Last updated 30/7/2005
By: Farid Atmadiwirya
Juli 2005

Pembebasan dan Keringanan SPP
29 Juli 2005
Setelah membaca surat permohonan pembebasan dan keringanan pembayaran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) dari para wajib bayar, dan menimbang bahwa untuk meningkatkan pemerataan kesempatan belajar perlu diperhatikan kondisi sosial ekonomi mahasiswa, Rektor memandang perlu memberikan beasiswa berupa keringanan atau pembebasan pembayaran SPP dengan memperhatikan prestasi akademik yang telah dicapai.
Melalui SK nomor 116/SK/2005, tanggal 29 Juli 2005, Rektor memberikan beasiswa kepada 71 orang mahasiswa D-III dan S-1. Pemberian beasiswa ini akan ditinjau kembali setiap tahun, berdasarkan penilaian akademik.
Beasiswa yang diberikan berupa keringanan/pembebasan 25% pembayaran SPP bagi 40 orang mahasiswa, 50% bagi 20 orang mahasiswa, 75% bagi 2 orang mahasiswa, dan 100% bagi 1 orang mahasiswa. Daftar secara rinci, penerima keringanan 25% SPP adalah Slamet Agustono (FH), Hardini Eka Apriyanti, Halimatul Azizah, Eko Harianto (FE), Moch Faizin, Cahyati Diah Purwita, Desi Kusuma Andriana, Galih Yoga Kusuma, Arum Puspasari, Francisca C Elly S, Mardi Wiryanto W, Marisa Kumala Sari, Neni Mida Suryaningdyah, Puput Hami Hafian, Nur Saidah, Ali Chuzaimi N, Gagah Fajar Sri W, Joko Andris, Panut Wibowo, Radiant Sukma Kamanto, Rahman Syaikoni, Sari Setyowati, Susan Abdilah, Tri Rahayu Ningsih, Wahyu Widodo, Wirawan Prasetya, Nety Adistining Tyas, Nita Puspitasari, Tronika Rahamanta, Adi Suwito (FIA), Agung Sugiarto, Galih Kusnawan, Evi Sriwidayati, Agus Aidin Wijaya, Eli Kurniawati, Heri Sunarko, Suhadi, Leni Sulistyowati (FP),  Sri Bekti Zakiyatin (FPt), Ita Triana (FT), Andi Saputro, Abdul Azis, Agus Zaelani, Sumisdiyanto (FPi).
Penerima keringanan pembayaran 50% SPP Riried Sih Panganti, Arif Lukman Hakim, Dwi Kresnowati, Dewi Wipit Handayani (FE), Astrid Yuniar (FP), Halim Dwija Kusuma, Ikaning Triawan (FPt), Ni’mah Hidayati (FT), Eka Rahayu Utami, Dyah Wahyuningtyas, Erni Irawati, Lilis Widianah, Endah Silfiyanti, Listiani, Silvy Qotrunnada, Tri Kurniawati, Masita Wahyu Lestari (FK), Mardiyan Taruna S, Rachmad Herdianto, Anita Fanti Hariyani, Fina Filaily, Aulia Kharisma Nugraha (FMIPA), Sumiati, Muji Santoso (PBS).  Penerima keringanan 75% SPP, Elok Rifqi Firdiana, Ahmad Miftahul Khoir F (FMIPA). Sedangkan penerima pembebasan 100% SPP, Arifan Cahyono M (FPt). [Far]

PP Otoda FH Unibraw Buka Klinik Ombudsman
29 Juli 2005
Dalam rangka memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat di Jawa Timur, khususnya di Surabaya, Malang dan sekitarnya, Komisi Ombudsman Nasional bekerja sama dengan DPRD Propinsi Jatim dan Pusat Pengembangan Otonomi Daerah (PP-Otoda) Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH Unibraw) menyelenggarakan klinik pengaduan masyarakat dan konsultasi gratis tentang masalah pelayanan umum oleh pejabat publik (aparatur pemerintah termasuk aparat pengadilan, kepolisian, kejaksaaan, BPN, Pemda, dll yang dirasakan tidak adil dan merugikan masyarakat).
Pengaduan/konsultasi dilaksanakan pada hari Kamis sampai Sabtu, 28-30 Juli 2005, pukul 09.00-16.00 WIB. Tempat konsultasi untuk Surabaya di Gedung DPRD Propinsi Jatim JaIan Indrapura 1, Surabaya. Sedangkan untuk Malang dan sekitarnya konsultasi dilakukan di Kantor PP Otoda Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang. Diharapkan, pengaduan dibuat secara tertulis, jelas, dan mudah dipahami, disertai fotokopi identitas diri dan bukti pendukung yang memadai.
Tiga kasus
Sejak dibuka tiga hari lalu, Klinik Ombudsman Malang bertempat di kantor PP Otoda FH Unibraw mendapatkan tiga pengaduan. Pengaduan itu akan ditindaklanjuti oleh Komisi Ombudsman Nasional untuk dibuat rekomendasi yang ditujukan ke instansi yang bermasalah.
"Dari tiga pengaduan yang masuk kepada kami, salah satunya terkait kasus penanganan yang berlarut-larut terhadap kasus penipuan yang dilaporkan ke Polresta (Kepolisian Resor Kota) Malang pada tahun 2000," kata Asisten Ombudsman Komisi Ombudsman Nasional Elisa Luhulima, Kamis (28/7) di Malang.
Adapun dua kasus lainnya adalah pemalsuan atau manipulasi berkas pajak yang sudah dilaporkan sejak tahun 1998 ke Kantor Pajak Wilayah Malang Direktorat Jenderal Pajak.
Pengaduan ketiga, adanya pungutan liar yang dilakukan oleh Lurah Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, yang meminta uang Rp 10 juta terhadap salah seorang warganya yang sedang mengurus surat-surat soal tanah. Kejadian itu sekitar tahun 200l.
Dari pengaduan ini, katanya, pihaknya akan membuat rekomendasi. "Memang kewenangan Komisi Ombudsman Nasional hanya sebatas ini. Tidak ada sanksi apabila rekomendasi kami tidak ditanggapi," katanya.
Biasanya, menurut dia, instansi yang diberi rekomendasi cepat merespons, seperti pihak kepolisian, walaupun hasilnya sering kali masih jauh dari harapan masyarakat. Sebab, rekomendasi itu akan dibuat pula tembusan ke jajaran vertikal. [SEM]
Kompas Jawa Timur, Jumat, 29 Juli 2005

Ujian Terbuka Disertasi Abidarin Rosidi
28 Juli 2005
Ujian terbuka disertasi Drs. Abidarin Rosidi MM berjudul "Iklan Industri Kecil Melalui World Wide Web (WWW) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Masalah Efektivitas Isi dan Desain Iklan" diselenggarakan Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Kamis 28 Juli 2005.
Tim penguji bagi kandidat doktor ilmu ekonomi ini adalah Prof. Dra. SM Kiptiyah MSc (promotor), Prof. Dr. Djumilah Zain SE dan Prof. Dr. M. Harry Susanto SE SU (ko-promotor), dan para penguji Prof. Dr. Moch Ichsan, Drs. Eko Ganis MCom (Hons) PhD, serta Prof Dr. Abdul Halim MBA Ak dari UGM.
Di depan sidang ujian akhir disertasi yang dipimpin oleh Asisten Direktur I (bidang Akademik) PPS Unibraw, Prof. Dr. Ir. Soemarno MS, kandidat Abidarin mengatakan bahwa era perkembangan teknologi saat ini, ditandai oleh semakin menjamurnya bisnis elektronik. Peluang e-commerce inilah yang digunakan oleh beberapa industri kecil di kawasan DIY untuk memanfaatkan web site sebagai sarana promosi, khususnya iklan produk hasil produksinya.
Menurut Abidarin, sikap terhadap iklan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, yaitu isi iklan, suasana hati konsumen, emosi iklan yang didapatkan, serta kesukaan konsumen pada produk yang diiklankan. Pada umumnya jika konsumen mengetahui perusahaannya maka dalam diri konsumen akan muncul berbagai persepsi tentang kredibilitas perusahaan tersebut. Akibatnya sebelum konsumen melihat iklannya dalam benak konsumen telah muncul pengetahuan dan pengalaman tentang perusahaan tersebut.
Dari hasil penelitian disertasinya, disimpulkan bahwa sikap konsumen terhadap iklan dipengaruhi langsung oleh isi iklan dan kredibilitas perusahaan. Sementara itu, sikap konsumen terhadap iklan dipengaruhi oleh kredibilitas perusahaan dan sika konsumen terhadap iklan. Sedangkan minat pembelian dipenga-ruhi oleh kredibilitas perusahaan, sikap konsumen terhadap iklan serta produk.
Abidarin yang dosen STMIK AMIKOM Yogyakarta ini dalam ujian terbuka tersebut dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor dalam ilmu ekonomi dengan predikat memuaskan setelah menempuh studi selama 5 tahun 11 bulan.
Dr. Abidarin Rosidi lahir di Majalengka, 21 Desember 1955, dari pasangan H. Rosidi (alm) dan Hj. Turiyah (alm), menikah dengan Luluk Iruhana SE (alm) dan dikaruniai 3 orang putera dan puteri. Menyelesaikan program sarjana pada Fakultas Ekonomi UII tahun 1982, Abidarin berhasil menyelesaikan program magister manajemen agribisnis di IPB tahun 1992, dan mengikuti Program Doktor pada PPS Universitas Brawijaya sejak tahun 1999.  [nok]

Mahasiswa Berprestasi 2005
27 Juli 2005
Dalam rangka mengembangkan sikap tanggap terhadap kebutuhan pembangunan bangsa serta perkembangan ilmu dan teknologi melalui tridharma perguruan tinggi, Universitas Brawijaya mengadakan pemilihan mahasiswa berprestasi tahun 2005. Kepada mahasiswa berprestasi yang terpilih, Rektor memberikan penghargaan. Panitia pelaksana dibentuk dengan SK Rektor nomor 079/SK/2005 tanggal 7 Juni 2005, diketuai oleh Prof. Dr. Yogi Sugito, dan dibantu sekretaris Ali Farid SH, Tim Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Drs. Tjahjanulin Domai MS, Drs. M. Syamkhin MM, Dra. Sri Endah Tabiati Med dan para anggota Drs. Rudjita, Imron Rosidi, Murtiningtyas, dan Suwandi Slamet.
Hasil seleksi yang dilakukan oleh Tim Penguji Mahasiswa Berprestasi Tahun 2005, dituangkan dalam SK Rektor nomor 114/SK/2005 tanggal 27 Juli 2005. Keluar sebagai Mahasiswa Berprestasi I mahasiswa FMIPA Safri Bahar (NIM 021094040), Mahasiswa Berprestasi II mahasiswa FK Aris Cahyo Purnomo (NIM 0110720005), dan Mahasiswa Berprestasi III mahasiswa FE  Finurika Ratnalia (NIM 0210230047). Para mahasiswa berpretasi tersebut diberi piagam penghargaan dan hadiah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. [Far]

Temu Ilmiah Information Skill dan FKP2T
27 Juli 2005
Salah satu faktor penting yang diakibat oleh perubahan metode belajar di perguruan tinggi, di antaranya adalah peranan tenaga ahli perpustakaan yang harus mampu menginformasikan sarana dan fasilitas kemudahan akses perpustakaan dan melatih  transfer bahan ajar, media atau sumber belajar dari konvensional ke multimedia.
Perpustakaan harus dapat memberikan kontribusi penting dalam membangun kemampuan berfikir kritis untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi pembelajar seumur hidup. Pendidikan merupakan salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas manusia, dan perpustakaan sebagai inti dari setiap program pendidikan, pengajaran, penelitian (the heart of the educational programs), sangat membutuhkan tangan-tangan yang profesional agar perpustakaan dapat difungsikan secara optimal sebagai pendukung akademik yang mumpuni.
Demikian ungkap Deputi Pengembangan Sumberdaya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional, Hj. Suprihati SH MBA, pada pembukaan Temu Ilmiah Information Skill dan Forum Komunikasi Perpustakaan Perguruan Tinggi (FKP2T) di Batu,  27-28 Juli 2005. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh lebih kurang 70 orang pustakawan.
Lebih lanjut diungkapkan bahwa pemantapan sinergi antara Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Umum, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Perpustakaan Sekolah, dan Perpustakaan Khusus dalam memberikan layanan bahan pustaka dan informasi, diharapkan dapat segera mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Suprihati menambahkan, hingga saat ini jumlah perpustakaan perguruan tinggi yang terdata baru sekitar 1.585 perpustakaan dengan kondisi sangat beragam. Untuk itu perlu disusun berbagai kebijakan dan pemecahan berbagai masalah yang dihadapi dalam pengembangannya. Kerjasama dan koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah Provinsi, Kabupaten/Kota dan instansi terkait, diharapkan akan dapat berjalan lancar dengan perencanaan yang matang, pelaksanaan secara bertahap dan berkesinambungan.
Dalam temu ilmiah ini bertindak sebagai pembicara Putu Laxman Pendit PhD dari Universitas Indonesia, Dra. Welmin Sunyi Ariningsih MLib dari FKP2T, Sumardjo SE dari Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpustakaan Nasional RI, dan Agus Wahyu Widodo ST dari Universitas Brawijaya.
Peserta pertemuan ilmiah berasal dari 47 perguruan tinggi dan dinas seluruh Indonesia, yaitu: ITS, IAIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Kristen Petra, Universitas Airlangga, Universitas 17 Agustus Surabaya, Universitas Dr. Soetomo Surabaya, STIE Perbanas Surabaya, STIESIA Surabaya, UPN Veteran Surabaya, American Corner Surabaya, Universitas Bhayangkara Surabaya, Badan Perpustakaan Daerah Jawa Timur, Universitas Widya-karya Surabaya, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, STIA Malang, ITN Malang, Universitas Widyagama, STIE Malangkuçeçwara, Politeknik Kesehatan Malang, Universitas Islam Negeri Malang, Dinas Infokom Batu, STIKI Malang, Institut Pertanian Malang, Universitas Merdeka Malang, Perpustakaan Kota Malang, STIKMA Malang, STIEKN Malang, Politeknik Jember, Universitas Jember, Perpustakaan Kandepag Madiun, Program Studi Keperawatan Blitar, STAIN Jember, IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, ISI Yogyakarta, Univer-sitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Negeri Semarang, UNS Sebelas Maret Solo, STSI Surakarta, Universitas Diponegoro Semarang, UPI Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Terbuka Jakarta, dan Universitas Bengkulu.
Kurikulum Informasi Perpustakaan
Selain mengulas berbagai materi seperti information literacy: penerapan kompetensi informasi dan program keahlian informasi dalam konteks perguruan tinggi Indonesia, kebijakan pengembangan perpustakaan perguruan tinggi, implementasi information skill dan materi interkoneksi antar website FKP2T, pertemuan ilmiah para pustakawan ini juga mendiskusikan standar kompetensi informasi perpustakaan bagi pustakawan, dosen, dan mahasiswa. Diskusi dilakukan oleh tiga kelompok yang nantinya hasil diskusi tersebut dijadikan sebagai masukkan (draft) bagi Perpustakaan Nasional dalam penyusunan Standar Pedoman Perpustakaan.
Rumusan yang dihasilkan temu ilmiah itu di antaranya adalah: (1) Pustakawan, dosen dan mahasiswa dapat menemukan kebutuhan informasi dan persoalan dalam pemenuhan informasi untuk menunjang proses belajar, (2) pustakawan, dosen dan mahasiswa dapat mengidentifikasi berbagai bentuk dari sumber-sumber informasi yang potensial, (3) pustakawan, dosen dan mahasiswa dapat menyusun strategi dalam memperoleh sumber-sumber informasi, (4) pustakawan, dosen dan mahasiswa dapat menemukan sumber-sumber informasi dan cara mengaksesnya, (5) pustakawan, dosen dan mahasiswa mampu membandingkan sumber informasi dan melakukan evaluasi kegunaannya, (6) pustakawan, dosen dan mahasiswa mampu mengelola informasi yang diperoleh dan dapat menggunakan dalam kegiatan dan mendiskusikan dengan orang lain, dan (7) pustakawan, dosen dan mahasiswa dapat memperpadukan berbagai sumber informasi dan dapat menghasilkan informasi baru.
Sosialisasi perpustakaan pada mahasiswa baru
Menurut Welmin, pustakawan, dosen, dan mahasiswa adalah tiga komponen yang tidak bisa terpisahkan satu sama lain. Ketiganya menjadi bagian bagi terwujudnya perpustakaan yang kondusif dan nyaman untuk proses belajar. “Perpustakaan hingga saat ini masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat akademis dan pihak manajemen sebagai pengambil keputusan. Mereka belum semuanya melek informasi", kata Welmin. Agar mahasiswa berkemampuan untuk memahami dan mengetahui sarana yang disediakan perpustakaan dan dapat mengambil serta memanfaatkan informasi yang ada secara lokal maupun internasional melalui internet, mahasiswa sangat perlu dibekali strategi serta cara mengakses yang benar dan akurat, sehingga informasi yang tersebar secara bebas maupun pemahaman tentang jurnal-jurnal online dapat digunakan secara optimal untuk memperluas wawasan pengetahuan akademiknya. Kesempatan dan ketersediaan waktu untuk bisa menyebarkan fasilitas dan informasi seperti ini (basicnya sosialisasi perpustakaan pada mahasiswa baru) sangat terbatas dan kurang mengena karena diberikan bersamaan dengan waktu Ordik (Orientasi Pendidikan) dan hanya sebagai prasyarat saja. Akibatnya, walau sudah diberikan namun pemahamannya kurang mengena, dan akhirnya mereka tidak mengerti bahwa fasilitas yang ada di kampus sudah memadai. "Untuk itu, dalam temu ilmiah ini kami akan membuat modul khusus mengenai informasi perpustakaan (information skill) yaitu information literacy sebagai pendukung akademik melalui jenjang basic skill, middle skill, dan advance skill, yang dirancang nantinya bisa dimasukkan ke dalam kurikulum perguruan tinggi”, ungkapnya. [nik]

Ujian Terbuka Disertasi Drs. Abdul Kadir, M.Si
27 Juli 2005
Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu 27/7, menggelar ujian terbuka disertasi doktor ilmu administrasi. Promovendus Drs. Abdul Kadir MSi dalam ujian itu mempertahankan disertasi yang berjudul “Pengaruh Keadilam Organisasi dan Budaya Organisasi terhadap Kepuasan Gaji, Komitmen Organisasi dan Kinerja (Suatu Studi terhadap Persepsi Manajer Pedagang Besar Farmasi di Malang)”.
Dalam disertasi diikemukakannya bahwa individu berusaha untuk memandang suatu target, dan mencoba untuk menafsirkan nilai-nilai di dalam organisasi yang ia alami dengan sangat dipengaruhi oleh karakteristik pribadi. Hal ini menunjukkan adanya suatu proses di mana individu-individu meng-organisasikan dan menafsirkan penyerapan indra mereka agar dapat memberi makna atas lingkungan mereka.
Karakteristik nilai-nilai di dalam organisasi yang berlaku saat ini akan memberikan warna bagi organisasi pada masa yang akan datang. Keadilan organisasi yang merupakan salah satu nilai yang terkandung dalam organisasi memiliki peran penting dalam organisasi karena persepsi-persepsinya mengenai keadilan organisasional telah didapati mampu mempengaruhi beberapa jenis perilaku dan sikap, termasuk juga dapat mempengaruhi kepuasan gaji, komitmen organisasional dan kinerja. Demikian pula budaya organisasi yang merupakan nilai-nilai yang dianut anggota organisasi sangat menentukan fungsi dan identitas organisasi dalam menjaga keselarasan budaya organisasi.
Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang merupakan perusahaan berbentuk badan hukum yang memiliki ijin untuk pengadaan, penyimpanan, penyaluran pebekalan farmasi dalam jumlah besar keberadaannya sangat diperlukan terutama dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau sehingga dapat memenuhi idaman setiap orang dalam memenuhi hak asasinya untuk hidup sehat.
Berdasarkan hasil kajiannya, Abdulkadir menyarankan para pimpinan PBF di daerah Malang agar memberikan rasa keadilan organisasi bagi para manajernya, karena keadilan sangat mempengaruhi kepuasan gaji mereka. Selanjutnya, kepuasan gaji secara signifikan memediasi pengaruh keadilan organisasi terhadap komitmen mereka. Penginternalisasian hal tersebut sangat penting agar manajer PBF di Malang dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik lagi, dikarenakan budaya organisasi sangat berpengaruh terhadap kinerja.
Ditambahkan pula, penting bagi para manajer PBF di daerah Malang untuk memotivasi dan mendorong para manajer yang kompeten untuk dapat memberikan komitmen keberlanjutan yang tinggi kepada organisasinya dengan cara memberikan tingkat gaji yang baik serta menciptakan struktur dan admi-nistrasi gaji yang lebih baik.
Drs. Abdul Kadir MSi dilahirkan di Malang pada 22 Februari 1954 dari pasangan Muchammad Sahlan (alm) dan Siti Maimunah (alm), adalah sarjana ilmu administrasi niaga lulusan Universitas Dr. Soetomo Surabaya tahun 1984, lulus program magister pada jurusan yang sama di Unibraw Malang tahun 1999.  Suami dari Dra Hj Jetty Koemiati ini mengikuti program doktor di Unibraw pada program studi ilmu administrasi dengan kekhususan ilmu administrasi bisnis sejak tahun 2002.
Abdul Kadir yang sejak tahun 1987 adalah tenaga pengajar STIE Malangkucecwara” oleh dewan penguji yang terdiri dari promotor Prof. Dr. Bambang Swasto ME serta Prof. Achmad Sonhadji KH MA PhD dan Dr. Armanu Thoyib SE MSc selaku ko-promotor, dan para penguji Prof. Dr. Thaher AlHabsji, Prof. Drs. A. Fauzi Dh MA, Dr. Eko Ganis S MCom, serta penguji dari Surabaya Prof. Dr. Imam Syakir SE, dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor dengan predikat cumlaude setelah menempuh studi selama 2 tahun 11 bulan. [nok]

Mahasiswa Unibraw KKN ke Aceh
26 Juli 2005
Dalam rangka memberikan kontribusi berarti untuk kepedulian kepada sesama terutama terhadap korban bencana gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatra Utara, Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya turut ambil bagian dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Aceh Nasional 2005 (GEMPA).
GEMPA merupakan forum nasional yang melibatkan mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia seperti Universitas Brawijaya, Universitas Mataram, Universitas Negeri Jakarta, STT Telkom Bandung, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Lampung, Universitas Syiah Kuala, dan Institut Teknologi Surabaya sebagai koordinator nasional.
Selasa 26 Juli 2005,  Pembantu Rektor III Drs. Tjahjanulin Domai MS melepas secara resmi 16 mahasiswa Universitas Brawijaya yang turut ambil bagian dalam GEMPA dan akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata selama kurang lebih satu bulan di Aceh atau sampai 22 Agustus 2005. Mereka bersama puluhan mahasiswa lainnya akan melaksanakan program rekonstruksi dan recovery Aceh seperti pemberdayaan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pelayanan kesehatan di daerah Aceh Jaya, Aceh Besar dan Singkil.
Menurut salah seorang koordinator GEMPA Trio Agus, dana KKN diperoleh dari dana mandiri, Dikti, Rektorat dan donatur. Ke-16 mahasiswa Unibraw tersebut berasal dari Fakultas Ilmu Administrasi dan Fakultas Kedokteran masing-masing 1 orang, Fakultas MIPA 3 orang, Fakultas Peternakan 2 orang, Fakultas Perikanan 7 orang, dan Politeknik 2 orang. Dalam sambutannya Tjahjanulin Domai mengingatkan untuk menjaga nama baik almamater dan membantu dengan ikhlas, dan jujur. [nik]

Seminar Nasional Hortikultura di Unibraw
25 Juli 2005
Suatu seminar nasional dengan tema “Revitalisasi Hortikultura dengan Pengembangan Agribisnis dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan di Pedesaan” akan digelar di Universitas Brawijaya 28-29 November 2005, dan direncanakan akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sekiranya Presiden berhalangan hadir secara fisik, maka diusahakan pembukaannya dilakukan dengan cara teleconference.
Dalam rangka itu, rapat persiapan telah dilakukan kemarin Senin 25/7 di Fakultas Pertanian. Rapat dihadiri Prof. Ir. Sumeru Ashari M.AgrSc PhD. (Ketua Organizing Committee), Prof. Dr. Ir. Tatik Wardiyati MS. (Ketua Steering Committee), dan Prof. Ir. Soekartawi, MS PhD (Jurusan Sosek) , Dr. Ir. Agus Suryanto MS (Jurusan Budidaya Pertanian) dan Dr. Ir. Moch. Dawam Maghfoer MS (Jurusan Budidaya Pertanian). Demikian penjelasan Prof. Dr. Ir. Tatik Wardiyati MS selaku SC seminar tersebut.
Selanjutnya Prof. Dr. Ir. Tatik Wardiyati MS menjelaskan bahwa forum ini juga sekaligus dimanfaatkan untuk pertemuan Perhimpunan Hortikultura Indonesia (Perhorti), sehingga Seminar nasional Hortikultura kali merupakan gabungan diskusi yang lengkap antara para akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, praktisi, pebisnis hortikultura dan bahkan juga dari kalangan petani. Selain seminar juga diadakan pameran hortikultura dan kunjungan ke sentra hortikultura di Malang.
Sementara itu Prof. Ir. Soekartawi MS PhD yang juga mengikuti rapat tersebut, menambahkan, “Kini sudah waktunya kita menggali kembali potensi hortikultura di Indonesia, sebab berdasarkan pengalaman masa lalu, subsektor hortikultura ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan pertanian. Sebagai contoh pengalaman dalam Pelita I, pembangunan pertanian mampu menurunkan kemiskinan dari 44,2 juta atau 40,4% di tahun 1976 menjadi 17,7 juta atau 14,3% di tahun 1990. Pembangunan pertanian juga mampu menyerap tenaga kerja sebesar 49,3% dari angkatan kerja yang ada di tahun 1990. Sementara itu, hanya dalam kurun waktu 5 tahun saja, ekspor sayuran meningkat hampir tiga kali lipat dari 6 juta dolar AS di tahun 1985 menjadi 17 juta dolar AS di tahun 1990. Begitu pula ekspor buah-buahan meningkat dari 840 ton di tahun 1985 menjadi 3000 ton di tahun 1991”.
Bagi mereka yang berminat mengikuti kegiatan ini dapat menghubungi Panitia di Jurusan Budidaya Pertanian (BP) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jalan Veteran Malang 65145, Telp 0341-570471, Fax 0341-575846 serta email perhorti_ub@yahoo.com [SKW]

Ujian Terbuka Disertasi dr. Kusnarman Keman
25 Juli 2005
Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Senin 25/7 menggelar ujian akhir (terbuka) disertasi bagi dr. Kusnarman Keman SpOG. Dalam kesempatan itu, promovendus mempertahankan disertasi berjudul “Hubungan antara Interleukin-10 (IL-10) dan Interferon- (IFN-g ) pada Jaringan Trofoblas dan Sitotrofoblas dengan Kegagalan Proses Diferensiasi, Invasi, dan Pseudo-vaskulogenesis Trofoblas pada Patogenesis Preeklampsia”.
Tim penguji dalam ujian itu terdiri dari Prof. dr. Soetomo Soewarto SpOG(K) selaku promotor, Prof. Dr. Mulyohadi Ali dr. SpFK dan Dr. Kusworini dr. MKes selaku ko-promotor, serta para penguji yang terdiri dari Prof. dr. M. Aris Widodo MS SpFK, PhD, Dr. Sumarno dr. SpMK, Prof. Dr. Agus Abadi dr SpOG(K) dari Unair, dan Prof. Dr. Gulardi Wignyosastro SpOG(K) dari UI.
Dalam disertasinya, dikemukakan bahwa preeklampsia sampai saat ini masih merupakan disease of theories. Saat ini paling tidak terdapat 6 teori etiologi yang mencoba menjelaskan patogenesis penyakit ini yaitu: faktor genetik, trombofolia, endokrinopati, vaskulopati, iskemik plasenta dan maladaptasi imun. Secara klinis, preeklampsia merupakan suatu manifestasi akhir dari beberapa jalur terutama iskemik plasenta dan vaskulopati yang saling berhubungan dekat.
Dalam beberapa tahun terakhir, menurut dr. Kusnarman Keman, studi tentang perkembangan plasenta mulai ramai dibicarakan dan diduga berhubungan dengan patogenesis preeklampsia. Penelitian disertasi Kusnarman berhasil menyimpulkan beberapa hal sebagai hasil dari penelitiannya meliputi makin tinggi distribusi dan konsentrasi IL-10; makin rendah distribusi dan konsentrasi IFN-g pada jaringan trofoblas dan sel sitotrofoblas, makin tinggi diferensiasi, invasi dan pseudo vaskulogenesis sel sitotrofoblas makin ringan penyakit preeklampsia dan makin rendah distribusi dan konsentrasi IL-10; makin tinggi distribusi dan konsentrasi IFN- pada jaringan trofoblas dan intrasel sitotrofoblas; makin rendah diferensiasi, invasi dan pseudo vaskulogenesis sel sitotrofoblas; makin berat penyakit pre-eklampsia.
Pada akhir ujian, Kusnarman dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan setelah menempuh studi selama 4 tahun 11 bulan.
Dr. Kusnarman Keman dilahirkan di Surabaya, 30 Juli 1954, dari pasangan Keman Ronoprawiro (alm) dan RA. Soenarsih (alm). Menikah dengan drg. Srihandayani SpPros dan dikaruniai 3 orang putera dan puteri. Pada tahun 1981 lulus pendidikan dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Tahun 1993 berhasil pula menyelesaikan pendidikan dokter spesialis obstetri ginekologi pada universitas yang sama. Memasuki program doktor ilmu kedokteran dengan kekhususan biomedik pada tahun 2000. Selain itu, pada 2003 ia lulus sebagai konsultan Ilmu Kedokteran Feto-Maternal oleh Kolegium Obstetri Ginekologi Indonesia di Jakarta.
Saat ini Dr. Kusnarman adalah staf medik fungsional pada Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang dan juga dosen luar biasa ilmu obstetri dan ginekologi pada Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. [nok]

Buku Baru Prof. Soekartawi: Agroindustri dalam Perspektif Sosial Ekonomi
25 Juli 2005
Satu lagi buku karya Prof. Dr.lr. Soekartawi, guru besar Fakultas Pertanian, diterbitkan oleh penerbit nasional PT Raja Graja Grafindo, Jakarta.
Buku berjudul “Agroindustri dalam Pespektif Sosial Ekonomi”, setebal 140 halaman plus 18 halaman tambahan ini merupakan buku yang direkomendasikan untuk mahasiswa strata satu (S-1) Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknologi Industri, atau siapa saja yang berkepentingan dengan kajian agroindustri.
Mahasiswa program magister sains atau strata-2 (S-2), dan mahasiswa program doktor atau strata-3 (S-3) dapat saja memanfaatkan buku ini sebagai bahan tambahan referensi. Ciri khas buku ini, ditulis dengan bahasa sederhana dan analisa serta bahasan yang disajikan juga tidak terlalu berbelit-belit, sehingga memudahkan pembaca untuk mengikuti alur bahasan.
Buku Agroindustri ini dibagi dalam 7 bab, yaitu: Pendahuluan, Pentingnya Agroindustri dalam Perekonomian Nasional, Agroindustri dan Manajemen Stok untuk Bahan Baku, Agroindustri dan Dinamika Permintaan Pasar, Agroindustri dan Industri Pesaingnya, Agroindustri dan Kualitas Sumber-daya Manusia, dan Beberapa Catatan Penutup.
Buku ini juga dilengkapi atau dilampiri dengan berbagai data pendukung, sehingga setelah membaca buku ini, pembaca akan memperoleh informasi yang relatif lengkap tentang seluk-beluk agroindustri.
Menurut Soekartawi, lazimnya tahapan pembangunan itu berawal dengan pembangunan pertanian, kemudian diikuti dengan tahapan pembangunan agroindustri, dan akhirnya pembangunan industri.
Buku-buku literatur pembangunan pertanian dan pembanguan industri telah banyak ditulis dan diterbitkan, namun buku dan literatur agroindustri, khususnya yang ditulis dalam bahasa Indonesia, masih jarang ditemukan di toko-toko buku. Oleh karena itulah buku karya Prof. Soekartawi ini diyakini akan banyak peminatnya. [SKW]

Dialog Interaktif "Strategi Kampanye Pilkada 2005"
25 Juli 2005
Salah satu perwujudan eksistensi Program Ilmu Sosial (PIS) Universitas Brawijaya sebagai bagian dari daerah Malang Raya, pada Senin 25 Juli 2005 diselenggarakan dialog interaktif “Strategi Kampanye Pilkada 2005” di gedung PPI Unibraw. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka peringatan satu tahun PIS ini menghadirkan pembicara kunci yaitu pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya Daniel Sparingga PhD, dan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPID) Jawa Timur Dra. Sirikit Syah MA, serta beberapa pembicara lain yaitu Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Malang Andri Dewandoko, Ketua PRSSNI Wilayah II Jawa Timur Ari R Maricar, dan Redaktur KOMPAS Malang Dody Wisnu Pribadi. Masing-masing pemateri menyajikan materinya secara panel dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan para peserta.
Daniel Sparingga dalam dialog tersebut menyatakan bahwa eksistensi seorang kandidat pemimpin daerah paling tidak memiliki empat hal yaitu family tree (asal usul calon), career history (jenjang pekerjaan), personality (kepribadian) dan integrity (integritas). Lebih lanjut diungkapkan bahwa ketidak-percayaan masyarakat terhadap lembaga publik seperti misalnya partai politik, disebabkan karena pemahanam yang ganjil dari masyarakat tentang apa yang kita kenal sebagai demokrasi.
Demokrasi, lanjut Daniel, menghendaki hal yang memungkin-kan suatu keputusan disetujui oleh semua orang. Demokrasi harus ada sambungan, koneksi, dan kesinambungan dengan banyak orang.  Selanjutnya diungkapkan bahwa sangat penting bagi para pemimpin (elite) akan hadirnya keterampilan diantara mereka untuk mengembangkan konsensus dalam menyelesaikan permasalahan mendasar yang terjadi di masyarakat.
Kritik terhadap hal ini adalah bahwa masalah demokrasi  dijauh-kan dari akar permasalahan yang sebenarnya yaitu rakyat.  Pada tingkat elite, demokrasi dipandang sebagai mekanisme untuk memperoleh power yang legitimate. Masalahnya kemudian mereka menjadi utilitarian, yang di satu sisi bertolak belakang dengan prinsip demokrasi. Hal ini berakibat pada lahirnya demokrasi yang prosedural, konsepsi dan aktor, dimana mereka mengkontruksikan terminolog demokrasi secara aneh. Terakhir, Daniel mengungkapkan bahwa cara demokrasi yang paling logis dan paling visual menjadi referensi politik massa.
Sementara itu Sirikit Syah yang mengulas tentang Kampanye Pilkada Melalui Lembaga Penyiaran mengungkapkan bahwa kampanye pilkada merupakan sarana untuk memperkenalkan pasangan calon kepada calon pemilih, sarana untuk menyampaikan visi, misi dan program yang ditawarkan oleh pasangan calon dan atau tim kampanye, sarana bagi calon pemilih untuk mengakses lebih jauh  mengenai pasangan calon yang akan dipilih sekaligus sebagai sarana pendidikan politik bagi masyarakat.
Sirikit Syah menuturkan bahwa KPID mengharapkan the people and the press are watching atau dibutuhkan partisipasi semua pihak dalam mengawasi pelaksanaan pilkada. KPID akan melakukan pemantauan dengan mata kepala setiap anggota dan KPID menunggu pengaduan masyarakat dan pihak-pihak yang dirugikan. Dalam hal pemberian informasi melalui media penyiaran, dikatakan bahwa media seringkali menampilkan profil calon dalam hal yang “baik-baik” saja. UU Penyiaran menyatakan bahwa pemerintah tidak diperbolehkan mempunyai lembaga penyiaran. Media independent misalnya Media Watch jelas memberikan pendidikan media dalam hubungannya dengan konsumen media dan masih dibutuhkan lembaga yang mempunyai fungsi control bagi personil jurnalistik. [nik]

Bapak dan Anak Tewas sebagai Penerbang
Minggu, 24 Juli 2005
Sungguh sulit dimengerti kejadian-kejadian dalam hidup ini. Begitu juga bagi Ny Siti Chuzaemi, Guru Besar Ilmu Nutrisi Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya di Malang. Tewasnya anak kandung Siti, Lettu (Pnb) Harcus Adiya Wing Wibowo, kopilot korban dalam peristiwa kecelakaan pesawat tempur TNI AU OV-10F Bronco hari Kamis (21/7) di Malang, adalah kehilangan kedua bagi Ny Siti.
Sebelumnya, tahun 1986, selagi Harcus masih kanak-kanak, suami Ny Siti, bernama Guldo Michael Suharyono, anggota TNI AU berpangkat mayor, juga tewas sebagai penerbang dalam sebuah kecelakaan pesawat saat latihan di Makassar.
Andi Firmansyah, seorang kerabat Ny Siti, mengakui, dua kematian itu jelas amat memukul Ny Siti Chuzaemi. Dua laki-laki di rumah Ny Siti, di Jalan Sentaurus Nomor 2, Perumahan Tata Surya yang juga menjadi kompleks perumahan dosen Universitas Brawijaya itu, kini tiada.
Tinggallah kini rumah asri dengan taman kecil di sudut jalan itu ditinggali dua perempuan berdua, Ny Siti dan anak sulungnya, Harmi Wira Avian.
Ny Siti sudah demikian sulit ditanya ketika prosesi pemberangkatan jenazah anaknya hari Sabtu (23/7).
Seorang kerabat di rumah itu menunjukkan, almarhum Harcus masih menyimpan potongan bilah baling-baling pesawat yang dinaiki ayahnya.
Potongan bilah ini dipasang di dinding ruang makan, seolah-olah menjadi penanda bagi kehadiran ”bapak” di rumah itu selagi kedua anak kandung Ny Siti Chuzaemi tersebut, Harmi dan Harcus, tumbuh besar di rumah.
Entah kenapa, secara kebetulan saat seorang petugas rohani TNI AU mengalunkan azan di tengah proses pemakaman, kebetulan pula bertepatan pukul 11.35, terdengar alunan suara azan sayup-sayup di lingkungan taman makam pahlawan.
Letusan tembakan salvo dengan peluru hampa sebagai tembakan kehormatan dari sembilan prajurit POM TNI AU yang memegang senapan FNC membuat peserta proses pemakaman terharu.
Saat di pemakaman, Taman Makam Pahlawan Suropati Kota Malang, ibu dan anak Ny Siti dan Harmi tampak tegar mengikuti upacara militer yang dipimpin Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Marsekal Pertama (Marsma) Yushan Sayuti.
Bahkan saat mengheningkan cipta yang diiringi korps musik lengkap TNI AU, kedua anak beranak ini berdiri tegak.
Namun saat Yushan Sayuti di akhir pemakaman memberikan bendera Merah Putih yang tadi digunakan memayungi peti jenazah, pecahlah tangis kedua orang ibu kandung dan kakak kandung almarhum Harcus itu.
Yushan tampak menyampaikan sesuatu yang sulit didengar, yang membuat kedua orang ini, dan pacar almarhum, Eka Rahayu Norma Sari, berurai air mata.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Djoko Suyanto sebelumnya saat upacara pelepasan jenazah di hanggar Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh menyatakan, ”TNI AU kehilangan orang-orang terbaiknya….”
Ny Siti Chuzaemi, dalam jarak waktu sembilan belas tahun, kehilangan dua orang terpenting dalam hidupnya, lewat kecelakaan pesawat TNI AU. (DODY WISNU PRIBADI) http://www.kompas.com/kompas-cetak/0507/24/nasional/1920850.htm

Bimbingan Manasik Haji KBIH Unibraw
23 Juli 2005
Setelah bimbingan pra manasik haji yang berlangsung dalam 4 kali pertemuan setiap hari Sabtu, KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) Universitas Brawijaya, Sabtu 23 Juli 2005, secara resmi mulai melaksanakan bimbingan manasik haji. Pembukaan bimbingan manasik haji ini dilakukan oleh Kepala Pusat Pembinaan Agama Unibraw yang diwakili oleh Drs. H. Hafid Hamid MA, dihadiri oleh pimpinan di lingkungan Unibraw dan para calon jamaah haji KBIH Unibraw.
Dalam sambutannya, Hafid Hamid mengatakan bahwa KBIH Unibraw bersifat netral tidak condong pada kelompok atau golongan tertentu, karena itu semua perbedaan yang ada hendak-nya diselesaikan selama mengikuti manasik haji.
Sementara itu Ketua KBIH Unibraw, dr. H. Subarkah Basuki SpPA, melaporkan jumlah peserta bimbingan ini tercatat sebanyak 85 orang, 27 orang di antaranya berasal dari Unibraw dan 58 orang yang berasal dari luar Unibraw. Kegiatan manasik yang berlangsung di ruang Pekerti gedung PPI Unibraw ini akan berlangsung setiap hari Sabtu, mulai hari itu (23/7) hingga bulan September 2005 mendatang.
Materi yang disampaikan pada hari pertama manasik haji tersebut adalah Tatalaksana Perjalanan Haji yang diberikan oleh Kakadepag Kota Malang, Drs. Sudjoko Santoso.
Pada kesempatan tersebut Kakadepag Kota Malang ini meng-ingatkan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menukaikan ibadah haji antara lain, meluruskan niat untuk mencari ridla Allah bukan untuk yang lainnya, bukan untuk mencari gelar agar dipanggil “Wak Haji” atau lainnya.  Selain itu banyak mohon ampun (istighfar) dan menguatkan keimanan dengan banyak membaca syahadat. Dengan banyak istighfar dan membaca dua kalimat syahadat ini insyaallah dapat lancar menunaikan ibadah haji. Menurutnya, ibadah haji bukanlah ladang pembalasan dari semua perbuatan yang telah kita lakukan sebelumnya. “Tuhan itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Kalau kita dengan sungguh-sungguh ber-istighfar kepadaNya,  insyaallah segala dosa terampuni” tuturnya.
Selama hampir 2 jam Sudjoko Santoso menguraikan tahapan-tahapan secara kronologis perjalanan haji baik gelombang pertama maupun gelombang kedua. Dengan penyampaian yang cukup menarik membuat banyak peserta manasik yang tak kuasa menahan air matanya.
Kuota haji Kota Malang ditetapkan sebanyak 1750 orang, dan mendapat tambahan dari kelebihan kuota Kabupaten Malang yang tak terserap sekitar 250 orang, sehingga jamaah calon haji Kota Malang diperkirakan sejumlah 2000 orang. Jamaah calon haji Kota Malang berangkat pada gelombang pertama yang diperkirakan mulai berangkat tanggal 11 Desember 2005. Sedangkan pelaksanaan manasik untuk Kota Malang secara keseluruhan dijadwalkan berlangsung tanggal 8, 9 dan 13 September 2005, di 3 tempat yakni Sasana Samanta Krida Unibraw, MAN  Malang 3, dan di Stadion Gajayana.
Ke-27 orang jamaah calon haji asal Unibraw untuk musim haji 2006 adalah: Drs. HM Sam’un Makmur (PPA), Drs. M. Subky Hasby MAg (PPA), Dra. Isnaini (KP), Sri Rahajoe (KP), Mulyaningwati SSos (KP), Buchori (KP), Tarmidi (KP), Mochamad Djuhari (KP), Sri Wiji Astuti (KP), Samsul Arifin (KP), Drs. Djaelani (KP), Drs. M. Tabrani (FH), Agus Susanto SH (FH), Drs. Harlendro MM, Dr. Unti Ludigdo SE MSi Ak, Drs. Wasis A Latief MP (FIA), Endang Suswati (FIA), Dra. Zahroh ZA MSi (FIA), Dr. Ir. Sri Wahyuningsih MS (FPt), Dr. Ir. Kusmartono (FPt), Dra. Haryati Usbandiah (FT), Ir. Kusriani (FPi), Sucipto (FPi), Aad Hariyadi (Poltek), Drs. Moch Sueb Reiza (Poltek), Ir. Djoko Trianto (Poltek), Herman Hariyadi (Poltek). [MW]

KKN-U Mahasiswa Fapet di Kabupaten Pasuruan
22/07/2005 01:45
Pembantu Dekan I Fakultas Peternakan (Fapet), Dr. Ir. Kusmartono, Rabu 20/7, atas nama dekan, memberangkatkan 53 orang mahasiswa yang akan melaksanakan KKN-U (Kuliah Kerja Nyata-Usaha) di Kabupaten Pasuruan. Upacara pembukaan tersebut dihadiri pula oleh para dosen pembimbing lapang (DPL).
Di Kecamatan Grati, tempat kegiatan ini diselenggarakan, rombongan diterima oleh Camat beserta para kepala desa yang desanya dijadikan lokasi KKN-U. Perwakilan dari Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan juga tampak hadir dalam acara tersebut.
Peserta sejumlah 53 orang ini dibagi dalam 5 kelompok yang akan menempati 4 desa di wilayah Kecamatan Grati. Dua kelompok ditempatkan di Desa Sumberdawesari dengan DPL Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaemi MS dan Ir. Drs. HM Imam Tjondrokusumo MS, 1 kelompok di Desa Karanglo dengan DPL Ir. Wiharto MS dan Agus Susilo SPt MP, 1 kelompok di Desa Cukur Gondang dengan DPL Dr. Ir. Woro Busono MS dan Ir. Irdaf MSi, 1 kelompok di Desa Gratitunon dengan DPL Dr. Ir. Osfar Sjofjan MSc dan Dr. Ir. Suyadi MS. Peserta KKN-U ini akan berada di lokasi selama 1 bulan, hingga 20 Agustus 2005.
Sebelumnya, pada 8 Juli 2005, peserta telah mendapatkan pembekalan. Materi pembekalan meliputi: "Potensi Produksi Peternakan" oleh Dr. Ir. Woro Busono MS, "Potensi Pakan Ternak" oleh Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaemi MS, "Potensi Pengolahan Hasil Ternak" oleh Khotibul Umam SPt MSi, dan "Penggalian Potensi Desa secara Cepat dengan Rapid Rural Appraisal (RRA)" oleh Ir. Irdaf MSi. http://fapet.brawijaya.ac.id/01berita/?file=detail&id=66

Ka LP3 dan Ka P2MP LP3-Unibraw Ikuti Summerschool di Jerman
21 Juli 2005
Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Universitas Brawijaya (LP3-Unibraw), Prof. Dr. Hendrawan Soetanto MRurSc, bersama Ketua Pusat Pengembangan Manajemen Pendidikan (P2MP) LP3-Unibraw Prof. Dr. Moeljadi Pudjosumarto SE SU saat ini sedang berada di Witzenhausen, Jerman. Mulai 13 Juli hingga 29 Juli 2005, mereka mengikuti Summerschool yang diselenggarakan oleh University of Kassel, Jerman.
Dari Indonesia, peserta summerschool berjumlah 14 orang (Unibraw 2, IPB 5, UGM 5, UI 1, dan UKI 1), dan 10 orang lainnya dari Filipina 2, Iran 2, Mesir 1, Costa Rica 1, El-Salvador 1, Uganda 1, Kenya 1 dan Malawi 1.
Para peserta adalah alumni Unistaff, program dengan tujuan untuk mempersiapkan paket training pengembangan staf, khususnya untuk Indonesia ditujukan bagi pengembangan universitas di Indonesia bagian timur. Saat ini, Prof. Hendrawan ditunjuk sebagai country coordinator yang memprakarsai proposal kegiatan training di Indonesia bagian timur yang rencananya akan berlangsung pada tahun 2006.
Ada tiga modul utama yang kita persiapkan, yakni Quality Teaching and Learning, Learning Organization Management, dan Reserach Development and Management.
Program ini disponsori oleh DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) sebuah institusi Jerman yang mengurusi pertukaran di bidang akademik. Untuk implementasi di Indonesia bagian timur, program akan dibiayai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi bersama DAAD.
"Dengan keterlibatan ini, LP3-Unibraw turut memberikan sumbangsih pada kepentingan nasional dan internasional, melalui networking dengan para Alumni Unistaff di Indonesia dan dunia. Model yang kita usulkan ini akan diimplementasikan pula di negara-negara lain". Demikian isi e-mail Prof. Hendrawan yang dikirimkannya dari Jerman kemarin (21/7). [HS]

Presentasi Beasiswa ADS
21 Juli 2005
Setelah sukses dengan presentasi tentang program beasiswa Australia Partnership Scholarship (APS) beberapa waktu yang lalu, Pemerintah Australia melalui AusAID kembali mengadakan presentasi di Universitas Brawijaya, Kamis 21 Juli 2005. Presentation Promo 2005 Australian Development Scholarship (ADS) yang berlangsung di gedung PPI Unibraw ini menguraikan seluk beluk program beasiswa untuk studi lanjut gelar master dan doktoral ke universitas di Australia.
Tampil sebagai penyaji Dr. Adi Susilo, dosen Fakultas MIPA Universitas Brawijaya yang pernah mendapatkan beasiswa untuk studi di James Cook University melalui program ADS. Adi Susilo menuturkan bahwa jumlah beasiswa ADS setiap tahun ditentukan oleh besarnya dana yang disediakan oleh pemerintah Australia. Untuk tahun ajaran 2005/2006, diharap-kan besarnya dana sekitar 300. Beasiswa tersebut dialokasikan 2/3 (200 orang) untuk kategori beasiswa publik, dan 1/3 (100 orang) untuk kategori beasiswa perorangan. Pemberian beasiswa ini diupayakan berimbang antara peserta pria dan wanita. Sebanyak 33% beasiswa akan diberikan kepada calon terpilih yang berasal dari lembaga yang terkait dengan proyek AusAID atau yang berkaitan dengan kegiatan AusAID, termasuk universitas-universitas negeri dan lembaga pendidikan penting lainnya didalam daerah sasaran AusAID, termasuk LSM-LSM terkait.  90% atau 270 beasiswa disediakan untuk program  Masters (S2) dan 10%  atau 30 beasiswa untuk PhD (S3).
Lebih lanjut dikatakan bahwa di Indonesia, beasiswa ADS ditawarkan untuk 2 kategori yaitu sektor publik. Pelamar dari sektor publik harus merupakan pegawai negeri departemen pemerintahan, universitas negeri dan pegawai instansi BUMN. Aplikasi untuk sektor ini harus disetujui dan ditandatangani Biro Kerjasama Luar Negeri (BKLN) instansi masing-masing sebelum diserahkan ke kantor ADS. Sedangkan sektor perorang-an terbuka untuk umum, baik perorangan maupun pegawai instansi swasta dan universitas swasta. Prioritas beasiswa diberikan pada bidang studi yang dapat mendukung program pembangunan meliputi Economic Management, Democratic Institutions and Practice, Basic Social Services, dan Security and Stability.
Komponen beasiswa yang diberikan meliputi Biaya perkuliahan (seluruh biaya akademis dan kepentingan wajib bagi siswa internasional), biaya perjalanan (penerbangan kelas ekonomi ke dan dari Australia pada awal dan akhir masa beasiswa), kerja lapangan di luar negeri (jika riset lapangan memerlukan paling tidak 50% dari program, penerima beasiswa akan menerima tiket pp (pulang-pergi) ke Indonesia untuk melaksanakan riset lapangan tersebut), anggaran pemukiman (diberikan satu kali pada awal masa belajar di Australia Biaya Hidup), dan tunjan-gan untuk perorangan atau berkeluarga.
Keterangan lebih lanjut mengenai program ADS dapat diperoleh dengan menghubungi Ir. Abdul Cholil, Koordinator Kerjasama Luar Negeri Universitas Brawijaya di Gedung Rektorat lantai 6, atau langsung mengakses situs ADS di www.adsjakarta.com. [nik]

In House Training In Computer Skills bagi Staf BAPSI
20 Juli 2005
Sejumlah 25 orang staf Biro Perencanaan Kerjasama dan Sistem Informasi (BAPSI), selama 2 hari, Rabu dan Kamis 20-21 Juli 2005, mengikuti kegiatan “In House Training On Computer Skills” yang berlangsung di Pusat Komputer Universitas Brawijaya.
Kegiatan yang didanai dari Program Cakupan Perguruan Tinggi (PCPT) SP-4 tahun anggaran 2005 ini bertujuan untuk mengetahui lebih jauh perkembangan teknologi informasi sampai saat ini, selain itu agar peserta mampu menggunakan internet dan fasilitas pendukungnya seperti email dan chat, sehingga dapat berdayaguna dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas kerja, menggunakan dan mengaplikasi program aplikasi Microsoft Office untuk membantu kegiatan adiminsitasi. Juga untuk mengetahui konsep database dan aplikasi datase untuk proses analisis dan interprestasi data.
Mengacu pada tujuan di atas, maka materi yang disampaikan adalah Manajemen Data: Pengemasan dan Pemasaran Informasi, Pengenalan Internet, Konsep Database dan Microsoft Excel. Sedangkan tim instruktur berasal dari UPT Pusat Komputer, yang terdiri dari, Herman Tolle ST MT, Raden Arief Setyawan ST, Yusuf  Rudianto ST, dibantu 2 orang mahasiswa Fakultas Teknik sebagai asisten.
Kepala BAPSI Dra. Siti Romlah, dalam sambutan pembukaan mengharapkan agar kegiatan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meningkatkan kinerja dan layanan sehari-hari.
Sementara itu menurut salah seorang peserta Widodo SE, pelatihan selama dua hari tersebut dirasa belum cukup. Dia berharap kegiatan semacam dapat dijadwalkan untuk dilakukan secara berkala. Dan yang paling menarik bagi peserta adalah materi tentang internet, terutama tentang chating, sehingga para peserta bisa “ngobrol” melalui fasilitas tersebut. [MW]

Melapor: 639 dari 727 Calon Mahasiswa Baru SPMK Gelombang Pertama
20 Juli 2005
Sebanyak 639 dari 727 calon mahasiswa baru yang lolos seleksi program minat dan kemampuan (SPMK) gelombang pertama, hingga hari Rabu 20 Juli 2005, telah melaporkan diri ke Bagian Pendidikan Universitas Brawijaya. Berarti, hingga hari itu belum melapor 88 calon.
Untuk keperluan itu Bagian Pendidikan membuka tempat pelayanan pelaporan diri SPMK di gedung RKB Unibraw lantai 2, selama 3 hari mulai Senin (18/7) hingga Rabu (20/7).
Pada kesempatan itu, calon melengkapi persyaratan melapor dengan menyerahkan kartu tanda peserta SPMK asli, membayar sumbangan pengembangan fasilitas pendidikan (SPFP) yang besarnya berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 6,5 juta.
Secara rinci per fakultas, jumlah calon yang telah melapor adalah sebagai berikut. Fakultas Hukum 89 dari 100 calon yang diterima SPMK, Fakultas Ekonomi 162 dari 178, Fakultas Ilmu Administrasi 105 dari 111, Fakultas Pertanian 29 dari 34, Fakultas Peternakan 6 dari 7, Fakultas Teknik 118 dari 131, Fakultas Perikanan 4 dari 5, Fakultas MIPA 39 dari 47, Fakultas Teknologi Pertanian 46 dari 56, dan Program Ilmu Sosial 41 dari 58.
Selanjutnya, pada calon yang sudah melapor dapat melakukan pendaftaran ulang (herregistrasi) untuk semester ganjil 2005/2006 pada 8-13 Agustus 2005, mengisi formulir pendaftaran ulang yang disediakan panitia dan menyerahkan fotokopi semua persyaratan yang telah dilegalisir dan menunjukkan dokumen aslinya. Dokumen sebagai kelengkapan daftar ulang meliputi kartu tanda peserta SPMK, kuitansi pembayaran SPP (besarnya antara Rp 750 ribu hingga Rp 1,5 juta), kuitansi pembayaran biaya orientasi pendidikan (ordik), kuitansi pembayaran biaya orientasi kemahasiswaan (ormawa), kuitansi pembayaran biaya keanggotaan perustakaan dan layanan teknologi informasi, serta kuitansi pembayaran biaya jaket almamater, rapor, STTB dan NEM/NUAN/STK/UN (masing-masing 1 eksemplar), akte kelahiran (1 lembar). Selain itu juga menyerahkan pasfoto hitam putih ukuran 2x3 dan 3x4 masing-masing 6 lembar, hasil tes kesehatan, surat keterangan kelakuan baik dari pejabat yang berwenang, dan menandatangani surat pernyataan bermeterai Rp 6000.
Bagi calon yang ternyata diterima melalui seleksi SPMB, yang bersangkutan dapat menarik kembali SPFP yang sudah disetornya setelah dipotong biaya administrasi 10%. [Far]

Raker Penyusunan dan Pembahasan Anggaran DIPA
19-20 Juli 2005
Rapat Kerja Penyusunan dan Pembahasan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2006 dilaksanakan oleh jajaran administrasi umum dan keuangan Universitas Brawijaya selama 2 hari, Selasa dan Rabu 19-20 Juli 2005 di Hotel Kusuma Agro Wisata, Batu. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pembantu dekan II/asisten direktur II/sekretaris lembaga, kepala tata usaha (KTU), dan pemegang uang muka kegiatan (PUMK) fakultas/unit kerja di lingkungan Unibraw dan dibuka Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno.
Pada kesempatan itu Rektor menguraikan program kerja rektor tahun 2002-2006, baik pelaksanaan maupun evaluasinya. Dalam hal peningkatan kualitas dosen, Rektor mengulangi komitmennya mengirimkan staf berusia maksimal 35 tahun untuk studi lanjut ke luar negeri. Namun sayangnya nilai TOEFL mereka kebanyakan masih belum memadai. Oleh karena itu, secara khusus Rektor mengharapkan upaya aktif dari Laboratorium Bahasa untuk merespon keadaan tersebut.
Dalam hal penataan lalu lintas di dalam kampus, Rektor antara lain menegaskan rencana pembangunan jalan masuk kampus melalui kompleks KPN Unibraw yang tembus ke Jalan Veteran, dan penataan perparkiran di dalam lingkungan kampus.
Selain pengarahan Rektor, dalam raker ini juga dijelaskan kebijakan anggaran Unibraw tahun 2006 yang disampaikan Pembantu Rektor II Prof. Dr. Moch Munir SH, sistem penyusunan RKA-KL (Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian dan Lembaga Negara) dan pengadaan barang jasa yang disampaikan oleh pejabat dari Kantor Wilayah Perbendaharaan Negara Surabaya.
Di samping itu, raker juga diagendakan untuk penjelasan tentang mekanisme pencairan anggaran DIPA di KPPN Malang yang disampaikan oleh Kepala KPPN Malang, penjelasan tentang SP4 (Sistem Perencanaan Penyusunan Program dan Penganggaran) oleh Kepala BAPSI Unibraw, kebijakan pengelolaan keuangan tahun 2006 oleh Pembantu Rektor II, pembahasan DIPA (dana PNBP) tahun 2006 fakultas/unit kerja.Acara tersebut diakhiri dengan presentasi hasil pembahasan DIPA tahun 2006, diikuti dengan penyerahan DIPA dan data dukung fakultas/unit kerja. [Far]

Workshop Penulisan Buku Ilmiah
19-20 Juli 2005
Technological and Professional Skills Development Sector Project (TPSDP) Fisika Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA Unibraw), selama dua hari, Selasa dan Rabu 19-20 Juli 2005, mengadakan Workshop Penulisan Buku Ilmiah bertempat di lantai I gedung Jurusan Fisika FMIPA
Kegiatan yang merupakan salah satu bentuk program pengem-bangan yang diselenggarakan oleh TPSDP Fisika ini diikuti oleh  dosen Unibraw dan beberapa dosen yang sedang melaksanakan magang di Unibraw.
Materi workshop adalah tentang teknik penulisan buku ilmiah dan populer serta kiat untuk menerbitkan buku. Bertindak sebagai pembicara Prof. Ir. Budiono Mismail MSEE PhD gurubesar dari jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Unibraw, dan Jasmasi STP seorang praktisi penulis dan penerbit dari Semarang. [AN]

Workshop Jurnalistik dan Lomba Majalah Sekolah
19 Juli 2005
Dengan tujuan memberikan wawasan bagi siswa yang berminat di bidang jurnalistik dan pengelolaan majalah sekolah, Program Ilmu Sosial (PIS) Universitas Brawijaya mengadakan workshop jurnalistik dan lomba majalah sekolah untuk tingkat SLTA, yang berlangsung di  lantai II gedung RKB, Selasa 19 Juli 2005.
Kehidupan manusia saat ini tidak bisa terpisahkan dari informasi dan media massa. Informasi yang diperoleh bisa berasal dari media cetak maupun media elektronik. Berita yang setiap hari diperoleh masyarakat dari media tersebut merupakan informasi yang menarik, berdasarkan fakta atau ide yang disusun sedemikian rupa dan disebarkan dalam waktu cepat. Demikian dituturkan Ir. Mondry MSos yang tampil selaku pembicara dalam workshop tersebut.
Lebih lanjut dikatakan bahwa unsur yang membuat berita menjadi menarik meliputi: termasa atau baru, jarak lingkungan yang ‘terkena’ berita, penting tidaknya orang yang diberitakan, pertentangan yang ditimbulkan, seks dalam pemberitaan, kemajuan yang diberitakan, emosi yang diberitakan, humor, human interest, aktual atau hangat, akurat atau cermat, lengkap, kronologis, magnitude dan berimbang.
Sebagai peserta, hadir para siswa dari SMAK Kolese Santo Yoseph Malang, SMAN 3 Bojonegoro, SMAK 3 St. Louis Surabaya, SMA Tebu Ireng Jombang, SMAN 3 Malang, dan MAN Lamongan.
Majalah Sekolah
Selain workshop, para peserta juga mengikuti Lomba Majalah Sekolah. Kriteria penilaian meliputi lay-out dan content. Majalah sekolah yang mengikuti lomba di antaranya adalah Bhawikarsu News dari SMAN 3 Malang, Padma dari SMAK Santo Yusup Malang dan Refleksi dari SMAN 3 Bojonegoro.
Salah satu yang menarik perhatian dewan juri adalah majalah sekolah tampilan dari SMAN 3 Malang yang menggunakan desain flip-flop.Menurut Pimpinan Umum Bhawikarsu News Neila Reisa, desain flip-flop digunakan karena keunikannya. Desain ini menerapkan sistem bolak-balik pada sebagian dari 64 halaman yang ada. Majalah sekolah ini terdiri dari dua wajah yaitu Bhawikarsu News sendiri yang bertemakan informasi terbaru dari SMAN 3 Malang sementara wajah lainnya adalah Media Bhawikarsu yang berisi tentang informasi umum.
Hasil Lomba
Dewan juri yang terdiri dari Ir. Mondry SSos, Anang Sujoko SSos, dan Antoni SSos MSi, akhirnya menetapkan majalah “Bhawikarsu News” (SMN 3 Malang) keluar sebagai Juara I dan mendapatkan hadiah Rp 500 ribu, “Refleksi” (SMAN 3 Bojonegoro) sebagai Juara II menerima hadiah Rp 250 ribu, “Padma Kosayu Magazine” (SMAK Kolese Santo Yusup Malang) sebagai Juara Harapan I menerima hadiah Rp 200 ribu, dan “Fokus” (SMA Wahid Hasyim Jombang) sebagai Juara Harapan II menerima hadiah Rp 150 ribu. Tidak ada Juara II dalam lomba ini karena menurut dewan juri tidak ada majalah peserta yang mencapai kisaran nilai untuk Juara II. [nik]

Peresmian 2 Gedung FTP
Senin, 18 Juli 2005
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Bambang Guritno, Senin (17/7), meresmikan dua gedung baru Fakultas Teknologi Pertanian (FTP). Gedung pertama digunakan oleh Jurusan Teknik Pertanian (TEP), merupakan renovasi dari gedung lama, yaitu gedung Laboratorium Daya dan Mekanisasi Pertanian. Gedung yang pernah menjadi pusat kegiatan TSSU (technical service supporting unit) itu, kini dilengkapi dengan ruang perkuliahan, ruang seminar, ruang dosen, dan laboratorium. Renovasi bangunan tiga lantai yang terletak di atas tanah seluas 660 m2 ini pembangunannya menggunakan dana DIKS sebesar Rp 770 juta.
Sementara itu gedung kedua, digunakan oleh Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, dibangun di atas tanah seluas 620 m2 dengan biaya berasal dari Kerukunan Orang Tua Mahasiswa (KOM) yang peletakan batu pertamanya dilaksanakan pada 2 Februari 2005.
Ketua KOM Jurusan THP, Drs. Noor Wahid dalam sambutan-nya menyampaikan bahwa pembangunan gedung ini telah direncanakan 5 tahun yang lalu ketika FTP baru lahir. “Dengan dana swadaya, dibangun secara swakelola, sehingga bisa menghemat dana perencanaan, pengawasan dan manajemen fee, dengan jumlah penghematan mencapai 10% dari total biaya”, ungkapnya.
Sementara itu, Dekan FTP, Prof. Dr. Ir. Simon Bambang Widjanarko MAppSc dalam sambutannya mengharapkan bantuan universitas berupa fasilitas dan sarana prasarana pendidikan, seperti: kursi, LCD, koneksi internet, dsb.
Dalam sambutannya, Rektor kembali menguak masa lalu ketika FTP baru berdiri. Prof. Bambang Guritno yang saat itu masih menjabat sebagai Pembantu Rektor IV, pernah menjanjikan bahwa FTP nantinya akan menempati gedung Politeknik. “Tapi sekarang, FTP dengan swadana telah berhasil membangun gedung. Hal ini menunjukkan bahwa FTP adalah anak bungsu yang tidak manja”, ungkapnya. [nok]

Maria Ulfa Christianty, Wakil Indonesia di Forum Lingkungan Internasional
16 Juli 2005
Yang muda yang berprestasi. Kaum muda memang tumpuan harapan bangsa. Tujuh duta muda mewakili Indonesia dalam dua forum lingkungan tingkat internasional. Tiga duta muda akan mengikuti forum Eco-Minds di Manila, Filipina, pada bulan Oktober 2005. Mereka adalah Ilsa Meidina dari Universitas Indonesia, I Nyoman Sutarsa dari Universitas Udayana Bali, dan Maria Ulfa Christianty dari Universitas Brawijaya Malang.
Empat duta lainnya akan ambil bagian dalam program Bayer Young Enviromental Envoy (BYEE) di Jerman pada bulan November 2005. Mereka adalah Wulan Sary dari Institut Teknologi Bandung, Rahima Indria Hanifa dari Institut Teknologi Bandung, Erwina Tobing dari Universitas Padjajaran Bandung, dan Rosidah Hardiani dari Institut Teknologi Bandung.
Ketujuh duta muda ini dipilih setelah melalui seleksi dengan mengungguli 68 mahasiswa lainnya dari berbagai universitas dan disiplin ilmu. Program ini diselenggarakan oleh PT Bayer Indonesia, bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati).
Kedua program ini diharapkan dapat membangun serta mengembangkan jaringan kaum muda dari seluruh dunia agar dapat bertukar pandang dan pengalaman tentang usaha perlindungan lingkungan.
Tiga duta muda yang ikut forum Eco-Minds di Manila, Filipina, akan bergabung dengan delegasi muda dari sembilan negara di Asia Pasifik. Mereka akan menyoroti isu-isu pembangunan berkelanjutan, melalui pemanfaatan ilmu dan teknologi yang kreatif dan praktis secara interdisipliner. Tiga duta muda ini terpilih karena memenuhi kriteria memiliki tingkat nalar yang cemerlang untuk menjawab tantangan konsep pembangunan berkelanjutan.
Sedangkan empat duta muda yang ikut forum BYEE di Jerman akan bergabung dengan kaum muda terpilih dari 13 negara lain. Mereka akan secara langsung melihat praktik pelestarian lingkungan yang baik, yang telah diterapkan di negara yang sudah sangat maju, seperti Jerman. Empat duta muda ini terpilih karena memenuhi kriteria memiliki tingkat keterlibatan dalam proyek atau kegiatan yang berkaitan dengan usaha-usaha perlindungan lingkungan. [sss]
Shinta Shinaga – detikNews, Sabtu (16/7/2005).

Wisuda Periode IV Tahun 2004/2005
16 Juli 2005
Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, Sabtu 16 Juli 2005, di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya, melepas 1085 orang lulusan dalam acara Wisuda Periode IV tahun akademik 2004/2005. Program pascasarjana, untuk periode IV ini meluluskan 107 orang, yang terdiri dari 11 orang lulusan program doktor, dan 96 orang lulusan program magister. Sementara itu, Program S1 meluluskan 824 orang, yang terdiri dari: Fakultas Hukum 69 orang, Fakultas Ekonomi 113 orang, Fakultas Ilmu Administrasi 110 orang, Fakultas Pertanian 97 orang, Fakultas Peternakan 46 orang, Fakultas Teknik 200 orang, Fakultas Kedokteran 11 orang, Fakultas Perikanan 73 orang, Fakultas MIPA 63 orang, dan Fakultas Teknologi Pertanian 42 orang. Sedangkan Program Diploma-III meluluskan 154 orang, yang terdiri dari D-III Fakultas Ekonomi 74 orang, D-III Fakultas Ilmu Administrasi 7 orang, D-III Fakultas Pertanian 10 orang, D-III Fakultas Peternakan 5 orang, D-III MIPA 23 orang, dan D3 Fakultas Teknologi Pertanian satu orang.
Dalam kesempatan tersebut rektor juga memberikan penghargaan kepada 17 orang yang menempuh studi tercepat dengan predikat terbaik mereka adalah: Fitria Nilasari AP (D1 Lembaga Keuangan Mikro Syariah; IPK: 3,80), Septiarini Wahyu Lestari AMd (D3 Perpajakan; IPK: 3,60), Tatyinatul Khoiriyah AMd (D3 Manajemen Produksi Ternak; IPK: 3,65), Ira Usdiana Saputri AMd (D3 Agribisnis Pertanian; IPK 3,73), Fenny Larasati STP (S1 Teknologi Hasil Pertanian; IPK: 3,63), Etik Sulistyowati SGz (S1 Gizi Kesehatan; IPK: 3,80), Sutedja, SE (S1 Akuntansi; IPK: 3,81), Satwika Diah SAP (S1 Administrasi Publik; IPK: 3,75), Ika Wahyu Karyaningsih SPt (S1 Nutrisi dan Makanan Ternak; IPK: 3,71), Muklis Ali ST (S1 Teknik Mesin; IPK: 3,63), Endang Trowulan (S1 Teknologi Hasil Pertanian; IPK: 3,70), Sandika Dwi Harsanti SH (S1 Ilmu Hukum; IPK: 3,64), Anugrah Aviyanty SP (S1 Agrobisnis; IPK: 3,57), Lailatul Jannah SSi (S1 Statistika; IPK: 3,57), Dr. Ir. Budi Hartono MS (S3 Ilmu Pertanian; IPK: 3,88), Sujarwo SP MP (S2 Ekonomi Pertanian; IPK: 4,00) dan Elsye Tandelilin SE MM (Magister Manajemen; IPK 4,00). [nik]

Saatnya Malang Realisasi Angkutan Masal
Jumat 16/07/2005
Untuk penghematan bahan bakar minyak (BBM) dan mengurangi kemacetan, pakar transportasi Unibraw, Ahmad Wicaksono, mendesak Walikota Malang membatasi penambahan angkota dan meluncurkan angkutan masal seperti KA Komuter dan bus kota. Dan menurut Ahmad Wicaksono, waktu yang tepat untuk direalisasi adalah tahun ini, karena waktunya pas dengan gembar-gembor pemerintah menghemat BBM.
Hingga sekarang ini, ujar Ahmad, jumlah jalan (baik panjang dan lebar) tidak seimbang dengan banyaknya pertambahan kendaraan. Ahmad memperkirakan perbandingan bisa mencapai 1: 50. Total pertumbuhan jalan 1 persen, yaitu tetap 1.000 km, sementara pertambahan kendaraannya tiap tahun 50 persen. “Dan dampaknya sudah bisa kita lihat sekarang ini. Muncul macet dimana-mana,” ujar Ahmad Wicaksono, Jumat (15/7).
Demi mendukung langkah pemerintah soal penghematan BBM, itulah, Pemkot diminta meresponnya dalam bentuk peluncuran angkutan masal seperti bus kota dan KA Komuter. Dan sebelum merealisasinya, pemkot, ujar Ahmad, harus membuat paket kebijakan, di antaranya pembatasan jumlah kendaraan yang masuk, aturan larangan kendaraan besar masuk dalam kota atau dengan sistem three in one seperti di Jakarta.
Angkutan yang ada di Kota Malang saat ini mencapai sekitar 2.200 unit. Angkutan ini setiap harinya mampu mengangkut sekitar 150 ribu penumpang dengan asumsi setiap angkota setiap harinya menjalankan 10 rate. "Idealnya, angkutan yang melintasi kota ini jumlahnya hanya seribu angkota. Jika sudah mencapai angka ideal, kemacetan bisa diminimalisir," tambah Ahmad Wicaksono.
Sementara itu walikota Malang, Drs Peni Suparto menyambut positip gagasan pakar tranportasi Unibraw itu. Peni mengaku ada dua kebijaksanaan ke depan soal transportasi di kota Malang yaitu gagasan bus kota dan peluncuran KA Komuter. Peni mengatakan dari dua alat transportasi itu pihaknya mendahulukan KA Komuter. Peni mengungkapkan, selain alasan mengurangi keruwetan dan kemacetan lalu lintas, KA Komuter ini dinilai juga bisa mengurangi angka kecelakaan yang sering terjadi di Kota Malang. "KA jarak dekat ini akan mengurangi angka kecelakaan di darat," jelasnya.
Menurut Peni, selama ini, kecelakaan paling sering terjadi di Kota Malang ada pada transportasi darat. Terutama di jalan-jalan raya. Karena itu, sambung dia, dengan adanya KA Komuter ini, sistem transportasi di Kota Malang ini bisa tertata sehingga memberikan manfaat yang terbaik bagi para pengguna jalan.
Sesuai dengan harapan Menteri Perhubungan RI, pemkot akan membenahi sarana dan prasarana transportasi yang ada. "Jika transportasi enak dan baik, maka pemkot akan bisa memberikan pelayanan publik dengan baik pula," terang mantan dosen IKIP Malang (sekarang UM) ini. Selama ini, lanjut dia, kendala paling besar yang dihadapi untuk masalah transportasi adalah bertambahnya jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Malang. Yakni, jumlah kendaraan tidak diimbangi kapasitas dan jaringan jalan. Hal inilah yang membuat dinas perhubungan tidak bisa bekerja secara maksimal.
Selain mengoperasikan KA Komuter, Peni juga sedang membuat tambahan sekitar tujuh puluh halte lagi. Tujuannya untuk menertibkan angkota yang selama ini sering sembarangan menurunkan dan menaikkan penumpang. Hal ini dianggap juga sering memicu terjadinya kecelakaan.
Sementara itu, Kadinas Perhubungan Kabupaten Malang, Ir Purnadi mengakui bahwa pihaknya juga menunggu realisasi KA Komuter. Purnadi mengatakan bahwa Departemen Perhubungan telah menyepakati akan merealisasi KA ini pada awal tahun 2006. Bulan lalu, ujar purnadi, sudah ada survei dari Departemen Perhubungan dan pihak pemerintah Perancis. Purandi berharap dampak diluncurkan KA Komuter yang direncanakan dari Lawang-Kepanjen itu juga bisa mengurangi kemacetan di wilayah Kab Malang, selain juga memberi angkutan alternatif buat Masyarakat.[vip] http://www.surabayapost.info/detail.php?cat=4&id=17541

BTN Bantu Mahasiswa Aceh
Sabtu, 16 Juli 2005
Sedikitnya 68 mahasiswa Unibraw yang keluarganya menjadi korban bencana tsunami 26 Desember tahun lalu kemarin mendapat bantuan dana dari Bank BTN. Besarnya Rp 125 juta. Penyerahan langsung dilakukan Managing Director BTN Iqbal Latanro pada Rektor Unibraw Prof Dr Bambang Guritno di kampus setempat.
Bantuan dana itu digunakan untuk pembiayaan kuliah mahasiswa asal Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) di Unibraw. "Untuk Jawa Timur, baru Unibraw yang menerima bantuan dana ini. Selanjutnya kami akan melakukan hal serupa di ITS," jelas Iqbal pada wartawan usai penandatanganan serah terima.
Dikatakan, dana bantuan itu berasal dari karyawan dan dana BTN. Sayang berapa total dana yang disediakan untuk mahasiswa Aceh Iqbal tidak mengungkapkannya. "Pokoknya sesuai dengan kebutuhan. Itu sudah menjadi kepedulian kami pada dunia pendidikan, khususnya mahasiswa Aceh yang keluarganya menjadi korban bencana alam," tegasnya.
Dalam penyerahan dana bantuan kemarin, hadir jajaran pejabat rektorat Unibraw, pimpinan dan staf cabang BTN Malang, serta para mahasiswa asal Aceh di Unibraw. (war) http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=96286&c=88

Unibraw Juara III Pimnas XVIII di Padang
15 Juli 2005
Pembantu Rektor III Drs. Tjahjanulin Domai MS, melalui pesan singkat (SMS) menginformasikan bahwa kontingen Universitas Brawijaya meraih posisi ketiga dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XVIII di Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. Sementara itu posisi pertama ditempati oleh kontingen IPB Bogor, dan kedua ditempati kontingen UGM Yogyakarta.
Menurut Kepala Subbagian Minat dan Penalaran Mahasiswa Drs. Rudjita yang menyertai Kontingen Unibraw ke Padang, hasil ini cukup menggembirakan, mengingat persiapan kontingen yang sangat minim.
Hasil tersebut dicapai dengan meraih Juara I (medali emas) LKTM (lomba karya tulis mahasiswa) untuk bidang seni diraih oleh Siti Patimah (Fakultas Teknik) dengan karya tulis berjudul “Penerapan Seni Tata Ruang Tradisional sebagai Identitas Budaya Bangsa, Studi Kasus Desa Ubud Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar,  presentasi PKMI (program kreativitas mahasiswa bidang penulisan ilmiah) kelompok Edy Susanto, Fandi Arisrahman, Endrika Widyastuti dan Ratih Ristanti (Fakultas Peternakan) dengan judul “Upaya Identifikasi Daging Babi pada Bakso melalui Karakterisasi Fraksi Protein dengan Menggunakan SDS-Page” meraih emas, sedangkan posternya meraih perak.
Selain itu, 2 poster PKMI lainnya meraih 2 medali perak, yaitu poster untuk karya ilmiah berjudul “Introduksi Produk Baru Olahan Ubu Jalar (French Fries) melalui KKN-P Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu (SAT)” oleh Yudith W, Rena S, dan Sari W (Fakultas Teknologi Pertanian), dan poster karya ilmiah berjudul “Teknologi Pengelolaan Susu Kental Manis Kedelai sebagai Peningkatan Daya Guna Mesin Penguap Vakum Sistem Water Jet (Kajian Jenis dan Konsentrasi Bahan Penstabil)” oleh Afif Amrullah, Agustini NI, Nur Wahid, dan Juwita Ratna D (Fakultas Teknologi Pertanian)
Lima Besar
Kelompok lima besar Pimnas XVIII adalah: pertama, IPB 10 emas, 13 perak (mengirim 40 kelompok), kedua, UGM 9 emas, 6 perak (mengirim 25 kelompok), ketiga, Unibraw 2 emas 3 perak (mengirim 14 kelompok), keempat, Universitas Negeri Semarang 2 emas, 1 perak (mengirim 6 kelompok), dan kelima, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung 1 emas, 2 perak (mengirim 4 kelompok). [Far]

Pelantikan Pejabat di Lingkungan Unibraw
15 Juli 2005
Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, Jumat pagi 15 Juli 2005, di Gedung PPI, melantik beberapa pejabat baru di lingkungan Universitas Brawijaya. Para pejabat yang dilantik dalam acara yang dihadiri para dekan, ketua lembaga, kepala biro, kepala bagian, dan kepala kasubbag di lingkungan Universitas Brawijaya, itu adalah Ir. Alfan Jauhari MSi, Endang Susiloningsih SSos, dan Richard Purworo BSc.
Alfan Jauhari adalah lektor pada Fakultas Perikanan Unibraw, diangkat sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik pada Fakultas Perikanan menggantikan Ir. Sukoso MSc PhD yang telah diangkat sebagai Dekan Fakultas Perikanan pada 10 Mei 2005 lalu. Sedangkan Endang Susiloningsih SSos diangkat sebagai Kasubbag Kemahasiswaan dan Alumni pada Fakultas Hukum menggantikan M.Tabrani SAg yang mengundurkan diri, dan Richard Purworo BSc diangkat menggantikan sebagai Kasubbag Rumah Tangga pada Bagian Umum Hukum Tatalaksana dan Perlengkapan (UHTLP) menggantikan Ali Farid SH yang sebelumnya telah diangkat sebagai Kepala Bagian Kemahasiswaan pada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Brawijaya. [nik]
Ir. Alfan Jauhari MSi

Beasiswa bagi Mahasiswa NAD
15 Juli 2005
Komitmen sektor perbankan untuk berpartisipasi dalam bakti pendidikan terlihat dari kepedulian Bank Tabungan Negara (BTN) dalam memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa Universitas Brawijaya yang orang tuanya terkena bencana alam tsunami di Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Secara simbolis penyerahan beasiswa bantuan biaya hidup bagi 68 mahasiswa asal Aceh ini dilakukan Jumat 15 Juli 2005, di gedung Rektorat Universitas Brawijaya lantai 8.
Mahasiswa Universitas Brawijaya asal NAD tersebut telah mendapatkan bantuan biaya hidup sebesar Rp 300 ribu per mahasiswa setiap bulan selama enam bulan mulai Februari 2005 dan akan berakhir pada bulan Juli mendatang. Seratus ribu rupiah dari jumlah tersebut berasal dari Universitas Brawijaya, dan sisanya berasal dari Gabungan Perusahaan Rokok Malang. Selain mendapatkan biaya hidup, para mahasiswa mendapatkan keringanan bebas SPP selama satu tahun.
Delapan dari 68 mahasiswa penerima beasiswa itu adalah mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh yang sedang menjalani kepaniteraan klinik senior di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Mereka adalah Amalia, Eli Diana, Erhas, Hafni Andayani, Husnaina Febrita, Nasriah, Rolan Iqbal, dan Sri Wiyanti. Sementara itu 60 orang mahasiswa lainnya berasal dari berbagai fakultas, yaitu: Dadang Chairul Rizal, Fifi Novianti, dan Suryawhan Fajri (Fakultas Ekonomi); Dasina Wulandari, Muklis, Nadia Kurniati, Tri Afriyanti, dan Zahra Febiani (Fakultas Ilmu Administrasi); Cut Razianti ZB, Juwita, Nining Indah Sari, Novita Wahyuni, dan Sari Dewi Apriyanti (Fakultas Kedokteran); Fitri Gustina dan Nuraini (Fakultas MIPA); Anwar, Anwar Hidayat Dahri, Fadlon Ridha, Fajar Maysarah, Fauziah, Husni Yulham, Surya Darma, dan Zuraida (Fakultas Perikanan); Desi Zuryani, Eko Hendrawan, Endang Widiastuty, Muhammad Iqbal, Nonik Septiani, Reni Amalia Anastasia, Rezania Putri, Syaiful Azmi, dan Zulkifli Sulistiawati (Fakultas Pertanian); Kusnadi Yulham (Fakultas Peternakan); Aan Akhmadi, Ade Ikhsan Maulana, Ammar Hadi, Arif Akbar, Ario Ardani Ardan, Bahdursyah, Benido Putra, Darma Setiawan, Evi Musvitasari, Fahreza Permana, Fitriyadi, Haiqal Hakim Raden, Harry Gautama, Hery Juansyah, Hijrah Saputra, Isra Afrizal, Issana Meria Burhan, Ivan Mirza, Khairina, Khairul, M. Yanuar Kartiko, Muhammad Iqbal, Shafur Bachtiar, Syafriadi Adnan, Syukur Hidayat, dan Yudi Faisal (Fakultas Teknik). Bantuan biaya hidup dari BTN ini diberikan selama 6 bulan terhitung mulai Agustus 2005 sampai Januari 2006.
Pada kesempatan itu pihak Bank BTN diwakili oleh Direktur Operasional Bank BTN Malang Iqbal Latanro SE MSi, sementara pihak Universitas Brawijaya diwakili oleh Rektor Unibraw, Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, dan pihak mahasiswa Aceh diwakili oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Unibraw Elly Diana. Dalam sambutannya Rektor Unibraw menyampaikan bahwa beasiswa tersebut adalah bantuan biaya hidup yang diberikan kepada mahasiswa NAD di Unibraw. Rektor juga menghimbau agar para mahasiswa tersebut capat menyelesaikan studinya dan segera kembali untuk membangun kembali Aceh. Sementara itu, Direktur BTN dalam sambutannya menyampaikan kesediaannya untuk memperpanjang beasiswa apabila dalam kurun waktu tersebut kondisi Aceh masih belum membaik. [nik/nok]

Hasil SPMK Gelombang I
13 Juli 2005
Melalui pengumuman nomor 008/Peng/2005 tanggal 13 Juli 2005, Rektor mengumumkan hasil seleksi program minat dan kemampuan (SPMK) gelombang pertama. Sebanyak 727 calon diterima melalui seleksi ini, dengan rincian menurut program studi: Ilmu Hukum 100, Studi Pembangunan 35, Manajemen 76, Akuntansi 67, Ilmu Administrasi Publik 53, Ilmu Administrasi Bisnis 58, Sosiologi 28, Ilmu Komunikasi 30, Agronomi 8, Hortikultura 2, Ilmu Tanah 2, Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) 15, Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian 3, Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan 4, Produksi Ternak 2, Nutrisi dan Makanan Ternak 1, Sosial Ekonomi Peternakan 1, Teknologi Hasil Ternak 3, Teknik Sipil 21, Teknik Mesin 24, Teknik Elektro 30, Teknik Pengairan 16, Arsitektur 22, Perencanaan Wilayah dan Kota 18, Perikanan 5, Kimia 20, Ilmu Komputer 27, Teknologi Hasil Pertanian 35, Teknik Pertanian 3, dan Teknologi Industri Pertanian 18.
Para calon yang lulus seleksi ini harus datang sendiri ke Universitas Brawijaya, tanggal 18-20 Juli 2005 pada jam kerja, dengan persyaratan: menyerahkan kartu tanda peserta SPMK (asli), dan membayar sumbangan pengembangan fasilitas pendidikan (SPFP). Besarnya SPFP berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 6,5 juta. Apabila ternyata calon juga diterima/lulus SPMB, maka biaya SPFP yang telah disetor dapat diminta kembali dengan menyerahkan kuitansi pembayaran asli, dan dikenakan potongan biaya administrasi 10%. Pendaftaran ulang dijadwalkan tanggal 8-13 Agustus 2005.
Untuk melihat hasil seleksi selengkapnya, silakan klik di sini.

WS Rendra Baca Puisi di Unibraw
12 Juli 2005
“Sebagai janda yang pelacur, kamu tinggal di gubuk di tepi dan di batas kota. Gubernur dan para anggota DPRD menggolongkan kamu sebagai tikus got yang mengganggu peradaban. Di dalam hukum positif tempatmu tidak ada. Jadi kamu digusur…”
Demikian sepenggal puisi yang dibacakan WS Rendra di Gedung PPI Universitas Brawijaya, 12 Juli 2005. Selain membacakan karya “Perempuan yang Tergusur” yang diciptakannya Desember 2003, sastrawan kawakan berjuluk Si Burung Merak ini, juga membawakan puisi bertajuk “Apakah Doa Kita Diterima” buah karya Slamet Widodo.
WS Rendra hadir atas undangan Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya bersama Slamet Widodo, seorang penyair yang baru saja membukukan kumpulan puisinya. Dalam kesempatan tersebut Slamet Widodo juga membacakan tiga buah puisinya berjudul “Munir”, “Pacaran”, dan “Kentut” yang mendapatkan sambutan meriah para penonton. Mahasiswa pun tidak kalah menggelitik penonton dengan persembahan puisi berjudul “Orasi”.
Ketua Program Bahasa dan Sastra Dra. Sri Endah Tabiati MEd menyatakan bahwa kegiatan ini berlangsung atas kerjasama dengan Creative Society Batu dan bertujuan untuk meningkatkan atmosfer akademik. Selain membacakan puisi kedua penyair juga melakukan dialog interaktif mengenai “Proses Kreatif Penulisan Karya Sastra”. Dalam dialog tersebut Rendra mengungkapkan bahwa untuk menjadi penulis yang kreatif, seseorang harus memiliki kepedulian terhadap semesta alam. “Tidak mungkin seseorang menjadi kreatif tanpa adanya kepedulian terhadap lingkungan sekeliling,” tegasnya. Setelah memiliki kepedulian, seseorang harus memiliki keterlibatan dan eksis di lingkungannya. “Untuk mengukur pengalaman pribadi, seseorang harus berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan,” tambahnya. Lebih lanjut diungkapkan bahwa seorang penyair yang merepresentasikan dirinya dan apa yang dirasakannya melalui teks, harus menghasilkan rasa universal dari orang yang membaca karyanya.
Sementara itu Slamet Widodo menyatakan bahwa proses kreatif seseorang hanya dapat dirasakan oleh orang yang bersangkutan. Namun senada dengan Rendra, seorang penyair dapat dikatakan berhasil, apabila ia mampu menggugah rasa universal seseorang. “Sastra yang benar adalah yang dimengerti, dipahami dan mampu menyentuh masyarakat,” tambahnya. Slamet Widodo kemudian memaparkan bahwa, sistem pendidikan di Indonesia cenderung tidak melatih siswa untuk memahami sebuah karya sastra. Sehingga yang terjadi adalah penikmat karya sastra hanyalah mereka yang memiliki kemampuan lebih dalam memahami karya kontekstual. “Hal ini berbeda dengan di luar negeri dimana siswa sejak awal dilatih untuk menuliskan apa yang dirasakannya dalam sebuah puisi,” pungkasnya. [nik]

Ujian Disertasi Damanhuri: Manfaat Antosianin Ubijalar bagi Manusia
11 Juli 2005
Antosianin adalah senyawa flavonoid dan berfungsi sebagai antioksidan yang berperan penting baik bagi tanaman itu sendiri maupun bagi kesehatan manusia, yang terutama terdapat pada ubijalar varietas ungu. Selain itu ubijalar juga mempunyai indeks glisemik rendah yang bermanfaat untuk mempertahankan tingkat glukosa darah, bebas lemak dan kolesterol serta kadar serat tinggi, sehingga direkomendasi sebagai makanan diet. Demikian dikemukakan Ir Damanhuri MS dalam disertasi berjudul “Pewarisan Antosianin dan Tanggap Klon Tanaman Ubijalar terhadap Lingkungan Tumbuh”, yang dipertahankannya pada ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Univer-sitas Brawijaya, Senin 11/7.
Di Indonesia, ubijalar merupakan tanaman ubi-ubian penghasil karbohidrat, vitamin dan mineral. Penelitian di bidang pemuliaan tanaman dalam upaya perbaikan kuantitas produksi ubijalar telah banyak dilakukan. Di masa mendatang, penelitian pemuliaan ubijalar perlu diarahkan kepada perbaikan kualitas ubi, terutama perbaikan kandungan antosianin.
Kandungan antosianin pada ubijalar selain dipengaruhi oleh faktor genetik juga faktor lingkungan, meliputi cahaya, temperatur, sumber nitrogen, serangan patogen dan beberapa zat pengatur tumbuh seperti sitokinin, GA dan etilene. Tanggap klon hasil seleksi terhadap lingkungan terutama elevasi, jenis pupuk nitrogen dan penaungan merupakan teknik produksi esensial yang diperlukan dalam pengembangan ubijalar kaya antosianin.
Dikemukakan pula bahwa kandungan antosianin pada ubijalar dikendalikan oleh lebih dari satu gen dan mempunyai nilai heritabilitas yang beragam dari rendah sampai tinggi tergantung pasangan tetua persilangannya. Terungkap pula bahwa kandungan antosianin meningkat sejalan dengan bertambahnya elevasi hingga 950 m dpl. Komponen lingkungan yang paling berpengaruh terhadap penampilan antosianin adalah temperatur udara dengan perbedaan kualitas cahaya akibat perbedaan tinggi tempat dan temperatur udara yang dingin memacu biosintesis antosianin pada ubijalar.
Majelis penguji terdiri atas Prof Ir Soemarjo Poespodarsono MAgr (alm) yang kemudian digantikan Dr Ir Nur Basuki sebagai promotor, Prof Ir Harijono MAppSc PhD dan Dr Ir Astanto Kasno MS APU (ko-promotor), dan para penguji Prof Dr. Ir. Syamsulbahri MS, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Prof. Dr. Saubari M. Mimbar MAgr, Dr. Ir. Mudji Santoso MS, dan penguji dari Balittas, Dr. Ir. Adji Sastrosupadi MS APU. Setelah melalui serangkaian tanya jawab, akhirnya kandidat dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor dalam ilmu pertanian dengan predikat sangat memuaskan setelah menempuh studi selama 4 tahun 5 bulan.
Dr. Ir. Damanhuri MS dilahirkan di Blitar, 23 November 1962 dari pasangan Mochammad Bashori dan Siti Wati’ah. Menikah dengan Dra. Qomsatul Binti dan dikaruniai 3 orang putera dan puteri. Pada 1981, laki-laki staf pengajar di Fakultas Pertanian Unibraw sejak tahun 1981 ini menyelesaikan program sarjana di Fakultas Pertanian Unibraw, dan pada 1993 lulus Program Magister Ilmu Pertanian di UGM, dan tahun 2000 mengikuti program doktor Ilmu Pertanian dengan kekhususan Pemuliaan Tanaman. [nok]

Tim Pimnas Unibraw Berangkat ke Padang
11 Juli 2005
Universitas Brawijaya mengirim 14 tim ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa tingkat Nasional (Pimnas) ke-18 yang digelar di Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, 11-15 Juli 2005. Tim yang diberangkatkan itu, 9 tim dari program kreativitas mahasiswa bidang penulisan ilmiah (PKMI), 1 tim dari program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian masyarakat (PKMM), dan 3 tim untuk LKTM (Lomba Karya Tulis Mahasiswa) yang terdiri dari 1 karya tulis bidang IPA, dan 2 karya tulis bidang seni, 1 judul karya ilmiah program TPSDP (technical and professional skills development sector project), dan poster untuk kategori poster ilmiah non PKM dan poster umum.
Kontingen Pimnas Universitas terdiri dari dua kelompok terbang (kloter). Kloter pertama beranggotakan 40 orang dilepas oleh Pembantu Rektor III Drs. Tjahjanulin Domai MS hari Minggu (10/7) di gedung Rektorat Universitas Brawijaya. Sedangkan kloter kedua juga beranggotakan 40 orang dilepas oleh Kepala BAAK Drs. Achmad Said pada Senin (11/7) di tempat yang sama.
Selengkapnya tim Universitas Brawijaya yang dikirimkan sebagai peserta Pimnas XVIII, terdiri dari 9 tim bidang PKMI: Ainul Khusnah (Fakultas Perikanan) dengan judul karya ilmiah “Usaha Pengelolaan Bandeng untuk Meningkatkan Industri Pengelolaan Pangan dalam Skala Rumah”, Mery Dwi dan Didit Eko Prasetyo (Fakultas Perikanan) dengan judul “Prosedur Kelayakan Pemberian Kredit Modal Kerja untuk Sektor Perikanan oleh Bank Rakyat Indonesia”, I Putu Gd Iwan MH, Kurniawan dan M. Malik (Fakultas Ekonomi) dengan judul “Perencanaan Pembangunan Desa dalam Upaya Mewujudkan Kemandirian dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Paradigma Participatory Rural Apraisal”, Edy Susanto, Fandi Arisrahman, Endrika Widyastuti dan Ratih Ristanti (Fakultas Peternakan) dengan judul “Upaya Identifikasi Daging Babi pada Bakso melalui Karakterisasi Fraksi Protein dengan Menggunakan SDS-Page”, Daryanto, Sugiono dan Nani Fatmawati (Fakultas Teknologi Pertanian) dengan judul karya ilmiah “Peranan Kredit Usaha Tani dalam Meningkatkan Pendapatan dan Kesejahteraan Petani”, Yudith Widowai, Rena Setyaningsih dan Sari Wijayanti (Fakultas Teknologi Pertanian) dengan karya tulis berjudul “Introduksi Produk Baru Olahan Ubi Jalar melalui KKN-P Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu”, Raharno Arif, Vida Andriani dan Shiska Hendri (Fakultas Teknologi Pertanian) dengan judul karya “Perancangan Sistem Penyimpanan Hipobarik pada Buah Tomat Segar”, Miskan dan Feri Anggraeni (Fakultas Teknologi Pertanian) dengan karya tulis “Perancangkan Alat Pembangkit Gelombang Ultrasonik untuk Aplikasi Pengawetan Susu”, dan Afif Amrullah, Agustin, Nur Wakhid dan Juwita Ratna D (Fakultas Teknologi Pertanian) dengan karya tulis berjudul “Teknologi Pengelolaan Susu Kental Manis Kedelai sebagai Peningkatan Daya Guna Mesin Penguap Vakum Sistem Water Jet”; satu tim dari bidang PKMM, Erna Retnawati, Hendrix Yulius, Cahyo Ari Wibowo, dan M. Zainul Arif dari Fakultas Teknologi Pertanian, dengan judul karya tulis “Pemanfaatan Limbah Susu Afkir sebagai Kerupuk di Daerah Ngantang Malang", 1 tim LKTM bidang IPA, Mitra Handini, Monalisa dan M. Fahrul dari Fakultas Kedokteran, dengan karya tulis berjudul “Pemanfaatan Acemannan dalam Lidah Buaya untuk Meningkatkan Respon Imun Pengidap HIV”, 2 tim LKTM bidang seni,  Syaiful Afif (Program Bahasa dan Sastra), Tumar, (Fakultas Perikanan) dan Didi Setiawan (Fakultas Pertanian) dengan judul karya tulis “Nilai Budaya dalam Tembang dan Permainan Anak Karya Sunan Giri”, dan Siti Fatimah dari Fakultas Teknik dengan judul karya tulis “Penerapan Seni Tata Ruang Tradisional sebagai Identitas Budaya Bangsa, Studi Kasus Desa Ubud Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar”; dan sebuah karya ilmiah program TPSDP oleh Agung Wiyono (FMIPA) dengan judul karya tulis “Pemanfaatan Pita Frekuensi SCA FM sebagai Jalur Pengiriman Teks dan Data Digital pada Radio FM Berkode Alamat”.
Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional (Pimnas) adalah ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Tujuan Pimnas adalah untuk pemberdayaan aktivitas dan penalaran mahasiswa dalam mengembangkan ipteks melalui komunikasi ilmiah. Bidang yang dilombakan meliputi Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) bidang IPA, IPS, Pendidikan dan Seni; Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang  Penelitian, Penerapan Teknologi, Pengabdian Masyarakat, Kewirausahaan, Penulisan Ilmiah dan TPSDP; pameran ilmiah, lomba poster, lomba karikatur, dan lain-lain.
Dalam Pimnas ke-18 ini kontingen Unibraw dengan mengirim 10 tim bidang PKM menempati posisi ke-6 dari jumlah tim peserta. Posisi teratas ditempati IPB Bogor dengan 8 tim PKMP, 1 PKMT, 3 PKMM, 6 PKMK/KAM, 20 PKMI (total 38). UGM Yogyakarta pada posisi kedua dengan 6 tim PKMP, 3 PKMT, 3 PKMM, 3 PKMK/KAM, 8 PKMI (total 23). [nik]

Setahun Program Ilmu Sosial Unibraw
11 Juli 2005
Program Ilmu Sosial (PIS) Universitas Brawijaya, genap berusia satu tahun. Puncak acara peringatan ulang tahun pertama ini diselenggarakan Senin (11/7), di Gedung PPI Universitas Brawijaya. Ketua pelaksana acara peringatan ini, Maulina Pia Wulandari S.Sos M. Comm, mengatakan kegiatan ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang telah diselenggarakan beberapa bulan sebelumnya. Disebutnya antara lain workshop public relations, serta berbagai kegiatan lain seperti donor darah, dsb. Sementara itu, Dr. Ir. Darsono Wisadirana MS, Ketua PIS dalam sambutannya menyampaikan tekad dan komitmennya untuk menjadikan PIS sebagai fakultas. Untuk itu Darsono mengharapkan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak.
Acara peringatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan tari topeng dari mahasiswa PIS serta Paduan Suara Mahasiswa (PSM) PIS. Di akhir acara, diselenggarakan acara penandatanganan nota kesepahaman antara PIS dan berbagai instansi, sebagai upaya meningkatkan profesionalisme mahasiswa melalui kegiatan magang, praktek kerja lapang, dsb. Turut hadir mewakili instansi masing-masing Chandra dari  McDonald Sarinah Malang, RB Kuswilono SH dari Forum Komunikasi Humas Perguruan Tinggi Malang Raya, Hatta Chumaidi dari Radar Malang, serta Yaudi dari PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta Niaga Indonesia). Dua instansi lain, yaitu JTV dan PT Binawana Consultant HRD perwakilannya berhalangan untuk hadir. [nok]

Ujian Disertasi Saifuddin Noorhadi
9 Juli 2005
Hukum wakaf dalam Islam diklasifikasikan sebagai masalah fiqhiyah (ijtihadiyah) atau populer dalam kajian kitab fiqh, karena tidak banyak secara eksplisit disebut oleh teks Al-Qur’an maupun Al-Hadist. Karena keberadaannya tersebut maka wakaf memiliki fleksibilitas terhadap penetapan hukumnya dan dikembangkan sedemikian rupa sesuai realitas yang ada. Dalam usaha menelusuri konsepsi dasar perwakafan tanah termasuk prosedur terjadinya perwakafan dalam hukum Islam, hukum Adat, maupun hukum positif, utamanya terkait dengan suatu upaya penataan dan pendayagunaan tanah sebagai sarana kesejahteraan masyarakat. Demikian antara lain dikemukakan Drs. Saifuddin Noorhadi MM dalam ujian terbuka disertasi berjudul “Wakaf dalam Perspektif Hukum Agraria Nasional (Kajian Teoritis ke Arah Pengelolaan dan Pendayagunaan Tanah Wakaf Bersifat Produktif-Komersial)”, yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Sabtu 9 Juli 2005.
Dalam disertasinya, Saifuddin Noorhadi yang dipromotori oleh Prof. Dr. H. Salahuddin Hardy, dengan ko-promotor Prof. Dr. H. Achmad Sodiki SH., dan Prof. Dr. H. Thohir Luth MA. Sementara dosen penguji terdiri dari Prof. Dr. H. Moch. Munir SH, Prof. Dr. Hj. Made Sadhi Astuti SH, Prof. Dr. H. Muchsin SH, dan Prof. Dr. KH Syeichul Hadi Permono SH MA dari IAIN Sunan Ampel Surabaya, mengungkapkan bahwa di Indonesia, wakaf umumnya dipahami terbatas pada obyek tanah dan bangunan yang diatur Undang-undang Pokok Agraria. Undang-undang ini menekankan pada fungsi tanah di wilayah NKRI sebagai sarana membangun masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur serta penggunaannya harus sejalan dengan kepentingan rakyat sesuai zaman dan tempat. Lebih lanjut dikatakan bahwa data potensi tanah wakaf terdaftar 403.645 lokasi dengan luas 1.566.672.406 M2 belum termasuk yang dikelola organisasi Islam. Keberadaan tanah wakaf ditujukan untuk membantu kepentingan umum sebagai pengabdian kepada Allah. Namun kenyataanya, tanah wakaf belum berfungsi untuk membantu kepentingan dan kesejahteraan umum karena sebagian besar pengurus (nadzir) terpaku pada pandangan klasik dan mengelolaanya secara tradisional.
Penelitian Saifuddin Noorhadi menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis-normatuf atau yuridis-dogmatis, ditemukan bahwa baru beberapa nadzir saja yang mengelola wakaf secara produktif-komersial. Diantaranya adalah Al-Zaytun, UII Yogyakarta, Pondok Gontor, UMI Makasar dan Universitas Islam Jakarta. Legalisasi pengelolaan tanah wakaf untuk tujuan produktif-komersial telah diatur dalam UU No. 41 Tahun 2004 yang menyebutkan bahwa pengelolaan tanah wakaf adalah dengan cara pengumpulan, investasi, penanaman modal, produksi, kemitraan, perdagangan, agrobisnis, pertambangan, perindustrian, pengembangan teknologi, pembangunan gedung, apartemen, rumah susun, pasar swalayan, pertokoan, perkantoran, sarana pendidikan, sarana kesehatan, dan usaha lainnya
Saifuddin Noorhadi adalah hakim utama muda Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Pria kelahiran Temanggung 52 tahun silam ini menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1979), dan master di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palu (1993). Pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Agama di Gorontalo (1981), Palu (1988), Pacitan (1999) dan Malang (2001). Dalam ujian disertasinya, Saifuddin Noorhadi yang berasal dari program Doktor Ilmu Hukum minat Hukum Agraria, memperoleh predikat sangat memuaskan IPK 3,58 dengan masa studi 2 tahun 10 bulan. [nik]

Lancar, SPMK Gelombang Pertama
9 Juli 2005
Universitas Brawijaya, Sabtu 9/7, melaksanakan ujian tulis SPMK (seleksi program minat dan kemampuan) gelombang pertama. Ujian SPMK gelombang pertama ini diikuti oleh 2464 orang peserta yang telah mendaftarkan diri, terdiri dari 867 untuk kelompok ujian IPA, dan 1597 untuk kelompok ujian IPS. Jumlah ini lebih sedikit daripada jumlah formulir pendaftaran yang dikembalikan (total 2498,  IPA 881, IPS 1617). Berarti, ada peserta yang absen sebanyak 34 orang (14 peserta ujian IPA, dan 20 peserta ujian IPS).
Ujian dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, dengan materi ujian IPA dan IPA Terpadu, Matematika IPA dan Bahasa Inggris (untuk kelompok IPA), atau IPS dan IPS Terpadu, Matematika IPS dan Bahsa Inggris (untuk kelompok IPS). Ujian untuk kelompok IPA, seluruhnya dilaksanakan di ruang kuliah Fakultas Teknik (Teknik Elektro 540 kursi, dan Teknik Mesin 360 kursi). Sedangkan ujian untuk kelompok IPS, dilaksanakan di ruang kuliah Fakultas Ekonomi (660 kursi), ruang kuliah Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (80 kursi), ruang kuliah Jurusan Ilmu Tanah (80 kursi), ruang kuliah Jurusan Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan (120 kursi), ruang kuliah Fakultas Perikanan (400 kursi), ruang kuliah Fakultas Peternakan (240 kursi), dan ruang kuliah bersama (60 kursi).
Terlibat dalam tugas pengawasan ujian, 194 orang pengawas dan 15 orang koordinator lokasi yang direkrut dari tenaga edukatif maupun administratif Unibraw. Para petugas tersebut telah dibekali petunjuk teknis mengenai pelaksanaan pengawasan dalam sebuah briefing yang diadakan hari Jumat 8/7 pagi.
Secara umum, pelaksanaan ujian tulis ini lancar, aman dan tertib. Hanya ada sedikit kesalahan cetak soal ujian IPS. Namun hal ini dapat diatasi secepatnya oleh panitia dengan mengeluarkan ralat.
Hasil ujian SPMK gelombang pertama akan diumumkan hari Rabu 13 Juli 2005 melalui papan pengumuman maupun internet pada website http://www.brawijaya.ac.id.
Peserta SPMK yang dinyatakan lulus dalam pengumuman tersebut, diharuskan datang sendiri untuk melaporkan diri pada tempat yang telah ditentukan mulai Senin 18/7 hingga Rabu 20/7 pada jam-jam kerja, dengan melengkapi persyaratan: menyerahkan kartu tanda peserta (asli), membayar sumbangan pengembangan fasilitas pendidikan (SPFP). Bila ternyata kemudian peserta tersebut juga diterima SPMB (pengumuman SPMB tanggal 5 Agustus 2005), yang bersangkutan dapat meminta kembali biaya SPFP yang telah disetornya (setelah dipotong biaya administrasi 10%) dengan menunjukkan kuitansi pembayaran asli. Proses pendaftaran ulang dilaksanakan 8-13 Agustus 2005. [Far]

Unibraw Siap Melaksanakan SPMK
8 Juli 2005
Setelah SPMB yang berjalan lancar 6-7 Juli 2005, Universitas Brawijaya besok, Sabtu 9/7, melaksanakan SPMK (seleksi program minat dan kemampuan) gelombang pertama. Ujian SPMK gelombang pertama ini diikuti oleh 2471 orang peserta yang telah mendaftarkan diri, terdiri dari 878 untuk kelompok ujian IPA, dan 1593 untuk kelompok ujian IPS. Jumlah ini lebih sedikit daripada jumlah formulir yang terjual (total 2519,  IPA 895, IPS 1624). Berarti, ada sebanyak 48 calon yang tidak dikembalikan formulir pendaftaran (17 formulir IPA, dan 31 formulir IPS).
Ujian dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, dengan materi ujian IPA dan IPA Terpadu, Matematika IPA dan Bahasa Inggris (untuk kelompok IPA), atau IPS dan IPS Terpadu, Matematika IPS dan Bahsa Inggris (untuk kelompok IPS). Ujian untuk kelompok IPA, seluruhnya dilaksanakan di ruang kuliah Fakultas Teknik (Teknik Elektro 540 kursi, dan Teknik Mesin 360 kursi). Sedangkan ujian untuk kelompok IPS, dilaksanakan di ruang kuliah Fakultas Ekonomi (660 kursi), ruang kuliah Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (80 kursi), ruang kuliah Jurusan Ilmu Tanah (80 kursi), ruang kuliah Jurusan Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan (120 kursi), ruang kuliah Fakultas Perikanan (400 kursi), ruang kuliah Fakultas Peternakan (240 kursi), dan ruang kuliah bersama (60 kursi).
Terlibat dalam tugas pengawasan ujian, 194 orang pengawas dan 15 orang koordinator lokasi yang direkrut dari tenaga edukatif maupun administratif Unibraw. Para petugas tersebut telah dibekali petunjuk teknis mengenai pelaksanaan pengawasan dalam sebuah briefing yang diadakan hari Jumat 8/7 pagi.
Hasil ujian SPMK gelombang pertama akan diumumkan hari Rabu 13 Juli 2005 melalui papan pengumuman maupun internet pada website http://www.brawijaya.ac.id.
Peserta SPMK yang dinyatakan lulus dalam pengumuman tersebut, diharuskan datang sendiri untuk melaporkan diri pada tempat yang telah ditentukan mulai Senin 18/7 hingga Rabu 20/7 pada jam-jam kerja, dengan melengkapi persyaratan: menyerahkan kartu tanda peserta (asli), membayar sumbangan pengembangan fasilitas pendidikan (SPFP). Bila ternyata kemudian peserta tersebut juga diterima SPMB (pengumuman SPMB tanggal 5 Agustus 2005), yang bersangkutan dapat meminta kembali biaya SPFP yang telah disetornya (setelah dipotong biaya administrasi 10%) dengan menunjukkan kuitansi pembayaran asli. Proses pendaftaran ulang dilaksanakan 8-13 Agustus 2005. [Far]

Hari Kedua SPMB Unibraw, 143 Calon Absen
7 Juli 2005
Hari kedua seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) Universitas Brawijaya, Kamis 7 Juli 2005, tetap berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. Hari ini diujikan kemampuan IPA mulai pukul 07.30 wib, dan kemampuan IPS mulai pukul 10.30 wib.
Pada saat ujian IPA (07.30-10.00 wib), tercatat 48 peserta yang absen dari 2775 peserta yang seharusnya mengikuti ujian IPA. Sedangkan dari kelompok IPC, tercatat 33 peserta absen dari 1748 peserta kelompok IPC yang mengikuti ujian IPA.
Sedangkan pada saat ujian IPS (11.00-12.30 wib), tercatat absen 55 peserta dari kelompok IPS dan 40 peserta dari kelompok IPC. Sehingga secara keseluruhan, jumlah peserta yang absen pada hari kedua adalah 143 orang.
Tidak jelas penyebab meningkatnya jumlah peserta absen pada hari kedua ini bila dibandingkan dengan angka ketidakhadiran pada hari pertama yang seluruhnya berjumlah 111 orang. Dari laporan, tercatat seorang peserta ujian IPA asal Mojokerto terlambat datang leboh dari 1 jam sehingga tidak diijinkan untuk ikut ujian. Yang bersangkutan datang pukul 11.00 wib, padahal ujian hari kedua dimulai pukul 07.30 wib. Begitu juga dari kelompok ujian IPS, tercatat 2 orang yang terlambat lebih dari batas toleransi waktu 30 menit. Yang seorang berasal dari Pasuruan, dan seorang lagi berasal dari Tirtoyudo (Malang) terlambat dengan alasan kendaraannya mogok. Namun demikian, secara umum dilaporkan ujian hari kedua berjalan sesuai jadwal.
Lembar jawaban ujian para peserta siang hari ini juga dikemas dalam kotak karton bersegel dan dikirimkan ke Pusat Komputer ITS Surabaya untuk diproses lebih lanjut.
Hasil seleksi akan diumumkan secara nasional pada hari Jumat 5 Agustus 2005, melalui website SPMB (www.spmb.or.id/hasil.php) mulai pukul 18.00 wib, dan media massa pada pukul 23.59 wib, di samping koran pengumuman yang dapat diminta pada panitia lokal atau perguruan tinggi penyelenggara SPMB, tanggal 6 Agustus 2005 pagi dengan menunjukkan tanda peserta ujian SPMB 2005.
Selain SPMB, Universitas Brawijaya dalam waktu dekat (hari Sabtu, 9 Juli 2005) menggelar ujian tulis untuk seleksi program minat dan kemampuan (SPMK) yang diikuti oleh 2500 peserta lebih. Ujian ini dilaksanakan juga di dalam kampus Unibraw, mulai pukul 08.00-11.00 wib. [Far]

Pengangkatan Kepala Laboratorium pada Fakultas Peternakan
7 Juli 2005
Membaca permohonan Dekan Fakultas Peternakan melalui surat nomor 628/J.10.1.25/TU/2005, dan mempertimbangkan usul Ketua Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak, Rektor melalui Keputusan nomor 105/SK/2005 tanggal 7 Juli 2005 menetapkan mengangkat tiga orang kepala laboratorium di lingkungan Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak pada Fakultas Peternakan.
Ketiga orang tersebut, masing-masing adalah: Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto MRurSc sebagai Kepala Laboratorium Ilmu Pakan Ternak Ruminansia, Prof. Dr. Koentjoko MScAgr sebagai Kepala Laboratorium Ilmu Pakan Non Ruminansia, dan Prof. Dr. Ir. Soebarinoto sebagai Kepala Laboratorium Ilmu Hijauan Pakan. [Far]

Tim Pertimbangan Kenaikan Jabatan Guru Besar
6 Juli 2005
Sehubungan adanya anggota tim yang memasuki masa pensiun, yakni Prof. Dra. OS Hastoeti Harsono, Rektor memandang perlu untuk mengadakan pergantian Tim Pertimbangan untuk Ke-naikan Jabatan Guru Besar yang ditetapkan berdasarkan SK Rektor nomor 032/SK/2004.
Pergantian itu ditetapkan dengan Keputusan Rektor nomor 100/SK/2005 tanggal 6 Juli 2005. Tim ini, menurut SK tersebut terdiri dari unsur-unsur pimpinan universitas, ketua-ketua komisi senat, sekretaris senat, dan beberapa guru besar senior.
Susunan Tim Pertimbangan untuk Kenaikan Jabatan Guru Besar Universitas Brawijaya adalah: Prof. Drs. HM Hasyim Baisoeni (ketua merangkap anggota), Prof. Dr. Ir. Simon Bambang Widjanarko MAppSc (sekretaris merangkap anggota), dan para anggota yang terdiri dari: Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Prof. Dr. Mochamad Munir SH, Prof. Dr. Umar Nimaran MA, Prof. Dr. dr. H. Djanggan Sargowo SpPD SpJP, Prof. Masruchin Rubai SH MS, dan Prof. Dr. Eka Afnan Troena SE.
Tugas tim ini adalah memberikan pertimbangan kepada Rektor dengan memberikan penilaian dari aspek akademik dan non akademik setiap dosen yang  mengajukan usul kenaikan jabatan guru besar. Di samping itu, tim juga memberikan penilaian mengenai usulan perpanjangan pensiun guru besar, dan melakukan persiapan untuk pengukuhan guru besar. [Far]

Pergantian Panitia Penilai Angka Kredit Jabatan Dosen
6 Juli 2005
Dengan adanya anggota Panitia Penilai Angka Kredit Dosen Universitas Brawijaya yang pensiun, Rektor memandang perlu untuk mengadakan pergantian.
Seorang anggota panitia lama (dibentuk dengan Keputusan nomor 119/SK/2003 tanggal 19 Desember 2003) yang pensiun adalah Prof. Dr. M. Widji Widodo dari Fakultas Peternakan. Dengan Keputusan nomor 099/SK/2005 tanggal 6 Juli Rektor menetapkan susunan Panitia Penilai Angka Kredit Jabatan Dosen Universitas Brawijaya yang baru.
Dalam susunan itu, Prof. Dr. M. Widji Widodo digantikan oleh Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto MRurSc juga dari Fakultas Peternakan. Selengkapnya, susunan panitia tersebut adalah: Ketua (merangkap anggota) Prof. Dr. Moch. Munir SH (Pembantu Rektor II), Sekretaris (merangkap anggota) Goerid Hardjito SE MM (Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan), dan para anggota yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto MRurSc, Prof. Dr. Ir. Siti Rasminah Chailani, Prof. Dr. Sutiman Bambang Sumitro SU, Prof. Dr. dr. Mulyohadi Ali, Prof. Dr. Ir. Tri Susanto MAppSc, Prof. Dr. M. Irfan Islamy MPA, Prof. Dr. M. Harry Susanto SE SU, Prof. Dr. Ir. Wani Hadi Utomo, dan Prof. Ir. Sudjito PhD.
Tugas panitia ini adalah membantu Rektor dalam hal meneliti persyaratan dan bukti-bukti yang dipersyaratkan bagi setiap usul kenaikan penetapan angka kredit yang diajukan dosen yang bersangkutan. Di samping itu tim juga melaksanakan penilaian terhadap angka-angka kredit yang diajukan pada setiap usul penetapan angka kredit dosen yang bersangkutan, dan menyampaikan hasil penilaiannya kepada Rektor. [Far]

Pengangkatan Kepala Lab Transportasi
6 Juli 2005
Setelah membaca usul pengangkatan Kepala Laboratorium Transportasi dari Dekan Fakultas Teknik melalui surat nomor 052/J.10.1.31/KP/2005 tanggal 30 Juni 2005, dan mempertimbangkan usulan Ketua Jurusan Teknik Sipil, Rektor menetapkan untuk memberhentikan Ir. Ludfi Djakfar MSCE PhD dari tugasnya sebagai Kepala Laboratorium Transportasi pada Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, disertai ucapan terima kasih atas pengabdiannya selam menjslankan tugas.
Sebagai gantinya, dengan Keputusan nomor 102/SK/2005 tanggal 6 Juli 2005 itu pula Rektor mengangkat Amelia Kusuma Indriastuti ST MT sebagai Ketua Laboratorium Transportasi yang baru. [Far]

Ujian Disertasi Olly Indrayani
6 Juli 2005
Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, pada Kamis (6/7) menyelenggarakan ujian terbuka disertasi dr. PWM Olly Indrayani SpPD. Di depan majelis penguji, yang terdiri dari Prof. Dr. Djanggan Sargowo dr. SpPD SpJP (K) (promotor), Prof. Dr. M. Aris Widodo MS SpFK PhD dan dr. Rully MA Roesli SpPD-KGH PhD (ko-promotor), dan para penguji: Prof. Dr. Sutiman Bambang Sumitro SU DSc, Prof. Dr. Hendramartono dr. SpPD-KEMD, Dr. dr. Edi Widjajanto MS SpPK (K), serta penguji dari UI Prof. dr. Wiguno Prodjosudjadi SpPD-KGH PhD, kandidat Olly Indrayani mempertahankan disrtasi yang berjudul "Interaksi Dinamis antara Endoplasmik Retikulum, Ekstraseluler dan Mitokondria dalam Pengaturan Kadar Ca2+ Sitosol HUVECs yang Dipapar Glukosa 22mM dengan Lama Paparan yang Berbeda".
Dalam kesempatan itu disajikannya pokok-pokok bahasan tentang dasar molekuler konsep terjadinya komplikasi diabetes mellitus (DM). Konsep molekuler ini mencakup konsep peningkatan radikal bebas khususnya H2O2 akibat glukosa tinggi, konsep peningkatan konsentrasi kalsium (Ca2+) sitosol dan interaksi dinamis antar organela dalam pengaturan Ca2+ Sitosol, serta konsep kematian sel akibat peningkatan Ca2+ sitosol dalam HUVECs dengan paparan glukosa tinggi. Penelitian disertasi dr. Olly antara lain bertujuan untuk mengetahui asal peningkatan Ca2+sitosol pada kondisi glukosa tinggi, serta untuk mengetahui interaksi antar organella ER, ekstraseluler dan mitokondria dalam pengaturan Ca2+ sitosol basal pada HUVECs yang dipapar glukosa 22mM dan kaitannya dengan lama paparan.
Pada bagian akhir disertasinya, dr. Olly Indrayani memberikan saran berdasarkan kajian penelitiannya yang dilakukan dalam 4 tahap, antara lain: Konsentrasi glukosa sangat penting dikendalikan, mengingat efek peningkatan glukosa darah terhadap vaskuler adalah komplikasi makroangiopati dan mikroangiopati, serta pada tingkat seluler akan mengakibatkan peningkatan stres oksidatif yang pada akhirnya menyebabkan apoptosis dan nekrosis seluler. Selain itu, pada kondisi hiperglikemi untuk pengendalian perlu dipertimbangkan usaha-usaha mengembalikan keadaan pada regulasi fisiologis homeostasis Ca2+ serta pemberian antioksidan, baik antioksidan nonenzimatis (vitamin C, vitamin E, serta kombinasinya), maupun antioksiden enzimatis (katalase dan N-acetyl cystein/NAC).
dr. PWM Olly Indrayani SpPD dilahirkan di Blitar pada 24 Maret 1950 dari pasangan S Wigondo (alm) dan Susi Dewi (alm). Menikah dengan SG Nugroho Setyabudhi dan dikaruniai dua orang puteri, Vania dan Verina. Perempuan yang bekerja sebagai dokter di RS Soepraoen Malang ini memperoleh gelar dokternya di Unibraw pada 1975, kemudian melanjutkan program spesialis penyakit dalam di Unpad pada 1990. Sejak tahun 2000 ia terdaftar sebagai mahasiswa S3 program studi kedokteran dengan kekhususan Biomedik di Program Pascasarjana Unibraw. Dalam keanggotaan profesi Olly tercatat aktif dalam berbagai organisasi profesi meliputi IDI, PAPDI, Pernefri dan ISSO. Sejak tahun 2002 sampai sekarang ia aktif sebagai tenaga pengajar di Akademi Perawat (Akper)  Kesdam V Brawijaya.
Setelah melalui serangkaian tanya jawab dan melakukan penilaian, majelis penguji menyatakan dr. Olly Indrayani lulus dan layak menyandang gelar doktor, dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,80) setelah menempuh studi selama 4 tahun 10 bulan. [nok]

PSB Unibraw, Daftar Ulang 566 dari 670 Calon
6 Juli 2005
Bersamaan dengan waktu pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) hari pertama, Rabu 6 Juli 2005, Universitas Brawijaya mengadakan pendaftaran ulang calon mahasiswa baru yang diterima melalui program Penjaringan Siswa Berprestasi (PSB) untuk tahun akademik 2005/2006. Hasil seleksi telah diumumkan 13 Mei 2005 lalu, sebanyak 670 calon diterima pada 43 program studi yang ada di Universitas Brawijaya.
Dari 670 calon yang diterima, 566 orang (84,48%) mendaftar ulang dalam acara yang digelar di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya itu, dan 104 orang (15,52%) tidak atau belum mendaftar ulang dengan berbagai alasan. Secara rinci jumlah calon yang mendaftar ulang dan diterima untuk masing-masing program studi adalah: Ilmu Hukum 29 dari 30,  Ekonomi Pembangunan 10 dari 10, Manajemen 22 dari 25, Akuntansi 20 dari 23, Ilmu Administrasi Publik 16 dari 20, Ilmu Administrasi Bisnis 18 dari 20, Agronomi 9 dari 10, Hortikultura 9 dari 10, Ilmu Tanah 12 dari 14, Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan 8 dari 10, Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian 17 dari 20, Sosial Ekonomi Pertanian 16 dari 20, Pemuliaan Tanaman 12 dari 15, Produksi Ternak 13 dari 15, Nutrisi dan Makanan Ternak 14 dari 15, Sosial Ekonomi Peternakan 5 dari 9, Teknologi Hasil Ternak 16 dari 20, Teknik Sipil 18 dari 20, Teknik Mesin 20 dari 25, Teknik Elektro 22 dari 28, Teknik Pengairan 10 dari 10, Arsitektur 15 dari 17, Perencanaan Wilayah dan Kota 8 dari 10, Pendidikan Dokter 13 dari 15, Ilmu Keperawatan 7 dari 10, Ilmu Gizi 10 dari 10, Manajemen Sumberdaya Perairan 6 dari 10, Teknologi Hasil Perikanan 7 dari 10, Sosial Ekonomi Perikanan 9 dari 9, Budidaya Perairan 9 dari 10, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan 9 dari 10, Biologi 12 dari 15, Kimia 14 dari 15, Matematika 12 dari 15, Statistika 12 dari 15, Ilmu Komputer 10 dari 15, Teknologi Hasil Pertanian 20 dari 20, Teknik Pertanian 14 dari 20, Teknologi Industri Pertanian 17 dari 20, Sosiologi 8 dari 10, Ilmu Komunikasi 12 dari 15, dan Sastra Inggris 17 dari 20.
Belum lulus UN
Dari mereka yang mendaftar ulang, diketahui 9 orang belum lulus UN (ujian nasional). Bagi mereka diberikan kesempatan untuk mendaftar ulang sampai tanggal 3 September 2005, yaitu setelah mereka mengikuti ujian nasional susulan yang rencananya diadakan tanggal 21-24 Agustus 2005 mendatang, dan hasilnya diumumkan sekitar satu minggu kemudian. Bagi calon yang sampai 3 September 2005 masih belum lulus UN, masih diberi kesempatan melakukan daftar ulang susulan pada awal semester genap 2005/2006 (6-11 Februari 2006). Ketentuan ini tidak berlaku bagi calon mahasiswa Fakultas Kedokteran (PS Pendidikan Dokter, PS Ilmu Keperawatan, PS Ilmu Gizi), Fakultas Teknik (PS Teknik SIpil, PS Teknik Mesin, PS Teknik Elektro, PS Teknik Pengairan, PS Arsitektur, PS Perencanaan Wilayah dan Kota), Fakultas MIPA (PS Biologi, PS Kimia, PS Fisika, PS Matematika, PS Statistika, PS Ilmu Komputer), dan PS Sastra Inggris.
Bagi calon yang diterima melalui PSB tapi belum lulus UN, dan yang bersangkutan mengundurkan diri, maka biaya pendaftaran (SPFP atau SPIP) yang sudah disetor dapat diambil kembali setelah dipotong biaya administrasi 10%. Batas akhir pengambilan biaya pendaftaran tersebut tanggal 31 Maret 2006. Hal ini sesuai dengan pemberitahuan nomor 1639A/J10/AK/2005 yang dikeluarkan Rektor Universitas Brawijaya tanggal 5 Juli 2005. [Far]

Lancar, SPMB Unibraw Hari Pertama
6 Juli 2005
Ujian masuk Seleksi Penerimaam Mahasiswa Baru (SPMB) Universitas Brawijaya hari ini, Rabu 6/7, berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. Ujian ini dilaksanakan sebagian besar di dalam Kampus Universitas Brawijaya ditambah 17 ruangan di SD/SMP Dharma Wanita Unibraw Jalan Cipayung, dan 18 ruangan di MIN Malang 1 Jalan Bandung.
Terlibat aktif dalam pelaksanaan ujian ini 774 orang tenaga pengawas dan koordinator lokasi, puluhan tenaga distributor naskah, serta puluhan petugas keamanan yang terdiri dari satpam dan menwa, dibantu oleh beberapa anggota KSR yang siap siaga memberikan pertolongan bagi peserta yang mengalami masalah kesehatan. Semua kegiatan ini dipantau secara periodik oleh petugas dari pusat pengendali (Crisis Center) di gedung PPI Unibraw lantai II.
Tercatat sebanyak 8182 peserta yang seharusnya mengikuti ujian tulis tersebut. Namun sampai ujian selesai, ternyata masih ada sejumlah 111 orang peserta yang absen. Mereka ini 42 orang dari kelompok ujian IPA, 42 orang dari IPS, dan 27 dari IPC.
Tidak ada kejadian mencolok pada pelaksanaan hari pertama ujian tulis SPMB ini. Hanya beberapa kasus kecil terjadi. Misalnya, seorang peserta ujian yang seharusnya ujian di lokasi UM, ternyata datang ke ruang ujian di kompleks FT Unibraw. Selain itu dua orang peserta melaporkan kartu pesertanya tertinggal atau hilang. Dan ada pula peserta yang melaporkan bahwa dia terlupa untuk menuliskan kode soal pada lembar jawaban ujian. Semua kasus ini dapat diselesaikan oleh petugas.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Bambang Guritno, beserta para pembantu rektor dan para dekan pagi itu meninjau pelaksanaan SPMB di beberapa lokasi ujian, antara lain di MIN Malang 1, dan mengakhiri inspeksinya dengan menemui para calon mahasiswa baru Unibraw yang telah lolos saringan melalui program Penjaringan Siswa Berprestasi di Sasana Samanta Krida. Unibraw tahun 2005 ini menerima 670 calon untuk 43 program studi, seperti diumumkan pada tanggal 13 Mei 2005 silam. Mereka pada hari ini berkumpul di sana untuk melakukan pendaftaran ulang. [Far]

Unibraw Terbuka bagi Calon yang Belum Lulus UN, Asal Lulus Seleksi Masuk
5 Juli 2005
Universitas Brawijaya tetap terbuka bagi calon mahasiswa yang lulus seleksi, meskipun yang bersangkutan belum lulus ujian nasional (UN). Kesempatan ini terbuka bagi calon yang lulus seleksi, baik melalui PSB (Penjaringan Siswa Berprestasi), SPMB (seleksi penerimaan mahasiswa baru), SPMK (seleksi program minat dan kemampuan), dan SPMD (seleksi penerimaan mahasiswa program diploma). Demikian antara lain isi pemberitahuan nomor 1639A/J10/AK/2005 yang ditandatangani Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno tanggal 5 Juli 2005.
Bagi mereka dipersilakan melakukan pendafataran ulang (herregistrasi) susulan untuk semester ganjil tahun akademik 2005/2006, yang dibuka hingga 3 September 2005. Calon yang sampai tanggal 3 September 2005 masih belum lulus ujian nasional, masih diberi kesempatan melakukan pendaftaran ulang susulan pada awal semester genap tahun akademik 2005/2006 (6-11 Februari 2006). Ketentuan ini berlaku bagi calon mahasiswa baru tahun akademik 2005/2006 seluruh fakultas, kecuali Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Program Sastra Inggris. Kesempatan terakhir bagi mereka yang belum lulus UN diberikan hingga tahun akademik baru (semester ganjil 2006/2007) sesuai kalender akademik Universitas Brawijaya.
Kegiatan pengenalan kehidupan kampus (PKK) bagi mahasiswa baru yang merupakan kegiatan wajib, dapat diikuti pada tahun akademik 2006/2007.
Sementara itu, khusus bagi mahasiswa baru (belum lulus UN) yang diterima melalui jalur PSB tetapi yang bersangkutan mengundurkan diri, biaya pendaftaran (meliputi SPFP atau SPIP) yang sudah disetor dapat diambil kembali setelah dipotong biaya administrasi 10%. Batas akhir pengambilan biaya pendaftaran tersebut adalah 31 Maret 2006. [Far]

Pendaftaran SPMK Gelombang I Ditutup, 2519 Formulir Terjual
5 Juli 2005
Pendaftaran Seleksi Program Minat dan Kemampuan (SPMK) Universitas Brawijaya gelombang pertama, yang dibuka sejak 21 Juni 2005, hari ini 5/7, ditutup. Tercatat 2519 formulir terjual, dengan rincian untuk kelompok IPA 895, dan IPS 1624. Hasil ini lebih dua kali angka penjualan tahun silam yang hanya mencapai 1779 formulir dengan rincian IPA 664 dan IPS 1115.
Ujian tulis akan diselenggarakan hari Sabtu, 9/7, dengan lokasi di dalam kampus Unibraw. Materi yang diujikan meliputi IPA, IPA Terpadu, Matematika IPA, dan Bahasa Inggris untuk kelompok ujian IPA. Sedangkan untuk kelompok IPS, materi ujian terdiri dari IPS, IPS Terpadu, Matematika IPS dan Bahasa Inggris. Soal ujian tulis untuk masing-masing kelompok ujian berjumlah 100, dan dikerjakan dalam waktu 180 menit (pukul 08.00-11.00 WIB). Hasil ujian SPMK gelombang pertama diumumkan Rabu, 13 Juli 2005. [Far]

Unibraw Siap Laksanakan SPMB
5 Juli 2005
Universitas Brawijaya, hari Rabu dan Kamis, 6-7 Juli 2005, melaksanakan ujian masuk dalam rangka seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB).
Ujian diselenggarakan di sebagian besar gedung di dalam kampus Universitas Brawijaya, ditambah dengan 17 ruangan SD/SMP Dharma Wanita Unibraw di Jalan Cipayung dan 18 ruangan MIN Malang I di Jalan Bandung, Malang.
Sebanyak 8000 lebih peserta diperkirakan mengikuti ujian tulis ini, dan sejumlah 774 tenaga pengawas termasuk koordinator lokasi, puluhan tenaga distributor naskah, serta puluhan petugas keamanan telah siap melaksanakan tugasnya dalam rangka menjaga kelangsungan, ketertiban dan kelancaran ujian.
Para calon mahasiswa peserta ujian tulis ini, sejak pagi hari Selasa 5/7, telah berduyun-duyun mendatangi pos-pos informasi yang didirikan panitia guna mencari tahu dan melihat sendiri lokasi ujian yang bakal ditempati keesokan harinya.
Dalam menyiapkan pengawas, panitia pun telah memberikan briefing kepada seluruh pengawas yang direkrut dari dosen dan karyawan Unibraw selama dua hari, Sabtu 2/7 dan Senin 4/7. Dalam briefing itu ditekankan perlunya pengawasan sesuai prosedur yang berlaku, tanpa mengganggu calon, tetapi tetap waspada terhadap kemungkinan kecurangan-kecurangan, seperti perjokian, atau kejadian-kejadian khusus lain seperti calon yang sakit, terlambat, dan sebagainya. [Far]

Dua Dosen Unibraw Pembina Sekolah Gender
2 Juli 2005
Dua dosen Universitas Brawijaya menjadi pembina pada Sekolah Gender bagi Anggota DPRD Perempuan, Organisasi Wanita, LSM dan Kader PKK Kabupaten Malang.
Sekolah gender ini dibuka secara resmi oleh Bupati Sujud Pribadi, 29 Juni 2005 silam. Kegiatan sekolah ini berlangsung mulai 2 Juli hingga 20 Agustus 2005, dan diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari anggota DPRD perempuan (7 orang), perwakilan organisasi wanita (15 orang), LSM (4 orang) dan kader PKK (14 orang).
Kedua dosen itu, masing-masing Prof. Dr. Hj. Keppi Sukesi MS (Fakultas Pertanian) dari P3W Puslit Universitas Brawijaya dan Sri Wahyuningsih SH MPd (Fakultas Hukum) dari PPHG Universitas Brawijaya. Bersama 8 orang pembina lain dari Universitas Islam Negeri Malang, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Kepala Bakesbang Linmas, Koalisi Perempuan Legislatif dan Kepala Rumah Sakit Daerah Kepanjen Kabupaten Malang, kedua dosen Universitas Brawijaya tersebut akan memberikan materi seperti gender dan problem sosial, gerakan emansipasi perempuan, isu-isu gender, gender dan hukum serta advokasi kebijakan responsif gender.
Sekolah ini bertujuan untuk membentuk kesadaran dan sensitivitas gender bagi kader pemberdayaan perempuan di tengah masyarakat, menciptakan tradisi akademis berwawasan gender bagi kader pemberdayaaan perempuan dalam peranannya sebagai stakeholders di tengah masyarakat, mengembangkan kapasitas yang berwawasan gender sebagai bekal ketrampilan melakukan sosialisasi gender di masyarakat, dan menjadikan peserta mampu merespon dan menemukan alternatif solusi terhadap ketimpangan gender di masyarakat. [nik]

Segera Dibuka, Program Studi Teknik Industri pada FT Unibraw
2 Juli 2005
Universitas Brawijaya segera membuka program studi Teknik Industri pada Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik. Program studi baru ini dibuka mulai tahun akademik 2005/2006 mendatang. Ijin penyelenggaraan telah dikeluarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tanggal 24 Juni 2005.
Pendaftaran mahasiswa baru dilaksanakan bersamaan dengan pendaftaran Seleksi Program Minat dan Kemampuan (SPMK) gelombang kedua, 1-6 Agustus 2005 mendatang. Ujian masuknya pun juga dilaksanakan bersamaan dengan SPMK gelombang kedua,  yakni tanggal 8 Agustus 2005, dengan materi soal yang sama dengan materi soal kelompok IPA ujian SPMK.
Meskipun ujian masuknya sama dengan SPMK, namun calon yang diterima diperlakukan sebagaimana calon mahasiswa program reguler yang diterima melalui PSB maupun SPMB, dalam arti besaran SPP-nya sama, yaitu Rp 600 ribu per semester.
Dengan demikian pada usia 42 tahun sekarang ini, FT Unibraw mengelola 4 jurusan dengan 6 program studi, yaitu Teknik Mesin (PS Teknik Mesin dan PS Teknik Industri), Teknik Sipil (PS Teknik Sipil), Teknik Pengairan (PS Teknik Pengairan), Teknik Elektro (PS Teknik Elektro), dan Arsitektur (PS Arsi-tektur dan PS Perencanaan Wilayah dan Kota).  [Far]

Lomba Cerdas Tangkas Fisika di Unibraw
2-3 Juli 2006
Bertempat di FMIPA Universitas Brawijaya, pada Sabtu-Minggu (2-3/7) diselenggarakan kegiatan Lomba Cerdas Tangkas Fisika SMU se-Jawa Timur.
Danang Julianto, mahasiswa Fisika angkatan 2001, yang ketua pelaksana, menjelaskan visi dan misi kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan fisika ke SMU, serta mengembangkan kemampuan siswa untuk berkompetisi dalam bidang ilmiah, khususnya fisika. Ditambahkan pula bahwa kegiatan ini bertujuan sebagai ajang seleksi di wilayah Jawa Timur menuju tingkat nasional.
Sebenarnya kegiatan ini merupakan agenda IHAMAFI (Ikatan Himpunan Mahasiswa Fisika Indonesia), dan Jurusan Fisika Unibraw mendapat mandat untuk melaksanakan seleksi tahap pertama. Kegiatan lomba cerdas tangkas ini diikuti oleh 14 SMU dari berbagai kota di Jawa Timur seperti Surabaya, Malang, Kediri, Bangil, Talun dan Probolinggo, dengan jumlah total 16 tim.
Materi utama yang diperlombakan dalam kompetisi tersebut adalah mekanika baik statika maupun dinamika yang dilaksanakan secara tertulis dan praktek. Perlombaan secara tertulis tersebut dilaksanakan dengan pilihan ganda dan peserta harus menyerahkan teknik perhitungannya.
Sementara untuk perlombaan praktek, kriteria penilaian diutamakan pada ketrampilan merangkai alat dan pengambilan data, kerjasama tim serta analisa data. Juri dan tim pembuatan soal dalam kesempatan ini adalah dosen-dosen Jurusan Fisika FMIPA Unibraw, di antaranya Dr. Adi Susilo dan Drs. AM Yuwono MSc.
Tampil sebagai pemenang dalam perlombaan kali ini adalah Juara I: SMA Kristen 2 Petra (mendapatkan trofi Diknas Jatim dan uang Rp 500 ribu), Juara II: SMA Kristen 2 Petra (mendapatkan trofi Diknas Malang dan uang Rp 400 ribu), juara III: SMAN 2 Kediri (mendapatkan trofi panitia dan uang Rp 300 ribu), juara Harapan I: SMAN 6 Surabaya (mendapatkan uang Rp 200 ribu) dan juara harapan II: SMAN Bangil (mendapatkan uang Rp 100 ribu).
Himpunan Mahasiswa Jurusan Fisika Unibraw juga akan menyelenggarakan kegiatan serupa Januari 2006 dengan lingkup materi fisika yang lebih luas dan bukan hanya mekanika. Ditambahkan pula bahwa “kelemahan peserta pada lomba kali ini adalah pada kemampuan praktikum terutama dalam menggunakan dan merangkai peralatan tetapi dalam teori mereka bagus”, ungkapnya. [nok]

Prof. Soekartawi Menjadi Editor Tiga Jurnal Internasional
2 Juli 2005
Prof. Dr. Ir. Soekartawi MS, gurubesar Fakultas Pertanian, terpilih menjadi anggota International Editorial/Advisory Board majalah ilmiah pendidikan “The Malaysian Journal of Educational Technology” (myJET).
Prof. Soekartawi terpilih ber-sama 6 ahli pendidikan lain yang berasal dari luar Malaysia, yaitu Prof. Mark Bullen (Canada), Prof. RL. Elliot (New Zealand), Prof M.H. AI-Jamian (Bahrain), Prof. Z. Wei-yuan (Hongkong), Prof. S. Mishra (India).
Demikian disampaikan Soekartawi sekembali dari lawatannya ke Malaysia untuk mengikuti diskusi permasalahan pendidikan khususnya pembelajaran jarak jauh yang diselenggarakan oleh META (Malaysian Educational Technology Association) di Kuala Lumpur, Senin 27 Juni 2005 yang lalu.
Dengan demikian, sudah tiga majalah internasional yang menaruh kepercayaan pada Prof. Soekartawi kini untuk menjadi International Editorial/Advisory Board, yaitu Journal of Southeast Asian Education, Southeast Journal of Open and Distance Learning, dan Malaysian Journal of Educational Technology.
Sementara itu untuk jurnal di dalam negeri, ia pun tercatat sebagai dewan redaksi majalah ilmiah pertanian Nabatia (yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo), dan Jurnal Agribisnis (yang diterbitkan oleh Universitas Wijaya Kusuma Surabaya).
Prof. Soekartawi juga mengajak civitas academica Universitas Bra-wijaya untuk mengirimkan artikel/karya ilmiah ke jurnal-jurnal pendidikan. Hal ini, menurut Prof. Soekartawi, mengingat artikel-artikel pendidikan dirasa amat kurang dibandingkan dengan artikel untuk disiplin ilmu yang lain.
Sekitar 9 tahun terakhir, Soekartawi bertugas di Southaast Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO), suatu organi-sasi pendidikan tingkat Asia Tenggara yang didirikan oleh Menteri-Menteri Pendidikan ASEAN tahun 1965 yang lalu. Oleh karena itu Soekartawi juga menekuni permasalahan pendidikan di Asia Tenggara dan Indonesia khususnya, di samping perannya sebagai guru besar ekonomi pertanian di Universitas Brawijaya.
Tahun 2004 yang lalu, artikel Prof. Soekartawi yang berjudul “SEAMEO SEAMOLEC Experiences in Establishing Network for Promoting Distance Learning In and Outside Indonesia' dimuat di jurnal ilmiah myJET 4 (1) : 7-20, June 2004.
Bagi peminat yang ingin mengirim karya ilmiah ke jurnal-jurnal ilmiah internasional tersebut dapat menghubungi beberapa alamat e-mail di bawah ini. Untuk Journal of Southeast Asian Education: alexfung@hkbu.edu.hk; untuk  Southeast Journal of Open and Distance Learning: director@seamolec.org, dan untuk Malaysian Journal of Educational Technolog: rozhan@usm.my atau melalui alamat e-mail Prof. Soekartawi, yaitu: soekartawi@ brawijaya.ac.id atau soekartawi@yahoo.com. [Far]

Hari Terakhir Pendaftaran SPMB Unibraw, Formulir Terjual 80,80%
2 Juli 2005
Sampai hari ke-12, hari terakhir pendaftaran Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Universitas Brawijaya, Sabtu 2/7, pukul 15.00 WIB, telah terjual 8371 atau 80,80% dari total 10360 formulir yang disediakan. Secara rinci, terjual formulir IPA 2854, IPS 3736, dan IPC 1781. Dengan demikian formulir tak terjual berjumlah 1989, terinci IPA 946, IPS 664, dan IPC 379. Formulir pendaftaran yang telah kembali hingga hari ini pukul 17.00 WIB tercatat sebanyak 8184 (97,77% dari formulir yang terjual), dengan rincian IPA 2775, IPS 3661, dan IPC 1748. Jumlah peserta yang tidak mengembalikan formulir relatif kecil (2,23%), yaitu 187 dari total formulir terjual 8371.
Tahun lalu
Hasil tersebut nampak jauh di bawah hasil penjualan pada hari yang sama pendaftaran SPMB tahun 2004 lalu (total 9027, IPA 3177, IPS 3944, dan IPC 1906). Namun waktu itu masa pendaftaran jauh lebih panjang, yakni 17 hari. Hingga hari terakhir pendaftaran SPMB tahun lalu, terjual total 10366 formulir, dengan rincian IPA 3596, IPS 4596, dan IPC 2174.
Ujian tulis
Ujian tulis dilaksanakan dua hari, Rabu 6 Juli 2005 dan Kamis 7 Juli 2005, di dalam kampus Unibraw ditambah beberapa kelas di SD/SMP Dharma Wanita Unibraw di Jalan Cipayung, dan MIN Malang I di Jalan Bandung.
Hasil SPMB diumumkan Jumat 5 Agustus 2005, melalui website SPMB mulai pukul 18.00 WIB, melalui media massa mulai pukul 23.59 WIB, dan papan pengumuman panitia lokal.
SPMK
Sementara itu untuk seleksi program minat dan kemampuan (SPMK), jumlah formulir terjual mencapai total 2056 (IPA 753, dan IPS 1303). Hasil ini jauh lebih tinggi (dua kali lipat) dibandingkan angka penjualan pada hari yang sama tahun silam, total 1014, IPA 387, dan IPS 617. Masih tersisa dua hari pendaftaran untuk SPMK, yaitu sampai 5 Juli 2005. Ujian tulis SPMK (gelombang I) dilaksanakan Sabtu 9 Juli 2005. Sedangkan untuk gelombang II, pendaftaran dibuka lagi 1 Agustus hingga 6 Agustus 2005, dan ujian tulis dilaksanakan 8 Agustus 2005. [Far]

Ujian Terbuka Disertasi Drs. Hidayat MM
2 Juli 2005
Produktivitas karyawan merupakan salah satu faktor penting dalam suatu perusahaan. Salah satu dimensi produktivitas karyawan adalah kinerja karyawan yang dipengaruhi oleh motivasi dan kemampuan karyawan, sedangkan faktor lain yang berkaitan adalah kepemimpinan dalam mengelola karyawan. Berangkat dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan karyawan, motivasi kerja, kepemimpinan dan kreativitas terhadap produktivitas karyawan, Drs. Hidayat MM melakukan ujian terbuka disertasi, Sabtu (2/7) di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya. Ujian disertasinya berjudul “Produktivitas Karyawan: Keterkaitan dengan Kemampuan, Motivasi Kerja, Kepemimpinan dan Kreatifitas karyawan pada Perusahaan Mebel di Jawa Timur”.
Populasi penelitian adalah perusahaan mebel kategori sedang yang memiliki karyawan antara 20 hingga 100 orang dan perusahaan kategori besar yang memiliki karyawan lebih dari 100 orang. Sampel penelitian yang ditetapkan sebanyak 26 perusahaan meliputi perusahaan sedang sebanyak 15 perusahaan dan perusahaan besar sebanyak 11 perusahaan. Perusahaan yang diteliti adalah perusahaan yang telah beroperasi minimal lima tahun yang berasal dari lima kota besar di Jawa Timur yaitu Surabaya, Pasuruan, Sidoarjo, Malang dan Gresik.
Hasil penelitian yang dilakukan salah seorang dosen pengajar dari Universitas Wijaya Putra Surabaya ini menunjukkan bahwa kemampuan, motivasi, kepemimpinan dan kreativitas secara bersama-sama maupun parsial, berpengaruh langsung secara signifikan terhadap produktivitas karyawan. Temuan lainnya adalah adanya perbedaan pengaruh tingkat kreativitas terhadap karyawan.
Dr. Drs. Hidayat MM lahir di Surabaya 42 tahun silam. Pendidikan sarjananya di tempuh di Unipa Surabaya (1989), dan Master di STIE IPWIJA (1996). Pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor I Universitas Wijaya Putra (1996-2003), Pembantu Rektor IV (2003-2004) dan saat ini menjabat sebagai Asisten Direktur I Pascasarjana Universitas Wijaya Putra.
Bertindak selaku promotor yaitu Prof. Dr. Taher Al Habsyi MSi, dengan ko promotor Prof. Dr. HM. Syafiie Idrus SE MEc PhD dan Dr. Koesdi Rahardjo DEA. Sementara dosen penguji terdiri dari Prof. Dr. Eka Afnan Troena SE, Prof. Dr. Hj. Djumilah Zain SE, Armanu Thoyib SE MSc PhD dan penguji dari Universitas Wijaya Putra Prof. H. Saleh Soegiyanto MSc PhD. Dalam ujian disertasinya, ayah dua orang putri ini dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan, IPK 3,00 masa studi 4 tahun 10 bulan. [nik]

Tiga Guru Besar Baru Unibraw
2 Juli 2005
Universitas Brawijaya mengukuhkan tiga gurubesar baru, Sabtu 2 Juli 2005, di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Rustidja MS sebagai guru besar dalam Ilmu Reproduksi Ikan dan Prof. Dr. Ir. Sahri Muhammad MS sebagai guru besar dalam Ilmu Manajemen Penangkapan Ikan pada Fakultas Perikanan, serta Prof. Dr. Ir. Chandrawati Cahyani MS sebagai guru besar dalam Ilmu Kimia Fisika pada Fakultas MIPA.
Di depan rapat terbuka Senat Universitas Brawijaya yang dipimpin Rektor Prof. Bambang Guritno, Prof. Rustidja membawakan orasi ilmiah “Program Pemuliaan sebagai Strategi Pengembangan Budidaya Perikanan”, Prof. Sahri Muhammad membawakan orasi berjudul “Penguatan Etika dalam Manajemen Pembangunan Perikanan Berkelanjutan”, sementara Prof. Chandrawati Cahyani membawakan orasi ilmiah berjudul “Biokonversi Limbah”.
Prof. Rustidja (55 tahun) adalah guru besar kedua di Fakultas Perikanan atau ke-112 di Unibraw. Guru besar Ilmu Reproduksi Ikan ini adalah sarjana perikanan lulusan Fakultas Perikanan Unibraw (1978), S2 Ilmu Perairan Pascasarjana IPB Bogor (1984), S3 (sandwich program) Ilmu Perairan Pascasarjana IPB dan Universitas Pertanian Wageningen (1989). Mengabdikan diri sebagai dosen Fakultas Perikanan Unibraw sejak 1978 hingga sekarang. Pernah menjadi konsultan beberapa proyek perikanan, seperti: proyek pengembangan ikan mas Punten (1994-1997), proyek pengembangan ikan nila di Pasuruan (1995-1996), dan proyek penyusunan rencana induk pengembangan pertanian terpadu Jawa Timur (1995-1998). Menulis 40 publikasi ilmiah selama 20 tahun terakhir.
Sementara itu Prof. Sahri Muhammad (61 tahun) adalah guru besar ketiga pada Fakultas Perikanan atau ke-113 di Unibraw. Guru besar ilmu manajemen penangkapan ikan ini adalah sarjana (S1) perikanan lulusan Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan Jurusan Perikanan Laut Universitas Brawijaya (1971), magister (S2) bidang Ekonomi Pertanian Universitas Gadjah Mada, dan doktor ekonomi pertanian/sumberdaya dari Institut Pertanian Bogor (2002). Pernah menjabat sebagai dekan pada Fakultas Perikanan (1992-1998), dan kini menjabat sebagai ketua Badan Pertimbangan dan Pengembangan Penelitian pada Program Pascasarjana Unibraw (2004-sekarang).
Sedangkan Prof. Chandrawati (53 tahun) adalah guru besar keempat pada Fakultas MIPA atau guru besar ke 114 di lingkungan Unibraw. Lulus sarjana (S1) teknik kimia Universitas Diponegoro Semarang (1976), master (S2) teknik lingkungan ITB (1985), dan doktor (S3) kimia ITB (lulus 1999, cumlaude). Menjadi dosen Universitas Brawijaya sejak 1980 hingga sekarang. Staf ahli Deputi Bidang Perkembangan Riset Ilimu Penegtahuan dan Teknologi Kementerian Riset dan Teknologi (2004-sekarang), pernah menjabat sebagai asisten deputi urusan ilmu kehidupan Kementerian Riset dan Teknologi (2004). Pernah menjabat Pembantu Dekan I Fakultas MIPA (2000-2004). [nik]
Prof Dr Ir Rustidja MS
Prof Dr Ir Sahri Muhammad MS
Prof Dr Ir Chandrawati Cahyani MS
Hingga Hari Kesebelas, Formulir SPMB Unibraw Terjual 78%
1 Juli 2005
Sampai hari kesebelas pendaftaran Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Universitas Brawijaya, Jumat 1/7, telah terjual 8081 atau 78% dari total 10360 formulir yang disediakan. Secara rinci, IPA 2766, IPS 3590, dan IPC 1725. Hasil ini dibawah hasil penjualan pada hari yang sama pendaftaran SPMB tahun 2004 lalu (total 8682, IPA 3061, IPS 3795, dan IPC 1826).
Masih tersisa waktu sehari untuk penjualan formulir, dengan jumlah formulir tersedia total 2279, IPA 1034, IPS 810, dan IPC 435.
Formulir pendaftaran yang telah kembali hingga hari ini tercatat sebanyak 6831 (84,53% dari formulir yang terjual), dengan rincian IPA 2356, IPS 2990, dan IPC 1485.
Ujian tulis dilaksanakan dua hari, Rabu 6 Juli 2005 dan Kamis 7 Juli 2005, di dalam kampus Unibraw ditambah beberapa kelas di SD/SMP Dharma Wanita Unibraw Jalan Cipayung, dan MIN Malang I Jalan Bandung.
Hasil SPMB diumumkan Jumat 5 Agustus 2005, melalui website SPMB mulai pukul 18.00 WIB, melalui media massa mulai pukul 23.59 WIB, dan papan pengumuman panitia lokal.
Sementara itu untuk seleksi program minat dan kemampuan (SPMK), jumlah formulir terjual mencapai total 1893 (IPA 691, dan IPS 1202). Hasil ini jauh lebih tinggi dibandingkan angka penjualan pada hari yang sama tahun silam, total 883, IPA 334, dan IPS 883. Pendaftaran untuk SPMK akan berlangsung hingga 5 Juli 2005, dan ujian tulis (gelombang I) dilaksanakan Sabtu 9 Juli 2005. Sedangkan untuk gelombang II, pendaftaran dibuka lagi 1 Agustus hingga 6 Agustus 2005, dan ujian tulis dilaksanakan 8 Agustus 2005. [Far]

LP3UB Lolos Seleksi Akhir P3AI-TPSDP
1 Juli 2005
Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Universitas Brawijaya, berhasil lolos seleksi tahap akhir proyek P3AI-TPSDP (Proyek Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional-Technological and Professional Skills Development Sector Project). Saat ini task force sedang menyiapkan untuk negosiasi dan penandatanganan kontrak yang akan diselengga-rakan pada tangal 5-7 Juli 2005 di Hotel Milleneum Jakarta.
Dari LP3UB akan berangkat empat orang tim yaitu: Prof.Dr.Ir. Hendrawan Soetanto MRurSc (Ketua LP3UB), Prof. Dr. Mulyadi Pudjosumarto SE MS (Ketua Task Force), Dr. Ir. Marsoedi (Sekretaris LP3UB), Chomsin Widodo SSi MSi (Anggota Task Force)
Melalui proyek ini diharapkan LP3UB dapat memperkuat diri sebagai lembaga yang mampu memberikan dukungan kepada fakultas dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di Unibraw sehingga dihasilkan lulusan yang lebih berkualitas. [HS]