Diterbitkan oleh Hubungan Masyarakat Universitas Brawijaya
Last updated 31/08/2009
Agustus 2009

Mahasiswi UB Ikuti "HPAIR Academic Conference 2009" di Korea Selatan
31 Agustus 2009
Fay Azharina, mahasiswi Hubungan Internasional FISIP UB angkatan 2008 turut menjadi peserta dalam "Harvard Project for Asian & International Relations Academic Conference 2009" di Soeul, Korea Selatan, 14 hingga 17 Agustus 2009. Ia juga berkesempatan mengikuti "Seoul International Conference on Creativity 2009" di kota yang sama. Selain Fay, 5 mahasiswa Universitas Indonesia turut serta dalam acara yang dihadiri oleh 400 delegasi asal negara Asia dan beberapa negara relasi lainnya.
Hari pertama HPAIR diisi dengan Pre Conference Tour mengunjungi beberapa lokasi wisata dan kampus di Korea Selatan. Di antara tempat-tempat yang dikunjungi adalah The National Folk Museum, Sunkyunkwan University, The Cheonggyecheon, dan The Han River. "Hari kedua dan selanjutnya diisi banyak workshop-workshop. Narasumbernya ada dari Universitas Harvard, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan lain-lain", tutur Fay.
Dalam workshop, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok forum yaitu International Politic and Economy, Security, Global Health, Education, Leadership, dan Cultural Studies. "Saya memilih leadership karena beberapa materi lain belum saya dapatkan di perkuliahan", kata Fay ketika ditanya tentang kelompok forum yang dipilihnya. "Forum banyak diisi dengan materi-materi motivasi tentang leadership dan sharing antar peserta juga", lanjutnya.
Dalam acara Soeul International Conference on Creativity 2009 yang diselenggarakan dua hari sebelum HPAIR, para peserta juga mendapatkan banyak materi mengenai  pentingnya kreativitas generasi muda. Wakil Presiden Korea Selatan juga meneyempatkan hadir memberikan keynote speaker dalam acara tersebut. "Kreativitas menjadi hal yang vital dalam pembangunan suatu negara. Pemerintah negara-negara lain antusias dan tampak sangat mendukung pengembangan kreativitas pemuda", tutur Fay.
Tampilkan Angklung
Pada acara International Night, seluruh delegasi dari berbagai negara berkesempatan menampilkan seni budayanya masing-masing. Fay dan mahasiswi asal Indonesia lainnya menampilkan seni musik Angklung. "Sebenarnya saya sudah mempersiapkan perlengkapan untuk menari Pendet, tapi karena banyak yang dari UI membawa Angklung, jadi kita main Angklung saja", tutur mahasiswi yang pernah tinggal di Bali ini.
Melalui kegiatan yang telah ia jalani di Korea Selatan, Fay menyimpulkan bahwa kreativitas dan kegiatan kepemudaan lainnya mestinya harus didukung penuh oleh setiap pemerintahannya. "Saya melihat banyak negara, antara pemuda dan pemerintahnya "ketemu" dan saling mendukung", pungkasnya. [fjr]

Foto: Fay Azharina (berkerudung merah), dalam acara HPAIR Gala Dinner bersama peserta yang lain.

Dosen UB Jadi Dosen Tamu di University of Sydney
31 Agustus 2009
Budaya malu dan sungkan tidak hanya mempengaruhi kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia tetapi juga mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia dalam berpolitik.  Meski demikian, banyak pihak yang menyatakan bahwa budaya malu dan sungkan telah memberikan dampak negatif bagi masyarakat Indonesia. Demikian disampaikan oleh Maulina Pia Wulandari S.Sos, M.Comm., dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, ketika menjadi dosen tamu di University of Sydney, Australia pada hari Rabu 26 Agustus 2009. Dalam acara kuliah tamu yang diselenggarakan oleh School of Language and Culture - University of Sydney ini, Pia menyampaikan topik yang berjudul "Malu and Sungkan in the Context of Indonesian Culture and Its Influence on Indonesian Political, Organizational, dan Social Communication Process". Pia menjelaskan tentang konsep budaya malu dan sungkan yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia dan membahas tentang perkembangan budaya malu dan sungkan yang muncul dari budaya masyarakat Jawa menjadi budaya masyarakat Indonesia. Selain itu, di kuliah tamu yang dihadiri oleh mahasiswa dari negeri kanguru yang sedang mengambil studi tentang Indonesia, Pia juga memberikan berbagai contoh kasus penerapan budaya malu dan sungkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia khususnya berbagai contoh kasus di kehidupan komunikasi politik, komunikasi di berbagai organisasi, dan pada sistem komunikasi sosial masyarakat di Indonesia baik di masa Orde Baru maupun pada masa Reformasi.
Pia yang sedang menepuh studi S3 di University of Newcastle telah dipercaya oleh Pihak University of Sydney untuk menjadi dosen tamu karena telah dinilai berhasil memaparkan conference paper-nya di Indonesian Council Open Conference 2009 pada 16 Juli 2009 lalu. Di dalam konferensi internasional yang juga mengundang 2 dua orang dosen UB untuk mempresentasikan papernya yaitu Afifah Kusumadara, PhD dari Fakultas Hukum dan Ir. Heru Sufianto, M.Eng dari Fakultas Teknik, Pia menyampaikan topik yang berjudul "Communication Process in Indonesian Large Organizationns". [pia/fjr]

Dua Dosen FP-UB Ikuti "2nd World Conggress of Agroforestry" di Nairobi, Kenya
31 Agustus 2009
Awal puasa, kami melalui perjalanan yang cukup panjang terbang dari Jakarta menuju Bangkok dilanjutkan ke Nairobi.  Setelah transit 6 jam di Bangkok, Kami berangkat dari Bangkok jam 12.30 malam dan sampai di Nairobi, Kenya jam 6.30 pagi. Kami, Prof. Dr. Kurniatun Hairiah dan Dr. Ir. Didik Suprayogo, MSc. Dosen Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya bergabung dengan 1200 peserta "2nd World Conggress of Agroforestry" dari tidak kurang dari 40 negara dengan berbagai profesi mulai dari peneliti, pendidik, praktisi, pengambil kebijakan untuk berbagi idea penelitian dan pengalaman, menjalin peluang kerjasama dan menerapkan serta memperkuat peran masyarakat dalam praktek-praktek agroforestri. Kongress ini diselenggarakan di Gedung Persatuan Bangsa Bangsa (PBB bidang United Nations Environment Programme (UNEP)) di Nairobi, Kenya  dari 23 Agustus s/d 28 Agustus 2009.  Konggres ini mengambil tema "Agroforestry- the future of global land Use" dengan mengangkat tiga sub tema utama yaitu: (1) Ketahanan Pangan dan Perikehidupan Masyarakat, (2) Konservasi dan Rehabilitasi Sumberdaya Alam, (3) Issue-issue Kebijakan.
Dalam "2nd World Conggress of Agroforestry", kami mempresentasikan 2 makalah teknis dimana Prof. Dr. Kurniatun Hairiah mempresentasikan makalah "Tree roots anchoring soil and reducing landslide risk" yang merupakan hasil penelitian dari Kurniatun Hairiah, Widianto, S.Kurniawan, D.Suprayogo, C. Prayogo, FK. Aini, D. Harja, N.Khasanah dan  M.  van Noordwijk, sedang Dr. Ir. Didik Suprayogo, MSc. mempresentasikan makalah "Conversion of forest to coffee-based Agroforestry in Indonesia: Litter layer, population density of earthworm and soil macroporosity" yang merupakan hasil penelitian Widianto, K. Hairiah, W.S. Dewi, Hascaryo, D. Saputra, F.K. Aini, D. Suprayogo,  N.Khasanah and M. van Noordwijk. Kedua makalah tersebut merupakan rangkaian dari makalah teknis pada sesi presentasi dan diskusi tentang peran agroforestri dalam memodifikasi fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS).
Memahami arah konggres ini adalah bagaimana sektor pertanian mampu menjawab (1) kebutuhan pangan dan serat untuk 10 billion penduduk dunia (yang diprediksi akan naik 50-100% pada tahun 2030),  (2) mengurangi kemiskinan dan ketidak-amanan pangan masyarakat pedesaan; serta memberi keamanan terhadap penyediaan pangan masyarakat perkotaan;  (3) memberikan kontribusi keberlanjutan kebutuhan energi melalui biofuel; (4) dunia pertanian harus beradaptasi dengan perubahan iklim; (5) melakukan restorasi kekritisan sumberdaya untuk berproduksi; (6) menyerap sumber-sumber utama gas rumah kaca (CO2, N2O dll) diatmosfir menjadi bahan-bahan padat (biomass tanaman); dan (7) memberikan kontribusi dan melakukan restorasi fungsi-fungsi ekosistem.   Untuk itu maka ilmuwan, para pengambil kebijakan, masyarakat pengguna sumberdaya alam, dan pelaku bisnis harus melakukan kegiatan-kegiatan nyata secara kolektif. Demikian pula integrasi dan kerjasama dalam satu "barisan" bidang biologi, pertanian, kesehatan, keteknikan, energy, dan industri serta sosial-ekonomi untuk pengembangan sektor pertanian dari hulu hingga hilir melalui multi scale, cross boundary, adaptive dan integrated management perlu terus dikembangkan. Pemerintah sebagai pengelola masyarakat di masing-masing negara harus menyadari bahwa ini merupakan kebutuhan yang mendesak dan sudah tidak dapat lagi ditunda.  Untuk itu pemerintah perlu mengembangkan program-program yang nyata untuk menyehatkan masyarakatnya, menyehatkan ekosistemnya dan melakukan konservasi sumberdaya alam yang terintegrasi. Kedepan, pengembangan pertanian harus dengan sendirinya melakukan suatu perubahan untuk menjawab tantangan-tantangan dan kebutuhan tersebut, dan tentunya tidak kembali ke masa lalu yang jamannya memang sudah berubah. Bagaimana dengan pendidikan pertanian sebagai salah satu penanggung jawab utama peningkatan kualitas sumberdaya manusia untuk menjawab tantangan diatas". Dari diskusi teman-teman Indonesia yang hadir dalam pertemuan ini mencul pertanyaan-pertanyaan:  Apakah kita memandang kesemuanya itu merupakan proses evolusi manusia, atau kita menanggapi melalui "adaptif rekatif", atau kita menanggapi melalui "adaptif antisipatif". Bila kita berpandangan sebagai bagian evolusi manusia maka kita mengembangkan suatu proses pendidikan dengan menyelaraskan perubahan kehidupan dari waktu ke waktu. Bila kita menanggapi melalui "adaptasi rekatif" maka kita melakukan perubahan proses pendidikan dengan mencari solusi berdasarkan emosional sesaat, yang dapat diibaratkan "bila petani kekurangan air maka masing-masing petani berlomba-lomba  untuk membuat sumur pompa agar lahannya cepat teriirigasi, yang tanpa mempertimbangkan kawasan resapan air, daya dukung aquifer air bawah tanah, dan permasalahan sosial ekonomi yang mengikutinya dll. Bila kita menanggapi melalui "adaptif antisipatif", maka kita perlu membangun konsep yang jelas melalui proyeksi-proyeksi ke masa depan, sehingga pada saat dibutuhkan kita semua siap untuk menghadapinya. Ini bukan pekerjaan yang mudah, kalau boleh meminjam KERISnya teman-teman Fakultas Kedokteran-UB maka kita semua harus: berKomitmen, bekerja secara Efektif & efisien, Responsive,  Inovatif, dan Suportif. Kita boleh berdebat karena keragaman berfikir adalah suatu keindahan, namun perlu dipertimbangkan apakah perdebatan tersebut sudah pada tempatnya, bila tidak maka kesulitan yang akan kita dapat. Kita semua yakin bahwa segala perdebatan dan upaya-upaya kita dalam pendidikan pertanian merupakan realisasi  amalan kita, dan tentunya amalan ini adalah bagian perjalanan pengabdian kita kepada Allah dan  menjalankan aturan-aturanNya. Salam dari Nairobi. [dsy]

Aksi Rohis Kampus Sambut Ramadhan
26 Agustus 2009
Puluhan anggota Kehohanian Islam (Rohis) Kampus UB melakukan aksi damai dalam rangka menyambut Ramadhan 1430 H, Rabu (26/08). Mereka berkeliling di jalanan kampus sambil berorasi mengajak seluruh civitas UB untuk berlomba-lomba beribadah di dalam bulan suci ini.
Tidak cukup berorasi saja, mereka yang memusatkan orasinya di depan gedung rektorat juga membagi-bagikan selebaran untuk dibagikan kepada setiap warga UB yang ada. Beberapa orang juga membawa spanduk dengan bermacam-macam tulisan di antaranya, "Buat Ramadhanmu Lebih Bermakna". Ada juga tulisan "Welcome Ramadhan Great Sale". Menurut salah satu orator Rohis, aksi ini adalah upaya Rohis Kampus untuk terus menyuarakan kebaikan kepada masyarakat khususnya masyarakat UB. Salah satu staf ahli PR III, Prof. Woro Busono yang menyambut aksi menyatakan turut mendukung upaya yang dilakukan oleh Rohis Kampus UB. [fjr]

Ceramah Bulan Ramadhan di Masjid Fatahillah
24 Agustus 2009
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, hari ini (24/8) mengisi ceramah di masjid Fatahillah gedung rektorat UB. Kegiatan ceramah ini menurut rencana akan rutin diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan Agama (PPA) setelah shalat Dzuhur berjama'ah selama bulan Ramadhan. Pada hari pertama ini, Rektor menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan Qur'an dimana Al Qur'an untuk kali pertama diturunkan. Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyebut tentang QS. Al Alaq yang memerintahkan ummat untuk "membaca".  Hal ini menurutnya identik dengan aktivitas dalam dunia pendidikan yang dilakukan oleh para sivitas akademika. "Mendidik adalah aktivitas yang sangat mulia. Kita harus bersyukur karena Allah SWT mengamanati hal tersebut kepada kita semua", ujar Rektor. Ungkapan syukur tersebut menurutnya dapat dilakukan dengan melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Di akhir ceramahnya, Ia mengajak seluruh hadirin untuk melaksanakan ibadah di Bulan Suci Ramadhan ini dengan kuantitas dan kualitas yang lebih baik. [nok]

PD I FP-UB Ikuti Workshop Penguatan Berpikir Analitik
24 Agustus 2009
Pembantu Dekan Bidang Akademik FP-UB, Dr. Ir  Didik Suprayogo, MSc, mewakili Dekan Fakultas Pertanian menghadiri undangan Workshop Penguatan Berpikir Analitik yang diselenggarakan Direktur Akademik DIKTI, 17 - 19 Agustus 2009 di Yogakarta. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka peningkatan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan tinggi terutama untuk pengembangan dan meningkatkan kualitas lulusan pendidikan Pertanian.
Kegiatan ini berlatar belakang  atas tanggapan dunia pendidikan terhadap perubahan pada lingkungan global yang berdampak terhadap segala bidang, termasuk pada bidang pendidikan. Hal ini menyebabkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melaju pesat. Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi sumber daya manusia (SDM) yang mampu menghadapi tantangan serta tuntutan kehidupan yang makin kompetitif. Oleh karena itu, pendidikan memiliki peranan yang sangat penting untuk menghadapi perkembangan pengetahuan dan teknologi tersebut. Untuk menghadapi perkembangan pengetahuan dan teknologi, para lulusan S1 perguruan tinggi dipandang perlu  dibekali dengan kemampuan analitik. Terkait dengan ilmu pertanian, berpikir analitik dapat diterapkan dalam berbagai bahan kajian yang akan dibelajarkan.  Sebagai contoh, berbagai masalah pertanian yang terkait dengan produksi, pengoptimalan lahan dan distribusi hasil pertanian dapat didekati dengan kerangka berpikir analitik. Dengan demikian, berpikir analitik diharapkan dapat menciptakan kemajuan berbasis pengetahuan di bidang pertanian.
Peserta workshop berasal dari 40 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang memiliki pendidikan Pertanian di Indonesia. Sebagai Fasilitator dalam kegiatan ini adalah Dr. Ilah Sailah, Dr. Asep Saefuddin, Prof. Lilik Hendrajaya, Prof. Suryo Guritno, Dr. Sony Sunaryo, Dr. Ani Suryani, Prof. Susanti Linuwih, Dr. Rianto Djojosugito, Dr. Hari Basuki dan Prof. Chandrawati Cahyani.  Hal yang  menarik dalam kegiatan ini adalah bahwa dalam mendukung implementasi Student Centre Learning (SCL), dosen sebagai fasilitator diharapkan  dapat mengintegrasikan Creative Analytical Thinking & Problem Solving dalam proses pembelajaran.  Seperti dikemukakan oleh  dr.  Andi Ansharullah  pakar kurikulum UB, dalam  seminar di FP-UB akhir bulan Mei 2009 yang lalu bahwa dalam kehidupan kita sehari hari, "masalah" selalu datang pertama kali, atau dengan kata lain hidup ini selalu pindah dari  satu masalah ke  masalah yang lain.  Permasalahan tersebut terkunci dalam alam pikiran dan dalam alam pikiran terjadi proses berpikir dan berkembang gagasan-gagasan untuk mencari jalan keluarnya.  Untuk itu  workshop ini mendiskusikan bagaimana dalam proses pembelajaran, dosen dapat memfasilitasi peserta didik untuk dapat (1) mengenali masalah, (2) mengumpulkan idea, infromasi dan data, (3) menganalisis infromasi / data, (4) Me-ranking idea didasarkan analisis, (5) menguji idea / hypothesis, (6) menarik kesimpulan dan (7) menetapkan rekomendasi.  Untuk itu proses pengembangan solusi yang efektif adalah sebagai berikut: Langkah 1: mendiagnosis situasi dan identifikasi akar penyebab masalah  melalui (a) analisis akar penyebab masalah yang mungkin terjadi, (b) pengembangan sebuah hipotesis untuk akar penyebab yang mungkin terjadi, (b) menetapkan analisis dan informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis, (c) menganalisis dan mengidentifikasi akar penyebab masalah untuk mencari solusi-solusi melalui misalnya force analysis. Langkah 2 adalah pengembangan solusi melalui : (a) pengembangan berbagai macam solusi untuk memecahkan akar masalah, (b) menetapkan prioritas tindakan, (c) mengembangkan rencana implementasi. Bagi dosen yang telah terbiasa dengan menyusun progam hibah kompetisi dari DIKTI hal ini bukan hal yang baru , karena pendekatan serupa juga digunakan dalam menyusun program. Hasil rekomendasi workshop ini adalah (1) Lulusan S1 Pertanian harus dibekali dengan statistik , rancangan percobaan, aplikasi computer beserta software-software yang relevan, dan metode penelitian; (2) Mahasiswa perlu diperkuat dengan kemampuan berpikir analitik  pada semua  matakuliah terutama yang  mendukung Teknologi Budidaya sebagai penerapan SCL;  (3) Dalam rangka menunjang penguatan kemampuan berpikir analitik lulusan sehingga diperlukan  TOT bagi dosen yang dilakukan oleh DIKTI. [dsy/fjr]

Kunjungan dari WUR Belanda
21 Agustus 2009
Universitas Brawijaya (UB) pada Jum'at (21/8) menerima kunjungan perwakilan Wageningen University and Research Centre (WUR), Jan Fongers dan Camiel Aalberts. Kunjungan kali ini dimaksudkan untuk menjajagi kerjasama antara kedua perguruan tinggi, UB dan WUR. Di UB mereka diterima oleh Rektor: Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito; Pembantu Rektor I: Prof. Dr. Ir. Bambang Suharto, MS; Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP): Prof. Dr. Ir. Harijono, M.App.Sc; Ketua Program Double Degree: Prof. Dr. Ir. Liliek Sulistyowati, MS, dll. Selain diterima di Rektorat, tamu dari WUR ini juga mengunjungi FTP. Dalam keterangannya, Dekan FTP menyatakan bahwa penjajagan kerjasama kali ini dimaksudkan untuk menjembatani mahasiswa asal Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang dirasa memiliki kualifikasi tidak seperti yang diharapkan. Padahal, ditambahkan Dekan, mereka bersekolah dengan beasiswa dari WUR. Untuk itu, melalui kerjasama ini, nantinya UB akan menjadi jembatan dengan mengadakan preliminary course. Melalui program ini, harapannya dapat meningkatkan kapasitas calon mahasiswa asal KTI yang menempuh program master di WUR dan mereduksi jumlah kegagalannya. Kondisi ini pun disepakati oleh Dr. Jan Fongers, Director of International Programme in Asia. Ia menjelaskan, institusinya memiliki ketertarikan khusus untuk mengembangkan KTI tetapi mengalami kendala serius dengan kualitas Sumber Daya Manusia-nya. "Sebagai perguruan tinggi yang terletak di wilayah Jawa bagian Timur, relative lebih dekat dengan KTI, UB diharapkan dapat membantu menyelesaikan kondisi ini", katanya.
Kerjasama ini menurut Fongers akan dipusatkan pada beberapa domain isu yaitu pertanian, lingkungan, nutrisi dan keamanan pangan yang tengah menjadi permasalahan global. "Berbagai masalah seperti kuantitas dan kualitas pangan serta pelestarian lingkungan harus ditangani secara terintegrasi melalui kerjasama tingkat global", ujarnya. Beberapa perguruan tinggi lain yang akan diajak diantaranya adalah Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Capacity Building
Turut serta dalam kunjungan tersebut adalah Camiel Aalberts, Advisor Food Safety Capacity Building Programme for Capacity Development and Institutional Change WUR. Lembaga ini menurutnya merupakan sebuah wadah yang melatih SDM untuk lebih peduli terhadap masyarakat terutama pada isu-isu Sumber Daya Alam (SDA), monitoring dan evaluasi, keamanan pangan serta manajemen pangan terintegrasi. Diwawancarai PRASETYA Online, Aalberts menyatakan bahwa dalam berbagai project-nya WUR lebih banyak memberdayakan mahasiswa Program Pascasarjana (PPS) daripada mahasiswa sarjana. "Mahasiswa PPS lebih mampu dilibatkan dalam mencari solusi permasalahan di masyarakat melalui pendidikan dan penelitian multidisipliner dengan menggabungkan aspek teknologi, ekonomi dan sosiologi", ujarnya. Lebih luas lagi, pada permasalahan global, para mahasiswa baik sarjana maupun PPS harus dilatih agar mampu bernegosiasi, menyampaikan pendapat dan menumbuhkan ketertarikan berbagai pihak kepada Indonesia. Untuk itu, secara khusus ia menyarankan agar pembangunan kurikulum dapat disesuaikan dengan kondisi, permasalahan dan masyarakat Indonesia. Di Indonesia, menurut Aalberts lembaga ini banyak bergerak di wilayah KTI dengan fokus pada isu pangan dan hasil-hasil perikanan. Dalam kesempatan ini, perwakilan WUR juga mengajak Wahyudi Sugianto, Direktur PT Mutu Agung Lestari yang juga mantan Atase Pertanian di Eropa. Beberapa kegiatan yang ditangani lembaga ini diantaranya pemeriksaan laboratorium, training inspektur HACCP serta sebagai centre of excellence untuk bidang pertanian yang meliputi penelitian, keamanan pangan, biopestisida dan perikanan. [nok]
----
Foto: Bawah: Camiel Aalberts (ketiga dari kanan), Dr. Jan Fongers (keempat dari kanan), Wahyudi Sugianto (paling kiri)

Pelantikan Pejabat di UB
21 Agustus 2009
Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Jum'at (21/8) di Sasana Samantha Krida memimpin upacara pelantikan pejabat baru. Pejabat yang baru dilantik adalah para Pembantu Dekan I, II dan III di Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Budaya, ketua dan sekretaris jurusan, sekretaris program pascasarjana, ketua PPTIK, serta pejabat eselon I, II dan III. Jumlah total yang diberhentikan dengan hormat adalah 34 orang sementara yang diangkat berjumlah 38 orang.
Dekan FIB
Berdasarkan Surat Keputusan Rektor UB Nomor: 279 B/SK/2009, Prof. Dra. Francien Tomasowa, PhD diangkat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Budaya.
Pembantu Dekan
Dengan Keputusan Nomor 280 s.d. 295/SK/2009, Rektor UB memberhentikan dengan hormat dan mengangkat Pembantu Dekan I, II dan III pada Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Teknik dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Mereka yang diberhentikan adalah Drs. Gugus Irianto, Ak., MSA (Pembantu Dekan I FE), Prof. Dr. Armanu, SE, M.Sc (Pembantu Dekan II FIA), Drs. Khusnul Ashar, MA (Pembantu Dekan III FE), Dr. Endang Siti Astuti, M.Si (Pembantu Dekan I FIA), Dr. Zainul Arifin, MS (Pembantu Dekan II FIA), Mujibur Rahman Khairul Muluk, S.Sos., M.Si (Pembantu Dekan III FIA), Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., PhD (Pembantu Dekan I FT), Ir. Unggul Wibawa, M.Sc (Pembantu Dekan II FT), Tri Budi Prayogo, ST., MT (PD III F), Ir. Alfan Jauhari, M.Si (PD I FPIK), Prof. Dr. Ir. Eddy Suprayitno, MS (PD II FPIK) dan Ir. Muhammad Musa, MS (PD III FPIK).
Sementara mereka yang diangkat adalah Ahmad Erani Yustika, SE, M.Sc., PhD (PD I FE), Didied Poernawan Affandy, SE., Ak., MBA (PD II FE), Dr. Bambang Supriyono, MS (PD I FIA), Dr. Zainul Arifin, MS (PD II FIA), Drs. Heru Susilo, MA (PD III FIA), Ir. Ludfi Djakfar, MSCE, Ph.D (PD I FT), Arief Andy Subroto, ST., M.Kom (PD II FT), Ir. Ari Wahjudi, MT (PD III FT), Dr. Ir. Agus Tjahjono. MS (PD I FPIK), Ir. Alfan Jauhari, M.Si (PD II FPIK), Dr. Ir. Harsuko Riniwati, MS (PD III FPIK), Ir. Ratya Anindita, MS., PhD (PD I FIB), Dr. Ir. Ni Wayan Surya Wardhani, MS (PD II FIB) dan Prof. Dr. Ir. Henny Pramoedya, MS (PD III FIB)
Sekretaris PPS, Kepala PTI dan PPTIK
Pemberhentian dengan hormat dan pengangkatan Sekretaris Program Pascasarjana, Kepala Pelayanan Teknologi Informasi (PTI) serta Kepala Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PPTIK) dilakukan dengan Keputusan Rektor UB Nomor: 296 dan 297/SK/2009.
Pemberhentian dengan hormat dilakukan kepada Ir. Ludfi Djakfar, MSCE, PhD (sekretaris program pascasarjana), Dr. Ir. Ni Wayan Wardani, M.Sc (Kepala Pelayanan Teknologi Informasi) dan Suprapto, ST, MT (Kepala Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi) dan mengangkat penggantinya yaitu Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, MS (Sekretaris Program Pasca Sarjana), Dr. Eng Agus Naba, S.Si., MT (Kepala Pelayanan Teknologi Informasi) dan Raden Arief Setyawan, ST., MT (Kepala Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Ketua dan Sekretaris Program Pendidikan Vokasi
Dengan Keputusan Nomor: 302/SK/2009 Rektor mengangkat Ketua dan Sekretaris Program Pendidikan Vokasi yaitu Prof. Dr. Ir. Mochammad Munir, MS (ketua) dan Dr. Ir. Chanif Mahdi, MS (Sekretaris).
Ketua dan Sekretaris Jurusan
Pemberhentian dan pengangkatan Ketua dan sekretaris jurusan dilakukan dengan Keputusan Nomor 021/SK/2009 Tanggal 27 Januari 2009, Nomor 022/SK/2009 Tanggal 27 Januari 2009, Nomor 039/SK/2009 Tanggal 25 Pebruari 2009, Nomor 204/SK/2009 Tanggal 4 Juni 2009, Nomor 214/SK/2009 Tanggal 10 Juni 2009, Nomor 230/SK/2009 Tanggal 15 Juni 2009, Nomor 254/S/2009 Tanggal 2 Juli 2009, Nomor 298/SK/2009 Tanggal 12 Agustus 2009, Nomor 299/SK/2009 Tanggal 12 Agustus 2009 dan Nomor 303/SK/2009 Tanggal 12 Agustus 2009. Dengan hormat Rektor UB memberhentikan Dr. Ghozali Maski, SE., MS  (Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Pembangunan dan Studi Pembangunan FE), Dra. Sri Muljaningsih, M.SP (Sekretaris Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FE), Prof. Drs. Moch. Syafi'ie Idrus, M.Sc., PhD (ketua Jursuan Manajemen FE), Nanang Suryadi, SE., MM (Sekretaris Jurusan Manajemen FE), Dr. Unti Ludigdo, SE., Ak., M.Si (Ketua Jurusan Akuntansi FE), Abdul Ghofar, SE., Sk., M.Si (Sekretaris Jurusan Akuntansi FE), Prof. Solichin Abdul Wahab, MA., PhD (Ketua Jurusan Administrasi Publik FIA), Dr. Imam Hanafi, M.Si., MS (Sekretaris Jurusan Administrasi Publik FIA), Dr. Kusdi, DEA (Ketua Jurusan Administrasi Bisnis FIA), Dr. R. Rustam Hidayat, M.Si (Sekretaris Jurusan Administrasi Bisnis FIA), Prof. Dr. Ir. Mochtar Luthfi Rayes, M.Sc (Ketua Jurusan Tanah FP), Dr. Ir. Budi Prasetya, MP (Sekretaris Jurusan Tanah FP), Ir. As'ad Munawir, MT (Ketua Jurusan Teknik Sipil FT), Hendi Bowoputro, ST, MT ( Sekretaris Jurusan Teknik Sipil FT), Dr. Slamet Wahyudi, ST, MT (Ketua Jurusan Teknik Mesin FT), Ir. Tjuk Oerbandono, M.Sc (Sekretaris Jurusan Teknik Mesin FT), Ir. Rini Wahyu Sayekti, MS (Ketua Jurusan Teknik Pengairan FT), Ir. M. Janu Ismoyo, MT (Sekretaris Jurusan Pengairan F), Ir. Sigmawan Tri Pamungkas MT (Ketua Jurusan Teknik Arsitektur FT), Herry Santosa, ST, MT (Sekretaris Jurusan Teknik Arsitektur F), Ir. Heru Nurwarsito, M.Kom (Ketua Jurusan Teknik Elektro FT), Rudy Yuwono, ST., M.Sc (Sekretaris Jurusan Teknik Elektro FT), Dr. Ir. Surjono, MTP (Ketua Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota FT), Eddi Basuki Kurniawan, ST., MT (Sekretaris Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota FT), Ir. Maheno Sri Widodo, MS (Ketua Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK), Rahmi Nurdiani, S.Pi., M.App.Sc (Sekretaris Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan FPIK), Ir. Tri Djoko Lelono, MS (Ketua Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan FPIK), Arief Setyanto, S.Pi., M.App.Sc (Sekretaris Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan FPIK), Dr. Agung Pramana Warih Marhendra, M.Si (Ketua Jurusan Biologi FMIPA), Dr. Sri Rahayu, M.Kes (sekretaris jurusan Biologi FMIPA”), Moh, Farid Rahman, S.Si., M.Si (Ketua Jurusan Kimia FMIPA), Darjito, S.Si., M.Si (sekretaris jurusan Kimia FMIPA), Dr. Ir. Ruslan Wirosoedarmo, MS (Ketua Jurusan Teknik Pertanian FP), Ir. Ekoyanto Pudjiono, M.Eng.Sc (sekretaris jurusan Teknik Pertanian FTP).
Sebagai penggantinya, Rektor mengangkat Dr. Ghozali Maski, SE., MS (Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FE), Dra. Sri Muljaningsih, SE., M.Si (sekretaris jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FE), Dr. Fatchur Rohman, SE., M.Si (Ketua Jurusan Manajemen FE), Dr. Noermijati, SE., MTM (sekretaris jurusan Manajemen FE), Dr. Unti Ludigdo, SE., Ak., M.Si (Ketua Jurusan Akuntansi FE), Helmy Adam, SE., Ak., MSA (sekretaris jurusan Akuntansi FE), Dr. Mujibur Rahman Khairul Muluk, MS (Ketua Jurusan Administrasi Publik FIA), Muhammad Nuh, S.IP., M.Si (sekretaris jurusan Administrasi Publik FIA), Dr. Kusdi, DEA (Ketua Jurusan Administrasi Bisnis FIA), Drs. R. Rustam Hidayat, M.Si (sekretaris jurusan Administrasi Bisnis FIA), Dr. Ir. Zaenal Kusuma, SU (Ketua Jurusan Tanah FP), Dr. Ir. Sugeng Prijono, MS (sekretaris Jurusan Tanah FP), Ir. Sugeng Prayitno Budio, MS (Ketua Jurusan Teknik Sipil FT), Ir. Siti Nurlina, MT (sekretaris Jurusan Teknik Sipil F), Dr. Slamet Wahyudi, ST., MT (ketua jurusan Teknik Mesin FT), Anindito Purnowidodo, ST., M.Eng., Dr. Eng (sekretaris jurusan Teknik Mesin FT), Ir. Dwi Priyantoro, MS (ketua Jurusan Teknik Pengairan FT), Donny Harisuseno, ST., MT., Dr.Eng (sekretaris jurusan Teknik Pengairan FT), Herry Santosa, ST., MT (Ketua Jurusan Teknik Arsitektur FT), Dr. Agung Murti Nugroho, ST, MT (sekretaris jurusan Teknik Arsitektur FT), Rudy Yuwono, ST., M.Sc (Ketua Jurusan Teknik Elektro FT), M. Aziz Muslim, ST., MT., PhD (sekretaris jurusan Teknik Elektro FT), Dr. Ir. Surjono, MTP (Ketua Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota FT), Eddi Basuki Kurniawan, ST., MT (sekretaris jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota), Dr. Ir. Happy Nursyam, MS (Ketua Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK), Yunita Maimunah, S.Pi., M.Sc (sekretaris jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK), Ir. Aida Sartimbul, M.Sc., PhD (Ketua Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan FPIK), Defri Yona, S.Pi., M.Sc., Stud (sekretaris jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan FPIK), Dr. Ir. Nurdin Harahab, MP (Ketua Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan FPIK), Zainal Abidin, S.Pi (sekretaris jurusan Sosial Ekonomi Perikanan FPIK), Dr. Sri Rahayu, M.Kes (Ketua Jurusan Biologi FMIPA), Zulfaidah Penata Gama, M.Si (sekretaris jurusan Biologi FMIPA), Drs. Sasangka Prasetyawan, MS (Ketua Jurusan Kimia FMIPA), Darjito, S.Si., M.Si (sekretaris jurusan Kimia FMIPA), Dr. Ir. Ruslan Wirosoedarmo, MS (Ketua Jurusan Teknik Pertanian, FTP), Ir. Mustofa Lutfi, MP (sekretaris jurusan Teknik Pertanian FTP), Hamamah, M.Pd (Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra FIB), dan M.Andhy Nurmansyah, M.Pd (sekretaris jurusan Bahasa dan Sastra FIB).
Pejabat Eselon II
Dengan Surat Keputusan Nomor 292/SK/2009 Rektor UB memberhentikan Pejabat Eselon II yaitu Dra. Siti Romlah (Kepala Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi) dan mengangkat penggantinya, Dra. Ristika, MM.
Pejabat Eselon III dan IV
Dengan Surat Keputusan Nomor 300 dan 301 /SK/2009, Rektor UB memberhentikan dengan hormat dan mengangkat Pejabat Eselon III dan IV di lingkungan UB. Mereka yang diberhentikan dengan hormat adalah Arien Suprastiwi, SH (Kepala Tata Usaha FP), Ali Farid, SH (Kepala Bagian Kemahasiswaan pada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan), Dra. Ristika, MM (Kepala Tata Usaha FK), Paidi, SH (Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni FP), Endang Rini Mujiwati (Kepala Sub Bagian Umum pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat), Suranto, S.Pd (Kepala Sub Bagian Keuangan dan Kepegawaian FH), Pujiono, SH (Kepala Sub Bagian Program Lembaga Penelitiand an Pengabdian Kepada Masyarakat), Sri Aminin, SIP., MAP (Kepala Sub bagian Akademik FPIK), Mahmudah, SAB (Kepala Sub Bagian Akademik FP), Hadi Pranoto, SE (Kepala Urusan Data Penelitian pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat), Sukarman, SH (Kepala Sub Bagian Keuangan dan Kepegawaian FMIPA), Drs. Suwinarko (Kepala Urusan Administrasi Jurusan Biologi FMIPA), Dian Lukito Pambudi, SIP (Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni FK), Drs. Suharyo (Kepala Sub Bagian Peralatan pada Bagian Pengadaan Biro Administrasi Umum)
Sementara mereka yang diangkat adalah Mahmudah, SAB (Kepala Tata Usaha FP), Drs. Suharyo (Kepala Bagian Kemahasiswaan pada BAAK), Dian Lukito Pambudi, S.IP (Kepala Tata Usaha FK), Sukarman, SH, (Kepala Sub bagian umum Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat), Ferry Subagyo, SE (Kepala Sub Bagian Keuangan & Kepegawaian FH), Sudjari, S.Sos (Kepala Sub Bagian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat), Pujiono, SH (Kepala Sub Bagian Akademik FP), Hadi Pranoto, SE (Kepala Sub Bagian Akademik FP), Sri Aminin, SIP., MAP (Kepala Sub Bagian Keuangan & Kepegawaian FMIPA), Drs. Suwinarko (Kepala Sub Bagian Umum &Perlengkapan Program Kedokteran Hewan), Suwanti, ST (Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan & Alumni FK), Supardi SH (Kepala Sub Bagian Peralatan pada Bagian Pengadaan Biro Administrasi Umum). [nok]

UB Berjaya di POMDA Jawa Timur
20 Agustus 2009
Universitas Brawijaya (UB) berjaya di Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) Jawa Timur yang berlangsung selama lima hari (8-12/8) di malang dan Surabaya. Dalam ajang ini, UB mengirimkan atlitnya untuk 8 (delapan) cabang olahraga. Kedelapan cabang tersebut adalah pencak silat, tae kwondo, tenis meja, panahan, renang, panjat dinding, tenis lapangan dan karate. Dalam ajang tahunan ini, UB tidak ikut serta dalam 2 (dua) cabang olahraga yaitu gulat dan Sepakbola, karena untuk sepakbola hanya meraih 4 (empat) besar pada babak penyisihan. Sebanyak 10 emas, 20 perak dan 25 perunggu diraih UB pada tahun ini dengan rincian sebagai berikut: Pencak Silat: 1 emas, 4 perak, 6 perunggu; Tae kwondo: 3 emas, 3 perak, 3 perunggu; Tenis Meja: 1 perak, 4 perunggu; panahan: 1 emas, 5 perak, 1 perunggu; renang: 3 emas, 3 perak, 4 perunggu; tenis lapang: 1 perak, 5 perunggu dan karate: 2 emas, 3 perak, 2 perunggu. Dari 8 (delapan) cabang yang diikuti, hanya panjat dinding yang untuk sementara belum menghasilkan medali. Diantara 48 atlit yang berprestasi dalam ajang tersebut, terdapat pula mahasiswa baru yang telah menghasilkan medali pada berbagai cabang. Mereka adalah Dhea Retno U (Fisip/Juara I Renang 50 dada, Juara I renang 100 dada, juara II renang 200 dada), Fifin Diastri (FE/Juara II renang 100 bebas, juara II renang 200 bebas, juara III renang 50 kupu-kupu, juara III renang 200 gaya ganti), Rr. Lintang Putri N.S (FH/juara I renang 200 punggung, juara III renang 50 punggung, juara III renang 100 punggung), Putri Ayu P. Sari (FIA/juara I Pencak Silat Tunggal putri), Frida Oktavia (FE/juara II tenis meja beregu putri), Ardi Ristaranto (FH/juara III tenis meja ganda putra), dan Hilmawan Nurmahdi (FMIPA/juara III Tenis ganda putra). Pada POMDA ini, UB juga menjadi tuan rumah untuk tenis meja dan tenis lapangan. [nok]

Mahasiswa Malaysia Tertarik Pelajari Bahasa Indonesia
19 Agustus 2009
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), Dr. dr. Samsul Islam, Sp. MK, belum lama ini (14/8) menutup program adaptasi mahasiswa baru. Kegiatan yang telah berlangsung sejak Jum'at (24/7) ini diikuti sekitar 17 mahasiswa asal Malaysia. Selama kurang lebih 3 (tiga) minggu mereka mendapatkan aneka materi diantaranya Sejarah Kota Malang, Geografi Kota Malang, Media Massa (TV lokal dan nasional, majalah nasional, majalah kesehatan dan radio), analisis dan apresiasi Film Indonesia serta bacaan populer di Indonesia (cerpen). Selain itu, mereka juga melakukan kunjungan dan wisata belajar ke herba medika Batu, Herba Bagoes, Puskesmas Singosari, Perpustakaan Kota Malang, Museum Brawijaya, serta Candi Singosari. Dalam kegiatan ini, mereka dibimbing langsung oleh dosen FK yang dipimpin Dr. dr. Retty Ratnawati, MSc. Mereka yang tergabung dalam tim pembimbing adalah Edwin Widodo, SSi, MSc; Rita Damayanti, SS; dr. Habiba Aurora; Pauline, Spd; dr. Hanif; dr. Dian Nugrahenny; Beleven Khrismawan, SPd; Rani Muntasari, SS; Eliyana; dr. Nanik Setyowati; Andreas Yudianto I dan Ratna Indraswari Ibrahim (cerpenis). Dalam sambutannya, Dekan FK menyatakan bahwa hasil belajar melalui proses adaptasi yang telah dijalani selama ini cukup bagus. Dengan bekal ini, harapannya mereka dapat melangsungkan proses belajar dengan hasil yang memuaskan dengan tidak mengabaikan sosialisasi ke masyarakat baik itu di kampus, rumah ataupun klinik. Di kelas internasional nantinya mereka akan digabungkan dengan 40 mahasiswa Indonesia yang lain. Kepada mahasiswa Malaysia angkatan 2009 ini, secara khusus Dekan berharap agar mereka mampu meningkatkan kemampuan dan prestasi lebih baik dari angkatan sebelumnya. Selain itu, ia juga mengharap agar mereka dapat terlibat dalam kegiatan penelitian seperti mahasiswa Indonesia lainnya yang pernah dilihat dalam kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Untuk hal ini, Dekan FK menegaskan akan mendukung dan memfasilitasi.
Belajar Bahasa
Salah seorang mahasiswa Malaysia, Thyivya Kalaiselvan menyatakan bahwa dirinya mendapatkan banyak manfaat melalui kegiatan program adaptasi kali ini. "Saya sangat menikmati program adaptasi tersebut", ujarnya. Melalui kegiatan ini, ia mengaku lebih banyak mengenal Indonesia, Kota Malang, masyarakat Indonesia serta bahasanya. "Pengetahuan tersebut akan sangat bermanfaat dalam berkomunikasi dan adaptasi dengan kehidupan masyarakat setempat", ujar Thyivya. Hanya saja, menurut alumnus Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Convent Bukit Nanas Kuala Lumpur ini, materi Bahasa Indonesia perlu ditangani khusus agar mereka dapat mempelajarinya secara intensif. Karena ketidaktahuan bahasa ini, beberapa mahasiswa yang menyampaikan pesan dan kesannya, Daniel Raj dan Nur Fadillah, mengaku sering dicurangi dengan membayar lebih ketika naik mikrolet.
Diwawancarai PRASETYA Online, Thyivya mengaku memilih FK UB karena memiliki program internasional yang berkualitas. "Pendidikan Dokter di Malaysia sangat terbatas dan mahal", ujarnya menyampaikan alasan lain memilih pendidikan Dokter di Indonesia. Menjadi Dokter merupakan cita-citanya dengan keinginan khusus untuk lebih mendalami diabetes mellitus. "Ayah saya penderita Diabetes Mellitus. Saya ingin mendalami penyakit ini secara khusus untuk mencegahnya dan mengobati para penderitanya", kata dia. Selain itu, Thyivya juga memiliki keinginan mulia untuk terlibat dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Dalam penutupan program adaptasi ini, para mahasiswa Malaysia melakukan pentas seni berupa tarian, nyanyian dan drama. Salah seorang peserta bahkan menyanyikan lagu "Tak Gendong" yang biasa dilantunkan Mbah Surip dengan lancar dan menarik. Disampaikan Thyivya, melalui pentas seni ini ia dan teman-temannya berupaya pula memperkenalkan budaya mereka kepada masyarakat Indonesia.
FK UB Diakui di Malaysia
Diwawancarai seusai kegiatan, Dr. Retty menyatakan bahwa melalui kegiatan ini pihaknya berharap agar mahasiswa asing dapat lebih cepat beradaptasi dengan sistem perkuliahan yang ada sehingga akan memperlancar mereka dalam menyelesaikan studi. "Mereka memang dibiasakan untuk bisa beradaptasi dalam situasi dan kondisi apapun. Di klinik misalnya, pasien tidak akan memakai bahasa Inggris", ujar pakar Fisiologi ini. Kendala dalam proses belajar selama ini, diterangkan Retty, karena mereka seringkali merasa sebagai minoritas sehingga sulit sekali membaur dengan mahasiswa Indonesia yang lainnya. "Memang butuh waktu untuk melebur. Untuk itu kami berupaya melibatkan mereka dalam penelitian seperti LKTM ataupun kegiatan non akademik lainnya", tuturnya. Dari tahun ke tahun, ditambahkan Retty, jumlah mahasiswa internasional di FK UB kian bertambah. Apalagi, menurut Retty, FK UB merupakan salah satu institusi yang sudah diakui dan tanpa ujian kompetensi untuk berprofesi di Malaysia. "Pendidikan dokter lebih ditentukan oleh sumber daya dan kondisi geografis yang serupa.Malaysia dan Indonesia sama-sama beriklim tropis sehingga memiliki jenis penyakit yang hampir sama", ujarnya. "Dengan kemampuannya bertahan di luar negaranya, harapannya mereka akan lebih siap ketika ditempatkan di wilayah terpencil", tambahnya. [nok]
----
Foto: atas: Dekan FK UB menyerahkan sertifikat kepada peserta program adaptasi
bawah: kiri: Thyivya Kalaiselvan (dua dari kanan) berfoto bersama teman-temannya; kanan: Nur Fadillah menyampaikan pesan dan kesan

Mahasiswa UB Juara Kakang-Mbak Yu Kota Malang
19 Agustus 2009
Dua mahasiswa UB menjuarai lomba Kakang-Mbak Yu yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Malang. Selain prestasi itu, dari 20 finalis yang ada, UB menyumbang sebanyak 12 mahasiswanya dalam babak grand final.
Olga Akbar Ahimsa (Akuntansi FE UB 2007) meraih gelar Kakang Malang 2009 sedangkan gelar Mbak Yu berhasil disandang oleh Swasti Nuswantari (Arsitektur FT UB 2006). Mahasiswa dan mahasiswi UB lain yang masuk dalam jajaran finalis adalah Dwi Apriani Astuti (Komunikasi FISIP 2007), Kholifah Nuzulia Firdausy (Arsitektur FT 2006), Willy Gustiyan Dwi Aryanto (Psikologi FISIP 2007), Milwanda Wila Pratama (Manajemen FE 2005), Aisyah Rokhma (Manajemen FE 2007), Zenita Kurnia (Ilmu Komunikasi FISIP 2005), Qoyim (Ilmu Komputer FMIPA 2004), Ainy Luthfia (Akuntansi FE 2005), Luki Marselina (Manajemen FE 2006), dan Leila Andina (Industri FT 2008).
Awalnya, total peserta yang mengikuti acara ini sebanyak 142 peserta. Namun setelah dilakukan proses seleksi yang ketat, tersaring sebanyak 20 finalis (10 pasang). Pada bulan Juli, mereka mengikuti test performance dan test wawancara yang dilaksanakan di Mal Olimpyc Garden (MOG) dan juga mengikuti program pra karantina. Dalam program ini mereka harus melalui beberapa tes seperti test urine, test psikologi, test pemotretan dan mendapatkan materi budi pekerti, serta outbond. Mereka juga diserahi tugas membuat paper tentang penggalian potensi pariwisata di Kota Malang.
Pada hari-hari karantina, para finalis wajib mengikuti beberapa program  seperti kunjungan ke media, kelas beauty class, presentasi paper, dan dikirab mengelilingi kota Malang. Puncak acara sendiri dilaksanakan di di Hotel Kartika.
Berdayakan Paguyuban
Setelah menjadi finalis Kakang-Mbak Yu, 12 mahasiswa UB kini menyandang tugas ssebagai duta wisata Kota Malang. Program itu juga yang saat ini tengah digagas mereka dalam Paguyuban Kakang-Mbak Yu Kota Malang. Menurut rencana, paguyuban ini akan menggelar sebuah festival budaya dengan skala nasional. Untuk acara ini, mereka masih melakukan koordinasi intensif dengan pihak Dinas Pariwisata.[fjr]

Diskusi Pengelolaan Proses Kebijakan Publik
18 Agustus 2009
Bertempat di lantai 7 (tujuh) gedung rektorat Universitas Brawijaya (UB), Rabu (19/8) akan dilangsungkan "Diskusi Pengelolaan Proses Kebijakan Publik di Indonesia - Peningkatan Kapasitas Kelembagaan". Kegiatan yang akan dimulai pukul 10.30 WIB esok ini merupakan kerjasama antara UB dengan Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas). Kegiatan yang menurut rencana akan dibuka oleh Rektor UB ini akan dibagi dalam 2 (dua) termin diskusi. [nok]

Penerimaan Mahasiswa Baru 2009/2010
18 Agustus 2009
Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito hari ini (18/8) menerima secara resmi 8506 mahasiswa baru angkatan 2009/2010. Penerimaan mahasiswa baru ini dilakukan melalui upacara di lapangan Rektorat UB, yang sekaligus membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2 Maba). Dalam sambutannya, Rektor menyatakan bahwa minat lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk masuk UB pada tahun ini meningkat cukup tajam. Meskipun begitu, jumlah mahasiswa yang diterima tahun ini lebih rendah dari tahun sebelumnya yang berjumlah 8627 mahasiswa. Tahun ini, sebanyak 7316 mahasiswa baru diterima pada program sarjana, 287 pada program vokasi, 560 program magister dan 343 program doktor.
Kepada para mahasiswa baru tersebut, Rektor menyatakan bahwa mereka patut bersyukur dan berbangga sebagai mahasiswa UB yang sekaligus juga diwajibkan untuk menjaga nama baik serta prestasi almamater yang telah tercapai sampai saat ini. Dalam kesempatan tersebut, berbagai prestasi yang telah dicapai UB pun dipaparkan. Diantaranya 2 (dua) kali berturut-turut Juara Umum Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) disamping prestasi dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (Pomda). Berkaitan dengan hal itu, Rektor secara khusus berpesan agar para mahasiswa baru senantiasa menjunjung tinggi tradisi keilmuan dan selalu memiliki pola pikir yang rasional, obyektif, analitis, kreatif, inovatif dan religius disamping menjaga etika kampus yang mengedepankan sopan santun, berbudi luhur dan berakhlak mulia.
Sementara itu, Pembantu Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Bambang Suharto, MS dalam paparannya merinci jumlah mahasiswa yang diterima per fakultas. Masing-masing sebagai berikut: Program Pascasarjana (program magister): 10 orang, Fakultas Hukum (program sarjana, magister dan doktor): 502 orang, Fakultas Ekonomi (program sarjana, magister dan doktor): 885 orang, Fakultas Ilmu Administrasi (program sarjana, magister dan doktor): 1006 orang, Fakultas Pertanian (program sarjana, magister dan doctor): 758 orang, Fakultas Peternakan (program sarjana, magister dan doktor): 271 orang, Fakultas Teknik (program sarjana, magister dan doktor): 1209 orang, Fakultas Kedokteran (Program sarjana, magister dan doktor): 793 orang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (program sarjana, magister dan doktor): 491 orang, Fakultas MIPA (program sarjana dan magister): 615 orang, Fakultas Teknologi Pertanian (program sarjana): 365 orang, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (program sarjana): 693 orang, Program Bahasa dan Sastra (program sarjana): 546 orang, Program Kedokteran Hewan (program sarjana): 75 orang dan program pendidikan vokasi (Diploma I dan III): 287 orang.
PK2 MABA
Pada hari pertama PK2 Maba kali ini, mahasiswa baru dibagi dalam 22 cluster yang dibagi menjadi 2 (dua) penempatan yaitu gedung Samantha Krida dan gazebo. Kegiatan ini disebut dengan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas (PK2 MU). Di PK2 MU mereka akan diperkenalkan dengan lembaga serta beberapa pimpinan fakultas dan universitas. Selain itu, disampaikan Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ir. H. RB Ainurrasjid, MS, pihaknya juga berencana menghadirkan alumni ataupun sivitas UB yang berprestasi di tingkat nasional diantaranya Ir. Lukman Edy, MSi (Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal), Prof. Dr. Ir. Syamsul Bahri, MS (anggota Komisi Pemilihan Umum) serta M. Yasin (anggota Komisi Pemberantasan Korupsi). Sempat pula terjadi pemboikotan massa pada PK2 MU kali ini dimana mahasiswa baru Fakultas Teknik UB tidak bersedia mengikutinya. Meskipun begitu, dengan langkah mantap akhirnya mereka semua bergabung dan membaur dalam kegiatan tersebut bersama dengan fakultas lainnya walaupun maba Fakultas Teknik tanpa memakai jas almamater. [nok]
----
Foto: kiri: Ribuan mahasiswa baru memadati lapangan rektorat UB; kanan: Pemasangan topi oleh Rektor UB sebagai tanda diterimanya mahasiswa baru UB 2009/2010

Brawijaya Cat Show 2009  Buka Klinik Hewan UB
17 Agustus 2009
Sebagai salah satu rangkaian acara Pembukaan Klinik Hewan, Program Kedokteran Hewan (PKH-UB) menggelar event "Brawijaya Cat Show 2009" skala nasional, Minggu (16/8). Acara diselenggarakan PKH bekerjasama dengan ICA (Indonesian Cat Assocation) di gedung Student Center UB.
Pembantu Rektor I Prof. Bambang Suharto membuka secar simbolis klinik hewan yang dilanjutkan dengan kunjungan Pimpinan Universitas dan Fakultas maupun Lembaga ke pameran Kucing yang juga  diramaikan stand hewan eksotik  ular dan iguana. Brawijaya Cat Show memperebutkan piala bergilir Rektor UB yaitu "Best In Show Pedigree" untuk kategori Pedigree, dan "Juara Best In Show House Cat" untuk kategori kucing lokal / rumahan. Respon masyarakat pecinta kucing Malang Raya cukup menggembirakan. Hal itu menunjukkan kesadaran bahwa untuk hidup sehat selayaknya di dampingi oleh hewan kesayangan yang sehat  sudah mulai terbangun. Mahasiswa PKH juga memperoleh pembelajaran kewirausahaaan karena sejumlah kucing dan Cat Breeding yang ditawarkan memiliki harga jual yang tinggi. Tidak heran karena sebagian besar telah menyandang medal juara di berbagai kontes nasional.
Selain menyelenggarakan acara ini, PKH UB juga membuka pelayanan dalam rangka promosi berupa  Konsultasi Gratis , Vaksinasi dan Grooming untuk hewan kesayangan baik anjing dan kucing. Selain pemeriksaan dan tindakan, jasa yang ditawarkan Klinik Hewan PKHUB meliputi penitipan kucing dan anjing selama jam kerja atau dengan perjanjian .[pkh/fjr]

Peringatan HUT RI ke-64 di UB
17 Agustus 2009
Universitas Brawijaya (UB), Senin (17/8) menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-64 negara Republik Indonesia. Kegiatan yang dilakukan di lapangan Gedung Rektorat UB itu diikuti oleh ratusan karyawan, mahasiswa dan anggota Dharma Wanita Persatuan UB. Bertindak sebagai pemimpin upacara Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito. Tema HUT RI kali ini yaitu “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945,Kita Tingkatkan Kedewasaan Kehidupan Berpolitik dan Berdemokrasi serta Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia yang Bersatu, Aman, Adil, Demokratis dan Sejahtera
Pada kesempatan itu rektor membacakan pidato Gubernur Jawa Timur Drs H Soekarwo. Gubernur menyampaikan, agar masyarakat Jawa Timur bahu-membahu menjaga keamanan dan ketertiban bersama terkait dengan kejadian teror bom belum lama ini. Soekarwo juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, bersama-sama membangun Jawa Timur dengan mengaktualisasikan dan mentauladani jiwa dan semangat proklamasi dengan berbagai upaya nyata serta bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.
Rektor juga memberikan penghargaan kepada 10 sivitas akademika berprestasi, 26 orang penerima Satyalancana Karya Satya 2009 dari presiden dan 13 penerima beasiswa dari Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) UB. Mereka terdiri dari: 1) sivitas akademika berprestasi: Dosen berprestasi I Ahmad Erani Yustika Se MSc PhD (FE), dosen berprestasi II Prof Dr drh Aulani’am DESS (FMIPA), dosen berprestasi III Dr Lily Montarcih Limantara (FT), ketua program studi (kaprodi) berprestasi I Drs Andy Fefta Wijaya MDA PhD (FIA), kaprodi berprestasi II Dr Gozali maski SE MS (FE), kaprodi berprestasi III Dr Ir Moch. Sasmito Djati MS (FMIPA), tenaga administrasi berprestasi Mulyaningwati (Kantor Pusat), tenaga laboran berprestasi Luluk Mamluhah SSi (FTP), tenaga pustakawan berprestasi Dra Widya Permana SSos (Perpustakaan Pusat), dan tenaga Satuan Pengaman (Satpam) berprestasi Heri Siswanto (Kantor Pusat) dan mahasiswa berprestasi R Anggi Hakim (FE); 2) Satyalancana Karya Satya berdasarkan SK Presiden RI No. 033/TK/Tahun 2009 tertanggal 24 Juli 2009: a) 10 tahun: Dr Ir Harsuko Riniwati MP (FPIK), Dr Ir Imam Santoso MP (FTP), dr Indrastuti Normahayu SpRad (FK), Sri Lestariningsi SH MHum (FH) dan Joko Ngadiyanto (KP), b) 20 tahun: Dr Ir Yunianta DEA (FTP), Dr Ir Happy Nursyam MS, Ir Maheno Sri Widodo MS, Abung Makbul, dan Sangadji (FPIK), serta Pujiono SH, Djuri Mohammad Amin SSos, Hadi Pranoto SE, Ari Pranowo, Ninuk Mahmudah, Sudradjad, Luluk Luh Lentari Dwi Andarwulan, Suroto SE, Supriadi, Achmad Ikhsan, Suwandi dan Suheri (KP); c) 30 tahun: Prof Dr Ir Rustidja MS, Ir Wijarni MS, Ir Achmad Muchlis dan Wiwit Siti Ngaisah (FPIK); 3) beasiswa KPRI: Wanda Dwi Wahana M (Sodikin/KP), Vina Ari Yulia (Arifin/FH), Dynda Perwari (Erna Widari/FK), Denny Wahyu Setiawan (Djono/FIA), Rian Risky Prayogo (Karyono/FE), Farid Ilmansyah (Sujono Lukman/FT), Misbachul Rozaky (Mohamad Hasyim/FP), Pradia Indriani (Hadi Yitmono/FPIK), Maria Sofia Aururoh (Masrokin/Fapet), Dela Ayu Ariyanto (Bambang Riyanto/KPRI), Saiful Anam (Rustika Adiningrum/FMIPA), Desembrina Adi Ramadani (Udji Adi Dewantoro/FTP) dan Zaki Auliya Alhabsy (Hadi Sumartono/FIS). Khusus kepada para peserta upacara yang hadir rektor mengharapkan agar penghargaan yang diberikan oleh UB mampu memotivasi karyawan, dosen dan mahasiswa lainnya untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kinerja diri sehingga turut ambil bagian dalam memberikan sumbangsihnya kepada almamater UB.[nun]

Monitoring & Evaluasi Internal PMW
15 Agustus 2009
Tim Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) melakukan persiapan program monitoring danevaluasi internal (monevin) yang dipimpin oleh Prof.Dr.Trinil Susilawati dan Dr.Muhammad Sasmito Djati, Jumat (14/08). Tujuan dari kegiatan monevin adalah memantau kemajuan semua mahasiswa yang telah dibina oleh UB untuk menjadi entrepreneur. Monevin akan dilaksanakan dengan pemeriksaan dokumen laporan peserta, monevin per kelompok dan individu, kemudian monevin lapangan.
Dari monitoring dan evaluasi dokumen, secara umum individu dan kelompok-kelompok mahasiswa telah menjalankan usaha dengan cukup baik. Ada yang sudah berjalan sempurna sesuai dengan proposal, namun ada juga yang masih menyesuaikan usahanya dengan situasi pasar yang berkembang.
Prof.Dr.Trinil Susilawati menyatakan keharusan agar peserta PMW menjalankan usahanya dengan sungguh-sungguh. Sedangkan Dr.Muhammad Sasmito Djati mengingatkan bahwa sesuai dengan perjanjian, bisnis mahasiswa harus berhasil. Ada konsekuensi serius apabila bisnis peserta PMW gagal. Pengelola PMW telah melakukan pembinaan dan pembimbingan secara sungguh-sungguh meskipun sebenarnya, penanggung jawab utama dari pembinaan dan pembimbingan ini adalah PD 3 yang telah memberikan rekomendasi.
Manfaatkan Situs
Monevin PMW juga akan dilaksanakan secara online melalui www.pmw-ub.brawijaya. Situs ini juga akan dijadikan ajang promosi dan penjualan online produk-produk peserta program PMW. Dr.Imam Hanafi S.Sos M.Si M.Si (MAB) mengemukakan bahwa UB tengah terus memperkuat sistem ICT dengan terus mengembangkan e-publishing (e-book, e-journal, e-magazines), e-library, e-procurement, e-broadcasting, e-business, e-learning, e-government dan lain-lain. [Han/Bach/Ova]

Staf Unit Teknologi Informasi Dan Komunikasi UB Membantu UNESCO
15 Agustus 2009
UB mendapat kehormatan dari  United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) untuk membantu pengembangan fasilitas e-learning di National University of Timor Leste (UNTL), di Dili, Timor Leste. Untuk itu telah ditugaskan seorang staf Unit Teknologi Informasi dan Komunikasi  UB R. Arief Setyawan, ST., MT. selama empat hari, mulai 12 - 15 Agustus 2009.
Arief bertugas mensurvei dan merancang sistem jaringan  komunikasi satelit antara Jepang dan Timor Leste serta mempersiapkan spesisifikasi teknis peralatan distance learning yang akan dipasang. Kegiatan ini nantinya akan dilanjutkan dengan instalasi peralatan, pengujian sistem, operasional dan evaluasi.
Kegiatan bertaraf internasional seperti ini bukan yang pertama kali buat Unit TIK UB, khususnya Pusat Pengembangan E-Learning. Sejak tiga tahun yang lalu seorang staf yang lain, Ahmad Basuki, ST.MSc., telah dipercaya oleh Keio University untuk mengoperasikan, mengelola dan mengembangkan sistem distance learning dari School On the Internet – Asia (SOI-Asia), serta melakukan riset bidang jaringan komputer dan internet dalam komunitas Asian Internet Interconnection Initiatives (AI3). Selain bertugas di lembaga internasional tersebut, Abaz, demikian Ahmad Basuki biasa dipanggil, juga melanjutkan studinya di program S3 Faculty of Media and Governance di universitas yang sama.
Satu lagi staf Unit TIK yang pernah diperbantukan di institusi luar negeri, yaitu Ir. Primantara, yang pada tahun 2006 telah bertugas sebagai pengajar/ fasilitator dalam workshop tentang pengoperasian distance learning di Universiti Sains Malaysia di Penang, Malaysia. [hsd]

Lintang Rinonce di Bastra UB
14 Agustus 2009
Pusat Pemberdayaan Kebudayaan Nusantara (P2KN) Program Bahasa dan Sastra (Bastra) Universitas Brawijaya (UB) kembali menyelenggarakan lintang rinonce. Tema yang diangkat pada acara Sabtu (15/8) malam (jam 19.00 - 21.00 WIB) ini adalah "Pembacaan Kembali Budaya jawa dalam Pembentukan Citra Bangsa". Acara yang dilangsungkan di halaman depan gedung Bahasa dan Sastra UB dengan menghadirkan pembicara yaitu Jumadi (seniman Topeng Malangan), Sigit Prawoto, MHum (Dosen Bastra) dan Kompol Dody Eko W (pemerhati budaya). Sajian seni budaya yang akan ditampilkan dalam kesempatan tersebut adalah ketoprak, tari topeng dan monolog.
Acara Lintang Rinonce kali ini juga diisi dengan apresiasi puisi Rendra, apresiasi musik Mbah Surip, Ketoprak, dan diskusi. Di awal acara, penyair senior Zawawi Imron yang kembali hadir dalam Lintang Rinonce membacakan puisi W.S. Rendra yang berjudul "Kupanggili Namamu". Seniman berjuluk Celurit Emas ini mengatakan bahwa pembacaan puisi itu sebagai bentuk penghormatannya kepada Almarhum Rendra atas dedikasinya di bidang sastra Indonesia. Sedangkan beberapa mahasiswa Program Bastra menyanyikan lagu ”Tak Gendong”-nya Almarhum Mbah Surip.
Acara dilanjutkan dengan penampilan Ketoprak Bayangkara Budaya dari Mojokerto dengan tajuk seperti nama acara ini, "Lintang Rinonce". Meskipun penampilan Ketoprak hanya berlangsung singkat, namun penonton tampak terhibur dengan guyonan yang ditampilkan.[nok/fjr]

Dosen UB Isi Studium Generale PROKM ITB 2009
14 Agustus 2009
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), Dr. dr. Retty Ratnawati, M.Sc pada Kamis (13/8) menyampaikan materi pada studium generale kegiatan Pengenalan Ruang dan Orientasi Keluarga Mahasiswa (PROKM) Institut Teknologi Bandung (ITB). Kegiatan ini dilakukan rutin setiap tahun dan telah terselenggara untuk keempat kalinya di ITB setiap kali orientasi mahasiswa baru. Dalam kesempatan ini, Retty menyampaikan materi bertajuk "Membangun Integritas Mahasiswa ITB Melalui Pemahaman Perkembangan Psiko Fisiologis Remaja". Dihadapan sekitar 3200 mahasiswa baru, Retty menyatakan bahwa terjadi pergolakan hebat dalam diri setiap individu pada masa peralihan dari remaja menuju dewasa termasuk ketika beranjak menjadi mahasiswa. Untuk itu, menurutnya perlu dibangun keutuhan diri sebagai mahasiswa melalui kondisi perkembangan (pubertas) yang mereka alami. "Dalam masa pubertas tersebut, setiap individu mengalami pergolakan dalam dirinya antara bertanggung jawab atau menentang", tutur Retty yang juga pakar fisiologi. Melalui integrated life brain function, ia menyarankan kepada para mahasiswa baru agar tidak banyak menolak setiap tanggung jawab yang diberikan kepadanya dengan menganggap hal tersebut sebagai proses pembelajaran yang nantinya akan berjalan secara ilmiah menuju kedewasaan.
Dalam kegiatan studium generale PROKM ini, ITB juga memberikan wawasan tentang hukum kepada para mahasiswa dengan mendatangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Jika pada tahun sebelumnya tercetus gerakan anti korupsi, maka untuk tahun ini mahasiswa baru ITB angkatan 2009 membuat deklarasi anti menyontek", tutur Retty. Hal lain yang juga diberikan dalam studium generale ini adalah kuliah psikologi serta orientasi sistem akademik. Di akhir wawancara, secara khusus Retty menyatakan penyesalannya mengapa kegiatan seperti ini tidak diadakan di UB. Dengan adanya kegiatan ini, menurutnya akan memberikan pengaruh positif dikalangan mahasiswa baru diantaranya mengurangi arogansi fakultas atau bidang ilmu yang sengaja dibangun oleh para seniornya. Selain itu, kegiatan ini menurutnya juga positif untuk menyampaikan pesan moral termasuk menumbuhkan sense of belonging terhadap universitas ataupun program studinya (almamater). [nok]

Penandatanganan Kerjasama UB dengan Yayasan Damandiri dan Kabupaten Lumajang
13 Agustus 2009
Universitas Brawijaya (UB) melakukan penandatanganan kerjasama dengan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) dan Kabupaten Lumajang. Kedua penandatanganan ini dilakukan secara serentak oleh Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Rabu (12/8) malam di gedung Televisi Republik Indonesia (TVRI) Jawa Timur seusai acara Semanggi Show. Dengan Yayasan Damandiri, kerjasama ini mengangkat tema "Program Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat". Hadir mewakili yayasan yang juga menangani beasiswa ini adalah Ketuanya, Prof. Dr. Haryono Suyono dan sekretaris, Subiakto Tjakrawardaja. Kerjasama yang berjangka waktu 1 (satu) tahun ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan mengembangkan model pembangunan berwawasan penduduk secara komprehensif, terintegratif dan berakhlak mulia terutama dalam mencapai tujuan pembangunan millenium (MDGs/Millenium Development Goals) disamping meningkatkan pemberdayaan masyarakat dibidang pendidikan dan teknologi, kesehatan dan keluarga berencana serta kewirausahaan dan lingkungan. Sasaran utama realisasi kerjasama program ini adalah meningkatnya kepedulian dan peran serta seluruh elemen masyarakat dalam memberikan pelayanan kewirausahaan, pendidikan, kesehatan dan lingkungan bagi keluarga tertinggal atau kurang mampu melalui pendekatan gotong royong, semangat kemandirian serta pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, dengan Kabupaten Lumajang kerjasama diarahkan guna meningkatkan pembangunan melalui kegiatan penelitian, perencanaan dan pengembangan serta evaluasi program-program pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat dengan segala potensinya. Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kabupaten di sebelah timur Malang ini berlaku selama 3 (tahun). Bupati, Dr. Ir. Sjahrazad Masdar, MA menandatangani kerjasama ini bersama Rektor UB. [nok]

UB Dalam Semanggi Show
13 Agustus 2009
Universitas Brawijaya (UB) tampil dalam acara Semanggi Show yang dipandu langsung oleh Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri), Prof. Dr. Haryono Suyono. Secara langsung (live), acara ini ditayangkan oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI) Jawa Timur pada Rabu (12/8) pukul 17.30 WIB. Tema yang diangkat dalam kesempatan ini adalah program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Terdapat 2 (dua) program KKN tematik yang dilangsungkan secara bersamaan yaitu KKN Bersama Desa Model Berkelanjutan (BDMB) dan KKN Gerakan Nasional Percepatan Pemberantasan Buta Aksara (GNP PBA). Kabupaten Lumajang merupakan salah satu wilayah yang menjadi tempat tujuan KKN ini. Untuk membahasnya, dalam Semanggi Show kali ini dihadirkan Bupati Lumajang, Dr. H. Sjahrazad Masdar, MA. Selain Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, dalam acara ini UB juga melibatkan Dekan Fakultas, Pimpinan Lembaga, dan mahasiswa. Selain itu, dihadirkan juga beberapa Kepala Dinas, penggerak PKK, aktivis kesehatan dan posyandu, warga serta kelompok tani untuk wilayah Batu dan Lumajang. Dalam acara ini, ditampilkan juga kelompok keroncong UB, "Gita Brawijaya" yang membawakan beberapa lagu diiringi tarian dari Unit Aktivitas Karawitan dan Tari (Unitantri)  mahasiswa.
Dalam paparannya, Sjahrazad Masdar menyatakan bahwa sejak terpilih menjadi Bupati, dirinya lebih mengetahui persis kondisi masyarakat dibandingkan dengan aktivitas sebelumnya sebagai pengajar. "Ketika mengajar saya hanya berkutat dengan teori tetapi setelah menjadi bupati saya lebih tahu persis bahwa masyarakat masih perlu dibangun", ujarnya. Apalagi, ditambah dengan kenyataan yang ada bahwa 30% penduduk Lumajang masih berada dibawah garis kemiskinan. Untuk itu, ia sangat menghargai kegiatan KKN yang dilakukan mahasiswa UB di wilayahnya. Tercatat sekitar 50 mahasiswa mengikuti KKN ini, yang ditempatkan di Desa Ranuyasa, Plakah dan Kedungjajang. Melalui kegiatan ini, menurutnya mahasiswa dapat menjadi agent of change dengan berbagai aktivitas seperti mengajari baca tulis, ketrampilan dan wirausaha.
Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito dalam paparannya menyatakan bahwa KKN merupakan kegiatan intrakurikuler yang dilaksanakan secara periodik dan bergantian. Berbagai program yang dikerjakan mahasiswa dalam KKN tersebut diharapkannya dapat menjadi pelopor dan penggerak pembangunan. Dalam hal entrepreneur misalnya, menurut Rektor dapat dilakukan melalui pembinaan Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) disamping mengajak masyarakat untuk menumbuhkan berbagai jenis usaha baru lainnya. Di UB, pembinaan dan hasilnya kemudian akan diolah di Inkubator bisnis dengan melibatkan pihak yang berkompeten. Fakultas Ekonomi misalnya, terlibat dengan menjadi pendamping usaha kecil dalam hal pendanaan, manajemen keuangan, bisnis dan perencanaan. Menuju hal ini, Rektor menegaskan perlunya kerjasama antara perguruan tinggi, masyarakat dan pemerintah daerah.
Potensi Lumajang
Berbagai potensi yang ada di Lumajang dalam Semanggi Show kali ini diekspose ke masyarakat, baik itu potensi alam maupun potensi sosial. Dalam hal potensi sosial misalnya, masyarakat Lumajang saat ini tengah menjalankan gerakan berperilaku "Hidup Bersih dan Sehat" (HBS) yang telah dirintis sejak tahun 2000 dan mulai berhasil pada tahun 2007. Kesuksesan program ini, dijelaskan salah seorang ketua Rukun Warga (RW) disana adalah dengan menjalankan budaya malu. "Setiap bulan kami mengadakan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan sekitar. Bagi masyarakat yang tidak menghadirinya akan kami berikan bingkisan sebagai 'hadiah' ketidakhadirannya", ujar ketua RW tersebut yang juga alumni program magister Universitas Airlangga. Selain itu, di Lumajang ternyata juga ada gerakan PKK yang terkenal di tingkat nasional yang diberi nama "Gerbang Mas". Melalui wadah PKK ini, para wanita diperkenalkan posyandu serta budaya kebersihan dan kesehatan yang berhasil membawa Lumajang sebagai salah satu Kabupaten "Sehat" yang ada di Indonesia. [nok]

Disertasi Christine: Sintesis LSS Asam Laurat dan Minyak Ikan Cakalang
13 Agustus 2009
Lipid terstruktur dengan kombinasi khusus asam lemak telah mendapat perhatian lebih besar dalam beberapa tahun terakhir. SIntesis lipid terstruktur dengan intereserifikasi bermanfaat untuk meningkatkan sifatfungsional dan nilai nutrisi suatulemak atau minyak sesuai yang diinginkan untuk pembuatan berbagai produk olahan.
Demikian disampaikan oleh Christine Fransin Mamuaja dalam disertasinya yang berjudul "Sintesis Lipid  Terstruktur Spesifik dari Asam Laurat dan Minyak Ikan Cakalang", Kamis (13/8) di gedung pascasarjana UB. Disertasi dipromotori oleh Prof.Ir.Hari Purnomo, M.App.Sc.,Ph.D; Dr.Ir.Yunianta,DEA; dan Dr.Subandi,M.Si. Sedangkan majelis penguji terdiri dari Prof.Dr.Simon BambangWidjanarko,M.App.Sc; Prof.Dr.Drh.Aulanni'am,DES;Prof.Dr.L.Broto S. Kardono,Apt.,APU; dan Prof.Dr.Jumino,M.Sc.
Dalam dasawarsa terakhir, menurut Christine, perhatian ditujukan pada produk baru, yaitu lipid terstruktur spesifik (LSS) dan reaksi utama dalam sintesis LSS adalah interesterifikasi atau transesterifikasi dengan modifikasi lemak seperti asam lemak berantaimedium pada posisi luar (Sn-1,3) dan PuFA pada posisi tengah (Sn-2) yang akan memiliki nilai gizi tinggi dan lebih resisten terhadap proses oksidasi. Dalam pembuatan LSS dapat digunakan asam laurat sebagai sumber asam lemak berantai medium atau pendek dan minyak ikan sebagai sumber PuFA. Selama ini belum dilakukan sintesis lipid terstruktur yang mengandung PuFA dan MCFA dengan metode interesterifikasi antara minyak ikan cakalang dengan asam laurat. Aktivitas lipase yang sangat dipengaruhi oleh kondisi proses yaitu suhu dan waktureaksi.
Dari penelitiannya, Christine menemukan bahwa dengan melihat kadar air, angka asam lemak bebas, angka peroksida, dan lain-lainnya, minyak ikan cakalang masih dalam batas aman untuk pembuatan lipid terstruktur. Asam-asam lemak dalam minyak ikan cakalang dominant adalah polyunsaturated dan prosentase tertinggi yaitu asam palmitat 26,29% kemudian EPA 18,39%. Suhu interesterifikasi terbaik adalah 50 dejat Celcius danwaktu terbaiknya diperoleh pada prosentase inkoporasi tertinggi laurat sebanyak 48,18 % dalam minyak ikan yaitu selama 48 jam. Analisis spectra NMR untuk melihat posisi asam laurat pada Sn-1 dan Sn-3 membuktikan bahwa yang terbentuk adalah LSS, dimana posisi Sn-1 dan Sn-3 ditempati oleh asam laurat.
Chistine F. Mamuaja lahir di Tomohon, 19 Desember 1958 merupakan dosen tetap pada Fakultas Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Sam Ratulangi Manado sejak 1984. Ia menyelesaikan studi S1 di Universitas tempat dioa mengajar dan S2 di UGM. Setelah berhasil menempuh pendidikan S3 selama 5 tahun, ia berhasil meraih gelar doctor ilmu-ilmu pertanian untuk minat teknologi hasil pertanian dengan IPK 3,57 dan predikat sangat memuaskan. [fjr]

Yudisium Sertifikasi Dosen
12 Agustus 2009
Rabu (12/8) dilakukan yudisium kelulusan peserta sertifikasi dosen yang ditandai dengan penandatanganan berkas dan berita acara. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh asesor di UB yang berjumlah 70 orang.
Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Sertifikasi Dosen (PSD) UB Prof Agus Suman menyampaikan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerjasama yang baik dari semua pihak yang terlibat. Acara sertifikasi dosen di UB sendiri berjalan dengan baik dan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah direncanakan.
Kepada PRASETYA Online, Sekretaris PSD UB Prof Antariksa menuturkan, dalam waktu dekat akan dilakukan monitoring evaluasi (monev) internal menyangkut pelaksanaan sertifikasi dosen tahun 2009. Tujuan diselenggarakannya monev tak lain agar pelaksanaan sertifikasi dosen di tahun-tahun mendatang dapat berjalan lebih baik lagi.[nun]

Disertasi Edi Susilo: Dinamika Struktur Sosial Ekosistem Pesisir
12 Agustus 2009
Berbagai pendekatan pembangunan perikanan direspon oleh masyarakat secara beragam. Komponen pembangunan masyarakat tidak selamanya berintegrasi dengan struktur sosial masyarakat pesisir. Berbagai konflik yang terjadi dalam masyarakat pesisir atau introduksi kelembagaan ekonomi yang tidak diimplementasikan oleh masyarakat pesisir memberikan informasi bahwa struktur sosial tidak secara otomatis dapat menerima masukan dari luar sistem. Belakangan diketahui bahwa masyarakat pesisir telah terstruktur secara ekonomi dan sosial budaya dengan perkembangan internal habitatnya sehingga masukan dari luar sebagian dapat diterima dan sebagian lagi selain kurang direspon juga dilakukan kontra struktural, misalnya terhadap introduksi kelembagaan KUD/TPI.
Ir. Edi Susilo, MS menyampaikan hal tersebut dalam ujian terbuka disertasinya yang berjudul "Dinamika Struktur Sosial dalam Ekosistem Pesisir: Kapasitas Ruang dan Titik Kritis Struktur Sosial Masyarakat Nelayan di Dusun Karanggongso, Kabupaten Tranggalek, Jawa Timur", di gedung pascasarjana UB, Rabu (12/08). Menurutnya, pembangunan masyarakat pesisir yang dimulai sejak tahun 1970-an secara kronologis dapat diuraikan menjadi tiga tahapan. Pertama, pendekatan product oriented, untuk meningkatkan produksi secara nasional. Kedua, setelah tahun 1980 pemerintah mulai menyebarluaskan alat tangkap purse seine, yang diikuti dengan pengembangan kelembagaan ekonomi masyarakat yaitu Koperasi Unit Desa (KUD) Mina dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Ketiga, kondisi permintaan udang dunia yang terus meningkat telah mendorong pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan budidaya udang secara intensif. Keempat, awal tahun 1990-an pemerintah menggunakan pendekatan agribisnis yang menggantikan pendekatan sebelumnya yang dinilai parsial. Kelima, ketika krisis ekonomi tahun 1998 terjadi, pemerintah memberikan respon dengan menggunakan pendekatan peningkatan ekspor dan digantikan dengan pendekatan holistik empat dimensi (ekologi, ekonomi, sosial politik, dan kelembagaan hukum). Terakhir, pemerintah menggulirkan program revitalisasi perikanan dengan prioritas tiga komoditi utama (udang, tuna, dan rumput laut).
Edi melakukan penelitiannya di  kawasan pantai selatan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, di Dusun Karanggongso, Desa Tasikmadu. Menurutnya, dinamika kapasitas ruang struktur sosial di ekosistem pesisir Karanggongso selama masa pengamatan yaitu dalam tiga masa kehidupan (isolasi, terbuka-1, dan terbuka-2). Terdapat dua indikator penting yaitu ketersediaan peluang kerja dan berusaha dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya pesisir. Kedua, tingkat aksesibilitas individu di dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya pesisir. Kapasitas ruang struktur sosial yang secara obyektif berkembang meluas tidak selalu diikuti oleh tingkat kemampuan akses individu atau sistem sosial yang ada dalam struktur sosial.
Dari kajian tersebut dapat disimpulkan dua implikasi yaitu teoretis dan praktis. Untuk implikasi praktis, sampai saat ini telah banyak model pembangunan dan pemberdayaan masyarakat pesisir yang telah dilaksanakan. Dalam banyak hal identifikasi awal terhadap kondisi masyarakat bergerak secara dinamis. Informasi akurat tentang kompleksitas struktur sosial, kapasitas ruang struktur sosial dan titik kritis struktur sosial digunakan untuk menyelaraskan program atau kegiatan yang akan diintroduksikan dari luar, kegiatan yang dirancang oleh masyarakat lokal, maupun kegiatan yang mengintegrasikan kebutuhan lokal dengan kepentuingan dari luar.
Edi Susilo, pria kelahiran Trenggalek, Jawa Timur, 5 Desember 1959. Studi di S1 Fakultas Perikanan UB selesai tahun 1984 dan menyelesaikan studi pasca sarjana di Institut Pertanian Bogor tahun 1991. Setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji, dosen di FPIK UB ini berhasil meraih gelar doktor ilmu pertanian minat sosiologi pedesaan dengan predikat cumlaude dan IPK 3.96. [fjr]

Dosen FP UB Narasumber di Seminar Nasional Pertanian
11 Agustus 2009
Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB), Prof. Dr. Soekartawi, patut berbangga karena dipercaya sebagai narasumber dalam pertemuan ilmiah nasional di Jakarta, Senin (10/8) dan di Bogor, Selasa (11/8). Pada hari pertama iadiminta bicara di Kantor Menko Perekomian Jl. Lapangan Banteng, Jakarta dalam kerangka menggodok draft rencana Subsidi Pertanian secara langsung. Bahan tersebut nantinya juga akan dibawa ke pertemuan di Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) Sabtu (15/8) sebelum akhirnya dibawa ke sidang DPR. Dalam kesempatan itu, Soekartawi menyarankan dua pandangan berbeda yang ada sekarang ini perlu diwadahi agar tidak terjadi konflik. Pandangan pertama mengatakan bahwa subsidi itu tidak mewujudkan adanya pemberdayaan dan juga akan mendorong distorsi pasar. Pandangan lainnya justru sebaliknya. Untuk itu, Soekartawi menyarankan agar dalam pemberian subsidi pertanian langsung dibarengi dengan pendampingan atau pemberdayaan. Dengan demikian debat soal subsidi ini dapat berakhir dan akhirnya pemberian subsidi itu menjadi optimal. Demikian penjelasan Soekartawi melalui e-mail ke PRASETYA Online.
Saat di Bogor, Soekartawi bertindak sebagai narasumber yang mewakili Perguruan Tinggi. Dalam presentasinya yang berjudul "Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menggapai Pertanian Masa Depan", Soekartawi mengemukakan bahwa selama 5 (lima) tahun mendatang sektor pertanian masih prospektif. Karena itu ia mengelompokkan akan adanya 7 (tujuh) kecenderungan arah perubahan sektor pertanian yang perlu mendapatkan perhatian. Ke-7 arah tersebut adalah pertama sektor pertanian berkontribusi positif untuk terwujudnya ketahanan pangan. Soekartawi mengingatkan bahwa ketahanan pertanian (food security) bukan hanya mewujudkan swasembada pangan saja, tetapi juga bagaimana pangan terdistribusi secara baik, terjangkau oleh masyarakat kalau memerlukan setiap saat dan tersedia berkualitas (keamanan pangan harus baik).
Kedua, pertanian paling dianggap mampu untuk meningkatkan pendapatan petani khususnya atau masyarakat pedesaan pada umumnya. Ketiga, sektor pertanian dianggap sebagai instrumen yang ampuh dalam mengurangi kemiskinan, dan keempat, sektor pertanian dianggap mampu menyediakan kesempatan kerja sehingga mampu mengurangi pengangguran khususnya di pedesaan. Kelima adalah kemampuan sektor pertanian menyediakan bahan baku agroindustri skala rumahtangga atau skala kecil (termasuk Usaha Kecil dan Menengah/UKM) sehingga tumbuhnya agroindustri ini mampu berefek ganda, seperti menyerap tenaga kerja serta meningkatkan buruh agroindustri dalam meningkatkan pendapatan.
Keenam, dengan tumbuhnya sektor pertanian diharapkan mampu mendukung tambahnya pendapatan nasional dari devisa ekspor dan impor pertanian. Akhirnya, ketujuh, sektor pertanian yang tumbuh lestari diharapkan berkontribusi positif untuk mengurangi kerusakan lingkungan seperti kerusakan lahan, degradasi, kemiskinan lahan (kurangnya kesuburan lahan), disamping ikut mencegah banjir. Dialog interaktif yang berjalan seru ini dihadiri sekitar 150 orang terdiri dari para ahli pertanian seluruh Indonesia, anggota DPR (lama dan baru) yang membidangi pertanian, Rektor dari 10 PTN/PTS termasuk Rektor UB, wakil 10 partai politik yang masuk arena kompetisi Pilpres dan Pilcaleg, dll. [skw]
----
Foto: Prof. Soekartawi (paling kanan) saat menjadi narasumber di Bogor dengan topik "Menggapai Pertanian Masa Depan"

BSN di UB
11 Agustus 2009
Selama 2 (dua) hari (10-11/8), Deputi Informasi dan Pemasyarakatan Standardisasi Badan Standardisasi Nasional (BSN) Dra Dewi Odjar Ratna Komala MM beserta staf berada di Universitas Brawijaya (UB) dalam rangka menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MOU) yang telah ditandatangani antara BSN dengan sembilan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia termasuk salah satunya dengan UB, pada akhir 2008. Demikian ungkap Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3)UB Prof Dr Agus Suman kepada PRASETYA Online belum lama ini.
Di hari pertama kunjungan di UB, mereka bertemu dengan Rektor UB Prof Dr Ir Yogi Sugito, kemudian dilanjutkan pertemuan dengan dekan dan pembantu dekan di lingkungan UB. Di hari kedua mereka menjadi pemateri pada "Workshop Pembekalan Dosen Pengampu Mata Kuliah Pengantar Standarisasi", yang dihadiri oleh 50 orang dosen di lingkungan UB.
Agus yang dalam kegiatan ini bertindak sebagai koordinator penyelenggara menambahkan bahwa dalam kesempatan pertemuan dua hari tersebut banyak hal yang dapat diambil, terutama menyangkut pentingnya standarisasi dan dampak standarisasi hingga prospek pertumbuhan ekonomi sebuah bangsa. Pertemuan ini ujar Agus, membuka kesempatan kepada perguruan tinggi untuk mengambil peran didalamnya. [nun]

UB Buka Program Pendidikan Vokasi
11 Agustus 2009
Universitas Brawijaya (UB) mulai tahun akademik 2009/2010 ini membuka program pendidikan vokasi. Program pendidikan vokasi adalah program pendidikan diploma (DIII dan DI) yang diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang menguasai ketrampilan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tertentu. Seleksi penerimaan mahasiswa baru program ini dilakukan dengan ujian tulis yang ditangani khusus oleh UB. Informasi lebih lanjut mengenai program vokasi dapat diperoleh di sini. Sementara formulir pendaftaran dapat diperoleh di sini. [nok]

KNRT dan Perpustakaan UB Gelar TOT OSS Linux
11 Agustus 2009
Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) bekerja sama dengan Perpustakaan Universitas Brawijaya (UB) kembali menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) Open Source Software (OSS) di Pusat Komputer Universitas Brawijaya.
Pelatihan angkatan kesembilan ini dibuka oleh Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi KNRT, Ir Kemal Prihatman, MEng.
Hadir pada kesempatan itu puluhan peserta dari kalangan pemerintah, sekolah dan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di wilayah Jawa Timur, seperti Malang, Probolinggo, Magetan, Pacitan, Blitar, Tulungagung, Ngawi, dan Bondowoso.
Dalam sambutannya Kemal menyampaikan bahwa gerakan Indonesia Go Open Source! (IGOS) yang dideklarasikan pada 2004 mendapatkan tanggapan positif dari berbagai lembaga pemerintah. Deklarasi ini ditandatangani oleh lima departemen meliputi Kementrian Negara Pandayagunaan Aparatur Negara, Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Hukum dan HAM serta Menteri Komunikasi dan Informatika. Kebijakan yang ditetapkan pemerintah ini merupakan upaya untuk menggunakan perangkat lunak legal secara maksimal, selain juga untuk menghemat anggaran pemerintah dan meminimalisir pembajakan di Indonesia. Kegiatan TOT OSS dilaksanakan serentak di 20 kota yaitu Bandung, Surabaya, Semarang, Lampung, Bekasi, Malang, Pontianak, Gorontalo, Bengkulu, Padang, Jambi, Cirebon, Tasikmalaya, Jepara, Magelang, Ambon, Rembang, Pekanbaru, Yogyakarta dan Solo.
OSS merupakan piranti lunak yang berlisensi bebas dan legal serta terbukti hanya membutuhkan anggaran yang rendah untuk pengadaannya. Materi yang diberikan diantaranya meliputi OpenOffice versi 3.0.0 pada distribusi Linux Nusantara 3 (Mahakam) yang dikembangkan oleh Kemenegristek, Linux dasar, administrasi sistem Linux, OpenOffice Writer, OpenOffice Calc, dan OpenOffice Impress. Dengan diselenggarakannya pelatihan diharapkan para peserta mampu melakukan instalasi Linux, memahami pengoperasian Linux, dapat melakukan instalasi OpenOffice pada Linux, memahami OpenOffice secra umum, serta dapat menggunakan dan mengoperasikan OpenOffice Writer, OpenOffice Calc dan OpenOffice Impress. [nun]

UB Terima Mahasiswa Melalui Jalur SPMK
10 Agustus 2009
Universitas Brawijaya (UB) menerima mahasiswa baru program sarjana melalui jalur Seleksi Program Minat dan Kemampuan (SPMK). Sebanyak 2034 mahasiswa baru diterima melalui jalur terakhir penerimaan mahasiswa baru program sarjana ini. Pengumuman hasil seleksi telah dikeluarkan pada Senin (10/8) melalui internet ataupun ditempel di papan pengumuman UB. Informasi penerimaan lebih lanjut dapat dilihat di sini. Dari 2034 mahasiswa baru yang diterima melalui SPMK ini, Ilmu Hukum memiliki jumlah terbanyak hingga 146, disusul Teknik Perangkat Lunak dan Ilmu Administrasi Bisnis, berturut-turut 103 dan 99 mahasiswa. Ini berarti bahwa jalur SPMK ini menampung jumlah terbanyak penerimaan mahasiswa baru setelah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang berkisar 3567 mahasiswa, disusul PSB (Penerimaan Siswa Berprestasi) yang berjumlah 1748 mahasiswa. Selain itu, masih terdapat beberapa jalur penerimaan lain seperti SPKS Utul (445 mahasiswa), SPKS Non Utul (294 mahasiswa), SPKIns (105 mahasiswa) dan SPKD (11 mahasiswa). Untuk itu, tahun 2009 ini UB menerima mahasiswa baru untuk program sarjana sejumlah 8204. Para mahasiswa baru yang telah mendaftar untuk selanjutnya akan melakukan upacara penerimaan pada Selasa (18/8) dan dilanjutkan Pengenalan Kehidupan Kampus (PKK) bidang akademik dan kemahasiswaan selama 4 (empat) hari, Selasa-Jum'at (18-21/8). Kegiatan perkuliahan akan dimulai pada Selasa (25/8) di fakultas masing-masing. [nok]

Peresmian Pembangunan Rusunawa Oleh Menpera
10 Agustus 2009
Menteri Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Menpera RI), Mohammad Yusuf Asy'ari, Senin (10/8) meresmikan pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) mahasiswa di Universitas Brawijaya (UB). Turut hadir pula dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Perumahan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), Andi Zainal Dulung. Dalam sambutannya, Menpera menyatakan bahwa pembangunan Rusunawa ini menggunakan dana stimulus yang besarnya Rp. 400 M untuk 40 unit twin block pada 2009 ini. Selanjutnya, dirinci bahwa sejak tahun 2005 telah terbangun sebanyak 151.5 twin block yang berlokasi di seluruh wilayah Indonesia dengan fokus Jawa. Syarat pembangunannya pun, menurut Menteri yang Berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini cukup sederhana. Untuk membangun di dalam kampus misalnya, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi adalah memiliki lahan kosong minimal 3000 meter persegi serta sanggup menangani pemeliharaan dan menyediakan meubelair. Dalam hal ini, Kemenpera hanya membantu pembangunan konstruksi saja. Selain UB, pembangunan rusunawa di Malang juga ada di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Islam Malang (Unisma).
Rusunami
Selain Rusunawa, Kemenpera juga mendorong perguruan tinggi untuk turut membangun Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami). Di kampus, pembangunan Rusunami ini menurutnya dikhususkan bagi tenaga pengajar maupun administrasi yang memiliki pendapatan dibawah Rp. 4.5 juta/bulan. "Karena masyarakat dengan kondisi ini pada umumnya kesulitan untuk membayar secara kontan, maka dengan bantuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) akan bisa teratasi", ujar Menteri. Hal ini, menurut Yusuf Asy'ari karena perbankan telah memfasilitasi KPR/KPA yang bisa dipercepat, dipermudah dan dipermurah. "Dengan sistem potong gaji, harapannya bank bisa memperpanjang KPR yang saat ini hanya 10-15 tahun menjadi 20-25 tahun", kata dia. Pembangunan Rusunawa dan Rusunami ini, diterangkannya, bertujuan untuk mengurangi kawasan kumuh di perkotaan. "Lebih dari 50% masyarakat Indonesia tinggal di perkotaan dan mayoritas diantara mereka adalah kaum urban yang meninggalkan desa karena adanya ketimpangan sosial ekonomi", tuturnya. Untuk itu, secara khusus Menteri menghimbau agar urbanisasi dapat lebih diperhatikan dengan membangun lapangan pekerjaan di desa sehingga mereka tidak perlu pergi ke kota untuk mencari nafkah.
Rusunawa UB
Rusunawa mahasiswa Universitas Brawijaya dibangun diatas tanah seluas 1024 meter persegi, di Jln. Mayjend Panjaitan, tepat di tengah kompleks aktivitas mahasiswa, belakang guest house UB. Dengan tinggi bangunan 4 (empat) lantai, maka luas areanya mencapai 4908 meter persegi dengan luas lantai total 4096 meter persegi. Bangunan ini memiliki 95 unit sarusun (satuan rumah susun) yang dapat dihuni hingga 4 (empat) orang mahasiswa pada tiap unitnya, yang berukuran tipe 21. Beberapa fasilitas yang tersedia diantaranya 11 unit bisnis di lantai 1 (satu), 3 (tiga) buah kamar mandi secara komunal pada tiap lantai serta 2 (dua) unit ruang bersama per lantai. Konsultan perencana dalam pembangunan rusunawa UB ini adalah tim perencana UB yang direview kembali oleh PT. Wiswakharman, dengan konsultan supervisi: PT. Laras Respati Utama dan kontraktor pelaksana: PT. Karyacipta Mandiri Sejati. Dengan waktu pelaksanaan 180 hari kalender, maka pembangunan konstruksi ini akan ditargetkan selesai pada 30 November 2009 mendatang. [nok]

Adaptasi Mahasiswa Malaysia di FK UB
10 Agustus 2009
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) menyelenggarakan program adaptasi bagi 17 mahasiswa baru asal Malaysia pada program studi Pendidikan Dokter. Kegiatan ini diselenggarakan pada 24 Juli hingga14 Agustus 2009, yang diketuai oleh Dr.dr. Retty Ratnawati, MSc. Menurut Retty, sesuai dengan visi misi FK UB menuju standardisasi internasional, program adaptasi ini lebih mengacu pada adaptasi lingkungan budaya akademik yang lebih spesifik FK UB. Seperti diketahui, program studi Pendidikan Dokter FK UB telah menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi melalui pendekatan small group discussion, problem based learning dan mini lectures, dengan menggunakan modul berbahasa Inggris dan soal ujian yang bi-lingual. Oleh karenanya, penyesuaian penguasaan bahasa Indonesia untuk pendidikan akademik-profesi akan dicapai ketika mahasiswa menjalani masa pendidikan akademik pre dan para kinik di lingkungan FK UB. [ret]

The First Annual Life Skills Competition
9 Agustus 2009
Guna mewadahi kreativitas dan mendukung apresiasi kemampuan Bahasa Inggris bagi pelajar SD, SMP dan SMA, Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya (UB) Minggu (9/8) menyelenggarakan kegiatan The First Annual Life Skill Competition. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar pada di wilayah Malang, Surabaya, Kediri, Sidoarjo dan Denpasar. Berbagai kegiatan terangkum didalamnya yang meliputi kompetisi dan talk show. Dengan menyesuaikan pesertanya, kegiatan kompetisi dibagi menjadi 3 (tiga) yang meliputi story telling (untuk tingkat SD), news reading (untuk tingkat SMP) dan news reporting (untuk tingkat SMA). Pada talk show, panitia mengambil tema ”Menumbuhkembangkan Life Skills Anak Melalui Pembelajaran Bahasa Inggris” dengan sasaran orang tua, pengajar dan masyarakat umum. Pembicara yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah Dr. Sri Rachmajanti, Dip.TESL., M.Pd dan Fatimah, M.Appl. Ling. Setelah melalui tahap penjurian yang ketat, akhirnya diketahui pemenang pada masing-masing kompetisi. [nok]
----
Pemenang The First Annual Life Skills Competition

Jalan Sehat Pimpinan UB
9 Agustus 2009
Segenap pimpinan Universitas Brawijaya (UB) pada Minggu (9/8) menyelenggarakan jalan sehat keliling kampus. Penyelenggara kegiatan kali ini adalah Fakultas Ekonomi UB. Dengan mengambil start Fakultas Ekonomi, rombongan jalan sehat yang meliputi Rektor, Dekan serta pimpinan lembaga dan unit kerja ini mengelilingi semua sudut kampus. Beberapa bagian kampus yang nampak kumuh menjadi sorotan khusus. Selain itu, rombongan juga meninjau beberapa proyek yang saat ini tengah dikerjakan seperti pembangunan Gazebo, Gedung Olahraga (GOR) serta Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa) mahasiswa. Khusus Untuk Rusunawa, Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito meninjau secara detail karena pada Senin (10/8) akan diresmikan pembangunannya oleh Menteri Perumahan Rakyat, Mohammad Yusuf Asy'ari. Seusai jalan sehat keliling kampus, rombongan kemudian makan pagi dan beramah tamah di Basement Fakultas Ekonomi. Dalam sambutannya, Rektor menyatakan bahwa kegiatan ini menurut rencana akan dilangsungkan rutin setiap bulan, disamping untuk bersilaturrahim juga untuk menjaga kesehatan peserta jalan sehat. Penyelenggara jalan sehat untuk bulan depan, menurut rencana adalah fakultas Ilmu Administrasi (FIA). [nok]

Pemberangkatan Kontingen UB ke POMDA
7 Agustus 2009
Pembantu Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Bambang Suharto, MS pada Jum'at (7/8) melepas kontingen Universitas Brawijaya (UB) ke Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) Jawa Timur. Pada ajang yang diselenggarakan tiap 2 (dua) tahun ini, UB mengikuti 8 (delapan) cabang olahraga. Meliputi tenis meja (10 tunggal putra dan putri, 5 ganda putra dan putri, 4 beregu putra dan putri), renang (3 atlit putri untuk 13 nomor lomba), karate (4 atlit putra dan 5 atlit putri untuk mengikuti 11 perorangan dan 1 beregu), Tae Kwondo (11 atlit untuk 8 nomor pertandingan), panjat dinding (6 orang terdiri dari 4 putra dan 2 putri untuk mengikuti 6 nomor lomba), pencak silat (16 perorangan), panahan (2 atlit untuk 7 nomor pertandingan) dan tenis lapangan (12 orang putra dan putri). Selain mengirimkan atlit, UB juga menyertakan official serta personel kesehatan yang tergabung dalam Team of Emergency and Disaster (TED). Tahun 2009 ini, POMDA Jawa Timur dipusatkan di Malang dan Surabaya selama 6 (enam) hari. Kegiatan ini merupakan seleksi tingkat daerah untuk mempersiapkan atlit pada kejuaraan tingkat nasional dalam POMNAS (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional). [nok]

Mengganti 'Bleng', STPP Masuk "101 Inovasi Indonesia Paling Propektif 2009"
7 Agustus 2009
Garam bleng adalah garam alami yang mengandung asam boraks sehingga berbahaya bagi kesehatan. Maraknya penggunaan garam jenis ini di masyarakat sebagai bahan tambahan makanan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi dosen Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya, Ir. Tri Dewanti, M.Kes. Karena itu, ia melakukan penelitian dan akhirnya menemukan Sodium Tripoli Phosphat (STPP) sebagai alternative penggantinya. Di masyarakat, garam bleng ini banyak digunakan sebagai obat pengenyal dengan citarasa yang kuat diantaranya pada bakso, krupuk puli, gendar, mie dan aneka jajan pasar. Dalam penelitiannya, ia juga menemukan bahwa STPP dapat digunakan sebagai pengganti formalin (formaldehyde), pengawet mayat dan organ yang marak digunakan sebagai bahan tambahan makanan. STPP ini, diterangkan Dewanti sangat berbeda dengan boraks dan fomalin  "STPP telah marak digunakan di industri makanan dan banyak tersedia di pasaran, terutama toko bahan kimia", tuturnya. Selain tidak berbahaya, STPP menurutnya juga dapat dibeli dengan harga murah dan kadar pemakaiannya pun rendah, 0.1 %-0.5 % saja. Meskipun begitu, alumni FTP UGM ini menyatakan bahwa STPP memiliki citarasa yang berbeda dibandingkan garam bleng yang bercitarasa kuat.
Masuk 101 Inovasi Indonesia Paling Prospektif 2009
Karya penelitian mengenai STPP ini terseleksi masuk dalam "101 Inovasi Indonesia Paling Prospektif 2009". Judul penelitian yang diangkat Ir. Tri Dewanti, M.Kes adalah "Sodium Tripoli Phosfat (STPP) Sebagai Pengganti Garam Bleng pada Krupuk Puli". Dalam seleksi yang dilakukan oleh Business Innovation Centre (BIC) ini, penelitian Dewanti melewati penilaian 36 orang juri, pengusaha dan pimpinan perusahaan di berbagai sektor. Hal ini berarti pada tahun 2009 ada 2 (dua) orang dosen UB yang karyanya masuk dalam "101 Inovasi Indonesia Paling Prospektif 2009". Kompor Biomass UB-02 milik Dr. rer.nat M. Nurhuda, Dosen Jurusan Fisika FMIPA UB juga dinyatakan lolos seleksi dalam ajang yang didukung oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia (KNRT RI) ini. Atas prestasi tersebut, mereka berdua diundang untuk hadir dalam puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) pada Senin (10/8) mendatang di Istana Negara, sekaligus untuk menerima penghargaan dari Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono. [nok]

Ujian SPMK Lancar
6 Agustus 2009
Ujian Seleksi Program Minat dan Kemampuan (SPMK) yang berlangsung serentak di kampus Universitas Brawijaya (UB) pada Kamis (6/8) berjalan lancer. Kegiatan ini diikuti oleh 3421 peserta untuk program IPA (1945) dan IPS (1476). Disampaikan Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), Dra. Welmin Soenyi Ariningsih, M.Lib, ujian hari ini berjalan lancar tanpa kendala serius. Dari data yang dihimpunnya, diketahui bahwa Fakultas Kedokteran menjadi idola dengan peminat mencapai 1288 (37.65%) , disusul Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dengan jumlah peminat 1148 (33.56%). Dari jumlah tersebut, menurut rencana akan diterima 2219 calon mahasiswa dan ada kemungkinan bertambah. Beberapa materi yang diujikan diantaranya adalah IPA dan IPA terpadu untuk program IPA serta IPS dan IPS terpadu untuk program IPS. [nok]

Dosen Sastra Inggris ke Thailand
6 Agustus 2009
Selama 3 (tiga) hari (7-9/8), 2 (dua) orang Dosen Sastra Inggris akan mengikuti kegiatan konferensi internasional Pendidikan Bahasa Inggris, 7th Asia TEFL (Teaching English as a Foreign Language), di Thailand. Mereka adalah Iis Nur Rodliyah, M.Ed dan Syariful Muttaqin, MA. Konferensi internasional yang bertema "Creativity and Collaboration in English Language Teaching in Asia" ini diselenggarakan atas kerjasama Asia TEFL dengan Thailand TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages). Dalam presentasinya, Syariful Muttaqin, MA akan memaparkan makalah bertajuk "Examining The Application of Language Learning Strategies of EFL Students at an Indonesian University". Sementara itu, Iis Nur Rodliyah, M.Ed akan menyampaikan "Addressing Student's Needs in Designing Course and Syllabus of Collaborative ESNED (English for Students of Non English Department) Teaching for Physics Students at University of Brawijaya". Pembicara internasional yang berkompeten dibidangnya direncanakan akan hadir di The Imperial Queen's Park Thailand, tempat berlangsungnya konferensi ini. Mereka adalah Leo Van Lier (Monterey Institute of International Studies, USA) dengan materi "The Ecological Approach to Classroom Teaching and Learning: Practice to Theory-Theory to Practice", Mark Algren (The President of TESOL Inc., University of Kansas, USA) dengan materi "Creating Opportunities for Collaborative Professional Development", Gavin Dudeney (Consultants-E, UK) dengan materi "British Council Community Service: Virtual Teacher Support Networks", Alastair Pennycook (University of Technology, Sydney, Australia) dengan materi "English Language Teaching as Creative and Collaborative Practice", Yeon Hee Choi (Ewha Women's University) dengan materi "Teacher-Researcher Collaboration in Teaching and Learning English in the 21st Century", Rapin Subaneg (Ramkhamhaeng University, Thailand) dengan materi "Action Research: A Creative and Collaborative Paradigm for the EFL Classroom", Subramaniam Ganakumaran (Universiti Kebangsaan, Malaysia) dengan materi "Literary Pathways to Content and Context-based Language Learning". Selain itu, ditampilkan juga pembicara dari penerbit terkemuka tingkat dunia diantaranya dari McGraw-Hill, Oxford University Press, Cambridge University Press, Pearson, Cengage dan MacMillan. [nok]

Dialog Interaktif Malang Kota Pendidikan
5 Agustus 2009
Kepala Humas Universitas Brawijaya (UB) Ninik Chairani, SH bersama staf, Pranatalia Pratami Nugraheni, SAB menghadiri sebuah dialog interaktif yang diselenggarakan pada Rabu (5/8) di Universitas Kanjuruhan Malang. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Humas UB dalam mendukung kegiatan rutin Forum Komunikasi Humas Perti se-Malang raya dimana Humas UB menjadi bagian dari keanggotaannya. Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan peserta itu menghadirkan pembicara Walikota Malang Drs Peni Suparto MAP, pakar public relations Drs Djanalis Djanaid, dan Ketua Perhumas Malang Raya Dr Zulkarnain Nasution.
Walikota Malang Peni Suparto sebagai pembicara pertama yang memberikan materi "Memantapkan Kota Malang sebagai Kota Pendidikan" menyatakan, Kota Malang akan menganggarkan APBD sebesar 20 persen untuk alokasi pendidikan. Upaya ini selaras dengan pencanangan "Malang Town of International Education" yang dideklarasikan pada Oktober 2004 sebagai tonggak kebangkitan pendidikan kota Malang. Peni mengakui, penyumbang prestasi dari kota Malang berasal dari sektor pendidikan. Karenanya pemerintah kota hanya memasang target tingginya kualitas lulusan dan bukan kuantitas lulusan. "Dengan target ini diharapkan di masa mendatang output lulusan Malang mampu menjadi pemimpin nasional",  pungkasnya.
Sementara itu Djanalis Djanaid yang menyampaikan materi "Memperkuat Daya Dukung Kota Malang sebagai Kota Pendidikan Internasional", menuturkan, Malang memiliki potensi besar sebagai kota pendidikan. Potensi tersebut diantaranya, fasilitas pendidikan yang lengkap mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi, banyaknya kawasan industri (pelaku bisnis), serta banyaknya kawasan wisata serta didukung oleh udara yang sejuk dan nyaman. Namun demikian menurut mantan Ketua Korpri UB itu, potensi yang dimiliki kota Malang masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini terlihat dari belum maraknya promosi tentang kota Malang baik sebagai kota industri, kota pariwisata terlebih kota pendidikan. Karenanya Djanalis menyatakan perlu dibangun sebuah public opionion yang konkret tentang kota Malang.
Hal senada juga disampaikan Zulkarnain Nasution. Dikatakannya,  promosi yang dilakukan memang belum maksimal. Informasi tentang kota Malang sebagai tempat yang nyaman untuk bersekolah dan berkuliah bagi masyarakat di luar kota Malang sangat minim. Zulkarnain selanjutnya menyarankan agar segera dilakukan sinergi antara pemerintah kota Malang dengan berbagai pihak diantaranya pemkot Batu, pemkab Malang, PTN/PTS, hotel, sekolah kejuruan, hingga perbankan agar harapan kota Malang sebagai kota pendidikan dapat terwujud.[nun]

Campus Road Show Nestle di UB
5 Agustus 2009
Salah satu perusahaan multinasional terkemuka, Nestle, selama 2 (dua) hari mengadakan campus road show dalam project "Nestle Management Development Programme (NMDP)". Kegiatan ini bertujuan menjaring tenaga baru dari fresh graduate guna mengisi management trainee di Nestle. Beberapa persyaratan yang ditetapkan diantaranya IPK minimum 3.00, fluent in English, lulusan 2008/2009, serta memiliki skill komputer yang dilengkapi dengan sejumlah soft skill yaitu proactive cooperation, initiative, curiosity, dan team player. Sebanyak 20 orang diperkirakan akan mengisi posisi tersebut dari 7 (tujuh) perguruan tinggi tujuan road show, diantaranya UGM, ITB, UI dan Universitas Brawijaya (UB). Dalam management trainee, mereka akan ditempatkan sesuai kompetensi masing-masing pada bagian Technical and Production, Sales and Marketing, Supply Chain, Group Audit, Finance and Control dan Purchasing di pabrik Kejayan, Cikupa dan Lampung. Selain itu, ada juga alokasi tenaga baru di kantor pusat Nestle Jakarta serta kantor pemasaran di berbagai daerah. Melalui Job Placement Centre (JPC), recruitment di UB diikuti 350 peserta dari berbagai bidang studi. Tahapan seleksi yang akan mereka lalui adalah 3 minutes thematic presentation dalam road show, in-depth interview, assessment centre (attitude test, presentation, Focus Group Discussion/FGD), dan medical check up. Bagi mereka yang dinyatakan lolos seleksi akan mulai terlibat bekerja pada awal bulan Oktober tahun ini. Dalam road show kali ini, Nestle mengawali dengan pembekalan kepada seluruh peserta. Dalam pembekalan ini, diikutsertakan pula perwakilan masing-masing unit kerja yang mendeskripsikan aktivitas mereka kepada peserta. Turut hadir pula dalam kesempatan tersebut, beberapa orang alumni UB yang bekerja disana. Diantaranya adalah Norman Tri Handono, Continuous Improvement Engineer Milk Powder Mfg Kejayan Factory, Nestle Indonesia. [nok]

Webometrics, UB Peringkat 72 di Asia Tenggara
5 Agustus 2009
Sebuah pemeringkatan perguruan tinggi tingkat internasional, Webometrics, kembali merilis hasil pemeringkatan terbarunya pada Bulan Juli 2009. Dalam pemeringkatan tersebut, Universitas Brawijaya (UB) berada pada posisi 72 untuk Asia tenggara dan 2590 pada tingkat dunia. Webometrics merilis hasil pemeringkatan dua kali per tahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli. Untuk peringkat bulan Juli, posisi UB turun dari urutan 2152 pada Januari tahun ini. Sebanyak 15 perguruan tinggi Indonesia masuk dalam 100 besar terbaik Asia Tenggara. Untuk sementara, UB berada dibawah UGM, ITB, UI, Unair, ITS dan IPB. Webometrics adalah sebuah lembaga pemeringkatan yang ada di Spanyol yang didirikan atas inisiatif Cybermetrics Lab., sebuah lembaga penelitian yang dimiliki Consejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIC). Ada 4 (empat) unsur penilaian yang ditetapkan webometrics terhadap situs masing-masing perguruan tinggi yaitu visibilitas (menghitung banyaknya link eksternal yang terkandung), ukuran (menghitung jumlah halaman yang tertangkap oleh mesin pencari seperti google, yahoo, exalead, kniff, dll), Kekayaan file (jumlah file jenis dokumen seperti PDF, PPT, Office, dll yang bisa diakses dari website) dan Scholar (tulisan ilmiah yang bisa diambil dari mesin pencari). Informasi lebih lanjut tentang peringkat UB di Asia Tenggara dapat diperoleh di sini. Sementara informasi posisi UB ditingkat dunia dapat diperoleh di sini. [nok]

Tim Monev Serdos ke UB
5 Agustus 2009
Tim Sertifikasi Dosen (Serdos) dari Dikti yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Djoko Kustono melakukan monitoring evaluasi (monev) di Universitas Brawijaya (UB) pada Rabu (5/7). Kedatangan mereka ke UB dalam rangka melihat pelaksanaan serdos. Demikian penjelasan Ketua dan Sekretaris Panitia Sertifikasi Dosen (PSD) UB, Prof. Agus Suman dan Prof. Antariksa kepada PRASETYA Online. Dalam acara ini, tim bertemu dan berdiskusi dengan perwakilan asesor dari masing-masing rumpun ilmu yang ada di UB,  dan dilanjutkan berdiskusi dengan tim PSD UB. Acara diakhiri dengan kunjungan ke sekretariat PSD UB di Kantor Pusat UB lantai 4. UB adalah salah satu Perguruan Tinggi Pembina (PTP) serdos, yang tahun ini UB menilai 460 portofolio peserta serdos dari berbagai perguruan tinggi pengusul. Mereka berasal dari 14 PTN di Indonesia, 2 (dua) Politeknik Negeri dan sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang tergabung dalam Kopertis Wilayah VII. Dari UB sendiri ada 219 dosen yang ikut serdos berdasarkan kuota Dikti tahun 2009. Berkas peserta dari UB dikirim ke Institut Pertanian Bogor (2 proposal), Institut 10 Nopember Surabaya (37 proposal), Universitas Airlangga (59 proposal), Universitas 11 Maret Solo (108 proposal) dan Universitas Udayana Bali (13 proposal). [nun]

Workshop Revitalisasi & Implementasi EWMP
4 Agustus 2009
Berbagai kegiatan dan pemenuhan fasilitas yang terkait dengan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi terus diupayakan oleh Universitas Brawijaya dalam rangka mencapai world class university. Salah satu komponen untuk mencapai tujuan tersebut adalah pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM) Dosen. Sehubungan dengan itu, pada Selasa (4/8) diselenggarakan workshop Ekivalensi Waktu Mengajar Penuh (EWMP). Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito membuka kegiatan yang diikuti oleh para pembantu rektor, dekan, pembantu dekan, ketua jurusan, ketua program studi (PS) dan staf entri data akademik jurusan atau PS.
Dalam sambutannya rektor mengungkapkan hingga saat ini masih dijumpai kendala dalam mengimplementasikan kinerja dosen untuk memenuhi beban Sistem kredit Semester (SKS) yang dinyatakan dalam EWMP. Dengan workshop ini, para dosen diharapkan mampu meningkatkan kinerja melalui penyusunan rencana kegiatan akademik dengan beban tugas sebagai pendidik profesional setiap semester pada tahun akademik yang sedang berjalan, serta menghasilkan sistem informasi monitoring dan evaluasi kinerja. Ditambahkan, UB saat ini tengah melakukan perbaikan terutama dengan membangun sistem yang akuntabel, transparan, demokratis, efisien, efektif dan manusiawi. "Kita berharap bahwa sistem yang kita bangun bersama-sama ini akan mengantarkan UB menuju PT besar dan mempunyai wibawa akademik tinggi sesuai misi UB, yaitu World Class Entrepreneurial University", ujarnya. Disampaikan pula, Universitas Brawijaya telah menunjukkan prestasi yang sangat bagus. Prestasi ini ungkap Yogi, merupakan bukti good governance yang makin meningkat dan buah dari kerja keras pimpinan, dosen, karyawan, mahasiswa & seluruh sivitas akademika UB. Meskipun demikian Yogi menyampaikan agar kita semua perlu mendokumentasikan berbagai hal sebagai bagian dari sistem manajemen mutu. "Sistem manajemen mutu telah kita kembangkan dengan dipelopori oleh PJM yang telah memperoleh sertifikasi ISO 9001:2000. Sertifikasi ini akan diperluas di unit-unit kerja di lingkungan UB dan dimulai dari unit-unit kerja di kantor pusat," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Dr.Imam Hanafi S.Sos M.Si M.Si (MAB) menyatakan, tujuan diselenggarakannya workshop tak lain guna menyusun pedoman dan panduan bagi dosen dalam membuat rencana kegiatan akademik setiap semester tahun akademik berjalan, meningkatkan kualitas dosen sebagai tenaga pendidik profesional dalam melaksanakan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mempercepat kenaikan jabatan fungsional dan pangkatnya, meningkatkan peringkat Universitas Brawijaya baik pada skala nasional maupun internasional, serta terbangunnya sistem informasi dalam melakukan monitoring dan evaluasi kinerja dosen.
Dalam workshop dijabarkan mengenai pentingnya EWMP bagi para dosen. Bahwa berdasarkan UU Guru-Dosen No: 14/2005, dosen merupakan pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui tri dharma perguruan tinggi. Kinerja dosen sebagai pendidik profesional diatur melalui Keputusan Dirjen Dikti No : 48 /Dj/Kep/1983 tentang beban tugas tenaga pengajar pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Beban tugas tenaga pengajar PTN ini dinyatakan dengan Ekivalensi Waktu Mengajar penuh (EWMP) yang setara dengan 38 jam kerja per minggu, yaitu jam kerja wajib seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), sebagai imbalan terhadap gaji dan lain-lain hak yang diterima dari negara. EWMP bagi seorang tenaga pengajar biasa ditetapkan 12 sks-16 sks yang dapat disebar ke dalam tugas-tugas institusional meliputi pendidikan, penelitian dan pengembangan ilmu, pengabdian pada masyarakat, pembinaan sivitas akademika serta administrasi dan manajemen.
Selain presentasi para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan diskusi. Dalam diskusi di Komisi 1, Komisi 2 dan Paripurna ada perdebatan hangat seputar penilaian pembobotan angka kredit dan EWMP untuk posisi-posisi yang baru ada pasca peraturan perundangan angka kredit dan EWMP.
Hadir sebagai pembicara dalam workshop, Pembantu Rektor bidang Akademik Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, Pembantu Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan Warkum Sumitro SH MH, Dr Budi Setiawan MS, Dr Bambang Supriyono MS, dan Arief Andy Soebroto ST MKom. Materi yang disampaikan meliputi "Urgensi EWMP sebagai Instrumen Penilaian Kinerja Dosen", "Peraturan Perundangan Kepegawaian tentang Angka Kredit", "Implementasi EEMP Bagi Dosen UB", "Evaluasi Kinerja Dosen di UB", serta "Penggunaan Data Elektronik dalam EWMP".[nun]

Visitasi PHK-I di UB
4 Agustus 2009
Universitas Brawijaya (UB) termasuk salah satu dari 94 perguruan tinggi di Indonesia yang lolos seleksi proposal untuk mengikuti Program Hibah Kompetisi Institusi (PHK-I) batch III tahun 2010. Berkaitan dengan hal tersebut, selama 2 (dua) hari, Senin-Selasa (3-4/8), tim reviewer dari Ditjen Dikti berkunjung ke Universitas Brawijaya untuk melakukan visitasi. Tim tersebut terdiri atas 3 (tiga) orang yaitu Lilis Nuraida (IPB), Ika Putra (UGM) dan Indra Noviandri (ITB). Dalam visitasi ini, mereka melakukan berbagai aktivitas diantaranya pembahasan proposal serta diskusi dengan seluruh stakeholders yang meliputi pimpinan, dosen, task force, mahasiswa, dan kepala Sekolah Menengah Atas (SMA). Persiapan dalam rangka visitasi ini telah dilakukan pada Sabtu (1/8) yang dihadiri tim task force, Pembantu Rektor I Bidang Akademik: Prof. Dr. Ir. Bambang Suharto, MS serta Kepala Sekolah SMA di Malang dan Pasuruan.
Tema B
Berdasarkan evaluasi diri yang telah dilakukan, UB bermaksud mengikuti kompetisi PHK-I tema B yang mengangkat isu "Peningkatan Mutu, Relevansi dan Aksesabilitas". Program Studi (PS) yang dilibatkan dalam tema ini adalah Peternakan (PSPt), Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan (PSPK), serta PS Teknik Mesin (PSTM). Selain itu, dilibatkan pula beberapa sekolah di Malang dan Pasuruan diantaranya SMA 6 Malang, SMA 7 Malang, SMA 9 Malang, dan SMA 10 Malang terkait input calon mahasiswa. Berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tema ini meliputi implementasi sistem jaminan mutu internal PS dan resource sharing untuk memperpendek tugas akhir, peningkatan aksesabilitas calon mahasiswa berbakat dan berlatar belakang ekonomi kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan bermutu bidang agroindustri, meningkatkan soft skill dan kemampuan berwirausaha melalui pengayaan metode pembelajaran serta integrasi penelitian melalui jejaring antara PS dan stakeholders dalam bidang agroindustri. Indikator kinerja utama berkaitan dengan isu tema B ini diantaranya lama studi, lama penyelesaian tugas akhir, jumlah penerima beasiswa, kepuasan mahasiswa terhadap layanan laboratorium, serta jumlah penelitian multidisipliner.
Tema C
Tema C dalam PHK-I yang akan diikuti UB adalah "Pengembangan Program Unggulan Perguruan Tinggi". Dalam program ini, akan dilibatkan PS Administrasi Bisnis, PS Agribisnis, PS Keteknikan Pertanian serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) sebagai unit kerja. Dalam hal ini, UB menggandeng Pemda Kabupaten Pasuruan dengan mengangkat isu "Pengembangan Kapasitas UB untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Agribisnis di Kabupaten Pasuruan". Disampaikan Sekretaris Task Force, Dr. Sudarminto, program ini dirancang untuk mendorong pengembangan unggulan dan inovasi perguruan tinggi dibidang penelitian dan layanan masyarakat yang secara langsung dapat membantu peningkatan daya saing daerah dan pembangunan daerah. Lebih jauh, Sudarminto menerangkan bahwa melalui program ini pihaknya berupaya untuk menghasilkan produk unggulan daerah Pasuruan dengan mentransfer teknologi dari UB. Beberapa potensi yang ada di kawasan Pasuruan disebutkannya meliputi perikanan, peternakan, buah, jagung dan singkong. Beberapa indikator kinerja dalam tema C ini diantaranya rasio penelitian dan pengabdian masyarakat tiap dosen per tahun, rasio keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dan pengabdian masyarakat dari dosen per tahun, jumlah UMKM binaan UB, jenis produk olahan UMKM, keterjangkauan pemasaran produk UMKM agribisnis mitra, serta peningkatan volume produksi mitra UMKM.
Diwawancarai PRASETYA Online disela-sela diskusi, Sri Lestari, dosen FH UB yang juga menjadi reviewer Dikti di PT lain, menyatakan bahwa terdapat 4 (empat) tema dalam PHK-I tahun 2010. Universitas Brawijaya, menurutnya tidak ikut dalam PHK-I tema A tentang "Peningkatan kapasitas institusional dan mutu manajemen perguruan tinggi" karena tema yang sama juga diangkat hibah kompetisi IMHERE, yang sedang diikuti UB. Untuk kedepan, mensitir keinginan Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, pihaknya sedang mengupayakan mengangkat tema D tentang pengembangan program unggulan. "Tema D ini mengangkat program unggulan yang dipersiapkan menuju internasionalisasi", ujarnya. berbagai hal yang dibutuhkan untuk hal tersebut menurutnya adalah rekam jejak penelitian, publikasi, Proses Belajar Mengajar (PBM) dan kerjasama internasional. [nok]

Training Kalibrator LSIH-UB
3 Agustus 2009
Dalam rangkaian kegiatan akreditasi LSIH UB menuju ISO 12025;2005, LSIH UB bekerja sama dengan KIM-LIPI Serpong, Tangerang mengadakan acara “Pelatihan Pengukuran Kalibrasi Massa, Tekanan, Suhu, dan Volumetrik (Pelatihan Kalibrator)”. Acara dilaksanakan selama 3 hari dimulai pada tanggal 27-29 Juli 2009 dan diikuti oleh perwakilan staff LSIH Dr. Ir Joni Kusnadi, M.Si., beserta 5 perwakilan teknisi laboratorium di lingkungan UB diantaranya Mustofa (LSIH-UB), Fachrul Denny Kurniawan (LSIH-UB), Ferrida, SP. ( Lab. Farmakologi, FK), Sugiono (Jur. Biologi, F.MIPA) dan Agus Supriyanto, SP. (FTP).
Dalam sambutan pembukaan pelatihan,  Pembantu Rektor 1 UB Prof. Dr. Ir,. Bambang Suharto, MS., menyampaikan bahwa upaya peningkatan sumber daya manusia dalam bidang kalibrasi  sangat penting karena berhubungan dengan keakuratan hasil penelitian atau hasil pengujian (analisis). Selain itu Pembantu Rektor  1 UB juga menjelaskan bahwa pelatihan kalibrator penting dilakukan untuk mengkalibrasi peralatan laboratorium di lingkungan UB .
Kegiatan pelatihan meliputi penyampaian materi kuliah dan praktikum, kuliah dilakukan selama 2 hari, dan praktikum dilakukan pada hari terakhir. Pemateri dalam pelatihan ini adalah Ir. Budhy Basuki, Ir. Achmad Sulaiman, dan Ir. Nur Tjahyo Eka D., Materi-materi kuliah dan praktikum yang diberikan adalah meliputi ketidakpastian pengukuran, pengertian pengukuran kalibrasi massa,  pengukuran tekanan, kalibrasi alat ukur tekanan, pengertian metrologi volume, pengukuran dan kalibrasi volume.
Pada akhir kesempatan pelatihan secara bergantian pemateri, peserta, dan panitia menyampaikan kesan dan pesan masing-masing. Penyampaian kesan pemateri diwakili oleh Ir. Budhy basuki sebagai koordinator pelatihan dari KIM LIPI, disebutkan  bahwa KIM LIPI Serpong sudah sering bekerjasama dengan instansi swasta dan BUMN sedangkan kerjasama dengan universitas  baru pertama kali ini dilakukan yaitu dengan LSIH UB. Beliau menyatakan kekagumannya atas semangat LSIH UB dalam proses akreditasi dan menyatakan kesediaannya sebagai pembimbing dalam hal kalibrasi jika diperlukan. Selanjutnya dari  perwakilan peserta diwakili oleh Dr. Ir. Joni Kusnadi, M.Si. menyatakan bahwa pelatihan sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan kalibrasi dan kedepan masih diperlukan bimbingan dari KIM LIPI. Lebih jauh dinyatakan oleh Dr. Ir. Joni Kusnadi, M.Si., bahwa para stff LSIH dan teknisi laboratorium UB yang ditraining sebagai kalibrator ini akan menjadi tulang punggung kalibrator baik pada lingkungan internal UB dan tidak menutup kemungkinan laboratorium-laboratorium lain khususnya di wilayah Jawa Timur [IKY/FIT].

Tafsir Ulang Sistem Ekonomi Indonesia
1 Agustus 2009
Sistem ekonomi Indonesia harus kembali pada penafsiran secara utuh Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Demikian pandangan yang dominan mengemuka dalam seminar setengah hari mengangkat tema "Rekonstruksi Sistem Ekonomi untuk Mendukung Daya Saing Indonesia Pascakrisis Ekonomi Global", yang diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Jum'at (31/7) di Bukittinggi, Sumatera Barat. Seminar tersebut merupakan bagian Kongres Ke-17 ISEI yang berlangsung 30 Juli-1 Agustus 2009.
Pembahasan yang terbagi dalam dua sesi menghadirkan tujuh pembicara. Sesi pertama menghadirkan guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang juga Menko Perekonomian pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, Dorodjatun Kuntjoro-Jakti; guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Sri-Edi Swasono; Direktur Islamic Development Bank Bambang PS Brodjonegoro; pengamat ekonomi Djisman Simandjuntak; Ketua Pusat Ekonomi Kerakyatan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Munawar Ismail; peneliti pada Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada, Awan Santosa; dan peneliti CSIS, Haryo Aswicahyono.
Sri Edi Swasono dengan makalahnya, Menegakkan Ekonomi Pancasila, menilai, pelaksanaan ekonomi Indonesia telah melenceng jauh dari spirit Pasal 33 UUD 1945. Ia berpendapat, seharusnya Indonesia menerapkan Ekonomi Pancasila. Ekonomi Pancasila yang digali dari norma masyarakat Indonesia pada dasarnya adalah suatu tawaran solusi moral dan politik untuk dekonstruksi ekonomi menuju rekonstruksi sistem ekonomi nasional.
Semangat kekeluargaan
Munawar Ismail mengemukakan, sistem demokrasi ekonomi berbeda dengan negara kapitalis yang mendasarkan pada nilai-nilai individualisme dan persaingan bebas. Sistem ekonomi Indonesia mendasarkan pada semangat kekeluargaan.
Untuk menjadi suatu bangunan yang utuh, pasal-pasal dalam konstitusi tidak seharusnya ditafsirkan secara parsial. Empat komponen sistem ekonomi yang harus ada dalam sistem ekonomi Indonesia adalah tatanan tentang kepemilikan, tatanan mengenai pelaku atau agen ekonomi, tatanan tentang penyelenggaraan kegiatan ekonomi, dan tatanan tentang kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai perlu ada pendefinisian ulang terkait makna kepemilikan sumber daya, individu manusia Indonesia sebagai pelaku ekonomi, sampai ke tatanan mekanisme penyelenggaraan yang berasas kekeluargaan.
Awan Santosa mengemukakan, jalan ekonomi yang sudah diletakkan 64 tahun lalu oleh pendiri bangsa adalah jalan yang harus ditempuh oleh Indonesia ke depan. Jalan itu ditempuh melalui demokratisasi perekonomian, penguasaan negara atas cabang-cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak, serta penguasaan kekayaan negara.
Dorodjatun Kuntjoro-Jakti menawarkan pilihan yang pragmatis dan realistis, yaitu sebuah ekonomi yang terbuka yang terkait dengan kenyataan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang besar, membuat kegiatan pasar sulit dikendalikan pemerintah.
Dorodjatun mengatakan, ke depan masih harus dilihat apakah Indonesia akan bergerak menuju sistem ekonomi pasar terbuka ataukah tetap sebagai sistem ekonomi campuran.
Ia mengatakan sulit untuk menyusun struktur ekonomi di tengah banyak masalah yang belum selesai. "Saya kira pragmatis pun tidak salah kalau konstruktif sistem ekonomi yang tidak realistis tidak akan bisa menyelesaikan masalah," ujarnya.
Mantan Gubernur Bank Indonesia Arifin Siregar menilai pandangan yang kontroversial seperti yang disampaikan Sri-Edi Swasono tetap dibutuhkan agar pembahasan sistem ekonomi Indonesia menjadi utuh. "Kita tantang bagaimana penjabaran konsep yang masih normatif itu," kata Arifin.
Di tengah wacana kembali ke ekonomi dengan penghayatan penuh pada Pasal 33 UUD 1945, Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan ada opsi konsep ekonomi syariah yang berpeluang untuk diterapkan sebagai penyokong sistem ekonomi Indonesia sebagai alternatif dari sistem pasar kapitalis. Ekonomi syariah dinilai memiliki kelebihan karena tidak mengedepankan rasionalisasi, tetapi juga norma sehingga dampak buruk kerakusan penumpukan kapital sebagaimana yang terjadi pada ekonomi kapitalis bisa dihindari.
Komite Pengarah Kongres Ke-17 ISEI Armida Alisjahbana mengakui bahwa perumusan sistem ekonomi Indonesia akan cukup berat dan memakan waktu. Seminar sehari yang diselenggarakan ISEI sifatnya hanya sebagai awal untuk menampung berbagai masukan.
"Setidaknya butuh dua tahun untuk menyusun semacam cetak biru sistem ekonomi Indonesia," ujarnya.
CEO PT Indofood Sukses Makmur Bogasari Flour Mills Franciscus Welirang mengatakan, bagi pengusaha yang penting adalah kepastian. Ia menilai, konsep mengikuti dinamika yang disampaikan Dorodjatun lebih realistis.
"Soal definisi kepemilikan dan penguasaan itu kan gampang dibolak-balik. Kalau mau diserahkan kepada koperasi, percuma saja kalau koperasinya tidak sejahtera," ujarnya. http://koran.kompas.com/read/xml/2009/08/01/03021761/tafsir.ulang.sistem.ekonomi.indonesia

Presentasi Ecotourism di Berbagai Negara Oleh AIESEC
1 Agustus 2009
Association Internationale des Etudiants en Sciences Commerciales et Economiques (AIESEC) Local Committee Universitas Brawijaya (UB) pada Sabtu (1/8) menyelenggarakan seminar internasional Ecotourism. Kegiatan ini merupakan serangkaian dari agenda internship dalam project of tourism yang bertajuk "Welcome to Our Paradise". Beberapa agenda lain yang juga diselenggarakan adalah road show ke sekolah-sekolah di wilayah Malang Raya serta outbound.  Dijelaskan ketua pelaksana, Chintia Dewi, project ini merupakan kerjasama antara AIESEC dengan Duta pariwisata yang meliputi Kakang Mbakyu Kota Malang, Joko Roro Kabupaten Malang serta Kangmas Nimas Kota Batu. Yang menarik, lanjut mahasiswa Jurusan Akuntansi angkatan 2007 ini adalah keterlibatan mahasiswa internship dari berbagai negara. "Tahun ini di AIESEC LC UB ada sekitar 45 peserta internship dari berbagai negara. Dari jumlah tersebut, 26 diantaranya mengikuti project tourism", ujar Chintia. Khusus untuk seminar internasional ini, sebanyak 6 (enam) peserta internship akan mempresentasikan ecotourism dari negaranya masing-masing. Keenam mahasiswa tersebut mewakili 3 (tiga) negara yaitu China, Korea Selatan dan Slovakia. Diterangkan Chintia, melalui kegiatan ini pihaknya bermaksud menyebarluaskan isu ecotourism kepada masyarakat luas. "Ecotourism adalah kegiatan pariwisata yang tetap menjaga lingkungan dengan melibatkan seluruh entitas yang ada didalamnya termasuk turis dan pengelola", ujarnya. "Isu ini bukan hal baru hanya saja masih banyak orang yang belum tahu", tambahnya. Turut hadir sebagai pemateri dalam seminar ini adalah Kun Aniroh M. Gunadi, Dra., SSi.Par., MM (Direktur Program Diploma Pariwisata Universitas Merdeka Malang) dan Prof. Dr. Henri Supriyanto, M.Hum (Guru Besar Seni dan Budaya Universitas Negeri Surabaya)
Ecotourism di China
Presentasi tentang ecotourism di China disampaikan 3 (tiga) orang perwakilannya yang meliputi Eka, Max dan Dewi (ketiganya memakai nama Indonesia). Dalam paparannya, mereka menyatakan bahwa Ecotourism di China telah digalakkan pada tahun 1999 oleh Biro Pariwisata Nasional, dimulai dengan diselenggarakannya Ecological Environment Tourism. Sejak saat itu, disampaikan Dewi, dipercepatlah pembangunan forest garden sebagai salah satu ikonnya. Lebih dari 265 konservasi alam nasional dibangun pemerintah China, yang menurutnya merupakan salah satu gerakan tercepat yang dilakukan untuk menggalakkan ecotourism. Namun, dalam paparannya, Dewi juga mengetengahkan beberapa masalah lain yang perlu mendapat perhatian, meliputi pengrusakan ekologi dan lingkungan, eksplorasi besar-besaran tanpa kejelasan pemanfaatan serta kepedulian lingkungan yang masih rendah. Berkaitan dengan ini, pihaknya menawarkan solusi dan arah pengembangan yang meliputi pendidikan lingkungan, penyempurnaan aturan hukum, pentingnya eksplorasi secara rasional dengan disertai landasan ilmiah dalam pemanfaatannya serta perhatian serius terkait pendapatan lokal dan kebudayaan tradisional. Dalam paparannya, ketiga mahasiswa China ini memperkenalkan berbagai obyek wisata didaerahnya seperti Wintering Birds Nature Reserve, Changbai Mountain, Hulunbeier Grassland, Red Tree Coast, Xishuangbanna Jungle Forest, Hua Mountain, dan Sky lake.
Ecotourism di Slovakia
Tatiana Hadarova, mahasiswa dari University of Ss. Cyril and Methodius, mempresentasikan mengenai ecotourism yang ada di negaranya, Slovakia. Dalam presentasi, ia memaparkan berbagai obyek pariwisata yang menjadi andalan negaranya meliputi wisata sejarah, wisata budaya, olahraga (kano, bersepeda, tracking dan hiking) serta panorama alam seperti pegunungan dan gua. Wisata yang tengah marak dikembangkan disana menurut Tatiana adalah Agrotourism. Wisata jenis ini, menurutnya diminati keluarga asal perkotaan yang mencari suasana baru di pedesaan yang juga mendukung program ecotourism. Dalam agrotourism, para wisatawan akan disuguhi lingkungan dan kehidupan pedesaan dengan melibatkan masyarakat lokal. Beberapa aktivitas yang dilakukan dalam wisata keluarga jenis ini menurutnya adalah bercocok tanam, memanen, berkuda, pembuatan kerajinan tangan serta menyiapkan makanan tradisional. Dengan berbagai jenis pariwisata ini, menurutnya Slovakia mampu menarik jumlah wisatawan hingga 30 juta/tahun. Khusus untuk agrotourism, trend baru yang ditemukannya adalah kecenderuangan para wisatawan yang menginginkan penjelajahan intensive dalam waktu liburan yang pendek. Berkaitan dengan itulah, wisata jenis ini menawarkan banyak pengalaman baru dengan harga yang terjangkau. Hanya saja, kendala yang dihadapi saat ini adalah rendahnya pengembangan dan dukungan dari pemerintah.
Diwawancarai PRASETYA Online sebelum presentasinya, Tatiana yang sempat mengunjungi beberapa kawasan wisata, menyatakan bahwa pariwisata di Indonesia sangat akomodatif, dengan menampung mulai kelas back packers hingga super eksekutif. Keragaman menurutnya juga ditemukan dalam moda transportasi yang menghubungkan berbagai tujuan dari dari mulai bus, kereta api, kapal laut hingga pesawat. "Hal inilah salah satunya yang membedakan antara Indonesia dengan Slovakia. Karena wilayah negara yang lebih kecil, maka Slovakia mudah ditempuh dengan transportasi darat saja seperti kereta api, bus ataupun mobil", kata dia.
Ecotourism di Korea
Dari Korea Selatan terdapat 2 (dua) orang mahasiswa yang mewakili, yaitu Ji Yoon Lim dan Jimmy. Dalam paparannya, Ji Yoon Lim, mahasiswa asal Sungkyunkwan University, Seoul Korea ini mengetengahkan analisis SWOT dan strategi baru ecotourism yang ada di Korea. Secara khusus, ia menyatakan bahwa isu terkait senjata nuklir dari Korea Utara membahayakan stabilitas Korea Selatan dan juga menghalangi turis asing untuk datang. Meskipun begitu, ia menegaskan walaupun ditengah ancaman senjata nuklir Korea Utara, negaranya tetap aman. Strategi baru yang mulai diperkenalkan Korea Selatan terkait ecotourism adalah dengan memperkuat kebijakan pemerintahannya terkait green policies. Kepada masyarakat mancanegara, Korea Selatan, menurut Lim juga gencar memperkenalkan budayanya melalui film dan drama televisi. [nok]
-----
Foto: Tatiana Hadarova dari Slovakia

Audiensi  Senat UB dengan SPI & PJM
1 Agustus 2009
Senat Universitas Brawijaya mengundang SPI dan PJM dalam audiensi untuk memantau pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Universitas Brawijaya, Selasa, 28 Juli 2009. Audiensi dipimpin oleh Prof.Dr.Bambang Guritno dan dihadiri oleh Senat Komisi A. Dari pihak SPI, hadir Prof.Dr.Made Sudarma MM AK, CPA dan Dr.Imam Hanafi S.Sos M.SI M.Si (MAB); sedangkan PJM diwakili oleh Prof.Dr.Ir.Soebarinoto dan Dr.Endang Arisoesilaningsih.
Upaya pengembangan SPMI, dengan arahan dari Rektor dan Pembantu Rektor 1 dan 2, dimulai dengan pengembangan sistem penjaminan mutu akademik pada 2003 dan non akademik pada 2008. Upaya ini telah memperoleh komitmen yang baik dari pimpinan, antara lain dengan mengembangkan struktur dan fungsi SPMI dalam organisasi UB dan penyediaan sumber daya yang memadai. SPMI dikembangkan oleh Satuan Pengawasan Internal (SPI) dan Pusat Jaminan Mutu (PJM).
Pembentukan PJM dan SPI telah diamanatkan oleh peraturan perundangan sehingga pembentukan organisasi fungsional itu adalah bagian dari kepatuhan UB. Dengan membentuk SPI, UB telah mematuhi Permendiknas No.16/2009 tentang Satuan Pengawasan Intern di Lingkungan Permendiknas. Bahkan struktur ini telah dibangun UB sejak 2008. Disadari bahwa membangun sistem perlu waktu, sebagaimana sistem penjaminan mutu akademik yang dibangun sejak 2003, kemudian bisa berfungsi dengan baik pada 2008.
Senat menyambut baik keberadaan organisasi fungsional PJM dan SPI yang telah terbukti meningkatkan performa organisasional UB. Dengan upaya itu UB telah terakreditasi A. Dengan audit non akademik yang sistemnya sedang dikembangkan SPI, dalam waktu tidak terlalu lama, kesehatan non akademik setiap unit kerja akan meningkat. Pembangunan sistem ini disadari memerlukan waktu disebabkan jumlah unit kerja yang sangat banyak. Karena itu SPI akan memprioritaskan pada unit-unit kerja "beresiko tinggi", yaitu antara lain dengan indikator jumlah partisipan/stakeholders dan jumlah dana yang dikelola . Prof.Dr.H.Djanggan Sargowo, Dr.M.Rasyad Indra, Prof.Dr.Sri Kumalaningsih menegaskan perlunya dukungan untuk organisasi fungsional SPI dan PJM. Senat  menyarankan perampingan struktur non fungsional di tingkat pimpinan untuk struktur organisasi UB waktu mendatang dan menghindarkan SPI dari konflik kepentingan. SPI adalah pengawas  intern sehingga tidak boleh melibatkan diri dalam pengadaan barang dan/atau jasa. Untuk menyehatkan UB, SPI harus dicegah dari kondisi patologis agar tetap sehat dan kuat. [han]

Pengumuman SNMPTN 2009 di UB
1 Agustus 2009
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang dilangsungkan awal bulan lalu, telah diumumkan hasilnya secara serentak pada Sabtu (1/8). Sebanyak 92.511 peserta dinyatakan lolos dari total keseluruhan 422.534 di seluruh Indonesia. Universitas Brawijaya, untuk tahun ini menampung sekitar 3567 calon mahasiswa melalui jalur SNMPTN. Melalui jalur ini, Fakultas Teknik menampung jumlah mahasiswa terbanyak yang mencapai 561 calon mahasiswa dan disusul Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) serta Program Bahasa dan Sastra, berturut-turut 365 dan 360 calon mahasiswa. Jumlah total mahasiswa program sarjana yang dinyatakan diterima untuk tahun akademik ini mencapai 6170 calon mahasiswa. Berikut jumlah calon mahasiswa yang tercatat diterima melalui jalur selain SNMPTN seperti dilansir Kepala Sub Bagian Registrasi dan Akademik, Imran Rosidi. Jumlah yang diterima melalui Penerimaan Siswa Berprestasi (PSB): 1748, Seleksi Program Kemitraan Daerah (SPKD): 11, Seleksi Program Kemitraan Institusi (SPKIns): 105, Seleksi Program Kemitraan Sekolah Non Ujian (SPKS NU): 294, Seleksi Program Kemitraan Sekolah dengan Ujian Tulis (SPKS Utul): 445. Selain berbagai jalur tersebut, masih terdapat jalur Seleksi Program Minat dan Kemampuan (SPMK) yang akan dilangsungkan pada Kamis (6/8) dan Seleksi Program Pendidikan Vokasi. Informasi tentang kedua jalur ini dapat diperoleh di sini.
Bagi calon mahasiswa yang dinyatakan diterima melalui jalur SNMPTN, tahapan selanjutnya adalah daftar ulang, yang informasinya dapat diperoleh di sini. [nok]