Last updated 31/8/2005
By: Farid Atmadiwirya
Agustus 2005

Kiprah Stefan Krisna, Wakil Presiden IAAS
31 Agustus 2005
Stefan Krisna, Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya, tahun lalu terpilih sebagai Wakil Presiden IAAS (International Association of Students in Agricultural and Related Sciences) yang berkedudukan di Belgia.
Baru-baru ini, melalui e-mail dia melaporkan bahwa dirinya saat ini sudah menyelesaikan tugasnya sebagai wakil Asia dalam mengemban misi pertanian dunia. Kontraknya dengan IAAS akan berakhir September 2005 mendatang.
Tetapi, tuturnya, dia masih menyisakan beberapa tanggung jawabnya terhadap IAAS International sampai bulan Juli tahun depan, yaitu pada pertemuan dunia mahasiswa pertanian yang akan dilangsungkan di Malaysia.
Stefan bercerita bahwa dia sudah mengunjungi lebih dari 30 negara di 3 benua, namun dia merasa masih ada yang terlewatkan, yaitu ingin mengungkapkan rasa terima kasih kepada Universitas Brawijaya, terutama kepada Pembantu Rektor III Drs Tjahjanulin Domai MS beserta staf, yang telah membantu semua keperluan Stefan selama menjabat sebagai Wakil Presiden IAAS International. Dia berjanji akan menyusun sebuah laporan tentang pekerjaan dan semua kegiatannya selama menjalankan tugas sebagai duta mahasiswa pertanian.
Dalam e-mail tersebut Stefan juga melampirkan majalah yang merupakan karyanya bersama teman-teman internasionalnya. Majalah tersebut sudah dipublikasikan ke lebih dari 5000 universitas di seluruh dunia.
Selain itu,  Stefan mengabarkan, bulan depan (September 2005) dia akan kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan segala administrasi ke-lulusannya di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. [Far]

Prof. Dr. Soekartawi: Perlu Revitalisasi Sumberdaya Pendidikan untuk Tingkatkan Daya Saing
30 Agustus 2005
Karena sumberdaya pendidikan yang tersedia umumnya lebih rendah dari kebutuhan, maka upaya revitalisasi sumberdaya pendidikan menjadi amat panting bagi perguruan tinggi, agar kemampuan meningkatkan daya saing tetap terjaga.
Demikian Prof. Dr. Soekartawi dalam ceramah di depan pimpinan universitas, fakultas, lembaga dan jurusan di Kantor Pusat Universitas Brawijaya, Selasa 30 Agustus 2005.
Ceramah yang berjudul “Revitalisasi Sumberdaya Perguruan Tinggi untuk Meningkatkan Unggulan Kompetitif” ini, menurut Soekartawi, didasarkan pada pengalaman selama 9 tahun men-jadi top officers (pimpinan) di SEAMEO (Southeast Asia Ministers of Education Organization).
Dalam era global seperti sekarang ini, Soekartawi, meng-ingatkan 3 hal panting yang mempengaruhi perkembangan pendidikan tinggi di masa mendatang, yaitu: derasnya kemajuan teknologi informasi, persaingan yang semakin ketat ditandai dengan ciri-ciri hypercompetition, dan perguruan tinggi yang dituntut berkemampuan memberikan nilai lebih pada produk-produknya.
Soekartawi mengingatkan bahwa pimpinan perguruan tinggi harus mengantisipasi perubahan lingkungan global tersebut. Untuk itu, produk perguruan tinggi dituntut untuk mempunyai ciri yang beda (distinctive), agar lulusannya cepat terserap di pasar kerja, hasil penelitiannya selalu dipakai sebagai rujukan dalam pembuatan keputusan (product references) dan perguruan tinggi itu menjadi disegani oleh penggunanya.
Soekartawi juga menjelaskan secara panjang-lebar tentang strategi revitalisasi sumberdaya pendidikan, baik sumberdaya yang sifatnya tangible (terlihat) seperti dosen, karyawan, sarana-prasarana dan sebagainya, maupun sumberdaya yang sifatnya in-tangible (tidak terlihat) seperti kurikulum, program, IPR (intelelectual property rights), dan sebagainya.
Lima jurus
Soekartawi, menawarkan lima jurus yang mungkin dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi, yaitu: (a) menawarkan program yang spesifik-unggulan dan mempunyai relevansi dengan kebutuhan (program exellence and relevance), (b) melaksanakan efisiensi manajemen dan organanisasi, (c) menyiapkan dana yang cukup dan berkelan-jutan (ensured financial viability), (d) memperkuat kerjasama dan network, dan (e) mempunyai akses yang luas, baik kepada media, partners, users, dan sebagainya.
Dipandu oleh Pembantu Rektor I Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, ceramah diakhiri dengan acara tanya jawab yang memakan waktu sekitar 2 jam, dan diikuti oleh sekitar 60 peserta. Prof Yogi dalam sambutan penutupnya menjelaskan apa yang diberikan di ceramah Prof Soekartawi ini amat relevan dengan RPP UU-Sisdiknas 20/2003 di mana revitalisasi dan peranan Jurusan menjadi amat penting.
Soekartawi adalah guru besar Fakultas Pertanian, dan sementara tinggal di Jakarta untuk menunggu posnya yang baru setelah tugasnya selesai di SEAMEO. [SKW]

Kunjungan Rektor Unibraw ke Jepang
30 Agustus 2005
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Bambang Guritno, selama 10 hari (21-30 Agustus 2005) mengadakan kunjungan ke Jepang. Dalam kunjungan itu Rektor disertai beberapa staf, yakni Prof. Dr. Sutiman Bambang Sumitro, Dr. Suhadak MEc, dan Drs. Luqman Hakim MSc.
Kunjungan rektor ini dilakukan dalam rangka persiapan pelak-sanaan Professional Human Resources Development Project (PHRDP) fase-III Pemerintah Jepang. Di sana, tim Unibraw dijadwalkan mengikuti workshop yang membahas tentang pengembangan SDM perencana Propinsi Nangroe Aceh Darussalam, dan persiapan pelaksanaan Program S2 Double Degree.
Kegiatan workshop menghadirkan pembicara SAProf Cristy G. Ututalum dengan materi “PHRDP III Strategic Framework and Outputs”, Bappeda NAD Dr. Abdul Rahman Lubis dengan materi “Aceh Human Resource Development Needs”, dan Dekan MIPA ITB Dr. Intan Ahmad dengan materi “Distance Education”.
Selain Unibraw, dari Indonesia juga diundang sebagai peserta workshop wakil-wakil dari Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, dan Universitas Syiah Kuala NAD.
Di hari pertama workshop, setiap universitas baik Jepang maupun Indonesia memberikan presentasi mengenai universitas masing-masing. Pada kesempatan itu Rektor beserta tim juga diberi kesempatan melakukan diskusi internal Program Batch 1 dengan Hiroshima University, Batch 3 dengan Tohoku University dan Batch 4 dengan Ritsumeikan University. Dalam diskusi panel, dikemukakan beberapa konsep proyek seperti Linkage Program, Non Degree Program, On Job Training, Aceh Needs, dan Implementation method yang disampaikan oleh Dr. Hikida sebagai ketua tim.
Hari kedua workshop, Rektor Unibraw beserta tim melakukan diskusi Batch 5 dengan Takushoku University, Batch 6 dengan Ryukoku University, Batch 7 dengan Tokyo International University, Batch 8 dengan Yokohama University, Batch 9 dengan Kobe University, dan Batch 10 dengan Keio University. [nik]

Pelantikan Komandan Menwa
30 Agustus 2005
Pembantu Rektor III Universitas Brawijaya Drs. Tjahjanulin Domai MS telah melantik komandan Resimen Mahasiswa yang baru Dede Suparjo dari Fakultas Ekonomi angkatan 2002 menggantikan Abdillah Mudzakir dari Fakultas Perikanan angkatan 2000. Kegiatan yang berlangsung di gedung PPI pada 30 Agustus 2005 ini dihadiri oleh pejabat teras di lingkungan Biro Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Brawijaya. Dede Suparjo dinyatakan mampu menjadi komandan Menwa setelah melakukan proses seleksi ketat yang diikuti oleh empat calon komandan. Proses pemilihan juga dilakukan melalui voting suara para alumni, dan senior. [nik]

Politeknik Menjawab Kebutuhan Dunia Kerja, Banyak yang Direkrut Kerja sebelum Wisuda
Selasa, 30 Agt 2005
Semakin ketatnya persaingan di dunia kerja menuntut lembaga pendidikan tinggi untuk menyiapkan tenaga-tenaga yang siap secara mental dan skill untuk terjun di dunia kerja. Politeknik (Poltek) Negeri Malang sangat tanggap menghadapi kenyataan ini. Karena itu lembaga tersebut semakin terpacu unuk mendidik para mahasiswa-nya agar mampu bersaing di dunia kerja.
Direktur Poltek Negeri Malang Ir Budi Tjahjono mengatakan, sebagai lembaga pendidikan profesional di bidang teknologi terapan, poltek telah memiliki segala fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran tersebut. "Semua labora-torium ada di Poltek, bahkan ada juga perusahaan mininya," ujar Budi.
Dengan segala fasiltas yang ada itu, poltek semakin percaya diri bahwa ke depan lembaga ini akan semakin diminati mahasiswa. Pasalnya, hampir semua mahasiswa ingin segera mendapatkan pekerjaan begitu lulus. Sedang perusahaan menginginkan tenaga-tenaga kerja dengan kualifikasi skill yang tinggi. "Di Poltek, sarana untuk mengembangkan skill mahasiswa sangat lengkap. Jadi, apa yang dibutuhkan di dunia kerja yang sesungguhnya sudah disiapkan poltek," katanya.
Untuk menunjang semua itu, kombinasi perkuliahan lebih banyak praktik. Yakni mencapai 55 persen praktik dan 45 persen teori. Perkuliahan itu diselenggarakan dengan sistem paket yang sangat ketat selama 6 semester atau 3 tahun. Dengan cara tersebut, lulusan poltek benar-benar mampu diandalkan saat menjadi tenaga kerja yang sesungguhnya.
Budi mengatakan, untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi tersebut, Poltek selalu memandang jauh ke depan. Karena perkembangan teknologi dan industri yang begitu cepat, maka yang harus dijadikan acuan adalah kebutuhan-kebutuhan masa depan. "Misalnya untuk mahasiswa yang masuk tahun ini, kami harus menyiapkan keterampilan mereka yang kira-kira sangat dibutuhkan pada 3 tahun mendatang," katanya.
Maka, tak heran jika banyak sekali mahasiswa Poltek yang sudah mendapatkan pekerjaan meskipun mereka belum diwisuda. Rupanya, perusahaan yang merekrut telah melihat kemampuan mahasiswa poltek itu saat menjalani praktik kerja lapangan di perusahaan bersangkutan. [lid] http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=100152&c=88

Unibraw dan ITB Siap Bantu Aceh dalam Pembelajaran Jarak Jauh
29 Agustus 2005
Universitas Brawijaya dan Institut Teknologi Bandung, dalam kerangka SOI (School On the Internet), berkomitmen untuk membantu Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Bantuan yang diberikan dalam bentuk fasilitas maupun keilmuan melalui pembelajaran jarak jauh (distance learning). Demikian dikemukakan Ir. Harry Soekotjo Dachlan MSc, Ketua Pusat Pengembangan E-Learning (PPE) Universitas Brawijaya, dalam jumpa pers di PPE Unibraw, Senin 29/8, di sela-sela workshop dan training internasional bidang teknologi informasi.
Mengenai kegiatan workshop, menurut Harry, diselenggarakan secara rutin oleh SOI. Dan yang kelima kalinya diselenggarakan di Unibraw. Workshop ini terbagi menjadi dua, yaitu operator workshop dan advance workshop IT. Untuk operator workshop, target yang ingin dicapai adalah mampu mengoperasikan workshop di tempat masing-masing dengan kendali Keio University. Sedangkan untuk tingkat advance diharapkan mampu mengoperasikan sendiri serta mengembangkan model operasinya lebih jauh.
Delegasi Indonesia yang ikut serta dalam kegiatan tersebut adalah dari ITB, Unibraw, Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Syiah Kuala Aceh. Universitas Syiah Kuala dalam hal ini belum tercatat sebagai anggota, tetapi sebagai bentuk komitmen SOI terhadap kemanusiaan, SOI yang dalam hal ini dikoordinir oleh Keio University, berkomitmen untuk membantu Universitas Syiah Kuala dalam hal fasilitas maupun keilmuan melalui pembelajaran jarak jauh. “Dalam hal tersebut, Universitas Brawijaya dan ITB juga turut berpartisipasi dalam pembelajaran jarak jauh tersebut. ITB membantu dalam bidang teknk elektro, dan Unibraw dalam bidang ilmu-ilmu sosial melalui distance learning (pembelajaran jarak jauh)”, ungkap Harry.
Sementara itu staf senior SOI yang juga hadir dalam kesempatan tersebut, Miss Shoko Mikawa, mengatakan bahwa perlengkapan yang diperbantukan untuk Universitas Syiah Kuala akan didatangkan bulan September nanti. Lebih lanjut diungkapkan oleh kandidat doktor bidang media dan governance dari Keio University yang berkonsentrasi pada distance learning ini, bantuan tersebut bernilai kurang lebih 4 juta yen. [HSD/nok]

Mahasiswa Unibraw Raih Cerebrovit Marketing Award
29 Agustus 2005
Dengan judul karya tulis “Breakfast Cereal Shiitake sebagai Diversifikasi Pengolahan Jamur Shiitake (Lentinus edodes) untuk Penghambat Penyakit Kanker”, pasangan Yuliana PKM (mahasiswa jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Unibraw, angkatan 2002) dan Nira Pusta H (mahasiswa jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Unibraw, angkatan 2004) berhasil memenangkan ajang “Cerebrovit Marketing Innovation Award 2005 for Outstanding and Creative Ideas”.
Diungkapkan oleh Nira Pusta, judul tersebut pernah dikompetisikan di LKTM mahasiswa baru Unibraw  tetapi tidak lolos. Ketika melihat ada marketing award, ia tertarik untuk mengajukan inovasi produknya dan mengajak Yuliana yang kebetulan teman kosnya untuk memperbaiki karya tulis tersebut.
Dengan kemenangannya pada ajang kompetisi tersebut, mereka berhak mendapat hadiah uang tunai 4 juta rupiah, HP Sony Ericson K 30 I serta tropy dan penghargaan. “Dan yang lebih menarik kita langsung direkrut oleh PT Kalbe Farma”, ungkap mereka bahagia. [nok]

Staf  BAPSI  Ikuti Workshop Penyusunan LAKIP
29 Agustus 2005
Dua orang staf Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI), masing-masing, Mulyaningwati SSos dan Suheri, selama 2 hari, 30-31 Agustus 2005, akan mengikuti Workshop Penyusunan LAKIP (Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah) Perguruan Tinggi di Hotel JW Marriot Surabaya.
Kegiatan ini akan diikuti 20 perguruan tinggi negeri dan politeknik negeri  se-Jawa Tengah, Jawa Timur dan Madura. Materi yang disampaikan selama workshop antara lain, "LAKIP dalam Sistem Pendidikian Tinggi" (disampaikan Sesditjen Dikti), "Sistem Pengelolaan Keuangan Berbasis Kinerja" (Paruh Lubis, Direktur Pelaksanaan Anggaran, Ditjen Perbendahraan, Dep Keu); "LAKIP dalam Sistem Pemerintahan" (Yusuf Ateh, Kantor Menpan), "LAKIP sebagai sumber Audit Kinerja (Maratus Panggabean, Itjen); Rencana Strategi Departemen" (Faizal Madani, Balitbang Dikti). "Rencana Strategik Dikti" (Dadang Sudiyarto, Ditjen Dikti), dan "Strategi Penyusunan LAKIP" (dr. Andi Ansharullah, Unibraw).
Karena dinilai berhasil dalam penyusunan LAKIP Unibraw, Tim Unibraw mendapat kepercayaan untuk menjadi pemateri LAKIP tingkat nasional. Dokter Andi Ansharullah, sebelum ini juga sudah memberikan materi sejenis di Jakarta, Medan, dan Makassar. Selama workshop juga akan dilakukan diskusi-diskusi kelompok. [MW]

Workshop dan Training Internasional Teknologi Informasi
28 Agustus 2005
Pusat Pengembangan E-Learning (PPE) Universitas Brawijaya akhir bulan ini akan menyelenggarakan workshop dan training internasional bidang teknologi informasi. Workshop dan training diadakan selama 5 hari (28/8 - 1/9) di gedung Kantor Pusat lama.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pengetahuan dan ketrampilan dalam mengoperasikan dan merawat (maintenance) sistem jaringan komputer berbasis IPv6 yang digunakan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh melalui internet dalam lingkungan School On the Internet  (SOI) Asia.
Kegiatan disponsori oleh Asia Science, Economics and Education Development, Keio University Jepang dan Universitas Brawijaya. Peserta workshop dan training ini berjumlah 57 orang berasal dari 21 universitas dan lembaga riset, dari 12 negara, yaitu Jepang, Bangladesh, Nepal, Mongolia, Thailand, Vietnam, Myanmar, Laos, Malaysia, Singapura, Filipina dan Indonesia. Instruktur berasal dari Jepang sebanyak 7 orang dan dari Unibraw 1 orang.
Materi workshop dan training antara lain Internetworking with TCP/IP berbasis IPv6 (Basics, Unicast Routing, Multicast Routing), Uni Directional Link Receiver, Deploying Receiver, System Configuration, Archive Service Configuration, Internet Service Configuration, Satellite Receiver, Network Security, dan sebagainya. Di samping itu masih ada acara self study, yang dilaksanakan setiap hari setelah acara workshop selesai yaitu dari pukul 20.00 – 22.00 WIB. [HSD]

Ombudsman Surati Peni Soal Kenaikan Pangkat dan Mutasi Riyanto
Sabtu, 27 Agt 2005
Kejanggalan kenaikan pangkat dan mutasi Riyanto, pengawas sekolah di Kota Malang mengusik Komisi Ombudsman Nasional (KON). Untuk menuntaskan polemik tersebut, KON mengirimkan surat klarifikasi tertulis kepada Wali Kota Malang Peni Suparto.
Surat itu ditanda tangani langsung Ketua KON Antonius Sundjata tertanggal 19 Agustus 2005 bernomor 0303/KON LAPOR.0492/VIII/205-WIN. Isi surat tersebut meminta wali kota memberikan penjelasan soal kenaikan pangkat dan mutasi Riyanto.
Koordinator Pusat Pengembangan Otonomi aerah (PP Otoda) Universitas Brawijaya Ibnu Tri Cahyo mengatakan, beberapa waktu lalu, dirinya mendapatkan surat tembusan dari KON. "Intinya, KON meminta agar wali kota memberikan jawaban tertulis mengenai pelayanan publik. Yang di dalamnya menyangkut persoalan Riyanto," kata Ibnu.
Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Malang R. Poedjiono Budi Santoso mengatakan, pemkot sampai saat ini belum menerima surat dari KON. Karena itu, dirinya tidak berani memberi keterangan mengenai surat KON tersebut. "Saya belum pernah dengar ada surat dari KON. Nanti akan saya ceknya, apa benar Pak Wali dapat surat. Kalau surat sudah ada di tangan, saya berani mengomentarinya," papar Poedjiono.
Ibnu melanjutkan, dalam surat tersebut, KON meminta agar surat tersebut dalam waktu dekat segera dibalas. Sebab, persoalan tersebut juga merupakan permasalahan publik. Ibnu menjelaskan, ada persoalan menarik dalam kasus Riyanto.
Pengawas sekolah ini, lanjut dosen FH Unibraw, sebenarnya sudah diusulkan untuk dinaikkan pangkatnya. Usulan kenaikan pangkat ini berasal dari dinas pendidikan, selanjutnya diteruskan ke wali kota. Kemudian diteruskan ke gubernur Jatim dan presiden. "Pada 29 September 2004, usulan kenaikan pangkat tersebut diusulkan gubernur kepada presiden," terang Ibnu.
Anehnya, pada 22 Oktober 2004, usulan kenaikan pangkat tersebut dibatalkan oleh wali kota. "Tiba-tiba dibatalkan tanpa ada penjelasan. Tentu ini sangat aneh. Gubernur sudah minta jawaban mengenai pembatalan tersebut. Sayangnya, sampai saat ini belum ada jawaban," tambahnya.
Sedang permasalahan yang kedua adalah masalah mutasi Riyanto. Pada 15 Februari 2005 lalu, wali kota meminta kepada gubernur melalui dinas pendidikan nasional (diknas) provinsi agar Riyanto di mutasi ke diknas provinsi. Nyatanya, pada 11 Mei 2005, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang menyerahkan surat mutasi kepada kepada Riyanto ke Kabupaten Probolinggo. "Keanehan-keanehan itulah yang membuat KON tertarik. Karenanya, KON meminta agar Peni segera memberikan jawaban tertulis," tandas Ibnu. (fir) http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=99893&c=88

Studium Generale Program Ilmu Sosial
26 Agustus 2005
Dalam rangka pembukaan perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2005/2006 Program Ilmu Sosial (PIS) Universitas Brawijaya mengadakan kuliah umum (studium generale) pada Jumat 26 Agustus 2005, bertempat di gedung PPI Unibraw lantai II, mulai pukul 08.30 WIB.
Tema studium generale ini adalah “Prospek Kerja Bidang Ilmu Sosial di Indonesia”, menghadirkan pakar dan tokoh sosiologi senior dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Prof. Nasikun PhD.
Menurut ketua pelaksana kegiatan, Maulina Pia Wulandari SSos MComm, dengan adanya studium generale ini mahasiswa diharapkan dapat memperluas wawasan dan memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan dan prospek kerja dalam bidang ilmu sosial.
Prospek
Di depan sivitas akademika PIS, Prof. Nasikun mengajak seluruh yang hadir dalam kesempatan tersebut untuk lebih percaya diri, karena selintas dari judul kuliahnya tercitra adanya rasa kurang percaya diri pada mahasiswa PIS. Ditambahkan oleh laki-laki yang memiliki motto “dapat tidur nyenyak di mana saja dan kapan saja”, ini bahwa ilmu-ilmu sosial memiliki peran penting di era serba otomatik dan teknologi yang tengah menjadi raja pada saat ini. Ilmu-ilmu sosial dan humaniora memiliki peranan penting dalam liberasi dan humanisasi teknologi, adalah judul makalah yang dibagikan dalam kesempatan tersebut.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa peran ilmu-ilmu sosial dan humaniora dalam perkembangan teknologi berangkat pada beberapa alasan di antaranya adanya transformasi sosial menuju sistem teknokrasi sebagai konsekuensi dari mengalirnya banjir alih teknologi dari negara industri maju jikalau bukan oleh karena keberhasilan para ahli teknologi di Indonesia dalam pengembangan teknologi masa depan.
Dalam kesempatan tersebut ia juga mengingatkan kepada seluruh mahasiswa agar berhati-hati terhadap apa yang disebutnya sebagai “the unholly trynity” yang meliputi IMF, Bank Dunia dan WTO. Menurutnya, pada saat ini Indonesia memang sedang mengalami imperalisme model baru yang kita sendiri mulai larut di dalamnya. Semisal, dalam seminggu, berapa produk dari luar negeri yang telah kita konsumsi? Berpijak pada hal tersebut, apakah kita masih bisa mengklaim diri kita sebagai orang Indomesia? ungkapnya. [nik/nok]

Kesepakatan Damai Dewan Teknik-EM Unibraw
26 Agustus 2005
Pembantu Rektor III, Drs. Tjahjanulin Domai MS secara khusus mengagendakan acara "Kesepakatan Damai antara Dewan Teknik dengan Eksekutif Mahasiswa Unibraw", hari Jumat 26/8, mulai pukul 9.30 WIB, di ruang pertemuan lantai VI gedung Rektorat Unibraw.
Acara ini digelar menyusul adanya ketegangan antara Dewan Teknik dengan EM Unibraw sehubungan dengan peristiwa kesalahan menyebut nama pimpinan Dewan Teknik oleh Pre-siden EM Unibraw, Agung Pamujiyanto, pada upacara pene-rimaaan mahasiswa baru, Rabu, 17 Aguustus 2005 silam.
Kesepakatan yang ditandatangani oleh Presiden EM Unibraw Agung Pamujiyanto, Koordinator Dewan Teknik Unibraw Hasanuddin, selaku pihak yang bersepakat, serta PR-III Drs. Tjahjanulin Domai MS, dan Kepala Bagian Kemahasiswaan Unibraw Ali Farid SH selaku saksi.
Kesepakatan yang ditandatangani itu antara lain menyatakan, kedua belah pihak saling meminta maaf dan memaafkan atas kejadian pada saat upacara penerimaan mahasiswa baru, 17 Agustus 2005.  Dengan saling memaafkan ini, maka kedua belah pihak menjamin bahwa permasalahan sudah selesai secara tuntas.
Ditekankan pula bahwa Dewan Teknik menjamin tidak akan ada permasalahan lagi setelah ini. Sementara itu, Presiden EM UB akan mencabut laporan/pengaduan yang pernah dikirimkan sebelumnya ke Polresta Malang menyusul insiden yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 2005 pada saat upacara penerimaan mahasiswa baru 2005. [Far]

Pengambilan Sumpah Dokter Baru
25 Agustus 2005
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Kamis (25/8), menggelar upacara pengambilan sumpah bagi 26 dokter baru. Di antara dokter baru yang diambil sumpahnya terdapat dr. Nor Hafidza Binti Haron, lulusan asal Malaysia, puteri sulung pasangan Haji Baron bin Othman dan Hajjah Rahimah Binti Salleh, alumni Mara Junior Science College, Taiping, Perak.
Berikut adalah nama-nama dokter yang diambil sumpahnya untuk periode 25 Agustus 2005: dr. Candrati Sukardji, dr. Andri Soelistio, dr. Budi Santoso Sukarsono, dr. Troupy Mirensy Langie, dr. Pungky Prasetyo, dr. Ahmad Rousdy Noor, dr. Rosmini, dr. Trinil Sulamit, dr. Nor Hafidza Binti Haron, dr. Ade Irawan, dr. Aris Widayati, dr. Ayu Rosema Sari, dr. Eko Prasetyo Novianto, dr. Eni Wahyuni, dr. Peni Mujinastiti, dr. Rina Yuda Novira, dr. Rinta Aktaningtyas, dr. Romadhan Harta Raya, dr. Sari Ekowati, dr. Silvia Candradewi, dr. Yeni Setyo Herwanti, dr. Yudith Radityasari, dr. Yulia Kurniawati, dr. Yulia Rachmawati, dr. Yunatan Iko Wicaksono, dan dr. Zahrotul Fitriyah. Dengan demikian, hingga saat ini FK Unibraw telah menghasilkan 2924 lulusan
Dalam kesempatan itu Dekan Fakultas Kedokteran, dr. Harijanto MSPH berpesan kepada para dokter baru bahwa terbentuknya KKI (Konsil Kedokteran Indonesia) pada 29 April 2005 akan memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi masyarakat yang menerima jasa pelayanan kesehatan dan sekaligus untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan baik dokter maupun dokter gigi.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala RSSA dr. Pawik Supriadi SpJP (K) menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena mulai melunturnya sikap hormat serta perilaku sopan santun kepada mitra kerja sesama sejawat maupun tenaga RS lainnya, dan kurang empatinya dokter kepada pasien sehingga mengakibatkan iklim kerja menjadi kurang kondusif dan saling menunjang. Menurutnya, hal ini mengakibatkan pelayanan kepada penderita tak terintegrasi dengan baik. Lebih lanjut dikatakan bahwa pada saat ini masyarakat banyak menyoroti profesi kedokteran yang bisa sampai pada tuntutan/gugatan. Menghadapi hal itu, para tenaga kesehatan, dokter, perawat dan petugas lain yang bertugas di rumah sakit bukan lagi berfungsi sebagai perorangan akan tetapi merupakan bagian dari suatu jaringan sosial. “Image masyarakat yang buruk terhadap rumah sakit akan menjadi kurang baiknya citra rumah sakit”, ungkapnya.
Perwakilan dokter baru dalam menyampaikan sambutannya adalah dr. Ahmad Rousdy Noor, putera pasangan H. Nur Ahmad dan Hj. Nurhayati yang juga alumni SMA 3 Malang. [nok]

Mahasiswa Unibraw Terima Beasiswa SCTV
23 Agustus 2005
Sebanyak 13 orang mahasiswa Universitas Brawijaya mendapatkan beasiswa dari PT Surya Citra Televisi yang diberikan pada Selasa (23/8) di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. Penyerahan beasiswa secara simbolis dilakukan oleh Gina R Soepardi AVP Communication SCTV disaksikan oleh Pembantu Rektor III Universitas Brawijaya Drs. Tjahjanulin Domai MS. Beasiswa SCTV diberikan kepada 10 orang mahasiswa berprestasi, dan Beasiswa Pundi Amal SCTV kepada 3 orang mahasiswa asal Nangroe Aceh Darussalam korban bencana tsunami.
Proses seleksi beasiswa bagi mahasiswa berprestasi telah dilakukan terhadap 22 calon pada 22 Agustus 2005 di kampus Universitas Brawijaya. Sepuluh dari 22 orang calon yang dinyatakan lolos seleksi dan mendapatkan beasiswa sebesar Rp 3 juta untuk dua semester yang akan direalisasikan pada bulan September atau Oktober 2005. Kesepuluh mahasiswa itu masing-masing Mochammad Riyadi (FH), Abdul Manap Pulungan (FE), Aan Triono dan Evi Oktaviana (FIA), Dendy Hartarto (FP), Tatok Winarko, Dibyantoro (FT), David Perkasa (Faperik), Yunita Suci Amalia (FMIPA), dan Yusron Sugiarto (FTP).
Sementara itu seleksi beasiswa Pundi Amal SCTV dilaksanakan berdasarkan berkas mahasiswa dengan kriteria di antaranya salah satu atau kedua orang tuanya meninggal dunia akibat bencana tsunami. Tiga orang mahasiswa asal NAD yang memenuhi kriteria, Z. Silistiawati (FP/HTP) dan Rezania Putri (FP/Agribisnis), dan Cut Razianti ZB (FK) menerima beasiswa masing-masing sebesar Rp 5,7 juta. [nik]

Ujian Terbuka Disertasi Ir Tries Edy Wahyono MM
22 Agustus 2005
Ir Tries Edy Wahyono MM, dosen Universitas Kanjuruhan Malang, mempertahankan disertasi berjudul “Variabel Anteseden dari Harapan Pelanggan dan Citra Perguruan Tinggi Swasta, serta Pengaruhnya terhadap Basis Segmentasi Pasar”, dalam ujian terbuka disertasi yang diselenggarakan Program Pascasarjana Universitas Brawijaya (PPSUB), Senin 22/8. Ketua sidang ujian, Direktur PPSUB Prof. Dr. dr. Djanggan Sargowo SpPD SpJK, pada akhir acara itu menyatakan Tries Edy Wahyono lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ekonomi manajemen dengan predikat sangat memuaskan (IP kumulatif 3,3). Tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Umar Nimran MA., Prof. Dr. Salladien, Dr. Ir. Solimun MS, dan penguji dari Universitas Padjadjaran Bandung Prof. Dr. Sucherly.
Dalam disertasinya Tries Edy Wahyono, dengan promotor Prof. Dr Djumilah Zain SE dan kopromotor masing-masing Prof. Dr. Bambang Swasto ME dan Dr. Armanu Thoyib SE MSc, antara lain mengutarakan langkah pemerintah dalam rangka mengembangkan kualitas perguruan tinggi Indonesia, menetapkan strategi pendidikan tinggi jangka panjang 2004-2010, yang mencakup tiga pokok permasalahan, yaitu peningkatan daya saing bangsa, penguatan otonomi, dan penyehatan organisasi. Otonomi pendidikan tinggi yang merupakan konsekuensi dari pelaksanaan strategi pemerintah, perguruan tinggi baik negeri (yang mendapatkan subsidi pemerintah) maupun swasta, berkewajiban mengatur pengelolaannya sendiri, termasuk mencari sumber pendapatan guna menghidupi diri sendiri. Dengan kondisi demikian, persaingan antara keduanya pun menjadi semakin ketat dan saling berlomba untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat.
Untuk disertasinya ini Tries mengumpulkan data dari 403 orang responden mahasiswa strata satu bidang studi teknik dan ekonomi dari perguruan tinggi swasta yang berada di bawah koordinasi Kopertis Wilayah VII Jawa Timur dan BAN Perguruan Tinggi. Dalam penelitian itu Tries mencoba mengungkap beberapa masalah mendasar, yaitu bagaimana citra perguruan tinggi swasta dibentuk, seberapa besar peranan dari kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan, seberapa besar pengaruh kepuasan pelanggan terhadap harapan pelanggan, bagaimana harapan pelanggan bisa dipenuhi, bagaimana basis segmentasi bisa ditentukan dan basis segmentasi apa yang terbaik untuk melakukan segmentasi pasar pada perguruan tinggi swasta.
Tries akhirnya menyimpulkan bahwa komunikasi dari mulut ke mulut memberi pengaruh signifikan terhadap citra perguruan tinggi swasta. Diharapkan pengelola PTS mempertahankan dan mengembangkan promosi pemasaran dari konsumen, oleh konsumen dan untuk konsumen ini. Temuan penting penelitian lainnya adalah citra PTS melalui kualitas layanan fungsional, kepuasan pelanggan dan harapan pelanggan bisa menentukan basis segmentasi pasar terbaik yaitu basis psikografi dan basis manfaat.
Tries Edy Wahyono, kelahiran Malang 39 tahun silam ini, menyelesaikan program  S1 pada Institut Teknologi Nasional Malang (1990), dan meraih gelar magister dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1992). [nik]

Workshop Menuju Layar Liputan 6 SCTV di Unibraw
22 Agustus 2005
Bertempat di 11 kota besar di Indonesia, SCTV menggelar kegiatan Menuju Layar Liputan 6.  Malang adalah kota ke-9 yang dikunjungi setelah sebelumnya dilangsungkan di Surabaya.
Sebagai rangkaian dari kegiatan tersebut, selama 2 hari berturut-turut, pada Senin-Selasa (22-23/4) SCTV menggelar workshop news production di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, yang diawali sehari sebelumnya dengan kegiatan seleksi news presenter di Malang Town Square (Matos).
Dalam kegiatan ini peserta mendapatkan ketrampilan praktis jurnalistik pertelevisian, meliputi peliputan berita serta pengambilan gambar dengan langsung memperagakan alat shooting broadcaster professional bak seorang kameraman profesional.
Setelah mendapatkan bekal pengetahuan jurnalistik, peserta yang dibagikan dalam beberapa kelompok langsung melakukan simulasi dengan mencari berita di seluruh kota Malang yang akan disajikan pada keesokan harinya. [nok]

Prof Dr H Thohir Luth MA: Banyak Cerita Bohong di Kalangan Jamaah Haji Indonesia
20 Agustus 2005
Dari hasil penelitian, banyak calon jamaah haji yang mengalami depresi mental karena banyak cerita bohong yang disebar di masyarakat, cerita yang diada-adakan, bahwa perbuatan semasa di tanah air akan dibalas di tanah suci. “Ini cerita bohong, karena jamaah datang ke tanah suci memenuhi undangan Allah, tidak mungkin Dia akan membalas dendam, karena Allah itu Maha Pengampun”.
Demikian Prof Dr. H. Thohir Luth di depan para calon jamaah haji KBIH Unibraw, 20 Agustus 2005, ketika memberikan bekal “Persiapan Mental dalam Ibadah Haji”. Ditegaskan pula, “Andaikan kita datang ke sana membawa dosa sekujur tubuh, dengan bertobat sungguh-sungguh, insya Allah akan diampuni”.
Menurut gurubesar hukum Islam yang sudah 25 kali melaksana-kan ibadah haji ini, adalah logis bila saat melakukan thawaf, kaki terinjak karena “berjubelnya” jamaah yang melakukan thawaf. Kalau ini terjadi, sebaiknya tidak usah diceritakan di maktab, karena jamaah haji Indonesia kebanyakan “ahli tafsir”. Terinjak kaki saat thawaf  bisa ditafsirkan bermacam-macam. Misalnya, “jelas saja terinjak, soalnya di tanah air dia suka menginjak-injak martabat orang lain”. Begitu juga kalau ada yang kehilangan uang, bisa ditafsirkan: “itu uang tidak halal …” dsb.
Menjelaskan mengenai posisi jamaah haji, Thohir Luth meng-utarakan, dalam Islam dikenal dua perjalanan suci. Pertama, Isra’-Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang tidak mungkin kita lakukan, dan kedua, perjalanan ibadah haji. “Dalam hal ini, posisi kita dari manusia biasa berubah menjadi tamu-tamu agung Allah. Karena ini perjalanan suci, maka jangan berpikir tentang mati, apalagi takut mati, “Kalaupun ada yang meninggal maka itu ibadah, insya Allah khusnul khatimah”, ungkapnya. Baca talbiyah sebanyak-banyaknya, upayakan dapat melaksana-kan semua rukun, wajib dan sunnah haji secara optimal semata-mata karena Allah SWT.
Juga diingatkan bahwa ibadah haji membutuhkan 70% ke-kuatan fisik dan 30% spiritual. Karena itu adalah keharusan untuk menjaga kondisi agar tetap sehat dengan cara makan dan istirahat secara teratur. Kalau makan, jangan pikirkan rupiah, karena rupiah terpuruk di mana-mana. “Kita tidak jadi makan kalau harga makanan selalu dikurs dengan rupiah”, tuturnya. Selain itu jangan memforsir diri dengan kegiatan-kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan beribadah, seperti berbelanja berlebihan. Lakukanlah ibadah shalat arbain hanya karena Allah, bukan karena arbain itu sendiri. “Jadi kalau sakit, ya jangan memaksa untuk mengerjakan arbain, karena Nabi sendiri saja sewaktu sakit, beliau memerintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam”, tambahnya.
Resep berikutnya, ibadah akan terasa nikmat bila ada 2 syarat. Pertama, jangan bawa semua uang kita untuk bekal, bawa secukupnya saja, tinggalkan sebagian di Indonesia. Kedua, bawalah bekal sabar semuanya, jangan ditinggal di Indoensia, karena sabar menjadi bekal utama saat menghadapi segala kesulitan dan bersyukur pada saat mendapat kemudahan.
Pada akhir ceramahnya, Ketua PPA Unibraw ini mengingatkan agar selama melaksakan ibadah haji jangan lupa pesan nabi untuk berdoa tentang 5 perkara. Pertama, berdoa untuk kedua orang tua baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, agar diampuni segala dosa-dosanya dan diterima amal kebaikannya. Kedua, berdoa untuk keluarga agar menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, ketiga diberi umur yang barakah. Keempat, mendapatkan rizki yang bermanfaat. Dan kelima, berdoa agar mendapatkan hidup yang khusnul khotimah serta dijadikan haji mabrur”.
Bimbingan manasik haji KBIH Unibraw secara klasikal yang dilaksanakan hingga Sabtu pekan ini sudah selesai, dan Ahad (28/8) para calon jamaah haji Unibraw akan melaksanakan latihan/praktek ibadah haji di lapangan Kantor Pusat Unibraw. Pembinaan selanjutnya berupa pendalaman dilaksanakan per regu atau per rombongan, dan pada bulan Ramadhan akan diselenggarakan acara shalat tarawih bersama yang juga diikuti dengan pendalaman/penyegaran maateri. [MW]

IKA Unibraw: Pelantikan Pengurus dan Pemberian Beasiswa
20 Agustus 2005
Dalam rangka peningkatan pelayanan kepada alumni, Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (PP IKA Unibraw) membentuk dan melantik pengurus dari 4 cabang baru, melantik pengurus 10 komisariat fakultas, dan pengurus IKA Cabang Malang, pada Sabtu (20/8) lalu.
Selain pelantikan, dalam acara yang dihadiri oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno dan para pembantu rektor ini juga dilakukan penandatanganan MoU (memorandum of understanding) antara PP IKA Unibraw dan Bank BTN, serta pemberian beasiswa kepada 10 orang mahasiswa Unibraw yang kurang mampu dan berprestasi.
Pengurus cabang
Pelantikan pengurus dilakukan oleh Ketua I IKA Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Syamsulbahri MS mewakili Ketua Umum Drs. Syukur Nuralam MBA yang berhalangan hadir.
Ketua cabang baru IKA Unibraw yang dilantik adalah Rahmad Sulphie SH (Mojokerto), H. Sunjoyo SH MM (Batu), Wahyono SH MHum (Pasuruan) dan Drs. Djoko Saptono MSi (Sidoarjo). Sedangkan Ketua IKA Unibraw Cabang Malang yang dilantik adalah Hizbulah Ashar SH.
Komisariat
Sementara itu pengurus 10 komisariat IKA Unibraw yang dilantik masing-masing: Fakultas Hukum, A. Askurin Iwan SH (ketua), Lutfi Effendi SH MHum (wakil ketua), Lucky Endrawati SH MHum (sekretaris) dan Rachmi Sulistyorini SH MH (bendahara); Fakultas Ekonomi: Dr. Armanu Thoyib SE MSc (ketua), Drs. Agung Yuniarinto MS (wakil), Dr. Unti Ludigdo MSi Ak (sekretaris) dan Dr. Ghozali Maskie SE MS (bendahara); Fakultas Ilmu Administrasi: Drs. Abdul Hakim MS (ketua), Drs. Bambang Supriyono MS (wakil), Drs. Sarwono (sekretaris), Dra. Srikandi Kumadji MSi (bendahara); Fakultas Peternakan: Dr. Ir. Woro Busono (ketua), Dr. Ir. Nuryadi MS (wakil), Abdul Manap SPt MS (sekretaris), Ir. Kuswati MS (bendahara); Fakultas Teknik: Ir. Gagoek Soenar Prawito (ketua), Ir. Damayanti Asikin (sekretaris), dan Ir. Rini Wahyu Sayekti MS (bendahara); Fakultas Kedokteran: dr. M. Ma’sum Effendi SpM (ketua umum), dr. Taufik Hidayat SpKK (sekum), dan dr. Etik Kurnia SpF (bendahara umum); Fakultas Perikanan: Ir. M. Rasyid Fadholi MSi (ketua), Ir. Abd. Rahem Faqih (wakil), Ir. Soelistyowati (sekretaris), dan Ir. Sri Andayani MS (bendahara); Fakultas MIPA: Chomsin S SSi MSi (ketua), Darjito SSi MSi (wakil), Ari Srihardiyastuti SSi MSi (sekretaris), dan Dra. Ani Budiastuti MSi (bendahara); Fakultas Teknologi Pertanian: Ir. Wahono Hadi Susanto MS (ketua), Dr. Ir. Susinggih Wijana MS (wakil), Ida Atmawati SSos (sekretaris), dan Ir. EF. Sri Maryani Santoso MS (bendahara); Fakultas Pertanian: Dr. Ir. Sudiarso MS (ketua) dan Ir. Elis Nihayati (bendahara).
Beasiswa
Dalam mewujudkan peran nyata alumni terhadap almamater, IKA Universitas Brawijaya memberikan beasiswa kepada mahasiswa Universitas Brawijaya yang kurang mampu dan berprestasi. Beasiswa sebesar Rp 180 ribu setiap triwulan selama satu tahun ini, diberikan kepada Andri Cahyono (FH), Abdul Ghofur dan Ning Sri Wiratri (FE), Evi Suwarni (FIA), Masfufa (Fapet), Ni Made Ferta Kurniawati (FP), Ririn Widyastuti (FT), Ulul Bashori (Faperik), Riva Santri (MIPA) dan Nurul Hikmah AM (FTP). [nik]

Ujian Terbuka Disertasi Abdul Yuli Andi Gani
20 Agustus 2005
Dosen senior Fakultas Ilmu Administrasi, Drs. Abdul Yuli Andi Gani MS, dalam ujian terbuka disertasi yang digelar Program Pascasarjana, Sabtu (20/8), dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude (indeks prestasi kumulatif 3,8).
Dipromotori oleh Prof. Dr. M. Irfan Islamy MPA serta ko-promotor Prof. Solichin Abdul Wahab MA PhD dan Dr. Sumartono MS, dalam disertasi Abdul Yuli Andi Gani yang berjudul “Tindakan Kolektif antara Pemerintah Lokal, Swasta, dan Masyarakat Sipil dalam Rangka Proses Pembuatan Kebijakan Publik yang Partisipatif (Suatu Studi tentang Proses Pembuatan Kebijakan Publik dalam Penataan Sektor Informal Khususnya PKL di Kota Malang),” terungkap bahwa permasalahan pedagang kaki lima di Kota Malang cukup kompleks. Dimana disatu sisi keberadaannya dapat menciptakan lapangan kerja, membantu ekonomi masyarakat lemah dan dapat meningkatkan pendapatan daerah, namun disisi lain keberadaannya menjadikan kota semakin semrawut dan kumuh. Peraturan daerah pemerintah Kota Malang yang tercantum dalam Perda No. 1 Tahun 2001 dan SK Walikota No. 580 tahun 2000 yang bertujuan untuk mengatur keberadaan PKL dengan berupaya mengakomodasi berbagai macam kepentingan stakeholders, ternyata belum dapat memuaskan semua pihak.
Andi Gani menyatakan bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah daerah kota Malang belum dapat mengakomodasi seluruh kepentingan stakeholders, kebijakan yang dibuat belum mengacu pada pendekatan yang lebih mengedepankan nilai-nilai demokratis dalam perspektif post-positivisme dan keberadaan jumlah PKL di kota Malang semakin bertambah sementara pemerintah kota belum mampu menanganinya. Untuk itu, pria kelahiran Banjarmasin 51 tahun silam ini menyarankan agar, kebijakan pemerintah kota yang cenderung bersifat top-down perlu menilai kembali dampak kebijakan yang telah dilaksanakan baik yang positif maupun negatif sebagai umpan balik dalam proses pembuatan kebijakan publik.
Lima hal yang harus dilakukan pemerintah kota Malang adalah pertama, melaksanakan law enforcement terhadap oknum aparat, mafia yang berdagang PKL serta PKL yang melanggar aturan dengan melibatkan masyarakat, swasta, LSM, perguruan dan mereka yang peduli terhadap masalah PKL. Kedua, institusi pedagang atau paguyuban PKL harus dibina agar kuat dan berdaya untuk mengatasi permasalahan mereka bersama agar mampu menjadi PKL yang mandiri. Ketiga, pemerintah kota perlu memfasilitasil kegiatan PKL dengan menyediakan lokasi berjualan dan mengajak semua pihak untuk mengawasi dan membina mereka. Keempat, pemerintah kota Malang seharusnya dapat memberikan akses yang lebih luas kepada PKL serta memperlakukan mereka sebagai mitra agar terjadi hubungan dan kebersamaan dalam menentukan arah kebijakan. Kelima, pemerintah kota hendaknya memiliki perencanaan jangka panjang yang komprehensif dan berkelanjutan untuk menangani permasalahan PKL di kota Malang.
Penelitian Andi Gani menggunakan pendekatan kualitatif yang sumber datanya diperoleh dari informan, meliputi empat puluh satu orang dari lembaga eksekutif, lembaga legislative, pedagang formal, tokoh pedagang formal, PKL, ketua paguyuban PKL, masyarakat umum dan tokoh masyarakat. Dokumen, seperti film, foto aktivitas PKL, peraturan daerah, keputusan walikota, dan dokumen hasil rapat DPRD kota Malang yang terkait dengan Perda No. 1 tahun 2000.
Tim penguji disertasi Andi Gani, terdiri dari Dr. Susilo Zauhar MS, Dr. Mujianto MPd, Prof. Dr. Salladien dan penguji dari Universitas Sanata Dharma Prof. James J. Spillane PhD
Abdul Yuli Andi Gani sarjana administrasi negara dari Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan Universitas Brawijaya (1980) dan magister dari Fisipol UGM (1987), mengabdikan diri sejak 1981 sebagai tenaga pengajar di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya hingga sekarang. [nik]

Diklat Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
19-21 Agustus 2005
Pengadaan barang dan jasa bagi institusi pemerintah ternyata tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada prosedur dan peraturan yang harus dipenuhi oleh institusi pemerintah apabila mereka melakukan pengadaan barang dan jasa. Hal ini terungkap pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Research Centre for Conflict and Policy (RCCP) atau atau Pusat Kajian Kebijakan dan Konflik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya di Hotel Pelangi Malang, Jum’at (19/8) lalu.
Ketua RCCP Drs. Abdul Hakim MSi menyatakan bahwa kegiatan diklat ini merupakan salah satu upaya untuk membantu para pengguna barang dan jasa, yaitu para kepala kantor, satuan kerja, pemimpin proyek, pengguna anggaran daerah, dan pejabat lain yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang dan jasa dalam lingkungan unit kerja. Selain itu diklat juga bermanfaat bagi anggota badan legislatif, agar dapat memahami secara lebih baik isi KEPRES No. 80 tahun 2003.
Di samping diklat yang terselenggara atas kerjasama dengan Direktorat Sistem dan Prosedur Pendanaan Pembangunan BAPPENAS, juga diselenggarakan Ujian Sertifikasi Ahli Pengadaan Nasional. Ujian sertifikasi dilakukan sebagai upaya pengakuan atas kompetensi dan kemampuan profesi di bidang pengadaan barang dan jasa, sebagaimana tercantum dalam pasal 1 angka (15) Kepres No. 80 tahun 2003. Hadir sebagai pemateri Ir. Agus Raharjo MSM dan Setya Budi Arijanta SH KN dari BAPPENAS serta seorang konsultan dari CBU Jakarta. Diklat selama tiga hari ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Drs. Suhadak, M. Ec serta diikuti oleh lebih kurang 57 orang peserta dari lingkungan birokrasi, konsultan, dosen PTN/PTS dan rumah sakit di wilayah Malang.
Materi diklat yang diberikan meliputi kebijakan umum pengadaan barang/jasa pemerintah, sistem dan prosedur pengadaan barang dan jasa pemerintah, persiapan pengadaan barang, jasa pemborong, jasa konsultasi dan jasa lainnya (prakualifikasi, pascakualifikasi dan penilaian kualifikasi), serta simulasi pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah dan sistem pengawasan pengadaan barang/jasa. Dalam diklat dijelaskan bahwa seseorang yang memiliki jabatan sebagai petugas pengadaan barang/jasa dituntut harus memiliki integritas moral yang tinggi. Selain itu, kedisiplinan, tanggungjawab, kualitas, manajerial yang tinggi serta mampu mengambil keputusan yang baik, bertindak tegas dan tidak melakukan Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN) dalam melakukan tugasnya juga harus dimiliki.
Selanjutnya diungkapkan Setya Budi bahwa lembaga pemerintah pusat maupun daerah dihimbau untuk tidak menjadi penyedia barang dan jasa dalam pengadaan kebutuhannya. Namun kenyataan yang terjadi selama ini masih saja ada lembaga yang melanggar peraturan pemerintah yang sudah ditentukan itu. Dengan adanya Keppres 80/2003 Jo No 61/2004 diharapkan seluruh petugas pengadaan barang/jasa dapat memahami setiap ketentuannya. “Unsur keanggotaan panitia pengadaan yang dipilih juga harus memahami tata cara pengadaan, memahami substansi kegiatan/pekerjaan serta memahami hukum-hukum kontrak/perjanjian”, pungkasnya. [nik]

Situs Web Unibraw Raih Bubu Awards
19 Agustus 2005
Situs web Universitas Brawijaya, www.brawijaya.ac.id, Kamis (18/8), meraih penghargaan Bubu Awards 2005. Pada ajang bergengsi tingkat nasional ini, situs www.brawijaya.ac.id berhasil meraih best category untuk situs bidang pendidikan.
Direktur UPPTI Dr. Ir. Abdul Latief Abadi MS yang menerima tropi penghargaan dari Ms. Merlyna Lim, Project Director
SCoT Research Group, Kamis (18/8) lalu di Grand Kemang Hotel, Jakarta, menyatakan bahwa penghargaan ini sangat berarti bagi sivitas akademika khususnya UPPTI sebagai Unit Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi yang melakukan riset, pengembangan dan penerapan teknologi informasi di Universitas Brawijaya.
Bubu Awards adalah kompetisi tingkat nasional untuk desain web yang telah terselenggara sejak 2001. Sebagai pemenang, situs Universitas Brawijaya berhak mewakili Indonesia pada ajang e-content dan aplikasi website tingkat dunia di World Summit Awards 2005 di Tunisia bulan November mendatang. Lima kategori Bubu Awards meliputi kategori korporat yang terbagi atas kategori perusahaan, kesehatan, e-commerce, pendidikan, pemerintahan, berita, dan hiburan, serta kategori organisasi dan komunitas; kategori individu; kategori best blog awards; kategori best web celebrities awards; dan Telkomsel MMB Awards.
Dewan juri Bubu Awards terdiri dari 51 orang yang berasal dari institusi swasta, pemerintah, pengusaha, media, konsultan, pendidikan, dan perorangan baik dalam maupun luar negeri.
Penilaian website berlangsung selama 4 bulan, April hingga Agustus 2005, dengan kriteria penilaian meliputi content (isi), kemudahan akses, dan unsur artistik. Latief Abadi menuturkan bahwa dewan juri menilai content pada website Brawijaya dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dengan tampilan yang mudah dikenali (dioperasikan) bahkan oleh mereka yang belum pernah mengaksesnya. Selain itu ikon yang terdapat pada website sangat original. Khusus BITS (Brawijaya Information Technology Services), salah satu fitur website Universitas Brawijaya, dinilai bagus sebagai portal layanan bagi mahasiswa dan dosen. Tidak ketinggalan, Prasetya Online yang berisi informasi tentang Universitas Brawijaya yang selalu aktual karena diupdate setiap saat, menambah bobot penilaian dewan juri. [nik]

Pengangkatan Kepala-kepala Pusat Penelitian
18 Agustus 2005
Sehubungan dengan pengunduran diri Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup dan berakhirnya masa jabatan beberapa kepala pusat penelitian pada Lembaga Penelitian Universitas Brawijaya, Rektor memandang perlu untuk memberhentikan yang bersangkutan dan mengangkat penggantinya.
Melalui Keputusan nomor 130/SK?2005 tanggal 18 Agustus 2005, diangkat Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaemi MS sebagai Kepala Pusat Peneltian Lingkungan Hidup (PPLH) untuk menggantikan pejabat lama Prof. Dr. Ir. Wani Hadi Utomo, dan Prof. Drs Ismani MA sebagai Kepala Pusat Penelitian Ilmu Sosial (PPIS) menggantikan pejabat lama Dr. Ir. Kliwon Hidayat MS.
Pusat baru
Dengan SK yang sama diangkat pula Prof. Dr. Ir. Keppi Sukesi MS sebagai Kepala Pusat Penelitian Gender dan Kependudukan (PPG&K), sebuah institusi baru yang merupakan penggabungan dari Pusat Penelitian Kependudukan dan Pusat Penelitian Peran Wanita.
Sebuah lagi pusat penelitian baru dibentuk dengan keputusan ini, yakni Pusat Penelitian Biokonversi (PPB). Pusat ini diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Chandrawati Cahyani MS. [Far]

Ujian Disertasi Sudarsono SH MS
18 Agustus 2005
Sebagai negara hukum Indonesia memiliki Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang keberadaannya diatur dalam UU No. 5 Tahun 1986 jo. UU No. 9 Tahun 2004. Menurut undang-undang ini, kompetensi absolut Peradilan Tata Usaha Negara dibatasi sedemikian rupa sehingga tidak dapat mengontrol setiap tindakan pemerintah. Hal ini tidak sejalan dengan semangat reformasi seperti yang terkandung dalam UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang memberikan otonomi seluas-luasnya kepada daerah untuk mengurus dan mengatur semua urusan pemerintahan di luar yang menjadi urusan pemerintah (pusat), sehingga pemerintah daerah dapat lebih leluasa untuk meningkatkan aktivitas pemerintahaannya.
Bersamaan dengan pemberian otonomi luas kepada daerah, terbukalah peluang bagi badan atau Pejabat Tata Usaha Negara di daerah untuk menyalahgunakan wewenang, dan karenanya diperlukan sarana kontrol berupa peradilan tata usaha negara.
Berangkat dari kontradiktif sifat undang-undang yang di satu pihak terjadi peningkatan aktivitas pemerintahan daerah yang memerlukan kontrol agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang, sementara di lain pihak sarana kontrol memiliki keterbatasan, Sudarsono SH MS melakukan penelitian disertasi yang berjudul “Fungsi Peradilan Tata Usaha Negara dalam Kaitannya dengan Otonomi Daerah”, Kamis 18 Agustus 2005 di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya.
Penelitian disertasi dosen Fakultas Hukum Universitas Brawi-jaya ini, adalah penelitian hukum normatif, mengumpulkan dan menganalisis bahan hukum primer yang otoratif dan bahan hukum sekunder yang non otoratif. Hukum primer yang diteliti meliputi UUD 1945, UU No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Uasha Negara jo. UU No. 9 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU No. 5 Tahun 1986 Peradilan Tata Uasha Negara, UU no. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah termasuk putusan Mahkamah Agung yang berkait dengan teori peleburan hukum seperti putusan MA No. 302/K/TUN/1999, No. 252/K/TUN/2000, dan putusan MA No. 16/K/TUN/2000, serta produk hukum local diantaranya Perda Kabupaten Pasuruan No. 40 tahun 2001 tentang investasi daerah, Keputusan DPRD Kabupaten Pasuruan No. 01 tahun 2002 tentang Persetujuan Penggunaan Dana Cadangan APBD Kabupaten Pasuruan dan putusan No. 130/B.TUN/2004/PTUN Surabaya.
Dari penelitian yang dilakukan dapat ditarik suatu kesimpulan, di antaranya yaitu 1) karakter hukum publik dari produk hukum badan atau pejabat tata usaha negara dibuat untuk kepentingan umum berdasarkan kewenangan, tidak ada kesetaraan posisi antara pembuat dengan pihak yang terkena aturannya dan sanksinya dipertahankan secara tegas oleh penguasa, 2) karakter hukum privat dari produk Peradilan Tata Usaha Negara dibuat untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu berdasarkan kesepakatan antar pembuatnya, ada kesetaraan posisi antara pembuat dan sanksinya dipertahankan sendiri oleh pihak yang bersangkutan, 3) Kompetensi absolut peradilan tata usaha negara sempit, sehingga tidak memenuhi tuntutan masyarakat untuk memperoleh perlindungan hukum yang mengandung prisip keadilan dan kebenaran.
Dr. Sudarsono SH MS adalah doctor bidang ilmu hukum administrasi negara. Pria kelahiran Lumajang 54 tahun silam ini menempuh pendidikan sarjana hukum di Universitas Brawijaya (1977), dan master di Universitas Airlangga (1985). Ujian disertasi Sudarsono dipromotori oleh Prof. Dr. I Dewa Gede Atmadja SH MS dengan ko promotor Prof. H.A. Mukhtie Fadjar SH MS dan Prof. Dr. H. Moch Munir SH. Sementara tim penguji terdiri dari Prof. H. A. Masyhur Effendi SH MS, Prof. Dr. Hj. Made Sadhi Astuti SH dan Dr. Haryono SH MCL. Pada ujian terbuka, Sudarsono memperoleh predikat sangat memuaskan dengan indeks prestasi kumulatif 3,69. [nik]

Seminar Prof T Aizawa
18 Agustus 2005
Dalam rangka kerja sama antara Universitas Brawijaya dengan Tokyo University Jepang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menggelar seminar/kuliah tamu, selama 2 hari, mulai Kamis (18/8), di Jurusan Fisika. Tema seminar/kuliah tamu ini “Pemrosesan Material dan Manufaktur Dasar dengan Teknologi Tooling and Machining Khusus”, dengan pembicara  Prof. T. Aizawa. Setelah seminar/kuliah tamu, Sabtu (20/8), acara dilanjutkan dengan diskusi terbatas tentang Redox Forming State of the Art R and D at Aizawa Laboratory, dan Collaboration in Japan.
Dalam penjelasannya, penyelenggara seminar Dr. DJ Djoko H. Santjojo mengatakan, sebagian besar industri otomotif, elektro-nik dan industri besar lainnya mengandalkan pada teknologi Die & Mold untuk menghasilkan komponen-komponen dengan bentuk dan ukuran yang beragam dan kompleks.
Teknologi konvensional ini, menurut Djoko, di masa depan akan dilengkapi dan disempurnakan dengan teknologi manufaktur yang mempertimbangkan pemrosesan material dan manufaktur dasar. Sifat-sifat fisis dari bahan menjadi tumpuan dalam merancang teknologi tooling dan machining khusus untuk menghasilkan komponen-komponen dengan tingkat presisi yang tinggi dan dengan efisiensi yang tinggi pula.
Tooling dan machining khusus memerlukan peran interdisipliner dan sistem manufaktur yang saling mendukung untuk meng-hasilkan teknologi-teknologi yang baru dan efisien. Pengetahuan yang mengarah pada sains, teknologi, rekayasa dan industriali-sasi sudah selayaknya mempunyai prosedur standar manajemen yang didorong oleh pengetahuan sains.
Dalam menanggapi strategi dan manajemen teknologi dalam tooling dan machining, tiga dampak teknologi akan menjadi pertimbangan utama, yaitu lingkungan, globalisasi dan keandal-an dari materialisasi. Dengan demikian teknologi tooling dan machining khusus diharapkan akan menggiring dunia produksi komponen menuju manufaktur yang berwawasan lingkungan., manufaktur yang berlandaskan digital dan virtual serta manufaktur keandalan materialisasi yang tinggi. [Far]

Lokakarya Internasional Agroforestri
18 Agustus 2005
Alih guna lahan hutan menjadi lahan pertanian seringkali menyebabkan turunnya kualitas tanah dan degradasi tanah. Guna memulihkan kondisi tanah yang telah terdegradasi atau lahan terlantar dan tertutup alang-alang, para petani menggunakan sistem pertanian yang berbasis pohon yang dianggap lebih menguntungkan dibandingkan tanaman pangan. Belakangan ketertarikan petani bergeser dengan menanam pohon yang bernilai ekonomi tinggi seperti karet, kelapa sawit, kopi dan buah-buahan. Usaha penanaman pohon di lahan pertanian (Agroforestri) ternyata mengalami beberapa kendala teknis, social, ekonomi, kelembagaan dan kebijakan.
Fenomena yang terjadi di lapangan menarik minat peneliti dari Universitas Brawijaya, institusi nasional, lembaga internasional dan peneliti dari luar negeri untuk meneliti potensi penerapan Agroforestri oleh Petani Kecil pada Lahan-lahan Terdegradasi ( Smallholders AgroForestry Options for Degraded Soils – SAFODS) di Pakuan Ratu Lampung Utara dan Claveria Mindanao Filipina. Hasil penelitian yang dilakukan sejak 2001 ini dibahas melalui lokakarya internal dan internasional anggota SAFODS pada 15-21 Agustus 2005 di Batu Malang.
Pertemuan yang difasilitasi oleh Dr. Meine van Noordwijk dari World Agroforestry Centre, ICRAF-SEA dengan anggota Prof. Dr. Georg Cadish dari Hohenheim University Jerman, Dr. D. Auclair dari INRA Montpelier, IUFRO Perancis, Dr. Rafael Navarro dari Cordoba University Spanyol, Prof. Dr. Kurniatun Hairiah dari Universitas Brawijaya Malang, dan Dr. Demi Macandog dari UPLB Los Banos dari Filipina ini mengkaji mengenai pohon pada lahan pertanian untuk mewujudkan ‘pertanian sehat’ sehingga mencapai kesejahteraan masyarakat melalui pengentasan kemiskinan tanpa merusak lingkungan lokal, nasional dan global. Lokakarya internal berlangsung pada 15-17 Agustus 2005 dilanjutkan dengan lokakarya internasional yang dibuka oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno dan Walikota Batu Drs. Imam Kabul pada 18-21 Agustus 2005 dan diikuti ± 50 orang dari 13 negara yaitu Indonesia, Filipina, Thailand, China, Australia, Perancis, Jerman, Belanda, Inggris, Spanyol, Kenya, Brazil, India, dan Amerika Serikat.
Beberapa materi yang dipresentasikan meliputi Indonesian Policy on Smallholder Timber oleh Dr. Upik Rosalina dari Perum Perhutani, Smallholder Timber Agroforestry oleh Dr. M. Bartolomeu dari ICRAF AECI Project, National Movement for Land and Forest Rehabilitation oleh Fransciscus Harum dari ICRAF dan Smallholder Agroforestry in Africa oleh Dr. M. Bakkar dari ICRAF Nairobi. Selain lokakarya para peserta juga melakukan field trip ke Tawangsari (Pujon) dan Tulungrejo (Ngantang).[nik]

Penghargaan Satyalancana Karya Satya
17 Agustus 2005
Berdasarkan SK Presiden RI No. 50/TK/2005 tertanggal 2 Agustus 2005, sebanyak tiga puluh empat orang tenaga pengajar dan tenaga administrasi di lingkungan Universitas Brawijaya menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya atas pengabdiannya kepada bangsa dan negara selama 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun. Penghargaan ini diberikan secara simbolis pada upacara peringatan HUT ke-60 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2005 yang diselenggarakan di lapangan depan Rektorat Universitas Brawijaya.
Penerima
Berikut adalah nama penerima penghargaan selengkapnya. Satyalancana Karya Satya 30 tahun: Prof. Dr. Ir. Wani Hadi Utomo, Ir. Imam Syafii MS, Dr. Ir. Kusnadi MS dan Dr. Ir. Sanggar Kanto MS dari Fakultas Pertanian; Satyalancana Karya Satya 20 tahun: Prof. Dr. Ir. Soemarno MS, Ir. Sri Karindah MS, Prof. Dr. Liliek Sulistyowati, Dr. Ir. Gatot Mudjiono, Ir. Abdul Cholil, Dr. Ir. Mudji Santoso, Arien Suprastiwi SH, Ir. Julia Widyaningsih MSc, Ir. Respatijarti MS, Ir. Widianto MS, Subihartini Toeriang BA, Gatot Suprapto, Kasiman, dan Taslan dari Fakultas Pertanian, serta Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto MRurSc, Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaemi MS, Ir. Imam Suryo MS, dan Dr. Ir. Ifar Subagiyo M.AgrSt dari Fakultas Peternakan;  Satyalancana Karya Satya 10 tahun: Ir. Edi Dwi Cahyono MSc, Dr. Ir. Sri Rahayu Utami MSc, Dr. Ir. Budi Prasetya, Ir. Didik Hariyono SU, Ir. Titin Sumarni MP, Ir. Damanhuri MS, Ir. Mintarto Martosudiro MS dan Miswanta dari Fakultas Pertanian serta Ir. Purwadi MS, Ir. Irdaf MSi, Dr. Ir. Suryadi MS dan Dr. Ir. Eko Widodo MAgrSc dari Fakultas Peternakan. [nik]

Mahasiswa dan Dosen Berprestasi, dan Pegawai Teladan Universitas Brawijaya 2005
16 Agustus 2005
Menjelang upacara bendera HUT ke-60 Proklamasi Kemerdekaan, Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno menetapkan 10 mahasiswa dan 4 dosen berprestasi, serta 6 orang pegawai teladan Universitas Brawijayatahun 2005. Penghargaan tersebut disampaikan secara simbolis oleh Pembantu Rektor I Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito yang mewakili Rektor pada upacara di lapangan Rektorat, Rabu 17/8.
Mahasiswa Berprestasi
Pemberian penghargaan kepada mahasiswa dipandang perlu untuk mengembangkan sikap tanggap mahasiswa terhadap kebutuhan pembangunan bangsa serta perkembangan ilmu teknologi melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa agar lebih meningkatkan kemampuan dan prestasinya. Proses pemilihan mahasiswa berprestasi dilakukan pada 11 Juni 2005 dengan dewan juri yaitu Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Drs. Tjahjanulin Domai MS, Dr. Agus Suman SE DEA, Dra. Sri Endah Tabiati MEd, dan Drs. M. Syamkhin MM. Kriteria penelitian meliputi bidang akademik, hasil karya tulis, kreativitas dan kegiatan intra-ekstrakurikuler, kemampuan bahasa Inggris dan kepri-badian prestatif. Peserta seleksi terdiri dari sembilan fakultas dan satu program studi, mereka adalah Ayu Dyah Wulandari (FIA), Finurika Ratnalia (FE), Nur Rakhman Sasmita (FP), David Perkasa (Faperik), Lili Dian Purwanti (Fapet), Safri Bahar (FMIPA), Aris Cahyo Purnomo (FK), Machsunatul Ambari (FT), Dian Safarina (FTP), dan Silvianing Ayu (Program Bahasa). Dari kesepuluh mahasiswa tersebut terpilih tiga orang yang meraih penghargaan, yaitu Safri Bahar (FMIPA) dengan total nilai 194,42, Aris Cahyo Purnomo (Fakultas Kedokteran) dengan nilai 193,56 dan Finurika Ratnalia (Fakultas Ekonomi) dengan nilai 192,36.
Dosen Berprestasi
 
Prof. Dr. Ir. SM Sitompul
Sementara itu penghargaan kepada dosen berprestasi diberikan dalam rangka menciptakan suasana akademik yang merangsang kegairahan bekerja. Keputusan rektor tentang dosen berprestasi tertuang pada SK No. 090/SK/2005. Empat orang dosen berprestasi tersebut adalah Prof. Ir. Syukur Makmur Sitompul PhD dari Fakultas Pertanian, Dr. Drh. Aulani’am DES dari Fakultas MIPA, dr. Mohammad Saifur Rohman PhD dari Fakultas Kedokteran, dan Dr. Unti Ludigdo SE MSi Ak dari Fakultas Ekonomi.
Salah seorang di antara dosen berprestasi tersebut, yaitu Prof. Ir. Syukur Makmur Sitompul PhD termasuk dalam lima belas orang dosen berprestasi tingkat nasional 2005. Tahap awal pemilihan dosen berprestasi tingkat nasional 2005 telah dilakukan pada 8-9 Juli 2005 dan tahap akhir pada 13-18 Agustus 2005 di Jakarta. Guru besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya ini akan bersaing dengan empat belas orang dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia yaitu Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Syiah Kuala, Institut Pertanian Bogor, Universitas Jember, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Sriwijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Udayana Bali, dan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.
Pegawai teladan
Dalam pemilihan pegawai teladan tingkat universitas tahun 2005, terpilih 3 orang pegawai golongan III, dan 3 orang pegawai golongan II sebagai pegawai teladan. Sedangkan untuk pegawai golongan I tidak ada, karena 8 orang pegawai golongan I yang tersisa, semuanya telah pernah mendapatkan penghargaan serupa. Berikut daftar pegawai teladan tahun 2005 selengkapnya sebagaiman ditetapkan dengan Keputusan Rektor nomor 129/SK/2005 tanggal 10 Agustus 2005. Untuk golongan II, pegawai teladan I Totok Hadi Purwoto (Fakultas Peternakan), pegawai teladan II Agus Prihandoko (Fakultas Hukum), pegawai teladan III Supardi (Kantor Pusat/Perpustakaan). Untuk golongan III, pegawai teladan I Deny Agustiningsih SH (Fakultas Hukum), pegawai teladan II Sianik (Fakultas Perikanan), pegawai teladan III Nanik Pudji Rahayu (FMIPA). [nik]

Ujian Disertasi Sri Winarsih
15 Agustus 2005
Salmonella typhi (S.typhi) adalah bakteri Gram negatif yang memiliki kemampuan untuk menginvasi jaringan di luar usus, yang menyebabkan demam enterik dengan bentuk terberat, demam tifoid. Penyakit yang dianggap serius ini ditularkan melalui makanan dan minuman. Di Indonesia, demam tifoid merupakan salah satu penyakit endemis dengan angka kejadian 358-810/100.000 penduduk per tahun.Tiga jenis vaksin yang digunakan sebagai kontrol demam tifoid adalah Ty21a atau vaksin hidup yang dilemahkan dan diberikan melalui oral, vaksin ViCPS yang merupakan T-cell independent antigen dan diberikan melalui parental, serta vaksin yang dimatikan yang pemberiannya melalui suntikan.
Penelitian disertasi Dra. Sri Winarsih Apt MSi merupakan pengembangan penelitiannya terdahulu pada 2002. Dari penelitian tersebut dilaporkan bahwa S.typhi memiliki protein adhesin yang berasal dari Omp dengan nama Adh036 yang potensial untuk mengembangkan vaksin demam tifoid. Dalam rangka untuk membuktikan bahwa protein adhesin Adh036 S.typhi mampu menginduksi respon imun seluler yang efektif, salah seorang tenaga pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya ini mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Respon Imun Seluler dan Protektivitas In Vivo Protein Adh036 Salmonella typhi (Upaya Memperoleh Kandidat Vaksin Demam Tifoid) pada Senin 15 Agustus 2005 di Gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya.
Tiga tahapan penelitian eksploratif dan eksperimental pada hewan model mencit yang dilakukan meliputi karakterisasi protein adhesion Adh036 dan isolasi protein whole cell dari bakteri S.typhi, imunisasi intramuskuler pada hewan coba mencit untuk membukitan kemampuan protein Adh036/whole cell S.typhi dalam menginduksi respons imun seluler dan tahap terakhir yaitu pemberian secara oral protein Adh036/whole cell S.typhi untuk membuktikan bahwa protein ini menghambat invasi sistemik bakteri Salmonella. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi dan Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya selama 16 bulan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa protein Adh036 mampu menginduksi respons imun seluler sehingga menghambat invasi sistemik bakteri  Salmonella dan dapat dijadikan sebagai kandidat vaksin oral demam tifoid.
Dr. Dra. Sri Winarsih Apt, MSi adalah doktor bidang ilmu kedokteran dengan kekhususan Biomedik kelahiran Malang 51 tahun silam. Pendidikan sarjana farmasinya ditempuh di Universitas Airlangga Surabaya (1980), dan magister Imunologi Universitas Airlangga Surabaya (1996). Ibu empat orang putra ini bergabung pada Universitas Brawijaya pada 1981. Selain mengajar, Sri Winarsih juga aktif di berbagai organisasi profesi seperti anggota Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia, Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia dan Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinik. Ujian disertasinya dipromotori oleh Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro, SU, DSc., dengan ko promotor Dr. dr. Sanarto Santoso, SpMK dan Dr. dr. Sumarno SpMK. Tim penguji terdiri dari Prof. Dr. dr. Yoes P. Dachlan MSc SpPark., Dr. dr. Edi Widjajanto MS SpPK., Dr. drh. Aulanni’am DES dan Prof. Dr. dr. P.G. Konthen SpPD KAI. Sri Winarsih lulus dengan predikat cum laude dengan indeks prestasi kumulatif 3,9. [nik]

MoU Universitas Brawijaya dengan Yayasan Oikosnomos Papua
15 Agustus 2005
Universitas Brawijaya mendapat kepercayaan membina kualitas sumber daya manusia sebuah yayasan yang akan mendirikan oleh sebuah universitas di Wamena, Papua. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Pembantu Rektor IV Drs. Umar Nimran MA., PhD dengan Ketua Oikosnomos Papua Pdt. Malhus Nekwek STh, Senin, 15 Agustus 2005, di lantai 7 Gedung Rektorat Universitas Brawijaya.
Kerjasama ini bertujuan menghasilkan kualitas pengembangan perguruan tinggi dengan ruang lingkup sumber daya manusia, sistem, mekanisme dan strategi perguruan tinggi, kerjasama di bidang penelitian, pengembangan ilmu dan aplikasi di masyarakat, kerjasama kemitraan penggalian potensi di luar masing-masing lembaga dalam arti seluas-luasnya, pemanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki masing-masing lembaga dan sesuai dengan batas-batas kewenangan yang dimiliki. Selanjutnya Unibraw sebagai pembina akan membantu dalam hal pembinaan lembaga, kurikulum program studi yang sejenis, kualitas dosen melalui program pencangkokan, kursus/penataran dan studi lanjutan pascasarjana serta pembinaan beberapa mata kuliah tertentu. [nik]

Pengenalan Kehidupan Kampus Maba 2005
13 Agustus 2005
Dijadwalkan, 17 Agustus 2005, Rektor menerima secara resmi mahasiswa baru Universitas Brawijaya yang telah lulus seleksi penerimaan beberapa waktu yang lalu. Selanjutnya, 17-20 Agustus 2005, mahasiswa baru Universitas Brawijaya angkatan 2005/2006 akan mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKK-Maba). Selama 4 hari mereka akan mengikuti 2 macam kegiatan, yaitu orientasi pendidikan (2 hari) dan orientasi kemahasiswaan (2 hari). Dan selanjutnya, secara periodik selama 1 semester mereka akan mengikuti kegiatan krida mahasiswa yang dilaksanakan pada hari krida mahasiswa (student day) yang jatuh setiap hari Sabtu.
Juklak
Untuk mengatur itu semua, Rektor Universitas Brawijaya melalui Keputusan nomor 127/SK/2005 tanggal 4 Agustus 2005 telah mengeluarkan Petunjuk Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2005/2006.
Hal ini didasari oleh pertimbangan bahwa mahasiswa baru perlu diberi wawasan tentang kehidupan di Universitas Brawijaya agar dapat segera menyesuaikan diri dengan tata kehidupan ilmiah yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan religi, mewakili pola pikir yang mengedepankan rasionalitas ilmiah, daya kritis dan kreativitas, serta mencintai almamater. Untuk mencapai tujuan itu perlu dilakukan kegiatan-kegiatan yang teratur dan terarah, yang diberi nama Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2005/2006.
Petunjuk umum pelaksanaan PKK Maba Unibraw ini dikeluarkan setelah memperhatikan hasil rapat koordinasi bidang kemahasiswaan yang diikuti oleh PR-III, PD-III fakultas, Asisten PR-III, Ketua Program, Kepala BAAK, Kabag Kemahasiswaan, Kasubag Kemahasiswaan di fakultas tanggal 13 Mei 2004 yang membahas persiapan PKK Maba 2005/2006. Juga diperhatikan hasil rapat koordinasi PR-III dan jajaran kemahasiswaan dengan BEM dan Ketua Pelaksana PKK Maba pada 9 Juli 2005, 23 Juli 2005, dan 2 Agustus 2005.
Visi dan misi
Dalam petunjuk pelaksanaan tersebut dipaparkan bahwa visi kegiatan ini adalah membentuk mahasiswa yang memiliki dedikasi, pikiran, komitmen, dan loyalitas yang mengedepankan intelektualitas serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan religi, serta mengembangkan wacana dan pola pikir mahasiswa yang kritis, inovatif, dinamis, dan peka terhadap dinamika sosial.
Misi kegiatan pengenalan kehidupan kampus adalah sebagai sarana penyadaran mahasiswa selaku anggota masyarakat ilmiah untuk mencetak generasi penerus bangsa yang bermoral dan berkualitas, menjadi perekat serta pengarah kesatuan, kebersamaan, dan ikut memberi sumbangan positif bagi pengembangan budaya kritis dan analitis mahasiswa.
Kegiatan PKK-Maba merupakan kegiatan yang terdiri atas kegiatan Orientasi Pendidikan (Ordik), Orientasi Kemahasiswaan (Ormawa), dan Krida Mahasiswa (Krima).
Tujuan umum kegiatan PKK-Maba adalah memperkenalkan mahasiswa baru pada kegiatan kampus agar lebih mudah beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi. Sedangkan tujuan khusus kegiatan ini antara lain adalah agar mahasiswa mengetahui fungsi dan peran perguruan tinggi serta mengenal Universitas Brawijaya dalam percaturan dunia pendidikan secara global, mengetahui dan memahami visi, misi, dan tujuan pendidikan tinggi pada umumnya, dan khusunya fakultas, jurusan dan program studi, serta mengenal organisasi, fungsi, dan aturan-aturan yang berlaku di dalamnya. Selain itu maha-siswa baru diharapkan agar mengetahui proses pembelajaran di perguruan tinggi dan prospek dunia kerja, memahami dan menyadari kebudayaan, nilai-nilai, etika kampus dan etika keilmuan.
Mahasiswa baru diharapkan juga mengetahui organisasi kemahasiswaan yang ada serta perannya dalam menunjang tridharma perguruan tinggi, serta mengetahui fasilitas layanan yang ada dan cara memanfaatkannya.
Kegiatan PKK-Maba, menurut petunjuk pelaksanaan itu merupakan merupakan kegiatan yang bersifat wajib bagi mahasiswa baru. Metode yang digunakan dapat berupa ceramah, diskusi, dan peninjauan lapangan seperti ke perpustakaan, laboratorium, bengkel, dan sarana akademik lain di dalam kampus, praktek, review, analisis, kliping, pameran ilmiah, games, studi kasus, pemutaran kaset, dan kegiatan lapang dengan pendekatan humanistik.
Pelaksanaan
Ordik dan Ormawa dilaksanakan paling lama 6 hari, 2 hari untuk pra-PKK Maba, dan 4 hari untuk PKK-Maba. Kegiatan dilaksanakan antara pukul 07.00-17.00 WIB dengan memperhatikan wakti shalat, makan, istirahat, dan kemampuan fisik dan mental mahasiswa baru. Sedangkan Krima dilaksanakan pada hari krida mahasiswa (student day) berlangsung selama 1 semester, paling banyak 10 kali pelaksanaan, antara pukul 07.00-13.00 wib. Kegiatan ini pun diharuskan memperhatikan waktu shalat, makan, istirahat, serta kemampuan fisik dan mental mahasiswa baru.
Pelaksana Ordik dan Ormawa terdiri atas unsur pimpinan universitas, fakultas, jurusan, dosen, mahasiswa dan dibantu oleh ikatan orangtua mahasiswa yang ditetapkan dengan SK Dekan/Ketua Program. Orangtua mahasiswa dilibatkan dalam kepanitiaan sebagai salah satu unsur tim pemantau. [Far]

Hasil SPMD 2005
12 Agustus 2005
Hasil seleksi mahasiswa baru program diploma (SPMD) Universitas Brawijaya, Jumat 12/8, diumumkan. Ini berarti maju sehari dari rencana semula. Melalui pengumuman nomor 019/Peng/2005 yang ditandatangani Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno itu, diterima 1035 calon mahasiswa baru program diploma dari 16 program studi (1 program D-I dan 15 prgram D-III), sementara itu program D-III Manajemen Produksi Ternak tidak menerima mahasiswa baru karena tidak ada calon yang lolos seleksi.
Secara rinci, jumlah calon mahasiswa baru yang diterima untu masing-masing program studi adalah sebagai berikut. D-I Bahasa Tionghoa/Mandarin 8, D-III Akuntansi 86, D-III Sekretaris 165, D-III Pariwisata 165, D-III Bahasa Inggris 100, D-III Bahasa Arab 17, D-III Bahasa Jepang 66, D-III Bahasa Perancis 33, D-III Produksi Tanaman Hortikultura 13, D-III Arsitektur Pertamanan 27, D-III Agribisnis Pertanian 61, D-III Agribisnis Perikanan 11, D-III Manajemen Informatika  125, D-III Teknik Komputer 65, D-III Analis Kimia 61, dan D-III Teknologi Industri Pertanian 32.
Seluruh calon mahasiswa baru yang diterima melalui SPMD 2005 diharuska melakukan daftar ulang di kampus Universitas Brawijaya (di fakultas masing-masing), tanggal 13-16 Agustus 2005, pukul 08.00-15.00 wib. Syarat daftar ulang antara lain, membayar biaya pendidikan yang besarnya berkisar antara Rp 3.085.000 hingga Rp 5.585.000 (tergantung program studi)  dan menyerahkan duplikat tanda pembayaran dari Bank BNI, menunjukkan STTB asli, rapor asli, daftar nilai UAN/STL, akte kelahiran/akte kenal lahir, SKKB dari kepolisiam/pihak berwenang, dan menyerahkan fotokopi seluruh dokumen tersebut masing-masing 1 lembar.  Selain itu calon diminta menyerahkan pasfoto ukuran 2x3 dan 4x6 masing-masing 6 lembar, serta mengisi formulir daftar ulang dab menandatangani surat perjanjian bermeterai Rp 6 ribu. Di samping itu, khusus calon mahasiswa baru program eksakta diwajibkan mengikuti pemeriksaan kesehatan di gedung RKB Unibraw, 13-16 Agustus 2005, pukul 08.00-15.00 wib.
Daftar nama calon yang diterima melalui SPMD 2005 selengkapnya dapat diklik di sini.

Seleksi Mahasiswa Program Diploma
11 Agustus 2005
Universitas Brawijaya, Kamis 11 Agustus 2005, melaksanakan ujian tulis dalam rangka seleksi mahasiswa baru program diploma. Ujian ini diikuti 1493 calon yang mengembalikan formulir pendaftarannya, dengan rincian IPA 486, dan IPS 1007.  Formulir yang terjual seluruhnya berjumlah 1509, dengan rincian IPA 491, dan IPS 1018.
Ujian berlangsung di dalam kampus, diawasi oleh 131 pengawas, dan 58 koordinator di lokasi ujian, dan dibantu oleh puluhan tenaga distributor naskah ujian. Dijadwalkan, hasil ujian SPMD sudah dapat diumumkan Sabtu 13 Agustus 2005. [Far]

Seleksi Alih Program
10 Agustus 2005
Melalui pengumuman nomor 011/Peng/2005 tanggal 10 Agustus 2005, Rektor Universitas Brawijaya mengumumkan hasil seleksi alih program (SAP) tahun akademik 2005/2006. Seleksi melalui jalur SAP ini menerima 396 orang calon mahasiswa baru dari 37 program studi di 11 fakultas. Melalui jalur SAP, Fakultas Ekonomi menerima 57 calon untuk Ekonomi Pembangunan, Manajemen dan Akuntansi; Fakultas Ilmu Administrasi menerima 26 calon untuk Administrasi Bisnis; Fakultas Pertanian menerima 44 calon untuk Agronomi, Hortikultura, Ilmu Tanah, Sosial Ekonomi Pertanian, Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, dan Pemuliaan Tanaman; Fakultas Peternakan menerima 12 calon untuk program studi Produksi Ternak, Nutrisi dan Makanan Ternak, dan Teknologi Hasil Ternak; Fakultas Teknik menerima 76 calon dari program studi Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Pengairan, dan Arsitektur; Fakultas Kedokteran menerima 106 calon untuk program studi Ilmu Keperawatan (63), dan Ilmu Gizi (43); Fakultas Perikanan menerima 40 calon untuk program studi Budidaya Perairan, Teknologi Hasil Perikanan, dan Sosial Ekonomi Perikanan; Fakultas MIPA menerima 3 calon untuk program studi Kimia; Fakultas Teknologi Pertanian menerima 25 calon untik program studi Teknologi Hasil Pertanian, Teknik Pertanian, dan Teknologi Industri Pertanian; dan Program Bahasa dan Sastra menerima 7 calon untuk program studi Bahasa Inggris.
Daftar Ulang
Seluruh calon yang diterima melalui SAP, diharuskan mendaftar ulang 10-16 Agustus 2005, pukul 08.00-15.00 WIB di masing-masing fakultas. Total biaya yang harus dibayarkan oleh calon pada saat daftar ulang, berkisar antara Rp 5.035.000 hingga Rp 9.535.000, tergantung program studinya. Biaya itu meliputi SPP (per semester antara Rp 750 ribu hingga Rp1,5 juta), SPFP (sekali bayar, Rp 0 hingga Rp 5,5 juta), SPIP (khusus Fakultas Kedokteran antara Rp 2,5 juta hingga 6,5 juta, sekali bayar), SOP (khusus Fakultas Kedokteran, antara Rp 500 ribu hingga 1,25 juta per semester). Selain itu biaya Ordik, Ormawa, Perpustakaan dan layanan Teknologi Informasi, dan jaket almamater sebesar Rp 585 ribu, ditambah biaya tes kesehatan yang besarnya bervariasi. Calon dari Fakultas Ekonomi, Ilmu Administrasi dan Program Bahasa dan Sastra dibebaskan dari tes kesehatan. Rp 10 ribu untuk calon dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan, Fakultas Peterikanan dan Fakultas Teknologi Pertanian, Rp 30 ribu untuk calon dari Fakultas Teknik dan Fakultas MIPA, dan Rp 200 ribu untuk calon dari Fakultas Kedokteran. Untuk mahasiswa alih program yang berasal dari Unibraw sendiri, dibebaskan dari pembayaran jaket almamater.
Daftar nama mereka yang diterima melalui SAP dapat diklik di sini.
SAP Diploma
Selain seleksi alih program dari D-III dan D-IV ke S1, Universitas Brawijaya juga mengadakan seleksi alih program dari D-I ke D-III untuk dua program studi, yakni Manajemen Informatika dan Teknik Komputer. Mereka yang lulus seleksi ini sebanyak 10 calon, 4 calon diterima pada PS Manajemen Informatika, dan 6 calon pada PS Teknik Komputer. Daftar selengkapnya, calon yang diterima pada PS Manajemen Informatika: Adhie Poejo Soehartono (09940005), Novan Rahadian (09940008), Fitri Kusumawardhani (09940009), Eko Setyo Bakti (09940010). Sedangkan calon yang diterima pada PS Teknik Komputer adalah Samuel Redjono (09940002), Phika Hardiyatna (09940003), Kristian Rahmatullah (09940004),  Khoirul Anwar (09940011), MA Rofik (09940012) dan Idham Kholid (09940013)). [Far]

HUT XVIII FMIPA Unibraw
10 Agustus 2005
Hari ini, 10 Agustus 2005, adalah hari ulang tahun Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya yang ke-18. Namun demikian hanya ada satu acara pada hari ini, yaitu syukuran di FMIPA Unibraw, siang pukul 12.00 WIB, yang dihadiri seluruh dosen dan karyawan serta perwakilan mahasiswa.
Kegiatan peringatan akan difokuskan pada 3 September 2005 mendatang, alumni FMIPA Unibraw akan mengadakan acara Temu Alumni di gedung Widyaloka Unibraw.
Dekan FMIPA, Ir. Adam Wiryawan MS, berharap, "Semoga seluruh prestasi yang telah dicapai oleh para dosen, karyawan dan mahasiswa serta alumni dapat ditingkatkan. Dan marilah kita majukan FMIPA UB dalam kebersamaan". [AW]

Hasil SPMK Gelombang Kedua
10 Agustus 2005
Hasil ujian tulis SPMK (seleksi program minat dan kemampuan) gelombang kedua, diumumkan melalui pengumuman nomor 010/Peng/2005 yang ditempel di gerbang kampus Unibraw, Jalan Veteran, Rabu 10/8 dini hari. Seleksi program S1 tersebut berhasil menjaring 1189 calon untuk 35 program studi yang ditawarkan, termasuk satu program studi baru (reguler), Teknologi Industri.
Secara rinci jumlah calon yang diterima per program studi adalah sebagai berikut. Ilmu Hukum 156, Studi Pembangunan 56, Manajemen 129, Akuntansi 112, Administrasi Publik 102, Administrasi Bisnis 110, Sosiologi 51, Ilmu Komunkasi 59, Agronomi 6, Hortikultura 2, Ilmu Tanah 2, Sosial Ekonomi Pertanian 11, Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian 2, Hama dan Penyakit Tumbuhan 2, Pemuliaan Tanaman 1, Produksi Ternak 2, Nutrisi 4, Teknologi Hasil Ternak 1, Teknik Sipil 53, Teknik Mesin 50, Teknik Elektro 55, Teknik Pengairan 16, Arsitektur 31, Perencanaan Wilayah dan Kota 20, Teknik Industri 53, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan 2, Teknologi Hasil Perikanan 3, Sosial Ekonomi Perikanan 1, Budidaya Perairan 3, Manajemen Sumberdaya Perairan 2, Kimia 40, Ilmu Komputer 30, Teknologi Hasil Pertanian 13, Teknik Pertanian 1, dan Teknologi Industri Pertanian 8.
Dalam daftar nama calon yang diumumkan melalui papan pengumuman, terdapat nama calon yang diterima di dua program studi. Untuk itu, panitia seleksi menetapkan bahwa yang dianggap benar adalah nama calon pada program studi pilihan pertama. Apabila calon menghendaki diterima di program studi pilihan kedua, calon diharapkan menghubungi dekan fakultas yang bersangkutan untuk menyatakan pilihannya itu.
Para calon mahasiswa Unibraw yang diterima melalui SPMK ini diharuskan melakukan daftar ulang pada tanggal 10-16 Agustus 2005, pukul 08.00-14.00 wib, di fakultas masing-masing dan di gedung RKB untuk melakukan tes kesehatan bagi program studi tertentu.
Persyaratan daftar ulang antara lain: menunjukkan STTB, rapor, nilai ujian akhir/surat tanda kelulusan asli serta menyerahkan fotokopinya, menyerahkan pasfoto hitam-putih 2x3 dan 4x6 masing-masing 6 lembar, mnyerahkan kartu tanda peserta ujian SPMK 2005. Selain itu calon diwajibkan membayar SPP (sumbangan pembinaan pendidikan) berkisar antara Rp 750 ribu hingga 1,5 juta per semester, SPFP (sumbangan pengembangan fasilitas pendidikan) berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 6,5 juta, biaya Ordik (orientasi pendidikan) Rp 175 ribu, biaya Ormawa (orientasi mahasiswa baru) Rp 185 ribu, biaya keanggotaan perpustakaan dan layanan teknologi informasi Rp 150 ribu, pembelian jaket almamater Rp 80 ribu. Semua duplikat bukti pembayaran harus diserahkan pada petugas pendaftaran.[Far]
Hasil lengkap SPMK Gelombang Kedua, dapat diklik di sini.

Ujian Terbuka Disertasi Ir. Sudiyarto MM
10 Agustus 2005
Membanjirnya buah impor yang berdampak pada persaingan yang ketat antara buah local dengan buah impor menggugah Dr. Ir. Sudiyarto MM untuk mengangkatnya sebagai topik disertasinya yang berjudul “Perilaku Konsumen dalam Perspektif Daya Saing Buah Lokal Terhadap Buah Impor”.  Doktor program studi ilmu pertanian dengan kekhususan Ekonomi Pertanian ini menyatakan bahwa meski buah local secara tampak penglihatan kalah bersaing dibanding buah impor, namun konsumen (terutama daerah perkotaan) adalah penentu akhir yang bertindak sebagai juri untuk menilai jenis buah apa yang lebih unggul melalui penilaian multi atribut.
Penelitian yang dilakukan Sudiyarto bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor budaya, lingkungan social, individu, psikologis, dan strategi pemasaran terhadap sikap menganalisis atribut utama yang terdapat pada produk buah yang menjadi pilihan konsumen, serta bertujuan menganalisis daya saing buah local terhadap buah impor. Sampel penelitian sebanyak 140 responden yang berasal dari lima wilayah di kota Surabaya.
Berdasarkan analisis sikap kepercayaan konsumen terhadap multiatribut buah apel, jeruk dan anggur menunjukkan bahwa terdapat atribut tertentu yang dipilih oleh konsumen. Pada buah apel, jeruk dan anggur atribut yang dianggap paling penting adalah kesegaran, vitamin dan rasa. Konsumen percaya bahwa ketiga jenis buah tersebut baik lokal maupun impor mengandung vitamin. Meski harga buah local murah, dan lebih segar dibandingkan buah impor, ketiganya memiliki daya saing yang lebih unggul dibandingkan buah lokal.
Untuk itu Sudiyarto menyarankan untuk melakukan beberapa kebijakan seperti mendorong lembaga riset pertanian untuk menghasilkan produk buah yang rasanya manis dan penampilannya menarik, mengendalikan volume maupun jenis buah yang diimpor, melakukan sosialisasi tentang keunggulan buah local, serta menempuh strategi bauran pemasaran (product, price, promotion dan place) bagi kalangan agribisnis buah-buahan.
Dr. Ir. Sudiyarto MM adalah seorang tenaga pengajar pada Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya. Pendidikan sarjananya ditempuh di Fakultas Pertanian UPN Veteran Surabaya (1987), dan Magister Manajemen Agribisnis Institut Pertanian Bogor (1995). Bertindak sebagai promotor yaitu Prof. Dra. SM Kiptiyah MSc., dengan ko promotor Dr. Ir. Nuthfil Hanani MS, dan Prof. Dr. Ir. H. Zaenal Fanani MS. Sementara tim penguji terdiri dari Dr. Ir. Bambang Ali Nugroho MS DAA, Dr. Ir. Abdul Wahib Muhaimin MS dan Prof. Ir. H. Ahmad Sonhadji KH MA. Dalam ujian doktornya, Sudiyarto memperoleh predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,68 masa studi tiga tahun sebelas bulan. [nik]

Seminar Nasional Nutrisi dan Bioteknologi
10 Agustus 2005
Kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia baik di laut maupun di daratan merupakan modal dasar yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Fakta menunjukkan bahwa di daerah tropis kontra produktifnya kualitas hijauan pakan dan penampilan produksi ternah seharusnya dipandang sebagai peluang dan tantangan. Peluang pengembangan nutrisi dan bioteknologi pakan diantaranya adalah dengan melakukan peningkatan efisiensi produksi ternak, seleksi dan introduksi mikroba rumen, penggunaan probiotik dan asam amino pada unggas, dan penggunaan mikroba yang berperan dalam peningkatan kualitas silase.
Berangkat dengan tujuan menghimpun informasi perkembangan bidang nutrisi dan bioteknologi pakan terkini dalam rangka meningkatkan produktivitas ternak di daerah tropis, serta membangun komunikasi antar pakar nutrisi dan pakan dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, industri, swasta dan instansi terkait lainnya, Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya bekerjasama dengan Asosiasi Ahli Nutrisi dan Pakan Indonesia (AINI) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Pengembangan Nutrisi dan Bioteknologi Pakan sebagai Pendorong Agroindustri di Bidang Peternakan”, Sabtu 10 Agustus 2005 di Gedung PPI Universitas Brawijaya.
Hadir sebagai pembicara yaitu Dr. Jajat Jachja dari AINI dengan topik “Peran AINI dalam Menciptakan Keamanan Pangan dan Pakan”, Prof. E.V. Orskov dari Skotlandia dengan topik “Recent Advance in Ruminant Nutrition Relevant to Tropical Countries”, dan Prof. Ferando dari Brazil dengan topik “Recent Development of Biotechnology in Poultry”. [nik]

Mahasiswa Unibraw Magang ke Singapura
9 Agustus 2005
Setelah menjalani serangkaian tes, sebanyak tujuh orang mahasiswa Universitas Brawijaya dari tiga belas peserta, lolos seleksi untuk magang ke Singapura dengan predikat sangat baik. Ketujuh orang tersebut akan disalurkan ke beberapa perusahaan untuk melakukan magang selama enam bulan. FSC Singapore PTE Ltd, adalah sebuah institusi yang berkecimpung dalam bidang pertukaran pendidikan, kebudayaan maupun training mahasiswa, yang akan menyalurkan para mahasiswa tersebut.
Rabu (3/8) lalu perwakilan FSC Singapore PTE Ltd yaitu Mr. Chris Phua (Director FSC Search PTE Ltd), Mr. Benny Chong serta Ir. Ketut Wita Adnyana MM (Director FSC IHSC Bali) bertandang ke Universitas Brawijaya guna mempresentasikan program institusinya. Peserta magang akan bekerja dalam bidang hospitality (service industry) yang meliputi segala bidang yang menunjang kegiatan kepariwisataan meliputi perhotelan, restoran, retail industry, serta pariwisata. Program yang diselenggarakan oleh FSC ini diakomodasi oleh pemerintah Singapura dan bebas biaya dengan prosedur rekrutmen yang jelas termasuk di dalamnya interview.
Sementara enam orang mahasiswa lain yang mengikuti wawancara namun baru memiliki predikat baik dengan skor 70-75 akan ditindaklanjuti pada batch berikutnya setelah ketujuh mahasiswa yang lolos berangkat ke Singapura. Berikut adalah ketujuh mahasiswa yang lolos seleksi: Winda Estiningtyas, Himawan Lesdiantono, Mukhlisin, Dwi Lusia Irawati, dan Kartika Ahyaning Tyas dari D3 Pariwisata Fakultas Ilmu Administrasi, Wina Ekasari dari D3 Fakultas Pertanian dan Irien Dianingrum dari Politeknik Negeri Malang.[nik]

Workshop Train The Trainers on Student Exchange and UMAP Credit Transfer Scheme
8 Agustus 2005
Bertempat di Hotel Fortune Bangkok pada 28-29 Juli 2005 diselenggarakan workshop Train The Trainers on Student Exchange and UMAP Credit Transfer Scheme (UCTS). Salah satu delegasi dari Indonesia adalah Prof. Dr. Ir. Simon Bambang Widjanarko MAppSc (Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya) yang berkesempatan ikut sebagai peserta dalam kegiatan tersebut. Berikut laporannya.
Sebanyak 107 peserta dari perguruan tinggi negeri dan swasta serta dari Commision on Higher Education, Bureau of International Cooperation Strategy, Bureau of Student Development dan Bureau of Standard and Evaluation pada Kamis-Jumat (28-29/7) ikut serta dalam kegiatan Train the Trainers Workshop on Student Exchange and UMAP Credit Transfer Scheme. Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai utusan dari berbagai negara dengan rincian sebagai berikut: Australia: 3 orang utusan dari Director International Relation, Queensland University of Technology and Swinburne University; Cambodia: 2 orang utusan dari Royal University of Phnom Penh; Indonesia: 6 orang utusan dari Kopertis Wilayah II Palembang dari Universitas Sriwijaya, Dekan FTP Universitas Brawijaya, Rektor Universitas Haluoleo dan Dekan Fakultas Teknik, Universitas Padjajaran Official at Office of Academic Affairs, dan Universitas Bina Darma Palembang, Sumsel; Jepang: 4 orang utusan dari Hiroshima University, Akita International University, Niigata University, UMAP International Secretariat Tokyo Institute of Technology; Laos: orang utusan dari National University of Laos; Philipinnes: 7 orang utusan dari Anteneo De Manila University, De La Salle University, West Visayas State University, Central Luzon State University, University Perpetual Help System Dalta; Samoa; 1 orang utusan dari National University of Samoa; Sri langka: 1 orang utusan dari UMIOR Secretariat; Thailand: 107 orang utusan dari Private and Government University, Commision Higher Education, Bureau International Cooperation Strategy, Bureau Student Development, Bureau Standard and Evaluatiom; USA: 1 orang utusan dari Co Director US UMAP; Vietnam: 2 orang utusan dari Vietnam National University Hanoi.
Membership
Pada saat ini setidaknya terdapat 21 full members UMAP and UCTS meliputi Australia, Japan, Philipinnes, Thailand, Malaysia, Cambodia, Samoa, Laos, Macao, Hongkong, Mongolia, Korea, Taiwan, Vietnam, Papua New Guinea, Fiji, Canada, USA, Mexico, Ecuador, New Zealand serta 9 negara yang akan menjadi eligible members meliputi Indonesia, Brunei Darussalam, Chile, China, Guam, Myanmar, Peru, Russia, dan Singapura. Sebagai catatan dari Bradley Smith UMAP Coordinator USA, sebagai full member aktif diperlukan dana minimal US$ 500- US$ 700, dana untuk menghadiri rapat-rapat UMAP di kawasan Asia Pasifik perlu dana minimal US$ 2.500,-/meeting/delegasi. Melihat hal ini, Prof. Simon dalam tulisannya menyampaikan perlunya dipertimbangkan betul antara manfaat sebagai full members atau hanya sebagai eligible member countries for UMAP. Eligible members seperti Indonesia pada saat ini bisa berpartisipasi aktif dalam student exchange, namun UMAP tidak bisa membantu dalam scholarship dan tuition fees waiver systems(bantuan biaya studi), asal Indonesia bisa memiliki partners dan MOU on academic agreement antara universitas yang ada di Indonesia ddengan Universitas luar negeri.Beberapa keuntungan untuk menjadi UMAP members diantaranya adalah mahasiswa dari home institutions (universitas asal) dapat memperoleh beasiswa dari UMAP INTERNATIONAL SECRETARIAT OFFICE untuk 1 atau 2 semester di host institutions (universitas yang dituju). Universitas yang dituju diharapkan dapat memberikan bantuan biaya studi bagi mahasiswa yang ikut dalam program pertukaran UMAP dan universitas asal (missal Unibraw) setidaknya memilii reputasi internasional setidaknya di kawasan Asia Pasifik khususnya untuk program sarjana.
Gambaran tentang UMAP oleh Prof. Seiji Okawa Dr. Eng
Kegiatan ini dibuka oleh pidato dari Prof. Pavich Tongrouch, Ph.D (Secretary General of Commision on Higher education, Thailand) serta Prof. Seiji Okawa Dr. Eng., Deputy Under Secretary General UMAP International Secretariat, Japan. Dalam sambutannya, Prof. Seiji Okawa menyampaikan tujuan umum University Mobility in Asia Pacific (UMAP) and University Credit Transfer Scheme (UCTS) adalah untuk mencapai saling pengertian antara negara-negara anggota UMAP di kawasan Asia Pasifik melalui pertukaran mahasiswa di bidang budaya, ekonomi dan sistem sosial. Dengan kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pertukaran mahasiswa dan staf melalui kerjasama antara negara di kawasan Asia Pasifik. Untuk mencapai visi ini diantaranya dilakukan berbagai misi diantaranya dengan identifikasi dan mengatasi segala permasalahan yang menghambat mobilitas mahasiswa di kawasan Asia Pasifik, kerjasama antara negara tidak hanya bilateral namun multilateral, mengembangkan dan menjaga sistem akademis yang diberlakukan pada mahasiswa dan menerima sistem nilai kredit pada program pertukaran mahasiswa. Dalam kegiatannya UMAP lebih berkonsentrasi pada pertukaran mahasiswa dalam jangka pendek dengan tujuan agar lebih banyak mahasiswa yang memiliki kesempatan untuk belajar keluar negeri. Dalam waktu satu tahun setidaknya, kredit si mahasiswa harus sudah ditransfer ke universitas yang dituju. Untuk mewujudkan hal tersebut maka harus lebih dulu ada kerjasama antara universitas yang dituju dengan universitas asal dalam hal muatan akademik, universitas asal harus melakukan seleksi terhadap mahasiswa atau staf yang ingin berpartisipasi dalam UMAP dan UCTS terutama pada kemampuan bahasa Inggris, permasalahan finansial dan lainnya sebagai modal dasar guna mensukseskan kegiatan tersebut. Selain itu, mahasiswa atau staf dari universitas asal harus mengajukan beasiswa yang disediakan oleh institusi yang dituju seperti Jepang, Thailand, Australia untuk memperoleh bantuan biaya sekolah dan biaya akomodasi selama si mahasiswa berada di luar negeri.
Diskusi Panel: Kesempatan dan Hambatan dalam Berpartisipasi di UCTS
Turut hadir dalam kesempatan diskusi panel ini adalah Ms. Anne Reynolds dari Direc. International Relations, Australia, Prof. Taiji Hotta Ph. D dari Hiroshima University, Benison Y. CU dari De La Salle University Philipinnes and Ms. Oraya Sutabutr, assistant International Affairs from Thammasat University, Thailand. Dalam kesempatan pemaparannya, Ms Anne Reynolds menyampaikan bahwa UMAP adalah skema pertukaran pelajar di kawasan Asia Pasifik dengan konsentrasi pada credit transfer dan student mobility. UMAP sangat memberikan penawaran kesempatan yang besar dengan melihat keragaman kebutuhan secara regional disamping sangat memungkinkan untuk pertukaran dan kolaborasi yang lain seperti pertukaran staf akademik dan staf umum kolaborasi penelitan serta joint programme. Kendala yang dihadapi untuk program UMAP ini menurutnya adalah informasi dari UMAP yang masih belum jelas untuk negara-negara di kawasan Asia sehingga untuk kesuksesannya dibutuhkan komitmen dari universitas asal dan universitas yang dituju, penyediaan kantor administrative, usaha penyesuaian grade dan system kredit dari berbagai universitas di Asia pasifik.
Sementara itu dalam pemaparannya Prof. Taiji Hotta menyampaikan bahwa UMAP dapat membantu pengembangan mutu pendidikan tinggi di kawasan Asia Pasifik. Pertambahan jumlah pertukaran dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa guna belajar ke seluruh penjuru dunia dengan lebih murah, dapat membuat institusi lebih terkenal dalam skala internasional secara lebih professional serta memberikan kemampuan kompetitif bagi institusi kita di abad 21.
Dalam kesempatan tersebut Prof. Simon sempat bertanya, bagaimana usaha untuk menambah jumlah mahasiswa internasional di Universitas Brawijaya, khususnya? Prof. Taiji menjawab, Jepang khususnya Hiroshima University, dapat mengirim mahasiswanya ke Universitas Brawijaya dan menyediakan beasiswa. Oleh karena itu, menurutnya hal yang paling penting untuk dilakukan adalah menyampaikan semua informasi dalam website Universitas Brawijaya bahwa Universitas Brawijaya menawarkan program internasional. Jepang sendiri sangat tertarik untuk mengirim mahasiswanya ke Indonesia terutama untuk program budaya, ekonomi dan sosial, atau teknologi yang spesifik yang tidak tersedia di Jepang. Ditambahkan lagi, jangan mengubah silabus, kurikulum, sistem kredit, dan lain-lain yang telah ada. Program internasional hanya menambah jumlah orang dari negara asing yang belajar ke institusi kita, ungkapnya. Program internasional boleh dijalankan menggunakan Bahasa Indonesia, tetapi tentunya Bahasa Inggris lebih menguntungkan. Di akhir penyampaiannya ia berpesam “sediakan saja ruang tersendiri untuk informasi mengenai UCTS dan system grading dalam website dalam system internasional dan kemudian profesor mempunyai otoritas untuk credit transfer”. Dalam diskusi panel ini diperoleh beberapa kesimpulan diantaranya membutuhkan kesiapan setidaknya satu tahun untuk mengimplementasikan system UMAP dan UCTS, terdapat perbedaan dalam kelender akademik, system kredit dan sitem grading pada sebagian besar peserta UMAP, perlu penyediaan informasi tentang UCTS pada masing-masing universitas yang berpartisipasi, Universitas harus lebih fleksibel untuk menerima mahasiswa dari luar negeri dan memberi kesempatan yang luas bagi mahasiswa guna belajar ke luar negeri sehingga semua kendala untuk mengaktifkan UMAP-UCTS hanya merupakan persepi ketika semua usaha di atas telah dijalankan.
Dalam pertemuan berikutnya dibahas studi kasus UCTS di beberapa negara seperti Amerika, Filipina, Thailand serta Jepang. Mereka dalam kesempatan itu menyampaikan pengalaman masing-masing mengikuti program internasional. Dengan pertukaran pelajar ke luar negeri, menurut mereka, akan menambah beberapa keuntungan di antaranya kepercayaan diri, kematangan, pandangan internasional serta pemahaman kebudayaan. Dalam penyampaiannya, Prof. Taiji Hotta menyampaikan prospek UCTS kedepan untuk melakukan pertukaran dengan ECTS di Eropa, dimana di Eropa program ini telah diikuti oleh 120000 mahasiswa dengan 60 SKS/tahun atau sekitar 1500-1800 jam kerja. Dengan pertukaran bersama Eropa akan memberikan beberapa keuntungan seperti mobilitas pelajar antara UMAP dan negara-negara di Eropa, membangun kurikulum internasional antara UMAP dan universitas-universitas di Eropa, UCTS sebagai program SKS kumulatif serta jaminan kualitas bagi pendidikan tinggi di Asia Pasifik dengan UCTS dan learning outcomes.
Di akhir laporannya Prof. Simon menyampaikan langkah-kangkah yang perlu dilakukan oleh Universitas Brawijaya dalam memanfaatkan UMAP-UCTS scheme on credit transfer yaitu sosialisasi hasil workshop ke pimpinan universitas, pemben-tukan kantor dan SDM khusus (khusus PhD atau dosen yang bagus dalam bahasa Inggris) untuk program internasional yang ada di Universitas Brawijaya, menyewa sekretaris profesional untuk kantor khusus program internasional yang mampu berbahasa Inggris, Jepang dan Mandarin, mengundang delegasi dari Indonesia yang datang ke Bangkok pada 28-29 Juli 2005 agar Indonesia dapat menjadi full member of UMAP, mengundang perwakilan UMAP dari Thailand (Thammasat University atau Commision on Higher Education, Thailand) karena pada 2006 sekretaris jendral adalah Thailand, Universitas Brawijaya harus berencana untuk memperoleh sertifikat ISO yang membutuhkan waktu sekurangnya 1 atau 2 tahun, bekerjasama dengan universitas-universitas di Asia (Thailand, Nalaysia, Vietnam, Samoa, New Zealand dan lainnya), membuat MOU dalam academic exchange dengan pihak luar negeri serta mengimplementasikan pertukaran mahasiswa antara universitas asal (Unibraw) dengan universitas luar negeri. [nok]

Ujian Tulis SPMK Gelombang Kedua 2005
8 Agustus 2005
Diikuti oleh sekitar 2125 peserta, di kampus Universitas Brawijaya, Senin 8/8, diadakan ujian tulis seleksi program minat dan kemampuan (SPMK). Seleksi untuk program S1 ini adalah gelombang kedua, sementara ujian gelombang pertama telah dilaksanakan 9 Juli silam. SPMK gelombang kedua ini menawarkan 35 program studi S1, termasuk satu program studi baru, Teknologi Industri.
Jumlah pendaftar SPMK gelombang kedua seluruhnya 2146 calon, terinci atas 810 IPA, dan 1336 IPS. Sedangkan yang mengembalikan formulir, tercatat sebanyak 2125 calon, dengan rincian IPA 800, dan IPS 1325.
Ditinjau dari pilihan program studi, nampak Program Studi Manajemen menempati peringkat pertama untuk kelompok IPS (428 peminat), diikuti kemudian berturut-turut Akuntasi (361), Ilmu Hukum (232), Administrasi Bisnis (221) dan Administrasi Publik (220), Ilmu Komunikasi (141), Perpajakan (181), Ekonomi Pembangunan (119). Sedangkan untuk kelompok IPA, Teknik Industri menempati peringkat pertama (192 peminat), disusul kemudian Teknik Sipil (125), Teknil Elektro (124), Perencanaan Wilayah dan Kota (113), Arsitektur (100), dan Ilmu Komputer (107). Peminat untuk program studi lainnya hanya berjumlah di bawah 100.
Untuk melaksanakan ujian tulis ini, dikerahkan 244 orang pengawas yang dikoordinir oleh 10 orang koordinator lokasi. Di samping itu ikut terlibat puluhan tenaga distributor naskah, dan komunikasi.
Seluruh proses penilaian dilakukan oleh Pusat Komputer Universitas Brawijaya, dan diharapkan hari Rabu, 10 Agustus 2005, hasilnya sudah dapat diumumkan. Calon yang lulus seleksi, diharuskan mendaftar ulang pada tanggal 10-16 Agustus 2005. [Far]

Ujian Disertasi David Sukardi Kodrat
8 Agustus 2005
Hampir semua perusahaan dipengaruhi oleh siklus seperti masa ekspansi dan resensi yang akan merubah atau menciptakan faktor-faktor risiko investasi baru yang berperan penting dalam penentuan harga saham. Business cycle merupakan sumber variasi waktu dalam kaitannya dengan relevansi nilai rasio keuangan. Risiko yang ditimbulkan oleh business cycle merupakan market risk karena pada saat terjadi perubahan business cycle akan berpengaruh terhadap semua perusahaan dengan suatu pola tertentu, hanya saja intensitasnya berbeda antar perusahaan yang satu dengan yang lain. Demikian ungkap Drs. David Sukardi Kodrat MM dalam ujian disertasinya yang berjudul “Pola Rasio Keuangan dalam Business Cycle dan Pengaruhnya terhadap Harga Saham di Pasar Modal Indonesia (Studi pada Industri Real Estate)”, di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya, Senin 8 Agustus 2005.
Penelitian David bertujuan untuk menjelaskan secara empiris perbedaan indikator rasio-rasio keuangan pada kondisi up stream dan down stream, menjelaskan indikator rasio keuangan dominan yang memberikan kontribusi dalam menentukan perbedaan kedua kondisi tersebut serta menganalisis pengaruh indikator rasio keuangan dan respon pasar terhadap harga saham. Populasi penelitian adalah 33 emiten perusahaan sektor properti dan real estate yang telah go public dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta dengan jumlah sample sebanyak 18 emiten.
Dari penelitian yang dilakukan ayah dua orang putra ini ditemukan bahwa indicator rasio keungan memiliki perbedan pada kondisi up stream dan kondisi down stream. Indicator rasio seperti rasio profitabilitas, rasio perputaran modal, rasio marjin laba, rasio antara aktiva dengan modal sendiri, rasio pertumbuhan, rasio likuiditas, rasio leverage dan rasio arus kas pada kondisi up strem lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi down stream. Pada kondisi up stream, indikator rasio keuangan yang dominan adalah rasio marjin laba, rasio leverage dan rasio arus kas. Sementara pada kondisi down stream, indikator rasio keuangan yang dominan adalah rasio marjin laba dan rasio likuiditas. David menyarankan agar apabila terjadi penurunan pada indicator rasio keuangan harus segera direspon dengan meningkatkan penjualan dan melakukan perubahan pada strategi marketing.
Dr. Drs. David Sukardi Kodrat MM adalah doktor bidang ilmu ekonomi kekhususan manajemen, kelahiran Purwokerto 36 tahun silam. Pendidikan sarjananya ditempuh di jurusan Akuntansi Universitas Atmajaya Yogyakarta (1992), dan magister manajemen di Universitas Jember (2002). Selain mengajar di beberapa universitas swasta di Surabaya, David bekerja di salah satu perusahaan swasta. Promotor ujian disertasi pria yang aktif mengikuti seminar dan pelatihan baik di dalam maupun di luar negeri ini adalah Prof. Drs. M.S. Idrus MEc PhD dengan ko promotor Prof. Dr. M. Harry Susanto SE SU, dan Prof. Dr. Moeljadi SE SU. Sementara tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Djumilah Zain SE, Prof. Dr. Moch Ichsan, Armanu Thoyib SE MSc PhD dan Prof. Dr. IBM Santika SE. David memperoleh predikat kelulusan memuaskan dengan indeks prestasi kumulatif 3,20 dan masa studi 2 tahun 11 bulan. [nik]

Rehabilitasi Berat dan Pembangunan Gedung Baru di Unibraw
6 Agustus 2005
Universitas Brawijaya tahun 2005 ini akan melaksanakan rehabilitasi berat 2 bangunan, pembangunan gedung tambahan di lingkungan kampus, serta pengadaan peralatan laboratorium. Semua pekerjaan ini akan dilaksanakan menggunakan dana DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) tahun anggaran 2005 nomor 194.0/23-4.0/XV/2005, tanggal 31 Desember 2004 kode mata anggaran 4282, dan sebagian lagi dari mata anggaran PNBP (penerimaan negara bukan pajak),
Rehabilitasi berat itu meliputi gedung wisma tamu (guest house), yang akan dirombak menjadi bangunan 3 lantai seluas 1700 meter persegi, yang nantinya paling tidak akan setara dengan hotel berbintang 3. Selain itu juga rehabilitasi berat gedung kegiatan mahasiswa yang terletak di timur sekretariat unit kegiatan mahasiswa (UKM) menjadi bangunan 2 lantai seluas 100 meter persegi. Tidak ketinggalan pula gedung perpustakaan pusat, akan mendapatkan tambahan dengan pembangunan gedung 5 lantai seluas 4500 meter persegi di sisi barat bangunan yang ada sekarang.
Rekanan
Sebanyak 21 rekanan dari Surabaya, Sidoarjo, dan Malang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti lelang pekerjaan rehabilitasi berat gedung wisma tamu,  6 rekanan dari Surabaya, Kediri, dan Malang mendaftar untuk mengikuti lelang pekerjaan rehabilitasi berat gedung kegiatan mahasiswa, dan 17 rekanan mendaftar untuk mengikuti lelang pekerjaan pembangunan gedung tambahan perpustakaan pusat.
Selain bangunan fisik, dengan dana tersebut juga dilakukan pengadaan peralatan laboratorium pendidikan untuk Jurusan Teknologi Hasil Pertanian sebanyak 8 jenis, dan Laboratorium Pangan sebanyak 8 jenis, serta pengadaan peralatan laboratorium sentral Fakultas Pertanian. Sebanyak 24 rekanan dari Malang, Sidoarjo, dan Surabaya telah mendaftar untuk ikut lelang pengadaan peralatan laboratorium pendidikan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, dan 9 rekanan lainnya dari Malang, Batu dan Surabaya mendaftar untuk ikut lelang pengadaan peralatan laboratorium sentral Fakultas Pertanian.
Jadwal
Pembukaan penawaran lelang (tender) untuk rehabilitasi berat gedung wisma tamu (tahap I) dan rehabilitasi berat gedung kegiatan mahasiswa telah dilakukan hari Rabu 3/8. Sedangkan pembukaan penawaran lelang untuk pembangunan gedung perpustakaan pusat (tahap I) dan pengadaan peralatan laboratorium dilaksanakan di gedung PPI, Sabtu 6/8. Pengumuman pemenang lelang dilaksanakan hari Selasa 9 Agustus 2005.
Lelang ini dilaksanakan oleh Panitia Pengadaan/Pelelangan yang dibentuk dengan Keputusan Rektor nomor 001/SK/2005 tanggal 12 Januari 2005, dan disaksikan oleh Panitia Pemeriksa/Penerima yang dibentuk dengan Keputusan Rektor nomor 002/SK/2005 tanggal 12 Januari 2005. [Far]

SPMK Gelombang Kedua, Mendaftar 2080 Calon
6 Agustus 2005
Hingga hari Sabtu, 6 Agustus 2005, jumlah pendaftar seleksi ujian masuk S1 SPMK (Seleksi Program Minat dan Kemampuan) telah mencapai 2080 peserta (terinci: IPA 785, dan IPS 1296). Sebenarnya hari ini adalah hari terakhir pendaftaran SPMK gelombang kedua. Namun melihat animo masyarakat yang tinggi, terutama setelah mengetahui hasil seleksi melalui SPMB (seleksi penerimaan mahasiswa baru) yang diumumkan Jumat kemarin (5/8), maka panitia berketetapan untuk memperpanjang masa pendaftaran peserta seleksi SPMK gelombang kedua ini hingga besok, Minggu (7/8).
Ujian tulis SPMK gelombang kedua, yang juga diikuti oleh para pemilih program studi Teknik Industri (program S1 reguler), dilaksanakan Senin (8/8), mulai pukul 08.00 hingga 11.00 wib, seluruhnya di dalam kampus Unibraw. Sedangkan pengumuman hasilnya akan dikeluarkan hari Rabu (10/8). Dan proses pendaftaran ulang bagi peserta yang lolos dibuka mulai Rabu (10/8) hingga Selasa (16/8). [Far]

Pengumuman SPMB 2005
5 Agustus 2005
Universitas Brawijaya, menerima 3039 calon mahasiswa baru S1 melalui program seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) tahun 2005. Pengumuman penerimaan itu dikeluarkan Jumat, 5/8, melalui internet maupun papan-papan pengumuman. Secara nasional, hasil SPMB 2005 dapat diakses pada website www.spmb.or.id/hasil.php mulai pukul 18.00 wib maupun pengumuman yang disiarkan media cetak (koran).
Para calon mahasiswa Unibraw yang diterima melalui SPMB ini diharuskan melakukan daftar ulang di fakultas masing-masing dan di gedung RKB Universitas Brawijaya, pada tanggal 8-13 Agustus 2005, pukul 08.00-14.00 wib
Persyaratan daftar ulang antara lain: menunjukkan STTB, rapor, nilai ujian akhir/surat tanda kelulusan asli serta menyerahkan fotokopinya, menyerahkan pasfoto hitam-putih 2x3 dan 4x6 masing-masing 6 lembar, mnyerahkan kartu tanda peserta ujian SPMB 2005. Selain itu calon diwajibkan membayar SPP (sumbangan pembinaan pendidikan) sebesar Rp 500 ribu untuk program-program studi non-eksakta atau Rp 600 ribu untuk program-program studi eksakta per semester, SPFP (sumbangan pengembangan fasilitas pendidikan) sebesar Rp 1,5 juta, biaya Ordik (orientasi pendidikan) Rp 175 ribu, biaya Ormawa (orientasi mahasiswa baru) Rp 185 ribu, biaya keanggotaan perpustakaan Rp 150 ribu, pembelian jaket almamater Rp 80 ribu. Semua duplikat bukti pembayaran harus diserahkan pada petugas pendaftaran.
Kedokteran
Khusus calon mahasiswa baru Fakultas Kedokteran, kewajibannya selain membayar SPP Rp 600 ribu per semester dan SPFP Rp 1,5 juta, Ordik Rp 175 ribu, Ormawa Rp 180 ribu, Perpustakaan Rp 150 ribu, dan jaket Rp 80 ribu, juga diharuskan membayar SOP (sumbangan operasional pendidikan) Rp 1 juta per semester, SPIP (sumbangan pengembangan institusi pendidikan) yang besarnya Rp 10 juta untuk program studi pendidikan dokter, dan Rp 5 juta untuk program studi ilmu keperawatan dan program studi ilmu gizi.
Acara Penerimaan
Mahasiswa baru yang telah mendaftar ulang, diwajibkan mengikuti kegiatan secara berturut-turut: upacara penerimaan mahasiswa baru di lapangan upacara Unibraw, Rabu 17 Agustus 2005 mulai pukul 06.00 wib, dengan seragam putih-putih berjaket almamater. Selanjutnya, pukul 07.00-17.00 wib acara diteruskan dengan PKK-Maba mulai tanggal 17 Agustus 2005 hingga 20 Agustus 2005 di fakultas masing-masing. Perkuliahan semester ganjil 2005/2006 dimulai 22 Agustus 2005.
Ketentuan lain
Berkaitan dengan tes kesehatan, rapat pimpinan (universitas dan fakultas) menetapkan bahwa fakultas non-eksakta (hukum, ekonomi, ilmu administrasi, bahasa, ilmu sosial tidak mensyaratkan tes kesehatan.
Mahasiswa baru yang tidak memenuhi ketentuan di atas, atau terlambat melakukan daftar ulang dinyatakan mengundurkan diri sebagai mahasiswa baru S1 Universitas Brawijaya tahun akademik 2005/2006.
Calon mahasiswa baru yang diterima melalui SPMB, tetapi belum lulus ujian nasional SLTA tahun 2005 tetap diharuskan melapor pada tanggal 8-13 Agustus 2005 di Bagian Pendidikan (lantai II gedung Rektorat) Universitas Brawijaya. [Far]
Selengkapnya, hasil SPMB 2005 Universitas Brawijaya dapat diklik di sini.

Dosen Senior FTP, Ir. R. Tranggono PhD Meninggal Dunia
4 Agustus 2005
Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya kehilangan seorang staf pengajar senior dari Jurusan Teknik Pertanian Ir. R. Tranggono PhD. Pria kelahiran Surabaya ini meninggal dunia Kamis (4/8) malam karena stroke serta tumor ganas pada pangkal otak. Demikian informasi yang disampaikan Dekan FTP Prof.Dr.Ir. Simon Bambang Widjanarko MAppSc.
Mengenai almarhum, Ketua Jurusan Teknik Pertanian, Dr. Ir. Ruslan Wirosoedarmo MS menyampaikan kesannya selama menjadi adik tingkat semasa kuliah serta rekan kerja. “Beliau itu orangnya tipe pekerja keras, energik dan kharismatik”. Terhadap besan mantan Presiden Tri Sutrisno ini terkesan dengan kharisma yang dimiliki Pak Trang, demikian ia akrab dipanggil oleh mahasiswanya. “Kalau Pak Trang sudah ngomong pasti semua orang akan terkesima dan mengikutinya”, tambahnya.  R. Tranggono yang telah lebih dahulu ditinggalkan istrinya menghadap ke hadirat Ilahi ini, meninggalkan dua orang anak dan dua orang cucu.
Laki-laki yang pernah mendapatkan pernghargaan Satya Karya Satya 20 tahun dari Presiden RI ini memiliki keahlian bidang Soil Tillage System, Farm and Power Machinery, serta Land Proporation and Planning.
Pada tahun 1974 R. Tranggono menyelesaikan pendidikan sarjana teknik pertanian pada Universitas Brawijaya, dan pada 1988 berhasil lulus program doktor dari La Trobe University, Bundoora, Victoria, Autralia dengan disertasi berjudul “Puddling in a Sawah and Its Effect on Soil Physical Properties”, dipromotori Prof. ST Willatt.
Beberapa penelitian terpenting yang telah dihasilkan diantaranya adalah Pengaruh Na pada Sipramin terhadap Sifat Fisik Tanah, Pengaruh Tiga Jenis bajak Terhadap Sifat Olah dan Sifat Fisik Tanah serta Produksi Jagung, Rancang Bangun Mesin Pemupuk Tanaman Berpenggerak Traktor Tangan serta Aplikasi Lumpur Limbah Industri Lysine ke Tanah. [nok]

Ujian Terbuka Disertasi Dra Sopiah MPd MM
4 Juli 2005
Salah satu faktor utama tulang punggung peningkatan kinerja bank adalah manusia. Maju mundurnya suatu bank sangat ditentukan oleh sejauh mana sumber daya manusia di dalam bank, dapat dikelola secara baik sehingga mampu ditingkatkan kinerjanya secara optimal. Peran manusia sebagai pengelola bank menjadi sangat strategis. Jika sebuah lembaga perbankan didukung oleh suatu sistem internal control yang baik, tetapi manusia sebagai pengelola tidak memiliki komitmen kerja yang tinggi, misalnya disebabkan oleh tingkat kepuasan yang rendah, maka hal ini akan berdampak pada kinerja karyawan. Demikian ungkap Dra. Sopiah MPd MM pada ujian disertasi doktor ilmu administrasi yang berlangsung di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya, Kamis 4 Juli 2005.
Judul disertasi salah seorang tenaga pengajar di Universitas Negeri Malang ini adalah “Komitmen Organisasional sebagai Mediator Hubungan antara Kepuasan Kerja dengan Kinerja Karyawan Bank Umum Pemerintah di Wilayah Jawa Timur”. Penelitian menggunakan Structural Equation Modelling sebagai alat analisis data dengan sampel penelitian sebanyak 250 orang yang berasal dari bank umum pemerintah seperti BRI, BNI, Bank Jatim, Bank Mandiri dan BTN pada tingkat kantor cabang di wilayah kota Malang, Kediri, Probolinggo, Ngawi dan Madiun. Variabel penelitian meliputi kepuasan kerja dengan indikator kebijakan perusahaan, supervisi, kondisi kerja, hubungan antar personal, gaji, prestasi kerja, tanggung jawab, kesempatan untuk berkembang, pengakuan, pekerjaan itu sendiri, dan keamanan kerja. Variabel berikutnya adalah komitmen organisasi seperti affective commitment, continuance commitment, dan normative commitment serta variable kinerja karyawan meliputi quality, quantity, timeliness, cost effectiveness, need for supervision, dan interpersonal impact.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka ditemukan bahwa kepuasan kerja karyawan bank umum pemerintah terhadap kebijakan perusahaan, supervisi, kondisi kerja, hubungan antar personal, gaji, prestasi kerja, tanggung jawab, kesempatan untuk berkembang, pengakuan, pekerjaan itu sendiri, dan keamanan kerja cenderung puas. Variabel mengenai komitmen organisasi karyawan memiliki nilai kecenderungan tinggi sementara kinerja karyawan dalam organisasi cenderung baik.
Sopiah menyarankan bahwa untuk meningkatkan kinerja karyawan, manajemen bank terlebih dulu harus meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Usaha yang dilakukan dapat berupa membuat kebijakan perusahaan yang baik dan transparan, melaksanakan supervisi secara periodic dan berkelanjutan, menciptakan hubungan yang harmonis antara karyawan baik antara rekan sekerja maupun atasan, menetapkan kebijaksanaan kompensasi yang adil dan transparan, memberi kesempatan karyawan menumbuhkembangkan potensi yang dimiliki, menghargai prestasi kerja karyawan dengan reward yang adil, memberikan tanggung jawab kepada karyawan sesuai dengan tugas dan wewenang yang diberikan, menetapkan kebijakan promosi yang adil bagi semua karyawan, memberikan pengakuan atas eksistensi dan prestasi kerja karyawan, mengkondisikan agar karyawan bangga dengan pekerjaannya, serta memberikan rasa aman kepada karyawan dalam bekerja baik secara fisik maupun mental. Sementara bagi karyawan yang harus dilakukan adalah mengasah semua kemampuan yang dimiliki dan meningkatkan usaha ke arah pencapaian tujuan baik tujuan individu maupun tujuan organisasi semaksimal mungkin.
Dra. Sopiah MPd MM lahir di Sumedang 42 tahun silam. Ibu dua orang putra ini menempuh pendidikan sarjananya di IKIP Bandung (1987), magister di IKIP Malang (1997) dan Universitas Brawijaya jurusan Manajemen (1999). Bertindak sebagai promotor ujian disertasi yaitu Prof. Dr. Moch. Ichsan, dengan ko promotor Prof. Dr. M. Syafii Idrus MEc., dan Armanu Thoyib SE MSc PhD. Tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Taher Al Habsji, Dr. Agus Suman SE DEA., Prof. Dr. A. Sonhadji, KH., MA dengan penguji luar instansi Prof. Dr. Imam Syakir SE dari Universitas Airlangga Surabaya. Dalam ujian disertasinya Sopiah berhak menyandang gelar doktor bidang Ilmu Administrasi Bisnis dengan predikat sangat memuaskan, dan IPK 3,54. [nik]

Pelantikan dan Sarasehan LKM UB
4 Agustus 2005
Rektor Prof. Bambang Guritno, Kamis (4/8) pagi melantik pengurus lembaga kedaulatan mahasiswa (LKM) yang terdiri atas Eksekutif Mahasiswa (EM UB) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM UB), di Widyaloka Universitas Brawijaya.
Dengan dilantiknya pengurus LKM Unibraw tersebut, otomatis kabinet EM UB 2004/2005 pimpinan Presiden Trio Agus P dinyatakan demisioner.
Pada kesempatan itu dilantik Ketua Kongres Mahasiswa, Halim Dwija Kusuma (FPT/Sosial Ekonomi Peternakan), Presiden EM UB, Agung Pamujiyanto (FP/Sosial Ekonomi Pertanian), serta Ketua DPM UB, Inggang Perwangsa Nuralam (FE/Manajemen), dan para anggota DPM yaitu Chintia Kartiningtias (FK/PSIK), Inggang Perwangsa Nuralam (FE/Manajemen), M. Naufal Thariqi (FH), Khoirul Anam (FTP/TIP), Khikmatun Nikmah (FP/BP), Hendra Hermawan (FIA/Bisnis), M. Becus Saputro (FP/Sosek), Tumar (FPi/BP), Windu Catur Kasmono (FPi/MSP), Hendra Eka Wahyudianto (FMIPA/Matematika), Gamma Fitri Andini (FE/manajemen), Rachmaniar Rachmat NW (FMIPA/ matematika), Airin Widyastuti (FMIPA/Fisika), Widya Eka Purwaningsih (FPt/THT) serta Halim Dwija Kusuma (FPT/Sosial Ekonomi Peternakan).
Rektor Unibraw setelah pelantikan mengutarakan keprihatinannya, dengan ungkapan quo vadis? LKM Unibraw kurang memiliki bargaining position, serta lemah dalam menjalankan fungsi koordinatif sehingga perlu dievaluasi dan direkonstruksi. “Kran demokrasi yang terbuka semakin lebar menggeser paradigma peran mahasiswa ke arah yang lebih solutif dan konstruktif, seperti dalam hal BBM misalnya. Bukan hanya aksi demo penolakan seperti yang dilakukan oleh masyarakat kebanyakan tetapi juga pemikiran solusi alternatifnya”, ungkap Rektor.
Sarasehan
Adanya degradasi keberadaan LKM UB perlu ditindaklanjuti oleh berbagai pihak. Bukan hanya fungsionarisnya saja tetapi juga seluruh mahasiswa dan seluruh sivitas akademika. Sikap apatis dan makar adalah pilihan dewasa yang bukan tanpa alasan tetapi perlu dipertimbangkan secara bijak guna rekonsolidasi gerakan mahasiswa Unibraw secara dinamis. Hal tersebut di antaranya yang menjadi latar belakang sarasehan LKM UB dalam rangka evaluasi quo vadis LKM UB serta rekonstruksi keberadaannya ke depan. Hadir sebagai pemateri dalam kesempatan tersebut adalah Ali Farid SH (Kabag Kemahasiswaan Universitas Brawijaya), Ana Widyaningrum (DPM 2003-2004) serta Hesti ST (DPM 1999-2000).
Disampaikan dalam kesempatan tersebut, alasan perlunya rekonstruksi LKM UB di antaranya adalah ketidakjelasan dalam pelaksanaan pemerintahan, mekanisme kerja LKM UB yang mengambang, inkonsistensi penegakan aturan serta kurangnya dukungan finansial sebagai pendukung roda organisasi.
Ali Farid SH sebagai representasi birokrat rektorat, mencoba meluruskan persepsi yang keliru tentang LKM UB. “Tidak ada usaha untuk mengebiri dinamika mahasiswa termasuk di dalamnya LKM UB, pihak rektorat selama ini bersikap akomodatif terhadap semua elemen organisasi mahasiswa tanpa ada anak emas dan anak tiri. Tetapi memang ada pengaturan dana yang proporsional karena overlapping kegiatan yang diadakan mahasiswa serta keterbatasan anggaran”, ungkap Ali Farid yang baru 2 bulan ini menjabat sebagai Kabag Kemahasiswaan.
Sementara itu, Hesti dalam paparannya menyayangkan upacara pelantikan yang dilaksanakan pihak rektorat. Menurutnya ini merupakan indikasi LKM UB yang kurang organik. Sedangkan mengenai sikap Dewan Teknik yang membangkang dari LKM UB, ia berujar, “kalau presidennya dari Teknik, pasti Dewan Teknik mau bergabung”, ungkap Hesti yang juga alumni Fakultas Teknik. Terhadap pertanyaan dari salah satu audiens, “bagaimana jika LKM UB dibubarkan saja?”, Ana maupun seluruh pemateri menyatakan tetap berkomitmen demi terciptanya LKM UB yang berdaulat, bermartabat, integral, dinamis dan profesional. “Tetapi jika bubar pun itu adalah pilihan mahasiswa, tentu dengan mekanisme yang jelas seperti ketika terbentuk 7 tahun yang lalu”, pungkas mereka di akhir acara. [nok]

Ujian Terbuka Disertasi Budi Eko Soetjipto
3 Agustus 2005
Ujian terbuka disertasi doktor dalam ilmu administrasi bagi promovendus Drs. Budi Eko Soetjipto MEd MSi, diselenggarakan Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, hari Rabu (3/8).
Dalam disertasi berjudul "Model Struktural Pengaruh Konflik Peran, Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi terhadap Niat untuk Keluar (Studi pada Tenaga Penjualan Motor Jepang di Malang Raya)" Budi Eko mengungkapkan bahwa niat untuk keluar atau tinggal merupakan peramal perilaku yang baik.
Temuan-temuan di masa lalu menunjukkan bahwa niat berganti pekerjaan berkorelasi secara negatif, secara signifikan, dan secara konsisten dengan komitmen afektif. Juga banyak bukti bahwa keamanan pekerjaan berkorelasi secara negatif dengan niat untuk keluar atau berhenti. Argumen-argumen ini mendukung prediksi bahwa komitmen afektif memediasi hubungan antara keamanan pekerjaan dan niat berganti pekerjaan. Pada profesi pemasar, khususnya pemasar sepeda motor Jepang, hal ini penting diteliti karena adanya anggapan bahwa pekerjaan sebagai pemasar hanya merupakan pekerjaan “transit” untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan menarik. Mereka berpendapat bahwa hampir tidak mungkin bagi mereka untuk mengabdikan sepanjang masa kerjanya di tempat tersebut, karena jenis pekerjaan ini sangat membutuhkan ketrampilan menjual yang tinggi serta mobilitas kerja yang membutuhkan kondisi fisik yang prima. Alasan yang lain adalah pekerjaan ini tidak dapat diandalkan sampai dia tua, berbeda dengan profesi lainnya yang lebih “established” dan “promising”.
Berdasarkan wawancara peneliti dengan beberapa tenaga penjual sepeda motor Jepang, mereka masih sering mendapatkan tugas-tugas ekstra di luar bidang penjualan. Selain itu, tidak jarang beberapa dari tenaga penjual ini mendapatkan perintah yang berlawanan antara pemilik dan atasan, sehingga bingung mana yang harus didahulukan. Konflik peran yang mereka rasakan juga diduga akan meningkatkan ketidakpuasan jika misalnya pada saat yang sama mereka tidak merasa diperlakukan dengan adil baik dalam pemberian gaji, peluang promosi serta tidak adanya kepercayaan dari atasannya. Disampaikan Budi bahwa pada akhirnya, konflik peran yang sedemikian parah akan diikuti dengan ketidakpuasan terhadap gaji dan atasan, serta peluang promosi yang kecil tentunya akan memperbesar niat tenaga penjual untuk meninggalkan perusahaan dan mencari perusahaan lainnya. Konflik peran dan ketidakpuasan yang mereka alami tentunya masih akan dimediasi lagi oleh komitmen mereka terhadap organisasi sebelum mereka meningkatkan keinginan untuk keluar dari pekerjaannya.
Dr. Ir. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si dilahirkan di Malang pada 24 Oktober 1964 dari pasangan Drs. H. Lamidi dan Hj. Sundari. Menikah dengan Nur Aini dan dikaruniai dua orang puteri. Pada tahun 1988 ia meluluskan program Ilmu Administrasi Negara kemudian pada 1996 ia meluluskan program Magister Social Studies Education dan juga program Magister Ilmu Administrasi Bisnis pada 2001. Pada tahun 2002 Budi bergabung dengan program Doktor Universitas Brawijaya pada Program Ilmu Administrasi dengan kekhususan Ilmu Administrasi Bisnis.
Dengan majelis penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Bambang Swasto, ME (promotor), Prof. H. Ahmad Sonhadji KH MA Ph.D dan Dr. Ir. Solimun MS (ko promotor), Prof. Dr. Taher Alhabsji, Dr. Armanu Thoyib SE MSc, Eko Ganis Sukoharsono M.Com (Hons) Ph.D dan penguji dari Universitas Airlangga Prof. Dr. Imam Syakir SE, Budi yang sehari-harinya dosen pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang sejak 1988 ini dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor dengan predikat cumlaude setelah menempuh studi selama 3 tahun. [nok]

Presentasi Program Magang FSC Singapore PTE Ltd
3 Agustus 2005
Perwakilan FSC Singapore PTE Ltd, sebuah institusi yang telah berkecimpung dalam bidang pertukaran pendidikan, kebudayaan maupun training mahasiswa, Rabu 3/8, bertandang ke Universitas Brawijaya guna mempresentasikan program institusinya. Dalam kesempatan itu pihak FSC yang diwakili oleh Mr. Chris Phua (Director FSC Search PTE Ltd), Mr. Benny Chong serta Ir. Ketut Wita Adnyana MM (Director FSC IHSC Bali). Rombongan diterima Pembantu Rektor IV (bidang perencanaan dan kerjasama) Prof. Dr. Umar Nimran MA. Turut hadir dalam kesempatan itu Dekan FIA, Dr. Suhadak M.Ec, dan beberapa Ketua Jurusan/Program Diploma di lingkungan Universitas Brawijaya.
Dalam presentasinya, Mr. Chris Phua menyampaikan program pertukaran mahasiswa untuk magang di Singapura terutama dalam bidang hospitality (service industry) yang meliputi segala bidang yang menunjang kegiatan kepariwisataan meliputi perhotelan, restoran, retail industry, serta pariwisata itu sendiri. Menurutnya, program ini terbuka bagi mahasiswa program sarjana maupun diploma untuk magang dan home stay di Singapura selama 1 tahun untuk program sarjana dan 6 bulan bagi program diploma. Program pertukaran ini terbuka bagi semua jurusan, seperti halnya perwakilan beberapa negara yang pernah mengikutinya seperti Filipina dan Korea yang mayoritas mengirim mahasiswa program teknik. Ditambahkannya bahwa untuk saat ini, setidaknya terdapat 400 mahasiswa yang mengikuti program ini dan 150 di antaranya berasal dari Indonesia seperti dari Universitas Trisakti Jakarta, STIEBA Bandung, Bali serta Yogyakarta.
Program yang diselenggarakan oleh FSC ini diakomodasi oleh pemerintah Singapura dan free dengan prosedur rekrutmen yang jelas termasuk di dalamnya interview. Disampaikan oleh Mr. Chris Phua, dalam interview mereka lebih mengutamakan kemampuan bahasa serta kepercayaan diri daripada technical skill. Di akhir kesempatan presentasi tersebut, Ir. Ketut Wita Adnyana yang merupakan perwakilan FSC di Indonesia, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat positif guna mendukung program kurikulum berbasis kompetensi yang ada di Indonesia sehingga diharapkan dapat menghasilkan SDM yang memiliki skill yang tinggi, knowledge, attitude, serta leadership yang meliputi mentality dan kemandirian. Untuk seterusnya Universitas Brawijaya yang diwakili oleh PR IV akan mempertimbangkan program tersebut dan berkoordinasi dengan PR I (bidang akademik) guna membahas penyesuaian kurikulum dan proses studi yang selanjutnya akan difasilitasi dengan penyiapan mahasiswa, sosialisasi dan program seleksi. Melalui persiapan yang matang, diharapkan dengan ikut sertanya Universitas Brawijaya dalam program FSC ini dapat menjalin konsistensi kerjasama antara Unibraw dengan Singapura khususnya FSC seperti halnya dengan SIF (Singapore International Foundation) yang setiap tahunnya Unibraw mengirimkan 2 delegasi. [nok]

Dibuka Pendaftaran SPMK Gelombang Kedua dan SPMD 2005
3 Agustus 2005
Universitas Brawijaya mulai 1 Agustus 2005 ini membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk dua jenis seleksi sekaligus. Seleksi Program Minat dan Kemampuan (SPMK) Gelombang Kedua untuk calon mahasiswa S1, dibuka tanggal 1-6 Agustus 2005. Sedangkan Seleksi Mahasiswa Program Diploma (SPMD) untuk calon mahasiswa D-I dan D-II, dibuka tanggal 1-10 Agustus 2005. Pendaftaran dilaksanakan setiap hari kerja di Student Center Universitas Brawijaya, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 wib (khusus hari Jumat diselingi waktu istirahat pukul 11.00-13.00 wib) .
Sampai hari kedua pendaftaran, tercatat sebanyak 699 orang calon mendaftarkan diri untuk SPMK Gelombang Kedua, terinci atas IPA 210, dan IPS 489. Sedangkan untuk SPMD, tercatat 147 calon mendaftarkan diri (IPA 32, dan IPS 115).
Program studi baru
Seleksi SPMK menawarkan 31 program studi dari 10 fakultas yang ada. Untuk kelompok IPS meliputi: ilmu hukum, studi pembangunan, manajemen, akuntansi, ilmu administrasi publik, ilmu administrasi bisnis, sosiologi, dan ilmu komunikasi. Sedangkan untuk kelompok IPA meliputi: agronomi, hortikultura, ilmu tanah, sosial ekonomi pertanian (agrobisnis), penyuluhan dan komunikasi pertanian, ilmu hama dan penyakit tumbuhan, pemuliaan tanaman, produksi ternak, nutrisi dan makanan ternak, sosial ekonomi peternakan, teknologi hasil ternak, teknik sipil, teknik mesin, teknik elektro, teknik pengairan, arsitektur, perencanaan wilayah dan kota, perikanan, kimia, ilmu komputer, teknologi hasil pertanian, teknik pertanian, teknologi industri pertanian.
Di samping 31 program studi tersebut, pada SPMK kali ini dibuka pendaftaran untuk sebuah program studi baru, yakni Program Studi Teknik Industri yang ada dalam lingkungan Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Unibraw. Mahasiswa program studi baru ini nantinya diperlakukan sebagai mahasiswa reguler, seperti halnya mereka yang lolos seleksi melalui PSB (penjaringan siswa berprestasi) dan SPMB (seleksi penerimaan mahasiswa baru). Artinya, besaran SPP Rp 600 ribu per semester, dan sumbangan pengembangan fasilitas pendidikan (SPFP) Rp 1,5 juta (sekali bayar). Sementara itu calon yang diterima melalui SPMK untuk program studi lainnya, besaran SPP berkisar antara Rp 750 ribu hingga Rp 1,25 juta per semester, dan SPFP berkisar antara Rp 4,25 juta hingga Rp 6,5 juta (sekali bayar).
Diploma
Sementara itu, seleksi SPMD menawarkan 17 program studi, terdiri atas 1 program diploma I (Bahasa Tionghoa/Mandarin), dan 16 program diploma III, yakni akuntansi, kesekretariatan, pariwisata, bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Arab, produksi tanaman hortikultura, arsitektur pertamanan, agribisnis pertanian, manajemen produksi ternak, agribisnis perikanan, manajemen informatika, teknik komputer, analis kimia, dan teknologi industri pertanian.
Ujian tulis untuk SPMK Gelombang Kedua dilaksanakan Senin (8/8), sementara ujian tulis SPMD diselenggarakan Kamis (11/8). Hasil ujian SPMK diumumkan hari Rabu (10/8), sedangkan SPMD hari Sabtu (13/8). [Far]