Last updated
29/2/2008
By: Farid Atmadiwirya
Februari 2008

Kharisma XIII Brawijaya Music Festival
28 Februari 2008
Universitas Brawijaya kembali menggelar Brawijaya Music Festival untuk kali ke-13 yang bertajuk Kharisma, Kamis (28/2), di Sasana Samanta Krida. Menggandeng Unitas Home Band sebagai panitia penyelenggara, festival band ini diikuti oleh band-band perwakilan dari masing-masing fakultas. Acara terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama festival band diselenggarakan mulai dari pukul 10.00 pagi, sedangkan sesi kedua, acara big show dimulai pukul 19.00 malam yang ditutup dengan pengumuman pemenang. Sembilan fakultas dan dua program studi turut memeriahkan Kharisma XIII, yakni band dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Ekonomi, Fakultas MIPA, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Perikanan, Program Bahasa dan Sastra (Bastra), serta Program Ilmu Sosial (PIS).
Dewan juri, antara lain Mohammad Aliby, player home band 1997-1999 serta praktisi digital recording 2006 dan pemilik Mahawisnu Music; Fadjar Kurniawan, keyboardist home band 1997-1999, personil Batik Band 1999-2003, serta personil Image Band; Musa Widjanarka, guru gitar 1993-sekarang, pengajar latihan klinik gitar di Universitas Negeri Malang, serta gitaris Farbig 2005-sekarang. Menurut Ketua Panitia, Yanuar Andrianto, mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2006, acara ini selain dilatarbelakangi oleh program kerja Home Band Unibraw yang rutin digelar saban tahun, juga sebagai sosialisasi musik jazz di kalangan mahasiswa. Maklum, stereotype yang muncul pada saat ini bahwa musik jazz hanya khusus untuk kalangan menengah ke atas.
Bertajuk “Brawijaya University Keeps Going Abreast” yang menyimbolkan semangat Unibraw yang seiring sejalan dengan semangat bermusik secara berkelanjutan.
Mengusung Nuansa Jazz
Malam harinya, dihelat pertunjukan musik dengan menampilkan band-band beraliran jazz, yakni Traffic Band, FarBig, serta Malang Bass Community yang menghimpun pemain bas di kota Malang. Acara ini mendapatkan animo serta apresiasi penonton yang cukup tinggi. Terbukti dengan penuhnya tempat duduk yang disediakan oleh panitia. Penampilan band ini ditutup oleh Home Band Universitas Brawijaya yang berkolaborasi dengan Unitas Paduan Suara Mahasiswa (PSM) serta Unitas Tari dan Karawitan (Unitantri).
Di penghujung acara kemudian diumumkan para pemenang festival band. Untuk kategori Best Performance direbut oleh band dari PIS, best supporter dimenangkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian, sedangkan best vocal direbut oleh Bastra, the best bass player oleh Fakultas Ekonomi, best guitar player disabet oleh Fakultas Ekonomi, best drum player dimenangkan oleh Fakultas Teknik, serta best keyboard player  diraih oleh Fakultas Teknik. Sedangkan, juara pertama dimenangkan oleh band dari Fakultas Teknik, juara kedua dari Fakultas Ekonomi, dan juara ketiga dari Program Ilmu Sosial.
Para juara akan mendapatkan hadiah sebagai berikut. Juara pertama memperoleh trofi bergilir serta uang pembinaan senilai Rp 1 juta, juara kedua mendapatkan trofi serta uang pembinaan sebesar Rp 750 ribu, sementara juara ketiga memperoleh trofi serta uang pembinaan senilai Rp 500 ribu. Seluruh juara ini juga akan mendapatkan piagam penghargaan. Untuk pemenang kategori the best, akan mendapatkan trofi serta piagam penghargaan.
Dijadwalkan, pemenang festival band akan tampil lagi pada acara malam kesenian dalam rangka Dies Natalis ke-45 Universitas Brawijaya, Minggu, 2 Maret 2008 mendatang. [bhm]

Kepemimpinan Nasional Pasca Pemilu 2009
29 Februari 2009
Bekerjasama dengan Perhimpunan Sarjana Administrasi Indonesia (Persadi), Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya, Kamis (28/2), menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Kepemimpinan Nasional Pasca Pemilu 2009”. Acara yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-45 (Lustrum IX) Universitas Brawijaya ini dihadiri berbagai lapisan masyarakat, meliputi LSM, mahasiswa, akademisi serta pejabat sipil dan militer di wilayah Malang Raya. Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Malang dan Kapolwil Malang. Sementara itu, beberapa tokoh hadir sebagai pembicara, yaitu Prof Dr Ginandjar Kartasasmita, Jend (Purn) TNI H Wiranto SH, Fadel Muhammad, dan Prabowo Subiyanto.
Membuka acara ini, dalam sambutannya, Rektor Universitas Brawijaya menyatakan bahwa tolok ukur kepemimpinan yang paling mudah dilihat adalah keberhasilannya dalam membangun bangsa dan negara dengan beberapa indikasi diantaranya kemajuan, peningkatan kesejahteraan masyarakat serta berkurangnya pengangguran. “Jika hal ini tidak berhasil dipenuhi, dikhawatirkan pemimpin akan ditinggal rakyatnya bahkan ideologi negara akan goyah”, ujar Rektor. Untuk itu, menurut Rektor dibutuhkan pemimpin dan kepemimpinan yang visioner dengan arah pembangunan yang jelas dan jangka panjang, berjiwa pemersatu dan berani melakukan perubahan, peka terhadap kondisi masyarakat serta menjunjung tinggi asas kebenaran dan keadilan.
Kepemimpinan untuk Indonesia
Mengawali paparannya, Ginandjar mengangkat model kepemimpinan warisan budaya bangsa Indonesia diantaranya model Hastha Brata (delapan ajaran keutamaan) yang identik dengan sifat-sifat alam disamping rumusan kepemimpinan nasional Ki Hajar Dewantoro, Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Hurí Handayani. Model kepemimpinan para leluhur bangsa ini menurutnya merupakan perwujudan nilai-nilai universal yang berlaku sepanjang zaman dan tidak lekang oleh modernisasi. Lebih lanjut, mantan Ketua Bappenas era orde baru ini pun mensyaratkan beberapa kriteria bagi pemimpin Indonesia masa depan, diantaranya memiliki idealisme, pengetahuan dan mampu menjadi teladan. Menurutnya, pemimpin yang dibutuhkan saat ini adalah yang mampu membangun bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan mandiri. “Kemajuan dan kemandirian ini harus menjadi landasan serta modal untuk membangun bangsa makmur yang sederajat dengan bangsa-bangsa lain di dunia”, ujarnya. Beberapa kritera pemimpin bagi Indonesia yang ia ajukan adalah memiliki jiwa kerakyatan, profesional, memiliki wawasan, inovatif dan rasional. Selain kriteria ini, ia juga mensyaratkan agar para pemimpin tersebut mampu memahami masalah-masalah yang kompleks dan menemukan pemecahan sederhana yang mudah dilaksanakan disertai kemampuan untuk menghitung resiko.
Berbagai kriteria pemimpin tersebut, menurut Ginandjar bukan dilahirkan secara alamiah saja melainkan melalui proses pembentukan walaupun ada model pemimpin yang berkharisma sejak dilahirkan. ”Peran sistem pendidikan yang berkualitas sangat penting disini untuk melahirkan pemimpin yang berkualitas”, tandasnya.
Tantangan Membangun Indonesia
Dalam presentasinya, Wiranto mengawali dengan menceritakan kembali momentum detik-detik reformasi dimana pada waktu itu dirinya menjabat sebagai panglima ABRI. Diceritakannya, pada waktu itu dirinya sebagai Pangab mendapat amanat dari Presiden RI melalui Keppres nomor 16. Dalam keppres tersebut, setidaknya terdapat tiga bagian krusial yang diembannya meliputi penentuan kebijakan nasional selaku Panglima Komando Operasi Keselamatan dan Kewaspadaan Nasional, bantuan dari seluruh menteri dan pejabat serta dibenarkannya upaya untuk menetralisir sumber-sumber kerusuhan. Wiranto, yang saat ini mengetuai Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menyatakan bahwa pada saat itu dirinya memiliki kesempatan untuk mengambil alih kepemimpinan namun dengan berbagai pertimbangan diantaranya kesan adanya kudeta militer, sehingga akhirnya desempatan tersebut tidak dilaksanakan.
Sebagai purnawirawan TNI yang saat ini berkecimpung didunia politik, ia mengaku lebih banyak berkesempatan untuk memandang Indonesia dari bawah dengan “menggunakan hati nurani”. Melalui cara ini, ia melihat kondisi Indonesia yang selalu dirundung berbagai masalah. Salah satu yang paling ia soroti adalah pergulatan Indonesia sebagai negara produsen dan konsumen di tengah iklim globalisasi yang penuh kompetisi. Guna mengatasi berbagai kompleksitas masalah yang merundung Indonesia, ia menekankan perlunya menanamkan rasa kebanggaan, kepercayaan diri, serta harga diri kepada generasi bangsa. “Kebanggaan atas diri bukan dimaknai sebagai eksistensi buta yang lantas menerima paham chauvinisme dengan menganggap diri superior, tapi lebih pada keyakinan diri untuk eksis, sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju”, ujarnya. “Bila mental seperti ini telah dimiliki, langkah awal untuk merenda Indonesia yang mandiri tinggal dilanjutkan dengan kerja keras, kerja cerdas dan perencanaan terukur serta komitmen yang tinggi”, tambahnya. Melalui partainya, Wiranto menawarkan model mayoritas koalisi yang merupakan gabungan kekuatan politik yang memiliki satu platform perjuangan untuk melakukan perubahan yang kuat dalam rangka menata ulang pembangunan hukum, demokrasi dan perekonomian nasional.
The Shadow State
“Indonesia bukan sedang bertransformasi dari pemeritahan otoritarian ke demokratis melainkan pindah dari satu orde ke sebuah kondisi disorder, sebagai disoriented political society”, ujar Prof. Solikhin Abdul Wahab, MA, PhD, guru besar Ilmu Administrasi Publik Universitas Brawijaya, mengawali paparannya. Lebih lanjut, dalam era otonomi daerah saat ini, ia menyoroti banyaknya bermunculan pasar gelap dan proliferasi. Pasar gelap ditengarainya muncul diawali dari pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Langsung (pilkadal).
“Aktor pilkadal yang ingin maju tidak diimbangi dengan show capital karena biaya politik tinggi di Indonesia yang pada akhirnya membuat ia lari ke black market”, ujarnya memperjelas latar belakang kemunculan black market.
Akibat dari hal ini, menurutnya akan membawa pemerintahan tersebut bergantung kepada black market dan menyerahkan kekuasaan kepadanya sehingga memunculkan the shadow state, yaitu sebuah pemerintahan yang semu, keropos dan sejatinya tidak memiliki kewenangan sedikitpun. Konsekuensi dari hal ini, menurut Prof. Solikhin adalah rusaknya struktur ekonomi dan lahirnya preman serta elite politik informal.
Membangun Melalui Pertanian
Animo pengunjung yang tinggi dibuktikan dengan membludaknya peserta hingga sessi terakhir pelaksanaan seminar yang menghadirkan Prabowo Subiyanto dan Fadel Muhammad. Prabowo yang saat ini mengetuai Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), menceritakan pengalamannya sebagai pengusaha di bidang pertanian. Secara khusus, mantan Pangkostrad yang sekarang terjun sebagai pengusaha ini menggambarkan berbagai ”permainan” para taipan yang ”menggerogoti” perekonomian Indonesia. Rantai ini digambarkannya telah terjadi sejak hulu hingga hilir dengan pemasukan yang sangat minim ke negara. Melihat fenomena ini, secara khusus ia menyarankan agar Hak Guna Usaha (HGU) hanya diberikan kepada pemodal yang ”setia” kepada negara.
Propinsi Gorontalo yang saat ini kemajuannya meningkat pesat dipresentasikan langsung oleh gubernurnya, Fadel Muhammad. Putera daerah Gorontalo ini mengaku dirinya memulai membangun Gorontalo dengan berbagai keterbelakangan, mulai dari angka kemiskinan yang mencapai 72%, keterbelakangan penduduk hingga kemiskinan yang telah mengkronik. Dengan pembangunan yang berbasis pertanian, ia menyebutkan keberhasilan dalam memajukan Gorontalo melalui hasil yang terukur yaitu angka kemiskinan turun menjadi 20%, pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia hingga 8% dan penghargaan BPK Award setahun silam dalam hal transparansi pemerintahan. Beberapa komoditas andalan propinsi ini yang dikembangkannya adalah jagung, beras, sapi, kedelai dan perikanan. Secara khusus, dalam presentasinya ia memaparkan berbagai hal yang menurutnya penting menjadi prioritas dalam upaya membangun bangsa yang berperadaban yaitu pembangunan kualitas SDM, upaya membangun budaya positif, budaya organisasi dan pemerintahan yang baik dengan kapasitas manajemen kewirausahaan serta transparansi dan demokratisasi. [nok]

Seminar Kepemimpinan Nasional Pascapemilu 2009
28 Februari 2008
PEMILU sebagai wahana suksesi kepemimpinan nasional, merupakan momentum penting untuk kembali mengingatkan bahwa kepemimpinan nasional hendaknya bervisi pada peningkatan harkat martabat bangsa Indonesia. Sebagai bentuk peran serta Universitas Brawijaya kepada bangsa dalam mewacanakan kepemimpinan nasional yang mampu mempersatukan bangsa dari berbagai latar belakang dan mengangkat harkat martabang bangsa dari keterpurukan, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya bekerjasama dengan Perhimpunan Sarjana Administrasi Indonesia (PERSADI) menyelenggarakan Seminar Nasional “Kepemimpinan Nasional Pasca PEMILU 2009” pada 28 Februari 2008 di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis Universitas Brawijaya ke 45 itu dirasakan sangat tepat mengingat saat ini bangsa Indonesia tengah memasuki hiruk-pikuk persiapan pesta demokrasi bangsa mulai dari pemilihan di tingkat daerah hingga pemilihan presiden 2009.
Seminar akan menghadirkan tokoh nasional yang mampu menawarkan konsep kepemimpinan bagi bangsa Indonesia. Para pembicara itu meliputi Ketua PERSADI yang juga Ketua DPD Prof Dr Ir Ginanjar Kartasasmita, Ketua MPR RI Dr Hidayat Nur Wahid MA yang akan mewakili visi kepemimpinan nasional dalam perspektif Partai Keadilan Sejahtera, mantan Panglima TNI Wiranto, Sultan Hamengku Buwono X yang dikenal sebagai tokoh nasional dengan nilai kearifan lokalnya, Gubernur Gorontalo Dr Ir Fadel Muhammad, serta Drs Anas Urbaningrum MA yang diharapkan mampu menawarkan konsep kepemimpinan dalam perspektif generasi kaum muda. Selain itu seminar juga akan mengulas kepemimpinan dalam perspektif bisnis yang akan disampaikan oleh CEO Jawa Pos Group Dahlan Iskan. Dua topik yang dibahas terdiri dari “Tantangan Membangun Indonesia Pasca PEMILU 2009” dan “Membangun Indonesia Bermartabat”. Para peserta seminar terdiri dari para akademisi, gubernur, walikota/bupati dan ketua DPRD se-Jawa Timur serta perwakilan partai politik. [nik]

Pelatihan Perawatan Jenazah
28 Februari 2008
Sebagai sebuah institusi pendidikan yang menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, Universitas Brawijaya harus memiliki keunggulan di setiap bidang. Selain keunggulan di bidang penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, keunggulan lain yang juga sangat diperlukan di era globalisasi saat ini yaitu keimanan dan ketakwaan (imtak), yang salah satunya diwujudkan dalam jiwa solidaritas sosial terhadap masyarakat sekitar. Demikian Pembantu Rektor II Warkum Sumitro SH MH ketika membuka Pelatihan Perawatan Jenazah di gedung Perpustakaan Universitas Brawijaya, Kamis (28/2).
Lebih lanjut Warkum mengungkapkan, berbagai upaya yang dilakukan oleh Universitas Brawijaya untuk meningkatkan imtak sivitas akademika di antaranya yaitu melakukan pembinaan akademik di bidang keagamaan dalam naungan Pusat Pembinaan Agama (PPA) bagi para mahasiswa, mensinergikan aktivitas keagamaan di setiap unit kerja, menyelenggarakan peringatan hari besar agama, hingga menyelenggarakan bimbingan haji dan memberikan bantuan biaya haji bagi karyawan. Ke depan, usaha yang akan dilakukan adalah menyediakan fasilitas ambulan, menyediakan lahan pemakaman bagi keluarga besar Unibraw dan membentuk unit pelayanan jenazah di setiap unit kerja.
Pelatihan Perawatan Jenazah merupakan upaya awal pembentukan unit pelayanan perawatan jenazah yang dilakukan pihak universitas dalam hal ini PPA. Dengan pelatihan diharapkan para peserta mampu memahami, menguasai dan melakukan perawatan jenazah sesuai syariah Islam, serta serta mampu memberikan pelayanan rukun kematian berupa layanan perawatan jenazah bagi keluarga sivitas akademika Unibraw. Kegiatan selama satu hari itu mendapat respon yang sangat menggembirakan dilihat dari banyaknya peserta yang mengikuti pelatihan.
Pada sesi pertama, Ketua PPA Unibraw Prof Dr H Thohir Luth MA mengulas "Hikmah di Balik Perawatan Jenazah’. Diungkapkan oleh guru besar  Hukum Islam itu bahwa ada empat kewajiban manusia hidup apabila menemui seseorang yang meninggal dunia: memandikan, mengkafani, menshalati dan menguburkan. Namun dirinya menambahkan satu hal lagi yaitu mendo’akan. Merawat jenazah adalah fardlu kifayah. Berarti, bila sebagian orang telah melaksanakan, maka gugurlah kewajiban sebagian yang lain. Dikatakan pula bahwa keluarga terdekatlah yang seharusnya memiliki kewajiban merawat jenazah. Hal ini semata-mata untuk menghindari fitnah dan mencegah tersebarnya aurat maupun cacat badan jenazah.
Dalam pelatihan diberikan pula materi "Merawat Jenazah Bermasalah secara Medis" oleh Dr Niniek Burhan SpPD dari Fakultas Kedokteran, serta teori merawat jenazah pria dan wanita masing-masing oleh Dr Isrok SH MS dari Fakultas Hukum dan Dra Hj Siti Maimunah MAg dari MUI Malang. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Ini dikarenakan metode pelatihan dikemas dalam bentuk diskusi interaktif dan peserta diberikan kesempatan untuk praktek langsung dalam merawat jenazah seperti menyiapkan sarana memandikan jenazah, bagaimana membuat kain kafan, bagaimana memandikan dan mensucikan jenazah, bagaimana mengkafani jenazah hingga menshalati jenazah yang baik dan benar sesuai syariat Islam. [nik]

Menuju Polisi sebagai Mitra Masyarakat
27 Februari 2008
Reformasi dan transformasi Kepolisian Republik Indonesia menjadi kepolisian sipil, semakin menuntut Polri untuk dekat dan menjadi mitra masyarakat. Jika selama ini Polisi menjadi “momok” bagi masyarakat, maka melalui ”Perpolisian Masyarakat” yang dikenal dengan Polmas, paradigma lembaga kepolisian mengalami perubahan yang signifikan. Dalam kehidupan masyarakat madani yang bercirikan demokratis, transparansi dan supremasi hukum, Polri berkewajiban untuk memberikan jaminan keamanan, ketertiban dan perlindungan hak asasi manusia pada masyarakat serta dapat menunjukkan transparansi dalam setiap tindakan, menjunjung tinggi kebenaran, kejujuran, keadilan, serta kepastian hukum sebagai wujud akuntabilitas publik.
Demikian Wakapolda Jawa Timur, Brigjen (Pol) Drs Sugiono MM dalam Seminar Nasional Perpolisian Masyarakat yang digelar di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Rabu (27/2). Seminar bertema “Penerapan Polmas Guna Meningkatkan Peran Serta Masyarakat dalam Rangka Memantapkan Kamtibmas” ini diikuti berbagai elemen masyarakat: tokoh-tokoh masyarakat maupun masyarakat umum, agamawan, maupun aparat kepolisian sendiri.
Dikatakan pula, dalam konsep polisi masyarakat terdapat banyak perbedaan dengan model polisi tradisional. Beberapa perbedaan yang disoroti di antaranya dalam hal peraturan dan efisiensi cara penanganan masalah. Dalam pola tradisional, peraturan kepolisian terfokus pada penyelesaian masalah pidana, sedangkan dalam pola Polmas pendekatan penyelesaian masalah dengan cara lebih luwes. Cara penanganan masalah dalam pola tradisional dengan deteksi dan penangkapan, sedangkan dalam pola Polmas melalui pengurangan angka kriminalitas dan ketidaktertiban masyarakat.
Melalui sistem baru ini diupayakan terbangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan tujuannya untuk mewujudkan kemitraan antara Polisi dan masyarakat lokal guna menanggulangi kejahatan dan ketidaktertiban sosial dalam rangka menciptakan ketentraman.
Agama, Pemersatu dan Sumber Konflik
Dalam seminar itu, Ketua PBNU, KH Hasyim Muzadi, sebagai pembicara utama menyampaikan "Peranan Tokoh Agama dalam Mensukseskan Program Polmas". Dikatakannya, agama memiliki dua potensi sosial, yaitu potensi kesatuan dan potensi konflik. Agama menjadi unsur penguat, menurut KH Hasyim Muzadi, ketika diimplemetasikan sebagai falsafah hidup (way of life), dan bukan falsafah gerakan (way of movement). Sebagai falsafah hidup, agama menjadi sumber moral yang tidak terjangkau oleh legal formal hukum. Diambilnya contoh pencurian sebagai ilustrasi. Dalam kasus tersebut, hukum memberikan sanksi kepada pencuri, sementara agama mendidik manusia agar tidak mencuri dengan berbagai variansnya.
KH Hasyim Muzadi juga mengatakan, beragama yang benar akan membuahkan sikap toleransi serta inklusif dengan berbagai perbedaan. Melalui pendekatan ini, umat beragama menurutnya tidak akan mudah tersulut konflik yang seringkali mengatasnamakan agama di tengah kondisi umat yang telah terkooptasi dengan berbagai masalah.
Di sisi lain, disebutkan bahwa berbagai hal dapat menjadi pemicu konflik diantaranya ketika ada kesalahpahaman dalam beragama, beragama dengan paham yang salah ataupun penggunaan agama secara salah. Secara khusus, ia juga menyoroti penerapan agama sebagai kekuatan legal formal secara eksklusif. Dengan berbagai presedence yang ada, KH Hasyim Muzadi mengkhawatirkan gejala goyahnya konstruksi. Mengantisipasi hal ini, ia lebih menyepakati pendekatan substansi secara inklusif. ”Dengan pendekatan agama secara legal formal yang sangat eksklusif, substansi tidak akan mewarnai konstruksi bahkan konstruksi menjadi goyah”, ujarnya. Terkait hal ini, ia pun menegaskan bahwa substansi akan mendekatkan antara agama dan Indonesia.
Faktor Global
Globalisasi yang tengah mendera dunia akhir-akhir ini pun tak luput dari bidikan KH Hasyim Muzadi. Menurutnya Indonesia tidak luput dari ancaman dan pengaruh buruk globalisasi. Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah kesadaran bangsa untuk menjaga kebangsaan ditengah aruh globalisasi yang tidak mengenal batas. Dalam kasus ini, KH Hasyim Muzadi memuji Malaysia yang menurutnya lebih berhasil menjaga identitasnya dibandingkan Indonesia. ”Jika hal ini tidak diperhatikan secara khusus, globalisasi yang borderless akan menempatkan Indonesia sebagai muara aliran dan bukan sumber aliran”, ujarnya memberikan gambaran ancaman negatif globalisasi.
Lebih jauh ia juga menyoroti ekstrimitas yang diasumsikan lahir mengiringi globalisasi sebagai proyeksi dari sebuah negara konflik perang. Di negara konflik perang, menurut Hasyim kondisinya tidak bisa disamakan dengan Indonesia melalui penyamaan garis perjuangan. ”Di negara konflik perang, yang mencuat adalah kekuatan orang yang sudah tidak memiliki kekuatan sama sekali sehingga yang terjadi adalah bom bunuh diri di mana-mana karena hegemoni yang kemudian diagamakan”, ujarnya. Secara khusus, ia pun menarik kembali pengalamannya ketika mengkritik Amerika Serikat dalam kunjungannya ke Washington beberapa waktu lalu. Menurutnya Indonesia lebih berhasil menangani terorisme daripada Amerika Serikat yang telah menjadi paranoid dengan menyelesaikan terorisme melalui teror yang lebih besar yang akhirnya hanya menghasilkan generasi teror. Menanggapi fenomena ini, Hasyim menyarankan untuk menangani ekstrimitas dengan lebih Indonesiawi. ”Dibutuhkan gerakan bersama yang lebih membudaya dan menasional”, pungkasnya.
Peran Perguruan Tinggi
Turut hadir dalam seminar nasional ini adalah para pejabat sipil dan militer se-eks karesidenan Malang, meliputi Muspida, Walikota Malang, Walikota Pasuruan, Walikota Probolinggo, Walikota Batu serta Bupati Malang. Selain itu hadir pula para tokoh masyarakat, alim ulama, komunitas masyarakat serta mahasiswa dan akademisi. Membuka acara ini, Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Yogi Sugito menyatakan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam membangun masyarakat bukan hanya melalui lulusannya tetapi juga melalui penelitian dan pengabdian masyarakat. Peran PT menurutnya sangat strategis guna mengentaskan masyarakat dari kebodohan, kemiskinan dan pengangguran. Terkait hal ini, ia mencontohkan sebuah perguruan tinggi yang didirikan di perbatasan utara Thailand yang penuh konflik, penyelundupan, kemiskinan, dll. Dalam perjalanannya, menurut Rektor perguruan tinggi tersebut berhasil mengangkat harkat dan martabat masyarakat di kawasan tersebut menjadi lebih berperadaban. Hadir menyampaikan materi dalam kesempatan ini adalah Kepala Divisi Pembinaan Hukum Polri, Irjen Pol Drs Aryanto Sutadi MSc yang menyampaikan ”Tinjauan Hukum Polmas Dalam Implementasi di Masyarakat”, Kapolwil Malang, Kombes Pol Drs Syafrizal Ahiar SH MM yang menyampaikan ”Aktualisasi Polmas di Wilayah Malang”, serta peneliti senior LIPI Prof (Ris) Hermawan Sulistyo MA PhD APU. [nok]

Seminar Nasional Perpolisian Masyarakat
27 Februari 2008
Bekerjasama dengan Markas Besar Kepolisian RI, Universitas Brawijaya, akhir bulan ini (Rabu, 27/2) menggelar Seminar Nasional Perpolisian Masyarakat, di gedung Widyaloka.
Acara ini, menurut Ketua Panitia Pengarah, Prof Dr Ir Eddy Suprayitno MS, dilatarbelakangi sering terjadinya kejahatan di seputar kampus, seperti pencurian kendaraan bermotor dan kasus narkoba yang telah meresahkan masyarakat. Oleh karenanya diharapkan seminar ini dihadiri oleh para pemuda, tokoh-tokoh masyarakat maupun masyarakat umum, agamawan, dan aparat kepolisian yang terdiri dari para Kapolres dalam jajaran Kepolisian Wilayah (Polwil) Malang. Diperkirakan seminar ini dihadiri 500 orang peserta dan undangan. Panitia pelaksana seminar ini diketuai oleh Kapolresta Malang AKBP Drs Atang Heriadi MH. [Esp]

Donor Darah Lustrum IX Unibraw
26 Februari 2008
Dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-45 (Lustrum IX), Universitas Brawijaya menyelenggarakan acara donor darah. Acara ini dipusatkan di Poliklinik Universitas Brawijaya pada Selasa (26/2), diikuti segenap sivitas akademika. Saifuddin, salah seorang panitia menjelaskan, kegiatan ini merupakan kerjasama dengan PMI Cabang Kota Malang. Selain itu, ia juga melibatkan kepanitiaan yang terdiri dari mahasiswa aktivis Korps Sukarela (KSR). Menurut Saifuddin yang juga mahasiswa FMIPA Jurusan Kimia, untuk donor darah kali ini, disediakan 100 kantong darah. Empat orang tenaga paramedis dari PMI terlibat langsung dalam kegiatan ini.
Sementara itu seorang pendonor yang sedang mengantri I Nyoman Widiartana, menyatakan dia merasa terpanggil untuk ikut donor darah dari brosur yang diperolehnya. Mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2007 ini mengaku telah tiga kali mengikuti donor darah sehingga merasa sudah biasa. Bagi para pendonor, pihak PMI menyediakan berbagai suplemen gizi di antaranya susu, roti, air mineral, obat dan tambahan pin dari KSR. [nok]

Workshop SOP Sistem Pengadaan Barang dan Jasa
26 Februari 2008
Belum adanya prosedur operasi standar mengenai pengadaan barang dan jasa di Universitas Brawijaya, menyebabkan sistem tidak terintegrasi satu sama lain. Untuk itu diperlukan pelatihan penyusunan SOP (standard operating procedures) sistem pengadaan barang dan jasa yang kemudian akan dikembangkan serta dibangun sebuah sistem berbasis IT (e-procurement).
Dalam rangka menjadikan sistem pengadaan barang dan jasa menjadi efisien, efektif, terbuka-bersaing, transparan, memenuhi prinsip keadilan serta akuntabel, Indonesian Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE) Insitusi Universitas Brawijaya menyelenggarakan Pelatihan dan Ujian Sertifikasi Manajemen Pengadaan Barang dan Jasa, Selasa (26/2), di gedung PPI.
Dalam pelatihan disampaikan “Draft SOP Pengadaan Barang dan Jasa Hasil Policy Study”, dan “Arah dari Mekanisme Pengadaan Ke depan (e-procurement)”. Sebagai pembicara, diundang Sholeh Hadi ST MKom dari Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya dan Daniel Hary ST MKom dari Universitas Surabaya. Peserta workshop adalah staf dan pimpinan yang berkaitan dengan proses pengadaan pada setiap unit di lingkungan Universitas Brawijaya. [nik]

Ketua UBEEC Dr Lilik Setyobudi ke Jepang
26 Februari 2008
Ketua University of Brawijaya Entrepreneurship Education Center (UBEEC) Ir Lilik Setyobudi MS PhD, selama beberapa hari (16/2-29/2) berada di Waseda University, Jepang. Kunjungan itu daIam rangka memenuhi undangan untuk mematangkan dan benchmarking integrasi pendidikan entrepreneurship ke dalam kurikulum pembelajaran di Universitas Brawijaya. Ini merupakan tindak lanjut pilot study "Development of an Educational Program for Entrepreneurship Facilitator".
SeIain itu juga untuk menindaklanjuti kerjasama antara Unibraw dengan gerakan APEC-OVOP (Asia-Pacific Economic Cooperation-One Village One Product). Tahun lalu, 24-25 Oktober 2007, Dr Lilik Setyobudi diundang sebagai pembicara utama daIam seminar APEC-OVOP kedua di Fukuoka Jepang. Dalam seminar tersebut makalah yang disampaikan adalah "Soft Loan Scheme for Local Industry by Academic Sector: Brawijaya University Experience"
Kurikulum yang dibahas adalah tindak lanjut dari hasil pilot study tentang "Development of an Educational Program for Entrepreneurship Facilitators" yang telah dilaksanakan di Indonesia (Unibraw) November 2006 sampai Juli 2007 yang lalu. Kurikulum tersebut meliputi kurikulum untuk pembelajaran dosen, mahasiswa dan pengusaha. Secara umum kurikulum ini sama intinya bagi pembelajaran atau pendidikan entrepreneurship untuk negara-negara di ASEAN, karena kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di beberapa negara ASEAN, yaitu Malaysia, Thailand, Kamboja den Laos.
Unibraw dan Waseda University serta jejaringnya di ASEAN saat ini juga sedang menyusun kurikulum pendidikan entrepreneurship untuk anak-anak di tingkat sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah atas. Hal ini dilakukan karena disepakati bahwa pendidikan entrepreneur akan memberikan hasil yang lebih baik bila dimulai sejak usia muda. SeIain kegiatan tersebut, Dr Lilik Setyobudi bersama Prof Takeru Ohe dari Waseda University dan Mr Ishida dari AsiaSEED juga melakukan diskusi dengan JBIC (Japan Bank for International Cooperation) dalam rangka project appraisal "Developing University of Brawijaya Toward Entrepreneurial University". Proposal proyek ini sudah dimasukkan ke dalam Blue Book Bappenas. [Lsb]

PSM Unibraw: Lomba Paduan Suara Piala Rektor XVI
25 Februari 2008
Unit Aktivitas Paduan Suara Mahasiswa Universitas Brawijaya menyelenggarakan Lomba Paduan Suara Piala Rektor XVI, di Gedung Student Center, Senin (25/2). Lomba yang rutin dihelat saban tahun ini diikuti oleh delapan fakultas, yakni Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas Perikanan, Fakultas MIPA, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Administrasi, Bastra, dan Program Ilmu Sosial (PIS). Tim dari masing-masing fakultas ini membawakan total tiga buah lagu, dengan rincian satu buah lagu wajib Mars Universitas Brawijaya, satu buah lagu bertema Renaissance-Barok, dan satu lagu popular. Dewan juri untuk perlombaan ini yakni Fritz, pelatih Sekolah Musik Concorde Singer Surabaya, Yosafat, pelatih Universitas Airlangga Surabaya, serta Ira Purnamasari, pelatih UK Petra serta PSM Unibraw.
Menurut Ketua Panitia, Zenitha, latar belakang diselenggarakannya acara ini, selain untuk memperingati Dies Natalis ke-45 Unibraw, juga sebagai program kerja tahunan PSM Unibraw. “Acara ini juga bertujuan untuk rekruitmen anggota baru sekaligus dalam rangka untuk mengembangkan paduan suara di fakultas-fakultas,” ungkapnya. Lomba Paduan Suara antar fakultas ini mendapat apresiasi yang cukup meriah dari para mahasiswa pendukung fakultas masing-masing. Bahkan, dari 350 tiket yang disediakan panitia, seluruhnya ludes terjual. “Kami juga menambahkan lagi 80 tiket untuk penonton yang masuk pada hari H, dan semuanya habis,” papar Zenitha lagi.
Beberapa kategori yang dimenangkan sebagai berikut. Special Audience Award diraih oleh Fakultas Ekonomi, Special Jury Award disabet oleh Bastra, Best Mars Universitas Brawijaya dimenangkan oleh Fakultas Teknik, Best Renaissance-Barok diraih oleh Bastra, Best Popular Song disabet oleh Fakultas MIPA, Best Outstanding Conductur direbut oleh Fakultas MIPA, serta Best Custom yang dimenangkan oleh Fakultas Kedokteran. Sedangkan, juara pertama untuk kategori umum dimenangkan oleh Fakultas MIPA, juara kedua diraih oleh Fakultas Teknik, serta juara ketiga direbut oleh Fakultas Ekonomi. Para juara akan mendapatkan trophy serta hadiah menarik. [bhm]

Seminar Internasional Hukum Lingkungan
25 Februari 2008
Di kalangan akademisi muncul sebuah pertanyaan besar: Bagaimana hukum negara dan hukum lingkungan, dapat melaksanakan kontrol dan mengatasi berbagai permasalahan lingkungan yang muncul? Untuk itu, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Trisakti menyelenggarakan Seminar Internasional mengenai Hukum Lingkungan. Seminar ini adalah dalam rangka berbagi informasi dan pengalaman tentang perkembangan, penyusunan, dan pelaksanaan hukum lingkungan di wilayah Asia, Kanada, dan Australia.
Upacara pembukaan dilangsungkan di Ruang Anggrek, Klub Bunga Butik Resort, Batu, Senin (25/2). Kementerian Negara Lingkungan Hidup diagendakan sebagai pembicara kunci.
Seminar selama 3 hari (hingga Rabu 27/2) ini akan menampilkan pembicara seperti Prof Dr Naoyuki Sakumoto dari Japan External Trade Organization (JETRO), Prof Dr Maizatun Mustafa dari International Islamic University Malaysia, Prof Dr Ian Townsend-Gault dari British Columbia University Canada, dan The Hon Justice Brian Preston dari Pengadilan Tanah dan Lingkungan New South Wales Australia. Sementara pembicara dari Indonesia adalah Prof Dr I Nyoman Nurjaya SH MH dari Universitas Brawijaya, Prof Dr Takdir Tahmadi SH LLM dari Universitas Andalas, Laode Syarif SH LLM PhD dari Universitas Hasanuddin, dan Dhany Rahmawan SH MH dari Universitas Trisakti. Seminar melibatkan berbagai kalangan: akademisi, kantor pemerintahan, LSM, kepolisian, kehakiman, pengacara, advokat, dan mahasiswa. Selain melakukan presentasi dan diskusi panel, para peserta juga berkesempatan untuk mengunjungi Perpustakaan Universitas Brawijaya dan melakukan peninjauan ke Porong, Sidoarjo. [nik]

Dies Natalis: Pagelaran Wayang Orang
23 Februari 2008
Kacanegara Sang Mahawira Muda, gelar yang diberikan para dewa kepada Gatotkaca. Gelar itu diberikan, setelah putra Bima dan Arimbi itu berhasil mengalahkan Kala Pracona, raksasa yang hendak meminjam kendaraan Lembu Andini dan Tahta. Keinginan Kalapracona itu adalah agar derajat para raksasa sama dengan para dewa. Gatotkaca sendiri memperoleh kesaktian luar biasa setelah digembleng dalam Kawah Candradimuka oleh Batara Narada.
Sepenggal cerita ini, adalah lakon “Kacanegara Sang Mahawira Muda” dalam pertunjukan wayang orang yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-45 Universitas Brawijaya, yang berlangsung Sabtu (23/2) di Sasana Samanta Krida.
Pergelaran wayang orang "Gita Brawijaya" pimpinan Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito itu dihadiri oleh ribuan penggemar kesenian tradisional, baik dari kalangan sivitas akademika Universitas Brawijaya maupun masyarakat umum.
Naskah ditulis oleh Drs Soerjo Wido Minarto, yang juga sutradara pertunjukan itu. Sementara itu penata gending Drs Ari Yuspita, serta penari yaitu para mahasiswa Universitas Brawijaya yang tergabung dalam Unit Aktivitas Tari dan Karawitan (Unitantri).
Berbeda dengan pagelaran wayang orang tahun lalu, yang disemarakkan oleh tampilnya Rektor Unibraw, Rektor UM dan Walikota Malang turut ambil bagian dalam peran, pergelaran kali ini hanya diperankan oleh para dosen di lingkungan Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, RS Lavallete, Pemkot Malang, dan mahasiswa Unibraw. Para dosen yang terlibat di antaranya Dr Djoko H Santjojo, Dr Agung Warih, Dra Fransiska Yaningwati MSi, dr Djoko Santoso, Dr Susilo, dr Bambang Budiarso, Drs Riyanto MHum, dan Dr Ni Wayan SW. [nik]

Rektor Diberi Kewenangan Kelola SPMB
25 Februari 2008
Ketua Paguyuban Rektor PTN se-Jatim Prof Dr Fasichul Lisan Apt menyambut baik terbitnya Permendiknas No 6 tahun 2008, tentang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Permendiknas tersebut lebih mengakomodir wewenang rektor soal sistem pengelolaan dan mekanisme SPMB.
"Sebelumnya, rektor sama sekali tidak memiliki ruang gerak. Sebab semuanya diurusi pihak ketiga yang ditunjuk Dikti," kata Fasich, seusai memimpin rapat koordinasi yang diikuti 9 perguruan tinggi negeri (PTN) Jawa Timur, di lantai 8 gedung Rektorat Universitas Brawijaya, akhir pekan lalu (23/2).
Menyikapi hal itu, dia merasa perIu segera membuat draf usulan pengelolaan keuangan dan tata cara Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).
Jika sebelumnya pengelolaan SMPB dikelola secara terpusat, maka dengan konsep swakelola ini dilaksanakan di bawah komando koordinator PTN wilayah masing-masing.
Khusus Indonesia Timur, disepakati di bawah komando Unair dibantu para rektor PTN wilayah Indonesia Timur lain.
Draf usulan ini, disepakati 9 PTN di Jawa Timur yang meliputi Unibraw, UM, UlN Malang, ITS, lAIN Surabaya, Unair, Unesa, Unej dan Unijoyo.
"Draf yang sudah disepakati segera dikirim ke Dikti, sebelum disahkan Mendiknas dalam bentuk SK," jelas pria yang juga rektor Universitas Airlangga (Unair) ini.
Soal konsep pengelolaan keuangan swakelola, dilakukan melalui rekening rektor masing-masing, sehingga pengelolaannya jelas dan tidak bias. Langkah antisipasi ini dilakukan mengingat selama ini SPMB secara nasional dikelola pihak ketiga yang ditunjuk Dikti.
Sementara itu, Rektor Unibraw Prof Dr Ir Yogi Sugito berharap, model swakelola dapat diterima Dikti untuk diterapkan di Jawa Timur dan Indonesia Timur. Sebab bukan tidak mungkin bisa dijadikan rujukan pelaksanaan SPMB semua PTN di Indonesia. "Besar kemungkinan model swakelola ini diadopsi semua PTN di Indonesia," ujarnya.
Soal keluarnya Permendiknas tersebut diakui, tak lepas dari tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang menyebutkan ada beberapa kekurangan soal pengelolaan keuangan. BPK melihat, pengelolaan sistem keuangan SPMB yang dikelola pihak ketiga tidak patuh pelaksanaan perundangan.
Karena itu, BPK lantas merekomendasikan agar dilakukan penyempumaan sistem seleksi di SPMB. "Saya optimis dengan Permendiknas ini, karena kewenangan pengelolaan lebih luas dibanding SPMB sebelumnya yang masih mengacu Permendiknas 173 tahun 2001," pungkasnya. [saf/udi]
MALANG POST Senin, 25 Februari 2008

Temu Alumni Faperik
23 Februari 2008
Alumni Fakultas Perikanan Angkatan 1984 menggelar reuni. Acara pertemuan yang diselenggarakan hari Minggu (23/2), di Gedung PPI tersebut berlangsung meriah. Mengusung tema “Sinergi Keberlanjutan Alumni Almamater ‘84”, temu alumni ini menggagas bangkitnya Fakultas Perikanan Unibraw di mata nasional maupun internasional berlandaskan jaringan kerjasama antara fakultas dengan alumni 1984 yang tersebar di wilayah Indonesia serta luar negeri.
Bukan sekadar pertemuan, acara tersebut juga menggelar diskusi hangat antara angkatan 1984 dengan pelbagai profesi bersama dengan audiens. Memang mayoritas yang hadir dalam acara ini adalah mahasiswa. Pada kesempatan tersebut, mereka bisa bertukar pikiran, serta mendapatkan informasi tentang dunia kerja dalam bidang perikanan, atau informasi-informasi lain. Referensi tersebut dapat dijadikan bekal memadai ketika mereka selesai kuliah nanti. Selain mahasiswa, dosen-dosen yang hadir juga banyak berbicara mengenao prospek dunia kerja, serta bentuk sinergisitas yang harus dilakukan antara alumni dengan almamater Fakultas Perikanan Unibraw.
Di penghujung acara, alumni 1984 ini memberikan kenang-kenangan kepada para dosen yang telah mengajar pada saat kuliah. Selain itu, kenangan juga diberikan pada Dekan Fakultas Perikanan Unibraw, Ir Sukoso PhD.
Begitu besar perhatian alumni 1984 pada pergerakan mahasiswa, dibuktikan dengan pemberian hadiah berupa komputer notebook kepada Lembaga Kajian dan Pengembangan Profesi (LKP2). Tujuannya, demi meningkatkan kualitas dan mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam dunia akademis.
Acara ini dihadiri pula oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Unibraw Muslich Ramelan, dan Ketua IKA Unibraw Malang Prof Bambang Guritno. [bhm]

Student Debate Competition BEM Bastra
23 Februari 2008
Untuk kali kelima, BEM Bahasa dan Sastra menggelar Student Debate Competition se-Jatim dan Bali yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (23-24/2), di Gedung PPI Universitas Brawijaya. Acara yang diadakan regular saban tahun ini terdiri atas tiga jenis lomba berbeda, yakni debat dalam bahasa Inggris, News Reading, serta Speech Contest. Untuk lomba debat diikuti oleh sebanyak 40 tim SMA yang masing-masing terdiri dari 3 orang peserta. Sedangkan, lomba news reading dan speech contest masing-masing diikuti oleh 40 dan 23 peserta. Babak penyisihan untuk seluruh lomba ini digelar pada hari Sabtu (23/2), sedangkan pada hari selanjutnya, hari Minggu (24/2) dilaksanakan babak final.
Dewan juri untuk kompetisi ini berasal dari mahasiswa senior Bastra, perwakilan dari Unitas FORMASI (Forum Mahasiswa Bahasa Inggris), mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Negeri Malang. Juri khusus untuk debat pada putaran final yakni dari dosen Bastra, seperti Andhi Nurmansyah MHum, Hamamah MPd, serta Fatimah MAppLing. Adapun, parameter penilaian lomba yang diberlakukan adalah sebagai berikut. Untuk lomba debat, matter, manner, dan method. Sedangkan, style, metode, isi, dan vocal merupakan parameter penilaian untuk news reading dan speech contest.
Pemenang
Setelah melalui penilaian, diperoleh para pemenang lomba debate, news reading dan speech contest. Untuk lomba debat, juara satu diraih oleh tim dari SMAN 2 Denpasar, juara kedua dari SMAN 1 Ponorogo, serta juara ketiga direbut oleh tim dari SMAN 2 Madiun. Untuk lomba news reading, juara pertama dimenangkan oleh SMAN 2 Madiun, juuara dua diraih oleh SMAN 3 Madiun, serta juara ketiga direbut oleh SMA Darul Ulum 2 Jombang. Untuk lomba speech contest, juara pertama diraih oleh tim dari SMAN 2 Madiun, juara kedua oleh MAN 3 Malang, serta juara ketiga direbut oleh SMAN 2 Kediri.
Hadiah untuk juara pertama lomba debat berupa trofi bergilir dari Gubernur Jawa Timur dan Rp 1,5 juta; juara kedua memperoleh trofi Rektor Unibraw dan Rp 1 juta; dan juara ketiga mendapatkan trofi Ketua Program Bastra dan Rp 750 ribu. Lomba news reading, juara pertama mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 400 ribu, juara kedua Rp 300 ribu, dan juara ketiga Rp 200 ribu. Sementara itu speech contest, juara pertama mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 400 ribu, juara kedua Rp 300 ribu, dan juara ketiga Rp 200 ribu. Selain itu, seluruh juara juga akan mendapatkan piala Dies Natalis dan piagam penghargaan serta sejumlah hadiah hiburan.
Ketua Panitia, Jan Adiel, mengatakan kompetisi ini merupakan program kerja BEM Bastra sebagai acara tahunan, sekaligus juga untuk memperingati Dies Natalis ke-45 Universitas Brawijaya. “Kami juga ingin menampung aspirasi siswa-siswa SMA se-Jatim Bali yang hendak mengekspresikan kemampuannya dalam berbahasa Inggris,” paparnya. [bhm]

LKTI Himalogista
23 Februari 2008
Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himalogista) Universitas Brawijaya menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat SMA se-Jawa Timur. Pada putaran final yang digelar hari Sabtu (23/2), di Gedung THP Unibraw, para finalis yang berjumlah 7 tim berhasil lolos dari 27 karya tulis yang dikirimkan kepada panitia sebelumnya. Bertajuk ”Highly Nutricious, Safety Food, and Beverages Based On Local Resources”, acara ini menjadi pembuka dalam rangkaian acara Himalogista Great Event 2008. Selain LKTI, juga akan digelar Seminar dan Pelatihan HACCP Nasional, 10-12 Maret 2008 mendatang. Selain itu, menurut rencana juga akan dihelat Anak Sehat Indonesia yang terdiri atas lomba mewarnai antar TK dan SD kelas 1, 2, dan 3 se-Malang Raya sekaligus talk show yang menghadirkan Kak Seto sebagai pembicara.
Lomba Karya Tulis Ilmiah ini mengambil tema tentang produk baru serta inovasi pengolahan berbahan baku yang mudah dicari serta memiliki nilai jual. Menurut Ketua Panitia, Herdimas Wuryantoro, ”Dengan pengenalan ini diharapkan para siswa SMA akan mampu membuat produk dengan harga murah dan menyehatkan sebab diambil dari tumbuhan yang berada di sekitar kita.” Acara ini juga digelar dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-45 Universitas Brawijaya.
Dewan juri untuk lomba ini berasal dari dosen Teknologi Hasil Pertanian, seperti Dr Ir Aji Sutrisno MSc dan Fithri Choirun Nisa STP MP. Parameter penilaian antara lain: kejelasan isi yang tidak menyimpang dari tema yang telah ditentukan termasuk produk yang dihasilkan, cara penyampaian, serta proses pembuatannya yang ditekankan pada aspek kemudahan, nilai lebih, serta keamanan pangan.
Setelah melalui putaran final, dewan juri menetapkan pemenangnya. Juara pertama, tim SMAN 3 Madiun (Khrisna Purwa Satyaska, Redika Riasari, Koko Pradityo); juara kedua, tim SMAN 2 Jombang (Wahyu Wibisono, Elizabeth Susilo, Putri Martina Amiwaty); dan juara ketiga, tim SMAN 1 Sutowijayan Blitar (Vicha Vitalaya Masduki, Agustina Ika Wati, Nursita Lestarini). Para juara tersebut mendapatkan hadiah, masing-masing trofi Rektor dan hadiah uang Rp 1 juta untuk juara pertama; trofi Dekan FTP Unibraw serta uang tunai Rp 750 ribu untuk juara kedua, serta trofi Jurusan THP Unibraw dan Rp 500 ribu untuk juara ketiga. Selain itu para juara juga mendapatkan piagam penghargaan. Untuk empat tim finalis lainnya akan mendapatkan tanda mata berupa vandel. Sedangkan, seluruh tim finalis akan memperoleh uang tunai Rp 150 ribu sebagai pengganti biaya pembuatan produk. [bhm]

Putra FIA dan Putri FH Juara Bola Voli Dies
22 Februari 2008
Tim putra dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) dan tim putri Fakultas Hukum (FH) memastikan diri sebagai juara Turnamen Bola Voli dalam rangka Dies Natalis ke-45 Universitas Brawijaya. Dalam babak final, Jumat (22/2), tim putra FIA mengalahkan dengan skor 3-0 tim Fakultas Perikanan (FPi) yang akhirnya harus puas di posisi kedua. Sedangkan tim putri FH mengalahkan tim Fakultas Kedokteran (FK) dengan skor 3-1, sehingga tim FK keluar sebagai runner up. Sementara itu juara ketiga putra direbut oleh tim FMIPA, dan juara ketiga putri juga diraih oleh tim FMIPA.
Turnamen antar unit kerja ini terbuka bagi dosen, staf administrasi, mahasiswa, maupun anggota dharma wanita. Berlangsung di Lapangan Bola Voli Kantor Pusat, sejak Senin (18/2) hingga Jumat (22/2), turnamen diikuti oleh 13 tim, yakni dari Fakultas Hukum (FH), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Program Ilmu Sosial (PIS), Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Peternakan (FPt), Program Pascasarjana (PPS), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Perikanan (FPi), Fakultas Kedokteran (FK), dan Kantor Pusat.
Dalam perjalanan ke final, berturut-turut tim putra FIA mengalahkan tim FTP pada babak penyisihan, mengalahkan tim FP pada babak perempat final, dan mengalahkan tim FH pada babak semifinal. Di babak tersebut, FIA berhasil mengalahkan Fakultas Perikanan dengan skor 3-0. Sedangkan tim putri FH, pada babak penyisihan mengalahkan PIS, pada babak perempat final  mengalahkan tim PPS, dan pada babak semifinal mengalahkan tim FMIPA. [bhm]

Workshop ART Unibraw
21 Februari 2008
Melanjutkan pertemuan pembahasan Anggaran Rumah Tangga (ART) pekan yang lalu (14/2), Tim Developing Effective University Regulation and Governance (GOV-1) IMHERE Project kembali menggelar workshop, Kamis (21/2).
Pembahasan dalam workshop dipimpin Ketua Komisi C Senat Universitas Brawijaya, Prof Masruchin Rubai SH MS, dengan narasumber Prof Dr Ir Simon Bambang Widjanarko MAppSc.
Dalam kesempatan tersebut dibahas kembali beberapa poin krusial dengan lebih intensif, yakni masalah Dewan Audit, pembidangan wakil rektor, laboratorium, program pascasarjana, serta kualifikasi beberapa jabatan struktural.
Menurut rencana, workshop ini akan dilanjutkan dengan rapat di forum dekan dan pimpinan. [nok]

Prof Soekartawi Narasumber SEAMEO Center Workshop
21 Februari 2008
Prof Dr Soekartawi, guru besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, menjadi salah satu narasumber dalam Team Building Workshop on SEAMEO Center Institution yang diselenggarakan Kamis (21/2) di Gunung Guelis, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Diikuti sekitar 50 orang, workshop dengan tuan rumah SEAMEO Tropical Medicine (TROPMED) Indonesia ini bertujuan menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk SEAMEO Council Meeting yang akan digelar di Kuala Lumpur, 13-15 Maret 2008 mendatang. Demikian penjelasan Soekartawi pada PRASETYA Online.
SEAMEO (Southeast Asia Ministers of Education Organization) adalah organisasinya para Menteri Pendidikan Negara-negara ASEAN dan SEAMEO associate member (Australia, New Zealand, Belanda, Perancis, Sepanyol, Norwegia, Kanada dan Jerman) yang didirikan tahun 1965. Bertujuan meningkatkan kerjasama bisang pendidikan dan budaya untuk kesejahteraan masyarakat Asia Tenggara.
Prof Soekartawi yang pernah sembilan tahun bertugas di SEAMEO, ditugasi Depdiknas untuk menyiapkan tiga SEAMEO Center baru (Matematika, Bahasa dan IPA) ini menjelaskan, kini ada tiga SEAMEO Center di Indonesia, yaitu SEAMEO Tropical Biology BIOTROP (Bogor), Open Learning Center SEAMOLEC (Jakarta) dan Tropical Biology (TROPMED), Jakarta. Jadi bila meetingnya para Menteri Pendidikan di Kuala Lumpur tgl 13-15 Maret 2008 nanti menyetujui berdirinya tiga SEAMEO Center baru, maka Indonesia akan mempunyai enam center.
Soekartawi yang rencananya juga anggota delegasi Indonesia yang dipimpin Mendiknas, dalam Meeting SEAMEO Council di Kuala Lumpur itu, ditugasi memaparkan dokumen usulan berdirinya tiga SEAMEO Center baru tsb dihadapan para Menteri Pendidikan negara-negara anggota SEAMEO di Kuala Lumpur 13-15 Maret 2008. Meeting di Kuala Lumpur itu sendiri akan dibuka oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia, HE Dato’ Sri Mohd Najib bin Tun Hj Abdul Razak, diikuti Menteri Pendidikan 19 negara anngota SEAMEO dan sejumlah organisasi internasional. [Skw]
Foto: Prof Soekartawi bersama Sekretaris Jenderal Ministry of Education Malaysia, HE Tan Sri Zulkurnain bin HJ Awang (Ketua Panitia SEAMEO Council Meeting 2008)

Prof Hendrawan di Filipina
21 Februari 2008
Prof Dr Ir Hendrawan MRurSc, gurubesar Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, sejak Sabtu pekan silam (16/2) berada di Filipina. Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Unibraw ini adalah salah seorang resource speaker pada International Conference On Higher Education and Management, yang diselenggarakan di Manila, Senin (18/2), bertempat di Rizal Technological University Hall. Pada kesempatan itu Prof Hendrawan menyampaikan paper berjudul "Indonesian Alumni of University Staff Development Program: Trends and Impact on Higher Education and Development".
Selain itu, sejak Selasa (19/2) hingga Jumat (22/2) besok, Prof Hendrawan menjadi narasumber dalam Training of Trainer on University Staff Development Program, yang digelar di Don Mario Marcos Memorial State University (DMMMSU), Bacnotan, La-Union Province, sekitar 300 km arah utara Manila. Program ini merupakan kerja sama antara DMMMSU dengan University of Kassel (Jerman) dan badan pertukaran akademis Jerman DAAD (Deutscher Akademischer Austausch Dienst).
Melihat masalah pendidikan tinggi di Filipina, kepada PRASETYA Online Prof Hendrawan mengatakan, "Terkesan, hanya melalui pendidikan tinggi rantai kemiskinan bisa dipotong". Ini sebuah sikap mental dan keyakinan, sehingga sedemikian banyak perguruan tinggi berdiri di sana dan mampu bertahan dengan mahasiswa yang berasal dari daerah di sekitarnya. "Satu hal yang patut kita contoh, yaitu tingginya komitmen seluruh dosen terhadap kualitas pendidikan", ujar Prof Hendrawan. [Hen]

39 Judul Penelitian Unibraw Lolos Seleksi
21 Februari 2008
Sebanyak 39 judul penelitian Universitas Brawijaya lolos seleksi untuk tahun anggaran 2008. Dari jumlah itu, 32 judul merupakan program insentif yang didanai APBN Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KMNRT), sedangkan 7 judul merupakan program penelitian pertanian yang didanai oleh anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian. Penelitian program insentif KMNRT itu meliputi: riset dasar tahun pertama (5 judul), riset dasar tahun kedua (lanjutan, 13 judul), riset terapan tahun kedua (lanjutan, 11 judul), riset peningkatan kapasitas iptek sistem produksi tahun kedua (lanjutan, 1 judul), serta riset percepatan difusi dan pemanfaatan iptek tahun pertama (2 judul).
Riset Dasar Tahun I
Lima judul riset dasar tahun pertama yang lolos, masing-masing adalah: (1) ”Perubahan Kelembagaan dan Ketahanan Pangan: Studi Perubahan Kelembagaan Kepemilikan Tanah, Hubungan Kerja, dan Akses Kredit di Perdesaan”, Dr Ahmad Erani Yustika SE MSc (Ketua, FE UB), Dr Adhitya Wardhono SE MSc Coop EC (Anggota, Unej), Ahmad Imron Rozuli SE MSi (Anggota, PIS UB); (2) “Pengembangan Vaksin Berbasis Peptida yang Terekpresi pada Reseptor Ikan Kerapu Tikus yang Mengenali Antigen sebagai Transgenik Antibodi dalam Upaya Penyiapan Bibit Unggul”, Dr Uun Yanuhar SPi MSi (Ketua, FPi UB), Ir Sukoso MSc PhD (Anggota, FPi UB), Prof Dr dr Sumarno DMM SpMK (Anggota, FK UB); (3) “Analisis Peran Ekspresi Molekul HLA-DR dan Polimorfisme Gen IFNG pada Fenotip Histologi Lupus Nefritis”, Dr dr Kusworini Handono MKes (Ketua, FK UB), dr Yuliasih SpPD-KR (Anggota, Unair), dr Atma Gunawan SpPD-KGH (Anggota, FK UB); (4) “Pembuatan Reseptor Selektif Terhadap Kreatinin Berbasis Kitosan”, Akhmad Sabarudin DrSc (Ketua, FMIPA), Prof dr Djoko W Soeatmadji SpPD KE (Anggota, FK), Dr drh Aulanni`am DES (Anggota, FMIPA); (5) ”Sintesis Pengemulsi Alamai Mengandung Asam Lemak Omega-3 dari Hasil Samping Pengolahan Ikan dan Kelapa Sawit”, Dr Teti Estiasih STP MP (Ketua, FTP UB), Ir Kgs Ahmadi MP (Anggota, Unitri), Fithri Choirun Nisa STP MP (Anggota, FTP UB).
Riset Dasar Tahun II
Tiga belas judul riset dasar tahun kedua (lanjutan) yang lolos, berturut-turut adalah: (1) “Pemanfaatan Biodiversitas pada Lahan Agroforestri untuk Meningkatkan Layanan dan Produksi Lingkungan: Mengapa Populasi Cacing Tanah Harus Kita Pertahankan”, Prof Dr Ir Kurniatun Hairiah (Ketua, FP UB),  Dr Ir Widyatmani Sih Dewi MP (Anggota, UNS), Ir Widianto MSc (Anggota, FP UB), Fitri Khusu Aini SP MP (Anggota, FP UB); (2) “Studi Persepsi Tentang Varitas dan Eksplorasi Manajemen Benih Padi Lokal”, Ir Sri Lestari Purnamaningsih MS (Ketua, FP), Ir Edi Dwi Cahyono MagrSc (Anggota, FP), Dr Ir Setyono Yudo Tyasmoro MS (Anggota, FP); (3) :Imunitas Protektif yang Diinduksi oleh Adhesion Adh036 Salmonella typhi yang Dikonjugasi Iscom (Upaya Memperoleh Kandidat Vaksin Demam Tifoid)”, Dr Dra Sri Winarsih Apt MSi (Ketua, FK), Prof Dr dr Sanarto Santoso SpMK (Anggota, FK), Dr drh Aulanni`am DES (Anggota, FMIPA); (4) “Identifikasi Gen-Gen Virulens Protein Adhesi Pseudomonas aeruginosa pada Sel Endotel Manusia (HUVECs) Kultur: Suatu Upaya Pengembangan Tool Diagnostic Penderita Bakteremia”, dr Dwi Yuni Nurhidayati MKes (Ketua, FK UB), Dr Uun Yanuhar SPi MSi (Anggota, FPi UB), Indra Wibowo SPi MSc (Anggota, ITB); (5) “Isolasi dan Mikroinjeksi Ekstrak Spermatozoa pada Oosit sebagai Kandidat Potensial Penanganan Infertilitas dan Cell Replacement Therapy”, Dr dr Budi Siswanto SpOG (Ketua, FK), Dra Diana Lyrawati Apt MSi PhD (Anggota, FK), Dr Ir Gatot Ciptadi DESS (Anggota, FPt); (6) “Efektivitas Epigallocatechin gallate (EGCG) dari Teh Hijau terhadap Kalsium Intrasel (Ca2+)I, Fpary, C/EBP, SREBP-1 Adiponektin Dan TNFa pada Preadiposit Viseral Manusia secara In Witro”, dr Retty Ratnawati MSc (Ketua, FK), Dr dr M Rasjad Indra MS (Anggota, FK), Satuman SSi MKes (Anggota, FK); (7) ”RNA Interference sebagai Terapi Baru untuk Penyakit Mata: Pterigium, Posterior Capsular Oppacity (PCO) dan Neovaskularasi pada Retinopati Diabetikum (Studi In Vivo)”, dr Hidayat Sujuti PhD (Ketua, FK), Dr dr M Rasjad Indra MS (Anggota, FK), dr Sarafuddin Refa (Anggota, FK); (8) “Efek Pemberian N-Acethyl Cysteine Terhadap Aktivitas Radikal Bebas Sel Endotel Yang Dipapar Serum Plasmodium Falciparum”, Dr dr Loeki Enggar Fitri MKes SpParK (Ketua, FK), Dr drg Nur Permatasari MS (Anggota, FK), Agustina Tri Endharti SSi PhD (Anggota, FK); (9) ”Pengaruh Ekstrak Taraxacum Officinale pada Aktivasi Gen Retinoid Acid Reseptor B2 untuk Menekan Pertumbuhan Kanker Payudara”, Dr dr I Ketut Gede Muliartha SpPA (Ketua, FK), Wibi Irawan SSi (Anggota, FK), Asnah SSi (Anggota, FK); (10) “Efek Genistein terhadap regenerasi Sel Endotel Pembuluh Darah: Studi pada Endothelial Progenitor Cell (EPCs)”, Prof dr A Hidayat SpOG (Ketua, FK), Dr drg Nur Permatasari MS (Anggota, FK), Dr dr Nudiana MKes (Anggota, FK); (11) “Rekayasa Molekuler Fusi Monoklonal Antibodi Human GAD65 Autoantibodi dengan Alkalin Fosfatase (MabGAD65ab-AP): Upaya Mendapatkan  Metode Deteksi Dini untuk  Pasien Diabetes Mellitus Tipe 1”, Dr drh Aulanni`am DES (Ketua, FMIPA), Prof dr Djoko W Soeatmadji SpPD KE (Anggota, FK), Prof Sutiman B Sumitro DSc PhD (Anggota, FMIPA); (12) “Evaluasi Pengaruh Keanekaragaman Struktur Molekul Isoflavonoid dan Turunannya dari Kultur In Vivo dan In Vitro Kacang-Kacangan terhadap  Aktivitas Fitoestrogenik”, Drs Edi Priyo Utomo MS (Ketua, FMIPA), Dr Wahyu Widoretno MS (Anggota, FMIPA), dr Kenty Wantri Anita MS (FK); (13) “Peningkatan Bioavailabilitas Protein Sorghum Lokal Varietas Coklat dengan Solid State Fermentation untuk Produksi Tepung Berfungsional Tinggi”, Erni Sofia Murtini STP MP (Ketua, FTP UB), Ir Achmad Subagio MAgrSc PhD (Anggota, Unej), Dr Aris Prasetyo MKes (Anggota, Unej), Ir Sudarminto Setyo Yuwono MAppSc (Anggota, FTP UB).
Riset Terapan Tahun II
Sebelas judul riset terapan tahun kedua (lanjutan), masing-masing adalah: (1) “Perakitan Varietas Kacang Panjang Tahan Hama Aphid Dan Virus Mosaik Serta Berdaya Hasil Tinggi”, Dr Ir Kuswanto MS (Ketua, FP UB), Dr Heru Kuswantoro SP MP (Anggota, Balitkabi), Dr Aminuddin Afandi MS (Anggota, FP UB), Budi Waluyo SP MP (Anggota, FP UB); (2) “Rancang Bangun Antena Ultra Wide Band (UWB) untuk Radar Militer Jenis Monostatic Microwave Radar”, Rudy Yuwono ST MSc (Ketua, FT), Ir Lukman Julianto MSc (Anggota, FT), Moch. Agus Choiron ST MT (Anggota, FT); (3) “Pengembangan Circular Pressure Impedance Transducer (CPIT) untuk Meningkatkan Efisiensi Deteksi Berahi dan Kebuntingan Dini pda Sapi”, Prof Dr Ir Suyadi MS (Ketua, FPt UB), Dr Ir Gatot Ciptadi DESS (Anggota, FPt UB), Ir Bambang Susilo MSc (Anggota, FTP UB), Dr Warsito MEng (Anggota, MITI Jakarta); (4) “Strategi Penyelamatan Plasma Nutfah Sapi Lokal Melalui Realisasi Bank Sel Somatis dan In Vitro Growth System Banteng (Bos Javanicus) dan Hasil Keturunannya”, Dr Ir Gatot Ciptadi DESS (Ketua, FPt), Dr Ir Moch Sasmito Djati MS (Anggota, FMIPA), Dr drh Aulanni`am DES (Anggota, FMIPA); (5) “Pengembangan Teknik Seleksi Peningkatan Kualitas Daging Sapi Menggunakan Marka Gen Kandidat Pengatur Marbling dan Meat Tenderness pada Kromosom 14 dan 29”, Agus Susilo SPt MP (Ketua, FPt), Prof Dr Ir Suyadi MS (Anggota, FPt), Dr Dra Sri Rahayu MKes (Anggota, FMIPA); (6) “Teknologi Formulasi Dan Penggunaan Kultur Starter Bioprotektif Bakteri Asam Laktat Sebagai Pada Sosis Fermentasi Ikan Lele Dumbo, Clarias Gariepinus”, Ir Happy Nursyam MS (Ketua, FPi), Ir Elok Zubaidah MS (Amggota, FTP), Ir Sukoso MSc PhD (Angota, FPi); (7) “Pemuliaan Lobster Air Tawar Dengan Program Seleksi Individu”, Prof Dr Ir Rustidja MS (Ketua, FPi), Ir Maheno SW MS (Anggota, FPi), Ir Purwohadiyanto (Anggota, FPi); (8) “Kajian tentang Kelayakan Aplikasi System Karamba Jaring Apung Tahan Ombak dan Arus (Singatoa) di Perairan Pantai untuk Budidaya Udang Penaeid dan Ikan Laut Bernilai Ekonomi Tinggi”, Ir Bambang Susilo Widodo (Ketua, FPi), Ir Hendro Suseno DEA (Anggota, FT), Dr Eng Yudy Surya Irawan ST MEng (Anggota, FMIPA), Dr Ir Henny Pramoedyo MS (Anggota, FMIPA); (9) “Usaha Peningkatan Bioremediasi untuk Pengendalian Blooming Cyanobacteria microcystis spp di Perairan Tawar”, Dra Catur Retnaningdyah MSi (Ketua, FMIPA), Ir Widyo Parwanto Mtech (Anggota, Jasa Tirta I), Dra Umi Marwati M.Si (Anggota, FMIPA UB), Drs Setijono Samino MS (Anggota, FMIPA UB); (10) ”Rancangan Sintesis Feromon Seks Hama Penggerek Buah Kakao Conopomorpha cramerella (Snellen) dan Uji Aktivitas Biologis di Lapang dengan Metode Mating Disruption”, Drs Warsito MS (Ketua, FMIPA UB), Ir Budi Haryono MS (Anggota, BPTP Jatim), M Farid Rahman SSi MSi (Anggota, FMIPA); (11) “Pengembangan Instrumentasi Kimia Berbasis Sensor dan Teknik Injeksi Alir: Upaya Peningkatan Pengawasan Kualitas Pangan dan Penanggulangan Ketergantungan Impor”, Dra Hermin Sulistyarti PhD (Ketua, FMIPA), Dr Atikah MSi Apt (Anggota, FMIPA), Dr-Ing Setyawan Purnomo Sakti MEng (Anggota, FMIPA).
Riset Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi Tahun II
Satu judul riset peningkatan kapasitas iptek sistem produksi tahun kedua (lanjutan) adalah ”Peningkatan Agroindustri Susu Kambing Melalui Hurdle Technology Fermentasi dan Spray Drying di Industri Pengolahan Susu Murni Sejahtera Malang”, Dr Ir Lilik Eka Radiati MS (Ketua, FPt UB), Dr Ir Bambang Dwi Argo DEA (Anggota, FTP UB), Dr Ir Hari Dwi Utami MS MAppSc (Anggota, FPt UB), Ir Hendro MM (Anggota, CV ANL/Murni Sejahtera Malang), Drh Dwi Irianto MSi (Anggota, BPT-HMT Dispet Jatim).
Riset Percepatan Difusi dan Pemanfaatan Iptek Tahun I
Dua judul riset persepatan difusi dan pemanfaatan iptek tahun pertama, yaitu: (1) “Penguatan Kapabilitas Teknologi UKM: Obat Tradisonal dan Lidah Buaya Instan dalam Upaya Peningkatan Kemandirian dan Daya Saing”, Ir Endah Rahayu Lestari MS (Ketua, FTP), Prof Dr Ir Bambang Suharto MS (Anggota, FTP), Arif Hidayat STP (Anggota, FTP); (2) ”Peningkatan Kuantitas, Kualitas dan Perfomansi Bumbu Tradisional (Terasi Instan, Bumbu Siap Saji dan Bumbu Pecel) dalam Upaya Perluasan Pasar sebagai Komoditi Unggulan Daerah”, Irnia Nurika STP MP (Ketua, FTP), Isti Purwaningsih STP Msi (Anggota, FTP), Nur Atifah STP MSc (Anggota, FTP)
Kemitraan Balitbang
Sementara itu, 7 judul yang mendapatkan dana dari Balitbang Pertanian merupakan realisasi kerjasama kemitraan penelitian pertanian dengan perguruan tinggi (KKP3T). Ketujuh penelitian tersebut (judul, nama ketua tim, asal fakultas, serta bidang penelitian) masing-masing adalah: ”Keanekaragaman dan Potensi Aschersonia sp. Entomopatogen Kutu Sisik (Lepidoshapes Bekcti) pada Tanaman Jeruk”, Drs Suhardjono MSi (FMIPA), Perlindungan Tanaman; “Seleksi Adaptasi Tebu Genjah Bahan Baku Bioetanol pada Berbagai Tipe Ekologi Wilayah Pengembangan Tebu”, Prof Dr Ir Nur Basuki (FP), Pemuliaan Tanaman; “Indikator dan Strategi Pemantapan Ketahanan Pangan Tingkat Desa di Jatim: Pendekatan Persamaan Simultan”, Dr Ir Djoko Kustiono SU (FP), Ketahanan Pangan; “Skenario Kebijakan Diversifikasi Konsumsi Pangan Berbasiskan Perilaku Rumah Tangga dan Kelembagaan Lokal” , Dr Ir Rini Dwiastutik MS (FP), Ketahanan Pangan; “Peningkatan Ketahanan Tanaman Jeruk-Batang Bawah, Jarak-Pagar, Kedelai dan Abaca terhadap Penyakit Jamur dengan Transformasi Gen Cjitinase dan Glucanase Jamur Endofit”, Prof Ir Liliek Sulistyowati PhD (FP), Ketahanan Pangan; “Pemanfaatan Teknologi Pellet Mengandung Saproba Antagonis dan Vam untuk Pengendalian Penyakit Rebah Semai (Sclerotium rolfsii) dan Peningkatan Produksi Tanaman Kedelai”, Prof Dr Ir Ika Rochdjatun Sastrahidayat (FP), Ketahanan Pangan; dan “Analisis Potensi Genetik Generasi Pertama (F1) Sapi Hasil Cross Breeding Menggunakan Animal Model Sitogenetik dan DNA: Kasus di Pulau Madura dan Unit Peternakan Aliansi (UPA) Pasuruan, Jawa Timur”, Dr Ir VM Ani Nurgiartiningsih MSc (FPt), Ketahanan Pangan. [Far]

Kunjungan Dutabesar Thailand
20 Februari 2008
Dutabesar Thailand untuk Indonesia, HE Akrasid Amatayakul, berkunjung ke Universitas Brawijaya, Rabu (20/2). Dalam kunjungan itu dutabesar disertai rombongan yang terdiri dari First Secretary from The Royal Thai Embassy, Jakarta, Natthapol Na Songkhla, dan Honorary Consul, The Royal Thai Consulate, Surabaya Onny Miryam, serta beberapa pejabat dari Prince of Songkla University (PSU). Pejabat PSU masing-masing adalah Assoc Prof Chatchai Ratanachai (Vice President for Outreach and International Affairs), Asst Prof Dr Phaisan Wuttijumnong (Dean Faculty of Agro-Industry), Assoc Prof Dr Krerkchai Thongnoo (Dean Graduate School), Asst Prof Paktra Kooburat (Dean Faculty of Science and Technology), Asst Prof Dr Chutima Tantikitti (Associate Dean For Academics and Graduate Studies, Faculty of Natural Resources), Assoc Prof Dr Charun Bunyakan (Associate Dean for Research and Graduate Studies, Faculty of Engineering), Dr Vorasan Sobhon (Assistant Vice Dean for International Affairs, Faculty of Agroindustry), Salma Kosumphant (Head of International Affairs Office), dan Peewara Noourai (International Afairs Officer). Di Gedung PPI Unibraw, rombongan diterima segenap pimpinan Universitas Brawijaya serta mahasiswa Program Pascasarjana.
Model Kerjasama Pendidikan
Dalam sambutannya, Dutabesar mengungkapkan apresiasinya yang tinggi pada kerjasama pendidikan dengan Pemerintah RI. Terkait hal ini, ia pun merinci berbagai kemungkinan kerjasama yang dapat dilakukan diantaranya pertukaran pelajar antara kedua negara ataupun penelitian dan pengabdian masyarakat.
Dalam kunjungan ini, dilakukan penandatanganan kerjasama antara Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Yogi Sugito dengan Presiden Prince of Songkla University. Kerjasama itu dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pertukaran staf bidang administrasi dan manajemen. Menurut Dutabesar, kerjasama ini akan dijadikan model untuk kerjasama antara Republik Indonesia dan Kerajaan Thailand dalam bidang akademik.
Setelah penandatanganan kerjasama, mahasiswa mendapatkan informasi langsung tentang PSU Thailand. Informasi ini dapat diperoleh di http://www.psu.ac.th. Secara khusus, dalam kesempatan itu dipresentasikan profil Fakultas Agro-Industri PSU. Di fakultas tersebut terdapat empat program studi, yaitu Food Science and Technology, Packaging Technology, Halal Food Research and Development Center, dan Biotechnology. Dari berbagai topik penelitian yang ada di program tersebut, untuk tahun ajaran 2008/2009 dibutuhkan paling tidak 29 mahasiswa.
Kepada PRASETYA Online, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian menyatakan akan memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya. Menurut rencana, pihaknya akan menindaklanjuti dengan membuka kesempatan bagi mahasiswa dan dosen yang berminat untuk belajar di Thailand. Untuk kelompok mahasiswa dan dosen tersebut, menurutnya akan diupayakan melalui jalur yang berbeda.
Ke Kawasan Pertanian
Dalam kunjungan ini, Duta Besar Thailand menyempatkan diri mengunjungi beberapa kawasan pertanian. Pada Selasa (19/2) rombongan berkunjung ke Kota Batu dan bertemu dengan Walikota Batu, Eddy Rumpoko. Di kota tersebut juga dilangsungkan perjalanan ke Kusuma Agrowisata, Batu. Selain itu, rombongan juga menyempatkan berkunjung ke Balai Pusat Penelitian Jeruk dan Buah Sub Tropis di Tlekung, Batu. [nok]

Lomba Cheerleader Dies Natalis
20 Februari 2008
Panitia Dies Natalis ke-45 (Lustrum IX) Universitas Brawijaya mengadakan lomba cheerleader pekan depan, Rabu (20/2). Lomba ini dalam rangka mempromosikan Universitas Brawijaya di kalangan siswa SMU, dan memasyarakatkan cheerleaders di masyarkat. Panitia Bidang Olahraga menyelenggarakan Lomba Cheerleader tingkat SMA/Sederajat dan umum pada 20 Pebruari 2008. Lomba ini akan memperebutkan hadiah berupa tropi, piagam dan uang tunai dengan nilai total 3,25 juta rupiah. Peserta merupakan tim yang terdiri dari 6 sampai 8 orang. Dalam durasi 10 menit, para peserta harus mampu menyuguhkan pertunjukkan yang atraktif, menarik dan kreatif.
Pandu sorak (cheerleading) sendiri adalah perpaduan gerakan dinamis senam, tari, akrobatik, dan sorak-sorai untuk memberi semangat tim olahraga yang sedang bertanding, atau sebagai olahraga yang diperlombakan secara kompetisi. Sementara orang yang melakukan kegiatan pandu sorak disebut pemandu sorak (cheerleader). Tradisi pandu sorak bermula dari Amerika Utara dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Di Indonesia saat ini telah ada sebuah komunitas yang peduli perkembangan cheerleading yaitu Indonesia Cheerleading Community (ICC). Komunitas ini juga telah menjadi anggota International Federation of Cheerleading (IFC). [nik]

Dr Francien Calon Tunggal Ketua Program Bahasa dan Sastra
20 Februari 2008
Dra Francien Herlen Tomasowa PhD (59 tahun), terpilih sebagai calon tunggal Ketua Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya untuk periode 2008-2012. Pemilihan ini dilaksanakan di Gedung PPI Unibraw, hari Rabu (20/2) di hadapan panitia serta jajaran pimpinan.
Proses pemilihan itu sendiri diawali sejak September tahun lalu. Menindaklanjuti SK Rektor No 330/SK/2007 tanggal  29 Agustus 2007 tentang Tata Cara Pemilihan Ketua Program Bahasa dan Sastra (Bastra) Universitas Brawijaya, diadakan rapat pembentukan panitia pemilihan. Panitia kecil yang terdiri dari M Andhy Nurmansyah MHum (ketua), Yusri Fajar SS (wakil), serta Sonny Sukmawan MPd (sekretaris), akhir Januari 2008 mengadakan rapat dan menghasilkan berberapa rumusan, seperti jadwal pemilihan, susunan panitia lengkap, rincian anggaran dan sebagainya, yang dituangkan dalam bentuk TOR (term of reference). Panitia kemudian melaksanakan proses penjaringan bakal calon yang memenuhi persyaratan dengan cara mengirimkan formulir kesediaan calon. Ada 6 orang calon yang memenuhi persyaratan, yakni: Dra Sri Endah Tabiati MEd, Dr Indah Winarni MA, Dra Ismarita Ida MPd, Dra Endang Sasanti MA, Francien H Tomasowa MA PhD, serta Dra Siti Rochmah MSi. Tetapi hingga batas akhir pengembalian surat kesediaan, Senin (11/2) tengah hari, hanya ada dua surat kesediaan yang diterima panitia, yaitu dari Dra Endang Sasanti MA dan Dra Francien H Tomasowa PhD. Dari dua surat tersebut, ternyata hanya Francien H Tomasowa MA PhD yang menyatakan kesediaannya. Selanjutnya, hasil penjaringan tersebut disosialisasikan kepada seluruh sivitas akademika Program Bastra, di tiga lokasi kegiatan Program Bastra, yakni Gedung Kuliah Bersama, Gedung Rektorat Lama, dan Gedung PPI.
Pada kesempatan tersebut, Dra Francien H Tomasowa PhD memaparkan visi dan misi, serta program kerja yang akan dilaksanakan sebagai Ketua Program Bastra. Visi yang disampaikan Francien mendukung visi Universitas Brawijaya menuju entrepreneurial university, yaitu dengan menjadikan Program Bahasa dan Sastra sebagai sumber pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang bermutu kepada masyarakat agar mampu memenuhi kebutuhan stakeholders, dalam hal kebutuhan kemasyarakatan (societal needs), kebutuhan dunia kerja (industrial needs), serta kebutuhan profesional (professional needs). Sementara misi yang ditawarkan adalah: Pertama, mempersiapkan mahasiswa dalam bidang bahasa, sastra dan budaya agar menjadi professional secara akademik dalam arti mampu dalam menyambut tantangan masa depan secara etis dan strategis, mengatasi masalah yang dihadapi secara kreatif, memanfaatkan kesempatan yang ada secara proaktif untuk kepentingan organisasinya dan masyarakat secara luas, dan mewujudkan cita-cita yang diidamkan. Kedua, mendukung staf akademik secara profesional dan administrasi semaksimal mungkin untuk meningkatkan mutu hidup dan kemampuan melayani sesamanya.
Sedangkan program kerjanya adalah: meneruskan, memonitor, dan mengembangkan program yang sudah ada. Pengembangan program tersebut antara lain rekrutmen mahasiswa, program pascasarjana, kerjasama dengan instansi lain, kerjasama dengan luar negeri, student short visit ke luar negeri, peningkatan kualitas dosen, dan on site language laboratory.
Menurut Ketua Panitia, M Andhy Nurmansyah MHum, acara pemilihan Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra berlangsung lancar dan sesuai dengan agenda. Dijadwalkan, pada awal pekan depan (25/2) hasil pemilihan tersebut akan dilaporkan ke universitas. “Diharapkan nanti akhir bulan ini sudah diajukan kepada Rektor Unibraw, Prof Yogi Sugito,” tandas M Andhy Nurmansyah MHum.
Dra Francien Herlen Tomasowa PhD, perempuan kelahiran Surabaya 4 Agustus 1948, sarjana S1 pendidikan bahasa Inggris lulusan IKIP Malang (1976), doktor di bidang lingustik dari Macquarie University Australia (1990), lektor kepala pada Program  Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya, dengan bidang keahlian linguistik. [bhm]

Dekan FP Unibraw Hadiri Rapat Evaluasi Tugas Belajar Deptan
21 Februari 2008
Dekan Fakultas Pertanian Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD, Senin (18/2) hingga Rabu (20/2), berada di Manado, Sulawesi Utara. Kehadirannya adalah selaku penyelenggara Program Pascasarjana bidang Ilmu Pertanian, memenuhi undangan Departemen Pertanian (Deptan) dalam acara evaluasi tugas belajar dari karyasiswa asal departemen tersebut. Rapat evaluasi ini merupakan kerjasama Deptan dengan Universitas Sam Ratulangi.
Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Pertanian Dr Ir Momon Rusmono MS selaku ketua penyelenggara menjelaskan, tujuan rapat ini adalah untuk mengevaluasi penyelenggaraan program pendidikan dalam negeri bagi para karyasiswa tahun anggaran (TA) 2007. Evaluasi dilakukan terhadap penyelenggaraan tugas belajar, meliputi kemajuan belajar masing-masing peserta tugas belajar yang masih aktif studi, serta permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan tugas belajar oleh perguruan tinggi mitra, baik dalam hal akademik, sistem kerjasama, maupun administrasi keuangan.
Direktorat Pengembangan Pendidikan SDM setiap tahunnya menugasbelajarkan pegawai di lingkungan Departemen Pertanian untuk menempuh jenjang pendidikan magister (S2) dan doktor (S3) ke beberapa perguruan tinggi. Ada 9 perguruan tinggi mitra Deptan, yakni Universitas Brawijaya, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Diponegoro, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Sam Ratulangi.
Dalam bidang akademis, menurut Dekan FP, selama ini tidak ada masalah dengan para karyasiswa di Universitas Brawijaya. Kerjasama pendidikan antara Universitas Brawijaya dengan Departemen Pertanian ini dirintis sejak tahun 2002. Hingga saat ini jumlah karyasiswa Deptan untuk program magister tercatat 20 orang dan program doktor sebanyak 9 orang. Yang sudah menyelesaikan studi program magister sebanyak 11 orang, dan program doktor 2 orang.
Permasalahan justru dalam masalah keuangan. Selama proses pendidikan, umumnya mereka mengeluh tentang jumlah yang diterima ataupun keterlambatan penerimaan. Dalam hal ini Dr Momon Rusmono berjanji akan menanganinya. Dia akan mengusulkan kenaikan jumlah atau besaran beasiswa itu ke institusi yang terkait. Diungkapkan pula, karena ada revisi anggaran di Deptan, maka pada TA 2008 beasiswa hanya diberikan kepada 23 orang karyasiswa, baik untuk program S2 maupun S3. [sas]

Studi Banding Garda Tipikor Unhas
20 Februari 2008
Gerakan Radikal Anti Tindak Pidana dan Korupsi (Garda Tipikor) Universitas Hassanudin berkunjung ke Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Rabu (20/2). Dalam kunjungannya tersebut, mereka bertemu dengan mahasiswa perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Selain di Unibraw, mereka juga melakukan kunjungan, antara lain ke Mahkamah Agung, KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, serta Universitas Udayana.
Tujuan studi banding ini, menurut Eko Sapta Putra, Ketua Garda Tipikor yakni membentuk lembaga kemahasiswaan yang berkonsentrasi dalam bidang korupsi dan penanggulangannya. Serta menjalin silaturahim antar lembaga yang menangani korupsi berikut universitas-universitas se-Jawa Bali. Garda Tipikor sendiri merupakan salah satu lembaga eksternal di Fakultas Hukum Universitas Hassanudin yang wilayah kerjanya memantau kasus-kasus korupsi yang terjadi di kampus. Secara keseluruhan, agenda kunjungan kali ini telah sesuai dengan program yang disusun.
Seperti diamini oleh Presiden BEM Fakultas Hukum Unibraw, Herdiyan Prastanto, agenda ini akan dimanfaatkan sebagai evaluasi BEM ke depan dalam rangka membentuk lembaga eksternal serupa yang berfokus pada pemberantasan korupsi. “Diharapkan pula melalui agenda ini juga akan dibentuk link-link Fakultas Hukum se-Indonesia sehingga bisa berkoordinasi secara efektif,“ paparnya lagi. [bhm]

Meningkatkan Peran dan Status Tim Emergency and Disaster
19 Februari 2008
Dibahas gagasan pembentukan Tim Emergency and Disaster di tingkat universitas. Lembaga sejenis sebelum ini telah eksis di Fakultas Kedokteran. Ada keinginan untuk meningkatkan peran dan status lembaga tersebut dengan menariknya ke tingkat universitas, agar dapat dikolaborasikan dengan segenap potensi yang ada di Universitas Brawijaya.
Di lantai VI Gedung Rektorat, Selasa (19/12), hal tersebut serius dibicarakan. Pembantu Rektor III Ir RB Ainurrasjid MS pada kesempatan itu mengatakan, penanganan kondisi darurat bencana merupakan satu bentuk kepedulian Unibraw kepada masyarakat. Oleh karenanya, dalam wadah lembaga itu nanti akan dihimpun para mahasiswa, terutama yang aktif dalam Impala (Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam) dan KSR (korps sukarela), serta para dosen dari segala bidang ilmu yang relevan dengan kondisi darurat bencana, Satkorlak Bencana Alam, dan lain-lain.
Terkait konsolidasi lembaga ini, menurut rencana, akan dilakukan strukturasi, diseminasi dan sosialisasi. Lembaga ini nantinya juga menyusun konsep tentang pendidikan dan pelatihan (diklat) standard emergency and disaster. Hasil pelatihan tersebut berupa personel-personel yang akan selalu siap untuk dikirimkan sebagai Unit Reaksi Cepat (URC).
Saat ini, Tim Emergency and Disaster Fakultas Kedokteran, didukung oleh beberapa personel seperti dr Djoko Santoso DAHK MKes, Alfrina Hani SKp MN, dr Ali Imam dan Wasis. [nok]

Kunjungan Pembina Kemahasiswaan Universitas Jember
19 Februari 2008
Pembina bidang kemahasiswaan Universitas Jember, selama dua hari, Selasa-Rabu (19/2-20/2), berkunjung ke Universitas Brawijaya. Kunjungan ini adalah dalam rangka peningkatan pola pembinaan dan penataan mekanisme pelayanan bidang kemahasiswaan. Rombongan studi banding ini dipimpin PR-III Drs H Marwoto, terdiri dari para pembantu dekan III dan staf bidang kemahasiswaan seluruh fakultas Universitas Jember.
Di Universitas Brawijaya, mereka diterima langsung oleh PR-III bidang Kemahasiswaan Ir RB Ainurrasjid MS beserta PD-III seluruh fakultas, dan staf ahli PR-III. Hadir pula pada acara tersebut perwakilan mahasiswa Unibraw yang terdiri dari Presiden Mahasiswa Unibraw, Ketua Rukun Warga Unit Kegiatan Mahasiswa (RW UKM) serta aktivis pers kampus. Mengawali acara, Ketua RW UKM mempresentasikan seluruh aktivitas kemahasiswaan yang ada beserta struktur organisasinya masing-masing.
Dalam sambutannya, PR-III Ainurrasjid merasa mendapat kehormatan atas kunjungan ini. Ia memaparkan berbagai program pembinaan kemahasiswaan yang ada di Universitas Brawijaya, mulai dari pembinaan kegiatan penalaran, seni dan olahraga. Acara kemudian dilanjutkan dialog antara kedua belah pihak. Hari berikutnya, rombongan tersebut, mengunjungi langsung kompleks UKM didampingi PR-III dan staf. [nok]

Kunjungan Staf Massey University New Zealand
19 Februari 2008
Guna memperkenalkan negara dan lembaga pendidikannya di Indonesia, Anke (JC) Smith, Manager International Marketing and Recruitment Massey University, New Zealand berkunjung ke Universitas Brawijaya, Selasa (19/2). Staf ahli Pembantu Rektor I Dr Ir Ifar Subagiyo MAgrSt menerima kunjungan tamu tersebut di lantai VII Gedung Rektorat.
Kepada PRASETYA Online, Anke menegaskan maksudnya untuk menjajaki kemungkinan kerjasama dengan Universitas Brawijaya untuk penelitian bersama, ataupun pengiriman staf untuk studi lanjut program magister, dan doktoral (PhD). Selain Universitas Brawijaya, beberapa perguruan tinggi yang akan ditujunya di Indonesia adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Memang, Anke telah tiga kali ke Indonesia, namun baru kali ini ia rmengunjungi perguruan tinggi di sini. Dikatakannya, Massey University memiliki reputasi bagus di New Zealand sebagai satu-satunya perguruan tinggi yang memiliki Jurusan Teknik Penerbangan (Aviation Engineering), di samping sekolah bisnis terbesar di sana. Informasi tentang Massey University dapat diperoleh di http://www.massey.ac.nz
Saat ini, di kampus itu terdapat 42 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi, baik program sarjana maupun pascasarjana. “Kami merasa pelajar Indonesia lebih banyak mengenal pendidikan di Australia daripada di New Zealand, sehingga kami harus lebih banyak melakukan sosialisasi”, ujar wanita ini bersemangat. Dari Universitas Brawijaya, tercatat beberapa orang alumni Massey, di antaranya Dr Hari Utami dan Prof Hari Purnomo yang mengambil PhD Food Processing di sana. Kunjungannya kali ini, menurut Anke, merupakan upaya untuk membina kembali kerjasama dengan Unibraw yang dahulu pernah dirintis oleh dua orang pakar Animal Science dari universitas tersebut, yaitu Prof Steve Morris dan Prof Alex Chu. [nok]

Hasil Ujian Tulis Seleksi Guru dan Karyawan SMA BSS
19 Februari 2008
Panitia Seleksi Penerimaan Tenaga Guru dan Karyawan SMA Brawijaya Smart School (BSS) Tahun 2008, melalui rapat pada hari Selasa, 19 Februari 2008, memutuskan 47 nama calon guru, dan 14 nama calon karyawan yang dinyatakan lulus ujian tulis.
Bagi calon guru yang dinyatakan lulus, masih diwajibkan mengikuti ujian tahap berikutnya, berupa tes kemampuan bahasa Inggris, tes kemampuan komputer, wawancara, dan tes kemampuan/ketrampilan mengajar. Sedangkan untuk calon karyawan, berupa tes kemampuan bahasa Inggris, tes kemampuan komputer, dan wawancara.
Ujian tahap ini dilaksanakan hari Senin (25/2), dan Selasa (26/2). Tes kemampuan bahasa Inggris (TOEIC) bertempat di Laboratorium Bahasa di Gedung PPI Universitas Brawijaya, dan tes kemampuan komputer (teori dan praktek) di Pusat Komputer Unibraw, dilaksanakan hari Senin (25/2), mulai pukul 9.00 WIB. Sedangkan tes wawancara dan tes kemampuan/keterampilan mengajar (khusus untuk calon guru) dilaksanakan Selasa (26/2), mulai pukul 7.00 WIB, di Gedung Puskom Unibraw. Untuk tes ini calon guru diminta membuat rencana pembelajaran dan silabus (rangkap 2) dengan alokasi waktu 45 menit, materi untuk SMA kelas X  semester I. Peserta diwajibkan membawa Kartu Bukti Hadir Ujian. Calon yang tidak mengikuti ujian tersebut dinyatakan gugur/tidak lulus. Demikian pengumuman yang ditandatangani ketua panitia Drs Suprijanto MPd yang diketahui oleh Pembantu Rektor II Warkum Sumitro SH MH. [Far]
---
Daftar nama calon guru yang lulus ujian tulis (nomor tes, nama, alamat):
80050004 FEBRIAN IKA LESTARI, S.Pd. HAMID RUSDI K-32 MALANG
80140013 BETI ARDININGSIH, S.Pd. PUTER SELATAN 12 MALANG
80170016 ANITA HANIFIA BUDI UTAMI, S.Si JOMBANG I A/97C MALANG 65115
80280027 APSARI MURLINAWATI, STP. PRUM GRIYA SAMPURNA SEJAHTERA D4/04 KRPLOSO MALANG
80330032 BUDI DWI WULANDARI, STP. JEND. SUDIRMAN 5 TEMPEH, LUMAJANG 67371
80480046 ERNA TRI WAHYUNI, S.Si. LARANGAN MEGA ASRI E-10 SIDOARJO 61271
80720300 PRAMUDIA ADRIYANTO BRANTAS PILANG PERMAI 31 PROBOLINGGO 67221
80730066 YUNANIK, S.Pd TLOGOMAS X/4 MALANG
80790071 SANTI SUHERMINA, S.Pd RAYA 357 TUMPANG MALANG 65156
80860078 NINIS HERAWATI, S.Kom DINOYO LOR V/2 SURABAYA 60265
80900082 YUNIA NUR WULAN, S.Pd HAYAM WURUK 62 GONDANGLEGI MALANG 65174
80930084 ATIK MUDIATUS SAMAWAT,S.Hum PRAMBUTAN RT3RW3 KAWEDUSAN PONGGOK BLITAR
80950086 DEDDY SETIAWAN, S.Pd -
80960087 ZAIMAH RATNANINGRUM, SAB MT. HARYONO V/270A MALANG 65144
80990090 YANIK AGUS SETYANINGSIH, S.Pd HAMID RUSDI III/209 MALANG 65122
81070097 KOMARIA RAHAYU, S.Pd BONDOYUDO 5 MALANG
81200107 INDAH FAJARWATI, S.Pd GAJAYANA III-B/546-A MALANG - 65144
81210108 AGUS DWI KADPODO, ST MARGOJOYO 12 JETIS MALANG
81220109 RETNO RIKAWATI, S.Pd MAYJEN PANJAITAN XI/23 RT.3 RW.4 MALANG
81370120 NISWATUS SA'ADAH, S.Pd SUMBERSARI Gg.6 NO.12-B MALANG - 65145
81440127 ERYUNPAS SETYA N, S.Pd TERUSAN SURABAYA B/89 MALANG 65145
81480131 H KHAIRUL UMAM, M.Pd PUNC.PERMATA SENGKALING ii/10 RT.6/1 DAU MLG
81740147 ANITA PURWANTINI,S.PD CEMPAKA 28 RT18/06 SEKARPURO PAKIS MLG 65154
81750148 EDI SULIHINGSIH LANGSEP 106 RT04/3 KEMULAN TUREN MALANG 65175
81940165 NIKEN SETIAWATI,SS KEMAYORAN V AF37 CEMOROKANDANG KD KANDANG MLG
81970168 JONI TRI WAHYONO,S.PD GALUNGGUNG 99 MALANG
82000171 M THORIQ QUSSU'UD,S.Pd.I TLOGO INDAH IV/23 DINOYO MALANG
82060177 IIT MAMLUATUL KARIMAH, S.Pt M PANJAITAN XV/72 MALANG
82210190 ZUQNIA RONA FAHMA S.Pd BENDUNGAN WONOGIRI 36 MALANG, 65145
82260192 DWI UTAMI, S.Pd BARENG RAYA II-N/559 MALANG
82290195 NUR AINI ROSYIDAH, S.Pd KENDALSARI VIII/25 MALANG, 65141
82390203 ADE KIRANA ARYANI, S.P. SEMANGKA 14 DAU MALANG, 65151
82620222 AL IKHWAN FADQUR ROCHQIM ZAAENAL ZAKSE 037 RT7/1 MALANG
82660226 ABDUL KHOLIQ, S.Pd SUMBERSARI  IVA/252A MALANG
82670227 TUTUT MEIRAWATI, S.Sos KUNTO BASWORO 2/26 MALANG
82700230 BAIDATUL HUMAIDAH, S.Sos SIRAMAN 21 RT2/4 KESAMBEN BLITAR
82720232 AH. KHOIRUL YASKHUDI, S.Pd JOMBANG 51 MALANG
82750235 NADUNG INTIRTAMA, S.Pd SUMBERSARI VI/17D MALANG
82770237 ANISA AMALIA, S.Si SOEKARNO HATTA 71 KEDIRI
82850243 SUSANTI PURWANINGTYAS K, S.Si TESUSAN BEND.WONOGIRI 5 KAV.4 MALANG
82880246 ANI HERMAWATI, S.Pd.I SEMBILANG 9 BLIMBING MALANG
82900248 SERLI, S.I.P WENDIT BARAT 59 MANGLIAWAN MALANG
82940252 ANITA NUR RAHMA,S.PD DANAU LIMBOTO A5C26 SWJJR MALANG 65139
82960254 ANGGIA PRAJNAPARAMITA A, S.Hu SIMPANG KEPUH F4 MALANG
83190274 PATIMATUS JARIYAH, S.Pd PANDEGELANG DALAM 4 MALANG
83200275 MAYA RIZQIATUR ROFIDAH, S.Pd KRADENAN II/7 MOJOKERTO, 61324
83320287 TRI SUSIYAMAWATI, S.Pd TLOGOMAS 8A/31 MALANG
---
Daftar nama calon karyawan yang lulus ujian tulis (nomor tes, nama, alamat):
00260025 DIAN NOVIE ALFIANTI, S.Si. BATU AMARIL 5 PANDANWANGI, MALANG
00690066 ROSSARIO MARSELLINO BARENG KULON VI/1042 MALANG
00760073 YUDHI DWI HADI PUTRANTO, A.Md KARTINI 13 RT1/4 DS PANJER PUNGGING MJKERTO 61384
02910284 KRISNA SURYANING YUNIYANTI,SE MAYJEN PANJAITAN 214 MALANG
03430335 AMIN ISTININGRUM SEMBUNG RT1/6 PAGER GUNUNG KESAMBEN BLITAR 66191
03790371 RINDANG AINANY KEPUTIH 2C/14 SURABAYA
03970389 HEPPY INDAH KUMALASARI DS. MALIRAN RT04/07 PONGGOK, BLITAR
04060398 EVIANA YUSNITA RAYA KARANG WIDORO 14 MALANG
04210413 GALIH MARGANINGRAT KYAI MANSYUR 15 COBAN BLIMBING PASURUAN
06510638 RETNO HENDRIANA KESUMBA 12 C MALANG
07190701 DEVINTA YUSNIASARI BRIGJEN.SLAMET RIADI IVB/13 MALANG
07340709 MAHARTANTI PUSPITASARI IR.RAIS XIV/46 MALANG
07990769 ARIF EKO SISWANTO BOTOLENGKET RT6/5 BUJEL MOJOKERTO
08020772 SUSI SETIOWIDIANI, A.Md. PERUM GRIYA INDAH PERMATASARI B-17 KEDIRI

Kerjasama Unibraw-STIA YAPPAN
19 Februari 2008
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) YAPPAN Jakarta, menjalin kerjaama dengan Universitas Brawijaya. Kerjasama dalam pemanfaatan sumberdaya untuk pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi ini dikukuhkan dengan penandatanganan naskah kerjasama, Selasa (19/2), di Lantai VII Gedung Rektorat Unibraw, oleh masing-masing pimpinan perguruan tinggi, Prof Dr JH Sinaulan selaku Ketua STIA YAPPAN dan Prof Dr Ir Yogi Sugito, Rektor Universitas Brawijaya.
Turut hadir dalam acara ini Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Yayasan YAPPAN Nur Hamsyah. Dari pihak Unibraw, hadir Pembantu Rektor I  Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, Dekan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Prof Dr Suhadak MEc, Pembantu Dekan I FIA Dr Endang Siti Astuti MSi, Pembantu Dekan II FIA Dr Zainul Arifin MS, staf ahli Pembantu Rektor I Dr Ir Ifar Subagiyo MAgrSt, dan Kepala BAPSI Dra Siti Romlah MM.
Dalam pembahasan kerjasama tersebut, dikemukakan bahwa perguruan tinggi yang berlokasi di Jalan Tanjung Barat Raya 1 Jakarta ini bermaksud mendirikan program doktor, dengan FIA Unibraw sebagai pembinanya. Menanggapi maksud ini, Rektor menyatakan terima kasihnya atas kepercayaan STIA YAPPAN kepada Universitas Brawijaya, dan menekankan agar dalam pelaksanaannya nanti, program doktor tersebut mematuhi peraturan akademik dan administrasi yang ada di Universitas Brawijaya. [nok]

Talk Show Semanggi: Menegaskan Unibraw Entrepreuneurial University
18 Februari 2008
Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya, pagi itu, Senin (18/2) disulap menjadi sebuah panggung pertunjukan untuk acara talk show "Semanggi". Sebagaimana biasa, acara ini dipandu langsung oleh Prof Haryono Suyono MA PhD, Wakil Ketua Yayasan Damandiri, didampingi oleh Asta, pembawa acara TVRI Surabaya.
Rektor Unibraw Prof Dr Ir Yogi Sugito sebagai narasumber, di samping Walikota Malang Drs Peni Suparto MAP, serta Direktur Bank Jatim Agus Sulaksono MBA. Acara ini sendiri direkam secara tapped oleh TVRI Surabaya, dan akan disiarkan pekan depan, Senin (25/2) petang. Undangan yang hadir di antaranya pimpinan serta sivitas akademika Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Merdeka Malang, serta pimpinan Unibraw sendiri dan perwakilan mahasiswa.
Dalam pembicaraan, dikemukakan profil Universitas Brawijaya yang tahun 2007 silam dicanangkan Rektor Unibraw sebagai entrepreneurial university. Terkandung makna, misi universitas ini untuk masyarakat melalui sumbangan hasil penelitian yang dilakukan. Dikemukakan pula, para sarjana yang dihasilkan entrepreneurial university, tidak hanya akan menjadi incaran para pencari pekerja, tetapi mereka juga mampu menciptakan lapangan kerja. Pencanangan sebagai entrepreneurial university tak lain karena kepercayaan yang telah diberikan Balai Penelitian dan Pengembangan Depdiknas kepada Universitas Brawijaya untuk membuat sebuah model inkubator bisnis perguruan tinggi. Hasil penelitian Universitas Brawijaya akan menjadi bagian dari penyelenggaraan unit bisnis tersebut.
Dalam dialog, Prof Haryono Suyono MA PhD menyatakan kekagumannya atas langkah berani yang diambil Rektor mencanangkan Universitas Brawijaya sebagai entrepreneurial university. Pasalnya, langkah seperti ini cukup berat mengingat iklim persaingan dunia global yang semakin kompetitif. Namun, melalui kerja keras, usaha, dan kerja sama dari pelbagai pihak, niscaya hasil yang akan dicapai juga mampu optimal.
Selanjutnya, dijabarkan pula kondisi yang terjadi dengan mahasiswa di mana juga akan diterapkan model learning by helping di mana mahasiswa akan disebar melalui Praktek Kerja Lapang (PKL), Kuliah Kerja Nyata (KKN) ataupun magang ke industri kecil dan lain-lain untuk menjadi jembatan antara masyarakat dan kampus. Langkah ini ditempuh guna implementasi dari aspek teoritis yang selama ini diterima mahasiswa selama kuliah. Dengan praktik nyata, diharapkan mampu menambah pengalaman serta membentuk karakter sebagai entrepreneurship yang sesungguhnya.
Sikap serupa ditunjukkan oleh Walikota Malang, Drs Peni Suparto MAP yang mendukung sepenuhnya langkah yang diambil Universitas Brawijaya menjadi entrepreneurial university. Bahkan, langkah ini juga ditempuh kota Malang untuk menjadi world entrepreneurial city, kota berwawasan entrepreneurship berkelas internasional. Beberapa agenda yang ditempuh, antara lain menggandeng mitra pengusaha untuk bersama-sama membangun kota Malang serta menumbuhkan iklim kewirausahaan para pelaku industri UKM dengan mempermudah birokrasi serta penyuntikan dana usaha.
Seusai talk show, hadirin meninjau unit-unit usaha dalam 14 stan pameran yang sengaja digelar di gedung itu. Masing-masing stan menampilkan produk mereka, seperti pangan, gerabah, konveksi, serta herbarium, atau flora. Pengunjung antusias menikmati pameran itu. Bahkan ada yang langsung merogohkan kocek untuk memborong beberapa produk konveksi, khususnya baju muslim. [bhm]

Perubahan Sosial di Daerah Pedesaan di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang
18 Februari 2008
Banyaknya proses alih fungsi lahan pertanian untuk perumahan di desa membawa perubahan pada pelbagai aspek, antara lain kondisi ekonomi status dan peranan sosial, orientasi nilai-norma sosial, fungsi pranata sosial, dan mobilitas sosial dalam keluarga petani di Desa Tirtomoyo, Asrikaton, dan Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Dampak perubahan tersebut untuk Desa Tirtomoyo pada umumnya berdampak negatif, sedangkan di Desa Asrikaton dan Saptoronggo pada umumnya berdampak positif.
Drs Arifin MSi mengungkapkan hal ini pada ujian disertasinya yang digelar pada hari Senin (18/2), di gedung PascaSarjana Universitas Brawijaya. Disertasi Arifin berjudul “Perubahan Sosial di daerah Pedesaan (Suatu Kajian Proses dan Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian untuk Perumahan di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang). Promotor Arifin ialah almarhum Prof M Yunus Rasyid MA PhD, kopromotor terdiri dari Prof Dr Ir Sanggar Kanto MS dan Dr Ir Kliwon Hidayat MS. Sedangkan, dosen penguji yakni Pof Dr Ir Keppi Sukesi MS, Prof Dr M Irfan Islamy MPA, Prof Dr Salladien serta Prof Dr Ach Fatchan MPd MP.
Arifin menempuh ujian disertasi sebagai prasyarat untuk meraih gelar doktor program studi ilmu pertanian dengan minat sosiologi pedesaan.
Dikemukakan lebih lanjut ada dua aspek yang melatarbelakangi penelitian ini, yaitu realitas empirik dan realitas teoretik. Realitas empirik antara lain : (a). Wilayah pedesaan kecamatan Pakis merupakan daerah transisi dengan kondisi mayoritas tingkat kualitas pendidikannya relatif rendah, namun mobilitas penduduknya relatif tinggi; (b). Antara jumlah keluarga bermata pencaharian petani dan buruh tani (38,33%) sebanding dengan jumlah keluarga yang bermata pencaharian non pertanian (39,75%); (c). kondisi lahan pertanian produktif di wilayah pedesaan di kecamatan Pakis dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir terus mengalami penyusutan untuk perumahan, khususnya di tiga desa, yakni: Tirtomoyo, Asrikaton, dan Saptorenggo; (d). Kondisi proses alih fungsi lahan pertanian untuk perumahan di desa kecamatan Pakis, khususnya di desa Tirtomoyo sampai saat ini masih menyisakan beragam persoalan antara pihak petani dengan para pengembang perumahan. Sedangkan, realitas teoritik belum pernah dijumpai digunakan sebagai kajian tentang proses dan dampak dari alih fungsi lahan pertanian untuk perumahan (real estate) di pedesaan terhadap terjadinya perubahan sosial pada aspek kondisi ekonomi, status peranan, orientasi nilai-norma, fungsi pranata dan mobilitas sosial dalam keluarga.
Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, dengan pendekatan perpaduan kuantitatif-kualitatif, maka kesimpulan penelitian disertasi ini adalah:
Pertama, latar belakang, sebab dan proses terjadinya alih fungsi lahan pertanian untuk perumahan di desa Tirtomoyo, Asrikaton, dan Saptorenggo adalah membeli lahan pertanian yang lebih luas dan murah di desa lain, mengembangkan usaha di luar sekor pertanian, agar keluarga bisa memenuhi kebutuhan konsumtif keluarga, agar bisa membeli kendaraan bermotor, memajukan kehidupan warga desa dalam berbagai bidang, karena tawaran harga jual tanah yang mahal dari para pengembang pembangunan perumahan kepada para keluarga petani, serta adanya tawaran harga jual tanah yang mahal dari para makelar tanah kepada para keluarga petani.
Kedua, hasil analisis kualitatif memberikan data empirik bahwa alih fungsi lahan pertanian untuk perumahan membawa dampak perubahan sosial pada aspek: kondisi ekonomi keluarga, pelaksanaan status-peranan sosial keluarga petani, pergeseran orientasi nilai-norma yang diikuti oleh keluarga petani, fungsi kelembagaan atau pranata sosial keluarga petani, serta mobilitas sosial keluarga petani. Ketiga, fenomena perubahan sosial dalam keluarga petani di desa penelitian berlangsung secara evolusi. Sedangkan faktor pendorongnya adalah faktor internal, yaitu kemampuan jiwa, pikiran individu serta tujuan dan motivasi setiap individu untuk melakukan perubahan ketika menghadapi berbagai fenomena perubahan alih fungsi lahan pertanian untuk perumahan, dan faktor eksternal yaitu adanya perubahan struktur penguasaan lahan pertanian oleh pihak pengembang perumahan.
Proses akhir dari analisis data kualitatif studi kasus menghasilkan enam proposisi sesuai dengan fokus penelitian, yaitu (a) Keterkaitan antara motivasi, tujuan dan keyakinan keluarga petani (domain internal) dengan kondisi struktur sosial-ekonomi di masyarakat (domain eksternal) adalah menjadi latar belakang dan sebab terjadinya alih fungsi lahan pertanian untuk perumahan, (b) Menyempitnya lahan pertanian sebagai sumber daya ekonomi yang paling mendasar dalam kehidupan keluarga petani di desa, membawa dampak terjadinya perubahan pola pemenuhan beragam kebutuhan material keluarga petani di desa, (c) Perubahan struktur penguasaan lahan pertanian dari keluarga petani kepada pengembang karena alih fungsi lahan pertanian untuk perumahan, membawa dampak perubahan status dan peranan sosial individu dalam keluarga petani di desa, (d) Perubahan alih fungsi lahan pertanian ke perumahan, membawa perubahan orientasi nilai dan norma keluarga petani pada tataran praktis, (e) Perubahan fungsi kepemilikan lahan pertanian sebagai sumber kehidupan paling mendasar bagi petani ke pihak pengembang perumahan menyebabkan perubahan fungsi praktis aneka pranata sosial, dan (f) Perubahan struktur kepemilikan lahan pertanian dari keluarga petani kepada pihak pengembang untuk perumahan membawa dampak terjadinya mobilitas sosial keluarga.
Arifin berhasil mempertahankan ujian disertasinya di hadapan dewan promotor maupun penguji dan meraih predikat sangat memuaskan (IPK 3,87 dan masa studi 4 tahun 6 bulan).
Dr Drs Arifin MSi (48 tahun), pria kelahiran Lamongan 1 Januari 1960, adalah lulusan Pendidikan Guru Agama Pertama (PGAP) Lamongan (1978), pernah belajar di Pondok Pesantren Karangasem Paciran Lamongan selama 5 tahun, dan tamat Pendidikan Guru Agama Atas Negeri (PGAN) di Malang (1984), sarjana Pendidikan Sejarah Antropologi lulusan IKIP Negeri Malang (1984), dan magister Sosiologi Pedesaan dari Pascasarjana UMM (2002).
Dalam bidang pekerjaan, Arifin adalah guru pegawai negeri sipil (PNS) Diknas Kota Malang ditempatkan di SMA Islam Malang (1994-sekarang). Selain itu juga lektor kepala pada IKIP Budi Utomo Malang (2000-sekarang), dan dosen luar biasa pada Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (2003-2004). Tidak hanya berkecimpung di dunia pendidikan, Arifin juga aktif dalam pengabdian masyarakat sebagai Ketua Dewan SDN Sawojajar V, Ketua Umum Yayasan Amal Sholeh Malang, juga aktif dalam Kajian Sosial, Pendidikan dan Dakwah di Kota Malang. [bhm]

STOP PRESS: Draf AD dan ART Unibraw
18 Februari 2008
Pembahasan draf Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) BHPMN Universitas Brawijaya akan dilanjutkan lagi pada hari Kamis, 21 Februari 2008, pukul 9.00-12.00 WIB, di Lantai VIII Gedung Rektorat, dengan peserta para pimpinan fakultas (dekan, pembantu dekan, ketua jurusan, dan ketua program). Sebagai bahan, kedua dokumen tersebut (versi html) dapat diakses di sini: [AD Unibraw] [ART Unibraw]
Versi word: [ADUB] [ARTUB]

Mulai 2008 Pendaftaran PSB Unibraw secara Online
18 Februari 2008
Universitas Brawijaya kembali melaksanakan pendaftaran mahasiswa baru. Diawali dengan program Penjaringan Siswa Berprestasi (PSB). Untuk tahun akademik 2008/2009 ini pendaftaran peserta PSB dilakukan secara online, melalui situs http://www.brawijaya.ac.id/id/3_admission/psb-online/.
Penjaringan Siswa Berprestasi dilakukan tanpa ujian tulis, dimaksudkan untuk menjaring calon mahasiswa yang mempunyai prestasi tinggi, baik di bidang akademik maupun nonakademik, yang karena sesuatu hal, misalnya karena proses belajar-mengajar di sekolah yang kurang baik, karena keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler, atau karena keadaan orang tua yang kurang mampu, sehingga siswa yang bersangkutan sulit bersaing melalui SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) yang diadakan oleh seluruh perguruan tinggi negeri secara nasional.
Syarat
Syarat-syarat peserta, meliputi: terdaftar sebagai siswa SMA atau MA (negeri/swasta) pada tahun ajaran 2007/2008; mempunyai prestasi akademik dan/atau nonakademik yang ditunjukkan dengan serangkaian bukti prestasi; setiap peserta seleksi hanya dapat memilih satu program studi yang ada di Universitas Brawijaya, sesuai dengan jurusan di SLTA (silakan klik Tabel 1).
Untuk calon yang melalui jalur prestasi akademik, bukti prestasi berupa: rapor kelas X semester 2 sampai kelas XII semester 1 mempunyai nilai rata-rata, dan nilai terendah, serta nilai mata pelajaran khusus sesuai dengan syarat jurusan yang dipilih (lihat Tabel 1 dan Tabel 2), dan tidak pernah tinggal kelas. Sedangkan untuk calon yang melalui jalur nonakademik, bukti prestasi yang dapat dipertimbangkan adalah prestasi tingkat propinsi, nasional, dan internasional.
Cara pendaftaran
Peserta PSB wajib mengisi formulir yang tersedia dalam website http://www.brawijaya.ac.id/id/3_admission/psb-online/ dan mencetaknya, serta melengkapi berkas pendaftaran, dan mengirimkannya secara kolektif melalui kepala sekolah kepada panitia seleksi, selambat-lambatnya Kamis, 6 Maret 2008.
Biaya pendaftaran sebesar Rp 150 ribu per peserta, disetor atau ditransfer ke rekening Rektor Unibraw pada Bank BNI Cabang Universitas Brawijaya, Jalan Veteran Malang, dengan nomor rekening 0039649428. Tidak dibenarkan pembayaran melalui kantor pos.
Kelengkapan pendaftaran terdiri dari surat pernyataan pendaftaran (dicetak dari website setelah mengisi formulir), bukti pembayaran dari bank, lampiran-lampiran berupa fotokopi rapor yang dilegalisir kepala sekolah, sertifikat prestasi nonakademik atau keterangan lain yang diperlukan dan telah dilegalisir kepada sekolah atau organisasi induk masing-masing (cabang olahraga/kesenian).
Penilaian
Untuk jalur prestasi akademik, penilaian melalui dua tahap. Pertama, penilaian terhadap mutu sekolah. Penilaian ini dimaksudkan untuk menentukan jumlah maksimal siswa yang dapat diterima melalui program PSB ini. Kriteria penilaian meliputi: rata-rata nilai (skor) SPMB tahun terakhir dan rata-rata nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) yang diperoleh mahasiswa asal sekolah tersebut selama studi di Universitas Brawijaya. Kedua, penilaian terhadap calon, yang meliputi: prestasi akademik (rapor) dengan skor tertentu, sesuai dengan program studi yang dipilih.
Sedangkan untuk jalur prestasi nonakademik, penilaian dilakukan terhadap prestasi olahraga dan kesenian dalam berbagai cabang dengan tingkat prestasi juara I, II, dan III tingkat propinsi/nasional/internasional, tanpa melihat prestasi akademiknya (ketentuan ini tidak berlaku untuk program studi Pendidikan Dokter).
Hasil seleksi akan dikirim melalui pos ke alamat kepala sekolah, sebelum pendaftaran SPMB dimulai. Hasil tersebut juga dapat dilihat pada website Universitas Brawijaya.
Untuk informasi lebih lengkap silakan klik situs: http://brawijaya.ac.id/id/3_admission/maba.terima1.php
Untuk pengisian formulir silakan klik: http://www.brawijaya.ac.id/id/3_admission/psb-online/ [Far]

Pendaftaran SPKS Juga secara Online
18 Februari 2008
Sebagaimana PSB, Universitas Brawijaya juga menyelenggarakan pendaftaran Seleksi Program Kemitraan Sekolah (SPKS) secara online melalui situs melalui situs http://www.brawijaya.ac.id/id/3_admission/psb-online/.
Seleksi tanpa ujian tulis ini dimaksudkan untuk menjaring calon yang mempunyai prestasi tinggi di bidang akademik, yang dilaksanakan setelah selsksi PSB.
Syarat
Syarat-syarat peserta, meliputi: terdaftar sebagai siswa SMA atau MA (negeri/swasta) pada tahun ajaran 2007/2008; mempunyai prestasi akademik yang ditunjukkan dengan serangkaian bukti prestasi berupa nilai rapor kelas X semester 2 sampai kelas XII semester 1 mempunyai nilai rata-rata dan nilai terendah, serta nilai mata pelajaran khusus sesuai syarat jurusan yang dipilih (silakan klik Tabel 1 dan Tabel 2) dan tidak pernah tinggal kelas; setiap peserta seleksi hanya dapat memilih satu program studi yang ada di Universitas Brawijaya, sesuai dengan jurusan di SLTA (silakan klik Tabel 1).
Cara pendaftaran
Peserta SPKS wajib mengisi formulir yang tersedia dalam website http://www.brawijaya.ac.id/id/3_admission/psb-online/ dan mencetaknya, serta melengkapi berkas pendaftaran, dan mengirimkannya secara kolektif melalui kepala sekolah kepada panitia SPKS Unibraw, selambat-lambatnya Jumat, 14 Maret 2008.
Biaya pendaftaran sebesar Rp 150 ribu per peserta, disetor atau ditransfer ke rekening Rektor Unibraw pada Bank BNI Cabang Universitas Brawijaya, Jalan Veteran Malang, dengan nomor rekening 0039649439. Tidak dibenarkan pembayaran melalui kantor pos.
Kelengkapan pendaftaran terdiri dari surat pernyataan pendaftaran (dicetak dari website setelah mengisi formulir), bukti pembayaran dari bank, lampiran-lampiran berupa fotokopi rapor kelas X semester 2 sampai kelas XII semester 1 yang dilegalisir kepala sekolah.
Penilaian
Penilaian dilakukan melalui dua tahap. Pertama, penilaian terhadap mutu sekolah. Penilaian ini dimaksudkan untuk menentukan jumlah maksimal siswa yang dapat diterima melalui program SPKS ini. Kriteria penilaian meliputi: rata-rata nilai (skor) SPMB tahun terakhir dan rata-rata nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) yang diperoleh mahasiswa aaal sekolah tersebut selama studi di Universitas Brawijaya. Kedua, penilaian terhadap calon, yang meliputi: prestasi akademik (rapor) dengan skor tertentu, sesuai dengan program studi yang dipilih.
Hasil seleksi akan dikirim melalui pos ke alamat kepala sekolah, sebelum pendaftaran SPMB dimulai. Hasil tersebut juga dapat dilihat pada website Universitas Brawijaya.
Untuk informasi lebih lengkap silakan klik situs: http://brawijaya.ac.id/id/3_admission/maba.terima3.php.
Untuk pengisian formulir silakan klik: http://www.brawijaya.ac.id/id/3_admission/psb-online/ [Far]

Kuliah Tamu dari Pukyong National University Korea
18 Februari 2008
Diikuti oleh dosen dan mahasiswa di lingkungannya, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT Unibraw) menyelenggarakan kuliah tamu oleh Prof Choi Kwang Hwan PhD dari Korea. Pakar di bidang energi alternatif itu berasal dari Pukyong National University of Korea, sebuah universitas ternama yang berkedudukan di Busan, Korea Selatan. Kuliah tamu bertema “Development of Solar Desiccant Cooling System” ini digelar di Gedung Kapita Selekta FT Unibraw, Senin (18/2). Selain itu, kehadiran Prof Choi adalah dalam rangka persiapan kerjasama Fakultas Teknik Universitas Pukyong dengan FT Unibraw. Sebagai tahap awal, Universitas Pukyong memberikan beasiswa kepada dosen dan mahasiswa FT Unibraw untuk studi lanjut ke Universitas Pukyong. Tercatat dua orang mendapatkan kesempatan itu, yakni Denny Widhiyanuriyawan ST (S3) dan Agung Bahtiar (S2).
Memaparkan hasil penelitiannya, Prof Choi menggagas pemanfaatan teknologi matahari untuk air conditioner (AC) yang ramah lingkungan. Dalam pengkondisian tersebut, ia menggunakan pengering jenis Triethylene Glycol, Lithium Calcium, Lithium Bromide dan Lithium Chloride untuk dehumidifikasi dan regenerasi. Sedangkan untuk sumber energi, ia menggunakan solar collector. Dari review penelitian tersebut, diketahui bahwa pemanfaatan solar collector efektif menghematkan energi, efek pemanasan yang maksimum serta kemungkinan untuk mengontrol udara yang terdifusi. Menurut rencana, penelitian tersebut akan dikembangkan dalam eksperimen dan analisis. Untuk eksperimen, topik yang diangkat adalah pengaruh sprayer yang telah diperbaiki, pengaruh perbedaan sususan lapisan material dan optimasi pemanfaatan rancangan ini. Sedangkan untuk analisis, topik yang akan diangkat adalah tentang evalusi pendinginan menggunakan Cooling Off Periods (COP), pengenalan metode evaluasi baru (termasuk exergy) serta analisis dasar untuk desain optimal guna pengembangan sistem. [nok]

Seminar/Kuliah Tamu: Profil Lulusan Fakultas Pertanian
18 Februari  2008
Untuk lebih mengaktualisasikan profil lulusan dalam menghadapi globalisasi, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya mengadakan seminar/kuliah tamu. Digelar Senin (18/2), di Gedung PPI Universitas Brawijaya, seminar ini mempertemukan para pelaku pertanian aktif di bidangnya, yakni dosen, mahasiswa dan calon mahasiswa dari SMA yang berminat di bidang pertanian. Pertemuan tersebut selain menjadi titik temu, juga diharapkan dapat mengubah citra pertanian yang saat ini dianggap rendah menjadi prospektif dan menjanjikan.
Dengan tema “Profil Lulusan Fakultas Pertanian dalam Menghadapi Tantangan Global”, seminar dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dari para praktisi di bidang pertanian, agar FP Unibraw dalam menjalankan proses pendidikan dapat lebih dinamis, selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan stakeholders, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan dan kompetensi sebagai profesional di bidangnya.
Seminar terdiri dari empat sesi. Sesi pertama, dengan moderator: Dr Ir Rini Dwi Astuti MS, presentasi dan diskusi panel dengan topik: "Konsep Restrukturisasi Pendidikan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya" oleh Prof. Dr. Ir. Soemarno MS (Ketua Pokja Restrukturisasi FP Unibraw), dan "Kiat-kiat Pelamar Kerja Lulusan  Pertanian di Era Global" oleh PT Asian Agri. Sesi kedua, dengan moderator Dr Ir Toto HImawan SU, presentasi dengan topik "Profil Manager Perkebunan Kelapa Sawit: Fungsi, Tugas dan Wewenangnya" oleh staf/manajer Perkebunan Kelapa Sawit Asian Agri, "Peran teknokrat Pertanian dalam Manajemen Perusahaan" oleh Ir Hari Widodo dari PG Asem Bagus Situbondo, dan "Peran Tenaga Ahli Pertanian dalam Pengembangan Bisnis Perusahaan" oleh Dawam SP MP dari PT Djarum.
Sesi berikutnya, presentasi dan diskusi panel dengan moderator Dr Anton Muhibuddin SP MP, membahas topik "Aktivitas Peneliti Pertanian dalam Mendukung Keberhasilan Perusahaan" oleh Dr Ir Sudarmadi Purnomo MS dari BPTP Jawa Timur, "Peran Birokrat Pertanian dalam Pengembangan Institusi" oleh Redaktur Radar, dan "Peran Komuniktor Pertanian dalam Penyebaran Informasi Teknologi, Produk dan Jasa Pertanian Ir Purwaningsih dari Petrokimia Gresik.
Sedangkan sesi terakhir, dengan moderator Ir Sitawati MS, membahas topik "Strategi Pelaku Agribisnis Pertanian Sukses Pasca Studi" dengan pembicara Ir Tatag Widodo dari PT Hortimar, dan dilanjutkan dengan perumusan Profil Lulusan Sarjana Pertanian oleh Prof Dr Ir Soemarno MS. [dsp]

Dikti: Sosialisasi Program S2/S3 Luar Negeri
16 Februari 2008
Dipandu oleh Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, Sabtu (16/2), diselenggarakan sosialisasi/penjelasan tentang beasiswa program magister dan doktoral dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).
Acara ini digelar di gedung Student Center Universitas Brawijaya, diikuti seluruh dosen muda di lingkungan Universitas Brawijaya yang berminat studi lanjut ke luar negeri, baik untuk program S2 maupun S3.
Narasumber dalam kesempatan tersebut adalah Direktur Direktorat Ketenagaan Dikti, Dr Muchlas Samani. Dalam paparannya, Muchlas Samani mengatakan beasiswa disediakan dalam beberapa kategori, di antaranya beasiswa penuh, beasiswa sandwich programme, dan lain-lain. Khusus untuk tahun 2008 ini, dikatakan Muchlas, beasiswa hanya diberikan untuk 5 bulan terhitung mulai Agustus 2008, sehingga jika ada yang berangkat sebelum bulan tersebut harus mengusahakan sendiri. [nok]

Seminar Nasional Basic Science V
16 Februari 2008
Untuk kelima kalinya FMIPA Universitas Brawijaya menyelenggarakan Seminar Nasional Basic Science. Seminar rutin tahunan ini, Sabtu (16/2), digelar di gedung PPI dengan tema “Daya Komputasi dan Analisis Sains Dasar dalam Pengembangan IPTEKS”.
Ketua panitia, Dr Ir Solimun MS, menjelaskan, kegiatan ini merupakan ajang komunikasi bagi para peneliti MIPA di seluruh Indonesia untuk menghimpun informasi tentang penelitian terbaru dan penulisan ilmiah sains dasar di samping sharing sumber daya. Berbeda dengan pelaksanaan kegiatan serupa beberapa tahun sebelumnya, untuk tahun ini keilmuan lain juga turut serta, di antaranya agrokompleks, ilmu kedokteran, keteknikan, hukum dan sosial. Hal ini dimaksudkan untuk mengakomodasi riset kolaborasi dikarenakan MIPA merupakan keilmuan dasar yang menunjang pengembangan ilmu-ilmu terapan. Diikuti oleh peneliti dan akademisi dari seluruh Indonesia, seminar ini menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten di bidangnya. Tercatat antara lain, Isa Rachmatarwata (Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Departemen Keuangan), Prof Ir Wahyono Hadi MSc PhD (guru besar Teknik Lingkungan ITS) dan Prof Dr RY Perry Burhan MSc (guru besar Kimia FMIPA ITS).
Seusai seminar, dilangsungkan pula diskusi panel yang melibatkan kepakaran statistika, matematika, biologi, fisika, kimia dan biologi. Beberapa isu tentang prioritas pembangunan nasional yang dibahas meliputi revitalisasi pertanian, asesabilitas kesehatan, penegakan hukum dan HAM, penanggulangan bencana, serta pengadaan infrastruktur.
Analisis Fosil Molekul
Salah seorang pemateri, Prof Dr RY Perry Burhan, dalam presentasinya membahas mengenai “Analisis Fosil Molekul Sebagai Tantangan Pengembangan Geosains”, yang mengupas masalah analisis senyawa fosil. Menurut Prof Perry, senyawa organik yang tersimpan dalam waktu lama akan menjadi fosil. Yang menarik, dikatakan bahwa rantai karbon antara fosil yang berasal dari jasad renik dan klorofil adalah identik. Ia hanya menggarisbawahi bahwa rantai karbon milik minyak bumi memiliki rantai hidrokarbon yang lebih panjang daripada yang lainnya. Melalui geokimia organik, dapat dilakukan berbagai analisa biomarka yang memiliki banyak manfaat. Di antaranya mencari korelasi antara sumber dan lingkungan pengendapan, biodegradasi, serta asal-usul bahan organik dan lingkungannya. [nok]

Peresmian Gedung Pusat Pendidikan FK Unibraw
16 Februari 2008
Peresmian Gedung Pusat Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, hari Sabtu malam (16/2), berlangsung meriah. Ratusan undangan menghadiri acara tersebut. Selain Rektor Unibraw Prof Dr Ir Yogi Sugito, dan dekan Fakultas Kedokteran Dr dr Samsul Islam SpMK MKes, juga hadir Direktur Rumah Sakit Umum Dr Saiful Anwar Malang Dr Pawik Supriadi SpJP(K) serta para pimpinan fakultas lain beserta keluarga.
Bertempat di pelataran gedung Fakultas Kedokteran baru, acara ini terdiri dari beberapa sesi. Usai acara sambutan dan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita, para hadirin juga akan meninjau gedung.
Dalam sambutannya, Dr dr Samsul Islam SpMK MKes Dekan Fakultas Kedokteran mengungkapkan rasa terima kasihnya pada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya pembangunan gedung ini yang telah berjalan hampir dua tahun. Diharapkannya, pembangunan gedung ini mampu mengakomodasi program pembelajaran Problem Based Learning yang lebih menekankan pada diskusi serta peran aktif mahasiswa di dalam kelas. Dengan demikian, peran dosen bukan lagi sebagai pihak terpusat, melainkan fasilitator bagi mahasiswanya.
Sedangkan, Rektor Unibraw, Prof Dr Ir Yogi Sugito memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pembangunan Gedung Pusat Pendidikan Fakultas Kedokteran ini. Kondisi ini memang patut disyukuri sebab dewasa ini pembangunan fisik di Unibraw cukup pesat terjadi. “Banyak fakultas-fakultas lainnya yang juga masih dalam proses pembangunan. Namun, tidak berhenti hanya pada pembangunan fisik semata, melainkan juga kualitasnya bisa lebih ditingkatkan,” ungkap Yogi Sugito dalam sambutannya. Tambahnya, “Semoga pembangunan gedung ini bisa dioptimalkan dengan sebaik-baiknya.”
Seusai acara pembukaan yang ditandai penandatanganan prasasti oleh Rektor beserta Dekan FK serta pengguntingan pita oleh Ny Eny Sugito, para hadirin berkesempatan meninjau seluruh ruangan di gedung tersebut. Para rombongan lalu menyaksikan ruangan demi ruangan setiap lantainya. Dimulai dari lantai enam, tersedia ruang auditorium, ruang komite, ruang seminar, hingga ruang tunggu persiapan. Dinding seluruh ruangan ini dilapisi papan khusus yang mampu berfungsi sebagai peredam suara. Di lantai lima, terdapat ruang para pimpinan. Mulai dari dekan, pembantu dekan, ketua program studi, administrasi umum, staff, serta roof garden. Yang menarik, desain untuk ruangan dekan dan para pembantu dekan dibuat berbeda. Ruang dekan didesain elegan dengan fasilitas cukup lengkap. Ruang pembantu dekan satu berwarna hijau pupus, ruang PD II berwarna merah marun, sedangkan ruang PD III berwarna ungu anggrek.
Di lantai empat, terdapat ruang kelas, ruang administrasi, lobi serta ruang tunggu. Di lantai dua maupun tiga, hampir serupa. Terdapat ruang PBL (Problem Based Learning), ruang administrasi, ruang perlengkapan, serta ruang tunggu. Yang terakhir, lantai pertama terdapat ruang laboratorium bahasa Inggris, ruang komputer, kantin, musholla, UKM serta kamar mandi. Gedung ini juga dilengkapi fasilitas pendukung, seperti sistem penginderaan kebakaran berupa fire alarm yang sempat disimulasikan pada awal rombongan masuk meninjau gedung, transportasi vertikal, plumbing yang terdiri atas instalasi listrik, air, serta sampah, sistem informasi manajemen yang mengelola data terpusat, hotspot, televisi, dan telepon. Selain itu, tersedia pula penangkal petir elektrostatik yang mampu menetralisir muatan listrik sehingga petir gagal menyambar dalam radius 200 m2.
Gedung Pusat Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya setinggi 7 lantai ini mulai dibangun pada 2006 silam. Pembangunan gedung ini menelan dana mencapai sekitar 17,5 miliar yang diambil dari PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Terbagi atas dua tahap dimana tahap pertama berupa pembangunan struktur dengan desain antigempa pada periode 16 September-29 Desember 2006. Sedangkan, tahap kedua berupa finishing selama 180 hari, antara 21 Juni-19 Desember 2007. Luas total gedung mencapai 10.346,7 m2.
Pagelaran Wayang Kulit
Setelah acara peninjauan gedung, para hadirin diberikan suguhan berupa pagelaran wayang kulit dengan lakon Dewo Ruci – Bimo Suci. Menariknya, dalang diambil dari staf pengajar Fakultas Kedokteran Unibraw, yakni Ki dr Djoko Santoso DAHK Mkes, Ki dr Bambang Budiharso SPS, dan Ki dr Sutrisno SPOG. Menurut rencana, ketiga dalang ini akan memainkan wayang kulit secara berbarengan pada waktu yang sama. Dimulai sekitar pukul 21.30 WIB, acara ini dijadwalkan akan berlangsung semalam suntuk hingga dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Selain disaksikan oleh undangan, pagelaran ini juga ditonton oleh masyarakat umum yang tampak antusias mengikuti jalan ceritanya. Kisah wayang ini sendiri dilatar belakangi tentang pendidikan dimana tokoh bernama Dewo Ruci bertekad menimba ilmu sampai kapanpun dan dimanapun.
Menurut Ketua Panitia, dr Bambang Prijadi MS, pagelaran wayang kulit ini diselenggarakan dengan tujuan untuk melestarikan budaya Jawa yang mulai memudar. “Padahal masih banyak kalangan, khususnya di Unibraw yang masih menggemari budaya tradisional,” ungkapnya. Harapannya, selain bisa dinikmati oleh kalangan Unibraw, juga mampu disaksikan oleh masyarakat umum. Ketika disinggung mengenai pembangunan Gedung Pusat Fakultas Kedokteran, Bambang Prijadi mengungkapkan keinginannya agar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Bukan hanya menjual kemewahan semata, tetapi harapannya juga bisa dijadikan sebagai bentuk pembelajaran sehingga proses pendidikan dapat berjalan kondusif dan optimal. [bhm]

Peresmian Gedung Baru Fakultas Kedokteran
16 Februari 2008
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya segera meresmikan gedung barunya. Upacara digelar hari Sabtu (16/2) pekan ini, dipusatkan di gedung baru tersebut. Diawali dengan pemotongan pita oleh Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Yogi Sugito pada pukul 18.30 WIB. Malam harinya, acara dilanjutkan dengan pementasan pagelaran wayang kulit semalam suntuk, mulai pukul 21.00 WIB, dengan lakon “Bima Suci/Dewa Ruci”. Pagelaran wayang kulit ini merupakan kolaborasi tiga dalang yang juga dokter, yaitu Ki dr Djoko Santoso DAHK MKes, Ki dr Bambang Budiharso SpS dan Ki dr Sutrisno SpOG. Acara ini gratis untuk umum.
Pembangunan gedung Fakultas Kedokteran dimulai awal September 2006, dan selesai pada awal tahun 2008 ini dalam dua tahap. Bangunan terdiri dari 6 lantai, dibiayai dari dana PNBP (penerimaan negara bukan pajak) senilai sekitar Rp 15,5 milyar. Pelaksana pembangunan tahap pertama adalah PT Bintang Bagas Abadi (Malang), sedangkan tahap kedua dilaksanakan oleh PT Sasmito (Surabaya). [nok]

Pelatihan Dosen Pembimbing Penalaran Mahasiswa
15 Februari 2008
Prestasi Universitas Brawijaya dalam kegiatan penalaran cukup membanggakan. Pada Pimnas 2007, Universitas Brawijaya menduduki peringkat ketiga dan berhasil bangkit dari keterpurukan di tahun sebelumnya. Tidak puas dengan prestasi ini, Unibraw terus berupaya meningkatkan kuantiítas dan kualitas kegiatan penalaran oleh mahasiswa. Peningkatan kuantitas di antaranya terlihat dari proposal PIMNAS tahun lalu yang berkisar 200-an, saat ini telah melonjak hingga 300-an. Berbagai upaya dilakukan, antara lain untuk meningkatkan kualitas dosen pembimbing.
Bidang kemahasiswaan, menggelar  “Pelatihan Dosen Pembimbing Penalaran Mahasiswa Universitas Brawijaya”, selama dua hari (15/2-16/2), di lantai 8 Gedung Rektorat, diikuti oleh 120 dosen yang telah dipersiapkan, masing-masing 10 orang tiap fakultas.
Membuka acara, Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito menegaskan, prestasi penalaran mahasiswa merupakan tolok ukur yang paling mudah untuk melihat iklim akademik perguruan tinggi. “Jika prestasinya bagus, maka perguruan tinggi tersebut pun bagus”, ujar Rektor. Guna memotivasi minat penalaran, Rektor mendukung penuh pemberian insentif, baik bagi mahasiswa maupun dosen. Bagi mahasiswa, insentif selama ini yang diberikan berupa beasiswa dan bebas SPP untuk yang masuk seleksi nasional. ”Tidak hanya itu, kami juga sedang berupaya memasukkan prestasi penalaran dalam kegiatan kurikuler”, ujar Rektor menjelaskan komitmen Unibraw terhadap prestasi penalaran. Sementara untuk dosen, insentif yang diberikan selain berupa uang dari universitas dan Dikti, juga sedang diupayakan agar masuk kum untuk kenaikan pangkat.
FTP kirim proposal terbanyak
Dalam laporannya, pembantu Rektor III Bidang kemahasiswaan Universitas Brawijaya, Ir HB Ainurrasjid MS, memaparkan peta kegiatan penalaran masing-masing fakultas. Untuk tahun ini, proposal terbanyak dikirimkan Fakultas Teknologi Pertanian, yang disusul oleh Fakultas Pertanian (FP), FMIPA, Fakultas Perikanan (FPi) dan Fakultas Teknik. Sementara itu, "prestasi terburuk" selama ini dan proposal terendah berturut-turut diperoleh PIS dan Bastra yang disusul oleh Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Kedokteran. Beberapa kegiatan penalaran yang menjadi prioritas Unibraw adalah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Kreativitas Mahasiswa Ilmiah (PKMI), Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa (KPKM), Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) bidang lingkungan hidup, LKTM bidang seni, LKTM bidang IPA, IPS dan pendidikan serta Pemilihan Mahasiswa Berprestasi tingkat nasional. Dalam acara tersebut, berbagai materi disampaikan oleh orang-rang yang berkompeten. Beberapa materi yang disampaikan diantaranya adalah Program Penalaran Mahasiswa, Komunikasi dan Team Work, menggali kreativitas, serta optimalisasi sumber daya dan kiat melaksanakan program. Masalah aktual dalam kegiatan penalaran mahasiswa dibahas secara khusus melalui diskusi panel. [nok]

Kuliah Tamu Prof Aizawa: Oksidasi dan Pengolahan Bahan
15 Februari 2008
Diikuti mahasiswa seluruh angkatan, Jurusan Fisika dan Teknik Mesin Universitas Brawijaya menyelenggarakan kuliah tamu Prof Tatsuhiko Aizawa. Di Jurusan Teknik Mesin, Dosen University of Toronto (Canada) dan Osaka Perfectur University ini menyampaikan materi ”Solid State Synthesis of Magnesium Based Functional Alloys and Compunds” sementara di Jurusan Fisika ia memaparkan “Review on The Oxidation as a Fundamental of Wear”. Dalam kuliah tamunya, Prof Aizawa mereview dan mengkaji secara komprehensif mengenai oksidasi hingga ditemukan teknologi terbaru dalam konsep oksidasi yang merupakan dasar dalam pengolahan bahan. Dalam presentasinya di Jurusan Fisika, ia memaknai oksidasi sebagai sebuah reaksi oksigen yang disertai pertukaran elekronika. Dengan konsep oksidasi ini, Prof Aizawa memanfaatkannya untuk memperbaiki keausan pada material melalui teknologi oksidasi suhu rendah dan tinggi. Diantara teknologi oksidasi suhu tinggi yang diterapkan adalah dengan implantasi aluminium oksida pada pelapisan Titanium Nitride (TiN).
Sementara itu, di Jurusan Teknik Mesin, Prof Aizawa yang juga Direktur Asia SEED Jepang ini memaparkan tentang teknologi pengolahan bahan yang lebih efisien, di antaranya dengan review proses alloy (paduan). Jika selama ini, alloy dilakukan melalui proses pencairan, maka saat ini telah dikenal proses sintesa padat yang disebut solid state synthetis. Aplikasi teknologi ini adalah pada paduan magnesium yang menggunakan termoelektrik. Dalam acara kuliah tamu, menjadi penyambung antara mahasiswa dengan Prof Tatsuhiko Aizawa adalah DJ Djoko HS PhD yang merupakan contact person-nya di Universitas Brawijaya.
Kepada PRASETYA Online, salah seorang mahasiswa, Kholisina, menuturkan, dirinya merasa beruntung dapat mengikuti kegiatan ini. Melalui acara ini ia menjadi tahu betapa tingginya keilmuan bahan/material di luar negeri yaitu Jepang. “Saya mengikuti kuliah ini hanya berbekal rasa ingin tahu dan ternyata kita telah ketinggalan jauh sekali”, ujarnya. Guna mengejar ketertinggalan tersebut, mahasiswa Jurusan Fisika angkatan 2006 ini merasa penting untuk mengundang pembicara dari luar. “Dari kuliah tamu ini saya terdorong untuk memilih keilmuan bahan/material sebagai minar studi saya nantinya”, pungkasnya. [nok]

Dengar Pendapat Menjelang BHPMN Unibraw
14 Februari 2008
Diikuti segenap jajaran pimpinan universitas dan fakultas, Tim Developing Effective University Regulation and Governance (GOV-1) IMHERE Project menggelar acara dengar pendapat terhadap draft Anggaran Rumah Tangga (ART) Universitas Brawijaya. Acara diadakan di lantai 8 Gedung Rektorat, Kamis (14/2).
Membuka acara tersebut, Pembantu Rektor II Universitas Brawijaya, Warkum Sumitro SH MH menyatakan, ART merupakan instrumen penting BHPMN (badan hukum pendidikan milik negara) karena menjadi acuan pembentukan struktur dan rancangan kerja. Perubahan status perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi BHPMN, menurut Warkum, memerlukan kajian matang mulai dari evaluasi diri, dialog dengan seluruh stakeholders, ataupun memprediksi berbagai persoalan yang mungkin muncul. Beberapa hal perlu dipertimbangkan dalam penyusunan ART ini, yaitu: karakteristik ideal BHMN, potensi diri, dan dinamika stakeholders. Disampaikan pula parameter ART, meliputi organisasi yang ramping, efektif, efisien, dan partisipatif, membuka peluang keterlibatan masyarakat, sistem monitoring yang efektif, adanya peluang untuk dikembangkan lebih fleksibel, kejelasan hubungan antar unit kerja, kemampuan untuk bertindak accountable serta kemampuan untuk membiayai diri sendiri.
Dinamika institusi
Sekretaris Senat Unibraw, Prof Dr Ir Simon Bambang Widjanarko MAppSc dalam acara itu mempresentasikan draft ART yang merupakan penjabaran dari Anggaran Dasar (AD). AD Unibraw sendiri, menurut Prof Simon, telah lima kali mengalami revisi. Tahapan penyusunan ART, dikatakannya, masih sangat panjang dan fleksibel, dan tidak menutup kemungkinan untuk diubah nantinya sesuai dengan dinamika institusi. ”Prinsip ART ini adalah terbukanya kontrol masyarakat untuk menjamin akuntabilitas, serta adanya sharing kekuasaan”, ujar Prof Simon.
Banyak masukan disampaikan dalam kesempatan tersebut yang ditampung oleh tim perumus. Tercatat beberapa hal menjadi kontroversi serius, mulai dari simbol yang mewakili identitas Unibraw seperti bendera, lambang dan moto, hingga permasalahan Dewan Audit (DA) dan pengelolaan sekolah pascasarjana. Yang unik, berbeda dengan PT BHPMN sebelumnya, di Unibraw tidak ada Majelis Guru Besar (MGB). Majelis itu diganti dengan Badan Pertimbangan Senat Akademik Universitas (BPSAU) sebagai perwakilan Senat Akademik Universitas (SAU) untuk mengurusi dosen yang akan menjadi guru besar, guru besar emeritus, dan perpanjangan masa jabatan guru besar. [nok]

Disertasi Zulkarnain Nasution: Solidaritas dan Partisipasi Masyarakat Desa Transisi
14 Februari 2008
Gotong royong merupakan suatu bentuk saling tolong menolong yang berlaku di daerah pedesaan Indonesia. Gotong royong sebagai bentuk kerjasama antarindividu dan antarkelompok membentuk status norma saling percaya untuk melakukan kerjasama dalam menangani permasalahan yang menjadi kepentingan bersama. Bentuk kerjasama gotong royong ini merupakan salah satu bentuk solidaritas sosial. Guna memelihara nilai-nilai solidaritas sosial dan partisipasi masyarakat secara sukarela dalam pembangunan di era sekarang ini, maka perlu ditumbuhkan dari interaksi sosial yang berlangsung karena ikatan kultural Sehingga memunculkan kebersamaan komunitas yang unsur-unsurnya meliputi: seperasaan, sepenanggungan, dan saling butuh. Pada akhirnya menumbuhkan kembali solidaritas sosial.
Demikian ungkap Zulkarnain Nasution dalam disertasi berjudul "Solidaritas Sosial dan Partisipasi Masyarakat Desa Transisi dalam Pembangunan (Studi Masyarakat Desa Transisi Warga Dusun dan Warga Perumahan di Desa Saptorenggo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang)”.
Ada dua aspek yang melatarbelakangi penelitian disertasi ini, yaitu realitas empirik (das sein) dan realitas sosial (das sollen). Realitas empirik yakni semakin banyaknya pembangunan pemukiman perumahan baru di wilayah pedesaan sehingga terbentuk dua tipologi karakteristik masyarakat desa transisi, masih dipertahankan nilai-nilai tradisi lokal dalam kehidupan bermasyarakat pada warga dusun, serta kondisi berkurangnya lahan pertanian warga akibat banyaknya pembangunan perumahan sehingga beralih mata pencaharian dari pertanian ke nonpertanian. Sedangkan realitas teoretik belum secara khusus mengkaji solidaritas sosial dan partisipasi dalam pembangunan pada masyarakat desa transisi.
Solidaritas sosial pada masyarakat desa transisi secara tipologi dibangun dari dua karakteristik warga, yaitu warga dusun dan warga perumahan. Solidaritas sosial pada warga dusun, masih mempertahankan ikatan keyakinan dan kekerabatan. Tradisi terhadap keyakinan masih terus dilestarikan oleh warga dusun sampai sekarang ini, seperti: selamatan malam Jumat Legi, selamatan bersih desa, ziarah ke makam keluarga pada setiap Jumat Legi, tahlilan atau yasinan, dan peringatan hari-hari besar agama. Sebailknya, pada warga perumahan nilai-nilai tradisi tersebut sudah jarang, dan yang tidak dilakukan.
Ada dua persepsi partisipasi di Indonesia, khususnya masyarakat desa transisi warga perumahan dan warga dusun Desa Saptorenggo, yakni persepsi masyarakat, dan persepsi pemerintah atau aparat desa. Aparat pemerintah mengartikan partisipasi sebagai kemauan rakyat untuk mendukung suatu program yang direncanakan dari atas. Bukan dari rakyat sendiri. Definisi tersebut pada dasarnya adalah mobilisasi. Sedangkan pengertian partisipasi menurut persepsi masyarakat mengandung suatu pengakuan, kreativitas dan inisiatif dari rakyat sebagai modal dasar proses pelaksanaan pembangunan. Dengan demikian, masyarakat menciptakan pembangunan, bukan melulu mendukung pembangunan.
Disertasi Zulkarnain menyimpulkan: Pertama, nilai-nilai solidaritas sosial pada masyarakat desa transisi tumbuh dari pertautan antara nilai tradisi lokal dengan nilai modern akibat terjadinya interaksi antar kedua warga tersebut. Terdapat hubungan positif dan negatif pada variabel karakteristik individu dan sosial dengan solidaritas sosial pada masyarakat desa transisi disebabkan warga dusun bersifat homogen, sementara warga perumahan bersifat heterogen.
Kedua, tindakan sosial individu dalam berpartsipasi pada masyarakat desa transisi didasari oleh orientasi warga dusun pada unsur perasaan, sedangkan warga perumahan pada unsur rasionalitas dan kaidah-kaidah bersifat umum. Hasil analisis statistik menunjukkan ada hubungan positif dan negatif pada variabel karaktersitik individu dan sosial dengan partisipasi pembangunan, tindakan sosial berpartisipasi yang tumbuh pada masyarakat desa transisi antara warga dusun dan perumahan eliputi kebijaksanaan, berkarya, loyalitas, dan pola fungsional.
Ketiga, nilai-nilai solidaritas yang memiliki kearifan lokal pada masyarakat dusun dan masyarakat perumahan yang positif harus dipelihara seiring dengan banyaknya pembangunan perumahan baru di wilayah pedesaan.
Keempat, terdapat perbedaan partisipasi dalam pembangunan pada dua tipologi karakteristik asyarakat desa transisi.
Kelima, terjadi jalinan solidaritas yang tumbuh pada warga perumahan dengan dusun antara lain bidang ekonomi tumbuhnya jenis pekerjaan yang semakin heterogen akibat perkembangan pembangunan permukiman baru sehingga banyaknya warga dusun beralih mata pencaharian dari pertanian ke nonpertanian, nilai-nilai solidaritas sosial tumbuh dari ketergantungan dalam masyarakt desa transisi dikarenakan fungsi dan peran individu dalam masyarakat semakin spesialis, solidaritas pada keyakinan tumbuh dan berkembang dari kegiatan yasinan/tahlilan karena adanya interaksi sosial masyarakat.
Keenam, partisipasi masyarakat dalam pembangunan sarana dan prasarana fisik untuk kebutuhan masyarakat desa transisi pada era otonomi desa ini telah tumbuh secara dua arah yakni bawah ke atas dan dari atas ke bawah. Inisiatif dan perencanaan datang dari warga di tingkat RT dan disalurkan sampai tingkat desa, selanjutnya aspirasi warga tersebut dibahas di tingkat desa untuk disesuaikan dengan anggaran yang ada dari kabupaten. [bhm]

Zulkarnain Nasution, Mengawali Karir dari Bawah
14 Februari 2008
Setelah dua kandidat dari UNS Sebelas Maret, Program Doktor Ilmu Pertanian Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya mengadakan ujian terbuka bagi kandidat Drs Zulkarnain Nasution MPd, Kamis (14/2). Sidang ujian dipimpin oleh Dekan FP Unibraw, Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD, berlangsung di Gedung E Program Pascasarjana Unibraw.
Dalam ujian tersebut, kandidat doktor ilmu pertanian dengan minat sosiologi pedesaan ini membawakan disertasi berjudul "Solidaritas Sosial dan Partisipasi Masyarakat Desa Transisi dalam Pembangunan (Studi Masyarakat Desa Transisi Warga Dusun dan Warga Perumahan di Desa Saptorenggo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang)". Bertindak selaku promotor Prof Dr Ir Eliezer Ginting MS, dengan kopromotor Prof Dr Ir Sugiyanto MS dan Prof Dr Ir Sanggar Kanto MS. Sedangkan penguji terdiri dari Prof Dr Salladien, Prof Dr Ir Keppi Sukesi MS, Dr Ir Kliwon Hidayat MS, dan Prof Dr Ach Fatchan MPd (penguji tamu dari Universitas Negeri Malang).
Drs Zulkarnain Nasution MPd (43 tahun), pria kelahiran Medan 15/9/1965, sarjana public relations dari Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Medan, magister pendidikan luar sekolah PPS IKIP Malang. Sejak 2005 hingga saat ini Zulkarnain menjabat sebagai Kepala Humas Universitas Negeri Malang. Sebelumnya ia bekerja mulai tingkatan paling bawah sebagai Satpam IKIP Medan (1985-1989), staf Humas IKIP Medan (1989-1998), dosen luar biasa di UISU dan UMSU (1990-1994), pindah kerja ke Malang 1999 pada Humas IKIP Malang, wakil Kepala Humas Universitas Negeri Malang (2004-2005). Selain itu ia menjadi Ketua Bidang Keahlian Public Relations PKBI (Program Keahlian Bisnis dan Industri) LPM UM (2004-sekarang), dosen luar biasa ilmu komunikasi pada FISIP UMM, Program Ilmu Sosial Unibraw, Fakultas Psikologi Universitas Wisnu Wardhana, dan FISIP Universitas Tribhuana Tunggadewi.
Di bidang organisasi profesi, Zulkarnain pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Forum Komunikasi Humas Perguruan Tinggi Malang Raya (2004-2005), Ketua Umum Forkom Humas Perguruan Tinggi Malang Raya (2005-sekarang), dan Wakil Ketua Forkom Fungsional Humas Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia (2005-sekarang).
Tokoh satu ini memiliki latar belakang unik. Ia mengawali karir mulai dari bawah. Sambil bekerja ia belajar, menempuh pendidikan tinggi, mulai S1, S2 dan bahkan hingga menyelesaikan S3. Semuanya dijalani dengan segala pengorbanan uang dan waktu. Berangkat dari semangat dan tekad, ia membiayai studi dari hasil keringat sendiri. Zulkarnain punya prinsip, "Uang bisa dicari, tetapi kesempatan untuk menyelesaikan S3 ini tidak mudah didapatkan". Namun demikian ia menyadari, penyelesaian studi S3 ini bukan akhir dari segalanya. Karena, semakin banyak yang diketahui, semakin sadar bahwa masih banyak kekurangan dan ketidaktahuan yang ada. [Far]

Ribuan Pelamar Guru dan Karyawan SMA BSS
13 Februari 2008
Dharma Wanita Universitas Brawijaya membuka sekolah baru, SMA Brawijaya Smart School (BSS). "Sekolah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air dan mampu menciptakan generasi muda yang berkualitas", kata Ny Enny Yogi Sugito, Ketua Dharma Wanita Unibraw. Pembangunan fisik gedung SMA BSS saat ini tengah berlangsung, dan diharapkan selesai sebelum pertengahan tahun ini, ketika tahun ajaran 2008/2009 dimulai.
Bersamaan dengan penyiapan prasarana dan sarana fisik, juga dilakukan rekrutmen guru dan karyawan SMA BSS.
Proses seleksi sendiri telah dimulai sejak bulan Januari silam. Tidak kurang dari 1400 orang calon mengajukan lamaran. Hari Senin (11/2), panitia menetapkan daftar nama calon yang lolos seleksi administrasi. Sampai tahap ini, tercatat sebanyak 299 pelamar guru dan 1015 pelamar karyawan. Mereka selanjutnya akan mengikuti ujian tulis yang berlangsung di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya, Sabtu (16/2). Untuk dapat mengikuti ujian tulis, mereka diharuskan mengambil Bukti Hadir Ujian Tulis pada 13-15 Februari 2008 di Gedung Puskom Unibraw lantai 3 (di belakang Gedung Rektorat).
Saat ini Dharma Wanita Unibraw telah mengelola TK, SD dan SMP, serta SMA yang segera dibuka. Seluruh sekolah ini kelak akan dikelola oleh Yayasan Universitas Brawijaya yang sedang dalam proses pendirian. [nik]

Disertasi Pardono: Aplikasi Pupuk pada Pergiliran Tanaman Sayuran
13 Februari 2008
Lahan pertanian banyak kehilangan bahan organik karena terangkut dalam bentuk hasil panen, pembakaran sisa panen dan erosi tanah. Kehilangan bahan organik ini disebabkan oleh sistem pemupukan dimana efek sistem pupuk dalam kurun waktu terakhir ini menimbulkan masalah. Salah satu permasalahan pemupukan pada saturan daun adalah pemupukan organik. Penggunaan pupuk organik C odorata dan T diversifolia diperlukan pertimbangan yang banyak antara lain sumber mana yang baik, penyediaan yang cukup, volume yang sesuai kebutuhan, efek yang meningkatkan produksi dan mutu, residu yang bermanfaat untuk tanaman berikutnya Secara praktis membutuhkan tenaga banyak dan tempat yang luas. Untuk mencapai efisiensi yang tinggi diperlukan moel aplikasi yang jitu. Mempelajari potensi C odorata dan T diversifolia sebagai sumber pupuk untuk mendapatkan bentuk yang tepat, aplikasi yang mudah serta residunya bagi tanaman berikut diperlukan penelitian yang sistematis.
Demikian Pardono dalam ujian akhir disertasinya, di Gedung Pascasarjana Unibraw, hari Rabu (13/2). Disertasi itu berjudul ”Aplikasi Pupuk Hijau Chromolaena odorata dan Tothonia diversifolia Pada Pergiliran Tanaman Sayuran Daun di Desa Sobokerto Kabupaten Boyolali”. Lebih jauh dikemukakan, penelitian disertasi ini dilakukan dalam tiga tahap, hasil penelitian tahap satu menjadi dasar tahap dua dan seterusnya. Tahap pertama berupa survai potensi sayuran dan penggunaan pupuk organik dalam budidaya sayuran yang dilaksanakan di sentra penanaman sayuran daun Desa Sobokerto, Boyolali, Jawa Tengah. Tahap kedua berupa penelitian inkubasi tanah dicampur dengan biomassa C odorata dan T diversifolia, dilaksanakan di laboratorium Jurusan Tanah Universitas Negeri Surakarta. Tahap ketiga aplikasi biomassa C odorata dan T diversifolia sebagai pupuk organik dalam budidaya sayuran daun dilaksanakan di Desa Sobokerto, Boyolali.
Hasil penelitian mengenai potensi sayuran daun dan sumber bahan organik di desa Sobokerto menunjukkan penggunaan pupuk anorganik 83% dan pupuk organik 16,7%. Macam pupuk organik meliputi pupuk kandang, kompos dan pupuk hijau.
Penggunaan pupuk kandang dilakukan bagi petani yang mempunyai ternak sehingga sifatnya terbatas. Penggunaan kompos, 25% bahan bakunya berasal dari limbah pertanian, 12,5% berasal dari seresah dan 62,5% berasal dari tumbuhan di sekitar lahan. Pemahaman petani terhadap pemanfaatan tumbuhan di sekitar lahan sebagai sumber pupuk mencapai 83,3%. Keberadaan sumber pupuk bahan organik banyak tumbuh di lahan tidur, bantaran, sempadan, dan pinggir jalan.
Sedangkan, penelitian mengenai inkubasi C odorata dan T diversifolia pada beberapa bentuk materi menghasilkan pada C odorata perubahan bentuk serbuk mempercepat laju dekomposisi dibandingkan potongan segar dan potongan kering. Pada T diversifolia laju dekomposisi tercepat dicapai pada bentuk potongan segar. Selain itu, kandungan N total tanah meningkat selama waktu inkubasi. Untuk analisis statistik terhadap LAR pada tanaman sawi dan kangkung menunjukkan berbeda nyata pada umur 14 dan 21 HST, sedangkan pada bayam semua perlakuan tidak berbeda nyata. Perbedaan terjadi pada perlakuan macam pupuk dan periode tanam. Secara umum, macam pupuk C odorata dan T diversifolia mengakibatkan kisaran nilai LAR yang sama pada berbagai perlakuan, sedangkan pada kotoran sapi ditambah urea, kotoran sapi dan urea kisarannya sangat besar.
Disertasi Pardono menyimpulkan: Pertama, desa Sobokerto merupakan daerah sentra penanaman sayuran daun, jenis sayuran yang potensial adalah kangkung, sawi, dan bayam dengan produktivitas rata-rata sekitar 7 ton/ha. Penggunaan pupuk organik masih terbatas pada kotoran sapi dan baru dilakukan oleh 16,7% responden petani. Kedua, C odorata dan T diversifolia dapat dengan mudah tumbuh di daerah Sobokerto. Luas hamparan mencapai ±5,07% dari total luasan tanaman sayuran. Biomassanya dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik karena kandungan C/N bahan segar masing-masing sebesar 20,05 dan 18,69. Laju dekomposisi biomassa ini kalau dicampur dengan cukup cepat.
Laju dekomposisi tercepat pada perlakuan C odorata bentuk serbuk, sedangkan pada perlakuan T diversifolia bentuk potongan basah. Ketiga, pengaruh pemberian biomassa C odorata dan T diversifolia terhadap LAR dan RGR ketiga sayuran relatif stabil dibandingkan pupuk yang lain. Efek lanjut pertumbuhan ini pada bobot biomassa segar kangkung dan sawi, nilai paling tinggi sebesar 39, ton/ha. Keempat, pemberian pupuk organik C odorata dan T diversifolia mempunyai efek residu yang berbeda pada setiap frekuensi pemberian, namun secara umum residu dapat dimanfaatkan oleh tanaman berikutnya. [bhm]

Bambang Pujiasmanto: Meningkatkan Sambiloto Menjadi Tanaman Budidaya
13 Februari 2008
Indonesia adalah megasenter keanekaragaman hayati kedua terbesar setelah Brazilia. Diperkirakan ada sekitar 30 ribu hingga 40 ribu jenis tumbuhan berbunga terdapat di Indonesia dan kira-kira 6.000 tumbuhan di antaranya telah digunakan sebagai bahan baku obat. Obat tradisional termasuk sambiloto ialah bahan yang efektif sebagai sumber bahan baku obat, sudah lama dikenal sebelum dikembangkan obat sintesis. Sambiloto (Andrographis paniculata Ness) ialah tumbuhan obat yang termasuk dalam famili Acanthaceae. Sambiloto ialah herba tegak yang tumbuh secara alami di daerah dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1600 dpl. Habitat sambiloto ialah di tempat terbuka seperti ladang, pinggir jalan, tebing, saluran atau sungai, semak belukar, di bawah tegakan pohon jati atau bambu. Masyarakat memanfaatkan bagian tajuk (daun dan batang) tumbuhan sambiloto sebagai bahan obat tradisional untuk obat penguat, demam, disentri, kolera, diabetes, sakit paru-paru, influenza, dan bronchitis. Tumbuhan sambiloto dipanen dari habitat asli oleh masyarakat. Mengingat kebutuhan sambiloto untuk obat tradisional sebanyak 709,6 ton simplisia basah setiap tahunnya sehingga perlu upaya pembudidayaan tumbuhan sambiloto menjadi tanaman budidaya. Demikian Bambang Pujiasmanto dalam disertasi berjudul “Strategi Peningkatan Status Tumbuhan Sambiloto (Andrographis paniculata Ness.) Menjadi Tanaman Budidaya”. Ujian akhir terbuka disertasi itu di Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu (13/2).
Penelitian yang dilakukan Pujiasmanto mengkaji empat hal, yaitu kajian distribusi dan potensi tumbuhan sambiloto pada berbagai ketinggian tempat; kajian teknik perkecambahan (pematahan dormansi) dan pembibitan sambiloto; kajian ketersediaan air (kelembaban tanah) pada biomassa dan kandungan andrographolid sambiloto; serta kajian tingkat dan lama penaungan buatan pada biomassa dan kandungan andrographolid sambiloto.
Hasil percobaan di rumah kaca, menunjukkan biomassa sambiloto tertinggi pada asal benih dari dataran menengah terjadi pada ketersediaan air kondisi kapasitas lapang, yang mencapai 31,79 g/tanaman. Kandungan andrograholid maksimal mencapai 1,45% ditunjukkan pada kondisi kapasitas lapang. Kandungan zat ini berkorelasi positif dengan kadar air tanah. Sementara
Hasil percobaan Pujiasmanto merupakan konsep doemstikasi dan teori-teori yang mendasari paket teknologi budidaya tumbuhan liar sambiloto yang ditingkatkan statusnya menjadi tanaman penghasil bahan obat. Selanjutnya diharapkan dapat digunakan untuk petani. [bhm]

Ujian Disertasi Doktor Pertanian
13 Februari 2008
Program Doktor Ilmu Pertanian Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Rabu (13/2), menggelar ujian terbuka bagi dua orang kandidat doktor ilmu pertanian. Ujian berlangsung secara maraton, masing-masing mulai pukul 10.00 WIB dan pukul 13.00 WIB, di ruang pertemuan lantai III Gedung E Program Pascasarjana Unibraw. Sidang ujian dipimpin oleh Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD (Dekan FP Unibraw).
Yang pertama, Ir Bambang Pujiasmanto MS, membawakan disertasi berjudul "Strategi Peningkatan Status Tumbuhan Sambiloto (Andrographis paniculata Ness) menjadi Tanaman Budidaya", dengan tim penguji Prof Dr Ir Jaody Moenandir DipAgrSc (promotor), Prof Dr Ir Syamsulbahri MS (kopromotor I), Dr Ir Kuswanto MS (kopromotor II), dan para penguji: Prof Dr Ir Tatik Wardiyati MS, Dr Ir Agus Suryanto MS, Dr Ir Sudiarso MS, dan Prof Dr Ir Djoko Purnomo MP (penguji dari UNS Sebelas Maret). Dalam yudisium, Bambang Pujiasmanto dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude (IPK 4,00 dan masa studi 3 tahun 6 bulan).
Dr Ir Bambang Pujiasmanto MS, pria kelahiran Klaten (Jawa Tengah), 25/2/1956, sarjana pertanian UGM (1980) dan magister Agronomi UGM (1990), dosen Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian UNS Sebelas Maret (1986-sekarang) dengan jabatan fungsional lektor kepala, golongan IV/c, pernah mendapat penghargaan sebagai dosen teladan I tingkat UNS dan maju ke tingkat nasional mendapat penghargaan “Adhitiya Tri Dharma Nugraha” dari Mendikbud (1993). Berbagai jabatan pernah diembannya, antara lain: Ketua Laboratorium Rumah Kaca (1986-1988), Sekretaris Puslitbangdes Lembaga Penelitian UNS (1992-1996), Sekretaris Program Studi Agronomi FP UNS (1996-1999), Pembantu Dekan III FP UNS (1999-2003), dan Sekretaris Program Studi Program Pascasarjana UNS (2004-2005). Selain itu, ia pernah menjadi konsultan supervisi pada PT Delta Tama Waja untuk penyiapan lahan pemukiman transmigrasi di Sulawesi Tenggara (1984-1983), Bimas Kanwil Deptan Provinsi Jawa Tengah (1984-1985), serta aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan belajar dan keterampilan. [bhm]
Berikutnya, Ir Pardono MS, dengan disertasi berjudul "Aplikasi Pupuk Hijau Cromolaena odorata dan Tithonia diversifolia pada Pergiliran Tanaman Sayuran Daun di Sobokerto Kabupaten Boyolali", dengan tim penguji Dr Ir Lily Agustina MS (promotor), Prof Dr Ir Soemarno MS (kopromotor I), Dr Ir Mudji Santoso MS (kopromotor II), Prof Dr Ir Syekhfani MS (kopromotor II), dan para penguji Prof Dr Ir Tatik Wardiyati MS, Prof Ir Eko Handayanto MSc PhD, dan Prof Dr Ir Djoko Purnomo MP (penguji dari UNS Sebelas Maret). Pardono berhasil mempertahankan disertasinya, dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam Ilmu Pertanian (konsentrasi Ekologi Tanaman), dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,51 dan masa studi selama 5 tahun 6 bulan). [Far]
 
 

Prof Soekartawi: Hindari Dampak Negatif Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit
12 Februari 2008
Kelapa sawit adalah komoditas primadona Indonesia sekarang ini. Ini dibuktikan dengan besarnya kontribusi kelapa sawit terhadap ekspor, produk domestik bruto (PDB), peningkatan pendapatan pekebun, penyerapan tenaga kerja. Produksi sawit Indonesia mencapai 17,4 juta ton dalam kawasan 6,7 juta hektar, dan ekspornya mencapai 11 juta ton CPO (crude palm oil) senilai US$ 6,2 milyar, menjadikan Indonesia sebagai produsen terbesar sawit di dunia. Namun demikian pembangunan perkebunan kelapa sawit juga berdampak negatif kalau dilakukan secara sembarangan. Dampak ini dapat merusak lingkungan, keragaman hayati, dan bahkan merusak budaya masyarakat setempat.
Demikian dinyatakan Prof Soekartawi dalam Seminar Nasional Pembangunan Kelapa Sawit Berkelanjutan, di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (12/2). Gurubesar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya ini dalam makalah berjudul "Pola Kemitraan dalam Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit: Antara Konsep dan Implementasi" mengingatkan, karena investasi kelapa sawit itu menggiurkan, maka untuk mendapatkan Surat Ijiun Usaha Perusahaan (SIUP) sawit menjadi masalah besar. Apalagi di Kalteng. Masalahnya karena RTRW (rencana tata ruang wilayah) belum disetujui, namun SIUP sudah banyak yang dikeluarkan sehingga terjadi perebutan lahan, pembabatan hutan seenaknya, realisasi pembanguan kebun lambat, dan sebagainya.
Selanjutnya ditambahkan, pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan akan melibatkan pemerintah, investor, masyarakat, yang masing-masing mempunyai kepentingan yang berbeda. Oleh karena itu, perlu ada kemitraan antara ketiga pelaku (stakeholders) bisnis kelapa sawit tersebut.
Kemitraan pada dasarnya adalah kegiatan kerjasama usaha antara usaha kecil/pekebun dengan usaha menengah dan/atau usaha besar sebagai mitra usaha disertai dengan pembinaan dan pengembangan oleh usaha menengah dan usaha besar dengan memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat dan saling menguntungkan.
Seminar nasional sehari di Gedung Pertemuan Umum Palangka Raya itu dibuka oleh Gubernur Agustin Teras Narang, dan diikuti 320 peserta, di antaranya pejabat teras Propinsi Kalteng, [Skw]

Pelatihan Penyegaran Pekerti/AA Dosen FK Unibraw
12 Februari 2008
Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Universitas Brawijaya menyelenggarakan Pelatihan Penyegaran Pekerti/AA (applied approach) Angkatan II. Pelatihan selama sepekan, mulai Selasa (12/2) hingga Kamis (20/2), ini khusus bagi 42 dosen Fakultas Kedokteran Unibraw, sebagai kerjasama LP3 dengan Medical Education Unit (MEU) FK Unibraw. Tujuannya, untuk meningkatkan keterampilan para dosen di bidang pembelajaran, mengelola pendidikan, dan akuntabilitas sebagai dosen yang profesional. Materi umum yang diberikan meliputi: Introduksi Strategi Pendidikan Tinggi Jangka Panjang, Paradigma Baru dalam Pembelajaran di Perguruan Tinggi, serta Kepemimpinan dalam pendidikan. Sedangkan materi khusus meliputi: Kurikulum dan Pembelajaran Klinik dalam Konteks KBK; Model-Model Pendekatan Pembelajaran dalam KBK; serta Prinsip dan Model Evaluasi Hasil Belajar KBK.
Para fasilitator berasal dari LP3 Unibraw, seperti Prof Dr Ir Hendrawan Soetanto MRurSc, Prof Dr Ir Suhardjono MPd DiplHE, Chomsin Sulistya Widodo SSi MSi, dan dr Andi Ansharullah DAAK. Sedangkan dari FK Unibraw sendiri terdiri dari dr Putu Moda Arsana SpPD-KEMD, Dr dr Kusnarman SpOG, Prof dr Djoko W Soeatmadji SpPD(K), Dr dr Basuki B Purnomo SpU, dan dr Supardan SpBK.
Untuk menambah wawasan tentang KBK, pelatihan penyegaran ini ditutup dengan seminar ”Best Practice Perancangan, Pembelajaran dan Evaluasi Hasil Belajar KBK Program Pendidikan Dokter”, dengan pemateri Ir Endrotomo (ITS), dr Tridjoko H DTMH M.Kes (UGM), dan  Prof Dr dr M Hidayat FICS (FK Unibraw).
Pelatihan serupa (Angkatan I) telah diselenggarakan pada tanggal 30 Januari-6 Februari 2008, diikuti oleh 39 orang dosen FK, dan dibuka oleh Rektor Unibraw Prof Dr Ir Yogi Sugito. [Msd]

Tim FE Unibraw Juara Turnamen Futsal Nasional
12 Februari 2008
Tim Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya berhasil menjuarai turnamen futsal nasional. Turnamen Futsal Antar Mahasiswa FE se-Indonesia ini berlangsung di Surabaya, digelar dalam rangka Pekan EcosSmart (Economics Sport, Sciences and Mixed Art) oleh BEM FE Universitas Airlangga, 5-12 Febuari 2008.
Tim Futsal FE Unibraw ini keberangkatannya awal pekan lalu, Senin (4/2), dilepas oleh Dekan FE Prof Dr Bambang Subroto SE MM Ak bersama Pembantu Dekan III Dr Khusnul Ashar SE MA. Bertindak sebagai manajer Eko Harianto, dan Ulva Widya Fransiska sebagai Ketua Pelaksana, dan dilatih oleh Agus Abdul Rachman SE yang alumnus FE Unibraw, dan asisten pelatih Imam Bachtiar.
Pada babak penyisihan, tim FE Unibraw berhasil menundukkan berturut-turut Universitas Jember, Universitas Trunojoyo Madura, dan UPN Yogyakarta. Sementara pada babak final, tim ini berhasil mengalahkan tuan rumah FE Unair dengan skor 10:6. Pemain dalam tim ini terdiri dari: Fariz Hadi Wibowo (striker), Abdullah, Achmad Andi, Addin Prayoga, Irawan Setiaji dan Lukman Hanafi (gelandang), Akhmad Farid dan Satriawan Aditya (belakang), serta Ari Setyo Wibiantoro dan Yoes Rizal B Nagoro (penjaga gawang).
"Olahraga futsal sangat populer di kalangan mahasiswa FE Unibraw. Bahkan bisa dikatakan saat ini FE Unibraw satu-satunya fakultas yang mempunyai tim futsal putri", tutur Dr Khusnul Ashar kepada PRASETYA Online. [kas/nik]

Unibraw Career Expo
12 Februari 2008
Job Placement Center Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya menyelenggarakan bursa kerja "Unibraw Career Expo". Acara ini merupakan kerja sama dengan Harian Jawa Pos Radar Malang, ELFARA 93 FM Malang, MAXI Organizer, dan Jobstreet.Com Indonesia. Bursa dimulai Selasa (12/2), dan berlangsung hingga Kamis (14/2), di Sasana Samanta Krida Unibraw.
Menurut PD III FE Unibraw Dr Khusnul Ashar SE MA, 30 perusahaan terkemuka baik nasional maupun multinasional, seperti PT Telkom, PT Freeport Indonesia, PT Aneka Tambang, PT Epson Indonesia, Nestle, HM Sampoerna, Kapal Api Group, Bank Danamon, dan lain-lain berpartisipasi dalam bursa ini. Saat itu juga pengunjung dapat mengikuti wawancara dan tes langsung pada stan-stan tertentu. Diharapkan para mahasiswa dan lulusan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. [nik]

Kunjungan Pejabat FP Unsoed ke FP Unibraw
11 Februari 2008
Serombongan pejabat Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Senin (11/2), berkunjung ke Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Di tempat itu rombongan diterima Dekan Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD. Dipimpin oleh Dekan Dr Ir Iqbal, rombongan FP Unsoed itu terdiri dari PD I, PD III, Ketua Jurusan, serta Ketua Program Studi.
Kunjungan dimaksudkan untuk mendiskusikan tentang penerapan program studi baru, sesuai dengan SK DirJen DikTi Nomor 163/Dikt/kep/2007 tentang penyederhanaan program studi (PS) yang ada diseluruh perguruan tinggi se-Indonesia.
Dalam SK tersebut ditegaskan, mulai tahun akademik 2008/2009, PS yang ada di fakultas pertanian hanya dua, yaitu PS Agribisnis dan PS Agroekoteknologi/Agroteknologi. Perubahan ini sebenarnya adalah saran dari forum komunikasi perguruan tinggi pertanian Indonesia (FKPTPI). Usulan tersebut merupakan realisasi dari permintaan para pengguna (stakeholders) lulusan fakultas pertanian yang menghendaki lulusan yang mampu mempraktikkan ilmu pertanian secara komplet (generalis).  Sementara untuk memperdalam ilmu lebih spesifik (spesialis) ditawarkan program strata 2 (program magister) dan strata 3 (program doktor).
Menurut Ketua Pokja Restrukturisasi PS Fakultas Pertanian Unibraw Prof Dr Ir Soemarno MS, saat ini merupakan masa transisi yang memerlukan persiapan yang matang dan seksama. Beberapa mata kuliah yang masih seinduk (mirip) akan digabung, sehingga perlu dipikirkan secara jeli dan teliti mata kuliah apa saja yang layak digabung.
Sementara itu PD I FP Unibraw Dr Ir Didik Suprayogo menginformasikan, akan dibentuk Pokja lanjutan, yang akan membahas kurikulum berbasis kompetensi (KBK) sekaligus mengiringi perubahan status PS.
Pokja itu nantinya akan beranggotakan semua ketua PS, ketua laboratorium, ketua jurusan dan wakil senat. Didik memperkirakan, proses diskusi akan memakan waktu yang cukup panjang. Namun demikian, "Dengan semangat menjadikan fakultas pertanian sebagai ladang pengabdian dosen dan karyawan dibarengi dengan keikhlasan, niscaya semuanya akan dapat teratasi", ujar Didik Suprayogo..
Pada kesempatan itu, Dekan Fakultas Pertanian Unibraw menyatakan bahwa selain tugas mengajar, dosen juga berkewajiban untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat. Oleh karena itu dengan penerapan PS baru, diharapkan kegiatan dosen semakin meningkat. Seperti misalnya aktif menyusun proposal penelitian, penulisan jurnal, penulisan buku ajar dan menyelenggarakan pengabdian masyarakat. [sma]
---
Foto: Dekan FP Unibraw Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD (kiri) bersama Dekan FP Unsoed Dr Ir Iqbal.

Teknologi Ramah Lingkungan untuk Industri Kecil dan Menengah
12 Februari 2008
Perkembangan teknologi yang kian pesat semakin sulit dijangkau Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang penuh keterbatasan. Keterbatasan baik sumber daya manusia (SDM), ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), modal, dan lain-lain, terasa kian berat dengan kebijakan serta lingkungan sosial ekonomi yang tidak berpihak pada pengembangan IKM. Selain itu, adanya tuntutan dalam upaya menyelamatkan lingkungan semakin membuat langkahnya terseok-seok. Terkait hal tersebut, maka dibutuhkan pendampingan guna memberdayakan IKM, yang di antaranya dapat dilakukan oleh perguruan tinggi.
Dengan latar belakang itu, Jurusan Fisika FMIPA bekerjasama dengan Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Brawijaya menyelenggarakan workshop regional bertajuk “Menyelamatkan Lingkungan dengan Teknologi Bahan dan Manufaktur Ramah Lingkungan”. Acara digelar di gedung PPI Universitas Brawijaya, Selasa (12/2), diikuti oleh berbagai kalangan, akademisi, mahasiswa, praktisi, dan yang paling banyak adalah UKM, serta kalangan industri.
Narsumber Prof Tatsuhito Aizama (Asia SEED Japan) membawakan judul “Small/Medium Scaled Companies in Japan as Supporting Industries”, sedangkan Prof Ir I NG Wardana MEng PhD (guru besar teknik mesin Unibraw) menyampaikan “Proses Manufaktur yang Efisien dan Ramah Lingkungan”.
Terintregrasinya Industri di Jepang
Dalam presentasinya, Prof. Aizama memaparkan kondisi perindustrian terutama yang berskala kecil/menengah di Jepang. Dengan berbagai kebijakan pemerintah Jepang, IKM diberdayakan melalui konsep yang matang dan terintegrasi secara komprehensif. Di awal presentasinya, ia memaparkan dua konsep secara tradisional dan modern, yaitu model Keiretsu-Companies yang top down dan model Stock-Oriented yang bottom-up. Konsep ini oleh pemerintah Jepang diperbaharui melalui struktur industri terbarunya yang dikenal dengan politik “Hone-Buto” yang merupakan konsep IKM sebagai industri pendukung (supporting industries). Melalui konsep ini, dijelaskannya semua elemen mulai dari individu, companies dan pemerintah terlibat penuh terutama dalam hal inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Model ini ditegaskannya berhasil menstimulasi keberhasilan IKM di Jepang. Dari data yang ia peroleh dari JETRO, ekspor produk utama Jepang adalah otomotif yang berkisar 22,1%, disusul peralatan elektronika, informasi dan komunikasi serta komponen elektronika yang mencapai nilai ekspor tertinggi hingga 23,2% dari total pendapatan 598,215 juta dolar pada tahun 2005. Dari data ini ia pun menyimpulkan bahwa kekuatan Jepang sampai saat ini ada pada manufaktur.
Salah satu kawasan industri terpadu di Jepang yang ia presentasikan adalah Ota-City. Di kota ini, banyak tumbuh IKM terutama yang bergerak di sektor produksi metal serta permesinan umum dan aplikasinya. Sebagai industri pendukung, IKM menyokong kebutuhan-kebutuhan dasar dari industri-industri besar di Jepang. Seperti contoh untuk industri robotika dan fuel cell, IKM telah mendukung di sektor yang paling hulu, di antaranya heat treatment, casting, forming, die and mold, power transmission, dan lain-lain.
Proses Manufaktur Yang Efisien dan Ramah Lingkungan
Sementara itu Prof I NG Wardana, memaparkan tentang industri keramik di Malang yakni di kawasan Betek, Dinoyo, dan Landungsari. Menurutnya, industri keramik Indonesia masih terbatas pada produk seni dengan standar nilai seninya yang masih sangat sederhana. ”Kita belum bisa memanfaatkan industri keramik untuk keperluan industri keramik nonseni, misal untuk isolator listrik, isolator kalor dan mesin karena teknologi yang ada belum menunjang”, ujarnya. Bukan hanya itu saja yang ia paparkan, aspek lain yaitu polusi yang ditimbulkan dari industri keramik di kawasan tersebut pun ia kritisi. Banyaknya cerobong asap yang mengepulkan asap hitam pekat setiap kali produksi ia bandingkan dengan Eropa yang telah masuk era industrialisasi. ”Eropa itu sudah masuk negara industri tapi langitnya masih biru dan lingkungannya bersih sedangkan kita baru saja IKM sudah mencemari lingkungan dengan tidak bijaksana”, ujarnya. Terkait hal ini, ia menyarankan agar minyak nabati yang ramah lingkungan mulai dimanfaatkan. Ramah lingkungan menurut dosen yang menamatkan pendidikan S2 dan S3-nya di keio University ini adalah karena limbah karbondioksida yang dihasilkan akan diserap oleh tanaman yang merupakan bahan utama minyak nabati tersebut. Bukan hanya itu, untuk mengurangi pindah panas yang terjadi selama pembakaran, ia pun menyarankan agar dipasang isolator sehingga waktu pembakaran pendek karena jumlah panas yang diserap sangat tinggi. [nok]

Prof Tatsuhiko Aizawa Kuliah Tamu di FMIPA dan FT Unibraw
12 Februari 2008
Prof Tatsuhiko Aizawa selama sepekan (10/2 sampai 16/2) berada di Universitas Brawijaya. Kehadirannya dalam rangka memberi kuliah tamu/seminar dan workshop yang dilaksanakan di Jurusan Fisika FMIPA dan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik.
Pada tanggal 11/2 Prof Aizawa telah diterima oleh Rektor Unibraw Prof Yogi Sugito. Dijadwalkan Prof Aizawa memberikan kuliah tamu dengan tema “Review on the oxidation as a fundamental of wear” di Jurusan Fisika FMIPA pada tanggal 11/2 dan 15/2. Sedangkan pada tanggal 12/2 dan 13/2 di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik dengan tema ”Solid-state synthesis of magnesium based functional alloys and compounds”. Sementara itu workshop dilaksanakan Selasa (12/2) di lantai II Gedung PPI, telah dibuka oleh Dekan Fakultas MIPA, dengan tema “Menyelamatkan Lingkungan dengan Teknologi Bahan dan Manufaktur yang Ramah Lingkungan”. Sebagai pembicara selain Prof Aizawa, adalah Prof ING Wardana gurubesar Teknik Mesin Unibraw.
Kerjasama dengan Prof Aizawa telah terjalin lama, sejak tahun 2003. Prof Aizawa adalah Profesor dari University of Toronto (Canada), dan Osaka Perfectur University (Jepang). Selain itu ia juga menjabat sebagai Direktur AsiaSEED, Jepang. [AW]

Lomba Karya Tulis Ilmiah Biosfer 2008
11 Februari 2008
Final Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat SMA/SMK sederajat se-Jawa Bali dalam bidang Biologi berlangsung hari Minggu (10/2), di Gedung FMIPA Universitas Brawijaya. Acara yang dihelat Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi (HIMABIO) ini dilaksanakan dalam serangkaian acara BIOSFER 2008 (Biology Open House For Environment Recognition), mulai Jumat (8/2) hingga Minggu (10/2). Finalis lomba karya tulis ini sejumlah 20 team yang diseleksi berdasarkan makalah yang masuk sebanyak sekitar 50 buah lebih. Namun, hanya 17 team saja yang melakukan daftar ulang dan mengikuti babak final. Dewan juri lomba karya tulis ini diambil dari staf pengajar Jurusan Biologi Unibraw antara lain Dr Nunung Harijati MS, Drs H Sofy Permana MSc PhD, serta Muhaimin Rifa’i PhD.
Para finalis LKTI ini adalah: Dewi Fathin Romdhoniyyah, Nastiti Puspitosari, Riztika Atsianan Devi (SMA Negeri 5 Surabaya), Ni Putu Wahyu P I, Ari Agung Satrianingsih, Citra Larasati (SMA Negeri 4 Denpasar), Komang Agung Surya Parimana, I Made Riyan Hendrayana, Made Arya Wiryanatha (SMA Negeri 4 Denpasar), Ari Vanerlin Fitarisca, Luh Tiwika Prata, Ni Wayan Ika Himawari (SMA Negeri 3 Denpasar), Ni Nengah Sri Wahyuni, Ida Ayu Gede Astiti, Ni Made Dwi Angga Riani (SMA Negeri 3 Denpasar), Putu Eka Udiyani Putri, Ni Luh Guantari, Ni Kadek Yuliartani Selumbung (SMA Negeri 3 Denpasar), Dianita Dwi Sugiaryanti, M Haris M F, Vivy Dwi Nurjayanti (SMA Negeri 1 Srengat), Iskhak Halim O, Vionnie Violetta Tatri, Inke Livia (SMAK St Albertus Malang), Ni Luh Wayan Santi Utami, Ni Wayan Desi Bintari, Luh Rasmita Dewi (SMA Negeri 3 Denpasar), Kadek Yomi Octania, Dewa Ayu Widiyastiti Sravistita, Anjani Pramudiastri (SMA Negeri 3 Denpasar), Aditya Kurniawan, Gde Evan Garry Wicaksana, Paschalis Adi Krismasurya (SMAK St Albertus Malang), Elizabeth MSS, Gregorius FY, Maria M M (SMAK St Albertus Malang), Trias Widha Andari, Much Nur Hydansyah (MAN 3 Malang), Yoana F, Ireneus PG (SMAK St Albertus Malang), A Fridami Dewi, Gusti Ayu Putu Sri M F, Kadek Prawisanti Dira (SMA Negeri 3 Denpasar), Angelina Mega Cahyadi, Christine Anita Sanjaya, Johanna Tania Halim (SMAK St Albertus Malang).
Menurut Jehan, koordinator acara, peserta LKTI ini tidak hanya mempresentasikan makalah di hadapan dewan juri, melainkan juga melakukan kunjungan ke laboratorium biologi sebelum pemenang lomba diumumkan. Selain itu, di sela-sela acara, para finalis juga diajak untuk mengikuti acara menonton bersama film dari ProFauna yang mengulas tentang konservasi satwa dan lingkungan. “Tujuannya untuk lebih memahami dan menyadari kondisi lingkungan yang ada,” ungkapnya. Berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri yang diumumkan pada penutupan keseluruhan acara, di gedung Samantha Krida, terpilih tiga juara, sebagai berikut.
Juara pertama diraih oleh SMA Negeri 5 Surabaya atas nama Dewi Fathin, Nastiti Puspitosari, dan Riztika Atsianan. Adapun, juara kedua disabet oleh SMA Negeri 3 Denpasar atas nama Ni Nengah Sri Wahyuni, Ida Ayu Gede Astuti, dan Ni Made Dwi Angga Riani. Juara ketiga direngkuh oleh SMA Negeri 3 Denpasar atas nama Putu Eka Udiyani Putri, Ni Luh Guantari, dan Ni Kadek Yuliartani Selumbung. Para juara akan memperoleh hadiah berupa trophy dan uang tunai. Juara pertama, mendapatkan trophy gubernur Jawa Timur dan uang tunai Rp 500 ribu, juara kedua memperoleh trophy dan uang tunai Rp 300 ribu, serta juara ketiga mendapatkan trophy dan uang tunai Rp 150 ribu. Selain itu, seluruh juara juga akan memperoleh piagam penghargaan. [bhm]

Science Centre FMIPA Bina Kompetensi Siswa SMP
10 Februari 2008
Fakultas MIPA Universitas Brawijaya, selama sepekan (10/2 hingga 17/2) mengadakan acara Pembinaan Kompetensi Siswa SMP, bertempat MAN III Malang. Diawali dengan pembukaan oleh Dekan Fakultas MIPA Ir Adam Wiryawan MS, acara ini diikuti oleh siswa dan guru SMP dari beberapa kota di Jawa Timur, dari wilayah eks Karesidenan Malang, Jember, dan Kediri. Peserta merupakan hasil seleksi yang telah dilakukan pada bulan Januari 2008, yang meliputi masing-masing 25 orang siswa untuk bidang-bidang Biologi, Fisika, dan Matematika. Sedangkan untuk guru diikuti masing-masing 18 orang untuk Biologi, Fisika dan Matematika.
Pembinaan kompetensi siswa ini bertujuan mempersiapkan siswa SMP untuk mengikuti Olimpiade Sains tingkat Nasional. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun, merupakan kerja sama antara Fakultas MIPA Unibraw dengan Direktorat Pembinaan SMP, DitJen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas. [AW]

Himabio Adakan Biosfer 2008
8 Februari 2008
Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi (HIMABIO) Universitas Brawijaya menyelenggarakan BIOSFER 2008 (Biology Open House For Environment Recognition), mulai dari hari Jumat-Minggu (8/2-10/2). Acara terdiri dari seminar, bazaar, lomba deklamasi puisi, lomba menggambar dan mewarnai, serta final lomba karya tulis ilmiah antar SMA.
Acara seminar bertemakan “Stop Global Warming” digelar pada hari Jumat (8/2) pagi, di gedung Fakultas MIPA Unibraw. Menghadirkan pemateri Prof Dr Sutiman B. Sumitro SU DSc yang juga sebagai pemateri pada Conference of Parties, CoP, UNFCCC di Bali, Desember 2007 silam. Selain itu, juga hadir Drs Setiyono Wahyudi DNg (Pimred SEHATI). Sedangkan, acara seminar BIORGANIZATION’S diselenggarakan pada hari Jumat (8/2) sore di gedung yang sama, dihadiri oleh pemateri dari Profauna (LSM bidang penyelamatan satwa) serta SEHATI (LSM bidang konservasi lingkungan).
Bazaar dilaksanakan mulai dari hari Jumat-Minggu (8-10/2), di gedung Samantha Krida Unibraw. Pameran yang digelar terdiri atas tanaman hias, produk-produk biologi, menggambar Dot Point, stan biologi yakni herbarium, budaya jamur, buku-buku Biologi, serta peralatan laboratorium, demo laboratorium, reaction test, pameran reptil, dan ada pula Short Movie Biologi. Adapun, perlombaan terdiri atas lomba deklamasi puisi bagi siswa SD se-Malang Raya, hari Sabtu (9/2). Lomba menggambar dan mewarnai bagi siswa TK dan SD se-Malang Raya, hari Minggu (10/2). Seluruh perlombaan ini dihelat di Taman Rekreasi Sengkaling. Pada puncak acara, menurut rencana, akan dilaksanakan babak final Lomba Karya Tulis Ilmiah siswa SMA se-Jawa Bali yang akan mempertandingkan 20 finalis dalam beradu kecerdasan dan kecermatan bidang biologi, hari Minggu (10/2), di gedung Fakultas MIPA Unibraw.
Menurut Ketua Panitia, Kalvin, mahasiswa Jurusan Biologi Unibraw, acara ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mengekspose Jurusan Biologi keluar dari Universitas Brawijaya. “Banyak potensi terpendam yang dimiliki oleh mahasiswa maupun dosen Biologi sendiri sebab seluruhnya memiliki prestasi yang sangat menonjol, bukan hanya skala nasional namun juga skala internasional,” ungkapnya. Sayang, tidak banyak sivitas akademika yang tahu. Potensi itulah, yang menurutnya akan dikembangkan dengan optimal sehingga mampu menarik minat siswa-siswa SMA untuk masuk ke jurusan Biologi. Perlu diketahui, acara ini sendiri telah dihelat sejak tahun 1999 dan mampu menarik animo mahasiswa maupun siswa SMA. “Ke depannya, akan lebih banyak acara dari jurusan Biologi dengan menjalin kerjasama dengan pelbagai pihak,’ harapnya kemudian. [bhm]

Mahasiswa FH Ikuti Kompetisi Peradilan Semu Internasional
6 Februari 2008
Enam mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Brawijaya mengikuti Kompetisi Peradilan Semu Internasional "Philip C Jessup" awal bulan ini (6/2) di Jakarta. Mereka adalah Canggih Puspitasari, Niken Pratiwi, Regina Mboeik, Khusnul, Aji, Rudi, dan Pita.
Kompetisi ini merupakan kegiatan tahunan International Law Student Forum (ILSA) yang berpusat di Chicago, Amerika Serikat. Untuk putaran nasional (kualifikasi tingkat nasional) di Indonesia, kompetisi diselenggarakan oleh Indonesian Student of International Law (ISIL). Dalam ajang ini, mahasiswa melakukan simulasi beracara pada peradilan internasional, sebagai salah satu upaya mempertajam kemampuan dan ketrampilan mereka di bidang hukum acara peradilan internasional.
Kompetisi diikuti oleh 20 universitas di Indonesia, baik negeri maupun swasta, seperti Universitas Airlangga, Universitas Katolik Atmajaya, Universitas De La Salle Indonesia, Universitas Hasanuddin. Universitas Tri Sakti, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, dan lain-lain.
Dalam babak penyisihan (preliminary round), digunakan sistem klasemen untuk menyaring tim-tim peserta. Empat tim terbaik berhak melaju ke babak semi final. Penilaiannya pada klasemen, dilihat dari scoring point (jumlah pertandingan yang dimenangkan), round point (nilai pada tiap pertandingan), dan row point (penilaian individu).
Masing-masing tim terbagi dua, yaitu sebagai applicant dan sebagai respondent. Masing-masing akan berhadapan dengan dua tim lain yang ditentukan berdasarkan undian acak. Secara keseluruhan, setiap tim akan bermain dalam empat pertandingan. Pada babak penyisihan, tim applicant Unibraw berhadapaan dengan Ubaya dan Universitas de la Salle (Manado). Sedangkan tim respondent Unibraw berhadapan dengan Universitas Batam International dan Universitas Andalas (Padang).
Dalam keikutsertaan yang ketiga kalinya ini, prestasi delegasi FH Unibraw cukup menggembirakan. Berhasil mencatat skor sempurna pada babak penyisihan, mereka memenangkan semua pertandingan dalam babak itu, mendapatkan skor 4 penuh. Prestasi ini baru pertama kalinya dicapai delegasi FH Unibraw. Tujuh tim memperoleh rekor sempurna dalam kompetisi tersebut. Untuk memilih tim yang berhak lolos ke semi final, ditentukan melalui round point dan row point.
Dalam klasemen, FH Unibraw menempati posisi ke-7, terpaut enam point dari peringkat pertama, tetapi berhasil mengungguli tim-tim tangguh seperti Universitas Airlangga dan Universitas Surabaya. Dengan prestasi ini, tim FH Unibraw masuk dalam tujuh tim unggulan untuk kompetisi tahun depan. Menurut dosen pembimbing tim FH Unibraw, Setyo Widagdo SH MH, sangat dibutuhkan kerjasama serta dukungan semua pihak untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi ini tahun depan. [stw]

Pelatihan Fasilitator Program Studi Kedokteran Gigi
8 Februari 2008
Pembaharuan metodologi pengajaran telah merambah ke dunia kedokteran. Paradigma belajar mengajar yang pada awalnya berorientasi pada dosen (teacher oriented) telah berubah ke arah student centered learning (SCL) melalui proses yang aktif (active learning) dengan metode Problem Based Learning (PBL). Guna meningkatkan kemampuan staf pengajar tentang materi tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya menyelenggarakan kegiatan “Pengenalan Strategi dan Pelatihan Fasilitator Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya”. Acara yang diselenggarakan di Gedung E Program Pascasarjana Universitas Brawijaya selama 3 hari, Jumat-Minggu (8/2-10/2), ini merupakan upaya awal FK Unibraw untuk membuka Program Studi Kedokteran Gigi (PSKG) mulai tahun ajaran 2008/2009.
Acara dibuka Pembantu Rektor I Bidang Akademik, Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, diikuti 80 peserta, terdiri atas para dokter gigi yang dipersiapkan sebagai dosen PSKG FK Unibraw, dosen Pendidikan Dokter Unibraw, serta peninjau dari FKG Universitas Airlangga. Kegiatan ini diselenggarakan dalam dua sesi, berupa diskusi panel tentang pengenalan strategi serta pelatihan fasilitator tentang metode PBL. Hadir sebagai pemateri tim UPKG FKG UI yang terdiri atas Dr drg Sarworini BB, SpKGA, Prof Dr. Hana Bakhtiar drg SpRKG, Dr Ellyza Herda drg MSi, Mindiya MS dan Peter drg M.Kes.
Materi yang disampaikan meliputi Penjelasan Struktur Organisasi PBL, Pengenalan Strategi PBL, Pengenalan Peran Fasilitator, Pengenalan Mata Ajar Oral Biologi Terintegrasi, Pengenalan Mata Ajar Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan Terintegrasi serta Persiapan Klinik Terintegrasi.
Peran Fasilitator dalam Proses PBM
Melalui program SCL, mahasiswa akan dipicu untuk aktif belajar sehingga peran dosen yang selama ini dominan sebagai instruktur akan berubah menjadi fasilitator. Dalam paparannya, Ellyza Herda menjelaskan bahwa fasilitator adalah seseorang yang membuat proses diskusi berjalan lebih mudah melalui berbagai stimulus dengan cara membantu memilihkan stimulus yang tepat sehingga diskusi yang berlangsung dapat terfokus pada permasalahan yang sedang dibahas. Dalam sebuah kelompok kecil, tugas dan peran seorang fasilitator adalah mengarahkan peserta diskusi untuk focus pada permasalahan, memicu dan memonitor jalannya diskusi serta mengevaluasi optimalisasi penggunaan modul PBM dan partisipasi setiap peserta diskusi. Terkait hal ini, yang perlu dilakukan seorang fasilitator menut Ellyza terutama yaitu merespon setiap pertanyaan (tetapi tidak harus menjawabnya), membuat peserta diskusi menjawab permasalahan, menumbuhkan sikap kritis, membantu peserta untuk menggali masalah lebih dalam dan yang penting menurutnya adalah bersikap sabar. Proses ini menurut Ellyza dapat berjalan efisien jika learning issues yang didiskusikan sama dengan disiplin ilmu fasilitator, adanya motivasi pengembangan karir serta tersedianya fasilitas fisik yang memadai.
PSKG Unibraw
Kepada PRASETYA Online, Dekan Dr dr Samsul Islam SpMK MKes mengatakan, Program Studi Kedokteran Gigi (PSKG) Universitas Brawijaya rencananya akan mulai dibuka tahun ajaran 2008/2009. Sebagai langkah awal, PSKG Fakultas Kedokteran akan menampung 50 mahasiswa, dan lebih dari 30 tenaga pengajar (fasilitator) yang telah disiapkan. Yang istimewa, program ini memanfaatkan metodologi pembelajaran kurikulum Problem Based Learning (PBL) dengan metode Student Centered Learning (SCL). Di samping kurikulum PBL dan Sumber Daya Manusia (SDM), tengah dipersiapkan infrastruktur, sarana-prasarana, dan peralatan. Guna menunjang pembelajaran aktif melalui SCL misalnya, telah dipersiapkan ruang kelas di gedung baru setinggi enam lantai dengan kapasitas 10-20 orang per kelas yang dilengkapi sarana multimedia dan kondusif untuk diskusi.
Sementara itu ketua pelaksana pelatihan ini, M Chair Effendy drg SU SpKGA mengatakan, saat ini tenaga dokter gigi masih sangat dibutuhkan. Rasio antara dokter gigi dan penduduk di tingkat Asia sudah sekitar 1:5000. Sedangkan rasio dokter gigi dan penduduk di Malang adalah 1:14000 dan Indonesia  adalah 1:17000. Kondisi ini masih sangat jauh dari yang seharusnya. Rasio Indonesia lebih rendah daripada Malang karena penyebaran dokter gigi di wilayah KTI khususnya Irian Jaya masih rendah.
Dekan menambahkan, di samping PSKG, Fakultas Kedokteran juga akan segera membuka Program Studi Kedokteran Hewan dan Program Studi Farmasi, selain tiga program yang telah dimilikinya yaitu Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, dan Gizi. [nok]

Kursus Biologi Molekuler Dasar pada Penyakit Serebrovaskular
8 Februari 2008
Telah banyak dilakukan dan dikembangkan penelitian mengenai dasar-dasar biomolekuler stroke. Tetapi tetap harus diakui, masih terdapat banyak fenomena klinis yang belum dapat dijawab serta dijelaskan secara klinis dan harus dicari jawaban permasalahannya secara biomolekuler. Ada berbagai masalah penyakit yang membutuhkan penanganan baik diagnosa, pengobatan dan pencegahannya secara lebih mendalam dan mendasar melalui pemahaman di tingkat molekuler maupun seluler. Pendalaman patomekanisme dan patogenesis penyakit yang dikaji secara molekuler dan sekuler diharapkan akan memberikan kontribusi besar dalam penanganan penderita di masa kini. Beberapa dasawarsa terakhir berkembang penelitian-penelitian tentang pelbagai faktor resiko dan epigenetik suatu penyakit yang berusaha mengungkapkan mekanisme ataupun kondisi yang memudahkan tumbuhnya penyakit dan mekanisme terjadinya efek fenotipe sebagai hasil ekspresi gen selama fase perkembangan dan deferensiasi suatu penyakit.
Hal tersebut yang melatarbelakangi diselenggarakannya Basic Molecular Biology Course On Cerebrovascular Disease dengan bertema “Challenges of Basic Molecular Biology Against Stroke From Bench To Clinical Practice”, di Gedung PPI Universitas Brawijaya, selama dua hari, Jumat-Sabtu (8/2-9/2). Dihadiri oleh ratusan peserta, baik dokter umum maupun spesialis saraf, penyakit dalam, kardiovaskuler, jantung, mahasiswa yang menempuh spesialis (PPDS), peneliti bidang kedokteran atau keilmuan terakit yang berminat dengan biologi molekuler. Topik maupun pembicara kursus ini, sebagai berikut. Sesi Pertama, tema secara umum yakni Patophysiologi dengan pemateri Prof Dr dr Suhartono Taat Putra MS (Proteonomics and Genomics of the Stroke), Prof dr Djoko Wahono S SpPD-KE (What Has Basic Science Taught Us about Targets for Hypertension, Lipid and Diabetes Management for Stroke), dr Moch Dalhar SpS(K) (The Ultrastructure of the BBB Factors, Affecting Transport Across the BBB and Drug Delivery to the Brain), Prof dr Salim Haris SpS(K) (The Possible Mechanism Basic for Platelet and Platelet Function in Evaluation of Platelet Resistance).
Sesi kedua, bertema besar Diagnosis Molecular and Clinical dengan pemateri Dra Diana Lyrawati MS PhD (The Long Road to the Genetics of Hemorrhagic Stroke and Arteriogenesis Versus Angiogenesis), Prof dr M Aries Widodo SpFK PhD (Blood Brain Barrier Disfunction, Hyperintense Acute Reperfusion Marker), Prof Dr dr Aboe Amar Joesoef SpS(K) (Understanding the Systemic Inflammatory CVD and New Mechanism of Neurovascular Coupling), serta Dr J Husada (Biomolecular Aspect of Neuroprotection). Sesi ketiga, bertemakan Treatment dengan pemateri Prof Dr dr Moch Istiadjid ES SpS SpBS (Minimal Invasive Neurosurgery on Stroke), dr Arief Iskandar NAD SpRad(K) (Pathophysiology of Atherosclerosis Through MRI for Clinical Diagnosis of Stroke), serta dr Hari Purnomo SpS(K) (Prevention of Stroke : How Should Recommendations Differ Among Women and Men?).
Sesi keempat, bertema tentang Prevention dengan pemateri Prof Dr dr Djanggan Sargowo SpPD, SpJP(K), FIHA, FACC (Statin in Ishemic Strokes Prevention and Acute Treatment), Dr Syaiful Islam SpS(K) (Urgent Revearsal of Coagulopathy and Restarting Anticoagulants After ICH), Prof dr Djoenaidi Widjaja SpP(K) PhD (The Genetics of Neuroprotection and Role of ACTH), Drs Andi  Widjaya PhD (Hs CRP As A Biomarker for Disease and Therapy of Stroke and Unraveling the CRP Atherothrombosis Connection), serta overview praktikum BioMolekuler yang diterangkan oleh Dr dr Tinny Rasjad SpPK. Selanjutnya, setelah dipaparkan penjelasan berupa teori dan dasar-dasarnya, digelar acara praktikum yang terdiri dari pemeriksaan Imunohistokimia dan ELISA untuk ICAM, VCAM, TNF, IL-6 dan demo kultur GLIA. Praktikum ini dibimbing oleh Dr dr Tinny Rasjad SpPK, Dr dr Ketut Muliartha SpPA, Dr dr H Rasyad Indra MKes, dan Husnul Chotimah SSi MKes. Dalam Biomolecelluler Course Work VI ini, pihak panitia mendatangkan berbagai pakar di bidangnya dengan metodologi course work dan praktikum. Dipapar lebih lanjut, dalam acara ini secara khusus para pakar berupaya untuk mengkaji patofisiologi Infark akibat tromboemboli.
Sementara itu pemateri Prof Dr dr Djanggan Sargowo SpJP(K) mengatakan, stroke merupakan penyebab kecacatan dan kematian yang tinggi di Indonesia. Salah satu kecacatan utama yang disebabkan stroke, menurut dia, adalah lumpuh. Selama ini, penyebab stroke secara konvensional telah banyak diketahui masyarakat. Di antaranya, karena kegemukan, merokok serta diabetes. Tetapi, menurut dia, penyebab inkonvensional stroke masih sangat banyak yang harus dikaji termasuk di dalamnya adalah Cytome-GaloVirus (CMV), bacteria pneumonia, dll.
Ketua Panitia, dr Hari Purnomo SpS(K) kepada PRASETYA Online mengatakan tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan kemampuan ilmiah para ilmuwan, dokter spesialis dalam bidang biomolekuler dan seluler khususnya faktor resiko dan epigenetik stroke agar lebih mengenal dan mampu melaksanakan penelitian-penelitian bidang biomolekuler dan seluler penyakit-penyakit tersebut. Selain itu, “Memperkenalkan dan meningkatkan wawasan pengetahuan peserta dalam ilmu biomolekuler dan seluler,” paparnya. Melalui terselenggaranya acara ini, harapannya nantinya dokter-dokter spesialis yang baru, selain professional dalam bidang klinis juga memiliki kemampuan akademik yang kuat sehingga bisa menangani pasien secara menyeluruh hingga ke akar permasalahannya. “Dengan cara diagnosa, pengobatan, dan pencegahan, penyakit ini akan diminimalisir,” tutur Hari Purnomo lagi. [bhm]

Sarasehan di Lokasi KKN FMIPA
6 Februari 2008
Di Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, lokasi KKN Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya, Rabu (6/2), berlangsung sarasehan dengan tema "Pemberdayaan Masyarakat".
Sarasehan berlangsung selama tiga jam, diisi dengan presentasi dan diskusi/tanya-jawab. Presentasi disampaikan oleh Camat Srengat, Dekan FMIPA, Pembantu Dekan I FMIPA, dan Ketua Jurusan FMIPA.
Presentasi Camat Srengat Drs Edy Suradji MSi bertajuk "Potensi Desa di Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar". Sementara itu Dekan FMIPA Ir Adam Wiryawan MS membawakan "Selayang Pandang Fakultas MIPA Unibraw", Pembantu Dekan I Drs Unggul P Juswono MSc dengan judul "Potensi Desa dan Implementasinya dalam Program KKN Mahasiswa dan Pengabdian Masyarakat oleh Dosen", dan Ketua Jurusan Fisika Dr Adi Susilo MSi menyampaikan "Mengenal Potensi Sumber Daya dan Bencana Alam di Kabupaten Blitar".
Kegiatan sarasehan diikuti diikuti pula oleh para pembantu dekan, ketua jurusan, kepala tata usaha, dan para Kasubbag FMIPA Unibraw. Sedangkan dari pihak Kabupaten Blitar, selain Camat Srengat dan staf, juga hadir wakil-wakil dari dinas terkait, serta para kepala desa di wilayah Kecamatan Srengat.
Usai sarasehan, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke empat desa lokasi KKN, yaitu Desa Kendalrejo, Desa Maron, Desa Selokajang dan Desa Ngaglik. [AW]

Lalu Wiresapta: Kesejahteraan Keluarga TKI Lombok ke Malaysia Meningkat
6 Februari 2008
Telah banyak diungkapkan dalam berbagai hasil penelitian bahwa migrasi TKI ke luar negeri menimbulkan dampak ekonomi, sosial budaya, psikologis, politik dan sebagainya, baik terhadap individu TKI, keluarga dan daerah asal TKI itu sendiri. Dampak yang paling dirasakan adalah dampak ekonomi berupa peningkatan kesejahteraan keluarga TKI, sedangkan dampak lainnya terutama terhadap perkembangan aspek sosial budaya di pedesaan daerah asal belum banyak diketahui karena kajian terhadap aspek sosial budaya tersebut relatif masih terbatas. Di daerah pedesaan Pulau Lombok, arus migrasi internasional tersebut cenderung meningkat meskipun informasi mengenai masalah yang banyak dialami TKI terutama yang tidak berdokumen cukup banyak.
Besarnya animo masyarakat bermigrasi terutama ke Malaysia dengan mainstream ekonomi, namun hal-hal yang terkait dengan aspek sosial budaya juga nampaknya berpengaruh mengingat corak kultural masyarakat pedesaan Pulau Lombok masih banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai lokal. Kekhasan aspek-aspek sosial budaya dan dinamika ekonomi masyarakat di pedesaan adalah setting menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Kompleksitas permasalahan migrasi internasional, baik pada tataran proses, aspek pelaku, struktur yang terkait, sistem pendukung, lingkungan daerah asal dan sebagainya merupakan suatu kenyataan empirik yang menjadi latar belakang.
Demikian disampaikan Ir H Lalu Wiresapta Karyadi MSi dalam ujian akhir disertasi di Gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya,  Rabu (6/2). Sidang ujian dipimpin oleh Dekan Fakultas Pertanian Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD. Bertindak selaku promotor Prof Dr Ir Sugiyanto MS serta kopromotor Prof Dr Ir Sanggar Kanto MS dan Dr Ir Kliwon Hidayat MS. Sedangkan dosen penguji terdiri dari Prof Dr Salladien, Prof Dr Ir Keppi Sukesi MS, Dr Agus Suman SE DEA, serta dosen penguji luar yakni Prof Dr Ir Arifuddin Sahidu MS.
Dalam sidang itu, kandidat doktor Ilmu Pertanian dengan konsentrasi Sosiologi Pedesaan ini mempertahankan disertasi berjudul "Migrasi Internasional Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia: Proses dan Dampak Sosial Budaya di Daerah Asal (Studi Kasus di Pedesaaan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat)". Tujuan penelitian disertasi Lalu adalah untuk mengungkap dan menjelaskan secara holistik bagaimana proses migrasi yang ditempuh oleh TKI asal Pulau Lombok, serta menganalisis implikasinya terhadap keberlangsungan migrasi. Selain itu, juga untuk memahami makna “keuntungan dan kerugian” aktivitas migrasi dan mengungkap keuntungan dan kerugian yang diperoleh TKI. Selanjutnya, untuk mengungkap dan memahami dampak migrasi terhadap perubahan sosial budaya di daerah asal. Penelitian ini didesain dengan pendekatan kualitatif dengan paradigma naturalistik. Metode penelitian dititikberatkan pada model studi kasus dan ditekankan pada studi kasus observatif dengan teknik observasi partisipan moderat. Penelitian berlangsung selama sekitar 10 bulan pada empat desa di pulau Lombok.
Hasil penelitian Lalu menunjukkan, proses migrasi internasional TKI asal Pulau Lombok ke Malaysia berlangsung dalam suatu sistem jaringan. Tiap-tiap unsur dalam sistem jaringan tersebut memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya. Keragaman proses migrasi internasional tersebut adalah pola pengambilan keputusan migrasi yang dilakukan terdiri dari empat pola, proses migrasi TKI berlangsung dalam suatu sistem jaringan yang terpola, proses pada tahap persiapan keberangkatan yang dipandang cukup krusial oleh calon TKI, migran (TKI) asal pulau Lombok sangat kurang apresiasinya terhadap upaya peningkatan kapabilitas diri sebelum pemberangkatan, kinerja TKI asal pulau Lombok di negara tujuan (Malaysia) relatif baik, serta banyaknya masalah yang dirasakan oleh TKI di negara tujuan.
Hasil penelitian lainnya juga menghasilkan sejumlah konsepsi teoritik dalam bentuk proposisi-proposisi yakni: Proposisi I, corak pengambilan keputusan migrasi terkait dengan status dan peran calon dalam keluarga dan lingkungan sosialnya. Semakin kurang status dan peran seseorang, semakin kuat otoritas individu dalam pengambilan keputusan migrasi. Proposisi II, pada kondisi dimana aktivitas masyarakat untuk mencapai tujuan hidup secara ekonomi meningkat, maka akan ada legitimasi sosial atas nilai dan tindakan yang sebelumnya dinilai menyimpang dari nilai dan norma sosial yang berlaku. Proposisi III, kontribusi ekonomi seseorang (TKI) terhadap rumah tangga di desa asal sangat menentukan status, peran dan fungsi serta kekuasaannya dalam keluarga. Kecenderungannya, semakin besar kontribusi tersebut, maka status, peran dan fungsi serta kekuasaan tersebut akan semakin tinggi. Proposisi IV, keterlibatan agensi yang merekrut dan mengirim tenaga kerja dalam jaringan migrasi internasional memunculkan suasana pertukaran sosial ekonomi dalam proses migrasi internasional dan para migran (TKI) senantiasa diposisikan sebagai barang “komoditi” yang dipertukarkan. Proposisi V, perubahan aspek sosial budaya akibat migrasi internasional di daerah asal merupakan bentuk dan strategi adaptasi masyarakat terhadap lingkungan yang sedang berubah.
Kesimpulan penelitian Lalu antara lain: Keputusan untuk bermigrasi pada dasarnya adalah keputusan keluarga karena terkait harapan untuk memperbaiki taraf hidup (kesejahteraan) keluarga, proses migrasi internasional TKI berlangsung dalam suatu jaringan yang terpola dan sistemik, berbagai masalah yang dihadapi oleh TKI, terlebih-lebih TKI tidak berdokumen sejak dari daerah asal, di penampungan, selama perjalanan, di tempat kerja (Malaysia) maupun saat kepulangan ke daerah asal adalah implikasi dari proses komoditisasi dan komersialisasi manusia. Dari perspektif sosiologis, remitan adalah perwujudan “komitmen moral” TKI, yakni sebagai bentuk pertautan antara TKI dengan keluarga dan daerah asal. Keuntungan atau kerugian migrasi dalam pandangan TKI lebih dilihat sebagai faktor “nasib”. Berdasarkan perspektif sosial budaya, migrasi internasional menimbulkan perubahan sosial budaya daerah asal yang berlangsung secara gradual.
Dalam yudisium, Lalu Wiresapta Karyadi dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dengan predikat cumlaude (IPK 4,00 dan masa studi 2 tahun 6 bulan).
Dr Ir H Lalu Wiresapta Karyadi MSi (46 tahun), pria kelahiran Kopang (NTB) 21 Maret 1961, adalah sarjana pertanian dari Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Mataram (1984) dan magister sains (S2) dari Jurusan Penyuluhan Pembangunan IPB Bogor (1995). Tenaga pengajar pada Fakultas Pertanian Universitas Mataram dengan jabatan akademik Lektor Kepala (golongan IV/b) ini sejak 21 tahun silam terlibat dalam 31 jenis pelatihan maupun kursus, baik sebagai peserta maupun pelatih di pelbagai instansi. Juga banyak melakukan penelitian (42 judul dalam 23 tahun terakhir), dan aksi pengembangan masyarakat (8 judul sejak 1985), di antaranya membina kemandirian petani melalui Pengembangan Kawasan Sentra Produksi (KSP) Hortikultura di Sembalun, Lombok Timur pada tahun 2001. Dari pernikahannya dengan Ir Baiq Kisna Harida, Lalu Wiresapta dikaruniai dua putri dan dua putra. [bhm]

Dies Natalis IV Program Ilmu Sosial Unibraw
6 Februari 2008
Program Ilmu Sosial (PIS) Universitas Brawijaya, saat ini menginjak usia empat tahun. Di lingkungan Unibraw, program ini tergolong masih baru. Oleh karena itu PIS terus berbenah hingga terwujudnya lembaga pendidikan yang mampu meningkatkan daya saing bangsa sesuai dengan visi pendidikan nasional. Pembenahan yang telah dilakukan di antaranya, menambah kelengkapan sarana prasarana administrasi dan perkuliahan, peningkatan kualitas SDM baik dosen maupun staf administrasi, memperbaharui kurikulum yang lebih berkompetensi, menjalin kerjasama dengan berbagai instansi, hingga menambah program studi baru yaitu Psikologi dan Hubungan Internasional.
Ketua Program Ilmu Sosial Prof Dr Ir H Darsono Wisadirana MS mengutarakan hal tersebut dalam laporan perkembangan yang disampaikan di Gedung PPI, Rabu (6/1). Lebih lanjut Prof Darsono mengatakan, keberadaan PIS di Unibraw diharapkan mampu menjawab tantangan ke depan tentang kebutuhan ahli sosiologi, komunikasi, psikologi dan hubungan internasional. Sejak awal pendiriannya hingga saat ini, minat masyarakat untuk studi di PIS Unibraw cukup tinggi.
Senada dengan Prof Darsono, Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Bambang Suharto MS menyatakan, keberadaan PIS di Unibraw memang sangat menguntungkan. Meski tergolong masih baru, jumlah peminat PIS terbukti mampu mengalahkan jurusan-jurusan agrokompleks yang notabene keberadaannya sudah sangat lama dan hingga saat ini masih kesulitan mencari mahasiswa. PIS diharapkan terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat sehingga ke depan akan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan masyarakat.
Tema peringatan kali ini adalah “Penguatan Budaya Akademik dan Membangun Kebersamaan Sivitas Akademika”. Pada kesempatan itu Kepala Dinas Infokom Kota Batu Drs Syamsul Huda dari Agropolitan Televisi (ATV) telah menandatangani kerjasama dengan PIS untuk pelaksanaan program magang dan kuliah umum bagi mahasiswa PIS. Begitu pula Husnun Djuraid selaku Pemimpin Redaksi Harian Malang Post, dalam lingkup bidang kerjasama yang serupa.
Acara ini dihadiri pula oleh para pembantu rektor. Selain itu, diundang para dekan dari seluruh fakultas, unsur mahasiswa dari BEM, DPM, dan UKM yang ada di PIS Unibraw, serta kalangan stakeholder yang relevan dan yang telah banyak membantu PIS selama ini.
Nama Program Ilmu Sosial ditetapkan dengan SK Rektor nomor 002A/SK/2004 tanggal 3 Februari 2004. Tanggal itulah yang dijadikan tonggak sejarah sebagai dies natalis PIS Unibraw. Saat ini PIS Unibraw mengelola empat program studi (PS), yaitu: sosiologi, ilmu komunikasi, psikologi, dan hubungan internasional. SK Dirjen Dikti nomor 3545/D/T/2003 tanggal 13 November 2003 menetapkan pemberian ijin penyelenggaraan PS Sosiologi dan Ilmu Komunikasi. Ijin tersebut diperpanjang dengan keluarnya SK Dirjen Dikti nomor 3227/D/T/2006 (untuk PS Sosiologi), dan nomor 3228/D/T/2006 (untuk PS Ilmu Komunikasi). Sedangkan PS Psikologi diselenggarakan berdasarkan ijin yang tertuang dalam SK Dirjen Dikti nomor 1504/D/T/2007 tanggal 22 Juni 2007, dan PS Hubungan Internasional dengan SK nomor 1621/D/T/2007 tanggal 6 Juli 2007.
Jumlah peminat masuk PIS Unibraw cukup menakkjubkan. Pada tahun akademik 2007/2008, PS Sosiologi menerima 87 orang mahasiswa baru dari 404 peminat, PS Ilmu Komunikasi 253 orang dari 2450 peminat, PS Psikologi 64 orang dari 221 peminat, dan PS Hubungan Internasional 59 orang dari 221 peminat. [nik]

Pelatihan Akreditasi Tenaga Laboratorium Unibraw
5 Februari 2008
Laboratorium Sentral Ilmu-Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya, menyelenggarakan serangkaian pelatihan dalam rangka akreditasi tenaga laboratorium. Pelatihan dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan dan ketrampilan teknis tenaga laboran di lingkungan Universitas Brawijaya. Pelatihan terdiri dari “Pelatihan Teknik Analisis Dasar (Gravimeteri dan Volumetri)” yang diselenggarakan di LSIH selama dua hari (4/2-5/2) dan “Pelatihan Teknik Dasar Instrumentasi dan Troubleshoting” yang diselenggarakan di Jurusan Fisika selama empat hari (4/2-7/2).
Kepada PRASETYAOnline Direktur LSIH, Fatchiyah PhD mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya awal menata ulang laboratorium yang ada di lingkungan Unibraw. Setelah pelatihan akan diupayakan sertifikasi dan akreditasi bagi tenaga laboratorium yang berkompeten. Mendukung hal ini, dalam pelatihan tersebut LSIH menggandeng Pusat Penelitian Kimia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung. Kedua pelatihan ini diikuti sebanyak 55 tenaga laboran dari seluruh fakultas eksakta, yakni  Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas Peternakan, Fakultas Perikanan, Fakultas Teknologi Pertanian, dui samping laboran dari Kantor Pusat. Dari keseluruhan peserta, 34 orang di antaranya mengikuti teknik analisis dasar, dan sisanya mengikuti pelatihan teknik dasar instrumentasi. Setelah mengikuti kegiatan ini, diharapkan mereka dapat melakukan tugasnya sesuai standard operating procedures (SOP) dan bekerja berdasar instruksional kerja.
Pelatihan Teknik Analisis Dasar
Dalam pelatihan Teknik Analisis Dasar, beberapa pemateri didatangkan langsung dari RC Chem Learning Center milik Pusat Penelitian Kimia LIPI. Mereka adalah instruktur yang berkompeten dalam bidang Gravimetri dan Volumetri, di antaranya Tiny Agustini SSi MMS, Dra Evita Boes MS, Fitri Dara MSi, R Tina Rosmalina SSi dan beberapa instruktur yang lain. Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi teori di kelas dan praktek langsung di laboratorium. Beberapa materi yang diberikan meliputi Pemilihan Peralatan dan Kalibrasi, Teknik Menimbang, Sistem Konsentrasi, Pembuatan Larutan Pereaksi dan Standar, Teknik Analisis Volumetri I dan II, Teknik Analisis Gravimetri serta praktikum.
Dra Sri Handayani, Manajer Administrasi dan Pemasaran RC Chem Learning Centre menjelaskan, lembaga milik LIPI ini resmi terakreditasi untuk memberikan pelatihan yang berorientasi ke arah sertifikasi. Sertifikasi sendiri merupakan wewenang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dalam berbagai pelatihan yang diselenggarakan, lembaga ini mengembangkan materi sesuai kompetensi yang dapat memenuhi dan menunjang aspek-aspek teknis, di antaranya standardisasi laboratorium ISO/IEC Guide 17025. Instansi yang telah mengikuti pelatihan yang diadakannya antara lain PT Djarum Kudus, Balitbang Industri Semarang, Balai Besar Industri Agro Deperindag RI, PT Freeport, BATAN, dll.
Pelatihan Teknik Instrumentasi
Berbeda dengan pelatihan teknik analisis dasar yang menggandeng pihak luar, pelatihan teknik instrumentasi langsung dikelola oleh Jurusan Fisikai. Materi yang diberikan antara lain: Dasar-dasar Instrumentasi dan Kelistrikan, Teknik Troubleshooting, Manajemen Laboratorium dan Perawatan, Keselamatan Laboratorium, Jaminan Kualitas Laboratorium, Analisis Kerusakan Peralatan Berdasarkan Karakteristiknya, Monitoring Peralatan serta Praktek Troubleshooting I dan II. Dosen yang terlibat asebagai pemateri di antaranya Dr Didik R Santosa, Drs Hari Arief Darmawan MSc, Drs Unggul P Juswono MSc, Chomsin S Widodo MSi serta Dr Ir Djoko Santjojo HS. Dalam pelatihan ini, kegiatan praktek dipusatkan di Laboratorium Fisika, terutama di Laboratorium Instrumentasi dan Pengukuran. [nok]

Tenaga Honorer Unibraw Diangkat sebagai CPNS
4 Februari 2008
Secara bertahap, sekitar 126 orang tenaga honorer Universitas Brawijaya diangkat sebagai calon pegawai negeri sipil atau CPNS. Jumlah ini merupakan bagian dari 205 orang tenaga honorer Universitas Brawijaya telah lolos proses pemberkasan bulan Juni 2007 silam. Mereka mendapatkan SK pengangkatan terhitung mulai tanggal (tmt) 1 Januari 2007.
Selanjutnya, mereka diwajibkan mengikuti pendidikan dan pelatihan prajabatan. Pada tahap pertama, dikirim 67 orang CPNS golongan II untuk mengikuti diklat selama 10 hari, yang dimulai hari ini, Senin 4/2, di LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Diknas Jawa Timur di Surabaya. Peserta diklat ini, 2 orang dari FH, 11 orang dari FE, 2 orang dari FIA, 8 orang dari FP, 3 orang dari FPt, 1 orang dari FT, 2 orang dari FK, 1 orang dari FPi, 6 orang dari FMIPA, 3 orang dari FTP, dan 28 orang dari Kantor Pusat. Sisanya, dari golongan I dan golongan III akan mengikuti diklat prajabatan pada tahap berikutnya yang akan diadakan dalam waktu dekat.
Jumlah tenaga administrasi honorer Universitas Brawijaya yang telah terdaftar pada Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebanyak 467 orang. Pada tahun anggaran 2006 lalu, 36 orang dari mereka mendapatkan SK pengangkatan CPNS tmt 1 Januari 2006. Sedangkan untuk tahun anggaran 2008, tercatat sebanyak 32 orang mengikuti proses pemberkasan untuk pengusulan sebagai CPNS. [nik]

Hendarmawan Terima Beasiswa ke Amerika Serikat
4 Februari 2008
Melalui seleksi yang sangat ketat dan terbatas, Hendarmawan, akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Federal Amerika Serikat. Mahasiswa S1 Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam angkatan 2003 itu meraih beasiswa The Indonesia English Language Study Program (IELSP) Batch III. Dalam program yang dibiayai oleh melalui IIE (Institute of International Education) dan IIEF (The Indonesian International Education Foundation) itu, Hendarmawan akan belajar intensif bahasa Inggris di Amerika Serikat. Selama kurun 2007 beasiswa telah dilaksanakan sebanyak dua kali. Beasiswa diperuntukkan bagi mahasiswa di seluruh Indonesia minimal yang telah mengikuti perkuliahan di tahun ketiga.
Rencananya, Hendarmawan akan berangkat pada pertengahan Juni tahun ini untuk belajar di English Language Institute di Oregon State University, Amerika Serikat. Beasiswa ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris bagi para mahasiswa Indonesia dengan belajar langsung di Amerika Serikat. Salah satu syarat utama untuk bisa mengikuti seleksi ini selain mengirimkan personal statement juga harus memiliki skor TOEFL standar The Institutional Testing Program (ITP) dengan minimal poin sebesar 470. Selain itu peserta seleksi juga harus mengirimkan daftar riwayat hidup serta pernyataan pribadi dalam bentuk naskah berupa kontribusi apa yang bisa diberikan kepada Indonesia setelah kepulangan mereka dari Amerika. Dari keseluruhan mahasiswa yang mengikuti seleksi batch ketiga, terdapat 78 mahasiswa yang diberangkatkan dari seluruh Indonesia. Tiga di antaranya merupakan mahasiswa dari beberapa universitas di Jawa Timur.
Selain akan mengikuti kelas bahasa Inggris intensif para penerima beasiswa juga akan mengikuti kelas budaya. Di dalam kelas itu para mahasiswa Indonesia diberi kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa dari negara lain. Menurut rencana program beasiswa IELSP masih berlanjut hingga Batch IV. Beasiswa periode ini akan ditutup pada 4 April 2008. [nik]