Last updated
31/8/2008
By: Farid Atmadiwirya
Agustus 2008

Otomotif Day 2008
31 Agustus 2008
HMM UB bikin gawe lagi dalam rangkaian kegiatan tahunan KMB (Kreativitas Mesin Brawijaya). Setelah sukses menggelar Water Rocket Goes to School (3/8), Seminar Hybrid Technopreneurship (26/8) dan Kompetisi Roket Air Indonesia (27/8), kini masih ada satu kegiatan lagi, yaitu Otomotif Day.
Digelar di Student Center UB, Ahad (31/8), tentu saja acaranya seputar otomotif. Mulai dari seminar otomotif dengan topik "Teknologi Terbaru di Dunia Otomotif", ada juga "Get Fresh Your Engine" sebuah bentuk pengabdian HMM UB pada masyarakat, berupa pelayanan ganti oli, fuel treatment, dan uji emisi. Selain dua acara tersebut, yang membedakan acara ini dengan yang lain ialah adanya "Fun Games". Masih penasaran? "Makanya, segera daftar... Yang bikin heboh lagi, semua itu gratis...", ujar panitia. [hmm]

Launching BloggerUB dan Seminar “Sambal Tulisan dalam Sepiring Blog”
30 Agustus 2008
Blog adalah media baru yang saat ini banyak digunakan oleh ratusan juta orang di seluruh dunia. Penggunaannya baik untuk situs personal maupun komunitas mengalami peningkatan yang cukup signifikan mengingat media ini interaktif dan mudah digunakan. Di Indonesia sendiri, penguna blog atau yang lazim disebut blogger juga semakin banyak dan memiliki peluang untuk meningkatkan budaya menulis dan membaca di tengah-tengah masyarakat.
Hal itu terungkap dalam seminar “Sambal Tulisan dalam Sepiring Blog” yang diadakan oleh Komunitas Blogger UB di gedung Inkubator Bisnis Universitas Brawijaya pada hari Sabtu (30/8). Hadir sebagai pemateri pada acara tersebut adalah Enda Nasution, yang selama ini dikenal sebagai "Bapak Blogger Indonesia", dan juga Budi Putra, CEO Asian Blogging Network.
Acara dibuka oleh Direktur UPPTI UB Prof Dr Ir Abdul Latief Abadi MS, dan dihadiri oleh ratusan peserta yang rata-rata mahasiswa dari kampus-kampus di Malang. Namun ada juga yang berasal dari komunitas blogger lain seperti Blogger Ngalam dari Kota Malang, dan Tugu Pahlawan, komunitas blogger Kota Surabaya. Prof Latief menyambut positif adanya Komunitas Blogger UB karena tumbuh dari bawah dan bukan atas inisiatif dari universitas.
Dalam seminar tersebut Enda Nasution mengungkapkan blog semakin berkembang seiring dengan banyaknya layanan penyedia blog gratis di antaranya blogger, blogsome, blogspot, wordpress, dan dagdigdug. Nama terakhir adalah situs penyedia layanan blog dalam negeri. Lebih jauh Enda menjelaskan bahwa blog sudah mampu menjadi media alternatif di tengah-tengah mainstream media yang sudah eksis sejak lama. “Radio, televisi, koran atau majalah, adalah media-media yang kurang interaktif. Nah, blog bisa mencuat perannya karena bisa interaktif bahkan bisa membangun relasi antara blogger dengan si pembaca”, ungkapnya. Kelebihan ini tidak lain karena blog sudah dilengkapi dengan fasilitas pemberian komentar yang disediakan kepada pembaca. Kondisi ini memungkinkan setiap orang bisa saling bercengkrama dalam blog, bahkan berdiskusi.
Enda menilai ada yang unik dari blog-blog yang menjamur di Indonesia. Menurutnya, blog-blog komunitas banyak sekali tumbuh di Indonesia. Sedangkan di negara-negara maju hal ini tidak banyak ditemui. “Mungkin ciri orang Indonesia, yang makan gak makan kumpul, sehingga blog yang banyak dibuat pun blog jenis komunitas”, ujarnya.
Para blogger di Indonesia diharapkan fokus dalam menggeluti blognya masing-masing. Hal itu diungkapkan oleh Budi Putra. Budi yang selama ini dikenal bekerja seratus persen sebagai blogger ini mengatakan agar para blogger di Indonesia jangan terburu-buru untuk mengejar bisnis ketika berniat menjadi blogger. “Lebih baik konsentrasi kepada apa yang digemari dan jangan membuat blog dengan topik yang sebenarnya tidak Anda kuasai”, katanya. Menurut mantan wartawan Tempo ini, kebiasaan ngeblog tanpa menguasai topik yang dibuat justru akan menghentikan blog itu sendiri.
Kepada PRASETYA Online, Budi mengatakan bahwa topik-topik seperti perjalanan atau traveling, kuliner, atau tips-tips kesehatan cukup potensial untuk digarap oleh para blogger Indonesia.
Acara seminar sekaligus dijadikan ajang untuk launching oleh BloggerUB. Komunitas yang saat ini memiliki tidak kurang dari 30 anggota resmi ini berharap agar semakin banyak lagi sivitas akademika UB yang mendaftar menjadi Blubbers, sebutan anggota  BloggerUB. Kepada semua yang ingin mendaftar dipersilakan langsung mengunjungi alamat bloggerub.com. [fjr]

Jalan Sehat Maba 2008 dan Open House
30 Agustus 2008
Diikuti seluruh mahasiswa baru tahun 2008/2009 dari seluruh fakultas, Sabtu (30/8) pagi, diadakan acara Jalan Sehat Mahasiswa Baru UB 2008. Berkelompok menurut fakultas masing-masing, ribuan maba itu diberangkatkan oleh Rektor Prof Yogi Sugito dari jalan di sebelah timur Perpustakaan UB. Jalan sehat ini diikuti pula oleh segenap pimpinan fakultas dan universitas.
Jalan sehat ini menempuh jarak sekitar 2 km, dengan rute: Perpustakaan, ke selatan, Fakultas Kedokteran, belok ke barat, FMIPA, belok ke barat, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, belok ke utara, Fakultas Peternakan, belok ke timur, Graha Sainta, Teknik Elektro/FIS (gedung RKB), belok ke utara, Fakultas Teknik Mesin/Fakultas Hukum, belok ke timur, Program Diploma FIA, Fakultas Ekonomi, belok ke utara, Guest House, belok ke timur, sekretariat bersama Unitas, belok ke selatan, Sasana Samanta Krida, ke barat, FTP/Politeknik, dan finis di bundaran Tugu UB/lapangan depan Rektorat.
Di sana telah menanti panggung hiburan yang dimeriahkan oleh band lokal. Para peserta jalan sehat mendapatkan nasi kotak secara gratis dari panitia dengan menukarkan kupon masing-masing. Sobekan kupon makan ini nanti akan diundi, untuk mendapatkan hadiah-hadiah menarik dari sponsor. Di antaranya, berupa 3 buah komputer lap top.
Sementara itu, di jalan di sisi selatan dan utara lapangan telah siap tergelar stan-stan unit-unit aktivitas mahasiswa UB, sekitar 32 stan. Pada kesempatan itu unit-unit aktivitas ini melakukan "open house", memamerkan prestasi dan rekaman kegiatan masing-masing, baik dalam bentuk foto, poster, atau peragaan lain, serta memanfaatkan momentum ini untuk menerima pendaftaran anggota baru bagi peminatnya.
Beberapa di antaranya, seperti Unit Aktivitas Karawitan dan Tari (Unitantri) memamerkan kebolehan mereka menari di lapangan. Sepanjang pagi hingga siang, para maba dihibur dengan lagu-lagu yang dibawakan oleh band. [Far]

Email dari Wellington
29 Agustus 2008
Udara dingin yang kian menusuk tulang seolah tak terasa lagi. Telah delapan minggu 16 dosen Universitas Brawijaya mengikuti program homestay di Massey University, sejak awal Juli hingga menjelang lebaran nanti.
PRASETYA Online, Jumat (29/8), menerima e-mail dari Dr Djamhur Hamid DiplBus MSi, dosen FIA UB salah seorang peserta program homestay. Berikut adalah ungkapannya.
Tantangan di negeri orang ternyata tidak hanya karena kendala bahasa dan kultur yang memang berbeda, melainkan juga kesiapan mental dalam menghadapi cercaan akibat blow-up media massa internasional terhadap potret buram negeri kita di masa lalu dengan tingkat penguasaan jaringan informasi yang sangat tidak seimbang.
Mereka memiliki citra yang sangat negatif terhadap para pendatang dari negara sedang berkembang, tak lebih dari orang yang uneducated, sangat tertutup, mudah berang, rasialis dan bahkan ekstrimis. Sebaliknya mereka membanggakan diri sebagai bangsa yang menegakkan equality (kesetaraan). Tantangan ini harus direspon dengan jiwa besar.
Kita sangat menghargai prinsip kesetaraan, tetapi kita juga punya prinsip “The differences are the merciful of God” (perbedaan itu rahmat dari Tuhan), “If we can manage these differences we can achieve our ultimate goals of human life", (jika kita bisa mengelola perbedaan tersebut kita akan mencapai tujuan yang hakiki dari kehidupan umat manusia).
Ketika kata-kata ini kami lontarkan, mereka terpana, kagum mendengar filosofi yang sangat baru samasekali bagi mereka. Pelajaran yang dapat dipetik adalah untuk menciptakan saling pengertian diperlukan upaya dini dalam memahami kultur masing-masing.
Kami sangat terkesan dengan langkah yang ditempuh pihak Kedutaan Besar RI di New Zealand  yang memprakarsai Asian Exhibition dan pertunjukan wayang kulit yang mampu menyedot ribuan pengunjung dan telah membuka mata mereka bahwa kita memiliki budaya dan kesenian yang sangat tinggi nilainya.
Dengan demikian, penguasaan bahasa asing dan pemahaman budaya lintas negara akan menjadi kunci bagi keinginan berbagi menuju terjalinnya hubungan indah, yang mampu menghindari syak wasangka yang tidak seharusnya terjadi di antara bangsa di seluruh dunia. [DH]

Mahasiswa Baru Program Magister dan Program Doktor
29 Agustus 2008
Dengan beberapa keputusan yang dikeluarkan tangga; 29 Agustus 2008, Rektor menetapkan mahasiswa baru yang telah memenuhi syarat akademik maupun administratif dan diterima sebagai mahasiswa baru program magister dan program doktor.
Sebanyak 9 orang mahasiswa baru Program Magister Budidaya Perairan pada Fakultas Perikanan dan  Ilmu Kelautan (FPIK) semester ganjil 2008-2009 ditetapkan dengan SK nomor 204/SK/2008, 12 mahasiswa baru Program Magister Teknologi Hasil Pertanian, dan 8 mahasiswa baru Program Magister Teknologi Industri Pertanian pada Fakultas Teknologi Pertanian semester ganjil tahun akademik 2008-2009 dengan SK nomor 208/SK/2008. Sementara 51 mahasiswa baru Program Pendidikan Dokter Spesialis I (PPDS-I) Fakultas Kedokteran periode Juli 2008 ditetapkan dengan SK nomor 206/SK/2008.
Sedangkan 26 orang mahasiswa baru Program Doktor Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum (FH) ditetapkan dengan SK nomor 205/SK/2008, dan 5 orang mahasiswa baru Program Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan dengan SK nomor 207/SK/2008. [Far]

Rektor: Perlu Perubahan Budaya Kerja Pegawai Negeri ke Profesionalisme
29 Agustus 2008
Perubahan budaya kerja dari budaya kerja pegawai negeri menuju profesionalisme, menuntut kerja keras kita semua. Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito menegaskan ini dalam upacara pelantikan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Pembantu Dekan I dan Pembantu Dekan II Fakultas Ilmu Sosial (FIS), serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya. Dihadiri segenap anggota senat, pimpinan universitas, fakultas, dan jurusan, serta para pejabat struktural dan perwakilan mahasiswa, dalam upacara di lantai III Graha Sainta FMIPA UB, Jumat (29/8), itu dilantik Dr Marjono MPhil sebagai Dekan FMIPA periode 2008-2011 menggantikan Ir Adam Wiryawan MS, Prof Dr Ir Sanggar Kanto MS sebagai Pembantu Dekan bidang Akademik dan Dr Mardiyono MPA sebagai Pembantu Dekan bidang Administrasi dan Keuangan FIS, serta Prof Dr Ir Siti Chuzaemi MS sebagai Ketua LPPM UB.
Otonom bertaraf internasional
Rektor mengingatkan kembali, saat ini UB sedang memasuki masa-masa yang sangat menentukan dalam perjalanan menuju universitas yang otonom dan bertaraf internasional. Untuk itu diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak, terutama unsur pimpinan. "Perubahan besar harus segera kita lakukan, bila tidak mau tertinggal oleh perguruan tinggi lain", tegas Rektor. Perubahan itu tidak hanya menyangkut organisasi dan manajemen dalam masa transisi menuju status BHPMN (badan hukum pendidikan milik negara) serta berbagai aspek perubahan lain di bidang akademik, keuangan, kepegawaian, kemahasiswaan, maupun bidang pengelolaan aset. Tapi yang lebih penting adalah perubahan budaya kerja, dari budaya pegawai negeri menuju profesionalisme. Ditambahkan, saat ini UB sedang mengajukan perubahan status menjadi BLU (badan layanan umum), suatu status yang otonom di bidang keuangan, sebagai perantara sebelum otonom penuh.
Target Dikti
Perubahan yang diharapkan, menurut Rektor, tetap mengacu pada tiga pilar program Depdiknas, yaitu: pemerataan dan perluasan akses; peningkatan mutu, relevansi dan daya saing; serta penguatan tatakelola, akuntabilitas dan citra publik. Sesuai dengan Restra Depdiknas, target Dikti sampai tahun 2009 yang harus direalisasikan perguruan tinggi adalah: (1) persiapan menuju world class university dengan mempersiapkan beberapa jurusan yang berstandar internasional, UB memulai dengan membuka kelas berbahasa Inggris di semua fakultas; (2) memperoleh sertifikat sistem manajemen mutu ISO 9001:2000, yang dalam waktu dekat akan diperoleh UB; (3) realisasi sistem penggajian berdasarkan kinerja (PP 9 tahun 2007), yang dengan status BLU akan terlaksana lebih cepat; (4) inventarisasi dan pengelolaan barang/aset milik negara (BMN) secara transparan dan akuntabel; (5) jumlah dosen berkualifikasi S2 dan S3 lebih dari 85%, S3 di atas 50%, dan gurubesar di atas 10%, saat ini banyak dosen UB yang sedang studi lanjut; (6) jumlah program studi terakreditasi A lebih dari 50%; (7) kelulusan tepat waktu lebih dari 80%; (8) peningkatan kualifikasi dosen dan pegawai administrasi yang sesuai dengan kompetensinya, di UB berjalan secara linier; (9) pengembangan vitalisasi internal audit, UB telah membentuk Satuan Pengendalian Internal (SPI); dan (10) pengembangan soft skill bagi mahasiswa untuk menunjang entrepreneurship education, sesuai arah pengembangan UB menuju entrepreneurial university.
Pesan khusus
Dalam kesempatan itu Rektor secara khusus berpesan, program jangka pendek yang perlu segera direalisir Dekan FMIPA yang baru dilantik, adalah pembukaan program studi baru terutama S2 dan S3 (bukan program diploma) untuk semua jurusan, serta pembaharuan alat-alat lab untuk praktikum mahasiswa.
Sementara kepada FIS, sebagai fakultas baru, Rektor berpesan, pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana sudah sangat mendesak untuk segera diwujudkan. Sejalan dengan itu, Rektor menyarankan, peningkatan kualitas proses belajar mengajar (PBM) terutama dosen yang jumlahnya jauh dari memadai, perlu segera dicari solusinya dengan mengangkat dosen honorer, baik bersifat tetap maupun tidak tetap.
Sedangkan untuk Ketua LPPM, Rektor menyatakan, penggabungan dua lembaga, Lemlit dan LPM, ini dimaksudkan agar terjadi kesinambungan program dan aktivitas dari keduanya. "Iptek baru hasil penelitian, seyogyanya secara otomatis dapat didifusikan ke masyarakat oleh LPM", kata Rektor. Yang lebih penting lagi, hubungan keluar instansi dilakukan melalui satu pintu. Di samping itu, misi yang tak kalah penting adalah meningkatkan pendapatan universitas, fakultas, lembaga, dan para dosen, melalui proyek-proyek kerjasama yang diperoleh LPPM.
Persaingan ketat
Begitu ketat persaingan antar perguruan tinggi sekarang ini, memaksa UB mempercepat langkah, mengaktualisasikan segenap kekuatan yang ada, mengeliminir kelemahan, dan meraih peluang untuk menghadapi tantangan besar tersebut. "Saya yakin, tidak akan terlalu lama UB dapat mensejajarkan diri dengan perguruan tinggi terkemuka, baik di Asia maupun di dunia", ujar Rektor optimis mengakhiri sambutannya.
Profil
Dr Marjono MPhil (45 tahun), pria kelahiran Sleman, Yogyakarta, 16/11/1962, sarjana matematika lulusan Universitas Gadjah Mada (1987), master of philosophy di bidang analisis kompleks dari University of Wales, Swansea (Inggris, 1993) doktor dalam bidang geometric function theory dan mathematical modelling lulusan University of Graz, Austria (1999), menjadi dosen sejak 1/3/1988, beristerikan Ita Puspita, dan tinggal di Jalan Vinolia 3 Malang.
Prof Dr Ir H Sanggar Kanto MS (60 tahun), pria kelahiran Lamongan 19 April 1948, adalah sarjana pertanian lulusan Universitas Brawijaya (1976), magister sains sosiologi pedesaan dari Institut Pertanian Bogor (1989), dan meraih doktor ilmu-ilmu sosial dari Universitas Airlangga Surabaya (1998). Mengawali karir sebagai tenaga pengajar ketika masih sarjana muda, mulai dari jenjang yang paling rendah, asisten muda golongan II/b (1974), dan jabatan akademik gurubesar dengan pangkat pembina golongan IV/a diterimanya pada tahun 2007. Prof Sanggar Kanto adalah gurubesar Unibraw ke-153 atau yang ke-38 dari Fakultas Pertanian, pernah menjabat di Departemen Sosial Ekonomi FP Unibraw berturut-turut sebagai Sekretaris (1977-1979), dan Ketua (1979-1980), Koordinator Penelitian pada Pusat Penelitian Ilmu Sosial Unibraw (1988-1992), Ketua Program Studi (KPS) Penyuluhan dan Pembangunan Pertanian FP Unibraw (1990-1993), KPS Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian FP Unibraw (1999-2007), KPS Magister Sosiologi Program Pascasarjana Unibraw (2001-2007), KPS Ilmu Hubungan Internasional Program Ilmu Sosial Unibraw 2007 hingga sekarang. Selama 30 tahun terakhir, Prof Sanggar Kanto menghasilkan paling tidak 23 judul penelitian, 10 publikasi/karya ilmiah, dan berperan sebagai instruktur atau narasumber dalam 10 kegiatan pelatihan dan konsultasi. Dari pernikahannya dengan Hj Siti Sujayah, Prof Sanggar Kanto dikaruniai 2 putra dan 2 putri.
Dr Mardiyono MPA (56 tahun) adalah pria kelahiran Magelang, 23 Mei 1952, sarjana administrasi negara (Drs) dari Universitas Brawijaya Malang, dan master of public administration and government (MPA) dari University of Queensland Australia (1987), menjadi tenaga pengajar pada Jurusan Administrasi Negara/Publik, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya sejak 1979, dan jabatan akademik terakhir lektor kepala (IV/b).
Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaemi MS (55 tahun), lahir di Pati, 14 Mei 1953, menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Pati dan Magelang, menyelesaikan pendidikan sarjana, master dan doktor di Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta. Ibu dua orang anak ini pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (1999-2003) dan saat ini aktif sebagai anggota kelompok kerja pengembangan penelitian dan penulisan ilmiah mahasiswa Universitas Brawijaya. Penghargaan yang telah diraih meliputi dosen teladan I Fakultas Peternakan pada 1996 dan 2000 serta mendapatkan Satya Lencana Karya Satya sepuluh tahun pada 1998. Selama sepuluh tahun terakhir Siti Chuzaemi telah menghasilkan paling tidak 19 penelitian, 21 publikasi ilmiah, dan 18 karya pengabdian kepada masyarakat tingkat regional maupun nasional. [Far]

Sosialisasi BLU di UB
29 Agustus 2008
Diikuti segenap pimpinan unit-unit kerja di lingkungan Universitas Brawijaya, Jumat (29/8) pagi, diselenggarakan sosialisasi tentang Badan Layanan Umum oleh Sonny Loho Ak MPM, Direktur Pengelolaan Keuangan BLU, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan RI.
Membuka acara ini, Rektor Universitas Brawijaya, dalam sambutannya, menyatakan bahwa saat ini Universitas Brawijaya telah mengajukan proposal BLU dan tengah mengantri di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional.
Dalam presentasinya, Sonny menyampaikan masalah pengelolaan keuangan BLU, mulai dasar hukum hingga konsekuensinya. Dijelaskannya, BLU menggunakan beberapa dasar hukum di antaranya UU No 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara dan PP No 23/2005 tentang PK BLU. Karakteristik khusus terkait BLU dijelaskannya adalah berkedudukan sebagai lembaga negara (bukan kekayaan negara yang dipisahkan), tidak bertujuan mencari keuntungan, pendapatan dan sumbangan dapat langsung digunakan, bukan subyek pajak serta pegawai dapat terdiri dari pegawai PNS dan non-PNS.
Dengan menggunakan asas keuangan universalitas (pengelolan keuangan secara umum) dalam operasionalnya, Sonny mengatakan bahwa pendapatan BLU harus secepatnya setor ke negara dan pengeluaran harus melalui kas negara.
Beberapa perbedaan khusus BHMN dengan BLU, di antaranya operasional keuangan pada BHMN adalah bisnis (bukan pengecualian pada asas universalitas. Sedangkan BLU operasionalnya menggunakan pengecualian asas universalitas. Selain itu, pada BLU pegawainya adalah PNS dan profesional non-PNS dengan institusi bukan sebagai subyek pajak, maka pada BHMN adalah pegawai BHMN dengan institusi sebagai subyek pajak.
Beberapa persyaratan dasar pengajuan BLU dijelaskannya meliputi persyaratan keuangan yang diatur oleh Menteri Keuangan dan lembaga tersebut harus berorientasi pelayanan publik, termasuk di dalamnya pendidikan dan pelayanan kesehatan (rumah sakit).
Sebanyak 40 satuan kerja di Indonesia saat ini telah ditetapkan menerapkan PK BLU, antara lain BPPT engineering, UIN Sunan Kalijaga, UIN Syarif Hidayatullah, UIN Malang, STAN dengan sembilan satuan kerja lainnya masih dalam tahap penilaian.
Dari beberapa lembaga ini, Sonny mencatat peningkatan signifikan di antaranya Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta yang telah mampu meningkatkan pendapatannya hingga enam kali lipat dari Rp 50 M menjadi Rp 300 M. Beberapa konsekuensi model BLU ini, antara lain, tidak boleh mengelola utang dan investasi, tidak diterapkan flexible budget, pengadaan barang/jasa harus mengikuti ketentuan umum yang berlaku serta penggunaan dana yang dibatasi dengan sisanya harus disetor ke kas negara. [nok]

Mahasiswa FPIK-UB Ketua Kapal Pelayaran Nasional
29 Agustus 2008
Slamet Budi Cahyono, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya terpilih menjadi Ketua Kapal Pelayaran Nusantara (KPN). Budi, begitu ia akrab disapa, menerima amanah kehormatan itu dari 59 orang mahasiswa delegasi asal 31 propinsi se-Indonesia yang berkumpul di Jakarta dalam rangka Program KPN.
Kegiatan yang digelar Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga bersama negara-negara ASEAN itu berlangsung hampir sebulan, sejak 26 Juli hingga 23 Agustus 2008 lalu, diikuti pula oleh delegasi negara-negara ASEAN, dan negara-negara lain yaitu Australia, Cina, dan Jepang.
Budi bercerita, ia dipilih secara langsung oleh delegasi-delegasi KPN dari tiap-tiap propinsi. “Sebenarnya ada mekanisme pengajuan diri menjadi ketua. Hanya saja beberapa anggota mengusulkan ada mekanisme pemilihan dari seluruh delegasi. Akhirnya banyak yang mendukung saya”, tutur Budi panjang lebar.
Pada awalnya ia sendiri sebenarnya tidak yakin akan dipilih, karena dari sekian banyak delegasi, banyak yang sudah menjadi praktisi. Bahkan status mereka bukan lagi mahasiswa S1, tetapi mahasiswa S2 juga ada. “Tapi memang background mereka bermacam-macam. Mungkin mereka memberi kesempatan karena background saya murni perikanan dan ilmu kelautan”, ucapnya.
Mendapat kesempatan berorasi, Budi menyatakan tentang perlunya perubahan mindset nelayan atau dunia perikanan dan kelautan, yaitu 3K (kumuh, kasar, dan kemiskinan). Menurutnya, untuk mengubah mindset itu masalah yang paling urgen adalah bagaimana membudayakan kecintaan bahari dan bisnis bahari.
Dengan terpilihnya Budi menjadi ketua KPN, bertambah pula kesibukannya. Sekarang ia harus merencanakan kegiatan pertemuan dengan Menpora untuk membahas deklarasi dan pembahasan rencana kerja KPN, sekaligus beraudiensi dengan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) yang direncanakan berlangsung Desember mendatang. Tahun depan, KPN Indonesia juga akan mengikuti World Ocean Conference (WOC) yang rencananya akan digelar Mei tahun depan di Manado, Sulawesi Utara. Kegiatan ini akan diikuti oleh delegasi dari 150 negara. Direncanakan Presiden RI dan Sekjen PBB akan hadir untuk membuka acara tersebut. [fjr]

Disertasi Susilawati: Induksi P gingivalis terhadap Aktivitas Kolagenolisis Netrofil
28 Agustus 2008
Porphyromonas gingivalis akhir-akhir ini dihubungkan dengan kejadian sindrom koroner akut (coronary acute syndrome, ACS). Hal ini didasari oleh laporan dari berbagai studi epidemiologis dan klinis yang menemukan adanya korelasi positif peningkatan resiko ACS dengan infeksi P gingivalis. Hal tersebut juga didukung oleh laporan teridentifikasinya P gingivalis pada plak aterosklerotik manusia. Namun demikian, sampai saat ini bukti-bukti tersebut belum dapat menjelaskan patomekanisme peran P gingivalis pada ACS. Oleh sebab itu diperlukan kajian mendalam mengenai mekanisme induksi P gingivalis pada kerusakan kolagen vaskuler dan ruptur plak aterosklerotik.
Demikian diungkapkan oleh drg I Dewa Ayu Susilawati MKes dalam disertasi berjudul “Induksi Porphyromonas gingivalis terhadap Aktivitas Netrofil Kolagenolisis Netrofil pada Kolagen Tipe IV”. Ujian terbuka disertasi digelar oleh Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Kamis (28/8). Sebagai promotor adalah Prof Dr dr Mulyohadi Ali, serta kopromotor Prof Dr dr Djanggan Sargowo SpPD J(K), dan Prof Dr dr Edi Widjajanto. Sedangkan tim penguji terdiri dari Prof dr M Aris Widodo SpFK PhD, Prof Dr dr Sumarno DMM SpMK, Prof Dr dr Handono Kalim SpPD (KR), Prof Dr dr Sanarto Santoso DTM&H SpMK, dan Prof Drs Sutiman B Sumitro SU DSc.
Ada empat tahap utama penelitian disertasi Susilawati. Tahap pertama, deteksi epitop P gingivalis pada penderita infark miokardial akut (IMA) yang dimaksudkan untuk membuktikan keberadaan P gingivalis pada sirkulasi darah berhubungan dengan ACS. Pada tahap ini digunakan metode Western Blotting. Tahap kedua, identifikasi kativasi dan produksi komponen kolagenolitik pada netrofil yang distimulasi P gingivalis. Tahap ini berguna untuk membuktikan bahwa P gingivalis menginduksi netrofil untuk memproduksi komponen-komponen kolagenolitik. Tahap selanjutnya adalah analisis aktivitas kolagenolitik pada kolagen tipe IV untuk membuktikan bahwa interaksi antara komponen-komponen kolagenolitik (pada netrofil yang distimulasi dengan P gingivalis menghasilkan aktivitas kolagenolisis yang menyebabkan degradasi kolagen tipe IV. Pada tahap keempat, dilakukan penelitian peran P gingivalis pada ruptur plak. Tahap ini bertujuan merangkum dan mengkaji implementasi klinis hasil penelitian yang dilakukan penelitian-penelitian lain yang sudah ada.
Dari seluruh tahap penelitiannya, Susilawati menemukan bahwa P gingivalis terbukti berinvasi ke sirkulasi darah sistemik penderita IMA. Hal ini ditunjukkan oleh terdeteksinya antibodi terhadap epitop-epitop antigen P gingivalis dalam serum penderita. Ini berarti kemungkinan besar P gingivalis dan atau epitop-epitop antigennya juga mudah mencapai permukaan plak aterosklerotik. Kemungkinan lain di dalam darah penderita IMA terdapat komponen-komponen proinflamatorik seperti antigen, antibodi dan imun kompleks yang dapat memicu aktivitas inflamatorik dan kolagenolitik fagosit. P gingivalis juga terbukti menginduksi aktivitas sel inflamatorik neutrofil untuk memproduksi komponen kolagenolitik seperti radikal superoksid, MMPs dan MMP-9.
Kesimpulannya, P gingivalis dan atau epitop antigennya mudah berinvasi ke sirkulasi darah, dan dapat menginduksi aktivitas kolagenolitik neutrofil yang menyebabkan lisisnya kolagen vaskuler tipe IV. Potensi inilah yang diduga menjelaskan mekanisme molekuler peran P gingivalis pada kerusakan kolagen fibrous cap plak aterosklerotik yang menyebabkannya mudah ruptur.
Setelah mempertahankan disertasinya di hadapan majelis penguji, Susilawati dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan, dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran dengan kekhususan biomedik.
Dr drg IDA Susilawati MKes adalah staf pengajar dalam bidang ilmu biokimia dan periodonsia pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Ia juga mengajar pada bidang ilmu biokimia pada Fakultas Kedokteran di universitas yang sama. [fjr]

Beasiswa I-MHERE bagi Mahasiswa Angkatan 2008
28 Agustus 2008
Universitas Brawijaya kembali memberikan beasiswa melalui program I-MHERE (Indonesia-Managing Higher Education for Relevance and Efficiency). Kali ini diberikan kepada 49 mahasiswa baru angkatan tahun 2008. Pemberian beasiswa ini didasari pertimbangan untuk menjaga kelangsungan dan kelancaran studi mahasiswa yang orangtuanya secara ekonomi kurang mampu. Setelah melalui seleksi terhadap permohonan yang masuk, akhirnya Rektor menetapkan nama 49 orang mahasiswa dari 12 fakultas dan program yang ada di lingkungan UB.
Beasiswa ini diberikan selama 48 bulan (8 semester), terhitung 1 September 2008 hingga 31 Agustus 2012, berupa pembebasan biaya SPP dan bantuan biaya hidup sebesar Rp 300 ribu per bulan per mahasiswa. Ketentuan ini ditetapkan dengan Keputusan nomor 194/SK/2008, tanggal 26 Agustus 2008, yang ditandatangani Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito.
Selengkapnya daftar nama penerima beasiswa I-MHERE angkatan 2008 adalah sebagai berikut. FH (1): Ibnu Tunggaling Purbo; FE (4): Icha Nuraini, Ridwan Prasetyo Nugroho, Suratun, Wahyu Rizkiyah; FIA (6) Ulfatul Yunas Solihah, Fitri Cahyaning, Ria Miarsih, Rohmat Hidayat, Aning Sri Rahayu, Vivin Rofiana; FP (7): Heri Widodo, Devi Erlinda Mardiyani, Ina Jayanti, Rini Mutiasari, Defi Eka Waryastuti, Astri Yeni Farida, Wheny Masruroh; Fapet (3): Agus Achmad Firdaus, Ali Makruf, Endang Rininingsih, FT (4): Cholik Hari Wahyudi, Antin Pristiani, Hendra Adiyatma, Sucianto; FK (3): Indah Asrifah, Enik Noviani, Nugroho Putra Utama; FPIK (1): Maryam; FMIPA (10): Fifi Zainatush Sholihah, Lubab Elfaidhoh Rifhani, Ahmad Deny Ainul Wafi, Maria Suwati, Dwi Wahyuningsih, Itut Lisna Indrawati, Muhammad Mahmudi, Eny Riani, Dimas Anggoro Kinasih, Retno Palupi; FTP (6): Kharinda Septyaning Siwi, Suhendra Kristian, Jhauharotul Muchlisyiyah, Deby Prawira Nugraha, Anik Suherwati, Rima Azara; FIS (2): Melisa Indriana Putri, Deby Ruca Turangga; dan Bastra (2): NIswatin Nurul Hidayati, Lia Kusuma Wardhani. [Far]

Lab Transportasi dan Jalan Raya UB Gelar Pawai Keselamatan Lalulintas
28 Agustus 2008
Dalam rangka meningkatkan keselamatan pemakai jalan, Laboratorium Transportasi dan Jalan Raya Universitas Brawijaya bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Malang, dan Kepolisian Resor Malang, mengadakan Pawai Keselamatan Lalu Lintas. Kegiatan bertema "Keselamatan Lalu Lintas Milik Kita Bersama" ini dilaksanakan sehari penuh akhir pekan mendatang, Sabtu (30/8) mulai pukul 9.00 WIB.
Kepala Lab Prof Ir Harnen Sulistio MSc PhD, sengaja mengkampanyekan upaya ini di Kabupten Malang mengingat selama 3 tahun terakhir jumlah kecelakaan di daerah ini sudah mencapai 541 kejadian, dengan 41 korban meninggal, 39 luka berat, dan 692 luka ringan. Untuk mengurangi jumlah korban kecelakaan, menurut Prof Harnen, beberapa upaya dapat dilakukan. Di antaranya, melalui kegiatan peningkatan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan lalu lintas. Bentuk kegiatan yang sudah dilakukan di banyak negara adalah kampanye keselamatan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Upaya semacam ini diharapkan dapat mempengaruhi perilaku masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari yang berkaitan dengan keselamatan lalu lintas.
Rapat koordinasi kampanye keselamatan lalulintas Malang Raya ini sudah dilaksanakan jauh sebelumnya, yakni akhir April silam. Diputuskan untuk mengadakan pawai keliling yang melibatkan unsur pemerintah daerah, kepolisian dan berbagai kelompok masyarakat di wilayah kabupaten Malang. Misi dan tujuan kegiatan ini adalah membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan lalulintas, dan memberikan dorongan (encouragements) kepada para pengendara agar lebih menaati peraturan dan lebih peduli dengan keselamatan berlalulintas.
Rencananya, acara pawai itu dibuka bersama oleh Bupati Malang, Kapolres Malang, dan Rektor UB, diikuti oleh jajaran Direktorat Lalulintas Polda Jatim, jajaran Muspida Kabupaten Malang, Polresta Malang, Polresta Batu, jajaran Dinas Perhubungan Kota Malang dan Kota batu, serta sekitar 800 peserta.
Rute pawai diawali dan diakhir di GOR Kanjuruhan Kepanjen, berkeliling kota Kepanjen, menempuh jarak sekitar 10 km. Selama peserta berpawai, beberapa acara hiburan, pemutaran film tentang kecelakaan dan tertib lalulintas, serta kuis tentang peraturan lalulintas dengan hadiah-hadiah menarik digelar di GOR Kanjuruhan. Sementara itu, bagi peserta pawai berpenampilan terbaik juga disediakan hadiah berupa uang tunai dengan nilai total 6 juta rupiah. [Far]

UB Juara Umum KRAI
27 Agustus 2008
Tim roket air Universitas Brawijaya keluar sebagai juara umum Kompetisi Roket Air Indonesia (KRAI) 2008. Keberhasilan ini diumumkan semalam, Rabu (27/8), pada acara penutupan KRAI 2008 yang dilaksanakan di lapangan Rektorat Universitas Brawijaya. Tim tuan rumah memenangi sebagian besar kategori perlombaan.
Penilaian lomba didasarkan pada penilaian atas presentasi roket, kompetisi roket kelas horizontal, kompetisi kelas roket vertikal, dan memperbutkan gelar juara I, juara II, juara III, Best Launcher, Best Vertical, dan Best Horizontal. Dewan juri terdiri dari: Ir Atik Bintoro MT (LAPAN), Dr Ir I Nyoman Jujur MEng (BPPT), Drs Mohamad Dahsyat MM (BPPT), Prof Ir Antariksa MEng PhD (UB), dan Yudy Surya Irawan ST MEng DrEng (UB).
Tim Trinity UGM mengumpulkan nilai 4.954,572 dan berhak menyandang gelar juara III beserta trofi dan uang pembinaan 2,5 juta rupiah. Gelar juara II direbut oleh Tim CNC dari UB yang mengumpulkan nilai 5.120,145 dan mendapatkan penghargaan berupa trofi dan uang pembinaan sebesar 5 juta rupiah. Tim Ottoman yang juga berasal dari tuan rumah berhak menyandang gelar juara pertama setelah mengumpulkan nilai 5.399,441 dan mendapatkan trofi serta uang pembinaan sebesar 7,5 juta rupiah.
TimTrinity UGM juga merebut gelar Best Launcher setelah mengumpulkan nilai 95,7 dari dewan juri. Roket Ottoman juga meraih gelar Best Vertical setelah mengumpulkan perolehan nilai sebesar 2.646,071. Sedangkan gelar Best Horizontal disandang oleh roket Tim CNC setelah mengumpulkan nilai sebesar 2.000. Tim-tim yang memperoleh gelar terbaik di tiap kategori tersebut memperoleh hadiah trofi beserta uang pembinaan masing-masing 2 juta rupiah.
Kompetisi ini berlangsung sehari penuh, mulai pagi hingga malam hari. Setelah tuntas memperlombakan semua kelas dan kategori sekitar pukul 19.30 WIB, mewakili Rektor UB, Pembantu Rektor III Ir HRB Ainurrasjid MS secara resmi menutup ajang kompetisi berskala nasional ini. Ia mengungkapkan terima kasih kepada seluruh kontestan yang jauh-jauh telah berangkat dari universitas masing-masing, dan berharap agar kreativitas tiap-tiap tim tidak berhenti selepas acara KRAI 2008 ini.
Acara penutupan berlangsung penuh keakraban, dimeriahkan oleh band Cruiser dari UB dengan lagu-lagu yang tak asing bagi telinga anak-anak muda.
Acara KRAI yang pertama ini terasa sangat istimewa karena pesertanya harus melalui seleksi ketat, sehingga yang datang adalah tim-tim terbaik dari seluruh penjuru tanah air. Dari 35 tim yang mengajukan proposal, hanya 25 tim yang lolos seleksi.
Selengkapnya, tim yang lolos seleksi adalah: Tim Cacimakicoki (ITB), Tim HMM Unpas (Universitas Pasundan, Bandung), Tim Black Shark (Poltek Banjarmasin), Tim Achiles (Universitas Tirtayasa, Cilegon), Tim Science for Fun (UI), Tim HRD Crew (Universitas Tarumanegara, Jakarta), Tim Mangga 2 (Universitas Jember), Tim BKM 02 (Universitas Hasanudin), Tim STTAD (STTAD, Malang), Tim CNC (UB), Tim Rock-ET (UMM), Tim Mbah Dipo 06 (Undip), Tim The Class Star (ITATS, Surabaya), Tim Dinamo Bengawan (UNS), Tim Satelit L40 (STTNas, Yogyakarta), Tim Gatotkaca (UGM), Tim Unisi Wind Breaker (UII, Yogyakarta), Tim Otoman (UB), Tim Von Braun (ITB), Tim Trinity (UGM), Tim D'jafa (Universitas Tirtayasa, Cilegon), Tim Ketchup (UI), Tim Ngejawantah (Universitas Jember), Tim Cresent (UNS), dan Tim ST-06 (UMM). [fjr]

Ordik Mahasiswa Pascasarjana di LSIH UB
27 Agustus 2008
Dalam kegiatan Orientasi Pendidikan (Ordik), mahasiswa baru Program Pascasarjana mengunjungi beberapa laboratorium di lingkungan Universitas Brawijaya. Satu di antaranya Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH-UB). Kunjungan ini dimaksudkan pengenalan fasilitas laboratorium pendukung penelitian mahasiswa pascasarjana.
Kunjungan diawali Senin pagi (25/8), oleh 11 maba Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Pertanian. Siang harinya, 9 maba Program Pascasarjana Fakultas Kedokteran dengan koordinator Dr Uun Yanuhar SPi MSi. Esok harinya, Selasa siang (26/8), berkunjung 14 maba Program Pascasarjana FMIPA.
Dalam menerima kunjungan tersebut, Direktur LSIH Dra Fatchiyah MKes PhD didampingi oleh Asdir I Dr drh Aulanni’am DES, Asdir II Dr Ir Gatot Ciptadi DESS, dan Kepala Divisi Biomol dan Sel Dr Sri Widyarti MSi yang secara bergantian memberikan penjelasan berbagai fasilitas peralatan laboratorium dan fungsinya, serta beberapa contoh penelitian yang sedang dilakukan di LSIH. Banyak muncul pertanyaan dari maba, sehingga menjadi diskusi hangat dan menarik selama proses pengenalan lab ini.
Beberapa di antaranya mengungkapkan, mereka banyak mendapat pengetahuan baru dan manfaat dari kunjungan ini. “Beberapa alat belum kami kenal, bahkan tipe-tipe terbaru dengan beberapa kelebihan dibandingkan keluaran sebelumnya", ujarnya, "pengetahuan seperti ini kami perlukan untuk memunculkan ide-ide penelitian, terutama untuk pengerjaan tugas akhir”.
Sementara itu Dra. Fatchiyah MKes PhD  berharap agar kunjung semacam ini diikuti pula oleh maba Pascasarjana dari fakultas-fakultas lain, seperti Fakultas Perikanan dan Kelautan, Fakultas Peternakan, Fakultas Pertanian, di samping juga mahasiswa S1 dari berbagai jurusan bidang ilmu hayati di UB. [lin]

Disertasi Fatchur Rahman: Tumbuhan Liar sebagai Komponen Evaluasi Agroekosistem
27 Agustus 2008
Keberadaan biota di muka bumi pada dasarnya berinteraksi dan bermanfaat, namun kemanfaatannya dari sudut kepentingan manusia sebagian ada yang telah ditemukan dan sebagian belum. Begitu juga dengan tumbuhan liar (tumbuhan belum termanfaatkan) yang berada pada suatu ekosistem. Keberadaan tumbuhan liar yang berada pada ekosistem kebun teh sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi teh.
Drs Fatchur Rahman M Si menyatakan ini dalam disertasi berjudul “Struktur Komunitas Tumbuhan Liar dan Arthropoda Sebagai Komponen Evaluasi Agroekosistem di Kebun Teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang”. Acara ujian terbuka disertasi digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Barwijaya, Rabu (27/8). Sebagai promotor Prof Dr Ir Hj Siti Rasminah Ch Sy, serta Dr Ir Gatot Mudjiono, dan Dr Bagyo Yanuwiadi sebagai kopromotor. Sementara tim penguji terdiri daro Prof Dr Ir Eko Handayanto MSc, Prof Dr Dra Hj Mimien H Irawati MS, Dr Ir Toto Himawan SU, dan Prof (Riset) Dr Ir Gatot Kartono MS.
Penelitian disertasi Fatchur mengkaji struktur komunitas tumbuhan liar di area kebun teh Wonosari, Singosari, Kabupaten Malang. Selain itu juga mengkaji struktur komunitas Arthropoda dan kepadatan populasi Wereng daun teh Empoasca sp di kanopi tanaman teh.
Fatchur mengatakan, kebun teh Wonosari yang telah menerapkan sistem Early Warning System (EWS) dalam mengendalikan hama maupun patogen penyerang daun teh menarik untuk dikaji dan dievaluasi berdasarkan aspek ekologi, baik secara struktur maupun fungsi. Tiga tahap penelitian Fatchur. Pertama, survei untuk mengkaji struktur dan komposisi komunitas tumbuhan liar, keanekaragaman dan kelimpahan organisme Arthropoda dan kepadatan populasi wereng daun teh Empoasca sp di area kebun teh tersebut. Selanjutnya uji preferensi predator generalis terhadap beberapa jenis tumbuhan liar. Dan tahap terakhir, uji potensial tumbuhan liar terpilih dalam peningkatan keanekaragaman Arthropoda di kanopi tumbuhan uji.
Dari penelitian itu ditemukan, struktur komunitas tumbuhan liar sekitar kebun teh menunjukkan adanya vaiasi tipe komunitas, Terdapat 10 jenis tumbuhan yang dominan, yaitu Centella asiatica, Borreria repens, Setaria sp, Biden pilosa, Synedrella nodiflora, Thunbergia alata, Centrosoma pubescens, Oplisminus compositus, Ageratum conyzoides, dan Solanum nigrum. Struktur komunitas Arthropoda dapat ditunjukkan berdasarkan tingkat keanekaragaman, kelimpahan, dominasi takson dan komposisi “niche” Arthropoda, baik di kanopi maupun di permukaan tanah. Beberapa di antara takson yang ditemukan merupakan predator generalis Wereng daun teh Empoasca sp yakni Kumbang Kubah/Curinus (Coccinellidae), Laba-laba bermata tajam/Oxyopes (Oxyopade) dan Belalang Sembah/Hymenopus (Mantidae). Beberapa jenis tumbuhan liar dominan berpotensi sebagai tumbuhan refugia karena dapat menarik Kumbang Kubah, Laba-laba bermata tajam, dan belalang sembah setelah dilakukan uji preferensi di laboratorium. Jenis-jenis tumbuhan liar seperti Synedrella nodiflora, Centella asiatica, Setaria sp, tanaman kombinasi, Borreria repens dan Arachis pentoi dapat meningkatkan keanekaragaman Arthropoda di kanopi tersebut.
Penelitian Fatchur hanya difokuskan pada salah satu musuh alami saja yaitu predator generalis hama daun teh Empoasca sp sehingga disarankan untuk dilakukan penelitian yang memfokuskan pada macam musuh alami lainnya yaitu parasitoid. Selain itu juga dibutuhkan penelitian yang bisa memberikan gambaran mengenai asosiasi antar tumbuhan liar, kajian alelopati antar tumbuhan liar maupun tanaman teh, dan zonasi distribusi predator di dalam petak kebun teh.
Setelah mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji, Fatchur berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu pertanian dengan minat pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. Ia lulus dengan predikat cum laude, memperoleh nilai IPK 4,0 dengan masa studi 3 tahun.
Dr Fatchur Rahman MSi adalah dosen pada Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. [fjr]

Pengecoran Pertama Gedung Dekanat FT-UB
27 Agustus 2008
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito didampingi Dekan FT Ir Imam Zaky MT, Rabu (27/8), mengawali proses pembangunan gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dengan melakukan pengecoran pertama, menuangkan adonan beton fondasi bangunan itu. Gedung berlantai tujuh di atas tanah seluas 4023 meter persegi senilai Rp 12,069 miliar yang dirancang oleh arsitek Herry Santosa ST MT ini, berdiri tepat di tengah-tengah gedung kembar yang sudah dibangun sebelumnya beberapa tahun silam. Gedung Dekanat yang diapit gedung kembar ini juga akan menjadi landmark koridor Malang-Batu Jalan Mayjen Haryono yang ada di depannya dengan penataan bagian depan sebagai tata hijau dan halaman parkir yang lebih baik.
Sentralisasi
Direncanakan, tahap pertama pembangunan struktur gedung ini akan selesai dalam 120 hari, dan dilanjutkan tahap penyelesaian dengan target dapat dimanfaatkan pada pertengahan tahun 2009. Arsitek Herry Santosa mengatakan, dengan berfungsinya gedung ini nanti, maka kegiatan administrasi dekanat akan lebih tersentralisir.
Sebagai pusat pelayanan administrasi FT-UB, gedung tujuh lantai itu peruntukan secara rinci adalah sebagai berikut. Lantai 1: lobi dan ruang entrepreneurship, lantai 2: ruang serbaguna, lantai 3: IT corner, English corner, dan roof garden, lantai 4: ruang Dharma Wanita, IOM, alumni, server, BPP, setting dan penerbitan, lantai 5: ruang TU, kepegawaian, perlengkapan, dan pelayanan akademis, lantai 6: ruang Kabag TU, 4 ruang Kasubbag dan Keuangan, lantai 7: ruang Dekan, para Pembantu Dekan, dan ruang rapat. Dan lantai teratas adalah ruang utilitas.
Herry Santosa, yang juga perancang bangunan pusat pendidikan FK-UB, FIA-UB, dan pengembangan gedung PPI ini, mengatakan rencana FT-UB membangun beberapa gedung baru berlantai enam sebagai prioritas pengembangan kampus FT. Yakni,  gedung Teknik Industri, Teknik Perangkat Lunak, Teknik Pengairan, dan gedung kemahasiswaan, sehingga nantinya akan menjadi kelompok massa bangunan tinggi di kawasan itu.
Sejarah
Gedung Dekanat ini menempati lokasi Aula (lama) FT-UB di Jalan Mayjen Haryono Malang. Aula (lama) FT-UB adalah bangunan pertama yang dibangun pada masa awal Orde Baru, sekitar tahun 1968. Diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan waktu itu Mashuri SH, dan menjadi saksi banyak peristiwa bersejarah. Beberapa tokoh nasional pernah menginjakkan kaki di aula itu. Tercatat misalnya, mantan Wakil Presiden Mohamad Hatta, Ketua MPRS Jenderal Abdul Haris Nasution, Wakil Presiden Sri Sultan Hamengkubuwono, Ketua Bappenas Prof Widjojo Nitisastro, Aspri Presiden Ali Moertopo, Menteri P dan K Syarif Thayeb, Gubernur Mohamad Noer, dan terakhir (2007) Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Ir Lukman Edy MSi yang notabene lulusan FT-UB. Tak terhitung lagi berapa ribu lembar konsep pemikiran yang dihasilkan oleh berbagai seminar dan lokakarya yang pernah berlangsung di bangunan itu.
Gedung itu pula menjadi tempat promosi doktor pertama UB Prof Dr Moeljadi Banoewidjojo, dan upacara wisuda pertama alumni UB. Juga menjadi tempat berlangsungnya Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa UB yang pertama dan pemilihan Ketua Umum Dewan Mahasiswa pertama dengan sistem student government (1969). Aula ini pula menjadi saksi berlangsungnya Kongres Mahasiswa Teknologi Indonesia dan terbentuknya Ikatan Mahasiswa Teknologi Indonesia (IMTI) di tahun 1970, serta Kongres Mahasiswa Pertanian Indonesia dan terbentuknya Ikatan Mahasiswa Pertanian Indonesia (IMPI) di tahun 1971. [nok/Far]

Disertasi Al Musadieq: Variabel Anteseden Kepuasan Kerja dan Keluarga
27 Agustus 2008
Tema keluarga dan kerja saling berkaitan dan sulit dipisahkan, di mana keseimbangan antara keduanya adalah isu utama MSDM 2020. Berbagai penelitian terdahulu belum ada yang mengembangkan model hubungan antara kepuasan kerja dan kepuasan keluarga. Ada yang menyebutkan bahwa kepuasan kerja dan kepuasan keluarga ditentukan bersama, ada yang menyebutkan kepuasan keluarga menyebabkan kepuasan kerja atau bahkan sebaliknya, kepuasan kerja menyebabkan kepuasan keluarga. Selain itu ada juga penelitian yang menjelaskan bahwa kepuasan pekerjaan dan kepuasan keluarga berhubungan secara positif karena variabel anteseden.
Drs Mochammad Al Musadieq MBA mengangkatnya dalam disertasi bertajuk ”Variabel Anteseden dari Kepuasan Kerja dan Kepuasan Keluarga, serta Pengaruhnya terhadap Intensi Berhenti (Studi Pada Petugas Penanggulangan Musibah Kebakaran (PMK) Perusahaan Swasta Banjarmasin)”. Ujian terbuka disertasi ini dilaksanakan Senin (27/8), dengan majelis penguji Prof Dr M Syafiie Idrus MEc (promotor), Prof Dr Armanu Thoyib SE MSc dan Prof Dr Suhadak Mec (kopromotor), Dr Suharyono MA, Dr Ir Solimun MS, Dr Zainul Arifin MS, serta penguji dari Universitas Airlangga Prof Dr Setyaningsih SE.
Melalui penelitiannya, Musadieq mengembangkan model hubungan antara kepuasan kerja dan kepuasan keluarga secara rekursif dan nonrekursif menggunakan alat analisis SEM. Untuk mengembangkan model baru dan orisinil, Al Musadieq juga mengkaji berbagai dukungan empirik dan teoritis untuk mencari suatu variabel yang sekaligus bisa dihubungkan dengan kepuasan kerja dan kepuasan keluarga yaitu variabel intensi kerja. Tema intensi kerja ini menurutnya penting karena keluarnya karyawan adalah kerugian bagi organisasi berupa biaya pelatihan yang sudah dikeluarkan, kinerja yang hilang serta biaya rekrutmen dan pelatihan kembali. Beberapa variabel anteseden yang dibahasnya adalah tekanan keluarga, keterlibatan keluarga, konflik kerja-keluarga, tekanan kerja, keterlibatan kerja serta konflik keluarga-kerja.
Melalui penelitian ini, Al Musadieq berhasil mendapatkan beberapa temuan baru diantaranya keterlibatan keluarga yang berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan keluarga, keterlibatan kerja yang berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja serta kepuasan keluarga yang berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap intensi berhenti.
Drs Mochammad Al Musadieq MBA dilahirkan di Surabaya, 50 tahun silam. Ia mendapatkan gelar master of business administration (S2) dari Northern Australia University (1994). Suami dari Dra Endang Wahyuningrum ini mengabdikan diri sebagai dosen sejak 1984 dan saat ini adalah Lektor Kepala dengan golongan IV/c. Seteleh mempertahankan disertasinya, Mochammad Al Musadieq dinyatakan layak menyandang gelar Doktor dengan predikat sangat memuaskan. [nok]

Disertasi Darminto: Pengaruh Faktor Eksternal terhadap Nilai Perusahaan Go Public
27 Agustus 2008
Faktor eksternal merupakan variabel dari luar yang berpengaruh terhadap pelaksanaan fungsi manajemen keuangan dan manajemen operasional perusahaan. Fungsi manajemen keuangan meliputi: keputusan investasi, keputusan pendanaan, termasuk kebijakan dividen dan pengelolaan aktiva. Kinerja keuangan mencerminkan hasil dan serangkaian proses operasional investasi aktiva, pendanaan serta pengelolaan aktiva yang diukur dengan profitabilitas. Operasional dari seluruh sumber daya ditujukan untuk memaksimumkan nilai perusahaan yang mencerminkan nilai investasi pada aktiva dan nilai saham yang dijual. Nilai perusahaan dipengaruhi oleh tingkat kinerja keuangan dan kebijakan dividen, serta keberhasilan investasi pada aktiva.
Demikian latar belakang penelitian Drs Darminto MSi dalam disertasi bertajuk ”Pengaruh Faktor Eksternal, Keputusan Investasi Riil, Keputusan Pendanaan, Pengelolaan Aktiva, Kinerja Keuangan dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan Industri Manufaktur yang Go Public di Bursa Efek Indonesia”. Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Rabu (27/8), menggelar ujian disertasi tersebut. Majelis penguji terdiri dari Prof Dr M Syafiie Idrus MEc (promotor), Prof Dr Taher Alhabsji dan Dr Eko Ganis MCom (Hons) (ko promotor). Sedangkan penguji lain terdiri dari Prof Dr Armanu Thoyib MSc, Dr Ir Solimun MS, Prof Dr Suhadak MEc, serta Prof Dr Setyaningsih SE dari Universitas Airlangga. Populasi penelitian Darminto adalah 133 perusahaan. Dihimpun data laporan keuangannya selama delapan tahun, 1997/1998 hingga 2004/2005, yang kemudian dianalisis dengan Structural Equation Modelling (SEM).
Berbeda dengan penelitian lain sebelumnya, Darminto menganalisis keputusan pengelolaan aktiva sebagai fungsi utama ketiga setelah keputusan investasi, dan keputusan pendanaan dalam manajemen keuangan. Ini yang belum pernah dilakukan dalam penelitian-penelitian sebelumnya. Selain itu, Darminto menganalisis investasi aktiva riil, sementara pada penelitian lain lebih ditekankan pada investasi aktiva keuangan.
Dalam kesimpulannya Darminto menyatakan, faktor eksternal merupakan variabel eksogen yang secara langsung tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan, sehingga setiap investasi pada aktiva riil harus mempertimbangkan atau berorientasi pada perubahan faktor eksternal. Selain itu dinyatakan pula, faktor eksternal berpengaruh pada keputusan pendanaan yang diambil manajemen perusahaan, serta pengelolaan aktiva.
Secara khusus ia menyarankan kepada manajemen perusahaan untuk meningkatkan kinerja keuangan dengan mempertimbangkan faktor eksternal, keputusan investasi pada aktiva riil, dan keputusan pendanaan, serta pengelolaan aktiva.
Seusai ujian, dalam yudisium, Darminto dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan, dan layak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu administrasi bisnis.
Dr Darminto MSi dilahirkan di Trenggalek, 57 tahun silam. Sarjana administrasi niaga Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan Universitas Brawijaya (1977) ini mendapatkan gelar magister sains administrasi bisnis dari PPS Universitas Brawijaya pada 1998. Suami dari Ratnaningsih ini menjadi staf pengajar FIA UB sejak 1978 dan sekarang mempunyai jabatan akademik lektor kepala golongan IV/c. [nok]

Ujian Disertasi Dua Staf FIA UB
27 Agustus 2008
Hari Rabu (27/8) ini, Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya menggelar ujian terbuka disertasi bagi dua orang staf pengajar dari Jurusan Ilmu Administrasi Niaga ini. Mereka adalah Drs Mochammad Al Musadieq MBA dan Drs Darminto MSi. Ujian berlangsung di Aula FIA-UB, dipimpin oleh Dekan FIA sebagai ketua sidang.
Pada kesempatan itu Drs Mochammad Al Musadieq MBA, membawakan disertasi berjudul "Variabel Anteseden dan Pengaruh Resiprokal Kepuasan Kerja dan Kepuasan Keluarga serta Pengaruhnya terhadap Intensi Berhenti (Studi pada Petugas Penanggulangan Musibah Kebakaran (PMK) Swasta di Banjarmasin)". Bertindak sebagai promotor Prof Dr M Syafiie Idrus MEc, kopromotor Prof Dr Armanu Thoyib SE MSc dan Prof Dr Suhadak MEc. Sedangkan para penguji terdiri dari Dr Suharyono MA, Dr Ir Solimun MS, Dr Zainul Arifin MS, serta penguji dari Universitas Airlangga Prof Dr Setyaningsih SE.
Drs Mochammad Al Musadieq MBA, pria kelahiran Surabaya, 1/5/1958, master of business administration (S2) dari Northern Australia University (1994), lektor kepala golongan IV/c. Suami dari Dra Endang Wahyuningrum ini mengabdikan diri sebagai dosen sejak 1984.
Sementara itu Drs Darminto MSi membawakan judul "Pengaruh Faktor Eksternal, Keputusan Investasi Aktiva Riil, Keputusan Pendanaan, Pengelolaan Aktiva, Kinerja Keuangan dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan Industri Manufaktur yang Go Public di Bursa Efek Indonesia". Promotor ujian ini adalah Prof Dr M Syafiie Idrus MEc, kopromotor Prof Dr Taher Alhabsji dan Dr Eko Ganis MCom (Hons). Sedangkan para penguji terdiri dari Prof Dr Armanu Thoyib MSc, Dr Ir Solimun MS, Prof Dr Suhadak MEc, serta penguji dari Universitas Airlangga Prof Dr Setyaningsih SE.
Drs Darminto MSi, pria kelahiran Trenggalek, 19/12/1951, magister sains administrasi bisnis lulusan PPS Universitas Brawijaya (1998), lektor kepala golongan IV/c. Suami dari Ratnaningsih ini menjadi staf pengajar FIA UB sejak 1978. [Far]

Cientifico Choir FMIPA UB Ikuti Festival Paduan Suara Nasional XXI
27 Agustus 2008
Tim Paduan Suara “Cientifico Choir” dari Fakultas MIPA Universitas Brawijaya, pagi ini Rabu 27/8 berangkat ke Bandung, mengikuti Festival Paduan Suara Mahasiswa Nasional XXI. Festival ini diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB), selama sepekan, 27-31 Agustus 2008.
Rombongan FMIPA terdiri dari 38 orang mahasiswa. Keberangkatan Tim FMIPA ini dilepas oleh Dekan Ir Adam Wiryawan MS dalam sebuah upacara sederhana di halaman parkir FMIPA UB.
Selain FMIPA, sehari sebelumnya telah berangkat untuk mengikuti festival yang sama mewakili UB tim "Brawijaya Economic Choir" (BEC) dari Fakultas Ekonomi dengan 32 orang anggotanya. [aw]

Hybrid Technology di Indonesia
26 Agustus 2008
Aneka sumber daya alam yang ada di Indonesia sangat berpotensi dimanfaatkan sebagai energi alternatif, seperti di antaranya diesel, angin dan panas matahari. Teknologi pengembangan masing-masing jenis energi tersebut telah pula dirintis mulai dari skala pilot project hingga dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik walaupun dalam skala yang lebih kecil jika dibandingkan dengan energi konvensional (fosil).
Demikian disampaikan Ir Suryo Baskoro MSc, Peneliti dari Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Konversi dan Konservasi Energi Kedeputian Teknologi Informasi, Energi, Material dan Lingkungan Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) dalam seminar bertajuk “Hybrid Technology for Smart Business” yang diselenggarakan pada Selasa (26/8) di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya.
Secara khusus Suryo Baskoro membahas hybrid energy yang merupakan hasil elaborasi antara photovoltaic (PV/sel surya), angin dan diesel menjadi energi baru dengan kapasitas lebih besar bagi Indonesia yang beriklim tropis, kaya sinar matahari, angin dan tanaman yang dapat dikonversi menjadi biodiesel ataupun kandungan diesel itu sendiri.
Hybrid energy memiliki kapasitas lebih kecil tapi ramah lingkungan sedangkan energi konvensional tidak ramah lingkungan tapi kapasitas yang dihasilkan besar”, ujar Suryo membandingkan energi konvensional dengan hybrid energy. Karena kelemahan tersebut, menurutnya hybrid energy sangat cocok untuk dikembangkan di pedesaan sebagai upaya rural electrification development dan di Luar Jawa.
“Pembangkit Jawa, Madura dan Bali (Jamali) adalah jalur gemuk sehingga membutuhkan kapasitas lebih besar untuk itu pemerintah menggalakkan percepatan pembangunan pembangkit listrik 10000 MW”, kata dia. Lebih jauh, terkait penggalakan hybrid energy tersebut di Indonesia, disamping memperhatikan potensi sumber daya alam yang ada, harus juga diperhatikan faktor pasar. “Membramo Raya di Papua itu potensi hybrid-nya besar tetapi disana tidak ada pasar energi dan tidak akan efisien jika disalurkan ke Jawa sebagai pusat aktivitas Indonesia saat ini”, ujar Suryo Baskoro.
Lebih rinci, ia pun mengurai masing-masing potensi yang ada di Indonesia di antaranya Kalimantan Barat, Pulau Sumba dan Manado yang kaya diesel, Nusa Tenggara Timur (Pulau Soe dan Nusa Penida) dengan jenis angin yang potensial serta Sulawesi dengan teknologi Micro Hydro.
“Khusus untuk angin, sepertinya jenis angin di Indonesia relatif kecil jika dibandingkan Eropa ataupun Amerika, sehingga untuk pertama kali yang dibutuhkan adalah recording data angin (wind map) dengan memperhatikan variabel utama energi angin yaitu kecepatan dan ketinggian. Rata-rata wilayah Indonesia hanya memiliki low wind speed “, terangnya. Secara khusus, Suryo menyebutkan bahwa kendala utama penerapan hybrid energy atau bahkan energi alternatif di Indonesia adalah regulasi pemerintah disamping masih rendahnya kapasitas energi yang dihasilkan dari teknologi hybrid ataupun energi alternatif. “Pemerintah tidak memiliki keberpihakan khusus dalam mencanangkan energi alternatif dengan tidak adanya kebijakan insentif ditengah krisis energi dan mahalnya energi konvensional”, kata dia.
“Kelistrikan Indonesia yang saat ini dimonopoli oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) pun seolah tidak mau rugi dengan tidak adanya kebijakan khusus terkait energi alternatif, dan hal ini sangat membedakan kebijakan energi di Indonesia dengan luar negeri yang lebih produktif dan kompetitif”, tambahnya. [nok]

Disertasi Tri Candra Setiawati: Peran Bakteri terhadap Dinamika Fosfat
26 Agustus 2008
Tingginya tingkat pelapukan dan kelembaban seringkali menimbulkan masalah defisiensi fosfat pada beberapa jenis tanah di daerah tropika. Sebagai salah satu tanah masam, Oxisol memfiksasi P cukup banyak karena kandungan seskuioksida yang tinggi. Beberapa upaya telah dilaksanakan untuk meningkatkan ketersediaan fosfat pada Oxisol. Salah satu agen penting adalah mikrobia tanah. Dinamika P tanah dicirikan oleh proses fisik kimia (sorpsi-desorbsi) dan biologi (immobilisasi-mineralisasi) yang melibatkan peran mikrobia, tanaman dan bahan organik. Oleh sebab itu diperlukan kajian yang mendalam mengenai peran bakteri pelarut fosfat dalam media pembawa bahan organik terhadap dinamika P dalam tanah.
Demikian Ir Tri Candra Setiawati MSi dalam disertasi berjudul “Peran Bakteri Pelarut Fosfat dalam Media Organik terhadap Dinamika Fosfat pada Oxisol”. Ujian disertasi itu digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB), Selasa (26/8). Bertindak sebagai promotor Prof Ir Eko Handayanto MSc PhD, dan kopromotor Prof Dr Ir Syekhfani MS, serta Prof Dr Ir M Lutfi Rayes MSc. Sedangkan tim dosen penguji terdiri dari Prof Dr Ir Sumarno MS, Dr Ir Sugeng Priyono MS, Ir John Bako Baon MSc PhD, dan Ir Bambang Hermiyanto MP PhD.
Dalam penelitian disertasi itu, Candra menyiapkan contoh uxisol yang diambil pada kedalaman 0-20 cm berasal dari Desa Cipayung, Kecamatan Pancoran Mas, Depok Jawa Barat. Tanah komposit diambil dari lapangan, dikering anginkan, kemudian diayak. Tanah tersebut kemudian diukur kadar air kapasitas lapang dan kadar air keding udara dengan metode gravimetrik. Tahap penelitian selnjutnya adalah persiapan bakteri pelarut fosfat yang diuji yaitu Pseudomonas diminuta serta Bacillus sp serta biomassa jagung dan kedelai. Uji penelitian dilakukan dengan analisis asam-asam organik, pengamatan terhadap variable pengamatan sebelum dan sesudah perlakuan,serta analisis data. Adapaun tahap selanjutnya adalah uji viabilitas BPF, uji asam organik buatan, dan uji bakteri terhadap dinamika P.
Hasil penelitian Candra menemukan, Bacillus sp mempunyai viabilitas yang lebih baik dibandingkan P diminuta pada kedua jenis media baik steril maupun nonsteril. Aktivitas bakteri pelarut fosfat dalam biomassa tanaman meningkatkan total desorpsi P tanah sebesar 1,39-6,41 kali pada musim tanam ke-1 dan 1,43-9,57 kali pada musim tanam ke-2, sehingga menunjukkan korelasi positif dengan penyerapan P oleh tanaman. Aktivitas bakteri pelarut fosfat dalam immobilisasi P oxisol paling besar pada biomassa kedelai sebesar 2.22 mgP/g pada musim tanam ke-1 dan 1.70 mgP/g pada musim tanam ke-2. Total serapan (tajuk+akar) tanaman mempengaruhi total desorpsi tanah secara nyata pada musim tanam ke-1 maupun musim tanam ke-2, dan terdapat hubungan yang linier di antara kedua variable. Ketersediaan P yang berasal dari sumber P yang ditambahakan (A-value) mempunyai korelasi negative dengan serapan asal sumber P pada musim tanam ke-1. Perlakuan terbaik dalam meningkatkan konsentrasi P tersedia Oxisol dan pertumbuhan tanaman, serta menurunkan serapan P adalah aplikasi bakteri pelarut fosfat dalam media pembawa biomassa kedelai yang diaplikasi dengan bantuan fosfat.
Berdasarkan penelitian tersebut, disarankan penggunaan teknik radioisotop dalam menelusuri kelakuan hara yang lebih akurat, khususnya yang berupa bahan organik/biomassa tanaman. Perlu pula diadakan penelitian lanjutan yang memberikan label pada bahan organik pembawanya. Ia juga berharap agar nantinya ada kajian yang lebih rinci mengenai mekanisme proses mineralisasi secara enzimatis berdasarkan enzim yang diproduksinya.
Setelah mempertahankan disertasi secara terbuka di hadapan sidang ujian, Tri Candra Setiawati dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang Ilmu Pertanian dengan minat kesuburan tanah dan nutrisi tanaman, meraih predikat cumlaude. Ia menyelesaikan studi S3 dalam waktu 3 tahun dengan IP Kumulatif 4,0.
Dr Ir Tri Candra Setiawati MSi, perempuan kelahiran Jember, 23 Mei 1965, adalah dosen Jurusan Tanah pada Fakultas Pertanian Universitas Jember sejak tahun 1993. Ia juga menjabat sebagai Sekretaris Badan Penjaminan Mutu Universitas Jember. [fjr]

Presentasi Roket KRAI
26 Agustus 2008
Kompetisi Roket Air Indonesia (KRAI) 2008 telah dimulai. Diawali dengan acara presentasi oleh 25 kontestan yang akan bertanding, di gedung Student Center UB, Selasa (26/8). Acara ini dihadiri oleh segenap peserta dari berbagai universitas yang ambil bagian dalam kompetisi nasional tersebut.
Presentasi para kontestan ini dinilai oleh lima orang dewan juri dari berbagai institusi, yaitu BPPT, LAPAN, dan UB.
Menurut Ringga Murgana dan Zudhi Hendrawan, dua mahasiswa Jurusan Teknik Mesin yang juga menjabat sebagai Panitia Seksi Penjurian, sesi presentasi kali ini sudah masuk dalam tahap penilaian. Nilai yang diperoleh dalam sesi ini akan dijumlahkan dengan nilai sesi peluncuran roket yang akan dilaksanakan hari Rabu (27/8) di lapangan Rektorat.
Mereka menuturkan, dalam kompetisi kali ini, setiap kontestan diwajibkan mempresentasikan dua kelas roket, yaitu kelas vertikal dan kelas horizontal. Untuk kelas vertikal, parameter penilaian dititikberatkan pada model fin, berat roket, dan bentuk selongsong. Sedangkan untuk kelas horizontal, dinilai dari bahan yang digunakan, mekanisme launcher, dan konstruksi.
Setelah menyajikan presentasi di hadapan para juri, setiap kontestan berkesempatan mencoba roket-roket mereka di lapangan Rektorat. Uji coba ini dalam rangka adaptasi sebelum kompetisi sebenarnya dilaksanakan. [fjr]

Bantuan Rp 1,689 M untuk 2815 Mahasiswa UB
26 Agustus 2008
Pemerintah melalui Departemen Keuangan membagikan dana Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM) kepada mahasiswa kurang mampu di seluruh Indonesia, sebagai kompensasi dari kenaikan harga BBM. Bantuan ini bukan beasiswa, dan diberikan kepada mahasiswa lama maupun mahasiswa baru. Besarnya bantuan untuk setiap mahasiswa adalah Rp 100 ribu per bulan, dan diberikan selama enam bulan.
Untuk Universitas Brawijaya, telah tersedia dana sebesar Rp 1,689 miliar bagi 2815 mahasiswa dari seluruh fakultas yang ada. Guna menangani pendistribusian bantuan tersebut, Pembantu Rektor III UB Ir HRB Ainurrasjid MS menunjuk para Pembantu Dekan III untuk melaksanakannya. Diharapkan, dana ini selesai didistribusikan hari Jumat (29/8) mendatang. [fjr]

Pengabdian Masyarakat FP-UB: Mengembangkan Durian Unggul Lokal
25 Agustus 2008
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB), Senin (25/8), mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat. Melibatkan segenap unsur pimpinan fakultas dan mahasiswa, kegiatan dilaksanakan di Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Ini sesuai dengan motto "Desa Jantung Kita" yang telah dicanangkan FP-UB untuk periode 2007-2011 ini.
Dalam sambutannya, Dekan FP-UB Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD mengatakan, ini didasari kenyataan bahwa segala kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan pangan, sandang, serta (sebagian) papan berasal dari desa. "Urat nadi untuk mengalirkan kegiatan ekonomi nasional bermula dari desa. Oleh karenanya desa harus dibantu untuk dikembangkan agar ketahanan pangan nasional semakin kokoh", ujar Prof Sumeru.
Ngantang
Kegiatan ini difokuskan pada upaya pengembangan durian lokal Ngantang. Menurut Prof Sumeru, Kecamatan Ngantang, Kasembon dan Wonosalam, dikenal sebagai segitiga daerah penghasil komoditas durian yang penting di Jawa Timur. Bahkan semenjak dulu Ngantang terkenal dengan buah durian lokalnya. Durian yang tumbuh dan berproduksi di kawasan tersebut cukup banyak, sekitar 15-20 jenis dengan kualitas yang beragam, dan harganya pun bervariasi, antara Rp 5 ribu hingga Rp 40 ribu per buah. Namun kini jenis durian berkualitas tinggi itu hanya dihasilkan oleh  beberapa pohon saja, dan umurnya pun sudah sangat tua, lebih dari 100 tahun. Sementara ini yang akan dikembangkan hanya dua jenis saja, yaitu Jingga dan Kunir, dari sekian jenis durian yang ada.
Sebenarnya tidak ada masalah dalam pemasaran durian unggul lokal. Pembeli umumnya sudah memesan jauh sebelum panen. Bahkan berani memberi uang muka terlebih dulu. Namun, ketika pembeli minta disediakan jenis yang sama, ternyata petani atau pedagang tidak bisa memenuhinya. Sedangkan persyaratan pemasaran durian yang baik, selain mutu tinggi dan jumlah banyak, yang lebih penting adalah kontinuitas. Untuk membantu petani dan pedagang dalam memasok durian unggul, maka jenis unggul lokal tadi perlu dikembangkan, sehingga para petani dapat memasarkan produk unggulnya dalam jumlah besar secara kontinyu dengan harga tinggi.
Pelatihan
Bekerja sama dengan masyarakat setempat, upaya pengembangan durian lokal Ngantang diawali dengan pelatihan penyediaan bibit unggul. Sebanyak 15 orang pemuda tani dilatih sebagai grafter untuk melakukan perbanyakan klonal durian unggul lokal. Diharapkan para pemuda itu nanti memiliki ketrampilan menghasilkan bibit unggul durian.
Diperkirakan, Kecamatan Ngantang dan Kasembon memerlukan sejumlah 50 ribuan bibit durian. Dengan tenaga grafter terlatih tersebut permintaan bibit durian akan dapat dilayani. Selanjutnya, setiap grafter terlatih itu berkewajiban melatih 10 orang kader, sehingga dalam waktu dekat akan tercetak 150 orang tenaga grafter. Dengan jumlah tersebut, mampu disediakan sekitar 50 ribu bibit unggul lokal, yang selanjutnya akan ditanam di Kecamatan Ngantang dan Kasembon untuk mengganti durian mereka yang kurang unggul. [fp]

Kompetisi Roket Air Indonesia Siap Digelar
25 Agustus 2008
Kompetisi Roket Air Indonesia, siap digelar lusa, Rabu (27/8). Kompetisi berskala nasional ini merupakan agenda tetap Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (HMM FT-UB).
Bermula dari kegiatan Water Rocket Contest (WRC), diadakan setiap tahun sejak 2002, bahkan pernah memecahkan rekor MURI 2005 dengan peluncuran 100 roket air secara simultan, dan pada penyelenggaraan yang ketujuh ini telah diangkat menjadi agenda Dikti dengan nama Kompetisi Roket Air Indonesia (KRAI) yang pertama.
Kompetisi ini diikuti oleh 25 tim dari perguruan tinggi seluruh Indonesia yang telah lolos seleksi, dengan dewan juri para pakar dari BPPT dan LAPAN. Babak final ini akan dimulai pukul 07.00 WIB, dan secara resmi akan dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fasli Jalal pada pukul 09.00 WIB, di lapangan depan Gedung Rektorat UB, sehari penuh hingga ditutup pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB.
Besok, Selasa (28/8), sebenarnya kegiatan sudah dimulai, yaitu berupa presentasi oleh tim-tim peserta yang digelar di Student Center UB.
Diundang hadir dalam acara pembukaan antara lain Gubernur Jatim, Walikota Malang, Walikota Batu dan Bupati Malang, para rektor perguruan tinggi se Jawa Timur, khususnya yang memiliki fakultas teknik, Rektor dan para Pembantu Rektor UB, para Dekan dan Pembantu Dekan, para Kepala Biro di lingkungan UB, serta para pimpinan organisasi kemahasiswaan EM, BPM, dan BEM di lingkungan UB.
Steril
Selama acara pembukaan, sekitar 1 jam, jalan utama kampus dan sekitar lokasi kompetisi, yakni lapangan depan Rektorat, akan tertutup bagi semua kendaraan. Panggung upacara akan terpasang di sisi barat bundaran tugu UB, oleh karenanya jalan utama kampus hanya dibuka pada sisi timur bundaran saja.
Atas ketidaknyamanan ini semua, Pembantu Rektor III Ir HRB Ainnurrasjid MS mengharap pengertian dari segenap warga UB maupun para tamu, demi suksesnya acara berskala nasional ini. Khusus untuk jalan utama di depan Fakultas Ekonomi, diharapkan hanya digunakan parkir pada satu sisi jalan.
Untuk kelancaran selama kompetisi, selain petugas panitia berseragam dan para peserta lomba tidak dibenarkan memasuki lapangan. "Lapangan serta jalan di sebelah utara dan selatan harus benar-benar steril", ujar PR-III.
Panitia mengingatkan, lapangan beserta kelengkapannya berupa penanda dan sebagai merupakan hal yang "paten". Oleh karena itu tidak dibenarkan orang-orang yang tidak berkepentingan memasuki lapangan, karena dikhawatirkan dapat merusak penanda yang telah baku itu. "Ketentuan ini berlaku pula untuk para wartawan dan juru foto. Mereka dimohon untuk mematuhinya. Karena, prioritas kami tetap pada suksesnya perlombaan, bukan upacara atau hal-hal yang lain", tegasnya. [Far]

Kuliah Perdana FE-UB: Indonesia dalam Percaturan Globalisasi
25 Agustus 2008
Di tengah percaturan era globalisasi, hendaknya Indonesia kembali mengacu pada rumusan ekonomi yang tersurat dalam pasal 33 UUD 1945. Permasalahannya, sampai saat ini belum ada penafsiran jelas terkait pasal tersebut dalam perspektif teknis ekonomi melalui kebijakan dan programnya. Kata “dikuasai” di antaranya, apakah artinya itu diatur ataukah dimiliki?
Demikian disampaikan Dr M Fadhil Hasan, ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Jakarta dalam kuliah perdana Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Senin (25/8), di gedung Sasana Samanta Krida.
Lebih jauh, salah satu dari sembilan commissioner Indef ini menyatakan bahwa walaupun Indonesia telah berhasil mencapai beberapa ikhtisar pembangunan di antaranya pertumbuhan ekonomi 6,3%, tetapi belum berhasil melakukan transformasi ekonomi dengan indikasinya adalah kemiskinan, pengangguran dan beban ekonomi akibat utang. “Bagaimanapun, angka kemiskinan tahun ini terendah selama satu dekade, mencapai 15,4% di mana dua tahun sebelumnya masih 17,7%”, ujar alumni University of Kentucky, Lexington, KY, USA.
Dalam presentasi bertajuk “Globalisasi, Pembangunan dan Kemandirian Ekonomi”, Fadhil mengkritisi pembangunan dan kemandirian ekonomi Indonesia. “Beberapa angka yang diunggulkan ternyata jika dibandingkan dengan negara lain masih sangat jauh. Di antaranya devisa yang diklaim paling besar karena mencapai 60 milyar USD tetapi masih jauh lebih rendah jika dibandingkan Cina yang telah mencapai 1,3 trilliun USD. Selain itu juga angka ekspor yang masih kalah serta pertanian yang masih belum mandiri”, kata dia. Terkait kemandirian, ia menggarisbawahi beberapa industri strategis yang justru dimiliki asing diantaranya minyak dan gas bumi, telekomunikasi disamping permodalan dan asset-aset keuangan (perbankan). Terkait realita ini yang melanda banyak negara dan bukan hanya Indonesia, Fadhil pun menegaskan bahwa globalisasi bukan untuk kepentingan dunia tapi hanya untuk kepentingan negara maju dengan national interest-nya masing-masing untuk mengukuhkan ideologi liberalisme, kapitalisme, dll.
Terkait percaturan ekonomi dunia, dalam awal presentasinya Fadhil Hasan memberikan berbagai penjelasan pilihan-pilihan model pembangunan yaitu ekonomi pasar dengan agendanya liberalisasi, privatisasi dan deregulasi yang dianut oleh Cile dan Filipina, ekonomi komando (sosialisme negara) dengan agenda proteksionis, nasionalisasi dengan peran sentral negara yang dianut oleh Korea Utara dan Kuba serta ekonomi pasar sosial-strukturalis yang merupakan kombinasi ekonomi pasar dan ekonomi dengan agenda diantaranya restrukturisasi ekonomi dan asset termasuk di dalamnya landreform, yang dianut oleh Korea Selatan, Taiwan, dan Cina.
Change Management
Sementara itu R Andi Kartika Utomo SE MBA dalam paparannya menyampaikan materi bertajuk ”Business Landscape Changes”. Menurutnya, dunia usaha harus dinamis dengan terus menerus berubah melalui inovasi. Jika tidak, menurutnya usaha tersebut ditinggalkan pasar dan kolaps. Dipaparkan beberapa persaingan melalui inovasi. Misalnya, Samsung yang berhasil menggeser Motorola, Yamaha yang pernah mengungguli Honda, dan Sampoerna yang berhasil membabat Gudang Garam. ”Jika sebuah unit bisnis tidak melakukan pembaharuan minimal 3 bulan sekali, maka dia harus siap digeser. Karena perubahan itu terus menerus mendera customer, company dan competitor”, kata dia. Lebih lanjut, ia juga memberikan ilustrasi perubahan teknologi terus-menerus yang telah berhasil menenggelamkan ”raja” di masanya karena resistensi perubahan. ”Xerox pada tahun 70-an menguasai 100% pasar, tetapi kemudian dia hanya menguasai 8,6% karena resisten terhadap perubahan. Karena inovasi teknologi pula, Pos Indonesia kini hanya bisa mempertahankan 40% usahanya sejak ada email dan sms”, ujar Andi Kartika yang juga alumni FE-UB. [nok]

Kunjungan Prof Aizawa
25 Agustus 2008
Universitas Brawijaya kembali menerima kunjungan tamu dari Jepang, Prof Tatsuhiko Aizawa. Dalam kunjungan selama sepekan (25/8-30/8) ini, Prof Aizawa disertai Mr Yoshio Hara dari AsiaSEED. Secara khusus, Prof Aizawa akan memberikan kuliah tamu di Fakultas Teknik dan Fakultas MIPA.
Kedua tamu mengawali dengan bertemu Rektor UB di gedung Rektorat, Senin (25/8), dan dilanjutkan kuliah dengan topik "Solid-state Synthesis of High Performance Materials", khusus bagi tamu dari LAPAN dan PT Inka serta para dosen FT dan Fisika FMIPA, di Ruang Kapita Selecta FT UB, dipandu oleh Ir Tjuk Oerbandono MSc dari FT-UB.
Berikutnya, Selasa (26/8), kuliah tamu bagi dosen dan mahasiswa Teknik dengan judul “Theory and Applications of Electrical Composites" (bagian pertama), di Ruang Kapita Selecta FT UB, juga dipandu oleh Ir Tjuk Oerbandono MSc.
Esok harinya, Rabu (27/8), di tempat dan pemandu yang sama, dilanjutkan kuliah "Theory and applications of electrical composites” (bagian kedua).
Selama dua hari berikutnya, Kamis (28/8) dan Jumat (29/8), Prof Aizawa memberikan kuliah tamu bagi dosen dan mahasiswa Fisika FMIPA dengan judul "New Carbon Technology Toward Green Manufacturing", di Ruang Fisika I FMIPA-UB, dipandu oleh Dr DJ Djoko HS.
Dan terakhir, Sabtu (30/8), Prof Aizawa dijadwalkan menghadiri diskusi riset Dr DJ Djoko HS dengan anggota kelompok riset di Ruang Sidang Fisika, FMIPA-UB. [Far]
---
Foto: Dekan FMIPA Ir Adam Wiryawan MS bersama Prof Aizawa dan Mr Yoshio Hara dalam pertemuan di Gedung Rektorat Lantai VII, 25 Agustus 2008.

Prof Soekartawi dan Presiden Horta Diskusi Pertanian Timor Leste
25 Agustus 2008
Dalam kesempatan berkunjung ke Timor Leste bulan Agustus 2008 ini, Prof Dr Soekartawi, guru besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, berkesempatan berdiskusi dengan Presiden Timor Leste Ramos Horta. Diskusi itu mengenai soal perekonomian, khususnya peran sektor pertanian di Timor Leste. Kini Soekartawi sibuk menyiapkan penulisan buku barunya dengan judul Policy and Strategic Framework of Agricultural Development in Timor Leste (Kerangka Kebijakan dan Strategi Pembangunan Pertanian di Timor Leste). Ini bukan yang pertama kali bagi Soekartawi menulis buku-buku pertanian. Bahkan selama sembilan tahun bertugas menjabat di SEAMEO (South East Asian Ministers of Education Organization) iapun sempat menulis buku-buku karya ilmiah.
"Lha, kalau dosen tidak suka menulis terus bagaimana?" celetuknya. Beberapa buku atau monograf, baik berbahasa Indonesia maupun Inggris, dan karya-karya Soekartawi dapat dilihat di http://www.prof-soekartawi.net. Untuk menyiapkan buku tersebut Soekartawi kini harus mondar-mandir ke Dili, Timor Leste.
Mengapa Timor Leste? Pembangunan pertanian di Timor Leste itu unik, bila dilihat dari perkembangan teori pembangunan pertanian yang selama ini dianut banyak akademisi. Lazimnya, demikian Soekartawi, jenjang pembangunan sering mengikuti urutan: pembangunan sektor pertanian -- pembangunan sektor industri yang diawali industri pertanian -- pembangunan sektor jasa -- pembangunan sektor informasi dan komunikasi. Penjenjangan ini tidak mutlak terpisah satu sama lain, namun saling melengkapi. Hanya penekanannya yang berbeda. Tetapi tidak demikian di Timor Leste.
Untuk kepentingan penulisan buku barunya itu, maka Soekartawi bukan saja mengumpulkan data dari informasi tertulis yang tersedia, tetapi juga mewawancarai para pemimpin negara tetangga itu. Hal ini dilakukan karena data yang ada sering kurang konsisten antara satu lembaga dengan lembaga lainnya.
Untuk memperkaya kualitas tulisannya, dua makalah tentang petanian Timor Leste akan dipresentasikan dalam sebuah  konferensi internasional di Manila, 28-31 Agustus 2008 nanti. Kedua makalah itu berjudul Problems and Prospects of Rice Sufficiency in Timor Leste (ditulis bersama Sesjen Departemen Pertanian dan Perikanan Timor Leste, LA Fontes MRurSc) dan A Policy Instrument Model for Assessing Trade Protection for Achieving Better Rice Production in Timor Leste, yang disiapkan bersama Adelino P Do Rego MEc, Direktur Agribisnis.
Soekartawi menambahkan, tidak sulit mengumpulkan data untuk penulisan bukunya, karena banyak dibantu oleh pejabat-pejabat pertanian Timor Leste yang notabene lulusan perguruan tinggi di Malang, seperti UB, UniversitasTribuwana, dan lain-lain. [skw]
---
Foto: Prof Soekartawi dan Presiden Timor Leste, HE Ramos Horta dalam suatu kesempatan di Dili baru-baru ini.

Disertasi Luqman Hakim Kupas Tukang Santet
23 Agustus 2008
Disertasi berjudul "Kekerasan terhadap Tukang Sihir dan/atau Tukang Santet di Banyuwangi", telah membawa Drs H Luqman Hakim MSc (52 tahun) meraih gelar doktor dalam bidang ilmu Sosiologi.
Hasil penelitian disertasi Luqman, paling tidak memberikan gambaran tentang praktik sihir dan atau santet; gambaran tindak kekerasan; konstruksi sosial tukang sihir dan atau tukang santet; serta proses-proses sosiologis kekerasan.
Dari fenomena yang terjadi dapat diambil kesimpulan, tindak kekerasan merupakan modal bagi pelaku untuk menunjukkan siapa yang lebih berkuasa atau merebut posisi dominan (distingsi sosial) di dalam arena. Kekerasan merupakan modal simbolik yang dipertaruhkan oleh pelaku karena mereka tidak mempunyai modal selain kekerasan itu. Tindak kekerasan ini terjadi secara berulang-ulang, karena mendapat pembenaran berdasarkan kepercayaan terhadap fungsi magi yang telah tersosialisasi menjadi doxa.
Selain itu, spiral kekerasan terhadap tukang sihir/santet adalah representasi dari konflik lokal. Wacana kekerasan melekat pada kepercayaan terhadap magi dan terpelihara dengan baik dalam seni dan kebudayaan, adat-istiadat, perilaku keagamaan, perilaku politik dan dinamika kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, tindak kekerasan bisa tumbuh dan berkembang pada domain privat, dan bisa pula pada domain publik. Dalam prosesnya, konflik bisa terbatas pada lembaga keluarga (kinship), tetapi juga bisa melibatkan pemerintah, lembaga keagamaan, partai politik, bahkan dunia internasional.
Peristiwa kekerasan pada tahun 1998, menurut Luqman, adalah transformasi dari pengusiran yang menjadi model kekerasan tahun 1980-an, sumpah pocong pada tahun 1970-an, dan sewa tukang sihir/santet tandingan yang sudah sering terjadi sejak masa-masa sebelumnya.
Data yang terungkap menunjukkan, para korban kekerasan atau orang yang distigmatisasi sebagai tukang sihir/santet adalah orang yang sebelumnya mereka hargai keberadaannya dengan sebutan terhormat, seperti "orang tua", atau "orang pinter". Dengan demikian, para korban diterima atau dimusuhi oleh masyarakat karena alasan yang sama, yaitu menyimpan sesuatu yang tak dapat mereka cerna (left unsaid). Di Banyuwangi, kesadaran kolektif untuk untuk mengenyahkan tukang sihir/santet lahir dari wacana bahwa sihir/santet identik dengan kekerasan. Sakit berkepanjangan, rezeki seret, gagal cinta, gagal dalam pemilihan lurah, dan keadaan buruk lain dipercaya sebagai kekerasan oleh tukang sihir/santet. Ini ketidakadilan yang sulit dielakkan oleh masyarakat, sehingga mereka layak dibunuh. Dengan demikian, tindak kekerasan terhadap orang yang dicurigai sebagai tukang sihir/santet dimaknai sebagai sebuah kebajikan, yaitu upaya untuk menyelamatkan masyarakat dari tindak kekerasan oleh tukang sihir/santet.
Disimpulkan pula, tindak kekerasan terhadap tukang sihir/santet di Banyuwangi mempunyai kesamaan dan perbedaan dengan tindak kekerasan lain. Misalnya, tindak kekerasan terhadap anggota atau simpatisan PKI oleh kalangan santri pada tahun 1965, atau tindak kekerasan oleh kelompok etnis Melayu terhadap kelompok etnis Madura di Sambas dan Sampit beberapa tahun berselang. Semua tindak kekerasan ini berlatar belakang perebutan sumberdaya ekonomi. Meskipun demikian, masing-masing tindak kekerasan tersebut berbeda dalam struktur mobilisasi dan pencitraan budayanya. Menurut Luqman, ada sistematika terhadap munculnya tindak kekerasan. Pertama, potensi merebak bersamaan dengan terjadinya krisis ekonomi. Kedua, ada peluang atau kesempatan politik yang memungkinkan masyarakat untuk main hakim sendiri.
Implikasi
Tindak kekerasan tahun 1998 tidak hanya di Banyuwangi, tetapi juga sering terjadi di Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, dan Jawa Barat. Tindak kekerasan ini menimbulkan implikasi teoritis maupun praktis. Teoritis, tindak kekerasan dapat menjadi modal bagi kalangan papa untuk memenangi persaingan memperebutkan akses terhadap sumber daya maupun posisi sosial. Sedangkan praktis, diharapkan hasil penelitian di Banyuwangi ini dapat memeberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai potensi kekerasan yang melekat dalam kebudayaan tradisional, seklaigus mendorong pemerintah daerah untuk melakukan strategi kebudayaan untuk mencegah tradisi kekerasan dalam masyarakat.
Ujian terbuka untuk memperoleh derajat doktor itu digelar Sabtu (23/8), di Ruang Seminar Lantai V Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Bertindak selaku promotor Prof Dr Sunyoto Usman, dan kopromotor Prof Dr J Nasikun serta Dr PM Laksono. Sidang ujian dipimpin oleh Dekan, Prof Dr Mochtar Mas'oed MA.
Dr Luqman Hakim MSc, pria kelahiran Ponorogo, 1/8/1956, sarjana sosial politik UGM, dan master dari School of Oriental and African Studies University of London (1993) adalah dosen pada Jurusan Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya (FIA-UB) sejak 1987, dan kini lektor golongan III/d. Beristerikan Dra Siti Mutiah Setyowati, seorang dosen pada UGM Yogyakarta, Dr Luqman Hakim dikaruniai 3 orang anak. [Far]

Rektor Resmi Menutup PK2 Maba 2008
23 Agustus 2008
Rangkaian acara Pengenalan Kehidupan Kampus  (PK2) Mahasiswa Baru 2008 Universitas Brawijaya resmi ditutup, Sabtu (23/8), dengan sebuah upacara yang berlangsung di lapangan depan Gedung Rektorat. Acara dipimpin oleh Rektor Prof Dr Yogi Sugito, dan dihadiri segenap pejabat fakultas, perwakilan EM UB, DPM UB, BEM Fakultas, dan seluruh mahasiswa baru angkatan 2008.
Pembantu Rektor III, Ir HRB Ainurrasjid MS, menyatakan PK2 telah berjalan lancar sesuai dengan jadwal, selama 4 hari berturut-turut mulai tanggal 20 sampai 23 Agustus. Ini berdasarkan laporan Panitia Pengawas baik di tingkat universitas maupun fakultas. Namun demikian, menurut Ainurrasjid, pada masa-masa yang akan datang harus ditingkatkan lagi kualitasnya, terutama dalam hal disiplin waktu. Tidak dipungkiri pula dalam pelaksanaan PK2 Maba tahun ini juga timbul gesekan-gesekan antar fakultas, namun masih dalam batas-batas kewajaran, dan bisa diselesaikan secara damai. Secara keseluruhan, jumlah maba yang berpartisipasi dalam PK2 berjumlah 6.150 orang atau 83,11%. Sedangkan jumlah mahasiswa yang jatuh sakit selama mengikuti PK2 berjumlah 595 orang atau 9,63% dari total mahasiswa yang terdaftar. Umumnya mereka mengalami sakit seperti pusing-pusing, atau karena menstruasi bagi maba perempuan. "Tidak ada yang sakit karena tindakan panitia atau sebagai efek dari pelaksanaan PK2. Semuanya bisa diatasi oleh Seksi Kesehatan", tegas Ainurrasjid.
Sementara itu Rector Prof Yogi Sugito menyampaikan selamat kepada mahasiswa baru yang telah lengkap mengikuti rangkaian PK2. Dengan menyelesaikan PK2, maka maba 2008 semakin lengkap diterima oleh sivitas akademika UB.
Acara penutupan sendiri ditandai dengan pemakaian jas almamater oleh Rektor kepada perwakilan dari mahasiswa baru baik putra dan putri. Pelepasan puluhan burung merpati oleh perwakilan dari EM, DPM, dan BEM Fakultas mengiringi prosesi tersebut. [fjr]

Kunjungan STIE Muhammadiyah Mamuju
23 Agustus 2008
Universitas Brawijaya menerima kunjungan rombongan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (23/8). Kunjungan studi banding ini diikuti oleh 54 mahasiswa dari Jurusan Manajemen dan Jurusan Studi Ekonomi Pembangunan. Mereka rata-rata mahasiswa semester 7.
Acara penyambutan yang dilaksanakan di gedung Rektorat berlangsung dalam suasana santai. Ketua rombongan dari STIEM Mamuju, Drs Silmi Abu banyak memberikan pertanyaan seputar fakultas-fakultas yang ada di UB baik untuk strata 1 maupun pascasarjana. Ia juga bertanya tentang pengelolaan lembaga-lembaga yang dimiliki oleh UB. Sedangkan perwakilan dari mahasiswa mengajukan pertanyaan mengenai pengelolaan unit kegiatan mahasiswa dan juga ragam ekstrakurikuler di UB. Menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, telah siap staf ahli Pembantu Rektor III yang terdiri dari Dr Abdul Hakim MSi, Taufik BT ST MT, dan Dr Ir Arief Prajitno MS, dibantu oleh beberapa wakil Eksekutif Mahasiswa UB.
Abdul Hakim panjang lebar menjelaskan status UB sekarang, menjelang BHMN, yang sudah mulai bekerja secara mandiri baik dalam hal operasional maupun pendanaan. “Kita memang PTN. Tapi dalam hal pembangunan gedung dan segala macam, fakultas harus mandiri”, ujarnya kepada hadirin. Sedangkan Nana A Azis, Presiden Eksekutif Mahasiswa UB menjelaskan kepada mahasiswa STIEM Mamuju bahwa pelaksanaan organisasi di UB telah berjalan rapi dan proses pemilihan presiden juga telah dilaksanakan secara langsung.
Salah seorang mahasiswa STIEM Mamuju, Andi Erlan Hatta kepada PRASETYA Online mengungkapkan, perbedaan pengelolaan di UB dengan di kampusnya adalah pada kondisi penataannya. “Kalau di sini sudah pengelolaan dan manajemennya sudah tampak rapi, sedangkan di tempat kami belum. Ini yang kami cari sehingga nanti sepulang studi banding kami bisa menerapkannya di tempat kami”, ucapnya.
STIEM Mamuju rutin mengadakan studi banding setiap tahun yang diikuti oleh mahasiswanya. Hanya saja pada tahun ini lebih istimewa, karena untuk pertama kalinya studi banding dilaksanakan di kampus Pulau Jawa setelah pada tahun-tahun sebelumnya hanya mengunjungi universitas-universitas yang ada di Sulawesi atau Kalimantan. Sebelum di UB, rombongan mahasiswa dari propinsi ke-33 Indonesia ini telah mengunjungi STT Telkom Surabaya dan Universitas Muhammadiyah Malang, juga dalam rangka studi banding. [fjr]

Ordik Mahasiswa Program Pascasarjana
22 Agustus 2008
Menjelang proses belajar mengajar (PBM) yang akan dimulai Senin (25/8), Program Pascasarjana Universitas Brawijaya (PPS-UB) menyelenggarakan Orientasi Pendidikan (Ordik). Kegiatan diselenggarakan dalam sehari, Jumat (22/8), di gedung Sasana Samanta Krida, diikuti 1200 mahasiswa PPS dari seluruh fakultas di UB.
Sekretaris PPS-UB, Ir Ludfi Djakfar MSCE PhD mengatakan, melalui kegiatan ini mahasiswa diberikan orientasi tentang sistem pendidikan yang akan mereka jalani sebagai mahasiswa Program Pascasarjana.
Lebih lanjut doktor lulusan Louisiana Tech University ini menjelaskan, melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai mahasiswa PPS terkait tata laksana pengelolaan PPS di UB di samping sebagai upaya penyamaan persepsi tentang sistem pendidikannya. “Karena tidak sempat atau tidak membaca buku panduan, banyak mahasiswa yang tidak tahu hak dan kewajibannya, di antaranya masalah terminal di samping berbagai informasi penting lain seperti perpustakaan, layanan teknologi informasi serta beasiswa”, terang Ludfi yang juga dosen Teknik Sipil UB.
Hadir memberikan arahan dalam kegiatan ini antara lain Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, dan Direktur PPS-UB, Prof Dr dr Djanggan Sargowo SpPD SpJP(K).
Menurut Ludfi, pihaknya sengaja membedakan model Ordik mahasiswa PPS ini dengan mahasiswa program sarjana dengan mengasumsikan bahwa mereka adalah manusia dewasa dengan model treatment dan pola pendidikan yang berbeda dengan S1.
Mengenai perbedaan ini, ditandaskan, “Model pendidikan PPS lebih ke arah pengembangan profesionalisme, sedangkan program sarjana masih terdapat orientasi mendidik. Ke depan, pengembangan sebuah universitas melalui riset ada di PPS dengan memberdayakan mahasiswanya”. [nok]

Kreativitas Mesin Brawijaya
22 Agustus 2008
Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB), setiap tahun menyelenggarakan kegiatan Kreativitas Mesin Brawijaya (KMB). Kompetisi Roket Air Indonesia (KRAI) 2008 adalah salah satu acaranya. Acara ini akan digelar di lapangan depan Rektorat UB, Rabu (27/8), diikuti oleh 25 kontestan hasil seleksi panitia. Lomba yang akan digelar adalah peluncuran horizontal dan peluncuran vertikal oleh masing-masing kontestan. Masing-masing kontestan akan dinilai penampilannya oleh lima orang juri yang berasal dari BPPT, LAPAN, dan dari UB sendiri.
Rencananya, Menteri Pendidikan Nasional Prof Dr Bambang Sudibyo beserta Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Dr dr Fasli Jalal akan hadir untuk membuka secara resmi acara yang telah diangkat ke level nasional tersebut.
Sehari sebelum KRAI, juga akan diselenggarakan seminar nasional bertajuk “Hybrid Technology for Smart Business” di gedung Widyaloka UB. Selanjutnya, akan dirangkai dengan acara Automotive Day, Ahad (31/8), antara lain dalam bentuk pelayanan servis gratis untuk kendaraan  bermotor. [fjr]

Dosen UB Ikuti World Congress Herpetology 6th di Brasil
22 Agustus 2008
Nia Kurniawan SSi dosen Biologi, Fakultas Matermatika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA-UB) menghadiri World Congress Herpetology 6th di Manaus, Amazon, Brasil, 17-22 Agustus 2008.
Herpetologi adalah bagian dari ilmu biologi yang khusus mempelajari hewan-hewan melata, seperti reptilia dan amfibia. Manaus adalah sebuah kota di Brasil yang terletak di hulu sungai Amazon, yang terkenal dengan hewan-hewan liarnya seperti ikan piranha, buaya alligator dan ular anakonda.
Di sana, Nia Kurniawan membawakan makalah hasil risetnya tentang katak, berjudul "Genetic divergences and phylogenetic relationship in Fejervarya cancrivora from Indonesia and other Asian countries inferred from morphological measurement, crossing experiments, allozyme and molecular analyses".
Pada seminar ini Nia Kurniawan terpilih sebagai salah satu moderator pada sesi Genetics, dan dia juga satu-satunya pembicara dari Indonesia.
Saat ini Nia Kurniawan sedang menempuh program doktor di Hiroshima University, Jepang di bawah bimbingan Prof Masayuki Sumida. Prof Masayuki Sumida di Jepang dikenal sebagai peneliti Katak Transparan. [nk]
---
Foto: Nia Kurniawan (kiri) bersama Prof Masayuki Sumida

Dekan FH-UB ke Belanda
21 Agustus 2008
Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH-UB), Herman Suryokumoro SH MS, dalam waktu dekat akan berkunjung ke Negeri Belanda. Kunjungan ini adalah bersama dengan rombongan para dekan fakultas hukum perguruan tinggi negeri se-Indonesia.
Para dekan fakultas hukum yang tergabung dalam Badan Kerjasama Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia (BKS Dekan FH PTN) akan berada di Belanda selama sepekan, 23-29 Agustus 2008, memenuhi undangan dari van Vollenhoven Institute, Leiden University, untuk menghadiri acara "Indonesian Week".
Selain itu, selama di Belanda akan diselenggarakan pula kegiatan benchmarking ke beberapa fakultas hukum di Belanda, di antaranya Groningen University, dan Erasmus University.
Herman Suryokumoro SH MS mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menjalin kerja sama antar fakultas hukum di kedua negara, dalam rangka menghidupkan kembali tradisi "civil law" yang beberapa tahun belakangan ini terabaikan. [fh]

Kunjungan Paskibraka Kabupaten Barru
21 Agustus 2008
Rombongan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Kamis (21/8) siang, berkunjung ke Universitas Brawijaya. Kedatangan 66 orang anggota Paskibra beserta pendampingnya itu disambut oleh Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ir HRB Ainurrasjid MS bersama para pembantu dekan III dari beberapa fakultas, serta perwakilan dari unit kegiatan mahasiswa di gedung Rektorat.
Menurut ketua rombongan, Nasarudin, Paskibraka yang ikut serta di dalam kunjungan terdiri dari 34 putra dan 42 putri siswa siswi kelas 1 dari 9 SMA di seluruh Kabupaten Barru. Mereka diseleksi secara ketat dan digembleng selama 20 hari untuk melaksanakan tugas mengibarkan bendera pada upacara 17 Agustus 2008 di Barru. Setelah menunaikan tugasnya, mereka mendapatkan hadiah berupa tour gratis ke Jawa sekaligus study tour ke kampus-kampus ternama. Sebelum mengunjungi kampus UB, mereka juga berwisata di Kota Batu. Nasarudin berharap agar kelak siswa-siswi yang tergabung dalam Paskibra tersebut akan semakin termotivasi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi pascakunjungan ini.
Kepada rombongan Paskibraka Barru, Ainurrasjid menyampaikan seluk beluk UB termasuk fakultas-fakultas yang ada, kegiatan kemahasiswaan, dan juga prestasi-prestasi yang telah dicapai oleh UB sampai saat ini. Dengan menyampaikan detail UB, Ia sekaligus berharap akan memberi semangat kepada anggota Paskibraka untuk mau melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Ainurrasjid juga menjelaskan bahwa UB memberikan banyak beasiswa bagi mahasiswa-mahasiswa berprestasi. Jadi apabila anggota Paskibra mampu melanjutkan prestasinya seperti yang ditunjukkan saat ini, mereka tidak perlu khawatir dengan biaya mahal. [fjr]

FE-UB: Kuliah Umum Kemandirian Ekonomi Nasional
21 Agustus 2008
Menandai dimulainya masa perkuliahan semester gasal 2008/2009, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB) mengadakan kuliah umum bagi seluruh jenjang pendidikan. Acara digelar di Sasana Samanta Krida, hari Senin depan (25/8), dengan audiens segenap dosen dan mahasiswa baru S1, S2 dan S3.
Diundang sebagai pembicara dalam acara ini Dr M Fadhil Hasan, ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Jakarta, membawakan topik "(Re) Konstruksi Kemandirian Ekonomi Nasional".
Dr M Fadhil Hasan adalah satu dari 9 commisioner Indef, doktor lulusan dari Department of Agricultural Economics, University of Kentucky, Lexington, KY, USA, dengan keahlian di bidang Perdagangan Internasional, Pemasaran, Kebijakan Pertanian, dan Perbankan.
Selain Fadhil Hasan, juga ditampilkan pembicara R Andi K Utomo, chairman dari MarkTrend Global Consulting Jakarta. Pada kesempatan itu, alumni FE-UB ini membawakan judul "Change Management". Selain bergerak di bidang consulting, R Andi K Utomo yang pernah menjadi General Manager, IT Division, Mobile Communication Team, PT Samsung Electronics Indonesia ini juga menjadi pengamat pemasaran. Demikian informasi yang diperoleh dari Pembantu Dekan Bidang Akademik FE-UB Dr Gugus Irianto SE MSA Akt. [Far]

FIA-UB: Diskusi Pakar Pembangunan Aparatur Negara
21 Agustus 2008
Diskusi pakar background study Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010-2015 bidang Pembangunan Aparatur Negara, Kamis (21/8) digelar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB).
Acara ini merupakan kerja sama FIA-UB dengan Direktorat Aparatur Negara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
"Diskusi ini diharapkan mampu menyempurnakan draft kajian background study rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) tahun 2010-2015", tutur Dekan FIA-UB Prof Dr Suhadak MEc. Kegiatan yang menghadirkan puluhan pakar dalam bidang aparatur negara ini sangat penting, karena pemerintah ingin lebih melibatkan masyarakat dalam penyusunan rencana pembangunan nasional. Ini semua dengan harapan, agar proses reformasi di semua sendi pemerintahan berjalan dengan baik.
"Para pakar dalam kesempatan ini membahas bagaimana menciptakan manajemen pemerintahan yang efektif dan efisien", ujar Suhadak.
Ketua pelaksana diskusi, Dr Hamidah Nayati Utami SSos MSi, menambahkan, diskusi juga membahas isu-isu strategis dan arah kebijakan aparatur negara dalam lima tahun ke depan.
Sebagai pembicara dalam diskusi dari kalangan FIA-UB antara lain guru besar kebijakan publik Prof Solichin Abdul Wahab MA PhD dan Dr Bambang Supriyono MS, sedangkan dari Bappenas Drs Bustang MSi dan Agus Sudrajat SSos MA.
Sesuai kondisi masyarakat
Pada gilirannya, Dr Bambang Supriyono mengatakan, isu-isu di dalam draft yang telah dibuat perlu direstrukturisasi, yakni tentang penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan layanan publik, yang memerlukan dukungan aparatur negara yang profesional, bersih, dan berwibawa. Aparatur negara, menurutnya memiliki tugas pokok dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan, layanan publik, dan motor penggerak pembangunan. Layanan publik juga menghadapi kompleksitas persoalan karena di satu pihak menyangkut standarisasi pelayanan, sedangkan di pihak lain harus sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
Sementara itu Prof Solichin Abdul Wahab mengatakan, titik penting yang harus menjadi perhatian dalam pengelolaan aparatur negara terdiri dari beberapa kondisi. Pertama, penentuan aparatur negara harus sesuai dan cocok dengan ideologi birokrasi yang dipakai. Ia menyebutkan bahwa titik penting lainnya adalah melakukan penguatan struktur birokrasi di daerah-daerah sehingga nilai-nilai good governance tidak hanya diupayakan di pusat, tetapi juga merata di setiap daerah. Kondisi tersebut akan lebih mudah di dalam pelaksanaan nilai-nilai kooperatif. Selanjutnya, yang tidak kalah penting adalah bagaimana mengoptimalkan fungsi kerja pengawas aparatur negara. Optimalnya kerja tenaga pengawas akan memberikan ketertiban kepada kerja dari aparatur. Lebih lanjut Solichin mengatakan bahwa dalam pengoptimalan fungsi aparatur negara, pusat hanya memberikan koridor-koridor kerja sedangkan pelaksanaannya butuh kesadaran dari tingkat bawah untuk melakukan eksekusi kerja tanpa melupakan nilai-nilai dialogis dan deliberatif. [Far/fjr]

Focus Group Discussion Ketahanan dan Swasembada Pangan
21 Agustus 2008
Kebijakan ketahanan pangan di Indonesia perlu mendapatkan perhatian serius. Bukan saja karena pertumbuhan penduduk yang belum bisa diimbangi dengan persediaan pangan yang cukup, tetapi juga disebabkan karena fungsi kelembagaan ketahanan pangan yang belum optimal. Apabila dibiarkan terus menerus, maka sistem ketahanan pangan yang terdiri dari subsistem ketersediaan, distribusi, dan konsumsi akan mengalami gangguan.
Hal ini mengemuka dalam acara Focus Group Discussion bertajuk “Kebijakan dan Peta Perjalanan (Road Map) Pembangunan Pertanian dalam Kerangka Ketahanan dan Swasembada Pangan”. Acara yang merupakan kerjasama Universitas Brawijaya dengan Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) ini berlangsung di Guest House UB, Kamis (21/8), dibuka oleh Pembantu Rektor I Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Bambang Suharto MS.
Dengan Tim Ketahanan Pangan Universitas Brawijaya sebagai pembicara, diskusi dihadiri pula oleh perwakilan Kantor Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan partisipan dari instansi pemerintah terkait di Jawa Timur.
Dr Ir Dedi M Masykur Riyadi, Staf Ahli Menteri Negara PPN Bidang Revitalisasi Perdesaan, Pertanian, dan Agroindustri selaku moderator mengatakan, tujuan diskusi ini adalah untuk menjaring aspirasi, mengkaji, dan menyamakan pemahaman stakeholders tentang kebijakan-kebijakan ketahanan pangan dan pertanian pada umumnya. “Selain itu juga untuk merumuskan dasar dan arah kebijakan pembangunan pertanian dalam kerangka ketahanan pangan, utamanya dalam hal kemandirian pangan pokok”, tegasnya. “Dari diskusi yang ada, kami harapkan muncul kerangka kebijakan dan peta perjalanan ketahanan dan swasembada pangan khususnya yang terkait dengan pembangunan pertanian”, lanjutnya.
Tantangan Pengendalian Konsumsi
Prof Dr Ir Harijono MAppSc, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UB yang menjadi salah satu pemateri, mengungkapkan, saat ini Indonesia masih memakai grand scenario paradigma produksi dalam hal swasembada dan ketahanan pangan. Seolah-olah dengan peningkatan produksi komoditas pangan masalah ketersediaan pangan otomatis teratasi. Padahal ketersediaan merupakan fungsi produksi dan konsumsi. Menurutnya, selama ini titik berat kebijakan dan program lebih ke aspek produksi, sedangkan aspek konsumsi masih kurang mendapat perhatian. Hal ini dapat dilihat dari belum adanya program yang terarah dan berkesinambungan, misalnya dalam mencapai PPH (Pola Pangan Harapan) yang merupakan cerminan diversifikasi konsumsi pangan pada tingkat daerah.
Lebih jauh diungkapkan, pada saat ini PPH di Indonesia sudah mendekati ideal, sudah mencapai nilai 82%. Namun permasalahannya tidak selesai sampai di situ. “Nilai-nilai yang tampak di daerah-daerah tidak bisa menjadi acuan, karena sasaran kebijakan ketahanan pangan yang sebenarnya bukan di daerah, melainkan pada tingkat rumah tangga”, tuturnya. Ia juga mengungkapkan, untuk terus mendongkrak nilai PPH harus ada pola peningkatan diversifikasi pangan yang terus-menerus diupayakan. “Konsumsi beras orang Jepang pada tahun 70-an sama dengan orang Indonesia. Tapi karena ada upaya diversifikasi pangan, jumlahnya semakin menurun. Artinya, perubahan pola pangan masyarakat pada dasarnya bisa diubah”, katanya.
Kelembagaan Pertanian
Salah satu aspek penting yang juga mempengaruhi dalam kinerja peningkatan ketahanan pangan di Indonesia adalah optimalnya kerja lembaga-lembaga terkait. “Padahal saat ini lembaga-lembaga pertanian yang menangani ketahanan pangan wewenangnya demikian kecil”, ujar Harijono. Lebih detail Ia mengkritisi fungsi koordinasi antar lembaga tidak berjalan dengan baik. “Jangankan koordinasi antar lembaga, koordinasi internal saja masih sulit”, ungkapnya.
Kondisi itu menyebabkan penanganan ketahanan pangan kurang optimal. “Salah satu jalan adalah dengan mengusulkan masalah ketahanan pangan ke dalam UUD. Kalau UU atau PP saja tidak cukup, karena hanya bertahan selama satu periode pemerintahan”, katanya. [fjr]

LSIH-UB: Kursus Singkat RAPD dan CLSM
21 Agustus 2008
Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya (LSIH-UB) selama tiga hari berturut-turut mengadakan dua macam kursus singkat dengan aplikasi khusus bagi tanaman. Yang pertama, kursus Analisis Variabilitas Tanaman Menggunakan Polymorphic Chain Reaction (PCR), dilaksanakan Selasa (19/8) hingga Rabu (20/8). Sedangkan kursus berikutnya, Aplikasi Confocal Laser Scanning Microscope (CLSM) pada Tanaman, diadakan Kamis (21/8).
Direktur Dra Fatchiyah MKes PhD mengatakan, LSIH-UB memiliki fasilitas dan peralatan baru yang canggih untuk menunjang analisis dalam bidang biologi molekuler. Seperti CLSM untuk analisis variabilitas genetik tanaman, ataupun untuk teknik RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) melalui proses amplifikasi DNA dengan cara PCR. Teknik ini dapat digunakan untuk mengetahui dan mendapatkan sejumlah gen tertentu, seperti gen pengatur ketahanan terhadap hama, penyakit, dan pencemaran lingkungan, atau gen untuk modifikasi kualitas produk tanaman dalam analisis variabilitas genetik tanaman.
Informasi tentang variabilitas genetik sangat mempengaruhi keberhasilan proses seleksi dalam usaha pemuliaan tanaman, karena merupakan dasar pengembangan suatu tanaman menjadi varietas unggul. Ketersediaan varietas unggul yang sesuai dengan kebutuhan konsumen menjadi syarat yang harus dipenuhi dalam industrialiasi pertanian.
Pada kesempatan itu Fatchiyah mengajak para peneliti dan dosen di bidang pertanian serta biologi tanaman untuk memanfaatkan kursus ini. Diharapkan melalui kursus ini dapat dilakukan transfer ilmu dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk meningkatkan kualitas varietas tanaman Indonesia.
Seleksi
Melalui seleksi yang diadakan LSIH-UB terhadap sejumlah pendaftar, akhirnya terpilih enam orang yang memenuhi syarat sebagai peserta. Mereka itu adalah Dr Ir Lita Soetopo (FP-UB), Elly Purwanti (UMM), Evika Sandi Savitri MP (Unisma), serta Novia Sriwahyuningsih SP, Ahmad Muhtarom SP, dan Idaweni dari Kediri. Materi kursus meliputi: Variabilitas Genetik Tanaman (oleh Prof Dr Ir Nur Basuki), Metode PCR (oleh Dra Fatchiyah MKes PhD), dan  Metode Analisis Polimorfism dengan RAPD (oleh Dr Ir Estri Laras Arumingtyas MSc).
Pihak penyelenggara mengaku, peserta kursus sangat antusias mengikuti perkuliahan dan praktikum dari awal sampai akhir, walaupun sampai malam. Secara mandiri mereka melakukan analisis RAPD. Umumnya mereka baru pertama kali melakukan praktikum seperti ini, sehingga pertanyaan peserta mengalir dan diskusi berlangsung terus selama kuliah maupun praktikum, terutama tentang pengaplikasian analisis RAPD pada tanaman. "Peserta juga rata-rata memberi penilaian baik dan puas akan penyelenggaraan kursus ini", kata Lina dari Sekretariat LSIH-UB.
Laser Scanning
Sementara itu, untuk Kursus Aplikasi Confocal Laser Scanning Microscope (CLSM) pada Tanaman, terseleksi 5 orang peserta, yaitu Dr Ir Lita Soetopo dan Gati Windiastika (FP-UB), Dias Idha P (FMIPA-UB), Frida Alifia (FPIK-UB), dan M Thamrin Hidayat dari Unair. Materi kursus ini meliputi: Prinsip Dasar CLSM (oleh Dr Sri Widyarti MSi), dan Aplikasi CLSM: Analisa Kromosom (oleh Dra Fatchiyah MKes PhD).
Peserta juga sangat antusias mengikuti kuliah dan praktikum. Bahkan mereka membawa sendiri sampel untuk dianalisis dengan CLSM. Sampel itu berupa tanaman sehat maupun sakit atau terinfeksi, di antaranya sampel tanaman anggrek, yeast, biji kacang kedelai, dan lain-lain.
CLSM adalah mikroskop modern yang memungkinkan pengamatan sampai pada tingkatan tertentu yang diinginkan pada sampel berukuran tebal. Preparasi sampel untuk CLSM tidak membutuhkan waktu lama dan hanya sedikit atau tanpa mengubah struktur bahan yang diamati. CLSM dapat digunakan untuk membantu pemahaman dalam proses pembentukan dan organisasi sel sampai tahap mikrostruktur. Pemahaman tersebut bermanfaat untuk mengetahui fungsi struktur tanaman normal maupun sel tanaman yang mendapat perlakuan. [lin]

Brawijaya Economic Choir: Konser Drama Musikal
20 Agustus 2008
Brawijaya Economic Choir (BEC) dengan 32 orang anggotanya mengadakan konser drama musikal, Selasa (19/8), di Widyaloka Universitas Brawijaya. Mengangkat tema “Be Easy Love Will Find You”, drama musikal ini mengisahkan cerita cinta antara seorang putri yang dikhianati hingga bertemu dengan pangeran tampan yang baik hati, berhasil menghibur para tamu dan undangan.
Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB) Prof Dr Bambang Subroto SE MM Ak, dihadiri lebih dari 250 undangan, terdiri dari para mahasiswa, alumni, UKM Paduan Suara Mahasiswa UB, termasuk undangan dari luar UB.
Lagu-lagu bertemakan cinta dilantunkan seiring dengan jalannya drama, antara lain "Pipi Sujenan", "Luka Dusta", dan "My Bonny Lass She Smileth".
Pementasan ini sekaligus merupakan pre-competition, sarana untuk melatih mental, di samping sebagai upaya menggalang dana, mengingat BEC akan mengikuti kompetisi paduan suara tingkat internasional, 24-31 Agustus 2008, yakni Festival Paduan Suara XXI Institut Teknologi Bandung. Oleh karena itu, Surya Abidien, Ketua BEC, dalam kesempatan itu memohon doa restu untuk keberhasilan BEC dalam festival. Rencananya BEC akan bertolak hari Minggu, 24 Agustus 2008. [ris]
http://www.fe.unibraw.ac.id/?id=236

UB Resmi Terima 8627 Mahasiswa Baru
20 Agustus 2008
Rektor Universitas Brawijaya menerima secara resmi 8627 mahasiswa baru tahun akademik 2008/2009. Dalam upacara bendera yang berlangsung di lapangan depan Rektorat, Rabu (20/8) itu, Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito sekaligus membuka Program Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2). Upacara dihadiri segenap jajaran pimpinan jajaran pimpinan universitas dan fakultas, serta pimpinan eksekutif dan legislatif mahasiswa.
Go internasional
Dalam sambutannya, Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito menyatakan, UB sebagai universitas yang dipandang besar di Indonesia harus senantiasa dijaga kehormatannya. Disampaikan, prestasi-prestasi gemilang yang ditorehkan oleh UB, seperti menjuarai Pimnas 2008 di Unissula, harus bisa dilanjutkan oleh para mahasiswa baru. Hal itu sekaligus untuk menjaga komitmen UB untuk bisa menjadi universitas yang go international.
Sebelumnya, Pembantu Rektor I bidang Akademik, Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, melaporkan secara rinci jumlah mahasiswa baru tahun 2008/2009. Fakultas Hukum menerima 459 mahasiswa baru, Fakultas Ekonomi 759, Fakultas Ilmu Administrasi 1194, Fakultas Pertanian 532, Fakultas Peternakan 255, Fakultas Teknik 1028, Fakultas Kedokteran 587, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 358, Fakultas MIPA 738, Fakultas Teknologi Pertanian 493, Fakultas Ilmu Sosial 764, Program Bahasa dan Sastra 332, Program Kedokteran Hewan 64, Program Magister dan Doktor 1064. Secara keseluruhan, jumlah ini meningkat dibandingkan penerimaan mahasiswa baru tahun 2007 sejumlah 7733 mahasiswa.
Dalam kesempatan itu pula dilaporkan sejumlah prestasi yang diraih mahasiswa UB selama tahun 2008 dalam berbagai ajang kompetisi, seperti: Pekan Ilmiah Mahasiswa tingkat Nasional (Pimnas), Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa (KPKM), Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI), Kontes Robot Indonesia (KRI), Lomba Cipta Elektronik Nasional (LCEN) , Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI), Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas), Kejurnas Bulutangkas Mahasiswa, Pekan Integrasi Nasional Menwa Manunggal Cakti, dan Pemilihan Kakang-Mbakyu Malang.
Sedangkan Presiden Eksekutif Mahasiswa UB, Nana Abdul Aziz, menyampaikan, mahasiswa baru yang telah diterima di UB saat ini patut bersyukur karena menjadi bagian dari lulusan SLTA yang bisa melanjutkan kuliah di antara banyak lulusan lainnya. Untuk mensyukurinya, ia berpesan, para mahasiswa baru harus giat belajar dan menjadi bagian dari kaum muda yang religius, agar kelak bisa menjadi pemimpin-pemimpin bangsa.
Pembukaan PK2
Selain menyambut mahasiswa baru, Rektor juga membuka secara resmi pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) UB. Acara PK2 akan diselenggarakan serentak di seluruh fakultas dalam waktu empat hari, 20-23 Agustus 2008. Sesuai dengan Keputusan Rektor, acara PK2 yang rutin diadakan setiap tahun bertujuan untuk memberikan wawasan tentang tata kehidupan pendidikan tinggi di UB dan agar segera dapat menyesuaikan diri dengan tata kehidupan masyarakat ilmiah. Acara PK2 dimaksudkan pula untuk membekali mahasiswa baru dengan nilai-nilai moral dan religi, memiliki pola pikir yang mengedepankan rasionalitas ilmiah, daya kritis dan kreativitas serta mencintai almamater UB.
Kegiatan  PK2 yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru terdiri dari Ordik (Orientasi Pendidikan) dan Ormawa (Orientasi Mahasiswa). Kegiatan tersebut mencakup hal-hal pendidikan tinggi di Indonesia, peraturan akademik, proses belajar mengajar di perguruan tinggi, organisasi dan kemahasiswaan, pengembangan penalaran, minat, bakat dan kecerdasan emosional, aspek religius dan moralitas, serta sosialisasi probinmawa dan SPP proporsional. [fjr]

Tim FE-UB Juara Perbanas Marketing Debate Competition 2008
20 Agustus 2008
Tim Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB) yang diwakili Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) berhasil keluar sebagai juara pertama dalam Perbanas Marketing Debate Competition 2008 Indonesia.
Bertema "How to make environmentally friendly marketing strategy”, kompetisi debat ini didasari oleh pemikiran: pertumbuhan dunia industri yang semakin pesat ternyata membawa permasalahan sosial dan lingkungan hidup. Sementara itu manusia sebagai subjek dalam pemanfaatan sumber daya alam memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk suatu masyarakat yang bersahabat dengan lingkungan (environmentally friendly), dan masyarakat dituntut memiliki kepedulian terhadap upaya pelestarian alam dan lingkungan serta menghormati eksistensi makhluk lain di bumi ini. Ini semua masih ditambah lagi dengan isu Global Warming yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan di seluruh dunia.
Kompetisi berlangsung di Auditorium Unit III ABFII, Perbanas, Jakarta, selama 3 hari, 12-14 Agustus 2008. Tim HMJM FE-UB terdiri dari Helga Khatulistiwa (Manajemen 2006), Bobby Christia (Manajemen 2006), dan Wilmara R (Manajemen 2006).
Green marketing
Helga, mewakili timnya, menuturkan jerih payah mereka mulai dari pembuatan makalah hingga keluar sebagai juara. Untuk itu Tim FE-UB harus melewati dua tahapan penyisihan, perempat final, semi final, dan final. Seluruh tim peserta beranggotakan 3 orang, berasal dari PTN maupun PTS, diwajibkan membuat makalah bertemakan Green Marketing.
Makalah Tim HMJM FE-UB berjudul "Green Marketing sebagai Alternatif Metode Pemasaran di Era Globalisasi". Dengan topik itu, Tim HMJM FE UB bertujuan memperkenalkan metode green marketing kepada masyarakat, khususnya pelaku industri dan para usahawan, untuk menerapkan metode ini dalam memasarkan produknya.
Green Marketing mengandung pengertian yang tidak hanya terbatas pada sistem pemasaran suatu produk, melainkan bahan mentah, proses produksi dan distribusi produk yang ramah lingkungan. Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa untuk menghasilkan suatu produk yang ramah lingkungan membutuhkan biaya yang lebih tinggi dari metode pemasaran konvensional. Namun, bila melihat dampak selanjutnya dari penerapan Green Marketing pada masyarakat luas pastinya biaya yang tinggi akan terbayar dengan lestarinya lingkungan, dan kesehatan konsumen terjamin. Bencana alam yang terjadi, pemanasan global, tidak lain karena kurangnya kesadaran akan kelestarian, keamanan, keramahan akan lingkungan. Dengan menerapkan Green Marketing, diharapkan akan tercipta win-win solution, agar baik produsen maupun konsumen dapat diuntungkan.
Model kompetisi
Dalam kompetisi ini, ABFII Perbanas Jakarta sebagai penyelenggara menerapkan model kompetisi: Metode 16, Metode 32, dan sistem gugur APS (Australia Parlementary System). Setelah mengadakan penilaian yang meliputi: vokal (15%), team work (15%), penguasaan materi (40%), gesture (15%), dan manner (15%), dewan juri yang terdiri dari para akademisi, praktisi, dan pakar akhirnya menetapkan Tim HMJM FE-UB sebagai juara pertama. Sementara juara kedua diraih oleh Tim Universitas Negeri Jakarta, dan juara ketiga Tim dari President University. Dengan keberhasilan ini Tim HMJM FE UB berhak membawa piala bergilir, medali, sertifikat, uang tunai, dan sejumlah hadiah lainnya. [ris]
http://www.fe.unibraw.ac.id/?id=234

Akhmad Sabarudin Peringkat IV Dosen Berprestasi Nasional 2008
19 Agustus 2008
Direktorat Akademik Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi akhirnya menetapkan peringkat dari 15 orang yang masuk babak final pemilihan dosen berprestasi tingkat nasional 2008. Peringkat itu ditetapkan Jumat (15/8), setelah melalui serangkaian seleksi yang berlangsung tanggal 13-18 Agustus 2008 di Jakarta. Seleksi antara lain dilakukan terhadap karya prestasi unggul yang mereka hasilkan, baik berupa makalah dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang baik dan benar maupun berupa presentasi di hadapan tim seleksi.
Akhirnya, Akhmad Sabarudin SSi DSc, dosen Kimia FMIPA Universitas Brawijaya, berhasil menempati peringkat keempat Dosen Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2008. Tiga peringkat di atasnya diraih oleh wakil dari Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Akhmad Sabarudin SSi DrSc, pria kelahiran Pamekasan 18/4/1974, sarjana kimia lulusan Universitas Brawijaya 1996, doktor lulusan Universitas Okayama Jepang (2007), asisten ahli golongan III/b terhitung mulai 1/1/2001, menjadi dosen sejak 1/2/1997 pada Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya. Akhmad Sabarudin pernah mendapatkan penghargaan sebagai Excellent-Young Researcher dari Japan Society for Analytical Chemistry (JSAC) tahun 2005.
Selengkapnya, daftar peringkat Dosen Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2008 adalah sebagai berikut (peringkat, nama, perguruan tinggi, nilai akhir): (1) Prof Dr Edy Tri Baskoro, ITB, 844,76; (2) Dr Ir Rizaldi Boer MAgr, IPB, 812,71; (3) Prof Drs Mudasir MEng PhD, UGM, 800,44; (4) Akhmad Sabarudin SSi DrSc, UB, 776,40; (5) Dr Istadi ST MT, Universitas Diponegoro Semarang, 763,36; (6) Dr Ferdy S Rondonuwu SPd MSc, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, 754,34; (7) Matheus Wasi Bantolo SSn MSn, Institut Seni Indonesia Surakarta, 740,61; (8) Dr Andreas Lako, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, 738,11; (9) Dr Eng Gunawarman MT, Universitas Andalas Padang, 736,41; (10) Dr Ir Slamet Imam Wahyudi DEA, Universita Islam Sultan Agung Semarang, 723,80; (11) Prof Dr Ir Abu Bakar Tawali, Universitas Hasanudin  Makassar, 714,47; (12) Dr Ir Noor Harini MS, Universitas Muhammadiayah Malang, 674,50; (13) Prof Dr rer nat Rosari Saleh, Universitas Indonesia Depok, 663,69; (14) Dr I Nyoman Budiana SH MSi, Universitas Pendidikan Nasional Denpasar, 661,12; dan (15) Prof Dr Drs I Made Sutajaya MKes, Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, 646,24. [Far]

Dua Gurubesar UB Diangkat sebagai Hakim Konstitusi
18 Agustus 2008
Prof Abdul Mukthie Fadjar  Prof Dr Ahmad Sodiki
Dua orang guru besar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH-UB), masing-masing Prof Abdul Mukthie Fadjar SH MS, dan Prof Dr Ahmad Sodiki SH, diangkat sebagai hakim pada Mahkamah Konstitusi. Keduanya termasuk 5 orang yang diangkat sebagai hakim konstitusi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 71 E Tahun 2008 dan Nomor 72 B Tahun 2008 tertanggal 15 Agustus 2008. Lima hakim konstitusi itu Akil Mochtar, Maruarar Siahaan, Abdul Mukthie Fadjar, Ahmad Sodiki, dan Maria Farida Indrati. Selain kelima orang itu, mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie yang diangkat kembali sebagai hakim konstitusi, juga diambil sumpahnya di hadapan Presiden, di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (16/8).
Hadir dalam acara itu, antara lain, Wakil Presiden M Jusuf Kalla, Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Andi Mattalatta, dan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa.
Jimly dan Akil adalah hakim konstitusi pilihan DPR. Maruarar adalah hakim konstitusi dari jalur MA. Sedangkan Mukthie Fadjar, Ahmad Sodiki, dan Maria Farida adalah hakim konstitusi yang mewakili pemerintah, yang ditetapkan setelah melalui proses penyaringan seleksi yang panjang sejak Februari 2008. Ketiganya merupakan hasil penyaringan tim seleksi yang menghasilkan 15 nama calon hakim konstitusi.
Sementara itu, sehari sebelum peringatan HUT ke-63 Kemerdekaan Republik Indonesia, tiga hakim konstitusi lain sudah dilantik dan diambil sumpahnya. Mereka adalah Arsyad Sanusi dan Muhammad Alim dari unsur MA serta Mahfud MD yang dipilih DPR.
Panitia yang dipimpin anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Adnan Buyung Nasution melakukan seleksi calon hakim konstitusi dari unsur pemerintah. Dari 15 nama calon yang terseleksi kemudian diseleksi lagi menjadi 3 orang calon hakim konstitusi dari unsur pemerintah.
Profil
Prof H Abdul Mukthie Fadjar SH MS, lahir di Yogyakarta, 24 Desember 1942, guru besar hukum tatanegara/hukum administrasi pada Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (2002, pensiun 2007), pernah menjadi Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (1988-1992), Rektor Universitas Widya Gama Malang, dan saat ini hakim Mahkamah Konstitusi.
Prof Dr H Ahmad Sodiki SH, lahir di Blitar, 11 November 1944, guru besar hukum agraria (2000), doktor dalam hukum perdata lulusan Universitas Airlangga (1994), menjadi dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya sejak 1971, pernah menjadi Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Rektor Universitas Islam Malang (1998), dan anggota Komisi Konstitusi (2003) yang bertugas mengkaji secara komprehensif perubahan UUD 1945. [Far]
Baca pula: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/18/0012439/jimly.diberhentikan.dan.diangkat.kembali

Upacara HUT Kemerdekaan RI di UB
17 Agustus 2008
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, Ahad (17/8), memimpin upacara bendera memperingati HUT ke-63 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara digelar di lapangan depan Gedung Rektorat, mulai pukul 07.30 WIB, diikuti segenap dosen dan karyawan serta perwakilan mahasiswa Universitas Brawijaya.
Tema HUT RI tahun ini adalah "Dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, kita lanjutkan pembangunan ekonomi menuju peningkatan kesejahteraan rakyat, serta kita perkuat ketahanan nasional menghadapi tantangan global".
Pada kesempatan itu, diumumkan prestasi-prestasi yang dicapai oleh mahasiswa UB dalam tahun 2008, dosen berprestasi, pegawai teladan golongan III dan pegawai teladan golongan II, serta para penerima penghargaan Satyalancana Karya Satya 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun, dan putra-putri karyawan yang mendapatkan beasiswa dari Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Serba Usaha Universitas Brawijaya..
Seusai upacara, diadakan tasyakuran di lobi lantai I Gedung Rektorat, diikuti oleh dosen, karyawan, dan mahasiswa. Diawali dengan doa yang dipimpin Kepala Pusat Pembinaan Agama (PPA) Prof Dr Thohir Luth MA, tasyakuran dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Rektor. Sementara itu kelompok karawitan Korpri Unit Universitas Brawijaya mengiringi acara tersebut dengan mempersembahkan gending-gending dan tembang-tembangnya.
Prestasi Mahasiswa
Dalam tahun 2008 ini mahasiswa UB mencatat prestasi dalam 10 bidang, yakni: Pekan Ilmiah Mahasiswa tingkat Nasional (PIMNAS), Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa (KPKM), Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI), Kontes Robot Indonesia (KRI), Lomba Cipta Elektronik Nasional (LCEN) , Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI), Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas), Kejurnas Bulutangkas Mahasiswa, Pekan Integrasi Nasional Menwa Manunggal Cakti, dan Pemilihan Kakang-Mbakyu Malang. Berikut adalah prestasi mahasiswa UB tahun 2008 selengkapnya.
Dalam Pimnas XXI di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, mahasiswa UB meraih 4 medali emas: untuk bidang PKM atas nama mahasiswa Mimin Wanasari, Dian Resty S dan Naila Zulfa (FTP) dengan pembimbing Suprayogi STP, untuk bidang PKM-T an Dani Nurmanto, Akhmad Zainuri, Hendra Maulana Yusuf, Siti Maimunah, Helda Christiana (FT) dengan pembimbing Tibyani ST MT, untuk bidang PKM-M an Elvira Indrawati, Kristian Purwohadi S, Renny Aindrawati (FTP) dengan pembimbing Dr Ir Elok Zubaidah MP, dan untuk bidang PKM-P an M Nur Apriyanto, Ipung, Sutanto (FT) dengan pembimbing Moch Agus Xhoiron ST MT; dan 3 medali perak: untuk bidang PKM-K an Astri Sumiati, Siti Hajar, Estrada Gandhi Y, Restu Rizkyta K (FP) dengan pembimbing Dr Anton Muhibuddin SP MP, untuk bidang PKM-P an Dina Arieska R, Emok Ratana Kurniati, Fauza Alfin (FK) dengan pembimbing Husnul Khotimah SSi MKes, dan untuk bidang PKM-M an Oki Wijaya, KT Yudhonegoro, Giusty Surya A (FP) dengan pembimbing Dr Ir Syamsuddin Djauhari MS.
Dalam KPKM di STIESIA Surabaya, mahasiswa UB meraih juara I bidang Ekonomi, atas nama Julharfandi R Oll'i, Dzulfikar Abdullah M, Ramdhan Hidayat D (FP) dengan pembimbing Dr Ir Aminudin Afandhi MS. Dalam PPRI-VII di Jakarta, Juara I bidang IPA diraih Kadek Cahya Utama (FK), Juara I bidang IPS Sugeng Priyanto (FK), dan Juara III IPS Muhlasin, Andi Kurnianto, Khalim Maufid (FMIPA). Dalam KRI di UI Jakarta, tim robot FT-UB yang terdiri dari Wiwied Putra Perdana, Dhanie Anugrah D, dan Asep Devi Hirmawan meraih Juara II. Dalam LCEN di ITS Surabaya, tim FT-UB yang terdiri dari Achmad Zainuri dan Henda Maulana Yusuf meraih Juara II. Dalam KJI-IV di Jakarta, tim FT-UB meraih Juara II kategori Jembatan Kayu atas nama Agung Susono, DIana C, Wendy P, dan Yuda FT dengan pembimbing Ir Wisnumurti MT. Dalam Peksiminas IX di Jambi, Aulia Dita Anggraini (FIA) meraih Juara II tangkai lomba Pop Putri, dan Andwitya Puspita H (FP) meraih Juara III tangkai lomba Seriosa Putri. Dalam Kejurnas Bulutangkis UNJ Cup II antar mahasiswa se Indonesia di Jakarta, mahasiswa UB meraih Juara I Ganda Putra atas nama Oki Yuda (FIA) dan M Dian Aliyanto (FE), serta Juara III Tunggal Putra atas nama Oki Yuda (FIA). Dalam Pekan Integrasi Nasional Menwa Manunggal Cakti di Universitas Negeri Semarang, tim UB meraih Juara III Napak Tilas 67 Km atas nama Budiman Harahap (FP), Irwan Hikmah Bayu P (FT) serta Wahyu Firmana dan Yoke Erika Meilina (FPIK). Dalam Pemilihan Kakang-Mbakyu Malang tahun 2008, terpilih pasangan Hardy Oktasawira dan Mayra Syamsia Leafa (FE) sebagai Juara I.
Selain itu juga diumumkan 3 mahasiswa peraih penghargaan Mahasiswa Berprestasi UB tahun 2008, yakni Eka Maulana (FT) Mahasiswa Berprestasi I, Oscar Radyan Danar (FIA) Mahasiswa Berprestasi II, dan Ratri Istiqomah (FK) Mahasiswa Berprestasi III.
Dosen Berprestasi dan Pegawai Teladan
Sementara itu penghargaan dosen berprestasi tingkat UB, diraih oleh Akhmad Sabarudin SSi DrSc (FMIPA, Dosen Berprestasi I), Dr Ir VM Ani Nurgiartiningsih MSc (Fapet, Dosen Berprestasi II), dan Dr Uun Yanuhar SSi MSi (FPIK, Dosen Berprestasi III).
Dalam upacara itu, diumumkan pula para pegawai yang mendapatkan penghargaan sebagai Pegawai Teladan Golongan III dan Pegawai Teladan Golongan II. Mereka itu masing-masing adalah: Edi Pramono SAP (FIA, Teladan I golongan III, Drs Jarot Sunarto (Fapet, Teladan II golongan III), Daryati (FPIK, Teladan III golongan III); Supriyono (FTP, Teladan I golongan II), Imam Hidayat (FH, Teladan II golongan II), dan Joko Widodo (FE, Teladan III golongan II).
Beasiswa KPRI
KPRI Serba Usaha Universitas Brawijaya, dalam upacara ini memberikan beasiswa kepada putra-putri anggota untuk tahun 2008. Sebanyak 12 anak, berpendidikan mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi mendapatkan beasiswa ini. Mereka itu masing-masing adalah: Faris Agung Maulana (SD, anak dari Supardi A, KP), Dwi Jarwo M (SD, anak dari Dul Qodir, FK), Chica Viola AR (SD, anak dari Suhariyanto, FP), Naufal Agus Akhir (SD, anak dari Nanik Puji Rahayu, FMIPA), Yulia Darmaningtyas (SMP, anak dari Susilo, FIA), Wulan Pratiwi P (SMP, anak dari Yusmi Artini, Fapet), Miftahul Dian Safitri (SMP, anak dari Ngatuwi, KPRI), Rizky Pradestiyan P (SMP, anak dari Sukamto, FTP), Dini Ari Widiastuti (SMK, anak dari Arifin, FH), Farid Firmansyah (SMK, anak dari Moch Suep, FPIK), Widya Setyo Astuti (mahasiswa, anak dari Budi Selo Atmojo, FE), dan Evi Mutri Listyoningtyas (mahasiswa, anak dari Eko Haryono, FT). [Far]

Satyalancana Karya Satya
17 Agustus 2008
Sebanyak 81 orang pegawai Universitas Brawijaya, baik staf pengajar maupun staf administrasi, tahun ini mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Satya. Penghargaan itu diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah mengabdikan diri selama 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun, berdasarkan SK Presiden nomor 005/TK/Tahun 2008 tanggal 2 Mei 2008, dan nomor 025/TK/Tahun 2008 tanggal 1 Agustus 2008.
Penerimaan tanda penghargaan itu dilakukan oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito di depan upacara bendera dalam rangka peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-63 yang digelar di lapangan depan Gedung Rektorat UB, Ahad (17/8).
Kedelapan puluh satu orang itu masing-masing 17 orang penerima Satyalancana Karya Satya 30 tahun, yaitu: Dr Drs Djasly By MS, Dra Juni Herawati MM (Fakultas Ekonomi), Drs Wasis A Latief MP (Fakultas Ilmu Administrasi), Prof Dr Ir Ika Rochdjatun Sastrahidayat, Ir Soeprapto Martodisastro MS (Fakultas Pertanian), Prof Dr drh Pratiwi Trisunuwati MS, Ir Sarwiyono MAgrSt (Fakultas Peternakan), Ir Imam Zaky MT, Prof Ir Budiono Mismail MSEE PhD, Dr Ir Rispiningtati MEng, Drs Sam'un Makmur, Ir Herlien Indrawahyuni, Ir Saifuddin Baedawi, Ir I Made Gunadiarta MT, Dra Suprihatini MM (Fakultas Teknik), Ir Johannes Aloysius Sumardi MS, Ir Murachman MSi (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan); 47 orang penerima Satyalancana Karya Satya 20 tahun, yaitu: Prof Dr Sutrisno SE Ak MSi, Dwi Budi Santoso SE MS PhD (Fakultas Ekonomi), Drs Tjahjanulin Domai MS, Drs Mochammad Judi MSi, Dra Ernani Kusdiantina MM, Eko Pramono SAP (Fakultas Ilmu Administrasi), Prof Dr Ir Eko Handayanto MSc, Ir Purwohadi Wijoyo, Sapti Harini AMd (Fakultas Pertanian), Ir Surisdiarto MRurSc, Ir Moch Nasich MS, Ir Edhy Sudjarwo MS (Fakultas Peternakan), Ir Erfan Achmad Dahlan, Ir Rini Wahyu Sayekti MS, Prof Ir Antariksa MEng PhD, Ir Pudyono MT, Ir Harini Subekti MEng, Ir Gagoek Soenar Prawito, Ir Suwanto Marsudi MS, Ir Mochamad Choiri, Suprayogo, Slamet, Syamsuri, Damat (Fakultas Teknik), Dr Ir Diana Arfiati MS, Ir Sri Sudaryanti MS (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Dra Lailatin Nuriyah MSi, Ir Bambang Poerwadi MS, Dra Ari Andari MS, Dra Serafinah Indrayani MSi, Drs Jati Batoro MSi, Kasmin (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), Dra Pranaswita Novi Wardani MSi, Ir Endah Rahayu Lestari MS, Ir Sukardi MS, Ir Nur Hidayat MP, Dr Ir Bambang Dwi Argo DEA, Ir Usman Effendi MS, Ir M Hindun Pulungan MS, Dr Ir Alexander Tunggul Sutan Haji MT, Susilo Budiarto, Ir Ary Mustofa Ahmad MP, Dra Yuniarni Retno Daryanti, Sanawi (Fakultas Teknologi Pertanian), Dra Ratnawati, Drs Lukisan Edy Kuncoro, Drs Syaifuddin MHum (Kantor Pusat); dan 17 penerima Satyalancana Karya Satya 10 tahun, yaitu: Dra Tuban Driyah Herawati MM Ak (Fakultas Ekonomi), Drs Andy Fefta Wijaya MDA PhD (Fakultas Ilmu Administrasi), Dr Ir Osfar Sjofjan MSc, Dr Ir Marjuki MSc (Fakultas Peternakan), Ir Heru Sufianto MArchSt, Ir Nurussa'adah, Ir Bambang Siswojo (Fakultas Teknik), Ir Yahya MP, Ir Sukoso MSc PhD, Ir Anies Chamidah MS, Erma (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Drs Aruman Imron MSi, Tri Ardiyati MAgr PhD, Dr Wuryansari Muharini Kusumawinahyu MSi, Drs Ach Agus Dardiri MSi, Dr Agus Suryanto MSi, Darjito SSi MSi (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). [Far]

Peneliti UB Mulai Tertarik Dapatkan Kelaikan Etik Penelitian
16  Agustus 2008
Para peneliti bidang ilmu hayati di lingkungan Universitas Brawijaya mulai tertarik dan berniat untuk memperoleh kelaikan etik (ethical clearance) penelitian. Paling tidak, ini terilihat dari jumlah permohonan yang masuk pada Komisi Etik Penelitian Universitas Brawijaya (KEP-UB) selama 4 bulan terakhir.
Sekurangnya 14 permohonan telah masuk komisi, dan 6 di antaranya telah mendapatkan sertifikat kelaikan etik. Sebagian besar permohonan diajukan oleh peneliti dan mahasiswa Program Pascasarjana UB.
Menurut Ketua KEP-UB Dr drh Aulanni’am DES, adanya keharusan sertifikat laik etik untuk setiap hasil penelitian yang akan dipublikasikan dalam jurnal internasional, menjadikan pentingnya  kelaikan etik penelitian.
Komisi etik yang dibentuk dengan Keputusan Rektor Universitas Brawijaya Nomor 057/SK/2008 tanggal 28 Februari 2008 ini mulai bekerja sejak diresmikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Sisteknas, Kementerian Negara Riset dan Teknologi Prof Dr dr Amin Subandrio, dan Wakil Ketua Komisi Bioetik Nasional Prof Dr Ir Tien R Muchtadi. Pada saat peresmian, 23 April 2008, juga digelar Seminar Etik Penelitian Bidang Ilmu Hayati, yang sekaligus dijadikan momentum untuk launching Komisi Etik Penelitian Universitas Brawijaya. (Silakan klik http://old-prasetya.ub.ac.id/apr08.html#etik)
Aulanni'am menegaskan, keberadaan komisi etik penelitian bidang hayati dirasakan sangat penting dan strategis. Penelitian menjadi salah satu pilar utama dalam era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat dewasa ini. Ada beberapa pertimbangan, antara lain: diperlukan rambu-rambu berperilaku (etika) bagi para pengelola ilmu pengetahuan, ilmuwan, peneliti, dan ahli teknologi yang bergerak di bidang kesehatan, ilmu dasar, biologi molekuler dan teknologi rekayasa genetika serta dampaknya pada lingkungan; kemajuan bioteknologi berbasis biologi molekuler dan teknologi rekayasa genetika seperti percobaan transgenik, kloning, percobaan stem cell, dan lain-lain menyentuh martabat dan harkat hidup organisme (khususnya manusia); bioetika penelitian terkait dengan kegiatan yang mencari jawaban dan menawarkan pemecahan masalah dari konflik moral, meliputi konflik yang timbul dari kemajuan pesat ilmu-ilmu pengetahuan hayati dan kedokteran, diikuti oleh penerapan teknologi yang terkait dengannya; dan bioetika bukanlah suatu disiplin, tetapi telah menjadi tempat bertemunya sejumlah disiplin, diskursus, dan organisasi yang terlibat dan peduli pada persoalan etika, hukum, dan sosial yang ditimbulkan oleh kemajuan dalam kedokteran, ilmu pengetahuan, dan bioteknologi.
Daftar Pemohon Laik Etik
Saat ini 6 permohonan kelaikan etik telah disetujui dan mendapatkan sertifikat laik etik penelitian dari KEP-UB. Berikut adalah daftar permohonan penilaian laik etik yang masuk pada KEP-UB. (1) Ir Irfan H Djunaidi MSc, judul penelitian "Pengaruh Biodegradasi Protein Limbah Udang dalam Ransum Terhadap Performan dan Kualitas Daging Broiler"; (2). Dr Aulanni’am drh DES (Biokimia FMIPA UB), "Rekayasa Molekuler Fusi Monoklonal Autoantibodi Human GAD65 Antibodi  dengan Alkalin Fosfatase (MabGAD65ab-AP): Upaya  Mendapatkan Metode Deteksi Dini untuk Pasien Diabetes Mellitus Tipe 1"; (3) Ir Chanif Mahdi MS (S3-Biomedik), "Suplementasi Yogurt pada Tikus (Rattus norvegicus) sebagai Upaya Detoksikasi Hepar terhadap Formaldehide yang Terpapar dalam Makanan"; (4) Coni Norviana Arisandy, "Pengaruh Probiotik terhadap Aktivitas Laktase Hasil Isolasi dari Doudenum Tikus Putih (Rattus norvegicusi) yang Terpapar oleh Lipopolisakarida (LPS)"; (5) Ratu Fatimah, "Karakterisasi Antibodi Poliklonal Hasil Induksi Isolat Inhibin Kultur dan Non Kultur Sel Granulosa Kambing"; (6) Mery Budiarti Supriadi, "Aktivitas Laktase Hasil Isolasi dari Jejunum Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Terpapar oleh Lipopolisakarida (LPS)"; (7) Asti Rahmanita, "Aktivitas Maltase Hasil Isolasi dari Jejunum Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Terpapar oleh LPS (Lipopolisakarida)"; (8) Eka Pangabektiningsih, "Pengaruh Yogurt terhadap Kadar MDA dan Gambaran Histologis Hepar Tikus (Rattus norvegicus) yang Terpapar Formalin"; (9) Dian Anggita Ratna, "Pengaruh Yogurt terhadap Aktivitas Protease dan Gambaran Histologis Jejunum pada Tikus (Rattus norvegicus) yang Terpapar Formalin; (10). Dr Ir Gatot Ciptadi DESS (Fapet UB), "Strategi Penyelamatan Plasma Nutfah Sapi Lokal Melalui Realisasi Bank Sel Somatis dan In Vitro Growth System Banteng dan Hasil Keturunannya"; (11) Dr dr Budi Siswanto SpOG (FK-UB/RSSA Malang), "Isolasi dan Mikroinjeksi Ekstrak Spermatozoa pada Oosit sebagai Kandidat Potensial Penanganan Infertilitas dan Cell Replacement Therapy"; (12) Pieter Kakisina, "Peranan Leptin dalam Mengaktifkan MPF (Maturation Promoting Factor) Melalui Jalur MAPK (Mitogen Activated Protein Kinase): Upaya Meningkatkan Kualitas Oosit Hasil Maturasi In-Vitro"; (13) Gatra Ervi Jayanti, "Perubahan Struktur dan Fungsi Mikroglia setelah Pemberian GP120 secara In Vitro"; (14) Eva Ari Wahyuni, "Isolasi dan Karakterisasi Protein Crude Sperm Extract (CSE) Sapi dan Kambing serta Uji Potensi Protein CES 100 kD dalam Aktivasi Oosit". [gtc]

Disertasi R Sudaryanto: Degradasi Sifat Fisik dan Kimia Tanah
15 Agustus 2008
Budidaya padi sawah adalah salah satu bentuk usahatani yang memenuhi kaidah-kaidah konservasi tanah. Lahan yang digunakan padi sawah mampu bertahan berabad-abad dengan hasil yang sangat memuaskan. Beberapa dekade terakhir ini seiring dengan ditemukannya bibit unggul padi sawah dan mesin-mesin pertanian serta sarana produksi yang lain memungkinkan diterapkannya pola tanam padi-padi-padi, sementara proses-proses yang terjadi di dalam budidaya padi sawah justru berpotensi besar menyebabkan degradasi tanah, terutama penurunan kualitas tanah, yang tahap berikutnya juga akan berpengaruh pada produktivitasnya.
Disertasi Ir Robertus Sudaryanto MS berjudul “Kajian Degradasi Sifat Fisik dan Kimia Tanah pada Beberapa Macam Pola Tanam Berbasis Padi Sawah” mengkaji pengaruh pola tanam padi-padi-padi terhadap penurunan kualitas tanah dan pengaruh pola tanam dan lama penyawahan terhadap sifat fisik dan kimia tanah. Ujian terbuka disertasi ini diadakan Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jumat (15/8). Bertindak sebagai promotor Prof Dr Ir Moch Munir MS, serta kopromotor Prof Dr Ir Mochtar Luthfi Rayes MSc, dan Dr Ery Suhartanto ST MT. Sedangkan majelis penguji terdiri dari Prof Dr Ir Soemarno MS, Prof Dr Ir Wani Hadi Utomo PhD, serta Prof Dr Ir Syekhfani MS.
Penelitian Sudaryanto dilaksanakan di area persawahan irigasi Bendungan Colo Timur, yang sumber airnya diperoleh dari Waduk Gajahmungkur Wonogiri Jawa Tengah. Lokasi penelitian ditentukan pada lahan sawah dan lahan non sawah yang memiliki bahan induk sama yaitu alluvium sungai. Secara administratif lokasi penelitian ini berada di wilayah Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. Lokasi penelitian adalah lahan dataran banjir sungai bengawan Solo yang mempunyai fisiografi dataran alluvial topografi datar dan elevasi permukaan lahan kurang lebih 87,5 m dpl. Secara spesifik penelitian dilakukan pada lahan yang sudah disawahkan selama 20 tahun, 30 tahun, dan 40 tahun untuk mengkaji pengaruh waktu terhadap degradasi tanah.
Dari hasil penelitiannya, Sudaryanto menggambarkan, semakin lama lahan disawahkan, semakin menurun nilai kualitas tanahnya. Kondisi itu tampak dari adanya perbedaan morfologi tanah antara lahan yang disawahkan selama 20 tahun, 30 tahun, dan 40 tahun. Semakin lama lahan disawahkan, lapisan tapak bajak semakin nyata dan intensitas reduksi juga semakin meningkat. Selain itu terdapat juga perbedaan morfologi tanah untuk pola tanam yang berbeda-beda yang dapat dilihat dari adanya akumulasi bahan organik pada lapis olah untuk sawah dengan pola tanam 3 kali padi/tahun.
Semakin lama lahan disawahkan akan berpengaruh pada penurunan % fraksi berukuran pasir. Penurunan % fraksi berukuran pasir pada pola tanam 3 kali/tahun lebih besar disbanding pola tanam 2 kali/tahun atau 1 kali/tahun. Pada pola tanam 3 kali/tahun ditemukan pula peningkatan % fraksi liat disbanding dengan pola tanam 2 kali/ tahun atau 1 kali/tahun. Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama lahan disawahkan, intensitas pelapukan juga semakin meningkat. Untuk kasus-kasus seperti ini, Sudaryanto menyarankan agar pada daerah penelitian dilakukan pola tanam 2 kali padi/tahun (padi-padi-palawija) atau 1 kali padi/tahun (padi-palawija-sayuran).
Setelah mempertahankan disertasinya di hadapan majelis penguji, Sudaryanto dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan dan IPK 3,44, dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu-ilmu pertanian dengan minat sumber daya lahan dan lingkungan.
Dr Ir Robertus Sudaryanto MS (54 tahun), pria kelahiran Bantul, Yogyakarta 15 Agustus 1954, adalah rstaf pengajar pada Program Studi Ilmu Tanah, Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta sejak 1981. Lulusan S1 Ilmu Tanah UGM (1980) dan magister ilmu-ilmu pertanian dengan kekhususan ilmu tanah juga dari UGM (1990) ini adalah suami dari Dr Chatarina Muryani MSi, yang juga meraih doktor dari Program Pascasarjana FPUB minggu lalu. [fjr]

Impala UB Adakan Diklatsar XXXII
14 Agustus 2008
Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya, dalam waktu dekat akan mengadakan rekrutmen anggota baru. Unit aktivitas mahasiswa tertua di UB ini berdiri tahun 1975, disahkan dengan SK Dewan Mahasiswa Universitas Brawijaya nomor 11/DMUB/1975. Setelah mengalami beberapa perubahan, tanggal 29 Mei 1976 ditetapkan sebagai dies natalis Impala UB. Setiap tahun unit kegiatan mahasiswa (UKM) ini selalu mengadakan penerimaan anggota baru melalui proses Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar).
Pada tahun ini Diklatsar diselenggarakan untuk yang ke-32 kalinya. Pendaftaran Diklatsar XXXII Impala UB dibuka mulai 11 Agustus 2008 hingga 16 November 2008. Kegiatan Diklatsar itu sendiri diawali dengan materi outbond, yang berlangsung 18-20 November 2008, dan diteruskan dengan kegiatan lapangan 21-23 November 2008.
Dengan tujuan regenerasi, organisasi ini melakukan penjaringan calon-calon anggotanya dengan penanganan khusus dan serius. Ajang perekrutan anggota baru ini dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai kepencintaalaman dan kelestarian lingkungan hidup, sehingga tercipta kader-kader penerus yang memiliki bekal ketrampilan dan pengetahuan untuk melanjutkan kiprah dan pengabdian organisasi bagi masyarakat serta lingkungan hidup Indonesia pada umumnya.
Prestasi
Berbagai prestasi pernah dicatat Impala UB, baik dalam bidang olahraga alam bebas maupun dalam bidang pelestarian lingkungan hidup dan pengabdian masyarakat. Di bidang olahraga alam bebas, misalnya: Ekspedisi Brawijaya Irian Jaya (EBI, 1986), Ekspedisi Lintas Borneo (ELBO. 1989), Ekspedisi Brawijaya Sulawesi Selatan (EBSS. 1991), Ekspedisi Kinabaru (1992), Ekspedisi Lintas Kerinci (1992), Ekspedisi Brawijaya Irian Jaya II (1995), Ekspedisi Impala UB Sulawesi Selatan (1998), dan Eksplorasi Gua-gua Malang Selatan, Trenggalek dan Pacitan (1999), gua-gua Yogya selatan (2001), gua Luweng JArab Pacitan (2001), pengarungan sungai-sungai se Jawa (1999-2001), Ekspedisi Brawijaya Bukit Barisan (EB3); serta pemanjatan tebing Waru Madura (2000), tebing Manikoro Trenggalek (2001), dan tebing Gajah Mungkur Kediri (2002). Sementara itu di bidang pelestarian lingkungan hidup dan pengabdian masyarakat, Impala pernah mengadakan penelitian biopaleologi di gua-gua daerah karst se Jawa Timur (1997-1998), observasi berbagai taman nasional di Indonesia seperti Meru Betiri, Ujung Kulon, Manusela (Maluku), dan cagar alam Pulau Sempu; pendidikan kader konservasi alam bagi kelompok pencinta alam yang berperspektif advokasi di seluruh Indonesia, mengadakan atau menghadiri pertemuan-pertemuan tentang lingkungan hidup, dan lain-lain. [Far]

Bastra UB Segera Gelar Tabunka Kouryu in Malang 2008
14 Agustus 2008
International Institute of Multicultural Studies (IIMS), sebuah lembaga nirlaba yang berkedudukan di Gunma, Jepang, akan mengadakan kunjungan ke Malang. Kunjungan direncanakan berlangsung pada akhir bulan ini hingga awal bulan depan, 26/8 sampai 2/9, berbentuk program pertukaran kebudayaan atau dalam bahasa Jepang disebut Tabunka Kouryu in Malang 2008. Dalam kunjungan itu nanti, organisasi yang bergerak dalam bidang kebudayaan dan studi hubungan internasional itu menyertakan beberapa mahasiswa Jepang sebagai peserta pertukaran kebudayaan. Mereka akan mempelajari budaya Indonesia, berinteraksi dengan pelajar Indonesia, dan menambah pengalaman dalam mempelajari budaya asing.
Program serupa juga pernah dilaksanakan tahun lalu (4-12 September 2007), yang diisi dengan program pembelajaran kebudayaan. Waktu itu para mahasiswa Jepang dibagi menjadi tiga kelompok masing-masing melakukan kunjungan ke desa, ke lokasi pembuatan batik, dan mengunjungi kelompok kesenian tradisional. Selain itu mereka juga berkesempatan merasakan hidup di tengah-tengah lingkungan keluarga di Indonesia selama dua hari satu malam dalam rangka homestay di beberapa rumah warga di Malang.
Dalam hal ini IIMS bekerja sama dengan Jurusan Bahasa Jepang, Program Studi Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya (Bastra UB). Jurusan Bahasa Jepang Bastra UB akan bertindak selaku tuan rumah, dan menggelar diskusi kebudayaan antara mahasiswa Jepang dengan mahasiswa Indonesia di UB. Diharapkan dengan adanya program ini wawasan akan kebudayaan kedua bangsa akan semakin meningkat sehingga hubungan kedua negara juga akan semakin baik. [fjr]

Seminar Nasional Agroindustri Berbasis Sumberdaya Lokal
14 Agustus 2008
Pangan dan gizi merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi setiap saat dan merupakan unsur yang sangat penting dan strategis dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Pangan, selain mempunyai arti biologis juga mempunyai arti ekonomis dan politis. Implikasinya, diperlukan ketersediaan pangan yang cukup, distribusi yang lancar dengan harga yang terjangkau oleh daya beli masyarakat, serta konsumsi pangan yang dapat memenuhi kebutuhan penduduk di seluruh wilayah setiap saat. Keamanan dan mutu gizi yang memadai harus terjamin, sesuai dengan pola makan dan keinginan masyarakat agar hidup sehat, aktif dan produktif.
Isu ini mengemuka dalam seminar nasional bertajuk “Pengembangan Agroindustri Berbasis Sumberdaya Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan”. Digelar di Gedung Widyaloka, Kamis (14/8), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB) sengaja mengundang dua keynote speaker: Prof Dr Ir Ahmad Suryana MS (Kepala Badan Ketahanan Pangan Nasional) dan Ir Ahmad Komara (Plant Manager PT ABC Heinz).
Dalam laporannya, Dekan FTP Prof Dr Ir Harjono MAppSc menyatakan, topik-topik yang diangkat seminar ini sangat penting, dan diharapkan mendapat perhatian dan komitmen dari masyarakat yang peduli dengan dunia agroindustri.
Sedangkan Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito ketika membuka seminar menekankan, pangan merupakan salah satu masalah yang sangat mendesak selain energi dan air. Oleh karenanya, harus mendapatkan perhatian yang lebih.
Mulai dari Rumah Tangga
Badan Ketahanan Pangan, menurut ketuanya Prof Ahmad Suryana, telah membentuk sebuah sistem ketahanan pangan yang terdiri atas beberapa subsistem, yaitu: ketersediaan, distribusi, dan konsumsi. Subsistem ketersediaan akan memperhatikan kondisi yang terjadi pada produksi dalam negeri, impor, dan cadangan. Subsistem distribusi meninjau aksesibilitas fisik dan ekonomi dalam upaya memeratakan ketersediaan pangan kepada masyarakat. Sedangkan subsistem konsumsi memperhatikan kualitas pangan termasuk keseimbangan gizi, mutu dan keamanan serta diversifikasinya. Apabila dalam penilaian tiap-tiap subsistem tersebut baik, maka dapat dipastikan ketahanan pangan Indonesia juga baik.
Ia mengungkapkan bahwa sisi lemah upaya ketahanan pangan di Indonesia ada pada upaya diversifikasi pangan yang masih rendah. Ketergantungan masyarakat Indonesia pada komoditas beras sebagai sumber pangan utama justru memperburuk kondisi itu. “Masyarakat Indonesia mengkonsumsi 139,6 kg/kapita/tahun. Bandingkan dengan Thailand yang hanya 70 kg/kapita/tahun atau Malaysia 90 kg/kapita/tahun. Ini tidak bagus, sehingga upaya diversifikasi pangan sangat penting”, ujarnya.
Ketahanan pangan Indonesia sebenarnya sudah cukup bagus, ditandai oleh Pola Pangan Harian (PPH) yang tinggi, sekitar 82%. “Hanya saja, kita masih banyak mendengar adanya busung lapar atau kasus-kasus kelaparan di beberapa daerah. Jadi permasalahan ketahanan pangan sebenarnya bukan pada level nasional, melainkan pada level rumah tangga”, ungkapnya. Oleh sebab itu, menurutnya upaya meningkatkan ketahanan pangan harus dimulai dari level rumah tangga.
Kesenjangan
Sementara itu Ahmad Komara sebagai praktisi dari dunia bisnis mengatakan bahwa adanya gap atau kesenjangan antara kebutuhan pangan dan jumlah masyarakat yang semakin bertambah juga harus dimaknai sebagai sebuah peluang. Menurutnya, kondisi yang ada sekarang ini juga harus memacu terjadinya keseimbangan antara supply dan demand sehingga kebutuhan pangan baik secara kualitas, kuantitas, maupun pendistribusiannya bisa dipenuhi.
Untuk bisa memenuhi target tersebut dengan mengupayakan produk-produk local memang butuh upaya lebih. Ahmad Komara mengutarakan, di tengah-tengah gempuran komoditas impor yang lebih ekonomis diperlukan penggantian bahan dalam konteks agrobisnis yang berorientasi pada industri pertanian yang lebih menguntungkan dengan kualitas dan harga yang bersaing. “Saat ini produk impor memang lebih murah dan hasil petani kita lebih mahal. Kalangan industri yang ingin berpihak kepada petani local akan berupaya bekerjasama dengan petani melalui kemitraan”, ujarnya. Campur tangan pemerintah dalam bentuk insentif juga diperlukan dalam mendesain terhadap tumbuh dan berkembangnya agrobisnis.
Seminar nasional ketahanan pangan yang digelar oleh FTP diselenggarakan dalam rangka Lustrum II fakultas tersebut. Acara tersebut juga dihadiri para penyaji makalah yang berasal dari berbagai universitas yang ada di Indonesia. Tercatat sebanyak 82 makalah dan 5 poster ilmiah diterima oleh panitia dan sebagian dari penulisnya akan mempresentasikan hasil karyanya. Rencananya, makalah-makalah tersebut akan dibukukan dalam prosiding seminar nasional. [fjr]

LSIH: Perpanjangan Waktu Pendaftaran Kursus
14 Agustus 2008
Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya (LSIH-UB) dalam waktu dekat menyelenggarakan dua kursus singkat. Masing-masing adalah kursus singkat "Analisis Variabilitas Genetik Tanaman Menggunakan PCR (RAPD) pada 19-20 Agustus 2008, dan kursus singkat "Aplikasi Confocal Laser Scanning Microscope pada Tanaman" pada 21 Agustus 2008.
Waktu pendaftaran kedua kursus itu diperpanjang sampai hari Senin, tanggal 18 Agustus 2008. Pendaftaran dilakukan di Gedung LSIH-UB Lantai 2. Untuk keterangan lebih lanjut, peminat dapat menghubungi bagian kesekretariatan LSIH-UB melalui telepon 0341-559054. [lsih]

Disertasi Bambang Siswadi: Prospek Swasembada Kedelai
13 Agustus 2008
Saat ini ada komitmen yang kuat dari pemerintah untuk berupaya menciptakan swasembada kedelai pada tahun 2010 sebagai komoditas pangan terpenting ketiga setelah padi dan jagung. Mengingat kebutuhan pangan yang terlalu bergantung pada suatu komoditi beras mengandung resiko bahwa kebutuhan pangan rumah tangga dan nasional akan rapuh. Oleh karena itu pada masa mendatang pengembangan pangan alternatif yang berbasis di antaranya kepada biji-bijian seperti kedelai perlu terus ditingkatkan dengan skenario kebijakan tertentu.
Ir Bambang Siswadi MS mengungkapkan hal ini dalam disertasi berjudul “Simulasi Kebijakan Ekonomi dalam Prospek Swasembada Kedelai”. Ujian terbuka disertasi ini digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Rabu (13/8), dengan promotor Prof Dra SM Kiptiyah MSc, kopromotor Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS, dan Prof Dr Ir Zaenal Fanani. Majelis penguji terdiri dari Dr Ir Wahib Muhaimin MS, Dr Ir Syafrial MS, dan Dr Ir Bambang Ali Nugroho MS DAA.
Diungkapkan pula, skenario swasembada dapat direncanakan dengan mengkaji beberapa variabel seperti faktor-faktor yang mempengaruhi keragaan permintaan dan penawaran kedelai di Indonesia termasuk di wilayah yang potensial produksinya, mengkaji dampak alternatif kebijakan ekonomi dan perubahan produksi kedelai di tiap wilayah potensial, dan menyusun alternatif kebijakan yang dapat memberikan dampak positif terhadap upaya peningkatan produksi menuju swasembada kedelai.
Bambang menyebutkan bahwa luas areal kedelai dan produktivitas pada wilayah-wilayah potensial kedelai secara umum banyak ditentukan oleh harga kedelai, harga pupuk, harga benih dan harga komoditas kompetitor yaitu jagung. Dampak penerapan liberalisasi perdagangan di Indonesia cukup menggembirakan terhadap kinerja ekonomi kedelai, namun kinerja pasar domestik masih belum menggembirakan, terlihat dari impor kedelai yang terus meningkat. Harga kedelai dunia merangkak naik sehingga menyebabkan tekanan terhadap harga kedelai domestik baik di tingkat konsumen maupun produsen. Penerapan kebijakan kenaikan harga pupuk dan benih juga bersifat paradoks di dalam upaya peningkatan produksi karena justru memperburuk kinerja ekonomi kedelai itu sendiri. Ditambah terjadinya sock internal seperti penurunan produksi kedelai mancanegara menyebabkan tekanan terhadap harga kedelai dunia naik dalam bilangan yang fantastis 38,62% yang diikuti oleh kenaikan harga kedelai domestik sebesar 45,11%. Kondisi ini diperkirakan oleh Bambang akan semakin memperburuk ekonomi perkedelaian Indonesia dan swasembada kedelai akan sulit untuk dicapai.
Disarankan agar pemerintah bersedia untuk memberikan subsidi pupuk, meskipun sangat berat dilakukan karena keterbatasan keuangan negara. Selain itu, prediksi terhadap kondisi ekonomi eksternal perlu terus diantisipasi terutama terhadap munculnya shock internal yang dapat mengganggu perilaku ekonomi kedelai Indonesia.
Dalam yudisium Bambang Siswadi dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,75) dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu-ilmu pertanian dengan minat ekonomi pertanian.
Dr Ir Bambang Siswadi MS (44 tahun), pria kelahiran Pamekasan, 2 Desember 1963, adalah tenaga pengajar pada Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang. [fjr]

Disertasi Ulfah Utami: Senyawa Antibakteri dari Tanaman Mangrove
13 Agustus 2008
Kebutuhan bahan antimikroba untuk terapi penyakit infeksi masih tinggi. Di sisi lain timbul mikroorganisme patogen yang resisten terhadap antimikroba yang ada. Kondisi tersebut menuntut pencarian bahan-bahan antimikroba baru untuk mengatasinya. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mencari antibakteri baru, melalui eksplorasi dan seleksi mikroba, mencari jenis yang beragam dari habitat yang beragam pula dengan harapan akan akan didapat isolat baru yang menghasilkan antibakteri yang lebih baik.
Upaya tersebut dapat dilakukan dengan memproduksi senyawa metabolit sejenis yang terdapat dalam tanaman, misalnya dari hutan mangrove. Habitat hutan mangrove dilaporkan memiliki tanaman-tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder yang aktif sebagai antimikroba, misalnya tanaman Bruguiera gymnorrhiza.
Demikian diungkapkan Dra Ulfah Utami MSi dalam disertasi berjudul "Isolasi, Identifikasi, dan Seleksi Bakteri Endofit Penghasil Senyawa Anti Bakteri dari Tanaman Mangrove (Bruguiera gymnorrhiza)". Ujian terbuka disertasi ini dilaksanakan Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Rabu (13/8), dengan promotor Prof Dr Ir Soemarno MS, kopromotor Prof Dr dr Sumarno DMM Sp MK, dan Ir Yenny Risjani DEA PhD, serta majelis penguji yang terdiri dari Prof Dr Ir Siti Rasminah Ch Sy, Dr drh Aulani’am DES, Dr Dra Utami Sri Hastuti MPd, dan Mohammad Amin MSi PhD.
Ulfah melakukan penelitian disertasinya melalui beberapa tahapan kerangka operasional penelitian. Sampel tanaman Bruguiera gymnorrhiza diambil dari lima lokasi berbeda. Selanjutnya dilakukan isolasi dan identifikasi bakteri endofit Bruguiera gymnorrhiza yang terkandung di akar, ranting, daun, dan buah. Tahap berikutnya, dilakukan pemurnian dan identifikasi yang meliputi pewarnaan gram, morfologi koloni, dan uji kimia. Uji aktivitas antibakteri metabolit dan endofit dilakukan dengan mengkultur bakteri pada media MHB dan juga pengukuran diameter zona hambat pertumbuhan bakteri uji. Selanjutnya dengan menganalisis protein menggunakan SDS-PAGE, mengisolasi fraksi protein, dan uji aktivitas anti bakteri fraksi protein dilakukan untuk proses fraksinasi protein metabolit bakteri endofit. Sedangkan proses pemeriksaan kualitatif senyawa metabolit sekunder bakteri endofit dilakukan melalui ekstraksi metabolit sekunder dengan diklorometan, penapisan kimia dan uji aktivitas.
Dari penelitian tersebut, Ulfah Utami mampu mengisolasi beberapa bakteri dari tanaman Bruguiera gymnorrhiza yaitu Bacills megaterium, Burkholderia cepacea, Alcaligenes faecalis, Actinobacillus sp, Salmonella sp, Salmonella choleraesuis, Enterobacter egglomerans, Acinobacter iwoffi, Hafnia alvei, Pseudomonas fluorescens, Bacillus subtilis, dan Weeksella zooheleum. Terdapat dua isolat bakteri endofit yaitu isolat BP1 (Bacills megaterium) yang mempunyai aktivitas anti bakteri terhadap Staphylococcus aureus dan isolat DT (Hafnia alvei) yang anti terhadap bakteri Escherichia coli.
Dalam yudisium Ulfah Utami dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,82) dan berhal menyandang gelar doktor dalam ilmu-ilmu pertanian dengan minat lingkungan pesisir dan kelautan.
Dr Ulfah Utami MSi (43 tahun), perempuan kelahiran Kediri, 9 Mei 1965, sarjana biologi lulusan ITB (1990), magister pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan dari IPB (1997), adalah dosen FMIPA STAIN Malang sejak 2000, dan pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Biologi FMIPA STAIN Malang (2000-2003), Pembantu Dekan I Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang (2003-2005), dan Pembantu Dekan II pada Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang (2005-aekarang). [fjr]

Perpustakaan: Pelatihan Software Lentera Versi Web
13 Agustus 2008
Perpustakaan Universitas Brawijaya, selama 2 hari (13/8-14/8) mengadakan pelatihan penggunaan software “Lentera versi Web”. Pelatihan ini ditujukan bagi semua petugas ruang baca di seluruh fakultas dan jurusan di lingkungan UB.
Menurut Kepala UPT Perpustakaan UB, Dra Welmin Sunyi Ariningsih MLib, software ini dibuat dengan segala kemudahan penggunaan maupun aksesnya. Karena software ini dirancang berbasis web, maka di manapun orang bekerja asal PC-nya terhubung dengan saluran internet dapat langsung mengakses website digilib.brawijaya.ac.id.
Perangkat lunak ini berbeda dengan software sebelumnya, yaitu “InTouch”. Software lama harus diinstal pada komputer di masing-masing ruang baca, petugas meng-entry data buku, dan bila terjadi kerusakan atau diserang virus petugas harus memperbaikinya. Lentera versi web tidak perlu diinstal pada masing-masing komputer ruang baca. Petugas cukup membuka web, melakukan login dan mengisi password, langsung dapat bekerja meng-entry data buku.
Namun demikian, Welmin menekankan, perlu kesepakatan bersama antara ketua jurusan ataupun pimpinan fakultas dengan Perpustakaan UB tentang mekanisme pekerjaan ini. Hal ini penting, karena pihak fakultas atau jurusan harus ikut bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan para petugas entry data dari ruang baca di masing-masing fakultas atau jurusan.
Untuk itu pada pelatihan ini, para petugas ruang baca diharuskan mengisi formulir kesepakatan untuk mendapatkan hak login dan password yang diinginkan, yang harus diketahui oleh Kajur/PD masing-masing. Hal ini untuk menjaga keamanan data dan keabsahan materi yang harus di-entry-kan ke sistem Digital Library UB, serta kesadaran arti penting seseorang pemegang password.
Selanjutnya formulir tersebut dikembalikan ke Perpustakaan UB untuk dibuatkan hak akses. Setelah mendapatkan hak akses, petugas itu dapat memasukkan data buku maupun data jurnal yang ada di ruang baca masing-masing. Data ini akan tersimpan secara sentral di server Perpustakaan UB, meskipun secara fisik koleksi tetap ada di ruang baca masing-masing fakultas. "Tidak perlu dirisaukan bahwa Perpustakaan UB akan mengambil seluruh koleksi ruang baca", tutur Welmin. "Kondisi sekarang sangat berbeda dengan era 80-an. Pada era globalisasi ini, dengan aplikasi teknologi informasi yang semakin canggih, di manapun perpustakaan berada sah-sah saja, namun datanya tersentral. Dengan demikian akan terwujud Union Katalog UB. Kepentingan kami sebagai pengelola Perpustakaan UB adalah mensentralkan data, agar menjadi online data yang dinamis untuk mendukung keabsahan data dalam rangka akreditasi dan sebagainya", tutur Welmin.
Adapun nama "Lentera", menurut Welmin, mengandung arti dengan pencahayaan (seterang lentera) mampu memberikan penerangan pada sekitarnya. "Semoga Perpustakaan sebagai pendukung akademik mampu memberikan manfaat bagi masyarakatnya. Untuk itu, Perpustakaan sangat membutuhkan dukungan semua pihak, terutama kesadaran dan kepedulian untuk mengumpulkan semua karya ilmiah yang dihasilkan ke Perpustakaan UB", tukas Welmin. [wsa]

LSIH dan Lemlit UB dalam Forum Internasional Bioteknologi
13 Agustus 2008
Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) bersama Lembaga Penelitian (Lemlit) Universitas Brawijaya berperan aktif dalam forum ilmiah internasional yang diselenggarakan Konsorsium Bioteknologi Indonesia, 5-7 Agustus 2008 lalu. Digelar di Botanical Square, International Convention Hall, Insitut Pertanian Bogor, forum ini dihadiri peserta dari Belanda, Jepang, Singapura, Polandia, Rusia, Malaysia, dan Indonesia. Dalam kesempatan itu digelar kegiatan seminar, kongres, dan pameran bioteknologi.
Beberapa universitas anggota tetap juga berpartisipasi dengan mengirimkan para peneliti, khususnya dalam kegiatan seminar. Misalnya: UI, ITB, IPB, UGM, Undip, UM, Unej, serta beberapa PTS terkemuka.
Dalam pameran bioteknologi, UB satu-satunya perguruan tinggi yang membuka stan. Sehingga di tengah puluhan stan perusahaan bioteknologi terkemuka di Indonesia, stan UB cukup menonjol dan menyita perhatian pengunjung. Stan UB menampilkan hasil-hasil penelitian, paten, serta tayangan audiovisual tentang fasilitas dan kegiatan penelitian di lingkungan UB. Sementara beberapa fakultas (Hukum, Ekonomi, Teknik, MIPA, Kedokteran, Teknologi Pertanian, dan Pascasarjana) menampilkan profil lengkap dengan brosur-brosur program unggulan masing-masing.
Menurut Dra Fatchiyah MKes PhD, Direktur LSIH UB, antusiasme pengunjung di stan UB cukup tinggi. Kebanyakan mereka ingin mengetahui lebih jauh tentang fasilitas laboratorium, terutama yang ada di LSIH UB, dan kegiatan serta topik-topik penelitian yang dilakukan UB. Mereka umumnya adalah para peneliti dari berbagai institusi, dan mahasiswa tingkat pascasarjana. Beberapa di antaranya menyatakan berminat untuk melakukan penelitian, atau bahkan melanjutkan studi di pascasarjana UB. Selain itu, LSIH banyak menerima tawaran kerjasama, seperti dari pihak ESI Jakarta dan Europe Continent Indonesia. Tetapi semuanya masih memerlukan pembicaraan lebih serius lagi.
Presentasi Hasil Penelitian
Selain pameran, UB juga mengirimkan beberapa peneliti untuk mempresentasikan hasil penelitian yang dilaksanakan dengan berbagai sumber dana. Sebelas orang staf pengajar UB membawakan makalah, baik sebagai invited speaker, presentasi oral maupun presentasi poster.
Sebagai invited speaker, Dra Fatchiyah MKes PhD membawakan makalah berjudul "Biomekanik Molekuler Diferensiasi Jenis Kelamin".Sedangkan presentasi oral disampaikan oleh Dr Uun Yanuhar SPi MSi dengan judul "Perkembangan Sel Kultur untuk Produksi Antibodi Monoklonal sebagai Alat Diagnosa Penyakit karena Infeksi Grouper", Dr Ir Sasmito Djati MS dengan judul "Efek Penggunaan Streptozotocin dengan Dosis Rendah Berulang (MLD-Stz) terhadap Kerusakan Sel Beta Pankreas Tikus Putih (Rattus norvegicus) untuk pembuatan Diabetes Mellitus Tipe 1", dan Dr Ir Yunianta DEA dengan judul "Enzymatic deproteinization method in chitin isolation of crab’s (Portunus japonicus) shell waste".
Selebihnya, dalam bentuk presentasi poster oleh Prof Dr dr Sumarno SpMK dengan judul "Pengaruh Molekul Adhesi Vibrio Cholerae Subunit Pili 37,8 Kda Dikonjugasi Cholera Toxin Subunit B terhadap Respon S-Iga dan Keluarnya Cairan pada Usus Halus Mencit",  Dr drh Aulanni’am DES dengan judul "Pelabelan Monoklonal Antibodi pada Human Autoantibodies GAD65 Menggunakan Alkalin Phospharase untuk Deteksi Dini Pasien Diabet Tipe 1", Dr Ir Gatot Ciptadi DESS dengan judul "Peningkatan dan Pengoptimalan Sistem Kultur Folikel In Vitro Growth (IVG) pada Sapi Lokal sebagai Potensi Baru dari Sumber Oosit Matang pada In Vitro", Drh Masdiana Ch Padaga MAppSc PhD dengan judul "Potensi Penggunaan Pseudomonas spp dari Susu sebagai Produsen Biosurfaktan", Dr drg Nur Permatasari MSi dan Dr dr Nurdiana MKes dengan judul "Effect of Genistein in reendothelialization of ovariectomized rats", dan Ir Yenny Risjani DEA PhD dengan judul "Penggunaan Metodologi Haematological dari Organisme Perairan sebagai BEWS dalam Lingkungan dan Bioteknologi Kelautan". [LSIH]
----
Catatan: Abstrak makalah Dr Fatchiyah dan Dr Sasmito Djati dapat didownload di sini

KH Agus Mustofa: Terpesona di Sidratil Muntaha
12 Agustus 2008
Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1429 H, Universitas Brawijaya menggelar ceramah dan dialog interaktif, Selasa (12/8). Hadir sebagai pemateri dalam kesempatan tersebut adalah KH Agus Mustofa, penulis beberapa buku tasawuf modern dan sains teknologi. Kegiatan ini mengambil tema ”Memaknai Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dalam Membentuk Insan Kampus Intelektual yang Humanis dan Religius”.Membuka acara ini, Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito menyatakan, peristiwa Isra’ Mi’raj 14 abad yang lalu dapat digunakan sebagai momentum peningkatan keimanan di samping guna memperoleh pengetahuan ke-MahaKuasa-an Allah SWT.
Kajian Sains Teknologi
Dalam ceramahnya, KH Agus Mustofa memaparkan salah satu bukunya, ”Terpesona di Sidratil Muntaha” yang berkisah tentang perjalanan Rasulullah selama Isra’ Mi’raj. Menurut Agus, Isra’ Mi’raj adalah fenomenal dan kontroversial. Dalam hal fenomena, ia mengangkat fenomena sejarah dan fenomena sains. ”Peristiwa ini belum pernah terjadi dan diyakini tidak akan pernah terjadi lagi”, katanyaa. Dalam konteks perpindahan yang sangat cepat, digambarkan peristiwa pada zaman Nabi Sulaiman as, yakni pemindahan kerajaan Saba’ milik Ratu Balqis. Sementara dari fenomena sains, menurutnya Isra’ Mi’raj melibatkan pemahaman tingkat tinggi dalam sains dan teknologi. ”Selama ini kita meyakini Rasulullah SAW mengendarai buraq yang digambarkan sebagai kuda bersayap yang terbang ke angkasa. Ilustrasi ini merendahkan kedalaman ilmu yang ada dalam Al Qur’an”, ujarnya mengkritisi keyakinan mainstream tentang perjalanan Isra’ Mi’raj.
Dalam peristiwa pemindahan kerajaan Saba’, menurut KH Agus Mustofa, ada dua tawaran pemindahan kepada Nabi Sulaiman as, yang pertama dari Jin Ifrid dan yang kedua adalah dari manusia yang memahami Al Kitab (taurat). Dikisahkan, Jin Ifrid menyatakan bahwa dirinya mampu memindahkan kerajaan tersebut sebelum Nabi Sulaiman berdiri, sedangkan manusia yang memahami Al Kitab menyatakan mampu memindahkan sebelum Nabi Sulaeman berkedip. Menurut KH Agus Mustofa, kisah manusia yang mampu memindahkan kerajaan tersebut mengandung khazanah ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Jika ditarik pada era masa kini, teknologi tersebut menurutnya dikenal dengan teleportasi yang memindahkan sesuatu dengan menggunakan teknologi gelombang. ”Implementasi teknologi teleportasi sampai saat ini masih dalam tataran film science fiction, salah satunya dalam film Star Trek”, kata dia.
”Sedikitnya referensi yang memuaskan akal sehat tentang cerita Isra’ Mi’raj, akhirnya banyak yang kemudian menyandarkan diri pada logika keputusasaan”, ujarnya. Mengutip pendapat mainstream, sarjana Teknik Nuklir ini mengatakan, logika keputusasaan yang dimaksud adalah ucapan ”Kalau Allah SWT menghendaki semua bisa saja terjadi”. Sebagai logika keputusasaan, menurutnya ungkapan ini adalah argumentasi final yang mematikan manusia dalam memanfaatkan potensi akal sehatnya sehingga tidak lagi mengindahkan ilmu pengetahuan dan teknologi. ”Jika Al Qur’an adalah sumber dari segala sesuatu, maka Allah SWT telah menyebutkan bahwa Al Qur’an tersebut mudah dipelajari dan bahkan mengulangnya hingga empat kali dalam satu ayat”, kata dia. Yang lebih parah, menurutnya terdapat pemahaman bias terkait Isra’ Mi’raj tentang turunnya perintah shalat lima waktu. ”Benarkah perintah shalat turun pada saat Rasulullah SAW Mi’raj? Padahal ada beberapa riwayat yang menceritakan Rasulullah SAW sudah pernah shalat bersama arwah para Nabi sebelumnya”, kata dia.
Kata Kunci
KH Agus Mustofa menyebut delapan kata kunci peristiwa Isra’ Mi’raj dalam QS Al Israa’ ayat 1. Kata kunci itu meliputi: (1) Subhanalladzii (Maha Suci Allah), (2) Asraa (memperjalankan), (3) Bi’abdihi (hamba-Nya), (4) Laila (pada malam hari), (5) Minal Masjidil Haram ilal Masjidil Aqsha (dari Masjid Al Haram ke Masjid Al Aqsha), (6) Baaraqnaa Haulahu (yang telah kami berkahi sekelilingnya), (7) Linuriyahu min aayatinaa (agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda Kami), (8) Innahu huwassami’ul bashir (sesungguhnya Dia adalah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).
Berdasarkan ayat ini, Agus Mustofa menolak pendapat mainstream selama ini yang menyatakan terjadi tawar-menawar rakaat shalat antara Rasulullah SAW dengan Allah SWT dari 50 rakaat menjadi 5 rakaat dengan konsultasi kepada Nabi Musa as terlebih dahulu. ”Riwayat ini, menurut saya, hanya ingin menunjukkan superioritas Nabi Musa as, yang seakan-akan lebih tinggi daripada Rasulullah SAW, dan seolah lebih tahu kondisi umat Nabi Muhammad dengan menyatakan bahwa umat Rasulullah SAW tidak mampu menerima rakaat sebanyak 50 rakaat”, kata dia. ”Sebagai hamba yang patuh dan taat kepada Allah SWT, tidak mungkin Rasulullah melakukan tawar-menawar perintah-Nya hingga sembilan kali dari 50 rakaat menjadi 5 rakaat”, tambahnya.
Rasulullah SAW dalam perjalanan malam tersebut, menurut Agus Mustofa, dibantu malaikat Jibril sebagai makhluk yang terbuat dari cahaya, mampu melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya. Diketahui kecepatan cahaya 300 ribu km per detik. Perjalanan secepat kilat ini, kemudian dikenal sebagai buraq, berasal dari kata barqun yang artinya kilat. Hal ini kemudian digambarkan sebagai yang disebut dalam QS Al Ma’arij ayat 4, perjalanan satu hari bagi malaikat adalah setara dengan 50 ribu tahun bagi manusia.
Untuk Mi’raj, Agus merujuk pada QS An Najm ayat 14-18 yang menyatakan, ”(Yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar”.
Dimensi Kosmologi
Dengan teori dimensi dalam kosmologi, KH Agus Mustofa menyatakan, dalam perjalanan Mi’raj, Rasulullah SAW melakukan perpindahan dimensi dengan sudut pandang yang semakin besar. ”Melalui pemahaman ini, artinya Rasulullah SAW tidak melakukan perjalanan luar angkasa. Tetapi dibantu malaikat beliau melakukan perjalanan antardimensi”, tegasnya.
Di akhir presentasi, KH. Agus Mustofa menandaskan, sebelum perjalanan Isra’ Mi’raj, Rasulullah SAW mengalami tahun kesedihan (kondisi down) di antaranya diusir oleh kaum kafir Quraisy dari Makkah dan dilempari batu dalam aktivitas dakwahnya. Setelah itu Allah SWT juga mewafatkan dua orang yang dikasihinya, yaitu istrinya, Siti Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib. ”Dalam kondisi tersebut, Rasulullah SAW merasa sendirian dan bersandar hanya kepada Allah SWT”, kata Agus Mustofa. Kemudian melalui Isra’ Mi’raj, Allah SWT hendak menunjukkan kepada Rasulullah SAW siapa yang mengutusnya dengan memperlihatkan sebagian tanda-tanda kekuasaan-Nya. Setelah peristiwa Isra’ Mi’raj ini, setahun kemudian Rasulullah SAW pun hijrah dari Makkah ke Madinah dan selanjutnya mampu menaklukkan kota Makkah. [nok]

Dr Nurhuda Finalis Ristek-Medco Energy Award
12 Agustus 2008
Dr Muhammad Nurhuda Rer Nat, menjadi salah satu dari enam finalis kompetisi Ristek-Medco Energy Award, yang digelar oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi bersama PT Medco. Acara dihelat di gedung BPPT Jakarta, Selasa pekan lalu (5/8).
Dalam kompetisi tersebut, dosen fisika pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA-UB) ini mengajukan karya berjudul “Reaktor Kompak Trans-Esterifikasi Minyak Nabati Menjadi Biodiesel dengan Menggunakan Gelombang Mikro”.
Tulisan tersebut membahas tentang desain kompak reaktor transesterifikasi kontinyu untuk produksi biodiesel dengan menggunakan gelombang mikro sebagai modus pemanasan. Reaksi bahan-bahan biodiesel dan katalis dilakukan pada sebuah ruangan sempit, yang secara geometris adalah ekstensi dari waveguide (pandu gelombang) gelombang mikro. Dengan cara ini, energi gelombang mikro dapat sepenuhnya terserap oleh bahan-bahan biodiesel sehingga reaksi berlangsung sangat efektif.
Sebelum tersaring menjadi 6 finalis terakhir, Nurhuda telah menyisihkan sebanyak 41 kontestan lain dari universitas-universitas di Indonesia. Keenam finalis itulah yang berhak mengikuti ujian tahap akhir dari dewan juri. Sayang, dalam tahap ini Nurhuda belum berhasil. Ia mengakui, kegagalannya disebabkan oleh kurangnya data pendukung yang sebenarnya sangat diperlukan dalam penelitiannya. Meskipun demikian ia tetap bangga, karena karya yang ia biayai sendiri ini mampu dikompetisikan bersama-sama dengan karya unggulan nasional lainnya. [fjr]

Pelatihan Soft Skills Mahasiswa
12 Agustus 2008
Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi bekerja sama dengan KAMAFEBRA (Keluarga Alumni Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya), Selasa (12/8), mengadakan pelatihan untuk menunjang kualitas diri setiap lulusan.
Bertema "Pelatihan Soft Skills bagi Lulusan Jurusan Manajemen untuk Persiapan Memasuki Dunia Kerja", kegiatan ini bertujuan memberikan value added bagi para lulusan FE-UB, yang diketahui selama ini hanya menguasai teori-teori yang diperoleh dari bangku perkuliahan saja.
Faktanya, berdasarkan informasi perusahaan-perusahaan swasta maupun pemerintah, dan tracer study yang dilakukan UB, pada saat memasuki dunia kerja penggunaan teori hanya 20% saja, dan sisanya 80% yang dibutuhkan merupakan kemampuan soft skills, yakni ilmu kehidupan yang berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM).
Pelatihan ini terdiri meliputi empat topik utama, yang disampaikan para instruktur: Drs Wayan Sarka MS, Dra Ratih Julianti MSi, dan Dra Siti Romlah MM, yakni "Kiat Menulis Surat Lamaran Pekerjaan", "Strategi Menghadapi Dunia Kerja", "Penampilan Simpatik dan Profesional", serta "Sukses Wawancara dengan Jawaban Taktis".
Kegiatan berlangsung sehari penuh, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Pelaksanaan pelatihan ini dinilai sangat berhasil. Terlihat bahwa para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini, tidak hanya para lulusan saja tetapi juga para mahasiswa dari berbagai angkatan aktif berpartisipasi dalam kesempatan ini.
"Kegiatan yang menjadi bagian dari program kerja KAMAFEBRA ini merupakan wujud dari bakti alumni kepada almamater, dan nantinya kegiatan semacam ini akan dilaksanan secara kontinyu, dengan tujuan memberikan dampak yang signifikan bagi para lulusan, " ujar  Drs Wayan Sarka MS, Ketua KAMAFEBRA. Selain menjadikan lulusan FE-UB berkualitas, KAMAFEBRA diharapkan juga memberikan kontribusi berupa jaringan kerja yang mampu menampung para lulusan tersebut. [chu]

Hasil Seleksi Beasiswa I-MHERE 2008
12 Agustus 2008
Universitas Brawijaya mengumumkan 50 orang calon mahasiswa penerima beasiswa yang didanai program I-MHERE (Indonesia-Managing Higher Education for Relevance dan Efficiency). I-MHERE adalah program pemerintah dengan dukungan pinjaman lunak Bank Dunia untuk memperbaiki kesehatan organisasi pendidikan tinggi guna mencapai relevansi dan efisiensi institusi agar mampu mendukung peningkatan daya saing bangsa.
Beasiswa IMHERE tahun 2008 ini adalah yang kedua kalinya diluncurkan di UB, diberikan khusus kepada calon mahasiswa yang diterima melalui jalur PSB (penjaringan siswa berprestasi) dan SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri). Beasiswa ini diprioritaskan kepada calon dari keluarga kurang mampu yang berdomisili di daerah pesisir dan pinggiran hutan. Beasiswa tersebut berupa pembebasan SPP dan bantuan biaya hidup sebesar Rp 300 ribu per bulan untuk masing-masing calon mahasiswa selama 4 tahun. Beasiswa dinyatakan batal jika calon mahasiswa tidak melakukan daftar ulang.
Demikian pengumuman Tim Seleksi Beasiswa UB yang dikeluarkan staf Pembantu Rektor III, Taufiq BT ST MMT, 8 Agustus 2008.
Daftar nama kelimapuluh calon mahasiswa tersebut adalah sebagai berikut. Fakultas Hukum (1)Ibnu Tunggaling Purb; Fakultas Ekonomi (4) Wahyu Rizkiyah (Akuntansi Bhs Inggris), Suratun (Studi Pembangunan), Icha Nuraini  (Akuntansi Bhs Inggris), Ridwan Prasetyo Nugr  (Akuntansi Bhs Inggris); Fakultas Ilmu Administrasi (6) Vifin Rofiana (Ilmu Administrasi Publik), Rohmat Hidayat (Ilmu Administrasi Bisnis), Aning Sri Rahayu (Ilmu Administrasi Bisnis), Ulfatul Yunas Soliha (Ilmu Administrasi Bisnis), Fitri Cahyaning (Ilmu Administrasi Publik), Ria Mirasih (lmu Administrasi Publik); Fakultas Pertanian (7) Rini Mutiasari (Agribisnis), Wheny Masruroh (Agroekoteknologi), Defi Eka Waryastuti (Agroekoteknologi), Astri Yeni Farida (Agroekoteknologi), Heri Widodo (Agribisnis), Devi Erlinda Mardiya (Agroekoteknologi), Ina Jayanti (Agribisnis); Fakultas Peternakan (3) Endang Rininingsih, Agus Achmad Firdaus, Ali Makruf; Fakultas Teknik (4) Sucianto (Teknik Mesin), Antin Pristiani (Teknik Pengairan), Cholik Hari Wahyudi (Teknik Elektro), Hendra Adiyatama (Teknik Mesin); Fakultas Kedokteran (4) Nugroho Putra Utama (Gizi Kesehatan), Enik Noviani (Ilmu Keperawatan), Indah Asrifah (Gizi Kesehatan); Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (1) Maryam (Sosial Ekonomi Perikanan); Fakultas MIPA (10) Retno Palupi (Matematika), Maria Suwati (Matematika), Fifi Zainatush Sholi (Kimia), Muhammad Mahmudi (Matematika), Lubab Elfaidhoh Rifh (Statistika), 22 Itut Lisna Indrawati (Matematika), Eny Riani (Fisika),  Dwi Wahyuningsih (Statistika), Dimas Anggoro Kinasi (Statistika), Ahmad Deny Ainul Wa (Matematika); Fakultas Teknologi Pertanian (7) Kharinda Septyaning (Teknologi Hasil Pertanian), Suhendra Kristian (Teknologi Hasil Pertanian), Anik Suherwati  (Teknologi Hasil Pertanian), Rima Azara (Teknologi Hasil Pertanian), Jauharotul Muchlisy (Teknologi Hasil Pertanian), Vina Juniarti (Teknologi Hasil Pertanian), Deby Prawira Nugraha (Teknik Pertanian); Fakultas Ilmu Sosial (2) Melisa Indriana Putr (Ilmu Komunikasi), Deby Ruca Turangga (Sosiologi);Program Bahasa dan Sastra (2) Niswatin Nurul Hidayat (Sastra Inggris), Lia Kusuma Wardhani (Sastra Inggris). [Far]

Dr Marjono Dekan FMIPA
12 Agustus 2008
Dr Marjono MPhil, lektor kepala golongan IV/a, diangkat sebagai Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya periode 2008-2012, menggantikan Ir Adam Wiryawan MS yang telah habis masa jabatannya yang kedua, 7 Agustus 2008 silam.
Dr Marjono terpilih sebagai dekan berdasarkan hasil Rapat Senat FMIPA tanggal 21 Juli 2008. Dalam proses pemilihan di tingkat dosen, perwakilan karyawan, dan perwakilan mahasiswa, Dr Marjono MPhil dari Jurusan Matematika memperoleh 95 suara, Dr Hermin Sulistyarti dari Jurusan Kimia 24 suara, dan Dr Ir Henny Pramudyo dari Jurusan Statistika 10 suara.
Pengangkatannya tertuang dalam keputusan Rektor nomor 185/SK/2008 tanggal 8 Agustus 2008. Dengan keputusan tersebut Dr Marjono diangkat sebagai dosen yang diberi tugas tambahan sebagai dekan dalam jabatan lektor kepala berdasarkan Peraturan Presiden nomor 65 tahun 2007.
Dr Marjono MPhil (45 tahun), pria kelahiran Sleman, Yogyakarta, 16/11/1962, sarjana matematika lulusan Universitas Gadjah Mada (1987), master of philosophy di bidang analisis kompleks dari University of Wales, Swansea (Inggris, 1993) doktor dalam bidang geometric function theory dan mathematical modelling lulusan University of Graz, Austria (1999), menjadi dosen sejak 1/3/1988, beristerikan Ita Puspita, dan tinggal di Jalan Vinolia 3 Malang. [Far]

Lelang: 10 Proyek Konstruksi dan Pengadaan Barang UB
12 Agustus 2008
Universitas Brawijaya akan melaksanakan pelelangan umum dengan pascakualifikasi yang dibiayai dari dana DIPA tahun anggaran 2008. Ada 10 paket pekerjaan yang dilelang dengan pagu anggaran total Rp 7,1 miliar.
Paket pertama, yang terbesar, adalah pembangunan gedung olahraga tahap I dengan pagu anggaran Rp 3,8 miliar. Lelang ini khusus untuk subbidang usaha arsitektur dengan kualifikasi minimal gred-5 (kode 21002).
Jenis pekerjaan lainnya, paket 2: pembangunan pintu gerbang utama tahap I (Rp 500 juta, gred-3, arsitektur); paket 3: pembangunan pagar depan dan pedestrian tahap I (Rp 500 juta, gred-3, arsitektur); paket 4: pembuatan pergola (Rp 450 juta, gred-3, arsitektur); paket 5: pembuatan jalan tembus antara Masjid Raden Patah dengan Fakultas Teknologi Pertanian (Rp 335 juta, gred-3, sipil); paket 6: pembuatan prasarana taman gedung Widyaloka (Rp 135 juta, gred-3, arsitektur); paket 7: pembuatan koridor dan enterance gedung Perpustakaan (Rp 400 juta, gred-3, arsitektur); paket 8: pengadaan peralatan kantor (Rp 400 juta, kecil, pengadaan barang); paket 9: pengadaan alat laboratorium program PHK A2-A3 (Rp 307,5 juta, kecil, pengadaan barang); dan paket 10: pengadaan peralatan elektronik program hibah A2-A3 (Rp 284 juta, kecil, pengadaan barang).
Pendaftaran
Perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan jasa pengadaan yang tergolong kecil dan non kecil yang masih aktif menjalankan kegiatannya dapat mendaftarkan diri dan mengambil dokumen lelang di tempat pendaftaran.
Demikian pengumuman yang dikeluarkan oleh Unit Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa Universitas Brawijaya, yang ditandatangani oleh Ketua Unit Abdul Slamet.
Tempat dan waktu pendaftaran, di gedung Rektorat UB lantai IV, mulai hari Kamis (14/8) hingga Jumat (22/8), mulai pukul 09.00-14.00 WIB. Syarat-syarat pendaftaran peserta lelang: (1) menyerahkan fotokopi SIUJK. SBU, NPWP, PKP dan menunjukkan aslinya, khusus untuk paket 1-7; (2) menyerahkan fotokopi SIUP, TDP, NPWP, PKP dan menunjukkan dokumen asli untuk paket 8; (3) menunjukkan dokumen asli akte pendirian perusahaan beserta perubahannya yang masih berlaku untuk semua paket; (4) pendaftar harus pemimpin perusahaan/badan usaha; jika diwakilkan, yang bersangkutan harus membawa surat kuasa di atas kertas kop perusahaan bermeterai Rp 6000, dan nama yang bersangkutan masuk dalam akte pendirian perusahaan; (5) wajib menandatangani pakta integritas yang namanya tercantum dalam akte pendirian perusahaan pada saat mendaftar.
Jadwal
Jadwal kegiatan pendaftaran untuk paket 1-8, mulai Kamis (14/8) hingga Jumat (22/8), pukul 09.00-14.00 WIB di gedung Rektorat UB lantai IV. Sedangkan untuk paket 9 dan I0, pendaftaran dilakukan pada hari Kamis (14/8) hingga Senin (25/8), pukul 09.00-14.00 WIB. Jadwal kegiatan pelelangan dan paket pekerjaan secara lengkap dapat dilihat pada papan pengumuman di gedung Rektorat lantai I dan lantai IV. [Far]

Disertasi Eko Budi: Jamur Endofit Agens Pengendalian Hayati
12 Agustus 2008
Layu fusarium pada pisang yang disebabkan oleh jamur F oxysporum f.sp cubense ditemukan pertama kali pada tahun 1874 di Australia oleh Bancroft. Hampir semua pisang rentan terhadap penyakit ini sehingga telah menyebar hampir ke seluruh pertanaman pisang di Indonesia dan menurunkan hasil sampai 63,33%. Selama ini, cara pengendalian yang dilakukan petani adalah melalui eradikasi dengan membongkar tanaman sakit atau menyuntik dengan Glyfosate dan membiarkan tanaman tersebut kering dan membusuk. Pengendalian secara preventif antara lain dengan pemilihan lahan dengan pH tanah > 6,8 serta pemberian bahan organik yang dapat mengoptimalkan peranan mikroba antagonis. Salah satu cara pengendalian yang mempunyai prospek lebih baik dan ramah lingkungan serta belum banyak dikembangkan adalah pengendalian hayati dengan menggunakan mikroba endofit khususnya jamur.
Demikian Eko Budi Widayanto dalam disertasi berjudul “Pemanfaatan Jamur Endofit Sebagai Agens Pengendalian Hayati Fusarium oxysporum f.sp. cubense, Penyebab Layu Fusarium pada Pisang”. Ujian disertasi itu digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Selasa (12/8), dengan promotor Prof Dr Ir Siti Rasminah Ch Syamsidi, serta ko-promotor Prof Ir Liliek Sulistyowati PhD dan Ir Widodo PhD.
Dalam penelitian disertasi, ia menduga Jamur endofit dapat meningkatkan ketahanan tanaman pisang terhadap infeksi patogen. Jamur tersebut, menurutnya mempunyai potensi yang lebih baik untuk menghambat infeksi F oxysporum f.sp. cubense daripada mikroba rhizosfer maupun filosfer, karena jamur endofit hidup dalam jaringan tanaman sehingga dapat berperan langsung menghambat perkembangan patogen dalam tanaman.
Penelitian disertasi ini dilakukan di Laboratorium Fitopatologi dan Rumah Kaca Jurusan HPT FPUB, dan di lahan milik petani di Desa Karang Widoro, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Berdasarkan hasil survei, diketahui bahwa semua kultivar pisang yang ditanam petani di Jawa Timur rentan terhadap F oxysporum f.sp. cubense, kecuali pisang klutuk, dengan intensitas penyakit antara 24.5%-49.5%. Dalam penelitian tersebut, ia memperoleh 64 isolat jamur endofit, yang 17 di antaranya bersifat antagonis dan 14 jenis lainnya mampu memicu pertumbuhan tanaman. Di antara 64 isolat jamur endofit yang diperoleh, ia menemukan isolat jamur endofit EMLg2 yang koloninya berwarna hitam, hifanya bersekat, tetapi tidak menghasilkan spora yang lebih efektif mengendalikan layu fusarium dengan intensitas penyakit sebesar 18.39% dan jamur EBW 13 (Aspergillus sp) sebesar 31,00%. selain itu, ia juga menemukan jamur fusarium nonpatogenik yang potensial dalam mengendalikan layu fusarium pada pisang.
Ir Eko Budi Widaryanto MS dalam yudisium dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu-ilmu pertanian dengan predikat sangat memuaskan setelah menempuh studi selama 6 tahun.
Dr Ir Eko Budi Widaryanto MS dilahirkan di Ponorogo, 45 tahun silam, sarjana ilmu hama dan penyakit tumbuhan lulusan FP-UB (1986), magister sains dalam bidang sama dari IPB (1993), dan saat ini dosen di Universitas Nusa Cendana, Kupang. [nok]

Hasil Seleksi Tahap I Tenaga Kontrak Kantor Pusat UB
13 Agustus 2008
Seleksi tahap pertama penerimaan tenaga kontrak Kantor Pusat Universitas Brawijaya diselenggarakan Kamis (31/7), berupa ujian tulis. Ujian personality dan skolastik itu diikuti oleh 1848 peserta. Sejumlah 156 orang calon lolos dari seleksi tahap pertama yang hasilnya diumumkan Senin (11/8).
Berdasarkan tingkat pendidikan peserta seleksi tahap I, tercatat sarjana 576 orang, diploma 163 orang, dan SLTA 1109 orang. Mereka akan mengisi sejumlah 52 lowongan posisi kerja. Selanjutnya, akan diadakan seleksi tahap II, Kamis (21/8) pekan depan, bertempat di gedung Inkubator Bisnis dan Pusat Layanan Masyarakat Universitas Brawijaya (Inbis UB) di Jalan Veteran, Malang.
Berikut adalah daftar nama mereka yang lolos seleksi tahap pertama sebagaimana pengumuman nomor 014/Peng/2008 yang ditandatangani Pembantu Rektor II Warkum Sumitro SH MH.
Kode 01 (Sekretaris, 3 orang): 100099 Rina Subi Anggraini, 100343 Verna Mirtaningtyas, 100421 Meshia Offisinira. Kode 02 (Manajer Gedung, 3 orang): 100188 Anga Dwi Prayoga, 100552 Rio Despantoro, 100574 Aria Fikriyah. Kode 03 (Sekretaris Proyek, 10 orang): 100011 Yuli Maf'ula, 100015 Wulan Widhiatma, 100021 Erik Andrias Budi Prasetyo, 100083 Inung Setyowati, 100104 Luluk Faridah, 100120 Widodo Basuki, 100199 Fitria Sekarsari Yusuf, 100200 Rosidatun Nisa', 100446 Tri Puspitasari, 100495 Andy Firmansyah. Kode 04 (Bendahara dan Akuntansi, 17 orang): 100004 Anindhita Silfanie, 100006 A Selvya Dian Kartikasari, 100033 Lina Dian Pangesti, 100084 Dhimaz Sectio Caecaria, 100091 Dian Amirawati, 100179 Syamsul Arifin, 100219 Andi Kristanto, 100220 Rima Amalia, 100337 Dyah Ayu Komala, 100340 Ika Wunyati, 100400 Shinta Yudharini, 100434 Farid Zuhdiyanto, 100526 Andy Hatmoko, 100541 Meridiana Tri Ayuningtyas, 200132 Sukarjono, 200136 Fitrah Muttaqin, 200164 Dwi Setyawan. Kode 05 (Pramuniaga, 23): 300089 Ovan Hawanto, 300126 Anndy Peterson, 300167 Mifta Uhrotul Unsiyah, 300259 Adi Suryana, 300377 Berlian Lutfianita, 300378 Wati Sri Wahyuni, 300405 Andini Kanthi Sarasaty, 300426 Tawang Kinanti, 300447 Eka Kumalasari, 300553 Lucky Rochma Ichsana, 300590 Ragil Melasari, 300644 Shanty Kusuma Wardani, 300672 Dian Anggraeni, 300673 R Alif Malik A, 300676 Wiji Asriani, 300785 Mumtahanah Latief, 300812 Bambang Sudarmono, 300834 Dwi Rachma Ayuningtyas, 300843 Ika Riawayati, 300866 Nanang Eko Prasetyo, 300938 Mas Mulyadi, 301033 Ririn Anggraini, 301083 Nur Fatahul Laily. Kode 06 (Tenaga Administrasi, 21 orang): 200002 Handri Mukti Sudarsono, 200015 Nur Fitrianah, 200035 Muhammad Hasan, 200063 Nani Mardiningsi, 200083 Rani Yulianti, 200101 Wijanarko, 200109 Frida Ika Hartina, 200123 Widi Kurniawati, 200159 Sutantyas Dini Atmaja, 300275 Ken Nindya P, 300328 Widya Setya Astuti, 300393 Taufik Ariyanto, 300410 Rachmad Hidayat, 300435 Erwin Yudhi Prastya Dewi, 300508 Lina Wantika, 300525 Nanda Novitaningrum, 300875 Dwi Pramitasari, 300911 Dwi Agustin, 300952 I Made Maha Indra Udayana, 301009 Intan Firdausi, 301108 Risqa Asrullah. Kode 07 (Checker, 7 orang): 100010 Widyawanta, 100105 Loita Mayasari, 100110 Ciptoroso, 100182 Puspita Peni Paramita, 100271 Ernaning Widiaswanti, 100455 Tundung Bayu Mursito, 100493 Siti Noerfadilah. Kode 08 (Satpam, 36 orang): 300002 Muchamad Erfan, 300017 Denis Prasetyo, 300018 Imam Cahyono, 300071 Arif Rahman Halim, 300107 Deva Dwi Hariyanto, 300118 Moch Arief Kustiawan, 300147 Eko Suryono, 300175 Yusli Bachtiar, 300189 Moch Yuli Setiawan, 300245 Winarto, 300258 Santoso, 300283 Toto Prasetyo, 300301 Subur Andika, 300363 Andri Asmoro, 300381 Yoni Fahudi, 300406 Samsul Arifin, 300407 Ngadiono, 300412 Sulkan Sumaryadi, 300433 Agus Widianto, 300458 Adi Sulistiono, 300531 Mukti Waluyo, 300640 Priandi Pandu Senjaya, 300648 Ngaderi, 300691 Gatot Wahyu Budiono, 300698 Kasiadi, 300710 Anang Arvianto, 300852 Ariyanto, 300884 Eric Paul S, 300965 Moch Charul Laili, 301021 Andy Sulindra Basuki, 301023 Teguh Arifianto, 301037 Arif Margono, 301053 Moch Najmuddin, 301059 Moch Usman Hadi, 301067 Yuangga Asddel Swara Perdana, 301080 Mokhamad Nurhadi. Kode 09 (Teknisi, 4 orang): 300573 Andik Ismawan, 300685 Harris Tristanto, 300899 Choiri Al Amin, 300960 Sofyan Hadianto. Kode 10 (Urusan Rumah Tangga, 12 orang): 300033 Hadi Handoko, 300079 Sugeng Akbari, 300198 Dwi Retno Herminingrum, 300214 Tarni Dwi Jayanti, 300227 Sigit Riwayanto, 300424 Nindyakirana Wijayanti, 300521 Haivzh Satria Yudha, 300540 Riati, 300646 Tatang Harppranadwanto, 300786 Rachmad Wibowo S, 300917 Aditya Sukma Putra, 300969 Lutfi Hari Wajyudi. Kode 11 (Pengelola Fitness, 15 orang): 300039 Wasono Santoso, 300143 Indra Sakti Wijaya, 300411 Mukhammad Farid, 300413 Indra Perwira Wadhana, 300422 Bagus Abdul Mukti, 300427 Asdiarga Aditya Ardjaka, 300449 Deny Andika Putra, 300695 Mochamad Arie Ardiansyah, 300760 Ria Arisman Efendi, 300776 Agung Setyawan, 300808 Via Mayommi, 300923 Rendra Dwi Agung, 300955 Dwi Priantoro, 300956 Wahyu Wijaya, 301106 Arief Kuncoro. Kode 12 (Instruktur Fitness, 2 orang): 300489 Wino Gagas Nusantara, 300759 Yuli Romhadi. Kode 13 (Taman, 3 orang): 300111 Ikhsan, 300496 Nanang Harsono, 300591 Setiawan. [nok]

Pengumuman Hasil SPMK 2008
11 Agustus 2008
Melalui seleksi program minat dan kemampuan (SPMK), Universitas Brawijaya menerima 1772 calon mahasiswa baru tahun akademik 2008/2009. Mereka ini diseleksi dari 2832 peserta ujian tulis yang diadakan pada hari Kamis 7/8 di kampus Unibraw, terdiri dari 1509 peserta IPA, dan 1324 IPS, serta di kampus Universitas Gorontalo sebanyak 130 peserta IPS.
SPMK di Malang menerima 1681 calon, secara rinci: program studi Ilmu Hukum menerima 154 calon (130 kelas bahasa Indonesia, 24 kelas bahasa Inggris), Studi Pembangunan 52, Manajemen 73 (60 bahasa Indonesia, 13 bahasa Inggris), Akuntansi 101 (90 bahasa Indonesia, 11 bahasa Inggris), Ilmu Administrasi Publik 112 (109 bahasa Indonesia, 3 bahasa Inggris), Ilmu Administrasi Bisnis 137 (124 bahasa Indonesia, 13 bahasa Inggris), Sastra Inggris 34, Sastra Jepang 15, Sosiologi 50, Ilmu Komunikasi 88, Psikologi 35, Hubungan Internasional 36, Agroekoteknologi 29 (bahasa Indonesia 28, bahasa Inggris 1), Agribisnis 24, Peternakan 11, Teknik Sipil 60, Teknik Mesin 61, Teknik Elektro 69, Teknik Pengairan 31, Arsitektur 54, Perencanaan Wilayah dan Kota 44, Pendidikan Dokter 47 (40 bahasa Indonesia, 7 bahasa Inggris), Ilmu Keperawatan 10, Gizi Kesehatan 7, Kedokteran Gigi 18, Manajemen Sumberdaya Perairan 4,  Budidaya Perairan 2, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan 4, Teknologi Hasil Perikanan 7, Sosial Ekonomi Perikanan 1, Ilmu Kelautan 4, Biologi 40, Fisika 4, Kimia 55, Matematika 42, Statistika 44, Ilmu Komputer 50, Teknologi Hasil Pertanian 28, Teknik Pertanian 11, Teknologi Industri Pertanian 14, dan Kedokteran Hewan 23.
Sementara itu untuk peserta ujian di Gorontalo, diterima 91 orang calon untuk program studi Ilmu Hukum.
Untuk melihat hasil SPMK tahun 2008 selengkapnya, silakan klik di sini.
SAP
Bersamaan dengan pengumuman hasil SPMK 2008, diumumkan pula hasil seleksi alih program (SAP) yang dilaksanakan oleh beberapa fakultas. Seleksi ini memilih calon yang berasal dari lulusan program diploma III yang mendaftar untuk mengikuti program S1.
Untuk tahun akademik 2008/2009, melalui program SAP diterima 127 orang calon, dengan rincian program studi Manajemen menerima 4 calon, Akuntansi 5, Agribisnis 2, Agroekoteknologi 6, Peternakan 1, Teknik Sipil 1, Teknik Mesin 3, Teknik Elektro 8, Ilmu Keperawatan 30, Budidaya Perairan 8, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan 2, Sosial Ekonomi Perikanan 1, Teknologi Hasil Perikanan 4, Fisika 4, Kimia 13, Ilmu Komputer 12, Ilmu Komunikasi 2, dan Sastra Inggris 19.
Untuk melihat hasil SAP 2008 selengkapnya, silakan klik di sini.
Daftar Ulang
Calon mahasiswa baru S1 yang diterima melalui SPMK dan SAP, wajib melakukan daftar ulang, dengan ketentuan: (1) membayar biaya pendidikan di Bank Mandiri seluruh Indonesia secara online dengan menunjukkan kartu peserta ujian SPMK/SAP mulai tanggal 12 Agustus hingga 19 Agustus 2008 (call center Bank Mandiri: 14000 atau 021-52997777), besar biaya pendidikan dapat diakses pada website: http://brawijaya.ac.id/id/3_admission/maba.terima4.php; (2) data pembayaran secara otomatis tersimpan dalam database Universitas Brawijaya; (3) melakukan registrasi online melalui http://siakad.brawijaya.ac.id/siam(NIM mahasiswa baru diperoleh dengan cara mengklik INFO NIM, lalu masukkan nomor tes, dan tanggal pembayaran di Bank Mandiri. Selanjutnya calon menyelesaikan soal penjumlahan (MathGuard) yang ada di bagian kiri bawah layar, lalu klik CARI. Hasil pencarian akan keluar NIM, Kode Aktivasi,Nama dan Program Studi. NIM dapat digunakan sebagai username dan kode aktivasi sebagai password untuk login pengisian biodata mahasiswa baru secara online melalui layanan SIAM (http://siakad.brawijaya.ac.id/siam). Sebelum melengkapi biodata ini, calon dianggap belum melakukan registrasi.
Setelah mengisi biodata, calon dapat menyimpan isian tersebut dan mencetak surat pernyataan sebanyak dua kali, mencetak tanda bukti registrasi sebanyak 2 kali pula untuk kemudian menyerahkannya ke fakultas masing-masing, mulai 11 Agustus hingga 19 Agustus 2008, pukul 08.00-15.00 WIB, serta membawa kelengkapan registrasi berupa: STTB, rapor, surat tanda kelulusan/SKHU, dan akte kelahiran (semuanya asli), dan menyerahkan fotokopinya masing-masing 1 lembar; pasfoto hitam putih ukuran 3x4 cm (4 lembar); menyerahkan kartu tanda peserta tes SNMPTN 2008; menyerahkan fotokopi (4 lembar) bukti pembayaran biaya pendidikan dari Bank Mandiri; menyerahkan slip gaji atau bukti rincian penghasilan orang tua masing-masing 1 lembar; menyerahkan fotokopi (1 lembar) kartu susunan keluarga (KSK); menyerahkan fotokopi bukti pembayaran rekening listrik, PDAM, PBB, dan telepon rumah atas nama orang tua untuk bulan terakhir (Juni-Juli 2008) masing-masing 1 lembar; menunjukkan surat kewargangaraan asli bagi warga negara Indonesia keturunan asing dan menyerahkan fotokopinya 1 lembar; menunjukkan surat ijin belajar (asli) dari Ditjen Pendidikan TInggi bagi warganegara asing dan menyerahkan 1 lembar fotokopinya; dan menyerahkan surat hasil pemeriksaan kesehatan dari Poliklinik Universitas Brawijaya (bagi fakultas yang mensyaratkannya) mulai 12 Agustus hingga 19 Agustus 2008.
Kegiatan
Bagi mahasiswa baru yang telah melakukan daftar ulang diwajibkan mengikuti kegiatan: (1) Pengarahan PD-I dan PD-III di masing-masing fakultas (19 Agustus 2008, pukul 16.00 WIB, pakaian bebas rapi); (2) Upacara penerimaan mahasiswa baru di Lapangan Upacara Universitas Brawijaya (20 Agustus 2008, pukul 06.00 WIB, pakaian putih-putih, berdasi, mengenakan topi dan jaket almamater); (3) Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKK-Maba) di fakultas masing-masing (20-23 Agustus 2008, pukul 07.00-17.00 WIB, pakaian putih-putih, berdasi, mengenakan topi dan jaket almamater); (4) Perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2008/2009 di fakultas masing-masing (mulai 25 Agustus 2008, pakaian bebas rapi). [Far]

Prof Wardana ke Simposium Internasional di Iceland
11 Agustus 2008
Prof Ir I NG Wardana MEng PhD, guru besar teknik mesin, Universitas Brawijaya, minggu depan (17/8-21/8) akan menghadiri sebuah simposium internasional di Iceland. Dalam International Symposium on Transport Phenomena tersebut Prof Wardana membawakan makalah berjudul “Combustion Characteristics of Jatropha-Oil Methyl Ester Droplet in Magnetic Field”. Makalah Prof Wardana membahas pengembangan teknologi pembakaran minyak nabati dengan teknologi magnet.
Pada tahun 2008 ini, Prof Wardana merupakan satu-satunya pembicara Indonesia dalam kancah internasional tersebut, di mana para intelektual dunia berkumpul, yang salah satu tujuannya adalah untuk membahas masalah bio-energy dan bio engineering. Sementara tahun silam, pada ajang yang sama, ISTP di Daejeon, Korea, Prof Wardana adalah satu dari tiga pembicara dari Indonesia. Prof ING Wardana saat ini juga menjadi Vice President JSME (Japan Society for Mechanical Engineer) untuk wilayah Indonesia. [ngw]

Kabar dari Mahasiswa UB di Swiss
10 Agustus 2008
Dua mahasiswa Universitas Brawijaya mengikuti program pertukaran pelajar antarnegara anggota International Assosiation of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) International. Kedua mahasiswa tersebut, Rudy Rahadian dari Fakultas Pertanian, dan Ibnu Sina Jaelani dari Fakultas Peternakan, adalah anggota IAAS Local Committee UB.
Program pertukaran untuk tahun 2008 ini diadakan di Switzerland, diikuti anggota IAAS dari 42 negara dan lebih dari 180 universitas di dunia. Di dalam program tersebut, para peserta melakukan magang kerja di farm yang ada di Switzerland. Diharapkan kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan, pengalaman, dan sekaligus melakukan komparasi terhadap berbagai hal yang terkait di bidang pertanian.
Kedua mahasiswa UB itu magang selama 3-4 bulan. Rudi Rahadian bekerja pada pertanian tembakau dan kentang di Lurtigen dan Ueberstorf Kanton Friborg, selama 4 bulan (Juli-Oktober). Sedangkan Ibnu Sina bekerja pada pertanian organik yang meliputi peternakan unggas (poultry), ternak potong (beef cattle), dan tanaman serealia (cerealis plants) selama 3 bulan (Agustus-Oktober).
Eksis
Dalam e-mailnya, Ibnu Sina mencatat, ada beberapa beberapa hal yang menyebabkan pertanian di negara maju dengan biaya hidup termahal di Eropa ini bisa sangat eksis dan maju di tengah krisis pangan yang dihadapi oleh negara-negara di dunia. Yakni, manajemen farming yang sangat tertata, proteksi pemerintah, petani yan terdidik (well educated farmer), dan berorientasi lingkungan (environment orientation).
Dari segi manajemen farming, setiap farm di Swiss dimiliki oleh satu keluarga, dengan lahan yang sangat luas, rata-rata kepemilkan lahan 30-40 hektar. Pengelolaan lahan ini dilakukan sendiri oleh pemiliknya, dibantu 1-2 orang pekerja. Mereka melakukan rotasi dengan sangat baik pada lahan yang ditanami (kentang, rumput, jagung), melakukan pembukuan (book keeping) yang sangat baik untuk manajemen keuangan, dan terakhir mereka memiliki etos kerja yang tinggi disertai alat-alat dan mesin pertanian yang sangat canggih, seperti traktor, mesin panen (kentang, jagung, rumput), mesin penabur benih dan mesin pembajak. Kemudian hasil pertanian yang akan dipanen telah siap ditampung oleh perusahaan agribisnis setempat untuk diolah ke bentuk yang lain dengan segala sesuatu yang telah dirancanakan, mulai dari penanaman hingga panen.
Well educated
Di Swiss dapat dikatakan sebagai petani apabila mempunyai lahan dan tersertifikasi melalui pendidikan sekolah pertanian yang dikenal dengan istilah apprenticeship bidang pertanian, sekolah pertanian yang dikembangkan memilki konsep yang sangat sederhana dan berkualitas, setiap pelajar yang lulus dari gymnasium (setara SMA) dan berminat di bidang pertanian akan melakukan sekolah selama dua tahun dengan 1 tahun pertama bekerja penuh di farm masyarakat dan 1 tahun kedua belajar penuh didalam kelas. Sekolah tersebut memberikan mereka keterampilan sekaligus ilmu-ilmu yang terkait di bidang pertanian, sehingga ketika mereka menjadi petani sangat siap dalam menjalankan farm yang ter manage dengan baik, ramah lingkungan, dan memilki standar yang tinggi. Saat ini kira-kira terdapat 10% dari total penduduk Switzerland (kurang lebih 7 juta orang-2007) yang berprofesi sebagai petani. Dan setiap petani yang memiliki produk tertentu memilki asosiasi sebagai wadah dalam pengembangan produk tersebut.
Proteksi Pemerintah
Setiap farm di Switzerland mendapatkan proteksi pemerintah berupa subisidi. Subsidi ini didapatkan pemerintah dari perusahaan-perusahaan karena dinilai menghasilkan income yang besar ke negara, kemudian dana yang ada diberikan kepada petani dalam bentuk uang tunai. Pemerintah memberikan proteksi kepada petani karena dinilai lebih menguntungkan daripada industri, karena akan menciptakan ketahanan pangan yang kuat. Dengan demikian, bagaimanapun keadaan pangan di dunia tidak akan menyebabkan guncangan yang sangat kuat di bidang ketahanan pangan negara ini. Efek lain dari proteksi pemerintah adalah menigkatkan interes masyarakat untuk tetap bertani, dan meningkatkan produktivitas serta kualitas produk pertanian tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Lingkungan
Sementara itu environment orientation, di Swiss dan kebanyakan negara maju , produk pertanian baik sayur mayur, buah-buahan, susu, daging dan telur adalah merupakan hasil dari pertanian organik. Dengan demikian mereka sangat sedikit sekali menggunakan pupuk kimia, pestisida, dan antibiotik pada ternak. Setiap farm di Swiss memilki sistem integrated agriculture yang sangat baik untuk mendukung pertanian yang ramah lingkungan. Hal ini dapat dilihat pada seluruh lahan pertanian ketika selesai panen akan dipupuk oleh limbah kotoran sapi dari penampungan kotoran yang ada di kandang dan kemudian ditanami rumput untuk recovery lahan, dan pada lahan yang lain ditanami tanaman pangan. Rumput yang ditanam hasilnya digunakan untuk cadangan makanan sapi dalam bentuk silase, dan tanaman pangan yang ditanam (gandum, jagung, dan biji-bijian) batangnya akan dijadikan cadangan dalam bentuk kering (hay). Sapi yang dipelihara selain diberikan silase dan hay mereka sering diberikan makan dilepas pada ladang pastura, sehingga sangat baik untuk kesehatan sapi dengan exercise yang dilakukan. [Ib/Ru]

Pelepasan dan Sumpah Dokter
9 Agustus 2008
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB) menggelar acara Pelepasan dan Pembacaan Sumpah Dokter, Sabtu (9/8), di Gedung Pusat Pendidikan FK-UB. Dokter-dokter yang dilepas adalah hasil dari yudisium tanggal 2 Juli 2008. Dengan pelepasan dokter baru kali ini, berarti FK UB telah meluluskan sebanyak 3463 dokter.
Dalam sambutannya, Ketua Jurusan Kedokteran Dr dr Basuki Purnomo SpU sekaligus mengumumkan 3 lulusan terbaik, yaitu dr Wulan Sasmeita SKed dengan IPK 3,59, dr Hengky Wijaya SKed dengan IPK 3,56, dan dr Sherly Intanwati SKed dengan IPK 3,56. Ia menghimbau kepada seluruh lulusan untuk mencamkan, menghayati dan melaksanakan sumpah dokter karena sumpah yang telah diucapkan bukan saja disaksikan oleh yang hadir di ruangan tetapi juga oleh Allah SWT. Ia juga mengharap kepada lulusan untuk selalu menjalin komunikasi dengan fakultas sehingga terbentuk suatu jaringan informasi dengan alumni.
Sementara itu Dekan Dr dr Samsul Islam SpMK MKes, mengatakan seluruh lulusan harus berani mengabdi di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Mengingat Departemen Kesehatan saat ini berkonsentrasi untuk memperluas akses pemerataan kesehatan di daerah-daerah tertinggal dan perbatasan. Ia juga berpesan kepada semua dokter untuk selalu meningkatkan kolegialitas antarsesama alumni agar di manapun bertugas dapat saling membantu untuk meningkatkan kinerja. “Dalam kondisi keterbatasan di negara kita, maka dengan kolegialitas dapat mengurangi kesenjangan dalam bekerja”, ungkapnya.
Hal yang membedakan profesi dokter dengan pemberi jasa layanan lainnya adalah kode etik profesi. Hal ini diungkapkan Direktur RSU Dr Saiful Anwar, Dr Pawik Supriadi SpJP (K), menurut etik profesi seorang dokter wajib memerhatikan kepentingan pasiennya. Oleh karenanya, seorang dokter yang patuh pada etik profesi mendapat tempat terhormat di masyarakat. Erosi etik kedokteran saat ini dirasakan cukup mengkhawatirkan dengan masuknya infiltrasi falsafah bisnis dalam dunia kedokteran. Oleh sebab itu, Ia menghimbau kepada dokter-dokter baru lulusan UB untuk selalu menjunjung tinggi kode etik kedokteran.
Secara keseluruhan, dokter-dokter baru yang lulus adalah dr Damai Puspitahati SKed, dr Gayathri Devi A/P Ramanathan SKed, dr Feronika Kristina Wati SKed, dr Fitrah Karman Arliyansyah S Ked, dr Hanif Wanadri Kautsar S Ked, dr hengki Wijaya S Ked, dr Indah Ningtyas Dwi Purnomo S Ked, dr Nur Izzati  S Ked, dr Nur Rusyda S Ked, dr Sherly Intanwati S Ked, dr Widyawati S Ked, dr Yuni Rahmawati S Ked, dr Zulfakhri S Ked, dr Prida Ayudianti S Ked, dan dr Wulan Sasmeita S Ked. [fjr]

Wisuda Periode V Tahun Akademik 2007/2008
9 Agustus 2008
Universitas Brawijaya kembali menggelar upacara wisuda lulusan program diploma, program sarjana, dan program pascasarjana. Wisuda kali ini adalah yang terakhir (periode V) untuk tahun akademik 2007/2008.
Upacara ini dilangsungkan Sabtu (9/8), di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya, dalam sebuah Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya, dipimpin oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito selaku ketua senat. Dalam upacara itu diwisuda sebanyak 1098 lulusan dari berbagai strata pendidikan, yakni: 58 lulusan D-III, 889 lulusan S1, 104 lulusan S2, dan 47 lulusan S3.
Secara rinci, Fakultas Hukum 80 orang (75 S1, 5 S2), Fakultas Ekonomi 222 (21 D-III, 140 S1, 36 S2, 25 S3), Fakultas Ilmu Administrasi 163 (17 D-III, 96 S1, 39 S2, 11 S3), Fakultas Pertanian 85 (71 S1, 3 S2, 11 S3), Fakultas Peternakan 44 (2 D-III, 35 S1, 7 S2), Fakultas Teknik 183 (S1), Fakultas Kedokteran 132 (126 S1, 6 Sp1), Fakultas Perikanan 57 (3 D-III, 48 S1, 6 S2), Fakultas MIPA 74 (15 D-III, 57 S1, 2 S2), Fakultas Teknologi Pertanian 55 (S1), Fakultas Ilmu Sosial 3 (S1).
Dalam upacara itu pula diberikan penghargaan bagi lulusan terbaik dari masing-masing fakultas, serta pengucapan janji wisudawan. Lulusan terbaik masing-masing strata dan fakultas adalah sebagai berikut. Program doktor (S3): Dr Ir Lalu Wiresapta Karyadi MSi (Ilmu Pertanian, IPK 4,00, lulus 6/2/08); Program magister (S2): drh Oloan Parlindungan MP (Ilmu Ternak, IPK 4,00, lulus 5/5/08); Program Sarjana (S1): Risqi Sita Novanti SH (Ilmu Hukum, IPK 3,82, lulus 30/5/08), Galih Setyowati SE (Ekonomi Pembangunan, IPK 3,78, lulus 3/3/08, Fenny Suci Wulandari SAB (Ilmu Administrasi Bisnis, IPK 3,75, lulus 14/2/08), Duty Cindyana P SIKom (Ilmu Komunikasi, IPK 3,72, lulus 24/6/08), Rahayu P Krisnawati SP (Hortikultura, IPK 3,73, lulus 25/6/08), Marlita SPt (Produksi Ternak, IPK 3,82, lulus 22/2/08), Selvi Damayanti ST (Teknik Sipil, IPK 3,6, lulus 14/2/08), dr Zoraida Dwi Wahyuni (Pendidikan Dokter, IPK 3,59, lulus 8/5/08), Zahra Khan SPi (Teknologi Hasil Perikanan, IPK 3,62, lulus 22/1/08), Zakijah SSi (Matematika, IPK 3,72, lulus 10/6/08), Lisa Septiana K STP (Teknologi Hasil Pertanian, IPK 3,61, lulus 30/4/08); Program Diploma: Luvita Yuni S AMd (Akuntansi, IPK 3,68, lulus 19/6/08), Nurfuaddiyah AMd (Pariwisata, IPK 3,52, lulus 4/6/08), dan Arika Hafifa S AMd (Analis Kimia, IPK 3,63, lulus 10/6/08). [Far]

Ujian Disertasi Sasangka Prasetyawan
8 Agustus 2008
Salah satu masalah utama dalam budidaya jeruk adalah serangan berbagai penyakit yang disebabkan oleh jamur pathogen antara lain penyakit busuk pangkal batang dan akar yang disebabkan Phytophthora citrophthora, P parasitica, dan penyakit gummosis yang disebabkan oleh Botryodiplodia theobromae. Perakitan tanaman jeruk tahan terhadap serangan jamur pathogen melalui rekayasa genetik dipandang merupakan salah satu pendekatan potensial untuk mengatasi masalah tersebut. Rekayasa genetika dapat dilakukan dengan cara memasukkan gen glukanase dan khitinase ke dalam genom tanaman jeruk.
Drs Sasangka Prasetyawan MS menyatakan ini dalam disertasi berjudul “Transformasi Gen Glukanase dan Khitinase Jamur Endofit Trichoderma pada Tanaman Jeruk Batang Bawah Variabel Japanese Citroen (JC)”. Ujian terbuka disertasi tersebut digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jumat (8/8). Majelis penguji terdiri dari Prof Ir Liliek Sulistyowati PhD (promotor), Dr drh Aulanni’am DES, dan Dr Ir Hardiyanto MSc (ko-promotor), Dr Ir Rully Dyah Purwati MPhil, Dr Wahyu Widoretno MS, Dr Ir Syamsuddin Djauhari MS dan Ir Arifin Noor Sugiharto MSc PhD.
Dengan penelitian disertasi ini, Sasangka bermaksud melakukan transformasi gen gkukanase dan khitinase dari jamur endofit menggunakan vektor Agrobacterium ke dalam jaringan tanaman jeruk batang bawah varietas Japanese Citroen. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap, yaitu uji aktivitas enzim glukanase dan khitinase dari beberapa isolat jamur endofit Trichoderma spp, uji keberhasilan Agrobacterium dalam mengintroduksikan gen glukanase dan khitinase serta gabungan kedua gen tersebut dalam jaringan tanaman jeruk dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan eksplan, serta analisis ekspresi gen glukanase dan khitinase pada jaringan tanaman jeruk hasil transformasi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bioteknologi FPUB dengan uji aktivitas enzim di Laboratorium Biokimia FMIPA UB dan kultivasi Trichoderma, isolasi DNA, PCR dan elektroforesis DNA di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Subtropika (Balit Jestro) Tlekung, Batu. Dari analisis amplifikasi PCR ia berhasil membuktikan bahwa gen glukanase dan khitinase telah tersisipkan pada planlet tanaman jeruk transgenik dengan indikasi adanya pita DNA berukuran 961 bp dan 1861 bp.
Dalam yudisium, Drs Sasangka Prasetyawan MS dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu-ilmu pertanian dengan predikat sangat memuaskan setelah menempuh studi selama 4 tahun 11 bulan.
Dr Sasangka Prasetyawan MS (45 tahun), sarjana kimia FMIPA-Kimia Unair Surabaya (1986), magister ilmu farmasi FMIPA Unair (1991), staf pengajar Jurusan Kimia FMIPA UB sejak 1987. [nok]

Disertasi Sudarto: Sistem Informasi Pengelolaan Sumber Daya Lahan Kota Batu
8 Agustus 2008
Informasi tentang sumber daya alam kota Batu masih terbatas. Data yang ada kadang tidak tepat dan umumnya masih berupa data nonspasial berupa tabel, meskipun sebagian sudah tersusun dalam suatu database dalam komputer. Jika dicermati, informasi yang ada sering salah sehingga dapat menyesatkan pengguna data. Kondisi seperti ini dapat menyulitkan pengelolaan sumber daya alam yang ada. Oleh karena itu, penyusunan database (spasial dan nonspasial) perlu dilakukan agar upaya pemanfaatan sumber daya lahan tetap menjaga kelestariannya. Pertama, perlu ditelusuri data atau informasi apa saja yang sudah ada. Kedua, jika data atau informasi belum ada harus dilakukan penyusunan database spasial sumber daya lahan tersebut. Ketiga, dilakukan evaluasi apakah pemanfaatan sumber daya tersebut disampaikan kepada masyarakat agar bisa dimanfaatkan secara optimal dan tetap terjaga kelestariannya.
Demikian Ir Sudarto MS dalam disertasi berjudul "Kajian Sistem Informasi Pengelolaan Sumber Daya Lahan di Kota Batu". Ujian terbuka disertasi ini digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Bertindak sebagai promotor Prof Dr Ir Soemarno MS, serta kopromotor Prof Dr Ir M Luthfi Rayes MSc, dan Dr Ir Zaenal Kusuma MS. Majelis penguji terdiri dari Prof Dr Ir Husni Thamrin Sebayang MS, Dr Ir Abdul Mukri Prabowo MAgrSc, Dr Ir Salyo Sutrisno MS, dan Dr Ir Sudarmadi Purnomo APU.
Menurut Sudarto, sistem informasi sumber daya lahan yang dimaksud adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data sumber daya lahan yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi. Sistem sumber daya lahan ini digunakan untuk: (1) mengetahui potensi lahan, seperti: topografi, tanah, air, vegetasi dan iklim; (2) mengevaluasi sumber daya lahan, apakah sumber daya lahan tersebut dalam kondisi cukup atau kurang; (3) menginformasikan sumber daya lahan untuk berbagai macam keperluan, misalnya evaluasi kesesuaian lahan atau kerawanan bencana. Kajian ini diharapkan dapat membantu dalam perencanaan pembangunan pertanian di Kota Batu.
Dalam penelitiannya, Sudarto mengumpulkan dan membuat informasi spasial dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh (interpretasi foto udara secara visual dan interpretasi citra satelit digital). Pemeriksaan di lapangan diperlukan untuk menguji batas dan melengkapi informasi yang diperlukan. Kegiatan di lapangan untuk survei sumber daya lahan dilakukan dengan menggunakan sistem fisiografik, berdasarkan kesamaan lansekap (batuan, relief, dan lereng). Titik observasi ditentukan melalui transek dan titik yang telah ditetapkan (justified sampling). Kegiatan penelitian studio dilaksanakan di Laboratorium Pedologi, Penginderaan Jauh dan Pemetaan Jurusan Tanah, serta di Laboratorium Sistem Informasi Geografi Jurusan Tanah FP-UB. Sedangkan kegiatan lapangan dilakukan seluruhnya di Kota Batu.
Melalui penelitian ini Sudarto menemukan, metode sistem informasi geografi dapat digunakan menetapkan lokasi prioritas pengembangan komoditi apel, kentang hutan tanaman industri pinus; dan lokasi rawan longsor. Disebutkannya, lokasi prioritas pengembangan apel adalah di desa Tulungrejo, Bulukerto, Bumiaji, Giripurno, Sidomulyo, Sumbergondo, Pandanrejo, dan Sumberejo. Lokasi prioritas pengembangan kentang ada di desa Tulungrejo, Bulukerto, Sumbergondo, Bumiaji dan Giripurno. Lokasi prioritas pengembangan hujan tanaman industri pinus ada di hampir seluruh wilayah kota Batu selain: Temas, Beji, Oro-oro Ombo Pendem, Mojorejo, dan Junrejo. Lokasi sangat rawan longsor di kota Batu seluas 89 ha atau 0,44% dijumpai di lereng Gunung Panderman di Desa Pesanggrahan dan sebagian lereng Gunung Arjuno. Kelas rawan longsor seluas 3.670 ha atau 18,32% dijumpai di desa-desa di lereng Gunung Panderman dan pada perbukitan di desa Gunungsari dan Tulungrejo yang termasuk kawasan Gunung Anjasmoro.
Dalam disertasi itu pula Sudarto memberikan sejumlah saran, terutama bagi Pemerintah Kota Batu. Yakni, agar melanjutkan atau mendetilkan pemetaan yang telah dilakukannya, di samping menyusun sistem informasi spasial untuk sumberdaya lahan dan komoditi yang ditanam.
Dalam yudisium Sudarto dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor dalam ilmu-ilmu pertanian dengan minat pengelolaan sumber daya lahan dan lingkungan pertanian, dengan IPK 3.94 dan predikat sangat memuaskan.
Dr Ir Sudarto MS, pria kelahiran Madiun, 17/3/1956, sarjana pertanian Universitas Brawijaya, magister sains ilmu tanah dari UGM (1990), adalah dosen pada Jurusan Tanah FP-UB sejak 1983 dan kini lektor (golongan III/d), suami dari Ir. Retno Suntari MS, sesama dosen FP-UB.  [fjr]

Disertasi Chatarina Muryani: Analisis Ekosistem Hutan Mangrove dengan SIG
8 Agustus 2008
Salah satu ekosistem pesisir yang sangat penting adalah ekosistem mangrove yang merupakan formasi tumbuhan daerah litoral yang khas di pantai daerah tropis dan subtropis yang terlindung. Ekosistem yang kaya ini menyediakan berbagai nilai ekonomis dan jasa lingkungan. Akan tetapi saat ini timbul berbagai macam permasalahan aitu pengaruh dan tekanan habitat hutan mangrove yang bersumber dari keinginan manusia untuk mengkonversi areal hutan mangrove menjadi areal pengembangan perumahan, kegiatan-kegiatan komersial, industri dan pertanian. Selain itu juga meningkatnya permintaan terhadap produksi kayu menyebabkan eksploitasi berlebihan terhadap hutan mangrove. Kegiatan lain yang menyebabkan kerusakan hutan mangrove cukup besar adalah pembukaan tambak-tambak untuk budidaya perairan. Melihat besarnya degradasi hutan mangrove di Indonesia dan pentingnya kawasan tersebut secara ekologis, maka perlu dilaksanakan sebuah penelitian untuk menggali data secara akurat mengenai perubahan luas hutan mangrove dari waktu-ke waktu.
Hal ini diungkapkan oleh Dra Chatarina Muryani MSi dalam disertasi berjudul "Analisis Ekositem Hutan Mangrove di Pantai Pasuruan Menggunakan Sistem Informasi Geografi". Ujian terbuka disertasi ini diselenggarakan Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jumat (8/8), dengan promotor Prof Dr Ir Sahri Muhammad MS, serta kopromotor Prof Dr Ir Soemarno MS dan Prof Ir Marsoedi MSc PhD. Majelis penguji terdiri dari Ir Yenni Risjani DEA PhD, Prof Dr Ir M Lutfi Rayes MSc, Dr Endang Arisoesilaningsih MSc, dan dosen penguji tamu Dr Hartono DESS.
Penelitian dilaksanakan di sepanjang pantai Pasuruan (meliputi Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan). Lokasi sampel dipilih pada daerah yang memiliki ketebalan hutan mangrove bervariasi, terpilih Desa Semare Kecamatan Kraton, Kecamatan Bugul Kidul dan Desa Penunggul dan Kedawang Kecamatan Nguling. Penelitian dilakukan dengan tiga tahap. Tahap pertama adalah mempersiapkan data interpretasi foto udara dan peta penggunaan lahan daerah penelitian. Pada tahap kedua, dilakukan pengamatan ketebalan, kerapatan, dan diversitas yang digunakan untuk menentukan struktur komunitas hutan mangrove. Selain itu juga dilakukan pengukuran salinitas, DO, BO, tekstur, EC, C organik, dan suhu untuk mengukur seberapa tinggi kualitas fakltor lingkungan. Untuk penelitian pada tahap ketiga, dilakukan pengumpulan sample bentos, dilakukan sortasi dan identifikasi untuk menentukan kelimpahan makrozoobentos yang ada di lokasi penelitian.
Dari seluruh rangkaian penelitiannya itu, Chatarina mampu menunjukkan bahwa terjadi perubahan yang sangat nyata untuk luasan hutan mangrove di Kabupaten dan Kota Pasuruan selama kurun waktu tahun 1981-2008. Selama kurun waktu 1981-1994 terjadi penurunan luas hutan mangrove dari 671 hektar menjadi 142,8 hektar, berkurang 528,2 hektar (78,72%). Selama kurun waktu tahun 1994-2008 terjadi penambahan luas hutan mangrove dari 142,8 hektar menjadi 480,5 hektar, bertambah 337,8 hektar (238%). Meskipun demikian masih jauh dibandingkan dengan luas hutan mangrove pada tahun 1981. Ditemukan pula bahwa tidak semua pantai Pasuruan tertutup hutan mangrove. Kalaupun ada ketebalannya kurang dari 200 meter dengan diversitas rendah (3-5 spesies)  sehingga bisa disimpulkan hutan dalam kondisi terdegradasi. Struktur hutan mangrove yang optimum untuk mendukung keragaman makrozoobentos adalah semakin tebal hutan mangrove semakin tebal pula jumlah genus dan jumlah individu makrozoobentos. Kerapatan hutan mangrove yang optimum untuk jumlah genus dan jumlah individu makrozoobentos adalah antara 45-50 individu/100 m2. Semakin tinggi diversitas hutan mangrove, semakin tinggi pula jumlah genus dan jumlah individu makrozoobentos. Pada penelitian ini nilai diversitas tertinggi adalah 5 spesies per lokasi.
Dalam yudisium, Chatarina dinyatakan lulus dan berhal menyandang gelar doktor dalam ilmu-ilmu pertanian dengan minat lingkungan pesisir dan lautan.
Dr Chatarina Muryani MSi, perempuan kelahiran Bantul Yogyakarta, 23 Desember 1956, sarjana hidrologi dari Fakultas Geografi UGM (1980), magister ilmu lingkungan dari PPS UGM (1994), bekerja sebagai staf pengajar pada Jurusan PIPIS IKIP Sanata Dharma Yogyakarta (1981-1996), dan sejak 1997 hingga sekarang menjadi staf pengajar Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Menikah dengan Ir Robertus Sudaryanto MS, Chatarina dikaruniai dua putri. [fjr]

Pelepasan Dokter Spesialis
8 Agustus 2008
Dekan Dr Samsul Islam, Jumat (8/8), melepas 14 orang dokter spesialis I yang dihasilkan Program Pendidikan Dokter Spesialis I Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Acara digelar di hall lantai 6 Gedung Pusat Pendidikan FKUB, dihadiri segenap pejabat di lingkungan FKUB, perwakilan RSUD Saiful Anwar, dan lulusan pendidikan dokter spesialis beserta anggota keluarga masing-masing.
Seperti yang dilaporkan oleh Ketua TKP PPDS I, dr Arief Iskandar NAD SPRad (K), para dokter spesialis yang dilepas untuk periode ini berasal dari pendidikan spesialisasi patologi klinik, ilmu penyakit dalam, obstetri ginekologi, kedokteran emergensi, dan ilmu bedah umum.
Dr dr TP Hutapea MARS SpP mewakili pimpinan RSSA mengungkapkan, dengan semakin banyaknya dokter spesialis yang diluluskan oleh UB, maka akan semakin besar kontribusi yang bisa diperankan di dalam memberikan pelayanan kesehatan di daerah-daerah terpencil dan perbatasan. Lokasi-lokasi seperti itu, menurutnya memang menjadi sasaran layanan kesehatan saat ini karena minimnya tenaga yang sudah ada.
Sementara itu Dekan Dr dr Samsul Islam SPMK MKes mengharapkan seluruh lulusan dokter spesialis untuk tetap menjalin komunikasi dengan sejawatnya dan dengan fakultas. Meskipun sudah menjadi dokter spesialis, Dekan menghimbau untuk untuk tetap berusaha meningkatkan kualitas keilmuannya.
Keempat belas dokter spesialis yang dilepas masing-masing adalah: dr Hani Susianti SpPK, dr Dicky Kurniawan Tantowiputro SpPD, dr Hery Subiakto SpPD, dr Agus Patmono SpPD, dr Endry Winarko SpOG, dr Madeline Jaenomoto L SpOG, dr Yulianto Basuki SpOG, dr Fonny Susanto SpEM, dr Kshanti Adhitya SpEM, dr Agoeng Soeprijadi SpB, dr Evan Evianto SpB, dr Wahyu Harisanyoto SpB, dr Antonius Setiadi SpB, dan dr Billy Daniel Messakh SpB. [fjr]

Segera Digelar: Kompetisi Roket Air Indonesia
7 Agustus 2008
Kompetisi Roket Air Indonesia (KRAI) 2008 akan segera digelar di Universitas Brawijaya, 25-27 Agustus 2008. Kompetisi yang dahulunya bernama Water Rocket Contest ini akan menghadirkan roket-roket air hasil karya 25 kelompok dari universitas-universitas di seluruh Indonesia. Mewakili rekan-rekannya, hari Kamis (7/8), empat orang anggota panitia KRAI 2008 memberikan penjelasan kepada PRASETYA Online.
Menurut wakil ketua panitia KRAI, Husein, ada ang beda dari pelaksanaan KRAI kali ini. “Kalau dulu semua tim pendaftar boleh tampil, untuk sekarang dibatasi cuma 25 tim yang bisa tampil meskipun peminatnya banyak”, tuturnya. “Kita telah mengirimka undangan kepada sekitar 80 universitas seIndonesia baik PTN maupun PTS dan akhirnya terdapat 36 tim yang mengirimkan proposalnya”, ungkap Ahmad Baldraf, ketua seksi publikasi.
Debbi Ariffudin, ketua seksi regulasi mengungkapkan bahwa seleksi memang dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama adalah seleksi proposal yang masuk untuk bisa disaring menjadi 25 tim terbaik. “Pertama kita minta calon peserta mengirimkan materi yang berisi dari abstrak, video, dan juga foto ke panitia. Setelah diseleksi, baru didapatkan tim yang berhak tampil di UB”, ucapnya.
Selain itu, untuk periode KRAI sekarang ini akan diperlombakan dau kategori yaitu kategori vertical dan horizontal. Nantinya, setiap tim berhak mempresentasikan dua kategori tersebut. Menurut Debbi, adanya dua kategori tersebut untuk mewujudkan suasana lomba yang lebih kompetitif dan lebih bermakna karena dengan KRAI diharapkan mampu menemukan roket yang ideal. Oleh sebab itu, panitia juga telah mempersiapkan dewan juri tidak hanya dari internal UB saja, tetapi juga terdapat 2 juri dari BPPT dan seorang juri dari LAPAN selain 2 lagi dari UB.
Sebenarnya rangkaian acara KRAI sudah diawali dengan acara Water Rocket Goes To School, sebuah acara yang melibatkan siswa-siswa SMP untuk mengenal lebih jauh tentang roket air. “Acara ini untuk memotivasi ketertarikan anak-anak SMP tentang water rocket dan diikuti oleh perwakilan-perwakilan SMP semalang”, ujar Santi Rohmatillah, Ketua Sie Dana. KRAI yang dilaksanakan oleh mahasiswa Jurusan Teknik Mesin UB ini juga bagian dari rangkaian lainnya yaitu Automotive Day, acara servis gratis yang akan diselenggarakan pada tanggal 25 Agustus dan juga seminar technopreneur yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus. [fjr]
---
Foto (dari kiri): Ahmad Baldraf, Santi Rohmatillah, Debbi Ariffudin, dan Husein.

Video Conference
8 Agustus 2008
Dalam rangka internasionalisasi Universitas Brawijaya, akan dilakukan widya telewicara, Kamis 14 Agustus 2008, pukul 10:00-12:00 WIB, di ruang Distance Learning, Pusat Pengembangan E-Learning Universitas Brawijaya (PPE-UB)
Topik widya telewicara kali ini "International Programmes & European Credit Transfer System & Accumulation System", dengan pembicara utama Mr Tom Kentson dari International Program Officer InHolland Hogeschole the Netherlands.
Target audiens adalah para pimpinan perguruan tinggi, pimpinan program studi, dan para akademisi.
Mereka yang tertarik bisa berbagi/mendapat informasi dalam pengembangan program internasional dan kredit transfer, dipersilakan bergabung dalam vicon tersebut dengan mendaftarkan sitenya ke www.inherent-dikti.net. [hsd]

Akhmad Sabarudin SSi DSc Finalis Dosen Berprestasi Nasional 2008
8 Agustus 2008
Melalui surat bernomor 1872/D2.3/2008 tanggal 29 Juli 2008, Direktur Akademik Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Tresna Dermawan Kunaefi menyampaikan nama 15 orang dosen yang telah ditetapkan sebagai finalis Dosen Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2008. Nama Akhmad Sabarudin SSi DSc, dosen Kimia FMIPA UB yang telah ditetapkan sebagai Dosen Berprestasi I Tingkat Universitas Brawijaya termasuk di dalamnya.
Para finalis ini diminta segera melengkapi dokumen resmi berupa karya prestasi unggul dengan ketentuan: makalah ditulis 15-20 halaman di atas kertas A4 dengan spasi 1,5 dan font 12 Times New Roman; tulisan berisi pendahuluan, tujuan, landasan teori/kajian pustaka, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka; bahasa yang digunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang baik dan benar.
Makalah tersebut dikirim ke Direktorat Akademik Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas di Gedung D lantai 7, Jalan Pintu Satu Senayan Jakarta, berupa CD berisi bahan tayangan dalam bentuk PowerPoint. Seleksi tahap akhir diselenggarakan tanggal 13-18 Agustus 2008 di Jakarta.
Kelima belas finalis itu (urutan berdasarkan abjad, bukan nilai ranking) adalah: Akhmad Sabarudin DrSc (UB Malang), Dr Ir Rizaldi Boer MSc (IPB Bogor), Dr Ir Slamet Imam Wahyudi DEA (Unissula Semarang), Dr Istadi ST MT (Undip Semarang), Dr Andreas Lako (Unika Soegijapranata Semarang), Dr Eng Gunawarman MT (Unand Padang), Dr Ferdy S Rondonuwu SPd MSc (UKSW Salatiga), Dr I Nyoman Budiana SH MSi  (Universitas Pendidikan Nasional Denpasar), Dr Ir Noor Harini MS (UMM Malang), Drs I Made Sutajaya MKes (Universitas Pendidikan Ganesha), Matheus Wasi Bantolo SSn MSn (ISI Surakarta), Prof Dr Edy Tri Baskoro (ITB Bandung), Prof Dr rer nat Rosari Saleh (UI Jakarta), Prof Dr Ir Abu Bakar Tawali (Unhas Makassar), dan Prof Drs Mudaris MEng PhD (UGM Yogyakarta). [Far]

Acara Isra'-Mi'raj di UB: Ceramah KH Agus Mustofa
8 Agustus 2008
Universitas Brawijaya mengadakan acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1429H tahun 2008. Digelar di gedung Widyaloka, Selasa (12/8), acara bertema “Memaknai Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dalam Membentuk Insan Kampus Intelektual yang Humanis dan Religius” ini dikemas dalam bentuk ceramah dan dialog interaktif bersama narasumber KH Agus Mustofa.
KH Agus Mustofa adalah sarjana teknik nuklir lulusan UGM, mantan wartawan, dan pengarang buku-buku best seller, antara lain “Terpesona di Sidratul Muntaha”, “Ternyata Akhirat Tidak kekal”, “Tahajjud di Siang Hari Dzuhur di Malam Hari”, “Ternyata Adam Dilahirkan”, dan lain-lain.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB. Dalam surat edaran kepada para dekan, direktur, ketua program, kepala biro, dan kepala UPT di lingkungan Universitas Brawijaya, Rektor mengharapkan kehadiran segenap staf dosen dan administrasi dari setiap unit kerja. [nok]

Disertasi Titin Sumarni: Amelioran Kesuburan Tanah Pertanaman Jagung
7 Agustus 2008
Peningkatan bahan organik tanah dapat dilakukan dengan penggunaan amelioran. Pupuk hijau ialah suatu amelioran yang mudah penggunaannya. Pupuk hijau dapat menambah bahan organik tanah. Selain itu juga meningkatkan kandungan N tanah, sehingga dapat mempertahankan keberlanjutan kesuburan tanah. Penggunaan C. juncea sebagai pupuk hijau adalah untuk menambah bahan organik dan N organik tanah sehingga dapat mengefektifkan pupuk N anorganik. Penggunaan pupuk hijau saja untuk mensubstitusi pupuk anorganik dalam waktu singkat tidak mungkin meningkatkan produktivitas tanaman. Oleh karena itu perlu kombinasi keduanya, yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman jagung, tetapi kesehatan tanah tetap terjaga.
Demikian pernyataan Ir Titin Sumarni MS dalam disertasi berjudul "Peran Crotalaria juncea sebagai Amelioran Kesuburan Tanah pada Pertanaman Jagung (Zea mays L.) Var Bisma". Ujian terbuka disertasi dilaksanakan Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kamis (7/8). Prof Dr Ir H Jody Moenandir DipAgrSc bertindak sebagai promotor, serta Prof Dr Ir Husni Thamrin Sebayang MS, dan Prof Dr Saubari M Mimbar MAgr (Alm) sebagai ko-promotor. Sedangkan penguji terdiri dari Prof Dr Ir Nur Basuki, Prof Dr Ir Syekhfani MS, Dr Ir Agus Suryanto MS, dan Ir Djajadi PhD.
Melalui penelitian disertasi ini Titin mengkaji pengaruh penggunaan berbagai jumlah dan umur C. juncea pada sifat tanah dan hasil tanaman jagung, cara penggunaannya sebagai pupuk hijau, dan efektivitasnya dalam menurunkan dosis urea sehingga akan menghasilkan teknik pengelolaan pupuk hijau C. juncea sebagai amelioran untuk meningkatkan kualitas tanah sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas tanaman jagung.
Seluruh rangkaian percobaan dilakukan di Kebun Percobaan FP-UB di Jatikerto, Malang, pada ketinggian 303 m dpl, dengan jenis tanah afisol, pH tanah:6,2-6,7, suhu rata-rata 21-33 derajat Celsius, curah hujan rata-rata bulanan 100 mm/bulan.
Alternatif pupuk hijau
Kondisi tanah liat saat ini cenderung terus mengalami penurunan kualitas baik secara fiisk, kimia maupun biologi. Penurunan kualitas fisik di antaranya ialah penurunan kualitas pemantapan agregat tanah. Penurunan kualitas fisik tersebut berakibat pada penurunan kemampuan tanah dalam menyangga kandungan unsur hara tanah dan mempertahankan ketersediaannya sehingga input unsur hara kimiawi mudah hilang dan tidak tersedia bagi tanaman. Kondisi ini dipicu oleh penggunaan bahan kimia (pupuk dan pestisida) secara tidak terkendali.
Penggunaan C juncea sebagai pupuk hijau ialah suatu alternatif terbaik untuk meningkatkan kualitas tanah baik fisik, kimia maupun biologi. Pemberian C juncea ke dalam tanah berarti secara langsung terjadi penambahan bahan organik dan unsure hara N dan P ke dalam tanah. Penambahan bahan organik tanah melalui pemberian C juncea juga akan berpengaruh pada lingkungan biotik tanah. Lingkungan biotik berupa keragaman mikroorganisme bermanfaat seperti mikroorganisme decomposer dan musuh alami menjadi meningkat keragamannya. Sebaliknya mikroorganisme merugikan seperti seperti patogen tular tanah (soil borne pathogen) baik yang berupa jamur, bakteri maupun nematode penyebab penyakit menjadi tertekan.
Dalam yudisium, Ir Titin Sumarni MS dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,9) dan berhak menggunakan gelar doktor dalam bidang ilmu-ilmu pertanian dengan minat ekologi tanaman.
Dr Ir Titin Sumarni MS, perempuan kelahiran Sidoarjo, 23 Maret 1962, sarjana pertanian dari Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (1986), dan magister dalam bidang agronomi dari Universitas Gadjah Mada (1997), menjadi staf pengajar pada Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, sejak 1988, sekarang dengan jabatan akademik lektor (golongan III/d). [fjr]

Disertasi Broto Handoko: Optimalisasi Potensi Usahatani Lahan Kering
7 Agustus 2008
Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempunyai keunggulan komparatif berupa potensi wilayah lahan kering yang cukup luas. Potensi ini berpeluang besar dikembangkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama petani lahan kering. Data Kanwil BPN Propinsi NTB menunjukkan, 83% dari total 2.015.315 hektar adalah lahan kering yang potensial untuk pengembangan berbagai komoditas tanaman pangan hortikultura dan perkebunan, yang mempunyai arti ekonomi penting, sehingga dapat menjadi komoditas unggulan daerah dalam menghadapi pasar nasional maupun pasar global di masa datang. Melihat kenyataan di atas berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat (petani) dengan mengoptimalkan segala kemampuan yang ada.
Ir Broto Handko MS menyatakan ini dalam disertasi berjudul "Optimalisasi Potensi Sumberdaya Usahatani Lahan Kering di Kabupaten Sumbawa". Ujian terbuka disertasi ini digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kamis (7/8). Bertindak sebagai promotor Prof Dr Ir Moch Muslich Mustadjab MSc, serta kopromotor Prof Dr Djumilah Zain SE, dan Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS. Sedangkan tim penguji terdiri dari Prof Dr Ir Soemarno MS, Dr Ir Bambang Ali Nugroho MS DAA, Dr Ir Syafrial MS, dan Dr Ir F Kasijadi MS.
Penelitian disertasi ini bertujuan menganalisis optimalisasi pemanfataan potensi sumberdaya usahatani lahan kering dengan memprioritaskan aspek-aspek penyerapan tenaga kerja, produksi, dan pendapatan. Model goal programming digunakan untuk menganalisis data.
Kombinasi pola tanam
Hasil penelitian Broto menunjukkan terdapat banyak pola tanam di daerah lahan kering, sehingga memungkinkan adanya ketersediaan berbagai komoditas pangan. Menurut hasil penelitian ini, skenario dengan prioritas produksi dan pendapatan, diperoleh hasil kombinasi aktivitas pola tanam: padi-kacang hijau (18,11%), padi-kedele (4,92%), padi-padi (1,94%), padi-kacang tanah (0,58%), dan padi-jagung (0,22%), kacang hijau-bero (71,6%), kacang tanah-bero (1,84%), dan ubi kayu-bero (0,74%), serta kedelai-bero (0,35%), adalah skenario yang sesuai untuk peningkatan penyerapan tenaga kerja.
Sedangkan hasil analisis skenario dengan prioritas pendapatan menunjukkan kombinasi aktivitas pola tanam: padi-kacang hijau (17,62%), padi-kedelai (4,8%), padi-kacang tanah (0,57%), dan padi-jagung (0,21%), kacang hijau-bero (23,47%), padi tegal-bero (7,6%), jagung-bero (7,17%), kacang tanah-bero (4,14%), dan ubi kayu-bero (1,9%), serta terkecil kedelai-bero (0,9%), adalah skenario yang sesuai untuk meningkatkan produksi.
Kebijakan pemerintah meningkatkan produksi pangan 1,5 kali lipat melalui intensifikasi menghasilkan perubahan pola tanam yang optimal, yaitu: padi-kedelai (31,71%), padi-kacang hijau (21,76%), padi-kacang tanah (1,35%), padi-padi (0,99%), padi-jagung (0,51%), kacang hijau-bero (22,27%), padi tegal-bero (6,92%), jagung-bero (6,62%), kacang tanah-bero (3,82%), dan kedelai-bero (2,4%), serta ubi kayu-bero (1,73%). Skenario dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja, produksi, dan pendapatan secara serempak.
Namun demikian disarankan, pemilihan skenario kebijakan hendaknya diambil dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya usahatani yang ada di daerah setempat, sehingga upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, dapat tercapai. Disarankan pula untuk memilih skenario dengan prioritas produksi dan pendapatan, dan rancangan kebijakan meningkatkan pruksi pangan 1,5 kali melalui intensifikasi.
Dalam yudisium, Ir Broto Handoko MS dinyatakan lulus dan mendapatkan gelar doktor dalam bidang ilmu-ilmu pertanian dengan minat ekonomi pertanian.
Dr Ir Broto Handoko MS adalah dosen dari Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian/Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, menempuh program doktor atas biaya DUE-Like Universitas Mataram.  [fjr]

Ujian Masuk SPMK 2008
7 Agustus 2008
Ujian masuk SPMK (seleksi program minat dan kemampuan) digelar hari ini, Kamis (7/8), di kampus Universitas Brawijaya. Ujian tulis ini diikuti oleh 2832 peserta (terdiri dari peserta IPA 1508, dan IPS 1324) atau sekitar 96% dari 2949 pendaftar (IPA 1582 orang, dan IPS 1367 orang), Jumlah pendaftar tahun ini lebih banyak sekitar 15% daripada jumlah pendaftar tahun lalu (2565).
Lokasi ujian IPA tersebar, mulai dari gedung Fakultas Teknologi Pertanian, gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, gedung Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, gedung Jurusan Budidaya Pertanian, gedung Jurusan Tanah, gedung Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, gedung Fakultas Pertanian, dan gedung Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Sedangkan lokasi ujian untuk kelompok IPS, mulai dari gedung Kuliah Bersama (RKB), gedung Jurusan Teknik Mesin, studio Gambar, dan gedung Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik.
Ujian berlangsung selama 180 menit, mulai dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, yang melibatkan  ratusan tenaga pengawas dan koordinator pengawas. Kegiatan ini dikendalikan dari Crisis Center di lantai II gedung Rektorat, di bawah koordinasi Dr Ir Eko Widodo MS. Sementara proses penanganan lembar jawaban ujian (LJU) dilaksanakan oleh Pusat Komputer UB. Hasil ujian akan diumumkan Ahad 10 Agustus 2008, melalui website http://www.brawijaya.ac.id maupun papan-papan pengumuman di dalam kampus UB.
Tahun lalu
Data tahun lalu menyebutkan, berdasarkan pilihan pertama program studi, jumlah peminat terbesar untuk kelompok IPA adalah pada PS Pendidikan Dokter (285 peminat, terdiri dari 2 kelas: bahasa Indonesia 266, bahasa Inggris 29). Menyusul kemudian PS Teknik Informatika (Teknik Perangkat Lunak, 210), dan PS Ilmu Komputer (103). Program studi selebihnya diminati kurang dari 100 pendaftar. Sedangkan untuk kelompok IPS, jumlah peminat terbesar pada PS Ilmu Hukum (297 peminat). Disusul kemudian oleh PS Akuntansi (219 peminat, terdiri dari 2 kelas: bahasa Indonesia 200, bahasa Inggris 19), PS Manajemen (157), Ilmu Komunikasi (143), Hubungan Internasional (123), dan Psikologi (118). Program studi selebihnya, diminati kurang dari 100 pendaftar.
Kelas bahasa Inggris
Jumlah program studi (PS) yang ditawarkan melalui SPMK tahun lalu adalah 44 PS, sementara pada tahun ini sebanyak 60 PS. Peningkatan ini dikarenakan banyak program studi yang membuka kelas berbahasa Inggris di samping kelas berbahasa Indonesia (Ilmu Hukum, Studi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi, Ilmu Administrasi Publik, Ilmu Administrasi Bisnis, Agribisnis, Agroekoteknologi, Peternakan, Pendidikan Dokter, Biologi, Fisika, Matematika, Statistika, Kimia, Ilmu Komputer, Teknologi Hasil Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Industri Pertanian).
PS baru
Selain itu ada tambahan beberapa program studi yang baru dibuka tahun ini, seperti: Psikologi, Hubungan Internasional, Sastra Jepang, Bahasa dan Sastra Perancis, Kedokteran Gigi, Ilmu Kelautan, dan Kedokteran Hewan. Tapi ada pula program studi yang mengalami penggabungan, seperti Agribisnis (gabungan dari Sosial Ekonomi Pertanian dan Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian), Agroekoteknologi (gabungan dari Agronomi, Hortikultura, Ilmu Tanah, Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, dan Pemuliaan Tanaman), Peternakan (gabungan dari Produksi Ternak, Nutrisi dan Makanan Ternak, Teknologi Hasil Ternak, dan Sosial Ekonomi Peternakan).
Gorontalo
Bersamaan dengan SPMK di Malang, secara serentak juga dilaksanakan ujian tulis SPMK di Universitas Gorontalo. Ujian ini khusus untuk saringan masuk Fakultas Hukum sebagai implementasi kerjasama UB dengan Universitas Gorontalo. Seleksi ini, menurut informasi Pembantu Dekan I FH-UB, Dr Sihabudin SH MS, diikuti paling tidak oleh 130 peserta. [Far]

Seminar dan Lokakarya Bimbingan Perpajakan Sektor Pendidikan
7 Agustus 2008
Sumber dana PKPS-BBM berasal dari APBN, oleh karena itu pertanggungjawabannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan APBN. Tim pusat, propinsi, kabupaten/kota, sekolah/madrasah/salafiyah, lembaga keuangan, dan instansi lain yang terkait, perlu acuan untuk pelaksanaan program sehingga memperoleh pemahaman yang sama guna menghindari timbulnya hambatan dalam pelaksanaan program.
Hal ini penting sebagai pedoman bagi pejabat pengelola dana dekonsentrasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) agar pengelolaannya dapat dilakukan secara tertib administrasi, transparan, akuntabel, efisien dan efektif, tepat waktu, serta terhindar dari penyimpangan.
Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA-UB) terpanggil untuk menyelenggarakan Seminar dan Lokakarya Bimbingan Teknis Perpajakan Sektor Pendidikan untuk Mengatasi Pemeriksaan Pajak, Keberatan dan Banding.
Dilaksanakan di gedung Widyaloka, Kamis (7/8), seminar menghadirkan pembicara Drs Achmad Helmy Djawahir dari Fakultas Ekonomi UB, dan Taufiqurrahman dari Kantor Wilayah Perpajakan Malang.
Ketua panitia pelaksana Suhantoro mengatakan, seminar dan lokakarya ini sengaja digelar untuk menyikapi BOS dibandingkan dengan bantuan-bantuan lain dari pihak pemerintah. "Bantuan pihak pemerintah yang keluar dari APBN selama ini tetap kena pajak, sedangkan BOS ini tetap adem ayem. Oleh karena itu butuh pemahaman bagi pelaksananya yaitu pelaksana pendidikan”, ujar Suhantoro. Ia mengharapkan sekolah-sekolah yang telah mendelegasikan wakilnya ke seminar dan lokakrya ini untuk menerapkan praktek-praktek yang diajarkan sesampainya di sekolah.
Dana BOS hanya boleh digunakan untuk pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru, pengadaan buku teks pelajaran dan buku penunjang untuk koleksi perpustakaan, membeli bahan habis pakai, membiayai kegiatan kesiswaan, pengembangan profesi guru, membayar maya perawatan sekolah, membayar langganan daya dan jasa, membayar honorarium guru dan tenaga kependidikan honorer, memberi bantuan transportasi siswa miskin, dan biaya asrama.
Proses pengelolaan dana BOS dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa dasar yang sudah ditetapkan, melalui penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah, dan juga pertanggungjawaban keuangan. Oleh sebab itu, teknik pembuatan laporan pertanggungjawaban yang diajarkan dalam seminar ini diharapkan dapat diaplikasikan oleh para guru sesampainya di tempat kerja masing-masing. [fjr]

Penelitian Kadek Cahya Utami: Pegagan Sebagai Obat Hipertensi
7 Agustus 2008
Insiden hipertensi di dunia sangat tinggi, mencapai 10-20% penduduk dunia. Untuk mempertahankan hidup, mereka membutuhkan obat-obatan bahan kimia yang dalam jangka waktu lama akan terakumulasi dalam tubuh. Hal ini melatarbelakangi penelitian Kadek Cahya Utami, mahasiswa Ilmu Keperawatan UB yang memenangi PPRI VII kategori IPA.
Penelitian tersebut mengambil judul “Pengaruh Pemberian Dekok Pegagan (Centella asiatica L.) terhadap Peningkatan Produksi Urine Tikus (Rattus novergicus) Strain Wistar”.
Dalam penelitian tersebut, Kadek mengambil peran perawat sebagai pelindung pasien dengan memberikan tanaman obat alami yang murah dan memiliki efek samping kecil. Melalui tahapan studi literatur yang dilaluinya, ia memilih menggunakan pegagan, tanaman yang tidak membutuhkan media khusus untuk tumbuh sehingga mudah budidayanya sebagai bioretik.
Ia menggunakan 20 ekor tikus putih sebagai subyek, terbagi dalam empat 5 kelompok, yaitu kelompok I: tikus putih dengan kadar pegagan 0 gr, kelompok II: kadar pegagan 1.2 gr, kelompok III: kadar pegagan 2.4 gr, kelompok IV: kadar pegagan 3.6 gr dan kelompok V: tikus putih yang menggunakan thiacid sebagai bioretik. Thiacid adalah bioretik yang biasa digunakan bagi penderita hipertensi yang dalam penelitian ini digunakan sebagai pembanding.
Selama 24 jam dilakukan pengamatan berbagai perlakuan ini untuk mengetahui produksi urin tikus. Dari keseluruhan perlakuan, ia mendapati bahwa kelompok tikus putih dengan kadar pegagan 1.2 gr mengalami peningkatan urine. Bahkan menurutnya, urine yang dihasilkan lebih besar daripada kelompok tikus putih yang menggunakan thiacid.
Penelitian ini berlangsung selama 2 minggu, di laboratorium farmakologi FK UB, untuk mendapatkan validasi data.
Melalui temuannya ini, secara khusus Kadek menyarankan agar dilakukan penelitian lanjutan guna mengetahui persentase kandungan ektif pegagan, efek racun serta pengujiannya pada manusia.
Saat ini ia tidak melakukan pengujian langsung pada manusia dan menurutnya sebelum diimplementasikan kepada manusia, ia harus melalui empat tahapan khusus. Keempat tahapan tersebut adalah mengujikan kepada sukarelawan (kelompok sehat), mengujikan pada kelompok yang sakit dengan jumlah kecil, mengujikan pada kelompok lebih besar dengan melihat efek dan yang terakhir adalah pemasaran obat. Penelitian yang merupakan tugas akhir Kadek inilah yang membawanya memenangkan PPRI VII, sehingga ia berhak atas hadiah uang tunai Rp 10 juta beserta premi AJB Bumiputera senilai Rp 12 juta. [nok]

Dosen Berprestasi UB 2008
7 Agustus 2008
Melalui keputusan nomor 177/SK/2008, Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito menetapkan tiga orang dosen berprestasi Universitas Brawijaya tahun 2008. Ketiga dosen berprestasi (I, II, dan III) itu, berturut-turut adalah: Dr Akhmad Sabarudin MSc (FMIPA), Dr VM Ani Nurgiartiningsih MSc (Fapet), dan Dr Uun Yanuhar SPi MSi (FPIK). Ketiganya mendapatkan piagam penghargaan dan hadiah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Keputusan ini ditetapkan 24 Juli 2008.
Pemberian predikat dosen berprestasi ini adalah dalam rangka menciptakan suasana akademik yang merangsang kegairahan bekerja, serta penghargaan kepada dosen yang secara nyata dan luar biasa melakukan kegiatan-kegiatan tridharma perguruan tinggi. Penetapan ini didasarkan pada hasil seleksi yang dilakukan Panitia Pelaksana Pemilihan Dosen Berprestasi tingkat Universitas Brawijaya. Salah satu kriteria pemilihan dosen berprestasi adalah: dalam tiga tahun terakhir memiliki prestasi yang sangat bermanfaat dan dapat dibanggakan oleh perguruan tingginya dengan tanpa dibatasi usia, kepangkatan/golongan maupun jabatan. Sedangkan aspek penilaian meliputi: karya prestasi unggul, integritas dan kepribadian, serta karya tridharma perguruan tinggi.
Profil
Akhmad Sabarudin SSi DrSc, Islam, lahir di Pamekasan 18/04/1974, sarjana kimia lulusan Universitas Brawijaya 1996, doktor lulusan Universitas Okayama Jepang (2007), asisten ahli golongan III/b terhitung mulai 01/01/2001, menjadi dosen sejak 01/02/1997 pada Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya. Akhmad Sabarudin pernah mendapatkan penghargaan sebagai Excellent-Young Researcher dari Japan Society for Analytical Chemistry (JSAC) tahun 2005.
Dr Ir Veronica Margareta Ani Nurgiartiningsih MSc, Katolik, lahir di Salatiga 23/06/1964, doktor dalam bidang peternakan dan genetika (animal breeding and genetics) dari Universitas Martin Luther, Jerman (2003) dengan predikat magna cum laude, lektor golongan III/c tmt 01/10/1998, menjadi dosen sejak 01/02/1990 pada Jurusan Produksi Ternak Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Brawijaya. Sekarang menjabat sebagai Pembantu Dekan II Fapet UB.
Dr Uun Yanuhar SPi MSi, Islam, lahir di Surabaya 04/04/1973, sarjana manajemen sumberdaya perairan (1996), magister sains biologi molekuler reproduksi (2002), dan doktor ilmu-ilmu pertanian (2006), semuanya dari Universitas Brawijaya, menjadi dosen pada Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya sejak 2002, dengan jabatan akademik asisten ahli sejak 2004. Uun banyak melakukan penelitian baik secara mandiri maupun bersama koleganya, dan telah menghasilkan lebih dari 21 publikasi ilmiah dalam kurun 7 tahun terakhir. Uun juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai juara pertama L'Oreal UNESCO Award For Women 2007.  [Far]

Mahasiswa Berprestasi UB 2008
7 Agustus 2008
Rektor menetapkan tiga orang mahasiswa berprestasi I, II, dan III tahun 2008 dengan pertimbangan, di kalangan mahasiswa perlu dikembangkan sikap yang tanggap terhadap kebutuhan pembangunan bangsa serta perkembangan ilmu dan teknologi melalui tridharma perguruan tinggi. Ketiga mahasiswa tersebut berturut-turut adalah: Eka Maulana (NIM 0410630038, Fakultas Teknik), Oscar Radyan Danar (NIM 0510310088, Fakultas Ilmu Administrasi), dan Ratri Istiqomah (NIM 0410710118, Fakultas Kedokteran). Kepada ketiga mahasiswa ini, UB memberikan piagam penghargaan dan hadiah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penetapan ini dikeluarkan Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito melalui Keputusan nomor 179/SK/2008 tanggal 28 Juli 2008, setelah memperhatikan hasil seleksi Tim Penguji Mahasiswa Berprestasi tahun 2008 Universitas Brawijaya.
Mengacu pada Pedoman Umum Pemilihan Mahasiswa Berprestasi yang diterbitkan oleh Direktur Akademik Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Maret 2008, pemilihan dilakukan dengan merujuk pada penampilan individu mahasiswa yang memenuhi kriteria yang mencakup unsur prestasi akademik (IP Kumulatif), karya tulis ilmiah, kepribadian, dan kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler, serta kemampuan berbahasa Inggris. [Far]

Kontes Burung Kenari
6 Agustus 2008
Bekerjasama dengan Malang Canary Club, Himpunan Mahasiswa Produksi Ternak (HMPT), Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) akan mengadakan Lomba Suara dan Body Contest Burung Kenari. Acara dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-63 ini dilaksanakan di Fapet UB, hari Minggu (10/8), mulai pukul 09.00 WIB.
Kepada PRASETYA Online, pembina Malang Canary Club Prof Achmanu Zakaria mengatakan, kontes serupa telah dilaksanakan dua kali oleh HMPT pada tahun 2007 silam. Yang pertama dalam rangka Dies Natalis UB ke-44, berupa Sarasehan dan Pameran Burung Kenari 2007 serta Canary Canary Body Contest pada bulan Februari 2007. Disusul kemudian dengan Bursa dan Lomba Burung Kenari Tanpa Teriak pada bulan September 2007 dalam rangka kampanye anti flu burung di samping memulihkan citra dan mengangkat pamor kenari di kota Malang.
Dalam Lomba Suara dan Body Contest Burung Kenari tahun ini, kelas yang diperlombakan meliputi kategori suara dan kategori body contest. Untuk kelas body contest dibedakan menjadi dua, yaitu kelas kecil (pangkal bahu sampai ekor maksimal 12 cm, local, water slaker, lizard,holand, gloster dan lain lain) dan kelas besar (pangkal bahu sampai ekor lebih 12 cm, silangan, Yorkshire, Norwic berih, land coster, border, dan lain-lain). Tiap kelas akan diundi 1 kenari hasil ternakan MCC.
Disediakan stan gratis bagi peserta lomba, tapi persediaan terbatas. Stan terbaik akan mendapat penghargaan dari UB, dan di tiap-tiap stan dibatasi untuk sejumlah 25 ekor burung. Biaya pendaftaran peserta Rp 25 ribu untuk tiap-tiap kelas.
Pemenang pada tiap-tiap kelas akan disediakan hadiah: Juara I berupa uang Rp 150 ribu, piagam, dan piala bergilir; Juara II: Rp 125 ribu, dan piagam); Juara III: Rp 100 ribu, dan piagam; Juara IV: Rp 75 ribu, dan piagam, Juara V: Rp 50 ribu, dan piagam; Juara VI sampai Juara X masing-masing Rp 25 ribu. Selain itu disediakan pula VCD dan hadiah menarik lainnya.
Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Prof Dr Ir Achmanu Z (08125227730), Elmik Nurdin (081331345918), Feri Wibisono (081334610646), Zainal (081937931596), Dani (08883325817), Purwanto (081333949888), Ngadiono (0341 7753025), Theo (08123397940). [fjr]

Kakang Mbakyu Malang dari UB
6 Agustus 2008
Kontes pemilihan Kakang-Mbakyu Malang 2008 kembali dimenangkan Universitas Brawijaya. Kontes rutin tahunan yang kali ini digelar di Hotel Kartika Graha pada Sabtu (2/8), dimenangkan oleh mahasiswa UB yaitu Hardy Oktasawira (Juara I Kakang Malang) dan Mayra Syamsia Leafa (Juara I Mbakyu Malang). Keduanya adalah mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi UB.
Dijelaskan Mayra, dirinya mengikuti berbagai tahapan dalam ajang tersebut mulai dari interview, tes talenta, sampai karantina. Grand final sendiri, diuraikannya diikuti oleh 10 pasang finalis yang didahului dengan karantina di Balai Besar Pemberdayaan Masyarakat Desa. Dalam ajang tersebut, juri yang terlibat antara lain: Imam Nugroho (Ketua Asosiasi Tour & Travel Malang), Kun Aniroh (dosen D3 Pariwisata Unmer Malang), Pak Catur (Ketua Asosiasi Model Malang), Pak Sapto (Malang TV) dan Bu Zahra (dosen D3 pariwisata UB).
Dalam kontes ini, kata Mayra, tidak hanya bermodal penampilan semata tetapi juga kemandirian, kecerdasan dan behaviour. Mayra adalah puteri ketiga dari pasangan Ir Sukindar MS dan Dra K Hartatik, lahir di Malang 18 tahun silam, lulusan SMUN 4 Malang. Sedangkan Hardy adalah putera kedua dari tiga bersaudara, pasangan Ir H Haniman Hawalid dan Hj Budi Artina SE yang dilahirkan di Cilacap 20 tahun silam.
Selaku duta wisata, Kakang-Mbakyu 2008 ini berencana untuk mengaktifkan pariwisata Kota Malang, dengan fokus wisata sejarah mempromosikan berbagai objek wisata, seperti candi-candi di sekitar Malang, Ijen Boulevard, dan pagelaran ”Malang Tempo Doeloe”.
Alumni Kakang-Mbakyu
Kontes Kakang-Mbakyu Malang selalu diikuti oleh mahasiswa UB dengan prestasi yang membanggakan. Tahun sebelumnya, Kakang 2007, berhasil direbut oleh Febri (mahasiswa FE UB) dan Ratna Imaniar (mahasiswa Psikologi UMM). Salah satu alumni Kakang 2006, Hijrah Saputra, turut hadir juga dalam kontes tersebut di samping aktif pula dalam Paguyuban Kakang-Mbakyu Malang. Hijrah, alumni PWK angkatan 2002, saat ini tengah mengembangkan bisnis pariwisata juga di daerah asalnya, Sabang. Selaku Kakang 2006, ia mengaku mendapatkan banyak manfaat di antaranya pengalaman, networking, dan soft skill lainnya. Melalui aneka merchandise bermerk ”piyoh” yang dalam bahasa Indonesia berarti ”silahkan duduk”, ia berupaya untuk mengembangkan pariwisata di Sabang. ”Sabang itu ibarat ”Bali”-nya Aceh. Banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang datang ke sana terutama dari Malaysia”, kata dia. Aneka produk di antaranya T-Shirt, stiker dan gantungan kunci ia pasarkan dengan mengorientasikan community based development (berbasis produk lokal). Selain itu, di Malang pun ia aktif dalam ”Komunitas Tangan Di Atas” yang merupakan kumpulan pengusaha muda untuk saling berbagi dan promosi bisnis masing-masing. ”Banyak alumni Kakang Mbakyu yang pada akhirnya terjun ke dunia bisnis. Di antaranya bisnis kuliner, pariwisata dan teknologi informasi”, ujarnya bangga sebagai alumni entrepreneurial university. [nok]

Launching Sistem Informasi Beasiswa UB
6 Agustus 2008
Universitas Brawijaya mengalokasikan dana hingga Rp 9,5 milyar untuk beasiswa pada tahun anggaran 2008/2009. Beasiswa ini akan diberikan kepada 7000 mahasiswa dari total 26 ribu mahasiswa program sarjana (S1) UB.
Mulai tahun ini, pemberian beasiswa tersebut dilangsungkan secara online melalui Sistem Informasi Beasiswa (Sisbea), yang peluncurannya dilaksanakan hari ini, Rabu (6/7) di gedung PPI UB.
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito secara simbolik meresmikan beroperasinya Sisbea UB tersebut. Dalam sambutannya, Rektor berharap dengan sistem ini penanganan beasiswa dapat lebih tepat sasaran, transparan, efektif, dan efisien. “Kami sering kecolongan dalam masalah beasiswa. Karena banyak orang tua mahasiswa sebelum diterima mengaku kaya tetapi setelah diterima langsung mengaku miskin ketika ada pembagian beasiswa”, ujar Rektor.
Hadir dalam kesempatan itu para dekan dan pembantu dekan III bidang kemahasiswaan dari seluruh fakultas, serta seluruh mahasiswa berprestasi tahun 2008.
Sisbea UB
Ada tiga kategori beasiswa di UB. Yang pertama adalah beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu (miskin). Kedua, beasiswa prestasi akademik bagi mahasiswa dengan prestasi akademik tinggi dan menjadi sepuluh besar di jurusan masin-masing. Sementara yang ketiga adalah beasiswa prestasi non akademik, yaitu beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi non akademik pada tingkat nasional/internasional, atau mahasiswa yang aktif di Lembaga Kedaulatan Mahasiswa (LKM) UB.
Sementara itu sumber beasiswa pun terdiri dari tiga kategori pula. Kategori pertama, beasiswa dari Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi), yakni: TPSDP (Technological and Professional Skills Development Sector Project), BKM (Bantuan Khusus Mahasiswa), PPE (Peningkatan Prestasi Ekstrakurikuler), dan Beasiswa Unggulan Aktivis. Kategori kedua, beasiswa dari UB sendiri, berupa: Bebas SPP, Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM) Mahasiswa Lama, Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) mahasiswa lama dan baru serta IM HERE. Sedangkan kategori ketiga adalah beasiswa dengan dana dari perusahaan, bank, swasta, atau yayasan, meliputi: BP-Migas Petrochina, PT Gudang Garam, Bank Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, General Electrics Foundation, Yayasan Amal Masyarakat Pertanian Indonesia (YAMPI), perusahaan elektronik LG, perusahaan perminyakan MEDCO, Yayasan ORBIT, Yayasan Republika, Singapore Airlines, Yayasan Taspen, Eka Tjipta Foundation, Perusahaan Rokok Djarum, Bank Mandiri, dan Yayasan Supersemar.
Dalam penjelasannya, programer Pusat Komputer UB Drs Wiyata, mengatakan proses seleksi penerima beasiswa tersebut akan menggunakan sistem komputerisasi dengan formula yang berbeda untuk setiap kategorinya. Seperti formula untuk beasiswa prestasi non akademik adalah Y3=X1+X2+X3+X4+...+Xn di mana Y3 adalah beasiswa non akademik, X1 adalah prestasi tingkat internasional, X2 adalah prestasi tingkat nasional, X3 adalah prestasi tingkat wilayah, X4 adalah aktif di LKM UB dan Xn adalah prestasi lain yang diperoleh. Untuk mengajukannya, calon penerima beasiswa harus mengisi formulir dengan melengkapi data yang dibutuhkan tanpa manipulasi dan tidak boleh merangkap.
Jika terjadi pelanggaran, maka akan dikenakan sanksi akademik digugurkan satu semester akademik dan dicabut hak sebagai mahasiswa UB penerima beasiswa.
Selain itu, penerima beasiswa juga diwajibkan bekerja paruh waktu di lingkungan UB sesuai dengan bidang keahliannya. Pengajuan beasiswa ini paling lambat adalah 19 September 2008 dengan melampirkan antara lain bukti pembayaran air, listrik dan telepon bulan Juni 2008, bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan, surat keterangan pendapatan orang tua.
Mahasiswa berprestasi
Mahasiswa Universitas Brawijaya telah meraih banyak prestasi selama tahun 2008 ini. Dalam kesempatan tersebut mereka dikumpulkan untuk menerima penghargaan dari universitas. Mereka adalah: Julharfandi R. Olivia, Dzulfikar Abdullah M, Ramdhan Hidayat D (FP): Juara I KPKM (Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa) Bidang Ekonomi; Kadek Cahya Utami (FK): juara I PPRI VII Bidang IPA; Sugeng Priyanto (FK): Juara I PPRI VII Bidang IPS; Muhlasin, Andi Kurnianto dam Khalim Maufid (FMIPA): juara III PPRI VII bidang IPS; Wiwied Putra Perdana, Dhanie Anugrah D dan Asep Devi Hilmawan (FT) Juara II KRI; Achmad Zainuri dan Henda Maulana Yusuf (FT): Juara II Bidang Telematika; Aulia Dita Anggraini (FIA): juara II Tangkai Lomba Pop puteri Peksiminas IX; Andwitya Puspita H (FP): Juara III Tangkai Lomba Seriosa puteri Peksiminas IX; Oki Yuda (FIA) dan M. Dian Aliyanto (FE): juara I ganda Putra UNJ Cup II; Oki Yuda (FIA): juara III Tunggal putera UNJ Cup II; Hardy Oktasawira dan Mayra Syamsia Leafa (FE): Juara I Kakang-Mbakyu Malang. [nok]

Kompetisi Roket Air Siswa SMP
5 Agustus 2008
Siswa-siswi SMP kini sudah panda! memainkan roket air (water rocket). Kalau dulu, permainan ini dilakukan kalangan mahasiswa. Seperti dalam acara yang digelar Fakultas Teknik Universitas Brawijaya pada Minggu (3/8) kemarin, sejumlah siswa SMP asyik mengikuti ajang lomba roket air di lapangan depan Gedung Rektorat Universitas Brawijaya.
Para mahasiswa itu makin intensif menurunkan ilmu bermain roket dari bahan botol air minum itu. "Kami akan terus memasyarakatkan roket air ini ke siswa-siswa SMP," kala Guruh Adhi Surya, ketua panitia pelaksana kompetisi Water Rocket Goes to School yang digelar di lapangan depan Rektorat Universitas Brawijaya, kemarin.
Menurut Guruh, penularan ilmu roket air itu bertujuan untuk menggali kreasi dari para siswa SMP. Apalagi. bekerja sama dengan LAPAN, akan digelar kompetisi roket air se-Asia Pasifik akhir 2008 ini. "Di negara maju, roket air sudah menjadi mainan menarik bagi siswa SMP," kala mahasiswa semester 7 ini. Untuk kompetisi roket air tahun ini, peserta berjumlah 21 tim dari 21 SMP di Malang Raya. [yos/lia] RADAR MALANG, Selasa 5 Agustus 2008

Disertasi Anselinus JE Toenlioe: Perlu Pembenahan Pendidikan Tani Apel
5 Agustus 2008
Secara geografis daerah Batu ideal untuk kegiatan usaha tani apel. Potensi usaha tani apel daerah Batu telah dieksploitasi sejak tahun 1980-an dan menempatkan Batu sebagai salah satu pusat penghasil apel di Indonesia. Akan tetapi memasuki tahun 2000, mulai terjadi penurunan secara signifikan kuantitas dan kualitas apel Batu. Salah satu penyebab utama adalah rendahnya kualitas sumberdaya manusia pelaku tani apel. Oleh karena itu salah satu cara meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha yani apel Batu adalah dengan meningkatkan kemampuan para petani dalam bertani apel. Untuk itu perlu dilakukan pembenahan pendidikan dalam konteks tani apel.
Demikian diungkapkan Drs Anselinus JE Toenlioe MPd dalam disertasi berjudul "Model Peningkatan Usaha Tani Apel Berbasis Potensi Lokal: Studi Kasus Persepsi Petani Apel Kecamatan Bumiaji Kota Batu terhadap Pendidikan Usaha Tani Apel". Ujian terbuka disertasi ini dilaksanakan Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Selasa (5/8), dengan promotor Prof Dr Ir Sugiyanto MS, serta kopromotor Prof Dr Ir Eliezer Ginting MS, dan Prof Dr Ir Sanggar Kanto MS. Tim penguji terdiri dari Prof Dr Ir Keppi Sukesi MS, Dr Ir Kliwon Hidayat MS, Prof Dr Salladien, dan Prof Dr Ach Fatchan MP MPd.
Penelitian disertasi Anselinus mengambil lokasi di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, yakni kecamatan dengan wilayah terluas, dengan jumlah petani terbanyak dan pohon apel terbanyak, serta memiliki peserta Pendidikan Diploma I Hortikultura Apel terbanyak, dan lebih banyak petani yang masih bertahan bertani apel dibanding kecamatan lain.
Melalui identifikasi terhadap persepsi petani apel tentang pendidikan berbasis tani apel, diperoleh hasil sebagi berikut.
Pertama, para petani menganggap penting pelajaran bertani apel pada jalur pendidikan formal (SD, SMP, dan SLTA).
Kedua, mereka juga berpersepsi bahwa pelajaran bertani apel bertujuan memotivasi siswa SD agar kelak bersedia mendukung upaya pelestarian dan pengembangan apel Batu, menyiapkan siswa SMP dengan ketrampilan dasar bertani apel, dan menyiapkan siswa SLTA dengan ketrampilan lanjut tani apel dan ketrampilan dasar manajemen tani apel.
Ketiga, para petani berangggapan pengajar tani apel adalah para guru, penyuluh pertanian, petani apel, mahasiswa, penelola toko/pasar buah, serta pengelola bank; semua siswa SD sebagai peserta belajar diwajibkan mengikuti pelajaran tani apel, sedangkan pada tingkat SMP dan SLTA pelajaran tani apel hanya bagi siswa yang berbakat dan berminat; mengenai cara mengajar pelajaran ketrampilan teknis dengan pemberian contoh, sedangkan pelajaran pemecahan masalah aktual dan spesifik dengan cara partisipatif; dalam hal evaluasi, untuk tingkat SD tidak dikaitkan dengan kenaikan kelas, sedangkan di tingkat SMP dan SLTA evaluasi menggunakan standar eksternal, dan seluruh pelajaran tani apel harus diadakan evaluasi proses.
Keempat, dalam hal pendidikan nonformal petani berpersepsi kehadiran kursus tani apel penting untuk mengimbangi minimnya pengetahuan teoritis para petani, dan pelajaran yang mendesak menurut mereka adalah pelajaran untuk mengatasi masalah spesifik dan aktual seperti: pembibitan, pupuk, pembasmi hama, dan rusaknya kandungan tanah.
Dari hasil penelitian ini Anselinus memberikan beberapa saran teoritis maupun praktis. Aplikasi hasil penelitian menjadi model pendidikan berbasis tani apel memanfaatkan sistem sosial yang sudah ada, yakni lembaga-lembaga pendidikan formal dan nonformal yang ada. Model-model pendidikan usaha tani apel yang dikemukakan ini baru berupa konsep. Agar lebih siap pakai, konsep-konsep tersebut masih harus diujicoba. Para peneliti lain dapat menindaklanjutinya.
Disarankan agar uji coba model pendidikan berbasis tani apel pada SD, SMP, SMA dan kursus-kursus  difasilitasi Dinas Pendidikan yang memayungi lembaga-lembaga tersebut. Sementara kelompok tani ada dalam payung Dinas Pertanian. Oleh karena itu pula disarankan uji coba model pendidikan tani apel pada kelompok tani difasilitasi Dinas Pertanian. Juga disarankan agar perguruan tinggi menindaklanjuti penelitian ini melalui lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Pertanian..
Pada yudisium, Anselinus dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu-ilmu pertanian dengan minat sosiologi pedesaan, dengan predikat sangat memuaskan.
Dr Anselinus JE Toenlioe MPd, pria kelahiran So'e Timor, 24 Agustus 1954, sarjana pendidikan (Drs) dari IKIP Malang (1975), dan magister teknologi pendidikan (MPd) dari Universitas Negeri Malang (2000), adalah dosen teknologi pendidikan pada Universitas Negeri Malang. [fjr]

Disertasi Pudji Purwanti: Kebijakan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Nelayan
5 Agustus 2008
Aktivitas ekonomi perikanan masih didominasi oleh nelayan kecil dan tradisional dengan tingkat pendidikan yang rendah. Juga tingkat teknologi, inovasi dan penyerapan informasi rendah, sehingga produktivitasnya pun menjadi rendah. Melihat kenyataan ini, dapat dipahami jika wilayah pantai sangat identik dengan kemiskinan. Ketahanan pangan sebagai dimensi yang fundamental dalam kemiskinan seharusnya mendapatkan perhatian yang sama besar dengan dimensi hak-hak asasi yang lain.
Demikian Pudji Purwanti dalam disertasi berjudul "Simulasi Kebijakan Pengembangan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Nelayan Skala Kecil di Jawa Timur". Ujian terbuka disertasi digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di gedung Pascasarjana UB, Selasa (5/8), dengan promotor Prof Dr Ir H Sahri Muhammad MS, serta kopromotor Prof Dra Hj S M Kiptijah MSc, dan Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS. Sedangkan penguji terdiri dari Dr Ir Djoko Koestiono MS, Dr Ir Syahfrial MS, Dr Ir Kliwon Hidayat MS, dan Dr Ir Zainal Abidin MS.
Pudji mengungkapkan, salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan hidup dan kecukupan pangan rumah tangga nelayan dapat dilakukan dengan melibatkan anggota rumah tangga nelayan pada kegiatan produktif baik usaha peningkatan ikan maupun non fishing (di luar perikanan). Oleh sebab itu diperlukan kajian yang mendalam dengan memperhatikan pola pengambilan keputusan rumah tangga nelayan skala kecil dalam kegiatan berproduksi, sumber pendapatan dan curahan waktu kerjanya serta perilaku konsumsi.
Penelitian disertasi ini dilaksanakan di Jawa Timur, dengan lokasi Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek mewakili wilayah laut selatan, dan Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan mewakili wilayah laut utara.
Dari penelitian ini ditemukan, rumah tangga juragan kecil memperoleh pendapatan dari melaut dan non perikanan. Sementara kredit nelayan dari bakul ikan lebih digunakan untuk konsumsi pangan sehari-hari.
Berdasarkan nilai indeks porsi pengeluaran pangan, indeks angka kecukupan energi (IAKE) dan indeks angka kecukupan protein (IAKP), didapatkan nilai indeks ketahanan pangan yang menunjukkan bahwa rumah tangga nelayan juragan skala kecil merupakan rumah tangga yang tahan pangan (food secure). Terungkap pula bahwa kebijakan di bidang pembinaan nelayan dalam penanganan pascatangkap dan perbaikan mutu ikan yang dapat meningkatkan harga ikan dan kebijakan bantuan teknologi penangkapan ternyata dapat meningkatkan produksi, yang berdampak positif pada keuntungan fishing, surplus rumah tangga, dan indeks ketahanan pangan.
Perubahan ekonomi yang berdampak negatif terhadap kinerja ekonomi dan ketahanan pangan rumah tangga nelayan kecil, antara lain berupa kenaikan biaya operasional fishing sebagai akibat kenaikan harga BBM, kenaikan harga pokok pangan, dan penambahan anggota keluarga karena kelahiran dalam rumah tangga.
Sedangkan subsidi pendidikan berdampak positif pada kinerja ekonomi ekonomi dan ketahanan pangan rumah tangga nelayan. Untuk itu disarankan, alternatif kebijakan yang dapat menunjang usaha nelayan kecil yakni menaikkan biaya operasional fishing, kenaikan harga bahan pokok, dan penambahan anggota keluarga yang diimbangi oleh pembinaan nelayan dalam penanganan pascatangkap, dan perbaikan mutu ikan yang dapat menaikkan harga ikan, bantuan teknologi penanganan dari pemerintah yang meningkatan produksi, subsidi pendidikan dan kesehatan, serta curahan kerja non fishing.
Dalam yudisium Pudji Purwanti dinyatakan lulus dan mendapatkan gelar doktor dalam ilmu-ilmu pertanian dengan minat ekonomi pertanian dengan IPK 3,91 dan predikat cumlaude.
Dr Ir Pudji Purwanti MP adalah perempuan kelahiran Jember 28/02/1964, magister sosial ekonomi pertanian lulusan Universitas Gadjah Mada (1994), pengajar pada Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB sejak 1989, kini Lektor Kepala (golongan IV/a), bersuamikan Ir Sudjatmiko dosen Universitas Merdeka Malang. [fjr]

Prestasi Mahasiswa UB di Ajang Peksiminas
5 Agustus 2008
Universitas Brawijaya kembali berprestasi, kali ini di bidang seni. Melalui ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) yang digelar di Jambi pekan terakhir bulan Juli silam (24/7-30/7), prestasi tersebut diraih dua orang mahasiwa yaitu Andwitya Puspita Hapsari dan Aulia Dita Anggraini. Andwitya Puspita Hapsari yang biasa dipanggil dengan Nana, mahasiswa Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian angkatan 2005, merebut juara III seriosa puteri sedangkan Aulia Dita Anggraini yang lebih dikenal dengan Dita, mahasiswa jurusan Administrasi Bisnis FIA angkatan 2005, merebut juara II Pop Hiburan.
Atas prestasi ini, keduanya mendapatkan tropi dari panitia ditambah pembebasan SPP dari pihak universitas. Dalam ajang tersebut, kedua mahasiswa ini bergabung dengan peserta lain dalam kontingen Jawa Timur. Dijelaskan Dita, dari 29 propinsi yang mengikuti Peksiminas ini, kontingen Jawa Timur mengirimkan peserta dengan tangkai lomba terbanyak, yakni seni suara (pop, seriosa, dangdut, keroncong, vocal group), seni tari, puisi, monolog, seni lukis, penulisan lakon, fotografi, dll.
”Diikuti peserta yang mewakili propinsi, juri sampai bingung karena mereka memiliki karakteristik dan keunikan masing-masing terutama yang paling terlihat adalah seni tari, sampai juri khawatir dinilai mengadu antar budaya”, kata Dita yang sempat kagum dengan aneka ragam budaya yang terkumpul dalam Peksiminas.
Beberapa juri ternama hadir dalam ajang rutin dua tahunan ini. Di antaranya James F Sondakh (pop), Aning Katamsi dan Binu Sukarman (seriosa), Nungki Kusumastuti (tari) dan Singgih Sanjaya (keroncong).
Atas kerja keras anggota kontingen, Jawa Timur berhasil menempatkan diri sebagai Juara I membawahkan Jawa Tengah (juara II) dan DIY (juara III). Khusus untuk seriosa, juara I diraih propinsi DIY sedangkan juara II diduduki oleh Sumatera Utara. Sementara untuk Pop hiburan, juara I diduduki Propinsi Banten sedangkan juara III adalah DIY.
Dalam mengasah kualitas suaranya, Nana dan Dita mengaku mengawalinya dengan mengikuti kursus bina vokalia Narwastu, Malang di bawah bimbingan Wahyu Suhendra. Keduanya telah mengikuti program ini sejak di bangku sekolah dasar dan kini telah menjadi guru bagi peserta kursus yang lain. Khusus menuju perlombaan ini, keduanya berlatih secara intensif dalam waktu dua bulan. [nok]

Disertasi Djohar Noeriati: Skenario Produksi dan Perdagangan Jagung
4 Agustus 2008
Perkembangan peternakan ayam ras yang pesat tidak diimbangi jumlah persediaan pakan yang ada di pasaran, terutama jagung. Kondisi pasar seperti ini merupakan salah satu kendala dalam mengembangkan peternakan unggas dan agroindustri yang terkait. Sementara di sisi produsen, jagung masih sering mengalami kendala berupa tidak adanya jaminan pasar dan fluktuasi harga.
Demikian Djohar Noeriati Retno Dahoelat dalam disertasi berjudul "Skenario Pengembangan Produksi dan Perdagangan Jagung dalam Upaya Mendukung Pengembangan Peternakan Ayam Ras". Ujian terbuka disertasi ini digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian, Senin (4/8), dipromotori oleh Prof Dr Ir M Muslich M MSc, serta kopromotor Dr Ir Nuhfil Hanani MS, dan Dr Ir Ratya Anindita MS, serta penguji yang terdiri dari Prof Dra SM Kiptijah MSc, Dr Ir Syafrizal MS, Dr Ir Salyo Sutrisno MS, dan Dr Ir Heriyanto MS.
Djohar Noeriati menganggap perlu dilakukan penelitian perilaku permintaan dan penawaran jagung, telur dan daging ayam ras, sehingga selanjutnya dapat dianalisis pengaruh kebijakan pemerintah terhadap perilaku permintaan dan penawaran komoditas-komoditas tersebut.
Penelitian disertasi Djohar Noeriati menggunakan pendekatan ekonometrik. Data yang digunakan merupakan data sekunder time series untuk tahun 1981-2005 yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga resmi seperti BPS, Dirjen Peternakan Deptan, FAO dan Pusat Informasi Pasar Unggas Nasional. Metode yang digunakan untuk menguji adalah analisis simulasi. Pada persamaan penawaran yang menunjukkan respon areal tanam jagung, dan pada persamaan penawaran daging ayam potong dan penawaran telur ayam digunakan model ekspektasi rasiona untuk menggambarkan masing-masing ekspektasi harga daging ayam serta telur ayam yang dilakukan oleh peternak. Dengan menggunakan model ekspektasi rasional dalam persamaan penawaran, maka pengaruh dari kebijakan pemerintah terhadap ekspektasi yang dilakukan oleh petani tentang harga-harga produknya dapat diamati.
Dari hasil penelitian Djohar Noeriati ditemukan bahwa variable-variabel yang mempengaruhi produsen dalam membentuk ekspektasi harga dari setiap komoditi berbeda. Ekspektasi harga yang dibuat produsen umumnya dipengaruhi oleh variabel harga produk kompetitor atau substitusi dari produk yang dihasilkannya, harga input, maupun variabel-variabel lain.
Pada komoditi jagung dan beras, selain harga output masing-masing, harga pupuk, harga tanam kompetitor, luas areal pada periode sebelumnya juga merupakan faktor yang dipertimbangkan petani. Ia juga mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku produksi jagung adalah variabel harga pupuk pada periode sebelumnya. Harga pupuk sangat mempengaruhi keputusan petani tentang jumlah pupuk yang akan digunakan. Harga pupuk pada waktu sekarang tidak menunjukkan hasil yang signifikan, tetapi pada periode sebelumnya harga pupuk memberikan hasil atau pengaruh yang sangat nyata. Hal ini karena ada lag waktu yang diperlukan oleh petani dalam memberikan responnya, diduga karena sifat tanaman jagung yang merupakan tanaman musiman yang tidak ditanam sepanjang tahun. Variabel permintaan jagung untuk pangan secara signifikan dipengaruhi oleh varibel tingkat pendapatan dan jumlah permintaan jagung untuk pangan pada periode sebelumnya.
Dampak dari setiap kebijakan pemerintah dipengaruhi oleh perilaku respon penawaran produsen, khususnya dari ekspektasi harga yang dilakukan produsen. Hal ini nampak dari hasil simulasi, di mana penerapan kebijakan pemerintah mengakibatkan perubahan ekspektasi produsen terhadap harga-harga produknya. Namun seberapa besar pengaruh yang ditimbulkannya juga tergantung dari pengaruh faktor-faktor lainnya serta bagaimana produsen-produsen itu membentuk ekspektasinya. Upaya peningkatan produksi jagung yang dilakukan dengan penurunan harga input produksi, dalam hal ini melalui kebijkaan subsidi pupuk, merupakan kebijakan yang relatif paling mendukung pengembangan peternakan ayam ras.
Dalam yudisium Djohar Noeriati RD dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu-ilmu pertanian dengan minat ekonomi pertanian, memperoleh predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,8. [fjr]

Disertasi AI Chandra: Hukum Adat Masih Seperti di Masa Penjajahan
2 Agustus 2008
Disertasi yang AI Chandra SH MH termasuk yang pertama mengupas sekitar makna dan segi kedudukan Kesatuan Masyarakat Hukum Adat. Disertasi berjudul “Dekonstruksi Pengertian Kesatuan Masyarakat Hukum Adat dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945” ini, mendapat penghargaan penuh dari Promotor Prof Dr Jimly Asshiddiqie, selain juga dari Prof Dr I Nyoman Nurjaya SH MH selaku ketua sidang.
Ujian terbuka disertasi ini digelar Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Sabtu (2/8). Bertindak selaku promotor Prof Dr Jimly Asshaddiqie SH, Ko-promotor Prof HA Mukthie Fadjar SH MS, dan Prof Dr Moch Munir SH. Sementara penguji terdiri dari Prof Dr I Nyoman Nurjaya SH MH, Prof Dr Made Sadhi Astuti SH, dan Prof Dr Achmad Sodiki SH, serta penguji tamu Prof Dr Sutandyo Wignyosubroto MPA dari Universitas Airlangga Surabaya.
Menurut Chandra, pasal 18B ayat 2 yang berbunyi: “Negara mengakui dan menghormati Kesatuan-kesatuan Masyarakat Hukum Adat sepanjang masih hidup, .. dst”, penuh dengan berbagai permasalahan sebagai akibat adanya constitutional guarantee, yang dalam kenyataan pasal itu masih belum diatur secara komprehensif. Belum ada UU maupun peraturan di bawahnya yang menjelaskan makna “kesatuan” dan makna “yang masih hidup”, apalagi pengaturannya. Memang ada beberapa peraturan yang hendak mengatur itu tetapi tidaklah rinci, pengaturan itu bersifat parsial, paling tinggi secara regional dan belum secara nasional. Semakin rumit ketika banyak peristilahan lain muncul di dalam berbagai peraturan misalnya Masyarakat Hukum Adat, Masyarakat Adat, Masyarakat Lokal, Masyarakat Tradisional, hingga ke Indigenous People.
Ternyata, problem yang dihadapi Kesatuan Masyarakat Hukum Adat (KMHA) dewasa ini, menurut Chandra, tidak jauh berbeda dengan rakyat Indonesia di masa penjajahan Hindia Belanda termasuk pula Inggris, atau mungkin mirip di masa penjajahan Jepang; seperti dalam kasus dibubarkannya pemerintahan Marga (1983) secara sepihak atas nama kekuasaan yang sah dan kebijaksanaan yang paling bijak.
Di hadapan para penguji, Chandra menyimpulkan hal penting yakni suatu pengertian bahwa Kesatuan Masyarakat Hukum Adat yang masih hidup adalah komunitas yang memiliki unsur-unsur utama berupa pemerintahan, masyarakat, harta, hukum, dan wilayah adat, yang telah mendapat legitimasi dari Pemerintah dengan UU dan Peraturan Daerah. komunitas yang memiliki unsur-unsur utama berupa pemerintahan, masyarakat, harta, hukum, dan wilayah adat, yang telah mendapat legitimasi dari Pemerintah dengan UU dan Peraturan Daerah.
Dr AI Chandra SH MH adalah putra kelahiran Palembang, 50 tahun silam. Mantan pembantu khusus Walikota Batu Alm Dr Imam Kabul MSi MHum ini pernah giat dalam lembaga swadaya masyarakat (NGO) IHF (Indonesia Humanity Foundation) sebagai pekerja sosial sekaligus pemerhati masyarakat tradisional. Secara kelembagaan mendampingi 13 kelompok tani dalam Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) Kota Batu tahun 2004-2005 dan berhasil dengan baik. [cdr]

Dosen FH-UB Tiga dari 15 Calon Hakim Konstitusi yang Terseleksi
2 Agustus 2008
Tiga dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya masuk dalam daftar 15 orang calon hakim konstitusi yang lolos seleksi pemerintah. Mereka itu masing-masing adalah Prof Abdul Mukthie Fadjar SH MS, Prof Dr Achmad Sodiki, dan Dr A Latief Fariqun SH MH.
Abdul Mukthie Fadjar
Achmad Sodiki
A Latief Fariqun
Pemerintah Umumkan 15 Calon hakim Konstitusi yang Terseleksi
Panitia seleksi hakim konstitusi dari unsur pemerintah, Jumat (1/8), menetapkan 15 calon hakim konstitusi untuk dipilih kembali menjadi sembilan orang, sebelum diajukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dari sembilan calon itu, Presiden akan memilih tiga hakim konstitusi dari unsur pemerintah di Mahkamah Konstitusi.
Ke-15 calon hakim konstitusi itu umumnya berlatar belakang dosen perguruan tinggi. Mereka adalah Abdul Mukhtie Fadjar (Hakim Konstitusi/guru besar FH-UB), Achmad Sodiki (guru besar FH-UB), Latief Fariqun (dosen FH-UB), Ahmad Ali dan Aminuddin Ilman dari Universitas Hasanuddin, Amzulian Rifai (Universitas Sriwijaya), Atip Latipulhayat dan Rudi Rizky dari Universitas Padjadjaran, Andayani Budisetyowati dari Universitas Tarumanegara, Fajrul Falaakh (Universitas Gadjah Mada), Harkristuti Harkrisnowo (Dirjen Hak Asasi Manusia Departemen Hukum dan HAM), Ningrum Sirait (Universitas Sumatera Utara), serta Indriyanto Seno Adji, Maria Farida Indrati, dan Satya Arinanto dari Universitas Indonesia.
Panitia seleksi hakim konstitusi mulai bekerja Februari 2008. Tiga hakim konstitusi unsur pemerintah diharapkan terpilih sebelum 16 Agustus 2008 sebab tiga hakim konstitusi memasuki masa pensiun.
Panitia seleksi minta masukan publik hingga 6 Agustus 2008. Pada 7 dan 8 Agustus 2008 digelar wawancara terbuka terhadap 15 calon itu. Pada 9 Agustus 2008 panitia seleksi menetapkan sembilan nama untuk diajukan kepada Presiden pada 11 Agustus 2008. Presiden akan memilih tiga calon dari sembilan nama yang diajukan.
Untuk seleksi hakim konstitusi, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Adnan Buyung Nasution, mendapatkan mandat dari Presiden untuk menggelar proses seleksi. Presiden ingin seleksi berlangsung obyektif. (inu)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/02/00272545/pemerintah.umumkan.15.calon.hakim.konstitusi.yang.terseleksi
Profil
Prof H Abdul Mukthie Fadjar SH MS, lahir di Yogyakarta, 24 Desember 1942, guru besar hukum tatanegara/hukum administrasi pada Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (2002, pensiun 2007), pernah menjadi Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (1988-1992), Rektor Universitas Widya Gama Malang, dan saat ini hakim Mahkamah Konstitusi.
Prof Dr H Achmad Sodiki SH, lahir di Blitar, 11 November 1944, guru besar hukum agraria (2000), doktor dalam hukum perdata lulusan Universitas Airlangga (1994), menjadi dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya sejak 1971, pernah menjadi Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, dan Rektor Universitas Islam Malang (1998).
Dr A Latief Fariqun SH MH, lahir di Pasuruan, 1 Desember 1957, magister hukum dari Universitas Padjadjaran (1990) dan doktor hukum tatanegara (2007) dari Universitas Brawijaya, menjadi dosen sejak 1985 dan kini lektor pada Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. [Far]

Disertasi IGPM Aryana: Fenotipe dan Genetik Padi Beras Merah
1 Agustus 2008
Padi beras merah merupakan bahan pangan pokok yang bernilai kesehatan tinggi karena kandungan antosianinnya. Antosianin merupakan pigmen merah yang terkandung pada perikarp dan tegmen (lapisan kulit) beras, atau dijumpai pula pada setiap bagian gabah. Peran antosianin bagi kesehatan manusia antara lain mencegah penyakit hati (hepatitis), kanker usus, stroke, diabetes, sangat esensial bagi fungsi otak dan mengurangi pengaruh penuaan otak. Di Indonesia perbaikan varietas padi beras merah belum mendapatkan perhatian yang memadai, terbukti belum adanya varietas unggul padi beras merah.
Demikian Ir I Gusti Putu Muliartha Aryana MP dalam disertasi berjudul "Penampilan Fenotipe dan Parameter Genetik Karakter Kuantitatif Padi Beras Merah (Oryza sativa L) pada Lingkungan Tumbuh Berbeda". Ujian terbuka disertasi dilaksanakan Progran Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan promotor Prof Dr ir Nur Basuki, serta kopromotor Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD, dan Dr Ir Kuswanto MS. Majelis penguji terdiri dari Prof Dr Ir Bambang Guritno, Prof Dr Ir Astanto Kasno MS, Dr Ir Agus Suryanto MS, dan Dr Ir Sudarmadi Purnomo MS APU.
Penelitian disertasi IGPM Aryana terdiri atas 3 percobaan: (1) Uji keseragaman dalam genotype padi beras merah hasil seleksi silang balik hingga 4 kali, (2) Uji parameter genetik karakter kuantitatif serta kandungan dan hasil antosianin pada lingkungan tumbuh berbeda, dan (3) Uji stabilitas dan adaptabilitas genotype padi beras merah pada tiga lingkungan tumbuh berbeda. Percobaan dilakukan pada lahan tegalan di Desa Prian, Kecamatan Montong Betok, Kabupaten Lombok Timur, dengan jenis tanah inseptisol. Percobaan 2 dan 3 untuk tempat dan waktu penanaman di lingkungan gogo sama seperti percobaan 1 sedangkan untuk penanaman di lingkungan tercekam kekeringan dan sawah irigasi teknis dilakukan di Desa Grisak, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram dengan jenis tanah entisol. Dalam percobaannya, IGPM Aryana menggunakan tiga tetua (Piong, Angka, dan Kenya) serta 20 genotipepadi beras merah hasil silang balik (back cross) hingga 4 kali.
Pada uji keseragaman dalam genotipe padi beras merah hasil seleksi silang balik, ditemukan bahwa genotipe hasil seleksi silang balik yang seragam menunjukkan bahwa kegiatan seleksi pada karakter-karakter tersebut tidak perlu dilakukan atau seleksi dihentikan karena secara fenotipe dari karakter tersebut tampak tak seragam. Terhadap genotype yang bersangkutan dapat dilanjutkan ke uji daya hasil dan adaptasi pada berbagai lokasi dan musim.
Dari analisis kandungan dan hasil antosianin beras pada genotip dan lingkungan tumbuh menunjukkan bahwa hubungan antara hasil gabah, hasil antosianin dan kandungan antosianin dengan lingkungan tumbuh, nampak secara umum terjadi penurunan hasil gabah dan antosianin dengan bertambahnya cekaman kekeringan, tetapi sebaliknya dengan kandungan antosianin secara relative terjadi peningkatan, namun peningkatan kandungan antosianin karena bertambahnya cekaman kekeringan tidak sebanding dengan penurunan hasil gabah. Terdapat indikasi bahwa genotype hasil seleksi silang balik hingga  empat kali memberikan hasil antosianin tertinggi bila dilakukan penanaman di lingkungan gogo.
Setelah dilakukan uji stabilitas dan adaptasi karakter kuantitatif pada tiga lingkungan tumbuh berbeda diperoleh gambaran bahwa tidak semua genotip yang diklasifikasikan stabil atau spesifik lingkungan hasil gabah didukung oleh hasil klasifikasi genotype berdasarkan karakter yang lainnya. Dan tidak semua genotipe yang stabil atau spesifik lingkungan memiliki nilai di atas nilai reratanya.
Dalam yudisium, IGP Muliartha Aryana dinyatakan lulus, memperoleh gelar doktor dalam ilmu-ilmu pertanian dengan minat pemuliaan tanaman, dengan predikat cumlaude (IPK 4,0).
Dr Ir I Gusti Putu Muliartha Aryana MP, pria kelahiran Mataram, 11 Desember 1961, sarjana agronomi dari Universitas Mataram (1987), magister dalam Ilmu Pemuliaan Tanaman dari Universitas Gadjah Mada (1997), staf pengajar pada program studi pemuliaan tanaman Fakultas Pertanian sejak tahun 1988 sampai sekarang, dan aktif sebagai anggota Perhimpunan Pemulia Tanaman Indonesia Komda Jawa Timur. [fjr]

Disertasi Eko Widaryanto: Kajian Tanaman Jarak Pagar
1 Agustus 2008
Secara ekonomi, tanaman jarak pagar dapat dimanfaatkan seluruh bagiannya, mulai dari daun, buah, kulit batang, getah, dan batangnya. Potensi terbesar jarak pagar ada pada buah yang terdiri dari biji. Biji terdapat inti biji dan kulit biji, inti biji inilah yang menjadi bahan dasar pembuatan biodiesel, sumber energi pengganti solar. Bahkan secara sederhana tanpa pengolahan apapun biji dapat dipakai sebagai bahan bakar kompor yang cukup efisien, dimana 1 kg biji kupasan (kernel) mampu menyala selama 5 jam dengan menggunakan kompor biji jarak UB-16.
Demikian Ir Eko Widaryanto SU dalam disertasi berjudul ”Kajian Komprehensif Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L) dalam Upaya Peningkatan Hasil dan Pemanfatannya”. Ujian disertasi ini digelar oleh Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB), Jumat (1/8), di gedung Pascasarjana UB. Majelis penguji terdiri dari promotor Prof Dr Ir Bambang Guritno serta kopromotor Prof Dr Ir Nur Basuki dan Prof Dr Ir Soemarno MS sebagai ko-promotor.
Guna mengoptimalkan pemanfatan jarak pagar tersebut, Eko mengkaji dua jenis pohon jarak yaitu jarak wangi dan jarak lokal di antaranya pada kandungan minyak atsiri, protein penanda jenis, uji toksisitas, pertumbuhan serta pemupukan. Kompilasi dari kajian Eko melalui penelitian disertasi ini adalah untuk mengklarifikasi jenis jarak pagar potensial yang dikembangkan di Indonesia melalui identifikasi fenotipe jarak pagar yang potensial, meningkatkan efisiensi budidaya dengan mengkaji respon jenis jarak pagar terhadap pemupukan nitrogen dan kalium serta memanfaatkan jarak pagar melalui eksplorasi kandungan minyak atsiri dan daya racun biji dalam kaitan kemungkinannya untuk minyak goreng serta kreasi pemanfaatan sebagai bahan bakar yang mudah dan murah.
Kajian komprehensif
Dalam disertasi disebutkan, tanaman jarak pagar banyak dibudidayakan sebagai tanaman pekarangan dan tanpa budidaya yang memadai. Produktivitas biji jarak, menurut Eko sangat rendah dan bervariasi dalam kisaran 0,5-8 ton/ha dengan produktivitas tahun pertama mencapai 0,5-1,5 ton/ha. Hal ini ditambahkannya dengan harga biji jarak yang kurang prospektif, berkisar Rp 700-Rp 1000/kg sehingga menjadi kendala bagi perluasan budidaya jarak di tingkat petani. Guna mendapatkan jenis unggul yang adaptif dalam berbagai kondisi, pemerintah telah melepas berbagai varietas seperti IP-1M, IP-1P, IP-1A, IP-2M, IP-2P dan IP-2A yang hanya berorientasi pada hasil biji untuk bahan bakar biodiesel.
Penelitian Eko diselenggarakan di LPPPT UGM dan Laboratorium Biokimia UB, serta Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Dari hasil penelitiannya dapat diketahui bahwa tanaman jarak wangi berdaya racun lebih rendah disamping memiliki penanda khusus yang berbeda dengan jarak lokal diantaranya memiliki penanda molekuler protein 70,4 kDa, sebaliknya untuk jarak lokal, penanda protein yang dimiliki adalah 31,3 kDa yang tidak dimiliki jarak wangi. Jenis tanaman ini menurutnya juga berpengaruh pada semua parameter pertumbuhan tanaman namun tidak pada berat 100 biji. Selain itu, dalam penelitiannya, Eko juga mengetahui pengaruh pada pemupukan menggunakan nitrogen dan kalium. Dengan pemupukan nitrogen menurutnya, berpengaruh pada hasil tanaman dan hampir seluruh pertumbuhan tanaman disamping pengaruhnya terhadap kerapatan stomata, kadar nitrogen daun dan kadar kalium daun terumur 4 bulan setelah tanam. Sementara untuk pupuk kalium, disebutkannya mampu meningkatkan laju fotosintesis, laju transpirasi dan konduktivitas stomata yang diikuti dengan peningkatan rendemen minyak jarak dan hasil minyak total per satuan luas.
Dalam yudisium, Eko Widaryanto dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu-ilmu pertanian dengan predikat cumlaude setelah menempuh studi selama 2 tahun 11 bulan.
Dr Ir Eko Widaryanto SU, dilahirkan di Kediri pada 51 tahun silam dari pasangan Winarno dan Soedarmiati (alm), menikah dengan Ir Hari Setyo Wahyuni, dan dikaruniai dua orang puteri. Sarjana agronomi (Ir) lulusan Universitas Brawijaya (1983) dan sarjana utama (SU) dari program studi ilmu tanaman program pasca sarjana KPK Unibraw-UGM (1985). Sejak 1980, Eko Widaryanto menjadi dosen pada Jurusan Budidaya Pertanian FP-UB, kini lektor kepala (golongan IV/c). [nok]

Temu Alumni dan Munas IKA Febra
1 Agustus 2008
Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE UB) mengadakan Temu Alumni dan Munas Pertama Ikatan Alumni (IKA Febra). Acara dibuka Rektor di Gedung Widyaloka, Jumat (1/8), dihadiri para alumni FE UB dari seluruh angkatan.
Ketua panitia Dr Candra Fajri Ananda SE MSc menjelaskan, kondisi alumni FE-UB yang saat ini belum terorganisir melatarbelakangi kegiatan ini. “FE punya banyak alumni tapi tidak punya ikatan alumni”, ucapnya. Ikatan alumni tersebut dirasa penting manfaatnya. Di samping mempererat tali silaturahmi juga untuk membangun jaringan kerjasama baik fakultas, mahasiswa, maupun alumni sendiri, yang saat ini telah menyebar ke seluruh penjuru Indonesia dengan berbagai macam bidang profesi yang disandangnya. “Mereka sudah banyak yang bekerja di pemerintahan, depkeu, swasta, pasar modal. Diharapkan mereka bisa membantu fakultas semisal dalam hal penyediaan tempat praktek, magang yang lebih mudah”, tuturnya.
Selama ini mahasiswa FE memang banyak yang sudah “diminta” oleh dunia usaha. Banyak perusahaan-perusahaan di mana lulusan FE bekerja merekomendasikan mahasiswa-mahasiswa FE yang kompeten untuk bisa direkrut menjadi tenaga kerja.
Acara-acara Munas dilaksanakan baik di gedung Widyaloka maupun di gedung fakultas sendiri selama tiga hari mulai hari Jumat (1/8) sampai Minggu (3/8). Dr Candra mengatakan, target munas pertama ini adalah menyelesaikan dasar-dasar keorganisasian dahulu. “Harapannya, masalah struktur dan perangkat-perangkat seperti AD ART bisa tuntas”, ujarnya.
Tidak hanya acara rapat-rapat, Temu Alumni dan Munas IKA Febra I ini juga diisi dengan acara-acara lain, seperti talk show tentang prospek pasar modal di Indonesia, bakti sosial, kegiatan-kegiatan olahraga dan hiburan, serta ramah tamah. [fjr]

UB Penerima Terbanyak Beasiswa Master dan Doktor dari Dikti
1 Agustus 2008
Universitas Brawijaya tahun 2008 ini adalah penerima terbanyak beasiswa pendidikan bagi tenaga akademis dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Sebanyak 45 tenaga akademis UB mendapatkan beasiswa tersebut. Surat perjanjian pelaksanaan pekerjaan (kontrak) nomor 1668.17/D4.4/2008 ditandatangani oleh Direktur Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Prof Dr Muchlas Samani MPd dan Rektor UB Prof Dr Ir Yogi Sugito, tanggal 9 Juni 2008. Beasiswa dengan total dana Rp 7,7 miliar itu diberikan kepada tenaga akademis untuk melanjutkan pendidikan pada program master (S2) maupun program doktor (S3) di luar negeri.
Kepala Bagian Keuangan UB Imam Safi’i SE MM menginformasikan, jumlah 45 tenaga akademik dengan total dana Rp 7,7 miliar untuk batch I dan batch II ini adalah yang terbanyak diterima oleh PTN/PTS seluruh Indonesia. Sementara untuk batch III, dari data yang diperoleh, jumlah tenaga akademik yang dikirim sebanyak 23 orang dengan jumlah dana Rp 3,3 miliar.
Dalam surat kontrak disebutkan, beasiswa dibiayai dari dana DIPA tahun anggaran 2008 selama lima bulan terhitung mulai Agustus 2008 hingga Desember 2008. Dengan kontrak tersebut, maka UB bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan beasiswa, ketepatan waktu pelaksanaan studi, dan rencana usulan kegiatan berdasar petunjuk operasional. Beasiswa tersebut meliputi biaya hidup, biaya pendidikan, asuransi kesehatan, settlement, buku, dan registrasi.
Untuk batch I dan II, negara tujuan belajarnya meliputi Australia, Inggris, Jepang, Jerman, Austria dan Malaysia. Sedangkan untuk batch III adalah Belanda, Inggris, Jerman, Jepang, Malaysia, Australia, dan New Zealand.
Selain UB, universitas yang mendapatkan beasiswa batch I dan II adalah UGM (26), UNS (20), Universitas Andalas (19), Unhas (18), dan UII Yogyakarta (18), ITB (7), dan IPB (7).
Selengkapnya
Berikut adalah daftar staf pengajar UB yang menerima beasiswa untuk batch I dan II selengkapnya. Australia: Masruri (S3 Australian National University), Anang Sujoko (S3 Curtin University of Technology), Alamsyah M Juwono (S3 Queensland University of Technology), Eko Andi Suryo (S3 Queensland University of Technology), Marudut Sirait (S3 University of Curtin), Rachmat Kriyantono (S3 University Edith Cowen), Hery Toiba SP MP (S3 University of Adelaide), Heru Sufianto (S3 University of New South Wales), Ishardita Pambudi Tama (S3 University of New South Wales), Perdana Rahadhan (S3 University of New South Wales), Maulina Pia Wulandari (S3 University of Newcastle), Hari Arief Dharmawan (S3 University of South Australia), Agung Sugeng Widodo (S3 University of Southern), Ainur Rofiq (S3 University of Southern), Anif Fatma Chawa SSos MSi (S3 University of Victoria), Siti Kholifah (S3 University of Victoria), Andriani Kusumawati SSos (S3 University of Wollongong), Dian Handayani SKM MKes (S3 University of Wollongong), Moch Syamsul Ma’arif (S3 University of Wollongong), Mochamad Rusli (S3 University of Wollongong), Oyong Novareza (S3 University of Wollongong), Rahmadwati (S3 University of Wollongong), Tri Astoto Kurniawan (S3 University of Wollongong), Yeni Sumantri (S3 University of Wollongong); Austria: Christia Meidiana (S3 Technische Universitaet Graz); Inggris: Shofwan SE MSi (S3 The University of Manchester), Sugiono (S3 Univerity of Derby), Nanang Endrayanto MSc (S3 University of London), Cahyo Prayogo SP MP (S3 University of Warwick); Jepang: Ahmad Nadhir SSi MT (S3 Kumamoto University), Devi Nuralinah (S3 Nagaoka University of Technology), Imma Widyawati Agustin (S3 Saitama University), Hagus Tarno (S3 University of Kyoto), Ismu Rini Dwi Ari (S3 University of Kyoto), Turniningtyas Ayu (S3 University of Miyazaki), Eko Siswanto ST MT (S3 University of Yamaguchi), Lilis Yuliati, (S3 University of Yamaguchi), Mega Nur Sasongko (S3 University of Yamaguchi), Moch Agus Choiron (S3 University of Yamaguchi), Widya Wijayanti, (S3 University of Yamaguchi); Jerman: Mangku Purnomo, SP, MP (S3 University of Georg-August Universitaet Goettingen), Wildan Safitri SE ME (S3 University Kassel), Nunun Barunawati (S3 University of Hohenheim), Romy Hermawan (S3 University Potsdam); Malaysia: Marlina Ekawati SE M.Si (S3 University Sains Malaysia). [nok]

Hasil SNMPTN 2008
1 Agustus 2008
Tepat pukul 0.00 WIB hari Jumat (1/8) diumumkan hasil seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2008.
Melalui seleksi itu, Universitas Brawijaya menerima 3514 orang calon mahasiswa baru, dengan rincian PS Ilmu Hukum 152, Ekonomi Pembangunan 83, Manajemen 153, Akuntansi 131, Ilmu Administrasi Publik 247, Ilmu Administrasi Bisnis 275, Agroekoteknologi 110, Agribisnis 128, Peternakan 205, Teknik Sipil 80, Teknik Mesin 80, Teknik Pengairan 64, Teknik Elektro 85, Arsitektur 74, Perencanaan Wilayah dan Kota 57, Teknik Industri 40, Teknik Perangkat Lunak 46, Pendidikan Dokter 97, Ilmu Keperawatan 73, Gizi Kesehatan 63, Pendidikan Kedokteran Gigi 55, Manajemen Sumberdaya Perairan 35, Budidaya Perairan 40, Sosial Ekonomi Perikanan 26, Teknologi Hasil Perikanan 53, Ilmu Kelautan 35, Biologi 52, Fisika 49, Kimia 50, Matematika 51, Statistika 50, Ilmu Komputer 48, Teknologi Hasil Pertanian 70, Teknik Pertanian 81, Teknologi Industri Pertanian 70, Sosiologi 47, Ilmu Komunikasi 108, Psikologi 45, Hubungan Internasional 49, Ilmu Politik 50, Sastra Inggris 62, Sastra Jepang 36, Bahasa dan Sastra Perancis 20, Pendidikan Kedokteran Hewan 40..
Selengkapnya daftar nama mereka yang diterima per program studi dapat diklik di sini.
Daftar Ulang
Selain itu berdasarkan Pengumuman nomor 013/Peng/2008 yang ditandatangani oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, diumumkan pula tentang daftar ulang mahasiswa baru program S1 tahun akademik 2008. Daftar ulang, diawali dengan proses pembayaran biaya pendidikan di Bank Mandiri seluruh Indonesia secara on-line dengan menunjukkan kartu tes SNMPTN mulai 4 Agustus hingga 19 Agustus 2008 (call center Bank Mandiri 14000 atau 021-52997777. Besarnya biaya untuk masing-masing program studi dapat dilihat pada website http://brawijaya.ac.id/id/3_admission/maba.terima_snmptn.php. Data pembayaran secara otomatis akan tersimpan dalam database Universitas Brawijaya.


Setelah itu, calon dapat melakukan registrasi secara online melalui situs http://siakad.brawijaya.ac.id/siam dengan cara mengklik INFO NIM, lalu masukkan nomor tes, dan tanggal pembayaran di Bank Mandiri. Selanjutnya calon menyelesaikan soal penjumlahan (MathGuard) yang ada di bagian kiri bawah layar, lalu klik CARI. Hasil pencarian akan keluar NIM, Kode Aktivasi, Nama dan Program Studi. NIM dapat digunakan sebagai username dan kode aktivasi sebagai password untuk login pengisian biodata mahasiswa baru secara online melalui layanan SIAM (http://siakad.brawijaya.ac.id/siam). Sebelum melengkapi biodata ini, calon dianggap belum melakukan registrasi.
Setelah mengisi biodata, calon dapat menyimpan isian tersebut dan mencetak surat pernyataan sebanyak dua kali, mencetak tanda bukti registrasi sebanyak 2 kali pula untuk kemudian menyerahkannya ke fakultas masing-masing, mulai 11 Agustus hingga 19 Agustus 2008, pukul 08.00-15.00 WIB, serta membawa kelengkapan registrasi berupa: STTB, rapor, surat tanda kelulusan/SKHU, dan akte kelahiran (semuanya asli), dan menyerahkan fotokopinya masing-masing 1 lembar; pasfoto hitam putih ukuran 3x4 cm (4 lembar); menyerahkan kartu tanda peserta tes SNMPTN 2008; menyerahkan fotokopi (4 lembar) bukti pembayaran biaya pendidikan dari Bank Mandiri; menyerahkan slip gaji atau bukti rincian penghasilan orang tua masing-masing 1 lembar; menyerahkan fotokopi (1 lembar) kartu susunan keluarga (KSK); menyerahkan fotokopi bukti pembayaran rekening listrik, PDAM, PBB, dan telepon rumah atas nama orang tua untuk bulan terakhir (Juni-Juli 2008) masing-masing 1 lembar; menunjukkan surat kewargangaraan asli bagi warga negara Indonesia keturunan asing dan menyerahkan fotokopinya 1 lembar; menunjukkan surat ijin belajar (asli) dari Ditjen Pendidikan TInggi bagi warganegara asing dan menyerahkan 1 lembar fotokopinya; dan menyerahkan surat hasil pemeriksaan kesehatan dari Poliklinik Universitas Brawijaya (bagi fakultas yang mensyaratkannya) mulai 11 Agustus hingga 19 Agustus 2008.
Selengkapnya pengumuman itu dapat diklik di sini.
Kegiatan
Bagi mahasiswa baru yang telah melakukan daftar ulang diwajibkan mengikuti kegiatan: (1) Pengarahan PD-I dan PD-III di masing-masing fakultas (19 Agustus 2008, pukul 16.00 WIB, pakaian bebas rapi); (2) Upacara penerimaan mahasiswa baru di Lapangan Upacara Universitas Brawijaya (20 Agustus 2008, pukul 06.00 WIB, pakaian putih-putih, berdasi, mengenakan topi dan jaket almamater); (3) Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKK-Maba) di fakultas masing-masing (20-23 Agustus 2008, pukul 07.00-17.00 WIB, pakaian putih-putih, berdasi, mengenakan topi dan jaket almamater); (4) Perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2008/2009 di fakultas masing-masing (mulai 25 Agustus 2008, pakaian bebas rapi). [Far]

Seminar Nasional Agroindustri Akan Digelar FTP
1 Agustus 2008
Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB), pertengahan bulan Agustus ini akan menggelar seminar nasional. Seminar nasional bertajuk "Pengembangan Agroindustri Berbasis Sumberdaya Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan" itu dilaksanakan sehari pada tanggal 14 Agustus 2008 di Gedung Widyaloka UB.
Tujuannya adalah untuk memberikan alternatif solusi bagi permasalahan pangan di Indonesia dan meningkatkan peran teknologi pertanian dalam pengembangan agroindustri berbasis sumber daya lokal untuk mendukung ketahanan pangan.
Selain itu, seminar juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian perguruan tinggi, lembaga penelitian, lembaga swadaya masyarakat ke pengguna (industri dan instansi pemerintah) sehingga dapat terjadi sinergi yang mendukung ketahanan pangan.
Sebagai keynote speaker direncananya Direktur Badan Ketahanan Pangan, sedangkan pembicara lain adalah dari Industri Pangan Nasional. Selain keynote speech, presentasi lisan hasil penelitian dan pemikiran, juga digelar presentasi poster, dan pameran agroindustri.
Panitia mengundang kepada yang hadir untuk membawa makalah yang disajikan dalam bentuk presentasi oral dan poster. Kedua jenis makalah harus dalam bentuk artikel  lengkap dan akan diterbitkan dalam prosiding. Bagi makalah terpilih akan dimuat dalam jurnal teknologi pertanian. Makalah yang dipresentasikan dibagi dalam kelompok (1) pengembangan produk pangan lokal atau berbasis sumberdaya lokal dan keamanan pangan, (2) rekayasa biosistem dan pengembangan alat mesin pertanian, (3) manajemen dan sistem produksi agroindustri, (4) ekonomi dan kebijakan agroindustri.
Biaya pendaftaran seminar untuk dosen dan mahasiswa pascasarjana sebesar Rp 150 ribu; umum Rp 200 ribu; guru SMTA dan UMKM Rp 100 ribu; dan mahasiswa S1 Rp 50 ribu. Pendaftaran bisa dilakukan ke sekretariat Panitia Seminar Nasional di FTP UB Jl. Veteran Malang 65145 Telepon (0341) 580106-564398, Fax (0341) 568917 atau di email seminartp08@yahoo.com. Informasi lebih lanjut juga bisa didapatkan di Ir Nur Hidayat MP (08123386854 atau email nhidayat@brawijaya.ac.id) dan Dr Teti Estiasih STP MP (08123304966 atau email kgs_ahmadi@yahoo.com). [fjr]