Last updated 30/1/2006
By: Farid Atmadiwirya
Januari 2006

Ujian Disertasi Setyono Yudo Tyasmoro
30 Januari 2006
Berangkat dari tujuan mempelajari produktivitas biomasa dan fiksasi nitrogen bebas oleh azolla sebagai fungsi dari kuantitas bibit, unsur hara P dan Mo, serta mempelajari penyediaan N dari azolla untuk padi sawah sebagai fungsi dari biomasa azolla, Ir. Setyono Yudo Tyasmoro MS menyusun disertasi berjudul "Sinergi Unsur Hara Fosfat dan Molibdenum pada Penyediaan N-Azolla (Azolla mycorphylla L.) untuk Padi Sawah dalam Upaya Efisiensi Penggunaan Pupuk Nitrogen (Urea)".
Disertasi ini dipertahankan dalam sidang ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Senin 30/1.
Promovendus mengemukakan bahwa efisiensi pemupukan nitrogen (N) anorganik yang cukup rendah merupakan masalah utama pada sistem produksi padi sawah yang diakibatkan N, mudah mengalami penguapan, pencucian dan ikut aliran air permukaan. Penggunaan pupuk hijau azolla, kompos, dan pupuk kandang adalah salah satu upaya peningkatan efisiensi N yang rendah. Diungkapkan bahwa 60% tanah sawah yang ada di Pulau Jawa memiliki kandungan C-organik rata-rata kurang dari 2% atau sangat rendah, dan 99% tanah sawah di Jawa Timur memiliki kandungan C-organik sangat rendah sampai rendah.
Azolla adalah jenis tumbuhan paku air yang mengapung banyak terdapat di perairan yang tergenang terutama di sawah-sawah dan di kolam, mempunyai permukaan daun yang lunak mudah berkembang dengan cepat dan hidup bersimbosis dengan Anabaena azollae yang dapat memfiksasi Nitrogen (N2) dari udara. Petani di Jawa menyebutnya kayu apu. Azolla telah lama digunakan oleh petani di kawasan Asia untuk meningkatkan hasil padi sawah.
Penelitian Setyono dilakukan di Desa Merjosari Kecamatan Lowokwaru, green house Agrochemical Department of Agriculture Food Technology and Resources Management Faculty of Sydney University Australia, dan green house Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, selama kurun waktu Juli 2003 hingga September 2004. Hasil penelitian Setyono menunjukkan bahwa peningkatan jumlah azolla, P dan Mo mengakibatkan peningkatan pertumbuhan dan bobot kering padi, serta penurunan penggunaan pupuk nitrogen. Dengan demikian maka Setyono menyarankan untuk mengurangi penggunaan pupuk urea pada padi sawah dan menggantinya dengan pupuk organik atau pupuk hijau azolla, dan mengingat terbatasnya jumlah azolla maka sebaiknya setiap kelompok petani memiliki tempat khusus untuk memelihara dan memperbanyak azolla guna terpenuhinya kebutuhan azolla.
Ujian disertasi Ir. Setyono Yudo Tyasmoro dipromotori oleh Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Prof. Dr. Syekhfani, dan Dr. Ir. Suyamto APU. Sementara dosen penguji terdiri dari Prof Dr Ir Jody Moenandir, Prof Dr Ir SM Sitompul, Dr. Ir. Husni Thamrin Sebayang MS, dan Dr. Sudarnadi Purnomo APU dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur.
Setyono, putera kelahiran Jombang 12 Mei 1960, adalah doktor dari program ilmu pertanian dengan kekhususan ekologi tanaman. Dalam yudisium, Setyono dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan, indeks pretasi kumulatif 3,38. Dr. Ir. Setyono Yudo Tyasmoro MS, sarjana pertanian (S1) lulusan UGM (1985), dan S2 Produksi Tanaman Pascasarjana UGM (1990), mengabdikan diri sebagai dosen Fakultas Pertanian Unibraw sejak 1986. [nik]

FH Unibraw Buka Pusat Kajian Korupsi
30 Januari 2006
Korupsi telah membudaya di masyarakat Indonesia. Setiap kehidupan sendi masyarakat telah mengakar pikiran untuk korupsi. Abdul Madjid SH MHum, koordinator Pusat Pengkajian Pemberantasan Korupsi (PPPK) menjelaskan bahwa tindak korupsi telah dilakukan secara tidak sadar oleh masyarakat. Ia mencontohkan seperti saat ingin membuat KTP (kartu tanda penduduk) atau SIM (surat ijin mengemudi) secara tidak sadar melakukan tindak korupsi dengan menyiapkan dana tersendiri untuk mempercepat pengurusan surat tersebut.
Kasus korupsi saat ini menjadi isu sentral di Indonesia. Berdasarkan pemikiran tersebut, Fakultas Hukum Unibraw membuka pusat kajian pemberantasan korupsi. Pasca diadakannya Seminar dan Kampanye Nasional Anti Korupsi pada tanggal 26 Januari 2006 dengan tema “Melawan Korupsi dengan Budaya untuk Menciptakan Pemerintahan yang Bersih”, Dekan Warkum Sumitro SH MH melaunching lembaga baru tersebut.
Ada 3 bidang kegiatan di dalamnya yaitu pendidikan, penelitian dan advokasi. Lembaga ini dibantu oleh 17 orang dosen dan guru besar Fakultas Hukum. Lembaga ini merupakan satu-satunya lembaga di perguruan tinggi negeri di Indonesia yang menfokuskan kegiatannya pada penelitian korupsi.
Untuk menguatkan kerja lembaga, koordinator PPPK Abdul Madjid melakukan kerjasama dengan lembaga resmi dan lembaga seperti Kejaksaan Negeri Malang, dan lembaga-lembaga non-resmi. Mereka mengadakan kerjasama untuk melihat ciri tindak pidana korupsi dan bagaimana seluk beluknya.
Pria berperawakan besar ini mengharapkan berdirinya lembaga ini akan memberikan perhatian besar pada masalah korupsi secara nasional, tidak hanya terbatas pada wilayah Jawa Timur saja. [vty]

Unibraw Buka Dua Jalur Seleksi Baru
28 Januari 2006
Mulai tahun akademik 2006/2007, Universitas Brawijaya akan membuka dua jalur baru seleksi penerimaan mahasiswa untuk program sarjana (S1). Kedua jalur baru tersebut masing-masing adalah Seleksi Program Kemitraan Sekolah (SPKS), dan Seleksi Program Kemitraan Instansi (SPKIns).
Selain kedua jalur seleksi itu, Unibraw masih mengadakan seleksi melalui PSB (penjaringan siswa berprestasi, seleksi tanpa ujian tulis), SPMB (seleksi penerimaan mahasiswa baru, secara nasional), SPMK (seleksi program minat dan kemampuan, dulu dikenal dengan istilah program nonreguler atau program ekstensi), SPKD (seleksi program kemitraan daerah, calon dikirim oleh pemerintah daerah sebagai mahasiswa tugas belajar), SPI (seleksi program internasional), SAP (seleksi alih program, atau dulu dikenal dengan istilah alih jenjang), dan SPMD (seleksi penerimaan mahasiswa program diploma).
SPKS adalah seleksi melalui ujian non tulis yang pelaksanaannya bersamaan dengan PSB (penjaringan siswa berprestasi), atau melalui ujian tulis dengan pelaksanaan sesuai kesepakatan bersama, dengan biaya studi sama dengan SPMK (seleksi program minat dan kemampuan). Persyaratannya: lulusan SMA, MA, dan SMK tahun ajaran 2005/2006.
Sementara itu, calon mahasiswa SPKIns dikirim oleh suatu instansi/perusahaan, baik pemerintah maupun swasta. Seleksi ini melalui ujian tulis, dan pelaksanaannya sesuai dengan kesepakatan bersama, dan biaya studi sama dengan SPMK. Persyaratannya: lulusan SMA, MA, dan SMK tahun ajaran 2005/2006.
PSB
Jalur PSB yang dilaksanakan tanpa ujian tulis, dimaksudkan untuk menjaring calon mahasiswa berprestasi tinggi baik di bidang akademik maupun non-akademik yang karena sesuatu hal, misalnya karena proses belajar-mengajar di sekolah kurang baik, karena keaktifan siswa pada kegiatan ekstra-kurikuler, atau karena keadaan orang tua kurang mampu sehingga siswa sulit bersaing melalui jalur SPMB. Syarat-syaratnya, antara lain mempunyai prestasi akademik dan/atau non akademik tinggi yang ditunjukkan melalui serangkaian bukti prestasi.
Untuk calon yang menempuh jalur prestasi akademik, nilai rapor kelas 1 semester kedua sampai kelas 3 semester pertama (nilai rata-rata, nilai terendah, dan nilai mata pelajaran khusus) harus memenuhi standar tertentu sesuai jurusan/program studi yang dipilih.
Sedangkan calon yang menempuh jalur prestasi non akademik, prestasi yang dapat dipertimbangkan adalah prestasi (juara I, juara II, juara III) di bidang olahraga dan kesenian tingkat propinsi, nasional, regional, tingkat internasional, tanpa memperhatikan prestasi akademiknya. Jalur prestasi non akademik ini tidak berlaku untuk program studi pendidikan dokter.
Peserta seleksi PSB hanya dapat memilih 1 program studi yang ada di Unibraw, sesuai dengan jurusannya di SLTA. Peserta wajib mengisi formulir dan melengkapi berkas pendaftaran serta mengirimkannya secara kolektif melalui Kepala Sekolah, selambat-lambatnya tanggal 25 Maret 2006. Biaya pendaftaran Rp 150 ribu per peserta, disetor/ditransfer melalui rekening Rektor (nomor 0039649428) pada Bank BNI Cabang Unibraw, dan tidak boleh membayar melalui kantor pos.
Penilaian untuk prestasi akademik dilakukan melalui dua tahap, meliputi penilaian terhadap mutu sekolah untuk menentukan kuota jumlah siswa yang dapat diterima melalui program seleksi ini, dan penilaian terhadap calon yang diperoleh dari skor prestasi akademik berdasarkan nilai rapor. [nik/Far]

Pengukuhan Dua Guru Besar: Prof. Sumarno dan Prof. Harnen
28 Januari 2006
Dua orang dosen senior, masing-masing Dr. dr. Sumarno SpMK dari Fakultas Kedokteran dan Dr. Ir. Harnen Sulistio MSc dari Fakultas Teknik, Sabtu 28/1 dikukuhkan sebagai gurubesar ke-120 dan ke-121 Universitas Brawijaya. Upacara pengukuhan dipimpin oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno berlangsung khidmat dalam sebuah rapat terbuka Senat Universitas Brawijaya di Balai Senat, gedung PPI Unibraw.
Mikrobiologi
Dalam upacara tersebut Prof. Dr. dr. Sumarno DMM SpMK, pria kelahiran Jember 6 Juli 1948, yang diangkat dalam jabatan gurubesar Mikrobiologi pada Fakultas Kedokteran terhitung mulai tanggal 1 Juli 2005, berdasarkan SK Mendiknas nomor 37205/A2.7/KP/2005 tanggal 30 Juni 2005, membawakan orasi ilmiah berdjudul "Faktor-faktor yang Berperan dalam Upaya Mendapatkan Alat Diagnosis Dini untuk Menanggulangi Penyakit Infeksi". Dengan pengukuhan ini maka Prof. Sumarno tercatat sebagai gurubesar ke-15 Fakultas Kedokteran. Prof. Sumarno menyelesaikan pendidikan dasar (1961) dan menengah (1967) di daerah kelahirannya Jember, lulus dokter FK Unibraw (1979), spesialis mikrobiologi klinik PAMKI-IDI di Jakarta (1992), doktor ilmu kedokteran dari Pascasarjana Unair (2000). Selain itu Prof. Sumarno memperoleh pendidikan tambahan seperti Teaching Assignment on Microscopy and Photomicrography (1982) yang diadakan Australian Universities International Development Program (AUIDP), Diploma in Medical Microbiology (1983) dari Institute of Medical Research, Kuala Lumpur, Malaysia, Kursus Pengendalian Infeksi Nosokomial (1985) di Bandung, dan Cholera Research (1989) dari Institute of Tropical Disease, Nagasaki University, Jepang. Pengabdiannya dalam dunia pendidikan diawali sejak 1981 sebagai asisten ahli madya (golongan III/a) pada Fakultas Kedokteran dan diteruskan hingga kini sebagai gurubesar (golongan IV/a). Pernah menjabat sebagai kepala Laboratorium Mikrobiologi FK Unibraw (2001), Ketua SMF Mikrobiologi Klinik RSU dr. Saiful Anwar Malang (2001), dan Kepala Laboratorium Biomedik FK Unibraw (2003). Prof. Sumarno saat ini sedang memperjuangkan usulan untuk memperoleh hak paten atas penemuannya berupa "Pili Cutter FKUB", dan "Kit Diagnosis Dini Demam Tifoid Menggunakan Molekul Adhesi Pili Salmonela typhi 48 kDa dengan Metode Imunositokimia".
Jalan Raya
Sementara itu Prof. Dr. Ir. Harnen Sulistio MSc, pria kelahiran Ujung Pandang 27 Mei 1957, yang yang diangkat dalam jabatan gurubesar Ilmu Teknik Jalan Raya pada Fakultas Teknik terhitung mulai tanggal 1 Juli 2005, berdasarkan SK Mendiknas nomor 37207/A2.7/KP/2005 tanggal 30 Juni 2005, membawakan orasi ilmiah berdjudul "Kecelakaan Lalulintas Jalan Raya, Sebuah Fenomena Global". Dengan demikian maka Prof. Harnen menjadi gurubesar ke-7 Fakultas Teknik.
Prof. Harnen menyelesaikan pendidikan dasar (1969) dan menengah (1975) di Blitar, lulus sarjana muda teknik sipil (1981) dan sarjana teknik sipil (1982) dari FT Unibraw, master of science (MSc) dalam bidang Highway Engineering and Development (1990) dari ITB-Leeds University, dan doctor of philosophy (PhD) dalam bidang Highway and Transport Engineering (2004) dari Universiti Putra Malaysia (UPM). Selain itu Prof. Harnen pernah mendapatkan kursus dan pelatihan antara lain berupa Advanced Higher Education Administrator Development (1997) dari Unibraw-SEARCA, Microcomputer Accident Analysis Package (2001) dari Royal Malaysian Police Headquarter, Advanced Technology on Accident Investigation (2002) dari UPM-University of Birmingham, dan Road Safety Audit (2002) dari UPM Malaysia.
Karir di bidang pendidikan dimulai tahun 1984i sebagai asisten ahli madya (golongan III/a) pada Fakultas Teknik, dan terus berlanjut hingga jenjang gurubesar (golongan IV/c) saat ini. Pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Pusat Afiliasi Teknik dan Industri FT Unibraw (1991-1994), Kepala Laboratorium Jalan Raya, Jurusan Teknik Sipil FT Unibraw (1992-1994), dan Ketua Jurusan Teknik Sipil FT Unibraw (1996-1999).
Dengan pengukuhan kedua gurubesar tersebut, maka hingga saat ini tercatat jumlah gurubesar aktif Unibraw sebanyak 93 orang, dengan rincian FH 5, FE 10, FIA 11, FP 26, FPt 13, FT 6, FK 10, FPi 3, FMIPA 4, dan FTP 5. Sebanyak 28 gurubesar Unibraw telah pensiun, bahkan 10 di antaranya telah wafat. [Far]

Diagnosis Dini Penyakit Infeksi
28 Januari 2006
Penyakit infeksi menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Demikian Prof. Dr. dr. Sumarno DMM SpMK, dosen senior Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, mengawali orasi ilmiah pengukuhan jabatan gurubesar mikrobiologi, Sabtu 28/1. Berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk menanggulanginya, antara lain dengan SKRT, vaksinasi, peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit, dan penyehatan lingkungan. Salah satu usaha untuk meningkatkan mutu pelayanan penderita di rumah sakit adalah dengan cara menegakkan diagnosis sedini/secepat mungkin terhadap penyakit infeksi, agar dapat dilakukan pengobatan penderita secara cepat sehingga terjadinya kematian dapat dicegah.
Dalam upaya mendapatkan cara diagnosis dini tersebut, menurut Prof. Sumarno, paling tidak ada 5 faktor yang berpengaruh. Yakni, peranan mikrobiologi, peranan laboratorium, peranan rumah sakit, peranan sumber dana, dan peranan pemerintah.
Tentang peranan mikrobiologi, Prof. Sumarno mengatakan ilmu mengenai mikroba ini berkembang sangat pesat. Bahkan menyebabkan timbulnya ilmu baru, yaitu mikrobiologi klinik. Ilmu baru ini mempelajari konsep teori mikroba dalam hubungannya dengan manusia. Salah satu titik perhatian ilmu ini adalah mengenai proses terjadinya infeksi oleh mikroba (patogenesis).
Dalam hal patogenesis, ditemukan teori mengenai konsep perlekatan mikroba pada bagian yang cocok yang secara molekuler diperantarai oleh molekul adhesi (pelekat) yang terdapat pada mikroba dan molekul reseptor (penerima) yang terdapat pada sel inang (host). Sebagi akibat proses perlekatan ini terjadi kolonisasi mikroba. Kolonisasi mikroba ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan. Yang menguntungkan misalnya, proses pembentukan vitamin B kompleks oleh bakteri Escherichia coli yang hidup dalam usus manusia. Sedangkan yang merugikan (menimbulkan gejala sakit) apabila koloni mikroba mampu memproduksi toksin, misalnya bakteri Vibrio cholerae penyebab kolera.
Atas dasar pengetahuan tentang tahap perlekatan bakteri pada sel inang ini, berkembang paradigma baru dalam mikrobiologi klinik, yaitu mengenai peranan molekul adhesi bakteri untuk mengatasi penyakit infeksi yang dikemas dalam bentuk vaksin, dan cara mendapatkan alat diagnosis dini yang dibuat atas dasar konsep reaksi  antigen-antibodi (ELISA, Western Blott, Dot Blott, dan Imunositokimia), atau pemeriksaan materi genetika menggunakan alat Polymerase Chain Reaction (PCR).
Pengembangan vaksin berbasis molekul adhesi, demikian Prof. Sumarno, telah disampaikan oleh sejawatnya, Prof. Sanarto Santoso baru-baru ini. Sementara itu Prof. Sumarno dalam kesempatan itu memaparkan beberapa hasil penelitian kolega dan penelitiannya sendiri untuk mendapatkan alat diagnosis dini penyakit infeksi yang berbasis molekul adhesi mikroba. Dari hasil-hasil penelitian itu ditemukan cara diagnosis dini yang baru untuk penyakit demam tifoid dengan menggunakan molekul adhesi Salmonella typhi.
Peranan laboratorium sebagai penunjang penelitian juga diperlukan untuk mendapatkan alat diagnosis dini. Akan menjadi baik ketika hal ini ditunjang dengan sumberdaya manusia dan peralatan baik hardware dan software. Pili Cutter FKUB misalnya, adalah sebuah alat yang digunakan isolasi molekul adhesi. Alat ini merupakan salah satu penunjang untuk mendapatkan alat diagnosis dini.
Selain itu, rumah sakit juga mempunyai peranan dalam menanggulangi penyakit infeksi. Tanpa keterbukaan penerimaan dari pihak rumah sakit yang memiliki unsur laboratorium mikrobiologi klinik dan dokter pengelola penderita penyakit infeksi maka hasil temuannya akan sukar diwujudkan.
Semua usaha itu untuk mewujudkannya tidak akan berhasil jika tidak ada dana. “Saya merasa, tanpa adanya dana sangat sulit untuk mengembangkan diri”, ungkapnya. Kerjasama dengan institusi atau pemerintah juga diperlukan dalam mempublikasikan temuan ilmiah secara internasional.
Harapannya, dengan adanya penelitian intensif tentang molekul adhesi mikroba penyebab infeksi akan dapat diproduksi vaksin dan alat diagnosis dini penyakit infeksi. Keberadaan scientific cluster dalam hal ini sangat memungkinkan untuk menghasilkan produk yang berupa barang, yaitu kit diagnosis atau vaksin yang dipatenkan yang marketable. [vty]

Kecelakaan Lalulintas Fenomena Global
28 Januari 2006
Kecelakaan lalu lintas masih menjadi masalah serius di negara berkembang dan negara maju. Angka kematiannya menurut WHO telah mencapai 1.170.694 orang di seluruh dunia. Jumlah ini setara dengan 2,2 % dari seluruh jumlah kematian di dunia dan menempati urutan ke sembilan dari sepuluh penyebab kematian. Sedangkan kerugian ekonomi yang diakibatkannya mencapai 1 % GNP pada negara berkembang, 1,5 % pada negara transisi dan 2 % pada negara maju. Ini menunjukkan bahwa kematian akibat kecelakaan lalu lintas telah menjadi masalah sosial dan ekonomi.
Prof. Dr. Ir. Harnen Sulistio MSc, dosen senior FT Unibraw mengungkap hal tersebut dalam orasi ilmiah pengukuhan jabatan gurubesar dalam ilmu teknik jalan raya, Sabtu 28/1. Selanjutnya dipaparkan bahwa meningkatnya populasi manusia dan mobilitas jumlah kendaraan atau fasilitas tranportasi ini menjadi pemicu meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas. Sebenarnya telah ada beberapa usaha untuk mencegah atau menurunkan angka kecelakaan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) dengan beberapa kajian dan strategi dalam perencanaan keselamatan lalulintas telah dibuat.
Ia juga menjelaskan 5 faktor yang menyebabkan terjadinya peristiwa kecelakaan lalulintas yaitu faktor pengemudi (manusia), lalulintas, jalan, kendaraan dan lingkungan. Karakteristik pengemudi, jalan dan lingkungan berbeda juga memberikan kontribusi kasus kecelakaan yang terjadi.
Salah satu program yang telah diterapkan untuk memperbaiki kondisi jalan yaitu dengan audit keselamatan jalan (road safety audit). Caranya dengan mengidentifikasi potensi timbulnya masalah keselamatan dan meyakinkan diri bahwa telah melakukan tindakan untuk keselamatan dijalan. Audit keselamatan tersebut akan dilakukan oleh tim audit independen yang berkualifikasi dan berpengalaman. Tim auditlah yang kemudian akan melaporkan potensi masalah keselamatn jalan raya serta usulan perbaikan.
Sistem ini telah dilakukan secara nasional oleh Malaysia sedangkan di Indonesia audit keselamatan masih belum menjadi keharusan yang baik dan baru menjadi penelitian mahasiswa dan dosen semata. Di Australia yang juga telah menerapkan sistem audit pada seluruh jaringan jalan ia dapat menghemat 225 milyar dollar Australia akibat penurunan angka kecelakaan.
Untuk itu dalam pidatonya ia mengusulkan kepada pemerintah untuk membentuk sebuah lembaga keselamatan jalan yang disebut National Road Safety Council (NRSC) yang melaporkan sistem pendataan dan publikasi, koordinasi antar lembaga dan sektor yang membidangi lalulintas di pemerintahan, program keselamatan lalulintas yang berintegrasi dan jalan raya, kualitas kendaraan dan muatan angkutan barang maupun penumpang, manajemen keselamatan lalulintas, audit keselamatan jalan, tindakan hukum bagi pelanggar peraturan lalulintas, sistem memperoleh surat ijin mengemudi (SIM), sistem pendidikan dan pelatihan keselamatan lalulintas, sarana dan prasarana penanganan korban kecelakaan lalulintas dan penelitian keselamatan lalulintas. “Apabila hal itu dilakukan maka saya yakin akan mencegah atau mengurangi korban kecelakaan secara signifikan dan memperbaiki wajah keselamatan lalulintas jalan raya di Indonesia,” terangnya. [vty]

Kunjungan Siswa SMAN1 Balikpapan
27 Januari 2006
Universitas Brawijaya, pagi ini Jum'at (27/1), menerima kunjungan siswa-siswi SMAN 1 Balikpapan. Rombongan diterima secara resmi di Gedung Widyaloka oleh Pembantu Rektor I Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Kepala Bagian Pendidikan Ir. Hesti Indriatin Rahayu MSi, dan Kepala Sub Bagian Evaluasi Pendidikan Drs. Agus Yuliawan S.
Menurut pimpinan rombongan Darmawansyah Mansyur yang juga Kepala Sekolah SMAN 1 Balikpapan, rombongan terdiri dari 103 orang siswa dan 10 orang guru. Kunjungan ini dimaksudkan untuk mengenal lebih dekat Universitas Brawijaya. "Sebagian besar menyatakan kekagumannya atas Universitas Brawijaya", tuturnya dalam sambutan perkenalan.
Dari pihak tuan rumah, diberikan penjelasan mengenai pendidikan di Universitas Brawijaya, baik mengenai program studi yang ada, maupun sistem seleksi mahasiswa baru.
Pada akhir acara kunjungan itu, PR-I Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito menyerahkan leaflet dan booklet berisi informasi lengkap tentang fakultas yang ada di Universitas Brawijaya kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Balikpapan. [dev]

Seminar dan Kampanye Anti Korupsi
26 Januari 2006
Dalam rangka dies natalis ke-43, Universitas Brawijaya, Kamis (26/1) menyelenggarakan Seminar dan Kampanye Anti Korupsi, di gedung Widyaloka, dengan tema “Melawan Korupsi dengan Budaya untuk Menciptakan Pemerintahan yang Bersih”.
Acara yang dihadiri oleh para mahasiswa, akademisi, praktisi hukum, jajaran Muspida Jawa Timur, serta anggota DPRD Jawa Timur dan Malang ini dibuka oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno dengan mengajak segenap hadirin menyematkan pin bertuliskan “Saya Anti Korupsi”, diiringi lagu Bagimu Negeri.
Seusai penyematan pin, masih dipimpin oleh Rektor, hadirin yang memenuhi ruang pertemuan Widyaloka itu pun diajak untuk mendeklarasikan bahwa pejabat publik se-Malang Raya sepakat pada tiga hal, yaitu: "Melaksanakan tugas negara sesuai dengan tanggung jawab yang diemban; menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN; serta bersama masyarakat turut membudayakan anti korupsi".
Diskusi panel yang digelar seusai deklarasi, menghadirkan 4 orang panelis, yakni: Taufiequrachman Ruki (Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK), KH Hasyim Muzadi (Ketua PBNU), Denny Indrayana SH LLM PhD (pakar hukum tatanegara UGM), Syamsul Arif SH MH (Ketua Tim Tipikor Jatim), dan Drs. Adami Chazawi SH (pakar hukum pidana korupsi dari FH Unibraw). Diskusi panel ini dipimpin oleh Dr. Jazim Hamidi SH MH dari FH Unibraw.
Melawan dengan Budaya
Mengawali presentasi, panelis Taufiequrachman Ruki mengemukakan data hasil survei Transparency Internasional mengenai penilaian masyarakat bisnis dunia terhadap pelayanan publik di Indonesia. Hasil survei itu memberikan nilai IPK (indeks persepsi korupsi) 2,2 kepada Indonesia. Nilai ini menempatkan Indonesia pada urutan 137 dari 159 negara tersurvei. Survei Transparency International Indonesia berkesimpulan bahwa lembaga yang harus dibersihkan menurut responden, adalah lembaga peradilan (27%), perpajakan (17%), kepolisian (11%), DPRD (10%), kementerian/departemen (9%), bea dan cukai (7%), BUMN (5%), lembaga pendidikan (4%), perijinan (3%), dan pekerjaan umum (2%).
Lebih lanjut disampaikan, survei terbaru Transparency International yaitu "Barometer Korupsi Global", menempatkan partai politik di Indonesia sebagai institusi terkorup dengan nilai 4,2 (rentang penilaian 1-5, 5 untuk yang terkorup). Masih berangkat dari data, di Asia, Indonesia menduduki prestasi sebagai negara terkorup dengan skor 9.25 (terkorup 10) di atas India (8,9), Vietnam (8,67), Philipina (8,33) dan Thailand (7,33).
Menggunakan definisi korupsi yang telah jelas diatur dalam UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001, menurut Taufiequrachman Ruki, pemberantasan korupsi bukan hanya menyangkut bagaimana menangkap dan memidanakan pelaku tindak pidana korupsi, tapi lebih jauh adalah bagaimana mencegah tindak pidana korupsi agar tidak terulang pada masa yang akan datang melalui pendidikan anti korupsi, kampanye antikorupsi dan island of integrity (daerah percontohan bebas korupsi). Tindakan preventif dan represif ini dilakukan dengan memposisikan KPK sebagai katalisator/trigger bagi aparat atau institusi lain agar tercipta good and clean governance dengan pilar utama transparansi, partisipasi dan akuntabilitas. Dengan adanya fakta terukur bahwa keberadaan korupsi di Indonesia telah membudaya sistemik dan endemik maka Taufiequrachman berasumsi bahwa kunci utama dalam pemberantasan korupsi adalah integritas yang akan mencegah manusia dari perbuatan tercela, entah itu corruption by needs, corruption by greeds atau corruption by opportunities.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pembudayaan etika dan integritas harus melalui proses yang tidak mudah, sehingga dibutuhkan peran pemimpin sebagai teladan dengan melibatkan institusi keluarga, pemerintah, organisasi masyarakat dan organisasi bisnis.
Mafia Peradilan
Sementara itu panelis Denny Indrayana, dengan presentasi berjudul “Korupsi di Peradilan” secara khusus menyoroti korupsi di lembaga peradilan  "Saat ini Indonesia sedang dalam keadaan darurat korupsi", tuturnya. Menurut Denny, hal ini membutuhkan penegakan hukum yang efektif dengan sasaran utama dunia peradilan di samping akselerasi reformasi birokrasi dan akselerasi reformasi peradilan. Secara tandas staf pengajar Fakultas Hukum UGM ini meragukan keseriusan dan keberanian KPK
dengan fakta bahwa adanya wilayah endemik korupsi yang belum tersentuh yaitu istana, Cendana dan senjata. Dengan kenyataan demikian, solusi yang ditawarkan alumnus University of Melbourne ini adalah melawan korupsi dengan Perpu (peraturan pemerintah pengganti undang-undang) dan bukan dengan Inpres (instruksi presiden) semata, dan juga tidak melalui DPR, karena menurutnya hanya akan menambah “ruwet” dengan politisasi pasal.
Untuk kasus mafia peradilan, disarankan agar penyelesaiannya dimulai dari MA karena menurut data yang diperolehnya dari Ketua Muda Pengawasan, 90% hakim di sana terjangkit penyakit korupsi, dan lebih lanjut diungkapkan bahwa hal ini lebih efisien karena hanya berurusan dengan 49 hakim agung saja.
Lebih dari itu, Denny juga mengajak secara moril untuk mentransformasikan psikologi haram pada daging babi ke psikologi haram korupsi sebagai upaya untuk pencegahan moral secara individu terutama bagi muslim yang selama ini “jijik” dengan daging babi. Dengan logika sederhana, Denny mengibaratkan KPK sebagai sebuah mobil ambulance yang sedang mengusung sistem ini dalam keadaan darurat sehingga ia bebas melenggang di jalan tanpa hambatan apapun bahkan ketika banyak lampu merah disana dan berpapasan dengan mobil presiden, wakil presiden atau aparat pemerintah lainnya demi supremasi hukum.
Gerakan Moral Nasionali
Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi dalam diskusi yang dinamis ini, dinobatkan sebagai tokoh masyarakat alim ulama dengan karakteristik kultur yang kuat di salah satu ormas Islam terkemuka di Indonesia. Pada gilirannya, panelis yang pimpinan pondok pesantren Al Hikam Malang ini mengedepankan moral sebagai senjata utama dalam pemberantasan korupsi. Menurutnya moral sangat dibutuhkan guna meluruskan arah dan tujuan suci dalam segala hal baik itu pendidikan, agama maupun hukum. Lebih lanjut disampaikan bahwa “moral saja adalah sesuatu yang masih telanjang, sehingga dibutuhkan pakaian yaitu sistem”. Dalam hal ini menurutnya dibutuhkan konsensus nasional lembaga negara, aparat negara dan responsi masyarakat. Reformasi yang ada di Indonesia ini ia ibaratkan seperti jendela yang dibuka lebar-lebar yang mengakibatkan Indonesia masuk angin setelah semua jendela tersebut ditutup selama lebih dari 30 tahum. Keadaan ini memaksa satu upaya konkrit dari seluruh pihak termasuk KPK untuk tidak lelah dalam memberantas korupsi dengan selalu memperbarui strategi. “Penegakan hukum harus diawali dengan penataan hukum”, ungkapnya menyikapi fakta bobroknya lembaga peradilan di Indonesia.
Dalam kesempatan selanjutnya, panelis Drs. Adami Chazawi SH memberikan solusi dalam paparannya melalui sebuah pemikiran untuk “Memberantas Korupsi dengan memaksimalkan sistem pembebanan pembuktian terbalik”.
Salah seorang audiens yang mewakili LSM di Malang serta elemen masyarakat sempat pula mengadu tentang berbagai kondisi paradoks dan dzalim yang terjadi di Malang seperti IMB, kasus Matos, kasus Gajayana serta tindakan anarkis yang menimpa salah satu staf pengajar Fakultas Hukum di DPRD Malang yang saat ini masih belum terselesaikan. [nok]

Ujian Terbuka Disertasi Doktor Okid Parama Astirin
26 Januari 2006
Dalam lima tahun terakhir produktivitas budidaya udang windu cenderung menurun. Padahal jenis udang yang paling banyak dibudidayakan maupun ditangkap dari perairan alam di Indonesia adalah udang windu (Penaeus monodon, Fab.). Hal ini antara lain disebabkan oleh buruknya manajemen budidaya, penurunan kualitas air, rendahnya keragaman genetik induk dan benih udang windu yang dihasilkan, dan serangan white spot syndrome virus. Selain itu, salah satu faktor yang memungkinkan terjadinya kegagalan produksi udang adalah terbentuknya gas pencemar H2S (hidrogen sulfida) di dasar tambak. Demikian ungkap Dra. Okid Parama Astirin MS dalam ujian akhir terbuka disertasi yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Kamis 26/1. Dalam ujian tersebut, kandidat membawakan disertasi berjudul “Ekspresi Genetik Udang Windu (Penaeus monodon Fab) sebagai Respon Ketahanan terhadap Pencemar Hidrogen Sulfida”.
Berlangsung di Laboratorium Budidaya Perikanan, Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut, Gondol, Bali, penelitian terhadap udang windu asal Aceh dilakukan Okid dengan cara memberikan larutan H2S yang telah diatur konsentrasinya. Hasil penelitian membuktikan adanya variasi genetik yang terkait dengan ketahanan udang terhadap H2S, yang merupakan karakter bersifat genotip. Udang yang mati oleh H2S, menunjukkan performa fisik lamela insang mengkerut, memipih, dinding sel selubung filamen pecah, susunan tidak teratur dan kutikula mengelupas. Udang yang mati akibat hidrogen sulfida sangat tinggi terjadi pada siang hari, utamanya menjelang kematian.
Bertindak sebagai promotor Prof. Dr. Ir. Soemarno MS, dan kopromotor masing-masing Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro SU DSc. Sedangkan para penguji terdiri dari Ir. Marsoedi MSc PhD, Prof. Dr. Ir. Rustidja MS, Dra. Haryanti MS PhD, Dr. Drh. Aulani’am DES, dan Prof. Drs. Sutarno MSc PhD sebagai penguji dari UNS Surakarta.
Dalam yudisium pada akhir ujian, kandidat dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu pertanian dengan predikat cum laude (IPK 3,97, masa studi 3 tahun 5 bulan).
Dr. Dra. Okid Parama Astirin MS (42 tahun) adalah dosen pada Jurusan Biologi Fakultas MIPA UNS Surakarta sejak 1997. Sebelumnya (1986-1997) dia menjadi dosen Fakultas Kedokteran pada universitas yang sama. Ibu 2 anak, dan isteri dari Ir. Samsudin Raidy ini lulusan S1 Biologi (1985), dan magister (2001) dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. [Far]

Pelatihan Manajemen Keuangan Sekolah
25 Januari 2006
Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Brawijaya, Rabu 25/1, menyelenggarakan seminar dan lokakarya "Pelatihan Manajemen Keuangan dalam Perspektif Manajemen Berbasis Sekolah". Pelatihan yang berlangsung di Widyaloka ini antara lain menghadirkan Drs. Riaji MPd dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dan Prof. Dr. Moeljadi SE SU dari LPM Unibraw.
Dalam kesempatan itu Drs. Riaji MPd mengatakan, konsep manajemen berbasis sekolah (MBS) sebagai salah satu bentuk desentralisasi pendidikan memberikan kewenangan yang lebih luas kepada sekolah dalam mengelola dan memberdayakan semua sumber daya pendidikan. Dengan kemandirian tersebut sekolah akan lebih berdaya dalam mengembangkan program-programnya sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Menurut Riaji, dengan MBS seharusnya sistemlah yang dibongkar untuk disesuaikan dengan guru. "Di sini guru bertindak sebagai dokternya", ungkapnya lebih lanjut.
Ratusan peserta dari berbagai SD dan SLTP yang diwakili oleh kepala sekolah dan guru se-Malang Raya ini menghadiri acara tersebut. Keberadaan BOS (bantuan operasional sekolah) yang menjadi salah satu sumber dana rintisan MBS menimbulkan pertanyaan di kalangan peserta. Menjawab pertanyaan salah seorang peserta dari SLTP Bululawang: "Apakah BOS akan berlanjut sampai tahun depan?" Riaji menegaskan: "Jika tidak didemo dan BBM tidak naik, maka BOS akan terus berlanjut". [DYF&NIA]

Ralat Pengumuman CPNS
24 Januari 2006
Menyusuli pengumuman nomor 001/Peng/2006 tanggal 21 Januari 2006 tentang Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil tahun anggaran 2005 Universitas Brawijaya, Rektor mengeluarkan ralat melalui pengumuman nomor 002/Peng/2006.
Dalam pengumuman nomor 002/Peng/2006 yang dikeluarkan tanggal 24 Januari 2006, diralat tentang batas umur bagi pelamar yang telah mengabdi kepada instansi pemerintah pusat/daerah, yaitu 35 tahun dan tidak lebih dari 40 tahun per 1 Januari 2006 (pada pengumuman terdahulu per 1 Desember 2005).
Selain itu juga ada ralat mengenai materi ujian bagi peserta umum, yakni: tes pengetahuan umum (TPU) yang meliputi: bahasa Indonesia, Pancasila, Kebijakan Pemerintah, Tata Negara, Sejarah, dan Bahasa Inggris. Semula, dalam pengumuman terdahulu, materi ujian TPU tersebut khusus bagi tenaga dosen dan tenaga teknisi S1. Dengan adanya ralat, maka materi TPU itu berlaku untuk seluruh tingkat pendidikan pelamar umum.
Untuk lebihnya jelasnya, silakan klik http://www.brawijaya.ac.id/main/news/id/announce/cpns_ub_2006-01-24.php[Far]

FT Juara Tarik Tambang
24 Januari 2006
Regu Fakultas Teknik akhirnya keluar sebagai juara pertama pertandingan tarik tambang dalam rangka dies natalis ke-43 Universitas Brawijaya. Menyusul di tempat kedua, regu Fakultas Teknologi Pertanian, dan pada posisi ketiga regu Fakultas Pertanian. Pertandingan ini digelar selama 2 hari, 23-24 Januari 2006, di lapangan Kantor Pusat Unibraw.
Cabang olahraga yang telah menyelesaikan pertandingannya adalah bola voli, tenis lapangan, sepakbola mini, dan tarik tambang. Sedangkan yang sedang berlangsung adalah bulutangkis, tenis meja, dan senam. [Far]

AIESEC Gelar YES 2006
23 Januari 2006
Sebuah proyek sosial berjudul Youth Empowerment for Society (YES) 2006 diadakan AIESEC Universitas Brawijaya, bertujuan meningkatkan kualitas hidup manusia, khususnya pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Dengan kegiatan tersebut AIESEC sebagai bagian dari organisasi kepemudaan yang bertaraf internasional, berinisiatif meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Malang dengan cara mengadakan pelatihan dan seminar, khususnya bagi siswa SMA.
Menurut Putri Athya humas AIESEC Brawijaya, rancangan pembelajaran dari YES 2006 adalah mendatangkan seorang pelatih dari luar negeri untuk mengadakan pelatihan di sekolah menengah atas yang telah lolos seleksi yaitu SMAK St. Albertus Malang. Selama tiga bulan, pelatih dari Canada Sofie Wassmer memberikan pelatihan yang bertajuk Leadership Development Seminar dan diikuti oleh 30 orang siswa. Setelah pelatihan para siswa dan trainee mengadakan sebuah inisiatif proyek untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota Malang.
YES 2006 adalah proyek pertama yang didukung oleh Rektor Universitas Brawijaya dan Dinas Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Malang, dengan menggunakan Millenium Develompent Goals (MDGs) yang dikeluarkan PBB. MDGs adalah sebuah kampanye untuk membuat dunia menjadi lebih penting. Delapan isu utama yang diusung MDGs yaitu mengurangi kelaparan dan kemiskinan, mengusahakan pendidikan yang merata, kesetaraan gender, pemeliharaan lingkungan, perbaikan sarana kesehatan bagi ibu hamil dan melahirkan, melawan penyakit seperti HIV/AIDS dan Malaria, mengurangi angka kematian anak serta mengembangkan partnership antar negara secara global. [nik]

Ujian Terbuka Disertasi Supriyanto
23 Januari 2006
Terjadinya booming airlines dengan tarif murah saat ini berdampak pada meningkatnya pergerakan lalu lintas penerbangan dengan berbagai jenis dan tipe pesawat. Demikian pula halnya dengan beban kerja petugas air traffic control (ATC) sebagai orang yang bertanggungjawab dalam kelancaran transportasi udara. Supriyanto SE MM mengemukakan hal itu dalam ujian terbuka disertasi di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Senin 23/1.
Dalam ujian tersebut, kandidat doktor ilmu administrasi ini mempertahankan disertasi berjudul "Pengaruh Lingkungan Kerja, Beban Kerja, dan Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi dan Kinerja Petugas ATC di PT (Persero) Angkasa Pura I". Bertindak selaku promotor Prof. Dr. Bambang Swasto ME, kopromotor Prof. Achmad Sonhaji KH MA PhD dan Armanu Thoyib SE MSc PhD. Sedangkan penguji terdiri dari Prof. Dr. Taher Alhabsji, Prof. Dr. Moch. Ichsan, Dr. Ir. Solimun MS, dan penguji luar Prof. Dr. Imam Syakir dari Universitas Airlangga.
Penelitian Supriyanto dilakukan di 13 kantor cabang di wilayah PT (Persero) Angkasa Pura I, yaitu bandar udara Ngurah Rai Bali, Juanda Surabaya, Hasanuddin Makassar, Sam Ratulangi Manado, Sepinggan Balikpapan, Syamsuddin Noor Banjarmasin, Selaparang Mataram, Frans Kasiepo Biak, Pattimura Ambon, El Tari Kupang, Ahmad Yani Semarang, Adi Sutjipto Yogyakarta dan bandar udara Adi Sumarno Surakarta. Sampel penelitian sebanyak 208 responden dari 13 lokasi penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian itu, Supriyanto menyarankan pihak manajemen PT (Persero) Angkasa Pura I untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja dengan mengupayakan program kesehatan dan kesejahteraan petugas ATC dan mengembangkan skill petugas. Selain itu Supriyanto juga mengharapkan agar manajemen segera memperbaiki struktur gaji, memberikan promosi bagi petugas yang bekerja dengan baik dan benar, serta memberikan fasilitas bagi petugas.
Dalam hal kepuasan kerja dan komitmen organisasi, Supriyanto menyarankan agar memperbaiki struktur kebijakan ganjaran yang pantas bagi petugas, menciptakan lingkungan kerja yang kondunsif, memberikan pelatihan dan pengembangan, dan lebih memberikan motivasi kepada petugas agar memiliki sikap membela organisasi. Disamping itu dalam rangka penyegaran serta mengurangi kejenuhan maupun kelelahan, petugas ATC sebaiknya melakukan tour of duty dari cabang yang tingkat kesibukannya relatif rendah ke cabang yang tingkat kesibukannya tinggi.
Dalam yudisium, Supriyanto dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan.
Dr. Supriyanto SE MM, 50 tahun, adalah Direktur pada Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya. Sebelumnya, menjadi dosen pada akademi yang sama, dan pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Fasilitas Elektronika dan Listrik, Teknik Bangunan dan Landasan pada Kantor Wilayah Propinsi Kalimantan Timur.
Gelar sarjana ekonomi diperoleh dari Universitas Mulawarman (1986), sedangkan magister manajemen diraih dari STIE ISM (Institut Sains Manajemen) Jakarta (2000). [Far]

Penghargaan bagi Mahasiswa Berprestasi 2005/2006
21 Januari 2006
Dengan pertimbangan prestasi yang telah diraih mahasiswa Unibraw dalam kegiatan ilmiah mahasiswa tingkat nasional tahun 2005 lalu perlu kesinambungan, Rektor Prof. Bambang Guritno menetapkan pemberian penghargaan berupa beasiswa pembebasan SPP atau berupa pemberian tabanas.
Beasiswa pembebasan SPP selama semester genap 2005/2006 diberikan kepada mahasiswa yang berhasil menjadi juara pertama tingkat nasional dalam pemilihan peneliti remaja Indonesia (PPRI) bidang IPS dan kemanusiaan yang diselenggarakan  LIPI di Jakarta, 30 November - 2 Desember 2005. Penerimanya adalah Ika Arlina Prabowo dan Wika Ari Cahyani, mahasiswa  FH, angkatan tahun 2004.
Sedangkan penghargaan berupa tabanas senilai masing-masing Rp 250 ribu diberikan kepada para mahasiswa peraih juara kedua dan ketiga, baik di bidang ilmiah maupun olahraga tingkat nasional. Penghargaan itu diterima oleh Heri Kristanto,  juara kedua PPRI bidang IPA dan Riki Ristanto, juara ketiga PPRI bidang IPA yang diselenggarakan  LIPI di Jakarta, 30 November - 2 Desember 2005. Keduanya adalah mahasiswa FK Jurusan Keperawatan angkatan 2001. Di samping itu, penghargaan yang sama juga diterima oleh Iman Dwi Cahyo (FP, angkatan 2004), juara ketiga Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) bidang lingkungan hidup tahun 2005; Risa Dewi CW (FE, angkatan 2004), juara kedua tunggal putri kejuaraan bulutangkis Brawijaya Cup IV tahun 2005; Andi Suryawan (FE, angkatan 2003) dan Verdy Corry Setiawan (FIA, angakatan 2004), juara ketiga ganda putra kejuaraan bulutangkis Brawijaya Cup IV tahun 2005.
Ketetapan tentang penghargaan bagi mahasiswa berprestasi ini tertuang dalam Keputusan Rektor nomor 002/SK/2006 tanggal 21 Januari 2006. [Far]

Penerimaan CPNS Unibraw 2005
21 Januari 2006
Universitas Brawijaya untuk tahun anggaran 2005 menerima tenaga dosen dan teknisi dari pelamar umum dan tenaga honorer sejumlah 88 orang, terdiri dari 65 orang tenaga dosen dan 23 orang tenaga teknisi. Hal ini tertuang dalam pengumuman nomor 001/Peng/2006 tanggal 21 Januari 2006 yang ditandatangani Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno. Pengumuman itu dikeluarkan berdasarkan SK Mendiknas nomor 45700/A2/KP/2005 tanggal 16 November 2005 tentang penetapan formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun anggaran 2005 di lingkungan Depdiknas dan hasil rapat koordinasi pengadaan CPNS tahun 2005 di Jakarta 23-24 Oktober 2005, dan 19 Januari 2006.
Dosen
Tenaga dosen untuk Fakultas Hukum dibutuhkan 3 orang dengan tingkat pendidikan S1 jurusan ilmu hukum. Untuk Fakultas Ekonomi dibutuhkan 1 orang dengan tingkat pendidikan S3 bidang akuntansi (S1 beregister, S2 MSi Akuntansi). Sedangkan Fakultas Ilmu Administrasi membutuhkan 1 orang lulusan S3 administrasi niaga, 4 orang lulusan S2 administrasi niaga/administrasi bisnis, dan 5 orang lulusan S2 administrasi negara/administrasi publik. Fakultas Pertanian membuka lowongan untuk masing-masing 1 orang lulusan S1agronomi/budidaya pertanian, 1 orang lulusan S1 agribisnis/ekonomi pertanian, 1 orang lulusan S1 hama dan penyakit tumbuhan, dan 1 orang lulusan S1 penyuluhan dan komunikasi pertanian. Fakultas Teknik membutuhkan 2 orang lulusan S2 teknik mesin, 2 orang lulusan S2 teknik sipil, 2 orang lulusan S2 teknik elektro, 4 orang lulusan S2 teknik industri, dan 3 orang lulusan S2 perencanaan dan pengembangan wilayah.
Sementara itu, Fakultas Kedokteran menerima 2 orang lulusan S1 (profesi) dokter umum, 3 orang lulusan S1 keperawatan, dan 3 orang lulusan S1 gizi. Fakultas Perikanan membutuhkan 1 orang lulusan S1 pengolahan hasil perairan/pengolahan hasil perikanan/teknologi hasil perikanan, 1 orang lulusan S1 sosial ekonomi perikanan, dan 1 orang lulusan S1 ilmu kelautan/teknik kapal/teknik kelautan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam menerima 5 orang lulusan S1, masing-masing 1 orang untuk jurusan fisika, jurusan kimia, jurusan matematika, jurusan statistika, jurusan ilmu komputer, dan jurusan teknik elektro..
Untuk Program Bahasa, dibutuhkan 1 orang lulusan S1 pendidikan dan sastra Indonesia, 3 orang lulusan S1 bahasa dan sastra Inggris, dan 2 orang lulusan S1 pendidikan bahasa dan sastra Inggris. Sedangkan Program Ilmu Sosial, membuka kesempatan bagi 2 orang lulusan S2 Sosiologi, 2 orang lulusan S2 ilmu komunikasi, 1 orang lulusan S1 Sosiologi, dan 1 orang lulusan S1 ilmu komunikasi.
Teknisi
Untuk tenaga teknisi dibutuhkan 8 orang sarjana S1, masing-masing 1 orang dari jurusan manajemen keuangan, 1 orang dari jurusan manajemen, 2 orang dari jurusan administrasi negara, 1 orang dari jurusan administrasi niaga, 1 orang dari jurusan akuntansi, 1 orang dari jurusan sosial ekonomi pertanian, dan 1 orang dari jurusan pendidikan ekonomi.
Sedangkan tenaga teknisi dengan tingkat pendidikan D-III, dibutuhkan 2 orang dari jurusan teknik komputer, 2 orang dari jurusan perpajakan, 1 orang dari jurusan sekretaris, 2 orang dari jurusan kimia/analis kimia, dan 2 orang dari jurusan manajemen informatika.
Sementara itu tenaga teknisi lulusan SLTA diperlukan sebanyak 6 orang, yakni 2 orang lulusan SMA IPA/MAN IPA, 2 orang lulusan SMA IPS, 1 orang lulusan SMK tatabuku/akuntansi, dan 1 orang lulusan SMK perkantoran/tata usaha.
Pelamar Umum
Untuk pelamar umum, baik tenaga dosen maupun teknisi, harus memenuhi persyaratan umum: WNI, bertaqwa kepada Tuhan YME, memiliki integritas tinggi terhadap negara kesatuan RI, tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS, tidak berkedudukan sebagai anggota atau pengurus partai politik, tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS/pegawai swasta, tidak pernah dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, mempunyai kompetensi yang diperlukan di bidang pendidikan, berusia serendah-rendahnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 35 tahun terhitung tanggal 1 Januari 2006, berkelakuan baik, sehat jasmani dan rohani, dan lulus ujian.
Sedangkan persyaratan khusus untuk pelamar sarjana harus memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) S1=2,75, S2=3,00, dan S3=3,25. Khusus untuk pelamar dengan pendidikan dokter, transkrip yang dilampirkan adalah transkrip sarjana kedokteran (SKed) dan transkrip dokter, dengan IPK masing-masing minimal 2,75. Selain itu, bagi pelamar yang memegang surat keputusan pengangkatan yang menyatakan telah mengabdi kepada instansi pemerintah pusat/daerah sekurang-kurangnya 5 tahun secara terus-menerus sebelum PP 11 tahun 2002 tanggal 17 April 2002 dan masih melaksanakan tugas pada instansi tersebut pada saat melamar, ditentukan batas usia lebih dari 35 tahun dan tidak lebih dari 40 tahun per 1 Desember 2005.
Pendaftaran dimulai 21 Januari 2006 hingga 4 Februari 2006, penerimaan surat lamaran mulai 24 Januari 2006 hingga 4 Februari 2006, di lobi lantai 1 gedung Rektorat Unibraw Jalan Veteran Malang. Kelengkapan yang harus dibawa: (a) suat lamaran ditulis tangan sendiri tanpa meterai, ditujukan kepada Menteri Pendidikan Nasional melalui Rektor Universitas Brawijaya (rangkap 1); (b) fotokopi ijazah-transkrip/STTB 1 lembar, disahkan pejabat berwenang. Ijazah sekolah umum luar negeri, harus disahkan oleh panitia penilai ijazah luar negeri Ditjen Pendidikan Tinggi Depdiknas sedangkan ijazah sekolah/perguruan tinggi swasta yang belum mendapat ijin Depdiknas tidak dapat digunakan sebagai salah satu kelengkapan pengangkatan CPNS; (c) pasfoto hitam-putih terbaru ukuran 3x4cm sebanyak 5 lembar (dibaliknya ditulisi nama yang bersangkutan) dimasukkan kantong plastik; dan (d) fotokopi sah surat keputusan tentang pengalaman kerja bagi yang mempunyai pengalaman kerja di bidang pendidikan.
Ujian tulis dilaksanakan Sabtu, 11 Februari 2006, (06.30-12.00 WIB) di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya. Peserta diharuskan membawa kartu peserta ujian, pensil 2B, karet penghapus, dan rautan pensil.
Materi ujian meliputi (1) test pengetahuan umum (TPU): bahasa Indonesia, Pancasila, kebijakan pemerintah, tatanegara, sejarah, bahasa Inggris (khusus tenaga dosen dan teknisi S1); (2) test bakat skolastik (TBS), dan (3) test substansi (kompetensi). Khusus untuk tenaga dosen, diadakan wawancara pada hari Senin, 13 Februari 2006, mulai pukul 08.00 WIB, di fakultas masing-masing.
Pelamar dari Tenaga Honorer
Yang dimaksud tenaga honorer di sini adalah tenaga diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian atau pejabat lain dalam pemerintahan untuk melaksanakan tugas tertentu pada instansi pemerintah atau yang penghasilannya menjadi beban anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) atau anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Ketentuan usia dan masa kerja bagi pelamar dari tenaga honorer per 1 Januari 2006: (1) usia paling tinggi 46 tahun dan memiliki masa kerja 20 tahun atau lebih secara terus-menerus; (2) usia paling tinggi 46 tahun dan memiliki masa kerja 10 tahun atau lebih sampai kurang dari 20 tahun secara terus-menerus; (3) usia paling tinggi 40 tahun dan memiliki masa kerja 5 tahun atau lebih sampai kurang dari 10 tahun secara terus-menerus; (4) usia paling tinggi 35 tahun dan memiliki masa kerja 1 tahun atau lebih sampai kurang dari 5 tahun secara terus-menerus. Selain itu ada ketentuan bahwa pada saat melamar, pelamar masih melaksanakan tugas sebagai tenaga honorer.
Kelengkapan berkas meliputi: (1) surat lamaran ditulis dan ditandatangani sendiri, tanpa meterai, oleh pelamar dengan tinta hitam, ditujukan kepada Menteri Pendidikan Nasional melalui Rektor Universitas Brawijaya (rangkap 1); (2) fotokopi ijazah 1 lembar, dilegalisir pejabat berwenang; (3) pasfoto hitam-putih terbaru ukuran 3x4cm sebanyak 5 lembar; (4) fotokopi sah surat keputusa/bukti pengangkatan pertama sampai dengan terakhir sebagai teaga honorer sebanyak 1 lembar; (5) dalam lamaran harus disebutkan tugas/pekerjaan yang dilakukan, unit kerja/tempat tugas sebagai tenaga honorer.
Pendaftaran untuk tenaga honorer dilaksanakan di lobi lantai 1 gedung Rektorat Unibraw pukul 07.30-13.00 WIB dengan pengaturan: 26-27 Januari 2006 untuk FH, Fapet, FT, dan Faperik; 29-30 Januari 2006 untuk KP, PPS, dan Perpustakaan; 1-2 Februari 2006 untuk FIA, FE, dan FTP; 3-4 Februari 2006 untuk FP, FMIPA, dan FK.
Ujian tulis dilaksanakan Sabtu, 11 Februari 2006, (06.30-12.00 WIB) di Widyaloka Universitas Brawijaya. Peserta diharuskan membawa kartu peserta ujian, pensil 2B, karet penghapus, dan rautan pensil. Materi ujian berupa pengetahuan tata pemerintahan/kepemerintahan.
Stofmap
Untuk kelancaran proses pendaftaran, berkas lamaran dimasukkan ke dalam stofmap warna merah untuk dosen FH, FE, FIA; stofmap warna hijau untuk dosen FP, FT, dan FK; stofmap warna kuning untuk dosen Faperik, FMIPA, Program Bahasa Sastra, dan Program Ilmu Sosial; stofmap warna biru untuk pelamar tenaga teknisi dan tenaga honorer.
Pelamar yang memenuhi syarat dengan berkas yang benar dan lengkap akan diberi nomor atau tanda peserta seleksi CPNS tahun 2005 untuk diisi dan harus diserahkan kembali kepada petuga pendaftar di Bagian Kepegawaian (lantai 5 gedung Rektorat Unibraw).
Bagi pelamar yang telah memasukkan berkas lamaran sebelum pengumuman dikeluarkan dan kualifikasinya sesuai dengan yang dibutuhkan, diminta datang untuk memperbarui berkas lamaran. Dalam hal ini tidak diadakan surat-menyurat. Hal-hal lain yang belum tertuang dalam pengumuman akan diberitahukan kemudian atau dapat ditanyakan langsung di tempat pendaftaran. [Far]

Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus Malang Raya
21 Januari 2005
Bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) VEDC, Unit Aktivitas Kerohanian Islam (UAKI) Universitas Brawijaya menjadi tuan rumah kegiatan Forum Silaturrahmi Daerah (FSDA) VI untuk wilayah Malang Raya. Kegiatan yang diselenggarakan di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya pada Sabtu (21-22/1) ini mengambil tema “Optimalisasi LDK yang Kokoh dan Mandiri Menyongsong Kebangkitan Umat Islam”. Nur Azizah, salah seorang panitia yang mahasiswa Jurusan THP FTP Unibraw angkatan 2002, kegiatan ini bertujuan untuk mensinergikan LDK di wilayah Malang Raya disamping juga menggagas pembentukan jaringan Pusat Komunikasi Daerah (Puskomda) LDK se-Malang Raya. Lebih lanjut disampaikan, kegiatan ini dikuti lebih dari 100 orang peserta dengan agenda redefinisi LDK dan persidangan untuk menentukan Pusat Komunikasi Daerah (Puskomda) yang bertugas melaksanakan pendampingan bagi berbagai LDK yang ada di sekitar Malang raya.
Ir. Arief Prayitno MS staf Ahli Pembantu Rektor III yang mewakili Rektor Universitas Brawijaya menyampaikan harapannya agar dalam waktu mendatang LDK dapat memposisikan diri secara strategis dengan membangun sinergi antara LDK intern kampus, antar kampus, maupun dengan organisasi keagamaan lain yang ada dalam kampus guna mendukung visi Universitas yang religius dan bermoral.
Sementara itu, Ustadz Faiz Najih, mubaligh terkenal di Malang, dalam ceramah di depan peserta silaturahmi menyampaikan, Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan, “satu kebenaran yang tidak terorganisir akan kalah dengan kebathilan yang terorganisir dengan baik”. Demikian juga dengan menjamurnya berbagai LDK yang ada di berbagai kampus akan menjadi tidak sinergis jika tidak dilakukan upaya konsolidatif dalam menjalin ukhuwah. “Keberadaan LDK di tengah-tengah masyarakat intelektual sangat strategis dengan adanya semangat dan kemampuan intelektual obyek dakwah dalam menyongsong kemuliaan Islam”, ungkap Ustadz Faiz. Lebih lanjut dipaparkan, bahwa dalam kegiatan ukhuwah, diperlukan beberapa syarat guna kondusifnya proses tersebut meliputi ilmu, keimanan yang benar, ikhlas, saling pengertian, sensitif terhadap permasalahan umat dan solutif, kesabaran, kritis dan doa. [nok]

Tim Kantor Pusat Juara Sepakbola Mini
20 Januari 2006
Tim Kantor Pusat akhirnya keluar sebagai juara sepakbola mini dalam rangka dies Natalis ke-43. Keberhasilan ini dicapai setelah pada babak final yang berlangsung di lapangan Kantor Pusat, Jumat 20/1, tim Kantor Pusat mengalahkan tim Politeknik dengan skor akhir 6-2. Sementara itu dalam perebutan juara III, tim Fakultas Teknik berhasil mengalahkan tim Fakultas Perikanan dengan skor 5-2.
Turnamen yang digelar mulai hari Senin 16/1 ini diikuti oleh 13 tim, yakni: Fakultas Hukum, Kantor Pusat, Pascasarjana, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas MIPA, Fakultas Kedokteran, Politeknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Peternakan, Fakultas Teknologi Peternakan, Fakultas Perikanan, dan Fakultas Pertanian.
Tim Kantor Pusat melangkah ke final setelah mengalahkan lawan-lawannya: Pascasarjana pada babak penyisihan, Fakultas Hukum pada babak seperempat final, dan Fakultas Teknik pada babak semifinal. Sementara Politeknik melangkah ke final setelah mengalahkan Fakultas Kedokteran pada babak penyisihan, Fakultas Ekonomi pada babak seperempat final, dan Fakultas Perikanan pada babak semifinal.
Selain sepakbola mini, panitia dies natalis telah menyelesaikan pertandingan bola voli, dan tenis lapangan. [Far]

Pengangkatan KaLab Komputasi dan Digital Arsitektur
19 Januari 2006
Melalui Keputusan nomor 001/SK/2006, Rektor Prof. Bambang Guritno mengadakan pergantian jabatan kepala Laboratorium Komputasi dan Digital Arsitektur pada Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Pergantian ini sehubungan dengan pejabat lama, Jono Wardoyo ST MT, sedang melaksanakan studi lanjut. Sebagai penggantinya, melalui keputusan yang diterbitkan 19 Januari 2006 itu Rektor mengangkat Herry Santosa ST MT. Penetapan ini didasari pula oleh surat Dekan FT nomor 027/J.10.1.31/KP/2006 tanggal 4 Januari 2006 perihal usulan pengangkatan KaLab Komputasi dan Digital Arsitektur pada Jurusan Arsitektur FT Unibraw. [Far]

Pengambilan Sumpah Dokter
19 Januari 2006
Dekan Fakultas Kedokteran Unibraw, dr Harijanto MSPH, Kamis 19/1, mengambil sumpah 7 orang dokter baru yang diyudisium pada 15 Desember 2005. Dalam sambutannya, Dekan menyatakan bahwa pada masa yang akan datang, seorang dokter dituntut untuk lebih profesional dan selalu meningkatkan ilmu pengetahuan, khususnya dibidang ilmu kedokteran sebagai bentuk dari tuntutan pelayanan medik dan kesadaran hukum kesehatan bagi masyarakat.
Lebih lanjut diungkapkan, secara yuridis telah  diundangkan UU tentang Praktek Kedokteran pada 6 Oktober 2004 lalu, dan berlaku 1 tahun setelah diundangkan. Untuk itu pemerintah telah membentuk Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) pada tanggal 29 April 2005. “Hal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi masyarakat yang menerima jasa pelayanan kesehatan dan sekaligus untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” sebagaimana tertera dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia,  ungkapnya.
Diingatkannya kewajiban seorang dokter seperti yang tercantum dalam pasal 8 Kode Etik Kedokteran Indonesia, yakni: “Dalam melakukan pekerjaannya, seorang dokter harus mengutama-kan/mendahulukan kepentingan masyarakat dan memperhatikan semua aspek pelayanan kesehatan yang menyeluruh (promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif) serta berusaha menjadi pendidik dan pengabdi masyarakat yang sebenarnya .
Para dokter baru yang diambil sumpahnya hari itu adalah: dr. Ari Widodo, dr. Muhammad Kharisudin, dr. Cicilia Maria Ernawati, dr. Diana Arisandhi, dr. Ari Sardito, dr. Rani Rachmawati, dan dr. Leili Rahmawati. [dev]

Dosen Unibraw Finalis LIPI Awards 2006
19 Januari 2006
Edwin Widodo SSi, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, terpilih sebagai finalis LIPI Awards 2006. Makalah Edwin berjudul "Studi Keberadaan Antibodi Bovine Zona Pellusidda 3 (Anti bZP3) pada Oosit Kelinci (Oryctolagus cuniculus) Pasca Induksi Bovine Zona Pellusida 3 (bZP3)", akan dipresentasikan secara oral di samping digelar dalam sebuah pameran poster pada 23 Januari 2006 di Puslit Kimia LIPI, Serpong.
LIPI Awards 2006 merupakan bagian dari penyelenggaraan Indonesian Symposium on Science and Technology on Chemistry 2006. Penghargaan ini diperuntukkan bagi skripsi ataupun tesis yang dibuat dalam kurun dua tahun belakangan.
Untuk jenjang pendidikan S1, selain Edwin yang lulusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Brawijaya, terdapat dua orang finalis lain pada ajang yang sama, yaitu Tio Kay Hok dengan judul "Synthesis of Titanium Dioxide-clay Nanocomposites and Their Application for Degradation of Methyl Orange Under Solar Light Irradiation", dan Ajib Roihan dengan judul "Pengaruh Penambahan AI203-Montmorllonit sebelum Reaksi Transe-sterifikasi Jelantah Minyak Sawit terhadap Konversi Biodeiesel Total", keduanya dari UGM Yogyakarta.
Sementara itu untuk jenjang pendidikan S2, terpilih lolos ke babak final masing-masing: Siti Aisyah dari Departemen Kimia FMIPA ITB, Hedi Surahman dari Jurusan Kimia FMIPA UI, dan Widya Ernayati Kosimaningsum dari Departemen Kimia FMIPA ITB. [nik]

Re-Launching Guest House Unibraw
19 Januari 2006
Setelah mengalami rehabilitasi berat sejak pertengahan tahun lalu (http://old-prasetya.ub.ac.id/agu05.html#rehab), Wisma Tamu (guest house) Universitas Brawijaya menurut rencana akan di-relaunching 7 Februari 2006 mendatang.
Wisma tamu yang semula hanya satu lantai ini, sekarang telah berganti rupa menjadi bangunan dengan 3 lantai seluas 1700 meter persegi, dengan 23 kamar tidur, 4 ruang pertemuan, dan sebuah kafetaria.
Menurut Rien Samudayati Guritno, Ketua Dharma Wanita Unibraw yang diserahi mengelola, wisma ini memiliki fasilitas setara hotel melati dengan pelayanan setara hotel berbintang. Sementara tarifnya cukup kompetitif, dengan kisaran Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per kamar per malam.
Dana untuk rehabilitasi sebesar Rp 3,147 milyar, berasal dari anggaran DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) dan PNBP (penerimaan negara bukan pajak). [nik]

Unit Korpri Unibraw Bangkit Kembali
18 Januari 2006
Setelah sekian lama mengalami “mati suri”, Unit Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia) Universitas Brawijaya bangkit kembali. Hal ini ditandai dengan pelantikan pengurus Unit Korpri Unibraw maupun Sub Unit Korpri di fakultas-fakultas, Rabu 18/1, di Balai Senat, gedung PPI Unibraw.
Drs. Djanalis Djanaid yang dalam kepengurusan baru Unit Korpri Unibraw ini menjabat sebagai Ketua, dalam sambutannya mengatakan peristiwa pelantikan pagi ini adalah peristiwa penting, karena dapat dijadikan awal kebangkitan kembali Korpri yang selama ini dianggap mati suri. “Ada yang mengata-kan hidup segan, mati tak mau”, tuturnya.
Menurut Djanalis, mati surinya Korpri ini terjadi di seluruh Indonesia akibat trauma keterlibatan Korpri dalam politik. Dan untuk menghilangkan trauma diperlukan proses. Korpri di Unibraw, kata Djanalis, walaupun secara organisatoris kurang aktif tetapi sebenarnya kegiatan-kegiatan rutin tetap dilakukan, misalnya memberikan bantuan beasiswa, dana kematian, dan lain-lain. Bahkan salah satu usaha kesejahteraan yang dilaksana-kan oleh KPRI Serba Usaha Unibraw hasilnya telah dinikmati oleh sebagian besar karyawan. KPRI yang didirikan tahun 1975 itu, sempat menjadi koperasi teladan sebanyak 3 kali. Begitu pula dalam cabang olahraga, Unit Korpri Unibraw memiliki klub dan sekolah sepakbola Unibraw 82 yang telah memberi kontribusi cukup banyak dalam persepakbolaan di Malang.
Tantangan
Bangkitnya kembali Korpri di Unibraw, menurut Djanalis Djanaid, dilatarbelakangi oleh beberapa hal. Dengan AD/ART yang baru Korpri telah mengubah paradigma dengan paradigma baru dengan visi dan misi yang dapat dibanggakan, yakni: profesional, mandiri, terdepan dalam menjaga persatuan bangsa, menye-jahterakan anggota, dan melindungi anggotanya.
Selain itu, Korpri sebagai wadah karyawan sesuai dengan UU nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan, mau tidak mau harus dihidupkan, dan harus aktif. Banyak pula masalah-masalah karyawan yang memerlukan perjuangan Korpri.
"Sebenarnya, banyak hal yang dapat dilakukan Korpri", ujar Djanalis. Hal ini dikarenakan bangsa Indonesia dan dunia pendidikan saat ini dihadapkan pada banyak tantangan. Di antaranya, secara makro bangsa Indonesia dihadapkan pada masalah ketidakstabilan, baik di bidang politik, sosial, ekonomi, dan hankam. Sementara itu SDM bangsa Indonesia menurut UNDP termasuk yang rendah di ASEAN, atau ranking ke-111 di dunia. Juga pernyataan salah seorang pakar pendidikan Prof. Dr. Tilaar MEd di Unpad Bandung yang mengatakan perguruan tinggi telah gagal mencetak pemimpin-pemimpin bangsa. Bahkan hasil rakor Forum Rektor di Surabaya beberapa waktu yang lalu ada yang mengatakan korupsi di KPU adalah tanggung jawab perguruan tinggi. Tak ketinggalan juga, Djanalis menyinggung soal pemilihan rektor Unibraw baru-baru ini. Dikatakannya, apapun hasilnya perlu upaya mensosialisasikan kepada segenap warga Unibraw secara bijak. Mereka diharapkan mempersiapkan mental untuk menerima keputusan pemerintah. Dan menurut Djanalis, "Ini termasuk tugas Korpri". Juga tantangan lain, khususnya yang menyangkut kesejahteraan karyawan dan keluarganya, serta perlindungan karyawan.
Program
Pada bagian lain sambutannya, Djanalis menyatakan ada tiga model program yang dapat disesuaikan dengan vis dan misi Korpri. Sebagai sumber ide, Korpri dapat menyumbangkan gagasannya kepada universitas, baik yang menyangkut kepentingan bangsa, universitas/fakultas, maupun karyawan. Di sini pengurus Korpri diharapkan aktif mengadakan dialog dengan fihak universitas/fakultas. Selain itu, dapat dikembangkan program bersama Unit Korpri/Sub Unit Korpri dengan universitas/fakultas. Atau program Unit/Sub Unit yang dilakukan secara mandiri.
Dengan tiga model program itu diharapkan baik fakultas maupun universitas dapat mempersiapkan sistem kerjasama yang baik. Untuk memperlancar kerjasama, menurut Djanalis, pengurus Korpri akan dibekali dengan ilmu yang sedang dibutuhkan saat ini, yakni manajemen perubahan dan manajemen konflik. "Karena yang kekal di dunia ini adalah perubahan, maka yang dibutuhkan adalah manajemen perubahan. Kalau tidak dapat mengikuti perubahan, maka yang timbul adalah konflik. Dengan memahami kedua konsep tersebut, maka setiap perubahan akan menjadi perubahan yang positif bagi organisasi", ujarnya. [Far]

Dilantik, Pengurus Unit dan Sub Unit Korpri Unibraw
18 Januari 2006
Kebangkitan kembali Unit Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia) Universitas Brawijaya ditandai dengan pelantikan pengurus Unit Korpri Unibraw maupun Sub Unit Korpri fakultas-fakultas, Rabu 18/1, di Balai Senat, gedung PPI Unibraw. Pagi itu Wakil Ketua Dewan Pengurus Provinsi Korpri Jawa Timur Bambang Kusbandono melantik pengurus Unit Korpri Universitas Brawijaya.
Pengurus Unit
Susunan pengurus Unit Korpri Unibraw periode 2005-2010, Ketua: Drs. Djanalis Djanaid, Wakil Ketua I: Isrok SH MS, Wakil Ketua II: Dr. Ir. Nuhfil Hanani Ar MS, Sekretaris: Ir. Chanif Mahdi, Wakil Sekretaris: Drs. Slamet Kusnady MSi, Bendahara: Ir. Usman Effendi MS, Wakil Bendahara: Rustinigrum SSos. Sementara itu Bidang Organisasi dan SDM diketuai Drs. Tjahjanulin Domai MS dengan anggota: Sugeng Pinando SE MPd, Ir. Sukoso MSc PhD; Bidang Usaha dan Kesejahteraan Masyarakat diketuai Ir. Saleh Susanto MS dengan anggota: Dra. Siti Romlah; Bidang Kesehatan dan Mental diketuai Dr. dr. Achdiat Agus SpS dengan anggota Drs. HM Hafid Hamid MAg; Bidang Pelayanan Masyarakat dan Bantuan Hukum diketuai Lutfi Efendi SH MH dengan anggota Dra. Suprihatini MM; sedangkan Bidang Olahraga, Seni dan Budaya diketuai Ir. Retno Suntari MS dengan Anggota Much. Furqon.
Pengurus Subunit
Seusai pelantikan pengurus unit, Ketua Unit Korpri Unibraw Drs. Djanalis Djanaid melantik para pengurus sub unit fakultas-fakultas. Berikut adalah susunan lengkap pengurus subunit. Fakultas Hukum: Penasehat Warkum Sumitro SH MH, Ketua Prof. Masruchin Rubai SH MS, Wakil Ketua Agoes Susanto SH, Sekretaris Koesno Adi SH MS, Wakil Sekretaris Eny Harjati SH MHum, Bendahara Sri Indah Sruhartati SH CN, Wakil Bendahara Herlin Wijayanti SH MH, Anggota: Setyo Widagdo SH MHum, Eko Kuswanto SH, Abdul Madjid SH MHum, Drs. Ferry Subagio, Indrati SH MS, Siti Hamidah SH MM, Lutfi Efendi SH MHum, Ulfa Azizah SH, Drs. Hardowiyono MS, dan Endang Susiloningsih SSos; Fakultas Ekonomi: Penasehat Prof. Dr. Bambang Subroto SE MM Ak, Ketua Drs. Bambang Hariadi MEc Ak, Wakil Ketua Dr. Ghozali Maski SE MS, Sekretaris Wienaryati SE MM, Bendahara Siswojo SE, Anggota Drs. Husni Thamrin MM; Fakultas Ilmu Administrasi: Penasehat Dr. Suhadak MEc, Ketua Drs. Imam Hardjanto MBA MAP, Wakil Ketua Drs. Tjahjanulin Domai MS, Sekretaris Drs. Bambang Santoso Haryono MS, Wakil Sekretaris Dra. Ernani Kusdiantina MM, Bendahara Dra. Rosadah Agustin S, Wakil Bendahara Nur Abjad SH, Anggota Drs. M. Al Musadieq MBA; Fakultas Per-tanian: Penasehat Prof. Dr. Ir. Syekhfani MS, Ketua Dr. Ir. Nuhfil Hanani Ar MS, Wakil Ketua I Prof. Ir. Sumeru Ashari MAgrSc PhD, Wakil Ketua II Dr. Ir. Sudiarso MS, Sekretaris Arien Suprastiwi SH, Wakil Sekretaris Rosihan Asmara SE MP, Bendahara Ir. Koesriharti MS, Anggota Titik Winarni AMd, Dr. Ir. Damanhuri MS, Mahmudah SAB, Ir. Retno Suntari MS, Dr. Bambang Tri Rahardjo MS;  Fakultas Peternakan: Penasehat Dr. Ir. Ifar Subagiyo MAgrSt, Ketua Ir. Idris Israil, Wakil Ketua Ir. Agus Budiarto MS, Sekretaris Drs. Sutarman, Wakil Sekre-taris Nyomo, Bendahara Ir. Retno Dewi Sosrondoyo, Anggota Agus Susilo SPt MP, Eko Nugroho SPt, Antharini SPt MP, Siswoyo Arifin, Rifai; Fakultas Teknik: Penasehat Ir. Imam Zaky MT, Ketua Ir. Sumarwanto, Wakil Ketua Ir. Totok Sugiarto, Sekretaris Drs. Soemanan, Bendahara Drs Mursid, Anggota Dra. Suprihatini MM, Ir. Arifi Soenaryo, Ir. Masduki MM, Ir. Tunjung Wijayanto S MSP, Very Dermawan ST MT; Fakultas Kedokteran: Penasehat dr Harijanto MSPH, Ketua dr. Bambang Prijadi MS, Wakil Ketua Drg. R. Setyohadi MS, Sekretaris dr. Mahono Widayat DAPE MKes, Wakil Sekretaris dr. Nanik Setijowati MKes, Bendahara Drs. Bambang Sidharta Apt MS, Wakil Bendahara Umy Kulsum, Anggota Dr. dr. M. Rasjad Indra MS, Ahsan SKp MKes, Drs. Khusnul Fathoni Effendi MAg, Dra. Ristika MM; Fakultas Perikanan: Penasehat Ir. Sukoso MSc PhD, Ketua Ir. Marsoedi PhD, Wakil Ketua Ir. Iman Prayogo Rahardjo SU, Sekretaris Ir. Anik Martina Hariyati MSc, Wakil Sekretaris Ir. M. Rasyid Fadholi MSi, Bendahara Suwono SH, Wakil Bendahara Suwardi, Anggota Ir. Alfan Jauhari MS, Prof. Dr. Ir. Eddy Suprayitno MS, Ir. Mimit Primyastanto MS, Ir. Abdul Koid MS, Ir. M. Musa MS;  Fakultas MIPA: Penasehat Ir. Adam Wiryawan MS, Ketua Ir. Chanif Mahdi MS, Wakil Ketua Drs. M. Muslikh MSi, Sekretaris Ir. Mudjiono MM, Wakil Sekretaris Drs. Suwinarko, Bendahara Ir. Uswatun Hasanah MSi, Wakil Bendahara Drs. Djati Batoro MSi, Anggota Dr. M. Misbah Khunur MSi, Drs. Efraim Luturmas, Dr. Ir. Chasan Bisri, Drs. AM Juwono MSc; Fakulta Teknologi Pertanian: Penasehat Prof. Dr. Ir. Simon Bambang Widjanarko MAppSc, Ketua Ir. Ary Mustofa Ahmad MS, Wakil Ketua Ir. Kamarul Arifin MS, Sekretaris Irnia Nurika STP MP, Bendahara Salmah Heruwati BSc, Anggota Dra. Novi Wardani MSi, Ir. Pudji Usmanto; Kantor Pusat:   Penasehat Prof. Dr. Moch. Munir SH, Ketua Goerid Hardjito SE MM, Wakil Ketua Imam Syafii SE MM, Sekretaris Drs. S. Kusnady MSi, Wakil Sekretaris Supriyadi SSos, Bendahara Drs. Lukisan Edi Kuncoro, Wakil Bendahara Rustiningrum SSos, Anggota Widodo SE, Mulyaningwati SSos, Dra. Rugjatmiasih, Sudjari SSos, Ali Farid SH, Drs. Hadi Mulyono, M. Furqon, Drs. Suharyo, Ir. Suhardiyono, Ir. Imam Prayitno. [Far]

Ir. Chanif Mahdi MS: Kit Tester Formalin telah Dipakai Masyarakat Umum
17 Januari 2006
Kit tester formalin yang ditemukan oleh Ir. H Chanif Mahdi MS, dosen kimia FMIPA Unibraw, telah dipakai oleh khalayak umum di beberapa daerah di Indonesia. Pemberitaan tentang penemuannya akhir tahun 2005 lalu, (baca PRASETYA 395/XV, atau klik http://old-prasetya.ub.ac.id/des05.html#formalin), ternyata banyak membuahkan hasil.
“Telepon saya terus berdering, dan banyak pula yang meminta informasi mengenai penemuan saya via email,” terang Chanif.
Alat uji formalin ini menurutnya telah digunakan oleh Universitas Widyagama, Dinas Perikanan dan Sumberdaya Kelautan Kabupaten Pasir (Kalimantan Timur), Indonesia National Meat Processor Association (Assosiasi Industri  Pengolah Daging Indonesia), ibu-ibu PKK Dinoyo dan ibu-ibu PKK Griya Shanta. Institut Teknologi Bandung pun, menurut Chanif,  pernah menghubunginya mempertanyakan perihal penemuannya tersebut.
Murah, mudah, cepat, praktis dan akurat. Seperti itulah gambaran kelebihan alat yang berupa larutan ini dibanding alat uji yang lain. Bagi yang berminat menggunakan alat tersebut dapat memperolehnya di rumahnya Jl Venus 21 Malang. Harganya Rp 50.000 untuk digunakan dalam 5-10 kali pengujian.
Cara kerja alat ini pun mudah. Pertama siapkan tabung, kemudian potongan bahan yang akan diuji dimasukkan ke tabung, tambahkan 3-5 tetes larutan asam sulfat pekat dan kocok. Setelah tercampur maka larutan FMR 2-3 ml dan kocok selama 2-3 menit. Jika mengandung formalin maka cairan akan berubah warna menjadi biru.
Alat ini menurut dosen lulusan S1 di Fakultas Peternakan Unibraw juga dapat mendeteksi pewarna sintetis yang digunakan dalam makanan. “Hanya saja hasilnya tidak  terlalu tampak hanya lebih keruh,” tegasnya. [vty]

Dr Djalal Rosyidi: Banyak SDA Menurun Populasinya
17 Januari 2006
Dunia saat ini sedang mengalami limited resources. Penggunaan sumber daya alam (SDA) memegang peranan dalam kehidupan manusia. Banyak di antaranya mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi sumber daya ekonomi. Meskipun ketergantungan pada sumber daya alam ini sangat besar dan upaya mempertahankannya merupakan hal yang mutlak, namun kenyataannya kurang disadari, sehingga banyak sumber daya alam populasinya menurun dan bahkan ada spesies yang punah.
Demikian antara lain pernyataan Djalal Rosyidi, dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, dalam ujian terbuka mempertahankan disertasi yang berjudul “Beberapa Aspek Biologi dan Karakteristik Karkas Kancil (Tragulus javanicus)” di Sekolah Pascasarjana (SPs) Institut Pertanian Bogor (IPB), yang berlangsung di ruang sidang Senat IPB, Kampus Dermaga, Bogor, 17/11/05.
Dalam ujian tersebut, Djalal Rosyidi berhasil mempertahankan disertasi di hadapan dewan penguji, dengan Promotor Prof. Dr. Drh. H. R. Eddie Gurnadi, ko-promotor Dr. Ir. Rudy Priyan-to dan Dr. Ir. H. Suryahadi DEA. Sedangkan dosen penguji masing-masing dari Fakultas Peternakan IPB terdiri atas Prof. Dr. Drh. H. R. Eddie Gurnadi, Dr.Ir. Rudy Priyanto, Dr. Ir. H. Suryahadi DEA, Dr. Ir. Nahrowi MSc, dan Prof. Dr. Drh. Rahmat Herman MVetSc. Sementara penguji dari luar Fakultas Peternakan adalah Dr.Ir. Achmad Machmud Thohari DEA (dari Laboratorium Konservasi Hewan Fakultas Kehutanan IPB) dan Ir. Gono Semiadi MSc PhD APU (dari Pusat Penelitian Biologi LIPI).
Kandidat dinyatakan lulusan tercepat selama ini dari program studi Ilmu Ternak (PTK) Sekolah Pasacasarjana IPB dengan masa studi 2 tahun 3 bulan dengan IPK 4,0. Sejak beberapa tahun terakhir ini, di SPs IPB predikat kelulusan telah dihapus. Sebagai gantinya, kandidat mendapatkan penghargaan Dekan SPs berupa Piagam Penghargaan Prestasi Akademik Gemilang.
Dr. Ir. H. Djalal Rosyidi AP MS, adalah lulusan Diploma I (Ahli Pratama/AP) dari IKIP Negeri Malang (sekarang UM, 1980), sarjana peternakan Unibraw (1985), dan magister sains (MS) dari Universitas Padjadjaran (1992). Ayah 2 orang anak ini mengabdikan diri sebagai dosen Fakultas Peternakan Unibraw sejak 1 Januari 1986, dan menjadi anggota Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) (1986-sekarang), Persatuan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Pusat (1996-sekarang), pernah menjabat Ketua Program Ekstensi Fakultas Peternakan Unibraw (1996-2003), Wakil Ketua PATPI Cabang Malang (2001-2003), dan aktif pada Pusat Kajian Makanan Tradisional, Lembaga Penelitian Universitas Brawijaya. [DR]

Ujian Terbuka Disertasi Estri Laras
16 Januari 2006
Program Pascasarjana, Senin 16/1, mengadakan ujian terbuka disertasi program doktor ilmu pertanian bagi Ir. Estri Laras Arumingtyas MScSt, dosen biologi Fakultas MIPA Unibraw. Dalam ujian tersebut disertasi yang dipertahankan berjudul "Induksi Mutasi Mutagen Ethyl Methane Sulfonate (EMS) untuk Menghasilkan Percabangan pada Kenaf (Hibiscus cannabinus L)" Bertindak selaku promotor Dr. Ir. Nur Basuki, dan Dr. Ir. Sudjindro MS serta Prof. Sutiman Bambang Sumitro SU DSc selaku kopromotor. Sedangkan penguji terdiri dari Dr. Ir. Adji Sastrosupadi MS APU, Dr. Ir. Lita Sutopo, Dr. Ir. Retno Mastuti MAgrSc dan Prof. Dr. Aloysius Duran Corebima (penguji dari Universitas Negeri Malang).
Dalam disertasinya, dikemukakan, tanaman kenaf (Hibiscus cannabinus L.) menghasilkan serat batang dan biji yang dapat digunakan sebagai pengganti fiberglass, minyak pelumas, sabun, cat, ataupun kertas. Peluang untuk membudidayakan kenaf di Indonesia sangatlah besar mengingat keterbatasan penyediaan benih/biji kenaf karena masih rendahnya produktivitas benih (500-700 kg biji/ha). Berangkat dari ketertarikan untuk menghasilkan varietas terbaik, Estri Laras Arumingtyas menggunakan mutagen kimia Ethyl Methane Sulfonate (EMS) untuk menghasilkan kenaf yang mampu bercabang banyak.
Dalam penelitiannya, Estri Laras melakukan empat percobaan yaitu induksi mutasi dengan EMS dan pengamatan morfologi mutan, identifikasi pola pewarisan sifat bercabang, identifikasi molekuler mutan bercabang dengan RFLP, RAPD, PCR dan sekuensing serta identifikasi gen DNA photolyase.Dari hasil penelitian Estri Laras, diketahui bahwa EMS terbukti mampu menginduksi terjadinya mutan bercabang. Namun akibat induksi EMS pada kenaf yang diamati, telah terjadi kegagalan repair, yang menurut Estri Laras kemungkinan disebabkan karena perubahan gen photolyase menjadi cryptochrome.
Menurut Estri Laras, diperlukan konfirmasi lebih jauh untuk untuk memastikan pola pewarisan sifat bercabang kenaf dengan memperbesar contoh dan mengikuti pewarisan sifat bercabang pada generasi ketiga.
Dalam yudisium, Estri Laras dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan, indeks prestasi kumulatif 3,83. Dr Ir Estri Laras Arumingtyas MScSt adalah insinyur pertanian dari Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (1987), sementara gelar master dalam ilmu tanaman diperoleh dari Faculty of Science University of Tasmania, Australia (1992). Beberapa pendidikan tambahan juga dilakukan oleh perempuan kelahiran Trenggalek 42 tahun silam, di antaranya adalah Basic Science Bridging Program, ITB-IDP Australia (1989), dan Short Course on Using PCR di Tohoku University Sendai Jepang (2003). Dr. Estri Laras mengabdikan diri sebagai dosen pada Jurusan Bilogi FMIPA Unibraw sejak 1988. [nik]

Open House
16 Januari 2006
Dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-43, mulai Senin (16/1) hingga Kamis (19/1), di gedung Widyaloka berlangsung acara "Open House". Acara yang dibuka secara resmi oleh Rektor Prof. Bambang Guritno ini diikuti oleh ribuan siswa dari sekitar 40 SMA/SMK dari seluruh Jawa Timur yang datang secara bergelombang, guna mendapatkan penjelasan lengkap mengenai program studi yang ditawarkan Universitas Brawijaya. .
Dalam sambutannya, Rektor mengharapkan para siswa dan guru pendamping yang menghadiri Open House mencari informasi yang sebanyak-banyaknya tentang program studi/jurusan yang ditawarkan maupun potensi yang dimiliki oleh Universitas Brawijaya. “Hal ini agar para siswa yang merupakan calon mahasiswa, tahu benar mengenai program studi yang menarik minat siswa”, ungkapnya.
Presentasi audio visual mengenai profil, potensi dan prestasi yang telah diraih Universitas Brawijaya baik di tingkat nasional, maupun internasional oleh pejabat di bidang akademik dilaksanakan di auditorium Widyaloka. Sementara di lantai I gedungyang sama, siswa-siswi dapat melihat-lihat stan pameran yang ditampilkan oleh fakultas-fakultas dan unit-unit pelaksana teknis di lingkungan Unibraw. Selain itu siswa-siswi yang berminat dapat mengunjungi secara langsung laboratorium-laboratorium yang ada di fakultas-fakultas ataupun unit-unit lain seperti perpustakaan, pusat komputer dan lain-lain, untuk mendapatkan penjelasan seperlunya dari petugas yang ada di sana. [nik]

Olahraga Dies Natalis: Sepakbola Mini dan Tenis Lapangan
16 Januari 2006
Dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-43, mulai hari ini (Senin 16/1) digelar pertandingan-pertandingan olahraga. Bertempat di lapangan Kantor Pusat, Senin 16/1, digelar pertandingan sepkabola mini dengan bola plastik. Sedangkan di lapangan tenis indoor Tlogomas Permai, dilangsungkan pertandingan tenis lapangan. [Far]

Polisi Kesulitan Tentukan Tersangka
Minggu, 15 Jan 2006
Kemarin, Rekonstruksi Kasus Pemukulan Ibnu Tricahyo Digelar.
Masih ingat kasus pemukulan Ketua PP Otoda Unibraw Ibnu Tricahyo di Gedung DPRD Kota Malang? Hingga saat ini, berkas perkara kasus tersebut belum juga dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang.
Terhambatnya pelimpahan berkas perkara kasus itu, disebabkan polisi kesulitan untuk menetapkan tersangka pemukulan. "Bagaimana mungkin kami bisa melimpahkan berkas ke kejari, kalau tersangkanya saja belum ada," tegas Kasatreskrim Polresta Malang AKP Heru Prasetya SIK usai rekonstruksi kasus itu di DPRD Kota Malang, kemarin.
Dia menjelaskan, kesulitan lainnya adalah keterangan korban dan saksi tidak mengarah langsung pada seorang tersangka. Semua keterangan yang dihimpun belum jelas dan membuat polisi kesulitan untuk mengungkap identitas tersangka.
Ketika Radar berusaha mengonfirmasi tentang identitas tersangka, Heru menganjurkan untuk menanyakan langsung kepada korban. "Kalau yang ditanyakan siapa tersangkanya, kami juga belum tahu. Coba Anda tanyakan langsung ke Pak Ibnu, mungkin dia tahu," kata Heru.
Dia menambahkan, seharusnya korban dapat melihat dan mengenali para pemukul, karena jarak antara dirinya dengan para pemukul sangat dekat. Kalau, korban saja tidak dapat mengenali atau paling tidak menjelaskan ciri-ciri fisik yang lengkap, pihaknya mengaku kesulitan.
Dalam rekonstruksi yang dilaksanakan selama kurang lebih satu jam itu, polisi berusaha menganalisa bagaimana proses terjadinya pemukulan. Rekonstruksi kasus itu, kemarin langsung dipimpin oleh Heru sendiri. Rekonstruksi itu merupakan hasil analisa polisi berdasarkan pernyataan korban dan para saksi yang sudah dihadirkan.
Seusai acara itu, Heru menegaskan bahwa sekalipun kesulitan untuk mengungkap tersangka kasus ini, dia menjamin pihaknya tidak akan berhenti mengusut kasus yang sempat menghebohkan itu. "Kami janji akan terus mengusut kasus ini hingga tuntas, untuk itu butuh waktu," kata Heru. [ham] http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=113928&c=88

Diklat Kewirausahaan
14 Januari 2006
Bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Administrasi Fakultas Ilmu Administrasi (LPA FIA), Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Universitas Brawijaya selama 2 hari, 14-15 Januari 2006, menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (diklat) Kewirausahaan. Dibuka oleh Rektor Prof. Bambang Guritno di gedung Student Center, Diklat angkatan VII ini diikuti lebih dari 100 orang peserta yang berasal dari Unibraw maupun dari luar Unibraw. Tim instruktur diketuai oleh Drs. Djanalis Djanaid. [Far]

Student Performance Program Bahasa Inggris
14 Januari 2006
Dalam rangka mengetahui bagaimana kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh mahasiswa, Program Bahasa Inggris Universitas Brawijaya, Sabtu (14/1), menyelengggarakan Student Performance di gedung PPI lantai 1. Menurut ketua program Dra. Sri Endah Tabiati MEd, kegiatan yang diadakan untuk kedua kalinya ini diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan 2005 yang terdiri dari tiga kelas program sarjana dan empat kelas program diploma. Setiap kelas wajib menampilkan pertunjukan, baik berupa pembacaan puisi, pertunjukan drama, maupun pertunjukan musik.
Student performance merupakan salah satu bentuk aplikasi mata kuliah Intensive Course yang memiliki nilai 16 sks. "Mata kuliah speaking, reading, ataupun listening yang biasanya diberikan secara terpisah, dalam intensive course diberikan secara terintegrasi satu sama lain. Dengan penggabungan menjadi satu dalam mata kuliah intensive course, masing-masing siswa diharapkan semakin terbiasa menggunakan bahasa Inggris, dan dapat meningkatkan keterampilan bahasa mereka," pungkas Sri Endah Tabiati.
Selain student performance, Minggu (15/1) mahasiswa angkatan 2005 Program Bahasa Inggris akan mengadakan acara outbound di Selorejo. Dalam kegiatan itu semua siswa diwajibkan menggunakan bahasa Inggris tanpa terkecuali. Mereka akan melakukan pengamatan terhadap lingkungan hidup, kemudian mempresentasikannya di hadapan para tentor dan teman-teman mereka. [nik]

Pengukuhan Dua Guru Besar Peternakan
14 Januari 2006
Universitas Brawijaya, Sabtu 14/1, mengukuhkan dua orang gurubesar baru. Keduanya dari Fakultas Peternakan, yaitu Prof. Dr. Ir. Yuliani Djuniarti MS dari program studi reproduksi ternak dan Prof. Dr. Ir. Darsono Wisadirana MS dari program studi sosial ekonomi peternakan.
Upacara pengukuhan berlangsung di Balai Senat, gedung PPI Universitas Brawijaya, dalam rapat terbuka Senat Universitas Brawijaya yang dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Bambang Guritno, dan disaksikan oleh segenap sivitas akademika, dan undangan lainnya.
Prof. Yuliani Djuniarti 
Prof. Darsono Wisadirana
Prof. Yuliani Djuniarti adalah gurubesar ke-13 dan Prof. Darsono Wisadirana gurubesar ke-14 dari Fakultas Peternakan, atau masing-masing ke-118 dan ke-119 dari Universitas Brawijaya.
Keduanya adalah sarjana peternakan lulusan Unibraw. Prof Yuliani sarjana peternakan (1972), magister (1983) dan doktor (1993) dalam bioreproduksi ternak lulusan IPB Bogor, sedangkan Prof Darsono sarjana peternakan (1982), magister (1992) dan doktor (2001) dalam sosiologi dari Unpad Bandung.
Prof. Dr. Ir. Yuliani Djuniarti MS, kelahiran Surabaya, 1 Juni 1943, diangkat dalam jabatan gurubesar dalam bidang ilmu reproduksi burung terhitung mulai tanggal 1 Juli 2005, berdasarkan SK Mendiknas nomor 37202/A2.7/KP/2005 tanggal 30 Juni 2005. Sedangkan Prof. Dr. Ir. Darsono Wisadirana MS, kelahiran Brebes, 27 Desember 1956, diangkat dalam jabatan gurubesar dalam ilmu sosiologi terhitung mulai tanggal 1 Juli 2005, berdasarkan SK Mendiknas nomor 37209/A2.7/KP/2005 tanggal 30 Juni 2005. Dalam pengukuhan tersebut, Prof. Yuliani membawakan orasi ilmiah berjudul "Fenomena Kicauan Master Burung Love Bird dari Lahan Sempit untuk Menepis Kehidupan Global", sedangkan Prof. Darsono membawakan orasi ilmiah berjudul "Penguatan Sosiokultural sebagai Modal Sosial untuk Mendukung Pembangunan Peternakan Berkelanjutan".
Dengan pengukuhan tersebut, hingga saat ini jumlah gurubesar aktif Unibraw sebanyak 91 orang, dengan rincian FH 5, FE 10, FIA 11, FP 26, FPt 13, FT 5, FK 9, FPi 3, FMIPA 4, dan FTP 5. Sebanyak 28 gurubesar Unibraw telah pensiun, bahkan 10 di antaranya telah wafat. [Far]

Kicauan Love Bird untuk Menepis Kehidupan Global
14 Januari 2006
Dalam orasi ilmiah berjudul "Fenomena Kicauan Master Burung Love Bird dari Lahan Sempit untuk Menepis Kehidupan Global", Prof Dr. Ir. Yuliani Djuniarti MS mengatakan bahwa lingkungan yang terus berubah dengan cepat akan menyulitkan adaptasi manusia, sehingga berbagai problema dan dilema pun bermunculan secara nyata. "Ini akan berpeluang dalam manifes peningkatan stress publik, yang berbahaya bagi kesehatan hidup bersama dalam masyarakat".
Hal ini disampaikan Prof. Yuliani dalam upacara pengukuhan jabatan guru besar di Balai Senat Universitas Brawijaya, Sabtu 14/1.
Mengawali orasi, dinyatakan bahwa telah terjadi perubahan paradigma dalam bidang peternakan. "Dulu, jika orang berbicara tentang peternakan maka pikiran terfokus pada kepemilikan padang puluhan hektare, namun kini keadaan itu telah berbalik, mengarah pada lahan sempit", tuturnya. Petak tanah beberapa meter persegi, menurut Prof Yuliani, mampu menambah dan meningkatkan ekonomi kerakyatan, khususnya petani ternak, bila tanah sempit itu dimanfaatkan secara tepat guna.
Satwa harapan
Dikemukakan juga satwa liar sekarang telah mendapat wadah untuk dibudidayakan menjadi satwa harapan. Satwa ini diharapkan mampu menepis intervensi globalisasi, atau bahkan menjadi komoditi ekspor nonmigas. "Budidaya satwa burung termasuk usaha yang efisien seperti ini", tegasnya. Disebutkan bebarapa peran dan fungsi burung bagi manusia: burung adalah sarana atau wahana pemuas lahir dan batin, karena burung mempunyai ekosistem yang erat dan akrab dengan manusia; burung dapat memberi semangat serta nilai-nilai tersediri bagi pemiliknya. Di samping itu, burung mempunyai nilai ekonomis yang menarik sebagai sumber penghasilan pokok atau sampingan.
Prof. Yuliani mengatakan, satwa burung Indonesia menempati urutan keempat di dunia setelah Columbia, Brasil, dan Peru. Tercatat ada 1583 macam spesies burung di Indonesia, dan 381di antaranya adalah spesies endemik, seperti jalak bali, glatik jawa, dan beberapa spesies lainnya. Berdasarkan spesies endemik, maka Indonesia adalah nomor satu di dunia, karena 4% spesies endemik yang ditemukan di dunia hanya ada di Indonesia. Namun tragis dan ironisnya, dari jumlah 1583 spesies yang tersisa hanya 340 spesies saja. Selebihnya telah punah. Oleh sebab itu, Prof. Yuliani memandang perlu pelestarian melalui penangkaran yang tepat sehingga kesinambungan hidup satwa burung dapat terjaga.
Nilai Ekonomis
Dalam hal penangkaran, kinerja reproduksi menjadi penentu utama sesuai dengan hukum alam. Budidaya burung parkit (Melopsittacus undulatus) sudah umum dilakukan para penangkar burung hias, sehingga harganya menjadi semakin murah. Untuk mengantisipasi ini, menurut Prof. Yuliani, perlu diupayakan budidaya burung yang memiliki nilai ekonomis lebih baik, yaitu love bird (Agapornis sp). Jenis burung ini berasal dari Afrika, namun kini sudah dibudidayakan di berbagai belahan bumi, baik tropis maupun subtropis, juga telah beradaptasi di Indonesia. Jenis ini sekarang telah menjadi komoditi antarnegara, seperti Belanda, Amerika, Jerman, dan Cina, dan masing-masing mempunyai ciri strain tersendiri. Burung mungil ini memiliki dwi-potensi. Selain sebagai burung hias dengan lebih dari 60 variasi dan intensitas permutasi warna bulu yang elok, juga sebagai burung berkicau dengan suara kicauan yang panjang, tajam dan bergelombang, dan biasa dijadikan master untuk mengisi atau membelajari kicauan burung lain.
Pada bagian lain orasi, diperbandingkan nilai ekonomis burung parkit dan love bird. Burung parkit, harganya per ekor Rp 10 ribu, dari 70 pasang yang dibudidayakan ternyata menghasilkan benefit cost ratio (B/C) 1,83. Sedangkan pada love bird yang telah mendapat pasaran lebih baik dan lebih luas, dapat mencapai harga 10 kali lipat per ekor, dengan biaya makanan dan pemeliharaan yang tidak jauh berbeda. Hanya, ukuran kotak sangkar untuk sepasang love bird dua kali lebih luas, yaitu (lebar x panjang x tinggi) 30x80x40 cm3. Dengan lahan 4x10 meter persegi, dapat dibudidayakan 100 love bird dan kandang baterai tersusun 4 tingkat.
Jangan Panik
Mengutip pepatah Cina, "Jangan beri ikan, tetapi berikanlah pancingnya", Prof. Yuliani menyarankan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) di daerah perkotaan untuk membudidayakan love bird, terutama pasca kenaikan harga BBM. Diharapkannya kicauan master burung love bird dari lahan sempit dapat menggugah hasrat untuk membudidayakannya, karena usaha ini dapat menopang dan meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin keuarga dan masyarakat sekitar, sehingga lewat pemberdayaan sumberdaya manusia dan masyarakat akan mampu meningkatkan kualitas hidup yang dapat menyesuaikan dan menepis kehidupan global.
Menyinggung soal wabah flu burung (avian influenza) yang menghebohkan masyarakat akhir-akhir ini, Prof. Yuliani menegaskan: "Tidak perlu panik. Ini dapat diantisipasi melalui pemantauan preventif dengan sanitasi dan menggunakan disenfektan terus-menerus, diimbangi dengan pemberian makanan bermutu, ditambah vitamin unggas". [Far]

Membangun Peternakan, Memasukkan Nilai yang Memihak Kearifan
14 Januari 2006
"Ada kecenderungan masyarakat kurang menghargai dan bahkan meninggalkan nilai dan norma yang berlaku sebagai pengatur dalam pemanfaatan sumberdaya alam". Demikan Prof. Dr. Ir. Darsono Wisadirana MS dalam orasi ilmiah berjudul "Penguatan Sosiokultural sebagai Modal Sosial untuk Mendukung Pembangunan Peternakan Berkelanjutan" yang disampaikan pada upacara pengukuhan jabatan gurubesar di Balai Senat Universitas Brawijaya, Sabtu 14/1.
Namun demikian, di samping sifat-sifat keserakahan yang cenderung merusak, Prof Darsono yakin bahwa setiap individu tentu memiliki kearifan yang cenderung memelihara atau memperbaiki.
Berangkat dari keoptimisan, Prof Darsono mengatakan: "Meskipun sifat masyarakat telah berubah dari sifat kearifan menjadi sifat yang cenderung merusak, karena budaya yang tidak memihak pada kearifan, saya tetap yakin masyarakat bisa diajak untuk memelihara dan memperbaiki, manakala kita memasukkan nilai-nilai budaya yang memihak pada kearifan".
Sosiokultural
Sosiokultural sebagai modal sosial meliputi ide, nilai, norma, sikap dan perilaku (cognitive social capital), kerjasama, gotong royong, dan kelembagaan struktur sosial ekonomi, menurut Prof Darsono, merupakan aspek sangat penting dalam pembangunan berkelanjutan. "Ini karena sosiokultural merupakan pengatur perilaku dalam mengelola sumberdaya secara arif, dan pengendali dalam mengelola sumberdaya yang cenderung merusak", tuturnya.
Menurut Prof Darsono, penguatan sosiokultural merupakan upaya memperkuat kapasitas masyarakat dengan cara melatih dan mendidik untuk lebih memahami dan mengerti fungsi sistem nilai dan norma pengatur perilaku. "Konsep ini muncul karena pelaksanaan pembangunan dengan pendekatan top-down, yang hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan nilai sosial budaya, menyebabkan pudarnya kearifan lokal dan rusaknya sumberdaya pembangunan. Sebagai bagian integral dari pembangunan Indonesia, kebijakan pembangunan peternakan juga bersifat top-down. Hal ini menyebabkan masyarakat selalu tergantung pada pemerintah, tidak memiliki inisiatif dan kreativitas untuk maju, lebih bersifat menunggu dan meninggalkan budaya gotong royong, sehingga sulit diharapkan pembangunan peternakan berkelanjutan, meskipun sumberdaya ternak  dan daya dukungnya bersifat renewable", tandasnya.
Kearifan dan Kualitas SDM
Agar pembangunan peternakan berkelanjutan, menurut Prof Darsono, di samping diperlukan ketersediaan bahan penunjang secara kontinyu dan pasar, yang terpenting adalah peran nilai kearifan dan kualitas sumberdaya manusia, yang dapat dilakukan melalui penguatan  sosiokultural. Penguatan ini dapat dilakukan melalui penataan, pemantapan, dan pengembangan ide, nilai, norma, gotong royong, cognitive social capital atau sikap, perilaku dan jaringan struktur sosial ekonomi.
Diuraikan lebih lanjut, penataan, pemantapan dan pengembangan ide dan gagasan untuk membangun peternakan berkelanjutan dapat dilakukan dengan mengubah ide dan gagasan yang dulu dari pemerintah menjadi dari masyarakat, atau pendekatan top-down menjadi bottom-up planning. Menata, memantapkan dan mengembangkan nilai gotong royong dapat dilakukan melalui peningkatan jalinan kerjasama kemitraan berkeadilan sosial dalam pengelolaan hutan bersama. Sedangkan penataan, pemantapan dan pengembangan cognitive social capital bisa dicapai melalui pemahaman arti hidup dalam hubungan dengan alam sekitar (bersikap adi luhung).
Sementara itu upaya menata, memantapkan, dan mengembangkan jaringan struktur sosial ekonomi peternak, menurut Prof Darsono, dapat dilakukan dengan pembentukan modal, meningkatkan partisipasi dalam pengelolaan koperasi, memotivasi kerja untuk meningkatkan produktivitas dan melakukan penyambungan kembali hubungan antar kelembagaan terkait yang telah terputus. Sedangkan penataan, pemantapan, dan pengembangan penggunaan teknologi peternakan, dapat dilakukan melalui kelayakan teknis. "Yang perlu dipertimbangkan dari kelayakan teknis adalah keterjangkauan teknologi oleh masyarakat dan mudah penggunaannya, keterjangkauan biaya teknologi, dan bersifat compatible dengan lingkungan sosial dan alam", pungkasnya. [Far]

Prof. Simon B Widjanarko di Unisma Tawarkan Solusi Formalin
Sabtu, 14 Jan 2006
Merebaknya isu formalin akhir-akhir ini sempat mematikan beberapa usaha. Inilah yang membuat Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Islam Malang (Unisma) gerah. Untuk mengatasinya, FE Unisma 12 Januari lalu mendatangkan beberapa pakar membahas masalah ini.
Diskusi bertajuk Penggunaan Bahan Pengawet dalam Makanan ini membahas dampak dan solusi tentang penggunaan bahan tersebut. Ketua Kadin Bidang Usaha Mikro Prof Dr Hj Nurhajati SE MS mengatakan, dampak pemberitaan tersebut sangat mempengaruhi keberlangsungan usaha mikro dan menengah.
Dampak negatif terbesar, menurut Nurhajati, adalah menurunnya omzet penjualan. Kerugian lain adalah image konsumen terhadap produk seperti mi basah, tahu, ikan asin, dan bakso.
Lalu bagaimana solusi yang harus ditempuh? Nurhajati mengatakan, perlu adanya penerapan proses produksi yang sehat dan aman. "Namun itu saja tidak cukup, birokrasi harus diefektifkan dan pengetahuan produsen dan konsumen perlu ditingkatkan," ungkapnya.
Peserta juga diberi tawaran solusi oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unibraw Prof Simon Bambang Widjanarko PhD. Yakni dengan menggunakan pengawet pangan kuno seperti sorbat dan benzoat.
Sementara, PR I Unisma Prof Dr A. Yusuf Imam Sujai menganggap diskusi semacam ini sangat penting. "Yang paling merasakan dampak ini semua lagi-lagi masyarakat kecil. Karena itu perlu dicarikan jalan keluar secepatnya," ungkap Yusuf. [skm] http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=113805&c=88

Perayaan Natal di Unibraw
13 Januari 2005
Umat Kristiani warga Korpri Universitas Brawijaya, Politeknik Negeri Malang, dan bank di lingkungan Unibraw, Jumat 13/1, menyelenggarakan perayaan Natal dan Tahun Baru 2006. Perayaan yang digelar di gedung Student Center Unibraw ini diisi dengan serangkaian acara, seperti: lagu-lagu pujian, drama Natal, pesan Natal, penyalaan lilin, lagu-lagu pujian dari paduan suara mahasiswa, sambutan ketua panitia, sambutan Rektor Unibraw, dan ramah tamah.
Perayaan Natal tahun ini diselenggarakan oleh panitia yang diketuai oleh Ir. EF Sri Maryani MS dosen Fakultas Teknologi Pertanian. [Far]

Ahli Geologi Malang Antisipasi Bencana Longsor
12 Januari 2006
Batu, Dau, Bumiaji, Jabung, Petungsewu, Sumbermanjing, Dampit, Tumpang, dan Singosari merupakan daerah dengan tingkat bencana longsor tertinggi di antara daerah lainnya di Malang. Demikian ungkap technical leader Tim Pemetaan dan Sosialisasi Antisipasi Bencana Longsor Malang, Marcelinus Setiawan, Kamis (12/1) di sela-sela pertemuan para pakar geologi di Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Brawijaya.
“Mengingat terbatasnya jumlah dana yang ada, maka hanya tiga daerah saja yang menjadi prioritas untuk pemetaan dan sosialisasi antisipasi bencana longsor”, tambahnya. Ketiga daerah itu adalah Batu, Dau dan Bumiaji.
Tim beranggotakan 17 orang dari 3 organisasi, yaitu Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Adventurous Mountain Climber (AMC) Malang, American Association of Petroleum and Geologists (AAPG) Universitas Brawijaya, dan Jurusan Fisika FMIPA Universtias Brawijaya ini rencananya akan melakukan survei selama lebih kurang 10 hari, untuk membuat peta wilayah rawan bencana longsor, melaporkannya ke pimpinan pemerintah daerah, dan kemudian melakukan sosialisasi di kalangan masyarakat.
Lebih lanjut diungkapkan oleh Marcelinus Setiawan bahwa dilihat dari topografi dan geologi, kedelapan daerah yang ada di kawasan kabupaten Malang dan Batu merupakan daerah yang rawan longsor. Ciri internal seperti adanya tanah pelapukan, yang berasal dari gunung api kuarter (berusia lebih kurang dua juta tahun), serta ciri-ciri eksternal seperti lereng yang curam, tingginya curah hujan dan aktivitas di atas tanah, dimiliki oleh daerah tersebut.
Untuk itu pria yang juga anggota IAGI dan AMC ini menyatakan perlunya peran serta dari pengambil keputusan dan masyarakat setempat, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana longsor. “Saat ini yang hanya bisa dilakukan oleh masyarakat adalah bersiap-siap untuk meninggalkan lokasi yang rawan longsor. Hal ini disebabkan karena sudah terlambat untuk melakukan perbaikan, seperti misalnya reboisasi, yang paling tidak membutuhkan waktu 10 tahun”, tukasnya.
Marcelinus menambahkan bahwa pengambil kebijakan seharusnya tidak memberikan ijin kepada developer untuk melakukan pembangunan di daerah yang melewati aliran sungai. Bencana yang terjadi di Jember baru-baru ini dan Pacet (Mojokerto) setahun silam menunjukkan bahwa longsor ataupun banjir bandang, terjadi karena peralihan fungsi hutan menjadi kebun, serta ditutupnya aliran sungai untuk pemukiman dan daerah wisata. Selain itu pemerintah daerah seharusnya memiliki foto udara ataupun foto satelit yang di-update setahun sekali, selain melakukan sosialisasi, agar dapat mengantisipasi dan memprediksi terjadinya bencana alam. [nik]

Ujian Disertasi Aji Ratna Kusuma
11 Januari 2006
Pemerintah perlu membina usaha kecil yang dikelola perempuan. Usaha kecil merupakan salah satu pilihan perempuan dalam rangka membantu ekonomi keluarga. Umumnya kinerja usaha kecil yang dikelola oleh perempuan masih rendah dibandingkan dengan usaha  yang dikelola oleh laki-laki. Rendahnya kinerja usaha kecil yang dikelola perempuan ini terlihat dari rendahnya kemampuan untuk mengakses modal dana bergulir dari pemerintah. Demikian Dra. Aji Ratna Kusuma MSi dalam ujian terbuka disertasi doktor ilmu ekonomi yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu (11/1).
Bertindak selaku promotor Prof. Dr. Djumilah Zain SE, sedangkan sebagai kopromotor Prof. Dr. MS Idrus SE MEc, dan Dr. Armanu Thoyib MSc. Tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Eka Afnan Troena SE, Prof. Dr. Moeljadi SE SU, Dr. Agus Suman SE DEA dan Prof. Dr. Prijono Tjiptoherijanto.
Untuk penyusunan disertasi berjudul “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Usaha Kecil yang Dikelola Perempuan di Kalimantan Timur” ini, Aji Ratna Kusuma melakukan penelitian di 4 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur, yaitu: Kabupaten Kutai Kertanegara, Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Kutai Timur, dengan jumlah responden 116 perusahaan kecil yang dikelola perempuan. Dari penelitian itu diketahui bahwa jenis usaha yang dijalankan sebagian besar bergerak di bidang produksi seperti makanan, kerajinan kayu, garmen, mebel, dan percetakan offset.
Banyaknya usaha kecil yang dikelola perempuan terdaftar secara fiktif, ungkap Aji Ratna Kusuma, menyulitkan pemerintah untuk melakukan pembinaan dan memantau penggunaan dana bergulir yang telah disalurkan selama ini. Untuk itu hal yang perlu dilakukan pemerintah menurut Ratna adalah melakukan pengecekan ulang terhadap keberadaan pengusaha perempuan pengelola usaha kecil, dan memberikan akses pasar yang memadai bagi peningkatan kinerja usaha kecil.
Faktor internal dan eksternal secara simultan tidak berpengaruh terhadap kinerja usaha kecil yang dikelola perempuan di Kalimantan Timur. Secara parsial, hanya dua variabel, masing-masing variabel akses pangsa pasar berpengaruh positif signifikan, dan pembinaan berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja usaha kecil yang dikelola perempuan.
Hasil penelitian juga menunjukkan masih rendahnya kepedulian pihak swasta terhadap usaha kecil yang dikelola perempuan. Untuk itu Aji Ratna menyarankan kepada pemerintah daerah untuk membuat suatu kebijakan terpadu yang mengatur hubungan antara usaha besar, menengah dan usaha kecil melalui asosiasi pengusaha yang ada di daerah dan sistem kemitraan yang menguntungkan semua pihak.
Dalam yudisium, ibu seorang putra ini dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu ekonomi dengan kekhususan manajemen, dengan predikat sangat memuaskan (indeks prestasi kumulatif 3,53).
Dr. Aji Ratna Kusuma MSi, lahir di Gunung Tabur 46 tahun silam. Gelar sarjana diperoleh di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman Samarinda (1983), dan magister sains dari Universitas Hasanuddin Makasar (1995). Karir Aji Ratna dimulai pada 1984 sebagai tenaga pengajar di Universitas Mulawarman hingga sekarang. [nik]

HA Hudan Dardiri: Jihad Tidak Bermakna Kekerasan
10 Januari 2006
Islam berasal dari kata Salima, bermakna damai, selamat, dan berserah diri kepada Allah SWT. Agama Islam adalah agama yang membawa kepada jalan keselamatan dan kedamaian. Tanda seorang muslim adalah jika ia bisa membawa keselamatan dan kedamaian bagi orang lain. Pribadi muslim bukanlah orang yang tindakannya atau perbuatannya mencelakakan, merugikan, dan mengancam orang lain. Demikian sabda Rasullullah SAW yang disampaikan HA Hudan Dardiri, khatib pada shalat Idul Adha 1426 H di lapangan Kantor Pusat Universitas Brawijaya, Selasa (9/1). Shalat Ied ini diikuti oleh sivitas akademika Universitas Brawijaya dan masyarakat sekitar universitas. Nampak di antaranya Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, Pembantu Rektor II Prof. Dr. Moch. Munir SH, Pembantu Rektor III Drs. Tjahjanulin Domai MS, dan Pembantu Rektor IV Prof. Umar Nimran MA PhD.
Tindak kekerasan yang terjadi belakangan, telah dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan Islam dan menggunakan simbol-simbol agama Islam seperti jihad dan sahid. Hal ini, ungkap Dardiri, tidak sesuai dengan makna jihad sesungguhnya. Jihad artinya berusaha dengan segenap daya dan tenaga untuk mencapai ridla Allah. Jihad tidak bermakna kekerasan, tidak sama dengan pembunuhan, tidak bermakna teror, dan tidak bermakna perang di masa damai.
Lebih lanjut diungkapkan, dalam Islam hal ihwal mengenai peperangan telah diatur, salah satunya di dalam surat Al-Hajj: 30-40 bahwa berperang dijinkan bagi orang-orang yang diperangi (diserang). Sekalipun Islam mengijinkan berperang, namun tetap memiliki etika dan batasan ketat yaitu, dilarang merusak tanaman dan pepohonan, dilarang mengganggu wanita dan anak-anak, dilarang merusak tempat ibadah agama lain, dan wajib membiarkan orang yang sedang melakukan ibadah.
Di sela khutbah, khatib HA Hudan Dardiri sempat menyampaikan pesan khusus kepada Prof Dr Ir Bambang Guritno yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai rektor. "Seorang pemimpin yang baik adalah apabila habis selesai menyelesaikan sesuatu (tugas), harus berdiri lagi", tuturnya. Bagi rektor yang akan datang, HA Hudan Dardiri yang mantan Bupati Jombang ini mengatakan: "Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa melayani semua kalangan dan harus ramah dengan bawahan". [nik]

Kegiatan Idul Adha
9 Januari 2006
Universitas Brawijaya mengadakan shalat Idul Adha, Selasa 10 Januari 2006, di lapangan Kantor Pusat, mulai pukul 06.00 WIB. Bertindak selaku imam Drs. HM Hafid Hamid MAg, dan khatib HA Hudan Dardiri.
Penyelenggara kegiatan, Pusat Pembinaan Agama (PPA) Universitas Brawijaya, untuk tahun ini berhasil mengumpulkan ternak kurban sebanyak 5 ekor sapi dan 12 ekor kambing. Rencananya, ternak kurban tersebut akan disembelih seusai shalat Ied. Dagingnya akan dibagi-bagikan kepada yang berhak menerimanya, termasuk kaum dhuafa, dan fakir miskin [Far]

Rektor Sesalkan Demo Mahasiswa
Minggu, 08 Jan 2006
Aksi penolakan RUU BHP yang digelar FMN (Front Mahasiswa Nasional) bertepatan dengan Dies Natalis Unibraw ke-43 Kamis lalu sangat disesalkan Rektor Unibraw Prof Dr Ir Bambang Guritno. Sebab, RUU tersebut murni dirancang dan akan ditetapkan oleh DPR RI, perguruan tinggi hanya sebagai pelaksana saja, termasuk Unibraw yang saat ini sedang menuju ke arah sana.
Karena itulah, meski tidak termakan emosi, Bambang sempat mengatakan bahwa aksi tersebut salah alamat. Mestinya, mahasiswa atau siapa pun yang tidak setuju dengan RUU BHP harus datang langsung ke DPR RI meminta penjelasan. "Saya sangat menyayangkan, Unibraw ini menuju arah yang lebih maju. Kenapa masih ada saja yang protes," ucapnya.
Sebab, dengan didoknya RUU BHP, perguruan tinggi memiliki hak penuh untuk mengelola rumah tangganya. Termasuk, mengatur keuangan dan tenaga kerja atau pegawai yang dibutuhkan. Selain itu, Unibraw juga memiliki kesempatan lebih luas mengembangkan potensi yang ada sehingga input yang didapat lebih maksimal. "Sebenarnya, dari awal sudah saya katakan. Status otonomi kampus atau istilahnya PT BHMN bukan berarti perguruan tinggi bersangkutan akan menaikkan SPP. Sama sekali tidak. Sebab, di sini akan berlaku subsidi silang penuh," bebernya.
Bukan itu saja, Bambang juga mengungkapkan jika selama ini masih saja ada miss komunikasi di kalangan mahasiswa tentang RUU BHP tersebut. Perlu dketahui, karena alotnya pembahasan RUU BHP, termasuk adanya pro-kontra di pemerintah pusat, akhirnya Unibraw sepakat tidak akan menunggu RUU BHP didok. Tapi, akan memanfaatkan Permen (peraturan menteri) seperti yang lakukan Unair. Dengan begitu, jalan menuju otonomi kampus semakin terbuka tanpa harus menunggu RUU BHP disahkan. Namun, jika nantinya RUU disyahkan,Unibraw hanya tinggal menyesuaikan saja. Ini karena format permen selaras dengan RUU BHP.
"Saat ini Unibraw masih dalam tahap revisi proposal. Setelah perbaikan, nanti dikirimkan kembali ke pusat. Biasanya, untuk verifikasi atau tinjauan pusat memakan waktu satu tahun. Jadi, kemungkinan besar 2007 Unibraw baru akan melangkah ke sana," beber dia.
Sementara, lanjut Bambang, untuk menjalankan konsep otonomi penuh pun, pihak kampus diberi waktu maksimal lima tahun untuk adaptasi dan menyusun semua kelengkapan. Namun, jika kurang dari lima tahun akan lebih baik. [nen] http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=113136&c=88

Dirjen Otda: Berdayakan Daya Saing Daerah
7 Januari 2005
Di era globalisasi dengan kondisi persaingan disegala bidang yang makin tajam, pemerintah daerah dituntut untuk mengubah paradigma orientasi lokal menjadi orientasi global. Untuk itu pemerintah daerah diharapkan dapat mengembangkan wilayahnya menjadi wadah yang tepat bagi pertumbuhan dan perkembangan investasi dan industri, dengan penekanan pada kebijakan-kebijakan pembangunan yang didasarkan pada kekhasan daerah yang bersangkutan, dengan menggunakan potensi sumber daya manusia serta sumberdaya alam lokal, kelembagaan dan teknologi. Demikian ungkap Direktur Jenderal Otonomi Daerah Drs Kausar AS MSi, sebagai keynote speaker dalam seminar nasional “Mewirausahakan Birokrasi untuk Menyejahterakan Rakyat”, di Widyaloka, Sabtu (7/1) lalu.
Lebih lanjut diungkapkan bahwa langkah yang dapat dikembangkan pemerintah daerah adalah melakukan pemetaan secara cermat dengan pendekatan yang dapat dipertanggungjawabkan, mengenai berbagai potensi yang dimiliki oleh setiap daerah. Memberdayakan daya saing daerah, merupakan rumusan strategi pencapaian yang dapat dilakukan. Daya saing daerah haruslah spesifik atau tidak serupa, dengan memunculkan dan memupuk core competence-nya masing-masing, agar mampu mewujudkan pusat-pusat pertumbuhan di seluruh wilayah tanah air.
Setelah memberdayakan daya saing, Kausar menjelaskan bahwa daerah juga dituntut untuk memasarkan daya saing daerah. Dengan menyusun sebuah sistem jaringan kerjasama antar daerah, maka masing-masing daerah dapat tukar menukar informasi mengenai potensi daerahnya. Selain itu juga dapat meningkatkan minat investor dan masyarakat untuk berinvestasi.
Dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai pembuat peraturan di tingkat daerah guna menciptakan iklim yang kondunsif bagi investasi, regulasi yang dibuat harus mengandung paling sedikit empat karakteristik. Empat ciri regulasi yang dibuat pemda haruslah: (1) regulasi bersifat fasilitatif, artinya memudahkan semua stakeholders yang terlibat atau akan terlibat dalam proses peningkatan daya saing daerah, (2) regulasi harus bersifat akomodatif, yaitu memperhatikan berbagai pendapat dan kepentingan, (3) regulasi harus bersifat sustainable, yaitu mementingkan aspek bisnis yang berkesinambungan dalam jangka panjang, dan (4) regulasi harus bersifat konsisten, dimana menjamin kepastian dan tidak menimbulkan benturan kepentingan dalam hubungan
antara pemerintah, swasta dan masyarakat, hubungan antar daerah, maupun hubungan antara pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten/kota.
Pada akhir presentasinya Kausar mengungkapkan bahwa selain berperan sebagai regulator, pemerintah daerah dituntut untuk mengelola manajemen keuangannya dan mengatur alokasi dana secara efektif, dan efisien, sehingga alokasi dana
pembangunan benar-benar menjadi stimulan yang mampu menciptakan multiplier-effect dan tidak bersifat konsumtif. Untuk itu sebaiknya pengeluaran pemerintah daerah dalam memasarkan daya saing, diarahkan untuk investasi di bidang SDM dan infrastruktur dasar seperti penyediaan jalan, jembatan, jaringan listrik, air minum, dan telekomunikasi. [nik]

Sektor Publik Masih Asing Melakukan Inovasi
7 Januari 2006
Gubernur Gorontalo Ir. Fadel Muhammad sebagai panelis dalam seminar nasional "Mewirausahakan Birokrasi untuk Menyejahterakan Rakyat" di Widyaloka Unibraw, Sabtu 7/1, mengatakan, sektor publik masih relatif asing dalam melakukan inovasi, karena yang lazim melakukan adalah sektor swasta. Tetapi saat ini aktivitas inovasi adalah suatu hal yang tidak bisa ditawar lagi. Inovasi tidak hanya menciptakan kesadaran bagi penyelenggara organisasi publik akan pentingnya proses pertukaran pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga bagaimana mencangkokkan hasil inovasi tersebut dalam agenda sektor publik.
Pro perubahan
Dalam makalah berjudul "Transformasi Organisasi Publik dari Mindset Birokratik ke Mindset Entrepreneurial (Pengalaman Gorontalo)", menurut Fadel, untuk membangun kesadaran akan pentingnya proses pertukaran pengetahuan dan pengalaman serta memanfaatkan hasil inovasi ke dalam agenda sektor publik, diperlukan orientasi kewirausahaan. Orientasi kewirausahaan memiliki peran yang signifikan dalam menciptakan budaya organisasi yang pro perubahan. Orientasi kewirausahaan adalah suatu orientasi yang mengedepankan kepekaan dan upaya bagaimana memanfaatkan peluang untuk melakukan social improvement dengan memanfaatkan hasil-hasil inovasi dan penemuan yang ada.
Orientasi kewirausahaan berperan penting dalam mengembangkan entrepreneurship capital melalui 3 cara, yakni pertukaran pengetahuan untuk meningkatkan kinerja organisasi, kompetisi gagasan baru untuk menghasilkan produk dan metode baru, dan eksploitasi keunikan dan keistimewaan daerah untuk meningkatkan keunggulan daerah.
Sementara itu, melalui perubahan orientasi dari statis menjadi dinamis organisasi publik akan berubah dalam melihat lingkungan. "Jika sebelumnya selalu melihat ke dalam (inward looking) bahwa lingkungan harus menyesuaikan dengan orientasi organisasi, maka sekarang organisasi dituntut untuk berorientasi ke pasar, yaitu apa yang diinginkan pelanggan", ujar Fadel.
Menurut pengamatan Fadel, sekarang ini organisasi publik sebagian besar masih berorientasi birokratik, sebagian sudah mulai bergerak pada orientasi efektivitas, tetapi masih sedikit yang bergerak ke orientasi pelayanan. "Dengan kata lain, pemerintah harus bermetamorfosis menjadi pemerintah wirausaha", tukasnya.
Dikatakannya, pemerintah wirausaha adalah pemerintah yang mampu menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada warganegara. Kebijakan tersebut mempunyai nilai strategis, karena kan menghasilkan dividen berupa dukungan dari warganegara.
Tekanan utama pada entrepreneurial government adalah berfikir strategis, yaitu memperluas perspektif dan memanfaatkan kreativitas yang bertanggung jawab. Tidak sekadar mampu menghasilkan ide-ide cemerlang, tetapi juga diiringi dengan kemampuan mewujudkan ide-ide tersebut. Mampu dan mau mengambil risiko yang terukur dan mampu menjelaskan langkah yang dianggap aneh.
Pengalaman Gorontalo
Menceritakan pengalamannya, Fadel mengatakan keinginan rakyat Gorontalo mengejar ketertinggalan telah mendorong pemerintah Provinsi Gorontalo melakukan inovasi dan terobosan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan yang berbeda dengan yang ada saat ini. Terobosan dan inovasi tersebut difokuskan pada upaya peningkatan pelayanan publik dan penciptaan kesempatan berusaha masyarakat. "Pembangunan Gorontalo berlandas pada paradigma kewirausahaan", tegasnya.
Bukan sekadar menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi yang lebih mengedepan adalah melakukan inovasi yang berkesinambungan, sehingga dicapai best practice dalam penyelenggaraan pemerintahan. Diingatkannya, aspek penting yang sering kurang mendapat perhatian adalah melakukan penataan manajemen pemerintahan daerah.
Melihat aspek kelembagaan, kepegawaian, keuangan dan proses pengembangan ekonomi daerah merupakan penentu penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka yang menjadi prioritas adalah penataan agar pemerintah daerah Gorontalo memiliki watak kewirausahaan.
Organisasi pemerintah provinsi Gorontalo ditata ulang berdasarkan prinsip efektivitas, efisiensi, dan penajaman fungsi perangkat daerah agar unit-unit pemerintah daerah mampu berkinerja baik dan menghasilkan pelayanan publik yang sesuai dengan harapan masyarakat. Inovasi kelembagaan ini antara lain melalui capacity building dan perubahan orientasi mind set, dari mind set birokratik ke mind set entrepreneur. Lembaga-lembaga keuangan, kepegawaian dan kesehatan ditata ulang agar kinerjanya lebih baik, karena fungsi keuangan dan fungsi kepegawaian merupakan inti dari kapasitas manajemen pemerintahan daerah.
Upaya yang dilakukan, di antaranya adalah: memindahkan biro keuangan yang sebelumnya di bawah sekretariat daerah menjadi badan pengelola keuangan daerah, yang merupakan penggabungan dari biro keuangan dengan dinas pendapatan daerah. Kepala badan keuangan ini berfungsi sebagai chief financial officer yang bertanggung jawab terhadap kinerja keuangan daerah. Selain itu juga mengubah biro kepegawaian daerah menjadi badan kepegawaian daerah/diklat daerah. Badan ini didedikasikan sebagai lembaga yang mampu memfasilitasi potensi dan kreativitas pegawai daerah untuk berkinerja maksimal. Demikian pula dengan pembentukan badan pelaksana kesehatan mandiri, pembentukan/pengembangan lembaga pendidikan unggulan berbasis keunggulan kawasan. Dalam hal ini, Gorontalo mengambil inisiatif mengembangkan pendidikan berbasis keunggulan kawasan. Pola pengembangan ilmiah pokok di Gorontalo berbasis pada bidang pertanian dan perikanan. Dengan demikian diharapkan nantinya lulusan sekolah-sekolah di Gorontalo sangat mengenali potensi yang dimiliki daerahnya dan mampu memanfaatkan kesempatan yang berkembang di daerah.
Dampak kebijakan inovatif yang dilakukan Provinsi Gorontalo selama 2002-2004, ekonomi tumbuh 7% pada 2004 melampaui Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan terpaut sedikit lebih rendah dari Sulawesi Tenggara. Selain itu, PDRB per kapita atas dasar harga konstan mencapai Rp 3,8 juta. Angka kemiskinan menurun dari 72,14% pada tahun 2000 menjadi 32,29% versi BKKBN. "Pengalaman seperti ini perlu dipertukarkan sebagai bahan masukan menetapkan kebijakan pembangunan yang mampu memberikan dampak kemakmuran", tandas Fadel. [Far]

Seminar Nasional Mewirausahakan Birokrasi
7 Januari 2006
Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya, Sabtu (7/1), menyelenggarakan seminar nasional "Mewirausahakan Birokrasi untuk Menyejahterakan Rakyat". Seminar ini merupakan kerjasama antara FIA Unibraw dan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri. Di tengah-tengah seminar, diadakan acara penandatanganan MoU antara Universitas Brawijaya dan Gubernur Gorontalo.
Keynote speaker dalam seminar ini adalah Dirjen Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri Drs. Kausar AS MSi, membawakan judul "Reorientasi Pengelolaan Daerah". Sedangkan para panelis terdiri dari praktisi pemerintahan dan akademisi. Dalam diskusi panel I, Dirjen Bina Administrasi Keuangan Daerah (BAKD) Dr. Daeng Mochammad Nazier MA yang diwakili staf Subditjen Fasilitator Pertanggungjawaban Pengawasan Keuangan Daerah membawakan makalah dengan judul "Accountable Government", Gubernur Gorontalo Ir. Fadel Muhammad membawakan makalah "Transformasi Organisasi Publik dari Mindset Birokratik ke Mindset Entreprenuerial (Pengalaman di Gorontalo)", Bupati Lamongan Masfuk SH membawakan "Pemerintahan yang Berorientasi pada Hasil", dan pakar kebijakan publik Unibraw Prof. Dr. M. Irfan Islamy MPA dengan makalah "Mewirausahakan Birokrasi untuk Menyejahterakan Rakyat: Mungkinkah?".
Sementara itu dalam diskusi panel II, Bupati Banyuwangi Hj. Ratna Ani Lestari SE MM membawakan "Mewirausahakan Birokrasi untuk Kesejahteraan Rakyat", Walikota Tarakan dr. Jusuf SK dengan makalah "Pemerintahan yang Berorientasi pada Pelanggan", Ketua Tim Inkubator Bisnis Unibraw Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito dengan topik "Model dan Mekanisme Inkubator Bisnis Perguruan Tinggi di Indonesia", dan Drs. Andi Fefta Wijaya MDA PhD dari FIA Unibraw dengan judul "Good Governance dan Mewirausahakan Birokrasi".
Dengan subtema "Transformasi Semangat Wirausaha  ke dalam Sektor Publik", seminar ini diikuti oleh para bupati, walikota, ketua DPRD, sekretaris daerah, para asisten, kepala biro, kepala badan, kepala kantor dan kepala bagian di lingkungan sekretariat daerah, para kepala dinas dan kepala seksi serta camat. Selain itu, para pimpinan perguruan tinggi, mahasiswa pascasarjana dari disiplin ilmu administrasi juga berpartisipasi sebagai peserta.
Dalam hal ini, Dirjen Otda Drs. Kausar AS MSi, telah merekomendasikan agar para gubernur Jateng, Jatim, Bali dan NTB serta para bupati dan walikota menugaskan para pejabat di lingkungan unit kerja masing-masing untuk mengikuti seminar. Rekomendasi itu menunjuk 39 kabupaten dan kota di Jawa Timur, 36 kabupaten dan kota di Jawa Tengah, 9 kabupaten dan kota di Jawa Tengah, dan 9 kabupaten dan kota di Nusatenggara Barat. [Far]

Bedah Buku, Assalamu’alaikum: Islam Agama Perubahan
7 Januari 2006
Di gedung Program Diploma Pariwisata Universitas Brawijaya, Sabtu (7/1), HMI MPO Komisariat Unibraw menyelenggarakan bedah buku dengan judul "Assalamu’alaikum: Islam Itu Agama Perlawanan" karangan Eko Prasetyo. Bekerja sama dengan penerbit buku Resist Yogyakarta, acara ini menghadirkan pembanding aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Abdul Malik.
Dalam paparannya, Eko Prasetyo mengungkapkan perlawanan perlu dilakukan Islam terhadap beberapa hal, seperti  bentuk-bentuk ketidakadilan, kesenjangan dan invasi lembaga keuangan asing. Pemahaman semacam ini menurutnya penting di tengah fenomena “fakta tidurnya” negara kita yang dihadapkan pada fungsi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menyejahterakan rakyat dan melindungi ketertiban dunia. Di akhir kesempatan, ia menyampaikan beberapa konklusi terkait dengan agenda mendesak yang perlu dilakukan meliputi perubahan metodologi pendidikan, independensi untuk mengganti fungsi negara yang sedang “tidur” serta mengubah tradisi gerakan.
Sementara itu, menurut Abdul Malik dalam bandingannya, dibutuhkan keyakinan serta sikap optimisme dalam pengamalan nilai-nilai Islam serta perumusan “common enemy”, solidaritas internal dan eksternal serta akomodatif terhadap berbagai metodologi yang ada terutama dalam hal internalisasi nilai-nilai Islam dalam berbagai bidang kehidupan. Dalam mengkritik buku tersebut, ia menyampaikan respon positif dalam penulisan yang dinamis meliputi narasi kata-kata, pencatutan berbagai kata-kata hikmah serta hal-hal lucu dalam bentuk kartun. [nok]

Ditemukan, Balon Berhadiah Dies Unibraw
6 Januari 2006
Balon berhadiah dalam rangka Dies Natalis ke-43 Universitas Brawijaya yang diterbangkan kemarin (5/1), sekitar pukul 13.00 WIB siang telah ditemukan di kawasan Nongkojajar (Pasuruan) oleh anggota Batalyon Infanteri Lintas Udara 502 Jabung, Malang. Mewakili anggota regunya, Koptu Karnadi telah datang ke Kantor Pusat Unibraw untuk mengambil hadiah, Jumat pagi (6/1). Hadiah diserahterimakan oleh Kabag Kemahasiswaan Ali Farid SH, selaku Panitia Dies Natalis Unibraw kepada Koptu Karnadi, disaksikan oleh isteri dan anak Koptu Karnadi yang datang menyertainya ke Kantor Pusat Unibraw.
Menurut penuturan Koptu Karnadi, sekumpulan balon yang membawa umbul-umbul berhadiah tersebut ditemukan tersangkut pada sebatang pohon oleh anggota regunya yang sedang mengadakan latihan rutin lintas alam di daerah Nongkojajar, Pasuruan. Kemudian balon-balon tersebut kemudian dibawa pulang ke asrama dan dibagi-bagikan kepada anak-anak mereka.
Sementara itu hadiah uang tunai senilai satu juta rupiah yang diterimanya itu, menurut Koptu Karnadi, rencananya akan dibelikan hewan kurban yang akan disembelih pada waktu hari raya Idul Adha 1426H mendatang. Ayah dua putri ini mengharapkan agar kerjasama antara Universitas Brawijaya dengan Yonif Linud 502, antara lain dalam pembinaan olahraga bela diri di lingkungan kampus yang telah terjalin selama ini semakin erat. Selain itu ia berharap agar Universitas Brawijaya semakin jaya dan para lulusan Universitas Brawijaya nantinya, tidak segan-segan untuk terjun langsung membaktikan diri pada negara. [nik]

Rektor: "Maju Tidaknya Unibraw Bukan di Tangan Satu Orang"
5 Januari 2006
Upacara bendera dalam rangka perayaan dies natalis ke-43 di lapangan Rektorat, Kamis 5/1, terkesan istimewa. Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno untuk terakhir kalinya menjadi inspektur upacara, karena masa jabatannya berakhir bulan Maret mendatang. Dalam sambutannya rektor mengharapkan agar Universitas Brawijaya semakin maju dan semakin dekat mencapai visinya yaitu sebagai perguruan tinggi terkemuka yang mampu melewati batas nasional.
Prestasi
Tanda-tanda terwujudnya visi Universitas Brawijaya, menurut rektor telah ditunjukkan oleh berbagai prestasi tingkat nasional maupun internasional yang dicapai oleh sivitas akademika. Di tingkat nasional misalnya, LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kegiatan Instansi Pemerintah) Universitas Brawijaya merupakan yang terbaik di lingkungan Depdiknas untuk dua tahun terakhir, diraihnya e-Science Award dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi oleh Perpustakaan Universitas Brawijaya, tiga tahun berturut-turut Universitas Brawijaya berada di posisi tiga besar dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas), mahasiswa Unibraw berhasil merebut 8 penghargaan Bogasari Award dari 30 pemenang dari seluruh Indonesia. mahasiswa dan lomba karya tulis tingkat nasional. Di bidang Teknologi informasi, website Universitas Brawijaya mendapatkan penghargaan Bubu Award untuk kategori pendidikan. Sementara di tingkat internasional, Universitas Brawijaya bersama ITB menjadi wakil Indonesia sebagai anggota Asian Internet Interconnection Initiatives (AI3) yang beranggotakan delapan negara Asia. Selain itu, bersama UI, ITB, dan UGM, Universitas Brawijaya mendapat kepercayaan menyelenggarakan program pendidikan double degree dengan perguruan tinggi di Jepang yang akan terealisir pada tahun akademik 2006/2007. Dalam kurun waktu 3 tahun, sebanyak 41 orang mahasiswa Universitas Brawijaya berangkat ke luar negeri untuk mengikuti berbagai kegiatan bertaraf internasional yang semuanya melalui seleksi yang ketat, dan saat ini sudah ada 59 orang dosen sedang studi lanjut di 9 negara.
"Saya sangat bangga atas prestasi yang dicapai oleh sivitas akademika. Ini menunjukkan bahwa masyarakat kampus sangat gandrung akan kemajuan, sangat menghargai profesionalisme, namun ironisnya masih ada yang berpendapat bahwa Unibraw seolah-olah hanya peternakan mahasiswa", tukas Rektor.
Pergantian Rektor
Menyinggung soal masa jabatan rektor yang akan berakhir pada Maret 2006, Prof Bambang Guritno menyatakan bahwa saat ini ada 3 nama calon rektor periode 2006-2010 yang diajukan kepada Mendiknas, yaitu Prof. Yogi Sugito, Prof. Djanggan Sargowo, dan Prof. Umar Nimran. "Siapapun nantinya yang memperoleh SK Presiden harus didukung. Rasa kebersamaan, suasasna akademis dan keinginan untuk maju yang saat ini telah menggeliat di kampus ini harus tetap dipertahankan, bahkan harus ditingkatkan", tuturnya. Dikatakan pula, kemajuan lembaga ini tidak ditentukan oleh seorang rektor saja, tetapi yang sangat menentukan adalah aktivitas dari sivitas akademika. Oleh karena itu Prof Bambang Guritno berharap, "Siapa pun nanti yang menjadi Rektor, harus didukung oleh semua pihak". "Maju tidaknya Universitas Brawijaya berada di tangan kita semua, bukan di tangan satu orang saja", tukasnya.
Penghargaan
Dalam kesempatan itu Rektor juga berkesempatan memberikan tali asih dan penghargaan kepada 34 orang dosen Unibraw yang telah menyelesaikan program doktor (S3) baik di dalam negeri maupun luar negeri, dan 20 orang PNS yang memasuki masa pensiun dalam setahun terakhir ini..
Daftar nama 34 orang dosen yang menyelesaikan studi S3 adalah sebagai berikut. FH (3): Dr Sukarmi SH MHum (Unpad), Dr Jasim Hamidi SH MHum (Unpad), dan Dr Sudarsono SH MS (Unibraw). FE (9): Dr Sutrisno SE Ak MSi (UGM), Dr Mintarti Rahayu SE MS (Unibraw), Dr Ubud Salim SE MA (Unibraw), Dr Djumahir SE MM (Unibraw), Dr Ghozali Maskie SE MS (Unibraw), Dr Margono Setiawan SE SU (Unibraw), Dr M Pudjihardjo SE MS (Unibraw), Dr. Bambang Purnomosidhi SE Ak MBA (Unibraw), dan Gugus Irianto SE Ak MSA PhD (University of Wollongong, Australia). FIA (3): Drs. Andi Fefta Wijaya MDA PhD (Flinders University, Australia), Dr. Abdul Yuli Andi Gani MS (Unibraw), dan Dr. Imam Hanafi SSos MSi (IPB). FP (4): Dr Ir Retno Dyah Puspitarini MS (IPB), Dr Ir Damanhuri MS (Unibraw), Dr Ir Roedy Soelistyono MS (IPB), dan Dr Ir Rini Rini Dwi Astuti MS (IPB). FPt: Dr. Ir. Budi Hartono MS (Unibraw). FT (6): Anindito Purwowidodo ST MEng PhD (University of Rukyus), Rini Nur Hasanah ST MSc PhD (Ecole Polytechnique Federale de Lausanne, Swiss), Dr. Ery Suhartanto ST MT (IPB), Dr Ir Widandi Soetopo MEng (UGM), Dr Ir Sri Murni Dewi MS (ITS), dan Dr Ir Rudy Soenoko MEng (Unibraw). FK (4): Dr dr Achdiat Agus SpS (Unair), Dr dr Mardhani Yosoprawoto SpA (Uniar), Dr dr Nanerl Hutarjo Soehadi Pakasi SpM (Unair), dan Dr Sri Winarsih Apt MSi (Unibraw). FMIPA (4): Amin Setyo Leksono SSi MSi PhD (Hiroshima University, Jepang), Drs Didik Rahadi Santoso MSi MEng PhD (Hiroshima University, Jepang), Sukir Maryanto SSi MSi PhD (Kyoto University, Jepang), dan Drs Abdul Rouf Al Ghofari PhD (UNSW, Australia).
Sementara itu 20 PNS yang memasuki masa pensiun adalah: Pudji Rahayu (FE), Drs. Imam Syafii (FIA), Samsul Ilham SH (FIA), Supatmi (FP), Kasiman (FP), Saoedji (FP), Misman Sunardi (FPt), Hj Sarifah (FPt), Soeprijadi (FT), Didik Saidi (FK), Suharso (FK), Winarto (FK), Sri Harijani (FK), Hj Lilik Faizah Dh SE (KP), H Abdul Adjis (KP), Moh Iksan (KP), Drs. Achmad Said (KP), Alm. Drs Umar Usman (KP), Djoko Santoso (KP), dan Alm. Supairi (KP).
Selain itu diberikan penghargaan juga berupa pembebasan SPP atau pemberian tabanas kepada 17 orang mahasiswa yang menorehkan prestasi di tingkat nasional. Seperti pemilihan peneliti remaja Indonesia, Cerebrovit Marketing Innovation Award, Lomba Karya Tulis Ilmiah bidang Lingkungan Hidup, Lomba Karya Tulis Ilmiah bidang Hukum Islam, serta Bogasari Nugraha Award 2005. [nik]

Registrasi Mahasiswa Semester Genap 2005/2006
5 Januari 2006
Sistem registrasi mahasiswa untuk semester genap tahun akademik 2005/2006 mendatang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kalau sebelumnya semua kegiatan registrasi terpusat di fakultas masing-masing, sekarang pembayaran SPP dapat dilakukan langsung dari semua cabang Bank BTN di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini lebih memudahkan mahasiswa, dan mereka dapat lebih lama menikmati liburannya.
Masa registrasi mahasiswa sendiri berlangsung 16-27 Januari 2006. Untuk melakukan registrasi mahasiswa cukup menunjukkan KTM semester ganjil 2005-2006 kepada petugas cabang Bank BTN di manapun ia berada. Kemudian mahasiswa tersebut melakukan pembayaran SPP ke rekening Rektor Unibraw dengan nomor rekening 00012-01-30.000227-7.
Selanjutnya, pengisian KRS dilakukan di fakultas masing-masing pada 6-11 Februari 2006, dengan menyerahkan KTM semester ganjil dan fotokopi slip (struk) pembayaran SPP.  Dari situ mahasiswa akan menerima KTM baru untuk angkatan 2002 dan sebelumnya. Sedangkan untuk mahasiswa angkatan 2003 dan sesudahnya, diberi KTM barcode yang diberi “hot stamp”.
Cara registrasi semacam ini merupakan tindak lanjut penerapan sistem pengisian KRS on-line yang telah diberlakukan di beberapa fakultas. Kasubag Pendidikan dan Evaluasi, Drs. Agus Yuliawan Sd, mengatakan bahwa cara registrasi seperti ini akan lebih memudahkan mahasiswa. Kerja sama Unibraw dengan Bank BTN sudah dilakukan sejak beberapa waktu yang lalu. [vty]

Poltek Terima TPSDP Rp 1 M
Kamis, 05 Jan 2006
Selain Unibraw dan UM, dana TPSDP (technologycal and professional skills development sector project) sebesar USD 100 ribu atau sekitar Rp 1 miliar juga diterima Politeknik Negeri Malang. Dana ini akan dialokasikan untuk pengembangan electronic library.
Dengan dana yang dikucurkan Asean Development Bank (ADB) dan Dikti tersebut, unit komputer akan ditambah. Sistem komputerisasi juga akan dikembangkan, sehingga mahasiswa dapat mengakses informasi perpustakaan melalui media online. Sistem ini juga akan semakin membuka kerja sama dengan universitas lain.
Dana ini juga akan dimanfaatkan untuk menambah jumlah koleksi buku. Dari 13.500 menjadi 20 ribu. Penambahan akan lebih difokuskan pada buku baru, karena buku yang ada di perpustakaan ini rata-rata terbitan tahun 80-an. Selain itu juga akan dilakukan perluasan perpustakaan.
Pembantu Direktur I Poltek Luchis Rubianto mengatakan, pengembangan ini sangat dibutuhkan. Sebab, perpustakaan merupakan penunjang pendidikan. Tanpa perpustakaan yang berbasis elektronik, maka mahasiswa akan terlambat menerima informasi.
Luchis juga menambahkan akan memperbaiki kinerja sumber daya manusia yang ada. "Karena teknologi yang bagus tidak ada artinya tanpa diimbangi dengan kemampuan SDM-nya," ungkapnya. Untuk itu, staf perpustakaan akan dikirimkan ke beberapa universitas yang telah berhasil mengembangkan perpustakaan.
Sebenarnya Poltek juga mengajukan laboratorium bahasa dan quality assurance, namun hanya perpustakaan yang lolos. "Biar pun hanya satu yang lolos, paling tidak ini membuktikan bahwa Poltek sudah bisa membuktikan kemampuan. Selanjutnya akan kami jadikan sebagai motivasi," ungkapnya. (skm) http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=112774&c=88

Ujian Disertasi Sri Haryati
4 Januari 2006
Bank harus mampu memupuk permodalan dari sumber internal dan memperhatikan proporsi pengalokasian dana dalam aktiva tetap/inventaris secara optimal. Bank harus benar-benar menerapkan prinsip prudential banking dalam alokasi dana sehingga memperkecil aktiva produktif bermasalah dan memperkecil risiko kerugian yang dapat mengakibatkan terkikisnya permodalan bank. Selain itu bank juga harus tetap menjaga efisiensi, meningkatkan pendapatan operasional dan tetap mengupayakan pendapatan operasional non bunga, sehingga laba operasional mengalami pertumbuhan dan bank dapat memupuk pertumbuhan modal secara internal. Demikian ungkap Dra Ec Sri Haryati MM, kandidat doktor ilmu ekonomi kekhususan manajemen, dalam ujian terbuka disertasi di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu (4/1).
Dengan promotor Prof. Dr. M Syafiie Idrus SE MEc dan kopromotor Prof. Dr. M. Harry Susanto SE SU, serta para penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Djumilah Zain SE, Dr. Armanu Thoyib SE MSc, dan penguji luar Prof. Dr. Imam Syakir SE dari Universitas Airlangga Surabaya, Sri Haryati membawakan disertasi berjudul “Studi Tentang Model Prediksi Tingkat Kesehatan Bank Umum Swasta Nasional Indonesia”. Untuk penyusunan disertasi tersebut Sri Haryati meneliti 462 bank umum swasta nasional (BUSN) yang beroperasi di Indonesia. Diungkapkan bahwa dari 27 variabel yang dianalisis, 16 variabel merupakan pembeda signifikan tingkat kesehatan BUSN. Enambelas variabel itu terdiri dari 4 variabel permodalan, 5 variabel kualitas aktiva, dan 7 variabel profitabilitas.
Dengan model diskriminan yang diambil dari 12 variabel yang signifikan untuk prediksi terhadap tingkat kesehatan BUSN, Sri Haryati menemukan hanya 4 variabel saja yang memberikan kontribusi terbesar untuk menilai tingkat kesehatan bank, yakni: Fixed Asset to Capital Ratio (FACR) dari permodalan, Non Performing Loan (NPL) dan Aktiva Produktif Bermasalah (APB) dari aktiva, serta Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO).
Dalam yudisium hasil ujian, Sri Haryati dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu ekonomi, dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,73, masa studi 2 tahun 6 bulan).
Dr. Sri Haryati MM, wanita kelahiran Tuban, 56 tahun silam, ibu dari 3 orang anak, menyelesaikan S1 ekonomi dan magister manajemen dari Unair Surabaya, adalah dosen tetap STIE Perbanas Surabaya (1982-sekarang). Kariernya diawali sebagai peneliti pada Badan Penelitian Pelayanan Kesehatan Surabaya (1980-1982), staf Pembantu Direktur II Akademi Ilmu Perbankan Perbanas Surabaya (1982-1984), Pembantu Direktur II STIE Perbanas Surabaya (1984-1989), Pejabat Kepala Laboratorium Bank Mini STIE Perbanas Surabaya (1984-1987), Ketua Jurusan Manajemen STIE Perbanas Surabaya (1989-1991), Pembantu Ketua II STIE Perbanas Surabaya (1990-1998), dan Pembantu Ketua I STIE Perbanas Surabaya (1999-2000). [nik]

Yudisium Pascasarjana
3 Januari 2006
Program Pascasarjana Universitas Brawijaya mengadakan yudisium, Selasa, 3/1. Sebanyak 45 lulusan dihasilkan dalam yudisium itu, dengan rincian 7 lulusan program doktor, dan 38 lulusan program magister.
Dalam sambutannya Direktur Pascasarjana Prof. Dr. dr. Djanggan Sargowo SpPD SpJK(k) mengharapkan para alumni untuk menginformasikan mengenai bidang ilmu yang telah mereka peroleh kepada masyarakat luas serta memberikan feedback
kepada Program Pascasarjana mengenai spesialis (program studi) apa saja yang dibutuhkan oleh stakeholder, sehingga terjadi link and match antar institusi. Upacara itu dihadiri oleh para pembantu direktur dan ketua program studi pada Program Pascasarjana Universitas Brawijaya.
Berikut adalah nama para peserta yudisium. Dari S3 Ilmu Ekonomi: Dr. Dra. Stanss Levynna Hermien Verronica Joyce Lapian MEc, Dr. Drs. M. Pudjihardjo SU, dan Dr. Ir. Aswin MM. S3 Ilmu Kedokteran: Dr. dr. Budi Siswanto SPOG, Dr. dr. PWM Olly Indrayani SpPD, dan Dr. Ir. Rudy Soenoko MEngSc. S3 Ilmu Administrasi: Dr. Drs. Sulardi MM. Sementara itu dari program magister ekonomi pertanian: Sutoyo SP MP; magister ilmu ternak: Bhumi Budhy Santosa SPt dan Ir. Bambang Edy Santoso; magister manajemen: Bhimo Aryanto ST, Muhammad Teguh SP, Ary Melany SE, Mahsun SAg, Yusnia Rahma SE, Anang Catur Sulaksono SPt, Vidorova Nurcahyani SE, Dodik Juliardi SE Ak, Aman Purwadi SE, Christian Novi SH, John Agustinus SE STh, Ratih Sukmawati SE, Siswoko SE, Subur Christianto Lumban Gaol SE, dan Taufan Muhammad SE; magister ilmu administrasi bisnis: Djajusman Hadi SSos, Dra. Siti Nurbaya, Drs. Abdul Rachman Soendjoto, dan Sri Hartati Setyowarni SSos; magister biomedik: dr. Candra Rini Hasanah Putri, dr. Endang Sri Wahjuni, dan dr. Thontowi Djahari Nur Subchi; magister teknik sipil: Tumiran Anang Cundoko ATD; magister ilmu hukum: Totok Koernianto SH; magister ilmu ekonomi dan studi pembangunan:
Martinus Sudadmoko SE; magister sains akuntansi: Drs. Haris Yanuarno Ak, Eko Adi Widyanto SE, Muhamad Sjapii SE, dan Sabulon Sayang SE; magister teknik mesin: Ir. Winarno Yahdi Atmodjo, Badrur Romadlon ST, Prihanto Trihutomo ST, dan Suharto Eko Kurniawan ST; dan magister sosiologi: Drs. I Gede Nyoman Mudita, dan Drs. Budijanto. [nik]

Karya Terbaru Prof Soekartawi Dimuat Publikasi Internasional
3 Januari 2006
Prof.Dr. Soekartawi, guru besar Fakultas Pertanian, mengabarkan melalui e-mail bahwa salah satu karya ilmiahnya dimuat di publikasi internasional. Karya ilmiah tersebut berkaitan dengan disiplin ilmu ekonomi pertanian yang ditekuni selama ini, berjudul "Enhancing Agricultural Development through Trade Liberalization".
Artikel ini membahas posisi sektor pertanian Indonesia dalam kaitannya dengan isu global khususnya perdagangan bebas. Dari hasil kajiannya, ternyata posisi produk ekspor pertanian Indonesia memang berat untuk bersaing di pasar dunia, khususnya setelah diberlakukannya peraturan-peraturan WTO (World Trade Organization). Bahkan ekspor ke negara-negara Eropa pun kini sudah hampir dikatakan tidak ada.
Karya ilmiah ini akhirnya berhasil terpilih untuk dimuat di buku prosiding seminar yang berjudul "Agriculture and Rural Development in Asia: Ideas, Paradigms and Policies Three Decades After". Karya ilmiah Prof. Soekartawi yang ditulis bersama Dr. Ratya Anindita ini adalah makalah yang disampaikan dalam forum seminar internasional bergengsi di Hotel Mandarin, Makati, Manila, Filipina,10-11 November 2005 lalu. Buku prosiding ini diterbitkan oleh Regional Center for Graduate Study & Research in Agriculture, Los Banos, Filipina, baru-baru ini. [SKW]

Pustakawan Perpustakaan Bung Karno Kunjungi Unibraw
2 Januari 2006
Sebagai salah satu pusat percontohan perpustakaan yang menggunakan IT (information technology) di Indonesia, Perpustakaan Universitas Brawijaya selalu terbuka untuk kunjungan dari perpustakaan lain. Khususnya, yang ingin memperoleh informasi mengenai apa dan bagaimana Perpustakaan Universitas Brawijaya dijalankan. Senin 2/1, Perpustakaan Unibraw menerima kunjungan 40 orang pustakawan dari Perpustakaan Bung Karno, Blitar. Para pustakawan yang tengah mengikuti Diklat Calon Pustakawan Tingkat Ahli ini didampingi oleh Dra. Retno Herawati MM dari Perpustakaan Nasional.
Dalam sambutannya Kepala Perpustakaan Universitas Brawijaya Dra. Welmin Sunyi Ariningsih MLib menyatakan bahwa apa yang telah diraih perpustakaan selama ini merupakan kerja keras dan dukungan dari semua pihak. Welmin menjelaskan, saat ini terdapat lebih kurang 60 buah perangkat komputer dalam menjalankan aktivitas IT di Perpustakaan Universitas Brawijaya. Dan sebagai proyek percontohan, Perpustakaan Universitas Brawijaya siap menerima para pustakawan yang ingin belajar banyak mengenai teknologi informasi perpustakaan apakah dalam bentuk magang maupun diklat. [nik]

Kamis 5 Januari, Upacara Bendera Dies Natalis
2 Januari 2006
Dalam rangka perayaan dies natalis ke-43, Universitas Brawijaya menyelenggarakan upacara bendera di lapangan Kantor Pusat, hari Kamis 5 Januari 2006. Peserta upacara yang diundang adalah para pimpinan universitas, para guru besar, para dekan dan direktur pascasarjana, para ketua lembaga, kepala pusat, kepala biro, ketua program diploma dan Direktur Politeknik. Selain itu, seluruh dosen, dan pegawai di lingkungan Unibraw, para fungsionaris lembaga mahasiswa fakultas dan universitas, resmina mahasiswa, seluruh unit aktivitas mahasiswa Unibraw, perwakilan mahasiswa fakultas, pascasarjana, program diploma dan politeknik, serta anggota Dharma Wanita Unibraw.
Upacara dimulai pukul 07.30 WIB. Ketentuan untuk pakaian peserta upacara adalah jas almamater dan celana/rok warna gelap, serta topi. Pakaian untuk menwa adalah seraga menwa, dan untuk pramuka adalah seragam pramuka. Sedangkan ketentuan pakaian untuk dharma wanita bebas dan rapi (menyesuaikan diri).
Ikut memeriahkan upacara, Paduan Suara Mahasiswa Unibraw yang akan membawakan lagu-lagu Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, Hymne Universitas Brawijaya, dan Mars Universitas Brawijaya.
Dalam upacara ini disampaikan laporan ketua panitia pelaksana Dies Natalis ke-43 yang juga Dekan Fakultas Hukum, Warkum Sumitro SH MH, penekanan tombol sirene dan pelepasan balon berhadiah, pemberian penghargaan kepada dosen dan mahasiswa berprestasi, serta amanat Rektor selaku inspektur upacara.
Seusai upacara bendera di lapangan, di setiap unit kerja dilaksanakan acara syukuran bagi warganya masing-masing. [Far]

Voting Senat Unibraw Dinilai Cederai Nilai-Nilai Demokrasi
Senin, 02 Jan 2006
Pertimbangan final Senat Unibraw Sabtu lalu berbuntut ketidakpuasan. Pilrek Watch menilai, hasil pertimbangan senat mencederai demokrasi yang digeber 17 Desember lalu dalam sesi penjaringan arus bawah. Bahkan, Pilrek Watch mulai hari ini akan menggalang petisi dari elemen-elemen dan civitas Unibraw pro-demokrasi.
Ketua Pilrek Watch Ngesti D. Prasetyo mengatakan, petisi dengan cara pengumpulan tanda tangan tersebut murni untuk menegakkan kembali demokrasi di Unibraw. "Sejak awal, kami telah berkomitmen mengantarkan siapapun yang terpilih di arus bawah untuk menjadi rektor Unibraw. Nah, karena kenyataan penjaringan dan pertimbangan senat berbalik 180 derajat, maka Pilrek Watch terpaksa mengambil tindakan petisi ini," tandas Ngesti.
Seperti diberitakan sebelumnya, hasil voting Senat Unibraw Sabtu lalu dimenangkan Prof Yogi Sugito dengan raihan 39 suara, disusul Prof Djanggan Sargowo 38 suara, Prof Umar Nimran 30 suara, Prof Soekartawi 4, dan Prof Budiono Mismail 1 suara.
Hasil voting itu berbalik 180 derajat tiga besar hasil penjaringan. Sebab, hasil penjaringan menempatkan Prof Umar Nimran di posisi puncak. Sementara Prof Yogi Sugito dan Prof Djanggan Sargowo masing-masing berada di urutan kedua dan ketiga.
Alumnus FH Unibraw yang kini aktif di PP Otoda Unibraw ini membeberkan bahwa pertimbangan senat yang dihelat 31 Desember lalu tak ubahnya seperti oligarki. Yaitu, sebuah kekuasaan yang hanya diputuskan oleh segelintir orang dengan menafikkan suara civitas Unibraw. Ada dua alasan kuat yang membuat senat tidak berhak mengubah hasil penjaringan. Pertama, senat bukan representasi atau perwakilan dari civitas. Artinya, senat sama sekali tidak memiliki hak untuk melakukan perubahan hasil penjaringan yang mewakili seluruh pilihan civitas Unibraw.
Kedua, jika senat tetap melakukan perubahan berarti telah mencederai nilai-nilai demokrasi. "Inilah yang terjadi di Unibraw sekarang. Senat universitas benar-benar mencoreng demokrasi yang berkembang," ujarnya.
Padahal, kata dia, seharusnya nilai-nilai tersebut menjadi tauladan bagi masyarakat di luar kampus. Tapi, senat yang beranggotakan perwakilan fakultas dan guru besar telah gagal mempraktikkan hal tersebut. "Hasil penjaringan yang melibatkan akar rumput yang telah menghabiskan dana Rp 75 juta sia-sia. Senat harus bertanggung jawab atas kondisi tersebut," tegasnya.
Jika senat tidak mau mengubah pandangan ini, lanjut Ngesti, ke depan pasti akan terjadi beberapa persoalan mendasar dalam kepemimpinan di kampus tersebut. Bukan hanya krisis legitimasi rektor karena hasil pada tiap tahap berbeda dengan keinginan civitas Unibraw, tapi juga krisis kepercayaan publik kepada kampus ini. Yang lebih parah, krisis nilai-nilai demokrasi akan terjadi di Unibraw. "Sebenarnya senat bisa mengubah paradigma lama tersebut. Senat tinggal melegitimasi hasil penjaringan saja, karena ini sama sekali tidak cacat hukum," kata dia.
Bagaimana tanggapan ketua senat sekaligus Rektor Unibraw Prof Dr Ir Bambang Guritno atas statemen Pilrek Watch tersebut? Bambang menegaskan, senat sama sekali tidak pernah mengubah hasil penjaringan arus bawah. Sebab, hasil tersebut sampai saat ini masih tersimpan rapi. Bahkan, pada 3 atau 4 Januari ini Bambang akan menghadap Mendiknas untuk menyampaikan laporan proses pilrek lengkap dengan rekomendasi pada masing-masing tahapan.
Yakni, hasil penjaringan, penilaian paparan visi misi dan program kerja rektor di hadapan anggota senat, dan hasil pertimbangan final senat. "Tidak benar jika senat telah mengubah hasil penjaringan. Senat hanya menjalankan mekanisme seperti yang diatur dalam PP Nomor 60 tahun 1999 yang salah satunya memberikan pertimbangan kepada calon rektor," ungkap Bambang.
Dalam hal ini, senat pun tidak bisa memutuskan apa-apa. Termasuk mengklaim bahwa carek yang menang dalam pertimbangan senat akan jadi rektor Unibraw. Sebab, masih ada dua tahapan lagi yang harus dilalui, yakni pertimbangan jabatan oleh tim Mendiknas dan pertimbangan tim kesekretariatan negara sebelum diajukan kepada presiden untuk memeroleh SK resmi. [nen]
http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=112435&c=88

Oleh-Oleh Delegasi AIESEC Unibraw
Senin, 02 Jan 2006
Dari HIV/AIDS Youth Conference dan Enterpreneurship, Ngeri Fakta AIDS, Terinspirasi Jadi Penyuluh.
Lima mahasiswa anggota AIESEC Universitas Brawijaya baru-baru ini mengikuti dua even sekaligus di negeri jiran Malaysia selama sepekan penuh. Yakni, HIV/AIDS Youth Conference 2005 di University of Malaya dan AIESEC OCSEALDS (Oceania and South East Asia Leadership Development Seminar) di Ancasa Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia. Apa rekomendasi mereka bagi mahasiswa Indonesia?
----
Dua even berbeda yang diikuti lima delegasi AIESEC Unibraw di Malaysia. Mereka adalah Renny Annisa, Zilva Boaz, Titah Eko W, Ikawati Fitria, dan Lya Yhusiana, yang seluruhnya mahasiswa Fakultas Ekonomi. Sejak 10-16 Desember lalu benar-benar menjadi catatan tersendiri bagi mereka.
Pasca mengkuti konferensi HIV/AIDS, mata, hati, dan perasaan kelimanya tergugah terhadap fenomena HIV/AIDS. Akibatnya, kesadaran untuk mensosialisasikan hasil dua pertemuan yang hanya berbeda lokasi itu begitu menggebu-nggebu. "Yang membuat kami sangat tersentuh, saat disajikan movie screening tentang youth dan HIV/AIDS di akhir sesi education. Semua peserta disuguhkan perjuangan para Odha (orang dengan HIV/AIDS) mempertahankan hidupnya. Video itu benar-benar membuat kami terinspirasi," ucap Titah Eko, Presiden AIESEC Unibraw kemarin.
Bukan itu saja, mereka juga disajikan dengan kenyataan dan data-data aktual HIV/AIDS di Malaysia dan dunia. Isinya sangat mengejutkan, berdasarkan data penelitian UNAIDS 2005 menunjukkan bahwa 4/5 dari total penderita HIV baru pada tahun kemarin adalah orang muda (youth) yang berusia 15-24 tahun. Secara tidak langsung, kenyataan itu menunjukkan bahwa orang-orang muda atau youth merupakan pusat penyebaran global HIV/AIDS. ìSangat memprihatinkan memang, namun dilain pihak merekalah harapan besar dalam penanggulangan dan perlawanan terhadap penyakit mematikan tersebut," tambah Renny, Vice President of Public Relation AIESEC.
Sekadar diketahui, HIV/AIDS Youth Conference 2005 merupakan salah satu agenda AIESEC. Selain diikuti lima delegasi Indonesia dari Unibraw, hadir juga delegasi-delegasi lain dari 90 lebih negara anggota AIESEC dunia. Banyaknya dukungan dari berbagai pihak terhadap acara ini menunjukkan betapa besarnya kepedulian dunia terhadap HIV/AIDS.
Konferensi yang berlangsung dua hari tersebut sangat padat agenda. Setidaknya, ada tiga sesi besar yaitu awareness, education, dan action. Dalam sesi awareness, para delegasi yang berasal dari negara-negara lain dibuka pikiran dan pandangannya sehingga menjadi lebih peduli terhadap penyakit yang hingga kini belum ada obatnya itu. "Dalam sesi ini secara khusus juga terungkap bermacam-macam fakta yang belum pernah diketahui oleh para delegasi. Seperti bayi yang dikandung oleh wanita pengidap HIV/AIDS, berpeluang terkena virus HIV sebesar 30%, kecuali bayi tersebut diberikan ASI oleh ibunya," ungkap Renny.
Yang lebih mendebarkan, dalam konferensi itu juga terbongkar bahwa wanita memiliki risiko yang lebih tinggi daripada pria dalam hal terjangkitnya virus HIV. Berbekal pengalaman itulah, kelimanya berniat untuk melaksanakan konferensi HIV/AIDS serupa tahun ini. Hanya saja, hal ini takkan terwujud tanpa bantuan dan dukungan dari segenap pihak. "Semoga di awal 2006 ini menjadi awal untuk perubahan yang lebih baik, khususnya pada masalah HIV/AIDS ini," harap Lya Yhusiana.
Sementara, usai mengikuti konferensi AHIV/AIDS selama dua hari itu, mereka melanjutkan lawatan untuk mengikuti AIESEC OCSEALDS (Oceania and South East Asia Leadership Development Seminar) di Ancasa Hotel, Kuala Lumpur. Lewat acara yang berlangsung selama empat hari di hotel bintang lima.Mereka mengikuti seminar bertema enterpreneurship. Selain itu, juga leadership yang selalu menjadi fokus utama pada LDS yang rutin diadakan oleh AIESEC baik pada tingkat lokal, nasional, sub-region, maupun international. "Even ini menyadarkan betapa pentingnya kesadaran enterpreneurship di kalangan mahasiswa anggota AIESEC Asia Tenggara dan Oceania," kata Lya.
Acara tersebut dihadiri oleh anggota AIESEC yang semuanya merupakan mahasiswa dari berbagai negara di sub-region Asia Tenggara dan Oceania. Di antaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, New Zealand, Australia, dan beberapa international delegates dari Jepang, Kanada, Polandia dan Nigeria.
Selama empat hari mereka mendapatkan banyak hal yang tentu sangat berharga dan bisa menjadi oleh-oleh yang bernilai untuk teman-teman di Indonesia. "Selain tambahan pengetahuan tentang entrepreneurship, kami juga digembleng untuk memutar otak dalam diskusi pergrup yang para anggotanya berlainan bangsa," tandasnya.
Dari diskusi itu banyak sekali pelajaran yang bisa diambil, yaitu bertambahnya pengetahuan tentang entrepreneurship antar-bangsa. "Kami berharap semoga kedatangan kami dalam acara ini tidak hanya bermanfaat bagi kami pribadi, tapi juga untuk teman-teman di Indonesia. Minimal wawasan kita dapat terbuka bahwa masih banyak hal yang belum kita tahu di luar sana, dan kita tidak boleh berhenti untuk terus belajar," sambung Renny.
Terutama, menuju perubahan ke arah yang lebih baik, khususnya memfokuskan diri pada entrepreneurship di Indonesia khususnya di Malang. Renny juga berharap momen awal 2006 ini menjadi momen yang tepat untuk lebih menggiatkan entrepreneurship di kalangan pemuda sebagai salah satu pemecahan masalah bangsa. [Neny Fitrin]
http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=112434&c=88