Last updated 31/8/2006
By: Farid Atmadiwirya
Agustus 2006

Wali Kota Bergaya "Terminator", MOG Menghancurkan Ikon Kota Malang
31 Agustus 2006
Sejumlah Wali Kota Malang sejak era 1970-an hingga sekarang, cenderung bergaya "terminator" atau penghancur. Mereka menerapkan kebijakan publik yang tidak pro-publik dan dengan enaknya menghancurkan ikon-ikon Kota Malang.
Demikian dltuturkan guru besar Universitas Brawijaya Malang bidang kebijakan publik, Profesor Solichin Abdul Wahab PhD, Rabu (30/8) di Malang.
Menurut dia, sudah sejak era 1970-an Malang memiliki pemimpin yang memiliki kebijakan publik yang tidak pro publik. Misalnya, penghancuran bangunan sldang Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan berganti menjadi pertokoan Sarinah, penghancuran penjara wanita yang berubah menjadi Ramayana Mall dam sejumlah perusakan ikon sosial kultural lainnya.
“Kasus wali kota sekarang dengan proyek Malang Olimpic Garden (MOG) juga tidak jauh berbeda. Proyek yang bisa jadi sekadar implementasi dari ambisi bisnis yang menumpang lontaran-Iontaran simbolik demi peningkatan kualitas dan semangat olahraga itu justru akan menghancurkan ikon Malang untuk kesekian kalinya,” tutur dosen lulusan Wageningen University Belanda itu.
Ikon kota yang bakal hancur adalah lapangan tenis dan kolam renang yang  merupakan peninggalan masa kolonial. Padahal dua fasilitas olahraga itu dahulunya (saat masih terawat) pernah menjadi tempat turnamen olahraga tingkat internasional.
"Kebijakan wali kota saat ini tidak ubahnya dengan rezim Orde Baru, yaitu kebijakan kontroversi yang sifatnya tabrak lari. Dilakukan dahulu, baru kemudian sosialisasi. Terbukti, saat ini banyak masyarakat dan kalangan akademisi, termasuk Dewan,  merasa tidak mendapatkan permisi terkait dengan MOG,”  ujar pria yang telah tinggal di Malang selama 57 tahun itu.
Kalkulasi bisnis
Kehilangan ikon, menurut. Solichin, merupakan kehilangan besar bagi sebuah bangsa karena layaknya kehilangan identitas dan kebanggaan sosio-kultural, dan politik itu yang kadang tidak dipakai oleh para pemimpin untuk membuat kebijakan publik. Mereka hanya memakai kalkulasi bisnis yang sering mengabaikan hak-hak hakiki masyarakat;' ucapnya.
Namun, kata dia, kondisi itu bisa diatasi oleh masyarakat asalkan mereka mengintegrasikan kekuatan dan elemen-elemen kerakyatan, termasuk tokoh independen, mahasiswa, pengajar, seniman, LSM, wartawan, dan berbagai lapisan lain untuk satu kata menyuarakan “Hentikan kebijakan publik yang tidak propublik.”
"Kekuatan-kekuatan intelektual seperti itu bisa menghentikan kebijakan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tidak perIu memakai kekerasan. Kalau represi pemerintah dilawan represi, yang ada hanyalah kehancuran demokrasi. Dengan desakan kekuatan intelektual tersebut, kalau konsisten wali kota tentu akan gerah bahkan takut membuat public policy yang tidak pro publik;' tutur Solichin.
Selain itu, menurut dia, juga dibutuhkan kearifan negarawan seorang wali kota dalam membuat kebijakan. Jangan menjalankan roda pemerintahan dengan pendekatan bisnis layaknya pemikiran re-inventing government ala Osborne dan Gabbler. "Karena jika itu dilakukan, yang ada adalah pertimbangan untung rugi bisnis. Padahal, selama ini yang untung belum tentu publik, namun yang pasti buntung adalah publik,” ujarnya. [Dahlia Irawati] KOMPAS Kamis, 31 Agustus 2006

Serah Terima Jabatan Ketua Dharma Wanita Unibraw
31 Agustus 2006
Ny. Eny Yogi Sugito secara resmi menggantikan Ny. Rien Bambang Guritno sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan Universitas Brawijaya. Serah terima jabatan dilakukan Kamis 31/8, di Gedung Student Center Universitas Brawijaya. Turut hadir pada kesempatan itu Penasehat Dharma Wanita Kota Malang Ny Heri Puji Utami Peni Suparto, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Malang Ny Bambang DH serta jajaran pengurus dan anggota Dharma Wanita di lingkungan pemerintah kota Malang, Universitas Islam Negeri Malang, dan Universitas Brawijaya.
Pada upacara serah terima jabatan itu, dibacakan berita acara serah terima ketua, penandatanganan berita acara serah terima, dan penyerahan memori pertanggungjawaban.
Dalam sambutannya Ny Bambang DH menyatakan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ny Rien Guritno yang telah meluangkan waktu dan pikirannya dalam mengembangkan Dharma Wanita sebagai salah satu organisasi kewanitaan, khususnya di lingkungan Universitas Brawijaya. Selanjutnya Ny Bambang DH mengharapkan Ny Eny Yogi Sugito meneruskan program kerja Dharma Wanita yang telah dicanangkan sebelumnya serta diharapkan turut ambil bagian dalam kegiatan Dharma Wanita di kota Malang, berpartisipasi dalam menyukseskan program pemerintah kota Malang dan bekerjasama dengan organisasi kewanitaan lainnya yang ada di kota Malang.
Sementara itu Ny Peni Suparto dalam pidatonya menyatakan bahwa sebagai pendamping suami yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil sekaligus sebagai orang tua, terlebih lagi Dharma Wanita sebuah institusi pendidikan, anggota Dharma Wanita Universitas Brawijaya dituntut untuk peduli dan turut serta memberantas penyebaran dan penggunaan narkoba di kalangan generasi muda. [nik]

Pengaruh Kekuatan Tawar bagi Pendapatan Petani Padi
31 Agustus 2006
Bagi negara-negara di Asia, khususnya Indonesia, beras memiliki posisi strategis dalam kehidupan ekonomi, sosial, dan politik. Keberhasilan kampanye swasembada beras sejak tahun 1984 cenderung diikuti terbentuknya harga beras yang murah. Sementara itu, kebijakan pemerintah kurang mendukung kepentingan petani. Hal ini berakibat termarjinalkannya pendapatan dan kesejahteraan petani, padahal kondisi internal dan ekstenal petani pada umumnya rendah.
Kekuatan tawar petani yang rendah dan merosotnya harga gabah/beras di tingkat petani, terutama pada musim panen, merupakan masalah klasik pertanian Indonesia, yang hingga kini masih belum dapat diatasi.
Ir Eko Nurhadi MS mengemukakan kondisi tersebut dalam disertasi berjudul “Kekuatan Tawar Petani Padi: Faktor Penentu dan Dampaknya terhadap Pendapatan Petani ( Studi Kasus Sentra Produksi di Desa Kacangan, Lamongan, Jawa Timur)” pada ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Kamis 31/8. Promotor ujian disertasi ini adalah Prof Dr Ir Moch Muslich Mustadjab MSc, dan kopromotor Prof Dr Djumilah Zain SE serta Dr Ir Bambang Ali Nugroho MS DAA. Sedangkan tim penguji terdiri dari Prof Dra SM Kiptiyah MSc, Dr Agus Suman SE DEA, Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS, dan penguji dari UPN Veteran Jawa Timur, Prof Dr H Djohan Mashudi SE MS.
Penelitian disertasi Eko Nurhadi mengambil lokasi daerah Lamongan. Obyek utama penelitian ini adalah petani padi atau rumah tangga petani (RTP), dan obyek pelengkapnya individu atau lembaga pembeli padi langsung dari petani.
Hasil penelitian menunjukkan beberapa hal yang signifikan. Di antaranya, petani dan pedagang dalam melakukan proses tawar-menawar mengacu pada tingkat harga pasar. Selain itu, semakin tinggi pendapatan nonpertanian, kekuatan tawar petani padi pada musim gadu semakin tinggi.
Dalam disertasinya, Eko Nurhadi secara khusus menyampaikan saran yang bersifat kebijakan. Antara lain, perlunya revitalisasi penggalakan kredit pedesaaan, monitoring harga gabah/beras di tingkat petani, serta perlunya penegakan aturan dan akuntabilitas terhadap pihak-pihak yang terlibat, baik dalam proses seleksi maupun evaluasi kinerja pedagang pengumpul mitra kerja Bulog.
Dalam yudisium, Eko Nurhadi dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu pertanian (kekhususan ekonomi pertanian) dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,62).
Dr Ir Eko Nurhadi MS (49 tahun), pria kelahiran Lamongan, sarjana sosial ekonomi pertanian lulusan Fakultas Pertanian
Universitas Brawijaya (1982), magister sains sosial ekonomi pertanian dari UGM dan Unibraw (1993), sejak 1987 adalah dosen sosial ekonomi pertanian pada Fakultas Pertanian UPN Veteran Jawa Timur, Surabaya. [nok]

Sumpah Dokter
31 Agustus 2006
Fakultas Kedokteran, Kamis 31/8, mengadakan upacara pengucapan sumpah dokter. Upacara berlangsung di Graha Medika, diikuti oleh 19 orang dokter baru yang dihasilkan yudisium dokter periode 10 Agustus 2006.
Mereka itu adalah: dr Muhammad Fathoni, dr Sulfani, dr Irene De Carvalho, dr Ines Theodora Da Silva Almeida, dr Rahmat Aprillah Dalimunthe, dr Riestiyani Manuputty, dr Ruly Dwi Utami, dr Ahmad Azwar Habibi, dr Dewi Suryani, dr Erna Mustikasari, dr Fathia Anis Pramesti, dr Leny Puspitasari, dr Maurie Husnah Ave Zahra, dr Nopian Hidayat, dr Nur Adlim, dr Rizke Karina Adhania, dr Sofiya Nailufar, dr Yeti Anafarida dan dr Nazirah binti MD Rozi.
Dekan dr. Harijanto MSPH, dalam sambutan yang dibacakan Pembantu Dekan I Prof. Dr Mulyohadi Ali, mengungkap setidaknya fakultas ini telah meluluskan sebanyak 3102 dokter dari almamaternya. Kepada para dokter baru tersebut, ia mengingatkan agar setiap dokter siap mengikuti pendidikan dokter berkelanjutan yang diselenggarakan oleh KKI dan KDI sebagai konsekuensi standardisasi internasional dalam kesepakatan Mutually Recognition Agreement (MRA) yang diikuti oleh 9 negara ASEAN sebagai standar kompetensi dokter di wilayah ASEAN pada 2008.
Sementara itu, Direktur RSU Saiful Anwar (RSSA) dr Pawik Supriadi SpJP (K) dalam sambutannya menyatakan, sebagai tempat pendidikan bagi para calon dokter, RSSA merupakan sebuah institusi yang padat modal, padat karya, padat profesi, padat sistem, padat mutu, padat risiko, sehingga membutuhkan kerja sama banyak pihak guna mendukung keseluruhan pelayanan. Demi terwujudnya hal ini, menurut dr Pawik diperlukan kebijakan khusus guna menjamin pelayanan yang profesional melalui batasan atau standar yang diakui baik nasional maupun internasional di samping memacu tersedianya pelayanan di rumah sakit yang bermutu, efisien, efektif dan aman bagi masyarakat.
Favorit
Upacara sumpah dokter kali ini diikuti oleh 3 orang dokter asal luar negeri, masing-masing dr Irene De Carvalho dan dr Ines Theodora Da Silva Almeida (Timor Timur), serta dr Nazirah binti MD Rozi (Malaysia). Selama di Indonesia, ketiga dokter ini memiliki kesukaan masing-masing. Dokter Irene yang akrab dipanggil Reni, dengan julukan "Lady J", memilih lalapan, bakso dan roti sebagai makanan favorit. Gadis kelahiran Dili 29 tahun silam ini memilih dr Taufik Hidayat SpKK dan dr Retty Ratnawati MSc sebagai dosen favoritnya. Sama dengan teman senagaranya, dr Ines Theodora Da Silva yang akrab dipanggil Ines juga memilih bakso sebagai makanan favorit. Puteri sulung pasangan Augustu De Almeida dan Catarina Da Silva yang dilahirkan 27 tahun silam ini memilih dr. Lukmantya SpTHT sebagai dosen favoritnya. Sementara itu, dr Nazirah binti MD Rozi, yang alumni Mara Junior Science College Pangkal Pinang Malaysia, memilih nasi padang sebagai makanan favoritnya. Puteri ketiga pasangan MD Rozi bt Hj. Yahya dan Tun Ismail ini memilih Prof Dr dr Handono Kalim SpPD sebagai dosen favorit dan lab ilmu kesehatan anak sebagai laboratorium favorit. [nok]

Disertasi Helminuddin: Harga Ikan Tak Berpengaruh pada Konsumsi
30 Agustus 2006
Perilaku konsumen dalam membuat keputusan membeli dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor-faktor tersebut meliputi faktor perangsang pemasaran seperti produk, harga, tempat, dan promosi, faktor lingkungan internal seperti persepsi, motivasi, kepribadian, konsep diri dan sikap, serta faktor lingkungan eksternal seperti budaya, sosial, kelompok referensi, pendidikan, keluarga dan pelayanan.
Demikian pernyataan Helminuddin dalam ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu 30/8. Dalam ujian terbuka dengan promotor Prof Dr Eka Afnan Troena SE dengan kopromotor Prof Dr Djumilah Zain SE dan Prof Dr Moeljadi P SE MS. Tim penguji terdiri dari Prof Dr HM Syafiie Idrus MEc, Prof Dr Armanu Thoyib SE MSc, Dr Agus Suman SE DEA dan Prof Dr Ir H Djuhriansyah MSc ini Helminuddin membawakan disertasi berjudul ”Pengaruh Faktor Bauran Pemasaran, Budaya, Sosial dan Pelayanan terhadap Keputusan Konsumen Ikan Segar di Kota Samarinda”.
Penelitian disertasi Helminuddin dilakukan melalui wawancara dengan sampel sebanyak 200 orang ibu rumah tangga konsumen ikan segar di Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor lokasi, sosial, dan pelayanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan membeli ikan. Sementara 4 faktor lainnya, yakni faktor-faktor harga, produk, promosi, dan budaya, juga berpengaruh meski tidak signifikan. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan dengan hasil penelitian terdahulu. Artinya, naik atau turun harga tidak mengubah niatan ibu-ibu dalam mengkonsumsi ikan. Hal ini karena ikan merupakan konsumsi utama bagi masyarakat kota Samarinda dan merupakan barang konvinien. Untuk meningkatkan konsumsi ikan di kalangan masyarakat, disarankan Dinas Kelautan dan Perikanan mengadakan sosialisasi tentang manfaat ganda dari mengkonsumsi ikan. Sedangkan Dinas Pasar sebagai salah satu institusi penyedia tempat pemasaran, disarankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna pasar dengan menyediakan fasilitas air dan tenaga kebersihan yang lebih memadai. Pengawasan intensif dan periodik oleh Dinas Kelautan dan Perikanan yang bersinergi dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan juga perlu dilakukan, agar ikan yang ditawarkan ke masyarakat terjamin aman dan layak dikonsumsi.
Dalam yudisium, Helminuddin dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu ekonomi (kekhususan manajemen) dengan predikat memuaskan.
Dr Ir Helminuddin MM (48 tahun) adalah sarjana muda perikanan dari Universitas Mulawarman, Samarinda (1981) dan sarjana (S1) sosial ekonomi perikanan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru (1993), mendapatkan magister manajemen dari Universitas Wijaya Putra Surabaya (2001),
Helminuddin adalah tenaga pengajar pada Fakultas Perikanan Universitas Mulawarman Samarinda sejak 1984. Pernah menjabat sebagai kepala Sistem Pendidikan Jarak Jauh Melalui Satelit Universitas Mulawarman (1989-2003), dan sebagai komisaris Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Timur komisariat Universitas Mulawarman (1992-2003). [nik]

Prof Riyadi Soeprapto Wafat
30 Agustus 2006
Prof Dr HR Riyadi Soeprapto MS, gurubesar administrasi pembangunan pada Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Rabu 30/8, berpulang ke rahmatullah. Almarhum menghembuskan nafas penghabisan sekitar pukul 9.00 WIB, setelah mengalami koma dan dirawat beberapa saat di ruang ICU Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA), Malang. Selama beberapa bulan ini almarhum telah berkali-kali menjalani terapi hemodialisis (cuci darah), bahkan sebuah unit hemodialiser telah dipasang pada tubuhnya sehingga sewaktu-waktu diperlukan proses pencucian darah itu dapat dilakukan sendiri tanpa harus ke rumah sakit.
Prof Riyadi Soeprapto (55 tahun) adalah putra kelahiran Madiun 7 Juli 1951, pernah menjabat sebagai pembantu dekan III FIA, dan ketua program studi S2 Ilmu Administrasi Negara pada Program Pascasarjana Unibraw, sarjana ilmu administrasi negara Unibraw (1978), magister sains administrasi negara dari Universitas Gadjah Mada (1984), dan doktor ilmu sosial lulusan Universitas Airlangga (1997). Prof Riyadi Soeprapto dikukuhkan sebagai gurubesar pada 6 Desember 2003, dengan orasi ilmiah berjudul "Pengembangan Kapasistas Pemerintah Daerah Menuju Good Governance".
Selain aktif dalam dunia pendidikan, almarhum juga aktif dalam bidang sosial keagamaan, antara lain menjadi ketua Yayasan Masjid Asy-Syahriyah di kompleks perumahan dosen dan karyawan Unibraw Tlogomas Malang, tempat kediamannya.
Jenazah dishalati di Masjid Asy-Syahriyah, dan disemayamkan sejenak di lobi gedung Rektorat untuk menerima penghormatan terakhir dari segenap warga Unibraw, sebelum dikebumikan di pemakaman umum Samaan, Malang. Sekretaris Senat Prof Simon Bambang Widjanarko pada kesempatan itu melepas keberangkatan jenazah mewakili Rektor Universitas Brawijaya yang saat itu sedang rapat kerja di Yogyakarta.
Pemakaman almarhum disaksikan oleh sanak keluarga, teman sejawat, dan mahasiswa. Tampak hadir dalam upacara pemakaman itu antara lain Pembantu Rektor IV Prof Umar Nimran, Dekan FT Ir Imam Zaky MT, dan Dekan FTP Prof Simon Bambang Widjanarko. [Far]

Pelatihan TQM di Unibraw
30 Agustus 2006
Biro Administasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Univesitas Barwijaya, Rabu  30/8, mengadakan pelatihan total quality management (TQM). Pelatihan yang dibiayai program SP4 ini diikuti 41 orang peserta, terdiri dari para kepala subbagian dan staf dari jajaran akademik dan kemahasiswaan di lingkungan Universitas Brawijaya.
Pelatihan berlangsung di Guest House Universitas Brawijaya, dibuka oleh Kepala BAAK Dra. Ratnawati. Dalam sambutannya, Ratnawati, berharap pelatihan bertopik “Improving Performance Based on TQM Principles” ini dapat meningkatkan kinerja  peserta dalam memberikan layanan kepada stakeholders.
Pemateri tunggal pelatihan tersebut Ir Witjaksana Tjahyana MEngSc, pakar TQM dari Expedient. Ada 3 materi pokok yang disampaikan: “Why We Need to Change", "Good Quality Services", dan "High Achievement, High Performance”.
Mengapa kita harus berubah? Menurut Witjaksana, "perubahan adalah hakekat kehidupan, kita senantiasa harus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik untuk memberikan kepuasan pada pelanggan". Mengapa harus fokus pada pelanggan? "Karena organisasi sangat tergantung pada pelanggan. Organisasi harus dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, baik sekarang maupun kebutuhan yang akan datang", tutur Witjaksana.
Paling tidak ada dua manfaat yang akan diperoleh apabila fokus pada pelanggan. Yaitu meningkatnya efektivitas penggunaan sumberdaya organisasi menuju kepuasan pelanggan, dan meningkatnya loyalitas pelanggan..
"Perubahan harus dilakukan setiap saat, mulai sekarang juga, dan jangan menunggu dipaksa untuk berubah", tegasnya. Sedangkan perubahan dalam konteks layanan, menurut Witjaksana, adalah upaya mengintegrasikan semua sumber daya yang ada untuk mencapai apa yang kita inginkan. Antara lain dengan membuat sistem untuk mewujudkan perbaikan untuk meningkatkan layanan.
Dari mana kita mulai melakukan perubahan? "Mulai dari diri sendiri dengan ketekunan dan keyakinan, dan kita harus bisa menempatkan diri sebagai pelanggan", pesannya.
Menyinggung soal kerjasama tim, Witjaksana mengatakan, "sebaiknya kita meniru cara kerja angsa terbang yang akan berpindah tempat". Dijelaskannya, kelompok angsa terbang senantiasa membentuk formasi huruf V. Ini dimaksudkan agar efisien dalam mengeluarkan energi dan selalu kompak. Bila ada salah satu angsa kelelahan, angsa yang lain akan menggantikannya. Mereka juga terbang sederap seirama, dan saling memberi semangat. Begitu juga dalam bekerja. Bila dilakukan secara bersama-sama, energi yang dikeluarkan sedikit tetapi memberikan hasil yang lebih banyak. "Kita juga harus bisa berbagi kepemimpinan, dalam arti harus ada delegasi. Jangan sampai satu pekerjaan hanya tergantung pada satu orang, sehingga bila yang bersangkutan tidak ada, pekerjaan tidak bisa jalan", ujarnya. [MW]

Pelatihan Peningkatan Kualitas Susu bagi KUD Tulungagung
30 Agustus 2006
Bekerja sama dengan Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi (KMNRT), Selasa (29/8), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mengadakan pelatihan "Peningkatan Kualitas Susu dan Diversifikasi Produk Susu (Yoghurt dan Ice Cream)”. Pelatihan diadakan di Guest House Universitas Brawijaya, dibuka oleh Dekan FMIPA Ir Adam Wiryawan MS.
Kerja sama FMIPA dengan KMNRT berlangsung selama 2 tahun, dan pelatihan ini merupakan tindak lanjut penelitian staf FMIPA  Ir Chanif Mahdi MS, Tri Ardiyati PhD,Arie Srihardyastuti SSi MKes, dan Yoga Dwi Jatmiko SSi yang berjudul “Diversifikasi Produk Susu Melalui Teknologi Fermentasi di Kabupaten Tulungagung”.
Peserta pelatihan adalah utusan dari koperasi-koperasi unit desa di Tulungagung, yaitu dari KUD Sumbermakmur, KUD Sri Wigati, KUD Koptan, KUD Sri Sedono, KUD Tani Wilis, dan KUD Tunas Baru. Sedangkan, narasumber terdiri dari para praktisi dan akademisi di bidangnya masing-masing. Ir. Purwadi MS dari Fakultas Peternakan memberikan materi “Kesehatan Ternak dan Peningkatan Kualitas Susu”, Ir. Chanif Mahdi MS beserta tim peneliti FMIPA mempresentasikan serta mengadakan simulasi pembuatan yoghurt dan ice cream. Selain berupa ceramah dan simulasi, pelatihan juga diisi dengan kunjungan lapang ke KUD Dau, Kabupaten Malang, guna melihat langsung cara pembuatan susu pasteurisasi dan pengepakan yoghurt.
Tri Ardiyati PhD mengatakan, penelitiannya dilatarbelakangi adanya pembatasan kuota oleh Nestle, perusahaan terbesar dan utama yang menampung susu yang dihasilkan dari daerah Tulungagung. Setiap harinya 5300 liter susu dari daerah ini langsung dikirim ke Nestle dengan standar kualitas tertentu. Tetapi tidak semuanya tertampung. Susu yang tidak memenuhi standar inilah yang diupayakan untuk dieksplorasi atau diisolasi probiotik menjadi makanan atau minuman fungsional.
Diversifikasi produk susu melalui teknologi sederhana pembuatan yoghurt dan ice cream ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu memanfaatkan bahan baku produk susu lokal Tulungagung, meningkatkan nilai gizi, memiliki nilai jual.
Sementara itu, Chanif Mahdi pada pelatihan itu memperkenalkan teknologi pasteurisasi menggunakan alat sederhana, termos panas, yang terjangkau oleh masyarakat. Produk akhir proses ini adalah yoghurt dan starternya. [nok]

Penjaringan Design Logo Universitas Brawijaya
30 Agustus 2006
Seiring dengan semakin tingginya tuntutan terhadap keberadaan pendidikan tinggi, diperlukan upaya memposisikan diri secara fleksibel dan dinamis. Logo merupakan salah satu bentuk representasi dari lembaga yang diharapkan mampu mensosialisasikan keberadaannya di tengah-tengah masyarakat. Hal ini melatarbelakangi Pusat Jaminan Mutu (PJM) Universitas Brawijaya untuk mengadakan penjaringan design logo Universitas Brawijaya. Penjaringan berlangsung selama 1 bulan penuh (1-30 September 2006). Seluruh sivitas Universitas Brawijaya boleh mengikutinya.
Ketua PJM Unibraw Prof Dr Ir Soebarinoto membedakan lambang Unibraw yang berupa  gambar patung Prabu Brawijaya dengan logo yang sedang diperlombakan. “Logo yang diperlombakan ini merupakan representasi Universitas Brawijaya untuk hal-hal dinamis dan fleksibel dengan kemasan nonformal”, ungkapnya. Pengguna utama dan pertama logo ini nantinya adalah PJM, yang selanjutnya akan disosialisasikan ke seluruh sivitas, termasuk mahasiswa. “Dikarenakan untuk hal-hal yang non formal, logo ini tidak akan menggeser apalagi menggantikan keberadaan lambang formal Universitas Brawijaya”, tambahnya.
Sementara itu mengenai perbedaan lambang dengan logo, Sekretaris PJB Unibraw Dr Ir M Bisri MT menerangkan, lambang digunakan untuk hal-hal formal seperti surat-surat kedinasan, sehingga kurang komersial. Sedangkan logo, nanti akan digunakan untuk hal-hal nonformal, seperti kaos mahasiswa, dan sebagainya.
“Yang telah menggunakan model logo bagi institusinya adalah KJM UGM”, tukas salah seorang staf PJM sambil menunjukkan logo KJM (Kantor Jaminan Mutu) UGM.
Dr M Bisri berharap, logo PJM Unibraw nantinya lebih sederhana dan secara filosofis memuat pesan “join UB be the best” untuk quality insurance. “Logo ini pun fleksibel, dapat diubah kapan saja”, Dr Ir M Bisri MT menambahkan.
Bukan hanya logo, Prof. Soebarinoto menambahkan, Rektor Universitas Brawijaya juga berkeinginan untuk mengubah singkatan nama Universitas Brawijaya dari Unibraw menjadi UB agar lebih mudah digunakan.
Dalam penjaringan ini, peserta dapat mengirimkan karya logo yang dibuat di kertas karton warna putih dan hitam dengan ketebalan minimum 150 gram dalam kertas berukuran A4, dilampiri CD yang berisi file logo dalam format JPEG bitmaps (*.jpg) dengan resolusi 300 dpi. Setiap desain yang dikirim agar disertai formulir pendaftaran yang dapat didownload di website dengan dilampiri pernyataan orisinalitas karya yang ditandatangani peserta. Logo beserta CD dan data peserta dikirim dalam amplop tertutup dan dialamatkan kepada Panitia Penjaringan Desain Logo Universitas Brawijaya selambat-lambatnya 30 September 2006.
Motto konsep design logo adalah “Join UB be the best”. Motto tersebut dapat dituangkan dalam bentuk tulisan dengan huruf saja atau tulisan dengan simbol gambar yang mewakili kriteria. Pengertian huruf adalah typeface atau font yang lazim digunakan dalam desktop maupun hasil kreasi atau modifikasi peserta. Sedangkan simbol gambar adalah perlambang, ikon atau visualisasi hasil kreativitas atau adaptasi dari bentuk yang diciptakan peserta. Keduanya tidak boleh memiliki pengertian melecehkan simbol SARA. Warna dominan logo adalah warna identitas Universitas Brawijaya Biru/Sky Blue (C:100, M:20, Y:0, K:0 atau R:0, G:124, B:195). Logo mudah terbaca dan diidentifikasi, khas serta mudah ditransformasi atau diimplementasikan dalam medium yang berbeda. Setiap peserta boleh mengirimkan maksimal 2 logo untuk diperlombakan. Teknis dan pembuatan karya bebas, (secara manual atau menggunakan komputer).
Proses penjurian diberlangsung 1-14 Oktober 2006. Keputusan juri mutlak, memilih 1 pemenang utama (tunggal) dengan hadiah uang tunai Rp 3 juta dan 4 pemenang partisipatif dengan hadiah masing-masing Rp 500 ribu. Pemenang akan diumumkan 28 Oktober 2006 melalui website dan media lain. Hal cipta dan hak penggunaan karya akan diatur dalam sebuah perjanjian yang mengikat antara Universitas Brawijaya dengan pemenang lomba.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Wiro di ruang Pusat Jaminan Mutu (PJM) Gedung Rektorat Universitas Brawijaya Lantai 6 Jalan Veteran Malang, Telepon/fax (0341) 575817, email: pjm-ub@brawijaya.ac.id. [nok]

Countertrade untuk Menjaga Kinerja Perdagangan CPO Indonesia
29 Agustus 2006
Hanya dua pelaku perdagangan CPO (crude palm oil) terbesar dunia, yaitu Malaysia sebagai leader dan Indonesia sebagai follower. Hal ini mencerminkan terbentuknya pasar persaingan oligopoli dalam perdagangan CPO dunia. Seharusnya, negara yang memiliki sumber daya  produksi besar dapat mempengaruhi harga perdagangan. Tapi kenyataannya kekuatan tawar kedua negara produsen CPO terbesar tersebut tidak tampak mempengaruhi pembentukan harga CPO dunia. Ini merupakan anomali. Salah satu penyebabnya, terdapat produk substitusi minyak nabati lain yang berasal dari kedelai.
Perdagangan CPO Indonesia terus mengalami perkembangan, tetapi eksistensinya masih kalah bersaing dengan Malaysia sebagai leader di pasar CPO dunia. Dalam usaha meningkatkan positioning dan kemampuan mengunci pasar dunia dari produk CPO Indonesia, dilakukan kebijakan perdagangan countertrade yang inovatif. Bagi Indonesia, kebijakan ini merupakan win-win solution. Karena, selain merupakan sinyal dari mutu dan sebagai diskriminasi harga yang tersembunyi, juga merupakan solusi untuk kesulitan transaksional. Kenyataannya, tanpa countertrade tidak akan ada solusi pasar untuk situasi semacam ini.
Demikian ungkap Ignatia Martha Hendrati pada ujian terbuka disertasi yang berlangsung di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya Selasa 29/8. Hendrati membawakan disertasi berjudul “Model Countertrade sebagai Kebijakan Perdagangan CPO Indonesia di Era Liberalisasi”. Promotor ujian terbuka ini adalah Prof Dra SM Kiptiyah MSc, dengan kopromotor Dr Munawar Ismail SE DEA, dan Dr Chandra Fajri Ananda SE MSc. Tim dosen penguji terdiri dari Dr Ir Nuhfil Hanani MS, Prof Dr Djumilah Zain SE, Dr Agus Suman SE DEA dan penguji dari UPN Veteran Jawa Timur Prof Dr Djohan Mashudi MS.
Diungkapkan pula, kebijakan countertrade bagi Indonesia juga bertujuan mengunci relung pasar CPO dunia. Kebijakan ini sangat signifikan berpengaruh pada salah satu bentuk countertrade, yakni offset. Offset tidak hanya mencakup perjanjian pemrosesan dan penggunaan kandungan lokal sebagai input dalam produksi saja, tetapi juga merupakan perjanjian kompensasi yang memungkinkan Indonesia (sebagai negara berkembang) memperoleh akses teknologi dan pengalaman dari negara maju (terutama Belanda dan Jerman) tanpa harus mengurangi cadangan devisa negara.
Selain itu, menurut Ignatia Martha Hendrati, perdagangan countertrade masih sangat signifikan untuk menjaga kinerja perdagangan internasional CPO Indonesia. Dari keberlanjutan kegiatan perdagangan, perlu diperhatikan aspek teknologi perbaikan kualitas dan upaya peningkatan positioning produk CPO Indonesia. Ini dapat terpenuhi dengan pemakaian offset sebagai salah satu bentuk countertrade yang paling tepat. Offset langsung terjadi ketika sebagian produk dihasilkan atau disusun di negara lain sebagai bagian dari kontrak atau komponen tertentu dibuat di bawah sistem yang berlisensi.
Kebijakan countertrade dalam pelaksanaannya dilakukan dengan kombinasi perdagangan internasional di setiap negara tujuan ekspor, dan countertrade dilakukan terhadap negara-negara tujuan utama ekspor CPO Indonesia.
Pada ujian terbuka ini Ignatia Martha Hendrati dinyatakan lulus dan berhak memperoleh gelar doktor dalam bidang ilmu ekonomi (kekhususan ilmu ekonomi dan studi pembangunan), dengan predikat sangat memuaskan.
Dr Ignatia Martha Hendrati SE ME (39 tahun) adalah dosen pengajar pada UPN Veteran Jawa Timur, sarjana ekonomi lulusan Universitas Jember (1990) dan magister ilmu ekonomi dan perencanaan pembangunan dari Universitas Indonesia (1997). [nik]

Pelatihan Desain Presentasi Multimedia Pembelajaran
29 Agustus 2006
Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Universitas Brawijaya, selama dua hari (28-29/8) menyelenggarakan pelatihan Desain Presentasi Multimedia Pembelajaran. Pelatihan dalam rangka memasyarakatkan pemanfaatan multimedia pembelajaran ini merupakan program khusus bagi dosen senior, diikuti oleh 23 orang, dilaksanakan di Laboratorium E-Learning Program Pascasarjana Universitas Brawijaya.
Pemanfaatan teknologi multimedia dalam strategi pembelajaran menjadikan proses belajar mengajar lebih menarik dan bersifat interaktif. Teknologi multimedia akan sangat membantu mahasiswa dan dosen untuk merambah dunia maya, sehingga akan meningkatkan keingintahuan mahasiswa terhadap ilmu yang didapat. Dengan demikian  menambah tingkat keluasan  pemahaman mahasiswa dalam menyerap materi yang diajarkan.
Kegiatan  Pelatihan ini  dipandu oleh Prof Dr Ir Hendrawan Soetanto MRurSc (Ketua LP3 Unibraw), Prof Dr Ir Abdul Latief Abadi MS (Direktur UPPTI Unibraw), dan Pitoyo Widhi Atmoko SSi praktisi Pusat Produksi Bahan Ajar Multimedia.
Dalam pelatihan ini peserta dibimbing untuk bagaimana memanfaatkan teknologi informasi guna memperkaya sumber bahan ajar, serta memberikan suasana lain pada cara menyajikan bahan ajar dengan lebih menarik menggunakan multimedia.
Materi yang diberikan meliputi konsep pemanfaatan teknologi informasi guna memperkaya bahan ajar, video editing dasar, manajemen file pada komputer, desain presentasi menarik yang dilengkapi animasi 3D, serta pemanfaatan program Powerpoint secara maksimal.
Kegiatan ini bertujuan mendorong tercapainya model pembelajaran yang berpusat pada keaktifan mahasiswa, memperluas penggunaan materi bahan ajar multimedia di lingkungan perguruan tinggi, memacu kreativitas dosen dalam mengembangkan metode pembelajaran, serta secara umum dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Setelah pelatihan ini diharapkan  peserta menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing, bahkan sejumlah penghargaan dijanjikan akan diberikan kepada dosen yang berhasil menyusun bahan ajar multimedia dengan benar. [hst]

Konser Try Out PSM Unibraw
28 Agustus 2006
Unit Aktivitas Paduan Suara Mahasiswa Universitas Brawijaya (UAPSM-UB) awal bulan depan (11/9) akan berangkat ke Bandung dalam rangka mengikuti Festival Paduan Suara (FPS) ITB XX. Menjelang festival itu, UAPSM-UB Senin 28/8 mengadakan konser try out di gedung Widyaloka.
Bagus SP, asisten pelatih paduan suara ini menjelaskan, konser dimaksudkan untuk mengevalusi diri sebelum masuk ajang kompetisi. “Awalnya konser ini hanya untuk undangan saja. Tapi kita surprise banget yang datang banyak,” ucapnya.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mereka membawakan lagu-lagu yang lebih membumi (earth song). Selain olah vokal, mereka juga mengiringi tampilannya dengan gerak sangat ceria. “Pelatih kami baru,” kata  Bagus. Ini yang memberi  warna baru pada penampilan mereka. Saat ini mereka dilatih oleh Ira Purnama Sari SSn, yang menggantikan pelatih lama Anang Brotoseno.
Dari hasil konser try out, masih banyak pekerjaan rumah yang harus mereka kerjakan selama dua minggu ke depan sebelum berangkat ke Bandung. “Kami masih sangat lemah dalam hal penggambaran suasana lagu”, keluh Bagus. Dalam konser try out tersebut mereka membawakan 11 lagu yang nantinya akan dibawakan pada FPS ITB XX nanti.
Ia berharap kelompok ini mampu menyelesaikan pekerjaan rumah mereka sebelum waktunya. Selain itu mahasiswa Fakultas Kedokteran ini juga berharap dapat mengulang sukses mereka dua tahun yang lalu. Ketika itu mereka meraih gelar juara umum dalam festival paduan suara tingkat nasional tertua di Bandung ini. [vty]

Kerjasama dengan Institusi Pendidikan Asing Berimplikasi Manajerial
28 Agustus 2006
Globalisasi dan perkembangan teknologi komunikasi menjadikan mobilitas manusia tidak lagi dibatasi oleh jarak, geografi, dan waktu. Pada bidang bisnis hal ini mengubah orientasi bisnis. Antara lain, menjadi semakin terintegrasi, semakin deregulatif terhadap batasan-batasan kenegaraan, mengakselerasi mobilitas manusia yang bergerak dalam dunia bisnis, mendorong difusi teknologi dalam bisnis, serta memunculkan penggunaan standar dunia terhadap kualitas. Perubahan cara pandang bisnis dalam globalisasi tersebut memunculkan satu persoalan yaitu bagaimana membuat perusahaan dapat bertahan atau justru memperoleh manfaat pada kompetisi global yang interaksi lingkungan bisnisnya semakin beragam, makin mengandung risiko dan semakin dinamis.
Demikian ungkap Benedictus Karno Budiprasetyo pada ujian terbuka disertasi yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Senin (28/8). Promotor ujian ini adalah Prof Dr Djumilah Zain SE dengan kopromotor Prof Umar Nimran MA PhD, dan Prof Dr Augusty Ferdinand MBA, dan para dosen penguji Prof Dr MS Idrus MEc, Prof Dr Armanu Thoyib MSc, Dr Ir Solimun MS, dan dosen penguji dari Universitas Katolik Sugiyapranata Semarang Prof Dr Vincent Didiek Wiet Aryanto MBM.
Dalam disertasi berjudul ”Pemasaran Jasa Internasional Berbasis Sumberdaya yang Terintegrasi dengan Perspektif Pengetahuan Budaya dan Institusional (Studi pada Institusi Pendidikan Tinggi Indonesia yang Bekerjasama dengan Institusi Pendidikan Asing)”, diungkapkan bahwa perspektif pengetahuan dan budaya terbukti dapat diintegrasikan dalam model manajemen pemasaran jasa internasional berbasis sumber daya. Kedua perspektif ini merupakan bentuk keunggulan spesifik dari organisasi jasa, yang dapat membentuk keunggulan diferensiasi perusahaan dan keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Selain itu perspektif pengetahuan dan perspektif budaya pada proses strategi inside-out dan outside-in merupakan bentuk identifikasi dan pembangunan keunggulan spesifik institusi serta identifikasi keunggulan spesifik negara, lingkungan industri dan makro, yang dapat dipergunakan sebagai komponen pembentuk keunggulan diferensial institusi, dan pembangunan keunggulan bersaing yang berkelanjutan.
Penelitian disertasi Karno Budiprasetyo dilakukan terhadap 55 responden dari 16 institusi pendidikan tinggi di Indonesia yang bekerjasama dengan institusi pendidikan tinggi asing. Hasil penelitian Budiprasetyo menunjukkan adanya beberapa implikasi manajerial. Terutama untuk pengembangan sistem informasi eksternal, pengembangan kebijakan pemahaman budaya konsumen dan implementasinya, penyediaan sarana fisik, lingkungan dan penghargaan dalam proses pengembangan manajemen pengetahuan, pengembangan orientasi pengelola pendidikan tinggi di Indonesia dan pengembangan kerjasama riset internasional serta pertukaran staf sebagai faktor dominan dalam implementasi strategi internasionalisasi.
Hasil pengujian model empirik pada penelitian ini mendukung growth of the firm theory, knowledge based theory, dan internationalization process theory, dan menunjukkan bahwa model manajemen pemasaran jasa internasional berbasis sumber daya yang dibangun dalam penelitian ini dapat menjelaskan secara empirik proses internasionalisasi jasa pendidikan tinggi di Indonesia.
Dalam yudisium, Benedictus Karno Budiprasetyo dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu ekonomi (kekhususan manajemen) dengan predikat cumlaude.
Dr. Benedictus Karno Budiprasetyo SE MM, pria kelahiran Semarang (39 tahun), sarjana ekonomi Universitas Diponegoro Semarang (1993), dan magister manajemen dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1994), adalah dosen pada Universitas Katolik Sugiyapranata Semarang sejak 1994. [nik]

Eksplorasi Hidrokarbon secara Terintegrasi
26 Agustus 2006
Program Studi Geofisika Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Brawijaya menyelenggarakan seminar sehari, Sabtu 26/8.
Seminar bertajuk ”Metode Eksplorasi Hidrokarbon secara Terintegrasi” ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang fisika, khususnya geofisika kepada para mahasiswa, terutama keterkaitan dan implementasi ilmu tersebut dalam industri eksplorasi hidrokarbon.
Kepala Lab Geofisika FMIPA Adi Susilo PhD mengatakan kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama PS Geofisika Unibraw  dengan IPA (Indonesian Petroleum Association) dan Pearl Oil Indonesia. Narasumber yang diundang adalah pakar geofisika dari Pearl Oil Jakarta, Ir. Wahyu Triyono.
Di hadapan sekitar 50 orang mahasiswa, Ir Wahyu Triyono menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memberikan gambaran aplikasi keilmuan fisika (geofisika) dan alur kerja di oil company secara terintegrasi. Keilmuan yang dibahas dalam kesempatan tersebut, terkait dengan eksplorasi hidrokarbon meliputi geologi dengan pendekatan sifat fisik batuan; geofisika dengan perannya melalui pendekatan ilmu fisika dan matematika, dan gejala tektonik, geodesi dalam positioning dan surveying, perminyakan dalam eksploitasi serta keilmuan yang lain.
Dipaparkannya, melalui peran keilmuan geologi, dilakukan kegiatan pemetaan geologi permukaan dari data singkapan batuan. Kegiatan ini salah satunya bertujuan untuk melihat struktur permukaan dan memprediksi struktur di bawahnya, di samping dapat pula digunakan sebagai dasar untuk perencanaan survei subsurface secara lebih detail. Lebih lanjut Wahyu juga mengurai peran geofisika melalui pendekatan keilmuan fisika dimulai dari pengukuran gravitasi untuk studi awal; pengambilan, pengolahan sampai pada interpretasi data seismik; pemetaan bawah permukaan; penentuan lokasi pengeboran; penentuan kedalaman pengeboran sampai pada pengambilan data kecepatan sumur.
Peserta seminar menerima penjelasan mengenai teknis operasional eksplorasi hidrokarbon, unsur-unsur penting, sejarah terbentuknya hidrokarbon dengan presentasi animasi yang menarik. Mulai dari proses dekomposisi, sedimentasi, pergerakan tektonik, maturasi, migrasi, sampai pada trapping, dan dilanjutkan dengan penjelasan tentang jenis-jenis jebakan hidrokarbon.
Selain aplikasi keilmuan geologi dan geofisika, peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai teknis pengeboran serta rencana pengembangan dan produksi hidrokarbon.
Adi Susilo Ph.D sebagai associate member IPA, menyatakan bahwa sebagai tindak lanjut dari kegiatan perkuliahan tamu yang rutin terselenggara di laboratorium yang dipimpinnya, dalam waktu dekat pihaknya sedang mengusahakan lisensi program/software Humpson Russell yang saat ini baru dimiliki oleh Universitas Trisakti dan Universitas Padjadjaran guna mendukung aktivitas PBM di samping untuk menjawab berbagai tantangan dalam dunia perminyakan praktis. [nok]

Pemanfaatan Varietas Lokal untuk Pembentukan Jagung Varietas Unggul
26 Agustus 2006
Jagung (Zea mays L.) sumber pangan kedua setelah padi, juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Mengingat potensinya yang cukup besar, maka perbaikan varietas jagung sangat memerlukan usaha yang terintegrasi dalam pemanfaatkan sumber genetik yang terkandung dalam plasma nutfah.
Demikian disampaikan I Wayan Sutresna pada ujian terbuka disertasi yang berlangsung Sabtu 26 Agustus 2006 di Pascasarjana Universitas Brawijaya. Ujian disertasi Sutresna dipromotori oleh Prof Dr Ir Bambang Guritno, dengan kopromotor Dr Ir Nur Basuki dan Dr Ir Kuswantono MS. Dosen Penguji terdiri dari Prof Dr Saubari Muhammad Mimbar MAgr, Dr Ir Lita Sutopo, Dr Ir Astanto Kasno MS APU, serta Dr Ir Sudarmadi Purnomo MS APU.
Dalam disertasi berjudul "Efektifitas Seleksi Simultan dalam Perbaikan Daya Hasil Umur dan Biomassa Populasi Jagung (Zea mays L.)", disebutkan bahwa Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu daerah gudang ternak bagi kawasan Indonesia Timur, banyak membutuhkan brangkasan segar.
Meski demikian, iklim kering yang panjang atau bulan basah yang pendek di NTB, menjadikan daerah ini rentan mengalami kekeringan, sehingga akan mempengaruhi jumlah dan kualitas pakan ternak yang dihasilkan. Untuk itu menurut Sutresna, varietas lokal jagung yang memiliki umur genjah dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, perlu dan dapat dimanfaatkan dalam pembentukan varietas unggul.
Penelitian Sutresna dilakukan selama dua belas bulan mulai September 2004 hingga November 2005 di Nusa Tenggara Barat. Bahan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah benih jagung populasi siklus ketiga (C3). Penelitian Sutresna di antaranya menunjukkan bahwa populasi baru jagung C3 dapat dibudidayakan lebih dari satu kali musim tanam pada pola tanam padi-padi-palawija, dan di lahan tegalan pada musim hujan. Selain itu populasi jagung ini dapat memperbaiki genotypic worth dengan rerata hasil biji kering pipil sebesar 4,427 ton per hektar, brangkasan segar 18,835 ton per hektar dan umur panen 74 hari. Namun demikian, famili terseleksi pada populasi jagung C3 dengan indeks tertinggi tidak selalu menunjukkan hasil biji kering pipil, brangkasan segar dan umur panen tertinggi.
Disarankan, seleksi satu karakter terhadap jumlah daun dan umur panen dapat dilakukan dengan seleksi massa. Sedangkan untuk bobot biji kering pipil dapat dilakukan uji kekerabatan (Sib test) dan uji keturunan (progeny test). Perbaikan hasil jagung dapat dilakukan melalui karakter jumlah daun, brangkasan segar, diameter tongkol, panjang tongkol, dan umur panen secara sendiri dan bersama. Seleksi simultan dengan seleksi indeks perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya pada kerapatan populasi dan lokasi yang berbeda. Selain itu, populasi baru jagung C3 dapat dibudidayakan lebih dari satu kali musim tanam, pada pola tanam pad-padi-palawija, dan di lahan tegalan pada musim hujan.
Hasil ujian terbuka disertasi ini, I Wayan Sutresna dinyatakan lulus  dan berhak mendapatkan gelar doktor ilmu pertanian (minat pemuliaan tanaman) dengan predikat cumlaude (IPK 3,96).
Dr. Ir. I Wayan Sutresna MS (49 tahun), ayah dua orang putra ini adalah sarjana pertanian lulusan Universitas Mataram, dan magister sains dari Universitas Brawijaya (1996). Lektor Kepala (IV/c) pada Fakultas Pertanian Universitas Mataram ini pernah menjabat sebagai ketua program studi pemuliaan tanaman (1989-1994), dan sekretaris jurusan budidaya pertanian sejak (1997-2000). [nik]

Kejurnas Kyokushin Karate
26 Agustus 2006
Universitas Brawijaya bertindak sebagai tuan rumah dalam Kejuaraan Nasional Kyokushin Karate yang berlangsung 26 Agustus 2006 di Sasana Samanta Krida. Kegiatan yang diselenggarakan untuk ketiga kalinya ini merupakan ajang untuk mengukur kemajuan Kyokushin Karate di Indonesia. Kegiatan dibuka oleh Pembantu Rektor III Drs Tjahjanulin Domai MS dan dihadiri oleh para pengurus Kyokushin Karate di tingkat pusat maupun daerah.
Dalam sambutannya Tjahjanulin Domai menyampaikan bahwa kejurnas yang diselenggarakan ini merupakan bentuk wujud kepedulian Universitas Brawijaya terhadap pengembangan olahraga bela diri di tanah air. Selain itu kejuaraan nasional merupakan ajang untuk mengembangkan potensi para karateka di Indonesia, serta untuk memupuk nilai-nilai luhur dan terpuji seperti kejujuran, disiplin, sportivitas, sikap kesatria, setia kawan dan sebagainya, yang sangat dibutuhkan oleh bangsa dan negara.
Kejurnas Kyokushin Karate ke-13 diikuti oleh puluhan peserta dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Bali. Kelas yang dipertandingkan meliputi kelas 70 kg, kelas 60 kg, dan kelas bebas.
Keluar sebagai pemenang, Kelas 70 kg: 1. Nanang Ari (Jatim), 2. Bagli Loa (Jatim), 3. Andreas Tri W (Jatim), dan 4, Naggin (Jatim); Kelas 60 kg: 1. M Machmoed (Jateng), 2. Djoni Sulistijawan (Jabar), 3. Fajri Ananda (Bali), dan 4. Hendry Yudhie (DKI Jakarta); Kelas Bebas: 1. Anthony F Pajouw (DKI Jakarta), Hilal Wimbogo (Jatim), 3. Mas Guffron Heru (Jatim), dan 4. Jesse Chandra (DKI Jakarta). [nik]

Seminar Knowledge Management: Antara Kebutuhan dan Realita
25 Agustus 2006
Bagi sebuah organisasi hari ini, pengetahuan adalah sumber daya penting yang paling strategis, dan pembelajaran adalah kemampuan penting yang paling strategis. Kompetisi pasar menuntut perusahaan atau organisasi untuk selalu inovatif dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada pengguna produk atau jasanya. Karenanya, organisasi harus mencari cara untuk mengelola pegetahuan yang dimilikinya terutama yang ada pada diri masing-masing individu anggotanya untuk menghasilkan produk, jasa, atau solusi yang berkualitas dan bersaing. Cara yang dimaksud adalah knowledge management. Demikian hal-hal yang mengemuka dalam seminar setengah hari bertajuk ”Knowledge Management: Antara Kebutuhan dan Realita”, yang berlangsung pada Jum’at 25 Agustus 2006 di Gedung Pusat Pengembangan Ilmu (PPI) Universitas Brawijaya.
Kegiatan seminar dibuka oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito dan dihadiri pula oleh Direktur Cabang BI Malang Ridho Hakim, serta pejabat teras di lingkungan Universitas Brawijaya serta Bank Indonesia. Deputi Senior Bank Indonesia Miranda S. Goeltom berkesempatan memberikan closing speech di hadapan ratusan peserta yang berasal dari kalangan perbankan, akademisi, dan lembaga swadaya masyarakat. Selain itu juga hadir Direktur Unit Khusus Manajemen Informasi Bank Indonesia Tarmiden Sitorus PhD yang menyampaikan materi Developing Creative People through Knowledge Management, serta Hendry Ma’ruf dari Dunamis Organization Services dengan materi Sekilas Perkembangan Knowledge Management.
Dalam paparannya, Hendry Ma'ruf mengungkapkan bahwa inisiatif penerapan knowledge management di Indonesia banyak digagas oleh organisasi bisnis. Dengan knowledge management, organisasi dapat memproses penciptaan pengetahuan dan mengintegrasikannya dalam proses bisnis atau organisasi sehari-hari, guna menjadi organisasi yang berkelas dunia. Sekarang ini menurut Hendry, banyak organisasi yang merasa perlu menjadi organisasi berbasis pengetahuan agar mampu menciptakan intellectual capital dan kekayaan melalui transformasi pengetahuan individu/organisasi, menjadi produk, jasa atau solusi berkelas dunia.
Sementara itu Tarmiden Sitorus dalam paparannya mengatakan, pengetahuan yang dimiliki setiap orang mempunyai nilai yang sangat penting, tetapi tidak ada artinya bila tidak dibagikan kepada orang lain. Aset perusahaan bukan hanya kapital, tanah dan sebagainya, tetapi pengetahuan juga merupakan aset yang tak ternilai. Karena itu diperlukan perubahan budaya untuk selalu belajar dan berbagi pengetahuan kepada orang lain. Dalam suatu organisasi bila budaya belajar dan sharing ini sudah terbiasa, maka pengetahuan bukan hanya milik individu-individu, tetapi milik semua. Sehingga, tidak menjadi masalah bila individu yang memiliki pengetahuan itu keluar dari organisasi, karena organisasi akan terus berjalan dengan baik.
Pendapat Tarmiden ini juga dibenarkan Deputi Senior Gubernur Bank Indoesia, Miranda S. Goeltom pada sambutan penutupan. Diungkapkan, betapa pentingnya memiliki manusia kreatif yang selalu belajar dan berbagi dengan yang lainnya. Menurut Miranda diperlukan perubahan budaya berperilaku. Knowledge management merupakan suatu spirit agar orang mau dan mampu bersaing dengan lebih baik, sementara teknologi sebagai factor pendukung, bukan pemeran utama. “Learning dan sharing, akan melahirkan manusia kreatif”, ungkapnya. Mengenai perubahan ini  Miranda sempat mengutip syair penyair terkenal Kahlil Gibran, bahwa perubahan harus terus dilakukan secara perlahan tetapi pasti, ibarat tetesan air di atas batu, perlahan tetapi pasti dan secara terus-menerus akan bisa melubangi batu tersebut. [nik/MW]

Outbond dengan Misi Perdamaian
25 Agustus 2006
Sepuluh hari outbond di Wales merupakan kenangan tersendiri bagi Febri Satria Hutama, mahasiswa Teknik Sipil Universitas Brawijaya. Dari tanggal 21 hingga 30 Juli 2006, Febri dan tiga orang dari Malang melakukan outbond yang diadakan oleh Yayasan Encompass. Yayasan yang terbentuk pascabom bali pertama ini bermisi perdamaian dunia. Ada lima negara yang diundang berpartisipasi, yaitu: Israel, Palestina, Amerika, Inggris dan Indonesia.
Menurut Febri, kegiatan di sana tidak melulu outbond tapi juga diskusi. Outbond hanya dijadikan sebagai alat untuk pemersatu antarpeserta. Outbond dilakukan pada siang hari, sedangkan pada malam hari baru diadakan diskusi. Materi outbond menurut Febri hampir sama dengan yang diadakan di Indonesia. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing terdiri dari 12 orang.
Karena bermisi perdamaian, beberapa tema pokok bahasan pun berkaitan dengan perbedaan pandangan. Misalnya, isu tentang perbedaan ras hitam dan putih, konflik Israel-Palestina, dan isu Islam adalah teroris. Memang terjadi perbedaan pandangan di antara peserta mengenai permasalahan tersebut. Bahkan pelaksanaan kegiatan ini bertepatan dengan peristiwa invasi pejuang Palestina ke Israel. Mahasiswa angkatan 2002 ini mengisahkan, ada dua orang anggota keluarga peserta dari Israel yang menjadi korban saat itu. Peserta tersebut bahkan sempat menangis di dalam forum diskusi setelah ia mendengar kabar tersebut. Tapi salah satu peserta dari Palestina justru mengucapkan, “Alhamdullilah”. Suasana forum diskusi menjadi tegang seketika oleh kejadian itu.
Fasilitator diskusi pun mencoba menenangkan suasana. Ia berusaha meluruskan, agar peserta tidak hanya memandang korban semata-mata sebagai warga Israel tapi betul-betul sebagai korban. Peserta dari Palestina pun mengatakan, apa ia harus merasa kasihan dengan dia. Padahal ia pun pernah menjadi korban karena konflik tersebut. Peserta dari Palestina juga menunjukkan bekas luka tembakan militer Israel. Karena kejadian itu diskusi pun dihentikan selama lima jam. Saat suasana kembali normal mereka kemudian memulai membicarakan kembali.
Secara individual, persoalan antara kedua peserta mungkin dapat terselesaikan. Akan tetapi kalau sudah masuk ke masalah politik, kedua peserta dari Palestina dan Israel pun tidak dapat disatukan. Tapi kemudian mereka juga mengakui bahwa kesalahan berasal dari kedua negara. Bahkan dalam forum tersebut dicapai kesepakatan bahwa peserta dari kedua negara tersebut tidak akan saling membunuh. “Peserta dari Israel berjanji tidak akan membunuh warga Palestina, begitu pula dengan peserta dari Palestina”, kata Febri mengenai kesepakatan yang diambil. Ia juga bercerita, permasalahan antara Israel dan Palestina adalah masalah politik.
Setelah banyak berinteraksi, para peserta ditugasi menyusun stereotype warga negara yang hadir dalam pertemuan itu. Hasilnya, tidak ada yang dapat menggambarkan stereotype warga negara masing-masing dengan baik. Mereka hanya dapat menggambarkan bagaimana perwatakan negara dengan peserta yang hadir.
Febri mengatakan, untuk menindaklanjuti misi ini mereka akan dipertemukan kembali dalam sebuah forum. Kegiatan seperti ini telah dilaksanakan delapan kali, sehingga forum mendatang akan mempertemukan para alumni. Yayasan Encompass berharap agar misi utama yang diinginkan tidak larut pascaacara. [vty]

Diskresi Birokrasi: Boleh, Asal untuk Kepentingan Umum
24 Agustus 2006
Di dalam negara kesejahteraan (welfare state) campur tangan negara dalam sektor kehidupan masyarakat tak dapat dihindari lagi. Mengingat sedemikian luas tugas pelayanan publik, maka birokrasi pemerintah memerlukan keleluasaan bergerak, terutama dalam menghadapi persoalan-persoalan penting yang mendesak, sementara aturan untuk itu belum ada atau belum jelas. Keleluasaan bergerak birokrasi pemerintah atau diskresi, tercermin dari perilaku diskretif para birokratnya.
Diskresi dapat berperan dalam mengisi, melengkapi, dan mengembangkan suatu kebijakan hingga dapat diimplementasikan. Kebijakan sebagai produk manusia tidak pernah lepas dari berbagai kelemahan dan kekurangan. Dapat berupa ketidakjelasan atau ambiguitas, tidak rinci, dan bahkan jauh dari jangkauan mengenai suatu persoalan.
Demikian antara lain pernyataan dalam disertasi berjudul "Diskresi dalam Proses Implementasi Kebijakan Pelayanan Publik (Suatu Kajian tentang Diskresi dalam Implementasi Kebijakan Pelayanan Perizinan pada Dinas Tata Kota dan Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Surabaya)" yang dibawakan Drs. Lukman Arif MSi dalam ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Kamis 24/8.
Ujian ini dipromotori oleh Prof Dr Solichin Abdul Wahab MA, dengan kopromotor Prof Dr HM Irfan Islamy MPA, dan Dr Sumartono MS. Tim penguji terdiri dari Prof Soetandyo Wignjosoebroto MPA, Prof Dr Azhar Kasim MPA, Dr Susilo Zaihar MS, dan penguji luar Prof Dr Hotman Sihaan.
Di depan dewan penguji, Lukman Arif menyatakan, ketidaksempurnaan kebijakan dapat mengganggu birokrasi pemerintah sebagai provider dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai customer. Kebijakan yang dipaksakan, di tangan birokrat yang tidak kreatif dan tidak responsif terhadap kebutuhan masyarakat, persoalan yang dihadapi tidak semakin terselesaikan, bahkan bisa jadi menimbulkan persoalan baru yang dapat merugikan masyarakat. Sebab, diakui atau tidak, menurut Lukman Arif, birokrasi pemerintah umumnya masih menggunakan paradigma Weberian yang sangat kaku, sehingga tidak jarang birokrat tidak berani berinisiatif mengambil tindakan yang dianggap perlu.
Penelitian disertasi Lukman Arif menemukan beberapa kasus diskresi pengambilan keputusan pada Dinas Tata Kota dan Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Surabaya. Antara lain, kebijakan pelayanan perizinan dilaksanakan melalui perilaku diskretif para birokrat. Praktek diskresi birokrasi sangat penting dan berperan dalam kelancaran penyelesaian tugas pekerjaan birokrasi dalam implementasi kebijakan. Diskresi dilakukan atas inisiatif sendiri guna menyelesaikan persoalan  penting yang mendesak karena tidak jelasnya aturan atau karena aturannya belum ada. Perilaku diskretif para birokrat lebih mempertimbangkan kepentingan institusi dan atau pengguna jasa daripada pertimbangan kepentingan umum. Dalam tataran empirik, diskresi mendominasi pemikiran birokrasi dalam melaksanakan tugas pekerjaannya.
Agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang dalam memanfaatkan ruang diskersi yang ada, menurut Lukman Arif, birokrasi harus bersandar pada norma aturan yang berlaku dengan mempertimbangkan juga nilai-nilai etika moral yang harus dijunjung tinggi. “Kepentingan umum merupakan pertimbangan utama dalam membuat keputusan yang memanfaatkan ruang diskresioner,” tandasnya.
Di samping untuk efektivitas, efisiensi, keadilan dan pertimbangan kepentingan umum, maka menurut Lukman, diskresi birokrasi boleh dilakukan dengan 4 tolok ukur. Pertama, munculnya persoalan secara tiba-tiba atau berada di luar rencana yang telah ditentukan. Kedua, untuk menyelesaikan persoalan tersebut, belum ada peraturan perundang-undangan yang mengatur secara umum, sehingga menjadikan birokrasi publik memiliki kebebasan untuk menyelesaikannya atas inisiatif sendiri. Ketiga, prosedurnya tidak dapat diselesaikan menurut administrasi yang normal, dan keempat, jika persoalan itu tidak diselesaikan dengan cepat akan menimbulkan kerugian bagi kepentingan umum.
Pada akhir ujian terbuka ini oleh dewan penguji Lukman Arif dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan, dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu administrasi dengan minat administrasi publik.
Dr Lukman Arif MSi, pria kelahiran Lumajang, 2/11/1964, adalah sarjana administrasi negara lulusan Universitas Jember (1988), magister sains administrasi negara dari Unibraw (2000), dosen pada STIA Bayuangga Probolinggo (1989-1993), dan FISIP UPN Veteran Jawa Timur (1993-sekarang). [nik]

Gerbang Pasar Dinoyo Diusulkan Hadap Utara
Kamis, 24 Agt 2006
Ini usulan menarik untuk mengurai kemacetan di kawasan Dinoyo setelah jalan lingkar barat jalan di tempat. Pakar Transportasi Unibraw Prof Dr Ir Harnen Sulistio MSc mengusulkan traffic management (manajemen lalu lintas) yang bisa dilakukan oleh dishub.
"Ini usulan awal saja. Tetap harus dilakukan kajian. Saya rasa kajian selama tujuh hari cukup untuk mematangkan rencana tersebut," kata anggota Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) itu.
Dipaparkan Harnen, ada tiga masalah mendasar yang melingkupi wilayah Dinoyo. Pertama tidak adanya larangan parkir di lokasi yang sensitif terhadap penurunan kapasitas jalan. Kedua tidak adanya pengaturan akses jalan lingkungan yang jumlahnya lebih dari sepuluh buah. Ketiga, tidak ada pengaturan konflik pergerakan, baik kendaraan atau non kendaraan di depan pasar Dinoyo.
"Tetapi kontribusi terbesar adalah faktor kedua dan ketiga. Inilah yang harus dipikirkan solusinya," kata Harnen.
Tentang akses jalan lingkungan yang jumlahnya lebih dari sepuluh buah, harus dibuat searah. Jalan lingkungan yang lebarnya kurang dari empat meter tidak boleh dilalui oleh kendaraan dari dua arah. Sebaiknya searah saja. "Kalau dua arah, pasti ada kendaraan yang menunggu kendaraan yang hendak keluar atau masuk. Dengan begitu, pasti akan memblokir kendaraan yang melintas di Jl MT Haryono," katanya.
Sedangkan usulan solusi untuk mengurangi konflik kendaraan di depan pasar Dinoyo, sebaiknya menghadapkan pasar ke arah utara. Dengan mengubah gerbang di sebelah utara, maka akses kendaraan yang keluar masuk pasar ada di sebelah utara. Kemungkinan itu bisa dilakukan karena di sekitar pasar ada jalan melingkar yang bisa dimanfaatkan.
"Dengan mengubah gerbang masuk ke pasar di sebelah utara, maka konflik kendaraan dan non kendaraan (mobil, becak, ojek, pejalan kaki) ada di sebelah utara. Tidak berada di Jl MT Haryono," katanya.
Ditambah juga, jalan di timur pasar Dinoyo harus dibuat satu arah agar tidak ada efek blocking terhadap kendaraan yang bergerak lurus di Jl MT Haryono. Yang juga harus dicatat, ketika akan melakukan kajian, aparat kepolisian harus diajak. Sebab kepolisian tentunya juga paham dengan masalah tersebut. [yos] http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=136019&c=88

Sholihin: Perlu Pengembangan Terus-Menerus Varietas Baru Ubi Kayu
23 Agustus 2006
Meskipun ubi kayu banyak ditanam di Indonesia, namun kita masih menjadi salah satu dari 5 negara pengimpor pati ubi kayu terbesar di dunia. Hal ini disebabkan oleh rendahnya hasil ubi segar per hektar, yaitu hanya 12,8 ton/hektar, serta tidak gencarnya usaha penyebaran varietas unggul, tidak dilakukannya perbaikan adopsi teknik budidaya, serta tidak berimbangnya penggunaan pupuk.
Demikian ungkap Ir Sholihin MSc dalam disertasi berjudul ”Kajian Interaksi Genotipe x Lingkungan dengan Beberapa Metode Analisis Stabilitas untuk Hasil Pati Beberapa Klon Harapan Ubi Kayu”, yang disampaikannya pada ujian terbuka di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu (23/8).
Promotor ujian disertasi ini adalah Prof Dr Ir Bambang Guritno dengan kopromotor Dr Ir Nur Basuki, dan Prof (riset) Dr Ir Astanto Kasno MS. Tim penguji terdiri dari Dr Ir Lita Soetopo, Prof Dr Ir Syekhfani MS, Prof Dr Ir Adji Sastrosupadi MS, dan penguji dari Balitkabi Prof (riset) Dr Ir Nasir Saleh.
Dalam sidang ujian Sholihin mengatakan, bila dibandingkan dengan Thailand sebagai negara pengekspor terbesar, ubi segar yang dihasilkan negara gajah putih ini rata-rata telah mencapai 16,3 ton per hektar. Sebagian besar petani Thailand juga telah menggunakan varietas baru, dan 70-80% petani menggunakan pupuk anorganik. Sementara di Indonesia, ubi kayu biasa ditanam di lahan kering dengan kondisi lingkungan yang beragam, di Jawa Timur, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Yogyakarta, Maluku, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Bali, dan Kalimantan.
Guna meningkatkan produktivitas ubi kayu di Indonesia maka perlu dilakukan usaha pengembangan varietas unggul ubi kayu secara terus-menerus.
Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mendapatkan varietas unggul baru ubi kayu adalah dengan mengkaji interaksi genotipe x lingkungan beberapa klon harapan. Penelitian Sholihin adalah mengidentifikasi klon/varietas ubi kayu yang stabil untuk hasil pati pada beberapa lingkungan tumbuh (klon yang beradaptasi luas) dan khusus, menstratifikasi lokasi pengujian multilokasi serta menentukan stabilitas suatu klon/varietas ubi kayu berdasarkan hasil pati. Penelitian dilakukan di Lumajang, Kediri, Jawa Tengah dan Lampung pada 2004 hingga 2005. Jenis tanah lokasi penelitian adlaah inceptisol, entisol, alfisol, dan Ultisol.
Dari penelitiannya ditemukan bahwa klon CMM97002-183 dan Adhira 4 dikategorikan sebagai klon/varietas yang stabil hasil patinya. Klon CMM97006-52 lebih adaptif pada lingkungan tanah mineral dengan kandungan K pada tanah yang relatif rendah (0,05)-0,08 me/100g) dan tanah agak masam (pH=4,7-5,3). Klon Kaspro lebih adaptif pada lingkungan tanah mineral dengan berat isi tanah pada subsoil relatif rendah (1,130-1,302 g/cm3) dan jumlah hari hujan umur 4 bulan yang relatif rendah (8-12 hari). Berdasarkan hasil analisis, faktor lingkungan yang sangat penting dalam menentukan stabilitas ubi kayu untuk hasil pati umur 9 bulan adalah karakteristik tanah, jumlah hari hujan umur 5 bulan, temperatur udara minimum umur 4 bulan dan kelembaban udara minimum umur 7 bulan.
Pada akhir ujian ini, Sholihin dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude (IPK 3,96) dan berhak menyandang gelar doktor ilmu pertanian dengan minat pemuliaan tanaman.
Dr. Ir. Sholihin MSc (43 tahun) adalah staf peneliti pada Balitkabi Malang, sarjana pertanian lulusan Universitas Brawijaya (1988), dan memperoleh gelar master dari University of Philippines Los Banos (UPLB), Filipina (2001). [nik]

Seminar Nasional Warintek
23 Agustus 2006
Sejak diluncurkan oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) tahun 2001, Program Warung Informasi Teknologi (Warintek) semakin berkembang. Mendekatkan informasi iptek dan memanfaatkan teknologi informasi pada kehidupan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi, sehingga dapat melestarikan peninggalan budaya lokal yang ada di berbagai daerah di Indonesia sebagaimana yang diharapkan.
Dalam rangka memberikan pemahaman dan pengetahuan para pengelola dan calon pengelola Warintek, memfokuskan pengembangan content, memberikan pemahaman tentang perlindungan hukum software khususnya open source software, memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar bidang teknologi informasi serta menggalakkan dan meningkatkan partisipasi sektor swasta, Perpustakaan Universitas Brawijaya bekerjasama dengan KMNRT menyelenggarakan workshop nasional Warintek III pada 23-24 Agustus 2006 di Gedung Widyaloka. Tema yang diangkat dalam kegiatan selama dua hari ini adalah “Pengembangan Warintek Plus Berbasis Open Source Software”.
Menurut Agus Sediadi dari KNRT, workshop Nasional Warintek III ini membahas tentang penerapan perangkat lunak legal berbasis open sources di sentra-sentra Warintek yang telah ada. Hal ini menurut Agus penting dilakukan, mengingat masih tingginya tingkat penggunaan perangkat lunak ilegal (software piracy) di Indonesia, yang berdampak hilangnya pendapatan negara berupa pajak dari penjualan perangkat lunak ilegal.
Pembajakan ini, tambah Agus, merupakan bentuk pengingkaran terhadap hak cipta orang lain yang tidak sesuai dengan budaya iptek. Menurut data Bussines Software Alliance (BSA) Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara dengan tingkat pembajakan tertinggi, yang mengakibatkan Indonesia masuk sebagai negara yang patut diawasi.
Program Indonesia Go Open Source (IGOS) adalah upaya untuk memerangi tingginya tingkat pembajakan perangkat lunak komputer di Indonesia. IGOS yang sedang digalakkan kepada masyarakat, Lembaga Pemerintah Non Departemen(LPND) untuk menggunakan perangkat lunak legal, berbasis open sources dalam pengembangan content. Open Source Software (OSS) merupakan salah satu alternatif paling rasional dalam memerangi pembajakan software di samping dapat mendukung penyebarandata dan informasi iptek. Lemahnya daya beli masyarakat untuk membeli lisensi perangkat lunak legal yang relatif mahal, menurut Agus dapat diantisipasi dengan menggunakan OSS yang harganya relatif lebih murah.
Narasumber workshop terdiri dari para praktisi, akademisi, komunitas TI dan juga lembaga serta pengembang yang banyak bergerak di bidang pengembangan teknologi informasi hardware maupun software. Materi yang diberikan meliputi ”Open Source, Open Standart dan Open Format” oleh Ang Djok Ann dari PT Sun Microsystem, ”Manajemen Database Berbasis OSS” oleh Fitra Alim dari PT Oracle Indonesia, ”Pengenalan Aplikasi Desktop IGOS Berbasis Open Source” oleh Yudi L. Yasik dari Konsorsium IGOS, ”Perkembangan Aplikasi OSS di Indonesia” oleh Rusmanto dari Yayasan Pengguna Linux Indonesia (YPLI), ”Perkembangan Aplikasi OSS di Indonesia” oleh Judith MS Lubis dari Asosiasi Warung Internet Indonesia (AWARI), ”Pengembangan Komunitas Open Source” oleh Romy Satrio Wahono dari Ilmu Komputer.com, ”Perkembangan dan Pemanfaatan OSS di Universitas Brawijaya” oleh Dr Harry Soekotjo Dachlan dari Universitas Brawijaya, ”Pengenalan Aplikasi OSS untuk Conten Warintek” oleh Frans Thamura dari Intercitra, serta ”Kebijakan Nasional Warintek Berbasis OSS” oleh Prof Dr Engkos Koswara Natakusumah MSc dari Ristek. [nik]

Susnaryati: Pendanaan Perusahaan Go-Public Masih Bertumpu pada Utang
22 Agustus 2006
Dampak krisis ekonomi secara umum berakibat pada pertumbuhan keuangan perusahaan. Perusahaan lebih banyak memilih investasi dalam bentuk deposito, dikarenakan tingginya bunga deposito. Sementara investor melakukan penjualan saham dalam jumlah besar dalam waktu singkat, yang mengakibatkan indeks harga saham gabungan IHSG turun drastis. Apa yang terjadi pada perusahaan di Indonesia di masa krisis tersebut merupakan faktor yang berada di luar kendali perusahaan (faktor eksternal), yang harus dikendalikan oleh perusahan dengan cara membuat strategi yang tepat dan sesuai dengan situasi perubahan lingkungan.
Dra Susnaryati MSi mengungkap hal ini dalam disertasi berjudul ”Pengaruh Faktor Eksternal, Kesempatan Investasi dan Pertumbuhan Aset Terhadap Keputusan Pendanaan dan Nilai Perusahaan”, pada ujian terbuka disertasi yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Selasa 22/8.
Promotor ujian disertasi ini adalah Prof Dr Moch. Ichsan (Alm), dengan kopromotor Prof Dr Setyaningsih SE dan Dr Suhadak MEc. Tim penguji terdiri dari Prof Umar Nimran MA PhD, Prof Dr Taher Alhabsji, Prof Dr Armanu Thoyib SE MSc, Prof Drs Achmad Fauzi Dh MA dan penguji dari Universitas Negeri Jember Prof Dr Murdijanto Purbangkoro SE SU.
Dalam penyusunan disertasi itu Susnaryati melakukan penelitian terhadap 72 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Dari peneltian itu terungkap bahwa faktor eksternal (tingkat suku binga dan laju inflasi) berpengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap pertumbuhan aset. Sedangkan terhadap kesempatan berinvestasi, faktor eksternal berpengaruh positif dan signifikan. Ini menunjukkan, perubahan tingkat suku bunga dan inflasi merupakan faktor yang diperhitungkan dalam melakukan investasi. Sementara itu pertumbuhan aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesempatan berinvestasi. Berarti, semakin besar pertumbuhan aset, semakin besar pula kesempatan perusahaan untuk melakukan investasi.
Pertumbuhan aset juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pendanaan. Ini membuktikan bahwa peningkatan pertumbuhan aset akan meningkatkan pendanaan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Juga berarti bahwa sumber pendanaan perusahaan manufaktur go public masih bertumpu pada utang.
Kesempatan investasi berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap keputusan pendanaan. Temuan ini mencerminkan kesempatan berinvestasi di BEJ sangat tergantung pada keputusan pendanaan, terutama pendanaan jangka panjang. Ditemukan pula bahwa faktor eksternal berpengaruh negatif dan sangat signifikan terhadap keputusan pendanaan. Ini berarti, tingkat suku bunga dan inflasi menjadikan pengambil keputusan pendanaan pada perusahaan menekan keinginan untuk mengambil utang jangka panjang yang dibebani bunga.
Ditemukan pula bahwa meningkatnya suku bunga dan inflasi tidak selalu menjadi pertimbangan bagi investor untuk membeli saham perusahaan publik. Tetapi investor merespon keputusan pendanaan perusahaan dan juga merespon pertumbuhan aset dalam menginvestasikan dananya membeli saham perusahaan publik di Indonesia.
Susnaryati menyarankan, dalam menginvestasikan dananya para investor hendaknya memperhitungkan perkiraan nilai perusahaan. Selain menggunakan ukuran PER dapat juga menggunakan ukuran-ukuran lain agar dapat mengambil keputusan secara tepat. Faktor-faktor lain seperti GNP, perubahan kebijakan politik, dan fluktuasi nilai tukar valuta asing juga perlu dipertimbangkan.
Sedangkan bagi perusahaan disarankan untuk mengendalikan aset perusahaan dengan mempertimbangkan faktor eksternal yang sangat berpengaruh. Pemilihan investasi pada aktiva perlu diperhitungkan agar mendapatkan NPV yang positif. Karenanya, semakin banyak indikator pengukur kesempatan investasi, semakin tepat keputusan yang akan diambil.
Dalam ujian tersebut Susnaryati dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan, dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu administrasi bisnis dengan minat manajemen keuangan.
Dr Susnaryati MSi (59 tahun) adalah tenaga pengajar pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIMI) Malang sejak 1980 hingga sekarang, lulusan S1 FKK Unibraw (1979), dan magister sains administrasi bisnis juga dari Unibraw (1990). [nik]

Hari Ini, Kuliah Perdana di Unibraw
22 Agustus 2006
Beberapa lama Kampus Universitas Brawijaya lengang karena liburan, lalu diramaikan dengan kegiatan PPK (Program Pengenalan Kampus), Selasa (22/8) kegiatan akademis mulai berjalan. Sesuai dengan kalender akademik, hari ini adalah hari pertama aktif kegiatan perkuliahan  Di Perpustakaan (Pusat) Unibraw misalnya, ditunjukkan oleh Nova, salah seorang pegawainya, terekam telah sebanyak 526 pengunjung sampai pada jam 11.30 WIB. ”Di perpustakaan mereka melakukan berbagai aktivitas, seperti baca buku, buka-buka internet dan foto KTM untuk mahasiswa baru”, ungkapnya. Salah seorang dosen FTP, Suprayogi STP juga sempat ditemui di depan perpustakaan sedang membaca-baca surat kabar yang dijual di halaman depan perpustakaan. Ketika ditanya, dosen muda FTP ini baru saja keluar perpustakaan guna mencari beberapa buku referensi serta informasi. Ia mengaku pergi ke perpustakaan setelah mengajar mata kuliah Teknologi Pengolahan pada jam pertama, pukul 07.30 WIB. Masuk bersama Ir. M. Hindun Pulungan MS, partner mengajarnya, Suprayogi belum langsung menyampaikan materi kuliah. ”Pada hari pertama tadi, kami melakukan kontrak kuliah bersama mahasiswa, penjelasan tentang materi perkuliahan, penjelasan tentang textbook sebagai referensi serta rencana praktikum”, ungkapnya. Tidak seperti dugaan kebanyakan orang bahwa hari pertama pasti perkuliahan kosong, Suprayogi menyaksikan sendiri kelas yang diampunya penuh. Hal ini juga diiyakan Pembantu Dekan  I  FTP, Prof. Dr. Harijono MAppSc. Menurut Prof Harijono, lokasi baru kantor dan ruang kuliah FTP di kawasan Politeknik saat ini tengah ramai dengan berbagai aktivitas mahasiswa.
Senada dengan Harijono, Pembantu Dekan I Fakultas Kedokteran, Prof. Mulyohadi Ali, mengatakan bahwa kuliah perdana di Fakultas Kedokteran berjalan tertib dan lancar. Dari hasil inspeksi mendadak yang dilakukannya, berbagai kegiatan akademis telah berjalan sesuai jadwal, seperti praktikum dan perkuliahan. Pembangunan gedung yang sedang berlangsung di FK pun sama sekali tidak menghambat kegiatan akademis. Diungkapnya pada saat ini kegiatan perkuliahan PPD dilangsungkan di gedung FK, sedang PPSIK di PPI dan Program Gizi di gedung FTP lama.
Masih di lingkungan perpustakaan, sempat ditemui pula serombongan mahasiswa baru Fakultas Hukum yang selesai berfoto untuk KTM. Mereka adalah Teguh, Novi, Eni dan Hanifah. Perkuliahan di FH telah juga berlangsung. Mereka aktif mengikuti perkuliahan Ilmu Negara yang diasuh Dr. Isrok SH MS, di samping kuliah Filsafat dan Logika. Di fakultas ini, dari 8 kelas paralel mahasiswa baru, "diringkas" menjadi hanya 2 kelas untuk kuliah filsafat dan logika.
Tentang OSPEK, mereka berkomentar singkat, ”capek tapi seru”. ”Dari OSPEK kita jadi kenal sesama teman, senior serta lingkungan kampus”, kata mereka. Hal senada juga diutarakan segerombol mahasiswa baru lain yang sedang duduk-duduk di halaman gedung Rektorat. Mereka adalah Kelick, Arif dan Andri dari jurusan TIP Unibraw. ”Kita sangat menikmati OSPEK dan sama sekali tidak berniat untuk dendam”, katanya. Senada dengan teman-temannya yang lain, mereka juga telah selesai mengikuti kuliah matematika dan fisika dasar dengan aktivitasnya perkenalan pelajaran dan pembentukan pengurus kelas. Ketika ditanya tentang keinginan mereka bertiga untuk mengikuti organisasi, Kelick yang berasal dari Ponorogo sangat berkeinginan untuk mengikuti UKM seni sedang Andri yang dari Jember mengingini masuk Unit Aktivitas Bola Basket.
Suasana ramai juga mulai tampak di lingkungan ”hutan FMIPA” yang merupakan tempat mahasiswa ”nongkrong” dan makan. Ketika ditemui, salah satu rombongan mahasiswa lama mengaku bahwa ajang nongkrong kali ini agak lebih spesial dari biasanya, karena juga dimanfaatkan sebagai ajang kangen-kangenan setelah lama tidak berjumpa. ”Banyak style dan gaya teman-teman yang berubah”, ungkap Wulan, salah seorang mahasiswa Program Bahasa dan Sastra. Wulan bersama teman-temannya memanfaatkan tempat nongkrong tersebut guna menunggu kegiatan perkuliahan selanjutnya, setelah mengikuti perkuliahan bahasa Jerman yang telah mulai aktif. Salah seorang mahasiswa lama yang lain dari Jurusan TIP, Yuha Dwi Ananda justru disibukkan dengan pencarian tanda tangan guna memenuhi deadline untuk ikut serta dalam LKTM Lingkungan Hidup 2006 setelah semalaman dia melembur dalam tahap penyelesaian. [nok]

Konser Twilite Chorus di Unibraw
20 Agustus 2006
Twilite Chorus naik pentas menggelar konser di Student Center Universitas Brawijaya, Minggu 20/8. Paduan suara bentukan dari Addie MS, Alex Frits, Aida Swenson Simanjuntak dan Yoseph Suryadi ini menampilkan 10 lagu. Bagian pertama konser dibuka dengan panampilan para solis membawakan lagu: Jekyll & Hyde (This is The Moment, In His Eyes dan Take Me as I’am), West Side Story (Maria dan One Hand One Heart), Evita (On This Night as a Thousand Star, Another Suitcase In Another Hall dan Don’t Cry For Me Argentina) , The Oar Of The Grasepaint, The Smell Of Crowd (Who Can I Turn To), Annie (Tomorrow). Bagian kedua Twilite Chorus tampil dengan formasi lengkap dengan membawakan lagu medley seperti The Phantom Of The Opera, The Rent (Season Of Love), Joseph and The Amazing Technicolor Dreamcoat dan Les Misserables (One Day More).
Konser dengan konsep kolaborasi paduan suara dan tata gerak ala Broadway mengusung tema “A Musical Moment”. Sebuah hasil eksplorasi pengalaman Benyamin Franklin Manumpil, chorus master Twilite Chorus bersama pembimbing yang lain. “Kita ingin menampilkan bahwa paduan suara tidak melulu dengan gaya yang stagnan. Laki-laki berbaris di atas dan yang perempuan baris di depannya,”terang Joseph Suryadi, manager Twilite Chorus.
Sanggam Sitorus, project manager manambahkan sangat sulit untuk dapat bernyanyi dengan baik apalagi ditambah dengan koreografi. Persiapan konser pun mereka mulai sejak awal tahun 2006. Dan hasilnya pun sangat spektakuler.
Pada bagian awal. Solis bernyanyi dengan sangat memukau. Bahkan di setiap selesai solis membawakan lagu tidak ada seorang penonton pun yang dapat menahan rasa kagumnya. “Bravo,” teriak salah penonton ketika Daniel Christianto selesai membawakan lagu.
Konser berdurasi 90 menit ini tak henti-hentinya menyedot perhatian. Pada bagian kedua saat Twilite Chorus tampil dengan formasi lengkap. Seni paduan suara ditambah dengan koregrafi menjadi sebuah tontonan yang menarik. Konsep ini seperti memecah sebuah cara pandang akan style paduan suara saat tampil. Karya musikal memang tak lepas dengan musik, lirik dan gerak. Mereka pun sukses untuk memadukannya.
Sanggam Sitorus mengatakan bahwa konser ini merupakan sebuah rangkaian konser yang dilaksanakan di lima perguruan tinggi. Yaitu Universitas Soegijapranata (Semarang) pada 12/07/200, Institut Pertanian Bogor (Bogor) pada 05/08/2006, Institut Teknologi Bandung (Bandung) pada 12/08/2006, STIE Perbanas (Surabaya) pada 19/08/2006 dan yang terakhir pelaksanaan di Unibraw Malang. “Sejak awal konsep kami memang untuk diselenggarakan di kampus. Ya Tour De Campus gitu lah,” ujar Sanggam. [vty]

MTQ Dharma Wanita Persatuan Unibraw
19 Agustus 2006
Dharma Wanita Persatuan Universitas Brawijaya, Sabtu 19/8, menggelar MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) di Masjid Raden Patah. Lomba baca Al Quran dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini diikuti oleh para anggota Dharma Wanita Persatuan dari seluruh sub unit di lingkungan Unibraw.
Hasilnya, Juara I diraih oleh Ny. Siti Masrullah Jusuf Thojib (Sub Unit FT, dengan nilai 920), Juara II Ny. Uswatun Hasanah (Sub Unit KP, 880), Juara III Ny. Arofah Dwi Pertiwi Fatchur Rohman (Sub Unit FE, 840), Juara Harapan I Ny. Zul Eriwati M. Rozikin (Sub Unit FIA, 800), Juara Harapan II Ny. Haryati Syekhfani (Sub Unit FP, 780) dan Juara Harapan III Ny. NA Fadhilah Djalal Rosyidi (Sub Unit FPt, 750).
Bertindak sebagai juri, 3 orang dosen staf PPA (Pusat Pembinaan Agama) yaitu Drs.H Khusnul Fathoni MAg; Drs. HM Subky Hasby MAg dan Drs. Syamsul Arifin MAg. Kriteria untuk lomba ini antara lain meliputi makhraj, tajwid, lagu, suara, kerapian, dan batas waktu maksimal untuk setiap peserta 10 menit.
Selengkapnya peserta lomba adalah Ny. Khusnul Khotimah (Lusi) Rachmat Safa'at (Sub Unit FH, membawakan surat Ali Imran 102-107), Ny. Arofah Dwi Pertiwi Fatchur Rohman (Sub Unit FE,  Ali Imran 133-137), Ny. Zul Eriwati M. Rozikin (Sub Unit FIA,  Al Hasyr 18-24); Ny. Haryati Syekhfani (Sub Unit FP, Al Isra’ ayat 1-10), Ny. NA Fadhilah Djalal Rosyidi (Sub Unit FPt, Al Isra’ 1-5); Ny. Siti Masrullah Jusuf Thojib (Sub Unit FT, Ali Imran 133-139); Septi Dewi R (Sub Unit FK, Al Fajr ayat 1-30); Ny. Suwono (Sub Unit FPi, Ali Imran ayat 132-135); Ny. Atik Nur Tarbiyati Didik Yudianto (Sub Unit FMIPA, Al Fath ayat 27-29), Ny. Muslikah Sukardi (Sub Unit FTP, Al Baqarah 1-6). [MW]

Paristiyanti Nurwardani: Mencari Alternatif Fungisida Efektif dan Aman
19 Agustus 2006
Petani dan pengumpul produk pertanian umumnya melakukan penyemprotan atau pencelupan produk dengan fungisida sintetis untuk mengurangi serangan patogen pada buah cabai pascapanen. Penggunaan fungisida sintesis terkadang berlebihan sehingga dapat menimbulkan dampak negatif bagi konsumen dan lingkungan. Khitosan, adalah salah satu alternatif yang efektif untuk mengendalikan patogen sekaligus aman bagi konsumen dan lingkungan.
Demikian ungkap Paristiyanti Nurwardani, pada ujan terbuka disertasi yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Sabtu 19/8. Bertindak sebagai promotor ujian iini Prof Ir Liliek Sulistyowati PhD, dan kopromotor Prof Dr Ir Abdul Latief Abadi MS, dan Prof Dr Ir Tutung Hadiastono MS. Tim penguji terdiri dari Prof Dr Ir Ika Rochdjatun S, Prof Dr Ir Hj Siti Rasminah Ch Sy, Dr Ir Syamsuddin Djauhari MS, Dr drh Aulani’am DES, dan Dr Ir Koesnandar MEng APU dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Jakarta.
Dalam disertasi berjudul “Khitosan sebagai Bahan Pengendali Colletotrichum capsici (Sydow) Butler & Bisby, Penyebab Penyakit Antraknos pada Buah Cabai Pascapanen”, Paristyanti Nurwardani mengungkapkan, khitosan adalah polisakarida spesifik yang bermuatan positif dan merupakan anti fungi yang bersifat bio-compatible, non toxic dan bio-degradable. Penyakit antraknos sendiri adalah penyakit pada buah cabai yang disebabkan oleh Colletotrichum capsici.
Untuk penyusunan disertasi ini Paristyanti Nurwatdani mengadakan serangkaian penelitian di beberapa tempat dalam kurun waktu Juni 2003 hingga Oktober 2005. Yaitu di laboratorium bioproduk Pusat Pengembangan Penataran Guru Pertanian Cianjur, laboratorium biofarmasi Martin Luther University Halle Jerman, laboratorium virologi Balai Penelitian Tanaman Hias Cipanas, laboratorium biokimia Unibraw, kebun percobaan IPB dan Balai Penelitian Tanaman Hortikultura Lembang.
Hasil penelitian Nurwardani antara lain menunjukkan bahwa ChitoPlant 1,75% dan Khitosan-V 0,75% serta 1,75% dapat menurunkan intensitas serangan C. capsici dari 91,07% menjadi 2,20%. Khitosan tidak fitotoksik pada jaringan buah cabai, Khitosan-V 1,75% tidak menimbulkan dampak keracunan pada struktur sel hepar dan efek alergi pada kulit tikus percobaan, Khitosan-V 0,75% menunda proses perkecambahan awal konidia C.capsici rata-rata 44,33-59,00 jam dan menghambat pertumbuhan koloni rata-rata 56,67-63,33%.
Pada yudisium seteleh ujian terbuka itu, Parityanti Nurwardani dinyatakan lulus dengan predkat sangat memuaskan dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu pertanian dengan kekhususan proteksi tanaman
Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani MP (43 tahun) adalah widyaswara pada Pusat Pengembangan Penataran Guru Pertanian Cianjur dan dosen pada Universitas Suryakancana Cianjur. Sarjana pertanian Institut Pertanian Bogor (1987) dan magister pertanian Universitas Brawijaya (1996) ini menjabat sebagai dekan Fakultas Pertanian Universitas Suryakancana. Sebelumnya ia menjabat sebagai Ketua Departemen Agronomi (1996-2000) dan Pembantu Dekan I (2000-2005) pada fakultas yang sama. [nik]

Hidup  Serba Organik
19 Agustus 2006
Cara hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan organik masih belum menjadi budaya masyarakat Indonesia. Harga bahan baku yang mahal menjadikan faktor utamanya. Produk pertanian organik pun masih belum populer untuk diusahakan oleh petani. Dialog mengenai produk organik menjadi bahasan saat mahasiswa Unibraw dan Mahornas (Mahasiswa Pertanian Organik Nasional) mengadakan acara Agrivoice di Radio Andalus FM 91,1.
Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 ini dihadiri oleh pakar di bidang agrokompleks dan pengusaha produk organik. Ir. Nur Hidayat MP, dosen Fakultas Teknologi Pertanian Unibraw mengatakan bahwa untuk mendapatkan produk organik tidak dapat dilihat secara kasat mata. Akan tetapi semuanya berawal dari prosesnya. Pada dasarnya dengan mengurangi bahan makanan yang mengandung bahan kimia akan dapat membantu. Sama halnya yang diungkapkan oleh Sri Muljaningsih SE MSP bahwa kue organik pun hanya dapat dibuat jika bahan yang digunakan produk organik.
Ir. R. Eko Winarto BSc, ketua Patasarlinkara (LSM Pertanian) mengatakan bahwa untuk menstimulus petani agar memproduksi produk organik harus diiming-imingi dengan pemasaran yang jelas. Bahwa ada sebuah konsumen yang mau membelinya. Ia pun menyarankan jika membuat seminar. Ada baiknya jika mengundang stakeholder dari supermarket yang ada di Malang. Dan tugasnya hanya sebagai mediatornya.
Narasumber dalam dialog Agrovoice ini antara lain Ir. Sukoso PhD (perikanan organik), Eko Widodo MAgrSc MSc PhD (ayam organik), Dr Ir Lilik Eka Radiati H MS (kue organik), dan Ir Nur Hidayat MP (cara olah organik). Selain dialog juga ada pameran dari produsen produk organik atau produk ramah lingkungan yang terkait. [vty]

Seminar Internasional IRSA di Unibraw
19 Agustus 2006
Indonesia Regional Science Association (IRSA) selama 2 hari (18-19/8) menyelenggarakan seminar internasional yang ke-8 di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya .
Hadir sebagai pemateri dalam kesempatan tersebut adalah Prof. Iwan Jaya Azis (Cornell University), Prof. Bambang Brodjonegoro (Universitas Indonesia), Dr. Nell McCulloch (Bank Dunia), Dr. Candra Fajri Ananda (Universitas Brawijaya), Dr. Timothy Brown (Bank Dunia), Dr. Budy P. Resosudarno (Australian National University). Tema utama seminar adalah “Pemberdayaan Pembangunan Daerah yang Mengarah pada Penanggulangan Kemiskinan yang Berkelanjutan dalam Perspektif Good Governance, Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan".
Pada kesempatan itu Candra Fajri Ananda menyampaikan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat diformulasikan kebijakan penanggulangan kemiskinan melalui pembandingan dengan negara lain. Menurut Candra Fajri, kemiskinan bukan hanya terkait dengan permasalahan ekonomi tapi juga good governance dan permasalahan lingkungan. Lebih lanjut diungkapkan, pendefinisian kemiskinan merupakan upaya yang tidak sederhana. Banyak hal yang menjadi parameter, di antaranya konsumsi protein, pendapatan, dll. “Ada indikasi, pada saat ini kemiskinan bukan hanya barang normal, tapi telah menjadi barang politik”, ungkapnya. Mengenai hal ini, ia mengaitkan dengan pidato presiden menjelang peringatan kemerdekaan RI, yang terjadi penurunan data jumlah penduduk miskin. Upaya pengentasan kemiskinan menurut Fajri harus dilakukan dengan teliti dan seksama, bukan hanya sekedar saja.
“Peningkatan kesejahteraan rakyat harus dilakukan dengan tepat sasaran sesuai spesifikasi pasar, diantaranya melalui cash tranfer, modal kerja ataupun penguatan pasar”, tambah Candra Fajri. Salah satu pengentasan kemiskinan yang telah dilakukan pemerintah, diantaranya melalui kucuran dana BLT (bantuan langsung tunai). “Tetapi dampak dari pengucuran BLT ini telah menjadikan orang tidak malu untuk mengatakan miskin, mentalitas orang Indonesia untuk miskin menjadi lebih besar dari sebelumnya hanya untuk mendapat uang tunai 100 ribu rupiah. [nok]

Lelang Pembangunan Gedung FK
19 Agustus 2006
Lelang pembangunan gedung Fakultas Kedokteran Unibraw hari ini, Sabtu (19/8) diikuti oleh 20 perusahaan. Tahap pertama pembangunan gedung ini rencananya akan dimulai awal September dan akan selesai dalam waktu 100 hari, bernilai Rp 11 milyar. Dari 20 perusahaan, satu di antaranya berani mengajukan penawaran sebesar Rp 6 milyar, 5 perusahaan menawar Rp 7milyar, delapan perusahaan menawar Rp 8 milyar, dan lainnya lebih dari Rp 9 milyar.
Pembangunan gedung baru Fakultas Kedokteran ini menurut Dekan dr Harijanto MSPH, seiring dengan adanya kurikulum baru yaitu World Federation On Medical Education.
Kurikulum ini merupakan kurikulum baru untuk standar pendidikan kedokteran. Dan mau tidak mau Fakultas Kedokteran Unibraw harus mengikutinya. “Kalau kita tidak mengikutinya maka kita tak bisa menguji dokter,” ujar dr Harijanto tegas. Kurikulum ini mengharuskan mahasiswa lebih mandiri. Para mahasiswa diharuskan dapat belajar sendiri. Program base learning yang digunakan ini mengharuskan dalam satu kelas tidak boleh lebih dari 12 orang mahasiswa.
“Saat kita hitung-hitung, kita membutuhkan 40 kelas”, kata Dekan. Ruang kelas nantinya akan dilengkapi dengan internet, perpustakaan, alat peraga, monitor, dan CCTV. Sehingga dalam diskusi nantinya dapat dipantau oleh dosen di ruang monitor utama. Ia juga menambahkan bahwa Unibraw menjadi universitas yang paling akhir menerapkan sistem ini. Sebelumnya Universitas Udayana, Universitas Gajah Mada, Universitas Padjajaran, Universitas Indonesia, Andalas dan Universitas Hassanuddin telah menerapkan kurikulum ini.[vty]

Penduduk Miskin Jatim Naik 55 Persen Dampak Kenaikan, Harga BBM
19 Agustus 2006
Jumlah penduduk miskin di Jawa Timur meningkat hingga sekitar 55 persen pada rekaman data tahun 2004-2005. Menurut data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin hasil survei 2005 meningkat menjadi 3,2 juta keluarga atau 10,71 juta jiwa. Padahal, tahun 2004 angkanya masih sebesar 6,9 juta jiwa.
Hal itu terungkap dalam pidato Gubernur Jawa Timur Imam Utomo pada acara The 8th Indonesia Regional Science Association International Conference yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Jumat (18/8). Isi pidato itu dibacakan Ketua Tim Pelaksana Program Aksi Mengatasi Dampak Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) Mulyadi.
Imam menjelaskan, penyebab meledaknya jumlah penduduk miskin tahun 2005 karena kebijakan kenaikan harga BBM. Dampaknya tidak saja terhadap peningkatan jumlah penduduk miskin, tetapi terutama pada peningkatan angka pengangguran.
Saat ini angka pengangguran meningkat mencapai Rp 1,89 juta. Peningkatan jumlah pengangguran yang diikuti oleh naiknya angka inflasi, makin melemahkan daya beli masyarakat, mengurangi kesempatan kerja, yang berujung pada merosotnya pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur triwulan kedua 2006 merosot menjadi 5,78 jika dibandingkan periode yang sarna setahun sebelumnya yang mencapai 5,98 persen. Artinya terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi yang bermakna pada makin jauhnya harapan untuk mendapatkan kesempatan kerja yang cukup bagi angkatan kerja.
Menurut dia, harapan ditumpukan pada investasi. Namun, kenyataannya usaha untuk mendapatkan investasi demi bisa mendongkrak pertumbuhan masih teramat jauh. Bahkan, dapat dikatakan laju pertumbuhan investasi Jawa Timur melambat, kata Imam, tanpa menyebutkan angkanya.
Jawa Timur kemudian memutuskan mengubah orientasi kebijakan yang dirupakan dalam bentuk restrukturisasi komposisi belanja APBD. "Sebanyak 60 persen porsi belanja pembangunan digunakan untuk penanganan kemiskinan, melalui program yang disebut Program Aksi Mengatasi Dampak Kenaikan BBM atau PAMD. Caranya, memfokuskan belanja APBD pada upaya penanggulangan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya," katanya. [Dody Wisnu Pribadi]
KOMPAS, Sabtu 19 Agustus 2006

Pembebasan SPP dan Hadiah Tabanas
19 Agustus 2006
Sebagai penghargaan atas prestasi yang diraih mahasiswa dalam kejuaraan olahraga tingkat nasional, Universitas Brawijaya memberikan beasiswa pembebasan pembayaran SPP tahun akademik 2006/2007 dan berupa tabanas. Hal ini tertuang dalam Keputusan Rektor nomor 116/SK/2006 tanggal 4 Agustus 2006.
Dua mahasiswa, Eka Susiani SA (FIA) dan Ulfatun Nafiah (FMIPA), menerima pembebasan SPP untuk semester ganjil 2006/2007 atas prestasinya menjadi juara I kelas tanding perorangan dalam Kejuaraan Nasional Tapak Suci di Universiats Ahmad Dahlan Yogyakarta 8-12 Maret 2006. Sedangkan 7 mahasiswa lainnya menerima penghargaan berupa tabanas masing-masing sebesar Rp 300 ribu atas prestasi menjasi juara II dan juara III dalam kejuaraan yang sama. Indra Firman (FIA, juara II kelas tanding perorangan), Radif Fashlun I (FH, juara II kelas tanding beregu), Adhitya Budhi S (FE, juara II kelas tanding beregu), Fajar Maulana (FE, juara II kelas tanding beregu), Marliadie (FP, juara II kelas tanding beregu), Anang Wido R (Fapet, juara II kelas tanding beregu), dan Tangguh Hartanto (FP, juara III kelas tanding perorangan). [Far]

Beasiswa Bantuan Pendidikan
19 Agustus 2006
Universitas Brawijaya tahun ini memberikan beasiswa bantuan pendidikan mahasiswa (BBPM) kepada 114 orang mahasiswa yang telah diseleksi. Beasiswa ini diberikan dalam rangka membantu mahasiswa yang orangtua/walinya kurang mampu karena kemiskinan, bencana alam, atau terkena dampak kekrusuhan. Diberikan selama 12 bulan, terhitung mulai bulan Januari 2006 hingga bulan Desember 2006, beasiswa ini dibebankan pada dana DIPA 2006 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Hal ini ditetapkan dengan Keputusan Rektor nomor 108/SK/2006 tanggal 27 Juli 2006.
Secara rinci, beasiswa tersebut diberikan kepada 13 mahasiswa Fakultas Hukum, 6 mahasiswa FE, 21 mahasiswa FIA, 22 mahasiswa FP, 12 mahasiswa Fapet, 10 mahasiswa FT, 2 mahasiswa FK,  8 mahasiswa Faperik, 6 mahasiswa FMIPA, 8 mahasiswa FTP, dan 5 mahasiswa Program Bastra.
Sebelum ini Unibraw juga telah memberikan beasiswa kepada 2614 orang mahasiswa melalui anggaran DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) nomor 174.0/23-04.0/XV/2006, dalam bentuk beasiswa bantuan belajar mahasiswa (BBM), peningkatan prestasi akademik (PPA), dan praktek kerja lapangan (PKL). [Far]

Kerjasama Unibraw-Unmul
18 Agustus 2006
Terkait dengan pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi, Universitas Brawijaya memperpanjang kerjasama dengan Universitas Mulawarman. Penandatanganan naskah kerjasama oleh rektor masing-masing, Prof Dr Ir Yogi Sugito (Unibraw) dan Prof Dr Ir H Ach. Ariffien Bratawinata MAgr (Universitas Mulawarman) berlangsung di lantai 7 gedung Rektorat Universitas Brawijaya.
Hadir dalam acara tersebut Dekan Fakultas Hukum Unibraw Warkum Sumitro SH MH, Dekan Fakultas Kedokteran Unibraw dr  Harijanto MSPH, dan Kepala BAPSI Dra. Siti Romlah.
Dalam naskah disebutkan, tujuan kerjasama adalah untuk memanfaatkan kemampuan sumberdaya yang dimiliki oleh kedua belah pihak secara maksimal agar lebih berhasil dalam pembinaan dan pengembangan kedua perguruan tinggi, khususnya pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi. Sesuai kesepakatan, kerjasama perpanjangan ini berlaku selama lima tahun ke depan. [nok]

Penampilan Perdana Kelompok Karawitan Unibraw
17 Agustus 2006
Bertepatan dengan HUT ke-61 Kemerdekaan Republik Indonesia, muncul sebuah kelompok baru dalam bidang kesenian yakni Kelompok Karawitan Universitas Brawijaya. Penampilan perdana kelompok ini di tengah acara tasyakuran seusai upacara bendera 17 Agustus 2006. Kelompok karawitan ini membawakan gending-gending Kebo Giro-Pelog Baran, Gugur Gunung-Pelog Baran; Caping Gunung-Slendro 9; Getuk-Slendro 9, dan Prahu Layar-Pelog Bem.
Kelompok ini dilatih oleh Dalyadi, sekaligus merangkap sebagai penabuh kendang. Alat musik bonang barung dimainkan oleh Drs. Suwondo MS (FIA), bonang penerus oleh Sri Murtamami SAP (KP), slenthem oleh Goerid Hardjito SE MM (KP), dan Ratna Faranifa (KP), saron demung-I oleh Rustiningrum SSos (KP), saron demung-II oleh Drs. Rudjita (KP), saron penerus-I oleh Dra. Sukowinarti (KP), saron penerus-II oleh Dr. Rurini Retnowati MSi (FMIPA), peking oleh Djoko Pramono ST (FMIPA), kenong oleh Kustiyani (KP), ketuk oleh Ponari (KP), gong oleh Jaedi SP (FMIPA), gambang oleh Prof Dr Ir Edy Suprayitno MS (FPi), dan vokal Ny Dawam Maghfur (FP).
Kelompok ini sebenarnya baru terbentuk dua minggu yang lalu, dan hanya sempat berlatih beberapa kali, namun penampilannya pada acara itu tidaklah mengecewakan. Anggotanya adalah para dosen dan staf administrasi dari beberapa fakultas dan Kantor Pusat Unibraw.
Hampir bersamaan dengan lahirnya kelompok ini, telah aktif pula berlatih kelompok karawitan para dosen FMIPA yang dimotori oleh Ir. DJ Djoko Herry Santjojo MPhil PhD. Pada jajaran mahasiswa, terdapat Unit Aktivitas Karawitan dan Tari (Unitantri) yang sudah lama terbentuk dan aktif hingga saat ini. Penampilan unit aktivitas ini pada acara Dies Natalis ke-43,  5 Januari 2006 silam, mengawali penggunaan perangkat gamelan milik Universitas Brawijaya tersebut. [MW]

Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan di Unibraw
17 Agustus 2006
Warga Universitas Brawijaya, Kamis 17/8, menyelenggarakan upacara bendera. Upacara dalam rangka peringatan HUT ke-61 Proklamasi Kemerdekaan ini digelar lapangan Kantor Pusat, diikuti segenap warga Universitas Brawijaya, para gurubesar, dosen, pegawai, dan anggota Dharma Wanita.
Dalam upacara itu diumumkan kenaikan pangkat pegawai, pemberian penghargaan Satyalancana Karya Satya, perpanjangan batas usia pensiun beberapa gurubesar, pengangkatan gurubesar baru, penghargaan kepada dosen yang menyelesaikan program doktor, penghargaan kepada dosen berprestasi dan mahasiswa berprestasi.
Seusai upacara bendera, peserta upacara mengadakan syukuran di unit kerja masing-masing. Di gedung Rektorat, acara syukuran dimeriahkan dengan gending-gending yang dimainkan oleh karawitan pegawai Universitas Brawijaya.
Kenaikan pangkat
Kenaikan pangkat tenaga akademik per 1-10-2005: dari golongan IV/b ke IV/c 1 orang, IV/a ke IV/b 1 orang, III/c ke III/d 2 orang, III/b ke III/c 5 orang, III/a ke III/b 7 orang; per 1-4-2006: dari III/d ke IV/a 5 orang, III/c ke III/d 15 orang, III/b ke III/c 8 orang, dan III/a ke III/b 5 orang. Diumumkan pula kenaikan pangkat tenaga administrasi per 1-4-2006: dari golongan IV/a ke IV/b 2 orang, III/d ke IV/a 1 orang, III/c ke III/d 1 orang, III/b ke III/c 1 orang, III/a ke III/b 3 orang, II/d ke III/a 7 orang, II/c ke II/d 1 orang, dan II/a ke II/b 1 orang.
Gurubesar
Sementara itu 7 orang gurubesar mendapatkan perpanjangan batas usia pensiun, yakni: Prof Dr Made Sadhi Astuti SH (FH, sampai 31-12-2007), Prof Dra Siti Mariatul Kiptiyah MSc (FE, sampai 31-3-2007), Prof Dr Eka Afnan Troena SE (FE, sampai 31-8-2008), Prof Dr Taher Alhabsji (FIA, sampai 30-4-2008), Prof Dr Yunus Rasyid MA (FP, sampai 31-8-2007), Prof Dr Ir. Soebarinoto (Fapet, sampai 31-5-2008), dan Prof Dr Ir Sri Kumalaningsih MAppSc (FTP, sampai 30-4-2008).
Juga diumumkan 4 orang gurubesar baru, yaitu Prof Iwan Triyuwono SE Ak MEc PhD (FE, per 1-1-2006), Prof Armanu Thoyib SE MSc PhD (FE, per 1-3-2006), Prof dr Djoko Wahono Suatmadji SpPDKE (FK, per 1-3-2006), Prof Dr Ir Hartutik MP (Fapet, per 1-4-2006).
Satyalancana
Dalam kesempatan itu, Rektor Prof Yogi Sugito menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun. Selengkapnya 31 orang penerima Satyalancana Karya Satya 30 tahun adalah: Prof. Masruchin Rubai SH MS, Toyib Sugianto SH MHum (FH), Prof Dr Djumilah Zain SE (FE), Ir. Soewono Wirosoedarmo MS, Prof Dr Ir Yuliani Djuniarti MS, Prof Dr Ir Eliezer Ginting MS, Prof Dr Ir Achmanu Zakaria, Ir Idris Israil, Prof Dr Ir Soebarinoto (Fapet), Ir Marsoedi Wirohardjo MMT (FT), dr Harijanto MSPH, dr Lukmantya SpTHT, dr Mochamad Dalhar SpS, dr Hari Purnomo SpS, dr J Bambang Soemantri SpTHT, Prof Dr dr Djanggan Sargowo SpPD SpJP(K), dr Soebarkah Basoeki SpPA (FK), Ir Marsoedi PhD (Faperik), Prof Dr Ir Loekito Adisoehono MAgr, Ir Soepraptini MSc (FMIPA), dan Sri Widarti (KP).
Penerima Satyalancana Karya Satya 20 tahun, sebanyak 59 orang, masing-masing adalah: Warkum Sumitro SH MH, Dr Mochamad Bakri SH MS, Drs Zusihadi, Ismail Navianto SH MH, Drs HM Hafid Hamid MA, Sukorahardjo SH, Imam Kuswahyono SH MHum, Seto Widagdo SH MHum, Herman Suryokumoro SH MS, Drs. Kadri (FH), Prof Dr Bambang Subroto SE Ak MM, Drs Abidin Lating MS, Dr. Ubud Salim MA, Drs Mochamad Affandi SU, Dr Djumahir SE MM, Dra Multifiah MS, Dr Maryunani SE MS, Dra Wienaryati MM, Suharto, Nugrahini Ariningdyah SSos, Bamabng Soeparno SE, Drs Eddy Suprapto, Dr Mintarti Rahayu SE MS, Budi Selo Atmodjo SE, Sjamsul Hadi, Moch, Syahrir, Sukur, Asjhuri SE (FE), Dr Ir Budi Setiawan MS, Djoko Pamilih, Ir Maryono, Slamet RIyanto, Djumanan (FP), Gatot Agus Sugiarto SH (Fapet), Drs Mohammad Misbahkhunur MSi. Ir Uswatun Hasanah, Dr Atikah MSi Apt, Ruliyati, Arnawati, Ahmad Arifin (FMIPA), Ida Atmawati SSos, Ir Jhohanes Bambang Rahadi Widiatmoko MS, Ir Gunomo Djojowasito MS, Drs Fatchur Rahman MAB (FTP), Dra Welmin Sunyi Ariningsih MLib, Imam Safii SE MM, Dra Gondowatie, Harnanik, Bagus Sulistyo SAB, Dra Mimien Nooriasih, Mulayningwati SSos, Samsul Bachri, Budi Prabowo, Neny Amelia Rustiana, Endro Soebiharto SE, Djumanto, Munif, Fatemun, Haryono (KP).
Dan 31 orang penerima Satyalancana Karya Satya 10 tahun, adalah: Yuliati SH LLM (FH), Fra Lilik Purwanti MSi Ak, Drs Zaki Baridwan Ak MSi, Asfi MAnzilati SE ME, Harnanto SH, Sri Sujati Luhur Utami SE, Ratna Eni Zuruah (FE), Dr Fatchiyah MKes, Dr Ir Estri Laras Arumingtyas MScST, Dr Ani Mulyasuryani MS, Dra Trisilowati MSc, Drs Imam Nurhadi Purwanto MT, Dr Wahyu Widoretno MS, Ir Retno Mastuti MAgrSc DAgSc, Sunaryo SSi MSi, Drs Didik Yudianto MSi, Drs Sofy Permana MSc DSc, Ulfa Andayani SSi MSi, Jaedi SP, Drs Abdul Rouf Alghofari MSc, Hery Sijatmoko, Ida Paloepi, Sahri, Maryono, Wahyudi, Suriyati SE, Murti Wahyuadi Widodo, Widji Sulistijo, Nur Yusrina, Djoema'ali SE (FMIPA), dan Setu (KP).
Penghargaan
Juga diberikan penghargaan kepada 15 orang dosen yang telah lulus program doktor baik dari dalam maupun luar negeri, yaitu: Dr. Mochamad Bakri SH MS (FH, Unair), Dr Isrok SH MS (FH, Unibraw), Dr Moh Khusaini SE MSi MA (FE, Unibraw), Dr Mujibur Rahman Khairul Muluk SSos (FIA, UI), Dr Agus Suryono MS (FIA, Unair), Dr Anton Muhibuddin SP MP (FP, Unibraw), Dr Ir Lily Montarcih Limantara MEng (FT, Unibraw), Yudy Surya Irawan ST MEng PhD (FT, Mushashi Institute of Technology Jeopang), Dr Ir Mohammd Bisri MS (FT, Unibraw), Ir Purnomo Budi Santoso MSc PhD (FT, University of Queensland Australia), Dr Ir Rispiningtati MEng (FT, Unibraw), Dr dr Nurdiana MKes (FK, Unair), Dr Ir Mochammad Junus MS (Fapet, Unibraw), Dr Ir Nurul Isnaini MP (Fapet, Unibraw), Dr Uun Yanuhar SPi (Faperik, Unibraw), Dra Nunung Harijati MS PhD (FMIPA, La Trobe University Australia).
Penghargaan kepada 3 orang pegawai teladan golongan II diberikan kepada: Djoko Ngadianto (KP), Rr Ririen Tjahjaningdyah (FE), Samuel Gunarso (FP), dan 3 orang pegawai teladan golongan III, yaitu Sutomo (Fapet), Sutadji Bambang Sukotjo (Faperik), Jaedi SP (FMIPA).
Sementara itu penghargaan untuk 3 orang dosen berprestasi tingkat Universitas Brawijaya diberikan kepada: Ahmad Erani Yustika SE MSc PhD (FE), Prof Dr Ir Suyadi MS (Fapet), dan Prof Dr Ir Sumeru Ashari MAgrSc (FP).
Mahasiswa berprestasi
Selain itu juga diberikan penghargaan kepada 11 orang mahasiswa berprestasi tingkat Universitas Brawijaya, serta penghargaan kepada para mahasiswa yang berprestasi tingkat nasional maupun internasional. Daftar nama  mahasiswa prestasi tingkat Unibraw adalah sebagai berikut: Siti Patimah (FT), M Erfan Arif (FE), Yusron Sugiarto (FTP), Syaiful Afif (PBastra), Monalisa (FK), Mualiatin (FP), Prima Kharisma (FMIPA), Endrika Widyastuti (Fapet), Moh Iksan Maolana (FH), Elya Mufidah (Faperik) Wiwit Kurniawati (FIA). Sedangkan mahasiswa yang berprestasi tingkat nasional maupun internasional adalah sebagai berikut: Muhammad Akhid S, Dzulfikar Abdullah M, Iman Dwi Chayi (FP) dengan prestasi Juara II Nasional Lomba Karya Tulis Mahasiswa bidang Seni di ISI Denpasar; Aprivitas Gayatri, Ardani Galih Prakosa, Putri Wulan Akbar (FK) dengan prestasi Juara II Nasional Lomba Karya Tulis bidang IPA di UMM, dan Darmadjid (FMIPA) finalis tingkat Internasional Olimpiade Matematika di Teheran Iran. [Far]

Penerimaan Mahasiswa Baru 2006
17 Agustus 2006
Penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2006/2007 dilaksanakan dengan menggelar upacara di lapangan Rektorat Universitas Brawijaya, Kamis 17/8. Upacara dipimpin langsung oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito.
Dalam sambutannya, rektor mengajak kepada seluruh mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa pembelajaran di perguruan tinggi dengan sebaik-baiknya.
Sebagai upaya pengenalan terhadap dunia kampus, dengan berbagai permasalahan baik akademik maupun nonakademik, Rektor menghimbau agar kegiatan Ordik/Ormawa dapat menjadi representasi yang efektif. Lebih lanjut ia berharap, setelah melalui persaingan yang ketat pada seleksi penerimaan, maka prestasi harus dipertahankan dengan belajar yang tekun, untuk menjadi generasi penerus bangsa yang membawa Indonesia semakin maju, karena ditangan generasinya masa depan ini akan ditentukan. ”Untuk itu, diperlukan generasi yang berdisiplin dan beretos kerja tinggi guna menjadi kader bangsa dan pelopor pembangunan yang berkualitas”, tuturnya.
Hingga saat ini proses pendaftaran ulang masih sedang berlangsung, sehingga belum diperoleh secara pasti data jumlah mahasiswa baru untuk tahun akademik 2006/2007. Menurut rencana penerimaan, jumlah mahasiswa baru Universitas Brawijaya sebanyak 7991 orang, hasil dari berbagai modus seleksi, yaitu PSB 766, SPKS 469, SPMB 2956, SPMK 1786, SPKIns 205, SAP 539, SPMD 1150, SPI 20, dan SPKD 100. Sedangkan berdasarkan hasil seleksi yang sudah diumumkan, diterima 7252 orang calon mahasiswa baru dari berbagai modus seleksi, yaitu PSB 745, SPKS 261, SPMB 3115, SPMK(1) 772, SPMK(2) 1148, SAP 338, SPMD 817, dan SPI 21. [nok]

STOP PRESS
16 Agustus 2006
Proses pendaftaran ulang bagi mahasiswa baru Universitas Brawijaya sebenarnya berlangsung sejak 7/8 hingga 16/8. Namun demikian, bagi mahasiswa baru semester ganjil 2006/2007 yang belum melaksanakan registrasi administrasi hingga hari ini, Rabu 16 Agustus 2006, Rektor masih memberi kesempatan (tambahan) untuk melakukan registrasi/daftar ulang selama dua hari mendatang. Yaitu pada hari Jumat 18 Agustus 2006 (pukul 08.00-11.00 WIB dan 13.00-15.00 WIB), dan hari Sabtu 19 Agustus 2006 (pukul 08.00-13.00 WIB). Kegiatan pendaftaran ulang (tambahan) ini ditangani oleh OPSUS (di lantai II gedung Rektorat, pada Bagian Pendidikan Universitas Brawijaya).
Calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang pada kesempatan (tambahan) tersebut, dianggap mengundurkan diri. Demikian ketentuan yang dikeluarkan melalui pengumuman nomor 019/Peng/2006, tanggal 16 Agustus 2006, dan ditandatangani Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito. [Far]

Agrivoice Siaran Radio Pertanian Organik
16 Agustus 2006
Pertanian organik mungkin bukan lagi topik bahasan populer bagi masyarakat masa kini. Tetapi Mahasiswa Pertanian Organik Nasional (MAHORINAS) Universitas Brawijaya bekerjasama dengan Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (MAPORINA) berusaha memberi stimulus pada gerakan pertanian organik. Mereka wujudkan hal itu dengan acara dialog antara pakar di bidang agrokompleks, khususnya pertanian organik, dengan masyarakat dalam acara siaran melalui Radio Andalus Malang.
Dialog ini kemudian mereka beri nama Agrivoice. Acara tersebut disiarkan secara langsung oleh Radio Andalus setiap hari Sabtu pukul 08.00 WIB, mulai tanggal 19 Agustus 2006. Materi yang disajikan mengenai hasil penelitian, penyuluhan, pengalaman, inovasi, dan lain sebagainya.
Pada acara dialog pertama, narasumber yang hadir tujuh orang. Yaitu, Ir. Sukoso PhD (perikanan organik), Dr. Ir. Agus Suryanto MS (budidaya tanaman organik), Eko Widodo MAgrSc MSc PhD (ayam organik), Dr Ir Lilik Eka Radiati H MS (kue organik), Brosem (minuman tanpa pengawet), dan Ir Nur Hidayat MP (cara olah organik). Selain dialog juga ada pameran dari produsen produk organik atau produk ramah lingkungan yang terkait.
Acara Agrivoice ini bertujuan untuk menjembatani sivitas akademika Universitas Brawijaya dengan masyarakat, sehingga wawasan masyarakat dalam bidang agrokompleks semakin luas. Selain itu dimaksudkan pula untuk meningkatkan kualitas hubungan antara pakar dengan peminat. Forum ini juga merupakan forum untuk memperkenalkan produk hasil pertanian organik. [vty]

Disertasi Idris Azis: Plus Minus Kepemimpinan Otokratik Perusahaan
16 Agustus 2006
Gaya kepemimpinan otokratik dari pimpinan perusahaan telah berhasil membentuk budaya perusahaan orientasi tim, walaupun masih bersifat informal. Jika dilakukan secara langsung, gaya kepemimpinan seperti itu tidak efektif terhadap pengembangan manusia/karyawan. Tetapi gaya kepemimpinan demikian memberikan dampak baik jika dimediasi oleh budaya perusahaan.
Demikian dikemukakan Idris Azis SE MHum dalam ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu 16/8.  Dalam ujian terbuka tersebut Idris Azis SE MHum, mempertahankan disertasi berjudul "Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Budaya Perusahaan, dan Pengembangan Sumberdaya Manusia terhadap Kinerja Karyawan Industri Kakao pada Kawasan Industri Makassar di Sulawesi Selatan". Promotor ujian ini adalah Prof Dr Umar Nimran MA, kopromotor Prof Dr Eka Afnan Troena SE dan Prof Armanu Thoyib SE MSc PhD. Tim penguji terdiri dari Prof Dr M Syafiie Idrus SE MEc, Prof Dr Taher Alhabsji, Prof Drs Achmad Fauzi Dh MA, dan penguji luar Prof Dr Anhulaila MP SE MS dari Universitas Tadulako.
Dalam era ekonomi global, perusahaan dituntut untuk mengembangkan potensi sumberdaya manusia dalam beradaptasi dengan berbagai macam perubahan. Dinamika kehidupan bisnis dewasa ini dipicu oleh beberapa faktor, antara lain pelanggan, perubahan, dan persaingan. Mereka yang memiliki ciri utama dalam perusahaan adalah mereka yang mempunyai kepemimpinan yang dinamis dan efektif. Budaya perusahaan pun menjadi variabel penting karena dimensi-dimensi budaya modern berakar pada struktur masyarakat industri dan perusahaan itu sendiri. Selain faktor kepemimpinan dan budaya perusahaan, tidak kalah pentingnya adalah pengembangan atau pemberdayaan sumberdaya manusia dalam suatu perusahaan.
Penelitian Idris Azis mengkaji hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan mengambil populasi karyawan perusahaan industri kakao di Kawasan Industri Makassar sebanyak 665 orang  dengan kriteria telah bekerja selama tiga tahun.
Hasil penelitian Idris Azis menunjukkan, gaya kepemimpinan mempunyai hubungan positif yang signifikan dengan budaya perusahaan. Tendensi ini mengartikan bahwa hipotesis terbukti kebenarannya. Ia juga mengatakan bahwa hal ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan otokratik (otoriter) dari pimpinan perusahaan industri kakao di Kawasan Industri Makassar telah berhasil membentuk budaya perusahaan orientasi tim walaupun masih bersifat informal.
Ia juga menemukan bahwa gaya kepemimpinan ternyata berpengaruh langsung yang negatif dan signifikan terhadap pengembangan sumberdaya manusia. Hal itu berarti bahwa gaya kepemimpinan otokratik dari pemimpin perusahaan industri kakao tidak efektif terhadap pengembangan sumberdaya manusia/karyawan secara langsung. Namun Idris Azis juga menemukan bahwa gaya kepemimpinan otokratik dari pimpinan perusahaan dapat memberikan dampak baik terhadap pengembangan sumberdaya manusia (karyawan) perusahaan jika dimediasi oleh budaya perusahaan.
Budaya perusahaan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan sumberdaya manusia. Temuan ini menunjukkan bahwa budaya perusahaan orientasi tim menjadi perekat untuk semua karyawan dimana menentukan apa yang boleh dan tidak dilakukan para karyawan perusahaan. Selain itu menentukan batas-batas normatif perilaku para karyawan, menentukan sifat dan bentuk pengendalian dan pengawasan perusahaan, menentukan cara kerja yang tepat dan sebagianya. Secara spesifik budaya perusahaan telah berperan membantu menciptakan keterikatan emosional antara perusahaan dan karyawan walau masih informal atau alami.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman dan kondusif bagi semua karyawan perusahaan disarankan agar manajemen perusahaan menerapkan gaya kepemimpinan yang dinamis dan adaptif. Selain itu diharapkan dapat dilakukan penelitian serupa dalam komunitas perusahaan yang bervariasi.
Hasil ujian terbuka ini, Idris Azis dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu administrasi dengan kekhususan administrasi bisnis.
Dr. Idris Azis SE MHum adalah pria kelahiran Donggala 15 Maret 1962, menyelesaikan pendidikan dasar sampai SMEA di kota Palu (1981), sarjana ekonomi lulusan Universitas Tadulako (1986), magister humaniora dari Program Kajian Wanita Universitas Indonesia (1996). Idris Azis adalah dosen pada Universitas Tadulako sejak 1989 hingga sekarang. [vty]

Sosialisasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
16 Agustus 2006
Menyadari pentingnya pengupayaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya menyelenggarakan sosialisasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di ruang Capita Selecta, Rabu (16/8).
Menurut Dekan FT Unibraw, Ir Imam Zaky MT, pengetahuan tentang K3 saat ini sangat diperlukan di lingkungan kerja, dan merupakan prasyarat khusus bagi para pekerja. Dirinya sangat berharap, para alumni FT Unibraw ketika menyelesaikan pendidikan dan mulai memasuki dunia kerja, telah memiliki bekal pengetahuan dengan legalitas formal melalui sertifikat sebagai standarisasi.
Narasumber dalam acara sosialisasi ini Ir. Amri Abu Kasim, Kepala Sub Direktorat Pengawasan Norma Lingkungan Kerja Direktorat PNK3, Ditjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, Depnakertrans. Amri Abu KAsim membawakan makalah bertajuk “Kebijakan Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)”, di depan lebih dari 50 staf di lingkungan FT Unibraw. Sosialisasi ini dimaksudkan untuk mewujudkan visi terciptanya budaya K3 di Indonesia.
Amri Abu Kasim yang memiliki spesialisasi K3 Uap, mengungkapkan fakta sebanyak 305.068 total kasus kecelakaan kerja terjadi selama periode tahun 2002 sampai dengan 14 Januari 2005.
Kesadaran peran K3 pada saat ini menurutnya memiliki beberapa permasalahan mendasar. Pada satu sisi, kualitas dan kuantitas pegawai pengawas K3, dan ahli K3 yang masih terbatas. Sementara di sisi lain, kualitas SDM konstituen semakin meningkat. Selain itu, koordinasi lintas sektoral serta pelaksanaan K3 dalam era otonomi daerah yang belum berjalan dengan baik, serta kesenjangan komunikasi dengan teknologi turut pula menjadi permasalahan yang krusial. Disampaikan, K3 di perusahaan memiliki peranan penting di antaranya perlindungan tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja, menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien, serta menjamin agar proses produksi dapat berjalan lancar.
Pentingnya peran K3 menurut Amri membutuhkan berbagai program strategis meliputi optimalisasi dengan pemberdayaan ahli K3, PJK3 dan inspeksi teknis, asosiasi profesi K3 dan perguruan tinggi serta berbagai program strategis yang lain dalam upaya penerapan dan audit sistem manajemen K3 di perusahaan di samping peningkatan operasioal pengawasan K3. Menunjang program tersebut, maka kebutuhan SDM K3 di perusahaan mencakup berbagai level dari auditor, operator, pelaksana, petugas, tenaga ahli sampai pada level manager.
Menangkap peluang yang ada serta sebagai upaya tindak lanjut sosialisasi ini, Dekan FT Unibraw menyatakan pihaknya akan segera mengirimkan tenaga edukatif untuk mengikuti TOT K3, di samping pula mengupayakan agar mahasiswa dapat mengikuti standardisasi K3, dan mendapatkan sertifikat dengan biaya yang terjangkau. [nok]

Bantuan Beasiswa dari Dharma Wanita Persatuan Kantor Pusat
15 Agustus 2006
Dalam rangka merealisasikan program kerja di bidang pendidikan, Dharma Wanita Persatuan Kantor Pusat Universitas Brawijaya memberikan bantuan beasiswa kepada putra-putri karyawan. Pemberian beasiswa ini terutama bagi putra-putri pegawai golongan I dan II serta tenaga honorer. Beasiswa diberikan dalam bentuk bantuan biaya SPP selama 10 bulan sampai 1 tahun, untuk pembelian buku-buku pelajaran dan buku tulis, atau untuk kegiatan ekstra kurikuler bagi siswa yang SPP-nya telah terbantu dengan dana BOS (bantuan operasional sekolah). Besarnya bantuan yang diberikan bervariasi. Tergantung jumlah SPP dan buku-buku yang diperlukan, besar bantuan maksimal Rp 250 ribu untuk tingkat SD, dan maksimal Rp 500 ribu untuk tingkat SMP. Secara keseluruhan, berjumlah sekitar Rp 2,5 juta. Menurut ketua Dharma Wanita Persatuan Kantor Pusat, Ny. Moch. Munir, “Beasiswa yang diberikan  memang tidak besar, tetapi diharapkan dapat meringankan beban orang tua, karena kondisi ekonomi saat ini cukup memprihatinkan. Selain itu juga disesuaikan dengan kondisi keuangan Dharma Wanita yang saat ini hanya mampu memberikan sebesar itu”.
Penyerahan bantuan pendidikan tersebut dilakukan Selasa 15/8, oleh Ketua Seksi Pendidikan Dharma Wanita Persatuan KP, Ny. Goerid Hardjito didampingi para sekretaris Dharma Wanita langsung ke sekolah masing-masing siswa.
Para penerima beasiswa itu masing-masing adalah: Karunia Indah Sari (SD Sawojajar 3) putri dari Budi Hariono (Perpustakaan),  Salwa Nur Fitri (SD Tlogomas I) putri dari Supeno (Student Centre), Ajizah Laily (SD Sumbersari 3) putri dari Ahmad (Rumahtangga), Anita Maharani (SD Dadaprejo 1) putri dari Heri Siswanto (Satpam), M.Riky Adyta (SD Dharma Wanita) putri dari Sugianto A (Satpam),  M. Rifky Yuwanto (SD Bangkalan Krajan 1) putra dari Bambang Iswanto (Lemlit); Fiona Angela (SMPK Santa Maria) putri Ismanto (Perpustakaan), Yudha Andrianto (SMP Kristen Setiabudi) putra dari Effendi (Sopir), dan Faisal P (SMPN IV Kepanjen) putra dari Pudji Pristianto (Satpam). [MW]

Melalui SPMD Diterima 817 Calon Mahasiswa
15 Agustus 2006
Melalui seleksi penerimaan mahasiswa program diploma (SPMD) untuk tahun akademik 2006/2007 Universitas Brawijaya  menerima 817 calon mahasiswa baru. Mereka ini diseleksi dari pendaftar yang mengikuti ujian tulis pada hari Sabtu 12/8.
Secara rinci, Program DIploma I Bahasa Tionghoa menerima 4 calon, Program Diploma III Akuntasi 85, Kesekretariatan 165, Pariwisata 139, Bahasa Inggris 85 orang, Bahasa Jepang 51, Bahasa Perancis 9, Arsitektur Pertamanan 28, Agribisnis Pertanian 36, Manajemen Informatika 111, Teknik Komputer 64, dan Analis Kimia 40.
Dari 16 program yang ditawarkan, akhirnya hanya 12 program yang menerima calon mahasiswa baru program diploma melalui SPMD.
Selengkapnya mereka yang diterima melalui SPMD 2006 dapat diklik di sini. Mereka yang diterima diwajibkan melakukan daftar ulang mulai 15/8 hingga 17/8 di fakultas masing-masing.
Prosedur daftar ulang, dan apa-apa yang perlu disiapkan untuk melakukan daftar ulang dapat dilihat di sini
Selanjutnya, para mahasiswa baru diwajibkan mengikuti upacara penerimaan mahasiswa baru pada tanggal 18 Agustus 2006, program pengenalan kehidupan kampus (PKK) bidang akademik (selama 2 hari, yaitu 18 Agustus 2006 dan sekali pada saat student day), dan PKK bidang kemahasiswaan (19-20 Agustus 2006). Perkuliahan semester ganjil 2006-2007 berlangsung mulai 22 Agustus 2006. [Far]

Bakteri Untuk Porong
Senin, 14 Agustus 2006 | 00:37 WIB
Malang: Lumpur di Porong berkembang semakin mengkhawatirkan. Semburannya yang pernah terukur sebesar 50 ribu meter kubik per hari bukannya melemah, tapi semakin menjadi-jadi. Tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, pernah memberi solusi pemanfaatan lumpur yang mendadak melimpah agar dibuat batu bata. Kebetulan banyak di daerah lain di Indonesia yang luluh lantak karena gempa.
Tapi, Umi Mawarti, peneliti dan pengajar mikrobiologi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang, punya alternatif solusinya sendiri. Menurutnya, solusi-solusi yang ditawarkan kebanyakan bersifat sesaat dan tidak memecahkan permasalahan sesungguhnya. “Yang harus dipikirkan adalah bagaimana lahan masyarakat bisa digunakan untuk bertambak dan bertani kembali,” katanya.
Berdasarkan hasil riset di laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, kampus yang sama, lumpur Lapindo diketahui mengandung logam berat besi (Fe) terlarut dalam 0,1 N; HCl lebih tinggi dari 700 ppm; Mangan (Mn), Aluminium (AL), Natrium (Na), dan Chloor (Cl) juga cukup tinggi. “Dengan kandungan logam-logam berat itu lahan di sekitar Lapindo tentu tidak bisa digunakan lagi untuk sawah ataupun tambak,” kata Umi menambahkan.
Umi menegaskan, solusi pembuatan batu bata tidak mensterilkan senyawa-senyawa yang terkandung di lumpur. “Batu bata tersebut tentu saja masih membahayakan manusia dan ekosistem,” jelasnya
Proses reklamasi dengan pencucian tanah (lumpur) agar kadar mangan, khloor dan besi bisa hilang juga dianggap tidak efektif. Butuh lokasi lahan pencucian yang memiliki drainase baik, selain luasan lokasi dan ongkos yang besar. “Tanah yang terkena rembesan lumpur Lapindo juga bisa, gantian, tidak subur,” kata Umi.
Karena itu Umi menawarkan solusi berupa bakteri-bakteri pengikat yang mampu mengikat unsur-unsur logam berat itu dan memediasi lumpur hingga tidak berbahaya lagi. Di dalam laboratoriumnya, Umi menemukan satu jenis bakteri bergenus Bacillus yang memenuhi kriteria yang dicarinya.
Bakteri itu terbukti mampu hidup di dalam ekstrak lumpur Lapindo yang dikumpulkan Umi lewat bantuan dua mahasiswanya. Setiap satu bakteri mempunyai kemampuan menyerap kandungan logam berat (beracun) sampai sekitar 60 persen sitoplasmanya.
Umi mengatakan, penyebaran bakteri menjadi solusi yang efektif untuk memulai kehidupan baru di atas lumpur Lapindo tanpa membahayakan ekosistem. Bakteri yang mati pun akan menjadi kandungan bahan organik baru. “Sehingga, ketika kandungan bahan organik itu sudah tinggi, lumpur lapindo bisa ditanami lagi,” jelas Umi. “Lahan di Desa Renokenongo dan sekitarnya bisa kembali ke fungsi awalnya, menjadi sawah dan areal tambak. [dini mawuntyas] TEMPO Interaktif http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2006/08/14/brk,20060814-81790,id.html

Ujian Disertasi Nurika Restuningdiah
14 Agustus 2006
Partisipasi pemakai terhadap kepuasan dalam pengembangan sistem informasi masih terus diteliti, karena tidak ada kesesuaian antara hasil penelitian yang satu dengan yang lain. Hal ini melatarbelakangi Nurika Restuningdiah untuk melakukan klarifikasi terhadap keberlakuan teori yang terkait dengan pengembangan sistem informasi. Penelitiannya tergolong explanatory research, dilakukan selama 8 bulan terhadap 172 responden, terdiri dari manajer tingkat menengah dari perusahaan-perusahaan di Jawa Timur yang mengembangkan sistem informasi berbasisi komputer.
Hasilnya, dalam bentuk disertasi berjudul ”Pengaruh Partisipasi terhadap Kepuasan Pemakai pada Perusahaan yang Mengembangkan Sistem Informasi Berbasis Komputer (Pengujian terhadap Tiga Variabel: Mediasi Keterlibatan Pemakai, Kemampuan Pemakai dalam Memberikan Pengaruh, dan Resolusi Konflik)”, disampaikan pada ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Senin 14/8.
Ujian disertasi Nurika Restuningdiah dipromotori oleh Prof Dr Djumilah Zain, dengan ko promotor Prof Armanu Thoyib SE MSc PhD, Dr Agus Suman SE DEA, dan Dr Ir Solimun MS. Tim penguji terdiri dari Eko Ganis SE MCom (Hons) PhD, Dr Gugus Irianto MSA Ak, Dr Surachman MSIE, dan dosen penguji luar dari Universitas Airlangga Prof Dr Arsono Laksmana SE Ak.
Penelitian Nurika mengindikasikan partisipasi berpengaruh langsung terhadap kepuasan pemakai dalam pengembangan sistem informasi. Sebagai tambahan, variabel partisipasi berpengaruh tidak langsung secara signifikan terhadap kepuasan pemakai melalui keterlibatan pemakai, pengaruh pemakai dan resolusi konflik.
Temuan dalam penelitian Nurika juga mengindikasikan, untuk mencapai kepuasan pemakai diperlukan juga keterlibatan pemakai secara psikologis terhadap sistem informasi yang dikembangkan. Selain itu, menurut Nurika, pemakai perlu diberi wewenang mempengaruhi hasil akhir desain sistem yang dikembangkan (faktor kemampuan pemakai dalam memberikan pengaruh), dan kemampuan untuk mengatasi setiap konflik.
Dr. Nurika Restuningdiah SE MSi Ak (36 tahun) adalah dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Nurika lulus sarjana ekonomi Universitas Brawijaya (1993), dan magister dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1999). [nik]

SPMD 2006 Berlangsung
12 Agustus 2006
Ujian tulis seleksi penerimaan mahasiswa program diploma (SPMD) Universitas Brawijaya, hari ini Sabtu 12/8 berlangsung dengan tenang. Peserta seleksi ini adalah lulusan SLTA yang mendaftarkan diri sejak 1/8 hingga 10/8 kemarin. Formulir pendaftaran terjual sebanyak 984 lembar, terdiri dari formulir IPA 342, dan IPS 642. Dari jumlah tersebut, yang mengembalikan formulir tercatat sebanyak 956 orang. Berdasarkan pilihan pertama para pendaftar, ternyata program Manajemen Informatika diminati oleh 133 pendaftar IPA, disusul kemudian dengan Teknik Komputer (80), Analis Kimia (42), Agribisnis Pertanian (25), dan Arsitektur Pertamanan (23). Sedangkan pada kelompok IPS, program Akuntansi sangat diminati (338 pendaftar), disusul kemudian Kesekretariatan (93), Bahasa Inggris (78), Kepariwisataan (73), dan Bahasa Jepang (38).
Ujian tulis ini diikuti oleh 917 orang peserta, terdiri dari 314 peserta kelompok IPA, dan 603 peserta kelompok IPS.
Seleksi ini menawarkan 15 program diploma, terdiri dari 14 Program Diploma III  (Akuntasi, Kesekretariatan. Pariwisata, Produksi Tanaman Hortikultura, Arsitektur Pertamanan, Agribisnis Pertanian, Manajemen Produksi Ternak, Agribisnis Perikanan, Manajemen Informatika, Teknik Komputer, Analis Kimia, Teknologi Industri Pertanian, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, dan Bahasa Perancis), dan 1 Program Diploma I (Bahasa Tionghoa).
Hasil ujian akan diumumkan Selasa, 15 Agustus 2006 mendatang, pada papan-papan pengumuman dan website http://www.brawijaya.ac.id. Pendaftaran ulang bagi calon yang diterima, berlangsung tanggal 15-17 Agustus 2006 di fakultas masing-masing. [Far]

Ujian Disertasi Hadi Supratikta
12 Agustus 2006
Salah satu problematika empirik prencanaan Pelabuhan Perikanan Prigi, adalah belum jelasnya pembagian pengelolaan setiap fasilitas pelabuhan yang ada.
Demikian ungkap Hadi Supratikta, kandidat doktor bidang ilmu administrasi dengan minat administrasi publik, pada ujian terbuka disertasi yang berlangsung di Pascasarjana Universitas Brawijaya, Sabtu 12 Agustus 2006. Promotor ujian disertasi ini adalah Prof Dr Ir Soemarno MS, dengan kopromotor Prof Drs Ismani HP MA, dan Ir Achmad Wicaksono MEng PhD. Tim penguji terdiri dari Dr Ir Wiwik Heny MSi, Prof Dr HR Riyadi Soeprapto MS, Dr Maryunani SE MS, dan Drs YB Budi Iswanto MA PhD.
Untuk penyusunan disertasi berjudul “Studi Evaluasi Dampak Implementasi Perencanaan Sumberdaya Pembangunan Pelabuhan Perikanan Prigi Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, Ditinjau dari Administrasi Pembangunan”, Hadi Supratikta mengumpulkan data dari kalangan pengambil kebijakan dan masyarakat pesisir Trenggalek. Dari kalangan pengambil kebijakan diambil sampel sebanyak 20 orang yang terdiri dari para pejabat Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi dan Dinas Perikanan Kelautan Trenggalek. Sedangkan dari masyarakat pesisir Trenggalek diambil sampel 290 orang, yang terdiri dari nelayan tangkap pesisir, pengusaha perikanan sekitar Prigi, dan para pedagang ikan dari beberapa kota di Jawa Timur yang datang ke Prigi. Tujuannya, untuk menganalisis perencanaan PPN Prigi menuju pelabuhan perikanan samudera (PPS).
Hadi Supratikta mengatakan, perencanaan pembangunan pelabuhan perikanan Prigi menggunakan pendekatan sistem pembangunan terpadu dengan prioritas pengembangan kawasan strategis, meliputi pembuatan lay out pelabuhan Prigi sebagai pusat pertumbuhan perikanan yang dapat mengantisipasi kebutuhan kapal, peningkatan komoditas ekspor perikanan, peningkatan pengawasan dan pengendalian sumber daya perikanan, peningkatan fasilitas operasional pelabuhan serta penyediaan data dan informasi perikanan, peningkatan pertumbuhan eknomi dan penyerapan angkatan kerja, peningkatan penerimaan negara bukan pajak dan pendapatan domestik regional bruto, serta pembuatan rencana induk pelabuhan perikanan Prigi agar tercipta iklim usaha yang kondusif.
Untuk mempercepat pengembangan PPN Prigi menuju PPS, dalam implementasi perencanaan pembangunan yang meliputi pengembangan luas lahan, peningkatan ikan tangkapan, peningkatan jumlah kapal, peningkatan ukuran kapal, peningkatan pengeloaan arus dan gelombang, peningkatan infrastruktur, dan pengembangan industri, menurut Hadi Supratikta, harus melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, stakeholder, dan pihak asing.
Tetapi, menurut Hadi Supratikta, berdasarkan bobot prioritas ada beberapa prioritas. Prioritas pertama, ini yang paling diinginkan, pembangunan dikelola pemerintah pusat. Prioritas kedua, dikelola pemerintah daerah. Prioritas berikutnya dikelola masyarakat (stakeholder), dan yang paling tidak diinginkan adalah dikelola oleh pihak asing.
Disarankan, seyogyanya sumber daya alam yang ada dapat dikelola secara optimal agar dapat berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat. Di samping itu, menurut Hadi Supraktika, sudah waktunya perencanaan yang ada direformasi untuk mengacu pada kepentingan masyarakat agar dapat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.
Dalam yudisium, Hadi Supratikta dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu administrasi publik.
Dr Hadi Supratikta MM (37 tahun) adalah sarjana pendidikan MIPA dari Universitas Muhammadiyah Malang (1992), dan magister manajemen dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (2001). Karir dalam pemerintahan daerah diawali sebagai konsultan pendamping program Inpres Desa Tertinggal (1993-1998), staf kantor Pembangunan Masyarakat Desa Kabupaten Malang (1997), Sekretaris Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang (2002), Pejabat KaSubdit PUOD Balibangda Kabupaten Malang (2002), dan Kasubdit PUOD Balitbangda Kabupaten Malang (2004), dan Ajun Peneliti Muda bidang Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan Depdagri pada Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Malang (2005-kini). [nik]

Seminar Nasional Perburuhan di Unibraw
12 Agustus 2006
Masih dalam rangkaian kegiatan peringatan Dies Natalis ke-49, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Sabtu 12/8, menyelenggarakan seminar nasional. Seminar ini bertajuk “Rekonstruksi Sistem Pengupahan Nasional, Regional dan Sektoral Guna Mewujudkan Kehidupan Buruh Industri yang Lebih Sejahtera dan Bermartabat”.
Hadir dalam kesempatan tersebut beberapa pembicara dari berbagai elemen masyarakat Johnson M. Simanjuntak (Dewan Pengupahan Propinsi Jawa Timur), Achmad Hilmy Djawahir SE (Dewan Pengupahan Malang), Rahmat Syafa’at SH MH (dosen FH Unibraw), Junaidi Ali (Sarbumusi), Ir. Hariyanto (Kadin Jawa Timur), serta Dwita dari Apindo.
Dalam sambutannya, ketua panitia Tunggul Anshari SH berharap seminar ini dapat mengidentifikasi kelemahan kebijakan, dan merumuskan alternatif konsep perubahan kebijakan sistem pengupahan nasional.
Sementara dalam pidato pembukaan, Dekan FH Warkum Sumitro SH MH mengatakan seminar nasional kali ini merupakan upaya guna memberikan bekal kepada mahasiswa di samping menempa kemampuan profesionalnya berupa nilai-nilai kemanusiaan dengan advokasi terhadap buruh yang menjadi fenomena sosial yang sangat sensitif. Misi tersebut menurut dekan akan lebih lengkap melalui kerjasama yang dibangun dengan berbagai elemen di luar kampus.
Dalam keynote speech, Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno yang  diwakili oleh Iskandar SH (Direktur Kelembagaan dan Pemasyarakatan Hubungan Perindustrian), menyinggung maraknya unjuk rasa pekerja yang mewarnai penetapan upah minimum tahun 2006. Menurutnya, hal tersebut bukan disebabkan mekanisme penetapan upah minimum, tetapi lebih dikarenakan kenaikan harga BBM yang juga terjadi pada waktu yang bersamaan. Momentum kenaikan BBM, digunakan para pekerja untuk menuntut perbaikan upah yang dikaitkan dengan pemenuhan kebutuhan hidup yang layak.
Menurut menteri, ada perbedaan persepsi mengenai fungsi upah minimum yang semestinya sebagai jaring pengaman. Sebagian pekerja menganggap sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan, sementara bagi perusahaan dianggap sebagai upah standar. Upah minimum yang difungsikan sebagai jaring pengaman yang ditujukan agar tingkat upah tidak jatuh hingga level yang sangat rendah, menurut menteri, hendaknya menggunakan indikator makro ekonomi dan bukan tingkat mikro perusahaan. Rekonstruksi kebijakan dan pengaturan sistem pengupahan menurut menteri dapat dilakukan dalam beberapa hal. Di antaranya dengan mengembalikan fungsi upah minimum sebagai jaring pengaman, mengkaji ulang periode peninjauan upah minimum, mendorong penetapan upah untuk peningkatan kesejahteraan melalui perundingan bipartit serta penerapan struktur dan skala upah di perusahaan.
Rachmad Syafa’at dari Pusat Pengembangan Hukum Perburuhan dan Ketenagakerjaan FH Unibraw, dalam makalah bertajuk “Rekonstruksi Politik Hukum Pengupahan: Sebuah Keniscayaan dalam Upaya Mensejahterakan Buruh serta Menjaga Kelangsungan Dunia Usaha dan Investasi” menyatakan perlu upaya rekonstruksi sistem pengupahan buruh yang lebih progresif dan adil secara nasional berdasarkan kehendak bipartit (buruh dan pengusaha) dengan memperhatikan gaji pokok, inflasi daerah, masa kerja buruh dan kemampuan perusahaan, serta hak-hak reproduksi buruh perempuan. Dari Dewan Pengupahan Propinsi, Johnson M. Simanjuntak menyampaikan 4 pemikiran (mimpi) guna merekonstruksi kabijakan pengupahan yang meliputi pemberlakuan UMK untuk 2 bulan, adanya unsur independen di Dewan Pengupahan di propinsi/kota/kabupaten, UMK ditetapkan oleh walikota/bupati serta untuk menuju “upah yang layak” sebaiknya perusahaan memiliki skala upah di perusahaan masing-masing. Sementara itu, Achmad Hilmy Djawahir staf pengajar FE Unibraw yang juga anggota dewan Pengupahan Kota Malang menyampaikan materi bertajuk “Proses, Teknik Penghitungan dan Penetapan UMK”. [nok]

Harapan Hidup Wanita Lebih Tinggi Dibanding Laki-laki
11 Agustus 2006
Data statistik menunjukkan, umur harapan hidup wanita lebih tinggi dibanding laki-laki. Karena kalau wanita stress bisa tersalurkan dengan cara menangis, berkeluh kesah dan sebagainya. Sedangkan lelaki pantang menangis, pantang berkeluh kesah, ini sesuai dengan tradisi yang berlaku di masyarakat sehingga pada saat stress, sistem hormon menghantam organ-organ di dalam tubuhnya.
Hal ini diungkapkan dr. Retty Ratnawati MSc, di hadapan ibu-ibu anggota Dharma Wanita Persatuan Kantor Pusat pada pertemuan rutin yang diselenggarakan tanggal 11 Agustus 2006 di Gedung Widyaloka. Sebenarnya ini merupakan suatu ketimpangan yang terjadi di masyarakat yang seharusnya pada masa-masa mendatang bisa dieliminasi.
Dokter yang aktif pada Pusat Studi Gender dan Kependudukan Unibraw ini menyinggung hal tersebut dalam ceramah kesehatan berjudul "Menopause dan Problematikanya".
Beberapa keluhan jangka pendek yang dirasakan wanita menopause, antara lain: badan terasa panas, tetapi tidak semuanya mengalami hal ini, paling tidak 30% di antaranya, terutama waktu muda pernah mengalami rasa emosional yang luar biasa; selain itu jantung berdebar-debar, sakit kepala, perasaan takut gelisah, cepat lelah gelisah, mudah merasa sedih, mudah tersinggung, rasa prihatin yang berlebihan bahkan timbul niat untuk mengakhiri hidup, libido menurun, nyeri saat bekemih, kulit keriput, gatal-gatal, rambut rontok, nyeri tulang otot, menjadi gemuk dan kadar kolesterol meningkat. Sedangkan keluhan jangka panjang, antara lain osteoporosis, dan pikun.
Menurut  dr. Retty, menopause merupakan salah satu dari tahapan kehidupan. "Jangan sampai hal ini dimanfaatkan oleh pabrik-pabrik yang menjual berbagai produk, karena bisa mengakibatkan ketergantungan pada produk terebut", pesannya. ”Biar saja kita keriput, karena setiap keriput mempunyai cerita sendiri”, ujarnya.Kita harus menjalankan pola hidup sehat antara lain dengan melakukan komunikasi baik vertikal maupun horisontal, diet, stop rokok, olahraga teratur paling tidak 3,5 km/30-45 menit dilakukan 3 kali dalam seminggu, “Kalau hanya 1 kali seminggu, lebih baik tidak usah, karena tidak ada efeknya”, tambahnya. Selain itu juga perlu melakukan kontrol hipertensi, kadar lemak, pap smear, dan tes kerapuhan tulang.
Lebih jauh juga diungkapkan lelaki juga mengalami menopause seperti wanita yang dikenal dengan istilah andropause, yang artinya penurunan masculinity. Pada pria usia 40-50 tahun, kadar testoteron turun (kadang ada yang terjadi pada usia 30 tahun), dan pada usia 50-55 testoteron menurun dratis, hal ini akan berpengaruh pada tubuh baik secara fisik maupun psikis. [MW]

Pembangunan Gedung Pendidikan FK Unibraw
11 Agustus 2006
Bertempat di gedung PPI Universitas Brawijaya, pada Jumat (11/8) diselenggarakan pemberian penjelasan pelelangan pembangunan gedung pendidikan Fakultas Kedokteran. Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pelelangan umum dari Penyelenggara Kegiatan dan Usaha Pendidikan Tinggi (PKUPT) Universitas Brawijaya.
Ketua Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi PKUPT Unibraw, Abdul Slamet menjelaskan sampai sejauh ini telah terdaftar sebanyak 23 perusahaan jasa konstruksi, dan kemungkinan masih akan berkembang. Lebih lanjut dijelaskan, rencananya akan dibangun gedung 6 lantai di atas tanah seluas 8000 meter persegi. Berturut-turut, dari lantai 1 dengan luas 1390 meter persegi akan dimanfaatkan sebagai unit pelayanan umum penunjang kegiatan fakultas, kemudian lantai 2 dan 3 dimanfaatkan untuk unit pembelajaran mahasiswa, lantai 4 untuk kegiatan perkuliahan, lantai 5 untuk unit pelayanan informasi administrasi fakultas dan lantai 6 seluas 1160 meter persegi akan digunakan sebagai ruang pertemuan (hall).
Pembangunan gedung ini dibiayai anggaran DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) senilai total Rp 20 milyar  ini direncanakan akan dibangun dalam 2 tahap. Tahap I (senilai Rp 11 milyar) berupa pembangunan konstruksi dalam jangka waktu 4 bulan, selebihnya dilanjutkan pada tahap kedua sampai finishing dengan target selesai tahun 2007.
Secara rinci, jadwal pelelangan umum tersebut adalah: Pemberian penjelasan (11 Agustus 2006 pukul 13.00 WIB), penyusunan berita acara (14 Agustus 2006 pukul 11.00 WIB), pemasukan dokumen penawaran (19 Agustus 2006 pukul 09.30 WIB), pembukaan penawaran (19 Agustus 2006 pukul 10.00 WIB), evaluasi administrasi (22 Agustus 2006 pukul 08.00 WIB), evaluasi teknis (23 Agustus 2006 pukul 08.00 WIB), evaluasi harga dan kualifikasi (24/25 Agustus 2006), usulan pemenang (26 Agustus 2006), penetapan pemenang lelang (28 Agustus 2006), pengumuman pemenang (29 Agustus 2006), masa sanggah (batas akhir) pada 4 September 2006), penunjukan pemenang (5 September 2006), Penyusunan kontrak (6 September 2006) dan SPMK (7 Agustus-24 Desember 2006). [nok]

SPMD 2006, Pendaftaran Berakhir
11 Agustus 2006
Hari ini, Jumat 11/8, pendaftaran SPMD (seleksi penerimaan mahasiswa program diploma) berakhir. Sampai pukul 14.00, saat loket pendaftaran ditutup, terjual sebanyak 984 formulir pendaftaran, terdiri dari formulir IPA 342, dan IPS 642. Pendaftaran SPMD tahun 2006 ini diawali sejak 10 hari yang lalu.
Melalui SPMD ini Unibraw menawarkan 15 program Diploma III (Akuntasi, Kesekretariatan. Pariwisata, Produksi Tanaman Hortikultura, Arsitektur Pertamanan, Agribisnis Pertanian, Manajemen Produksi Ternak, Agribisnis Perikanan, Manajemen Informatika, Teknik Komputer, Analis Kimia, Teknologi Industri Pertanian, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, dan Bahasa Perancis), dan 1 Program Diploma I (Bahasa Tionghoa).
Ujian tulis dilaksanakan Sabtu 12 Agustus 2006 mulai pukul 09.00 WIB di kampus Universitas Brawijaya, dengan materi ujian IPA, IPA Terpadu, Matematika IPA, dan Bahasa Inggris (untuk kelompok IPA), dan IPS, IPS Terpadu, Matematika IPS, dan Bahasa Inggris (untuk kelompok IPS).
Pengumuman hasil seleksi akan disiarkan Selasa 15 Agustus 2006, melalui papan-papan pengumuman dan situs internet http://www.brawijaya.ac.id. Total biaya pendidikan untuk semester pertama, termasuk sumbangan/biaya-biaya yang hanya sekali dipungut, bervariasi antara Rp 2,7 juta hingga Rp 6,4 juta. [Far]

Universitas Riset dalam Buku Terbaru Prof Soekartawi
11 Agustus 2006
Buku terbaru Prof. Soekartawi, berjudul ’Universitas, Riset dan Daya Saing Bangsa’, terbit belum lama ini. Soekartawi adalah guru besar ekonomi pertanian Unibraw yang bertugas sebagai tenaga ahli di Depdiknas Jakarta.
Soekartawi memang gemar menulis. Karenanya, tidak keliru kalau Harian KOMPAS pernah menurunkan tulisan tentang sosok Prof. Soekartawi dengan topik ’Menulis Itu Ibadah’ dan menempatkannya dalam deretan 55 penulis terbaik KOMPAS tahun 2004. Ia juga pernah mendapatkan penghargaan Mendiknas dalam tulisannya di KOMPAS (22 Desember 2003) yang berjudul ’Menjadikan Sekolah sebagai Pusat Pembelajaran Masyarakat’.
Kepada PRASETYA Soekartawi menginfomasikan, buku tersebut terdiri dari 5 bab, setebal 266 halaman. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta (ISBN 979-2458-492) dan sudah bisa diperoleh di toko-toko buku.
Seperti ditulis pada kata pengantar buku, alasan memilih judul adalah untuk berbagi pengalaman tentang bagaimana sebaiknya melaksanakan tugas sebagai pendidik, peneliti dan sekaligus mengabdi kepada masyarakat. Bila dosen berperan baik, hasil penelitiannya juga berkualitas, maka daya saing saing bangsa juga akan meningkat.
Pada Bab I, ’Pendahuluan’, dijelaskan tentang 3 hal, yaitu Paradigma Baru Perkembangan Universitas, Kendala Pengembangannya dan Pentingnya Riset. Ini didasarkan pengalaman Soekartawi selama 9 (sembilan) tahun mengurus masalah pendidikan di Asia Tenggara saat ia ditugaskan di SEAMEO. Pada Bab II, ’Pergeseran Peran Universitas’ dijelaskan 4 hal, yaitu: Perubahan Internal dan Eksternal, Pergeseran Visi, Perubahan Lanskap dan Pergeseran Paradigma Universitas. Dalam bab ini ditekankan pentingnya kualitas riset suatu perguruan tinggi.
Sementara itu pada Bab III, ’Kontribusi Universitas Riset dalam Meningkatkan Daya Saing Bangsa’, diuraikan 5 hal dalam sub-bab: Menangkap Kesempatan, Merespon Dampak Globalisasi, Mengoptimalkan Hasil Riset, Bagaimana Menciptakan Learning Nation, dan Meningkatkan Knowledge Management. Isi bab ini sebenarnya ditujukan untuk meyakinkan pembacanya bahwa pergeseran global yang begitu cepat, menuntut warga universitas harus pula bangkit lebih giat lagi.
Bagaimana suatu universitas memposisikan dirinya untuk menjadi suatu universitas riset, diuraikan dalam Bab IV (Menuju Universitas Riset). Uraian disusun dalam 4 sub-bab, yaitu: Kegiatan Riset di Universitas, Karakteristik Universitas Riset, Persiapan Teknis yang Perlu Diperhatikan untuk Menuju Universitas Riset, dan Bagaimana Meningkatkan Daya Saing Melalui Universitas Riset. Selanjutnya, uraian tentang bagaimana perspektif (masa depan) universitas riset, ditulis dalam Bab V (Perspektif Masa Depan).
Dalam buku terbaru ini, Prof. Soekartawi mengajak 4 rekannya untuk bergabung, yaitu Sekretaris Jenderal Depdiknas (Prof. Dr. Dodi Nandika) yang juga mantan Direktur Penelitian dan Pengembangan Penelitian Dikti, dan 3 rekannya dari IPB, yaitu Prof. Muladno, Dr. Wiryawan dan Dr. Rahman Noor.
Buku ini diprediksi laris (best seller). Terbukti pada saat seminar Revitalisasi Pendidikan di Jakarta 7-9 Agustus 2006 lalu, buku ini langsung laku terjual lebih dari 100 eksemplar. [Skw]

Ujian Disertasi Enny Radjab
10 Agustus 2006
Penggunaan teknologi informasi (TI) dalam berbagai bentuk aplikasi yang sesuai, akan sangat membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelesaian pekerjaan. TI akan memberikan dampak positif pada pengguna akhir, jika teknologi tersebut sesuai dengan tugas-tugas individu yang digunakan secara optimal. Bagi perguruan tinggi, aplikasi TI sangat membantu berlangsungnya proses belajar mengajar.
Hal ini dikemukakan Enny Radjab dalam disertasi berjudul ”Pengaruh Pengetahuan, Dukungan Teknis dan Kemudahan Menggunakan Teknologi Informasi terhadap Self-Efficacy, Harapan Hasil, Komitmen dan Kinerja Pengguna Akhir Teknologi Informasi”, pada ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Kamis 10/8. Sementara ujian tertutup sudah dilaksanakan 29 JUli 2006.
Promotor ujian ini adalah Prof Dr Umar Nimran MA dengan kopromotor Prof Dr Bambang Swasto ME, dan Dr Ir Solimun MS. Tim penguji terdiri dari Prof Dr Armanu Thoyib MSc, Dr Suhadak MEc, Prof Drs Achmad Fauzi Dh MA, dan Prof Dr Muhammad Nur Sadik MPM dari Universitas Hasanuddin.
Dituturkan, pengetahuan akan teknologi informasi, dukungan teknis, dan kemudahan penggunaan teknologi informasi, berpengaruh terhadap computer self efficacy, dan harapan hasil. Pada akhirnya, akan berpengaruh terhadap komitmen dan kinerja pengguna akhir. Responden penelitian Enny adalah 423 orang dari dua belas perguruan tinggi yang telah menerapkan teknologi informasi di Kota Makassar.
Direkomendasikan, organisasi yang ingin memperbaiki benefit investasi TI melalui alokasi sumber daya pelatihan untuk benefit yang optimal, harus memberi pelatihan dan melengkapi pengguna akhir mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan, untuk membantu penggunaan teknologi informasi yang efektif di lingkungan kerja. Dukungan teknis menurut Enny, juga perlu ditingkatkan. Karena, dukungan juga memberi peranan penting dalam mengenalkan pengguna akhir pada alat-alat baru, dan dalam merespon kebutuhan serta masalah pengguna akhir. Selain itu, dukungan organisasi diperlukan dalam mendorong dan mendukung pengguna akhir melalui persuasi verbal dan kompetisi yang sehat.
Pada yudisum ujian disertasinya, Enny dinyatakan lulus dengan predikat cum laude (IPK 3,77), dan memperoleh gelar doktor dalam bidang ilmu administrasi dengan minat administrasi bisnis.
Dr. Enny Radjab MAB adalah perempuan kelahiran Makassar 39 tahun silam, ibu tiga orang putra, sarjana matematika lulusan Universitas Hasanuddin (1991), dan magister administrasi bisnis dari Universitas Brawijaya (2004). Dr Enny Radjab menjadi staf pengajar Politeknik Negeri Makassar sejak 1992. [nik]

Diterima 1148 Calon Mahasiswa Melalui SPMK Gelombang II
10 Agustus 2006
Melalui seleksi program kemitraan dan kemampuan (SPMK) gelombang kedua, Universitas Brawijaya menerima 1148 calon mahasiswa baru tahun akademik 2006/2007. Mereka ini diseleksi dari 2291 peserta ujian tulis yang diadakan pada hari Senin 7/8 di kampus Unibraw, terdiri dari 967 peserta ujian IPA, dan 1324 peserta ujian IPS.
Secara rinci, program studi Ilmu Hukum menerima 136 calon, Studi Pembangunan 52, Manajemen 67, Akuntansi 125, Ilmu Administrasi Publik 117, Ilmu Administrasi Bisnis 112, Sastra Inggris 13, Sosiologi 47, Ilmu Komunikasi 75, Agronomi 2, Hortikultura 2, Ilmu Tanah 1, Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan 3, Sosial Ekonomi Pertanian (Agribisnis) 9, Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian 1, Pemuliaan Tanaman 1, Nutrisi dan Makanan Ternak 1, Produksi Ternak 9, Teknologi Hasil Ternak 2, Teknik Sipil 24, Teknik Mesin 37, Teknik Elektro 34, Teknik Pengairan 23, Arsitektur 30, Perencanaan Wilayah dan Kota 28, Pendidikan Dokter 29, Ilmu Keperawatan 7, Gizi Kesehatan 10, Manajemen Sumberdaya Perairan 6,  Budidaya Perairan 2, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan 2, Teknologi Hasil Perikanan 3, Sosial Ekonomi Perikanan 3,  Kimia 50, Ilmu Komputer 43, Teknologi Hasil Pertanian 28, Teknik Pertanian 3, dan Teknologi Industri Pertanian 11.
Untuk melihat hasil SPMK Gelombang II selengkapnya, silakan klik di sini
SAP
Bersamaan dengan pengumuman hasil SPMK gelombang kedua, diumumkan pula hasil seleksi alih program (SAP) yang dilaksanakan oleh beberapa fakultas. Seleksi ini memilih calon yang berasal dari lulusan diploma III yang mendaftar untuk mengikuti program S1 atau dari lulusan diploma I yang mendaftar untuk mengikuti program diploma III.
Untuk tahun akademik 2006/2007, melalui program SAP diterima 338 orang calon, dengan rincian alih program dari D-III ke S1 sebanyak 320 calon, dan dari D-I ke D-III sebanyak 18 calon.
Untuk melihat hasil SAP 2006 selengkapnya, silakan klik di sini.
Daftar Ulang
Mereka yang diterima, diwajibkan melakukan daftar ulang mulai Kamis 10/8 hingga Rabu 16/8 di fakultas masing-masing. Prosedur daftar ulang, dan apa-apa yang perlu disiapkan untuk melakukan daftar ulang dapat dilihat di sini
Selanjutnya, para mahasiswa baru diwajibkan mengikuti upacara penerimaan mahasiswa baru pada tanggal 18 Agustus 2006, program pengenalan kehidupan kampus (PKK) bidang akademik (selama 2 hari, yaitu 18 Agustus 2006 dan sekali pada saat student day), dan PKK bidang kemahasiswaan (19-20 Agustus 2006). Perkuliahan semester ganjil 2006-2007 berlangsung mulai 22 Agustus 2006. [Far]

Sosialisasi Rezim Anti Pencucian Uang
10 Agustus 2006
Undang-undang tentang Tindak Pidana Pencucian Uang No. 25 tahun 2003 telah disahkan. Guna membangun rezim anti pencucian uang di Indonesia Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebagai lembaga sentral dengan menggandeng seluruh perguruan tinggi salah satu diantaranya adalah Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, melakukan sosialisasi di kalangan akademisi, lembaga keuangan, serta lembaga swadaya masyarakat. Kegiatan sosialisasi berlangsung pada 10 Agustus 2006 di Gedung PPI dan dibuka oleh Rektor Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Yogi Sugito. Hadir sebagai pembicara dalam sosialisasi Inspektur Jenderal PPATK Susno Duadji, Direktur Kerjasama antar Lembaga Brigjen Tri Priyo, dan Evi Alkaviati dari Direktorat Kepatuhan PPATK. Materi yang disampaikan meliputi Investigasi Tindak Pidana dengan Memanfaatkan Informasi Intelijen Keuangan, dan materi tentang Rezim Anti Tindak Pidana Pencucian Uang.
Dalam sosialisasi diungkapkan oleh Susno yang pernah menjabat sebagai Kapolres Malang ini bahwa Indonesia sejak Juni 2001 Financial Action Task Force on Money Laundring (FATF) telah memasukkan Indonesia kedalam daftar negara yang tidak kooperatif dalam hal penanganan tindak pidana pencucian uang. Pencucian uang adalah upaya untuk melegalkan penghasilan ilegal atau merupakan perbuatan kejahatan karena menempatkan, mentransfer, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa keluar negeri, menukarkan atau perbuatan lainnya atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana, dengan maksud menyembuhkan asal-usul harta kekayaan. Tiga hal proses pencucian uang meliputi penempatan hasil kejahatan ke dalam sistem keuangan (placement), memindahkan atau mengubah bentuk dana melalui transaksi keuangan yang kompleks dalam rangka mempersulit pelacakan asal-usul dana (layering), serta mengembalikan dana yang telah tampak sah kepada pemiliknya sehingga dapat digunakan dengan aman (integration).
Sementara itu Tri Priyo yang memaparkan tentang rezim anti tindak pidana pencucian memberikan beberapa contoh kasus pencucian uang. Salah satunya adalah kasus kerjasama yang ditawarkan oleh warga Jerman melalui email kepada mahasiswa Indonesia. Warga Jerman tersebut menurut Priyo, mentransfer dana sekitas US$9,900 dari bank Jerman ke rekening mahasiswa tersebut di Indonesia hingga mencapai nilai US$118,800 Berdasarkan informasi dari Financial Intelegence Unit (FIU) Jerman, transaksi tersebut terkait dengan fraud yang terjadi di Jerman. Selanjutnya Priyo menuturkan bahwa tren yang sedang berkembang dalam pencucian uang adalah menggunakan pihak ketiga seperti akuntan publik, sebagai perantara untuk mencuci uang, atau penggunaan cek perjalanan untuk penyuapan pejabat pemerintah. Sedangkan tren yang selalu digunakan tidak lepas dari peningkatan penggunaan identitas palsu untuk pembukaan rekening di bank, atau pun peningkatan penggunaan dokumen palsu. Untuk mengatasi terjadinya kejahatan pencucian uang, penyedia jasa keuangan (PJK) di Indonesia wajib melaporkan hal-hal di luar kebiasaan yang dilakukan oleh pengguna jasa PJK. Saat ini di Indonesia terdapat ribuan PJK yang terdiri dari 130 bank umum, 1955 BPR, 261 perusahaan asuransi, 178 perusahaan sekuritas, 393 perusahaan dana pensiun, 10 perusahaan reksadana, dan 814 pedagangan valuta asing yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku pencucian uang. Untuk itu maka kegiatan pelaporan yang ditetapkan oleh pemerintah merupakan penerapan prinsip Know Your Customer (KYC) yang sangat dibutuhkan bagi proses mengantisipasi pencucian uang dari tindak pidana kejahatan. [nik]

Fakultas MIPA Unibraw 19 Tahun
10 Agustus 2006
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), hari ini Kamis 10/8, genap berusia 19 tahun. Perayaan hari ulang tahun fakultas ini dihadiri para dosen, mahasiswa, dan karyawan. Dekan pertama FMIPA, Prof Drs. HM Hasyim Baisoeni, pun hadir. Dekan Ir. Adam Wiryawan MS dalam sambutannya mengatakan, selama perjalanan sampai tahun ke-19 ini FMIPA telah mengalami banyak perkembangan. Jumlah dosen pada tahun ini tercatat 178 orang. Sebagian besar mereka telah menempuh program magister dan dokter. Sedangkan yang telah menjadi guru besar FMIPA ada 4 orang yaitu 2 dari jurusan matematika, 1 dari biologi, dan 1 dari kimia.
Untuk meningkatkan kualitas sumberdaya dosen, telah ditawarkan berbagai beasiswa untuk studi ke luar negeri. Pada tahun ini saja ada empat orang dosen yang menempuh program magister, dan empat orang menempuh program doktor di Australia. Dari segi kuantitas, dosen FMIPA telah terbilang banyak. Hal ini juga diimbangi dengan peningkatan jumlah mahasiswa yang masuk.
Dari tahun ke tahun, jumlah mahasiswa FMIPA selalu bertambah. Untuk itu, menurut Adam, perlu peningkatan prestasi kerja semua pihak, serta kerjasama dan koordinasi untuk kemajuan FMIPA. Ia juga meminta maaf, karena fasilitas yang tersedia kurang memadai bagi kenyamanan. Gedung-gedung yang digunakan FMIPA masih berpencar-pencar.
Pada tahun ini, gedung jurusan matematika yang sebelumnya dipinjam oleh Fakultas Teknologi Pertanian sudah dapat ditempati. Pada usia ke-19, Adam berharap peran FMIPA dapat ditingkatkan. Baik di lingkungan Unibraw maupun di luar, dan yang paling penting adalah di masyarakat. “Masih banyak persoalan masyarakat yang belum terpecahkan”, ujarnya. Misalnya permasalahan mengenai produksi bidang pertanian, holtikultura, dan bioteknologi. Yang semuanya itu perlu kontribusi dari pakar-pakar MIPA.
Perayaan hari ulang tahun ini terbilang sederhana. Kegiatan yang diadakan hanya berupa syukuran yang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan. Hiburannya cukup diselingi dengan nyanyian dan hadrah yang ditampilkan oleh ibu-ibu Dharma Wanita FMIPA. [vty]

Pindah ke PT Lain, Pertanda Kepercayaan Labil dan Pernurunan Komitmen
9 Agustus 2006
Fenomena terjadinya penurunan kepercayaan dan komitmen dosen tetap yayasan perguruan tinggi swasta (PTS) pada organisasinya menjadi masalah krusial dalam upaya mencapai sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki keunggulan daya saing. Perpindahan dosen tetap yayasan PTS ke perguruan tinggi lain menunjukkan labilnya kepercayaan dan penurunan komitmen dosen tersebut kepada tempat ia mengabdikan diri.
Demikian antara lain Alifiulahtin Utaminingsih dalam ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu 9/8. Dalam ujian tersebut Alifiulahtin membawakan disertasi berjudul “Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Gaya Kepemimpinan, Kepercayaan dan Komitmen pada Organisasi (Studi Persepsi Dosen Tetap Yayasan Perguruan Tinggi Swasta Jenjang Strata 1 di Kota Malang)”. Promotor Alifiulahtin adalah Prof Dr M Syafiie Idrus MEc, dengan kopromotor Prof Dr Bambang Swasto ME dan Dr Ir Solimun MS. Sementara tim penguji terdiri dari Prof H Umar Nimran MA PhD, Prof Drs Achmad Fauzi Dh MA, Dr Armanu Thoyib SE dan Prof Budiman Christiananta MA PhD dari Universitas Airlangga.
Alifiulahtin mengungkap lebih lanjut, kuatnya budaya organisasi berorientasi pada pengembangan yang diimplementasikan berpengaruh cukup sesuai pada penerapan gaya kepemimpinan transaksional atasan langsung.
Hal ini telah menciptakan tingginya kepercayaan pada top manajemen dan komitmen normatif dosen tetap yayasan pada PTS. Selanjutnya dikatakan bahwa PTS memerlukan manajemen secara efektif dan efisien dengan berbasis pada sumber daya organisasi khususnya sumber daya manusia sebagai ultimate resource.
Penelitian Alifiulahtin dilakukan terhadap 127 dosen tetap yayasan dari tiga belas PTS jenjang strata 1 di kota Malang. Dari penelitiannya terungkap pula bahwa dimensi hubungan antara pimpinan dan pengikutnya masih bersifat top down serta pola pikirnya lebih berorientasi pada tugas daripada hubungan manusia. Sehingga menurut Alifiulahtin, hal ini lebih fokus kepda efisiensi dan bukan pada adaptasi yang akan mengarah pada perubahan manajemen agar organisasi lebih kompetitif dan berkualitas. Oleh sebab itu, selain memperkuat budaya organisasi konstruktif, PTS juga perlu menerapkan gaya kepemimpinan transformasional sehingga mampu untuk lebih meningkatkan kepercayaan pada atasan langsung dan rekan kerja, serta memperkuat komitmen keberlanjutan dosen tetap yayasan pada visi dan misi organisasi.
Pada yudisium seusai ujian, Alifiulahtin dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude (IPK 3,82), dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu administrasi dengan minat administrasi bisnis.
Dr. Alifiulahtin Utaminingsih MSi (39 tahun) adalah dosen Universitas Merdeka Malang, sarjana ilmu administrasi lulusan Universitas Brawijaya (1991) dan magister di tempat yang sama pada 1998. [nik]

Mahasiswa Berprestasi 2006
9 Agustus 2006
Di kalangan mahasiswa perlu dikembangkan sikap tanggap kebutuhan pembangunan bangsa serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk memberikan motivasi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan dan prestasi, Rektor memandang perlu memberikan penghargaan kepada tiga orang mahasiswa yang terpilih sebagai mahasiswa berprestasi tahun 2006. Hal ini tertuang dalam Keputusan Rektor nomor 105/SK/2006 tanggal 22 Juli 2006. Ketiga orang mahasiswa itu adalah: Siti Patimah (Fakultas Teknik, mahasiswa berprestasi I), M Erfan Arif (Fakultas Ekonomi, mahasiswa berprestasi II), dan Yusron Sugianto (Fakultas Ekonomi, mahasiswa berprestasi III).
Sebelumnya ketiga mahasiswa ini mengikuti proses seleksi yang dilakukan pada bulan Juni 2006. Bertindak sebagai dewan juri dalam pemilihan mahasiswa berprestasi yaitu Drs. Tjahjanulin Domai MS, Dra. Ratnawati, Ali Farid SH, Dra Sri Endah Tabiati MEd, Dr Indah Winarni MA, Ir. Anik Martinah Hariati MSc, dan Dr. David Kaluge. Kriteria penilaian meliputi keterampilan berbahasa Inggris, kegiatan ekstra dan intra kurikuler yang diikuti, karya ilmiah, serta kepribadian. Khusus untuk mahasiswa berprestasi I akan dikirim untuk mengikuti seleksi di tingkat nasional yang diadakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Para mahasiswa berprestasi akan mendapatkan piagam penghargaan dan tabanas dari universitas.
Sementara itu, Rektor melalui Keputusan nomor 107/SK/2006 tanggal 25 Juli 2006 memberikan perhargaan kepada mahasiswa yang berprestasi dan berpartisipasi dalam Lomba Karya Inovasi Kreasi bidang teknologi dan Kontes Robot Indonesia tahun 2006. Penghargaan itu berupa pembebasan SPP untuk semester ganjil tahun 2006/2007 diterima oleh 22 orang mahasiswa. Tiga mahasiswa FT Elektro yang tergabung dalam tim lomba karya inovasi kreasi adalah Candra Prima Satriya, Asril Adiwidodo, dan Eri Wibowo. Sedangkan mahasiswa yang tergabung dalam tim robot Mahameru, seluruhnya mahasiswa FT Elektro, adalah Ahmad Zulfi Ardian, Dayat Kurniawan, Farid Efendi, Imam Sumarsono, Mokhamad Akbar B, Muhammad Gamma H, Rahmad Hidayat, AAG Putra Wardana, Bayu Santika, Derri Rahmat S, Djoko Santoso, Elfadiaz Casanova, Hendy Eka, Moh Niamussuadi, Nur Muhammad DP, Radhana Dwi W, Dhanie Anugrah D, dan Eri Wibowo. [nik]

Dosen Berprestasi 2006
9 Agustus 2006
Dalam rangka menciptakan suasana akademik yang merangsang kegairahan bekerja, serta memberikan penghargaan kepada dosen yang secara nyata dan luar biasa melakukan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, Rektor memandang perlu untuk memberikan penghargaan kepada dosen berprestasi. Enam orang dosen mengikuti proses seleksi yang diadakan pada bulan Juli terdiri dari Dr. Ahmad Erani Yustika, Ir Agoes Soehardjono MS, Prof Dr Ir Suyadi (FApet), Prof Dr Ir Sumeru Ashari (FP), dr Retty Ratnawati MSc (FK), dan Antoni SSos (PIS).
Berdasarkan kriteria penilaian di antaranya meliputi kinerja prestatif dan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, terpilih tiga orang dosen berprestasi yaitu Ahmad Erani Yustika SE MSc PhD (Fakultas Ekonomi, dosen berprestasi I), Prof Dr Ir Suyadi MS (Fakultas Peternakan, dosen berprestasi II), dan Prof Dr Ir Sumeru Ashari MAgrSc (Fakultas Pertanian, dosen berprestasi III). Hal ini tertuang dalam Keputusan Rektor nomor 106/SK/2006 tanggal 22 Juli 2006. Tim penilai dosen berprestasi terdiri dari para Pembantu Rektor, Ketua Lembaga Penelitian/LPM, dan Ketua LP3. Para dosen berprestasi tersebut akan mendapatkan piagam penghargaan serta uang tunai. Dosen berprestasi I mendapatkan sebesar Rp 5 juta, dosen berprestasi II Rp 3 juta, dan dosen berprestasi III Rp 2 juta. Khusus untuk dosen berprestasi I akan dikirim untuk mengikuti seleksi tingkat nasional yang diadakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. [nik]

Oleh-Oleh Mayang dari IAAS World Congress di Malaysia
9 Agustus 2006
Setelah lebih dari 3 pekan melalangbuana di negeri jiran, Mayang Adelia Puspita, mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Brawijaya, akhirnya kembali ke tanah air.
Seperti diberitakan PRASETYA (12 Juli 2006), Mayang, puteri pasangan Dr Ir Trinil Susilawati (dosen Fapet Unibraw) dan Ir. Subagyo ini mengikuti International Association of Agricultural Student (IAAS) World Congress ke-49 di Malaysia. Berikut adalah hasil lawatan yang dituturkan Rabu (9/7), tepat sehari setiba Mayang di Malang.
Diceritakan, setibanya di Malaysia Mayang langsung mengikuti agenda pertemuan internasional anggota-anggota IAAS yang telah terjadwal sangat padat. Kegiatan pertama yang ia nikmati adalah opening ceremony yang dilakukan dalam sebuah kapal pesiar. Presiden IAAS Tord Steiro (mahasiswa asal Norwegia), berkesempatan membuka pertemuan internasional yang diikuti lebih dari 40 negara tersebut. Setelah resmi dibuka, agenda plenary kemudian mulai berjalan yang meliputi pembacaan LPJ, laporan pengawasan keuangan dan keanggotaan, pemilihan Executive Committee yang dilanjutkan dengan Walking Group.
Dalam walking group, Mayang yang bertugas dalam exchange programme menceritakan adanya perubahan standar yang dibahas dalam waktu tersebut.
”Jika selama ini kegiatan exchange programme hanya berjalan dengan online, maka dalam pertemuan tersebut digagas adanya perubahan exchange programme standard yang lebih berorientasi pada quality standard  melalui online dan interview”, ungkapnya. Diceritakannya lebih lanjut, banyak mahasiswa asal luar negeri seperti dari Slovenia, Switzerland dan Austria yang sangat tertarik mengikuti exchange programme di Indonesia.
Menurut Mayang, mahasiswa asing tersebut utamanya tertarik mempelajari food technology yang ada di Indonesia. ”Mereka sangat tertarik pada diversifikasi makanan yang ada di Indonesia, karena di negara asal mereka makanan hanya berkutat pada coklat, roti, daging dan beer ”, ungkapnya mengemukakan alasan mahasiswa asing tersebut tentang ketertarikannya pada food technology di Indonesia.
Selain itu, dalam momentum trade fair Mayang dkk menjual berbagai makanan khas Indonesia. Banyak juga pengunjung yang mayoritas dari negara asing tertarik pada makanan yang dijual seperti aneka keripik, minuman sekoteng dan bandrek serta nasi goreng Jawa. ”Mereka sangat tertarik dan memiliki respon bagus, bahkan ada di antaranya yang meminta sekoteng dan bandrek instan”, ujarnya.
Dalam kesempatan lain, Mayang dkk mengikuti berbagai agenda lecture di beberapa tempat di Malaysia seperti Matang Wild Life Centre mengenai konservasi SDA di Malaysia, Selangor Waste Treatment Facility mengenai pengolahan limbah, FELDA mengenai pengelolaan perkebunan kelapa sawit dan durian (lecture mulai dari on farm, off farm dan agroindustrinya) dengan konsep pemberdayaan masyarakat serta kegiatan lecture mengenai international disaster di International Red Cross. Bukan hanya kegiatan formal, bersama teman-temannya Mayang sangat menikmati perjalanannya ke beberapa obyek wisata di Malaysia seperti Serawak Cultural Village, jalan-jalan di Long House guna melakukan donasi ke beberapa sekolah menengah serta tracking di hutan, kunjungan ke Kuala Gula (hutan mangrove) di George Town, dan melihat pembangkit listrik di Selangor River.
Dalam upaya turut memberikan solusi bagi berbagai permasalahan internasional, IAAS menyelenggarakan berbagai kegiatan seminar, di antaranya yang diikuti Mayang adalah seminar di Ipoh dengan tema ”Environmental Development Through Economics and Politics” yang membahas mengenai konservasi dan berbagai kebijakan di Malaysia yang berkaitan dengan lingkungan. Hasil pemikiran dalam berbagai rangkaian kegiatan IAAS kemudian dirangkum dalam sebuah buku yang dipersembahkan untuk anak-anak SMA di Denmark dengan tema ”Sustainable Development”. Turut berperan dalam menyelesaikan buku tersebut adalah seluruh peserta IAAS World Congress.
Selain itu, dalam sebuah kegiatan diseminasi conference, mereka merekomendasikan kepada dunia, yang dalam hal ini dihadiri oleh perwakilan bidang International Relationship ASEAN, Rektor Universitas Putra Malaysia (UPM) dan Departemen Pertanian Malaysia agar kegiatan ekplorasi dan bahkan eksploitasi lingkungan dapat dilakukan secara berimbang untuk menjaga kelestariannya.
Secara khusus dalam wawancara tersebut, Mayang menuturkan apresiasinya pada pengertian dan sikap kooperatif yang diberikan teman-teman IAAS internasional terhadap nilai-nilai yang dipegangnya. ”Saya satu-satunya yang memakai jilbab di pertemuan tersebut, tetapi saya sangat bersyukur mampu mempertahankan prinsip yang saya pegang serta sikap kooperatif yang diberikan teman-teman”, ungkapnya.
Selain itu, ia juga sangat bangga dengan keragaman yang dimiliki Indonesia yang dikagumi juga dalam pertemuan internasional itu, terutama pada diversifikasi pangan yang dimiliki di samping keragaman kebudayaan. ”Terlihat jelas perbedaan visi antara negara maju dan negara sedang berkembang, bagi negara maju visi telah sampai pada keselarasan eksplorasi alam dengan kelestariannya sementara bagi negara berkembang masih berkutat pada bagaimana mencukupi kebutuhan makanan”, ungkapnya.
Dengan berbagai kebanggaan sekaligus kesadaran akan berbagai permasalahan yang ada di negaranya, Mayang sangat berharap Indonesia mampu mempertahankan identitasnya dengan berbagai keragaman yang dimiliki. ”Tugas seorang ilmuwan di sini bukan hanya memperkenalkan teknologi tinggi yang belum tentu dapat dikenal dengan mudah oleh masyarakat tetapi terlebih pada bagaimana menginventarisir berbagai traditional knowledge”, ujarnya. Lebih lanjut diungkap Mayang, agenda IAAS Indonesia segera setelah terselenggaranya kegiatan di Malaysia ini adalah menyelenggarakan National Congress pada 14 Agustus mendatang yang di antaranya akan mensosialisasikan perbaikan standar kualitas exchange program dilanjutkan dengan tindak lanjut lahirnya IAAS Asia Pacific dalam kongres di Malaysia tersebut yaitu kongres IAAS regional Asia Pasifik di Srilanka, bulan bulan Januari 2007. [nok]

Kunjungan Prof. Toshio Omori
9 Agustus 2006
Dalam rangka kerjasama penelitian antara Shibaura Institute of Technology (ORC-SIT) Jepang dan Laboratorium Mikrobiologi  Fakultas MIPA Universitas Brawijaya, Direktur ORC-SIT Prof.Toshio Omori selama 3 hari, 4-6 Agustus 2006, berkunjung ke Unibraw.
Prof Toshio Omori bersama Rektor Unibraw Prof Yogi Sugito, Dekan FMIPA Ir. Adam Wiryawan MS, dan peneliti Dr Tri Ardiyati
Kerjasama ini berlangsung selama 3 tahun, melibatkan peneliti dari 4 negara ASEAN. Dua orang dari Indonesia (UGM dan Unibraw), seorang dari Thailand, 2 orang dari Vietnam, dan seorang Myanmar. Dari Unibraw, yang menangani kerjasama penelitian itu adalah Dr. Tri Ardiyati dari Jurusan Biologi FMIPA.
Penelitian di Indonesia dilakukan dengan biaya mandiri, dilanjutkan dengan proses analisis di Jepang selama 1 bulan setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan analisis tidak mungkin dilakukan di Indonesia. Pendanaan penelitian hanya diberikan untuk di Jepang, berasal dari Monbukagakusho dan ORC-SIT.
Penelitian yang dilakukan oleh staf Unibraw berjudul "Studi tentang Nitrogen-Fixing Cellulolytic Bacteria dari Tanah Persawahan", dengan tujuan mendapatkan isolat bakteri yang mempunyai kemampuan dalam menambat nitrogen dan menguraikan biomas/limbah pertanian mengandung selulosa. Dan selanjutnya, untuk meningkatkan kemampuan bakteri dalam memfiksasi nitrogen dilakukan mutasi dengan metode NTG. Target di tahun ketiga didapatkan mutant dan dilakukan sekuensing.
Direktur ORC-SIT memantau kegiatan penelitian ini melalui visitasi ke Indonesia satu tahun sekali, di samping kontak melalui e-mail. Untuk kelanjutan proyek kerjasama ini sampai 5 tahun ke depan, pada akhir tahun ketiga dilakukan evaluasi dan publikasi. [adw]

Peresmian INHERENT melalui Telekonferensi
8 Agustus 2006
Universitas Brawijaya bersama beberapa universitas yang tergabung dalam INHERENT (Indonesian Higher Education Network), melakukan telekonferensi dengan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Dr Satriyo S. Brodjonegoro, Selasa 8/8. Acara ini diselenggarakan dalam rangka peresmian simpul teknologi informasi antar universitas se-Indonesia. Di Unibraw, kegiatan ini   mengambil tempat di Pusat Pengembangan E-Learning (PPE). Acara dihadiri oleh Kepala Pusat Pengembangan E-Learning Dr Ir Harry Soekotjo Dahlan MSc, Kepala Perpustakaan Universitas Brawijaya Dra Welmin Sunyi Ariningsih MLib, serta beberapa undangan dari PTN/PTS di Malang.
Selain melakukan telekonferensi dengan Dirjen Dikti dan beberapa universitas, kegiatan ini juga disiarkan oleh Universitas Brawijaya ke negara-negara di wilayah Asia, terutama Jepang. Universitas yang turut ambil bagian dalam telekonferensi dengan Dirjen Dikti tersebut adalah Universitas Syiah Kuala NAD, Universitas Andalas Padang, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya, Universitas Diponegoro, Universitas Nusa Cendana, Universitas Pattimura, Universitas Tanjungpura Pontianak, Universitas Cenderawasih Papua, Universitas Khairun Ternate, Universitas Mulawarman, dan Universitas Sam Ratulangi Manado. Pada kesempatan tersebut semua pihak menyatakan ungkapan terima kasih kepada pihak Dikti yang telah memberikan kesempatan bagi universitas untuk mengembangkan sistem informasi yang sangat berguna bagi pengembangan proses belajar mengajar, ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut Satriyo mengungkapkan bahwa dengan INHERENT maka pertemuan tatap muka dapat dilakukan secara online, sehingga akan sangat efisien baik dari segi waktu maupun biaya. Namun, ada beberapa konsekuensi yang harus dilakukan sehubungan dengan penggunaan fasilitas yang memanfaatkan teknologi informasi itu, ungkap Satriyo. Di antaranya adalah bahwa setiap sivitas akademika harus lebih aktif dan siap secara fisik mengingat komunikasi dilakukan kapan saja secara real time, terlebih bila dilakukan dengan universitas di luar negeri, maupun dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan yang mengharuskan setiap orang untuk rajin membaca. Konsekuensi berikutnya adalah setiap sivitas akademika harus bekerja lebih keras lagi, serta harus mengubah mindset yang selama ini tertanam, baik dalam hal pemanfaatan teknologi maupun pola kerja.
Infrastruktur yang telah diberikan kepada universitas yang terpilih menjadi simpul sistem informasi, ungkap Satriyo, harus dimanfaatkan secara maksimal.
Untuk itu dirinya mengharapkan agar para rektor serta jajaran yang berkompeten dalam hal pengembangan teknologi informasi, melakukan sosialisasi kepada segenap sivitas akademika mengenai jaringan yang telah dibangun oleh Dikti guna mempermudah proses tukar-menukar informasi maupun ilmu pengetahuan dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia ini. Satriyo juga mengharapkan setiap perguruan tinggi melakukan pelatihan, ceramah, diskusi bahkan rapat dengan melakukan telekonferensi semacam ini, sehingga tidak perlu melakukan perjalanan jauh. [nik]

Daimul Khoir, Pustakawan Teladan II Tingkat Jatim
8 Agustus 2006
Daimul Khoir, staf Perputakaan Universitas Brawijaya terpilih sebagai Pustakawan Teladan II tingkat Jawa Timur. Pemilihan dilaksanakan oleh Badan Perpustakaan Provinsi Jawa Timur (Baperpus Jatim) dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Kunjung Perpustakaan, serta bulan Gemar Membaca tahun 2006.
Pemilihan pustakawan teladan ini diikuti oleh 75 orang wakil dari berbagai perpustakaan negeri maupun swasta di Jawa Timur. Seleksi dilaksanakan akhir Juni silam.
Dewan juri terdiri dari Dra Welmin  SA MLib (Kepala Perpustalaan Unibraw) sebagai ketua merangkap anggota, dengan anggota Drs Achmad MA, Kepala Perpus-takaan ITS dan Drs. Taufik Fauzi MM, ketua IPI daerah Jawa Timur.
Selengkapnya, 6 orang pustakawan teladan tingkat Jawa Timur adalah Melkion Donald SPd MHum (Baperpus Jatim, Teladan I), Daimul Khoir (Perpustakaan Unibraw, Teladan II), Sri Purwati SSos MSi (Baperpus Jatim, Teladan III), Rr. Siti Dwijati SSos MSi (Perpustakaan Unair, Teladan Harapan I), Drs. Mansyur Sutejo SS MSi (Perpustakaan ITS Surabaya, Teladan Harapan II).
Daimul Khoir merupakan orang ketiga dari Perpustakaan Universitas Brawijaya yang meraih predikat pustakawan teladan tingkat Propinsi Jawa Timur. Sebelumnya, staf Perpustakaan Unibraw yang pernah meraih penghargaan pustakawan teladan adalah Agung Suprapto SSos (Pustakawan Teladan I Jawa Timur, 1996) dan Hermintatik SAB (Pustakawan Teladan I Jawa Timur, 1998). [MW]

Aksi Mahasiswa Tolak Komersialisasi Pendidikan
8 Agustus 2006
Program I-MHERE (Indonesia Managing Higher Education For Relevance and Efficiency) yang tengah disosialisasikan di Unibraw ternyata meresahkan mahasiswa. Pasalnya, program ini merupakan sebuah usaha menuju PT BHP. Ketidaksetujuan terhadap perubahan status itu, diekspresikan belasan mahasiswa dengan menggelar unjuk rasa di depan Rektorat Unibraw, Selasa (8/8).
Mengatasnamakan mahasiswa Unibraw, mereka menyatakan menolak komersialisasi pendidikan. Mereka terdiri dari perwakilan Eksekutif Mahasiswa Unibraw, Dewan Perwakilan Mahasiswa Unibraw, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi, dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi.
Menurut mereka, Unibraw belum mempunyai apapun yang dapat digunakan untuk mengatasi kekurangan yang ada. Sehingga, otomatis yang menjadi bahan eksploitasi nantinya adalah SPP dari mahasiswa. Hal ini, menurut Ki Agung Firdaus yang menjadi Humas aksi tersebut, sangat bertentangan dengan kondisi ekonomi yang sedang terpuruk. Dengan anggaran pendidikan sebesar Rp 21,505 triliun, sebenarnya dapat dilihat bagaimana keberpihakan pemerintah. Sangat dimungkinkan untuk memperoleh hak pendidikan yang layak dan terjangkau. "Akan tetapi kenapa biaya pendidikan masih juga tinggi?" ujar mereka.
Momentum datangnya para reviewer dari Dikti hari ini dimanfaatkan oleh para mahasiswa itu untuk menyalurkan aspirasi mereka. “Mahasiswa menolak BHP di Unibraw. Karena Unibraw belum memiliki persiapan apa-apa” kata mereka. Setelah beberapa saat berorasi dan meneriakkan yel-yel, akhirnya para mahasiswa membubarkan diri, tanpa mendapatkan tanggapan satupun dari pejabat Unibraw. [vty]

Muklir: Implementasi Otsus NAD Munculkan Masalah Sospol dan Konflik Vertikal
7 Agustus 2006
Pemberian otonomi yang luas kepada Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dalam bentuk otonomi khusus berdasarkan UU No. 18 tahun 2001, merupakan kebijakan yang tepat untuk merestrukturisasi organisasi dalam memberdayakan daerah.
Demikian ungkap Muklir SSos SH MAP, pada ujian terbuka disertasi yang berlangsung di Pascasarjana Universitas Brawijaya, Senin 7/8. Bertindak sebagai promotor ujian doktor itu Prof Dr Hj Syamsiar Indradi Syamsuddin dengan ko promotor Prof Drs Ismani HP MA, dan Dr Sumartono MS. Tim penguji terdiri dari Prof Dr Riyadi Soeprapto MS, Prof Dr M Irfan Islamy MPA, Dr Yuli Andi Gani MS, dan Prof Dr Kabul Santoso MS.
Namun demikian terkait dengan implementasi otonomi khusus, kandidat doktor bidang ilmu administrasi dengan minat administrasi publik ini dalam disertasi berjudul ”Restrukturisasi Organisasi dalam Otonomi Khusus Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam” menyatakan, permasalahan yang dihadapi Kabupaten Aceh Utara sebagai fokus penelitian,  adalah munculnya masalah sosial politik dan konflik vertikal.
Perspektif restrukturisasi organisasi perangkat daerah Kabupaten Aceh Utara memuat beberapa persoalan seperti meningkatnya volume kerja, belum disahkannya beberapa rancangan qanun sebagai aturan pelaksanaan otonomi khusus, sikap arogansi dan tidak transparan terhadap sagoe atau banda, otonomi khusus baru dipahami secara komprehensif oleh pimpinan tingkat atas dan menengah, serta belum adanya undang-undang baru pengganti UU No. 18 tahun 2001 sesuai kesepakatan Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka.
Hasil penelitian Muklir menunjukkan, proses restrukturisasi organisasi dilakukan dalam tiga tahapan yang telah dibentuk lebih diarahkan pada budaya lokal. Perubahan struktur organisasi dalam otonomi khusus meliputi perubahan sebutan organisasi/jabatan dalam pemerintahan. Di antaranya, sebutan kabupaten/bupati menjadi sagoe/wali sagoe, kecamatan/camat menjadi sagoe cut/wali sagoe cut, dibentuknya dinas syariat Islam sagoe, serta penulisan papan nama kantor/lembaga dalam bahasa Arab-Melayu (huruf Jawi). Dengan perubahan struktur dan nomenklatur organisasi, menurut Muklir, mencerminkan semakin tinggi kompleksitas, formalisasi dan sentralisasi.
Muklir selanjutnya menuturkan bahwa perubahan sikap dan perilaku aparatur dalam menyikapi restrukturisasi dalam otonomi khusus dari aspek atensi, pemahaman, penerimaan dan retensi, ternyata hanya terjadi di tingkat pimpinan atas (bupati). Di tingkat menengah perubahan sikap hanya sebatas atensi, pemahaman dan penerimaan, sementara di tingkat bawah, baik atensi, pemahaman maupun penerimaan belum mengalami perubahan.
Belum terjadinya perubahan sikap baik ditingkat menengah maupun bawah menurut Muklir, disebabkan karena proses sosialisasi terhadap restrukturisasi organisasi dalam otonomi khusus belum berjalan secara optimal. Perilaku aparatur yang selaras dengan syariat Islam masih mengalami kendala yang disebabkan karena hanya sebagian qanun formil saja yang telah disahkan. Selain itu, faktor penghambat restrukturisasi terdiri dari keterbatasan sumber penerimaan daerah, ketergantungan dana perimbangan dari pemerintah pusat, keterbatasan kualitas/kuantitas sumber daya manusia, serta sikap dan perilaku aparatur.
Beberapa hal direkomendasikan Muklir dalam rangka mengatasi permasalahan proses restrukturisasi, perubahan sikap dan perilaku aparatur. Di antaranya, perlu dilibatkannya semua pihak dalam pengambilan keputusan kebijakan dengan meminta pendapat dari kalangan akademisi, ulama, tokoh adat serta lembaga lain untuk kesempurnaan struktur organisasi sehingga sesuai dengan aspirasi. Agar terjadi perubahan sikap di setiap tingkat, maka perlu dilakukan sosialisasi misi otonomi khusus kepada semua jajaran untuk menimbulkan retensi bagi semua aparatur. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga perlu meningkatkan pendidikan formal dan pendidikan perjenjangan bagi semua pegawainya dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.
Pada yudisium seusai ujian terbuka, Muklir dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dengan predikat memuaskan (IPK 3,43).
Dr. Muklir SSos SH MAP (36 tahun) adalah dosen pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe. Pria asli Aceh Utara ini menyelesaikan dua pendidikan sarjananya di Universitas Malikussaleh (1997 dan 2002), serta mendapatkan gelar magister administrasi publik dari Universitas Brawijaya (2004). [nik]

SPMK Gelombang II 2006 Unibraw Berjalan Lancar
7 Agustus 2006
Ujian tulis gelombang kedua seleksi program minat dan kemampuan (SPMK) Universitas Brawijaya berjalan lancar. Ujian yang berlangsung hari ini, Senin (7/8), di kampus Unibraw diikuti oleh 2291 peserta, terdiri dari 967 peserta ujian IPA, dan 1324 peserta ujian IPS. Selisih 230 orang dari total 2521 pendaftar (terdiri dari 1077 pendaftar IPA, dan 1444 pendaftar IPS).
Pendaftaran peserta ditutup kemarin, Minggu (6/8), setelah berlangsung sejak 24/7 silam. Lonjakan pendaftar terjadi dua hari terakhir. Lonjakan terbesar terjadi hari Sabtu (5/8), dengan 670 total pendaftar, terdiri dari 300 pendaftar IPA, dan 370 pendaftar IPS. Ini terjadi sehari setelah hasil SPMB 2006 diumumkan Jumat (4/8). Sementara hari Minggu (6/8), tercatat 422 total pendaftar, terdiri dari IPA 182, dan IPS 240.
Dari jumlah 2521 pendaftar ini, berdasarkan pilihan pertama, program studi pendidikan dokter dari Fakultas Kedokteran menempati urutan pertama dalam jumlah peminat untuk kelompok IPA, yaitu 203 orang. Disusul kemudian program studi ilmu komputer dari Fakultas MIPA dengan 133 peminat, teknik elektro dari Fakultas Teknik dengan 130 peminat, dan ilmu keperawatan dari Fakultas Kedokteran dengan 96 peminat. Sementara itu untuk kelompok IPS, program studi akuntansi dari Fakultas Ekonomi menempati peringkat pertama dengan 337 peminat, disusul kemudian oleh ilmu hukum dari Fakultas Hukum dengan 285 peminat, manajemen dari Fakultas Ekonomi dengan 238 peminat, dan ilmu komunikasi dari Program Ilmu Sosial dengan 203 peminat. Program studi selebihnya, untuk IPA hanya diminati oleh 1 hingga 89 peserta, sedangkan untuk IPS diminati antara 10-136 peserta.
Lembar jawaban ujian diproses oleh Pusat Komputer Unibraw, dan hasilnya akan diumumkan Kamis 10/8 di papan-papan pengumuman dan situs internet http://www.brawijaya.ac.id.
Menurut rencana daya tampung tahun akademik 2006/2007, melalui dari SPMK secara keseluruhan akan diterima sebanyak 1786 calon mahasiswa baru. Sementara melalui jalur SPMK gelombang pertama yang hasilnya diumumkan 10 Mei 2006, diterima sebanyak 772 nama calon yang pada 39 program studi yang ditawarkan. Dari jumlah ini, hanya 597 orang yang mendaftar ulang  7-8 Juli  2006. [Far]

Pendaftar SPMK Mbludak
5 Agustus 2006
Belum sehari hasil SPMB diumumkan, dampaknya sudah kelihatan. Pendaftaran SPMK gelombang kedua, hari ini Sabtu (5/8) di Student Center Universitas Brawijaya, membludak dibanjiri calon. Tercatat total sebanyak 670 lembar formulir terjual pada hari ke-13 pendaftaran ini, dengan rincian IPA 300 lembar, dan IPS 370 lembar. Sehingga, total formulir terjual sampai hari ini 2099 lembar, dengan rincian IPA 895 dan IPS 1204. Waktu pendaftaran masih tersisa sehari besok, MInggu 6/8.
Lonjakan penjualan formulir SMPK ini diikuti pula oleh penjualan formulir SPMD (seleksi penerimaan mahasiswa program diploma) yang hari ini memasuki hari kelima. Total penjualan sampai hari ini 216 lembar, dengan rincian IPA 68, IPS 148. Sementara pendaftaran masih tersisa 5 hari lagi, hingga Jumat 11/8. [Far]
Ujian tulis SPMK gelombang kedua dilaksanakan Senin 7 Agustus 2006 di kampus Unibraw. Sedangkan ujian tulis SPMD baru dilaksanakan akhir pekan depan Sabtu 12/8. [Far]

Bashori Muchsin: Penertiban Warga Stren Kali Tidak Memihak Rakyat
5 Agustus 2006
Kebijakan penertiban stren kali Surabaya dan kali Wonokromo mendapat perlawanan keras dari masyarakat pengguna lahan bantaran sungai tersebut. Kebijakan itu tidak terkoordinasi dengan baik antar instansi pemerintah, sementara perlawanan rakyat terhadap kebijakan itu didukung oleh LSM dan DPRD.
Demikian sinyalemen Bashori Muchsin pada disertasi berjudul ”Dampak Implementasi Kebijakan Penertiban Bantaran Stren Kali Surabaya dan Wonokromo” dalam ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Sabtu 5 Agustus 2006. Ujian disertasi Muchsin ini dipromotori oleh Prof Dr M. Irfan Islamy, MPA dengan ko promotor Prof Dr HR Riyadi Suprapto MS dan Prof Dr Syamsiar Samsudin. Tim penguji terdiri dari Prof Dr Ir Soemarno MS, Prof Dr Salladien, dan Dr Soesilo Zauhar MS.
Muchsin mengungkapkan, lahan di tepi sungai wilayah Surabaya sebagian besar ditempati oleh masyarakat miskin yang merupakan kaum urban. Mereka menjadikan stren kali sebagai tempat mereka tinggal dan berusaha. Bantaran kali kemudian berubah menjadi daerah yang rawan banjir dan menimbulkan pencemaran lingkungan karena tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. Daerah yang seharusnya berfungsi sebagai penyisiran dan perawatan sungai ini berubah menjadi daerah perumahan. Kebutuhan penyisiran, perawatan dan kebersihan sungai itulah yang menjadikan pemerintah lokal propinsi Jawa Timur membuat kebijakan penertiban dan penataan untuk alasan-alasan kesehatan, kebersihan, dan keamanan, dengan melakukan penggusuran rumah warga stren kali.
Menurut Bashori, Implementasi kebijakan penertiban dengan cara penggusuran ini dilakukan dengan mengerahkan kekuatan Satpol PP, TNI/Polri, hingga preman. ”Kebijakan ini jelas tidak memihak kepada rakyat, karena hanya berdasar hak kekuasaan saja. Wewenang pengelolaan aset negara inilah yang secara normatif dijadikan dasar kebijakan, maka kebijakan tersebut tidak populis sehingga menimbulkan perlawanan dari warga stren kali yang diwujudkan oleh terbentuknya paguyuban stren kali se-Surabaya,” ungkapnya.
Hasil penelitian disertasi Bashori mengungkapkan bahwa dampak kebijakan yang diharapkan dapat memberikan ketetapan hukum dan kejelasan hak atas tanah yang dihuni warga stren kali, tidak sesuai dengan rancangan tujuan kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah.
Untuk itu Bashori merekomendasikan beberapa hal. Pertama, pemerintah hendaknya mengubah konsep kebijakan penggusuran dengan pengembangan masyarakat. Kedua, pengembangan masyarakat semestinya dilakukan dengan model pemberdayaan. Selanjutnya, pemerintah harus bisa menerima konsep ”Jogo Kali” warga, dan terakhir, mengajukan kembali Raperda dengan pendekatan informal interaktif.
Hasil ujian terbuka ini, M Bashori Muchsin dinyatakan lulus dan berhak atas gelar doktor dalam bidang ilmu administrasi dengan minat administrasi publik, dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,54).
Dr. M. Bashori Muchsin MSi (57 tahun) adalah tenaga pengajar Universitas Islam Malang. Sarjana adminisrasi publik (1984), dan magister ilmu administrasi (2000) ini karirrnya berawal sebagai guru Madrasah Aliyah Al Maarif Singosari malang, guru SMA Islam Al Maarif Singosari, dan terkahir sebagai dosen tetao Fakultas ilmu Administrasi Universitas Islam Malang (Unisma). [nik]

Melalui SPMB 2006, Unibraw Terima 3115 Calon Mahasiswa
4 Agustus 2006
Sebanyak 3115 orang calon mahasiswa tahun akademik 2006-2007 diterima Universitas Brawijaya melalui Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Mereka ini diseleksi dari lulusan SLTA dari seluruh pelosok Indonesia yang mengikuti ujian tulis SPMB 5-6 Juli silam, dan diterima di 44 program studi yang ada di Universitas Brawijaya.
Secara rinci, program studi ilmu hukum menerima 169 orang, ekonomi pembangunan 126, manajemen 235, akuntansi 175, ilmu administrasi publik 156, ilmu administrasi bisnis 164, agronomi 35, hortikultura 35, ilmu tanah 38, hama dan penyakit tumbuhan 35, penyluhan dan komunikasi pertanian 20, sosial ekonomi pertanian 30, pemuliaan tanaman 29, nutrisi dan makanan ternak 45, produksi ternak 50, sosial ekonomi peternakan 52, teknologi hasil ternak 45, teknik sipil 70, tenik mesin 87, teknik elektro 92, teknik pengairan 65, arsitektur 70, perencanaan wilayah dan kota 52, teknik industri 43, pendidikan dokter 128, ilmu keperawatan 41, gizi kesehatan 44, manajemen sumberdaya perairan 70, budidaya perairan 70, teknologi hasil perikanan 80, sosial ekonomi perikanan 35, pemanfaatan sumberdaya perikanan  70, biologi 48, fisika 48, kimia 48, matematika 50, statistika 49, ilmu komputer 55, teknologi hasil pertanian 66, teknik pertanian 66, teknologi industri pertanian 65, sastra Inggris 46, sosiologi 33, dan ilmu komunikasi 85.
Daftar ulang
Setelah pengumuman ini, calon mahasiswa yang diterima melalui SPMB 2006 ini bersama calon mahasiswa yang diterima melalui jalur yang lain (PSB, SPKS non ujian tulis, SPMK gelombang I, SPKS ujian tulis, dan SPKIns), diwajibkan melakukan pendaftaran ulang di fakultas masing-masing mulai 7 Agustus hingga 16 Agustus 2006. Selanjutnya mengikuti upacara penerimaan mahasiswa baru pada tanggal 18 Agustus 2006, program pengenalan kehidupan kampus (PKK) bidang akademik (selama 2 hari, yaitu 18 Agustus 2006 dan sekali pada saat student day), dan PKK bidang kemahasiswaan (19-20 Agustus 2006). Perkuliahan semester ganjil 2006-2007 berlangsung mulai 22 Agustus 2006.
Untuk melihat hasil SPMB 2006 Unibraw selengkapnya, silakan klikdi sini. [Far]

Hasil SPMB 2006 Diumumkan Hari Ini
4 Agustus 2006
Hari ini, Jumat 4 Agustus 2006, secara serentak diumumkan hasil Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) tahun 2006. Namun sesuai dengan keputusan rapat rektor-rektor PTN tanggal 2 Agustus 2006, pengumuman SPMB melalui situs web (www.spmb.or.id) yang sedianya dilakukan pada tanggal 4 Agustus 2006 pukul 18.00 WIB, diundur sampai pukul 23.59 WIB. Selain itu juga dapat dilihat pada papan pengumuman perguruan tinggi negeri peserta SPMB. Sedangkan koran pengumuman untuk peserta dapat diambil di Pantap Lokal dengan menunjukkan Tanda Peserta SPMB 2005 pada tanggal 5 Agustus 2006 pagi. Tempat dan jam pengambilan diatur oleh masing-masing Pantap Lokal. Apabila terjadi perubahan tanggal pengumuman, akan diberitahukan lewat media massa dan situs web.
Sementara itu khusus calon mahasiswa pengguna ponsel Matrix, Mentari atau IM3, sebagai bentuk kerjasama Unibraw dengan PT Indosat, informasi hasil SPMB dapat diperoleh dengan mengirimkan SMS "unibraw<spasi>spmub<spasi>nomor_ujian" ke nomor 5252. [Far]

Hari Keempat Pendaftaran SPMD, 124 Form Terjual
4 Agustus 2006
Sampai hari keempat pendaftaran Seleksi Penerimaan Mahasiswa Program Diploma (SPMD) Unibraw tahun 2006, Kamis 3/8, tercatat sebanyak 124 formulir terjual, terdiri dari 38 formulir IPA dan 86 formulir IPS. Pendaftaran ini masih akan berlangsung hingga pekan depan Kamis (10/8).
Melalui SPMD ini Unibraw menawarkan 15 program Diploma III (Akuntasi, Kesekretariatan. Pariwisata, Produksi Tanaman Hortikultura, Arsitektur Pertamanan, Agribisnis Pertanian, Manajemen Produksi Ternak, Agribisnis Perikanan, Manajemen Informatika, Teknik Komputer, Analis Kimia, Teknologi Industri Pertanian, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, dan Bahasa Perancis), dan 1 Program Diploma I (Bahasa Tionghoa).
Biaya pendaftaran sebesar Rp 150 ribu, dibayarkan melalui Bank BNI Cabang Unibraw pada nomor rekening 0039649417.
Ujian tulis dilaksanakan Sabtu 12 Agustus 2006 mulai pukul 09.00 WIB di kampus Universitas Brawijaya, dengan materi ujian IPA, IPA Terpadu, Matematika IPA, dan Bahasa Inggris (untuk kelompok IPA), dan IPS, IPS Terpadu, Matematika IPS, dan Bahasa Inggris (untuk kelompok IPS). Rencananya, akan diterima sebanyak 1150 orang calon mahasiswa melalui jalur SPMD untuk tahun akademik 2006/2007 ini.
SPMK Gelombang II
Sementara itu pendaftaran peserta SPMK gelombang II yang berlangsung sejak 24/7, hari Jumat ini (4/8) sudah memasuki hari ke-12. Telah terjual sebanyak 1429 formulir, terdiri dari 595 formulir IPA, dan 834 formulir IPS, sementara waktu pendaftaran masih tersisa 2 hari lagi. Seleksi ini menawarkan 39 program studi S1 dari 10 fakultas dan 2 program di lingkungan Unibraw.
Ujian tulis SPMK gelombang II akan dilaksanakan hari Senin 7/8, di kampus Unibraw, mulai pukul 09.00 WIB, dengan materi ujian IPA, IPA Terpadu, Matematika IPA, dan Bahasa Inggris (untuk kelompok IPA), dan IPS, IPS Terpadu, Matematika IPS, dan Bahasa Inggris (untuk kelompok IPS). Menurut rencana, Unibraw akan menerima sebanyak 889 orang mahasiswa baru untuk 39 program studi melalui jalur SPMK gelombang kedua.
Hasil ujian diumumkan Kamis 10 Agustus 2006 melalui papan-papan pengumuman dan situs internet http://www.brawijaya.ac.id.
Total biaya pendidikan calon yang diterima melalui SPMK, untuk semester pertama, termasuk sumbangan/biaya-biaya lain yang hanya sekali pungut, bervariasi antara Rp 7,9 juta hingga Rp 132,4 juta. [Far]

Mengendalikan Serangga Hama Kapas dengan Mulsa Jerami Padi
3 Agustus 2006
Tanaman kapas penghasil serat kapas yang tergolong serat alam. Pengembangan tanaman kapas pada mulanya diarahkan di lahan tadah hujan. Selain diarahkan di lahan tadah hujan, pengembangan kapas juga diarahkan di lahan sawah sesudah padi. Di lahan tadah hujan, pengembangan kapas sering dihadapkan pada masalah kekeringan dan kurangnya daya dukung lahan. Sementara di lahan sawah sesudah padi sering dijumpai jerami padi yang belum dimanfaatkan secara optimal. Jerami padi dapat dimanfaatkan sebagai mulsa, yang berfungsi untuk mengendalikan hama dan kepentingan agronomi.
Drs. Subiyakto MP mengungkapkan ini dalam disertasi berjudul ”Peranan Mulsa Jerami Padi terhadap Keanekaragaman Artropoda Predator dan Manfaatnya dalam Pengendalian Serangga Hama Kapas pada Tumpang Sari Kapas dan Kedelai”. Ujian terbuka disertasi Subiyakto digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Kamis 3/8. Ujian terbuka ini dipromotori oleh Prof Dr Ir Siti Rasminah Chaelani S, dengan kopromotor Dr Ir Gatot Mudjiono dan Prof Dr Ir Syekhfani MS. Sementara tim penguji terdiri dari Prof Dr Ir Tutung Hadi Astono MS, Prof Dr Saubari Mimbar MAgr, Prof (R) Dr Ir Gatot Kartono MS dan Dr Ir Deciyanto Soetopo MS.
Hasil penelitian disertasi Subiyakto menunjukkan bahwa pemberian mulsa jerami padi bobot 6 ton/ha dapat meningkatkan indeks keanekaragaman dan menurunkan indeks dominasi kelompok artropoda predator. Secara nyata meningkatkan rata-rata kelimpahan artropoda predator kelompok laba-laba serta kepik mirid penghuni kanopi tanaman kapas dan kelompok laba-laba penghuni permukaan tanah, dan menurunkan kelimpahan kelompok semut penghuni permukaan tanah.
Selain itu, hasil penelitian di kebun percobaan Mojosari Mojokerto ini juga menunjukkan bahwa pemberian mulsa jerami padi 6 ton/ha dapat menekan populasi serangga hama, mengurangi jumlah pencapaian ambang populasi, mengurangi penggunaan insektisida 57 persen dan meningkatkan hasil kapas 21 persen serta kedelai 31 persen.
Disarankan agar pemberian mulsa jerami padi 6 ton/ha diterapkan dalam satu kesatuan pola tanam padi-kapas dan kedelai-palawija. Pemberian mulsa padi secara terus-menerus setiap musim kapas dan kedelai merupakan landasan penting menuju sistem pertanian berkelanjutan.
Dalam yudisium Subiyakto dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude (IPK 3,9), sehingga berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu pertanian dengan kekhususan ilmu hama dan penyakit tumbuhan.
Dr. Subiyakto MP, pria kelahiran Bantul 47 tahun silam, lulusan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (1982), dan magister pertanian Universitas Brawijaya (1996), adalah peneliti pada Balittas Malang. [nik]

2614 Mahasiswa Unibraw Terima Beasiswa dari Anggaran DIPA
3 Agustus 2006
Universitas Brawijaya dalam tahun 2006 ini memberikan beasiswa kepada 2614 orang mahasiswa melalui anggaran DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) nomor 174.0/23-04.0/XV/2006. Beasiswa itu terdiri dari 3 macam. Beasiswa bantuan belajar mahasiswa (BBM) diberikan pada 1067 orang, beasiswa peningkatan prestasi akademik (PPA) untuk 803 orang mahasiswa, dan beasiswa bantuan praktek kerja lapang (PKL) tahap pertama bagi 749 orang mahasiswa.
BBM
Beasiswa BBM besarnya beasiswa Rp 100 ribu per bulan per orang, diberikan selama 12 bulan. Pemberian beasiswa ini berlaku mulai 2 Januari 2006 dan berakhir 31 Desember 2006. Penerimanya adalah mahasiswa D-III maupun S1 dari 10 fakultas dan 2 program yang ada di Unibraw. Hal ini tertuang dalam Keputusan Rektor nomor 083/SK/2006 tanggal 10 Juni 2006.
Rincian penerima beasiswa BBM, Fakultas Hukum 160 orang, Fakultas Ekonomi 130, Fakultas Ilmu Administrasi 114, Fakultas Pertanian 123, Fakultas Peternakan 66, Fakultas Teknik 156, Fakultas Kedokteran 80, Fakultas Perikanan 130, Fakultas MIPA 125, Fakultas Teknologi Pertanian 73, Program Bahasa dan Sastra 41, dan Program Ilmu Sosial 14.
PPA
Sementara itu beasiswa PPA besarnya Rp 120 ribu per mahasiswa per bulan, diberikan selama 12 bulan. Beasiswa PPA juga diberikan kepada mahasiswa D-III maupun S1 dari 10 fakultas dan program yang ada di Unibraw. Pemberian beasiswa ini berlaku mulai 2 Januari 2006 dan berakhir 31 Desember 2006, seperti tertuang dalam Keputusan Rektor nomor 084/SK/2006 tanggal 12 Juni 2006. Rincian jumlah mahasiswa penerima beasiswa PPA, Fakultas Hukum 46 orang, Fakultas Ekonomi 99, Fakultas Ilmu Administrasi 86, Fakultas Pertanian 92, Fakultas Peternakan 49, Fakultas Teknik 115, Fakultas Kedokteran 60, Fakultas Perikanan 64, Fakultas MIPA 94, Fakultas Teknologi Pertanian 55, Program Bahasa dan Sastra 31, dan Program Ilmu Sosial 12 orang.
PKL
Beasiswa bantuan praktek kerja lapang tahap pertama besarnya Rp 300 ribu per mahasiswa, diberikan kepada 749 orang mahasiswa. Sesuai dengan Keputusan Rektor nomor 085/SK/2006 tanggal 14 Juni 2006, pemberian beasiswa ini berlaku mulai 2 Januari 2006 hingga 31 Desember 2006. Jumlah penerima beasiswa PKL secara rinci, Fakultas Hukum 50 orang, Fakultas Ekonomi 66, Fakultas Ilmu Administrasi 48, Fakultas Pertanian 64, Fakultas Peternakan 43, Fakultas Teknik 102, Fakultas Kedokteran 106, Fakultas Perikanan 114, Fakultas MIPA 54, Fakultas Teknologi Pertanian 90, dan Program Bahasa dan Sastra 10 orang. [Far]

UPPTI Unibraw Selenggarakan TOT ICT Diknas
3 Agustus 2006
Universitas Brawijaya bersama VEDC (Vocational Education Development Center) Malang ditunjuk untuk menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) bagi staf kantor Diknas propinsi se-Indonesia serta dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Materi pelatihan meliputi Sys Admin, VoIP (voice over internet protocol) dan antena, pengembangan ICT (information and communication technology), serta TV Edukasi. Pelatihan ini untuk tahap pertama berlangsung 31 Juli hingga 11 Agustus 2006.
Penunjukan sebagai pelaksana pelatihan didasari penilaian bahwa UPPTI (Unit Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi) Unibraw memiliki beberapa kelebihan. Di antaranya, perkembangan Unibraw di bidang information technology (IT) sangat pesat selama tiga tahun terakhir, di samping memiliki banyak tenaga ahli di bidang IT.
Bondan Sapta Prakoso ST selaku koordinator pelaksana menyatakan bahwa peserta TOT adalah perwakilan dari kantor Diknas Propinsi se-Indonesia serta dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Materi yang diberikan di Universitas Brawijaya di antaranya meliputi Introduction Sys Admin, instalasi Depdiknux, administrasi dasar Depdiknux, setting dan konfigurasi PC router, setting dan konfigurasi proxy server-remote box, setting dan konfigurasi bandwith manajemen, troubleshooting dan penanganannya, penjelasan umum Voice over IP, instalasi dan konfigurasi VoIP server, konfigurasi IP phone, bentuk konfigurasi VoIP untuk Jardiknas, dan pembuatan antena grid.
Para trainer yang dilatih ini di masa mendatang diharapkan menjadi tenaga ahli di bidang teknologi informasi serta turut membangun dan mengembangkan Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas). Jaringan ini nantinya akan menghubungkan ribuan SMU/SMK di seluruh Indonesia, dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatan proses belajar mengajar via internet. [nik]

Unibraw Terpilih Menjadi Simpul Teknologi Informasi
3 Agustus 2006
Peningkatan daya saing bangsa, merupakan arah kebijakan dasar pengembangan pendidikan tinggi yang tertuang dalam Strategi Jangka Panjang Pendidikan Tinggi 2003-2010. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi memfasilitasi antara lain dalam bentuk Program Hibah Kompetisi (PHK). Salah satu program hibah kompetisi yang diluncurkan adalah program pengembangan sistem dan jaringan informasi pendidikan tinggi, yang dilakukan dan direncanakan secara bertahap guna menghubungkan perguruan tinggi seluruh Indonesia (Indonesian Higher Education Network – INHERENT). Pembangunan infrastruktur jaringan saat ini sedang dikembangkan, dan Universitas Brawijaya adalah salah satu dari sembilan simpul jaringan sistem informasi.
Kepala Pusat Pengembangan E-Learning Universitas Brawijaya Dr Ir Harry Soekotjo Dachlan MSc menuturkan ini di ruang kerjanya, Rabu 2/8. Lebih lanjut Harry mengungkapkan bahwa setelah Universitas Brawijaya, delapan simpul dengan kategori K1 lainnya adalah Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya dan Universitas Airlangga. Kesembilan simpul ini selanjutnya akan menjadi bagian dari pembangunan 32 simpul tahap pertama yang mencakup hampir seluruh ibu kota propinsi di Indonesia.
Universitas Brawijaya selanjutnya diwajibkan melaksanakan program-program yang mencakup pengembangan sistem aplikasi pendukung manajemen perguruan tinggi yang siap untuk diterapkan di perguruan tinggi lain, pengembangan sistem aplikasi pendukung kegiatan belajar mengajar berbasis TIK seperti lecture management system, authorating tools, evaluation tools, computer based testing, knowledge management, pengembangan content untuk kebutuhan e-learning, serta pengembangan sistem layanan informasi seperti e-library, repository, ataupun process database.
Perguruan tinggi penerima hibah, menurut Harry, akan mendapatkan dana maksimal senilai 2,5 milyar rupiah dan harus memiliki dana pendamping sebesar 10 persen untuk mendukung kegiatan pengembangan yang tidak termasuk dalam komponen pembiayaan yang ditetapkan. Program hibah ini berlangsung selama empat bulan dan harus dilaksanakan sampai dengan 30 Desember 2006.
Dalam hal infrastruktur, saat ini Universitas Brawijaya telah memiliki bandwith sebesar 155 M, yang dapat mendukung pengembangan content atau sistem aplikasi yang akan dijalankan di atas INHERENT. Harry lebih lanjut mengungkapkan bahwa implementasi pelaksanaan program INHERENT nantinya akan dapat menunjang peningkatan mutu pelaksanaan program pendidikan, penelitian dan layanan. Program pelayanan yang dilakukan adalah dalam bentuk open access dan produk yang ditawarkan berupa open source dan open content. [nik]

Rendah, Kualitas Bibit Sapi Bali
2 Agustus 2006
Pengembangan sapi bali saat ini menghadapi masalah serius, yakni rendahnya kualitas bibit. Hal ini sebagai akibat seleksi negatif pada tataran peternak, dan tingkat inbreeding yang tinggi, atau manajemen pemeliharaan pedet yang kurang baik.
Dra Sri Rahayu MKes, membawakan disertasi berjudul "Analisis Keragaman Genetik Sapi Bali (Bos sondaicua): Suatu Kajian Biologi Molekuler", dalam ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu 2/8. Sementara ujian tertutup sudah dilaksanakan dua pekan silam, Jumat 14/6.
Melatarbelakangi disertasi, Sri Rahayu menyatakan sapi bali sebagai ternak asli Indonesia merupakan hasil domestikasi dari banteng. Sapi bali sendiri ditandai oleh ciri-ciri unggul seperti rata-rata reproduksi yang tinggi, dan kemampuan beradaptasi pada kondisi lingkungan yang kritis.
Telah muncul beberapa penyimpangan fenotipe seperti penyimpangan warna bulu dan penurunan berat badan. Berdasar fenomena tersebut, dilakukan analisis variasi genetik pada sapi bali. Tujuannya, untuk mengidentifikasikan varasi genetik sapi bali didasarkan pada isoenzim dan analisis DNA.
Analisis hasil penelitian Sri Rahayu menunjukkan adanya variasi genetik berlandaskan analisis isoenzim ada sapi bali. Tiga lokus terdeteksi. Satu lokus (MDH-2) adalah polimorfik, dan 2 lokus (MDH-1 dan EST) berupa monomorfik. Ditemukan bahwa tidak ada hubungan antara genotipe dan fenotipe isoenzim. Kesamaan nilai hubungan genetik antara 0,743-0,833. Berbasis MDH zymogram, proporsi lokus polymorfik adalah 0,33 dan heterozigositas 0,11.
Dalam ujian disertasi tersebut, bertindak sebagai promotor Prof Dr Sutiman Bambang Sumitro SU DSc, kopromotor Prof Dr dr Sumarno DMM SpMK dan Dr Ir. Trinil Susilawati MS. Sedangkan tim penguji terdiri dari Prof Dr Ir Luqman Hakim MS, Dr Ir MV Ani Nurgiartiningsih MS, Dr Muhammad Amin MS, dan penguji luar Prof Dr A Duran Corebima MPd dari UM. Hasil ujian, Sri Rahayu dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude (IPK 3,96), sehingga berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu kedokteran, dengan kehususan biologi reproduksi.
Dr. Sri Rahayu MKes, perempuan kelahiran Surabaya 44 tahun silam, adalah staf pengajar pada Jurusan Biologi Fakultas MIPA Unibraw sejak 1987. Menyelesaikan S1 bidang biologi pada FMIPA Unair (1986), dan mendapatkan magister ilmu kesehatan masyarakat dari Unair Surabaya (1994). [Far]

Teleconference Ka PPE Unibraw dengan Menteri Iptek Jepang
2 Agustus 2006
Menteri Negara bidang Ilmu Pengetahuan dan Kebijakan Teknologi Jepang, Mr. Iwao Matsuda, menyempatkan diri untuk berdialog dengan beberapa wakil anggota SOI dan AI3, Rabu 2 Agustus 2006 pagi waktu Indonesia.
Dialog ini dilakukan secara jarak jauh via internet, di tengah-tengah acara technical assistance training yang sedang berlangsung.
Dialog tidak direncanakan sebelumnya, beberapa perguruan tinggi di Asia berpartisipasi di dalamnya. Antara lain Institute Of Information Technology Vietnam, BUET Bangladesh, Universiti Sains Malaysia, Chulalongkorn University dan Asian Institute of Technology Thailand, University of Computer Studies, Yangoon Myanmar, Keio University Jepang, serta wakil dari Indonesia Universitas Brawijaya dan Institut Teknologi Bandung.
Dalam dialog itu Unibraw diwakili Kepala Pusat Pengembangan E-Learning Dr Ir Harry Soekotjo Dachlan MSc, serta beberapa orang staf. Pada kesempatan tersebut Harry menyampaikan situasi perkembangan teknologi informasi di Indonesia dan di kampus Universitas Brawijaya secara umum, serta menyampaikan harapan-harapan khususnya dalam kerjasama pengembangan teknologi informasi, guna meningkatkan penguasaan teknologi informasi dan pemanfaatannya antara Jepang dan Indonesia, khususnya Universitas Brawijaya.
Menanggapi apa yang disampaikan Ka PPE Unibraw, Menteri Matsuda menyatakan ketertarikannya untuk membantu Indonesia dalam pengembangan teknologi TI terutama pada penerapan peralatan yang diperlukan dalam penanganan tsunami. Lebih lanjut diungkapkan bahwa kerjasama ini bisa diwujudkan dalam bentuk pendidikan pascasarjana sampai ke jenjang PhD di Jepang. [hsd]

Workshop Asisten Teknisi SOI
2 Agustus 2006
Universitas Brawijaya baru-baru ini menugaskan tiga stafnya untuk mengikuti technical assistance training School On the Internet (SOI) Asia yang berlangsung selama sepekan, 31/7 hingga 4/8. Mereka adalah Rd Arief Setiawan ST MT, Ir Heru Nurwasito MT dan Adhanul Muttaqin ST MT.
Training ini khusus bagi staf yang pernah mengikuti technical workshop yang diselenggarakan oleh SOI, karena workshop ini adalah untuk tingkat advance. Negara yang turut ambil bagian adalah Thailand, Vietnam, Bangladesh, Nepal, Malaysia, Jepang, Myanmar, Laos, dan Indonesia. Indonesia diwakili oleh Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Bandung, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Sriwijaya.
Materi yang diberikan meliputi: Introducing IPv6, Multicast & Building a Network, Introduction to SOI Asia Network, RR Configuration, Troubleshooting The SOI Asia Network, Introduction to SOI Server, SOI Asia Server Installation & Configuration, How to configure UDCAST BOX, dan SOI Asia Realtime Class Enfironment.
Heru Nurwasito mengungkapkan, setelah mengikuti workhop ini mereka akan menjadi pendamping pelatihan bagi operator SOI. [nik]

Dibuka, Pendaftaran SPMD 2006
1 Agustus 2006
Mulai hari ini, Selasa 1/8 hingga Kamis 10/8, Universitas Brawijaya membuka pendaftaran seleksi penerimaan mahasiswa baru program diploma (SPMD). Pendaftaran terbuka bagi lulusan SMA, SMK, MA negeri maupun swasta, ujian persamaan, dan sekolah luar negeri. Pendaftaran berlangsung di gedung Student Center mulai pukul 8.00 hingga 14.00 WIB, dan hari Minggu tetap dibuka.
Melalui SPMD ini Unibraw menawarkan 15 program Diploma III (Akuntasi, Kesekretariatan. Pariwisata, Produksi Tanaman Hortikultura, Arsitektur Pertamanan, Agribisnis Pertanian, Manajemen Produksi Ternak, Agribisnis Perikanan, Manajemen Informatika, Teknik Komputer, Analis Kimia, Teknologi Industri Pertanian, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, dan Bahasa Perancis), dan 1 Program Diploma I (Bahasa Tionghoa).
Biaya pendaftaran sebesar Rp 150 ribu, dibayarkan melalui Bank BNI Cabang Unibraw pada nomor rekening 0039649417.
Ujian tulis dilaksanakan Sabtu 12 Agustus 2006 mulai pukul 09.00 WIB di kampus Universitas Brawijaya, dengan materi ujian IPA, IPA Terpadu, Matematika IPA, dan Bahasa Inggris (untuk kelompok IPA), dan IPS, IPS Terpadu, Matematika IPS, dan Bahasa Inggris (untuk kelompok IPS).
Rencananya, akan diterima sebanyak 1150 orang calon mahasiswa melalui jalur SPMD untuk tahun akademik 2006/2007 ini.
Pengumuman hasil ujian disiarkan Selasa 15 Agustus 2006, melalui papan-papan pengumuman dan situs internet http://www.brawijaya.ac.id. Total biaya pendidikan untuk semester pertama, termasuk sumbangan/biaya-biaya yang hanya sekali dipungut, bervariasi antara Rp 2,7 juta hingga Rp 6,4 juta.
SPMK Gelombang II
Sementara itu, pendaftaran SPMK (seleksi program minat dan kemampuan) gelombang kedua hari ini memasuki hari ke-9. Sementara sisa waktu pendaftaran masih 5 hari lagi. Jumlah formulir yang telah terjual tercatat sebanyak 1169 lembar, terdiri dari IPA 487 lembar, dan IPS 682 lembar. Dari jumlah itu, telah dikembalikan isian formulir pendaftaran sebanyak 813 peserta, terdiri dari 348 peserta ujian IPA, dan 465 peserta ujian IPS.
Ujian tulis SPMK gelombang kedua akan dilaksanakan hari Senin 7/8, di kampus Unibraw, mulai pukul 09.00 WIB, dengan materi ujian IPA, IPA Terpadu, Matematika IPA, dan Bahasa Inggris (untuk kelompok IPA), dan IPS, IPS Terpadu, Matematika IPS, dan Bahasa Inggris (untuk kelompok IPS). Menurut rencana, Unibraw akan menerima sebanyak 889 orang mahasiswa baru untuk 39 program studi melalui jalur SPMK gelombang kedua.
Hasil ujian diumumkan Kamis 10 Agustus 2006 melalui papan-papan pengumuman dan situs internet http://www.brawijaya.ac.id.
Total biaya pendidikan calon yang diterima melalui SPMK, untuk semester pertama, termasuk sumbangan/biaya-biaya lain yang hanya sekali pungut, bervariasi antara Rp 7,9 juta hingga Rp 132,4 juta. [Far]

Training Advokasi Pendidikan
1 Agustus 2006
Untuk menumbuhkan kembali semangat mahasiswa dalam mengkritisi dan melakukan advokasi terhadap berbagai kebijakan pendidikan secara makro maupun internal, Eksekutif Mahasiswa (EM) Universitas Brawijaya menyelenggarakan “Training Advokasi Pendidikan Univesitas Brawijaya (Selamatkan Anak Bangsa dengan Advokasi Pendidikan)”. Narasumber dalam pelatihan tersebut Ibnu Tricahyo SH MHum (staf pengajar yang juga Ketua PP Otoda FH Unibraw), Akhmad Muwafik Saleh SSos MSi (staf pengajar PIS Unibraw), dan Warikhatun Najidah SH MH (staf PP Otoda FH Unibraw).
Menurut Presiden EM Unibraw, Dede Suparjo, pelatihan ini dimaksudkan guna memberikan bekal bagi para anggota tim advokasi mahasiswa. Mereka berasal dari EM, DPM, serta BEM fakultas di lingkungan Unibraw.
Kebijakan yang dikritisi oleh tim advokasi ini, menurut Dede Suparjo, antara lain registrasi online, dan tidak adanya pelayanan terhadap keringanan SPP bagi mahasiswa baru. "Kami realisasikan advokasi ini menyongsong masa orientasi mahasiswa beberapa waktu mendatang”, kata Dede. Sebagai tindak lanjut training, EM Unibraw segera memfasilitasi tuntutan transparansi anggaran pendidikan kepada pihak rektorat. Selain itu, juga pengkondisian kepada pihak pengambil kebijakan dengan tujuan agar pola-pola advokasi bisa dipahami dan diterima. “Dalam menyampaikan aspirasi, kami berupaya semaksimal mungkin melalui  dialog. Jika tidak berhasil, maka alternatif terakhir adalah demonstrasi”, tukasnya.
Sementara itu Warikhatun Najidah, pengajar mata kuliah Manajemen Advokasi, menuturkan ilmu serta pengalaman empiriknya dalam melakukan advokasi. Menurutnya, advokasi dilakukan jika ada kebijakan yang tidak seimbang, serta komitmen untuk memperjuangkan idealisme. Advokasi tidak harus secara konfrontatif (vis a vis) melainkan bisa juga melalui dialog dengan pengambil kebijakan. ”Advokasi tidak bisa dilakukan dengan seketika guna melakukan perubahan, tetapi harus secara kontinu, sehingga perlu regenerasi”, tambahnya. Sedangkan Akhmad Muwafik, yang juga trainer berbagai pelatihan kepemimpinan, dalam training ini menyampaikan ”Teknik Komunikasi dalam Negosiasi”. [nok]

Pembukaan Dokumen Penawaran Pelelangan Gedung Perpustakaan
1 Agustus 2006
Sebagai rangkaian dari proses pembangunan gedung Perpustakaan Universitas Brawijaya, bertempat di gedung PPI, Selasa (1/8), diadakan acara pembukaan dokumen penawaran pelelangan pembangunan. Dokumen-dokumen penawaran lelang telah masuk ke meja panitia sejak hari Rabu (26/7), dan hari ini pukul 09.30 WIB pemasukan dokumen penawaran telah berakhir.
”Dari 52 perusahaan yang mendaftar, hanya 27 perusahaan jasa kontraktor yang memasukkan dokumen penawarannya”, tutur pemimpin PKUPT (penyelenggara kegiatan dan usaha pendidikan tinggi) Unibraw, HA Murtadho SE Ak.
Sementara itu ketua panitia pelelangan Abdul Slamet menjelaskan, seluruh dokumen telah diperiksa panitia disaksikan oleh 2 orang wakil peserta, meliputi surat penawaran, rekapitulasi biaya, rencana anggaran biaya, daftar analisa harga saham, daftar harga satuan bahan dan upah, serta jaminan penawaran. ”Setelah itu, pihak panitia akan melanjutkan dengan melakukan koreksi aritmatika, yang dilanjutkan dengan evaluasi administrasi dan teknis, serta evaluasi kewajaran harga terhadap pagu”, tambah Abdul Slamet. Agenda pelelangan akan dilanjutkan dengan pembuktian kualifikasi perusahaan, dan penetapan 3 calon pemenang lelang pada 5 Agustus, yang pada akhirnya akan ditunjuk satu perusahaan jasa kontraktor sebagai pemenang lelang. [nok]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Semiloka Biomolekuler
26-27 Agustus 2006
Belakangan telah banyak dilakukan dan dikembangkan penelitian mengenai dasar-dasar biomolekuler hipertensi dan penyakit ginjal. Tetapi harus diakui bahwa masih terdapat banyak fenomena klinis yang belum dapat dijawab dan dijelaskan secara klinis serta harus dicari solusi permasalahannya secara biomolekuler. Ada berbagai masalah penyakit yang membutuhkan penanganan baik diagnosa, pengobatan dan pencegahannya secara lebih mendalam dan mendasar melalui pemahaman di tingkat molekuler maupun seluler. Pendalaman patomekanisme dan patogenesis penyakit yang dikaji secara molekuler dan seluler diharapkan akan memberikan kontribusi besar dalam penanganan penderita di masa kini.
Beberapa dasawarsa terakhir juga berkembang penelitian tentang berbagai faktor resiko dan epigenetik suatu penyakit yang berusaha mengungkapkan mekanisme maupun kondisi yang memudahkan tumbuhnya penyakit, serta mekanisme terjadinya efek fenotipe sebagai hasil ekspresi gen selama fase perkembangan dari deferensiasi suatu penyakit. Berangkat dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan ilmiah para ilmuan, dokter spesialis dalam bidang biomolekuler dan seluler khususnya faktor resiko dan epigenetik hipertensi serta penyakit ginjal agar lebih mengenal dan mampu melaksanakan penelitian di bidang biomolekuler dan seluler penyakit, Program Pascasarjana Universitas Brawijaya menyelenggarakan semiloka Biologi Molekuler Pada Hipertensi dan Penyakit Ginjal bertajuk “Fight Hypertension and Kidney Disease from Bench to Clinical Approach” pada 26-27 Agustus 2006.
Kegiatan semiloka ini terdiri dari kursus dan pratikum. Kegiatan kursus meliputi dasar-dasar biologi molekuler dan seluler faktor resiko dan epigenetik hipertensi dan penyakit ginjal, aplikasi klinisnya serta pengetahuan tentang riset berbasis biomolekuler dan seluler dengan berbagai parameter biomolekuler yang mendasari maupun yang terkait. Sementara pelaksanaan praktikum meliputi pemeriksaan DNA, bio assay Nitric Oxide, pemeriksaan anti oksidan (MDA, SOD), F2 isoprostan dan Renin/Anglotensin II.
Hadir sebagai pemateri di antaranya Prof Dr dr Marsetio Donosepoetro SpPK., Prof.dr. Purnomo Surjohusodo, Prof dr M. Aries Widodo SpFK PhD, Prof Dr dr Askandar Tjokroprawiro, SpPD-KEMD., dan Prof.Dr.dr. Djanggan Sargowo, SpPD., SpJP (K) FIHA. Para peserta kursus dikenakan biaya sebesar Rp 500 ribu, sementara untuk peserta kursus dan praktikum dikenakan biaya sebesar Rp 1 juta. Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi panitia di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Jl. MT Haryono 169 Malang, Telp. 0341-571260 atau e-mail bmbc_2006@yahoo.com. [nik]