Diterbitkan oleh Hubungan Masyarakat Universitas Brawijaya
Last updated 05/05/2010
April 2010

Dosen FPIK UB Tindaklanjuti Agreement dengan Nagasaki University
30 April 2010
Dosen FPIK UB Aida Sartimbul, Ph.D berkesempatan mengunjungi Sendai Fisheries Research Agency (FRA) yang berlokasi di timur kota Sendai, Teluk Matsushima. Kegiatan ini berupa symposium dan workshop Pacific International Council Exploration of The Sea (PICES 2010) yang berlangsung tanggal 25-29 April 2010.
Teluk Matsushima Jepang dirancang  sebagai wilayah perikanan terpadu yang didalamnya terdapat berbagai kegiatan perikanan, seperti tempat pelelangan ikan (TPI), pasar ikan, industri perikanan dan yang berhubungan dengan perikanan, seperti industri pengolahan ikan, kamaboko (fish cake) dan wakame (dried seaweed), pabrik es, penangkapan ikan, pemukiman penduduk, dan fasilitas umum.
Dalam menjalankan tugasnya, FRA melakukan survei oceanografi dan plankton secara berkala dengan menggunakan research vessel milik FRA. Sampel plankton tertua yang mereka miliki tercatat berusia 50 tahun. Mengingat pentingnya sampel plankton untuk mempelajari dinamika ekosistem laut terutama dalam era perubahan iklim ini, tepat pada 2010 ini, FRA mendapatkan rumah sampel plankton yang dirancang serba otomatis dan dilengkapi dengan laboratorium penelitian plankton. Rumah sampel plankton ini mampu menampung 500.000 sampel.
Dari utara Jepang, penulis yang juga alumni Nagasaki University, melanjutkan perjalanan ke ke wilayah Selatan Jepang (Kyushu), tepatnya di Nagasaki University. Di kota Nagasaki, ia menindaklanjuti agreement yang telah ditandatangani oleh Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito dan President Nagasaki University, Prof. Saito pada bulan Agustus 2008 yang lalu.
Pada kesempatan tersebut, ia berkesempatan menemui Dekan Graduate School of Science and Technology, Nagasaki University, Prof. Hideaki Nakata dan perwakilan dari Institute for East China Sea Research, Nagasaki University, Prof. Atsushi Ishimatsu. Sebagai implementasi dari agreement antara UB dengan Nagasaki University tersebut, ada beberapa hal yang dibahas adalah: (1) Membahas join research, yang telah dirintis melalui hibah penelitian untuk publikasi internasional (DP2M-DIKTI) dan Nagasaki University (2 buah penelitian di wilayah Malang Selatan), (2) Menyelesaikan penulisan paper untuk publikasi internasional dan (3) Membahas beberapa agenda kegiatan antara lain: (a) Merumuskan dan merancang program exchange student dan sandwich program, (b) Mempersiapkan seminar internasional/ regional perikanan dan kelautan yang rencananya diselenggarakan pada akhir 2011, dan (c) Mempersiapkan program double degree antara UB dengan Nagasaki University khususnya dalam bidang perikanan dan kelautan untuk tahun 2012.
Sebagai penutup perjalanan ke Jepang kali ini, penulis berkesempatan mengunjungi East China Sea Research Institute, yang merupakan stasiun laut  milik Nagasaki University yang terletak di Barat Nagasaki, tepatnya di Mie. Dalam menjalankan fungsinya, stasiun laut ini dilengkapi dengan 2 buah research vessel, yang bernama Kakuyo Maru dan Nagasaki Maru. Penekanan riset di stasiun laut ini adalah dampak perubahan iklim khususnya pada (1) dampak dan antisipasi peningkatan Co2 akibat perubahan iklim pada biota, (2) Antisipasi terhadap munculnya spesies-spesies baru yang merugikan seperti Harm Algae Blooms (HABs) ataupun invasion spesies lainnya akibat perubahan iklim.[as/fjr]

Ulang Tahun UKM Seni
30 April 2010
Jum'at malam (30/4), suasana etnik mewarnai gazebo Universitas Brawijaya (UB). Berderet lukisan dan foto ditata nan apik dengan hiasan lampu temaram. Diatas panggung, mengalun pula musik dan paduan suara yang diiringi tarian tradisional. Malam tersebut merupakan puncak perayaan ulang tahun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni UB. Salah seorang panitia, Firstasari Septiludia menyatakan, pihaknya sengaja menyulap suasana tersebut untuk menyemarakkan tema "Ethnic in Togetherness" yang diambil dalam peringatan ulang tahun ini. "Karena etnik, maka semuanya bernuansa tradisional. Mulai dari sajian, musik, tarian hingga nyanyian. Dress coat-nya pun batik", ungkap mahasiswa Psikologi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisip) angkatan 2008 ini.
Pihaknya juga mengaku sengaja meminimalisir pemakaian lampu sehingga perhatian dipusatkan dipanggung. Guna mengelaborasi seluruh pegiat seni, panitia mengundang juga komunitas foto dan lukisan. Tampak memamerkan karya fotonya, Komunitas "Tustel" FTP dan "Kaliptra" FP. "Dalam menghimpun pegiat seni lukis di Malang Raya, kami menggandeng Dewan Kesenian Malang", ungkap Firsta yang juga aktif di Paduan Suara Mahasiswa (PSM).
Selain itu, diundang juga komunitas seni dari berbagai perguruan tinggi di Malang Raya seperti UM, UMM, ITN, Polinema dan Unmer. Elaborasi semua jenis seni ini, menurut Firsta lebih mirip nostalgia saat UKM Seni pertama kali didirikan pada 12 Maret 1986 silam. "Saat ini UKM Seni telah terpecah belah menjadi Unitantri, PSM, Home Band, dll. Bahkan dalam peringatan tahun lalu muncul gap-gap yang coba kami satukan kembali pada ultah sekarang", katanya.
Membuka acara ini, Rektor Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito mengungkap mahasiswa tidak hanya dituntut untuk bagus dalam kegiatan akademik saja tapi juga non akademik, termasuk didalamnya seni. Secara khusus Rektor mengharap agar keduanya dapat berjalan dengan seimbang. [nok]

UB Menuju Green Metrics
30 April 2010
Kepedulian dunia global terhadap isu perubahan iklim menginspirasi salah satu perguruan tinggi di Indonesia untuk membuat World University Rank berdasar Green Metric. Green Metric merupakan barometer pertama untuk universitas di seluruh dunia yang menjadikan aspek lingkungan sebagai penilaian utamanya. Selama ini perguruan tinggi di dunia mengenal Webometrics yang mengukur situs perguruan tinggi dengan empat parameternya yaitu Visibility, Size, Scholar dan Rich Files. UB sendiri tidak perlu melakukan persiapan yang banyak dalam mengajukan diri ke Green Metric karena sudah lama UB memiliki konsep AMANAH (Aman Nyaman Indah). Demikian ungkap Prof SM Sitompul selaku ketua tim pengajuan kepada PRASETYA Online, Selasa (27/4).
Lebih lanjut Prof Sitompul menuturkan, konsep Aman dalam AMANAH merupakan syarat utama dari setiap pembangunan maupun perbaikan yang akan dilakukan.
Prof Sitompul mengakui, walaupun UB sudah memiliki konsep AMANAH, pengelolaan lingkungan di UB belum bisa dikatakan sempurna. "Perbaikan terus dilakukan, seperti pengelolaan sampah, pembangunan kanopi bagi pejalan kaki, serta melakukan perbaikan jalan dan saluran air," ungkapnya.
Prof Sitompul menambahkan, tim pengajuan Green Metric UB beranggotakan Raden Arif Setyawan ST MT (PPTI), Drs Wiyata MAB (BAPSI), dan Ir Meda Baskara (FT UB). Secara teknis, data akan dimasukkan online mulai Senin, 3 Mei 2010.
Berkaitan dengan pengajuan yang dilakukan oleh UB pada Senin, (26/4), UB melakukan telekonferensi dengan tim penilai Green Metric. Sementara pada Sabtu (24/4), Rektor UB Prof Dr Ir Yogi Sugito, meninjau langsung lingkungan UB dengan didampingi oleh Kepala Biro Administrasi Umum Dra Ernani Kusdiantina MM serta beberapa orang dari kalangan fakultas.
Dikonfirmasi, Senin (26/4), Ernani Kusdiantina menuturkan kepada PRASETYA Online, tim menemukan beberapa tempat yang perlu dibenahi misalnya daya tampung pembuangan sampah di Student Center yang masih kurang.
Konsep AMANAH yang dimiliki UB saat ini, lebih dikenal dengan Bluemetrics. Biru merupakan ikon warna UB dan identik dengan clean energy. Parameter Bluemetrics yang terdiri dari statistik universitas, keamanan, kenyamanan (energi, perubahan iklim, sampah, air dan transprotasi) dan keindahan. Konsep UB tersebut menurut Prof Sitompul, memiliki tolak ukur yang lebih komprehensif. Berbeda dengan Green Metric yang hanya menyusun rangking universitas. Bluemetrics terbuka untuk BUMN, perusahaan dalam maupun luar negeri. Informasi lebih lanjut mengenai Bluemetrics UB bisa dilihat di www.bluemetrics.ac.id.[ai/nun]

Dikti Biayai E-Journal Bagi Perguruan Tinggi
30 April 2010
Kamis (29/4), Universitas Brawijaya (UB) dipercaya oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, untuk menjadi panitia pelaksana dalam Workshop Pemberdayaan Elektronik Jurnal (E-Journal) Dikti dalam rangka menunjang pembelajaran dan penelitian. Acara yang bertempat di Perpustakaan UB ini membahas tentang penggunaan e-journal, yaitu sebuah portal yang disediakan secara gratis oleh Dikti bagi perguruan tinggi negeri maupun swasta. E-journal ini ditujukan untuk menunjang pembelajaran dan penelitian di perguruan tinggi.
Dikti sudah berlangaganan database ProQuest, EBSCO, dan Gale Cengage dengan biaya kurang lebih 15 milyar. Ketiga database ini mengumpulkan jurnal-jurnal dari seluruh dunia, yang bisa diakses dan didownload secara gratis. E-journal berbeda dengan Google. “Jurnal-jurnal yang disediakan dalam e-journal semuanya sudah clear copyright, sedangkan jurnal-jurnal yang terdapat pada google masih bisa diunduh dan diubah, sehingga kurang terjamin akurasinya,” demikian dijelaskan oleh Dwi Janto Suandaru, dari PT. Jasatama Teguh Jaya Buana.
Pada ProQuest, dilanggan lima vendor, yaitu 1) ProQuest Agriculture; 2) ProQuest Biology; 3) ProQuest Art; 4) ProQuest Religion; dan 5) ProQuest Sociology. Selain itu, Dikti juga berlangganan EBSCO. Ada tiga vendor dalam EBSCO yang dilanggan, yaitu 1) Academic Source Premier (Multi disiplin ilmu); 2) Business Source Premier (Ekonomi); dan 3) MEDLINE with full text (Kedokteran). Sedangkan Gale Cengage mempunyai 2 vendor yang dilanggan, yaitu 1) Gale Sciences Package; dan 2) Gale Art Humanities and Education Package.
Janto, yang sekaligus mewakili ProQuest, juga menjelaskan pengetahuan umum untuk menggunakan e-journal. Langkah-langkah yang dilakukan untuk bisa mengakses e-journal di dalam kampus adalah dengan menggunakan IP address. Perguruan Tinggi melakukan pengecekan IP address yang aktif dengan cara mengakses URL: www.proquest.com/whoami. Dari URL ini akan ditampilkan IP address yang aktif di komputer tersebut. Pastikan IP address tersebut benar, dengan cara  mengkonfirmasikannya ke bagian IT atau Puskom. Setelah mendapatkan IP address tersebut, daftarkan dengan mengirimkan IP address tersebut ke email helpdesk@jasatama.net, dengan menyertakan nama (contact person), nama institusi, dan alamat. Sedangkan akses e-journal di luar kampus adalah dengan melalui username dan password. Untuk 82 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia, username dan password dapat diperoleh di perpustakaan masing-masing. Untuk perguruan tinggi swasta, username dan password dapat diperoleh dari koordinator Kopertis wilayah PTS yang bersangkutan. Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan username dan password ini adalah tidak boleh disebarkan melalui sistem terbuka yang bisa dilihat oleh semua orang di luar sivitas akademika institusi yang bersangkutan, misalnya melalui website, open mailing list, blog, maupun facebook.
Syarat suatu jurnal bisa diterbitkan di ProQuest antara lain adalah terbit dalam bahasa Inggris, terbit secara berkala, dan terakreditasi. Ketika jurnal sudah masuk ProQuest, maka pengelola jurnal akan mendapatkan royalti untuk mengelola jurnalnya.
Hadir pula dalam acara ini, perwakilan dari Dikti, Luki Wijayanti. Kepala perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya UI ini memberikan sosialisasi tentang Garba Rujukan Digital (Garuda). Garuda merupakan sebuah portal yang difasilitasi oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Dikti, yang memuat dan menyediakan akses terhadap informasi ilmiah yang dihasilkan bangsa Indonesia. Portal ini memungkinkan masing-masing institusi untuk dapat mengetahui atau mengakses informasi yang dimiliki oleh institusi lainnya. Tujuan dari Garuda ini adalah menyebarluaskan karya ilmiah untuk dibagi kepada orang lain. "Jangan khawatir karya kita diplagiat orang lain, karena ilmu itu harus disebarkan. Tujuan menulis itu kan untuk dibaca orang lain," jelas Luki. Portal Garuda ini juga digunakan untuk meningkatkan daya saing bangsa. "Sejak diluncurkan pada 17 Oktober 2009, sudah ada 1,83 juta hits jurnal dalam Garuda ini," ungkapnya. Untuk informasi lebih lengkap tentang portal Garuda  ini, bisa diakses di http://garuda.dikti.go.id.
Selain dua orang pemateri, juga hadir Budiyono ST, yang merupakan perwakilan dari EBSCO. Namun, perwakilan dari Gale Cengage berhalangan hadir, sehingga digantikan oleh Dwi Janto Suandaru, yang merupakan perwakilan dari ProQuest. Dalam workshop ini, peserta yang hadir berasal dari seluruh Jawa Timur, meliputi perwakilan dari perguruan tinggi yang utamanya memiliki program pascasarjana. E-journal mampu menyediakan jurnal-jurnal yang akurat. Selain itu, juga memungkinkan para peneliti dalam perguruan tinggi untuk memberikan kontribusinya berupa karya-karya ilmiah, yang bisa disebarluaskan melalui e-journal. Hal ini akan meningkatkan kualitas dari perguruan tinggi tersebut di mata dunia. "Kualitas dari perguruan tinggi dapat dilihat dari seberapa besar karya-karya yang mampu dihasilkan oleh para ilmuwan yang berada di dalamnya," ungkap Kepala Perpustakaan Universitas Brawijaya, H Muslech MSi, saat diwawancarai di sela acara. [riz]

Dosen FPIK-UB Presentasi di Simposium dan Workshop PICES Jepang
30 April 2010
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK-UB), Aida Sartimbul, PhD selama lima hari (24-29/4) mengikuti Pacific International Council Exploration of The Sea (PICES) International symposium and worksho di Jepang. PICES merupakan wahana pertemuan para ilmuwan di bidang perikanan, lingkungan, kelautan, biologi, fisika, geografi, meterorologi, ekonomi dan sosial khususnya di wilayah Pasifik dan laut sekitarnya.
Kegiatan yang kali ini dipusatkan di Sendai Convention Center tersebut mengambil tema "Climate Change Effect on Fish and Fisheries: Forecasting Impacts, Assessing Ecosystem Responses and Evaluating Management Strategies".
Aida Sartimbul, yang merupakan delegasi FPIK serta Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) UB, dalam kesempatan ini menyampaikan empat paper (1 oral dan 3 poster) yang ditulis bersama dengan dosen dan mahasiswa lainnya. Mereka adalah Prof. Dr. Sahri Muhammad, MS; Ir. Daduk Setyohadi, MP; Ir. Anthon Efani, MP serta Ir. Pudji Purwanti (dosen FPIK-UB), Prof. Hideaki (University of Nagasaki), Erfan Rohadi, M.Eng (dosen Manajemen Informatika Politeknik Negeri Malang) dan tiga orang mahasiswa FPIK yakni Oky Rosita Tanjung, Sary Rahmawati dan Hanggar Prasetyo K.
Keempat makalah yang akan dipresentasikan tersebut berjudul: 1. Household Fishermen Empowerment Based on Local Community Wisdom as a Problem Solver on Fishermen Poverty: Case Study in Madura Strait and Prigi Bay, Indonesia; 2. Chlorophyll a Concentration Dynamics Due Climate Change and Its Possible Impact on Pelagic Fishes at Java and Bali, Indonesia: Case Study in 2006; 3. The Implication of Oceanographic and Meteorological Factors on Algae Blooming Event and Possible Impact on Sardinella Lemuru Fishery Along The Coast of Bali, Indonesia; 4. Biological Aspects and Population Dynamics of Mud Crab (Scylla Serrata) in The Mangrove Area of Curah Sawo, Probolinggo, Indonesia.
Simposium kali ini bertujuan untuk menyediakan forum diskusi bagi ilmuwan dan pengambil keputusan dalam menghadapi dampak perubahan iklim pada ekosistem dan pengguna ekosistem, ikan dan perikanan di seluruh dunia masa kini dan masa datang. Selain itu juga untuk merancang strategi dalam mempersiapkan masyarakat untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim. Tahun ini kegiatan tersebut disponsori oleh North Pacific Marine Science Organisation, International Council for Exploration Of The Sea (ICES), serta Food and Agriculture Organisation of The United Nations (FAO-UN).
Selain itu terdapat juga beberapa sponsor lokal lainnya seperti Fisheries Research Institute Japan, Hokkaido University Global Center of Excellence Program on Establishment of Center for Integrated Field Environmental Science (HUGCOE), National Marine Fisheries Service of NOOA (NMFS), Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO (IOC), serta The World Bank. Dalam kunjungannya tersebut Aida Sartimbul, PhD mendapat dukungan dana dari The World Bank dan Universitas Brawijaya.
Sekitar 350 peserta dari 40 negara turut serta dalam kegiatan ini seperti Amerika Serikat, Jerman, Inggris, China, Taiwan, Korea, Brazil, Denmark, Perancis, Spanyol, Filipina, Afrika Selatan, Jepang, Australia, Indonesia, dll.
Turut serta juga dalam kegiatan ini adalah dua orang dosen dari Universitas Padjadjaran (Unpad) dan IPB yang juga menjadi delegasi Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat diakses di sini. [as/nok]
----
Foto: Aida Sartimbul, PhD (kanan) bersama salah satu panitia, Prof. Dr. Hans-O Poertne dari Jerman (tengah) dan peserta, Dr. Masahiko Fujii dari Jepang (kiri)

Pelepasan Tim Peksiminal UB
30 April 2010
Kemarin (29/4), Rektor UB Prof Ir Yogi Sugito melepas tim Peksiminal (Pekan Seni Mahasiswa Regional) UB yang akan mengikuti seleksi tingkat Regional Jatim. Rektor berpesan kepada tim agar tampil tanpa beban. "Tetap serius tapi jangan terlalu beban karena biasanya malah tidak bisa menampilkan yang terbaik," ungkapnya di ruang ramah tamah lantai enam gedung rektorat.
Rektor yang didampingi PR III Ir Ainurrasyid MS dan Kabag Kemahasiswaan Drs Soeharyo mengungkapkan akan mendukung penampilan mahasiswa UB, apalagi kali ini Peksiminal bidang tarik suara dan tari ditempatkan di Malang. Dari enam bidang yang dilombakan, tiga bidang bertempat di UB, yaitu Tari (Samantha Krida), Pop (Student Center), Seriosa (Perpustakaan lt. 5) yang berlangsung dari Selasa-Kamis ,4-6 Mei 2010. Sedangkan tiga bidang lainnya di luar UB  yaitu Dangdut (Universitas Negeri Malang), Keroncong (Universitas Muhammadiyah Malang), Vocal Group (Universitas Merdeka).
Nama-nama mahasiswa yang akan mewakili UB di Peksiminal 2010 yaitu Yeremia AD dan Aulia Dita Anggraini (Pop), Anton Triono dan Ardianinda Wisda (Dangdut), Yan Ardi Darutama dan Victoria Mariantini (Keroncong), Aditya Dwi Novarianto dan Andwitya Puspita H (Seriosa), sedangkan untuk Tari dan Vocal Group masing-masing akan diwakili Unitas Karawitan dan Tari (Unitantri) dan Brawijaya University Student Choir (BUSC).
Ketua BUSC Ardianinda Wisda menyampaikan kepada PRASETYA Online, latihan insentif sudah dilakukan semenjak satu bulan dengan pelatih masing-masing. Oleh karena itu PR III menurut pengakuan Ardianinda menargetkan agar semua bidang bisa masuk final bahkan masuk ke seleksi tingkat nasional.
Seleksi peksiminal bukan hanya  bidang tarik suara dan tari, selain keduanya ada bidang tulis dan panggung.  Untuk Peksiminal tulis yang terdiri dari penulisan cerpen, puisi, monolog, lalu desain grafis dan lukis dipusatkan di Jember. Peksiminal panggung yang terdiri dari pembacaan puisi dan monolog bertempat di Surabaya yang akan digelar pada minggu keempat bulan ini. [ai]

Dosen Kimia FMIPA UB Presentasi di ICFIA Thailand
30 April 2010
Dua orang dosen jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA-UB) mempresentasikan makalah dalam ajang International Conference on Flow Injection Analysis (ICFIA). Kegiatan yang diikuti sekitar 150 orang ahli Kimia Analitik bidang Flow Based Analysis ini diselenggarakan di hotel Garden Sea View Resort, Pattaya, Thailand, Minggu-Jum'at (25-30/4). .
Dua orang dosen tersebut adalah Dr. Hermin Sulistyarti dan Adam Wiryawan, MS. Dalam kesempatan tersebut, Hermin akan menyampaikan makalah berjudul "Development on Flow Injection Method For Online Determination of Cyanide and Thiocyanatea" sementara Adam menyampaikan "Determination of Cr(III) and Cr(IV) Species By Using Dual Mini Columns and Inductively Coupled Plasma-Atomic Emission Spectrometry (ICP-EAS)".
ICFIA pertama kali diselenggarakan pada tahun 1989 dengan nama "Winter Conference on Flow Injection Analysis (WCFIA). ICFIA selanjutnya diadakan secara periodik setiap dua tahun dan sekarang merupakan periode ke-16. Informasi tentang sejarah dan perkembangan seminar ini dapat dibaca dalam artikel yang ditulis Prof. Garry D. Christian yang berjudul "A Historical Account on Flow Analysis (FA) and International Conference on Flow Injection Analysis". Tulisan ini dimuat dalam jurnal Anal. Chim. Acta (2009), doi:10.1016/j.aca.2009.04.018.
Tahun ini makalah yang disajikan meliputi beberapa pokok bahasan diantaranya flow injection analysis, sequential injection analysis, new techniques, instrumentation, detection, new applications based on flow analysis serta flow techniques. Sebanyak 40 makalah oral dan 142 makalah poster telah terkumpul dari peserta yang merupakan delegasi Australia, Amerika Serikat, Eropa, Thailand dan negara Asia lainnya. Informasi lebih lengkap dapat diakses di sini.
Para ahli kimia analitik dari berbagai dunia yang bertindak sebagai steering committee dalam ICFIA ke-16 ini adalah Prof. G.D. Christian (Amerika Serikat), Prof. M. Bloomfield (Inggris), Prof. J.L. Burguera (Venezuela), Prof. O. Chailapakul (Thailand), Prof. W. Frenzel (Jerman), Prof. K. Grudpan (Thailand), Prof. T. Imato (Jepang), Prof. T. akai (Jepang), Prof. J.F. Van Staden (Rumania) dan Dr. D. Nacapricha (Thailand). [aw/nok]

Menuju Pembentukan Komunitas ASEAN 2015
29 April 2010
Seiring dengan semakin terintegrasinya kawasan-kawasan di dunia seperti di Eropa, Afrika, Amerika Selatan dan kini Asia tenggara, muncul proposal mengenai arsitektur regional yang diangkat oleh Perdana Menteri Jepang (komunitas Asia Timur) dan Perdana Menteri Australia (komunitas Asia Pasifik). Di tengah tawaran arsitektur kawasan dari Jepang dan Australia tersebut, posisi Indonesia jelas yaitu tetap mengutamakan sentralitasi ASEAN yang sedang berupaya membangun komunitas ASEAN pada tahun 2015. Pembentukan Komunitas ASEAN mutlak diperlukan sebaga fondasi utama agar kawasan ini tidak didikte oleh pengaruh-pengaruh dari luar kawasan.
Momentum strategis Indonesia sebagai ketua di tahun 2011 harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Indonesia dalam rangka memperkokoh peran kepemimpinan Indonesia sesuai dengan Rencana Pembangunan Nasional. Sehubungan dengan hal tersebut, sesuai dengan komitmen untuk menjadikan ASEAN sebagai sebuah organisasi yang berorientasi kepada masyarakat, maka dirasakan perlu untuk mendiseminasikan informasi mengenai segala hal yang berkaitan dengan upaya pembentukan Komunitas ASEAN 2015.
Untuk itu, Kementerian Luar Negeri RI bekerjasama dengan Bagian Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH-UB) akan mengadakan sosialisasi dengan topik "Indonesia dan ASEAN: Menuju Pembentukan ASEAN Tahun 2015". Kegiatan ini menurut rencana akan diselenggarakan di Ruang Sidang Lantai 6 FH-UB pada Senin (3/5) mulai pukul 09.00 - 12.00 WIB. Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat akan dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang komunitas ASEAN dan peran Indonesia dalam proses tersebut.
Dengan demikian masyarakat diharapkan akan dapat berkontribusi secara positif terhadap upaya pembentukan Komunitas ASEAN termasuk memberikan masukan terhadap pemerintah terkait kebijakan Indonesia di tingkat regional. [nok]

BPK Goes To Campus
29 April 2010
Guna memperkenalkan wewenang, peran, serta tugas dan fungsinya kepada masyarakat khususnya dunia kampus, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) menyelenggarakan "BPK Goes To Campus". Kamis (29/4), kegiatan ini dilangsungkan di Universitas Brawijaya (UB). Hadir dalam kegiatan yang dipusatkan di gedung widyaloka ini adalah pimpinan di lingkungan UB serta mahasiswa program sarjana dan pascasarjana Jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Administrasi (FIA). Selain itu hadir pula pimpinan BPK diantaranya Dr. Ir. Herman Widyananda, SE, M.Si (Wakil Ketua), Hendar Ristriawan, SH, MH (Kepala Direktorat Utama Pembinaan dan Pengembangan Hukum Pemeriksanaan Keuangan Negara) serta Dr. Drs. Mahendro Sumardejo, MM (Kepala BPK Jawa Timur).
Dalam paparannya, "BPK-RI Membangun Negara Secara Transparan dan Akuntabel", Herman mengurai profil BPK yang memiliki landasan konstitusional Pasal 23 ayat 5 UUD 1945 serta beberapa landasan operasional diantaranya UU No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Menurutnya, BPK-RI pada era Orde Baru dan Reformasi memiliki perbedaan signifikan, diantaranya dalam hal akuntabilitas, sekarang pemeriksaan anggaran BPK sendiri dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik dan diumumkan secara luas sementara pada era Orde baru, diperiksa sendiri oleh auditor BPK yang membidangi Lembaga Tinggi Negara dan hasilnya tidak diumumkan. Perbedaan lain seperti pada penilaian mutu kerja, saat sekarang dilakukan oleh BPK negara lain anggota INTOSAI (International Organisation of Supreme Audit Institutions) sementara pada era Orde Baru tidak ada.
Sesuai UU yang berlaku, menurut Herman yang menyelesaikan program doktor pada 2006 di IPB, BPK memiliki tugas pokok dan fungsi untuk melakukan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Beberapa obyek pemeriksaan yang menjadi tanggung jawabnya adalah pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Layanan Umum (BLU), Badan Usaha Milik Daerah serta lembaga negara lainnya. Output pemeriksaan ini dapat berupa opini auditor serta temuan, kesimpulan dan rekomendarsi.
Kerugian Negara
Sampai akhir Januari 2010, ia menyebut kasus kerugian negara pada instansi pusat yang berhasil dipantau mencapai 9043 dari 45.425 kasus (19.90 persen) senilai Rp. 10.2 Triliun, USD 143.21 juta, Peso 215.21 juta, AUD 1.6 juta, DM 1.87 juta, Yen 777.18 juta, Df 3.18 juta, FFr 37.31 juta, SAR 33.75 juta dengan tingkat penyelesaian 31.74 persen.
Khusus untuk BUMN, cakupan kasus kerugian negara yang dipantau mencapai 1.556 dari 45.425 kasus (3.42 persen) senilai Rp. 3.39 Triliun, USD 18 juta dengan tingkat penyelesaian 34.51 persen.
Terkait rasio temuan yang ditindaklanjuti, Herman menyampaikan bahwa hasil pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan pemerintah pusat hingga akhir semester II tahun 2009 dari 84 kementerian/lembaga, terdapat 10.618 temuan pemeriksaan senilai Rp. 919.16 Triliun serta sejumlah valuta asing. Selain itu, terdapat juga 16.254 rekomendasi senilai Rp. 890.51 Triliun dan sejumlah valuta asing. "Sebanyak 8547 rekomendasi senilai Rp. 186.04 triliun serta sejumlah valas telah ditindaklanjuti sesuai rekomendasi", ujarnya.
Untuk BUMN, dari 125 yang berhasil dipantau sampai akhir semester II tahun 2009, terdapat 2.889 temuan pemeriksaan senilai Rp. 651.10 Triliun serta sejumlah valuta asing dan 3977 rekomendasi senilai Rp. 167.46 triliun serta sejumlah valuta asing. "Dari jumlah tersebut, 1727 rekomendasi senilai Rp. 76.37 triliun telah ditindaklanjuti", terangnya.
Lebih lanjut disampaikan Herman, sepanjang 2004-2009 BPK telah melaporkan 223 kasus hasil pemeriksaannya kepada penegak hukum dengan nilai Rp. 30.57 triliun dan USD 470.40 juta. Sementara sampai dengan semester II tahun 2009, hasil pemeriksaan yang berindikasi pidana sebanyak 264 kasus dengan nilai Rp. 30.93 triliun dan USD 472.56 juta juga telah dilaporkan kepada pihak berwenang. Pembicara selanjutnya, Hendar Ristriawan, SH, MH dalam paparannya menyampaikan materi "Pemeriksaan Atas Pengelolaan dan Tanggung Jawan Keuangan Negara Oleh BPK RI". [nok]

Pendidikan Keahlian Perancangan Peraturan Perundang-Undangan
29 April 2010
Program  Pendidikan Keahlian Perancangan Peraturan Perundang-undangan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementrian Hukum dan HAM RI melaksanakan  Pendidikan Keahlian Perancangan Peraturan Perundang-undangan di Hotel Orchid Garden Kota Batu, Kamis-Sabtu (29/4-1/5). Kegiatan pendidikan dan pelatihan ini bertujuan mengantarkan para peserta untuk  mampu melakukan perancangan peraturan perundang-undangan dengan baik, tepat, aspiratif, dan responsif.
Peserta pendidikan ini berasal dari Sekretrariat Jenderal DPD RI, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Pemerintah Kota Surabaya, Mahasiswa S2, Pemerintah Kabupaten Kutai Kertanegara, dosen Universitas Tadulako Palu, dan dosen Fakultas Hukum UB.
Pendidikan akan dibuka oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementrian Hukum dan HAM RI, Abdul Wahid Masru SH MH. Sedangkan bertindak sebagai trainer adalah DR Waidudin Adams, SH (Direktur Fasilitasi Perda Kemkumham RI), Aan Eko Widairto, SH MHum, Herlin Wijayati, SH, MS, Abdul Madjid, SH MS, DR Jazim Jamidi, SH MH, M Fadli, SH MH, dan M Dahlan.
Sebagai sebuah pendidikan keahlian, pendidikan ini dikelolah secara professional dengan metode pembelajaran yang berbasis andragogi. Dalam konteks pendidikan semacam ini proses pembelajaran yang dilakukan mengedepankan Student Centered Learning (SCL) dan Case Based Learning (CBL) sebagai pilihan metode pembelajaran yang dinilai paling efektif dan sesuai dengan arah kompetensi peserta.[mul/ai]

Seminar Internasional Hukum Laut Oleh FH-UB
29 April 2010
Bekerjasama dengan Fakultas Hukum University of Wollongong dan Universitas Tri Sakti, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH-UB) akan menyelenggarakan seminar internasional hukum kelautan. Seminar yang akan diselenggarakan pada Senin-Rabu (17-19/5) di gedung widyaloka UB ini mengambil tema Internasional Seminar and Indonesia Forum on Ocean Law: "Building Comprehensive Perspective on National Security and Sustainable Development". Dalam kesempatan tersebut, akan diselenggarakan juga presentasi paper, yang dikelompokkan dalam beberapa tema. Meliputi Exclusive Economic Zone, The Law of The Sea, National Defense and Security, Biodiversity Conservation, Indonesia Water Zone, Marine Environment Conservation, Fisheries Management and Conservation, Marine Spatial Management, Coastal Zone and Small Island serta Marine Ecotourism.
Berkaitan dengan acara tersebut, pihak panitia mengundang pakar, mahasiswa program pascasarjana serta akademisi untuk menghadiri dan berpartisipasi dalam seminar tersebut.
Untuk pelaksanaan seminar, setiap peserta dikenakan konstribusi sebesar Rp. 500 ribu yang digunakan untuk fasilitas selama kegiatan termasuk seminar kit, joy sailing serta field trip ke Lantamal dan sertifikat seminar internasional. Pembayaran konstribusi seminar dapat dilakukan melalui rekening Bank Mandiri Cabang Unibraw dengan Nomor Rekening 1440010616354 atas nama Ratih Dheviana Puru H. Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada Pamflet Seminar Internasional Hukum Laut. [nok]

Ekspedisi Geografi Indonesia (EGI) 2010 Jawa Timur
29 April 2010
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) pada 18-26 April 2010 kemarin menyelenggarakan Ekspedisi Geografi Indonesia (EGI) di Jawa Timur. Ekspedisi Geografi Indonesia (EGI) adalah suatu rangkaian perjalanan mengamati fenomena geografi pada suatu trase atau rute tertentu. Pengamatan fenomena sepanjang trase tersebut dimulai dari pegunungan sampai daerah pantai dengan pengamatan fenomena geografi yang meliputi unsur hayati (biotik), nir hayati (abiotik), budaya (culture) dan dampak lingkungan.
EGI 2010 ini didukung oleh pakar dari berbagai disiplin ilmu yang dikelompokkan dalam bidang abiotik (geologi, geodesi, tanah), biotik (biologi, pertanian, kehutanan), budaya (antropologi, pariwisata, ekonomi, toponimi), serta dampak lingkungan (geologi lingkungan, geografi).
Para ahli tersebut berasal dari Universitas Brawijaya (3), Unair (2), ITB (2), Unpad (1), Unpak (2), Disbudpar Jatim (1), Bappeda Jatim (1), Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (1 orang) dan Bakosurtanal (10). Tiga orang yang berasal dari Universitas Brawijaya yaitu Drs Topowijono, MSi (FIA-Ahli Pariwisata), Medha Baskara SP MT (FP-Ahli Arsitektur Lanskap dan Pertanian) serta Kurniawan Sigit W, SP, MP (FP-Ahli Tanah & Lingkungan)
Menurut ketua panitia, Yusuf Wibisono dari PSSDAD Bakosurtanal, EGI bertujuan menyediakan informasi fenomena geografi (potensi dan masalah) di wilayah Provinsi Jawa Timur terkini dengan metode survei cepat yang disajikan dalam bentuk publikasi ilmiah populer kepada masyarakat luas. Dengan menjadikan fenomena geografi dalam suatu rekaman melalui tulisan ilmiah populer dan audio visual dari lokasi atau wilayah, diharapkan dapat memberi wacana baru kepada masyarakat luas bahwa didalamnya masih ada banyak peluang ekonomi dan nilai-nilai budaya yang akhirnya dapat membangkitkan semangat dan kecintaan pada tanah air, temasuk didalamnya mengkomunikasikan dengan masyarakat internasional.
Wilayah yang dikunjungi Tim Ekspedisi selama lebih dari seminggu ini meliputi Surabaya (Jembatan Suramadu, Lumpur Sidoarjo), Bangkalan (batik Madura), Situs Majapahit Trowulan, Areal Perhutani Saradan, Madiun (Pabrik Gula Rejo Agung), Ponorogo (Pengrajin Reog Ponorogo), Pacitan (Gua Tabuhan), Kediri (Gunung Kelud), Blitar (Makam Bung Karno), Malang (Gunung Kawi, UB, Kebun Apel), Probolinggo (Gunung Bromo-Tengger), Situbondo (Pasir Putih, Peninggalan Daendels di Panarukan), dan Banyuwangi (Taman Nasional Baluran dan Puncak Ijen).
Berdasarkan pengamatan selama ekspedisi, Jawa Timur telah dikenal sebagai pusat kebudayaan sejak jaman prasejarah, pusat pemerintahan era Kerajaan Majapahit sampai saat ini yang tetap dikenal sebagai pusat industri besar seperti galangan kapal, kereta api, semen, gula, serta kawasan produksi pertanian dan kehutanan.
Kondisi alampun mempunyai daya tarik yang tinggi baik pegunungan, flora, fauna maupun industri pariwisata yang mempunyai potensi besar dalam pembangunan Jawa Timur khususnya dan Indonesia. Pada saat Tim Ekspedisi berada di Gunung Bromo, dilakukan Peluncuran Website EGI dengan alamat http://www.egi-bakosurtanal.com
Termasuk dalam rangkaian kegiatan EGI ini, adalah dilakukannya kegiatan bimbingan teknis dan sosialisasi "Pemanfaatan Data Spasial Tematik dan Teknologi Remote Sensing-Sistem Informasi Geografi dalam perencanaan Tata Ruang dan Pemantauan Bencana" yang dilakukan di Guest House UB, Jumat (23/4).
Simultansi kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan tersosialisasinya kegiatan di perguruan tinggi sesuai motto PSSDAD "Mitra Anda Dalam Tematik Darat". Bimbingan teknis yang bekerjasama dengan Fakultas Pertanian UB memberikan pengetahuan praktis tentang cara inventarisasi dengan metode inderaja, pengelolaan basis data, serta aplikasinya dengan sistem informasi geografi.
Pada kegiatan ini, hadir pula jajaran pimpinan Fakultas Pertanian UB seperti Prof. Ir. Sumeru Ashari, Magr.Sc, PhD dan Dr. Ir. Sudiarso, MS serta pimpinan Bakosurtanal yaitu Sukendra Martha (Sekretaris Utama), Agus H. Atmadilaga (Kepala PSSDAD)  dan pemateri dari UGM (Prof Junun Sartohadi), Bakosurtanal (Dr. Rochmandjaja dan Drs Yudi Siswantoro, MSi) dan ITB (Dr Dudung M Hakim dan Ir Albertus Deliar, MT).
Hasil utama dari rangkaian EGI Jawa Timur dan Bimtek PSSDAD, selain mampu memberikan update terakhir kondisi biotik, abiotik dan budaya di Jawa Timur juga komitmen pengembangan jaringan penelitian diantara para anggota tim ekspedisi yang terdiri dari berbagai institusi.  Upaya kerjasama lebih lanjut juga akan dirintis terus antara BAKOSURTANAL dan institusi peserta EGI termasuk Universitas Brawijaya khususnya Fakultas Pertanian. [mb/nok]

Kunjungan Kine Klub Menuju Mafvie Fest 2010
28 April 2010
Kine Klub Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Societo Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya dan Sputtagraph Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Brawijaya, mengadakan roadshow pemutaran film menuju Malang Film Video Festival (Mafvie Fest) 2010, di Universitas Brawijaya Malang. Rabu (28/4), bertempat di Ruang Sidang Utama FE UB, para pecinta film ini mengadakan pemutaran film-film Mafvie sebagai promo acara Mafvie Fest 2010 yang akan diadakan oleh Kine Klub UMM pada 8-10 Juni mendatang. "Ada tujuh film Mafvie dari tahun 2006, 2007, dan 2008, serta satu film dari Societo, yang diputar pada roadshow ini, sebagai promo publikasi acara Mafvie Fest bulan Juni nanti," ungkap Cindy, ketua pelaksana Mafvie Fest 2010, saat ditemui seusai acara.
Pemutaran film menuju Mafvie ini sebelumnya telah dilaksanakan di Perpustakaan Kota Malang, pada Sabtu (17/4) lalu. Kemudian di Universitas Brawijaya untuk segmentasi mahasiswa, dan untuk segmentasi pelajar akan dilaksanakan di SMK 3 Batu pada Sabtu (1/5) mendatang. Film-film yang akan dinominasikan dalam Mafvie Fest 2010 nanti diantaranya adalah animasi, fiksi, dan dokumenter.
"Mafvie Fest sudah mulai diadakan sejak tahun 2004. Event ini ditujukan untuk lebih mengapresiasikan film-film di kota Malang. Apalagi ini tarafnya adalah nasional," demikian dijelaskan oleh Winda, humas kegiatan, di akhir wawancara. [riz]

UB Kukuhkan Dua Guru Besar Hari Ini
28 April 2010
Dua orang guru besar UB dikukuhkan hari ini. Dua orang ini menambah jumlah guru besar di kampus biru menjadi 186 orang. Dua orang tersebut adalah Prof.Dr.Bambang Supriyono, MS dari Fakultas Ilmu Adminnistrasi dan Prof.Dr.Ir.Budi Steiawan,MS dari Fakultas Pertanian.
Prof.Dr.Bambang Supriyono,MS yang menjadi guru besar ke-185 UB dank e-16 di FIA mengetengahkan judul pidato pengukuhan "Sistem Pemerintahan Daerah Berbasis Masyarakat Multikultural". Ia mengkritisi adanya konflik baik yang bersifat horizontal dan vertikal terkait peralihan manajemen pemerintahan dari sistem sentralistik ke desentralistik. "Konflik yang bersifat horizontal bisa jadi antar masyarakat yang beraneka ragam suku, budaya, atau agamanya. Sedangkan vertikal bisa karena terjadi antara golongan yang berstratifikasi kaya dan miskin", ungkapnya.
Menurutnya kebijakan desentralisasi hanya dapat diimplementasikan dengan mempertimbangkan keseimbangan dimensi keanekaragaman (dimensions of diversity) dan dimensi kesatuan (dimensions of unitary). Untuk daerah yang potensial terjadi konflik vertikal misalnya, pemerintah mesti bisa mengelola manajemen pemerintahan yang berbasis pemenuhan pelayanan publik yang efektif dan efisien. Jika terjadi pada daerah yang berpotensi terdapat konflik horizontal, maka pemerintah harus memperhatikan keanekaragaman sosial budaya setiap lapisan masyarakatnya.
Sementara itu Prof.Dr.Ir.Budi Setiawan, MS yang menyampaikan materi pidato pengukuhan berjudul "Sinergitas Manajemen Agribisnis dalam menghadapi Liberaliasasi Perdagangan" menelaah kondisi persaingan sektor pertanian, utamanya agribisnis, di masa perdagangan bebas sekarang ini. Menurut guru besar ke-43 FP ini, beberapa perjanjian perdagangan bebas baik regional maupun internasional seperti GATT, WTO, AFTA, atau ACFTA bisa menjadi peluang sekaligus ancaman bagi sector pertanian dalam negeri. "Perlu ada antisipasi pelaku usaha agribisnis dan pemerintah melalui sinergitas manajemen agribisnis yaitu adanya kebijakan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi agar komoditas yang dihasilkan kompetitif baik domestik maupun pasar global", tuturnya.
Dalam pidatonya ia berharap kepada pemerintah untuk lebih memberikan kesempatan kepada perluasan program-program kemitraan antara usaha-usaha kecil dengan perusahaan. Program-program tersebut menurut Budi akan mampu memperkuat forward and backward linkage di sector pertanian. "Usaha-usaha kecil akan merasa dilindungi dan ditempatkan pada kondisi untuk bisa berkembang, sementara perusahaan besar akan disokong terus maju", tuturnya.[fjr]
----
foto: Prof.Dr.Bambang Supriyono, MS (kiri) dan Prof.Dr.Ir.Budi Setiawan,MS (kanan)

78 Maba Diterima Melalui Jalur Non Akademik
28 Maret 2010
Sebanyak 78 pelajar diterima menjadi mahasiswa UB melalui jalur Penjaringan Siswa Berprestasi (PSB) non akademik 2010/2011. Kemarin (27/4), 91 pelajar dari seluruh Indonesia melakukan tes seleksi bakat sesuai dengan sertifikat yang dikumpulkan peserta di tahap seleksi administrasi, namun tujuh peserta dinyatakan gugur karena tidak hadir dan enam peserta tidak lolos seleksi. Benny Bernadus W RS SH anggota tim seleksi PSB non akademik mengungkapkan dari 200 lebih peserta yang mendaftar, diputuskan 91 peserta lolos seleksi administrasi. "Minimal peserta yang lolos seleksi ini memiliki prestasi di tingkat propinsi, itupun kita lihat lagi kualitas kejuaraan yang diikuti," tambahnya.
Benny yang saat ini menjabat sebagai Kaur Rumah Tangga di Rektorat UB mengungkapkan, UB bukan hanya mengembangkan potensi mahasiswa di bidang akademik tapi juga minat bakat mahasiswa di bidang non akademik seperti olahraga, seni, maupun penalaran. Kali ini sebanyak 15 cabang olahraga yang diseleksi dan 13 cabang lainnya dari bidang seni dan penalaran. Dari 15 cabang olahraga yang diseleksi, ada beberaba cabang yang di UB belum ada pembinannya seperti, panahan dan anggar. "Memang ada beberapa cabang yang terbilang baru di UB dikarenakan keberadaan mereka ini diharapkan menguatkan posisi UB di POMDA ataupun POMNAS," ucap Benny.
Seluruh peserta yang akan mengikuti seleksi sebelumnya dikumpulkan di gedung Rektorat lantai delapan untuk mendengarkan penjelasan mengenai PSB non akademik dan kontrak yang harus ditandatangani. Prof Bambang Suharto PR I UB mengatakan dalam sambutannya, kontrak yang akan ditandatangani bersifat mengikat. Setiap calon maba yang diterima melalui jalur PSB non akademik wajib aktif di UKM atau kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan bakat dan minatnya tersebut, bila tidak ingin dikenakan sanksi sesuai dengan kontrak yang ditandatangani.
Salah satu peserta PSB non akademik yang diterima dari cabang panahan, Elanda Alfi Anatan yang berasal dari SMAN 4 Bojonegoro mengungkapkan kebahagiaannya diterima di UB. Elanda yang memilih jurusan Ilmu Komunikasi berkat saran guru BK di sekolahnya mengungkapkan akan berusaha semaksimal mungkin di  jurusan barunya walaupun dia belum tahu dengan utuh apa yang akan dipelajari. Salah satu prestasi Elanda adalah menjadi juara 1 beregu tim putra di Kejurnas PPLP di Yogjakarta 2008.[ai]

Kerjasama Bidang MIPA Antara UB dan Unlam
27 April 2010
Sabtu (24/4), telah ditandatangani naskah kerjasama antara Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) dan FMIPA Universitas Brawijaya (UB). Dekan FMIPA-Unlam, Dra. Ninis Hadi Haryanti, MS dan Dekan FMIPA-UB, Prof. Dr. Marjono, Mphil dalam kesempatan tersebut bertindak mewakili institusi masing-masing. Penandatanganan naskah kerjasama yang dipusatkan di FMIPA-Unlam ini terutama berisi tentang implementasi tri dharma perguruan tinggi.
Sebagai realisasi kerjasama, akan segera disiapkan penelitian bersama antara dosen UB dan dosen Unlam dalam bentuk "Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi (Pekerti)", penelitian fundamental, dan yang lainnya. Kepada PRASETYA Online, Dekan Prof. Marjono menyampaikan beberapa orang dosen yang telah menyatakan kesediaannya yaitu Dr. Agus Suryanto (Jurusan Matematika) serta Dr. Bagyo Yanuwiardi dan Widodo, MSc, PhD (Jurusan Biologi). Selain itu, dalam bidang kemahasiswaan, direncanakan juga adanya program ekspedisi mahasiswa pada kedua perguruan tinggi ini.
Dekan mencatat, terdapat lima orang alumni FMIA-UB yang saat ini menjadi staf akademis di FMIPA-Unlam, meliputi alumni Jurusan Matematika (2 orang), Jurusan Biologi (2 orang), serta Jurusan Kimia (1 orang).
Untuk meningkatkan semangan mahasiswa Unlam, utamanya terkait dengan penelitian maupun pengerjaan skripsi, telah diselenggarakan kuliah tamu pada bidang matematika, dimana Prof. Marjono didaulat menjadi pembicaranya. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang ternyata mendapat respon positif dari dosen matematika Unlam.
Kemudian, pada tanggal 26 April 2010, dosen Jurusan Biologi FMIPA-UB, Dr. Bagyo Yanuwiardi, menjadi pembicara dalam kuliah tamu yang diikuti oleh mahasiswa. Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa banyak sekali yang dapat diangkat menjadi topik penelitian di kawasan Kalimantan Selatan, terutama terkait dengan pemanfaatan lahan basah. [mar/nok]

Prof. Budi Setiawan: Hadapi Liberalisasi, Perlu Sinergitas Manajemen Agribisnis
27 April 2010
Berlangsungnya liberalisasi perdagangan dapat dipandang sebagai peluang memperluas ekspor komoditas, sekaligus ancaman membanjirnya komoditas impor termasuk dalam sektor agribisnis. Hal ini harus diantisipasi oleh pelaku usaha agribisnis dan pemerintah melalui sinergitas manajemen agribisnis dan kebijakan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi agar komoditas yang dihasilkan kompetitif baik domestik maupun pasar global. Prof. Dr. Ir. Budi Setiawan, MS mengemukakan hal ini dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar bidang Ilmu Manajemen Perusahaan Pertanian pada Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB). Dihadapan Rapat Senat Terbuka UB, Rabu (28/4) ia menyampaikan pidato berjudul "Sinergitas Manajemen Agribisnis Dalam Menghadapi Liberalisasi Perdagangan".
Sebagai negara sedang berkembang, menurutnya agribisnis memiliki arti penting dan strategis dalam perekonomian nasional. Peranan agribisnis dalam perekonomian diantaranya ditunjukkan oleh kontribusinya terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 14.4 persen dengan penyerapan nilai ekspor sekitar 29.2 milyar dollar serta menyerap tenaga kerja hingga 42.7 juta orang.
Dalam liberalisasi ini, petani dan nelayan kecil sebagai pelaku agribisnis dengan jumlah penyerapan tenaga kerja terbesar, menurutnya perlu mendapat perlindungan dan penguatan baik dalam organisasi usaha, kelembagaan, modal, teknologi maupun sarana penunjang lainnya. "Perlindungan dan penguatan ini agar mereka tetap berkembang dan mampu berperan baik di tingkat domestik maupun menghadapi liberalisasi perdagangan", kata dia.
Dalam hal perlindungan terhadap sektor agribisnis, ia pun mencontohkan Amerika Serikat. "Sebagai negara maju, ternyata Amerika mempunyai sikap ganda dan tidak sepenuhnya mematuhi ketentuan yang berlaku", ujarnya. Proteksi menurutnya tetap diberlakukan terhadap sektor agribisnis pada tingkat yang sangat tinggi melalui penurunan tariff dan subsidi dalam jumlah besar terutama pada komoditas gandum, beras, susu, gula, jagung, kedelai, sayur-sayuran dan kacang-kacangan. "Sebagai negara pelopor perdagangan bebas, ternyata Amerika tidak sepenuhnya menjalankan kebijakan perdagangannya dengan menyerahkan pada mekanisme pasar", kata dia.
Contoh lain dalam mengantisipasi liberalisasi adalah China. Kebijakan sektor agribisnis di negeri tirai bambu ini dilakukan dengan beberapa tindakan yakni dukungan pendapatan, program jaring pengaman dan penyesuaian struktur bantuan. Selain itu, ada juga subsidi untuk meningkatkan produksi dan distribusi antar sektor yang mencakup wilayah lebih luas dan mencakup berbagai tipe program subsidi. Di China, pembayaran seluruh subsidi dan bantuan ini dilakukan langsung ke petani.
Melalui sinergitas manajemen agribisnis, Budi Setiawan menyarankan Indonesia untuk menempuh beberapa kebijakan pengembangan agribisnis melalui konsolidasi aset, kelembagaan agribisnis serta sinergi struktural antar sub sektor dalam bentuk kemitraan. Selain itu, ia juga menyarankan agar Indonesia memiliki keberpihakan kebijakan ekonomi makro dan mikro kepada agribisnis, meningkatkan efisiensi, produktivitas dan daya saingnya serta meningkatkan kapasitas dan kemampuan pelakunya.
----
Prof. Dr. Ir. Budi Setiawan, MS dilahirkan di Denpasar 55 tahun silam. Menikah dengan Diah Fadjar Anggraini dan dikaruniai tiga orang putera puteri. Tahun 1980, ia menamatkan Sarjana Pertanian di Jurusan Sosial Ekonomi UB dan dilanjutkan Magister pada program studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan Fakultas Pascasarjana IPB selesai pada 1987. Program doktor Ilmu Pertanian ia peroleh di UB pada tahun 2004. Mengawali karier akademik sebagai dosen di FP-UB sejak 1981, Budi yang juga staf ahli PR II Bidang Pengembangan SDM, saat ini telah menghasilkan 10 jurnal ilmiah, 4 buku diktat, 28 penelitian, 10 pengabdian masyarakat serta 16 pengalaman bidang pendidikan dan pengajaran. [nok]

Prof.Dr. Bambang Supriyono, MS: Perlunya Strategi Pengembangan Daerah Berbasis Masyarakat Multikultural
27 April 2010
Seiring berjalannya alur reformasi, sistem manajerial pemerintahan daerah pun beralih. Otonomi daerah yang desentralistik dan telah menjadi pilihan daripada sistem manajerial terpusat ternyata bukan tanpa resiko. Dalam lingkup masyarakat yang multikultural, proses transisi dalam alur peralihan ini tidak hanya menimbulkan biaya politik yang tinggi, tapi juga seringkali melahirkan konflik.
Hal ini disampaikan oleh Prof.Dr. Bambang Supriyono, MS dalam makalah pidato pengukuhan guru besar Universitas Brawijaya. Dalam pidatonya yang berjudul "Sistem Pemerintahan Daerah Berbasis Masyarakat Multikultural", guru besar ke 185 UB ini menyampaikan, perlu pemecahan masalah sistem pemerintahan daerah berbasis masyarakat Indonesia yang bhineka.
Menurut Bambang, ketika sistem pemerintahan mengedepankan nilai-nilai manajerial justru proses demokrasi menjadi melemah dan terabaikan. Hal ini dapat dilihat dalam beberapa realitas semisal tidak berjalannya demokrasi ketika pemerintah diletakkan pada posisi sub-ordinat dari pemerintah pusat. Pada masa-masa itu, proses demokrasi tidak berjalan sebagaimana mestinya atau menjadi lebih mahal. "Transisi dari manajemen yang sentralistik menuju desentralistik memang banyak efeknya. Misalnya proses biaya politik yang semakin tinggi", ungkapnya.
Namun demikian, ketika reformasi berjalan, meskipun demokrasi tampak didorong lebih maju, political cost menjadi lebih tinggi daripada sebelumnya. Padahal tingkat pendidikan di daerah masih rendah, angka kmiskinan tinggi, indeks pembangunan belum beranjak naik, dan penyediaan sarana dan prasarana pembangunan belum banyak terwujud. Tentunya ini sangat kontradiktif.
Kebijakan desentralisasi di Indonesia diimplementasikan dalam negara kesatuan yang multikultural dan pluralis, baik horizontal maupun vertikal. Pluralitas horizontal ditandai dengan keanekaragaman suku bangsa, bahasa, agama, budaya. Sedangkan secara vertikal dicirikan dengan tajamnya stratifikasi ekonomi, sosial, dan politik. Menurut Bambang, dalam kondisi ini kebijakan desentralisasi hanya dapat diimplementasikan dengan dengan mempertimbangkan keseimbangan dimensi keanekaragaman (dimensions of diversity) dan dimensi kesatuan (dimensions of unitary).
Secara khusus Bambang menawarkan, strategi pengembangan sistem masyarakat yang berbasis masyarakat multikultural yang terbukti rawan konflik ini harus memperhatikan banyak faktor diantaranya pada proses-proses pembentukan daerah otonom, pembangunan struktur institusi, kewenangan mengelola urusan pemerintah, arah perubahan sistem pemerintah daerah, dan institusionalisasi sistem pemerintahan. Misalnya saja pada proses-proses pembentukan daerah otonom, pada masayarakat multikultural, secara horizontal pemilik kebijakan harus memperhatikan keanekaragaman sosial budaya. Sedangkan secara vertikal, efektivitas dan efisiensi layanan publik dan pembangunan harus diperhatikan. "Kalau secara vertikal, misalnya, di pemerintah perkotaan yang minim wilayah pertanian, mengapa harus ada dinas pertanian? Atau di wilayah kecil yang dominan wilayah pedesaan, mengapa harus ada dinas pemadam kebakaran? Itu semua menjadi barang yang tidak efektif dan efisien", tuturnya.
Untuk mengkondisikan manajemen pemerintahan yang khas akan nilai-nilai multikultural horizontal, maka pemerintah harus membuka saluran komunikasi sosial budaya yang terbuka dan egaliter. Ruang  publik antar etnis akan mampu menangkap aspirasi realitas sosial sehingga memungkinkan minimalisasi konflik.
Prof.Dr. Bambang Supriyono, MS, pria kelahiran Magetan, 5 September 1961. Guru besar Fakultas Ilmu Administrasi  ke-16 dan ke-10 di jurusan Administrasi Publik ini menamatlkan pendidikan S-1 di jurusan Administrasi Negara FIA UB. Pendidikan S2 ditempuh di Universitas Padjajaran dan S3 di FISIP Universitas Indonesia.  Ia pernah menjadi dosen teladan I di tingkat universitas, dan dosen teladan tingkat nasional pada yaji 1993. Tanda penghargaan Satyalencana Karya Satya20 tahun ia terima apda tahun 2008. Ia aktif melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat dalam berbagai event. Suami dari Dra. Rosadah Agustindan ayah dari  empat orang putra ini adalah ahli dalam bidang ilmu sistem pemerintahan daerah.[fjr]

Dosen FP-UB Pemateri Kuliah Pagi di Jepang
27 April 2010
Salah satu kegiatan dalam rangkaian kunjungan Dr. Anton Muhibuddin di Universitas Yamaguchi-Jepang adalah memberikan materi dalam acara reading morning (kuliah kelas pagi). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Agriculture Faculty University of Yamaguchi, Selasa (27/4) dan diikuti dosen serta mahasiswa program sarjana, master dan doktor khususnya dari Jurusan Bioteknologi.
Dalam paparannya, Dr. Anton menyampaikan pemanfaatan bioteknologi khususnya dalam bidang pertanian di Indonesia. Pengembangan hal tersebut di Indonesia, menurutnya masih jauh tertinggal dari negara-negara maju diantaranya Jepang. "Pesatnya kemajuan bioteknologi di negara maju seperti Jepang tak luput dari perhatian dan konsistensi pemerintah dalam mendukung perkembangan penelitian", kata dia. Sementara di Indonesia, ia mengemukakan, masih dalam proses dan terus diupayakan peningkatan kualitasnya. "Namun demikian, kekuatan sumber daya alam yang sangat besar di Indonesia merupakan salah satu modal yang sangat bagus untuk dapat berkompetisi dan berkolaborasi dengan negara lain dalam pengembangan bioteknologi", terangnya.
Selain penelitian dan kuliah, dijadwalkan pada tanggal 10 Mei mendatang Anton juga akan menyampaikan materi pemanfaatan jamur mikoriza dalam bioteknologi. Kegiatan ini akan dilangsungkan dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian-Universitas Yamaguchi.[am/nok]

Kontingen Basket Putra UB Jadi Kuda Hitam
27 April 2010
Tak pernah diperhitungkan sebelumnya, justru kontingen putra Universitas Brawijaya (UB) berhasil lolos menuju Liga Basket Mahasiswa Nasional (Libamanas). Tim besutan Iwan Muriawan ini berhasil meraih juara II dalam libama yang digelar di GOR STIE YKPN, minggu kemarin (10-17/4). Ia unggul diantara 13 kontingen putra lainnya. Dalam kompetisi tersebut, Institut Teknologi Harapan Bangsa Bandung berhasil menang pada posisi pertama dan disusul STIE Kesatuan Bogor di posisi kedua.
"Kami bermain tanpa target apapun, karena hampir separuh pemainnya mahasiswa baru", ujar manajer tim, Billy Satria Negara, saat diwawancarai PRASETYA Online Selasa siang (27/4). Baik pada Libama yang digelar di Malang maupun Yogyakarta, Billy mengaku timnya bermain hanya untuk mencari jam terbang saja. Atas prestasi tersebut, tim putra UB kini tengah mempersiapkan diri ke ajang Libamanas yang akan diselenggarakan di Bandung September mendatang.
"Dari pengalaman bermain di Libama kami memiliki pelajaran berharga. Kematangan bermain, jam terbang dan percaya diri itu sangat perlu", ujar Mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2006 ini. Mengevaluasi kontingen putri yang sebelumnya sempat dijagokan, Billy berkata, "Mereka sebenarnya punya modal bagus untuk maju. Karena hampir semuanya anak-anak baru, makanya masalah mental lebih susah. Meskipun begitu, mereka sudah cukup mampu mengimbangi pemain lawan, yang banyak juga pemain PON".
Bermain dengan sistem 4 x 10 menit bersih, Billy mengaku memiliki pengalaman bermain sangat sengit dengan kontingen Universitas Dian Nuswantoro Semarang pada perempat final dan STIE kesatuan Bogor pada Semi final. Sambil bersiap menuju kompetisi selanjutnya, saat ini tim basket putra dan putri UB tengah mengikuti ajang "LA Light Campus League" yang digelar di UM dan UMM, mulai kemarin (26/4) hingga Sabtu (1/5). [nok]

Turnamen Volley Piala Rektor
27 April 2010
Sempat jeda selama satu tahun, turnamen bola volley piala Rektor kembali digelar. Bertempat di lapangan volley FMIPA, kegiatan ini diikuti 21 tim yang meliputi 12 tim putra dan 9 tim putri.
Membuka kegiatan, dalam sambutannya Rektor Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito mengungkapkan, ajang seperti ini dapat dimanfaatkan untuk menjaring atlet berbakat. Untuk itu, ia menghimbau agar pembinaan dapat dilakukan mulai tingkat fakultas. Tidak itu saja, Rektor juga mengupayakan pembangunan lapangan volley in door mulai tahun depan.
Disamping piala Rektor, pemenang kompetisi ini juga akan mendapat uang pembinaan. Membuka turnamen yang dilangsungkan hingga Kamis (6/5) ini adalah laga antara Fakultas Pertanian dengan Fakultas Ekonomi yang akhirnya dimenangkan Fakultas Ekonomi. [nok]

PKH Adakan Kuliah Tamu Stem Cell
26 April 2010
Program Kedokteran Hewan (PKH) UB kembali mengadakan kuliah tamu bertema stem cells,  Senin, (26/04). Rangkaian kuliah tamu di PKH-UB kali ini dengan mendatangkan nara sumber Prof. Fedik Abdul Rantam, drh., Ph.D yang merupakan salah satu ahli stem cells  nasional dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Institute for Tropical Diseases Universitas Airlangga, Surabaya.
Dalam kuliah tersebut, Fedik menyampaikan pengembangan stem cells, dan produknya  untuk alternatif  dalam terapi, karena pada dasarnya ide pengembangan stem cells  adalah sebagai regenerative  medicine dimana pada awalnya teknologi yang dikembangkan untuk mendapatkan regenerative medicine dilakukan dengan genomic dan protein engineering. Stem cells semakin banyak dikembangkan dalam terapi karena memiliki  keunggulan yakni kemampuannya untuk berdiferensiasi menjadi sel dengan tipe tertentu sesuai dengan kondisi spesifik yang diperlukan. Selain menyampaikan gambaran kegiatan dan hasil penelitian yang ia lakukan, Fedik juga menjelaskan aplikasi stem cells  dalam bidang kedokteran hewan yang dilakukan dalam kajian untuk mendapatkan comparative medicine serta clonning. [pkh/fjr]

Zainal Asikin : Struktur Hukum Kurang Pahami Perjanjian Built and Transfer
26 April 2010
Dua tujuan utama yang ingin dicapai dari desentralisasi dan otonomi daerah adalah tujuan demokratis dan tujuan kesejahteraan. Tujuan demokrasi secara langsung akan memposisikan daerah sebagai instrumen pendidikan politik di tingkat lokal, dan secara tidak langsung akan memberikan sumbangan terhadap pendidikan politik nasional sebagai elemen dasar dalam menciptakan kesatuan dan persatuan bangsa, serta mempercepat terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.
Begitulah disampaikan oleh Zainal Asikin dalam disertasinya yang berjudul “Perjanjian Build and Transfer Antara Pemerintah Daerah Dengan Pihak Swasta Dalam Penyediaan Infrastruktur”. Pembantu Rektor IV Universitas Mataram yang menempuh S3 di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini menganggap bahwa pemberian otonomi daerah tidak selamanya membawa kemudahan bagi daerah. Menurutnya, salah satu cara mengatasi tantangan otonomi daerah ini adalah melalui kerjasama daerah dengan pihak swasta sebagaimana yang diatur dalam pasal 192 UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.
Di dalam disertasi ini, Zainal menjelaskan tentang perjanjian kerjasama daerah dengan model “built and transfer”. Built and transfer merupakan sistem pembiayaan yang dapat dipergunakan  dalam pengembangan infrastruktur sektor swasta atau yang disebut dengan sistem pengembangan infrastruktur. Built and transfer ini disejajarkan dengan sistem pengembangan dan mekanisme keuangan modern dalam membantu kekurangan dana yang dimiliki masyarakat dan pemerintah dalam memperoleh sumber dana pembangunan, khususnya bagi negara berkembang.
Pada sistem built and transfer ini, pihak swasta menyediakan sejumlah dana untuk membangun proyek infrastruktur berupa sarana prasarana umum dengan biaya relatif besar yang tidak mampu dibiayai oleh pemerintah daerah, sehingga pemerintah daerah memberikan kesempatan kepada pihak swasta untuk membangunnya dengan harga yang disepakati. Setelah bangunannya selesai, maka pihak swasta menyerahkan bangunan tersebut kepada pemerintah daerah. Kemudian pemerintah daerah akan membayar dengan mencicil harga bangunan tersebut menurut kesepakatan.
Zainal juga mengungkapkan adanya fenomena hukum yang menyelimuti aspek hukum dari built and transfer, yaitu adanya unsur hukum publik yang menyelimuti perjanjian dan atau kontrak built and transfer yang sejatinya berada pada ranah hukum privat.
Secara ekonomis, pihak swasta yang memiliki modal akan memiliki posisi kuat dalam penentuan format dan substansi kontrak. Tetapi di pihak lain, posisi pemerintah daerah juga memiliki posisi kuat, karena memiliki lahan dan akan menjadi pemilik proyek.
Menurutnya, kendala yang muncul dalam praktek pembuatan perjanjian kerjasama kemitraan dengan model built and transfer ini adalah masih kurangnya kemampuan dari struktur hukum dalam memahami perjanjian built and transfer ini. Sehingga perancangan perjanjian kerjasama yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, harus mendapatkan persetujuan DPRD, serta perlu dilibatkannya ahli hukum atau sarjana hukum yang memiliki kompetensi dalam bidang hukum kontrak dalam segala tahapan.
Zainal Asikin, Pembantu Rektor IV Universitas Mataram. Lahir di Mataram, pada 15 Agustus 1955. Ia menamatkan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Mataram, kemudian melanjutkan S2 di Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada, dan S3 di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya pada tahun 2006 . Suami dari Wenny Ayu serta ayah dari empat orang anak ini, menyelesaikan studi doktornya di FH UB pada tahun 2010. [riz]

Monev PKM 2010 di UB
26 April 2010
Guna mempersiapkan timnya menuju ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2010, Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan monitoring dan evaluasi (monev) internal. Sebanyak 118 proposal ikut serta dalam monev ini yang meliputi Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M/37), Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P/55), Program Kreativitas Mahasiswa Teknologi (PKM-T/3) dan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K/23). Monev kali ini merupakan persiapan menuju monev Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2M) Dikti yang akan diselenggarakan pada 24-27 Mei mendatang di kampus UB.
Kepada PRASETYA Online, Staf Ahli Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan UB, Prof. Dr. Abdul Hakim menyampaikan beberapa komponen penilaian dalam monev tersebut. "Dalam monev ini peserta akan dinilai progress report-nya sesuai bidang masing-masing. Selain itu, akan dinilai juga sejauh mana kegiatannya telah berjalan", ungkap Prof. Abdul Hakim. "Pada monev DP2M nantinya, mereka harus sudah menunjukkan pencapaian hingga 80 persen", tambah Guru Besar Administrasi Publik FIA ini. Bukan hanya perjalanan penelitian saja, secara khusus Abdul Hakim juga meminta, dalam ajang monev DP2M tersebut mereka melampirkan foto-foto kegiatan sebagai bukti.
Sebanyak 16 orang juri yang juga merupakan dosen UB dilibatkan dalam monev internal, dimana tiga diantaranya adalah juri nasional. Ketiga orang juri nasional tersebut adalah Dr. Ir. Bambang Dwi Argo, DEA; Dr. Kertahadi, M.Comm, serta Prof. I Nyoman Gede Wardhana, M.Eng., PhD.
Ditanya tentang kompetitor terberat dalam ajang Pimnas nantinya, Abdul Hakim menyebut beberapa perguruan tinggi yaitu UGM, IPB dan ITB. Berbeda dengan tahun sebelumnya, menurutnya pada tahun ini peserta diminta melampirkan log book yaitu uraian mengenai indikator kinerja jangka pendek yang mencakup juga tingkat capaian kinerja.
Guna menghadapi kompetisi Pimnas, sebagai anggota reviewer, Abdul Hakim menyebutkan beberapa strategi. Diantaranya melatih ketrampilan presentasi, menjelaskan berbagai item penilaian serta mengarahkan pembuatan log book. [nok]

Kartini Muda di Era Modern
26 April 2010
Emansipasi yang diperjuangkan Kartini bukan lah persamaan hak antara perempuan dan laki-laki Jawa. Emansipasi bagi Kartini berarti adanya persamaan hak antara perempuan Jawa dan perempuan Belanda dalam mendapatkan pendidikan, ide ini bisa dibaca di surat-surat Kartini untuk Stella Zeehandler. Baginya pendidikan merupakan kunci keluar dari keterbelakangan.
Paparan tersebut dilontarkan oleh Dr dr Siti Fadilah Supari dalam ceramahnya yang berjudul "Peran Kartini Muda dalam Perspektif Modern" bertempat di gedung PPI FIB UB, Senin (26/4). Menurut mantan Menkes di Kabinet Indonesia Bersatu I ini, masyarakat masih salah kaprah memahami makna emansipasi yang diperjuangkan Kartini. Bahkan Siti Fadilah pun mengakui pemahaman itu baru didapatnya setelah membaca dengan seksama surat-surat Kartini saat akan mengisi seminar di UB ini. "Anak-anakku buka kamus kalian. Emansipasi bukan kemerdekaan dari perbedaan gender tapi ras dan sejenisnya," ucapnya.
Dihadapan peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa, menteri kesehatan Indonesia pertama wanita yang mengeluarkan buku yang dengan tajam mengkritik kebijakan WHO dengan judul Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung ini mengungkapkan empat karakter Kartini muda yaitu berprestasi dan mempunyai integritas tinggi. Kedua, mempunyai "tata nilai" dan keinginan untuk mengubah nasib bangsanya agar setara dengan bangsa yang lain. Ketiga, membawa kemaslahatan bangsa/orang banyak dan yang terakhir adalah sukses tapi bukan untuk diri sendiri." Siapapun dia, ibu rumah tangga sekalipun tapi dia membuat masyarakatnya berdaya, dia bisa disebut sebagai Kartini," ujarnya.Beberapa karya anggota Wantimpres ini saat menjadi Menkes dengan mengeluarkan Jamkesmas, Askeskin, dan penutupan Namru 2.
Memasuki sesi tanya jawab seorang peserta dari FK UB menanyakan bagaimana kita Siti Fadilah menyeimbangkan perannya sebagai ibu bagi anak-anaknya, ibu bagi masyarakat, dan ibu bagi bangsa. Menjawab pertanyaan ini Siti Fadilah berpendapat, seorang ibu yang berhasil memimpin anak-anaknya juga akan berhasil memimpin bangsanya. "Jangan pernah berpikir anak-anak bangsa sebagai anak-anak tetangga, berikan kasih sayang yang sama,"  ungkapnya.
Perempuan dan Politik
Di penghujung acara seminar nasional ini, diadakan talkshow dengan tema "Perempuan dan Pertisipasi Politik". Dua narasumber yang hadir dalam talkshow tersebut adalah Nurul Arba’ati,S.Pt.,MAP (anggota DPRD Kota Malang), dan Prof.Dr.Ir.Keppi Sukesi,MS. (dosen gender UB). "Politik adalah siasat atau strategi untuk mencapai tujuan. Politik tidak bisa dipisahkan dari berbagai segmen, termasuk pendidikan," jelas Nurul menjawab pertanyaan awalan dari moderator. "Kartini adalah sosok perempuan yang pandai berpolitik, walaupun politik pada jaman dulu," ungkap Keppi menambahkan.
Salah satu topik yang dibahas dalam talkshow ini adalah tentang kuota 30 persen perempuan dalam parlemen. "Kuota ini perlu agar lebih banyak perempuan yang masuk ke dalam eksekutif dan legislatif dengan tujuan untuk mewakili aspirasi perempuan," papar Keppi. Namun, Nurul mempunyai pendapat yang berbeda. "Berapapun kuota yang diberikan kepada perempuan tidaklah masalah, yang terpenting adalah kapabilitasnya," ungkapnya. Nurul juga sangat menyayangkan kurangnya pendidikan politik bagi perempuan saat ini.
Inspiring Woman Award merupakan rangkaian acara dari seminar nasional Kartini yang diadakan di gedung PPI Fakultas Ilmu Budaya lantai 2. Perempuan-perempuan yang terpilih sebagai inspiring woman ini merupakan perempuan yang memiliki banyak kemampuan dan prestasi yang dapat menginspirasi perempuan-perempuan lainnya. Setidaknya ada tujuh orang dari berbagai bidang kategori, yang berhasil meraih nominasi dalam Inspiring Woman Award ini. Diantaranya, 1) Bidang Ristek: Prof.Dr.Aulanni'am,drh.DES. ; 2) Bidang Aktivis: Asri Nurul Huda (Presiden BEM Fakultas Peternakan UB); 3) Bidang Ristek: Nurul Isnaini (Dosen Fakultas Peternakan UB); 4) Bidang Enterpreneur: Erdini Enggar S.; 5) Bidang Akademisi: Prof.Dr.Ir.Trinil Susilowati,MS. (Guru Besar Fakultas Peternakan UB); 6) Bidang Mahasiswi Berprestasi: Ratri Istiqomah (Fakultas Kedokteran UB); 7) Bidang Pendidikan: Eni Yogi Sugito (Istri Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito).
Masing-masing pemenang yang menerima penghargaan Inspiring Woman Award ini, selanjutnya diberikan kesempatan untuk menyampaikan inspirasinya di depan peserta. "Sebagai kodrat, perempuan akan menjadi seorang ibu dan istri," demikian diungkapkan oleh Prof.Dr.Ir.Trinil Susilowati,MS. Dari bidang entrepreneur, Erdini mengatakan bahwa perempuan bisa menjadi besar adalah karena karunia dari Allah swt. Selain itu, Asri, yang merupakan aktivis mahasiswa, juga menghimbau semua peserta untuk terus berprestasi dan terus berinspirasi.[ai/riz]

Prof. Tsair-Wang Chung: Indonesia Punya Potensi Besar Untuk Biofuels
26 April 2010
Selama satu minggu (25/4-1/5), Guru Besar bidang membrane separations technology dari Chung Yuan Christian University Taiwan, Prof. Tsair-Wang Chung, mengunjungi Jurusan Keteknikan Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Aneka kegiatan melingkupi kunjungannya kali ini diantaranya serangkaian kuliah tamu dengan tema "Green Energy Technology For Agricultural Biomass" yang akan disampaikannya selama lima hari berturut-turut, Senin-Jum'at (25-30/4).
Di ruang pertemuan FTP lantai satu, Prof. Tsair-Wang Chung disambut oleh Dekan Prof. Dr. Ir. Harijono, MAppSc, Pembantu Dekan I Bidang Akademik Dr. Ir. Susinggih Widjana, MSi, Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan Dr. Ir. Imam Santoso, MP, Ketua Jurusan Dr. Ir. Ruslan Wirosoedarmo serta beberapa orang dosen Jurusan Keteknikan Pertanian.
Dihadapan mahasiswa program sarjana dan pascasarjana ia menyampaikan bahwa kebutuhan dunia akan biodiesel terus meningkat setiap tahunnya. Di Taiwan misalnya, ia memprediksi kebutuhan untuk tahun 2010 telah mencapai 100.000 ton/ tahun dan 150.000 ton/tahun pada 2020. Untuk Indonesia ia mencatat jumlah yang lebih tinggi hingga 700.000 ton/tahun pada 2009.
Terkait hal ini, diwawancarai PRASETYA Online, ia menyampaikan apresiasinya terhadap kesadaran pemerintah Republik Indonesia akan potensi pasar tersebut. Diantara kesadaran pemerintah RI, menurutnya adalah dengan menyediakan lahan sekitar 24 juta hektar untuk menanam pohon jarak pagar. "Taiwan memiliki lahan sangat sempit. Untuk itu kami lebih memilih investasi di luar negeri untuk mendukung kebutuhan biodiesel", ujarnya. Dua negara yang ditunjuk Taiwan terkait project biodiesel ini adalah Indonesia dan India.
Selain itu, dengan bendera China, pihaknya tengah mengembangkaan pilot project di Kalimantan Timur yang diberi nama China Petroland Company (CPC). "CPC ini merupakan pilot project kami. Jika project ini berhasil maka akan segera kami perluas ke project berikutnya", ujar Tsair-Wang Chung yang menamatkan program master dan doktor di University of Missouri Amerika Serikat. Project ini menurutnya dilengkapi juga dengan penanaman jarak pagar pada lahan seluas 100.000 hektar. "Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa. Selain itu, dilengkapi juga dengan tingkat populasi penduduknya yang sangat tinggi. Dua kombinasi ini sukar ditemui di belahan dunia manapun", ungkapnya.
Dengan kelebihan tersebut, Tsair-Wang mengaku optimis Indonesia dapat lebih berkembang ke depan. Tidak berhenti disitu saja, ekonomi Indonesia akan lebih produktif dengan mendalami teknologi pengolahan sehingga bukan hanya ekspor bahan mentah saja. "Kekuatan Indonesia dibuktikan dengan keberhasilannya keluar dari krisis ekonomi beberapa waktu lalu dalam waktu yang sangat cepat", terangnya.
Berkaitan dengan hal tersebut, secara mendetail ia kemudian memperkenalkan berbagai teknologi pengolahan biofuels khususnya biodiesel. Diantara proses tersebut adalah trans-esterifikasi, filtrasi menggunakan membrane technology, serta biorefinery process. [nok]

Pameran Essay Foto Hari Bumi
23 April 2010
Hari bumi yang jatuh pada 22 April tahun ini tampaknya dilihat sebagai momen yang pas untuk menyuarakan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan bagi mahasiswa jurusan Perencanaan Wilayah Kota (PWK) UB lewat media essay foto. Pameran poster yang bertajuk "Let's Sustain Our Earth For Our Next Generation" berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (22-23/4), bertempat di GBT PWK FT lantai 3.
Pameran ini menampilkan 18 poster yang menampilkan kerusakan lingkungan di Malang Raya. Sahri Ramadhan Ahmad Ketua Pelaksana pameran ini mengatakan acara ini diadakan untuk memperingati hari bumi. "Ternyata di lingkungan kita saja, di Malang Raya, banyak terjadi kerusakan alam. Penyalahgunaan penggunaan bantaran sungai, sempadan rel kereta api, salah satunya yang bisa kita lihat di pameran ini," ungkapnya.
Penyalahgunaan pembangunan di sempadan rel kereta api bisa dilihat di poster yang berjudul Penyalahgunaan Lahan di Sempadan Rel Kereta Api. Poster ini mengambil lokasi di kecamatan Blimbing, Kota Malang. Sepanjang rel yang juga berdekatan dengan pabrik rokok Sampoerna ini sudah berdiri pasar Blimbing yang jaraknya hanya dua meter dari rel kereta api. Seharusnya sesuai dengan UU No 13 tahun 1992 tentang perkeretaapian lahan di sempadan rel kereta api digunakan untuk RTH (Ruang Terbuka Hijau). Putri Munoarfa, guide poster ini menyampaikan, pedagang yang ada disana tidak mau dipindah karena merasa tempat tersebut strategis walaupun membahayakan keselamatan mereka. Menurut Putri, peran pemerintah sangatlah besar untuk kasus ini, bukan hanya menggusur tapi merelokasi para pedagang yang ada di Pasar Sampoerna tersebut.
M Rizki Pratama koordinator publikasi mengungkapkan pembangunan apapun harus memikirkan tiga aspek sosial, ekonomi, lingkungan. "Agar sustainable pembangunan tidak bisa asal bangun," ungkapnya. Sesuai dengan RTRW Kota Malang untuk kawasan sepanjang rel kereta api semestinya perbaikan lahan sempadan di kawasn tersebut dibagi sebagai berikut, pendukung sistem transportasi berupa alat-alat dan perlengkapan untuk kelancaran transportasi misalnya perlindungan badan rel, kabel sinyal, telegrap, kabel telepon, dan kabel listrik yang membutuhkan lahan 6 meter dari poros rel. Selanjuntnya jalan yang berfungsi menghubungkan antar kelurahan yang terdiri dari pembatas/taman, drainase, sistem penerangan jalan dan badan jalan yang membutuhkan lahan 10 meter yaitu 3 meter untuk taman/pembatas antara pendukung perlengkapan transportasi kereta api, drainase dan kebutuhan sistem penerangan jalan, 5 meter untuk badan jalan, 2 meter untuk sistem penerangan jalan dan drainase, 3 Taman kota yang didalamnya berisi tempat bermain dan taman yang membutuhkan lahan 7 meter, sehingga total lahan 23 meter.[ai]

Monev PKM di UB
23 April 2010
Universitas Brawijaya tengah mengkonsolidasikan timnya jelang perhelatan akbar Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2010. Kegiatan ini menurut rencana akan dipusatkan di Universitas Mahasaraswati, Denpasar Bali pada 20-24 Juli mendatang. Salah satu rangkaian kegiatannya adalah monitoring dan evaluasi (monev) baik internal maupun oleh Dikti. Untuk monev internal yang akan melibatkan reviewer dari UB sendiri dilangsungkan Sabtu (24/4). Kegiatan untuk menentukan layak tidaknya proposal tersebut maju ke Pimnas ini akan dilangsungkan di gedung perpustakaan dan diikuti 118 proposal dari sekitar 727 yang diajukan ke Dikti.
Mereka dinyatakan lolos seleksi diantara 22000 proposal yang masuk dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Disampaikan Kasubbag Minat dan Penalaran, Drs. Zuchrowardi, ke-118 proposal yang lolos tersebut dinyatakan layak mendapat kucuran dana dari Dikti. "UB mendapatkan total dana untuk penelitian sekitar Rp. 800 juta, dimana masing-masing kelompok maksimal memperoleh Rp. 7 juta", ungkap Sukro, demikian ia akrab dipanggil di kalangan mahasiswa.
Ditambahkannya, jumlah ini menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 169 proposal. Dari jumlah tersebut, 16 diantaranya melenggang ke Pimnas 2009. Di tingkat nasional, berdasar hasil review, tahun ini Dikti telah mengucurkan dana untuk 4000 proposal. Di akhir wawancara, Sukro menyampaikan harapan Rektor prof. Dr. Ir. Yogi Sugito untuk dapat kembali mempertahankan Piala Adhikarta Kerta Widya. [nok]

Technical Meeting Putaran Coca-Cola Wilayah IV Magelang
23 April 2010
Perhelatan Liga Pendidikan Indonesia Putaran Coca-Cola untuk Tingkat Wilayah IV akan digelar di Kota Magelang, Jawa Tengah, 24-28 April 2010. Kesiapan tersebut dipastikan Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Jawa Tengah (Pengprov PSSI Jateng) melalui surat pemberitahuan yang dikirimkan ke sekretariat Kepanitiaan Nasional Liga Pendidikan Indonesia, Selasa (20/4) siang.
Dalam surat tersebut telah diagendakan jadwal pertandingan, rapat pertemuan teknis (technical meeting), dan pelaksanaan screening. Untuk jadwal pertandingan, Pengprov PSSI selaku panitia pelaksana (panpel) memutuskan menggelar kompetisi mulai Sabtu (24/4) hingga Rabu (28/4) di Stadion Abu Bakrin, dan Lapangan SMA Taruna Nusantara Magelang.
Surat pemberitahuan yang ditanda tangani Johar Lin Eng selaku Sekretaris Pengprov PSSI Jateng itu juga menyampaikan pelaksanaan technical meeting dan screening akan dilaksanakan di Ruang pertemuan Dodik Bela Negara Rindam IV/ Diponegoro, Jalan Kesatrian Raya, Kota Magelang, Jumat (23/4), pukul 15:00 WIB.
Peserta yang akan berlaga di Magelang nanti adalah tim-tim yang sukses menjuarai Liga Pendidikan Indonesia Tingkat Provinsi yang berada di wilayah IV. Yakni Prov. Jateng, Jawa Timur (Jatim), Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bali.
Untuk Provinsi Jateng akan diwakili oleh SMPN 4 Semarang, SMAN 1 Pabelan Kabupaten Semarang, dan Universitas Tunas  Pembangunan Surakarta (UTP). Tim-tim tersebut berhasil melangkah ke putaran wilayah setelah tampil digdaya hingga pertandingan final. SMPN 4 Semarang berhasil unggul 2-0 atas SMPN 2 Sragen, sedangkan SMAN 1 Pabelan menang 2-1 atas SMAN 3 Sragen. Sementara UTP berhasil menghancurkan Universitas Katolik Soegijapranata dengan skor telak 6-0.
Sementara untuk Tingkat Provinsi Jatim yang baru saja menyelesaikan putaran provinsi, Selasa (20/4) petang, telah melahirkan wakilnya, yakni SMAN 1 Bangkalan yang menang 4-1 atas SMKN 1 Blitar. Kemudian SMPN 3 Kediri yang menekuk SMPN 1 Kedungwaru Tulungagung. Untuk tingkat perguruan tinggi diwakili Universitas Brawijaya. Jawara-jawara dari Jatim ini akan diberangkatkan ke Magelang mewakili Jatim di Liga Pendidikan Indonesia Putaran Coca-Cola Tingkat Wilayah IV.
Para perwakilan Jateng dan Jatim ini akan mendapatkan tantangan dari jawara Prov. Bali (SMAN 1 Kuta Badung, MTs Al Mustaqim Negara, dan Politeknik Negeri Bali), dan wakil Prov. NTB (SMAN 5 Mataram, SMPN 2 Praya), serta perwakilan NTT yang hanya mengirimkan peserta untuk tingkat SMA, yakni SMK Bina Maritim.(Jul/LPI)

Mentoring Akreditasi ABEST21 di FE
23 April 2010
Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB) saat ini tengah mempersiapkan diri untuk diakreditasi oleh The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, a 21st Century Organization (ABEST21). ABEST21 merupakan sebuah organisasi non profit dengan misi diantaranya meningkatkan mutu institusi pendidikan ekonomi secara global dengan meningkatkan kerjasama diantara anggotanya. Tercatat lebih dari 34 institusi pendidikan ekonomi dari 29 negara di dunia menjadi anggota.
Berkaitan dengan hal tersebut, salah satu reviewer ABEST21 yang juga Guru Besar Emeritus Aoyama Gakuin University di Jepang, Prof. Kumio Itoh, selama tiga hari (19-21/4) mengunjungi FE-UB guna melakukan pembinaan (mentoring). "FE-UB merupakan satu-satunya fakultas ekonomi di Indonesia yang diakreditasi oleh ABEST21. Bahkan FE Universitas Indonesia pun kemarin ngangsu kawruh ke sini terkait akreditasi tersebut", ungkap Eko Ganis Sukoharsono, SE, M.Com-Hons, PhD, yang ditunjuk oleh Dekan sebagai Ketua Unit Akreditasi Internasional. Untuk dapat terakreditasi ABEST21, berbagai rangkaian harus ditempuh FE-UB.
Termasuk didalamnya adalah mengirimkan dokumen ke ABEST21 Singapura yang didalamnya mencakup 76 parameter yang telah ditetapkan ABEST21 sebagai standar akreditasi. Diantara parameter penilaian tersebut adalah visi misi fakultas, kurikulum, kecukupan dosen, kemahasiswaan serta infrastruktur dan teknologi. Sidang terkait akreditasi ini menurut rencana akan di langsungkan di Jepang pada Bulan Juli mendatang.
Dalam mentoringnya, Prof. Kumio Itoh secara khusus menyampaikan beberapa masukan dalam rangka memperbaiki kinerja organisasi dan manajemen FE-UB diantaranya adalah sinkronisasi kurikulum antara departemen yaitu Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan. Sinkronisasi menurutnya juga diperlukan diantara strata sarjana, magister dan doktor. "Hal ini diantaranya untuk memunculkan karakter FE-UB sekaligus memperbaiki budaya yang berjalan selama ini, dimana masing-masing berjalan sendiri-sendiri", ungkap Eko Ganis saat diwawancarai PRASETYA Online kemarin siang (22/4). [nok]

Menggagas Profesionalisme Dosen
22 April 2010
Kompetensi dalam pembelajaran merupakan kegiatan yang menunjukkan profesionalitas untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam materi secara baik. Berbagai model pembelajaran saat ini dapat digunakan oleh seorang dosen atau pengajar untuk meningkatkan hardskill maupun softskill yang relevan dngan tujuan dan misi dari pelajaran yang diampu.
Demikian yang terangkum dalam diskusi Seminar Nasional Profesionalitas Dosen dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Perguruan Tinggi. Acara digelar di gedung PPI UB, Kamis (22/04) oleh Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP UB).
Hadir pemateri dalam kesempatan itu Ketua Umum ADI Prof.Dr.H.Armai Arief,MA, anggota Tim AsesorDosen Indonesia Prof.Dr.Djoko Kustono,M.Pd.
Menurut Armai, profesionalisme dosen dapat ditingkatkan jika dosen-dosen memiliki lembaga yang mampu menjadi wadah aspirasi bagi dosen itu sendiri. "Seperti ADI misalnya yang salah satu tujuan organisasinya meningkatkan profesionalitas anggotanya", tuturnya.
Menurutnya kualitas dosen dapat diukur dari kualifikasi keilmuannya, kompetensinya dalam mengajar, maupun sertifikasi pendidikan yang ia dapatkan.
Sedangkan menurut Djoko, kompetensi dosen didasarkan pada empat aspek utama yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional. "Pekerjaan sebagai dosen adalah pekerjaan professional yang mensyaratkan kualifikasi dan kompetensi," tuturnya.
Dalam aspek pedagogik, dosen dituntut merancang serta melaksanakan proses pembelajaran. Ia sekaligus mampu menilai proses dan hasil belajar serta memanfaatkan hasil penelitian.
Kompetensi pendidikan didasarkan pada cirri-ciri yang ada pada dose yaitu berempati, berpandangan positif baik pada diri sendiri maupun orang lain, genuine, serta berorientasi pada tujuan.
Ia juga harus mampu menghargai keragaman sosial, menyampaikan pendapat dengan runtut, menghargai pendapat orang lain, menjaga suasana kelas dan kerja, dan mendorong kemampuan serta masyarakat yang menandai kemampuannya pada aspek sosial.
Kompetensi profesionalnya ditandai dengan penguasaan materi pengajaran secara luas dan mendalam, merancang hingga menyusun laporan penelitian, mengembangkan inovasi, serta mengabdi kepada masyarakat.
Pelantikan ADI
Pada kesempatan seminar ini juga dilaksanakan pelantikan Majelis Pimpinan Wilayah ADI di tingkat Propinsi Jawa Timur. Secara simbolis Prof.Dr.H.Armai Arief,MA menyematkan pin kepada dekan FISIP UB Prof.Dr.Ir. Darsono Wisadirana sebagai ketua umum. Pengurus-pengurus lainnya berasal dari universitas-universitas yang ada di Jawa Timur baik negeri maupun swasta. Secara umum, ADI memiliki tujuan untuk meningkatkan profesionalitas anggotanya, meningkatkan kesejahteraan, serta melindungi dosen dalam melaksanakan tugas-tugasnya menjalankan Tri Dharma Pendidikan Tinggi. [fjr]

Profesionalisme Guru dengan Inovatif Mengajar
22 April 2010
Mengajar bukan hanya sebatas penyampaian informasi, melainkan suatu proses mengubah perilaku siswa sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Dengan demikian seorang guru perlu memiliki kemampuan khusus, kemampuan yang tidak mungkin dimiliki oleh orang yang bukan guru. Namun hanya guru yang profesional yang mampu mempersiapkan peserta didiknya menjada bagian dari masyarakat kompetitif yang menguasai ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi. Hal tersebut disampaikan Prof Dr H M Bambang Banu Siswoyo MM di Pendidikan dan Pelatihan Nasional yang mengangkat tema "Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Kegiatan Lesson Study" bertempat di Widyaloka UB, Kamis (22/4).
Bambang Banu yang menjadi salah satu konsultan nasional terbitnya sertifikasi guru mengungkapkan sertifikasi guru diterbitkan untuk meningkatkan profesionalisme guru. Hal ini sudah dilakukan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Denmark. Untuk menjadi seorang guru yang profesional, Bambang Banu membagi sembilan prinsip kehidupan yang harus dimiliki yaitu etika sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari, kejujuran dan integritas, bertanggung jawab, hormat pada aturan dan hukum masyarakat, hormat pada hak warga/orang lain, cinta pada pekerjaan, berusaha terus untuk mengembangkan diri dan berinovasi, mau bekerja keras, dan tepat waktu. Nilai-nilai budi pekerti ini bukan hanya dimiliki guru tapi juga ditularkan kepada peserta didik, demikian disampaikan Bambang Banu yang juga pengajar di Universitas Negeri Malang ini.
Forum kali ini juga menjadi ajang konsultasi guru-guru mulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas juga Kejuruan yang berasal dari daerah di Jawa Timur untuk bertanya tentang profesionalisme guru. Salah satu yang menjadi bahan pertanyaan adalah inisiatif guru yang masih kurang dalam memberi pelajaran. Seperti yang diungkapkan Sri Rahayu SPd, guru Pendidikan Kewarganegaraan  SMA Muhammadiyah 3 Singosari, terkait minimnya inovasi guru dalam menyampaikan pelajaran walaupun telah ada himbauan dari pusat salah satunya dengan sistem Lesson Study yang menjadi tema pelatihan kali ini. Sri Rahayu mengungkapkan semestinya ada pressure bagi guru agar menerapkan inovasi dalam pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik. "Terlihat aura yang berbeda kalau anak-anak diajarkan sebuah materi dengan cara yang lebih inovatif," ungkapnya. Sri Rahayu sebagai contoh mengajarkan materi sistem pemerintahan dengan permainan yang dinamainya Think and Play. Aturannya mengadopsi permainan tradisional petak umpet, siswa harus bisa menjawab pertanyaan yang diajukan agar tidak terkena hukuman.
Sejalan dengan pendapat Sri Rahayu, Sekjen IKA UB Dr Ir Maftuch MSi  sebagai pelaksana kegiatan ini mengungkapkan, pentingnya pressure bagi para guru untuk mengubah cara mengajarnya. Walaupun diakui Maftuch yang juga pengajar di FPIK UB ini, mengubah kebiasaan yang sudah menjadi kultur bukanlah hal yang mudah. "Tapi kita tetap harus berbuat sesuatu, sekecil apapun itu, salah satunya dengan mengadakan pelatihan semacam ini," ungkap Maftuch.  [ai]

Pelatihan Analisis Kerja, Tingkatkan Skill Perawat
22 April 2010
Saat ini, perawat mempunyai tugas dan peran inti dalam memberikan pelayanan prima pada masyarakat. Tugas perawat menjadi tidak mudah dan tidak ringan. Seorang perawat harus mampu mengelola operasional keperawatan. Mereka juga dituntut untuk dapat melakukan perencanaan strategik dan analisa beban kerja yang tepat, sehingga dapat mengembangkan pelayanan di ruang perawatan berdasarkan sasaran mutu. Atas dasar inilah, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya mengadakan Pelatihan Analisis Kinerja Keperawatan, pada Rabu-Kamis (21-22 April).
Pelatihan yang bertempat di Guest House UB lantai 3 ini, mengambil tema "Perencanaan dan Proyeksi serta Analisis Beban Kinerja Perawat & KARU (Ka.Ruang) untuk Unit Pelayanan Keperawatan Guna Menganalisis Beban Kinerja Tenaga Keperawatan Secara Accountable".
Acara pelatihan ini dibuka oleh ketua LPPM UB, Prof.Dr.Ir.Siti Chuzaemi,MS. Beberapa pemateri yang hadir antara lain, Ahsan,S.Kep.,M.Kes; Kuswantoro Rusca Putra,S.Kep.,M.Kes; Imam Kurdi,S.ST; dan Rudi Handoko,S.Kep.,Ns. Selain itu, juga menghadirkan tim LITBANGKES Kesehatan RI, serta pembimbing teknis pelatihan dari tim LPPM UB, tim RSSA Malang, dan Puslitbang Ekologi dan Status Kesehatan Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI.
"Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan skill dari perawat dalam menghitung beban kerja di Rumah Sakit," demikian dijelaskan oleh Prof.Dr.dr.Noor Hamdani AS,DMM.,SpMK, ketua panitia yang sekaligus menjabat sebagai wakil ketua bidang penelitian LPPM UB.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini, diikuti oleh sekitar 125 orang perawat se-Jawa Timur. Mereka berasal dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES), Akademi Keperawatan (AKPER), maupun Rumah Sakit. Acara ini ditutup pada Kamis (22/4) sore. [riz]

Peringati Hari Kartini, Aktivis KSR Himbau Cegah Kanker Serviks
22 April 2010
Maraknya kanker serviks, jenis kanker tertinggi yang diderita kaum wanita, menginspirasi aktivis Korps Sukarela Universitas Brawijaya (KSR-UB) untuk melakukan aksi himbauan cegah kanker pembunuh ini. Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini yang jatuh tiap tanggal 21 April, para anggota KSR ini membagikan selebaran mengenai pencegahan dini penyakit kanker serviks. Dalam selebaran disebutkan, tindakan pencegahan dini yang dapat dilakukan pada kanker yang banyak menyerang leher rahim (serviks) ini adalah dengan pola makan sehat kaya vitamin C, E dan asam folat pada buah, syuran dan sereal, hindari merokok, dan hindari berhubungan seksual saat menstruasi. Selain itu, hindari pula berhubungan seksual sebelum menikah, pada usia sangat muda dan berganti-ganti pasangan serta gunakan vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) agar tidak terinfeksi virus HPV. Salah satu penularan yang patut diwaspadai adalah melalui kloset. Untuk itu, aktivis KSR menghimbau agar membersihkan kloset terlebih dahulu sebelum digunakan, terutama pada beberapa kloset umum.
Bunga mawar aneka warna turut pula mereka bagikan kepada para wanita yang ditemui di Bundaran Veteran dan kantor pusat UB. Disampaikan Citra Ambarwati, salah seorang aktivis KSR yang siang kemarin menyambangi kantor humas UB, sebanyak 50 kuntum bunga mawar dan 100 selebaran ia bagikan sepanjang hari. "Kami juga membagikan bunga karena bunga identik dengan kaum wanita. Tapi intinya bukan di bunga, melainkan pada himbauan cegah kanker serviks ini", ungkap Mahasiswa Sastra Inggris 2006 ini.
"Aksi ini merupakan bagian dari penghargaan kami terhadap kaum wanita khususnya RA Kartini dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi kaum wanita", ungkap Inneke Amandasari, yang turut mendampingi Citra. Ditanya pendapat mereka tentang keberhasilan cita-cita RA. Kartini, keduanya sepakat bahwa saat ini beraneka kesempatan telah terbuka bagi kaum wanita. Dalam bidang pendidikan misalnya, mereka leluasa untuk menempuhnya mulai level sarjana, master hingga doktor.
"Meskipun kesempatan telah terbuka lebar bagi kaum wanita, mereka hendaknya tidak lupa kodratnya sebagai ibu. Menjadi ibu rumah tangga yang banyak diremehkan wanita modern saat ini, membutuhkan juga ilmu dan pengetahuan terutama untuk mendidik anak", terangnya. "Ke dapur pun butuh ilmu dan pengetahuan", tambahnya.
Melihat berbagai fenomena yang berkembang saat ini, secara khusus Citra menyatakan keprihatinan maraknya berbagai penyimpangan cita-cita RA. Kartini. "Banyak penyimpangan telah terjadi di kalangan wanita saat ini", katanya. Menurut mereka, banyak wanita modern saat ini seakan terbuai dengan kesempatan dan kebebasan yang terbuka lebar bagi dirinya. "Wanita bebas menentukan apapun yang terbaik bagi dirinya sepanjang hal tersebut tidak merugikan orang lain. Sehingga harapannya mereka bisa menempatkan diri sebagaimana mestinya di tengah-tengah masyarakat", pungkasnya. [nok]

PR III Lepas Kontingen Sepak Bola
22 April 2010
Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Brawijaya (UB), Ir. HRB. Ainurrasjid, MS kemarin siang (21/4) melepas kontingen Sepak Bola. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Bagian Kemahasiswaan Drs. Suharyo, Manajer teknik sekaligus pelatih Udi Setiono serta perwakilan pemain. Dijadwalkan, tim asuhan Udi dan Pitono ini akan melenggang ke Magelang pada Kamis (22/4) untuk mewakili Jawa Timur dalam Liga Pendidikan Indonesia (LPI).
Pada laga yang dijadwalkan hingga Rabu (27/4) di Lapangan Taruna Nusantara tersebut, skuad UB akan diperkuat 20 pemain yang semuanya siap pakai. "Kami akan bermain dengan pola 4-4-2. Pola ini terbukti berhasil membawa tim menang di tingkat Jawa Timur", tuturnya. Pilihan ini menurut Udi telah disesuaikan dengan pola permainan sejak latihan awal sehingga masing-masing pemain telah memahami betul karakter teman-temannya pada tiap lini.
Sebagai ajang lanjutan menuju final yang memperebutkan Piala Presiden RI tersebut, Udi telah memoles tim asuhannya dan memperbaiki berbagai kekurangan dengan referensi kompetisi sebelumnya. Kelemahan tersebut diantaranya ada pada mental dan kekompakan tim. Hal ini penting untuk bersiap melawan UGM sebagai wakil Jawa Tengah dan Politeknik Bali sebagai wakil Propinsi Bali. "Keduanya sangat kami perhitungkan. Terutama UGM yang dikenal tangguh karena mengoleksi permain-pemain berbakat", terangnya. [nok]

Dosen UB Presentasi di Seminar RELC
21 April 2010
Dra Sri Endah Tabiati M.Ed, staf pengajar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB-UB), pada 19-21 April 2010 menghadiri Seminar Internasioanl Inaugural Asia Pacific Economic Cooperation Regional Language Center (APEC-RELC) di Singapura. Kegiatan yang mengangkat tema Language Education: An Essential for a Global Economy itu diikuti oleh para akademisi diantaranya dari Amerika Serikat, Hongkong, Australia, Indonesia dan Singapura.
Tujuan diselenggarakannya kegiatan yaitu untuk melihat hubungan antara ekonomi dengan bahasa dan untuk mendiskusikan bagaimana hubungan antara keduanya berdampak pada ekonomi secara umum termasuk di tempat bekerja.
Tabiati dalam kesempatan tersebut mempresentasikan makalahnya yang berjudul Teacher's Creativities to Stimulate English for Business Students.
Dalam makalahnya, Tabiati mengungkapkan tentang meningkatnya motivasi para mahasiswa dalam mempelajari bahasa Inggris di kelas Bisnis, Fakultas Ekonomi UB. Kesuksesan program ini karena para mahasiswa belajar bahasa Inggris secara interaktif melalui simulasi, permainan, dan membuat kontak bisnis secara online melalui e-mail.
Lebih lanjut disampaikan, motivasi merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam program bahasa. Motivasi para siswa, menurutnya sangat berpengaruh bagi kesuksesan maupun kegagalan mereka dalam belajar bahasa asing. Karena itu, ia pun menegaskan bahwa dosen pengajar harus memiliki kreativitas yang tinggi dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.[nun]

Selamat Hari Kartini
21 April 2010
Lembar sejarah kehidupan bangsa Indonesia diwarnai dengan perjuangan untuk mencapai kesejahteraan bukan hanya di bidang ekonomi tapi juga sosial budaya. Namun perjuangan tersebut dianggap belum berhasil meningkatkan harkat martabat warga negara sebagai manusia yang sejahtera. Oleh karena itu, upaya maksimal dari seluruh warga negara tetap dibutuhkan entah itu perempuan ataupun laki-laki. Perjuangan mewujudkan pembangunan yang berkeadilan salah satunya dengan memberikan kesempatan yang proporsional kepada perempuan mupun laki-laki.
Hal ini menjadi latar belakang dari diadakannya Seminar Kartini's Day dengan tema "Kartini Muda dalam Perspektif Modern". Inti Mulyoati, Ketua Pelaksana mengungkapkan salah satu tujuan diadakannya seminar ini adalah untuk meneladani kehidupan Kartini dan mengimplementasikannya dalam kehidupan modern. Konteks kehidapan bangsa yang semakin luas saat ini memberikan kesempatan yang lebih variatif kepada perempuan untuk berkarya salah satunya di bidang politik. Hal ini jamak kita lihat dengan semakin maraknya anggota legislatif dari perempuan bahkan bupati perempuan. Menyikapi hal tersebut salah satu ceramah yang akan disampaikan pada seminar ini adalah Perempuan dan Partisipasi Politik Masa Depan Bangsa oleh Nurul Arba'ati dan Lebih Dekat dengan Sosok Kartini oleh Dr Ir Keppi Sukesi MS. sebelumnya ceramah lain akan disampaikan oleh Siti Fadilah Supari dengan judul Peran Kartini Muda dalam Kehidupan Modern.
Seminar yang akan dilaksanakan Senin, 26 April 2010, bertempat di PPI FIB UB ini juga dimeriahkan dengan pemutaran video Inspiring Woman dan penyerahan Inspiring Woman Award kepada enam wanita versi Ekskutif Mahasiswa UB. Kategori award yang akan diberikan adalah akademisi, business woman, mahasiswa berprestasi, pejabat publik, aktivis, pendidikan. [ai]

Dharma Wanita UB Memperingati Hari Kartini
21 April 2010
Bertepatan dengan hari Kartini, Dharma Wanita UB menyelenggarakan Seminar bertajuk "Dengan Keteladanan Kartini Bersama Menghadapi Masalah", di hall PPI FIB UB hari ini. Acara ini dimeriahkan oleh penampilan Kulintang Dharma Wanita UB serta tari saman yang ditampilkan dengan apik oleh mahasiswi-mahasiswi FK. Sedangkan acara intinya yaitu ceramah kecantikan yang disampaikan Hj Emmy Nurhadi dan Dr dr Sri Adiningsih MS MCN.
Emmy yang merupakan National Trainer dari La Tulipe Cosmetiques berbagi kepada peserta tentang tips dan trik menjaga kesehatan kulit dengan tema Premature Aging Solution. Emmy dalam ceramahnya mengungkapkan perawatan kulit bagi setiap orang bisa berbeda tergantung dari usia dan jenis kulitnya. Namun, yang paling penting adalah perawatan rutin dan tidak instan. Kesalahan yang jamak dilakukan orang untuk perawatan kulit biasanya adalah tidak menggunakan tabir surya (sun block). Padahal dengan Indonesia yang berada di wilayah tropis, penggunaan sun block adalah kewajiban, berbeda dengan pelembab yang tidak semua jenis kulit membutuhkannya. "Tapi kita sering salah, malah pelembab yang serasa jadi kewajiban tapi sun block nggak dipakai," ujarnya.
Untuk membersihkan wajah, Emmy menyarankan peserta menggunakan cleansing milk sebelum mandi. Pada saat mandi dibersihkan lagi dengan facial foam dan setelah mandi wajah disegarkan dengan memakai penyegar. Sedangkan perawatan wajah seperti peeling, message, masker cukup dilakukan sebulan sekali. "Biasanya saya temui, ibu-ibu yang melakukan peeling seminggu sekali. Ini kebiasaan yang tidak baik karena bisa menipiskan kulit sehingga membuat kulit jadi lebih sensitif," ungkapnya.
Ceramah kedua disampaikan Dr dr Sri Adiningsih MS MCN dengan judul Gizi untuk Anti-Aging. Sri yang juga pengajar di FKM Unair ini menyampaikan penuaan dini bisa dicegah dengan asupan makanan yang memilki gizi seimbang, minum banyak air, dan konsumsi makan lima kali sehari dalam porsi kecil dan diselingi snack. Menurut Sri, seringkali didapatinya untuk daerah Malang Raya khusunya Batu, Wanita mengalami dehidrasi karena kurang minum. Padahal dehidrasi selain membuat kulit jadi kering juga berhubungan dengan nyeri kepala, kurang tenaga, lelah, rasa lemah, dan sendi sakit.  Selain itu Sri juga menyarankan untuk konsumsi sayur mentah yang bisa membantu regenerasi sel dan anti-aging seperti kacang-kacangan dalam jumlah sedikit, buah dan sayur mentah terutama kecambah, sayuran hijau dan beras merah.
Di depan hall PPI, peserta disuguhi bazar yang menawarkan baju-baju muslimah, jilbab payet dan sulam, makanan awetan seperti nugget ayam dan sapi. Selain itu ada pemeriksaan kulit gratis yang diberikan La Tulipe Cosmetiques dan pameran sajian lomba memasak ikan gabus. Suci Samsul Islam, Ketua Panitia acara ini mengungkapkan, ikan gabus dipilih karena cara memasaknya tergolong susah disebabkan baunya yang amis. Namun ikan gabus sangat bermanfaat karena mengandung protein albumin yang baik untuk hati.
Lomba memasak ini dimenangkan oleh FTP yang mengolah ikan gabus menjadi Tom Yam sedangkan juara kedua diraih oleh FIA yang mengolah ikan bagus menjadi pepes bakar. Sedangkan juara ketiga dimenangkan oleh FH dengan olahan masakan salad ikan gabus.[ai]

Atasi Malnutrisi, Mahasiswa FTP Lolos ke Amerika Serikat
21 April 2010
Tiga orang Mahasiwa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB) akan mengibarkan bendera almamater dan bangsanya di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Anugerah Dany P (Jurusan Teknologi Hasil Pertanian angkatan 2008), Fathy F. Bahanan (Jurusan Teknik Pertanian angkatan 2007) dan Danial Fatchur R (Jurusan Teknik Pertanian angkatan 2007) dinyatakan lolos menuju final dalam ajang kompetisi teknologi pangan internasional yang diselenggarakan oleh Institute of Food Technologists (IFT). Kompetisi yang dikemas dalam "Developing Solutions for Developing Countries" ini secara khusus diselenggarakan oleh IFT Student Association. Kompetisi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Annual Meeting and Food Expo yang merupakan kegiatan tahunan IFT. Pada tahun 2010, kegiatan yang akan diikuti kalangan industri, akademisi dan pemerintahan tersebut dipusatkan di McCormick Convention Center, Chicago, Illinois, Amerika Serikat.
Dalam kompetisi yang mengambil tema "Provide Sustainable, Nutritional and Affordable Food for Family with Small Children" ini, ketiga orang mahasiswa tersebut akan didampingi dosen pembimbingnya dari Jurusan Teknologi hasil pertanian (THP) yang juga anggota IFT, Wenny Bekti Sunarharum, STP, MFoodSt. Mereka akan mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul "Fighting For Malnutrition in Indonesia By Production of Artificial Rice Based on Arrow Root and Cassava With Addition of Cowpea".
Dalam penelitian tersebut, mereka membuat beras tiruan dari umbi-umbian dan kacang-kacangan. "Tidak semua umbi-umbian dan kacang-kacangan bisa dimanfaatkan dalam pembuatan beras tiruan ini. Karena itu untuk kacang-kacangan kami hanya menggunakan kacang tunggak sementara untuk umbi kami memakai garut dan singkong", ungkap Anugerah Dany. Dalam memilih ketiga bahan ini, mereka memiliki alasan tersendiri. Untuk singkong dan kacang tunggak misalnya, karena kedua bahan ini berturut-turut memiliki kandungan karbohidrat dan protein yang tinggi. Sementara untuk garut, pemilihan ini didasarkan pada indeks glicemic yang rendah sehingga bagus untuk penderita diabetes mellitus. "Ketiga bahan ini kemudian kami campur", tambahnya. Untuk beras tiruan ini, Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang dimanfaatkan adalah karagenan yang berfungsi sebagai pengikat serta sorbitol, sebagai pemanis yang mampu menyerap energi. Untuk memproduksinya, mereka melakukan beberapa proses fisik yakni penepungan, pencampuran, granulasi dan pengeringan. "Untuk mengkonsumsi produk ini, konsumen perlu melakukan rehidrasi/menuangkan air", ujar Danial Fatchur.
Keunggulan produk tersebut dibanding beras, menurut Danial adalah memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi, lebih mudah dicerna karena serat lebih halus serta proses fermentasi yang lebih cepat.
Karena keunggulan tersebut, mereka bertiga kemudian berinisiatif untuk menjadikannya sebagai alternatif solusi mengatasi malnutrisi di Indonesia. "Orang Indonesia itu kalau tidak makan nasi merasa belum makan, makanya kami membuat beras artificial ini", ungkap Fathy. Untuk kejadian malnutrisi di Indonesia, ia menyebut beberapa kawasan diantaranya Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT), dimana sebagian besar penderitanya adalah anak-anak dan ibu hamil.
Dalam menyusun proposal penelitian ini, mereka mengaku menghabiskan waktu dua minggu dengan melakukan studi literature. Usai ujian tengah semester ini, mereka akan langsung melakukan uji laboratorium."Penelitian kami ini masih skala laboratorium dengan penonjolan isu pada keamanan pangan", ungkap Anugerah Dany.
Di Amerika Serikat nantinya, ketiga mahasiswa ini akan berkompetisi dengan lima orang kandidat dimana tiga diantaranya berasal Amerika Serikat sementara sisanya dari berbagai negara di luar negeri Paman Sam ini. Mereka akan memperebutkan hadiah uang tunai dengan total nilai USD 7500. Selain itu, karya tulis pemenang juga akan dimasukkan dalam jurnal pangan internasional. Menurut Fathy, setahun sebelumnya delegasi Institut Pertanian Bogor berhasil meraih juara III dengan mengangkat pembuatan mie jagung untuk mengatasi gizi mikro di Asia Tenggara. Mahasiswa asal University of Wageningen Belanda, tahun lalu berhasil menjadi juara, disusul Mahasiswa Afrika Selatan di posisi ke-II. [nok]

Sumpah/Janji PNS di UB
21 April 2010
Rektor Universitas Brawijaya (UB), Rabu (21/4) memimpin upacara pengambilan sumpah/janji kepada 370 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kegiatan ini merupakan salah satu usaha untuk menjamin pelaksanaan tugas kedinasan dengan sebaik-baiknya, yang didasarkan pada pasal 26 UU No. 43 tahun 1999 dan dituangkan kembali dalam Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 1975.
Pengambilan sumpah/janji menurut agama/kepercayaan masing-masing ini akan dilakukan di hadapan Rektor UB sebagai atasan pejabat yang berwenang untuk hal tersebut.
Dalam sambutannya, Rektor menghimbau kepada para PNS untuk selalu meningkatkan kinerja. Sesuai dengan moto UB, "Join UB Be The Best", ia mengharap agar mereka mampu melakukan yang terbaik demi kejayaan UB di masa yang akan datang. Terkait hal tersebut, Rektor menegaskan kembali konsep Reward and Punishment. "UB selalu berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan melalui gaji, pendapatan, dll. Sebagai penyeimbang, sanksi tegas juga akan diberikan bagi mereka yang tidak melakukan tugasnya dengan baik", ungkap Rektor.
Mereka yang akan diambil sumpah/janji besok merupakan PNS yang diangkat pada tahun 2007 hingga 2010 yang terdiri atas Golongan I: 113 orang, Golongan II: 196 orang dan Golongan III: 61 orang.
Rincian jumlah tersebut adalah sebagai berikut: Kantor Pusat: 114 orang, Fakultas Hukum: 12 orang, Fakultas Ekonomi: 45 orang, Fakultas Ilmu Administrasi: 23 orang, Fakultas Pertanian: 48 orang, Fakultas Peternakan: 10 orang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan: 13 orang, Fakultas Teknik: 26 orang, Fakultas Kedokteran: 23 orang, Fakultas MIPA: 32 orang, Fakultas Teknologi Pertanian: 11 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: 5 orang dan Fakultas Ilmu Budaya (8 orang). [nok]

Hari Bumi, Stop Polusi di UB
20 April 2010
Memperingati Hari Bumi yang jatuh pada Kamis (22/4) mendatang, Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Brawijaya (Impala-UB) melakukan gerakan "Stop Polusi Untuk Brawijaya". Bentuk gerakan ini adalah dengan menghimbau kepada pengendara kendaraan bermotor yaitu truk, mobil, dan motor untuk tidak masuk area kampus UB selama 24 jam mulai pukul 00.00 WIB. "Melalui gerakan ini, harapannya UB bisa dibebaskan dari polusi udara meskipun hanya satu hari saja", ungkap salah seorang panitia, Kusmayasari, saat diwawancarai PRASETYA Online siang ini (20/4).
Kegiatan ini, menurut Maya, demikian ia biasa dipanggil, terinspirasi dari keprihatinan makin tingginya pencemaran udara pada berbagai belahan bumi. "Kalau jalan dari Rektorat ke Fakultas Teknik saja, terasa sangat panas sekali karena disana tidak ada pepohonan. Tetapi di sekitar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), masih terasa segar karena banyak pohon di sana. Bisa juga itu salah satu dampak pemanasan global", terang Maya menyampaikan pengalamannya.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap agar setiap entitas kampus menyadari dan turut merasa prihatin akan kondisi tersebut. "Berangkat dari keprihatinan, mereka diharapkan dapat melakukan berbagai tindakan yang bermanfaat dalam rangka mengurangi polusi udara", kata mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) angkatan 2009 ini.
Dari data penjualan stiker yang berhasil dihimpun Maya, diperkirakan sebanyak 5000 kendaraan bermotor lalu lalang di area kampus UB setiap harinya. Untuk mendukung suksesnya himbauan tersebut, Impala-UB telah menyediakan lahan parkir alternative. Lahan parkir alternative tersebut adalah Polinema dan jalan veteran untuk pengendara dari gerbang Veteran (Fakultas Kedokteran dan Samantha Krida) serta Stadion UB dan Jalan MT. Haryono, untuk pengendara dari gerbang Sukarno Hatta (Fakultas Ekonomi) dan gerbang KPRI (Fakultas Teknik). Guna mensukseskan himbauan ini, pihaknya telah berkolaborasi dengan aparat keamanan serta melibatkan seluruh personel Impala-UB.
Turut meramaikan gerakan "Stop Polusi Untuk Brawijaya" ini, Impala juga akan berkampanye dengan mengendarai sepeda menggunakan aneka kostum unik. Selain itu, mereka juga akan meminta seribu tanda tangan kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan gerakan stop polusi di setiap gerbang masuk kampus UB. [nok]

Dua Guru Besar UB Dikukuhkan
20 April 2010
Dua guru besar masing-masing dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekonomi dikukuhkan hari ini, Selasa (20/04). Prof.Dr.Zaenal Kusuma, SU dan Prof.Dr.drs. Margono Setiawan, SU menjadi guru besar ke-183 dan 184  di Universitas Brawijaya.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof.Dr.Ir. Zaenal Kusuma, SU mengetengahkan tema "Strategi Peningkatan Kualitas Air Irigasi untuk Mencapai Pertanian Sehat". Guru besar ke-42 di FP ini menyoroti penurunan mutu air irigasi secara drastis di daerah-daerah pertanian. Aktivitas pemupukan dengan bahan kimia yang terlampau tinggi maupun limbah dari berbagai sumber ditengarai menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, ia merekomendasikan apa yang ia sebut dengan "pertanian sehat" antara lain dengan kegiatan pencegahan di lahan pertanian supaya residu pupuk dan pestisida tidak masuk ke air permukaan (sungai); perbaikan kualitas air sungai yang sudah tercemar dengan berbagai teknik (salah satunya dengan fitoremediasi yang relatif murah), serta meningkatkan kesadaran masyarakat umum dan khusunya petani akan dampak residu pupuk dan pestisida tidak saja tanah, tanaman, ternak sapi juga manusia melalui proses pendidikan formal dan non-formal sejak dini.
Sedangkan Prof.Dr. Margono Setiawan, SE., SU yang menekuni bidang ilmu perilaku organisasi di FE menyampaikan pidato berjudul "Pemberdayaan dalam Organisasi dan Hubungannya Terhadap Kinerja". Pria asal Tulungagung ini mengkritisi kinerja sebuah organsisasi kaitannya dengan aspek pemberdayaan tenaga kerja. Menurut guru besar ke-26 di fakultasnya ini, pemberdayaan tenaga kerja, baik melalui pendekatan praktis maupun psikologis mampu menggeser budaya birokrasi menjadi budaya mandiri yang manfaatnya tidak sedikit. Singkatnya, karyawan tidak akan berlaku pasif dengan menunggu arahan dari atasannya, melainkan memiliki inisiatif untuk memulai mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaannya sebaik mungkin. Hal ini tentu mendorong kemajuan dan perubahan karyawan dan organisasi untuk semakin maju dan lebih baik lagi sehingga kinerja yang diharapkan dapat terpenuhi baik dari sisi karyawan maupun organisasi.
Dalam sambutannya, rektor UB prof. yogi Sugito menyampaikan, sumbangan ide mengenai pertanian sehat penting artinya tidak hanya dari sisi pertanian itu sendiri. Lebih dari itu, pertanian sehat menurut Yogi adalah awal mula dari pangan sehat. Ia mencontohkan bagaimana penggunaan pestisida berlebih selama kurun waktu bertahun-tahun telah merusak kualitas pangan di Indonesia dan menjadikannya kalah dalam persaingan perdagangan di pasar global.
Mengkritisi pidato ke-2, Yogi menyampaikan, efektivitas dan efisiensi kerja sebuah organisasi sangat penting dan mahal. Oleh sebab itu, setiap organisasi memang perlu untuk terus menerus mengembangkan skill tenaga kerjanya supaya mampu bersikap proaktif terhadap situasi di sekeliling tempat kerjanya.[fjr]

foto: Prof.Dr.Ir. Zaenal Kusuma, SU (kiri), Prof.Dr. Margono Setiawan, SE., SU (kanan)

Prof. Zaenal Kusuma: Strategi Peningkatan Kualitas Air Irigasi Menuju Pertanian Sehat
20 April 2010
Irigasi dan drainase merupakan kegiatan untuk mendistribusikan air permukaan (air sungai, waduk, danau) dan air tanah untuk pertumbuhan tanaman. Air permukaan didistribusikan ke petak pertanian dengan jumlah dan kualitas air sesuai kebutuhan tanaman yang diusahakan, serta mengalirkan kelebihan air ke tempat lain hingga tidak merusak tanaman. Air irigasi diperlukan tanaman dalam proses fotosintesis untuk menghasilkan karbohidrat dan biomassa tanaman. Ketersediaan air irigasi yang cukup dengan kualitas air yang sesuai dengan peruntukan tanaman dapat mendukung pertanian sehat.
Prof. Dr. Ir. Zaenal Kusuma, SU mengemukakan hal ini dalam pidato pengukuhannya yang bertajuk "Strategi Peningkatan Kualitas Air Irigasi Untuk mencapai Pertanian Sehat". Dihadapan Rapat Senat Terbuka Universitas Brawijaya (UB), Selasa (20/4) ia dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Ilmu Irigasi dan Drainase pada Fakultas Pertanian.
Saat ini, menurutnya banyak hal mempengaruhi penurunan ketersediaan air irigasi baik dalam kuantitas maupun kualitas. Diantaranya adalah perubahan iklim serta alih fungsi lahan yang menyebabkan menurunnya masukan bahan organik.
Salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur kualitas air, menurut Zaenal adalah baku mutu air, yaitu batas kadar yang diperbolehkan bagi zat atau bahan pencemar dalam air, tetapi masih berfungsi sesuai dengan peruntukannya.
Sesuai Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan, air irigasi termasuk golongan D yang peruntukannya bagi pertanian dan dapat pula dimanfaatkan untuk usaha perkotaan, industri, dan listrik tenaga air. Persyaratan kualitas air golongan D ini lebih rendah dibanding golongan A, B, dan C yang berturut-turut diperuntukkan bagi air minum, mandi serta peternakan dan perikanan. Berbagai persyaratan tersebut meliputi sifat fisik, kimia dan biologi. Sifat fisik memuat hal seperti kekeruhan dan warna kekeruhan air terkait padatan yang tersuspensi, sementara sifat kimia diantaranya adalah derajat keasaman, kadar oksigen terlarut, serta padatan terlarut seperti nitrat, fosfat dan residu pestisida. Untuk sifat biologi, parameter yang digunakan adalah jumlah mikroorganisme patogen yang ada di dalam air.
"Kegiatan irigasi dan drainase dalam hubungannya dengan proses produksi tanaman pangan dan hortikultura, merupakan salah satu hal penting yang perlu dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan pangan", ungkap Zaenal. Menuju hal tersebut, ia menekankan pentingnya sosialisasi konsep pertanian sehat kepada masyarakat. Pertanian sehat sendiri, menurutnya harus melingkupi beberapa komponen diantaranya peduli terhadap kualitas lingkungan hidup, peduli kesejahteraan generasi mendatang, peduli masalah pertumbuhan penduduk serta peduli untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dengan keterbatasan sumberdaya.
Dengan semakin menurunnya kualitas air irigasi, dalam penelitiannya ia menyebut beberapa solusi yang merupakan strategi untuk memelihara dan meningkatkan kualitas air. Beberapa strategi tersebut dapat ditempuh melalui kegiatan pencegahan di lahan agar residu pupuk dan pestisida tidak segera masuk ke air permukaan, perbaikan kualitas air sungai yang sudah tercemar dengan berbagai teknik, salah satunya fitoremediasi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat umum, khususnya petani mengenai dampak residu pupuk dan pestisida yang tidak hanya akan menimpa tanah, tapi juga tanaman, ternak bahkan manusia.
Terkait fitoremediasi, Zaenal menyebut tanaman kangkung dan akar wangi. Kedua tanaman ini, sesuai dengan penelitian Jurusan Tanah Fakultas Pertanian UB, mampu memperbaiki kualitas air irigasi yang ditandai dengan BOD, COD, serta beberapa unsur hara lain yang menurun sehingga kualitas air menjadi lebih baik. Penelitian lain yang saat ini tengah dikembangkan Jurusan Tanah adalah masalah pemanfaatan fitoremediasi untuk memperbaiki lingkungan bekas tambang. "Dengan adanya perbaikan lingkungan lahan bekas tambang, potensi pencemaran logam berbahaya beracun pada sumber air irigasi dapat dikendalikan, sehingga kualitas air irigasi menjadi lebih baik", terangnya.
Prof. Dr. Ir. Zaenal Kusuma, SU dilahirkan di Jombang 56 tahun silam. Menikah denagn Dr. dr. Nurdiana, M.Kes, ia dikaruniai dua orang putera puteri, dr. Ihda Dian Kusuma serta Achmad Zainudin Arif, S.Ked. Pada tahun 1980, ia berhasil menamatkan program sarjana di Fakultas Pertanian UB, kemudian dilanjutkan Program Pasca Sarjana UGM dengan bidang Ilmu tanah minat irigasi, yang berhasil ditamatkannya pada 1985. Tahun 2000, ia kemudian berhasil menyelesaikan program doktornya dalam bidang Kesehatan Lingkungan di Program Pasca Sarjana Universitas Airlangga. Selama karier akademiknya sejak 1982, ia telah menghasilkan delapan buku ajar, 11 karya penelitian, 14 program pengabdian masyarakat serta 19 publikasi penelitian dalam bentuk laporan dan 11 dalam bentuk jurnal. [nok]

Deutschen Tag di FMIPA-UB
19 April 2010
"Deutsch Lernen, Deutsche Kennen Lernen" demikian tema yang diambil dalam acara "Deutsche Tag" (German Day) yang diadakan oleh FMIPA-UB, Senin (19/4). Pada acara itu peserta yang mayoritas adalah mahasiswa berkesempatan mempelajari Bahasa Jerman sebagai bahasa asing non-English (beserta Bahasa Perancis dan Jepang). Selain belajar Bahasa, mereka juga mendapatkan informasi lengkap tentang budaya Jerman dan studi lanjut di Jerman. Astrid Raabe, MA, DAAD-Lecturer yang berkantor di Universitas Negeri Malang, berkenan hadir dalam acara tersebut untuk memberi semangat pada mahasiswa. Also, moecten Sie jetzt Deutsch lernen? Kommen Sie bitte zu uns! (by/nok)

UB Press Gathering Batch I 2010 Berjalan Sukses
19 April 2010
Pada Hari Jumat (16/4), bertempat di Aula Perpustakaan UB dilaksanakan UB Press Gathering Batch I 2010. Tujuan acara ini adalah untuk mengumpulkan penulis potensial dan produktif UB. Panitia mengundang penulis yang naskahnya telah diterima oleh UB Press dan alumni Diklat Penulisan Tingkat Nasional (diselenggarakan UB Press tanggal 10 Oktober 2009) yang sedang dalam proses editing naskah.
Dalam sambutannya, Pembantu Rektor I Prof.Dr.Bambang Suharto menyambut sangat baik kinerja UB Press yang telah dan sedang menerbitkan banyak buku. Kinerja ini patut dihargai sebagai bagian dari kerja keras seluruh pengurus UB Press yang terdiri atas dosen-dosen muda yang mempunyai kapabilitas dan loyalitas tinggi terhadap UB. "Dengan kinerja demikian, kita semua optimis bahwa target untuk memecahkan Rekor MURI akan tercapai, insyaallah. Juga, ini akan sangat membantu peningkatan peringkat UB di level nasional dan internasional," demikian disampaikan Bambang Suharto. Tag line UB Press Penerbitan Elektronik Pertama dan Terbesar di Indonesia merupakan doa untuk mengantarkan Universitas Brawijaya menjadi World Class Enterpreneurial University.
Dalam sambutannya beliau juga mengatakan bahwa untuk memotivasi semangat menulis yang kondusif, dengan SK Rektor Nomor: 413/SK/2009 tentang Penetapan Standarisasi Buku Terbitan UB Press, UB akan memberikan insentif terhadap para sivitas akademika dengan menerapkan Grade A, B dan C. Buku yang diterbitkan UB Press dengan Grade A mendapat insentif sebesar Rp. 15.000.000.-  dengan biaya produksi dan pemasaran di tanggung 100% oleh UB. Grade B mendapat insentif sebesar Rp. 7.500.000.- dengan biaya produksi ditanggung 50% penulis dan 50% UB. Sedangkan buku dengan Grade C mendapat insentif sebesar Rp. 5.000.000.- dengan biaya produksi ditanggung penulis 100%.
Acara ini juga memperoleh sambutan antusias dari peserta. Prof Dr Jody Munandir, Ahli Gulma terkemuka Indonesia dari UB yang juga telah memberikan kontribusi naskah buku menyambut baik kinerja UB Press. Beliau mengusulkan ada keseragaman format berdasarkan standar internasional dalam penerbitan berikutnya, misalnya dalam penulisan daftar pustaka. "Saya siap membantu secara ikhlas," tambah beliau.
Acara ditutup dengan  pemberian doorprize berupa buku-buku terbitan UB Press dan dilanjutkan penandatangan MOU bagi para penulis yang telah berhasil bukunya diterbitkan di UB Press. Seluruh sivitas akademika UB sangat diharapkan segera menyerahkan naskah buku ke UB Press dan mengikuti proses penerbitan sebagaimana mestinya. Untuk informasi lebih lanjut bisa diperoleh di website UB Press: www. Ubpress.ub.ac.id.[ub]

Prof. Margono: Pemberdayaan Organisasi, Menggeser Budaya Birokrasi
19 April 2010
Dalam era persaingan dan pelayanan, setiap organisasi membutuhkan karyawan yang cepat tanggap dan mandiri sehingga organisasi mempunyai keunggulan kompetitif melalui sumber daya manusianya yang unggul. Adanya pemberdayaan dalam organisasi akan memunculkan potensi dan modalitas yang  ada dalam diri karyawan dan memaksimalkannya sehingga lebih mandiri dan meningkat kinerjanya. Ia nantinya juga akan menolong karyawan untuk merasa bahwa kontribusi mereka mempunyai arti, berkompeten, dan memiliki pilihan terhadap apa yang dikerjakannya.
Demikian yang disampaikan oleh Prof. Dr. Margono Setyawan dalam pidato pengukuhan guru besar di Universitas Brawijaya.Menurut Margono, upaya pemberdayaan karyawan juga cenderung menambah inisiatif pribadi karyawan karena mereka akan merasa mampu mengidentifikasi dan mengasumsikan rasa kepemilikan terhadap pekerjaan.
Kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai individu sesuai dengan peran atau tugasnya dalam periode tertentu, yang dihubungkan dengan suatu ukuran nilai standar tertentu dari organisasi dimana individu tersebut bekerja. Dengan demikian dibutuhkan manajemen kinerja dalam berorganisasi. Manajemen kinerja dapat diartikan wahana untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari suatu organisasi, tim atau individu dengan cara memahami dan mengelola kinerja dalam suatu tujuan, standar, dan persyaratan-persyaratan atribut, kompetensi rencana yang telah disepakati bersama. Ia dimaksudkan untk menumbuhkan suatu budaya kerja di mana setiap individu dan kelompok bertanggungjawab atas keberlangsungan peningkatan proses bisnis dan peningkatan ketrampilan serta kontribusi pekerjaannya.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan pemberdayaan yang digunakan dalam industri jasa berpengaruh terhadap keberhasilan karyawan, terutama pada kompetisi di masa yang akan datang. "Para karyawan yang diberdayakan ini bisa merespon lebih cepat permintaan dari konsumen, menanggapi keluhan dan memberikan layanan yang lebih baik", ungkap Margono. Pendekaan yang reflektif menunjukkan adanya persepsi manajerial yang berbeda mengenai pemberdayaan setelah pemberdayaan diperkenalkan di berbagai organisasi jasa dengan cara yang berbeda dan memberikan keuntungan yang berbeda bagi manajer dan pengalaman kerja bagi karyawan yang diberdayakan. Hasil penelitian menunjukkan satu kerangka analisa yang perlu dikembangkan pada permberdayaan karyawan. Keberhasilan atau kegagalan suatu inisiatif yang menuntut perlunya pemberdayaan akan ditentukan oleh pengalaman dari karyawan yang diberdayakan.
Menurut penelitiannya, Margono menunjukkan bahwa dari 75 perusahaan sebagai responden, pada umumnya dalam pemberdayaan sumber daya manusia mempunyai cara sendiri yang disesuaikan dengan kondisi industrinya masing-masing. Namun secara keseluruhan menganggap bahwa pemberdayaan sumber daya manusia merupakan hal penting dalam mempengaruhi kinerja perusahaan. Pemberdayaan dalam organisasi dinilai mampu menggeser budaya birokrasi menjadi budaya mandiri.
Prof. Dr. Margono Setiawan, SE., SU, guru besar Fakultas Ekonomi UB ke-184 atau ke-26 di fakultasnya. Ia lahir di Mojokerto, 24 Oktober 1952. Menamatkan pendidikan S1 di FE UB, ia melanjutkan pendidikan S2 di UGM dan kembali lagi ke UB untuk meraih gelar S3 pada tahun 2005. Margono pernah menjadi Kajur Manajemen FE UB pada tahun 1992 - 1998 dan saat ini menjabat sebagai Kaprodi Magister Manajemen. Pernah menerima tanda penghargaan Satyalencana Karya Satya tahun 1997 dan banyak mengikuti keanggotaan keprofesian. Kekhususan ilmunya adalah pada bidang perilaku organisasi. [fjr]

IST AKPRIND Yogyakarta dan UNTAG Surabaya Studi Banding ke PJM-UB
19 April 2010
 Jumat (16/4), Pusat Jaminan Mutu (PJM) Universitas Brawijaya (UB) menerima dua tamu dari Institut Sains dan Teknologi Akademi Perindustrian (IST AKPRIND) Yogyakarta yaitu Drs P Wisnubroto MSi dan Imam Sodikin ST MT. Penjaminan Mutu IST AKPRIND berdiri sejak 2003, namun demikian sejak pendiriannya bagian ini belum berfungsi secara optimal.
Sementara itu pada Senin (19/4), PJM UB juga menerima tiga orang tamu dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Mereka terdiri dari Pembantu Rektor I Dr Andik Matulessy MSi, Dr Sunu Priyawan MS Ak dan Joko Priyono SE MM. Serupa dengan kunjungan IST AKPRIND, PJM Untag yang berdiri pada 2005 juga mengalami hal yang sama. Kedatangan kedua universitas itu tak lain untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut dan melakukan konsultasi tentang bagaimana kiat-kiat praktek Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebuah organisasi.
Pada kesempatan itu Ketua PJM UB Prof Dr Ir Soebarinoto menjelaskan, kunci pembuka keberhasilan implementasi SPMI di UB adalah komitmen pimpinan, terutama Rektor. Kesadaran Rektor akan pentingnya peran dan fungsi penjaminan mutu sangat mendorong upaya penggerakan semua unit kerja dan staf agar berpartisipasi. Tidak hanya komitmen, hal sangat penting yang juga harus dilakukan adalah dukungan pengalokasian dana operasional yang memadai.
Pengimplementasian SPMI tutur Soebarinoto, akan mendorong ketercapaian visi dan misi perguruan tinggi, meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan sehingga dapat memuaskan para stakeholders dan mampu bersaing secara global. Di samping itu, dengan mengimplementasikan SPMI institusi telah memenuhi tuntutan dari Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) dan kepentingan dalam penyusunan dokumen usulan akreditasi PS dari BAN-PT.
Selain Ketua PJM, Koordinator Pengembang Sistem Penjaminan Mutu UB Dr Ir M Bisri juga menambahkan tiga syarat lagi dalam pengimplementasian SPMI sebuah organisasi. Ketiga syarat itu meliputi ketersediaan organisasi penjaminan mutu, dokumen akademik dan mutu serta auditor internal. Peserta studi banding menyatakan puas dengan penjelasan yang diberikan serta tertarik mendaftarkan diri sebagai peserta dalam kegiatan pelatihan SPMPT yang akan diselenggarakan oleh PJM-UB selama lima hari yang berlangsung pada 09-13 Juni 2010. Dalam waktu dekat PJM-UB juga diminta sebagai narasumber dalam pencerahan dan awareness tentang SPMI di Untag Surabaya dan Universitas Nomensen Medan.[sbr/nun]

Tiongkok, ACFTA, dan Geoekonomi
19 April 2010
Seiring dengan berakhirnya Pertemuan Komisi Bersama (Joint Commission Meeting) Indonesia dan Tiongkok di Jogjakarta beberapa waktu lalu, usai pula kemungkinan renegosiasi dalam menyikapi ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA). Banyak pihak yang menilai bahwa kegagalan tersebut akan membawa kehancuran denyut ekonomi Indonesia, tapi ada pula yang menganggap penting hal itu. Intinya pandangan yang belakangan ini menyatakan tak perlu terlalu lama menekuri "kegagalan" tersebut bahkan bertindak brutal sebagai upaya balas dendam.
Bagaimana sebetulnya sikap yang harus diambil Indonesia dalam kasus itu? Poin yang hendak disampaikan disini bahwa Tiongkok sangat dibutuhkan sebagai negara yang mampu mengimbangi dominasi negara maju (Eropa, Jepang, dan AS). Dalam beberapa aspek Indonesia masih dapat memetik manfaat dari kerja sama itu. Apalagi dengan melihat rekam geoekonomi-politik Indonesia yang telah lama dibina, (khususnya) Tiongkok.
ACFTA dan Neraca Perdagangan
Mayoritas kalangan industri nasional menuntut adanya renegosiasi 228 pos tarif karena cemas dengan kiprah Tiongkok yang terus merengsek menyerbu pasar Indonesia. Banyak pihak yang memperkirakan, penetrasi Tiongkok melalui ACFTA ke Indonesia akan menurunkan harga delapan produk di pasar dalam negeri. Yakni, tekstil, alat manufaktur, alat kendaraan, produk metal, produk kulit, minuman dan tembakau, serta sayur dan buah (Bisnis Indonesia, 01/4/2010). Penurunan harga itu akibat membanjirnya barang dari Tiongkok. Ditambah bea masuk nol persen semakin mendongkrak produktivitas Tiongkok sekitar 10 persen.
Menurut tampilan ekspor-impor Indonesia ke negara-negara  dunia pada 2009, ekspor Indonesia didominasi ke Eropa (13,9 persen), Jepang (12,3 persen), AS (10,7 persen), dan Tiongkok (9,1 persen). Jika dilihat dari net ekspor, kinerja yang baik ditunjukkan Eropa (2,8 persen), AS (1,7 persen), Tiongkok (-3,5 persen), dan disusul Jepang (-5 persen).
Setelah ACFTA digelar, terdapat beberapa data berikut yang dapat membantu menunjukkan posisi Indonesia dan Tiongkok dalam perekonomian dunia. Ekspor nonmigas Indoensia pada Februari 2010 ke Jepang mencapai angka terbesar yaitu, USD 1,07 miliar, disusul ke Tiongkok USD 986,2 juta, dan Ameriia Serikat 907,3 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 32,72 persen.
Sedangkan ekpor Indonesia ke Uni Eropa sebesar USD 1,42 miliar. Negara eksporter nonmigas terbesar selama Januari-Februari 2010 masih ditempati Tiongkok, yakni USD 2,79 miliar, dengan pangsa 18,58 persen. Urutan berikutnya dalah Jepang USD 2,16 miliar (14,43 persen) dan Singapura USD 1,51 miliar (10,09 persen). Sementara, impor nonmigas Indonesia dari ASEAN mencapai 22,81 persen dan Uni Eropa 8,66 persen. Peta itu sedikit banyak menggambarkan konfigurasi posisi Tiongkok dalam perekonomian dunia, khususnya dilihat dari perspektif perdagangan internasional.
Keadaan itu memang membuat beberapa pihak, terutama pelaku usaha, bersikap pesimistis. Namun, sejumlah pelaku ekonomi (misalnya, pelaku hilir sektor pertanian) maupun pejabat menyambut baik perjanjian ACFTA.
Mereka optimistis bahwa ACFTA dapat memberikan keuntungan karena membuka peluang usaha bagi industri hilir pertanian lebih berkembang. Bagi mereka, dengan keberadaan bahan baku dan tenaga kerja yang melimpah, ACFTA lebih menjanjikan keuntungan.
Apalagi, Atase Perdagangan Tiongkok meyakinkan bahwa pengusaha mereka sedang memindahkan industrinya ke ASEAN karena biaya produksi di Tiongkok mulai menanjak. Prospek yang diincar adalah Indonesia (selain Vietnam dan Kamboja). Hal ini tentu merupakan berita baik bagi iklim ekonomi Indonesia karena keberadaan investasi ini akan mendongkrak kegiatan ekonomi nasional.
Geoekonomi-Politik Tiongkok
Fakta terpenting yang perlu dipahami adalah perubahan konfigurasi pemain ekonomi saat ini. Tiongkok, dalam beberapa tahun terakhir, telah melakukan lompatan ekonomi yang luar biasa besar. Bayangkan, pada 2008 mereka telah menjadi eksporter kedua terbesar di dunia. Bahkan, pada 2009 mereka telah menaklukan Jerman sehingga menjadi eksporter terbesar di dunia (cadangan devisa mereka sekarang sekitar USD 2,4 triliun).
Oleh karena itu, secara Geoekonomi-politik posisi Tiongkok begitu penting saat ini. Apalagi di tengah-tengah hegemoni ekonomi dunia yang dikuasai oleh beberapa gelintir negara, seperti AS, Jerman, dan Jepang. Implikasinya, Tiongkok bisa menjadi "lawan tanding" yang kuat bagi negara-negara tersebut (bersama dengan Brazil, Rusia, dan India), baik secara ekonomi maupun politik. Jika itu berjalan, negara-negara berkembvang (termasuk Indonesia) akan diuntungkan, khusunya dalam konteks mendesain tata ekonomi internasional yang lebih adil.
Dengan pemahaman seperti itu, Indonesia harus menempatkan diri dalam kacamata yang lebih luas. Maksudnya, jika memang ada potensi kerugian yang diderita Indonesia dari perdagangan dengan Tiongkok (dalam konteks ACFTA), itu harus dinegosiasikan secar bermartabat.
Tekanan terhadap Tiongkok yang berlebihan akan membuat kontraproduktif kepentingan Indonesia secara luas. Sebaliknya, Indonesia harus memanfaatkan peran ekonomi dan poltik Tiongkok yang kian besar tersebut untuk menyuarakan kepentingan negara berkembang.
Pemerintah harus sadar bahwa keterpurukan ekonomi nasional bukan semata akibat perdagangan dengan Tiongkok. Tetapi, itu disumbang dari hubungan dengan negara-negara maju dan lembaga multilateral yang eksploitatif. Skenario itulah yang harus dibangun sehingga kepentingan ekonomi nasional ke depan menjadi lebih akomodasi dalam panggung dunia. Pendeknya, Tiongkok harus dijadikan sekutu, bukan dianggap benalu.
----
Catatan: Ahmad Erani Yustika (wakil Dekan FE UB, anggota BSBI (Badan Supervisi Bank Indoensia)) di Opini Jawa Pos edisi Senin, 19 April 2010.

Juara Wirausaha, Bagi Kisah Sukses
19 April 2010
Inspirasi Sukses Indonesia (ISI) Training Centre bekerjasama dengan Young Enterpreneur Society Universitas Brawijaya (YES UB), menggelar seminar kewirausahaan "Rahasia Para Juara". Acara yang bertempat di gedung Inkubator Bisnis (INBIS) UB ini dilaksanakan untuk berbagi tips dan trik mudah dan cepat menjadi juara melalui entrepreneur.
Hadir dalam acara ini empat pemateri yang merupakan para juara, diantaranya, Ridwan Abadi M iA (Peraih TDA Award Kategori Bisnis Go Triple 2010); Elsa Rosyidah A.Md (The Best of The Best AIMA 2009); Rudik Setiawan SSi (Juara I Wirausaha Muda Mandiri 2009: Kategori Industri); dan Amarta Faza (Delegasi UB dalam International Conference, Sustainable Architecture & Urban Design 2010 Penang-Malaysia).
Ridwan, yang merupakan pemilik Batagor Jepang Takashi Mura (BJTM), menceritakan perjalanan suksesnya mendirikan bisnisnya tersebut. "Bisnis Batagor Jepang ini mulai berdiri pada Januari 2010," ungkapnya. Selain itu, pemilik CV. Dapur Inspirasi Sukses Indonesia ini juga berbagi motivasi sukses kepada para peserta. "Secara fitrah manusia adalah juara. Sehingga untuk menjadi juara, sebenarnya kita tidak perlu berubah, tapi kita cukup kembali kepada fitrah kita," paparnya.
Selain itu, Elsa juga membagi kisah suksesnya. Mahasiswi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya ini, memilih toko pupuk online sebagai bisnisnya. "Awalnya saya hanya iseng," ungkapnya. Dari keisengannya itulah saat ini usaha yang dijalankannya mulai menuai hasil. Pemenang Axioo Intel Marketing Award 2009 ini, mengaku sangat senang dengan semua pengalaman suksesnya. "Senang sekali bisa bertemu dengan orang-orang sukses dan menginspirasi," ujarnya.
Acara seminar kewirausahaan ini, dihadiri oleh sekitar seratus orang. Dari acara tersebut, diharapkan mampu mencetak entrepreneur muda yang sukses dan menjadi juara. (riz)

UBEDC 2010 Persiapkan Delegasi Debat Tingkat Nasional
19 April 2010
Bidang Kemahasiswaan UB menggelar University of Brawijaya English Debating Championship (UBEDC 2010). Acara yang mempertemukan delegasi debat antar fakultas ini digelar di gedung FMIPA UB (18/04).
Menurut ketua pelaksana UBEDC Prof. Dr. Henny Pramoedya, acara ini digelar untuk menjaring delegasi debat dari seluruh fakultas di UB yang nantinya dikirim untuk perlombaan tingkat nasional. "Mereka akan dibina tidak hanya masalah bahasa Inggris saja, tetapi juga masalah wawasan. Bahasa Inggris khan cuma medianya. Jadi mereka nanti akan diberi pengetahuan yang lebih banyak lagi dari sekedar bahasa," tutur Pembantu dekan III di Fakultas Ilmu Budaya ini.
Lomba menggunakan British Parliamentary System. Dalam setiap sesi lomba, 4 tim bertanding bersama. Setiap tim diisi oleh dua orang peserta. Total terdapat 23 kelompok yang turut berkompetisi dalam acara tersebut.
Fakultas Kedokteran II yang digawangi oleh Annisa Rahma dan Risky Maulana menjadi juara pertama. Juara kedua adalah delegasi dari FMIPA I Zahra Ramadhany dan Putu Ayu yang disusul oleh delegasi FT I Ro Rosdianto dan Dungga Nur Prayogo yang menyabet juara ke-3. Sementara itu juara harapan I diperoleh kelompok FISIP II Primadhita Rahma dan M. Luthfan Hakim. Masing-masing juara memperoleh hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp. 1 juta untuk juara pertama, Rp. 750 ribu untuk juara kedua, Rp. 500 ribu untuk juara ketiga, dan Rp. 300 ribu untuk juara harapan.[fjr]

DNA Science Workshop Kerjasama UK-UB
19 April 2010
Bekerjasama dengan University of Kentucky (UK) Amerika Serikat, Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya (LSIH-UB) akan menyelenggarakan "DNA Science Workshop". Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat College of Agiculture UK dengan dukungan dana Howard Hughes Initiative for Biomedical/Biological Sciences. Tema yang diambil dalam kegiatan yang akan dipusatkan di LSIH-UB pada 4-7 Mei 2010 mendatang ini adalah "DNA Science An Introductory Course in Recombinant-DNA Technology for Science Educators and Researchers".
Dalam workshop ini, peserta akan diajarkan teknik "Production and Analysis of Recombinant-DNA Molecules" dengan menggunakan peralatan canggih dalam bidang bioteknologi yang sebelumnya telah dikembangkan di Cold Spring Harbor Laboratory. Berbagai teknik yang akan diajarkan adalah Microbiological culturing, Gel Electrophoresis, DNA Restriction Analysis, DNA ligation, Plasmid Transformation of E. Coli, serta PCR Amplification of DNA.
Sebelum melakukan berbagai eksperimen, peserta akan diperkenalkan konsep umum serta teori terlebih dahulu yang akan dilanjutkan dengan seminar. Seminar ini menurut rencana akan disampaikan oleh peneliti dan akademisi berpengalaman guna memberi gambaran tentang aplikasi pendekatan molekuler untuk mengatasi berbagai permasalahan dalam dunia biologi. Tiga orang pemateri dari UK akan hadir dalam kesempatan tersebut, yakni Prof. Joe Chappel, PhD, Dr. Yuan Ling serta Dr. Michael Reed. Untuk UB, pemateri yang dilibatkan adalah Fatchiyah, PhD serta tim LSIH-UB lainnya.
Dalam workshop ini peserta akan difasilitasi untuk menyampaikan berbagai pengetahuan biologi molekuler terkini kepada siswa/mahasiswa yang diasuh, kolega ataupun untuk mendalami topik penelitian yang menjadi minatnya. Selain itu, dalam diskusi post-lab mereka akan diperkenalkan berbagai variabel yang dapat mempengaruhi hasil laboratorium serta melakukan troubleshooting ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Workshop juga akan dibagi dalam berbagai sessi, termasuk didalamnya sebuah sessi diskusi kelompok untuk menganalisis pengaruh Recombinant-DNA bagi individu, sosial maupun implikasi biologisnya. Dalam sebuah sessi khusus lainnya, peserta akan diperkenalkan aspek teknis dalam melaksanakan teaching laboratory programme meliputi bagaimana mencari dukungan untuk keberhasilan program, penjadwalan waktu, mencari sponsor dana untuk peralatan, teknik pengkajian, collaborative learning serta keamanan laboratorium.
Dengan sertifikat (graduate credit) yang diakui UK, peserta workshop ini dibatasi hanya 20 orang. Beberapa pertimbangan yang digunakan UK dalam memilih peserta adalah kualifikasi profesi dan bidang yang diajarkan, presentase pelajar minoritas/penyandang cacat, dukungan institusi serta kemampuan berbahasa inggris aktif. Bagi mereka yang berminat dapat menghubungi Sekretariat, Fatchiyah, PhD dan Hally Nurul Karimah, MSi di LSIH-UB, Jalan Veteran Malang 65145 telp/fax.+62 341 559054. Lamaran harus dikirim ke sekretariat paling lambat tanggal 24 April 2010 jam 15.00 WIB atau melalui email ke labsentralub@ub.ac.id atau lsih_ub@yahoo.co.id. [nok]
----
Form Lamaran DNA Science Workshop 2010

Memahami Seksologi, Meluruskan Mitos
19 April 2010
Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) menyelenggarakan Seminar Seksologi, Sabtu (17/4). Seminar yang bertempat di GPP lantai 6 Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya ini, mengambil tema "Membina Kehidupan Seksual yang Harmonis". Acara ini diadakan dalam rangka pembukaan ASI cabang Malang, dan ditujukan sebagai edukasi awal tentang seks.
Hadir sebagai pemateri, Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd FAACS (Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana). Dalam pemaparannya, dia menjelaskan mitos dan informasi yang salah tentang seks serta akibatnya bagi masyarakat. Wimpie, yang sempat melakukan studi di Amerika ini, juga sangat menyayangkan banyaknya mitos seks yang dipercaya oleh masyarakat, padahal secara ilmiah tidak pernah terbukti. "Mitos dan informasi yang salah ini akan menimbulkan persepsi dan pengertian yang salah, sehingga menyebabkan perilaku seks yang salah pula," ungkapnya. Di pihak lain, pengetahuan seksual masyarakat sangat rendah ditunjang dengan gencarnya media memuat informasi yang salah dan menyesatkan, dalam bentuk iklan misalnya.
Penyebaran mitos dan informasi yang salah tentang seks, baik disadari atau tidak, dapat menimbulkan akibat buruk kalau tidak segera diantisipasi. Banyak warga masyarakat yang telah mengalami akibat buruk karena percaya mitos tentang seks. Akibat yang terjadi bervariasi mulai dari kerugian materi, kerugian cacat fisik, dan gangguan fungsi ereksi, tekanan psikis, penularan penyakit bahkan sampai pada kematian.
Wimpie Pangkahila dalam seminar ini memberikan solusi sebagai upaya meluruskan salah persepsi masyarakat terhadap mitos-mitos seksual yang salah kaprah. Pertama, pendidikan, informasi, konsultasi, harus diberikan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan. Kedua, media massa harus meningkatkan tanggung jawab moralnya dengan menolak berita atau iklan yang tidak benar berkaitan dengan seksual. Ketiga, tindakan hukum harus diberikan kepada merekayang melakukan praktek dalam bidang kedokteran di luar kompetensi atau wewenangnya.
Selain Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd FAACS, seminar ini juga diisi oleh Dr Saraswati MPsi (Dampak Gangguan Fungsi Seksual terhadap Keharmonisan Rumah Tangga), Dr dr Siti Chandra WB SpOG (K) (Mengenali Respon Seksual Wanita), dr Besut SpB SpU (Pengaruh Gangguan Prostat pada Fungsi Seksual Pria), dr Herry Purwanto MKes SpAnd (Gangguan Fungsi Seksual Pria sebagai Salah Satu Penyebab Ketidaksuburan), Prof Dr dr Alex Pangkahila MSc SpAnd (Peragaan Senam Seks di Bawah Bimbingan).
Pada waktu yang sama di Gedung Biomedik FK UB diadakan Simposium Seksologi yang dihadiri oleh dokter juga mahasiswa kedokteran. Dr dr Siti Candra WB SpOG (K) Ketua Pelaksana Seminar dan Simposiun Seksologi kepada PRASETYA Online, Ahad (18/4), mengatakan, simposium diadakan untuk para dokter agar tidak salah dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan pasien. Simposium ini antara lain menghadirkan dr MP Budyandini Dyah Pramesti MKes SpAnd (Hormon Testosteron dan Fungsi Seksual Pria), dr Johanes Soejono MKes SpAnd (Faktor Resiko dan Patofisiologi Disfungsi Seksual), dr Sutrisno SpOG (Pengaruh Hormon Seksual pada Fungsi Seksual).(riz/ai)

PMW Kembali Digelar
18 April 2010
Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang merupakan ajang untuk menumbuhkan jiwa wirausaha mahasiswa kembali digelar. Tahapan wawancara kepada 208 kelompok dengan melibatkan 16 reviewer, dilakukan Minggu (18/4) di gedung student Centre. Ini merupakan tahap lanjutan dari seleksi proposal yang telah dilaksanakan Senin-Kamis (12-15/4).
Disampaikan staf ahli Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Abdul Hakim, M.Si, interview memiliki proporsi penilain lebih besar, sekitar 60 persen, sementara sisanya dari penilaian proposal.
Untuk seleksi berkas, kriteria penilaian yang digunakan adalah karakteristik keunikan barang/jasa, analisis persaingan dan peluang pasar, mekanisme produksi barang/jasa, rencana pemasaran barang/jasa, serta rencana anggaran dan laporan. Sementara untuk tahap wawancara, kriteria penilaiannya adalah kelayakan rencana bisnis dan pemasaran, aspek produksi, aspek Sumber Daya Manusia (SDM), aspek keuangan serta prospek usaha.
Hasil pemenang untuk proposal yang didanai akan dikeluarkan pada Rabu (21/4) mendatang. "Setelah diumumkan, mereka akan memperoleh distribusi bantuan modal tahap pertama sebesar 70 persen dari total modal yang harus mereka terima", ungkap Abdul Hakim. "Modal yang akan diberikan maksimal Rp. 8 juta per anggota kelompok yang disesuaikan dengan kelayakan business plan mereka", tambahnya. Diantara pertimbangan yang mendasari perhitungan modal adalah biaya produksi, biaya promosi serta biaya pemasaran. Dana sebesar Rp. 1 Milyar 50 juta telah dianggarkan UB untuk pengucuran modal ini.
Mereka yang dinyatakan lolos seleksi, akan mendapat bimbingan usaha oleh berbagai pihak yang berkompeten baik itu akademisi, perbankan maupun pengusaha. Dengan waktu operasional 6-7 bulan, peserta akan dimintai pertanggungjawaban berupa laporan rugi laba pada bulan November mendatang.
"Sebelumnya mereka diminta menyerahkan progress report tahap I setelah empat bulan operasional. Begitu progress report tahap pertama diserahkan, maka bantuan modal tahap kedua akan digulirkan", terang dosen FIA ini.
Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, pada tahun kedua ini UB memberikan 70 persen kuota kepada mahasiswa kurang mampu. Terkait hal ini, Abdul Hakim menjelaskan, "alokasi khusus ini untuk memberi kesempatan berusaha dan mendapatkan manfaat PMW".
Diakhir wawancara, secara khusus ia menyampaikan harapan agar mahasiswa benar-benar serius untuk berlatih wirausaha tanpa bergantung pada tempatnya magang. "Jangan sampai mahasiswa hanya menjadi penyalur saja dari tempat mereka magang. Walaupun hanya menjadi trader, mereka harus punya inovasi dan kreativitas. Pemasaran lewat internet saja sudah kita hitung sebagai kreativitas", pungkasnya. [nok]

Wisuda Program Vokasi, Sarjana dan Pascasarjana Periode IV 2009/2010
17 April 2010
Rektor Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Sabtu (17/4), memimpin prosesi wisuda dalam sebuah rapat terbuka senat Universitas Brawijaya (UB). Sebanyak 1105 wisudawan/wati dari program vokasi, sarjana dan pascasarjana mengikuti prosesi wisuda periode IV tahun akademik 2009/2010 ini. Dalam sambutannya, Rektor berpesan kepada para wisudawan untuk mempersiapkan diri sebelum berkiprah ditengah-tengah masyarakat. Hal ini menurut Rektor, agar kehadiran mereka dapat diterima dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan bekal IPTEK yang diperoleh selama kuliah, Rektor secara khusus berharap agar mereka mampu membantu pelaksanaan pembangunan. Selain itu juga untuk mengajak masyarakat menatap hari esok yang lebih baik melalui ide-ide cemerlang guna menggali potensi yang belum tertangani serta memecahkan berbagai permasalahan yang ada di Indonesia. "Inilah yang didambakan oleh UB yang telah menetapkan arah pengembangan dirinya menuju Entrepreneurial University", tandas Prof. Yogi Sugito.
Pada periode kali ini, Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) menduduki jumlah wisudawan/wati terbanyak hingga 197 orang disusul Fakultas MIPA (138 orang) dan Fakultas Teknik (126 orang). Berikut adalah jumlah wisudawan/wati pada masing-masing fakultas: Fakultas Ekonomi (125 orang), Fakultas Hukum (124 orang), Fakultas Pertanian (91 orang), Fakultas Kedokteran (90 orang), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (66 orang), Fakultas Teknologi Pertanian (60 orang), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (28 orang).
Sebanyak 16 mahasiwa dari seluruh program vokasi, sarjana dan pasca sarjana dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude. Indeks Prestasi Kumulative (IPK) 4.0 diperoleh tiga orang mahasiswa program doktor yaitu Dr. Go Lisanawati, Dr. Gusnawaty HS, SP, MP dan Dr. Mustafa Abdurrahman. [nok]

AIESEC LC-UB Gandeng Orang Tua Mahasiswa
17 April 2010
Untuk memberi kejelasan informasi tentang berbagai aktivitas keorganisasian kepada orang tua mahasiswa, Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) Local Committee Universitas Brawijaya (LC-UB), Sabtu (17/4) menyelenggarakan family gathering. "Sedianya kegiatan ini diperuntukkan bagi seluruh orang tua mahasiswa anggota AIESEC yang mayoritas dari luar kota Malang, tetapi karena banyak keterbatasan, maka untuk saat ini kami hanya mengundang orang tua mahasiswa yang ada di Malang aja", ungkap Shintia Anindita, Development Manager AIESEC LC-UB kepada PRASETYA Online. Sebanyak 50 orang tua mahasiswa hadir dalam acara tersebut, dari sekitar 145 anggota yang dimiliki. Lebih lanjut Shintia mengungkap, AIESEC menganggap kegiatan ini perlu diselenggarakan karena orang tua merupakan decision maker untuk putera/puterinya.
"Selain itu, kami juga bermaksud memberitahu dan meminta dukungan kepada para orang tua tentang berbagai kegiatan yang diikuti putera/puterinya di dalam AIESEC", terangnya. "Target kami untuk kegiatan ini adalah orang tua para anggota baru dan calon pengurus periode mendatang", tambahnya.
Tiga orang pemateri dihadirkan dalam kesempatan tersebut. Mereka adalah Drs. Djanalis Djanaid (pemilik Indopurels/indomanagement), Bambang (orang tua mahasiswa) serta Amilia Safitri (alumni AIESEC). Dalam paparannya, Djanalis Djanaid menyampaikan pentingnya organisasi untuk membentuk pribadi sukses. "AIESEC itu kumpulan orang-orang pinter. Nilai TOEFL mereka saja lebih dari 500", katanya. "Tetapi orang pintar itu belum tentu cerdik. Dan orang cerdik bisa mengalahkan orang pinter. Dengan aktif berorganisasi, orang pintar dapat menjadi cerdik sekaligus", tambahnya. Djanalis juga mengungkap, dengan kombinasi kepintaran dan kecerdikan, seseorang dapat menjadi sukses dalam bidang apapun. "Lebih dari 85 persen manajer sukses di Amerika Serikat adalah mereka yang ketika mahasiswa aktif berorganisasi", terangnya.
Pengalaman Organisasi
Manfaat pengalaman dalam berorganisasi juga dipaparkan Amilia Safitri, alumni AIESEC 2002-2006 yang saat ini beraktivitas di asuransi Prudential. "Manfaat yang paling saya rasakan adalah ketika masa peralihan dari dunia mahasiswa ke dunia kerja. Waktu saya melamar pekerjaan, tiga kali interview dari tiga perusahaan yang saya ikuti, semuanya menanyakan pengalaman organisasi", terangnya. Dari berbagai interview itu pula, ia menyampaikan bahwa kemampuan akademik hanya diukur dari IPK saja. Menurut Amilia, pengalaman organisasi yang diperoleh ketika mahasiswa juga memiliki pengaruh pada posisi yang diinginkan pelamar.
Nilai positif juga diperoleh Amilia, yang pernah magang enam bulan melalui AIESEC di EOA Automobil Malaysia, saat dirinya telah bekerja. Menurutnya, karyawan yang memiliki pengalaman organisasi sangat berbeda dengan mereka yang hanya kuliah saja. "Potensi karyawan yang memiliki pengalaman organisasi umumnya lebih cepat berkembang", kata dia.
Dengan berbagai jenjang organisasi yang diperolehnya saat aktif di AIESEC, secara khusus ia berpesan kepada mahasiswa untuk tidak pernah melewatkan kesempatan dalam menggali potensi. Hal ini menurutnya akan berdampak panjang terutama dalam menempuh masa depan. "Masa kuliah merupakan saat yang tepat untuk mengembangkan potensi", tandasnya.
Melalui organisasi pula, menurutnya seseorang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan cara pandang yang lebih luas. "Semua ini tidak diperoleh hanya dengan kuliah", katanya.
Meski mendorong mahasiswa untuk aktif berorganisasi, pada akhir wawancara, Amilia berpesan kepada para aktivis agar lebih bisa membagi waktu antara kuliah dan organisasi. Kemampuan ini menurutnya akan mampu menunjang kesuksesan seseorang di masa yang akan datang.
Dukungan Orang Tua
Suka duka memiliki anak aktivis disampaikan pasangan Yuhanti dan Sugiarto yang merupakan orang tua Shintia Anindita. "Sebagai orang tua saya merasa kuatir juga melihat anak banyak kegiatan di luar. Tetapi selama kegiatan tersebut positif dan dapat melatih dia untuk lebih mandiri ya tetap saya dukung", ungkap Yuhanti saat diwawancara PRASETYA Online.
Hal lain yang juga ditekankan Yuhanti adalah aktivitas kuliah yang tidak boleh terganggu. "Anak saya memang dari dulu senang mengikuti berbagai kegiatan. Saya tahu itu pekerjaan yang berat sehingga saya selalu memberikan motivasi agar ia bersemangat untuk bersosialisasi dan berkontribusi kepada masyarakat. Asalkan dia bisa membagi waktu sehingga aktivitas organisasi dan kuliah bisa sama-sama jalan", ujar perempuan yang kesehariannya beraktivitas di Puskesmas Cisadea ini.
Hal lain yang selalu ia tanamkan kepada Shintia adalah keterbukaan. "Saya selalu mendidik anak saya untuk selalu bersikap terbuka sehingga untuk menyelesaikan masalah akan menjadi lebih mudah", tandasnya. [nok]

Sosialisasi Surat Utang Negara
16 April 2010
Surat Utang Negara (SUN) diterbitkan oleh pemerintah dengan dasar UU 24/2002. SUN merupakan surat berharga yang berupa surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia, sesuai dengan masa berlakunya. SUN bermanfaat sebagai alternatif pembiayaan APBN dari pasar modal baik didalam maupun di luar negeri.
Hal ini disampaikan Novi Puspita Wardhani SSos MBA di acara Sosialisasi Surat Utang Negara (SUN) di Gedung Widyaloka, Jum'at (16/4). Novi setidaknya memaparkan empat poin yaitu Profil SUN, Sejarah SUN, Kebijakan Pengelolaan SUN,dan Kinerja Pengelolaan SUN pada sosialisasi yang terselenggara atas kerjasama Kementrian Keuangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Direktur Surat Utang Negara dan FE UB ini.
Novi memaparkan selama ini SUN masih cukup atraktif sebagai salah satu alternatif investasi selain saham. Kelebihan SUN jika dibandingkan dengan alternatif investasi yang lain karena pemerintah wajib membayar bunga dan pokok setiap Surat Utang Negara pada saat jatuh tempo sesuai dan dana untuk membayar bunga dan pokok disediakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara setiap tahun sampai dengan berakhirnya kewajiban tersebut sesuai dengan yang diatur oleh UU No 24/2002 di Pasal 4. Menurutnya,  SUN yang memiliki resiko lebih rendah membawa dampak pada semakin aktifnya pembelian SUN. Sebagai contoh, kepemilikan asing terhadap SUN mengalami peningkatan tiap bulannya dan 76% nya merupakan SUN bertenor panjang (lebih dari lima tahun). Pada januari 2010 kepemilikan SUN masih 115,2 triliun. Meningkat per Pebruari 2010 menjadi 120,81 triliun. Pada Maret 2010 menjadi  132,46 triliun dan kembali meningkat pada 12 April 2010 di angka 136,67 triliun.
Sedangkan di sesi kedua, Putut Widiandono S Kom, menjelaskan tentang ORI (Obligasi Negara Ritel). ORI yang merupakan derivative product dari SUN adalah obligasi negara yang dijual melalui individu atau perseorangan WNI melalui agen penjual di pasar perdana. "Lebih mudahnya, ORI ini utang dalam bentuk surat utang negara," demikian disampaikan Putut.
Penerbitan ORI merupakan antisipasi atas kepemilikan asing terhadap SUN yang semakin meningkat. Selain itu munculnya ORI ingin mengubah trend masyarakat dari saving oriented menjadi investment oriented dan memperkuat pasar modal dengan menjaga keseimbangan antara pasar modal dan bank. ORI merupakan trend berinvestasi masa kini karena  memberikan kemudahan untuk individu berinvestasi dengan harga yang murah mulai dari 5 juta rupiah. Secara umum indikasi harga ORI nanti dapat dilihat pada official closing price Bursa Efek Indonesia atau dari sumber lainnya melalui agen penjual, ataupun website BEI. Karena bagaimanapun, harga tersebut adalah harga indikatif. Harga pasti akan tergantung pada harga yang terjadi di bursa. [ai]

FK UB Lantik 9 Dokter Spesialis
16 April 2010
Sebanyak 9 dokter spesialis dilantik oleh Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), Jum'at (16/04).  Dengan demikian FK UB telah melantik 255 dokter spesialis sejauh ini.
Masing-masing dokter spesialis tersebut berasal dari empat program studi yaitu kedokteran emergensi (1 orang), ilmu penyakit dalam (4 orang), ilmu kesehatan mata (1 orang), dan ilmu bedah umum (3 orang). Dekan FK UB Dr. Samsul Islam,dr.SpMK.MKes dalam sambutannya mengatakan, pemenuhan dokter spesialis di Indonesia masih jauh dari harapan. Ia berharap Dokter Spesialis alumni PS PDS I FK UB dapat berperan secara maksimal sebagai tenaga professional untuk meningkatkan kualitas pelayanan dokter spesialistik di rumah sakit.
Samsul juga mengatakan, menjadi dokter spesialis memiliki peran yang lebih berat. Ia berpesan agar setiap dokter spesialis selain bekerja juga meneliti. "Kalau sudah spesialis, bukan lagi tukang. Anda punya peran meningkatkan mutu profesi Anda sendiri," tuturnya. Ia mengaku cukup bangga karena dokter yang dilantik kali ini berasal merata dari Aceh sampai ke Merauke.
Saat ini PPDS FK UB memiliki beberapa jurusan Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Penyakit Paru, Obstetri & Ginekologi, Patologi Klinik, Ilmu Kesehatan Mata, Ilmu KesehatanTHT, Emergency Medicine, Ilmu Kesehatan Anak, Radiologi, Orthopaedi dan Traumatologi. Menurut Direktur RSU dr. Saiful Anwar, dr. Achmad Thamrin, Sp.JP, Rumah Sakit, institusinya akan meningkatkan kualitas pelayanan baik untuk kesehatan maupun pendidikan. Kepada para dokter spesialis, ia berharap profesionalismenya diwujudkan dengan sikap kompeten, atis, dan altruis (rela berkorban).
Berikut nama-nama dokter spesialis yang dilantik kali ini: dr. Bobi Prabowo, SpEM; dr. cristina Tarigan, SpPD; dr. Stefany Adi Wahyuningrum, SpPD; dr. T. Viona Zohra L., SpM; dr. Raden Andi Hari Prabowo,SpB; dr. Eval,SpB; dr. Marthen Imanul Benu, SpB; dr. Mat Suwito,SpPD; dan dr. karsito, SpPD.[fjr]

Tambah NOC, UB Tingkatkan Layanan TIK
16 April 2010
Unit Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Brawijaya (TIK-UB) menambah fasilitas baru guna tingkatkan layanannya. Fasilitas baru tersebut adalah Network Operations Centre (NOC), yaitu seperangkat hardware untuk mengatur dan memonitor jaringan komputer internal UB. NOC tersebut merupakan up-grading dari fasilitas sebelumnya yang disesuaikan dengan standar internasional. Peresmian fasilitas tersebut dilakukan oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Jum'at (16/4) di gedung rektorat lama yang juga merupakan unit pusat komputer dan jaringan yang ada di UB. Segenap pimpinan fakultas dan lembaga turut pula menyaksikan peresmian ini. Dalam sambutannya, Kepala Unit TIK-UB, Dr. Harry Soekotjo Dahlan menyampaikan bahwa keberadaan NOC ini merupakan salah satu upaya TIK-UB untuk meningkatkan layanan dan fasilitas yang modern dan berstandar internasional.
Salah satu inspirasi yang sekaligus menjadi benchmarking, menurut Harry adalah fasilitas TIK yang ada di University of Keio Jepang. "Waktu itu kami ada kunjungan ke University of Keio Jepang dan sempat melihat sarana TIK yang ada di sana. Desain NOC UB tidak berbeda jauh dengan yang ada di University of Keio", kata dia.
Total dana untuk mendesain dan instalasi NOC sendiri menurutnya sekitar Rp. 300 juta. "Jumlah ini jauh lebih kecil karena kita menggunakan tenaga sendiri. Jika menggunakan jasa konsultan, penataan ruangan saja bisa mencapai Rp. 1.5 M", ungkapnya. Harry juga menambahkan, NOC UB ini melingkupi perangkat server internal yang mencapai Rp. 3 M dan fasilitas inherent sekitar Rp. 1.5 M.
Melalui NOC yang berstandar internasional ini, menurutnya jaringan di UB akan termonitor sehingga trouble akan lebih cepat diketahui untuk langsung dilakukan tindakan. Disamping peningkatan sarana prasarana, pihaknya juga berkomitmen membenahi organisasi dan manajemen termasuk didalamnya Sumber Daya Manusia (SDM).
Diwawancarai dalam kesempatan yang sama, Koordinator Divisi Network TIK-UB, Ratno Wahyu Widyanto, mengungkapkan bahwa saat ini lebih dari 5000 unit komputer terhubung dalam jaringan internal UB. Dengan bandwidth sekitar 35 MBps, komputer tersebut terhubung dalam 53 router dengan 32 unit server. "UB juga memiliki bandwidth sekitar 40 MBps untuk inherent. Jumlah bandwidth ini ditargetkan akan selalu meningkat hingga 200 MBps", ungkap alumni Teknik Elektro UB angkatan 1996 ini.
NOC sendiri, menurutnya melingkupi beberapa komponen yaitu perangkat jaringan, perangkat keras aplikasi server, keamanan jaringan komputer, pembagi bandwidth serta antivirus untuk email. Dengan fasilitas ini, Ratno menambahkan, aplikasi server dan sistem informasi yang ada di UB bisa lebih cepat. "Kami juga telah meningkatkan layanan email hingga 1 GB. Setiap mahasiswa pun telah diberi account email", ungkap pria yang telah beraktivitas di Unit Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi (UPPTI) sejak 2001 ini.
Berbeda dengan sebelumnya, untuk memenuhi standar internasional, NOC ini dilengkapi dengan ruangan kedap suara bersuhu 16 derajat Celsius yang dilengkapi dengan keamanan fisik. "Hanya beberapa orang saja yang diberi ijin untuk mengakses NOC ini", terangnya. Selain itu, jika sebelumnya keamanan jaringan hanya menggunakan satu pintu, maka saat ini telah meningkat menjadi dua pintu. Ratno juga menyatakan, dengan fasilitas NOC ini semua sistem informasi yang ada di UB akan dapat berjalan lebih optimal. [nok]

Bazar/Pasar Murah KPRI-UB
15 April 2010
Koperasi Pegawai Republik Indonesia Universitas Brawijaya (KPRI-UB) selama dua hari, Kamis-Jum'at (15-16/4), akan mengadakan Bazar/Pasar Murah yang digelar di pelataran KPRI-UB. Bazar/Pasar Murah ini diadakan dalam rangka memperingati hari Koperasi. Selain itu, Dr Unti Ludigdo Ak, ketua KPRI dalam sambutannya mengungkapkan penyelenggaraan acara ini sebagai upaya KPRI untuk lebih terbuka kepada masyarakat luas. "Keberadaan KPRI selain memiki kemanfaatan untuk anggota juga harus memilki manfaat untuk masyarakat," ungkapnya. Selain melalui Bazar/Pasar Murah, salah satu bentuk kemanfaatan KPRI tahun ini, dengan telah dibangunnya tiga rumah untuk anggota yang belum mempunyai rumah melalui pinjaman dari KPRI.

Foto: suasana pasar murah KPRI
Bazar/Pasar Murah ini merupakan acara tahunan KPRI yang biasanya diadakan dua kali dalam setahun. Namun untuk tahun ini, seperti diungkapkan Unti Ludigdo, Bazar/Pasar Murah akan diadakan tiga atau empat kali. "Kita akan coba memanfaatkan momen-momen seperti HUT RI, menjelang Lebaran, untuk mengadakan acara seperti ini," katanya. Hal ini tak lain dikarenakan, momen KPRI selain bermanfaat sebagai ajang promosi KPRI juga merupakan momen untuk memperkenalkan produk-produk usaha anggota kepada masyarakat luas. Seperti pada bazar/pasar murah kali ini yang menyediakan stan buah segar, tanaman hias, makanan tradisional, pecah belas, asesoris, yang kesemuanya merupakan usaha anggota KPRI.
Bazar/Pasar Murah ini juga menyediakan info produk Rumah Sakit Ibu dan Anak "Mutiara Bunda", BRI Syariah, Mega Syariah, BTN Syariah. Selain itu juga tersedian stan Indovision, Honda dan Yamaha. Salah satu stan yang unik adalah milik Aquarius Wedding. Stan ini berupa dekorasi pernikahan mini dengan dua gaya, tradisional dan modern minimalis. Aquarius Wedding menawarkan harga dari satu hingga delapan juta rupiah. Harga ini mencakup dekorasi mulai penerima tamu, bunga jalan sampai panggung pengantin. "Pemesanan bisa dilakukan di KPRI oleh anggota. Cara ini lebih menguntungkan karena bisa dicicil selama dua tahun," ungkap Suparmiati SSos, Manajer KPRI yang juga alumni FIA.[ai]

Jangan Dipikir, Langsung Bertindak
15 April 2010
Mengambil tindakan dalam berwirausaha jangan dipikir terlalu lama karena kapasitas otak manusia itu terbatas. Hal ini bukan berarti menafikkan penggunaan otak dalam berwirausaha. Dikarenakan prosentase alam sadar manusia (otak) hanya 12% sedangkan sisanya alam bawah sadar. Demikian disampaikan Heru Utomo, pemilik El Kahfi Auto Salon dalam Seminar One Day Superhero Entrepreneurship Battle, Kamis (15/4).
Heru dihadapan peserta seminar mengatakan bahwa dirinya pernah rugi 3 milyar. Saat itu keputusannya adalah mengikhlaskan karena prinsipnya segala apa yang dimiliki sejatinya hanyalah titipan. "Karena titipan pasti suatu saat akan diminta kembali, kalau Anda nggak siap diminta kembali, mana mungkin dititipi," ujarnya.
Menurut Heru, mental wirausaha bisa dimiliki dengan melatih tiga hal positive thingking, positive action, positive feeling. Ketiganya bukanlah hal yang baru bagi seorang manusia, karena ketika masih bayi, manusia memilikinya. Heru mencontohkan, saat dia pernah kehilangan 3 milyar beberapa tahun yang lalu, ketiga hal inilah yang menjadi senjatanya. "Bagi saya kesuksesan itu ada didepan kita bukan dibelakang, jadi bakar jembatan yang telah Anda lalui," ujarnya.
Menatap masa depan bukan berarti memikirkan hal positif saja, sebaliknya juga kemungkinan negatif yang didapatkan. Baginya, kesuksesan adalah kepastin sehingga semakin banyak gagal yang dicapai menandakan kesuksesan yang akan segera didapat. "Seringkali kegagalan tidak kita syukuri, padahal itu bagian dari pengalaman. Kalau saya, saat menemui kegagalan, saya senyum aja, tapi kalau berhasil saya malah menangis, itu ungkapan syukur," ucap Heru di gedung Widyaloka. Heru mengungkapkan, senyumnya saat gagal dikarenakan keyakinan bahwa setelah itu akan ada kesuksesan yang menyusul.
Selain itu, Heru juga memaparkan prinsip seorang pengusaha bukanlah untuk memperkaya diri sendiri. Seorang pengusaha adalah yang gemar bersedekah, membagi kesuksesannya untuk orang lain. Seperti diungkapkan pembicara sebelumnya, Ahmad Najib (Founder Empower), bisnis itu cinta. Bisnis bukan senang ketika orang lain sedih dan sedih ketika orang lain senang, tapi bisnis merupakan hasil kerja kolektif. "Kalau konsep yang digunakan uang banyak, nggak ada teman baik-baik saja, berarti kesuksesan masih jauh buat Anda," ujarnya.
Sebelumnya Ridwan Abadi, pemilik franchise Batagor Jepang Takashimura juga menekankan kepada peserta seminar pentingnya aksi bukan hanya wacana. Menurut dia, banyak orang yang ingin menjadi pengusaha. Tapi di sisi lain hanya duduk di belakang meja dan merencanakan rencana bisnisnya saja. Sampai akhirnya muncul kekhawatiran modal dan kebangkrutan.
Seminar ini diadakan atas kerjasama BEM Fisip UB dengan Empower dalam rangka memperingati dies natalis Fisip UB yang ke-6. M Nashrul Ibad SIKom, salah satu konsultan di Empower mengatakan saat ini peluang untuk berawirausaha cukup banyak sayang tidak banyak yang jeli menggunakannya. Termasuk pencanangan UB sebagai entrepreneurial university merupakan peluang bagi mahasiswa memanfaatkan program-program entrepreneur yang ada di UB.[ai]

Seleksi Beasiswa University Of Miyazaki Jepang
14 April 2010
Salah satu perguruan tinggi negeri yang terletak di Kyushu Island Jepang, University of Miyazaki, Rabu (14/4) menyelenggarakan seleksi untuk beasiswa program magister pada dua jurusan yaitu Teknik Sipil dan Teknik Elektro. Berkaitan dengan hal tersebut, hadir dua orang perwakilan Jurusan Teknik Elektro yaitu Prof. Dr. Eng. Noriyuki Hayashi dan Dr. Eng Konji Maeda serta dua orang perwakilan jurusan Teknik Sipil, Chikashi Deguchi dan Keisuke Murakami. Di Universitas Brawijaya (UB), kegiatan ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa peserta program double degree pada kedua jurusan tersebut. Selain UB, perguruan tinggi lain yang juga mengikuti program ini adalah Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). "Untuk program double degree, UB yang pertama kalinya", ungkap Noriyuki Hayashi saat diwawancaraiPRASETYA Online. Melalui program Double Degree, Hayashi menyebut beberapa keuntungan yaitu waktu tempuh studi yang lebih pendek, hanya sekitar satu tahun sehingga biaya pendidikan dan biaya hidup lebih murah.
Bertempat di lantai enam gedung rektorat, lima orang mahasiswa program double degree mengikuti kegiatan ini. Mereka adalah Akhmad Adi Suliyanto (Teknik Sipil), Bakhtiar Cahyandi Ridla (Teknik Sipil), Zainul Abidin (Teknik Elektro), Angger Abdul Razak (Teknik Elektro) dan Eka Maulana (Teknik Elektro).
Disampaikan Hayashi, sebelum tahap seleksi ini, kelima orang mahasiswa tersebut telah berkomunikasi melalui email dengan profesor dari University of Miyazaki untuk menegosiasikan proposal penelitian yang disusunnya. Dalam sessi interview ini, mereka kemudian mempresentasikan rencana penelitian tersebut secara oral. "Dua rangkaian seleksi saja sudah cukup. Di program teknik elektro, seleksi ini untuk memenuhi satu beasiswa saja yang ditawarkan University of Miyazaki", ungkap Hayashi yang dua bulan sebelumnya adalah staf pengajar di Kyushu University.
Kandidat yang dinyatakan lolos, akan dihubungi dan selanjutnya diberangkatkan ke Jepang pada Bulan September mendatang. "Sampai Bulan September nanti mereka bisa melanjutkan studi disini sementara profesornya di Jepang akan mempelajari rencana penelitian mereka", ungkap Hayashi yang merupakan Guru Besar bidang Power Engineering. Diantara rencana penelitian yang diusulkan para mahasiswa tersebut adalah "Optimizing Fiber Bragg Grating as a Filter to Flattening the Gain of C-Bond Optical Amplifier on Optical Communication Using Genetic Algorithm" oleh Angger Abdul Razak serta "Hydrology Modeling and GIS as Environmental Analysis Tools for Respond Effect of Land Use Change" oleh Bakhtiar Cahyandi Ridla.
Saat ini, ditambahkan Hayashi, University of Miyazaki tengah gencar menarik mahasiswa asing sebagai salah satu persyaratan menuju internasionalisasi perguruan tinggi di Jepang. Tercatat sebanyak 100 mahasiswa asing terdaftar sebagai mahasiswa di perguruan tinggi yang memiliki 5587 mahasiswa ini, dimana 4816 diantaranya adalah mahasiswa program sarjana.
Dikatakannya, mahasiswa asal China menduduki jumlah tertinggi disamping Malaysia dan Indonesia. Selama menempuh pendidikan disana, para mahasiswa asing ini tinggal terpusat di asrama mahasiswa. Selain itu, University of Miyazaki juga menyediakan program Japanese Course yang meliputi Japanese Culture dan Japanese Language.
"Untuk mempercepat pembelajaran bahasa dan budaya Jepang, kami menyediakan tutor. Untuk mahasiswa program pasca sarjana, mereka akan didampingi dua orang mahasiswa University of Miyazaki yang bisa dimanfaatkan sebagai tandem", terang Hayashi yang pernah juga menjadi dosen di Tokushima University. [nok]

Dosen FAPET Presentasi di Thailand
9-11 April 2010
Dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) Dr Ir Gatot Ciptadi, DESS pada 9 - 11 April 2010 mengikuti 3rd Conggres of the Asia Pasific Initiative on Reproduction (ASPIRE 2010) di Pattaya, Thailand. Pada pertemuan ilmiah internasional yang bertemakan Best and Simplified ART (Assisted Reproductive Technology) practice beyond the year 2010, dosen di bidang ilmu pertanian itu membawakan makalah berjudul The Ca+2 Intensity Dynamics of Oocyte activated chemically following Crude Sperm Extract Supplementation yang dibawakan pada sesi ART, Basic Research dan Stem Cell Research.
Kepada PRASETYA Online Gatot Ciptadi menuturkan, acara konggres ini mempresentasikan lebih kurang 107 paper ilmiah dan 92 poster dari peserta yang datang dari berbagai negara di Asia Pasifik.
Foto: Dr Ir Gatot Ciptadi DESS presentasi ASPIRE
Bidang yang dipresentasikan meliputi ART (klinis, laboratorium dan basic research), stem cell, reproductive genetics, endokrinology, psysiology dan counseling. Selama konggres juga diadakan pameran perkembangan teknologi ART yang paling mutakhir oleh 34 peserta pameran yang merupakan perusahaan-perusahaan terkemuka dunia yang terkait dengan peralatan infertilitas.
Peserta konggres sebagian besar adalah praktisi, peneliti dan pengelola laboratorium infertilitas dan bayi tabung utama dari beberapa negara di Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura dan China. Hadir sebagai pembicara utama para pakar ART dan bayi tabung dari Belanda, Norwegia, Inggris, Amerika Serikat, Jerman, Denmark, Spanyol, Belgia dan Australia. Selain Universitas Brawijaya, peserta dari Indonesia yang juga hadir dalam konggres adalah para staf dan peneliti dari laboratorium infertilitas dan bayi tabung. Diantaranya dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Negeri Surakarta, Universitas Airlangga, Universitas Padjajaran, serta beberapa praktisi dari berbagai daerah di Indonesia.
Semula, seminar internasional dan konggres ASPIRE 2010 akan diselenggarakan di Centara Grand and Bangkok Convention Centre Bangkok. Namun dengan perkembangan situasi yang tidak kondusif dengan maraknya demonstrasi anti pemerintah di pusat kota, pada H-2 panitia secara mendadak memindahkannya ke PEACH convention centre di kota wisata pantai yang sangat terkenal di Thailand, Pattaya.[gtc/nun]

Belajar Menjadi Penyiar
14 April 2010
Untuk kedua kalinya Oryza FM mengadakan Workshop Penyiaran bertajuk World of Radio yang mengambil  tema "The Magnet".  Workshop yang  akan diadakan di Oryza 107,5 FM selama dua hari, Sabtu-Ahad (8-9 April 2010), ini bertujuan untuk memperkenalkan serta memberikan pengetahuan mengenai dunia radio yang dapat menambah wawasan peserta mengenai radio khususnya Radio Komunitas Oryza FM. Demikian disampaikan Vera Saragih, Ketua Pelaksana sekaligus salah satu penyiar yang saat ini masih tercatat sebagai mahasiswi jurusan Sosial Ekonomi FP UB.
Workshop ini bukan hanya bertujuan memberikan ilmu tentang dunia penyiaran tapi juga merupakan pintu masuk bagi setiap mahasiswa UB yang berkeinginan menjadi penyiar. "Workshop ini juga sekaligus sebagai ajang rekrutmen penyiar Oryza angakatan III," ujar Vera. Setelah melalui workshop ini, peserta juga akan berkesempatan mengikuti training selama tiga bulan. Materi yang akan diberikan selama training seperti script reading, script writing, mixing, marketing, juga produksi .
Sedangkan materi yang akan diberikan kepada peserta selama workshop adalah Mengenal Media Radio (Vera Saragih/ Oryza FM), Profesi  Penyiar  Radio (Zulkifli DM/Praktisi Broadcast), Script dan Voice Radio (Devi Utomo/Oryza FM), Produksi Radio (Satria Putra dan Rena Tarigan/Oryza FM), News dan Jurnalistik (Laga Rahman Dhilaga/Radio Suara Surabaya).
Waktu pendaftaran untuk mengikuti workshop ini sudah dimulai sejak Selasa (13/4) dan akan ditutup pada Kamis (6/5).  Bagi mahasiswa UB yang berminat bisa mendaftar di Studio Radio Oryza 107,5 FM yang beralamat di Gedung Sosial Ekonomi FP UB dengan contact person Vera (085755863063) dan Yunita (085242969202).[ai]

Kerjasama DRC-FPUB dengan Dinas Pertanian Kabupaten Magetan
13 April 2010
Durian Research Centre Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (DRC-FPUB) mengadakan pelatihan-workshop budidaya durian di desa Plangkrongan Kecamatan Poncol, Magetan, 7-8 April 2010. Menurut Kepala Dinas Petanian Kabupaten Magetan, Ir. Eddy Suseno luas tanam pohon durian pada tahun 2009 areal tanaman sekitar 375,42 ha dengan konversi populasi 100 pohon per ha. Jumlah pohon produktif sebanyak 9.950 pohon, produksi rata-rata 1,67 kw per pohon. Dengan harga Rp. 20,000 per buah maka satu pohon bisa menghasilkan sekitar 10 juta rupiah. Lokasi tanaman durian tersebar di 6 kecamatan yaitu Poncol, Ngariboyo, Panekan, Parang, Sidorejo dan Plaosan.
Pemerintah daerah ini telah mengikut sertakan jenis durian dalam event kontes buah maupun pameran yang lain. Dalam lomba buah durian ditingkat propinsi Jawa Timur, baru-baru ini durian Plangkrongan telah berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Juara IV atau Juara Harapan I. Sebelumnya, durian Tawing dari desa Plumpung kecamatan Plaosan telah dirilis oleh pemerintah dengan surat registrasi nomor: PI/DR/L19/JTM/35. Namun demikian disamping kedua jenis tersebut masih banyak jenis lainnya yang layak untuk dikembangkan.
Pohon induk durian di kecamatan Plaosan hanya 1 pohon, sementara itu yang ada di kecamatan Poncol beberapa pohon. Untuk meningkatkan sekaligus mempercepat pengembangan durian unggul lokal tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Magetan mengadakan kerjasama dengan DRC-FPUB. Kerjasama yang dirancang selama 5 tahun tersebut tersebut meliputi pelatihan untuk menciptakan grower durian yang memahami SOP, yang meliputi pembuatan bibit unggul, memperbaiki varietas yang belum unggul genetisnya namun telah berbuah (top-working), perawatan tanaman yang meliputi pemupukan dengan dosis dan jenis yang tepat, waktu pemupukan yang pas, pemberantasan OPT, perlakuan pasca panen, kelembagaan dan pemasaran. Sedikitnya sebanyak 3.000 bibit durian unggul lokal akan ditanam setiap tahun untuk menggantikan pohon durian yang sudah eksis tapi kurang unggul.
Sebagai pembukaan, kerjasama tersebut telah diawali dengan acara workshop sebagai penyegaran bagi petani durian yang diatur oleh Kelompok Tani Tenggar Jaya, desa Plangkrongan kecamatan Poncol. Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pertanian kabupaten Magetan, Camat kecamatan Poncol kepala desa Plangkrongan. Sementara itu pihak DRC-FPUB yang hadir antara lain Prof. Sumeru Ashari, Lutfi Bansir serta beberapa peneliti DRC-FPUB. Petani dalam kelompok yang hadir diperkirakan 80 orang.
Kepala Dinas Pertanian Kab. Magetan sedang memberikan pengarahan, didampingi (kiri: Prof Sumeru Ashari, Lutfi Bansir (DRC-FPUB) dan Camat Poncol, (kanan: kepala Desa Plangkrongan). [fp/fjr]

Priyo Budi Santoso: Ingin Mengabdi, Masuklah Partai Politik
13 April 2010
Karakter partai politik modern harus diwarnai dengan operator yang banyak memiliki latar belakang pendidikan tinggi dan dunia aktivis. Ketika partai telah menjadi pilar demokrasi yang paling penting dewasa ini, otomatis ia akan menjadi saluran gemerasi muda untuk melakukan pengabdian politik. Oleh karena itu, sudah sewajarnya perguruan tinggi bisa menjadi penyuplai kader-kader unggulan kepada partai.Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso dalam Kuliah Umum Politician Lecture yang digelar oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UB di gedung Widyaloka, Selasa (13/04). Mengambil tema "Menuju Partai Politik yang Akuntabel: Menakar Visi Kepemimpinan Politik, Ekonomi dan Kapasitas Kelembagaan Partai Politik", kuliah tamu ini dilaksanakan dalam rangka dies natalis FISIP UB ke-6. Hadir pula dalam kesempatan tersebut pengamat politik Sukardi Rinakit dari Soegeng Sarjadi Syndicate dan pengajar FE UB Ahmad Erani Yustika.
Menurut Priyo, saat ini sudah saatnya partai politik membuka kesempatan kepada orang-orang muda untuk menjadi kader. Priyo yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Politik di Partai Golkar mengatakan bahwa saat ini tengah melakukan regenerasi secara masif di tubuh partainya. "Kami memiliki infrastruktur partai yang paling baik. Saya yakin banyak generasi muda yang nantinya tertarik masuk menjadi kader," tuturnya.
Terkait dengan image partai Golkar yang dahulu menjadi simbol partai milik penguasa dan mendapat label negatif terkait dengan perilaku KKN, Priyo menghimbau supaya masyarakat tidak perlu khawatir. Dikatakannya bahwa Partai Golkar telah mengalami transformasi dari partai yang bukan lagi milik seorang penguasa. "Kami bukan partai milik penguasa, tapi kami partai yang ingin berkuasa," ucapnya. Ia juga menambahkan partainya juga tidak mengenal adanya peran istimewa yang diberikan kepada orang-orang dengan  kedekatan tokoh-tokoh tertentu atau pejabat yang dianggap memiliki "darah biru". "Jelas bahwa kami telah berubah menjadi partai yang tidak lagi mengultuskan seorang patron. Kami juga lebih akuntabel. Malah banyak partai-partai besar lain yang justru terjebak pada politik penokohan seperti yang saya maksud," sindirnya.
Sementara itu Sukardi Rinakit menyambut baik fenomena transisi partai politik yang menjadi lebih modern. Bila dihitung-hitung, pada saat ini memang sudah waktunya generasi muda yang tampil menjadi penggerak partai. Namun demikian, jika dilihat dari perspektif persaingan politik memperebutkan konstituen, perubahan-perubahan tersebut tidak akan banyak berpengaruh.
"Perbaikan citra partai memang penting. Tapi sebenarnya tidak banyak berpengaruh signifikan kepada konsituen," ujarnya. Hal ini disebabkan karakteristik masyarakat sendiri memang tidak banyak mengalami perubahan. Ketika ceruk masyarakat pemilih yang memiliki pendidikan rendah (maksimal SMP) masih dominan, maka usaha merebut pengaruh masyarakat sebenarnya tidak banyak mempengaruhi keberhasilan. "Lagipula masyarakat kita ini terkenal melodramatik. Mereka mudah kasihan, mudah bosan, dan yang paling parah adalah mudah lupa," ungkapnya. Dengan demikian usaha partai politik untuk memperbaiki internal partai sebenarnya tidak bisa dianggap selesai. Ia harus sekaligus mendewasakan pemikiran politik masyarakat yang menjadi konstituennya. Hal ini hanya bisa dilakukan ketika partai menerjemahkan karakter keindonesiaan.
Launching Lapora
Kuliah tamu kali ini juga menjadi ajang launching Laboratorium Ilmu Politik dan Rekayasa Kebijakan (LaPoRa). Kegiatan-kegiatan utama yang akan dilakukan oleh laboratorium ini adalah wahana praktikum belajar riset mahasiswa, simulasi pembuatan kebijakan, kajian kualitatif politik dan kebijakan, pembimbingan proyek individual mahasiswa sekaligus peningkatan staf pengajar.
Selain mampu menelurkan periset ilmu politik handal dari mahasiswa dan pengajar, LaPoRa juga diharapkan mampu menjadi lembaga penerbitan jurnal, buku ajar/teks, dan working paper di bidang sosial. Lembaga ini juga akan menjadi pelatihan dan pendidikan bagi masyarakat, pemerintah/swasta, dan organisasi non-pemerintah. Personel yang menggawangi LaPoRa saat ini adalah Wawan Sobari,S.IP,MS; M.Faishal Aminuddin,SS,M.Si; Tedi Erviantono, S.IP,M.Si; Bandiyah, S.Fil,MA; Drs.Deden Faturohman,MA.[fjr]

Krisis Keuangan merupakan Siklus
13 April 2010
Krisis keuangan tidak akan pernah berhenti menjadi trend perekonomian layaknya fashion. Ucapan Robert M Solow, ekonom yang mendapatkan nobel ekonomi di tahun 1987 ini, menjadi pembuka kuliah tamu berjudul "Kerangka Kebijakan Moneter dan Stabilitas Sektor Keuangan" yang disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dr Muliaman Hadad.
Layaknya fashion yang terus mengalami siklus, perekonomian pun mengalami siklus, upswing dan downturn. "Bila kita bisa membaca siklus ini akan menguntungkan bagi kondisi ekonomi, ini utamanya tugas pemerintah," ujarnya di gedung Pusat Pendidikan Akuntansi (PPA) UB lantai 2, Selasa(13/4). Menurutnya, ketika kondisi perekonomian berada di kurva downturn, pemerintah semestinya bisa menghasilkan counter cycles policy untuk mencegah kurvanya semakin turun.
Di era pasar terbuka seperti saat ini, kebijakan yang dikeluarkan oleh sebuah negara tidak hanya berpengaruh lokal, efeknya akan berdampak global. Sehingga kebijakan perekonomian suatu negara akan menjadi perhatian negara-negara lain yang berhubungan dengannya. Seperti ketika krisis keuangan yang melanda Yunani. Negara-negara Eropa awalnya enggan untuk memberikan pinjaman malahan memberi arahan agar memberikan porsi yang besar untuk IMF mengatasi krisis di Yunani. Isu ini malah mengakibatkan melemahnya euro. Hal ini membuat pemimpin negara-negara Eropa bersepakat untuk memberikan pinjaman bagi Yunani.
Terkait krisis keuangan yang telah menjadi isu global ini juga direspon oleh pemimpin negara-negara yang tergabung di G-20. Mereka meyakini krisis keuangan hanya bisa diatasi dengan pendekatan global. Indonesia sebagai salah satu anggota G-20 pun memiliki komitmen yang sama. Namun masalahnya menjadi pelik karena di sistem perekonomian yang terbuka, pasar Indonesia masih kecil sehingga riak-riak sedikit sudah membuat goyah perekonomian Indonesia.
Muliaman mengungkapkan, persoalan ini tidak boleh dianggap sederhana. Dia mencontohkan, saat pertumbuhan ekonomi meningkat 7%, peningkatan bukan hanya nilai ekspor tapi juga impor. Peningkatan nilai impor ini mayoritas disumbang oleh impor  derivatif bahan-bahan modal."Jadi, jangan langsung bahagia kalau mendengar pertumbuhan ekonomi kita meningkat," ungkapnya. Menurut Muliaman, hal ini disebabkan struktur industri di Indonesia yang belum memenuhi permintaan pasar lokal. Solusinya, dengan semakin meningkatkan industrialisasi agar produk-produk yang dulunya diimpor bisa dipenuhi didalam negeri. [ai]

UB Peringkat 6 Menurut 4ICU
12 April 2010
Website Universitas Brawijaya berada di peringkat 6 se-Indonesia berdasarkan organisasi 4 International Colleges and Universities sebagaimana dilansir disitusnya di www.4icu.org, Senin (12/4). 4icu merupakan mesin pencari pendidikan tinggi internasional yang mengulas akreditasi perguruan tinggi di dunia. Tercatat sedikitnya 9200 perguruan tinggi dari 200 negara telah direview oleh organisasi ini.
Perangkingan dilakukan dengan menggunakan metode algoritma dan didasarkan pada tiga mesin pencari independen seperti google page rank, yahoo inbound links dan alexa traffic rank. Organisasi 4icu dibangun dengan tujuan yaitu membantu dosen dan mahasiswa internasional mencari secara spesifik informasi tentang popularitas sebuah universitas di sebuah negara. Keterangan lebih lanjut mengenai ranking UB dapat dilihat disini.[nun]

Upaya Penyelamatan DAS Brantas
12 April 2010
Kondisi aliran DAS Brantas semakin mengkhawatirkan akibat adanya pembalakan hutan dan penggunaan lahan yang tidak mengindahkan kaidah konservasi lahan. Pembangunan hunian yang melewati garis sempadan sungai contohnya, mengakibatkan kerusakan ekosistem termasuk manusia sebagai salah satu bagiannya. Fakta tersebut menjadi latar belakang diadakannya kegiatan Penelusuran DAS Brantas oleh Himpunan Mahasiswa Pengairan (HMP) UB, Sabtu-Ahad (10-11/4).
Andi Nugroho, Ketua Pelaksana, ditemui di ruangan HMP, Senin (12/4), mengungkapkan harapan diselenggarakannya acara ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dan membuat masyarakat turut aktif menjaga kelestarian lingkungan di sekitar DAS Brantas. Menurutnya, masyarakat memiliki peran yang sangat vital dalam proses konservasi lingkungan selain pemerintah. Sehingga tidak salah ketika acara yang terdiri dari 92 tim ini bukan hanya diramaikan oleh aktivis lingkungan, masyarakat pun turut menjadi peserta seperti dari kalangan pelajar SMA.
Kegiatan yang dibuka Kepala BAAK UB Dra Welmin Sunyi Ariningsih MLib ini diawali dengan pemberangkatan dari UB yang dilanjutkan dengan bermalam di Coban Talun, Batu. Diskusi lingkungan yang sedianya dilaksanakan pada malam hari terpaksa batal karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Keesokannya, acara dilanjutkan dengan kegiatan reboisasi dan pembagian bak sampah kepada warga sebelum dilakukan penelusuran DAS Brantas yang merupakan acara puncak.
Reboisasi dilakukan di tiga titik di kota Batu yaitu Coban Talun, Gunung Banyak, Gunung Sari dengan menanam 1000 bibit tanaman salah satu jenisnya adalah trembesi. "Awalnya tiga titik ini di Coban Talun semua tapi daerah yang kami rencanakan sudah rusak duluan karena digunakan Off Road, sehingga dipindahkan ke Gunung Banyak dan Gunung Sari," ujar Andi. Reboisasi ini sangat signifikan perannya untuk mengurangi longsoran yang mengakibatkan sedimentasi di DAS Brantas. Selain melakukan reboisasi, panitia juga memberikan bak sampak kepada warga di desa Kekep dan Punten. Penulusuran DAS Brantas yang dimulai dari jam 06.30 WIB, Ahad (12/4), dibarengi dengan kegiatan Bersih-bersih Brantas (B3). B3 dilakukan setiap peserta dengan mengambil sampah di sepanjang aliran sungai. Sebelumnya masing-masing peserta telah dibekali tas plastik oleh panitia. Penelusuran ini mengambil rute Coban Talun-Punten-Bumiaji-Pendem-UB.
Setibanya di UB mulai jam 17.00 WIB sampai malam harinya peserta dihibur oleh pembagian doorprize dengan total hadiah 8 juta dan pemberian hadiah total 3 juta kepada tiga pemenang lomba foto DAS Brantas. Selain itu panitia membagikan kuesioner yang salah satu pertanyaannya menanyakan pendapat peserta terkait kondisi DAS Brantas.Hasil kuesioner ini akan dijadikan bahan rekomendasi untuk konservasi DAS Brantas bagi pemerintah. "Harapannya kuesioner dan foto-foto yang terkumpul bisa dijadikan sebuah buku. Semoga saja bisa terlaksana," tandas Andi.[ai]

Beasiswa Bidik Misi 2010
12 April 2010
Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) memberikan kesempatan kepada kaum papa untuk mengenyam pendidikan tinggi. Kesempatan tersebut diberikan melalui bantuan "Beasiswa Bidik Misi", yang akan diberikan kepada 20000 mahasiswa serta calon mahasiswa kurang mampu dan berprestasi baik di bidang akademik/kurikuler, ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler.
Prestasi akademik/kurikuler yang dimaksud adalah peringkat 25 persen terbaik di kelas, sedangkan prestasi pada kegiatan ko-kurikuler/ektra-kurikuler, minimal peringkat ketiga di tingkat kabupaten/kota dan harus sesuai dengan program studi yang dipilih.
Jumlah 20000 tersebut kemudian akan didistribusikan kepada perguruan tinggi negeri dan BHMN di bawah Kemendiknas yang ditentukan oleh Kemendiknas maupun perguruan tinggi negeri dibawah Kementerian Agama RI yang ditentukan oleh Kementerian Agama. Dalam skema beasiswa ini, beberapa universitas besar mendapat jatah tertinggi, 500 mahasiswa/calon mahasiswa yakni UB, IPB, Unair, Universitas Andalas, Undip, UGM, Unhas, UI, Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Padjadjaran. Diwawancarai di ruang kerjanya, Jum'at (9/4), Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), Dra. Welmin Soenyi Ariningsih, MLib mengungkap, sebanyak 800 mahasiswa telah mendaftar di UB.
Terhadap program yang pendaftarannya akan ditutup pada Mei mendatang ini, Welmin menyatakan kemungkinan pihaknya akan mengalami kesulitan dalam melakukan verifikasi miskin/tidaknya tiap pelamar. "Verifikasi akan tetap dilakukan meskipun sulit. Jika pelamar terbukti melakukan manipulasi, mereka akan di diskualifikasi mulai tahapan seleksi administrasi", terangnya.
Fakultas Agrokompleks menampung jumlah calon mahasiswa terbanyak melalui program ini yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan dan Fakultas Perikanan masing-masing 90 orang disusul Fakultas Teknologi Pertanian (50 orang) dan Program Vokasi (30 orang).
"Beasiswa Bidik Misi ini diberikan hanya untuk kurun waktu empat tahun sehingga Fakultas Kedokteran tidak dapat menampung mahasiswa dengan beasiswa ini", ujar Welmin. Melalui skema beasiswa ini, calon mahasiswa dibebaskan dari semua jenis pembiayaan selama kuliah empat tahun ditambah biaya hidup yang akan diberikan per bulannya sekitar Rp. 500 - Rp. 800 ribu. [nok]

National Entrepreneurship Forum Oleh AIESEC
11 April 2010
Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) Local Committee Universitas Brawijaya (UB) bekerjasama dengan AIESEC Indonesia Alumni Organization (AIAO), Minggu (11/4) menyelenggarakan National Entrepreneurship Forum (NEF) 2010. Kegiatan yang diselenggarakan di lima kota yaitu Padang, Jakarta, Bali, Surabaya dan Malang ini melingkupi dua agenda yakni seminar serta kompetisi yang diikuti siswa SMA bertajuk Business Plan Competition. Diwawancarai PRASETYA Online, Ketua Panitia kegiatan, Rizky Helmi Handoyo, menyatakan bahwa di UB kegiatan ini berbarengan dengan Small and Medium Enterprises Project Based on Exchange (SMEs PBE) yang telah dimulai sejak Desember silam. "Kegiatan ini diikuti pelajar, mahasiswa serta umum sekitar 280 orang. Selain itu juga melibatkan peserta magang dari luar negeri", ujar Mahasiswa Ekonomi Pembangunan angkatan 2007 ini. Beberapa interns (peserta SMEsPBE) yang terlibat berasal dari berbagai negara yaitu Belgia, India, Kazakstan, Mauritius, New Zealand, Taiwan, China, Amerika Serikat serta Austria.
Empat orang pemateri dihadirkan panitia dalam kesempatan tersebut yaitu Drs. Djanalis Djanaid (anggota Dewan Penasehat AIESEC serta pemilik Indogement dan Indopurels), Cak Man (Pemilik Bakso "Kota Cak Man"), Ardantya Syahreza (pemilik PT. Marketing Komunikasi Indonesia) serta Ade Aan Wirana (Presiden Direktur PT JADE Software Indonesia).
Dalam paparannya, Ardantya Syahreza menyampaikan 10 langkah untuk mengembangkan rencana bisnis diantaranya adalah menekankan jenis bisnis yang akan digeluti, menentukan target pasar, menentukan investasi serta periode waktu Break Event Point (BEP). Lebih spesifik, Djanalis Djanaid menyampaikan 10 kunci pemasaran efektif yakni mempersiapkan dan mengemas produk, mengklasifikasi pasar, memahami ilmu komunikasi, memanfaatkan media serta menggunakan kemampuan negosiasi.
Business Plan Competition
Turut memeriahkan acara, Business Plan Competition diikuti oleh tiga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Malang. Mereka adalah SMAN 4 Malang, SMAN 3 Malang, serta Brawijaya Smart School (BSS), yang masing-masing diwakili oleh tiga tim. "Kami sudah mensosialisasikan kegiatan ini di berbagai sekolah di Malang. Namun hanya ketiga sekolah tersebut yang melakukan seleksi dan mengirim delegasinya", ungkap Rizky. Sosialisasi tersebut diantaranya melalui magang yang dilakukan oleh mahasiswa asing peserta SMEs PBE. Dalam magang tersebut, mereka menyampaikan materi tentang kewirausahaan dan membantu siswa menyusun proposal pendirian usaha untuk kemudian dikompetisikan melalui ajang ini. Ardantya Syahreza yang juga alumni AIESEC LC UB dalam ajang ini didaulat menjadi juri. Beberapa kriteria penilaiannya adalah kreativitas ide, permodalan, pemasaran, impact terhadap masyarakat serta manajerial.
Untuk memberikan wacana bagi peserta, kegiatan yang dipusatkan di gedung PPI ini juga melangsungkan pameran dengan diikuti beberapa Usaha Kecil Menengah yaitu Kedai Pisang Crispy, Ayam Goreng Kribo, Teh Nda, Kripik "Lego Moro" serta batik Kota Batu. Beberapa usaha ini, menurut Rizky dimiliki oleh mahasiswa. [nok]

Workshop Basic Bioinformatics di LSIH UB
10 April 2010
Merayakan ulang tahunnya yang ke 3 pada tanggal 26 Juli mendatang, Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya (LSIH-UB) akan menggelar berbagai acara. Mengawali rangkaian kegiatan, pada Sabtu (10/4) telah diselenggarakan diselenggarakan "Workshop 0n Basic Bioinformatics". Beberapa materi yang terangkum didalamnya meliputi database, allignment analysis by Blast analysis & Clustal-X2 software, primer design for PCR, serta Identification Restriction Enzyme site. Kegiatan ini diikuti 35 orang peserta yang terdiri atas mahasiswa pascasarjana UB maupun non UB. Peserta dari program doktor Ilmu Kedokteran Universitas Airlangga mendominasi kegiatan ini hingga 16 orang disusul program doktor MIPA universitas yang sama 8 orang dan sisanya dari program pascasarjana UB dan UM.
"Peserta sangat aktif. Mereka sangat aktif dengan dibimbing pemateri dan panitia", ungkap Direktur LSIH-UB, Dra. Fatchiyah, M.Kes., PhD kepada PRASETYA Online melalui email.
Beberapa pemateri yang terlibat didalamnya adalah Dra. Fatchiyah, M.Kes. PhD (pemateri utama) dengan dibantu Lina Firdausi, M.Si, Praba Sanjaya, S.Si, Miftahun NSP, Senja Puspita Ayu. S.Si, serta panitia lainnya dari LSIH UB.
Bioinformatika
Ilmu bioinformatika lahir atas insiatif para ahli ilmu komputer berdasar artificial intelligence. Mereka berpikir bahwa semua gejala yang ada di alam ini bisa dibuat secara artificial melalui simulasi dari gejala-gejala tersebut. Untuk mewujudkan hal ini diperlukan data-data yang menjadi kunci penentu tindak-tanduk gejala alam tersebut, yaitu gen yang meliputi DNA atau RNA. Bioinformatika ini penting untuk manajemen data-data dari dunia biologi dan kedokteran modern. Perangkat utama Bioinformatika adalah piranti lunak yang didukung kesediaan internet.
Kemajuan teknik biologi molekuler dalam mengungkap sekuens biologi protein (sejak awal 1950an) dan asam nukleat (sejak 1960-an) mengawali perkembangan pangkalan data dan teknik analisis sekuens biologi.
Pangkalan data sekuens protein mulai dikembangkan pada tahun 1960-an di Amerika Serikat, sementara pangkalan data sekuens DNA dikembangkan pada akhir 1970-an di Amerika Serikat dan Jerman pada Laboratorium Biologi Molekuler Eropa (European Molecular Biology Laboratory).
Penemuan teknik sekuensing DNA yang lebih cepat pada pertengahan 1970-an menjadi landasan terjadinya ledakan jumlah sekuens DNA yang dapat diungkapkan pada 1980-an dan 1990-an. Hal ini menjadi salah satu pembuka jalan bagi proyek-proyek pengungkapan genom, yang meningkatkan kebutuhan akan pengelolaan dan analisis sekuens, dan pada akhirnya menyebabkan lahirnya bioinformatika.
Perkembangan jaringan internet juga mendukung berkembangnya bioinformatika. Pangkalan data bioinformatika yang terhubung internet memudahkan ilmuwan dalam mengumpulkan hasil sekuensing ke dalam pangkalan data tersebut serta memperoleh sekuens biologi sebagai bahan analisis. Selain itu, penyebaran program aplikasi bioinformatika melalui internet memudahkan ilmuwan dalam mengakses program tersebut dan kemudian memudahkan pengembangannya.
Untuk worshop "Advance Bioinfromatics" akan diselenggarakan bulan Juli 2010 nanti. Bagi yang berminat silahkan menghubungi sekretariat LSIH UB di lsih_ub@yahoo.co.id, labsentral@ub.ac.id, atau nomor telpon 0341-559054. Kami juga juga melayani permintaan workshop sesuai permintaan dalam satu group. (ff/nok)

Pengumuman PSB 2010
9 April 2010
Universitas Brawijaya (UB) resmi mengumumkan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Penerimaan Siswa Berprestasi (PSB), Jum'at (9/4). Sebanyak 3583 calon mahasiswa diterima melalui program ini yang meliputi jalur akademik (3317 orang) dan non akademik (87 orang). Mereka dinyatakan lolos dari 12.622 peminat, yang meningkat drastis dari tahun sebelumnya, 7100 peminat. "Jalur PSB ini mengisi 20 persen kuota penerimaan mahasiswa baru", ungkap Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), Dra. Welmin Soenyi Ariningsih, MLib saat diwawancarai di ruang kerjanya. Dari sekitar 62 Program Studi (PS) yang ada, PS Agroekoteknologi menerima calon mahasiswa terbanyak yakni 251 disusul Agribisnis (235) dan administrasi publik (171).
Lebih lanjut Welmin menjelaskan, calon mahasiswa yang diterima melalui jalur PSB merupakan siswa terbaik dengan ranking 1-5 di sekolahnya. "Pendaftaran mereka dikoordinir sekolahnya masing-masing sehingga mereka merupakan wakil sekolah", ujar Welmin. Oleh karena itu jika mereka dinyatakan diterima tetapi tidak mendaftar, pihak sekolah akan di blacklist, dengan dikurangi kuota penerimaan ataupun tidak diikutsertakan pada program PSB tahun berikutnya. Sanksi kepada sekolah juga akan diberikan jika Indeks Prestasi (IP) mereka diketahui menurun, karena evaluasi prestasi akan dilakukan setiap tahunnya. "Karena itu, sebagai wakil sekolah, tanggung jawab mereka tidak ringan. Pihak sekolah tahu betul tentang hal ini sehingga mereka tidak sembarangan memilih siswa", terangnya. Sekitar 600 sekolah menurutnya diterima pada PSB tahun ini dan 320 sekolah dinyatakan tidak diterima. Di akhir wawancara, Welmin kembali mengingatkan, dengan semakin membludaknya peminat UB, selayaknya informasi biaya pendidikan diberitahukan saat pendaftaran dibuka. "Ibarat orang shopping, mereka ingin tahu juga biaya kuliah di UB", tandasnya. [nok]
----
Hasil Seleksi PSB Akademik
Hasil Seleksi PSB Non Akademik

UB Jajagi Program Double Degree Dengan USQ
8 April 2010
Universitas Brawijaya (UB) menjalin kerjasama program double degree dengan University of Southern Queensland (USQ) Australia. Terkait hal tersebut, perwakilan USQ, Dr. Joseph Mula selama seminggu (7-14/4) berkunjung ke UB. Fakultas Ekonomi jurusan akuntansi, manajemen dan ekonomi pembangunan menjadi fokus program double degree ini terutama pada program sarjana. Dengan waktu tempuh selama empat tahun, dalam skema ini mahasiswa akan menghabiskan waktu satu tahun di USQ mulai semester lima. Hal ini menurut Dr. Mula lebih menghemat biaya pendidikan sekaligus biaya hidup di Australia karena program kerjasama ini tanpa dukungan beasiswa dari Pemerintah Australia. "Program ini tanpa menggunakan beasiswa dari Australia. Mahasiswa dari berbagai negara yang ada di USQ mayoritas menggunakan beasiswa dari negara asalnya atau biaya sendiri. Tetapi tidak menutup kemungkinan beasiswa akan diberikan bagi mahasiswa yang berprestasi tinggi", ungkapnya saat diwawancarai PRASETYA Online.
Lebih lanjut ia mengungkap, UB merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang diajak berpartner program double degree ini. Pemilihan ini sendiri menurutnya terinspirasi dari salah satu mahasiswanya yang juga dosen FE-UB, Ainur Rofiq, SKom, SE, MM. Sebagai tindak lanjut kerjasama ini, menurut rencana Rektor Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito beseta jajarannya akan berkunjung ke USQ pada Mei mendatang untuk menandatangani MoU (Memorandum of Understanding).
Ditanya tentang penilaiannya terhadap sistem pendidikan tinggi di Indonesia, Dr. Mula menyebut bahwa waktu tempuh program sarjana Ekonomi di Indonesia lebih lama satu tahun dibanding Australia yang hanya sekitar tiga tahun. "Saya melihat jumlah mata kuliah yang diikuti mahasiswa Indonesia lebih banyak dibanding Australia. Ini dapat diartikan, mereka memang belajar lebih mendalam dengan mata kuliah yang tidak jauh berbeda", terangnya. Dari pengalamannya membimbing mahasiswa  Indonesia, secara khusus ia menyampaikan bahwa pada umumnya mereka menempuh studi dengan baik, serta rajin dan mau bekerja keras. "Bagi yang menguasai Bahasa Inggris, mereka akan menyesuaikan diri dan menyelesaikan studinya dengan cepat. Tetapi bagi yang Bahasa Inggrisnya kurang kami pun menyediakan program pembelajaran khusus. Kami sangat memahami kesulitan bahasa ini", tandasnya.
Terkait kunjungan Dr. Mula, diwawancarai PRASETYA Online, Dekan FE-UB Dr. Gugus Irianto, SE, MSA. Ak mengungkapkan akan membahas berbagai hal guna mensukseskan program tersebut, termasuk didalamnya pembahasan mata kuliah serta penelitian dan publikasi bersama. [nok]

Mahasiswa UB Torehkan Prestasi di Ajang Raka-Raki Jatim
8 April 2010
Pemilihan Duta Wisata Raka-Raki Jawa Timur 2010 telah menjadi momen yang tak terlupakan bagi Swesti Nuswantari (FT/Arsitektur)dan Olga Akbar Ahimsa (FE/Akuntansi). Pada malam Grand Final Duta Wisata Raka-Raki Jatim, Sabtu (3/4), Swesti terpilih sebagai Raki Jatim 2010 sedangkan Olga sebagai Raka Harapan II Jatim, keduanya adalah perwakilan Kakang Mbakyu dari Kota Malang.
Baik Swesti maupun Olga pada awalnya tidak terpikir akan melangkah sejauh ini. Bahkan keikutsertaan mereka di ajang pemilihan duta wisata ini yang diawali dari pemilihan Kakang Mbakyu Malang tidak lebih dari coba-coba saja. Swesti menuturkan, teman, tetangga, juga orang tuanyalah yang mendorongnya untuk mengikuti ajang Kakang Mbakyu. "Saya tahu dari teman-teman kuliah yang memberikan brosur, bahkan tetangga juga ibu saya memotivasi untuk ikut ajang ini," ungkapnya. Lain lagi cerita Olga yang pada awalnya mengantarkan temannya untuk mendaftar. "Awalnya saya cuma nganterin temen, tapi setelah dipikir-pikir nggak ada salahnya ikut, setidaknya nambah pengalaman dan wawasan. Akhirnya hari terakhir saya ikut daftar," bebernya di ruang HUMAS, Kamis (8/4).
Selama 5 hari, Selasa-Ahad (30/3-3/4), karantina di Hotel Tretes Raya, Pasuruan, peserta perwakilan 37 kota/kabupaten mendapatkan pembekalan juga serangkaian tes yang dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jatim serta Ikatan Raka-Raki (IRARI) Jatim. Olga menuturkan pengalaman hari pertama karantina menjadi hari yang paling menegangkan. "Hari pertama adalah hari yang paling berat buat kita karena langsung mengikuti serangkaian tes seperti tes bahasa inggris, tes pengetahuan umum," tuturnya. Swesti mengakui tes yang paling berat untuknya adalah tes pengetahuan umum. "Pertanyaannya kayak anak SD seperti berapa luas Jatim, yang bikin susah karena pilihan jawabannya mirip-mirip," ungkapnya. Selain itu soal pengetahun umum ini terdiri dari 200 soal yang harus dijawab dalam waktu 45 menit.
Setelah melakukan serangkaian tes, peserta juga mendapatkan pembekalan berupa pengetahuan tentang pariwisata Jatim, Public Speaking, English for Tourism, Public Relation, Penyuluhan Narkoba, dan Koreografi. "Karena ajang ini tujuannya untuk memilih Duta Wisata, materi yang kami dapatkan memang lebih banyak tentang potensi Pariwisata Jatim juga public skill," ucap Olga. Menurutnya, semua peserta yang masuk 10 besar memiliki kapasitas yang bagus, gagal atau tidaknya ditentukan dengan kesiapan mental ketika diatas panggung.
Seperti yang dialami Olga saat seleksi di lima besar. Juri menanyakan pendapatnya tentang media yang paling efektif untuk meningkatkan promosi pariwisata Jatim. Pertanyaan juri ini tidak dijawab dengan tangkas oleh Olga. Waktu 30 detik yang diberikan habis sebelum dia memberikan jawabannya. Menurutnya, hal ini terjadi karena dia kurang konsentrasi saat mendapatkan pertanyaan dari juri.
Kesiapan mental di ajang ini menurut Swesti menjadi bekal utamanya bahkan semenjak mengikuti pemilihan Kakang-Mbakyu di Malang. Menurut Swesti, tekadnya untuk tidak ambisius membuatnya lebih tenang dan bisa memberikan yang terbaik. Bahkan selain terpilih sebagai Raki Jatim, Swesti juga terpilih sebagai Raki Persahabatan. "Terpilih sebagai Raki Jatim adalah sebuah prestasi tapi menjadi Raki Persahabatan lebih membanggakan bagi saya karena yang memilih teman-teman sendiri. Itu sebuah pengakuan kalau kita bisa bergaul dengan baik dan akrab dengan yang lain, "ujar gadis yang juga penyiar di Oryza FM ini.
Menurut mahasiswi yang tergabung di Forum Mahasiswa Studi Bahasa Inggris (Formasi) UB ini pariwisata Jatim bisa berkembang dengan partisipasi dari masyarakat seperti, masyarakat Jogja dan Bali yang bisa memanfaatkan potensi daerahnya untuk kesejahteraan ekonomi mereka. Sedangkan, tugas Raka-Raki adalah sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah selain turut mempromosikan potensi wisata Jatim bersama pemerintah melalui event tingkat nasional maupun internasional.[ai]

Bahas Pendidikan, Anggota DPR RI Berkunjung ke UB
8 April 2010
Konstitusi Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendidikan dan Belanja Negara (APBN). Untuk tahun 2010 ini, Pemerintah mengalokasikan APBN sekitar Rp 1000 Triliun 47 Milyar sehingga anggaran dana untuk pendidikan sekitar Rp. 207 Triliun. Jumlah ini meningkat drastis dibanding 2005 yang hanya Rp. 81.25 Triliun. Demikian disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI (Keuangan, Perbankan dan Perencanaan Pembangunan), Dr. Harry Azhar Azis saat berkunjung ke Universitas Brawijaya (UB), kemarin (7/4). Dari jumlah tersebut, menurutnya sekitar Rp. 62 Triliun akan dikucurkan ke Departemen Pendidikan Nasional sementara sisanya dialokasikan sebagai dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS), Dana Alokasi Khusus (DAK) daerah, dll. "Efektivitas seluruh anggaran tersebut bisa mencapai 95 persen", ungkap Harry yang juga Ketua Badan Anggaran DPR RI ini.
Untuk pendidikan tinggi, alokasi anggaran 2010 yang dikucurkan sebesar Rp. 19.3 Triliun, meningkat dibanding tahun sebelumnya, Rp. 17.9 Triliun dan Rp. 5.8 Triliun pada 2005. Dalam makalahnya, ia menyebutkan bahwa alokasi peningkatan ini terdapat pada tunjangan profesi dosen dan guru besar, pengembangan bidang keilmuan, peningkatan kualifikasi akademik dosen, penyediaan beasiswa serta pembangunan sarana prasarana.
Melalui upaya pemenuhan anggaran sesuai dengan konstitusi, pihaknya mengharap agar pola pendidikan mampu disinergikan dengan kebutuhan masyarakat. Menuju hal ini, Harry menyatakan perlunya strategi nasional yang disepakati bersama dalam skema anggaran. Hal tersebut menurutnya sangat penting karena komposisi anggaran sangat terkait pula dengan konstelasi politik. Salah satu hal yang sangat ditekankan adalah sinergisitas perguruan tinggi dengan pembangunan daerah. "Saya selalu memonitor perkembangan pembangunan di daerah pemilihan saya serta keterlibatan perguruan tinggi didalamnya", ungkap Harry yang berasal dari daerah pemilihan Kepulauan Riau ini.
Menyoal pendidikan tinggi, ia menyebut beberapa tantangan yang perlu dilakukan kedepan yakni sinkronisasi dengan pengembangan ekonomi, meminimalisir inefisiensi, serta meningkatkan hubungan dengan industri.
Anggota DPR RI lainnya yang turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah Tamsil Linrung, S.Pd serta Hj. Mustokoweni, SH. Dalam paparannya, Tamsil yang juga wakil ketua Badan Anggaran DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini menyampaikan tentang "Pembangunan Pertanian Berbasis Agribisnis". Ia menyebut, terdapat tiga pilar yang perlu dibangun guna mendukung sektor pertanian yang memiliki dampak positif terhadap kaum miskin yaitu pembangunan infrastruktur, perluasan akses pendidikan serta penyediaan informasi baik melalui kearifan lokal maupun fasilitasi pemerintah. [nok]

UB, Centre of Excellence GenStat
7 April 2010
Perusahaan piranti lunak terkemuka di Inggris, VSN International Ltd, mempercayai Universitas Brawijaya (UB) untuk menjadi centre of excellence salah satu produknya, GenStat. Terkait hal tersebut, perwakilan VSN International, Stewart Andrew (Chief Executive Officer) berkunjung ke UB dengan didampingi Prof. Mick O'Neill, dosen University of Sydney sekaligus Director Advisory and Training Service Pty, Ltd Australia.
Pada Selasa (6/4), kunjungan keduanya diterima Rektor Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Ketua Kerjasama Luar Negeri (KSLN), Prof. Dr. Ir. Ifar Subagiyo serta Dekan FMIPA, Prof. Mardjono, MPhil, PhD. Kepercayaan menjadi centre of excellence tersebut dimanifestasikan dengan memberi license secara gratis serta pelatihan kepada mahasiswa pasca sarjana, peserta program double degree serta dosen khususnya di program studi statistika. Di ruang pusat komputer, pelatihan ini dilangsungkan selama tiga hari (6-8/4). Tidak hanya itu saja, UB juga akan diberitahu setiap pengembangan dan up-date software yang ditemukan John Nelder sejak 1972 ini. Mengkoordinir kegiatan ini, adalah Dr. Bernadheta Mitakda, dosen Jurusan Statistika FMIPA.
GenStat
Diwawancarai PRASETYA Online disela-sela kegiatan, Stewart Andrew menyatakan bahwa VSN International merupakan perusahaan piranti lunak statistika dan analisis data terutama untuk ilmu-ilmu hayati dan biologi. Meski fokus pada ilmu hayati, salah satu produknya, GenStat, menurutnya sangat fleksibel dan dapat dimanfaatkan oleh semua disiplin ilmu seperti teknik, ekonomi dan matematika. "Dikeluarkan Pemerintah Inggris, GenStat sangat bermanfaat untuk menyelesaikan permasalahan dunia pertanian termasuk didalamnya perikanan, peternakan, kelautan dan perikanan", ujar Stewart.
Keunggulan lain yang dimiliki GenStat adalah kemampuannya untuk dioperasikan dibawah windows maupun menggunakan bahasa pemrograman. Khusus bahasa pemrograman, Stewart menyebut jenis bahasa R, sebuah bahasa pemrograman statistika yang digratiskan. Dibanding pemrograman statistika lain yang marak digunakan di Indonesia seperti SPSS dan Minitab, GenStat memiliki tingkat presisi dan akurasi yang lebih tinggi sehingga lebih kredibel. "Untuk penelitian di bidang pertanian, mengolah data dengan menggunakan GenStat akan dinilai lebih kredibel oleh berbagai jurnal internasional", kata dia. beberapa features yang ada didalamnya adalah Six Sigma Statistical Process Control (SPC), Time Series Analysis, Survival Analysis, Geostatistics, Point and line identification in 2D and 3D scatterplots, serta NAG mathematical routines from the world renowned numerical library accessed via GenStat.
Ditanya tentang pemanfaatannya, Stewart mengemukakan bahwa piranti lunak ini telah berkembang sangat cepat menjadi standar internasional bagi penelitian terutama di bidang agrokompleks. Beberapa negara maju seperti Australia, Eropa dan Amerika Utara telah pula memanfaatkannya. Sebelum ke Indonesia, pihaknya juga mempromosikan program ini ke China dan Vietnam. Hanya saja, di Indonesia program statistika ini belum banyak dikenal sehingga UB dipercaya untuk mendistribusikannya. "Bahkan salah seorang dosen Fakultas Peternakan, Dr. Ir. V.M. Ani Nurgiartiningsih, MSc telah menggunakan program ini untuk mempresentasikan hasil penelitiannya di Jerman pada Agustus mendatang", ungkap Prof. Loekito Adi Soehono yang turut mendampingi saat wawancara.
Terhadap kepercayaan VSN International ini, saat diwawancarai PRASETYA Online, Dekan FMIPA merespon positif. "Kepercayaan ini sangat mendukung program UB menuju world class university", ungkap Prof. Mardjono. Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya pun akan berusaha membudayakan pemanfaatan GenStat di Indonesia, khususnya UB. [nok]

FISIP UB akan Selenggarakan Kuliah Umum Politician Lecture I
7 April 2010
Program Studi Ilmu Politik FISIP Universitas Brawijaya akan menyelenggarakan Kuliah Umum Politician Lecture I dengan tema "Menuju Partai Politik yang Akuntabel: Menakar Visi Kepemimpinan Politik, Ekonomi dan Kapasitas Kelembagaan PDI Perjuangan dan Partai Golkar". Acara digelar dalam Rangka Dies Natalis FISIP Universitas Brawijaya yang ke-6. Kegiatan akan dilaksanakan pada hari Selasa, 13 April 2010 bertempat di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya.
Kuliah umum akan diisi oleh Drs. Priyo Budi Santoso (Wakil Ketua DPR-RI dari Fraksi Partai Golkar) dan Budiman Sudjatmiko, M.A, M.Phil. (Anggota DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan). Sebagai pembahas akan dihadirkan Sukardi Rinakit, Ph.D (Peneliti Senior Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) -Center for Political Studies) dan Ahmad Erani Yustika, M.Sc, Ph.D (Direktur INDEF dan dosen FE UB).
Pada saat yang sama akan dilakukan launching Laboratorium Ilmu Politik dan Rekayasa Kebijakan (LaPoRa) Program Studi Ilmu Politik FISIP Universitas Brawijaya. Masih dalam rangkaian acara yang sama akan dilakukan pula pemaparan hasil Survei Elektabilitas dan Kecenderungan Perilaku Memilih Bakal Calon Bupati Malang 2010-2015.
Acara terbuka untuk umum, terutama mahasiswa Ilmu Politik dan mahasiswa lainnya, fungsionaris partai politik, peneliti, pers, dan pihak-pihak lainnya yang memiliki minat terhadap diskursus sosial dan Politik. Panitia tidak memungut biaya bagi keikutsertaan dalam acara ini.[fjr]

Dosen FP-UB Meneliti Gulma Untuk Bioethanol
7 April 2010
Disponsori Pemerintah Jepang melalui Japan Society for the Promotion of Science (JSPS), Dr. Anton Muhibuddin dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) berkesempatan mengunjungi Fakultas Pertanian Yamaguchi University. Dalam kunjungan yang direncanakan selama 45 hari (1/4-15/5) itu, berbagai kegiatan akan dilaksanakan diantaranya penjajagan peluang kerjasama pengembangan penelitian bioethanol, baik secara konvensional maupun rekayasa genetika.
Dalam paper yang disampaikan di depan Prof. Mamoru Yamada, berjudul "Potential of Nut Grass (Cyperus sp.) which Induced By VA Mycorrhizae to Increase Lignocellulose Production", Dr. Anton menjelaskan bahwa Cyperus sp. dapat memproduksi senyawa lignocellulose yang merupakan bahan utama dalam produksi bioethanol.
Lignocellulosa yang dihasilkan gulma ini  akan diuraikan menjadi cellulose, lignin dan hemicellulose. Selanjutnya, cellulose diuraikan menjadi glucose dan berikutnya menjadi ethanol. Selulosa kemudian didegradasi menjadi silosa yang bisa diubah lebih lanjut menjadi silitol. "Pemakaian etanol sebagai bahan bakar jauh lebih ramah lingkungan. Etanol memiliki angka oktan 117-119 atau lebih tinggi dibanding premium yang hanya 86-88. Oleh karena itu, etanol bisa menggantikan peran Tetra Ethyl Lead (TEL) dan Methyl Tertiary Buthyl Ether (MTBE) yang mengandung timbal", ungkap Dr. Anton kepada PRASETYA Online melalui email.
Penggunaan etanol murni ini, menurutnya akan menghasilkan CO2 12.87 % lebih rendah dibanding premium. Selain itu, emisi CO dan UHC pada pemakaian etanol juga lebih sedikit dari premium. Pemanfaatan Cyperus sp.sebagai bioethanol selain sebagaimana disebutkan di atas, juga akan sangat membantu dalam hal pengendaliannya, karena gulma ini termasuk dalam gulma yang sangat cepat pertumbuhannya dan dapat tumbuh pada kondisi lingkungan yang beragam.
"Gulma ini tumbuh pada ketinggian hingga 1000 m dpl, bersifat mengelompok dan dapat tersebar melalui angin, air, serangga, maupun manusia", terangnya. Potensi pemanfaatan Cyperus sp.sebagai bahan baku bioethanol sangat besar dan memungkinkan untuk ditindaklanjuti di masa mendatang. Sebelumnya, Dr. Anton juga berkesempatan menyampaikan Research Project tentang Genetic Engineering of Vesicular Arbuscular Mycorrhizae on a Bioethanol Production. Aktivitas lain yang menurut rencana akan dilakukan Dr. Anton adalah short research tentang teknologi produksi bioethanol, short course tentang genetic engineering, seminar serta presentasi hasil penelitian di Indonesia. [am/nok]

SNMPTN UB
6 April 2010
Setelah melakukan beberapa kali seleksi masuk mahasiswa baru secara mandiri, Universitas Brawijaya (UB) akan menyelenggarakan seleksi masuk yang berlangsung secara nasional pada Juni 2010. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010 dilaksanakan di bawah koordinasi dan tanggung jawab Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), berdasarkan hasil rapat MRPTNI yang berlangsung di Denpasar pada 30 Oktober 2009.
SNMPTN 2010 UB diawali dengan pendaftaran yang dilakukan online melalui internet mulai 2 Mei 2010 sampai dengan 31 Mei 2010 melalui situs www.snmptn.ac.id. Peserta SNMPTN adalah siswa lulusan tahun 2008, 2009 dan 2010. Ujian tulis berlangsung selama dua hari pada Rabu, 16 Juni 2010 yang meliputi tes potensi akademik dan tes bidang studi dasar, serta Kamis, 17 Juni 2010 dengan materi tes bidang studi IPA dan bidang studi IPS. Pengumuman hasil ujian akan diumumkan pada 17 Juli 2010 melalui situs www.snmptn.ac.id.
Kelompok ujian SNMPTN terbagi menjadi tiga yaitu kelompok ujian IPA, kelompok ujian IPS dan kelompok ujian IPC.  Biaya ujian sebesar 150 ribu rupiah untuk IPA atau IPS dan 175 ribu rupiah untuk IPC.
Daya Tampung
UB mendapatkan daya tampung sebanyak 3721 kursi yang diperuntukkan bagi 55 program studi. Jumlah ini lebih banyak dari tahun 2009 yang berjumlah 3567 kursi. Penambahan ini dikarenakan adanya penambahan program studi baru di UB seperti Ilmu Pemerintahan, Bisnis Internasional, Administrasi Perpajakan, dan Perencanaan Pembangunan di Fakultas Ilmu Administrasi serta program studi Kebidanan dan Farmasi yang merupakan embrio dari Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat. Keterangan lebih lanjut tentang daya tampung SNMPTN UB dapat dilihat disini.[nun]

Disertasi Slamet Subyakto: Efektivitas Transfer Gen Hormon Pertumbuhan Ikan Kerapu Tikus
6 April 2010
Ikan Kerapu Tikus (Cromileptes altivelis) merupakan jenis ikan budidaya laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Asia, di antaranya Indoesia. Namun Demikian, salah satu permasalahan yang dihadapi dalam budidaya ikan kerapu tikus adalah pertumbuhannya yang lambat. Aplikasi transgenesis diduga salah satu metode penyelesaian masalah pertumbuhan yang relative lambat tersebut.
Demikian disampaikan Slamet Subyakto dalam ujian terbuka disertasinya di gedung pascda sarjana UB, Kamis (01/04). Disertasi berjudul "Efektivitas Transfeksi, Mikroinjeksi dan Elektroporasi untuk Transfer Gen Hormon Pertumbuhan GH pada Ikan Kerapu Tikus (Cromileptes altivelis)". Ujian terbuka disertasi dipromotori oleh Prof.Dr.Ir.Rustidja, MS; Prof.Dr.Ir. Komar Sumantadinata,M.Sc; Dr.Ir.M.Sasmito Djati,MS; dan Dr.Ir.Alimudin,M.Sc. Sedangkan dewan penguji terdiri dari Prof.Ir.Marsoedi,PhD; Dr.Ir. Sri Andayani,MS; Dr.Ir.Maftuch, MS; dan Dr.I Made L. Nurjana.
Menurut Subyakto, tujuan penelitiannya adalah untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi metode transfeksi, mikroinjeksi dan elektroporasi pada transfer gen hormomn pertumbuhan ikan kerapu tikus. Secara n vitro metode transfeksi dilakukan dengan larutan kompleks transfektasn dan DNA sementara secara in vivo adalah dengan cara menginjeksi larutan kompleks dan DNA tersebut ke dalam testis ikan kerapu tikus jantan yang telah matang.
Secara ringkas Subyakto menjelaskan bahwa presentase keberhasilan setiap metode ditunjukkan dari efektivitasnya yang berbeda-beda. Metode transfeksi memiliki tingkat keberhasilan kecil yaitu 20% atau terdapat 2 ekor induk jantan yang spermanya terdeteksi membawa DNA dari 10 ekor induk yang diamati. Metode mikrinjeksi menghasilkan embrio yang berkembang dan membawa DNA sebnayak 100 % pada lama waktu injeksi 1 detik. Sedangkan metode elektroporasi membuat semua sperma membawa DNA dan motilitas 100 %.
Sejak pengambilan induk sampai dengan pelaksanaan transfeksi pada testis diperlukan waktu antara 45-60 menit karena penanganan induk dan proses memasukkan DNA diperlukan ketepatan dan ketelitian yang tinggi. Metiode mikroinjeksi memerlukan waktu antara 20-30 menit oleh operator dengan ketrampilan tinggi karena penginjeksian harus tepat sementara keterbatasan waktu untuk sel embrio yang juga berlangsung cepat. Sedangkan metode elektroporasi dalam proses transfer gen hanya memerlukan waktu satu detik.
Dengan demikian, metode elektroporasi adalah metode yang paling efektif dan efisien jika dibandingkan dengan metode transfeksi dan mikroinjeksi untuk transfer gen ikan kerapu tikus. Disarankan, perlunya pengaplikasian metode elektroporasi dalam transfer gen ikan kerapu tikus transgenic tumbuh cepat. Dalam rangka memproduksi ikan kerapu tikus transgenic menggunakan metode elektroporasi, perlu dikembangkan metode pembuahan jalan yang efektif untuk proses selanjutnya.
Slamet Subyakto, pria kelahiran Banjarnegara 22 Mei 1961. Ia menempuh pendidikan S1  dan S2 di Insitut Pertanian Bogor. Pernah menjadi manajer operasional pada Tambak Udang PT. Bumi Handayani Semarang, Manajer Administrasi dan Keuangan Pembenihan Udang, Brackishwater Aquaculture Development project, Ditjen Perikanan, Departemen Pertanian di Siddo, Barru, Sulawesi Selatan dan beberapa jabatan pekerjaan di instansi lainnya. Saat ini ia menjabat Kepala Balai Budidaya Air payau Situbondo, Ditjen Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan. Setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan majelis penguji, ia berhak menyandang gelar doctor ilmu pertanian minat lingkungan pesisir dan kelautan dengan IP disertasi 4.0 dan predikat cumlaude. [fjr]

Kontingen Basket UB Siap Tanding di Kejurnas
5 April 2010
Kontingen bola basket putra dan putri Universitas Brawijaya (UB) siap tanding pada kejuaraan nasional (kejurnas) yang akan dilangsungkan di Gedung Olahraga (GOR) STIE YKPN Yogyakarta selama seminggu (10-17/4). Kedua kontingen tersebut, Senin (5/4) dilepas Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ir. HRB. Ainurrasjid, MS di lantai enam gedung rektorat. Turut pula melepas, Dra. Welmin Soenyi Ariningsih, MLib (Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan), Drs. Suharyo (Kepala Bagian Kemahasiswaan) dan Drs. Zuchrowadi (Kasubbag Minat dan Penalaran). Anggota kontingen yang meliputi pemain putra (15 orang), pemain putri (14 orang), manajer, dan pelatih menurut rencana akan diberangkatkan pada Kamis (8/4) mendatang. Dalam sambutannya, PR III mengharap kontingen UB mampu berprestasi di ajang kejurnas dan menuju Liga Basket Nasional (Libnas). Guna mencapai prestasi tersebut, menurut PR III, UB siap mendukung termasuk masalah kecukupan gizi, serta keperluan lainnya bagi pemain. "Jika berhasil masuk final menuju Libnas, UB akan memberikan reward berupa pembebasan SPP", ungkap PR III memotivasi pemain. Karena berbarengan dengan pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS), dispensasi pun akan  diberikan bagi para mahasiswa tersebut yang akan dikoordinasikan dengan pihak fakultas.
Siap Tanding
Diwawancarai seusai pelepasan, pelatih tim putri UB, Totok, mengungkapkan bahwa setelah gelaran Libama Regional kemarin pihaknya memiliki waktu tiga minggu persiapan menuju Kejurnas. "Dari kompetisi Libama regional, diketahui kalau kontingen UB memiliki kelemahan stamina fisik dan kerjasama tim", ungkap pria yang menjadi pelatih UB sejak 2005 ini. Karena itu, waktu tiga minggu tersebut ia manfaatkan penuh untuk mengatasi dua kelemahan ini. "Pada satu minggu pertama mereka digenjot fisik tanpa bola minimal 2-3 jam per hari", ungkap Totok. Banyak variasi latihan fisik yang dipakai untuk menguatkan stamina mereka. Seperti nge-trap untuk melatih kekuatan kaki serta slide defence untuk melatih kecepatan. Dalam hal kerjasama tim, selama dua minggu Totok melatih berbagai pola penyerangan dan pertahanan.
Ditanya tentang kekuatan lawan saat kejurnas nanti, Totok menyebut empat perguruan tinggi yang patut diperhitungkan tim putri yaitu Universitas Airlangga, Universitas Parahyangan, UGM serta London School of Public Relations (LSPR). Sementara untuk tim putra, ia mengaku belum bisa membaca kekuatan lawan.
Membeberkan keunggulan skuad asuhannya, Totok menuturkan, "Karena hampir semua pemain kami mahasiswa baru, mereka masih memiliki semangat besar ditambah stamina yang mulai membaik". "Stamina dan kecepatan permainan tim UB bagus. Ini penting karena permainan kejurnas nanti memakai sistem 4x10 menit bersih sehingga sangat menguras stamina", tambah Totok yang juga Ketua Perbasi Malang ini. Hanya saja, dalam pola permainan, Totok mengaku kalah dengan berbagai perguruan tinggi yang dijagokan tersebut. "Mayoritas pemain yang diturunkan ini mahasiswa baru sehingga belum banyak jam terbang", ungkapnya. Untuk itu, sampai Rabu (7/4) mendatang, pihaknya akan melakukan lebih banyak uji coba.
Menghadapi kompetisi kejurnas nanti, tim UB akan digeber dengan strategi full price, fast break dan serangan kilat. "Untuk itu kami memperkuat lapangan dengan striker dan shooter sampai tiga orang dan pertahanan dua orang", katanya.
Dalam kompetisi kali ini, UB berkeinginan mengulang kejayaan pada 2006 silam yang membawa kontingen hingga ke tahap Libnas. Hanya saja, saat Libnas 2007 digelar, banyak pemain yang tidak bisa turun lapangan karena sudah lulus. Belajar dari pengalaman tersebut, pada musim kompetisi tahun ini UB lebih banyak menurunkan pemain muda untuk regenerasi. [nok]

Pelatihan Manajerial Lembaga Dakwah Kampus
3 April 2010
Aksi mahasiswa muslim forum Solo-Jogja-Semarang menentang liberalisme diberitakan oleh media karena salah satu anggota aksinya pada saat melakukan aksi meminum Coca-cola. Itulah sebagian pengalaman Gonda Yumitro yang dibagi kepada peserta Pelatihan Manajerial Lembaga Dakwah Kampus (PMLDK) se- Jawa Timur 2010 yang diadakan oleh Unit Aktivitas Kerohanian Islam Univeristas Brawijaya (UAKI-UB) bertempat di Widyaloka UB selama tiga hari, Jum'at-Ahad (2-4/4). " Kita perlu mengevalusi lagi apakah yang kita katakan sama dengan yang kita lakukan," ucapnya dihadapan peserta perwakilan LDK se-Jatim.
Ironi yang melanda LDK seperti yang disampaikan Gonda yang juga dosen Hubungan Internasional di Universitas Muhammadiyah Malang ini selayaknya menjadi evaluasi bagi LDK untuk mengubah paradigma dakwah kampus. Menurutnya dakwah yang sesuai untuk level kampus adalah dakwah profesi. Dakwah profesi mempersiapkan kader dakwah untuk berkontribusi sesuai dengan kapasitas keilmuannya masing-masing. "Bukannya saya tidak setuju dengan demonstrasi, tapi yang mestinya menjadi perhatian adalah mempersiapkan kader untuk dakwah profesi," ucapnya.
Saat dihubungi PRASETYA Online Ketua Pelaksana sekaligus mahasiswa FMIPA angkatan 2009 Muhammad Iqwan Budi mengatakan, " Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan manajerial LDK menjadi lebih professional. Selama ini tidak semua LDK di Jatim terbilang mapan, hanya sebagian saja seperti ITS juga Unair. Oleh karena itu dengan adanya forum ini diharapkan LDK yang mapan sharing dengan LDK yang belum mapan, " ucapnya, Jum'at (2/4).
Sebelumnya PMLDK dibuka dengan bedah buku "Misteri Masa Kelam Islam dan Kemenangan Perang Salib" yang ditulis Dr. Majid Irsan Al-Kilani. Buku ini dibedah oleh dua pakar yaitu Mauquf (KAMMI Pusat) dan Arif Irfan  (INSIST). Dalam bedah buku ini diungkapkan bahwa Shalahudin Al Ayyubi bukanlah satu-satunya pahlawan yang membuat islam jaya di zamannya. Kejayaan islam ini tak lain merupakan kontribusi dari islah (perbaikan) yang dilakukan oleh para ulama dari era Imam Al Ghazali hingga Abdul Qadir al Jilani. Arif juga mengomentari berbagai macam pergerakan islam yang saat ini berjuang dengan ideologinya masing-masing. "Kuncinya satu, ilmu. Kita berbeda dengan konsep yang diperjuangkan tapi semua harus selesai dengan ilmu. Ilmu yang bisa mendalam dan bisa menjelaskan konsepnya masing-masing," paparnya.[ai]

Penelitian Kerjasama Antar Lembaga dan Perguruan Tinggi
1 April 2010
Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2M) Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional kembali menawarkan program kompetitif yang dikemas dalam Penelitian Kerjasama Antar Lembaga dan Perguruan Tinggi Untuk Pendanaan Tahun Anggaran 2010. Usulan penelitian disusun untuk kegiatan selama satu tahun dengan jumlah dana maksimum Rp.100 juta per judul per tahun. Prosedur dan persyaratan pengajuan proposal program ini dapat dilihat pada buku panduan dan lembar pengesahan proposal penelitian yang merupakan kelengkapan dari proposal yang harus diisi dan dicetak dari program yang terdapat pada website DP2M atau meng-copy di Subbag Program LPPM-UB.
Proposal dikirim dengan cover warna merah tua sebanyak lima eksemplar disertai softcopy data usulan dari form isian pengusul ke Subbag Program LPPM-UB paling lambat 16 April 2010. Dosen yang diperkenankan mengikuti program ini adalah mereka yang bukan penerima hibah penelitian (desentralisasi maupun sentralisasi) DP2M lainnya serta hibah pengabdian kepada masyarakat di tahun 2010.
Pada program ini, seorang peneliti hanya diperbolehkan sebagai ketua dan sebagai anggota di dua kegiatan penelitian ataupun pengabdian kepada masyarakat dengan skim yang berbeda dan berasal dari skim penelitian DP2M. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat menghubungi LPPM-UB (Sudjari, S.Sos; Imam Prajitno, ST dan Alimudin, SH) dengan telp. (0341) 584394. [era/nok]

Kafilah MTQ Mahasiswa UB Bersiap Menuju Makassar
1 April 2010
Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Mahasiswa VI Universitas Brawijaya (UB) berakhir kemarin, Rabu (31/03), di gedung Student Centre UB. Sebanyak 11 cabang lomba dilombakan dalam tiga hari, Senin-Rabu (29-31/03) seperti Tilawatil Qur'an, Qira'aat Sab'ah, dan Khothil Qur'an. Dari kesebelas lomba telah ditentukan tiga peserta terbaik untuk mengikuti pembinaan yang diadakan Pusat Pembinaan Agama Universitas Brawijaya (PPA-UB) selaku penyelenggara dalam rangka mempersiapkan keikutsertan UB sebagai salah satu kafilah di MTQ Mahasiswa Nasional XII di Universitas Muslim Makassar tahun 2011 mendatang. Pada ajang tersebut UB akan mengikuti 11 cabang lomba, dimana sebelumnya hanya delapan cabang. "UB akan mengikuti sebelas cabang lomba yang sebelumnya hanya delapan. Yang baru adalah Debat Al Qur'an Bahasa Arab, Debat Al Qur'an Bahasa Inggris, dan Qira'aat Sab'ah," ungkap Dr. HM Ismail MH MSi, Kaur Administrasi PPA UB yang juga salah satu Dewan Juri MTQ Mahasiswa VI UB.
Pembinaan akan diberikan kepada tiga peserta terbaik walaupun hanya juara pertama yang diikutsertakan. Hal ini tak lain untuk memberi motivasi kepada peserta selain mengkader bibit-bibit MTQ Mahasiswa tahun berikutnya, demikian ungkap Ismail kepada PRASETYA Online diakhir acara. Salah satu pembina untuk cabang Tilawah, Tartil, Hifdhil, Qira'aat Sab'ah adalah Abdul Hamid Abdullah SH MSi (LPTQ Jawa Timur) yang merupakan Qori' terbaik Internasional di Maroko dan Bangkok, Thailand.
Pemenang
Penutupan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas baik Dekan maupun Pembantu Dekan mengumumkan Fakultas Teknik (FT) sebagai juara umum. Piala bergilir rektor menjadi milik FT karena tiga tahun terakhir FT keluar menjadi juara umum. Adapun juara-juaranya sebagai berikut.
Cabang Tilawatil Qur'an putra, juara I Rosidi Azis (Fapet), juara II Ahmad Ali Yafie (FTP), juara III M Jefri Maulana (FMIPA). Untuk putri, juara I Meli Ulfa (FE), Ilzamha Khadijah R (FTP), Razi Hanifia Putri (FIB),
Cabang Qira'aat Sab'ah putra, juara I Muhammad Faisol (FT), juara II Abdul Fatah (FH). Untuk putri, juara I Lepisa Saharani (FT), juara II Aulia Rosida (FH).
Cabang Tartil Qur'an putra, juara I Ahmad Husni Mubarok (FMIPA), juara II Rizal Rahmanda Akbar (FK), juara III Moh. Haris Suhud (FIB). Untuk putri, juara I Ita Roihanah (FT), juara II Nur Fadlilatul Ilmiyah (FMIPA), juara III Mazraatul Ishlahiyah (FIB).
Cabang Hifzhil Qur'an 1 juz putra, juara I Rijal Faizin Rahman (FMIPA), juara II Moh Habibilah (FE), juara III Ahmad Ali Yafie (FTP). Untuk putri, juara I Fifi Z (FT), juara II Dian Fikrianti (FMIPA), juara III Riyun Ariyuni (FE).
Cabang Hifdzil Qur'an 2 juz putra, juara I Luhur Budi S (FT), juara II Chaidar Muttaqin (FK). Untuk putri, juara I Prima Shonia (FE), juara II Indah Destiana (FMIPA), juara III Litalia Amroh El Ummah (FK).
Cabang Khathil Qur'an putra, juara I Akhmad Zaeni (FT), juara II Angga Hadi Kurniawan (Fapet), juara III Fahmi Arif (FH). Untuk putri, juara I Kiswatul Hidayah (FK), juara II Ferdian Faslah (FMIPA), juara III Nurmizrati (FT).
Cabang Syarhil Qur'an, juara I FMIPA, juara II FT, juara III FE. Cabang Fahmil qur'an juara I FMIPA, juara II FISIP, juara III FK. Cabang Debat Al qur'an Bahasa Arab, juara I FISIP, juara II FIB, juara III FH. Cabang Debat al qur'an bahasa inggris juara I FT, juara II FISIP, juara III FIA.
Cabang Lomba Karya Tulis Al qur'an (LKTA), juara I: Fakultas Hukum (judul: "Optimalisasi Potensi kelautan Indonesia Sebagai Upaya Membangun Negara Maritim yang tangguh dalam Perspektif Al qur'an"), juara II: FISIP (judul: "Super Mal Wakaf Sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat yang Melahirkan Entrepreneur Muslim Profesional"), juara III: FMIPA (judul: "Kesetimbangan Pusat Massa Sebagai Salah Satu Pusat Konsep Penjelasan Kebenaran Mekkah"). [ai]