Diterbitkan oleh Hubungan Masyarakat Universitas Brawijaya
Last updated 25/02/2010
Februari 2010

Lagi, Mahasiswa UB Ukir Prestasi
28 Februari 2010
Tiga orang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) kembali menorehkan prestasi. Kali ini prestasi diraih oleh tiga orang mahasiswa Fakultas Pertanian UB yaitu Randite Sofiandana, Cokorda Javandira dan Amim Ashari dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTIM) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Perlindungan Tanaman Indonesia (HMPTI) di Bengkulu. Mereka berhasil keluar sebagai juara pertama mengalahkan Institut Pertanian Bogor dan Universitas Sriwijaya. Lomba yang berlangsung di Universitas Bengkulu pada 25-28 Februari 2010 itu diselenggarakan daIam rangka Munas dan Seminar Nasional HMPTI. Ratusan peserta diantaranya dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Institut Pertanian Bogor, Universitas Hasanuddin, Universitas Bengkulu, Universitas Sriwijaya, Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Brawijaya hadir sebagai peserta.
Judul makalah ketiganya, Tricoboshi: Solusi Inovatif Pengelolaan Limbah Air Tahu untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah, Ketahanan Tanaman Terhadap Patogen Tular Tanah dan Produksi Tanaman. Dalam makalah itu ketiganya menggali potensi Bokashi Cair, Trichoderma sp dan limbah air tahu sebagai pupuk sekaligus pembasmi pathogen penyakit pada tanaman seperti penyakit busuk batang, penyakit busuk pangkal batang, penyakit jamur akar putih dan penyakit busuk pada tanaman kedelai.
Bokashi cair dan jamur Trichoderma sp sebagai jamur antagonis selama ini pemanfaatannya dilakukan secara terpisah. Bokashi cair merupakan hasil fermentasi bahan-bahan organik dalam bentuk cair dengan menggunakan bantuan mikroorganisme efektif yang mempercepat proses fermentasi. Sedangkan Trichoderma sp merupakan jamur yang bersifat saprofit di dalam tanah dan merupakan musuh alami dari jamur patogen penyebab penyakit pada tanaman. Limbah air tahu yang selama ini dibuang begitu saja, oleh ketiganya dijadikan sebagai media pembuatan Tricoboshi. Proses pembuatan Tricoboshi membutuhkan 21 hingga 28 hari. Biaya yang dipergunakan untuk membuat 160 liter Tricoboshi kurang dari Rp 1,5 juta. Untuk jumlah itu ketiganya mengemas ke dalam dirigen yang berisi 10 liter Tricoboshi.[nun]

Tim YES UB Raih Penghargaan "Best of The Best"
28 Februari 2010
Tim Young Entrepreneurship Society (YES) Universitas Brawijaya (UB) yang terdiri dari Elsa Rosyidah (FTP), Slamet Budi Cahyono (Alumni FPIK) dan Ahmad Rizal Jamhari (FTP) berhasil meraih penghargaan "Best of The Best" dalam ajang yang mengusung tema "Out of The Box Axioo Intel Marketing Award (AIMA) 2009". Penghargaan yang diberikan langsung oleh CEO Axioo Samuel Lawrence ini diterima ketiganya pada Sabtu (27/2) di Jakarta.
Selain UB, diberikan juga penghargaan kepada Institut Teknologi Semarang pada kategori "Best Idea", Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk juara "Best Sales Team", dan Universitas Lampung sebagai "Most Voted Team". Keempat tim tersebut dinilai memiliki ide cemerlang dalam memasarkan produk Axioo. Mereka menerima hadiah berupa 3 buah tropi dan 3 buah netbook Axioo untuk satu tim, serta uang tunai yang jumlah totalnya mencapai Rp 1 miliar.
Dalam kompetisi ini, YES sebagai salah satu UKM baru di UB yang memfokuskan diri pada kegiatan wirausaha, menggunakan konsep strategi pemasaran Branding for Helping. Secara online, tim YES UB mengoptimalkan SEO pada website. Sementara secara offline, mereka menerapkan sistem pelayanan memuaskan.
AIMA merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan laptop produksi Indonesia bekerjasama dengan Intel Processor. Dalam kompetisi yang diikuti 200 mahasiswa se-Indonesia itu, mereka diwajibkan membuat ide dan strategi pemasaran baik secara online maupun offline. Selain itu mereka juga dituntut mampu merealisasikan ide tersebut ke dalam bentuk sales activity. Seleksi tahap awal dilakukan dengan memaparkan ide pemasaran Axioo dalam sebuah makalah untuk kemudian diseleksi dengan voting melalui portal komunitas www.Axioooutofthebox.com. Setelah proses seleksi yang berlangsung 15 Oktober - 15 November 2009, terpilih 10 finalis yang berasal dari 10 kota di Indonesia.[nun]

UB Selenggarakan Ujian Selma di 23 Kota
27 Februari 2010
Universitas Brawijaya (UB), Minggu (28/2) esok, menyelenggarakan ujian Seleksi Masuk (Selma). Ujian yang berlangsung di 23 kota di wilayah Indonesia itu merupakan ujian tulis untuk program Seleksi Program Kemitraan Sekolah (SPKS), Seleksi Program Kemitraan Instansi (SPKIns) dan Seleksi Program Kemitraan Daerah (SPKD). Untuk penerimaan kali ini UB menyediakan formulir sebanyak 8261 lembar, yang terdiri dari IPA (4951 formulir) dan IPS (3310 formulir). Jumlah ini meliputi SPKS: 7260 formulir, SPKIns: 741 formulir dan SPKD: 260 formulir. Meskipun ribuan formulir telah disediakan Panitia Selma UB, tetapi belum menjamin semua formulir itu terjual.
Tercatat sebanyak 22 sekolah menjadi tempat penyelenggaraan ujian. Beberapa sekolah tersebut antara lain SMAN 1 Malang, SMAN 2 Surabaya, SMAN 4 Jember, SMAN 1 Balikpapan, SMAN 1 Bekasi, SMAN 1 Denpasar, SMA YPVDP Bontang, SMA Pupuk Iskandar Muda, YPW Krakatau Steel Cilegon, SMAN 9 Lampung, dan SMA Cendana Rumbai Riau. Untuk program SPKIns, ujian tulis Selma berlangsung di 11 tempat yang terdiri dari PT Badak NGL Bontang, PT Pupuk Kaltim, PT Krakatau Steel, PT PLN (Persero), PT Petrokimia Gresik, PT Semen Gresik, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Chevron Pacific Indonesia, PT Samator Grup, PT Jamsostek (Persero) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.
Sementara untuk program SPKD, hanya dua daerah yang menyelenggarakan ujian yaitu Pemkab Bengkalis dan Pemkab Lombok Tengah. Mereka yang dapat menyelenggarakan ujian tulis Selma UB adalah sekolah, instansi dan daerah yang sebelumnya telah menandatangani naskah kerjasama. Untuk mengawasi pelaksanaan ujian itu UB melibatkan lebih dari seratus orang pengawas yang terdiri dari para dosen dan tenaga administrasi UB.
Mata pelajaran yang diujikan meliputi IPA dan IPA Terpadu (Matematika IPA dan Bahasa Inggris) untuk bidang IPA serta IPS dan IPS Terpadu (Matematika IPS dan Bahasa Inggris) untuk bidang IPS. Sebanyak 66 program studi yang terdiri dari 21 program non eksakta dan 45 program eksakta ditawarkan untuk penerimaan mahasiswa melalui program ini.[nun]

Dosen FE-UB Presentasi Paper di International Conference
25 Februari 2010
Ainur Rofiq, SKom, SE, MM, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB), selama dua hari (24-25/2), menghadiri International Conference on Arts, Social Sciences & Technology (i-Cast) 2010 yang diselenggarakan di Hotel Gurney, Pulau Penang, Malaysia. Tema yang diangkat dalam konferensi ini adalah "Unveiling New Heights in Multidisciplinary Knowledge". Tema ini diilhami oleh semangat pentingnya kolaborasi antar disiplin ilmu untuk mencapai harmoni ilmu pengetahuan agar lebih berarti dan berdaya guna.
Pada kesempatan tersebut, Ainur Rofiq yang sedang studi Program Doktor di Faculty of Business, University of Southern Queensland (USQ) Australia mempresentasikan paper yang berjudul "The Effect of Customer's Trust on E-Commerce: A Survey of Indonesian Customer B to C Transaction". Paper tersebut merupakan hasil penelitian yang telah dilakukannya beberapa waktu lalu. Dengan menggunakan media kuisioner online untuk pengumpulan data dan Structural Equation Model (SEM) sebagai alat analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa variabel yang paling berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan pelanggan e-commerce di Indonesia adalah integritas vendor. Oleh karena itu disarankan kepada pelaku bisnis e-commerce di Indonesia agar terus menjaga integritasnya supaya semakin banyak pelanggan yang mempercayainya.
Pada konferensi kali ini, sebanyak 155 paper dari berbagai disiplin ilmu dipresentasikan oleh para peserta yang hadir dari berbagai negara di Asia Pasifik, Afrika dan Eropa. Even ini secara rutin diselenggarakan setiap dua tahun sebagai upaya untuk mengharmonisasi hasil penelitian antar disiplin ilmu yang dilakukan oleh para akademisi dan praktisi dari berbagai negara di seluruh dunia. [Fiq/nok]

Dosen FE Mengikuti Seminar Internasional di Mexico
25 – 27 Februari 2010
Prof Dr Ir Nyoman Nurjaya SH MH, pada 25 – 27 Februari 2010 mengikuti seminar internasional di Monterrey Mexico. Guru besar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya itu hadir sebagai satu-satunya pemakalah dari Indonesia pada kegiatan The 5th Global Legal Skills (GLS) Conference yang berlangsung di Facultad Libre de Derecho de Monterrey itu. Lebih dari 100 orang peserta dari 14 negara antara lain Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Spanyol, Perancis, Belanda, Italia, Australia, Jepang, Mexico dan Costarika hadir membawakan 80 makalah.
Prof. Nyoman mempresentasikan makalah bertajuk Effective Method and Technique for Research about Law and Culture within Society. Pada akhir presentasi dan diskusi yang berlangsung selama 45 menit per panel, Prof. Nyoman memperoleh ucapan selamat dari salah satu peserta Prof. Kirsten A. Dauphinais, Director of Lawyering Skills & Alphson Fellow, School of Law University of North Dakota, USA, dan sekaligus memberikan tawaran kepada Prof Nyoman untuk menjadi pemakalah dalam seminar internasional yang akan diselenggarakan di Bangkok, Thailand pada Agustus 2010.
Selain itu, secara khusus Prof. Mark. E. Wojcik, J.D., LL.M dari John Marshall Law School, Chicago, USA yang juga menjadi founding fathers dari GLS Conference mengundang Prof. Nyoman untuk menghadiri The 6th Global Legal Skills Conference yang akan diselenggarakan pada bulan Mei 2011 di John Marshall Law School, Chicago, USA.
Konferensi GLS telah berlangsung lima kali sejak enam tahun lalu. Konferensi ini merupakan forum internasional untuk mempertemukan para akademisi dan praktisi hukum di seluruh dunia. GLS berfokus pada pengembangan kemahiran hukum dalam pendidikan, dan pembelajaran ilmu hukum di fakultas hukum di dunia.
Bagian dari kurikulum yang berkaitan dengan aspek kemahiran hukum (legal skills) dalam dunia pendidikan hukum, dipandang penting untuk dikembangkan dalam rangka mempersiapkan lulusan yang memiliki kemampuan dan siap pakai dalam menekuni profesi hukum. Baik sebagai akademisi maupun sebagai praktisi hukum. Dimensi legal skills yang dimaksud dan menjadi topik dalam panel-panel diskusi antara lain seperti Contract Drafting, Legislative Drafting, Bilingual Legal Education, Common Lawyers Reasoning, Critical Legal Thinking, Civil Lawyers Legal Reasoning, Dual Degree Legal Education Program, E-Global Classrooms, Global Statutory Drafting Skills, Intercultural Legal Thinking, International Legal Exchange, International Negotiation, Law and Culture Research Method and Technique, Transnational Practice dan Writing Legal Assignments.
Setelah Mexico, pada Mei 2010 Prof. Nyoman akan ke Italia guna menghadiri International Association of Law Schools (IALS) General Assembly and Educational Program yang diselenggarakan  pada 20 – 23 Mei 2010 di University of Milan, Italy. Dimana sejak 2007 Fakultas Hukum Universitas Brawijaya terdaftar sebagai anggota IALS dan Prof. Nyoman menjadi delegasi Universitas Brawijaya untuk menghadiri dan presentasi makalah dalam Educational Program yang bertajuk “Labor Law and Labor Market in the New World Economy” bersama Dr. A. Rachmad Budiono, SH, MS.[inn/nun]

Prof. Imam Suprayogo: "Dua Warisan Rasulullah Muhammad SAW"
25 Februari 2010
Rasulullah Muhammad SAW meninggalkan dua warisan yang harus dipegang teguh umatNya jika ingin selamat, beruntung serta bahagia dunia dan akhirat. Dua warisan tersebut adalah Al Qur'an Al Karim serta Al Hadits. Al Qur'an merupakan wahyu yang terdiri atas 114 Surat dan 6666 ayat yang saling terkait satu sama lain sedangkan Al Hadits merupakan implementasi dari Al Qur'an. Hal ini dikemukakan Rektor Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Imam Suprayogo dalam ceramahnya di gedung widyaloka, Kamis (25/2). Ceramah ini diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan Agama (PPA) Universitas Brawijaya (UB) dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1431 H. Tema yang diangkat dalam peringatan yang diikuti oleh Dosen, karyawan dan mahasiswa UB ini adalah "Jadikan Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW Sebagai Sarana Peningkatan Mental dan Disiplin dalam Kebersamaan Ukhuwah Islamiyah".
Keterkaitan ayat dan surat dalam Al Qur'an Al Karim ini pun kemudian dianalisa. "Setiap surat dalam Al Qur'an selalu dimulai dengan bacaan basmallah kecuali Q.S. At Taubah. Basmallah mengandung makna penyebutan Asma Allah SWT, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang", ujar Imam. Hal ini menurutnya membuktikan bahwa kasih sayang memang merupakan kunci dalam kehidupan. "QS. At Taubah membahas tentang peperangan dan hanya dalam surat ini basmallah tidak disebut. Hal ini bisa dimaknai bahwa hanya dalam keadaan perang saja, kasih sayang tidak berlaku. Tetapi hikmah yang paling penting adalah seandainya semua makhluk memiliki sifat kasih sayang maka betapa damainya dunia ini", terangnya.
Dalam ceramah tersebut, Imam kemudian memberi contoh enam surat yang memiliki keterkaitan. Keenam surat tersebut adalah Al Fatihah (pembukaan), Al Baqarah (sapi betina), Ali Imran (keluarga Imran), An Nisa' (perempuan), Al Ma'idah (hidangan) dan Al An'am (binatang ternak). "Al Fatihah merupakan pendahuluan yang didalamnya juga menyuratkan kalimat Ar Rahman Ar Rahiim. Hal ini mengandung hikmah bahwa kasih sayang memang kunci", tandasnya. Surat selanjutnya yaitu Al Baqarah, yang menurutnya menceritakan tentang watak dan perilaku manusia. Manusia dalam surat tersebut menurutnya dibagi menjadi tiga yaitu Muttaqin (orang yang bertaqwa), orang yang tidak jelas serta al kafirun (orang kafir). Didalam surat tersebut diceritakan tentang kisah sapi betina yang mempertemukan Nabi Musa dengan Bani Israel. "Ketika hendak mencari sapi yang akan disembelih, diceritakan bahwa Bani Israel mengajukan banyak sekali pertanyaan, yang merupakan salah satu sifat manusia", terangnya. Selain itu, disebutkan juga sifat manusia yang suka membantah dan membangkang. "Manusia itu kalau disuruh dia tidak mau tetapi jika dilarang dia malah mau. Jika dibaca berulang-ulang sampai paham, Surat Al Baqarah ini menceritakan sifat dasar manusia yang menjadikan kita pesimis untuk mendidik anak", tutur Imam.
Dengan membaca ayat selanjutnya, Ali Imran, yang mengisahkan tentang keluarga ideal, maka pesimistis tersebut niscaya akan hilang. "Surat ini mengungkapkan bahwa walaupun manusia memiliki sifat dasar dan perilaku yang buruk, namun jika dididik dengan baik maka dia pun akan menjadi baik", ujarnya.
Surat-surat selanjutnya yaitu An Nisa' (perempuan), Al Ma'idah (hidangan) dan Al An'am (binatang ternak) diilustrasikan Imam sebagai kunci untuk membangun keluarga ideal. Perempuan merupakan kunci keluarga ideal dan bangsa/negara yang sejahtera. Sejarah telah membuktikan bahwa seorang ibu yang baik akan melahirkan keluarga dan negara yang baik, tetapi sebaliknya, perempuan yang buruk akan melahirkan keluarga bahkan bangsa yang buruk pula. "Perempuan itu ibarat madrasah atau sekolah tempat generasi kita menimba ilmu", kata dia. Terkait hal ini ia mengisahkan istri raja Fir'aun, Asiyah, yang merupakan perempuan teladan. Dengan keteladanan tersebut, Beliau pun berhasil mendidik Musa a.s. menjadi manusia pilihan yang kemudian terpilih oleh Allah SWT sebagai Nabi. Hal ini berbeda dengan kisah Nabi Luth a.s. yang beristrikan perempuan jahat, yang pada akhirnya menghancurkan keluarga. Bahkan bangsa yang dipimpin Nabi Luth pun hancur karena maraknya kaum penyuka sesama jenis yang akhirnya dimurkai Allah SWT. Kunci keluarga ideal selanjutnya adalah hidangan dan binatang ternak yang bisa dimaknai dengan ekonomi yang banyak disebut dalam Al Ma'idah dan Al An'am.
Di akhir ceramahnya, Imam menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memiliki akhlak mulia yang patut diteladani dan relevan hingga saat ini. Oleh karena keteladanan tersebut, semenjak kecil Rasulullah SAW telah mendapat julukan sebagai Al Amin (Yang Terpercaya). [nok]

Studi Banding Untirta
25 Pebruari 2010
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melakukan studi banding ke Universitas Brawijaya (UB), Kamis (25/2). Rombongan yang meliputi para pembantu Rektor, Dekan, staf, serta dharma wanita ini dterima oleh Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito di lantai enam Gedung Rektorat UB. Memimpin rombongan, Rektor Untirta, Prof. Dr Ir Rahman Abdullah,  MSc mengungkapkan, pemilihan UB dikarenakan karakteristik geografis UB yang mirip dengan Untirta, di tengah kota. "Kami ingin belajar dari Brawijaya, karena Brawijaya dan Untirta sama-sama berada di tengah kota. Bedanya kami ini jauh lebih muda dibandingkan Brawijaya," ungkap Rahman dalam sambutannya.
ia juga menerangkan bahwa Untirta baru resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri pada tahun 2001 berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No 32 tahun 2001 tertanggal 19 Maret 2001.
Menanggapi sambutan Rektor Untirta, Yogi Sugito menjelaskan salah satu strategi UB menjadi kampus yang ada di tengah kota dengan sistem pembangunan ke atas. "Kami mempunyai target membangun gedung minimal tujuh lantai. Gedung dua atau tiga lantai akan kita hapus sementara Ruang Terbuka Hijau (RTH) akan diperluas," kata dia.
Sementara itu, Warkum Sumitro SH MH, pembantu rektor II UB, dalam sesi tanya jawab memberi tanggapan atas pertanyaan  pembantu rektor I Untirta, Drs H M Syadeli Hanafi MPd tentang dukungan keuangan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia.
Percepatan pengembangan SDM untuk memenuhi kualifikasi S2 dan S3 bagi dosen menurutnya menjadi prioritas UB. Untuk itu UB memberikan dukungan bagi dosen di bawah umur 45 tahun untuk studi ke luar negeri baik dengan biaya sendiri, beasiswa maupun dibantu universitas. Sedangkan untuk dosen yang usianya diatas 45 tahun, bisa mengambil studi di dalam negeri tapi bukan di Brawijaya," terangnya.
Pembantu Rektor III, Ir H R B Ainurrasjid, MS menambahkan, UB memiliki program home stay ke luar negeri bagi dosen senior atas biaya universitas untuk guna menambah kemampuan bahasa inggrisnya. Selain itu, ia juga menjawab pertanyaan dari Pembantu Rektor III Untirta, Aris Suhadi SH MH terkait keberhasilan UB memenangkan Pimnas selama dua tahun berturut-turut."Kami menargetkan setiap fakultas di Brawijaya ini mengumpulkan masing-masing 10 proposal. Selain itu, untuk proposal yang menjadi juara kami bebaskan SPP. Ditambah lagi ada beberapa fakultas yang menyetarakan juara Pimnas peraih emas dengan pembebasan skripsi atau KKN, " jelas Ainurrasjid. [ai]

Pensiun, Fase Baru Kehidupan
24 Pebruari 2010
UB harus menghargai para pendahulunya. Keberhasilan UB saat ini tidak terlepas dari usaha keras para pendahulunya. "Brawijaya bisa menjadi seperti saat ini bukan dari kerja satu atau dua tahun tapi keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari pendahulunya yang mau bergerak cepat. Walaupun Brawijaya di kalangan universitas nasional umurnya lebih sedikit, tapi kita sudah mengukir prestasi yang melebihi universitas-universitas tersebut," Demikian ungkap Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito ketika membuka pelaksanaan Rapat Kerja dan Sosialisasi Organisasi Bagi Anggota Ikatan Pensiunan UB di Widyaloka pada Rabu (24/02).
Lebih lanjut Yogi menuturkan, seseorang yang memasuki usia pensiun sejatinya harus bersyukur karena fase hidup sejatining urip akan dimulai. Sejatining urip adalah hidup yang seimbang antara dunia dan akhirat, pribadi dan masyarakat. Masa pensiun memberikan waktu yang lebih luang untuk melakukan amalan akhirat dan berbagi dengan orang lain. "Biasanya kalau masih muda orang sering lupa dan sibuk dengan urusannya sendiri," terangnya dihadapan puluhan peserta yang merupakan pensiunan UB.
Tidak bisa dipungkiri, masa pensiun datang diiringi dengan beberapa permasalahan seperti meningkatnya beban ekonomi keluarga, menurunnya kesehatan, hingga kualitas hidup produktif yang menurun. Sehingga menurut Prof Dr Ibnu Mas'ud MS selaku ketua Ikatan Pensiunan UB dalam sambutannya mengatakan, pensiunan yang telah menginjak usia 60 tahun harus memerhatikan tiga aspek dalam kehidupannya. Pertama, psikokognitif seperti membaca, menulis, berdiskusi. Kedua, psikomotor seperti menyanyi, menari, bermain musik, serta olah raga fisik. Ketiga, psikoafektif seperti bermeditasi, sholat, zikir. Ketiga aspek ini harus diperhatikan agar fungsi otak tetap berjalan.
Sementara itu dr Arif Alamsyah MKes yang hadir sebagai pemateri menambahkan, pikiran, emosi, dan tubuh merupakan satu kesatuan sehingga bila yang satu sakit akan sakit pulalah yang lain. "Saya tidak yakin kalau bapak-bapak atau ibu di rumah suka marah-marah mengatakan hidupnya baik-baik saja," ungkapnya. Arif memotivasi peserta lebih baik menerima hidup ini apa adanya bukan mengandai-andai karena hidup itu memang masalah. "Seperti saya, saya tahu kalau badan saya gendut dan saya mengakuinya. Makanya saya berusaha untuk menurunkan berat badan dengan berenang. Akhirnya saya bisa turun 6 kilo," katanya memberi contoh.
Dalam paparanya Arif yang merupakan Dosen Fakultas Kedokteran UB itu juga memperkenalkan metode Forgiveness Therapy (Terapi Memaafkan). Teori ini terdiri dari 6 langkah meliputi, fokus pada perasaan yang dirasakan, mengakui perasaan, mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri "Bersediakah saya menerima orang yang saya benci", dilanjutkan dengan pertanyaan "Bersediakah saya melupakan perasaan ini?". Bila sudah sampai pada tahap hati lapang mengatakan "ya" maka tentukan kapan saatnya untuk melupakan perasaan tersebut. Tahap yang terakhir mengulangi tahap-tahap sebelumnya sampai berhasil.
Kebencian ungkap Arif, terjadi bukan hanya lantaran hak seseorang diambil orang lain. Kebencian bisa muncul saat obsesi personal tidak terpenuhi. Sehingga ketika memasuki masa pensiun orang yang dulunya memiliki jabatan bisa terkena post power syndrome karena obsesi berkuasanya masih ada.
Pembicara lain dr Achmad Chusnul Chuluq Ar MPH menjelaskan, fenomena post power syndrom sejalan dengan teori Abraham Maslow, hierarchy of needs (Hirarki Kebutuhan). "Usia kita sampai pada tingkat self actualization. Namun, masa pensiun membuat kita terputus dari aktivitas rutin bekerja, relasi sosial yang pernah terjalin, dan hilangnya identitas sosial. Ketiga hal tersebut bisa menyebabkan orang menjadi stress," ungkapnya. Stres menurut Achmad bisa diatasi dengan mengubah perspektif seseorang terhadap masa pensiun. Ditambahkan, masa pensiun harus dianggap seperti wisuda dari pekerjaan dan menjadikan kita pakar di bidangnya. "Kita seperti seorang mahasiswa yang memimpikan masa depan yang cemerlang ketika wisuda," pungkasnya.
Pembicara terakhir sebelum rapat kerja pembahasan AD/ART dan program IP-UB adalah dr. Achdiat Agoes SpS yang memaparkan tentang kesehatan di masa purna tugas. Achdiat menyarankan agar peserta menjaga pola makan, meningkatkan intelektualitas, dan terus mengontrol kondisi kesehatan dengan mengunjungi dokter. Achdiat yang merupakan dokter syaraf ini memaparkan kepada peserta untuk menjaga kondisi otak, karena dari bagian tubuh yang kecil ini bisa mempengaruhi aktivitas seluruh tubuh. Senam otak dengan cara menggerakan tangan kanan kekiri dan sebaliknya dapat dilakukan guna menjaga kondisi otak. Latihan ini dapat dilakukan selama 15 menit. "Salah satu manfaatnya, bisa meningkatkan daya ingat," ujar Achdiat sambil memandu peserta melakukan gerakan senam otak.[ai]

UB Resmi Membuka Program Multi Kampus
25 Februari 2010
Universitas Brawijaya (UB) resmi membuka Program Multi Kampus. Program ini merupakan Program Pascasarjana untuk jenjang Magister dan Doktor. Pendaftaran dimulai pada 22 Februari 2010 sampai dengan 31 Maret 2010. Demikian ungkap Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, Dra Welmin Sunyi Ariningsih MLib kepada PRASETYA Online.
Lebih lanjut disampaikan, program ini khusus untuk bidang ilmu non-eksakta meliputi Ilmu Hukum dengan konsentrasi Hukum Pidana, Hukum Agraria, Hukum Ekonomi, Hukum Penyelenggaraan Negara dan Kenotariatan. Ekonomi dengan konsentrasi Akuntansi (Keuangan Syariah dan Sektor Publik) dan Akuntansi Kombinasi Hukum Bisnis; Ilmu Ekonomi (Perencanaan Pembangunan & Keuangan Daerah, Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Ekonomi & Keuangan Islam serta Perbankan dan Moneter); dan Manajemen (Manajemen Pemasaran, Manajemen Keuangan, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Manajemen Strategik). Ilmu Administrasi dengan konsentrasi Ilmu Administrasi Bisnis (Kebijakan Bisnis, Pengembangan Sumber Daya Manusia  Pengembangan Sistem Informasi, dan Organisasi & Kepemimpinan); dan Ilmu Administrasi Publik (Kebijakan Publik, Manajemen Publik, Administrasi Pemerintahan Daerah, dan Administrasi Keuangan Daerah).
Penyelenggaraan program Multi Kampus didukung oleh tenaga akademik bergelar Doktor dan Guru Besar yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing dan professional dalam mengembangkan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Secara umum, Program Multi Kampus untuk Program Magister dan Doktor PPSUB bertujuan menghasilkan lulusan yang memiliki integritas tinggi bagi warga negara yang berdomisili di luar Kota Malang sebagai basis Kampus UB.
Secara khusus, lulusan program magister Multi Kampus UB diharapkan mampu mengembangkan dan memutakhirkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kebudayaan dengan cara menguasai dan memahami pendekatan, metode, kaidah ilmiah disertai ketrampilan penerapannya; memecahkan permasalahan riil di bidang keahliannya melalui kegiatan penelitian dan pengembangan berdasarkan kaidah ilmiah; dan mengembangkan kinerja profesional yang ditunjukkan dengan ketajaman analisis permasalahan, keserbacakupan tinjauan, dan keterpaduan dalam pemecahan masalah. Sementara lulusan program doktor diharapkan mampu mengembangkan konsep ilmu dan teknologi, dalam bidang keahliannya melalui penelitian dan menerapkan hasilnya secara kontekstual; serta mampu mengelola, memimpin, dan mengembangkan program penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Keterangan lebih lanjut tentang Program Multi Kampus Pascasarjana UB dapat mengunjungi disini.[nun]

Pembahasan UB Cabang Kediri
24 Februari 2010
Universitas Brawijaya (UB) memulai langkahnya untuk membuka cabang di Kotamadya Kediri, Propinsi Jawa Timur. Pendirian cabang ini menurut rencana akan dilakukan melalui merger dengan salah satu perguruan tinggi swasta disana yaitu Universitas Kadiri (Unik). Berkaitan dengan hal tersebut, Senin (23/2) segenap pengurus Yayasan Wali Sanga, pemilik Unik, berkunjung ke kampus UB. Sembilan pengurus yayasan ini dipimpin oleh Pembina, Drs. Takah, MPd dan Direktur Pelaksana, Ir. Joko Raharjo, MP. Rombongan diterima Rektor, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito beserta Prof. Dr. Ir. Bambang Suharto, MS (Pembantu Rektor I Bidang Akademik), Ir. Ainurrasjid, MS (Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan) serta Prof. Masruchin Ruba'i, SH, MS (Staf Ahli Pembantu Rektor II Bidang Aset dan Ventura) di lantai delapan gedung rektorat. Kedatangan ini, menurut Joko Raharjo dimaksudkan untuk membahas secara mendetail rencana UB melakukan merger dengan lembaganya.
Mengawali penjelasan, Rektor menyampaikan bahwa rencana UB membuka cabang di Kediri merupakan salah satu upaya untuk mendukung visi Kota Kediri sebagai Kota Pendidikan. "Keberadaan perguruan tinggi di suatu wilayah bukan saja untuk menampung lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dengan datangnya mahasiswa dari berbagai wilayah", ujar Rektor. Selain itu, menurut Prof. Yogi, perguruan tinggi juga berperan membantu pembangunan melalui tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Berbeda dengan pembukaan cabang di Jakarta yang dimulai dari nol, menurut Prof. Yogi pembukaan cabang di Kediri lebih rumit karena melalui merger. "Rencananya kami mau membuka cabang di Kediri mulai dari nol, tapi waktu itu ada masukan untuk merger dengan salah satu PTS disana maka kami pun sepakat", ungkap Rektor. Meski begitu pihaknya merasakan ada kecemburuan dari PTS lain yang ada di Kediri. Menanggapi hal ini Rektor mengemukakan, "PTS lain sebaiknya jangan merasa tersaingi, tetapi hendaknya menjadikan UB sebagai magnet agar mahasiswa mau datang ke Kediri sehingga mampu meningkatkan perkembangannya".
Man, Money, Material
Untuk membuka cabang, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mempersyaratkan kepada perguruan tinggi untuk melaporkan aset diantaranya sarana prasarana dan jumlah dosen yang dimiliki. "Perguruan tinggi baru diperbolehkan membuka cabang jika asetnya berlebih", ungkap Rektor. Selain itu, persyaratan lain yang harus diikuti adalah luas lahan untuk cabang minimal 30 ha.
Berkaitan dengan hal tersebut, kedua institusi baik UB maupun Unik dalam kesempatan ini membahas upaya pengalihan asset.
Tahapan awal yang perlu ditempuh adalah Unik diminta untuk menaksir asset yang dimiliki untuk kemudian dibeli oleh UB. "Karena Unik murni milik Yayasan Walisanga maka merger kedua institusi lebih sederhana dan tanpa melibatkan pihak luar", ujar Pembantu Rektor III.
Berkaitan dengan status Sumber Daya Manusia (SDM), menurut PR III, UB akan tetap memberdayakan mereka. Bahkan, tambah PR III, mereka dapat menjadi PNS atau pegawai UB jika memenuhi persyaratan yang ditetapkan dengan prosedur yang berlaku. "Untuk menjadi PNS, dosen harus menempuh pendidikan minimal S2 pada bidang ilmu yang serumpun. Mereka juga harus berusia dibawah 40 tahun", tutur Ainurrasjid. Sementara untuk asset lainnya seperti lahan, hal ini masih menjadi perhatian serius. "Mengingat lahan yang dimiliki Unik baru 6 ha, maka perlu perluasan lahan untuk memenuhi persyaratan Dikti sekitar 30 ha", kata PR III. Perluasan lahan ini bisa dilakukan dengan membeli lahan sendiri ataupun menggandeng Pemerintah Kota dan jajaran Muspida melalui alih fungsi ataupun ruislag. [nok]

229 Dosen UB akan Disertifikasi
23 Februari 2010
Sebanyak 229 dosen di lingkungan UB akan segera memperoleh sertififikasi. Sertifikasi ini menandai kelayakan dosen dalam melaksanakan kewajibannya sebagai pengajar di perguruan tinggi. Hal itu disampaikan oleh Ketua Panitia Sertifikasi Dosen UB Prof.Dr.Bambang Guritno dalam acara Sosialisasi Sertifikasi Dosen UB kepada pimpinan-pimpinan fakultas dan jurusan di gedung Widyaloka UB, Selasa (23/02).
Menurut Rektor UB Prof. Yogi Sugito yang juga hadir dalam acara tersebut,sertifikasi dosen penting artinya dalam menilai standar kualitas pengajar di universitas. Sertifikasi juga bertujuan melindungi profesi dosen sebagai agen pembelajaran di perguruan tinggi. "Sertifikasi ini tidak semata-mata kebutuhan dosen. Ibaratnya pengemudi, sertifikasi ini SIM. Pemerintah dalam hal ini perguruan tinggi ingin selalu menjaga dan meningkatkan profesionalisme, peningkatan kualitas belajar mengajar", tuturnya. Ia juga menghimbau kepada panitia sertifikasi dosen agar serius dan ketat dalam mengawasi pelaksanaan sertifikasi dosen sehingga tidak ada yang gagal. Menurut Peraturan Menteri RI Nomor 37 tahun 2009 Pasal 42, sertifikat pendidik diberikan kepada dosen yang telah mencapai usia 60 (enampuluh) tahun dan mempunyai pengalaman kerja 30 (tigapuluh) tahun sebagai dosen; atau mempunyai jabatan akademik Lektor Kepala dengan Golongan IV/c, atau yang memenuhi angka kredit kumulatif jabatan fungsional dosen setara dengan Lektor Kepala dengan Golongan IV/c. Meskipun demikian, Rektor UB membuat kebijakan akan memberikan sertifikasi juga kepada Lektor Kepala dengan Golongan Minimum III/b; Dokotor (S-3) dengan jabatan Asisten Ahli III/b mempunyai pengalaman kerja minimum 10 (sepuluh) tahun;  Magister (S-2) dengan jabatan Lektor Kepala, Pejabat sampai dengan Ketua Jurusan; Magister (S-2) dengan jabatan Lektor Kepala, sedang melaksanakan Tugas Belajar;  Magister (S-2) dengan jabatan Lektor Kepala, sesuai Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) Pegawai Negeri Sipil; Magister (S-2) dengan jabatan Lektor, Pejabat sampai dengan Ketua Jurusan; dan Magister (S-2) dengan jabatan Lektor, sedang melaksanakan Tugas belajar.
UB saat ini berstatus sebagai PT-Pengusul sekaligus PTP-Serdos. Sebagai PT-Pengusul, UB mengusulkan 229 dosennya ke 10 institusi perguruan tinggi Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Padjajaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Udayana. Sedangkan sebagai PTP-Serdos, UB menerima 440 peserta sertifikasi dari 15 institusi perguruan tinggi maupun Kopertis.[fjr]

Tiket Masuk UB untuk Juara LKTI Tingkat SMA
22 Februari 2010
Sebanyak 20 peserta yang menjadi juara I, II, dan III pada ajang LKTI SMA/MA Nasional memperoleh tiket masuk UB tanpa test. Mereka bebas memilih minat jurusannya kecuali untuk Fakultas Kedokteran.
LKTI SMA/MA ini diselenggarakan di gedung Perpustakaan UB, Sabtu (20/02), dalam rangka memperingati dies natalis UB ke-47. Menurut ketua panitia lomba Dr. Ir. Djalal Rosyidi, MS, pada awal seleksi terdapat 84 sekolah yang mengirimkan peserta lomba. "Dari keseluruhan, terdapat 117 judul karya ilmiah yang masuk penjurian", tuturnya.
Lomba terbagi menjadi 3 bidang, masing-masing bidang IPA, bidang IPAS, dan bidang Bahasa/Seni. Untuk bidang IPA, pemenangnya adalah: Juara 1 Nila Mila Sari, Tasa Antasari (SMA N 5 Madiun) dengan judul "Menyulap Bom Waktu Pabrik Gula Berupa Dust (Abu Cerobong) Sebagai Batu Bata Tahan Gempa” Juara 2 Susilowati, Windy Antika Aintis Watin (SMA N 5 Madiun) dengan judul "Pemanfaatan Biji Nangka Untuk Pembuatan Tempe" ; dan juara 3 Resdianta Aditya H, Wisnu Satrio W (SMA N 1 Tarakan) dengan judul "Budidaya Ikan Lele (Klarias Spp) Hemat Tempat dengan Memanfaatkan Limbah Kulit  serta Kepala Udang  untuk Meningkatkan Produktifitas Ikan Lele".
Untuk bidang IPS, pemenangnya adalah: juara 1 I Gusti Agung D.M., Dek Sintya Adinda S. (SMAN 1 Singaraja Bali) dengan judul "Kampung Inggris sebagai Laboratorium Alam dalam Meningkatkan Keterampilan Bahasa Inggris"; juara II Sherlita Nurosidah, Reziksufi Naszazuli, Devi Listyaningsih (SMA N 2 Jombang) dengan judul "Pemanfaatan Pelepah Pisang Sebagai Kerajinan Tangan dalam  Upaya Membangun Jiwa Kewirausahaan Masyarakat Desa Baureno Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro  Jawa Timur  (Studi Kasus di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Handayani)"; juara III Aisyah Ami W, Moh. Hamilun N (MAN 3 Kediri) dengan judul "Prospek Keunikan dan Tingkat Persaingan Pedagang Soto Branggahan Kabupaten Kediri (Studi Terhadap Masyarakat Pengusaha Soto Branggahan di Kelurahan Branggahan Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri)".
Pemenang di bidang Bahasa/Seni adalah: juara 1 I Wayang Anantha S.K.K, I Dewa Ayu Diah C.D (SMA N 3 Denpasar Bali) "Aplikasi konsep rumah singgah klinis membaca berbasis Banjar sebagai strategi kuratif buta aksara"; juara II Jully Misandra, Karina Delicia B, Nurul Fitriani (SMA Darul Hikam Bandung) dengan judul "Fenomena Alay di Kalangan Remaja Pengguna Facebook dalam Ruang Virtual"; juara III Maria Adventia, Rosiana Natalia (SMAK Petra I Surabaya) dengan judul " Keroncong Menjadi Life Style Generasi Muda Sekarang".[fjr]

UB Career Expo Kembali Digelar
24 Pebruari 2010
Disamping sebagai lembaga pendidikan, Perguruan Tinggi (PT) diharap mampu memberi fasilitas kepada mahasiswanya untuk mendapat pekerjaan. Demikian disampaikan Wahdiyanto Moko SE., MM, Ketua Job Placement Centre (JPC) Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (JPC FE-UB) kepada PRASETYA Online saat ditemui disela-sela acara "Job Fair 2010 UB Career Expo" di Gedung E FE-UB, Selasa-Rabu (23-24/2).
Pada acara yang terselenggara untuk ketujuh kalinya ini, turut berpartisipasi 25 perusahaan berskala nasional seperti PT Coca Cola Distribusi Indonesia, Kalbe Nutrisional, PT HM Sampoerna, TbK, PT BNI 46, TbK, PT Telkomsel, PT Bank Danamon Indonesia, serta PT Mega Capital. Berbagai perusahaan tersebut menawarkan lowongan seperti, Officer Development Programme, Marketing-Asset Management, Public Relations Officer, Administrasi, serta Account Officer.
Pada expo ini, bila pengunjung tertarik dengan lowongan yang ditawarkan, berkas lamaran bisa langsung diserahkan ke masing-masing stan perusahaan. Sehingga tidak heran bila terjadi kemacetan di beberapa titik karena antrian pengunjung yang bertanya tentang produk perusahaan atau lowongan yang akan dimasuki.
Fitri S.Psi, HRD Kantor Pusat  PT Mega Capital, mengungkapkan, pengunjung UB Career Expo bisa langsung menyerahkan berkas lamarannya di stan. "Hal itulah yang membedakan pengunjung Career Expo di Malang dan Jakarta. Kalau di Jakarta, pengunjung cuma lihat-lihat aja, kalau mau melamar mereka lebih suka via email. Beda dengan Malang, disini pengunjung mau bertanya bahkan langsung menulis lamaran," ungkapnya.
Fitriyah Kusumastuti, alumni Fakultas Teknologi Pertanian UB, mengeluh karena padatnya pengunjung."Mestinya jalannya diatur one-way biar gak tabrakan," ujarnya. Fitriyah sendiri mengaku untuk UB Career Expo kali ini, dia hanya melamar ke dua perusahaan yaitu PT BNI 46 dan PT Mega Capital. "Itu termasuk sedikit, biasanya ada yang sampai enam perusahaan sekaligus. Kali ini bukannya saya gak minat tapi memang kebanyakan yang ditawarkan untuk jurusan teknik atau ekonomi," bebernya kepada PRASETYA Online.
PT Mega Capital sendiri di Job Fair 2010 membuka empat lowongan yaitu Marketing-Asset Management, Administrasi, Calon Pialang Saham, dan Junior Acuity Sale. Beberapa tahapan yang harus dilalui pelamar adalah seleksi administrasi serta Job Test, yang sebagian besar berisi materi pekerjaan yang dituju. Selain itu, dilangsungkan juga interview berdasarkan curriculum vitae yang diserahkan pelamar dan hasil Job Test. "Selanjutnya hasil interview ini akan diberikan kepada user yaitu para pimpinan cabang. Karena Career Expo sekarang diadakan di Malang, maka cabang-cabangnya akan berkisar di Pulau Jawa dan Bali," papar Fitri . [ai]

Brawijaya Choir Festival 2010
22 Pebruari 2010
Brawijaya University Student Choir (BUSC) kembali mengadakan Brawijaya Choir Festival (BCF) di Gedung Student Center pada Sabtu-Minggu (20-21/02). Hari pertama merupakan babak penyisihan yang diikuti oleh 12 peserta dan hari kedua 6 peserta memasuki final. BCF kali pertama diadakan untuk tingkat fakultas, untuk yang kedua kalinya ini BUSC mencoba menjaring bakat dari kalangan pelajar se-tingkat SMA. Aditya Dwi Novarianto ketua panitia BCF 2010 mengungkapkan, "BCF kali ini merupakan bagian tanggung jawab kami untuk mengembangkan choir khususnya di tingkat pelajar, selain itu hasil BCF ini bisa mempermudah kami memetakan potensi teman-teman bila nanti masuk UB".
BCF merupakan ajang tahunan BUSC yang dulunya bernama Lomba Paduan Suara Piala Rektor (LPSPR) yang telah diadakan 16 kali. LPSPR selama itu diadakan untuk kompetisi fakultas-fakultas se-UB. BCF kali ini diadakan untuk pelajar tidak lain sebagai ajang memperkenalkan UB seperti yang diungkapkan Prof Dr Ir Hartutik MP, ketua Dies Natalis UB ke-47 pada Festival Keroncong Kamis (18/2). "Dies Natalis kali juga merupakan ajang promosi UB. Makanya ada beberapa kegiatan yang khusus untuk pelajar seperti lomba keroncong, paduan suara, juga lomba karya tulis," ungkapnya dihadapan wartawan.
Kedua belas peserta yang berpartisipasi yaitu, SMAN 7 Malang (Gundul-Gundul Pacul), SMAK St. Albertus Malang (Janger), SMAK Santa Maria Surabaya ( Sik Sik Si Batu), SMAN 1 Gresik (O Ina Ni Keke), SMAK St. Agnes Surabaya (Tardigadingdangdo), SMAN 3 Malang (Tari Kembang Soka), SMAN 3 Sidoarjo (Adus Bareng), SMAN 1 Blitar (Podo Nginang), SMAN 1 Tuban (Sigulempong), SMAN 1 Puri Mojokerto (Yamko Rambe Yamko), St louis Suarabaya (Ampar-Ampar Pisang), SMAK St. Kolose Yusuf (Yamko Rambe Yamko). " Sebenarnya ada 16 peserta yang mendaftar tapi empat peserta mengundurkan diri seperti peserta dari Bali. Tapi kita bersyukur karena persiapan BCF relatif  singkat hanya tiga bulan," ungkap Aditya yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum UB angkatan 2007.
Akhirnya setelah melewati proses penjurian oleh ketiga juri antara lain, Aning Katamsi Asmoro (pengjar Paduan Suara Mahasiswa Paragita Universitas Indonesia), Rubin Lukito (Lulusan Singapore Bible College School of Church Music), Agastya Rama Listya (Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia Jawa Tengah) ditetapkan SMAK St. Louise Surabaya sebagai juara umum karena menyabet dua juri award yaitu best indonesia profana, best performance sekaligus menjadi juara satu. Sedangkan pemenang kedua diperoleh oleh SMAK St. Kolose Yusuf Malang dan juara ketiga SMAK St. Agnes Surabaya. Sedangkan juri award yang lain yaitu best folksong diraih oleh SMAK Kolose St. Yusuf Malang dan outstanding conductor diperoleh Bagus Syafrieza dari SMAK St. Maria Surabaya.
Master Class
Penyelenggaraan BCF di hari kedua, Minggu (21/2), selain final juga diadakan Master Class di Gedung Widyaloka UB dengan Aning Katamsi Asmoro, pengajar dan konduktor Paduan Suara Mahasiswa Paragita Universitas Indonesia.  Aning adalah salah satu soprano Indonesia yang tekun menekuni musik klasik dan sering bekerjasama dengan berbagai orkestra di tanah air, seperti : Orkes Simfoni Jakarta, Twilite Orchestra, Nusantara Symphony  Orchestra dan Jakarta Chamber Orchestra. Tahun 2007 tampil di Kanazawa, Jepang sebagai solis  dalam Mass in Es (Weber) bersama Batavia Madrigal Singers dengan konduktor Avip Priatna bekerjasama dengan Orchestra Ensemble Kanazawa.
Master Class ini diikuti oleh empat peserta aktif yaitu Bagus Syafrieza Paradita  dengan lagu "Amor Ti Vieta",  Puji Prihadi dengan lagu "Two Words", Albertus Wihananta  dengan lagu "Home to Stay", Ira Purnamasari dengan lagu "O Mio Babbino Caro". Dalam Master Classnya Aning berucap bahwa menyanyi yang baik harus dilakukan dengan posisi badan yang rileks. " Penonton bisa rileks menikmati sebuah lagu bila penyanyinya juga demikian . Kita nyanyi simple aja, yang rileks. Ingat kalau manusia itu kotak resonansinya ya tubuhnya sendiri," ungkapnya mengoreksi penampilan Bagus.
Setiap peserta yang memang berlatar belakang penyanyi paduan suara menunjukkan kemampuan terbaiknya dan setiap menyelesaikan  sebuah lagu selalu disambut dengan riuh tepuk tangan penonton. Seperti ketika Puji selesai menyanyikan lagu Two Words setelah sebelumnya mendapatkan beberapa koreksi dari Aning. Bahkan Aning berucap, "Ayo jangan pada jatuh cinta. Atau udah pada meleleh nih," candanya disambut tawa hadirin.[ai]

Bidang Kemahasiswaan UB Gelar Raker
22 Februari 2010
Gedung Guest House UB menjadi tempat berlangsungnya Rapat Kerja (Raker) Bidang Kemahasiswaan Universitas Brawijaya, 20-21 Februari 2010. Rapat membahas rencana pelaksanaan program kerja bidang kemahasiswaan di lingkup universitas maupun fakultas.
Raker kali ini dihadiri Pembantu Rektor III, Pembantu Dekan III seluruh fakultas, dan pimpinan-pimpinan lembaga yang berkaitan dengan bidang kemahasiswaan lainnya. Hadir untuk membuka rapat kerja adalah Rektor UB Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito.
Menurut Pembantu Rektor III Ir.Ainur Rasjid, MS, raker kali ini dinilai penting mengingat banyak acara di bidang kemahasiswaan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. "Banyak momen-momen penting dalam lingkup kemahasiswaan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) sudah mulai berjalan dan butuh pengawasan. Kegiatan besar seminar internasional IAAS, dan masih banyak lagi”, tuturnya mengawali raker. Menurutnya, kegiatan-kegiatan tersebut perlu koordinasi yang lebih padu mengingat banyaknya kegiatan membutuhkan pengelolaan dari banyak sumber daya manusia juga.
Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan oleh bidang kemahasiswaan dalam waktu dekat adalah Pemilihan Mahasiswa Berprestasi; Seleksi Unggulan Karya Ilmiah Mahasiswa; Pengiriman mahasiswa mengikuti Kejurnas Impala, Pramuka, Pres, dan Menwa; Lomba Kesenian dan Kebudayaan Daerah; Pengiriman Mahasiswa Mengikuti Kejurnas Olahraga; Pengiriman mahasiswa mengikuti Kejurnas Bidang Ilmu dan Teknologi; Lomba ONMIPA; Pelatihan Kewirausahaan dan Pembuatan Bisnis Plan serta Expo Wirausaha Mahasiswa untuk PMW; Pengiriman mahasiswa mengikuti Kejurnas Keagamaan; Lomba Debat Bahasa Inggris. Seluruh materi tersebut dibahas di hari pertama. Hari ke-2 diisi dengan membahas rancangan Surat keputusan Rektor tentang Pedoman Umum Ormawa. [fjr]

300 Juta Untuk UB
22 Februari 2010
Berdasarkan SK Kepala LIPI No. 84/F/2010 tertanggal 1 Februari 2010 tentang Pelaksanaan Penerapan dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Daerah (IPTEKDA), Universitas Brawijaya berhasil mendapatkan dana untuk kegiatan IPTEKDA dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun anggaran 2010 sebesar Rp 318.650.000. Dana tersebut digunakan bagi tiga kegiatan dari 10 proposal yang diajukan oleh LPPM UB. Ketiga penelitian yang dimaksud masing-masing dipimpin oleh Siti Asmaul M, STP., MP., (Fakultas Teknologi Pertanian) dengan judul penelitian "Penguatan teknologi dan daya saing untuk memenuhi kapasitas produksi produk herbal (rempah-rempah, rosella, alang-alang) sebagai produk unggulan Kota Batu"; La Choviya Hawa, STP., MP (Fakultas Teknologi Pertanian) dengan judul penelitian "Inovasi teknologi dan perbaikan efisiensi produksi kerupuk waluh dengan peralatan mekanis (pengukus, pengaduk dan pencetak) untuk peningkatan kapasitas dan daya saing komoditas unggulan agropolitan Batu"; serta  penelitian Dr. Ir. Bambang Dwi Argo, DEA (Fakultas Teknologi Pertanian) dengan judul "Penerapan Fish Meat Bone separator dan mixer pada industri kerupuk ikan di UKM Yuan Kartika: upaya peningkatan efisiensi proses produksi".
Kepada ketua pelaksana penelitian Ketua LPPM UB Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaemi, MS., mengharapkan agar segera mengirimkan Acuan Kerja sesuai dengan revisi anggaran dalam SK Kepala LIPI ke sekretariatan Iptekda LIPI Jakarta paling lambat 25 Februari 2010. Sebelumnya penandatanganan kontrak kegiatan Iptekda Tahun 2010 telah dilaksanakan oleh Ketua LPPM pada 19 Februari 2010 di Solo, Jawa Tengah.[era/nun]

Monolog Brawijaya
22 Pebruari 2010
Hal mendasar dalam monolog yang harus dipahami adalah monolog tidak melibatkan penonton. Monolog merupakan drama dengan aktor tunggal yang berbicara sendiri di panggung. Otomatis tidak terjadi kontak antara aktor dan penonton. "Kalau istilah Jawa sering disebut ngadurasa, intinya monolog bukan telling tapi showing. Penonton bisa memahami  apa yang disampaikan aktor bukan dari komunikasi verbal namun dari melihat dan merasakan emosi di panggung", demikian ungkap Isnadi, salah satu juri Lomba Monolog se-UniversitasBrawijaya (UB) kepada PRASETYA Online. Lomba yang berlangsung di gedung Student Center pada Senin (22/02) itu merupakan rangkaian terakhir dari Seleksi Pekan Seni Mahasiswa Regional (Peksiminal) UB 2010.
Peserta terdiri dari tujuh orang dan setiap peserta menampilkan satu judul monolog. Mereka terdiri dari Ahmad Dwi  dengan judul "Aku Tikus Bukan Mereka" (FIB), Purnomo dengan judul "Bingung" (FMIPA), Tri Eva Octaviani dengan judul "Sst.. Diam" (FH), Rifqi Andi Alkaf dengan judul "Demokrasi" (FIA), Silvi Asna P.W., dengan judul "Wanita Adalah Wanita" (FE), Hidayah N dengan judul "Manggali" (FIB), serta Fitria Puspitasari dengan judul "Surat Kepada Orang Terkasih" (FTP). Selain Isnadi dari Pengelola Program Apresiasi Budaya RRI Jember, Ragil Sukrisno dari Teater Mozaik Malang dan Didik H dari Teater Sampar Malang bertindak sebagai dewan juri.
Tidak seperti biasa dimana seleksi Peksiminal selalu membedakan kategori putra dan putri dengan masing-masing kategori tiga pemenang, untuk kategori monolog dipilih lima pemenang dengan tidak membedakan putra atau putri. Juara pertama diraih oleh Rifqi Andi Alkaf (FIA), juara kedua Tri Eva Octaviani (FH), juara ketiga Ahmad Dwi (FIB), juara keempat Silvi Asna P.W (FE), dan juara kelima Hidayah N.(FIB). Isnadi selaku ketua juri mengungkapkan, peserta dan pemenang masih perlu latihan terkait teknik muncul, blocking, dan penguasaan panggung. Para pemenang  dalam lomba Monolog akan mendapatkan pelatihan dari universitas.[ai]

Basic Science VII: Road Map Menuju Green City
20 Februari 2010
Melalui kegiatan Basic Science VII, FMIPA Universitas Brawijaya (UB) berupaya mengumpulkan mahasiswa, peneliti, akademisi dan praktisi dari seluruh Indonesia guna menggagas roadmap pengembangan wilayah yang berkelanjutan. Dalam kegiatan yang merupakan agenda tahunan ini, mereka berdiskusi untuk menemukan ilmu dan teknologi baru yang eco-friendly dan sustainable  terutama dalam bidang pangan, energi, kesehatan dan mitigasi bencana. Kegiatan ini diselenggarakan di gedung Widyaloka UB, Sabtu (20/2) dengan mengusung tema "Eco-Friendly Technology and Policy on Industrial and Regional Planning for Mitigation of Climate Change". Pemateri yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah Yann Brault (Head of Sustainable Development and Social Responsibility Department, PT Tirta Investama Danone Aqua), Dr. Malcolm D. McLeod (Dosen Senior School of Chemistry The Australian National University), Dr. Eng. Brian Yuliarto, M.Eng (Dosen Fisika Teknik ITB, Director of INDENI), Dr. Eng. H. Sarjono, M.Eng (BPPT), Prof. Atsushi Ishimatsu (Department of Open-Water Environmental Resources Research Institute for East China Sea Research Nagasaki University), serta Prof. Roger Price (Department of Medical Technology and Physics Sir Charles Gairdner Hospital).
Disampaikan Ketua Pelaksana, Widodo, PhD.Med.Sc, dalam kegiatan ini terkumpul 74 makalah poster dan 360 makalah oral dari peneliti dan akademisi yang dikelompokkan dalam enam cluster pada sesi paralel yang meliputi pangan, lingkungan, eksplorasi, energi, kesehatan, eksplorasi dan modelling. "Perubahan Iklim saat ini merupakan pokok bahasan penting dan menarik dimana Indonesia menjadi salah satu penyumbang diantaranya dalam hal transportasi dan kebakaran hutan", terangnya ketika ditanya masalah latar belakang kegiatan. Tidak berhenti di seminar saja, menurut Widodo, pihaknya juga akan menggandeng Pemerintah Daerah (Pemda) terutama bidang Kementerian Lingkungan Hidup untuk membuat desain Green City. "Malang bisa menjadi pioner program green city ini, dimana Pemda akan menjadi pelaksana dengan dukungan perguruan tinggi", ujar dosen yang baru saja kembali dari Jepang ini.
Industri Berkelanjutan Oleh Danone
"Jika kita peduli lingkungan maka sebaiknya membeli produk Aqua gallon karena lebih ramah lingkungan daripada botol maupun gelas. Aqua gallon dapat diisi ulang sedangkan kemasan botol ataupun gelas langsung dibuang sehingga menjadi sampah", ujar Yann Brault dalam presentasinya yang bertajuk "Sustainable Development at the Heart of Danone Economic and Social Project". Meskipun begitu, Brault menekankan tidak adanya perbedaan kualitas antara keduanya. Sebagai industri air minum dengan mata air sebagai andalannya, selama ini Danone menjalankan berbagai program untuk mengupayakan proses produksi yang berkelanjutan. Diantara usaha tersebut adalah dengan melindungi berbagai mata air melalui pemberdayaan masyarakat lokal. Selain itu, usaha lain yang juga ditempuh adalah konservasi agroforestri, akses terhadap air bersih dan kesehatan lingkungan serta dukungan terhadap pengelolaan irigasi. Project yang oleh Danone diberi nama "Lestari" ini telah memberi banyak manfaat terutama bagi masyarakat dan lingkungan, diantaranya hemat biaya, sanitasi yang lebih baik, hemat waktu, serta menghindari emisi gas methane.
Energi Alternatif
Masalah energi dalam seminar kali ini disampaikan oleh dua pembicara sekaligus  yaitu Dr. Brian Yuliarto dan Dr. Sarjono M.Eng. Dalam paparannya yang membahas kebijakan makro, Brian menyebut bahwa Indonesia telah lama memiliki kebijakan energi yang didalamnya juga memuat masalah konservasi dan diversifikasi. Meskipun begitu, menurutnya ketahanan energi Indonesia masih saja lemah. Karena itu ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan diversifikasi energi dengan disertai dukungan penguasaan teknologi. Brian menambahkan, ketahanan energi suatu bangsa penting diperhatikan mengingat kebutuhan energi yang terus naik. Berkaitan dengan hal tersebut, ia memperlihatkan posisi Indonesia dalam hal konsumsi energi yang berada pada urutan ke-12 dengan skala 1.1 persen, jauh dibanding Amerika Serikat yang berada di posisi teratas dengan skala 22.8 persen disusul China di urutan kedua, 13.6 persen.
Pemanfaatan energi alternatif dalam skala mikro menjadi perhatian khusus Dr. Sarjono, M.Eng yang mengangkat "Utilization of Biomass Waste as a Fuel for Power Generation in Agro-Industry". Disebut Sarjono, beberapa biomass yang potensial dimanfaatkan sebagai energi dalam agroindustri adalah tebu, kelapa sawit, kayu, sekam padi, dan ketela pohon. Dari limbah berbagai biomass yang mencapai 99.7 juta ton/tahun ini, dalam kajiannya mampu menghasilkan energi sekitar 262.5 juta MWh. Masing-masing produk biomass tersebut, menurutnya sangat spesifik lokal dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Untuk kelapa sawit misalnya, berada di Sumatera dan Kalimantan Barat, Tebu di Jawa dan Lampung, kayu karet di Sumatera Utara serta pabrik tripleks/kayu lapis di Kalimantan Barat dan Sulawesi. Dalam paparannya, Sarjono kemudian membuat analisis masing-masing komoditas berpotensi energi ini. Bagasse misalnya, yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik dan bakar bakar untuk penguapan, jumlahnya semakin menurun disamping terbatas ketika musim giling saja. "Untuk itu diperlukan alternatif dengan memanfaatkan biomass lain atau batubara", ujarnya. Tiga kawasan yang menurut peneliti BPPT ini merupakan penyumbang bagasse terbesar di Indonesia adalah Jawa Timur, Lampung dan Jawa Tengah. Dari semua analisis yang dikemukakannya, Sarjono menyebut bahwa biomass yang potensinya paling tinggi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi adalah limbah kelapa sawit yang bisa diambil dari industri pengolahan kelapa sawit yang selama ini dimanfaatkan sebagai bahan bakar dalam proses pengolahan.
Pembicara lainnya, Dr. Malcolm McLeod, dalam kesempatan tersebut menyampaikan "Bugs and Drugs: The Enzymatic Synthesis of Beta-Glucuronides". Sementara Dr. Roger Price, menyampaikan "Advancing Changes in Nuclear Industrial and Radiation Physics Work Practises to Reduce Their Environmental Impact". Seorang pemateri dari Jepang, Prof. Atsushi Ishimatsu, dalam presentasinya mengangkat "The Impacts of The Global Environmental Changes and Marine Pollution by Manmade Chemicals on Marine Ecosystems". [nok]

Cerita Rakyat Marak di BET 2010
20 Februari 2010
Angkat tema "Upgrade Your Ability To Face The Global World Challenges", untuk ketiga kalinya Forum Mahasiswa Studi Bahasa Inggris (Formasi) Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan "Brawijaya English Tournament". Kegiatan yang diselenggarakan di gedung PPI Universitas Brawijaya (UB), Jum'at-Minggu (18-20/2) ini diikuti pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Jawa Timur dan Bali. BET melingkupi dua jenis kompetisi yaitu debat Bahasa Inggris dan Story Telling. "Sebanyak 58 tim mengikuti debat ini sementara untuk story telling ada sekitar 63 peserta", ungkap Ketua Pelaksana, Dungga Nur Prayogo. Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin ini kemudian menyampaikan, tiga kriteria yang meliputi Matter, Manner dan Method (3M) digunakan juri untuk menilai baik debat maupun story telling.
Disertai guru pembimbingnya, para peserta mengikuti setiap tahapan dari babak penyisihan hingga final. Dalam kompetisi debat, mereka diberi kesempatan untuk memilih materi debat, yang terhimpun dalam tema diantaranya media, pendidikan dan anak-anak. Sementara dalam story telling, mereka diberi kebebasan memilih materi, yang bisa berupa cerita rakyat, pengalaman, dll. Meskipun begitu, banyak siswa yang memilih cerita rakyat menjadi bahan cerita. Dua orang siswi perwakilan SMA 3 Madiun misalnya, Herlina Ajeng dan Meilina Marya, masing-masing mengangkat "Suminten Edan" dan "Lembu Suro". Diwawancarai PRASETYA Online, Meilina mengaku memilih cerita ini karena unik sementara Ajeng memiliki alasan lain. "Diyakini bahwa cerita Suminten Edan masih terpendam sehingga belum banyak dikenal masyarakat. Cerita ini berasal dari Ponorogo dan Trenggalek", ujar Ajeng yang sedang menempuh kelas 10. Dengan penuh ekspresi disertai dandanan dan properti yang mewakili cerita, setiap peserta berhasil menarik perhatian penonton dan sesekali mengundang gelak tawa.
Di akhir kompetisi, SMA 1 Ponorogo unggul sebagai juara I dalam kompetisi debat disusul SMA 4 Denpasar dan SMA 3 Sidoarjo yang masing-masing di posisi kedua dan ketiga. Sementara untuk story telling, SMA 4 Denpasar mendominasi dengan menduduki juara I dan III disusul SMA 3 Madiun sebagai juara kedua. Atas prestasi ini, masing-masing pemenang berhak mendapatkan hadiah berupa tropi, sertfifikat dan uang tunai. [nok]

Layanan Kesehatan Yang Ramah dan Komunikatif
20 Februari 2010
Layanan kesehatan yang semakin tidak terjangkau sebagian besar masyarakat Indonesia menjadi sorotan khusus artis sekaligus anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Amanat Nasional (PAN), Wanda Hamidah, SH, MKn. Bukan itu saja, ia juga menginginkan layanan kesehatan yang lebih ramah dan komunikatif. Hal ini disampaikannya dalam seminar nasional "Profesionalisme Dokter dalam Aspek Mediko-legal dan Komunikasi Efektif" yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB), Sabtu (20/2). "Saya sangat mengharapkan dokter bisa lebih luwes dan mau mengangkat telepon karena toh saya menghubungi mereka tidak setiap saat. Apalagi saya ini seorang ibu dengan tiga orang anak", ujarnya. Di hadapan peserta yang meliputi praktisi dokter dan mahasiswa, Anggota Komisi E yang membidangi masalah Kesehatan dan Pendidikan ini menceritakan pengalamannya berhadapan dengan dokter. "Saya melahirkan tiga anak dengan tiga dokter yang berbeda. Diantaranya bahkan ada yang datang terlambat ketika saya hendak melahirkan", ujar Ibu yang melahirkan anak ketiganya dengan metode water birth ini.
Kesehatan Mahal
Mahalnya layanan kesehatan pun menjadi perhatian serius Wanda. Hal ini menurutnya menjadikan kaum miskin tidak memiliki akses terhadap kesehatan yang berkualitas. "Layanan kesehatan bagi masyarakat miskin tidak memenuhi kriteria seperti biaya yang mahal, sulitnya pengurusan Gakin/Jamkesnas, mahalnya obat-obatan serta kurangnya tenaga medis", urainya. Problematika kesehatan lain yang juga disampaikan adalah tempat kesehatan yang kurang memadai serta mutu dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas. "Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengklaim memiliki 1000 dokter. Tapi gak ada yang mau praktek di RSUD dan puskesmas", katanya. "Padahal banyak rakyat miskin yang membutuhkan akses kesehatan. Kalau orang kaya sich bisa memilih rumah sakit manapun, di swasta atau luar negeri", tambahnya. Terkait hal tersebut, Wanda secara khusus berharap agar lulusan dokter mau mendedikasikan waktu untuk dialokasikan bagi masyarakat miskin terutama yang berada di RSUD dan puskesmas di seluruh wilayah Indonesia. Menuju hal tersebut dirinya menekankan pentingnya pemerintah memperhatikan kesejahteraan dokter dengan kejelasan renumerasi disamping pemberlakuan kode etik. Selain itu, menurutnya pemerintah juga harus menjamin seluruh masyarakat Indonesia mampu mengakses layanan kesehatan yang berkualitas sehingga tidak ada perbedaan perlakuan antara si kaya dan si miskin. Dalam seminar nasional tersebut, peserta dikejutkan dengan kehadiran mendadak Wanda Hamidah sebagai bintang tamu. Ia kemudian didaulat untuk menjadi pasien dalam simulasi dokter dengan pasien. Simulasi ini merupakan praktek dari materi "Langkah-langkah Ketrampilan Komunikasi Dasar" yang sidampaikan dr. Arief Alamsyah, MARS serta "Aspek Etiko-Medikolegal Praktek Kedokteran" oleh Anny Isfandyarie Sarwono, dr. Sp.An, SH. [nok]

Pencerahan Kompetensi Laboratorium di UB
19 Februari 2010
Universitas Brawijaya (UB) berencana meningkatkan kompetensi seluruh laboratorium yang dimilikinya. Rencana tersebut diawali dengan menyusun company profile dari sekitar 152 laboratorium yang ada. Berkaitan dengan hal tersebut, pada Jum'at (19/1) dilangsungkan kegiatan "Pencerahan Kompetensi Laboratorium di UB" yang dipandu oleh Pembantu Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Bambang Suharto, MS dan staf ahlinya, Prof. Ir. SM. Sitompul, PhD. Kegiatan yang dilangsungkan di gedung rektorat lantai delapan ini merupakan tindak lanjut dari "Presentasi Pembuatan Profil Laboratorium" yang dilangsungkan Kamis (11/2). Pada pertemuan kali ini, perwakilan masing-masing laboratorium menyerahkan materi yang meliputi aktivitas, road map, potensi serta aset. "Dengan terhimpunnya informasi ini, maka peneliti, akademisi serta mahasiswa baik dari dalam maupun luar negeri akan lebih mudah mengakses laboratorium UB. Dengan begitu maka akan banyak keuntungan yang didatangkan terutama ketika UB telah BHPMN nantinya", ungkap PR I dalam sambutannya.
Dalam sessi tanya jawab, masing-masing perwakilan laboratorium pun berkesempatan menyampaikan uneg-unegnya. Diantara masalah yang terkemuka adalah mis-konsepsi antara tri dharma perguruan tinggi yang memuat pengabdian masyarakat dengan semangat entrepreneurial university yang menuntut profit dalam berkontribusi kepada masyarakat. Selain itu mengemuka juga permasalahan dualisme nama laboratorium dalam dua fakultas serta perlunya mempertimbangkan aspek non fisik laboratorium diantaranya dalam hal mengatur laboratorium sebagai teaching laboratory, research laboratory serta service laboratory. [nok]

PKH UB Turut Prakarsai South East Asia Veterinary  School Assosiation  (SEAVSA)
19 Februari 2010
Program Kedokteran Hewan UB (PKH-UB)  resmi menjadi member South East Asia Veterinary  School Assosiation  ( SEAVSA).  Pertemuan khusus  tanggal 16- 19  Februari 2010 di UNAIR merupakan tidak lanjut pembicaraan pada bulan Agustus di UPM Malaysia yang membicarakan betapa pentingnya komunikasi  terutama dalam menjaga kompetensi medik veteriner sebagai quality assurance  Pendidikan Dokter Hewan dunia  terutama dalam menyikapi WTO, Apec dan   AFTA sebagai implementasi issue global.
Kajian yang dibahas adalah bagaimana harus menjaga agar tidak menjadi tamu di negara sendiri, karena sekarang sudah bukan menjadi issue lagi profesi kedokteran  yang sedang “terancam” oleh dokter asing.  Yang menjadi program kerja utama SEAVSA adalah Sientific information and Instructional Exchanges, annual international  symposium, teaching staff, student exchanges, research, dan International Acreditation of Vet Schools in South East Asean sudah di tanda tangani Dekan  FKH  UPM, UNAIR, IPB, UGM, UB,   Kasetsart Uni, University Veterinary Science Myanmar,Labore University Pakistan, Chulalongkom Univeristy, Chiang May Univeristy, Hanoy Agriculture Universty, Los Banos University,   Unsyiah, dan Udayana dari  enam negara  (Myanmar, Thailand, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Filipina)   yang tidak hadir hanya Filipina.
Disepakati  pada pertemuan SEAVSA  kali ini akan menyelenggarakan Kongres I di Bogor pada bulan Juli 2010, disertai seminar internasional dengan tema "Animal Health Production for Better ASEAN Quality of Life, Challenge of Veterinary Education".  Selain itu juga akan diselenggarakan "Tropical Veterinary Medicine (AITVM) Conference", pada Bulan Agustus di Bangkok. Pada tgl 18 diresmikan juga kriteria kompetensi minimal Dokter Hewan  dalam KKNI   sebagai  Peraturan Presiden pada  bulan Maret 2010, yang dirumuskan bersama  UGM, IPB, Unair, Syiah Kuala, Udayana, Organisasi Profesi (PDHI)  dan konsil Majelis Profesi (MP2KH) dengan pendampingan dari Badan  Nasional Sertifikasi Profesi  tentang sistem sertifikasi Nasional : Ir. Sumarna, F. Abdurahman,M.Sc. [pkhub/fjr]

Juara Keroncong Dapat Tiket Masuk ke UB
19 Pebruari 2010
Sebanyak 33 peserta meramaikan Festival Keroncong Tingkat SMA se-derajat 2010 se-Malang Raya pada Kamis (18/2). Acara yang digelar di Gedung Student Center Universitas Brawijaya ini merupakan rangkaian dari peringatan Dies Natalis UB ke 47. Acara ini selain bertujuan memeriahkan peringatan Dies Natalis UB ke-47 juga sebagai ajang promosi UB ke pelajar setingkat SMA.
Prof Dr Ir Hartutik MP Ketua Panitia Dies Natalis UB ke-47 mengatakan, keroncong dipilih karena melihat minimnya minat generasi muda terhadap genre musik ini. "Kebanyakan remaja menyukai pop atau rock kan, seriosa, jazz sekarang kurang disenangi. Itulah akibat dari globalisasi," ujarnya.
Hartutik menjelaskan selain mendapatkan uang tunai, juara1,2, dan 3 pada festival kali  ini juga akan mendapatkan tiket masuk ke UB melalui jalur non-akademik. "Nanti juga akan kita lihat nilai rapornya dari semester 1-5, seperti di fakultas peternakan minimal seluruh mata pelajaran nilainya 60," tambah Hartutik.
Festival kali ini mengundang tiga juri yaitu Priadi (guru vokal), Ary Kuntjahjo (penyiar acara keroncong RRI Malang 1980-2004), Enny Sugito (ketua Dharma Wanita UB, penikmat keroncong). Setelah melalui proses penjurian diputuskan tiga juara putra dan lima juara putri. Perbedaan jumlah juara ini dikarenakan jumlah peserta yang timpang, 6 peserta putra dan 27 peserta putri. Juara I untuk putra, Osca Febrian Bayu Vinada (SMU N 9 Malang), juara II Wahyu Evan (SMUN 1 Lawang), juara III Fajar Bramanto (MAN 2 Batu). Sedangkan kelima juara untuk putri adalah, juara I Rezi Redianita Pratomo (SMUN 4 Malang), juara II Wahyu Kusumayanti Putri (SMUN 1 Lawang), juara III Niken Galuh Permata Sari (SMU Islam Kepanjen), juara harapan I Faradila Nurbaiti (SMAN 3 Malang), juara harapan II Merry Christiana Sasa (SMAN 2 Batu).
Niken  Galuh Permata Sari  juara III putri mengungkapkan salah satu alasannya mengikuti festival keroncong yang diadakan UB ini karena pemenangnya bisa kuliah di UB lewat jalur non-akademik. "Awalnya pingin kuliah di akbid, tapi kalau di UB gak ada ya masih mikir-mikir dulu masuk jurusan apa" jawabnya . Untuk mengikuti festival kali ini Niken khusus belajar musik keroncong ke tetangganya. Niken juga menceritakan persiapan khususnya "Awalnya susah, tapi kalau diikuti lama-lama asyik juga," tuturnya. Menurutnya selain suara dan kesehatan yang harus diperhatikan adalah penampilan termasuk kostum dan make-up. [ai]

Disertasi Busyra Azheri: CSR dalam Kegiatan Pertambangan di Sumatera Barat
19 Februari 2010
Tanggung jawab sosial perusahaan atau yang biasa disebut dengn Corporate Social Responsibility (CSR) mengalami pergeseran makna, asas, dan konsep dari bersifat voluntary menjadi mandatory. Untuk itu diperlukan sebuah analisa dan pengkritisan dalan rangka perumusan konsep pembangunan hukum perumusan  konsep pembangunan hukum perusahaan berkaitan dengan pengaturan CSR, khususnya di bidang pertambangan.
Demikian disampaikan oleh Busyra Azheri dalam disertasinya yang berjudul "Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Lingkungan dalam Kegiatan Pertambangan di Sumatera Barat". Ujian terbuka disertasi dilaksanakan di gedung Pasca Sarjana UB, Kamis (18/02). Tim promotor dalam ujian ini adalah Prof.Dr.Moch.Munir,SH; Prof.Dr.I Nyoman Nurjaya,SH,MH; Dr.Sukarmi,SH,MH. Sedangkan tim dosen penguji terdiri dari Prof.Dr.M.Zaidun,SH,MS; Dr.Sihabudin,SH,MH; Dr.Suhariningsih,SH,SU; dan Dr.A.Rachmad Budiono, SH,MH. Hadi juga sebagai penguji tamu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas Prof.Dr.H.Elwi Danil,SH,MH.
Busyra melaksanakan penelitiannya di Sumatera Barat yang masih memegang hukum adat, terutama berkaitan dengan hak ulayat. Di daerah tersebut juga marak aktivitas pertambangan baik yang legal maupun ilegal sehingga menimbulkan dampak lingkungan.
Menurut Busyra, pronsip CSR sebenarnya sudah diakomodasi di dalam UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (UU Minerba) sebagai pengganti UU Nomor 11 tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan, tetapi masih bersifat implisit dan atau sumir kecuali pada pasal tentang pembinaan dan pemberdayaan masyarakat sekitar lingkungan pertambangan. Prinsip CSR yang terdapat dalam UU Minerba berkaitan dengan kewajiban pemegang IUP dan IUPK yang sejalan dengan konsep Triple Bottom Line (3BL) meliputi 3 aspek, yaitu bidang ekonomi 3 prinsip (human capital, kemitraan, dan good corporate governance (GCG)), bidang sosial 3 prinsip (human capital, pendidikan , dan informasi publik), dan bidang lingkungan 5 prinsip (standarisasi, keterbukaan, pencegahan perusakan lingkungan, ramah lingkungan, dan taat hukum).
Penerapan CSR di bidang pertambangan bersifat dual system. Bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penerapannya telah bersifat keharusan (mandatory) dalam makna kewajiban  hukum (legal obligation), karena telah diatur sedemikian rupa. Sedangkan bagi Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), penerapan CSR masih bersifat sukarela (voluntary) meskipun telah diatur dalam UU Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal, UU nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, dan UU nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara dengan motif reaktif dalam bentuk kedermawanan (charity). Namun untuk aspek lingkungan menunjukkan apresiasi yang bagus terlihat dari pola reklamasi lahan bekas tambang yang mereka lakukan dalam bentuk backfilling.
Pengaturan CSR sebagai bagian dari lingkup hukum perusahaan, khususnya bidang pertambangan masih bersifat implisit dan tidak konsisten. Untuk itu dibutuhkan suatu konsep pengaturan yang jelas dan tegas sejalan dengan cita hukun (rechtsidee) sebagaimana terkandung dalam Pembukaan, dan Pasal 33 ayat (3) dan (4) UUD 1945. Konsep pembangunan hukum dalam bentuk PP tentang CSR, khususnya di bidang pertambangan merujuk pada asas pembnetukan hukum, yaitu harmonisasi, kepastian, tanggung jawab, keberlanjutan, keadilan dan kesejahteraan. Sedangkan substansinya sendiri mengatur tentang bentuk perusahaan, bidang usaha, ruang lingkup, prosentase dana, pola pendistribusian, lembaga pengawas, sifat laporan, penghargaan (reward) dan sanksi (punishment).
Busyra menyarankan agar perusahaan dalam penerapan CSR melibatkan pihak ke tiga, baik sebagai konsultan, mitra kerja dan atau pelaksana sekaligus agar CSR terlaksana secara efektif dan efisien. Pemerintah juga semestinya melakukan pendekatan secara struktural dan emosional dengan berbagai asosiasi dunia usaha agar terbentuk visi yang sama terhadap CSR dan membentuk komisi tentang CSR atau sejenisnya.
Busyra Azheri, lahir di Guguk Tinggi, Sumatra  Barat, 18 Nopember 1969. Ia adalah dosen tetap pada Fakultas Hukum Universitas Andalas sejak 1994. Setelah menyelesaikan pendidikan S3 dalam waktu 3 tahun 6 bulan, ia berhak menyandang gelar doktor ilmu hukum. [fjr]

UB Gagas Kerjasama Dengan ANU
19 Februari 2010
FMIPA Universitas Brawijaya (UB) tampaknya tidak menyia-nyiakan kehadiran salah satu dosen senior Australia National University (ANU), Dr. Malcolm McLeod. Pasalnya dosen senior bidang kimia organik ANU ini langsung didaulat untuk mempioneri kerjasama antara kedua institusi terutama Jurusan Kimia dengan Research School of Chemistry ANU. Gagasan kerjasama antara kedua institusi ini dilangsungkan Jum'at (19/2) di gedung rektorat lantai tujuh. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Dekan FMIPA, Prof. Mardjono, MPhil, PhD beserta jajarannya serta Koordinator Kerjasama Luar Negeri (KSLN), Prof. Dr. Ir. Ifar Subagiyo beserta jajarannya. Tercatat seorang dosen Jurusan Kimia tengah menempuh program doktor disana yaitu Masruri, S.Si, M.Si. "Kerjasama ini dimaksudkan agar hubungan antara kedua institusi ini tetap berlanjut", ujar Dekan saat diwawancarai PRASETYA Online disela sela acara. Dalam kerjasama tersebut pihaknya berupaya untuk menggagas beberapa hal seperti Programme Academic Recharging (PAR), Sandwich Programme, pertukaran dosen dan mahasiswa serta double degree programme. "Kami telah mempersiapkan seorang dosen untuk dikirim ke ANU. Disana nanti ia akan mendalami Bahasa Inggris serta meningkatkan kapasitasnya dalam bekerja di laboratorium", ungkap Mardjono. Hal ini menurutnya untuk meningkatkan minat staf pengajar dalam melanjutkan studi hingga tingkat doktor. Setelah mendalami Bahasa Inggris dan penelitian di laboratorium, pihaknya juga berkeinginan untuk menerbitkan joint paper yang bisa berupa international article.
Menanggapi gagasan kerjasama ini, McLeod menyampaikan perlunya berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak ANU agar diperoleh kesiapan dan penyelenggaraan yang lebih baik. Dalam waktu dekat pihaknya akan memberikan jawaban terkait gagasan kerjasama ini.
Diwawancari usai acara, McLeod yang selama dua hari (17-18/2) mengisi simposium di Jurusan Kimia mengungkapkan kekagumannya terhadap UB. "Ternyata kampus UB lebih besar dari dugaan saya", katanya. "Bangunannya tinggi-tinggi, luas dan orangnya menyenangkan", tambahnya. Dua topik yang ia sampaikan dalam symposium tersebut adalah "Synthesis Organic Compounds of Natural Products" serta "How To Determine Structure Organic Compounds". "Peserta simposium kemarin terlihat sangat antusias. Mereka mendalami materi saya dengan baik dan belajar dengan cepat. Mereka juga menanyakan hal-hal yang menarik", ujarnya ketika ditanya penilaiannya tentang peserta simposium yang terdiri atas dosen dan mahasiswa. Di Australia, menurutnya keilmuan Kimia Organik juga memiliki banyak peminat. Bahkan di negeri kanguru ini, jumlah peminat di program sarjana selalu meningkat dari tahun ke tahun.
Dikemukakan juga, bahwa di Australia selama ini ilmu kimia organik sangat berkontribusi terutama pada dunia obat-obatan serta bioteknologi. "Dalam dunia bioteknologi, kimia organik sangat berperan dalam menemukan metode baru untuk membuat senyawa baru", ungkapnya. Di Indonesia, menurut pengamatan McLeod sangat dibutuhkan daya dukung dan peralatan untuk purifikasi dan penentuan struktur (structure determination) guna mengungkap kekayaan alam yang tersedia. Menurut rencana, Sabtu Esok (20/2) McLeod dijadwalkan akan mengisi seminar Basic Science di gedung widyaloka yang akan dimulai pukul 08.00 WIB. "Dalam seminar besok saya akan menyampaikan penelitian terbaru saya mengenai penggunaan enzim", kata dia.
Ditanya tentang kemungkinan kerjasama antara kedua institusi, McLeod pun menyatakan respon positifnya. "Masruri itu mahasiswa pertama yang berasal dari UB yang saya bimbing di laboratorium Kimia Organik. Saya sangat menghargai kontribusinya selama ini. Dia bekerja dengan keras dan menunjukkan kemajuan yang sangat bagus", ujarnya. Berpijak pada hal ini, McLeod pun tidak berkeberatan untuk membantu pembinaan tenaga akademisi dari UB pada masa-masa mendatang. [nok]

Rektor UB Serahkan UBAQA 2009
19 Februari 2010
Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Kamis (18/1) di gedung rektorat lantai delapan menyerahkan penghargaan kepada pemenang Universitas Brawijaya Annual Quality Award (UBAQA) 2009. Hadiah berupa laptop diberikan kepada 5 unit fakultas, 10 unit jurusan (lama) serta 2 unit jurusan (baru). Kelima unit fakultas tersebut adalah Fakultas Peternakan (FPt), FMIPA, Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Pertanian (FP), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Sementara untuk dua unit jurusan baru adalah Sosiologi dan Sastra Inggris dan 10 unit jurusan lama yaitu Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan, Kimia, Teknik Pengairan, Biologi, Manajemen, Teknik Sipil, Matematika, Teknik Arsitektur, Akuntansi dan Administrasi Publik.
Diwawancarai PRASETYA Online, Sekretaris Pusat Jaminan Mutu (PJM) UB, Dr. Endang Ari Soesilaningsih, mengungkapkan bahwa penghargaan ini diberikan kepada unit kerja yang telah menunjukkan kinerja positif dalam menjalankan Audit Internal Mutu Akademik (AIMA). "Program ini telah berjalan untuk kedua kalinya. Tahun depan mungkin akan mulai dikembangkan ke unit kerja non akademik", tuturnya. Beberapa variabel penilaian yang digunakan adalah AIMA Batch I (Organisasi Sistem Penjaminan Mutu Akademik/SPMA, Dokumen SPMA, implementasi SPMA dan PTK AIMA Batch II 2008), AIMA Batch II (evaluasi kinerja dan internalisasi budaya mutu), kapasitas planning unit kerja (rencana strategis, program kerja, EPSBED, akreditasi Program Studi) serta kesiapan untuk World Class University (excellence in research, teaching quality, international outlook).
Selama proses AIMA dan UBAQA 2009 ini, beberapa permasalahan yang teridentifikasi diantaranya mekanisme penilaian yang buruk, auditor partner datang terlambat dan belum ada persiapan untuk mengaudit serta jadwal audit yang sangat sempit. [nok]

Dosen FTP Mengikuti Seminar International
16 – 18 Februari 2010
Lima orang dosen Fakultas Teknologi Pertanian dari jurusan Teknologi Hasil Pertanian dan jurusan Keteknikan Pertanian mengikuti seminar internasional pada 16 – 18 Februari 2010 di Bukittinggi. Seminar yang membahas tentang pangan dan ilmu Agrikultur itu mengusung tema Improving the quality of life through food and agricultural sciences. Para dosen itu terdiri dari Arif Hidayat STP MP dengan judul presentasi The Fuzzy Logic for Quality Assesment of Fresh Fish as The Raw Materials of The Frozen Fish Industry, Ir Aunur R. Mulyarto MP dengan judul Profiling Small and Medium Food Industry Data Mining Approach, dan Wike A. Dania STP MS dengan judul Inventory Control of Raw Material Kebab Turki Using Quantity Review System Model (Case Study PT Baba Rafi Indonesia), untuk bidang Food Science and Tecnology. Serta Dr Ir Bambang Dwi Argo DEA dengan judul Design of Washing Machine For Biodiesel With Method of Water Sprying : An Effort to Minimalize Emulsiification and Energy Consumption, dan Titik Nurhidayah STP MSi dengan judul Design and Installation of Food /Biological /Pharmaceutical Productions Process Bioenergy From VCO Waste, untuk bidang Biomass, Bioenergy, Indusutrial and Process Enginering.[tik/nun]

ADI Wilayah Jawa Timur Terbentuk di UB
18 Februari 2010
Bertempat di Ruang Sidang Lantai delapan Rektorat Universitas Brawijaya (UB), Kamis (18/2), susunan Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Jawa Timur Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) dibentuk. Struktur kepengurusan ADI Jatim ini disesuaikan dengan struktur ADI Pusat yang terdiri atas pelindung, penasehat, tim ahli, ketua, bendahara, sekretaris dan departemen-departemen. Jabatan ketua umum di pegang Prof.Dr.Ir.H.Darsono Wisadirana, MS, Dr.Mardiono Djakfar,MPA sebagai bendahara umum, dan sekretaris umum adalah Dr.Bambang D.Prasetyo, S.Sos, M.Si. Demikian disampaikan Dr. Bambang D. Prasetya, M.Si kepada PRASETYA Online melaui email.
Tujuan didirikannya ADI, diterangkannya adalah untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, mencerdaskan kehidupan bangsa, mewujudkan kesejahteraan dan ikut menjaga perdamaian dunia melalui penguasaan, pengembangan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya. Selain itu ADI juga didirikan untuk membina dan menumbuhkembangkan kemampuan profesionalisme dan karir dosen, serta meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Asosiasi ini menjadi penting artinya ketika para dosen dituntut profesionalisme dalam mengembangkan tugasnya sementara disisi lain kesejahteraannya juga perlu ditingkatkan. Menurut Prof. Darsono, kedepan ADI harus melakukan pembenahan dan penguatan kelembagaan, penguatan sumberdaya manusia, serta menumbuhkembangkan kemampuan profesi dan pengembangan karir dosen dalam melaksanakan peran strategisnya di perguruan tinggi.
Acara penyusunan pengurus ADI dihadiri sekitar 45 orang. Untuk selanjutnya, pengurus akan dilantik oleh Pengurus Pusat ADI yang diketuai Prof.Dr.H. Armai Arief, MA dalam waktu dekat ini. "setelah dilantik, kita akan melakukan rapat kerja dan sosialisasi di berbagai daerah untuk membentuk kepengurusan cabang", kata sekretaris Umum, Dr.Bambang D.Prasetyo, M.Si. [nok]
----
struktur kepengurusan ADI
Susunan Pengurus ADI MPW Wilayah Jatim

Rekrutmen Bank Mandiri di UB
18 Februari 2010
Salah satu bank terkemuka di Indonesia, Bank Mandiri, Kamis (18/1) menyelenggarakan walk in interview di Universitas Brawijaya (UB). Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa ini dipusatkan di gedung widyaloka dengan dikomandoi Job Placement Centre (JPC) UB. Diwawancarai usai kegiatan, Senior Manager Human Resource Department (HRD) Bank Mandiri Pusat, Drs. Bambang Pratomo, menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan lebih kurang 1000 pegawai pimpinan dan 1600 pegawai pelaksana. "Kami membutuhkan ribuan tenaga baru untuk dipersiapkan mengisi kursi yang ditinggal pegawai karena pensiun. Diperkirakan pada 2012 nanti lebih dari 1000 pegawai pimpinan kami akan pensiun", ungkap Bambang yang juga alumni Fakultas Ekonomi angkatan 1981 ini. "Mereka akan kami didik terlebih dahulu mulai sekarang sehingga diperkirakan pada 2012 nanti kami akan mulai bisa melihat hasilnya", tambah Bambang.
Untuk mempersiapkan tenaga baru ini, nantinya Bank Mandiri akan menggembleng mereka selama satu tahun yang meliputi pelatihan di kelas selama enam bulan dan enam bulan juga untuk On The Job Training (OJT). Guna mendapat kesempatan tersebut, ribuan pelamar dari seluruh Indonesia harus berkompetisi pada multi tahapan seleksi. Untuk kursi pegawai pimpinan, tahapan seleksi yang harus diikuti adalah walk in interview, TOEFL test, attitude test, Leaderless Group Discussion (LGD), final interview serta medical check up. Sementara untuk pegawai pelaksana, tahapan seleksi yang harus diikuti adalah walk in interview, ability test, medical check up serta final interview. "Untuk pelamar pegawai pimpinan, mereka harus berasal dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan Indeks Prestasi Kumulative (IPK) minimal 3.00. Sementara untuk pegawai pelaksana bisa dari PTN ataupun PTS dengan IPK minimum 2.75", ungkapnya menyampaikan persyaratan yang harus dipenuhi.
Walk in interview ini, menurut Bambang dilangsungkan di berbagai PTN di seluruh Indonesia diantaranya Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Universitas Indonesia Jakarta, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Universitas Sam Ratulangi Manado, Universitas Tanjungpura Pontianak, Universitas Airlangga Surabaya, dan Universitas Brawijaya Malang. Usai mengelilingi berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, Bambang pun memiliki cukup referensi untuk menilai kapasitas dan kemampuan alumni berbagai perguruan tinggi tersebut.
"Kemampuan Bahasa Inggris mereka lemah sekali. Selain itu mereka juga lemah dalam soft skill", tambahnya. Untuk menilai kemampuan tersebut, Bambang mengaku memiliki strategi tersendiri yaitu dengan memberi mereka studi kasus. "Dari studi kasus yang kami berikan, dapat diketahui mereka kuat dalam teori namun lemah untuk mengaplikasikannya di lapangan. Saya juga sulit menemukan mahasiswa dengan kemampuan akademik kuat sekaligus visioner", kata dia. Berkaitan dengan hal tersebut, ia menyarankan kepada para pelamar untuk lebih banyak membekali diri dengan Bahasa Inggris. "Dari interview di UB hari ini, kelihatan sekali para pelamar langsung jatuh ketika ditantang untuk berbahasa Inggris", kata dia. Meskipun begitu ia mengaku salut dengan kelebihan loyalitas yang dimiliki alumni UB. "Kebanyakan alumni perguruan tinggi di daerah seperti UB memiliki loyalitas atau dedikasi tinggi dibanding perguruan tinggi terkemuka di kota besar seperti UI, ITB, ITS ataupun UGM", katanya. "Dugaan saya loyalitas mereka ini kemungkinan karena mereka tidak laku diluar atau juga memang tidak memiliki jaringan", guraunya.
Diakhir wawancara, Bambang Pratomo mengaku pihaknya siap untuk bekerjasama dengan UB. "Walk in interview seperti ini kami lakukan hingga empat kali di UGM. Kami juga menginginkan hal yang sama juga di UB. Apalagi salah satu jajaran direksi Bank Mandiri juga alumni UB", pungkasnya. Dalam walk in interview hari ini, sebanyak 60 peserta dinyatakan lolos psychotest dari 318 pelamar yang hadir. Mereka kemudian dinyatakan berhak untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya. [nok]

Pemaparan ABEST21 di FE
18 Februari 2010
President dan Chair Pre Accreditation Committee The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow a 21st century organization (ABEST 21st) Prof Fumio Itoh dan Prof Masahiro Horiuchi, memberikan pemaparan tentang ABEST 21st di hadapan jajaran pimpinan serta staf pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE UB). Kegiatan yang berlangsung pada 18 Februari 2010 di Ruang Sidang Utama FE UB itu dibuka oleh Dekan FE Gugus Irianto SE MSA PhD Ak.
Pada pertemuan itu Gugus Irianto menyampaikan, kegiatan ini merupakan proses awal upaya FE UB untuk memasukkan dokumen akreditasi di lembaga internasional. Disampaikan pula mengenai apa dan bagaimana potensi yang dimiliki oleh FE UB. Sementara Pembantu Dekan I FE UB Ahmad Erani Yustika SE MS PhD dalam paparannya tentang Peta Organisasi Akademik menjelaskan, FE UB berusaha meningkatkan kualitas akademik dengan cara antara lain meningkatkan jumlah tenaga pengajar dengan gelar Doktor dan Profesor, membina kerjasama dengan penerbit jurnal internasional, meningkatkan publikasi dosen di jurnal internasional, meningkatkan penelitian yang dilakukan para dosen, membenahi kurikulum dan menyelenggarakan konferensi internasional. Di bidang kerjasama internasional FE UB melakukan upaya-upaya antara lain, pertukaran dosen dan mahasiswa dengan universitas luar negeri, menciptakan program double degree dengan universitas di luar negeri ternama serta meningkatkan jumlah riset di bidang ekonomi.
Eko Ganis Sukoharsono SE MKom Hons PhD yang juga memberikan presentasi menjelaskan, tujuan perolehan akreditasi bagi FE UB tak lain untuk menegaskan dan menjaminkan kualitas FE UB dalam sistem pendidikan di lingkungan eksternal serta memperbaiki secara berkelanjutan kualitas pendidikan di FE UB secara internal.
Setelah dilakukan pemaparan oleh FE UB, Prof Fumio Itoh menjelaskan tentang apa dan bagaimana ABEST 21st. Pada awal paparannya diungkapkan, akreditasi bagi sebuah institusi bukan hanya menilai berbagai pencapaian insitusi di masa lalu tetapi juga menilai masa depan institusi yang bersangkutan. Itoh menuturkan, perguruan tinggi tidak bisa berdiri sendiri tanpa melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi lainnya. Karenanya, prinsip yang dipegang oleh ABEST 21 dengan filosofinya Friendship dan Solidarity adalah, memfasilitasi kerjasama perguruan tinggi yang menjadi anggota ABEST 21.
Itoh Sensei menuturkan, kawasan Asia memiliki keanekaragaman dalam bidang ekonomi. Sehingga, sistem pendidikan antara negara satu dengan negara lainnya berbeda. ABEST 21st tutur Itoh Sensei, memahami keanekaragaman itu. Dengan memahami keanekaragaman yang ada maka kerjasama dalam mengembangkan sistem pendidikan dapat terjalin dan dilakukan dengan baik.
Diungkapkan pula oleh Itoh Sensei tentang perbedaan yang ditemuinya ketika dirinya berkunjung ke BAN PT. Dikatakan, satu perbedaan antara BAN PT dengan ABEST 21st ialah dalam hal pemberian nilai akreditasi. Apabila BAN PT memberikan nilai akreditasi dilihat dari pencapaian masa lalu sampai pencapaian saat penilaian, maka ABEST 21st memberikan penilaian mulai dari apa yang telah dicapai insititusi di masa lalu, masa sekarang dan apa yang akan dicapai di masa yang akan datang.
Berbagai universitas yang telah menjadi anggota ABEST 21st antara lain, University of South Australia, University of Newcastle, University of Fudan, University of Tsukuba, Carnegie Mellon University, Institut Teknologi Bandung, dan University of Hawaii. Sementara dari kalangan perusahaan yang telah menjadi anggota ABEST 21st diantaranya Sony Corp., dan Nissan Motor Co.
Sehubungan dengan pengajuan akreditasi FE UB oleh ABEST 21st, Prof Masahiro Horiuchi yang menjelaskan hal teknis tentang proses akreditasi mengungkapkan bahwa dokumen FE UB berada di tahap awal yaitu dokumen ditinjau oleh sebuah tim peninjau (peer review team) apakah telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan atau belum. ABEST 21st menerapkan lima tahapan pengajuan akreditasi dengan komponen standar sebanyak 76 indikator yang meliputi antara lain kurikulum, mahasiswa, misi, pernyataan, fakultas, dan infrastruktur. Tim penilai terdiri dari para dekan sekolah bisnis seluruh dunia, para pimpinan perusahaan terkemuka dan para peneliti bisnis.[nun]

UB Ikuti Pameran Pendidikan di Jakarta
18 Februari 2010
Universitas Brawijaya (UB) mengikuti pameran pendidikan yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Kegiatan yang diikuti lebih dari seratus Perguruan Tinggi Negeri/Swasta (PTN/PTS) terfavorit dan terkemuka di Indonesia ini diberi nama "19th Education And Training Expo 2010". Assembly Hall Jakarta Convention Centre (JCC) merupakan tempat penyelenggaraan acara ini, yang dilangsungkan selama 4 empat hari (11-14/2). Disampaikan Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), Dra. Welmin Soenyi Ariningsih, M.Lib, UB telah mengikuti kegiatan rutin tahunan ini untuk ketiga kalinya. Dengan pengaturan secara tertib, siswa siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mengunjungi setiap stan perguruan tinggi yang turut serta. "Panitia telah mengatur sedemikian rupa, termasuk menyediakan bantuan transportasi sehingga mereka datang bergantian secara teratur. Hampir setiap stan tidak pernah sepi pengunjung", kata dia.
Ajang pameran seperti ini, menurut Welmin, sangat strategis untuk mempromosikan UB. "Banyak diantara siswa tersebut belum mengenal UB. Mereka banyak menanyakan UB itu dimana atau juga UB itu swasta atau negeri", tutur Welmin dengan nada prihatin. Meskipun begitu, ia mengapresiasi tingginya animo dan antusiasme para siswa maupun guru/orang tuanya dalam menggali informasi yang tersedia di tiap stan. "Kedokteran masih terfavorit yang paling banyak menarik perhatian, setelah itu disusul Fakultas Teknik", ujarnya. "Meskipun begitu kami masih tetap memperkenalkan keberadaan fakultas lainnya", kata dia. Untuk itu, dengan serius dirinya menghimbau agar tiap-tiap fakultas menyediakan data dukung dan profil lembaganya baik berupa leaflet, brosur, poster ataupun booklet. "Tiap fakultas harus menyediakan informasi yang dibutuhkan peminat. Mereka jelas membutuhkan informasi seperti biaya kuliah, ilmu yang dipelajari, prospek kerja dan yang lainnya", ujar Welmin. Selain itu, mereka juga mempertanyakan berbagai hal seperti biaya hidup di Malang, akomodasi serta transportasi.
"Pada pameran ini saya membawa bahan yang sangat terbatas. Bahkan informasi tahun akademik mendatang, utamanya biaya perkuliahan belum ada", tandasnya. Oleh karena itu, Welmin yang dalam kesempatan tersebut mengajak sebagian Pembantu Dekan bidang akademik dan jajarannya mencoba memberikan informasi sedetail mungkin dengan referensi tahun sebelumnya. Bahkan, kepada pihak panitia, Welmin juga mengusulkan agar kegiatan semacam ini diajukan Bulan Januari karena pada pertengahan Februari, salah satu program seleksi mahasiswa yaitu Penjaringan Siswa Berprestasi (PSB) sudah ditutup. Sesuai trend yang berkembang saat ini, Welmin juga menekankan pentingnya informasi semua program, yaitu magister, doktoral maupun sekolah vokasi dan bukan hanya program sarjana saja. [nok]

Kunjungan Mahasiswa IPB
18 Februari 2010
Sebanyak 42 mahasiswa Program Keahlian Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Direktorat Program Diploma Institut Pertanian Bogor (IPB), Senin (22/2) akan berkunjung ke Universitas Brawijaya (UB). Kegiatan rutin ini dimaksudkan sebagai upaya silaturrahim dan saling tukar informasi keilmuan antara kedua almamater. "Kegiatan semacam ini merupakan agenda rutin kedua institusi untuk saling mempererat jalinan kerjasama dan saling bertukar informasi", ujar Dr. Ir. Elok Zubaidah, MS, Ketua Jurusan THP, kepada PRASETYA Online.
Menurut rencana, rombongan IPB ini akan diterima terlebih dahulu oleh Dekanat didampingi Ketua Jurusan pada pukul 09.00 WIB. Selanjutnya mereka akan menuju Gedung D Lantai 3 FTP dan dilanjutkan mengunjungi laboratorium THP seperti Laboratorium Pengolahan Pangan, Laboratorium Kimia dan Biokimia Pangan, Laboratorium Nutrisi Pangan serta Laboratorium Mikrobiologi Pangan. Mereka juga direncanakan akan mengunjungi Food Processing and Training Centre (Pusat Pelatihan dan Pengolahan Pangan) yang dahulu bernama "Bogasari Baking School". Beberapa orang dosen ditambah Ketua Jurusan diagendakan akan mendampingi rombongan dari IPB ini. [kim/nok]

FP-UB Gelar Workshop Internasional INRM
18 Februari 2010
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) bekerja sama dengan World Agroforestry Centre akan menggelar workshop internasional "Integrated Natural Resource Management (INRM)" selama seminggu (22-26/2). Gelaran ini merupakan rangkaian kegiatan networking antara Jerman, Kenya, Nepal, China, Thailand, Vietnam, Philippina, Malaysia dan Indonesia yang diikat dalam project "Trees in multi-Use Landscape in SouthEast Asia (TUL-SEA)". Project TUL-SEA didanai oleh Die Deutsche Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit (GTZ/The German Organisation for Technical Cooperation) dan dikoordinir bersama antara "World Agroforestry Centre" dengan "University of Hohenheim, Jerman.
Project TUL-SEA diawali melalui pertemuan yang dilakukan di Basoan, Yunan, China tiga tahun lalu. Jurusan Tanah FP-UB juga merupakan bagian dari partner networking kegiatan tersebut.
Disampaikan Ketua Panitia, Ir. Widianto, MSc, kegiatan ini akan diikuti sekitar 47 peserta yang berasal dari negara-negara tersebut yang meliputi unsur  pemerintah daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat, Peneliti dan Perguruan Tinggi.
Pada hari pertama, disamping masyarakat internasional yang mengikuti workshop, juga akan diundang para birokrat di tingkat propinsi Jawa Timur, khususnya Malang Raya.
Komitmen Indonesia Kurangi Emisi
Mengapa Universitas Brawijaya dan peneliti Indonesia secara umum ambil bagian dalam kegiatan ini? Tahun 2007, kita semua terkaget-kaget bahwa Indonesia dituding sebagai negara ketiga terbesar di dunia sebagai pembuang gas emitter ke atmosfer yang menyebabkan pemanasan global. Gas emitter ini sebagian besar berasal dari alih guna lahan hutan dan pembukaan lahan gambut. Indonesia dinyatakan memberi kontribusi 8 persen emisi CO2 global. Tahun lalu, Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan rencana Indonesia di pertemuan  "The Group of 20 summit in the US city of Pittsburgh" bahwa "We are devising an energy mix policy including LULUCF (Land Use, Land Use Change and Forestry) from BAU (Business As Usual) that will reduce our emissions by 26 percent by 2020. With international support, we are confident we can reduce emissions by as much as 41 percent from current levels" (Kami merencanakan kebijakan energi mix termasuk LULUCF (penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan dan kehutanan) dari BAU yang akan mengurangi emisi kami hingga 26 persen pada 2020. Dengan dukungan internasional, kami percaya diri akan mampu mengurangi emisi hingga 41 persen dari keadaan sekarang).
Disisi lain, banjir, tanah longsor dan kerusakan biodiversitas terus terjadi. Semua ini bisa teratasi dan tercapai bila kegiatan kebakaran hutan dan deforestasi dapat dicegah dan dilakukan Natural Resource Management yang tepat. Kegiatan INRM membutuhkan spesifik lokasi untuk memahami tarik ulur kepentingan antara kebutuhan perikehidupan masyarakat dengan layanan lingkungan pohon di dalam ekosistem/agroekosistem. INRM harus dilakukan melalui pendekatan efektif biaya dan dapat dilakukan terus menerus oleh tenaga profesional lokal yang memiliki keahlian interdispliner.
Tenaga professional lokal ini diharapkan dapat membantu  berbagai pihak untuk melihat pengaruh positif dan negatif peran pohon dalam berbagai penggunaan lahan yang terkait dengan perikehidupan masyarakat, manajemen air dan biodiversitas serta hak dan penghargaan atas keberadaan pohon di dalam landscape.  Untuk kebutuhan tersebut World Agroforestry Centre di Asia Tenggara telah menggembangkan metode dan instrumen dukungan negosiasi untuk kaji cepat bentang alam, konflik penggunaan/pemilikan lahan, pemasaran, hidrologi, agro-biodiversitas dan cadangan karbon, serta simulasi model.
Metode dan intrumen ini dirancang untuk dapat mebuat skenario dampak bentang lahan terhadap akses pasar atau teknologi agroforestri. Metode dan instrumen TUL-SEA diharapkan dapat menjembatani gap persepsi para pihak (perbedaan paradigma pengetahuan masyarakat lokal, pengambil kebijakan dan peneliti/perguruan tinggi dalam mengelola sumberdaya alam). Selain itu, TUL-SEA juga diharap mampu meningkatkan pengakuan dan penghormatan antar sistem pengetahuan yang beragam di masyarakat serta menyediakan kuantifikasi tarik ulur antara dampak ekonomi dan lingkungan pada skala landscape dan  memungkinkan analisis skenario yang masuk akal atas dasar data dan informasi yang tersedia.
Proyek TUL-SEA akan berakhir pada April 2010. Untuk itu workshop ini diselenggarakan guna melakukan sintesis output dan outcome dari  berbagai pengalaman yang telah dilakukan di tujuh negara baik melalui pelatihan maupun implementasi metode dan instrumen TUL-SEA. [dik/nok]

Kejurda Tae Kwon Do Senior se-Jatim
17 Pebruari 2010
Pengurus Provinsi Jawa Timur (Pengprov Jatim) Tae Kwon do Indonesia akan mengadakan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tae Kwon do Senior Jatim 2010 Kyorugi & Poomsae di GOR Pertamina Universitas Brawijaya (UB) pada hari Minggu (28/02). Kejurda ini akan mengundang seluruh anggota Tae Kwon do tingkat senior yang telah lolos mengikuti seleksi dari semua cabang dan ranting yang ada di Jatim untuk berkompetisi.
Kejurda digelar dalam dua bentuk pertandingan yaitu Kyorugi perorangan untuk putra dan putri serta Poomsae perorangan untuk putra dan putri. Sistem pertandingan menggunakan sistem gugur untuk Kyorugi dan sistem cut off untuk Poomsae. Peraturan pertandingan mengacu pada peraturan pertandingan WTF (World Taekwondo Federation) dan PBTI (Pengurus Besar Taekwondo Indonesia).
Tahap pendaftaran dibagi menjadi tiga, pertama, entry by class/name mulai 1-26 Pebruari 2010. Kedua, berkas pendaftaran lengkap diterima paling lambat pada 26 Pebruari 2010 pukul 12.00 WIB. Berkas bisa dikirim via pos atau langsung dierahkan ke sekretariat Kejurda Tae Kwon do Gedung Student Center UB. Ketiga, daftar ulang selambat-lambatnya tanggal 27 Pebruari 2010 pukul 10.00 WIB. Sedangkan biaya pendaftaran per team Rp 200.000 untuk Kyorugi dan gratis untuk Poomsae. Peserta atlet Kyorugi dikenakan biaya pendaftaran sebesar @Rp 100.000 tanpa asuransi dan @Rp 50.000 tanpa asuransi untuk Poomsae. Pembayaran bisa dilakukan melalui BNI cabang Kepanjen a/n Ida Ayu Putu Wedayanti dengan no rek. 56291539 atau di BCA cabang Malang a/n Neneng Risantiningsih dengan no rek. 4390618447. Pembayaran juga bisa dibayarkan langsung di Sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa Tae Kwon do UB di Gedung Student Center (sebelah Samantha Krida).
Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Ating Sari/085649814501 (pendaftaran), Ida Ayu Putu Wedayanti/085649722303(pembayaran), Prima Susetya/085646331881(penginapan), Soni Mulyanto/0341 347282(Fax).[ai]

Disertasi Istiadah : Mayoritas Perempuan, ber-KB Pengalaman yang Kurang Menyenangkan
16 Pebruari 2010
Bagi perempuan di masyarakat Temas, ber-KB menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan dalam kehidupan mereka. Hal ini terkait dengan efek samping dari pemakaian alat kontrasepsi (alakon) modern yang berakibat langsung pada tubuhnya. Demikian disampaikan Istiadah dalam disertasinya yang berjudul ”Makna Keluarga Berencana Bagi Perempuan Muslim Di Temas Batu Jawa Timur”. Disertasi ini dipertahankan dihadapan tim dosen penguji pada Kamis (11/02) dengan tim dosen penguji Prof Dr Ir Sugianto MS, Dr dr Retty Ratnawati MSc, Prof Dr Mudjia Rahardjo Msi, Prof Dr Zaitunah Subhan MA. Sedangkan tim komisi promotor terdiri dari Prof Dr Ir Keppi Sukesi MS, Prof Dr Ir Sanggar Kanto MS, Prof Dr Ir Kliwon Hidayat MS.
Istiadah yang saat ini menjabat Pembantu Dekan II Fakultas Humaniora dan Budaya Universitas Islam Indonesia Sudan (UIIS) Malang ini mengungkapkan dalam disertasinya jika perempuan mengambil keputusan sendiri saat memilih untuk ber-KB. Sedangkan peran suami bisa dibagi dalam empat trend, pertama suami tidak mau terlibat sama sekali; kedua, suami tidak mau KB tetapi membolehkan istri menggunakan alakon; ketiga, suami yang mendukung istri dengan menjadi pengantar, dan suami yang ikut berpartisipasi ber-KB dengan metode coitus interuptus. Dari hasil penelitiannya terhadap perempuan muslimah di Temas Kota Wisata Batu Jawa Timur, hampir semua semua subyek penelitian mengatakan mengambil keputusan sendiri untuk melakukan KB, hanya tiga subyek yang mengatakan bahwa suami istri memutuskan bersama untuk ber-KB. Perempuan yang mengambil keputusan sendiri tidak bisa dikatakan mempunyai kekuasaan. Malah sebaliknya memutuskan sendiri berarti dia telah terhegemoni oleh patriarki sedemikian rupa sehingga pengambilan keputusan ber KB adalah strategi menghindari bahaya yang lebih besar atau sekedar survival strategy terkait dengan resiko individu yang akan dialami perempuan sendiri.
Dalam pelayanan KB tidak satupun dari subyek penelitian tersebut yang mendapatkan informasi yang memadai tentang kontrasepsi yang telah lama dipakai. Pada umumnya subyek penelitian mengatakan bahwa tenaga medis hanya menjawab pertanyaan, dan tidak berinisiatif memberikan informasi. Sebagai akibatnya sering terjadi pertukaran informasi diantara perempuan sendiri di luar sepengetahuan tenaga medis. Menanggapi hal tersebut diperlukan tiga hal yang terkait dengan peningkatan penanganan program KB yaitu, tersedianya informasi yang lebih lengkap terutama tentang efek samping pemakaian alat kontrasepsi, profesionalitas staff dan tersedianya staff perempuan terutama yang memasang alat kontrasepsi dan terakhir adalah aksesibilitas pelayanan.
Istiadah juga menyampaikan bahwa keputusan ber-KB dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam dan Jawa yang telah terinternalisasi di dalam kehidupan sehari-hari. Antara lain keyakinan bahwa perkawinan adalah satu-satunya pintu reproduksi. Hal ini berimplikasi pada pembicaraan tentang KB yang hanya didengar di kalangan orang yang sudah menikah. Stigma yang telah diinternalisasikan oleh Orde Baru bahwa perempuan adalah ibu, istri dan ibu rumah tangga menjadikan perempuanlah target utama dalam ber-KB.
Dari deskripsi tersebut Istiadah menyimpulkan bahwa memakai alat kontrasepsi atau mengikuti program keluarga berencana merupakan pembebas perempuan dari kerepotan mengurus anak terutama ketika masih balita atau kala sakit. Hal ini dikarenakan perempuan dituntut terampil menjalankan ketiga perannya di rumah tangga. Selain itu KB juga membebaskan dari rasa malu karena saat ini banyak anak merupakan aib. Namun selain memiliki nilai positif bagi perempuan, KB juga memiliki nilai negatif yaitu penderitaan fisik dan mental. Penderitaan fisik yang biasa diderita seperti pusing, pendarahan, tidak menstruasi sama sekali sedangkan penderitaan mental berupa kekhawatiran perubahan siklus reproduksi dan fisiknya.[ai]

Disertasi Slameto: Kloning dan Karakterisasi Ekspresi Gen Sucrose Transporter Tanaman Tebu
16 Februari 2010
Peran tanaman tebu sebagai penghasil gula utama di Indonesia mengalami penurunan. Namun demikian, usaha meningkatkan mutu tanaman tebu dengan cara konvensional (persilangan antar tanaman) memerlukan waktu yang lama dengan biaya yang relatif mahal. Perkembangan bioteknologi memberikan alternatif lain  dalam usaha peningkatan mutu tanaman yaitu dengan transformasi gen. Melalui cara baru ini dapat diperoleh tanaman yang sesuai dengan harapan pemulia dalam waktu yang lebih efisien dibandingkan dengan cara konvensional.
Hal ini disampaikan oleh Slameto dalam disertasinya yang berjudul "Kloning dan Karakterisasi Ekspresi Gen Famili Sucrose Transporter (SUT) pada Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.)". Ujian terbuka disertasi dilaksanakan pada hari Senin (15/02) di gedung Pascasarjana UB dengan dipromotori oleh Prof.Dr.Lilik Sulistyowati,PhD; Prof.Dr.Ir.Nur Basuki; Prof.Dr.Ir.Bambang Sugiharto,MSc. Sedangkan tim penguji terdiri dari Prof.Dr.drh.Aulani'am,DESS; Ir.Arifin Noor Sugiharto,M.Sc.,Ph.D.; Dr. Wahyu Widoretno,MSI; dan Dr.Ir.Suharsono,MS.
Menurut Slameto, Sucrose transporter (SUT) merupakan protein yang menentukan transport sukrossa dari daun sebagai tempat asimilasi sukrosa ke tempat jaringan yang memerlukan atau ke tempat organ penyimpanan (sink). Jumlah sukrosa yang dapat ditransport bergantung pada jenis SUT, sedangkan dalam setiap tanaman bisa teridentifikasi lebih dari satu jenis SUT. Penelitian Slameto dimaksudkan untuk mendapatan cDNA SUT1 dan  cDNA SUT2 dengan ukuran penuh (full length) sebagai dasar pengembangan penelitian bioteknologi berikutnya yaitu dalam transformasi DNA SUT ke dalam tanaman tebu untuk peningkatan kadar gulanya.
Dari hasil penelitiannya, Slameto menyimpulkan bahwa DNA SUT yang berhasil diisolasi dari tanaman tebu merupakan DNA SUT1 dan DNA SUT2 full length, DNA SUT1 mempunyai ukuran 1566 bp dan DNA SUT2 2242 bp dengan start dan stop kodon. Homologi SUT1 dan SUT2 dengan beberapa tanaman mempunyai tingkat homologi cukup tinggi di atas 80%.
DNA SUT1 berhasil dikonstruksi pada plasmid pYES2 demikian juga DNA SUT2 pada plasmid PYX112. Kedua plasmid tersebut dapat ditransformasikan dan diekspresikan pada sel yeast strain INSVs untuk SUT1 dan BF264 untuk SUT2.
Jumlah sukrosa yang diukur tinggi pada sel yeast transforman SUT1 menunjukkan bahwa DNA SUT1 mempunyai aktivitas sebagai sucrose transporter. Sedangkan DNA SUT2 tidak mempunyai aktivitas sebagai source transporter. Slameto menyarankan untuk kelanjutan penelitian tentang transport sukrosa pada tanaman gen SoSUT1 dapat ditransformasikan ke dalam melalui transformasi menggunakan agrobacterium.
Slameto adalah dosen tetap pada Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jember. Setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan majelis penguji, ia berhasil meraih gelar doktor ilmu pertanian minat bioteknologi.[fjr]

SBY Pilih Dosen UB Jadi Pengawas BI
16 Februari 2010
Akademisi dari Universitas Brawijaya (UB) menorehkan prestasi. Ahmad Erani Yustika, MSc, PhD terpilih sebagai anggota Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI). Badan ini dibentuk berdasarkan amanat Undang-Undang 23/2003 tentang BI.
Dosen kelahiran 1973 ini terpilih menjadi anggota BSBI setelah melalui fit and proper test di Komisi XI DPR RI pada Kamis (11/2) lalu di Jakarta. Sedang empat anggota lain adalah Marsuki (pakar ekonomi dari Univeristas Hasanuddin, Makassar), Ahmad Sahrosa (FE UI), Umar Juoro (pengamat ekonomi) dan Rama Pratama (pakar ekonomi dan politisi PKS).
Mereka sebelumnya bersaing dengan 12 calon lain yang juga direkomendasikan langsung oleh SBY. "Saya bersama Rama Pratama dipilih oleh mayoritas fraksi di Komisi XI," kata Erani, ketika ditemui di kantornya kemarin.
Sebenarnya, kata Erani, BSBI ini bukan lembaga baru. Namun selama ini vakum. Sehingga untuk mengisi kevakuman itu, dicari orang-orang baru. SBY sendiri yang melakukan pemilihan kandidat untuk anggota BSBI sebelum disodorkan ke DPR.
Di antara tokoh ternama yang direkomendasikan SBY namun gagal terpilih antara lain, Faisal Basri (pengamat dan dosen UI), Qodrati (mantan Direktur BTN) dan Reni Sahdeni (pakar ekonomi). Juga ada mantan staf ahli di kesekretariatan presiden serta dari anggota Ikatan Perbankan Indonesia. "Sekarang saya tinggal menunggu SK saja dari Presiden sebelum berkantor di gedung BI," tandas dosen asal Ponorogo ini.
Erani menjelaskan, dia mendapat apresiasi dari Komisi XI DPR RI karena menawarkan konsep yang radikal. Diantaranya, kebijakan BI harus kembali konsentrasi di perkreditan, bukan banyak bermain di obligasi maupun investasi.
Sebagai lembaga independen, BSBI ini nantinya selalu berkoordinasi dengan Komisi XI DPR RI. Karena peran dari DPR RI ini lebih banyak pada pengawasan kebijakan BI yang menjadi bidang garapan dari komisi XI. "Sifat BSBI ini hanya membantu Komisi XI. Kalau ada masalah dengan BI," tandas Director Institute for Development Economics Finance (INDEF) ini. (abm/ziz/nok).

Ayam Bakar Ngimbang Juarai Kompetisi Wirausaha Muda Mandiri
10 Februari 2010
Angkat nama tanah kelahiran, Ngimbang, sebuah kawasan tertinggal di Kabupaten Lamongan Propinsi Jawa Timur, Dymas Tunggul Panuju sukses menjuarai kompetisi Wirausaha Muda Mandiri. Ayam Bakar "Ngimbang" yang telah dirintisnya sejak 2006 lalu ini berhasil membawanya meraih penghargaan yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono. Ia sukses menyisihkan 48 nominator dari seluruh Indonesia dalam seleksi nasional. Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (THP) yang baru saja yudisium ini dinyatakan terbaik untuk kategori usaha jenis makanan. Diwawancarai PRASETYA Online, Dymas pun mengisahkan kerja kerasnya merintis usaha Ayam Bakar Ngimbang ini. "Saya mengawali bisnis dengan membuka jasa Katering untuk kegiatan kemahasiswaan. Untung yang diperoleh kala itu lumayan sehingga bisa menjadi modal untuk mendirikan bisnis", kata dia. Tidak berhenti disitu, ia pun membawa proposal bisnisnya ini maju ke Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2007 dan berhasil mendapat dana Rp. 6 juta. Alhasil, ia pun memiliki modal cukup untuk mendirikan outlet perdananya di kampus UB. "Saat itu saya memiliki satu outlet di kawasan hutan FMIPA. Setiap harinya pembeli yang rata-rata mahasiswa berjubel untuk mengantre sehingga menimbulkan kecemburuan penjual lainnya di kawasan tersebut", kata dia. Berawal dari kecemburuan yang berbuntut konflik, Dymas pun akhirnya memutuskan memindah outletnya ke kawasan Kalpataru. Dengan pembeli yang banyak setiap harinya, ia kemudian berhasil menambah outletnya di pusat perbelanjaan Matahari Pasar Besar. Tidak disangka, saat ini empat outlet telah ia miliki dengan omset sekitar Rp. 12 juta/outlet. "Dengan empat outlet tersebut, saya menghabiskan ayam broiler sekitar 40-55 potong /hari", ujar Dymas yang mematok harga ayam bakarnya Rp. 7500 - Rp 10 ribu per paket.
Dalam menjalankan bisnis ini, Dymas mengaku menerapkan semua ilmu yang diperolehnya di bangku kuliah. "Semua ilmu yang saya peroleh di THP saya terapkan untuk mengembangkan bisnis saya, ujar pria yang juga owner Ojek Online "ST12" dan makanan ringan "Hot Pipiaky, Bakpia vs Dorayaki" ini. Selain teori di bangku kuliah, Dymas juga menerapkan pengalamannya sebagai juru antar katering dan pelayan restoran saat ia mengalami masalah ekonomi di awal perkuliahannya.
Dengan ilmu seperti teknologi pengolahan hasil hewan dan teknologi pengolahan rempah, ia meracik berbagai bahan dan bumbu menjadi menu andalannya. "Keunggulan Ayam Bakar Ngimbang ini adalah memakai nasi bakar, kecap mentega dan kecap kacang serta tujuh macam sambal yang bisa dipilih sendiri oleh pembeli", tutur Dymas yang pernah juga menjadi Runner Up "Young Entrepreneurship Award" 2008, yang diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia bekerjasama dengan Commonwealth Bank. Mengembangkan bisnisnya, Dymas menggunakan model franchise dengan telah dimilikinya satu unit dapur induk dan kantor pemasaran. [nok]

Kompor Biomass Masuk Program Inkubasi  RAMP Indonesia
15 Februari 2010
Kompor Biomass milik Dr.rer.nat Muhammad Nurhuda dinyatakan lolos mengikuti mentoring dan inkubasi oleh Recognition and Mentoring Programme (RAMP) Indonesia. Demikian seperti disampaikan Direktur RAMP Indonesia, Andy Pradjaputra melalui surat kepada dosen Jurusan Fisika FMIPA ini. Pemberitahuan ini merupakan tindak lanjut dari presentasi yang diikutinya pada Kamis (21/1) silam di Jakarta. Saran penyempurnaan yang diberikan RAMP Indonesia kepada kompor biomass adalah desain dan konstruksi yang perlu disempunakan terutama berkenaan dengan badan kompor yang panas saat digunakan, yang dapat membahayakan penggunanya. Saran lain adalah perlunya menghindari penggunaan plastik saat start up untuk mencegah efek toksik yang tidak diinginkan terutama pada penggunaan jangka panjang.
Kepada PRASETYA Online, Nurhuda menjelaskan bahwa tahapan inkubasi ini dibagi menjadi dua yaitu inkubasi teknologi dan inkubasi bisnis. Untuk inkubasi teknologi, pihak RAMP Indonesia memberinya hibah senilai Rp. 15 juta. Sementara dalam inkubasi bisnis, masing-masing peserta akan diikutkan program bergulir dengan besaran modal awal yang diajukan sendiri. "Program bergulir ini artinya RAMP Indonesia akan memberi modal awal untuk digunakan mulai dari tahap produksi, pemasaran hingga layanan purna jual. Jika project berhasil maka modal awal harus dikembalikan tetapi jika gagal modal awal tersebut akan dianggap hutang dan bisa diputihkan", terangnya.
Pada proposal yang diajukannya, Nurhuda mengaku mengajukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) senilai Rp.150 juta untuk inkubasi bisnis selama dua tahun. Sebagai start up, akan diproduksi 500 kompor untuk skala kebutuhan rumah tangga dan 500 kompor untuk kebutuhan UMKM. Produksi dilakukan dengan menggandeng sebuah bengkel di kawasan Merjosari.
"Dua peruntukan ini sudah dibedakan spesifikasinya", terang Nurhuda kepada PRASETYA Online melalui telepon. Pada kompor yang dikonsumsi rumah tangga, pihaknya telah melakukan ujicoba bahwa untuk memasak 16 liter air dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam dengan 600-700 gram bahan bakar biomass. Dengan ruang bahan bakar yang lebih besar, Nurhuda memperkirakan kompor yang diperuntukkan bagi industri/warung akan memberikan waktu nyala sekitar dua jam. Dalam hal pemasaran, Nurhuda berencana menggunakan sistem kredit dengan menggandeng koperasi, sesuai dengan saran RAMP Indonesia. [nok]

UB Urutan ke-58 Webometrics 2010
15 Februari 2010
Webometrics mengumumkan edisi terbaru ranking universitas di seluruh dunia dalam websitenya. Dalam pengumuman itu diketahui, sebanyak 20 perguruan tinggi Indonesia masuk dalam 100 besar terbaik Asia Tenggara. Jumlah ini meningkat dibandingkan 2009 yang hanya terdapat 15 perguruan tinggi. Universitas Brawijaya (UB) Malang sendiri berada dalam posisi 58 di tingkat Asia Tenggara, dan posisi 2026 di tingkat dunia. Posisi UB kali ini meningkat dibandingkan Juli 2009 yang berada dalam posisi 72 di tingkat Asia Tenggara dan 2590 di tingkat dunia.
Di tingkat Asia Tenggara, posisi perguruan tinggi Indonesia berada di urutan ketiga (Universitas Gajah Mada-562) setelah Singapura (National University of Singapore-146) dan Thailand (Kasetsart University-229). Sementara di Indonesia, UB berada di posisi 10 setelah UGM, ITB, UI, Universitas Kristen Petra Surabaya, Universitas Gunadarma, Universitas Negeri Malang, Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya, Universitas Sebelas Maret dan Universitas Airlangga.
Webometrics merupakan sebuah lembaga pemeringkatan yang ada di Spanyol yang didirikan atas inisiatif Cybermetrics Lab., sebuah lembaga penelitian yang dimiliki Consejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIC). Webometrics merilis hasil pemeringkatan dua kali per tahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli. Ada 4 (empat) unsur penilaian yang ditetapkan webometrics terhadap situs masing-masing perguruan tinggi yaitu visibilitas (menghitung banyaknya link eksternal yang terkandung), ukuran (menghitung jumlah halaman yang tertangkap oleh mesin pencari seperti google, yahoo, exalead, kniff, dll), Kekayaan file (jumlah file jenis dokumen seperti PDF, PPT, Office, dll yang bisa diakses dari website) dan Scholar (tulisan ilmiah yang bisa diambil dari mesin pencari).
Informasi lebih lanjut tentang peringkat UB di Asia Tenggara dapat diperoleh di sini. Sementara informasi posisi UB ditingkat dunia dapat diperoleh di sini.[nun]

Disertasi Go Lisanawati: Kebijakan Formulasi Transfer Dana Elektronik , Penanggulangan Tindak Pencucian Uang
15 Februari 2010
Volume dan nilai transfer dana di Indonesia baik melalui Real Time Gross Settlement maupun Kliring mencapai volume dan nilai yang sangat besar. Belum lagi perkembangan jenis instrument pembayaran yang juga melaksanakan kegiatan transfer dana melalui pemakaian kartu ATM, kartu debet, kartu plastic, kartu pintar, phone banking, alternative remittance system, dan lain-lain juga pesat. Namun di Indonesia terjadi kekosongan hukum (normless). Pengaturan mengenai RTGS, kliring, dan berbagai instrument pembayaran tersebut hanya diatur dengan suatu Peraturan Bank Indonesia (PBI).
Demikian disampaikan oleh Go Lisanawati, promovenda untuk disertasi berjudul "Kebijakan Formulasi Transfer Dana Elektronik Sebagai Upaya Penanggulangan Tindak Pidana Pencucian Uang di Indonesia". Ujian terbuka disertasi dilaksanakan di gedung Pascasarjana UB, Sabutu (13/02). Promotor disertasi adalah Prof.Dr.Hj.Made Sadhi Astuti,S.H.; Prof.Masruchin Ruba'i, S.H.,M.S.; Dr.Hj.Sarwirini,S.H.,M.S. Sedangkan Majelis penguji terdiri dari Prof.Dr.I Nyoman Nurjaya,S.H.,M.H.; Prof.Dr.Koesno Adi,S.H.,M.S.; Dr.Sihabudin,S.H.,M.H.; dan Prof.Dr.Paulus Hadisuprapto,S.H.,M.H. (Undip).
Menurut Lisanawati, kasus-kasus transfer dana di Indonesia juga tidak dapat diabaikan keberadaannya. Dengan demikian maka dapat dilihat bahwa pengaturan aktivitas transfer dana ini menjadi sesuatu yang mutlak diperlukan dalam rangka menjamin terciptanya kepastian hukum, keadilan hukum, dan kemanfaatan hukum. Hal tersebut terkait pula dengan adanya kebutuhan untuk menciptakan suatu aturan hukum yang dapat dijadikan landasan hukum bagi masyarakat di dalam melaksanakan kegiatan transfer dana elektronik.
Pada dasarnya kebijakan formulasi transfer dana elektronik dilaksanakan sebagai bagian dari kebijakan hukum pidana yang di dalamnya terkandung kriminalisasi. Kriminalisasi di dalam hukum pidana yang memfokuskan pada dua hal, yaitu masalah perumusan bentuk-bentuk tindak pidana dan jenis-jenis sanksi pidana yang tepat dijatuhkan bagi pelaku kejahatan, harus diciptakan dan ditentukan dengan pendekatan yang tepat agar tidak menciptakan suatu keadaan yang bersifat over crimicalization. Untuk itu secara teoritik harus tetap dilandaskan pada sifat keluwesan kriminalisasi yang disesuaikan dengan perkembangan zaman, baik dalam lingkup internasional maupun lokal, tetapi dengan tetap tidak mengabaikan nilai-nilai cultural bangsa sendiri yang sangat unik dan khas. Kriminalisasi harus tetap dilandaskan pada tujuan pemidanaan yang disdasarkan pada filsafati pemidanaan. Dengan demikian diharapkan mampu menciptakan suatu keadilan bagi semua pihak. Oleh karena itu dikembangkan konsep baru yang disebut dengan Inter-Inner Cultural Omnipresence Electronic Funds Transfer Criminalization yang memiliki makna keberlakuan secara internal dan aksternal. Selain itu dilakukan formulasi hukum transfer dana elektronik sebagai sarana pencegahan tindak pidana pencucuian uang.
Mengenai bentuk-bentuk penyimpangan transfer dana elektronik, maka diperlukan indicator-indikator apakah suatu perbuatan tersebut dapat dimaksudkan sebagai tindak pidana pencucian uang ataukah tidak. Mengenai jenis sanksi pidana yang relevan dijatuhkan adalah berupa jenis sanksi pidana penjara, denda, ganti kerugian, dan administratiuf. Terkait dengan tindak pidana pencucian uang, maka jenis sanksi yang dapat dipilih adalah adanya asset recovery (baik yang berupa criminal confiscation ataukah civil forfeiture) dan juga mediasi penal. Stelsel pemidanaan yang tepat adalah dengan perumusan stelsel alternatif-kumulatif dengan tetap disesuaikan pada jenis kejahatan yang melingkupi pelanggaran transfer dana elektronik ini, yang dapat berupa kejahatan korporasi, kejahatan terorganisasi, kejahatan trans organized, kejahatan kerah putih dan kejahatan bisnis.
Terkait dengan formulasi hukum atas penyimpangan transfer dana elektronik yang tepat guna mempermudah penanggulangan tindak pidana pencucian uang, maka sebaiknya dilakukan formulasi di dalam suatu undang-undang tentang transfer dana elektronik yang akan menjadi paying hukum bagi pelaksanaan kegiatan transfer dana di Indonesia, dan yang dapat digunakan untuk menanggulangi tindak pidana pencucian uang.
Go Lisanawati adalah dosen tetap pada Fakultas Hukum Universitas Surabaya sejak tahun 2003 kekhususan hukum pidana dengan mata kuliah hukum pidana, kejahatan siber, kejahatan ekonomi, dan kapita selekta hukum pidana. Studi S1 dan S2 dilaluinya di FH Universitas Surabaya. Setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan majelis penguji, ia berhasil meraih gelar doctor ilmu hukum untuk minat hukum pidana. [fjr]

Seminar Kewirausahaan Oleh AIESEC
13 Februari 2010
Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) menyelenggarakan seminar internasional kewirausahaan. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Project Based On Exchange (PBoX) National Entrepreneurship Forum Small Medium Entreprise. Dilangsungkan di gedung PPI, Sabtu (13/2), seminar ini diikuti siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Malang Raya. Maksud kegiatan ini, menurut Ketua Pelaksana, Rizki Helmi Handoyo, adalah untuk memberikan pembelajaran dan pandangan kepada siswa SMA mengenai kewirausahaan dan mengajak mereka untuk berfikir kreatif dan inovatif sebagai calon pengusaha muda. Lebih lanjut, mahasiswa Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan angkatan 2007 ini mengungkapkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam dua sessi dengan melibatkan mahasiswa asing yang dikenal dengan intern. Sessi pertama diselenggarakan pada bulan Desember-Januari dengan diikuti interns dari Belgia, India, Kazakstan, New Zealand dan Mauritius. Sementara pada sessi kedua, yang akan dilaksanakan pada Februari-Maret, interns yang berpartisipasi berasal dari Amerika Serikat, Austria, China dan Taiwan.
Pada seminar tersebut, interns dari Austria, Michael, didaulat untuk menyampaikan pandangannya dengan menjadi pemateri. Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa dari pengamatan yang ia lakukan, menjadi pengusaha di Indonesia jauh lebih mudah daripada Austria. "Di Austria untuk memulai usaha sangat sulit. Demikian juga untuk mendirikan perusahaan. Saya melihat Indonesia lebih gampang sehingga memungkinkan siswa SMA sudah bisa mandiri, dengan menjadi makelar misalnya", kata dia. "Banyak jalan untuk membuat usaha jika ada kemauan, sehingga siswa SMA pun sudah memiliki usaha sendiri", ujarnya memberikan semangat. [nok]

Gathering INDOSTAFF Dengan Pimpinan UB
12 Februari 2010
Di tengah-tengah padatnya agenda workshop di Batu, seluruh anggota INDOSTAFF pada Jum'at malam (12/2) mengikuti gathering bersama pimpinan UB. Di gedung rektorat lantai enam, mereka diterima oleh Rektor, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito. Selain itu, hadir pula Prof. Dr. Ir. Harijono, MAppSc (Dekan FTP), Herman Suryokumoro, SH, MHum (Dekan FH), Prof. Francien Tomasowa, PhD (Dekan FIB) serta perwakilan Deutscher Akademischer Austausch Dienst Malang, Astrid Raabe, MA. Dengan penuh keakraban, pada malam tersebut seluruh peserta menikmati hidangan dan sajian musik yang disediakan panitia. Beberapa pimpinan dan peserta dari INDOSTAFF juga menyumbangkan lagu dengan diiringi alunan musik dangdut maupun keroncong. Tak ketinggalan pula, dua orang tamu dari Jerman yaitu Prof. Dr. Michael Fremeyer yang menyanyikan lagu Skotlandia dengan diiringi gitar, serta Dr. Siawuch Amini yang menyanyikan lagu berjudul "Maria". Dalam kesempatan tersebut, Country Coordinator INDOSTAFF periode sebelumnya, Sitaresmi Ismangil, MSc menganugerahkan anggota kehormatan kepada Rektor UB dengan menyematkan pin INDOSTAFF.
Presidium INDOSTAFF 2010-2013
Dalam pemilihan presidium yang berlangsung sebelumnya, salah seorang anggota, Fatchiyah, MKes, PhD menjelaskan kepada PRASETYA Online bahwa telah terpilih tiga orang presidium untuk periode 2010-2013. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Wahyu Supartono (UGM), Dr. Setyo Pratiwi (IPB) dan Dr. Med. Abraham Simatupang, dr., M.Kes (UKI Jakarta). Sementara itu, pengawas untuk periode yang sama adalah Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto, M.Rur.Sc (UB) dan Dr. Ir. Dahrulsyah (IPB). Fatchiyah mengemukakan, pemilihan ini berlangsung dengan mekanisme musyawarah mufakat dari seluruh anggoata INDOSTAFF melalui sidang yang dipimpin oleh Majelis Sidang. Adapun untuk majelis sidang, menurutnya dikoordinir oleh masing-masing simpul/chapter. Keenam simpul tersebut yaitu, Simpul Jakarta: Abraham Simatupang (UKI), Simpul Jawa Timur: Prof. Dr. Mardjono, M.Phil (UB), Simpul Jawa Tengah: Wisjnu Martani (UGM), Simpul Jawa Barat: Dr. Setyo Pertiwi (IPB), Simpul Sumatera: Nurhayati A (Universitas Andalas Padang), dan Simpul Sulawesi: Dr. Chairil Anwar (Universitas Tadulako Palu). [nok]

INDOSTAFF Bantu Transformasi Pendidikan Tinggi Indonesia
12 Februari 2010
Sejumlah alumni program UNISTAFF (University Staff Development Programme), UNILEAD (University Leadership Management Course) dan IDC (International Dean Course) yang tergabung dalam INDOSTAFF, selama empat hari, Kamis-Minggu (11-14/2) berkumpul di Malang. Ketiga program yang didukung Deutscher Akademischer Austausch Dienst (DAAD) ini terselenggara di Republik Federasi Jerman dan diikuti perwakilan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di dunia. Dari Universitas Brawijaya sendiri, lima orang dosen tercatat sebagai alumni UNISTAFF. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto, M.Rur.Sc (Fakultas Peternakan), Prof. Dr. Moeljadi, SU (Fakultas Ekonomi), Dr. Diana Lyrawati (Fakultas Kedokteran), Prof. Dr. Mardjono, MPhil (FMIPA) dan Dra. Fatchiyah, MKes, PhD (FMIPA).
Sebanyak 45 orang alumni dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti kegiatan yang dikemas dalam Workshop on INDOSTAFF Organization bertema "The Next Step: A Stronger Network for The Future" ini. Mereka berasal dari Universitas Jambi, Universitas Negeri Riau, Universitas Kristen Jakarta, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, IPB, UGM, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, ITS, Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Tadulako.
Diwawancarai disela-sela acara, Prof. Hendrawan Soetanto yang dalam kesempatan tersebut menjadi panelis "Indostaff: History and Existing/Present, German Perspectives" mengemukakan bahwa INDOSTAFF telah terbentuk sejak 1994/1995 namun saat itu belum terpikirkan untuk membentuk jejaring (networking). Meskipun begitu, berbagai kegiatan telah diselenggarakan yang manfaatnya telah dirasakan anggotanya. Berbagai kegiatan tersebut, diantaranya pada 2006 bekerjasama dengan Dikti menyelenggarakan training 3 modul yaitu organizational development, research management serta teaching and learning. "Banyak hal yang saya pelajari selama mengikuti Unistaff. Beberapa nilai bahkan ingin diterapkan alumninya untuk melakukan tranformasi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia", ujar Hendrawan yang mengikuti Unistaff pada 2003. Empat prinsip dan nilai dasar yang menurut Guru Besar di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya ini menarik dan ingin dikembangkan adalah a share vision (visi yang disusun dan dikembangkan bersama-sama), focus on competency (berfokus pada kompetensi), system approach (pendekatan sistemik) dan orientation toward practical work (berorientasi praktek). "Berbagai nilai ini layak diadopsi untuk memperkecil kesenjangan antara perguruan tinggi di Indonesia dengan luar negeri", ujar Hendrawan. Keempat nilai tersebut menurutnya berbeda diametral dengan berbagai fenomena yang ada di Indonesia.  Dalam hal visi misalnya, tidak jarang fenomena yang ada di Indonesia bersifat sangat elite dan tanpa melibatkan grass root. "Ketika menyusun visi, para elite kekuasaan biasanya tidak menyertakan masyarakat dan implementasinya bersifat top down", tutur Hendrawan yang juga mantan Country Coordinator Indostaff periode 2004-2008. Akibat dari hal ini, menurutnya, masyarakat seringkali tidak tahu tentang visi tersebut dan akhirnya kelabakan untuk mengimplementasikannya. Menjelaskan tentang pendekatan sistemik yang dikenalkan dalam Unistaff, Hendrawan juga menuturkan perbedaan yang ada di Indonesia. "Kebijakan yang diperkenalkan dalam Unistaff bersifat sistemik. Hal ini berbeda dengan fenomena di Indonesia yang lebih mengedepankan pendekatan rezim. Hasilnya setiap ganti penguasa maka kebijakan pun akan berganti pula", tambahnya.
Sementara itu, country coordinator Indostaff saat ini, Sitaresmi Ismangil, MSc, ketika diwawancarai PRASETYA Online menyampaikan bahwa kegiatan workshop kali ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para anggotanya. Disamping itu, pihaknya juga berkeinginan membangun kompetensi tambahan dalam hal manajemen organisasi, seperti yang ia peroleh ketika mengikuti Unistaff. "Ketika mengikuti Unistaff saya mendapatkan tambahan ilmu dan skill untuk menjadi staf akademisi yang lebih baik. Saya jadi lebih tahu cara mengajar, meneliti dan mengelola organisasi perguruan tinggi", ujar Sitaresmi yang menyelesaikan program magister mikrobiologi di University of Wisconsin Madison Amerika Serikat.
Dalam workshop, Kamis (11/2), dua orang pemateri didatangkan langsung dari Jerman yaitu Prof. Dr. Michael Fremerey yang memaparkan tentang "INDOSTAFF SWOT Analysis" serta Dr. Siawuch Amini yang menyampaikan "Theory and Practice of Networking". [nok]

Penyerahan Sertifikat ISO 9001:2008 Humas dan BAAK
11 Februari 2010
Hubungan Masyarakat (Humas) dan Biro Administrasi Akadmik dan Kemahasiswaan (BAAK) Universitas Brawijaya (UB) telah berhasil meraih sertifikat ISO 9001:2008. Secara simbolis sertifikat diserahkan oleh Kepala Humas dan Protokoler Ninik Chairani SH dan Kepala BAAK Dra Welmin Sunyi Ariningsih MLib kepada Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito disaksikan oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, tim pelaksana ISO di tiga unit kerja yaitu Humas, BAAK dan Perpustakaan, serta Ketua PJM Prof Dr Ir Soebarinoto dan Manajemen Representative PJM Dr Endang Arisoesiloningsih. Sertifikat ISO 9001:2008 itu dikeluarkan oleh Lloyd's Register Quality Assurance Limited (LRQA) yang berkantor pusat di Inggris.
Pada kesempatan itu Soebarinoto mengharapkan agar perolehan sertifikat ISO 9001:2008 mampu meningkatkan kinerja dan kualitas produk yang dihasilkan Humas dan BAAK. Selain itu juga disampaikan agar apa yang telah dicapai, harus dipelihara dan dipertahankan, sehingga mampu memotivasi unit kerja lain dalam menerapkan standar manajemen mutu yang bertujuan mempermudah pekerjaan sekaligus diakui secara internasional. Berita terkait tentang perolehan sertifikat ISO 9001:2008 Humas dapat dilihat disini dan BAAK dilihat disini.[nun]

Olimpiade MIPA Tingkat SMA
10 Februari 2010
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Matematika, Fisika, dan Biologi Fakultas MIPA Universitas Brawijaya (UB) akan menyelenggarakan Olimpiade MIPA Tingkat SMA Se-Jawa Timur dan Bali Terbuka. Kegiatan diawali oleh babak penyisihan pada 28 Februari 2010 hingga semi final dan final pada 7-8 Maret 2010.
Olimpiade MIPA merupakan kompetensi di bidang ilmu kemipaan untuk pelajar SMA dan sedejarat. Beberapa tujuan diadakan anatara lain: Mencari bakat-bakat muda dibidang sains untuk kemudian diharapkan terjadi pembianaan demi kemajuan peradaban bangsa, Memperkenalkan ilmu sains sebagai aspek dasar penunjang kemajuan bangsa, serta wujud kepedulian Universitas Brawijaya terhadap perkembangan dan kemajuan pendidikan Indonesia
Kegiatan ini memperebutkan tabanas dengan total nilai lima juta rupiah, tropi Gubenur Jatim, tropi  Diknas, tropi Rektor UB, dan tropi Dekan MIPA UB serta kategori juara umum. Para pemenang di juara umum dapat melanjutkan studi di Fakultas MIPA seleksi sesuai bidang lomba yang diikutinya. Pendaftaran dimulai pada 10 - 25 Februari 2010. Keterangan lebih lanjut mengenai Olimpiade MIPA tingkat SMA dapat dilihat disini.[nun]

Presentasi Pembuatan Profil Laboratorium
11 Februari 2010
Dalam rangka mewujudkan rencana pengembangan Universitas Brawijaya (UB) sebagai entrepreneurial university, Kamis (11/2), bertempat di lantai 8 Gedung Rektorat, diselenggarakan presentasi Pembuatan Profil Laboratorium. Presentasi yang dilakukan oleh Staf Ahli Pembantu Rektor I Bidang Perencanaan dan Pengembangan Prof Ir Syukur Makmur Sitompul PhD itu, dihadiri oleh puluhan pengelola laboratorium yang ada di lingkungan UB.
Pada kesempatan itu, dijelaskan oleh Sitompul yang merupakan guru besar bidang Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UB, tentang rencana pembuatan profil laboratorium UB yang tersebar di semua jurusan yang ada di UB. Dijelaskan, fungsi dari pembuatan profil laboratorium UB adalah untuk lebih memperkenalkan UB dalam bidang penelitian kepada para peneliti, akademisi, dan mahasiswa baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Di dalam profil laboratorium UB, ujar Sitompul, terdapat berbagai informasi diantaranya mengenai aktivitas, potensi dan aset laboratorium UB. Dengan berbagai informasi itu diharapkan peneliti, akademisi, dan mahasiswa baik dari dalam negeri maupun luar negeri, tertarik untuk memanfaatkan fasilitas laboratorium yang dimiliki UB hingga pada akhirnya nanti akan mendatangkan profit bagi UB. Profil laboratorium ini menurut Sitompul akan dipublikasikan baik dalam bentuk cetak maupun digital melalui internet.
Tanggapan
Menanggapi apa yang disampaikan Sitompul, beberapa peserta memberikan tanggapan. Diantaranya menyampaikan tentang kondisi nyata laboratorium seperti, minimnya fasilitas, kurang kompetennya tenaga laboran, minimnya jumlah tenaga analisis, hingga terbatasnya ruang laboratorium. Selain itu, salah seorang pengelola laboratorium dari Fakultas Pertanian menyampaikan, beban kerja antara pengguna laboratorium yang dalam hal ini adalah mahasiswa, dengan fasilitas yang dimiliki laboratorium sangat tidak memadai. Disamping dirinya juga mengeluhkan tentang lamanya proses realisasi pengadaan fasilitas laboratorium.
Untuk itu seorang pengelola laboratorium dari Fakultas Peternakan menyarankan agar sebelum membuat profil laboratorium dan mempublikasikannya ke khalayak luas, sebaiknya dilakukan survei internal. Dirinya mengharapkan adanya komitmen tinggi dari semua pihak, utamanya pimpinan, untuk melakukan perbaikan kualitas laboratorium UB secara menyeluruh, agar laboratorium UB lebih layak jual.[nun]

IPB Studi Banding Asrama UB
11 Februari 2010
Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamis (11/2), melakukan kunjungan ke Universitas Brawijaya (UB). Kunjungan mereka disambut oleh Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan HB Ir Ainurrasjid MS didampingi oleh staf rektor Ir Sarwiyono MAgrSt, staf ahli Prof Dr Ir Woro Busono MS, Dr Drs Abdul Hakim MSi, kabiro akademik dan kemahasiswaan Dra Welmin Sunyi Ariningsih MLib, Kabag Rumah Tangga Dra Sukowinarti serta pengelola asrama dan guest house UB.
Dalam kesempatan itu Ainurrasjid menjelaskan secara singkat tentang sejarah Koperasi Mahasiswa (KOPMA) UB dan asrama mahasiswa UB. Mulai dari pengelolaan yang dilakukan oleh mahasiswa hingga pengambilalihan manajemen oleh pihak Rektorat. Sementara itu Dr. Ir. Irmansyah, M.Si selaku Kepala BPA TPB IPB menuturkan maksud kedatangan tim yang merupakan anggota Badan Pengelola Asrama (BPA) Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB itu tak lain untuk studi banding pengelolaan asrama UB, yang saat ini berganti nama menjadi Griya Brawijaya. Asrama TPB IPB diperuntukkan wajib untuk mahasiswa tingkat satu IPB dan telah berjalan selama delapan tahun. Dengan kunjungan itu diharapkan TPB IPB mendapatkan ilmu dari UB tentang pengelolaan fasilitas, pola pembinaan penghuni asrama, manajemen kepegawaian, serta manajemen unit usaha yang menunjang keberlangsungan asrama.[nun]

IMPALA UB Melakukan Resosil ke Halimun
11-20 Februari 2010
Berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan, tim Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (IMPALA) Universitas Brawijaya (UB) melakukan kegiatan pengembaraan di Taman Nasional Gunung (TNG) Halimun Sukabumi Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung pada 11-20 Februari 2010 itu diikuti oleh enam belas mahasiswa yang merupakan anggota muda eks Diklatsar XXXIII IMPALA UB.
Menurut ketua IMPALA UB Prasetyo Wahyu Kartiko, tujuan diselenggarakannya kegiatan Rekreasi, Olahraga, Sosial, dan Ilmiah (RESOSIL) ke Halimun itu adalah untuk menerapkan ilmu yang telah diberikan selama diklat langsung di alam bebas. Dalam pengembaraan kali itu akan dilakukan identifikasi flora khususnya tanaman anggrek, mammal watching dan plaster cast fauna endemik di TNG Halimun, studi masyarakat TNG Halimun (suku Baduy) dalam penkonservasian hutan lindung serta melakukan navigasi darat.[nun]

Penyerahan Sertifikat Dosen
11 Februari 2010
Sebanyak 212 staf akademis Universitas Brawijaya (UB) menerima sertifikat dosen (serdos) dari 219 yang diajukan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional. Penyerahan serdos ini dilakukan secara simbolis oleh Rektor, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Kamis (11/2) di gedung widyaloka. Dari jumlah tersebut, dosen Fakultas Kedokteran (FK) menduduki posisi teratas yaitu 42 orang dan disusul Fakultas Teknik (FT): 34. Berikut adalah rincian jumlah dosen yang menerima sertifikat pada tiap-tiap fakultas; Fakultas Hukum (FH): 18, Fakultas Ekonomi (FE): 13, Fakultas Ilmu Administrasi (FIA): 20, Fakultas Pertanian (FP): 19, Fakultas Peternakan (FPt): 18, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK): 12, FMIPA: 28 dan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP): 8.
Beberapa perguruan tinggi yang menjadi reviewer untuk sertifikasi dosen UB adalah Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Udayana, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surakarta serta Institut Pertanian Bogor.
Menyampaikan pengarahannya, Rektor mengemukakan bahwa sertifikat dosen ini dapat diumpamakan sebagai SIM yang digunakan untuk mengajar. "Selama ini kita lebih banyak dididik untuk menjadi peneliti dan bukan guru", ujar Rektor. Dengan diserahkannya serdos ini, secara khusus Rektor mengharapkan agar para dosen dapat lebih meningkatkan kinerjanya dalam melakukan Proses Belajar Mengajar (PBM), penelitian maupun pengabdian masyarakat. "Sertifikasi dosen ini akan selalu dimonitor. Selama mereka mampu menunjukkan kinerja yang bagus maka akan tetap berlaku, tetapi jika kinerjanya buruk akan dicabut", Rektor memaparkan. Bagi UB, serdos ini diharapkan juga dapat memajukan institusi terutama terkait masalah akademik.
Diwawancarai seusai acara, Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno mengatakan bahwa dengan diberikannya serdos ini maka kinerja akademisi akan lebih dihargai dengan memberikan reward tambahan satu kali gaji pokok untuk yang bukan Guru Besar. Sementara bagi Guru Besar, reward yang diberikan adalah satu kali gaji pokok ditambah tunjangan kehormatan senilai dua kali gaji pokok. "Tapi reward ini pun memiliki konsekuensi, yaitu mereka harus mampu menunjukkan kinerja yang lebih baik diantaranya dengan meningkatkan penulisan buku dan publikasi ilmiah di jurnal internasional", kata dia. Ditanya mengenai persyaratan pengajuan sertifikasi, mantan Rektor UB periode 2002-2006 ini menyatakan beberapa kriteria diantaranya harus lulus S2 dan disesuaikan dengan urutan kepangkatan. Meskipun begitu, sampai 2014 nanti, menurutnya dosen yang masih bergelar sarjana pun akan diberikan sertifikat tetapi dengan beberapa syarat tambahan yaitu berpangkat minimum lektor kepala, masa kerja diatas 30 tahun dan umur lebih dari 60 tahun. [nok]

Incar Tuan Rumah Pimnas, Undip Studi Banding ke UB
11 Februari 2010
Selama dua tahun berturut-turut Universitas Brawijaya (UB) berprestasi di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) dengan memenangkan piala Adhikarta Kertawidya. Selain itu, pada 2009 UB juga berhasil menjadi tuan rumah ajang yang sama dengan memperoleh predikat sebagai penyelenggara terbaik. Atas dasar hal tersebut jajaran akademik dan kemahasiswaan Universitas Diponegoro (Undip) pada Kamis (11/2), melakukan studi banding. Kunjungan studi banding ini dipimpin oleh Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Undip Sukinta SH MHum.
Beberapa hal yang menarik perhatian Undip diantaranya mengenai manajemen kegiatan, pemberdayaan sumber daya, serta penghargaan bagi dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan karya ilmiah. "Kami siap menjadi tuan rumah Pimnas. Sesuai tradisi biasanya setelah penyelenggaranya perguruan tinggi swasta, maka tahun berikutnya giliran perguruan tinggi negeri. Jika tahun 2010 ini rencananya akan diselenggarakan di Bali, maka kami siap menjadi tuan rumah alternatif atau menjadi penyelenggara tahun berikutnya", ujar Sukinta. Keinginan Undip untuk menjadi tuan rumah dan berprestasi di ajang Pimnas, menurut dosen Fakultas Hukum ini sesuai dengan visi Undip untuk menjadi world class research university. Pada 1995, ditambahkannya Undip pernah juga menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini.
Pembantu Rektor III UB Ir. Ainurrasyid, MS menjelaskan tiga hal dalam sambutannya yaitu manajemen Pimnas, manajemen karya ilmiah mahasiswa dan manajemen keuangan kegiatan di UB. Ainurrasyid menambahkan kunci dari keberhasilan kegiatan UB adalah komitmen diantara PR I, PR II, maupun PR III dalam melaksanakan kegiatan bersama-sama. Sebelumnya Pembantu Rektor II Warkum Sumitro SH MH menerangkan setiap proposal yang berkaitan dengan kemahasiswaan tidak akan mendapatkan disposisi tanpa persetujuan PR III.
Ainurrasyid juga mengungkapkan salah satu strategi UB memotivasi mahasiswa untuk membuat karya ilmiah. Yaitu, memberikan intensif untuk setiap prestasi yang ditorehkan dari tingkat universitas sampai nasional bahkan internasional. Bukan hanya mahasiswa, dosen pembimbing yang berhasil mengantarkan mahasiswanya mendapatkan penghargaan internasional misalnya, akan diberi insentif Rp 10 juta.
Disampaikan pula, beberapa fakultas telah menerapkan sistem untuk memacu mahasiswanya menulis karya ilmiah, seperti Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) dan Fakultas Kedokteran (FK). Pembantu Dekan III FIA Drs Heru Susilo MA mengungkapkan, di fakultasnya telah dibentuk lembaga otonom tingkat fakultas yang berkonsentrasi di bidang research & study club serta kewirausahaan untuk memfasilitasi mahasiswa mengembangkan minat dan bakatnya di kedua bidang tersebut. Input lembaga ini ditopang oleh kelompok mentoring yang sejatinya dibuat sebagai supporting pendidikan agama di fakultas. Menurut Heru, kekompakan didalam kelompok mentoring  ini bisa memotivasi mahasiswa aktif di bidang akademis dan kewirausahaan.
Selain itu Pembantu Dekan III FK dr. Muhammad Hanafi MPH menjelaskan, di FK setiap mahasiswa baru (maba) diwajibkan membentuk "keluarga" yang terdiri dari maba dan mahasiswa lama (mala). Tugas mala disini adalah membimbing adik kelasnya untuk membuat karya tulis yang secara kelembagaan akan dikelola oleh Lembaga Studi Ilmiah Mahasiswa (LSIM), proses selanjutnya adalah memasukkan mahasiswa-mahasiswa ini ke Sekolah Mahasiswa Berprestasi di FK.
Di akhir acara, Ainurrasyid mengungkapkan dukungannya kepada Undip untuk menjadi tuan rumah Pimnas tahun berikutnya. "Saya setuju kalau Undip menjadi tuan rumah Pimnas lagi. Karena bagi Brawijaya, hal ini akan mempengaruhi respon sivitas, masyarakat, ataupun BUMN terhadap universitas", tandasnya.[nok/ai]

Dosen FISIP Hadiri BIEC di Jerman.
11 Februari 2010
Dua orang dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP-UB), Anggun Trisnanto HS dari Program Studi Hubungan Internasional dan M.Faishal Aminuddin dari Program Studi Ilmu Politik menghadiri acara "The Berlin International Economics Congress: An Interdisciplinary Analysis of the Roles of Global Politics & Civil Society in International Economics". Acara ini digelar di Berlin, Ibukota Republik Federasi Jerman selama empat hari (4-7/2). Mereka datang sebagai undangan delegasi khusus dalam acara yang diselenggarakan oleh Institute for Cultural Diplomacy (ICD) ini.
Kongres ini menghadirkan pemimpin politik di Eropa yang pernah menduduki posisi strategis baik presiden, perdana menteri, menteri maupun pimpinan parlemen. Selain itu, hadir juga perwakilan organisasi dunia seperti OECD, World Bank, United Nations, ATTAC serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
Dalam acara ini terdapat satu sesi khusus yang bertajuk "The New Economic World Order and International Relations" yang difokuskan pada negara-negara potensial dalam tatanan global di masa depan. Diantaranya Rusia, China, Brazil, Afrika Selatan serta Indonesia. Dalam sesi ini, delegasi masing-masing negara bisa menyampaikan pandangannya terkait berbagai tema yang lebih spesifik. Selain itu mereka juga diberi kesempatan untuk mengajukan sharing experience atas persoalan yang dihadapi, terutama seputar kebijakan yang diambil oleh masing masing pemerintahannya.
Krisis finansial global mempengaruhi berbagai faktor diantaranya kebijakan luar negeri, riset dan inovasi, perdagangan dan investasi, kebijakan lingkungan hidup, kesejahteraan sosial, pariwisata, praktek dan pengembangan bisnis serta akses pendidikan. Dalam konteks ini, pendekatan untuk menyelesaikannya tidak hanya terbatas pada ekonomi saja tetapi juga faktor lain sepertti politik internasional, civil society, serta sektor swasta yang bisa ditelaah dari berbagai disiplin keilmuan seperti ilmu politik, ilmu-ilmiu sosial serta studi pembangunan.
Acara ini bertujuan menghasilkan berbagai rekomendasi yang kontekstual, tergantung pada kondisi masing-masing negara. Secara spesifik, konferensi ini menghasilkan agenda yang sesuai dengan tujuan awalnya yaitu memunculkan debat internasional dalam rangka mengidentifikasi potensi sektor publik, sektor swasta, civil society serta akademik. Kemudian, mengeksplorasi hubungan antara gejala interdependensi ekonomi dengan stabilitas global, melakukan assessment terkait dengan keuntungan dan tantangan Corporate Social Responsibility (CSR) serta Socially Responsible Investment (SRI) dalam hubungan internasional. Tujuan lainnya adalah mengeksplorasi kinerja diplomasi kebudayaan dan kebijakan soft power dalam penguatan kerjasama multilateral ekonomi global serta merumuskan rekomendasi bagi pengambil kebijakan berdasar pendekatan interdisipliner dan multiperspektive. [mfa/nok]

Disertasi Syarifuddin: "Penyusunan Anggaran yang Lebih Manusiawi"
10 Februari 2010
Pandangan akademisi dan pemerhati bahwa anggaran sebagai alat pengendali mekanis tanpa memandang aspek manusia dibalik angka-angkanya kini mulai berubah. Mereka kini mulai melihat pentingnya melakukan studi tentang aspek manusia yang berperan penting dalam perancangan anggaran. Perubahan ini dapat diartikan bahwa akademisi dan pemerhati mulai memahami pentingnya manusia sebagai pelaku sehingga perlu tersedia pengetahuan mengenai latar belakang berbagai kebijakan yang mereka keluarkan. Terkait manusia sebagai pelaku, sosiolog ternama abad 20, Erving Goffman, memetaforakan tingkah laku manusia sebagai teater dimana lingkungan masyarakat menjelma menjadi sebuah panggung. Hal ini dikemukakan Syarifuddin, Senin (8/2) dalam disertasinya yang bertajuk "Kebijakan Anggaran: Aksentuasi Drama Politik dan Kekuasaan".
Promotor yang mendampingi Syarifuddin dalam mengerjakan disertasi selama ini adalah Prof. Dr. Made Sudarma, SE., Ak., MM; Prof. Iwan Triyuwono, SE.Ak M.Ec., Ph.D (Ko-Promotor) serta Gugus Irianto, SE.Ak., MSA., Ph.D (Ko-Promotor). Sementara itu, dosen pengujinya adalah Prof. Dr. Sutrisno, SE.Ak., M.Si; Eko Ganis Sukoharsono ,SE., M.Com (Hons)., Ph.D dan Dr. Unti Ludigdo, SE.Ak., M.Si.
Disampaikan Syarifuddin, studi ini merupakan pengembangan dari pendekatan teknokratik atas kebijakan anggaran (budget policy) dengan melakukan diskusi serta mengidentifikasi aksentuasi budaya, politik, serta kekuasaan dalam kebijakan anggaran. Selain itu, penyusunan disertasi ini juga bertujuan untuk mengetahui interaksi politik, kekuasaan serta perilaku pelaku anggaran dalam drama konstruksi kebijakan anggaran.
Kabupaten Jembrana, Propinsi Bali dipilih sebagai obyek penelitian Syarifuddin. "Kabupaten Jembrana merupakan salah satu wilayah diantara empat ratus kabupaten lebih di Indonesia yang tidak terlalu kaya. Tetapi secara mengejutkan, mereka menetapkan anggaran yang memprioritaskan bidang pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama dengan menggratiskan untuk seluruh masyarakat," kata dia.
Dari penelitian yang dilakukannya, Syarifuddin menyimpulkan bahwa kebijakan anggaran dibangun melalui interaksi sosial dimana negosiasi merupakan kendaraan utama. "Sehingga struktur mungkin ada, tetapi mereka memperlakukannya hanya sebagai batasan temporer dan bisa dinegosiasi ulang", tandasnya. Selain itu, studi ini juga menemukan bahwa paradigma pembuatan anggaran tidak dapat dilepaskan dari bentuk kekuasaan yang beroperasi dibalik kebijakan tersebut. "Hal ini karena pembuatan anggaran memerlukan pengetahuan, sementara pengetahuan itu sendiri memiliki relasi yang tidak dapat dipisahkan pula dari kekuasaan", tegasnya.
Melalui disertasi ini, kepada peneliti selanjutnya ia menyarankan pentingnya meneliti prosedur akuntansi yang berubah terhadap waktu mengingat keseimbangan kekuasaan yang bergeser dari waktu ke waktu dalam sejarah organisasional. Setelah mempertahankan disertasinya, Syarifuddin dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dan berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Akuntansi. [Far/ris/nok]

Dosen Kimia Ikuti CSSO Training di Bangkok
10 Februari 2010
Dr. Rurini Retnowati, dosen Jurusan Kimia FMIPA Universitas Brawijaya (UB) mengikuti Chemical Safety and Security Officer (CSSO) Training di Bangkok, Thailand (1-5/2). Dirinya mewakili Indonesia bersama 19 orang dosen Jurusan kimia dari berbagai universitas di Indonesia. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Himpunan Kimia Indonesia (HKI) dan The US Department of State Program on Chemical Security Engagement in Working with Chemistry Professionals serta Sandia National Laboratories.
Kegiatan yang diikuti oleh kimiawan profesional, manajer laboratorium, pembuat kebijakan serta kalangan industri kimia ini bertujuan untuk memberikan pengertian akan resiko dan ancaman bahan kimia. "Dengan mengikuti kegiatan ini diharap akan mampu meningkatkan keamanan di lingkungan akademik, rumah serta pengawasan ekspor dan impor bahan kimia toksik", ujar Rurini.
Materi yang disampaikan dalam training tersebut adalah Chemical Safety and Security Program; Laboratory Design, Ventilation and Hoods, Chemical Management, Hazards; Laboratory Visit, Fire Prevention, Transportation, and GHS/REACH; Chemical Toxicology and Exposures, Emergency Planning and Response, Personal Protective Equipment; Laboratory Inspection, Chemical Safety Calculations, Chemical Waste. [rr/nok]

Mahasiswa UB Terpilih Sebagai National Director IAAS 2010/2011
10 Februari 2010
Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB), Hafiz Iqbal Maulana, terpilih sebagai national director International Association of Students in Agricultural and Related Studies (IAAS). Hafiz terpilih melalui proses yang sangat alot dalam kongres nasional IAAS di Malang (2-8/2). Demikian disampaikan ketua panitia kongres, Attabik Maulana Amrillah ketika diwawancarai PRASETYA Online, Rabu (10/2). "Melalui mekanisme voting, Hafiz terpilih dengan jumlah suara yang sama dengan rivalnya dari Institut Pertanian Bogor (IPB)", ujarnya. "Pemilihan kemudian dilanjutkan dengan memberikan studi kasus kepada kedua kandidat untuk diminta mencarikan solusinya. Solusi dari masing-masing kandidat kemudian dinilai oleh peserta. Pada tahapan ini Hafiz akhirnya unggul", tutur mahasiswa FPIK angkatan 2008 ini.
Selain Hafiz, mahasiswa UB lainnya yang terpilih sebagai fungsionaris pengurus pusat IAAS Indonesia adalah Lina Muflihatudzakiyah (Fakultas Pertanian 2007), Vice Director of Finance. Beberapa kursi lain diduduki oleh mahasiswa Universitas Haluoleo (Vice Director of Partnership dan Vice Director of Exchange) dan IPB (Vice Director of Communication). Agenda lain yang diselenggarakan dalam kongres yang dilangsungkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati, Singosari, Malang ini adalah laporan pertanggungjawaban pengurus lama serta persiapan panitia kongres internasional IAAS ke-53 pada Juli mendatang. "Secara keseluruhan laporan pertanggungjawaban pengurus lama diterima. Khusus untuk delegasi world congress 52 di Meksiko, LPJ-nya diterima bersyarat. Syaratnya adalah mereka diharuskan memberi pembinaan kepada panitia lokal terkait pelaksanaan kongres internasional nantinya", ujar Attabik yang sekarang menjabat sebagai staf exchange programme di IAAS LC UB.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus pusat lama juga melangsungkan pelatihan terhadap panitia kongres internasional ke-53. Panitia tersebut terbagi dalam 4 line yaitu line of finance, line of communication, line of partnership dan line of sponsorship yang dipimpin oleh seorang ketua panitia yaitu Erry Hardiansyah, mahasiswa FTP angkatan 2006. "Dalam pelatihan tersebut mereka diperkenalkan dengan tugas dan fungsi kerja masing-masing line", ujar Attabik. Dalam line of finance misalnya, peserta diajari manajemen keuangan. "Hal ini penting mengingat kegiatan ini diperkirakan akan menyedot dana sekitar Rp. 1.2 M", tambahnya. Terkait hal tersebut, panitia menarik dana dari masing-masing delegasi sekitar 350 Euro ditambah dana sponsorship. "Untuk kelancaran persiapan ini kami selalu berkomunikasi dengan IAAS internasional yang bermarkas di Leuven University, Belgia", tutur Attabik.
World Congress IAAS ke-53
World Congress IAAS ke-53 yang menurut rencana akan diselenggarakan di Indonesia pada Juli nanti melibatkan empat perguruan tinggi sebagai tuan rumah. Mereka adalah IPB (Bogor), Universitas Padjadjaran (Bandung), Universitas Brawijaya (Malang) dan Universitas Haluoleo (Kendari). Sekitar 300 delegasi dari 41 negara diperkirakan akan hadir dalam kegiatan yang mengambil isu utama food, trade and energy ini. Berbagai agenda akan diselenggarakan dalam kesempatan tersebut diantaranya adalah general assembly, seminar internasional, studi ekskursi serta kuliah tamu internasional. Dalam general assembly yang menurut rencana akan diselenggarakan di Universitas Brawijaya, diantara agendanya adalah memilih ketua IAAS internasional yang saat ini dijabat oleh Emma Flemig dari Amerika Serikat. Selain itu, agenda lain yang juga akan diselenggarakan di UB adalah seminar internasional dan studi ekskursi. "Agenda kegiatan pada keempat perguruan tinggi nantinya akan diserahkan kepada masing-masing panitia lokal", ujar Attabik. [nok]
----
Foto: Attabik Maulana Amrillah

Bantuan dan Hibah DP2M Untuk Dosen/Peneliti
10 Februari 2010
Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2M) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional kembali memberikan bantuan kepada para peneliti/dosen perguruan tinggi di jajarannya. Kali ini berupa Bantuan Seminar Internasional dan Hibah Himpunan Profesi yang akan diberikan selama tahun 2010. Demikian seperti disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaemi, MS kepada Prasetya Online melalui email.
Bantuan Seminar Internasional
Bantuan seminar internasional diberikan kepada dosen/peneliti dengan beberapa persyaratan. Berbagai persyaratan tersebut adalah mempunyai makalah yang telah disetujui panitia dan akan dipresentasikan pada seminar tersebut, menyampaikan undangan sebagai pembicara dari penyelenggara seminar di luar negeri, menyampaikan biodata lengkap, menyampaikan rincian pembiayaan yang diperlukan (menurut mata uang asing dan rupiah) seperti biaya transportasi, akomodasi, konsumsi dan pendaftaran serta tidak mendapatkan pembiayaan seminar luar negeri dari perguruan tinggi atau sumber lain yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai dan diketahui oleh pimpinan perguruan tinggi. Bantuan seminar luar negeri ini hanya diberikan kepada satu orang dosen pada setiap perguruan tinggi dalam sebuah seminar.
Permohonan hanya dapat diajukan oleh pimpinan perguruan tinggi sebelum keberangkatan keluar negeri dengan melampirkan berbagai dokumen persyaratan tersebut. Pengiriman dokumen dapat dialamatkan ke Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2M) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional, Gedung DIKTI Lantai 4 Jl. Pintu Satu, Senayan Jakarta 12001.
Perlu diketahui bahwa pengajuan yang disampaikan akan dievaluasi kelayakannya dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Bagi pengajuan yang disetujui, persetujuan akan disampaikan melalui pimpinan perguruan tinggi.
Hibah Simposium/Pengembangan Himpunan Profesi
Program Hibah ini dilakukan dengan memberikan dana bantuan kepada himpunan profesi (himpro) untuk menyelenggarakan temu ilmiah secara reguler guna menghimpun dan mengkonsolidasikan anggotanya. Melalui program ini diharapkan akan terkumpul naskah bermutu yang layak terbit di jurnal internasional atau disalurkan ke jurnal ilmiah yang ada. Adapun kriteria himpro yang dapat mengajukan hibah ini adalah memiliki profil organisasi profesi (AD/ART, akte pendirian himpunan, jumlah anggota, jumlah cabang, susunan pengurus, alamat sekretariat, kegiatan ilmiah/frekuensi temu ilmiah, ada/tidaknya jurnal ilmiah yang diterbitkan serta dokumen pendukung lainnya). Bagi himpro yang berusia kurang dari dua tahun dan beranggotakan kurang dari 50 orang tidak diperkenankan mendaftar. Pengusul hibah ini harus merupakan pengurus pusat dan bukan cabang/wilayah.
Bagi himpro yang sudah meraih hibah simposium pada tahun 2009 tidak diperkenankan mendaftar sementara himpro yang gagal pada tahun yang sama dipersilakan untuk mendaftar. Selain itu, Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam pelaksanaan simposium nasional organisasi profesi sesuai besarnya hibah, maksimal Rp. 300 juta.
Panduan Pengajuan Usulan dapat diunduh di sini, untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Berkas yang  diusulkan  dalam  program  ini  harus  sudah  diterima oleh Subbag. Program Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya selambat-lambatnya tanggal  5 April 2010 pukul 16.00 WIB. Para pengusul yang terpilih akan diumumkan selambat-lambatnya pada bulan Juni 2010.
Informasi lebih lengkap dapat menghubungi Subbag Program LPPM UB (Sudjari, S.Sos; Imam Prajitno, ST dan Alimudin, SH), telp. (0341) 584394 psw 304. [nok]

Taufik-Hurriyatul, Juara Kompetisi Paper Internasional
9 Februari 2010

Angkat Ekonomi Islam, Sistem Bagi Hasil karena Bunga Haram
Universitas Brawijaya (UB) menorehkan prestasi fenomenal di pentas internasional. Pada ajang bertitel Call for Paper Competition International di Jakarta, Rabu (3/2) kemarin, dua mahasiswa Fakultas Ekonomi UB sukses menjadi juara.
Gaya bicara Huriyatul Mazizah cukup cekatan. Setiap pertanyaan yang diajukan Koran ini dijawab dengan gamblangdan tangkas. Khas gaya orang cerdas. Ya, Hurriyatul memang cerdas. Ini dibuktikan dengan kesuksesan menyisihkan 87 peserta Call for Paper Competition International yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI).
Pesaingnya tidak saja datang dari mahasiswa Indonesia, tapi juga mahasiswa dari Universitas Kadana, dari International Islamic University of Malaysia, University Technology of Mara Malaysia, International Centerfor Education in Islamic Finance, dan beberapa negara ASEAN lain. Bukan hanya itu, saat presentasi paper berjudul "Analisis Prospektus Perusahaan EMiten Obligasi Syariah di Indonesia dalam Perumusan Model Valuasi Sukuk", ia bersaing dengan mahasiswa S2.
Karena ajang tahunan tersebut memang untuk mahasiswa S1 dan S2. "Paparan kami sebenarnya cukup sederhana. Kami membandingkan obligasi syariah dengan konvensional," kata Hurriyatul, kemarin.
Dalam pembuatan paper ini, Hurriyatul memang tidak sendiri. Ia dibantu Taufik Tri Jakanugraha, mahasiswa jurusan akuntansi semester IV. Dua bulan sebelum presentasi pada Rabu (3/2) lalu, ia mengirim abstraksi paper ke panitia.
Tercatat ada 87 abstraksi paper yang masuk. Setelah sebulan diseleksi, hanya 30 abstraksi yang dinyatakan lolos, salah satunya karya Hurriyatul dan taufik. Setelah dinyatakan lolos, panitia meminta paper lengkap untuk diseleksi lagi.
Selama seleksi sebulan, paper tinggal 11 yang dinilai berhak ikut presentasi dengan bahasa Inggris di kampus UI. "Kebetulan sekali tema yang kami angkat dianggap paling menarik dan baru," urai Hurriyatul bangga.
Dari analisis Hurriyatul dan Taufik, system ekonomi Islam lebih menjanjikan daripada system konvensional. Karena dalam obligasi konvensional, tergantung suku bunga di Bank Indonesia. Namun di system Islam, tidak terpengaruh suku bunga.
Karena bunga dilarang di Islam, maka system yang dipakai seperti model bagi hasil (modlorobah). "Kami juga jawab kritikan yang mengatakan antara system Islam dan konvensional sama saja, hanya beda istilah. Namun paper kami sudah banyak mengupas perbedaan itu," tandas alumnus SMAN 3 Malang ini. (abm/ziz/fjr)

Japfa Comfeed Indonesia Gandeng Fakultas Peternakan
9 Februari 2010
Salah satu perusahaan agri-food terkemuka di Indonesia, PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk, Selasa (9/2) menggandeng Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (FPt-UB) untuk bekerjasama. Perwakilan yang dipimpin langsung oleh direktur, Drs. Ignatius Herry Wibowo ini diterima Rektor, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito beserta Dekan Fakultas Peternakan, Prof. Dr. Ir. Hartutik, MP di gedung rektorat. Dalam sambutannya, direktur perusahaan yang memiliki inti bisnis di pakan ternak, pengembangbiakan ayam, pengolahan unggas dan budidaya perairan ini mengemukakan, kerjasama UB dengan PT. Japfa Comfeed merupakan salah satu upaya untuk membantu program pendidikan di Indonesia. Bantuan lain yang telah diselenggarakan diantaranya adalah renovasi gedung Sekolah Dasar (SD) di daerah bencana seperti Aceh, Padang serta Yogyakarta, disamping program "Japfa For Kids" yang membantu kebutuhan gizi dan kesehatan anak-anak. Dengan FPt-UB, kerjasama yang telah diselenggarakan adalah menguliahkan putera puteri karyawannya hingga tingkat sarjana. "Dengan belajar peternakan dan perikanan maka setelah lulus jangan dilupakan", ujar Herry. "Harapannya alumni peternakan, pertanian dan perikanan dapat bekerja sesuai kompetensinya mengingat ketiga bidang tersebut merupakan soko guru Republik ini", tambahnya. Dengan terjalinnya kerjasama kedua pihak, Herry juga mengharapkan sinergisitas diantara kebutuhan masyarakat, industri dan pendidikan tinggi. Hal ini menurutnya akan membantu permasalahan yang dihadapi pihaknya selama ini. "Beberapa pakan seperti rumput alfa alfa dan kedelai merupakan produk kawasan sub tropis yang selama ini didatangkan melalui impor. "Selama ini rumput alfa alfa dan kedelai dibeli dari negara sub tropis seperti Brazil, Argentina dan Amerika Serikat. Melalui penelitian yang dilakukan, harapannya keduanya dapat diproduksi dengan baik di Indonesia yang merupakan kawasan tropis", kata dia.
Dua Tahapan
Perjanjian kerjasama yang berlangsung selama lima tahun ini akan diimplementasikan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pembangunan kandang unggas close house dan open house di laboratorium lapangan FPt-UB, Desa Sumber Sekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Kedua kandang ini berkapasitas 8500 ekor unggas dengan dana lebih kurang Rp. 400 juta. Menurut rencana, pembangunan ini akan menghabiskan waktu enam bulan. Dalam masa pembangunan tersebut, mahasiswa juga akan dilibatkan untuk memberi pengetahuan mereka dalam merencanakan pembangunan kandang unggas.
Seusai pembangunan kandang, kerjasama akan dilanjutkan pada tahap selanjutnya yaitu pemerliharaan ayam pedaging.
Dalam penjelasannya, Dekan FPt-UB mengemukakan bahwa operasional tindak lanjut kerjasama ini menuntut perhatian yang serius. Diantaranya adalah kebutuhan perluasan lahan mengingat terbatasnya kawasan teaching farm yang dimiliki FPt-UB. Hal ini menurut Dekan sangat penting karena adanya rencana untuk menjadikan teaching farm sebagai sumber income generating. "Sumber Sekar rencananya akan dijadikan kawasan khusus untuk pusat riset dan peternakan unggas serta kambing sementara untuk sapi dan sapi perah akan dipusatkan di Ngijo", ungkap Prof. Hartutik. Kawasan lain yang saat ini tengah diperhitungkan FPt-UB untuk usaha peternakan professional adalah Sumberpucung, dengan keadaan tanah disana yang cukup luas.
Hal yang tak kalah penting sebagai tindak lanjut kerjasama ini pula adalah pengadaan Rumah Potong Ayam (RPA) modern khusus untuk ayam pedaging. "Selama ini mahasiswa tidak tahu cara potong ayam modern. Dengan adanya fasilitas ini harapannya mereka dapat mendalami lebih lanjut", tandasnya. [nok]

Workshop Penggunaan Flowcytrometry FKUB
8-9 Februari 2010
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB) menggelar workshop "Penggunaan Flowcytrometry untuk Diagnosa Laboratoris HIV/AIDS" pada Senin-Selasa (8-9/2) di Gedung Biomedik FKUB. Bekerjasama dengan Laboratorium Klinik RS Dharmais Jakarta dan BD, kegiatan yang dibuka oleh Dekan Dr dr Samsul Islam SpMK MKes itu diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari kalangan rumah sakit, kepala laboratorium di lingkungan FK UB, teknisi, laboran, mahasiswa, asisten riset dan para peneliti bidang biomedik. Hadir sebagai pemateri Kepala Laboratorium Biomedik FK-UB Prof Dr dr M Rasjad Indra MS dengan materi "Prinsip Dasar Kerja dan Pemanfaatan Flowcytometry" dan Dr Agus Susanto Kosasih SpPK MARS dari RS Kanker Dharmais Jakarta dengan materi "Pengalaman Laboratorium Patologi Klinik RS Dharmais dalam Melaksanakan Pemeriksaan Lab Menggunakan Flowcytometry untuk Kasus HIV/AIDS".
Acara diawali lokakarya pemeriksaan CD4 dan CD3 menggunakan flowcytometry di Laboratorium Biomedik FKUB pada 8 Februari 2010, dilanjutkan dengan seminar pada 9 Februari 2010. Adapun tujuan diselenggarakannya workshop tak lain guna memantapkan keterampilan teknisi biomedik dalam mengukur kadar CD4 dan CD3 darah. Demikian ungkap Prof Dr dr M Rasjad Indra MS kepada PRASETYA Online.
Dari penyelenggaraan workshop diketahui bahwa teknisi dan laboran FKUB cukup terampil melakukan pemeriksaan CD4 dan CD3 dengan menggunakan flowcytometry. Menanggapi hal ini, dr Agus Kosasih mengemukakan pendapat bahwa FKUB bekerjasama dengan RSSA Syaiful Anwar dan rumah sakit lainnya di Malang Raya, mampu melaksanakan pemeriksaan laboratorium untuk diagnosis HIV/AIDS.
Flowcytometry
Sementara itu ditemui disela-sela aktivitas analisisnya, Wahyudha Ngatiril Lady SSi kepada PRASETYA Online menuturkan, Flowcytrometry merupakan alat untuk membaca sampel darah dengan kemampuan laser.  Alat seharga lebih dari satu milyar rupiah itu mampu mendeteksi darah dari seseorang yang menderita penyakit Malaria, TBC dan HIV/AIDS serta dapat dimanfaatkan untuk riset. FKUB sendiri telah memiliki alat itu lebih kurang satu tahun lalu.
Lebih lanjut disampaikan Yudha, demikian ia biasa dipanggil, alat Flowcytrometer mampu membaca data sampel darah kurang dari 5 menit. "Total waktu yang dibutuhkan untuk mendeteksi apakah seseorang terkena HIV/AIDS atau tidak, hanya selama 35 menit," ujarnya. Diawali dengan pengambilan darah sampel dan menandainya dengan penanda CD4 atau Cluster Differences4. Bagi orang normal, CD4 yang ada dan diproduksi dalam tubuh memiliki range nilai 410 sampai dengan 1590. Untuk penderita HIV/AIDS angkanya kurang dari dari 410.
Dibutuhkan lebih kurang 50 mikroliter darah dan 20 mikroliter penanda. Setelah itu sampel darah diinkubasi di ruangan gelap selama 15 menit. Selanjutnya proses pemberian lysingbuffer yang berfungsi untuk melisiskan eritrosit dan diinkubasi kembali selama 15 menit. Setelah itu proses pembacaan sampel darah dengan cara memasukkan tabung sampel darah ke alat Flowcytrometer.
Di Malang, biaya yang dibutuhkan untuk tes HIV/AIDS lebih kurang 100 ribu rupiah. Itu pun membutuhkan jarak dan waktu yang cukup lama karena analisis dilakukan di Surabaya. Dengan keberadaan alat Flowcytrometer di FK UB diharapkan mampu mempersingkat analisis HIV/AIDS.[nun]

Panen Durian, Pak Amat Undang Sivitas FP
6 Februari 2010
Pak Amat, salah seorang grafter yang dididik Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB), Sabtu (6/2) panen durian. Sebagai ungkapan rasa syukur atas panen tersebut ia pun mengundang sivitas FP-UB untuk turut merasakan hasil kebunnya ini. Puluhan durian pun ia unduh untuk dicicipi sekitar 135 dosen, karyawan dan mahasiswa FP-UB yang didatangkan ke sana. Dengan lahapnya mereka langsung mencicipi buah durian yang diambil maupun jatuh dari pohon baik di kebun maupun rumah Pak Amat. "Durian yang disajikan ini beragam jenisnya. Habis dimakan, biji akan dikumpulkan untuk dijadikan bibit kembali", ujar Taufan, salah seorang mahasiswa yang turut hadir dalam kesempatan tersebut. Diantara jenis yang dipanen adalah manalagi serta durian varietas lokal yang belum ada namanya.
Selesai di rumah Pak Amat, Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Ir. Sumeru Ashari, M.Agr.Sc, PhD pun membawa wartawan yang turut hadir dalam kesempatan tersebut ke lokasi pohon durian jingga di Desa Pait, Kecamatan Kasembon. Pohon durian ini merupakan satu-satunya varietas jingga yang tertinggal. Ia terletak di tepi ngarai persawahan yang ada di kawasan tersebut. Untuk menjaga kelestarian durian jingga yang merupakan varietas langka ini, FP-UB telah berhasil melakukan perbanyakan bibit dan telah diserahkan petani untuk ditanam. Selain itu, FP juga telah mendidik grafter (penyambung bibit) agar diperoleh bibit berkualitas tinggi. Salah seorang grafter yang juga dididik FP-UB melalui pelatihan Farmer Managed Extension Activities (FMA) adalah Lurah Desa Pait, Sunarto. Diwawancarai PRASETYA Online, ia mengatakan bahwa pelatihan FMA ini telah memberikan banyak manfaat bagi dirinya. Diantara manfaat tersebut adalah tambahan ilmu, pengalaman, serta penghasilan. "Banyak pembeli datang mencari bibit dari saya. Mereka kebanyakan berasal dari Malang, Jombang, Kediri, Pekalongan dan Tegal", ujar Sunarto. Selain tengkulak dari berbagai daerah, dirinya juga menjual bibit ke Dinas Pertanian yang kemudian akan dikembalikan ke warga. Sunarto mengemukakan, dirinya memiliki 10 pohon durian yang telah berusia puluhan tahun. Dari jumlah tersebut pendapatan hingga puluhan juta pun mampu ia peroleh tiap kali musim panen. "Hampir setiap kepala keluarga di Desa Pait ini memiliki pohon durian", ujar Sunarto. Selain durian, tanaman lain yang juga berpotensi tumbuh di desa seluas 161000 hektar ini adalah padi, jagung, alpukat, petai dan  jengkol. Selain itu, hampir setiap kepala keluarga di desa tersebut juga beternak sapi. "Jumlah penduduk di sini sekitar 4325 jiwa dengan mata pencaharian utama adalah bertani dan beternak", jelasnya.
Durian Jingga
"Warna jingga merupakan hasil persilangan yang dilakukan dengan perantara binatang seperti kelelawar serta burung colibri. Penyerbukan itu berlangsung terus menerus seusia pohon ini yang telah puluhan tahun", terang Prof. Sumeru kepada wartawan. Beberapa kelebihan yang dimiliki durian jingga ini menurutnya adalah jumlah vitamin, antioksidan, protein, lemak tak jenuh serta kandungan energi yang tinggi. "Dengan makan durian jingga dua butir sehari, maka energi yang dihasilkan sekitar 900 kilo kalori. Jika tidak makan sehari pun maka ia akan kuat", tambah Dekan. Guna meneliti hal ini lebih lanjut, saat ini FP melakukan penelitian bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Di akhir wawancara, Sunarto mengemukakan, pohon durian jingga yang tinggal satu-satunya di Desa Pait ini telah berumur sekitar 80 tahun. Sebanyak 200 buah mampu ia hasilkan saat musim durian, sekali dalam setahun.
Dengan berbagai keunggulan dan langkanya pohon ini, saat ini FP-UB juga tengah mengajukan sertifikasi ke Kementerian Pertanian RI untuk menjaga varietasnya. [nok]

PKM-GT Untuk Maba
6 Pebruari 2010
Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), Sabtu (6/01), menjadi tempat penyelenggaraan PKM GT ( Program Kreativitas Mahasiswa-Gagasan Tertulis) khusus untuk Mahasiswa Baru (Maba) se-UB. Sebanyak 60 karya tulis ambil bagian dalam kegiatan yang ditutup oleh Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Ir Ainurrasjid MS itu. Tujuan diselenggarakannya PKM GT tak lain untuk kaderisasi, mengingat UB telah dua kali berturut-turut menjadi juara umum di PIMNAS yaitu PIMNAS 2008 di Universitas Islam Sultan Agung (Unisulla) Semarang dan saat menjadi tuan rumah di PIMNAS 2009.
Staff Ahli Pembantu Rektor bidang Penalaran yang juga ketua pelaksana PKM-GT UB Prof.  Dr. Drs. Abdul Hakim MSi mengatakan, pengkhususan PKM-GT untuk maba ini sudah dilakukan UB sejak PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) 2009. "Peserta PKM GT ini hanya boleh dua orang. Salah satu pesertanya harus dari mahasiswa lama (mala) yang dipilih oleh anggota kelompok masing-masing," ungkap Hakim disela-sela acara. Unsur peserta dari mala harus dipenuhi karena aturan didalam PIMNAS mengharuskan satu kelompok berbeda angkatan.
Hakim menambahkan, 60 karya tulis yang diterima semuanya memiliki hak untuk  dikirim ke tingkat nasional. Momen  penjurian kali ini memiliki tujuan utama yakni, melatih mahasiswa berkompetisi di PIMNAS dengan kriteria penilaian sama dengan PIMNAS. Selain itu mahasiswa masih bisa memperbaiki karyanya setelah mendapatkan masukan dari dewan juri sebelum dikirim pada akhir februari 2010. Ajang kali ini menetapkan juara 1,2, dan 3, dari 5 kelompok.
Sementara itu, salah satu juri dari Fakultas Teknik Prof. Ir.  Antariksa MEng PhD mengungkapkan kepada PRASETYA Online, masih banyak terjadi kesalahan sistematika penulisan seperti letak tanda tangan atau tata cara pengutipan. Sedangkan untuk gagasan, ada beberapa yang layak untuk diajukan ke tingkat nasional walaupun basis gagasannya bersifat lokal.
Pemenang
Pengumuman pemenang disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Teguh Wahju Sardjono DTM&HMSc SpPai(K) . Berikut adalah para pemenang PKM GT maba: Kelompok 1: juara 1 "Wahana Aremania Tradisional Sebagai Sarana Edukasi dan Pelestarian Permainan Tradisional" (Fakultas Ekonomi), juara 2 "Efek Zat Rutin (Zat Aktif) Tembakau Dalam Menghambat Mestase Kanker Paru" (Fakultas Kedokteran), dan juara 3 "Otonomi Pendidikan Untuk Rekonstruksi Pelaksanaan Ujian Akhir Nasional di Indonesia"  (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik). Kelompok 2: juara 1 "SAMPAN - Sensor Analisis Media Perhitungan Anak Ikan" (Fakultas Teknik), juara 2 "Pemanfaatan Asam Amino dalam Diadema Setosum untuk Meningkatkan Intelligence Quotien" (FK), juara 3  "Pemanfaatan Sinar Matahari Untuk Pendingin Ruangan"  (Fakultas Teknik). Kelompok 3: juara 1 "Penerapan Konsep Tri Hita Karana Sebagai Peningkatan Daya Saing Bangsa Melalui Produksi Souvenir Kayu Sengon (Albazia Falcataria)" (FISIP), juara 2 "Konsep One Village One Product (OVOP) Melalui Peran Triple Helix: Sebuah Strategi Penguatan Produk Lokal Menyambut Free Trade Agreement (FTA) Asean-China 2010" (Fakultas Ilmu Administrasi), dan juara 3 "Sanggar Guru: Alternatif Pemecahan Masalah pada Sistem Penilaian Portofolio sebagai Kriteria Sertifikasi Guru" (FE). Kelompok 4: juara 1 "Pemanfaatan Polifenol pada Akar Alang-Alang (Imperata Cylindrica L.) Sebagai Antioksidan Dalam Pengobatan Hepatitis B Akut" (FK), juara 2 "Pengembangan Industri Kreatif di Jawa Timur melalui Creative Industry Center sebagai Upaya Peningkatan PAD bagi Kota Malang" (FE), dan juara 3 "Meningkatkan Hasil Belajar dan Kreativitas Siswa maupun Mahasiswa Melalui Pembelajaran Berbasis Peta Pikiran (Mind Mapping)" (FISIP). Kelompok 5: juara 1 "Pemanfaatan Daun Tapak Dara (Catharanthus Roseus L.) Sebagai Bio-Kemoterapi Leukemia yang Aman Tanpa Efek Samping" (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), juara 2 "Pemanfaatan Piperin dalam Cabai Jawa Sebagai Anti Inflamasi dan Analgesik pada Gigi Berlubang" (FK), dan juara 3 "Pengembangan Strategi Pariwisata Melalui Visit Indonesia 2009 & 2010 (Studi Komparasi dengan Visit Malaysia 2009)" (FISIP).[ai]

Dosen FMIPA UB Pemateri Konferensi Nasional CI+BI
5-7 Februari 2010
Tiga orang dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya menjadi pemateri dalam Konferensi Nasional Pendidikan Khusus untuk Anak Cerdas dan Berbakat Istimewa (CI+BI) yang diadakan pada 5-7 Februari 2010 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Malang. Ketiga orang dosen tersebut adalah Dr. Widodo (Jurusan Biologi), Dr. Abdurrouf (jurusan Fisika), dan Ir Adam Wiryawan MS (Jurusan Kimia).
Kepada PRASETYA Online Adam Wiryawan mengungkapkan, dalam konferensi tersebut dilaksanakan dalam tiga tahapan yang meliputi pertemuan pengurus dan anggota Asosiasi CI BI se-Indonesia serta seminar nasional yang menghadirkan para pembicara utama dan pemakalah pararel. Tema konferensi yang diangkat yaitu Mengkonstruksi Cetak Biru (Blueprint) Pengembangan Pendidikan Khusus untuk Anak Cerdas/Berbakat Istimewa Indonesia.
Sementara materi konferensi diantaranya meliputi kebijakan pemerintah dalam penyelenggaran pendidikan khusus untuk anak CI/BI dan penyiapan tenaga pendidiknya; peningkatan kapasitas untuk keberlanjutan  dan kesinambungan program pendidikan khusus untuk anak CI/BI; desain dan model pendidikan untuk anak CI/BI; pengembangan kurikulum dan pembelajaran untuk program CI/BI; pemanfaatan IT dalam pembelajaran dan manajemen program CI/BI; fenomena underachievement pada siswa CI/BI; deteksi dini anak CI/BI; penilaian keberbakatan oleh orang tua; perspektif baru dalam menilai (asessment) kecerdasan/bakat istimewa; perencanaan karir untuk anak CI/BI; keberbakatan, Asynchrony, dan Kreativitas; dan konseling anak CI/BI.
Dalam sesi pararel tiga dosen FMIPA  UB membawakan makalah dengan judul "Laboratorium Virtual dan Animasi  Sebagai Upaya Efisiensi Pemahaman Konsep Biologi Untuk Siswa Program Akselerasi" oleh Dr Widodo, "Pemanfaatan Laboratorium Virtual dalam Pembelajaran Fisika Modern Untuk Siswa Program Akselerasi" oleh Dr Rer Nat Abdurrouf MSi, serta "Pengunaan Bahan/Senyawa Alami Untuk Praktikum Kimia" oleh Ir Adam Wiryawan MS.[aw/nun]

Ratusan Mahasiswa Ajukan Penundaan dan Keringanan Biaya Proporsional
5 Februari 2010
Universitas Brawijaya (UB) memberi kesempatan mahasiswanya yang terkendala kemampuan ekonomi untuk mengajukan penundaan dan keringanan biaya Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP), Sumbangan Pengembangan Fasilitas Pendidikan (SPFP) dan Sumbangan Pengembangan Institusi Pendidikan (SPIP).  "Sejak tahun 2008 pembebanan SPP kepada setiap mahasiswa di UB memang sudah dihitung secara proporsional. Sementara untuk SPFP dan SPIP baru dimulai pada 2010 ini", terang Kepala Bagian Anggaran dan Perbendaharaan UB, Dra. Isnaini, yang juga terlibat dalam proses penundaan dan keringanan biaya pendidikan yang diproporsionalkan sejak tahun 2009. Diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (4/2), ia menyatakan bahwa ketiga biaya pendidikan proporsional tersebut dihitung secara matematis melalui sebuah pemrograman komputer yang ada di pusat komputer UB. Sesuai Keputusan Rektor, menurutnya pertimbangan penetapan ketiga biaya tersebut dilakukan oleh sebuah tim yang diberi nama "Tim Penetapan Biaya Pendidikan Secara Proporsional". "Tim tersebut beranggotakan para pimpinan di UB pada tingkatan Rektor, Pembantu Rektor hingga Dekan", tambahnya.
Sesuai pertimbangan tim tersebut, maka telah ditetapkan beberapa variabel dalam penghitungan biaya pendidikan proporsional. Dirinci Murtadho, SE.Ak, beberapa variabel tersebut meliputi variabel utama yaitu penghasilan orang tua, variabel beban anak yang ditanggung serta variabel beban hidup yang meliputi rekening air, listrik, telepon, dan PDAM. "Selain itu masih ada juga beberapa variabel yang digunakan untuk mengukur parameter kekayaan seseorang yaitu bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta bukti kepemilikan kendaraan bermotor", terang Murtadho yang telah terlibat dalam kegiatan registrasi mahasiswa sejak tahun 2005.
Variabel ini menurutnya diperoleh dari berkas yang diajukan mahasiswa saat registrasi semester satu. Berdasar kebijakan tim ini pula, jumlah biaya pendidikan proporsional tiap fakultas berbeda-beda. Dari data yang dipaparkan Murtadho, diketahui bahwa untuk SPP misalnya, nilai tertinggi bagi mahasiswa jalur regular adalah Rp. 3 juta pada Fakultas Kedokteran. Sementara untuk untuk non regular, SPP tertinggi ada di FE senilai Rp. 4 juta dan terendah FMIPA sebesar Rp. 1.4 juta. "Berdasar kategori yang telah ditetapkan, untuk mahasiswa regular, UB bahkan membebaskan biaya SPP hingga nol rupiah bagi mahasiswa yang benar-benar tidak mampu", tutur Murtadho.
"Biaya pendidikan proporsional ini telah dihitung sedemikian rupa dan mulai diberlakukan pada semester dua", terang Isnaini. Meskipun begitu, ketiga komponen biaya tersebut dapat berubah naik ataupun turun bergantung pada kondisi mahasiswa pada semester sebelumnya. "Misalnya pada semester satu ada perubahan data penghasilan orang tua seperti terkena PHK, pensiun, bangkrut ataupun meninggal maka biaya pendidikan proporsional dapat turun", rinci Murtadho kepada PRASETYA Online di meja kerjanya. "Selama tidak ada perubahan maka kebijakan tidak akan diberikan", tambahnya.  "Hal inilah yang membuat ruwet karena melibatkan unsur birokrasi. Seringkali mahasiswa juga complain karena pengajuan keringanannya tidak dikabulkan", tambah Murtadho.
Berbeda dengan pengajuan keringanan, Bendahara Penerima UB ini mengemukakan, pengajuan penundaan diberikan kepada mereka yang terkendala masalah ekonomi pada saat registrasi. "Sesuai pengumuman yang dikeluarkan Pembantu Rektor II, Warkum Sumitro, SH, MH, pelunasan penundaan pembayaran SPP paling lambat 12 Mei 2010. Jika sampai waktu tersebut yang bersangkutan tidak dapat membayar maka ia akan diblokir pada daftar ulang semester berikutnya", terangnya. Dalam pengumuman tersebut diungkap pula bahwa mahasiswa yang mengajukan permohonan penundaan harus melampirkan KTM semester ganjil tahun akademik 2009/2010, fotokopi bukti pembayaran SPP semester ganjil tahun akademik 2009/2010 serta surat keterangan RT/RW yang diketahui Kepala Desa/Kelurahan tentang alasan penundaan.
Sampai saat ini, menurut Murtadho, tercatat sebanyak 1170 mahasiswa mengajukan keringanan, berbeda tipis dari tahun sebelumnya sebanyak 1100 mahasiswa. "Untuk penundaan kami belum dapat menghitung jumlah totalnya karena batas waktu yang diberikan sampai 12 Februari 2010. Tapi hingga Kamis (4/2) telah tercatat sebanyak 250-300 mahasiswa", tutur Murtadho. "Bagi mahasiswa yang pengajuan keringanannya dikabulkan, mereka kemudian akan divalidasi terlebih dahulu sebelum mengurus Kartu Rencana Studi (KRS) secara Online", ujar alumni Fakultas Ekonomi UB ini.
Guna mengantisipasi penumpukan mahasiswa ketika membayar, tahun ini UB menggandeng dua bank yaitu Bank Mandiri dan Bank Tabungan Negara (BTN). Untuk memudahkan proses birokrasi, UB juga melibatkan banyak lini dalam kepanitiaan yaitu bagian akademik, keuangan, UPPTI, Bank Mandiri, BTN, satuan pengamanan (satpam) serta Bagian perlengkapan. [nok]

DP2M Kucurkan Dana Bagi Para Dosen dan Peneliti
5 Februari 2010
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat (DP2M) Ditjen Pendidikan Tinggi pada 2010 menyelenggarakan berbagai program yang diperuntukkan bagi para dosen/peneliti di perguruan tinggi. Program tersebut meliputi Program Bantuan Penulisan Artikel Ilmiah pada Berkala Bereputasi Internasional, program pemberian insentif kepada dosen perguruan tinggi (PTN/PTS) yang telah menulis buku ajar dan telah diterbitkan,  Program Bantuan Penulisan Artikel Ilmiah pada Berkala Bereputasi Internasional, Program Hi-Link Angkatan IV, dan program pelatihan penulisan artikel ilmiah.  Demikian ungkap Ketua LPPM Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaemi, MS kepada Prasetya Online belum lama ini.
Program Bantuan Penulisan Artikel Ilmiah
Program ini diperuntukkan bagi para dosen/peneliti Perguruan Tinggi. Para dosen/peneliti yang berhasil mempublikasikan artikel ilmiahnya ke dalam Berkala Ilmiah Bereputasi Internasional dan bukan Prosiding dalam kurun 3 tahun terakhir, DP2M akan memberikan insentif. Berkas usulan Program Bantuan Penulisan/Publikasi Artikel Ilmiah pada Berkala Bereputasi Internasional  harus sudah diterima selambat-lambatnya 19 Juli 2010 pukul 16.00 WIB. Berkas dibuat rangkap tiga yang dikemas dalam sampul putih dikirim pada Bagian Program Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya. Keterangan lebih lanjut mengenai hal ini, para dosen/peneliti UB dapat langsung mengunduh Panduan Pengajuan Usulan disini.
Program Insentif Penulisan Buku Ajar
DP2M akan memberikan insentif bagi para dosen/peneliti yang telah menulis dan berhasil menerbitkan buku ajar. Program ini diselenggarakan dalam rangka memotivasi dan menumbuhkembangkan minat dosen perguruan tinggi dalam menghasilkan publikasi ilmiah berupa buku ajar yang sesuai dengan disiplin ilmu dan mata kuliah yang diampunya.
Unsur buku yang harus ada meliputi prakata, daftar isi, batang tubuh yang terbagi dalam bab atau bagian, daftar pustaka, glosarium, dan indeks. Insentif yang diberikan berkisar Rp 15.000.000 (lima belas juta rupiah) sampai dengan Rp 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah). Berkas yang diusulkan dalam program  ini  harus  sudah  diterima oleh Subbag Program LPPM UB, selambat-lambatnya 12 Juli 2010 pukul 16.00 WIB. Para pengusul yang terpilih akan diumumkan pada Agustus 2010.Keterangan lebih lanjut mengenai hal ini, para dosen/peneliti UB dapat langsung mengunduh disini.
Program Hi-Link Angkatan IV
Program Hi Link merupakan program yang diperuntukkan bagi perguruan tinggi, industri dan pemerintah. Program yang telah memasuki angkatan ke empat itu telah disempurnakan dan disederhanakan. Untuk program ini, DP2M akan menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Usul Program Hi-link di dua wilayah Indonesia yaitu Indonseia Barat, dan Indonesia Timur pada pertengahan Maret 2010. Peserta Pelatihan akan dipilih dari Tim Pengusul yang telah mengirimkan Usul Program Hi-Link sebelum 25 Pebruari 2010  ke DP2M Dikti. Khusus untuk UB, LPPM menerima usulan program paling lambat 12 Pebruari 2010. Setiap proposal yang diajukan harus dibuat rangkap 5 (lima) dan disampul dengan warna kuning muda. Keterangan lebih lanjut mengenai hal ini dapat diunduh disini.
Program Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah
DP2M Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi juga menyelenggarakan program pelatihan penulisan artikel ilmiah. Kegiatan ini dibagi ke dalam beberapa kategori yaitu penulisan artikel berdasarkan tesis dan disertasi Pascasarjana yang dinyatakan lulus sesudah 1 Januari 2006, penulisan artikel berdasarkan hasil penelitian hibah penelitian Ditjen Dikti yang penelitiannya diselesaikan sesudah 1 Januari 2006, dan penulisan artikel berdasarkan Skim Penelitian Lain. Untuk tiap-tiap kategori dibedakan yaitu 1) dalam bentuk artikel untuk berkala internasional (harus dalam Bahasa Inggris) dan 2) untuk berkala nasional terakreditasi (dalam Bahasa Indonesia).
Program ini dimaksudkan memenuhi standar baku yang seharusnya. Ketentuan itu meliputi: 1) Peserta adalah Dosen Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional; 2) Peserta belum pernah mengikuti kegiatan sejenis dari Ditjen Dikti dan bukan Profesor; 3) Peserta telah menyiapkan naskah hasil penelitian dalam bentuk artikel ilmiah baik sendiri maupun kelompok untuk diterbitkan dalam berkala ilmiah; 4) Naskah tersebut disiapkan sesuai dengan petunjuk penulisan artikel pada berkala yang dituju; 5) Menuliskan nama berkala yang dituju dan melampirkan petunjuk pada penulis/guide for authors berkala yang bersangkutan; 6) Bagi peserta yang naskahnya berasal dari Tesis dan Disertasi maka Tesis dan Disertasi harus dibawa; 7) Pelamar harus memasukkan surat pernyataan dan biodata dengan format yang dapat dilihat di Subbag Program Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat perguruan tinggi masing-masing, 8) Seluruh berkas dibendel dengan memakai sampul karton manila (warna hijau untuk Penulisan Artikel berdasarkan Tesis dan Disertasi Pascasarjana, warna kuning untuk Penulisan Artikel berdasarkan Hasil Penelitian Hibah Penelitian Dikti, dan warna biru untuk Penulisan Artikel berdasarkan Skim Penelitian Lain), 9) Lamaran yang tidak memenuhi ketentuan 1 sampai 8 tidak akan dipertimbangkan untuk diseleksi lebih lanjut, 10) Peserta yang lolos seleksi akan diberi tahu dengan surat undangan dari Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Dikti; 11) Seluruh biaya pelatihan ditanggung oleh DP2M Ditjen Dikti. Pedoman lebih lanjut mengenai hal ini, para dosen/peneliti UB dapat langsung mengunduh Panduan Pengajuan Usulan disini.
Berkas lamaran pelatihan penulisan artikel ilmiah yang diusulkan dapat dikirimkan ke Subbag Program LPPM Universitas Brawijaya lantai 2 selambat-lambatnya 12 Februari 2010 pukul 16.00 WIB.Untuk keterangan lebih lanjut mengenai berbagai program yang ditawarkan DP2M Ditjen Dikti dapat menghubungi langsung ke Subbag Program Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya, di telepon 0341-584394 pesawat 304.[nun]

Memahami Makna Shalat Khusyu'
5 Pebruari 2010
Shalat jangan dijadikan tempat menyelesaikan masalah. Menurut Warkum Sumitro, SH., MH., pembantu rektor II Universitas Brawijaya (UB), hal inilah yang justru membuat sholat menjadi tidak khusyu'. "Seperti saya beberapa tahun yang lalu, sebelum sholat kehilangan kunci sepeda motor, sampai didalam sholat saya terus memikirkan dimana kira-kira kunci saya," ujarnya disambut tawa hadirin.  Warkum mengemukakan hal ini dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara Pelatihan Sholat "Kupas Tuntas Makna Sholat & Strategi Mencapai Sholat Khusyu' Bagi Keluarga Besar Universitas Brawijaya" di Gedung Student Centre, Kamis (4/2).
Sebanyak 330 peserta mengikuti kegiatan ini, meliputi keluarga besar UB serta masyarakat luar. Prof. Dr. Thohir Luth, MA, ketua penyelenggara kegiatan ini mengungkapkan, awalnya target peserta dari panitia hanya 200 ternyata jumlahnya membludak hingga 330."Awalnya target peserta hanya 200 tapi data terakhir yang terdaftar mencapai 330 orang. Kalau dagangan kami laris terus, kami berniat membuat pelatihan berkala karena pelatihan ini tujuannya untuk pengembangan sumber daya manusia berkaitan dengan komitmen bakti kita terhadap Brawijaya," tuturnya. Semula peserta dari luar UB dipungut biaya Rp. 50 ribu tapi Thohir dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara tersebut gratis karena seluruh pengeluaran dibiayai UB.
Shalat Khusyu'
Acara ini diisi dengan enam materi yang seluruhnya dipaparkan oleh Drs. Khusnul Fathony, M.Ag, Ketua Forum Kajian Bina Muslim Kaffah Malang. Meliputi "Mengapa Manusia Harus Shalat", "Ancaman Bagi Orang Yang Meremehkan Shalat", "Makna Shalat", "Keutamaan Shalat", "Tanda-tanda Orang yang Shalatnya Diterima Allah", serta "Praktek dan Strategi Mencapai Shalat Khusyu'". Diawal paparannya Fathony mengklarifikasi bentuk acara siang ini bukanlah pelatihan shalat namun seminar. "Kalau acara ini bentuknya pelatihan nanti saya takut diprotes oleh pendahulunya, Abu Sangkan. Jadi dalam acara ini kita akan lebih menggali makna tentang shalat, keutamaan shalat, agar kita bisa berangkat dari pemahaman untuk mendapatkan shalat khusyu'," ungkapnya.
Menurut Fathoni, ada tiga golongan ummat Islam dalam sholat yaitu golongan sholat, golongan kadang-kadang sholat, dan golongan tidak sholat. Golongan sholat menurutnya belum tentu mendapatkan sholat khusyu' karena ada yang asal sholat, sholat karena tradisi, ataupun sholat karena riya'. Golongan yang kadang-kadang sholat, hanya sholat bila ingin atau di momen-momen tertentu seperti shalat jum'at, shalat 'id, atau menjelang naik haji.  Sedangkan golongan tidak sholat adalah golongan ummat Islam yang tidak sholat karena berbagai macam alasan seperti kesibukan atau merasa ada di maqom "hakekat".
Fathoni mengungkapkan, untuk mendapatkan shalat yang khusyu' bukan hanya dimulai dari sholat tapi sejak mendengar suara adzan hati harus diliputi rasa cinta. Selanjutnya wudhu, wudhu dilakukan dengan perlahan dan dipahami sebagai usaha kita menyucikan indra dari dosa-dosa yang telah diperbuat. Langkah berikutnya adalah lintasan kematian. Imam Ghazali menganggap penting lintasan kematian menjelang sholat karena akan mensugesti seseorang melakukan sholat dengan serius dan sungguh-sungguh. Langkah terakhir adalah dengan mengamalkan delapan syarat shalat khusyu'. Delapan syarat tersebut adalah khusnul qiro'ah (bacaan yang baik meliputi makhraj, tajwid, suara lagu, pemenggalan bacaan dan waqaf), takbiratul arkan (rukun-rukun sholat yang ditunaikan dengan tertib), khudlurul qalbi (menghadirkan hati; sholat harus dilakukan dengan segenap jiwa dan raga), al haibah (mengarahkan seluruh konsentarsi hanya kepada Allah semata), taffahum (memahami makna bacaan), al-haya' (merasa malu kepada Allah; malu karena sedikit bersyukur, dosa sudah banyak namun tobat belum maksimal), al khauf (merasa takut kepada Allah; takut hidupnya tidak diridhoi, takut ibadah tidak diterima), ar-roja' (harapan agar ibadahnya diterima). Fathony juga berpesan kepada peserta agar tidak memulai sholat sebelum kondisi psikologis siap. "Saya sarankan agar jangan memulai sholat saat psikologis kita belum terkondisikan yaitu saat hati dan akal menyatu untuk menghadap kepada Allah," tambahnya. [ai]

Dr. Joseph M. Mula: "Akuntansi Forensik Untuk Mengurangi Kecurangan"
4 Februari 2010
Munculnya kasus penyimpangan dalam penyusunan laporan keuangan memaksa upaya untuk meminimalisirnya. Salah satu cara yaitu dengan mempelajari Forensic Accounting (Akuntansi Forensik). Bagi seorang akuntan ataupun editor, mempelajari hal ini sangatlah penting. Karena disamping harus handal dalam menyusun laporan keuangan, ia juga dituntut mampu membaca apa yang ada di baik laporan tersebut. Demikian disampaikan Dr. Joseph M. Mula, Kamis (4/2) di ruang siding PPAk FE UB. Dalam kesempatan tersebut, dosen senior bidang akuntansi dari University of Southern Queensland ini memaparkan materi bertajuk "Forensic Accounting and Education Technology".
Secara mendetail, dalam paparannya Mula menjelaskan mengenai akuntansi forensik termasuk didalamnya adalah istilah "Fraud" (kecurangan). Menurutnya fraud dapat terjadi dalam organisasi maupun individu selaku investor atau pelanggan yang tidak jarang berujung di meja hijau. Selama sepuluh tahun, terhitung dari 1987 hingga 1997, telah ditemukan lebih dari 300 kasus kecurangan dengan jumlah rata-rata penyimpangan sekitar 25 juta dollar.
Ketika globalisasi dan pertumbuhan ekonomi mulai meningkat pada era 90-an, menurutnya korupsi dalam dunia bisnis juga mulai meningkat. Pada dekade terakhir ini, tambahnya, penyimpangan dan kecurangan dalam bidang akuntansi maupun manajemen ini bahkan telah berdampak pada kondisi ekonomi yang menurun. "Oleh karena itu penting untuk mengetahui indikasi terjadinya kecurangan dan menghindari tindakan yang dapat merugikan berbagai pihak ini. Kecurangan banyak dijumpai dalam penyusunan laporan keuangan baik dalam jumlah pendapatan, persediaan ataupun hutang yang dimiliki," kata dia.
Lebih lanjut, Mula kemudian menjelaskan cara untuk mencegah tindak kecurangan. Menurutnya, hal tersebut dapat dicegah dengan memahami resiko yang ada, mengamati tren penipuan yang marak dilakukan, memahami peraturan yang berlaku serta mencari hal-hal yang potensial menimbulkan tindak kecurangan. "Kecurangan dilakukan untuk beberapa tujuan, diantaranya untuk meningkatkan harga saham, meningkatkan kekayaan pribadi, ataupun untuk kepentingan bersaing," terangnya.
Dalam hal kecurangan pelaporan keuangan, menurutnya tidak jarang melibatkan pula partisipasi pimpinan dan manajer. "Dalam organisasi atau industri, kecurangan muncul akibat kurang atau lemahnya audit yang dilakukan oleh internal audit ataupun komite audit. Organisasi yang kompleks atau struktur organisasi yang rumit turut menyumbang peluang terjadinya tindak kecurangan ini", ujarnya.
Di akhir presentasi, Dr. Joseph M. Mula kemudian menarik kesimpulan bahwa tindak kecurangan terus mengalami peningkatan dalam hal nilai dan jumlah kejadian. "Oleh karenanya, masing-masing organisasi maupun individu hendaknya memiliki cara untuk mencegah dan melindungi dirinya, termasuk asset yang dimiliki dari tindak kecurangan. [ris/nok]

166 Proposal Lolos Seleksi Tahap I PMW
4 Februari 2010
Sebanyak 166 proposal dinyatakan lolos mengikuti seleksi tahap I Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2010. Kondisi ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu yang jumlahnya 232 proposal.
Menurut Ketua PMW Prof. Dr. Trinil Susilowati, MS, penurunan jumlah proposal yang diajukan dan lolos seleksi tahap ini disebabkan semakin ketatnya aturan yang diterapkan pada program periode II. "Saya kira meskipun mengalami penurunan jumlah pelamar, tapi melihat sekilas dari proposal yang diajukan kualitasnya lebih bagus, lebih matang", ujar Guru Besar Fakultas Peternakan ini.
Format seleksi yang dilakukan oleh panitia PMW memang mengalami beberapa perubahan. Untuk tahun ini, seleksi proposal akan dilakukan secara terpusat di tingkatan universitas. Hal ini berbeda dengan tahun lalu di mana seleksi awal dilakukan di tiap-tiap fakultas. "Kami merasa perlu mengupayakan seleksi yang jauh lebih obyektif", tutur Prof.Trinil.
Prof. Trinil mengungkapkan, obyektifitas panitia akan diuji dengan tingkat feasibilitas usaha yang diajukan oleh mahasiswa. Usaha-usaha yang memiliki tingkat kelayakan paling tinggi yang akan difasilitasi oleh panitia untuk dibantu baik dalam permodalan maupun pembinaan manajemen. Seperti yang diketahui, PMW tidak hanya berfungsi sebagai lembaga penyedia modal saja, tetapi juga membantu mendidik mahasiswa yang memiliki minat wirausaha dengan berbagai macam pelatihan-pelatihan atau diklat.
FTP Dominan
Dari jumlah yang lolos seleksi tersebut, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) mendominasi dengan 34 proposal. Fakultas Ekonomi (FE) menyusul dengan 25 proposal dan diikuti oleh Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Pertanian (FP) masing-masing 15 proposal. Jenis-jenis usaha yang diajukan oleh mahasiswa dikelompokkan dalam beberapa cluster yaitu jasa yang berjumlah 41 proposal, souvenir 31 proposal, makanan 66 proposal, pulsa 3 proposal, agribisnis 11 proposal, produksi 11 proposal, dan campuran 1 proposal.
Setiap kelompok peserta yang mengikuti program ini akan mengalami beberapa seleksi. Pada bulan Maret akan diumumkan unit-unit usaha yang berhak menerima bantuan modal dan fasilitas pembinaan lainnya. [fjr]

Seminar Basic Science VII
4 Februari 2010
Fakultas MIPA Universitas Brawijaya (UB) kembali menyelenggarakan agenda rutin tahunannya, Seminar Nasional Basic Science. Untuk ketujuh kalinya dalam tahun 2010 ini kegiatan tersebut diselenggarakan dengan mengundang pembicara yang berkompeten baik dari dalam maupun luar negeri. Mengambil tema "Eco-Friendly Technology and Policy on Industrial and Regional Planning for Mitigation of Climate Change", seminar akan diselenggarakan di gedung widyaloka, Sabtu (20/2). Beberapa pemateri yang direncanakan akan hadir adalah Dr. Malcolm D. McLeod (Australian National University), Prof. Roger Price (Department of Medical Technology and Physics Sir Charles Gairdner Hospital), Dr. Brian Yuliarto (Direktur INDENI/Dewan Pakar ICMI/Dosen ITB), Dr. Eng. H. Sarjono, M.Eng (staf ahli BPPT) dan Prof. Atsushi Ishimatsu (Nagasaki University Jepang).
Seminar nasional ini merupakan upaya FMIPA untuk memberikan sumbangsih pemikiran dalam membuat roadmap pengembangan wilayah yang berdasarkan pembangunan berkelanjutan. Selain itu juga sebagai wahana diskusi antar peneliti, industri dan masyarakat untuk ilmu dan teknologi baru yang eco-friendly dan sustainable terutama di bidang energi, mitigasi bencana, kesehatan dan pangan.
Seminar ini nantinya akan dibagi menjadi dua sessi, meliputi general lectures dan mini simposium. Dalam general lectures, tiga tema besar yang akan diangkat sebagai modal dalam mini simposium adalah "New Trend Research on Eco-Friendly Technology for Medic and Agriculture", "Energy and Environmental Policy Based on Advance Nano-Technology for Better Human Life", serta "Advance Technology and Implementation Progress of Renewable Energy in Indonesia".
Selanjutnya dalam mini simposium peserta akan dibagi dalam beberapa kelompok pembahasan yaitu perumusan roadmap untuk melakukan efisiensi energi dan penerapan green energy dalam industri dan tata wilayah, pengembangan green energy dan modeling teknologi ramah lingkungan, kerawanan pangan dan kesehatan akibat perubahan iklim global, pengembangan sumber daya lokal dalam pemenuhan energi dan peningkatan ekonomi yang berwawasan lingkungan serta advokasi dan pendidikan lingkungan. [nok]

Prof. Dr. I Nyoman Nurjaya akan Presentasi di Meksiko
4 Februari 2010
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Prof. Dr. I Nyoman Nurjaya, SH, MH. akan berangkat ke Mexico untuk- mempresentasikan papernya bertajuk: Effective Method and Technique for Research about Law and Culture Within Society, dalam The 5th. Global Legal Skills Conference yang diselenggarakan,' the Facultad Libre de Derecho de Monterrey (Fakultas Hukum Universitas Monterrey) pada tanggal 25, 26, dan 27 Februari 2010.
Paper Prof. Nyoman adalah salah satu paper yang dinyatakan lolos seleksi oleh Internasional Committee untuk dipresentasikan dalam temu ilmiah internasional tersebut melalui Call Papers yang diikutinya pada bulan September 2009. Prof. Nyoman, yang selalu bangga membawa nama Universitas Brawijaya ke forum-forum temu ilmiah tingkat nasional, maupun internasional, merupakan satu-satunya pemakalah dari Indonesia yang berhasil lolos seleksi internasional untuk mempresentasikan papernya.
Setelah pada tahun 2009 lain mempresentasikan makalahnya dalam forum seminar internasional di Thailand (April), Australia (Mei), dan China (Juli), maka pada tahun 2010 ini Prof. Nyoman akan mempresentasikan makalahnya pada forum temu ilmiah internasional di Mexico (Februari), dalam IALS Educational Program di Italy (Mei), dan dalam Asian Public Intellectuals (API) Conference di Ateneo de Manila University Guni). Semua itu dapat dilakukan melalui rangkaian seleksi internasional Call Papers yang diikutinya pada akhir tahun 2009. (inn/fjr)

Brawijaya English Tournament
3 Februari 2010
Memperingati Dies Natalies Universitas Brawijaya (UB) ke-47, Unit Kegiatan Mahasiswa (Unitas) Forum Mahasiswa Studi Bahasa Inggris (Formasi) akan menyelenggarakan "Brawijaya English Tournament 2010 Tingkat Jawa Timur dan Bali". Kegiatan rutin tahunan ini menurut rencana akan diselenggarakan selama tiga hari (19-21/2) di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan diperuntukkan bagi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Jawa Timur dan Bali. Melalui kegiatan ini Formasi berupaya untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa SMA disamping menumbuhkan kepedulian mereka terhadap masalah sosial yang sedang aktual saat ini. Dua acara yang akan terangkum didalamnya adalah debat Bahasa Inggris serta story telling.
Debat Bahasa Inggris
Untuk debat bahasa Inggris, panitia akan menggunakan Australian Parliamentary System (APS) yang meliputi tiga preliminary dan empat eliminary.
Dalam APS ini, sesuai aturan, peserta debat akan dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok positif dan negatif dengan anggota masing-masing tiga orang. Berbeda dengan British Parliamentary System (BPS), dalam APS tidak ada waktu interupsi ketika lawan sedang bicara.
Dikemukakan ketua pelaksana, Dungga Nur Prayogo, sessi debat ini dibagi menjadi dua yaitu substantive speech dan overview/reply speaker. Sesuai aturan APS, dalam substantive speech tiap anggota kelompok memiliki waktu 5 menit 20 detik untuk menyampaikan gagasan. Sementara dalam reply speaker, hanya anggota nomor satu dan dua saja yang boleh mengajukan bantahan/sanggahan dengan waktu masing-masing 3 menit 20 detik. Tiga orang juri yang berpengalaman mengikuti kompetisi debat akan dihadirkan dalam kompetisi ini. Mereka berasal dari tiga perguruan tinggi di Malang yaitu UB, Universitas Negeri Malang dan Universitas Muhammadiyah Malang.
Story Telling
Dalam story telling, menurut Dungga, peserta diberi kebebasan memilih cerita seperti cerita rakyat, pengalaman, dll. Waktu yang diberikan panitia kepada masing-masing peserta story telling adalah 10 menit. Kriteria penilaian yang sama akan digunakan dalam kedua lomba ini yaitu 3M yang meliputi Matery (isi), Manner (pembawaan) serta method (struktur cerita). [nok]

Pelatihan Shalat Khusyu'
3 Februari 2010
Universitas Brawijaya (UB) telah memasuki era globalisasi yang menuntut SDM berkualitas. Berangkat dari tujuan tersebut, Pusat Pembinaan Agama (PPA) mengadakan Pelatihan Shalat bertajuk "Kupas Tuntas Makna Shalat dan Strategi Mencapai Shalat Khusyu'" bagi keluarga besar UB. Menurut rencana acara ini akan dilaksanakan pada Kamis (4/2) di Gedung Student Centre pukul 08.00-16.00 WIB.
Berbagai materi yang akan disampaikan dalam pelatihan yang dibantu sebuah tim yang dipimpin oleh Drs. Khusnul Fatony, M.Ag., ini akan menyampaikan adalah "Mengapa Manusia Harus Shalat", "Ancaman Bagi Orang yang Meremehkan Shalat", "Makna Shalat", "Keutamaan Shalat", "Tanda-tanda Orang yang Shalatnya Diterima Allah", serta "Praktek dan Strategi Mencapai Shalat Khusyu'". Pelatihan ini diharapkan mampu membantu setiap peserta untuk memberi makna luhur pada setiap pekerjaan dan tugas sehari-hari untuk kepentingan agama dan bangsa disamping dapat menghayati makna kehidupan walaupun tengah menghadapi tugas berat.
Pelatihan yang bertema "Dengan Pelatihan Sholat Khusyu bagi warga Universitas Brawijaya, kita tingkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT dalam rangka menciptakan dan membangun masyarakat kampus yang berkualitas serta memiliki karakter yang tangguh" ini terbuka untuk warga UB, Pengurus/Anggota Dharma Wanita Persatuan UB serta masyarakat yang berminat. Tempat pendaftaran dibuka di Gedung Pusat Pembinaan Agama lt.5, Gedung Kantor Pusat UB, paling lambat tanggal 29 Januari 2010. Khusus bagi masyarakat di luar UB yang berminat mengikuti pelatihan ini bisa mendaftarkan diri di PPA UB pada hari-hari kerja dengan kontribusi biaya Rp. 50 ribu untuk biaya konsumsi, piagam, dan makalah atau menghubungi contact person di 0811 360 283 atau 0811 360 361 atau 0812 3301 4658. [ai]

Pelatihan Jurnal Internasional di FP-UB
2 Februari 2010
Guna mendukung komitmen Universitas Brawijaya (UB) untuk "Go International", Selasa (2/2), Fakultas Pertanian (FP) menyelenggarakan pelatihan "Kiat-kiat dan Tips Menembus Jurnal Internasional". Di gedung FP UB lantai 3, kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa pasca sarjana, serta redaktur jurnal ilmiah di lingkungan UB.
Dalam sambutannya, Dekan FP UB, Prof. Ir. Sumeru Ashari, M.Agr.Sc, PhD mengharapkan agar pelatihan ini dapat meningkatkan skill para dosen/peneliti di FP dalam mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal internasional. Melalui kegiatan ini pula pihaknya juga berharap agar prestasi dalam bidang penelitian dapat sejalan dengan komitmen UB untuk go internasional. Dua orang pemateri yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah Eko Handayanto (FP-UB) dan Chris Anderson (Massey University, New Zealand). Dalam presentasinya, Eko menegaskan bahwa menulis di jurnal internasional sangatlah penting bagi dosen/peneliti disamping merupakan salah satu syarat untuk menjadi guru besar. "Namun hal itu jangan dijadikan beban karena universitas sudah memberikan fasilitas baik berupa pendampingan, bimbingan, maupun dana", tambah Guru Besar FP-UB ini.
Phytomining
Sementara itu, Chris Anderson dalam presentasinya berpesan agar peserta pelatihan tidak bosan untuk terus mencoba memasukkan hasil penelitiannya dalam jurnal internasional. "Jangan khawatir dengan penolakan karena semua ini merupakan bagian dari kehidupan. Kita semua pasti pernah merasakan penolakan", ujar Anderson menyemangati peserta. Selain menyampaikan tips untuk menembus jurnal internasional,. dalam kesempatan yang sama Anderson juga mempresentasikan hasil penelitiannya yang bertajuk "Phytomining in The Tailing of Gold Mining Remediation". Dalam penelitian tersebut, Anderson berupaya untuk memperbaiki lahan yang terkontaminasi/terdegradasi logam berat dengan menggunakan organisme hidup. Selain mampu mengkonservasi lingkungan yang tercemar, keuntungan lain menurut Anderson dapat juga diperoleh. Yaitu mendapat hasil samping berupa logam berat yang terkandung dalam jaringan tanaman yang digunakan untuk phytomining. "Misalkan tanaman ini ditanam di lingkungan bekas tambang emas maka dalam jaringan tanaman phytomining tersebut juga terkandung logam emas walaupun masih dalam presentase kecil", terangnya. Penemuan ini tentu saja menarik untuk diterapkan di Indonesia, hanya saja jenis tanaman phytomining yang digunakan Anderson belum ada di Indonesia sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut. [ila/nok]

Lomba Teklek Tandem dan Balap Karung Dies UB ke-47
2 Februari 2010
Lapangan Rektorat Universitas Brawijaya (UB) selama dua hari Senin-Selasa (1-2/02) menjadi tempat penyelenggaraan lomba Teklek Tandem dan Balap Karung. Lomba yang diadakan dalam rangkaian peringatan Dies Natalis UB ke-47 ini diikuti oleh  dosen dan karyawan perwakilan 12 fakultas dan Kantor Pusat. Lomba berlangsung dengan meriah karena setiap perwakilan datang disertai rombongan supporter.
Teklek tandem diikuti 26 kelompok dengan rincian 12 fakultas dan kantor pusat yang masing-masing mengirimkan 2 kelompok, demikian pula untuk balap karung. Satu regu teklek tandem terdiri atas tiga orang. Tak jarang peserta yang seluruhnya putri terjatuh sebelum mencapai garis finish karena tidak seirama dalam melangkah. Sedangkan untuk balap karung, setiap peserta harus mematuhi aturan yang baru tahun ini diperlakukan yaitu dilarang melompat dan hanya boleh berjalan cepat. Ishariono, salah satu juri balap karung yang juga staf Mata Kuliah Umum (MKU) berucap "Pada lomba balap karung tahun ini peserta tidak boleh lompat, hanya boleh bergeser. Tahun lalu ada yang lompat dengan satu kaki, sampainya jadi lebih cepat". .
Setelah dilakukan babak penyisihan dan perempat final pada Senin (1/2), semifinal dan final kemudian dilanjutkan pada Selasa (2/2). Pada akhir acara, diketahui bahwa pemenang teklek tandem adalah juara I: Fakultas Teknik, juara II: Fakultas Pertanian, dan juara III: Kantor Pusat. Sedangkan untuk balap karung, juara I:Fakultas Pertanian, juara II: Fakultas Teknologi Pertanian, dan juara III: Fakultas Kedokteran. [ai]

Peternakan Rakyat Sumbang Kebutuhan Susu Nasional
2 Februari 2010
Tahun 2008, produksi susu sapi perah rakyat mencapai 312 juta kg. Dari jumlah tersebut kontribusi susu segar Jatim terhadap nasional mencapai 61.65 persen. Jumlah ini kemudian diserap oleh Industri Pengolahan Susu (IPS), Koperasi Unit Desa (KUD) dan masyarakat langsung sebanyak 1034 ton/hari dengan kapasitas tampung IPS 1600 ton/hari. Total kekurangan bahan baku susu segar pada saat itu diketahui sebesar 566 ton/hari dan ditutup melalui impor. Demikian disampaikan perwakilan Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur, Ir. Maskur saat menyampaikan paparannya dalam seminar bertajuk "Milk: Is It Safe For Our Health?", Selasa (2/2). Di hadapan delegasi kongres nasional International Association of Agricultural Students and Related Sciences (IAAS), ia kemudian menyatakan bahwa diperlukan kerjasama dari seluruh pihak untuk memenuhi kebutuhan sekitar 650 ton/hari yang saat ini masih didapat melalui impor. "Sebisa mungkin kebutuhan tersebut dipenuhi dari produk susu segar lokal agar dapat meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan peternak", terang Maskur. Di Jawa Timur, menurutnya usaha peternakan sapi perah rakyat selama ini memiliki produksi sekitar 10 liter/ekor/hari dengan skala kepemilikan 3-4 ekor.
Dalam paparannya, ia juga menyinggung model kemitraan yang terjalin antara IPS dengan peternak untuk memenuhi produksinya. Di PT. Greenfields misalnya, untuk memproduksi susu olahan dengan sistem Ultra High Temperature (UHT), perusahaan ini membutuhkan susu segar sekitar 65-80 ton/hari. "Dengan populasi sapi sebanyak 5200 ekor, selama ini PT Greenfields memproduksi susu segar sekitar 56 ton/hari. Kekurangan kebutuhan kemudian disuplai dari peternakan sapi perah rakyat melalui pola kemitraan di lingkungan desa sekitarnya", ungkap Maskur.
Guna memperbaiki kondisi ini, dalam prospektus pembangunan peternakan Jawa Timur tahun 2009/2014, Dinas Peternakan berupaya mengembangkan usaha sapi perah yang berbasis pedesaan dan padat karya. "Upaya tersebut ditempuh melalui produksi, intensifikasi dan ekstensifikasi pengembangan sapi perah", tuturnya. Dalam budidaya sapi perah, beberapa hal yang menurutnya perlu mendapat perhatian adalah pengendalian kesehatan hewan dan tata cara pengobatan, pemanfaatan teknologi tepat guna, teknologi pakan dan perkandangan, kelembagaan serta pengaturan dan reproduksi pemuliaan ternak.
Hal senada ternyata juga diungkapkan oleh Kepala Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), Ir. H. SS. Sulistiyanto, MM dalam paparannya yang bertajuk "Highlight Prospek Usaha Persusuan". Produksi susu sapi di Indonesia yang masih memenuhi standar IPS selama ini menurutnya baru sekitar 70 persen, sehingga kebutuhan IPS kemudian ditutupi oleh impor. "Produktifitas sapi perah relatif rendah dengan kualitas produksi belum memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) khususnya angka bakteri susu (TPC)", ujarnya. Dari data Dinas Peternakan, tercatat baru sekitar 59 persen susu Jawa Timur yang memenuhi kualitas grade pertama dengan nilai TPC dibawah satu juta.
Pembicara lainnya yang juga hadir dalam kesempatan tersebut adalah Wahjoe B. Joewono dengan materi "Proses Pengolahan Susu dan Kontrol Untuk Keamanan Pangan di PT. Greenfields Indonesia". Selain itu hadir juga dosen Fakultas Peternakan UB, Dr. Ir. Purwadi, MS, yang menyampaikan materi "Susu Merupakan Pangan Yang Tiada Bandingnya". [nok]

Songsong Kongres Internasional, IAAS Konsolidasi di UB
2 Februari 2010
Menyongsong Universitas Brawijaya (UB) sebagai tuan rumah kongres internasional ke-53 pada Juli nanti, International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) Local Committee (LC) UB gelar konsolidasi. Konsolidasi internal yang diwujudkan melalui kongres nasional ini menghadirkan enam LC IAAS di Indonesia yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS), Universitas Haluoleo (Unhalu) serta UB sendiri. Diwawancarai PRASETYA Online, Ketua Panitia, Attabih Mukhammad Amrillah mengemukakan bahwa kegiatan ini diikuti sekitar 260 delegasi. "Momentum ini nantinya akan kita manfaatkan untuk membentuk panitia kongres internasional di tingkat pusat", terang mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan angkatan 2008 ini. Selain itu pihaknya juga menghimbau agar masing-masing LC mulai membentuk panitia lokal guna mendukung pelaksanaan kongres yang rutin diselenggarakan tiap tahun ini. Menurutnya sekitar 300 delegasi dari 40 negara akan menghadiri kongres tersebut yang pelaksanaannya akan digelar di berbagai daerah di Pulau Jawa.
Selain menyusun kepanitiaan, dalam kongres nasional ini juga akan dilakukan sidang pleno yang agenda utamanya adalah pemilihan national committee yang baru. "Director kepengurusan saat ini berasal dari IPB. Sementara mahasiswa UB menduduki jabatan sebagai Vice Director on Communication dan Vice Director on Exchange Programme. Mereka adalah Suci Purnama Sari (FPIK) dan Adib Firman Hidayat (FTP)", kata Amrillah. Kegiatan yang berlangsung selama seminggu (2-8/2) ini, Selasa (2/2) dibuka dengan pelaksanaan seminar yang bertajuk "Milk: Is It Safe for Our Health?" [nok]

Manajemen Lapang UB Press Terbentuk
1 Februari 2010
Setelah melalui serangkaian proses administrasi dan wawancara, Universitas Brawijaya Press (UB Press) berhasil menentukan Manajemen Lapang UB Press. Dari empat posisi yang ditawarkan yaitu Kepala Penerbitan, Divisi Editing/Desain Grafis, Divisi Marketing, dan Divisi Kesekretariatan/Webhosting, hanya tiga orang yang memenuhi kualifikasi. Ketiga orang itu masing-masing: Donny Yudhia Hersanjaya ST (Kepala Penerbitan), Edithia Ajeng Pramesti SE (Divisi Editing/Desain Grafis), dan Anang Tri Sugiarto SE (Divisi Marketing). Sementara untuk posisi Divisi Kesekretariatan/Webhosting belum ada yang memenuhi standar yang telah ditetapkan. Demikian ungkap Ketua Pelaksana Rekrutmen Manajemen Lapang UB Press Fahrizal Affandi SH SPsi MH kepada Prasetya Online, Senin (1/2).
Proses rekrutmen diawali dari publikasi ke masyarakat luas tentang lowongan kerja di UB Press pada 8-9 Januari 2010, penerimaan berkas hingga 19 Januari 2010, pengumuman berkas terseleksi pada 25 Januari 2010, proses wawancara pada 27-28 Januari 2010 hingga pengumuman yang lolos seleksi pada 1 Februari 2010.
Rekrutmen Manajemen Lapang UB Press cukup diminati pelamar. Tercatat sebanyak 296 pelamar mengirimkan surat lamaran mereka ke panitia rekrutmen. Namun dari ratusan peserta itu, hanya 36 peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Jumlah ini terdiri atas Kepala Penerbitan (6), Divisi Kesekretariatan (10), Divisi Marketing (10), dan Divisi Editing/Desaing Grafis (10). Para peserta yang lolos seleksi administrasi kemudian melalui proses wawancara yang dilakukan oleh tim yang terdiri dari Dra Ernani Kusdiantina MM, Imam Syafi'i SE MM, Dr Jazim Hamidi SH MH, Chomsin Sulistiawidodo SSi MSi, Dr Imam Hanafi SSos MSi MSi (MAB), Dr Rer Nat Abdurrouf MSi. Penilaian didasarkan atas performance, pendidikan serta keahlian masing-masing pelamar.[nun]