Last updated
31/12/2007
By: Farid Atmadiwirya
Desember 2007

Bedah Buku ”Densus-88 Undercover”
31 Desember 2007
Pada penghujung tahun 2007, Senin (31/12), Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya menggelar bedah buku “Densus 88 Undercover” di Gedung PPI.  Penulis buku itu, M Ikhlas Thamrin SH, hadir sebagai pembicara. Selain dia, juga hadir Ustad Abu Bakar Ba’asyir (Amir Majelis Mujahidin Indonesia dan Pimpinan Ponpes Ngruki, Surakarta), dan Prija Djatmika SH MS (dosen Fakultas Hukum Unibraw). Sayang, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs Herman S, yang juga diundang, ternyata tidak dapat hadir karena kesibukan tugas-tugasnya.
Dalam paparannya, M Ikhlas Thamrin selaku penulis mengungkapkan latar belakang ia menulis tema tersebut serta hal-hal yang membuatnya tertarik dalam menguak di balik pembentukan Densus 88. Pengertian Densus (Detasemen Khusus) 88 adalah suatu unit antiteroris di bawah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang memiliki tugas mengatasi gangguan teroris terkait dengan ancaman bom hingga penyanderaan dengan berkekuatan sekitar 400 personil. Dalam hal mengantisipasi gerakan terorisme inilah, orang-orang yang tergabung dalam Densus 88 bersifat rahasia, pilihan, dan menyebar di seluruh wilayah nusantara. Disampaikan lebih lanjut, alasan pemberian angka 88 ini dilatar belakangi oleh jumlah korban warga Australia yang tewas sewaktu Bom Bali (sebanyak 88 orang) serta simbol dari bentuk borgol yang tidak terputus dan terus menyambung, akan selalu ditegakkan pengusutan kasus terkait terorisme.
Peraih Munir Award 2006 itu, menitikberatkan pembahasan pada tiga hal. Pertama, kinerja Densus 88 dalam menangkap tersangka teroris mengarah pada pelanggaran HAM, khususnya hak bebas dari keluarga yakni setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan merendahkan derajat martabat manusia. Kedua, upaya Densus 88 untuk merehabilitasi tersangka teroris (jika tidak bersalah) hingga saat ini belum ditemukan. Ketiga, korelasi antara kinerja Densus 88 dalam menangkap tersangka teroris dengan perkembangan HAM di Indonesia berbanding terbalik. Indikatornya, kineja Densus 88 tidak profesional dan tidak adanya upaya untuk merehabilitasi tersangka teroris yang tidak terbukti justru tidak menghormati HAM sehingga menghambat atau berdampak negatif pada perkembangan HAM di Indonesia.
Dalam bukunya, juga dipaparkan tentang awal mula pembentukan Densus 88 yang disokong sepenuhnya oleh Amerika Serikat. Menurut laporan LSM Foreign Policy Infocus bertajuk ”Fighting Terorism, Undermining Democracy in Indonesia”, hingga saat ini pihak Amerika Serikat sudah menggelontorkan dana sekitar $76 juta (hampir Rp 760 miliar) untuk mendukung pendanaan, pelatihan, serta penyediaan peralatan Densus 88 ini. Oleh sebab itu, perlu dicurigai detasemen khusus ini akan menjadi kepanjangan tangan dari pihak Amerika Serikat. Pada beberapa bagian yang lain juga diulas tentang cuplikan berita yang diambil dari media tentang penangkapan teroris, bagaimana sepak terjang Densus 88, serta perlakuan yang diterima teroris serta keluarganya.
Ustad Abu Bakar Ba’asyir yang tampil sebagai narasumber juga menyatakan tidak percaya terhadap kinerja Densus 88, yang dinilainya hanya sebagai alat Amerika Serikat oleh Yahudi semata. ”Saya percaya isu terorisme yang disebarkan Amerika Serikat itu hanya propaganda untuk menanamkan suatu persepsi bahwa Islam itu jahat", ujarnya berapi-api. Pembentukan Densus 88 yang disokong sepenuhnya oleh Amerika Serikat membuktikan kenyataan tersebut. Masyarakat banyak yang termakan dan percaya oleh isu yang diberikan. Hal ini juga terjadi oleh stigmatisasi, labelisasi, dan kecenderungan stereotype yang diberikan kepada pria berwajah ke-Arab-arab-an sebagai pelaku terorisme. Mereka yang berpenampilan seperti itu dicurigai sebagai penyebar tindak kejahatan. Padahal semua itu bohong belaka. Bentuk kecurigaan yang tidak beralasan seperti ini, mematikan asas praduga tak bersalah dan meruapakan pelanggaran HAM.
Imam Majelis Mujahidin, yang mendapatkan sambutan meriah dari hadirin, ini juga memberikan beberapa contoh betapa Indonesia sebenarnya masih menghamba kepada Amerika Serikat. Hal ini terbukti pada tahun 2003, Menko Polkam waktu itu, Yudhoyono melaporkan kepada Amerika Serikat tentang keberhasilan Indonesia menangkap pelaku terorisme. Padahal hal tersebut urusan dalam negeri sendiri yang tidak perlu dicampuri oleh intervensi pihak asing. Kasus Hambali yang tertangkap CIA di Ayutthya, Thailand pada 11 Agustus 2003 silam, kembali menegaskan hal tersebut. Hingga kini, pemerintah Indonesia tidak memiliki akses dalam mengurus kasus tersebut. Selain itu, hal yang disorot lainnya adalah pembedaan dalam penanganan kasus dengan latar belakang agama. Kasus terorisme yang melibatkan Islam dinilainya cenderung cepat diungkap. Berbeda halnya dengan kasus dengan latar belakang agama lainnya, seperti Tibo cs maupun pengibaran bendera RMS di hadapan Presiden SBY sewaktu Hari Keluarga Nasional beberapa waktu silam. Hingga kini masih adem-ayem saja.
Sementara itu Prija Djatmika SH MS lebih menyoroti aspek legalitas hukum yang dinilainya masih lemah terkait tindakan terorisme. UU No 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Terorisme sendiri juga masih belum banyak berbicara. Beberapa peserta acara banyak bertanya terkait hal ini. Mulai dari kedudukan Densus 88, teori konspirasi yang banyak bermunculan pasca 11 September, aspek legalitas hukum, serta fase-fase dalam kehidupan umat Islam. Seluruh narasumber tampak antusias menjawab berbagai pertanyaan tersebut. [bhm]

Prof Yunus Rasyid Wafat
31 Desember 2007
Fakultas Pertanian kembali berduka. Subuh tadi pagi (31/12), Prof HM Yunus Rasyid MA PhD (66 tahun), gurubesar penyuluhan dan komunikasi pertanian meninggal dunia, setelah dirawat di Rumah Sakit Islam Unisma Malang sejak pertengahan November lalu. Jenazah diberangkatkan dari kediamannya, perumahan Dinoyo Permai 90A, Malang, siang nanti, sambil menunggu kedatangan kerabatnya dari Kalimantan Timur. Jenazah juga disemayamkan sejenak di Widyaloka Universitas Brawijaya untuk mendapatkan penghormatan dari sivitas akademika, sebelum dimakamkan di taman pemakaman umum Samaan, Malang.
Menurut salah seorang kerabatnya, Prof Budiono Mismail, almarhum sudah lama mengalami gangguan asam urat dan bahkan telah terjadi komplikasi hingga ginjalnya pun mengalami gangguan.
Prof Yunus Rasyid adalah putra kelahiran Samarinda, 17/8/1941, sarjana lulusan FKIP Universitas Airlangga, Malang (1965), master di bidang rural social development dari University Reading, England (1975), dan doktor di bidang rural development dari Louisiana State University, Amerika Serikat (1981), pernah menjabat sebagai rektor Universitas Mulawarman, Samarinda (1989-1997). Diangkat sebagai guru besar di Universitas Mulawarman pada tahun 1991, dan pindah ke Universitas Brawijaya sejak 1998, Prof Yunus Rasyid mengasuh mata kuliah antara lain metode penelitian, filsafat ilmu, sosiologi pedesaan, organisasi sosial, dan kepemimpinan. Almarhum memiliki penghargaan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun (1996), penghargaan dari Legiun Veteran (1996), dan dari Dewan Harian Angkatan 45 (1995).
Prof Yunus Rasyid meninggalkan seorang anak, Fajar Sidiq. Isteri almarhum, Dra Sumiastuti dosen Universitas Negeri Malang telah meninggal hampir dua tahun silam. Putra keduanya, juga telah meninggal karena kecelakaan lalulintas beberapa tahun lewat. [Far]

Prof Soekartawi: Manfaatkan Penghargaan Jasper 2007
31 Desember 2007
"Kalau bangsa Indonesia sering dikatakan sebagai bangsa yang malas menulis, barangkali ada benarnya". Demikian pernyataan Prof  Soekartawi, gurubesar Fakultas Pertanian yang kini diperbantukan di Depdiknas Jakarta, kepada PRASETYA Online. Diinformasikannya, sayembara Penghargaan Jasper 2007 yang disponsori oleh Southeast Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO) dan pemerintah Kanada, sudah diumumkan sekitar 3 bulan lalu, namun belum ada satupun pelamar yang dari Indonesia. Karena itu batas akhir (deadline) untuk memasukkan aplikasi diundur sampai dengan 9 Januari 2008. Penghargaan Jasper 2007 atau ‘2007 SEAMEO-Jasper Research Award’ ini, mengambil tema Education for Sustainable Development: Improving Teaching and Learning for Southeast Asia’s Common Future. Melalui SEAMEO, setiap tahun pemerintah Kanada menyediakan sayembara riset untuk berbagai bidang, khususnya pendidikan. Aplikan harus menyerahkan hasil risetnya dengan ketentuan: bukan hasil riset mahasiswa pascasarjana, riset harus dilakukan dalam tiga tahun terakhir, ditulis dalam bahasa Inggris, usia aplikan tidak boleh lebih 55 tahun, aplikan harus sudah menyelesaikan S2 atau S3, dan masyarakat umum (tidak harus seorang dosen) boleh memasukkan aplikasinya
Persyaratan lebih rinci dapat dilihat di http://www.seameo.org. Begitu pula application form-nya dapat di-download di website SEAMEO tersebut. Informasi ini juga dapat diperoleh di masing-masing perguruan tinggi, namun kalau tidak ada, maka dokumen dapat diminta (via email) kepada Prof Dr Soekartawi di soekartawi@yahoo.com.
Hadiah bagi pemenang award ini berupa kunjungan gratis ke Kanada dan/atau ASEAN selama 12 hari, di samping hadiah-hadiah lainnya. Pemenang juga akan diundang untuk memerima Plakat Kemenangan di Kuala Lumpur, 15-16 Maret 2008 saat diadakannya sidang para Menteri Pendidikan SEAMEO. Pemenang juga berpeluang besar untuk mendapatkan beasiswa SEAMEO lainnya. [Skw]

EM Unibraw: Political Education
30 Desember 2007
Selama dua pekan berturut-turut, Eksekutif Mahasiswa (EM) Universitas Brawijaya mengadakan Political Education bagi mahasiswa. Penutupan acara ini digelar hari Minggu (30/12), di Gedung RKB. Hadir sebagai pembicara dari DPR RI, Drs Saifullah Ma’shum (Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa) yang membahas tentang Konstelasi Politik Nasional, Pra dan Pascaamandemen. Selain itu, hadir pula Satria Nugraha SP (dosen Fakultas Pertanian Unibraw) mengusung tema Komunikasi Politik dan Analisis Kebijakan Publik. Diikuti sekitar 40 mahasiswa yang berasal dari Unibraw sendiri, acara ini merupakan agenda rutin Departemen Sosial Politik Eksekutif Mahasiswa.
Menurut Rega Sapta Pratama, ketua panitia, acara ini bertujuan memberikan wacana serta dasar-dasar ilmu politik kepada mahasiswa sebagai bekal ke depan. Pada dasarnya, pendidikan politik sangat diperlukan oleh setiap warganegara dalam menyampaikan aspirasi, keinginan, serta proses berorganisasi yang baik dan benar. Melalui pendidikan ini, dapat dipelajari suatu kondisi kenegaraan yang menyangkur proses menentukan tujuan dari sistem serta bagaimana melaksanakannya. Selain diberikan materi yang berhubungan dengan pendidikan politik, disampaikan pula pengetahuan yang berkaitan dengan masalah korupsi.
Materi tentang Dasar-dasar Ilmu Politik disampaikan Dr Isrok SH MS dosen Fakultas Hukum Unibraw, dan Politik Praktis Pergerakan Nasional oleh M Nur Mukhlis MAP (FPKB DPRD Kabupaten Malang) diberikan pada hari pertama (15/12). Pada hari kedua (16/12) dibahas tentang Peta Perpolitikan Dunia oleh Drs Suryadi MS (dosen Fakultas Ilmu Administrasi Unibraw) serta Ideologi Politik yang dibawakan Azhar Muslim SE (FPKS DPRD Kota Malang). Sementara itu acara kunjungan ke DPRD Malang yang diagendakan pada hari ketiga (28/12) terpaksa ditunda karena ketidaksesuaian jadwal. Hari ketiga (29/12), digelar tema Korupsi dan Pemberantasannya yang disampaikan M Lutfi (Koordinator MCW) serta Pergerakan Mahasiswa oleh Romi Anshorullah (ketua KAMMI daerah Malang). [bhm]

Disertasi Suprawoto: Layanan Publik Melalui E-Government
29 Desember 2007
Saat ini telah banyak inisiatif yang dilakukan pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah, guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi seperti e-government, diakui mampu memberikan kemudahan pelayanan publik meski tidak sedikit investasi yang harus dikeluarkan. Demikian ungkap Suprawoto dalam disertasinya yang berjudul “Layanan Publik Melalui E-Government”, Sabtu (29/12). Ujian disertasi Suprawoto dipromotori oleh Prof Dr Umar Nimran MA dengan ko-promotor Prof Dr M Irfan Islamy MPA, dan Prof Dr Soesilo Zauhar MS. Sementara tim penguji terdiri dari Prof Dr Azhar Kasim MPA dari Universitas Indonesia, Drs Eko Ganis S MCom(Hons) PhD, Prof Dr Sumartono MS dan Prof Abdullah Alkaf MSc PhD dari Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya.
Lebih lanjut Suprawoto mengatakan, terdapat kecenderungan yang sama bahwa meskipun pelayanan publik dilakukan melalui e-government dan sebagian aktivitas sumber daya manusia telah difasilitasi oleh sistem informasi, pelayanan tatap muka tetap tak tergantikan. Dalam penelitian tentang pelayanan KTP Online yang dilakukan oleh pemerintah kota Surabaya ditemukan, fungsi dan peran teknologi informasi hanya sebagai pendukung dan lebih banyak digunakan untuk menyimpan data. Ini menandakan bahwa peran manusia masih sangat besar. Sementara untuk e-procurement (pengadaan barang dan jasa) dan PSB Online, peran teknologi informasi dan komunikasi dalam menangani sebuah kasus sangat dominan dan peran manusia hanya sebatas proses entry dan verifikasi data.
Beberapa hal yang juga ditemukan oleh Suprawoto yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Informasi Publik Departemen Komunikasi dan Informatika itu diantaranya, bentuk layanan publik melalui e-government yang dibutuhkan masyarakat adalah bentuk layanan yang mengedepankan transparansi serta kepercayaan masyarakat terhadap jenis pelayanan yang ada semakin meningkat seiring dengan pengembangan pelayanan melalui e-government. Meski demikian menurut Suprawoto, pemerintah kota masih perlu memperhatikan hal-hal seperti, peran Chief of Information Officer yang dikendalikan penuh oleh kepala daerah sangat penting dalam rangka proses adopsi teknologi informasi e-government, peran aktif masyarakat terhadap kebutuhan pelayanan e-government, profesionalisme pengelola e-government, pemberian sistem insentif yang memadai, serta ketersediaan informasi yang berkualitas.
Dalam yudisium, Suprawoto dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,68 dan masa studi 5 tahun 4 bulan), sehingga berhak menyandang gelar doktor ilmu administrasi dengan kekhususan administrasi publik.
Suprawoto (51 tahun) menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di kota kelahirannya Magetan. Melanjutkan studi sarjana bidang Sospol di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1982) dan bidang hukum di Universitas Putra Bangsa Surabaya (1994) sementara gelar master diraihnya dari Universitas Airlangga (1998). Ayah tiga orang anak itu pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pers dan Penerbitan Kanwil Departemen Penerangan Propinsi Jawa Timur (1994) dan Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Propinsi Jawa Timur (2002). Suprawoto juga pernah menjabat sebagai Direktur Sekolah Tinggi Komunikasi AWS (1999-2003), Kepala Biro Humas KONI Jawa Timur (2002-2005) dan sejak 2003 hingga saat ini masih aktif menjadi Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur. Dua buku telah dihasilkannya pada 2005 yaitu PON 2000 di Tengah Krisis dan Politik Pers Berbahasa Jawa.  Sementara dua penghargaan yang pernah diraih yaitu Satya Lencana Karya Satya 20 tahun (2003) dan Satya Lencana Bhakti Nagari (2006). [nik]

Sarasehan Alumni Manajemen: Meningkatkan Networking
29 Desember 2007
Alumni Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya merasa, selama ini organisasinya memang kurang terkelola dengan baik. Padahal perannya tidak bisa disangsikan lagi dalam membantu menyokong fungsi akademis institusi yang bersangkutan. Bukan hanya terkait masalah perkuliahan semata, melainkan juga akan menjembatani dunia pendidikan dengan dunia usaha yang masih terbuka lebar. Dilatarbelakangi hal ini, digelar sarasehan bertajuk ”Peran Alumni dalam Meningkatkan Networking Jurusan Manajemen”, Sabtu (29/12), di Gedung PPA Fakultas Ekonomi.
Ketua PHK A3, Sumiati SE MSi mengungkapkan acara ini merupakan salah satu kegiatan program A3 dari mahasiswa. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan efektivitas komunikasi sekaligus informasi antara Jurusan Manajemen dengan stakeholders (alumni) secara berkelanjutan. [bhm]

Tim FK Ajak  Generasi Muda Peduli Lingkungan
27 Desember 2007
Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya mengadakan berbagai kegiatan dalam rangkaian kegiatan Pengelolaan Sampah dan TOGA (tanaman obat keluarga) Terpadu-Berkelanjutan. Kegiatan itu meliputi Lomba Kebersihan Kelas, Lomba Kreasi Daur Ulang, dan Lomba Poster, dilaksanakan pekan depan, Sabtu (29/12), mulai pukul 09.00 WIB, di SMPN 20, Jalan Tumenggung Suryo Malang.
Kepada PRASETYA Online, koordinator acara, Lilik Zuhriyah SKM MKes menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah mensosialisasikan pentingnya kebersihan, pengelolaan sampah ramah lingkungan, serta pemanfaatan TOGA bagi generasi muda. Secara khusus, melalui lomba diharapkan para siswa dapat menjadi agent of change, paling tidak di lingkungan rumah maupun sekolah mereka sendiri. Direncanakan, untuk lomba kebersihan kelas dan kreasi daur ulang akan diikuti kelas 8 saja. Sementara untuk lomba poster, akan diikuti kelas 7 dan kelas 8. Dari sejumlah tim peserta Lomba Poster dan Lomba Kreasi Daur Ulang, masing-masing akan dipilih 5 tim yang harus mempresentasikan karyanya.
Selanjutnya akan dipilih pemenang I, II, dan III. Sedangkan untuk Lomba Kebersihan Kelas akan dipilih pemenang I dan II saja. Bagi tim yang tidak berhasil masuk dalam 5 besar mempunyai kesempatan memenangkan berbagai hadiah hiburan dari game dan kuis yang dipandu oleh Tunas Hijau dan  BEM FKUB.
Paling tidak dalam 3 bulan terakhir ini, berbagai kegiatan telah dilaksanakan Tim Pengabdian Masyarakat FK Unibraw. Bulan September, untuk meningkatkan kepedulian generasi muda pada lingkungan, tim mengadakan Pelatihan Pengelolaan Sampah dan TOGA bagi Karang Taruna, kader PKK, dan tokoh masyarakat di sekitar SMPN 20, Kelurahan Bunul Rejo. Kemudian pada bulan November, tim mengadakan studi banding ke Pusdakota-Ubaya Surabaya. Di akhir program nanti, diharapkan masyarakat dari semua lapisan khususnya yang menjadi lokasi kegiatan yaitu Kelurahan Bunul Rejo dapat mempelopori masyarakat Malang lainnya untuk peduli masalah sampah dan TOGA. [llk]

Pengukuhan Pendidikan Pemerintah Desa
27 Desember 2007
Pengukuhan Pendidikan Pemerintah Desa Kabupaten Malang, Kamis (27/12), diselenggarakan di Gedung PPI Universitas Brawijaya. Pada kesempatan ini, dua angkatan program sekaligus dikukuhkan. Angkatan III sebanyak 42 orang dan Angkatan IV sebanyak 32 orang.
Ketua Pusat Pengembangan Otonomi Daerah (PP Otoda) Dr Ibnu Tricahyo SH MH menjelaskan, program ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Propinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang dan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dalam hal ini PP Otoda, yang diikuti oleh aparat pemerintah Desa, Badan Perwakilan Desa (BPD), dan tokoh masyarakat. Menurut Ibnu, program ini merupakan upaya untuk mempercepat peningkatan kapasitas aparat desa berkaitan dengan dinamika ketatanegaraan dan sistem pemerintahan yang sangat cepat. Di Jawa Timur, program semacam ini dipusatkan di empat wilayah, dengan pertimbangan lokasi perguruan tinggi penyelenggara, yakni Bangkalan (Universitas Trunojoyo), Malang (Universitas Brawijaya), Sidoarjo (Universitas Airlangga dan Ubaya), serta Jember (Universitas Jember). Di Universitas Brawijaya, program ini telah berlangsung sebanyak 4 angkatan. Untuk masing-masing angkatan diselenggarakan 35 kali pertemuan selama satu semester. Dengan model Proses Belajar Mengajar (PBM) yang sama persis dengan perkuliahan, program ini melibatkan staf pengajar dari Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Beberapa muatan kurikulum yang diberikan di antaranya mencakup politik hukum pemerintahan desa, kelembagaan dan demokratisasi desa, perekonomian desa, materi pelayanan publik serta keuangan dan asset desa. “Setelah mengikuti program ini mereka akan mendapatkan pendampingan dan konsultasi berbagai permasalahan dan perkembangan desa”, ujar Ibnu.
Angkatan III
Sebanyak 42 orang dari 45 peserta Angkatan III dikukuhkan. Terpilih sebagai peserta terbaik Bambang Supriyadi (Sekretaris Desa Jeru Kecamatan Tumpang). Berikut daftar nama angkatan III yang dikukuhkan: Abdul Sholihan SAg (Sekdes Blayu, Kecamatan Wajak), Achmad Tohari SS (LPMD Curungrejo, Kepanjen), Agoes Soetanto (Sekdes Ardimulyo, Singosari), Bambang Supriyadi (Sekdes Jeru, Tumpang), Dra Diyan Riyanti (LPMD Bedali, Lawang), Eka Wahyuntora (Sekdes Sumberdem, Wonosari), Eko bambang W (Sekdes Wonokerto, Bantur), Gaguk Pujisarosa (Sekdes Tawangrejeni, Turen), Ghozali Ali Basili STP (Sekdes Karangkates, Sumberpucung), Hamim (Sekdes Sumbersuko, Tajinan), Kabul Suyono (Sekdes Sukoanyar, Wajak), Karnam (Sekdes Tumpakrejo, Gedangan), Kusyono (Sekdes Srigading, Lawang), Mujiadi (Sekdes Plaosan, Wonosari), Mukhamad Hambali (perangkat Desa Jeru, Tumpang), Mulyono (Sekdes Rejosari, Bantur), Nunung Nurhayati (fasilitator Desa Sukoraharjo, Kepanjen), Nuriono (LPMD Karangduren, Pakisaji), Nurul Ida Fitira (perangkat Desa Curungrejo, Kepanjen), Drs Prantiono (Sekdes Ampelgading, Tirtoyudo), R Safilin (Sekretaris Desa Pakiskembar kec. Pakis), Rofik (Sekdes Kenongo, Jabung), Rudi Suyono (BPD Karang Widoro, Dau), Saiful Arifin (Sekdes Dawuhan, Poncokusumo), Sardjono (Sekdes Bayem, Kasembon), Siswanto (tokoh masyarakat Desa Kalisongo, Dau), Slamet (BPD Kalisongo, Dau), Slamet Kustiono (Sekdes Sumberagung, Ngantang), Sri Widayati (Sekdes Bokor, Tumpang), Sucipto (Sekdes Wonomulyo, Poncokusumo), Sukarji (Sekdes Sumberrejo, Gedangan), Sapiyan (Sekdes Gedogwetan, Turen), Supriyono (Sekdes Kaliasri, Kalipare), Sutopo (Sekdes Trenyang, Sumberpucung), Suyatno Mustofa (Sekdes Tlogosari, Tirtoyudo), Talib (Sekdes Tlogorejo, Pagak), Tri Tunggal SH (Sekdes Banjarrejo, Ngantang), Tupan SE (Sekdes Jambangan, Dampit), Wahyu Eddi Prihanto (Sekdes Gading Kulon, Dau), Winarsih (perangkat Desa Tunjungtirto, Singosari), Wiwik Rukhayati (BPD Bokor, Tumpang), Yulianti (Sekdes Tunjungtirto, Singosari).
Angkatan IV
Sementara itu, dari 45 peserta Angkatan IV dikukuhkan sebanyak 32 orang. Sebagai peserta terbaik terpilih Achwan Pribadi Santoso (perangkat Desa Krebet Senggrong, Bululawang). Daftar nama peserta Angkatan IV yang berhasil lulus adalah sebagai berikut: Abdul Rosid (Kades Pakiskembar, Pakis), Achwan Pribadi Santoso (perangkat Desa Krebet Senggrong, Bululawang), Agung Dwi Susanto SP (Kades Sanan Rejo, Turen), Ahmad Saikudin SPdl (Kades Wiyurejo, Pujon), Bambang Mulyono (Kades Poncokusumo, Poncokusumo), Darmadji (Kades Ternyang, Sumberpucung), Dwi Awang R (perangkat Desa Bayem, Kasembon), Endang Suryaningsih (Kades Druju, Sumbermanjing Wetan), Gathot Budi Astoko (Kades Kalirejo, Kalipare), Heru Sumbodo (Kades Tumpakrejo, Kalipare), Imam Prajitno ST (Ketua BPD Tunjungtirto, Singosari), Kuswianto SPd (Kades Arjowilangun, Kalipare), M Asyik Qodir (Kades Tumpuk Renteng, Turen), M Su’udi (Kades Jatisari, Tajinan), Mien Yantono,SE (BPD Genengan, Pakisaji), Mochamad Hariyono (Kades Talok, Turen), Mujiati (Kades Kebobang, Wonosari), Mujito (Kades Senggreng, Sumberpucung), Nur Hadi Santoso (Kades Kasembon, Kasembon), Purna Wibawa SE (Kades Kemulan, Turen), Siti Umidayati (Sekdes Sukowilangun, Kalipare), Sugiarto (Kades Bambang, Wajak), Sugiono (Kades Putukrejo, Kalipare), Sugiono (perangkat Desa Tangkilsari, Tajinan), Sumariyadi (Kades Jedong, Wagir), Sunarto (Kades Pait, Kasembon), Suwito (Kades Gading, Bululawang), Syaiful Arif SE (Kades Ketawang, Gondanglegi), Wagiran (Kades Kalipare, Kalipare), Wahyudi ST (Kades Sawahan, Turen), Za’fari (Kades Banjararum, Singosari). [nok]

Gathering and Musical Concert: ”Let’s Hold On Together”
23 Desember 2007
Unit Aktivitas Paduan Suara Mahasiswa Unibraw menghelat acara Internal Concert: Gathering and Musical Concert, hari Sabtu-Minggu (22-23/12), di Gedung Student Center. Diilhami oleh kesuksesan konser musikal sebelumnya ”A Lover’s Concerto”, kali ini mengambil tema persahabatan yang tertuang melalui ”Let’s Hold On Together”. Menghimpun penampil sekitar 55 penyanyi, acara yang dimulai pukul 19.00 ini mampu menghibur para penonton. Sebelum menggelar konser, sehari sebelumnya dilaksanakan Gathering Night yang menampilkan Paduan Suara beberapa fakultas, antara lain Fakultas Ekonomi, Fakultas MIPA, Fakultas Kedokteran, serta Program Ilmu Sosial. Selain itu, juga tampil PSM Unibraw serta beberapa alumni yang diminta unjuk gigi dengan menyanyikan beberapa tembang popular.
Menurut Ketua Pelaksana, Albertus Wihananta, event ini dilandasi keinginan untuk mengumpulkan paduan suara fakultas dan PSM Unibraw sendiri dalam satu panggung sekaligus sebagai ajang perkumpulan alumni untuk bernostalgia bersama. Selain itu, juga mengakomodasi keinginan beberapa pihak dari luar, khususnya perwakilan Rektorat untuk tampil bernyanyi. Namun, hal ini terkendala oleh keterbatasan waktu dan banyaknya hal yang harus dipersiapkan. Pada akhirnya, acara ini terbagi menjadi dua bentuk yakni berupa gathering dan konser musikal. Gathering sendiri dilakukan sebagai ajang komunikasi para anggota Unitas dengan alumni, sebagai upaya sharing, jalinan silaturahmi dan informasi. Melalui acara tersebut juga dilakukan launching Web Unitas PSM yang memiliki content seputar kegiatan, prestasi, serta beberapa hal yang terkait dengan unitas tersebut.
Sedangkan, konser musikal digawangi oleh upaya pemberian persembahan kepada penonton atas dedikasi PSM untuk memberikan penampilan yang menghibur, berkualitas, dan bernas. Sebanyak 17 lagu dibawakan dengan sangat menarik dengan konduktor Ira Purnama Sari. Lagu-lagu ini terentang mulai dari zaman romantik, kontemporer, klasikal, serta popular dalam bentuk choir, solo, dan ensemble. Beberapa lagu tersebut antara lain Verlorene Jugend, Under The Greenwood Tree, Letztes glück, Say so the wind and the rain, Take u take those lips away, Grab und mond, Music when soft voices die, Butterfly, At the beginning, Over the rainbow, I gave my love A red rose, O sole mio, We’re All In This Together, dan lain-lain.
Secara keseluruhan, acara ini berjalan cukup sukses. Hal ini terbukti dengan sambutan meriah yang diberikan oleh sebagian besar penonton yang menyatakan puas oleh penampilan PSM. Seperti yang diungkapkan Albertus lagi, “Meskipun masih keteteran, namun kami sudah memberikan persembahan yang terbaik. Harapan kami mendatang, semoga acara ini bisa berlangsung secara reguler setiap tahun. Penguasaan lagu juga harus lebih matang, minimal 4 bulan sebelumnya sudah fix. Begitu pula dengan tema acaranya.” Melalui penyelenggaraan konser ini setidaknya Unitas PSM masih membuktikan eksistensinya untuk terus menghidupkan semangat berkarya dan selalu menggeliat mencari perbaikan untuk penampilannya di masa mendatang. [bhm]

Temu Alumni Menwa Yon 803 Unibraw
22 Desember 2007
Batalyon 803 Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Brawijaya, hari Sabtu (22/12), menyelenggarakan acara temu alumni di Gedung Student Center. Dihadiri oleh segenap alumni sekaligus beberapa dosen dan dekan, acara ini berlangsung cukup meriah. Nampak hadir di antaranya, Prof Woro Busono (Staf Ahli Pembantu Rektor III), Herman Suryokumoro SH MH (Dekan Fakultas Hukum), dan Prof Syamsul Bahri (Gurubesar Pertanian) menyemarakkan acara.
Hadi Pranoto, mahasiswa Fakultas Pertanian, mantan Komandan SatMenwa mengungkapkan acara ini bertujuan untuk menghimpun alumni Menwa yang tersebar di pelbagai bidang serta menjalin komunikasi dan ajang pertukaran informasi. Harapannya, tercipta hubungan yang harmonis antara alumni dengan para anggota Menwa yang masih menjabat. Diakuinya, ”Selama ini hubungan yang ada lebih bersifat secara kultural. Belum ada agenda resmi. Hanya sekadar informal semata. Oleh sebab itu, melalui acara ini diharapkan terwujud konsep Menwa ke depan seperti apa yang diinginkan sehingga lebih solid dan harmonis, ” tandasnya lagi.
Rencananya, kegiatan ini akan dijadikan landasan untuk pembentukan ikatan alumni yang lebih kuat sehingga dapat disusun agenda yang lebih teratur, atau setidaknya diadakan reguler tiap tahun. ”Acara ini mengundang sekitar 114 orang alumni yang tersebar mulai 1976-1977. Memang, alumni pada waktu itu akan sangat berbeda pola pemikirannya dengan anggota pada saat ini. Untuk itu, event ini juga menjembatani perbedaan kedua pemikiran ini, ” tandas Hadi menutup pembicaraan. Pada event ini juga diselenggarakan semacam forum komunikasi antara alumni, anggota, sekaligus beberapa kolega terkait. Menwa sendiri menawarkan akan dibentuk agenda rutin, pertemuan, sharing informasi, sekaligus program ke depan. [bhm]

Idul Adha di Unibraw
20 Desember 2007
Universitas Brawijaya menggelar shalat Idul Adha, Kamis (20/12), bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1427H. Digelar di lapangan rektorat, diikuti oleh segenap sivitas akademika serta masyarakat sekitar kampus, acara ini dipimpin oleh imam Drs HM Sam'un Makmur. Sebagai khatib, Prof Dr H Achmad Sodiki SH, gurubesar Fakultas Hukum Unibraw. Seusai shalat, diselenggarakan penyembelihan hewan kurban, sebanyak 4 ekor sapi dan 17 ekor kambing.
Dalam khutbahnya Prof Sodiki mengatakan, telaah mengenai salah satu surat dalam Al Quran, yakni Surat Ash-Shaaffaat ayat 100-111 terkait dengan kemurahan dan kasih sayang Allah. Hal ini tercermin melalui kisah Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim AS. “Sesungguhnya bagian yang populer dari kisah penyembelihan Nabi Ismail yang diganti domba adalah kisah panjang dari permintaan Nabi Ibrahim agar dikaruniai anak yang shalih. Penggantian korban, manusia dengan domba adalah pendidikan bahwa nyawa manusia harus dilindungi sebagai proses pemanusiaan, yakni penghormatan kepada nyawa manusia, martabat manusia, dan hak-hak asasi manusia,” ujar Prof Sodiki.
Melindungi setiap makhluk
Lebih lanjut dipaparkan, Islam merupakan agama yang mengajarkan perlindungan kepada setiap makhluk yang bernyawa. Oleh sebab itu, kewajiban setiap muslim untuk melindungi binatang yang lari ketakutan karena nyawanya terancam. Islam juga mengajarkan agar ketika menyembelih binatang yang teraniaya kesakitan yang berlebihan. Islam mengajarkan melepaskan hewan piaraan ketika hendak bepergian naik haji jika tidak dijamin kecukupan makannya. Islam mengharamkan penyiksaan terhadap binatang. Hal ini kontras dengan perilaku manusia saat ini. ”Lihatlah di jalanan ketika manusia menggunakan jalan, banyak yang tidak mau memberi kesempatan orang lain yang akan menyeberang jalan. Area ini berubah menjadi padang pembantaian (the killing fields) yang mengerikan. Penderitaan orang tidak mendapat empati dan simpati oleh sesama manusia,” ungkapnya memberi contoh.
Dikisahkan kemudian oleh ahlul hadits, suatu ketika Abdullah ibn Mubarok bersama-sama dengan rombongan haji yang dipimpinnya menjumpai wanita melarat yang menyuapi anaknya dengan daging bangkai karena tidak ada makanan lainnya. Maka ahli hadis ini memerintahkan kepada rombongan haji untuk kembali pulang serta menyerahkan bekal hajinya kepada wanita ini dengan menyatakan ”tidak wajib haji karena masih ada orang yang melarat”. Dari kisah ini dapat diambil hikmah berupa himbauan kepada mereka yang telah berhaji agar lebih memanfaatkan bekalnya demi kemaslahatan ummah karena amal perbuatan yang berlanjut diutamakan daripada amalan yang berhenti. ”Amalan yang berlanjut berguna bagi orang lain, tidak hanya berguna bagi dirinya sendiri. Inilah makna dari solidaritas sosial kita, solidaritas pada kemanusiaan, ” tambahnya lagi.
Gurubesar hukum agraria ini juga menyentil tentang pentingnya menjaga dan memelihara kondisi keimanan kita agar selalu bijak serta sabar menghadapi tantangan apapun. Keterpurukan bangsa Indonesia saat ini, dinilainya disebabkan oleh kelalaian dalam membentuk akhlak yang mulia sekaligus minimnya sumber daya manusia berkualitas. ”Manusia lebih sibuk dengan mendapatkan sesuatu yang instan, mencari ijazah yang cepat saji, korupsi, tergiur oleh kenikmatan duniawi sehingga melupakan pendidikan berkualitas, ”kritiknya tajam. ”Herannya, saat ini infotainmen dan segala sesuatu yang sifatnya fitnah juga lagi marak-maraknya. Bagaimana kita bisa membentuk manusia yang jujur, bersih, dan berakhlak mulia jika lebih tekun menyimak gosip daripada hal positif?” ujar Achmad Sodiki dengan nada bertanya. Untuk itu diperlukan pemahaman atas ajaran agama yang lebih menukik serta iman yang kuat untuk menghadapi segala tantangan dari dalam diri kita dan dari sekeliling kita.
Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail merupakan contoh yang bagus tentang pengujian atas ketebalan iman, kesabaran dan kebaikan amal mereka. Siapapun yang merasa beriman dan mau teguh berpegang pada tali agama tidak akan lepas dari ujian yang diujicobakan. Begitupun dengan seluruh umat manusia, apakah kita beriman, apakah kita sabar, apakah kita suka beramal soleh, bukan pengakuan yang penting tetapi pembuktian. Kebijakan Nabi Ibrahim tercermin ketika menanyakan kepada anaknya tentang perintah penyembelihan nabi Ismail. Selain itu, hal ini juga merupakan sifat demokratis, menghargai kedudukan orang lain yang menyangkut nyawa seseorang.
Prof Sodiki mengajak seluruh jamaah melakukan mawas diri, refleksi, dan merenungi betapa segala kerusakan di bumi dan lautan sebenarnya disebabkan oleh tangan manusia. Ketika illegal loging tidak mampu dicegah, penggundulan hutan di gunung merebak dan meluas, kerusakan dan pencemaran lautan terjadi di mana-mana. Semuanya ulah manusia. ”Kita memetik apa yang kita tanam, faman ya’mal mitsqala dzarratin khairay yarah waman ya’mal mitsqala dzarratin syaarran yarahu. Subhanallah, betapa kita telah mendzalimi diri kita sendiri,” ujarnya prihatin.
Sebagai penutup jamaah diajak berdoa, ”Agar musibah, kemelut politik, bencana alam yang terus menimpa sebagian saudara kita di tanah air segera berakhir. Kita mohon ampun dan kemurahan Allah semoga penderitaan ini segera berakhir. Melalui kisah Nabi Ibrahim pula, kita dapat mencontohnya agar dapat meninggalkan nama baik di antara anak cucu kita. Apalah arti kekayaan melimpah, kehebatan otak dan pikiran, ketenaran, kekuasaan tidak akan dikenang orang kecuali apa yang telah dapat kita persembahkan kepada kebaikan kemanusiaan dalam kerangka pengabdian kita kepada Allah SWT. Mudah-mudahan kita dikaruniai keteguhan iman, sabar dan tawakkal agar dapat mewarisi dan meniru teladan yang diberikan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail”.
Penyembelihan Qurban
Acara penyembelihan hewan qurban dilaksanakan seusai shalat Idul Adha, bertempat di Lapangan Voli belakang Gedung Rektorat Lama. Panitia berhasil mengumpulkan sebanyak 4 ekor sapi dan 17 ekor kambing, sumbangan dari pihak universitas, fakultas maupun warga kampus. Melibatkan kepanitiaan dari mahasiswa maupun pegawai, daging kurban selanjutnya didistribusikan kepada yang berhak. Selain itu, juga telah diedarkan jatah yang dibuat kupon sebanyak 1.400 buah yang bisa ditukar dengan satu bungkus. Daftar penyaluran daging kurban tersebut di antaranya diberikan kepada keluarga besar Universitas Brawijaya, TPQ Al Khoirot Kota Lama, Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Wanita Kebonsari Malang, Panti Asuhan Anak Yatim dan TPI bu Salam Kabupaten Malang, Masjid Baitunnur Gadungsari Tirtoyudo Malang, Yayasan Tumbuh Aqila Donomulyo Malang, Langgar Attaqwa Malang, Langgar Sunan Gunungjati Bareng Malang, FORKIM FIA Malang/Kelurahan Muharto Kedungkandang, KOPMA Unibraw, UAKI/Desa Kalipare, RW 8 Kelurahan Ketawanggede, Forstiling FE/Sumberejo Kecamatan Pagak, SMP Muhammadiyah 4 Malang, Asrama Mandastana Dinoyo, Ponpes Miftahul Ulum Putri Gondanglegi, PKSPM Aisyiah Malang, TPQ Hidayatul Sibyan Tlogowaru, PA Nurul Mutaqin Al Baroqah Tlogowaru, dan TPQ Al Barokah Kota Lama. [bhm]

35 CPNS Dosen Unibraw Formasi 2007
19 Desember 2007
Tiga puluh lima orang calon pegawai negeri sipil (CPNS) dosen Universitas Brawijaya formasi tahun 2007 dinyatakan lulus. Jumlah ini lebih banyak dari formasi yang diajukan Unibraw, karena adanya 10 calon tambahan/limpahan formasi dari Depdiknas. Pengumuman kelulusan ini berdasarkan surat Kepala Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Depdiknas nomor 65654/A4.1/KP/2007 tanggal 19 Desember 2007 dan lampiran surat nomor 65655/A4/KP/2007 tanggal 19 Desember 2007.
Dengan pengumuman nomor 027/Peng/2007, Rektor menginformasikan kepada peserta seleksi pengadaan calon PNS formasi tahun 2007 di lingkungan Unibraw yang dinyatakan lulus diminta untuk hadir pada hari Jumat (28/12), pukul 09.00 WIB, di ruang sidang lantai VIII gedung Rektorat, untuk menerima pengarahan pemberkasan.
Berkas usulan
Untuk itu calon yang dinyatakan lulus tersebut diharap sudah mempersiapkan berkas usul pengangkatan CPNS berupa lamaran ditujukan kepada Menteri Pendidikan Nasional melalui Rektor Universitas Brawijaya. Lamaran tersebut harus ditulis tangan (sendiri) dengan huruf latin, menggunakan pulpen tinta hitam atau boxy (tidak diperkenankan menggunakan ballpoint), tanggal lamaran dibuat sesuai saat mendaftar. Nama dan alamat yang tertera pada lamaran harus sama dengan nama dan alamat yang tertera pada ijazah, surat keterangan kelakuan baik (SKKB), surat keterangan sehat jasmani dan rohani, dan kartu tanda pencari kerja. Nama dan tempat tanggal lahir harus sama dengan yang tertera pada ijazah yang digunakan untuk usul pengangkatan CPNS.
Dijadwalkan proses pemberkasan berlangsung selama 3 hari, Rabu-Jumat (2-4 Januari 2008), pukul 08.00-15.00, di Bagian Kepegawaian Unibraw.
Lampiran
Di samping berkas-berkas itu, calon juga diminta menyiapkan lampiran-lampiran, berupa: fotokopi ijazah/transkrip/STTB rangkap 4, dengan legalisasi asli yang disahkan pejabat berwenang. Untuk ijazah perguruan tinggi/sekolah tinggi negeri dan ijazah perguruan tinggi/sekolah tinggi swasta yang sudah mendapat ijin Depdiknas, ijazah S2 dilegalisir oleh Direktur/Asisten Direktur I/Dekan, sedangkan ijazah S1 oleh Dekan/Ketua. Sementara itu ijazah sekolah umum luar negeri, harus disahkan panitia penilai ijazah luar negeri Ditjen Dikti Depdiknas. Untuk ijazah sekolah/perguruan tinggi swasta yang belum mendapat ijain Depdiknas, tidak dapat digunakan sebagai salah satu persyaratan kelengkapan pengangkatan CPNS. Selain itu, lampiran juga berupa daftar riwayat hidup dan surat pernyataan pelamar (blanko kedua lampiran itu disediakan Bagian Kepegawaian Unibraw), dibuat rangkap 4, asli ditulis dengan huruf balok menggunakan tinta hitam; surat keterangan catatan kepolisian dari Polri setempat, asli dan 3 lembar fotokopi dilegalisir pejabat yang berwenang; surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter; surat keterangan tidak menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif lainnya dari unit layanan kesehatan pemerintah, asli dan 3 lembar fotokopi dilegalisir; fotokopi bukti pengalaman kerja yang autentik dan dilegalisir pejabat yang berwenang. Bagi pelamar yang saat diangkat sebagai CPNS terhitung mulai tanggal 1 Januari 2008 berusia tidak lebih dari 35 tahun, digunakan untuk perhitungan penyesuaian masa kerjanya. Sedangkan bagi pelamar yang saat diangkat berusia 35 tahun lebih dan tidak lebih dari 40 tahun, harus memiliki surat keputusan pengangkatan pertama sampai terakhir minimal 10 tahun 10 bulan secara terus-menerus sejak 1 April 1997 sampai sekarang pada instansi pemerintah dan atau lembaga swasta yang berbadan hukum yang menunjang kepentingan nasional, dan surat keterangan yang menyatakan yang bersangkutan masih melaksanakan tugasnya pada instansi tersebut, sesuai PP no 11 tahun 2002. Surat keputusan pengangkatan pertama sampai terakhir harus dilegalisir serendah-rendahnya oleh pejabat eselon II yang bertanggung jawab di bidang kepegawaian, yaitu PR-II/Kepala BAU/BAUK pada universitas/institut negeri, Ketua pada sekolah tinggi negeri, Direktur pada politeknik negeri, Sekretaris DItjen pada UPT DItjen PMPTK dan UPT Ditjen PNFI, serta Kepala Biro Umum pada Setjen Depdiknas.
Selain itu, pelamar juga diharuskan menyiapkan lampiran berupa surat pernyataan tidak terikat kontrak kerja dengan instansi lain, surat perjanjian ikatan kerja, dan pasfoto hitam-putih terbaru ukuran 3x4cm sebanyak 10 lembar bertulis nama yang bersangkutan di baliknya dan dimasukkan ke dalam kantong plastik.
Daftar nama
Daftar ke-35 CPNS dosen Unibraw untuk formasi tahun 2007 adalah sebagai berikut: Golongan III/a, Teknologi Hasil Pertanian: Wenny Bekti S, Tunjung Mahatmanto; III/b, Mata: Nadia Artha Dewi; III/b, Nutrisi: Nia Novita Wirawan, Nurul Muslihah; III/b, Bedah Umum: Agung Teguh K; III/a, Ilmu Kelautan: Oktiyas Muzaky L; III/a, Perikanan dan Ilmu Kelautan: Ade Yaminago; III/b, Ekonomi Pertanian: Nur Baladina, Suhartini; III/b, Ilmu Ternak: Herly Evanuarini; III/b, Teknologi Hasil Ternak: Dedes Amertaningtyas; III/b, Teknik Elektro: Hadi Suyono; III/b, Teknik Industri: Arif Rahman; III/b, Teknik Planologi: Fauzul Rizal Sutikno, Dian Kusuma Wardhani; III/b, Master of Science Computer: Himawat Aryadita; III/a, Ilmu Komputer: Muhammad Tanzil F; III/b, Bioteknologi: Irfan Nustafa; III/b, Administrasi Publik: Trisnawati; III/b, Administrasi Bisnis: Nur Imamah; III/b, Ilmu Hukum: Riana Susmayanti; III/b, Kenotariatan: Herlindah, Amelia Sri Kusuma D; III/b, Kajian Wilayah Jepang: Ismi Prihandari; III/b, Sastra Inggris (Kajian Amerika): Sugeng Susilo Adi; III/b, Hubungan Internasional: Vita Amelia P; III/b, Psikologi: Ari Pratiwi, Yoyon Supriyono, Nur Hasanah; III/b, Master of Arts: Wawan Sobari; III/b, Magister Manajemen: Misbahuddin Azzuhri; III/b, Manajemen Pemasaran: Sri Palupi P; dan III/b, Master of Commerce Management: Ananda Sabil Hussein. [Far]

Baru: Dua Gurubesar Pertanian
19 Desember 2007
Jumlah gurubesar Universitas Brawijaya bertambah lagi. Dua gurubesar dari Fakultas Pertanian, Rabu (19/12), dikukuhkan. Prof Dr Ir Mochtar Luthfi Rayes MSc, gurubesar dalam ilmu survei tanah dan evaluasi lahan, dan Prof Dr Ir Sanggar Kanto MS gurubesar dalam sosiologi pembangunan pertanian.
Di depan rapat terbuka Senat Universitas Brawijaya yang dipimpin Rektor, keduanya secara bergiliran menyampaikan orasi ilmiah. Orasi ilmiah Prof Luthfi Rayes berjudul "Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi dalam Inventarisasi dan Pengelolaan Sumberdaya Lahan". Sedangkan pidato Prof Sanggar Kanto berjudul "Mobilitas Penduduk dan Perubahan Sosial di Daerah Pedesaan".
Prof Mochtar Luthfi Rayes (53 tahun), putra kelahiran Sumbawa, 5 Mei 1954, menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Sumbawa (NTB), sarjana pertanian Universitas Brawijaya (1978), master of science dalam survei tanah dan evaluasi lahan dari International Institute for Aerospace Survey and Earth Sciences (ITC) Enschede, Belanda (1987), dan meraih gelar doktor ilmu tanah dari Institut Pertanian Bogor (2000). Mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar pada Fakultas Pertanian Unibraw sejak 1980 dengan jabatan asisten ahli madya golongan III/a, pangkat terakhir Prof Luthfi Rayes adalah pembina tingkat I golongan IV/b, dengan jabatan gurubesar sejak 1 April 2007. Prof Luthfi adalah gurubesar Unibraw yang ke-152, atau yang ke-37 dari Fakultas Pertanian, dan sejak 2001 hingga kini menjabat sebagai Ketua Jurusan Tanah pada fakultas tersebut. Sebelumnya ia juga pernah menjadi Sekretaris Jurusan Tanah (1983-1985), dan menjadi wakil ketiua I bidang akademik Program Diploma III Produksi Tanaman pada FP Unibraw (1992-1995). Selama 27 tahun terakhir, Prof Luthfi menghasilkan 14 judul penelitian dan karya ilmiah, dan mengikuti 12 kegiatan ilmiah baik di dalam maupun di luar negeri. Selama 5 tahun terakhir menulis 3 judul publikasi hasil penelitian, 7 buku ajar/ilmiah/diktat kuliah/handout, dan terlibat sebagai instruktur/narasumber dalam lokakarya/diklat. Dari pernikahannya dengan Ir Endang Listyarini MS, juga dosen FP Unibraw, Prof Luthfi Rayes dikaruniai seorang putri dan seorang putra.
Prof Dr Ir H Sanggar Kanto MS (59 tahun), pria kelahiran Lamongan 19 April 1948, adalah sarjana pertanian lulusan Universitas Brawijaya (1976), magister sains sosiologi pedesaan dari Institut Pertanian Bogor (1989), dan meraih doktor ilmu-ilmu sosial dari Universitas Airlangga Surabaya (1998). Mengawali karir sebagai tenaga pengajar ketika masih sarjana muda, mulai dari jenjang yang paling rendah, asisten muda golongan II/b (1974), dan jabatan akademik gurubesar dengan pangkat pembina golongan IV/a diterimanya pada tahun 2007. Prof Sanggar Kanto adalah gurubesar Unibraw ke-153 atau yang ke-38 dari Fakultas Pertanian, pernah menjabat di Departemen Sosial Ekonomi FP Unibraw berturut-turut sebagai Sekretaris (1977-1979), dan Ketua (1979-1980), Koordinator Penelitian pada Pusat Penelitian Ilmu Sosial Unibraw (1988-1992), Ketua Program Studi (KPS) Penyuluhan dan Pembangunan Pertanian FP Unibraw (1990-1993), KPS Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian FP Unibraw (1999-2007), KPS Magister Sosiologi Program Pascasarjana Unibraw (2001-2007), KPS Ilmu Hubungan Internasional Program Ilmu Sosial Unibraw 2007 hingga sekarang. Selama 30 tahun terakhir, Prof Sanggar Kanto menghasilkan paling tidak 23 judul penelitian, 10 publikasi/karya ilmiah, dan berperan sebagai instruktur atau narasumber dalam 10 kegiatan pelatihan dan konsultasi. Dari pernikahannya dengan Hj Siti Sujayah, Prof Sanggar Kanto dikaruniai 2 putra dan 2 putri. [Far]

Prof Luthfi Rayes: Inventarisasi dan Pengelolaan Sumberdaya Lahan
19 Desember 2007
Mengetahui potensi sumberdaya lahan di masing-masing daerah atau wilayah sungguh merupakan suatu keharusan. Karena, hanya dengan cara itulah masing-masing daerah dapat mengetahui keunggulan atau kelemahannya. Agar dapat mengetahui potensi suatu wilayah, perlu dilakukan inventarisasi sumber daya lahan, yang selama ini lebih dikenal dengan survey tanah dan evaluasi lahan. Melalui kegiatan ini suatu wilayah dapat diketahui seberapa tinggi potensi yang ada, usaha-usaha pemanfaatan lahan apa yang bisa dilakukan serta dimana lokasi yang seharusnya bisa dikembangkan untuk mengusahakan komoditas-komoditas tertentu baik pertanian maupun non-pertanian. Selain itu, dapat juga diprediksi kendala-kendala yang akan dihadapi dan cara mengatasinya melalui kegiatan inventarisasi sumberdaya lahan.
Demikian Prof Dr Ir Mochtar Luthfi Rayes MSc dalam pidato pengukuhan berjudul “Pemanfaatan Teknologi Pengideraan Jauh dan Sistem Informasi Geografi dalam Inventarisasi dan Pengelolaan Sumberdaya Lahan”.
Prof Luthfi menyoroti berbagai masalah terutama berkaitan dengan berbagai musibah yang melanda Indonesia seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, dll yang berdampak pada masalah kerusakan sumberdaya lahan dan merosotnya kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Prof Luthfi menggarisbawahi permasalahan utama Indonesia ke depan yaitu masalah ketersediaan pangan yang berkorelasi dengan semakin sempitnya lahan pertanian, produktivitas padi yang melandai, kegagalan diversifikasi pangan, serta konversi lahan yang terus berlangsung tanpa bisa dikendalikan.
Menyelesaikan masalah-masalah tersebut, Prof Luthfi menekankan perlunya pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografi (SIG) yang dapat diandalkan untuk mengetahui luasan lahan sawah, laju konversi hutan, luasan daerah yang kebanjiran, besarnya kerusakan akibat bencana gempa bumi, tsunami, dan lain-lain.
Prof Luthfi juga memaparkan berbagai kemajuan dalam bidang inventarisasi sumberdaya lahan seperti citra penginderaan, global positioning system (GPS), model elevasi digital, serta sistem informasi geografi.
Saat ini pemetaan tanah digital (digital soil mapping) telah mulai digalakkan di luar negeri, terutama di Amerika Serikat dan Kanada. Pemetaan tanah digital merupakan upaya membuat dan melengkapi data sistem informasi tanah menggunakan metode-metode observasi lapangan dan laboratorium yang digabungkan dengan pengolahan data secara spasial maupun non-spasial. Teknik-teknik automatis dalam SIG digunakan untuk memproses informasi-informasi tanah dengan lingkungannya.
Di masa depan, teknologi penginderaan jauh, sistem informasi geografi, maupun teknologi di bidang komputer atau digital, serta teknologi lainnya akan terus berkembang dan semakin canggih. "Teknologi telah dan akan membuat hidup kita menjadi lebih mudah, namun hanya mereka yang mngerti dan mampu memanfaatkan teknologi itulah yang dapat menikmati betapa mudah dan indahnya kehidupan ini. Tentunya ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah atau Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian" ujar Prof Luthfi mengakhiri pidato ilmiah. [nok]

Prof Sanggar Kanto: Tak Mungkin Lepas Landas Tanpa Kemajuan Pertanian
19 Desember 2007
Mobilitas penduduk menjadi faktor utama dalam perubahan sosial di daerah pedesaan. Menurut kajian empirik, pendapat teoritisi dan ilmuwan sosial, berbagai faktor penyebab perubahan sosial di pedesaan (khususnya di Jawa) telah di mulai pada tahun 1950 dengan terjadinya proses involusi pertanian, disusul revolusi hijau sepuluh tahun kemudian dan pembangunan infrastruktur pada tahun 1980. Dimulai 1990 sampai sekarang, perubahan sosial di pedesaan banyak disebabkan karena mobilitas penduduk. Pada masa ini, “booming” mobilitas penduduk keluar desa untuk ke kota bahkan keluar negeri semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Selain untuk belajar, mereka pindah keluar desa juga untuk bekerja. Faktor penyebab hal ini semakin kompleks, demikian pula proses dan dampak yang ditimbulkan. Demikian Prof Dr Ir H Sanggar Kanto MS dalam pidato pengukuhan berjudul “Mobilitas Penduduk dan Perubahan Sosial di Daerah Pedesaan”.
Dikemukakan beberapa teori, di antaranya teori migrasi serta teori perubahan sosial, termasuk di dalamnya teori evolusi klasik, teori neoevolusi, serta teori fungsionalisme dan konflik. Prof Sanggar membagi mobilitas penduduk menjadi dua, yaitu mobilitas permanen atau semi permanen yang disebut migrasi, serta mobilitas non-permanen yang meliputi sirkulasi (mobilitas secara geografis, repetitif dan siklikal dengan dimensi waktu antara 24 jam sampai satu tahun tanpa bermaksud untuk menetap di daerah tujuan) dan komutasi (mobilitas harian dengan dimensi waktu maksimal 24 jam, tanpa bermaksud untuk bermalam di daerah tujuan).
Menyoroti migrasi non-permanen, Prof Sanggar mengatakan, sarana transportasi yang menghubungkan antara desa dan kota yang semakin lancar yang menjadi faktor penyebabnya di samping pola mobilitas musiman yang biasanya dilakukan oleh petani ketika kegiatan pertanian sedang tidak sibuk untuk melakukan sirkulasi dan komutasi. Selain itu, ia juga menyinggung slogan masyarakat Jawa yaitu ”Mangan Ora Mangan Waton Kumpul”. Menurutnya slogan ini berlawanan secara diametral dengan niat ”kumpul ora kumpul waton mangan” sehingga menghasilkan slogan baru sebagai kompromi yaitu ”yo mangan, yo kumpul” melalui pola sirkulasi dan komutasi.
Secara umum, disebut Prof Sanggar, faktor ekonomi sangat dominan menyebabkan mobilitas penduduk baik faktor pendorong dari desa diantaranya terbatasnya kesempatan kerja, kegiatan pertanian yang bersifat musiman serta rendahnya tingkat upah maupun faktor penarik dari kota diantaranya peluang dan kesempatan kerja yang relatif besar. Dikatakannya, meningkatnya daya tarik kota ini berkaitan dengan kebijakan pembangunan yang cenderung urban bias (bias perkotaan) sehingga calon migran mempersepsikan bahwa kehidupan di kota serba gemerlap.
Dalam hal mobilitas penduduk dan perubahan sosial di pedesaan, Prof Sanggar menggarisbawahi fenomena yang menurutnya menarik yang terjadi terutama terkait dengan gaya hidup, remitan, kebijakan pengembangan agroindustri, generasi muda dan sektor pertanian di pedesaan. Di bidang pendidikan misalnya, ditengarai animo lulusan SMA untuk melanjutkan kuliah di fakultas pertanian dan fakultas lainnya dalam lingkup agrokompleks semakin menurun. Padahal, mengutip pendapat WW Rostow, sektor pertanian dalam pembangunan nasional sangat penting. Sebuah negara agraris tidak mungkin mencapai tahap lepas landas tanpa kemajuan di bidang pertanian. Ditegaskannya, sektor pertanian yang tangguh akan mendukung berkembangnya industrialiasasi dan proses modernisasi. [nok]

Workshop on Union Catalog Perpustakaan Unibraw
19 Desember 2007
Setelah menyelenggarakan Information Resource Sharing beberapa waktu lalu, Perpustakaan Universitas Brawijaya kembali menyelenggarakan workshop. Kali ini mengenai Union Catalog, berlangsung dua hari, 17/12-19/12, di Perpustakaan Universitas Brawijaya, diikuti puluhan pustakawan di setiap fakultas. Sebagai pemateri, antara lain Muslech MSi, Dr Setiawan MSi, dan Syaifuddin MHum. Materi yang diberikan di antaranya: “Sistem Indexing dan Temu Kembali Informasi”, “Struktur Data dan Sistem Indexing”, “Sistem Union Catalog”, dan “Pengindeksan Koleksi Cetak dan Elektronik”.
Union Catalog merupakan kombinasi beberapa koleksi katalog perpustakaan dari beberapa perpustakaan (penyatuan katalog). Union Catalog dapat berupa apa saja mulai dari format buku, microform, kartu hingga jaringan database elektronik. Secara fisik union catalog tersusun berdasarkan judul, pengarang atau subyek. Union catalog sangat berguna bagi pustakawan karena dapat membantu mereka mencari lokasi koleksi dari perpustakaan lain melalui pelayanan interlibrary loan atau silang layan pinjam.
Kepada PRASETYA Online Muslech mengatakan, Perpustakaan Universitas Brawijaya sedang mengembangkan Union Catalog, sehingga katalog yang terdapat di setiap ruang baca, baik di tingkat fakultas maupun di perpustakaan pusat, dapat tergabung menjadi satu atap. Saat ini Perpustakaan Universitas Brawijaya sudah mengembangkan Brawijaya Knowledge Garden yang berisi karya ilmiah sivitas akademika berupa skripsi, tesis, disertasi, penelitian, artikel jurnal dan sebagainya dalam bentuk fulltext. Universitas Brawijaya juga telah bergabung bersama lima perguruan tinggi negeri lain, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mengembangkan Union Catalog di Indonesia. Dengan adanya katalog ini diharapkan dapat memperkuat sumber informasi perguruan tinggi di Indonesia. [nik]

Enam Dosen FP Presentasi dalam Seminar Nasional VI MKTI
18 Desember 2007
Enam dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP Unibraw) secara simultan mempresentasikan makalah dalam Seminar dan Kongres Nasional VI Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia (MKTI) di Cisarua, Bogor pada 17-18 Desember 2007. Pertemuan ini mengambil tema “Konservasi Tanah dan Air sebagai Solusi dalam Menghadapi Perubahan Iklim”.
Ketua MKTI, Prof Dr Ir Naik Sinukaban, dalam sambutannya menegaskan, “Bencana alam seperti banjir, tanah longsor, kekeringan/krisis air serta perubahan iklim global dalam 3 tahun terakhir dan mungkin belasan tahun ke depan merupakan tantangan bangsa Indonesia untuk segera diatasi, dan MKTI memiliki mandat meningkatkan kesadaran masyarakat menerapkan teknologi konservasi tanah dan air di setiap jengkal lahan”.
Dihadiri 120 orang peserta, seminar dan kongres ini menghadirkan keynote speaker dari Kementerian Kehutanan, dan Departemen Pertanian. Sebanyak 60 makalah didiskusikan dan dibahas dalam kesempatan tersebut.
Keenam dosen FP yang mempresentasikan makalah, adalah: Prof Dr Ir Wani Hadi Utomo dengan makalah berjudul "Perbaikan Mutu Tanah pada Lahan Ubikayu: Pengaruhnya terhadap Produksi, Pendapatan dan Erosi",  Prof Dr Ir Kurniatun Hairiah ("Mitigasi Emisi Karbon ke Atmosfer Menggunakan Agroforestri"),  Dr Ir Sri Rahayu Utami ("Upaya Mengurangi Erosi dengan Agroforestri: Peran Pori Makro dalam Meningkatkan Konduktivitas Hidraulik Jenuh Tanah"),  Dr Ir Didik Suprayogo ("Pengalaman Memfasilitasi Proses Reforestasi di Sub DAS Sumber Brantas, Jawa Timur"), Cahyo Prayogo SP MP ("Konservasi dan Pelestarian Sumber-sumber Air di Kota Batu secara Partisipatif dan Berkelanjutan", serta "Prediksi dan Mitigasi Kekeringan Lahan di DAS Brantas Hulu Melalui Validasi Indeks Kekeringan Palmer"), dan Syahrul Kurniawan SP MP ("Upaya Mempertahankan Kekuatan Geser Tanah dengan Vegetasi"). [dsp]

Sidang Istimewa Teater Cowboy
18 Desember 2007
Pertunjukan orkes dangdut yang dibintangi oleh janda kembang bernama Sarmila di Desa Kalibuthek sungguh menyita perhatian warga. Hampir seluruh warga desa mempersiapkan acara yang berlangsung hingga larut malam tersebut. Namun, ternyata akhir pertunjukan berlangsung tragis sebab ternyata keesokan harinya terdengar kabar bahwa Sarmila telah menjadi korban perkosaan. Saling tuduh pun meruncing pada kecurigaan yang tak berdasar. Warga desa mulai curiga pada satu sama lainnya. Hingga muncul dua orang yakni Prapto dan Gepeng yang berusaha menyelidiki seluruh kejadian itu. Apakah mereka mampu?
Cuplikan cerita di atas berhasil dibawakan dengan sangat menarik oleh pemain dari Teater Cowboy, Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, hari Selasa (18/12), di Gedung Student Center. Dipadati oleh puluhan penonton, pementasan yang diberi tajuk “Sidang Istimewa” tersebut berlangsung mulai pukul 19.00. Sekitar enam belas pemain mampu tampil total dan ekspresif dalam menghibur penonton dengan membawakan karya dari Andri Zulharmen yang juga menjabat sebagai direktur utama Teater P[i]llar Indonesia ini. Sedangkan sutradara berada dibawah kendali Totok Widodo, salah satu penggiat Teater Cowboy. Pagelaran teater ini terbentuk atas kerjasama beberapa teater, antara lain Teater Kutub, Teater Kertas, Teater Arca, Teater Mozaik, Teater Sampar Indonesia, Teater P[i]llar Indonesia, serta komunitas Unisma, UMM, dan lainnya.
Menurut Purwanto, pemerhati teater dan juga salah satu tim artistik, pagelaran teater ini dihelat dalam rangka Dies Natalis Teater Cowboy yang ke-21. Dengan umurnya yang sudah tidak bisa lagi dikategorikan sebagai remaja, teater ini tengah menggeliat mencari bentuknya melalui regenerasi dan bentuk pementasan yang selalu bereksplorasi. Para pemain diberikan kesempatan seluas-luasnya dalam berekspresi, dengan medium berupa gerak, tari, dan suara. “Pementasan ini juga salah satu bentuk sumbangsih Teater Cowboy terhadap dunia kesenian di kota Malang dan Unibraw sendiri khususnya,” ungkap Purwanto lagi. Menurut rencana, seusai teater, akan digelar lagi pementasan tari dengan menampilkan bintang tamu Sanggar Tari Kartika Candra Malang serta beberapa penonton yang diminta tampil secara spontanitas. [bhm]

Bioaktif Alkaloid Ubur-Ubur sebagai Immunostimulan Ikan Kerapu
18 Desember 2007
Salah satu spesies ikan kerapu adalah kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) merupakan harapan budidaya karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Produksi benih kerapu macan pada tahun 1999 mencapai 63.100 ekor, tahun 2000 jumlah totalnya adalah 89.700 ekor. Tahun 2001 terjadi peningkatan produksi mencapai 1.614.400 ekor dan tahun 2002 produksi benih kerapu macan mencapai 2.583.700 ekor. Namun budidaya ikan ini masih menghadapi berbagai kendala untuk memperoleh kualitas benih. Kendala-kendala yang sering muncul di antaranya kanibalisme yang cukup tinggi dan serangan penyakit viral maupun bakterial. Ubur-ubur sebagai salah satu klas biota laut mempunyai senyawa bioaktif untuk penanggulangan penyakit pada ikan, khususnya kerapu macan. Pemanfaatan senyawa ini yang digunakan sebagai immunostimulan perlu penelitian lebih lanjut terkait sulitnya mendapatkan benih ikan kerapu macan karena tingkat kelulusan hidupnya rendah.
Demikian Ir Sri Andayani MS dalam disertasi bertajuk “Pengaruh Bioaktif Alkaloid Ubur-ubur (Bougainvillia sp) sebagai Immunostimulan terhadap Aktivitas Bakterisida, Respon Immun Non Spesifik serta Keluluskehidupan (RPS) Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus)”. Ujian akhir disertasi doktor Ilmu Pertanian dengan minat Lingkungan Pesisir dan Kelautan itu berlangsung hari Selasa (18/12), di Gedung E Pascasarjana Universitas Brawijaya. Bertindak sebagai promotor Prof Dr Ir Rustidja MS dengan kopromotor Ir Sukoso MSc PhD dan Ir Yenny Risjani MSc PhD. Sementara dosen penguji terdiri dari Prof Dr dr Edi Widjajanto MS SpPK(K), Dr Drh Aulani’am DES, Ir Marsoedi PhD, dan penguji luar Unibraw Prof Dr Drs Cory Bima Duran MS.
Penelitian Sri Andayani antara lain bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari isolat ubur-ubur Bougainvillia sp dengan metode ultraviolet (UV), inframerah (IR) dan resonansi magnetik nuklir hidrogen (H-NMR). Selanjutnya untuk memperoleh senyawa aktif alkaloid ubur-ubur Bougainvillia sp sebagai bakteriosida dengan metode MIC, uji cakram dan penurunan total bakteri secara in vivo di media, mukus, limfa, insang, dan pencernaan. Kemudian, untuk mengetahui pengaruh senyawa alkaloid ubur-ubur Bougainvillia sp terhadap peningkatan respon imun non-spesifik seluler (leukosit, diferensial leukosit, makrofag dan fagositosis) benih kerapu macan terhadap serangan bakteri Vibrio harveyi, dan respon imun non-spesifik humoral berupa protein plasma serta untuk mengetahui dosis pemberian terbaik Relatif Persen Survival (RPS) benih kerapu macan.
Metode yang digunakan secara deskriptif dan Desain Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan dua kali ulangan. Perlakuan pemberian senyawa aktif alkaloid melalui perendaman selama 1 jam pada hari ke-0 dan ke-7. kemudian dilakukan pengujian tantang dengan Vibrio harveyi sebesar 105 CFU/sel ke dalam media selama 7 hari. Dosis perlakuan masing-masing : A=6,4 ppm;B=8,4 ppm;C=10,4 ppm;D=12,4 ppm, dan control=0 ppm. Parameter yang diamati meliputi hematologi, jumlah makrofag, aktivitas fagositosis, histologi, kelulusan hidup ikan, total bakteri, dan pengamatan gejala klinis.
Berdasarkan hasil penelitian pengaruh senyawa aktif alkaloid ubur-ubur sebagai immunostimulan pada ikan kerapu macan setelah diinfeksi bakteri Vibrio harveyi sebagai berikut. Hasil karakteristik/struktur alkaloid dengan metode KLT, UV, IR dan spectrometer ‘H-NMR adalah (N-1-Benzilalkohol,4-Oktil Piperidin). Senyawa alkaloid ubur-ubur Bogainvillia sp dapat berfungsi sebagai bakterisida dilihat dari hasil MIC, uji cakram dan menurunkan jumlah bakteri di media, mukus, pencernaan, insang dan limfa. Senyawa aktif alkaloid meningkatkan respon immune non spesifik seluler terbukti terjadi peningkatan pada leukosit, monosit, netrofil, limfosit, makrofag dan aktivitas fagositosis. Senyawa aktif alkaloid meningkatkan respon immune nonspesifik humoral terbukti jumlah protein plasma meningkat dengan pemberian immunostimulan. RPS tertinggi pada dosis C (10,4 ppm) adalah 100%. Kerusakan organ pada insang, otot, hati dan ginjal ikan banyak terjadi pada perlakuan kontrol A (6,4 ppm) dan D (12,4 ppm). Kerusakan organ diikuti oleh nilai hematokrit, eritrosit dan haemoglobin menurun.
Sri Andayani berhasil mempertahankan disertasinya, dan dalam yudisium dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan gelar doktor dalam ilmu pertanian dengan predikat cumlaude (IPK 3,96, lama studi 3 tahun 4 bulan).
Dr Ir Sri Andayani MS (46 tahun), perempuan kelahiran Sampang 6/11/1961, sarjana perikanan lulusan Institut Pertanian Bogor (1984), magister sains Pengelolaan Tanah dan Air Program KPK Unibraw-UGM (1992). Sejak 1986 hingga sekarang, Sri Andayani adalah staf pengajar Fakultas Perikanan Unibraw dengan jabatan akademik lektor kepala, pangkat Pembina Tingkat I, golongan IV/a, pernah menjadi Sekretaris Jurusan (1998-2003), Ketua Program SPMK dan SAP (2003-sekarang), dan Anggota Senat Fakultas Perikanan Unibraw (2003-sekarang). [bhm]

Peringatan Hari Ibu dan HUT Dharma Wanita Persatuan 2007
18 Desember 2007

Perempuan dikodratkan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai istri dan ibu. Peran yang teramat besar itu membutuhkan tanggung jawab, pengorbanan dan kearifan yang ekstra sehingga diharapkan nantinya akan menghasilkan sebuah keluarga yang bermutu. Tugas istri dan ibu akan terasa berat jika seorang perempuan menjalankannya dengan tidak bijak sementara akan terasa ringan bilamana ia pandai bertindak dan bertingkah laku sesuai kodratnya.
Demikian ungkap Ny Enny Yogi Sugito pada sambutannya dalam rangka peringatan Hari Ibu yang ke-49 dan HUT Dharma Wanita Persatuan ke-8. Kegiatan di gedung PPI Selasa (18/12) itu berlangsung semarak, dimeriahkan dengan Lomba Memakai Jilbab, pertunjukan drama "Save My Earth" oleh ibu-ibu anggota Dharma Wanita, karawitan Fakultas MIPA, serta tari dan paduan suara siswa-siswi SD dan SMP Dharma Wanita Universitas Brawijaya. Ratusan anggota Dharma Wanita hadir memenuhi balai senat itu.
Lomba Memakai Jilbab
Dari tahun ke tahun, jumlah kaum wanita yang menggunakan jilbab semakin bertambah. Saat ini jilbab menjadi bagian yang tidak terlepaskan dari perkembangan fashion di tanah air. Modifikasi penggunaan jilbab pun semakin beragam dan dapat disesuaikan dengan suasana lingkungan. Lomba memakai jilbab yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Universitas Brawijaya merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kreativitas ibu-ibu anggota Dharma Wanita untuk tampil cantik dan menarik meskipun menggunakan jilbab.
Dewan juri terdiri dari Nur Huda, seorang desainer dan pemilik salah satu butik muslim di Malang, dan Ika Istiva dari Cantika Creativa Design. Lomba diikuti oleh 19 orang peserta dari setiap unit Dharma Wanita di lingkungan Universitas Brawijaya. Penilaian meliputi kreativitas, kerapian dan keserasian dengan busana yang dikenakan. Lomba dimenangkan oleh Dwi Mardiana dari Politeknik sebagai juara pertama dengan nilai 665, juara kedua diraih oleh Feby dari Fakultas Teknik dengan nilai 620, dan juara ketiga diperoleh Fakultas Ilmu Administrasi atas nama Nurul Sarwono dengan nilai 600. Selain itu juara harapan pertama diraih oleh Nurul Aminudin dari Fakultas Pertanian, dan Dewi Agung dari Fakultas Ekonomi sebagai juara harapan kedua. [nik]

40 Dosen Unibraw Terima Beasiswa Studi Lanjut Luar Negeri
17 Desember 2007
Sebanyak 40 dosen Universitas Brawijaya menerima beasiswa studi lanjut ke luar negeri. Ini merupakan hasil verifikasi oleh Tim Beasiswa Studi Lanjut ke Luar Negeri Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui surat Direktur Ketenagaan Ditjen Dikti Muchlas Samani, nomor 3335/D3.4/2007 tanggal 17 Desember 2007. Dari hasil verifikasi terhadap peserta yang telah mengikuti wawancara tersebut, 39 orang dinyatakan lulus dan langsung dibiayai studi lanjutnya, dan 1 orang dinyatakan lulus bersyarat. Calon yang dinyatakan lulus bersyarat, diharuskan untuk melengkapi/memperbarui letter of acceptance dan/atau meningkatkan kemampuan bahasa agar lebih siap saat menempuh pendidikannya.
Skema pengalokasian beasiswa ini dirancang melalui kontrak antara pimpinan perguruan tinggi dengan Ditjen Pendidikan Tinggi secara rinci untuk setiap individu penerima beasiswa. Selanjutnya, beasiswa akan ditransfer ke rekening perguruan tinggi untuk kemudian didistribusikan kepada masing-masing penerimanya. Dengan pola ini diharapkan terjadi saling sinergi antara Ditjen Dikti dengan pimpinan perguruan tinggi terhadap para penerima beasiswa tersebut.
Komponen yang akan dibiayai dalam skema beasiswa ini adalah (dalam rupiah): living allowance per month, tuition fee (at cost), special program (at cost), visa application/immigration fee (at cost), university application fee (at cost), medical insurance/year, dan thesis/research allowance. Sementara itu, komponen lain seperti book allowance, airfare tickets, departure and excess baggage, arrival and cloting allowance, serta management fee bagi perguruan tinggi pengirim juga akan disediakan dengan standar ditentukan Ditjen Dikti.
Dari jumlah 40 orang itu, Fakultas Teknik adalah yang terbanyak, yakni 21 orang. Sementara itu negara tujuan terbanyak adalah Australia (31), selebihnya Jepang (5), Inggris, Jerman, Selandia Baru dan Singapura masing-masing 1 orang. Selengkapnya, daftar penerima beasiswa studi lanjut ke luar negeri itu adalah sebagai berikut. FE (4): Ainur Rofiq SE, Wildan Safitri SE ME, Perdana Rahadhan SE MSi, Yeney Widya P SE Ak; FIA (1): Andriani Kusumawati SSos MSi; FP (3): Cahyo Prayogo SP MP, Hagus Tamo SP MP, Nunun Barunawati SP; FT (21): Oyong Novareza ST MT, Eko Siswanto ST MT, Agung Sugeng Widodo ST MT, Moh Agus Choiron ST, Widya Wijayanti ST MT, Ir Ismu Rini Dwi Ari MT, Ishardita Pambudi Tama ST MT, Christia Meidiana ST MEng, Lilis Yuliati ST MT, Mega Nur Sasongko ST MT, Moch Syamsul Maarif ST, Turniningtyas Ayu Rachmawati ST MT, Sugiono ST MT, Eko Andi Suryo, Devi Nuralinah, Imma Widyawati Agustin, Yeni Sumantri, Rahmawati, Tri Astoto Kurniawan ST MT, Ir Mochamad Rusli Dipl Ing, Ir Heru Sufianto MArchSt; FK (1): Dian Handayani SKM MKes; FPi (1): Anif Fatma Chawa SSos MSi; FMIPA (4): Drs Alamsyah M Juwono MSc, Masruri SSi MSi, Ahmad Nadhir SSi MT, Drs Hari Arief Dharmawan MEng; FTP (2): Erni Sofia Murtini STP MP, Siti Narsito Wulan STP MP; PBS (1): Nanang Endrayanto SS MSc; PIS (2): Anang Sujoko SSos, Maulina Pia Wulandari SSos MKom. [Far]

Wawasan Bisnis bagi Dunia Pertanian
17 Desember 2007
Masa depan mahasiswa fakultas pertanian sangat cerah, asal lulusannya memiliki wawasan bisnis. Demikian pernyataan Drs Djanalis Djanaid di Universitas Trunojoyo Senin (17/12) silam. Dosen Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya itu menjadi narasumber dalam Pelatihan Kepemimpinan Bisnis di Bidang Pertanian, yang diikuti oleh mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo, Madura. Acara ini dipusatkan di Aula Universitas Trunojoyo.
Dikatakan lebih lanjut, pada hakikatnya, dunia bisnis merupakan upaya untuk meningkatkan nilai tambah. Ia mencontohkan, di dunia pertanian paradigma bisnis dapat menjadi acuan dalam upaya meningkatkan nilai tambah pisang menjadi empat kali lipat melalui pembuatan keripik pisang. Selain itu, ia pun mencontohkan bisnis tanaman hias yang ada di Bandung, yang mampu meningkatkan nilai tambah bunga anggrek menjadi Rp 50 ribu per tangkai dan tanaman kaktus sampai 1,5 juta rupiah per pohon. Tidak hanya itu, bisnis tanaman hias ini, menurut Djanalis, telah merambah sektor ekspor hingga ke Singapura dan Malaysia. Hal yang sama juga ia sampaikan untuk dunia perikanan. Terkait hal ini, ia menyatakan keprihatinannya dengan banyaknya impor ikan kaleng di Indonesia. “Hal ini sangat kontradiktif dan tidak perlu terjadi kalau wawasan bisnis berkolaborasi dengan pertanian”, ujarnya. [nok]

Pendidikan Kepemimpinan Angkatan XVI
16 Desember 2007
Bekerjasama dengan Indopurels, Universitas Brawijaya menyelenggarakan Pendidikan Singkat Kepemimpinan yang Berwawasan Kebangsaan (Angkatan XVI). Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung PPI Universitas Brawijaya selama dua hari, Sabtu-Minggu (15/12-16/12), dibuka oleh Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ir Ainurrasjid MS. Tampil sebagai pemateri dalam kegiatan ini Drs Djanalis Djanaid, Drs Kertahadi MCom, Drs Djamhur Hamid, Prof Drs Ismani HP MA, Prof Dr M Irfan Islamy MPA, Djuniardi SH, Priya Djatmika SH MS serta Drs Sarwono MSi. Materi-materi “Orientasi Kepemimpinan dan Mengendalikan Public Opinion”, “Studi Kasus”, serta “Manajemen Konflik dan Hati Nurani” disampaikan oleh Drs. Djanalis Djanaid, “Teknik Membuat Keputusan” oleh Drs Kertahadi MCom, “Teknik Motivasi” oleh Drs Djamhur Hamid, “Gaya Kepemimpinan” oleh Prof Drs Ismani HP MA, “Power dalam Kepemimpinan” oleh Prof Dr M Irfan Islamy MPA, “Sifat Kepemimpinan” oleh Djuniardi SH, “Teknik Berhubungan dengan Pers” oleh Priya Djatmika SH MS, serta “Game Kepemimpinan” oleh Drs Sarwono MSi. Sebanyak 165 peserta mengikuti acara ini, bukan hanya datang dari Universitas Brawijaya, tetapi juga dari ITS, Unair, Unisma, ITN, Universitas Wisnuwardhana, dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Djanalis Djanaid yang juga direktur Indopurels, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk calon pemimpin yang memiliki kemampuan manajerial, manajer yang memiliki wawasan kepemimpinan, serta pemimpin yang berwawasan kebangsasan. Wawasan kebangsaan, menurut Djanalis, merupakan sebuah cara pandang bagi suatu bangsa tentang dirinya sendiri, yang dijadikan dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Lebih lanjut, dosen FIA ini merinci paling sedikitnya ada enam aspek kepemimpinan yang dia paparkan dalam kesempatan tersebut, yakni: aspek pengambilan keputusan, motivasi, gaya kepemimpinan, power dalam kepemimpinan, sifat kepemimpinan, manajemen konflik serta stress dan hati nurani. Enam komponen tersebut, menurut Ketua Unit Korpri Unibraw itu, dapat menjadi filter dalam menangani berbagai permasalahan bangsa. Ia pun mencontohkan, dalam hal pengambilan keputusan misalnya, wawasan kebangsaan tercermin dalam upaya dan komitmen Pemerintah dalam memberikan fasilitas kepada penelitian-penelitian yang dapat meningkatkan taraf hidup bangsa sehingga tidak tergantung pihak luar negeri. “Dalam praktek, perlu ada kemauan politik menanam gandum sendiri sehingga tidak perlu impor gandum untuk membuat roti”, ujar Djanalis Djanaid mencontohkan berbagai fenomena impor yang ada di Indonesia. [nok]

Bedah Buku dan Talk Show Keperawatan
16 Desember 2007
Bertempat di Graha Medika Universitas Brawijaya, hari Minggu (16/12), diselenggarakan acara bedah buku dan talk show keperawatan. Event ini diprakarsai oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Unibraw. Membidik peserta lingkup regional alias Jawa Timur, acara ini menghadirkan dua pembicara berbeda. Untuk bedah buku, tema yang dibahas oleh Dr Nursalam M. Nurs (HONS) mengenai ”Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan”.
Adapun untuk talk show, tema yang diusung berkenaan tentang ”Kebijakan dan Prosedur Teknis SIP, SIK, dan SIPP”. Talk show menampilkan pembicara H Bambang Tutuko SH SKep Ns selaku Ketua PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Jatim.
Dalam paparannya, Dr Nursalam MNurs (HONS) menjelaskan tentang perlunya memahami tentang konsep dalam metodologi penelitian ilmu keperawatan. Pada dasarnya, dalam pembuatan suatu karya tulis diperlukan kemampuan melakukan analisis terhadap setiap permasalahan yang muncul. Langkah-langkah yang biasanya ditempuh, antara lain menemukan topik atau bahasan tema yang menarik, kemudian dirumuskan permasalahan yang ada. ”Alur rumusan masalah dimulai dari ide, setelah itu terjadi proses brainstroming.
Dan dicari pijakan kuat melalui kepustakaan sehingga diperoleh variabel-variabel yang mendasar. Setelah itu, dibentuk tujuan penulisan, manfaat serta hipotesis penelitian,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai dosen PSIK (Program Studi Ilmu
Keperawatan) Universitas Airlangga tersebut. Penentuan metode penelitian merupakan langkah selanjutnya yang harus diambil. Hal ini mencakup jenis instrumen, uji validitas dan reliabilitas, maupun bentuk pengolahan data yang nantinya dilakukan. Apakah statistikal (dengan metode kuantitatif) atau nonstatistikal (metode kualitatif). Yang terakhir, baru disusun pembahasan dan kesimpulan serta saran yang diperlukan demi menunjang perbaikan mendatang.
Usai pemberian materi tentang Metodologi Penelitian, kesempatan selanjutnya, H Bambang Tutuko SH SKep Ns mengungkapkan pentingnya pengaturan praktik keperawatan yang ditujukan untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada penerima serta pemberi jasa pelayanan keperawatan. ”Selain itu, juga untuk mempertahankan serta meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang diberikan oleh perawat”, katanya lagi. Ditinjau secara filosofis, alasan pengaturan praktik keperawatan bahwa kesehatan sebagai hak asasi manusia dijamin melalui penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.
Penyelenggaraan praktik keperawatan juga harus memiliki kompetensi yang memiliki sikap rasional, etis dan profesional. Alasan secara yuridis dilandasi oleh UUD 1945 pasal 5 ayat 1, UU no 23 tahun 1992 tentang kesehatan, PP no 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan, Kep Menkes no 1239/2001 tentang registrasi dan praktik perawat.
Lebih lanjut disampaikan, ”Selama ini citra keperawatan yang cenderung rendah terkait dengan persepsi masyarakat terhadap perawat. Sebab keperawatan masih dianggap bukan merupakan komponen penting dalam pengambilan keputusan.” Penyebaran tenaga yang tidak merata, kondisi kerja yang belum sepenuhnya kondusif, sistem pengembangan karir yang tidak jelas, serta ketidaksesuaian kompetensi dengan tanggung jawab menjadi beberapa alasan lain perlunya dibuat praktik keperawatan. Oleh sebab itu, merujuk PP no 32 tahun 1996 pasal 8 ayat  2 dan ayat 3 bahwa perawat yang melaksanakan praktik keperawatan pada sarana pelayanan kesehatan harus memiliki SIK dan perawatt yang melakukan praktek perorangan/ berkelompok harus memiliki SIPP. Peraturan ini tidak lain ditujukan untuk menegakkan profesionalitas perawat dalam melaksanakan fungsinya sebagai pelayan kesehatan terhadap masyarakat.
Ditemui terpisah, ketua panitia, Linda Wieke Noviyanti, mahasiswa Keperawatan angkatan 2006 menyampaikan latar belakang terselenggaranya acara ini melihat kondisi dimana dalam melakukan penelitiannya, mahasiswa keperawatan lebih berbasis pada metode kuantitatif. Padahal, metode kualitatif juga tidak kalah diperlukan dalam melakukan analisis data dan memecahkan formulasi permasalahan terkait kondisi sosial. ”Perlunya diselenggarakan acara ini, setidaknya membuka wacana sekaligus wawasan mahasiswa dengan memahami metodologi penelitian. Harapannya, agar penelitian yang dilaksanakan bisa lebih baik kualitasnya,” ungkapnya. Acara ini diikuti oleh ratusan peserta dari pelbagai institusi pendidikan di Jawa Timur, seperti STIKES, Akademi Keperawatan, dan lain-lain. ”Para peserta banyak yang berasal dari luar kota Malang,” ujar Linda lagi. [bhm]

Talk Show Body Performance dan Lomba Busana Muslim
15 Desember 2007
Kepribadian yang menarik tidak hanya dilihat dari penampilan dan wajah cantik saja, melainkan juga harus dilihat dari bagaimana seseorang itu bersikap dan bertingkah laku. Wanita secara kodrati menyukai kecantikan. Sebagian dari mereka bahkan bisa jadi akan melakukan segala hal agar penampilan mereka menjadi menarik.
Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-45 (Lustrum IX) Universitas Brawijaya, Sabtu (15/12), panitia menggelar Talk Show Body Performance. Hadir sebagai bintang tamu, Minati Atmanegara, artis ibukota yang juga pakar kebugaran. Pada hari yang sama juga diadakan Lomba Busana Muslim Mahasiswa, dengan tema “Cantik Energik dan Percaya Diri dengan Body Performance”, dan Pameran Pernak-Pernik karya Ny Rien Guritno.
Menurut ketua pelaksana, Prof Dr Ir Keppi Sukesi MS, tujuannya adalah mensosialisasikan pentingnya penampilan tubuh cantik energik dan percaya diri serta memberikan wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana tampil cantik energik dan percaya diri dengan body performance.
Ratusan peserta hadir menyemarakkan acara ini. Para dosen, mahasiswi, dan anggota Dharma Wanita di lingkungan Unibraw serta pemerintahan kota Malang sengaja diundang.
Sementara itu peserta lomba adalah perwakilan mahasiswi dari setiap fakultas dan program studi di Universitas Brawijaya. Lomba busana muslim dipilih sebagai salah satu kegiatan Dies Natalis ke-45 dengan pertimbangan, saat ini jumlah pemakai busana muslim semakin bertambah banyak. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai salah satu upaya mensosialisasikan bagaimana menggunakan busana muslim yang tepat, cantik, dan sesuai dengan lingkungan.
Ingin Cantik? Percaya Dirilah!
Setiap wanita ingin cantik. Dan arti sesungguhnya dari “Cantik” adalah cantik luar dan dalam. Demikian Minati Atmanegara mengawali talk show yang dibuka oleh Ny Liliek Suhadak. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan yang diselenggarakan karena pada kesempatan itu, Minati mengajak para peserta untuk praktek langsung melakukan senam.
Lebih lanjut wanita yang masih terlihat cantik dan energik diusianya yang menginjak 48 tahun itu mengungkapkan, secara garis besar ada beberapa hal yang dapat membuat wanita tampil cantik yaitu sehat, segar dan bugar; tampil pantas dan serasi baik untuk tata rias maupun busana; menjaga tutur bahasa dan tindak-tanduk; menjaga kebersihan tubuh; memperluas wawasan dan memperbanyak pengetahuan serta mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun kesemuanya itu akan lebih terpancar jika seorang wanita memiliki rasa percaya diri yang kuat.
Body Performance
Selain mengulas mengenai “Cantik Enerjik dan Percaya Diri dengan Body Performance”,  ibu dua orang anak ini juga memperkenalkan olahraga body performance yang dikembangkannya. Body performance merupakan senam pembentukan dengan titik berat pada pernafasan dan konsentrasi otot-otot sekitar panggul. Senam ini menurut Minati, dapat membentuk badan mendekati bentuk ideal, sesuai dengan proporsi badan masing-masing karena kunci dari body performance adalah menggunakan tenaga dalam yang terbukti mampu menguras keringat.
Artis ibukota yang mengawali karirnya sebagai foto model itu mengatakan, kaum wanita sering tidak menyadari kebiasaan salah yang dilakukan terhadap tubuhnya. Kesalahan yang sering dilakukan itu misalnya, berjalan dengan membungkuk yang mengakibatkan tubuh melengkung dan dada cekung ke dalam, kebiasaan duduk atau berjalan seenaknya sehingga perut menjadi buncit, kebiasaan membawa tas pada satu bahu sehingga berakibat bahu menjadi tinggi sebelah, maupun kebiasaan berdiri pada satu kaki sehingga mengakibatkan kaki menjadi besar dan pinggul tinggi sebelah. Dengan disiplin dan olahraga body performance secara teratur, maka kesalahan itu dapat diperbaiki.
Lomba Busana Muslim
Sementara itu Lomba Busana Muslim bagi mahasiswi Universitas Brawijaya diikuti oleh 32 orang peserta dari setiap fakultas dan program studi. Bertindak sebagai dewan juri yaitu Nanang Inoransyah SE seorang pengamat mode, Dra Koriyati Rosalina seorang pengajar bidang busana, serta Nur Huda seorang designer dan pemilik salah satu butik muslim di Malang. Penilaian difokuskan pada keserasian, kerapian, kreativitas dan tata rias.
Berdasarkan penilaian yang dilakukan berhasil keluar sebagai juara pertama berhasil diraih oleh Nadia mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi dengan nilai 975, juara kedua direbut oleh Camelia Dwi dari Fakultas Kedokteran dengan nilai 950 dan posisi ketiga diraih oleh mahasiswa Fakultas Peternakan Dyan Pramastati Dewanti dengan nilai 945. Sementara itu sebagai juara harapan pertama, Lidia Agung Ningrum dari Fakultas MIPA dengan total nilai 935, Sandra dari Fakultas Ilmu Administrasi sebagai juara harapan kedua dengan nilai 925, dan Rizki Amalia dari PIS sebagai harapan tiga dengan nilai 920.
Nanang Inoransyah selaku ketua juri mengungkapkan, secara keseluruhan para peserta telah tampil percaya diri. Namun demikian ternyata ada beberapa peserta yang masih belum menggunakan busana muslim yang baik, benar dan sesuai dengan lingkungan kampus. [nik]

Komentar dan Rekomendasi Asesor BAN-PT
14 Desember 2007
Sesuai jadwal, akhirnya tim asesor BAN-PT dapat menyelesaikan tugasnya, mengakreditasi institusi Universitas Brawijaya, Jumat tengah malam (14/12). Tim asesor yang diketuai Prof dr H Abdul Salam M Sofro PhD SpKT (Universitas Yarsi), dan beranggotakan Prof Dr Ir Bermawi Priyatna Iskandar MSc (ITB), Prof Dr Ir Naik Sinukaban (IPB), Prof Dr Ir Bambang Suryawan MT (UI), serta Prof Dr Damsar (Unand), setelah melaksanakan asesmen dengan mengecek kesesuaian antara portofolio dengan kenyataan di lapangan, memberikan komentar dan rekomendasi atas 15 standar akreditasi. Ke-15 standar itu adalah: kepemimpinan, kemahasiswaan, sumber daya manusia, kurikulum, prasarana dan sarana, pendanaan, tatapamong, sistem pengelolaan, sistem pembelajaran, suasana akademik, sistem informasi, sistem jaminan mutu, lulusan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dan program studi.
Secara umum, komentar tim asesor atas 15 standar itu adalah baik, dan rekomendasi yang diberikan kebanyakan diawali dengan kata "mantapkan", "pertahankan", atau "tingkatkan".
43 hari kerja
Berita acara asesmen lapang berupa komentar dan rekomendasi tim asesor ini ditandatangani oleh kelima asesor dan Rektor Prof Yogi Sugito malam hari itu juga, dan merupakan masukan bagi BAN-PT dalam menetapkan akreditasi institusi Universitas Brawijaya.
Sesuai dengan prosedur baku, Sektretariat BAN-PT melakukan data entry hasil site visit, maksimal 1 hari kerja. Majelis BAN-PT selanjutnya mengadakan pleno untuk memvalidasi hasil konsolidasi penilaian lapang oleh asesor dan segera mengambil keputusan hasil akreditasi maksimal dalam 10 hari kerja. Kemudian Sekretariat BAN-PT melakukan pembuatan dan pengiriman: SK Akreditasi, sertifikat dan rekomendasi, dan mengirimkannya kepada perguruan tinggi yang bersangkutan maksimal 3 hari kerja. File dan dokumen sekretariat harus menjadi dokumen terkendali BAN-PT sebagai jaminan liabilitas dan ketertelusuran. Dengan demikian proses akreditasi akan selesai maksimal dalam 43 hari kerja. [Far]

Sepakbola Mini: Tim Kantor Pusat Juara
14 Desember 2007
Tim Kantor Pusat akhirnya memastikan diri keluar sebagai juara sepak bola mini Dies Natalis ke-45 Universitas Brawijaya. Dalam pertandingan final yang berlangsung Jumat (14/12), tim Kantor Pusat dengan skor 3-1 mengandaskan tim FMIPA yang akhirnya menjadi runner up (juara II). Dalam laga final sebelumnya yang berjalan seru, tim Faperik berhasil mengalahkan tim FIA dengan skor 5-2 sehingga keluar sebagai juara III, sementara tim FIA harus puas sebagai juara IV.
Jalan menuju final dilalui tim Kantor Pusat dengan mengalahkan tim FT dengan skor 5-0, tim FP 9-1, dan tim FIA 8-2. Sementara itu tim FMIPA menuju final setelah mengalahkan tim Pascasarjana dengan skor 11-0, tim FTP, dan tim FPI dengan skor 7-4.
Menurut informasi panitia, seluruh tim yang bertanding akan mendapatkan hadiah yang menarik. [bhm]

Visitasi BAN-PT
13 Desember 2007
Tim asesor BAN-PT yang terdiri dari Prof dr H Abdul Salam M Sofro PhD SpKT (Universitas Yarsi), Prof Dr Ir Bermawi Priyatna Iskandar MSc (ITB), Prof Dr Ir Naik Sinukaban (IPB), Prof Dr Ir Bambang Suryawan MT (UI), dan Prof Dr Damsar (Unand), Kamis (13/12), mengunjungi Universitas Brawijaya. Visitasi ini adalah dalam rangka Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Universitas Brawijaya. Tim dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi ini, diagendakan berada di kampus Unibraw selama 3 hari, 13-15 Desember 2007.
Visitasi diawali dengan acara tatap muka dan dialog dengan pimpinan universitas, fakultas, jurusan, serta unit-unit kerja lain di lingkungan Unibraw, termasuk pula dengan perwakilan mahasiswa, dan diteruskan dengan kunjungan lapang.
Prof Abdul Salam selaku ketua tim asesor mengatakan, "Kami ini sama sekali bukanlah jaksa atau KPK yang hendak memeriksa Unibraw, namun hanya untuk mengecek kesesuaian apa-apa yang ada dalam portofolio yang telah dikirimkan Unibraw kepada BAN-PT di Jakarta dengan kenyataan sebenarnya". Untuk itulah, ia berharap sivitas akademika Unibraw memberikan keterangan yang apa adanya atas pertanyaan-pertanyaan tim asesor.
Portofolio
Sebelumnya, Rektor Prof Yogi Sugito mempresentasikan secara ringkas portofolio Unibraw. Diuraikan segala sesuatu tentang Unibraw. Mulai dari visi dan misi, sampai pada keinginan untuk menjadi universitas unggul berstandar internasional yang mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, menuju entrepreneurial university. Disampaikan pula prestasi-prestasi yang dicapai Unibraw selama ini di segala bidang, seperti peningkatan website Unibraw menurut Webometrics dari peringkat ke-59 pada Januari 2007 menjadi peringkat ke-41 di Asia Tenggara pada bulan Juli 2007.
Menjawab pertanyaan asesor Prof Dr Dumsar, mengapa dalam menyongsong status BHP (badan hukum pendidikan) tidak ada gejolak di Unibraw, Rektor mengatakan, pada dasarnya gejolak itu timbul kalau (bagi mahasiswa) SPP naik, atau bagi staf kalau reward and punishment system benar-benar diterapkan. Dijelaskannya, mulai semester ini Unibraw telah menerapkan sistem SPP proporsional. Mahasiswa yang orangtuanya kurang mampu, akan membayar SPP yang lebih kecil jumlahnya daripada mahasiswa yang penghasilan orangtuanya jauh lebih besar. Rangenya bisa antara nol sampai Rp 1,5 juta per semester. Sedangkan mengenai penerapan reward and punishment system, Unibraw telah banyak memberikan insentif, baik kepada staf administrasi maupun edukatif. Bagi staf edukatif misalnya, menurut Rektor, Unibraw telah mengeluarkan sekitar Rp 3,5 miliar biaya studi lanjut staf edukatif baik di dalam maupun luar negeri. Belum lagi insentif untuk penulisan buku ajar, atau artikel pada jurnal nasional maupun internasional.
Seusai tatap muka, acara dilanjutkan dengan pengecekan dokumen-dokumen pendukung dari 15 standar penilaian, meliputi: kepemimpinan, kemahasiswaan, sumberdaya manusia, kurikulum, prasarana dan sarana, pendanaan, tatapamong, sistem pengelolaan, sistem pembelajaran, sarana akademik, sistem informasi, sistem jaminan mutu, lulusan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta program studi.
Jadwal
Selain audiensi dengan pimpinan universitas, fakultas, dan unit-unit kerja, serta presentasi portofolio, kegiatan pada hari Kamis (13/12) diisi pula dengan acara tatap muka dengan pimpinan unit-unit kerja (fakultas, lembaga, UPT, Program Pascasarjana); pemeriksaan dokumen; tatap muka dengan perwakilan dosen; kunjungan ke fasilitas pendukung; dan kembali dilanjutkan dengan pemeriksaan dokumen. Sedangkan jadwal acara hari Jumat (14/12) besok adalah sebagai berikut: 08.30-09.30, kegiatan: tatap muka dengan mahasiswa; 09.30-10.30, tatap muka dengan karyawan; 10.30-12.00, pemeriksaan dokumen; 12.00-13.30, ishoma (shalat Jumat); 13.30-14.30, kunjungan ke fasilitas pendukung; 14.30-15.30, pemeriksaan dokumen; 15.30-16.00, break; 16.00-17.00, rapat Tim; 17.00-19.00, istirahat; 19.00-20.00, wrap up meeting dan ramah tamah.[Far]

72 CPNS Dosen Unibraw Lolos Seleksi Tahap I
13 Desember 2007
Sebanyak 72 orang pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) dosen Universitas Brawijaya lolos seleksi tahap pertama. Penetapan ini berdasarkan Keputusan Kepala Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional nomor 5947/A4/KP/2007 tanggal 12 Desember 2007, yang menetapkan hasil seleksi tes umum (tes pengetahuan umum dan tes bakat skolastik) CPNS tahun 2007 di lingkungan Departemen pendidikan Nasional.
Rektor Unibraw Prof Yogi Sugito melalui pengumuman nomor 026/Peng/2007, tanggal 12 Desember 2007, mengumumkan hasil seleksi tersebut. Peserta yang dinyatakan lulus, dapat mengikuti seleksi tahap kedua yang akan berlangsung pada Jumat (14/12). Tes tahap kedua itu meliputi dua materi, yakni materi substantif yang dimulai pukul 07.30 hingga 09.00, di Student Center Unibraw, dan wawancara yang diadakan di masing-masing fakultas/program di lingkungan Unibraw, mulai pukul 09.30 hingga selesai. Untuk materi tes substantif, peserta diharuskan membawa kartu peserta tes, pensil 2B, karet penghapus, dan peraut pensil.
Ke-72 orang calon yang lulus tes tahap pertama terkelompok dalam 12 rumpun, sebagai berikut.
Rumpun Teknologi Hasil Pertanian (6 orang), golongan III/a, kualifikasi akademik teknologi hasil pertanian: (nomor tes) 6310603 (nama) Dian Wuri Andayani, 6310611 Wenny Bekti S, 5310612 Tunjung Mahatmanto, 8310617 Broto Widyo Lukito, 9310624 Afif Amrullah, 8310625 Ony Khoirul Laili.
Rumpun Nutrisi (6 orang), golongan III/b, kualifikasi akademik anak: 5310556 Satrio Wibowo, 5310564 Ariani; kualifikasi akademik mata: 7310562 Nadia Artha Dewi; kualifikasi akademik nutrisi: 9310552 Nia Novita Wirawan, 2310623 Nurul Muslihah; dan kualifikasi akademik bedah umum: 4310589 Agung Teguh K.
Rumpun Teknologi Kelautan (5 orang): golongan III/a, kualifikasi akademik pemanfaatan sumberdaya: 9310608 Siti Whoallia AN, 8310609 Rifka Nur Anisah; kualifikasi akademik ilmu kelautan: Oktiyas Muzaky L; kualifikasi akademik perikanan dan ilmu kelautan: 9310632 Ade Yaminago; dan golongan III/b, kualifikasi akademik teknologi kelautan: 5310604 Fuad.
Rumpun Ekonomi Pertanian (5 orang): golongan III/b, kualifikasi akademik ekonomi pertanian: 9310576 Fahriyah, 6310587 Nur Baladina, 8310601 Suhartini, 7310602 Dwi Susilowati; kualifikasi manajemen agribisnis: 4310613 Novi Itsna Hidayati.
Rumpun Ilmu Ternak (6 orang): golongan III/a, kualifikasi akademik teknologi hasil ternak: 4310605 Farida Ariani, 3310606 Dwi Ariyanti, 7310626 Firman Jaya; golongan III/b, kualifikasi akademik ilmu ternak: 2310543 Herly Evanuarini; kualifikasi akademik sosial ekonomi peternakan: 7310578 Adelina Ari H; dan kualifikasi akademik teknologi hasil ternak: 3310614 Dedes Amertaningtyas.
Rumpun Teknik Elektro (8 orang): golongan III/b, kualifikasi teknik elektro: 5310532 Hadi Suyono; kualifikasi teknik industri: 9310544 Arif Rahman; 2310591 Nina Aini Mahbubah; kualifikasi teknik planologi: 4310533 Emma Irawati R, 3310534 Fauzul Rizal Sutikno, 4310573 Dian Kusuma Wardhani, 6310595 Mustika Anggraeni; dan kualifikasi akademik master of science computer: 5310540 Himawat Aryadita.
Rumpun Sistem Informasi (6 orang): golongan III/a, kualifikasi akademik ilmu komputer: 2310599 Budi Darma Setiawan, 6310619 Muhammad Tanzil F; golongan III/b, kualifikasi akademik kimia: 6310571 Siti Sundari; kualifikasi akademik matematika: 8310569 Meifry Manuhutu, kualifikasi akademik bioteknologi: 2310567 Irfan Nustafa, sistem informasi: 5310572 Dewi Budiani H.
Rumpun Administrasi Negara (6 orang): golongan III/b, kualifikasi akademik administrasi publik: 6310531 Trisnawati, 8310537 Moh Said, 4310557 Eva Hany Fanida; kualifikasi akademik administrasi bisnis: 9310528 Nur Imamah, 7310546 Farika Nikmah, 4310621 Buyung WN.
Rumpun Ilmu Hukum (6 orang): golongan III/b, kualifikasi akademik ilmu hukum: 8310545 Riana Susmayanti, 3310558 Febry Chrisdanty; kualifikasi akademik kenotariatan: 4310541 Herlindah, 6310555 Amelia Sri Kusuma D, 4310581 Yuke Ariyanti, 8310593 Ika Puspitasari.
Rumpun Pendidikan Bahasa Inggris (6 orang): golongan III/b, kualifikasi akademik kajian wilayah Jepang: 7310570 Nadya Inda Syartanti, 8310585 Ismi Prihandari; kualifikasi akademik humaniora: 3310566 Hiqma Nur Agustina; kualifikasi pendidikan bahasa Inggris: 9310560 Dwi Fita Heriyawati; dan kualifikasi sastra Inggris (kajian Amerika): 2310551 Wiwin Indiarty, 7310594 Sugeng Susiloadi.
Rumpun Psikologi (6 orang), golongan III/b, kualifikasi hubungan internasional: Vita Amalia P; kualifikasi psikologi: 9310536 Ari Pratiwi, 2310575 Andik Matulessy, 7310586 Yoyon Supriyono, 5310628 Nur Hasanah; dan kualifikasi master of arts: 5310548 Wawan Sobari.
Rumpun Manajemen (6 orang), golongan III/b, kualifikasi akademik magister manajemen: 7310530 Misbahuddin Azzuhri; kualifikasi manajemen: 8310553 Dimas Hendrawan; kualifikasi manajemen pemasaran: 3310574 Ikhtiara Kaideni I, 9310584 Sri Palupi P; kualifikasi manajemen keuangan: 3310590 Nina Mudrikah H; dan kualifikasi akademik master of commerce management: 2310535 Ananda Sabil Hussein. [Far]

Tim Ditjen Kerjasama ASEAN Deplu Kunjungi LSIH
13 Desember 2007
Tim Departemen Luar Negeri (Deplu), Kamis (13/12), berkunjung ke Laboratorium Sentral Ilmu-Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya. Mereka adalah Advance Team Ditjen Kerjasama ASEAN Deplu, yang diketuai oleh Retnani Yuniarti, Head of Section for Social, Rural Development and Poverty Eradication, Directorate of ASEAN Functional Cooperation.
Kunjungan ini dimaksudkan sebagai koordinasi awal dalam upaya kerjasama penyelenggaraan ”Seminar Sosialisasi Komitmen ASEAN bagi Penanganan HIV dan AIDS”. Menurut rencana, kegiatan ini akan diselenggarakan bulan Maret 2008 mendatang. Dalam rapat koordinasi, Tim Deplu meminta pihak Unibraw banyak berperan dalam seminar tersebut.
Kepala Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi RSSA/FK Unibraw, dr HA Gatoet Ismanoe SpPD, yang hadir dalam acara itu menyatakan, jumlah penderita AIDS di Jatim menempati peringkat keempat di tingkat nasional, dan Malang pada peringkat kedua se-Jatim. Lebih parah lagi, pertumbuhan penderita AIDS di Malang menduduki peringkat pertama. Penyebarannya tidak hanya oleh pekerja seks komersial, tapi yang utama injection drug user (IDU) atau jarum suntik antarpengguna narkoba.
Berkaitan dengan persiapan penyelenggaraan seminar, pihak Deplu berharap LSIH-Unibraw nantinya akan bekerja sama dengan pihak Pemkot dalam hal ini KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah) yang diketuai oleh Wakil Walikota Malang, Depkes/rumah sakit baik RSUD maupun swasta, LSM, kepolisian, pemuka agama, serta wakil dari kelompok masyarakat pemerhati kesehatan dan masalah sosial, khususnya HIV/AIDS.
Dari seminar ini, diharapkan dapat dicapai beberapa sasaran, seperti hilangnya stigma di masyarakat tentang penularan HIV/AIDS, serta sosialisasi penanganan HIV/AIDS. Selain itu, dari segi ilmiah diharapkan LSIH Unibraw mulai melakukan riset survei tentang penyebaran HIV/AIDS di samping mengkoleksi strain HIV yang ada di Indonesia untuk mengetahui jalur penyebaran HIV khususnya di ASEAN. [lsih]

Prof Soekartawi: Besar Peluang Unibraw di Luar Negeri
12 Desember 2007
Duta Besar RI untuk Republik Demokrasi Rakyat Laos (Lao PDR), Sutjiptohardjo Donokusumo, merasa senang dikunjungi Prof Dr Soekartawi, guru besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (Unibraw), Selasa (12/12), di ibukota Vientiane.
Duta Besar Sutjiptohardjo menuturkan, akhir-akhir ini dosen dan mahasiswa Unibraw banyak menaruh perhatian pada Laos. Terbukti dengan adanya beberapa kunjungan mereka ke Laos. Kelompok pertama, terdiri dari lima orang mahasiswa yang didampingi dosennya. Disusul kemudian kelompok kedua, yakni rombongan Prof Soekartawi. Kunjungan Prof Soekartawi ke Laos kali ini adalah dalam rangka mendirikan Education Research Network (ER-Net) untuk hubungan Laos (koneksi di Laos) yang dibidani oleh Depdiknas bulan Juli 2007 lalu.
Duta besar gembira, karena Prof Soekartawi bukan saja berkunjung tetapi juga memberikan ceramah (kuliah tamu). Di hadapan para pejabat tinggi Kementerian Pendidikan dan Perguruan Tinggi Laos, Prof Soekartawi membawakan topik "Strengthening ER-Net through Networking". Hadir pada kesempatan itu, HE Ouam Sengchandavong (Direktur Jenderal Pendidikan Laos), Prof Boualinh Soysouvanh (National University Of Lao), dan sejumlah staf KBRI.
Kepada PRASETYA Online Soekartawi mengatakan, bulan Juli 2007 lalu ia ditugasi Depdiknas untuk membentuk ER-Net. Waktu itu, semua utusan kementerian pendidikan negara-negara ASEAN yang hadir di Jakarta menyetujuinya. Tujuan ER-Net adalah untuk saling bertukar informasi hasil-hasil penelitian pendidikan. Untuk sementara, ER-Net ASEAN ini dicantolkan di Puslitjaknov-Balitbang Depdiknas.
Presentasi makalah internasional di Laos ini merupakan makalah Soekartawi yang kedua di bulan Desember 2007 ini. Makalah pertamanya berjudul: The Study of Factors Influencing Computer Adoption in East Java On-Farm Agribusiness’ dipresentasikan di the Australian and New Zealand Academy of Management (ANZAM) 2007 Conference on ‘Managing Our Intellectual and Social Capital’ di  Sofitel Wentworth Hotel Sydney, Australia, 4 -7 Desember 2007.
Menurut Soekartawi, sebenarnya banyak peluang yang dapat dimanfaatkan Unibraw untuk berpartisipasi pada event-event internasional. Dikatakannya, Duta Besar Sutjipto juga mengundang dosen-dosen bahasa Indonesia dari Unibraw untuk mengajar selama 3 bulan di Vientiane. KBRI akan menyediakan akomodasi dan biaya perjalanan, sementara honorarirum mungkin dapat dicarikan dari Depdiknas. [Skw]
----------------
Foto: Prof. Dr. Soekartawi (kiri) berjabat tangan dengan Duta Besar RI untuk Laos Sutjipto Donokusumo (tengah) dan Dr. Agung Purwadi (Direktur Pusat Studi Kebijakan & Inovasi, Puslitjaknov Depdiknas)

Harian SURYA Gelar Diskusi Mahasiswa di Unibraw
12 Desember
Difasilitasi oleh Humas Universitas Brawijaya, Harian SURYA menggelar diskusi antarmahasiswa di ruang Lesehan Perpustakaan Unibraw, Rabu (12/12). Mereka berasal dari 3 universitas di Malang, yakni Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Merdeka Malang. Acara ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mendapatkan gambaran tentang profil mahasiswa, khususnya di Malang dan Surabaya. Hal ini terkait dengan rencana untuk menerbitkan halaman khusus kampus sebagai bagian dari Harian SURYA.
Untuk itu tim Harian SURYA, terdiri dari Edna C Pattisina, A Dhany Puspitasari, dan Ary Tri Setyanto, berbincang secara  santai di tengah-tengah para mahasiswa itu. Kepada PRASETYA Online, Dhany Puspitasari menjelaskan, dari diskusi tersebut diharapkan dapat digali karakteristik serta identitas mahasiswa Malang. ”Kami berusaha sharing dengan mereka, mulai dari minat, hobi, keinginan, kesukaan, semuanya. Meskipun kami tahu ini belum seluruhnya bisa mewakili, namun dari obrolan yang kami dapat, mereka begitu orisinil dan cukup khas”, ujar Dhany seusai acara diskusi.
Sementara itu, Ary Tri Setyanto mengungkapkan, diskusi ini dilatarbelakangi oleh keinginan membentuk media baru bagi para mahasiswa. Karena berdasarkan survei, menurut Ary, pangsa pasar terbesar yakni 60% pembaca berasal dari anak-anak muda. Oleh sebab itu, pangsa pasar sebesar ini merupakan potensi yang perlu dipertimbangkan penggarapannya.
Beberapa mahasiswa peserta diskusi tersebut juga mengungkapkan antusiasmenya terhadap acara ini. Rahma Ani, perwakilan Universitas Brawijaya, misalnya menyatakan: ”Kami senang bisa bertukar pikiran maupun pengalaman dengan mereka. Teman-teman yang lain juga cukup responsif dan semuanya berjalan lancar. Terlebih dengan keinginan mereka untuk membuat media, tentu saja kami bersedia membantu”. Menurut rencana, hasil diskusi tersebut akan digodok dan dijadikan semacam blue print untuk pengajuan proposal pembentukan media. [bhm]

LENSIE, ”Let's Through Economics With Photography
12 Desember 2007
Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (HMJ IESP), Selasa-Jumat (11/12-14/12) menggelar pameran fotografi di basemen Gedung Fakultas Ekonomi. Pameran ini hasil kerja sama HMJ IESP FE Universitas Brawijaya dengan HIMAFO (Himpunan Mahasiswa Fotografi) Universitas Negeri Malang. Diawali dengan workshop dan pelatihan fotografi tanggal 1-2 Desember 2007 silam, pameran ini menggelar hasil karya foto peserta workshop tersebut. Selain itu, foto yang dipajang juga berasal dari lomba fotografi yang akan ditentukan pemenangnya hari Jumat mendatang.
Acara yang bertajuk LENSIE ”Let’s Through Economics With Photography” tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk membentuk komunitas fotografi khusus mahasiswa Fakultas Ekonomi. Menurut Rizalahmad Nurimadona, Ketua Panitia, mahasiswa FE yang memiliki minat tinggi terhadap fotografi masih belum memiliki wadah tersendiri dalam berkumpul dan bertukar pengalaman. Melalui acara tersebut diharapkan akan muncul suatu wadah baru berupa komunitas fotografi yang membuahkan hasil karya positif.
Lomba fotografi yang juga diadakan seiring LENSIE diikuti oleh sekitar 48 peserta dari pelbagai fakultas. Dengan tema ”Kemiskinan di Sekitar Kita”, karya foto yang dipamerkan memotret sejumlah fenomena penduduk urban serta rumah-rumah kumuh yang banyak tersebar di lingkungan masyarakat. Tema ini seolah menjelaskan kondisi realitas bangsa bahwa masih banyak penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. ”Melalui karya foto ini, kami mencoba mengangkat dan menggali kesadaran akan makna kemiskinan yang ternyata masih melingkupi sebagian besar masyarakat,” ungkap Rizalahmad lagi. Menurut rencana, acara ditutup dengan sebuah seremoni. [bhm]

Workshop dan Konser Puisi Kreatif
12 Desember 2007
Belajar keilmuan teknik tidak menutup kemungkinan seseorang menjadi seniman. Inilah yang dialami Peter Nevland, seorang seniman puisi kreatif, yang dalam penampilannya kerap kali diiringi musik akustik (gitar). Kreativitasnya ini dikenal dengan “Acoustic Spoken Groove”, yang merupakan kolaborasi musik akustik dan puisi. Secara langsung penampilan lajang 32 tahun asal Austin Texas ini disaksikan oleh mahasiswa Program Bahasa di gedung PPI, Rabu (12/12). Acara ini dikemas dalam sebuah tajuk “Creative Poetry Workshop and Concert”. Kepada PRASETYA Online, Peter, demikian ia biasa dipanggil, mengaku mendalami banyak hal, termasuk di antaranya menulis, bermusik serta berpuisi. Keterampilan tersebut, kata alumni University of Texas itu, diperolehnya secara autodidak selama kurang lebih lima belas tahun.
Diceritakan, dirinya telah menamatkan pendidikan di jurusan yang menguras otak kiri dan justru sekarang banyak berkecimpung di dunia yang membutuhkan kelincahan otak kanan. Peter adalah alumni University of Texas, yang telah menamatkan program sarjana teknik mesin (mechanical engineering) dan program master di bidang materials science and engineering di kampus yang sama. “Saya merasa beruntung dengan berbagai pengalaman dan keilmuan yang saya miliki, karena memperkaya khasanah berkesenian saya yang akhirnya menjadi sebuah kreativitas yang unik”, kata dia. Walaupun tidak menempuh pendidikan seni menulis, bermusik dan berpuisi secara khusus, Peter mengaku tidak mengalami masalah sama sekali. Dalam hal menulis misalnya, ia mengaku menumpahkan karya seketika mendapat inspirasi di kepalanya. “Kemudian saya menampilkan karya tersebut dan meminta masukan dari audiens”, ujarnya. Respon dari audiens tersebut menurutnya menjadi modal pengembangan karyanya selama ini. Lebih jauh ia menceritakan sempat bekerja di sebuah perusahaan elektronika ternama di dunia sebagai engineering staff dan akhirnya memutuskan untuk berhenti lima tahun lalu untuk menekuni dunia hiburan secara total. Melalui karya-karyanya, ia telah berkeliling dunia di antaranya Jerman, Afrika Selatan, Inggris, Australia dan Amerika Serikat. Khusus untuk kunjungannya ke Indonesia kali ini, ia mengaku hanya berkunjung ke Malang.
Kolaborasi Musik Akustik dan Puisi
Dengan gayanya yang khas, atraktif dan dinamis, Peter menampilkan karya-karyanya dihadapan audiens, mahasiswa dan dosen Program Bahasa dan Sastra. Ia didampingi oleh seorang mahasiswa Program tersebut, Kuro, yang dilatihnya untuk mendampingi pada gitar. Beberapa karya tampilannya yang berhasil memukau audiens adalah Carrot Top, Beauty Queen, In Love With Your Sound, dll yang telah dipajang di website miliknya, www.spokengroove.com.
Dijelaskan, karya-karyanya tersebut dikhususkan agar mampu memberi inspirasi dan nilai-nilai kepada masyarakat mengenai spiritualitas, moralitas, rasa menghargai perbedaan kebudayaan, relationship (romantik dan persahabatan), serta hal-hal yang penuh kelucuan. Melalui pesan tersebut, ia menginspirasi setiap orang untuk mewujudkan impian-impiannya dengan tidak menjual murah sebuah relationship, seperti berhubungan dengan lawan jenis hanya untuk kepuasan nafsu. Selain penampilan secara langsung, dalam kesempatan tersebut, Peter juga membawa buah karyanya berupa CD yang berisi album-album miliknya serta aneka T-Shirt penuh warna untuk dijual kepada pengunjung yang meminati karya-karyanya. Bagi masyarakat luas yang penasaran dan meminati seni khas Peter Nevland, menurut rencana ia akan mengadakan konser di Oen Corner Malang pada Kamis (13/12) pukul 18.30 WIB.
Menumbuhkan Minat Mahasiswa
Ketua Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya, Dra Sri Endah Tabiati MEd menyatakan, kegiatan semacam ini merupakan kegiatan penunjang bagi mahasiswa guna meningkatkan minat mahasiswa terhadap sastra serta memotivasi mahasiswa untuk menulis karya sastra baik fiksi maupun non fiksi. Dijelaskannya, ia mengetahui seni berpuisi dan bermusik ala Peter Nevland dari Mike O’Quinn, seorang native speaker dari University of Texas (USA) yang telah bertugas selama satu tahun dari tiga tahun yang direncanakan.
Di akhir acara, mahasiswa diberi kesempatan untuk membuat dan menampilkan sebuah puisi. Menurut Peter, dalam pembuatan karya tersebut, mereka tidak perlu memahami dulu seluruh isi karyanya melainkan sekedar menyukai dan mengapresiasi terlebih dahulu. “Di sinilah keunggulan sebuah karya seni, ia memiliki kekuatan meskipun mungkin kita tidak memahaminya”, tandasnya. [nok]

Workshop Information Resource Sharing
12 Desember 2007
Manajer Proyek TPSDP-ISS Perpustakaan Universitas Brawijaya Muslech Dipl Lib MSi, Rabu 12/12, membuka Workshop on Implementation of Information Resource Sharing. Kegiatan di ruang pertemuan Perpustakaan Universitas Brawijaya itu berlangsung selama dua hari, 12/12-13/12. Peserta terdiri dari pustakawan fakultas-fakultas di lingkungan Universitas Brawijaya.
Materi yang diberikan di antaranya, “Sharing Resource & Electronic Document” oleh Muslech Dipl Lib MSi, “Web & Electronic Information Sharing” oleh Herman Tole ST MT, dan "Information Technology & Library Service" oleh Syaifuddin MHum.
Selain dalam bentuk seminar, para peserta workshop juga diberi kesempatan langsung melakukan praktek seperti “Aplikasi System Information Sharing Berbasis WEB” dan “Aplikasi Sistem OPAC dengan WEB” yang diberikan oleh tim unit digitalisasi dan tim multimedia Perpustakaan Universitas Brawijaya.
Kepada PRASETYA Online, Muslech mengatakan, dalam era komunikasi ilmiah di era globalisasi saat ini peran penyedia informasi di perpustakaan sangat penting. Terlebih ketika akses komunikasi melalui jaringan global semakin terbuka lebar. Dengan adanya bantuan teknologi komunikasi dan komputer, peran pustakawan dalam memberikan pelayanan kepada pengguna justru dapat lebih meningkat. Peningkatan kualitas layanan tersebut meliputi kemudahan akses informasi, pengiriman dokumen, rujukan, informasi kilat, akses artikel jurnal online, informasi yang lebih profesional serta peningkatan pelayanan pendidikan pemakai. Selain itu, informasi yang diberikan kepada pengguna dapat lebih cepat diberikan, tepat, serta mudah digunakan. Namun demikian, pemanfaatan teknologi informasi dapat berjalan lebih efektif dan efisien bila para pekerja informasi (pustakawan) bertindak kreatif, aktif dan proaktif. [nik]

Raker FK Unibraw
11 Desember 2007
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK Unibraw) menyelenggarakan rapat kerja (raker) di Gedung Widyaloka selama dua hari berturut-turut, Selasa dan Rabu (11-12/12). Raker ini membahas rencana strategis (renstra) untuk kurun waktu lima tahun ke depan 2008-2012, sekaligus program tahunan. Acara ini diikuti oleh segenap pimpinan FK, KPS (Ketua Program Studi), serta Pusat Jaminan Mutu (PJM) Unibraw.
Pada hari pertama, dilaksanakan sidang pleno sekaligus sidang kelompok yang akan mengulas tentang rancangan program kerja dan rencana ke depan dari Fakultas Kedokteran. Salah satunya, terkait pembentukan Program Studi Farmasi yang menurut rencana mulai diselenggarakan tahun depan. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar, pembentukan program studi ini juga terkait kompetensi serta kapabilitas elemen dari institusi yang dirasakan sudah siap. Sementara, sidang-sidang hari kedua juga berupa sidang pleno dan lanjutan sidang kelompok. [bhm]

Kuliah Tamu Dr Nadirsyah Hosen
11 Desember 2007
Terorisme telah menjadi fenomena paling menggegerkan masyarakat dunia dalam kurun waktu terakhir. Pasca tragedi 11 September 2001 di New York yang menewaskan lebih dari 10.000 penduduk, komunitas dunia seolah dicekam rasa takut. Terlebih ketika Amerika Serikat menyerbu dengan brutal jaringan Al Qaeda yang diklaim sebagai teroris dunia dan berlanjut pada penyerangan ke Irak. Di tingkat lokal, Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami kerugian besar terkait tindakan terorisme ini. Kasus Bom Bali I dan II serta tragedi pengeboman Poso maupun daerah lainnya semakin mengukuhkan status negeri ini dengan tingkat teror cukup tinggi. Sebenarnya gejala apakah yang melandasi terjadinya tragedi seperti ini? Sekularitas yang dikombinasikan dengan religiusitas dan kerentanan sekuritas menjadi faktor urgen yang musti diwaspadai.
Tema menarik ini dibahas habis-habisan dalam kuliah tamu bertajuk “Negotiating Secularism, Religion, and Security” yang berlangsung hanya sekitar 90 menit, dengan narasumber H Nadirsyah Hosen LLM MA(Hons) PhD. Bertempat di ruang pertemuan lantai II gedung Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Selasa (11/12), acara ini dihadiri sejumlah dosen maupun mahasiswa.
Dengan berkedok agama sebagai alasan terbesar kasus terorisme, demikian Nadirsyah, motif sekuler juga menjadi salah satu alasan pembenaran tindakan tersebut. Pada saat yang bersamaan, dunia pada saat ini menjadi lebih religius pasca runtuhnya komunisme yang dianggap tidak mampu menjadi jawaban atas kemakmuran dan perdamaian dunia. Dengan demikian, perlu dilakukan pengubahan paradigma sempit akan hal tersebut. Bahwa religi tidak bisa dijadikan pembenaran atas segala sesuatu yang berhubungan dengan terorisme. Seharusnya religi dilihat sebagai kerangka utama solusi dari terorisme tersebut.
Ada empat aliran yang mendasari terjadinya tindakan terorisme ini menurut Nadirsyah. Di antaranya, aliran anarkisme yang dianut oleh para pemimpin politik terkait perluasan wilayah dan sosiopolitis, aliran antikolonial yang menentang segala bentuk penjajahan dalam arti apapun, aliran kiri yang biasanya melakukan sabotase atas segala sesuatu maupun penyanderaan, serta aliran religius yang berkedok agama sebagai pembenaran tindakannya. “Kasus terorisme yang belakangan ini mewarnai kejadian di seluruh penjuru dunia bisa jadi didasari oleh salah satu aliran tersebut atau bahkan kombinasinya,” ungkap staf pengajar University of Wollongong (Australia) tersebut. Ia juga menunjukkan beberapa contoh opini media di dunia terkait terorisme yang makin marak terjadi. Beberapa pertanyaan yang muncul terkait problematika ini seperti pandangan dunia modern terhadap agama Islam yang dianggap anarkis serta sikap muslim yang terasing di negara orang. [bhm]

Workshop HP GSM-CDMA
11 Desember 2007
Eksekutif Mahasiswa Elektro (EME) Universitas Brawijaya bekerjasama dengan PT Quadrant Lintas Buana Workshop Divisi Telekomunikasi, hari Selasa dan Rabu (11-12/12) mengadakan pelatihan. Pelatihan mengenai teknologi seluler dan segala hal yang berkaitan dengan handphone ini berlangsung di Aula Teknik Universitas Brawijaya, diikuti oleh para mahasiswa.
Dengan pemateri dari PT Quadrant langsung, acara ini terselenggara sebagai bagian dari Road Show 100 Kampus. Beberapa materi yang dibahas antara lain overview teknologi seluler dari analog ke 3.5 G, block diagram handphone dan lay out engine GSM dan CDMA, tips and trick hardware, pengenalan service tools, praktik hardware, pengenalan UFS tornado dan Dongle CDMA, praktek flasher, tips and trick software, pengenalan content aplikasi dan internet selular, beserta praktiknya.
Menurut Ketua Panitia, Qoriatul Masruroh, mahasiswa Teknik Elektro, acara ini diadakan sebagai bentuk edukasi dan pengembangan aspek praktikal yang selama ini telah diajarkan secara teoretis. Mengapa handphone, menurut Qoriatul Masruroh, karena dewasa ini produk tersebut saat ini hampir pasti dimiliki oleh masyarakat umum. Dengan materi yang diberikan, diharapkan mahasiswa lebih menguasai basis dasar teknologi software maupun hardware peralatan komunikasi tersebut. [bhm]

Sepak Bola Mini Dies Natalis ke-45
10 Desember 2007
Memeriahkan peringatan Dies Natalis ke-45 Universitas Brawijaya, panitia menggelar pertandingan sepak bola mini. Pesertanya tim-tim dari fakultas-fakultas, pascasarjana, serta kantor pusat. Pertandingan diawali sejak hari Senin (10/12) dan berlangsung hingga Jumat (14/12).
Pada hari pertama, jam pertama, Fakultas Hukum bertanding melawan Fakultas Perikanan. Jam kedua, Fakultas Teknologi Pertanian bertanding dengan Fakultas Peternakan. Sementara jam ketiga, Fakultas MIPA melawan Pascasarjana. Sementara itu 3 tim, masing-masing Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Kedokteran memperoleh bye dan tanpa harus bersusah payah berhak tampil pada babak selanjutnya.
Selanjutnya, pada hari kedua (Selasa, 11/12), jam pertama, Fakultas Teknik bertanding dengan Kantor Pusat sementara jam kedua Fakultas Ilmu Administrasi melawan Program Ilmu Sosial. Pertandingan final untuk menentukan juara I, II, III, dan IV akan digelar hari Jumat mendatang. [bhm]

Solaris General Lecture
10 Desember 2007
Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya bekerjasama dengan PT Sun Microsystem Indonesia menggelar seminar tentang seluk beluk Solaris sebagai sistem operasi. Diikuti puluhan mahasiswa, acara di Gedung PPI, hari Senin (10/12), ini menampilkan pembicara Andre Wenas, Technology Director Sun Microsystem Asia; Adhari C Mahendra sebagai Software Technical Consultant Sun Microsystem Indonesia, dan Eriq Muhammad Adams dari Sun Campus Ambassador Indonesia.
Materi yang dibawakan terkait dengan sosialisasi proyek OpenSolaris yang berbasis kode source pada Sistem Operasi Solaris. Proyek Opensolaris akan menemukan keberagaman pengguna, termasuk basis versi mendatang dari produk Solaris OS, proyek sistem operasi yang lainnya, dan bentuk distribusinya. Ada dua versi yang ditawarkan yakni OpenSolaris dan Sistem Operasi Solaris. Perbedaan keduanya, OpenSolaris ada dalam bentuk free, sementara Solaris harus melalui pembayaran, namun didukung oleh sistem support komunitas yang kuat.
Eriq Muhammad mengatakan, acara ini merupakan upaya sosialisasi untuk mengembangkan komunitas pengguna Sun, khususnya Java sekaligus penggunaan teknologinya. Perlu diketahui, Sun Campus Ambassador hanya berkedudukan di Universitas Brawijaya dan Universitas Indonesia. Universitas Brawijaya sendiri menangani wilayah timur, antara lain Surabaya dan sekitarnya sementara Universitas Indonesia merangkum wilayah barat, yakni Jakarta, Jawa Barat, dan sekitarnya. Dikemukakan beberapa keunggulan Solaris sebagai sistem operasi, meliputi penggunaannya yang biasa dipakai pada mesin besar (enterprise), jaringan yang kuat, dan support komunitas. “Melalui sosialisasi ini kami ingin agar masyarakat mengerti dan memahami teknologi yang dibawa oleh Sun,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Eriq membawakan materi tentang Swing yakni library yang digunakan untuk membuat aplikasi desktop. Beberapa contoh aplikasi yang dibuat dimensional dan permainan tekstur juga ditampilkan sehingga menarik perhatian peserta. Di penghujung acara, digelar kuis yang berhadiah antara lain flashdisk, speaker, serta door prize menarik lainnya. [bhm]

Persiapan Visitasi Akreditasi Institusi
10 Desember 2007
Menyambut visitasi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Universitas Brawijaya telah mempersiapkan segala sesuatunya.
Visitasi tim asesor BAN-PT yang terdiri dari Prof Abdul Salam (Yarsi), Prof Dr Ir Syarif Wijaya (ITS), Prof Dr Naek Sinukaban (IPB), Prof Dr. Bambang Suryawan (UI), dan Prof Dr Dumsar (Unand) diagendakan berlangsung selama 3 hari, 13-15 Desember 2007.
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, dalam hal ini meminta agar seluruh unit dan segenap unsur sivitas akademika berpartisipasi, mendukung dan menyukseskan pelaksanaan akreditasi tersebut, sehingga Universitas Brawijaya bisa berhasil mendapatkan nilai tertinggi, "A". Untuk itu, beberapa persiapan telah dilakukan mulai merapatkan barisan, perbaikan dan kelengkapan portofolio hingga sosialisasi pada mahasiswa, staf pendukung, dosen dan pimpinan unit kerja.
Rambu-rambu
Mempersiapkan ini, Ketua Pelaksana Akreditasi Universitas Brawijaya, Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, menyusun rencana mengadakan simulasi untuk semua pihak termasuk Tim Penyusun Portofolio. Sesuai dengan panduan asesmen lapang (Buku-IV AIPT), Ketua Pelaksana menyampaikan rambu-rambu wawancara dalam asesmen lapang AIPT yang perlu diketahui oleh sivitas akademika.
Dalam asesmen lapang tersebut diundang beberapa perwakilan mahasiswa, dosen, staf pendukung, dan pimpinan untuk berdialog dengan asesor di Ruang Sidang Rektorat Lantai VIII. Selain itu, asesor juga akan mengamati lingkungan kampus, mengadakan wawancara dengan siapa saja untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Sivitas akademika dapat menyampaikan informasi yang akurat dan relevan. Secara rinci rambu-rambu tersebut adalah: (1) Wawancara dengan pimpinan unit institusi perguruan tinggi meliputi suasana kerja, hubungan pimpinan dan bawahan, hubungan antara sesama sivitas akademika, beban kerja, sistem kesejahteraan, termasuk penggajian/honor, kelengkapan prasarana dan sarana.(2) Wawancara dengan dosen dan staf pendukung meliputi kepemimpinan, suasana kerja, hubungan dengan pimpinan dan sesama anggota, beban kerja, sistem kesejahteraan (termasuk penggajian/honor), masalah akademik lain yang relevan, prasarana dan sarana akademik, pelayanan administrasi terhadap dosen. (3) Wawancara dengan mahasiswa meliputi suasana belajar, kelengkapan prasarana dan sarana akademik, kepuasan belajar, fasilitas kemahasiswaan (asrama, klinik, fasilitas olahraga, fasilitas hiburan, dll), organisasi mahasiswa, layanan bantuan (bimbingan dan konseling, beasiswa, dsb), informasi karir dan pasar kerja.
Jadwal simulasi
Jadwal acara simulasi disusun sebagai berikut. Senin 10 Desember 2007: 09.00-10.00, di Rektorat Lantai-VIII, penanggung jawab: PR-II, peserta: Kepala Biro, Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian, perwakilan karyawan, teknisi, Kepala Urusan. Selasa, 11 Desember 2007: 08.00-10.00, di Rektorat Lantai-VIII, penanggung jawab: Asesor UB, PR-I, peserta: Tim Portofolio dan Staf Ahli Rektor/PR; 10.00-12.00, di Rektorat Lantai-VIII, penanggung jawab: Asesor UB, PR-I, peserta: perwakilan dosen, alumni dan pengguna lulusan, Tim Portofolio, dan Staf Ahli Rektor/PR; 13.00-15.00, di Rektorat Lantai-VIII, penanggung jawab: Asesor  UB, PR I-III, peserta: pimpinan fakultas (dekan, pembantu dekan, dan ketua jurusan), lembaga, UPT, Tim Portofolio dan Staf Ahli Rektor/PR; 15.00-17.00, di Rektorat Lantai-VIII, penanggung jawab: Asesor UB, PR III; peserta: pimpinan fakultas (dekan, pembantu dekan, ketua jurusan), lembaga, UPT, Tim Portofolio, dan Staf Ahli Rektor/PR.
Jadwal asesmen lapang
Sedangkan jadwal asesmen lapang yang telah disetujui Ketua Tim Asesor, namun masih bisa berubah tergantung kebutuhan adalah sebagai berikut. Kamis, 13 Desember 2007: 09.00-10.30, kegiatan: audiensi dengan pimpinan UB, tim menyampaikan maksud visitasi, dan presentasi portofolio UB; 10.30-11.30, tatap muka dengan pimpinan unit-unit kerja (fakultas, lembaga, UPT, Program Pascasarjana); 11.30-12.30, pemeriksaan dokumen; 12.30-13.30, ishoma; 13.30-14.30, tatap muka dengan perwakilan dosen; 14.30-15.30, kunjungan ke fasilitas pendukung; 15.30-16.00, break; 16.00-17.00, pemeriksaan dokumen. Jumat, 14 Desember 2007: 08.30-09.30, kegiatan: tatap muka dengan mahasiswa; 09.30-10.30, tatap muka dengan karyawan; 10.30-12.00, pemeriksaan dokumen; 12.00-13.30, ishoma (shalat Jumat); 13.30-14.30, kunjungan ke fasilitas pendukung; 14.30-15.30, pemeriksaan dokumen; 15.30-16.00, break; 16.00-17.00, rapat Tim; 17.00-19.00, istirahat; 19.00-20.00, wrap up meeting dan ramah tamah. [eas]
---
Berikut adalah beberapa file yang bisa diakses dan didownload oleh siapa saja yang membutuhkan.

  • Buku I: Naskah Akademik Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi
  • Buku II: Standar dan Prosedur Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi
  • Buku III: Pedoman Penyusunan Portofolio Akreditasi Institusi Pergurun Tinggi
  • Buku IV: Pedoman Asesmen Lapang Aktreditasi Institusi Perguruan Tinggi
  • Buku V: Pedoman Penilaian Portofolio Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi
  • Buku VI: Matriks Penilaian Portofolio Akreditasi Institusi

  • Lagi, Dua Guru Besar Baru: Prof Agus Suryono dan Prof Munawar Ismail
    10 Desember 2007
    Universitas Brawijaya kembali mengukuhkan dua guru besar baru. Kali ini, Prof Dr Agus Suryono SU guru besar dalam ilmu administrasi pembangunan pada Fakultas Ilmu Administrasi, dan Prof Dr Munawar Ismail SE DEA guru besar dalam bidang ilmu ekonomi makro pada Fakultas Ekonomi.
    Di depan Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya yang dipimpin oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, keduanya membawakan pidato ilmiah. Orasi Prof Agus Suryono berjudul "Birokrasi dalam Perspektif Pembangunan Berwawasan Kearifan Budaya Lokal", sedangkan pidato Prof Munawar berjudul "Kritik Sosiologis terhadap Kedudukan Individu dalam Bangunan Teori Ekonomi Neo-Klasik".
    Prof Dr Agus Suryono SU (54 tahun), pria kelahiran Probolinggo, 29/12/1952, adalah guru besar ke-150 atau yang ke-17 dari Fakultas Ilmu Administrasi. Sarjana administrasi negara dari Fakultas Ketatanegaran dan Ketataniagaan Unibraw (1978), sarjana utama (SU) administrasi negara dari Pascasarjana Fisipol Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1985), dan doktor ilmu-ilmu sosial lulusan Universitas Airlangga, Surabaya (2006) ini mendapatkan pendidikan tambahan berupa kursus-kursus dalam berbagai bidang sejak 1980-2003. Menjadi tenaga pengajar Fakultas Ilmu Adminsitrasi Unibraw sejak 1979 dengan jabatan akademik asisten ahli madya golongan III/a, dan jabatan akademik terakhir Prof Agus Suryono sebelum ini adalah lektor kepala golongan IV/c. Dalam bidang pekerjaan di fakultasnya, Prof Agus Suryono pernah mejabat sebagai Kepala Bidang Kemahasiswaan D-III Kesekretariatan (1980-1982), Sekretaris Bidang Pengembangan Pedesaan, Pusat Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Unibraw (1985-1992), Ketua Badan Pertimbangan Penelitian (BPP) (1992-2001), Ketua Lembaga Penerbitan dan Dokumentasi (2001-2004), Ketua Lembaga Pembinaan Administrasi (LPA) (2004-kini). Selama 6 tahun terakhir, Prof Agus Suryono melaksanakan paling tidak 6 judul penelitian, menulis 10 judul buku teks yang dipublikaiskan selama 27 tahun terakhir. Semasa mahasiswa Prof Agus Suryono aktif menulis pada MIMBAR Koran Kampus Universitas Brawijaya, Mimbar Mahasiswa Jakarta. Selain itu juga menjadi penulis lepas dan komentator pada beberapa media cetak seperti Malang Post, Radar Malang Jawa Pos, Surya, Memorandum, dan Majalah Korpri. Dari pernikahannya dengan Dra Hj Misayun, Prof Agus Suryono dikaruniai 5 orang putra-putri (seorang meninggal dunia).
    Sementara itu Prof Dr Munawar Ismail SE DEA (50 tahun), pria kelahiran Magetan, 12 Februari 1957, adalah guru besar ke-151 atau yang ke-23 dari Fakultas Ekonomi. Sarjana ekonomi lulusan terbaik Jurusan Ekonomi Umum FE Unibraw (1983), master ekonomi moneter (1990) dan doktor bidang ekonomi makro (1994) dengan predikat très honorable avec felicitations dari Universitè de Nice-Sophia Antipolis, Prancis ini mengabdikan diri sebagai dosen FE Unibraw sejak 1984 dan jabatan akademik terakhir Lektor Kepala Madya golongan IV/a (2004), diangkat sebagai guru besar terhitung mulai 1 April 2007. Selama 4 tahun (1990-1994) dia sempat menjadi peneliti muda di Centre d'Etude en Macroèconomique et Finance Internationale Universite de Nice-Sophia Antipolis, Prancis. Selain itu, Prof Munawar pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FE Unibraw selama dua periode (1996-2003), Pembantu Dekan bidang akademik (PD-I) pada fakultas yang sama (2003-2007), dan menjadi asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) program sarjana dan pascasarjana (2004-sekarang). Selama 13 tahun terakhir Prof Munawar menghasilkan paling tidak 19 publikasi ilmiah, setahun terakhir menulis 5 makalah seminar, dan 11 tahun terakhir melaksanakan 16 judul penelitian. Penghargaan yang pernah diperoleh antara lain Dosen Teladan II FE Unibraw (1985), Dosen Teladan I FE Unibraw (1998), Dosen Teladan II Unibraw (1998). Dari pernikahannya dengan Dra Wuwuh Kanti Utami, Prof Munawar dikaruniai 4 orang putra-putri. [Far]

    Birokrasi dalam Perspektif Pembangunan Berwawasan Kearifan Budaya Lokal
    10 Desember 2007
    Selama lebih dari tiga dasawarsa pembangunan negara Indonesia menekankan pada pertumbuhan ekonomi secara berlebihan (economic overtone) dan mengabaikan perhatian pada aspek-aspek budaya kehidupan bangsa.
    Model pembangunan semacam itu bukan hanya telah menghalalkan berbagai bentuk ketimpangan sosial, tetapi juga menimbulkan akumulasi nilai-nilai hedonistik, ketidakperdulian sosial, erosi-erosi ikatan kekeluargaan dan kekerabatan, serta meluasnya dekadensi moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pilihan pada pendekatan ekonometrik itu bahkan telah membuat masyarakat menjadi sangat tergantung pada birokrasi-birokrasi sentralistik yang memiliki daya absorbsi sumberdaya sangat besar, namun kemampuan dan kepekaannya sangat rendah untuk menanggapi kebutuhan-kebutuhan lokal dan secara sistematis telah mematikan pula inisiatif masyarakat lokal untuk memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi.
    Demikian Prof Dr Agus Suryono SU dalam pidato pengukuhan guru besar dalam bidang Ilmu Administrasi Pembangunan Fakultas Ilmu Administrasi Unibraw yang berjudul "Birokrasi dalam Perpektif Pembangunan Berwawasan Kearifan Budaya Lokal". Prof Agus Suryono dikukuhkan sebagai guru besar di hadapan Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya, di Gedung Widyaloka, hari Senin (10/12).
    Konsekuensi pendekatan tersebut, lanujutnya, adalah tergerusnya nilai-nilai budaya bangsa dalam skema pembangunan yang telah dirancang dan dibakukan dari atas. Masyarakat harus tunduk pada rezim nilai-nilai pembangunan yang seragam dan monopolistik. Itulah sebabnya, praktek-praktek pembangunan juga seragam di berbgai entitas masyarakat dan daerah, walaupun secara kultural memiliki perbedaan yang sangat nyata.
    Oleh sebab itu dapat diduga betapa penyeragaman nilai dan praktek-praktek pembangunan yang ditanamkan selama ini justru menciptakan distorsi dan disintegrasi yang luar biasa dalam masyarakat. Pada akhirnya, masyarakat bangsa ini merasa tercerabut dari akar budayanya dan menghamba pada dominasi nilai-nilai budaya asing (global) yang dikemas dalam paket-paket halus pembangunan yang sebenarnya sangat sulit dimengerti dan dipahami. Pembangunan berwawasan kearifan budaya (lokal) menawarkan pilihan model pembangunan yang mengedepankan penguatan harkat dan martabat manusia dalam proses-proses pembangunan yang tiada henti-hentinya mencari alternatif munculnya peradaban baru (new civilization) yang lebih membebaskan, lebih mencerahkan, lebih adil, dan lebih manusiawi. Dengan kata lain, pembangunan berwawasan kearifan budaya (lokal) diharapkan mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia; bukan semata-mata hanya menghasilkan tercapainya kecukupan dan kelimpahan material, melainkan juga harus mampu menghadirkan penguatan nilai-nilai fundamental manusia itu sendiri. Selain itu, juga mengandung makna bagaimana caranya mengemas atau merumuskan kebijakan pembangunan lokal menjadi bernilai global dengan melibatkan elite dan masyarakat lokal setempat.
     Di negara berkembang seperti Indonesia, pemahaman birokrasi yang masih menjadi perdebatan adalah mengenai penyakit birokrasi atau patologi birokrasi (bureaucratic pathology). Masalah ini bukan hanya dirasakan oleh masyarakat awam dan para akademisi, tetapi juga oleh para birokrat sendiri. Para kritisi mengkhawatirkan, birokrasi cenderung menjadikan dirinya sendiri sebagai tujuan. Birokrasi menjadi majikan, dan bukan pelayan, sehingga warga masyarakat bukannya menikmati keuntungan-keuntungan dari efisiensi yang lebih besar, melainkan menjadi terjerat dalam prosedur-prosedur birokrasi tanpa senyum.
    Birokrasi dalam pembangunan dengan memperhatikan kearifan budaya lokal adalah sebuah keniscayaan dari sesuatu yang mungkin. Kearifan budaya lokal bukan sejarah atau dongeng, tetapi merupakan warisan ajaran budi pekerti luhur (budaya adhi luhung) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, apabila wawasan kearifan budaya lokal dianggap sebagai sebuah pilihan rasional (rational choice) dalam pembangunan, maka ada beberapa rekomendasi yang dapat disampaikan, antara lain: Pertama, paradigma pembangunan yang berwawasan kearifan budaya lokal harus dapat bekerja atas dasar logika ekologi manusia dan dapat dilaksanakan melalui pemberdayaan masyarakat dengan memberikan peran penting untuk menentukan tujuan-tujuan mereka sendiri dengan mengelola potensi-potensi sumber daya yang diperlukan bagi kepentingan bersama; Kedua, tujuan pembangunan yang berwawasan kearifan budaya lokal adalah untuk mencapai realisasi potensi-potensi kemanusiaan yang utuh; Ketiga, paradigma pembangunan yang berwawasan kearifan budaya lokal harus dapat melengkapi struktur-struktur formal dengan teknologi organisasional yang lebih bersifat adaptif dan dapat memberikan nilai tambah pada inisiatif perencanaan pembangunan daerah; Keempat, paradigma pembangunan yang berwawasan kearifan budaya lokal harus dapat menempatkan sistem produksi di bawah subordinasi kepentingan masyarakat yang lebih luas dan dilengkapi dengan dukungan sumberdaya intelektual yang profesional, sumberdaya sosial yang memadai, dan sumberdaya kearifan lokal yang bijak. Kelima, paradigma pembangunan yang berwawasan kearifan budaya lokal mengakui arti pentingnya produksi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, tetapi juga harus memberikan tempat yang sama bagi pentingnya nilai-nilai kualitas hidup yang lebih luas seperti nilai-nilai kebebasan, keadilan dan kesetiakawanan sosial.
    Oleh karena itu, dalam rangka pembangunan ekonomi daerah, paradigma birokrasi yang berwawasan kearifan budaya lokal hendaknya lebih memperhatikan adanya perubahan-perubahan dalam hal: sistem organisasi dan tata kerja pegawai; sikap daya cipta/kreativitas; sistem pelaksanaan; sikap terhadap masalah dan munculnya ide-ide baru; manajemen kerja; orientasi pembangunan; metode pengambilan keputusan; daripada hanya berpolemik dengan slogan kaya fungsi miskin struktur. [bhm]

    Kritik Sosiologis terhadap Kedudukan Individu dalam Teori Ekonomi Neoklasik
    10 Desember 2007
    Individu bukan dianggap sebagai mahluk sosial, melainkan sebagai mahluk rasional. Rasional dalam tujuan maupun rasional dalam memilih cara merealisiasikan tujuan tersebut. Anggapan ini ada pada terori ekonomi neoklasik. Dikatakan rasional bila tujuan individu adalah maksimalisasi. Baik maksimalisasi kepuasan sewaktu menjadi konsumen, maupun maksimalisasi keuntungan ketika menjadi produsen. Demikian pendapat Prof Dr Munawar Ismail SE DEA, dalam pidato berjudul "Kritik Sosiologis terhadap Kedudukan Individu dalam Bangunan Teori Ekonomi Neoklasik". Pidato pengukuhan jabatan gurubesar dalam bidang ilmu ekonomi makro tersebut disampaikan di depan Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya, Senin (10/12).
    Ringkasnya, doktrin individualisme memposisikan individu sebagai aktor tunggal, selalu berorientasi pada dirinya sendiri, dan terlepas dari struktur sosial di mana berada. "Tidaklah mengherankan kalau dengan konsep seperti itu, pada akhirnya di masyarakat menjelma menjadi individu yang individualistis, egois, dan kurang peka terhadap lingkungan sosialnya", tukas Prof Munawar.
    Metodologi individualisme juga memiliki implikasi penting terhadap aspek moral. Mengingat individu sebagai titik sentral, maka penilaian baik-buruk terhadap sesuatu juga harus dikembalikan pada preferensi masing-masing individu. Akibatnya, moral sosial yang disepakati sebagai rujukan bersama menjadi tidak ada. "Kalau masalah moral dikembalikan pada individu, kriteria apa yang bisa dipakai individu untuk menilai baik-buruk sesuatu?" kata Prof Munawar. Mengutip pendapat Jeremy Bentham, Prof Munawar mengatakan, segala sesuatu yang memberikan kenikmatan adalah baik, dan yang memberikan rasa sakit adalah buruk. Oleh karena itu, menurut teori neoklasik, individu yang mengejar kenikmatan untuk dirinya sendiri pada dasarnya sudah melaksanakan kebaikan.
    Kosongnya moral sosial juga berimplikasi pada hilangnya tanggung jawab sosial bagi individu. Dengan kata lain, tanggung jawab sosial menjadi tidak relevan dalam doktrin individualisme, karena masing-masing individu harus memikirkan diri sendiri, sehingga tanggung jawab yang relevan adalah tanggung jawab pada dirinya sendiri.
    Dengan konsep ekonomi seperti ini, demikian Prof Munawar, tidaklah sulit untuk memahami jika dikatakan bahwa harga yang terjadi di pasar bukanlah cerminan kehendak seluruh konsumen, tetapi cerminan kepentingan pribadi seorang konsumen yang mampu membayar kepada penjual. Konsumen lain yang tidak mampu membayar, harus rela mencari alternatif lain untuk merealisasikan keinginan pribadinya. "Oleh karena itu, tidak menjadi soal, dan juga bukan merupakan aib, jika seorang kaya mampu memberi daging yang baik kepada anjing kesayangannya, lebih daripada nafkah seorang ayah miskin kepada anak-isterinya", tutur Prof Munawar. Oleh karena itu, tidak mengherankan pula kalau akhirnya sebagian sumber daya dalam perekonomian digunakan untuk menghasilkan barang-barang yang dibutuhkan oleh mereka yang mampu membayar harga tinggi kepada produsen. Meskipun menghasilkan barang lain, bisa jadi, lebih penting karena dibutuhkan sebagian besar masyarakat. Itulah alasan mengapa banyak negara kapitalis bisa menghasilkan barang melimpah, tetapi banyak pula yang tidak bisa menikmatinya. Dengan kata lain, "barang yang dihasilkan sangat banyak, tetapi yang tidak bisa makan juga banyak", ujar Prof Munawar.
    "Inilah realitas kehidupan ekonomi di sekitar kita", ujarnya lebih lanjut. Di mana-mana ada pemandangan kontras. Orang kaya yang memiliki barang melimpah bersebelahan dengan orang miskin yang sangat kekurangan. Parahnya lagi, tutur Prof Munawar mengutip pendapat Stiglitz, ketimpangan semacam ini tidak justru berkurang ketika perekonomian menjadi semakin maju. Di manapun, setiap ada kemajuan ekonomi selalu dibarengi oleh meningkatnya ketimpangan, kemiskinan, dan kriminalitas. "Realitas ekonomi memang parah. Namun kondisi ini memang sejalan dengan teori ekonomi yang ada. Doktrin individualisme telah berhasil menciptakan teori ekonomi yang reduksionis, pelaku ekonomi yang egois dan materialistis, serta kondisi ekonomi yang asosial", tuturnya.
    "Jika kondisi ekonomi seperti sekarang ini dianggap sebuah kegagalan, maka cara memperbaikinya harus dengan mencari pendekatan atau fondasi baru yang dijadikan landasan untuk membangun teori ekonomi alternatif. Dalam konteks inilah maka pengajaran ekonomi di perguruan tinggi harus dirombak", kata Prof Munawar. Materi pengajaran yang hanya memperkenalkan satu pendekatan harus diakhiri. Metodologi individualisme harus dikonfrontasikan dengan metodologi-metodologi lain yang lebih humanis dan bermoral", ujar Prof Munawar mengakhiri pidatonya. [Far]

    Minggu Sehat Bergizi
    9 Desember 2007
    Lapangan depan Rektorat Universitas Brawijaya, MInggu pagi (9/12), dipadati ratusan mahasiswa serta masyarakat umum. Mereka melaksanakan senam sehat, dipandu oleh instruktur senam terlatih. Para peserta tampak antusias menggerakkan badannya seiring dengan musik yang terdengar rancak. Acara ini merupakan rangkaian dari kegiatan Minggu Sehat Bergizi yang digelar Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran bersama Eksekutif Mahasiswa (EM) bagian Advokesma (Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa).
    Selain senam sehat, juga diadakan tes antropometri (pengukuran dimensi tubuh manusia), tes tekanan darah, serta konsultasi gizi dan kesehatan. Di penghujung acara, dilaksanakan pembagian susu secara cuma-cuma. Selain itu, juga diadakan pembagian door prize dan aneka kuis yang menarik. Pada kesempatan itu pula disediakan stan advokasi yang berfungsi untuk menampung saran dan kritik mahasiswa maupun masyarakat tentang keluhan yang dirasakan terkait masalah yang dihadapi dengan Universitas Brawijaya. Setiap saran maupun kritik yang masuk akan dibahas bersama dan diusahakan dicarikan penyelesaiannya.
    Salah seorang panitia, Sindu Buana, menteri Advokesma EM Unibraw menyatakan acara ini adalah untuk membangkitkan animo masyarakat agar sadar terhadap kesehatan serta pola makan. Di samping itu, stan advokasi juga ditujukan untuk masyarakat, khususnya warga Unibraw sendiri. Keterpaduan antara konsultasi gizi dan kesehatan serta pelayanan advokasi ini diharapkan mampu menyalurkan aspirasi masyarakat akan hal tersebut. “Sebenarnya kami menginginkan hal ini dibuat secara reguler, namun terkait keterbatasan waktu dan program kerja, kami hanya bisa melaksanakannya sekarang. Setidaknya, saat ini kami hanya bisa mengadakan acara ini. Semoga masyarakat bisa memetik manfaat“, kata Sindu lagi. [bhm]

    Jalan Sehat Dies Natalis ke-46 FE Unibraw
    9 Desember 2007
    Menandai berakhirnya serangkaian acara peringatan Dies Natalis ke-46 Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, hari Minggu (9/12) diselenggarakan jalan sehat yang diikuti oleh mahasiswa, dosen, karyawan, serta pimpinan fakultas. Dimulai dari pukul 06.00, jalan sehat yang dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi, Prof Dr Bambang Subroto SE MM ini mengambil start pelataran fakultas dilanjutkan ke arah utara menuju gerbang belakang Fakultas Ekonomi kemudian melalui Jalan Mayjen Haryono (Raya Dinoyo) ke arah barat. Selanjutnya, menuju jalan Watumujur kemudian kembali menuju kampus Universitas Brawijaya melalui gerbang belakang Fakultas Teknik. Setelah itu memutari lapangan rektorat menuju jalan Veteran dan melalui Gerbang Samantha Krida kembali menuju Fakultas Ekonomi.
    Seusai jalan sehat, para peserta disuguhi hiburan berupa festival musik serta sarapan yang disajikan secara prasmanan. Pada kesempatan itu pula istri Dekan FE menembangkan lagu popular “Munajat Cinta” beserta para hadirin yang diminta kerelaannya untuk menyanyikan lagu kesukaannya. Setelah selesai acara hiburan, dilakukan pengundian door prize dengan hadiah utama yakni sepeda motor Supra Fit. Selain itu, juga diperebutkan hadiah lainnya berupa pesawat televisi, dan aneka ragam hadiah hiburan. [bhm]

    Pecahkan Rekor MURI: Bakar Jagung Terpanjang
    9 Desember 2007
    Acara bakar jagung biasanya dilakukan bersama teman ataupun keluarga, sebagai ajang keakraban dan silaturahmi. Himpunan Mahasiswa Jurusan Budidaya Pertanian (Himadata) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP Unibraw) menggunakan cara tersendiri membuat jagung bakar. Tongkol jagung disusun di atas bara arang berderet sepanjang 530 meter, sehingga tercatat sebagai bakar jagung terpanjang dan mampu memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) .
    Dihadiri langsung oleh Manajer MURI, Paulus Pangka SH yang juga turut melakukan pengukuran, acara ini menyedot banyak animo mahasiswa maupun masyarakat luas yang ingin berpartisipasi. Dikatakannya seusai memberi ucapan selamat kepada tim panitia, rekor yang baru terbentuk pada hari itu merupakan rekor yang ke-2911. Dengan demikian mengalahkan rekor sebelumnya yang sempat dibuat oleh Bupati Kendal, H Hendy Boedhoro SH MSi pada tanggal 23 Juni 2004 di mana panjang bakar jagung sebesar 250 meter. Kepada media, Paulus Pangka mengungkapkan kebanggaannya kepada mahasiswa jurusan Budidaya Pertanian yang memiliki semangat melestarikan budaya bakar jagung. ”Bakar jagung ini hanya terdapat di Indonesia, dengan begitu juga mencetak rekor dunia, ” ungkapnya bersemangat.
    Ketika ditemui terpisah, Ketua Panitia, Candra Perdana Kirana mengungkapkan sebenarnya usulan panitia untuk bakar jagung hanya sepanjang 500 meter saja. Namun, ketika dihitung ulang malah menjadi bertambah 30 meter. Dijelaskan, acara ini sebenarnya merupakan salah satu dari serangkaian peringatan ulang tahun ke-8 Himadata FP Unibraw. Beberapa acara itu meliputi Lomba Basket antar SMA se-Malang Raya yang dimulai tanggal 10 Desember 2007 hingga final yang diadakan pada 17 Desember 2007, serta malam puncak kesenian pada tanggal yang sama. Acara kesenian direncanakan akan menampilkan festival band, dance, serta tari-tarian. ”Diharapkan keseluruhan acara yang akan kami gelar nanti akan bisa sukses dan mampu memuaskan penonton”, ujarnya.
    Sementara itu PD-III Dr Ir Aminudin Affandhi MS menambahkan, ada beberapa tujuan mengapa FP memilih "bakar jagung". Pertama, dengan acara ini masyarakat menjadi sadar akan perlunya diversifikasi pangan. Masyarakat tidak mesti mengkonsumsi beras. Jagung pun dapat dikonsumsi, sebagai pengganti nasi/beras. Kedua, jagung dapat diolah dengan cara hanya membakarnya, dan langsung dapat dikonsumsi sebagai makanan sehat bebas lemak, dan hemat energi. Ketiga, dengan melibatkan siswa-siswi SLTA dalam acara ini, secara tidak langsung juga mempromosikan fakultas ini kepada mereka. Dengan demikian diharapkan, animo masuk fakultas ini yang konon sangat rendah akhir-akhir ini, dapat ditingkatkan. [bhm]

    Gebyar Festival Tari
    9 Desember 2007
    Universitas Brawijaya kembali menggelar Gebyar Festival Tari Piala Rektor XV Antarfakultas dan Antarperguruan Tinggi se-Jawa Timur tahun 2007. Acara yang berlangsung selama 2 hari (8/12-9/12) ini dilaksanakan sepenuhnya oleh Unit Aktivitas Karawitan dan Tari Unibraw secara reguler dua tahun sekali. Namun, untuk festival tari antarfakultas diselenggarakan setiap tahun. Memperebutkan Piala Rektor, pada tahun ini, festival tari diikuti oleh delapan fakultas dan satu program studi di Unibraw, di antaranya Fakultas MIPA, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Perikanan, dan Program Ilmu Sosial. Sementara untuk kategori perguruan tinggi diikuti oleh lima PTN di Jawa Timur, yakni Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Trunojoyo, Universitas Jember, dan Universitas Negeri Malang. Menghadirkan juri sebagai dewan pengamat, antara lain Sylvester Pramadi SKar MHum selaku ketua, Tribroto Wibisono SPd, dan Sholeh Wibisono SST.
    Dalam sambutan pada upacara pembukaan, Rektor yang diwakili oleh Pembantu Rektor III, Ir Ainurrasjid MS mengungkapkan, mahasiswa Universitas Brawijaya diarahkan untuk menjadi mahasiswa cerdas, kreatif, dan inovatif. Pilar yang mendasari meliputi pengembangan nalar dan keilmuan, kesehatan, serta seni. “Terkait hal ini, gebyar tari yang diselenggarakan kali ini diharapkan dapat menjadi kebanggaan Jawa Timur, dan mampu meningkatkan citra seni yang berkualitas tinggi,” tandasnya.
    Pada hari pertama, festival tari ini dibuka oleh penampilan fakultas-fakultas di Unibraw. Berturut-turut, tim Fakultas MIPA membawakan judul tari “Jerat-jerit”, Fakultas Teknologi Pertanian menampilkan tari berjudul “Murka”, Fakultas Ekonomi menyuguhkan tari “Supena”, Fakultas Kedokteran menyajikan tari “Satya Brasta”, Fakultas Teknik membawakan “Retna”, Fakultas Pertanian menampilkan tariannya yang berjudul “Nyareh Nase”, Fakultas Perikanan membawakan “Anindita”, serta Program Ilmu Sosial yang menampilkan tarian tentang keberadaan feminisme. Sementara hari kedua, digelar festival tari yang diikuti oleh perguruan tinggi di Jawa Timur, yakni Universitas Airlangga yang membawakan tarian berjudul “Mekar Ing Wengi”, Universitas Brawijaya menampilkan judul tari “Candra Kirana”, Universitas Trunojoyo membawakan “Asassa”, Universitas Jember menampilkan “Besini”, dan Universitas Negeri Malang membawakan judul tari “Tetes”.
    Menurut Ketua Panitia, Andar Budi Setyawan, mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2006, event ini dilatarbelakangi oleh keinginan menjadikan gebyar festival tari sebagai media silaturSahmi antar UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) se-Jawa Timur. Selain itu, juga bertujuan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan kemampuannya dalam hal seni tari serta olah tubuh. Bertemakan “Bebas dengan Background Tradisi”, event ini cukup banyak menyedot animo serta antusiasme pengunjung. Ini terbukti dengan ludesnya tiket yang disediakan panitia selama dua hari sebanyak 600 tiket. “Penjualan tiket ini melebihi ekspektasi panitia sendiri,” ujar Andar lagi.
    Setelah diumumkan di penghujung acara, terpilih nominator untuk masing-masing kategori. Pada tingkat fakultas, nominator untuk penampil terbaik antara lain Fakultas MIPA, Fakultas Teknologi Pertanian, dan Fakultas Pertanian. Nominator musik terbaik diraih oleh Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Perikanan. Untuk nominator koreografi terbaik direbut oleh Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Perikanan. Sementara nominator penulis naskah terbaik direbut oleh Fakultas MIPA, Fakultas Teknologi Pertanian, dan Fakultas Perikanan.
    Sedangkan pada tingkat universitas, nominator penampil terbaik dimenangkan oleh Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Negeri Malang, sedangkan nominator musik terbaik diraih oleh Universitas Trunojoyo, Universitas Jember, dan Universitas Negeri Malang. Untuk nominator koreografi terbaik direbut oleh Universitas Airlangga, Universitas Jember, dan Universitas Negeri Malang, sementara nominator penulis naskah terbaik dimenangkan oleh Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Negeri Malang.
    Berdasarkan itu, juri menetapkan juara umum yang mendapatkan nominasi terbanyak. Untuk tingkat fakultas, juara umum berhasil disabet oleh Fakultas Teknologi Pertanian sedangkan untuk tingkat universitas direbut oleh Universitas Negeri Malang. Para pemenang diberikan penghargaan berupa tropi yang diserahkan langsung oleh Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Yogi Sugito. [bhm]

    FK Unibraw: Pelepasan Dokter Baru
    8 Desember 2007
    Sebanyak 34 orang lulusan dokter baru Universitas Brawijaya dilepas secara resmi oleh Dekan Fakultas Kedokteran Dr dr Samsul Islam SpMK MKes, di Gedung Graha Medika, hari Sabtu (8/12). Para lulusan ini adalah hasil yudisium periode 29 November 2007 silam. Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Rumah Sakit Umum Dr Saiful Anwar Malang, Dr Pawik Supriadi SpJP (K); Ketua Jurusan Kedokteran, Dr dr Basuki B Purnomo SpU, serta Ketua Ikatan Alumni FK-UB, dr Djoko Heri Hermanto, SpPD.
    Dalam sambutannya, Dr dr Samsul Islam SpMK MKes mengatakan, penyebaran dokter di tanah air masih belum merata. Oleh sebab itu, diharapkan lulusan dokter baru ini berani mengabdi di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Lebih jauh dinyatakan, “Sisi lain yang juga perlu diperhatikan adalah kewajiban bagi lulusan dokter untuk melaksanakan uji kompetensi secara nasional. Dengan bekal dari institusi ini, saya yakin sejawat dokter baru akan mampu lulus dalam uji kompetensi.” Ia juga menyinggung kontribusi yang diberikan alumni-alumni masih sangat diperlukan oleh almamater. Bentuk hubungan yang dapat dibina yakni dalam aspek komunikasi. “Dengan membina hubungan, sejawat tidak akan ketinggalan dalam mengikuti perkembangan ilmu kedokteran sehingga akan dapat meningkatkan kinerja,“ tandasnya lagi.
    Pada kesempatan itu pula Direktur Rumah Sakit Umum Dr Saiful Anwar Malang, dr Pawik Supriadi SpJP(K) menyampaikan sambutannya sekaligus pengarahan kepada lulusan dokter baru ini. Selama ini, RSU Dr Saiful Anwar telah menjadi tempat pembelajaran dalam menempuh pendidikan profesi dokter. Masing-masing tenaga kesehatan yang bekerja di RS tersebut tidak lagi berfungsi sebagai perorangan, melainkan bagian dari suatu sistem pelayanan. ”Apa yang dikeluhkan masyarakat terhadap pelayanan seorang dokter, akan menjadi masalah bagi RS atau institusi terkait sehingga dapat memperburuk citra,” ungkapnya tegas di hadapan para hadirin. Oleh sebab itu, Undang-undang Nomor 29 tahun 2004 tentang praktek kedokteran harus diperhatikan. UU itu menyatakan bahwa landasan utama bagi dokter untuk dapat melaksanakan tindakan medis terhadap orang lain adalah ilmu pengetahuan, teknologi dan kompetensi yang dimiliki, diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan. Pengetahuan ini harus terus-menerus dipertahankan dan ditingkatkan sesuai dengan kemajuan teknologi. ”Penyelenggaraan praktik kedokteran harus dilakukan dokter yang memiliki etik dan moral tinggi serta keahlian dan kewenangan yang secara simultan harus ditingkatkan mutunya melalui pendidikan berkelanjutan, sertifikasi, registrasi, lisensi, serta pembinaan, pengawasan, dan pemantauan,” ungkapnya panjang lebar.
    Para dokter baru lulusan FK Unibraw itu adalah: dr Angelica Rachma Dewi, dr Ira Puspitasari, dr Nakhwah Hunaivy, dr Wendi Wiradinata, dr Muhammad Sinatrya Caropeboka, dr Carey Lim Sher lyn, dr Gopalakrishna A/L Selvam, dr Shalini A/P Ponnusamy, dr Tanuja A/P Sadacharam, dr Rahimah Binti Abdul Wahab, dr Aditya Jayamanggala, dr Ajeng Rahayuning Kusumastiti, dr Ardhi Bustami, dr Astrid Kristina Kardani, dr Bambang Purwadi, dr Dewi Lita Riani, dr Diyah Saraswati, dr Dyah Ayuning Wulan, dr Eriza Tjahjono, dr Fatmasari Perdana Menur, dr gede Chandra Purnama Yudha, dr Indo Rizki Pramulia, dr Lidia Widianti, dr Nora Taufik, dr Nyoman Dwi Maha Udiyana, dr Putu Siska Virgayanti, dr Rafiq Sulistyo Nugroho, dr Roni Subrata, dr Saji Purboretno, dr Ully Husna, dr Yanies Prasetyaning Damantantri, dr Yuliono Trika Nur Hasan, dan dr Zarawanda Anjasmoro.
    Dengan demikian, dalam perjalanan selama 33 tahun hingga saat ini FK Unibraw sudah meluluskan dokter sebanyak 3309 orang. Pada kesempatan itu pula diberikan penghargaan kepada 10 lulusan dokter baru yang mendapatkan predikat cumlaude. Sementara penghargaan khusus diberikan kepada dr Astrid Kristina Kardani sebagai peraih IPK tertinggi senilai 3,71 dengan lama studi 6 tahun 3 bulan. Diwawancarai secara terpisah, ia mengakui kegembiraannya mampu meraih prestasi gemilang. “Tanpa dukungan orang tua dan keluarga mustahil saya dapat mencapainya,” ujarnya. Menghadapi kelulusannya, ia mengaku sudah menyiapkan sejumlah rencana ke depan, seperti mengikuti ujian kompetensi yang akan diadakan bulan Februari 2008 nanti. Pelbagai persiapan sudah dilakoninya untuk itu. Ia juga tidak menampik kesediaannya melanjutkan spesialis dengan minat anak-anak. Sementara dua mahasiswa asing yang berasal dari Malaysia juga mengakui hal sama. Mereka bernama dr Rahimah Binti Abdul Wahab dan dr Shalini A/P Ponnusamy. Secara berbarengan, kedua wanita itu menyampaikan kesenangannya tinggal di Indonesia dan bergaul dengan masyarakatnya yang ramah. Ketika ditanya mengenai rencana selanjutnya, mereka dengan kompak menjawab kembali ke negara asal, mengaplikasikan ilmu yang telah mereka peroleh selama ini. [bhm]

    Piranha ‘07, Puncak Inaugurasi Arek Perikanan 2007
    8 Desember 2007
    Seiring berakhirnya masa inaugurasi mahasiswa baru Fakultas Perikanan Unibraw angkatan 2007, digelar acara bertajuk Piranha ’07 (Puncak Inaugurasi Arek Perikanan 2007). Bertempat di pelataran Fakultas Perikanan, hari Sabtu (8/12), event ini meliputi parade band, penampilan kesenian bebas, pemutaran film semasa Orientasi Mahasiswa tahun 2005 dan 2007 serta pembagian sertifikat Krida Mahasiswa. Parade band menampilkan 15 band bentukan mahasiswa Fakultas Perikanan sendiri beserta lebih dari lima band bintang tamu, di antaranya The Sisca Suwitomo Band dan Jack Danals Band. Dilaksanakan mulai dari pagi hingga malam, acara ini mampu memancing animo mahasiswa Fakultas Perikanan untuk larut bergoyang mengikuti hentakan irama lagu-lagu yang ditampilkan.
    ”Acara ini sebenarnya bertujuan agar mahasiswa baru lebih kompak dan mampu berkreasi sebebas mungkin. Selain itu juga sebagai sarana refreshing sejenak dari kegiatan praktikum yang belakangan ini cukup padat jadwalnya, ” ungkap Zainul Abidin, mahasiswa jurusan Budidaya Perikanan angkatan 2005, di sela-sela kesibukannya mengatur acara. Perlu diketahui, terakhir kali acara serupa diselenggarakan pada 2003. Sempat vakum selama tiga tahun, timbul ide untuk menggelar acara yang merupakan kebanggaan mahasiswa Fakultas Perikanan ini. Setelah melalui diskusi dan musyawarah antar panitia, diselenggarakanlah event ini.
    Sore harinya diagendakan pemutaran film yang menampilkan foto-foto mahasiswa sewaktu mengikuti orientasi dengan harapan mereka akan mengenang masa-masa tersebut sekaligus mengevaluasi diri masing-masing. Sementara, malam harinya, Dekan Fakultas Perikanan, Ir Sukoso PhD turut memeriahkan acara dengan menampilkan karya seninya. [bhm]

    Himatitan Anniversary
    7 Desember 2007
    Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Pertanian (Himatitan) memperingati ulang tahun ke-9, Jumat (7/12). Diberi tajuk Himatitan Annivesary, acara di lapangan parkir Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya ini menjadi puncak dari rangkaian acara yang telah digelar sebelumnya, yakni Futsal Competition.
    Acara itu sendiri telah dipersiapkan selama dua bulan, dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga 21.00 WIB dan dimeriahkan oleh beberapa band tamu, yaitu Three Point, Hocus Pocus, Neon, The Clue, HomeBand Sipil, BasCom, X-Flopi, dan Flopi. Selain band, juga ditampilkan kreativitas mahasiswa FTP angkatan 2005, 2006, 2007.
    Panitia juga menyiapkan bazar sebelum acara inti. Panitia mengundang beberapa usaha kecil menengah (UKM) binaan TIP untuk tampil dalam bazar tersebut, misalnya UKM pembuat roti.
    Ahmad Andi Wasa, selaku ketua pelaksana acara tersebut menyatakan bahwa acara ini dimaksudkan untuk mempererat hubungan antar angkatan di jurusan TIP serta memperkenalkan FTP kepada seluruh sivitas akademika Universitas Brawijaya dan masyarakat sekitar. Acara yang didukung oleh AB Mild, radio MFM, dan Kopma Unibraw ini akan dihadiri pula oleh  Pembantu Dekan III FTP, Ketua Jurusan TIP, dan Ketua Himpunan Mahasiswa.
    Menurut Nugroho Kharisma Pribadi (Ketua HMJ TIP), baru kali ini ulang tahun Himatitan dilaksanakan semeriah ini. Biasanya hanya diadakan di ruangan dan diperingati secara sederhana. Dia berharap acara ini bisa berjalan lancar dan sukses.
    Terdapat tiga acara inti Himatitan Anniversary, yaitu seremonial pemotongan tumpeng, pembentukan ikatan alumni, dan pembentukan Forum Agro Industri (FORAGRIN). Mengikuti sukses acara tahun 2005 yaitu seminar entrepreneurship dan lomba rancang bangun agroindustri se-Indonesia, sebuah pameran “Hello Agro Industri” yang mengundang UKM se-Jawa Timur akan dilaksanakan pada bulan Januari mendatang. Ke depan, Ketua HMJ berharap, Jurusan TIP dapat memberdayakan lebih banyak UKM sehingga mereka dapat membantu perkembangan agro industri di masyarakat melalui aplikasi ilmu yang selama ini telah mereka dapatkan. [Jln/Kdn/Aw/Hk]

    Unibraw Bergegas Menyambut Akreditasi Institusi
    6 Desember 2007
    Menghadapi akreditasi institusi, segenap potensi Universitas Brawijaya telah dikerahkan. Rektor beberapa waktu lalu membentuk Tim Penyusun Akreditasi Institusi Universitas Brawijaya. Sementara tim telah melaksanakan tugasnya: menyusun portofolio, evaluasi diri, beserta lampiran-lampirannya. Semua hasil pekerjaan tim, 25 November 2007 silam telah pula dikirim kepada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Tahap selanjutnya, BAN-PT akan mengirimkan 5 orang asesor untuk mengadakan site visit di Universitas Brawijaya, 13-15 Desember 2007 mendatang.
    Menyambut peristiwa ini, dalam berbagai kesempatan Rektor Prof Yogi Sugito berkali-kali meminta agar seluruh unit dan segenap unsur sivitas akademika berpartisipasi, mendukung, dan menyukseskan pelaksanaan akreditasi institusi, sehingga Universitas Brawijaya bisa berhasil mendapatkan nilai tertinggi, "A".
    Manfaat akreditasi institusi
    Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT), adalah salah satu bentuk penilaian atau evaluasi mutu dan kelayakan institusi perguruan tinggi. Ini dilakukan oleh BAN-PT dalam rangka meningkatkan mutu perguruan tinggi di Indonesia. Nilai akreditasi merupakan status mutu perguruan tinggi yang akan diumumkan kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas publik. Oleh BAN-PT, 100 perguruan tinggi negeri dan swasta telah diundang untuk diakreditasi.
    Ada beberapa tujuan dan manfaat AIPT, menurut Dr Endang Arisoesilaningsih, Sekretaris Pusat Jaminan Mutu (PJM) yang juga anggota tim inti Penyusun Akreditasi Institusi Universitas Brawijaya. Pertama, memberikan jaminan bahwa institusi perguruan tinggi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan perguruan tinggi yang tidak memenuhi standar. Kedua, mendorong perguruan tinggi untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi. Dan ketiga, hasil akreditasi dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam transfer kredit, uluran bantuan dan alokasi dana, serta mendapat pengakuan dari badan atau instansi yang berkepentingan.
    Standar akreditasi perguruan tinggi ini mencakup komitmen perguruan tinggi terhadap kapasitas institusional (institutional capacity) dan terhadap efektivitas program pendidikan (educational effectiveness), yang mencakup 15 standar mutu, yaitu: kepemimpinan, kemahasiswaan, sumber daya manusia, kurikulum, prasarana dan sarana, pendanaan, tatapamong (governance), sistem pengelolaan, sistem pembelajaran, suasana akademik, sistem informasi, sistem jaminan mutu, lulusan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta program studi.
    Dengan demikian, menurut Dr Endang Arisoesilaningsih, mutu institusi perguruan tinggi merupakan totalitas keadaan dan karakteristik masukan, proses dan produk atau layanan institusi perguruan tinggi yang diukur dari sejumlah standar sebagai tolok ukur penilaian untuk menentukan dan mencerminkan mutu institusi perguruan tinggi.
    Bagaimana menyukseskan
    Menyambut visitasi asesor, Dr Endang Arisoesilaningsih mengharapkan segenap unsur sivitas akademika, baik mahasiswa, tenaga administrasi, dosen, maupun pimpinan di lingkungan Universitas Brawijaya mengetahui visi dan misi Universitas Brawijaya, fakultas, atau jurusannya masing-masing. Di samping itu diharapkan pula mereka tetap melakukan aktivitas rutin, mengikuti sosialisasi yang diadakan baik oleh universitas ataupun jurusan masing-masing, serta menyiapkan diri untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan asesor. Semua unsur juga dihimbau untuk melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing. Tak terkecuali, secara khusus mahasiswa juga diminta untuk menunjukkan etika mahasiswa berprestasi. Sedangkan dosen dan tenaga administrasi diharapkan melaksanakan tugas sesuai Tupoksi (tugas pokok organisasi) masing-masing, di samping mampu menunjukkan etika sebagai dosen atau tenaga administrasi berprestasi. Sementara itu pimpinan fakultas dan jurusan diharapkan mampu menggalang kerjasama sinergis dan kesiapan dalam menyukseskan akreditasi institusi dengan memahami portofolio dan evaluasi diri, serta membantu menjamin kesuksesan sosialisasi akreditasi institusi di fakultas dan jurusannya masing-masing.
    "Semoga Universitas Brawijaya dalam menuju entrepreneurial university mampu mencapai visi dan misi, serta mewujudkan harapan semua stakeholders untuk meningkatkan mutu, relevansi dan daya saing secara berkelanjutan", kata Rektor pada suatu kesempatan. [eas]

    Bazar Makanan Awali Peringatan Dies Natalis FE Unibraw
    6 Desember 2007
    Pelataran Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Kamis pagi (6/12), ramai dengan Bazaar Food Festival. Bazar bertema “Food Festival Menurut Budaya Daerah” ini mengawali serangkaian kegiatan dies natalis ke-46 fakultas itu. Bersama bazar, digelar pula pada hari pertama itu lomba memasak dan festival musik. Beberapa stan di antaranya menampilkan makanan khas dari nusantara, seperti dari Palembang, Banyumas, Yogyakarta, Bandung, Papua, dan kota Malang sendiri. Lomba memasak sendiri diikuti oleh 8 tim dari perwakilan mahasiswa, dosen, dan karyawan. Tema masakan yang dibuat sudah ditentukan oleh panitia, yakni nasi goreng.
    Acara ini terselenggara atas kerjasama HMJA, HMJM, HMJIESP, HIMADA, serta lembaga otonomi fakultas lainnya dan juga partisipasi para dosen. Ketua Panitia, Dr Khusnul Azhar SE MA yang juga Pembantu Dekan III FE Unibraw mengatakan,  selain untuk memperingati dies natalis, acara ini diharapkan juga dapat menggugah jiwa entrepreneur para mahasiswa. Salah satu cara, adalah dengan mengembangkan kemampuan untuk mempromosikan makanan khas dari daerah masing-masing.  “Setidaknya, melalui event ini jiwa kewirausahaan mahasiswa akan terpacu, sebagai implementasi konkret terhadap arah pengembangan universitas sebagai entrepreneurial university,” ujar Khusnul Azhar.
    Menurut rencana, hari Sabtu (8/12) akan dilaksanakan sarasehan antara pihak fakultas dengan perwakilan dosen dari tiga jurusan yang ada dan satu mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa. Acara ini akan diadakan di Hotel Regent Malang. Tema yang digagas terkait tentang membangun Fakultas Ekonomi yang kokoh dalam menghadapi dinamika internal dan eksternal. Seiring acara tersebut juga akan diberikan penghargaan kepada dosen yang paling produktif menulis buku teks pada masing-masing jurusan berupa piagam dan uang tunai. Selanjutnya, hari Minggu (9/12) diselenggarakan acara jalan sehat yang diikuti oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi, dosen, dan karyawan. Pada saat itu juga akan diumumkan penghargaan berupa piagam kepada sekitar seratus mahasiswa berprestasi dalam bidang olahraga, seni, serta penalaran minat dan bakat. Selain itu juga akan diselenggarakan bazar Dharmawanita.
    Tanggal 6 Oktober 1961 diperingati sebagai dies natalis Fakultas Ekonomi, menandai bergabungnya Yayasan Perguruan Tinggi Ekonomi Malang yang mengelola PTEM (Perguruan Tinggi Ekonomi Malang, cikal bakal FE Unibraw) dengan Yayasan Perguruan Tinggi Malang (YPTM) yang mengelola PTHPM (Perguruan Tinggi Hukum dan Pengetahuan Masyarakat) menjadi Yayasan Universitas Malang yang mengelola Universitas Brawijaya sebelum berstatus negeri. [bhm]

    Pelatihan Singkat Dasar-dasar Geologi Struktur
    6 Desember 2007
    American Association Petroleum Geologists (AAPG) student chapter Universitas Brawijaya menyelenggarakan pelatihan singkat bertajuk ”Basic Structural Geology”. Sebagai narasumber, diundang praktisi dari Chevron Pacific Indonesia, Indrawardana dan Agus Susianto. Keduanya adalah senior geologist perusahaan tambang ternama tersebut.
    Diselenggarakan di Ruang Sidang FMIPA lantai 2 selama tiga hari, Selasa-Kamis (4-6/12), pelatihan diikuti mahasiswa Geofisika Universitas Brawijaya serta beberapa mahasiswa ITS.
    Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan materi: analisis geometri dan kinematika dari geologi struktur serta geomekanik. Selain teori, peserta juga langsung diberi gambaran aplikasi geologi struktur pada industri minyak dan gas yang meliputi formasi cekungan serta jebakan hidokarbon.
    M Irfan Mashudi, Presiden AAPG student chapter Universitas Brawijaya, mengaku merasakan manfaat kursus singkat ini.  Berbagai materi yang diberikan telah disusun secara sistematis sehingga memudahkan pemahaman mahasiswa Geofisika. ”Dalam industri minyak dan gas, geologist, geophysicist dan petrophysicist harus bekerjasama agar lebih optimal”, ujarnya. Untuk itu, ia menambahkan, mahasiswa Geofisika pun membutuhkan pengetahuan dari keilmuan geologi. Dalam waktu dekat,  juga akan diselenggarakan pelatihan software Humpson-Russell dengan pemateri dari Petrochina yang juga alumni Geofisika Universitas Brawijaya. [nok]

    Ni Made Wartini: Upaya Meningkatkan Ekstrak Flavor Daun Salam
    6 Desember 2007
    Kualitas dan kuantitas senyawa flavor daun salam (Eugenia polyantha Wight) sangat dipengaruhi oleh metode separasi, kondisi operasional proses dan kondisi bahan baku. Perbedaan komposisi ekstrak flavor daun salam yang dapat diisolasi tergantung pada dua hal utama yaitu metode separasi dan kondisi daun yang digunakan sebagai bahan baku, misalnya kesegaran daun dan perlakuan yang diberikan pada daun sebelum diolah. Metode separasi yang perlu dibandingkan adalah destilasi uap, destilasi air dan distilasi-ekstraksi simultan untuk menentukan waktu optimal proses separasi, baik pada daun salam segar maupun yang telah mengalami perlakuan curing. Perubahan flavor daun salam selama curing belum diketahui karena dalam prakteknya penggunaan daun salam sering dalam kondisi tidak segar. Daun salam kering yang digunakan umumnya merupakan hasil dari proses kering-angin maksimal selama 4 hari.
    Demikian antara lain pernyataan Ir Ni Made Wartini MS dalam ujian disertasi di Gedung Fakultas Pertanian Unibraw, hari Kamis (6/12). Disertasi Wartini berjudul “Komparasi Metode Separasi dan Pengaruh Curing terhadap Senyawa Penentu Flavor pada Ekstrak Flavor Daun Salam (Eugenia polyantha Wight.)”. Bertindak sebagai promotor Prof Dr Ir Harijono MAppSc dengan kopromotor Prof Dr Ir Tri Susanto MAppSc, Dr Rurini Retnowati MSi, dan Dr Ir Yunianta DEA. Dosen penguji terdiri dari Prof Dr Ir Sri Kumalaningsih MAppSc dan Dr Hermin Sulistyarti. Sedangkan Dr Ir Suhardjo MS dan Dr Sutrisno MSi bertindak sebagai dosen penguji luar.
    Penelitian disertasi Wartini dilaksanakan tiga tahap. Tahap pertama, penentuan waktu proses terbaik. Hasil penelitian tentang distilasi minyak atsiri daun sereh wangi menunjukkan bahwa waktu proses 4 jam menghasilkan rendemen minyak atsiri sereh wangi tertinggi dan tidak berbeda secara signifikan dengan waktu proses 4,5 dan 5 jam. Berdasarkan hasil analisis rendemen dan organoleptik terhadap ekstrak flavor daun salam disimpulkan bahwa waktu proses separasi terbaik dalam mengekstrak flavor daun salam adalah 2 jam untuk semua metode separasi. Rendemen ekstrak flavor daun salam yang dihasilkan dengan waktu separasi 2 jam nilainya paling rendah dibanding 3 dan 4 jam tetapi tidak berbeda secara signifikan dan ditinjau dari biaya operasional lebih menguntungkan melakukan separasi dengan waktu yang pendek. Waktu separasi 2 jam untuk semua metode separasi digunakan pada tahap penelitian selanjutnya.
    Tahap kedua, penentuan metode separasi terbaik. Berdasarkan penelitian, ekstrak flavor daun salam yang ihasilkan dengan metode distilasi uap tanpa menggunakan pelarut mengandung senyawa aldehid (cis-4-dekenal, oktanal, nonanal) lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan pelarut n-heksana. Selama proses ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut n-heksana, kemungkinan senyawa aldehid menguap atau mengalami kerusakan akibat oksidasi. Bila dibandingkan prosentase relative senyawa golongan aldehid yang dihasilkan dari metode distilasi-ekstraksi simultan (46,23%) hampir sama dengan prosentase relative senyawa tersebut pada distilasi tanpa pelarut (46,70%) tetapi sangat berbeda dengan distilasi menggunakan pelarut (28,85%). Pada proses distilasi-ekstraksi simultan, senyawa flavor tidak banyak kontak dengan udara sehingga mengurangi kemungkinan oksidasi oleh udara Sedangkan pada proses distilasi menggunakan pelarut, kemungkinan senyawa mengalami oksidasi dan hidrasi selama ekstraksi cair-cair.
    Kemudian pada tahap ketiga, ditentukan curing terbaik. Aroma ekstrak flavor yang dihasilkan dari daun salam tanpa curing paling disukai oleh panelis dengan nilai tingkat kesukaan 5,68 (antara agak suka sampai suka) tetapi tidak berbeda secara signifikan dengan ekstrak flavor yang dihasilkan dari daun salam yang dicuring 2 hari (nilai tingkat kesukaan 4,84) dan berbeda secara signifikan dengan ekstrak flavor daun salam yang dicuring 4 hari (nilai tingkat kesukaan 3,72).
    Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yakni senyawa a-osimena sebagai penentu flavor pada ekstrak flavor daun salam yang paling disukai dapat dihasilkan dengan metode distilasi-ekstraksi simultan pada daun salam hasil proses curing 2 hari. Waktu proses separasi terbaik untuk mengekstrak senyawa flavor daun salam adalah 2 jam dengan metode distilasi uap, distilasi air, distilasi-ekstraksi simultan dan ekstraksi pelarut, masing-masing menggunakan pelarut n-heksana dan etil asetat. Metode separasi terbaik untuk mengekstrak senyawa flavor daun salam adalah distilasi-ekstraksi simultan menggunakan pelarut n-heksana.
    Waktu proses curing terbaik pada daun salam yang menghasilkan senyawa penentu flavor pada ekstrak flavor daun salam adalah 2 hari. Ekstrak flavor daun salam tanpa curing dan curing 2 hari menghasilkan ekstrak flavor paling disukai. Ekstrak flavor hasil tanpa curing dan curing 2 hari tersebut mempunyai senyawa penyusun utama a-osimena (32,00%; 44,09%), oktanal (29,60%; 26,85%), cis-4-dekenal (5,78%; 4,04%), a-humulen (4,56%; 2,82%) dan decanal (3,55%; 2,47%). Proses curing pada daun salam mengakibatkan perubahan jumlah senyawa penyusun dan prosentase relatif senyawa penyusun ekstrak flavornya.
    Dalam yudisium, Ni Made Wartini dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor Ilmu Pertanian dengan konsentrasi Teknologi Hasil Pertanian, meraih predikat sangat memuaskan (IPK 3,86, masa studi 4 tahun 3 bulan).
    Dr Ir Ni Made Wartini MS, lahir di Singaraja, 24 Agustus 1964, anak kedua dari pasangan I Nyoman Wara dan Ni Wayan Siaming. Sarjana pertanian lulusan Fakultas Pertanian Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Brawijaya Malang (1988) dan magister (S2) Pengolahan Hasil Perkebunan di PPS-UGM Yogyakarta (1994). Pendidikan tambahan atau pelatihan yang telah ditempuh di antaranya Teknik Uji Gizi (1991, PAU-UGM, Yogyakarta), Pelatihan Applied Approach (1995, Universitas Udayana Denpasar). Bekerja sejak Maret 1989 sebagai staf pengajar di PSTP (sekarang FTP) Universitas Udayana. Pernah menduduki jabatan sekretaris Jurusan Teknologi Industri Pertanian (2001-2003). Selain itu juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai dosen teladan II Universitas Udayana pada tahun 2003. Dari pernikahan dengan Ir GP Ganda Putra MP, Dr Ni Made Wartini dikaruniai dua orang putri: GA Dian Listyanti Utami dan GA Ade Cahyani Saraswati. [bhm]

    Sudarminto: Mengoptimalkan Rendemen dan Tekstur pada Industri Tahu
    6 Desember 2007
    Tahu, bentuk olahan pangan dari kedelai, banyak digunakan sebagai sumber protein oleh masyarakat. Konsumsi tahu dari tahun ke tahun terus meningkat sehingga dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya industri tahu. Walaupun industri tersebut telah banyak dan lama berkembang di masyarakat, namun masih banyak menghadapi kendala. Utamanya adalah beragamnya rendemen dan tekstur tahu yang dihasilkan, yang diduga karena adanya perbedaan pada level dan faktor-faktor yang digunakan pada proses pembuatannya.
    Hal ini melatarbelakangi disertasi Ir Sudarminto Setyo Yuwono MSc yang berjudul “Analisis Faktor-faktor Penentu Rendemen dan Tekstur Tahu di Industri Tahu yang Menggunakan Koagulan Whey Terfermentasi”. Bertindak sebagai promotor Prof Dr Ir Simon Bambang Widjanarko MAppSc, dengan kopromotor Prof Dr Ir Harijono MAppSc, dan Dr Dra Hermin Sulistyarti. Sementara tim penguji terdiri atas Prof Dr Ir Hari Purnomo MAppSc, Dr Ir Samsuri Tirtosastro MS, dan Dr Ir Suhardjo MS.
    Penelitian disertasi Sudarminto dilaksanakan di industri tahu dan di laboratorium. Ada tiga faktor dalam produksi tahu yang mungkin mempengaruhi rendemen dan tekstur tahu, menurut Sudarminto, yaitu bahan baku yang digunakan, serta proses yang meliputi ekstraksi protein dan padatan dari kedelai serta proses koagulasi (penggumpalan). Bahan baku berupa kedelai dapat menggunakan kedelai impor maupun lokal. Dalam penelitiannya, Sudarminto menggunakan koagulan (penggumpal) berupa whey terfermentasi yang merupakan limbah cair industri tahu itu sendiri yang dibiarkan selama semalam. Beberapa factor yang digunakan untuk menentukan rendeman dan tekstur diantaranya meliputi jenis kedelai, rasio air dan kedelai, pH koagulan, suhu koagulasi, pH koagulasi serta lama pencetakan. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa rendemen pada industri tahu bervariasi antara 264,20%-306,90% dengan rata-rata 289,91% sedangkan untuk tekstur, berkisar antara 0,230- 0,401 mm/g.d dengan rata-rata 0,365 mm/g.d. Diungkap pula, bahan baku kedelai lokal akan menghasilkan rendemen yang lebih tinggi dibanding kedelai impor tetapi dengan tekstur yang lebih lunak. Sebaliknya, kedelai impor menghasilkan rendemen yang lebih rendah dengan tektur lebih keras.
    Padahal, menurut Sudarminto, masyarakat pada umumnya menyukai tahu dengan rendemen lebih tinggi dan tekstur yang keras. Untuk mendapatkan rendeman dan tekstur yang optimal, Sudarminto menyarankan untuk menggunakan proses produksi dengan kedelai yang berprotein tinggi dengan rasio 7S/11S yang rendah, serta dilakukan proses ekstraksi menggunakan air sebanyak 25 kali berat kedelai. Susu kedelai yang dihasilkan menurutnya digumpalkan dengan whey yang telah disimpan 12-36 jam dengan penambahan koagulan sebanyak 6-8 kali. Untuk suhu koagulasi, ia menyarankan 60 derajat celcius dengan pH koagulasi 4.5 sampai 4.6. Kemudian, tambah Sudarminto, gumpalan yang terbentuk dibiarkan selama 10-20 menit dan dilakukan pencetakan selama 20 menit.
    Dalam yudisium, Sudarminto dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor ilmu-ilmu pertanian dengan predikat sangat memuaskan, menyelesaikan program S3 dalam waktu 5 tahun 3 bulan.
    Dr Ir Sudarminto Setyo Yuwono MSc, pria kelahiran Magetan 44 tahun silam dari pasangan H. Soedarsono dan Hj. Sri Sumilah, menyelesaikan program master di University of Ballarat, menikah dengan Dra Hj Sri Rahayu, dan dikaruniai tiga orang putera dan puteri. [nok]

    Elok Zubaidah: Eksplorasi Isolat Bakteri Asam Laktat Probiotik Indigenous
    5 Desember 2007
    Pangan probiotik berbasis serealia saat ini telah banyak dikembangkan. Serealia mengandung serat pangan yang selain memberikan efek fisilogis bagi kesehatan, juga dapat menstimulasi pertumbuhan Lactobacillus dan Bifidobacteria yang ada pada kolon. Selain efek kesehatan, aplikasi fermentasi pada serealia memberikan beberapa keuntungan antara lain meningkatkan daya simpan, palatabilitas, keamanan, dan nilai nutrisi. Bekatul padi merupakan produk hasil samping serealia yang sampai saat ini pemanfaatannya sebagai bahan baku pangan masih belum banyak dilakukan. Bekatul mengandung komponen yang sangat bernilai tinggi, terdiri dari 12-15% protein, 14-20% lemak, sumber vitamin B kompleks, A, C, D, dan E serta serat larut. Jika ditinjau dari komponenennya, bekatul padi merupakan medium sangat bernilai tinggi untuk digunakan sebagai produk probiotik.
    Demikian Ir Elok Zubaidah MS dalam ujian tertutup yang diselenggarakan Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Rabu (5/12). Disertasi yang dibawakan berjudul “Eksplorasi Isolat Bakteri Asam Laktat Probiotik Indigenous dari Bekatul Padi”. Bertindak sebagai promotor Prof Dr Ir Harijono MAppSc dengan kopromotor Prof Dr Ir Sri Kumalaningsih MAppSc dan Prof Dr Ir Hari Purnomo MAppSc. Sementara dosen penguji terdiri dari Dr Ir Suhardjo MS, Dr Dra Utami Sri Hastuti MPd, Dr Ir Wignyanto MS, dan Ir Sukoso MSc PhD.
    Lebih lanjut dipaparkan, isolasi BAL dari bekatul (isolate indogenous) yang memiliki kemampuan sebagai probiotik dan memanfaatkannya sebagai kultur murni pada fermentasi substrat yang sama diduga memiliki kecepatan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan probiotik komersial karena merupakan habitat asli. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian tentang isolasi dan karakteristik BAL asal bekatul serta potensinya sebagai probiotik diperlukan guna menghasilkan galur probiotik baru yang dapat diaplikasikan untuk pengembangan pangan probiotik, khususnya berbasis bekatul.
    Pada penelitian tahap pertama dilihat kemampuan bekatul sebagai substrat bagi pertumbuhan BAL probiotik komersial (L acidophilus) di mana pada jam ke-12 jumlah L acidophilus tertinggi pada perlakuan proporsi susu skim dan bekatul 0:12 (medium bekatul 12%) yakni sebesar 1,43 x 109 cfu/ml, sedangkan jumlah L acidophilus terendah pada perlakuan proporsi susu skim dan bekatul 12:0 (medium susu skim 12%) dengan total BAL sebesar 7,63 x 109 cfu/ml. Hal ini menunjukkan bahwa medium bekatul mampu mempercepat pertumbuhan isolat BAL L acidophilus. Untuk penelitian tahap kedua dilakukan isolasi dan karakterisasi isolate BAL dari bekatul.
    Untuk penelitian tahap ketiga dilihat potensi probiotik isolat BAL indigenous asal bekatul. Percobaan pertama yakni melihat kemampuan BAL indigenous asal bekatul dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Hasil uji aktivitas bakteriosin menunjukkan bahwa seluruh isolate tidak menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap seluruh bakteri pathogen yang diuji. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa produksi bakteriosin dipengaruhi oleh faktor pH dan temperatur. Bakteriosin diproduksi pada masa awal logaritmik dari bakteri pada pH di bawah 4,5 dan suhu 30 0C atau kondisi suboptimal dari pertumbahan bakteri. Selain itu ditambahkan zat-zat yang mampu meningkatkan produksi bakteriosin seperti Tween 80, tripton, dan mannose. Percobaan kedua melihat kemampuan tumbuh BAL indigenous pada pH lambung dan garam empedu. Hasil pengujian identifikasi BAL indigenous dengan Metode PCR dihasilkan sebanyak 300-600 pasangan basa dan 16S rRNA dari isolat BAL indigenous hasil sequencing. Hasil ini kemudian dibandingkan dengan koleksi strain pada National for Biotechnology Information (NCBI) Blast Library.
    Penelitian tahap keempat, dipilih BAL probiotik sebagai kultur starter yang memiliki kecepatan pertumbuhan dan aktivitas antibakteri pada medium bekatul. Pemilihan isolate terbaik dilakukan dengan metode ranking yang didasarkan pada pengujian kecepatan pertumbuhan BAL, kecepatan pengasaman, kecepatan penurunan pH serta aktivitas antimikroba pada medium bekatul. Berdasarkan skala ranking, isolat B2 (Lactobacillus plantarum subsp Argentoratensispartial 16S rRNA gene, tipe strain DKO 22T) merupakan isolat terpilih berdasarkan kemampuan penghambatan terhadap 3 bakteri patogen lebih tinggi, penurunan pH tertinggi, kenaikan asam tertinggi dengan jumlah total BAL masih di atas persyaratan standar minuman probiotik. Isolat J2 walaupun memiliki jumlah sel tertinggi namun aktivitas penghambatan terhadap bakteri patogen lebih rendah dibandingkan isolat B2, demikian juga kecepatan pengasaman dan penurunan pH.
    Hasil isolasi BAL dari bekatul menunjukkan bahwa 4 dari 9 isolat BAL indigenous yang diperoleh berpotensi sebagai probiotik. Hasil identifikasi dengan metode PCR keempat isolat tersebut adalah B1 (Lactobacillus plantarum subsp. Argentoratensis partial 16S rRNA gene, tipe strain DKO 22T, 96% identitas), D3 (Lactobacillus sp. 9D10 16S ribosomal RNA gene, 99%), J1 (Lactobacillus arizonensis partial 16S rRna gene, Strain NRRL B-14770, 97%) dan J2 (Lactobacillus plantarum subsp. Argentoratensis partial 16S rRNA gene, type strain DKO 22T, 100%). Sedangkan, isolate BAL indigenous B2 (Lactobacillus plantarum subsp. Argentoratensis partial 16S rRNA gene, tipe strain DKO 22T) memiliki kemampuan menurunkan pH dan pengasaman medium yang lebih cepat dibanding isolat BAL probiotik komersial maupun isolat BAL indogenous yang lain di mana pada jam ke-9 medium fermentasi yang menggunakan isolat BAL indigenous B2 telah mencapai pH 4,5 dengan total asam tertinggi yaitu 1,07 total BAL sebesar 3,77 x 109 cfu/ml. Serta memiliki diameter penghambatan terhadap S aureus ATCC 29213, L monocytogenes ATCC 1194, E coli ATCC 25922 dan S typhi masing-masing sebesar 1,40 cm; 1,33 cm; dan 1,32 cm pada fermentasi ke-12.
    Pada akhir ujian, Elok Zubaidah dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu pertanian dengan minat teknologi hasil pertanian, meraih predikat sangat memuaskan dengan nilai A, serta lama studi 4 tahun 3 bulan.
    Dr Ir Elok Zubaidah MS, lahir di Probolinggo tanggal 21 Agustus 1959, sarjana pertanian (Ir) lulusan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Unibraw (1983), dan magister sains lulusan Unibraw (1998), bekerja sebagai staf pengajar pada Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang sejak 1992 hingga saat ini. [bhm]

    Membahas RUU Bantuan Hukum
    5 Desember 2007
    Proses hukum di Indonesia rumit, lambat, dan mahal, sehingga membatasi akses dan kapasitas masyarakat marjinal di depan hukum. Hal ini disampaikan Syaiful Arif SH, aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya Pos Malang, di hadapan peserta Seminar Regional dan Kuliah Tamu “Rencana Undang-Undang Bantuan Hukum dan Solusi Pemenuhan Access to Justice” yang digelar di Widyaloka Universitas Brawijaya, Rabu (5/12). Selain Arif, hadir pula sebagai pembicara, Dr Ibnu Tricahyo SH MH dan Ulfa Azizah SH. Keduanya dosen Fakultas Hukum Unibraw.
    Fakta
    Dalam paparannya, Ibnu mengungkap bahwa kedudukan tiap warganegara di mata hukum adalah sama tetapi faktanya, tidak demikian dalam hal akses dan kapasitas mereka di depan hukum. Terkait hal ini, Ibnu menegaskan perlunya tanggung jawab negara dalam menjamin hal-hal tersebut bagi masyarakat marjinal, termasuk di dalamnya masyarakat miskin, masyarakat yang rentan terhadap tindakan represif negara karena masa transisi, serta masyarakat di kawasan konflik. Dalam perspektif politik hukum, menurut dosen hukum tatanegara yang juga ketua PP Otoda (Pusat Pengembangan Otonomi Daerah) ini, semangat mewujudkan RUU Bantuan Hukum merupakan bentuk komitmen terkait paradigma baru bernegara yang meliputi supremasi hukum, demokratisasi serta penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM). Lebih lanjut, Ibnu Tricahyo menyinggung keterkaitan hal tersebut dalam prespektif otonomi daerah. Menurutnya, otonomi daerah harus memenuhi beberapa aspek di antaranya kualitas dalam berbangsa dan bernegara, pluralistik, supremasi hukum serta landasan demokratisasi. “Tapi sayangnya, landasan demokratisasi yang meliputi akses informasi, pelayanan publik, kerangka hukum bagi seseorang dalam menyampaikan gagasannya, serta peran serta masyarakat belum terwujud”, ujarnya. Hal ini, menurut Ibnu, menimbulkan malpraktek dalam otonomi daerah dengan gejalanya pemerintahan yang otoritarian serta KKN yang merajalela. Lebih jauh, ia pun menyoroti tiga profil utama dalam otonomi daerah yang meliputi pengambil kebijakan, pelaku ekonomi serta civil society. Secara khusus ia menyoroti tidak dilibatkannya civil society dalam otonomi daerah yang mengindikasikan “perselingkuhan” pelaku ekonomi dengan pengambil kebijakan. Hasil dari perselingkuhan tersebut, ditegaskan Ibnu, pada akhirnya menggejala penguasa yang tidak mendengar suara rakyat, pelaku ekonomi yang mengarah pada kapitalisme serta civil society yang membentuk organized crime (preman). ”Dengan keadaan seperti ini, RUU Bantuan Hukum ini sangat dibutuhkan untuk mengawal otonomi daerah”, tandasnya.
    Bantuan Hukum
    Dalam hal pengadaan bantuan hukum bagi masyarakat marjinal, menurut RUU Bantuan Hukum versi masyarakat (LSM) ini, dijelaskan Syaiful Arif, pernah dibahas di Departemen Hukum dan HAM dengan versi yang berbeda. Dalam versi masyarakat (LSM) ditegaskan, bantuan hukum yang diberikan berupa pembela publik (non PNS) melalui organisasi bantuan hukum (OBH) secara cuma-cuma. “Bantuan hukum merupakan kebutuhan, tak terkecuali bagi masyarakat marjinal yang didasarkan pada prinsip hak atas keadilan, bukan belas kasihan dan bukan pula komoditas politik”, tandasnya.
    Hal serupa disampaikan Ulfa Azizah SH, dosen FH Unibraw sekaligus pegiat Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH). Menurut pengalaman, terutama dalam kasus perceraian, banyak kaum wanita yang membutuhkan pembelaan karena pada umumnya mereka tidak mengenal hak-haknya. Menanggapi proses hukum biaya tinggi di Indonesia, Ulfa yang telah berkecimpung di dunia hukum selama puluhan tahun ini, pun merasa skeptis dengan kondisi yang ada. Dalam kesempatan itu Ulfa Azizah menghimbau kepada para peserta yang mayoritas mahasiswa fakultas hukum untuk turut memperbaikinya dengan menjadi calon-calon aparat keadilan yang bersih. “Kuncinya adalah pada rekrutmen”, tandasnya. [nok]

    Rektor Lepas Keberangkatan 84 Orang Calon Jamaah Haji
    4 Desember 2007
    Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, Selasa pagi (4/12), melepas keberangkatan calon jamaah haji keluarga besar Universitas Brawijaya di Masjid Kampus Raden Patah. Ini ditandai dengan penyerahan bendera Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Universitas Brawijaya kepada Ketua Rombongan dr Soebarkah Basoeki SpPA.
    Tahun ini calon jamaah haji yang berangkat sebanyak 84 orang, terdiri dari 58 orang warga Unibraw dan 26 orang warga luar Unibraw yang ikut KBIH Unibraw. Dari 58 orang warga Unibraw, 21 orang tergabung dalam KBIH Unibraw, dan sisanya tergabung pada KBIH lain ataupun menjadi jamaah haji mandiri.
    Dalam pesannya, Rektor mengatakan ibadah haji selain bertujuan untuk mendekatkan diri pada Allah (takarub) juga merupakan perwujudan hablun minan naas (hubungan antar manusia). Oleh karena itu diingatkan agar jamaah haji misalnya tidak sampai menyusahkan orang lain hanya untuk tujuan mencium Hajar Aswad. Selain itu Rektor berpesan agar jamaah haji Unibraw tetap menjaga kekompakan, meskipun tidak semuanya bergabung dalam KBIH Unibraw.
    Warga Unibraw yang berangkat haji tahun ini adalah: Suwandi Slamet dan istri, Imam Syafii SE MM dan istri, Suhartono SE dan istri, Suhadi, Sukardjo, Abdul Slamet dan istri, Imam Muhadi dan istri (Kantor Pusat); Prof Dr Tohir Luth MA, Drs Khusnul Fathoni MAg, Drs Fadloli (Pusat Pembinaan Agama); Dra Welmin Sunyi Ariningsih MLib dan suami (Perpustakaan); Dra Rugjatmiasih (Lembaga Penelitian); Nurdin SH MHum dan istri (FH); Kastolani SE MM dan istri, Dr Bambang Purnomosidhi SE MBA dan istri (FE); Chabul (FIA); Isnaini Panca Wardhani dan suami (FP); Prof Dr Ir Luqman Hakim MS dan istri, Dr Ir Eko Widodo dan istri (Fapet); Ir M Julius Setyopranoto MS, Dr Slamet Wahyudi ST MT dan istri, Ir Ruslin Anwar dan istri (FT); dr Soebarkah Basoeki SpPA dan putra, Sugijanto dan istri, Dr dr Karyono Mintaroem SpPA, dr Achmad Chusnul Chuluq MPH, Ns Tina Handayani Nasution SKep (FK); Ir Abdul Qoid MS dan istri, Suwono SH dan istri (Faperik); Drs Misbah Khunur MSi dan istri, Ulfa Andayani SSi MSi dan suami, Dr Agus Suryanto MSc, Isnaini Darti SSi MSi, Kwardiniya Andawaningtyas SSi MSi dan suami, Dr Arinto Yudi P MSc dan istri, Drs Heru Budiono MSc dan istri (FMIPA); Prof Dr Ir Harijono MAppSc dan istri, Dr Ir Ruslan Wirosudarmo MS dan istri, Ida Atmawati dan suami, dan Drs Gatot Mubandrio Karto (FTP).
    Sedangkan warga luar Unibraw anggota KBIH Unibraw yang berangkat haji tahun ini adalah: Boediono dan istri, Mamik Suyatmi, Rr Hari Purnamaningsih, Muliek, Soendari, Djariyah, Riyanto dan istri, Sartoyo dan istri, Nur Hidayat dan istri, Suyono dan istri, Sudarmadi dan istri, Rubati, Suheridjati SSos, Heru Tomo dan istri, Budi Waluyo dan istri, serta Yusuf Kurniawan, istri dan ibunda. Rombongan KBIH Unibraw termasuk Kloter 82 yang berangkat dari Malang hari Selasa, 11 Desember 2007. [Far]

    Dua Gurubesar Baru: Prof Antariksa dan Prof Worobusono
    3 Desember 2007
    Awal bulan ini, Universitas Brawijaya mengukuhkan dua gurubesar baru. Prof Ir Antariksa MEng PhD dari Fakultas Teknik dikukuhkan sebagai gurubesar dalam bidang ilmu sejarah dan pelestarian arsitektur, dan Prof Dr Ir Woro Busono MS dari Fakultas Peternakan sebagai gurubesar fisiologi produksi ternak. Upacara pengukuhan berlangsung di Widyaloka, Senin (3/12), dalam Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya yang dipimpin langsung oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito.
    Prof Antariksa gurubesar ke-148 Unibraw atau ke-10 dari Fakultas Teknik, pada kesempatan pertama membawakan orasi ilmiah berjudul "Pelestarian Bangunan Kuno sebagai Aset Sejarah Budaya Bangsa". Sementara itu pada kesempatan berikutnya, giliran Prof Woro Busono gurubesar ke-149 Unibraw atau ke-16 dari Fakultas Peternakan, menyampaikan pidato ilmiah berjudul "Keseimbangan Fisiologis untuk Optimasi Produksi Ternak".
    Prof Ir Antariksa MEng PhD (50 tahun), pria kelahiran Yogyakarta, 14 September 1957. Putra dari Prof Dr RM Sudikno Mertokusumo SH dan Prof Dr Ir Titi Sudarti ini, adalah sarjana arsitektur lulusan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1983), master of engineering (MEng, 1992), dan doctor of philosophy (PhD, 1996) dari Department of Architechture and Design, Kyoto Institute of Technology. Prof Antariksa mengabdikan diri sebagai dosen Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT Unibraw) sejak 1985, dan jabatan akademis terakhirnya adalah Lektor Kepala, golongan III/d. Dalam riwayat pekerjaannya, Prof Antariksa banyak bergerak di bidang penelitian dan tulis-menulis seperti misalnya, sebagai pemimpin redaksi Jurnal Teknik FT Unibraw (sejak 1996), dewan redaksi Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknik (Egineering) Universitas Brawijaya (sejak 1998), pemimpin redkasi Jurnal Ruas Jurusan Arsitektur dan Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota FT Unibraw (sejak 2003), penyunting ahli Jurnal Arsitektur Komposisi Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Atmajaya Yogyakarta (sejak 2005). Selain itu Prof Antariksa juga pernah menajbat sebagai Staf Pembantu Dekan I bidang penelitian FT Unibraw (1996-1999), Sekretaris Jurusan Arsitektur FT Unibraw (1999-2003), Ketua Jurusan Arsitektur FT Unibraw (2003-2007), dan reviewer Akreditasi Jurnal DP2M Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Selama 12 tahun terakhir, Prof Antariksa telah menghasilkan 4 publikasi dalam jurnal ilmiah internasional, 32 publikasi dalam jurnal nasional; 4 karya penelitian internasional dan 11 karya penelitian nasional yang tidak dipublikasikan; 11 judul karya pengabdian masyarakat, 22 judul karya tulis makalah untuk kuliah tamu, lokakarya, seminar, simposium baik di dalam maupun di luar negeri. Sedangkan sejak 23 tahun terakhir, dihasilkan 8 judul karya tulis dalam majalah, 32 judul artikel di surat kabar lokal maupun nasional. Dari pernikahannya dengan Retno Kristiarti SH, Prof Antariksa dikaruniai seorang putri dan seorang putra.
    Prof Dr Ir Woro Busono MS (51 tahun), pria kelahiran Blitar, 3 April 1956, adalah sarjana peternakan lulusan Unibraw (1981), magister sains biologi reproduksi (1985), dan doktor ilmu ternak (1993) lulusan Institut Pertanian Bogor. Mengabdikan diri sebagai dosen Fakultas Peternakan (Fapet) Unibraw sejak 1981, dan jabatan akademis terakhir adalah lektor kepala golongan IV/b, Prof Woro Busono menjabat sebagai Kepala Laboratorium Fisiologi Ternak Fapet Unibraw (sejak 1994). Dalam 5 tahun terakhir Prof Woro Busono menghasilkan 7 judul penelitian (termasuk penelitian dalam bidang keahlian penunjang), 9 judul publikasi ilmiah, dan 6 judul pengabdian masyarakat. Dari pernikahannya dengan Dr Ir Sucik Maylinda MS, juga dosen Fapet Unibraw, Prof Woro Busono dikaruniai 2 putri. [Far]
    ---
    Foto: Prof Woro Busono (kiri), dan Prof Antariksa (kanan).

    Prof Antariksa: Bangunan Kuno Aset Sejarah Budaya Bangsa
    3 Desember 2007
    Pelestarian dalam bangunan maupun arsitektur perkotaan merupakan salah satu daya tarik bagi sebuah kawasan. Dengan terpeliharanya satu bangunan kuno-bersejarah pada suatu kawasan akan memberikan ikatan kesinambungan yang erat, antara masa kini dan masa lalu. Melihat hal tersebut, maka masa lalu yang diungkapkan dengan keberadaan fisik dari bangunan kuno- bersejarah akan ikut menentukan dan memberikan identitas yang khas bagi suatu kawasan perkotaan di masa mendatang.
    Demikian disampaikan oleh Prof Ir Antariksa MEng PhD dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Sejarah dan Pelestarian Arsitektur di hadapan Senat Universitas Brawijaya di Gedung Widyaloka, hari Senin (3/12). Antariksa dikukuhkan sebagai guru besar Fakultas Teknik Unibraw.
    Dalam orasinya yang berjudul ”Pelestarian Bangunan Kuno sebagai Aset Sejarah Budaya Bangsa”, lebih lanjut Prof Antariksa mengungkapkan, pekerjaan merancang bangunan atau merencanakan suatu kota harus mempertimbangkan keharmonisan antarbangunan dan kawasan barunya. Dengan demikian, diharapkan adanya kesinambungan antar bangunan baru dengan kawasan lamanya. Hal ini penting, karena perkotaan atau bangunan dapat memberikan identitas atau karakteristik dari suatu kota terhadap sejarah masa lalunya.
    Konservasi yang terintegrasi harus dibuat secara penuh dari seluruh perundangan dan peraturan yang ada, dan tentunya dapat disumbangkan untuk melindungi dan mengkonservasi warisan arsitektur. Seperti peraturan perundangan yang ada belum cukup untuk memenuhi tujuan tersebut. Oleh sebab itu, dala otonomi daerah sekarang ini, perlu ditambah dengan menyediakan instrumen yang sesuai dengan perundangan, baik pada tingkat nasional, regional maupun lokal (daerah).
     Lebih lanjut diungkapkan, para akademisi perlu untuk mempertebal kepeduliannya akan hal konservasi bangunan dan kawasan. Hendaknya mulai menyusun inventarisasi bangunan di kawasannya dan kemudian meminta pemerintah daerah setempat untuk membuat surat keputusan atau perda dengan otonomi yang kuat untuk melindungi bangunan dan kawasannya, lengkap dengan pendanaan konservasinya. Dengan demikian, di situ sisi, kontrol terhadap pemerintah daerah dan pengelola cagar budaya sebagai penyelenggara dengan segenap peraturannya akan berlangsung lebih efektif. Prinsip kerjasama pemerintah setempat, pengelola cagar budaya, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, pemerhati konservasi serta pengusaha, dapat dijadikan sebagai jaminan jalan ke luar bahwa arsitektur dan sejarah merupakan ekspresi jati diri bangsa.
    Dalam konteks pelestarian di Indonesia kendala yang dihadapi adalah ketergantungan terhadap sumber dana tertentu yakni subsidi pemerintah. Kurangnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pelestarian.
    Untuk itu diperlukan pendekatan persuasif secara berkesinambungan. Di samping itu, masih lemahnya peraturan daerah yang berkaitan dengan bangunan dan kawasan bersejarah, demikian juga sebagai produk hukum Undang-Undang No 5 tahun 1992 tentang Cagar Budaya masih membebani masyarakat yang menempati atau memiliki benda cagar budaya tersebut. Mengingat bahwa arsitektur Indonesia mempunyai rentang sejarah yang amat panjang. Maka, dengan sendirinya tatanan kehidupan kolektif yang mapan akan melahirkan keterikatan emosional dengan arsitektur lamanya.
    Demikian juga, sejarah arsitektur Indonesia berhubungan dengan sejarah kebangsaan telah melahirkan arsitektur candi, tradisional, Islam, kolonial, dan modern. Upaya untuk menyatukan unsur-unsur yang membentuk sejarah arsitektur Indonesia, sebaiknya memperhatikan asal-usul geografis aneka tradisi yang menyumbang warisan arsitektur Indonesia.
    ”Kelekatan kita dengan komunitas-masyarakat, tradisi budaya, kearifan lokal, warisan arsitektur, harus dilihat bahwa komunitas ini menjadi milik kita bersama,” ungkapnya. Karena pelestarian arsitektur dengan aspek kesejarahannya dapat berfungsi sebagai pendidikan moral, penalaran, politik, kebijakan, perubahan, masa depan, dan keindahan. Untuk itu, pelestarian arsitektur yang berbasis pada kesejahteraan perlu mendapat tempat bagi pengembangan budaya bangsa. [bhm]

    Prof Woro Busono: Keseimbangan Fisiologis untuk Optimasi Produksi Ternak
    3 Desember 2007
    Indonesia memiliki beragam plasma nutfah bangsa ternak yang beradaptasi dengan baik pada kondisi lingkungan terbatas. Bangsa ternak tersebut antara lain sapi bali, sapi madura, sapi pesisir, sapi grati, sapi PO, kerbau murrah, kerbau lumpur, kambing kacang, kambing PE, pelbagai ayam, itik, babi, dan lain-lain.
    Ternak tersebut pada kondisi yang terbatas masih mampu menghasilkan susu, daging telur, tenaga kerja, pupuk, serta sebagai tabungan untuk menopang kebutuhan ekonomi petani untuk mendapatkan uang tunai dan sebagai risk averter. Keberadaan ternak di pedesaan berintegrasi dengan sistem usaha tani tradisional, petani bekerja untuk menghasilkan tanaman pangan, sedangkan hasil ternak bersifat sekunder. Dengan fungsi sebagai tabungan dan tidak dipelihara secara khusus untuk dimanfaatkan hasilnya, maka aspek biologis teknis peternakan seringkali kurang diperhatikan sehingga produktivitas dan reproduktivitasnya rendah.
    Permasalahan ini mengemuka dalam pidato Prof Dr Ir Woro Busono MS pada pengukuhan guru besar bidang Fisiologi Produksi Ternak pada Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Pengukuhan dilakukan dalam Rapat Terbuka Senat yang dipimpin Rektor, di Gedung Widyaloka, Senin (3/12). Lebih lanjut dipaparkannya, Indonesia selain sebagai negara pengimpor juga sebagai pengekspor produk ternak atau paling tidak terdapat daerah produsen yang memasok kebutuhan produk ternak untuk daerah lainnya. Upaya ekspor di era otonomi ini memberikan keuntungan pendapatan peternak dari suatu daerah, tetapi di sisi lain akan mengancam pelestariannya. Ekspor ternak belum diikuti dengan perbaikan sistem produksinya sehingga dikhawatirkan akan menguras keberadaan bibit yang sudah beradaptasi di daerah tersebut dan dalam jangka panjang akan merugikan secara ekonomi. Oleh karena itu, yang perlu diperhatikan adalah melakukan perbaikan sistem produksi, melindungi plasma nutfah dan memperbaiki sifat-sifat keunggulan ternak sehingga ternak yang diekspor bukan ternak bibit yang beradaptasi dengan baik pada iklim Indonesia.
    Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki temperatur lingkungan tinggi dan kelembaban udara yang berada di atas zona kenyamanan sehingga ternak yang berasal dari daerah atau negara sub tropik akan mengalami penyesuaian diri terhadap lingkungan barunya.
    Penyesuaian diri terhadap lingkungan tropis mengganggu keseimbangan fisiologis dalam tubuhnya sehingga produksi ternaknya juga akan mengalami gangguan. Hal inilah yang menyebabkan meningkatnya produktivitas ternak yang diharapkan dari ternak impor tidak tercapai. Kajian kebutuhan nutrisi pakan yang berhubungan dengan perubahan negara asalnya ke lingkungan tropik perlu dilakukan sebab rekomendasi penyusunan ransum pada ternak umumnya masih mengacu pada rekomendasi yang diterapkan di negara-negara maju yang kondisi iklimnya berbeda dengan iklim tropik Indonesia.
    Hal ini tentunya tergantung pada lingkungan ayam tersebut dipelihara, manajemen pemeliharaan yang meliputi pemberian pakan dan perkandangan tentunya akan menentukan keberhasilan pencapaian angka tersebut. Kajian fisiologis untuk pemeliharaan ayam komersial di dataran rendah dibanding dengan yang dipelihara di dataran tinggi tentunya formulasi ransumnya juga berbeda. Demikian juga ransum sapi dari daerah sub-tropis atau hasil keturunannya, yang kemudian dipelihara di pedesaan dengan diberikan ransum basal berupa jerami masih perlu dilakukan studi untuk produktivitasnya. Hasil silangan antara ternak lokal dengan impor perlu dikaji lebih lanjut terhadap hasil keturunannya, terutama dalam merespon keterbatasan pakan [hijauan]. Nutrisi hijauan pakan seringkali defisien energi dan protein selama musim kemarau dan merupakan faktor pembatas utama terhadap produksi ternak di negara tropis.
    Disinggung lebih jauh, secara umum, adaptasi yang baik terhadap lingkungan yang jelek dan produksi yang tinggi merupakan dua hal yang berlawanan. Ternak dengan kemampuan produksi yang tinggi akan menghasilkan banyak panas, membutuhkan lebih banyak air dan makanan berkualitas bagus dan kemungkinan tidak resisten terhadap penyakit atau parasit. Hal ini harus diperhitungkan pada waktu merancang strategi pengembangan peternakan di suatu negara atau daerah tertentu.
    Kesimpulan yang dapat ditarik adalah keseimbangan fisiologi membutuhkan keseimbangan fungsi fisiologis di dalam sel yang membutuhkan kecukupan pasokan nutrisi pakan, lingkungan fisik yang nyaman, dan lingkungan sosial yang kondusif. Optimasi produksi ternak juga membutuhkan keseimbangan fisiologi yang berarti dapat memanfaatkan potensi bibit dan faktor produksi menjadi sistem produksi yang optimal. Oleh sebab itu, perlunya mempertimbangkan kebutuhan keseimbangan fisiologis ternak dalam manajemen produksinya, peternak yang membangun kandang harus mendapatkan konsultasi teknis sehingga kandang tidak hanya untuk berteduh tetapi harus memberikan suasana lingkungan yang nyaman, pemberian pakan tidak hanya untuk hidup tetapi harus sesuai kebutuhannya untuk produksi dan reproduksi. [bhm]

    Pemenang Balon Berhadiah Dies Natalis Unibraw
    3 Desember 2007
    Iswahyudi, seorang petani yang berdomisili di Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, berhak atas hadiah uang tunai senilai Rp 1 juta. Uang ini diterimanya karena dia telah menemukan balon berhadiah yang diterbangkan seiring dengan pembukaan acara Jalan Sehat Dies Natalis ke-45 Universitas Brawijaya. Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito menerbangkan balon berhadiah tersebut hari Minggu, 2/12.
    Alkisah, Iswahyudi sama sekali tidak menyangka bakal mendapat rezeki yang tidak sedikit ini. “Waktu itu ketika saya masih berada di sawah, saya melihat ada beberapa balon yang jatuh di sekitar tempat saya mencangkul. Sambil berebut dengan anak-anak, saya melihat ada bukti hadiah yang bertanda dari Universitas Brawijaya. Jadi, saya langsung pulang saat itu juga,” ungkapnya gembira. Bahkan, sabit dan cangkul yang tadi digunakan sempat tertinggal di sawah. Esok harinya, Senin (3/12), Iswahyudi langsung berangkat ke Unibraw untuk memastikan hadiah yang menjadi haknya.
    Kepala Bagian Kemahasiswaan, Ali Farid SH selaku pelaksana acara Jalan Sehat, ketika menyampaikan hadiah itu kepada Iswahyudi menyatakan, rezeki memang datang kepada siapapun sesuai kehendak Yang di Atas. Pernyataan ini benar-benar diamini Iswahyudi, yang mengaku sempat terkejut atas hadiah diperolehnya. [bhm]

    Jalan Sehat DIes Natalis ke-45
    2 Desember 2007
    Hari Minggu pagi (2/12) Kampus Universitas Brawijaya dipenuhi baik warga Unibraw maupun warga sekita kampus. Lebih dari 10 ribu orang hadir memeriahkan acara Jalan Sehat Dies Natalis ke-45 (Lustrum ke-9) Universitas Brawijaya. Diawali dengan senam massal di lapangan Rektorat, Rektor Prof Yogi Sugito di dampingi para Pembantu Rektor dan para Dekan melepas keberangkatan peserta Jalan Sehat dari panggung di seberang timur Perpustakaan.
    Rute yang ditempuh kali ini tidak sejauh tahun yang lalu. Start dari proyek air mancur bundaran Rektorat, ke selatan keluar gerbang kampus, ke timur melewati Jalan Veteran, Jalan Bandung, berbelok ke selatan melalui Jalan Ijen, berbelok lagi ke barat melalui Jalan Jakarta, berbelok ke utara melalui Jalan Bogor, berbelok ke barat ke arah Jalan Veteran, dan di bundaran Veteran berbelok ke utara kembali memasuki kampus melalui gerbang selatan dan fisnish di timur Perpustakaan.
    Usai jalan sehat, peserta mendapatkan sarapan pagi gratis, dan dihibur oleh penampilan Home Band Universitas Brawijaya.
    Pada kesempatan itu, Rektor Prof Yogi Sugito menyumbangkan suaranya mendendangkan lagu langgam "Minggat". Juga isteri Rektor Ny Eni Sugito menyanyikan lagi "Jangan Ditanya". Tak ketinggalan pula Grup Jasmine, perkumpulan ibu-ibu dosen dan isteri dosen Unibraw, membawakan beberapa lagu secara medley, diawali dengan lagu "Teluk Bayur". diteruskan lagu "Pulau Seribu", dan "Terkenang Selalu".
    Selain itu, diadakan undian untuk mendapatkan door prize dengan hadiah utama berupa sepeda motor Honda, dan Kawasaki. Juga diperebutkan hadiah utama lain berupa pesawat televisi, kulkas, mesin cuci, rice box, dvd player, dan masih banyak lagi aneka ragam hadiah hiburan. [Far]

    Wisuda Periode II Tahun Akademik 2007/2008
    1 Desember 2007
    Rektor Unibraw Prof Dr Ir Yogi Sugito, Sabtu (1/12) mewisuda 1140 orang lulusan Universitas Brawijaya pada upacara Wisuda Periode II Tahun 2007/2008. Upacara berlangsung di Sasana Samanta Krida, dalam sebuah rapat terbuka Senat Universitas Brawijaya. Secara rinci, jumlah wisudawan (D-III, S1, S2, S3) masing-masing fakultas adalah sebagai berikut. Fakultas Hukum, 56 (S1 51, S2 4, S3 1); Fakultas Ekonomi 123 (D-III 5, S1 112, S2 3, S3 3); Fakultas Ilmu Administrasi 153 (D-III 61, S1 87, S2 3, S3 2); Fakultas Pertanian 154 (D-I 34, D-III 13, S1 95. S2 4, S3 8); Fakultas Peternakan 50 (D-III 6, S1 42, S2 2); Fakultas Teknik 165 (S1 165); Fakultas Kedokteran 14 (S1 8, Sp1 6); Fakultas Perikanan 70 (D-III 5, S1 60, S2 5); Fakultas MIPA 80 (D-III 55, S1 25); Fakultas Teknologi Pertanian 74 (D-III 5, S1 69); Program Bastra 137 (D-I 1, D-III 109, S1 27); dan Program Pascasarjana 64 (S2 60, S3 4).
    Pada kesempatan itu Rektor memberikan penghargaan kepada lulusan dengan predikat “cumlaude”. Untuk program sarjana (S1), penghargaan diberikan kepada: Ayu Dwi Kurniawati SE (Fakultas Ekonomi, IPK 3,78), Deny A. Kurniawan SH (Fakultas Hukum, IPK 3,55), Eka Cipta Yuningtyas SAB (Fakultas Ilmu Administrasi, IPK 3,66), Siska Wahyudia SSi (Fakultas MIPA, IPK 3,53), Nurul Hidayah SPi (Fakultas Perikanan, IPK 3,88), Hilma N ST (Fakultas Teknik, IPK 3,66), Pinita Andayani STP (Fakultas Teknologi Pertanian, IPK 3,68), Program Diploma (D3) Yofi DK AMd (Program Bahasa dan Sastra, IPK 3,88), Shinta Agista AMd (Fakultas Ilmu Adminitrasi, IPK 3,68), Andi Kurnianto AMd (Fakultas MIPA, IPK 3,53), Eka Heru Setyawan AMd (Fakultas Perikanan, IPK 3,51), Wahyu Lis S AMd (Fakultas Pertanian, IPK 3,56), Program Magister (S2) Awalia Rahmawati ST MT (Fakultas Pascasarjana, IPK 3,9), Lilia Widajatiningrum SPi MSi (Fakultas Perikanan, IPK 3,80),  Anindhyta Budiarti SE MM (Fakultas Ekonomi, IPK 3,75), Program Doktor (S3) Dr Ir Sri Minarti MP (Fakultas Pertanian, IPK 3,96), dan Dr drh Tongku Nizwan Siregar MP (Fakultas Kedokteran, IPK 3,88). [bhm]

    Long March Hari AIDS Sedunia
    1 Desember 2007
    Bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia, elemen mahasiswa Unit Aktivitas Tegasz dan MSCIA FK Universitas Brawijaya, bersama LSM Paramitra, LSM Sadar Hati, Ikatan Waria Malang (Iwama), serta beberapa simpatisan peduli AIDS mengadakan long march, Sabtu (1/12). Long march dimulai dari Alun-alun Bunder depan Balai Kota Malang dan berakhir di Alun-alun Kota Malang. Turut menyemarakkan acara, Kakang-Mbakyu Malang, Raka-Raki Malang, Putri Lingkungan Hidup, Putri Pariwisata, Miss Waria, dan Miss Kondom. Puluhan aktivis tersebut turun ke jalanan di kota Malang dengan tujuan untuk mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati pada meningkatnya wabah epidemi AIDS.
    Dalam sambutannya, perwakilan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Dra Sutiarsi MSi menandaskan tingginya angka korban HIV/AIDS disebabkan lebih pada ketidaktahuan masyarakat yang kurang mengerti tentang proses penularan. Lebih dari 60% korban penyakit ini dipicu dari penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Perlu diketahui, sejak dibentuk tahun 1997 hingga Oktober 2007, jumlah pengidap HIV/AIDS di kota Malang mencapai sekitar 1.130 orang. Dari jumlah tersebut, 81 orang ditemukan dari hasil zero survey, 588 orang dari hasil screening donor darah, 305 orang dari uji Voluntary Counseling and Testing (VCT), serta 156 orang dari data rumah sakit.
    Salah satu perwakilan dari Unitas Tegasz Unibraw, Aulia Aziz mengungkapkan partisipasi yang diberikan sebagai simpatisan sebagai bentuk kepedulian atas wabah penyakit HIV/AIDS. Oleh sebab itu, aksi sosial yang ditunjukkannya berupa long march turun ke jalan sebagai upaya kontemplasi dan penyadaran masyarakat agar lebih berhati-hati. Tujuan lainnya yakni menyuarakan aspirasi ODHA yang cenderung dimarjinalkan oleh komunitas umum sehingga terkucil, bahkan dijauhi. ”Padahal mereka juga manusia dan HIV/AIDS itu tidak menular melalui kegiatan-kegiatan sosial, seperti bersentuhan atau berpelukan. Perlunya meluruskan opini masyarakat agar ODHA tidak merasa terkucil,” ungkapnya lagi. Untuk itulah, tujuan long march membentuk opini masyarakat agar perlakuan masyarakat lebih manusiawi. Di penghujung acara, dilakukan pelepasan balon yang menyimbolkan semangat perjuangan melawan HIV/AIDS serta cap tangan sebagai wujud kepedulian pada ODHA. [bhm]

    Hari AIDS: Renungan Malam, Pengurangan Dampak Buruk
    1 Desember 2007
    Memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2007, digelar acara Renungan Malam bertajuk Harm Reduction “Pengurangan Dampak Buruk”, di Gedung Student Center Universitas Brawijaya, Jumat (30/11). Acara ini digelar oleh Unitas Tegasz (Tim Penanggulangan Penyalahgunaan NAPZA dan HIV/AIDS) Unibraw bersama dengan MSCIA (Medical Student Centre for International Affair) Fakultas Kedokteran Unibraw. Menghadirkan pembicara dari perwakilan LSM, RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar), dan beberapa simpatisan, diharapkan acara ini menjadi titik balik (momentum) sebagai upaya meminimalisir mewabahnya epidemi HIV/AIDS.
    Pada sambutannya, Pembantu Dekan III FK Unibraw, dr M Hanafi MPH mengungkapkan, acara ini sebagai refleksi tentang bahayanya jarum suntik yang ditengarai menjadi penyebab terbesar dari HIV/AIDS. Oleh sebab itu, perlu dilakukan kewaspadaan dan antisipasi seoptimal mungkin sebagai upaya pencegahan bahaya hal tersebut. Selain itu, cara-cara yang dilakukan seperti penggunaan jarum suntik dengan aman dan steril juga perlu diimplementasikan. Pada kesempatan berikutnya, Pembantu Rektor III yang diwakili oleh Kabag Kemahasiswaan, Ali Farid SH memaparkan antusiasmenya atas terselenggaranya acara ini sekaligus membuka acara.
    Acara ini terbagi atas beberapa sesi, antara lain menonton film bersama Harm Reduction “Pengurangan Dampak Buruk”, sharing antara pembicara, dan renungan malam. Salah seorang panitia, Aulia Aziz mengutarakan harapannya, acara ini dapat menjadi momentum untuk kontemplasi agar dampak buruk jarum suntik dapat dihindari dan diminimalisir melalui penggunaan yang aman. [bhm]