Last updated
30/4/2008
By: Farid Atmadiwirya
April 2008

Books Fair Dies Natalis ke-25 UAPKM-UB
30 April  2008
Menandai peringatan Dies Natalis ke-25 Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UAPKM) Universitas Brawijaya, digelar acara Books Fair, di halaman Fakultas Peternakan, mulai Rabu (30/4). Menggandeng kedai buku Pustaka Rakjat dan Prestasi, acara ini diselenggarakan selama lima hari, hingga 4 Mei 2008. Books Fair ini sebenarnya merupakan salah satu acara yang dihelat oleh UAPKM, selain lomba Resensi Novel dan Lomba Esai buat Pak Rektor, serta Workshop Jurnalistik dan Talkshow (3/5-4/5). Yang terakhir ini, menghadirkan nara sumber Boim Lebon, Ahmad Erani Yustika (pakar ekonomi), dan Rohman Budianto (Pemimpin Redaksi Jawa Pos).
Pameran buku ini menampilkan pelbagai disiplin ilmu, antara lain sastra, jurnalistik, sosial, budaya, serta beberapa ilmu eksakta. Digelar mulai dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, direncanakan akan mampu menarik animo pengunjung yang kebanyakan berasal dari mahasiswa. Seperti diungkapkan oleh Ketua Umum UAPKM, Eka memaparkan acara ini terselenggara terkait dengan peringatan dies natalis UAPKM yang ke-25 tahun. Sepanjang usia tersebut, UAPKM telah banyak malang melintang berkontribusi terhadap permasalahan yang dihadapi kampus melalui penerbitan media. Hingga saat ini, media yang dihasilkan UAPKM seperti tabloid Mimbar yang bekerjasama dengan Humas UB, serta bulletin Kronik. Harapan mendatang, UAPKM UB akan terus eksis dan mampu memberikan sumbangsih lebih besar terhadap segala problematika yang terjadi baik di lingkup kampus maupun lingkungan luar.
Direncanakan, pemenang untuk lomba resensi novel serta lomba penulisan "Esai buat Pak Rektor" akan diumumkan bersamaan dengan pelaksanaan Workshop Jurnalistik. Para pemenang akan mendapatkan hadiah menarik. [bhm]

FMIPA: Seminar Proposal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat DPP/SPP
30 April 2008
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (P3M FMIPA) Universitas Brawijaya, Rabu (30/4), mengadakan seminar Proposal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang didanai oleh DPP/SPP.
Dr Rurini Retnowati MSi, Wakil Ketua II P3M FMIPA mengatakan, kegiatan ini adalah dalam rangka pembinaan dan membangun track record para dosen di lingkungan FMIPA di bidang penelitian maupun pengabdian masyarakat. Proposal yang dipresentasikan adalah proposal yang lolos passing grade (nilai > 70) pada tahap desk evaluation, yaitu sebanyak 29 dari 34 proposal penelitian, dan 23 dari 30 proposal pengabdian masyarakat yang dikirim ke P3M FMIPA.
Kriteria penilaian untuk bidang penelitian didasarkan pada: materi proposal (latar belakang dan rumusan permasalahan, tujuan dan manfaat, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, fisibilitas); dampak positif hasil penelitian pada pengembangan iptek, pembangunan dan pengguna; keunggulan inovasi dan relevansi penelitian dengan bidang ke-MIPA-an; keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan deskripsi kejelasan pembagian tugas dalam penelitian.
Sedangkan kriteria penilaian untuk bidang pengabdian masyarakat adalah: latar belakang dan rumusan masalah yang akan ditangani; tujuan dan manfaat kegiatan; metode pendekatan yang digunakan; fisibilitas kegiatan yang diusulkan; dampak positif pada pengembangan institusi; relevansi ruang lingkup kegiatan dan inovasi yang diusulkan dengan bidang studi; keunggulan inovasi iptek yang diusulkan; keterkaitan dengan pemberdayaan masyarakat di lokasi KKN/unggulan jurusan.
Reviewer sebagai penilai diambil dari beberapa fakultas di lingkungan UB (FMIPA, FP, FTP, Faperik, Fapet, FT) dan dari Universitas Negeri Malang (UM). Hal ini dimaksudkan untuk menjaga obyektivitas penilaian. [rr]

Hasil Penjaringan Siswa Berprestasi
30 April 2008
Melalui pengumuman nomor 1510/J.10/TU/2008, diumumkan hasil seleksi Penjaringan Siswa Berprestasi (PSB) Universitas Brawijaya tahun akademik 2008/2009. Sebanyak 1604 orang peserta diterima melalui PSB jalur akademik maupun nonakademik dari 7318 pendaftar. Dalam pengumuman yang ditandatangani Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito itu, terdapat 1563 nama calon yang diterima melalui jalur akademik, dan 41 nama calon yang diterima melalui jalur non akademik.
Mereka yang diterima melalui jalur akademik, diundang untuk hadir pada hari Rabu, 2 Juli 2008, pukul 08.00 WIB, di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya, untuk melakukan daftar ulang dan menerima penjelasan dari panitia seleksi, serta tatap muka dengan para pimpinan universitas dan fakultas. Beberapa hal harus dipenuhi, seperti: calon harus lulus ujian nasional tahun 2008, jika tidak, maka dianggap gugur, membayar biaya pendidikan melalui Bank Mandiri di seluruh Indonesia secara on-line dengan menyebutkan nomor pendaftaran yang ada pada surat pemberitahuan diterima PSB mulai 2-30 Juni 2008. Data pembayaran, secara otomatis tersimpan dalam database Universitas Brawijaya. Selain itu mereka diwajibkan pula melakukan registrasi secara online melalui http://siakad.brawijaya.ac.id/siam/ dengan menggunakan nomor pendaftaran untuk login.
Setelah mengisi biodata, cetaklah bukti registrasi dan diserahkan pada tanggal 2 Juli 2006 beserta kelengkapannya. Kelengkapan registrasi dapat dilihat pada surat pemberitahuan ke sekolah atau surat ke alamat masing-masing siswa yang diterima PSB. Jika calon belum melengkapi data, dianggap belum melakukan registrasi.
Sedangkan yang diterima melalui jalur nonakademik, diwajibkan hadir (tidak boleh diwakilkan) pada hari Selasa, 10 Juni 2008, pukul 08.00 WIB di Bagian Pendidikan, lantai II Gedung Rektorat UB, untuk mengikuti tes bakat bidang olahraga/seni, dengan menyerahkan surat undangan untuk ikut seleksi PSB 2008 jalur nonakademik. Peserta tes bakat diharuskan membawa pakaian dan peralatan olahraga/seni sesuai bidang keahliannya. Sebagaimana calon dari jalur akademik, mereka pun harus lulus ujian nasional tahun 2008. Jika tidak, mereka dianggap gugur.
Melihat perbandingan jumlah yang diterima dengan jumlah pendaftar untuk masing-masing program studi, nampak bahwa PS Pendidikan Dokter adalah PS yang tingkat persaingannya paling berat, diterima 15 orang dari 1575 pendaftar (1:105). Disusul kemudian PS Ilmu Gizi (1:92), PS Ilmu Keperawatan (1:84), PS Teknik Perangkat Lunak (1:23), Teknik Industri (1:14), PS Perencanaan Wilayah dan Kota (1:11), PS Arsitektur (1:10), PS Ilmu Komputer (1:9), PS Teknik Elektro (1:8), dan PS Teknik Sipil (1:8). Selebihnya rationya di bawah 1:7, dalam arti persaingannya kurang begitu ketat.
Selengkapnya daftar nama mereka yang diterima melalui PSB 2008 dapat diklik di sini.

UB Open House untuk SMAN 1 Pare
30 April 2008
Kampus Universitas Brawijaya membuka diri, menerima kedatangan para siswa SMAN 1 Pare Kediri. Keterbukaan ini nampak dalam acara Open House yang digelar di Student Center UB, Rabu (30/4). Dengan demikian rasa keingintahuan 281 siswa dan para gurunya tentang pendidikan di Universitas Brawijaya sedikit-banyak terjawab. Acara dipandu oleh oleh Kasubag Pendidikan dan Evaluasi BAAK-UB, Drs Agus Yuliawan Sd.
Di hadapan para tamu itu,  Agus menjelaskan tentang fakultas, jurusan, dan program studi yang ada di UB, serta biaya kuliah, beasiswa, dan passing grade mereka yang diterima sebagai mahasiswa UB, maupun dunia kemahasiswaan.
“Penyampaian informasi seperti ini sangat membantu kami untuk mengetahui segala sesuatu tentang Universitas Brawijaya”, aku salah satu siswa. Mereka bertanya segala hal yang belum mereka diketahui, seperti apa saja jalur penerimaan mahasiswa baru UB, berapa pagu tiap-tiap jurusan dan bagaimana passing grade-nya, dan lain-lain. Meskipun pertanyaan yang mengalir cukup banyak, semua terjawab dengan baik sehingga dapat memuaskan rasa keingintahuan sejumlah siswa dan guru.
Kepala SMAN 1 Pare, Dewi Masitah merasa sangat terfasilitasi dengan kesediaan UB menggelar open house bagi siswa-siswinya. Selain karena mendapatkan sejumlah informasi yang berharga, rencana berkunjung ke UB untuk pertama kalinya setelah sekian lama tidak terfasilitasi akhirnya tercapai juga. “Acara ini sangat bisa memberikan gambaran yang dibutuhkan terutama masalah jalur penerimaan yang ada di tiap-tiap universitas”, ujar Sidik Purnomo, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum. “Harapan kami bahwa siswa-siswi dari SMAN 1 Pare akan mampu melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi khususnya UB sehingga output-output sekolah kami makin baik”, tambah Dewi. [fjr]

Seminar Pendidikan dan Sosialisasi SMA Brawijaya Smart School
30 April 2008
Universitas Brawijaya menggelar seminar sehari di Gedung Widyaloka, Rabu (30/4). Seminar bertajuk "Potret Pendidikan Masa Kini dan Masa Mendatang" ini sekaligus dalam rangka sosialisasi SMA Brawijaya Smart School (SMA BSS). Hadir dalam seminar ini pengelola SMA BSS, dan perwakilan SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA se-Malang Raya.
Ketua SMA BSS Drs Suprijanto MPd melaporkan, seminar ini dilatarbelakangi upaya SMA BSS untuk menyongsong tahun ajaran baru sekaligus memberikan informasi bagi masyarakat mengenai dibukanya pendaftaran siswa baru SMA yang dinaungi oleh UB tersebut. Mengingat SMA BSS telah diijinkan untuk melaksanakan penerimaan siswa baru melalui SK nomor 421.8/1552/35.72.307.2008.
Dalam sambutannya, Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, mengungkapkan, dibukanya SMA BSS adalah wujud dari kepedulian UB kepada putra putri karyawan maupun tenaga pengajar untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. “Dosen di UB jumlahnya sekitar 1400 sedangkan karyawan sekitar 1000 orang. Dari jumlah itu, diharapkan sebagian besar putra-putrinya melanjutkan di BSS agar mendapatkan sekolah yang berkualitas dan juga murah”, kata Prof Yogi. Kurikulum pendidikan universitas saat ini, pada semester I dan II masih berisi materi-materi SMA. Hal tersebut sangat tidak efisien, menurut Rektor, karena mengulangi pelajaran SMA dan menghabiskan waktu kuliah. Oleh sebab itu dengan adanya SMA BSS ini Rektor berharap sistem pendidikan bisa berkesinambungan, bahkan bisa memangkas waktu perkuliahan.
Quantum Learning
Sementara itu Prof Dr Hendyat Soetopo MPd pemateri tunggal dalam seminar, banyak menyampaikan mengenai pentingnya integrasi antara kurikulum antar jenjang pendidikan dan perubahan paradigma pendidikan. Perubahan paradigma tersebut di antaranya adalah mendudukkan siswa sebagai subyek didik yang utama, perubahan suasana belajar, pembentukan pribadi siswa, dan salah satu pendekatan belajar yaitu joyfull-learning. Dosen Pascasarjana Universitas Negeri Malang ini mengungkapkan bahwa inovasi pembelajaran berupa Quantum Learning (QL) adalah yang sesuai pada saat ini karena bermanfaat untuk menumbuhkan sikap positif siswa, membuat siswa termotivasi, menunjang ketrampilan belajar seumur hidup, memunculkan kepercayaan diri dan memacu kesuksesan siswa dalam belajar. Cara belajar quantum ini terdiri dari tipe visual, tipe auditorial, dan tipe kinestetik. Ia juga mengungkapkan untuk mendukung proses QL diperlukan upaya pengajar untuk melaksanakan Quantum Teaching (QT). QT yang disebutkan berarti metodologi perancangan, penyajian, dan fasilitasi dalam gubahan yang harmonis untuk mencapai hasil yang maksimal. Selain dua metode di atas, yang perlu diperhatikan lagi adalah upaya dari semua pihak untuk mengorkestrasi lingkungan belajar dan rancangan pembelajaran.
Smart School
SMA BSS adalah sekolah menengah atas yang dikelola Dharma Wanita Universitas Brawijaya, dipersiapkan menjadi sekolah bertaraf internasional (SBI), dan bertekad menghasilkan lulusan berkualitas iternasional yang mampu bersaing dan berkolaborasi secara global. Kurikulum yang dipakai dalam SMA BSS adalah kurikulum sesuai standar nasional pendidikan (SNP) yang diperkaya (diperkuat, diperluas dan diperkaya).
Pagu siswa SMA BSS untuk tahun pelajaran 2008/2009 sebanyak 144 siswa untuk empat kelas yang tersedia. Waktu pendaftaran gelombang pertama yaitu pada tanggal 5-10 Mei 2008 di Gedung IKA-UB Jl. Veteran (belakang BNI) pada pukul 8.00-13.00 dan gelombang kedua pada tanggal 26 Mei - 7 Juni 2008 pada tempat dan waktu yang sama. Materi seleksi adalah tes potensi akademik (Matematika, IPA dan Bahasa Inggris) dan wawancara. SMA BSS berlokasi di Jalan Cipayung 8, telepon (0341) 564390, Malang. [fjr]

Mahasiswa UB Ikuti Konferensi PPI di Malaysia
30 April 2008
Slamet Budi Cahyono, berkesempatan mengikuti konferensi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) 2008 di Malaysia. Mengambil tema ”Towards Better Indonesian Students”, konferensi ini digelar di International Islamic University of Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur, awal bulan depan (3/5-9/5).
Budi, mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan Universitas Brawijaya angkatan 2004, adalah satu dari 32 orang wakil Indonesia yang terdiri dari mahasiswa, peneliti, dan akademisi.
Di sana ia akan mempresentasikan karya tulis berjudul ”Seaweed Go Public sebagai Upaya Penanggulangan GAKI dan Penyakit Degeneratif”. Melalui karya tersebut, Budi berusaha memperkenalkan rumput laut sebagai makanan masa depan yang kaya nutrisi terutama iodium, serat dan protein. Selama ini rumput laut hanya dikenal terbatas pada produk mentahnya saja, padahal, menurut Budi, nilai gizi rumput laut sangat tinggi. Beberapa jenis produk dapat dihasilkan dari rumput laut, seperti sirup, mi dan marshmallow.
Konon acara ini juga dihadiri beberapa tokoh Indonesia, seperti Dr Adhyaksa Dault (Menteri Pemuda dan Olahraga), Prof Bambang Sudibyo (Menteri Pendidikan Nasional), dan Dr HM Hidayat Nur Wahid (Ketua MPR RI). [nok]

Wisata Pegawai Kantor Pusat
30 April 2008
Dalam rangka penyegaran (refreshing) pegawai, Kantor Pusat Universitas Brawijaya akan mengadakan wisata. Ada 4 tempat tujuan yang ditawarkan: Jakarta, Bali, Yogyakarta, atau Jawa Timur. Wisata itu dilaksanakan dalam beberapa periode sepanjang bulan Mei hingga Juni 2008. Peserta wisata adalah pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai honorer/kontrak yang diangkat dengan surat kontrak Rektor Universitas Brawijaya, minimal sudah memiliki masa kerja satu tahun.
Untuk keperluan wisata ini dialokasikan dana sebesar Rp 1,5 juta per pegawai, termasuk di dalamnya biaya transportasi dan akomodasi serta uang saku di perjalanan. Para peserta diberi kesempatan untuk membawa serta istri/suami/anak dengan membayar biaya sesuai tempat tujuan wisata. Biaya itu dapat dibayar lunas kepada panitia sebelum berangkat, atau melalui pemotongan gaji maksimal 3 kali. Bagi pegawai yang berhalangan mengikuti wisata, akan mendapatkan kompensasi sebesar Rp 250 ribu.
Tempat tujuan wisata di Jakarta meliputi Ancol, TMII, Planetarium, Monas, dan ITC, ditempuh dengan KA Gajayana, dengan biaya Rp 1,45 juta per orang, selama 5 hari 2 malam. Ada dua opsi untuk tujuan Jakarta, yaitu 16-20 Mei 2008, atau 6-10 Juni 2008. Sedangkan tujuan wisata di Bali meliputi Bali Bird Park, Bali Classical Center, Kintamani, Bedugul, Tanah Lot dan Monumen Garuda Wishnu Kencana (GWK), dengan biaya Rp 940 ribu per orang, selama 4 hari 2 malam, dengan pilihan waktu 22-25 Mei, 29 Mei-1 Juni, atau 19-23 Juni 2008. Untuk tujuan Yogyakarta, obyek wisata yang dikunjungi adalah Borobudur, Parangtritis, Kaliurang, Museum Dirgantara, dan Candi Prambanan, selama 3 hari 1 malam, dengan biaya Rp 650 ribu per orang, tersedia pilihan waktu 23-25 Mei, 20-31 Mei, atau 20-22 Juni 2008. Sementara untuk Jawa Timur, obyek kunjungan adalah Kali Baru Banyuwangi, Pasir Putih dan Watu Ulo dengan biaya Rp 585 ribu selama 2 hari 1 malam, dengan pilihan waktu 24-24 Mei, 7-8 Juni, atau 21-22 Juni 2008.
Pendaftaran dibuka hingga 2 Mei 2008 di Bagian Kepegawaian. Jumlah peserta minimal yang dapat diberangkatkan untuk setiap tujuan wisata adalah 40 orang. Demikian surat edaran yang ditandatangani Pembantu Rektor II Warkum Sumitro SH MH. [nik]

UB Raih Nominasi Kampus Prima Olahraga
30 April 2008
Universitas Brawijaya terpilih sebagai nominasi ketiga penghargaan Kampus Prima Olahraga 2007 untuk kategori Peduli Prestasi Olahraga. Untuk kategori yang sama, penghargaan nominasi pertama diberikan kepada Universitas Hasanuddin dan Universitas Indonesia nominasi kedua.
Pembantu Rektor III Ir HRB Ainurrasjid MS menerima langsung penghargaan itu pertengahan bulan lalu (15/3) di Universitas Pelita Harapan Jakarta. Penghargaan yang diterima meliputi tropi, uang pembinaan dan perangkat olahraga.
Pemilihan Kampus Prima Olahraga merupakan bentuk apresiasi dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional kepada perguruan tinggi yang memiliki komitmen dalam pembinaan dan pengembangan olahraga di kampus. Sekitar 81 perguruan tinggi negeri dan 12 kopertis dari 33 propinsi turut berpartisipasi dalam ajang yang untuk kedua kalinya ini diselenggarakan. Dewan juri diketuai oleh Prof Imam Suyudi MA guru besar Fakultas Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Drs Herman Chaniago MM.
Pemilihannya melalui proses panjang, meliputi penyelenggaraan lokakarya dan penyusunan Pedoman Pemilihan Kampus Prima Olahraga, proses penjaringan, proses verifikasi dan terakhir penentuan pemenang. Universitas Brawijaya sendiri mendapatkan kesempatan untuk diverifikasi pada 29 Januari 2008. Terdapat empat kategori yang diperebutkan yaitu Kampus Peduli Pembinaan diberikan kepada perguruan tinggi yang memiliki komitmen tinggi terhadap upaya menggalakkan pembinaan dan pengembangan olahraga di kampus, Kampus Peduli Partisipasi diberikan kepada perguruan tinggi yang mempunyai komitmen tinggi dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan keolahragaan, Kampus Peduli Penyediaan Sarana dan Prasarana Olahraga diberikan kepada perguruan tinggi yang memiliki kepedulian terhadap ketersediaan prasaran dan sarana olahraga yang digunakan untuk menunjang pembinaan olahraga di perguruan tinggi, dan Kampus Peduli Prestasi diberikan kepada perguruan tinggi yang memiliki komitmen tinggi terhadap pencapaian prestasi olahraga.
Universitas Negeri Surabaya berhasil meraih kategori Peduli Pembinaan Olahraga, Universitas Pelita Harapan meraih kategori Peduli Partisipasi Olahraga, dan Institut Pertanian Bogor memperoleh kategori Kampus Peduli Penyediaan Sarana dan Prasarana Olahraga. [nik]

MoU UB-Yamaguchi University
30 April 2008
Salah satu hasil kunjungan tim Double Degree Universitas Brawijaya (DD-UB) ke Jepang awal April lalu, berupa kesepakatan untuk memperbaharui MoU. Dari kesepakatan antara UB dengan Graduate School of Science and Engineering of Yamaguchi University, menjadi MoU antara UB dan Yamaguchi University. MoU tersebut telah ditandatangani oleh Presiden Yamaguchi University, Prof Takuya Makumoto, 16 April 2008 di Yamaguchi University. Penandatanganan dihadiri oleh Prof Liliek Sulistyowati dari pihak UB dan juga dihadiri oleh Vice President of International and Social Affairs (Prof Koga Daisou) serta staf dari Internasional Affair (Prof Hiroshi Matsuda). Selanjutnya dokumen MoU tersebut ditandatangani oleh Rektor Prof Yogi Sugito di Universitas Brawijaya, 18 April 2008.
MoU tersebut meliputi tujuh hal, yaitu pertukaran staf peneliti; pertukaran mahasiswa S1, S2, dan S3; pertukaran informasi dan publikasi akademis; pelaksanaan kolokium, kuliah, dan seminar; kerja sama dalam penelitian dan presentasi hasil penelitian; adanya pengakuan transfer kredit untuk mahasiswa DD; dan kesediaan untuk menampung mahasiswa-mahasiwa S3 UB yang ingin melakukan sandwich program di Yamaguchi University atau sebaliknya, selama ada kesesuaian bidang penelitian yang diinginkan oleh mahasiswa tersebut.
Kerja sama akademik kalau sebelumnya hanya berlaku untuk Graduate School of Science and Engineering, maka dengan adanya pembaharuan MoU kerjasama akademik diperluas sehingga program DD dapat diikuti oleh semua fakultas di UB dan di Yamaguchi University. Pembaharuan MoU ini antara lain karena prestasi yang sangat memuaskan dari tiga mahasiswa DD-UB yang saat ini sedang melanjutkan penelitian di Yamaguchi University. Ketiga mahasiswa tersebut berasal dari Kabupaten Bengkalis (Propinsi Riau) dan Kabupaten Paser Grogot (Propinsi Kalimantan Timur). Dilaporkan bahwa Bupati Bengkalis beserta tiga stafnya akan berkunjung ke Yamaguchi University untuk menjalin kerjasama pada akhir bulan April ini. [llk/aid]

Penyegaran Penyusunan Lakip
29 April 2008
Universitas Brawijaya terus mensosialisasikan media pertanggungjawaban kegiatan dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip). Di Guest House UB, Rabu (29/4), diselenggarakan acara Penyegaran Penyusunan Lakip yang diikuti segenap pejabat penanggung jawab Lakip unit-unit kerja di lingkungan Universitas Brawijaya. Pembantu Rektor I selaku ketua panitia melaporkan, dalam kesempatan ini disosialisasikan produk hukum baru berupa Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 43 tahun 2007 tentang Koordinasi dan Pengendalian Program di Lingkungan Depdiknas Tahun 2008. Diharapkan, nantinya Lakip dapat terintegrasi dalam rencana pengembangan perguruan tinggi.
Sementara itu dalam pengarahannya, Rektor menjelaskan 3 pilar Program Kerja Rektor tahun 2007-2011 yang dilandasi Rencana Strategis (Renstra) Depdiknas 2006-2011, yakni: pemerataan dan perluasan akses; peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing; serta penguatan tatakelola, akuntabilitas, dan pencitraan publik. Dengan program pemerataan dan perluasan akses, dimaksudkan UB menerima mahasiswa baik kaya maupun miskin, dari seluruh pelosok tanah air, bahkan dari luar negeri. Sedangkan program peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing mencakup pelaksanaan tridharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dan program penguatan tatakelola, akuntabilitas, dan pencitraan publik dimaksudkan untuk mengadakan perbaikan organisasi dan manajemen. Diinformasikan, saat ini di lingkungan rektorat telah diangkat beberapa staf ahli pembantu rektor. Nanti, dalam struktur baru, mereka itu difungsikan sebagai direktur-direktur yang mengepalai direktorat dan membawahi banyak kepala bagian, kepala sub bagian, dan kepala urusan.
Dalam acara penyegaran ini, narasumber David Sirait dari Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas menjelaskan Permendiknas Nomor 43 Tahun 2007, Pedoman Pengukuran Realisasi Fisik Kegiatan untuk Penyusunan Laporan Pelaksanaan Program/Kegiatan di Lingkungan Depdiknas yang diterbitkan Sekretariat Jenderal Depdiknas tahun 2007, serta praktik penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah sesuai pedoman yang dikeluarkan oleh Lembaga Administrasi Negara (2003) yang disesuaikan dengan kondisi Depdiknas.
David Sirait mengakui, pedoman penyusunan Lakip banyak dikomplain, karena berubah-ubah terus. Perubahan-perubahan tersebut sebenarnya dimaksudkan untuk memudahkan penyusunan Lakip di akhir tahun. Tapi diakui, Permendiknas Nomor 16 tahun 2006 yang menetapkan penyusunan Lakip setiap bulan ternyata tidak efektif. Demikian pula Permendiknas Nomor 3 tahun 2007 (awal), juga dirasa "kurang sreg". Karena Menteri ingin melihat laporan keuangan yang benar-benar akuntabel. Oleh karenanya diterbitkan Permendiknas nomor 43 tahun 2007 (akhir), yang mewajibkan seluruh unit kerja di lingkungan Depdiknas memberikan laporan setiap bulan. Laporan disusun berdasarkan rencana kegiatan yang dibuat pada awal tahun anggaran. Diingatkan untuk tidak mengubah target, dan yang dilaporkan adalah perkembangannya. [Far]

Pemilwa Raya 2008
29 April 2008
Ajang demokrasi mahasiswa dalam pemilihan Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) kembali digelar. Kegiatan yang dikemas dalam Pemilwa Raya 2008 ini dimulai dengan sosialisasi selama sepuluh hari (16-26/4). Sesuai jadwal, acara selanjutnya berturut-turut adalah pengambilan formulir (27-29/4), pengembalian formulir (30/5-1/6), Revisi dan Daftar Calon Sementara (2/5), Pengunduran Diri dan Briefing Fit dan Proper Test (3/5), Fit dan Proper test (4-5/5), Daftar Calon Tetap (6/5), Kampanye (11-13/5), Hari Tenang (14/5) dan Pencoblosan (15/5). Sebanyak 12 poin menjadi persyaratan untuk maju menjadi peserta Pemilwa Raya 2008 diantaranya adalah memiliki IPK minimal 2.5 untuk program eksakta dan 2.7 untuk program non eksakta serta minimal telah menempuh pendidikan 1.5 sebagai mahasiswa Universitas Brawijaya. [nok]

Rakor Kampanye Keselamatan Lalulintas
29 April 2008
Bertajuk “Keselamatan Milik Kita Bersama”, digelar Rapat Koordinasi Kampanye Keselamatan Lalu Lintas, di Gedung PPI, hari Selasa (29/4). Acara ini digawangi oleh Badan Pembina Transportasi Daerah (BPTD) sewilayah Malang Raya, FORMULA SATU sewilayah Malang Raya, serta Laboratorium Transportasi dan Jalan Raya Universitas Brawijaya. Dihadiri oleh jajaran petinggi kepolisian, seperti Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Kombes Pol Drs Condro Kirono MM dan Wakapolwil AKBP Nurdin, juga hadir Pembantu Rektor I, Prof Bambang Suharto MS, serta Ketua Panitia, Prof Ir Harnen Sulistio MSc PhD dan perwakilan mahasiswa.
Dalam sambutannya Prof Bambang Suharto mengungkapkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas berkorelasi paralel terhadap meningkatnya jumlah kematian secara drastis. Bahkan negara Indonesia ditengarai sebagai salah satu negara yang memiliki keamanan dalam tingkat berlalu lintas paling buruk. “Harapannya, melalui rapat koordinasi ini akan dicapai hasil yang signifikan dalam menggalakkan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya sadar lalu lintas. Kerjasama yang harmonis dan berkelanjutan dari seluruh pihak juga akan menjadi salah satu cara dalam mengurangi korban kecelakaan lalu lintas,” paparnya yang kemudian dilanjutkan dengan membuka acara.
Sedangkan, Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Kombes Pol Drs Condro Kirono MM menyoroti rendahnya kesadaran berlalu lintas sebagian besar ternyata dipicu dari tidak disiplinnya pengguna jalan raya, di samping faktor kendaraan, jalan, serta kondisi alam. Ia berharap kerjasama yang dijalin dengan pelbagai pihak nantinya akan menjadi solusi yang efektif dalam menurunkan tingkat kematian korban kecelakaan lalu lintas. Beberapa agenda tersebut antara lain kerjasama dengan Diknas dengan memasukkan Etika Berlalu Lintas sebagai ekstrakurikuler serta kerjasama dengan media cetak dalam berkampanye mengenai keselamatan lalu lintas.
Perlu Strategi dan Usulan Kegiatan
Untuk menekan korban kecelakaan lalu lintas diperlukan strategi penanganan yang komprehensif. Strategi ini hendaknya diformulasikan berdasarkan penyelesaian menyeluruh terhadap akar permasalahan keselamatan lalu lintas. Dari hasil penelitian, beberapa faktor penyebab kecelakaan lalu lintas yang mendasar dan saling terkait di antaranya terkait perilaku pengemudi, lemahnya beberapa sistem seperti regulasi, jaringan jalan, informasi serta pendidikan keselamatan. Selain itu, pelatihan dan pengujian kemampuan pengemudi, sistem jalan yang “ramah” dengan keselamatan pemakai jalan, kualitas pelayanan dalam pertolongan terhadap korban kecelakaan, evaluasi dan pengawasan keselamatan jalan serta kapasitas lembaga yang menangani keselamatan lalu lintas. Oleh sebab itu, strategi keselamatan lalu lintas haruslah dibuat secara komprehensif dan terintegrasi didukung oleh sistem kelembagaan yang kuat dan pendanaan yang cukup.
Keterangan di atas dijabarkan secara panjang lebar oleh Ketua Panitia, Prof Ir Harnen Sulistio MSc PhD. Dikatakan lebih jauh, sebagai salah satu perwujudan Tridharma Perguruan Tinggi, Universitas Brawijaya turut berpasrtisipasi dengan memfasilitasi kegiatan kampanye keselamatan lalu lintas dengan pelbagai aktivitas yang akan melibatkan berbagai kalangan masyarakat di wilayah Malang Raya. Diharapkan tujuan terselenggaranya kegiatan ini antara lain meningkatnya pemahaman dan bangkitnya kepedulian masyarakat terhadap keselamatan lalu lintas. Selain itu, terjalinnya hubungan yang harmonis antara Pemerintah Daerah, Kepolisian RI, perguruan tinggi dan masyarakat, khususnya di wilayah Malang Raya.
Beberapa bentuk usulan kegiatan yang dilakukan, antara lain kerja bakti perbaikan kegiatan lalu lintas (rambu dan marka), lomba seni dan kreativitas (mewarnai, menggambar, desain baliho, flash movie), lomba slogan peduli keselamatan lalu lintas, lomba ketangkasan mengenakan alat kelengkapan keselamatan pengendara sepeda motor, lomba kepatuhan peraturan lalu lintas, hidden camera “Siapa Tertib Berlalu Lintas?”, parade sepeda hias, cerdas cermat pengetahuan tertib lalu lintas, Police Goes to School, senam pagi, serta lomba gerak jalan.
Menurut rencana, usai pemaparan Prof Ir Harnen Sulistio MSc PhD, digelar diskusi rancangan kegiatan kampanye keselamatan lalu lintas serta pembentukan panitia pengarah dan pelaksana kegiatan (koordinator wilayah). Hasil dari diskusi serta pembentukan panitia ini nantinya akan dijadikan semacam “blue print” program yang aplikatif dan bersifat nyata agar langsung bisa diimplementasikan oleh masyarakat pengguna lalu lintas. [bhm]

Lulusan Pertama FIS-UB
28 April 2008
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Brawijaya (FIS-UB), Senin (28/4), menghasilkan lulusan pertama sarjana S1. Peristiwa ini ditandai yudisium atas nama Sukiswanto, mahasiswa angkatan pertama tahun 2004 dari Jurusan Ilmu Komunikasi. Sukiswanto, pria kelahiran Madiun, 9 Juli 1985, asal dari SMU I Geger, Madiun.
Sukiswanto yang mengambil Peminatan Manajemen Komunikasi Bisnis, menulis skripsi berjudul "Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Kepuasan Pelanggan dan Dampaknya terhadap Loyalitas Pelanggan (Studi Eksplanatif tentang Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Kepuasan Pelanggan dan Dampaknya terhadap Loyalitas Pelanggan Re Hot Burger Gerai Malang).
Dalam yudisium yang dihadiri sejumlah dosen serta mahasiswa yang bersangkutan, Dekan Prof Dr Ir Darsono Wisadirana MS membacakan SK tentang Yudisium Ujian Komprehensif (Skripsi) No. 07/J10.1.16/SK/2008. SK tersebut menyatakan, Sukiswanto lulus dengan predikat cumlaude (dengan pujian), memperoleh IPK 3, 52 dengan masa studi 3 tahun 8 bulan, dan berhak menyandang gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (SIKom). Sukiswanto adalah putra keempat pasangan Sariyanto dan Jariyah yang beralamat di Desa Glonggong RT 25 RW II Dolopo Madiun.
Jurusan Ilmu Komunikasi FIS Unibraw menggunakan gelar kesarjanaan Sarjana Ilmu Komunikasi dengan singkatan SIKom, sesuai dengan rekomendasi Asosiasi Pendidikan Komunikasi (Aspikom). Saat ini sejumlah mahasiswa angkatan pertama FIS-UB tengah memasuki masa pengerjaan skripsi. Sehingga dalam waktu dekat akan segera disusul kelulusan mahasiswa angkatan 2004 lainnya baik dari Jurusan Ilmu Komunikasi maupun Jurusan Sosiologi. [Ant]

Presentasi Program Pascasarjana UNSW
28 April 2008
Bertempat di gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Senin (28/4), digelar presentasi tentang program pascasarjana University of New South Wales (UNSW), Australia. Narasumber dalam kesempatan itu Assoc Prof Roger Read, memaparkan program pascasarjana baik program master maupun doktoral yang ada di UNSW. Hadir dalam acara ini, seluruh dosen yang berminat melanjutkan studi ke Australia khususnya UNSW, serta beberapa dekan. Prof Roger Read khusus menguraikan tentang Faculty of Science UNSW secara rinci, meliputi kegiatan akademik, nonakademik serta berbagai penelitian yang ada di sana. Informasi lengkap tentang hal ini dapat diperoleh pada situs www.science.unsw.edu.au.
Kuliah Tamu tentang Bioteknologi
Didampingi Dekan FMIPA Ir Adam Wiryawan MS, Prof. Roger Read menyampaikan kuliah tamu tentang bioteknologi di Jurusan Kimia FMIPA. Kuliah tamu yang dihadiri mahasiswa dan dosen di Jurusan FMIPA ini mengambil tema “The Evolving Face of Biotechnology: From One Extreme to The Other”. Kepada audiens, pakar kimia an-organik untuk farmasi ini mengawali dengan definisi bioteknologi sebagai teknologi yang diasosiasikan dengan sistem biologi dengan berbagai penerapannya diantaranya untuk fermentasi, katalisis enzim, serta kultur jaringan. Dalam dunia farmasi khususnya, pendekatan bioteknologi telah dilakukan untuk memberikan solusi pada berbagai mikroorganisme yang telah resisten terhadap berbagai obat-obatan sintetis. Generasi kedua sebagai solusi hal tersebut menurutnya adalah pemanfaatan bahan dari alam dengan berbagai nilai ekologisnya. Bahan-bahan tersebut menurutnya dapat diperoleh dari berbagai kawasan ekstrim yang ada di bumi mulai dari pegunungan berapi, daratan, lautan bahkan dari astrobiology. Diantara astrobiology yang saat ini dikembangkan adalah cyanobacteria serta cyanotoxin. [nok]
---
Foto: Assoc Prof Roger Read (kiri) bersama Rektor Prof Yogi Sugito, Prof Loekito Adisoehono (perwakilan IDP), dan Dekan Adam Wiryawan

Ujian Disertasi Sukamto: Eksplorasi Isolat Globulin
28 April 2008
Pola konsumsi makan pada sebagian besar masyarakat cenderung untuk over nutrition (konsumsi gizi yang berlebihan). Gejala tersebut mendorong timbulnya over weight (kegemukan) dan obesitas sehingga memicu berbagai penyakit degeneratif hipertensi, stroke, kanker, asam urat maupun jantung koroner. Hal ini menyebabkan penggunaan obat-obatan dan produk pangan fungsional yang berhubungan dengan berbagai penyakit tersebut semakin besar.
Produk pangan fungsional yang berbasis bioaktif peptide baik yang sudah maupun belum dikomersialkan masih terbatas seperti Caseinophosphopeptides, angiotentensin converting enzyme (ACE) dan dipeptidyl peptidase IV inhibitor, difungsikan sebagai antikanker, antihipertensi, dan antioksidan.
Keberadaan produk-produk tersebut hingga saat ini masih jarang ditemui di Indonesia, harganya relatif mahal dan masih impor.
Komak hitam merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber bioaktif peptide karena diduga kuat di dalamnya terdapat fraksi protein globulin 7S yang diduga mempunyai kemiripan dengan congglicinin kedelai. Selama ini penelitian interaksi antara globulin (7S dan 11S) komak hitam dengan gum xanthan belum pernah dilakukan. Oleh karena itu dalam penelitian ini dipelajari teknik interaksi kedua jenis bahan tersebut sampai diperoleh perbaikan sifat fungsional produk.
Demikian pernyataan Ir Sukamto MS, di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya, hari Senin (28/4), dalam ujian akhir disertasi yang berjudul “Eksplorasi Isolat Globulin 7S dan 11S Komak Hitam (Dolichos lablab) dan Interaksinya dengan Gum Xanthan”. Ir Sukamto MS menghadapi ujian terbuka ini untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar doktor Ilmu Pertanian dengan minat Teknologi Hasil Pertanian. Lebih lanjut diungkapkan, eksplorasi terhadap sumber-sumber potensial perlu terus dilakukan salah satunya adalah protein globulin 7S dan 11S dalam biji komak hitam (Dolichos lablab) varietas koro uceng. Salah satu upaya untuk mengembangkan fungsi pangan dan sifat fungsional dari protein globulin 7S dan 11S komak hitam maka dilakukan interaksi kimia dengan menggunakan gum xanthan.
Tahapan penelitian dibagi dalam 4 tahap. Tahap pertama, ekstraksi protein biji komak hitam dan evaluasinya. Langkah-langkah ekstraksi protein biji komak hitam yakni pembebasan sisa lemak, pemisahan isolat protein, dan evaluasi isolat protein. Tahap kedua, isolasi dan karakterisasi isolat globulin. Tahap ketiga, fraksinasi globulin 7S dan 11S, dimana langkah-langkah yang diambil yakni fraksinasi 7S dan 11S globulin dari isolat globulin dengan tujuan untuk memperoleh fraksi globulin 7S dan 11S globulin menggunakan teknik pengendapan pada titik isoelektriknya. Selanjutnya, deteksi gugus fungsional dan susunan asam amino dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis gugus fungsional dan susunan asam amino dari fraksi globulin 7S dan 11S melalui cara deteksi gugus fungsional, susunan asam amino, serta mengevaluasi sifat fisik-kimia-fungsional dari fraksi globulin 7S dan 11S. Tahap keempat, interaksi 7S dan 11S globulin dengan gum xanthan dengan tujuan untuk melakukan dan menemukan interaksi antara isolat globulin 7S dan 11S dengan gum xanthan serta mengetahui perubahan-perubahan karakter, sifat fisik-kimia dan fungsional yang dipersiapkan sebagai calon ingredients pangan.
Langkah-langkah yang dilakukan, yakni penetapan kurva equilibrium dari isolat globulin, pengaturan pH untuk membentuk muatan positif globulin, serta penginteraksian isolat globulin dengan gum xanthan.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Enzim pepsin dapat digunakan untuk mendegradasi protein nonglobulin yang terdapat dalam isolat protein komak hitam dengan rasio enzim : substrat (1:100), tingkat liquifikasi 5% dilakukan pada suhu waterbath 370C selama 30 menit. Fraksi 7S dan 11S dapat dipisahkan dengan teknik pengendapan pada titik isoelektriknya masing-masing. Isolat globulin yang dapat dipisahkan dari isolat protein dengan teknik invitro digestion sebesar 67,93 g/100 g isolat protein. Total fraksi 7S dan 11S globulin telah berhasil diekstrak 73,21% dari total globulin hasil digestion. Fraksi 7S globulin mendominasi dibandingkan 11S globulin dengan rasio 18,84:1 (7S globulin:11S globulin). Fraksi globulin 7S komak hitam terdiri dari 3 sub unit yang ditandai dengan 3 pita dominant dengan berat molekul 24,88 kDa, 34,59 kDa dan 43,85 kDa, sedangkan fraksi 11S globulin terdiri dari 2 sub unit yang ditandai dengan 2 pita dominan dengan berat molekul 31,65 kDa dan 34,54 kDa. Kedua fraksi tersebut berupa glikoprotein.
Isolat globulin 7S dan 11S telah dapat diinteraksikan dengan gum xanthan yang dikendalikan pada pH 7. Produk interaksi globulin 7S dan 11S konsentrasi liquifikasi 10% yang diinteraksikan dengan gum xanthan konsentrasi 0,75% rasio (1:1) memberikan sifat fisiko-kimia dan fungsional terbaik di antaranya kelarutan, water holding capacity (WHC), oil holding capacity (OHC), foam capacity (FC), foam stability (FS), dan emulsion stability index (ESI). Perubahan oil holding capacity (OHC) yang luar biasa terjadi pada produk interaksi 7S dan 11S globulin dengan 0,75% gum xanthan.
OHC pada produk 7S dengan gum xanthan 0,75% = 1161,76% dan pada produk 11S dengan gum xanthan 0,75% = 1579,33%, sementara OHC pada isolat protein isoelektrik hanya 285% dan OHC gum xanthan hanya 230%.
Sukamto berhasil mempertahankan ujian disertasinya di hadapan dewan penguji maupun promotor dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,93 dan masa studi 4 tahun 8 bulan). Bertindak sebagai promotor Prof Ir Simon Bambang Widjanarko MAppSc PhD dengan kopromotor Prof Ir Hari Purnomo MAppSc PhD dan Dr Ir Yunianta DEA. Adapun, tim dosen penguji terdiri atas Dr Drh Aulani’am DES, Dr Ir Achmad Subagiyo MAgr, serta Dr Subandi MSi.
Dr Ir Sukamto MS, pria kelahiran Kediri, 10 Januari 1962, lulusan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang (1986) serta Program Pascasarjana Teknologi Pascapanen KPK UGM-Unibraw (1992), dosen tetap Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Widyagama Malang (1986-sekarang), pernah Ketua Jurusan THP Universitas Widyagama (1993-1996), Pembantu Dekan bidang akademis (1996-1999), dan Dekan Fakultas Pertanian (1999-2003). [bhm]

Lima Mahasiswa Wakili UB dalam Olimpiade Matematika Tingkat Wilayah
26 April 2008
Setelah berhasil menyelesaikan berbagai jenis materi Matematika, sebanyak lima orang mahasiswa akan mewakili Universitas Brawijaya pada Seleksi Olimpiade Matematika tingkat Wilayah yang akan berlangsung pada 12-13 Mei 2008 di Universitas Brawijaya. Kelima orang mahasiswa tersebut merupakan peserta dengan kategori lima besar. Mereka adalah Zuraidah Fitriah, Yopie Hamengku, M Rizkyadi serta Muhammad Faqih dari Fakultas MIPA dan Sugeng Riadi dari Fakultas Teknik. Seleksi yang berlangsung pada 26 April 2008 di Gedung PPI Universitas Brawijaya itu membahas materi seperti aljabar linier, struktur aljabar, analisis real, kombinatorika, analisis kompleks, analisis numerik dan riset operasi. Apabila kelima mahasiswa ini lolos di tingkat nasional (wilayah), mereka berkesempatan untuk mewakili Indonesia pada ajang the 15th International Mathematics Competition for University Students (IMC) di Bulgaria, dan International Scientific Olympiad on Mathematics (ISOM) di Iran. [nik]

Raker Fakultas Kedokteran
26 April 2008
Guna membahas rencana strategis (renstra) yang akan dilaksanakan pada tahun 2009, Fakultas Kedoteran Universitas Brawijaya (FK-UB) menggelar rapat kerja (raker). Raker dilaksanakan Sabtu (26/4) di lantai VI, gedung Pusat Pendidikan FK-UB. Hadir dalam Raker tersebut segenap pejabat struktural yang bertanggung jawab dalam setiap strata pendidikan mulai dari S1, S2, S3, hingga para kepala laboratorium.
Dekan FK Dr dr Samsul Islam SpMK MKes kepada PRASETYA Online menjelaskan, Renstra yang dihasilkan adalah wujud kebutuhan-kebutuhan dari program-program studi di FK, disesuaikan dengan visi-misi, sekaligus diselaraskan dengan visi universitas. Renstra terbagi dalam tiga bidang, yaitu bidang akademik, penelitian, dan kemahasiswaan.
Di bidang akademik, rencananya FK akan lebih mengkonsentrasikan diri dalam mengaplikasikan kurikulum pendidikan internasional dan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Menurut Dekan FK,  kurikulum internasional sudah seharusnya diterapkan di fakultasnya karena universitas-universitas lain di Indonesia sudah banyak yang menerapkan. “Kalau tidak segera diaplikasikan di UB, tentu kita semakin ketinggalan”, kata Dekan. Menurutnya, salah satu langkah yang diambil FK adalah mengubah kelas-kelas bahasa Inggris yang selama ini sudah ada menjadi kelas Internasional. Ia juga menambahkan, tahun depan akan diadakan upaya pertukaran pelajar dari FK UB dengan universitas luar negeri. “Setiap tahun kita selalu mendapatkan input mahasiswa dari luar negeri. Oleh sebab itu, pada tahun yang akan datang kita tidak hanya menerima mahasiswa dari luar negeri tetapi juga akan mengirim mahasiswa FK-UB ke luar negeri untu belajar di sana”, tambahnya.
Sementara itu di bidang penelitian, tahun depan akan dibangun laboratorium biomedik yang berstandar internasional. Harapannya, dengan adanya laboratorium tersebut akan mempermudah upaya meningkatkan kerjasama-kerjasama penelitian dengan institusi-institusi pendidikan internasional. Upaya-upaya penelitian yang dilakukan oleh FK-UB akan dikonsentrasikan pada pohon penelitian yang meliputi  masalah-masalah infeksi, tumbuh kembang, teknologi kedokteran, imunologi, herbal, dan degeneratif.
Kegiatan-kegiatan bidang kemahasiswaan juga akan semakin dipertajam pada tahun depan. Beberapa program bidang kemahasiswaan yang akan dilakukan meliputi kegiatan-kegiatan soft skill untuk menopang sisi entrepreneurial mahasiswa. Kegiatan-kegiatan mahasiswa yang bersifat revenue generating juga akan diperkaya pada masa-masa yang akan datang. “Program-program pelatihan di daerah akan semakin digalakkan. Seperti kemarin kita melakukan seminar tentang emergency, namun selain bersifat pengabdian masyarakat, kita juga akan mengusahakan sisi entrepreneurnya”, paparnya. [fjr]

Raker FMIPA
25 April 2008
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mengadakan rapat kerja (raker) selama dua hari 24-25 April 2008. Raker di di Guest House UB dalam rangka penyusunan rencana kerja dan anggaran tahun 2009 ini diikuti 55 orang peserta yang terdiri dari dekan, para pembantu dekan, para ketua jurusan dan seketaris jurusan, para ketua program studi S-2, S-1, dan D-3, para kepala laboratorium, para guru besar, ketua dan wakil ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) FMIPA, ketua dan anggota Gugus Jaminan Mutu (GJM) FMIPA, pengelola workshop, serta kepala bagian tatausaha, dan para kepala sub bagian.
Acara hari pertama diisi dengan pembukaan dan pengarahan Dekan FMIPA, penjelasan tentang pelaksanaan raker dan kebijakan keuangan FMIPA, presentasi rencana kerja dan keuangan masing-masing jurusan dan dekanat. Sedangkan acara hari kedua berupa sidang-sidang komisi. Komisi I membahas pilar I: Pemerataan dan Perluasan Akses, Komisi II membahas Pilar II: Peningkatan Mutu, Relevansi dan Daya Saing, Komisi III membahas pilar III: Penguatan Tatakelola, Akuntabilitas dan Pencitraan Publik. Pada hari kedua diadakan pula sidang pleno, yaitu presentasi dan diskusi pembahasan hasil kerja masing-masing komisi. [aw]

Olimpiade Matematika Tingkat Universitas
25 April 2008
Untuk menjaring peserta yang memenuhi kualifikasi mengikuti dua kompetisi matematika internasional, Universitas Brawijaya mengadakan seleksi Olimpiade Matematika tingkat universitas, Sabtu (26/4) besok, di Gedung PPI. Kedua kompetisi internasional itu masing-masing adalah the 15th International Mathematics Competition for University Students (IMC) di Bulgaria, dan International Scientific Olympiad on Mathematics (ISOM) di Iran,
Seleksi diikuti 25 peserta, terdiri dari 15 orang mahasiswa Fakultas MIPA, 9 orang dari Fakultas Teknik, dan satu orang dari Fakultas Kedokteran. Para peserta kemudian diambil lima yang terbaik untuk mewakili Universitas Brawijaya pada ajang yang sama di tingkat wilayah (nasional).
Seleksi nasional berlangsung secara serentak, 12-13 Mei 2008, di 10 wilayah yang ditetapkan berdasarkan perguruan tinggi yang memiliki program studi matematika. Kesepuluh wilayah itu meliputi wilayah I di Universitas Sumatera Utara untuk propinsi NAD dan Sumut; wilayah II di Universitas Andalas Padang untuk Sumbar dan Riau; wilayah III di Universitas Sriwijaya Palembang untuk Sumsel, Babel, Jambi dan Bengkulu; wilayah IV di Universitas Negeri Jakarta untuk Jabodetabek, Banten, Lampung dan Kalbar; wilayah V di STT Telkom untuk Jabar; wilayah VI di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta untuk DIY dan Jateng; wilayah VII di Universitas Brawijaya untuk Jawa Timur; wilayah VIII di Universitas Udayana Bali untuk Bali, NTB dan NTT; wilayah IX Universitas Lambung Mangkurat untuk Kalsel, Kaltim dan Kalteng; serta wilayah X di Universitas Hasanuddin Makassar untuk Sulawesi, Maluku dan Papua.
Ini merupakan upaya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi. Sejak 2003, Ditjen DIkti telah menyeleksi dan mengirim mahasiswa untuk ikut dalam kompetisi internasional bidang ilmu-ilmu dasar, khususnya matematika. Pada tahun anggaran 2008 ini, Ditjen Dikti juga akan mengirimkan delegasi.
Materi seleksi meliputi: aljabar linier, struktur aljabar, analisis real, kombinatorika, analisis kompleks, analisis numerik dan riset operasi. Tim juri tingkat universitas terdiri dari Dr Abdul Rouf Alghofari MSc, Dra Ari Andari MS, Drs Moh Muslikh MSi, Drs Marsudi MS, Dra Trisilowati MSc dengan ketua tim Dr Marjono MPhil. Dr Marjono MPhil yang bertindak sebagai koordinator di wilayah tujuh menyatakan, setelah proses seleksi di tingkat wilayah akan diambil 20 terbaik dari keseluruhan wilayah untuk kemudian digembleng di Bandung selama satu bulan. Setelah proses penggemblengan itu, akan diambil sembilan terbaik yang untuk selanjutnya akan dikirim sebanyak 5 orang untuk mengikuti ISOM pada 10-16 Juli 2008 di Iran dan 4 orang untuk mengikuti IMC pada 25-31 Juli 2008 di Blagoevgrad Bulgaria. [nik]

Penerimaan Mahasiswa Baru 2008/2009
25 April 2008
Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, Kamis (24/4), mengumumkan jadwal penerimaan mahasiswa baru Universitas Brawijaya tahun akademik 2008/2009. Diinformasikan bahwa saat ini telah dan sedang berlangsung proses seleksi melalui 4 jalur, yakni Penjaringan Siswa Berprestasi (PSB), Seleksi Program Kemitraan Sekolah (SPKS) Non Ujian Tulis, SPKS Ujian Tulis dan Seleksi Program Kemitraan Instansi (SPKIns) Ujian Tulis.
Peminat PSB bergeser
Dengan bertambahnya program studi baru yang ditawarkan, nampak terjadi pergeseran konsentrasi peminat masing-masing program studi melalui PSB tahun ini. Namun demikian, PS Pendidikan Dokter tetap menempati peringkat pertama dan menjadi favorit dengan 1575 peminat. Disusul berturut-turut oleh PS Ilmu Gizi dengan 461 peminat, PS Teknik Perangkat Lunak 439 peminat, PS Ilmu Keperawatan 421 peminat, PS Ilmu Hukum 348 peminat, PS Teknik Industri 311 peminat, PS Ilmu Administrasi Bisnis 289 peminat, PS Akuntansi 240 peminat, PS Ilmu Komunikasi 223 peminat, dan PS Ilmu Komputer 200 peminat. Program studi selebihnya, diminati kurang dari 200 pendaftar. Total peminat PSB sebanyak 7318 pendaftar.
Sementara itu jalur SPKS non ujian tulis diminati oleh 1202 pendaftar. Dari jumlah itu, peminat terbanyak pada PS Pendidikan Dokter (310), disusul kemudian oleh PS Ilmu Hukum (80), PS Ilmu Gizi (73), PS Ilmu Keperawatan (70), PS Ilmu Komputer (65), PS Teknik ELektro (53), PS Ilmu Komunikasi (45), dan PS Akuntansi (42). Program studi selebihnya hanya diminati oleh kurang dari 40 pendaftar.
Pengumuman
Untuk PSB, hasilnya akan diumumkan awal Mei 2008, SPKS Non Tulis diumumkan minggu kedua Mei 2008, SPKS dan SPKIns Ujian Tulis diumumkan pertengahan bulan depan (13/14 Mei 2008).
Sementara itu pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM-PTN, dulu SPMB) akan dibuka tanggal 16-28 Juni 2008. Setelah seleksi nasional SNM-PTN, Universitas Brawijaya juga membuka pendaftaran untuk seleksi program minat dan kemampuan (SPMK) secara on-line melalui website http://www.brawijaya.ac.id, selama sebulan, mulai 7 Juli sampai 4 Agustus 2008. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi Panitia Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya, d/a Lantai II gedung Rektorat UB, Jalan Veteran Malang 65145, Telepon (0341) 551611 dan 575777 Pesawat 117 dan 118 atau (0341) 575754; Faks (0341) 565420 dan 575813, e-mail: baak@brawijaya.ac.id. [Far]

Pelantikan Dekan FIS dan Ketua Program Bastra
24 April 2008
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, mengambil sumpah jabatan Dekan Fakultas Ilmu Sosial Prof Dr Ir Darsono Wisadirana MS, dan Ketua Program Bahasa dan Sastra Dra Francien Herlen Tomasowa PhD. Keduanya dilantik di gedung Student Center, Kamis (24/4), di depan para anggota senat, pejabat, pengurus Dharma Wanita, dan perwakilan mahasiswa di lingkungan Universitas Brawijaya.
Dalam pesannya seusai pelantikan, Rektor menyatakan, peningkatan status Program Ilmu Sosial (PIS) menjadi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) merupakan prestasi monumental, karena terjadi hanya 4 tahun sejak program itu dibuka. Rektor berharap, peristiwa ini menjadi cambuk bagi Program Bahasa dan Sastra untuk mengikuti jejak PIS, agar segera menjadi Fakultas Bahasa dan Sastra. Dewasa ini, menurut Rektor, Universitas Brawijaya harus menjadi besar, dalam arti jumlah fakultas dan program studi yang dikelola, dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan ilmu yang semakin luas dan kebutuhan masyarakat, di samping tetap meningkatkan kualitas kurikulum, tenaga pengajar, serta sarana dan prasarana pendidikan.
Prof Dr Ir Darsono Wisadirana MS (51 tahun), gurubesar Fakultas Peternakan, diangkat sebagai Dekan FIS dengan SK Rektor nomor 094/SK/2008 tanggal 15 April 2008. Sedangkan Dra Francien Herlen Tomasowa PhD (59 tahun), lektor pada Fakultas Pertanian, diangkat sebagai Ketua Program Bahasa dan Sastra menggantikan Dra Sri Endah Tabiati MEd berdasarkan SK Rektor nomor 082/SK/2008 tanggal 31 Maret 2008. Mereka berdua menjabat selama 4 tahun untuk periode tahun 2008-2012. [Far]

Widya Telewicara: Multikulturalisme dan Masyarakat Madani
24 April 2008
"Kita hidup dalam masyarakat multibudaya dan sedang belajar berdemokrasi. Untuk mendiskusikan berbagai isu tentang multikulturalisme dan masyarakat madani, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Kedubes Amerika Serikat akan mengadakan diskusi interaktif melalui widya telewicara". Demikian informasi yang disampaikan Kepala Pusat Pengembangan E-Learning (PPE) Universitas Brawijaya, Dr Ir Harry S Dachlan MSc kepada PRASETYA Online.
Diskusi itu dijadwalkan berlangsung bulan depan, Kamis 22 Mei 2008, pukul 09:00-11:00 WIB, bertempat di Ruang Distance Learning PPE-UB, Gedung Rektorat Lama Lantai III, dengan topik "Multiculturalism in a Democratic Society". Narasumber dalam acara itu adalah Dr Gregory S Jay, Professor of English and Director of the Cultures and Communities Program, University of Wisconsin, Milwaukee. [Far]

Tim Double Degree UB Kunjungi 4 Universitas di Jepang
23 April 2008
Setelah mengunjungi Nagasaki University dalam rangkaian kunjungan ke Jepang awal April lalu, tim Double Degree Universitas Brawijaya melanjutkan kunjungan ke empat universitas di Jepang, yakni Kumamoto University, Saga University, Kyushu University, dan Ryukyus University.
Kunjungan tim yang terdiri dari Prof Liliek Sulistyowati PhD (Direktur Program DD), Dr Ir Retno Dyah Puspitarini MS (Sekretaris Program DD) dan Aida Sartimbul PhD (Divisi Rekrutmen dan Monitoring Akademik DD) ini adalah dalam rangka mewujudkan internasionalisasi UB, dengan tujuan menjalin kerjasama akademik terutama dalam pelaksanaan Program Double Degree antara UB dengan universitas-universitas mitra di luar negeri. Kerjasama akademik yang dibicarakan meliputi sandwich program untuk mahasiswa doktor di UB, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta penelitian dan publikasi bersama.
Pada kesempatan tersebut juga dibahas rencana penempatan dosen-dosen yunior UB untuk melanjutkan studi S2 dan S3 di universitas-universitas mitra di Jepang. Hasilnya, mereka sangat tertarik untuk bermitra dengan UB dalam menyelenggarakan program DD. Bahkan mereka juga bersedia menampung mahasiswa-mahasiwa S3 UB yang ingin melakukan sandwich program selama ada kesesuaian bidang penelitian yang diinginkan oleh mahasiswa tersebut.
Dosen UB yang ingin melanjutkan studi S2 dan S3 di universitas tersebut mendapatkan perhatian khusus, mengingat dosen-dosen UB menginginkan letter of acceptance (LoA) dalam waktu singkat (minggu ini) untuk mendapatkan beasiswa dari Dikti.
Satu yang menarik dari Saga University, menurut Prof Liliek Sulistyowati, yaitu adanya program United Graduate School of Science and Technology antara Saga University (Propinsi Saga), Kagoshima University (Propinsi Kagoshima), dan University of the Ryukyus (Propinsi Okinawa). Mahasiswa United Graduate School dapat memilih tempat kuliah maupun tempat melakukan penelitian di universitas-universitas yang tergabung dalam United Graduate School ini.
Selanjutnya pada kunjungan ke Kumamoto University, di samping mengadakan pertemuan dengan pihak Graduate School of Science and Technology (Prof Mitsuyo Kishida, Director) dan pihak International Affair (Prof Naoto Hamada, Research Promotion and International Affair Division), tim DD berkesempatan pula mengunjungi salah satu pusat studi di universitas tersebut yaitu di Institute of Molecular Embryology and Genetic. Pusat studi ini memiliki fasilitas terlengkap dan merupakan bank embrio tikus (tikus percobaan) yang terbesar di Jepang.
Saat ini nota kesepakatan (MoU) sedang dalam proses persiapan untuk ditandatangani oleh Rektor UB dan universitas-universitas mitra. [llk]

Foto (Kiri): Penyerahan plakat UB oleh Prof Liliek Sulistyowati kepada Vice President of Saga University, Prof Yosuke Tashiro. (Kanan): Kunjungan tim DD ke bank embrio tikus terbesar di Jepang milik Institute of Molecular Embryology and Genetic, Kumamoto University (kanan).

Seminar Nasional Etik Penelitian Ilmu Hayati
23 April 2008
Diikuti para akademisi, peneliti dan mahasiswa baik program sarjana maupun pascasarjana, Universitas Brawijaya menyelenggarakan Seminar Nasional ”Etik Penelitian Bidang Ilmu Hayati”, Rabu (23/4) di Gedung Widyaloka. Selain seminar, dalam kesempatan tersebut dilantik pula kepengurusan Komisi Etik Penelitian Universitas Brawijaya oleh Prof Dr dr Amin Subandrio (Deputi Bidang Pengembangan Sisteknas Menristek) dan Prof Dr Ir Tien R Muchtadi (wakil ketua Komisi Bioetik Nasional).
Membuka acara tersebut, Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito menyatakan, pemerintah Indonesia belum serius dalam mengembangkan riset, padahal tidak ada pembangunan tanpa riset. ”Kalaupun bisa, pasti coba-coba. Padahal di negara maju, pembangunan didasarkan pada pengembangan iptek”, ujar Rektor. Lebih lanjut Rektor menyatakan, selama ini negara miskin banyak mengimpor iptek dari negara maju dengan kompensasi yang sangat tinggi. Padahal, tambah Rektor, hasil penelitian ini belum tentu cocok dengan kondisi suatu negara. ”Mayoritas negara berkembang maunya penelitian langsung aplikatif dan kurang meminati penelitian dasar”, kata Rektor. Terkait penelitian, Rektor menambahkan pula bahwa komisi etik sangat diperlukan karena sebuah penelitian terlebih ilmu hayati, harus dikaji dari seluruh aspek.
Susunan Komisi Etik Penelitian UB
Mengawali seminar tersebut, dilantik beberapa anggota kepengurusan Komisi Etik Penelitian Universitas Brawijaya. Dalam sambutannya, Prof Dr dr Amin Subandrio menyatakan bahwa produk bioteknologi yang dilempar di pasaran harus diberi label dengan benar. Indonesia, menurutnya merupakan salah satu negara konsumen bioteknologi, yang lebih familiar dikenal sebagai negara sampah virus dari luar. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa etik penelitian tidak hanya dibutuhkan pada keilmuan hayati tetapi juga pada permasalahan sosial, teknik dan bahkan filsafat. Susunan Organisasi Komisi Etik Penelitian Universitas Brawijaya diangkat menggunakan SK Rektor Nomor 057/SK/2008. Berikut pengurus beserta anggota Komisi Etik Penelitian UB: Rektor Universitas Brawijaya (Penanggung Jawab), Pembantu Rektor I, Pembantu Rektor II dan Pembantu Rektor III (Penasehat), Dr Aulanni’am drh DES (Ketua), Dra Fatchiyah MKes PhD (Wakil Ketua), Dr Ir Gatot Ciptadi DESS (Sekretaris), Dr Uun Yanuhar SPi MSi (Bendahara), Prof Dr dr Istiadjid Eddy Santosa SpS SpBS, drh Sri Murwani MS (Divisi Hewan), Dr Ir Estri Laras Arumingtyas MScSt (Divisi Tanaman), Prof Dr Ir Rustidja MS (Divisi Perikanan), dengan anggota Prof dr Djoko Wahono Soeatmadji SpPD KEMD, Prof Sutiman Bambang Sumitro SU DSc, Prof Dr drh Pratiwi Trisunuwati MS, Prof Dr Yogi Sugito, Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, Prof dr Soetomo Soewarto SpOG, Prof dr H Moch Aris Widodo MS SpFK PhD, Prof Lilik Sulistyowati PhD, Prof Dr Ir Tatik Wardiyati MS, Prof Ir H Simon Bambang Widjanarko MAppSc PhD, Prof Dr Ir Harijono MAppSc, Prof Dr Ir Trinil Susilawati MS, Prof Dr dr Soemarno DMM SpMK, Prof Dr dr Edi Widjajanto MS SpPK, Prof Ir Hendrawan Soetanto MRurSc PhD, Prof Dr Ir Bambang Guritno, Ir Sukoso MSc PhD, Prof Dr Ir Hartutik MP, Prof Dr Ir Siti Chuzaemi MS, drh Masdiana Ch Padaga MAppSc PhD, Dr dr Budi Siswanto SpOG, Dr Ir Kuswanto MS, Dr drg Nur Permatasari MS, dr Achmad Rudijanto SpPD KE, Dr dr Tinny Endang Hernowati SpPK, Dr dr Basuki Bambang Purnomo SpBU, dr Gatoet Ismanoe SpPD, Drs Khusnul Fathoni Effendy MAg, Setiawan Noerdajasakti SH MH, Dr Sukarmi SH MH, Dr Ir Lilik Agustina MP, Dr Drs Agung Pramana Warih Marhendra MS, Ir Agustin Krisnawardhani M.Agr PhD, Dr dr Teguh Wahyu Sardjono DTMH SpParK, Warkum Sumitro SH MH, Dr Ir M Sasmito Djati MS, Dr Ir Maftuch MSi dan drh Rositawati Indrati MP.
Bioteknologi di Indonesia
Bioteknologi mengandung kebaikan dan keburukan. Secara ekstrinsik, kebaikan dan keburukan bioteknologi berasal dari konsekuensinya serta motivasi yang datang dari kelompok pro dan kontra terhadapnya. Demikian disampaikan Prof. Dr. dr. Amin Subandrio ketika mempresentasikan materinya yang bertajuk ”Implementasi Bioetika Nasional dan Sikap Indonesia Terhadap Perkembangan Bioteknologi”. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa bioteknologi memberikan konstribusi nyata untuk memberikan solusi pada kebutuhan nasional dan peningkatan kekuatan ekonomi, yang sekaligus juga menjaga keberlangsungan sumberdaya alam tanpa mengesampingkan aspek etik dan moral. Untuk tahun 2010, Indonesia mentargetkan tersedianya sumberdaya manusia, infrastruktur dan anggaran yang mendorong terwujudnya industri bioteknologi serta tersedianya produk-produk bioteknologi yang mampu memenuhi kebutuhan nasional dan meningkatkan pendapatan negara. Berbagai perkembangan bioteknologi yang berbasis biologi molekuler atau teknologi rekayasa genetika yang telah dikembangkan di antaranya adalah eksperimen transgenik, teknologi kloning, eksperimen stem cell, dll yang telah menyentuh harkat hidup organisme khususnya manusia. Terkait hal ini, ia menegaskan perlunya bioetika yaitu rambu-rambu berperilaku (etika) bagi para ilmuwan/teknolog yang bergerak dibidang biologi molekuler/teknologi rekayasan genetika. Bioetika ini menurutnya berfungsi dalam melakukan pemanduan, pengawalan serta pemantauan dan pengawasan.
Sementara itu, Prof Dr Ir Tien R Muchtadi dalam makalahnya lebih mengedepankan pro dan kontra dalam pemanfaatan bioteknologi. Isu besar terkait pemanfaatan bioteknologi yang diangkat, di antaranya penggunaan dan kepemilikan jaringan manusia, keamanan pangan produk transgenik, rekayasan mikroba yang berpotensi untuk senjata biologi, kloning serta penelitian sel punca dan embrio manusia.
Beberapa materi disampaikan oleh pemateri dari Universitas Brawijaya sendiri, seperti Prof Dr dr Istiadjid Eddy Santosa SpS SpBS dengan judul ”Peran Bioetik Penelitian dalam Bidang Kesehatan”, Drs Khusnul Fathoni Effendy MAg dengan judul ”Peran Legalitas Agama dalam Etik Penelitian”, Prof Dr drh. Pratiwi Trisunuwati MS dengan judul ”Penggunaan Hewan Coba dalam Penelitian”, serta Setiawan Noerdajasakti SH MH yang menyampaikan ”Peran Legalitas Hukum dalam Etik Penelitian”. [nok]

Pelantikan Pengurus KPRI UB Periode 2008-1010
23 April 2008
Setelah melalui proses pemilihan, formatur pengurus Koperasi Pegawai Republik Indonesia Universitas Brawijaya (KPRI-UB) yang diberi mandat oleh Rapat Anggota Tahunan pada 12 April 2008 silam, akhirnya berhasil menetapkan personalia penasehat, pengurus, dan pengawas KPRI-UB periode 2008-2010. Rapat berlangsung Kamis (17/4) di gedung Rektorat, dipimpin oleh ketua formatur Drs Edi Yulianto MS, dan dihadiri anggota formatur Drs Imam Safii MM, dan Ir Umi Wisaptiningsih MS.
Selengkapnya personalia pengurus baru KPRI-UB adalah sebagai berikut. Penasehat terdiri dari Warkum Sumitro SH MH, Herman Suryokumoro SH MS, dan Dr Ir Salyo Sutrisno MS. Pengurus terdiri dari Dr Unti Ludigdo SE MSi Ak (Ketua I), dr Bambang Priyadi MS (Ketua II), Nurdin SH MHum (Sekretaris I), Drs Imam Safii MM (Sekretaris II), Drs Roechudin Ak MS (Bendahara I) dan Ir Umi Wisaptiningsih MS (Bendahara II). Sementara Dewan Pengawas, terdiri dari Komaruddin Ahmad SE MSi Ak sebagai Ketua, serta Drs Sam’un Makmur, dan Drs Edi Yulianto MS sebagai anggota. Pengurus dan dewan pengawas KPRI-UB ini dilantik dan diambil sumpahnya Rabu (23/4). [nik]

Workshop Kurikulum FP di Lawang
22 April 2008
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) selama dua hari, 21-22 April 2008, menggelar workshop penyusunan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) di Kebun Teh PTPN VII Wonosari, Lawang. Kurikulum yang disusun itu untuk dua program studi (PS) baru sebagai hasil merger dari beberapa PS yang ada sebelumnya, yakni PS Agroteknologi dan PS Agribisnis.
Workshop diikuti 50 orang anggota Komite Kurikulum FP-UB, yang terdiri dari para dosen, ketua laboratorium, ketua jurusan, pembantu dekan, dan dekan.
Ketua panitia, Dr Ir Damanhuri MS menjelaskan, workshop bertujuan menyusun struktur kurikulum PS Agroekoteknologi dan PS Agribisnis, serta mengevaluasi RKPS dari kurikulum lama dan diintegrasikan kedalam rancangan kurikulum baru agar selaras dengan perkembangan Iptek dan kebutuhan stakeholder.
Juga diharapkan adanya program-program inovasi yang menunjang proses pembelajaran yang berorientasi pada penelitian.
Dari workshop tersebut dihasilkan kajian-kajian materi bahan ajar untuk masing-masing program studi baru, oleh anggota Komite perwakilan dari 11 laboratorium yang ada.
Selanjutnya, hasil workshop akan dipresentasikan pada tanggal 30 April 2008 di FP-UB untuk mendapatkan struktur kurikulum PS Agroteknologi dan PS Agribisnis untuk periode akademik 2008-2012. [dmh]

Acara Dies Natalis ke-25 UAPKM UB
22 April 2008
Dalam rangka dies natalis ke-25, Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa Universitas Brawijaya (UAPKM UB) menggelar serangkaian acara. Hari lahir UAPKM UB itu sendiri jatuh pada 16 April silam.
Tak kurang dua acara lomba digelar dengan total hadiah Rp 1,1 juta, yakni: lomba resensi novel "Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata, dan lomba penulisan Esai buat Pak Rektor dengan tema “Brawijaya Goes To Entrepreneurial University”.
Untuk lomba penulisan resensi, ditentukan huruf yang digunakan adalah Times New Roman, dengan spasi 1,5, maksimal 4 halaman. Lomba ini terbuka untuk mahasiswa dan pelajar se-Malang Raya.
Sedangkan lomba penulisan Esai buat Pak Rektor, khusus bagi mahasiswa UB, dengan ketentuan huruf dan spasi yang sama, maksimal 3 halaman.
Untuk kedua jenis lomba, batas waktu penyerahan naskah dalam bentuk hard copy maupun soft copy (CD) kepada panitia adalah antara tanggal 15-30 April 2008. Panitia beralamat di gedung Sekretariat Bersama Unitas Kavling 10, Jalan MT Haryono nomor 169 Malang 65145, dengan contact person Ineke (085648214632), Dedy (081938078388), dan Dinar (085259061688).
Sementara itu “Workshop Jurnalistik dan Talk Show” bersama dengan Boim Lebon diselenggarakan 3-4 Mei 2008, di Widyaloka. Dengan materi Ilmiah Populer dan Artikel, serta biaya pendaftaran Rp 30 ribu, peserta memperoleh fasilitas block note, seminar kit, sertifikat, dan makan siang. Narasumber yang diundang, Dr Ahmad Erani Yustika, praktisi ekonomi yang juga dosen Fakultas Ekonomi UB, serta Rohman Budianto, Pemimpin Redaksi Jawa Pos.
Tak ketinggalan, diselenggarakan Books Fair dan Pameran Fotografi, di halaman Fakultas Peternakan UB, 30 April-4 Mei 2008, didukung oleh Sinau Prestasi Pustaka Rakjat dan Blidz. [bhm]

Disertasi Taufikurrachman Saleh: Bentuk Segera Lembaga Pengawas Independen BI
21 April 2008
Bank Indonesia adalah bank sentral yang memiliki tugas strategis. Di Indonesia lembaga ini dicantumkan dalam konstitusi. Sejarah ekonomi politik Indonesia, tidak terpungkiri, diwarnai permainan peran Bank Indonesia (BI) yang dramatis, peran yang membawa krisis perbankan dan diikuti terjadinya instabilitas ekonomi-politik makro. Pengalaman BI yang dikonsepsi oleh pimpinannya sebagai sebuah lembaga yang memiliki sifat tunduk (subservience) dari pemerintah, ternyata bukan saja berakibat memunculkan sejumlah kebijakan khas restrukturisasi dan rekapitalisasi perbankan yang memicu moral hazard, terjadinya kepailitan pada bank dan menyebabkan hilangnya kepercayaan pasar terhadap perbankan, tetapi juga telah memunculkan krisis ekonomi politik, dan bahkan sebuah rezim dengan kekuasaan akumulatif dan hegemoni ternyata kemudian runtuh. Demikian ungkap Taufikurrachman Saleh dalam disertasinya yang berjudul “Implementasi Kebijakan Bank Indonesia dalam Menstabilkan Perbankan di Indonesia: Analisis Ekonomi Politik Tentang Peran Strategis Bank Indonesia”. Ujian tertutup Wakil Ketua Komisi II (Bidang Pemerintahan Dalam Negeri) DPR-RI dalam bidang Administrasi Publik itu berlangsung pada 21 April 2008 di PPS Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.
Lebih lanjut Taufikurrachman mengungkapkan, dalam teori maupun praktik, Bank Sentral di berbagai negara, termasuk di Indonesia, mengemban beberapa fungsi. Fungsi pertama adalah kontrol moneter, fungsi kedua sebagai kontrol penyelamatan dan fungsi ketiga membantu pemerintah dalam hal keuangan ketika defisit fiskal nasional meningkat. Dari penjabaran fungsi bank sentral itu terlihat adanya kontradiksi, di satu sisi  Bank Sentral bertugas menjaga stabilitas harga dalam kaitan dengan ekonomi makro, dan kesehatan ekonomi pada umumnya.  Sementara di sisi lain, Bank Sentral membantu pemerintah dalam hal keuangan. Satu hal yang tidak dapat dielakkan adalah bahwa pertimbangan-pertimbangan ekonomi politik memainkan peranan penting, oleh karena itu kemandirian Bank Indonesia sebagai Bank Sentral sangat diperlukan.
Menurut Taufikurrachman, BI setidaknya melalu tiga periode pengalaman. Pengalaman pertama, periode BI dikelola dalam status non-independen (Periode Oportunistik Tradisional). Pada masa ini Gubernur dan Dewan Gubernur yang saat itu disebut Gubernur dan Direktur menggagas BI menjadi sebuah institusi subserviance,  institusi yang tunduk kepada kekuatan eksternal – dalam hal ini kekuatan pemerintah dan kekuatan pasar global. Netralitas Gubernur BI menjadi hilang, sebaliknya sebagai administrator BI, Gubernur dan Direktur BI lebih berorientasi means oriented sehingga menjadikan BI tidak lebih sebagai alat pasif dari kekuasaan. Pengalaman kedua, periode BI dikelola dalam status independen tahap awal (Periode Oportunistik Kritis).
Pada masa ini Gubernur dan Dewan Gubernur menggagas BI menjadi sebuah institusi dominan dan bahkan cenderung menjadi superbody. BI mencoba tidak tunduk kepada kekuatan eksternal – dalam hal ini kekuatan pemerintah maupun kekuatan pasar global. Gubernur BI berpegang kepada UU No 23 tahun 1999 jo UU No 3 tahun 2004. BI mencoba menerapkan hak administrative discretion dalam pengambilan kebijakan ekonomi politik BI. Dan periode ketiga, BI dikelola dalam status independen tahap kedua (Periode Oportunistik Rasional). Pada periode ini Gubernur dan Dewan Gubernur meng¬gagas BI menjadi sebuah institusi primus interpares. Kesetaraan antara pemerintah dan BI mulai terlihat. Beberapa kali tercatat Presiden mendatangi kantor BI, dan bukan Gubernur BI yang datang ke kantor kepresidenan. Dalam hal ini Gubernur BI dapat menampakkan prinsip-prinsip equility, justice and fairness sebagaimana layaknya administrator yang berorientasi pada moral (morality oriented).
Pada akhir disertasinya Taufikurrachman menyarankan, pemilihan Gubernur dan Dewan Gubernur Bank Indonesia tidak sekedar perlu dilakukan oleh presiden atas persetujuan DPR melalui cara-cara formalitas seperti fit and proper test sebagaimana telah dilakukan selama ini. Aspek-aspek ideologis dari setiap aktor penentu kebijakan menurutnya, perlu lebih dahulu dimantapkan sehingga diperoleh calon yang benar-benar memiliki integritas moral yang tinggi selain memang kompeten di bidangnya. Dalam hal otoritas yang dimiliki oleh Bank Indonesia selaku pelaksana moneter, diperlukan pengatur sekaligus pengawas BI yang independen. Hal ini untuk menghindari adanya praktek-praktek moral hazard dan penyalahgunaan kekuasaan karena terlalu luasnya kekuasaan yang dimiliki oleh BI layaknya institusi yang bersifat superbody. Setidaknya pada 2010 lembaga pengawas independen sejenis OJK telah terbentuk.
Ujian disertasi Taufikurrachman Saleh dipromotori oleh Prof Drs Solichin Abdul Wahab MA PhD, dengan kopromotor Prof Dr M Irfan Islamy MPA, dan Prof Dr Didik J Rachbini MSc. Sementara tim penguji terdiri dari Prof Dr M Harry Susanto SE SU, Prof Dr Soesilo Zauhar MS, Prof Dr Suhadak MEc, Prof Dr Armanu Thoyib SE MSc, dengan penguji tamu Prof Dr Kacung Maridjan dan Prof Dr Zainuddin Malik MSi. Pria kelahiran Surabaya 4 September 1949 itu menyelesaikan pendidikan dasar hingga perguruan tinggi di kota kelahirannya.
Gelar sarjana bidang Ilmu Hukum diperolehnya dari Universitas Airlangga pada 1989, dan gelar magister juga dari universitas yang sama pada 1996. Sejak 1984 sampai sekarang, ayah dua orang anak ini aktif sebagai advokat. Pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Penanganan Perkara LBH Surabaya (1984-1986), Wakil Ketua DPRD Kodya Dati II Surabaya (1992-1997), Ketua Komisi D DPRD Tk I Jawa Timur (1995-1997), Anggota Badan Pekerja MPR-RI  (1999-2004), Anggota Komisi IX (Bidang Keuangan) DPR-RI (1999- 2003), Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (1999-2001), Ketua Komisi VI (Bidang Pendidikan, Agama dan Pariwisata) DPR-RI (1999-2004), Wakil Ketua Komisi III (Bidang Hukum) DPR-RI (2004-2005), dan Anggota Komisi III (Bidang Hukum) DPR-RI (2006). [nik]

Faperik: Lokakarya Kurikulum Berbasis Kompetensi
21 April 2008
Selama dua hari, Senin-Selasa (21/4-22/4), Fakutas Perikanan Universitas Brawijaya (Faperik UB) menyelenggarakan lokakarya kurikulum berbasis kompetensi. Digelar di ruang sidang utama, lokakarya diikuti segenap tenaga pengajar fakultas tersebut. Sebagai narasumber, diundang Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) UB Prof Dr Ir Hendrawan Soetanto MRurSc. Demikian informasi singkat yang diperoleh PRASETYA Online dari Dekan Faperik Ir Sukoso PhD. [Far]

Bantuan Biaya Haji untuk 10 Karyawan UB
21 April 2008
Universitas Brawijaya memberikan bantuan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) bagi 10 pegawai administrasi untuk musim haji tahun 2011 (1432H). Kepastian ini didapat setelah diadakan pengundian terhadap 35 orang pendaftar dari seluruh unit kerja, Senin (21/4), di lantai VII gedung Rektorat. Acara pengundian dihadiri oleh Pembantu Rektor II, Warkum Sumitro SH MS, Ketua Pusat Pembinaan Agama Prof Dr H Thohir Luth MA., Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan  Goerid Hardjito SE MM, dan Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) UB  dr H Soebarkah Basoeki SpPA.
Sepuluh 10 orang pegawai itu terdiri dari 2 orang golongan II, 7 orang golongan III, dan 1 orang golongan IV, akan mendapatkan bantuan sebesar 50% dari biaya perjalanan ibadah haji (BPIH). Mereka itu adalah: Golongan II, Dra Lilih Hernanik dan Thalib (Kantor Pusat). Golongan III, Lulut Endi Sutrisno SE, Muhammad Hariri, Widodo SE, Ninuk Mahmudah, Sri Murtamani SSos (KP), Sri Aminin (Fakultas Perikanan) dan Ali Masduki SE (Fakultas Pertanian). Golongan IV, Dra Rini Handayani MM (KP).
Dana kesejahteraan pegawai
PR-II Warkum Sumitro mengatakan, UB patut berbangga karena menjadi satu-satunya universitas negeri yang mengakomodasi pegawainya untuk berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Program bantuan biaya perjalanan haji yang dilaksanakan sejak tahun 2003, menurut Warkum, selama ini diambilkan dari uang kesejahteraan pegawai. Akan tetapi, semenjak sistem keuangan negara semakin ketat seperti sekarang ini, maka monitoring penggunaan keuangan universitas juga diperketat oleh BPK. Apalagi SPJ penggunaan keuangan untuk ibadah haji juga harus dilaporkan pada tahun itu juga, sedangkan mereka yang telah terprogram berangkat haji saat ini masih harus berangkat tiga tahun ke depan. BPK juga mensyaratkan bentuk pengalokasian keuangan ini melalui surat keputusan rektor. Selain itu, apabila nantinya universitas telah berubah status menjadi BLU atau BHP, maka penggunaan keuangan untuk ibadah haji juga akan lebih fleksibel. Sumber keuangan itu bisa jadi dari pinjaman KBIH ataupun ditalangi oleh calon jamaah yang telah terundi terlebih dahulu sebagai alternatif pembayaran awal.
Sementara itu dr H Soebarkah Basoeki dalam kesempatan itu menyampaikan beberapa hal penting sebagai bekal untuk persiapan calon jamaah haji sebelum berangkat.
Hingga saat ini UB telah memberikan bantuan biaya perjalanan haji kepada 40 orang pegawai. Dua orang di tahun 2002/2003, 4 orang di tahun 2003/2004, 4 orang di tahun 2004//2005, 10 orang di tahun 2005/2006, 10 orang di tahun 2006/2007, 10 orang di tahun 2007/2008. Sementara sedang dalam proses bantuan untuk 10 orang di tahun 2008/2009, dan 10 orang di tahun 2009/2010. [fjr]

Video Conference Program Pendidikan di Amerika
21 April 2008
Pusat Pengembangan E-Learning Universitas Brawijaya (PPE-UB), Selasa (22/4), pukul 09.00-11.00 WIB, mengadakan video conference dengan tajuk "Education USA". Acara ini sebenarnya telah dijadwalkan untuk berlangsung pada 10 April silam, tapi tidak terlaksana karena narasumber dari Education USA/AMINEF tidak hadir.
Kepala PPE-UB Dr Ir Harry S Dachlan MSc mengatakan, video conference ini memaparkan program pendidikan di Amerika Serikat dan persiapan-persiapan yang harus dilakukan untuk belajar di sana. Termasuk pula bantuan yang bisa diperoleh dari Education USA Office, seperti informasi perguruan tinggi di sana, pelatihan bahasa, pre-departure training yang diberikan secara gratis, dan sebagainya. [Far]

Kerjasama UB dengan University of Twente Belanda
21 April 2008
Naskah kerjasama (MoU) Universitas Brawijaya dengan University of Twente (UT), Enschede, Belanda, ditandatangani siang ini Senin (21/4), di lantai VII gedung Rektorat. Penandatanganan dilakukan oleh Rektor Prof Yogi Sugito dari UB, dan Dr Anne H Flierman Presiden UT.
Upacara penandatanganan tersebut, dihadiri pula oleh beberapa pejabat UT seperti Dr Pieter Binsbergen (Sekretaris Eksekutif UT), dan Prof Dr Brenny van Groesen (Perwakilan UT di Indonesia), serta Dr Ardhasena Sopaheluwakan, alumnus UT asal Indonesia yang juga bertindak sebagai perwakilan UT di Indonesia. Dari pihak UB, selain para pembantu rektor juga hadir seluruh dekan.
Dalam sambutannya, Rektor Prof Yogi Sugito menyatakan kegembiraannya karena terdapat universitas bertaraf internasional yang bersedia menjalin kerjasama dengan UB, mengingat UB sendiri bukan berada di posisi yang tinggi dalam peringkat internasional. Selain itu, Rektor sekaligus memperkenalkan program-program studi di UB yang relevan untuk bekerja sama dengan program-program studi yang ada di UT, di antaranya program-program sains, teknik, dan kedokteran.
Sebagaimana tercantum dalam nota kesepahaman, kerjasama tersebut meliputi berbagai hal dalam lingkup pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Selain itu akan diselenggarakan juga pertukaran mahasiswa baik sarjana maupun pascasarjana, dosen, dan staf administrasi.
Menurut Dr Anne Flierman, visi UB menjadi entrepreneur university merupakan nilai tambah tersendiri bagi UT untuk menjalin kerjasama. Ditawarkan kepada para mahasiswa UB untuk melanjutkan studi di UT, terutama untuk program master dan doktor (PhD). Universitas dari negeri kincir angin tersebut juga memberikan kemudahan bagi mahasiswa internasional yang belajar di sana dalam program-program double degree, riset, maupun summer school, dan lain-lain.
Menjawab beberapa pertanyaan beberapa dekan mengenai beasiswa di sana, Prof Brenny van Groesen menyatakan, di UT tidak terdapat program beasiswa yang sudah establish atau pakem. Beasiswa yang disediakan memang ada, tapi masih terbatas jumlahnya bagi mahasiswa internasional. Namun tidak menutup kemungkinan untuk ditingkatkan lagi. Dia juga menyatakan, saat ini sudah terdapat mahasiswa-mahasiswa asal Indonesia yang belajar di UT, sebagian besar dari ITB. Oleh sebab itu, dengan adanya MoU ini, diharapkan akan terjadi peningkatan jumlah mahasiswa asal Indonesia terutama dari UB yang akan melanjutkan ke UT.
UT tergolong sebagai universitas yang cukup maju di Belanda, dan saat ini menempati posisi ke-135 dalam peringkat universitas dunia atau University Global Matrix. [fjr/nok]

STOP PRESS
21 April 2008
Video conference yang sedianya digelar pagi ini, Senin, 21 April 2008, pukul 09:00-11:00 WIB, di ruang Distance Learning Universitas Brawijaya (Gedung Rektorat Lama lantai III), dengan narasumber Menkominfo Prof Dr Ir Muhammad Nuh DEA, secara mendadak dibatalkan, dan ditunda untuk waktu yang akan ditetapkan kemudian.
Kepala Pusat Pengembangan E-Learning Dr Ir Harry S Dachlan MSc menginformasikan hal itu dikarenakan ada kegiatan Menkominfo yang tak dapat ditinggalkan. [Far]

Rapat Kerja Fakultas Peternakan
19 April 2008
Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet-UB) menggelar rapat kerja. Peserta raker meliputi dekan, pembantu dekan, ketua jurusan/program studi, kepala tata usaha, kepala subbagian dan bendahara PMUK (pemegangunag muka kegiatan). Rapat Kerja dilaksanakan di Hotel Kusuma Agrowisata Batu selama 2 hari, Jumat (18/4) hingg Sabtu (19/4), membahas kebijakan akademik, rencana strategis (Renstra) 2007-2012, Program Kerja Dekan Fapet-UB 2008-2012, program kerja tahun anggaran 2009, serta beberapa bahasan terkait dengan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Akademik (SPMA).
Hari pertama, rapat kerja diisi dengan sosialisasi Kebijakan Akademik dan Renstra 2007-2012, Program Kerja 2008-2012, dilanjutkan dengan sumbang saran oleh semua peserta Raker.
Dalam membahas program kerja tahun 2009  rapat dibagi dalam tiga kelompok, yaitu kelompok I membahas Pilar I (Pemerataan dan Perluasan Akses), Pilar II (Peningkatan Mutu, Relevansi dan Daya Saing) dan Pilar III (Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas dan Pencitraan Publik). Hari kedua membahas hal-hal yang terkait dengan SPMA. Acara terakhir perumusan kesimpulan hasil raker sekaligus penutupan. Hasil rapat kerja tersebut selanjutnya akan dibahas dalam rapat kerja Universitas yang akan dilaksanakan 16-17 Mei 2008.
KepadaPRASETYAOnline, Dekan Prof Dr Ir Hartutik MP menyampaikan, dalam hal administrasi keuangan nanti seharusnya dibuat lebih efektif dan efisien dan semua dana yang diperoleh hasil kerjasama institusi maupun dosen seharusnya masuk melalui rekening rektor, sehingga memudahkan pemantauan dan pengontrolan. “Jadi lebih tersentralisir,” paparnya. Harapannya, selain pembangunan good governance yang diinginkan berlangsung optimal, juga perlu dilakukan perencanaan anggaran dengan sebaik-baiknya. Dijadwalkan, pembahasan program kerja dekan dapat diselesaikan dalam minggu ini, yang secara umum mencakup tiga pilar, yaitu Pilar I Pemerataan dan Perluasan Akses, Pilar II Peningkatan Mutu, Relevansi dan Daya Saing, serta Pilar III Penguatan Tatakelola, Akuntabilitas, dan Pencitraan Publik. [kmt]

National Superfeed Formulation Training 2008
19 April 2008
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (BEM Fapet UB), Sabtu (19/4) mengadakan pelatihan formulasi pakan "National Superfeed Fornulation Training". Pelatihan diadakan di lantai III gedung Puskom UB, dengan tema "Substitusi Jagung dengan Memanfaatkan Teknologi Pakan Unggas Berbasis Bahan Pakan Lokal". Kegiatan diikuti oleh peternak, karyawan perusahaan peternakan, dan mahasiswa dari seluruh Indonesia, dengan jumlah mencapai 30 peserta.
Pemateri kegiatan ini antara lain dosen Nutrisi Makanan Ternak Fapet UB Dr Ir Eko Widodo MAgrSc, Indonesia Country Manager Brill Alternatives Inc, Ir Jopijanto MM, dan Menteri Peternakan dan Keilmuan BEM Fapet UB Taufan Rahmatullah.
Dengan pelatihan menggunakan software komputer Brill Feed Management System, diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini peserta mampu melakukan formulasi makanan ternak secara mandiri dengan memanfaatkan bahan pakan lokal yang ada di sekitarnya. Ke depan diharapkan model pelatihan seperti ini dapat menjadi salah satu kegiatan mahasiswa peternakan yang mentradisi dari tahun ke tahun.
Menurut Departemen Peternakan dan Keilmuan BEM Fapet UB, penyelenggara kegiatan ini, saat ini dunia peternakan sedang menghadapi kenaikan harga bahan baku pakan hingga 30% sebagai akibat perubahan trend dunia terhadap jagung. Jagung kini menjadi bahan 3F (food, feed and fuel), sehingga permintaan terhadap komoditas ini meningkat drastis, dan stoknya menurun. Hal ini berimbas pada kenaikan harga pakan ternak. Oleh karena itu dibutuhkan metode yang dapat memanfaatkan bahan pakan lokal sebagai alternatif bahan yang murah, sehingga peternak atau perusahaan peternakan dapat tetap kompetitf di dunia usaha peternakan. [hat]

Kompetisi Bakso di Teknik Pertanian
18 April 2008
Dalam rangka memperingati hari Kartini, Jurusan Teknik Pertanian (TEP) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB) menyelenggarakan kompetisi bakso. Diselenggarakan Jumat (18/4) di gedung Jurusan TEP, kompetisi diikuti oleh seluruh keluarga besar Jurusan Teknik Pertanian, termasuk para dosen, mahasiswa, dan karyawan.
Ketua panitia, La Choviya Hawa STP MP menjelaskan, ajang ini dimanfaatkan pula untuk refreshing di sela-sela kegiatan ujian tengah semester (UTS), di samping memperingati lustrum IX UB di Jurusan TEP. Mengapa memilih bakso? La Choviya mengatakan, bakso telah menjadi ikon kota Malang. Berdasarkan hal ini pula, Jurusan TEP memiliki gagasan untuk menangkap peluang ini dengan rencananya untuk membuka outlet bakso dan unit produksi bakso dalam rangka mendukung visi universitas untuk menjadi entrepreneurial university. Lebih jauh Ovi menjelaskan, pemenang dari lomba ini akan diverifikasi produknya, baik bakso maupun kuah dalam unit pengolah bakso yang telah dimiliki pihak Jurusan TEP. “Pemenang lomba ini selanjutnya akan kami verifikasi pada unit pengolah bakso yang telah kami miliki guna mendukung rencana usaha jurusan untuk membuka outlet bakso ataupun bakso kemasan. Selain bakso, serangkaian mesin yang meliputi penggiling, pencetak, penyimpan (dingin) dan pengemas vakum ini juga memungkinkan untuk menghasilkan nugget yang berstandard layak konsumsi”, ujar Ovi.
Bakso yang dikompetisikan
Kompetisi bakso ini diikuti sembilan orang peserta yang masing-masing akan dinilai secara terpisah bakso dan kuahnya. Untuk bakso kriteria penilaiannya meliputi rasa, warna dan kekenyalan sedangkan untuk kuahnya, rasa dan aroma. Juri kompetisi ini dihadirkan dari Universitas Negeri Malang dan SMKN 3 Malang. Dijelaskan Ovi, dalam ajang kompetisi ini, pihak panitia mengganti biaya pembuatan sebesar Rp 50 ribu untuk membawa ke tempat penjurian, bakso sebanyak 20 biji dan kuah dua liter, dengan bahan yang halal. Tampil sebagai pemenang dalam kompetisi ini, untuk kategori bakso adalah juara I: Evi Kurniati STP MT dengan hadiah uang tunai Rp 500 ribu, Juara II: Saleh Budiman dengan hadiah uang tunai Rp. 300 ribu, juara III: Dr Ir Tunggul Sutan Haji MT dengan hadiah uang tunai Rp 200 ribu. Sementara itu, pemenang untuk kategori kuah adalah Saleh Budiman dengan hadiah uang tunai Rp 300 ribu, Juara II: Dr Ir Tunggul Sutan Haji MT dengan hadiah uang tunai Rp 200 ribu, dan juara III: Ir Anang Lastriyanto MSi dengan hadiah uang tunai Rp 100 ribu.
Salah seorang peserta yang tidak berhasil menjadi juara, Mohammad Lutfi, menceritakan bahwa ketika dirinya belajar di Jepang, telah terbiasa membuat bakso sendiri. ”Cuman bedanya kalau di Jepang memakai daging olahan, tetapi di sini masih banyak daging segar”, ujarnya yang sempat mengeluhkan lamanya antri penggilingan daging di pasar, sehabis subuh hingga jam 9 pagi. Untuk satu kilogram daging sapi, Pak Lutfi, demikian ia biasa disapa, berhasil membuat 110 biji bakso dengan nilai ekonomi Rp 496/biji. Bahan tambahan lain yang dicampurkan untuk bakso buatannya adalah kuning telur (2 butir), merica, garam, penyedap rasa, dan tepung kanji. Sementara itu, untuk kuah ia menghasilkan nilai ekonomi Rp 800/liter dengan bahan 1,5 kg skengkel (kaki sapi), 5 liter air, bawang merah dan putih, garam dan penyedap rasa. Untuk kemudian pemenang diharuskan memverifikasi pembuatan baksonya dengan resep yang sama pada unit pengolahan bakso yang telah dimiliki Jurusan Teknik Pertanian. [nok]

Kuliah Tamu Dubes RI Suriname dan Guyana
18 April 2008
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Brawijaya (FIS-UB), Jumat pagi (18/4), mengadakan kuliah tamu dengan tema "Refleksi 100 Tahun Kebangkitan Nasional: Diplomasi RI Menghadapi Tantangan Global". Kuliah tamu di gedung PPI Lantai II ini menghadirkan pembicara Duta Besar RI untuk Suriname dan Guyana, Drs Suprijanto Muhadi.
Mengawali paparannya, Dubes menyatakan bahwa Suriname merupakan negara dengan konsentrasi keturunan Jawa yang besar, sekitar 18% atau 70000 jiwa. Selain itu, alumni UGM yang lulus tahun 1971 ini juga menyatakan bahwa Suriname memiliki kesejarahan yang relatif mirip dengan Indonesia, sebagai bekas jajahan Belanda. Sedangkan Republik Guyana kata dia merupakan bekas jajahan Inggis. Dua negara yang terletak di Kepulauan Karibia ini diceritakannya memiliki karakteristik yang hampir sama dengan Indonesia, sebagai negara sedang berkembang atau miskin. Akibat dari ini, dikatakan Soeprijanto, hubungan diplomasi antara Suriname dan Indonesia belum mengarah pada hubungan ekonomi, namun hanya terpusat pada kebudayaan. “Perdagangan antara kedua belah pihak memiliki kendala diantaranya jarak yang relatif sangat jauh”, paparnya sembari menceritakan panjangnya jarak dan waktu tempuh perjalanannya dari Suriname ke Indonesia. Dalam hal kebudayaan, pihak KBRI dimintai perhatian secara khusus dari pemerintah Suriname untuk menanganinya. Untuk itu, pihaknya memfasilitasi dengan kursus gratis bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa disamping seni tari. “Bahasa resmi para keturunan Jawa tersebut Bahasa Belanda, tetapi ketertarikan mereka terhadap hal-hal yang berhubungan dengan kebudayaan Indonesia masih sangat tinggi”, ujarnya. Lebih jauh, ia menggambarkan antusiasme para keturunan Jawa di Suriname tersebut ketika di KBRI diselenggarakan pertemuan rutin Dharma Wanita, para wanitanya tertarik untuk mengikutinya dengan meminta seragam dharma wanita serupa yang dipakai personil KBRI disamping kebaya yang telah sangat akrab dikenalnya.
Diplomasi RI
Hampir sama dengan kawasan Asia Tenggara, negara-negara di kawasan Kepulauan Karibia tersebut juga sedang bersemangat membentuk persekutuan sekawasan Karibia. Serupa Indonesia, isu-isu global terkait perubahan iklim, krisis pangan dan energi juga melanda kawasan itu. Menggambarkan peran aktif mereka, Soeprijanto mengilustrasikan kesediaan Guyana yang memberikan hutannya untuk keperluan dunia dengan kompensasi pada kesejahteraan rakyatnya. Kedatangannya ke Indonesia kali ini, dikatakan Soeprijanto adalah dalam rangka memenuhi Undangan Presiden RI untuk rapat kerja pada Rabu (2/4) silam. Dalam kesempatan itu, ia menceritakan bahwa Presiden Yudhoyono secara khusus menghimbau agar perwakilan RI lebih meningkatkan kinerjanya untuk menarik investor, memperkenalkan Indonesia kepada pihak asing serta memberi perlindungan kepada WNI dan badan usaha RI di luar negeri. Saat ini, salah satu prestasi membanggakan dari diplomasi RI di luar negeri diceritakannya adalah terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB dengan Martin Natalegawa sebagai Watap (Wakil Tetap). Terkait hal ini, diceritakannya dengan bangga, RI mendapat suara yang signifikan, nomor dua setelah Syria. Menurut Soeprijanto, politik luar negeri merupakan cerminan politik dalam negeri. “Jika didalam kacau balau tentu akan susah menterjemahkan keluar. Hal ini mengimbas pula pada ketertarikan pihak luar terhadap Indonesia diantaranya wisatawan dan investor”, ujarnya. Tentang kebijakan politik Luar Negeri RI, ia menjelaskan kepada mahasiswa bahwa politik bebas aktif RI telah menjadikan posisi RI sangat luwes, demikian pula ketika menyatakan abstain dalam krisis nuklir Iran yang bahkan sempat diapresiasi oleh Iran. Lebih lanjut, Soeprijanto menegaskan bahwa diplomasi RI menggunakan model Soft Power Diplomacy, yang lebih menjamin keamanan dan berprioritas pada kesejahteraan rakyat. Hal ini menurutnya berseberangan dengan kebijakan politik luar negeri Amerika Serikat yang lebih mengedepankan kekuatan militer di beberapa kawasan. Selain model tersebut, ia juga menyampaikan bahwa Indonesia menerapkan model total diplomacy sehingga semua unsur termasuk LSM, swasta, dll boleh melibatkan diri. Dalam kuliah tamu ini, mahasiswa memanfatkannya dengan penuh antusias. Hal ini dibuktikan dengan maraknya respon dan pertanyaan yang dilontarkan, yang diantaranya terkait aplikasi keilmuan teoritisnya di lapangan. [nok]

Kunjungan Atase Keagamaan Kedubes Arab Saudi
17 April 2008
Atase Keagamaan Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Republik Indonesia, Syaikh Ibrahim Al Nughaimishy, Kamis (17/4) berkunjung ke Universitas Brawijaya. Syaikh Ibrahim bersama rombongan diterima langsung oleh Rektor Prof Yogi Sugito di ruang kerjanya, lantai VIII gedung Rektorat. Selain itu, Syaikh Ibrahim juga mengunjungi Fakultas Kedokteran, dan Masjid Raden Patah. Selama kunjungan itu bertindak sebagai pendamping Prof Dr Ubud Salim SE MA dari FE UB serta Drs Hafid Hamid MA dari Program Studi Bahasa Arab.
Rektor menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari rencana kerjasama antara Universitas Brawijaya dengan King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) Riyadh. Dalam kunjungan itu juga Syaikh Ibrahim juga meninjau langsung Masjid Raden Patah yang menurut rencana akan direnovasi total dan didesain menjadi bangunan masjid berlantai dua dengan dana dari Arab Saudi.
Sementara di Fakultas Kedokteran, Syaikh Ibrahim menyatakan keinginannya untuk menampung tenaga medis dari FK-UB, baik tenaga dokter maupun perawat (paramedis) untuk ditempatkan di Arab Saudi. Drs Hafid Hamid MA menjelaskan, tenaga medis ini menurut rencana bukan hanya ditempatkan di instansi kesehatan, tetapi juga bertindak sebagai dokter keluarga bagi kalangan berada di Arab Saudi yang membutuhkan penanganan kesehatan secara khusus. Para calon tenaga tersebut akan dilatih secara intensif terkait dengan ketrampilan bahasa Arab dengan mendatangkan native speaker langsung dari Arab Saudi yang biayanya ditanggung sepenuhnya oleh pihak Kedubes Arab Saudi. [nok]

Beasiswa Tjipta Sarjana Bangun Desa
17 April 2008
Bertambah lagi sumber beasiswa bagi mahasiswa Universitas Brawijaya. Kamis (17/4), di gedung Widyaloka diadakan acara penandatanganan perjanjian kerjasama antara Yayasan Dharma Eka Tjipta Widjaja dengan Universitas Brawijaya. Kerjasama ini dalam bentuk program beasiswa Tjipta Sarjana Bangun Desa (TSBD). Penandatangan dilakukan oleh Direktur Eksekutif Yayasan Dharma Eka Tjipta Widjaja, Timotheus Lesmana, serta Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, disaksikan oleh pucuk pimpinan Eka Tjipta Foundation, dan segenap pimpinan UB, dekan, staf pengajar, beserta mahasiswa.
Dalam pengantarnya, Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito memaparkan posisi perguruan tinggi yang seharusnya mampu berperan nyata dalam mengaplikasikan hasil-hasil risetnya terhadap masyarakat luas. Ada tiga fungsi yang diemban perguruan tinggi. Yakni, pada sisi akademik yang harus mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus pembelajaran antara dosen dan mahasiswa. Pada sisi riset, seharusnya Unibraw juga harus mampu menampilkan hasilnya melalui Inkubator Bisnis yang diarahkan dalam unit-unit bisnis. Sementara, pada sisi pengabdian masyarakat, diharapkan dosen membina pengusaha baik mikro dan menengah untuk meningkatkan usahanya. “Seluruhnya harus terintegrasi menuju penciptaan kualitas perguruan tinggi sebagai pelopor dan penggerak pembangunan,” harap Prof Yogi Sugito kemudian.
Sementara itu Timotheus Lesmana menjelaskan keunggulan program ini. Para penerima beasiswa juga akan terlibat langsung dalam pelbagai aktivitas kemasyarakatan yang terkait dengan konservasi lingkungan. Bahkan, nantinya juga akan dipertimbangkan ketika masuk dalam salah satu perusahaan PT Sinarmas Tbk.
Yayasan ini bergerak dalam bidang pendidikan serta pemberdayaan lingkungan hidup. Berdiri sejak tanggal 17 Maret 2006, sebanyak 30 perguruan tinggi telah menjadi mitra yayasan ini. Dari Jawa Timur, selain Universitas Brawijaya, juga ada Institut Teknologi Sepuluh November dan Universitas Airlangga.
Program beasiswa ini difokuskan bagi masyarakat umum, mahasiswa program S1 minimal semester 2, serta dari kalangan keluarga kurang mampu namun memiliki semangat belajar tinggi. Beberapa fasilitas yang akan diterima oleh penerima beasiswa ini, antara lain uang pendidikan senilai Rp 300 ribu setiap bulan, buku-buku, penyelenggaraan workshop sekaligus training, serta paguyuban yang dikelola oleh yayasan di mana penerima beasiswa (beswan) harus membayar IDR sebesar Rp 100 ribu setiap tahunnya yang nantinya dipotong langsung dari uang pendidikan. Alumni beswan harus membayar kembali biaya untuk paguyuban sebesar Rp 200 ribu setiap tahun selama sepuluh tahun mendatang. [bhm]

Distance Dialog Bersama Menkominfo
17 April 2008
Menurut studi, pengembangan information and communication technology (ICT) merupakan salah satu pilar penting pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economy). Dr Ir Harry S Dachlan MSc, Kepala Pusat Pengembangan E-Learning Universitas Brawijaya (PPE-UB), menuturkan ini kepada PRASETYA Online.
Sedemikian penting, kata Harry S Dachlan, sehingga Menteri Komunikasi dan Informatika, Prof Dr Ir Muhammad Nuh DEA di tengah kesibukannya menyempatkan diri untuk berdialog jarak jauh (distance dialog) dengan insan perguruan tinggi, bertukar informasi dan ide membangun ICT, guna meningkatkan daya saing bangsa, dan kesejahteraan masyarakat.
Memfasilitasi ini, PPE UB mengundang segenap dosen, mahasiswa atau siapapun yang menaruh minat pada ICT untuk mengikuti diskusi yang digelar pada hari Senin, 21 April 2008, pukul 09:00-11:00 WIB, di ruang Distance Learning (Gedung Rektorat Lama lantai III), dengan narasumber Menkominfo Prof Dr Ir Muhammad Nuh DEA.
Diskusi ini antara lain membahas bagaimana mensinergikan program-program ICT pendidikan tinggi dengan Kementerian Kominfo, "agar tercipta critical mass yang bisa mendorong pertumbuhan knowledge capital yang kita inginkan bersama", ujar Harry S Dachlan. [Far]

Orientasi Pendidikan Agama Islam
17 April 2008
Pusat Pembinaan Agama (PPA) Universitas Brawijaya menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Orientasi Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum”. Acara berlangsung Kamis (17/4) di gedung PPI dan diikuti oleh para dosen pendidikan agama Islam (PAI) se-Jawa Timur.
Seminar ini bertujuan antara lain sebagai upaya untuk mengkaji ulang materi pembelajaran mata kuliah PAI, penyamaan visi dan misi dosen PAI dalam mengajar mata kuliah PAI pada perguruan tinggi umum (PTU) negeri dan swasta, upaya membangun kerangka pemikiran keagamaan yang konsisten dengan silabi yang diterbitkan oleh Ditjen Dikti dan berbagi informasi tentang berbagai problem yang dihadapi PTU dalam rangka mensikapi berkembangnya berbagai paham keislaman yang eksklusif.
Diagendakan sebagai pemateri dalam seminar tersebut, Prof Dr Syahidin MA (Asosiasi Dosen PAI se-Indonesia/ADPISI), Prof Dr M Syafiq A Mughni MA (dosen PPS IAIN Sunan Ampel Surabaya) dan Prof Dr Thohir Luth MA (Ketua Litbang DPP ADPISI). [nok]

Workshop Sistem Keuangan
16 April 2008
Universitas Brawijaya menggelar workshop sistem keuangan. Diselenggarakan oleh Tim Finansial Manajemen Sistem (FMS) I-MHERE UB, di lantai VIII gedung Rektorat, dalam workshop ini dipaparkan hasil survei terhadap sistem keuangan UB, yang sekaligus juga merupakan proyeksi awal sistem keuangan UB nanti setelah menjadi otonom. Dengan workshop juga dimaksudkan untuk mendapatkan masukan atau kritik atas hasil survei dan proyeksi sistem keuangan yang akan diusulkan kepada pimpinan Universitas Brawijaya. Workshop diikuti oleh para pembantu rektor, para dekan dan pembantu dekan II, para kepala tatausaha dan kasubag keuangan fakultas, juga para kepala biro, serta para ketua lembaga dan unit pelaksana teknis (UPT).
Tampil dalam acara itu narasumber Drs Teguh Widhyo Utomo, Kepala Perwakilan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan) Jawa Timur, menyampaikan materi "Tatakelola Keuangan yang Transparan dan Akuntabel", dan Ali Djamhuri SE MCom Ak yang memaparkan hasil survei sistem keuangan UB.
Dalam sambutan pembukaan, Pembantu Rektor II Warkum Sumitro SH MS mengemukakan, sistem keuangan merupakan salah satu faktor penting dari keseluruhan sistem yang ada, karena  menjadi penunjang dan penggerak utama bagi sistem yang lain. Selain itu, keuangan juga merupakan sektor yang rawan, oleh karena itu harus dikelola secara transparan, akuntabel, efisien, dan efektif, agar tidak menimbulkan prasangka yang akan mengurangi kepercayaan terhadap institusi. Keuangan tidak mungkin di-manage secara kebetulan dan dadakan. Menurut PR-II, hasil workshop ini akan dijadikan usulan mendasar, terutama dalam pembuatan SOP sistem keuangan UB. Juga diingatkan, kalau SOP sudah disepakati harus ada komitmen dari semua pihak untuk ditaati, dan ini sangat terkait dengan SDM yang ada.
Sempat terjadi diskusi cukup hangat mengenai status UB, apakah BHP (badan hukum pendidikan) atau BLU (badan layanan umum), karena ada perbedaan dalam pengelolaan keuangannya. Usulan untuk status BHP memang sudah disetujui, tetapi belum ada undang-undangnya. Sampai saat ini masih berupa RUU. Entah kapan disahkan. Sehingga, saat ini UB juga tengah mengusulkan status sebagai BLU. Tetapi pada akhirnya PR-II menegaskan, "Kita tidak perlu takut menghadapi masa depan, BHP maupun BLU kita jalani bersama. Pada akhirnya kita memang harus mandiri, dan berkaitan dengan pengelolaan keuangan, apapun statusnya kita harus tetap transparan, akuntabel, efisien dan efektif." [MW]

PENA (Press In Action) LPM Solid FTUB
16 April 2008
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Solid Fakultas Teknik Universitas Brawijaya menyelenggarakan PENA (Press In Action) selama tiga hari, mulai dari hari Senin hingga Rabu (14/4-16/4). Bertempat di gedung PPI, acara ini terdiri atas pelbagai kegiatan, yakni diklat jurnalistik yang diikuti siswa-siswa SMA, pengenalan desain grafis, lomba majalah dinding (mading) tiga dimensi untuk siswa SMA, serta lomba karikatur, fotografi, dan komik strip. Kegiatan itu digelar sepanjang dua hari pertama, sedangkan hari terakhir khusus dihelat untuk talk showbertajuk “Hipnotis sebagai Fenomena Kehidupan”, terbuka untuk umum.
Fahyudin, mahasiswa jurusan Teknik Mesin FTUB mengatakan, acara ini merupakan program kerja rutin LPM Solid setiap tahun. Kali ini, mengusung tema “Asahlah Mata Penamu dan Goreskan”, ditujukan bagi mahasiswa maupun siswa SMA. Juga digelar studi ekskursi, diklat internal, dan temu alumni bagi anggota Solid, dimaksudkan untuk mengenalkan jurnalistik kepada masyarakat umum.
Sementara itu acara talk show dengan tema hipnotis, menurut Fahyudin, adalah upaya pengarahan sisi positif yang bisa diambil dari hipnotis. “Bukan hanya negatifnya saja,” kata koordinator acara ini. Melalui eksplorasi dan penggalian diri, akan bisa ditemukan potensi yang terpendam dalam diri seseorang. Kaitannya dengan dunia jurnalistik, melalui eksplorasi dan penggalian diri, sesorang akan mampu menulis dengan baik seoptimal mungkin. "Bahkan akan mampu menghipnotis pula pembaca tulisan kita", tuturnya.
Untuk lomba mading 3D, juara pertama diraih oleh SMK PGRI II Malang, juara kedua SMAN 8 Malang, sedangkan juara ketiga MAN I Malang. Untuk lomba karikatur, juara pertama diraih oleh Didit Prasetyo Nugroho, juara kedua Aulyo Putro Sulistyo, dan juara ketiga Budi Cahyono. Untuk lomba fotografi, juara juara pertama diraih oleh Dadang Setiyawan, juara kedua Linda S Barus, dan juara ketiga Linda S Barus. Untuk lomba komik strip, juara pertama diraih oleh Adinda Melianingsih, juara kedua Priska Amanda, dan juara ketiga Linda S Barus.
Total uang tunai sebanyak Rp 1,8 juta dibagikan dalam serangkaian lomba yang digelar Solid kali ini, selain trofi dan hadiah hiburan. Hadiah untuk juara pertama madding 3D berupa uang tunai senilai Rp 250 ribu, juara kedua mendapatkan Rp 200 ribu, dan juara ketiga memperoleh Rp 150 ribu. Ketiga pemenang mendapatkan pula trofi penghargaan sekaligus voucher belajar di SSC. [bhm]

Kerjasama UB dengan University of Twente Belanda
16 April 2008
Universitas Brawijaya menjalin kerjasama dengan University of Twente (UT), Belanda. Kerjasama ini, menurut rencana akan dikukuhkan melalui penandatanganan kerjasama antara kedua belah pihak yang akan diselenggarakan pada Senin (21/4), di Universitas Brawijaya.
Sehubungan dengan acara penandatanganan kerjasama tersebut, beberapa perwakilan UT direncanakan akan hadir. Mereka adalah Dr AH Flierman (Presiden UT) dan Dr Pieter Binsbergen (Sekretaris Eksekutif UT).
Sebagaimana tercantum dalam nota kesepahaman antara kedua belah pihak, kerjasama tersebut melingkupi bermacam hal dalam lingkup pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Selain itu akan diselenggarakan juga pertukaran mahasiswa baik sarjana maupun pascasarjana, dosen, dan staf administrasi. [nok]

Prof Soekartawi di AIT Bangkok
16 April 2008
Gonjang-ganjing masalah pangan dunia bulan-bulan terakhir ini, membuat Asian Institute of Technology (AIT) Bangkok semakin kuat niatnya untuk mengembangkan dan menawarkan program degree bidang pertanian. Kini disiplin Manajemen Agribisnis juga mulai ditawarkan di AIT, melalui program interdisiplin di School of Environment, Resources and Development (SERD). Dengan demikian, minat atau program studi yang berkaitan langsung dengan pertanian di fakultas ini ada empat, yaitu Agricultural System and Engineering, Food Engineering and Bioprocess Technology, Pulp and Paper Technology, dan Manajemen Agribisnis. AIT bahkan ingin menjajagi kemungkinan kerjasama dengan program pascasarjana di Indonesia untuk mengembangkan program yang relatif baru ini. Alasannya, karena Indonesia mempunyai banyak ahli pertanian/agribisnis.
Demikian penjelasan Prof Dr Soekartawi, guru besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, kepada PRASETYA Online seusai memberikan ceramah di AIT, Jumat (11/4). Dalam kesempatan itu Soekartawi menjelaskan berbagai prospek Program Studi Manajemen Agribisnis di hadapan para pembuat keputusan di AIT. Presiden AIT Prof Said Irandoust PhD dan Vice President Prof Sudip K Rakshit PhD juga hadir. Bahkan Presiden AIT menawarkan kerjasama itu pada Universitas Brawijaya atau universitas lain yang berminat untuk mengembangkan program  tersebut.
Selama 3 hari (9/4-11/4) di Bangkok, Thailand, selain ceramah dan diskusi di AIT, Soekartawi juga mengunjungi Asean University Network (AUN), dan Chulalongkorn University, dalam rangka persiapan Regional Seminar on Education Research Network (ER-Net) yang adakan digelar di Jakarta, pertengahan bulan Mei.
Memberikan ceramah atau berseminar di luar negeri, menurut Soekartawi, amat penting agar Indonesia semakin dikenal dalam segala aspek kehidupan, baik pendidikan, pertanian, budaya, politik, dan sebagainya. Selama ini Pulau Bali justru lebih dikenal daripada Indonesia.
Mahasiswa yang belajar di AIT berasal lebih dari 40 negara. Para dosennya juga berasal dari berbagai negara. "Oleh karenanya, AIT adalah tempat yang tepat untuk mempromosikan Indonesia. Di samping itu, saya juga mempromosikan program beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) yang disediakan oleh Depdiknas, agar lebih banyak lagi mahasiswa asing yang belajar di Indonesia. Kini ada 69 mahasiswa Indonesia di AIT dan 10 di antaranya dari UB yang dibiayai dana Depdiknas", tuturnya
Soekartawi mengaku akan semakin sering ke AIT, karena ia mendapat tawaran menjadi guru besar tamu bidang Manajemen Agribisnis di sana. [Skw]
---
Foto: Prof Soekartawi PhD (kiri) berjabat tangan dengan Prof Sudip K Rakshit PhD  Vice President  AIT berapa saat setelah diskusi selesai.

Raker Fakultas Perikanan
14 April 2004
Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya (Faperik UB) menggelar rapat kerja, diikuti seluruh jajaran pimpinan fakultas, ketua program studi, berikut para ketua laboratorium. Bertempat di Hotel Selecta Batu, selama 2 hari, Jumat (11/4)-Sabtu (12/4), acara ini membahas tentang evaluasi Program Kerja Rektor Universitas Brawijaya periode 2007-2010, serta beberapa bahasan terkait pilihan status Universitas Brawijaya sebagai BLU (Badan Layanan Umum).
Hari pertama, rapat kerja diisi dengan pengarahan dekan beserta para pembantu dekan. Dilanjutkan dengan sumbang saran oleh masing-masing ketua jurusan dan ketua program studi, perwakilan laboratorium, serta Kabag Tata Usaha, terkait pemberian masukan yang berfungsi secara konstruktif terhadap hasil dari rapat kerja yang akan disusun nantinya. Pada hari selanjutnya, diselenggarakan rapat komisi yang terbagi dalam tiga bidang, antara lain bidang pendidikan, administrasi umum dan keuangan, serta kemahasiswaan. Setelah itu, diserahkan laporan yang berisi hasil rapat komisi A, B, dan C ke dekan dan rapat pleno. Acara terakhir membicarakan tentang kesimpulan hasil raker sekaligus penutupan.
Kepada PRASETYA Online, Dekan Fakultas Perikanan Ir Sukoso MSc PhD antara lain memaparkan, tatakelola BLU dalam hal administrasi keuangan nanti seharusnya dibuat lebih efektif dan efisien. Dicontohkan, selama ini dana-dana yang masuk ke seluruh jajaran dekanat maupun dosen seharusnya masuk melalui rekening rektor sehingga memudahkan pemantauan dan pengontrolan. “Jadi lebih tersentralisir,” paparnya. Selain itu, ia juga menyoroti masalah kinerja Biro Administrasi Umum dan Keuangan yang belum efektif. “Seharusnya urusan keuangan dan urusan umum dipisahkan, sehingga bisa lebih terfokus kinerjanya,”  tutur Dekan.
Pembahasan dalam rapat kerja ini mengikuti mekanisme bottom-up, di mana sebelumnya fakultas memberikan evaluasi serta masukan terhadap program kerja rektor sehingga bisa diperbaiki. Harapannya, selain pembangunan good governance yang diinginkan berlangsung optimal, juga perlu dilakukan perencanaan anggaran dengan sebaik-baiknya. Agenda raker seperti ini juga mampu memudahkan sistem kontrol yang diusung oleh pimpinan. “Setiap kali terjadi kekeliruan, selalu pimpinan yang disalahkan,” kata Sukoso. Melalui raker, diharapkan akan meminimalisir kondisi menyimpang yang tidak diharapkan. Malah ia berharap raker bukan hanya sekali dalam setahun, bahkan idealnya tiga kali setahun, sebagai bentuk evaluasi kinerja seluruh lini organisasi yang ada.
Dijadwalkan, pembahasan/evaluasi program kerja rektor ini dapat dirampungkan dalam minggu ini. Program kerja rektor mencakup tiga pilar, antara lain pemerataan dan perluasan akses, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing, serta penguatan tatakelola, akuntabilitas, dan pencitraan publik. “Diharapkan, hasil bahasan itu bisa langsung dikirimkan pada rektorat,” ungkap Dekan Fakultas Perikanan menutup pembicaraan. [bhm]

Mahasiswa UB Ikuti Worshop Wirausahawan Muda Mandiri
14 April 2008
Sejumlah mahasiswa Universitas Brawijaya yang menggeluti dunia wirausaha, akhir bulan lalu (27/3) mengikuti workshop Wirausahawan Muda Mandiri di Hotel Shangri-La Surabaya. Acara ini diikuti 15 perguruan tinggi di Surabaya dan Malang. Delegasi Malang sendiri, terdiri atas 22 mahasiswa Universitas Brawijaya dan 20 mahasiswa Universitas Ma-Chung.
Slamet Budi Cahyono, salah seorang peserta dari UB mengatakan, beberapa pemateri ternama mengisi acara tersebut seperti Dorodjatun Kuntjorojakti, Rhenald Khasali, Agus (Direktur Utama Bank Mandiri), Alim Markus, Ciputra dan Hendi “Kebab Turki”, dengan host acara Dian Sastrowardoyo dan Artika Sari Dewi.
Mahasiswa Fakultas Perikanan angkatan 2004 ini menjelaskan, seluruh peserta dari UB tersebut adalah para penerima beasiswa wirausaha Bank Mandiri. Mereka pula merupakan cikal bakal Inkubator Bisnis Muda (IBM) UB yang beranggotakan sembilan orang. Melalui kegiatan tersebut, Budi menambahkan, pihaknya berhasil mendapatkan persetujuan dari Bank Mandiri untuk menyelenggarakan “One Day Technopreneur” yang diselenggarakan pada 24 Mei mendatang di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. “Kami sangat berharap para pemateri ternama tersebut dapat menjadi mentor bagi lembaga yang kami launching”, ujar Budi. Dia mengaku dapat mengimplementasikan ilmu yang diperolehnya dalam bisnis yang kini tengah dirintisnya yaitu olahan rumput laut menjadi mi, sirup, marshmallow, dll. Bisnis rumput laut milik mahasiswa asal Kudus, Jawa Tengah ini, diceritakannya telah berkembang hingga ke berbagai daerah, Malang, Kediri dan Yogyakarta. Usaha milik alumni SMU 1 Kudus ini juga telah berhasil menjuarai kompetisi wirausaha muda dalam ajang Agrinex yang rutin diselenggarakan oleh HIPMI dan Kadin beberapa bulan silam. Dari ajang tersebut, ia mendapat hadiah uang pembinaan Rp 2,5 juta sekaligus mentoring dari The Limelson Foundation, pemilik hak paten terbanyak setelah Thomas Alfa Edison Foundation. [nok]

RAT KPRI UB 2007
12 April 2008
Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Universitas Brawijaya mengadakan Rapat Anggota Tahunan 2007. RAT ini adalah yang terakhir digelar pengurus periode 2005-2007, berlangsung di Gedung PPA Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, dibuka oleh Pembantu Rektor II Warkum Sumitro SH MH. Hadir pada kesempatan itu Kepala Dinas Koperasi Kota Malang Drs Wadjdi BE Ak MM, Kepala Dekopindo Malang H Zainuddin, Kepala PKPRI Agus Sartono, para pengurus, pengawas, penasehat dan perwakilan anggota sebanyak 47 orang yang mewakili 11 unit kerja.
Beberapa topik dibahas meliputi Rencana Kerja, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja tahun 2008, Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Tahun Buku 2007, Laporan Pemeriksaan Pengawas tahun buku 2007 dan Pemilihan Formatur Pengurus dan Pengawas periode 2008-2010.
Pada kesempatan itu Kadin Koperasi Kota Malang menyatakan, masyarakat masih lebih percaya pada perbankan dibandingkan koperasi. Hal ini disebabkan karena masih adanya keraguan masyarakat atau para anggota koperasi sendiri pada khususnya, untuk menyimpankan harta mereka di koperasi. Selain itu juga karena kurang pemahaman masyarakat terhadap manfaat koperasi, serta belum terciptanya iklim yang kondusif bagi koperasi untuk tumbuh dan berkembang, yang disebabkan ketidakpedulian pimpinan tempat koperasi itu bernaung. Ini juga yang menyebabkan peran koperasi masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
Sementara itu Warkum Sumitro mengatakan, image KPRI UB kepada warga UB sudah cukup positif terutama bagi anggota. Image koperasi saat ini menurut Warkum masih berada di tataran menengah ke bawah. Image tersebut belum terbangun di kalangan menengah ke atas. Hal itu menyebabkan sistem manajemen, utamanya mengenai subsidi silang, belum bisa berjalan. Karenanya, diharapkan di masa mendatang koperasi akan menerapkan subsidi silang sehingga prinsip keadilan dan gotong royong sebagaimana prinsip sebuah koperasi terbentuk, berjalan.
Warkum juga menekankan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para pengurus baru koperasi. Di antaranya, pengurus harus mampu menerjemahkan kebutuhan semua warga UB. Hal ini guna mendorong para anggota untuk berperan aktif dalam mengembangkan koperasi. Pengurus juga diharapkan lebih mengembangkan komunikasi secara lebih intensif kepada pihak pimpinan sebagai fasilitator dan pihak universitas sebagai pemberi support. Tantangan berikutnya yang perlu diperhatikan pengurus baru yaitu lebih meningkatkan kepercayaan warga UB untuk mengalihkan sebagian modal/harta mereka ke koperasi dan bukan ke perbankan.
Oleh pengurus dilaporkan, kendala dominan yang dihadapi KPRI UB adalah persaingan ketat dengan toko swalayan berskala nasional yang ada di sekitar Plaza KPRI. Kendala lain adalah krisis sumberdaya manusia yang merupakan ujung tombak pelayanan koperasi kepada pelanggan, khususnya pada divisi perdagangan umum dan pertokoan. Saat ini jumlah anggota KPRI UB tercatat sebanyak 2060 orang, terdiri dari 525 orang pegawai honorer, 25 orang pegawai golongan I, 411 golongan II, 1448 golongan III, dan 651 golongan IV. Dilaporkan pula, jumlah SHU bersih per 31 Desember 2007 sebesar Rp 226 juta, meningkat 67% dibanding SHU bersih tahun sebelumnya sebesar Rp 135 juta.
Pada kesempatan itu dilakukan pembentukan formatur pengurus koperasi yang pada April 2008 berakhir masa kepengurusannya. Proses pemilihan dipimpin oleh Agus Sartono dari PKPRI dan H Zainuddin dari Dekopinda Kota Malang. Formatur terdiri dari satu orang pengurus demisioner, yaitu Drs Imam Safii MM, dan dua orang yang dipilih dari anggota yang hadir pada RAT KPRI UB 2008 yaitu Ir Umi Wisaptiningsih MS dari Fakultas Peternakan, dan Drs Edy Yulianto MP dari Fakultas Ilmu Administrasi. Dengan terpilihnya formatur tersebut maka kepengurusan yang dipimpin oleh Dr Ir H Salyo Sutrisno MS dinyatakan demisioner, tidak boleh mengeluarkan keputusan yang berhubungan dengan pihak luar atau kebijakan strategis. Masa kerja formatur pengurus maksimal satu bulan terhitung mulai tanggal ditetapkan. [nik]

Perpanjangan Microsoft Campus Agreement
11 April 2008
Universitas Brawijaya mendapatkan perpanjangan persetujuan penggunaan perangkat lunak Microsoft melalui program Microsoft Campus Agreement untuk tahun 2008. Perjanjian baru dengan nomor persetujuan (agreement number) 6318259 ini berlaku mulai 26 Desember 2007 dan akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2010.
Untuk mengetahui informasi perangkat lunak terbaru dari Microsoft yang telah terlisensi oleh Universitas Brawijaya, dapat dilihat pada  website mca.brawijaya.ac.id
Microsoft Campus Agreement adalah program pendaftaran lisensi tahunan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan khusus dari institusi pendidikan tinggi. Microsoft Campus Agreement memungkinkan institusi pendidikan untuk mengikuti perkembangan teknologi walau dengan anggaran yang terbatas.
Universitas Brawijaya telah mengadakan ikatan perjanjian dengan Microsoft Indonesia dalam hal melegalkan pemakaian perangkat lunak buatan Microsoft di lingkungan Universitas Brawijaya. Ikatan perjanjian ini berlangsung untuk dua periode, yaitu 2004-2007 dan 2008-2010.
Keuntungan
Keuntungan dari subscribtion licensing ini antara lain: mudah untuk memenuhi kebutuhan; karena semua komputer dan user di institusi anda terdaftar dalam jangka waktu perjanjian, akan mudah untuk memastikan bahwa institusi anda telah memiliki lisensi untuk produk yang dipilih; administrasi mudah, subscribtion licensing meniadakan kebutuhan penelurusan lisensi untuk produk terpilih di setiap komputer. Mengikuti teknologi, dengan mendaftarkan lisensi, pengguna di institusi dapat memperoleh update terbaru yang dirilis dalam jangka waktu perjanjian. Anggaran dan pembelian lebih sederhana, dengan satu pembayaran tahunan akan mencakup semua produk yang dipilih untuk satu tahun. Harga lebih terjangkau, dengan menggunakan standar pada sebuah produk platform, dapat dikurangi total biaya pemilikan software dengan meningkatnya produktivitas dan akses teknologi terbaru. Juga didapatkan keuntungan dari keanggotaan Software Assurance termasuk support resources, tools dan kursus e-learning. [tfq]

Ekonomi di Era Baru Kepemimpinan
11 April 2008
Negara-negara yang tidak melibatkan IMF dalam krisisnya sepuluh tahun silam seperti Korea, Malaysia, dan Cina justru lebih cepat bangkit dibanding yang melibatkannya, seperti Indonesia. Demikian pernyataan Rizal Ramli dalam ceramah di Universitas Brawijaya, Jumat (11/4). Di hadapan mahasiswa, Presiden Komisaris PT Semen Gresik ini menyampaikan ceramah singkat bertajuk “Proyeksi Ekonomi Tahun 2009 di Era Baru Kepemimpinan”. Acara ini digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM), dimoderatori Ananda Sabil Husein.
Secara khusus, Rizal Ramli mencontohkan strategi Korea yang meminta untuk segera restrukturisasi utang dan Malaysia yang menolak keras kehadiran IMF. Terkait Malaysia, lebih lanjut ia menyatakan, tarik ulur pendapat perlu tidaknya kehadiran IMF di Malaysia telah membuahkan perpecahan antara Anwar Ibrahim yang notabene mendukung kehadiran IMF dan Mahathir Muhammad yang menolak. “Sampai sekarang keduanya berkonfrontasi, bahkan 10 tahun setelah krisis berlalu, Anwar Ibrahim tetap maju menjadi oposisi pemerintah. Dalam perjalanannya, dapat kita lihat perekonomian Malaysia selamat walaupun negara tersebut tidak demokratis”, ujarnya.
Menggambarkan Indonesia, alumni program magister dan doktoral dari Boston University ini menyatakan, buah diundangnya IMF ke Indonesia adalah perekonomian yang hancur dengan blunder terparah di Asia dan penurunan pertumbuhan ekonomi dari 6% menjadi -13.8%.  “Salah satu sebabnya karena IMF meminta Indonesia menutup bank-bank tanpa persiapan yang memadai”, ujarnya. Dampak dari krisis tersebut, kata dia, masih bisa dirasakan hingga sekarang, diantaranya kelangkaan pangan yang disebabkan permintaan yang lebih tinggi dari persediaan. “Rasionalkah jika Indonesia dengan segala sumberdaya yang ada mengimpor garam, gula, beras dan gaplek”, ungkapnya. Terkait masalah pangan dan pertanian, ia menyarankan agar dicari solusi bagaimana caranya agar petani untung dengan lebih memberdayakan petani dan mengaktifkan pertanian. Secara khusus ia mencontohkan model pertanian di Jepang yang sangat didukung pemerintahnya melalui proteksi harga, proyek irigasi dan pemberian bibit unggul.
Kembali pada krisis 10 tahun lalu, Rizal yang juga mantan Menko Perekonomian pada era Gus Dur ini menyatakan bahwa perekonomian rakyat pada waktu itu menjadi penyelamat karena tidak menggunakan mata uang asing. Justru yang terpuruk, kata dia, adalah para konglomerat yang banyak bergantung pada mata uang asing. Dengan menarik kredit macet perumahan (subprime mortgage) di Amerika Serikat yang berpotensi mengguncang pasar finansial global, ia menganalogikan gejala yang sama di Indonesia melalui fenomena kredit motor yang menggila di masyarakat. “Masyarakat Indonesia segala lapisan saat ini berbondong-bondong melakukan kredit sepeda motor, bahkan yang masih berpendapatan rendah sekalipun”, ujarnya sembari mengkhawatirkan gejala krisis kredit serupa subprime mortgage di Indonesia. Rizal menegaskan, kebutuhan Indonesia akan model kepemimpinan yang transformatif dengan visi leadership kuat yang mampu membawa kemajuan dan bukan model transactional yang menjauhkan dari kemajuan. Model kepemimpinan ini menurutnya ada di Malaysia, Cina dan Singapura. [nok]

UB Sosialisasikan BLU
10 April 2008
Universitas Brawijaya telah menetapkan status BLU sebagai sasaran antara, sementara menunggu pengesahan UU tentang BHPMN. Berbagai langkah telah diambil. Di antaranya, Rektor membentuk tim penyusun proposal Badan Layanan Umum (BLU) dengan keputusan nomor 059/SK/2008 tanggal 4 Maret 2008. Dan tim ini pun telah pula bekerja siang malam melaksanakan tugasnya. Pemilihan status BLU ini dimaksudkan agar pengelolaan keuangan Universitas Brawijaya dapat dilakukan secara fleksibel, efektif, efisien, dan akuntabel.
Upaya lain, dengan mendatangkan pejabat dari Departemen Keuangan untuk menjelaskan seluk-beluk BLU, terutama dari segi aturan perundang-undangan, hak dan kewajiban, kelebihan dan keterbatasan yang ada. Untuk maksud ini, Kamis (10/4), diadakan presentasi oleh Edward UP Nainggolan SE Ak MAk dari Direktorat Pembinaan PK BLU Direktorat Jenderal Perbendaharaan Dep Keu. Presentasi berlangsung di lantai VIII gedung Rektorat, diikuti oleh segenap pimpinan universitas dan fakultas, ketua lembaga, kepala biro, dan kepala bagian.
Dalam kesempatan itu, Nainggolan mengatakan, peranan pemerintah dapat dipandang dari dua perspektif. Mechanic view: sebagai regulator dan administrator, serta orgnanic view: sebagai public service agency dan investor. Fungsi menurut mechanic view, erat dengan birokrasi. sementara fungsi menurut organic view harus dinamis dan dapat ditransformasikan ke autonomous agencies (badan otonom).
Menurut Nainggolan, banyak kegiatan instansi yang dapat ditransformasi sebagai badan otonom, antara lain: layanan pendidikan, layanan kesehatan masyarakat, layanan administrasi kependudukan, kendaraan, pembibitan dan pembenihan, pengolahan data, layanan litbang (penelitian dan pengembangan), penyelenggaraan dana bergulir untuk masyarakat, pembinaan olahraga, perawatan jalan raya, pemungutan pajak dan retribusi, pembinaan calon tenaga kerja, pertamanan dan kebersihan.
Sedangkan yang tidak boleh ditranformasi sebagai agency adalah legislasi, pengaturan, penetapan kebijakan pelayanan, penganggaran, peradilan, penindakan, dan pertanggungjawaban.
Dasar hukum BLU berturut-turut adalah UU no 1/2004 tentang perbendaharaan negara, PP no 23/2005 tentang pengelolaan keuangan badan layanan umum, dan beberapa peraturan menteri keuangan (PMK).
Dijelaskan, BLU dibentuk untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kekayaan BLU merupakan kekayaan negara yang tidak dipisahkan. Rencana kerja dan anggaran (RKA), laporan keuangan (LK) dan kinerja BLU disusun dan disajikan sebagai bagian tak terpisahkan dari RKA serta LK dan kinerja kementerian negara.
Pendapatan dan belanja BLU dalam RKA tahunan dikonsolidasikan dalam RKA kementerian negara. Pendapatan yang diperoleh BLU merupakan pendapatan negara/daerah. Pendapatan digunakan langsung untuk membiayai belanja BLU yang bersangkutan. Dengan konsep BLU, demikian Nainggolan, diharapkan terjadi peningkatan kinerja karena adanya fleksibilitas pengelolaan keuangan, dan tatakelola yang baik.Demikian pula untuk perguruan tinggi. Dengan adanya fleksibilitas keuangan dan corporate governance, akan ada nilai tambah yang akan dinikmati oleh stakeholders: masyarakat, pemerintah, investor, pegawai, dan lain-lain.
Untuk menjadi BLU, perguruan tinggi harus memenuhi persyaratan substantif, persyaratan teknis, dan persyaratan administrasi. Persyaratan substantif meliputi: penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi utama; layanan umum bersifat operasional yang menghasilkan semi barang/jasa publik; dan dalam pelaksanaan kegiatannya tidak mengutamakan keuntungan. Sedangkan persyaratan teknis meliputi: kinerja pelayanan layak dikelola dan ditingkatkan pencapaiannya melalui BLU; dan kinerja keuangan satuan kerja tersebut sehat. Adapun persyaratan administratif meliputi: pernyataan kesanggupan meningkatkan kinerja pelayanan, keuangan dan manfaat bagi masyarakat, pola tata kelola, rencana strategis bisnis, laporan keuangan pokok, standar pelayanan minimum (SPM), dan laporan audit terakhir atau pernyataan kesediaan untuk diaudit secara independen.
Sementara itu fleksibilitas pengelolaan keuangan meliputi: pendapatan, belanja, pengelolaan kas, pengelolaan piutang, pengelolaan utang, investasi, pengadaan barang/jasa, pengelolaan inventaris, remunerasi, dan nomenklatur/pejabat pengelola surplus/defisit.
Dalam hal perencanaan dan anggaran Pasal 10 PP 23/2005 menyatakan, BLU membuat rencana bisnis lima tahunan mengacu pada Renstra KL/RPJMD, BLU menyusun RBA tiap tahun berbasis kinerja, perhitungan akuntansi biaya, RBA disusun berdasarkan kebutuhan dan kemampuan pendapatan disertai dengan standar pelayanan minimum dan biaya dari output yang dihasilkan, RBA BLU merupakan bagian dari RKA KL/RKA SKPD/Pemda.
Sedangkan sumber pendapatan BLU menurut Pasal 14 PP 23/2005 dapat berasal dari alokasi APBN, imbalan jasa BLU, hasil kerjasama dengan pihak lain, dan hibah terikat. Dari alokasi APBN, dapat berupa block fund/belanja barang di APBN/APBD, atau penarikan dana dengan SPM. Untuk imbalan jasa BLU dan hasil kerjasama dengan pihak lain, dapat dikelola langsung sesuai RBA. Sedangkan dana dari hibah, sesuai persyaratan pemberi hibah. Semua sumber pendapatan BLU itu termasuk dalam PNBP (penerimaan negara bukan pajak).
Nainggolan menyebutkan, lembaga-lembaga yang berhak berubah status menjadi BLU tidak hanya lembaga pendidikan saja, tetapi juga lembaga kesehatan, koperasi, kehutanan, dan beberapa lembaga lainnya. Saat ini telah ada 40 lembaga yang mendaftar menjadi BLU dengan rincian 28 lembaga rumah sakit, 4 lembaga pendidikan, 2 koperasi, 2 lembaga ristek, 1 lembaga kehutanan, 3 balai besar Depnaker, dan 2 lembaga pertanian. Beberapa perguruan tinggi lain yang telah mendaftar untuk menjadi BLU antara lain adalah Unesa, Undip, UIN Syarif Hidayatullah, dan UIN Malang. Dari beberapa lembaga yang telah melaksanakan BLU, terlihat bahwa kinerja organisasi lebih baik terutama dalam hal transparansi keuangan.
Apabila di dalam audit nantinya persyaratan-persyaratan tersebut telah terpenuhi, maka Menteri Keuangan dapat menetapkan status BLU dalam waktu 2-4 minggu saja. Dengan demikian, kata Rektor, "dalam waktu 2-3 bulan ke depan kita bisa mendapatkan status BLU". [Far/fjr]

Double Degree
10 April 2008
Dalam rangka pengembangan Program Double Degree, Tim Double Degree Universitas Brawijaya (DD-UB) mengadakan kunjungan ke Universitas Nagasaki Jepang, 2-3 April 2008 silam. Tim terdiri dari Prof Liliek Sulistyowati PhD, Dr Ir Retno Dyah Puspitarini MS, dan Ir Aida Sartimbul MSc PhD. Di sana, Tim DD-UB diterima rektor, pembantu rektor bidang akademik, Direktur Graduate School of Science and Technology, Dekan Fakultas Perikanan, Staf International Exchange Program, Direktur Graduate School of Tropical Medicine Universitas Nagasaki.
Dalam pertemuan itu dibicarakan beberapa hal yang menyangkut persiapan nota kesepakatan (MoU) dengan Universitas Nagasaki, khususnya dalam program DD. Selain program DD juga menjalin kerjasama untuk program upgrade dosen muda untuk melanjutkan studi program master dan doktor di Universitas Nagasaki.
Untuk penerimaan mahasiswa baru periode Oktober 2008, Universitas Nagasaki telah mempersiapkan ujian masuk program master untuk 2 orang dosen, dan 1 orang untuk program doktor. Ketiga calon tersebut dari Fakultas Perikanan. Selain itu juga dibicarakan tentang sandwich program untuk mahasiswa S3, di samping joint research.
Menurut Prof Liliek, yang menarik ialah adanya international master program di Universitas Nagasaki untuk tropical medicine yang hanya memerlukan waktu satu tahun. Program ini diasuh oleh sekitar 50 orang profesor terkenal di bidang kedokteran di antaranya dari Jepang, Amerika, Inggris, Thailand, dan Filipina. Program ini khusus untuk mahasiwa dari negara non-tropis, wajib mengikuti praktek lapang di Thailand selama beberapa bulan untuk mempelajari penyakit-penyakit di daerah tropis. Syarat utama peserta program ini adalah dokter lulusan fakultas kedokteran yang telah berpengalaman menangani pasien selama 2 tahun.
Dari Nagasaki tim melanjutkan kunjungan ke Universitas Kumamoto (Propinsi Kumamoto), Saga (Propinsi Saga), Kyushu (Propinsi Kyushu), Ryukyus (Okinawa), dan Yamaguchi untuk realisasi MoU antara UB dan Yamaguchi University. [llk]
---
Foto (dari kiri): Prof Hideaki Nakata (DIrector of Graduate School of Science & Technology), Aida Sartimbul PhD, Prof Liliek Sulistyowati, Prof Hiroshi Saito (President of Nagasaki University), Dr Retno Dyah Puspitarini, Prof Matsuoka Kazumi (Research and International Affairs), dan Prof Egowa (Director General Affairs Department).

Peresmian Graha Sainta
10 April 2008
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, Kamis (10/4) siang, meresmikan penggunaan gedung Graha Sainta dan Mushola Baitul Ilmi. Acara berlangsung di lantai III gedung baru milik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang terletak di selatan Stadion Universitas Brawijaya.
Acara peresmian gedung ini juga dirangkai dengan pengajian dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang menghadirkan pembicara Dr KH Dahlan Tamrin dari Universitas Islam Negeri Malang. Menurut penyelenggara peringatan Maulid Nabi, Drs HM Misbah Khunnur MSi, sebenarnya pengajian tersebut adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan Forum Silaturahmi dan Kajian Islam (Forsikis). Akan tetapi karena adanya peresmian gedung baru ini, akhirnya kedua acara tersebut dilaksanakan bersama-sama. Acara ini dihadiri oleh segenap sivitas akademika FMIPA.
Ketua IOM FMIPA Drs HMA Prawoto MPd, menyampaikan terima kasih kepada orang tua mahasiswa yang telah memberikan kontribusi nyata berupa dana sejumlah Rp 3,376 milyar untuk pembangunan gedung ini. Dilaporkan, Graha Sainta ini memiliki tiga lantai dengan total seluas 1.866 meter persegi, mencakup 22 ruang, 6 toilet, 1 teras, dan 1 gudang.
Sementara itu, Dekan FMIPA Ir Adam Wiryawan MS mengatakan, gedung baru yang lebih representatif ini sangat menunjang kegiatan-kegiatan akademik maupun kemahasiswaan, seperti seminar maupun olahraga. Gedung baru tersebut juga semakin mendukung upaya FMIPA yang menargetkan semua jurusan telah memiliki program S2 dan S3 pada tahun 2009. Menurutnya, FMIPA yang pada saat ini memiliki 2600 mahasiswa, 178 dosen, dan 87 karyawan sudah selayaknya memiliki gedung yang baru, untuk lebih mengoptimalkan kinerjanya. Apalagi, fasilitas-fasilitas yang dimiliki FMIPA saat ini, seperti laboratorium tidak hanya dimanfaatkan oleh mahasiswanya sendiri, tetapi juga oleh mahasiswa-mahasiswa dari jurusan lain yang hendak melakukan praktikum.
Rektor Prof Yogi Sugito memberi selamat kepada seluruh sivitas akademika FMIPA dengan bertambahnya fasilitas yang dimiliki. Resminya gedung baru milik FMIPA ini, menurut Prof. Yogi juga semakin melengkapi jumlah pembangunan gedung-gedung baru di Universitas Brawijaya dan semakin mempermudah pencanangan kampus wisata. Tercatat saat ini juga ada pembangunan gedung-gedung baru oleh Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Administrasi, dan yang akan datang adalah Fakultas Ilmu Sosial. Menurut Rektor, selain akan memperlengkap diri dengan program S2 dan S3,  FMIPA juga akan menerapkan kelas berbahasa Inggris sebagai embrio kelas internasional di masa-masa yang akan datang. Menutup sambutannya, Prof Yogi mengingatkan bahwa adanya gedung baru tersebut, upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga pengajar juga harus diintensifkan lagi karena dosen-dosen di FMIPA yang bergelar doktor baru sejumlah 30%, sedangkan idealnya adalah 60%.
Rangkaian acara di gedung baru tersebut diakhiri secara simbolik dengan penandatanganan prasasti. Prosesi penandatanganan prasasti berturut-turut dilaksanakan oleh Ketua IOM MIPA, Dekan FMIPA, dan Rektor. [Fjr]

Pelatihan Formulasi Pakan Sapi Perah dan Potong
10 April 2008
Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya mengadakan pelatihan Formulasi Pakan Sapi Potong dan Perah. Terselenggara atas kerja sama Fapet UB dengan US Grains Council dan Asosiasi Ahli Ilmu Nutrisi Indonesia (AINI), pelatihan berlangsung selama dua hari, Kamis (10/4) dan Jumat (11/4), di dua tempat, di Fapet dan Pusat Komputer (Puskom).
Pelatihan diikuti oleh 30 orang peserta dari Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Mereka terdiri dari para peternak dan pengelola usaha ternak, koperasi, dan balai penelitian, antara lain dari PT Nestle Pasuruan, CV Santosa Agri Sapindo Malang, KUD (Malang, Pasuruan, Kediri dan Tulungagung), KPSP Pasuruan, KUTT, CV Santosa Farm Blitar, dan BBPTU Baturaden Purwokerto.
Materi pelatihan meliputi perkembangan mutakhir bahan pakan dan nutrisi ternak ruminansia yang disampaikan oleh Prof Dr Ir Hendrawan Soetanto MRurSc, dan Formulasi Pakan Ruminansia dengan menggunakan program Software Brill Feed Managament System yang disampaikan oleh perwakilan US Grains Council, Dr Budi Tangenjaya. [HN]

Peserta SPKS Utul dan SPKIns 1818, PSB 7317, SPKS NonUtul 1195
10 April 2008
Ujian tulis Seleksi Program Kemitraan Sekolah (SPKS) dan Seleksi Program Kemitraan Instansi (SPKIns) Universitas Brawijaya telah berlangsung akhir bulan lalu, hari Minggu (30/3). Tercatat sebanyak 1818 peserta mengikuti ujian tulis di 16 kota, meliputi Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Probolinggo, Jember, Blitar, Tulungagung, Kediri, Madiun, Surabaya, Balikpapan, Bontang, Aceh, Riau, Cilegon, dan Gresik, yang tersebar di 15 sekolah yaitu SMAN 1 Malang, SMAN 1 Sidoarjo, SMAN 1 Mojosari, SMAN 1 Probolinggo, SMAN 4 Jember, SMAN 1 Blitar, SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung, SMAN 1 Kediri, SMAN 1 Madiun, SMAN 2 dan SMA Al Falah Surabaya, SMAN 1 Balikpapan, SMA YPVDP Bontang, SMA PIM Nangroe Aceh Darussalam, dan SMA Cendana Mandau Pekanbaru.
Ujian SPKS diikuti oleh 1519 orang peserta yang terdiri dari 932 orang untuk program IPA dan 587 orang untuk program IPS. Peserta ujian terbanyak pertama berjumlah 353 orang berlangsung di Malang, terbanyak kedua di Kediri sebanyak 189 orang dan terbanyak ketiga berlangsung di Madiun diikuti oleh 180 orang.
Sementara untuk program SPKIns, ujian dilaksanakan di 10 perusahaan yaitu PT Badak NGL Bontang, PT Pupuk Kalimantan Timur Bontang, PT Krakatau Steel Cilegon, PT PLN Distribusi Jatim, PT Petrokimia Gresik, PT Semen Gresik, PT Chevron Riau, PT Pupuk Iskandar Muda Aceh, PT Samator Surabaya dan PT Jamsostek Jatim. Ujian SPKIns diikuti oleh 299 orang peserta yang terdiri dari 148 orang untuk program IPA dan 151 orang untuk program IPS. Peserta ujian terbanyak pertama sejumlah 73 orang berlangsung di PT Petrokimia Gresik, terbanyak kedua berjumlah 72 orang yang berlangsung di PT Badak NGL Bontang, dan terbanyak ketiga berlangsung di PT PLN Distribusi Jatim diikuti oleh 70 orang.
Pengumuman hasil SPKS ujian tulis dan SPKIns rencananya akan diumumkan pertengahan bulan depan, 16 Mei 2008.
PSB dan SPKS Non Ujian Tulis
Sementara itu, jalur penjaringan siswa berprestasi (PSB) saat ini sudah menyelesaikan tahap validasi. Menurut keterangan Kasubbag Registrasi dan Statistik Drs Sagiya kepada PRASETYA Online, dari 15.632 entry secara online, ternyata hanya 7317 record pendaftar yang memenuhi syarat dan siap untuk diproses lebih lanjut. Mereka ini telah melengkapi syarat pendaftaran yang telah ditentukan, yakni selain mengisi formulir online yang tersedia dalam website, juga melengkapi berkas pendaftaran, mengirimkannya secara kolektif melalui kepala sekolah, dan menyertakan bukti pembayaran biaya pendaftaran sebesar Rp 150 ribu per peserta. Mereka berasal dari 850 sekolah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, baik negeri maupun swasta.
Saat ini proses seleksi tengah berlangsung. Hasil seleksi mahasiswa baru tanpa ujian tulis melalui jalur PSB ini rencananya akan diumumkan sekitar minggu pertama bulan Mei 2008, sebelum dibukanya masa pendaftaran peserta seleksi SNM-PTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri).
Sedangkan untuk jalur SPKS non ujian tulis, dari 2775 entry, ternyata hanya 1195 record saja yang memenuhi syarat. Mereka berasal dari 325 sekolah. Proses seleksi ini pun kini tengah berlangsung dan direncanakan hasilnya akan diumumkan pada minggu kedua bulan Mei 2008.
Rencana daya tampung
Untuk tahun akademik 2008/2009 direncanakan daya tampung secara keseluruhan sebanyak 7888 mahasiswa baru. Jumlah ini lebih daripada tahun lalu, karena adanya penambahan 5 program studi baru, yakni: Hubungan Internasional, Psikologi, Teknik Perangkat Lunak, Sastra Jepang, dan Sastra Perancis.
Khusus jalur PSB, direncanakan daya tampung sebesar 1292 kursi, SPKS non ujian tulis sebesar 468 kursi untuk keseluruhan program studi. Sementara untuk SPKS ujian tulis dan SPKIns sebanyak 408 kursi. [nik]

Philanthropy Goes To Campus
8 April 2008
Sebagian besar kader kesehatan di Malang dan Surabaya memiliki motivasi intrinsik yang lebih besar dibanding motivasi ekstrinsik, dan lebih memerlukan reward yang bersifat non finansial dibanding finansial. Demikian salah satu hasil penelitian Lilik Zuhriyah SKM MKes dan Dina Novia SP MSi yang dipresentasikan di gedung PPI Universitas Brawijaya, Selasa (8/4). Momentum ini dijadikan sebagai sosialisasi dan diseminasi informasi hasil penelitian kedua dosen Universitas Brawijaya, masing-masing dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian. Penelitiannya mengambil judul “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kedermawanan Perempuan sebagai Kader Kesehatan” dan menjadi pemenang dalam ajang Philanthropy Research Award (PRA-3) yang diselenggarakan oleh Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC).
Penelitian ini menggabungkan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif dengan pendekatan concurrent nested. Populasi adalah semua kader kesehatan baik yang masih aktif maupun yang kurang aktif yang berada di kelurahan Jagir, Wonokromo, dan Trenggilis untuk wilayah Kota Surabaya, serta Kelurahan Penanggungan, Tunjungsekar, dan Arjowingangun untuk wilayah Kota Malang. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa pada umumnya kader di Surabaya dan Malang tidak mempermasalahkan masalah yang bersumber dari keluarga, teman sesama kader dan lingkungan. Kondisi sosiodemografi, motivasi dan tingkat kebutuhan reward juga menurut mereka berpengaruh terhadap tingkat kerelawanan kader di Surabaya dan Malang.
Pembahas akademik, Dr dr Retty Ratnawati MSc pada kesempatan berbicara menyatakan, hasil studi tersebut bagus sebagai penelitian pendahuluan di Indonesia. Masukan yang diberikan, penelitian tersebut hendaknya lebih difokuskan pada pokok permasalahan women study dengan metode lebih pada penelitian kualitatif, misal melalui Focus Group Discussion (FGD) ataupun grounded study. Berkaitan dengan tema kader kesehatan, dosen FK ini menyarankan agar ada apresiasi khusus dari pemerintah yang berbasis pada profesionalisme.
Pola dan Potensi Sumbangan Masyarakat
Sementara itu salah seorang peneliti PIRAC, Hamid Abidin, menceritakan hasil penelitiannya. Diketahui bahwa tingkat kedermawanan masyarakat masih tinggi, sekitar 99.6%. Tingginya kedermawanan masyarakat juga bisa dilihat dari peningkatan jumlah masyarakat yang menyisihkan dana untuk sumbangan serta besaran dana yang disisihkan. Hasil survei juga menunjukkan bahwa pola menyumbang masyarakat masih cenderung bersifat langsung dan untuk program jangka pendek, seperti melalui kotak amal atau didatangi langsung ke rumah. Ajaran agama menurutnya, masih menjadi motivasi utama masyarakat dalam menyumbang, sekitar 97% di samping belas kasihan (90%), solidaritas sosial (87%), dan kepercayaan terhadap organisasi (47%). Ditemukan pula fakta, masyarakat semakin kritis dalam menyumbang dan menuntut mekanisme pertanggungjawaban yang lebih tinggi sehingga organisasi nirlaba dituntut tidak hanya merancang program yang menarik, namun juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas lembaga.
Philanthropy di Amerika Serikat
Sepasang suami isteri Mark dan Jeanie Wodka, warga negara Amerika, hadir dalam kesempatan itu. Sudah hampir dua tahun mereka berdua tinggal di Malang bekerja sebagai guru bahasa Inggris (Business English Course) di lembaga kursus bahasa "Access". Sebelumnya, selama tiga tahun mereka tinggal di Jakarta.
Mengenai filantropi, Jeanie yang mengaku beragama Kristen menyatakan, memberi kepada orang lain yang membutuhkan merupakan ajaran Al Kitab, dan ia merasa senang melakukan hal tersebut. Mengenai apa yang diberikan, ia lebih suka memberikan barang kebutuhan langsung, terutama kebutuhan pokok seperti makanan daripada uang. “Kami khawatir jika memberikan uang akan menjadikan mereka malas dan tidak mau bekerja”, ujarnya.
Karena kebiasaan tersebut, ia mengatakan suaminya sempat mendapat julukan Mr Mi karena kebiasaannya memberikan mi instan. “Kami memang mengusahakan untuk tidak memberikan uang, sehingga menggantinya dengan mi instan”, kata Jeanie yang cukup lancar berbahasa Indonesia. “Tetapi akhir-akhir ini kami mempertimbangkan tidak lagi memberikan mi karena kandungan MSG-nya dan diganti makanan yang berprotein tinggi”, kata dia.
Selain kebutuhan makanan, ia mencontohkan hal lain yang dilakukan negara asalnya di Amerika. Bagi warga Amerika yang tidak punya rumah, menurutnya, negara dan lembaga swasta akan membantu dengan memberikan tempat perlindungan, yang disebutnya dengan shelter. Di Amerika, diceritakannya, uang hanya untuk sementara diberikan bagi janda beranak dan tidak memiliki pekerjaan. ”Karena sangat susah menemukan pekerjaan yang sekaligus menanggung keluarganya 'kan?”, ungkapnya, ”Apalagi jika tingkat pendidikannya rendah”. Tentang pendidikan, Jeanie mengatakan, di Amerika pendidikan dasar, SD sampai SMA gratis, semua biaya pendidikan diperoleh dari pajak. Melihat rumitnya permasalahan yang ada di Indonesia, secara khusus Jeanie menekankan agar pendidikan di Indonesia lebih diperhatikan, dan menjadi prioritas.
Apa itu filantropi?
Kegiatan filantropi dan mobilisasi sumber daya manusia di Indonesia telah berkembang pesat dalam sepuluh tahun terakhir. Hal ini tergambar dari berbagai penelitian dan kajian yang dilakukan PIRAC (Public Interest Research and Advocacy Center). Sejumlah kota di Indonesia menunjukkan peningkatan sumbangan rata-rata perseorangan di Indonesia baik untuk organisasi keagamaan maupun non keagamaan. Kepercayaan terhadap organisasi-organisasi sosial juga meningkat cukup tajam. Ini menunjukkan terjadinya transformasi dalam pengalokasian sumber dari perorangan dan langsung menjadi sumbangan organisasi. Namun pengelolaan dan pendayagunaan dana sosial belum memperhatikan kepentingan dan isu-isu perempuan. Donatur perorangan maupun lembaga juga belum banyak mengalokasikan sumbangan secara khusus untuk organisasi perempuan dan program-program untuk perempuan.
Pengembangan filantropi selama ini juga belum banyak melibatkan dan menggali potensi kaum perempuan dalam kegiatan kedermawanan sebagai donatur dan pendukung program. Perempuan juga dinilai tidak punya kekuasaan dalam pengambilan keputusan menyumbang karena pencari dan pemberi nafkah sebagian besar adalah laki-laki.
Dengan menyadari berbagai potensi dan keterbatasan di pengembangan filantropi untuk pemberdayaan perempuan, maka dipandang perlu untuk mengintensifkan kegiatan di bidang kedermawanan sosial. Salah satunya dengan mengadakan kompetisi di bidang filantropi yang dikemas dalam kegiatan Phylanthropy Research Award 3 (PRA 3). Kegiatan ini sudah diselenggarakan secara rutin sejak tahun 2002. Melalui program ini, PIRAC dengan dukungan Ford Foundation telah mendanai penelitian yang akan dilakukan oleh 5 peneliti pemenang PRA 3. Dengan kegiatan ini diharapkan data dan referensi bidang filantropi bisa diperbanyak dan untuk jangka panjang bermanfaat dalam menumbuhkan dan memperkuat filantropi di Indonesia.
Dalam rangka sosialisasi dan diseminasi informasi dari hasil penelitian pemenang PRA 3, PIRAC didukung Ford Foundation bekerja sama dengan Pusat Penelitian Gender dan Kependudukan (PPG&K) Lembaga Penelitian Universitas Brawijaya mengadakan program Phylanthropy Goes To Campus. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk studium generale yang diisi pemaparan hasil penelitian mengenai peran filantropi dalam pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh peneliti pemenang PRA-3. [nok]

Mahasiswa UB Ikuti Kongres IAAS di Belarus
8 April 2008
Tiga orang mahasiswa Universitas Brawijaya terpilih untuk mengikuti International Association on Agricultural and Related Sciences Students (IAAS) World Congress ke-51 yang diselenggarakan 14 Juli hingga 5 Agustus mendatang di Minsk, Belarus. Mereka adalah Hafiz Iqbal Maulana (mahasiswa THP FTP angkatan 2006), Dwi Retnowati (mahasiswa Budidaya Pertanian Faperta angkatan 2005) dan Erry Hardiansyah (mahasiswa TIP FTP angkatan 2006). Ketiganya adalah fungsionaris IAAS local committee Universitas Brawijaya, yang berturut-turut adalah staf public relations, koordinator project, dan staf exchange programme.
Tema kongres tahun ini “Rural Tourism as Solution for Employment Local Development and Environment: Principal to Practises”, akan diwujudkan dalam berbagai kegiatan, yaitu seminar, festival internasional, trade fair, pameran, poster session (presentasi masing-masing perguruan tinggi dan karya tulis), field trip ke berbagai ecotourism, pemilihan Mr and Miss WoCo (World Congress) serta general assembly. Dalam momentum tersebut, menurut rencana akan dilangsungkan pula pergantian kepengurusan IAAS World yang saat ini dipimpin oleh Laura Kilstroem dari Finlandia.
Indonesia sendiri akan mengirimkan 8 orang delegasi dari berbagai local committee, minus Universitas Diponegoro. Delegasi tersebut berasal dari Universitas Brawijaya (3 orang), IPB (2 orang), Universitas Haluoleo (1 orang) dan Universitas Padjadjaran (2 orang). Dalam kongres yang diikuti oleh delegasi lebih dari 40 negara tersebut, seleksi dilakukan secara internal oleh IAAS. Berbagai tahapan yang dilalui, disampaikan khusus oleh Erry meliputi screening melalui penulisan esai, motivation letter dan CV serta pertimbangan keaktifan dan pengalaman organisasi. Melalui screening tahap pertama diperoleh 8 delegasi tersebut dari 21 orang yang mendaftar. Sementara itu, screening tahap kedua dilakukan dengan interview oleh screener board dan delegasi IAAS world congress tahun sebelumnya.
Misi Delegasi UB
Direncanakan, masing-masing delegasi dari berbagai negara tersebut akan mempersembahkan karya mereka pada ajang internasional ini. Dari Indonesia, delegasi Unpad akan mempersembahkan tari tradisional, sementara UB akan menyajikan presentasi pariwisata dalam bentuk ekowisata (pariwisata berbasis desa) dalam trade fair dan poster session. Diakui Hafiz, dalam kongres IAAS tingkat dunia ini pihaknya memiliki berbagai misi. Secara rinci misi tersebut adalah menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah World Congress pada 2010 mendatang setelah Meksiko pada 2009. Upaya ini menurutnya telah melalui berbagai proses pemantapan dari IAAS committee Indonesia dalam national congress di Kendari pada Februari silam.
Dalam forum IAAS world nantinya, tahapan selanjutnya dijelaskan Hafiz adalah presentasi kondisi Indonesia dan kesiapan IAAS Indonesia. Sesuai hasil kongres nasional kemarin, dikatakannya, telah dikonsep bahwa kegiatan inti (general assembly) akan diselenggarakan di Malang dengan field trip-nya ke berbagai daerah diantaranya Jakarta, Bogor dan Semarang. Selain itu, misi yang lain adalah mengusulkan ISPCA (International Scientific Paper Competition on Agricultural) sebagai pengembangan dari NSPCA IAAS Local Indonesia sebagai salah satu agenda kegiatan jika kongres 2010 terselenggara di Indonesia. Misi lain yang tak kalah penting adalah VCP (Village Concept Project) serta pembuatan database anggota IAAS dari seluruh negara.
Mempersiapkan keberangkatan ke Belarusia, rombongan delegasi yang dipimpin oleh Adi Bramasto dari LC Unpad ini telah mempersiapkan berbagai keperluan, baik akomodasi, transportasi maupun mental. Menuju ke salah satu negara di kawasan Eropa Timur ini, pihaknya tengah mengusahakan pendanaan dari berbagai pihak di antaranya rektorat, Dinas Pariwisata, Kementerian Lingkungan Hidup, dan lain-lain.
Desa Binaan
Program desa binaan yang dikelola oleh IAAS dikenal dengan nama Village Concept Project (VCP). Desa Kondangmerak, (Kabupaten Malang) terpilih setelah menyingkirkan dua calon lainnya yaitu Ranupane dan Banurejo, dengan pertimbangan lokasi yang relatif dekat serta terbatasnya SDM dan infrastruktur desa. Potensi desa tersebut yang bisa digali secara optimal, menurut Dwi, adalah kelebihannya sebagai pantai wisata yang masih alami, terumbu karang yang masih banyak, kondisi desa belum ada listrik, serta banyaknya potensi lain yang sangat mungkin untuk dikembangkan. “Singkatnya, Kondangmerak memiliki sumber daya alam yang tinggi namun sumber daya manusianya masih rendah”, ujarnya. Diawali dengan observasi dan pengumpulan data yang telah dilakukan pihak IAAS LC UB sejak 2005, akhirnya diputuskan bahwa desa tersebut sangat layak menjadi desa binaan. “Dalam rencana jangka panjangnya, kami ingin mengembangkan proyek di desa tersebut untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan warganya”, kata Dwi. “Dalam forum IAAS world nantinya, kami berupaya untuk menggalang pendanaan dalam rangka merealisasikan program tersebut”, tambahnya. Lebih rinci, ia menggambarkan kondisi di desa tersebut yang masyarakatnya masih berada dibawah garis kemiskinan serta belum pernah tergarap. Dari berbagai survei dan observasi yang dilakukannya, pihaknya telah membuat peta potensi desa serta data tingkat ekonomi masyarakat Kondangmerak.
Sejak tahun 2005, Dwi dan kawan-kawan telah melakukan berbagai kegiatan untuk menstimulasi dinamika desa tersebut. Menurutnya, respon masyarakat di sana sangat bagus karena sebagian besar di antara mereka sangat sadar lingkungan dan potensi desanya yang tinggi. ”Sebelumnya kami telah membawa konsep ini ke IAAS World Congress tahun lalu yang diselenggarakan di Jerman dan untuk tahun ini kami ingin fokus pada penggalangan dana untuk realisasi program”, pungkas Dwi. [nok]

PIS Menjadi Fakultas Ilmu Sosial
8 April 2008
Universitas Brawijaya kini memiliki fakultas baru, Fakultas Ilmu Sosial (FIS). Fakultas ini merupakan peningkatan status Program Ilmu Sosial (PIS) yang telah berjalan selama kurang lebih empat tahun.
Menurut Ketua PIS, Prof Dr Ir Darsono Wisadirana MS, proposal tentang peningkatan status PIS menjadi FIS dikirim dari rektor ke Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) pada tanggal 5 Januari 2008 kemudian disetujui pada tanggal 29 Februari 2008 berdasarkan SK Dirjen Dikti nomor 536/D/T/2008. “Proposal peningkatan status PIS menjadi FIS disetujui karena PIS telah memiliki dua jurusan dan empat program studi”, jelas Prof Darsono. Jurusan yang dimaksud adalah Jurusan Ilmu Sosiologi dengan program Studi Ilmu Sosiologi, Jurusan Ilmu Komunikasi dengan program studi Ilmu Komunikasi. Dua program studi terbaru yang dimiliki adalah Program Studi Psikologi dan Program Studi Hubungan Internasional (HI). Disetujuinya peningkatan status ini juga tak lepas dari status PIS yang telah berhasil meluluskan mahasiswa S1-nya pada wisuda beberapa bulan yang lalu.
Status sebagai sebuah fakultas, tentunya menimbulkan konsekuensi baru, di antaranya adalah meraih akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional (BAN). Oleh karena itu, FIS akan segera menyusun proposal untuk mencapai akreditasi terbaik dan akan dikirim dalam waktu dekat ini. “Minggu ini kita akan rapat mengenai rencana pengajuan akreditasi FIS dan Saya yang akan langsung memimpin rapat tersebut”, terang Prof Darsono. Menurutnya, dalam waktu dua bulan  ditargetkan FIS sudah memperoleh status akreditasi nasionalnya. Status akreditasi ini penting sekali karena menjadi daya tawar dunia pendidikan kepada masyarakat yang akan memilih jurusan di universitas.
Bukan hanya masalah akreditasi saja yang sedang sibuk dipersiapkan oleh FIS saat ini, tetapi juga perombakan struktur organisasi. Ketika masih berstatus sebagai PIS, yang menjadi pemimpin adalah seorang ketua program yang dibantu oleh kepala bagian akademik, kepala bagian keuangan dan kepegawaian, dan kepala bagian kemahasiswaan. Bahkan, menurut Prof. Darsono, saat ini dia masih menjabat sebagai  ketua Ketua Program (Kaprog) yang merangkap sebagai Ketua Tata Usaha (KTU) yang dirasakan sangat merepotkan kinerjanya. Untuk itu, dalam bulan ini akan dibentuk struktur organisasi berupa dekan, senat, dan KTU dan staf-staf dengan meminta babtuan rektorat. “Untuk struktur Pembantu Dekan (PD), masih belum. Mungkin dalam waktu dua sampai tiga bulan ke depan baru akan terpenuhi”, jelas beliau.
Dengan penambahan jurusan dan program studi yang ada sekarang ini, tentunya membuka peluang bertambahnya mahasiswa baru yang akan dijaring pada tahun akademik mendatang. Menurut rencana, FIS akan langsung membuka pagu mahasiswa baru untuk Program Studi Ilmu Psikologi dan Hubungan Internasional pada tahun akademik depan ini, sedangkan pagu untuk Jurusan Ilmu Sosiologi dan Ilmu Komunikasi masih tetap jumlahnya. Meningkatnya jumlah mahasiswa juga menuntut adanya infrastruktur yang tidak kalah pentingnya yaitu gedung perkuliahan. Ruang Kuliah Bersama (RKB) yang selama ini dipakai sebagai ruang perkuliahan tentunya tidak cukup lagi untuk menampung jumlah mahasiswa FIS yang nantinya meningkat. Oleh sebab itu, FIS juga telah merencanakan pembangunan gedung kuliah baru yang dalam waktu dekat akan mulai digarap. Lokasinya berada tepat di sebelah barat jurusan Teknik Elektro dan di belakang Jurusan Fisika. Desain gedung tersebut telah ada dan direncanakan akan berdiri tujuh lantai. Namun karena masih memerlukan dana yang tidak sedikit, pada tahap pertama akan dibangun tiga lantai saja. Mulai bulan ini, gedung tersebut akan mulai dibangun.
Ternyata, upaya FIS untuk lebih meningkatkan kualitas akademik bukan hanya sampai membuka dua program studi terbaru yaitu Psikologi dan HI saja. Dalam waktu yang akan datang, FIS juga akan membuka Program Studi Ilmu Politik. “Proposal prodi Ilmu Politik telah dikirim oleh rektor ke Dirjen Dikti pada tanggal 31 Maret 2008, doakan saja segera disetujui”, kata Prof. Darsono. Ketika nanti Prodi Ilmu Politik sudah ada, nama FIS tentunya berubah menjadi FISIP, semakin banyak pilihan masyarakat untuk melanjutkan kuliahnya di Universitas Brawijaya. [fjr]

Visitasi Ketua Program Double Degree
8 April 2008
Ketua Program Double Degree Universitas Brawijaya, Prof Ir Liliek Sulistyowati PhD selama beberapa waktu mengadakan kunjungan kerja ke berbagai perguruan tinggi mitra di Jepang, Australia, dan Thailand. Dalam Program Double Degree yang diselenggarakan serentak oleh beberapa perguruan tinggi ternama di Indonesia ini, Universitas Brawijaya dipercaya sebagai fasilitator double degree untuk program bioteknologi. Kepada PRASETYA Online, diceritakan secara runtut perjalanan tersebut.
Visitasi ke Jepang
Dimulai Desember tahun silam, awal bulan Prof Liliek mengunjungi Jepang, melakukan visitasi terhadap mahasiswa program double degree di Yamaguchi University. Visitasi merupakan rangkaian kegiatan monitoring dan evaluasi program double degree. Di universitas yang terletak di kota Ube tersebut, terdapat tiga mahasiswa Universitas Brawijaya program double degree.
Dalam kunjungan ke Jepang, Prof Liliek sempat melakukan aktivitas sebagai visiting professor di International Centre of Biotechnology, Osaka University, melakukan penelitian selama 6 minggu pada bulan November-Desember. Dalam penelitiannya, ia membuat coushuct agrobacterium yang disisipi gen chitinase dan glucanase dari trichoderma untuk transformasi pada tanaman jeruk, jarak pagar, pisang abaca dan kedelai, agar tanaman tersebut tahan infeksi jamur patogen.
Selama di Jepang, Prof Liliek juga berkunjung ke research center of fermentation Ajinomoto di Kawasaki-Shi.
Kunjungan ke Jepang itu juga dimaksudkan untuk mencari partner program double degree, rekrutmen mahasiswa, dan sponsor serta monitoring dan evaluasi.
Akhir Maret silam Prof Liliek didampingi dua orang stafnya, Ir Aida Sartimbul MSc PhD angota tim rekrutmen dan monitoring, dan Dr Ir Retno Dyah Puspita Rini MS sekretaris Program Double Degree kembali mengunjungi Jepang. Beberapa universitas yang dituju berada di Osaka, Kyoto, Shizuoka, Saga, Kumamoto dan Nagasaki.
Kunjungan ke Thailand
Sementara itu dalam kunjungan ke Thailand, Prof Liliek berkesempatan menghadiri acara Forum Rektor se-Indonesia dan Thailand karena saatnya yang berbarengan. Di Thailand terdapat 47 orang mahasiswa program double degree yang tersebar di berbagai perguruan tinggi, yaitu King Mongkhut’s University of Technology Thonburi (6 orang), Burapha University (15 orang), Mae Fah Huang University (13 orang), Chiang Mai University (2 orang) dan Prince of Songklah University (11 orang). Dalam kunjungan tersebut, seluruh mahasiswa diminta untuk membuat laporan kemajuan belajar, kehidupan akademis dan non akademis pada masing-masing lokasi. Dilaporkan, di antara mahasiswa tersebut terdapat seorang mahasiswa yang sedang meneliti Flu Burung yaitu Irisa Trianti SP dengan judul ”Optimization Recombinant HA Protein Production Using Baculo Virus-Insect Cell System in 2,5,1 Fermenter”.
Kunjungan ke Australia
Selain Jepang dan Thailand, Prof Liliek juga melakukan program yang sama di Australia. Guna melaksanakan seluruh programnya di negeri Kanguru tersebut, ia mengadakan kunjungan ke La Trobe University. Di salah satu Universitas ternama di Australia itu ia diterima oleh Pro Vice Chancelor bidang akademik, Prof RW Ranish dan Chief Officer International Programs Office, John Molony. Dalam kunjungan itu dijajagi kemungkinan kerjasama program double degree di universitas tersebut. Hasilnya, pihak La Trobe University bersedia menjadi mitra Program Double Degree Universitas Brawijaya dengan skema 2 semester kuliah di Universitas Brawijaya dan 3 semester penelitian di La Trobe University. Melalui program tersebut lulusan akan diperoleh gelar MSc dari La Trobe University dan Universitas Brawijaya melalui transfer kredit kuliah yang diambil di Universitas Brawijaya.
Beasiswa untuk program ini disediakan oleh Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Depdiknas. Selain itu, La Trobe University juga bersedia menerima dosen UB yang berminat mengambil program magister dan doktoral di La Trobe University menggunakan beasiswa Dikti. ”Jika UB mengirim lebih dari 15 dosen, maka La Trobe University bersedia meng-up grade kemampuan bahasa Inggris para dosen tersebut sampai pada level yang ditentukan”, ujar Prof Liliek. Program ini  merupakan salah satu implementasi penandatanganan MoU antara kedua universitas tahun 2004 silam. Selain bioteknologi,  kerjasama program ini juga akan dikembangkan untuk program ilmu-ilmu sosial dan keperawatan. Dalam kunjungan tersebut, Prof Liliek juga menjalani kegiatan rutin sejak 3 tahun silam di La Trobe University, sebagai honorary staff di School of Biological Science, yang juga almamaternya. [nok]

Usulan Beasiswa Dikti bagi 118 Dosen
7 April 2008
Seratus delapan belas staf pengajar Universitas Brawijaya diusulkan menerima beasiswa pendidikan lanjut di luar negeri. Pengusulan ini tertuang dalam surat Rektor nomor 1983/J10/AK/2008, tanggal 26 Maret 2008, yang ditandatangani Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Bambang Suharto MS. Surat tersebut dikirimkan untuk menjawab surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 4097/D/T/2007 tanggal 14 Desember 2007.
Informasi Direktorat Ketenagaan Ditjen Dikti menyebutkan, beasiswa itu diberikan untuk pendidikan lanjut di berbagai Universitas di luar negeri: Australia, New Zealand, Inggris, Belanda, Jerman, Norwegia, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang dan Malaysia.
Para dosen yang diusulkan itu, 70 orang akan mengikuti program S3, dan 48 orang S2. Usulan beasiswa S3 terbanyak dari FIA (28 orang) kemudian diikuti secara berturut-turut FMIPA (12), FT (9), FE (7), FP (6), Faperik (3), FTP (3), FH (1) dan FK (1). Sedangkan usulan untuk memperoleh beasiswa S2 terbanyak berasal dari FMIPA (11 orang) yang kemudian secara berurutan berasal dari Faperik (8), FH (5), Fapet (4), Faperta (4), FIA (4), FIS (4), FK (3), FT (2), FTP (2) dan FE (1).
Staf Pembantu Rektor I, Dr Ir Ifar Subagiyo MAgrSt, kepada PRASETYA On Line menjelaskan, pengusulan ini merupakan usulan tahap kedua untuk mendapatkan beasiswa Dikti mulai bulan September 2008. Usulan tahap pertama telah dikirimkan tahun lalu. Dalam usulan pertama, 52 orang telah disetujui mendapatkan beasiswa studi lanjut S3 di berbagai perguruan tinggi luar negeri.
Lebih lanjut pihak Dikti akan melakukan seleksi secara administratif dan wawancara langsung dengan para dosen yang telah diusulkan pada tahap kedua di atas. Waktu wawancara belum ditentukan. Menurut ketentuan Dikti, pada prinsipnya bahwa dosen yang pada akhirnya benar-benar diberi beasiswa dan diberangkatkan untuk studi diluar negeri adalah mereka yang telah memiliki Unconditional Letter of Acceptance (ULoA), serta memenuhi persyaratan kemampuan berbahasa Inggris sesuai ketentuan universitas yang dituju.
Memperhatikan ketentuan prinsip seperti itu, Dr Ifar berharap, para dosen yang belum berkesempatan memperoleh beasiswa Dikti untuk studi di luar-negeri, agar mulai mempersiapkan diri, khususnya berupaya mendapatkan ULoA dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Hal ini mengingat ke depan, Dikti telah memberikan sinyal masih akan menawarkan beasiswa untuk studi lanjut ke luar-negeri tahap ketiga. [IS]

Sumpah Dokter
7 April 2008
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB), Senin (7/4), mengadakan upacara pengucapan sumpah dokter baru hasil yudisium tanggal 13 Maret 2008. Upacara di lantai II Graha Medika ini disaksikan oleh segenap pimpinan FK-UB maupun RSUD Saiful Anwar. Dipimpin oleh Dekan Dr dr Samsul Islam SpMK MKes, hadirin menyaksikan pengucapan sumpah dan penandatanganan lafal sumpah serta pengalungan gordon 42 orang dokter baru.
Dalam laporannya, Ketua Jurusan Kedokteran Dr dr Basuki B Purnomo SpU menyatakan dokter lulusan terbaik pada yudisium 13 Maret 2008, masing-masing adalah dr Citra Ahdi Prasetya (IPK 3,50), dr Arne Putri Mahargiani (IPK 3,47), dan dr Madinatul Istighfar (IPK 3,47). Dengan demikian FK-UB telah meluluskan sebanyak 3407 dokter yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, bahkan ada yang bekerja di luar negeri, namun masih peduli dengan FK-UB sehingga telah dapat dibentuk suatu jaringan informasi antara fakultas dengan alumni (tracer study).
Sementara itu Dekan Dr Samsul Islam, dalam sambutannya mengatakan, ditinjau dari kebutuhan bangsa untuk pemerataan penyebaran tenaga dokter, maka jumlah yang telah diluluskan FK-UB masih jauh dari kebutuhan. "Oleh karena itu, saya anjurkan kepada para dokter baru untuk berani mengabdi di daerah-daerah di seluruh Indonesia", ujar Dr Samsul Islam.
Pada kesempatan itu Dekan juga menginformasikan, pemerintah melalui Departemen Kesehatan memberikan beasiswa PPDS dan sekaligus dapat diangkat sebagai PNS Daerah. Telah disiapkan 700 beasiswa pada tahun ini.
Ke-42 orang dokter baru itu masing-masing adalah: dr Muhammad Iqbal SKed, dr Idha Prasetyowati SKed, dr Deasy Putri Sukarno SKed, dr Dwi Cahyanti SKed, dr Ida Imami Kurniasari SKed, dr Maria Rachmawati SKed, dr Mia Anugerahini SKed, dr Risa Amalia SKed, dr Riza Widiastuti SKed, dr Bopi Yudha Sapa SKed, dr Titok Hariyanto SKed, dr Aditya Ignasius Sigit SKed, dr Andhika Yudistira SKed, dr Anggun Putri Yuniaswan SKed, dr Arif Banar Rizali SKed, dr Arne Putri Mahargiani SKed, dr Citra Ahdi Prasetya SKed, dr Denik Anggraeni SKed, dr Desi Ariwinanti SKed, dr Dessika Rahmawati SKed, dr Diana Indri Saptari SKed, dr Emira Darmawati SKed, dr Farhan Syadida SKed, dr Febriani Yohana SKed, dr Fidia Anggraini SKed, dr Gembong Pandhu Suprobo SKed, dr Indah Nur Hidayanthi SKed, dr Indira Ratih SKed, dr Indra Wahyu Saputra SKed, dr Laila Hanum SKed, dr Madinatul Istighfar SKed, dr Mochammad Jalalul Marzuki SKed, dr Muhamad Abdul Azis SKed, dr Nurul Inayah SKed, dr Nurully Andriardi Lestarini SKed, dr Ratna Wilian SKed, dr Sofyan Rizalanda SKed, dr Sri Setyaningsih SKed, dr Sylvia Dwi Damayanti SKed, dr Ulil Abshor SKed, dr Devi Yolanda SKed, dan dr Mutia Arumi SKed. [Far]

Workshop ISTECS: Menuju Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
7 April 2008
Eko Nugroho SPt, dosen muda Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, menjadi salah satu pembicara tim ISTECS dalam sebuah workshop pertanian yang diselenggarakan Sabtu (29/3) di Gedung Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Frankfurt. Diselenggarakan oleh ISTECS (Institut for Science and Technology Studies) chapter Eropa untuk wilayah Jerman bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin, workshop bertema "Menuju Pembangunan Pertanian Berkelanjutan di Indonesia" ini menghadirkan dua pembicara kunci, yaitu Atase Pertanian RI di Brussel (Belgia) Dr Edi Hartulistiyoso, dan Dr Ahmed Abu Shaban dari University of Hohenheim.
Dalam presentasi bersama dua pembicara tim ISTECS lainnya, Eko Nugroho yang saat ini sedang menempuh studi master di University of Hohenheim (Jerman), memaparkan driving forces di balik kesuksesan sektor pertanian di beberapa negara seperti Cina, India, Thailand dan Vietnam dalam menyokong pembangunan ekonomi.
Workshop juga dilengkapi dengan agenda Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan menganalisa berbagai permasalahan pertanian terkini di Indonesia, sekaligus membantu pemerintah dalam merumuskan solusi terhadap permasalahan tersebut. Pesertanya adalah para mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di berbagai kota di Jerman seperti Goettingen, Kassel, dan Stuttgart. [en]

Pameran Internasional Pendidikan di Jakarta
6 April 2008
Selama 4 hari, 3-6 April 2008, Universitas Brawijaya (UB) membuka stan pameran internasional pendidikan dan pelatihan "17th Education & Training Expo" yang berlangsung di Gedung Kartika Expo Center (Balai Kartini), Kuningan, Jakarta. Penyelenggara pameran ini, PT Wahyu Promo Citra, dengan tujuan membantu pelajar, khususnya kelas III SMA/SMK/MA, untuk memperoleh informasi mengenai pendidikan tinggi maupun kursus. Dengan pameran semacam ini diharapkan mereka yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi atau mengikuti kursus akan dengan mudah mencari dan memilih mana yang paling sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.
Pameran ini sepenuhnya didukung oleh Departemen Pendidikan Nasional dan Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Provinsi DKI Jakarta. Dalam pameran ini, stan UB salah satu dari 120 stan peserta yang terdiri dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga pelatihan terkemuka dan terakreditasi dari Jabodetabek dan kota-kota besar lainnya di Indonesia, meliputi lembaga kursus, pusdiklat, maupun overseas study yang kesemuanya saling menunjang dalam penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas bagi lulusan sekolah menengah.
Dalam kesempatan itu, stand UB yang ramai dikunjungi para siswa SLTA selain mempresentasikan seluk beluk pendidikan dan melayani pertanyaan mereka, juga mendemonstrasikan kebolehan robot karya Tim Robot Fakultas Teknik yang menjuarai Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2007 di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS-ITS). Bukan hanya itu saja, pameran ini juga diisi dengan Lomba Cepat Tepat Bahasa Inggris Tertulis (LCTBIT), Try Out SPMB, dan tidak ketinggalan info beasiswa dari berbagai sumber.
Stan pameran UB ini dikoordinir oleh Staf Pembantu Rektor I Dr Soebiantoro Apt MSc dan Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Dra Ratnawati. [Far/fjr]

Memulai Menjadi Wirausahawan
6 April 2008
Dengan gayanya masing-masing, dua orang pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2007 menjadi pemateri dalam seminar nasional bertajuk ”Start To Be Entrepreneur”. Mereka adalah (pemilik Kebab Turki, PT Babarafi) dan Saptuari Sugiharto SSi (pemilik Kedai Digital Yogyakarta). Seminar nasional ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa teknologi Industri Pertanian (Himatitan) di gedung widyaloka Universitas Brawijaya, pada Minggu (6/4). Selain itu, turut hadir pula perencana keuangan, pengisi acara Money Talk di Metro TV, Safir Senduk.
Dua orang wirausahawan, Hendy dan Saptu, demikian mereka biasa dipanggil, memotivasi peserta yang memenuhi gedung Widyaloka untuk menjadi pengusaha. Dengan gaya yang kocak dan penuh semangat, mereka menceritakan pengalaman menjadi wirausaha sambil sesekali memperkenalkan bisnis mereka kepada peserta, yang memang merupakan bisnis bermodel franchise (waralaba). Saptu misalnya, dengan formula PISS-nya, kepanjangan dari Positive Thinking, Ikhtiar, Sedekah dan Sukses mengaku telah berhasil mengembangkan bisnisnya. Saat ini, bisnis merchandising dan digital printing miliknya telah memiliki 11 cabang di empat kota, delapan mitra di enam kota dengan jumlah karyawan 70 orang. Untuk memulai usaha kreatif, secara khusus ia menyarankan, untuk memilih jenis usaha yang sesuai dengan hobi untuk melakukan usaha yang berbasis ide kreatif. Melengkapi kedua orang pembicara tersebut adalah Safir Senduk, sang perencana keuangan. Untuk menjalankan UKM, Safir memberikan tiga langkah penting dalam merencanakan keuangan yang meliputi upaya untuk memilih bidang usaha dan modalnya, upaya untuk menentukan strategi promosi dan pemasarannya serta upaya untuk menentukan strategi pengelolaan keuangannya.
Rancang Bangun Agroindustri
Membarengi kegiatan seminar kali ini, pihak panitia menyelenggarakan pula Lomba Rancang Bangun Agroindustri yang diselenggarakan sehari sebelumnya, Sabtu (5/4). Disampaikan ketua pelaksana, Ksatria Estetika, kegiatan ini merupakan program tahunan Himatitan yang bertujuan untuk mengembangkan pemikiran kritis para pelajar tentang rancangan agroindustri. “Kami berupaya untuk memberikan solusi terhadap berbagai upaya yang dihadapi oleh UKM untuk membantu kesejahteraan nasional”, ujarnya. Lomba ini diikuti oleh 45 kelompok pelajar SMA dari seluruh Indonesia, yang akhirnya terpilih 10 kelompok untuk mempresentasikan karyanya di depan dewan juri yang berkompeten di bidangnya. Para juri terdiri dari Ir EF Sri Maryani Santoso MS, Sri Suhartini STP MEnv serta Asmaul Mustaniroh SP MSi. Dengan kriteria penilaian diantaranya meliputi inovasi, penulisan dan presentasi, akhirnya terpilih 3 kelompok pemenang. Tampil sebagai juara I: SMU 4 Denpasar dengan hadiah trofi dan uang tunai Rp 1,5 juta, juara II: SMU 4 Denpasar dengan hadiah tropi dan uang tunai Rp 1,25 juta, juara III: SMU 2 Jombang dengan hadiah trofi dan uang tunai Rp 1 juta. Di akhir acara, dilakukan pula launching Foragrin (Forum Agroindustri Indonesia ) yang beranggotakan mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (TIP) seluruh Indonesia, di antaranya dari UGM, Universitas Trunojoyo, Universitas Brawijaya, dan IPB, dengan ketuanya Muhammad Ridhanto dari UGM.
Seminar Nasional dan Lomba
Berbagai hasil pertanian berpotensi dimanfaatkan menjadi bahan pangan, farmasi, energi, tanaman hias, kerajinan, dan lain-lain berpeluang memberikan lapangan pekerjaan berbasis Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang agroindustri. Hal ini melatarbelakangi penyelenggaraan kegiatan Rancang Bangun Agroindustri 2008 yang bertema umum “Mengembangkan Jiwa dan Kemampuan Diri untuk Beraktualisasi di Dunia Kewirausahaan”.
Kegiatan Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (Himatitan) ini meliputi seminar nasional entrepreneur dan lomba rancang bangun agroindustri 2008. Peserta acara ini terutama para pelajar SMU/SMK/MA serta mahasiswa, dan umum. Tema untuk peserta dari SMU/SMK/MA, adalah “Perencanaan Unit Usaha Agroindustri Skala Kecil Menengah”, sedangkan untuk mahasiswa (termasuk Foragrin se-Indonesia) temanya adalah “Memulai Langkah Menjadi Entrepreneur”. [nok]

Kabag Pendidikan, Hesti Indratin Rahayu Telah Tiada
5 April 2008
Sosok yang ramah itu telah tiada. Ir Hesti Indratin Rahayu MSi, Kepala Bagian Pendidikan pada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Brawijaya, Jumat (4/4) subuh meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker selama 4 bulan lebih, dan terakhir dirawat di Bandung. Dari Bandung jenazah almarhumah diterbangkan melalui Jakarta ke Malang, hari itu juga, dan diinapkan semalam di rumah tinggalnya di Jalan Besar Ijen 75B Malang. Diantarkan karib kerabat dan teman sejawat, jenazah dimakamkan di pemakaman umum Samaan, Sabtu (5/4) pagi.
Hesti Indratin Rahayu (51 tahun), perempuan kelahiran Kediri, 14 Juli 1956, mengawali karir sebagai staf Pusat Komputer Universitas Brawijaya (1985) dengan pangkat Penata Muda golongan III/a. Jabatan yang pernah diembannya adalah Kepala Subbagian Data pada Bagian Sistem Informasi Kantor Pusat Unibraw dengan pangkat Penata Tingkat I golongan III/d (1997), Kepala Bagian Sistem Informasi pada Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi dengan pangkat Pembina golongan IV/a (1999), dan terakhir sebagai Kepala Bagian Pendidikan (2005) dengan pangkat Pembina Tingkat I golongan IV/b. Ibu dua orang putra dan seorang putri itu menempuh pendidikan dasar dan menengah di Malang. Gelar sarjana peternakan diperolehnya dari Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Brawijaya (1982) dan magister sains administrasi niaga dari Program Pascasarjana Universitas Brawijaya (2002).
Hesti dikenal sebagai pribadi yang bersahabat, rendah hati, penuh perhatian baik kepada rekan sekerja ataupun kepada bawahan, dan sangat kritis, teliti, tekun, tertib serta rapi dalam bidang pekerjaan. [nik]

PJM: Koordinasi untuk Meningkatkan Kualifikasi Akreditasi Program Studi S-1
3 April 2008
Pusat Jaminan Mutu (PJM) Universitas Brawijaya, Kamis (3/4), mengadakan pertemuan koordinasi. Pertemuan ini merupakan program kerja PJM dalam upaya peningkatan kualifikasi akreditasi program studi S-1 yang ada. dengan mempersiapkan penyusunan dokumen akreditasi program-program studi di lingkungan Universitas Brawijaya yang akan diusulkan ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Membuka pertemuan, Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Bambang Suharto MS menyatakan, saat ini terdapat 26 program studi yang dalam tahun 2008-2009 harus mengajukan akreditasi ulang atau baru. Hal ini terkait salah satu standar Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT), bahwa untuk mendapatkan nilai “A”, minimal 60% program studi pada perguruan tinggi itu harus terakreditasi “A”.
Dua puluh PS ditargetkan A
Menurut Prof Bambang Suharto, Universitas Brawijaya menargetkan, semua program studi terakreditasi “A”, kecuali bagi program studi baru. Program studi yang masih terakreditasi “B”, harus menyiapkan dokumen akreditasi pada tahun 2008 ini. Untuk tahun 2008, ditargetkan 20 program studi (50%) terakreditasi “A”, dan 3 program studi baru terakreditasi “B”.
Khusus tahun 2008, diharapkan PS Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, PS Pendidikan Dokter, dan PS Matematika dapat terakreditasi "A". Sementara itu, program studi baru yang diakreditasi pada tahun 2008 adalah PS Bahasa Inggris, PS Ilmu Keperawatan, dan PS Ilmu Komputer.
Kedua puluh program studi yang ditargetkan terakreditasi "A" adalah: Ilmu Hukum, Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi, Administrasi Negara/Publik, Administrasi Niaga/Bisnis, Agroekoteknologi, Agribisnis, Peternakan, Teknik Pengairan, Pendidikan Dokter, Manajemen Sumber Daya Perairan, Teknologi Hasil Perikanan, Sosial Ekonomi Perikanan, Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Biologi, Matematika, Teknologi Hasil Pertanian, Teknik Pertanian, dan Teknologi Industri Pertanian.
Asesor internal
Kegiatan ini melibatkan 31 orang asesor internal sebagai asesor pendamping, yang semuanya adalah juga asesor BAN-PT. Mereka dibagi dalam 4 batch, sesuai dengan prioritas akreditasi tiap program studi. Pembagiannya disesuaikan dengan bidang ilmu program studi yang didampingi, yaitu eksakta dan sosial.
Tugas asesor pendamping adalah memberikan pengarahan dalam penyusunan dokumen (portofolio, evaluasi diri dan borang); melaksanakan review dan mengevaluasi terhadap dokumen usulan akreditasi sehingga ada estimasi nilai; melakukan simulasi visitasi dari asesor BAN-PT dengan melibatkan dosen, mahasiswa dan pihak terkait; dan memberi rekomendasi kepada pimpinan program studi/jurusan/fakultas/universitas. [wir]

Presentasi Beasiswa DAAD
3 April 2008
Bertempat di lantai VIII gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Kamis (4/4) diselenggarakan presentasi beasiswa Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD), Dinas Pertukaran Akademik Jerman. Dipandu oleh staf FE UB alumni Jerman Dr Candra Fajri Ananda, didampingi Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Prof Dr Ir Hendrawan Soesanto MRurSc, lektor Jurusan Jerman FIPB Universitas Indonesia yang juga staf DAAD Jakarta, Dr Guido Schnieders menyampaikan presentasi di depan para dosen muda yang berminat untuk melanjutkan belajar program pascasarjana ke Jerman dengan beasiswa DAAD. Selain dosen, turut hadir juga beberapa mahasiswa, di antaranya perwakilan AIESEC Universitas Brawijaya dan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM).
Dalam kesempatan itu Dr Guido Schnieders menginformasikan, sampai saat ini lebih dari 25 ribu mahasiswa Indonesia belajar di Jerman dan 2500 di antaranya dengan beasiswa DAAD. Untuk periode 2009/2010, DAAD kembali membuka penawaran beasiswa mulai bulan Juni 2008. Beasiswa ini terutama diberikan kepada staf akademik, peneliti ataupun profesional berkualitas tinggi di bidangnya dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun. Selain program beasiswa jangka panjang, DAAD juga menawarkan program beasiswa jangka pendek, di antaranya untuk penelitian bagi program post doctoral, kandidat doktor ataupun alumni DAAD.
Lebih rinci Dr Guido menjelaskan, beasiswa pascasarjana untuk S2 ataupun S3 periode 2009/2010 semua disiplin ilmu, aplikasi diterima mulai Juni 2008 dan paling lambat Oktober 2008. Khusus untuk bidang arsitektur, musik, seni, desain, dan film, aplikasi diterima sampai September 2008. Sementara itu, program pascasarjana untuk profesional yang relevan dengan negara berkembang, aplikasi harus sudah diterima sebelum September 2008. Aplikasi untuk penelitian jangka pendek bagi kandidat doktor, post-doctoral dan alumni DAAD diterima sampai bulan Oktober 2008. Untuk informasi lebih lanjut mengenai DAAD dapat diakses langsung dari http://jakarta.daad.de atau DAAD kantor Jakarta. [nok]

Jawa Timur Banyak Diminati Mahasiswa Timor Leste
3 April 2008
Pekan terakhir bulan ini (27/4) ini menurut rencana, Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao akan berkunjung ke Indonesia. Beberapa menteri yang menyertainya akan tinggal lebih lama di sini, karena akan berkunjung ke beberapa lembaga. Menteri Pendidikan Timor Leste konon direncanakan juga berkunjung ke Surabaya dan Malang.
Prof Dr Soekartawi, guru besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang diperbantukan di Departemen Pendidikan Nasional, menyampaikan hal ini kepada PRASETYA Online melalui e-mail, Kamis (3/4), beberapa saat setelah berbincang-bincang dengan Menteri Pendidikan Timor Leste Dr Joao Cancio Freitas.
Dari pembicaraan itu, menurut Soekartawi, Indonesia, khususnya Jawa Timur, ternyata banyak diminati calon-calon mahasiswa asal Timor Leste. Bukan saja karena banyaknya pejabat yang lulusan berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur, atau daerah lain di Indonesia, tetapi bahasa Indonesia  telah menjadi bahasa sehari-hari di Timor Leste. Itu pula sebabnya, pemerintah Timor Leste dan pemerintah Indonesia sepakat untuk bekerja sama dalam pengembangan kebudayaan.
Bahasa Indonesia kini memang banyak diminati. Bukan saja di Timor Leste, tetapi juga di Malaysia, Singapora, Myanmar, dan banyak lagi negara di kawasan Asia Tenggara. Bahkan Sekolah Internasional Indonesia di Yangoon, Myanmar, juga banyak peminatnya. Di sekolah itu, siswa anak Indonesia hanya sekitar 27 orang, tetapi siswa asing (Myanmar dan dari negara lain) lebih dari seratus orang. Demikian penjelasan Soekartawi yang berpengalaman sembilan tahun bekerja di bidang pendidikan di kawasan Asia Tenggara.
Di Timor Leste sendiri, bahkan saat memeriahkan ulang tahun kemerdekaan 20 April 2008 lalu, Bahasa Indonesia telah dimulai secara resmi sebagai bahasa sehari-hari atau bahasa pengantar dalam pergaulan sehari-hari. Ini tentu tidak terlepas dari janji Presiden Ramos Horta saat kampanye pemilihan presiden Timor Leste beberapa waktu lalu, bahwa bahasa Indonesia akan dijadikan bahasa pergaulan bila kelak ia terpilih menjadi presiden.
Hal yang sama di bidang pendidikan. Pembangunan pendidikan di Timor Leste akan lebih banyak meniru Indonesia, ketimbang meniru Portugis. Ini ditunjukkan oleh Pemerintah Timor Leste yang bergabung dengan the Southeast Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO) 2-3 tahun yang lalu. Karena itu tidak mengherankan kalau banyak pejabat Timor Leste yang datang berguru ke Indonesia. "Perlu diketahui beberapa petinggi Timor Leste juga alumni Universitas Brawijaya. Karena itu, tidak menutup kemungkinan akan lebih banyak lagi mahasiswa asal Timor Leste yang akan belajar di Universitas Brawijaya di masa mendatang", tutur Soekartawi dalam penutup e-mailnya. [Skw]
---
Foto: Prof Soekartawi (tengah) diapit oleh Dr Joao Cancio Freitas Menteri Pendidikan Timor Leste (berkaca mata) dan Ms. Ana Noronha, Div of Soc. Communication.

Tawaran Program Insentif KMNRT tahun 2009
1 April 2008
Lembaga Penelitian Universitas Brawijaya menginformasikan tawaran Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KMNRT) tentang program insentif untuk tahun anggaran 2009. Ketentuannya adalah sebagai berikut. Proposal baru maupun lanjutan dari program insentif yang diusulkan untuk dibiayai pada tahun anggaran 2009 wajib didaftarkan dengan mengisi formulir aplikasi on-line, melalui website www.ristek.go.id. Penelitian/kegiatan yang diajukan melalui proposal program insentif harus merupakan ide terbaru dan orisinil, bukan jiplakan baik sebagian maupun keseluruhan, dan bukan merupakan hasil daur ulang dari penelitian/kegiatan yang lalu. Nama pejabat, anggota peneliti dan atau pelaksana kegiatan yang dicantumkan harus mendapat ijin dan pernyataan kesanggupan dari bersangkutan untuk terlibat dalam penelitian/ kegiatan. Pengajuan proposal harus mendapat persetujuan dari kepala unit organisasi dari institusi/lembaga pengusul.
Khusus untuk Program Insentif Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi harus bermitra dengan industri, dan pencantuman mitra industri harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari pimpinan mitra industri yang bersangkutan.
Kisaran anggaran yang diusulkan untuk program insentif adalah Rp 250 juta sampai Rp 500 juta per proposal per tahun, disesuaikan dengan besarnya pekerjaan yang akan dilakukan sehingga kebutuhan dana merupakan kebutuhan riil penelitian/kegiatan, dirinci mengacu pada standar biaya resmi yang dikeluarkan Departemen Keuangan yaitu Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81/PMK.02/2007, tanggal 23 Juli 2007.
Program insentif akan dibiayai dari APBN pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Dana yang berasal dari program insentif tidak diperbolehkan untuk membeli barang modal (asset). Aplikasi yang terdaftar secara on-line akan diseleksi, dan yang lulus akan dimasukkan ke dalam short list. Proposal yang masuk short list akan diumumkan melalui website www.ristek.go.id selanjutnya pengusul diwajibkan membuat dokumen proposal mengacu pada Buku Pedoman Program Insentif Edisi-3 Kementerian Negara Ristek dan Teknologi dapat di-download di www.ristek.go.id atau mengkopi di Lembaga Penelitian Universitas Brawijaya.
Bagi yang berminat mengusulkan proposal program insentif dianjurkan untuk segera mengisi formulir aplikasi secara on line guna menghindari penuhnya jalur lalulintas pengiriman data yang kemungkinan terjadi di akhir batas waktu penutupan pengisian formulir aplikasi on line. Pendaftaran Program Insentif (Pengisian Formulir Aplikasi dapat diakses) melalui website www.ristek.go.id.
Batas waktu pengisian formulir aplikasi on line paling lambat tanggal 21 April 2008 pukul 18.00 WIB. Sedangkan pengumuman hasil seleksi aplikasi on line yang masuk short list tanggal 30 Mei 2008.
Pengirim proposal yang tercantum dalam short list, diharapkan segera mengirimkan draf proposal lengkap sebanyak 2 eksemplar ke Lembaga Penelitian selambat-lambatnya tanggal 12 Juni 2008.
Informasi lebih lengkap dapat diperoleh dengan menghubungi Lembaga Penelitian Universitas Brawijaya, telepon 0341-575824, Pesawat 301, contact person Dra Susantinah Rahayu atau Alimudin SH. [bhm]