengan 30-40 event tiap tahunnya, JobStreet.Com telah menyambangi beberapa kota besar di Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Sebanyak 30 tenant mengikuti job fair yang diselenggarakan di FE-UB kali ini diantaranya Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT. Sinarmas Agribisnis and Food, Batavia Airlines, CIMB Niaga, Bank Mega Syariah, PT. Andi Offset, PT. Trakindo Utama, Mayora, PT. BFI Finance Indonesia, serta PT. Kalbe Farma.
Pada job fair tersebut, PRASETYA Online sempat menemui salah satu tenant, PT. Sinarmas Agribisnis and Food. Menurut Maryadi, Recruitment Manager perusahaan yang berpusat di Medan Sumatera Utara ini, pada kesempatan tersebut pihaknya menawarkan beberapa posisi seperti graduate trainee, programmer, Junior Biology Moleculerist, Mechanical Engineer, Junior Civil Engineer, Accounting Officer serta HRD Officer.
Khusus untuk graduate trainee, pihaknya membutuhkan fresh graduate Fakultas Pertanian (Budidaya Pertanian, Ilmu Tanah, Hama Penyakit), Fakultas Teknologi Pertanian (Teknik Pertanian) serta Fakultas Ekonomi (Akuntansi dan Manajemen). "Kami telah mengumpulkan sekitar 50 pelamar yang dinyatakan memenuhi kualifikasi", ungkap Maryadi. Dari serangkaian seleksi administrasi dan interview yang telah dijalankan pada job fair tersebut, alumni Universitas Sumatera Utara (USU) ini mengaku tidak meragukan sama sekali basic knowledge pelamar. "Untuk menjadi seorang asisten kebun, pengetahuan mereka telah cukup. Tapi bukan hanya itu penilaian kami", katanya. Maryadi mengurai, dalam melakukan recruitment pihaknya memiliki penilaian tersendiri terutama terkait soft skill, karakter dan kekuatan fisik.
Dari interview yang telah dilaksanakannya, ia menilai beberapa keunggulan pelamar di UB seperti kemampuan analisa yang bagus, kemampuan membaca situasi, kemampuan presentasi serta pengalaman dalam studi kasus. Hanya saja, dia menyayangkan minimnya pengetahuan pelamar tentang kondisi lapang perkebunan yang diprediksinya akan mengimbas pada budaya kerja nantinya. "Tapi hal ini tidak menjadi masalah karena kami akan memberikan training selama empat bulan", kata dia. [nok]

Misi Delegasi Indonesia Pada Kongres IAAS Ke-53
16 Juli 2010
Kongres International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) ke-53 yang pada tahun ini dipusatkan di Indonesia merupakan momentum berharga bagi para anggotanya untuk saling berkomunikasi. Sekitar 100 orang delegasi dari sekitar 20 negara turut ambil bagian dalam kongres ini. Indonesia sendiri, dalam kesempatan tersebut mengirimkan sembilan orang delegasi yang meliputi Universitas Brawijaya (UB/3), Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS/1), Universitas Padjadjaran (Unpad/3), Universitas Diponegoro (Undip/1), serta Institut Pertanian Bogor (IPB/1).
National Director IAAS Indonesia, Hafiz Iqbal Maulana, kepada PRASETYA Online menyampaikan bahwa pada kongres kali ini pihaknya bermaksud meloloskan beberapa misi yang telah menjadi pembahasan bersama koleganya. Misi tersebut diantaranya adalah memperkenalkan berbagai hosting place untuk Exchange Programme (EP) IAAS. Lebih lanjut mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian ini menjelaskan, IAAS memiliki tiga jenis EP yakni Ceres, Archimedes dan Libertas. "Ceres untuk mereka yang meminati EP dengan topik umum di lapangan, Archimedes untuk mereka yang tertarik observasi dan penelitian sementara Libertas untuk yang berminat mengikuti kegiatan volunteer", urainya. Lokasi EP tersebut, menurut Iqbal tersebar di berbagai kawasan di Pulau Jawa dan Sulawesi, diantaranya adalah Saung Angklung "Udjo", "Soerjanto" Orchid Farm Batu, "UD. Artha" Bonsai Farm Batu, Balai Inseminasi Buatan Singosari Malang, Pegunungan Walat Sukabumi, serta Perkebunan Anggotoa Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara.
Misi lainnya adalah memperkenalkan potensi lokal Indonesia kepada masyarakat Internasional. "Indonesia memiliki banyak potensi yang belum dieksplorasi, terutama terkait pangan, energi dan perdagangan", katanya. Masalah energi misalnya, Hafiz mengurai berbagai potensi untuk dijadikan sumber energi alternative seperti bioenergi, mikrohidro, angin, panas bumi, dan solar cell. Terkait hal ini, IAAS LC UB juga akan berjuang menjadikan Kondangmerak sebagai salah satu village project. "Melalui project ini, IAAS berupaya memaksimalkan pemanfaatan sumber daya lokal yang ada disana sehingga akan berkontribusi besar bagi masyarakat setempat. Kondangmerak selama ini dikenal sebagai kawasan nelayan tangkap", katanya.
Khusus untuk General Assembly, IAAS Indonesia memiliki kandidat untuk diajukan sebagai Control Council (Dewan Penasehat) yaitu Ayu Pridipta Sari, seorang mahasiswi IPB yang juga mantan National Director 2009. [nok]

Untuk Pertama Kalinya, Delegasi Asia Terpilih Sebagai Presiden IIAS
16 Juli 2010
Untuk pertama kalinya, wakil Asia terpilih sebagai Presiden International Institutes of Administrative Sciences (IIAS) sejak organisasi ini berdiri pada tahun 1930. Selama periode tiga tahun mendatang, Prof. Pan Suk Kim asal Korea Selatan akan memimpin organisasi ini.
Hal yang sama juga terjadi pada pemilihan Rapporteur General, yang juga baru pertama dari Indonesia, yakni dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB), Andy Fefta Wijaya, MDA, PhD. Sebagai Rapporteur General, Andy yang juga Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik FIA-UB, bertanggungjawab terhadap kualitas akademik konferensi ini. Selain itu, ia juga diberi kewenangan untuk memberikan rekomendasi mengenai perkembangan ilmu dan praktek Administrasi Publik ke depan.
Beberapa Menteri serta perwakilan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II menjadi pembicara dalam kesempatan tersebut diantaranya Menteri Pendayagunaan Aparatur negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan, Menteri PPN/Ketua Bappenas Prof. HE. Armida Alisyahbana serta perwakilan Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Fasli Djalal (Dirjen Dikti). Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia, Prof. Ginandjar Kartasasmita juga tampil sebagai pembicara pada Selasa (13/7). Dalam pidatonya, EE Mangindaan secara khusus menyampaikan tentang platform birokrasi di Indonesia serta implementasinya. Diantara langkah yang telah dijalankan adalah pembentukan tim nasional yang diketuai langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia dengan anggota semua Menteri Koordinator, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan.
Tim nasional ini juga dilengkapi dengan tim teknis dibawah koordinasi Menpan, tim quality assurance serta tim independen yang bertugas mengawasi jalannya reformasi birokrasi.
Pembicara lain yang juga turut menyampaikan gagasannya adalah Presiden International Association for Schools and Institutes of Administration (IASIA) Prof. Alan Rosenbaum serta Presiden IIAS Prof. Franz Stehl. Delegasi FIA-UB yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah Prof. Dr. Sumartono, Prof. Dr. Syamsiar Syamsudin, Andy Fefta Wijaya, MDA, PhD; Dr. Khairul Muluk, Irwan Noer, MA serta seorang mahasiswa program internasional S1 FIA-UB, Silvi. [afw/nok]

Prof. Sukoso: Pembangunan Perikanan Indonesia
15 Juli 2010
Pemerintah Republik Indonesia (RI) memiliki visi untuk mengukuhkan diri sebagai pengekspor perikanan di dunia pada 2015, utamanya dalam perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Menuju visi tersebut, Indonesia masih memiliki banyak permasalahan yang menuntut solusi sesegera mungkin. Prof. Ir. Sukoso, PhD menyampaikan hal tersebut saat menjadi pemateri dalam kuliah tamu IAAS di Hotel UB, Rabu (14/7). Dengan paparan "Recent Development of Indonesian Fisheries", dihadapan 100 peserta, ia kemudian mentabulasi berbagai permasalahan tersebut. Diantaranya adalah terbatasnya area penangkapan, masalah reproduksi, kehadiran penyakit serta ketersediaan pakan.
"Semua permasalahan tersebut membutuhkan solusi melalui penerapan teknologi", kata dia. Terkait penyakit misalnya, Sukoso menekankan pentingnya penyelesaian tanpa menggunakan bahan kimia yang menurutnya sangat tidak gampang. Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ini menambahkan, pemanfaatan teknologi juga diperlukan pada pakan melalui penyediaan sumber protein yang seminimal mungkin menggunakan ikan dan bahan pangan manusia.
"Semua area penangkapan di Indonesia sudah over fishing, jadi mau kemana untuk mencapai produksi sebesar itu", ungkapnya memaparkan kondisi terkini perikanan tangkap di Indonesia. Karena keterbatasan tersebut, ia kemudian menyarankan agar dimulai program perikanan budidaya menuju pemenuhan kebutuhan 2015. Hanya saja, untuk perikanan budidaya pun ia menjumpai permasalahan krusial dalam penyediaan bibit unggul. "Penyediaan bibit unggul membutuhkan teknologi tinggi diantaranya untuk teknologi reproduksi. Karena itu, selama ini kita selalu mengimpor benih unggul", katanya prihatin.
Terhadap seluruh permasalahan tersebut, Prof. Sukoso pun memberikan tiga solusi utama yang meliputi penerapan teknologi penangkapan, penegakan hukum serta perbaikan lingkungan pantai sebagai penyokong produk benih ikan secara alami. "Sumber Daya Alam (SDA) kita terus menurun tetapi permintaan selalu meningkat. Karena itu, perlu pengaturan penangkapan khususnya penggunaan alat-alat yang eco-friendly termasuk pengaturan ukuran mata jaring", kata dia.
Terkait masalah sosioekonomi nelayan, pihaknya juga mengetengahkan tiga solusi yakni pemindahan lokasi nelayan ke daerah-daerah yang masih produktif, pengalihan aktivitas nelayan diluar kesehariannya seperti peternakan dan pembudidayaan ikan serta optimalisasi SDA yang ada di wilayah pantai dengan menyadarkan masyarakat pentingnya memelihara lingkungan pantai. Pembicara lain yang juga turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, yang mengemukakan masalah food safety.
Diwawancarai usai acara, salah seorang peserta asal Thailand, Kampanat Phesatcha, menceritakan pembangunan perikanan di negaranya. Di negeri gajah putih ini, menurutnya perikanan telah berorientasi ekspor melalui industrialisasi dengan komoditas utama udang, tuna, catfish dan tilapia (sejenis ikan lokal). Dalam pengelolaannya, pola kemitraan antara industri, pemerintah dan masyarakat telah terjalin disana. "Kepada petani, biasanya industri akan memberikan benih dan material lainnya untuk kemudian di budidayakan. Pemerintah berperan sebagai pembuat regulasi diantaranya dalam pengendalian harga sehingga tetap bisa bersaing di pasar dunia", terang mahasiswa program Animal Sciences Khon-Kaen University ini. Thailand Selatan merupakan sentra perikanan di sana, yang meliputi daerah Phuket, Chonbari, serta Prachuabkirikun. [nok]

Kongres IIAS-IASIA Dibuka Wapres Boediono
15 Juli 2010
Rabu malam (14/7), kongres internasional ke-28 International Institutes of Adminitrative Sciences-International Association of Schools and Institutes of Administration (IIAS-IASIA) resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (wapres RI), Prof. Dr. Boediono. Dalam kesempatan tersebut, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB) mengirimkan delegasi yakni Prof. Dr. Soemartono; Prof. Dr. Syamsiar Syamsudin, Andy Fefta Wijaya, PhD; Dr. Khairul Muluk; Irwan Noer, MA serta seorang mahasiswa program internasional, Silvi. Kongres dipusatkan di Nusa Dua, Bali selama satu minggu (12-17/7).
Melalui email, kepada PRASETYA Online Andy melaporkan bahwa dalam pidatonya, Wapres menjelaskan mengenai grand design dan road map reformasi birokrasi Indonesia yang telah dimulai sejak tahun 2010. Reformasi birokrasi ini dilakukan dengan membentuk tim nasional yang beranggotakan menteri terkait dibawah koordinasi langsung Wapres. Menurut Boediono, prinsip-prinsip utama dalam melakukan reformasi birokrasi adalah decentralized, multispeed, centrally coordinated, serta measurable. "Maksudnya, birokrasi yang terdesentralisasi, kecepatan reformasinya tergantung kemampuan masing-masing, dikoordinasi oleh pusat dan kinerjanya dapat diukur", terang Wapres.
Pagi harinya (14/7), Presiden American Society for Public Administration (ASPA), Prof. Meredith A. Newman menyampaikan paparan tentang "The Human Face of Governance: Public Service in Times of Crisis". Dalam penjelasannya, Ketua Program Administrasi Publik Florida International University Amerika Serikat ini menekankan pentingnya penerapan emotive skills.
Andy Fefta juga menyampaikan, dalam kongres ini dirinya dipilih langsung oleh Direktur IIAS, Dr. Rolet Loretan sebagai Rapporteur General. Sebagai seorang Rapporteur General, Andy memiliki peran besar dalam merumuskan tema dan subtema yang dibahas dalam kongres, menentukan paper yang dipresentasikan, menjamin kualitas academic paper, merekomendasi paper yang layak ditampilkan pada jurnal "International Review of Administrative Science" terbitan IIAS sekaligus menjadi guest editor pada jurnal tersebut, serta mempersiapkan publikasi buku proceeding kongres ini.
Kepada delegasi dari 70 negara, dalam pidatonya Andy memberikan alasan utama dipilihnya tema-tema konferensi dan keterkaitannya satu sama lain. Selain itu, ia juga didaulat untuk merekomendasikan arah perkembangan ilmu administrasi ke depan. "Problematika sektor publik terus berkembang sehingga memerlukan inovasi baru dalam mengelola (governance) dan me-manage dalam upaya peningkatan kinerja sektor publik yang berkelanjutan", kata dia. Melalui inovasi baru tersebut, pihaknya memgharap sektor publik akan mampu memberi hasil dan dampak positif bagi warga negara dan stakeholders, terutama kaum terpinggirkan. [afw/nok]

Mahasiswa FP UB, Peserta 2nd International Students Summer Program
15 Juli 2010
Imam Habibi mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Fakultas Pertanian (FP) jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan angkatan 2006 mengikuti acara yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu DREaM 2010 2nd International Students Summer Program and World Youth Leader Assembly. Kegiatan ini dilaksanakan di Yogyakarta, selama satu minggu (12-19/7). DREaM 2010 merupakan International Students Summer Program yang diinisiasi pertama kali oleh UGM tahun 2009 dengan mengundang generasi muda dari berbagai latar belakang dan budaya untuk melaksanakan riset sederhana berdasarkan tiga topik utama: small medium enterprises, post-disaster management dan community empowerment.
Selama seminggu Imam dijadwalkan mengikuti beberapa kegiatan yaitu Lecture : Interfaith as a New Approach, Fostering Collaboration Across Boundaries (12/7), Lecture : Disaster Management, Community Empowerment, Small and Medium Enterprises (13/7), Lecture : Disaster Management, Community Empowerment, Small and Medium Enterprises dan Excursion : Bakpia D’java and Office of Interfidei (14/7), Community Service (15/7), World Youth Leaders Assembly (WYLA) (16/7), Fieldtrip (17/7), Cultural Day (18/7), Closing Ceremony (19/7).
Tahun ini DREaM mengangkat tema "Preparing Global Future Leaders for Better Awareness and Mutual Understanding among Nations" dengan mengadopsi pendekatan interfaith. Pendekatan ini digunakan karena seringkali konflik terjadi lantaran isu kepercayaan.
DREaM 2010 diikuti oleh 22 negara melewati 4 benua seperti Universitas Gadjah Mada (Indonesia),Universitas Brawijaya (Indonesia) L'orientale University (Italy), Fukuoka Women's University (Japan), Universitas Negeri Malang (Indonesia), Ateneo Orientale di Napoli (Italy), Damascus University (Syria), Taylors College (Malaysia), United Arab Emirates University (United Arab Emirated), De La Salle University (Philippines), Seoul Women University, (Korea Republic) Royal University of Pnom Penh (Cambodia), Parahyangan Catholic University (Indonesia), St Xavier's College (India), University of Montana (United States of America), University of New South Wales (Australia), Suez Canal University (Egypt), Universitas Sebelas Maret (Indonesia), Tottori University (Japan).[hab/ai]

Isra' Mi'raj, Momen Mengenal Rasulullah
14 Juli 2010
Sangat disayangkan kalau saat ini banyak umat muslim yang tidak memahami sejarah Nabi Muhammad SAW. Padahal melaksanakan islam di zaman Rasulullah sangat mudah, tidak seperti masa ini yang banyat muncul perbedaan. Demikian disampaikan Dr Zainul Arifin, Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya pada acara peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1431 H, Rabu (14/7) di Masjid Fatahillah gedung rektorat Universitas Brawijaya (UB) lantai 5.
Dr Zainul mencontohkan untuk kasus sholat dikala berpergian. Rasulullah diriwayatkan selalu mengqashar sholatnya, demikian ungkap guru besar IAIN Sunan Ampel ini. "Kalau sekarang eranya ulama terjadi perbedaan. Ulama hadits bilang shalatnya diqashar, ulama fiqh mengatakan boleh diqashar boleh tidak, sedangkan ulama tasawuf karena takut pahalanya berkurang, tetap shalat empat rakaat," ujar Dr Zainul.
Terkait shalat yang menjadi pesan penting dari perjalanan Isra' Mi'raj Rasulullah, Dr Zainul menerangkan kalau shalat lima waktu saja tidak cukup untuk masuk surga. Menyitir dari hadits yang mengisahkan Abdullah bin Umar yang menyampaikan kepada Rasulullah ingin menyamai kedudukan beliau di surga dengan tidak pernah melupakan 10 rakaat shalat rawatib tiap harinya. Rasulullah pun membenarkan apa yang disampaikan Abdullah.
Nilai terpenting yang diajarkan Rasulullah terkait dengan shalat adalah keikhlasan. "Kalau tidak ikhlas, kita malah tidak dapat apa-apa," ujarnya. Hadis tentang niat mengajarkan seorang muslim untuk meniatkan setiap ibadah yang dilakukan hanya untuk Allah, karena dia hanya akan mendapatkan apa yang diniatkan. Demikian pula dengan aktivitas bekerja, hendaknya diniatkan hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.
Pembantu Rektor III Ir H RB Ainurrasyid MS  yang mewakili Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito membuka acara ini dalam sambutannya menekankan pentingnya kedisiplinan yang menjadi hikmah dari perjalanan Isra' Mi'raj. "Assholatu 'ala waqtiha, setiap shalat yang diwajibkan untuk kita memiliki waktunya masing-masing. Shalat mengajarkan kita untuk disiplin, mengerjakan segala sesuatu pada waktunya, " ungkap PR III.[ai]

PIBLAM UB Ikuti Bazar Perbankan dan UMKM
14 Juli 2010
Pusat Inkubator Bisnis dan Layanan Masyarakat Universitas Brawijaya (PIBLAM UB) turut dalam Bazar Perbankan dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah)  2010 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Lt.6 Surabaya yang diadakan oleh Badan Musyawarah Perbankan Daerah Jawa Timur dan Konsultasi Keuangan Mitra Bank Satgas Jawa Timur.
Selama lima hari, Selasa-Sabtu (7-11/7), sejumlah barang dipamerkan di stan PIBLAM antara lain tempat tissue, ikan ,kura-kura, sendok ram, dan hanger tarik. Barang-barang yang dipamerkan di bazar ini merupakan produk PIBLAM dengan beberapa stakeholder binaan PIBLAM yaitu UD Arjasa, Batu dan Nurul Huda yang memiliki lisensi Kompor Biomasa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Bazar yang mengambil tema "Bersama Kita Bangun UMKM JATIM Agar Lebih Tangguh & Berdaya Saing". Acara ini merupakan kegiatan yang sangat penting bagi pihak perbankan maupun UMKM . Harapannya acara ini membantu mensosialisasikan produk-produk bank yang dapat membantu pengembangan UMKM.
Dengan adanya bazaar ini diharapkan dunia usaha khususnya UMKM dapat menyerap informasi perbankan secara maksimal terutama produk yang berkaitan dengan peningkatan dan pengembangan kegiatan UMKM. [ai]

Disertasi Anthon Efani: Fungsi Produksi Stochastic Frontier dan Efisiensi Teknis Usaha Penangkapan Tuna
14 juli 2010
Meskipun mempergunakan alat, teknologi, dan tenaga kerja yang sama, serta pada musim dan daerah penangkapan yang sama, nelayan tidak selalu mendapatkan tingkat efisiensi teknis seperti yang diharapkan. Besarnya keluaran yang dihasilkan per unit usaha tidak selalu sebanding dengan unit input. Selama ini di Indonesia pendugaan fungsi produksi usaha penangkapan ikan menggunakan pendekatan rata-rata, sehingga tidak bisa melihat efisiensi teknis pada setiap nelayan. Kajian fungsi produksi frontier untuk menduga efisiensi teknis pada setiap nelayan perlu untuk dibahas.
Demikian disampaikan Anthon Efani dalam disertasinya yang berjudul "Fungsi Produksi Stochastic Frontier dan Efisiensi Teknis Usaha Penangkapan Tuna". Ujian terbuka disertasi dilaksanakan pada hari Rabu (14/07) di gedung pasca sarjana UB. Promotor disertasi adalah Prof.Dr.Ir.Soemarno,MS; Prof.Dr.Ir.Sahri Muhammad,MS; dan Dr.Ir.Nuhfil Hanani,MS. Sedangkan tim dosen penguji adalah Prof.Ir.Marsoedi,Ph.D; Ir.Bambang Ali Nugroho,DAA,Ph.D.; Dr.Ir.Wahib Muhaimin,MS.; dan Dr.Ir.Anang Mashudi,MSc.
Anthon melaksanakan penelitiannya pada usaha penangkapan tuna di Sendang Biru Kabupaten Malang. Produksi frontier usaha penangkapan tuna secara teoritis dipengaruhi oleh fishing power (alat tangkap, kekuatan kapal, lama waktu melaut), fishing activities (perbekalan makanan, perbekalan es, tenaga kerja, bahan bakar) dan musim.
Fungsi produksi frontier usaha penangkapan tuna baik armada sekocian maupun payang yang terbaik dalam bentuk Cobb-Douglas. Produksi frontier usaha penangkapan tuna dipengaruhi oleh hari orang kerja melaut baik untuk armada sekocian maupun payang, sedangkan pengaruh musim hanya nyata pada armada sekocian. Hal ini disebabkan usaha penangkapan ikan tuna dan armada sekocian merupakan usaha utama, sedangkan pada payang tidak hanya menangkap ikan tuna saja sehingga faktor musim tidak signifikan.
Sumber-sumber efisiensi teknis usaha penangkapan tuna baik untuk armada sekocian maupun payang relatif hampir sama. Faktor utama yang mampu meningkatkan efisiensi teknis adalah ikut tidaknya dalam KUD, pengalaman nakhoda, dan investasi yang mencerminkan faktor kekuatan ekonomi nelayan. Khusus armada sekocian efisiensi teknisnya akan lebih tinggi jika pemilik kapalnya berasal dari suku Bugis. Mereka mendapatkan faktor insentif lebih tinggi.
Pengalaman nakhoda berpengaruh sangat besar terhadap peningkatan efisiensi teknis, memberikan informasi bahwa pengalaman erat kaitannya dengan ketrampilan dalam usaha penangkapan ikan tuna.
Anthon menyarankan, usaha penangkapan tuna sebaiknya difokuskan pada armada sekocian karena produktivitas dan efisiensi hasil tangkapannya lebih tinggi. Perlu juga dilakukan upaya-upaya akselerasi untuk peningkatan ketrampilan nahkoda dalam menangkap tuna. Ia juga mengusulkan perluasan peranan kredit dan koperasi untuk meningkatkan hasil penangkapan tuna bagi nelayan kurang mampu.
Anthon Efani, pria kelahiran Blitar 17 juli 1965, adalah dosen pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB sejak 1991. Ia menamatkan pendidikan S1 (1990) dan S2 (2002) di UB pada program Sosial Ekonomi Pertanian.  Setelah mempertahankan disertasinya di hadapan dosen penguji, ia berhak menyandang gelar doktor ilmu pertanian minat lingkungan pesisir dan kelautan dengan predikat sangat memuaskan. Indeks Prestasi Kumulatif pendidikan S3 bernilai 3.89.[fjr]

Dekan FT-UB Hadiri Kunjungan Kerja Menhan RI
14 Juli 2010
Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) Prof. Ir. Harnen Sulistio, M.Sc., PhD mendampingi Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan UB Ir. H.R.B. Ainurrasyid, MS pada kunjungan kerja Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, MSc, MA, PhD. Kunjungan kerja kemarin (13/7) dipusatkan di Lembaga Pengkajian Teknologi Komando Pendidikan dan Pelatihan TNI AD (Lemjiantek Kodiklat TNI-AD). "Maksud kunjungan kerja Menhan RI kali ini adalah melihat produk teknologi hasil penelitian Lemijiantek Kodiklat TNI-AD dan mengevaluasi laporan kerja Lemjiantek Kodiklat TNI AD", papar Kepala Lemjiantek Kolonel Ir. Dadang Danuardi, SM., MT yang juga merupakan alumnus Program Magister dan Doktor FT-UB dari Program Studi Teknik Industri Angkatan 2005.
Dalam laporannya, Kepala Lemjiantek Kodiklat TNI AD menyampaikan, saat ini Sekolah Tinggi TNI AD (STT-AD) telah memiliki progam pendidikan diploma kedinasan Diploma 3-D3 dan Diploma 4-D4. "STT-AD akan bekerja sama dengan Universitas Brawijaya dalam rangka menghasilkan lulusan Sarjana Strata I Bidang Teknik bagi Prajurit TNI-AD melalui Jalur Seleksi Alih Program (SAP) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Tahun 2010", imbuhnya.
Kepada Menhan, Prof.Ir. Harnen Sulistio M.Sc.,Ph.D  menyatakan, "selama ini Fakultas Teknik Universitas Brawijaya telah menjalankan sistem pendidikan melalui jalur Seleksi Alih Program (SAP) bagi lulusan D-3 ataupun D-4, sehingga untuk calon mahasiswa dari STT-AD, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya telah mempersiapkan kurikulum khusus pada Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Mesin. Selain itu, FT-UB juga akan merancang dan mempersiapkan program kerjasama akademik lainnya dengan Kodiklat TNI-AD dalam rangka Kemandirian Pertahanan Negara dalam Bidang Engineering".
Sementara itu, Mayor Jenderal Budiman selaku Komandan Kodiklat TNI AD diakhir penutupan kegiatan kunjungan kerja Menhan RI menyatakan bahwa dalam rangka Kemandirian Pertahanan Negara pada Tahun 2029, Indonesia hanya akan membeli pesawat tempur dan kapal selam tercanggih dan untuk yang lainnya diharapkan sudah dapat dipenuhi oleh sumber daya nasional. "Karena itu, diharapkan kerjasama akademik antara Kodiklat TNI AD dan institusi Pendidikan Tinggi khususnya di Kota Malang agar cepat dan segera terealisasi", kata dia.
Kunjungan kerja Menhan RI juga dihadiri Walikota Batu Eddy Rumpoko, Pangdiv Kostrad, Danpussen ARH, Danlanud Abdurahman Saleh, Danrem dan Kapolres Kota Batu, serta beberapa dosen Teknik Elektro dan Teknik Mesin FT-UB. [FT/nok]

Pembukaan Kongres IAAS Ke-53
14 Juli 2010
Kongres International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) ke-53 dibuka hari ini (13/7). Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Brawijaya (UB) Ir. HB. Ainurrasyid, MS membuka kegiatan yang diikuti oleh 43 delegasi dari 13 negara yaitu Kanada, Mexico, Jerman, Slovenia, Amerika Serikat, Spanyol, Switzerland, Polandia, Russia, Thailand, Belgia, Uganda dan Indonesia. Kongres IAAS yang diselenggarakan selama tiga minggu (12/7-3/8) ini dibagi dalam empat tempat yakni Malang (UB), Bandung (Universitas Padjadjaran/Unpad), dan Bogor (Institut Pertanian Bogor/IPB) dan Jakarta. Untuk Malang, agenda utama yang akan dilaksanakan adalah plenary yang meliputi pemilihan Presiden IAAS serta laporan pertanggungjawaban masing-masing negara yang akan diselenggarakan di Batu (15-22/7). Kegiatan working group mengiringi pelaksanaan plenary ini. Dalam working group akan dibahas berbagai permasalahan seperti keorganisasian, berbagai isu dunia pertanian serta pembahasan village project/exchange programme. Selain itu, berbagai agenda lain yang turut memeriahkan kongres selama di Malang meliputi international IAAS fair, lecture session, field trip (Kebun Teh Wonosari dan Taman Hutan Rakyat Cangar) serta international evening.
Tiga kota lainnya yakni Bandung, Bogor dan Jakarta akan dijadikan tempat seminar untuk tema kongres kali ini, "The Power of Local Resources to Support Food Energy and Trade: Food Security, renewable Energy and Free Trade". Isu mengenai renewable energy akan dibahas khusus di Bandung selama tiga hari (24-26/7), Food security dibahas di Bogor (27-31/7) sementara Jakarta (1-3/8) menjadi tempat pembahasan Free Trade.
Dalam pidatonya, President IAAS World, Emma Flemming menyebutkan bahwa kongres IAAS menjadi sarana untuk menjalin komunikasi antar sesama anggotanya dari berbagai belahan dunia. Berbagai isu di dunia pertanian, menurutnya patut diperhatikan serius seperti pengelolaan lahan dan air, kemiskinan serta semakin tingginya tuntutan terhadap bioenergi. Berkaitan dengan tema yang diangkat, secara khusus Emma mengharap ditemukan sebuah konsep untuk membangun pertanian yang berkelanjutan yang mendukung pengembangan budaya serta pemenuhan kebutuhan pangan dan energi lokal. Diwawancarai PRASETYA Online disela-sela kegiatan International IAAS Fair, Emma Flemming menyatakan, IAAS merupakan sebuah organisasi dengan bentuk International Youth Non-Governmental Oraganisation (IYNGO). Melalui model ini, maka pada masa kepemimpinannya sejak awal September 2009 silam, organisasi tersebut dinyatakan bebas pajak, dapat melamar grants serta membuat laporan dari grants yang diberikan. "Tahun 2009 kemarin IAAS World mendapatkan grants dari Uni Eropa", katanya. Selain itu, ia menambahkan, selama ini IAAS menjalankan organisasi dengan dukungan dana dari iuran anggota saat mengikuti berbagai kegiatan serta sponsor. Dibantu empat orang Vice President (VP) yang meliputi VP of finance, VP of Partnership, VP of Communication serta VP of Exchange Programme, Emma harus selalu memastikan bahwa timnya bekerja sesuai konstitusi dalam menjalankan roda organisasi. Diantara program yang telah dijalankannya adalah koordinasi antar pengurus, pelaksanaan general assembly (plenary), penyusunan laporan kegiatan serta komunikasi. "Anggota IAAS adalah mahasiswa yang hampir seluruh waktunya terkuras untuk kuliah", ujar mahasiswa Iowa State University Amerika Serikat ini. Karena itu, ia pun mengaku masalah waktu merupakan kendala krusial yang dihadapinya selama ini.
Pada saat international fair, PRASETYA Online juga sempat menemui salah seorang peserta asal Mexico, Cecilia Voeguez Garcia. Beserta delegasi yang lain, dalam kegiatan tersebut dirinya mensosialisasikan kampus tempatnya belajar kepada peserta lainnya. Mahasiswa program Agronomic Engineering Instituto Tecnologico y de Estudios Superiores de Monterey ini secara khusus menceritakan perkembangan pertanian di negaranya.
Menurut Cecilia, pertanian di Mexico pada umumnya dikelola secara tradisional meskipun beberapa diantaranya telah memanfaatkan teknologi yang banyak diimpor dari Eropa dan Amerika Serikat. "Teknologi impor ini seringkali tidak sesuai dengan kondisi alam Mexico sehingga tidak bermanfaat. Karena itu saat ini kami sedang mempertimbangkan teknologi tepat guna yang memang benar-benar dibutuhkan Mexico", katanya. Pengetahuan yang diperoleh dalam kongres ini pun menurut Cecilia akan sangat bermanfaat bagi dirinya yang kemudian akan dibagi kepada masyarakat Mexico. [nok]

Disertasi Guntur: Rekayasa Habitat Terumbu Karang di Sendang Biru
14 Juli 2010
Terumbu karang memiliki berbagai peranan yang sangat penting dalam lingkungan pesisir dan lautan, baik ditinjau dari segi biologi dan ekologi, maupun biotanya. Saat ini terumbu karang mendapat tekanan yang beragam mulai pencemaran, alat tangkap ikan yang merusak, dan peristiwa el nino telah menimbulkan pemutihan terumbu karang. Secara kumulatif, tekanan yang terjadi telah merusak hampir 70% karang Indonesia. Rehabilitasi terumbu karang merupakan salah satu usaha yang tepat dan teknik terumbu buatan adalah salah satu caranya.
Hal itu disampaikan Ir. Guntur, MS dalam disertasinya yang berjudul "Rekayasa Habitat Terumbu Buatan (Artificial Reef) dalam Upaya Pemulihan Ekosistem Terumbu Karang di Sendang Biru". Ujian terbuka disertasi dilaksanakan Selasa (13/07) di gedung Pasca Sarjana UB. Menjadi promotor disertasi adalah Prof.Dr.Ir.Soemarno,MS; Prof.Ir.Marsoedi,Ph.D; dan Prof.Ir.Sukoso,M.Sc,PhD. Sedangkan majelis penguji terdiri dari Prof.Dr.Ir.Diana Arfiati,MS; Dr.Ir.Handayani,MS; Agung Permana,M.Sc,Ph.D; dan Prof.Ir.Ambariyanto,MSc.PhD.
Penelitian yang dilakukan Guntur adalah mengkaji teknologi habitat terumbu buatan dengan bahan jenis zeolit, bentuk dan kedalaman yang berbeda dapat memberikan pertumbuhan yang optimal pada karang sebagai usaha pemulihan fungsi dan peranan terumbu karang. Ia juga berusaha mengetahui bahan terumbu buatan yang paling baik bagi pertumbuhan karang, mengetahui formula, bentuk, dan kedalaman yang baik untuk pertumbuhannya dari jenis zeolit dan silikat.
Penelitian yang dilakukan oleh Guntur dilakukan di perairan Kondang Buntung Dusun Sendang Biru Malang Selatan. Ia menemukan, bentuk dan kandungan zeolit mempengaruhi pertumbuhan karang yang tumbuh pada terumbu buatan. Pertumbuhan karang yang paling baik terjadi pada terumbu buatan berbentuk reef ball yang mengandung zeolit tinggi yaitu sekitar 13,64%. Pertumbuhan karang paling baik terjadi pada kedalaman 3 meter dengan terumbu buatan berbentuk reef ball. Kondisi lingkungan perairan pada kedalaman itu sangat mendukung dengan suhu 270C - 280C. Bentuk terumbu reef ball memang paling baik karena presentase tutupan dan pertumbuhan karangnya paling tinggi. Selain itu, bentuk reef ball mampu menyesuaikan dengan kondisi lingkungan dengan membelokkan arus yang melewatinya, dengan kondisi tersebut flanula karang menempel dan tumbuh dengan baik pada bagian terumbu buatan yang terlindung dari arus laut.
Menurut Guntur, sebelum penelitiannya tidak terdapat peneliti yang menggunakan media zeolit sebagai bahan terumbu buatan. Hal ini menjadi salah satu keunggulan penelitiannya dari segi keterbaruan. Dengan dasar ini, ia menduga bahwa zeolit sangat potensial digunakan sebagai bahan terumbu karang buatan.
Guntur, pria kelahiran Semendo, Sumatera Selatan, 5 juni 1958. Ia adalah pengajar pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB. Setelah mempertahankan disertasinya di hadapan penguji, ia berhasil meraih gelar doktor ilmu-ilmu pertanian minat lingkungan pesisir dan kelautan. Ia meraih IPK 3.89 dan predikat kelulusan sangat memuaskan. [fjr]

Konsolidasi Mahasiswa Agroteknologi/Agroekoteknologi
13 Juli 2010
Menurunnya peminat masyarakat terhadap pendidikan di dunia pertanian menjadi salah satu penyebab dicetuskannya program studi baru di Fakultas Pertanian yakni Agroekoteknologi/Agroteknologi. Melalui pembentukan program studi baru ini, diharapkan akan mampu menjawab masalah pertanian Indonesia dengan menggabungkan teknologi, komunikasi, inovasi dan idea.
Di Universitas Brawijaya (UB), pendirian program studi baru ini telah dimulai sejak tahun 2008 dan terbukti mampu meningkatkan peminat. Sejalan dengan hal tersebut, mahasiswa program studi baru ini dari seluruh Indonesia berkonsolidasi guna membahas pembentukan suatu organisasi yang merupakan perhimpunan mahasiswa Agroteknologi/Agroekoteknologi. Konsolidasi yang kali ini diselenggarakan di Gedung PPI UB merupakan tindak lanjut dari Pertemuan Nasional Mahasiswa Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada 4 Februari 2010 silam.
Disampaikan salah seorang panitia, Firda Puji Utami, melalui konsolidasi tersebut, para mahasiswa ini bermaksud untuk saling berkoordinasi, menjalin silaturrahim serta membangun pola pikir mahasiswa yang kritis, dinamis dan dialektis.
Sebanyak 100 delegasi hadir dalam kesempatan tersebut, yang merupakan perwakilan UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Bengkulu, Istiper Yogyakarta, UNS, Universitas Udayana, Universitas Sriwijaya, Universitas Andalas, UMM, Universitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Mercubuana Yogyakarta, Universitas Muria Kudus, Universitas Lampung, Universitas Tadulako, UPN Surabaya, Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Padjadjaran.
Hadir sebagai pemateri adalah Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) Prof. Dr. Ir. Suntoro, MS dan Pembantu Dekan I FP-UB Dr. Didiek Suprayogo. Dalam paparannya, Didiek Suprayogo menyitir pidato Mendiknas saat pelantikan Rektor UB yang menyatakan bahwa banyak pemikir pembangunan saat ini sarat dengan kepentingan partai politik. Mahasiswa sebagai aktor intelektual yang masih memegang tinggi idealisme diharapkannya dapat bersih dari hal-hal tersebut sehingga mampu melakukan transformasi kepada masyarakat melalui nilai dan idealisme yang dimilikinya.
"Yang membedakan antara sarjana pertanian dengan petani adalah ilmu dan keahliannya yang mampu melahirkan inovasi. Kalian tidak perlu sangat ahli dalam mencangkul karena kalau kalian sama dengan petani maka kalian tidak akan dibutuhkan lagi oleh petani", terangnya memotivasi mahasiswa. Hal ini menurutnya penting, karena dengan jumlah penduduk hingga 230 juta, maka Indonesia sendiri merupakan pasar yang sangat potensial bagi pertanian domestik.
"Agroekoteknologi dapat memberikan inovasi teknologi menuju pertanian berkelanjutan dan menghadapi pasar yang sangat dinamis", kata dia. Berkaitan dengan teknologi, Prof. Suntoro mengangkat mengenai teknologi yang berpihak pada keunggulan lokal seperti subak di Bali. Hal ini dikarenakan dalam era kompetisi semakin dituntut identitas dan keunggulan yang spesifik lokal agar dapat terus bertahan. [nok]

Ujian Dinas dan Uji Penyesuaian Ijazah untuk Dosen dan Karyawan
13 Juli 2010
Bagian Kepegawaian melaksanakan Ujian Dinas Tingkat I dan Uji Penyesuaian untuk karyawan dan dosen. Ujian ini dilakukan untuk memenuhi kenaikan pangkat baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tingkat dosen maupun karyawan. Sebanyak 35 karyawan mengikuti Ujian Dinas Tingkat I sedangkan 22 dosen dan 4 karyawan mengikuti Uji Penyesuaian Ijazah. Acara ini dibuka oleh Dra Ernani Kusdiantina MM, Ka.Biro Administrasi Umum di gedung Student Center Universitas Brawijaya (SC-UB), Selasa (13/7).
Ujian Dinas Tingkat I diikuti oleh karyawan yang berpendidikan SMA sedangkan Uji Penyesuaian Ijazah dilakukan untuk karyawan dan dosen.
Sebelum melaksanakan Ujian yang dilakukan serentak pada Senin-Selasa ,19-20 Juli 2010, seluruh peserta mengikuti penyegaran materi yang akan diujikan. Penyegaran dilakukan selama tiga hari, Selasa-Kamis (13-15/7) di dua tempat yang berbeda, Student Center (peserta Ujian Dinas) dan Lantai 8 gedung rektorat (Uji Penyesuaian Ijazah).
Materi-materi yang akan didapatkan peserta selama tiga hari antara yaitu KORPRI (Dr Isrok SH MH), PP No 32/1979 tentang Pemberhentian PNS (Dra Ernani Kusdiantina MM),  Undang-Undang Dasar 1945 (Bambang Santoso H MS), Pancasila (Drs Khusnul Fathoni M Ag), Bahasa Indonesia (Moch Fathoni Rohman SPd), PP No 24/1978 tentang Cuti PNS (Drs. Syarif Utomo MSi), Kebijakan Pemerintah dan Tata Negara (Dr Tjahjanulin Domai MS), PP No 30/1980 tentang Disiplin PNS (Dra Ernani Kusdiantina MM), PP No 12/2002 tentang Kenaikan Pangkat PNS (Dra Sukowinarti), Sejarah Indonesia (Drs Chamid Sarbini), Struktur Organisasi dan Tata Kerja (Prof Dr Ir Budi Setiawan MS), PP No 10/1979 tentang DP3 (Drs Slamet Kusnadi MSi), Manajemen Kepemimpinan (Prof Dr Agus Suryono MS), Pengetahuan Perkantoran (Drs. Kertahadi MCom).
Dr Isrok, Ketua KORPRI UB dalam paparannya untuk peserta pengayaan Uji Penyesuaian Ijazah di gedung rektorat lantai 8 menyampaikan bahwa PNS dituntut untuk mandiri, bebas, aktif, profesional, produktif dan bertanggung jawab. PNS yang profesional antara lain menjaga kedisiplinannya dalam bekerja. Dr Isrok yang juga dosen di Fakultas Hukum UB ini mencontohkan selama ia mengajar, dirinya sangat menjaga kedisiplinan."Saya tidak peduli dari kalangan mana, sedetik saja terlambat tidak bisa masuk kelas," ujarnya. Konsekuensi melarang mahasiswanya terlambat tentu diawali dari Dr Isrok yang selalu berusaha tidak terlambat. [ai]

Disertasi Kurniawan: Putusan BPSK dalam Menjamin Perlindungan Hukum Konsumen
13 Juli 2010
Penyelesaian sengketa konsumen di luar pengadilan dilakukan oleh Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Selama ini terdapat kecenderungan bahwa apabila BPSK memutuskan pelaku usaha bersalah, maka pelaku usaha tersebut akan melakukan upaya hukum keberatan ke Pengadilan negeri, demikian juga apabila pelaku usaha dikalahkan oleh Pengadilan Negeri, maka akan melakukan upaya hukum kasasi ke mahkamah agung. Kejadian tersebut disebabkan karena lemahnya kedudukan dan kewenangan yang diberikan oleh UUPK terhadap BPSK terutama menyangkut putusan yang bersifat final dan mengikat namun dapat dilakukan dua kali upaya hukum keberatan dan upaya hukum kasasi.
Demikian disampaikan oleh Kurniawan dalam disertasinya yang berjudul "Kedudukan dan Kekuatan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dalam Menjamin Perlindungan Hukum Bagi Konsumen", Senin (12/7). Ujian terbuka disertasi dilaksanakan di gedung Fakultas Hukum dengan promotor Prof.Dr.Moch.Munir,SH; Dr.Sihabudin,SH.,MH.; dan Dr.Sukarmi,SH.,MH. Sedangkan dosen penguji terdiri dari Prof.Dr.I Nyoman Nurjaya,SH.,MH.; Prof.Dr.H.M. Galang Asmara,SH.,M.Hum; Prof.Dr.Gatot Dwi Hendra W,SH.,M.Hum; dan Dr.Bambang Winarno,SH.,SU.
Menurut Kurniawan, kedudukan BPSK adalah sebagai lembaga Negara independen atau lembaga negara komplementer dengan tugas dan wewenang yang atributif untuk melakukan penegakan hukum perlindungan konsumen. BPSK merupakan lembaga penunjang dalam bidang quasi peradilan. Oleh karenanya, kekuatan BPSK bersifat final dan mengikat. Makna final yang dimaksud dalam putusan BPSK adalah final pada tingkat BPSK saja sedangkan pada tingkat pengadilan putusan BPSK tidak bersifat final atau masih dapat dilakukan upaya hukum keberatan ke pengadilan negeri dan kasasi ke mahkamah agung.
Perlindungan BPSK yang bersifat final dan mengikat belum dapat melindungi konsumen karena terjadi kerentuan yang bertentangan mengenai arti putusan BPSK yang bersifat final dan mengikat. Putusan arbitrase tidak mempunyai kekuatan eksekutorial karena tidak memiliki kepala putusan atau irah-irah "Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa".
Asas-asas yang relevan sebagai dasar acuan putusan BPSK yang bersifat final dan mengikat ke depan adalah Hak Asasi Manusia (HAM), asas kepastian hukum, asas tidak melampaui atau mencampuradukkan kewenangan, asas keadilan, dan asas efektivitas.
Dari disertasinya, Kurniawan merekomendasikan kepada DPR RI bersama pemerintah untuk segera melakukan amandemen terhadap UU No. 8 Tahun 1998 tentang Perlindungan Konsumen menyangkut penggabungan kelembagaan BPSK dan BPKN, penggantian unsur anggota BPSK dari unsur pemerintah dengan unsur akademisi, dan menjadikan Sarjana Hukum sebagai syarat keanggotaan BPSK.
Pemerintah hendaknya memperkuat SDM di tingkat secretariat BPSK dengan tenaga-tenaga yang berasal dari berbagai disiplin ilmu yang dibutuhkan dalam penanganan kasus-kasus konsumen.
Hal mendesak yang juga perlu dilakukan adalah sinkronisasi antara UUPK dengan UU arbitrase dan APS kaitannya dengan penyelesaian sengketa dengan cara arbitrase yaitu mencantumkan kepala putusan atau irah-irah "Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa" agar dapat dilakukan eksekusi putusan BPSK.
Kurniawan adalah dosen tetap pada Fakultas Hukum Universitas Mataram. Setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan majelis penguji, ia berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum dengan predikat cumlaude. [fjr]

Sosialisasi Evaluasi Dosen UB
13 Juli 2010
Pelaksanaan Evaluasi Dosen Universitas Brawijaya (UB) resmi dimulai Senin kemarin (12/7). Sebagai tahapan awal, evaluasi kinerja dilaksanakan terhadap dosen bersertifikasi yang kemudian akan dilanjutkan kepada seluruh dosen UB. "Evaluasi kinerja dosen di UB dilaksanakan setiap semester sementara pelaporannya kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dilaksanakan setiap tahun", ungkap Dr. Imam Hanafi, S.Sos, M.Si., M.Si kepada PRASETYA Online. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Evaluasi Dosen UB pimpinan Prof. Dr. Agus Suman, DEA dan Dr. Muhammad Bisri ini memiliki tujuan antara lain untuk meningkatkan kinerja para dosen.
Membuka acara, Rektor Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito menyatakan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) sangat penting dalam organisasi. "Kinerja bahkan survivalitas organisasi secara signifikan dipengaruhi oleh kinerja SDM. Gedung serta sarana prasarana yang bagus hanya berarti apabila didalamnya ada SDM yang bermutu tinggi", tutur Rektor. Sadar akan hal ini, UB terus meningkatkan kualitas SDM, diantaranya melalui peningkatan penulisan karya ilmiah. Terkait hal tersebut, UB terus memantau dan mengevaluasi kinerja dosen dalam publikasi karya ilmiah ini. Diantara kebijakan Rektor adalah mewajibkan dosen bahkan mahasiswa S2 dan S3 untuk melaksanakan publikasi ilmiah. "Evaluasi kinerja dosen yang dilaksanakan setiap semester merupakan sebuah early warning system. Apabila pada semester pertama belum terpenuhi, maka dosen segera bisa diingatkan sehingga pada semester berikut kinerjanya terpenuhi", tambah Imam Hanafi.
Dalam kesempatan tersebut, tim evaluasi dosen mengetengahkan berbagai materi krusial kepada pimpinan universitas dan fakultas untuk disampaikan kepada dosen-dosen di fakultas/program studi. Prof. Dr. H. Simon Bambang Widjanarko misalnya, dalam paparannya mengungkapkan, evaluasi atas kinerja dosen terutama dosen bersertifikasi dan Guru Besar didasarkan pada tugas utama dosen untuk melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dalam batas minimal 12 SKS.
"Penilaian tersebut akan dilakukan oleh tim asesor yang merupakan dosen yang telah memiliki Nomor Induk Registrasi Asesor (NIRA) dan mengikuti sosialisasi evaluasi", ungkap Prof. Simon.
Sementara itu, Prof. Dr. Abdul Latif Abadi, dalam presentasinya menyajikan panduan pengisian borang evaluasi dosen yang berbasis pada software evaluasi dosen yang telah dikirim oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Panduan ini menurutnya penting untuk mencegah kekeliruan dalam pengisian. Untuk selanjutnya, sosialisasi akan dilakukan di tingkat pimpinan jurusan, program studi, dosen bersertifikasi dan guru besar hingga ke semua dosen. [han/nok]

Perkenalkan Diri, Delegasi IAAS Berkunjung Ke Sekolah
12 Juli 2010
Sejalan dengan kongres International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) ke-53 yang diselenggarakan di Indonesia, Senin (12/7) para delegasi mengawali agenda dengan melakukan kunjungan ke dua sekolah di Malang. Kedua sekolah tersebut adalah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Malang dan SMAN 10 Malang. Kunjungan kali ini dimaksudkan untuk memperkenalkan organisasi IAAS kepada siswa SMA. Selain itu, mereka juga bermaksud mengenal budaya dan masyarakat Indonesia dari dekat melalui kedua sekolah tersebut. Kunjungan ini diikuti sebagian dari peserta kongres, sekitar 19 peserta dari berbagai negara seperti Belgia, Jerman, Spanyol, Uganda, dan Polandia.
Di SMAN 1 Malang para delegasi diterima oleh Kepala Sekolah H. Muhammad Sulthon serta para siswa yang langsung membaur diantara mereka. Selain itu, para siswa juga mempersembahkan beberapa atraksi seni seperti musik dan drama. Diantara musik akustik yang dipersembahkan adalah lagu berbahasa Jerman dan Perancis yakni Schalten und Licht, Letzte Bahn dan Le Festin. Tak ketinggalan, dalam kunjungan kali ini mereka diajak berkeliling untuk melihat berbagai fasilitas yang ada di SMAN 1 seperti ruang guru, green house, ruang kelas, serta kantin. Di kantin, dengan beramai-ramai mereka menikmati bakso yang dijual salah satu anjungan.
Hal yang sama juga mereka lakukan di SMAN 10 yang terletak di kawasan Sawojajar. Mereka melihat seluruh fasilitas yang ada disana seperti green house, fasilitas pengolahan limbah kantin, serta tempat pembudidayaan jamur. Diskusi interaktif juga digelar di sekolah yang memiliki motto healthy, green, clean and safe ini, dipandu dua orang peserta asal Jerman dan Uganda. Dalam diskusi tersebut mereka juga menyempatkan untuk memotivasi para siswa agar mendalami ilmu pertanian saat kuliah nanti.
Salah seorang delegasi asal Jerman, Suzanne Ziegler, saat diwawancarai PRASETYA Online ternyata menangkap perbedaan antara kedua sekolah tersebut. Menurutnya, SMAN 1 Malang lebih memfokuskan diri pada persamaan (equality) dengan guru yang tampak memiliki motivasi lebih tinggi untuk mengajar. Selain itu, Suzanne juga menangkap kesan, beberapa bagian dan gedung sekolah tampak tidak terawat. Berbeda dengan SMAN 1 Malang, SMAN 10 Malang menurutnya lebih tampak sebagai sekolah swasta dengan perhatian khusus terhadap lingkungan. Perhatian ini menurutnya terwujud dalam suasana gedung sekolah yang asri, tertata dan dipenuhi pepohonan disamping pengajaran ilmu lingkungan dan pertanian kepada para siswanya. "Saya lebih menyukai menempuh pendidikan di sekolah yang memperhatikan lingkungan", katanya ketika ditanya pilihan terhadap kedua institusi tersebut.
Lebih lanjut Suzanne mengungkap, melalui keikutsertaannya dalam kongres tahun ini, dirinya bermaksud mengenal Indonesia secara langsung. "Saya tertarik mengikuti pertukaran budaya sehingga akan dapat mengenal budaya kawasan lain", ujar mahasiswa semester delapan program Tropical and Subtropical Agricultural Friedrich Wilhelms Universitaet Bonn Jerman ini.
Hal senada juga disampaikan peserta asal Belgia, Kenny Danny Nona. Alumni program Bioscience Engineering Catholic University of Leuven ini mengaku, dengan keikutsertaannya di IAAS ia menjadi berkesempatan untuk mengikuti program pertukaran ke negara lain. "Melalui kongres ini saya bisa melihat langsung budaya Indonesia", kata dia. Belajar budaya, menurutnya sangat penting mengingat berbagai kompleksitas ketika berbaur dengan masyarakat lokal.
Ditanya tentang perkembangan pertanian di Belgia, Kenny yang baru tiga tahun bergabung dengan IAAS mengungkapkan bahwa di negaranya, pertanian telah merambah ke industrialisasi. "Beberapa perusahaan menggunakan teknologi untuk bertani dan beternak sehingga menjadi lebih mudah dan lebih murah. Semua dilakukan dengan otomasi". kata dia. Meskipun begitu, ia juga menengarai masih terdapat pola pertanian tradisional di sana.
Executive Director
Diwawancarai usai ramah tamah di SMAN 10, Suzanne mengungkapkan keinginannya melamar sebagai executive director IAAS World melalui kongres ke-53 kali ini. "Ini tujuan khusus saya yang mungkin berbeda dengan delegasi lainnya", kata dia. Dengan menjadi executive director, Suzanne bermaksud untuk menjalankan beberapa misi seperti transfer pengetahuan dan teknologi, pertukaran budaya serta mengajak masyarakat untuk mengembangkan dunia pertanian.
Beberapa program khusus yang telah dipersiapkan diantaranya adalah menghidupkan kembali kantor pusat IAAS di Leuven Belgia, yang telah mati suri sejak 5 tahun silam. Selain itu, ia juga berkeinginan meningkatkan pundi-pundi keuangan IAAS dengan menggandeng beberapa organisasi besar seperti UNESCO, FAO, pemerintah serta perusahaan-perusahaan besar.
Untuk melamar executive director ini, Suzanne bukannya miskin pengalaman. Kepada PRASETYA Online ia menuturkan pernah mengikuti internship di Mexico dan Guatemala dengan tema "Plant Production Role Development for Indigenous People" serta bergabung dengan sebuah LSM di Belgia yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masalah pengairan.Di IAAS sendiri, dirinya telah merintis karier sebagai Local Director of Bonn yang mengorganisir beberapa seminar dan National Director of IAAS Jerman.
Ditanya tentang kondisi pertanian di Jerman, Suzanne menerangkan bahwa di negeri Bavaria ini pertanian memiliki skala sangat kecil, sekitar 5 persen saja dari keseluruhan National Gross Product (NGP). "Petani disana bekerja sangat keras tapi dibayar rendah. Ini situasi yang sangat dramatis. Padahal mereka penyuplai utama makanan dan yang lainnya tetapi negara tidak menghargai mereka", ujarnya prihatin. Karena itu, melalui IAAS, Suzanne ingin memperbaiki kondisi tersebut, yang ia yakini juga melanda berbagai belahan dunia lainnya.
Di Indonesia misalnya, ia menyoroti bahwa pertanian masih menjadi mata pencaharian utama sebagian besar warga. Meskipun begitu, ia menggarisbawahi bahwa pertanian di Indonesia masih berkisar pada upaya pemenuhan kebutuhan sendiri dan belum mengarah pada pemenuhan kebutuhan pasar. "Masih banyak subsistem lainnya dalam pertanian Indonesia yang sangat beragam dan kompleks", kata dia. Secara khusus Suzanne juga mengapresiasi mulai diaplikasikannya teknologi dalam pertanian di Indonesia diantaranya pada pengolahan limbah tebu menjadi biomassa. Di Jerman sendiri, ia menambahkan, pertanian dijalankan dengan pola monokultur dalam skala besar dengan komoditas utama seperti sereal, kentang, bit, jagung serta peternakan babi. [nok]

Penyerahan Beasiswa PPA, BBM dan Bantuan Modal PMW
12 Juli 2010
Hari ini (12/7), di Gedung PPI Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) secara simbolis diserahkan beasiswa BBM (Bantuan Belajar Mahasiswa ) dan PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) masing-masing kepada Happy Setyaningrum (Fak. Pertanian) dan AN Feros (Fak. Kedokteran) oleh Rektor UB Prof Dr Ir Yogi Sugito. Pada acara yang sama juga dilakukan penandatanganan kontrak bagi penerima bantuan modal  PMW (Program Mahasiswa Wirausaha) yang diwakili oleh Rezky Aditya Putra, mahasiswa Fakultas`Ekonomi angkatan 2007 sebagai penerima dana hibah terbesar, sebesar 24.370.000 rupiah.
Dalam sambutannya rektor berucap bahwa beasiswa untuk mahasiswa tidak mampu diharapkan tepat sasaran. Oleh karena itu, Rektor mengharapkan kerjasama dari mahasiswa baik personal maupun Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) untuk melaporkan bila terjadi pemalsuan data. Begitu pula, dengan pelaksanaan spp proporsional yang diberlakukan UB. "Kalau sampai ditemukan kecurangan, sanksinya bisa dikeluarkan," ucap Rektor.
Dalam laporannya Pembantu Rektor III Ir HRB Ainurrasyid MS menyampaikan, jumlah penerima beasiswa BBM sebesar 1.565 mahasiswa sedangkan PPA sejumlah 1740 mahasiswa. Beasiswa yang diterima ini merupakan pencairan tahap pertama untuk periode Januari-Juni, setiap bulannya 250 ribu rupiah, sedangkan tahap kedua untuk periode Juli-Desember, setiap bulannya 350 ribu rupiah.
PR III juga melaporkan, UB menerima dana sebesar 1.050.000.000 rupiah untuk bantuan modal PMW 2010. Dana tersebut diberikan untuk 94 kelompok dari 12 fakultas. Tahun ini, fakultas yang mendapatkan bantuan modal terbanyak adalah  Fakultas Ekonomi yaitu sebesar 197 juta rupiah.[ai]

Rektor: Tingkatkan Ketrampilan Menulis Karya Ilmiah
12 Juli 2010
Publikasi jurnal ilmiah penting artinya dalam peningkatan peringkat internasional universitas. UB termasuk salah satu dari sedikit universitas negeri yang terpilih mendapatkan bantuan pemerintah dalam usaha untuk meningkatkan mutu dan jumlah karya ilmiah dalam jurnal internasional. Baik dosen muda maupun setingkat guru besar wajib berkontribusi dalam meningkatkan kemampuannya menulis karya ilmiah dan dipublikasikan ke dalam jurnal internasional.
Demikian disampaikan rector UB ketika membuka acara "Pelatihan dan Perndampingan Penulisan dan Publikasi Karya Ilmiah pada Jurnal Internasional bagi Dosen UB", Senin (12/07). Acara digilir untuk tiap-tiap dosen seluruh fakultas. Kali ini yang mendapat giliran pelatihan adalah mereka yang mendalami bidang Ilmu Teknik, MIPA, dan Kedokteran.
Rektor menekankan kepada dosen-dosen supaya aktif menulis mengingat sejauh ini banyak program-program bantuan penelitian dan penulisan karya ilmiah yang masih belum termanfaatkan. Ketrampilan menulis, menurut rektor, memang harus terus dilatih. Namun ketika sudah terbiasa, ia akan sangat menguntungkan.
Prof. Franck Lavigne, dari Paris 1 Pantheon-Sorbonne University, Laboratory of Physical Geography Perancis menjadi pemateri bersama pengajar UI, Dr. Mohammed Ali Berawi. Prof. Franck yang fasih berbahasa Indonesia memberi petunjuk kepada peserta tentang seluk beluk menyusun karya ilmiah hingga sampai diterbitkan di dalam jurnal internasional.
Menurutnya, penelitian belum bisa dikatakan selesai sebelum hasilnya dipublikasikan kepada khalayak. "Rugi kalau kita terlalu banyak mengeluarkan biaya penelitian sementara orang lain tidak tahu hasil kerja keras kita," tuturnya.
Prof. Franck menjelaskan, setiap orang harus banyak-banyak membaca jurnal-jurnal yang sudah dipublikasikan. Selain untuk mencari bahan tulisan, jurnal-jurnal tersebut bisa menjadi referensi kualitas tulisan. Ia juga memberikan tips sederhana bagian-bagian jurnal dengan rumusan introduction, methods, results, discussion, and conclusion (IMRDC).
Dalam menulis jurnal ilmiah, detail-detail penulisan penting diperhatikan. "Kalimat harus simple, sederhana. Semakin tidak bertele-tele akan semakin baik," tutur Prof. Franck. Ditambahkannya, setiap karya ilmiah yang ditulis dalam bahasa internasional lebih baik dikoreksi terlebih dahulu oleh native sebelum dipublikasikan. Ia juga menekankan pentingnya pemilihan metode penelitian yang digunakan. "Metode yang dipilih sangat penting supaya orang lain juga bisa ikut membuktikan penelitian yang kita buat adalah benar," ujarnya. [fjr]

Gelaran Malam Budaya CEI
9 Juli 2010
Sebagai rangkaian kegiatan kongres The Caretakers of The Environment International (CEI) ke-24, Kamis Malam (8/7) diselenggarakan pagelaran malam budaya. Dalam kesempatan tersebut, sekitar 200 peserta dari 20 negara di dunia turut ambil bagian dengan menampilkan atraksi seni dan budaya negara asal mereka. Ke-20 negara tersebut diantaranya adalah Swedia, Denmark, Portugis, Belanda, Yunani, Scotlandia, Indonesia, Amerika Serikat, Hong Kong, Jepang, China, Korea, Rusia, dan Malaysia. Dalam acara yang dibuka oleh Ketua Kerjasama Luar Negeri (KSLN), Prof. Dr. Ir. Ifar Subagiyo ini, mereka menampilkan berbagai atraksi seperti tari tradisional dan modern, drama, lagu daerah, serta konser alat musik. Kontan, malam tersebut Gazebo Universitas Brawijaya (UB) gegap gempita dengan alunan musik dan sorak sorai peserta.
Meski berasal dari berbagai negara dengan budaya berbeda, mereka berhasil membaur satu sama lain dan bahkan menjadikan pagelaran tersebut sebagai ajang untuk saling mengenal dan berapresiasi. Peserta asal Jepang misalnya, memainkan lagu salah satu cerita komik Jepang dengan diiringi alunan musik flute. Delegasi asal negeri sakura ini juga memperkenalkan pakaian adat mereka, Kimono. Peserta lain yang juga tampak memperkenalkan pakaian adatnya adalah Rusia, Swedia, Portugal, Indonesia, Korea, Scotlandia serta China.
Sementara itu, delegasi asal Denmark, membawakan drama yang mengisahkan dongeng/cerita rakyat karya Hans Christian Anderson tentang seorang raja yang terobsesi dengan pakaian mewah dan terbaik di se-antero negeri. Lain halnya dengan delegasi asal Hong Kong, kali ini mereka membawakan kolaborasi tarian tradisional dan modern yang merupakan cerminan kebudayaan negerinya yang merupakan perpaduan antara budaya barat dan China.
Usai pembukaan yang dilakukan Senin (5/7) silam, mulai Selasa (6/7) para delegasi memiliki project untuk mengamati ekosistem. Delegasi asal Jepang misalnya, kebagian untuk melakukan pengamatan ekosistem dan budaya di kawasan Bromo. Disamping melakukan observasi, dua orang siswa yaitu Sae Chiba dan Makoto Yamamoto juga berkesempatan mencoba fasilitas wisata yang tersedia disana seperti rafting.
"Mereka sangat menikmati Bromo. Ini merupakan pengalaman baru mereka travelling di Asia di luar Jepang", ungkap guru pendamping, Timothy. Kepada PRASETYA Online, guru asal Amerika Serikat ini juga menambahkan pengalamannya berada di kawasan Bromo yang sangat dingin. "Kami tidak mandi selama di sana karena cuaca sangat dingin", guraunya.
Saat agenda presentasi, Timothy menambahkan, kedua siswa Ritsumeikan Uji School ini secara khusus menceritakan satwa langka yang terancam punah. Beberapa satwa tersebut diantaranya gajah, rubah, serta sejenis burung red crown crane. Usai acara ini, pihaknya mengaku berkeinginan untuk melakukan travelling selama di Indonesia terutama ke Pulau Bali dan Papua.
Delegasi lain yang sempat ditemui PRASETYA Online pada malam tersebut adalah Soren, seorang guru The Youth School of Aalborg, Denmark. Alumni The University of Aalborg yang mengambil studi marketing ini mengaku telah empat tahun mengajar di sekolah tersebut. Soren yang juga seorang environmental ambassador, mengaku gencar melakukan penyuluhan di kalangan remaja dengan mengunjungi berbagai sekolah dan mengajarkan mereka bagaimana mengubah perilaku sebagai generasi penerus. "Fenomena diantara mereka sebenarnya tidak terlalu banyak memikirkan lingkungan dan keberlanjutannya. Ini menyedihkan", ungkap Soren yang telah bergabung dengan CEI sejak tahun 2000.
Meskipun begitu, pihaknya tetap bertahan mendidik siswa tentang konsekuensi semua perilaku dan kebiasaan serta apa yang harus mereka lakukan agar lingkungan sekitar tetap terjaga dan berkelanjutan. "Mereka merespon hal tersebut dengan baik. Karena sebenarnya lebih mudah untuk mengubah perilaku anak-anak dan remaja daripada dewasa karena mereka lebih mudah beradaptasi", kata dia. Untuk itu, strategi yang ia jalani adalah melalui dialog sehingga tercipta komunikasi dua arah. Pada kongres CEI ini, Soren mendampingi delapan orang siswa. [nok]

Dua Guru Besar UB Lakukan Kunjungan ke NCU Taiwan
9 Juli 2010
Dua orang guru besar UB, Prof. Ir. Harnen Sulistio, M.Sc. Ph.D. (Dekan FT UB) dan Prof. Ir. I.N.G. Wardana, M.Eng., Ph.D. (Ketua Program Magister dan Doktor FT UB) melakukan kunjungan ke National Central University (NCU) Taiwan, 4-6 Juli 2010.
Kegiatan kunjungan dimaksudkan untuk menggalang kerjasama lebih luas dalam bidang akademik khususnya meningkatkan jumlah mahasiswa program double degree yang dikirim ke NCU dan beberapa perguruan tinggi di Taiwan. Kunjungan juga ditujukan untuk membuka kerjasama penelitian unggulan untuk meningkatkan publikasi internasional.
Untuk tujuan tersebut, mereka melaksanakan beberapa kegiatan di antaranya melakukan pertemuan informal dengan Professor dari Departemen Fisika dan berkunjung ke Department of Mechanical Engineering NCU untuk membicarakan kerjasama penelitian di departemen Fisika NCU tentang aerodinamika pada Plasma Discharge.
Beberapa upaya kerjasama bidang akademik juga dilakukan dengan mengadakan pembicaraan intensif dengan ketua Department of Mechanical Engineering NCU, Prof. Chih-Kuang Lin, tentang kemungkinan pengiriman mahasiswa double degree dari program Magister Teknik Mesin FT UB. Pertemuan juga dilakukan dengan dekan hubungan internasional NCU, Prof. Willis T. Lin, membicarakan kemungkinan diberinya kemudahan akomodasi bagi mahasiswa double degree dari program magister FT UB dan tentang kebutuhan dari NCU untuk pengiriman mahasiswa S3 dari UB.
Prof. Harnen dan Prof. Wardana juga mengadakan pembicaraan dengan ketua Departmet of Civil Engineering NCU, Prof. Hsien-Ter Chou, tentang kondisi mahasiswa double degree dari program magister FT UB. Sedangkan dengan Professor Shang-Hsien Hsieh dari Civil Engineering National Taiwan University (NTU) dilakukan pembicaraan tentang peluang kerjasama dengan Universitas Brawijaya. NTU saat ini berada pada rangking 3 Webometric Asia dan 63 Webometric Dunia; THE-QS rangking 95 dunia dan rangking 47 bidang Engineering dan IT
Prof. Harnen juga berkesempatan menjadi dosen penguji tamu pada ujian tesis Nailah Firdausiyah, Program Magister Teknik Sipil FT UB yang sedang studi di NCU dalam bidang transportasi.
Dari hasil kunjungannya, prof. Harnen melaporkan bahwa terdapat peluang pengiriman mahasiswa double degree yang lebih banyak ke berbagai jurusan di College of Engineering NCU. Kerjasama ini tidak hanya untuk pendidikan magister, namun juga S3. NCU  yang saat ini memiliki ranking 31 Asia dan 321 dunia dalam Webometrics juga membuka peluang kerjasama di bidang penelitian antara Professor di College of Sains jurusan Fisika NCU dengan Professor di jurusan Teknik Mesin UB. [fjr]

Rizky Aditya, Pengusaha Muda Clothing "Mahodenk"
8 Juli 2010
Rizky Aditya, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (UB) angkatan 2007 sudah menggeluti bisnis clothing  "Mahodenk" sejak awal Juli 2008. Bisnis ini membuatnya bisa membiayai kuliahnya tanpa bantuan orang tua. Bisnis ini pula yang mengantarkannya bersama empat orang temannya yaitu Adhitya Mazhar, Bakhjay, Bagus Ibni, dan Steve Hutapea mendapatkan dana hibah PMW (Program Mahasiswa Wirausaha) 2010 terbesar di UB sebesar 24.370.000 rupiah.
Berdasarkan penuturan Rizky, dengan dana PMW yang diterima kelompoknya, mereka menargetkan pendapatan sebesar 50 juta rupiah sebelum satu tahun. Keuntungan dari bisnis akan mereka gunakan untuk studi banding ke UKM (Usaha Kecil Menengah) di China. "China itu salah satu negara adidaya ekonomi, lagipula kalau berangkat saat imlek harganya lebih terjangkau," ungkapnya.
Mahodenk dikembangkan dengan sistem konsinyasi dengan 11 distro yang ada di Jawa Timur seperti Malang, Batu, Blitar, Jember, Kediri dan Pare. "Pasar Mahodenk sudah merambah Kalteng (Kalimantan Tengah), Kalsel (Kalimantan Selatan) juga Singapura," ungkap Rizky.
Salah satu media promosi yang digunakan Mahodenk untuk merambah pasar remaja di Kalteng dengan menjadi sponsor untuk tim sepakbola SMAN 1 Pangkal Bun. "Media promosi ini sangat efektif meningkatkan pasaran di Kalteng," bebernya.
Keuletan Rizky mengelola bisnis clothing diakuinya tidak terlepas dari pengalamannya menjadi loper koran di kampus selama tiga bulan, Maret-Mei 2008. "Saya bersama teman-teman di BEM FE terpaksa jualan koran karena kegiatan inaugurasi kami defisit 12 juta rupiah," ungkapnya. Diakui Rizky mental entrepreneurship-nya terlatih saat menjadi loper koran. "Ada teman-teman yang mencela. Buat apa sekolah jauh-jauh dari Kalimantan kalau cuma jadi loper koran," ungkapnya menirukan teman-teman yang mencibirnya.
Namun, cibiran itu malah membuatnya semangat untuk berwirausaha. Bisnis clothing yang dikelolanya mengambil tema indonesian heroes, salah satu tokoh yang diambil adalah gatotkaca. "Yang paling laris kaos dengan tema indonesia dan barat, gambar gatotkaca dan catwoman disatukan, itu yang paling laris," tutur mahasiswa asal Kabupaten Kotawaringin Barat .[ai]

BLH dan Bappeda se-Jatim Ikuti Workshop KLHS di UB
8 Juli 2010
Pemanfaatan potensi sumber daya alam untuk kepentingan pembangunan ekonomi memberikan konsekuensi dampak pada perubahan struktur dan fungsi dasar ekosistem yang menjadi penunjang kehidupan. Perubahan tersebut cenderung mengarah pada perusakan lingkungan. Untuk menghindari dan mengantisipasi dampak lingkungan yang ditimbulkan, perlu adanya kajian lingkungan hidup yang komprehensif dan mendalam.
Demikian yang terangkum dalam workshop Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) di Guest House UB, Kamis (8/7). Acara yang digelar oleh Pusat Penelitian Lingkungan Hidup UB ini dibuka langsung oleh Rektor UB, Prof. Yogi Sugito dan diikuti oleh segenap perwakilan Badan Lingkungan Hidup dan Bappeda se-Jawa Timur.
Dalam sambutannya, rektor menyampaikan peningkatan jumlah penduduk secara besar-besaran telah mengurangi daya dukung lingkungan secara tidak langsung. Pengelolaan lingkungan secara tidak tepat banyak disebabkan karena upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat yang tidak sadar pelestarian alam. "Hal ini banyak terjadi pada lapisan masyarakat menengah ke bawah. Celakanya mereka tidak memikirkan masalah lingkungan ini karena pendidikan tidak mendukung," tuturnya.
Yogi menambahkan, krisis ekologi menjadikan tantangan bagi masyarakat terutama praktisi dan akademisi dalam memecahkan masalah sosial ekonomi terkini. Secara tidak langsung, eksploitasi lingkungan bisa terjadi akibat upaya pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat. Namun karena tidak memperhatikan dampak negatifnya terhadap kerusakan ekologi bisa menjadi permasalahan sosial yang serius. "Di dalam dunia akademik, hal ini juga menjadi tantangan ilmu pengatahuan dan teknologi," ujarnya.
Terdapat beberapa instruktur workshop kali ini yaitu Prof.Dr.Ir.Bambang Guritno; Ir.Suwasono Heddy,MS.; Ir.Bambang Rahadi,MS; Dr.Ir.Tunggul Sutan Haji, MT.; Drs.Adi Susilo, Ph.D; Ir.Bambang Ismuyanto, MS; Euis Nuelaelih, SP.M.Si; dan para instruktur KLH dan Pusat Regional Jawa (Pureg Jawa).
KLHS menurut UU PPLH Pasal 1 merupakan rangkaian analisis sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program. Jadi, KLHS adalah alat dukung perencana, sehingga pemerintah atau pemerintah daerah wajib membuat KLHS untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembanguan suatu wilayah atau kebijakan, rencana, dan program (KRP).
Sejauh ini, KLHS sebagai instrumen pengelolaan lingkungan hidup belum banyak dikenal, oleh karena itu perlu adanya pelatihan penyusunannya kepada dinas-dinas pengambil keputusan yang berkaitan dengan sumber daya alam dan lingkungan, kelompok-kelompok industri, konsultan yang berkaitan dengan pekerjaan tata lingkungan serta perguruan tinggi. Mereka diharapkan mampu merespon krisis ekologi kontemporer melalui pendekatan yang dititikberatkan dalam upaya memperbaiki dan memutakhirkan hubungan manusia dan lingkungan hidupnya. Usaha-usaha tersebut meliputi perbaikan diskursus kebijakan, desain kelembagaan, dan praktek perilaku sosial untuk melindungi keberlanjutan kehidupan manusia itu sendiri.[fjr]

Program Studi Geofisika Dibuka di FMIPA-UB
7 Juli 2010
Mulai tahun akademik 2010/2011 ini, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Brawijaya (UB) membuka program studi baru yakni Geofisika. Sebelumnya, geofisika merupakan salah satu kelompok keahlian yang ada pada jurusan tersebut sejak 1994. "Selama satu sampai dua tahun mendatang, keberadaan program studi baru tersebut masih bisa ditangani Jurusan Fisika", ungkap Ketua Jurusan Fisika, Adi Susilo, PhD kepada PRASETYA Online. Hal ini mengingat berbagai kebutuhan seiring pendiriannya yang meliputi gedung, staf, laboratorium, serta kurikulum.
Khusus untuk kurikulum, Adi menambahkan, pihaknya akan menekankan pada potensi yang ada di Fisika seperti gunung api, bencana alam, geoteknik serta pertambangan (minyak dan gas). "Keilmuan dasar Fisika yang mengarah ke Geofisika akan diperkuat", kata dia. Selain 144 kredit transfer kurikulum yang dipersiapkan, sekitar 30-40 mahasiswa yang ditargetkan tiap tahunnya juga akan dilengkapi soft skills seperti kemampuan bahasa asing dan teamwork.
Pembukaan program studi baru, lanjut Adi, merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan geoscientist yang ada di dunia saat ini. "Pengkaderan geoscientist berlangsung sangat lancar karena pada usia sekitar 55 tahun mereka harus sudah turun dan harus mempersiapkan kader yang sudah matang", katanya. Diantara dukungan terhadap hal tersebut adalah pendidikan gratis yang selalu diberikan asosiasi dan perusahaan bagi alumni baru yang telah dipersiapkan untuk mengganti mereka.
"Ketika pensiun, para geoscientist biasanya menjadi konsultan dan melibatkan alumni baru dalam transfer ilmu dan teknologi", Ungkap Adi. Dengan menggandeng asosiasi dan perusahaan pula, pihaknya menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Selain beasiswa, mereka juga berkesempatan untuk mengerjakan tugas akhir di perusahaan minyak dan gas. "Jika judul tugas akhir mereka menarik, biasanya perusahaan akan membiayai. Selain itu, jika mahasiswa tersebut bagus dan kompetitif, mereka akan diberi kesempatan untuk magang dan ditarik sebagai pegawai di perusahaan tersebut", katanya. [nok]

Pembukaan CEI Congress
7 Juli 2010
Senin (5/7), Kongres The Caretakers of The Environment International (CEI) dibuka. Pembukaan kegiatan ini dipusatkan di UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat, Murnajati-Lawang Kabupaten Malang. Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Siti Ainun, didaulat untuk membuka acara yang mengangkat tema "Biodiversity and Culture" ini. Persembahan tarian dari siswi Sekolah Ciputra dan Kaliandra turut pula memeriahkan acara yang diikuti pelajar, guru, peneliti serta pemerhati lingkungan dari sekitar 20 negara. Hadir dalam kesempatan tersebut, perwakilan Kementerian Pendidikan Nasional RI, Dekan FMIPA Prof. Dr. Mardjono, MPhil, serta segenap pimpinan CEI diantaranya Birgitta Norden (President), Fatima Matos Almeida (Vice-President), Andrew Cox (Director of Networking) serta Isabel Abrams (Director of Communications).
Dalam sambutannya, Siti Ainun menyampaikan dukungan pemerintah terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh CEI. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat berkewajiban untuk melestarikan lingkungan terutama generasi muda. Keterlibatan pelajar dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga menjadi perhatiannya dalam mendesain, mengkaji dan mengimplementasikan green life style disamping kesadaran untuk tetap melestarikan biodiversity dan culture-diversity.
Hal senada disampaikan juga oleh President CEI, Birgitta Norden. Dengan mengumpulkan sekitar 200 pelajar dari 20 negara, pihaknya berupaya mencari solusi terhadap berbagai permasalahan lingkungan dan budaya yang saat ini sedang dihadapi dunia. Pertemuan tersebut, menurutnya merupakan momentum awal untuk membangun jejaring. "Dalam pertemuan ini mereka dapat saling berbagi dan berdiskusi, yang hasilnya akan dibawa ke negara asal masing-masing", ungkap Norden yang dalam keseharian beraktivitas sebagai peneliti ini. Pemilihan Indonesia sebagai tuan rumah konferensi, tambah Norden, didasarkan pada kekayaan alam dan budaya yang dimiliki. "Indonesia memiliki ekosistem yang berbeda dengan negara asal kami. Untuk itu, kami ingin melihatnya langsung dan berbagi satu sama lain", terangnya.
Berbagai agenda akan diselenggarakan dalam kongres CEI ke-24 ini, diantaranya adalah International Conference Global Resource Corservation (ICGRC) yang akan diselenggarakan di gedung PPI Universitas Brawijaya besok (8/7).
Project
Dengan tema "biodiversity and culture", pelajar akan disebar pada berbagai ekosistem yaitu gunung berapi, pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, pantai dan laut. Mereka akan menghimpun berbagai data dalam sebuah kelompok dan hasilnya akan dipresentasikan dalam konferensi. Beberapa outline data tersebut diantaranya karakteristik ekosistem, manfaat ekosistem, permasalahan yang dihadapi, keterlibatan masyarakat sekitar ekosistem, dan peran budaya setempat dalam melestarikan lingkungan. Presentasi juga meliputi partisipasi dan empati mereka melalui pemikiran pribadi dalam rangka melestarikan lingkungan dan budaya.
Jika peserta lebih tertarik untuk mengangkat budaya, beberapa isu yang dapat diangkat diantaranya kepercayaan, adat istiadat, ekonomi, makanan lokal, seni, budaya, bahasa, dll. Beberapa outline data yang perlu dihimpun diantaranya pengaruh budaya untuk melindungi lingkungan, faktor yang perlu dipertimbangkan untuk melestarikan budaya dalam perannya menjaga lingkungan, serta berbagai perubahan yang perlu direkomendasikan kepada pengambil keputusan dan pihak terkait.
Diwawancarai PRASETYA Online, salah seorang peserta asal Rusia, Denis Rylov, menyatakan kegembiraannya dapat berpartisipasi dalam acara ini untuk kedua kalinya. Siswa School Number 28 Kirov, Rusia ini mengaku mengenal sebagian peserta yang juga selalu terlibat dalam project CEI ini. "Orang Indonesia sangat ramah", ungkapnya terkait kesan pertama datang ke Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Rylov mengaku berkeinginan untuk menginformasikan kepada orang lain terutama generasi muda tentang berbagai permasalahan lingkungan dan budaya yang saat ini sedang dihadapi dunia agar mereka tergerak untuk bersama-sama mencari solusi permasalahan. Berbagai hal yang ia peroleh disini, menurutnya juga akan dibagi ke teman-teman khususnya dan masyarakat Rusia pada umumnya, setelah ia kembali pulang nanti. [nok]

Dosen FIA-UB Hadiri KAN III dan Deklarasi IAPA di Bandung
7 Juli 2010
Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB) menghadiri Konferensi Administrasi Negara (KAN) III yang diselenggarakan di Universitas Padjadjaran Bandung selama tiga hari (6-8/7). Mereka adalah Prof. Dr. Bambang Supriyono; Drs. ABB Fuad, MS; Mohammad Nuh, Msi; Farida Nurani, MAP; Ike Manuswatie, MAP; Chazienul Ulum, S.Sos serta Ainul Hayat, MAP. Dalam kesempatan tersebut, mereka akan mempresentasikan makalahnya bersama dengan perwakilan PTN/PTS seluruh Indonesia.
Pada kegiatan ini, dilangsungkan pula pembentukan Indonesian Association for Public Administration (IAPA) yang dihadiri sekitar 30 delegasi jurusan/program studi Administrasi Publik pada seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Nantinya, asosiasi ini akan menjadi wadah bagi ilmuwan Administrasi Publik dalam pengembangan ilmu dan melakukan upaya transformasi administrasi publik di Indonesia.
Setelah melalui diskusi panjang, akhirnya terbentuk susunan pengurus asosiasi yang dideklarasikan pada forum pleno peserta KAN III. Dalam kepengurusan periode 2010-2013 tersebut, ada beberapa dosen Jurusan Ilmu Administrasi Publik FIA-UB yang terlibat didalamnya. Diantaranya adalah Dr. MR. Khairul Muluk (Dewan Pakar), Prof. Bambang Supriyono dan Mohammad Nuh, M.Si (Pengurus). Masuknya beberapa dosen FIA-UB dalam kepengurusan IAPA diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan Ilmu Administrasi di Indonesia pada waktu-waktu mendatang. [FIA/nok]

Peningkatan Motivasi Kinerja dan Uji Model Entrepeneur Prospek Mandiri
7 Juli 2010
Bekerjasama dengan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2M) Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Kemdiknas RI), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya (LPPM-UB) menyelenggarakan seminar "Motivasi Kinerja Sumber Daya Manusia".
Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung PPI pada Selasa (6/7) ini merupakan bagian dari penelitian hibah bersaing untuk tahun ke-2 anggaran 2010. Membuka acara, Ketua LPPM-UB, Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaemi, MS menyatakan bahwa motivasi merupakan salah satu unsur pendongkrak kinerja SDM yang sangat berpengaruh disamping kesempatan dan kemampuan. Untuk menghasilkan kinerja maksimal, Prof. Siti Chuzaemi memiliki model dalam merumuskan formula kinerja, yang merupakan hasil perkalian antara tiga variabel yakni motivasi, kesempatan dan kemampuan. "Dengan formula ini, maka jika kemampuan diasah terus, kesempatan sudah diberikan namun motivasi tidak selalu dijaga dan ditingkatkan maka kinerja akan turun drastis", terangnya.
Sebagaimana laporan ketua panitia, Dr. Ir. Harsuko Riniwati, MS, peserta kegiatan ini meliputi Staf Deputi Pengembangan SDM dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UMKM Jakarta, 40 penerima hibah dan pelaku bisnis Program Prospek Mandiri tahun 2009/2010, serta 25 orang mahasiswa dari berbagai lembaga kemahasiswaan. Selain itu, hadir pula utusan dari PT. Petrokimia Gresik, PPCU Prigi, PT.Indofood Sukses Makmur, KUD Karangploso, Dinas Koperasi Daerah, serta Asosiasi Pengusaha Nilam Malang.
Perwakilan perguruan tinggi yang juga merupakan evaluator dan peneliti Program Prospek Mandiri yang dilibatkan adalah Dr. Ir. Harsuko Riniwati, Dr. Ir. Budi Prasetya, MP dan Ir. Agus Budiarto, MS.
Pemateri yang didatangkan dalam kesempatan tersebut adalah Herutomo, MM (founder dan master trainer) yang juga pemilik berbagai bidang usaha antara lain El Kahfi Group serta Radja Auto Salon dan Car Wash.
Tidak hanya mendengar materi dari motivator saja, pada acara tersebut, peserta diikutsertakan dalam pertemuan antara stakeholders dengan para wirausahawan muda seperti yang tergabung dalam prospek mandiri ini.
Melalui pertemuan dengan stakeholders dari perusahaan dan instansi terkait, diharapkan peserta mendapatkan sharing pengalaman, pembinaan, pendampingan bahkan kemitraan terutama untuk mengatasi permasalahan wirausaha yang baru. Selain itu, pendampingan juga dapat berasal dari pemerintah ataupun perguruan tinggi sebagai penghasil ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat dalam pengembangan dan kemajuan usaha. [bp/nok]

Seleksi Akademisi Berprestasi Nasional 2010 Oleh Dikti
6 Juli 2010
Direktorat Akademik Ditjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Kemdiknas RI), pada tahun 2010 ini menyelenggarakan Seleksi Akademisi Berprestasi Tingkat Nasional 2010. Seleksi ini terutama ditujukan bagi Mahasiswa, Dosen, Ketua Program Studi, Pustakawan, Laboran, Tenaga Administrasi Akademik serta Pengelola Keuangan. Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Universitas Brawijaya (LP3-UB), Prof. Dr. Agus Suman, DEA menyampaikan hal ini kepada PRASETYA Online, Selasa (6/7).
Ia melanjutkan, dalam seleksi tersebut UB mengirimkan satu orang perwakilan untuk masing-masing kategori. Dari tujuh perwakilan yang dikirimkan, seorang pustakawan belum berhasil lolos seleksi. Sementara untuk kategori lainnya, perwakilan UB dinyatakan lolos untuk mengikuti tahap seleksi lanjutan yang akan diselenggarakan di Jakarta, 12-16 Juli 2010 mendatang. Mereka adalah Dr. rer. Nat Muhammad Nurhuda (dosen), Zulvikar Syam Bani (mahasiswa), Lulut Endi Sutrisno, SE, MA (pengelola keuangan), Dr. Unti Ludigdo (Ketua Program Studi), Sri Amini, S.IP, MAP (tenaga administrasi), serta Catur Prabowo Widodo, A.Md (laboran). [nok]

14 Tim UB Siap Berkompetisi di PIMNAS
6 Juli 2010
Menghadapi PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) 2010 yang akan berlangsung di Universitas Mahasaraswati Denpasar selama empat hari, 20-23 Juli 2010, Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan Ketua Panitia PIMNAS ke-23, Prof Dr Djamasri PhD.
Prof Djamasri dihadapan pembimbing dan mahasiswa anggota PKM yang lolos mengikuti PIMNAS 2010 memaparkan tentang Sistem Evaluasi PKM dan PIMNAS 2010, Selasa (6/7), di gedung rektorat UB lantai VIII. Dalam paparannya, disampaikan dari 21301 proposal yang diterima panitia hanya 28 persen yang lolos seleksi administrasi. Proposal yang lolos administrasi diseleksi ulang dan dipustuskan 4094 proposal yang didanai. Jumlah tersebut dikerucutkan lagi menjadi 290 buah proposal yang lolos mengikuti PIMNAS.
Prof Djamasri dalam pengarahannya mengatakan, mahasiswa UB memiliki nilai lebih karena pernah menjuarai PIMNAS dua kali berturut-turut. "Kalian punya dua keuntungan, pertama, kalian datang dengan mental juara. Kedua, kalian membawa nama UB di Unmas yang akan mempertahankan gelarnya," ungkap guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.
Sebelumnya, Pembantu Rektor III Ir HRB Ainurrasyid MS menyampaikan untuk PIMNAS kali ini, jumah proposal UB yang lolos PIMNAS hanya 14 buah. Jumlah ini menempatkan UB di peringkat keempat sejajar dengan Universitas Airlangga. Posisi pertama ditempati UGM (34 proposal), Institut Pertanian Bogor (24 proposal), Institut Teknologi Sepuluh November (18 proposal). Namun peringkat ini tidak menentukan Perguruan Tinggi tersebut menjadi juara umum. Seperti UGM yang tahun lalu menempati posisi yang sama, hanya berhasil berada di peringkat kelima.
UB seperti tahun lalu tetap menargetkan menjadi juara umum. Untuk memenuhi target ini, seperti tahun lalu, sebelum berangkat ke Unmas, peserta akan dikarantina selama empat hari, 14-17 Juli 2010 di Hotel UB. Selama karantina, mahasiswa dan pembimbing akan mengikuti simulasi presentasi yang dipandu oleh para pakar dari UB seperti Prof Dr Kertahadi MCom, Prof Ir Nyoman Gede W MEng PhD, Prof Dr Ir Siti Chuzaemi MS, dan Dr Ir Bambang Dwi Argo MSc.
Proposal-proposal yang akan dipresentasikan di ajang PIMNAS antara lain, Toko Pupuk Online:Media Pemasaran Pupuk Kontemporer; 30 Hari Membangun Entrepreneurship pada Anak-Anak Fakir Miskin di Bantaran Sungai Brantas Malang: Pengabdian Masyarakat Miskin di Pinggiran Sungai Brantas, Kelurahan Penanggungan, Malang; Pemberdayaan Wamantik Dengan Metode Manga Zone Sebagai Salah satu Pencegahan Kasus Demam Berdarah Dengue di daerah Keluarahan Sawojajar, Kota Malang; Malang Mobile Map System (3MS) sebagai Sistem Informasi Kota Malang Dan Pencarian Jarak Terpendek (Shortest Path) Dengan Algoritma Koloni semut (Ant Colony Algorithm); Raja Rontok: Mesin Pemisah Bunga dan Gagang Cengkeh untuk Meningkatkan produktivitas Petani Cengkeh; ARTDECT: Arthritis Detection Test, Upaya Pengembangan Kit Dini Penderita Rematoid Artritis di Indonesia Berbasis Autoimun Marker Matrix Metalloproteinase-3 (MMP-3);Shiga Toksin (Stx) Bakteri Shigella spp. Sebagai Agen Proapoptosis sel kanker payudara: Pendekatan Biomolekuler Terapi Kanker; Laban Electric Alat Pasteurisasi Susu Kejut listrik Tegangan Tinggi (Pulsed Electric Field) menggunakan Flyback Transformer Model Wisata Islami Menuju Sumenep sebagai Serambi Madinah; Konsep One Village One Product (OVOP) melalui Peran Triple Helix; Sebuah Strategi Penguatan Produk Lokal Menyambut Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-CHINA 2010; Wisata Delta Hot Mod lake (DEHOTMAL) dan Souvenir Keramik Lumpur (Lupin) sebuah Upaya Menuju Sidoarjo Bangkit; Bank Biogas sebagai Solusi Kreatif pengurangan Emisi Gas Karbon dan Krisis Energi, Smart Biopacking Aplikasi pada Produk Ikan dan Olahannya, Youth Ethnic Entrepreneur Society (YEES) Programme: (Blue Print Program Pendidikan untuk Menanamkan Entrepreneurship Nabi Muhammad SAW pada Anak-anak Usia Sekolah melalui Kombinasi Konsep Re-code dan Ciputra Quantum Leap.[ai]

Dosen FP-UB Presentasi di IMC9 Congress
6 Juli 2010
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB), Dr. Anton Muhibuddin berkesempatan mempresentasikan makalahnya pada IMC9 Congress yang akan digelar di Edinburg, Inggris, 1-6 Agustus mendatang.
Pada kongres internasional tentang biologi jamur ini, ia akan mempresentasikan makalah berjudul "Manage Vesicular Arbuscular Mycorrhiza Population On Badlands Using Crop Sequenting Pattern Management in Indonesia". Selain itu, dalam kongres yang diikuti 2000 delegasi dari seluruh dunia tersebut, ia juga akan menampilkan posternya dengan judul yang sama. Dijadwalkan, presentasi ini akan dilakukannya pada 4 Agustus 2010 mendatang di Cromdale Hall, Edinburg. Anton merupakan satu-satunya delegasi yang berasal dari Indonesia dan nantinya ia akan bertemu perwakilan dari berbagai perguruan tinggi dunia seperti Duke University, York University, University of Wisconsin-Madison, Katetsart University, Osaka University, dll.
Kepada PRASETYA Online, ia menyampaikan bahwa dengan keikutsertaannya nanti, dirinya berharap dapat memperkenalkan dan mempromosikan UB di tingkat internasional sehingga mendukung program World Class Entrepreneurial University yang telah dicanangkan. Makalahnya sendiri merupakan bagian dari penelitian disertasi yang berisi tentang strategi pengelolaan jamur mikoriza pada lahan marginal melalui pengaturan pola tanam. Dengan pengelolaan populasi secara tepat, menurutnya jamur mikoriza akan mampu meningkatkan kesehatan tanah dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi tanaman. [am/nok]

Rektor Tandatangani MoU UB-RRI
6 Juli 2010
Rektor UB menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Dirut Radio Republik Indonesia Parni Hadi, Selasa (06/07). Acara ini bertepatan juga dengan peresmian School of Technology and Multimedia (Stecom RRI) Malang sebagai lembaga pendidikan tinggi setingkat D1 pertama milik RRI di Indonesia.
Dalam sambutannya, rektor menyatakan, semakin berkembangnya media belajar akan semakin memudahkan masyarakat mencari sumber pengetahuan. "Apalagi dunia informasi dan teknologi saat ini sangat diminati, tentu Stecom akan lebih membantu masyarakat menemukan tempat pendidikan sesuai kebutuhannya", tuturnya.
Sejak lama, menurut rektor, UB telah menjalin kerjasama dengan RRI dalam berbagai acara. Civitas akademika  UB sering melakukan dialog dan diskusi interaktif yang mengudara berkat RRI. "Saya sendiri menjadi pengisi setia RRI dengan keroncong," tutur rektor yang disambut tawa oleh para hadirin.
Selain dengan UB, RRI juga melaksanakan MoU ini dengan Universitas Widyagama. Dalam poin kesepakatannya, kedua belah pihak akan mengadakan kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Parni Hadi sendiri menyambut gembira diadakannya kerjasama yang sekaligus menandai peresmian Stekom. Menurutnya, penting artinya RRI tidak hanya melakukan fungsi edukasi secara informal melalui acara-acara di ruang dengar. "Ini sebuah terobosan menarik karena sekarang RRI memiliki sebuah unit pendidikan yang sifatnya formal," ungkap Hadi ketika memberikan kuliah perdana di Stekom. Ia berjanji akan mengupayakan berdirinya sekolah-sekolah sejenis di setiap jaringan RRI di Indonesia.
Usai melaksanakan MoU, acara dilanjutkan dengan dialog interaktif antara Parni Hadi, Sekretaris UB Ir. Sarwijono, dan Humas Uwiga Fikri. Acara yang dilaksanakan secara langsung (on air) ini mengundang banyak tanggapan positif dari masyarakat baik melalui telpon maupun pesan singkat. Sebagian besar menyatakan perlu dibukanya sekolah sejenis di seluruh wilayah jaringan RRI dengan bekerjasama dengan perguruan tinggi local. [fjr]

Geofisika Dalam Dunia Kerja
6 Juli 2010
Staf British Petroleum Indonesia, Festarina Estella, kemarin (5/7) mengisi kuliah tamu di Jurusan Fisika Universitas Brawijaya (UB). Kegiatan yang mengangkat tema "Geophysics At Work" ini dipusatkan di ruang pertemuan Jurusan Fisika dan diikuti oleh mahasiswa. Ketua Jurusan Fisika UB, Adi Susilo, PhD, menyatakan bahwa kuliah tamu yang terselenggara di Program Studi Geofisika Jurusan Fisika UB selama ini merupakan hasil kerjasama dengan berbagai mitra yang telah dijalinnya selama ini. Diantara mitra tersebut adalah empat asosiasi eksplorasi besar yakni Indonesian Petroleum Association (IPA), American Association of Petroleum Geologists (AAPG), Society Exploration Geophysicists (SEG) serta Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI). "Khusus untuk kuliah tamu ataupun short course, asosiasi biasanya berkolaborasi dengan perusahaan eksplorasi dalam penyelenggaraan acara sehingga kita tidak mengeluarkan biaya sama sekali", terangnya.
Penerapan Geofisika
Kepada seluruh audiens, Festarina menjelaskan berbagai penerapan ilmu geofisika khususnya dalam eksplorasi perminyakan. Diantaranya Matematika, Geofisika Eksplorasi, Seismologi Eksplorasi, Pengolahan Data Geofisika, Geologi, serta Ilmu Gelombang. Ilmu gelombang mekanik misalnya, mahasiswa diwajibkan menguasainya. Penjalaran, pemantulan dan pembiasan yang ada dalam ilmu gelombang akan diaplikasikan untuk mendeteksi keberadaan hidrokarbon. "Gelombang mekanik yang dihasilkan dari peledakan dinamit saat eksplorasi bermanfaat untuk mendeteksi lapisan mana yang mengandung hidrokarbon dan mana yang menjebak hidrokarbon", katanya. Lapisan yang mengandung hidorkarbon, menurutnya akan mempunyai impedansi akustik lebih kecil daripada lapisan yang menjebak hidrokarbon. "Pada dasarnya hidrokarbon itu harus dijebak. Jika tidak dia akan hilang", katanya.
Usai pengumpulan data dalam eksplorasi, tahapan selanjutnya adalah data processing, yang dilakukan dengan software khusus seperti Humpson-Russell. Hasil pengolahan data tersebut kemudian akan diinterpretasi. "Eksplorasi yang dilakukan dengan bekal pengetahuan geologi dan geofisika yang matang akan bisa menentukan titik bor dan kedalamannya secara akurat", terangnya. Pada workshop kali ini, mahasiswa kemudian diberi banyak kasus untuk melakukan data logging dan synthetic seismograph.
Diwawancarai PRASETYA Online di ruang kerjanya, Adi Susilo PhD menyatakan bahwa pengangkatan tema ini didasarkan pada semakin tingginya kebutuhan dunia akan tenaga geophysicist dan geologist terutama dalam dunia perminyakan, pertambangan dan geoteknik. Di Indonesia sendiri, kebutuhan akan tenaga tersebut baru dipasok oleh beberapa perguruan tinggi seperti ITB, UGM, UPN, Universitas Trisakti, Universitas Padjadjaran, dan ITS. Alumni Geofisika sendiri menurutnya telah banyak mengukir prestasi di beberapa perusahaan ternama seperti Petrochina, Geotech Alliance, Kreasindo Indonesia, Elnusa, Petronas serta Schlumberger. "Meskipun kebutuhan tenaga tersebut tinggi, tetapi tetap sangat selektif dan kompetitif. Tidak sembarang lulusan bisa langsung diserap karena memang gaji yang ditawarkan pun nilainya tidak sedikit", ungkapnya. Beberapa persyaratan diantaranya IPK minimal 3.3 serta ketrampilan Bahasa Inggris.
Pada kuliah tamu yang juga melibatkan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini, peserta memberikan respon sangat antusias. "Ilmu yang dipaparkan sangat aplikatif sehingga mereka tertarik. Selain itu, mereka juga menjadi tahu hal-hal baru dan riil dari praktisi", kata dia. Pada waktu-waktu mendatang, pihaknya juga telah mempersiapkan kuliah tamu maupun one day short course dari beberapa alumni Jurusan Fisika ataupun orang Malang yang berhasil di dunia perminyakan. [nok]

Dosen UB menjadi konsultan UNESCO di UNTL
6 Juli 2010
Dosen Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB), Raden Arief Setyawan, ST, MT bersama seorang staf Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) UB, selama sepuluh hari (20/6-2/7) berada di Timor Leste. Di sana mereka melakukan instalasi interkoneksi antara National University of Timor Lorosa'e (UNTL) dengan School On The Internet (SOI) yang berpusat di Jepang. Dalam menjalankan aktivitas tersebut, keduanya didampingi dua orang staf United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) Office Jakarta, Hannah Rubio dan Piska Aprillia serta seorang staf SOI Asia, Marlin. Aktivitas lain yang juga mereka lakukan bersama-sama adalah memberikan pelatihan penggunaan perangkat SOI kepada tim Teknologi Informasi (TI) UNTL.
Sistem yang diimplementasikan ini menggunakan model UDL (Uni Directional Link) dengan antenna parabola (C-Band) untuk menerima data (downstream) dari SFC (Shonan Fujisawa Campus) Keio University. Sementara untuk pengiriman data ke SFC (upstream), digunakan koneksi internet ke ISP lokal.
"Instalasi ini berjalan sukses, ditandai dengan keberhasilan interkoneksi dan telekonferensi antara UNTL-Jepang-Jakarta pada 1 Juli 2010", ujar Raden Arief yang juga Ketua Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi (PPTI) UB. Telekonferensi ini diikuti oleh perwakilan UNESCO Dilli Remegio Alquitran dan Dekan Fakultas Teknik UNTL Victor De Conceicao, SOI Asia di Jepang (Prof. Jun Murai dan Prof. Keiko Okawa) serta UNESCO Office Jakarta (Masami Nakata). Pada pelatihan yang disampaikan oleh tim TIK-UB, tim TI UNTL turut serta dengan antusias dengan diketuai Bendito Freitas Riberio.
Melalui implementasi sistem ini, diharapkan UNTL akan dapat menerima kuliah jarak jauh berkualitas yang disampaikan oleh profesor dan pakar di berbagai bidang yang dikelola SOI Asia. "Sehingga hal ini akan membantu permasalahan kekurangan tenaga pengajar dan tenaga ahli di UNTL khususnya dan Timor Leste umumnya", ungkap Raden Arief.
UB sendiri, menurutnya telah menjadi bagian dari SOI Asia sejak tahun 2002. "Atas dasar keaktifan UB, maka sekretariat SOI menunjuk UB sebagai technical asistant untuk instalasi SOI Site di UNTL", terangnya. Pengelolaan distance learning SOI di UB berada dibawah koordinasi Unit TIK yang diketuai oleh Dr. Harry Soekotjo Dachlan. Seluruh kegiatan SOI-UB dapat diakses di sini. [ras/nok]

Paradigma Manajemen Berbasis Kinerja Pada SKPD
6 Juli 2010
Karena menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dituntut dapat bekerja lebih efektif dan efisien. Dalam menghabiskan anggaran tersebut, masyarakat secara khusus mengharap agar tidak dimubazirkan. Pakar Kebijakan dan Manajemen Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB), Andy Fefta Wijaya, PhD menyampaikan hal ini saat dirinya menjadi pembicara dalam kegiatan "Pemantapan dan Sosialisasi Evaluasi Indikator Kinerja SKPD" di ruang seminar Pendopo Kabupaten Madiun.
Acara yang dilangsungkan pada Jum'at (2/7) ini diikuti sekitar 100 SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun. Lebih lanjut ia menyampaikan, selama ini program SKPD lebih banyak berorientasi pada penyelesaian output kegiatan dan belum seluruhnya terfokus pada outcome dan impact-nya.
Karena itu, menurutnya, pengukuran kinerja melalui upaya pengembangan indikator-indikator kinerja SKPD perlu dilakukan guna mengarahkan kinerja SKPD pada outcome dan impact yang diamanatkan masyarakat. "Berbagai program dan kegiatan tersebut, hasilnya harus benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat", terangnya.
Andy menambahkan, selama ini pengukuran kinerja baru sebatas pengukuran output/penyelesaian suatu kegiatan/program, sehingga paradigma yang digunakan adalah bagaimana menghabiskan anggaran. "Melalui paradigma tersebut, keberhasilan akan dinilai dari bagaimana SKPD tersebut mampu membelanjakan anggaran", terang Ketua Program Magister Administrasi Publik FIA-UB ini. Melalui paradigma manajemen berbasis kinerja, secara khusus ia menghimbau agar anggaran tersebut mampu memberikan kontribusi yang maksimal kepada masyarakat sebagai pengguna jasa layanan publik. "Untuk itulah diperlukan pengukuran indikator kinerja SKPD", kata dia. Dalam pembangunan infrastruktur misalnya, ia menerangkan, implikasi terhadap user tidak hanya sekedar membangun saja tetapi juga melihat terlebih dahulu apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
"Walaupun Madiun tergolong daerah miskin dengan APBD nomor dua terbawah di Jawa Timur, tapi dia concern terhadap pengukuran kinerja", katanya. Dengan anggaran yang terbatas tersebut, Madiun menurutnya mampu memanfaatkan semaksimal mungkin. [nok]

FK UB Meluluskan 91 Dokter
5 Juli 2010
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) hari ini, Senin (5/7), menggelar prosesi pengucapan sumpah dokter kepada 91 lulusannya di gedung Samantha Krida. Sumpah dokter ini dilakukan oleh dokter muda yang telah melewati masa yudisium pada hari Kamis (1/7). Dengan demikian sampai saat ini FK UB telah meluluskan 3922 dokter.
Sebanyak 37 dokter dinyatakan lulus dengan predikat cum laude dan tiga dokter diantaranya dinyatakan lulus dengan nilai ipk tertinggi yaitu 3,83, dan selesai dalam waktu 5 tahun 10 bulan. ketiga dokter tersebut adalah dr Diah Miryati, dr Dian Yaniarti, dan dr Herman Bagus Trianto.
Ketua Jurusan Pendidikan Dokter Dr dr Basuki Bambang Purnomo, SpUD dalam laporannya menyampaikan jumlah mahasiswa cum laude periode ini merupakan yang terbanyak. Menanggapi hal ini, Dekan FK Dr dr Samsul Islam SpMK MKes bertutur bahwa banyaknya dokter muda yang lulus dengn cum laude merupakan indikator semakin meningkatnya kualitas pendidikan FK UB. "Lulus cum laude di kedokteran bukanlah hal yang mudah, sangat sulit," ungkapnya. Semakin cepatnya masa studi tak terlepas dari dipersingkatnya masa orientasi klinik yang dulunya 2 tahun 2 bulan menjadi hanya 76 minggu.
Dekan FK juga menyampaikan pesan kepada dokter baru yang akan mengikuti ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) agar tidak mendramatisir (melebih-lebihkan) ujian tersebut. Tim UKDI UB akan membantu dokter baru yang akan mengikuti UKDI, demikian ungkap Dekan FK.
Sebanyak 11 dokter yang diambil sumpahnya hari ini berkebangsaan Malaysia yaitu  dr Noor Hairiza Abdullah, dr Nurnaimi Bt Azahari, dr Muhd Haziman Bin Mat Hasan, dr Noor Aliza Bt. Lodz, dr Shahrul Fahmi Bin Mohd. Idrus, dr Shamil Bin Sautarwin, dr Siti Munira Bt. Muhammad, dr Siti Nazihah Bt. M. Zin, dr Vimala A/P Sevaloganathan, dr Wan Mohd Alimi Bin Wan Arifin, dan dr Wan Mohd Hakiman Bin Wan Arifin.[ai]

Arah Baru Ilmu Pemerintahan
5 Juli 2010
Menyusul akan dibentuknya program studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menggelar semiloka Penyusunan Kurikulum Berbasis Kompetensi, Senin (5/07) di gedung rektorat UB. Semiloka ini diharapkan dapat menentukan arahan konsep dan metode pengajaran di dalam studi ilmu pemerintahan sebagai kajian ilmu yang baru di UB.
Hadir dalam acara tersebut sebagai narasumber adalah kybernolog (ahli ilmu pemerintahan baru) guru besar Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Prof.Taliziduhu Ndraha dan guru besar Unpad Prof. Utang Suwaryo . Materi yang mereka sampaikan dibahas oleh Prof. Mas'ud Said dari Unmuh Malang, Dr. Tjahjanulin Domai dari UB dan beberapa pengajar pada universitas-universitas di Malang seperti UM, Unitri, dan Unmer.
Menurut Prof. Utang Suwaryo, ilmu pemerintahan memang tengah mencari eksistensinya di antara ilmu-ilmu lain seperti kajian ilmu politik, kebijakan publik, maupun administrasi negara. "Justru karena itu sedikit banyak agak susah memberikan batasan kajian ilmu ini. Apa lagi di tiap-tiap kampus memiliki ciri khas sendiri-sendiri", tuturnya.
Suwaryo mengatakan, untuk mendirikan program studi ilmu pemerintahan, landasan aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologisnya harus disepakati terlebih dahulu supaya terdapat koherensi dalam melaksanakan proses belajar mengajar. "Ini penting sebab aspek kurikulum sebenarnya ketika ada di pendidikan S1 akan dikembangkan lebih lanjut ke kurikulum S2 dan S3," tuturnya.
Ndraha dalam materinya mengakui bahwa ada kesulitan dalam menentukan kajian ilmu pemerintahan sebagai satuan kurikulum. Menurutnya, hal ini disebabkan ilmu pemerintahan di Indonesia lebih sering dimaknai sebagai ilmunya administratur negara. "Dulu ilmu pemerintahan salah mendarat sebagai bagian ilmu politik. Akibatnya ia tidak bisa menjadi ilmu tersendiri dalam social science", ungkapnya. Kelemahannya, menurut Ndraha, ilmu ini kurang mendapatkan asupan tentang sisi-sisi kemanusiaan. Padahal bagi Ndraha, ilmu ini ditujukan untuk mencetak lulusan-lulusan pamong praja menjadi lembaga perubahan sosial.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UB telah berdiri sejak 6 tahun lalu. Saat ini terdapat 2 jurusan dan 2 Program Studi yakni Sosiologi dan Ilmu Komunikasi. 3 Program studi lainnya adalah Hubungan Internasional, Psikologi, dan Ilmu Politik. Tahun ini program studi Ilmu Pemerintahan telah dibuka bersamaan dengan dibukanya Program Studi Administrasi Pemerintahan di FIA UB. [fjr]

Hadapi Globalisasi, FIA-UB Buka Bisnis Internasional
5 Juli 2010
Globalisasi merupakan sebuah keniscayaan termasuk dalam dunia bisnis.Salah satu konsekuensinya adalah tidak ada lagi hal yang hanya berurusan domestik, termasuk transaksi yang juga menjadi lintas batas. Karena lingkungannya berbeda, maka bisnis domestik dan internasional menuntut kompetensi yang berbeda pula. Atas dasar ini, Fakultas Ilmu Adminidtrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB) membuka program studi baru, Bisnis Internasional.
"Program studi baru ini memiliki tujuan untuk menghasilkan sarjana Bisnis Internasional yang berkualitas dan profesional, yang mampu bersaing dalam era global", ungkap Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, Dr. Kusdi Rahardjo, DEA kepada PRASETYA Online. Karena kebutuhan tersebut, Bisnis Internasional dilengkapi kurikulum seperti negosiasi internasional, pemasaran internasional, manajemen sumberdaya internasional, manajemen ekspor impor, keuangan internasional, manajemen lintas budaya, dll. Selain itu, mahasiswa juga akan dilengkapi dengan ketrampilan bahasa dan budaya negara lain yang akan menjadi fokus kajiannya. "Menggandeng Program Bahasa dan Sastra, mahasiswa akan dilengkapi ketrampilan Bahasa Internasional. Bahasa Inggris mutlak harus mereka kuasai ditambah bahasa Asing lainnya", terang Kusdi. Hal ini menurutnya dikarenakan secara kultural aktivitas bisnis internasional memiliki karakteristik yang berbeda-beda pada tiap-tiap negara.
Lebih lanjut Kusdi menyampaikan, kajian pendirian Program Studi Bisnis Internasional ini telah dilakukan sejak 2007 silam. Pada SNMPTN kali ini, pihaknya menyediakan 80 kursi untuk mahasiswa baru. "Di Indonesia, PS ini justru dimiliki oleh PTS dan sampai saat ini di PTN belum ada", katanya. Sebanyak 800 lulusan Bisnis Internasional dihasilkan tiap tahunnya dengan peluang kerja diantaranya pada perusahaan ekspor impor, perusahaan multinasional, perusahaan yang berorientasi ekspor serta instansi pemerintah dan wiraswasta. [nok]

Munas IMMPERTI II di UB
5 Juli 2010
Ikatan Mahasiswa Muslim Pertanian Indonesia (IMMPERTI) merupakan organisasi pergerakan mahasiswa dalam bidang dakwah profesi pertanian yang memiliki misi diantaranya memberdayakan dan mengembangkan sistem pertanian Islami dalam tataran keilmuan dan aplikasi serta dalam perjalanan organisasinya.
Organisasi ini didirikan pada 28 November 2008 oleh lembaga kerohanian Islam dari enam perguruan tinggi di Indonesia yakni Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sriwijaya (Unsri), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) serta Institut Pertanian Bogor. Musyawarah Nasional (Munas) merupakan forum tertinggi yang diselenggarakan setiap tahun sebagai langkah konkret IMMPERTI untuk tetap menjadi wadah perjuangan mahasiswa guna tegaknya pertanian Islami.
Pada 2010 ini, Munas yang kedua diselenggarakan oleh FORSIKA Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) dengan tema "Pertanian Islami Untuk Kesejahteraan Bangsa". Berbagai kegiatan terangkum dalam Munas yang dilangsungkan empat hari (3-6/7) ini, diantaranya kajian umum dan bedah buku "Komitmen Muslim Sejati" oleh Ustadz Jalal (Dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang). [nok]

Tim FE-UB Lanjutkan Akreditasi Internasional
2 Juli 2010
Tim Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB) berkunjung ke Singapura selama tiga hari (1-3/7) untuk memenuhi undangan Badan Akreditasi Internasional ABEST 21. Mereka adalah Dekan Gugus Irianto, SE, MSA, PhD. Ak; Pembantu Dekan I Bidang Akademik Dr. Khusnul Ashar, SE, MA; Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan Nanang Suryadi, SE, MM serta Direktur Program Internasional Eko Ganis Sukoharsono, SE, MCom-Hons, PhD.
Di Singapura tim tersebut memproses tahapan rencana akreditasi yang telah dipersiapkan sejak awal tahun 2010 silam. Selain itu, mereka juga akan mendiskusikan berbagai parameter penilaian akreditasi ABEST 21 dengan presidennya, Prof. Dr. Fumio Itoh. "Akreditasi internasional ini merupakan tahap lanjutan setelah keberhasilan semua jurusan di FE-UB memperoleh akreditasi BAN-PT dengan nilai A", katanya.
Kepada PRASETYA Online, Eko Ganis menerangkan, tahapan ini sangat penting sebelum sidang finalisasi yang dijadwalkan pada 2011 mendatang. Sebelumnya pada Bulan Maret silam, FE-UB telah dinyatakan lulus Pre-Accreditationproposal oleh Dewan  Akreditasi ABEST 21 di Tokyo Jepang.
Ia juga menambahkan, akreditasi internasional FE-UB sudah menjadi kebutuhan yang harus diwujudkan guna mendukung UB menwujudkan visinya menuju world class entrepreneurial university. "FE-UB menjadi pilot project untuk akreditasi internasional ini", kata dia. Proses akreditasi internasional ini, menurutnya juga harus dilakukan secara konsisten dan terprogram melalui semua tahap persyaratan yang diminta oleh ABEST 21 Tokyo Jepang. [egs/nok]

Administrasi Perpajakan, PS Baru Dengan Peminat Tinggi
2 Juli 2010
Sebuah negara modern memiliki sumber penerimaan utama dari pajak dengan proporsi antara 80-90 persen dari total penerimaan. Dengan visi tersebut, maka pemerintah Republik Indonesia akan selalu berupaya melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi. Tuntutan ini tentu memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang perpajakan yang handal dan berkredibilitas tinggi.
Peluang tersebut nampaknya segera ditangkap Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB) dengan membuka program studi baru yakni Administrasi Perpajakan.
Diwawancarai di ruang kerjanya, Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis FIA-UB, Dr. Kusdi Rahardjo, DEA menyatakan, selama ini tenaga perpajakan di Indonesia baru dipenuhi melalui Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Perguruan tinggi yang mendidik ahli perpajakan pun menurutnya baru Universitas Indonesia. "Padahal kebutuhan SDM perpajakan akan meningkat signifikan", terangnya. Prediksi tersebut nampaknya tidak meleset sama sekali. Pembukaan PS Administrasi Perpajakan melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010 ini, peminatnya mencapai 1200 orang dari 80 kursi yang tersedia, sehingga tingkat keketatannya mencapai 1:15.
Direncanakan sejak 2007 silam, Dr. Kusdi mengaku pihaknya telah melakukan studi banding ke berbagai perguruan tinggi termasuk STAN. "Kurikulum di STAN lebih diarahkan untuk mencetak tenaga terampil di bidang perpajakan sehingga dituntut ketrampilan yang tinggi. Sementara di FIA lebih mengutamakan tenaga ahli pajak dan ilmuwan di bidang pajak", terangnya membedakan antara STAN dengan Administrasi Perpajakan.
Menyelesaikan 138 SKS, diharapkan mahasiswa akan selesai kuliah dalam 3.5 tahun. Selain itu, tersedia pula beberapa laboratorium meliputi laboratorium akuntansi, laboratorium Pajak Penghasilan, laboratorium pemotongan dan pemungutan, laboratorium Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta laboratorium sistem informasi. "Nantinya mahasiswa akan lebih banyak diarahkan ke praktek", katanya. Karena itu, FIA-UB akan berupaya melibatkan tenaga pengajar luar biasa melalui kerjasama dengan Kanwil Pajak Jawa Timur III.
Terinspirasi kasus Gayus Tambunan, Kusdi menyatakan, pihaknya memperhatikan serius upaya peningkatan moral lulusan. "Sejak semester pertama, mereka akan lebih diintensifkan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan religius selain pendalaman etika dan moral melalui kurikulum", kata dia.
Dengan melibatkan stakeholders, kurikulum administrasi perpajakan akan dibahas khusus pada 12 Juli mendatang di gedung FIA lantai empat mulai pukul 09.00 WIB. Di akhir wawancara, Kusdi mengungkapkan, lulusan program administrasi perpajakan nantinya akan merambah dunia kerja seperti instansi pemerintah (pusat dan daerah), swasta, ataupun berwiraswasta sebagai konsultan pajak. [nok]

Agrivita FP-UB Menuju Jurnal Ilmiah Bertaraf Internasional
1 Juli 2010
Penataan ulang manajemen Agrivita untuk menjadi media penelitian ilmiah tingkat internasional dalam workshop "Penyusunan Panduan dalam Rangka Internasionalisasi Agrivita" pada 30 juni 2010, di Guest House-UB, lantai 3, ruang Apple, dihadiri oleh Guru besar, Profesor, dan dosen seluruh jurusan Fakultas Pertanian. Pihak Fakultas pertanian juga menghadirkan Dr.drg. Darmawan Setijanto, pendamping redaksi "Dental Journal Universitas Airlangga" sebagai nara sumber pembanding dari salah satu Jurnal ilmiah yang sudah go internasional. Dalam acara tersebut membahas langkah-langkah kongkret yang harus segera diperbaiki dalam manejemen Agrivita. Sehingga mampu memberikan kontribusi dalam pencapaian internasionalisasi Agrivita. Workshop tersebut dilaksanakan untuk menjaring seluruh masukan dan perbaikan dari seluruh peserta Workshop.
Menurut Dr.drg. Darmawan bahwa skripsi, tesis, atau disertasi dapat menjadi artikel ilmiah yang berkualitas internasional dengan melakukan perbaikan penulisan sesuai dengan kaidah dan ketentuan berlaku. Poin utama dalam elektronik journal ( E-Journal) adalah seberapa banyak DOI yang mensitasis jurnal tersebut. Bagi para Dosen/penulis artikel ilmiah, yang terpenting adalah karya ilmiah kita terkenal ke seluruh dunia, jangan mengharapkan akreditasi, karena setiap jurnal yang memiliki ISSN dalam taraf internasional memiliki nilai 10. Satu hal yang harus ada di dalam Agrivita yaitu program yang mampu menghitung jumlah Doi yang mensintasis artikel kita. Dengan program tersebut Agrivita dapat mengetahui berapa jumlahnya, dan siapa saja yang mensitasis artikel dari Agrivita. Umumnya dalam E-jurnal faktor kontinyuitas sangat susah untuk dipenuhi, hal ini menjadi salah satu masalah utama untuk menuju go internasional. Hal ini dapat diakali dengan melakukan lomba penulisan jurnal ilmiah, dengan begitu dalam satu tahun penuh kebutuhan artikel dapat terpenuhi tanpa susah-susah membuat artikel sendiri. Dengan demikian Agrivita secara otomatis dikenal oleh DOI seluruh dunia".
Prof. Dr. Wani Hadi Utomo sebagai pendamping redaksi AMB/KWT, menyebutkan bahwa Agrivita sejak dulu memang didesain untuk go internasional, pada tahun 1981 sampai pada tahun 1983 sudah menerbitkan artikel ilmiah dalam bahasa Inggris. Jurnal ilmiah memang bisa dari skripsi, tesis, atau disertasi, tetapi harus melalui seleksi yang ketat. Karena banyak Skripsi yang lebih bagus kualitasnya dari pada Tesis, semua itu tergantung dari dosen pembimbingnya. Mahasiswa S1 bimbingan saya, terbukti memiliki kualitas Skripsi yang lebih bagus dari mahasiswa S2 saya. Ini menunjukkan bahwa Skripsi, Tesis, atau Disertasi dapat menjadi artikel ilmiah elektronik, yang penting kualitasnya harus bagus. "Jadi tidak serta merta Skripsi, Tesis, disertasi dapat langsung diterbitkan menjadi artikel ilmiah tingkat internasional", katanya.
Sedangkan menurut Prof.Dr. Bambang Guritno, dosen lebih tertarik ngajar diluar UB dari pada harus nulis artikel ilmiah. Padahal setiap artikel yang diterbitkan akan mendapat insentif berupa uang dalam jumlah yang besar. Hal ini menjadi indikasi rendahnya keinginan menulis artikel dikalangan dosen sendiri. Sebelum menuju Internasional perlu diketahui terlebih dahulu apa yang mampu menjadi motifasi para dosen supaya mau menulis jurnal ilmiah. Dengan demikian dapat mendukung Agrivita go Internasional". [riy]

Training of Trainer Dosen Kewirausahaan dalam Sinergi BIG
1 Juli 2010
Rektor UB Prof. Yogi Sugito menyatakan optimis digalakkannya program-program pendorong aktivitas kewirausahaan mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk lebih mandiri. Menurutnya, integrasi program kewirausahaan di dalam kurikulum strategis untuk dilakukan.
Pendapat itu disampaikannya ketika membuka Pelatihan Dosen Kewirausahaan dalam program Sinergi BIG (Business, Intellectual, Government) di Guest House, Kamis (01/07). Acara ini diikuti kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari pembantu dekan III seluruh fakultas dan dosen.
Menurut rektor, aspek-aspek kewirausahaan atau entrepreneurial harus terintegrasi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. "Misalnya di bidang penelitian, riset-riset yang telah dihasilkan seharusnya bisa ditransformasikan menjadi unit usaha", tutur rektor. "Kalaupun tidak, unit-unit bisnis yang dimiliki UB harusnya terus dikembangkan oleh para peneliti-peneliti di sini," papar rektor.
Upaya pengabdian masyarakat mestinya bisa diwarnai oleh aktivitas-aktivitas kewirausahaan. "Produk TOT khan penatar. Nanti harus bisa meng-create aktivitas kewirausahaan kepada masyarakat miskin", ujar rektor.
Rektor berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya pengembangan kewirausahaan baik dari segi pengayaan sumber daya maupun pendanaan. Menurut rektor, dana riset di Indonesia teutama yang berpotensi untuk dilanjutkan menjadi subjek usaha masih rendah. Namun di UB, rektor berusaha untuk selalu meningkatkan aspek pendanaan tersebut.
Sinergi BIG adalah program kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha dan
pemerintah, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas bersama Kamar Dagang & Industri Republik Indonesia dalam upaya peningkatan kapasitas kewirausahaan dalam berbagai bentuk. Selain di UB, sosialisasi Sinergi BIG juga diselenggarakan di Universitas Internasional Batam (UIB), Universitas Diponegoro Semarang (Undip) dan Universitas Udayana Bali (Unud).
Acara pelatihan menghadirkan narasumber-narasumber yang berasal dari praktisi dan akademisi seperti Handito JOewono dari PT. Arrbey Indonesia; Solichin dari PT. Sumber Alfa Trijaya; Hendi Setiono dari PT. Babarafi Indonesia; Agus Windhato dari ITS Design Center; Ariana Susanti dari Federasi Pengemasan Indonesia; dan Sena Lesmana dari Muvi Consultant.[fjr]

Dosen UB Latih Penyusunan Produk Hukum di Universitas Negeri Gorontalo
1 Juli 2010
Staf pengajar Legislative Drafting FH UB, Aan Eko Widiarto, diundang Universitas Negeri Gorontalo (UNG) untuk memberikan pelatihan penyusunan produk hukum Perguruan Tinggi. Pelatihan tersebut, seperti disampaikan oleh PR II UNG, dilatarbelakangi sebuah kondisi sejak berdirinya UNG 45 tahun lalu  masih belum memiliki tata naskah dinas pembentukan peraturan, keputusan, instruksi, MoU, perjanjian, surat edaran, dan dokumen lainnya. Belum lagi perkembangan pengaturan pembentukan hukum  yang semakin pesat akhir-akhir ini dengan dibentuknya UU 10/2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan dan peraturan menteri yang mengatur tata naskah dinas di lingkungan kementerian.
Menurut Aan, pembentukan produk hukum (peraturan dan  keputusan) dilingkungan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) merupakan salah satu syarat dalam rangka perwujudan tertib hukum dan administrasi. Dengan demikian dalam pembentukannya diperlukan cara atau metode yang pasti dan baku/standar yang mengikat semua lembaga yang berwenang membuat produk hukum di lingkungan UNG.
Sebenarnya tidak hanya UNG, perguruan tinggi lain di Indonesia juga perlu melakukan pembenahan di bidang tertib hukum dan tertib administrasi dengan membentuk peraturan, keputusan, dan naskah dinas lainnya yang menyesuaikan dengan nomenklatur dan format UU 10/2004 dan peraturan perundang-undangan lainnya.
Hasil akhir yang diharapkan dari pelatihan yang diselenggarakan akhir bulan Juni 2010 tersebut adalah kemampuan peserta yang terdiri dari Kajur, Sekjur, dan perwakilan staf administrasi di lingkungan UNG untuk memahami dan menyusun rancangan peraturan, keputusan, dan MoU.  Dengan demikian bukan aspek kognitif saja yang dilatihkan, namun lebih lanjut aspek keterampilan dalam menyusun rancangan juga menjadi indikator keberhasilan pelatihan. (gto/fjr)

Widodo, PhD.Med.Sc: Konservasi Lingkungan Melalui Biologi Molekuler
1 Juli  2010
Konservasi lingkungan kini telah memasuki generasi kedua melalui pendekatan biologi molekuler yang dinilai lebih teliti. Melalui pendekatan genetik, kerusakan lingkungan baik yang disebabkan manusia maupun ekosistem dapat dideteksi lebih dini dengan solusi yang lebih komprehensif. Konsep ini merupakan perbaikan dari generasi pertama yaitu morfometri, yang hanya melakukan pendekatan secara morfologi. Widodo, PhD.Med.Sc menyampaikan hal ini saat diwawancarai PRASETYA Online mengenai rencana pelaksanaan kegiatan International Conference Global Resource Conservation (ICGRC).
ICGRC yang merupakan kolaborasi antara Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Brawijaya (FMIPA-UB) dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Caretakers of The Environment International (CEI) ini akan diselenggarakan di gedung PPI, Kamis (8/7). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kongres internasional CEI yang diselenggarakan di Malang selama satu minggu (4-10/7).
Mengangkat isu "Biodiversity and Culture", kongres juga meliputi "Cultural Night" dan "Field Trip". "Melalui kegiatan ini, kami berupaya untuk mengajak anak muda dari berbagai negara di Asia, Eropa, Amerika, Kanada dan Australia untuk menginventarisir kekayaan alam dan budaya yang ada di Indonesia. Selain itu, mereka juga diminta membuat rumusan pelestarian lingkungan dan budaya tersebut", ujar Widodo yang menamatkan Program Doktor Molecular Biology di Tsukuba University Jepang.
Dalam rangka inventarisasi tersebut, tambah Widodo, para delegasi akan disebar ke tiga ekosistem yang berbeda yaitu gunung, hutan dan pantai di wilayah Jawa Timur terutama kawasan Alas Purwo, Baluran dan BTS (Bromo, Tengger dan Semeru). Selain itu, mereka juga akan diperkenalkan kepada masyarakat dari suku dan etnik yang berada di sekitar lokasi.
Pembicara berkompeten diperkirakan akan hadir pada ICGRC yang mengambil tema "Strengthening Environmental Education Toward Sustainable Development: Lesson Learned From World Wide" ini. Mereka adalah Dr. Brigitta Norden (Presiden CEI, Malmoe University Swedia), F.M. Almeida (Presiden ALPEA, Portugal), D.J. Hoynacki (Oregon State University Amerika Serikat), T. Nadeson (WWF-Malaysia), Majid Bashir (CEI Pakistan), Luchman Hakim, PhD (Universitas Brawijaya), Akira Kikuchi (Hiroshima University Jepang), dan Prof. Sutiman Bambang Sumitro (Universitas Brawijaya).
"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat Universitas Brawijaya. Sedikit sekali lembaga ataupun perusahaan di Indonesia yang peduli lingkungan, sehingga tidak heran jika kami mengalami kesulitan pendanaan. Hanya mereka yang concern kepada lingkungan yang akan mendukung kegiatan ini", ujar Widodo. Melalui perbaikan pola pendidikan lingkungan kepada masyarakat, secara khusus pihaknya berharap agar generasi mendatang lebih mampu menjaga lingkungan terutama alam pedesaan, kawasan pantai serta daerah sekitar hutan. [nok]

Bimbingan Teknis Implementasi Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis
1 Juli 2010
Sesuai dengan Undang-Undang Praktek Kedokteran Pasal 7 ayat 1b, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) mempunyai tugas "mengesahkan standar pendidikan profesi dokter" dan mempunyai wewenang "mengesahkan standar kompetensi dokter" (Pasal 8c). Yang dimaksud dengan Standar Pendidikan Profesi Dokter adalah pendidikan profesi yang dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan sistem pendidikan nasional.
Pada tahun 2006 KKI bersama stakeholders telah menghasilkan Standar Pendidikan Profesi Dokter, Standar Profesi Dokter dan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis. Standar-standar tersebut kemudian disahkan oleh KKI pada Bulan November 2006 dan telah disosialisasikan untuk diimplementasikan di stakeholders khususnya ke berbagai FK di seluruh Indonesia.
Sampai dengan akhir tahun 2009, sebagian besar FK telah menerapkan standar tersebut tetapi belum sepenuhnya karena banyak kendala dan permasalahan yang dihadapi. Untuk itu, Divisi Standar Pendidikan Profesi Konsil Kedokteran bersama stakeholders akan melakukan bimbingan teknis/pendampingan Implementasi Standar Pendidikan Kedokteran Spesialis ke Institusi Pendidikan Dokter Spesialis (IPDS), khususnya ke Program Studi kedokteran Spesialis yang baru.
Kegiatan bimbingan teknis meliputi pemberian bimbingan teknis implementasi Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis di berbagai FK yang memiliki Program Pendidikan Dokter Spesialis.
Dalam bimbingan teknis akan didiskusikan bagaimana pelaksanaan implementasi standar pendidikan dokter spesialis di berbagai FK yang ada Program Pendidikan Dokter Spesialis, yang dilanjutkan dengan tanggapan dan bimbingan oleh Tim KKI. Materi bimbingan meliputi pemaparan kurikulum, manajemen, input-proses-output di FK terkait, masalah hardware, brainware dan software, serta masalah dan kendala lain yang timbul dalam Pelaksanaan Penerapan Standar Pendidikan dan Standar Kompetensi Profesi Dokter Spesialis di FK tersebut.
Kegiatan ini diselenggarakan dengan metode presentasi proses implementasi standar pendidikan masing-masing spesialisasi di FK (PPDS) terkait, dilanjutkan tanggapan dan diskusi. Bimbingan teknis ini dilaksanakan di enam FK (PPDS) di seluruh Indonesia, termasuk Universitas Brawijaya (UB). Di UB, kegiatan akan diselenggarakan pada Jum'at (16/7). [nok]

Beasiswa 1000 PPDS Kemdiknas
1 Juli 2010
Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Kemdiknas RI) mengucurkan 1000 beasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Hal ini terutama diperuntukkan bagi dosen atau calon dosen baik perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Demikan disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB) Dr. Samsul Islam, dr., SpMK., MKes usai prosesi penerimaan mahasiswa PPDS I kemarin (30/6) di lantai delapan gedung rektorat UB.
Lebih lanjut ia menyampaikan, pengucuran beasiswa ini dilakukan sebagai upaya peningkatan kualitas pengetahuan dan ketrampilan dosen untuk fase klinik pada pendidikan dokter. Karena hal tersebut, Dekan menghimbau kepada Kepala Program Studi dan labotorium untuk menyusun daftar dosen yang diusulkan mendapatkan beasiswa pada semester ganjil tahun 2010 ini. Program ini menurutnya merupakan rencana institusi dalam pengembangan SDM dosen khususnya untuk menyiapkan dokter spesialis hingga 2014 mendatang. [nok]