Last updated 31/12/2006
By: Farid Atmadiwirya
Desember 2006

Idul Adha di Unibraw
31 Desember 2006
Segenap warga Universitas Brawijaya bersama masyarakat sekitar, Ahad (31/12) pagi, melaksanakan shalat Idul Adha di lapangan Rektorat. Bertindak sebagai imam Drs HM Sam'un Makmur dari PPA Unibraw, dan khatib dr HM Subandi MKes DAHK dosen FK Unibraw. Seusai shalat, di tempat yang sama diadakan penyembelihan hewan qurban.
Amal Saleh dengan Imtaq
Dalam khutbahnya, khatib dr Subandi mengawali dengan pesan kepada para jama’ah untuk selalu mengingat jasa Nabi Ibrahim AS, agar lebih memahami hakekat iman kepada Allah SWT. Lebih lanjut diikatakan, Tuhan yang diperkenalkan oleh Nabi Ibrahim AS bukan sekedar Tuhan suku, bangsa, atau segolongan manusia tertentu, tetapi Tuhan Robbul ‘Alamin, Tuhan Seru Sekalian Alam, yang imanens dan transenden. Intisari Agama Islam dr Subandi, adalah meletakkan Allah dan semua perintah-Nya di atas segala-galanya, sehingga akan memunculkan sikap ketaqwaan kepada Allah. Iman kepada Allah harus dibuktikan dengan amal saleh yang juga diartikan karya yang baik atau karya yang mendatangkan manfaat. “Ada amal saleh yang memberi manfaat secara individual melalui ibadah mahdhoh serta ada yang memberi manfaat bagi pelakunya dan orang lain”, katanya. Lebih lanjut diungkapkan, Islam merupakan agama yang menekankan bahwa amal yang bersifat sosial  sama pentingnya dengan shalat, puasa maupun haji. Mendukung hal ini, dr Subandi menyitir ketika Rasulullah SAW ditanya mengenai amal yang paling utama dan menjawab bahwa seutama-utama amal supaya dicintai oleh Allah SWT, adalah memberikan rasa bahagia ke dalam hati orang beriman, membebaskan rasa lapar, membebaskan kesulitan orang lain dan membayarkan hutang-hutangnya.
Selain hal tersebut diatas, keteladanan Nabi Ibrahim lainnya yang disampaikan oleh Staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya di laboratorium Histologi ini adalah tatkala diberi ujian oleh Allah SWT untuk menyembelih puteranya, Ismail as. Seperti dijelaskan dalam QS. Ash Shafat: 102-107, dr. Subandi menerangkan bahwa setelah mendapat kepastian dari mimpinya untuk mengorbankan anaknya, Nabi Ibrahim tidak menunda-nunda atau menangguh-nangguhkan pelaksanaan perintah Allah SWT. “Demikian juga putranya Ismail yang menjawab dengan tenang dan spontan supaya perintah tersebut segera dilaksanakan oleh ayahandanya tanpa ragu-ragu”, paparnya. Keteladanan Ibrahim as menurutnya mengandung hikmah yang patut direnungkan dalam-dalam, kemudian bersama-sama mengintrospeksi diri sendiri sejauh mana kita melaksanakan perintah dan menjauhi segala larangan Allah SWT.
Hewan Qurban
Serangkaian ibadah dalam hari raya Idul Adha selanjutnya yang juga digelar adalah penyembelihan hewan qurban yang dilaksanakan di tempat yang sama.
Dalam kesempatan tersebut, disembelih sebanyak 4 ekor sapi dan 18 ekor kambing, sumbangan dari pihak universitas, fakultas maupun warga kampus.
Dengan melibatkan kepanitian dari mahasiswa maupun pegawai, daging qurban kemudian didistribusikan kepada yang berhak diantaranya keluarga besar Universitas Brawijaya, panti asuhan, takmir masjid di lingkungan Kota Malang, mahasiswa dan masyarakat umum. Selain itu, qurban yang dikelola sendiri oleh fakultas sendiri meliputi Fakultas Ekonomi dengan penyembelihan 1 ekor sapi dan 1 ekor kambing, Fakultas Kedokteran dengan penyembelihan 2 ekor sapi dan 8 ekor kambing serta Fakutas MIPA dengan penyembelihan 1 ekor sapi. [nok]

Lomba Senam Dies Natalis ke-44 Unibraw
30 Desember 2006
Lomba Senam Indonesia Sehat dalam rangka Dies Natalis ke-44, . Sabtu (30/12), diseelenggarakan di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya. Salah seorang panitia pelaksana, Widia Permana SSos, menginformasikan, lomba senam ini bukan hanya diikuti sivitas Unibraw saja, tapi juga masyarakat luar. Lomba terbagi dalam 2 kategori, yaitu beregu dan perorangan, masing-masing dibagi dalam 2 kelompok usia: di bawah 35 tahun dan di atas 35 tahun. Untuk kategori perorangan, lomba diikuti 72 kontestan dari instansi, sanggar, siswa sekolah, dan ibu rumah tangga (PKK), sementara untuk kategori beregu diikuti oleh sebanyak 6 kelompok.
Lebih lanjut dijelaskan Widia yang juga aktif sebagai pelatih senam di lingkungan Universitas Brawijaya, lomba kali ini melibatkan dewan juri yang terdiri dari: Drs Mohammad Zainal, Dra Widji Lestari MSi, dan Sugeng Pudjiono SPd. Kriteria penilaian meliputi teknik gerak (stretching, gerakan, dan pendinginan) dengan porsi nilai 80% dan penampilan umum (kostum, ekspresi, keserasian, dan kekompakan) dengan porsi nilai 20%.
Tampil sebagai pemenang lomba senam ini untuk kategori beregu, Juara I Fakultas Kedokteran (A), Juara II Kantor Pusat, Juara III Fakultas Ilmu Administrasi, dan Juara Harapan I: Fakultas Kedokteran (B). Sementara itu, pemenang untuk kategori perorangan kelompok usia di bawah 35 tahun, seluruhnya adalah peserta dari luar Unibraw. Juara I Evi, menerima hadiah senilai Rp 200 ribu; Juara II Ivon mendapatkan Rp 150 ribu; Juara III Dian meraih hadiah senilai Rp 100 ribu, dan Juara Harapan I Chendy memperoleh Rp 75 ribu. Hadiah yang senilai juga diberikan kepada pemenang kategori perorangan untuk kelompok usia di atas 35 tahun. Secara berturut-turut, Juara I Ratna Sri S, Juara II Henny, Juara III Annanie, dan Juara Harapan I Abu Bakar.
Menyampaikan harapannya, Widia Permana mengimbau agar pimpinan lebih mendukung dan apresiatif terhadap kegiatan senam, baik yang rutin maupun yang bersifat kompetisi untuk berbagai tingkatan. “Animo warga Unibraw sebenarnya scukup tinggi, tetapi dukungan dan apresiasi pimpinan untuk pengembangan cabang olahraga ini masih perlu ditingkatkan", ungkap Widia Permana yang sehari-hari bekerja sebagai staf Perpustakaan Unibraw. [nok]

Kejutan Akhir Tahun, Suara Senat: Sumeru 23, Nuhfil 18
30 Desember 2006
Prof Sumeru Ashari
Dr Nuhfil Hanani
Pemungutan suara di Senat Fakultas Pertanian, Sabtu 30/12 siang, ternyata menghasilkan perubahan posisi calon. Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS yang unggul mutlak (81 dibanding 58) dalam tahap penjaringan oleh sivitas, ternyata harus mengakui keunggulan pesaingnya Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD. Dalam pemungutan suara senat yang dipimpin oleh Dekan Prof Syekhfani, Prof Sumeru unggul dengan dukungan 23 suara, terpaut 5 suara dari Dr Nuhfil Hanani yang hanya mendapatkan dukungan 18 suara senat. Selanjutnya senat akan mengirimkan nama kedua calon dekan itu beserta peringkatnya kepada Rektor untuk ditetapkan salah seorang sebagai dekan Fakultas Pertanian secara definitif.
Prof Sumeru Ashari (53 tahun), pria kelahiran Malang 25/3/1953, menjadi staf pengajar pada Jurusan Budidaya Pertanian sejak 1981, doktor lulusan Universitas Wageningen, Belanda (2002), gurubesar hortikultura (2003), dan saat ini menjabat sebagai Pembantu Dekan II Fakultas Pertanian. Sedangkan Dr Nuhfil Hanani (48 tahun), pria kelahiran Jember 28/11/58, adalah staf pengajar dari Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian sejak 1983, doktor bidang ekonomi pertanian lulusan IPB Bogor (2000), saat ini menjabat sebagai Pembantu Dekan I Fakultas Pertanian. [Far]

Peduli Lingkungan Hijau
30 Desember 2006
Dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-44 Universitas Brawijaya, Sabtu 30 Desember 2006, Rektor Prof Yogi Sugito bersama ketua panitia Prof Bambang Subroto melakukan penanaman pohon secara simbolis di depan Kantor Pusat Unibraw. Kegiatan ini diteruskan dengan penyerahan pohon kepada para dekan fakultas, dan melepas ratusan burung ke alam bebas oleh rektor bersama para dekan. Kegiatan dengan tema "penanaman pohon peduli lingkungan hijau" ini merupakan perwujudan dari gerakan penghijauan kampus. Turut memeriahkan acara, rombongan Puteri Lingkungan Kota Malang yaitu Ida Ayu Permata, Silvia Lerick Da Silva, Fehta Kristanti Rahayu, dan kawan-kawan.
Ketua panitia Dies Prof Bambang Subroto melaporkan, dalam acara ini ditanam 1300 pohon di 12 titik di dalam lingkungan kampus yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk itu panitia didukung oleh para pakar arsitektur pertamanan Unibraw. Dilaporkan, jenis pohon yang ditanam meliputi pohon samania, pohon mahoni, pohon trembesi, serta buah-buahan seperti klengkeng dan mangga. Sementara 200 ekor aneka burung yang dilepas meliputi pipit, derkuku, prenjak, ciblek dan cucak rowo. Menurut Prof Bambang, acara ini menegaskan keinginan Unibraw mewujudkan suasana kondusif dalam kampus yang asri dengan burung-burung yang selayaknya terbang bebas, berkicau tanpa gangguan manusia. Turut mendukung gerakan penghijauan ini Dinas Kehutanan dan Pertamanan Kota Malang, Perum Perhutani, dan Harian Radar Malang
Kampus yang indah, nyaman dan asri
Sementara itu Rektor Prof Yogi Sugito dalam sambutannya menyatakan, gerakan ini merupakan sebuah upaya untuk mewujudkan kampus Univesitas Brawijaya sebagai kampus yang indah, nyaman, dan asri. Dengan kampus yang nyaman menurut Rektor segenap sivitas akademika dapat melakukan aktivitasnya dengan lebih produktif. Selain itu, Rektor juga menyebut usaha untuk mewujudkan kampus Unibraw sebagai kampus wisata dengan segenap potensi yang ada, baik itu potensi wisata pendidikan melalui pengadaan museum,  ataupun wisata panorama kampus yang asri.
Mengenai hal ini, Prof Bambang Subroto yang Dekan Fakultas Ekonomi, mencontohkan kampusnya pernah menjuarai event "Malang Ijo Royo-Royo" sebagai kampus yang dinamis dengan lokasi yang hijau dan rindang. “Dengan kampus yang rindang seperti di FE ini, mahasiswa khususnya dapat melakukan berbagai aktivitas dengan nyaman”, katanya. Lebih detail ia menggambarkan setiap hari banyak mahasiswa yang berdiskusi ataupun sekedar berbincang-bincang di gazebo-nya yang rindang. Selain itu, dikatakan juga banyak di antara mereka yang duduk-duduk sambil menghadapi laptop untuk mengakses internet. “Fakultas Ekonomi memiliki Wi Fi area atau hot spot baik di dalam gedung maupun di luar gedung, sehingga banyak di antara mahasiswa yang memanfaatkan fasilitas tersebut di sela-sela waktu kuliah, sambil duduk-duduk di taman atau gazebo kampus”, katanya. Di luar itu, Prof Bambang juga mengatakan, setiap hari libur banyak masyarakat sekitar yang memanfaatkan kampus sebagai tempat olahraga atau jogging. “Melalui penanganan yang serius, nantinya hutan kampus dapat dijadikan pula sebagai tempat untuk mulai kampanye gerakan cinta lingkungan”, harapnya.
Seusai acara itu, Rektor bersama para dekan dan pejabat lainnya, menaiki "kereta kelinci" mengadakan peninjauan keliling kampus. Peninjauan diakhiri di taman Fakultas Ekonomi untuk acara ramah tamah sembari menikmati minuman ringan serta makanan tradisional seperti tiwul, grontol, ketela rebus, kacang rebus, mbothe rebus, lopis, dll. [nok]

Tamu dari Hiroshima University: Prof Nobukazu Nakagoshi
29 Desember 2006
Selama dua hari, 29-30 Desember 2006, Prof Nobukazu Nakagoshi dari Hiroshima University, Jepang mengadakan kunjungan ke Univeritas Brawijaya. Gurubesar dari Graduate School for International Development and Cooperation (IDEC), Divison of Ecology ini melakukan serangkaian kegiatan: kunjungan dan diskusi di Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, kunjungan ke Rektor Unibraw, kunjungan singkat ke Fakultas Perikanan, pembicaraan dengan Prof Lilik Sulistyowati Koordinator Program Master (S2) Beasiswa Unggulan (double degree), dan mengadakan seleksi calon mahasiswa S3 untuk IDEC Hiroshima University, bidang GIS dengan beasiswa Monbusho.
Guru besar itu menjadi supervisor dari beberapa dosen Jurusan Biologi FMIPA yang studi lanjut ke Jepang, yaitu Dr Rodiyati, Dr Amin Setyo Leksono, Luchman Hakim MSc, dan Brian Rahardi MSc. Beberapa kali Prof Nakagoshi berkunjung dan memberi kuliah tamu di Fakultas MIPA. [Adw]
 
Dari kiri: Dekan FMIPA Ir Adam Wiryawan MS, Prof. Nakagoshi, Rektor Unibraw Prof Yogi Sugito, Dekan Faperik Dr Sukoso, dan Dr Rodiyati 

Lima Hari Kerja di Unibraw: Presensi Pakai Sidik Jari, Ada Uang Makan
29 Desember 2006
Menindaklanjuti Keputusan nomor 186/SK/2006, tentang pelaksanaan hari kerja di lingkungan Universitas Brawijaya, Rektor mengeluarkan surat edaran nomor 3404/J10/KP/2006 yang ditujukan kepada seluruh pembantu rektor, dekan, direktur, ketua lembaga, ketua program, pembantu dekan, ketua laboratorium, ketua program studi, kepala biro, kepala bagian, kepala UPT, kepala subbagian, serta seluruh dosen dan pegawai administrasi.
Melalui surat tanggal 28 Desember 2006 tersebut Rektor menegaskan kembali, Unibraw terhitung mulai 1 Januari 2007 akan menerapkan pola 5 hari kerja per minggu, yakni mulai Senin sampai Jumat. Jumlah jam kerja efektif selama 5 hari kerja tersebut adalah 37,5 jam, dengan alokasi: Senin-Kamis pukul 07.30-15.30 WIB, Jumat pukul 07.30-15.00 WIB (dengan istrahat khusus Jumat pukul 11.00-13.00 WIB).
Sidik jari
Untuk menerapkan itu, pada setiap unit kerja diberlakukan pencatatan presensi menggunakan peralatan sidik jari (finger stamp). Setiap pegawai administrasi diwajibkan mencatatkan kehadirannya melalui alat tersebut dua kali sehari pada waktu datang dan pada waktu pulang. Sementara untuk dosen hanya diwajibkan melakukan sehari sekali tanpa melihat waktu datang atau pulang. Pada setiap akhir bulan, masing-masing unit kerja diwajibkan melaporkan catatan presensi tersebut kepada Rektor (melalui Pembantu Rektor II). Rekapitulasi presensi dipergunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pengisian daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) pegawai dan pertimbangan persetujuan kenaikan pangkat/jabatan.
Sebagai konsekuensi penerapan kententuan lima hari kerja, setiap dosen dan pegawai administrasi akan mendapatkan uang makan sebesar Rp 10 ribu per hari kerja, maksimal 22 hari karja. Selain itu, pihak universitas/fakultas/program sedang berusaha menaikkan anggaran untuk insentif pegawai administrasi. Tetapi insentif itu hanya akan diberikan kepada pegawai yang menunjukkan integritas dan produktivitas tinggi dalam bekerja. Untuk sementara, data yang akan digunakan untuk menentukan siapa yang menerima dan berapa besar insentif adalah rekapitulasi presensi.
Melalui surat tersebut Rektor juga menegaskan, pimpinan unit kerja  wajib memberikan teguran baik lisan maupun tertulis kepada pegawai yang lalai terhadap ketentuan hari kerja ini. Pimpinan unit kerja juga bertanggung jawab sepenuhnya atas efektivitas pelaksanaan pola 5 hari kerja ini.
Pengamanan
Selain itu, juga diberlakukan tanda pengenal (baru) bagi seluruh dosen dan pegawai, baik PNS maupun honorer. Tanda pengenal ini wajib dikenakan selama jam kerja. Sedangkan bagi tamu, akan diberikan tanda pengenal khusus oleh petugas di pos penjagaan pintu masuk atau petugas resepsioni di setiap kantor atau gedung.
Dalam waktu dekat, akan dilakukan sistem pengamanan kendaraan bermotor secara terpusat. Pada setiap pintu masuk akan dibangun pos penjagaan dan pemeriksaan bermotor akan dilakukan secara ketat. Akan diterbitkan kartu parkir berlangganan dan stiker bagi seluruh dosen, pegawai, dan mahasiswa yang menggunakan kendaraan bermotor. Kartu parkir bagi mahasiswa dapat diperoleh setiap awal semester, yaitu pada waktu melakukan daftar ulang dengan membayar biaya yang besarnya akan ditentukan kemudian. Untuk keamanan lingkungan, akan dibangun pos keamanan di beberapa lokasi dalam kampus. [Far]

Sosialisasi Layanan SIKEU
29 Desember 2006
Layanan Sistem Administrasi Umum dan Manajemen Keuangan (SIKEU) akan segera digunakan di Universitas Brawijaya mulai Januari 2007. Layanan SIKEU Unibraw adalah sebuah sistem komputerisasi untuk menangani, mengolah data dan proses administrasi keuangan di Unibraw secara terpadu. Sistem yang dikembangkan sejak Mei 2006 ini merupakan hasil kerjasama pihak Pembantu Rektor II, Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK), Biro Administrasi dan Perencanaan Sistem Informasi (BAPSI), serta Unit Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi (UPPTI). Sebagai persiapan penerapan SIKEU, tim kerja melakukan sosialisasi di lantai VIII Gedung Rektorat, Jumat (29/12), yang diikuti oleh jajaran administrasi umum dan keuangan dari seluruh unit kerja di lingkungan Universitas Brawijaya.
Kepala BAUK, Goerid Hardjito SE MM, yang membuka acara ini mengatakan, layanan SIKEU dibangun secara online dan terpadu, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang mampu untuk mengoperasikannya. Layanan administrasi keuangan yang berbasis teknologi informasi dapat meningkatkan layanan adminitrasi keuangan yang terintegrasi, cepat diakses, akurat dan transparan. Kemampuan utama SIKEU diantaranya dapat integrasi dengan jaringan komputer, sinkronisasi data yang terdistribusi, pencadangan data, tingkat keamanan data tinggi, layanan menggunakan web dan lainnya.
Dalam acara sosialisasi, dijelaskan bagaimana SIKEU dapat diakses oleh penggunanya. Bisma Jayadi ST, divisi sistem aplikasi dari UPPTI Unibraw mengatakan ada 9 jenis pengguna SIKEU. Penggunanya di antaranya kasir PUMK Pengguna, bendahara pengguna, bendahara penerima, kasubag dana masyarakat, kasubag dana rutin, kasubag akuntan dan monitoring, kabag keuangan, kabiro keuangan dan pembantu rektor. Aplikasi SIKEU dapat diakses melalui http://siakad.brawijaya.ac.id/sikeu/.
Pengguna layanan ini pun harus dilengkapi dengan account sendiri. “Kami nanti akan mengatur dan memberi account bagi anda nantinya,” ucap Bisma. Ia menerangkan setelah berhasil melalui login, maka user akan dihadapkan 5 item: menu perencanaan, menu pelaksanaan, menu penerimaan, menu laporan, dan menu transaksi.
Pada menu perencanaan user akan menemui dua model perencanaan yaitu perencanaan penerimaan dan perencanaan pembelanjaan. Akses modul ini hanya untuk bendahara penerima dan bendahara pengguna saja. Menu kedua, yaitu pelaksanaan, berisi tentang proses pengajuan dana, persetujuan permohonan, transfer dana sampai penyerahan dana. Modul ini tersedia untuk user tapi hak aksesnya berbeda. Menu penerimaan hanya tersedia untuk pengguna bendahara. Dalam menu ini bendahara dapat melakukan catatan transfer dana ke penerima yang dapat diakses oleh kasir PUMK (read-only). Menu keempat, menu laporan. Menu ini tersedia untuk seluruh jenis user tapi aplikasi hanya akan memberi akses laporan sesuai dengan hak user. Modul ini dapat di-download dalam bentuk file Excel. Terakhir, menu transaksi yang memproses pencatatan detil setiap transaksi pembelanjaan. Modul ini tersedia bagi semua user dan dilakukan setiap bulan. Menu ini berisi tentang jumlah dana yang dibelanjakan untuk setiap jenis anggaran, mata anggaran, dan belanja dari kegiatan yang telah dilakukan.
Direktur UPPTI Prof Dr Ir Abdul Latief Abadi MS mengungkapkan, masih ada kendala yang terjadi pada layanan ini. Di antaranya perubahan kebijakan dari pengguna, dan adaptasi terhadap aplikasi keuangan pemerintah yang dijalankan oleh dua aplikasi. “Rencana ke depan, perlu strategi khusus untuk menanggapinya,” katanya. Yang dapat dilakukan menurut Prof Latief adalah melakukan pemetaan rencana perubahan terhadap sistem dan proses terbaru, peningkatan kapasitas server, menghubungkan LAN dengan jaringan ke unit-unit, peremajaan peralatan dan pendukung jaringan, penyempurnaan dan peningkatan kinerja aplikasi dan evaluasi terhadap penerapan sistem. [vty]

Empat Mahasiswa Unibraw Outbond di Wales
29 Desember 2006
Bulan Juli 2006 silam hanya satu mahasiswa Universitas Brawijaya, Febri Satria Hutama, yang terpilih untuk mengikuti outbond di Wales (klik: PRASETYA-online bulan Agustus 2006). Tetapi pada bulan Februari 2007 mendatang empat mahasiswa Unibraw akan berangkat dengan misi yang sama. Keempat mahasiswa tersebut yaitu Aulia Akbar, mahasiswa Teknik Sipil (2004), Tantri W, mahasiswi Sastra Inggris (2006), Rizaldy Iskandar, mahasiswa Teknik Sipil (2002) dan Imam Afandi, mahasiswa Statistik (2005).
Tujuan mereka sama dengan alumni sebelumnya yang juga direkrut oleh Yayasan Encompass untuk misi perdamaian dunia.
Proses rekruitmen yang harus mereka lewati ada lima tahapan. Tahap awal mereka harus mengumpulkan esai tentang kontroversi kedatangan Bush ke Indonesia dan invasi Amerika ke Iraq. Esai yang terpilih kemudian diumumkan pada tanggal 7 Desember 2006. “Dari total peserta kemudian dipilih 20 orang yang berhak untuk mengikuti tes selanjutnya,” ucap Aulia. Proses selanjutnya adalah tahapan interview, presentasi budaya dan fisik. Dari tahapan ini 20 peserta yang terseleksi tadi diambil lagi menjadi 8 orang. Terakhir, 8 orang terpilih tersebut kemudian di interview oleh perwakilan dari Encompass Indonesia, Heroe Soeprapto. Pada tahap terakhir ini kemudian menyisakan 4 orang peserta yang berhak untuk berangkat ke Wales. Interview ini dilakukan pada tanggal 26 Desember 2006. “Pada hari itu juga kami mendapatkan sms terpilih tidaknya,” kata Tantri. Penilaian peserta sampai dapat terpilih untuk berangkat berdasarkan kemampuan bahasa Inggris, wawasan dan kemampuan berpendapat.
Selain itu, menurut Febri Satria Hutama mahasiswa Teknik yang juga alumni outbond, Yayasan Encompass menilai dari segi personalitas dan kemampuan analisa. Tim penilai outbond berasal dari alumni outbond dan dosen Sastra Inggris Unibraw. Febri yang juga turut menilai peserta mengatakan, mereka dites untuk mengungkapkan pendapat mereka pada kasus yang berhubungan dengan konflik Timur Tengah. “Penilaian ini ditujukan untuk mendapat gambaran orang Indonesia jadi mereka harus mampu untuk mempertahankan pendapatnya,” katanya. Peserta yang mengambil sikap netral biasanya malah akan cepat terdepak. Karena, menurut Febri, nantinya mereka akan banyak dihadapkan pada persoalan pada saat outbond. Selain outbond kegiatan yang akan sering dilakukan adalah diskusi.
Persiapan-persiapan pun telah dilakukan oleh empat peserta terpilih, Aulia, Tantri, Fandi dan Rizal. Bentuk persiapan yang dilakukan antara lain administrasi (paspor dan visa) dan persiapan fisik untuk training outbond. Pada angkatan ini yaitu angkatan kelima ada tugas khusus. Mereka diwajibkan untuk mengumpulkan foto yang menggambarkan keadaan negara dan kehidupan keluarga di Indonesia. Hasil foto tersebut kemudian akan dilelang. [vty]

Kerjasama Unibraw - HIMPSI, Buka PS Psikologi
28 Desember 2006
Mulai tahun ajaran 2007/2008 Universitas Brawijaya akan membuka program studi baru, di antaranya Program Studi Psikologi. Proposal pendirian program studi baru itu sendiri, konon telah mendapatkan lampu hijau dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi beberapa waktu lalu. Namun untuk memenuhi syarat pendiriannya, diperlukan rekomendasi dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). HIMPSI merupakan sebuah organisasi profesi psikologi di Indonesia yang diberi kewenangan oleh Dikti untuk melakukan site visit ke perguruan tinggi yang hendak mendirikan program studi psikologi.
Sehubungan dengan hal itu, Kamis 28 Desember 2006, Ketua Umum HIMPSI Dr Drs Rahmat Ismail Psi, didampingi oleh Sekretaris Jenderal HIMPSI Dra Retno Suhapti SU Psi melakukan kunjungan ke Unibraw, sekaligus untuk menandatangani naskah kerjasama.
Penandatangan naskah kerjasama dengan HIMPSI, dilakukan oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito selaku pembina PIS Unibraw  dan Ketua HIMPSI, Dr Drs Rahmat Ismail Psi, di ruang sidang lantai VII gedung Rektorat. Hadir menyaksikan penandatangan itu Pembantu Rektor IV Prof Umar Nimran MA PhD, Ketua PIS Prof Dr Ir Darsono Wisadirana MS, serta beberapa dosen PIS Unibraw.
Dalam sambutannya Rektor mengatakan, seiring dengan perkembangan jaman, Unibraw dituntut untuk maju dan berkembang. Perkembangan tersebut tidak hanya dalam hal jumlah dosen, mahasiswa, pegawai administrasi, dan sarana prasarana saja, tetapi juga menyangkut bertambahnya jumlah lulusan yang memiliki kompetensi agar mampu membangun bangsa dan negara.
Kerjasama selama lima tahun itu dimaksudkan untuk penyelenggaraan pendidikan psikologi dan keprofesian, serta praktek kerja magang mahasiswa Program Ilmu Sosial. [nik]

Dialog PTN-APTISI Malang
28 Desember 2006
Menurunnya jumlah calon mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) di Malang sangat meresahkan para pengelolanya. Mereka yang tergabung dalam APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) mengadakan dialog dengan pengelola perguruan tinggi negeri (PTN) di lantai VIII Gedung Rektorat Unibraw, Kamis (28/12). Dialog ini dihadiri perwakilan dari PTS dan PTN di Malang. Ketua APTISI Malang, Dr Suko Wiyono SH MH yang menjadi moderator dalam dialog tersebut berharap pertemuan ini akan menyatukan pemikiran untuk membangun pendidikan di Indonesia.
Pertanyaan banyak diajukan mengenai proses rekrutmen oleh PTN yang dirasa PTS banyak menyita jumlah calon mahasiswa yang masuk. Unibraw misalnya melakukan penerimaan mahasiswa baru lima macam sekali ajaran baru. Ini tentu sangat meresahkan.
Rektor Universitas Brawijaya Prof Yogi Sugito menanggapi, pihaknya telah dibatasi dengan jumlah mahasiswa yang harus direkrut yaitu sebanyak 5000-an mahasiswa. Sementara itu Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof Dr Suparno mengatakan bahwa mahasiswa baru UM pun dibatasi jumlahnya, sebanyak 5000-an orang.
Permasalahan kurangnya animo mahasiswa masuk perguruan tinggi juga dirasakan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Pembantu Rektor I UIN Malang, Prof Dr H Mudjia Rahardjo MSi, mengatakan masyarakat ternyata belum familiar dengan UIN. Ini terbukti dengan banyaknya yang mengira bahwa mereka masih berstatus swasta. Ia juga menyarankan perlu citra dan jaringan yang baik untuk meningkatkan animo masyarakat masuk ke perguruan tinggi. UIN sendiri menyiapkan kuota mahasiswa lebih sedikit dibanding PTN Malang lainnya yaitu 1450 mahasiswa baru.
Penurunan tersebut ditanggapi lain oleh perwakilan dari ABM. Menurutnya penurunan tersebut bukan karena kualitas PTS yang menurun akan tetapi daya beli masyarakat yang berkurang. Lulusan SLTA yang memilih untuk meneruskan ke PT hanya 17,5%. “Penurunan jumlah itu pun harus diperhitungkan dari skala ekonominya,” ucapnya.
Pernyataan dari perwakilan ABM tersebut ditanggapi oleh Mirza, perwakilan Universitas Kanjuruan. Menurutnya, biaya masuk PTN pun jauh lebih mahal. Tapi permintaan atau animonya banyak. Ia kemudian memprediksikan bahwa masyarakat umum saat ini hanya PTN minded saja.
Program PT BHMN yang dilancarkan oleh PTN pun dipertanyakan oleh Mirza sebagai biang keladi pemekaran rekrutment PTN. Hal ini berdampak pada elastisnya persyaratan yang diajukan kepada calon mahasiswa. Lulusan SMU tidak banyak dibebani dengan masalah akademik yang harus tinggi melainkan mereka hanya dibebani dengan biaya masuk yang sangat tinggi. [vty]

PRASETYA Online Raih Juara Lomba Anugerah Media Humas 2006
28 Desember 2006
PRASETYA Online, media informasi dan komunikasi melalui website prasetya.brawijaya.ac.id yang dikelola Humas Universitas Brawijaya, mendapatkan penghargaan sebagai Juara II kategori website non BUMN dalam Lomba Anugerah Media Humas 2006.
Juara I untuk kategori tersebut diraih Universitas Indonesia, sementara Universitas Gadjah Mada pada posisi Juara III, Universitas Airlangga Juara Harapan I, Pemerintah Kabupaten Cianjur Juara Harapan II, dan Pemerintah Propinsi Bali Juara Harapan III.
Pemenang lomba yang diselenggarakan Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah (Bakohumas) Pusat itu telah diumumkan 14 Desember silam, sebagai hasil penilaian dewan juri yang diketuai Dra Henny S Widyaningsih MSc, dengan para anggota Muslim Basya, Prof Dr Gunawan Alir,  Drs Teguh Poeradisastra MM, Andrey Andoko, Riki Kurniadi, dan Dra Emmy Dasuki MM.. Pengumuman itu dipertegas melalui surat nomor 116/BHS/K/12/2006 tanggal 26 Desember 2006 dari Direktur Kelembagaan Komunikasi Pemerintah selaku Ketua Pelaksana Bakohumas Pusat Drs Subagio MS.
Dalam surat tersebut diumumkan pemenang untuk 15 kategori lomba anugerah media humas 2006, yang meliputi: kategori penerbitan internal departemen (juara I Dispen TNI AU), kategori penerbitan internal pemda (juara I Pemkot Surabaya), kategori penerbitan internal BUMN (Juara I PT Telkom), kategori news letter (juara I Universitas Indonesia), kategori kalender (juara I PT PLN distribusi Jabar dan Banten), kategori merchandise (juara I Universitas Indonesia), kategori penerbitan internal perguruan tinggi (juara I Universitas Indonesia), kategori profil lembaga cetak (juara I Pemkot Balikpapan), kategori profil lembaga audio visual BUMN (juara I PT Perusahaan Gas Negara), kategori profil lembaga audio visual non BUMN (juara I Universitas Indonesia), kategori laporan tahunan (juara I PT BNI), kategori poster (juara I PT Garuda Indonesia), kategori leaflet (juara I Polyeknik Negeri Bandung), kategori website BUMN (juara I PT Telkom Indonesia Tbk), dan kategori website non BUMN (juara I Universitas Indonesia). [Far]

Pengukuhan Peserta Pendidikan Pemerintahan Desa
28 Desember 2006
Kerisauan bersama dalam peningkatan kapasitas sumberdaya perangkat desa ditanggapi oleh pemerintah dengan mengadakan Pendidikan Pemerintahan Desa (PPD). Rekrutmen perangkat desa pemerintahan desa pada umumnya tidak melalui seleksi yang sangat ketat, sehingga kualitasnya pun masih kurang terjamin. Mereka biasanya kurang cepat tanggap dengan masalah yang timbul di masyarakat.
Universitas Brawijaya, dimotori oleh Pusat Pengembangan Otonomi Daerah (PP Otoda) Fakultas Hukum bekerja sama dengan pemerintahan kabupaten dan pemerintahan propinsi, sejak tahun 2005 telah mengadakan Pendidikan Pemerintahan Desa.
Kamis (28/12) bertempat di gedung PPI Unibraw peserta yang telah selesai menyelesaikan program pendidikannya dikukuhkan oleh Wakil Bupati Malang, Rendra Kresna bersama Pembantu Dekan I FH Unibraw Herman Suryokumoro SH MH. Peserta pengukuhan PPD angkatan I dan II  berjumlah 99 orang (54 orang angkatan I, 45 orang angkatan II).
Ketua PP Otoda Ibnu Tricahyo SH MH mengatakan, pendidikan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas SDM, sehingga mampu melihat bagaimana politik di desa, sistem pemerintahan desa, ekonomi desa, dan lain-lain. Ditambahkan, pada tahun 2009 pemerintah berharap semua kabupaten di Indonesia telah menyelenggarakan PPD. Rendra Kresna mengatakan pendidikan seperti ini akan terus dikembangkan. Ini berarti, untuk tahun depan jumlah atau angkatannya akan dapat ditambah.
Pendidikan diselenggarakan melalui bekerjasama dengan perguruan tinggi setempat. Di Malang, kerjasama dilakukan dengan Unibraw. Sedangkan di kota lain seperti Bangkalan, bekerja sama dengan Universitas Trunojoyo, di Jember bekerja sama dengan Universitas Jember, dan Sidoarjo bekerjasama dengan Universitas Jember. Kerja sama semacam ini akan terus berjalan sampai seluruh perangkat desa di seluruh kabupaten mendapatkan pendidikan.
Pendidikan ini dibiayai pemerintah. Ibnu menjelaskan biaya pendidikan sekitar Rp 1,25 juta per orang. Mereka yang akan mengikuti program pendidikan ini harus melalui tes yang diadakan PP Otoda. Selain itu, peserta adalah utusan/delegasi dari kepala desa. Peserta yang lolos seleksi, mengikuti proses pendidikan di Fakultas Hukum Unibraw selama kurang lebih tiga bulan. “Ada 20 kali pertemuan,” jelas Ibnu. Sekali pertemuan memakan waktu 4 jam, dilakukan dua kali dalam seminggu. Peserta tidak dibatasi dengan jenjang pendidikan formal mereka sebelumnya. Mereka bisa lulusan SMP bahkan S2.
Menurut Ibnu, mata kuliah yang diajarkan ada tujuh, yaitu: politik hukum pemerintahan desa, sistem pemerintahan desa, badan usaha desa, keuangan desa, pertanahan desa, pembuatan kontrak, dan legislatif desa.
Tenaga pengajarnya pun tidak hanya dari Fakultas Hukum saja. Beberapa di antaranya berasal dari Fakultas Ekonomi. Perkuliahan PPD ini, menurut Ibnu, 60% ditekankan pada ketrampilan, 25% pada hukum dan pemerintahan, sedang sisanya pada administrasi.
Proses pendidikannya pun sama dengan perkuliahan biasa. Untuk mengetahui prestasi peserta juga ada tes, bahkan ada pretest-nya. Peserta tidak mendapatkan gelar khusus pasca pendidikan. Mereka hanya mendapatkan sertifikat sebagai tanda telah mengikuti PPD. Penilaian prestasi pendidikan juga menggunakan grade A (sangat memuaskan), B (memuaskan), C (cukup) dan seterusnya. “Sama dengan penilaian hasil kuliah”, katanya. Tapi, hanya penilaian per mata kuliah, tanpa mempersoalkan indeks prestasi (IP). [vty]

Regu-regu Unibraw Raih Juara Senam se-Malang
27 Desember 2006
Dua regu Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK Unibraw), memboyong dua juara lomba Senam Masyarakat Sehat (SMS) se-Malang, yaitu Juara II dan Juara Harapan I, Rabu (27/12). Keberhasilan itu juga diikuti oleh Tim Kantor Pusat Unibraw yang menurunkan satu regu dalam lomba tersebut, dan meraih Juara Harapan III. Lomba ini  diadakan dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional, dengan dua kategori, yaitu umum dan instansi. Tiga regu dari Unibraw semuanya turun dalam kategori instansi. Satu regu untuk setiap kategori beranggota 5-6 orang. "Satu regu kami diikuti 5 orang", kata Dra Ristika MM, Kepala Bagian Tata Usaha selaku pembina regu senam FK Unibraw.
Dalam kategori instansi regu-regu itu harus bersaing dengan 22 regu lain dari instansi yang ada di Malang, seperti: RSSA (Rumah Sakit Umum Saiful Anwar, Pemerintah Kota Malang, Dinas Kesehatan, PKK, Kecamatan, dan lain-lain. Alen, pelatih regu FK Unibraw mengatakan tim juri mempunyai standar penilaian, yaitu: teknik gerak, kekompakan, dan penampilan umum", jelasnya. Penampilan umum yang dimaksud, bisa berupa kostum, kekuatan bertahan, dan mimik muka. Juri perlombaan ini ada 4 orang dari PRISMA (Persatuan Instruktur Senam Indonesia).
Kesuksesan yang diraih oleh FK Unibraw, menurut Ristika, berawal dari keseriusan regu untuk berlatih dan koordinasi yang baik dengan petinggi di fakultas. Proses latihan yang dilakukan hanya memakan waktu sembilan hari. "Regu kami awalnya sama sekali tidak bisa senam", ceritanya. Senam Indonesia Sehat menurut Ristika adalah jenis senam yang baru pertama kali dikenal regu FK Unibraw. "Tapi dengan kerja keras dan ketekunan, hasil yang baik pun kita raih", ujar Ristika bangga. FK Unibraw berhasil mengalahkan pesaingnya dari Dinas Kesehatan yang meraih Juara III, Kelurahan Sudimoro Juara Harapan II dan Kantor Pusat Unibraw Juara Harapan III. Sementara Juara I diraih oleh regu RSSA.
Pemenang lomba selain masing-masing mendapat trofi juga mendapatkan uang pembinaan. Fakultas Kedokteran sebagai juara II mendapat uang pembinaan sebanyak Rp 600 ribu. Sedangkan Fakultas Kedokteran sebagai juara harapan I dan Kantor Pusat Unibraw sebagai juara harapan mendapat uang pembinaan Rp 150 ribu. [vty]

Lima Hari Kerja di Unibraw
27 Desember 2006
Sebagai pelaksanaan Keputusan Presiden nomor 68 tahun 1995 tentang hari kerja di lingkungan lembaga pemerintah, Rektor memandang perlu menetapkan pelaksanaan hari kerja di lingkungan Universitas Brawijaya.
Melalui Keputusan nomor 186/SK/2006, Rektor menetapkan hari kerja bagi unit kerja di lingkungan Unibraw terhitung mulai 1 Januari 2007 adalah 5 hari kerja per minggu, yakni Senin sampai Jumat. Unit kerja yang dimaksud adalah fakultas, kantor pusat, lembaga, Program Pascasarjana, Program Bahasa, Program Ilmu Sosial dan Unit Pelaksana Teknis.
Jumlah jam kerja efektif selama 5 hari kerja tersebut adalah 37,5 jam, dengan alokasi: Senin-Kamis pukul 07.30-15.30 WIB, Jumat pukul 07.30-15.00 WIB (dengan istrahat khusus Jumat pukul 11.00-13.00 WIB). Dalam keputusan tersebut, Rektor juga menetapkan agar pimpinan unit kerja dapat mengatur penugasan "siaga tugas" pada hari Sabtu di lingkungan unit kerja yang bersangkutan dengan menerapkan prinsip-prinsip hemat sumberdaya. Hal-hal yang bersangkutan dengan pelaksanaan pola 5 hari kerja per minggu ini akan diatur lebih lanjut dalam surat edaran rektor. Keputusan rektor ini ditetapkan 27 Desember 2006. [Far]

Mahjulan Muhtar: Mengatasi Ledakan Epidemi Hawar Daun Kentang
27 Desember 2006
Serangan penyakit hawar daun, terutama pada musim penghujan, berakibat rendahnya kualitas atau bahkan kegagalan panen kentang. Selama ini petani setempat cenderung menggunakan cara sederhana, yaitu menggunakan bibit yang berasal dari umbi sisihan hasil panen, yang tidak dapat dijamin mutu, keseragaman dan kesehatannya. Kurang diperhatikannya aspek sanitasi pada lahan tumbuh, merupakan salah satu sebab tanaman kentang terserang penyakit yang menimbulkan bintik hitam pada daun.
Sementara itu introduksi cara budidaya tanaman kentang dengan menggunakan faktor produksi bibit bermutu bersertifikat, sanitasi lahan yang optimal dan pengolahan tanah yang memperhatikan kegemburan dan kebersihan lahan, adalah langkah strategis untuk memperbaiki sistem pengelolaan penyakit yang mengurangi tingkat epidemi dan tidak menimbulkan kehilangan hasil yang besar.
Berdasarkan kenyataan tersebut, untuk penyusunan disertasinya Mahjulan Muhtar SP MP melakukan kajian tentang daya dukung faktor budidaya (kultur teknis dan masukan sarana produksi) pada budidaya cara petani dan cara introduksi terhadap dinamika model epidemi penyakit hawar daun tanaman kentang dan kehilangan hasil panen.
Ujian terbuka disertasi Mahjulan yang berjudul “Model Epidemi Penyakit Hawar Daun pada Budidaya Cara Petani dan Introduksi di Desa Ranupani Lumajang Jawa Timur”, digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu 27/12. Bertindak selaku promotor Prof Dr Ir Ika Rochdjatun Sastrahidayat dengan kopromotor Prof Dr Ir A Latief Abadi MS, dan Dr Ir Syamsuddin Djauhari MS. Tim penguji terdiri dari Prof Dr Ir Soemarno MS, Prof Dr Ir Tutung Hadiastono MS, Prof Ir Liliek Sulistyowati PhD dan dosen penguji dari Balitkabi Malang Prof (R) Dr Ir Nasir Saleh APU.
Penelitian Mahjulan dilakukan pada 2003 hingga 2006 di Desa Ranupani (Lumajang), Desa Sumberbrantas (Batu) serta Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Rangkaian penelitian Mahjulan meliputi: survei epidemi penyakit hawar daun, penelitian hubungan intensitas serang terhadp kuantitas umbi kentang, penelitian epidemi penyakit hawar daun dan kehilangan hasil, penelitian epidemi penyakit hawar daun tanpa pengendalian, penelitian tempat bertahap patogen P infestans pada lahan, penelitian pembentukan dan pelepasan zoospora pada sporangium, dan penelitian lama bertahan patogen P infestans salam tanah.
Hasil penelitian menunjukkan, gejala penyakit hawar daun menimpa tanaman yang berkembang dari umbi sisa panen, dan sebagian kecil pada daun bagian bawah tanman liar dengan intensitas yang rendah. Serangan penyakit ini ditemukan pada tangkai daun sebanyak 30 persen pada pucuk dan 60 persen pada batang. Morfologi gejala penyakit yaitu daun berwarna kehitaman seperti tersiram air panas. Terdapat juga perilaku serangan patogen mulai dari pangkal batang dan menjalar ke batang atas dan daun.
Disimpulkan, model epidemi penyakit hawar daun pada budidaya cara petani setempat dan cara introduksi berbentuk sigmoid dengan bentuk slop yang berbeda. Laju infeksi harian pada budidaya cara petani setempat 4 kali lipat lebih cepat dibandingkan dengan cara introduksi. Ambang ekonomi budidaya cara petani setempat dengan biaya produksi Rp 20,6 juta per hektar dicapai pada intensitas serangan sekitar 20%, dan cara introduksi dengan biaya produksi Rp 39,5 juta per hektar dicapai pada intensitas serangan sekitar 16%. Produksi hasil panen budidaya cara petani setempat sebesar 18,7 ton per hektar dan cara introduksi 40,7 ton per hektar dengan rasio B/C (benefit/cost) masing-masing 0,26 dan 1,04. Didapatkan pula, produksi hasil panen cara introduksi 54,05% lebih tinggi daripada cara petani setempat, dan 14% dibandingkan dengan hasil penelitian nasional. Selain itu, periode pemberoan 4 minggu secara nyata menurunkan persentase epidemi penyakit hawar daun dan sangat nyata pada periode pemberoan 10 minggu atau semakin lama lahan diberokan dari pertanaman kentang (inang) semakin rendah terjadinya epidemi penyakit hawar daun.
Sebagai usaha mengurangi ledakan epidemi penyakit hawar daun, Mahjulan menyarankan untuk melakukan sanitasi terhadap sumber inokulum, dengan membuang atau memendam sisa tanaman yang sakit hingga kedalaman 45 cm, menanam bibit bermutu yang telah disertifikasi, serta upaya pemberoan lahan dari pertanaman kentang pada rentang waktu 10-14 minggu atau merotasi lahan dengan tanaman lain.
Dalam yudisium, Mahjulan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,89) sehingga berhak menyandang gelar doktor dalam bidang  ilmu pertanian dengan minat Hama dan Penyakit Tumbuhan. [nik]

Disertasi Pudji Rahaju: Upaya Menangkal Kanker Nasofaring
26 Desember 2006
Keganasan kanker nasofaring (KNF) terbanyak di bidang THT (telinga hidung dan tenggorok), yaitu dengan angka kejadian 5-15 per 100 ribu penduduk. Faktor etiologi keganasan ini multifkator. Salah satu di antaranya adalah infeksi EBV (Epstein-Barr virus). Dari berbagai penelitian dinyatakan EBV mempunyai peran besar dalam karsinogenesis KNF. EBV menginfeksi sel epitel nasofaring melalui ikatannya dengan complement receptor tipe 2 (CR2) yang disebut CD21. Selain itu, EBV juga menginfeksi sel limfosit B dan dapat hidup laten pada berbagai macam antigen spesifik fase laten, yakni Epstein-Barr Nuclear Antigen  (EBNA1-6), dan membran Latent Membrane Protein (LMP1-2). Sementara itu, LMP1 merupakan antigen membran yang berperan potensial pada karsinogenesis KNF, karena mempengaruhi proliferasi dan replikasi virus sehingga menyebabkan sel-sel yang terinfeksi menjadi imortal. Di samping itu, LMP1 juga menginduksi epidermal growth factor, sehingga berpengaruh pada pertumbuhan tumor.
Demikian dr Pudji Rahaju SpTHT-KL dalam disertasi berjudul "Analisa Mutasi DNA Mitokondria pada Sel Karsinoma Nasofaring Latent Membrane Protein 1 Positif". Ujian disertasi Pudji Rahaju digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Selasa (26/12). Bertindak selaku promotor Prof Dr dr Mulyohadi Ali SpFK, serta kopromotor Dr dr Ketut Muliartha SpPA, Prof Dr dr Widodo Ario Kentjono SpTHT-KL dan Prof Ir Liliek Sulistyowati PhD. Tim dosen penguji terdiri dari Prof dr M Aris Widodo MS SpFK PhD, Dr Ir M Sasmito Djati MS, dan Prof Dr dr Sofia Mubarika H.
Dipaparkan lebih jauh, organel yang saat ini mendapat perhatian adalah mitokondria karena peranannya pada proses apoptosis (kematian sel terprogram) dan pembentukan energi ATP (adenosine triphosphate) melalui proses oksidasi-fosforisasi. Proses aproptosis ditujukan untuk menghilangkan sel-sel yang tak diinginkan tanpa mempengaruhi sel-sel sekitarnya.
Banyak dilaporkan keganasan mutasi DNA mitokondria (mtDNA) terhadap ovarium, prostat, lambung hati, esofagus, paru, kepala, dan leher. Adanya berbagai perbedaan yang jelas pada struktur dan fungsi mitokondria antara sel normal dan sel kanker memberikan kontribusi potensial dan khusus dalam penggunaan secara klinis mutasi mtDNA sebagai marker deteksi dini kanker dan dalam pengobatan kanker.
Penelitian disertasi Pudji Rahaju menggunakan desain studi observasi cross-sectional jaringan epitel yang didapat dari hasil biopsi jaringan nasofaring penderita dengan dugaan KNF. Penelitian dilakukan dalam 2 tahap. Dari hasil 2 tahap penelitian tersebut, Pudji Rahaju menyimpulkan, semua penderita KNF EBV LMP1+ mengalami mutasi mtDNA coding region, dan jenis mutasi pada gen-gen tersebut mempunyai asosiasi yang kuat terhadap distribusi protein-protein sitosol yang berperan pada proses apoptosis dan pembentukan energi ATP. Dengan demikian, diduga kuat infeksi EBV melalui LMP1+ yang mempengaruhi proses apoptosis dan menyebabkan terganggunya pembentukan energi ATP berperan pada imortalisasi sel-sel yang terinfeksi EBV, yang bersama mekanisme karsinogenesis LMP1+ yang lain akan memberikan kontribusi pada perkembangan KNF.
Mengingat penyebab mutasi mtDNA pada KNF beragam, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berkaitan dengan pengaruh yang berasal dari faktor lingkungan (eksogen) seperti sinar ultraviolet, radiasi ion, cytochrome, inflamasi, dan patogen, maupun dari sumber endogen seperti mitokondria, peroxisome, cytochrome P450). Faktor lingkungan lain yang masih perlu diteliti, menurut Pudji Rahaju adalah pengaruh asap rokok, asap kendaraan, asap industri, dan pengaruh makanan terhadap karsinogenesis KNF. Perlu pula diintensifkan penelitian mekanisme karsinogenesis KNF menggunakan kultur sel-sel jaringan tumor.
Dalam yudisium ujian terbuka, Pudji Rahaju dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,81) sehingga berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran dengan kekhususan biomedik.
Dr dr Pudji Rahaju SpTHT (55 tahun), perempuan kelahiran Yogyakarta 21/10/1951, dokter lulusan Universitas Airlangga, Surabaya (1977), dokter spesialis ilmu kesehatan telinga, hidung, dan tenggorok (THT) lulusan universitas yang sama (1990). Saat ini bekerja sebagai staf medis fungsional THT pada RSU dr Saiful Anwar Malang, dengan pangkat Pembina Tingkat I, golongan IV/b. Karir di bidang kesehatan diawalinya tahun 1978 yaitu sebagai kepala Puskesmas Pungging, Mojokerto. [Far]

Seminar Nasional: Dinamika Perkembangan Desa
23 Desember 2006
Lembaga Penelitian Universitas Brawijaya bekerja sama dengan sekelompok peneliti dari UN CAPSA (United Nations Centre for Alleviation of Poverty Through Secondary Crops Development in Asia and The Pacific) menggelar seminar nasional “Dinamika Perkembangan Desa", Sabtu (23/12). Fokus kajian seminar meliputi pasar tanah, tenaga kerja, kelembagaan, dan kemiskinan.  Ketua Pusat Penelitian Gender dan Kependudukan, Prof Dr Ir Keppi Sukesi MS selaku penyelenggara menjelaskan, seminar ini merupakan laporan survei ulang (resurvey) perjalanan dari tahun 1978 sampai tahun 2006. Dilaporkan hasil studi kasus di 3 desa di Jawa Timur: Desa Sukosari Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember, Desa Sumokembangsri Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo, dan Desa Gemarang Kecamatan Pagelaran Kabupaten Ngawi, yang dilaksanakan bulan Agustus silam.
Dinamakan resurvey, karena sebelumnya telah diadakan beragam penelitian dan metodologi oleh berbagai pihak. Beberapa peneliti resurvey ikut terlibat dalam penelitian-penelitian itu. Meskipun demikian, menurut Prof Keppi, dari studi yang dilakukan terdapat benang merah hasil penelitian yang dapat dirangkai sebagai bahan untuk melihat dinamika yang terjadi di ketiga desa tersebut. Hasil penelitian yang merupakan fakta dapat disusun untuk mempelajari perubahan di pedesaan, seperti masalah penguasaan sumber daya tanah, ketenagakerjaan, teknologi, dan kelembagaan.
Menurut Prof Keppi Sukesi, untuk merekam transformasi yang berlangsung selama 30 tahun, dipilih 6 desa yang memiliki tipologi berbeda, yaitu desa persawahan, desa kawasan dataran tinggi, dan desa kawasan industri. “Transformasi desa dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya kebijakan dan ketidakmampuan modal”, katanya. Beberapa hal dijadikan parameter penelitian, di antaranya: luas wilayah, infrastruktur, lembaga dan kepemilikan, distribusi dan harga tanah, serta tenaga kerja. “Output dari penelitian yang berkesinambungan ini adalah eksplorasi permasalahan yang muncul sebagai referensi untuk dijadikan hipotesa bagi penelitian selanjutnya”, ungkap Keppi
Seminar menghadirkan paling tidak 3 peneliti dari UN CAPSA, yaitu Taco Bottema, Owin Jawasy, dan Soentoro. Dalam makalah berjudul "A Tale of Two Desa: Gemarang and Sumokembangsri", Dr Ir Taco Bottema, direktur UN CAPSA, mengungkapkan, proporsi pendapatan dalam desa menunjukan penurunan, sedangkan pendapatan luar desa meningkat. Selain itu, proporsi pendapatan sektor pertanian juga menurun sedangkan sektor nonpertanian meningkat; proporsi pendapatan menurut subsektor pertanian pangan menurun, sedangkan jumlah karyawan pabrik meningkat. Fenomena meningkatnya jumlah pekerja sektor non pertanian terutama terjadi di Desa Sumokembangsri basis industri di kawasan Sidoarjo. “Transformasi Desa Sumokembangsri menjadi daerah industri menyebabkan tenaga kerja di sektor ini naik tajam, yang juga membawa beberapa dampak lain seperti naiknya jumlah pendapatan desa dibanding sektor pertanian, serta menurunnya pemanfaatan tanah di sektor pertanian”, kata Soentoro menjelaskan. Taco Bottema menegaskan, keadaan di Desa Sumokembangsri berlawanan dengan keadaan di Desa Gemarang yang merupakan basis pertanian. Menurut pria yang telah 15 tahun mengembara sebagai peneliti di negeri ini, jumlah pekerja sektor pertanian khususnya tanaman pangan yaitu beras dan tebu relatif dominan dibanding sektor lain. Khusus untuk Desa Gemarang, Taco menunjukkan fenomena lain, yaitu banyaknya migrasi dari daerah ini ke luar desa. Menurut hasil penelitiannya, migrasi berhasil menyokong pendapatan masyarakat desa melalui transfer dari para migran baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. “Untuk daerah Sumokembangsri, migrasi relatif tidak terjadi karena sektor industri telah mencukupi di kawasan ini”, ujar pria asal Belanda ini.
Sementara itu dari hasil penelitiannya Owin Jawasy menyimpulkan, migrasi cenderung meningkat karena beberapa hal, di antaranya: lapangan pekerjaan di desa yang semakin terbatas, persaingan antar pencari kerja yang semakin meningkat, menurunnya keinginan untuk bekerja di sektor pertanian, tergesernya lapangan pekerjaan di desa dengan sektor teknologi serta jumlah tanggungan yang semakin bertambah.
Dalam penjelasan tambahan, Taco Bottema mengatakan kegiatan penelitian ini merupakan upaya untuk menemukan potret perkembangan desa di berbagai wilayah di Indonesia yang diharapkan dapat menjadi referensi yang tepat bagi penyusunan kebijakan pemerintah Indonesia serta pengembangan iklim investasi, baik dalam maupun luar negeri. Penelitian serupa menurut rencana akan dilanjutkan ke beberapa daerah, seperti Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bali, Timor dan Sulawesi. Dalam penelitian ini, Taco mengaku lebih mengedepankan metode hipotesa eksploratif interdisipliner dengan tetap mengedepankan potret sejarah lokal. [nok]

Penjaringan Dekan FP: Nuhfil 81, Sumeru 58
23 Desember 2006
Dalam proses penjaringan calon Dekan Fakultas Pertanian melalui pemungutan suara, Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS untuk sementara unggul dengan memperoleh dukungan 81 suara sivitas. Pada urutan kedua, Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD dengan 58 suara. Sementara, 3 suara dinyatakan tidak sah. Angka partisipasi dalam proses penjaringan ini ternyata sangat signifkan, yaitu 83,5%. Dari 170 orang yang berhak memberikan suara (148 dosen, 5 perwakilan staf administratif, dan 17 perwakilan mahasiswa) ternyata 142 orang menggunakan haknya.
Dr Nuhfil Hanani
Prof Sumeru Ashari
Hasil pemungutan suara tersebut, diteruskan untuk dibahas dan ditetapkan peringkatnya oleh rapat Senat Fakultas Pertanian yang akan berlangsung Sabtu 30/12. Senat kemudian mengirimkan kedua calon itu kepada Rektor untuk ditetapkan salah seorang sebagai dekan Fakultas Pertanian secara definitif.
Dr Nuhfil Hanani (48 tahun), pria kelahiran Jember 28/11/58, adalah staf pengajar dari Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian sejak 1983, doktor bidang ekonomi pertanian lulusan IPB Bogor (2000), saat ini menjabat sebagai Pembantu Dekan I Fakultas Pertanian. Sedangkan Prof Sumeru Ashari (53 tahun), pria kelahiran Malang 25/3/1953, menjadi staf pengajar pada Jurusan Budidaya Pertanian sejak 1981, doktor lulusan Universitas Wageningen, Belanda (2002), gurubesar hortikultura (2003), dan saat ini menjabat sebagai Pembantu Dekan II Fakultas Pertanian. [Far]

Dosen Fisika Unibraw Terima Penghargaan Gold Poster Prize
23 Desember 2006
Masruroh SSi MSi, dosen Jurusan Fisika, Fakultas MIPA Universitas Brawijaya yang sedang studi S-3 di Yamagata University, Jepang, mendapat penghargaan dalam suatu seminar di Jepang.
Penghargaan berupa Gold Poster Prize diberikan kepada Masruroh sebagai presenter seminar terbaik (the best seminar presenter) dalam seminar "Material Technology" yang digelar 1-2 Desember 2006 silam, di Tokyo Rika University, Chiba, Tokyo. Seminar tersebut diikuti 100 orang peserta dari universitas, lembaga penelitian, dan perusahaan. Makalah Masruroh yang mendapatkan penghargaan dalam poster presentation, berjudul "Organic Coating Thickness Dependence on the Electrical Resisivity Change of the Evaporated Aluminium Thin Films".
Masruroh SSi MSi (31 tahun), perempuan kelahiran Jombang 31/12/1975, adalah staf pengajar pada Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unibraw pada sejak 2002.[Adw]

Workshop Kesehatan Reproduksi bagi Remaja
23 Desember 2006
Remaja adalah masa depan bangsa. Kesehatan remaja sudah seharusnya menjadi perhatian semua pihak demi mewujudkan kesuksesan bangsa dan negara. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya menyelenggarakan Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) Penanggulangan Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja pada 23 Desember 2006 di Gedung Biomedik. Kegiatan yang dibuka oleh Dekan Fakultas Kedokteran dr Harijanto MSPH ini diikuti oleh para guru dan siswa-siswi SMA/SMK se kota Malang. Turut hadir dalam kesempatan itu Ketua Hari Kesehatan Nasional Kota Malang dr Sholahuddin SpB.
Menurut ketua pelaksana dr Arief Alamsyah MARS, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional dan nantinya kegiatan FGD akan diselenggarakan secara rutin oleh FKUB sebagai sahabat remaja.
Bertindak selaku pemateri dosen Fakultas Kedokteran yang juga peneliti pada Puslit Gender dan Kependudukan Universitas Brawijaya, dr Retty Ratnawati MSc.
Para murid sekolah menengah terlihat sangat antusias mengikuti seminar. Hal itu karena dr Retty menyampaikan materi secara atraktif dan menggunakan bahasa yang tidak asing ditelinga mereka. Dalam materinya yang berjudul “Pengantar Tentang Kesehatan Reproduksi yang Komprehensif: Tinjauan Anotomi-Fisiologi dan Pembedaan Bio-Psiko-Sosio-Seksual”, dr Retty mengungkapkan, pendidikan seks bukan semata-mata bicara tentang anatomi tubuh manusia laki-laki maupun perempuan. Melainkan juga tentang kesehatan reproduksi. Pendidikan mengenai kesehatan reproduksi menurut dr Retty, tidak bisa dilakukan di dalam kelas serta harus berbasis sekolah. Kesehatan reproduksi yang komprehensif menurut dokter Retty, dipengaruhi oleh aspek medis/biologis, aspek sosial budaya, aspek politik dan aspek ekonomi.
Pendidikan seks harus disampaikan orang tua kepada anak-anak mereka sejak dini atau paling tidak ketika remaja memasuki masa pubertas. Hal ini untuk menghindari pencarian informasi tentang seks yang tidak tepat dan menjerumuskan. [nik]

Seminar ISO 22000 The Food Safety Management System
23 Desember 2006
Suatu produk yang diperbolehkan masuk ke suatu negara, belum tentu bisa masuk ke negara lain. Regulasi dan isu-isu sentitif permasalahan pangan seperti keamanan pangan, ataupun isu pangan global yang terjadi di dalam negeri menjadi pertimbangan suatu negara untuk menerima produk pangan dari negara yang bersangkutan. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, industri makanan minuman yang berorientasi ekspor harus memenuhi standar mutu internasional ISO 22000. ISO 22000 merupakan standar internasional yang menggabungkan prinsip dari Hazard Analysis & Critical Control Point (HACCP) dan langkah aplikasi yang dikembangkan oleh CODEX alimentarius. ISO 22000 mengkombinasikan rencana HACCP dengan program prasyarat untuk melengkapi standar keamanan pangan secara lebih luas. ISO 22000 juga merupakan standar internasional baru yang spesifik untuk system managemen keamanan pangan dan dikombinasi dengan interaktif komunikasi, sistem manajemen, program prasyarat dan prinsip HACCP.
Berangkat dengan tujuan untuk memberikan keuntungan dan pengertian yang mendalam tentang keamanan pangan berdasar sistem ISO 22000, memanfaatkan media informasi untuk mengkombinasikan sistem ISO 9000 dengan ISO 22000, memberikan informasi keputusan bisnis tentang dimana dan bagaimana mengimplementasikan standar baru ISO 22000 termasuk memilih dalam audit organisasi, dan memaksimalkan nilai profesional bagi instansi atau perusahaan menjadi sumber pengetahuan standar keamanan pangan yang terbaru, Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya menyelenggarakan ”Seminar Praktis Sehari ISO 22000 The Food Safety Management System” pada 23 Desember 2006 di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. Bertindak sebagai pemateri Kepala Pusat Akreditasi Lembaga Sertifikasi (Komite Akreditasi Nasional) dana akademisi Divisi Mutu Universitas Brawijaya. Materi yang diberikan meliputi introduction dan objektive, syarat secara umum ISO 22000:2005 termasuk dalam menyilangkan atau mengkombinasikan dengan ISO 9000-2000, HACCP, GMPs , dan Safe Quality Food (SQF) standards,  proses akreditasi dan sertifikasi dalam pengaplikasian ISO 22000 pada perusahaan, serta materi Aplikasi Sertifikasi ISO 22000 dalam instansi atau industri. [nik]

Kompetisi Pengembangan Produk Komoditas Daerah
23 Desember 2006
Keanekaragaman konsumsi pangan memerlukan dukungan tersedianya pangan yang juga beranekaragam. Keberagaman pangan yang tersedia ditentukan oleh produksi pangan, dan sangat tergantung pada kondisi potensi sumber daya alam. Indonesia kaya akan sumber karbohidrat, seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, garut, kedelai, kacang hijau, sukun dan pisang. Namun semua itu belum bisa dimanfaatkan secara langsung, karena ketersediaannya masih dalam bentuk bahan mentah yang masih harus diolah. Diperlukan upaya pengenalan masalah diversifikasi pangan kepada generasi muda. Dalam rangka untuk menggali kembali segenap potensi dan daya kreasi para pelajar SMU dalam mengembangkan potensi pangan khas daerahnya guna meningkatkan nilai ekonomis dan pengkayaan pangan berbasis pangan tradisional yang dapat diterima seluruh kalangan, Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya menyelenggarakan Kompetisi Pemikiran Kreatif dan Pembuatan Poster Ilmiah Pelajar SMU Se-Jawa Timur pada 23 Desember 2006. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah ”Pengembangan Produk Daerah”.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran serta masyarakat, khususnya generasi muda dalam menggali dan memasyarakatkan kembali budaya makan spesifik daerah dalam rangka peningkatan ketahanan pangan nasional. Diharapkan dengan terselenggaranya kompetisi ini akan terbina sebuah forum ilmiah dikalangan guru dan siswa SMU sebagai wahana untuk menyalurkan berbagai bentuk kreativitas siswa SMU dalam bidang karya tulis, serta terdokumentasikannya berbagai aspek budaya makan dan potensi bahan pangan lokal yang tersebar diseluruh wilayah Jawa Timur beserta perangkat teknologinya. [nik]

Seminar Nasional Konsep Pendidikan Kecakapan Hidup
22 Desember 2006
Bekerja sama dengan Balitbang Depdiknas, Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Universitas Brawijaya, Jumat (22/12) menggelar seminar nasional "Hasil Survei Penyusunan Konsep Pendidikan Kecakapan Hidup dalam Kondisi Darurat".
Kondisi darurat adalah dampak dari terjadinya bencana alam, konflik, maupun perang di suatu wilayah. Bencana alam merupakan kejadian luar biasa yang dapat menimpa setiap orang dimanapun mereka berada akibat faktor alam maupun ulah manusia. Dampak dari kondisi darurat ini ialah terputusnya kegiatan ekonomi serta kehilangan mata pencaharian sehingga menjadi beban pemerintah untuk menjamin kelangsungan hidup para korban bencana alam. Dalam kondisi seperti ini faktor pendidikan relatif tidak akan menjadi prioritas perhatian yang memadai karena pada tahap tanggap darurat perhatian masyarakat lebih terfokus kepada penyelamatan jiwa serta pemenuhan kebutuhan pokok berupa makanan, pakaian serta pemukiman sementara. Padahal menurut konsep pendidikan yang telah disepakati oleh negara-negara di dunia melalui UNESCO, pendidikan tidak seharusnya terhenti dalam kondisi apapun karena pendidikan dalam situasi daruurat justru dapat berfungsi sebagai “alat untuk melindungi anak serta masyarakat” dari bahaya yang ditimbulkan akibat kondisi darurat tersebut.
Hal tersebut mendorong LP3 Unibraw untuk menawarkan sebuah konsep pendidikan darurat. Tercakup di dalamnya pendidikan kecakapan hidup (life skills) yang tidak hanya spesifik wilayah, tetapi memiliki peluang keberlanjutan untuk pembangunan kapasitas (capacity building) individu dan masyarakat korban bencana alam maupun konflik.
Rawan bencana dan rawan konflik
“Penyusunan konsep ini telah diawali dengan survei yang dilaksanakan selama tiga minggu pada awal sampai minggu ketiga bulan Desember”, tutur Ketua LP3 Prof Dr Ir Hendrawan Soetanto MRurSc. Kegiatan survei ini meliputi seluruh wilayah di Indonesia yang dikelompokkan menjadi 2 cluster, wilayah yang rawan bencana alam, dan daerah yang rawan konflik.
Daerah yang disurvei untuk kelompok rawan bencana, meliputi Langkat (Sumatera Utara), Padang Pariaman (Sumatera Barat), Bengkulu, Jambi, Riau, Kabupaten Banjarnergara (Jawa Tengah), Pantai Pangandaran (Jawa Barat), DIY, Sidoarjo, Kabupaten Malang, dan Jember (Jawa Timur), Kabupaten Sinjai (Sulawesi Selatan). Selain itu, juga disurvei beberapa daerah yang rawan konflik SARA (suku, ras, agama dan antar Golongan) maupun gerakan separatis, yaitu Sambas (Kalimantan Barat), Ambon (Maluku), serta Poso (Sulawesi Tengah). Serta beberapa daerah khusus seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) yang di sana terdapat pengungsi Timor Timur, serta Lombok Timur dan Sumbawa (NTB) yang sensitif konflik dengan PT Newmont.
Menurut Prof Hendrawan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat dimasukkan beberapa komponen lain yang dipaparkan langsung oleh beberapa perwakilan dari daerah tujuan survei yang akan dielaborasi dengan hasil survei. Seminar yang dibuka oleh Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Yogi Sugito ini, menghadirkan petugas survei, petugas pembantu di lapang, pimpinan di lingkungan Unibraw, beberapa perwakilan dari Jawa dan luar Jawa serta Dinas Pendidikan Malang Raya. Sebagai narasumber  dalam seminar tersebut hadir Prof Dr Ir Abdul Latief Abadi MS menyampaikan ”Temuan Hasil Studi Kecakapan Hidup dalam Kondisi Darurat, Perspektif Akibat Bencana Alam” , dan Dr Soebiantoro MSc Apt membawakan ”Temuan Hasil Studi Kecakapan Hidup dalam Kondisi Darurat, Perspektif Akibat Konflik”. Sementara itu Prof Hendrawan sendiri menyampaikan “Rancangan Konsep Pendidikan Kecakapan Hidup dalam Kondisi Darurat”.
Kegiatan dilanjutkan dengan workshop mengenai “Konsep Kecakapan Hidup pada Kondisi Darurat dan Kondisi Darurat, yang akan dilanjutkan dengan pembahasan pleno serta perumusan hasil seminar.
Survival
Rektor dalam sambutannya mengatakan, kecakapan hidup diperlukan sebagai upaya untuk meningkatkan kreativitas dalam upaya mempertahankan hidup (survival). “Sebenarnya dalam kurikulum berbasis kompetensi (KBK) telah terkonsep sedemikian rupa bagi yang mengenyam pendidikan formal, tetapi secara khusus dibutuhkan juga kemampuan praktis yang aplikatif dalam kehidupan”, ungkapnya. Digambarkannya variasi berbagai wilayah, termasuk kota asalnya, Tulungagung, dengan keberhasilan para TKI asal tanah gersang ini dari aspek materi. Sementara beberapa daerah di Amerika, yang notabene negara maju, ternyata masih juga terdapat daerah yang tertinggal. “Di berbagai daerah manapun, kesejahteraan sangat bervariasi, manusia kreatif umumnya lahir di daerah dengan keterbatasan tinggi”, katanya.
Lebih lanjut, dicontohkan Cina yang keberhasilannya juga didukung oleh distribusi etnisnya di seluruh dunia. “Kita dimanja dengan kekayaan alam yang melimpah, tetapi malah malas untuk berkreasi”, ungkap Rektor.
Kecakapan hidup
Prof Hendrawan mendefinisikan kecakapan hidup sebagai pendidikan kemampuan, kesanggupan, dan ketrampilan yang diperlukan oleh seseorang untuk menjalankan kehidupan. “Yang salah kaprah selama ini, pendidikan kecakapan hidup dimaknai dengan pendidikan vokasional”, katanya. Tujuan pendidikan kecakapan hidup adalah menyiapkan peserta didik agar yang bersangkutan mampu, sanggup, dan terampil menjaga kelangsungan hidup, dan perkembangannya di masa yang akan datang. Secara khusus, kecakapan hidup dapat dibagi menjadi dua. Kecakapan dasar dan kecakapan instrumental. Lebih lanjut, komponen kecakapan hidup tersebut diilustrasikan dalam 4 kuadran yang meliputi ketrampilan sosial, ketrampilan selaku warga negara, ketrampilan manajemen diri, serta ketrampilan pengembangan diri yang muaranya adalah pada performansi praktis dan reflektif. [nok]

Pelatihan Course Management System
22 Desember 2006
Program INHERENT atau jaringan antar perguruan tinggi di seluruh Indonesia terus berjalan. Salah satu program utama yang diusulkan untuk mengisi program INHERENT (Indonesia Higher Education Network) adalah Virtual Learning Enviroment (VLE). Untuk menjalankan program tersebut, selama sepekan 18-22 Desember 2006 diadakan pelatihan Course Management System Berbasis Teknologi Informasi. Pelatihan digelar di Perpustakaan Pusat Unibraw.
Menurut Prof Budiono Mismail, ketua tim pembuat proposal INHERENT, program ini ditujukan untuk dosen. "Ada lima angkatan yang dilatih dalam lima hari ini," katanya. Setiap angkatan ada sekitar 24 orang dosen perwakilan dari tiap jurusan. Peserta pelatihan diberi materi tentang virtual learning management. Tujuannya adalah agar nantinya dosen dapat menggunakan program virtual learning management dan mengatur (setting) untuk keperluannya sendiri.
VLE adalah perangkat lunak (sistem) yang didukung dengan perangkat keras yang didesain untuk memfasilitasi tenaga pengajar dalam menyiapkan bahan perkuliahan. Bentuknya dapat dilakukan dalam manajemen terhadap perkuliahan yang diberikan kepada peserta ajar khususnya membantu administrasi course. Sistem utamanya dapat digunakan untuk proses pendidikan jarak jauh (distance education). "Dengan sistem ini dosen Unibraw bisa mengajar di universitas lain tanpa tatap muka", tutur Prof Budiono Mismail. Selain itu, dengan sistem ini juga dapat mencatat kemajuan (progress) proses belajar yang dapat dipantau baik oleh pengajar maupun peserta ajar.
Menurut Ratno Wahyu, tim teknis INHERENT, komponen dari sistem VLE terdiri dari template untuk halaman content, forum diskusi, chat, online quiz dan latihan soal. Sistem ini akan sangat memudahkan dosen untuk menyampaikan materi perkuliahannya kepada peserta ajar. Ratno juga menjelaskan, ada tambahan fitur baru dalam sistem ini, seperti blog dan RSS. Selain itu juga diberikan layanan access control, kelengkapan content e-learning, tool komunikasi dan administrasi user.
Pada tahap implementasi, VLE memiliki komponen yang terdiri dari silabus course, informasi administratif termasuk lokasi kelas, detail dari pre requisites dan co requisites, papan pengumuman (noticeboard) yang dapat di up date, registrasi mahasiswa dan fasilitas tracking termasuk option pembayaran, dan masih banyak lagi. Sistem ini berjalan pada server yang menggunakan satu atau lebih database dan programming, seperti Java/J2EE atau PHP. [vty]

Peringati Hari Ibu, Dharma Wanita Unibraw Gelar Aneka Kegiatan
21 Desember 2006
Hari Ibu setiap 22 Desember selalu diperingati oleh Dharma Wanita Persatuan Universitas Brawijaya dengan penuh suka cita. Terlebih bila peringatan itu bersamaan dengan perayaan hari ulang tahun Dharma Wanita Persatuan Universitas Brawijaya serta Dies Natalis Universitas Brawijaya. Tema yang diangkat dalam peringatan yaitu “Melalui Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan, Kita Bersatu dan Bekerja untuk Meningkatkan Kualitas Hidup”.
Kamis (21/12), di gedung Student Center digelar tiga perayaan sekaligus, yaitu: Hari Ibu, HUT Dharma Wanita Persatuan Universitas Brawijaya ke-7, serta Dies Natalis ke-44 Universitas Brawijaya. Puluhan anggota Dharma Wanita dengan busana nasional berpartisipasi dalam acara itu.
Serangkaian kegiatan diselenggarakan oleh panitia yang diketuai Dr Ir Aniek Masrevaniah Imam Zaky (Ketua Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik). Di antaranya, lomba memasak kudapan dari jagung, peragaan busana nasional, dan ceramah kesehatan tentang ”Mencegah Penuaan Dini” dengan pembicara dr SA Nurainiwati SpKK.
Menurut Ny Aniek Imam Zaky, tujuan acara adalah untuk menggali kemampuan dan kreativitas ibu-ibu anggota Dharma Wanita serta mempererat tali persaudaraan keluarga besar sivitas akademika Universitas Brawijaya. Hadir dalam acara tersebut Ketua Dharma Wanita Ny Eni Yogi Sugito serta para istri sesepuh Universitas Brawijaya.  Dalam sambutannya Ibu Eni Yogi Sugito menyampaikan bahwa wanita harus mampu berperan sebagai seorang ibu dan istri. Kaum wanita juga harus pandai-pandai mengatur rumah tangga dan merawat diri, karena pada dasarnya wanita itu adalah sebuah keindahan. Selain itu, sebagai pendamping suami, seorang istri juga harus selalu mendukung suami agar berhasil menjalankan tugas dan sukses dalam karir.
Lomba
Dua belas peserta dari lingkungan Universitas Brawijaya dan Politeknik Negeri Malang mengikuti lomba membuat kudapan dari jagung. Para ibu tersebut diberi kesempatan untuk menuangkan kreatifitas mereka dalam membuat resep kudapan  yang bergizi dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bertindak selaku dewan juri yaitu tenaga pengajar dari sekolah menengah kejuruan di kota Malang. Kriteria pemenang meliputi cara penyajian seperti rupa, rasa, penampilan, dan warna. Lomba itu dimenangkan oleh Fakultas Kedokteran dengan resep Lumpur Jagung Manis Campur Sari sebagai juara pertama. [okl]

Festival Band Kharisma XII Dies Natalis ke-44 Unibraw
21 Desember 2006
Dalam rangka Dies Natalis ke-44 Universitas Brawijaya, Unit Aktivitas Band Unibraw menggelar acara tahunan "Kharisma XII", Kamis (21/12), di Sasana Samanta Krida. Pada penyelenggaraan tahun ke-12 ini, mereka mengambil tema "Brawijaya Satu Jiwa". Konsep yang dibawa masih sama dengan tahun lalu. "Kharisma merupakan ajang unjuk kebolehan dari masing-masing fakultas dalam nge-band," terang Anggrian Yulventina, ketua pelaksana Kharisma XII. Ia menambahkan bahaw selain penampilan dalam memainkan alat musik juga ada penilaian untuk suporter.
Kharisma XII Brawijaya Music Festival dibuka oleh Ketua Panitia Dies Natalis ke-44, Prof Dr Bambang Subroto. Cara pembukaan acara cukup unik. Prof Bambang Subroto harus menabuh drum tanda dibukanya Kharisma XII. "Gaya anak muda", ucap MC acara. Usai acara dibuka dengan penampilan band tamu, Dr Jones.
Jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Total peserta 13 band. Sebelas dari fakultas dan 2 program studi. Mereka berasal dari Fakultas Ilmu Administrasi (Grey FIA), Fakultas Hukum (Salbut), Program Ilmu Sosial (Home band PIS), Fakultas Perikanan (Stacato), Fakultas Ekonomi (Home band Ekonomi), Fakultas Peternakan (Pet's Remember), Fakultas Teknologi Pertanian (Floopy), Fakultas Kedokteran (Maju Makmur), Fakultas Pertanian (Agriculture Music Society), Fakultas MIPA (Genetic), Fakultas Teknik (PT Oenggoel Jaya) dan Program Studi Bahasa dan Sastra (Empat).
Setiap band perwakilan diwajibkan untuk membawakan dua lagu. Satu lagu wajib dan satu lagu pilihan. Lagu wajib yang menjadi ditawarkan kepada peserta berjumlah 22 lagu. Menurut Anggria, kriteria penilaian berasal dari harmonisasi, inovasi dan improvisasi. Harmonisasi dilihat dari penjiwaan dari lagu dan kekompakannya. Sedangkan inovasi dari aransemennya, improvisasi dilihat dari perfomance dan skill/penguasaan alat.
Anggria mengatakan, panitia berdsarkan penilaian juri menetapkan para juara I, juara II dan juara III. Selain itu juga diambil the best keyboard, vocal, gitar, bass, drum dan supporter. Pemenang festival band ini akan mendapat piala bergilir dari Rektor, trofi dan uang kontan dengan total Rp 1,5 juta.
Hasil
Setelah melalui penilaian juri, akhirnya ditetapkan: Juara I Fakultas Teknologi Pertanian, Juara II Fakultas Ilmu Administrasi, dan Juara III Fakultas Ekonomi. Sementara itu band FTP juga meraih penghargaan sebagai "the best vocalist", "the best drummer", "the best guitar" dan "the best supporter". Satu penghargaan "the best bass" diraih oleh Program Bastra, dan "the best keyboard" diraih oleh FE. [vty]

MoU Unibraw-PT International Test Center dan Seminar TOEIC
21 Desember 2006
Atas nama Rektor, Pembantu Rektor IV Prof Umar Nimran, Kamis pagi (21/12), menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama dengan Victor Chan, CEO PT International Test Center. Kerjasama antara kedua lembaga pendidikan ini adalah dalam penerapan standardisasi pengujian bahasa Inggris melalui TOEIC (Test of English for International Communication).
TOEIC, adalah jawaban dari pertanyaan: Bagaimana seseorang dapat membuktikan bahwa dirinya memiliki kemampuan berbahasa Inggris, dan pada level berapa posisinya. Demikian penjelasan Eka Mulya Astuti, staf TOEIC Center yang ditugaskan di Unibraw.
TOEIC sendiri adalah suatu tes/ujian profiency Bahasa Inggris bertaraf internasional yang menguji kemampuan seseorang dengan berbahasa Inggris dalam konteks dunia kerja di era global. Soal-soalnya bersumber pada naskah asli yang berkaitan erat dengan ragam bahasa Inggris sehari-hari yang digunakan dalam rapat, penyusunan laporan, komunikasi via telepon, perbankan, presentasi proposal, dan sejenisnya.
Di samping itu, TOEIC telah digunakan di banyak negara, misalnya sebagai salah satu persyaratan kelengkapan dokumen pelamar kerja, job training dan kenaikan pangkat pegawai. Berbagai perguruan tinggi seperti Yokohama City University, Kolej Damansara Utama Malaysia, Tarakanita, dan London School of Public Relations menggunakan standar TOEIC untuk penerimaan mahasiswa baru dan prasyarat kelulusan. Mereka ingin menjembatani dunia sekolah dengan dunia kerja, serta membekali mahasiswa dengan sertifikat internasional agar lebih kompetitif. "Singkatnya, standar internasional TOEIC akan membekali dan menjamin keterandalan individu untuk berkompetisi dalam dunia kerja global", tandas Eka Mulya Astuti.
Ada beberapa keunggulan yang ditawarkan TOEIC. Setiap tahun berbagai bentuk tes ini dikembangkan dan validitasnya diujikan pada sekitar 50 ribu orang. Hasilnya menunjukkan, nilai-nilai yang dihasilkan TOEIC sungguh-sungguh menggambarkan kemampuan nyata setiap individu peserta tes: reliable dan obyektif. Tes ini mudah dilaksanakan, karena dapat diatur dan disesuaikan dengan kebutuhan. Peserta tes dapat mengikuti tes di tempat kerja atau tempat mereka belajar, di pusat-pusat tes yang ditunjuk, atau di kantor-kantor TOEIC di seluruh dunia.
Tes ini memuat 200 soal pilihan ganda untuk menguji kecakapan listening dan reading. Setelah tes, peserta akan mendapatkan dokumen resmi berupa sertifikat (certificate of achievement) dan atau laporan nilai (score report) yang berlaku secara internasional selam dua tahun. ETS (Educational Testing Service) yang berpusat di New Jersey (AS) juga akan memberikan score roster, yaitu daftar nilai peserta lengkap dengan peringkatnya dalam satu kelas/institusi. ETS telah menunjuk PT Internasional Test Center (ITC) sebagai Exclusive ETS Representatitves Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta.
Seusai penandatanganan MoU, PT ITC akan membuka Brawijaya TOEIC Center di lantai III Gedung Rektorat Universitas Brawijaya. Di Unibraw, sasaran PT ITC adalah para mahasiswa baru. Mereka akan mengikuti program familiarisasi hingga semester VII, dan pada tahap akhir itu mereka mengikuti tes, sebelum mereka lulus dan memasuki dunia kerja. Namun demikian, menurut Eka Mulya Astuti, TOEIC tidak menolak untuk melayani mahasiswa lama, staf administrasi, dosen, maupun masyarakat umum. [Far]

Mahasiswa Unibraw Juara Karya Ilmiah Teknologi Perikanan Nasional
21 Desember 2006
Dua orang mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya masing-masing Abas Hidayat dan Slamet Budi Cahyono kembali mengharumkan nama Universitas Brawijaya di kancah nasional. Keduanya berhasil keluar sebagai juara pertama Karya Ilmiah Teknologi Perikanan Tepat Guna Antar Mahasiswa, yang berlangsung 12-15 Desember 2006 di Wisma Tanah Air Jakarta. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan itu diikuti oleh sebelas tim finalis yang berasal dari seluruh nusantara.
Abas dan Budi mengangkat tentang rumput laut (sea weed) sebagai salah satu makanan alternatif masyarakat Indonesia setelah beras. Judul karya ilmiah mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan ”Mi Basah Rumput Laut” itu berhasil menarik perhatian dewan juri karena kesederhanaan obyek penelitian yang dilakukan serta manfaat hasil penelitian yang dapat berguna bagi seluruh lapisan masyarakat. Abas dan Budi mengungkapkan bahwa rumput laut merupakan salah satu komoditi perikanan Indonesia yang memiliki prospek luas di pasar dalam negeri, namun keberadaannya belum dimanfaatkan secara maksimal.
Masyarakat Indonesia sendiri telah mengenal berbagai produk rumput laut seperti agar-agar, dodol dan es rumput laut. Rumput laut yang digunakan dalam penelitian Abas dan Budi adalah jenis Euchema cotonii/Euchema spinosum.
Dengan mengolah rumput laut menjadi mie basah yang bergizi dan ekonomis, Abas dan Budi mengharapkan agar terjadi diversifikasi produk perikanan, serta meningkatkan nilai ekonomis rumput laut. Dalam penelitiannya Abas dan Budi menerapkan prinsip 3M yaitu mudah, murah, dan menyehatkan, serta prinsip P4 yang terdiri dari pro job, pro poor, pro grow dan pro health. Penelitian yang dilakukan mahasiswa semester sembilan dan dua itu diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru, mengentas kemiskinan, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kualitas sehat masyarakat Indonesia.
Sementara itu, Institut Pertanian Bogor dengan judul “Biofilter dari Ampas Pengolahan Rumput Laut” keluar sebagai juara kedua. Juara ketiga diraih oleh Sekolah Teknik Perikanan Jakarta dengan judul karya “Teknik Produksi Artemia Salina Skala Rumah Tangga dengan Sistem Bak Bertingkat”, dan juara harapan pertama serta harapan kedua masing-masing diraih oleh Institut Pertanian Bogor dengan judul “Rancang Bangun Alat Destilasi Air Laut Berbasis Tenaga Surya Skala Rumah Tangga sebagai Upaya Penyediaan Air Minum Masyarakat Pesisir” dan “Kemasan Plastik Film dari Surimi Ikan Rucah”. [nik]

Sri Karindah: Tidak Semua Gulma Merugikan
20 Desember 2006
Beras merupakan bahan makanan utama masyarakat Indonesia. Dari tahun ke tahun jumlah kebutuhan beras terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan populasi. Namun jumlah produksi beras dalam negeri hingga saat ini belum memenuhi sasaran yang diharapkan. Hama padi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya produksi beras. Secara alami hama padi seperti wereng, dapat dikendalikan dengan memanfaatkan predator seperti Metioche vittaticollis Stal (Orthoptera: Gryllidae).
Demikian Ir Sri Karindah MS dalam disertasi berjudul “The Use of Weed Plant Species to Enhance The Conservation of Metioche vittaticollis Stal (Orthoptera: Gryllidae), A Generalist Predator of Rice Hopper”. Ujian terbuka disertasi Sri Karindah digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu (20/12). Berbeda dari biasanya, ujian disertasi dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya itu menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Bertindak sebagai promotor Prof Ir Liliek Sulistyowati PhD, dengan ko promotor Dr Bagyo Yanuwiadi dan Peter T Green PhD (dari Australia). Sementara dosen penguji terdiri dari Prof Dr Ir Siti Rasminah Chailani Syamsidi, Prof Dr Ir Ika Rochdjatun Sastrahidayat, Ir Deciyanto Soetopo MS PhD, dan Prof Dr Ir Tutung Hadiastana MS.
Lebih lanjut Sri Karindah mengatakan, selama ini masyarakat petani cenderung menganggap gulma sebagai tumbuhan pengganggu yang tidak bermanfaat. Padahal sesungguhnya gulma yang biasa tumbuh liar di persawahan merupakan tempat berkembang biak pemangsa (predator) hama padi, seperti kumbang (hymenoptera dan coleoptera), ataupun jangkrik pemakan wereng. Di antara gulma yang bermanfaat bagi konservasi predator hama padi adalah wewehan dan genjer. Dengan adanya musuh alami hama padi, petani dapat mengurangi penggunaan insektisida anorganik.
Penelitian Sri Karindah dilakukan di Pakisaji Kabupaten Malang selama kurun waktu 2003-2005. Dari penelitiannya Sri Karindah merekomendasikan agar petani mengadakan penyiangan selektif terhadap gulma yang ada di sawah, serta membuat weed stripes (jalur gulma) sebagai tempat tumbuh khusus gulma di antara tanaman padi, sebagai upaya pengendalian hama tanaman.
Dalam ujian terbuka tersebut Sri Karindah dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,8), dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu pertanian dengan minat ilmu hama dan penyakit tumbuhan.
Dr Ir Sri Karindah MS (54 tahun), perempuan kelahiran Jakarta, 17/5/1952, ibu dua orang anak, adalah sarjana pertanian (perlindungan tanaman) lulusan Universitas Brawijaya (1977) dan mendapat gelar magister bidang entomologi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1989). Sri Karindah pernah mengikuti workshop dan pelatihan di bidang entomologi baik di dalam maupun luar negeri, di antaranya di University of Adelaide, Australia (1981-1982), penelitian lapang (on farm trials) dalam pengujian teknologi di Los Banos, Filipina (1991), aplikasi teknik nuklir dalam bidang pemberantasan serangga hama di Pusdiklat Batan, Jakarta (1994), dan workshop pengembangan dan pemanfaatan parasit di Institut Pertanian Bogor (2000). Sri Karindah pernah menjabat sebagai kepala laboratorium entomologi Fakultas Pertanian (1997-1999), dan saat ini menjabat sebagai sekretaris Program Studi llmu Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. [nik]

Unibraw Ikuti 4 Cabang POMDA Jatim
20 Desember 2006
Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) Jawa Timur kembali digelar. Universitas Brawijaya kali ini mengirimkan 21 mahasiswa untuk berlaga di empat cabang olahraga: renang, bulutangkis, tenis meja, dan tenis lapangan. Tim dilepas secara resmi oleh Kasubbag Minat dan Penalaran Drs Rudjita, Rabu (20/12), di pelataran Gedung Rektorat.
POMDA Jatim 2006 berlangsung di Surabaya, 21-23 Desember 2006 dengan penyelenggara Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Manajer kontingen Universitas Brawijaya, Eko Prestiwanto, mengungkapkan, dalam cabang renang kontingen Unibraw akan mengikuti nomor 50 meter dan 100 meter gaya bebas. Seorang mahasiswa, yaitu Johan Setiawan akan turun di nomor ini.
Sementara itu dalam cabang olahraga bulutangkis Unibraw menurunkan enam orang, untuk bertanding di kelas tunggal putra/putri dan ganda putra/putri. Dalam cabang tenis meja, diturunkan enam orang olahragawan untuk bertanding di kelas tunggal putra/putri dan ganda putra/putri. Sedangkan dalam cabang tenis lapangan, Unibraw akan menurunkan 5 orang pemain yang turun di kelas tunggal putra/putri dan ganda putra/putri.
Berikut adalah anggota Kontingen Universitas Brawijaya untuk POMDA Jatim 2006, Johan Setiawan, Yuni Ahmat, Bagus Sang Aji, Andi Suryawan, Bagus Atmaja Putra, Rizal Ruringtyas, Riza Dewi, Rado Anum, Arif Fauzan, Mus Mulyadi, Afid Ashari, Ratih Widyastuti, Ria Tri Atmaningsih, Pandu Patria Utomo, Redy Gunawan Prasetya, Tantri Ananda Yulian, Inna Hanifa Tauhid, Evelyn Christina dan official masing-masing Dhimas Satriya, M. Faruqi dan Rachmad. [nik]

Seminar Keamanan Data Elektronik dan Jaringan
20 Desember 2006
Keamanan data elektronik dan jaringan sampai sekarang sangatlah rawan. Unit Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi (UPPTI) Unibraw pada Rabu (20/12) di Gedung Student Center mengadakan Seminar dengan tema "Keamanan Data Elektronik dan Jaringan." Fajar Nugraha, ketua pelaksana acara mengatakan bahwa banyaknya pencolongan data elektronik dan jaringan memberikan inspirasi untuk membikin seminar ini. Menurutnya perlu ada proteksi jaringan untuk melindungi data dapat mengurangi resiko pencurian.
Seminar sehari ini menghadirkan tiga pembicara. Pembicara pertama berasal dari UPPTI Unibraw, Reza Andria. Dilanjutkan pembicara dari IBM, T Bram. Dan pembicara terakhir dari Inovasi Lintas Media, Alvin Arrazy. Ketiga pembicara tersebut pada intinya membicarakan mengenai sistem pengamanan data dan tips keamanan yang berasal dari masing-masing instansinya. Menurut Fajar, peserta yang hadir berasal dari instansi rektorat, Fakultas, jurusan, organisasi mahasiswa dan mahasiswa umum.
Sasaran peserta memang diutamakan dari Unibraw. Fajar mengungkapkan hal ini ditujukan untuk meningkatkan SDM di Unibraw. Reza Andria pembicara dari UPPTI menjelaskan bahwa sistem informasi manajemen yang berlaku di Unibraw ada sembilan macam. Diantaranya yaitu SIPEGI, SIRANA, SIPEMAS, SIELIT, SIPERPUS, SIKEU, SIAKAD, SIKEMA dan SIMALUM. Ia juga menyampaikan aspek security yang harus diperhatikan yaitu dari sisi kerahasian, integritas dan accesesibilty. Selain itu masih ada beberapa aspek yaitu non repudiation, authetication, access control dan accountability. Permasalahan security yang ada di Unibraw pun beragam diantaranya serangan virus, spam e-mail dan pengguna internet. Pengguna internet bisa disebabkan karena koneksi berlebih (file sharing, download, file-file multimedia), "kreatifitas" dan pengetahuan IT (komputer). Reza kemudian menyarankan untuk kedepannya perlu adanya policy bersama didukung oleh stakeholder, peningkatan kualitas sumberdaya manusia terutama pengetahuan dalam bidang IT dan kerjasama dengan industri. Ia juga memberikan tips untuk keamanan data dan jaringan untuk peserta yang hadir. Diantaranya harus sering untuk update antivirus, jangan biarkan komputer dengan hak akses full sharing dan banyak lagi.
Pembicara kedua dari IBM, T. Bram mengatakan bahwa membangun keamanan bisnis tidak hanya tentang penawaran dan permintaan. Tapi juga tentang perlindungan dan pencegahan terhadap serangan elektronik, aktivitas terorisme dan lainnya. Menurutnya ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk kemanan data. Pertama, pengetahuan tentang keamanan bukan hanya sekedar teknologi tapi juga dibutuhkan sebuah pendekatan holistik. Kedua, tahu dimana anda berada dan tujuan keamanan anda. Ketiga membangun visi keamanan, kebijakan, standart prosedur dan kontrol. Keempat, penyebaran teknologi. Kelima, manajemen leadership dan terakhir peralatan yang mendukung.
Musuh IT menurut Alvin Arrazy bisa berasal dari spyware, p2p networking, instant messaging dan virus. Untuk itu perlu adanya virus protection yang rata-rata deteksinya dan updates antivirusnya cepat. Ia mengatakan dari data AV-Test GmbH antivirus yang mempunyai update data paling sering adalah kaspersky labs. Karena antivirus ini mempunyai frekuensi updates setiap 3 jam sekali. [vty]

Lokakarya Developing Learning Community for English
20 Desember 2006
Tidak dapat dipungkiri, kemampuan berbahasa asing wajib dikuasai oleh setiap orang di era globalisasi seperti sekarang ini. Apabila seseorang ingin berkembang dan memenangkan kompetisi di segala bidang, salah satunya ia harus mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Perguruan tinggi sebagai sebuah lembaga yang menghasilkan sumber daya manusia dengan berbagai keahlian, sudah seharusnya memfasilitasi dan memberikan kontribusi yang memadai bagi sivitas akademika untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, terutama bahasa Inggris. Hasil lokakarya tentang Pengembangan Kurikulum Universitas Brawijaya pada Oktober lalu merekomendasikan agar Learning Community for English segera direalisasikan.
UPT Bidang Studi Bahasa sebagai unit yang salah satu tujuan pembentukannya untuk membantu para dosen dan mahasiswa agar dapat menguasai bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, telah melakukan evaluasi kritik mengenai fungsi dan peran UPT Bahasa ditinjau dari persepsi pemangku kepentingan serta melakukan peninjauan kembali terhadap struktur organisasi yang dimiliki.
Dalam rangka meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris mahasiswa Universitas Brawijaya, UPT Bahasa menyelenggarakan lokakarya “Developing Learning Community for English” selama dua hari 20-21 Desember 2006, di Gedung-E Pascasarjana Universitas Brawijaya.
Kegiatan yang dibuka oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito itu diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari pembantu dekan satu, ketua program studi, perwakilan mahasiswa tiap program studi, dosen program bahasa sastra serta pemerhati pembelajaran Bahasa Inggris di lingkungan Universitas Brawijaya.
Hadir para pemateri yaitu Pembantu Dekan I FMIPA Drs Unggul P Juswono MSc, Kepala UPT Bahasa Dra Sri Endah Tabiati MEd, dan Pembantu Rektor IV Prof Umar Nimran PhD. Materi yang diberikan dalam lokakarya meliputi penyelenggaraan kuliah layanan, struktur organisasi UPT bahasa di perguruan tinggi, serta “Collaborative Teaching, Bilingual Teaching, Autonomous Learning”. Dalam lokakarya juga diungkapkan tentang hasil critical evaluation yang telah dilakukan UPT Bahasa.
Drs Unggul P Juswono MSc mengatakan, dalam lokakarya mengungkapkan terdapat setidaknya tujuh permasalahan yang dihadapi program studi. Masalah yang biasa dialami itu meliputi: (1) program studi tidak dapat memberikan informasi yang jelas tentang seberapa jauh kedalaman materi dan aplikasi dari mata kuliah yang diberikan, (2) keterbatasan beberapa dosen pemangku mata kuliah layanan dalam mencari contoh aplikasi yang tepat dan sesuai dengan program studi masing-masing, (3) kurangnya motivasi dari mahasiswa sebagai akibat dari adanya persepsi bahwa mata kuliah dan pratikum layanan tidak banyak digunakan di dalam program studi tertentu, (4) keberatan dari beberapa fakultas atas biaya pelaksanaan mata kuliah dari pratikum layanan, (5) kesulitan mencari asisten dosen dengan jumlah yang cukup banyak, (6) jadwal kuliah dan pratikum yang terkadang sering tumpang tindih, dan (7) keterbatasan dan kurang memadainya kapasitas ruangan kuliah. [nik]

Lomba Busana Kampus
20 Desember 2006
"Dalam berbusana, mahasiswa terkadang kurang memperhatikan waktu dan momen apa mereka berada". Ny Lilik Zubaidah Suhadak mengemukakan sinyalemen itu saat Lomba Busana Kampus dalam rangka Dies Natalis ke-44 Universitas Brawijaya berlangsung di gedung Samantha Krida, Rabu (20/12). Sebagai ketua panitia Ny Lilik Zubaidah mengatakan tujuan lomba busana ini adalah untuk memperbaiki cara berpakaian mahasiswa saat mereka kuliah. "Model jaman sekarang banyak mahasiswa yang berpakaian ke kampus memakai busana yang ketat bahkan kelihatan pusarnya", ungkapnya. Maka, dalam lomba ini mereka diwajibkan untuk berpakaian yang sopan, bersih dan rapi.
Sayangnya, masih saja ada yang memakai pakaian yang minim. Menurut istri Dekan FIA ini, peserta tersebut tidak mengikuti briefing sehari sebelumnya. "Dalam briefing telah diberitahukan bahwa peserta diwajibkan untuk memakai pakaian yang sopan dan tertutup", ujarnya. Ini sesuai dengan tema yang dipilih yaitu busana kampus casual and polite.
Peserta lomba busana ini berasal dari seluruh fakultas di Unibraw. Menurut Ny Lilik Zubaidah, peserta putra yang ikut sebanyak 17 orang, sedangkan peserta putri sebanyak 22 orang. Oleh juri, mereka dinilai dari segi kesopanan, kerapian, dan kebersihan. "Mereka boleh saja berpakaian kasual, tapi harus rapi dan sesuai dengan momen, yaitu saat kuliah", terangnya.
Masing-masing kategori diambil tiga juara. Hasil penilaian juri, kategori putri juara pertama diraih oleh Poppy W Pertiwi (Fakultas Pertanian), Juara II dimenangkan oleh Affa (Fakultas Perikanan) dan Juara III Meliani (Fakultas Pertanian). Sedangkan kategori putra juara pertama diraih oleh Haryo, Fakultas Teknologi Pertanian. Juara dua oleh Ida Bagus W, Fakultas Teknik dan juara tiga dimenangkan oleh Daniel, Fakultas Ekonomi. Masing-masing pemenang mendapatkan trofi dan uang kontan. Juara I sebesar Rp 300 rbu, juara II Rp 250 ribu dan juara III Rp 200 ribu. [vty]

Penjaringan Calon Dekan Fakultas Pertanian
20 Desember 2006
Masa jabatan dekan Fakultas Pertanian Prof Dr Ir Syekhfani MS, hampir berakhir. Oleh karenanya dirasa perlu mempersiapkan dekan baru di Fakultas Pertanian. Panitia penjaringan calon Dekan Fakultas Pertanian sudah dibentuk. Ketua panitia, Prof Dr Saubari M Mimbar MAgr menginformasikan, proses penjaringan calon dekan telah dilakukan dari selama sepekan, 13-18 Desember 2006. Sebelumnya, panitia telah mengirimkan blanko pendaftaran kepada dosen-dosen yang memenuhi syarat. Syarat utama yang harus dipenuhi oleh calon dekan, antara lain: mempunyai jabatan fungsional akademis minimal lektor kepala dan berusia tidak lebih dari 61 tahun per 31 Desember 2006. Calon tersebut berasal dari seluruh jurusan yang ada di Fakultas Pertanian, yaitu agronomi, ilmu tanah, ilmu hama dan penyakit tumbuhan, dan sosial ekonomi pertanian.
"Sayangnya, minat untuk mencalonkan diri menjadi dekan sangat kurang. Dari 48 blanko yang dikirimkan, ternyata hanya 10 yang dikembalikan. Itu pun yang bersedia untuk dicalonkan hanya dua orang. Delapan orang selebihnya tidak bersedia dicalonkan", Prof Saubari memaparkan. Penurunan minat ini, menurut Prof Saubari, mungkin karena jabatan dekan "kurang menjanjikan". Dua orang dosen yang telah mengembalikan isian blanko pendaftaran adalah: Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD dari jurusan Budidaya Pertanian, dan Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS dari jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Keduanya saat ini masih menjabat, masing-masing sebagai Pembantu Dekan II, dan Pembantu Dekan I.
Prof Sumeru Ashari
Dr Nuhfil Hanani
Tahap berikutnya, hari Sabtu 23/12, diadakan pemungutan suara oleh segenap sivitas Fakultas Pertanian, yakni 148 orang dosen, 5 orang  perwakilan karyawan (kabag dan kasubag), dan 17 orang perwakilan dari himpunan mahasiswa.
Sebelumnya, pada hari yang sama, kedua calon mengikuti "fit and proper test". Dalam kesempatan itu mereka memaparkan visi, misi dan program kerjanya di hadapan sivitas.
Hasil pemungutan suara, disampaikan untuk dibahas dan ditetapkan peringkatnya oleh rapat Senat Fakultas Pertanian yang berlangsung Sabtu 30/12. Senat kemudian mengirimkan kedua calon itu kepada Rektor untuk ditetapkan salah seorang sebagai dekan Fakultas Pertanian secara definitif. Prof Saubari menjelaskan, pelaksanaan voting pada Sabtu (23/12) bisa saja diundur menjadi  (26/12) jika tidak memenuhi korum. [vty]

Donor Darah Dies Natalis: Peserta Membludak
19 Desember 2006
Sebagai rangkaian acara Dies Natalis ke-44 Universitas Brawijaya, bertempat di basemen Gedung-E Fakultas Ekonomi, Selasa (18/12), digelar kegiatan donor darah. Harnanto, salah seorang panitia bidang Pengabdian Masyarakat dan Bakti Sosial, mengatakan, untuk kegiatan donor darah ini panitia menyediakan 100 kantong darah. "Karena animo tinggi, kami bahkan menambahnya menjadi 130 kantong”, katanya. Penambahan kantong ini rupanya belum mampu menampung seluruh peminat.  “Sampai siang ini, ada puluhan mahasiswa yang kami tolak karena keterbatasan yang ada”, ungkap Harnanto yang telah sibuk melayani pendonor sejak pukul 08.00 WIB. Kegiatan yang ditangani 4 tenaga medis, dan seorang paramedis dari PMI Cabang Malang ini diikuti tidak hanya mahasiswa tetapi juga karyawan, dosen, dan umum. “Mayoritas mahasiswa adalah pendonor pemula, tetapi ada juga seorang relawan dari Program Pascasarjana yang telah 17 kali menjadi pendonor”, ujar Harnanto.
Salah seorang pendonor pemula, Syafi’i Umam, mahasiswa Jurusan ESp FE Unibraw angkatan 2006, mengaku sukarela mendonorkan darahnya untuk membantu pihak yang membutuhkan. Dia berkisah, sebelumnya sempat terbayang bahwa donor darah akan menyakitkan. ”Saya sempat ngeri tadi, karena terus terang ini yang pertama”, katanya sambil memegangi lengan kiri bekas tusukan jarum. “Tapi ternyata tidak sakit sama sekali”, tambahnya. Seusai mendonorkan darahnya, Umam dan pendonor yang lain mendapat suplemen gizi dari PMI berupa multivitamin, susu segar, susu kotak, roti, dan telur rebus. Selain itu, dari panitia mereka mendapat tambahan berupa suvenir, susu segar, dan telur. “Tidak seperti biasanya, relawan donor darah kali ini mendapat suplemen dobel”, kata Djohar Budiman, salah seorang panitia yang turut mendampingi Harnanto. [nok]

Prof Soekartawi: Seminar Perhepi Sukses, Tapi ...
19 Desember 2006
Seminar Nasional Perhepi (Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia) yang digelar di Gedung Widyaloka, Selasa 19/12, berlangsung sukses, baik dilihat dari sisi pembicaranya maupun jumlah pesertanya. Seminar bertema "Rekonstruksi Politik Pertanian" dalam rangka Dies Natalis Unibraw ke-44 tersebut, dibuka oleh Rektor, dihadiri sekitar 120 orang peserta dan menampilkan pembicara tokoh-tokoh ekonomi pertanian nasional, baik yang menjabat deputi menteri, pejabat eselon satu, maupun dari kalangan swasta dan akademisi, para dosen yang menjadi pengurus Perhepi di Jawa, dan sebagian besar mahasiswa. Namun sayang, justru dosen-dosen Unibraw kurang berpartisipasi. Demikian komentar Prof Soekartawi, gurubesar ekonomi pertanian Unibraw yang  hadir dan mempresentasikan makalah berjudul ’Konstruksi Politik Pertanian di Asia Tenggara: Pengalaman Empiris di Filipina, Indonesia, Malaysia dan Thailand’.
Menurut Soekartawi, untuk menghadirkan pembicara yang berkaliber nasional dan bahkan internasional dari Jakarta, bukan main susahnya. Ia sendiri membantu mendorong kehadiran pembicara Jakarta ini untuk hadir di seminar ini. Namun, justru kehadiran mereka tidak dimanfaatkan secara baik. Terlihat misalnya, tidak banyak peserta dari kalangan dosen. Hanya dosen  Sosial Ekonomi saja yang banyak hadir pada sesi pagi hari. "Kalau kegiatan akademis seperti seminar nasional ini sudah mengalami degradasi (kurang diminati), gawat jadinya. Atmosfir akademis, bisa jadi menurun secara perlahan-lahan", ujar Prof Soekartawi. "Sebaiknya kegiatan akademis, seperti seminar Perhepi kemarin, jangan hanya dilaksanakan untuk kepentingan seremonial, namun harus dijadikan atau dikaitkan dengan acara untuk meningkatkan atmosfir akademis. Karena itu, pimpinan harus memberikan contoh bagaimana mengikuti seminar yang baik", tandas Soekartawi.
Soekartawi sebenarnya berharap ada statemen atau pernyataan pejabat universitas atau fakultas, bahwa mengikuti seminar itu adalah sangat baik untuk meningkatkan pengetahuan. Bukan pernyataan yang sebaliknya. Dia memberi contoh, pada dua seminar nasional di Unibraw dengan topik pertanian yang diikutinya dalam dua bulan terakhir, pimpinan universitas membuat pernyataan kalau minat masuk fakultas pertanian semakin menurun, karena alasan ini-itu. "Pernyataan seperti itu, walaupun benar, seyogyanya tidak dikeluarkan dalam forum resmi berlevel nasional, agar tidak menimbulkan psychological effect, bahwa pertanian itu sudah bukan pilihan terbaik. Yah, membangun image-lah agar ilmu-ilmu pertanian tetap diminati dan tidak menjadi pilihan kedua atau ketiga", tutur Soekartawi kepada PRASETYA Online. [skw]

Semiloknas: Rekonstruksi Politik Pertanian Indonesia
19 Desember 2006
Mayoritas penduduk Indonesia bermata pencaharian di sektor pertanian. Kenyataan ini tidak diimbangi oleh kebijakan politik yang dapat melindungi sektor tersebut. Baik dari aspek produksi, distribusi, maupun teknologi pendukungnya.
Pertumbuhan sektor pertanian yang pernah mencapai 5,57 persen per tahun pada 1978-1986 mengalami penurunan hingga 3,4 persen per tahun. Sektor pertanian tidak lagi menjadi prioritas.
Seiring dengan bergulirnya desentralisasi, kebijakan sektor pertanian semakin tidak terukur, karena diserahkan menjadi kewenangan daerah yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 1999.
Pada kenyataannya kebijakan di daerah lebih mengutamakan pendapatan asli daerah pada sektor pariwisata dan industri. Semangat dan komitmen para pengambil kebijakan sebagai regulator utama pada sektor pertanian perlu menjadi prioritas dan dipertegas. Masalah proteksi komoditas, peningkatan sumber daya manusia, alih teknologi dan strategi pembangunan pertanian secara umum perlu direvitalisasi yang dirumuskan dalam konsep dan strategi.
Kenyataan ini melatarbelakangi diselenggarakannya seminar dan lokakarya nasional "Rekonstruksi Politik Pertanian Indonesia. Seminar dalam rangka Dies Natalis ke-44 Universitas Brawijaya ini merupakan kerja sama Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi).
Seminar dan lokakarya ini digelar di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Selasa (19/12). Dari semiloka ini diharapkan dapat dihasilkan pemikiran baru terhadap konsepsi pembangunan ekonomi dan perbaikan kinerja para pengambil kebijakan terutama pada sektor pertanian. Dari pemikiran baru tersebut diharapkan mampu memberi solusi terhadap perma-salahan pertanian di Indonesia, khususnya yang menyangkut kesejahteraan petani.
Tujuan utama semiloka adalah untuk merumuskan konsep dan strategi alternatif Politik Pembangunan Indonesia, khususnya masalah yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan petani.
Beberapa materi yang dibahas di antaranya: "Posisi Pembangunan Pertani-an dalam Pembangunan Ekonomi Nasi-onal", "Politik Pertanian dalam Kaitannya dengan Perdagangan dan Investasi" yang meliputi "Arah Politik Pembangunan Pertanian Indonesia", "Sinergi BUMN, Swasta dan Petani dalam Investasi di Sektor Pertanian", dan "Arah kebijakan Perdagangan Komoditas Pertanian Indo-nesia" dan materi "Politik Pertanian dan Peningkatan Kesejahteraan Petani" yang meliputi "Evaluasi Kinerja Pembangunan Pertanian Indonesia terhadap Peningkatan Kesejahteraan Petani", "Politik Pangan dan Kesejah-teraan petani", "Konstruksi Politik Pertanian di Beberapa Negara Asia Tenggara (Sebuah Pengalaman Empiris)", dan "Strategi Peningkatan Kesejahteraan Petani".
Hadir sebagai narasumber dalam semiloka ini, Deputi Menko Perekonomian bidang Pertanian dan Kelautan Dr Ir Bayu Krisnamurti MS, Dr Indah Murwiningtyas, Dr Sutrisno Iwantono, Dr Fadhil Hasan, Dr Kaman Nainggolan, Prof Dr Soekartawi, Prof Dr M Iksan Semaoen, Dr Zainal Abidin, Dr N Hussein Sawit, Dr Jafar Hafsah, dan Prof. Dr Rudi Wibowo. [nok]
Revitalisasi
Rektor Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito dalam sambutan pembukaan mengemukakan beberapa kecenderungan negatif yang terjadi dalam bidang pertanian yang pada saat sekarang sudah tidak populer. Beberapa di antaranya, luas lahan pertanian semakin terbatas serta terjadinya degradasi lahan.
Sementara itu Ketua Perhepi Pusat, Dr Ir Noer Soetrisno MA, dalam pidato kunci berjudul “Rekonstruksi Politik Pertanian Indonesia”, mengatakan rekonstruksi politik pertanian Indonesia dilakukan melalui industrialisasi pedesaan dengan perhatian utama pada peningkatan kesejahteraan petani. Politik pertanian Indonesia, menurut Noer Soetrisno, harus merespon upaya mendorong investasi dan perdagangan yang menguntungkan sektor pertanian, pengupayaan instrumentasi pertanian alternatif melalui restrukturisasi perekonomian pada sub sektor pertanian yang tidak lagi berbasis pada paradigma komoditas, integrasi elemen-elemen di luar pertanian serta perhatian serius terhadap aspek lingkungan. “Kebijakan makro pertanian harus berbasis pada kesejahteraan petani baru pada aspek produksi”, ungkapnya. Terkait hal ini, Noer mengilustrasikan mengenai kebijakan impor beras yang menjadi kontroversi di tengah masyarakat selama ini. Perdagangan bebas dapat disandingkan dengan kebijakan desentralisasi otonomi daerah sehingga secara leluasa dapat dilakukan impor sekaligus ekspor beras secara bersamaan. “Pengenalan pasar bebas harus merata di seluruh daerah di Indonesia tak terkecuali daerah perbatasan, dimulai dengan pengenalan potensi masing-masing daerah”, katanya.
Masih seputar isu beras, Bayu Krisnamurti mengelompokkan bahan pangan pokok ini sebagai basis kebutuhan utama di samping energi dan transportasi. “Beras merupakan instrumen penting sebagai parameter upah dan beban biaya hidup masyarakat”, katanya. Hampir senada dengan Noer, Bayu Krisnamurthi mengusulkan agar pemerintah daerah lebih sensitif dalam upaya pemenuhan kebutuhan pokok masyarakatnya. Menurut dosen IPB ini, masa kritis terkait dengan beras adalah minggu ketiga dan keempat bulan januari karena pada waktu itu raskin jalan, stok menipis dan belum ada panen. “Salah satu opsinya adalah kebijakan impor beras tinggi”, katanya.
Dalam pengupayaan rekonstruksi politik pertanian Indonesia, Bayu yang juga Deputi Menteri Koordinator Perekonomian bidang Pertanian dan Kelautan lebih menekankan pada kebijakan non harga yang meliputi teknologi, infrastruktur, penyuluhan serta akses terhadap kredit. “Kebijakan harga akan dihadapkan pada kepentingan konsumen sedang tiga per empat petani adalah konsumen”, ungkapnya. Dalam makalah bertajuk “mencari bentuk politik ekonomi pertanian Imdonesia”, Bayu menekankan pada platform revitalisasi pertanian yang merupakan strategi umum untuk meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan dan petani hutan, dukungan terhadap peningkatan daya saing produk pertanian, perikanan dan kehutanan serta upaya untuk menjaga kelestariannya. [nok]

Kantor Pusat Juara Tarik Tambang Dies Natalis
18 Desember 2006
Setelah melalui laga yang melelahkan, tim Kantor Pusat akhirnya keluar sebagai juara pertama Pertandingan Tarik Tambang dalam rangka Dies Natalis ke-44 Universitas Brawijaya yang berlangsung Senin 18/12 di lapangan Rektorat.
Kemenangan ini dipastikan setelah di babak final tim Kantor Pusat berhasil mengalahkan tim Fakultas Teknologi Pertanian yang harus puas di urutan kedua. Juara ketiga direbut tim Fakultas MIPA setelah berhasil menundukkan tim Fakultas Kedokteran, yang akhirnya meraih penghargaan sebagai juara harapan pertama.
Selain sepakbola mini, pertandingan tarik tambang juga banyak menyedot perhatian sivitas akademika Universitas Brawijaya dalam perayaan dies natalis kali ini. [nik]

Seminar Internasional Hukum Lingkungan
18 Desember 2006
Selama tiga dekade belakangan, isu lingkungan selalu menjadi hal yang menarik dan mengundang kontroversi bagi negara berkembang dan maju. Di lain pihak, perkembangan hukum lingkungan tumbuh bersamaan dengan munculnya masalah lingkungan, dan pada akhirnya diperlukan kebijakan pemerintah yang tepat untuk memecahkan masalah yang ada. Dalam membuat kebijakan perlu melibatkan akademisi dari bidang hukum, ahli lingkungan, pemerintah, perangkat penegak hukum dan penyandang dana. Demikian ungkap Dekan Fakultas Hukum Warkum Sumitro SH MS disela-sela pembukaan seminar internasional hukum lingkungan pada Senin 18 Desember 2006. Seminar bertajuk “The Development of Indonesia and Australian Environmental Law: A Comparative Perspektive” itu menghadirkan pembicara Prof Den Boer dari University of Sydney, hakim ketua pada pengadilan tanah dan lingkungan New South Wales Australia The Hon Justice Brian Preston, Dr I Nyoman Nurjaya SH MH dari Universitas Brawijaya dan Laode Syarif SH LLM dari Universitas Hasanuddin Makassar. Selain melakukan seminar para peserta juga melakukan field trip ke Lapindo Brantas Inc.
Kegiatan berlangsung di salah satu hotel ternama di kota Malang, dibuka oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, diikuti oleh puluhan peserta dari kalangan akademisi, praktisi, dunia usaha, LSM maupun birokrasi pemerintahan dari berbagai daerah di Indonesia. Tujuan seminar adalah untuk berbagi informasi dan pengalaman tentang bagaimana hukum lingkungan dikembangkan dan diimplementasikan di Indonesia dan Australia, serta berbagi informasi tentang sistem hukum lingkungan, permasalahan serta penegakan hukum lingkungan di Indonesia dan Australia. Materi yang diberikan diantaranya meliputi “The Need of Environmental Law: An International Perspective” oleh The Hon Justice Brian Preston, “The Development of Indonesian Environmental Law” oleh Laode Syarif SH LLM, “Environmental Law Teaching and Methodology at The University of Sydney, with Examples on Environmental Dispute Resolution and Biodiversity Law” oleh Prof Ben Boer dan The Hon Justice Brian Preston, “ Environmental Law Development:
Environmental Law Justice System and Enforcement: Indonesia and Australia Institutional and Procedural Comparison” oleh The Hon Justice Brian Preston dan Dr I Nyoman Nurjaya SH MH, “Regional Environmental Law: ASEAN Approach on Transboundary Pollution” oleh Laode Syarif SH LLM serta “The Future of Environmental Law Teaching and Research in Indonesia.
Dari seminar terungkap bahwa substandi dari peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup harus memuat beberapa kriteria seperti orientasi pengelolaan ditujukan pada konservasi sumber daya alam, menggunakan pendekatan yang bercorak komprehensif dan terintegrasi, mengatur mekanisme koordinasi dan keterpaduan antar sektor dalam pengelolaan sumber daya alam, menganut ideologi pengelolaan sumbe daya alam yang berbasis masyarakat, dan menyediakan ruang bagi partisipasi publik yang sejati. Selain itu juga harus bercirikan memberi ruang bagi pengakuan dan perlindungan hak-hak asasi manusia, menyerahkan wewenang pengelolaan sumber daya alam kepada daerah, mengatur mekanisme pengawasan dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya alam kepada publik serta mengakui dan mengakomodasi secara utuh kemajemukan hukum pengelolaan sumber daya alam yang hidup serta berkembang dalam masyarakat. [nik]

Mahasiswa Slovenia: Magang Sembari Wisata ke Kawasan Timur
18 Desember 2006
Setelah lebih 3 bulan di Indonesia, Senin (19/12) ini, mahasiswa aktivis IAAS asal Slovenia, Janko Skok, harus pulang ke negara asalnya. Siang hari itu dia berpamitan kepada staf PRASETYA di lantai I gedung Rektorat Universitas Brawijaya.
Seperti diberitakan PRASETYA Online (7/10), mahasiswa agronomi Fakultas Pertanian University of Maribor ini mengikuti program magang yang diselenggarakan oleh IAAS Internasional di perusahaan anggrek Soerjanto Orchid, Batu.
Diceritakannya, ketika magang ia melakukan berbagai kegiatan pembudidayaan anggrek mulai dari proses persilangan genetis, pembiakan, aklimatisasi, dan pembibitan. Janko melakukan aktivitasnya bersama-sama 4 orang pekerja dari perusahaan pembudidayaan anggrek terbesar di Batu itu.
Janko juga mengaku sangat menikmati suasana di kota Batu. “Suasana pedesaan, masih asli di sini”, katanya. Karena itu, sehabis bekerja, ia menyempatkan diri berjalan-jalan sekedar menikmati suasana Kota Batu. Bahkan, bersama seorang temannya yang sengaja datang dari Slovenia, Janko menyempatkan diri berwisata ke beberapa kawasan Indonesia. Beberapa tempat dikunjunginya, seperti Bali, Lombok, Flores, Taman Nasional Komodo, Kalimantan, dan Sulawesi. Dia sangat terkesan dengan keanekaragaman yang ada di Indonesia, mulai dari budaya, sumber daya manusia, sampai pada panoramanya. “Indonesia memiliki keindahan yang luar biasa, antara kawasan timur dan barat yang saya kunjungi, sangat berbeda nuansanya”, tuturnya. [nok]

Sosialisasi Beasiswa GE Foundation oleh IIEF
18 Desember 2006
Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Universitas Brawijaya, Senin (18/12), mengadakan sosialisasi Beasiswa "GE Foundation Scholar-Leaders Program 2006”. Bertempat di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, acara ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jurusan.
Beasiswa GE Foundation, menurut Fenty Agtiffantono, salah seorang staf dari The Indonesian International Education Foundation (IIEF) selaku pengelola, ditujukan bagi mahasiswa Indonesia tahap sarjana. Pemberian beasiswa tahun 2006 ini adalah yang ketujuh kalinya di Indonesia untuk mahasiswa berprestasi dari beberapa perguruan tinggi terpilih di Indonesia: UI, ITB, Unpad, UGM, Undip, ITS, Unair, dan Unibraw. Setiap tahun, GE Foundation memilih 12-16 mahasiswa berprestasi yang memperoleh beasiswa dari GE Foundation tersebut, sehingga dari ke-8 perguruan tinggi tersebut akan diseleksi 1-2 penerima. “Kuota ini tidak akan bertambah, agar nominal beasiswa yang diterima tidak berkurang”, ungkapnya. Disampaikannya, dari berbagai negara, Indonesia mendapatkan kuota penerima beasiswa yang paling besar dari GE Foundation yang berkantor pusat di Amerika.
Syarat-Syarat
Beasiswa senilai 3,6 juta rupiah per semester tersebut diberikan kepada mahasiswa sejak semester 3 sampai semester 8. Persyaratan: mahasiswa S1 angkatan 2005/2006 dari delapan perguruan tinggi yang ditentukan, dari jurusan/program studi Akuntansi, Studi Pembangunan, Manajemen, Fisika, Kimia, Matematika, Ilmu Komputer, Ilmu Lingkungan, Teknik Elektro, Teknik Fisika, Teknik Industri, Teknik Komputer, Teknik Lingkungan, Teknik Mesin. IP Semester I dan II minimal 3.0 (skala 0-4), aktif dalam organisasi kemahasiswaan atau kegiatan sosial lainnya, memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik, berasal dari keluarga tidak mampu, tidak sedang menerima beasiswa dari institusi atai sponsor lain. Formulir pendaftaran dapat diambil/di fotokopi di bagian kemahasiswaan di masing-masing jurusan atau HIMA, atau diakses dari website IIEF. Formulir pendaftaran yang telah diisi harus dilengkapi dengan transkrip nilai semester 1 dan 2 (dilegalisir), 2 surat rekomendasi (dari dosen wali dan dosen lainnya), 2 surat keterangan tidak mampu (dari kelurahan dan pihak universitas), surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa lain dan tidak akan menerima beasiswa lain apabila ditetapkan sebagai penerima beasiswa GE Foundation-Leaders Program, serta salinan sertifikat dan dokumen pendukung lainnya (bila ada). Seluruh dokumen harus dikirim ke IIEF paling lambat pada 15 januari 2007 (cap pos).
Dalam kesempatan tersebut, Fenty juga menginformasikan berbagai beasiswa serta pelatihan yang dikelola oleh IIEF. Dalam sesi tanya jawab disajikan pula "tips and trick" dari alumni penerima beasiswa GE Foundation, seperti dua mahasiswa jurusan Matematika FMIPA Unibraw: Syafri Bahar dan Darmajid yang baru-baru ini meraih penghargaan internasional di bidang matematika. [nok]

Turnamen Tenis dan Bulutangkis Dies Natalis
17 Desember 2006
Dalam rangka Dies Natalis ke-44 Universitas Brawijaya mengadakan turnamen tenis dan bulutangkis antar perguruan tinggi negeri (PTN) se-Jawa Timur. Diundang sebagai peserta 10 PTN di Jatim, yaitu Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surabaya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Trunojoyo (Unijoyo), Universitas Jember (Unej), dan Universitas Brawijaya selaku tuan rumah. Turnamen diadakan sehari penuh, Minggu (17/12) di lapangan Jl Cikampek untuk tenis, dan gedung Sasana Samanta Krida untuk bulutangkis.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito. Pada kesempatan itu diberikan cinderamata untuk masing-masing PTN peserta. Dalam sambutannya, Rektor mengatakan, turnamen semacam ini biasanya diadakan setiap tahun sekali. Tetapi beberapa tahun belakangan tidak pernah ada. Oleh karenanya, Rektor mengharapkan turnamen ini nantinya dapat dilakasanakan secara rutin.
Tenis
Menurut panitia pelaksana tenis lapangan, Djoko Sudarto SSos, dalam turnamen ini hanya 6 PTN yang berpartisipasi, yakni UM, UIN, Unair, Unijoyo, Unej dan Unibraw. Turnamen diselesaikan pada hari itu juga, mengingat peserta kebanyakan berasal dari luar kota. Dipertandingkan dalam turnamen ini dua nomor beregu: putra dan putri. Nomor beregu putra tenis, diikuti oleh 5 tim yaitu: UM, Unijoyo, Unej, Unibraw (1) dan Unibraw (2). Sedangkan nomor beregu putri hanya diikuti oleh 3 tim yaitu Unej, Unijoyo, dan Unibraw.
Pertandingan tenis diawali dengan pertandingan ekshibisi antara Prof Yogi Sugito berpasangan dengan Prof Bambang Subroto (ketua panitia/Dekan Fakultas Ekonomi) berhadapan dengan pasangan dari UM Prof Ali Saukah dan Drs Sugeng Rahayu.
Untuk nomor beregu putra, pada babak penyisihan Unej mengalahkan Unijoyo (2-1), UM menundukkan Unibraw (B) dengan skor 3-0. Pada babak selanjutnya, tim Unibraw (A) yang sebelumnya mendapatkan bye, berhadapan dengan tim Unej. Tim Unibraw (A) berhasil mengatasi tim Unej dengan skor 2-1 dan melangkah ke final bertemu dengan tim UM. Pada pertandingan final, tim UM berhasil menundukkan tim Unibraw (A) dengan skor 3-1. Dengan demikian, Tim UM keluar sebagai Juara I, Tim Unibraw (A) Juara II, dan Tim Unej Juara III.
Sedangkan untuk nomor beregu putri, dilaksanakan dengan sistem setengah kompetisi, setiap tim saling bertemu. Tim putri Unijoyo menundukkan Unej dengan skor 2-1, dan menundukkan tim putri Unibraw juga dengan skor 2-1. Sementara itu tim putri Unibraw mengalahkan tim Unej dengan skor 3-0. Tim Unijoyo akhirnya keluar sebagai Juara I karena berhasil mencatat 2 kali kemenangan. Disusul kemudian oleh Tim Unibraw meraih Juara II dengan 1 kali kemenangan, dan Tim Unej sebagai Juara III.
Bulutangkis
Sementara itu, turnamen bulutangkis diikuti oleh 6 PTN, yakni Unair, UM, UIN, Unijoyo, Unej dan Unibraw, mempertandingkan dua nomor: beregu putra dan beregu putri.
Nomor beregu putra, terbagi dalam 2 pool. Pool A terdiri dari Tim Unibraw (A), Tim Unej, Tim Unijoyo, dan Tim UIN. Sedangkan Pool B terdiri dari: Tim Unibraw (B), Tim Unair, dan Tim UM. Pada babak semifinal di pool A, Tim Unibraw (A) mengalahkan Tim UM dengan skor 3-0. Sedangkan di pool B: Unair mengalahkan Unej dengan skor 2-1. Di final, Unibraw (A) mengalahkan Unair dengan skor 3-0, sementara Unej mengalahkan UM dengan skor 2-1, sehingga keluar sebagai Juara I Tim Unibraw (A), Juara II Tim Unair, Juara III Tim Unej, dan Juara IV Tim UM.
Pada nomor beregu putri, yang hanya diikuti dua tim, Tim Unej keluar sebagai Juara I setelah mengalahkan Tim Unibraw dengan skor 2-1. [vty/Far]

Tim FTP, Juara Berpacu dalam Melodi Dies ke-44
16 Desember 2006
Tim kedua Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) yang beranggotakan Prof Dr Ir Harijono MAppSc, Dra Pranaswita Novi Wardani MSi, dan Pipin (mahasiswa), akhirnya keluar sebagai Juara I "Berpacu dalam Melodi" yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-44 Universitas Brawijaya. Lomba ini berlangsung di basemen Gedung-E Fakultas Ekonomi Unibraw, Sabtu 16/12 siang. Tim ini mengungguli tim-tim lain dari Program Ilmu Sosial (PIS) yang keluar sebagai Juara II, dan tim Fakultas Kedokteran (FK) sebagai Juara III.
Patut dicatat, tim "dadakan" yang terdiri dari Rektor Prof Yogi Sugito, Dekan FE Prof Bambang Subroto dan PD-III FE Drs Agung Yuniarinto MS secara mengejutkan lolos ke babak final seteleh mengalahkan tim-tim dari Fakultas Hukum (2), Fakultas Ekonomi (2), Kantor Pusat (2), dan Fakultas Perikanan (2). Meskipun akhirnya di babak final terpaksa mengakui keunggulan tim-tim lainnya.
Acara "Berpacu dalam Melodi" ini diiringi oleh Kharisma Band yang diawaki para mahasiswa FTP Unibraw, yang tahun 2005 silam menang dalam festival band se-Unibraw. [Far]

Djoko Heroe Soewono: Eksistensi Hukum dalam Kemitraan Pekerja dan Pengusaha
16 Desember 2006
Sekurang-kurangnya dalam dua tahun terakhir, telah marak aksi-aksi unjuk rasa pekerja yang diikuti dengan mogok kerja. Kondisi ini timbul akibat ketidakpuasan para pelaku produksi yang merasa terampas hak-haknya. Selain itu adalah untuk menuntut kenaikan upah, berdirinya serikat pekerja, atau karena tidak dilaksanakannya ketentuan hukum yang bersifat heteronom (publik) maupun yang bersifat otonom (perjanjian kerja bersama).
Demikian Djoko Heroe Soewono SH MHum dalam disertasi berjudul "Eksistensi Ketenagakerjaan dalam Menciptakan Hubungan Kemitraan antara Pekerja dengan Pengusaha (Studi Kasus di Kabupaten Tulungagung)". Program Pascasarjana (PPS) Universitas Brawijaya, Sabtu 16/12 siang, menggelar ujian terbuka disertasi tersebut. Bertindak selaku promotor Prof Dr Moch Munir SH serta Prof A Mukhtie Fadjar SH MS dan Prof Dr Aloysius Uwiyono SH MH sebagai kopromotor. Tim penguji terdiri dari Prof Dr Made Sadhi Astuti SH, Prof Dr I Nyoman Nurjaya SH MH, dan Pof Dr HR Sri Soemantri M SH dari Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung.
Aksi-aksi semacam itu, menurut promovendus dari Program Doktor Ilmu Hukum dengan minat hukum ketenagakerjaan ini, merupakan bentuk perjuangan para pekerja dalam mempertahankan hak-hak yang seharusnya mereka terima. Hal demikian patut dimaklumi, walaupun aksi mereka tidak sedikit membawa dampak yang dapat merugikan pihak lain seperti pengusaha dan masyarakat sekitar. Pihak pemerintah dan wakil rakyat (DPR) yang ikut perduli atas perjuangan mereka menyempatkan diri melakukan diskusi guna mencari solusi (win-win solution).
Dilatarbelakangi keadaan tersebut, Djoko Heroe Soewono mengadakan kajian tentang eksistensi hukum ketenagakerjaan dalam menciptakan kemitraan pekerja dan pengusaha. Kajian dibatasi pada rumusan masalah: faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan kemitraan pekerja-pengusaha dan kendalanya, bagaimana hukum ketenagakerjaan mendorong terciptanya hubungan kemitraan, dan bagaimana opsi penyelesaian perselisihan sebagai pilihan alternatif.
Hasil temuan dalam kajian Djoko Heroe Soewono berdasarkan data empirik, mengungkapkan adanya dua persoalan pokok dampak disharmoni hubungan kerja, yakni: perselisihan hak dan/atau kepentingan yang berimplikasi pada pewarnaan unjuk rasa atau mogok kerja, baik yang pelaksanaanya sesuai prosedur hukum, maupun yang di luar ketentuan hukum.
Terungkap bahwa faktor-faktor (kendala) yang mempengaruhi hubungan kemitraan adalah: kebuntuan komunikasi yang bersifat hak; kebuntuan komunikasi yang bersifat kepentingan; terbatasnya pemahaman terhadap aspek hukum; lemahnya budaya patuh terhadap hukum; belum optimalnya peranan serikat pekerja (unit) lokal dalam memberikan perlindungan hak dan kepentingan; rendahnya kualitas pimpinan unit serikat pekerja, belum memahami hukum ketenagakerjaan dan teknis negosiasi (komunikasi) yang efektif; belum tersosialisasikannya hukum ketenagakerjaan secara merata dan komprehensif di perusahaan, khususnya pekerja pada tingkat blue collar.
Namun demikian, terungkap pula beberapa upaya yang secara positif mendorong terciptanya hubungan kemitraan, yakni: menjalin komunikasi yang efektif melalui pendampingan (stakeholders) oleh serikat pekerja; memahami hukum ketenagakerjaan sebagai pedoman dalam hubungan kemitraan; membudayakan rasa patuh hukum (hak, kewajiban, tanggung jawab) yang pada gilirannya akan membentuk budaya hukum; dan kemauan untuk menyelesaikan perselisihan secara (sistem) bipartit, mediasi atau win-win solution.
Djoko Heroe Soewono menyatakan, eksistensi hukum ketenagakerjaan merupakan pedoman untuk memberikan rasa aman bagi pekerja dan pengusaha dalam proses produksi dan perlakuan yang sama di hadapan hukum, perlakuan yang adil dan layak, kebebasan berserikat, hak atas jaminan sosial dan kepastian hukum. Sementara itu, perjanjian kerja bersama (PKB) sebagai alat perlindungan pekerja dan ketenangan kerja merupakan aspek hukum yang bersifat otonom, mengatur beberapa hal yang belum diatur secara konkret dalam peraturan perundang-undangan seperti: uang hadir, uang makan, tunjangan berkala/bonus tahunan, dan sebagainya. Keberadaan PKB dapat menciptakan produktivitas kerja, stabilitas kerja, disiplin kerja, dan pengupahan yang layak dalam menyongsong investasi global yan kompetitif. Nilai strategis PKB terletak pada aspek social control dan social engineering dalam menciptakan hubunga kerja yang kondusif, displin dan produktif.
Djoko Heroe Soewono menyarankan pencabutan peraturan perundang-undangan yang memicu dan merugikan pekerja yang sangat lemah dalam aspek sosial ekonomi. Di samping itu, perlu dipertahankan lembaga perjanjian bersama dalam sistem bipartit sebagi perlindungan hukum yang bersifat eksekutorial. Juga perlu peningkatan kualitas perjanjian kerja bersama dalam sistem bipartit agar tercipta perlindungan hukum dan ketenangan kerja. Pemerintah diharapkan berperan optimal selaku pembina serta pengawas dalam melaksanakan fungsi kontrol. Terakhir, perlu sosialisasi hukum ketenagakerjaan secara berkelanjutan kepada para pekerja dan pengusaha sehingga tercipta pemahaman yang sama dalam menfsirkan makna hukum ketenagakerjaan.
Hasil yudisium, Djoko Heroe Soewono dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan, dan berhak menyandang gelar doktor  dalam bidang ilmu hukum. Dr Djoko Heroe Soewono SH MHum, suami dari Erry Pudjiastutiek SH, adalah tenaga pengajar pada Fakultas Hukum Universitas Kadiri. [Far]

Sumarmi: Perlu Kemitraan Masyarakat-Pemerintah dalam Pengelolaan RTH
16 Desember 2006
Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota Malang terutama yang dikelola oleh pemerintah kota, kian hari makin berkurang luasannya. Ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya banyak bangunan yang melanggar sempadan baik di perumahan maupun lahan yang dekat dengan aliran sungai dan jalur kereta api. Kondisi ini diperparah dengan tingginya tingkat pencemaran udara yang melebihi ambang atas lingkungan. Meskipun telah ada kejelasan tentang pengelolaan RTH pemukiman yang dikelola pemerintah maupun masyarakat, kenyataan menunjukkan bahwa kawasan RTH belum juga tertangani dengan baik.
Demikian pernyataan Dra Sumarmi MPd dalam disertasi berjudul ”Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Pemukiman di Kota Malang”. Ujian terbuka disertasi Sumarmi digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Sabtu 16 Desember 2006. Bertindak selaku promotor Prof Dr Ir Sugiyanto MS serta Prof Dr Ir Soemarno MS dan Dr Bagyo Yanuwiadi sebagai kopromotor. Tim penguji terdiri dari Prof Dr Ir Suhardjon MPd DiplHE, Prof Dr Salladien, Prof Dr Keppy Sukesi MS, dan Dr Ir Agus Hasanuddin Rachman MSc dari Ditjen Perkebunan Departemen Pertanian.
Dosen geografi Universitas Negeri Malang ini memaparkan, kebijakan pembangunan RTH Kota Malang menggunakan dua pendekatan. Pendekatan pertama, RTH kota dibangun pada lokasi tertentu yang penentuan luasnya berdasarkan prosentase luas kota, jumlah penduduk, dan isu yang berkembang di masyarakat mengenai RTH. Pendekatan kedua, semua areal yang ada di kota pada dasarnya adalah areal untuk RTH kota seperti pemukiman, perkantoran, pendidikan maupun industri. Salah satu kendala yang dihadapi dalam pengelolaan RTH kota Malang adalah pemeliharaan RTH di daerah pemukiman yang menjadi tanggung jawab masyarakat di daerah itu.
Hasil penelitian Sumarmi menunjukkan, tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan RTH pemukiman (taman) masih rendah. Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2003 tentang pengelolaan pertamanan dan dekorasi kota agaknya belum tersosialisasikan dengan baik ke masyarakat. Untuk mengatasi hal itu Sumarmi merekomendasikan beberapa hal, seperti menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menanam tanaman dalam bentuk pohon selain tanaman perdu, semak dan tanaman penutup. Diperlukan peran aparat RT/RW/kelurahan untuk mendorong masyarakat dalam mengelola RTH pemukiman serta peran pemerintah kota untuk mensosialisasikan perda pengelolaan taman. Pemerintah dan masyarakat menurut Sumarmi, harus menjalin kemitraan dan menegakkan hukum dengan melihat kondisi ekonomi masyarakat.
Dalam yudisium, Dr Dra Sumarmi MPd dinyatakan lulus dengan predikat cum laude, sehingga berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu pertanian dengan kekhususan sumberdaya alam dan lingkungan. Perempuan kelahiran Jombang 17 Juli 1962 itu adalah sarjana (S1) geografi IKIP Malang (1986), dan magister manajemen pendidikan dari IKIP Malang (1992). Terdaftar sebagai peserta program doktor dalam bidang ilmu pertanian dengan kekhususan sumberdaya alam dan lingkungan pada PPS Universitas Brawijaya sejak tahun 2004. [Far]

Kampanye Makan Ikan
16 Desember 2006
Ikan sebagai salah satu produk makanan yang mengandung protein yang sangat tinggi masih kalah populer dengan sumber protein yang lain. Fakultas Perikanan yang dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa menyelenggarakan acara "Kampanye Makan Ikan Masyarakat Indonesia" di gedung Student Center pada Sabtu (16/12). Bambang Irawan, ketua pelaksana acara ini mengatakan tujuan acara ini adalah untuk mengenalkan produk perikanan, agar masyarakat tertarik untuk mengkonsumsi produk perikanan. "Acara ini hanya sehari tapi sangat padat," terang mahasiswa angkatan 2005 ini. Menurutnya ada tiga materi mendukungnya. Kampanye ini diawali dengan pemberian materi tentang "Gizi Ikan" yang diisi oleh dosen Fakultas Perikanan Unibraw, Ir. Anies Chamidah. Materi yang disampaikan ini diharapkan dapat memberi gambaran tentang kandungan gizi ikan sehingga konsumen dapat tertarik untuk mengkonsumsinya.
Berikutnya, materi kewirausahaan disampaikan oleh Aan Widhi Atma, trainer dari Tips Indonesia. Aan Widhi Atma menjelaskan, prinsip utama  berwirausaha adalah: mulai dari hal yang kecil, menggunakan modal sendiri, keahlian yang cocok, tidak terpengaruh pada orang lain (latah), melihat permintaan, melihat persaingannya, dan tampil beda dengan yang lain. Materi ini menurut Bambang dimaksudkan agar ada keinginan untuk berwirausaha setelah mengetahui potensi yang dimiliki produk perikanan.
Pada akhir acara, ada demo produk perikanan yang diisi oleh Ir Junaidi dari Tim Centra Proteina Prima, Surabaya. Empat produk yang didemonstrasikan, yaitu: steak lele, patin waku balangga, patin/nila palumara, dan salad campur sari. Selain demo, praktisi ini pun mengajak berdiskusi peserta yang hadir. Mayoritas yang hadir adalah mahasiswa dan siswa SMU. [vty]

Seminar Teknologi Nasional 2006
16 Desember 2006
Perkembangan teknologi di bidang komunikasi seluler di dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kebutuhan akan wawasan dan keluasan pengetahuan tentang teknologi komunikasi pun sangat diperlukan dalam mendukung dan menunjang perkembangan tersebut. Satu isu global saat sekarang ini adalah teknologi layanan 3G dan the next generation. Pengguna layanan telepon sampai sekarang paling banyak adalah menggunakan sarana telepon seluler yaitu sebanyak 55,2 juta orang atau sekitar 25,1% dari total jumlah penduduk sebesar 220 juta jiwa. Angka ini jauh lebih tinggi dari pelanggan listrik (15,5%) dan pengguna telpon tetap (6,7%). Dan jumlah ini akan terus meningkat. KRMT Roy Suryo Notodiprojo, pakar telematika dan multimedia mengungkapkan bahwa peningkatan pengguna dari telpon seluler ia prediksikan akan sampai pada angka 55% dari total penduduk.
Roy Suryo hadir sebagai keynote speaker Seminar Teknologi Nasional dengan tema "The Future Of Communication in Indonesia" pada Sabtu (16/12) di Gedung Widyaloka yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Elektro Politeknik Negeri Malang. Fariz Maulana, sekertaris acara seminar mengatakan bahwa acara ini dibagi menjadi empat sesi. Setelah keynote speaker, sesi kedua diisi oleh Moh Sovan Hadiwibowo dari Research & Technology Risti Telkom Bandung yang membahas mengenai "Security 3G." Sesi ketiga diisi oleh I Gusti Ngurah Panca dari specialist technology planning and roadmap, Telkomsel Pusat Jakarta  yang membahas mengenai "Teknologi 3G dari Telkomsel." Terakhir, Ivan Hudyana, product marketing manager NOKIA Jakarta membahas mengenai "Penggunaan 3G di Handphone khususnya Nokia".
Fenomena teknologi komunikasi yang paling menonjol dari tahun 2006 bahwa 3G semakin ramai. Semenjak ditenderkannya 3G pada 7-8 Februari 2006, peta baru telekomunikasi seluler mulai di Indonesia. Karena penggunaan 3G tidak hanya untuk alat komunikasi saja tapi juga dapat digunakan mobile TV. Penanaman modal asing di indutri seluler Indonesia pun semakin ramai. Selain itu fenomena yang juga ramai saat ini adalah registrasi kartu pra bayar pada tanggal 28 April 2006 lalu. Roy Suryo menambahkan fenomena teknologi komunikasi yang paling menonjol pada tahun 2006 adalah RUU Informasi Transaksi Elektronika sebagai embrio cyberlaw mulai dibahas di DPR RI. Juga adanya ephoria demokrasi dan domino effect lainnya. Seperti kasus penolakan masyarakat terhadap BTS sutet , demo dan aksi vandalisme.
Perkembangan teknologi komunikasi yang menurut Roy Suryo bukan hanya semakin maju tapi juga semakin murah. Ia menjelaskan bahwa teknologi VOIP dan WiMAX menjadikan tarif untuk berbicara semakin murah karena pesan yang dibawa berupa suara. Hal ini pun diikuti dengan perkembangan teknologi komunikasi dengan penggunaan layanan internet mobile.
Roy Suryo mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi yang maju harusnya tidak hanya teknisi saja yang dipersiapkan. Tapi juga front line/call centernya juga harus dipersiapkan. "Masak kalau pelanggan ada yang tanya masalah 3G operator tidak tahu, kan lucu," katanya. Roy Suryo pun membahas tentang evolusi teknologi seluler dari 1G sampai dengan 3G.
Sesi kedua diisi oleh Moh. Sohvan Hadiwibowo yang membawakan makalah berjudulkan WiFi, WiMAX& 3G Security. Sohvan menjelaskan bahwa 3G digunakan sebagai kontent dari mobile phone yang mensimulasi antara data suara dan non suara. Sedangkan WiFi dan WiMAX adalah sebuah istilah lisensi untuk teknologi wireless.
Konvergensi antara suara, data, multimedia dalam mobile system menurut Sovan membawa keuntungan maupun resiko kerugian dari teknologi IP. Untuknya perlu adanya mobile security. Hal ini dilakukan untuk memproteksi dari penyadapan atau akses ilegal. Selain itu dikenal istilah athentication yaitu memastikan akses hanya untuk authorized & legimite users. Perlindungan tersebut juga dilakukan dari serangan yang mengganggu ketersediaan jaringan (dan layanan) atau device dari yang seharusnya.
Security 3G yang dilakukan dari integritas data menggunakan metode hashing, konfidensialitas yang lebih kuat dengan key legth yang lebih panjang. Sedangkan pada jaringan tersedia perlindungan mekanisme security di dalam dan antar jaringan. Sohvan juga mengungkapkan beberapa fakta yang terjadi bahwa belum ada perusahaan di Indonesia yang telah secara penuh mengimplementasikan ISO 17799 atau tersertifikasi dengan ISO 27001. Secara otomatis sampai sekarang belumada operator telekomunikasi di Indonesia yang ISO 27001. Fakta lain yang ia ungkap bahwa belum adanya perhatian yang memadahi terhadap pentingnya Information Security Management System.
Security tools pada dasarnya bukan hanya sebatas teknologi saja tapi juga termasuk bisnis proses, policy dan lain-lain. Untuk itu menurut Sohvan perlu dikenalkan IT Security Audit sejak di akademis.
Telkomsel sebagai salah satu provider yang mendapat lisensi 3G mempunyai agenda tersendiri untuk menjawab tantangan teknologi seperti itu. I Gusti Ngurah Panca, dari PT Telkomsel mengatakan bahwa visi telkomsel adalah penyedia solusi telekomunikasi nirkabel terkemuka di Indonesia. Sedangkan misi yang akan digunakan adalah bekerjasama dengan para pemegang saham dan mitra usaha lainnya untuk menghasilkan nilai tambah bagi investor, karyawan dan negara.
Ia juga menambahkan bahwa pelanggan masa depannya bukan hanya manusian akan tetapi juga automobile, sepeda, portable PC, sepeda motor bahkan hewan peliharaan. Konvergensi antara datacom, telecom dan media menghasilkan service yang kompleks untuk pelanggannya. [vty]

Unibraw Berjaya di Olimpiade Matematika UGM
16 Desember 2006
Universitas Brawijaya kembali berjaya dalam kompetisi antar perguruan tinggi di Indonesia. Ajang kompetisi kali ini adalah Olimpiade Sains dan Teknologi Mahasiswa se-Jawa Bali. Kompetisi digelar oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), di Yogyakarta selama dua hari, Sabtu 9/12-Minggu 0/12. Ajang kompetisi ini diikuti sekitar 109 perguruan tinggi se-Jawa Bali yang masing-masing mengirimkan 2-3 orang peserta. Dalam kesempatan tersebut, Universitas Brawijaya mengirimkan delegasi 3 orang, yaitu: Syafri Bahar, Darmajid dan Dahliatul Chasanah.
Salah seorang peserta dari Unibraw, Syafri Bahar, menuturkan, materi yang dikompetisikan adalah aljabar (abstrak dan linier), analisis matematika (riil dan kompleks) dan matematika terapan (Pemodelan dan Riset Operasional). Dengan penilaian yang melibatkan tim juri nasional dari berbagai Universitas Unggulan di Indonesia, akhirnya Syafri Bahar menduduki peringkat ketiga dengan skor 191 di bawah UGM (skor 240) dan ITB (skor 197). Sementara itu, Darmajid menduduki peringkat 4 dan Dahliatul Chasanah berada pada peringkat 20 besar. Sebagai penghargaan atas prestasi tersebut, Syafri berhak mendapat penghargaan.
Syafri yang memiliki hobi menulis puisi, teater, dan membaca, berpendapat perlu proses pendampingan dan pelatihan yang lebih matang sebagai persiapan menjelang kompetisi selanjutnya. “Persiapan yang paling penting bagi peserta adalah jam terbang”, ungkap putra sulung dari pasangan Drs Baharuddin dan Neng Suparti. Dalam rangka mengupayakan hal ini, Syafri saat ini tengah terlibat secara aktif sebagai asisten pelatih dalam rangka persiapan olimpiade matematika untuk bulan Maret mendatang. [nok]

Lomba Karikatur Mahasiswa dan Alumni Unibraw
16 Desember 2006
Bukan rahasia umum bila sebuah karikatur dapat membuat berang seseorang karena muatan kritiknya. Meski demikian karikatur harus tetap dihargai sebagai sebuah kebebasan berpendapat. Dalam karikatur kita dapat melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi di masyarakat secara visual. Karikatur yang baik adalah yang mempunyai kadar humor, estetika, dan yang paling penting kadar pesan kritiknya namun tepat sasaran. Berangkat dengan tujuan untuk memberikan solusi cerdas menggunakan media seni karikatur atas persoalan-persoalan yang terdapat dalam rencana dan implementasi otonomi perguruan tinggi, khususnya dalam rencana implementasi otonomi perguruan tinggi di Universitas Brawijaya, diselenggarakan ”Lomba Karikatur” bagi mahasiswa dan alumni Universitas Brawijaya pada 27 November 2006 s/d 5 Januari 2007.
Tema yang diangkat dalam salah satu kegiatan peringatan Dies Natalis Universitas Brawijaya ke-44 ini adalah “Mengoptimalkan Otonomi Perguruan Tinggi untuk Memperkuat Daya Saing Lulusan”. Waktu pengiriman makalah dimulai 1-26 Desember 2006. Proses penjurian berlangsung pada 27 Desember 2006 s/d 4 Januari 2007 sementara pengumuman pemenang berlangsung pada 5 Januari 2007. Para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 1 juta bagi juara pertama, Rp 750 ribu bagi juara kedua dan Rp 500 ribu bagi juara ketiga.
Ketentuan yang harus dipenuhi dalam Karya Karikatur yang diperlombakan meliputi: (1) judul dan karya karikatur harus mengacu pada tema Dies Natalis Unibraw ke-44, (2) peserta hanya dapat mengirim 1 buah karya per orang, (3) gambar dapat dibuat dengan menggunakan teknik manual menggunakan pensil, bolpoint, cat dsb atau menggunakan teknik digital menggunakan komputer, (4) materi lomba dikirimkan ke sekretariat Panitia Pusat Dies Natalis Unibraw ke-44 di FE Unibraw atau melalui email (format digital) ke hastasurya@gmail.com, dan (5) karya harus sudah diterima oleh panitia paling lambat tanggal 26 Desember 2006 jam 12.00 WIB. [nik]

Lomba Karya Tulis Penulisan Pemikiran Kritis Mahasiswa (PPKM)
16 Desember 2006
Penulisan Pemikiran Kritis Mahasiswa (PPKM) adalah penuangan gagasan/ide kreatif dan kritis mahasiswa ke dalam sebuah makalah yang ditulis secara sistematis. PPKM merupakan salah satu sarana bagi mahasiswa untuk dapat menemukan dan mengenali solusi alternatif atas persoalan-persoalan yang terdapat dalam rencana dan implementasi otonomi perguruan tinggi. Dengan mengusung tema “Mengoptimalkan Otonomi Perguruan Tinggi untuk Memperkuat Daya Saing Lulusan” dan untuk memperingati Dies Natalis Universitas Brawijaya ke-44, diselenggarakan Lomba Karya Tulis PPKM pada 27 November 2006 s/d 5 Januari 2007.
Setiap peserta adalah mahasiswa Universitas Brawijaya yang terdaftar pada jenjang pendidikan Diploma dan S1 baik perseorangan maupun berkelompok (maksimal 3 orang). Naskah lomba PPKM dikirimkan ke Panitia Pusat Dies Natalis Universitas Brawijaya ke-44 di Fakultas Ekonomi sebelum 26 Desember 2006. Proses penjurian berlangsung pada 27 Desember 2006 - 4 Januari 2007 dan pemenang akan diumumkan pada 5 Januari 2007.
Persyaratan naskah lomba PPKM adalah: (1) topik dan judul harus mengacu pada tema Dies Natalis Unibraw ke-44, (2) jumlah halaman untuk penulisan (mulai pendahuluan sampai dengan daftar acuan) adalah antara 15-20 halaman, (3) menggunakan huruf times new roman, ukuran huruf 12, dan spasi 1½, (4) menggunakan kertas A4 minimal 70 gram serta (5) sistematika penulisan terdiri dari lembar judul, lembar pengesahan oleh Dosen Pembimbing dan Pembantu Dekan III fakultas asal mahasiswa, Daftar Isi, Abstraksi, Pendahuluan yang memuat latar belakang, rumusan masalah dan tujuan penulisan, Tinjauan Teoritis yang memuat eksplorasi teori yang relevan dan digunakan untuk membahas permasalahan, Metode pembahasan yang menyebutkan bagaimana pengumpulan data dan analisis data dilakukan, Pembahasan, Kesimpulan dan rekomendasi, dan Daftar Acuan
Dasar kriteria penilaian yang dilakukan dewan juri terdiri dari format makalah (tata tulis, sistematika dan kejelasan), kreatifitas gagasan (komprehensif dan keunikan serta struktur gagasan), topik yang dikemukakan (sifat topik, rumusan judul, aktualitas, kejelasan masalah, relevansi topik dan tema), data dan sumber informasi (relevansi, akurasi, integritas, keterkaitan), pembahasan, simpulan dan transfer gagasan (kemampuan menganalisis dan mensintesis, merumuskan simpulan, kemungkinan transfer gagasan dan proses adopsi. Para pemenang akan memperebutkan hadiah uang tunai total dua juta dua ratus lima puluh ribu rupiah.[nik]

Krida Mahasiswa BEM FMIPA di Donomulyo
16 Desember 2006
Sebagai anggota masyarakat, mahasiswa harus mempunyai rasa peduli, dan selalu peka akan setiap perubahan yang terjadi dalam bidang sosial kemasyarakatan. Untuk ini Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (BEM FMIPA) memfasilitasi mahasiswa agar menjadi manusia berkarakter, yang peduli dan peka terhadap lingkungan sekitar. Sabtu (16/12) ini, BEM Fakultas MIPA mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat 2006 di wilayah Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini masih dalam rangka Krida Mahasiswa, yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru tahun 2006.
Puguh Broto Prastyo, koordinator steering committee (SC), berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat Donomulyo secara moral maupun material. Selain itu diharapkan dapat membangun solidaritas dan kebersamaan untuk mewujudkan persatuan. "Selama ini masyarakat di Donomulyo 'kan masih kurang mendapat hiburan, makanya kami mengadakan beberapa kegiatan," jelas Puguh. Ia menambahkan agenda yang dibawa antara lain bakti sosial dengan memberikan sumbangan sembako dan mi instan, serta hiburan untuk anak-anak dengan mengadakan lomba mewarna. Bentuk pengabdian masyarakat dengan tema "Kita untuk Mereka" ini menurut Puguh hanya dilaksanakan selama sehari dari pukul 06.00 sampai dengan 14.00 wib. [vty]

Workshop Nasional Perbibitan Sapi Menuju Kecukupan Daging 2010
15 Desember 2006
Saat ini ketergantungan usaha peternakan pada bibit impor masih sangat besar, terutama dalam penyediaan pejantan, replacement maupun ternak bakalan. Masalah mendasar yang perlu direvitalisasi adalah breeding policy dan breeding strategy agar program kecukupan daging tahun 2010 dapat diwujudkan. Hal ini memerlukan dukungan suatu kajian atau penelitian, sehingga peningkatan produktivitas dan mutu genetik ternak dapat dilakukan dengan lebih terarah dan terfokus. Dalam jangka pendek harus dapat diwujudkan dengan menghasilkan pejantan unggul lokal spesifik, baik untuk tujuan pemurnian bangsa sapi maupun persilangan baik di wilayah sumber bibit maupun wilayah pengembangan ternak.
Demikian antara lain  permasalahan utama yang  menjadi pokok bahasan dalam rangka Workshop Nasional Strategi Penelitian dan Pengembangan Sapi dan Bibit Unggul Hasil Penelitian, di Guest House Universitas Brawijaya, Jumat 15/12.
Hadir dalam acara tersebut para pakar pemuliaan ternak ruminansia, khususnya sapi potong dan sapi perah, antara lain Prof Sumadi dari UGM, Prof Kusumo Diwyanto dari Puslitbangnak Bogor, Prof Subandriyo dari Balitnak Bogor, Dr Enang Wasya  dari Unpad Bandung, Prof Luqman Hakim dari Unibraw, serta beberapa pakar pemuliaan ternak sapi tingkat nasional yang lain. Workshop dihadiri sekitar 50 peserta, terdiri dari para penentu kebijakan peternakan nasional, stakeholders, akademisi, instansi pemerintah, balai-balai pembibitan ternak nasional, organisasi profesi, industri, serta praktisi bidang peternakan yang berasal dari Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, JawaTimur, dan Kalimantan Selatan .
Workshop ini merupakan rangkaian kegiatan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya selaku penanggung jawab RUSNAS (Riset Unggulan Nasional) Sapi dari Kantor Menristek, Jakarta. Digelar atas kerja sama dengan Puslitbang Peternakan, Departemen Pertanian, workshop ini merupakan workshop nasional yang kedua kalinya didakan. Tujuannya, terutama untuk menghimpun masukan dari seluruh stakeholder yang terkait dengan kegiatan perbibitan sapi. Saat ini Fakultas Peternakan Unibraw dipercaya sebagai koordinator pelaksana RUSNAS Sapi dari Kantor Menristek. Untuk sapi perah dilaksanakan oleh tim CENTRAS dari IPB Bogor, sementara Fakultas Peternakan Unibraw membidangi perbibitan sapi potong nasional di bawah koordinasi Prof Dr Ir Luqman Hakim MS.
Tampil tiga pembicara utama membahas permasalahan perkembangan sapi, arah dan tujuan penelitian pemuliaan sapi, baik sapi potong maupun sapi perah, terkait dengan aspek-aspek pendukungnya, yaitu: pakan, reproduksi dan kesehatan hewan. Prof Dr Ir Kusuma Diwyanto menyampaikan topik Tantangan dan Prospek Pengembangan Sapi Potong dan Sapi Perah Menuju Kecukupan Daging 2010, Prof Dr Ir Sumadi MS dengan topik Arah dan Pengembangan Pembibitan Sapi Potong dan Kebutuhan Teknologi Inovatif di Daerah Sumber Bibit dan Kawasan Pengembangan, dan Prof Dr Ir Subandiro MSc (Balitnak Bogor) dengan judul Alternatif Pengembangan dan Pembibitan Sapi Perah Menyongsong Revolusi Putih dan Mendukung Ketersediaan Daging Sapi.
Dalam makalahnya, Prof Kusuma Diwyanto menekankan pentingnya segera ditetapkan breeding policy yang sesuai dengan kondisi spesifik masing-masing daerah di Indonesia. Hal tersebut bisa dilakukan melalui penangkaran dan pelestarian ternak lokal, mengurangi ketergantungan pada pejantan impor dan pembentukan bangsa ternak baru yang dikenal sebagai composite breed. Lebih jauh dinyatakan oleh Prof Kusumo yang mantan Direktur Perbibitan Ternak Ditjen Peternakan dan sekaligus anggota tim supervisi program RUSNAS, kegiatan RUSNAS harus mampu merespon tantangan kecukupan daging 2010 dan mengantisipasi revolusi putih (susu) untuk mendukung peningkatan populasi, produktivitas serta produksi sapi, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada daging dan sapi bakalan impor.
Sementara itu Dekan Fakultas Peternakan Unibraw, Dr Ir Ifar Subagiyo MAgrSt, menginformasikan, secara khusus diundang perusahaan swasta, industri peternakan, atau lembaga terkait yang memungkinkan dapat dilakukan kerjasama dalam implementasi program-program RUSNAS pada tahun-tahun mendatang, seperti Usaha Peternakan Aliansi (UPA) Pasuruan, salah satu usaha peternakan daerah hasil kerjasama dengan Louisiana salah satu negara bagian Amerika Serikat. Fakultas Peternakan dalam hal ini bertindak sebagai konsultan. [GTC]

Lewat Adu Pinalti Kantor Pusat Juara Sepakbola Mini Dies Natalis
15 Desember 2006
Sepakbola memang tidak pernah sepi dari penonton. Begitu pula sepakbola mini yang dipertandingkan dalam rangka Dies Natalis Universitas Brawijaya ke-44. Diikuti oleh 12 tim dari seluruh unit kerja/fakultas yang ada, acara ini digelar selama 5 hari, 11-15 Desember 2006, di lapangan Rektorat.
Babak penyisihan berlangsung 11-12 Desember 2006. Delapan tim maju ke babak perempat final. Tim KP lolos mendapatkan bye, FTP lolos setelah mengalahkan FH 5-0, FMIPA (bye), FIA lolos setelah menundukkan FP 5-0, Fapet (bye), FE (FE) lolos setelah menang atas Pascasarjana 5-0, Faperik (bye), dan FK lolos setelah mengalahkan FK 5-4.
Babak perempat final berlangsung 12-13 Desember 2006. Empat tim yang lolos, maju ke semifinal. KP lolos setelah menundukkan FTP 3-1, FMIPA lolos setelah mengalahkan FIA 7-1, Fapet menang atas FE 3-1, dan FT mengalahkan Faperik dengan skor 3-1. Pada babak semifinal yang berlangsung Kamis (14/12), tim KP berhasil lolos ke babak final setelah mengalahkan FMIPA dengan skor 5-4, sementara FT berhasil menundukkan Fapet dengan skor 3-1.
Pada babak final penentuan Juara III, Jumat (15/12), berlangsung pertandingan FMIPA melawan Fapet. Tim FMIPA berhasil menundukkan Fapet dengan skor telak 7-1, dan keluar sebagai Juara III. Sementara final antara Kantor Pusat melawan FT berlangsung penuh kejutan. Dalam pertandingan itu masing-masing tim saling menunjukkan kegarangannya di lapangan rumput.
Hingga berakhir 40 menit waktu pertandingan, kedudukan tetap imbang 2-2. Wasit dan hakim garis yang terdiri dari Firdaus, Mardiantono, Usman Sahadi dan Sugito, memutuskan untuk melakukan adu pinalti. Dalam adu pinalti, KP mampu melesakkan 4 gol ke gawang lawan dan berhasil keluar sebagai Juara I, sementara FT harus puas di posisi kedua. [nik]

Perspektif Komunikasi Bisnis dalam Periklanan Global
14 Desember 2006
Program Ilmu Sosial (PIS) Universitas Brawijaya, Kamis (14/12), menyelenggarakan kuliah tamu. Berlangsung di Student Center, kegiatan semacam ini rutin diadakan setiap semester. Diundang untuk memberikan kuliah umum kali ini pakar dari PT Fortune Jakarta, yaitu sebuah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan periklanan dan public relations (PR).
Anthony SSos MSi, selaku koordinator bidang akademik PIS Unibraw menjelaskan, kuliah tamu disampaikan langsung oleh presiden direktur PT Fortune Jakarta bersama istrinya yaitu Indira Abidin (praktisi periklanan) dan Miranti Abidin (praktisi PR). Dalam acara yang diikuti seluruh angkatan mahasiswa PIS ini, kedua praktisi tersebut menyampaikan materi bertajuk “Perspektif Komunikasi Bisnis dalam Periklanan Global”. Selain menyampaikan materi, pada kesempatan itu pula Presiden Direktur PT Fortune, Indira Abidin menandatangani MoU dengan Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Yogi Sugito. “Melalui MoU ini diharapkan mahasiswa dapat melaksanakan magang, studi ekskursi maupun tugas akhir dengan prosedur yang mudah di PT Fortune”, ujar Anthony yang juga seorang Dosen Ilmu Komunikasi di PIS.
Sempat dipaparkan oleh Ketua Programnya, Prof. Dr. Sudharsono dalam kesempatan yang tersebut, mulai tahun ajaran 2007/2008 Program Ilmu Sosial (PIS) Universitas Brawijaya akan membuka Jurusan Psikologi dan Jurusan Hubungan Internasional. “Saat ini kami tengah mempersiapkan sarana dan prasarana, diantaranya kurikulum dan perpustakaan”, ungkapnya. Lebih lanjut dikatakan, salah satu persiapan lanjut guna pembukaan jurusan Psikologi, pihak PIS tengah mengusahakan MoU dengan HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia). “Kami akan segera me-launching jurusan psikologi satu-satunya di Indonesia yaitu disaster psikologi”, kata Prof Darsono. [nok]

Pelepasan Dokter Spesialis I
14 Desember 2006
Dekan Fakultas Kedokteran, dr Harijanto MSPH, Kamis 14/12, melepas 9 orang lulusan Program Pendidikan Dokter Spesialis I (PPDS-I) dalam sebuah upacara yang berlangsung di Graha Medika Universitas Brawijaya. Ikut menyaksikan upacara tersebut Ketua Ketua PPDS-I dr Moch Dalhar SpS, dan Direktur Rumah Sakit Saiful Anwar dr Pawik Supriyadi SpPD, dan para undangan lainnya. Dalam upacara tersebut dilepas 2 dokter spesialis paru, 5 dokter spesialis bedah umum, seorang dokter spesialis penyakit dalam, dan seorang dokter spesialis patologi klinik.
Dua standar dokter
Dalam sambutannya Dekan mengatakan, Indonesia adalah negara terakhir yang menerapkan UU Kedokteran. Bahkan dalam rangka menghadapi era perdagangan bebas yang sudah di depan mata pun, Indonesia bisa dikatakan belum tahu pasti kualitas para dokternya bahkan dokter spesialis sekalipun. “Padahal tahun 2008 nanti sudah tidak ada batas antar negara. Kualitas sangat dituntut untuk menghadapi kompetisi yang sangat ketat”, katanya. Dekan menyebut adanya dua standar dokter yang dianut dunia, yaitu standar commonwealth dan standar Amerika. Standar commonwealth, dianut oleh negara-negara persemakmuran, seperti Malaysia, Singapura, Australia, dan New Zealand. Sedangkan standar Amerika, diikuti oleh negara-negara seperti Thailand dan Filipina. “Saat ini, Indonesia masih mengacu pada keduanya. Sedikit commonwealth dan sedikit Amerika. Ke depan, Indonesia mungkin akan mengikuti standar commonwealth yang diakui lebih banyak negara daripada standar Amerika", tutur Dekan.
Selain itu, Dekan juga mengingatkan besarnya tantangan yang harus dihadapi para dokter spesialis. "Masih banyak propinsi yang membutuhkan uluran tangan dokter spesialis. Ada 11 propinsi tertinggal yang harus ditangani oleh 13 fakultas kedokteran dari seluruh universitas di Indonesia”, tegasnya. Saat ini, demikian Dekan, FK Universitas Brawijaya, bersama FK Universitas Airlangga dan FK Universitas Hasanuddin dipercaya menangani Propinsi Papua, Propinsi Irian Jaya Barat, Propinsi Maluku, dan Propinsi Maluku Utara. Sedang dipersiapkan pula MoU dengan FK Universitas Airlangga, FK Universitas Udayana dan FK Universitas Hasanuddin untuk menangani Propinsi NTT. "Paling tidak, untuk menghadapi era gobalisasi nanti kita harus menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri", tandas Dekan.
Tesis
Sembilan dokter spesialis yang dilepas beserta judul tesis masing-masing adalah: dr Setiaji SpP (judul tesis: Respon Imun Humoral Imunoglobulin-A terhadap Antigen 38kD M Tb pada Sputum Penderita Tb Paru, dengan Metode Imunositokimia), dr Henny Candrawati MKes SpP (tesis: Hubungan Body Mass Index (BMI) dengan Laju Endap Darah (LED) pada Penderita Tuberkulosis Paru Sesudah Pengobatan Antituberkulosis 6 Bulan), dr Bambang Triambodo SpB (tesis: Trigasi Kolon sebagai Pengganti Kolestomi pada Pembedahan Satu Tahap Penyakit Nieschsprong), dr Radhi Bakarman SpB (Penggunaan Madu Sebagai Penutup Primer Luka Insisi Steril dalam Upaya Pencegahan Parut Hipertropik dan Keloid), dr Tonny Hartono SpB (tesis: Netrofilia dan Kadar C Reaktif Protein (RP) Serum Positif pada Nyeri Tekan Titik MC Burney dapat Meningkatkan Sensitivitas dan Spesifisitas Diagnosis Apendisitis Akut Preoperatif), dr Susetyo Hari Purnomo SpB (tesis: Pemetaan Kelenjar Getah Bening Stadium sebagai Alternatif Sarana Penentuan Stadium pada Keganasan Usus Besar), dr Agung Teguh Kristanto SpB (tesis: Peran Asam Askorbat (Vitamin C) Sebagai Anti Oksidan dalam Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Penderita Cedera Kepala Berat), dr Eva Nirmala SpPD (tesis: Pengaruh Restriksi Kalori terhadap Apoptosis Sel Beta Pankreas dan Hubungan dengan Kadar Glukosa pada Tikus Tua), dan dr Evi Nurhamidah SpPK (tesis: Pembentukan Sel Busa dan Ekspresi Enzim Endotelial Nitric Oxide Synthase (eNOS) pada Aorta Rattus Norvegicus Stain Wistar yang Diberi Diet Tinggi Karbohidrat Dibandingkan Diet Tinggi Lemak). [nok]

Lokakarya Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi
13 Desember 2006
Berdasarkan penelitian Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi lebih kurang 10 tahun lalu, ditemukan kondisi yang sangat ironis: jumlah mahasiswa yang menempuh pendidikan sarjana sangat sedikit, tetapi jumlah sarjana yang menganggur sangat banyak.
Demikian Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito ketika membuka Lokakarya Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi, Rabu 13/12 di Gedung PPI Universitas Brawijaya.
Rektor mengatakan, kelemahan sarjana Indonesia lebih banyak terletak pada kemampuan selain ilmu pengetahuan, misalnya kemandirian, entrepreneurship dan sosial kemasyarakatan. Sarjana, menurut rektor, harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, khususnya bagi yang memiliki level pendidikan di bawahnya, dan bukan hanya sebagai pencari kerja. Salah satu solusi yang bisa menjawab permasalahan itu adalah dengan membuat sebuah kurikulum yang berbasis kepada kompetensi (KBK). Dalam membuat kurikulum, menurut rektor, harus dirancang seefisien mungkin karena menyangkut dosen serta penggunaan sarana prasarana yang dimiliki. Rektor mengharapkan agar program studi bekerja keras guna memenuhi target pada tahun ajaran 2007, sebagaimana yang telah disepakati bersama dalam lokakarya sebelumnya.
Lokakarya diikuti oleh para pembantu dekan I, ketua jurusan/bagian, ketua program studi, dan anggota tim penyusun KBK di masing-masing fakultas. Hadir sebagai pemateri Dr Haris A Syafrudie dari Universitas Negeri Malang, Prof Dr Kusminarto dan Dr Wisjnu Martani SU dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Materi yang diberikan dalam lokakarya meliputi KBK dan SCL, pengalaman dalam menyusun dan melaksanakan KBK dan SCL bidang ilmu eksakta dan non eksakta. Setiap peserta juga melakukan diskusi guna menghasilkan sebuah rumusan tentang KBK di Universitas Brawijaya.
Dari pelaksanaan lokakarya terungkap bahwa membuat KBK sangat rumit. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal di antaranya kesulitan menangkap kompetensi pengguna. Tetapi ketika kompetensi pengguna telah berhasil diperoleh, terjadi hambatan menjabarkan kebutuhan pengguna dalam sebuah kurikulum. Hambatan lain yang juga dialami dalam membuat KBK yaitu belum seragamnya penguasaan pemahaman dan pengetahuan tentang KBK itu sendiri.
Haris A Syafrudie dalam paparan tentang ”Pengembangan KBK dan SCL” mengungkapkan tiga kompenen penting dalam KBK, yaitu pengetahuan tentang ilmu, keterampilan dalam mengimplementasikan ilmu, serta sikap profesional.
Masyarakat saat ini telah mengenal berbagai konsepsi mengenai kurikulum meliputi kurikulum akademik yang dijalankan selama ini di Indonesia, kurikulum humanistik, kurikulum rekonstruksi sosial, dan kurikulum teknologi. Masing-masing kurikulum itu memiliki tujuan yang berbeda seperti kurikulum subyek akademik yang bertujuan untuk pengembangan pikiran rasional/kognitif, kurikulum humanistik yang bertujuan untuk pembentukan pribadi yang utuh, kurikulum rekonstruksi sosial yang bertujuan untuk memecahkan masalah sosial, dan kurikulum teknologi yang bertujuan untuk pembentukan kompetensi.
Sementara itu dua pembicara dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengungkapkan bahwa di UGM melalui Kantor Jaminan Mutu melakukan benchmarking bidang ilmu sebagai langkah menuju internasionalisasi serta menggali masukan dari alumni dan stakeholders (tracer study). Selain itu juga diungkapkan bahwa di UGM, student center learning (SCL) datang lebih dulu daripada KBK. SCL di UGM berlaku sebagai method of delivery dalam pelaksanaan KBK dan dengan SCL, kompetensi lulusan tidak hanya bersifat hard skill melainkan juga soft skill. [nik]

Lagi, Prof Soekartawi Membimbing dan Menguji Program Doktor di Australia
13 Desember 2006
Kepercayaan internasional kembali diperoleh Prof Dr Soekartawi, guru besar Fakultas Pertanian yang kini bertugas sebagai tenaga ahli Depdiknas. Kalau beberapa bulan lalu ia dipercaya menjadi asessor profesor di Universiti Sains Malaysia dan penguji (external examiner) program doktor di University of New Casle Australia, maka kini di University of Ballarat, Melbourne, Australia. Prof Soekartawi menyampaikan kabar ini melalui e-mail kepada PRASETYA Online.
Kali ini bukan saja ditugasi sebagai penguji, tetapi ia juga membimbing mahasiswa program doktor, sampai mengantarkan mahasiswa tersebut menyelesaikan program doktornya. Kepastian menjadi pembimbing mahasiswa pascasarjana di University of Ballarat, Melbourne tersebut diterima oleh Prof Soekartawi dari Research and Graduate Studies Office beberapa hari lalu.
Dalam komisi pembimbing, Prof Soekartawi bergabung bersama sejawatnya Prof Jerry Courvisanos dan Prof Diane Clingin. Dia satu-satunya pembimbing luar universitas yang berasal dari Indonesia. Karena itu dalam waktu dekat ini Prof Soekartawi akan bertolak ke Melbourne guna mendiskusikan proposal disertasi mahasiswa yang dibimbingnya.
Sudah menjadi kebiasaan Prof Soekartawi, setiap kali membimbing mahasiswa pascasarjana, ia selalu mendorong bimbingannya untuk menulis. Dalam seminar Aplikasi ICT di Jakarta bulan lalu, Soekartawi bersama mahasiswa bimbingannya menyampaikan makalah yang berjudul: "The Power of Cultural and Managerial Aspect towards ICT Adoption: A Case Study in Horticultural Agribusiness". Kini ia bersama mahasiswa dan komisi pembimbing  lainnya juga menyiapkan suatu artikel yang akan dikirim ke jurnal internasional dengan judul "Indonesian ICT Development and the Role of Agribusiness in National Economic Growth".
"Yah, ini sebuah pengakuan atau apresiasi yang dating dari komunitas akademis yang sayang kalau tawaran menjadi pembimbing dan penguji ini tidak diterima. Untuk menetapkan saya sebagai pembimbing itu saja tidak semudah seperti di sini, tetapi harus dievaluasi dari berbagai aspek penilaian", tutur Prof Soekartawi.
Dalam pandangan Prof Soekartawi, semakin banyak dosen yang terlibat di event-event internasional, akan semakin cepat Unibraw "go international", seperti yang tertulis dalam visi Unibraw. Karena itu ia tak bosan-bosan menyarankan agar pimpinan Unibraw mendorong stafnya untuk aktif dalam berbagai event internasional, baik di dalam maupun di luar negeri. [Skw]

Pembukaan Double Degree
12 Desember 2006
Upaya peningkatan pemerataan dan akses pendidikan di daerah menjadi salah satu tujuan pembukaan program double degree di Universitas Brawijaya, Selasa (12/12) di lantai VIII gedung Rektorat.
Prof Ir Liliek Sulistyowati PhD, ketua pengelola program ini menjelaskan, program ini dibuka untuk meningkatkan mutu dan daya saing lulusan menuju globalisasi. Program ini merupakan upaya menciptakan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif. "Sekali-kali kita jangan hanya jadi teknisi saja. Tapi jadi staf, gitu lho", ucapnya berseloroh.
Double Degree sendiri adalah sebuah program pendidikan yang mahasiswanya menjalani proses belajar di dalam negeri (Unibraw) dan di luar negeri. Prof Liliek menjelaskan, putera-puteri daerah yang terpilih akan menjalani masa kuliah selama dua semester di Unibraw, yang kemudian sesudahnya akan dikirim ke luar negeri selama tiga semester.
Pembukaan program double degree dilakukan Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, selaku penanggung jawab program ini. Dalam sambutannya, Prof Yogi mengungkapkan, para calon mahasiswa yang telah terseleksi harus mempersiapkan diri untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya. Pada bulan pertama, proses belajar-mengajar masih menggunakan bahasa Indonesia, tapi pada bulan berikutnya akan menggunakan bahasa Inggris secara penuh. Ini merupakan salah satu persiapan untuk proses belajar nantinya di luar negeri.
Rencananya, mereka akan dikirim ke beberapa negara, seperti Jepang, Belanda, Australia dan Malaysia. "Tergantung universitas mana yang mau menerima, dan sesuai dengan jurusannya," jelas Prof Liliek.
Ada beberapa persyaratan dan proses seleksi yang harus dilalui oleh calon mahasiswa. Mereka harus berasal dari S1 jurusan bioteknologi, agroindustri serta perikanan dan kelautan. Selain itu mereka harus mengikuti serangkaian proses seleksi, mulai dari wawancara, tes bahasa Inggris, syarat administrasi seperti IPK, pengalaman kerja, sampai pada kesanggupan untuk pulang dan  mengabdikan diri ke daerah asalnya. "Setelah selesai mengikuti program ini, mereka harus kembali mengabdikan diri ke daerah, minimal selama 10 tahun", tutur Prof Liliek.
Seleksi tersebut telah dilakukan di masing-masing daerah, September-November 2006 silam. Dari hasil seleksi itu daerah mengusulkan calon-calon untuk mengikuti program ini. Sampai sekarang, sebanyak 47 orang mahasiswa telah terpilih untuk mngikuti program double degree dalam bidang bioteknologi dan agroindustri. Sedangkan untuk jurusan Perikanan dan Kelautan sebanyak 28 orang. Mereka kemudian mengikuti proses orientasi kampus selama 2 hari pada 10-11 Desember 2006.
Prof. Liliek mengatakan ketiga jurusan tersebut mempunyai spesifikasi lagi. Bidang bioteknologi, dengan kekhususan agrokimia, misalnya belajar mengenai bagaimana membuat biofuel dari sagu, buah jarak atau yang lain. Bidang lainnya, agroindustri spesifikasinya pada rekayasa, prosesing dan kimia kayu hutan. Sedangkan bidang perikanan dan kelautan lebih ditekankan pada pembibitan ikan dan udang.
Selain tiga program tersebut, masih ada satu program lagi yaitu perencanaan pendidikan. Pesertanya nanti setelah lulus akan mengabdi ke Dinas Pendidikan. Program ini pun tidak menutup kemungkinan untuk mereka yang bukan pegawai negeri. Menurut Prof Liliek ada 50 orang yang telah terpilih. Khusus program bidang perencanaan pendidikan ini ditangani oleh Fakultas Teknik.
Prof Liliek menambahkan, program ini merupakan program beasiswa dari pemerintah melalui Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Departemen Pendidikan Nasional, yang diberi nama "Program Beasiswa Unggulan". Program yang dirintis ini, menurut Prof Liliek, merupakan cikal bakal Internasional School of Brawijaya University untuk program pendidikan strata 1 (S1).
Untuk mempersiapkan mahasiswa double degree panitia menghadirkan dosen dari LaTrobe University, Victoria, Australia, Dr Peter Green untuk memberikan kuliah. Peter kemudian menjelaskan bagaimana kuliah di luar negeri khususnya di Australia. Proses belajar mengajar di Australia sangat berbeda dilakukan di Indonesia. Pada ujian akhir tesis di Australia misalnya. Mahasiswa tidak langsung berhadapan dengan dosen penguji. Mereka cukup mengirimkan hasil tesisnya ke tim penguji. Setelah selesai dicek, hasilnya akan dikembalikan kepada mahasiswa, dengan revisi atau tidak.
Usai makan siang mahasiswa mengikuti tes TOEFL untuk memenuhi persyaratan untuk kuliah di luar negeri. Persyaratan skor yang harus mereka penuhi adalah 550. Jika tidak mencapai skor tersebut, menurut Prof Liliek, mereka tidak jadi berangkat ke luar negeri. [vty]

Konser Cinta PSM Unibraw
11 Desember 2006
Gedung Student Center (SC) Unibraw, Senin (11/12) menjadi saksi cinta PSM Unibraw terhadap seni suara. "A Lover's Concerto" sebuah tema yang diambil untuk konser itu. "Tema itu kami pilih untuk mengawali tahun 2007 yang akan datang dengan harapan datangnya tahun akan semakin baik," kata Ira Purnama Sari, pelatih PSM Unibraw. Eko Wahyudiyono, ketua pelaksana acara ini mengatakan konser kali ini merupakan wujud apresiasi paduan suara Unibraw. Selain tujuan untuk ke internal yaitu meningkatkan personal skill dari anggota PSM Unibraw.
Acara yang berlangsung hampir dua jam ini mengundang banyak perhatian dari berbagai kalangan. Gedung SC yang menjadi tempat mereka konser penuh dengan penonton. Konsep musik yang digarap Ira dikemas dengan sangat luwes. Image paduan suara yang berat dan terkesan sangat monoton tak tampak dalam konser malam itu. Berbagai macam bentuk dan formasi ia padukan menjadi sebuah tontonan yang menarik. Mereka tidak hanya tampil dalam formasi paduan suara saja. "Kami mencoba untuk menampilkan kepiawaian teman-teman dalam bersolo, duet, trio, kuartet dan septet," jelas Ira. Style lagu yang mereka bawakan pun bervariasi dari jaman renaissance, klasik, romantik sampai kontemporer dan jazz.
Tema cinta yang mereka hadirkan tidak ketinggalan dari awal sampai akhir. "Pesan utama yang ingin kamu sampaikan adalah esensi cinta," terangnya lagi. 18 lagu yang dibawakan tidak membuat penonton bosan.
Kemasan lagu yang berbeda menjadi warna baru di PSM UB. Gebrakan warna baru yang diusung oleh mereka tidak berhenti di situ saja. Kostum mereka pun menunjukkan gaya tahun berapa lagu tersebut dibuat. Sangat menarik walau tidak total. Penampilan mereka mengundang decak kagum sampai ke penghujung pergelaran. Style lagu jazz lengkap dengan band pendukung adalah warna terbaru yang mereka tampilkan. Sangat menarik. [vty]

Talk Show: Diversifikasi Emergency Food
11 Desember 2006
Maraknya bencana yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini melatarbelakangi Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himalogista) untuk turut mengkaji penyediaan gizi makanan bagi para korban melalui emergency food. Diungkapkan Ketua Himalogista, Irawan Setia, kegiatan “Talk Show Emergency Food” yang diselenggarakan di Gedung PPI Universitas Brawijaya pada Senin (11/12) ini bertujuan untuk menelaah diversifikasi pada jenis emergency food. “Jika selama ini mi instan menjadi andalan pada saat darurat bencana, maka melalui kegiatan ini kita ingin merumuskan alternatif diversifikasi emergency food”, katanya.
Hadir sebagai pemateri dr Ongko Wijoyo yang mengkaji aspek nutrisi, perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sidoarjo yang memberikan gambaran penanganan korban bencana lumpur panas Sidoarjo, tim SAR, RSJ Lawang dengan materi penanganan stress pasca bencana, dan akademisi Jurusan THP Unibraw, Siti Narsito Wulan STP MP yang membahas dari aspek “Teknologi Pangan”.
Siti Narsito Wulan menjelaskan, emergency food adalah produk pangan yang akan diberikan pada orang-orang dalam keadaan emergency/darurat bencana. “Masa emergency atau darurat bencana adalah 3x24 jam sampai 2 minggu setelah bencana terjadi”, katanya. Banyak hal yang harus diperhatikan sebagai karakteristik suatu produk menjadi emergency food, di antaranya: kualitas nutrisi, praktis (bentuk kering maupun berkadar air tinggi dengan sterilisasi tinggi), aman dikonsumsi (tidak ada cemaran biologis maupun kimiawi), cukup awet, serta dapat diterima. “Korban bencana alam dalam kondisi emergency mengalami trauma psikologis yang cukup berat, sehingga dibutuhkan penanganan nutrisi serius”, katanya. Dijelaskannya, jika sama-sama tidak makan, karena beban psikologinya korban bencana alam memiliki waktu harapan hidup separuh lebih rendah dari orang normal. Untuk itu, menurut Wulan dibutuhkan konsumsi nutrisi yang utamanya menunjang unsur kalori (karbohidrat), protein dan mikronutrien (vitamin dan mineral). Bentuk emergency food selama ini yang dikenal secara umum di Indonesia adalah mi instan. Sementara itu, di luar negeri menurut Wulan, emergency food telah dikenal dalam berbagai bentuk dan bukan hanya dipakai ketika bencana tetapi juga dipakai pada waktu musim dingin. Berbagai jenis emergency food tersebut di antaranya adalah MRE (meal ready to eat) yang biasa dikenal dengan ransum ABRI, dehydrated food, dryed food, serta biskuit tinggi kalori. Rekayasa yang diperlukan untuk memproduksi berbagai jenis makanan tersebut meliputi: pemilihan bahan dan ingredient, teknologi processing (teknik pengeringan, teknik pengawetan dan sterilisasi), serta teknologi pengemasan yang menjamin kualitas produk dan kemudahan dalam distribusi.
“Dengan penggunaan teknologi tinggi serta bersifat aksidental, pengadaan emergency food lebih cocok ditangani industri skala menengah ke atas”, ungkapnya. Wulan mengatakan, dibutuhkan manajemen emergency food secara serius dari dinas yang terkait. “Di luar negeri, penanganan bencana alam telah terkonsep sedemikian rupa sehingga ketika terjadi bencana, pihak terkait segera menghubungi produsen makanan, grosir, ataupun restoran yang siap dengan relawan yang terlatih”, katanya. [nok]

Himalogista Great Event
11 Desember 2006
Serangkaian kegiatan yang terkemas dalam Himalogista Great Event (HGE) untuk kedua kalinya diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himalogista). Aneka kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari, Senin 11/12 hingga Rabu 13/12, dengan acara: Seminar dan Pelatihan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), Talk Show Emergency Food, dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Sebagai penutup sekaligus puncak acara digelar Seminar ISO 22000 pada hari Sabtu 23/12.
Dikemas dengan tema “Keamanan Pangan dan Pengembangan Produk”, menurut Ketua Himalogista Irawan Setia, diharapkan melalui acara ini akan terjadi transfer ilmu antara akademisi, masyarakat dan praktisi dalam dunia industri pangan.
Hadir sebagai pemateri dalam seminar HACCP antara lain Dra Umi Baroroh Apt dari BPPOM, staf pengajar Jurusan THP FTP Unibraw Ir Tri Wahono MS, serta praktisi dari beberapa industri makanan/minuman ternama seperti Nestle, Pocari Sweat dan Ajinomoto.
Dalam paparan berjudul “Keamanan Pangan”, Umi Baroroh menjelaskan, pengawasan pangan, obat dan makanan/minuman (POM) di Indonesia dilakukan oleh 3 elemen, yaitu: pemerintah sebagai regulator, produsen yang memproduksi bahan makanan sesuai standar, serta konsumen yang diharapkan dapat memilih produk yang aman. “Standardisasi keamanan pangan dilakukan dalam setiap lini pengolahan mulai dari pengadaan bahan baku sampai pada penanganan barang jadi”, ungkapnya. Sementara bagi konsumen, diperlukan kecerdasan dan ketelitian dalam memilih produk yang aman. “Yang perlu menuntut perhatian lebih adalah makanan/minuman yang dijajakan di lingkungan sekolah, terutama TK/SD”, ungkapnya. Lebih spesifik lagi dikatakannya, sekolah-sekolah pinggiran tentunya lebih berisiko tinggi daripada sekolah-sekolah “jetset”.
Sekolah “jetset” menurutnya biasa memiliki kantin sendiri dengan pagar sekolah sangat tinggi sehingga anak-anak tidak dapat berhamburan keluar sekolah atau membawa bekal makanan dari orang tuanya sehingga mereka telah cukup dengan bekal itu dan tidak jajan di luar. Terkait hal ini, BPPOM menurut Umi telah bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional Untuk memantau makanan/minuman yang beredar di kalangan anak sekolah terutama untuk makanan/minuman yang mengandung bahan tambahan pangan (BTP). Ditegaskan, keamanan pangan sangat berkorelasi dengan kondisi perekonomian suatu bangsa, khususnya daya beli masyarakatnya. Yang sulit menurut Umi adalah mengubah perilaku masyarakat, sehingga untuk menanganinya dibutuhkan kerja keras dan sosialisasi terus-menerus. Terhadap industri yang menggunakan BTP, pihak BPPOM tidak lantas langsung mencabut ijin produksi, melainkan dengan menghentikan produksi, yang kemudian dilanjutkan dengan pembinaan. “Mereka umumnya industri kecil yang tidak mengerti apa itu BTP, karena pada umumnya mereka membeli dalam kemasan yang menyamarkan jenis BTP tersebut”, katanya.
Sementara itu LKTI yang merupakan rangkaian HGE, menurut ketua pelaksana, Muhammad Iqbal, telah berhasil mengumpulkan 30-40 makalah. Tema besar LKTI ini adalah “Pengembangan Pangan, Obat dan Minuman yang Berbasis  Potensi Daerah”.
Bertindak sebagai juri beberapa orang staf pengajar FTP, yang akan menilai karya tulis itu dengan kriteria: inovasi, penggalian potensi pengembangan daerah, serta teknis penulisan.
Berbarengan dengan seminar dan pelatihan HACCP,  di lantai 1 gedung Widyaloka pada saat yang sama diselenggarakan kegiatan “Food Technology and Product Expo”. Beberapa usaha kecil menengah (UKM) seperti Bakpao Telo, Klepon Telo, Kripik Ayam Situbondo, berpartisipasi dalam pameran tersebut. Termasuk pula beberapa Himpunan Mahasiswa Jurusan, seperti Teknologi Hasil Pertanian, Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Hasil Perikanan, Teknologi Hasil Ternak dan Politekkes Gizi, yang memamerkan penelitian mereka mengenai teknologi pangan. [nok]

Generasi Berteknologi Komunikasi
10 Desember 2006
Ponsel yang awalnya hanya digunakan untuk berbicara dalam kurun waktu yang singkat telah dapat digunakan untuk mengirim atau menerima pesan teks, e-mail, pesan bergambar, kamera, musik dan lainnya. Evolusi teknologi komunikasi ini dimulai dari teknologi layanan yang dikenal sebagai 1G sampai sekarang yang marak adalah teknologi 3G. Istilah itu digunakan untuk standart teknologi internasional. Tujuannya, meningkatkan efisiensi dan memperbaiki jaringan seluler.
Perkembangan teknologi tidak akan berhenti untuk terus merangkak naik. Kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan terus difasilitasi oleh vendor dan operator seluler. Seminar Next Generation Communication Technology 2006 mencoba untuk mengenalkan teknologi komunikasi yang terkini dan mengenalkan teknologi yang akan datang. Acara yang diadakan di gedung Widyaloka Unibraw pada Minggu (10/12) mengundang banyak perhatian dari mahasiswa jurusan Elektro dan siswa dari SMK Telkom.
FA Doni, ketua pelaksana acara seminar mengatakan acara ini menghadirkan pembicara dari Telkom, Indosat dan Sampoerna. Acara ini dibagi empat sesi. Sesi pertama diisi oleh Arief Hamdani dari Telkom dan IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers). Ia membahas mengenai perkembangan teknologi secara global. Perkembangan teknologi komunikasi dari 1G ke 3G menurutnya perlu persiapan dari generasi muda. Ada lima hal yang perlu dilakukan. Diantaranya formal education, paket skill, pengetahuan, sikap untuk melengkapinya. Ketiga hard skill dan soft skill. Lainnya adalah kemampuan berorganisasi dan sertifikasi yang sah. Kelima syarat tersebut akan memudahkan untuk memasuki dunia kerja.
Sesi kedua membahas mengenai aplikasi 3G pada mobile phone yang diisi oleh M. Iman Nashiruddin, engineering solution manager dari Indosat. Nashirudin mengatakan trend konvergensi dari fix, mobile dan internal menjadi agenda tersendiri bagi Indosat. Tahun 2010 Indosat telah merancang perubahan dunia telekomunikasi. "Program tersebut kami beri nama I-FUN 2010 Vision,"katanya. Program ini mempersatukan all IP, broadband, paket jaringan multimedia yang teritegrasi dengan wireline dan wireless. Ini sebuah bukti bahwa perkembangan telekomunikasi akan terus berkembang seiring berjalannya waktu.
Sesi selanjutnya Rudy Yuwono ST MSc, dosen elektro Unibraw dalam seminar membahas perkembangan tersebut dengan tema "4G based on Ultra Wide Band." 4G yang dilengkapi dengan layanan multimedia, teleconferencing, videoconferencing, wireless internet dan lainnya merupakan generasi masa depan telekomunikasi. 4G juga dilengkapi dengan bandwiths yang tinggi, harga yang murah dan jaringan yang luas. Ia menjelaskan bahwa 4G berbasis pada Ultra Wide Band Communication (UWB) yang mempunyai fractional bandwidths sampai 1,5GHz. Sesi terakhir, seminar ini kemudian mengarah pada tahapan aplikasi teknologi komunikasi yang berhubungan dengan dunia industri. Andreas Herman, perwakilan dari Sampoerna mengambil tema "Perkembangan teknologi komunikasi pada industri." [vty]

Munas III APTARI
9 Desember 2006
Asosiasi Pendidikan Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI), Sabtu (9/12) menggelar musyawarah nasional (Munas) di PPI Unibraw. APTARI yang telah berjalan hampir sembilan tahun ini merupakan wujud usaha pengembangan mutu lulusan Arsitektur Indonesia. Selain itu menurut Ir Sigmawan Tri Pamungkas MT, Sekretaris Jurusan Arsistektur Unibraw, keberadaan asosiasi ini akan diikuti dengan adanya pendidikan profesi setelah S1 selama dua semester.
APTARI sendiri telah mempunyai anggota sebanyak 34 dari perguruan tinggi di Indonesia. Pada MUNAS III yang diadakan di Unibraw ini hanya dihadiri 18 anggota. Munas III dibagi menjadi dua sidang pleno. Sidang pleno pertama membahas mengenai pengesahan rancangan acara, pembacaan tata tertib dan pemilihan ketua sidang. Laporan pertanggungjawaban ketua APTARI periode 2003-2006, tanggapan peserta dan pengesahan laporan pertanggungjawaban serta pemilihan formatur dan mid formatur.
Sidang pleno kedua membahas mengenai pengesahan pengurus APTARI 2007-2009, penyampaian usulan-usulan penyusunan program kerja pengurus 2007-2009, serah terima pengurus APTARI 2003-2006 kepada pengurus APTARI 2007-2009 dan sambutan ketua APTARI periode 2007-2009.
Pada periode sebelumnya (2003-2006) APTARI diketuai oleh dosen dari UGM, Ir. Bambang Hari Wibisono MUP MSc PhD, sedangkan pada MUNAS III ini menghasilkan ketua baru, Ketua Jurusan Arsitektur ITS, Bambang Sumardiono. [vty]

Seminar Nasional Pendidikan Arsitektur
9 Desember 2006
Seorang arsitek tidak cukup hanya berpendidikan formal (S1). Seorang arsitek bukan sekedar sarjana. Mereka harus seorang profesional di masa depan. Gambaran itulah yang dapat diungkapkan kenapa Seminar Pendidikan Arsitektur ini diadakan. Tito Haripradianto ST MT, ketua pelaksana acara ini mengatakan selain alasan itu acara ini juga sebagai salah satu bentuk hasil mereka setelah mendapatkan program hibah kompetisi A2 tahun 2005. Sebelumnya jurusan arsitektur telah mengadakan beberapa agenda untuk meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia khususnya mahasiswa dan pengajar. Program yang diadakan diantaranya pelatihan grafis untuk mahasiswa baru, penelitian mahasiswa, pelatihan bahasa asing dan software. Ia mengatakan dana hibah ini 80% ditujukan untuk mahasiswa dan 20% sisanya untuk pengajar.
Seminar Nasional Pendidikan Arsitektur 2006 diadakan Sabtu (9/12) di PPI Unibraw. Pelaksana acara dari jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Unibraw mengambil tema "Mempersiapkan Sarjana Arsitektur sebagai Profesional". Seminar dibagi menjadi tiga sesi. Pada sesi pertama membahas tentang mempersiapkan sarjana arsitektur sebagai profesional dari perspektif pengguna jasa (stakeholder). Sesi ini menghadirkan pembicara dari pemerintah, Ir. Antonius Budiono MCM dan Dr-Ing Jo Santoso dari pihak swasta yang dimoderatori oleh Ir Heru Sufianto MArch ST
Mendorong sarjana arsitektur yang profesional menurut Budiono menjadi tanggung jawab semua pihak, pemerintah, asosiasi profesi, perguruan tinggi, masyarakat dan calon/sarjana arsitektur sendiri. "Ada beberapa hal yang dapat dilakukan diantaranya menekankan penting profesionalisme pada masa pendidikan," katanya memberi contoh. Ia juga menambahkan pada saat masa pengabdian arsitek harus menerapkan semua ilmu dan pengetahuan secara konsisten dan bertanggungjawab.
Heru Sufianto dari pihak swasta mengatakan seorang arsitek adalah seorang planner and designer di konsultan. Mereka pun harus mempunyai kemampuan berfikir pada tingkat makro dan meso level dan menguasai bahasa arsitektur. Selain kemampuan detail drawing, finishing touch, project supervisor dan kemampuan lain yang mendukung. Heru juga mengungkapkan beberapa kelemahan pendidikan arsitetur S1 secara umum. Sarjana arsitektur hanya terlatih berpikir dan memahami kondisi dan masalah pada tingkat meso dan makro secara integratif. Mereka juga hanya terlatih berpikir dengan pendekatan proses pengembangan bukan pada produk/hasil akhir. Pengetahuan mendasar mengenai livability (quality of life) and sustainability of human habitat pun masih kurang. Kekurangan yang lain pada masalah pengetahuan mengenai sosial, politik, ekonomi dan kompetensi yang umum. Heru menyarankan perlu dibangun dimensi messo di S1 dan makro di S2. Selain itu perlu dikembangkan beberapa konsentrasi yang dilengkapi dengan mata kuliah yang terkait dengan dunia kerja.
Sesi kedua membahas tentang "Mempersiapkan sarjana arsitektur sebagai profesional dari perspektif lembaga pendidikan formal" oleh Ir. Basauli Umar Lubis MSA PhD. Pada sesi ini juga membahas "Mempersiapkan sarjana arsistektur sebagai profesional dari perspektif asosiasi" oleh Prof Dr Ir Sandi Aminuddin Siregar MArch. Upaya untuk tanggap terhadap perkembangan menurut Basauli seyogyanya ada program pendidikan arsitektur mewadahi dan memberikan hal yang bersifat knowledge–skills–attitudes.  Ia juga menambahkan penanaman yang paling sulit adalah pada values dan attitudes. Sandi memandang lain tentang prasyarat seorang arsitek profesional. Selain adanya dasar seperti yang diungkapkan oleh Basauli. Menurutnya perlu adanya komunikasi antara dunia pendidikan dan dunia praktek.
Sesi terakhir diisi oleh Ir. Ahmad Fanani yang membahas mengenai "Mempersiapkan Sarjana sebagai profesional dari perspektif profesi."  Menurutnya memulai perubahan pada mata ajaran untuk diarahkan kepada kompetensi arsitektur. Misalnya mata ajaran pendukung seperti matematika, fisika, mekanik teknik sampai agama harus ditafsir ulang sejak muatan materi hingga cara pembelajarannya. "Porsi teori dikurangi dan porsi praktis ditambah untuk meningkatkan kompetensinya," usulnya. Selain itu menurutnya masih banyak lagi yang dapat dikaji dan ditafsir ulang termasuk media penyampaian pelajaran. [vty]

AMDAL dan Perizinan Harus Jadi Satu Kesatuan Sistem Hukum
9 Desember 2006
Pengelolaan lingkungan harus memiliki standar nilai yang obyektif dan universal agar mutu lingkungan terpelihara dan terlestarikan. Perlu diupayakan strategi pendekatan hukum yang tepat dalam rangka menyelesaikan perbedaan persepsi dalam mengelola lingkungan, serta memanfaatkan secara optimal peraturan perundang-undangan No. 23/1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup. Demikian ungkap Taufik Iman Santoso dalam disertasinya yang berjudul “Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan sebagai Instrumen Perlindungan Hukum (dalam Perspektif Hukum Lingkungan)”. Ujian disertasi itu berlangsung Sabtu 9 Desember 2006 dengan ketua sidang Prof Dr Ir Soemarno MS. dipromotori oleh Prof Dr I Dewa Gede Atmadja SH MS, dengan ko promotor Dr I Nyoman Nurjaya SH MH dan Dr Syamsul Maarif SH LLM. Tim penguji terdiri dari Prof Dr Hj Made Sadhi Astuti SH, Prof Dr Daud Silalahi SH, Prof Dr Moch Munir SH MS, dan Prof Abdul Mukhtie Fadjar SH MS.
Lebih lanjut diungkapkan Taufik, pelaksanaan dan penegakan hukum lingkungan selama ini didominasi oleh bentuk-bentuk hukum yang bersifat represif dan masih dilakukannya penegakan hukum secara reaktif dan parsial. Karena itu pengelolaan dan penegakan hukum lingkungan, menurut dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya ini, dapat berhasil, bila administrasi pemerintahan berfungsi secara efektif dan terpadu dalam rangka memberikan perlindungan hukum pada seluruh stakeholder. Peraturan pemerintah No 27/1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) sebagai acuan putusan kelayakan lingkungan dari hasil Amdal, hanya ditempatkan sebagai bagian dari proses prasyarat kelengkapan permohonan dari suatu sistem perizinan. Amdal, ungkap Taufik, tidak ditempatkan dalam suatu bentuk putusan administrasi yang bersifat final. Padahal seharusnya, sebagai suatu sistem hukum perencanaan, Amdal dapat memberikan landasan (basic idea) bagi pengelolaan lingkungan dalam rangka menerapkan prinsip kehati-hatian. Amdal seharusnya menjadi instrumen pencegah dan penataan serta pengendali masalah lingkungan yang utama dalam komponen pemberian izin.
Penelitian Taufik merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan komparatif dan pendekatan konseptual. Berdasarkan penelitiannya Taufik merekomendasikan beberapa hal. Pertama, perlu dilakukan penataan kembali soal perizinan tentang lingkungan, yang menempatkan Amdal dan izin menjadi satu kesatuan sistem hukum perizinan, dengan Amdal sebagai teknis pengelolaan lingkungan, dan izin kegiatan sebagai legalitasnya. Amdal harus ditempatkan dalam kedudukan sebagai suatu ketetapan administratif yang konkret, individual dan final dalam rangka pencegahan pencemaran dan perlindungan lingkungan. Kedua, secara berkala perlu dilakukan lagi peran evaluasi mengenai dampak lingkungan dari kegiatan dan/atau usaha tertentu yang telah memiliki Amdal.
Hal itu menurut Taufik, terjadi perkembangan lingkungan dalam kurun waktu tertentu, yang berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat. Ketiga, dalam rangka menata perizinan yang memenuhi kriteria good governance, dalam prosedur Amdal guna memperoleh izin, perlu dibuat sebuah base line mengenai rona lingkungan awal pada setiap daerah yang akan dilakukan pengembangan usaha atau kegiatan.
Dalam yudisium, Taufik dinyatakan lulus dengan sangat memuaskan (IPK 3,76) dan berhak atas gelar doktor ilmu hukum dengan minat hukum lingkungan. Dr Taufik Iman Santoso SH MHum (43 tahun) adalah sarjana hukum lulusan Universitas Brawijaya (1987) dan mendapatkan magister dari Universitas Surabaya (1995). [nik]

Seminar Nasional Desain WEB
9 Desember 2006
Perkembangan teknologi informasi makin menuntut kualitas keahlian dan kreativitas yang dimiliki seseorang yang menekuni dunia cyber. Berangkat dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang teknik membangun website yang interaktif, Fakultas MIPA Universitas Brawijaya menyelenggarakan Seminar Nasional Desain WEB yang berlangsung, Sabtu 9 Desember 2006 di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. Kegiatan yang dihadiri oleh Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Drs Tjahjanulin Domai MS dan pembantu dekan III Fakultas MIPA Universitas Brawijaya Drs Warsito MS itu diikuti oleh ratusan peserta.
Hadir sebagai pemateri yaitu Zeembry dari Baba Flash dengan materi berjudul ”Web Content, Desain Web dan Animasinya” serta Herman Tolle ST dari Universitas Brawijaya dengan materi ”Perkembangan Teknologi Informasi dalam Bidang Software”. Zeembry yang telah banyak menghasilkan buku itu mengungkapkan karya desain web merupakan alat komunikasi. Seorang desainer harus bisa menyampaikan sesuatu pesan lewat karyanya dan publik bisa mengerti dan puas menikmati karyanya. Agar seseorang menginginkan menjadi seorang desainer web yang handal, cara paling murah dan mudah adalah banyak latihan, banyak berkarya, bergabung dengan komunitas desain serta jangan berhenti belajar. Kendala yang sering dihadapi seorang desainer Web adalah memunculkan ide. Untuk mengatasi kendala itu Zeembry menyarankan agar sering mencari referensi di buku-buku desain atau surfing di internet.[nik]

Pembangunan Lancar Bila Sesuai Kondisi Sosial Budaya Masyarakat
9 Desember 2006
Upaya perbaikan pelaksanaan pemerintahan daerah, ditunjukkan dengan berbagai perubahan dasar hukum yang melandasinya, mulai dari UU No 5/1974, UU No 22/1999 dan terakhir UU No 32/2004. Nampak bahwa asas desentralisasi kian mendapatkan kesempatan untuk diimplementasikan. Demikian Drs M Safii MSi dalam disertasi berjudul “Kebijakan Pembangunan Ekonomi Daerah: Kajian Pengembangan Model Kebijakan Pembangunan Ekonomi Daerah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Periode 1998-2003 dan 2004-2006”.
Ujian disertasi tersebut berlangsung Sabtu, 9/11, di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Sidang ujian dipimpin oleh dekan FIA Unibraw, Dr Suhadak MEc. Bertindak selaku promotor Prof Drs Solichin Abdul Wahab MA PhD, dengan kopromotor Prof Dr Sjamsiar Indradi, dan Dr Sumartono MS. Dosen penguji terdiri dari Prof Dr M Irfan Islamy MPA, Prof Dr Harry Susanto SE SU, Dr Soesilo Zauhar MS, dan Prof Dr Kabul Santoso MS.
M Safii yang saat ini adalah Bupati Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, mengatakan, permasalahan mendasar yang belum teratasi dalam lingkup kebijakan otonomi daerah adalah keterbatasan pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Masih terjadi ketergantungan yang sangat tinggi terhadap kucuran dana dari pemerintah pusat yang berbentuk dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK) dan dana perimbangan. Ketidaksiapan aparatur pemerintah daerah dalam menghadapi otonomi daerah menurut Safii, menjadikan banyak daerah masih kesulitan untuk mencari sumber pembiayaan yang otonom. Kondisi itu, ungkap Safii, diperparah dengan adanya fakta alokasi dana pembangunan daerah belum tepat sasaran.
Fenomena tersebut juga menimpa Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada periode 1998-2003. Waktu itu, pembangunan yang dilakukan dinilai tidak tepat pada sasaran. Pada periode itu, pembangunan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan lebih terkonsentrasi pada pemenuhan sarana infrastruktur fisik semata, dan kurang memprioritaskan sektor pembangunan yang terkait dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal itu berakibat pada orientasi untuk pembukaan sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dan membuka lapangan kerja guna mengatasi pengangguran dan kemiskinan kurang mendapat prioritas. Termasuk tidak terpenuhinya tingkat kesejahteraan di bidang pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, perindustrian, perdagangan dan jasa. Untuk mengatasi hal ini diperlukan strategi pembangunan yang tepat sesuai dengan potensi daerah, selain juga diperlukan kebijakan yang mengutamakan asas keadilan dalam rangka menentukan sektor mana yang perlu diprioritaskan.
Hasil penelitian Safii mendapatkan fakta, sebagian besar masyarakat masih mempersepsikan pembangunan sebagai area kerja fisik. Selain itu, pembangunan yang diusulkan hanyalah cerminan dari keinginan, dan bukan cerminan kebutuhan sebagai modal perbaikan kehidupan ke arah yang lebih baik. Safii merekomendasikan agar dilakukan pendekatan gabungan antara pendekatan partisipatif dan teknokratik, dengan syarat harus sesuai dengan kondisi sosial budaya tertentu yang berlaku di masyarakat. Rekomendasi yang juga ditawarkan Safii, di antaranya melakukan revitalisasi pada lembaga ekonomi daerah, pengembangan sumber daya manusia, melakukan optimalisasi kinerja birokrasi, serta melakukan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam yudisium, M Safii dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,60) dan berhak menyandang gelar doktor dalam doktor ilmu administrasi dengan minat administrasi publik.
Dr M Safii MSi, pria kelahiran Daha Selatan 42 tahun silam, adalah sarjana FISIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin (1989) dan meraih magister sains dari Universitas Hasanuddin Makassar (1994). Pernah menjabat sebagai ketua jurusan ilmu pemerintahan FISIP Unlam (1996-1999), Direktur Diploma III FISIP Unlam (1999-2002), dan sejak 2002 hingga sekarang masih menjabat sebagai pembantu dekan III FISIP Unlam. [nik]

Tatacara Pertimbangan dan Pengangkatan Calon Pembantu Rektor
8 Desember 2006
Rektor selaku Ketua Senat Universitas Brawijaya, menetapkan tatacara pertimbangan dan pengangkatan calon pembantu rektor Universitas Brawijaya. Ketetapan ini tertuang dalam Keputusan nomor 179/SK/2006 yang ditandatangani Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito tanggal 8 Desember 2006.
Syarat
Dalam keputusan itu ditetapkan persyaratan calon pembantu rektor, antara lain: berusia tidak lebih dari 61 tahun saat diangkat, dosen yang serendah-rendahnya lulusan program magister dengan jabatan fungsional sekurang-kurangnya lektor kepala, tidak sedang studi lanjut, mengutamakan kepentingan universitas di atas kepentingan pribadi, tak pernah melanggar PP nomor 30/1980 tentang displin pegawai negeri sipil, serta sehat jasmani dan rohani.
Dua tahap
Tentang tatacara pertimbangan calon pembantu rektor, ditetapkan pertimbangan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pendaftaran dan tahap pertimbangan. Tahap pendaftaran dilakukan oleh panitia yang dibentuk Rektor (Panitia mendaftar semua dosen yang berhak dicalonkan sebagai pembantu rektor). Rektor memilih tiga nama calon terdaftar untuk masing-masing calon pembantu rektor, untuk selanjutnya diusulkan kepada Senat Universitas. Apabila yang mendaftarkan diri kurang dari tiga orang, maka rektor mengusulkan sesuai dengan jumlah calon pembantu rektor yang mendaftar.
Pertimbangan senat
Pertimbangan dilakukan oleh Senat Universitas dengan prinsip demokrasi, terbuka, jujur, adil, bertanggung jawab dan memperhaikan rekan jejak calon. Proses pertimbangan dilakukan secara musyawarah dan mufakat. Apabila tidak tercapai, pertimbangan dilakukan dengan pemungutan suara berdasar prinsip satu orang satu suara. Rapat Senat memberikan pertimbangan kepada Rektor dua nama untuk masing-masing calon pembantu rektor sesuai dengan perolehan suara.
Rektor mengangkat salah satu nama untuk masing-masing pembantu rektor dangan memperhatikan pertimbangan senat.
Di Universitas Brawijaya, pergantian pembantu rektor dilakukan secara periodik setiap empat tahun. Pembantu rektor diangkat dan diberhentikan oleh Rektor setelah mendapat pertimbangan Senat. [Far]

Melalui BHPMN, Mahasiswa Peroleh Layanan Prima
8 Desember 2006
Bekerja sama dengan Forum Studi Mahasiswa Pengembangan Penalaran (Fordimapelar), Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (EM FE) Universitas Brawijaya mengadakan dialog BHPMN (badan hukum pendidikan milik negara). Kegiatan ini diselenggarakan di basemen Gedung-E FE Unibraw. Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Yogi Sugito hadir dalam kesempatan tersebut, dan mahasiswa bebas menyampaikan aspirasinya. Mereka tampak antusias walau sore itu kota Malang diguyur hujan lebat. Sempat terlontar dalam diskusi santai tersebut, berbagai ide, solusi, kritik serta kekhawatiran demi tujuan bersama menuju peningkatan kualitas Universitas Brawijaya dan perwujudannya sebagai organisasi yang sehat.
Rektor menjelaskan, BHPMN merupakan kesempatan berharga bagi keluarga besar Universitas Brawijaya serta seluruh stakeholder-nya. Kewenangan dalam mengatur rumah tangga sendiri sebagai kunci dalam otonomi, menurut Rektor merupakan modal bagi peningkatan kualitas. ”Bagi mahasiswa, melalui BHPMN akan diperoleh pelayanan prima”, ungkap Prof Yogi yang juga guru besar Fakultas Pertanian. Dijelaskan lebih lanjut, transformasi budaya PNS menjadi budaya korporasi akan menjadikan mahasiswa sebagai customer yang berhak mendapat layanan prima. ”Melalui manajemen yang proposional, diupayakan tidak akan ada lagi dosen yang ngajar ataupun karyawan yang bekerja seenaknya”, katanya. Dalam BHPMN menurut rektor output yang berkualitas merupakan salah satu parameter utama dengan standarisasi internasional.
”Dalam hal ini kita dapat berkiblat pada UGM yang telah melakukan penjaminan mutu dalam berbagai tingkatan yaitu kantor penjaminan mutu di tingkat rektorat, gugus penjaminan mutu di tingkat fakultas dan unit penjaminan mutu di tingkat jurusan”, tuturnya.
Sempat terlontar pertanyaan mahasiswa mengenai prinsip keadilan dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru. ”Apa yang menjadi prioritas Universitas Brawijaya dalam penerimaan mahasiswa baru nantinya?”, tanya mahasiswa itu. Menanggapi ini, Rektor menyinggung kasus gugatan APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) yang sedang ramai diperbincangkan. Menurut Rektor, seleksi penerimaan mahasiswa baru tetap diupayakan berorientasi pada kualitas. Jika diibaratkan kampus sebagai sebuah proses produksi, maka proses yang baik sangat ditentukan oleh input yang unggul, yang harapannya akan menghasilkan output yang unggul pula. ”Saya sangat sedih jika mendengar ada alumni Universitas Brawijaya yang menganggur”, katanya. Lebih lanjut Rektor mengatakan, upaya tracer studies yang telah lama dilakukan dapat menjadi dasar analisis bagi eksistensi alumni Universitas Brawijaya. ”Secara jujur harus diakui, mahasiswa berkuliah di perguruan tinggi sebagian besar adalah untuk kerja, sehingga ini menjadi salah satu parameter keberhasilan”, ujar Rektor.
Dalam diskusi tersebut, Rektor sempat "membocorkan" target turunnya SK berdasar pada pengajuan proposal yang diajukan oleh Universitas Brawijaya, yaitu tahun 2007 dengan masa transisi 10 tahun, sehingga BHPMN akan mulai berjalan pada 2017. ”Mulai saat ini kita bisa melakukan persiapan dalam berbagai hal, karena 'Belanda' sudah dekat”, katanya. Dalam masa persiapan tersebut menurut Rektor banyak hal yang harus dilakukan, di antaranya penyediaan sarana dan prasarana yang berstandar internasional. Secara khusus, Rektor menyebutkan, sarana laboratorium jika memenuhi standar tersebut nilainya mencapai  Rp 1,7 trilyun. ”Dari mana dana untuk memenuhi itu semua?”, ungkap Rektor seraya mengajak mahasiswa untuk berpikir bersama.
Lebih lanjut dikatakannya, kita hidup di lingkungan miskin, pemerintah yang miskin serta masyarakat yang miskin. BHPMN menurut Rektor sangat diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk memenuhi standard internasional. Dalam rangka memanfaatkan kesempatan tersebut, dalam waktu dekat Universitas Brawijaya menurut Prof Yogi sedang menyongsong kerjasama dengan JBIC (Japan Bank International Corporation) yang bersedia mendanai kegiatan entrepreneurship yang dilangsungkan di Universitas Brawijaya. ”Hal ini bisa diselaraskan dengan upaya Universitas Brawijaya untuk menjadi entrepreneural university yang juga mencakupi teaching university serta reserch university sebagai proses di dalamnya”, ungkap Rektor.  Dalam diskusi tersebut muncul pula usul tentang proporsi mahasiswa dalam MWA (majelis wali amanah), serta beberapa kekhawatiran seperti independensi Unibraw dalam status BHPMN, kesiapan Unibraw serta kenaikan SPP. [nok]

Yudisium Program Pascasarjana
8 Desember 2006
Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Jumat 8/12, mengadakan yudisium bagi 47 orang lulusan perode Desember 2006/2007. Para lulusan itu terdiri dari 2 orang doktor dan 45 orang magister.
Dari program doktor, diyudisium Dr Susnaryati MSi, dan Dr Enny Radjab MAB. Sedangkan dari program magister manajemen diyudisium Siti Masrohatin SE MM; program magister teknik sipil: Ir Herry Tjahyono Tjokroatmodjo MT, Henora Koffeno Nahan ST MT, Ir Agustian Jagau MT, Akhmad Elpiansyah ST MT, Anatomi ST MT, Ir Anwar Sanusi Umarnur MM MT, Drs Dales MT, Ferry Hardi ST MT, Ir Heru Budiarto Yustinus MT, Isrodianson ST MT, Ir Kalimonang MT, Kaspulzen Heriyanto ST MT, Kumang Supatmi SE MT, Muhammad Hairul Saleh ST MT, Ir Radjiman Simarmata MT, Ir Rawei MT, Sodi Hartono SE MT, Sucipto ST MT, Yunge ST MT, Iwan Wibisono ST MT, dan Ir Rinawati P Handajani MT; program magister administrasi publik: Drs Dengah Y Tulus MAP, Drs Edvin Mandalla MAP, Dra Enon MAP, Fabianus SH MAP, Hariawan SSos MAP, Immanuel Canemart Siregar SK MAP, Drs Juliansyah MAP, Jonianto SP MAP, Drs Kalpin MAP, Drs Kaspul Bahri MAP, Liston Sinurat SSos MAP, Drs Mohamad Wahyudi Kayful Anwar MAP, Sopianur SH MAP, Drs Victor Dulien MAP, dan dr Wineini Marhaeni Noveta Karin MAP; program magister hukum: Abdul Hamid SH MH; program magister teknik mesin: Gatot Soebiyakto ST MT, Ir Abdul Wahab MT, Ir Nova Risdiyanto Ismail ST MT, Jamal ST MT, dan Ir Hendrik Kini MT. [Far]

Mahasiswa Unibraw Juara Sayembara Komik Sejarah
8 Desember 2006
Mohammad Aly Masyhar, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, berhasil keluar sebagai Juara Harapan I dalam Sayembara Membuat Komik Sejarah 2006. Sayembara diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, dengan tema ”Membangkitkan Nilai-nilai Kesejarahan pada Generasi Muda Melalui Komik Sejarah”. Pada babak final sayembara, Rabu 29/11, Aly Masyhar mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri, di Gedung A Kompleks Depdiknas, Senayan, Jakarta. Presentasi berlangsung selama 15 menit dan diskusi dengan dewan juri selama 40 menit. Komik Aly mengisahkan tentang proses terjadinya proklamasi 17 Agustus 1945. Seluruh produksi gambar berupa sketsa dan alur cerita dibuat Aly berdasarkan buku sejarah perjuangan.
Secara lengkap, hasil sayembara itu adalah: Juara I Aziza Noor (ITB) "Bendera", Juara II Robi Sulistyo Didi (Unair) "Tiga Pelaut dalam Sejarah Masuknya Islam di Jawa Timur", Juara III Amalia Nur Prohastuti (Undip) "Pertempuran Pisangan 24 Juli 1825", Juara Harapan I Muh Aly Masyhar (Unibraw) "Soekarno dan Detik-ditek Proklamasi", Juara Harapan II Nurfitriani Zakaria (SMA Depok) "Si Jajak Harupat", dan Juara Harapan III Hasan Sobari (Unpad) "Diponegoro: The Antawirya Stories". [nik]

Website Unibraw Raih Juara
8 Desember 2006
Website Universitas Brawijaya http://www.brawijaya.ac.id berhasil keluar sebagai salah satu pemenang lomba website perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Proses penilaian oleh tim juri berlangsung dalam tiga tahap, tahap pertama 26 Juni 2006, tahap kedua 11 Juli 2006, dan tahap ketiga 30 Juli 2006. Berdasarkan penilaian tersebut, dengan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 3373/D/T/2006 tanggal 4 September 2006 ditetapkan 6 pemenang lomba website perguruan tinggi tahun 2006 dengan urutan Juara I, Juara II, Juara III, Juara Harapan I, Juara Harapan II, dan Juara Harapan III.
Juara I diraih oleh Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Juara II Politeknik Negeri Makassar, Juara III Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Juara Harapan I Universitas Brawijaya, Juara Harapan II Universitas Airlangga Surabaya, dan Juara Harapan III diraih oleh Sekolah Tinggi Manajemen Teknik Komputer Surabaya.
Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Satryo Soemantri Brodjonegoro kepada masing-masing pimpinan perguruan tinggi tersebut di Jakarta beberapa waktu lalu. Untuk Unibraw, penghargaan diterima langsung oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito. [nik]

Bantuan Praktek Kerja Lapang
8 Desember 2006
Dalam rangka realisasi DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) tahun 2006, Universitas Brawijaya mengeluarkan bantuan praktek kerja lapang tahap kedua untuk 417 orang mahasiswa. Besarnya beasiswa bantuan praktek lapang adalah Rp 300 ribu per mahasiswa yang dibebankan pada anggaran DIPA nomor 174.0/23-04.0/XV/2006 tanggal 31 Desember 2005. Keputusan ini berlaku sejak 2 Januari 2006 dan berakhir 31 Desember 2006.
Bantuan ini diberikan kepada mahasiswa FH 28 orang, FE 66 orang, FIA 48 orang, FP 64 orang, FPt 43 orang, FT 102 orang, FMIPA 56 orang, dan Program Bahasa dan Sastra 10 orang, yang ditetapkan dengan Keputusan Rektor nomor 170/SK/2006 tanggal 27 November 2006. [Far]

Dialog Rencana 20 Tahun Kota Malang di Unibraw
7 Desember 2006
Bersama jajarannya, Walikota Malang Drs Peni Suparto MAP, Kamis (7/12), bertandang ke Universitas Brawijaya. Di lantai VIII gedung Rektorat, Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Yogi Sugito telah siap menerimanya. Agendanya, dialog pembahasan naskah akademik Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Malang tahun 2006-2026 yang telah disusun oleh tim dari Unibraw. Hadir dalam kesempatan itu perwakilan Paguyuban Rektor se-Malang Raya, yakani Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Merdeka (Unmer) Malang, STIE Malangkucecwara, dan Universitas Wisnu Wardhana Malang.
Dalam arahannya Walikota mengatakan, Malang berpotensi tinggi dalam hal investasi. Penyusunan RPJPD 20 tahunan merupakan upaya mempertahankan konsistensi pembangunan untuk antisipasi fenomena ”beda penguasa beda kebijakan”. Menurut Walikota, naskah akademik merupakan  bentuk pelibatan akademisi, sebagai salah satu bagian masyarakat Kota Malang, untuk sumbang pemikiran dalam penyusunan RPJPD. Walikota dalam kesempatan itu memaparkan berbagai permasalahan yang ada di Kota Malang, seperti: pertambahan penduduk, pengangguran, PKL, daya beli masyarakat yang rendah, infrastruktur, narkoba yang makin meluas, ketenteraman dan ketertiban, serta pelayanan publik. Berangkat dari visi Kota Malang yaitu ”Terwujudnya Kota Malang yang Mandiri, Berbudaya, Sejahtera dan Berwawasan Lingkungan”, maka pembangunan jangka panjang Kota Malang yang disebut sebagai misi Kota Malang 20 tahun ke depan dirumuskan dalam 7 poin, yaitu: mewujudkan SDM yang berkualitas dengan penguasaan, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta bermoral dan berbudaya; mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang efisien, produktif dan berkelanjutan; membangun sarana pendidikan berskala nasional dan internasional; mengembangkan pembangunan wilayah dan infrastruktur yang berkelanjutan; mewujudkan Kota Malang yang demokratis berlandaskan atas hukum; mewujudkan tata kepemerintahan dan aparatur yang profesional; serta mewujudkan Kota Malang yang asri dan lestari.
Mengemuka dalam acara dialog, upaya mewujudkan Malang sebagai kota modern dengan tetap memunculkan identitasnya. Walikota mengatakan, unsur "Tri Bina Cita", yaitu Malang sebagai kota pendidikan, kota pariwisata, dan kota industri, akan tetap dipertahankan. Secara rinci, Peni Suparto juga mengusulkan beberapa infrastruktur yang sangat mungkin diadakan di Kota Malang, misalnya: rumah sakit internasional, pengelolaan bandara komersial secara utuh oleh Pemkot, serta unit pengelolaan sampah modern. Disebut pula sebagai ”benchmark” kota (sister city) bagi Malang yaitu kota Gangnam di Korea Selatan. Menurut Walikota Peni Suparto, pemanfaatan teknologi informasi di kota modern tersebut telah merata sampai pada pelayanan publik dan pengelolaan pertanian.
Naskah akademik RPJPD tersusun sebagai hasil kerjasama antara Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang dan Universitas Brawijaya. Tim penyusun Unibraw terdiri dari: Prof Dr Ir Yogi Sugito (penanggung jawab), Prof Dr Ir Syamsulbahri MS (koordinator), Eko Ganis Sukoharsono SE MCom-Hons PhD (ketua pelaksana), Dr Andy Fefta Wijaya MDA (bidang administrasi pemerintahan dan kebijakan publik), Prof Dr Ir Sahri Muhammad MS (bidang sosial budaya), Dr Soesilo Zauhar MS (bidang politik), Dr. Sihabudin SH MH (bidang hukum), Dr Susilo (bidang ekonomi pembangunan), Dr Ir Arief Rachmansyah (bidang keteknikan) dan Prof Dr Ir Soemarno MS (bidang statistik dan metodologi). [nok]

Jamaah Haji Unibraw Dilepas Rektor
7 Desember 2006
Rektor Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Yogi Sugito melepas secara resmi keberangkatan jamaah haji Unibraw. Upacara sederhana itu berlangsung di Masjid Raden Patah Kampus Universitas Brawijaya, Kamis pagi, 7/12. Dalam pesannya, Prof Yogi mengatakan, ibadah haji selain merupakan ibadah yang bersifat individual juga bersifat sosial. Diinformasikannya, pada saat ini Universitas Brawijaya berada dalam tahapan krusial, karena dalam mempersiapkan diri menjadi perguruan tinggi otonom banyak memerlukan dana, baik dari pemerintah maupun dari usaha sendiri. Oleh karenanya, Rektor meminta para jamaah haji Unibraw bersama-sama berdoa di tanah suci agar Unibraw sukses dalam usaha tersebut.
Jamaah haji yang dilepas Rektor berjumlah 74 orang, terdiri dari  64 warga Unibraw dan keluarganya, dan 10 warga luar Unibraw yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Unibraw.
Warga Unibraw yang berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 1427H ini adalah sebagai berikut. FH (10 orang): Prof Dr Thohir Luth MA, Drs Hafid Hamid MA, Ismail Navianto SH MH (dan isteri), Astutik, Luluk Farida SH, Lutfi Effendi SH MHum (dan isteri), Sujono SH (dan isteri); FE (4 orang): Drs Soemarsono MM, Dra Juni Herawati, Siswoyo (dan isteri); FIA (10 orang): Prof Dr Solichin Abduk Wahab MA (dan isteri), Prihnadi SAB (dan keluarga), Drs AB Barrul Fuad MSi (dan isteri), Drs Sukanto (dan isteri), Dra Ernani Kusdiantina MM; FP (2 orang): Ir Abdul Cholil, Ir Ludji Pantja Astuti MS; FPt (8 orang): Prof Dr Ir Siti Chuzaemi MS (dan keluarga), Mahfud, Drs Djarot Sunarto (dan isteri), Dr Ir Trinil Susilawati MS (dan keluarga); FT (4 orang): Dra Suprihatini MM (dan suami), Tibyani ST MT, Ir M Julius St MS; FK (6 orang): dr Supardan SpBK, Dr dr Teguh Wahyu Sardjono MSc, Agustina Tri Endharti SSi PhD, dr Elfina G Sadono SpM, dr Hariwati Moehariadi, Dr dr Samsul Islam SpMK MARS; FMIPA (4 orang): Prof Dr Ir Waego Hadi Nugroho, Slamet Abdulrahman, Drs Sobri Abustomi MT (dan isteri); FPi (5 orang): Ir Abdul Rahman Faqeh MS (dan keluarga), Ir Prapti Sunarmi, Dra Lilik Sudarmiati; FTP (4 orang): Ir Nur Hidayat MP, Ir Elok Zubaedah (dan suami), Ir Tri Dewanti Widyaningsih MS; Kantor Pusat (7 orang): Susiati, Wiyanto, Drs Samsul Arifin MAg, Sutadi (dan isteri), Sulistyaningsih.
Pada musim haji 1427H ini Universitas Brawijaya memberikan subsidi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) kepada 9 orang pegawai administratif dari golongan II dan golongan III. Untuk pegawai golongan II, besarnya subsidi 50% dari BPIH. Sedangkan untuk golongan III besarnya 25% dari BPIH.
Rombongan jamaah haji KBIH Unibraw dipimpin oleh Drs H Hafid Hamid MA tergabung dalam Kloter 45 bersama-sama KBIH Rumah Sakit Islam Aisyiyah dan KBIH STIE Malangkucecwara. Termasuk dalam pemberangkatan calon jamaah haji gelombang kedua, rombongan berangkat dari Malang Senin 11/12 siang, masuk dan menginap di Asrama Haji Sukolilo Surabaya semalam,  Selasa 12/12 sore berangkat ke tanah suci dari embarkasi Juanda Surabaya, langsung ke Jeddah untuk kemudian menuju Makkah. Di Makkah, rombongan Unibraw menempati maktab 29 di daerah Hafair yang berjarak sekitar 600 meter dari Masjidil Haram. [Far]

Agricultural Technology Event
6 Desember 2006
Guna memperkenalkan khasanah dunia teknologi pertanian, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) bekerjasama dengan Agricultural Research Study Club (ARSC) dan English For Spesific Purpose (ESP) menggelar “Agricultural Technology Event".
Untuk tahun 2006 ini, kegiatan diselenggarakan di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Rabu-Kamis (6-7/12), dengan tema “Mewujudkan Eksistensi FTP dalam Menyongsong Era Globalisasi Dunia”.
Ketua Pelaksana, Syamsul Anam (mahasiswa Teknik Pertanian angkatan 2005) mengatakan, kegiatan ini diikuti beberapa SMA se-Jawa dan Bali, meliputi Malang, Jombang, Denpasar, Sidoarjo, Surabaya, Ponorogo dan Kediri. Berbagai kegiatan yang terkemas dalam Agritech Event adalah aneka kompetisi bagi pelajar SMA, seperti lomba karya tulis ilmiah (LKTI), speech contest, dan english essay. Sementara itu bagi mahasiswa diselenggarakan lomba orasi dengan tema “Penyikapan Isu Kapitalisme Global dan Neokapitalisme serta Pengaruhnya terhadap Percaturan Politik Nasional Maupun Internasional Indonesia”, lomba poster dan karikatur, dan lomba esai sosial politik. Pada hari kedua, dilangsungkan pameran yang diikuti oleh ketiga jurusan pada Fakultas Teknologi Pertanian, yaitu Jurusan Teknik Pertanian (TEP), Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) dan Jurusan Teknologi Industri Pertanian (TIP).
Secara rinci, salah seorang panitia Bhima Priantoro (mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Pertanian angkatan 2002) menjelaskan, kegiatan lomba poster dan karikatur diselenggarakan dengan berbagai tema meliputi “Peran Agroindustri Skala UKM dalam Meningkatkan Perekonomian Nasional”, “Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna dalam Menyongsong Agroindustri” serta “Peningkatan Teknologi Pangan Secara Global dalam Perwujudan Dunia Usaha”.
Kriteria penilaian untuk lomba poster dan karikatur, antara lain: kesesuaian karya dengan tema, komposisi warna, proporsional gambar dan keaslian/orisinalitas. Sementara untuk esa1 sosial politik,  kriteria penilaian yang digunakan adalah kesesuaian karya dengan tema, aktual dan hangat, pengembangan wacana, serta keaslian/orisinalitas. [nok]

Talk Show AIDS di Unibraw
5 Desember 2006
Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya bekerja sama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tegazs (Tim Penanggulangan Napza dan AIDS) Universitas Brawijaya, menggelar acara talk show, Selasa (4/12) di gedung Widyaloka. Talk show bertajuk “Participating For AIDS Together We Care” ini digelar dalam rangka peringatan hari AIDS se-dunia yang jatuh setiap tanggal 1 Desember. Acara diikuti segenap mahasiswa, serta para pelajar SMP dan SMA se-Malang Raya.
Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut wakil dari Dinas Kesehatan Malang, Kelompok Kerja Waria Malang Raya Peduli AIDS (KK WAMARAPA), aktivis LSM peduli AIDS ”Sadar Hati”, serta testimoni dari orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Dokter Nusindrati MKes dari Dinas Kesehatan Malang sebagai representasi pemerintah, menyampaikan beberapa topik, ”Situasi HIV/AIDS Kota Malang”, ”AIDS”, serta ”Program Penanggulangan HIV/AIDS dan IMS”. Menurut dr Nusrindrati, mulai tahun 1997 hingga 2006 secara kumulatif telah ditemukan banyak kasus HIV/AIDS di Malang. Dari hasil sero survey sebanyak 43 kasus, darah donor sebanyak 359 kasus, laporan rumah sakit sebanyak 206 kasus, dan klinik VCT sebanyak 125 kasus. Dari berbagai kasus tersebut, menurut dr Nusindrati, risiko tertinggi adalah pada kelompok IDU (injection drug user).
Secara bersama-sama, tim KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah) Kota Malang yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, Departemen Agama, PMI Cabang Malang, LSM Sadar Hati, LSM Muda Berdaya, LSM Igama, LSM Iwama, serta LSM Paramitra, telah melakukan berbagai upaya, di antaranya sosialisasi dan penyuluhan, seminar serta diskusi tematik HIV/AIDS, NAPZA, dan lain-lain. Selain tindakan preventif, Dinas Kesehatan juga telah mengupayakan berbagai pelayanan, mulai dari perawatan dukungan dan pengobatan, anti retroviral, sampai pada manajemen kasus oleh case manager.
Sementara itu, Ulum, seorang aktivis anti narkoba membawakan makalah berjudul "Pengenalan Narkoba, Penggunaan, Penyalahgunaan dan Kecanduan Narkoba" serta ”Napza dan Permasalahannya”. Secara gamblang Ulum menunjukkan berbagai jenis NAPZA, mulai dari ganja, pil, sampai suntik. ”NAPZA suntik paling berisiko terhadap AIDS”, tandasnya.
Perwakilan KK WAMARAPA, Karina Suwandhi, dengan gaya khas menceritakan sepak terjang waria Malang dalam penanggulangan HIV/AIDS. Karina mengakui, komunitasnya berisiko tinggi terhadap AIDS, sehingga pihaknya gencar mensosialisasikan penggunaan kondom. ”Kami rela dibayar murah oleh pelanggan asal memakai kondom”, katanya.
Panitia juga menampilkan kesaksian Ronald Ranov, ODHA yang juga jebolan sebuah perguruan tinggi swasta di Malang. Secara rinci, Ronald menceritakan awal mula dirinya divonis mengidap HIV positif, dari kecanduan NAPZA suntik. Sempat terguncang  selama beberapa tahun, akhirnya kini ia pasrah dengan kondisinya. Menurut Ronald ini merupakan konsekuensi dari perilakunya sebelum ini. Dalam kepasrahan tersebut, ia bahkan melibatkan diri dalam komunitas pengidap HIV/AIDS dengan saling berbagi dan diskusi rutin setiap bulan. ”Saya berharap akan semakin banyak ODHA yang terbuka terhadap kondisi dirinya, karena masih sangat banyak yang belum terungkap di permukaan”, katanya. Dengan bergabung di komunitas ODHA, Ronald mengaku banyak mendapat bantuan dan fasilitas dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. [nok]

BAPSI Unpad Studi Banding ke Unibraw
4 Desember 2006
Sebanyak 20 orang staf Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi Universitas Padjadjaran (BAPSI Unpad), Bandung, Senin 4 Desember 2006, mengadakan studi banding ke BAPSI Universitas Brawijaya. Di ruang sidang lantai VIII gedung Rektorat, rombongan diterima Kepala BAPSI Unibraw, Dra. Siti Romlah, didampingi para Kabag dan Kasubag di lingkungan BAPSI Unibraw. Rombongan dipimpin oleh Kepala BAPSI Unpad, Drs Kardhana MSi, disertai Kepala Bagian Sistem Informasi, Dra Heni Suryaningsih.
Menurut Ka BAPSI Unpad, studi banding ini dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan dan keahlian staf BAPSI Unpad. Dipilihnya Unibraw sebagai tempat untuk studi banding, antara lain karena nama Unibraw di jajaran Dikti sering disebut-sebut sebagai salah satu universitas yang sudah bagus sistem informasi dan IT-nya, sehingga Unpad menyempatkan diri melihat dari dekat bagaimana pengelolaan sistem informasi dan IT di Universitas Brawijaya.
Pada pertemuan BAPSI dari dua universitas yang berbeda tersebut terjadi diskusi dan sharing pengalaman terkait dengan pengembangan BAPSI dan pengelolaan perencanaan dan sistem informasi. [MW]

Menteri Pendidikan Singapura Bahas Makalah Prof Soekartawi
4 Desember 2006
Paparan makalah Prof Dr Soekartawi berjudul "E-Learning for Improving Access to and Quality of Secondary Education" di hadapan pejabat teras kementerian pendidikan negara-nagara ASEAN (SEAMEO High Officials) di Queen Park Hotel, Bangkok, akhir bulan lalu, ternyata disambut positif. Salah satunya adalah Menteri Pendidikan Singapura, Tharman Shanmugaratnam.
Dalam lawatan ke Indonesia, besok (5/12), Menteri Shanmugaratnam akan membahas kelanjutan isi makalah Prof Soekartawi, khususnya bagaimana peran Singapura untuk mendukung e-Learning, baik untuk pembangunan pendidikan di Indonesia maupun di negara-negara ASEAN lainnya. Demikian penjelasan Prof Soekartawi kepada PRASETYA online.
Guru besar pertanian Unibraw ini dalam makalah tersebut memaparkan, e-Learning amat berperan dalam meningkatkan akses dan perluasan untuk memperoleh pendidikan. Hal ini bukan saja sejalan dengan kebijakan Depdiknas yang tercantum dalam Renstra (rencana strategis) pendidikan nasional, tetapi juga sejalan dengan ketentuan hak asasi manusia (human rights) PBB. Seperti diketahui, Indonesia telah mengadopsi konsep ’the right to education for all citizen’ (hak semua warga negara untuk memperoleh pendidikan) tersebut..
Salah satu agenda kunjungan Menteri Pendidikan Singapura, adalah berdiskusi dengan pejabat Depdknas soal e-learning ini. Menteri Shanmugaratnam dijadwalkan berkunjung ke SEAMEO Regional Open Learning Center (SEAMOLEC), tempat Prof Soekartawi pernah menjadi direktur selama 3 tahun. SEAMOLEC adalah lembaga pendidikan ASEAN yang membidangi distance learning atau e-learning, khususnya dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh.
Soekartawi menerangkan, dirinya adalah satu dari 8 pejabat Depdiknas (dipimpin Sekretaris Jenderal Dodi Nandika) yang hadir dalam pertemuan SEAMEO di Bangkuk itu. Menurut Soekartawi, negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia sangat getol mencari mahasiswa asal Indonesia. Alasannya, di samping lokasi Indonesia dekat, juga potensi siswa atau mahasiswa Indonesia untuk sekolah atau kuliah di sana memang besar.
Sementara itu, SEAMEO, menurut Prof Soekartawi, juga menyediakan bantuan dana beasiswa, baik untuk short term training, long term training (MSc atau PhD), penelitian, atau kunjungan singkat. "Warga Unibraw tentunya dapat memanfaatkan beasiswa SEAMEO ini. Untuk lebih jelasnya silakan mengunjungi situs www.seameo.org", tukas Prof Soekartawi. [Skw]

Ketua Umum Baru Impala Unibraw
4 Desember 2006
Nila Dwi Krisnawati, mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi menjadi perempuan kedua yang menjabat sebagai ketua umum Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya. Pada periode 2005-2006 yang lalu, ketua Impala juga dipegang Indah Nirawati.
Nila mengaku, sudah tiga tahun ia berpengalaman dalam organisasi tersebut. Bahkan selama aktif di Impala, beberapa prestasi telah diraih. Kesan umum, Impala memang identik dengan hobi kaum cowok. Tapi tidak untuk Nila. Sejak SMU ia telah menggeluti bidang ini. Jangan heran kalau olahraga yang "taruhannya nyawa", arum jeram, pun menjadi hobinya.
Jabatan ketua umum Impala untuk periode 2006-2007, oleh Nila tidak dipandang sebagai beban yang berat. “Yang penting bijaksana dalam manajemen. Baik manajemen stress maupun manajemen konflik,” ujar cewek kelahiran 18 Maret 1985 ini. Nila mengatakangoal setting untuk periode kepengurusannya adalah meningkatkan sumber daya manusia aktif melalui olahraga alam bebas. [vty]

Dosen FMIPA Ikuti Kongres Internasional ICMNS
4 Desember 2006
Dua dosen FMIPA Universitas Brawijaya, masing-masing Fatchiyah PhD dari Jurusan Biologi dan Dra Anna Roosdiana MSc dari Jurusan Kimia mengikuti International Congress Maths and Natural Sciences (ICMNS), di ITB Bandung 29-30 November 2006.
Dalam kongres yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta tersebut, Fatchiyah dan Anna Roosdiana, bertatap muka dengan sejawatnya para ahli matematika dan ilmu pengetahuan alam dari berbagai negara, seperti Perancis, Jepang, India, Thailand, Singapura, Jerman, dan Indonesia.
Fatchiyah dalam kesempatan itu mempresentasikan hasil penelitian disertasi sewaktu menempuh program doktor di Jepang, “AD4BP/SF1 function of testes of BACAd4BPtTAZ Transgenic Knockout Mice are Normally Regulated During Development”. Sedangkan Anna membawakan hasil penelitian berjudul “Production of Lipase Mucor Miehei and Rhizopus Oryzae for Lactocyl Palmitate Esterification” yang didanai oleh PHB (Penelitian Hibah Bersaing).
Fatchiyah yang aktif dalam berbagai organisasi profesi, baik nasional maupun internasional, di antaranya Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI), Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (PEI) dan Society Biochemistry and Moleculer Biology, menyatakan penelitiannya menemukan pemulihan kembali gonad pada mencit setelah gennya dihilangkan dengan kondisi protein AD4BP konsentrasi rendah. Menurutnya, keunggulan penelitian ini adalah dengan memanfaatkan protein AD4BP konsentrasi rendah pun kondisi gonad tetap ada, dan berdiferensiasi secara normal selayaknya perkembangan gonad normal. “Biasanya untuk mendapatkan kondisi ini harus menggunakan kondisi AD4BP konsentrasi tinggi”, ungkapnya. Dijelaskan lebih lanjut, penelitiannya ini merupakan dasar bagi aplikasi penelitian dalam bidang kedokteran untuk meminimalisir kelainan yang terjadi kelenjar adrenal dan gonad dengan menyuntikkan protein AD4BP pada janin yang masih dalam kandungan. “Untuk sampai ke arah ini masih memerlukan penelitian yang panjang”, ungkapnya.
Sementara itu Anna yang berkonsentrasi pada biokimia pangan, mengatakan: “Banyak hal yang harus dilakukan untuk esterifikasi laktosil palmitat". Dalam presentasi itu Anna baru menjelaskan aspek produksinya saja. Rencananya, aspek pembuatan lipase amobil, akan dipaparkan pada saat seminar basic science di Universitas Brawijaya tahun depan. Menurut Anna, sarjana Kimia ITB dan master dalam ilmu pangan dan teknologi dari University of New South Wales (UNSW) Australia ini, penelitiannya memanfaatkan limbah industri keju di Malang. “Limbah keju dapat lebih dimanfaatkan, bukan hanya untuk pakan dan pupuk seperti selama ini, tetapi juga dalam esterifikasi laktosil palmitat sebagai bahan emulsifier dan detergen, tergantung kondisinya”, ungkap Anna.
Selain Fatchiyah dan Anna Roosdiana, tiga dosen kimia FMIPA juga mempresentasikan poster dalam kongres itu. Poster Drs Warsito MS berjudul “Transeseterification of Kelor Seed Oil Using Methanol: A potency of Kelor as Biodiesel”, poster Drs Edy Priyo Utomo MS berjudul “An Effects of Carbon Resources on Accumulation of Isoflavan in a Cultured-callus of Bengkoang in Vitro”, dan poster Arie Srihardyastutie MKes  berjudul “Synthesize Glucosyl Oleate Using Immobilized Lipase”. [nok]

Pra Visitasi Tim Reviewer BHPMN Unibraw
2 Desember 2006
Tim reviewer dari Dewan Pendidikan Tinggi (DPT), Sabtu 2/12, melakukan pre site visit di Universitas Brawijaya. Enam orang anggota reviewer itu terdiri dari Prof. S Pramoetadi dan Dr Ir Rizal Zainuddin Tamin dari ITB, Chan Basaruddin, dan Bagyo Y Moeliodihardjo dari UI, Syafrida Manuwoto dari IPB, serta Silvia dari DPT. Tim reviewer bertemu dengan tim task force Universitas Brawijaya untuk membahas serta mendiskusikan lebih mendalam proposal otonomi yang pernah diajukan Unibraw beberapa waktu yang lalu.
Dr Ir M Sasmito Djati MS, salah satu anggota task force Unibraw menjelaskan, secara garis besar proposal yang diajukan kepada DPT masih memerlukan perbaikan. Meski demikian, tim reviewer setelah melakukan pra visitasi dan melihat langsung keadaan di lapangan, serta melakukan pertemuan dengan mahasiswa, wakil dosen, dan karyawan, serta pimpinan universitas dan fakultas serta anggota Senat Universitas Brawijaya, menilai Universitas Brawijaya telah siap menjadi BHPMN.
Beberapa hal yang menurut tim reviewer perlu diperbaiki, di antaranya adalah revenue generating atau rancangan tentang menatap masa depan Universitas Brawijaya dengan segala pendanaannya, perencanaan sumber daya manusia, serta perbaikan  naskah akademik.
Untuk menuju perguruan tinggi negeri yang otonom dalam pengelolaan organisasi, Universitas Brawijaya telah mengajukan dua proposal, yaitu tentang perencanaan transisional dan evaluasi diri pada Oktober 2005. Hingga saat ini proposal tersebut telah mengalami dua kali revisi, berdasarkan masukan dari tim reviewer DPT yang ditunjuk Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. Diharapkan sekitar Januari-Februari 2007 akan dilakukan site visit, dan pada Maret 2007 proposal Universitas Brawijaya akan masuk ke Setneg. [nik]

Wisuda Periode II 2006/2007
2 Desember 2006
Sebanyak 1145 orang lulusan Universitas Brawijaya, hari ini Sabtu 2/12, diwisuda Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito di gedung Sasana Samanta Krida. Wisuda hari ini adalah wisuda periode kedua tahun akademik 2006/2007. Para wisudawan itu terdiri dari lulusan program doktor (S3), program magister (S2), dan program pendidikan dokter spesialis-1), serta program sarjana (S1) dan program diploma. Diwisuda pada kesempatan itu 61 lulusan S1 Fakultas Hukum, 133 lulusan S1 dan D-III Fakultas Ekonomi, 150 lulusan S1 dan D-III Fakultas Ilmu Administrasi, 119 lulusan S1 dan D-III Fakultas Pertanian, 41 lulusan S1 dan D-III Fakultas Peternakan, 171 lulusan S1 Fakultas Teknik, 7 lulusan S1 Keperawatan dan D-IV Gizi Fakultas Kedokteran, 76 lulusan S1 dan D-III Fakultas Perikanan, 110 lulusan S1 dan D-III Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 71 lulusan S1 Fakultas Teknologi Pertanian, serta lulusan Program Pascasarjana yang terdiri dari 36 doktor, 107 magister, dan 2 dokter spesialis. Prosesi wisuda ini wajib bagi seluruh lulusan, karena pada saat itu pula dilakukan penyerahan ijazah (asli) kepada mereka.
Dalam kesempatan itu Rektor juga memberikan penghargaan bagi wisudawan terbaik dari masing-masing fakultas dan program. Wisudawan terbaik itu terdiri dari: Dr Nugroho Mardi Wibowo SE MSi (S3 Ilmu Ekonomi, IPK 4,00), Weni Rosdiana SSos MAP (S2 Administrasi Publik, IPK 3,83), Dewi Pratama Bakti SH (S1 Ilmu Hukum, IPK 3,64), Denny Indra P SE (S1 ekonomi pembangunan, IPK 3,53), Izzah Rochmaniah SAB (S1 Administrasi Bisnis, IPK 3,60), Shinta Wiharjo SP (S1 Agrobisnis, IPK 3,56), Agnes Wydha SPt (S1 Teknologi Hasil Ternak, IPK 3,77), Dwirindra Wiguna ST (S1 Teknik Elektro, IPK 3,59), Alif Satriyawan SPi (S1 Sosial Ekonomi Perikanan, IPK 3,56), Hari Puspo Nurcahyono SSi (S1 Statistika, IPK 3,61), Yaumadina Anggraeni STP (S1 Teknologi Industri Pertanian, IPK 3,69), Scarletina Vidyayani Eka SS (S1 Sastra Inggris, IPK 3,63), Ika Rosita Susanti AMd (D-III Pariwisata, IPK 3,66), Mari Duwi Suharyati AMd (D-III Teknik Komputer, IPK 3,56), Intiar Rinayu J AMd (D-III Manajemen Sistem Industri Pertanian, IPK 3,57), dan Heidy Pravitasari AMd (D-III Bahasa Inggris, IPK 3,78). [nik]