Diterbitkan oleh Hubungan Masyarakat Universitas Brawijaya
Last updated 31/01/2010
Januari 2010

Lomba Puisi Peksiminal Digelar
30 Januari 2010
suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
di sana bersemayam kemerdekaan
apabila engkau memaksa diam
aku siapkan untukmu: pemberontakan!
Itulah sebait puisi "Sajak Suara" karya Wiji Thukul, aktivis buruh 1998 yang sampai saat ini belum diketahui rimbanya, menjadi salah satu puisi yang dibacakan dalam lomba baca puisi seleksi Pekan Seni Mahasiswa Regional (Peksiminal) Universitas Brawijaya (UB). Acara yang di gelar di Gazebo, Sabtu (30/1) sempat mundur dari jadwal ditetapkan yaitu 08.30 WIB, karena kelengkapan teknis yang belum tersedia. Akhirnya pada pukul 10.00 WIB acara dibuka dengan penampilan peserta pertama dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Faisal, dengan judul puisi "Tanah Air Mata" karya Sutardji Calzoum Bachri.
Lomba yang diikuti 21 peserta dari perwakilan fakultas ini mengundang tiga orang juri yaitu Nur Lodzi Hady, SH (komunitas teater Universitas Islam Malang), Denny Misharudin, SE (Teater "Sampao" Malang), Abdul Mukhid, S.Pd (Teater "Hampa" Universitas Negeri Malang). Di akhir acara, ketiga juri mengumumkan pemenang untuk putra dan putri, dimana untuk putra, juara I: Aditia. D.N. (Fakultas Hukum/FH), juara II: Aan Sukoco (Fakultas Peternakan/FPt), dan juara III: Akhmad Haikal (Fakultas Ekonomi/FE). Sedangkan untuk puteri, juara I: Laily Amalia (Fakultas Teknik/FT), juara II: Tri Eva Octaviani (Fakultas Hukum/FH), juara III: Miza R.A. (Fakultas Ilmu Budaya/FIB).
Hady, salah satu juri, mengungkapkan harapannya di sela-sela pembacaan hasil lomba, "Semoga pemenang tahun ini bisa mengulang prestasi Brawijaya sebelumnya karena kakak kalian dulu ada yang pernah menjadi juara lomba Peksiminas," ungkapnya. Peksiminas 2006 di Makassar memang telah mengharumkan nama UB juga Jawa Timur di kancah nasional setelah Maria Agustina Mamahit, mahasiswa Program Sastra dan Bahasa, meraih emas.
Aditia.D.N, pemenang pertama untuk putra, bukanlah wajah asing bagi yang mengikuti rangkaian acara Peksiminal lomba nyanyi tunggal. Mahasiswa FH ini juga meraih juara pertama dalam lomba seriosa, Selasa(26/1), di Gedung Student Centre. Saat lomba nyanyi tunggal seriosa Aditia tampil menonjol karena penghayatannya dipanggung. Begitu juga saat ia membacakan "Sajak Suara", tuntutan Wiji akan ketertindasan rakyat di era Soeharto serasa bergema kembali. Arif Zainudin, SH, M.Hum, dosen yang mendampingi kontingen FH di lomba tersebut mengungkapkan, Aditia memang memiliki bakat di bidang sastra dan rencananya di lomba monolog pun ia akan kembali menjadi perwakilan FH. [ai]

Fapet Menangkan Lomba Drama Komedi
30 Januari 2010
Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB) menangkan lomba drama komedi yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Dies Natalies UB ke-47. Lomba yang diselenggarakan selama dua hari (29-30/1) ini diikuti oleh enam fakultas. Mereka adalah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dengan judul "Ronda", Fakultas Ilmu Administrasi (FIA): "Lho..Mati Aku", Fakultas MIPA: "Jare Bola Lha Kok Ireng", Fakultas Kedokteran (FK): "Legenda Patung Liberty", Fakultas Peternakan (Fapet): "Ande-Ande Lumut" dan Fakultas Teknologi Pertanian: "Onde-Onde Luput". "Sedianya sembilan fakultas akan mengikuti kegiatan ini namun mereka mengundurkan diri karena berbagai kendala diantaranya masalah teknis", ucap Ketua Pelaksana, Rifqi Andi Alcaf kepada PRASETYA Online di gedung Student Centre, tempat berlangsungnya acara. Mahasiswa FIA angkatan 2006 ini lebih lanjut mengemukakan, pementasan drama komedi ini terselenggara atas kerjasama panitia Dies Natalies dengan komunitas teater UB, "Kutub". "Kami sengaja mengangkat drama komedi agar terdapat alur cerita didalamnya. Selain itu harapannya juga ada pesan moral yang mampu disampaikan sehingga tidak hanya sekedar melucu", kata Rifqi. Tiga orang juri yang berpengalaman dalam dunia seni teater pun dihadirkan, yaitu Darmanto Rajab (Universitas Kanjuruhan), Andrian Zulkarnaen (anggota komunitas teater independen di Kota Malang, "Pilar") serta Muhammad Hidayatullah (penggiat teater kampus).
Disela-sela acara, salah seorang juri, Muhammad Hidayatullah menyampaikan bahwa mayoritas peserta memiliki kelemahan dalam penguasaan teknis seperti vokal, moving dan blocking. "Sebagian besar naskah peserta sudah bagus, mungkin karena terbiasa menulis. Tetapi pemainnya kurang bisa mementaskan dengan baik di panggung", ujar alumni Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya yang juga aktif membina teater kampus sebuah perguruan tinggi swasta di Malang ini. Selain itu ia juga menyoroti kurangnya kemampuan pemain untuk membuat pementasan yang menarik bagi penonton. "Penonton sebuah pertunjukan seni itu datang untuk menikmati pementasan yang disajikan. Dengan pemampilan yang atraktif harapannya mereka akan terhibur. Yang disini saya melihat mereka semua pendukung yang dikerahkan sehingga lebih cenderung dipolitisir untuk merekayasa kemeriahan acara", tambahnya. Meskipun begitu, ia menganggap hal ini sebagai sesuatu yang bisa dimaklumi dalam sebuah perlombaan pementasan. Hanya saja ia menyinggung kurangnya pemain dalam menarik penontonnya untuk terlibat. "Saya melihat penonton kurang dilibatkan dalam pementasan ini. Jika ingin membuat pementasan komedi yang melibatkan penonton seperti dalam acara lenong, maka seharusnya mereka berada pada ruang estetis, yaitu ruang antara tempat pementasan dan penonton. Dan bukan di panggung seperti saat FK pentas, dimana terlihat ada penonton di panggung bagian belakang", tambahnya.
Dengan empat kriteria penilaian yaitu konsep, penampilan, harmonisasi dan artistik, Fapet akhirnya terpilih menjadi pemenang, mengungguli FIA (juara II) dan FK (juara III). Selain itu, naskah terbaik juga jatuh di tangan FIA. Atas prestasi ini, maka para pemenang berhak atas hadiah berupa tropi dari panitia Dies Natalies UB ke-47.
Improvisasi Membawa Kemenangan
Diwawancarai PRASETYA Online, Dr. Ir. Sri Minarti, MP (manajer) mengungkapkan bahwa pihaknya hanya memiliki waktu empat hari untuk pentas ini. Dengan disutradarai seorang mahasiswa, Ahmad Abid Wahyudi (mahasiswa jurusan Nutrisi ternak angkatan 2005), Fapet melibatkan dosen dan karyawan dalam pementasan ini, sesuai dengan aturan yang ditetapkan panitia. "Kami sebisa mungkin mengikuti aturan yang ditetapkan, seperti waktu pentas tidak lebih dari 40 menit, tidak mengandung unsur pornografi, pemain tidak lebih dari 15 orang serta melibatkan dosen dan karyawan sebagai pemain inti", ujar Minarti. "Dengan pemain berpendidikan minimal S2, mereka sangat susah diatur. Ketika latihan semuanya menjadi sutradara", guraunya meskipun telah melibatkan Abid yang juga penggiat teater Koboi milik Fapet. Meskipun begitu, dirinya merasa terkejut dengan improvisasi para pemain ketika di panggung. "Saya terkejut dengan improvisasi para pemain. Mereka bahkan mampu menjiwai dan memainkan peran lebih dari yang ada pada latihan selama ini", kata dia. Dengan dana sekitar Rp 5 juta yang diantaranya digunakan untuk sewa kostum, Minarti mengaku bangga dengan prestasi yang diraih. Selain itu, Minarti yang juga menjadi Kepala Bidang Seni yang Diperlombakan dalam Dies Natalies UB ke-47, secara khusus berharap agar pemain yang berbakat dalam ajang ini dapat dilatih secara khusus agar dapat melakukan pementasan dalam berbagai event yang terselenggara di kampus. [nok]

Disertasi Gusnawaty HS: Inokulasi Actinomycetes dan VAM terhadap Rebah Semai Kedelai
29 Januari 2010
Kebutuhan kedelai di Indonesia terus meningkat akibat bertambahnya jumlah penduduk, berkembangnya industri pangan (tahu, tempe, susu, pangan olahan lainnya) dan pakan ternak, namun demikian kebutuhan tersebut sampai saat ini belum dapat terpenuhi dari produksi dalam negeri sehingga masih dilakukan impor dalam jumlah cukup besar. Salah satu kendala produksi kedelai antara lain adanya serangan penyakit rebah semai (Sclerotium rolfsii Sacc). yang dapat menyebabkan tanaman kedelai menjadi mati sehingga mengurangi populasi tanaman kedelai yang dipanen.
Kondisi tersebut melatarbelakangi disertasi Gusnawaty HS yang berjudul "Inokulasi Actinomycetes dan VAM (Vesicular Arbuscular Mycorrhiza) terhadap Model Epidemi Penyakit Rebah Semai (Sclerotium rolfsii Sacc)., Pertumbuhan dan Produksi Tiga Varietas Kedelai (Glycine max L.). Ujian terbuka disertasi dilaksanakan di gedung Pasca Sarjana UB, Kamis (28/01). Disertasi ini dipromoptori oleh Prof. Dr. Ika Rochdjatun Sastrahidayat, Prof.Dr.Abdul Latief Abadi, dan Prof.Dr.Syamsudin Djauhari.
Penyakit rebah semai cukup sulit dikendalikan karena memiliki kisaran jumlah inang yang banyak. Selain menyerang kedelai, pennyakit ini juga menyerang berbagai tanaman seperti sayuran, buah, bunga, legum, sereal, tanaman terna dan rumput. Alasan lain yang menyebabkan sulitnya penyakit ini dikendalikan adalah patogenya memiliki kemampuan untuk mempertahankan dirinya dalam tanah selalipun tidak tersedia tanaman inang.
Saat ini pengendalian patogen tanaman dengan menggunakan antagonis menjadi suatu cara pengendalian yang menarik dan banyak mendapat perhatian karena aman bagi lingkungan dan memberikan hasil yang signifikan, salah satunya adalah penggunaan actinomycetes. Hal ini sangat beralasan mengingat kemampuan actinomycetes untuk menghasilkan antibiotik yang lebih besar dari antagonis lainnya. Kombinasinya dengan mikoriza yang dapat meningkatkan daya serap hara memiliki dampak positif yang lebih meningkat.
Dari penelitiannya, Gusnawaty menemukan bahwa kombinasi Actinomycetes dan VAM tidak hanya mampu mengendalikan tingkat serangan S.rolfsii tetapi juga mampu memperlihatkan pertumbuhan dan produksi yang baik. Ia menyimpulkan bahwa kombinasi keduanya mampu menbgendalikan tingkat serangan S.rolfsii pada tiga varietas kedelai (Rata, Kaba, dan Burangrang) yang ditanam pada dua periode berturut-turut. Laju infeksi S.rolfsii semakin menurun dengan menanam kedelai pada dua periode secara berturut-turut. Inokulasi kombinasinya juuga mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi pada tiga varietas kedelai dibanding perlakuann inokulasi VAM dan actinomycetes secara tunggal maupun kontrol yang ditanam pada dua periode berturut-turut. Untuk mengetahui efektivitas peran kombinasi ini, perlu dilakukan penelitian dengan periode tanam lebih dari dua periode berturut-turut.
Gusnawaty adalah dosen tetap di Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo Sulawesi Tenggara. Setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hdapan majelis penguji, dosen berprestasi ini lulus dan berhak menyandang gelar doktor dengan IPK sempurna 4. Ia lulus dengan masa studi 2 tahun 5 bulan sehingga menyandang predikat cumlaude.[fjr]

Peksiminal Pop Brawijaya
28 Januari 2010
Seleksi lomba nyanyi tunggal kategori pop putera/puteri dalam Pekan Seni Mahasiswa Regional (Peksiminal) tingkat Universitas Brawijaya (UB) 2010 digelar hari ini, Kamis (28/1). Acara yang diselenggarakan di Gedung Student Centre ini diikuti 17perwakilan fakultas. Seleksi ini mengundang tiga juri yaitu Chrisna (pengajar Master of Ceremony/juri pada setiap lomba menyanyi pop), Satyawan (staf pengajar Yamaha Musik Surabaya), dan Dr. Candra Fajri Ananda (dosen Fakultas Ekonomi/FE) dimulai dari jam 09.00 WIB. Dari keempat rangkaian lomba nyanyi tunggal sebelumnya yakni dangdut, seriosa, keroncong, dan pop, acara kali ini menyedot peserta dan penonton terbanyak.
Salah seorang juri, Chrisna, kepada para peserta menyampaikan sarannya disela-sela pengumuman pemenang. Menurutnya masih banyak peserta yang salah dalam memegang mikrofon disamping terlihat grogi ketika di panggung. "Peserta masih banyak yang salah memegang mikrofon. kedua, jangan terlalu polos dalam menyanyi, ekspresinya harus dikeluarkan. Kalau grogi, kapasitas oksigen dalam otak kita akan berkurang, maka triknya tarik napas dulu biar lebih tenang", ujarnya.
Setelah menyaksikan penampilan para peserta, akhirnya juri mengumumkan enam pemenangnya. Untuk putera, Juara I: Yeremia A.D. (Fakultas Teknik/FT), juara II: Anton Triono (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/FISIP), juara III: Akhmad Haikal (Fakultas Ekonomi/FE). Sedang puteri, juara I: Aulia Dita Anggraini (Fakultas Ilmu Administrasi/FIA), juara II: Bestari Ananda (Fakultas Hukum/FH), dan juara III: Nidya Rinasa (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/FMIPA).
Di seleksi kali ini ada dua peserta yang terlambat dan baru tampil setelah juri berada di ruangan rapat, salah satu diantaranya adalah Akhmad Haikal yang menjadi juara kedua putra. Kepada PRASETYA Online, Haikal berucap dia terlambat karena semalam masih di Yogyakarta dalam rangka mengikuti Audisi "Indonesian Idol" di Jogya Expo Center (JEC). Dari 2014 peserta, Haikal lolos sampai 30 besar dan saat ini masih menunggu konfirmasi dari pihak panitia untuk lolos ke babak berikutnya di Jakarta. "Mungkin tidak bisa jadi juara pertama disini, pertanda bisa lolos Indonesian Idol," harapnya sembari tertawa. [ai]

Disertasi Abu Talkah: Limbah Jengkok Tembakau Industri Rokok untuk Pupuk Organik
28 Januari 2010
Jumlah lahan kritis yang semakin meningkat memiliki korelasi dengan kebutuhan  pupuk yang semakin besar. Di sisi lain dunia industri juga menghadapi persoalan yang serius yang berhubungan dengan limbah yang sering menjadi alamat sumber pencemaran lingkungan baik tanah, air, maupun udara yang menyebabkan persoalan lingkungan serius. Namun demikian, khusus untuk limbah jengkok tembakau industri rokok memiliki potensi negatif sebagai sumber pencemaran lingkungan dan memiliki potensi untuk dijadikan bahan pupuk organik.
Demikian disampaikan oleh Abu Talkah dalam disertasinya yang berjudul "Kajian Pengolahan Limbah Jengkok Tembakau Industri Rokok sebagai Pupuk Organik", yang dilaksanakan di gedung Pasca Sarjana UB, Rabu (27/01). Disertasi ini dipromotori oleh Prof.Dr.Ir.Soemarno,MS; Dr.Ir.Sudiarso,MS; dan Prof.Dr.Ir.Zaenal Fanani. Sedangkan majelis penguji terdiri dari Prof.Dr.Ir.Husni Thamrin Sebayang,MA; Dr.Ir.H.Bagyo Yanu Wadi,MS; Dr.Ir.H.Chasan Bisri; Prof.Dr.H.Rachman Sasmita,MSc.
Jengkok yang dimaksud adalah sisa-sisa produksi pabrik rokok yang sebagian besar berasal dari daun tembakau dan bunga cengkeh yang dibuang ke tempat pembuangan limbah. Penelitian yang ia lakukan bertujuan untuk mengetahui karakteristik limbah jengkok tembakau industri rokok serta mengetahui kandungan logam arsenic dalam pupuk organik yang berasal dari proses pengomposan dengan beberapa jenis starter. Untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman, pupuk organik limbah jengkok ini di terapkan pada tanaman melon.
Abu Talkah melakukan penelitian di Kelurahan Rejomulyo, Kecamata Kota, Kediri sejak Oktober 2008 sampai Agustus 2009. Setelah melaksanakan penelitian, ia menemukan bahwa pupuk organik yang memakai sistem vermikompos(pemupukan dengan pemanfaatan kinerja cacing tanah dalam menyerap logam arsenik) berbahan utama limbah jengkok industri rokok dapat meningkatkan pertumbuhan panjang, jumlah dan luas daun tanaman Melon (Cucumis melo L.) verietas Red Aroma. Hormon tumbuh tanaman yang terdapat dalam vermikompos pupuk limbah jengkok tidak hanya memacu perakaran pada cangkokan, tetapi juga memacu pertumbuhan akar tanaman di dalam tanah, memacu pertunasan ranting-ranting baru pada batang dan cabang pohon, serta memacu pertumbuhan daun.
Pengaruh positif yang lain dari penambahan bahan organik adalah pengaruhnya pada pertumbuhan tanaman akan mampu menghasilkan senyawa perangsang tumbuh (auksin) dan vitamin.Selain itu, pupuk organik limbah jengkok industri rokok dapat meningkatkan produksi berat, volume dan brix (nilai kadar gula) buah tanaman melon.Berdasarkan hasil tanam melon pada musim tidak penghujan, menunjukkan rata-rata brix buah melon yang dipupuk dengan pupuk organik vermikompos jengkok tembakau industri rokok lebih baik dibandingkan dengan yang tidak dipupuk organik. Dari penelitiannya ini Abu Talkah menyarankan agar limbah jengkok tembakau industri rokok diproduksi untuk pupuk organik dngan cara pengomposan kemudian dilanjutkan dengan sistem vermikompos.
Abu Talkah adalah dosen tetap pada Fakultas Pertanian Universitas Islam Kediri (Uniska). Setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan majelis penguji, ia berhak menyandang gelar doktor ilmu pertanian untuk minat pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan predikat cumlaude dan IPK 3.78. [fjr]

Menutup Perayaan Ultah, Banjir Hadiah di Rumpin
28 Januari 2010
Rumah Pintar Universitas Brawijaya (Rumpin-UB) menutup perayaan ulang tahunnya yang pertama. Penutupan yang secara simbolik dilakukan oleh Enny Yogi Sugito ini disertai penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba. "Rumah pintar didirikan untuk memfasilitasi kegiatan ibu dan anak", ungkap Enny dalam sambutannya. Berkaitan dengan hal tersebut, aneka kegiatan menurutnya telah dilaksanakan seperti pelatihan membatik, menjahit, merangkai bunga kering serta menyulam pita. Selain itu, rumpin juga merupakan tempat bermain dan berkreasi bagi anak. Diantaranya dalam peringatan ulang tahun yang pertama ini dilakukan lomba mewarnai disamping lomba menggambar dan bercerita. Bertempat di rumpin UB, Kamis (28/1) penutupan ini dimeriahkan dengan pentas drama anak jalanan serta penyampaian cerita oleh pemenang lomba menggambar dan bercerita, Maria Harin Danintya dari SD Lab UM. Acara yang berlangsung semarak ini dihadiri pimpinan di lingkungan UB serta orang tua pemenang lomba. Para pimpinan ini kemudian didaulat untuk menyerahkan penghargaan kepada para pemenang yang berupa piagam, tropi serta hadiah hiburan. Mereka yang memenangkan lomba mewarnai untuk tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah Nanduo Ahmad Permata, Nabil Mahdy, Nadira Najmir Rahmani serta Marsya Hayu. Keempatnya berasal dari PAUD Rosalia Malang. Pada tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), pemenangnya adalah Annisa Belucci (TK Restu II), Ike (TK Muslimat NU 14), Yola (TK Muslimat NU 11), Aji (TK Muslimat NU 14), Diva (TK Muslimat NU 11) serta Aswin B (TK Bypass). Sementara untuk lomba menggambar dan bercerita, pemenangnya adalah Maria Harin Danintya (SD Lab UM), Ana Imroatus S (MIA 01 Singosari), Nafisa Nida Nur Izzati (SDN Jodipan I) dan Aigan Mubiena Fanda (SD Brawijaya Smart School). [nok]

Pengukuhan Tiga Guru Besar UB
27 Januari 2010
Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan tiga Guru Besar sekaligus dalam sebuah Rapat Terbuka Senat yang dipimpin oleh Rektor, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Sumardi HS, MS; Prof. Dr. Ir. Kliwon Hidayat, MS dan Prof. Ir. Sukoso, M.Sc, PhD, yang berturut-turut merupakan Guru Besar UB ke-180, 181 dan 182.
Dalam Rapat Terbuka Senat tersebut, Prof. Dr. Ir. Sumardi HS, MS menyampaikan pidato pengukuhan bertajuk "Problematika dan Alternatif Solusi Penyediaan Enerji Untuk Proses Produksi dan Pengolahan Hasil Pertanian". Ia dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Teknik Pengolahan Hasil Pertanian. Dengan pengukuhannya ini, maka Fakultas Teknologi Pertanian saat ini telah memiliki 6 (enam) orang Guru Besar.
Kebanggaan yang sama juga dimiliki Fakultas Pertanian dengan bertambahnya seorang lagi Guru Besar yaitu Prof. Dr. Ir. Kliwon Hidayat, MS. Di hadapan Senat ia menyampaikan pidato bertajuk "Ekologi Manusia Sebagai Landasan Pengembangan Menuju Pertanian Rakyat Berkelanjutan di Indonesia". Dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Ilmu Ekologi Manusia dan Pembangunan Pertanian Berkelanjutan, ia melengkapi jumlah professor yang dimiliki Fakultas Pertanian menjadi 41.
Guru Besar ke-10 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prof. Ir. Sukoso, MSc, PhD juga dikukuhkan dalam kesempatan yang sama. Mengangkat judul "Khamir Laut Sebagai Pengganti Kedelai Dalam Industri Pakan (Suatu Pengembangan Bioteknologi Kelautan)" ia ditetapkan sebagai Guru Besar dalam bidang Bioteknologi Perikanan Kelautan. [nok]
----
Foto: Prof. Dr. Ir. Sumardi HS, MS (kiri); Prof. Dr. Ir. Kliwon Hidayat, MS (tengah) dan Prof. Ir. Sukoso, MSc, PhD

Lomba Keroncong Peksiminal
27 Januari 2010
Rangkaian kegiatan Pekan Seni Mahasiswa Regional (Peksiminal) 2010 memasuki hari ketiga. Rabu (27/1), seleksi tingkat Universitas Brawijaya (UB) ini memperlombakan menyanyi tunggal kategori keroncong putera/puteri. Dipusatkan di Gedung Student Centre, kegiatan ini diikuti 11 peserta dengan diiringi live performance music orkes keroncong "Gita Brawijaya".
Tiga orang juri dihadirkan dalam kesempatan ini yaitu Ari Kuntjahyo (mantan penyiar RRI/pengasuh acara keroncong 1980-2004), Priyadi (guru vokal keroncong) serta Retno Suntari (dosen Fakultas Pertanian/juri keroncong di beberapa lomba).
Diwawancarai disela-sela acara, Kuntjahyo mengungkapkan dewasa ini keroncong kurang diminati generasi muda dikarenakan dua hal. Yang pertama, adanya anggapan menyanyi keroncong itu sulit dan yang kedua, sulit mencari uang lewat keroncong. Hal senada diungkapkan juga oleh salah seorang peserta, Moch Jefri Maulana. "Menyanyi keroncong itu susah, apalagi seperti saya yang baru kali pertama menyanyi keroncong di event ini", ungkapnya.
Hadir dalam seleksi ini, Rektor UB Prof Dr Ir Yogi Sugito mengungkapkan harapannya kepada kontingen UB yang akan dikirim ke tingkat regional. "Setelah menang dua kali dalam Pimnas, harapannya dalam Peksiminal kita bisa menang lagi", katanya.
Bukan hanya menyemangati, dalam kesempatan tersebut Rektor juga menyempatkan menyanyi lagu keroncong berjudul "Pujaanku" setelah sebelumnya Pembantu Rektor III Bidang Akademik menyanyikan keroncong "Tanah Airku".
Tampil sebagai pemenang dalam seleksi ini, untuk kelompok putra: juara pertama Yan Ardi Darutama (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), juara kedua Adi Rangga Y (Fakultas Hukum), dan juara ketiga Moch Jeffri Maulana Z (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Sedang untuk kelompok puteri, juara diraih oleh Victoria Mariantini (Fakultas Ilmu Budaya), juara ketiga Amelia Annisahaq (Fakultas Pertanian), dan juara ketiga Ayunda Kristinawati (Fakultas Teknologi Pertanian).[ai]

Enerji Alternatif Untuk Proses Produksi dan Pengolahan Hasil Pertanian
27 Januari 2010
Analisis enerji perlu dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang pemakaian enerji disamping mengetahui aliran enerji dalam setiap tahapan proses produksi. Dengan mengetahui keduanya maka akan diketahui pula pemborosan enerji pada tahapan tertentu. "Hal ini penting untuk membantu usaha konservasi enerji atau mencari kemungkinan substitusi bahan bakar dengan sumber enerji alternatif yang lain", terang Prof. Dr. Ir. Sumardi HS, MS dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar bidang Teknik Pengolahan Hasil Pertanian, Rabu (27/1) dihadapan Rapat Senat Terbuka Universitas Brawijaya (UB). Untuk komoditas kedelai misalnya, sebagaimana penelitian yang telah dilakukannya di Blitar, Bojonegoro, Pasuruan dan Ponorogo, kebutuhan enerji pada berbagai proses produksi telah ia susun. Proses produksi tersebut terbagi dalam dua tahapan yaitu pra panen (penyiapan lahan, penanaman, pengairan, pemupukan, penyiangan dan pemberantasan hama penyakit) dan pasca panen (pemanenan, pengangkutan, pengeringan, perontokan, dan pembersihan produksi). Dari penelitian tersebut, diketahui bahwa konsumsi enerji terbesar terdapat pada pemupukan dan pengeringan. "Pada proses pengeringan meskipun penggunaan enerjinya besar namun telah ada efisiensi karena enerji yang dipergunakan adalah sinar matahari", kata dia.
Seiring dengan makin terbatasnya ketersediaan enerji fosil, dalam pidatonya yang berjudul "Problematika dan Alternatif Solusi Penyediaan Enerji Untuk Proses Produksi dan Pengolahan Hasil Pertanian", Sumardi menyarankan untuk mulai melakukan diversifikasi penyediaan dan pemanfaatan enerji. Namun untuk menuju hal ini menurutnya masih banyak hal yang perlu dilakukan melalui berbagai pendekatan. Diantaranya dengan mendorong pemanfaatan enerji baru dan terbarukan. "Pertanian merupakan salah satu sektor dari sembilan sektor pembangunan yang mampu mengkonsumsi sekaligus memproduksi enerji sendiri disamping sektor pertambangan dan enerji", ujar Pembantu Dekan II Bidang Administrasi dan Keuangan FTP ini. "Salah satu enerji baru terbarukan yang merupakan produk olahan pertanian adalah bioenerji yang dapat berupa liquid (bioethanol, biodiesel, bio-oii), padatan (bio-briket) ataupun gas (biogas)", tambahnya.
Untuk mampu dimanfaatkan petani yang mayoritas tinggal di pedesaan, menurut Sumardi perlu dilakukan pemetaan potensi disamping penyebaran unit produksi penyedia enerji. "Kawasan Pujon Kabupaten Malang misalnya, disana banyak peternakan sapi sehingga biogas dapat dioptimalkan", kata dia. "Disamping itu biaya juga akan lebih murah karena mendekatkan sumber enerji dengan penggunanya sehingga meminimalisir biaya distribusi", tambahnya.
Pertanian Sebagai Primadona
Pada akhir pidato, ia menyebutkan bahwa penerapan enerji baru dan terbarukan secara berkelanjutan dalam program pengembangan Unit Pengolahan Hasil Pertanian Skala Kecil (UPSK) sangat mungkin dikembangkan dengan dukungan finansial baik berupa pinjaman maupun hibah. "Secara finansial UPSK terbukti telah mampu menghasilkan produk unggulan yang dapat diserap pasar baik dalam maupun luar negeri", ujarnya. Bahkan pada tahun-tahun mendatang ia yakin pertanian akan menjadi primadona pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan karena hampir seluruh kebutuhan manusia dapat dihasilkan dari sektor ini mulai dari sandang, pangan, papan, obat-obatan hingga enerji. [nok]
----
Prof. Dr. Ir. Sumardi HS, MS dilahirkan di Tuban 55 tahun lalu dari pasangan Sumarlan (alm) dan Lestari (alm). Menikah dengan Sulistyowati dikarunia lima orang putera puteri. Sebanyak 135 mahasiswa telah ia bimbing sejak ia mengawali karirnya di UB pada 1980. Anggota Perhimpunan Ahli Teknik Pertanian Indonesia ini sejak 10 tahun terakhir telah menghasilkan 7 jurnal, 6 judul penelitian, 6 makalah yang disajikan dalam seminar/lokakarya serta sebuah buku.

FK Rebut Juara Pertama Gobak Sodor
27 Januari 2010
Pertandingan Gobak Sodor dalam rangka Dies Natalis ke-47 Universitas Brawijaya berlangsung meriah. Kegiatan yang berlangsung di Samantha Krida pada 25-26 Januari 2010, itu diikuti oleh 13 unit kerja dan 3 bye. Hari pertama merupakan babak kualifikasi yang menampilkan pertandingan antara FMIPA versus FTP, Kantor Pusat versus FPIK, Fapet versus FH, FIA versus FE, FT versus FIB, serta FK, FISIP dan FP yang masing-masing bye. Pertandingan sempat diwarnai aksi protes dan walk out (WO) tim FMIPA yang merasa panitia tidak konsisten dalam mengeluarkan peraturan.
Juara pertama berhasil direbut oleh Fakultas Kedokteran, setelah melawan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dengan skor 3 - 0 pada 26 Januari 2010. Sedangkan juara ketiga berhasil diraih oleh Fakultas Perikanan.
Galah Asin atau yang lebih sering dikenal dengan Galasin atau Gobak Sodor adalah permainan yang terdiri dari 2 grup dengan beranggotakan 3-5 orang. Permainan ini menuntut ketangkasan menyentuh badan lawan atau menghindar dari kejaran lawan. Permainan ini dilakukan oleh dua kelompok. Kelompok pertama sebagai pemeran dan kelompok kedua sebagai penjaga. Untuk memenangkan permainan ini, seluruh anggota grup harus melakukan proses melewati garis bolak balik dalam area permainan. [nun]

Gelaran Peksiminal Seriosa UB
26 Januari 2010
Rangkaian acara Seleksi Pekan Seni Mahasiswa Regional Universitas Brawijaya (Peksiminal UB) 2010 memasuki hari kedua dengan pelaksanaan kegiatan lomba menyanyi tunggal seriosa putra/putri. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Student Center UB pada Selasa (26/10) itu diikuti oleh sembilan peserta.  Lomba diawali dengan penampilan Andwitya Puspita H dari Fakultas Pertanian.
Tiga orang juri terlibat dalam ajang tahunan itu. Mereka adalah Drs Stefanus Panirengu MAP, Dosen Fakultas Ilmu Administrasi UB juga mengajar di bina vokalia "Florensia". Juri kedua Dr Endang Titik Setiyowati yang juga berprofesi sebagai karyawan FIA dan juri terakhir, Drs Gabriel Mado pelatih Paduan Suara Mahasiswa (PSM) SMA Katolik St Albertus Malang (SMA Dempo). Panirengu sebagai ketua juri mengungkapkan kekagumannya terhadap mahasiswa UB yang ternyata menyimpan bakat yang besar di bidang seriosa. "Ini suatu awal yang bagus dan ternyata mahasiswa Brawijaya mempunyai potensi yang luar biasa untuk seriosa," ungkapnya kepada PRASETYA Online.
Pada kesempatan itu Panirengu juga berpesan kepada mahasiswa yang mendapatkan juara untuk mempersiapkan diri menerima pembinaan dari universitas. "Anda nanti akan mewakili universitas, lalu mendapatkan pembinaan dari universitas untuk melanjutkan ke tingkat regional atau bahkan nasional", ujarnya.
Seperti yang disampaikan ketua seleksi Peksiminal UB 2010 Dr Agung Pramana WM MSi, pembinaan akan dilakukan oleh UB dibawah koordinasi Prof Dr Ir Woro Busono MS selaku Staf Ahli Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan.
Pada akhir acara diumumkan pemenang kategori putra dan putri. Juara pertama untuk putra dimenangkan oleh Aditya Dwi Novarianto (Fakultas Hukum), juara kedua Benyamin A Wini (Fakultas Ilmu Administrasi) dan juara ketiga Aji Pribadi Ranggamukti (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Sedangkan untuk putri, juara satu dimenangkan oleh Andwitya Puspita H (Fakultas Pertanian), juara dua Helena Yahvita Yeri (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), dan juara ketiga Cristina Theodora (Fakultas Hukum). Hampir keseluruhan pemenang kali ini membawakan lagu wajib Wanita (Ismail Marzuki), dan lagu pilihan Puisi Rumah Bambu (FX Sutopo).[ai]

PPLH UB Tanam Ratusan Tanaman Peningkat Kualitas Air
26 Januari 2010
Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Brawijaya (UB) melakukan upaya pelestarian sumber mata air dengan menanam ratusan pohon akar wangi di sekeliling mata air Sumberbeling, Dusun Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang pada Selasa (26/1). Kegiatan yang didukung oleh Environmental Services Program (ESP) USAID ini melibatkan masyarakat sekitar sumber mata air, para perangkat desa dan PDAM Kabupaten Malang.  Kedatangan tim UB disambut langsung oleh Lurah Dusun Druju Hj Nurul RM dan Kepala Dusun Druju Sutarno.
Akar wangi (Vitiveria zizanioides (L,) Nash. Ex, Small) atau sebagian masyarakat menyebutnya Loro Setu (Jawa), Narawastu (Sunda) dan Akar Babau (Minangkabau), merupakan salah satu tanaman dengan nilai ekonomis tinggi, yang berguna untuk meningkatkan kualitas air dari berbagai bentuk polutan logam seperti misalnya timbal. Penanaman akar wangi dilakukan di mata air Sumberbeling karena lokasi ini merupakan salah satu mata air yang dimanfaatkan oleh PDAM Kabupaten Malang dengan kualitas air yang cukup memprihatinkan. Kondisi ini didukung oleh tingginya aktivitas manusia seperti MCK dan berternak sapi/kambing. Selain itu lokasi ini cukup rawan konflik mengingat banyak masyarakat memanfaatkan langsung sumber air ini untuk kebutuhan rumah tangga mereka. Demikian ungkap Ir Sri Sudaryanti MS kepada PRASETYA Online.
Pada kesempatan itu tim mata air PPLH UB juga berkesempatan memberikan penyuluhan kepada warga Dusun Druju, yang disampaikan oleh dr Sri Andarini MKes (Fakultas Kedokteran), Dr rer Nat Ir Arief Rachmansyah (Fakultas Teknik), Dr Ir Sudarto (Fakultas Pertanian), serta Ir Sri Sudaryanti MS (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan).
Dalam materinya tentang Pencemaran Air dan Akibatnya dr Sri Andarini MKes menuturkan, air bersih belum tentu sehat. Namun, air sehat sudah dipastikan bersih. Air yang sehat adalah air yang bebas dari pencemaran biologi, radiasi, kimiawi dan fisika. Dan untuk mencegah agar sumber mata air bebas dari pencemaran, para warga dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas rumah tangga mandi, cuci dan kakus (MCK) di sekitar mata air. Kalaupun hal ini tidak dapat dilakukan, warga dapat melakukan aktivitas MCK minimal dengan jarak 10 meter dari sumber air.
Keunikan Mata Air Sumberbeling
Sementara itu Dr rer Nat Ir Arief Rachmansyah dari Fakultas Teknik serta Dr Ir Sudarto mengungkapkan, mata air Sumberbeling memiliki karakteristik yang unik dibandingkan mata air lain yang ada di Kabupaten Malang. Mata air ini merupakan mata air Karst (batu kapur/gamping) yang sulit diidentifikasi lokasi hulu dan resapannya. Keuntungan mata air Karst adalah beberapa jenis bakteri tidak ditemukan karena bakteri itu cenderung akan mengendap apabila melewati batu kapur (gamping). Namun demikian kandungan kapur dari mata air Karst sangat tinggi. Selain itu, apabila musim hujan debit air dalam mata air Karst relatif turun dan sebaliknya debit air cukup banyak apabila memasuki musim kemarau.Dari beberapa karakteristik mata air Sumberbeling itu disimpulkan, apabila mata air Druju mati maka kemungkinan besar tidak akan muncul lagi di lokasi yang sama. Karenanya Arief mengharapkan Forum Mata Air Sumberbeling yang terdiri dari masyarakat Dusun Druju bersama-sama berperan aktif dalam menjaga dan mengelola mata air secara mandiri dan bijaksana. Salah satu aktifitas yang dapat dilakukan adalah dengan membuat bak penampungan yang letaknya harus lebih rendah dari posisi mata air.[nun]

Angkat Ekologi Manusia, Kliwon Hidayat Dikukuhkan Sebagai Guru Besar
27 Januari 2010
Dihadapan Rapat Senat Terbuka Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Kliwon Hidayat, MS menyampaikan pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar. Kliwon ditetapkan sebagai Guru Besar dalam Ilmu Ekologi Manusia dan Pembangunan Pertanian Berkelanjutan dengan mengangkat pidato "Ekologi Manusia Sebagai Landasan Pengembangan Menuju Pertanian Rakyat Berkelanjutan di Indonesia". Dalam pidato yang disampaikan Rabu (27/1), ia menerangkan bahwa ekologi manusia berkembang dari keniscayaan adanya interaksi antara manusia dengan alam. Sebagai suatu bidang ilmu, ekologi manusia mengkaji sistem sosial, sistem ekologi dan hubungan antar keduanya serta perubahan sosial dan ekologis yang terjadi sebagai konsekuensi berbagai aktivitas manusia. Dalam dunia pertanian, ilmu ini disampaikan Kliwon dapat dijadikan landasan untuk mewujudkan pertanian rakyat yang berkelanjutan.
Konsep pertanian berkelanjutan menurutnya merupakan alternatif solusi untuk mengatasi model pertanian konvensional yang masih dominan dipraktekkan masyarakat, yang menyebabkan degradasi dan deplesi sumberdaya tanah dan air disamping mencemari lingkungan.
Beberapa praktek seperti pola monokultur dan pemanfaatan pupuk kimia serta pestisida sering dilakukan pertanian rakyat meskipun dikenal berjasa menyediakan kebutuhan pangan dan lainnya untuk masyarakat Indonesia.
Menuju pengembangan Pertanian rakyat berkelanjutan, menurutnya model kawasan dalam sebuah desa, beberapa desa atapun kecamatan merupakan satu pilihan tepat dalam satuan wilayah ekologi manusia.
Pendekatan pemberdayaan cooperative farming kemudian ia manfaatkan untuk melakukan internalisasi kepada petani terkait konsep pertanian berkelanjutan ini. Dengan dua pilihan tersebut, yaitu model kawasan dan cooperative farming maka langkah selanjutnya yang perlu ditempuh terkait pemberdayaan adalah pengembangan kelembagaan petani baik berupa kelompok tani maupun gabungan kelompok tani untuk memperkuat modal sosial dan finansial. "Kelemahan mendasar dalam pengembangan kelembagaan petani selama ini, mereka lebih menekankan pada aspek struktur dan kurang kuat dalam kultur kelembagaan sehingga fungsi yang diharapkan tidak dapat berjalan", ujarnya mengeluhkan fenomena yang ada. Berkaitan dengan hal tersebut ia kemudian memberi solusi dengan menempatkan tenaga pendamping, yang bisa berasal dari PPL setempat, petugas BPTP propinsi ataupun fasilitator LSM.
Hal lain yang juga diperlukan untuk mewujudkan pertanian rakyat yang berkelanjutan menurutnya adalah dukungan kebijakan baik dari pemerintah daerah maupun pusat. Faktor kebijakan yang menurutnya merupakan syarat keharusan tersebut dapat berupa kebijakan penyuluhan dan SDM Pertanian, pengembangan infrastruktur pertanian pertanian berkelanjutan, harga dan pemasaran hasil pertanian serta pengembangan industri dan transformasi struktur tenaga kerja pedesaan.
Pengembangan konsep pertanian rakyat berkelanjutan ini dalam pengamatan Kliwon sejauh ini masih dikembangkan secara sporadis. Beberapa kawasan yang mengadopsi konsep ini diantaranya adalah Lawang, Kepanjen dan Pagelaran di Kabupaten Malang serta Mojokerto, Sragen dan Ngawi. [nok]
----
Prof. Dr. Ir. Kliwon Hidayat, MS dilahirkan di Lumajang 54 tahun silam dari pasangan Kerto (alm) dan Hj. Tira'i Kerto (alm). Menikah dengan Ir. Hj. Nurindah Aminartin, ia dikaruniai tiga orang putera dan puteri. Berbagai keanggotaan profesi ia ikuti diantaranya sejak 2002 hingga sekarang aktif dalam Konsorsium Perguruan Tinggi dan Lembaga Swadaya Masyarakat untuk Pembaharuan Pengelolaan Sumberdaya Air. Kliwon yang telah menjadi dosen di UB sejak tahun 1980 ini, dalam 10 tahun terakhir telah menghasilkan 11 jurnal, 3 buku dan diktat, 13 makalah yang disajikan dalam seminar/lokakarya, serta 19 judul penelitian.

MK Terima Penghargaan "Pelopor Peradilan Paling Transparan"
26 Januari 2010
Jakarta, MKOnline-Mahkamah Konstitusi (MK) menerima penghargaan sebagai "Pelopor Peradilan Paling Transparan" selama 2009 dari Universitas Brawijaya (Unbraw), Malang, Jawa Timur. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Rektor Unbraw, Prof. Dr. Ir. H. Yogi Sugito kepada Ketua MK, Mahfud MD pada Senin (25/1) di gedung MK.
Acara pemberian penghargaan untuk MK itu dihadiri pula oleh Wakil Ketua MK Achmad Sodiki, para hakim konstitusi, sejumlah pejabat struktural MK, serta seluruh dekan fakultas yang ada Unbraw.
"Kami merasa perlu memberikan penghargaan ini karena melihat beberapa hal penting dari kinerja MK, terutama mengenai reformasi birokrasi di MK. Salah satunya masalah transparansi. MK merupakan pelopor mulai dari proses peradilan sampai pengambilan keputusan serta dilakukan melalui sistem teknologi tinggi secara terbuka," kata Yogi Sugito.
Dikatakan Yogi lagi, pemanfaatan teknologi tinggi yang telah dijalankan MK, benar-benar dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, termasuk kalangan pendidikan yang mana Unbraw adalah salah satunya. Di antara manfaat yang dirasakan berkat terobosan MK adalah penyediaan fasilitas video conference (vicon). Melalui fasilitas tersebut, kata yogi, mereka bisa mengikuti sidang jarah jauh, tanpa harus datang langsung ke MK. Bahkan, lanjut Yogi, teknologi canggih yang diterapkan MK, bukan hanya dirasakan pihak kampus, tetapi juga oleh masyarakat selaku pihak yang berperkara.
Sementara itu Ketua MK Moh. Mahfud MD menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Unbraw sebagai salah satu perguruan tinggi dengan reputasi terbaik di Indonesia yang telah memberikan penghargaan tersebut. Namun demikian, menurut Mahfud penghargaan tersebut juga merupakan sebuah tanggung jawab tersendiri bagi MK.
"Terus terang kami merasa agak miris menerima penghargaan itu. Karena kami harus 'tersandera' untuk mempertahankan prestasi yang telah kami capai. Namun di sisi lain, penghargaan itu memacu kami agar sekurang-kurangnya dapat mempertahankan prestasi yang telah diraih," kata Mahfud.
Mengenai langkah MK dalam bidang transparansi peradilan, Mahfud mengungkapkan bahwa hal tersebut dapat memberi manfaat ke dalam dan ke luar. Manfaat ke dalam, pihaknya tidak bisa main-main terhadap putusan MK. Misalnya hakim konstitusi tidak boleh bicara sembunyi-sembunyi dengan pihak yang berperkara, jadi harus disampaikan dalam ruang sidang.
"Sedangkan manfaat ke luar, transparansi peradilan bisa membantu masyarakat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sulit melalui prosedural resmi. Termasuk juga menyelesaikan masalah-masalah yang berhubungan dengan KKN," tandas Mahfud. (Nano Tresna A/MKOnline)
----
Foto: Ketua MK, Moh. Mahfud MD menerima piagam penghargaan "Pelopor Peradilan Paling Transparan" dari Rektor Unbraw, Yogi Sugito, Senin (25/1)

Khamir Laut Sebagai pengganti Kedelai dalam Industri Pakan
26 Januari 2010
Salah satu komponen pendukung yang penting dalam industri perikanan budidaya adalah ketersediaan pakan yang menyerap sekitar 55-60 persen dari keseluruhan biaya kegiatan budidaya perikanan. Dalam pakan, peran protein sangatlah penting. Salah satu komponen penyedia protein yang telah dikenal adalah kedelai (sumber protein nabati) dan tepung ikan (sumber protein hewani). Penggunaan kedelai sebagai bahan pakan berkompetisi dengan kebutuhannya sebagai bahan pangan dalam pembuatan tahu, tempe, dll. Sementara penggunaan tepung ikan akan menguras sumberdaya ikan yang tersedia yang layak digunakan sebagai konsumsi pangan manusia. Berkaitan dengan hal tersebut, diperlukan upaya untuk mencari alternatif sumber protein lainnya yang tidak berkompetisi dengan kebutuhan sebagai bahan pangan. Hal ini menjadi latar belakang Prof. Ir. Sukoso, MSc, PhD dalam menyusun pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK-UB). Dalam rapat Senat Terbuka yang akan diselenggarakan Rabu (27/1) ia menyampaikan pidato pengukuhannya yang bertajuk "Khamir Laut Sebagai Pengganti Kedelai Dalam Industri Pakan (Suatu Pengembangan Bioteknologi Kelautan)".
Khamir Laut
Selama lebih dari sepuluh tahun Prof. Sukoso telah meneliti penggunaan khamir laut sebagai bahan alternatif pengganti atau substitusi kedelai dan tepung ikan dalam pembuatan pakan. Khamir Laut (marine yeast) atau lebih dikenal dengan ragi laut merupakan mikroorganisme yang diisolasi dari laut lalu dikembangkan untuk menghasilkan massa sel. Proses kultur khamir laut, menurut lulusan terbaik Program Master Kagoshima University Jepang ini dapat dimulai dengan mengisolasi mikroorganisme tersebut dari laut untuk kemudian ditumbuhkan dalam media. Media ini dapat berupa air laut yang telah diperkaya nutrisi, yang ditempatkan dalam sebuah galon plastik pada suhu kamar. Dari pengalaman selama ini, menurutnya sebanyak 20 galon plastik dalam satu minggu akan mampu menghasilkan satu kg berat basah massa sel khamir laut. "Pertumbuhan sel yang cepat dalam wadah sederhana dengan teknologi pembiakan sederhana dan dapat dilakukan dalam ruang yang sangat efisien merupakan keunggulan dari pengembangan produk ini", ungkap Sukoso.
Dari hasil analisa yang telah dilakukannya, ternyata mikroorganisme ini juga memiliki kandungan nutrisi yang sangat menjanjikan sebagai bahan alternatif kedelai dan tepung ikan dalam industri pakan ikan dan ternak lainnya. Dengan kandungan protein sekitar 28 pesen, khamir berpotensi sebagai sumber protein, yang berfungsi sebagai zat pembangun karena asam amino yang dikandungnya. "Sejumlah asam amino esensial yang mutlak dibutuhkan makhluk hidup disediakan oleh khamir laut. Terhadap asam amino ini ikan tidak dapat mensintesanya sendiri sehingga harus disediakan oleh pakan", ungkap dia. Beberapa asam amino, tersebut, dirinci Sukoso meliputi methionine, arginine, tryptophan, threonine, histidine, leucine, lysine, phenylalanine dan valine.
Selain protein, khamir laut terbukti juga mengandung asam lemak esensial yang berperan penting sebagai sumber energi. Selain itu, beberapa fungsi lain asam lemak ini adalah mempertinggi penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, menyediakan prekursor untuk hormon steroid, memberi aroma pada ikan, serta menjaga tubuh ikan agar tetap terapung dalam air.
Dengan kekayaan kandungan yang dimilikinya, khamir laut menurut Sukoso dapat dimanfaatkan juga sebagai pakan ternak meskipun membutuhkan penelitian lebih lanjut. Pada beberapa komoditas ternak seperti sapi, terbukti khamir mampu meningkatkan berat badan dan produksi susu. Sementara pada unggas, khamir laut juga mampu meningkatkan produksi telur disamping konsumsi pakan dan efisiensinya.
Manfaat lain yang saat ini tengah dikembangkan adalah sebagai immunostimulan, yaitu sebagai zat imunostimulator yang meningkatkan daya resisten terhadap infeksi penyakit, bukan dengan meningkatkan respon imun didapat (acquired immune respon), tapi dengan meningkatkan respon imun non-spesifik baik melalui mekanisme pertahanan hormonal maupun selular. Dengan kandungan bheta-glucan yang dimiliki maka khamir laut sebagai immunostimulan mampu meningkatkan aktivitas leukosit disamping menjadi mediator imun seperti interleukin dan faktor nekrosis tumor. Dengan teknologi mutakhir, saat ini khamir laut juga telah dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan seperti bioremediasi dalam bidang teknologi lingkungan; obat, vaksin, hormon dan probiotik dalam industri kesehatan; starter untuk menghasilkan bir dan bioethanol dalam industri fermentasi serta penghasil enzim, penyedap rasa, pigmen dan pereduksi kimia dalam industri makanan berbahan kimia.
Skala lab
Dengan skala laboratorium, saat ini Sukoso telah menghasilkan isolasi khamir laut yang diberi nama YUB2009, kepanjangan dari Yeast Universitas Brawijaya 2009. Dalam penelitian ini, Sukoso mengaku mendapatkan mikroorganisme khamir laut di sekitar perairan Pulau Jawa. Dalam pengamatannya selama ini diketahui juga bahwa pemanfaatan pakan dengan substitusi khamir laut mendapat respon bagus, diantaranya pada budidaya ikan kerapu.
Dengan memanfaatkan produk ini sebagai substitusi pakan sekitar 10 persen saja, menurutnya akan menghasilkan keuntungan sekitar Rp. 2.4 T per tahun dengan asumsi harga khamir laut sekitar Rp 2000 dan kedelai Rp. 7500.  Hanya saja, sebagai mikroorganisme mikroskopik, produk ini memerlukan perawatan serius agar tidak terkontaminasi mikroorganisme lain dalam kulturnya. [nok]
----
Prof. Ir. Sukoso, MSc, PhD dilahirkan di Banyuwangi 45 tahun yang lalu dari pasangan Sa'adi (alm) dan Muninggar (alm). Menikah dengan Ir. Isnin Rochayaty dan dikaruniai tiga orang putera puteri. Tahun 1995 ia melanjutkan program Master di Kagoshima University. Dengan predikat lulusan terbaik yang diperolehnya, tiga tahun kemudian ia pun langsung menempuh program Doktor di universitas yang sama. Berbagai penghargaan telah ia terima diantaranya adalah sebagai "Distinguished Friend of Kagoshima" yang ditetapkan oleh Major of the City of Kagoshima, Yoshinori Akasaki disamping Dosen Teladan Fakultas Perikanan pada tahun 2000. Dengan karier akademis di UB sejak tahun 1989, Sukoso telah menghasilkan 23 jurnal, 5 karya ilmiah, 12 makalah yang disajikan dalam seminar/lokakarya serta 12 judul penelitian.

Workshop dan Pelatihan PMW 2010 di FT-UB
25 Januari 2010
Panitia Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Trinil Susilawati, MS dan Dr. Ir. Bambang Dwi Argo, DEA, Senin (25/1) menyampaikan materi dalam kegiatan workshop dan pelatihan PMW yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB). Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 50 mahasiswa ini, mereka membawakan materi bertajuk "Pelaksanaan PMW 2010". Acara ini dibuka oleh Pembantu Dekan I Bidang Akademik, Dr. Ir. Lutfi Djakfar. Materi serupa telah juga disampaikan Sabtu (16/1) silam kepada para Pembantu Dekan I Bidang Akademik, Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan, serta perwakilan Eksekutif Mahasiswa (EM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan UB.
PMW yang dikelola oleh Pusat Kewirausahaan Mahasiswa UB memiliki tujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, ketrampilan dan jiwa wirausaha berbasis IPTEKS kepada mahasiswa agar menjadi pengusaha nasional yang tangguh dan sukses menghadapi persaingan global.
Selain itu, untuk menuju keberlanjutan, program ini juga bertujuan mengembangkan kelembagaan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan program-program kewirausahaan.
Kegiatan PMW 2010 meliputi berbagai pelatihan di bidang kewirausahaan, pemberian motivasi untuk menjadi wirausaha muda, magang, pembuatan business plan, pemberian bantuan modal untuk memulai bisnis serta bimbingan kegiatan bisnis.
Mahasiswa UB yang tertarik mengikuti kegiatan ini dapat mengajukan proposal sesuai format yang dapat diakses di sini. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh langsung di sekretariat Pusat Kewirausahaan Mahasiswa UB di gedung rektorat lantai II atau melalui email ubecs@yahoo.com untuk berkonsultasi. Selama mengikuti kegiatan ini mahasiswa akan didampingi oleh pembimbing usaha yang dapat dipilih sendiri guna membantunya menjalankan bisnis.
Mengingat waktu yang terbatas, panitia menghimbau kepada seluruh mahasiswa yang berminat untuk segera mengirimkan proposal paling lambat Jum'at (29/1) di sekretariat Pusat Kewirausahaan Mahasiswa. [tsw/nok]

Peksiminal UB 2010 Dimulai
25 Januari 2010
Universitas Brawijaya (UB) memulai rangkaian seleksi Peksiminal (Pekan Seni Mahasiswa Regional) 2010 dengan lomba nyanyi tunggal kategori dangdut putra/putri di Gedung Student Centre, Senin (25/1). Rangkaian seleksi ini terdiri atas sembilan kegiatan yaitu, Lomba Nyanyi tunggal (kategori dangdut, keroncong, seriosa, dan pop), baca puisi, monolog, lomba menulis puisi, cerpen, serta tari.  Kegiatan ini diselenggarakan untuk mempersiapkan kontingen UB yang akan dikirim ke seleksi regional Jawa Timur, Maret-April mendatang. Selanjutnya peserta yang lolos seleksi kali ini akan melanjutkan ke tingkat nasional, Juli nanti di Pontianak. "Sembilan kegiatan yang akan diadakan ini merupakan rangkaian persiapan Peksiminal tingkat regional Jawa Timur yang pelaksanaannya antara Maret atau April. Selanjutnya para pemenang masih akan mendapatkan pembinaan untuk persiapan ke tingkat berikutnya," demikian ucap Dr. Agung Pramana W.M., M.Si., ketua pelaksana seleksi Peksiminal UB tahun ini.
Pramana mengungkapkan baru tahun ini UB secara khusus membuat persiapan untuk mengikuti Peksiminal karena sebelumnya peserta yang diberangkatkan ke tingkat regional mendapatkan tugas langsung dari universitas, "Baru kali ini dilakukan seleksi untuk mengikuti Peksiminal, sebelumnya ditunjuk langsung dari universitas," ujarnya. Permasalahan ini diungkap Pramana hanya soal prioritas. Saat ini menurutnya dipertimbangkan perlunya ada keseimbangan antara budaya, akademis dan agama. Menyangkut hal ini, Pramana menyitir kata mutiara Hamka, "Dengan ilmu akan memudahkan hidup, dengan seni hidup jadi indah, dengan agama hidup akan terarah, dengan ketiganya hidup jadi bermakna".
Di penghujung acara, Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Ir. Ainurrasjid, MS, dalam sambutannya menyatakan bahwa UB mengandalkan empat pilar dalam pembinaannya. Pilar pertama, penalaran, dimana nuansa keilmuan disebarkan hingga ke tingkat jurusan lewat jalur akademik. "UB membuktikannya dengan memenangkan PIMNAS XXII tahun 2009", ungkap PR III  Pilar kedua, olahraga yang mengharuskan mahasiswa tidak hanya pintar tapi juga harus sehat dilanjutkan pilar ketiga yaitu seni. "Mahasiswa yang pandai tapi tidak memahami seni tidak memiliki keindahan. Kesenian ini harus berhubungan dengan kritisme mereka sebagai mahasiswa. Hal ini akan tampak dalam pemilihan lagu dalam seni tarik suara, ataupun tema lakon dalam seni teater", ujarnya. Pilar keempat, qalbu yang diimplementasikan dalam pembinaan melalui unit kerohanian karena UB merupakan tempat berkumpulnya berbagai macam agama dan kebudayaan dari Sabang sampai Merauke. Secara khusus Ainurrasyid juga mengharap tahun depan pelaksanaan seleksi ini akan lebih semarak. "Moga tahun depan pelaksanaannya dapat dilangsungkan pas student day, agar partisipasinya jadi lebih baik," ungkapnya.
Di akhir acara, juri yang terdiri dari Riyanto, Moh. Andri dan Indra mengumumkan pemenang lomba seleksi Peksiminal UB untuk kategori lagu dangdut kali ini. Untuk putra, juara satu dimenangkan Anton Triono (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/FISIP), juara kedua adalah Adi Rangga (Fakultas Hukum/FH), dan juara ketiga, Arif Sularso (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan/FPIK). Sedang untuk putri, juara pertama adalah Ardianinda Wisda (FISIP), juara kedua, Belina Ayu Mardiana (Fakultas Ilmu Administrasi/FIA), dan juara ketiga, Siska Nurcahya (FPIK). [ai]

FTP-UB Tata Program Studinya
25 Januari 2010
Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB) menata program studinya. Hal ini diperkuat dengan Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor 163/Dikti/Kep/2007 tentang Penataan dan Kodifikasi Program Studi Pada Perguruan Tinggi. Selain itu juga diperkuat dengan Surat Keputusan Rektor Nomor 419/SK/2009 tentang Penggantian Nama Program Studi Pada Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Kepada PRASETYA Online, Dekan FTP, Prof. Dr. Ir. Harijono, MAppSc yang diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (21/1) menyatakan bahwa penataan ini salah satunya merujuk pada perkembangan dunia pertanian saat ini. Selain itu pihaknya juga bermaksud mengakomodir kompleksitas dunia pertanian dengan membuat dua klaster yaitu pangan dan non pangan.
Keresahan yang sama ternyata juga melingkupi koleganya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Penyelenggara Teknologi Pertanian Indonesia (FKPTPTPI). Menurutnya beberapa perguruan tinggi yang memiliki FTP seperti UGM, IPB, Unpad merasakan bahwa alumni yang terserap di pasar kerja selama ini kurang mendalami keilmuan yang dimiliki karena cakupan yang terlalu luas. Atas keresahan ini, anggota FKPTPTPI kemudian langsung berupaya merumuskan kembali semua bidang keilmuan yang berada di bawah naungan teknologi pertanian. Hasilnya adalah mereka sepakat untuk merubah nama. "Alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) saat ini cenderung memilih bidang studi dengan nama yang keren disamping prospeknya di dunia kerja", ujar Prof. Harijono yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal FKPTPTPI. Ia pun kemudian mencontohkan UGM yang saat ini telah mengganti nama FTP menjadi Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri. Dengan nama baru ini, Dekan FTP UB menjelaskan bahwa cakupan keilmuan TP adalah science, technology dan engineering dengan obyek material fluida dan biomass pada agrokompleks baik on farm maupun off farm. "Mayoritas mahasiswa yang masuk ke jurusan Keteknikan Pertanian misalnya, banyak diantaranya yang mengaku salah masuk karena mereka mengira akan diajari teknik budidaya", tuturnya. Dengan penggantian nama ini, ia mengaku berupaya mengukuhkan identitas FTP dan mencari perbedaan dengan keilmuan Pertanian dan Teknik. Perbedaannya dengan keilmuan Teknik, Harijono menerangkan bahwa FTP lebih menekankan diri pada produk pangan dan agrokompleks.
Ditanya mengenai respon mahasiswa, penggantian nama ini menurut Dekan membuat mereka merasa lebih spesifik disamping memudahkan untuk bergabung dalam jejaring yang telah eksis baik di level nasional maupun internasional.
Hanya saja, terkait dengan perubahan ini tentu akan ada dampak yang harus diperhitungkan sejak awal. Dampak positif yang akan dimunculkan menurut Dekan, disamping obyek kajian yang lebih spesifik dengan ruang khusus untuk pangan, yang tak ketinggalan adalah investasi peralatan yang menjadi lebih terfokus. Selain itu, pihaknya juga merasa bahwa pengguna akan lebih mudah mengerti kajian keilmuan teknologi pertanian. Terkait dengan manajemen perubahan, di tataran internal pihaknya juga tengah melakukan penataan Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur.
Secara khusus Dekan kemudian menyampaikan harapannya bahwa dengan perubahan nama ini masyarakat akan lebih banyak memiliki pilihan terhadap minat studi yang ditawarkan FTP. "Perkembangan dunia teknologi pertanian optimis akan selalu ada, apalagi dengan pertumbuhan ekonomi lima persen. Dengan prospek yang sangat menjanjikan, TP akan selalu memiliki tempat di era pembangunan", ujarnya. Beberapa program studi baru yang akan mulai diaktifkan pada tahun akademik 2010/2011 adalah Ilmu dan Teknologi Pangan dengan minat studi Teknik Pengolahan Pangan dan Bioteknologi Pangan dan Agroindustri. Program studi lainnya adalah Keteknikan Pertanian dengan minat studi Teknik Bioproses serta minat studi bisnis pangan pada Program Studi Teknologi Industri Pertanian. [nok]

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajemen Lapang UB-Press
25 Januari 2010
Hasil seleksi administrasi yang merupakan tahapan pertama rekrutmen Manajemen Lapang UB-Press, Sabtu (23/1) telah dikeluarkan. Sebagaimana diketahui, guna pengembangan organisasinya, UB Press membuka lowongan untuk beberapa posisi yang meliputi kepala penerbitan, divisi editing dan grafis, divisi marketing serta divisi kesekretariatan/web. Mereka nantinya akan bertugas sebagai manajemen lapang yang mengemban amanah untuk menjadikan UB-Press sebagai penerbit elektronik pertama dan terbesar di Indonesia.
Sebanyak 36 peserta dinyatakan lolos seleksi dari sekitar 296 pelamar. Jumlah ini terdiri atas Kepala Penerbitan (6), Divisi Kesekretariatan (10), Divisi Marketing (10), dan Divisi Editing/Desaing Grafis (10). Mereka yang dinyatakan lolos seleksi diwajibkan mengikuti tahapan selanjutnya yaitu interview yang akan diselenggarakan di lantai 4 Gedung Rektorat UB. Untuk posisi Kepala Penerbitan dan Divisi Marketing interview akan dilakukan pada Rabu (27/1) sementara Divisi Editing/Desain Grafis dan Kesekretariatan/Web Hosting, Kamis (28/1). Informasi lebih lanjut dapat diakses di sini. [nok]

UB Beri Penghargaan Untuk Mahkamah Konstitusi
25 Januari 2010
Dalam rangka Dies Natalis Universitas Brawijaya (UB) ke-47, Rektor UB Prof Dr Ir Yogi Sugito, Senin (25/1), memberikan penghargaan kepada Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Penghargaan sebagai Pelopor Peradilan yang Transparan di Indonesia itu berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor: 001/SK/2010 tertanggal 5 Januari 2010. Penghargaan diterima langsung oleh Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr Moh Mahfud MD dan disaksikan oleh para pejabat teras di lingkungan UB dan MK.
UB menilai, MK patut diberi penghargaan karena berbagai hal yang telah dilakukannya seperti proses rekrutmen para hakim yang dilakukan secara transparan dan mewakili unsur-unsur hakim karir, unsur legislatif, serta unsur akademis. MK juga merupakan satu-satunya lembaga peradilan yang keputusannya langsung dipublikasikan secara terbuka dan sebagai satu-satunya lembaga peradilan yang menjalin hubungan dengan pendidikan tinggi dalam bentuk akses konferensi video, penerbitan jurnal dan obrolan konstitusi. Selain itu MK dinilai telah transparan dalam proses penerimaan gugatan dan direspon dengan cepat, serta proses persidangan telah diekspos secara langsung melalui konferensi video.[nun]
----
Foto Kompas (26/1): Mahkamah Konstitusi (MK) menerima penghargaan sebagai lembaga peradilan paling transparan yang diberikan oleh Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, dalam sebuah acara di Gedung MK, Jakarta, Senin (25/1). Piagam penghargaan diserahkan oleh Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito (kiri) kepada Ketua MK Moh. Mahfud MD.

1.087 Mahasiswa Diwisuda
25 Januari 2010
Sebanyak 1.087 mahasiswa program diploma, sarjana, dan pascasarjana Universitas Brawijaya diwisuda, Sabtu (23/01). Acara Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya Wisuda Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Periode III Tahun 2009/2010 yang dilaksanakan di gedung Samantha Krida dan dipimpin oleh Rektor UB, Prof. Yogi Sugito.
Rincian jumlah mahasiswa yang diwisuda adalah sebagai berikut: Fakultas Hukum (Program Sarjana, Magister, dan Doktor) 42 wisudawan, Fakultas Ekonomi (Program Diploma 3, Sarjana, Magister dan Dokter) 252 wisudawan, Fakultas Ilmu Administrasi (Program Diploma 3, Sarjana, Magister dan Dokter) 159 wisudawan, Fakultas Pertanian (Program Diploma 3, Sarjana, Magister dan Dokter) 89 wisudawan, Fakultas Peternakan (Program Sarjana) 18 wisudawan, Fakultas Teknik (Program Sarjana, Magister) 193 wisudawan, Fakultas Kedokteran (Program Diploma 3, Sarjana, Magister dan Dokter) 86 wisudawan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (Program Sarjana dan Magister) 56 wisudawan, Fakultas MIPA (Program Diploma 3, Sarjana, dan Magister) 70 wisudawan, Fakultas Teknologi Pertanian (Program Sarjana dan Magister) 75 wisudawan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Program Sarjana) 20 wisudawan, Fakultas Ilmu Budaya (Program Diploma 3 dan Sarjana) 27 wisudawan.
Berikut adalah nama-nama wisudawan terbaik untuk setiap program dan fakultas dengan kriteria IPK tertinggi dan lama studi tercepat: Anita Triwidyastuti, SH (FH); Tuti Sugiarti, A.Md. (Prodi Akuntansi); Primi Puspita R, SE (Prodi Manajemen); Ika Nofitasari, S.Md (Prodi Pariwisata); Putri Andina,S.AP. (Prodi Ilmu Administrasi Publik); Dian Fitri, A.Md (Prodi Arsitektur Pertamanan); Retno Widyanti,S.P. (Prodi Ilmu Tanah); Evi Nilasari, S.Pt. (Prodi Sosial Ekonomi Peternakan); Muhammad Arif Budiman, ST (Prodi Teknik Elektro); dr. Perdana Aditya (Prodi Pendidikan Dokter); Ratna Dwi Herlina,S.Pi (Prodi Ekonomi Perikanan); Arif Afriansyah, A.Md (Prodi Analis Kimia); Miranti Ardhini, S.Si (Prodi Biologi); Ayu Dwi Nilasari, S.TP. (Prodi Teknologi Industri Pertanian); Karina Indah Putri,S.Sos (Prodi Sosiologi); Surya Wilandhika, A.Md (Prodi Bahasa Inggris); Retno Maharani, S.S. (Prodi Sastra Inggris); gati Windiastika,S.P.,M.P. (Prodi Ilmu Tanaman); Dr.Ir.Tarmizi,M.P. (Prodi Ilmu Pertanian).[fjr]

Dr. Samsul Islam: "Dokter Kurang Berkomunikasi dengan Pasien"
22 Januari 2010
Banyak pasien mengeluhkan kurangnya komunikasi ketika berinteraksi dengan dokter. Minimnya komunikasi antara dokter dengan pasien ini bahkan telah menumbuhkan image dokter yang arogan. Demikian disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB), Dr. dr. Samsul Islam, SpMK, MKes ketika melantik 15 orang dokter spesialis, Jum'at (22/1). Dengan arogansi yang ada pada diri seorang dokter, maka pasien akan dianggap sebagai obyek dan bukan subyek. "Karena aktivitas seorang dokter spesialis yang padat dalam sehari, ia pun mengunjungi pasiennya di rumah sakit pada tengah malam ketika pasien tengah tidur", ujarnya. "Itu saja hanya memeriksa dan langsung pergi tanpa berkomunikasi dengan si pasien", tambahnya. Dengan munculnya fenomena ini ditengah para dokter, Samsul mengaku sangat prihatin. Salah satu penyebab menurutnya adalah tidak adanya mata kuliah komunikasi yang diajarkan ketika di bangku kuliah. Untuk itu, secara khusus Samsul menekankan pentingnya menjalin komunikasi dengan pasien agar mereka merasa di-orang-kan.
Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang, Dr. dr. Basuki Bambang Purnomo, SpU yang turut hadir dalam pelantikan ini. Banyaknya tuntutan yang dilayangkan pasien kepada dokter selama ini menurutnya berangkat dari kurangnya komunikasi. Berkaitan dengan hal tersebut ia juga meminta agar para dokter mulai membangun komunikasi yang baik dengan pasiennya.
Pelantikan
Sebanyak 15 orang dokter spesialis mengikuti pelantikan kali ini. Mereka adalah dr. Nina Handayani, SpM (Ilmu Kesehatan Mata), dr. Puspita Dyah Pamintaningrum Sukamto, SpRad (Radiologi), dr. Farida, SpPK (Patologi Klinik), dr. Ni Made Dewi Dian Sulmawati, SpPD (Ilmu Penyakit Dalam), dr. Rulli Rosandi, SpPD (Ilmu Penyakit Dalam), dr. Suheni Ninik Hariyati, SpOG (Obstetri dan Ginekologi), dr. Morita Dwi Tinaningsih, SpOG (Obstetri dan Ginekologi), dr. Hanantya Henry Setyabudi, SpOG (Obstetri dan Ginekologi), dr. Mohammad Yasin, SpOG (Obstetri dan Ginekologi), dr. Hendriette Irine Mamo, SpOG (Obstetri dan Ginekologi), dr. Ria Pratiwi, SpOG (Obstetri dan Ginekologi) dr. Irene Eka Melyani, SpTHT-KL (Ilmu Penyakit THT-KL), dr. Iriana Maharani, SpTHT-KL (Ilmu Penyakit THT-KL), Dr. Wiro Anton Sumilat, SpTHT-KL (Ilmu Penyakit THT-KL), dan dr. Iin Noor Chozin, SpP (Ilmu Penyakit Paru). [nok]

Disertasi Repowijoyo:
Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Saham Minoritas
25 Januari 2010
Pemegang saham minoritas umumnya berada pada posisi yang lemah, karena pemegang saham minoritas mempunyai  kepentingan yang cukup besar terhadap perseroan terbatas, sehingga pemegang saham mayoritas ini cenderung untuk memonopoli pelaksanaan jalannya perseroan terbatas.  Perlindungan hukum menjadi isu yang penting untuk diangkat pada era global ini. Prinsip keterbukaan menjadi inti pasar modal dan sekaligus merupakan jiwa pasar modal itu sendiri. Disamping itu, peraturan pasar modal yang rumit pengaturannya belum sepenuhnya ditegakkan.
Demikian yang disampaikan Sugeng Repowijoyo dalam disertasi yang dipertahankan dihadapan penguji Senin (18/01) dengan judul “Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Saham Minoritas Dalam Perseroan Terbatas Terbuka Di Pasar Modal” untuk mendapatkan gelar doktor dari Program Doktor Ilmu Hukum dari fakultas Ilmu Hukum Universitas Brawijaya .  Repowijoyo saat ini selain menjadi dosen  juga dekan Fakultas Hukum Universitas Wijaya Putra Surabaya.
Perlindungan hukum bagi pemegang saham minoritas berupa pemberian hak-hak yang dijamin oleh UU Perseroan Terbatas tahun 2007, akan tetapi dalam ketentuan-ketentuan tersebut belum cukup untuk melindungi kepentingan pemegang saham minoritas. Interaksi yang terjadi antara pemegang saham dengan PT, bahwa pemegang saham mayoritas sering menggunakan kekuasaan voting right berdasarkan majority rule dan prinsip one share one vote yang dapat mengalahkan pemegang saham minoritas. Hal ini lah yang melatarbelakangi disertasi yang diujikan dihadapan tim dosen penguji antara lain, Prof. Dr. Moch. Munir, S.H., Dr. Sihabudin, S.H., M.H., Dr. Sukarmi, S.H., M. H., Prof. Dr. I Nyoman Nurjaya, S.H., M.H., Dr. A. Rahmad Budiono, S.H., M.H., Prof. Dr. Made Sudarma, S.E., M.M., Ak., danProf. Dr. Moch. Isnaeni, S.H., M.S.. Sedangkan Promotor dalam ujian disertasi tersebut adalah, Prof. Dr.Moch. Munir,S.H., Dr. Sihabudin, S.H., M.H., dan Dr. Sukarmi, S.H., M.H..
Dari hasil penelitian yang dilakukan Repowijoyo disimpulkan bahwa perlindungan hukum yang diberikan pada pemegang saham minoritas dalam perseroan terbatas terbuka di pasar modal berupa dua bentuk perlindungan hukum yaitu, preventif dan represif. Perlindungan hukum preventif adalah perlindungan untuk mencegah adanya sengketa.  Perlindungan ini telah termaktub di dalam UUPT 2007 dan UU Pasar Modal 1995. UUPT 2007 mengatur hak-hak pemegang saham minoritas yang berupa hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama, hak suara dalam rapat umum pemegang saham,  dan hak appraisal,  akan tetapi dalam ketentuan-ketentuan tersebut belum cukup melindungi kepentingan pemegang saham minoritas karena adanya kekuasaan yang dimiliki oleh pemegang saham mayoritas untuk memonopoli jalannya perusahaan.  Selain itu, ketentuan UUPM 1995 juga mengatur prinsip transparansi atau keterbukaan yang wajar dan efisien, penyampaian informasi secara tepat dan mudah. Dalam ketentuan tersebut pada akhirnya dapat menimbulkan perbuatan curang dalam penjualan saham dan merugikan investor, karena UUPM 1995 dianggap masih sumir atau tidak cukup terperinci. Sedangkan perlindungan hukum represif  bertujuan untuk menyelesaikan sengketa yang terjadi di masyarakat, agar tercapai penyelesaian yang adil. Hal ini diatur dalam pasal 97 ayat (6) UUPT 2007 bahwa gugatan bagi pihak yang dirugikan harus mewakili sekurang-kurangnya 10% saham perseroan yang telah dikeluarkan.  UUPM 1995 pun mengatur perlindungan hukum  represif di dalam pasal 111 yaitu hak untuk melakukan gugatan bagi pihak yang dirugikan dengan tidak dibatasi besarnya jumlah penggugat.
Selain meneliti konsep perlindungan hukum bagi pemegang saham minoritas, Repowijoyo juga memformulakan konsep ke depan untuk perlindungan hukum bagi pemegang  saham minoritas. Konsep ini antara lain mencakup dua hal pertama, menentukan sasaran terhadap pasar modal dengan mempertimbangkan kecenderungan pasar modal global dan gambaran umum perkembangan pasar modal Indonesia serta tantangan yang dihadapi yang terdiri dari memperkuat pengawasan pasar modal, meningkatkan kepastian hukum di pasar modal, meningkatkan peran dan kualitas pelaku pasar modal, memperluas alternative investasi dan pembiayaan di pasar modal, serta mengembangkan pasar modal berbasis syariah. Kedua, berdasarkan fungsi dan wewenang Bapepam yang demikian besar sesuai UUPM 1995 sudah selayaknya Bapepam menjadi lembaga independen non departemen yang bertanggung jawab langsung pasapresiden, agar dapat menjaga independensi.[ai]

Disertasi Suciati: Pengelolaan Sungai dalam Perspektif Otoda
22 Januari 2010
Konsepsi yang jelas mengenai peraturan pemanfaatan sumber daya air di wilayah sungai Indonesia harus diatur untuk tidak mengorbankan ekosistem dan konservasi lingkungan. Pada hakikatnya pengelolaan sumber daya tersebut adalah upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat dengan menyeimbangkan antara konservasi dan pelestarian.
Demikian yang disampaikan oleh Suciati, SH.MH. dalam disertasinya yang berjudul "Kewenangan Pengelolaan Sumber Daya Air di Wilayah Sungai dalam Perspektif Otonomi Daerah" yang digelar di gedung Pasca Sarjana UB, Sabtu (16/01). Bertindak sebagai promotor dalam ujian tersebut adalah Prof.Dr.Muchsin, SH; Prod.Dr.Moch.Munir; Prof.Dr.I.N.Nurjaya,SH.MH. Sedangkan tim dosen penguji adalah Prof.Dr.Made Sadhi Astuti,SH; Prof.Dr.Sudarsono,SH.M.S; Dr.Suhariningsih,SH.,S.U.; Prof.Dr.M.Daud Silalahi,SH.
Secara historiografi, pengaturan sungai di Indonesia dapat dibagi dalam dua tahap yaitu masa pemerintahan Hindia Belanda dan masa kemerdekaan. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, tidak terlihat adanya pekerjaan pengairan yang ditangani pemerintah, karena VOC menitik beratkan usaha mengumpulkan hasil bumi berupa rempah-rempah secara monopolidan menjualnya ke Eropa. Namun untuk kepentingan pemerintah kolonial Hindia Belanda dilakukan beberapa usaha pengairan yang berpusat di Batavia dan untuk mendukung program tanam paksa dibangun jaringan yang luas ke seluruh Jawa.
Sedangkan pada masa Indonesia merdeka, dasar pengelolaan sumber daya air seperti disebutkan pada Pasal 33 ayat 3 UUD 1945.Untuk mewujudkan pengelolaan yang menyeluruh, terpadu dan berwawasan lingkungan, berkelanjutan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat menyangkut tiga bidang yakni bidang konservasi yang ditujukan untuk menjaga kelangsungan keberadaan daya dukung, daya tampung dan fungsi air; bidang pendayagunaan yang ditujukan untuk memanfaatkan sumber daya air secara berkelanjutan dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan melalui penghijauan di sekitar bantaran sungai, koordinasi dengan dinas dan masyarakat secara adil; dan bidang pengendalian daya rusak sumber daya air yang mencakup upaya pencegahan, penanggulangan dan pemulihan terhadap adanya banjir, erosi dan sedimentasi, tanah longsor, banjir lahar dingin, tanah ambles, perubahan sifat dan fisik air, terancamnya jenis tumbuhan, wabah penyakit, intrusi atau perembesan.
Saat ini di Indonesia telah terdapat pembagian pengelolaan wilayah sungai. Pembagian kewenangan pengelolaan SDA di wilayah sungai antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah berdasarkan Satuan Wialayah Sungai (SWS). Dengan adanya pembagian tersebut, maka jelaslah mengenai penetapan kebijakan, penetapan pola pengelolaan, rencana, pelaksanaan mengatur perizinan, membentuk wadah koordinasi, memfasilitasi penyelesaian sengketa antar lembaga, menjaga efektivitas dan efisiensi pengelolaan air di wilayahnya masing-masing.
Pemberdayaan pra pemangku kepentingan (stakeholders) melalui prinsip kemitrasejajaran dengan pendekatan pengelolaan “dari hulu sampai hilir” secara konsisten, terpadu, keadilan, mandiri, dan transparan dan dapat dipertanggungjawabakan. Namun dalam pengendalian dan pengawasan pemerintah ataua pemerintah daerah, masyarakat harus diikutsertakan dalam mengambil keputusan lewat organisasi secara proposional atas dasar prinsip keterwakilan.
Pemerintah maupun pemerintah daerah harus memperketat dalam pengawaswan mutu pelayanan terhadap BUMN maupun BUMD dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga kekhawatiran masyarakat terhadap privatisasi air yang berakibat menyengsarakan masyarakat tidak dibenarkan.
Suciati adalah dosen tetap pada Fakultas Hukum Universitas Kanjuruhan, Malang. Seelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan dosen penguji, ia berhak menyandang gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan.[fjr]

Ultah, Rumpin Gelar Latihan Ketrampilan
21 Januari 2010
Aneka pelatihan ketrampilan digelar di Rumah Pintar Universitas Brawijaya (Rumpin-UB) untuk memperingati hari jadinya yang pertama. Selama tiga hari berturut-turut (19-21/1), lembaga yang diprakarsai Ibu Negara, Hj. Ani Susilo Bambang Yudhoyono ini menggelar pelatihan sulam pita, membatik serta merangkai bunga kering. Kegiatan ini pun berhasil menarik minat kaum wanita baik karyawan/dosen UB maupun warga sekitar kampus.
Pada latihan Sulam Pita, Selasa (19/1) dihadirkan pemateri yang juga Kepala Humas UB, Ninik Chairani, SH. Kepada seluruh peserta ia mengawali dengan memperkenalkan seluruh peralatan menyulam, seperti aneka pita, jarum, kain, serta midangan. Dengan ketelatenan, menurutnya sulam pita ini dapat dijadikan hiasan pada taplak meja, jilbab, tas, baju, serta sarung bantal. Selain di Rumpin, Ninik telah mengisi acara yang sama pada berbagai kelompok pengajian serta dharma wanita. Di rumpin ini misalnya, respon peserta sangat bagus bahkan menginginkan pelatihan yang berkelanjutan. Dengan parisipasi langsung, peserta diberi kesempatan untuk praktek secara berkelompok. Beberapa teknik sulam pita yang diajarkan adalah French Knot Stitch, Ribbon Stitch, Stem Stitch, Lazy Daisy Stitch serta Spider Web Roses Stitch.
Untuk pelatihan membatik, pihak panitia menghadirkan guru SMK 5 Malang, Drs. Widodo sebagai pemateri. Kepada peserta ia memberikan berbagai informasi seperti aneka peralatan yang dipakai, bahan serta proses pewarnaan. Menurutnya batik memiliki banyak ragam pola yang akan membedakan dalam pemakaian peralatan dan bahan terutama pada canting dan lilinnya. Beberapa canting yang ia perkenalkan adalah ceceg untuk membuat titik, klowong untuk membuat garis dasar, tembokan untuk menutup bagian kain yang lebar serta canting bercerat untuk membuat percikan. Seusai memaparkan teori, peserta kemudian diajak praktek langsung. Dimulai dari memanaskan lilin, membuat pola, hingga membatik. "Bagi yang baru pertama kali membatik, hasilnya pasti tidak bagus. Tapi jika telah terbiasa akan menjadi lebih baik", ujar Widodo menyemangati peserta.
Bunga Kering
Dengan menggunakan berbagai bahan alam, pelatihan membuat bunga kering menghadirkan pemilik "Classic Handicraft", Dra. Wara H. W., MPd. Wara yang juga dosen Seni dan Design pada Fakultas Sastra UM ini, Kamis (21/1) mengajarkan peserta, yang semuanya wanita, untuk membuat bunga kering berbahan dasar klobot jagung. Dalam penjelasannya, ibu lima anak ini menyatakan bahwa membuat bunga kering membutuhkan intelektual disamping jiwa seni. Dengan menggunakan bahan dari alam, Wara mengaku tidak susah untuk mendapatkan bahan seperti daun, rumput, biji-bijian serta ranting kering. Aneka bahan tersebut ia buat berbagai bentuk bunga dengan bantuan alat seperi solder dan gunting. Hasilnya kemudian ia tempel sebagai ornamen tutup saji, tempat tisu, toples, vas bunga hingga hiasan dinding.
Diwawancarai PRASETYA Online, Wara mengaku menekuni bisnis kerajinan sejak 1998 ketika Indonesia dilanda krisis. "Waktu itu saya mengajak mahasiswa saya yang tersendat pembayaran kuliahnya untuk mulai membuat kerajinan di sudut garasi rumah", ujarnya. Hasil ketrampilan tangannya ini kemudian dipasarkan pada satu toko buku meski dengan sedikit cemoohan. Setelah berjuang sekian lama akhirnya bisnis itupun kini berkembang dengan omset puluhan juta rupiah. "Pasaran hasil kerajinan tangan ini akan meningkat pada momen-momen tertentu seperti lebaran atau pameran", ujar alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini.
Dengan mempekerjakan 22 orang karyawan, perempuan yang tumbuh dan besar di Jepara, Jawa Tengah itu kini telah memperlebar sayapnya dengan memproduksi mendong dan kayu disamping kerajinan. "Tali mendong dan kayu biasanya menjadi bahan mentah bagi pengrajin yang lain", katanya. Berbagai kota di Indonesia saat ini telah menjadi jangkauan pasarnya seperti Jakarta, Bali, Surabaya, Makasar, Aceh, Bogor dan Malang.
Dalam menjalani bisnis ini, Wara mengaku tidak bermasalah dengan pasar dan modal. Justru tenaga kerjalah yang menjadi kendala seriusnya selama ini. "Saya sulit menemukan tenaga kerja yang memiliki intelektual sekaligus jiwa seni di Malang ini", keluh Wara yang mengaku berdarah seni dari ayahnya yang seorang dalang. Hal ini menurutnya sulit diatasi karena jiwa seni tidak dapat diasah dengan sekolah dan pelatihan.Untuk itu, ia selalu menyarankan kepada para pegawainya agar sering-sering berjalan-jalan sekedar melihat panorama dan keindahan sekitar untuk meng-upgrade nilai estetika. [nok]

Dosen FMIPA UB Ikuti PAR di Australia
21 Januari 2010
Dosen Jurusan Fisika FMIPA UB Dr. Johan Noor telah menyelesaikan kegiatan Program Academic Recharging (PAR) di Department of Medical Physics & Technology (MTP), Sir Charles Gairdner Hospital (SCGH) Perth Australia Barat pada 6 Oktober 2009 sampai dengan 15 Januari 2010. Dalam kesempatan itu Johan melakukan riset bersama dengan tim dari MTP-SCGH di bawah pimpinan Dr. Roger Price dan Ms. Janette Atkinson dengan topik Diagnostic Reference Dose Levels (DRLs) for CT-scanners.
Dari proyek ini telah dihasilkan sebuah naskah untuk publikasi di jurnal international dengan judul Estimation of the k-Value for Head CT using ICRP 103 Tissue Weighting Factors. Sebuah naskah juga tengah dalam persiapan untuk dipublikasikan.
Dalam kesempatan mengikuti PAR, Johan Noor juga telah menjajaki kemungkinan dilakukannya kerjasama antara UB dengan universitas di Australia. Salah satu kerjasama yang telah disepakati yaitu melakukan kolaborasi riset dalam menentukan Diagnostic Reference Level (DRL) di Indonesia yang sesuai dengan anjuran dari International Commission on Radiological Protection (ICRP).[jan/nun]

Foto (kiri ke kanan): Ms. Janette Atkinson, Dr. Johan Noor, Dr. Roger Price, Ms. Alicia Broadhurst.

Jusuf Kalla: Kampus Harus Sebarkan Spirit Entrepreneurial
20 Januari 2010
Kewirausahaan memiliki kedudukan penting dalam upaya peningkatan kesejahteraan nasional. Di setiap skala, aktivitas kewirausahaan tidak saja mampu membantu upaya penyerapan tenaga kerja, tetapi juga meningkatkan daya saing perekonomian antar negara. Oleh karenanya, semangat kewirausahaan harus ditumbuhkan termasuk di dunia pendidikan.
Demikian disampaikan Jusuf Kalla dalam Seminar Nasional Kewirausahaan I yang digelar oleh Program Doktor Ilmu Manajemen UB. Kehadirannya benar-benar mampu memberi semangat kepada para ratusan peserta yang tampak antusias mengikuti ceramahnya di Gedung Widyaloka, Rabu (20/01).
Dalam seminar bertema "Mengembangkan Kewirausahaan Berdaya Saing Interasional Melalui Pemanfaatan Budaya Lokal", mantan Presiden RI yang juga pemilik usaha Kalla Group ini mengungkapkan bahwa kampus tidak bisa lepas dari pendidikan kewirausahaan baik kepada mahasiswa maupun masyarakat. Oleh karena itu dia berharap kepada dunia pendidikan tinggi untuk terus menyebarluaskan ide-ide kewirausahaan. "Kewirausahaan itu kebijakan ekonomi yang efeknya jangka panjang. UB, saya harap maju dengan fikiran-fikiran kewirausahaan ke depan", tuturnya.
Jusuf Kalla yang baru saja didaulat sebagai Ketua Umum Pusat PMI  mengatakan bahwa entrepreneur itu masalah spirit. "Kalau di Indonesia ada sekolah yang siswanya lulus langsung jadi entrepreneur, kaya lah kita ini. Tapi entrepreneur tidak bisa dididik. Jadi yang dibenahi spiritnya", katanya.
Menurutnya, dunia pendidikan secara perlahan-lahan memang harus menyesuaikan kurikulumnya kepada aktivitas kewirausahaan meskipun tidak secara keseluruhan. Hanya saja pola pikir untuk menjadi entrepreneur harus terus ditanamkan."Yang penting, cara berpikir, logic, selalu mengembangkan siswanya berwirausaha", katanya.
Namun demikian, Jusuf Kalla juga turut mengkritisi jumlah lulusan perguruan tinggi untuk terjun menjadi wirausahawan yang dinilainya masih minim. "Padahal nilai tambah itu adanya di inovasi, sedangkan inovasi itu kuncinya ada di teknologi yang ada di dunia pendidikan", tuturnya. "Makanya, jangan habiskan selop sepatu Anda untuk cari kerja", ujarnya.
Entrepreneurial Government
Lebih lanjut Jusuf Kalla memaknai entrepreneur sebagai orang-orang yang mampu memberi nilai tambah dan orang yang bersedia mengambil resiko. Resiko yang dimaksud tentu untuk mencapai kondisi usaha yang lebih baik lagi. Dia mengungkapkan, orang-orang yang berani mengambil resiko ini biasanya hanya orang-orang yang percaya diri.
Hal ini memiliki korelasi dengan manajemen organisasi, termasuk pemerintahan negara. Untuk menyejahterakan masyarakat, menurutnya para pemimpin negara harus memiliki jiwa kewirausahaan.
Ia berpendapat Indonesia memiliki peluang besar menjadi negara yang lebih sejahtera jika pemerintah dan masyarakatnya berusaha keras memajukan sektor riil. "Banyak orang bilang pasar, pasar, pasar. Maksudnya pasar uang, pasar modal. Saya bilang tidak! Kita harus lebih memperhatikan Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, Pasar Kliwon," ujarnya disambut tawa hadirin.
Pemerintahan yang memiliki jiwa kewirausahaan juga dituntut untuk lebih fleksibel dalam menerapkan aturan. Ia lebih mementingkan tujuan daripada prosedur atau aturan-aturan yang birokratis. "Pemerintah menetapkan tujuan, baru kemudian kita cari prosedur, bukan sebaliknya", ujarnya.
Ia mencontohkan, ketika kebijakan pengalihan bahan bakar minyak ke LPG mendapatkan tantangan yang keras dari berbagai pihak. Aturan-aturan saat itu memang belum sepenuhnya mendukung kebijakan tersebut. Infrastruktur yang dimiliki juga belum dimiliki oleh pemerintah."Tapi ada demo seribu kali saya tetap jalan terus. Indonesia harus dipaksa atau memaksa diri. Buktinya sekarang negara bisa menghemat 40 triliun per tahun", ungkapnya. "Pemimpin memang mesti begitu, lebih cepat, lebih baik, lebih murah", ujarnya.
Ia mengatakan untuk membangun Indonesia yang lebih sejahtera dengan kewirausahaan, pemerintah perlu menerapkan beberapa strategi yaitu dengan membangun infrastruktur yang lebih baik, diikuti dengan mempermudah aturan usaha, kemudian memberikan rasa aman. "Selanjutnya serahkan semuanya kepada pengusaha".[fjr]

Lestarikan Budaya, Gelar Lomba Permainan Tradisional
20 Januari 2010
Indonesia kaya akan jenis permainan tradisional. Sebut saja lompat tali, benteng, teklek, petak umpet, dampu, dan masih banyak lagi. Beragam permainan itu belakangan jarang dimainkan oleh anak-anak Indonesia. Apalagi di kota-kota besar. Dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Brawijaya (UB) ke-47 dan untuk melestarikan budaya Indonesia, Panitia Dies UB menyelenggarakan berbagai lomba permainan tradisional. Mulai dari Galah Asin, teklek beregu, balap karung, hingga tarik tambang.
Galah Asin
Galah Asin atau yang lebih sering dikenal dengan Galasin atau Gobak Sodor adalah permainan yang terdiri dari 2 grup dengan beranggotakan 3-5 orang. Permainan ini menuntut ketangkasan menyentuh badan lawan atau menghindar dari kejaran lawan. Permainan ini dilakukan oleh dua kelompok. Kelompok pertama sebagai pemeran dan kelompok kedua sebagai penjaga. Untuk memenangkan permainan ini, seluruh anggota grup harus melakukan proses melewati garis bolak balik dalam area permainan.
Lomba ini akan diselenggarakan di Gedung Sasana Samantha Krida pada 25 - 27 Januari 2010. Babak penyisihan diikuti oleh 13 unit kerja dan 3 bye. FMIPA versus FTP, Kantor Pusat versus FPIK, Fapet versus FH, FIA versus FE, FT versus FIB, serta FK, FISIP dan FP yang masing-masing bye. Semifinal diselenggarakan pada 26 Januari 2010.
Teklek Beregu
Teklek beregu merupakan permainan rakyat yang membutuhkan kekompakan. Permainan ini menggunakan teklek (beberapa daerah menyebutnya kelompen atau bakiak) yang terbuat dari kayu. Teklek beregu biasanya dimainkan oleh dua atau tiga orang. Mereka yang memenangkan permainan ini adalah mereka yang masuk garis finish terlebih dahulu. Lomba ini diselenggarakan pada 1 - 3 Februari 2010 di Lapangan Rektorat UB.
Balap Karung
Permainan ini masih sering dijumpai kala perayaan Hari Kemerdekaan RI. Setiap peserta harus memasukan tubuhnya dari kaki hingga pinggang, ke dalam sebuah karung yang terbuat dari karung goni. Pemain balap karung kemudian melompat atau menyeret tubuhnya hingga masuk garis finish. Lomba ini diselenggarakan pada 1 - 3 Februari 2010 di Lapangan Rektorat UB.
Tarik Tambang
Permainan ini juga salah satu dari sekian banyak permainan tradisional Indonesia. Seperti balap karung, permainan ini juga sering dijumpai kala perayaan Hari Kemerdekaan RI. Permainan ini membutuhkan fisik yang kuat, strategi serta kekompakan dalam menarik seutas tali. Dibutuhkan dua regu yang terdiri dari 5 atau lebih anggota. Dua regu bertanding dari dua sisi berlawanan dan semua peserta memegang erat sebuah tali tambang. Regu yang menang adalah regu yang berhasil menarik regu lainnya hingga melewati garis tengah pembatas. Lomba ini diselenggarakan pada 8 - 10 Februari 2010 di Lapangan Rektorat UB.[nun]

Prof. Mudrajad Kuncoro: "Menulis Itu Gampang-Gampang Susah"
19 Januari 2010
Lembaga Publikasi dan Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (LPP FE-UB), Selasa (19/1) menggelar Lokakarya Penulisan Buku. Kegiatan bertema "Menulis Itu Mudah" ini diikuti oleh dosen FE-UB untuk memotivasi dan menggiatkan budaya menulis dan publikasi dalam bentuk buku/bahan ajar.
Minimnya publikasi FE-UB terutama dalam bentuk tulisan baik jurnal akademis maupun buku teks melatarbelakangi kegiatan ini. Penyebabnya diduga karena belum terjalinnya hubungan antara dosen dengan penerbit buku. Sementara dilain pihak, jumlah dosen yang mampu menulis buku teks cukup banyak namun terkendala dengan lika-liku penerbitan sehingga draft buku teks belum bisa diterbitkan. Berkaitan dengan fakta ini, Dua pemateri yang telah lama bergelut dalam dunia tulis-menulis yaitu Prof. Mudrajad Kuncoro, PhD dan Ahmad Erani Yustika, PhD dihadirkan untuk membagikan pengalaman dan ilmu kepada peserta.
Dalam paparannya, Ahmad Erani Yustika, PhD mengungkap bahwa FE-UB memiliki kebijakan untuk mendorong para dosen menerbitkan karya tulis maupun buku. Di tahun 2010 ini, telah ditargetkan setidaknya 20 judul buku ditulis oleh dosen. "Untuk itu LPP FE-UB akan mengadakan berbagai kegiatan yang menjembatani para penulis produktif dengan penerbit. Hal ini demi mewujudkan FE-UB sebagai institusi terkemuka dibidang ekonomi dan bisnis dalam lingkup Indonesia bahkan internasional", ujar Erani dalam materinya "Perspektif Kebijakan FE-UB". Untuk lebih meningkatkan produktifitas, FE-UB menurutnya akan memberikan insentif bagi para dosen yang aktif melahirkan karya tulis.
Kiat-kiat Menulis
"Talenta tidak akan pernah menghasilkan satu buku pun kalau tidak diasah atau dilatih", ungkap Guru Besar Termuda FE-UGM, Prof Mudrajad. Beliau yang juga menjabat sebagai Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi FE-UGM, secara gamblang menjelaskan kiat-kiat menulis khususnya bagi pemula.
Pengalamannya selama berkecimpung dalam dunia tulis-menulis pun tak segan-segan ia bagikan. Dunia yang telah dirambahnya sejak mahasiswa semester empat ini menurutnya ia awali dengan menulis artikel pada beberapa surat kabar. Sampai saat ini tercatat telah 21 buku serta ratusan artikel ilmiah di berbagai media massa dan jurnal telah ia hasilkan. Dari kegiatan menulis ini ia mengaku mendapatkan banyak manfaat. Diantara manfaat tersebut adalah kepopuleran serta royalti.
Lebih lanjut ia kemudian memberikan contoh tentang kisah J.K. Rawling, seorang ibu rumah tangga sekaligus penulis "Harry Potter". Wanita ini menurutnya memperoleh penghasilan hingga 29.7 Milyar Dollar dari tiap judul karyanya. Sementara sampai saat ini ia telah menghasilkan tujuh judul dan semuanya meledak di pasaran.
Di Indonesia, Prof Mudrajad memberikan contoh beberapa penulis lokal seperti Hadiiswa "Membuat Foto Indah Dengan Kamera", Raditya Dika "Kambing Jantan" dan Habiburrahman El-Shirazy "Ayat-Ayat Cinta". Mereka pada akhirnya kaya dan menjadi seorang jutawan dengan hasil karya tulisnya.
"Seseorang yang kerap facebook, chatting, atau menulis surat cinta sebenarnya ia memiliki kemampuan menulis. Hanya saja kurang sedikit diasah dan dilatih hingga dapat melahirkan sebuah karya tulis. Bagi pemula, yang terpenting adalah memunculkan keberanian untuk menulis. Baru kemudian pendalaman teknik dan teori menulis agar tulisan semakin lebih baik dan berkualitas”, ujar Prof. Mudrajad memberikan motivasi.
Untuk memulai sebuah tulisan menurutnya seseorang terlebih dahulu harus menetapkan peta pikiran (mind map) disamping mengetahui cara mencatat yang kreatif, efektif, dan harfiah guna memetakan pikiran utama dalam proses pemikiran. [ris/nok]

Sosialisasi UB Press di Jajaran Pimpinan
19 Januari 2010
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, Pembantu Rektor bidang Akademik Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, Pembantu Rektor bidang Keuangan Warkum Sumitro SH MH, dan Ketua Universitas Brawijaya Press (UB Press) Dr Jazim Hamidi SH MH, Selasa (19/1),  melakukan sosialisasi UB Press dihadapan jajaran pimpinan di tingkat Fakultas/Program Studi/Lembaga dan Biro Universitas Brawijaya. Kegiatan yang dibuka oleh Rektor itu merupakan bagian program kerja Penguatan Capacity Building sebagai program jangka pendek UB Press.
Pendirian UB Press dilandasi oleh pemikiran bahwa lembaga penerbitan untuk sebuah universitas adalah mutlak. Demikian ungkap Rektor Yogi Sugito dalam paparannya tentang UB Press. Keberadaan lembaga penerbitan menurut Rektor merupakan sarana diseminasi kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Potensi tersebut selama ini masih tersebar di setiap Fakultas/Program Studi dan Lembaga. Selain itu adanya kecenderungan digitalisasi yang telah merambah di berbagai bidang juga melatarbelakangi pendirian UB Press.
Lebih lanjut disampaikan, kegiatan UB Press terfokus pada penerbitan e-book dan buku konvensional. Lembaga ini didukung oleh 2.500 penulis potensial yang tak lain adalah dosen serta peneliti UB dan 30.500 pembaca yaitu mahasiswa UB. UB Press juga didukung oleh sumber daya manusia yang mengedepankan profesionalisme. Visi UB Press yaitu berhasil mewujudkan menjadi penerbit elektronik pertama dan terbesar di Indonesia pada 2012. Pada tahun 2020 UB Press diharapkan ikut mengantarkan UB menuju perguruan tinggi unggul yang berstandar internasional dalam rangka memperkaya khazanah intelektual sivitas akademika UB yang beradab, maju dan ilmiah melalui berbagai produk/karya ilmiah yang berkualitas dan bertanggungjawab.
Sementara itu Pembantu Rektor Warkum Sumitro dalam paparannya tentang produk dan layanan menjelaskan, ada dua sistem imbalan yang diberikan penerbit UB Press kepada pengarang. Pertama, sistem royalti, yaitu pengarang memperoleh sekian persen dari nilai harga jual di pasaran. Kedua, sistem dibeli, yaitu naskah dibeli dengan harga tertentu dan otomatis hak cipta ada pada penerbit. Untuk sistem royalti, sementara hak cipta masih dimiliki oleh pengarang, terdapat dua cara pembayaran, yaitu (1) royalti dibayar di muka dan (2) royalti dibayar enam bulan sekali menurut data buku terjual. Untuk royalti dibayar di muka, ada dua cara yang ditempuh, yaitu: (a) 25 persen dari total royalti cetakan pertama diambil, dan (b) seluruh royalti cetakan pertama diambil dengan persentasi turun. Keterangan lebih detil mengenai imbalan dapat diunduh langsung di situs UB Press di alamat http://ubpress.brawijaya.ac.id/pedoman_pemberian_imbalan.html.[nun]

Balon Rejeki UB Nyangkut di Kebun Runtut
19 Januari 2010
Ingatkah Anda dengan pelepasan balon berhadiah di acara Jalan Sehat Dies Natalis UB ke-47? Balon-balon tersebut dilepas dengan disertai kertas berhadiah senilai satu juta rupiah. Senin (18/1) kemarin, warga desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Runtut Bakatnoto, menukarkan kertas kemenangannya. Dari penuturannya kepada PRASETYA Online, Runtut menceritakan awal dia menemukan hadiah tersebut untuk pertama kalinya. Selembar kertas tersebut menurutnya ia temukan bersama sekumpulan balon yang tersangkut pada salah satu pohon cemara di kebunnya sekitar jam 11.00 WIB pada Kamis (14/1). Runtut yang merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Merdeka Malang ini mengaku langsung percaya karena banner UB masih terpasang dan di kertas berhadiah tersebut ada stempel asli UB. Setelah itu ia pun langsung mengambil kertas dan membagi-bagikan sekumpulan balon tersebut kepada keponakannya.
"Saya langsung telpon temen saya yang kuliah di Pertanian sini, katanya memang benar hari minggu itu ada acara jalan sehat sama bagi-bagi hadiah," ujar Runtut menceritakan upayanya mengkonfirmasi hadiah nomplok tersebut.
Ketika ditanya mau diapakan uang satu juta tersebut, Runtut berkata "Saya belum tahu mau diapakan, paling saya tabung dulu". Pria yang kesehariannya beraktivitas sebagai petani kubis dan kentang ini mengaku menyimpan keinginan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia pun berencana menggunakan uang ini untuk daftar PNS. "Mungkin akan saya pakai untuk mendaftar PNS nanti", tegasnya. [ai/nok]

Pelantikan Pejabat Eselon di UB
19 Januari 2010
Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Selasa (19/1) melantik sejumlah pejabat eselon. Pelantikan ini dipertegas dengan Surat Keputusan Rektor Nomor 007, 008 dan 009/SK/2008 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pejabat Struktural Karier Eselon IIa, IIIa dan IVa Universitas Brawijaya. Mereka yang diberhentikan dari jabatannya adalah Goerid Hardjito, SE, MM; Imam Safi'i, SE, MM; Dra. Wienaryati, MM; Drs. Lukisan Edy Kuncoro; Djohar Budiman, SE; Lulut Endi Sutrisno, SE, M.AB; Sri Aminin, SIP, MAP; Sri Purworini, SE; Drs. Efraim Luturmas; Nanik Pudji Rahayu, SE dan Drs. Imam Wahyuanto.
Sementara itu, pegawai yang diangkat adalah sebagai berikut: Pejabat Struktural Karier Eselon IIa: Imam Safi'i, MM sebagai Kepala Biro Administrasi Keuangan; Pejabat Struktural Karier Eselon IIIa: Drs. Lukisan Edy Kuncoro sebagai Kepala Bagian Kepegawaian pada BAU dan Djohar Budiman, SE sebagai Kepala Tata Usaha pada Fakultas Ekonomi.
Lebih lanjut, sebanyak sepuluh pegawai diangkat untuk menduduki Jabatan Struktural Karier Eselon IVa. Mereka adalah Moch. Imamul, SE sebagai Kasubbag Umum dan Perlengkapan pada Fakultas Ekonomi; Lulut Endi Sutrisno, SE, MAB sebagai Kasubbag Monitoring dan Evaluasi pada Bagian Anggaran dan Perbendaharaan BAK; Sutikno, S.Sos sebagai Kasubbag Akuntansi dan Manajemen pada Bagian Akuntansi BAK; Sri Purworini, SE sebagai Kasubbag Keuangan dan Kepegawaian pada FMIPA; Sri Aminin, SIP, MAP sebagai Kasubbag Akademik pada FMIPA; Nanik Pudji Rahayu, SE sebagai Kasubbag Keuangan dan Kepegawaian pada FISIP; Drs. Imam Wahyuanto sebagai Kasubbag Kemahasiswaan dan Alumni pada FISIP; Drs. Efraim Luturmas sebagai Kasubbag Akademik pada FISIP; Prihnadi, SAB sebagai Kasubbag Kemahasiswaan dan Alumni pada FIA serta Dra. Laila Badria Rosa sebagai Kasubbag Umum dan Perlengkapan pada Program Vokasi.
Dalam sambutannya Rektor menyampaikan bahwa dalam rangka menghadapi perubahan besar menuju perguruan tinggi otonom dan bertaraf internasional, UB memerlukan komitmen kuat dari semua pihak terutama unsur pimpinan. Perubahan ini menurutnya membutuhkan kerja keras yang mengacu pada tiga pilar program Depdiknas yang meliputi pemerataan dan perluasan akses; peningkatan mutu, relevansi dan daya saing serta penguatan tata kelola, akuntabilitas dan citra publik. Hal ini menurut Prof. Yogi Sugito penting untuk mencapai target Dikti yang harus direalisasikan perguruan tinggi yaitu menjadi world class university dengan beberapa jurusan yang berstandar internasional, memperoleh Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, inventarisasi dan pengelolaan asset Barang Milik Negara (BMN), jumlah dosen yang berkualifikasi S2 dan S3 > 85 persen, S3 > 50 persen serta Guru Besar > 20 persen dan pengembangan soft skill bagi mahasiswa untuk menunjang entrepreneurship education sesuai dengan arah pengembangan UB. [nok]

UB Buka PSB 2010
19 Januari 2010
Universitas Brawijaya (UB) kembali membuka Penjaringan Siswa Berprestasi (PSB) 2010. Seleksi tanpa ujian tulis ini dimaksudkan untuk menjaring calon mahasiswa yang mempunyai prestasi tinggi baik akademik maupun non akademik. Beberapa persyaratan bagi mereka yang meminati program ini diantaranya adalah mempunyai prestasi akademik dan atau non akademik tinggi yang ditunjukkan dengan bukti seperti rapor dan piagam penghargaan untuk prestasi olahraga dan seni di tingkat propinsi, nasional dan internasional. Mereka yang mengikuti seleksi prestasi non akademik untuk selanjutnya diwajibkan mengikuti tes bakat dan kemampuan di UB. Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat diperoleh di sini. [nok]

Kunjungan SMA 2 Probolinggo
19 Januari 2010
Serombongan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Probolinggo, Selasa (19/1) berkunjung ke Universitas Brawijaya (UB). Mereka adalah siswa kelas III yang beberapa saat lagi akan melanjutkan ke pendidikan tinggi. Kunjungannya kali ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Syafiudin dan diikuti beberapa orang guru Bimbingan Karier (BK). Kepada Tim Promosi UB, Syafiudin menyampaikan tujuannya bertamu ke UB kali ini adalah untuk berkenalan dan mendapatkan informasi langsung dari tangan pertama. "Kunjungan ini merupakan kali pertama yang kami lakukan dan merupakan kebanggaan kami dapat diterima dengan baik", Syafiudin menuturkan. Banyak alumni SMA 2 Probolinggo menurutnya telah diterima di berbagai fakultas di UB. "Setelah mengenal lebih baik melalui kunjungan ini, harapannya akan lebih banyak siswa kami yang diterima di UB", tambahnya. Dengan kondisi sosial yang mayoritas masyarakat pesisir, dikatakannya tidak banyak siswa yang berminat melanjutkan jenjang pendidikan tinggi. Banyak juga diantara mereka yang memilih untuk langsung bekerja ataupun menikah.
Salah seorang siswa, Tiara Adinda Sari, ketika diwawancarai PRASETYA Online mengaku tertarik untuk melanjutkan kuliah di UB. Siswa kelas III IPS ini mengatakan ingin mengambil Hubungan Internasional dan Sastra Inggris. "Saya memilih UB karena reputasi dan kualitasnya telah dikenal baik", ujarnya. Selain itu, pilihannya ini juga didasarkan pada letak geografis UB yang dekat dengan Kota Probolinggo. Berbeda dengan Tiara, Marchesa Asri Ramadanti yang juga siswa III IPS mengaku ingin melanjutkan studi ke Surabaya dengan mengambil Desain Produk. Salah satu alasan yang mendasari pilihannya ini adalah banyaknya keluarga yang ada di Surabaya.
Campus Edutectour
Kunjungan siswa SMA ini merupakan salah satu program dari gerakan "Ayo Sekolah ke Malang" yang diprakarsai oleh Forum Komunikasi Humas Perguruan Tinggi (Forkom Humas Perti). Disampaikan Ketua Pelaksana Teknis gerakan ini, Wahyu Eko Setiawan, SP, kunjungan yang diistilahkan dengan "Campus Edutectour" ini membantu para siswa untuk mengenal berbagai perguruan tinggi yang ada di Malang. Beberapa sekolah yang telah melakukan kunjungan yang sama adalah SMA 2 Lamongan, SMA Muhammadiyah 1 Pasuruan serta SMA 1 Sampang. [nok]

PII Malang Gelar Musyawarah Cabang
18 Januari 2010
Pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Malang menggelar Musywarah Cabang di Gedung Capita Selecta Fakultas Teknik UB, Minggu (17/01). Acara ini menandai berakhirnya masa kepengurusan PII Cabang Malang periode 2004-2010.
Secara umum forum menilai kepengurusan PII di bawah kepemimpinan Prof.Ir.Sudjito Soeparman, Ph.D. berjalan sukses. Seluruh anggota forum sepakat menerima laporan pertanggunggjawaban yang disampaikan oleh Prof.Ir.Sudjito Soeparman tersebut. "Program-program PII pada kepengurusan beliau berjalan cukup baik. Misalnya saja program sertifikasi anggota, programnya bagus dan berjalan lancar", tutur Dr.Ir.Muhammad Bisri, MS, Ketua Pelaksana Musyawarah. Di sisi lain, pada kepengurusan ini  fungsi perkaderan berjalan dengan baik. "Kita lihat bagaimana FAM PII (Forum Anggota PII) bisa aktif dan turut membantu kegiatan-kegiatan PII," ujarnya.
Ketua Baru
Forum musyawarah kemarin juga menandai dipilihnya ketua umum baru PII Cabang Malang. Secara aklamasi forum memilih Prof.Dr.Ir.Harnen Sulistyo, MSc sebagai Ketua Umum PII Cabang Malang untuk periode 2010-2013. Dekan FT UB ini sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua di organisasi ini. Untuk jabatan Wakil Ketua terpilih Dr.Ir.Muhammad Bisri, MS.[fjr]

Reuni Ratusan Alumni Pelatihan Kewirausahaan FIA UB
16 Januari 2010
Ratusan alumni Pelatihan Kewirausahaan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB), Sabtu (16/1), menyelenggarakan alumni di salah satu hotel terkemuka di Jakarta. Kegiatan yang dibuka oleh Dekan FIA UB Prof Dr Sumartono itu menghadirkan pembicara yaitu Jaya Suprana, Prof Dr Sukmawati Sukamulia dan Direktur Indopurel yang juga mantan Dosen FIA UB Drs Djanalis Djanaid. Peserta reuni berasal dari perusahaan asing seperti diantaranya Acro British Petroleum, Axxon Mobile, Total, dan Star Energi, institusi dalam negeri seperti Pertamina, Bank Indonesia, dan PT Arun LNG, serta perusahaan swasta seperti Kalbe Farma dan Airtra.
Dekan FIA UB dalam sambutannya mengatakan, fakultas di lingkungan UB sudah lama memberikan pelatihan masyarakat. FIA sendiri telah memulainya sejak sepuluh tahun yang lalu, bekerjasama dengan Indopurel. Perhatian terhadap kewirausahaan, berlanjut dengan dicanangkannya UB sebagai Entrepreneur University (EU) oleh Wakil Presiden periode 2005-2009 Yusuf Kalla.
Pencanangan EU pada bidang pendidikan, tambah Sumartono, diwujudkan dengan memberikan kuliah kewirausahaan di semua fakultas. "Sehingga, salah satu ciri lulusan UB adalah mampu menjadi pengusaha yang profesional," ujarnya. Sumartono menambahkan, penelitian yang dilakukan di UB juga telah diarahkan pada pengembangan dunia usaha. Begitupula dengan pengabdian masyarakat yang dikemas dalam bentuk konsultasi maupun pelatihan.
Pada kesempatan itu Sumartono juga menginformasikan rencana FIA UB membuka Program Pascasarjana di Jakarta.
Sementara itu, Jaya Suprana yang hadir sebagai pemateri menyampaikan salut kepada FIA UB dan Indopurel, yang mampu memperhatikan para pegawai yang telah pensiun untuk menjadi seorang pengusaha.  Dalam ceramahnya yang mengangkat tema Regenerasi Usaha, Problem dan Solusinya, Jaya Suprana yang ahli dibidang Kelirumologi itu menyampaikan 5I yang dapat dilakukan perusahaan agar mampu bertahan hidup sampai generasi ke generasi. Dimulai dari Informasi, Intelegensia, Inovasi, Intuisi dan terakhir Insya Allah.
Selain Jaya Suprana, Prof Dr Sukmawati Sukamulia memberikan materi tentang Kiat Berbisnis Finansial di Tahun 2010 dan Direktur Indopurel yang juga mantan Dosen FIA UB Drs Djanalis Djanaid dengan materi 41 Petuah-petuah Bisnis.[dj dj/nun]

Gebyar Rumah Pintar UB
16 Januari 2010
Memperingati hari jadinya yang pertama, Rumah Pintar Universitas Brawijaya (Rumpin UB) menggelar aneka acara. Pada Sabtu (15/1), beberapa acara digelar sekaligus yaitu bazaar buku, lomba mewarnai, bedah buku, gebyar mobil pintar, konsultasi gizi serta pameran produk Usaha Kecil Menengah (UKM). Pengelola Rumpin UB, Arien Suprastiwi, SH menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan rumpin dikalangan masyarakat luas. Selain itu pihaknya juga berkeinginan untuk menjadikan rumpin sebagai sumber belajar guna menghasilkan warga yang memiliki soft skill dalam bidang pengetahuan dan teknologi agar mereka menjadi manusia yang mandiri dan berakhlak mulia. Hal ini menurutnya sesuai dengan visi rumpin yang telah diprakarsai oleh Ibu Negara, Hj. Ani Susilo Bambang Yudhoyono. Aneka kegiatan yang terselenggara ini dikatakannya merupakan hasil kerjasama antara sivitas akademika UB dengan rumah pintar, mobil pintar, lembaga-lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta TK dan SD se-Malang Raya.
Salah satu tempat yang digunakan dalam kesempatan tersebut adalah GOR Pertamina-UB. Di halaman depan gedung ini, puluhan anak usia Taman Kanak-kanak berkonsentrasi mewarnai gambar yang disediakan panitia. Anak-anak ini pun memilih krayon dan pensil berbagai warna yang dibawanya dari rumah untuk membuat kombinasi sesuai selera mereka. Salah seorang juri yang juga dosen FP-UB, Euis Elih Nurlaelih, SP, MSi kepada Prasetya Online menyatakan bahwa kerapihan, keharmonisan dan kesesuaian dengan tema menjadi salah satu kriteria penilaian lomba ini.
Konsultasi Gizi
Gebyar Rumpin UB ini juga dimeriahkan dengan konsultasi gizi yang diselenggarakan oleh Organisasi Mahasiswa Gizi dan Kesehatan (Ormagika) Jurusan Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB). Dalam kesempatan tersebut setiap orang tua dan anak berkesempatan untuk berkonsultasi dengan panitia seputar gizi. Disampaikan Fero Ananta disela-sela aktivitasnya menyampaikan konsultasi, beberapa parameter fisik yang diukur adalah Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan untuk anak serta antropometri untuk orang tua yang meliputi BB, TB serta Lingkar Lengan Atas (LILA). "Setelah berkonsultasi kami biasanya akan mengintervensi orang tua si anak untuk mengatur kebutuhan gizinya agar pertumbuhan anak menjadi baik", ujar mahasiswa Ilmu Gizi angkatan 2006 ini. Untuk selanjutnya ia akan menyarankan beberapa hal kecil yang biasa dilupakan oleh para orang tua. Beberapa hal kecil tersebut adalah membiasakan sarapan pagi, mengkonsumsi buah dan sayur, protein hewani serta minum susu. Selain itu, kepada para hadirin, Fero juga memberikan materi "Prinsip Gizi Anak Usia Sekolah". Hal ini menurutnya penting karena masa sekolah adalah masa pertumbuhan dan perkembangan bagi anak yang meliputi perkembangan fisik, sosial, mental serta emosi. "Status gizi baik atau optimal terjadi jika tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi yang digunakan secara efisien sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja dan kesehatan secara umum pada tingkat setinggi mungkin", ujarnya. Selain di tempat ini, tambah Fero, ia dan kawan-kawan di Ormagika setiap minggu pagi rutin menyelenggarakan konsultasi gizi gratis di depan gedung perpustakaan UB mulai pukul 06.00 WIB dengan sasaran para peserta olahraga pagi.
Pameran Produk UKM
Pameran produk UKM yang juga digelar dalam gebyar rumah pintar ini menghadirkan koleksi batik, cindera mata serta pakaian. Salah satu gerai yang menarik adalah milik Amalia Ekawati, yang menampilkan produk pakaian "big size". Dengan label "Queen Big" pada baju dan aksesoris buatannya, Amalia mengaku sampai saat ini masih terbatas melayani teman-temannya yang tergabung dalam "XL Community" saja. Bisnis ini menurutnya diawali dengan rasa empatinya terhadap wanita yang bertubuh tambun. "Dengan berbagai macam postur gemuk, diantaranya tipe gentong dan pear, para wanita yang bertubuh tambun biasanya kesulitan mencari pakaian yang pas untuk dirinya di pasaran", ujar wanita yang memiliki ukuran 4XL ini. Untuk itu, bagi mereka yang membutuhkan pakaian khusus dengan ukuran super besar menurut Amalia dapat langsung menghubungi dirinya di Jl. Gajayana gang 6 no. 44 (HP. 081 334 387 688).
Bedah Buku
Acara yang tak kalah menarik yang juga digelar adalah bedah buku "Anak ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder)". Dengan narasumber Dra. Asmika Majri, SKM, MKes dari FK UB, panitia mendatangkan langsung pembicara yang memiliki pengalaman mengasuh anak ADHD yaitu Bonny. Dalam kesempatan tersebut, Bonny juga mengajak puteranya, Aden, yang memiliki kebutuhan khusus. Diterangkannya anak ADHD memiliki beberapa gejala diantaranya kurang perhatian, tidak dapat duduk diam serta sulit menunggu giliran. Dengan kesabarannya dalam mengasuh putera pertamanya ini, Bonny berhasil mengidentifikasi kelebihan puteranya dalam kemampuan matematika dan musik. "Kemampuan musik (menyanyi dan bermain orgent) dan matematika Aden tidak melebihi rata-rata. Hanya saja dari keseluruhannya, dua bidang ini menonjol", ujarnya. [nok]

Rekrutmen Manajemen UB Press
16 Januari 2010
UB Press membuka lowongan untuk kepala penerbitan, divisi editing dan grafis, divisi marketing, divisi kesekretariatan/web. Rekrutmen ini terbuka bagi siapapun yang memenuhi persyaratan. Demikian ungkap Ketua Panitia Rekrutmen UB Press Fahrizal Affandi SH Spsi MH kepada Prasetya Online belum lama ini.
Fahrizal menyampaikan, manajemen yang akan terbentuk mempunyai tugas utama menjadikan UB Press sebagai penerbitan elektronik pertama dan terbesar di Indonesia. Berkas lamaran dapat dikirimkan paling lambat 19 Januari 2010 ke Gedung UB Press di Kantor Pusat UB lantai 6 Telp. 0341 551661, 0341 575777 eks 380 via Pos. Pendaftar yang lolos hasil seleksi administrasi akan diumumkan 25 Januari 2010 melalui website UB Press pada alamat http://www.ubpress.brawijaya.ac.id. Dilanjutkan test interview pada 27-28 Januari 2010.
Persyaratan
Berikut adalah posisi yang ditawarkan oleh UB Press berikut persyaratannya: A. Persyaratan Umum: surat lamaran, riwayat hidup (CV), fotokopi ijazah terakhir, menyerahkan pas foto ukuran 4x6 (3 lembar), surat keterangan bebas narkoba, surat pernyataan kesediaan melepas jabatan di tempat lain, dan surat keterangan pengalaman kerja dari institusi sebelumnya. B. Persyaratan Khusus: 1) Kepala Penerbitan: Pria maximal 40 tahun, pendidikan minimal S1, memiliki pengalaman manajerial minimal 3 tahun (melampirkan surat keterangan dari institusi-institusi asal), memiliki visi marketing, memiliki pengalaman manajerial di bidang penerbitan dan atau percetakan buku (diutamakan yang memiliki wawasan dan jaringan dengan penulis, penerbit, toko buku, distributor, dan IKAPI), memiliki integritas dan tanggung jawab. 2) Divisi editing & grafis: pria/wanita max 35 tahun, pendidikan minimal S1, mempunyai pengalaman di bidang penerbitan dan percetakan buku, khususnya penyuntingan dan perwajahan buku (melampirkan surat keterangan dari institusi-institusi asal), memahami proses cetak, mampu berbahasa Indonesia dengan baik khususnya tulis, menguasai MS Office dan aplikasi (Windows, Pagemaker, Corel Draw, Photoshop, Illustrator, Freehand, InDesign), serta sanggup bekerja dengan deadline. 3) Divisi marketing: pria/wanita maksimal 40 tahun, pendidikan minimal S1 (diutamakan bidang marketing), mampu berkomunikasi dan bernegoisasi dengan baik, khususnya dengan konsumen, mampu merancang program promosi, berpengalaman di dunia penerbitan, serta memiliki jaringan dengan toko buku, agen, dan distributor (melampirkan surat keterangan dari institusi-institusi asal), mampu berorintasi pada target penjualan, mampu berbahasa Inggris, serta berpenampilan menarik, supel, dan komunikatif. 4) Divisi kesekretarian/webhosting: pria/wanita maksimal 28 tahun, pendidikan minimal S1, memahami proses administrasi, menguasai MS Office ( khususnya aplikasi Word, Excell, Powerpoint), menguasai website design dan web programming, mampu berbahasa Inggris, serta supel dan komunikatif.[nun]

Semnas DAS Brantas
16 Januari 2010
Dalam rangka Dies Natalis Universitas Brawijaya ke 47, Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Brawijaya (PPLH UB) mengadakan Seminar Nasional dengan tema "Peran UB dalam Penyelamatan DAS Brantas Jawa Timur", pada Sabtu (16/01). Seminar yang diselenggarkan di Gedung Widyaloka UB itu dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan Kementerian Lingkungan Hidup Sri Hudyastuti, dan Dirut Perum Jasa Tirta I Tjoek Walujo S dan dibuka oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito.
Menurut Ketua PPLH UB Ir Suwasono Hedy MS, penyelenggaraan seminar ini sebagai bentuk tanggungjawab PPLH UB dalam menyelamatkan DAS Brantas dengan mengikuti konsep Kementrian Lingkungan Hidup yaitu, mitigasi, adaptasi dan pengembangan ekonomi masyarakat. Dalam seminar diharapkan mampu melahirkan ide, gagasan dan konsep yang inovatif serta aplikatif dalam menindaklanjuti peran UB dalam penyelamatan DAS Brantas Jawa Timur serta pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara terpadu dari hulu ke hilir.
Sementara itu Wagub Jawa Timur Syaifullah Yusuf menuturkan DAS Brantas harus dikelola dengan baik agar memberikan manfat sebesar-besarnya bagi masyarakat dengan selalu mempertimbangkan aspek konservasi. DAS Brantas yang mempunyai luas area 12.000 km2 dengan sungai utama sepanjang 320 km serta anak sungai sebanyak 39 buah dengan panjang total 1.400 km, ditambah lagi potensi sumber air kurang lebih 11,80 milyar m3 per tahun, menjadikan sungai Brantas sebagai sebuah potensi yang sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. "Setidaknya dalam 1 tahun, lebih dari dua juta ton padi telah dihasilkan oleh petani yang memanfaatkan DAS Brantas", ujarnya. Selanjutnya Syaifullah Yusuf mengajak semua pihak untuk segera mengambil tindakan konkret dalam menjaga mata air yang ada di wilayah DAS Brantas.
Seminar selama satu hari itu menghadirkan lebih kurang 41 makalah. Makalah kunci pertama disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan Kementerian Lingkungan Hidup Sri Hudyastuti dengan judul "Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Konteks Penyelamatan DAS Brantas". Setelah itu disampaikan makalah antara lain tentang "Strategi Konservasi dan Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya Air di DAS Brantas" oleh Dirut Perum Jasa Tirta I Tjoek Walujo S., "Strategi Kebijakan Penyelamatan DAS Brantas Jatim" oleh Ir Suwasono Hedy MS dari UB, dan "Program Prioritas Penyelamatan DAS Brantas oleh BP DAS Brantas Jatim".[nun]

Dr. Ing. Evita H. Legowo: "BBN Sebagai Energi Alternatif"
15 Januari 2010
Guna menuju diversifikasi energi, sesuai dengan UU Energi Nomor 30 tahun 2007, maka penyediaan energi baru dan terbarukan wajib ditingkatkan oleh pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Oleh karena itu, penyediaan energi dari sumber baru dan terbarukan yang dilakukan oleh badan usaha, bentuk usaha tetap dan perseorangan dapat memperoleh kemudahan dan/atau insentif untuk jangka waktu tertentu hingga tercapai nilai keekonomiannya. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dr. Evita Herawati Legowo dalam seminar nasional bertajuk "Kebijakan Penyediaan, Pemanfaatan dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai Bahan Bakar Lain" yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB), Jum'at (15/1). Lebih lanjut disampaikan, pada 2006 tercatat bahwa pemanfaatan energi masih sangat bergantung pada minyak bumi sebesar 51.66 persen disusul gas alam 28.57 persen dengan pemanfaatan energi baru terbarukan masih kurang dari lima persen. Dengan komitmen mengurangi pemanfaatan minyak bumi, maka pada tahun 2025 pemerintah mentargetkan pemanfaatan energi baru terbarukan mencapai 17 persen dengan pemakaian minyak bumi sekitar 20 persen, gas 30 persen dan batubara 33 persen. Diantara berbagai jenis pemanfaatan energi baru terbarukan, Bahan Bakar Nabati (BBN) merupakan salah satu alternatif yang digunakan sebagai pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun bahan pencampur. Selain itu, beberapa kelebihan lain yang dimiliki BBN disebutkan Evita adalah ramah lingkungan, menciptakan lapangan kerja, menciptakan ketahanan energi serta berpotensi untuk mengurangi kemiskinan.
BBN
Pengembangan BBN menurut Evita akan diprioritaskan pada berbagai komoditas diluar pangan. Lebih lanjut Teknokrat yang menyelesaikan Doktor Bidang Kimia Minyak Bumi di TU Clausthal Jerman ini memperinci berbagai komoditas yang dapat digunakan diantaranya singkong dan tebu untuk bioethanol serta sawit dan jarak pagar untuk biodiesel. Beberapa komoditas yang saat ini tengah dikembangkan adalah aren, nipah, cantel, microalgae, sampah, dll. Lebih jauh pemerintah RI menurutnya juga telah membuat kebijakan pemanfaatan Bioethanol (substitusi bensin), biodiesel (substitusi solar) dan bio-oil/bio-plantation (sebagai substitusi kerosin dan fuel oil). Mulai Januari 2010 misalnya untuk transportasi Public Service Obligation (PSO), pemerintah RI telah mewajibkan pentahapan pemakaian biodiesel sebesar 2.5 persen. Sementara untuk transportasi non PSO adalah 3 persen serta industri dan komersial sebesar 5 persen. Dalam kurun waktu yang sama pentahapan pemakaian bioethanol memiliki jumlah lebih tinggi yaitu 3 persen untuk transportasi PSO, 7 persen untuk transportasi non PSO serta 7 persen untuk industri dan komersial. "Meskipun begitu kami memiliki pengalaman bahwa implementasi di lapangan selalu lebih sulit daripada sekedar pembuatan kebijakan", ujarnya. Untuk itu pihaknya telah membuat banyak fasilitas dan insentif untuk pengembangan BBN diantaranya adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 79/PMK.05/2007 tentang Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) serta subsidi BBN sebagai bahan substitusi yang dimasukkan dalam APBNP 2009 dan APBN 2010. Hasilnya sampai saat ini Indonesia memiliki kapasitas terpasang biodiesel yang mencapai 3.6 juta ton/tahun dan 250 ribu ton/tahun untuk bioethanol meskipun realisasi dilapangan menurutnya belum mencapai 10 persen.
Beberapa kendala mendasar implementasi BBN di lapangan menurut Evita adalah masalah harga dimana BBN masih lebih tinggi daripada bahan bakar fosil serta penyediaan bahan baku untuk keperluan energi yang belum dibudidayakan sebagai tanaman industri yang juga menjadi permasalahan. Dalam kesempatan tanya jawab, salah seorang peserta, Dr. M. Nurhuda dari Fisika FMIPA UB memberikan saran kepada Kementerian ESDM agar lebih mengakomodir hasil penelitian dosen dan peneliti dari Bangsa Indonesia sendiri sehingga bukan sekedar menjadi komoditas media dan politik tanpa realisasi nyata. [nok]

Jadwal dan Ketentuan Lomba Seni dan Budaya Dies Natalis UB
15 Januari 2010
Beraneka macam lomba digelar dalam rangka Dies Natalis UB ke-47. Beberapa lomba yang akan digelar dalam waktu dekat adalah lomba menyanyi tunggal untuk jenis seriosa, pop, keroncong, dan dangdut.
Untuk kegiatan ini setiap fakultas berhak mengirimkan 1 wakil penyanyi putri dan 1 wakil penyanyi putra untuk setiap jenis lagu yang dilombakan. Technical Meeting dan penetapan lagu yang akan dibawakan, untuk seriosa (21 Januari 2010 di SC pukul 09.00-10.30 WIB), pop (21 Januari 2010 di SC pukul 10.30-12.00 WIB),  keroncong (21 Januari 2010 di SC pukul 12.00 - 13.30 WIB), dangdut (21 Januari 2010 di SC pukul 13.30 - 15.00 WIB). Lomba akan dilaksanakan  pada 25 -28 Januari 2010 mulai pukul 08.00 s/d selesai di Gedung Student Center Universitas Brawijaya.
Lomba Penulisan Karya Sastra. Untuk lomba penulisan karya sastra akan memperlombakan jenis karya sastra seperti cerita pendek, puisi, dan lakon. Setiap fakultas berhak mengirimkan maksimal 10 naskah cerpen, 10 naskah puisi dan 5 naskah lakon. Ketentuan Umum naskah: (a) Setiap naskah wajib untuk dilampiri fotocopy KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) yang masih berlaku; (b) Naskah diketik dengan ukuran kwarto di kertas HVS 80 gram dengan jarak 2(dua) spasi dengan huruf Times New Roman 12.; (c) Naskah dibuat rangkap 4 (empat); (d) Peserta tidak boleh mencantumkan nama peserta pada naskah yang dilombakan; (e) Biodata peserta ditulis pada lembar terpisah dari naskah; (f)  Naskah dikirim ke Panitia, disertai dengan softcopy-nya dengan program MS Word dengan tulisan Times New Roman 12, jarak 2 spasi; (g) Naskah merupakan karya sendiri (asli) yang belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain; (h) Naskah yang dibuat tidak mengandung unsur SARA.
Ketentuan Khusus Cerpen: (a) Tema dan teknik pengungkapan bebas; (b) Panjang naskah antara 6 (enam) sampai dengan 10 halaman; (c) Penilaian cerpen terdiri dari:  1. Autentisitas dan kesegaran ungkapan;  2. Keutuhan dan keselarasan. Ketentuan Khusus Puisi: (a) Bentuk puisi adalah puisi bebas, baik epik maupun lirik; (b) Teknik pengungkapan bebas; (c) Panjang naskah antara 1 s/d 5 halaman; (d) Penilaian puisi; 1 ) Autentisitas dan kesegaran ungkapan, 2 ) Keutuhan dan keselarasan, 3) Diksi, Rancang bangun, dan gaya bahasa.
Ketentuan Khusus Lakon: (a) Naskah lakon adalah naskah untuk pentas 1 (satu) babak yang terdiri atas beberapa adegan; (b) Durasi pementasan, maksimal 60 menit; (c) Penilaian lakon; 1) Autentisitas dan kesegaran ungkapan, 2) Keutuhan dan keselarasan; 3 ) Unsur dramatik.
Pemenang terdiri dari juara 1, 2, dan 3 untuk setiap jenis karya sastra yang dilombakan. Pendaftaran dan Pengiriman naskah sampai dengan 1 Februari 2010 di masing-masing PD III.
Lomba Baca Puisi dan Penampilan Monolog
Untuk lomba kategori ini, setiap fakultas berhak mengirimkan maksimal 2 pembaca puisi. Technical Meeting dan penetapan puisi yang akan dibacakan: 22 Januari 2010, pukul 09.00-10.30 WIB di Gedung Rektorat lantai 8 Universitas Brawijaya. Pelaksanaan baca puisi pada 30 Januari 2010 mulai pukul 09.00 - selesai. Sedangkan pelaksanaan lomba penampilan monolog: 20 Februari 2010 mulai pukul 09.00 s/d selesai bertempat di GASEBO Universitas Brawijaya .
Ketentuan Umum Lomba Baca Puisi: naskah puisi yang akan dibacakan peserta adalah puisi yang telah ditentukan oleh panitia. Bentuk penyajian (lomba): (a) Setiap peserta tidak diperbolehkan menggunakan alat pengiring, baik yang dimainkan sendiri maupun oleh orang lain pada saat lomba; (b)Lomba terdiri dari satu babak yaitu babak final dengan satu kali pembacaan puisi.
Lomba  Monolog: Naskah yang diperlombakan bertema bebas asal tidak bertentangan dengan nilai dan etika budaya bangsa serta tidak mengandung unsur yang dapat menyinggung SARA. Demi terciptanya standar pementasan yang ideal dibutuhkan karya lakon yang memiliki struktur dramatik kuat dan lengkap, baik dari segi tema, alur, penokohan maupun latar. Lakon dapat diambil dari pengarang Indonesia, asing ataupun karya mahasiswa. Bentuk penyajian (lomba): Gaya pementasan bebas dan tidak bertentangan dengan etika dan tata nilai yang berlaku di Indonesia. Jumlah pemain 1 orang dengan durasi pementasan minimal 10 menit dan maksimal 15 menit.[fjr]

Konsultasi Blue Print Agroindustri Kementerian Pertanian RI
14 Januari 2010
Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (Dirjen P2HP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. Zaenal Bahruddin, MSc beserta staf, Kamis (14/1) berkunjung ke Universitas Brawijaya (UB). Kunjungannya kali ini dimaksudkan untuk berkonsultasi dengan dosen dan peneliti mengenai draft blue print "Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Pertanian Dengan Pemberian Insentif Bagi Tumbuhan Industri Pedesaan". Turut serta pula dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (Fateta-IPB), Prof. Dr. Sam Haerun Yen. Dalam paparannya, Dirjen P2HP menyampaikan tiga alasan perlunya melakukan konsultasi blue print ini. Alasan pertama adalah blue print merupakan peta kerja bagi Menteri Pertanian RI untuk membuat desain selanjutnya. Selain itu, melalui konsultasi ini pihaknya juga bermaksud untuk mensosialisasikan visi Kementerian Pertanian RI. Alasan yang ketiga adalah keprihatinan terhadap rendahnya nilai daya saing Indonesia dan dampaknya pada perdagangan dunia.
Lebih jauh, Zaenal kemudian memaparkan visi Kementerian Pertanian 2010-2014 yaitu terwujudnya pertanian industrial yang unggul, berkelanjutan dan berbasis lokal untuk mencapai kemandirian pangan, nilai tambah, ekspor dan peningkatan kesejahteraan petani. Visi ini menurutnya akan dicapai melalui tujuh gema revitalisasi yaitu revitalisasi lahan, pembenihan dan pembibitan, infrastruktur dan sarana, Sumber Daya Manusia (SDM), pembiayaan petani, kelembagaan pertanian serta pemanfaatan teknologi.
Dipaparkan Sam Haerun Yen, kerangka pikir penyusunan blue print memuat kondisi saat ini, kondisi yang diharapkan, strategi, program aksi serta rencana implementasi program. Lebih jauh ia kemudian membuat sub-bagian blue print ini dalam beberapa komoditas yang terbagi dalam empat cluster. Keempat cluster tersebut adalah ketahanan pangan (beras, jagung, kedelai, daging sapi dan gula), orientasi ekspor (sawit, kakao, karet dan daging ayam), emerging product (buah tropika, biofarmaka, minyak atsiri serta tanaman hias) dan substitusi impor (susu, jeruk, tepung cassava dan tepung sagu).
Menuju pengembangan konsep agroindustri di pedesaan, dalam paparannya Sam Haerun Yen menyebut bahwa kegiatan ini dalam jangka pendek merupakan wahana peningkatan perolehan nilai tambah hasil pertanian. Untuk itu, pihaknya berusaha memberdayakan petani dengan menyusun konsep kelembagaan mulai dari tingkat individu hingga koperasi petani. Dalam kelembagaan tersebut individu berperan sebagai produsen, dilanjutkan kelompok tani dalam penanganan pasca panen. Selanjutnya gabungan kelompok tani akan berperan dalam pengolahan hasil dan terakhir adalah koperasi petani yang menangani agroindustri hilir.
Dalam kesempatan tanya jawab, masing-masing perwakilan dari berbagai fakultas seperti FPIK, FP, Fapet dan FTP menyampaikan masukannya. Dr. Nuhfil Hanani dari FP misalnya menegaskan bahwa Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian merupakan kunci dari kegiatan pertanian saat ini yang perlu mendapat perhatian khusus. Sementara itu, Prof. Sitompul yang juga dari perwakilan FP menyebut adanya misleading karena belum adanya konsep terperinci yang membahas pemberian insentif. Sementara itu, perwakilan dari Fapet, Prof. Suryadi, menyebut perlunya konsistensi program minum susu nasional dan Hari Susu Nusantara. Perwakilan FTP, Dr. Bambang Susilo menyinggung mengenai semakin menurunnya harga Modified Cassava Flour (Mocaf) di Trenggalek, yang merupakan hasil riset UB, yang menuntut perhatian dalam rangka peningkatan daya saing. [nok]

Training Software Kariotyping Untuk Analisis Abnormalitas Kromosom
13 Januari 2010
Selama tiga hari (11-13/1), Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya (LSIH-UB) menyelenggarakan training penggunaan software Genetix-cytovision. Kegiatan ini diikuti oleh staf LSIH UB, dosen peneliti, mahasiswa serta teknisi laboratorium di lingkungan UB yang terkait khusus dengan bidang genetik. Acara ini merupakan kerjasama antara LSIH-UB dengan PT. New Modul Internasional Jakarta selaku Agen Software Genetix-cytovision Genus yang berasal dari Amerika Serikat. Tiga materi utama yang disampaikan adalah Case Management, Brightfield Capture serta Analysis Chromosome. Selain itu, pemateri juga mengajarkan cara mengarsip data serta membuat laporan hasil kariotyping.
Pemateri utama yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah Najib Ur Rehman B.Sc.Eng, warganegara Pakistan yang juga merupakan ahli penggunaan software cytovision dari Genetix Corp., Amerika Serikat.
Menurut informasi dari agen software cytovision, LSIH-UB merupakan pengguna pertama di Indonesia. Beberapa keunggulan software ini adalah dapat dimanfaatkan untuk keperluan analisis abnormalitas genetik manusia, tanaman dan hewan/ternak. Alat serupa yang terdapat di laboratorium lain sejauh ini hanya dikhususkan untuk manusia.
Sebelum melakukan kegiatan, peserta training diminta menyiapkan preparat kromosom yang akan dianalisis mengunakan software tersebut dari hewan/ternak, manusia dan tanaman.
Dari hasil training diketahui bahwa software ini sangat bermanfaat dalam membantu analisis kromosom untuk menemukan abnormalitas genetik manusia, hewan serta tanaman. Berbagai fasilitas pun dapat juga dimanfaatkan untuk memudahkan dan membantu analisis kromosom secara lebih cepat, akurat dan efisien.
Di LSIH UB, penggunaan software yang dilengkapi dengan mikroskop ini akan sangat memadai untuk analisis kromosom, baik untuk keperluan penelitian maupun pelayanan pengujian. Menurut rencana dalam waktu dekat ini LSIH-UB akan membuka pelayanan kariotyping untuk umum. [lsih/nok]

FMIPA-UB Jalin Kerjasama dengan UWA
13 Januari 2010
Di sela-sela waktunya dalam melaksanakan Program Academic Recharging (PAR), Rabu (13/1), dosen Jurusan Fisika FMIPA Universitas Brawijaya (UB) Dr Johan Noor, melakukan serangkaian pertemuan dengan pihak School of Physics, the University of Western Australia (UWA). Pertemuan itu dimaksudkan untuk menjajaki kemungkinan kerjasama antara UB dengan UWA.
Dalam dua kali pertemuan dengan Head of School, School of Physics, UWA Prof Ian McArthur, pada prinsipnya telah disepakati pembangunan kerjasama. Setidaknya untuk tingkat jurusan telah disepakati kerjasama dalam mengembangkan kurikulum pendidikan Master di bidang Medical Physics. Karena kebetulan, School of Physics UWA juga akan membuka program itu pada 2011 bersamaan dengan niat Jurusan Fisika FMIPA UB.
Disampaikan Johan, School of Physics UWA bersedia menerima mahasiswa Magister Fisika UB untuk melakukan riset dan menulis tesisnya di UWA tanpa biaya.
Untuk bidang riset telah disepakati membangun riset bersama antara sivitas akademika kedua institusi. MoU sebagai landasan formal untuk kerjasama ini sedang dikerjakan. Sementara kemungkinan kerjasama dalam bidang double degree masih harus dibicarakan lebih lanjut di tingkat manajemen universitas.[nun]

FP UB Tanam Buah di Jatikerto
13 Januari 2010
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) tanam puluhan jenis buah di lahan percobaannya, Jatikerto, Rabu (13/1). Sejumlah dosen dan mahasiswa terlibat dalam penanaman di lahan yang terletak di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang ini. Disampaikan ketua panitia, Dr. Anton Muhibbudin, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan dies natalies FP ke-49. Hal serupa dilakukan juga di Kecamatan Ngantang dan Kasembon dengan menanam puluhan bibit durian beberapa waktu silam.  Sebanyak 130 pohon dari 30 jenis buah-buahan ditanam dalam kesempatan tersebut diantaranya jambu air, srikaya, durian, jeruk, jeruk nipis, mangga, cempedak, belimbing, dan delima putih. Berbagai bibit tersebut kemudian ditanam pada lubang yang telah disediakan sebelumnya. Disampaikan Pengelola Lahan Percobaan Jatikerto, Pamudji, bibit yang ditanam hari ini akan mulai berbuah sekitar tiga sampai lima tahun mendatang. Pemilihan jenis tanaman ini pun menurutnya telah disesuaikan dengan jenis tanah, kondisi lingkungan serta pangsa pasar yang ada.
Lahan Percobaan
Jatikerto merupakan salah satu dari tiga lahan percobaan milik Fakultas Pertanian selain Ngijo dan Cangar. Aneka jenis tanaman ditanam di lahan seluas 17.7 hektar ini diantaranya singkong, kelapa dan jarak pagar. Selain itu, ditanam juga aneka komoditas perkebunan seperti kopi, kakao, karet serta sengon laut. Ditambahkannya, dari seluruh komoditas tersebut, selama ini singkong yang ditanam diatas lahan seluas dua hektar, telah dapat dikomersialkan dengan pendapatan mencapai 25 juta/tahun. "Pendapatan ini kemudian dipergunakan untuk mengelola lahan dengan otonomi yang kami miliki", kata dia.
Diwawancarai disela-sela acara, Pembantu Dekan I Bidang Akademik FP-UB, Dr. Didik Suprayogo, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki visi khusus dalam mengelola ketiga lahan percobaannya ini. Jatikerto misalnya, ingin dikelola khusus untuk tanaman energi, buah-buahan, agroforestri subtropis serta koleksi plasma nutfah. Sementara itu, Ngijo akan dijadikan pusat penelitian tanaman padi dan cangar akan dijadikan pusat pertanian organik serta pembibitan tanaman hortikultura. Dengan aktivitas yang telah dijalaninya selama lebih dari 17 tahun, Pamudji menyampaikan berbagai kendala yang dihadapinya. Diantaranya adalah permasalahan air karena lahannya termasuk berjenis tadah hujan disamping pengaturan terasering untuk lahan yang terjal. Sebagai lahan percobaan, Pamudji juga mengeluhkan terbatasnya sarana dan prasarana riset untuk mahasiswa. [nok]

Dosen UB Raih Penghargaan Presentasi Terbaik di Fukuoka Jepang
9-12 Januari 2010
Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya mendapatkan penghargaan presentasi terbaik untuk peneliti muda di Fukuoka Jepang. Adipandang Yudono menerima penghargaan tersebut dalam ajang konferensi internasional tentang Urban Planning di Seventh International Symposium on City Planning and Environmental Managemen in Asia Countries yang berlangsung pada 9 – 12 Januari 2010. Makalah Adi yang disampaikan dalam konferensi itu berjudul "Sustainable Transport System Design-Building New Transitway Corridors in MAMMINASATA, Indonesia, using Network Analysis in GIS". Penghargaan itu ditandatangani oleh Sathoshi Hagishima Dr., Eng., yang merupakan International Program Committee Chair, Head of Asian Urban Research Group.[nun]

Guru Besar FH UB Terpilih Jadi Wakil Ketua MK
13 Januari 2010
Guru besar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) Prof Dr Achmad Sodiki SH terpilih menjadi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) untuk periode 2010-2013. Guru besar yang ahli di bidang Hukum Agraria, Filsafat Hukum, dan Teori Hukum itu menggantikan Wakil Ketua MK sebelumnya, Abdul Mukhtie Fadjar, yang juga merupakan guru besar dari FH UB.
Proses pemilihan Achmad Sodiki berlangsung alot pada 12 Januari 2010 hingga empat putaran. Pemilihan diikuti oleh sembilan hakim konstitusi di ruang sidang pleno Mahkamah Konstitusi. Berdasar Peraturan MK Nomor 1 Tahun 2003, setiap anggota hakim konstitusi berhak untuk memilih dan dipilih. Calon terpilih adalah calon yang memperoleh suara 50 persen plus satu atau minimal lima suara. Pada putaran pertama, muncul empat nama calon yaitu Achmad Sodiki dan Arsyad Sanusi (masing-masing mengantongi tiga suara), Harjono dan Akil Mochtar masing-masing satu suara, dan abstain satu suara. Putaran kedua dan ketiga menghasilkan perolehan yang sama, tiga suara untuk Arsyad dan empat suara untuk Sodiki, serta abstain dua.
Ketua MK Mahfud MD yang bertindak sebagai ketua rapat kemudian memutuskan untuk mengadakan Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) tertutup. Sehingga, sidang diskors selama 10 menit. Pada putaran keempat, terpilihlah Achmad Sodiki setelah mengantungi lima suara dan mengalahkan Arsyad yang memperoleh tiga suara. Suara abstain tetap bertahan, satu suara.
Prof Dr Achmad Sodiki SH lahir di Blitar 65 tahun silam. Menempuh sekolah rakyat hingga sekolah menengah di kota kelahirannya. Suami dari istri Darissalamah ini meraih gelar sarjana dari FH UB dengan minat hukum tata negara pada 1970 dan meraih gelar doktor dari Universitas Airlangga Surabaya pada 1994. Sodiki bergabung dengan UB sebagai dosen dengan pangkat asisten ahli madya III/a pada 1971. Pernah menjadi Pembantu Dekan I FH UB periode 1979-1985, Ketua Pusat Studi Hukum Agraria FH UB (2007) dan Rektor Universitas Islam Malang periode 1998 - 2006. Sebelum menjadi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi, Sodiki menjadi Hakim Konstitusi pada Mahkamah Konstitusi sejak 16 Agustus 2008.[nun]

Perpustakaan UB Gelar Seminar Sharing Informasi Ilmiah
13 Januari 2010
Berkembangnya teknologi informasi membuat proses distribusi pengetahuan semakin mudah. Dalam dunia kepustakaan, teknologi ini juga sangat menunjang untuk menyebarluaskan informasi dalam rangka berbagi (sharing) antar institusi pendidikan.
Hal itu melatarbelakangi diselenggarakannya seminar bertema "Optimalisasi Pertukaran dan Redistribusi Sumber Informasi antar Perpustakaan Perguruan Tinggi Berbasi ICT" di gedung Perpustakaan UB, Rabu (13/01). Acara ini berlangsung berkat kerjasama dengan Sampoerna dan Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia.
Hadir dalam seminar kali ini adalah para pustakawan dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di Malang dan pustakawan dari ruang baca di lingkungan UB.
Dr. Kertahadi, M.Com, staf pengajar Fakultas Ilmu Administrasi menjadi narasumber dalam seminar kali ini.
Membuka ceramahnya, ia mengatakan knowledge atau pengetahuan tidak akan mengubah apa-apa di tengah masyarakat. "Itu terjadi kalau pengetahuan tidak dikomunikasikan", tuturnya.
Informasi baik yang bersifat pengetahuan, termasuk materi-materi yang terdapat di dalam perpustakaan tentunya wajib untuk dibagikan. Menurut dosen asal Lombok ini, sharing informasi bisa dilakukan dengan merefleksikan kegiatannya pada pemanfaatan teknologi informasi. Hal yang diperlukan adalah memilih variasi sistem informasi yang beraneka ragam antara sistem yang terpusat atau terdesentralisasi.
Untuk memilih varian sistem tersebut perlu dipertimbangkan pula kesiapan sumber daya manusia yang akan menjalankan sistem. Jika perlu, SDM tersebut harus dididik dan dilatih melalui berbagai macam kegiatan dan kesempatan.
Pilihan untuk membagikan informasi di perpustakaan akan menciptakan pemikiran yang lebih luas tentang perpustakaan yang tidak hanya sebagai penyedia informasi, tetapi juga penyebar informasi ilmiah. [fjr]

PPLH UB Libatkan Masyarakat Lokal Mengelola Mata Air
12 Januari 2010
PPLH UB bersama masyarakat Desa Pamotan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang dan para anggota TNI, Selasa (12/10) melakukan penanaman ratusan pohon di kawasan mata air Sumber Umbulan. Kegiatan ini merupakan tindaklanjut lokakarya tentang Arahan Manajemen Zonasi Perlindungan Air Baku PDAM Kabupaten Malang yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Brawijaya (PPLH UB) bekerjasama dengan Environmental Services Program USAID pada 9 Januari 2010. Ratusan tanaman yang ditanam meliputi akar wangi, tanaman buah dan angsana. Demikian ungkap Sri Sudaryanti kepada Prasetya belum lama ini.
Lebih lanjut disampaikan Sri Sudaryanti, penanaman pohon di Desa Pamotan merupakan bagian dari upaya meningkatkan peran serta masyarakat untuk menjaga kualitas sumber mata air. Sebelumnya telah dilakukan kegiatan yang sama di mata air Sumber Awan Desa Toyomerto Kecamatan Singosari. Pelibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber mata air, menurut dosen Fakultas Pertanian itu, sangat diperlukan karena air merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Proses pelibatan secara langsung, sekaligus mendidik masyarakat untuk dapat merencanakan, mengorganisasi, dan menjamin keberlanjutan program pelestarian mata air karena pengguna air merasa memiliki program tersebut. Kegiatan serupa juga akan diselenggarakan pada 26 Januari 2010 di mata air Sumber Beling Desa Druju Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
Secara umum pada kawasan perlindungan mata air, tanaman yang dapat ditanam diantaranya mangga, kemiri, dadap, kaliandra, damar, nangka, rambutan, catarina, pinus, keningar, dan kopi. Sementara untuk wilayah lebih kurang 50 meter dari sumber mata air dapat ditanam akar wangi/loro setu.
Mata Air Umbulan
Mata air Umbulan merupakan mata air stratigrafik dengan debit besar. Air yang dihasilkan sekitar 140 lt/dtk dan muncul di pelembahan kaki perbukitan di kawasan lereng bawah Gunungapi Semeru. Mata air tersebut dimanfaatkan oleh PDAM (sekitar 41 lt/dtk) dan sisanya dimanfaatkan masyarakat sekitar dan/atau terbuang ke sungai. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh PPLH UB, dari 36 mata air yang diukur E.colinya hanya 2 mata air yang tidak mengandung E.coli yaitu Mata Air Umbulan di desa Sumbermanjing Kulon kecamatan Donomulyo dan Mata Air Durmo, Dusun Durmo, Desa Bantur, Kecamatan Bantur.
Kondisi kawasan perlindungan mata air dari Sumber Umbulan ini tidak terlalu memprihatinkan, kecuali di daerah pemukiman yang mengapit pelembahan dimana mata air ini berada. Pada lokasi itu dimana terdapat tandon air minum milik PDAM, ditemukan bakteri E Coli dalam jumlah yang cukup banyak. Karenanya, salah satu tujuan dilakukannya penanaman pohon adalah untuk memberi filter bagi masuknya bakteri E. coli agar tidak sampai masuk ke mata air.[nun]

FK UB Gelar ITFI II
12 - 15 Januari 2010
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) menyelenggarakan Intensive Training For Instructor II (ITFI) Pendidikan Profesi Gizi (Registered Dietition/RD) pada 12 - 15 Januari 2010 di Guest House Universitas Brawijaya. Kegiatan yang dibuka oleh Dekan FK UB Dr dr Samsul Islam Sp MK MKes itu dihadiri oleh Ketua Kolegium Ilmu Gizi Indonesia (KIGI) Prof Soekirman PhD, Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Gizi Indonesia (AIPGI) Prof dr Hamam Hadi MS ScD dan diikuti oleh puluhan peserta dari UB, Universitas Diponegoro, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, UMS, Poltekes Malang, Poltekes Kupang, Poltekes Denpasar, dan RSUD Kanjuruhan.
Dalam sambutannya Samsul Islam menyatakan, ilmu gizi terutama profesi gizi masih dalam taraf perkembangan. Karenanya FK UB berkomitmen mengembangkan ilmu gizi di Indonesia yang diawali dengan pendirian Diploma Gizi pada 1998 dan saat ini telah berubah menjadi program sarjana Ilmu Gizi. Ditambahkan, profesi gizi perlu diayomi dalam sebuah komunitas yang kuat agar mampu mendukung pemerintah guna mencari solusi berbagai permasalahan gizi di Indonesia. Selain itu menurut Samsul Islam, perlu ada perubahan pola pikir bahwa gizi bukan semata-mata urusan 'dapur'.
Sementara itu ditemui Prasetya Online disela-sela seminar, Ketua AIPGI Prof dr Hamam Hadi MS ScD menyatakan, di Indonesia saat ini masih dijumpai persinggungan ilmu gizi dengan ilmu-ilmu lain, misalnya yang terjadi di rumah sakit antara dokter dengan ahli gizi. Hal ini menurut guru besar yang juga dosen Universitas Gadjah Mada itu lebih disebabkan karena historis dunia kedokteran yang notabene lebih tua usianya dibanding ilmu lainnya. "Dokter di masa lalu identik dengan dokter yang harus menguasai tiga ilmu sekaligus, ilmu kedokteran, ilmu farmasi dan ilmu gizi. Namun demikian sesuai perkembangan jaman, dunia kedokteran pun punya keterbatasan. Untuk hal-hal tertentu seperti, makanan apa yang harus dikonsumsi guna memenuhi asupan gizi tertentu, bukan dokter yang paham secara detil tentang itu, tetapi ahli gizi", ujarnya.
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari itu dikemas dalam bentuk ceramah dan workshop. Materi yang diberikan diantaranya Performa Instruktur menurut Standar BNSP oleh Agus Sutarna SKep MNSc dari Komisi Sertifikasi BNSP, PBL for Dietary Internship oleh Nia Novita Wirawan MSc, serta Asuhan Gizi dengan NCP dan MNT oleh Dr dr Achmad Rudijanto SpPD Ked.[nun]

Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito Menang Mutlak
12 Januari 2010
Calon rektor incumbent Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito memperoleh kemenangan mutlak pada proses pemilihan di tingkatan senat. Dalam acara pemilihan yang digelar di gedung Widyaloka UB, Selasa (12/01), ia memperoleh 124 suara atau 86,11 %, unggul jauh dari pesaing terdekatnya, Prof.Dr Sutiman B. Sumitro dengan 19 suara (13,19 %).
Sementara itu dua bakal calon lainnya Prof.Dr.Ir.Woro Busono,MS dan Prof.Dr.M.Pudjihardjo,SE,ME masing-masing memperoleh 1 (0,69 %) dan 0 suara (0%). Pemilihan rektor kali ini dihadiri oleh 144 (93,5 %) senat dari 154 anggota yang seharusnya ada. Dengan demikian, tiga calon yang namanya akan diajukan ke Mendiknas 15 Januari mendatang adalah  Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito, Prof.Dr Sutiman B. Sumitro, dan Prof.Dr.Ir.Woro Busono,MS.
Menanggapi kemenangannya, Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito mengungkapkan kegembiraannya. "Saya bersyukur, senang, atas semua kekompakan dari seluruh fakultas, jurusan, dosen-dosen yang ada. Ini wujud kebersamaan kita", tuturnya. "Sejak saya menjabat, memang kebersamaan kita luar biasa. Itu juga yang membantu mewujudkan prestasi-prestasi yang sangat membanggakan selama ini", lanjutnya.
Ditanya mengenai program kerja yang akan dikerjakannya, ia menjawab akan segera berkonsentrasi mempersiapkan Badan Hukum Pendidikan Tinggi Pemerintah (BHPP). BHPP memang menjadi salah satu isu utama dalam pemilihan rektor baru tahun ini mengingat saat ini UB sudah menjadi Badan Layanan Umum (BLU) dan harus segera beralih status.
"Selanjutnya tentu melanjutkan program internasionalisasi universitas", ungkapnya. Ia mengaku akan terus berupaya memperluas kerjasama-kerjasama dengan institusi-institusi perguruan tinggi di luar negeri.
Dalam empat tahun kedua masa jabatannya, Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito juga akan berupaya memulai pembangunan cabang kampus di Jakarta dan Kediri. Ia mengaku di Kediri, UB telah memiliki lahan untuk dibangun universitas dan calon mahasiswanya pun sudah lumayan banyak.
Kontrak Komitmen
Sementara itu, seusai pemilihan, salah seorang perwakilan mahasiswa dari EM UB, Aulyo menyampaikan kontrak komitmen untuk ditandatangani Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito. Beberapa poin yang ada dalam kontrak komitmen tersebut adalah tentang BHPP dan praktik-praktik KKN.
Menurut mahasiswa, BHPP tidak boleh dipandang sebagai satu-satunya cara untuk membangun kemandirian universitas hingga universitas terjerumus dalam praktik komersialisasi. Selain itu, rektor terpilih ke depan harus lebih memberi perhatian terhadap upaya pembersihan praktik-praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme di dunia pendidikan. [fjr]

Empat Bakal Calon rektor "Kampanye" di Hadapan Senat
11 Januari 2010
Empat bakal calon rektor hasil penjaringan menyampaikan program kerjanya di hadapan Senat UB di gedung Widyaloka, Senin (11/01). Dalam acara tersebut hadir sekitar 120 anggota senat.
Dalam forum tersebut, para bakal calon yang masih melaju yakni Prof.Dr.Ir.  Yogi Sugito (FP); Prof.Dr. Sutiman B. Sumitro (FMIPA); Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE., MS (FE); dan Prof. Dr. Ir. Woro Busono, MS (FPt) kembali menyampaikan program kerjanya setelah beberapa hari sebelumnya juga menyampaikan hal yang sama untuk umum. Forum kembali dipimpin oleh Ketua Panitia Penjaringan dan Pertimbangan Calon Rektor  Universitas Brawijaya Periode Tahun 2010 - 2014 Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Abadi, MS.
Ketika sesi tanya dibuka, beberapa anggota senat aktif mengkritisi beberapa kebijakan yang telah dikemukakan bakal calon rektor. Anggota senat seperti Prof. Mulyo Hadi Ali, Prof. Nyoman, Prof. Lukman Hakim, Prof. Nyoman Gede, Prof. Suyadi, dan Prof. Yanny Risjani mengemukakan berbagai macam pertanyaan. Sebagian besar pertanyaan yang banyak muncul adalah seputar ide pengembangan laboratorium untuk peningkatan riset, pembangunan infrastruktur parkir dan rumah sakit akademik, serta pengembangan publikasi ilmiah.
Prof.Dr. Sutiman B. Sumitro menyampaikan pengembangan universitas tidak bisa parsial misalnya mengenai infrastruktur parkir, rumah sakit atau tentang kurikulum. Pengembangan universitas harus dimulai dengan sistemnya yang global.
Sementara itu menurut Prof. Yogi Sugito, UB menurut Dikti telah memiliki posisi unik sebagai kampus yang berorientasi pada sektor agroindustri. Oleh karena itu, ke depan UB akan mengembangkan penelitian ke sektor tersebut. Esok, anggota senat akan memilih 3 calon rektor yang nama-namanya akan dikirim ke Mendiknas pada tanggal 15 Januari 2010.[nik/fjr]

Welcome Prof. Edward T. Jennings
11 Januari 2010
Mulai 8 sampai 12 Januari 2010 ini Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya mempunyai hajat menyelenggarakan serangkaian seminar dan diskusi. Secara keseluruhan, kegiatan ini mencakup  empat topik besar baik yang terkait langsung dengan proses-proses pembelajaran di fakultas ini sekarang  maupun yang akan datang. Kegiatan ini terbagi menjadi dua hari kegiatan yaitu tanggal 9 Januari 2010 yang membahas pengembangan kurikulum (curriculum development) dan akreditasi internasional (international accreditation) dan tanggal 11 Januari 2010 dengan topik arti penting ilmu administrasi  di era globalisasi bagi kesejahteraan manusia (the Significance of Administrative Science for Social Welfare in the Global Era) dan satu diskusi meja bundar (Round Table Discussion) mengenai Kerjasama Publik Privat (Public Private Partnership).
Semua kegiatan ini kecuali diskusi meja bundar menghadirkan nara sumber tunggal Prof. Edward T. Jenning Ph.D dari Lexington Amerika Serikat.  Prof. Jennings adalah mantan direktur Martin School of Public Policy and Administration University of Kentucky. Di bidangnya, kepakaran Prof. Jennings tidak perlu diragukan karena sebelum menjabat direktur di Martin School dia telah menempati posisi yang sama di University of Missouri.
Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan panjang dalam kerangka kolaborasi internasional antara Universitas Brawijaya dan University of Kentucky, Amerika Serikat. Peletakan dasar kegiatan ini dirintis tahun 2006, dimulai dari pertemuan antara mantan rektor Universitas Brawijaya Prof.  Dr. Ir. Bambang Guritno dengan Prof. Michael Reed Ph.D dari University of Kentucky yang beberapa saat setelah Tsunami tahun 2004 mengembangkan kerjasama dengan Universitas Syah Kuala di Aceh dan Universitas Lampung (Unila). Banyak hal yang telah dilakukan dalam kerjsama ini. Di antaranya, ada kunjungan dosen dan pejabat-pejabat universitas ke Unuviersity of Kentucky dan sebaliknya, termasuk kegiatan yang saat ini dilakasanakan di Fakultas Ilmu Administrasi. Dana dari kegiatan ini sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah Ameriaka Serikat melalui USAID dan sepenuhnya dikelola oleh pihak University of Kentucky. Satu hal yang menggembirakan bahwa dana yang disetujui oeh USAID lebih dari yang diajukan oleh Universitas Brawijaya, sehingga kegiatan ini dapat diperluas dan diperpanjang.
Hal lain yang lebih menggembirakan bahwa kegiatan seminar dan diskusi dengan bahasa Inggris ini mendapat sambutan yang hangat dan partisipasi yang produktif dari para peserta. Para dosen yang diundang secara tekun mengikuti seminar dan berani bertanya dan mengemukakan pendapatnya meskipun ada di antaranya yang masih terbata-bata. Penilaian seperti ini tidak hanya datang dari penyelenggara, melainkan juga dari Prof. Jennings sendiri.
Akhirnya, semua kegiatan ini dapat berlangsung dengan sempurna karena dukungan dari pihak Dekanat FIA. Harapannya, tentu, kegiatan ini bukan akhir dari kerjasama-kerajsama internasional, melainkan awal dari proses-proses internasionalisasi pengajaran di FIA maupun di Universitas Brawijaya pada umumnya.[lh]

Berharap pada Pengembangan Industri Hilir Rumput Laut Nasional
11 Januari 2010
Masa depan rumput laut nasional mungkin berubah. Peluang ini terbuka seiring program Kementerian Perindustrian bekerjasama Kementerian Kelautan dan Perikanan mengembangkan industri hilir rumput laut (Kompas, 06/01/2010).
Untuk menunjang program tersebut, telah diwacanakan pelarangan ekspor rumput laut mulai 2014. Rencana ini perlu dicermati, karena banyak persoalan yang harus dicarikan solusinya. Upaya membangun industri hilir komoditas ini, mesti seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Rumput laut salah satu andalan revitalisasi perikanan. Dengan panjangnya garis pantai negeri ini, tersedia potensi lahan sekitar 1,1 juta ha. Baru 20% lahan tergarap.
Prospek pasar komoditas ini cerah. Sebab mudah dibudidayakan, kebutuhannya pun besar. Kebutuhan global rumput laut jenis Eucheuma 236.000 ton kering per tahun, baru dipenuhi 145.000 ton. Untuk jenis Gracilaria, bahan pembuatan agar-agar, 96.000 ton, baru diproduksi 48.500 ton kering per tahun.  Saat ini, produksi rumput laut kering dunia berkisar 1,2 juta ton. Sekitar 50 persen dari Indonesia dan  35 persen dari Filipina.
Rumput laut Indonesia diekspor ke Denmark, China, Filipina, Hongkong, Spanyol, Jepang, dan Amerika Serikat, sebagai bahan pangan, obat, dan kosmetika. Ekspor terbesar masih berupa rumput laut kering. Nilainya menyumbang 36% dari total ekspor perikanan yang mencapai Rp 30 triliun. Adapun rumput laut jenis Eucheuna cottonii  hampir 90% diekspor berbentuk chips atau tepung, sehingga nilai tambahnya kecil.
Produk antara rumput laut adalah karagenan, agar-agar, dan alginat. Karagenan, sebagai pembuat stabil, digunakan pada produk susu, daging olahan, sari buah, produk roti, dan lain-lain. Di bidang non pangan, karagenan dipakai industri pelapis keramik, kertas, tekstil, bioteknologi, dan industri farmasi, seperti kosmetik, sampho, dan gel kontrasepsi. Karagenan relatif tidak toksik dibanding zat tambahan lain.
Produk agar-agar digunakan untuk pengujian klinis, biologi molekuler, dan industri makanan. Sifat mengikat air dan thermoreversible gel penting bagi produk pangan. Misalnya roti, gula-gula, dairy product, daging dan ikan, serta minuman. Sementara, alginat menstabilkan atau memperkuat tekstur produk olahan, seperti es krim, sari buah, dan kue-kue. Sifat  kimia dan fisika alginat berfungsi sebagai elmusifier, stabilizer,  coating agent, dan lain-lain.
Pegembangan produk antara rumput laut, mutlak diikuti peningkatan daya serapnya di industri makanan, minuman, kosmetika dalam negeri. Jika tidak, akan jadi masalah baru. Apalagi jika ekspor rumput laut kering dilarang, sementara belum terserap dalam negeri, maka masyarakat pesisir akan terkorbankan.
Segudang Persoalan
Kendati negeri kita sangat potensial mengembangkan rumput laut, segudang persoalan masih menghadang.
Persoalan di hulu antara lain: Pertama, kita secara nasional belum punya peta akurat terkait wilayah perairan yang sesuai untuk budidaya rumput laut. Kedua, kebanyakan bibit rumput laut hasil pengembangan vegetatif sehingga rawan penyakit dan kurang produktif. Kita belum serius menyediakan bibit yang terpisah setiap species dan strainnya dari “kebun bibit”. Ketiga, sumber daya manusia (SDM)  pembudida rumput laut 79,05 % tidak tamat SD, 17,59% tamat SD, dan hanya 0,03% sarjana. Keempat, terbatasnya modal pembudidaya. Lembaga keuangan masih menganggap usaha ini beresiko tinggi.
Persoalan di hilir seperti: Pertama, rumput laut sering dipanen muda (kurang dari 40 hari) sehingga mutunya jelek. Ini juga dipicu ulah pengepul nakal untuk memenuhi kuota pesanan. Kedua, pengeringan dijemur begitu saja. Dari petani, kadar airnya sekitar 30-40%, melebihi standar rumput laut kering 11,80-13,90%. Ketiga, industri hilir nasional sangat terbatas, sehingga nilai tambahnya kecil. Keempat, regulasi pemerintah belum tajam. Misalnya, program klaster industri rumput laut di berbagai propinsi terkesan sporadis dan belum baik evaluasinya.
Beberapa Solusi
Untuk mengatasi persoalan itu, diperlukan sinergi dari berbagai pihak untuk mengembangkan rumput laut. Di sektor hulu, perlu dilakukan pemetaan dan penataan kawasan budidaya rumput laut sesuai daya dukungnya. Pengetahuan dan ketrampilan budidaya dan pengolahan dasar petani juga perlu ditingkatkan.
Karena itu, yang dperlukan bukan hanya penyuluhan, melainkan juga pendampingan. Kemudian, sarana dan prasarana budidaya dan modal petani perlu ditingkatkan, disamping penguatan kelembagaan dan pemberdayaan petani agar mampu bersinergi secara adil dengan pelaku usaha lain.
Di bagian hilir diperlukan pengembangan industri hilir yang meningkatkan nilai tambah. Sebagai ilustrasi, dari rumput laut kering senilai Rp 5.000,- jika diolah menjadi Semi Refine Carrageenan (SRC) food grade bisa bernilai Rp. 40.000 hingga Rp 66.000. Jika diproses sampai Refine Carrageenan (RC) untuk obat-obatan bernilai Rp 75.000 – Rp 95.000 (Basmal, 2007). Harus diupayakan peningkatan mutu sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan internasional dengan sertifikasi dan akreditasi. Sehingga kita bisa bersaing dengan produsen rumput laut lain, seperti Filipina, China, Korea, dan Chili.
Yang juga penting adalah memperkuat struktur industri rumput laut nasional dari hulu ke hilir. Rintisan klaster rumput laut perlu diperkuat agar tercipta mekanisme bisnis yang adil di antara petani, industri pengolahan, dan elemen bisnis lainnya. Meski banyak kendala, kita optimis rumput laut kita akan mampu bersaing di level internasional. [suc/fjr]
Sumber : Opini Sucipto, STP. MP. (dosen TIP FTP UB)  di harian  Kontan Jum'at 8, Januari 2010

Jalan Sehat Dies Natalis UB ke-47
10 Januari 2010
Jalan Sehat dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-47 Universitas Brawijaya telah berlangsung pada 10 Januari 2010. Pengguntingan balon berhadiah dan pelepasan puluhan burung dara dilakukan Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito menandai dimulainya jalan sehat. Ribuan peserta dari seluruh fakultas baik dosen, tenaga administrasi dan mahasiswa, hingga masyarakat sekitar kampus dan para pejabat sipil daerah, memenuhi jalan utama UB. Rute diawali dari start di jalan sekitar tugu UB, jalan Veteran, jalan Bandung, jalan Raya Ijen, jalan Jakarta, jalan Bogor dan kembali masuk ke kampus UB dengan finish di Gazebo UB.
God Bless dan Zigaz
Berbeda dengan pelaksanaan jalan sehat Dies Natalis sebelumnya, kali ini para peserta jalan sehat dihibur oleh penampilan Achmad Albar dan Ian Antono yang merupakan personil band legendaris God Bless, serta penampilan band yang tengah naik daun, Zigaz. Sebelum itu ditampilkan sebuah band 'De Kill yang beranggotakan siswa sekolah menengah atas dan kebetulan merupakan putra putri dosen UB.
Penampilan pertama dibuka dengan lagu dari album terbaru God Bless berjudul NATO. Selanjutnya berturut-turut lagu yang sudah tidak asing yaitu Kehidupan, Menjilat Matahari, Semut Hitam, Rumah Kita, dan Syair Kehidupan. Rektor Prof Yogi Sugito juga berkesempatan berduet dengan Achmad Albar dengan menyanyikan satu lirik lagu yang sangat terkenal, Panggung Sandiwara. Penampilan God Bless dalam Jalan Sehat Dies Natalis UB ke 47 ini tak lepas dari peran Walikota Batu, Edy Rumpoko.
Setelah dihibur oleh God Bless, para pengunjung dihibur oleh penampilan Zigaz. Band beraliran rock dengan personil anak muda ini menyanyikan beberapa lagu dari album mereka diantaranya Sahabat jadi Cinta, Harmoni, dan Penakluk Takluk.
Doorprize
Para peserta Jalan Sehat juga mendapatkan door prize. Puluhan hadiah diberikan mulai dari kompor gas, blender, tape compo, rice box, kipas angin, printer, dvd, handphone, mixer, jam dinding hingga hadiah utama berupa kulkas, mesin cuci, laptop, sepeda gunung, televisi, dan sepeda motor. Sepeda motor berhasil diraih oleh dua orang mahasiswa masing-masing dari Fakultas Teknik dan Fakultas MIPA.[nun]

Lokakarya Arahan Pengelolaan Zonasi Perlindungan Air Baku PDAM
9 Januari 2010
Bekerjasama dengan Environmental Services Program (ESP) USAID, Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Brawijaya (PPLH UB) menyelenggarakan Lokakarya Arahan Manajemen Zonasi Perlindungan Air Baku PDAM Kabupaten Malang pada Sabtu (9/1) di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB.
Tujuan diselenggarakannya lokakarya yaitu melakukan sosialisasi rekomendasi hasil pengkajian arahan pengelolaan zonasi perlindungan air baku PDAM di kalangan stakeholder. Rekomendasi itu tertuang dalam tiga dokumen  rencana pengelolaan mata air secara terpadu untuk tiga mata air, Sumber Awan, Sumber Beling dan Umbulan yang berada di Kabupaten Malang. Dukungan stakeholder untuk realisasi program jangka panjang ( 5 tahun) dan jangka pendek (1 tahun) yang telah disusun oleh tiga forum pengelola mata air, yang pembentukannya difasilitasi oleh tim PPLH UB dengan beranggotakan Dr Arief Ramansyah, Dr Sudarto, Ir Sri Sudaryanti MS serta Adipandang Yudono MURP.
Peserta lokakarya berasal dari Bappeda Kabupaten Malang, Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang, Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Kabupaten Malang, Balai Taman Hutan Raya R. Soeryo, Balai Taman Nasional Bromo Tengger, Perhutani Malang, pengguna mata air Sumber Awan , Kostrad Divisi 2 Infanteri Singosari, Batalyon Kavaleri 3/Tank Singosari, Batalyon Armed Singosari, Lanud Abdurrahman Saleh, BKL Singosari, HIPPAM dan HIPPA Desa Toyomarto, Desa Gunungrejo serta anggota tiga forum mata air.
Komitmen PPLH UB dalam memberikan dukungan pengelolaan mata air dilanjutkan dengan melakukan penanaman di lokasi mata air Sumber Awan Kecamatan Singosari. Tanaman yang ditanam sebanyak 600 trembesi, 200 mahoni dan pinus, serta 700 akar wangi.[nun]

Rekapitulasi Suara Bakal Calon Rektor UB
8 Januari 2010
Berikut adalah peringkat bakal calon dari hasil proses penjaringan bakal calon rektor UB periode tahun 2010-2014 berdasarkan banyaknya suara yang ada di tiap-tiap fakultas yang dirilis oleh panitia. Angka dalam kurung adalah jumlah suara yang memilih calon bersangkutan.
Kantor Pusat: 1. Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito (60),  2. Prof.Dr. Sutiman B. Sumitro (4);  3. Prof. Dr. Ir. Woro Busono (4);  4. Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno (1);  5.Prof. Dr. Abdul Juli Andi Gani, MS (0);  6. Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE., MS (0).
Fakultas Kedokteran: 1. Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito (132);  2. Prof.Dr. Sutiman B. Sumitro (91);  3. Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno (9);   4. Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE., MS (5);   5. Prof. Dr. Ir. Woro Busono (5);  6.Prof. Dr. Abdul Juli Andi Gani, MS (4).
Fakultas Teknik: 1. Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito (113),  2. Prof.Dr. Sutiman B. Sumitro (65);  3. Prof. Dr. Abdul Juli Andi Gani, MS (4);  4. Prof. Dr. Ir. Woro Busono (3);   5.Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno (1);   6. Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE., MS (0).
Fakultas Pertanian: 1. Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito (124),  2. Prof.Dr. Sutiman B. Sumitro (12);  3. Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE,MS (1);   4. Prof. Dr. Abdul Juli Andi Gani, MS (0);  5. Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno (0);   6. Prof. Dr. Ir. Woro Busono (0).
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam: 1. Prof.Dr. Sutiman B. Sumitro (83);  2.Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito (54) ;  3. Prof. Dr. Ir. Woro Busono (2);   4. Prof. Dr. Abdul Juli Andi Gani, MS (1);  5.Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno (0);  6. Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE., MS (0).
Fakultas Peternakan: 1. Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito (48),  2. Prof.Dr. Sutiman B. Sumitro (20);  3. Prof. Dr. Ir. Woro Busono (12);   4. Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno (1);   5.Prof. Dr. Abdul Juli Andi Gani, MS (0);   6. Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE., MS (0).
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan: 1. Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito (61),   2. Prof.Dr. Sutiman B. Sumitro (17); 3. Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno (6);   4.Prof. Dr. Ir. Woro Busono (2);   5.Prof. Dr. Abdul Juli Andi Gani, MS (1); 6. Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE., MS (1).
Fakultas Teknologi Pertanian: 1. Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito (45),   2. Prof.Dr. Sutiman B. Sumitro (15);  3. Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE (1);  4. MS.Prof. Dr. Ir. Woro Busono (1);  5. Prof. Dr. Abdul Juli Andi Gani, MS (0); 6. Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno (0)
Fakultas Hukum: 1. Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito (49),  2. Prof.Dr. Sutiman B. Sumitro (11);  3. Prof. Dr. Abdul Juli Andi Gani, MS (11);  4.Prof. Dr. Ir. Woro Busono (2);  5. Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno (1);   6. Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE., MS (0).
Fakultas Ilmu Administrasi: 1. Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito (72),  2. Prof. Dr. Abdul Juli Andi Gani, MS (18);  3. Prof.Dr. Sutiman B. Sumitro (13);  4. Prof. Dr. Ir. Woro Busono(4);   5. Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno (0); 6. Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE., MS (0).
Fakultas Ekonomi: 1. Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito (51);  2. Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE.(34);   3.Prof.Dr. Sutiman B. Sumitro (25);   4. Prof. Dr. Abdul Juli Andi Gani (0), MS;   5. Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno (0);   6. MS.Prof. Dr. Ir. Woro Busono (0).
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: 1. Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito (40);   2.Prof.Dr. Sutiman B. Sumitro (2);   3. Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno (1);    4.Prof. Dr. Abdul Juli Andi Gani (0);  5. Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE (0);  6. MS Prof. Dr. Ir. Woro Busono (0).
Fakultas Ilmu Budaya: 1. Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito (34);  2. Prof.Dr. Sutiman B. Sumitro (10);   3. Prof. Dr. Abdul Juli Andi Gani, MS  (1);   4. Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno (0);   5. Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE, MS. (0);  6. Prof. Dr. Ir. Woro Busono (0).
Rekapitulasi suara per calon adalah Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito (883 atau 63,03%); Prof.Dr. Sutiman B. Sumitro (368 atau 26,27 %); Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE, MS (42 atau 3 %); Prof. Dr. Ir. Woro Busono (34 atau 2,43%); Prof. Dr. Abdul Juli Andi Gani, MS (33 atau 2,36 %); Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno (20 atau 1,43 %).[fjr]

Inilah Hasil Penjaringan Bakal Calon Rektor UB
7 Januari 2010
Setelah selama satu hari penuh melaksanakan proses penjaringan bakal calon rektor UB untuk periode tahun 2010-2014, panitia merilis hasilnya. Keempat calon yang melenggang ke tahap selanjutnya sesuai dengan urutan perolehan suara adalah Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito (FP); Prof.Dr. Sutiman B. Sumitro (FMIPA); Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE., MS (FE); dan Prof. Dr. Ir. Woro Busono, MS (FPt).
Menurut data yang direkapitulasi oleh panitia, jumlah konstituen yang berhak memilih adalah sebanyak 1911 orang yang terdiri dari dosen, perwakilan karyawan, dan perwakilan mahasiswa. Dari jumlah tersebut, yang berpartisipasi dalam proses penjaringan adalah sebanyak 1401 pemilih atau sebesar 73,3 %. Jumlah surat suara yang tidak sah sebanyak 17 buah atau 1,21 % dan jumlah yang abstain 4 buah atau 0,29 %. "Jumlah pemilih kali ini sudah sangat memuaskan bagi kami mengingat persiapan yang mepet, dan waktu sosialisasi yang kami rasa kurang", tutur Ketua Panitia Penjaringan dan Pertimbangan Calon Rektor Universitas Brawijaya Periode Tahun 2010 - 2014 Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Abadi, MS. "Kalaupun ada yang tidak hadir ke TPS, mungkin karena memang banyak dosen yang sekolah, ada tugas ke luar kota, atau memang karena hari ini masa-masanya UAS. Tapi secara partisipatif ini sudah bagus", lanjutnya.
Menanggapi antusiasme pemilih untuk ikut berpartisipasi dalam proses penjaringan, guru besar dari FP ini mengatakan bahwa warga UB memang semakin sadar pentingnya untuk turut memilih pemimpin yang terbaik menurut mereka. "Mereka ingin pemimpin yang sesuai dengan harapan mereka. Apalagi calon-calonnya qualified, semuanya professor", ujarnya.
Proses penjaringan bakal calon rektor kali ini juga mencatat tiga fakultas yang memiliki tingkat partisipasi pemilih paling tinggi yaitu secara berurutan Fakultas Pertanian (FP) sebesar 90,79 %, Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) sebesar 85,71%, dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sebesar 81,98 %.
Secara umum, calon incumbent Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito mendominasi perolehan suara di seluruh TPS yang ada. Dari ke-12 fakultas dan  satu TPS di kantor pusat, ia memimpin di 12 tempat (termasuk 2 TPS Fakultas Kedokteran). Hanya di FMIPA ia kalah oleh calon lainnya yaitu Prof. Dr. Sutiman Bambang Sumitro.
Terima Kasih
Proses penjaringan yang relatif aman dan tertib tidak lepas dari dukungan calon, pendukung calon, dan seluruh pemilih yang turut menjaga kondisi tetap kondusif. "Mewakili panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut menjaga situasi penjaringan hari ini aman dan tertib serta tidak ada yang mengganggu", tutur Latief.
Selanjutnya, keempat nama bakal calon yang telah terjaring akan menyampaikan program kerjanya masing-masing di hadapan pleno senat UB, Senin (11/01) di gedung Widyaloka UB pukul 09.00. Keesokan harinya (12/01), akan dilakukan pemilihan oleh senat pada waktu dan tempat yang sama. [nik/fjr]

Memilih Rektor UB
7 Januari 2010
Kamis (7/1) ini, sivitas akademika Universitas Brawijaya (UB) melangsungkan pesta demokrasi untuk memilih Rektor periode 2010/2014. Sekitar 1948 pemilih diperkirakan akan membanjiri 14 tempat pemungutan suara yang berada di tiap-tiap fakultas/program serta kantor pusat. Pemilihan akan dilangsungkan selama 5 (lima) jam, mulai 08.00-13.00 WIB yang dilanjutkan dengan penghitungan suara.
Di Fakultas Pertanian, tempat salah satu calon Rektor yaitu Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito memilih, panitia telah mempersiapkan tempat pemungutan suara sehari sebelumnya. Sebanyak 154 pemilih diperkirakan akan menyampaikan aspirasinya yang meliputi 15 wakil mahasiswa, 5 perwakilan karyawan serta 134 dosen. Sekitar pukul 09.30 WIB, Prof. Yogi mendatangi tempat suara dengan disambut alunan tembang kebo giro. Yang menarik,  disampaikan Ketua Panitia Penjaringan dan Pertimbangan Calon Rektor (PPCR), pemungutan suara Fakultas Pertanian, Ir. Suwasono Heddy, MSi, disediakan makan siang dan door prize bagi para pemilih. Menurut rencana door prize akan diundi siang nanti seusai penghitungan suara.
Sementara itu, di FMIPA sebanyak 170 pemilih diperkirakan akan mendatangi tempat suara yang terdiri atas 13 perwakilan mahasiswa, 6 perwakilan karyawan dan 151 dosen. Diwawancarai disela-sela pemungutan suara, Dekan FMIPA, Dr. Mardjono, M.Phil menyatakan senang ada warga FMIPA yang mencalonkan diri menjadi Rektor yaitu. Prof. Dr. Sutiman Bambang Sumitro. Menurutnya, ini merupakan kali kedua Prof. Sutiman mencalonkan diri setelah pada 2002 kalah oleh Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno. Selain itu, pencalonan Prof. Sutiman kali ini juga merupakan kali kedua adanya perwakilan Rektor dari FMIPA setelah Prof. Hasyim Baisoeni. "Bagaimanapun pemilihan Rektor kali ini sepenuhnya diserahkan kepada para pemilih dalam menyampaikan aspirasinya. Siapapun yang terpilih nantinya merupakan pimpinan di tingkat universitas" ujar Dekan. Kepada Rektor yang terpilih, Dr. Mardjono berharap agar menyadari bahwa FMIPA yang menaungi keilmuan dasar akan dibutuhkan oleh setiap fakultas.
Pemilihan
Di Fakultas Teknik sebanyak 260 orang memiliki hak suara. Jumlah ini terdiri dari 240 dosen PNS dan CPNS, lima karyawan, dan 15 mahasiswa. Sampai tanggal 10.30 WIB tercatat 117 partisipan yang telah menggunakan hak pilihnya. Pemilihan di buka jam 09.00 WIB oleh panitia PPCR Fakultas Teknik.
Sedangkan di Fakultas Hukum tempat pemilihan dibuka jam 08.00 WIB dengan jumlah pemilih total 119 suara yang terdiri dari 95 dosen, 5 karyawan, dan 9 mahasiswa."Pelaksanaan disini adem ayem saja", Endang Susitioningsih, S.Sos, sekretaris panitia penjaringan fakultas Hukum menuturkan.
Selain di fakultas-fakultas, PPCR 2010-2014 juga dibuka di Kantor Pusat. Total jumlah suara yang terdaftar di Kantor Pusat berjumlah 54 struktural dan 33 mahasiswa. Dari jumlah tersebut hingga pukul 11.00 WIB, 52 struktural dan 10 mahasiswa telah mencontreng. Ketua Panitia PPCR Kantor Pusat, Dra. Ristika MM menuturkan, "pelaksanaan pilrek kali ini aman dan tenang. Tampaknya semua sudah memahami sehingga pesta demokrasi pemilihan rektor bisa berjalan dengan baik". [ai/nok]

Penjaringan Berlangsung Lancar, Partisipasi Tinggi
7 Januari 2010
Suasana penjaringan calon rektor UB periode 2010-2014 di tiap-tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) berlangsung tertib dan aman. Partisitipasi pemilih yang terdiri dari dosen, perwakilan karyawan, dan perwakilan mahasiswa meningkat.
Menurut pantauan PRASETYA Online yang turut serta bersama panitia pelaksana penjaringan ke lokasi-lokasi TPS, pelaksanaan penjaringan tidak banyak mengalami hambatan. Panitia-panitia lokal yang menempati 14 TPS baik di lingkungan UB maupun di RSSA mengaku pemberitahuan kepada konstituen melalui surat beberapa hari sebelum hari pemungutan cukup membantu sosialisasi.
Ketua Pelaksana Panitia Penjaringan dan Pertimbangan Calon Rektor Universitas Brawijaya Periode Tahun 2010 – 2014 mengaku puas atas pelaksanaan penjaringan tahun ini. "Tingkat partisipasi berbeda-beda. Rata-rata tinggi, sekitar  70 persen", tutur guru besar asal Fakultas Pertanian ini.
Doorprize TPS FP
Acara penjaringan menarik dilaksanakan oleh panitia lokal di Fakultas Pertanian. Panitia sengaja menyediakan doorprize dengan bermacam-macam hadiah menarik. Sayang, panitia tidak memberitahukan doorprize apa yang disediakan untuk para konstituen yang telah memilih para bakal calon rektor. Menurut salah seorang panitia lokal di TPS FP, doorprize sengaja disediakan untuk meningkatkan antusiasme para pemilih.
Proses penjaringan akan memunculkan 4 nama yang memperoleh suara terbanyak yang akan diajukan ke senat universitas. Pemaparan program kerja ke-4 calon akan disampaikan di hadapan pleno senat pada tanggal 11 Januari 2010. Selanjutnya senat akan melakukan pemilihan pada tanggal 12 Desember 2010. [fjr]

Foto: Ketua Pelaksana Penjaringan dan Pemilihan, Prof.Dr. Ir. Abdul Latief Abadi, MS dalam kunjungan ke TPS FIB

6 Bakal Calon Rektor UB Sampaikan Program Kerja
6 Januari 2010
Seluruh bakal calon rektor UB periode 2010-2014 telah menyampaikan gagasan-gagasannya membangun universitas dalam acara pemaparan program kerja di gedung Widyaloka, Rabu (6/1). Acara ini dihadiri ratusan sivitas akademika UB yang memadati gedung tersebut.
Acara dipimpin oleh Ketua Pelaksana Panitia Penjaringan dan Pertimbangan Calon Rektor Universitas Brawijaya Periode Tahun 2010 – 2014 Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Abadi, MS. Acara dibagi dalam dua sesi utama yaitu pemaparan program kerja dan tanya jawab. Pemaparan program kerja diurut sesuai dengan abjad nama-nama bakal calon. Setiap bakal calon diberi waktu 15 menit untuk memaparkan program kerjanya. Waktu tanya jawab dialokasikan selama 60 menit.
Hampir seluruh bakal calon menyampaikan program untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan, dosen maupun, mahasiswa. Hanya saja bentuknya kesejahteraan tersebut bermacam-macam. Prof. Dr. Abdul Juli Andi Gani, MS  misalnya, jika ia terpilih akan memperhatikan pendidikan putra dan putri karyawan. Berbeda halnya dengan Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno, ia memprogramkan adanya bantuan kesejahteraan naik haji untuk para dosen. "Selama ini yang diberi bantuan masih karyawan saja. Saya tahu sebenarnya dosen juga berharap dan punya keinginan untuk mendapatkan bantuan naik haji", tuturnya. Lain lagi dengan Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE., MS, secara berkelakar ia mengibaratkan seorang pemimpin ibaratnya penggembala kambing. "Yang namanya penggembala, dikatakan berhasil jika yang digembalakan semakin gemuk", ujarnya disambut tawa hadirin.
Sementara itu calon ke-4, Prof. Dr. Sutiman B. Sumitro menyampaikan ada tiga isu penting yang harus diperhatikan dalam pembangunan UB ke depan yaitu otonomi, penyehatan organisasi, dan peningkatan daya saing nasional. Menurutnya, isu penyehatan organisasi dipilih karena organisasi yang sehat menjadi prasyarat utama untuk dapat berkontribusi menjadi agen perubahan masyarakat dan peran yang jelas dalam Tri Dharma.
Prof. Dr. Ir. Woro Busono, MS memprogramkan untuk menambah dan melengkapi fasilitas kampus terutama laboratorium. "Hal ini tentunya untuk memacu produktivitas penelitian, dan hasil penelitian bisa mendukung misi entrepreneurial university", tuturnya. Guru besar asal Fakultas Peternakan ini memang getol mengangkat isu peningkatan sektor bisnis universitas berbasis hasil penelitian dosen.
Calon incumbent Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito tetap konsisten untuk memperkokoh visi world class entrepreneurial university. Menurutnya, ia tergerak untuk melanjutkan pengabdiannya sebagai rektor pada period ke-2 karena banyak program kerja di masa kepemimpinannya yang belum selesai. "Pembangunan rumah sakit, pembangunan cabang kampus, lahan untuk asrama di daerah Dieng, semuanya masih tersisa untuk diselesaikan. Misalnya untuk rumah sakit, perlu usaha keras untuk menuntut pusat segera mencairkan dana karena saat ini baru sedikit", tuturnya.
Untuk menyongsong BHPMN, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito mengungkapkan jika dipercaya melanjutkan kepemimpinannya di periode yang kedua, ia akan memaksimalkan peningkatan pendapatan dari sisi bisnis dan meminimalisir pendapatan dari orang tua mahasiswa.
World Class University
Ada pandangan menarik terkait visi world class university yang disampaikan oleh para calon. Menurut Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, UB memang sudah sewajarnya mencanangkan diri sebagai world class university dengan basis entrepreneurial. "Prestasi kita sudah tinggi, versi dikti kita runner up. Kita juga telah melampaui teaching university, research university, dan yang paling tinggi ini kita canangkan world class entrepreneurial university", tuturnya. Sedangkan menurut Prof. Sutiman Bambang Sumitro yang menyampaikan untuk menjadi world class, UB hanya perlu menerapkan infrastruktur yang berkelas. "Kita hanya butuh meningkatkan infrastruktur setinggi mungkin. Katakanlah, IT kita mesti sesuai standar Asia. Sedangkan yang lain, seperti kurikulum, itu terserah mau kita", ungkapnya.
Penjaringan
Proses penjaringan akan dilaksanakan 7 Januari 2010 mulai pukul 08.00 sampai 13.00 di seluruh fakultas dan kantor pusat. Khusus untuk Fakultas Kedokteran akan dilangsungkan di dua tempat yaitu di fakultas dan di rumah sakit karena tidak sedikit staf pengajar FK UB yang berada di RS Syaiful Anwar. Warga UB yang berhak memilih dalam proses penjaringan adalah seluruh dosen, perwakilan karyawan (minimal setingkat kasubbag), dan perwakilan dari mahasiswa sesuai dengan SK rektor dan dekan.
Hasil pemilihan akan dihitung langsung dan akan selesai kurang lebih pukul 16.00 WIB. Empat calon dengan jumlah suara akumulatif terbanyak akan diajukan ke senat universitas. [fjr]

Kuliah Tamu President Director PT XL Axiata Tbk di FT UB
6 Januari 2010
Fakultas Teknik UB menyelenggarakan kuliah tamu dengan pembicara President Director PT. XL Axiata, Tbk Hasnul Suhaemi. Tema yang diangkat dalam kuliah ini adalah tantangan bisnis teknologi komunikasi.
Menurut Hasnul Suhaemi, bisnis teknologi komunikasi merupakan salah satu ceruk bisnis yang dalam waktu lama masih belum mencapai titik jenuh. "Bisnis ini salah satu bisnis yang masih akan menguntungkan dalam waktu yang lama", tuturnya.
Ia mencontohkan bisnis Blackberry yang akhir-akhir ini booming. Di perusahaannya, ia mengaku telah memiliki ratusan ribu pelanggan Blackberry. Namun demikian, pemanfaatan fasilitas Blackberry itu sendiri oleh para pelanggan belum maksimal. "Sebagai contoh, pelanggan punya handset, hanya memanfaatkan fasilitas invoice dan SMS saja. Sedangkan fasilitas-fasilitas inti lainnya malah belum dimanfaatkan. Yang seperti ini jumlahnya sekitar 40 persen", ungkap Hasnul.
Dengan kondisi seperti itu, berarti masih banyak fasilitas yang belum dimanfaatkan. Jika fasilitas-fasilitas tersebut belum dimanfaatkan, tentu saja masih ada lahan bisnis yang semestinya harus digarap. Untuk itu ia berharap tenaga-tenaga terampil dari FT UB mau melirik bidang bisnis seperti ini. [fjr]

Dr. V. M. Ani Nurgiartiningsih: "Rekording Untuk Peningkatan Mutu Ternak Sapi"
5 Januari 2010
Rekording sangat dibutuhkan untuk program pemuliaan ternak karena merupakan tulang punggung keberhasilan usaha peternakan dan program perbaikan mutu genetik ternak. Kata "rekording" yang sama dengan mencatat, merupakan kegiatan mendasar yang harus dilakukan dan tahap awal dari semua program pemuliaan ternak. Catatan itulah yang menjadi data dasar kegiatan seleksi/memilih ternak untuk membentuk bibit unggul dan mengevaluasi ada tidaknya peningkatan mutu genetiknya. Kurang tersedianya data melalui proses rekording mengakibatkan seleksi untuk memilih ternak unggul yang akan dikembangbiakkan sebagai bibit hanya didasarkan pada bentuk luar saja dan bukan berdasar informasi potensi genetik. Demikian disampaikan Dr. Ir. V. M. Ani Nurgiartiningsih, MSc dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk "Peran Rekording Dalam Rangka Peningkatan Mutu Bibit Ternak Sapi". Orasi ilmiah ini disampaikan pada rapat senat terbuka Universitas Brawijaya (UB) dalam rangka Dies Natalies ke-47, Selasa (5/1) di gedung Samantha Krida. Selain diperlukan dalam seleksi, Rekording menurut Ani bermanfaat untuk melakukan evaluasi perkembangan performans produksi individu maupun populasi suatu jenis ternak antar generasi.
Dengan rekording juga, menurut alumni Martin Luther University, Halle-Wittenberg Jerman yang lulus dengan predikat Magna Cumlaude ini, silsilah ternak akan dapat diketahui yang akan bermanfaat dalam melakukan analisis komponen ragam dan menduga nilai pemuliaan seekor ternak.
"Hingga saat ini, seleksi dan evaluasi potensi genetik di pusat perbibitan di negara maju dilakukan menggunakan analisis genetik kuantitatif. Keluaran dari analisis matematis ini adalah informasi kuantitatif tentang potensi genetik individu ternak yang dinyatakan sebagai Nilai Pemuliaan (NP) dan Breeding Value (BV)", kata dia. Ditambahkan Ani, nilai pemuliaan ini menunjukkan kemampuan atau potensi genetik yang dimiliki seekor ternak terhadap rataan populasinya. Kedua jenis data dasar ini, diterangkannya hanya dapat diperoleh melalui rekording performans individu ternak yang menjadi target program pemuliaan.
Rekording untuk Peningkatan Produksi
Mensitir Mason dan Buvanendran (1982), Ani menyatakan bahwa pada stadium awal, rekording sebaiknya langsung ditujukan pada sifat ternak yang mempunyai manfaat langsung untuk manajemen produksi seperti peningkatan pertambahan berat badan (untuk sapi potong), produksi susu (untuk sapi perah), serta penurunan kematian pedet (untuk sapi perah dan sapi potong). "Dengan menggunakan rekording dalam manajemen produksi baik di tingkat usaha tani maupun nasional, maka peningkatan produksi akan dapat diestimasi", ujarnya. Berkaitan dengan hal tersebut, ia pun mencontohkan keberhasilan peningkatan produksi di beberapa negara maju. "Pada tingkat nasional di Swedia, seleksi ternak sapi perah berdasarkan rekording yang telah diterapkan sejak 1960 telah dapat meningkatkan rata-rata produksi susu dari 4000 kg/ekor/tahun menjadi 6000 kg/ekor/tahun pada tahun 1980-an. Peningkatan produksi susu yang cukup tinggi juga dilaporkan di Denmark, Finlandia dan Norwegia", tambahnya. Sifat-sifat ternak yang umumnya harus dicatat untuk program pemuliaan sapi potong meliputi identifikasi induk dan bapak, tampilan reproduksi, mothering ability, bobot sapih, warna dan konformasi tubuh serta kualitas karkas. Sementara untuk sapi perah, pencatatan dapat meliputi identifikasi induk dan bapak, bobot lahir, bobot sapih, lama laktasi, produksi susu 305 hari serta kandungan protein dan/atau lemak susu.
Rekording di Indonesia
"Sampai saat ini rekording masih langka dijumpai di Indonesia khususnya yang berbasis teknologi informasi. Kalaupun ada, maka umumnya adalah rekording manual yang tidak akurat dan tidak berkesinambungan", ujar Ani yang menyelesaikan program sarjana di UGM dan master di Wageningen Agricultural University, The Netherlands. Mensitir Pammusureng (2009), rekording sapi perah di Indonesia telah diadakan sejak 1995 hingga sekarang dengan menggunakan sistem aplikasi database SISI (Sistim Identifikasi dan Informasi Sapi Perah Indonesia). Menurutnya program ini telah diterapkan di 17 dari 100 koperasi/KUD persusuan terutama di Jawa Barat meskipun hanya untuk kepentingan manajemen pengelolaan koperasi susu. "Penyempurnaan lebih lanjut harus dilakukan jika akan digunakan untuk dasar seleksi berdasar pada potensi genetik atau nilai pemuliaan", ujarnya.
Selain SISI, terdapat beberapa software lain yang dapat digunakan seperti AIDA (Artificial Insemination Database Application) untuk sapi perah dan HIRDS (Hanwoo Identification and Records Database System) untuk sapi potong yang dikembangkan di Korea. Fakultas Peternakan UB sendiri, melalui kerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi (KNRT) Republik Indonesia dalam program Riset Unggulan Strategis nasional (RUSNAS) telah mengembangkan teknologi rekording data sapi potong berupa software yang disebut Sistem Rekording dan Evaluasi Performan Sapi Indonesia (SREPSI).
Di akhir orasinya, ia mensitir Lindstoem (1976) serta Mason dan Buvanendran (1982) tentang berbagai kendala utama pelaksanaan rekording di kawasan tropis termasuk Indonesia. Berbagai kendala tersebut meliputi kurangnya dana untuk eksekusi program rekording, dibutuhkannya insentif yang cukup untuk pelaksana rekording, pemilikan sapi per unit usaha tani yang relatif kecil, tidak adanya insentif bagi peternak untuk melakukan rekording, tersebarnya peternak pada beragam kawasan agroekosistem, buruknya fasilitas untuk koleksi data dan prosesing data serta kurang tersedianya petugas rekording yang berkualitas.
----
Dr. Ir. V. M. Ani Nurgiartiningsih, MSc dilahirkan di Salatiga 45 tahun silam. Sejak 1990 hingga sekarang ia adalah dosen Jurusan Produksi Ternak di UB. Saat ini ia telah berpangkat Penata/Gol. IIID dengan jabatan akademik Lektor Kepala (550 kredit poin). Berbagai penghargaan pernah diraihnya diantaranya Dosen Berprestasi I Fakultas Peternakan (2008) dan Dosen Berprestasi II UB (2008). Selama karier akademiknya, ia telah menghasilkan 15 artikel dan hasil penelitian yang dipublikasikan, 11 hasil penelitian dalam bentuk laporan serta empat buah buku. Diantara bukunya ada yang diterbitkan di Berlin, Jerman yang berjudul "Simultane Schatzung der Genetischen Parameter fuer Merkmale Beim Legehuhn in Einzel und Gruppenkafigen". [nok]

6 Guru Besar Lolos Seleksi Bakal Calon Rektor UB
5 Januari 2010
Sebanyak 6 nama guru besar akhirnya lolos seleksi menjadi bakal calon rektor UB periode 2010-2014. Sampai hari terakhir pendaftaran calon dan seleksi, akhirnya panitia merilis nama-nama bakal calon yang berhak melanjutkan ke prosesi berikutnya.
Berikut adalah nama-nama definitif bakal calon yang dirilis oleh panitia berdasarkan abjad: Prof.Dr.Abdul Juli Andi Gani, MS (FIA); Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno, MS (FPIK); Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE., MS (FE); Prof.Dr. Sutiman B. Sumitro (FMIPA); Prof. Dr. Ir. Woro Busono, MS (FPt); dan Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito (FP).
Esok, keenam bakal calon akan memaparkan program kerja di hadapan seluruh civitas akademika UB di gedung Widyaloka. Pemaparan program kerja bakal calon rektor akan dimoderatori oleh Ketua Pelaksana Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Abadi, MS. Seluruh bakal calon akan memaparkan program kerjanya dengan cara dipanel dengan setiap bakal calon diberi kesempatan selama 15 menit per orang. Selanjutnya, program-program yang telah disampaikan akan dikritisi selama 1 jam oleh para hadirin. Acara akan berakhir pukul 12.30. [fjr]

Seminar Nasional Kewirausahaan I Oleh PDIM-UB
5 Januari 2010
Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Brawijaya (PDIM-UB) berencana menyelenggarakan Seminar Nasional Kewirausahaan I bertema "Mengembangkan Kewirausahaan Berdaya Saing Internasional Melalui Pemanfaatan Budaya Lokal". Kegiatan yang akan diselenggarakan di gedung widyaloka pada Rabu (20/01) ini akan mengundang 2 (dua) orang pembicara terkemuka. Mereka adalah M. Yusuf Kalla (owner Kalla group) dengan materi "Peran Budaya Lokal di Dalam Mengembangkan Usaha Kelas Dunia)" serta Y.W. Junardy (President Commisioner PT. Rajawali Corpora) dengan materi "Peran Entrepreneur di Indonesia". Pembayaran biaya seminar nasional ini dapat dilakukan melalui transfer ke Bank BNI atas nama Rektor Unibraw dengan nomor rekening 003 965 0692. Untuk mahasiswa dikenakan biaya Rp. 150 ribu, sementara dosen dan guru: Rp. 200 ribu dan umum: Rp. 500 ribu. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat menghubungi La Ode Bahana Adam, SE, M.Si (HP. 0812 3362 6101) dan John Agustinus, SE, MM (HP. 0813 3301 2000). [nok]

Dies Natalis UB ke-47: A Leading of World Class Entrepreneurial University
5 Januari 2010
Universitas Brawijaya (UB) memasuki usia 47. Rektor UB Prof Dr Ir Yogi Sugito memimpin Rapat Terbuka Senat UB dan Orasi Ilmiah yang berlangsung di Gedung Samantha Krida UB. Sebuah perayaan sederhana namun sarat makna, dirayakan oleh universitas dengan usia yang bisa dikatakan relatif muda bila dibandingkan dengan universitas lain yang telah berdiri ratusan tahun itu. Perayaan dihadiri oleh kalangan dosen, mahasiswa, staf administrasi, para pejabat sipil, TNI dan Polri.
Program utama
Pada kesempatan itu Rektor UB menyampaikan Laporan Program Kerja Rektor Tahun 2009. Disampaikan tiga pilar strategi pengembangan UB untuk mencapai visi yaitu manajemen yang sempurna, infrastrukstur yang bermutu tinggi serta sumberdaya manusia yang profesional dan produktif. Program utama UB tahun 2008-2009 terdiri dari dua belas program yang meliputi perubahan status UB, penataan organisasi dan manajemen, entrepreneurial university, internasionalisasi, pendidikan, penelitian, sumber daya manusia, keuangan, kemahasiswaan, prasarana dan sarana, penataan aset, teknologi informasi serta kesejahteraan.
Capaian
Beberapa hal yang perlu dicermati adalah berbagai capaian yang telah diraih antara lain, perolehan akreditasi A; perolehan gelar juara umum PIMNAS 2008 dan 2009; peningkatan manajemen berbasis teknologi informasi dan komunikasi, pengembangan entrepreneurship education yang berlandaskan kepada Kurikulum Berbasis Kompetensi, process based learning dan student centered learning; penguatan double degree untuk program magister dan doktor melalui kerjasama dengan perguruan tinggi di Thailand, Jepang, Belanda dan Australia; pengembangan perpustakaan yang berstandar internasional; perolehan sertifikasi ISO 9001:2008 untuk PJM, BAAK dan Humas; penerapan spp proposional; peningkatan perolehan paten; peningkatan jenjang akademik dosen; pembenahan lingkungan kampus; sertifikasi tanah UB; serta peningkatan kesejahteraan dosen dan staf administrasi.
Rektor juga menyampaikan, UB tengah menuju a leading of world class entrepreneurial university. Entrepreneurial University merupakan perwujudan visi dan misi untuk menghasilkan lulusan yang mandiri dan berjiwa pelopor. Dan sasaran yang ingin dicapai adalah sistem universitas yang sehat dan mandiri dalam keuangan dan kebijakan pengembangan dengan lulusan yang berjiwa entrepreneur.[nun]

Jalan Sehat dan Bazar Produk Ramah Lingkungan UPPM FK-UB
5 Januari 2010
Unit Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB), Minggu (10/01) akan menyelenggarakan Jalan Sehat dan Bazar Produk Ramah Lingkungan. Kegiatan yang dipusatkan di Balai RW 06 Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Sukun ini merupakan bagian akhir dari rangkaian program pengabdian masyarakat mengenai pengelolaan sampah dan penanaman sayur di kawasan tersebut.
Acara jalan sehat akan diselenggarakan mulai pukul 06.00 - 07.30 WIB yang dilanjutkan dengan bazar aneka produk ramah lingkungan. Berbagai produk tersebut diantaranya kompos, komposter, produk dan benih pertanian organik, kreasi daur ulang serta aneka jajanan sehat. Peserta bazar adalah warga dari kelurahan yang mendapatkan pendampingan dari UPPM yang meliputi Kelurahan Bunul Rejo dan RW 06 Kelurahan Sukun. Selain itu, turut serta juga pengusaha lokal pertanian organik, perguruan tinggi di Malang, anak jalanan Muharto serta warga Perum Bukit Cemara Tidar.
Dalam kesempatan tersebut, akan diselenggarakan juga pelatihan pembuatan kompos dan kreasi daur ulang. Pelatihan ini dapat diikuti secara gratis dengan mendaftar terlebih dahulu saat acara berlangsung. Seorang kader lingkungan dari Surabaya menurut rencana akan dihadirkan sebagai trainer dalam acara ini. Selain itu akan diadakan juga lomba yel-yel yang akan diikuti oleh perwakilan Rukun Tetangga (RT) dan sekolah di wilayah setempat.
Pendidikan Lingkungan
Program Pembuatan Kompos dari Sampah Rumah Tangga dan Penanaman Sayuran di Pot Sebagai Solusi Tempat Pembuangan Sampah Liar (TPSL) ini dikoordinir oleh salah seorang dosen FK-UB, Dr. Rer. Nat. Tri Yudani Mardining R, S.Si, M.Sc, sejak April 2009 hingga saat ini. Program ini memiliki beberapa tujuan yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang lingkungan hidup sehat dan bahaya pembuangan sampah liar, memberdayakan masyarakat terutama ibu rumah tangga untuk turut serta mengurangi masalah sampah dengan mengelola sampah keluarga, memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dan anorganik, memberdayakan masyarakat menciptakan kasawan hijau di sekeliling rumah dengan menanam sayur serta mengurangi secara bertahap aktivitas pembuangan sampah ke TPSL.
Sasaran dari program ini adalah ibu-ibu PKK, tokoh masyarakat, karang taruna dan petugas kebersihan. Selama ini, berbagai kegiatan yang telah dilakukan adalah penyuluhan, pelatihan penggunaan dan pembuatan komposter, studi banding ke Wonokromo Surabaya, pemberian bibit sayur-sayuran, serta pelatihan menanam sayur dari praktisi pertanian. Hingga saat ini telah terbentuk beberapa kelompok pengelola sampah organik. Kegiatan jalan sehat dan bazaar produk ramah lingkungan merupakan salah satu apresiasi terhadap partisipasi warga selama ini. [lik/nok]

Antologi Puisi "Brawijaya Berkata"
4 Januari 2010
Panitia Dies Natalis UB tengah mengumpulkan karya-karya puisi dari civitas akademika yang akan dimuat dalam sebuah antologi puisi "Brawijaya Berkata". Kegiatan ini selain dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis UB  yang ke-47  juga untuk meningkatkan apresiasi terhadap seni dan budaya.
Antologi puisi melibatkan seluruh komponen akademisi di UB sebagai penulisnya yang meliputi unsur pimpinan universitas/fakultas, lembaga, dosen, karyawan, mahasiswa dan alumni. Menurut panitia, puisi dapat ditulis tangan atau diketik dan harus ditandatangani penulis.  Bahasa yang dipergunakan juga fleksibel, bisa bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, atau bahasa lainnya.
Setiap puisi yang dikirimkan paling lambat terkumpul pada tanggal 23 Januari 2010 melalui Pembantu dekan III masing-masing fakultas atau ke Riyanto, M.Hum Fakultas Ilmu Administrasi (email: riyanto@samaco.co.id) atau M. Andhy Nurmansyah,M.Hum di Fakultas Ilmu Budaya UB (email: andhybrawijaya@yahoo.com). [fjr]

Kinerja UB Press 2009
4 Januari 2010
Kinerja Universitas Brawijaya UB Press (UB Press) pada 2009 telah menunjukkan kinerja sangat bagus. Pada tahun tersebut UB Press sebagai salah satu institusi pelaksana RPKAP3T telah berhasil menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan penulis buku produktif dengan mengundang penerbit dan penulis buku tingkat nasional. Prestasi berikutnya adalah telah berhasil menerbitkan buku sebanyak 10 judul buku.
UB Press saat ini telah menyediakan peralatan awal untuk sebuah organisasi penerbitan, membangun Web dan mengembangkan dokumen mutu berbasis ISO 9001:2008. Dengan anggaran yang tersedia melalui RPKAP3T sebanyak kurang lebih 124 juta rupiah, jumlah penerbitan dan kegiatan-kegiatan itu terbilang luar biasa. Apalagi kemudian, laporan pertanggungjawaban keuangan UB Press telah diterima dengan sangat baik oleh Bagian Keuangan UB karena telah disusun mengikuti standar akuntansi pemerintahan.
Optimisme akan kinerja UB Press makin mengemuka karena UB Press dikelola oleh dosen-dosen muda yang jujur, potensial, produktif dan terbukti memiliki komitmen tinggi terhadap UB. Beberapa dari dosen-dosen tersebut juga telah menjadi penulis buku dan/atau jurnal yang cukup dikenal secara internal, nasional dan internasional. Pada tahun 2010 UB Press telah merumuskan program kerja dalam rapat kerja yang dihadiri oleh Pimpinan Universitas Brawijaya. Program kerja tersebut dirumuskan dalam rangka mencapai visi menjadi penerbit elektronik pertama dan terbesar di Indonesia. Informasi yang lebih lengkap mengenai UB Press dapat mengunjungi situs di www.ubpress.brawijaya.ac.id.[han/nun]

Rektor Terima Mahasiswa PPDS 1 2009
4 Januari 2010
Rektor UB Prof. Yogi Sugito menerima secara resmi 51 mahasiswa baru Program Pendidikan Dokter Spesialis angkatan pertama untuk tahun 2009. Dari jumlah tersebut, sebanyak 37 mahasiswa statusnya mandiri, 13 PPDS BK, dan 1 orang dari utusan daerah/TNI/POLRI.
Rektor menyambut gembira dengan konsistensi FK UB untuk terus beupaya menghasilkan tenaga-tenaga dokter spesialis. Hal ini tentu sejalan dengan salah satu misi UB untuk terus mengoptimalkan program pendidikan pasca sarjana dan pendidikan dokter spesialis. "Hal ini sesuai dengan  kebutuhan masyarakat yang memang mendesak membutuhkan tenaga-tenaga terampil dan spesialis di bidang kesehatan", tuturnya.
Dalam sambutannya, Direktur RS Saiful Anwar (RSSA) menyatakan bahwa Rumah sakitnya kini telah mengantongi sertifikat ISO 9001/2008 terbaru. Artinya secara kualitas RSSA telah sedemikian baiknya untuk melakukan pelayanan kesehatan maupun sebagai sarana pendidikan. "Rumah Sakit Saiful Anwar ibaratnya sekeping mata uang jika dilihat dengan Universitas Brawijaya. Ketika rumah sakit sudah berkualitas, dan fakultas kedokteran telah terakreditasi A, maka otomatis akan mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas", tuturnya.
Pendapat senada disampaikan oleh Dekan FK UB Dr.dr. Samsul Islam yang menyampaikan FK UB dan RSSA memang memiliki hubungan simbiosis mutualisme dalam menjalankan pelayanan sebagi tempat pendidikan dokter spesialis. "Hanya dengan pendidikan yang baik akan diperoleh pelayanan yang baik. Demikian juga sebaliknya, hanya dengan pelayanan yang baik akan didapatkan mutu pendidikan yang baik", ujarnya.
Dibukanya Free Trade Area ASEAN plus China pada Januari ini menurut Samsul harus dijadikan bahan untuk mengaca diri. "Jika selama ini tolok ukur persaingan lebih ke arah persaingan produk, bagaimana dengan pelayanan jasa? Sudahkah kita ini layak bersaing dengan sumber daya luar negeri?", ujar dekan retoris. Menurtnya, hal ini harus bisa menjadi penyemangat untuk program pendidikan dokter bekerja dan belajar lebih keras lagi.
Paradigma Baru
Dalam kesempatan sambutannya, rektor menyampaikan paradigma baru pendidikan di Indonesia yang menurutnya penting untuk tetap disikapi. "Paradigma baru itu adalah bermutu, efisien, dan merata". Mutu atau kualitas pendidikan tinggi tidak bisa ditawar lagi karena terkait erat dengan output yang dihasilkan.
Pendidikan tinggi juga harus efisien. Menurut rektor, perencanaan pendidikan harus dibuat seefisien mungkin dari sisi kurikulumnya. "Hal ini bukan karena mahasiswa harus lulus cepat saja, tetapi karena memang dia sudah dibutuhkan dengan mendesak di masyarakat", ungkapnya.
Pendidikan tinggi juga harus merata untuk semua lapisan masayarakt dan dari berbagai macam daerah. "UB memiliki sejumlah 30% mahasiswa yang berasal dari luar Jawa Timur. Menurut Dikti, jumlah ini yang tertinggi', tuturnya. [fjr]

Diskusi "Indonesian Political Outlook  2010" FISIP Universitas Brawijaya
4 Januari 2010
Berbagai persoalan politik, ekonomi dan sosial di Indonesia belum bisa terselesaikan secara tuntas, bahkan momentum yang menyangkut penegakan supremasi hukum dan stabilitas politik dalam negeri di penghujung tahun 2009 ini semakin liar dan panas tak terkendali. Hal tersebut tampak dari kasus polisi vs KPK, bailout bank century sampai penegakan hukum yang terkesan tebang pilih.
Dalam rangka meneropong situasi dan kondisi politik pada tahun 2010, Pada tanggal 22 Desember 2009 jam 10.00-12.00, Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapolitik) Universitas Brawijaya menggelar acara "Indonesian Political Outlook 2010". Tujuannya untuk mengetahui dan mencoba memprediksi secara ilmiah, bagaimana konstelasi politik indonesia tahun depan.
Dalam sambutannya Kepala program studi Ilmu Politik FISIP UB, Wawan Sobari M.A menuturkan “Agar kita sebagai masyarakat akademis bisa mempersiapkan dan melihat secara lebih komperhensif fenomena politik yang terjadi”.
 Menurut Hasbi, ketua Himapolitik, acara tersebut diselenggarakan untuk menambah wawasan bagi mahasiswa agar selalu kritis dan objektif dalam melihat kejadian sosial politik yang terjadi, ditambahkannya, konsep acara tersebut ingin melihat konteks sosial politik dari beberapa perspektif yakni, sosial ekonomi, hubungan internasional  dan politik. Pembicara dari FISIP yang mengulas tema-tema tersebut antara lain; Imron Rozuli, SE, M.Si, Dosen Sosiologi Ekonomi.  Anggun Trisnanto, S.IP., M.Idea, Dosen Hubungan Internasional dan M. Faishal Aminuddin, Dosen Ilmu Politik.
 Kondisi perpolitikan Indonesia tahun 2010 menurut pembicara menunjukkan banyak hal menarik. Faishal Aminuddin melihat bahwa akan muncul persoalan besar terkait yang sebenarnya menjadi konsekuensi sistem presidensial yang dianut oleh Indonesia. Koalisi besar yang dibidani oleh Partai Demokrat berpeluang besar akan mengalami perpecahan. Hal ini disebabkan oleh posisinya sebagai partai pendukung pemerintah yang tidak mampu menyeimbangkan kekuatan politik di legislatif dan eksekutif. Presiden SBY dan DPR sama-sama mendapat mandat dan legitimasi pemilih. Jika komunikasi politiknya buruk, maka eksekutif akan melenggang dengan dasar legitimasi otoritatif sementara legislatif akan memanfaatkan legitimasi populis dimana kedua legitimasi diatas didapatkan melalui pemilu.
 Dalam acara yang dihadiri hampir 100 peserta ini, Anggun Trisnanto melihat posisi tawar Indonesia dalam kancah politik luar negeri bisa membaik dan akan mempunyai posisi strategis bila kondisi sosial ekonomi dalam negeri stabil, seperti contoh; ketika medio 70-80an Indonesia mempunyai peran internasional yang bagus, Indonesia bisa berbicara banyak dalam forum ASEAN sampai PBB. Hal tersebut disebabkan kondisi sosial politik dalam negeri yang bagus dan stabil. Sedangkan Imron Rozuli menilai bahwa kondisi sosial ekonomi Indonesia tidak akan banyak berubah bila apa yang dilakukan pemerintah dalam penanganan ekonomi masih stagnan dan tidak ada terobasan-terobosan baru, dia menambahkan bahwa penguatan struktur ekonomi mikro dan pengembangan sektor riil adalah merupakan langkah strategis untuk mengembangkan ekonomi Indonesia.[fisip/fjr]